Transcript
x3OWOu88BhY • ALKINEMOKIYE - FROM STRUGGLE DAWNS NEW HOPE
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0009_x3OWOu88BhY.txt
Kind: captions Language: id [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Sekarang ini saya di permukaan atau di ketinggian 4.000 meter dari permukaan laut. Inilah tambang rasber yang mana di sini lahan atau ladangnya PT Freport Indonesia. Nah, ini lubangnya tempat pengambilan tambang emas dan tembaga Freeport Indonesia. Asep. Selamat pagi. Nah, inilah yang dibilang dinding Karten. Nah, ini jalan tektek lewat untuk bawa material buang material tanah buang di tempat pembuangan akhir atau dam namanya. Hai anak-anakku, inilah kondisi di mana papa cari uang. Sekolah yang baik apa sayang kalian dan semua keluarga Yeah. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Sudah 1 bulan lebih Etinus Tabuni tinggal di rumah di Kampung Utikini Baru, Kabupaten Mimika. Tabuni adalah satu dari 8.000 karyawan Freeport yang mogok kerja sejak 15 September 2011. Operator alat berat di tambang bawah tanah ini setiap bulan menerima pendapatan kotor Rp8 juta dipotong cicilan kredit R juta per bulan. Tapi biaya hidup di Papua cukup tinggi untuk ditandingi. I sekarang saya sudah mogok. Bapak kenapa mogok? Karena apa? Kita punya gajinya tidak sesuaikan. Sesuaikan kita pun permintaan itu sekarang dalam itu yang karena ikut mogok ke sini. Di perkampungan karyawan ini tabuni tak mogok kerja sendiri. I sudah wawancara pasang karyawan karyawan berproduksi betulang terbuka kan tahu ini produksi produksi hari ini satu satu kali angkut trek dari Nua Magai yang bekerja di tambang terbuka Grasberg juga diam di rumah sesekali ia berdiskusi dengan para pengurus serikat pekerja kenapa katanya Pak itu dieselnya rusa Sudah 11 tahun Magai bekerja sebagai sopir truk dengan gaji pokok Rp3,4 juta per bulan untuk menghidupi dua anak. Magai adalah salah satu pengemudi Cater Pillar Hall Truck berkapasitas 320 m ton. [Musik] Tapi ini lihat rumah kan aduh macam rumah PK rumah trans begini tak kita kecewa banyak nyamuk beli rawa-rawa macam rumah ini macam seperti itu kan kita agak low kita ini bawa truk tambang terbesar di tambah terbuka di atas itu alat bukan begini apalagi kita kerja itu bukan pagi saja boleh tapi ini siang malam ya toh seperti itu. kita rasakan mata rumah begini kan kita banyak pikiran mata di kita kan ingat seperti itu Pak jadi waktu kita sudah karyawan sudah bicara bahwa harus rumah itu seperti Kuala Kencana ini harus bangun Kuala Dua tahu-tahu begini rumah ini langsung begini langsung diusir dari tembagapura dibanding gini lama dari tembagaura semua user turun artinya turun sudah rumah sudah bagus tahu-tahu kita masuk begini rumah ini bukan di Kuala seperti Kuala kan perintaan kita tidak Pak jadi itu ya mungkin kita juga mungkin dulu macan kecewa lihat kitobu kantang-kantang seperti ini air juga tidak bagus toh jadi orangnya banyak saki-sak banyak sudah almaralon [Musik] e [Musik] Pemogokan dimulai pada 15 September 2011. Rekaman video amatir ini menunjukkan detik-detik saat mereka meninggalkan alat kerja masing-masing di ketinggian 4.000 m dan melakukan longg. Tak ada aksi anarkistis atau pengerusakan. Para karyawan bahkan mencatat dan memotret posisi terakhir alat-alat kerja yang mereka tinggalkan. [Musik] Untuk itu sekali lagi saya instruksikan amanat dari ketua kita untuk tidak mengkonsumsi minuman beralkohol membawa senjata tajam. Siap. [Musik] Buka jalan, buka jalan. Oke, buka jalan. Buka jalan. Mari kita sambut ketua kitaung. Kita sekarang mencari suatu keadilan. Betul. Ya, segala cara kita tempuh, tapi semua pintu ditutup. Kita kembalikan hukum yang tertinggi. Hukum yang tertinggi adalah hati nurani kita. Pemokokan ini dilakukan setelah 37 hari berunding dengan manajemen dan menemui jalan buntu. [Tepuk tangan] Para pekerja menuntut kenaikan upah dari 3,5 dolar menjadi 7,5 amerika per jam. [Tepuk tangan] Bekerja sejahtera yang luar biasa. Amin. Tapi permintaan karyawan ditolak. PT Freeport Indonesia hanya menyanggupi kenaikan maksimal 25% dari gaji pokok. Di situ kami buat apa ee himbauan untuk memilih perusahaan memberikan 22% ya kenaikan dari basic. Ah, tapi kami serahkan kembali kepada Flor apakah menerima seperti itu. menolak menolak dengan memberikan alasan bahwa kenaikan 22% itu tidak sebanding dengan ee keuntungan perusahaan, tidak sebanding dengan resiko kerja, tidak sebanding dengan iklim yang ada, tidak sebanding dengan apa inflasi, defisit segala. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Bapa jangan biarkan kabut celana dan dosa [Musik] melebihi kuasa-Mu. Tuduklah Tuhan luas ada di tanah-Mu. Tugkanlah Tuhan agar kami dapat mengerti dan mengerti besar kuasa-Mu. Jenjang karyawan di Freeport dibagi hingga 24 kategori dari F1 hingga A5. Bandingkan dengan pegawai negeri yang hanya memiliki 17 kategori. 24 kategori ini hanya untuk karyawan dan belum termasuk jenjang manajemen. Bandingkan lagi dengan kepangkatan di tentara yang hanya 22 kategori dari prajurit hingga jenderal. Gaji pokok terendah pada tahun 2010 untuk golongan F1 adalah 3,3 juta dan tertinggi untuk golongan A5 adalah Rp5,5 juta. Dengan 24 kategori seperti ini, perbedaan gaji antar golongan tak lebih dari Rp200.000. J Sudiro sang ketua SPSI misalnya butuh 17 tahun untuk meniti karir dari golongan C1 yang bergaji pokok 3,7 juta hingga posisi A5 dengan gaji R5,5 juta per bulan. Lampu Lampung saya A5 cuma dibayar 3,5 per jam dengan orang yang datang dari luar itu mungkin di atas 100 juta seperti itu. Jadi kalau diambilkan per bulan cuma kami dapat 5,5 juta. Kalau ada lebihnya itu karena kami dipaksa untuk lembur kembali sampai di rumah itu jam 09.00 malam. Di sisi lain, total pendapatan pimpinan Freeport di Amerika, James Movet mencapai 36 juta dolar per tahun atau rata-rata Rp27 miliar per bulan. [Musik] Akumulasi kekecewaan inilah yang menggerakkan 8.000 karyawan Freeport memblokade jalan masuk ke areal pertambangan di MIL 26 [Musik] dan MIL 28. [Musik] Siang dan malam, para karyawan bergiliran menjaga titik blokade agar perusahaan tambang emas terbesar di dunia ini tak leluasa beroperasi. [Musik] Siap. Saya siap salah jalan jalan. [Musik] Jadi karyawan juga yang mau naik-naik yang tidak tidak juga begitu. Jadi kita semua aman karyawan juga semua yang mau naik naik tidak kita tidak paksa. Jadi untuk masalah keamanan keamanan jadi kita merepotkan keamanan juga [Musik] naik naik naik bawa dia jangan dipukul jangan jangan jalan jalan mari mari mari omri om baas Woi, woi, woi, woi. [Musik] Naik naik, naik. Sudah gua lain mau pilih apa lain? Sabar apa? Sabar apa? Kalau [Musik] sudah jangan pukul ingat. Jangan pukul ingut. boleh. Dengarkan saudara-saudara, komando saya dengan tegas ialah gagalkan. Hei seluruh rakyat Indonesia, gagalkan pendirian negara Papua itu. Apa komando saya lagi? Hei seluruh rakyat Indonesia, kibarkan bendera sang merah putih di Papua, di negara di Ian Barat itu. 4 8 10 11 12 [Musik] sebagai ketua presiden [Musik] Hup! [Musik] Saya memutuskan untuk menyatakan berhenti. [Musik] Para karyawan berkumpul di rumah Sudir. untuk menjaga sang ketua dari hal-hal yang tak diinginkan. Sebab pemogokan ini bukannya tak makan korban. Semua keputusan juga semua ada sama Moped. Iya betul. Kita ini hanya yang menduduk saja. Duduk. Tidak ada yang bikin sesuatu. Jadi minta tenang. Tenang di mana? Kalau mau kasih naik naik. 10 Oktober 2011 di MIL 26 atau yang dikenal sebagai terminal gorong-gorong Timika. Seribuan karyawan yang berunjuk rasa dihadapi dengan senjata. [Tepuk tangan] lagi [Tepuk tangan] roll gol [Tepuk tangan] dulu foto seorang karyawan perusahaan kontraktor yang ikut Berunjuk rasa Petrus tewas akibat peluru tajam. Tolong katakan yang benar tajamur sabar sabar sem kami hanya menuntut keadilan kesejahteraan karyawan. Kami bukan penjahat. Kenapa kami ditembak? Kenapa digunakan peluru seperti ini? Allahu Akbar. Kami tidak berbuat onat, Pak. Kami sebagai warga negara Republik Indonesia, kami hanya meminta kesejahteraan bagi warga negara Republik Indonesia. Di manakah kesejahteraan itu? Kenapa kami ditindak? Kenapa kami punya rekan-rekan sebagai pekerja? Warga Republik Indonesia memberikan kontribusi terbesar untuk banyak negara. Kenapa ditembak bagaikan binatang? [Musik] selalu [Musik] kasus ini memperburuk keadaan apalagi beberapa hari kemudian salah seorang karyawan yang terluka, Leo Wandagao meninggal dunia [Tepuk tangan] [Musik] Mari kita di dalam sini dan juga jangan datang dan pulang. Mari datang langsung duduk sini 24 jam tidak boleh datang baru tinggal lihat saja langsung pulang tidak boleh. Mari bersama kami ini paling penting. Jadi teman-teman saya mengajak untuk khususnya karyawan datang kami duduk sama-sama di sini. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] Risiko mati tak hanya dialami karyawan yang mogok, tapi juga mereka yang memilih tetap bekerja. [Musik] Inilah foto-foto korban penembak gelap yang terjadi secara beruntun hanya dalam 2 bulan terakhir. Meski terjadi berturut-turut, para pelakunya tak kunjung terungkap. Apalagi ongkos mengamankan Freeport tidak murah dan menimbulkan kontroversi. Dalam laporan keuangannya, Freeport menyatakan telah mengeluarkan jutaan dolar Amerika setiap tahun untuk aparat keamanan Indonesia. [Musik] Video ini direkam karyawan Freeport yang terjebak dalam sebuah kontak senjata antara penyerang dan para pengawal. [Musik] Aduh aman. Maju maju bukan maju maju maju maju maju. Pak syukur yang kita takut habis sudah bilang atau tidak sejauh ini belum ada penyerang yang benar-benar terungkap jati dirinya. Meski di kalangan jurnalis beredar video amatir seperti ini. [Musik] kosong [Tepuk tangan] A tentang organisasi Papua Merdeka OPM relatif mudah diperoleh. Tak jelas benar apakah ini bagian dari propaganda eksistensi OPM atau justru menjual OPM sebagai ancaman sehingga kehadiran polisi dan tentara tetap dibutuhkan. Tengi baran, ledakan-ledakan, aksi-aksi ee demo, kampanye, kemudian serangan. Jadi saya pikir aksi ini sudah berjalan lama. bukan saja di Timika, akan tetapi di seluruh dataran Papua Barat oleh masyarakat yang ingin mau melepaskan diri dari bangsa Republik Indonesia. Kami selaku anak buah tuan kami Panglima Jenderal Kelian bersiap untuk mengganggu fasilitas perusahaan PTSI karena menuntut hak kemerdekaan dan kami pasukan melakukan aksi penembakan ini sesuai dengan surat PO yang dikeluarkan oleh panglima kami. Jangan berasa beralasan politik bahwa dibilang orang tak dikenal teroris dan lain-lain. Sebab semua itu sesuai dengan yang sudah dikeluarkan PO tersebut. Jangan berpikir bahwa kami undur atau bahkan menyerah, tapi kami tetap mempertahankan sampai NKRI membicarakan mengenai kemerdekaan Papua Barat. Dan jangan berpikir pula kami mau undur dari penembakan ini. Tidak, kami tetap mengacurkan areal perusahaan fasilitas tripot. Bahkan kami putuskan jalan raya dan kami terus mengeluarkan tembakan sampai masalah Papua merdeka harus dituntaskan. Kita sudah tahu semua bahwa Freeport ini adalah aset negara dan pemasuk pajak cukup besar untuk bangsa dan negara Indonesia ini. Mohon tindak secara tegas semua pihak yang mau mengganggu keamanan. Kesah harapan kami untuk berlindung di bawah keamanan, perlindungan Bapak-bapak yang duduk di pemerintahan, di daerah-daerah yang lain merasa aman, nyaman, damai, dan sejahtera. Kami mohon ee mungkin Bapak ee Presiden untuk turun tangan karena apa? Selama ini kegelisahan kami semakin merasa tidak enak sekali tinggal di sini. Bapa tolonglah diperhatikan kami di sini. Kami saya suami saya saya merasa terancam sekali. Saya mohon untuk Bapak SBY untuk melihat ke TIIKA di sini. [Musik] Ibu-ibu juga yang lain sangat resa yang mereka suami-suaminya yang ada kerja di tanggul saat kejadian penembakan itu suaminya ada di situ juga. Dan mereka bilang, "Bagaimana, Bu? Kayaknya saya kalau suami saya kerja hati-hati ya, Pak. Kami merasa tidak aman sekali dengan kejadian-kejadian apa yang telah terjadi di sini. Setelah 25 tahun bekerja, Sugeng Adi Mulyanto pensiun pada tahun 2006 dengan gaji pokok terakhir Rp3,6 juta. Tapi yang membuatnya kecewa adalah urusan uang pensiun. dikatakan pada tahun 1995, Sugeng dipindahkan dari Freeport ke perusahaan hasil privatisasi PT Kuala Pelabuhan Indonesia atau KP ini dari depan ini saat dipindah Sugeng yang telah bekerja 14 tahun di Freeport menerima R juta yang disebut sebagai bonus privatisasi bukan pesangon bukan pula uang pensiun dengan begitu ia yakin bahwa masa kerjanya di Freeport tetap dihitung sehingga akan menerima uang pensiun yang layak dari perusahaan yang baru. Tapi ketika masa pensiun tiba, PTKPI ternyata tak menghitung 14 tahun masa kerjanya di Freeport dan hanya menghitung 11 tahun terakhir. Karena masa kerja di Freeport yang dulu itu tidak dihitung. perusahaan yang baru apa yang kita ikuti itu dia mengingkari janji walaupun ada perjanjian kerja di situ tapi dia tidak mau membayar. Jadi apa namanya ee kita itu dibohongin. Saya sudah berusaha sampai ke ee pengajian industrial sampai ke mahkamah. Bagaimana sekarang sudah mah apa macam mafia hukum jadi kita sudah susah. [Musik] Sugeng tak sendiri. Para pensiunan seangkatannya mengalami hal serupa. Jadi bunyinya ee apa? Uangu uang bonus privatisasi. Setelah 1 tahun kita kerja, maka surat itu diganti lagi katanya di dibetulin. Itu salah. Ada yang salah. Nah, tahu-tahunya kita lihat bunyinya begini baca menjadi e manfaat pensiun. Ya, jadi bukan dibenarkan tapi di dirugikan. Kita dinyatakan dalam e surat bahwa itu adalah bonus privatisasi bukan uang pensiun. Jadi memang dari dulu ini sistem manajemen bangsa kita sendiri yang tinggi-tinggi jabatannya di dalam perusahaan Pipot ini yang menindis si karyawannya atau anak buahnya. Kita juga tanyakan itu masalah kenapa hanya kita pensiun 10 tahun sedangkan saya kerja 30 tahun lebih. Seharusnya saya dibayar eh 30 tahun masa kerja, 30 tahun lebih, tetapi saya hanya dibayar 9 tahun. [Musik] [Tertawa] [Musik] Dan Kapitarau yang telah bekerja 16 tahun juga mengalami hal yang sama. Umur berapa di [Musik] yang saya tahu tuh R juta itu uang pensiun atau bonus privatisasi? Privatisasi. Kini bekas sopir kontainer itu mendiami rumah papan di belakang pertokoan kota Timika. Mudah-mudahan saja [Tepuk tangan] [Musik] ini kandang ayamnya kita baru kandang ayam. Jadi kandang ayamnya ini sekarang isinya berapa, Pak Dan? Iya. Berapa ekor sekarang izinnya? Ee sudah ada 20. Sudah lebih. Sudah lebih 20. Tapi kebetulan ada penyakit lagi sampai 15. Ini ayam kampung atau ayam ini? Ayamok. Campur bedanya apa? Kalau ayam bangkok, ayam kampung, ayam filipin. Ayam filipin bagaimana? Ya, itu kalau ayam filipin itu ada hobinya juga. Itu untuk untuk aduan. Iya, untuk adu. Oh, jadi kalau Bangkok dengan Filipin untuk aduan ya? Iya. Oh, ya. Terus yang kos-kosannya mana? Ada kosalnya belum ini baru mau diusaha ini. Oh, baru baru diusahakan. Ini lahannya sudah tersedia. Iya, lahannya sudah tersedia. Cuma ininya apa namanya? Ini yang belum dananya yang belum siap. I dananya yang belum siap. Iya. Iya. [Musik] Para pensiunan juga merasa dirugikan perihal pembagian saham karyawan. Pada 1989, Freeport membagikan saham untuk beberapa karyawan yang konon bisa dicairkan. ketika mereka pensiun. Tapi saat pensiun tiba, saham-saham ini tak laku lagi. Tetapi pada saat saya pensiun, saya mau kembalikan ini, kami ditolak. Jadi ee ya saat ini kami minta ini supaya dibayarkan karena ini ya ini peraturannya perusahaan saham ini ya. Ini ini kan ada ini unit pengaji saham. saham ini sekarang ini dikembalikan ke setelah kita pensiun dikembalikan ke freeport tidak mau bayar katanya sudah dibayar tetapi kita belum merasa menerima saya mau katakan pengadilan dibayar sama Freeport itu aja kasih tahu hakim siapa ini saya masih ada ini saya sakit hati saya terus [Musik] Omong kosong ageng-ageng di Indonesia kosong tipu semua. [Musik] Kalau dia bilang, dia bertanya, "Oh, ini buktinya kamu sudah dibayar." Hak. Iya toh. Iya, betul. Hakim harus tanya. Kau bilang kau sudah bayar, buktinya mana? Eh iya toh itu tidak benah hakim. Jadi sekarang itu saya sakit hati. Betul Pak Nusi. Pak Nusi sekarang masih menyimpan semua toh data-data saya masih simpan. Masih yang asli ada ya. Saya masih simpan semua. [Musik] Ya, kalau mau harap ini saja saya pikir ya kalau untuk makan sehari-hari bisa. Tapi kalau lebih dari itu susah. Susah ya. Ini juga kadang-kadang ya satu hari itu ya lakunya sedikit sekali. Tapi karena keadaan terpaksa ya mau mencari apa lagi? Saya sudah tua ya. Dulu saya kerja itu tujuan saya e kerja sampai pensiun. Tujuan saya untuk supaya masa depan saya itu cerah untuk ada modal. Tapi ternyata setelah pensiun ya mau bagai uang yang ada itu susah sekali ya. Apalagi untuk usaha. Jadi kalau saya tidak bisa, kalau saya tidak ambil uang tambahan di bank ya tidak bisa e jualan seperti ini. [Musik] tidak tur tetapi penyakitnya bukan dan melihat ada pasti makalah makalah sana 2013 2014 tahun 2014 sekali lagi dengan izin Allah subhanahu wa taala yang terakhir tapi mundur lagi supaya biar kelihatan pada prinsipnya pertama kami tidak mau segala sesuatu jadi rumyam dalam arti semua pihak bertahan bertahan dengan tidak dasar argumen dalam hal ini seperti yang sekarang dilakukan oleh manajemen. Oleh sebab itu, kami sangat ee berharap pihak-pihak yang berkepentingan di negara ini bagaimana melihat kondisi ini. Karena Freeport merupakan salah satu bital nasional juga termasuk penghasil devisa kepada negara. Ini yang kami maksud supaya petinggi-petinggi pimpinan negara ini melihat situasi seperti demikian sehingga bagaimana mencari solusi yang baik. Karena kami yakin dengan pendapatan kami yang naik, otomatis pajak kami juga akan naik. [Musik] pada hari di mana karyawan Freeport Mogok dan para penembak gelap di Timika masih leluasa. Kekerasan lain terjadi di Jayapura. [Musik] Perkembangan situasi adanya mau diadakannya konferensi tiga di Papua ini. Saya harapkan saya harapkan untuk pelaksanaan tugas nanti dilaksanakan dengan secara maksimal. Apa yang saya perintahkan, apa yang nanti kan kalian perintahkan, kalian laksanakan. Tidak ada yang nyeneh, tidak ada yang aneh-aneh. Jaga kondisi, jaga kesehatan kalian. [Tepuk tangan] Selamat [Musik] melaksanakan kongresif rakyat bangsa Papua di negeri Papua Barat. Semoga kita sukses karena kuasanya. Sekian dan terima kasih. Inilah peserta kita penarifari dari Manapari yang akan membawakan untuk segera acara. [Musik] Untuk itu sekali lagi untuk peserta rakyat Papua Barat tangan [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] deklarasi bangsa Papua di negeri Papua Barat. [Tepuk tangan] Pada hari ini, Rabu tanggal 19 Oktober tahun dalam kongres ketiga bangsa Papua di negeri Papua Barat. Secara resmi kami mendeklarasikan a bahwa bangsa Papua di negeri Papua Barat telah menyatakan kemerdekaan secara bertahap sejak 19 Oktober 1961 dan mendapat legitimasi dari pemerintah Netherland New Gunia. [Tepuk tangan] Oh, ini orang op angkat lihat kiri lihat kananat [Musik] lihat temanat teman [Musik] diar di luuar [Musik] halo bang hal nih telepon balik [Musik] telepon balik saya [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] HP-pi keluar HP-HP. Cepat cepat cepat cepat cepat cepat cepat cepat cepat naik [Musik] tidak semua rekaman kekerasan bisa Anda saksikan Dua kaset kami diita aparat keamanan yang kami buntuti terus sampai akhirnya dikembalikan. [Musik] Setelah kami periksa, isinya hanya sampai di bagian ini. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Aku [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] siang tindakan sebetulnya kan sudah berapa kali dibahas di sudar pejuang Guru Freiport biar ini tetap berjalan dan perjuangan sini nyambung. Aku tawarkan minggu depan kita. Revolusi, revolusi, revolusi, revolusi, revolusi, revolusi. Sekali lagi saya atas nama masyarakat PUA menyampaikan terima kasih atas solidaritas teman-teman dan kita tidak boleh berhenti melakukan perlawanan terhadap tripnya dengan saya [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] merdeka merdeka. Anda sedang menikmati pembangunan di republik ini. Hasil dari mana? Hasil dari Freipot. Freipot itu ada di mana? Bukan di Pulau Jawa. ada di timika di tanah perempuan harus pahami itu dan sadari itu. Siang ini saya menyatakan kepada saudara-saudara pada khususnya itu stop sudah bunuh kami di Papua. Kami ingin bebas ya. Kami tidak butuh segala-galanya. Kami tidak butuh pembangunan. Kami ingin bebas di negeri kami. Jangan lagi kami ditindas. Betul. Betul. Orlando kalau ada di sini atau dia ada di mana, sembunyi di mana karena kami orang Papua dia harus berhadapan dengan kami. Jangan sembunyi lalu bikin statement tidak boleh ya kami akan minta untuk report ditutup itu daerah kami dan itu tanah kami. Seperti itu. Tolong aparatif di areal Freeport maupun yang ada di Papua segera ditarik. Kosongkan bumi Papua. Ketika mereka tetap berkeliaran mencari makan di Papua sama dengan kambing, maka terus kejadian terus akan terjadi di Papua. Seperti itu. Tidak akan aman. Mereka yang melakukan penembakan di areal Freeport lalu bilang separatis, bilang ini kelompoknya ini, ini kelompoknya ini. Siapa yang pegang senjata? Kalian yang pegang kok. Ini jalan-dek lewat untuk bawa material bu material tanah buang di tempat pembuangan akhir atau dam namanya. Hai anak-anakku, inilah kondisi di mana papa cari. Sekolah yang baik. Apa sayang kalian dan semua keluarga [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]