JAKARTA KOTA AIR (Part 1) - Jakarta, 1 Januari 2020
UR_jL-x4W3M • 2020-01-09
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Ini akan jadi kerjaan dua kali. Air akan meluap. Oh my God, look at that, look at that. Bukit Duri, 1 Januari 2020. Yang gerak-gerak di dalam, itu ikan sapu-sapu. Kamu ngapain itu lubang awas, Mampus. Orang lagi kerja, malah main nyari ikan. Ratna, warga Bukit Duri. Bantuin kesanain dong biar ada jalan, pojokin aja ke sana. Pokoknya tau-tau hujan seharian lalu air meluap... ...sampai kita tidak bisa selamatkan barang. Habis, kita mulai dari nol lagi. - Cepat sekali, ya? - Iya, ditambah malem hujan lagi. - Ada korban? - Korbannya tadi siang yang di RT sana. Satu. Tidak ada bantuan. Semalam perahu karet ada di depan tapi gak turun. Itu Damkar dari jam 7 sudah siaga, tapi tidak turun yang turun saya sama temen saya. Di sini tidak ada orang yang berani keluar, hujan sampai jam 12 malam. Kita yang turun, kita tanya "mau keluar tidak warga?" Saya ada pelampung ayo kita evakuasi. Ada temen-temen saya. Dia bilang, "masih bertahan". Saya pikir ada anak kecil yang penting stok makan ada stok air bersih. Mau taruh di mana, Dik? Itu kotor. Langsung buang ke sungai. Mah, ini mau dibuang ke sungai? Buang sungai aja deh. - Jangan dibuang ke sungai, nanti banjir lagi. - Biarin, sekarang juga banjir. ...pinggirin di Pos RT. Capek ya kalo cerita itu, nyakitin. Bilangnya kan buat normalisasi, tapi kenapa jalannya yang diperlebar bukan kalinya? Lalu yang diambil paling banyak sisi sini dibanding sebrang. Lalu tidak ada pergantian apa-apa. Apa kita mau di rusun? Sudah berapa kali banjir setelah kita digusur? Saya sakit hati kalau bahas gusuran, Mas. Saya berjuang gak main-main... ...ini kalau badan bisa ngomong, ini dipukul sama aparat. Saya yang paling depan, saya yang bantuin warga. Warga tidak ada yang berani sama aparat. Saya yang maju, Mas. Saya korban bersama LBH, coba itu. -- musik -- 3 tahun sebelumnya. 28 September 2016 Pemprov DKI Jakarta menggusur bangunan yang berada di bantaran sungai Ciliwung, kawasan Bukit Duri. ini adalah salah satu program pemerintah untuk normalisasi Sungai Ciliwung sepanjang 19 km (Rp800 miliar) Penyebabnya bantaran kali ciliwung adalah penduduk liar. Kita punya Administrasi, kita bayar PBB, kita punya KTP, liarnya di mana? Kita penyebab banjir? So, lihat. Kita tidak ada pun, masih banjir. Berapa kali terjadi banjir setelah digusur? Saya minta segera ganti rugi rumah, di pengadilan kita sudah menang. Mana pergantiannya, ini sudah mau 3 tahun. 3 tahun lebih, ya? 2 tahun lebih, sudah mau 3 tahun, secara pengadilan kita menang. kita dah menang loh, udah capek mas, di gusur gak di gusur sama aja mas, banjir-banjir juga. - Yang membangun? - Yang membangun Kementrian? - Yang mengoperasionalkan Dinas? - Dinas. - Pak Anies sudah kemari? - Kemarin ke sini tapi tidak tinjau kawasan sini. - Mau kemari lagi katanya? - Mungkin, kita tidak mendengar infonyra. Kita lagi tugas bersih-bersih aja dulu. Airnya setinggi ini. Terendam. Sebatas pintu ini, kan? Berati terendam dan mati pompanya. ...dan ketika air sudah setinggi itu, pompa otomatis mati listriknya. Kalau air sudah melintasi tembok ini, kita matikan listriknya. Kampung Pulo ada 5 pompa. Tapi ketika air melebihi, tadi kita lihat bahwa ketinggian mencapai ketinggian 1 meter setegah... ...artinya mesin pompa dan peralatan listriknya tidak bisa berfungsi. Kemudian banyak perbaikan yang harus dilakukan karena pompa listriknya rusak karena air. Normalisasi atau betonisasi sungai yang dilakukan Kementerian PU, itu bukan solusi banjir tapi menimbulkan masalah baru. Tadi kita ke bawah wawancara Ibu Juju, malam tahun baru sebelum sungi Ciliwung meluap Kampung Pulo sudah mulai banjir, setinggi lutut. Artinya banjir itu dari hujan lokal yang memang... ...yang harusnya secara alami turun ke sungai, sekarang terhalang sama tembok tinggi ini. Banjir JaBoDeTaBek, 1 Januari 2020. (kelurahan) DKI Jakarta, 40. Bekasi, 51. Tangerang, 13. Tangerang Selatan 50. Kabupaten Tangerang, 6. Depok, 18. Kabupaten Bogor, 33. Kota Bogor, 16. 1 orang hilang, 53 orang meninggal. Beberapa tahun yang lalu, kami dari komunitas Ciliwung Merdeka, Pak Sandiawan dan kawan-kawan arsitek berkolaborasi memberikan usulan kepada... ...pemerintah pusat maupun Pemprov, ada win-win solution. Kampung susun kemudian dibawahnya panggung. Jadi ketika air sungai meluap, tumah tidak terendam. Ketika musim kering, itu menjadi ruang sosial ataupun ruang publik. - Pak, mancing? - Tidak, main remi. Hahaha... Dapat ikan apa? Kemarin banjir setinggi apa? Setinggi apa? Lantai 2? Katanya normalisasi itu memperbesar daya tampung sungai, kenyataannya... ...betonisasi ini memperkecil sungai karena seharusnya daya tampungnya ini termasuk sembadannya. Jadi sungai ini terdiri dari parung dan sembadan. Sedangkan bangunan ini mengambil ruang sungai. Bangunan beton ini. Jadi, harusnya daya tampugnya sampai ke sembadannya tapi... ...jadi beban di parung dan ini akan membahayakan warga di Kampung Pulo dan Bukit Duri. Alirannya makin deras karena seharunya sepanjang kawasan selatan ini, bisa ditahan dahulu di sembadan sungainya. Nah itu yang menjadi perdebatan antara naturalisasi atau betonisasi. Proyek ini sampai 19km. Dari hulunya Simatupang sampai ke Manggarai yang kami tolak dibeton. Kalau betonisasi untuk kawasan, seperti daerah Kota, Pasar Baru atau daerah utara yang cenderung kontur topografinya sudah landai silahkan dibikin kanal. Kalau ini, sungai yang di hulu Jakarta Selatan harus dibiarkan sealami mungkin sesuai dengan fungsinya. Kita liat fungsi penting sembadan lagi, ketika banjir lumpur akan terperangkap di sembadan sungai. Kalau dibeton kanan-kirinya, sedimentasinya akan menjadi beban parung sungai. Pendangkalan sungai akan semakin cepat, laju pendangkalan sungai. Karena seharusnya lumpur ini juga dibagi ke pinggir sungai, lumpur banjir. -- musik -- Saya tidak ambil rusun karena terus terang saya menolak rusun. Yang pertama jauh, yang kedua tidak akan pernah menjadi hak milik. Yang paling utama, yang saya tidak mau adalah karena secara identitas... ...saya harus ikut administrasi rusun. Saya tidak mau, karena secara itu kan sifatnya sementara. Kalau di RT seperti ini, jelas. Mau ke mana pun kita tetap disini, Tapi ketika kita keluar dari rusun, kita tinggal di mana lagi kita harus pindah... ...itu sifatnya sementara saya tidak suka. Pemerintah harus turun, harus lebih dekat dengan rakyatnya. Dan jangan pernah bilang, semua masyarakat yang tinggal di bantaran CIliwung itu... ...penduduk liar dan berpendidikan rendah. Kita tidak semuanya begitu, Mbak. Jadi kita tidak bisa dibodohi sama mereka. Mereka berdasi kita pakaian biasa, tapi kita bukan orang bodoh. - Kok saya tidak dapat daster? - Mana ada daster? Iya, sebenarnya... ...yang harus dimengerti itu, pertama, Jakarta lahir bersama air. Kalau kita baca, itu bisa menjelaskan bahwa... ...4.000 tahun yang lalu, hujan tropis mengkikis punggung gunung di selatan Jakarta. Jadi ada 3 gunung, Pangrango, Gede, dan gunung Salak. Dia membawa lumpur dan akhirnya membentuk dataran aluvial. Dan airnya itu menjadi sungai-sungai. Jadi kalau kita buka peta, kawasan Jakarta itu dilalui banyak sekali sungai, dan... ...mayoritas nama tempatnya juga, identik dengan air.
Resume
Categories