Transcript
mnJrFACA7Pg • HUT AJI Part #3 SUARDI TASRIF
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0033_mnJrFACA7Pg.txt
Kind: captions
Language: id
lahir di Cimahi Jawa Barat 3 Juni 1922
ia menjadi jurnalis umur 21 tahun saat
artikel pertamanya kesusastraan dan
kepahlawanan dimuat di harian
pemandangan
pendiri koran suara Indonesia itu adalah
bagian dari Empat Sekawan bersama BM
Diah dari Harian Merdeka Muchtar Lubis
koran Indonesia Raya dan Rosihan Anwar
harian pedoman
pada 1946 di masa revolusi kemerdekaan
tasrif bergabung dengan radio Suara
Indonesia yang didirikan oleh Sultan
Hamengkubuwono ke-9
1954 yang merumuskan kode etik
jurnalistik Persatuan Wartawan Indonesia
atau PWI maka dia menjadi Bapak kode
etik Indonesia
tahun 1965 bersama usmar Ismail tasrif
memimpin harian berita Indonesia yang
kemudian dibredel
setelah pembredelan ia berhenti sebagai
jurnalis dan menjadi pengacara
pasca peristiwa Malari tahun 1974
Suwardi tasrif adalah salah satu advokat
yang membela para mahasiswa yang di
kambing hitamkan dalam peristiwa ini
bersamaan dengan peristiwa Malari koran
Indonesia Raya tempat yang mengasuh
rubrik pers dan hukum ikut dikubur orde
baru untuk selama-lamanya
tapi sumbangan tasrif bagi dunia
jurnalistik tak pernah berhenti
ia duduk Sebagai dewan Kehormatan di PWI
yang belakangan ia kecam karena melayani
kekuasaan rezim orde baru yang
menginjak-injak independensi jurnalis
meninggal pada 24 April 1991
dan namanya dicatat oleh sejarah sebagai
salah satu pendiri Yayasan lembaga
bantuan hukum Indonesia
ylbhi yang memberikan bantuan hukum
kepada warga masyarakat