Kind: captions Language: id [Musik] upahnya r.000 per hari sebagai buruh cuci poni adalah salah satu Warga Jakarta penerima bantuan langsung sementara masyarakat atau BLSM uang tunai dari negara itu ia terima setelah pemerintah menaikkan harga BBM bulan Juni 2013 lalu jumlahnya pertama 300 dua kali 300ama dua kali doang dua kali doang iya e 4 bulan 4 bulan untuk beli beras ya untuk sehari-hari [Tertawa] aja yang ini Nita warga Tangerang Ia juga buruh cuci pakaian dengan upah harian rata-rata Rp35.000 ketika pemerintah menaikkan harga BBM tahun 2005 silamer LT atau bantuan langsung tunai nama lain dari BLSM dulu pernah lima kali e 300300 sampai r.uta itu ini sampai dimodalin dagang tuh sampai bisa gitu tapi sekarang engak bisa soalnya kecil ketika pemerintah dan DPR menaikkan harga BBM Juni 2013 Nita kembali mendapat uang kontan Cup soalnya kan namanya duit Nang sekarang kan menang duit segitu doang kecuali gede gitu baru saya modalin Puterin duit 300 Diba ke pasar juga udah dapat beras berapa 20 liter yang lainnya kadang-kadang beli sabun beli apa tahu ya kok tinggal 100 namanya uang ya kayak air [Musik] BLSM diberikan sebagai kompensasi akibat subsidi BBM dikurangi tapi uang cash BLSM dibagikan hanya untuk 4 bulan saja sementara dampak kenaikan harga akibat pengurangan subsidi BBM berlangsung terus hingga kini ya habis gima nerima kt-nya empat kali enggak tahun cuman dua kali jadi kita masih ngarep-ngarepin gitu itunya kartunya kan masih ternyata gak gak keluar lagi katanya Cum dua kali doang bahkan maunya harga BBM tidak naik tapi BLSM juga dibagikan kalau BBM Pengennya sih turun gitu tapi subsidi jalan terus BBM terus membengkak seiring pertumbuhan jumlah kendaraan setiap tahun jumlah motor rata-rata bertambah 7 juta unit dan mobil 700.000 unit karena itu setelah tarik ulur dengan pemerintah DPR akhirnya mengizinkan penaikan harga BBM pada Juni 2013 bahwa besaran asumsi ekonomi makro yang telah ditetapkan cukup realistis dalam mengadaptasi perubahan kondisi ekonomi global serta dapat mengakomodasi penyesuaian besaran APBN yang realistis untuk mencapai target pembangunan [Musik] 2013 semua pihak menerima argumentasi bahwa subsidi BBM Salah Sasaran karenaend [Musik] seperti ini dianut pemerintah dan DPR dari masa ke masa namun sebelum itu ada baiknya merunut akar [Musik] persoalannya pertama disebut subsidi karena biaya memproduksi BBM lebih tinggi dari harga yang dibayar masyarakat biaya pengadaan BBM sekitar r9.000 per l sedangkan harga jual ke masyarakat ketika itu hanya Rp4.500 per liter selisih inilah yang dibayar APBN dan disebut [Musik] subsidi lalu Dari mana datangnya biaya pengadaan BBM yang tinggi secara sederhana beginilah kira-kira hitungan pembulatannya kebutuhan BBM kita per hari mencapai 1 juta barel 1 barel sama 50 l untuk memenuhi itu Indonesia harus mengimpor BBM jadi sebesar 500.000 barel dan minyak mentah 350.000 barel per hari Bagaimana dengan produksi dalam negeri produksi minyak mentah kita hanya 800.000 barel per hari dari angka ini tak semua bisa disuling menjadi BBM untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekitar 200.000 barel justru kita ekspor ke luar negeri sisanya diproses di kilang-kilang dalam negeri jadi BBM lantas Mengapa kita mengekspor minyak mentah sementara kita kekurangan dan malah mengimpor BBM jadi alasan yang paling umum dikemukakan karena jenis minyak mentah Indonesia tidak semuanya cocok dengan kilang yang kita miliki maka pertanyaan yang layak diajukan mengapa Indonesia tidak segera Membangun kilang yang cocok dengan jenis minyak mentahnya Mengapa impor yang nutabene lebih mahal terus dipertahankan dan pada gilirannya menimbulkan beban subsidi bila pemerintah berencana membangun jembatan Selat Sunda seharga Rp200 triliun Mengapa tidak kunjung mampu membangun kilang seharga separuhnya mengingat beban subsidi BBM ratusan Triliun Rupiah setiap tahunnya Tidakkah masalah kilang lebih mendesak kepentingan dan keuntungan Siapakah yang sedang dipertahankan dengan kegiatan ekspor impor minyak mentah dan BBM ini lalu ikhwal kebutuhan BBM yang setiap harinya mencapai 1 juta barel atau setara 150 juta liter sangat terkait dengan bagaimana negara membuat kebijakan tata ruang sistem transportasi publik dan regulasi di sektor otomotif [Musik] tapi masalah dihulu politik perminyakan Indonesia tampaknya terlalu rumit sehingga jalan paling mudah adalah memangkas subsidi [Musik] BBM perdagangan kita mayoritas defisit kan Oke volume eh volume perdagangan baik positif e semakin naik tapi masalahnya tapi tidak diimbangi dengan ee kemampuan ee apa namanya menangkal impor atau memperlambat impor yang atau kemudian kita bisa melakukan ee proses apa namanya substitusi impor yang kemudian itu harus ditopang dengan kemampuan eh teknologi informasi misalnya kemampuan Inovasi Atau misalnya paten dan sebagainya itu rendah kan tetap saja ini enggak apa tidak menjadi ee innovative advantage maka itu nilainya juga tidak positif setelah memilih Jalan mudah memangka subsidi BBM sebagai kompensasi pemerintah dan DPR lalu membagi-bagikan uang kontan kepada poni Nita dan 15 juta warga miskin lainnya bar du 300 Diba ke pasar juga udah Cum dapat beras berapa 20 liter yang lainnya kadang-kadang beli sabun beli apa tak tahu ya kok tinggal uang kontan bernama BLT atau BLSM itu langsung ludes dalam hitungan hari padahal dampak pada kenaikan harga terus terjadi hingga kini tak heran bila Badan Pusat Statistik melansir jumlah warga miskin pada September 2013 bertambah hampir 500.000 orang hanya dalam tempo 3 bulan sejak harga BBM dinaikkan [Musik] sekali lagi BPS mengunci argumennya bahwa kenaikan Angka kemiskinan tahun lalu memang disebabkan oleh kenaikan harga BBM [Musik] Pon tinggal di Tanah Tinggi Kecamatan joh u Jakarta Pusat di sini populasinya mencapai 48.000 jiwa per km per dan disebut-sebut sebagai salah satu kawasan terpadat di dunia kualitas hidup di sini jauh dari bayangan orang tentang kehidupan Metropolitan begitu juga di kawasan Marunda Jakarta Utara penduduk Jakarta sendiri mencapai 9,6 juta jiwa setiap tahun bertambah 2% alias 200.000 jiwa salah satunya karena urbanisasi Entar dulu nak sayang Ayo sayang ayo loncat p lcat p 60% orang miskin memang tinggal di desa dan dari yang miskin itu 0% adal petani apa yang terjadi di [Musik] perdesaan sensus pertanian mengungkap orang mulai meninggalkan bercocok tanam jumlah petani turun 5 juta keluarga dalam 10 tahun terakhir penurunan peminat juga terjadi di usaha perkebunan peternakan dan perikananki angg unuk sekt peranian na 100 tempo 4 tahun salah satu faktor makin berkurangnya jumlah petani adalah makin sulitnya akses lahan saat ini lahan sawah Luasnya sekitar 7,8 juta hektar idealnya 13 juta hektar sejak 2008 hingga 2010 saja penciutan lahan atau konversi di Pulau Jawa mencapai 600.000 hektar atau rata-rata 200.000 het per tahun Padahal di saat yang sama pertambahan lahan Sawah Baru hanya nya 4.000 hetar petani juga rakyat juga ingin makan sama dengan pegawai kalau pegawai jelas gajinya kalau kita kalau enggak ada keberanian untuk menanam di lahan negara mau makan apa kan begitu kalau benihnya mahal kan kita rugi petani Kan rugi Mas enggak ada petani itu ada untungnya wong benihnya aja sudah mahal pupuknya mahal obat-obatan mahal terus harga jual murahah itu Terus untungnya di mana petani pada saat pertanian lesu dan kebijakan agraria tak menentu penduduk Indonesia terus tumbuh kira-kira 2 juta orang per tahun sensus terakhir tahun 2010 mencatat jumlah penduduk Indonesia mencapai 237 juta jiwa atau nomor terbesar di dunia ledakan penduduk menimbulkan kompetisi sumber-sumber penghidupan salah satunya adalah perebutan lapangan kerja saat ini 7 juta orang Indonesia dikategorikan menganggur dari total 18 juta angkatan kerja bila tidak bisa menjadi buruh pabrik seperti Johan dengan upah r2,4 juta per bulan berarti harus bekerja di sektor informal seperti Nita dengan upah Rp35.000 per hari sebagai tukang cuci ya kalau uangnya nyukupin Saya mau berjual cita-cita saya juga mau kita ah nanti kalau dapat rezeki lagi nih nanti saya pengin jualan gitu pengin buat dagang gitu kan buat nyambung-nyambung namanya nyambung-nyambung nyawa lah nyambung-nyambung kita hari sehari-hari jutaan orang seperti Nita mendambahkan akses kredit mudah dan murah dalam laporannya kepada DPR tahun 2013 lalu Bank Indonesia menyatakan uang masyarakat yang disimpan di perbankan saat ini ada rp3.600 triliun dari jumlah ini rp3.100 triliun di antaranya disalurkan untuk kredit dan dari 3.100 triliun itu hanya 19% yang mengalir ke usaha mikro kecil dan menengah sedangkan 80% kredit mengucur ke sektor non UMKM bironti Seorang peternak bebek di Yogyakarta punya pengalaman dengan bank pernah dulu awal Saya pernah pinjam di Bank Eh tapi ya itu saya waktu itu emang betul-betul butuh modal itu karena waktu itu mau lebaran ya saya kan harus kalau Lebaran kan harus stok sampai tiga kali lipat benar-benar butuh Ternyata saya butuhnya waktu itu 15 sih cuma dikasih empat P ya Ya udah jadi enggak jadi apa-apa malah susah terus ee apa habis itu itu padahal saya rutin loh pembayaran itu saya rutin tapi kayaknya Kayak enggak percaya gitu Jadi saya gimana rasanya terus setengah tahun saya tutup kapok dalam APBN 2014 pemerintah telah menaikkan subsidi bunga kredit hingga R triliun dibanding tahun sebelumnya tapi bironti Kadung kapok tanpa lapangan pekerjaan akses tanah atau akses kredit modal kerja seorang seperti Pony Nita Amin atau Kuncoro cenderung terjebak dalam lingkaran kemiskinan [Musik] Yustinus Sapto Hardianto bukan jurnalis Ia adalah aktivis sosial asal Samarinda yang sedang belajar dokumenter dia ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan operasi kamera ia ingin memfilmkan kerusakan lingkungan di Kalimantan Timur setelah 2 bulan bekerja inilah salah satu cuplikan karyanya yang diberi judul linia t jangan [Tepuk tangan] [Musik] dorong-dorong sebelum ada bangunan batuara sawah Nak rusak nak amburadul sekarang ada bangunan batuara rayat kecil malah sengsara yang bes kaki ter uang kalau kita teraatnya lumpur sektor pertanian Sudah lama tak jadi prioritas meski orientasi kebijakan ekonomi dan pembangunan bukan berarti beralih dari darat ke lautend kali ini kesaksian datang dari jurnalis senior Farid gaban yang melakukan perjalanan keliling Indonesia S hamp tahun dari pulauan Saya kira kita e strategi pembangunan kita masih e sangat berorientasi pada darat jadi kelautan ini belum belum belum di e rancang belum dimanfaatkan belum di e apa diekplorasi secara memadai jadi kita masih tergantung pada kehidupan darat pada dasarnya padahal negeri kita adalah negeri laut orientasi kebijakan maritim tercermin dari apa yang dialami nelayan di darat ada petani gur yang lahannya hanya Seteng hektar di lautan pun banyak nelayan gurem yang bersaing dengan kapal-kapal asing penangkap ikan gak tahu jaring orang kecil mainat aja k dia mampu orangnya gede modalnya banyak jadiin kecilelekan setelah mendatangi sekitar 80 Pulau terpencil Farid gaban sampai pada kesimpulan banyak ikan-ikan yang besar itu ada di laut lepas yang kita mungk ngambilnya tanpa kapal yang besar dan petani tidak eh nelayan kita enggak mungkin punya punya kapal yang besar karena modalnya kecil akhirnya yang banyak masuk ke Indonesia adalah kapal-kapal dari Hongkong dari Taiwan dan samacam jadi itu saya kira itu problem utama di kita itu sebabnya itu yang menjelaskan Kenapa harga ee daging bisa lebih murah di Australia dibanding di kita karena di sana di Australia itu subsidinya juga sangat besar Amerika itu subsidi pangan subsidi pertaniannya sangat besar sementara petani kita seperti dibiarkan sendiri untuk jalan di Indonesia subsidi kerap dianggap sebagai beban ekonomi selain subsidi BBM tahun 2014 ini subsidi listrik turun R8 triliun dibanding tahun lalu subsidi pangan dipangkas hampir 3 triliun sementara subsidi pupuk relatif tetap sebesar R triliun demikian pula halnya dengan subsidi benih yang bertahan sebesar r,5 triliun namun ada kabar pemerintah dan DPR menambah subsidi r00 Miliar untuk pelayanan umum seperti subsidi penumpang kereta api atau angkutan laut kebijakan ekonomi pada akhirnya adalah ihwal pilihan dan prioritas daripada kita membangun misalnya jembatan Selat Sunda yang itu adalah notab cara berpikir darat Menurut saya kita harus memperbaiki pelabuhan-pelabuhan bila petani di darat merasa tak dipilih dan nelayan di laut juga tak jadi prioritas saat itulah pertanyaan-pertanyaan keras layak dilontarkan [Musik]