Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Halo dari Bukit Duri. Halo. Halo. Selamat datang di Kampung Bukit Duri. Di sini ada orang yang main burung namanya Cemet Rangga. Saya dan bermain burung. Orangnya orang gila semua. Nah, ini namanya Faisal. Badan ceking seperti kecoa. Ini Aril bisa dijadiin soto di sini adalah kampung kampung bakal mainan. Nah, kenapa perut Abang jadi besar sekali seperti mana [Musik] belakang [Musik] kekasan [Musik] Pak tolong [Musik] Lailahaillallah Allahu Akbar. orang Inya masih hidup kapar [Musik] Sebenarnya sih saya enggak bolak-balik ya, tetap aja saya di sini. Paling beberapa hari aja saya ke sana. Apalagi juga kerjaan saya memang di sini dan juga perahu saya sandarnya di sini. Mata pencarian saya di sini. Saya kalau enggak mikir anak saya mungkin bertahan aja di sini. Si enggak ada ya? Si ada naik kapal putih tig. Sudah berapa lama, Pak, bertahan di sana? Di mana tuh? Di perahu. Di perahu saya ya sampai sekarang sih, tapi kalau pas pada saat penggusuran saya bertahan hampir bulan ya. Di sini gubuk gubuk begini bukan di sini tempatnya saya orang tua saya ya termasuk saya juga sering kemari gitu bertahannya di bedengini nah yang bedeng-bedeng di pinggir ini manusia perahu semua yang terdiri di perahu sebagian sudah pindah mereka kemari nih korban Manusia perahu juga nih dari tidur di perahu ini pada kan lima keluarga tidur di perahu ini nih sampai sekarang juga masih ada yang pada tidur. Sama di perahu ini juga masih ada orang yang pada tidur. Permisi. Jangan diingat-ingat perahu sedih tahu. Iya. Pada dasarnya kita kan tenernya di situ. Iya. Tapi kan kita sedih kalau ingat masa manusia perahu lagi. perahu lagi [Musik] menyerang [Musik] [Tepuk tangan] Saya Muhammad Alwi ee umur 40 tahun dan saya menekuni profesi sebagai nelayan bumiaya Karang itu tepatnya pada tahun 2005 ee menekuni usahanya ini termasuk mau bikin lagi. Jadi dia sifatnya ragu karena sampai sekarang belum ada kepastian antara enggak dimusur apa masih diusulnya. Kalau ini 1 kilo R7.000 cari nelayannya. Jadi satu embernya itu ee Rp70.000. Jadi kalau dicampur dengan yang kecil begini, jadi harganya jadi jatuh. Jadi Rp50.000, Rp60.000. dius pindah ke mana motong di jalan raya dibusur [Musik] Nur [Musik] Ya, walaupun Bukit Duri seperti ini hidup di Bukit Duri atau warga Bukit Duri itu hidupnya damai. Oke, mari kita wawancara. Di rumah susun enggak enak. Sumpah, Pak. Enakan di sini adem bisa main raket di bebek. Terus terang kalau warga Bukit Dururu pindah ke sana itu pertama mata pencariannya hilang ya kan untuk transfer tambah biaya. Karena dari sana aset-aset transportasi itu sangat jauh, sangat susah. Kita di sini kan kalau dibilang ilegal gimana enggak ilegal. Bayar listrik ada, bayar PBB ada. Itu kan ngomongin dia itu iya kan pam ada penghuni liar. Pemilu dari mana? Enggak mungkin mengurus sertifikat tanahnya 4* 5. Ah, pemilu aja ikut kita. Mana mungkin dicatat di kelurahan pemilihan kita diikut serertakan. Tapi mau diusur penduduk liar. Tidak kayak mereka yang punya hukum. Lihat tuh yang di Ancol itu di depannya kabar pesiar, di belakang mobilang. Di depan depan rumahnya kabar pesiar di belakangnya garasi mobil. yang diancoli itu lihat memang hukum itu tidak lain sementara kita banyak orang masyarakat yang kecuali untuk kepentingan mereka-mereka yang kuat itu. Jadi kita mengajukan tahun 2012 ee kampung Susut di bantaran sungai dengan konsep oke sungai tetap dilebarkan sesuai dengan lembar rencana kota saat itu ya. Sungai menjadi 35 m. Kemudian kita memberi jalan kayak e untuk jalan sirkulasi di mana ee 5 m dengan bayangan kayak mobil kebakaran, ambulans itu juga bisa lewat. Nah, sisa lahan yang ada kita bangun jadi kayak kamu susun 4 sampai 5 lantai di mana lantai dasarnya itu dibuat kosong terbuka supaya warga bisa tetap beraktivitas kayak jualan, nyimpan gerobaknya gitu. Sisa lantainya sebagai unik. Iya, tampak [Musik] [Tepuk tangan] maju. Woi, maju. Udah enggak usah pakai tripa kau. Ada-ada aja. Woi, kita banyak woi. Woi, maju. Udah, biarin, maju. Woi, kita banyak [Musik] depan [Tepuk tangan] masuk. rumah sendiri apa-apa. [Musik] [Tepuk tangan] Pada hari Kamis, 19 Agustus 2015, Pemprov DKI Jakarta akhirnya merelokasi bangunan di bantaran Sungai Ciliwung, kawasan Kampung Pulau, Kampung Melayu, Jakarta. Upaya relokasi pun mendapat perlawanan warga setempat dengan melempari petugas kepolisian dan satpol PP dengan batu. Akibatnya lalu lintas dari arah Kampung Melayu menuju Matraman Macet Parah. Penertiban kawasan langganan banjir ini melibatkan sebanyak 2.152 personel gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Transportasi, Dinas Kebersihan, TNI, dan PORI. [Musik] Nih rumah saya nih. Nih yang beko nih. Oh ini. Cuma saya ketar ini namanya bekas tangga saya batas rumah dulu rumah saya sini gitu ya bangun doang enggak Hai. Eh eh eh sampai diituin kenapa difilmin difilmin naik melip aja yang lain yang pasti cuma pop rasanya paling 500 3 bulan PPM selalu ada kapan aja tuh panggilan tuh 3 bulan dan POP selalu ada ini kenapa nih Saya belum bayar dipanggil. Iya. Benar enggak? Iya. Ini memiliki tunggakan ya. Iya. Tuh saya belum bayar selama 3 bulan. Nih panggilan pertama nih. Entar panggilan kedua, panggilan ketiga disegle langsung segel gitu. Iya. Tandak boleh masuk tanda merah. Tanda merah tuh pintu kita disegle. Terus kalau ibu disegel tinggal mana? E bukanya berusaha cari duit ber apa biar biar nutupin ini gitu. Mau dari mana perusahaan kita cari apa nyari buat nutupin bayar rusuk [Tepuk tangan] pendingung. Asalamualaikum. Nanya apaan? Eh, bahaya orang nanya duluan. Tunggakan total tunggakannya ada berapa? Rp1.500. Ada sih. Itu belum sempat kebayar sampai sekarang. Ada. Alasan ibu menunggak itu karena apa sih, Bu? Ya, karena saya kan kebutuhan ekonomi di rumah ya, sekolah anak kan karena swasta semua ya. Jadi ada ada bayaran sekolah apa gitu. Jadi giliran mau ngumpulin itu buat ke anak lagi gitu. Niat buat bayar mah ada. ada 160 160 unit ya 16 unit. Nah, itu variatif ya tatannya ada yang 3 bulan dan 4 bulan. Dispensasi tidak ada. mutlak bahwa yang tinggal dirusun itu harus bayarnya. surat perintah 1 atau surat peringatan 1 atau SP1 diberikan sekitar ee 11 hari yang lalu yaitu hampir 2 minggu yang lalu. Nah, ee sambil surat SP1 ini diberikan warga ee sebagian warga juga masih terus berupaya untuk ee untuk bertahan di kawasan Kalijodo ini. antara lain dengan membawa pengacara ee pengacara ya pengacara warga di sini yaitu Rasmana Sution yang mengatakan bahwa banyak dari mereka sudah tinggal di sini berpuluh-puluh tahun dan juga mempunyai sertifikat tanah yang resmi dari pemerintah. Namun sesuai [Musik] Ah, kalau perbedaannya memang kita hidupnya tinggalnya itu emang enak ya. Ibar kata kita dari tadinya masih sempit-sempit misalnya kita sudah agak agak leluasa sedikit enak. Nah, itu perbedaannya itu. Cuma kalau enaknya tidurnya, enaknya ininya, usahanya kagak ada, tetap aja kita ini kalau sudah nyampai pembayaran enggak dibayar, tetap aja tertunda. Bulan depan kalau tertunda lagi, tertunda lagi entar lagi disegel pintu kita. Sama aja. Kalau bisa lagi taruhlah kita tertunda-tertunda pembayaran numpuk-numpuk 3 bulan, 4 bulan, 5 bulan disegel pintunya. Ya sudah kita dikeluarin paksa. Apa memang itu tujuannya pemerintah. Saya jujur aja nih. Saya dilipuk di sini sudah puluhan kali mulai dari pindah. Ya tahu-tahu saya nongol cuma sekali ngomong bagus-bagus doang ya kan. Weh, bagus. Pindah ke sini daerahnya bagus ini. Eh, nongol sayanya. Giliran tadinya gua pindah di sini sengsara. Makan pun susah. Kagak dilepot. Enggak ada aspirasinya kok sampai ke atas. Saya bilang ngcok. Makanya kadang-kadang susah kalau ada yang kayak gini nih. Kamu sini dibayarin atau gimana sih? Kadang-kadang kita aspirasinya disampaikan enggak tersampai. [Musik] Tuh nama asli Suhadi tapi orang-orang umumnya memanggil Mm saya asal dari Pasarikan ee Kang Akuarium RT 12 RW04 aja di sini mah enak buat tinggal kalau di Pasar Kasar Kanding enak nyari duitnya nyari duitnya benar kalau di sini sih enak lingkungan enak ini buat main enak dulu nih Yang tetangga ini yang asli sama ini saya nih. Kalau ini agak jauh ikan jualan jualan sendal. Akhirnya di sini ya kita bisa inilah berbagi buka apa semuanya. Iya sama-sama. Saya di pasar di pasar dalam pasar sudah biasa di dalam pasar kan kalau buat tinggal sini enak betah. Boleh kalau diminta milih gitu, mendingan di sini yang enak apa gimana gitu ya. Penginnya sih di sini enak, di duitnya juga banyak penginnya tempat yang bersih lah. Eh kalau disuruh milih enakan di sono. Sono ibu mah ikan dekat semua dekat ya, Bu? Iya. Pasar sih saya dalam pasar rumahnya. lagi nganggur nganggur paling ngabisin yang duit pas kemarin ee kepala keluarganya Mas jadi ibu-ibu belum punya ee keterampilan apa yang di sini ya kan diiniin gitu loh enggak ada, belum ada ya kan ee untuk kuliner-kuliner apa gitu ya kan biar ada pemasukan itu belum bisa belum bisa kerajinan apa g ada kerajinan apa gitu ada kerjaan mau saya di sini belum belum bisa ibu-ibu di sini terang-terangan belum bisa menghasilkan ee tergantung kepala ini. Ininya aja. Keluarga. Keluarga. Rusun. Rusun. Alah rusun. Ya, kalau bapaknya kerja ya udah udah enggak ada duit susah. Kalau lagi di rumah. Kalau di sana kan enggak ibu-ibu ya. Ada yang ya banyak job-job lah yang bungkusin apa itu ya kan mainan. Nah itu pun dapat duit ya. Di sini mana? Enggak ada, Mas. Kalau di sana gang tiap gang ya ngituin mainan apa ya. Jadi ee mereka banyak kegiatan. Jadi menghasilkan pundi-pundi uang agak lumayan lah untuk anak-anak jajan juga enggak enggak keteteran. Di sana ada aja kalau asal mau kerja enggak malas pasti banyak pekerjaan. Kalau di sini enggak enggak ada ibu-ibu di sini paling ya begini makanya kalau lagi masker jangan bersih terus iya [Musik] Eh, apa kamu 12.000 manisnya cintu coba laris pertama ini ya kan. Alhamdulillah ya. Saya mendukung bangunan karena apa ya? Memang biar rapi, bersih ya. Tapi ya saya minta tolong juga sama pemerintah ya tolong dibenahin dulu warganya ya kan ekonomi sana ya kan sekarang jadi begini saya ya kan. Itu yang perlu dibenahin kan seperti itu kaki lima ya kan dibusur-busurin kayak seperti itu buat jalanan biar enggak macet ya kan. Tapi tolong dikasih penampungan ya kan ya. Mereka sih bilang oke udah gua kasih penampungan ya kan. Okelah ya kan. Tapi faktanya ya begini. Gerobak aja saya noh lihat aja noh kirim ke Ahok juga enggak masalah. Saya enggak dikasih gerobak di sini. Saya beli sendiri katanya dagang. Oke. Dikasih fasilitas apa ya memang mereka sih pada dapat saya sampai kapan menunggu keduanya ya. Saya tinggal terbelangsak. Memang gedung megang ya. Wah, ya. Tapi lihat dalamnya enggak ada kamar untuk anak-anak. Ya, saya terpuruk. Saya merasa merasa merasa gimana ya kecewa. Kamar enggak ada, anak-anak bareng tidurnya udah pada gede. Sedangkan rumah susun saya juga belum jadi. Kayak begitu sampai kapan itu? Masih kayak begitu tuh. Ngomongnya 3 bulan. Coba besok 3 bulan Desember jadi enggak? Kalau saya di sini terus ya terani aja begini bayar 300 penghasilan aja baru jam segini aja baru dapat Rp2.000 Bu bayanginhaillallah [Musik] Allahu Akbar Allahu Akbarillahilhamd [Musik] Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar. Lailahaillallah. [Musik] Allahu [Musik] Akbar. Allahu Akbar. Walillahilhamd. [Musik] R5.000. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Walillahilhamd. [Musik] Allahu Akbar. Allahu Akbar. 100 a dulu ada 100 bukan takutnya orangnya enggak ada. Iya benar. Kalau rusun itu bisa seumur hidup walaupun kecil sampai tujuh turunan mungkin kita masih no problem walaupun jauh ya. Tapi kan ini kita bayar 3 bulan gratis 3 bulan. Setelah 3 bulan kita bayar usaha di mana? Nelayan lebih gampang di sini. Kerjaan lebih gampang di sini. Itu salah satu pertimbangan. Kenapa kita enggak mau ngambil usul? Hitungannya hitungannya kita itu ee secara tidak langsung kita dibuang ke pinggir. Dan kenapa cuma sebagian masih ada yang tinggal di sini dan sebagian itu mengontrak di luaran karena kami tidak mendapatkan apapun. Rusun enggak dapat. Tidak. yang mendapatkan rumah susu itu adalah kompleks Kalijodo. Perumahan yang tinggal di Kalijodo itu yang mendapat tawaran untuk tinggal di rumah susu. Kalau di sini enggak. Jadi kami tuh dianggapnya tuh tikus. Jadi main dihancurkan aja kayak kewan gitu. Main main di rubuh aja tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Enak yang udah jadi pejabat, enak yang sudah jadi pemerintah. Dia tinggal uncang-uncang kaki makan gaji buta. Yang kami masyarakat kecil cari makan di pinggiran diusir-usirin. Tidak ada lagi yang namanya tuh hak asasi manusia itu tidak ada. Rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu sudah enggak ada sila itu. Itu yang saya rasakan. Ibu belanjanya tiap hari atau gimana, Bu? E enggak bisa beli kilo-kiloan. Kalau dulu omsetnya segitu ya bisa beli satu becak kalau belanja. Kalau sekarang ini boro-boro satu becak. Nyicil ini aja bajet bayar ngambil orang tukar barter tah enggak? Barter. Jadi beli ikan dia minta laut ke saya, saya minta mentahnya kayak begitu aja tiap hari. [Musik] Suki Suki P si Ahok bilang itu manusia pro pemain pemainara Jawara skenario. Kalau saya ketemu orangnya mah paling saya ajakin, "Ya udah kamu tidur aja di sini bareng. Ayo yaang biar ngasain. Jadi sistemnya kita diperahu bukan ini bukan apa ya bukan kategori sengaja rekayasa bukan merekayasa bukan terpaksa bukan karena kita terpaksa aja ya kan namanya di laut enggak kayak orang yang kerja di pabrik apa di mana kan yang jelas kalau di pabrik kan tiap bulan sudah pasti ketahuan nih depan mata kita tinggal ambil tiap bulan lah saya dapat nih gaji sekian Kadang mereka masih kurang gitu, apalagi kita yang nelayan tuh kalau peribahasa nelayan kita nyari jarum di dalam jerami itu loh. Jadi itu seakan-akan hari ini kita bisa ketemu rezeki kadang besok belum tentu. [Musik] Ayo kalau dibandingkan habisnya bangunan yang saya bangun berapa duit terus ditimbang dengan sistemnya kumpulan keluarga bersama di rumah masih kalah kali dengan kesannya kita hargain dengan kumpul bersama keluarga di rumah ya kalau cuma harga bangunan kan sih mungkin kalau ada miliknya lagi kita bisa bangun kembali kalau untuk merasakan rasanya kumpul bersama rasanya bermain, ketawa, nangis bareng di rumah yang tersebut juga mungkin tidak akan terulang kembali gitu. Kesan-kesannya seperti apa. Ya sini tip ya. Entar ada berita apa? Bilang aja saya ee rodinnya kali ke laut mana di laut. [Musik] Tinggirnya semu rakyat pasti menang. yang dasar rakyat kita pasti akan menang [Musik] Bapak Jokowi katanya enggak mau sarakan rakyat MK? Buktinya apa? Saya 30 tahun di akuarium. Habis harta kita, Pak. Satu-satunya itu doang, Pak. Enggak ada yang tersisa, Pak. Pakai tolonglah punya hati Norani apa enggak. Saya ini sudah enggak punya apa-apa lagi, Pak. Saya tidur di Aduh, Pak. Tolong Bapak Jokoi. [Musik] Selagi laut masih berwarna biru, selagi karang masih ada di lautan, kami tidak akan pernah pindah dari pesisir pantai. [Musik] rencana usulan warga komunitas Bukit Duri tentang kampung susun yang kami namakan Kampung Susun Manusiawi Bukit Duri. [Musik] Cinta kasih itu lawan dari rasa takut membuat kita jadi berani. berani karena yakin pada kebenaran yang kita tanamkan dalam sanubari kita. Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang hebat ini, para politisi ini berpolitik yang namanya politik artifisial. Politik hanya di permukaan, bukan politik substansial. Politik yang menjawab perkara-perkara kehidupan yang nyata. itu sangat membekas di ingatan saya bahwa yang namanya tergusur itu sangat sakit sekali. Sangat sakit sekali. Ingat ya di Undang-Undang Dasar 45 kita jelas bahwa pemerintah negara itu melindungi rakyatnya. Di situ jelas sekali tercantum. Tapi yang terjadi pemerintah malah seperti ini. Nah, kekeliruan saat pol dibentuk malah mukuli rakyat seperti keliru. Urusan cari makan, urusan ee lingkungan hidup, urusan mencari solusi, jalan keluar untuk perumahan rakyat, urusan pengalaman keterancaman mau digusur. Ini politik orang melakukan usaha-usaha untuk kebaikan mencari solusi. Politik yang nyata seharusnya begitu. Bukan politik tipu-tipu. Politik main sandiwara, main sinetron yang hanya bicaranya lewat balik kota, tidak berani bicara langsung dengan warganya sendiri. Ini kepengecutan menurut saya. Sudah saatnya kita bertemu sebagai manusia, sama-sama sebagai manusia. Kata Buici tadi, biarpun kita berbeda dari latar belakang, tapi kita bisa bertemu jiwa kita, nurani kita sebagai manusia. menunda mengkos perkara sampai putusan akhir. Demikian ditetapkan dalam rapat permusyaatan rapat musyawarah majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada hari Senin tanggal 1 Agustus tahun 2016. mendengar keputusan dari hakim bahwa kelas action kita itu diterima dan saya sebagai warga ya cukup puas untuk menerima gugatan kami. [Musik] Hanya bilih bambu tempat tinggal kita. tanpa hiasan, tanpa lukisan berat dan teramil ralaskan tanah namun semua itu keyakinan memang semua itu milik kita sendiri [Musik] Hanya sungai banjir. Hanya sungai banjir. Pagar rumah kita. Pagar rumah kita tanpair, tanpa berati. Hanya alang-alang di halaman. Namun semua itu kita semua itu milik kita. Haruskah kita beranjar yang penuh dengan baik lebih baik duri rumah kita sendiri segala Allah lipat dan anugerah yang kuasa semuanya ada di sini [Musik] rumah kita. [Musik] Rumah kita pemimpin ya. bisa menata kotanya sehingga kotanya menjadi sebuah kota yang nyaman untuk ditinggali, nyaman untuk kita semuanya bekerja mencari rezeki. Jakarta Baru yang modern, tertata rapi tetapi manusiawi. Karena Jakarta Baru yang dibangun adalah manusianya. [Musik] Guru anak-anak sederhana di sini. Di sini juga belajar banyak wartawan. ketika menjelang menjadi wartawan, banyak para aktivis, banyak para cerdik pandai yang belajar di sini. [Musik] Ya, alhamdulillah tempatnya ya cukup layak, cukup layak untuk berteduh. Berantakan berantakan, Mbak. Belum dapat rapi-rapiin. Di sini berapa orang nih, Pak? Saya sama istri aja. Belum dirapi-rapiin. Saya saya belum tahu nih, Mbak ke depan saya belum tahu. Masih ya mau berpikir mau gimana ke depannya. yang paling paling adaptasi lingkungan aja sama tempat kerja baru itu kan tadinya lebar gitu kan legak gitu kan sekarangit juga terus kayak lingkungan kan baru lagi kan Heeh makanya saya kan kalau pasti kalau habis selesai sini pasti main ke sana tiap hari itu masih sering kangen suasana sana gitu Ombusmen Republik Indonesia. Ringkasan rekomendasi nomor 004/ RE G/0461.21 2016/7/2016 tentang maladministrasi dalam proses penataan permukiman Kampung Baru Dadap oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Pemeriksaan laporan bahwa dalam pemeriksaan Ombusmen Republik Indonesia telah melakukan pemeriksaan dan memperoleh keterangan baik dari pelapor terlapor maupun pihak terkait bahwa Ombusmen Republik Indonesia juga telah melakukan kunjungan ke lokasi untuk mendapatkan keterangan dari warga. Pendapat Ombusmen Republik Indonesia. Ombusmen Republik Indonesia berpendapat bahwa langkah-langkah penataan kawasan permukiman Kampung Baru Dadap belum memiliki dasar hukum untuk penataan kawasan kumuh berupa peraturan daerah yang disyaratkan. Ombusmen Republik Indonesia berpendapat bahwa karena luas penataan secara keseluruhan adalah 10 sampai 15 hektar, maka kewenangan penataan pemukiman kumuh dimaksud merupakan kewenangan pihak terkait tujuh yaitu Pemprom Provinsi Banten. [Musik] nya kita karena cirimu punya banyak as punya banyak kenangan banyak kenangan punya banyak fungsi fungsi kenangan terus bersama bermain bersama di sini bernyanyi bersama bisa bisa mandi kali bisa latihan musik mah gini kali bisa mengenal sejarah-sejarah sejarah penyanyi lagu-lagu jadi lu sekarang gimana nih musiknya banyak sekarang ya udah gusurus tapi kita tetap semangat ya masih ada atuh lagar [Musik] Saya mau ke bawah bawa RT6 menghadiri acara 7 hari memperingati hari 7 harinya ya masa keadilan buat kecil masa ini ya penggusuran kita akan memperingati masa matinya keadilan di negeri ini pernah berpisah bersama-sama bersatu dalam perjuangan. [Musik] Satukan jiwa, satukan arah. Meski berar berbeda langkah, segala impiar bersama. Lihat asasi manusia. [Musik] Ciptakan lingkungan adil sejahtera. [Musik] Demokrasi Indonesia [Musik] takkan pernah kita ingkari rumpun tanah tercinta. Takkan benar kita lupakan bermaknanya perjuangan bersama [Musik] kesadaran kita bersama [Musik] solidaritas kita bersama [Musik] kita bersama demi kemerdekaan bersama [Musik] ciliwung nawa kita ciriwung hati kita ciwung nyawa kita [Musik] ciliwung kehidupan kita [Musik] cilung nafas kita ciliikulung hati kita [Musik] diung nyawa kita [Musik] ciliung kehidupan kitaung [Musik] hidup
Resume
Categories