Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Nah, ini sekarang kita coba ee lihat ini ada satu kawasan yang sangat menjanjikan namanya kawasan Mandeh ya. Ee kalau orang hanya kenal misalnya Raja Ampat, Wakatobi, Derayan. Nah, ini sebetulnya sama mirip. Sementara dari segi lokasi ke tempat-tempat yang ramai negara ini paling dekat ya. Ke Singapura, ke Malaysia kan paling dekat ya. Nah, Malaysia Singapura itu wisatawan berapa? Wisman R juta. Kalau Sumatera Barat ini cuma Rp50.000 setahun. Pulau Pinang aja R juta kan. Nah, ini kan pasti ada yang salah. Ini buat area olahraga bagus ya. Oh, ya. Ini Vespa air apa segala macam ya. A [Musik] [Tepuk tangan] perfect perfect to 10. Oke. Where are you from? Fandia. Polandia. You Japan. Oke. [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] yang tadi aja bisa [Musik] Raja 4 kawasan barat. Keren. Benar. Surganya Provinsi Sumatera Barat. Karena begini benar-benar pemandangannya benar-benar peaceful, benar-benar bikin damai. Enggak hanya airnya yang masih jernih, tapi juga pulau-pulau dan teluknya juga masih sangat alami. Ah. [Musik] Satu, dua, tiga. Ternyata yang di belakang jadi latar soalnya ini momennya enggak bisa diulang lagi soalnya. Apalagi ketemu ibu yang ini susah ada airnya jadi ada sedikit itu bagusnya. Iya juga teknisnya. itu memang airnya bersih dan ee saya jalan-jalan. Nah, kalau di sini totalnya e pertama Pulau Pagang, Pulau Marak, Pulau Ula, Pulau ee Cubadak, Pulau Seronjong Gadang, Serony Ketek, kemudian Pulau Setan, Pulau Teraju. Statusnya ulaya Pak ya. semuanya ulayat. Karena di Sumatera Barat memang ee adat ee di sini memang itu semua pulau dikuasai oleh ee adat ee kaum. Pulau ini enggak punya pemerintah kan itu yang dibilang tadi kalau kalau di baru tahu loh Bang itu adat kalau di Minang Kabau kan itu yang susahnya. Berarti kalau misalnya ada yang jual berarti kaumnya dang yang jual tapi enggak kalau jual enggak pernah ya, Pak Ring paling bantar ya, Pak ya. isu ya itu hanya isu buat apa beritanya. Kebetulan saya kan termasuk ee apa orang konservasi. Jadi pulau yang ada di sini tidak ada satuun yang dijual hanya kontrak baik ee investor dari lokal maupun asing semuanya dikontrakkan dan itu kontraknya berjangka sesuai dengan apa keinginan dia. Kemudian juga ee konsep apa pariwisata yang dia lakukan itu konsepnya apa? Kalau konsepnya konvensional untuk besar-besaran buka apa besar-besar itu kita masyarakat ee adat e itu akan membatasi hal itu. Mahal ya, Bang? Mahal sekali nginap ya di sini rata-rata e 100 dolar tetapi dia juga ada apanya kalau lokal ada ee tingkatan-tingkatannya ada. Kalau asingan lain lagi lauk betulah laut kan apa tangga lampah bentar 3 sampai Laki. Wow. Meja tu Pak meja petak-petak 60. Iya. Tergantung apanya. ada UKM Daving Proklamator namanya. Jadi mereka yang mengelola ini karena memang jiwa sosialnya jiwa sosial mereka karena melihat kondisi alam seperti ini. Cuma mereka mau ee mau ikut berkiprahlah sesuatu untuk negara ini kan. Wow. Ter Cibada ya, Pak ya. Hah? Ini ya ini ya Pulau Cibadak yang dikelola oleh orang Itali itu. Jadi kalau misalnya kita wisatawan lokal I yang tidak punya anggaran untuk nginp 100 dolar per malam itu kalau mau ke sini wisatanya nginap di mana? Ya, ya melancong aja mungkin balik masuk keluar lagi. Ee kemudian kalau tidak nanti ya mungkin ada nego harga kalau kita mau juga mungkin harganya tidak semahal yang turis atau turis mancanegara. Nah, ini tergantung kita nego lagi dengan dia. Dia juga termasuk pemiliar juga kalau kita komunikasinya itu bagus. Tapi memungkinkan kalau membangun ktage lain yang lebih murah di daerah lain ah bisa. Ada ada. Iya. Tolong dibukur dah. Oh, sebentar. Iya, Pak. Mungkin homeschool. Iya. Atau kan ada hooling via online kan viac noik. Domik. Oke, thank you. Oh, gitu. Apalagi orang yang pakai pakai kerudung tu diang mana masuk tuh. Jadi gara-gara apa, Pak tadi, Pak? Hah? Istilahnya orang awak yang tamu-tamu tu kan berjamu-jamu tuh. Jadi orang awak tuh melotot meli gara-gara itu gak bisa masuk lain. Oh oke. Seperti di Bali, Pak ya? Iya. Kalau awak kan besok-besok slow menceliknya. Kalau orang awak kan gak yang he jadi matuyoya tuh mencalik tamu tuh diisi jadi gak bebas jadi kalau siku 24 jam bebas karena kita orang lokal dia paham ki-gara kita uraikan siapa yang mau ke sini ini ya. Berikan waktu itu untuk kita dikasih berapa menit, Pak? Ya, sebentar bahasanya. Sebentar tuh sopan santonya berapa menit? Ah, biasanya paling lama setengah jam. Ini sering Pak, diberikan izin langsung mendadak begini. Ee tergantung siapa yang bawa. Kalau Bapak pasti dikasih izin, ya. Begitu, Pak. Ah foto dah ke situ. Oh iya di situ aja lah. Nak di sana aja lah. Ini setengah jam Pak buat foto begitu minta izin dulu. Atasnya aja ya. Kita atasnya aja ya Pak. Apa gak sampai? Jadi Anda sebagai turis pribunya mau foto di mana? Eh, kita di pulau kita aja. Pulau kita aja yang di sebelah situ. Ini bukan pulau apa namanya? Pulau setan. Oh, kita setan sama seronjong. Nanti kita lakukan sesi foto di situ. Kenapa enggak di sini? Eh, bagusan di situ kayaknya lebih bisa lebih enak motretnya leluasa ya. Lebih leluasa. dari 0 sampai 10 pulau ini berapa skornya? Ee 90 deh. Dari 0 sampai 10 90. Oh eh 99. Oke. Kenapa? Bagus banget. Sudah pernah ke tempat lain? Ke enggak di Sumatera sih, Bali. Dibanding Bali bagus ini. Sebenarnya kalau dalam suatu pariwisata itu kan keramat tamahan itu adalah salah satu tujuh dari tujuh Saptap Pesona. Oke. Jadi itu agak kurang di sini. Oke. Jadi justru dirimu tidak menemukan keramat-tama di sini? Iya. Tidak. Harusnya bagaimana? Harusnya Sumat Indonesia apalagi Sumatera Barat yang paling kita jual kan nomor satu itu adalah keramat dari penduduk lokalnya. Dari istilahnya kearifan lokal di sini mulai agak menghilang di sini. Iya. Eisya enggak kasar. Hah? Seorang memang enggak boleh kok enggak boleh? Iya. Tadi ngambil apa? Tadi ngambil gambar. Gambar apa? Tapi dilarang. Ngambil gambar apa tadi? Ngambil gambar bangunan gitu Bu. Ee panggil restoran pondok? Pondok bukan orang ya? Tapi bukan pondok doang, tapi dilarang. Tapi kan ini kan Indonesia punya kita. Tapi kenapa, Bang? Kenapa dieksposekspos saja? Hm. Ekspos aja nanti. Oke, Pak. Diapos saja. Iya. Biar dia tahu kan dia ini karena penggantinya ini kalau Mister Nani dulu ya. Heeh. Agak ramah. Oh. Terus pemilik lama. Pemilik lamanya le lebih lebih ramah, Pak. Iya. Heeh. Oke. Sudah. Ya. Yuk. Terima kasih. adalah ambil gambar restoran untuk promosi saya yang saya tidak minta dan saya tidak setuju tidak i jangankan habis sekarang thank you itu seperti itu. Iya. Bapak pernah diperlakukan seperti ini? Eh kalau dulunya tidak tidak. Kalau dengan Mister Nani kita tidak. Tapi sekarang dengan pengelola yang terbaru ini memang dia agak sedikit ee kurang familiar dan dia merasa ee menguasai dia dia milik dia sekarang sepertinya. Dan ini kita pemerintah harus ee berambil sikap ini kalau tidak ini bisa masyarakat bisa melakukan tindak anarkis nanti. Nanti bahayanya begini, kalau masyarakat yang anarkis nanti ya bisa dibakar-bakar nanti kalau kita kompori. Nah, ini tapi ini tidak ingin terjadi ya, Pak ya. tidak ingin terjadi. Tetapi kita harus dia harus dengan tokoh masyarakat, dengan pemerintah ini harus kita lakukan sosialisasi kembali. Saya berharap pemerintah harus melakukan sosialisasi dan itu harus orang ini harus dipanggil. Mereka berani seperti ini menurut Bapak karena ada backeng atau bagaimana? Ee dia ya mungkin saya rasa seperti itu. Kalau enggak mana dia bisa berani dan dia ya melakukan hal ini ee tidak kepada saya malan wakapolda pernah diusir di sini. Nah, kemudian juga beberapa pejabat tinggi sini juga pernah diusir. Nah, kan tidak harus seperti ini. Kita daerah kita Sumatera Barat. Kita sebenarnya masalahnya adalah yang memberikan izin atau apa, Pak? Sebenarnya kita pembiaran. Hm. Kita kita tidak melakukan pembinaan secara kontinue. Dan bagaimana kearifan lokal di sini dan bagaimana kebiasaan sini kita harus berikan informasi itu. Dia kita nak juga bisa kita salahkan. pemerintah dan masyarakat sini juga bisa kita salahkan. Kenapa kita tidak melakukan semacam negosiasi, mengerjikan informasi kearifan lokal di sini? Bagaimana daerah sini ee adat dan tradisi kebiasaan di sini bagaimana? Dia harus tahu yang milik ada negara Indonesia, masyarakat Pisiscatan, apalagi pantai ini kan milik umum harusnya, Pak. Ini umum ini kan kalau bangunan boleh pribadi ya. Silakan pribadi bangunan. Kalau kawasan ini Indonesia punya, masyarakat sini punya. dan dia berhak. Nah, ini ini hal-hal ini yang seperti ini harus kita koordinasikan. Kita tidak menyalahkan siapa-siapa, tetapi hal ini harus kita ambil sikap. Jangan biarkan nanti tamu-tamu e yang lain nanti komplain kepada kita IMEX yang tidak bagus untuk DDA dan juga terhadap masyarakat ini dianggap tidak ada. lagi kalau ikut depo depo di padang depo thank you mister oke alright oke thank you bapak saya orang sini kalau datuknya bapak saya orang sini tak bisa macam-macam seperti in Pak semangat Pak Bagus Pak saya saya di sini adalah orang konservasi dan saya termasuk di kawasan ini orang yang termasuk ekstrem kalau saya tidak cocok dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat Saya menubrak tapi secara pribadi suka enggak, Pak? Boleh apa? Saya walaupun secara pribadi secara apapun saya tidak terima itu tadi. Saya malas saja apa komplain tadi karena kita tamu-tamu ada lain tetapi kalau dalam forum seperti itu saya langsung langsung debat seperti itu dan itu melanggar etika masyarakat e adat kami di sini. Saya tidak terima itu yang seperti tadi. Saya maklum aja tadi karena tamu ada kita enggak mau fight seperti itu. Kita mungkin lebih berpikir ee agak sedikit positif thinking saja. Apakah dia tidak punya wawasan atau tidak tahu sama sekali. Tetapi secara aturan dia sangat tahu. Masuk ke sini dia pasti mempelajari aturan. Tetapi mungkin dia dia menganggap kita datang ini ee siapa-siapa dia enggak enggak tahu. Nah, ini ni silakan kita ekspos. Saya siap mengekspos ini hal-hal yang seperti ini dan iniaku silakan publikasi silang [Musik] para mande para pil di tapi jalan [Musik] oan [Musik] sila anak mandang sakantan [Musik] pari di ladang para pandan tumbuh ranja [Musik] anak sakit diant [Musik] ini kan sama-sama cubada antara ini sama sana. Jadi orang pun istilahnya kalau misalnya dibanding mau ke sini sama ke sana e pasti lebih milih ke sana walaupun kayak gimanun kan. Iya, tapi di sini yang kurangnya itu. Tapi bagus bisa jadi wisata potensial lah kalau misalnya dikembangkan dengan baik. Terus pemerintah juga bisa memberikan pembelajaran lah bagi untuk masyarakat. Masang Allah [Musik] io inai parensi o di malah sampai tumbuhan [Musik] Oi tuantau anak mati entah di mana tampij [Musik] Tuhan langit diuj tu [Musik]
Resume
Categories