Transcript
ougczXnmtKs • KEMENANGAN SEMENTARA.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0070_ougczXnmtKs.txt
Kind: captions Language: id [Musik] rakyat Indonesia, kami nelayan Indonesia, kami warga Telop Jakarta, warga Muara Angke, tokoh-tokoh masyarakat Muara Angke, ibu-ibu di Muara Angke menyatakan pulau ini [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] sekarang saya mau bangun wilayah nelayan untuk reklamasi semua laksanakan kan Bu mau Bu pejabat pejabat saya akan utin nelayan ini kabar asli nelayan punya ini kabar layar enggak ada katanya reklamasi menguntungkan buat masyarakat kecil tidak ada pembunuh nelayan yang ada kalau belum reklama dihentikan kita harus terus memperjuangkan pidato pertama presiden kita mulai sekarang petani kembali ke sawah gimana mau kembali ke sawah kalau sawahnya jadikan real estate betul nelayan kembali melaut. Layan gak bisa kembali ke laut. Allahu Akbar. Dia itu membodohi kita atau dia yang kepintaran? Proyek Garuda itu sama dengan reklamasi. Yang ngajarin pintar itu beliau. Siapa beliaunya? Ahok. Dia ngajarin kita nelayan pintar. Kata Ahok ini kalau nelayan enggak suka silakan gugat di PTUN. Sitam terbuat untuk mencabut keputusan darah khusus di Buka Jakarta nomor 2238 tahun 2014 tentang pemilian izin merasa deklasi kepada PT Muvis Samudra tertanggal 23 Desember 2014. [Tepuk tangan] Reklamasi bawa reklamasi sekarang juga. Mengabulkan gugatan para penggugat lima orang nelayan Teluk Jakarta. Kemudian kedua, tidak sahnya keputusan surat keputusan nomor 2238 tahun 2014 yang memberikan izin reklamasi terhadap eh PT Muara Wisesa Samudra ataupun Pulau G. Alhamdulillah menang tolak reklamasi. Kalau menang, kalau menang saya mau potong rambut, potong kaki gak bisa jalan. [Musik]