Transcript
u8MhD3iy4rs • BELAKANG HOTEL (English Subtitled)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0073_u8MhD3iy4rs.txt
Kind: captions
Language: id
Sumur selalu berdekatan dengan pawon. Di
sebelah kanan sumur biasanya ada pawon.
Dan di situlah konsep rumah Jawa yang
rata-rata tidak pernah ada kebakaran.
Karena ketika di dekatnya ada
sumber api dan di dekatnya pun juga ada
sumber mata air.
[Musik]
Pulang ke
kotamu. Ada setagu barumu dalam
rindu. Masih seperti dulu.
Tiap sudut mengapa ku
bersaja penuh
[Musik]
selaksan terhanyut tak kuatkan
nostalgi. Saat kita sering luangkan
waktu. Nikmati
bersama suasana Jogja.
Ramai kaki
lima menjajakan sajian khas
berselera orang duduk
bersilang si jalanan mulai
bersih seiring larah rak Aku
kehilanganmu merinti
sendiri
diuka walau kini kau yang tiarkan
kembali namun kau tak muadirkan senyummu
apa
diizinkanlah aku untuk selalu pulangl
Bila hati mulai sepi tanpa
[Musik]
terobati. Oh.
[Musik]
Ramai kaki
kelima menjajakan sajian khas
bersolera orang duduk bersila
Permisi ya.
Oh iya.
[Musik]
Sudah berapa hari? 4 hari ya, Bu ya? 4
hari ya.
Angel
ini untuk minum atau untuk ya untuk
minum untuk mandi.
Nah, ini
Bapak sendiri yang nulis ini, Pak. Ah,
ini saya buat
pembalikan air kami ini ditujukan kepada
siapa, Pak? Ya, kepada semua yang merasa
mengambil air dari
masyarakat ya kan semua punya hak
ya. Wang dulu enggak pernah keganggu.
Sekarang kan mereka keganggu karena
faktor airnya hilang.
Saya rencana tulis begini. Yang kedua,
warga resah sumur kering. Nah, terus
yang
ketiga, periksa sumur hotel-hotel.
Jadi ini pakai bahan sisa-sisa
ya. Nah, ini bawahnya belum apa sumur
keringnya
belum baru warga resah pakai ember-ember
besar itu saya tampung. Jadi kalau
misalkan anak-anak mau nyuci, mau
apa-apa silakan ambil yang di tampungan
sini gitu.
Tapi setelah itu itu sampai saya ganti
mesin padahal mesinnya enggak rusak. Aku
kobong
padahal mesinnya enggak rusak jadinya
mesin mesin yang lama. Mesinnya yang
lama itu dia depan
di sebelah itu. Nah itu.
Oh ini yang mesin lama Mas. Jadi apa
namanya dikiranya mesinnya kan yang
rusak. Heeh. He padahal ini masih masih
se masih masih bisa cuman dia enggak
enggak mau naik kan kalau ee masalahnya
airnya enggak banyak jadinya enggak mau
naik akhirnya ibu terpaksa beli baru
beli baru berapa bu warga aku yang
diangkat
nasional ini Jakarta
pamping tes itu akan kita sosialisasi
lakukan dan kita kita lakukan kita
menawar FAV itu harus melakukan pamping
Tes setelah warga paham. Nah, nek sak
kampung paham kan kita enak ndelok
sampean nelok terus opo sing ngerti
didelok? Iya. Makanya itu kalau kayak
kayak Pak RT lama gitu kasusnya. Pak
sampeyan pas ee pengeboran air tanah
datang atau enggak?
Datang tangan tangan terus apa yang di
ya datang aja. Nah jadi enggak tahu yang
dilakukan apa yo pengeborannya seperti
apa mbak sing banyu ning nganggo opo?
Banyu koko no tonggo sebelahe wis pirang
sasi dadine yo suwe ketoso
poso
wahyune yo mati
sisan ne bayaran
bayaran le ketoke kene nggone apri jane
sekitare yo le aset ya yo akeh ngone
apri neng nggone pak antok
Wis dijerok tapi ra ngerti ning jero apa
ning iki ya sing ketok ning kene nggone
sopo masri. Oh iya nek sing matok neng
jero ketok.
[Musik]
Ini anake si le eh anak lew
[Musik]
bawane asar. niku nggih banyu naluk
tonggone njur nek ngumbahi telung dino
pak kulo lea anu banyu w rasane wong ora
duwe banyu niku jan nganu
tenan opo rekoso
seumur-umur mboten nate dereng nate
nembe meniko upami riyen to r angok
ngoten to mas pirang menit ngoten pun
kebak mih ngoten l nek jaman
riyin niki lan lemah-omah warisan saking
simbahut
Apik lurus i lone Bu Doladi neng nggone
Mas Bunder Bu. Oh wonten mriki tahun 7
meniko anu nopo pun ibu rumiyen
simbah nggih pertama simbah rumiyen
sampun dangum nak
simbah ibu sumure berarti tinggalan k
simbah nggih simbah iso r ya isusan
yahan tun niki asar nembe sepindah menik
[Musik]
Aksi ini sebagai wujud kekecewaan kami
sebenarnya ya. Sejak 2 bulan lalu semur
kita kering. Faven ini sudah 2 tahun di
sini. Saya lahir di sini putra di
belakang sini saya lahir tahun 7. 37
tahun sumur warga belum pernah mengalami
kekeringan sama sekali. Belum pernah
sama sekali kering. Kalaupun kemarau
panjang itu air sedikit ditimba.
Ditunggu 5 menit ditimba lagi masih
bisa. Miliran miliran sejarahnya.
Sumbernya agung
besar enggak pernah kekeringan. 37 tahun
enggak pernah kekeringan. Wave 2 tahun
lalu membangun hotel di sini dan
sekarang hampir seluruh warga di miliran
sini sumurnya kering. Kering sumurnya
tidak ada lagi ee untuk mandi. Setelah
saya kontak hari Sabtu tanggal 2, Pak,
kok enggak ada kabar, Pak? Sudah saya
sampaikan ke atasan loh. Terus
disampaikan saja, sumur saya sudah 3
hari ini kering, Pak. ini bisa membuat
ribut keluarga gara-gara e air. Terus
dia hanya menanya, "Pas, tolong pahami
posisi saya." Ini logika kebalik, logika
goblok ini. Jadi kita disuruh memahami
FAVE hotel sementara warga yang sekian
banyak ini kekeringan enggak dipahami,
enggak ditemui sampai sekarang ini
enggak ada respon saya. Ya, saya pribadi
yang aksi sekarang ini saya tidak
ditemui sama sekali oleh pihak PAP
Hotel. Dia mengatakan, "Pak, padahal
masih kering ya? Padahal di sini sudah
enggak pakai sumur bor lagi, pakai PDAM.
Logika nalar menurut kawan-kawan semua.
Kolam renang itu kalau dipenuhi pakai
PDAM berapa
bulan? Itu logika yang wajar. Jadi saya
hanya minta bahwa mengembalikan alam
seperti dulu sesuai dengan Undang-Undang
Dasar 45. Saya hanya berpedoman pada
hukum. Undang-Undang Dasar 45 pasal 33
bahwa bumi, air dan segala kekayaan alam
yang terkandung di dalamnya dikuasai
oleh negara dan dimanfaatkan
sebesar-besarnya untuk rakyat bukan
untuk hotel fave. Bukan seperti
itu. barang opo ki? Heeh.
Bu pangane
[Musik]
nek masak mungkin nak seberapa ya enggak
terasa. Ning nek ngombe kulo malah ora
wani lek kok sumur soale yo tadi mambu
badang tikus ini nyuci
heeh ya
ini air dari mana, Bu? Sumur. Sumur yang
itu. Iya. Kok ada
jamu sudah bangun dari sore kan dapat
satu ember. Tiap jam ambil ambil ambil.
Kalau enggak wah
gede iki biasane jenengan misalnya
berapa ember tuh ditimbang menit dengan
keadaan kering kayak ngono ki terus
piye? Nah, ini 20 kali tuh segini 20
kali. Bayangin bisa dibayangin Ibu ngisi
segini 20 kali ngangkat. Iya. Iya. Dari
bawah ke atas. Dari bawah ke atas. Saya
gak percaya. Coba ini masalnya ini, Mas.
Ini mungkin talinya pun juga mentok.
W wis tak tunggone P Bu.
Saya saya gak percaya Bu. Coba bisa.
Heeh. Nek pasak kereng loh itu loh. Ya,
yang jelas tuh memang timbannya sudah
enggak masuk. Enggak bisa loh. Ini kan
lama enggak bisa. Iya bisa dibuktikan.
Sudah mentok. Sudah mentok ini ya. Ya.
Jadi kalau 20 kali
sudah pernah tak hitung kok ini dieni
satu embernya dapat berapa baru
kelihatan ini. Oh gini. Nah segitu Mas
tuh
itu harus satu gayo enggak ada tuh Mas.
Ah cuma satu sendok.
Tak pernah tak hitung kok ini ibu gak
pakai pam toh? Enggak, enggak, enggak
bisa bayar.
Enakan
sumur ini memang sudah tak hitung nih 20
kali
nih. Ini sudah mentok kok
ini bantuan
ini harus antri satu kantung
ini gak dapat toh nih
ya enggak
dienten bu kebakti
kuat-kuatan
percaya sekarang
minimal kan 25 m jadi lah terus ibu
airnya dari mana kalau kecil-kecil
begini mandinya segala di mana di pasar
saya mandinya numpang di pasar hearing
di pasar 2000 sekali mandi 2000 sekali
mandi 2000 lah terus di mana itu baru
kali ini misal saya dengar sendiri
langsung langsung
tetang baru kali ini saya dengar mandi
di pasar tuh selamanya saya dari bayi
sampai tua baru sekarang ini
di pasar 2000 sekali mandi tadi
berbondong-bondong
tadi ada yang tepat ini susah sekali
masu mandi aja sulit ini satu hari saya
belum mandi mas ya ini ini mungkin
kendala di
Yogyakarta baru kali inilah dengan
pembangunan hotel yang begitu pesat
imbasnya ke warga
AMDALnya bagaimana kemarin gitu loh. Kok
bisa meloloskan ada izin bangunan hotel
yang dengan apa dengan penggunaan sumur
suntik yang sedemikian dalam gitu. Ini
kan perlu di dievaluasi lagi, Pak. Untuk
izin-izin pembangunan hotel
yang menggunakan sumur-sumur seperti itu
kan merugikan masyarakat
kecil pengguna sumur tradisional seperti
ini.
[Musik]
Jadi gini loh, Bu Widya. Heeh. Ya. Ya.
Saya berusaha poinnya begini. Enggak
cuma menyelesaikan masalah sumur,
sebetulnya saya mau ngajukan semacam apa
ya? Jenengan pasti paham ya biar lebih
singkat ya, semacam memorandum of
understanding. Jadi antara hotel ya,
hotel itu kan pengusaha makro dan baru
ya, pengusaha besar makro dan baru
dengan masyarakat di
sekitarnya. Memorandum of understanding
yang tak masuk itu antara hotel dengan
masyarakat. sekitar penduduk maksudnya
ya nanti ee difasilitasi oleh
pemerintah. Maksudnya kelak di kemudian
hari apabila terjadi masalah enggak cuma
air dengan hotel kan masalahnya besar
apalagi jenengan kan mepet hotel enggak
enggak enggak cuma air misalnya ada
benda jatuh segala kan bingung kalau
cuma lapor ke wilayah m
diprek oh apalagi sudah ada
[Musik]
iya iya iya iya
E nulisnya
tepat yaah. Ini saya kemarin di mungkin
ya agak sudah mengenal cuma ini agak
ekstrem Mas. Sebetulnya kurang enak ini
ya. Ya, agak ekstrem.
Kenapa, Pak? Iya kan saya juga mau tulis
itu berat hati loh. Kok pesannya kok
hotel-hotel pad juga belum tentu. Hah?
Kenapa? Hah? Dari Tokosen. Dari mana?
Tobos. Oh, toos. Oh, iya. Itu ya.
Iya, perwakilannya
ya. Ini ini sudah ada airnya. Nah, ini
dulu kalau musim hujan cuman enam batu
putih. I 1 2 3 4 5 6. Kalau diginiin
nyampai kok kalau hujan. Di sini ada
tiga 3 K. Sini satu punyaku. Dua 6 K
loh. Pakai sumur gagah ini pakai dua
bisa sekarang sudah balik lagi ya. Itu
sudah kelihatan airnya normal. Itu sudah
kelihatan walaupun memang dalam
sumur masih disuntik.
3 meteran Mas pipone. Oh pipat 3 meteran
pralonnya itu ke dalam kan.
Jadi ketika puncak kekeringannya airnya
enggak kelihatan. Enggak kelihatan. Itu
yang kelihatan cuman ini pipa enggak
bisa dipompa air dipompa airnya enggak
bisa. Nah, sekarang kalau airnya sudah
sampai kelihatan gitu berarti yang
dipipal lebih banyak lagi. Dan ironisnya
itu hanya seminggu rentang waktunya
setelah tanggal 1 September Five Hotel
disegel sama Dinas Perizinan. Jadi
seminggu setelah disegel air oh udah
udah mulai bisa. sekarang sudah berapa 2
bulan dan belum terjadi hujan toh kalau
kata BLH itu kan dulu wis dan katanya
apa penyebabnya kemaro wong itu ngawur
berarti itu argumen yang sangat ngawur
wong nyatanya jelas kok sampai sekarang
belum musim hujan sampai kemarin ya
kemarin itu belum musim hujan kalau
sekarang belum musim hujan sudah
kembalian kemaronnya terbantahkan dua 2
bulan loh 2 bulan setelah BLH ngomong
seperti itu.
3 bulan setelah 3 bulan yang lalu BLH
ngomong kayak gitu dan sampai sekarang
enggak terbukti kok. Itu berarti cuman
asal mangap aja itu enggak enggak pakai
ini konfirmasi
kita mencoba berdasarkan data-data aja
gitu ngih. Mohon maaf, Pak To. Jadi,
kita mencoba berkan data. Kami juga
mencoba mencermati mengikuti apa yang
ada di berita-berita, baik itu BMKG dan
lain-lainnya. Baik itu dari sisi suhu
suhu kita yang tinggi tahun sekarang 34
sampai 36 yang tinggi terus curah hujan
curah hujan kita terus hari hujan kita
dan lainnya ya walaupun dan didukung
dengan ee hasil pemantauan di sumur
pantau kita ternyata pada data di bulan
Oktober setiap bulan Oktober itu kondisi
tanah kita turun berdasarkan peta apa
data alat yang ditanam situ grafiknya
itu ada turun seperti itu. Nah, dengan
berdasarkan ee apa ee data-data seperti
itu memang dari hal ini salah satu
faktor hanya salah satu faktor kemarau
walaupun kita enggak menyalahkan ini
Allah yang sejak dulu kemarau ini
seperti ini mungkin itu. Jadi menurut
Bapak terlalu dini menyimpulkan ini
penyebab sebab salah satu cara sederhana
yang sesuai dengan teknologi kita miliki
tadi kita menggunakan coba pping test
itu upaya kita pping tes itu salah satu
e cara pembuktian di samping ambil nanti
masih ada ragu-raguan bahwa nanti dia
memasang pipa itu di tengah-tengah tadi
cawang-cawang nah kita siap untuk
melakukan menggunakan berhol kamera kita
bagian kamera itu kita bisa mantau itu
pipa-pipa punya cawang apa dak
penempatan streaming dan lainnya itu
bisa kita pantau dan dengan bor kita apa
warga sudah ada kesiawan ini kan baru
beberapa kali diskusi dengan ahli
beberapa teman-teman membantu artinya ya
targetannya jelas supaya warga cerdas
warga paham tentang apa itu
aturan-aturannya apa segala macam
sehingga ya sebelum pamping tes ya
mungkin kita misalnya lihat data-datanya
apa saja kemarin apa semacam berita
acaranya pamping tes yang dulu seperti
apa kan kita enggak tahu. Nah, setelah
kita punya itu juga kita diskusi dengan
ahli ini tolong dibacain sih kayak
bacanya gimana sih ini ee secara geologi
bacanya gimana ini debit air apa kita
enggak paham sama
sekali dalam sekian ini. Oh, dalam
sekian sudah memang kondisinya ya inilah
kita baru tahun iniangan dosur bisa
seperti itu.
Ini belum pernah terjadi Pak ya? Belum.
Baru tahun ini saya semenjak saya jadi
pegawai di sini baru tahun ini saya
sebelum belum belum. Hah? Berapa tahun
jadi pegawai? 2006 saya di sini
sebelumnya kan di pertanian saya 2006
sampai sekarang berarti sudah hampir 8
tahunan ya 8 tahun baru s saya baru
mengetahui seperti ini dan kondisi
sumurnya dan daerah sini jauh dari hotel
jauh cuma kita sini kan ini PBAM kok ini
sumber air kita paming dekat di sini
seperti itu hotel cuma mungkin yang
satu-satu cuma disapir yang langsung
dekat dengan kita yang menggunakan sumur
dalam loh kalau hotel yang kecil-kecil
kan ada tapi sumur dak K
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
di Kota Gede. Meskipun Kota Gede ini
sebagai kota lama pada abad 16 dan di
situ sudah padat
penduduknya dan semakin tahun semakin
tahun semakin banyak penduduknya tapi
sumber airnya masih tetap terjaga.
Oh.
opo le iki gawe
opo dial
jadi ini sumur sama biyen gek simbah
heeh
yoso omah langsung langsung bikin sumur
iki
gitu terus selama iki pernah rungkang
garing gitu brum Belum pernah. Belum
pernah. Ya, kalau kalau kering itu tetap
tetap masih ada airnya kan gitu toh.
Iki sing yoso si Mbah
Mbah Mbah Mbahku Mbah Simbok. H. Jadi
pokoknya semakin banyak orang yang
menggunakan sumur ini kan kan gitu toh.
Tapi meskipun sekarang bien nganggo
kompo to sekarang dulu pompanya satu
terus tambah jadi dua ya toh terus
tambah jadi tiga tetap belum pernah
kering toh? Belum. Heeh. Sip ya.
P
berhadapan sama hotel atau sama cerita
miliran tidak akan berhenti ee minimum
selama 3 tahun ke depan kalau tidak ada
sebuah tindakan belajar yang sifatnya
kolektif dan ee cepat sifatnya e
besar-besaran di Kota Yogyakarta.
tidak diragukan. Kalau misalnya yang
melawan cerita ini hanya miliran
misalnya gitu, ini tidak akan berarti
apa-apa. Bahkan bisa dipakai seperti
biasa ee survei-survei tandingan yang
menunjukkan bahwa ya ini sebetulnya
bukan masalah besar dan sebagainya. Itu
terjadi di semua cerita ee ketika warga
melakukan protes terhadap investasi yang
sifatnya itu rusak lingkungan. Kira-kira
gitu. Kalau kita hanya mikir
miliran urusannya selesai dengan
nutup sumurde nutup sumur de. Tapi kalau
bicara Jogja asat tetap aja karena
misalnya
Q1 diambil dari sini I kan Q2 dia
kekurangannya dia kan juupuk k nggon lio
tetap wae n ngone Yogjo gitu. Jadi ya
taksi hasat Mas ngono iya kan. Jadi ono
gawean-gawean sing nggo ngurusi lokalan
miliran ono iya gawean-gawean nanti gitu
loh. Jadi artinya harus ada
miliran-miliran lebih banyak lagi di
mana-mana yang melakukan perlawanan itu.
Itu loh piliiran. Selamat siang. Selamat
siang.
Di sini saya
akan izin cabut. Izin cabut izin
begitu.
hotel didirikan,
diizinkan, maka kita harus menghitung
berapa air yang dibutuhkan. Nah, ketika
harus menghitung berapa air yang
dibutuhkan, maka di titik itu pasti ada
perebutan sumber daya air antara hotel
yang di-back up
oleh siapa yang berkepentingan dan
berkeuntungan ya atas hotel juga.
ee konteks eksternal di sekitarnya sama
masyarakatnya
karena kita mau menuntut keadilan.
Betul.
Hotel
Safi sudah melakukan pengeboran, tidak
punya izin pengelolaan air, pemanfaatan
air, membiarkan perizinan diberikan tapi
dia enggak dorong bagaimana menanam air,
bagaimana pemerintah daerah enggak bikin
program nanam air. Duite nggop opo
itu ya? Duit untuk kepentingan yang lain
itu enggak adil. yang dikalahkan menjadi
masyarakat ya diajak bertempur langsung
dengan pihak hotel dikatakan bahwa hotel
akan biasa berpisah
[Tepuk tangan]
asad as
as betul betul
kami hanya butuh diwong
saya mau
takutnya jargon
memayu hayu ning bawono itu itu enggak
terjadi di
sini. Jadi mung memayu-ayu ning bawone
mung dadi emblim apus-apusan. Nah, ning
kelakuane wis demitikan secara umum kita
memilih dalam musyawarah saat ditanya
kesepakatan tapi turun ke dalam bukan
[Musik]
untuk yuk kalau gitu kita boikot hotel
yang bermasalah misalnya kayak gitu.
Yuk, kita dukung masyarakat Jogja yang
punya
masalah. Yuk,
kita ee ingatkan pemerintah Jogja yang
bikin masalah.
[Musik]
Oh, kan I kepanjangan tangan dua kali
ya, satu di pemerintah,
[Musik]
Eh,
Pak sudah melakukan tes ya, tapi belum
pegang Ang izin pengusa air berarti
pengambilan airnya
[Musik]
Kbanas giliran senasib
[Musik]
gimana Bu? Segar Bu. Segar besar airnya
Bu. Besar
[Musik]
airnya satu orang.
Iya, Pak.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
Air kota eh orang kota mandi air hujan
ya.
[Musik]
Enak banget.
[Musik]