File TXT tidak ditemukan.
JAKARTA KOTA AIR (Part 3) - Kampung Pinggir Sungai
Wr8G70HEreQ • 2020-01-23
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Air itu harus dibuang ke laut,
dikanalisasi.
Jadi kalau sekarang ada yang bilang
sistem kanal akan membuat berhasil,
orang Belanda itu gagal belajar
mereka dalam membuat kota Batavia,
dan Batavia harus pindah,
yang dibentuk kotanya...
...menyerupai kota Amsterdam
dengan banyak kanal-kanal.
Kanal-kanal itu dari mana? Dari Ciliwung.
Ciliwung diluruskan, dibeton,
diminta orang-orang Cina bekerja.
Tapi yang terjadi malah pendangkalan.
Kampung Tongkol, 2015
Kampung Tongkol, Jakarta Utara
terancam digusur sebagai bagian dilaksanakannya
program normalisasi sungai Ciliwung pada 2015
Pemerintah maunya, lebar 25 meter.
Sungainya mau dilebarkan 25 meter
sisi kanan & kiri,
lalu jalan dibuat 15 meter.
jadi totalnya 25 meter.
Itu maunya pemerintah, sesuasi di Perda.
...rencana 1 atau 2 meter,
rencana itu akan dimulai hari ini.
Yang penting, pembongkaran (rumah)
itu selesai dahulu.
- Target pembongkaran, tetap hari ini ya?
- Iya.
Biar maksudnya realistis, Pak.
Jadi pas waktu mau digusur,
kita rapat seluruh warga dari 3 kampung,
kita rapat & musyawarah,
kita sepakat tidak mau digusur, tidak mau dipindah.
Karena rata-rata pekerjaannya kita di sini.
Lalu kita membuat usulan.
Istilahnya menawar.
Jadi kalau Pemda maunya total 25 meter,
kita maunya jalan ini 5 meter saja begitu.
Lalu kita buat rancangannya,
gambar dan sebagainya,
supaya saat kita ajukan ke pemerintah
akan lebih jelas.
Jadi saat kita ajukan ke gubernur,
gubernurnya bilang "ini konsep gila".
Jadi simulasi gubernur, taruh beko (ekskavator) di jalan inspeksi yang lebarnya 5 meter ini.
"Ketika beko mau manuver, kira-kira bisa tidak?"
dia tanya.
Ya pasti tidak bisa,
jarak 5 meter digunakan untuk manuver.
Tapi itu juga bodoh menurut saya.
Karena jaman sekarang, beko sudah ada yang bisa
terjun ke sungai, kenapa lewat darat.
Seperti pembangunan sheet pile (dinding sungai),
bekonya melalui sungai.
Jadi bekonya naik di atas tongkang,
tongkang itu yang bisa jalan kemana-mana.
Tapi gubernur waktu itu mintanya taruh beko di darat lalu bermanuver.
Jadi pemikiran gubernur, jalan ini digunakan untuk mengeruk sungai lalu dipindah ke truk
Ya tidak akan bisa,
itu membutuhkan jalan yang lebih lebar lagi.
Oleh karena itu, gubernur bilang usulan ini tidak bisa, harus tetap dilakukan normalisasi.
Namun warga menolak dan punya gagasan lain,
mereka berinisiatif "memotong" rumah selebar 5 meter dari bibir sungai.
Tetapi awalnya sulit, tidak mudah.
Karena sudah disepakati waktu rapat,
"kita potong rumah kita 5 meter",
tapi setelah kesepakatan kok belum ada yang gerak sama sekali, ternyata mereka saling menunggu.
Begitu ada yang memulai,
satu per satu tetangga yang lain mengikuti.
Dari inisiatif "memotong" rumah
260 dari 300 keluarga dapat melanjutkan hidup
di Kampung Tongkol
...dahulu sebelum dipotong,
batas rumahnya sebelah mana?
Dahulu memang tidak lebih?
kalau dahulu teras sampai sini,
sampai tempat duduk ini.
Di keramik kan, untuk duduk-duduk.
Ya kita rapihkan untuk tempat duduk.
- Sampai sini?
- Iya. Ini selokan, di atasnya di keramik untuk duduk.
- Lalu dipotong tinggal seperti ini.
- Iya, ini batasnya.
- Batasnya selokan, kan?
- Iya. Dahulu kan rumah sampai sini.
Ini kita sebut rumah contoh,
yang tadi saya cerita di Kampung Tongkol ini.
Dibangun tahun 2015, selama 3 bulan
dalam kondisi yang tidak tentu.
Karena waktu itu rencananya digusur,
tapi kita nekat dibangun saja untuk menunjukkan,
bahwa bertempat tinggal di pinggiran sungai
itu mungkin. Tapi pasti dengan cara-cara baru.
Jadi rumah ini dibangun dengan mengakomodir
cara-cara baru, bertempat tinggal di pinggir sungai.
Contohnya begini. Rumah ini tidak mepet lagi ke sungai tapi berjarak 5 meter.
5 meter itu kita pikir cukup karena dengan jalan 5 meter, masyarakat tetap bisa beraktivitas,
tetap leluasa ketika terjadi bencana
dan kita punya jarak dengan sungai.
Ini penting ada pohon di sini.
Waktu sheet pile (dinding sungai) mau dibangun,
rancangannya tidak ada pohon.
Semua pohon mau dicabut semua.
Kita protes, kita mau pohon ini tetap dipertahankan.
Akhirnya pemda DKI setuju, yang awalnya posisi
sheet pile berada di sini, persis di pinggir jalan
yang akan menebang pohon, akhirnya sheet pile
digeser ke dalam sehingga pohon bisa dipertahankan.
Apalagi kalau pagi,
di sini ini masih banyak burung.
Kalau saya sendiri, nyaman sekali.
Tiap pagi minum kopi sambil melihat burung.
Apalagi rumah saya terbuat dari bambu, nah di batang bambu itu jadi tempat sarang burung gereja.
Tapi menurut saya itu sebagai kenikmatan tersendiri,
hidup di Jakarta punya...
...banyak burung tanpa harus memelihara.
Di tempat berbeda, seirang warga berinisiatif
membangun rumah yang bersahabat dengan air.
Pertimbangan kami kenapa rumah panggung
karena...
...kelembapan yang cukup tinggi
di daerah Jakarta Selatan,
dan populasi rayap yang sangat besar sehingga kalau rumah panggung dan materialnya tidak dari kayu,
mungkin itu bisa memberi solusi atas
masalah-masalah tersebut.
Kalau dilihat di sini,
panggung ini menggunakan besi WF
tingginya sekitar 50-60 cm.
Semua panggungnya rata, jadi ketinggian panggungnya rata. Itu sebabnya kita gunakan tangga untuk naik.
Solusi jangka panjang, memang belum sampai ke sumur resapan yang ideal.
Tapi ada beberapa biopori yang kita tanam
untuk memastikan air dari atas masuk ke tanah.
Biopori sederhana, tetapi itu salah satu bentuk antisipasi (banjir) yang saya rasa harus diperhatikan.
Saya belum menemukan sisi negartif dari rumah panggung.
Jadi kalau orang merasa rumah panggung itu lebih rumit atau lebih mahal atau lebih...
...tidak layak untuk ditempati atau tidak modern,
itu hanya soal selera.
Itu memang soal selera, tapi masalah-masalah itu tidak terjawab di rumah saya.
Jadi kenapa semua orang tidak mencoba rumah panggung bagi mereka yang baru akan memiliki rumah
apalagi yang tinggal di daerah-daerah yang risiko banjirnya lebih besar,
saya rasa pilihan tepat rumah panggung.
Sungai, tanggul, rumah panggung,
rumah tapak
Kalau sekarang, rumahnya tinggal 250-an.
Berarti itu yang hasil dari pemotongan.
Tapi awalnya jumlah rumah di sini sekitar 300-an.
Jadi ada 50-an rumah yang terpotong habis
Ini foto saat proses memotong rumah,
ini yang dekat Ci Asnah.
Ini ada warung, ini ada Ci Asnah yang tadi cerita.
Harapan ke depan, apa yang terjadi di sini bisa terjadi di kampung-kampung yang lain.
Jadi tidak hanya terjadi di sini, bahwa...
...kalau kampung-kampung informal, kampung kumuh diberi kesempatan,
untuk terlibat membuat usulan & mengambil keputusan,
dan pemerintah menyediakan ruang-ruang dialog & negoisasi, itu pasti ada solusi.
Tapi kalau pemerintah hanya menyediakan solusi tunggal, maka semua itu akan deadlock.
Dan itu yang muncul adalah masalah.
Nah ketika masalah muncul, yang dikorbankan pasti masyarakat yang kecil.
Kalau negara, pemerintah, mereka punya hukum,
uang dan aparat. Masyarakat pasti akan kalah.
Hidup dengan lingkungan yang secara historis...
...dekat dengan banjir, tentu kita harus melakukan banyak persiapan.
Tidak hanya berhubungan dengan gaya hidup, tidak hanya dengan cara membuat rumah 2 lantai
kemudian lantai bawahnya dipastikan tidak ada perabotan, itu bagian dari antisipasi sebetulnya.
Tidak ada perabot-perabot penting,
perabot penting hanya ada di lantai 2,
sehingga ketika banjir,
risiko kerusakan barang lebih bisa diminimalisir.
Tapi juga mengantisipasi secara utuh dari mulai desain dan struktur hunian yang bisa menjawab persoalan itu.
Ya salah satunya itu.
Kalau memang dananya ada...
...lalu tidak mengganggu selera,
secara artistik,
rumah panggung bisa menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi banjr
untuk warga Jakarta yang tinggal di daerah-daerah banjir.
...kalau kami tinggal di Kelala Gading,
kepingin rumah panggung dengan alasan
kami ingin bersahabat dengan air.
Karena harus tahu diri, rumahnya di Kelapa Gading, dahulunya adalah rawa, pasti tempatnya banjir.
Jadi memang tidak bermusuhan dengan air.
Bagaimanapun juga kita membutuhkan air.
Kalau banjir ya tidak apa-apa, air ayo datang ke rumah kami, rumah kami sudah panggung.
Jadi kamu silahkan di bawahnya.
Dari awal ya bilang sama Mas Yu Sing,
kepinginnya rumah panggung,
tidak mau pakai kayu karena rumah sebelumnya dimakan rayap...
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:21:32 UTC
Categories
Manage