Transcript
vsUNUndZZrY • METE NE'E COKELA
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0037_vsUNUndZZrY.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Kokoondo
kokondangu
[Musik]
omung
[Musik]
saya sebagai kontraktor ee yang
tinggalnya di di Bejawa Belum kenal
bagaimana cara ber tanam. Tapi di tahun
'98 ee setelah saya pulang bersama
keluarga ee kami punya lahan kosong dan
kami menanam menanam saja maksudnya
menanam apa saja tanpa menanam terutama
kakao ee tidak melalui metode apa sistem
ee budidaya yang baik. Yang penting ya
kata orang bilang yang penting ada
tanaman yang ditanam.
Jadi waktu itu, Pak, kami memang ada
kekau. Namun kami ini ee bekerja
bekerja yang memang tidak ada pakai
aturan.
Kami masuk di kebung kekao.
Ke sana hanya lihat di saat kalau dia
sudah berhasil, kalau dia sudah masak,
kami ke sana hanya ambil petik.
Ee di tahun 2007
saya mendapat ee e pendamping pelatihan
dari teman-teman dari Tanua yang waktu
itu kami melakukan semesteral petani di
sini di desa ini. Saya juga salah satu
petani yang diundang untuk mendapatkan
materi-materi tentang KKO. Dari situlah
baru saya sedikit mengenal ee bagaimana
teknik budidaya Kakau yang baik, ee
sistem penanam KKO yang baik, panen yang
baik, dan juga menjualnya.
sudah tahun
del penyakit mun iya
pakai pupuk pakai pupuk iya bot B
K
Oh iya sekolah
kalau waktu umur muda dia hasil bagus
setelah dia umur tua.
mertua itu ibu
hasilnya kurang H
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Kemudian lagi kita buat sambung samping,
sambung pucuk. Namun itu pun belum
maksimal. Nah, hasilnya ee belum bagus.
Sementara proses kami kerja hanya ada
perbedaan. Iya. Perbedaan itu ya setelah
kami buat, setelah kami buat buahnya
juga sudah ada bersih. Nah, buah hitam.
Buah hitam juga memang semuanya sudah
tidak ada lagi. Berbeda dengan kebun
yang ada yang belum yang pekerjaan
seperti dulu. Nah, itu memang ada punya
yang perbedaan seperti itu.
Jarak sekitar 75 cm. Lalu gali lebar
etti launan sekitar 40 ee lemun sekitar
40. Lalu kemudkar
lalu kemudian
separuh
campur
[Musik]
campur ini mungkin satu senduk ibu
sekira satu senduk pelan satu senduk
kita putar sa kita siram siram kita
balong kita balong sa kita siram lalu
kemudian kita naong apa kita
tan batasnya 1 bulan ya apa s bulan dia
akan hancur dan hancur ini barang dia
dia jadi pupukang.
Oke, adik ee jus barangkali Anda ee
menjelaskan kepada kami tentang
kira-kira apa manfaat dari rorak dan
kenapa harus capek-capek gali lubang
segala macam. H manfaat pertama itu
mengembalikan unsur yang hilang dan yang
kedua
di dalam rodak ini bisa memberikan usaha
untuk tanaman dan di mana di belakang
saya ini tanaman sudah begitu banyak
menghasilkan produksinya dan sampai
sekarang tanam ini masih tetap hijau
karena hasil dari sambung rorak. Berarti
Pak kekau yang ini buahnya bagus.
Buahnya bagus karena akar yang kekau
yang di situ. Iya. Iya. Itu dia ambil
makanannya di di sini, Pak. Ya. Di
sorak. Karena rorak ini dilihat dari
ujung tajuk daun. Di mana tajuk daun itu
berada di situ ujung akar. Jadi ujung
akar itu berfungsi untuk menyerap unsur
hara seperti yang di dalam tanah dan
dibantu oleh air untuk mencerna.
Setelah menerima ee sekolah lapangan
peserta atau para petani langsung ee
karena sekolah lapangan ini di langsung
di kebun ee kebun contoh jadi petani
langsung mempraktikkan ee seperti ya
samping-sampit dan yang lain-lain. dan
ee
kami dari pemerintahan desa mendukung ee
kegiatan ini. Salah satunya dengan ee
masukkan di APBDS membantu di
pemberdayaan itu pengadaan bibit kakao
bagi para petari.
[Musik]
Eeah, setelah kami sambung-samping ini 3
bulan kemudian kami potong pohon
induknya. Mengapa kami potong? karena
agar supaya pertumbuhannya lebih bagus
dan produksi buahnya itu lebih cepat
dibandingkan dengan ee kakao yang
sambung sapi tapi batang induknya tidak
dipotong.
Setelah itu di dalam kami kelompok tani
selain daripada samping, kami berjalan
pakai pola P3S untuk mengatakan ee untuk
mengatasi ee hama penyakit pemangkasan,
ee pemupukan dan sanitasi. Dan itu
kegiatan ini kami lakukan terus dalam
satu minggu satu kali di dalam kelompok.
Kalau kebun saya mungkin ini kita
saksikan sendiri e terutama hama
penyakitnya sekarang mungkin sudah agak
berkurang bahkan hampir-hampir tidak ada
kalau dibandingkan dengan yang tidak
dilakukan p drinking
memang kami melihat ada perbedaan
sebelum kami ini ikut e sekolah lapangan
dan juga setelah kami ikut memang waktu
kami sekolah lapangan itu ee waktu bulan
bulan-bulan April mulai
Jadi kami di sini juga waktu kami pulang
ada juga tempat untuk pembelajaran umum
buat kami yaitu ada kebun pembelajaran,
kemudian yang terakhir itu ada
pembibitan. Nah, ternyata yang sekarang
kami jalankan itu pembibitan yang
sekarang kami sudah buat dan ini secara
kelompok yang sekarang memang sudah ada
di sini itu sekitar 1200-an.
[Musik]
[Tertawa]
[Musik]
[Tertawa]
[Musik]
Sebagai seorang petani kekau, sebelum
saya mengikuti
ajakan dari Ayu Tani,
kebun kakau saya
ee tidak begitu diperhatikan
ee tidak begitu dirawat dengan baik.
Tetapi setelah diajak bergabung dengan
Ayu Tani ee saya merasakan begitu banyak
perubahan yang saya alami di dalam kebun
Kakawa saya
dengan kesempatan-kesempatan yang
diberikan oleh Veko untuk mengikuti
sekolah lapangan juga magang ke Maumere
dan
berbagai tempat dan kembalinya saya
terapkan di kebun saya. Maka perubahan
itu
jelas saya alami dan hasil produksi saya
akan meningkat.
[Musik]
[Tertawa]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tertawa]
[Musik]
[Tepuk tangan]
Selamat. Selamat sore, Bapak.
Terima kasih. Terima kasih. Sama-sama
juga. Karena kita ini koperasi di desa.
Koperasi di desa. Lalu
satu dua hal yang kita alami setiap hari
bagaimana kita bersosialisasi dengan
kondisi sekitar bahwa kita fokus kepada
pemasaran bersama. Pemasaran bersama
komoditi dan fokus kita waktu sebenarnya
empat jenis komoditi Omal berdasarkan
potensi yang ada di wilayah ini. Kekao,
mente, kopra dan kemiri. Tapi kemudian
kita sudah 1 du tahun berjalan kita
hanya baru ke KA dan mente. Dari
perhitungan kita sat du oke saya ngomong
1 tahun terakhir ya. Kalau tahun kemarin
akhir tahun itu keuntungan kita seperti
4 jutaan. Tapi tahun ini sampai dengan
kondisi bulan terakhir kemarin itu 32
juta ya sampai dengan bulan Agustus itu
R2 juta. Saya belum lihat nanti sampai
dengan kondisi terakhir apa dengan
penambahan itu dengan satu dua biaya itu
pendapatan bersih kita itu menjadi
menurun atau menaik meningkat. itu saya
belum cek ke teman-teman itu untuk
kondisi terakhir hari ini. Sebelum ada
pelatihan kami jemur di tanah.
Setelah ada pelatihan
suksesi penjemuran itu sudah menerubah
dibuat dengan tenda. Kalau yang begini
mutu yang begini nih Rp7.000. Rp7.000.
Iya. Di sini? Iya di sini. Kalau
dibandingkan sebelumnya yang kalau
dijemur di bawah itu dikasih berapa?
Kasih Rp10.000. Kasih Rp10.000.
[Musik]
Masuk gambarond
[Musik]
Selama tiga e tahun ini ee kami sudah
bekerja sama dengan pemerintahan
kecamatan, pemerintahan desa ee dan juga
dengan ee pemerintahan kabupaten
khususnya di ee Dinas Koperasi.
di pemerintahan desa kami bekerja sama
dengan ee
kepala desa. Ee terus dari kepala desa
itu dengan dana yang dimiliki oleh desa
ee kita juga sudah sepakat untuk membeli
kakao dan ee membangun ee semacam kebun
ee percontoh di masing-masing desa. Dan
dari asosiasi sendiri juga ee kita
melakukan kegiatan-kegiatan ee langsung
ke tingkat desa ee kegiatan FFS ee ICS
ee maupun ee
apa gerakan di tingkat hamparan PTGS di
tingkat ee hamparan itu sudah kita
lakukan.
[Musik]
Dan dari kebun sendiri dan saya merubah
kebun dari kakao lokal menjadi kakao
dengan jenis-jenis kulon unggul. Saya
juga bisa menjual entrisnya. Juga bisa
menjual e biji-biji kakao dari
kelon-klon unggul juga dan juga menjual
buah kakao. Buah kakau untuk batang
bawah itu dari kelon unggul dijual
dengan harga 2 sampai Rp2.000 sampai
Rp3.000 per buah.
[Musik]
Ah.
[Musik]
Kalau kemarin ee petani menjual langsung
ke ee kayak pedagang dengan harga yang
begitu rendah, tapi kemudian sekarang
ini dengan harga yang ee lebih baik ke
dari petani ke tingkat ee ee koperasi.
Kemarin tatkala kita belum bermain di
bisnis ini,
teman-teman pedagang kaki lima kah apa
istilahnya, pedagang kaki tiga kah apa
istilahnya, Heeh. itu mereka menetapkan
harga sesuai apa yang mereka mau. Tapi
kemudian setelah kita bermain kekau itu
menariknya untuk wilayah ini untuk
sementara kayak su jantan menjadi
penyangga harga. Siapapun pengusaha yang
masuk di sini tetap harga yang
ditawarkan pasti tetap dibawa dari harga
yang ditetapkan Kisu jantan. sehingga
untuk sementara salah melihat bahwa
posisi tawar kita adalah untuk sementara
petani semua menikmati betul bahwa
keuntungan langsung mereka mereka
mendapatkan harga lebih tinggi dari
siapapun yang beli kekau di wilayah ini.
Ee dari hasil-hasil kerja itulah yang
seperti ini yang Bapak lihat yang saya
tampung, yang saya simpan. Nah, inilah
hasilnya salah satu hasilnya hasil kerja
itu ya. Rumah meskipun belum jadi, saya
juga cukup merasa puas ee karena dari
hasil kerja keras menabung dari beberapa
tahun dari ahli profesi itu sendiri,
dari kontraktor yang jalan-jalan saja.
pulang pergi tidak jelas dan kembali ke
petani dan hasilnya seperti ini yang
saya bisa buat. Pertama di bidang
pendidikan
saya dapat menyekolahkan anak-anak saya
anak sulung yang besar ikut Universitas
Terbuka dan sekarang sedang mengajar.
Dan anak yang kedua
ee kuliah di Kupang di Politani.
Ini tahun terakhir tahun depan ya
selesai.
Dan di bidang kebutuhan sehari-hari,
kebutuhan rumah tangga, kita dapat
memenuhi kebutuhan perlengkapan rumah
tangga, memenuhi
kebutuhan hidup sehari-hari.
Karena di sini kami tidak mempunyai ee
lumbung. Pelumbung kami adalah kakao.
Itu jadi jelas bahwa kami
ee kehidupan kami benar-benar tergantung
pada kakao.
Pertama saya beli motor. Motor sudah
motor pertama
itu sudah kasih ini adik
satunya kasih adik terus kita beli lagi
beli ini motor. Yang ketiga saya beli
untuk anak yang sekolah yang untuk
simpanan sebagian terus untuk
menyekolakan sekolah
[Musik]
lemahing
matang
[Musik]
dunia
rupa-rupa
[Musik]
tuku Mul kabaloang
[Musik]
surat
marana
[Musik]
bila
madu
kata
[Musik]
Yeah.