ONDE MANDEH
x7EQurb2-eQ • 2014-10-17
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Nah, ini sekarang kita coba ee lihat ini
ada satu kawasan yang sangat menjanjikan
namanya kawasan Mandeh ya. Ee kalau
orang hanya kenal misalnya Raja Ampat,
Wakatobi, Derayan. Nah, ini sebetulnya
sama mirip. Sementara dari segi lokasi
ke tempat-tempat yang ramai negara ini
paling dekat ya. Ke Singapura, ke
Malaysia kan paling dekat ya. Nah,
Malaysia Singapura itu wisatawan berapa?
Wisman R juta. Kalau Sumatera Barat ini
cuma Rp50.000 setahun. Pulau Pinang aja
R juta kan. Nah, ini kan pasti ada yang
salah.
Ini buat area olahraga bagus ya.
Oh, ya. Ini
Vespa air apa segala macam ya.
A
[Musik]
[Tepuk tangan]
perfect perfect
to 10.
Oke.
Where are you from? Fandia. Polandia.
You Japan.
Oke.
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
yang tadi aja bisa
[Musik]
Raja 4 kawasan barat. Keren. Benar.
Surganya Provinsi Sumatera Barat. Karena
begini benar-benar pemandangannya
benar-benar peaceful, benar-benar bikin
damai. Enggak hanya airnya yang masih
jernih, tapi juga pulau-pulau dan
teluknya juga masih sangat alami. Ah.
[Musik]
Satu, dua, tiga.
Ternyata yang di belakang jadi latar
soalnya ini momennya enggak bisa diulang
lagi soalnya. Apalagi ketemu ibu yang
ini susah
ada airnya jadi ada sedikit itu
bagusnya.
Iya
juga teknisnya.
itu memang airnya bersih dan
ee
saya jalan-jalan.
Nah, kalau di sini totalnya e pertama
Pulau Pagang, Pulau Marak, Pulau Ula,
Pulau ee Cubadak, Pulau Seronjong
Gadang, Serony Ketek, kemudian Pulau
Setan, Pulau Teraju. Statusnya ulaya Pak
ya. semuanya ulayat. Karena di Sumatera
Barat memang ee adat ee di sini memang
itu semua pulau dikuasai oleh ee adat ee
kaum. Pulau ini enggak punya pemerintah
kan itu yang dibilang tadi kalau kalau
di baru tahu loh Bang itu adat kalau di
Minang Kabau kan itu yang susahnya.
Berarti kalau misalnya ada yang jual
berarti kaumnya dang yang jual tapi
enggak kalau jual enggak pernah ya, Pak
Ring paling bantar ya, Pak ya.
isu ya itu hanya isu buat apa beritanya.
Kebetulan saya kan termasuk ee apa orang
konservasi. Jadi pulau yang ada di sini
tidak ada satuun yang dijual hanya
kontrak baik ee investor dari lokal
maupun asing semuanya dikontrakkan dan
itu kontraknya berjangka sesuai dengan
apa keinginan dia. Kemudian juga ee
konsep apa pariwisata yang dia lakukan
itu konsepnya apa? Kalau konsepnya
konvensional untuk besar-besaran buka
apa besar-besar itu kita masyarakat ee
adat e itu akan membatasi hal itu.
Mahal ya, Bang? Mahal sekali nginap ya
di sini rata-rata e 100 dolar tetapi dia
juga ada apanya kalau lokal ada ee
tingkatan-tingkatannya ada. Kalau
asingan lain lagi
lauk betulah laut kan
apa tangga lampah
bentar 3 sampai Laki.
Wow.
Meja tu Pak meja petak-petak 60. Iya.
Tergantung apanya.
ada UKM Daving Proklamator namanya. Jadi
mereka yang mengelola ini karena memang
jiwa sosialnya jiwa sosial mereka karena
melihat kondisi alam seperti ini. Cuma
mereka mau ee mau ikut berkiprahlah
sesuatu untuk negara ini kan.
Wow.
Ter
Cibada ya, Pak ya. Hah? Ini ya ini ya
Pulau Cibadak yang dikelola oleh orang
Itali itu. Jadi kalau misalnya kita
wisatawan lokal I yang tidak punya
anggaran untuk nginp 100 dolar per malam
itu kalau mau ke sini wisatanya nginap
di mana?
Ya, ya melancong aja mungkin balik masuk
keluar lagi. Ee kemudian kalau tidak
nanti ya mungkin ada nego harga kalau
kita mau juga mungkin harganya tidak
semahal yang turis atau turis
mancanegara. Nah, ini tergantung kita
nego lagi dengan dia. Dia juga termasuk
pemiliar juga kalau kita komunikasinya
itu bagus. Tapi memungkinkan kalau
membangun ktage lain yang lebih murah di
daerah lain ah bisa. Ada ada. Iya.
Tolong dibukur dah. Oh, sebentar.
Iya, Pak.
Mungkin homeschool. Iya. Atau kan ada
hooling via online kan viac
noik.
Domik. Oke, thank you.
Oh, gitu.
Apalagi orang yang pakai pakai kerudung
tu diang mana masuk tuh.
Jadi gara-gara apa, Pak tadi, Pak?
Hah? Istilahnya orang awak yang
tamu-tamu tu kan berjamu-jamu tuh. Jadi
orang awak tuh melotot meli gara-gara
itu gak bisa masuk lain. Oh oke.
Seperti di Bali, Pak ya? Iya.
Kalau awak kan besok-besok slow
menceliknya. Kalau orang awak kan gak
yang he
jadi matuyoya tuh mencalik tamu tuh
diisi jadi gak bebas jadi
kalau siku 24 jam bebas
karena kita orang lokal dia paham
ki-gara kita uraikan siapa yang mau ke
sini ini ya. Berikan waktu itu untuk
kita dikasih berapa menit, Pak? Ya,
sebentar bahasanya. Sebentar tuh sopan
santonya berapa menit? Ah, biasanya
paling lama setengah jam. Ini
sering Pak, diberikan izin langsung
mendadak begini. Ee tergantung siapa
yang bawa. Kalau Bapak pasti dikasih
izin, ya. Begitu,
Pak.
Ah foto dah ke situ.
Oh iya di situ aja lah. Nak di sana aja
lah. Ini
setengah jam Pak buat foto begitu minta
izin dulu.
Atasnya aja ya. Kita atasnya aja ya Pak.
Apa
gak sampai? Jadi Anda sebagai turis
pribunya mau foto di mana? Eh, kita di
pulau kita aja. Pulau kita aja yang di
sebelah situ. Ini bukan pulau apa
namanya? Pulau setan. Oh, kita setan
sama seronjong. Nanti kita lakukan sesi
foto di situ. Kenapa enggak di sini? Eh,
bagusan di situ kayaknya
lebih bisa lebih enak motretnya
leluasa ya. Lebih leluasa.
dari 0 sampai 10 pulau ini berapa
skornya? Ee
90 deh. Dari 0 sampai 10 90. Oh eh 99.
Oke. Kenapa? Bagus banget.
Sudah pernah ke tempat lain?
Ke enggak di Sumatera sih, Bali.
Dibanding Bali bagus ini.
Sebenarnya kalau dalam suatu pariwisata
itu kan keramat tamahan itu adalah salah
satu tujuh dari tujuh Saptap Pesona.
Oke. Jadi itu agak kurang di sini. Oke.
Jadi justru dirimu tidak menemukan
keramat-tama di sini? Iya. Tidak.
Harusnya bagaimana? Harusnya Sumat
Indonesia apalagi Sumatera Barat yang
paling kita jual kan nomor satu itu
adalah keramat dari penduduk lokalnya.
Dari istilahnya kearifan lokal di sini
mulai agak menghilang di
sini.
Iya.
Eisya
enggak kasar. Hah? Seorang memang enggak
boleh kok enggak boleh? Iya.
Tadi ngambil apa? Tadi ngambil gambar.
Gambar apa? Tapi dilarang. Ngambil
gambar apa tadi? Ngambil gambar bangunan
gitu Bu. Ee panggil restoran pondok?
Pondok bukan orang ya? Tapi bukan pondok
doang, tapi dilarang. Tapi kan ini kan
Indonesia punya kita. Tapi kenapa, Bang?
Kenapa dieksposekspos saja? Hm. Ekspos
aja nanti. Oke, Pak. Diapos saja. Iya.
Biar dia tahu kan dia ini karena
penggantinya ini kalau Mister Nani dulu
ya. Heeh. Agak ramah. Oh. Terus pemilik
lama. Pemilik lamanya le lebih lebih
ramah, Pak. Iya. Heeh. Oke. Sudah. Ya.
Yuk. Terima kasih.
adalah
ambil gambar restoran untuk promosi saya
yang saya tidak minta dan saya tidak
setuju tidak i jangankan habis sekarang
thank you
itu seperti itu. Iya.
Bapak pernah diperlakukan seperti ini?
Eh kalau dulunya tidak tidak. Kalau
dengan Mister Nani kita tidak. Tapi
sekarang dengan pengelola yang terbaru
ini memang dia agak sedikit ee kurang
familiar dan dia merasa ee menguasai dia
dia milik dia sekarang sepertinya. Dan
ini kita pemerintah harus ee berambil
sikap ini kalau tidak ini bisa
masyarakat bisa melakukan tindak anarkis
nanti. Nanti bahayanya begini, kalau
masyarakat yang anarkis nanti ya bisa
dibakar-bakar nanti kalau kita kompori.
Nah, ini tapi ini tidak ingin terjadi
ya, Pak ya. tidak ingin terjadi. Tetapi
kita harus dia harus dengan tokoh
masyarakat, dengan pemerintah ini harus
kita lakukan sosialisasi kembali. Saya
berharap pemerintah harus melakukan
sosialisasi dan itu harus orang ini
harus dipanggil. Mereka berani seperti
ini menurut Bapak karena ada backeng
atau bagaimana? Ee dia ya mungkin saya
rasa seperti itu. Kalau enggak mana dia
bisa berani dan dia ya melakukan hal ini
ee tidak kepada saya malan wakapolda
pernah diusir di sini. Nah, kemudian
juga beberapa pejabat tinggi sini juga
pernah diusir. Nah, kan tidak harus
seperti ini. Kita daerah kita Sumatera
Barat. Kita sebenarnya masalahnya adalah
yang memberikan izin atau apa, Pak?
Sebenarnya kita pembiaran. Hm. Kita kita
tidak melakukan pembinaan secara
kontinue. Dan bagaimana kearifan lokal
di sini dan bagaimana kebiasaan sini
kita harus berikan informasi itu. Dia
kita
nak juga bisa kita salahkan. pemerintah
dan masyarakat sini juga bisa kita
salahkan. Kenapa kita tidak melakukan
semacam negosiasi, mengerjikan informasi
kearifan lokal di sini? Bagaimana daerah
sini ee adat dan tradisi kebiasaan di
sini bagaimana? Dia harus tahu yang
milik ada negara Indonesia, masyarakat
Pisiscatan,
apalagi pantai ini kan milik umum
harusnya, Pak. Ini umum ini kan kalau
bangunan boleh pribadi ya. Silakan
pribadi bangunan. Kalau kawasan ini
Indonesia punya, masyarakat sini punya.
dan dia berhak.
Nah, ini ini hal-hal ini yang seperti
ini harus kita koordinasikan. Kita tidak
menyalahkan siapa-siapa, tetapi hal ini
harus kita ambil sikap. Jangan biarkan
nanti tamu-tamu e yang lain nanti
komplain kepada kita IMEX yang tidak
bagus untuk DDA dan juga terhadap
masyarakat ini dianggap tidak ada.
lagi kalau ikut depo depo di padang depo
thank you mister
oke alright oke thank you bapak saya
orang sini
kalau datuknya bapak saya orang sini tak
bisa macam-macam seperti in Pak semangat
Pak Bagus Pak
saya saya di sini adalah orang
konservasi dan saya termasuk di kawasan
ini orang yang termasuk ekstrem kalau
saya tidak cocok dengan kebutuhan dan
kepentingan masyarakat Saya menubrak
tapi secara pribadi suka enggak, Pak?
Boleh apa? Saya walaupun secara pribadi
secara apapun saya tidak terima itu
tadi. Saya malas saja apa komplain tadi
karena kita tamu-tamu ada lain tetapi
kalau dalam forum seperti itu saya
langsung langsung debat seperti itu dan
itu melanggar etika masyarakat e adat
kami di sini. Saya tidak terima itu yang
seperti tadi. Saya maklum aja tadi
karena tamu ada kita enggak mau fight
seperti itu. Kita mungkin lebih berpikir
ee agak sedikit positif thinking saja.
Apakah dia tidak punya wawasan atau
tidak tahu sama sekali. Tetapi secara
aturan dia sangat tahu. Masuk ke sini
dia pasti mempelajari aturan. Tetapi
mungkin dia dia menganggap kita datang
ini ee siapa-siapa dia enggak enggak
tahu. Nah, ini ni silakan kita ekspos.
Saya siap mengekspos ini hal-hal yang
seperti ini dan iniaku silakan publikasi
silang
[Musik]
para mande para pil
di tapi jalan
[Musik]
oan
[Musik]
sila
anak mandang sakantan
[Musik]
pari
di ladang para pandan
tumbuh ranja
[Musik]
anak sakit
diant
[Musik]
ini kan sama-sama cubada antara ini sama
sana. Jadi orang pun istilahnya kalau
misalnya dibanding mau ke sini sama ke
sana e pasti lebih milih ke sana
walaupun kayak gimanun kan. Iya, tapi di
sini yang kurangnya itu. Tapi bagus bisa
jadi wisata potensial lah kalau misalnya
dikembangkan dengan baik. Terus
pemerintah juga bisa memberikan
pembelajaran lah bagi untuk masyarakat.
Masang
Allah
[Musik]
io
inai parensi o di malah
sampai tumbuhan
[Musik]
Oi tuantau
anak
mati entah di mana
tampij
[Musik]
Tuhan langit diuj
tu
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:21:47 UTC
Categories
Manage