JAKARTA UNFAIR (Full Version)
wCjbxuXv92U • 2016-12-24
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Halo dari Bukit Duri. Halo. Halo.
Selamat datang di Kampung Bukit Duri. Di
sini ada orang yang main burung namanya
Cemet Rangga. Saya dan bermain burung.
Orangnya orang gila semua.
Nah, ini namanya Faisal. Badan ceking
seperti kecoa. Ini Aril bisa dijadiin
soto
di sini adalah kampung kampung bakal
mainan. Nah, kenapa perut Abang jadi
besar sekali seperti mana
[Musik]
belakang
[Musik]
kekasan
[Musik]
Pak tolong
[Musik]
Lailahaillallah
Allahu
Akbar.
orang
Inya masih hidup kapar
[Musik]
Sebenarnya sih saya enggak bolak-balik
ya, tetap aja saya di sini. Paling
beberapa hari aja saya ke sana. Apalagi
juga kerjaan saya memang di sini dan
juga perahu saya sandarnya di sini. Mata
pencarian saya di sini. Saya kalau
enggak mikir anak saya mungkin bertahan
aja di sini.
Si enggak ada ya? Si ada naik kapal
putih
tig.
Sudah berapa lama, Pak, bertahan di
sana? Di mana tuh? Di perahu. Di perahu
saya ya sampai sekarang sih, tapi kalau
pas pada saat penggusuran saya bertahan
hampir bulan ya.
Di sini gubuk gubuk begini bukan di sini
tempatnya saya orang tua saya
ya termasuk saya juga sering kemari gitu
bertahannya di bedengini nah yang
bedeng-bedeng di pinggir ini manusia
perahu semua yang terdiri di perahu
sebagian sudah pindah mereka kemari
nih korban Manusia perahu juga nih
dari tidur di perahu ini pada kan lima
keluarga tidur di perahu ini nih sampai
sekarang juga masih ada yang pada tidur.
Sama di perahu ini juga masih ada orang
yang pada tidur. Permisi. Jangan
diingat-ingat perahu sedih tahu. Iya.
Pada dasarnya kita kan tenernya di situ.
Iya. Tapi kan kita sedih kalau ingat
masa manusia perahu lagi. perahu lagi
[Musik]
menyerang
[Musik]
[Tepuk tangan]
Saya Muhammad Alwi ee umur 40 tahun dan
saya menekuni profesi sebagai nelayan
bumiaya Karang
itu tepatnya pada tahun 2005
ee menekuni usahanya ini termasuk
mau bikin lagi. Jadi dia sifatnya ragu
karena sampai sekarang belum ada
kepastian
antara enggak dimusur apa masih
diusulnya.
Kalau ini
1 kilo R7.000
cari nelayannya. Jadi satu embernya itu
ee Rp70.000.
Jadi kalau dicampur dengan yang kecil
begini, jadi harganya jadi jatuh.
Jadi Rp50.000, Rp60.000.
dius pindah ke mana
motong di jalan raya
dibusur
[Musik]
Nur
[Musik]
Ya, walaupun Bukit Duri seperti ini
hidup di Bukit Duri atau warga Bukit
Duri itu hidupnya damai. Oke, mari kita
wawancara.
Di rumah susun enggak enak. Sumpah, Pak.
Enakan di sini adem bisa main raket di
bebek. Terus terang kalau warga Bukit
Dururu pindah ke sana itu pertama mata
pencariannya hilang ya kan untuk
transfer tambah biaya.
Karena dari sana aset-aset transportasi
itu sangat jauh,
sangat susah.
Kita di sini kan kalau dibilang ilegal
gimana enggak ilegal.
Bayar listrik ada, bayar PBB ada. Itu
kan ngomongin dia itu iya kan pam ada
penghuni liar. Pemilu dari mana? Enggak
mungkin mengurus sertifikat tanahnya 4*
5. Ah, pemilu aja ikut kita. Mana
mungkin
dicatat di kelurahan
pemilihan kita diikut serertakan.
Tapi mau diusur penduduk liar.
Tidak kayak mereka yang punya hukum.
Lihat tuh yang di Ancol itu di depannya
kabar pesiar, di belakang mobilang. Di
depan depan rumahnya kabar pesiar di
belakangnya garasi mobil.
yang diancoli itu lihat memang hukum itu
tidak lain sementara kita banyak orang
masyarakat yang kecuali untuk
kepentingan mereka-mereka yang kuat itu.
Jadi kita mengajukan tahun 2012 ee
kampung Susut di bantaran sungai dengan
konsep oke sungai tetap dilebarkan
sesuai dengan lembar rencana kota saat
itu ya. Sungai menjadi 35 m. Kemudian
kita memberi jalan kayak e untuk jalan
sirkulasi di mana ee 5 m dengan bayangan
kayak mobil kebakaran, ambulans itu juga
bisa lewat. Nah, sisa lahan yang ada
kita bangun jadi kayak kamu susun 4
sampai 5 lantai di mana lantai dasarnya
itu dibuat kosong terbuka supaya warga
bisa tetap beraktivitas kayak jualan,
nyimpan gerobaknya gitu.
Sisa lantainya sebagai unik.
Iya, tampak
[Musik]
[Tepuk tangan]
maju. Woi, maju. Udah enggak usah pakai
tripa kau. Ada-ada aja. Woi, kita banyak
woi. Woi, maju. Udah, biarin, maju.
Woi, kita banyak
[Musik]
depan
[Tepuk tangan]
masuk.
rumah sendiri apa-apa.
[Musik]
[Tepuk tangan]
Pada hari Kamis, 19 Agustus 2015,
Pemprov DKI Jakarta akhirnya merelokasi
bangunan di bantaran Sungai Ciliwung,
kawasan Kampung Pulau, Kampung Melayu,
Jakarta.
Upaya relokasi pun mendapat perlawanan
warga setempat dengan melempari petugas
kepolisian dan satpol PP dengan batu.
Akibatnya lalu lintas dari arah Kampung
Melayu menuju Matraman Macet Parah.
Penertiban kawasan langganan banjir ini
melibatkan sebanyak 2.152
personel gabungan dari Satpol PP, Dinas
Perhubungan dan Transportasi, Dinas
Kebersihan, TNI, dan PORI.
[Musik]
Nih rumah saya nih.
Nih yang beko nih. Oh ini.
Cuma saya ketar ini namanya bekas tangga
saya batas rumah dulu rumah saya sini
gitu ya
bangun doang enggak
Hai.
Eh eh eh
sampai diituin kenapa
difilmin difilmin naik melip aja
yang lain yang pasti
cuma pop rasanya paling
500 3 bulan
PPM selalu ada kapan aja tuh panggilan
tuh 3 bulan dan POP selalu ada ini
kenapa nih Saya belum bayar dipanggil.
Iya. Benar enggak? Iya. Ini memiliki
tunggakan ya. Iya. Tuh saya belum bayar
selama 3 bulan.
Nih panggilan pertama nih. Entar
panggilan kedua, panggilan ketiga
disegle langsung segel gitu. Iya. Tandak
boleh masuk tanda merah. Tanda merah tuh
pintu kita disegle.
Terus kalau ibu disegel tinggal mana?
E bukanya berusaha cari duit ber apa
biar biar nutupin ini gitu.
Mau dari mana perusahaan kita cari apa
nyari buat nutupin bayar rusuk
[Tepuk tangan]
pendingung.
Asalamualaikum.
Nanya apaan? Eh, bahaya orang nanya
duluan.
Tunggakan total tunggakannya ada berapa?
Rp1.500.
Ada sih. Itu belum sempat kebayar sampai
sekarang. Ada. Alasan ibu menunggak itu
karena apa sih, Bu? Ya, karena saya kan
kebutuhan ekonomi di rumah ya, sekolah
anak kan karena swasta semua ya. Jadi
ada
ada bayaran sekolah apa gitu. Jadi
giliran mau ngumpulin itu buat ke anak
lagi gitu. Niat buat bayar mah ada.
ada 160
160 unit ya 16 unit. Nah, itu variatif
ya tatannya ada yang 3 bulan dan 4
bulan. Dispensasi tidak ada. mutlak
bahwa yang tinggal dirusun itu harus
bayarnya.
surat perintah 1 atau surat peringatan 1
atau SP1 diberikan sekitar ee 11 hari
yang lalu yaitu hampir 2 minggu yang
lalu. Nah, ee sambil surat SP1 ini
diberikan warga ee sebagian warga juga
masih terus berupaya untuk ee untuk
bertahan di kawasan Kalijodo ini. antara
lain dengan membawa pengacara ee
pengacara ya pengacara warga di sini
yaitu Rasmana Sution yang mengatakan
bahwa banyak dari mereka sudah tinggal
di sini berpuluh-puluh tahun dan juga
mempunyai sertifikat tanah yang resmi
dari pemerintah. Namun sesuai
[Musik]
Ah, kalau perbedaannya memang kita
hidupnya tinggalnya itu emang enak
ya. Ibar kata kita dari tadinya masih
sempit-sempit misalnya kita sudah agak
agak leluasa sedikit
enak. Nah, itu perbedaannya itu. Cuma
kalau enaknya tidurnya, enaknya ininya,
usahanya kagak ada, tetap aja kita ini
kalau sudah nyampai pembayaran enggak
dibayar, tetap aja tertunda. Bulan depan
kalau tertunda lagi, tertunda lagi entar
lagi disegel pintu kita. Sama aja.
Kalau bisa lagi taruhlah kita
tertunda-tertunda pembayaran
numpuk-numpuk
3 bulan, 4 bulan, 5 bulan disegel
pintunya. Ya sudah kita dikeluarin
paksa.
Apa memang itu tujuannya pemerintah.
Saya jujur aja nih. Saya dilipuk di sini
sudah puluhan kali mulai dari pindah. Ya
tahu-tahu saya nongol cuma sekali
ngomong bagus-bagus doang ya kan. Weh,
bagus. Pindah ke sini daerahnya bagus
ini. Eh, nongol sayanya.
Giliran tadinya gua pindah di sini
sengsara.
Makan pun susah. Kagak dilepot.
Enggak ada aspirasinya kok sampai ke
atas. Saya bilang ngcok. Makanya
kadang-kadang susah kalau ada yang kayak
gini nih. Kamu sini dibayarin atau
gimana sih? Kadang-kadang kita
aspirasinya disampaikan enggak
tersampai.
[Musik]
Tuh nama asli Suhadi tapi orang-orang
umumnya memanggil
Mm saya asal dari
Pasarikan
ee
Kang Akuarium RT
12 RW04
aja di sini mah enak buat tinggal kalau
di Pasar Kasar Kanding enak nyari
duitnya nyari duitnya benar kalau di
sini sih enak lingkungan enak ini buat
main enak dulu nih Yang tetangga ini
yang asli sama ini saya nih. Kalau ini
agak jauh ikan jualan jualan sendal.
Akhirnya di sini ya kita bisa inilah
berbagi buka apa semuanya. Iya
sama-sama. Saya di pasar di pasar dalam
pasar
sudah biasa di dalam pasar kan kalau
buat tinggal sini enak betah.
Boleh kalau diminta milih gitu,
mendingan di sini yang enak apa gimana
gitu ya. Penginnya sih di sini enak, di
duitnya juga banyak penginnya tempat
yang bersih lah. Eh kalau disuruh milih
enakan di sono. Sono ibu mah ikan dekat
semua dekat ya, Bu? Iya. Pasar sih saya
dalam pasar rumahnya.
lagi nganggur nganggur paling ngabisin
yang duit pas kemarin ee kepala
keluarganya Mas jadi ibu-ibu belum punya
ee keterampilan apa yang di sini ya kan
diiniin gitu loh enggak ada, belum ada
ya kan ee untuk kuliner-kuliner apa gitu
ya kan biar ada pemasukan itu belum bisa
belum bisa kerajinan apa g ada kerajinan
apa gitu ada kerjaan mau saya di sini
belum belum bisa ibu-ibu di sini
terang-terangan belum bisa menghasilkan
ee tergantung kepala ini. Ininya aja.
Keluarga. Keluarga. Rusun. Rusun. Alah
rusun. Ya,
kalau bapaknya kerja ya udah udah enggak
ada duit susah. Kalau lagi di rumah.
Kalau di sana kan enggak ibu-ibu ya. Ada
yang ya banyak job-job lah yang
bungkusin apa itu ya kan mainan. Nah itu
pun dapat duit ya. Di sini mana? Enggak
ada, Mas. Kalau di sana gang tiap gang
ya ngituin mainan apa ya. Jadi ee mereka
banyak kegiatan. Jadi menghasilkan
pundi-pundi uang agak lumayan lah untuk
anak-anak jajan juga enggak enggak
keteteran.
Di sana ada aja kalau asal mau kerja
enggak malas pasti banyak pekerjaan.
Kalau di sini enggak enggak ada ibu-ibu
di sini paling ya begini makanya kalau
lagi masker jangan bersih
terus iya
[Musik]
Eh, apa kamu 12.000
manisnya cintu
coba
laris pertama ini ya kan. Alhamdulillah
ya.
Saya mendukung bangunan karena apa ya?
Memang biar rapi, bersih ya. Tapi ya
saya minta tolong juga sama pemerintah
ya tolong dibenahin dulu warganya ya kan
ekonomi sana ya kan sekarang jadi begini
saya ya kan. Itu yang perlu dibenahin
kan seperti itu kaki lima ya kan
dibusur-busurin kayak seperti itu buat
jalanan biar enggak macet ya kan. Tapi
tolong dikasih penampungan ya kan ya.
Mereka sih bilang oke udah gua kasih
penampungan ya kan. Okelah ya kan. Tapi
faktanya
ya begini.
Gerobak aja saya noh lihat aja noh kirim
ke Ahok juga enggak masalah. Saya enggak
dikasih gerobak di sini. Saya beli
sendiri katanya dagang. Oke. Dikasih
fasilitas apa ya memang mereka sih pada
dapat saya sampai kapan menunggu
keduanya ya. Saya tinggal terbelangsak.
Memang gedung megang ya. Wah, ya. Tapi
lihat dalamnya enggak ada kamar untuk
anak-anak.
Ya, saya terpuruk. Saya merasa merasa
merasa gimana ya kecewa. Kamar enggak
ada, anak-anak bareng tidurnya udah pada
gede.
Sedangkan rumah susun saya juga belum
jadi.
Kayak begitu sampai kapan itu? Masih
kayak begitu tuh. Ngomongnya 3 bulan.
Coba besok 3 bulan Desember jadi enggak?
Kalau saya di sini terus ya terani aja
begini bayar 300 penghasilan aja baru
jam segini aja baru dapat Rp2.000 Bu
bayanginhaillallah
[Musik]
Allahu
Akbar
Allahu
Akbarillahilhamd
[Musik]
Allahu Akbar Allahu
Akbar Allahu
Akbar.
Lailahaillallah.
[Musik]
Allahu
[Musik]
Akbar.
Allahu
Akbar. Walillahilhamd.
[Musik]
R5.000.
Allahu
Akbar.
Allahu
Akbar. Walillahilhamd.
[Musik]
Allahu
Akbar. Allahu
Akbar. 100 a dulu
ada 100 bukan takutnya orangnya enggak
ada. Iya benar. Kalau rusun itu bisa
seumur hidup walaupun kecil sampai tujuh
turunan mungkin kita masih no problem
walaupun jauh ya.
Tapi kan ini kita bayar 3 bulan gratis 3
bulan. Setelah 3 bulan kita bayar usaha
di mana?
Nelayan lebih gampang di sini. Kerjaan
lebih gampang di sini. Itu salah satu
pertimbangan. Kenapa kita enggak mau
ngambil usul? Hitungannya hitungannya
kita itu ee secara tidak langsung kita
dibuang ke pinggir.
Dan kenapa cuma
sebagian masih ada yang tinggal di sini
dan sebagian itu mengontrak di luaran
karena kami tidak mendapatkan apapun.
Rusun enggak dapat. Tidak. yang
mendapatkan rumah susu itu adalah
kompleks Kalijodo.
Perumahan yang tinggal di Kalijodo itu
yang mendapat tawaran untuk tinggal di
rumah susu. Kalau di sini enggak.
Jadi kami tuh dianggapnya tuh tikus.
Jadi main dihancurkan aja kayak kewan
gitu. Main main di rubuh aja tanpa ada
pemberitahuan sebelumnya.
Enak yang udah jadi pejabat, enak yang
sudah jadi pemerintah. Dia tinggal
uncang-uncang kaki makan gaji buta.
Yang kami masyarakat kecil cari makan di
pinggiran diusir-usirin.
Tidak ada lagi yang namanya tuh hak
asasi manusia itu tidak ada.
Rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia itu sudah enggak ada sila itu.
Itu yang saya rasakan.
Ibu belanjanya tiap hari atau gimana,
Bu? E enggak bisa beli kilo-kiloan.
Kalau dulu omsetnya segitu ya bisa beli
satu becak kalau belanja. Kalau sekarang
ini boro-boro satu becak. Nyicil ini aja
bajet bayar ngambil orang tukar barter
tah enggak? Barter. Jadi beli ikan dia
minta laut ke saya, saya minta mentahnya
kayak begitu aja tiap hari.
[Musik]
Suki
Suki P
si Ahok bilang itu manusia pro pemain
pemainara
Jawara skenario.
Kalau saya ketemu orangnya mah paling
saya ajakin, "Ya udah kamu tidur aja di
sini bareng. Ayo yaang biar ngasain.
Jadi sistemnya kita diperahu bukan ini
bukan apa ya bukan kategori sengaja
rekayasa bukan merekayasa bukan terpaksa
bukan karena kita terpaksa aja ya kan
namanya di laut enggak kayak orang yang
kerja di pabrik apa di mana kan
yang jelas kalau di pabrik kan tiap
bulan sudah pasti ketahuan nih depan
mata kita tinggal ambil tiap bulan lah
saya dapat nih gaji sekian
Kadang mereka masih kurang gitu, apalagi
kita yang nelayan tuh kalau peribahasa
nelayan kita nyari jarum di dalam jerami
itu loh. Jadi itu seakan-akan hari ini
kita bisa ketemu rezeki kadang besok
belum tentu.
[Musik]
Ayo kalau dibandingkan
habisnya bangunan yang saya bangun
berapa duit terus ditimbang dengan
sistemnya kumpulan keluarga bersama di
rumah masih kalah kali dengan kesannya
kita hargain dengan kumpul bersama
keluarga di rumah ya kalau cuma harga
bangunan kan sih mungkin kalau ada
miliknya lagi kita bisa bangun kembali
kalau untuk merasakan rasanya kumpul
bersama
rasanya bermain, ketawa, nangis bareng
di rumah yang tersebut juga mungkin
tidak akan terulang kembali gitu.
Kesan-kesannya seperti apa.
Ya sini tip ya. Entar ada berita apa?
Bilang aja saya ee rodinnya kali ke laut
mana
di laut.
[Musik]
Tinggirnya semu
rakyat pasti menang. yang
dasar rakyat kita pasti akan menang
[Musik]
Bapak Jokowi katanya enggak mau sarakan
rakyat MK? Buktinya apa? Saya 30 tahun
di akuarium. Habis harta kita, Pak.
Satu-satunya itu doang, Pak. Enggak ada
yang tersisa, Pak. Pakai tolonglah punya
hati Norani apa enggak. Saya ini sudah
enggak punya apa-apa lagi, Pak. Saya
tidur di Aduh, Pak. Tolong Bapak Jokoi.
[Musik]
Selagi laut masih berwarna biru, selagi
karang masih ada di lautan, kami tidak
akan pernah pindah dari pesisir pantai.
[Musik]
rencana usulan
warga komunitas Bukit Duri
tentang kampung susun yang kami namakan
Kampung Susun Manusiawi Bukit Duri.
[Musik]
Cinta kasih itu lawan dari rasa takut
membuat kita jadi berani.
berani karena yakin pada kebenaran
yang kita tanamkan dalam sanubari kita.
Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang hebat ini,
para politisi ini berpolitik yang
namanya politik artifisial.
Politik hanya di permukaan,
bukan politik substansial.
Politik yang menjawab perkara-perkara
kehidupan yang nyata. itu sangat
membekas di ingatan saya bahwa
yang namanya tergusur itu sangat sakit
sekali.
Sangat sakit sekali. Ingat ya di
Undang-Undang
Dasar 45 kita jelas bahwa pemerintah
negara itu melindungi rakyatnya. Di situ
jelas sekali tercantum. Tapi yang
terjadi pemerintah malah seperti ini.
Nah, kekeliruan
saat pol dibentuk malah mukuli rakyat
seperti keliru.
Urusan cari makan, urusan ee lingkungan
hidup, urusan mencari solusi, jalan
keluar untuk perumahan rakyat, urusan
pengalaman keterancaman mau digusur. Ini
politik orang melakukan usaha-usaha
untuk kebaikan mencari solusi. Politik
yang nyata seharusnya begitu. Bukan
politik tipu-tipu. Politik main
sandiwara, main sinetron yang hanya
bicaranya lewat balik kota, tidak berani
bicara langsung dengan warganya sendiri.
Ini kepengecutan menurut saya. Sudah
saatnya kita bertemu sebagai manusia,
sama-sama sebagai manusia. Kata Buici
tadi, biarpun kita berbeda dari latar
belakang, tapi kita bisa bertemu jiwa
kita, nurani kita sebagai manusia.
menunda mengkos perkara sampai putusan
akhir. Demikian ditetapkan dalam rapat
permusyaatan rapat musyawarah majelis
hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
pada hari Senin tanggal 1 Agustus tahun
2016. mendengar keputusan dari hakim
bahwa kelas action kita itu diterima dan
saya sebagai warga ya cukup puas untuk
menerima gugatan kami.
[Musik]
Hanya bilih bambu
tempat tinggal kita. tanpa hiasan,
tanpa lukisan
berat dan teramil
ralaskan tanah
namun semua itu keyakinan
memang semua itu milik kita
sendiri
[Musik]
Hanya sungai banjir.
Hanya sungai banjir. Pagar rumah kita.
Pagar rumah kita tanpair,
tanpa berati.
Hanya alang-alang
di halaman.
Namun semua itu
kita
semua itu milik kita.
Haruskah
kita beranjar
yang penuh dengan
baik
lebih baik duri
rumah kita sendiri
segala Allah lipat dan anugerah yang
kuasa
semuanya
ada di sini
[Musik]
rumah kita.
[Musik]
Rumah kita
pemimpin ya. bisa menata kotanya
sehingga kotanya menjadi sebuah kota
yang nyaman untuk ditinggali, nyaman
untuk kita semuanya bekerja mencari
rezeki. Jakarta Baru yang modern,
tertata rapi tetapi manusiawi. Karena
Jakarta Baru yang dibangun adalah
manusianya.
[Musik]
Guru anak-anak sederhana di sini.
Di sini juga belajar banyak wartawan.
ketika menjelang menjadi wartawan,
banyak para aktivis, banyak para cerdik
pandai yang belajar di sini.
[Musik]
Ya, alhamdulillah tempatnya ya cukup
layak, cukup layak untuk
berteduh.
Berantakan
berantakan, Mbak. Belum dapat
rapi-rapiin.
Di sini berapa orang nih, Pak? Saya sama
istri aja.
Belum dirapi-rapiin.
Saya saya belum tahu nih, Mbak ke depan
saya belum tahu. Masih
ya mau
berpikir
mau gimana ke depannya.
yang paling paling adaptasi lingkungan
aja sama tempat kerja baru itu kan
tadinya lebar gitu kan legak gitu kan
sekarangit juga
terus kayak lingkungan kan baru lagi kan
Heeh makanya saya kan kalau pasti kalau
habis selesai sini pasti main ke sana
tiap hari itu
masih sering kangen suasana sana gitu
Ombusmen Republik Indonesia. Ringkasan
rekomendasi nomor 004/
RE G/0461.21
2016/7/2016
tentang maladministrasi dalam proses
penataan permukiman Kampung Baru Dadap
oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Pemeriksaan laporan bahwa dalam
pemeriksaan Ombusmen Republik Indonesia
telah melakukan pemeriksaan dan
memperoleh keterangan baik dari pelapor
terlapor maupun pihak terkait bahwa
Ombusmen Republik Indonesia juga telah
melakukan kunjungan ke lokasi untuk
mendapatkan keterangan dari warga.
Pendapat Ombusmen Republik Indonesia.
Ombusmen Republik Indonesia berpendapat
bahwa langkah-langkah penataan kawasan
permukiman Kampung Baru Dadap belum
memiliki dasar hukum untuk penataan
kawasan kumuh berupa peraturan daerah
yang disyaratkan. Ombusmen Republik
Indonesia berpendapat bahwa karena luas
penataan secara keseluruhan adalah 10
sampai 15 hektar, maka kewenangan
penataan pemukiman kumuh dimaksud
merupakan kewenangan pihak terkait tujuh
yaitu Pemprom Provinsi Banten.
[Musik]
nya kita karena cirimu punya banyak as
punya banyak kenangan banyak kenangan
punya banyak fungsi fungsi kenangan
terus bersama bermain bersama di sini
bernyanyi bersama bisa bisa mandi kali
bisa latihan musik mah gini kali bisa
mengenal sejarah-sejarah sejarah
penyanyi lagu-lagu jadi lu sekarang
gimana nih musiknya banyak sekarang ya
udah gusurus
tapi kita tetap semangat ya
masih ada atuh lagar
[Musik]
Saya mau ke bawah bawa RT6 menghadiri
acara 7 hari memperingati hari 7 harinya
ya masa keadilan buat kecil masa ini ya
penggusuran
kita akan memperingati masa matinya
keadilan di negeri ini
pernah berpisah bersama-sama
bersatu
dalam perjuangan.
[Musik]
Satukan
jiwa,
satukan
arah.
Meski berar berbeda langkah,
segala
impiar
bersama.
Lihat asasi manusia.
[Musik]
Ciptakan lingkungan
adil sejahtera.
[Musik]
Demokrasi
Indonesia
[Musik]
takkan
pernah kita ingkari
rumpun tanah tercinta.
Takkan
benar kita lupakan
bermaknanya
perjuangan
bersama
[Musik]
kesadaran
kita bersama
[Musik]
solidaritas
kita bersama
[Musik]
kita bersama
demi kemerdekaan
bersama
[Musik]
ciliwung
nawa kita
ciriwung
hati kita
ciwung
nyawa kita
[Musik]
ciliwung
kehidupan
kita
[Musik]
cilung
nafas kita
ciliikulung
hati kita
[Musik]
diung
nyawa kita
[Musik]
ciliung
kehidupan
kitaung
[Musik]
hidup
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:21:38 UTC
Categories
Manage