Transcript
x3OWOu88BhY • ALKINEMOKIYE - FROM STRUGGLE DAWNS NEW HOPE
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0009_x3OWOu88BhY.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Sekarang ini saya di permukaan
atau di ketinggian
4.000
meter dari permukaan laut.
Inilah
tambang rasber
yang mana di sini
lahan atau ladangnya PT Freport
Indonesia.
Nah, ini lubangnya
tempat pengambilan tambang emas dan
tembaga
Freeport Indonesia. Asep. Selamat pagi.
Nah, inilah yang dibilang dinding
Karten.
Nah, ini jalan tektek lewat untuk bawa
material buang material tanah buang di
tempat pembuangan akhir atau dam
namanya.
Hai anak-anakku,
inilah kondisi
di mana papa cari uang.
Sekolah yang baik
apa sayang kalian dan semua keluarga
Yeah.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Sudah 1 bulan lebih Etinus Tabuni
tinggal di rumah di Kampung Utikini
Baru, Kabupaten Mimika.
Tabuni adalah satu dari 8.000 karyawan
Freeport yang mogok kerja sejak 15
September 2011.
Operator alat berat di tambang bawah
tanah ini setiap bulan menerima
pendapatan kotor Rp8 juta dipotong
cicilan kredit R juta per bulan.
Tapi biaya hidup di Papua cukup tinggi
untuk ditandingi.
I sekarang saya sudah mogok. Bapak
kenapa mogok? Karena apa? Kita punya
gajinya tidak sesuaikan.
Sesuaikan kita pun permintaan
itu sekarang dalam itu yang karena ikut
mogok ke sini.
Di perkampungan karyawan ini tabuni tak
mogok kerja sendiri.
I sudah wawancara pasang karyawan
karyawan berproduksi betulang terbuka
kan tahu ini
produksi produksi hari ini satu satu
kali angkut trek dari Nua Magai yang
bekerja di tambang terbuka Grasberg juga
diam di rumah
sesekali ia berdiskusi dengan para
pengurus serikat pekerja kenapa katanya
Pak itu dieselnya rusa
Sudah 11 tahun Magai bekerja sebagai
sopir truk dengan gaji pokok Rp3,4 juta
per bulan untuk menghidupi dua anak.
Magai adalah salah satu pengemudi Cater
Pillar Hall Truck berkapasitas 320 m
ton.
[Musik]
Tapi ini lihat rumah kan aduh macam
rumah PK rumah trans begini tak kita
kecewa banyak nyamuk beli rawa-rawa
macam rumah ini macam seperti itu kan
kita agak low kita ini bawa truk tambang
terbesar di tambah terbuka di atas itu
alat bukan begini
apalagi kita kerja itu bukan pagi saja
boleh tapi ini siang malam ya toh
seperti itu. kita rasakan mata rumah
begini kan kita banyak pikiran mata di
kita kan ingat seperti itu Pak jadi
waktu kita sudah karyawan sudah bicara
bahwa harus rumah itu seperti Kuala
Kencana ini harus bangun Kuala Dua
tahu-tahu begini rumah ini langsung
begini langsung diusir dari tembagapura
dibanding gini lama dari tembagaura
semua user turun artinya turun sudah
rumah sudah bagus tahu-tahu kita masuk
begini rumah ini bukan di Kuala seperti
Kuala kan perintaan kita tidak Pak jadi
itu ya mungkin kita juga mungkin dulu
macan kecewa lihat kitobu
kantang-kantang seperti ini air juga
tidak bagus toh jadi orangnya banyak
saki-sak banyak sudah almaralon
[Musik]
e
[Musik]
Pemogokan dimulai pada 15 September
2011.
Rekaman video amatir ini menunjukkan
detik-detik saat mereka meninggalkan
alat kerja masing-masing di ketinggian
4.000 m dan melakukan longg.
Tak ada aksi anarkistis atau
pengerusakan.
Para karyawan bahkan mencatat dan
memotret posisi terakhir alat-alat kerja
yang mereka tinggalkan.
[Musik]
Untuk itu sekali lagi saya instruksikan
amanat dari ketua kita untuk tidak
mengkonsumsi minuman beralkohol membawa
senjata tajam. Siap.
[Musik]
Buka jalan, buka jalan.
Oke, buka jalan. Buka jalan. Mari kita
sambut ketua kitaung.
Kita sekarang mencari suatu keadilan.
Betul. Ya,
segala cara kita tempuh,
tapi semua pintu ditutup.
Kita kembalikan hukum yang tertinggi.
Hukum yang tertinggi adalah hati nurani
kita.
Pemokokan ini dilakukan setelah 37 hari
berunding dengan manajemen dan menemui
jalan buntu.
[Tepuk tangan]
Para pekerja menuntut kenaikan upah dari
3,5 dolar menjadi 7,5 amerika per jam.
[Tepuk tangan]
Bekerja sejahtera
yang luar biasa. Amin. Tapi permintaan
karyawan ditolak. PT Freeport Indonesia
hanya menyanggupi kenaikan maksimal 25%
dari gaji pokok. Di situ kami buat apa
ee himbauan untuk memilih
perusahaan memberikan 22%
ya kenaikan dari basic.
Ah, tapi kami serahkan kembali kepada
Flor apakah menerima
seperti itu.
menolak menolak
dengan memberikan alasan bahwa kenaikan
22% itu tidak sebanding dengan ee
keuntungan perusahaan,
tidak sebanding dengan resiko kerja,
tidak sebanding dengan iklim yang ada,
tidak sebanding dengan apa inflasi,
defisit segala.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Bapa jangan biarkan
kabut celana dan dosa
[Musik]
melebihi
kuasa-Mu.
Tuduklah
Tuhan luas
ada di tanah-Mu.
Tugkanlah
Tuhan
agar kami dapat mengerti
dan mengerti
besar kuasa-Mu.
Jenjang karyawan di Freeport dibagi
hingga 24 kategori
dari F1 hingga A5.
Bandingkan dengan pegawai negeri yang
hanya memiliki 17 kategori.
24 kategori ini hanya untuk karyawan dan
belum termasuk jenjang manajemen.
Bandingkan lagi dengan kepangkatan di
tentara yang hanya 22 kategori dari
prajurit hingga jenderal.
Gaji pokok terendah pada tahun 2010
untuk golongan F1 adalah 3,3 juta dan
tertinggi untuk golongan A5 adalah Rp5,5
juta.
Dengan 24 kategori seperti ini,
perbedaan gaji antar golongan tak lebih
dari Rp200.000.
J
Sudiro sang ketua SPSI misalnya butuh 17
tahun untuk meniti karir dari golongan
C1 yang bergaji pokok 3,7 juta hingga
posisi A5 dengan gaji R5,5 juta per
bulan. Lampu Lampung
saya A5 cuma dibayar 3,5 per jam dengan
orang yang datang dari luar itu mungkin
di atas 100 juta seperti itu. Jadi kalau
diambilkan per bulan cuma kami dapat 5,5
juta.
Kalau ada lebihnya itu karena kami
dipaksa untuk lembur kembali sampai di
rumah itu jam 09.00 malam.
Di sisi lain, total pendapatan pimpinan
Freeport di Amerika, James Movet
mencapai 36 juta dolar per tahun atau
rata-rata Rp27 miliar per bulan.
[Musik]
Akumulasi kekecewaan inilah yang
menggerakkan 8.000 karyawan Freeport
memblokade jalan masuk ke areal
pertambangan di MIL 26
[Musik]
dan MIL 28.
[Musik]
Siang dan malam, para karyawan
bergiliran menjaga titik blokade agar
perusahaan tambang emas terbesar di
dunia ini tak leluasa beroperasi.
[Musik]
Siap. Saya siap salah
jalan jalan.
[Musik]
Jadi karyawan juga yang mau naik-naik
yang tidak tidak juga begitu. Jadi kita
semua aman karyawan juga semua yang mau
naik naik tidak kita tidak paksa. Jadi
untuk masalah keamanan keamanan jadi
kita merepotkan keamanan juga
[Musik]
naik naik naik
bawa dia jangan dipukul jangan jangan
jalan jalan mari mari mari omri om baas
Woi, woi, woi, woi.
[Musik]
Naik
naik, naik.
Sudah gua lain mau pilih apa lain?
Sabar apa? Sabar apa? Kalau
[Musik]
sudah jangan pukul ingat. Jangan pukul
ingut.
boleh.
Dengarkan saudara-saudara,
komando saya dengan tegas ialah
gagalkan. Hei seluruh rakyat Indonesia,
gagalkan pendirian negara Papua itu.
Apa komando saya lagi? Hei seluruh
rakyat Indonesia, kibarkan bendera sang
merah putih di Papua, di negara di Ian
Barat itu.
4 8 10 11 12
[Musik]
sebagai ketua presiden
[Musik]
Hup!
[Musik]
Saya memutuskan
untuk menyatakan berhenti.
[Musik]
Para karyawan berkumpul di rumah Sudir.
untuk menjaga sang ketua dari hal-hal
yang tak diinginkan.
Sebab pemogokan ini bukannya tak makan
korban.
Semua keputusan juga
semua ada sama Moped. Iya betul. Kita
ini hanya yang menduduk saja.
Duduk. Tidak ada yang bikin sesuatu.
Jadi
minta tenang. Tenang di mana? Kalau mau
kasih naik naik. 10 Oktober 2011 di MIL
26 atau yang dikenal sebagai terminal
gorong-gorong Timika. Seribuan karyawan
yang berunjuk rasa dihadapi dengan
senjata.
[Tepuk tangan]
lagi
[Tepuk tangan]
roll
gol
[Tepuk tangan]
dulu foto
seorang karyawan perusahaan kontraktor
yang ikut Berunjuk rasa Petrus
tewas akibat peluru tajam.
Tolong katakan yang benar tajamur sabar
sabar sem kami hanya menuntut keadilan
kesejahteraan karyawan. Kami bukan
penjahat. Kenapa kami ditembak? Kenapa
digunakan peluru seperti ini? Allahu
Akbar. Kami tidak berbuat onat, Pak.
Kami sebagai warga negara Republik
Indonesia, kami hanya meminta
kesejahteraan bagi warga negara Republik
Indonesia. Di manakah kesejahteraan itu?
Kenapa kami ditindak?
Kenapa kami punya rekan-rekan sebagai
pekerja? Warga Republik Indonesia
memberikan kontribusi terbesar untuk
banyak negara. Kenapa ditembak bagaikan
binatang?
[Musik]
selalu
[Musik]
kasus ini memperburuk keadaan apalagi
beberapa hari kemudian salah seorang
karyawan yang terluka, Leo Wandagao
meninggal dunia
[Tepuk tangan]
[Musik]
Mari kita di dalam sini
dan juga jangan datang dan pulang. Mari
datang langsung duduk sini 24 jam tidak
boleh datang baru tinggal lihat saja
langsung pulang tidak boleh.
Mari bersama kami ini paling penting.
Jadi teman-teman saya mengajak untuk
khususnya karyawan datang kami duduk
sama-sama di sini.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
Risiko mati tak hanya dialami karyawan
yang mogok, tapi juga mereka yang
memilih tetap bekerja.
[Musik]
Inilah foto-foto korban penembak gelap
yang terjadi secara beruntun hanya dalam
2 bulan terakhir.
Meski terjadi berturut-turut, para
pelakunya tak kunjung terungkap. Apalagi
ongkos mengamankan Freeport tidak murah
dan menimbulkan kontroversi.
Dalam laporan keuangannya, Freeport
menyatakan telah mengeluarkan jutaan
dolar Amerika setiap tahun untuk aparat
keamanan Indonesia.
[Musik]
Video ini direkam karyawan Freeport yang
terjebak dalam sebuah kontak senjata
antara penyerang dan para pengawal.
[Musik]
Aduh aman.
Maju maju bukan maju maju maju maju
maju. Pak syukur yang kita takut
habis sudah bilang atau tidak
sejauh ini belum ada penyerang yang
benar-benar terungkap jati dirinya.
Meski di kalangan jurnalis beredar video
amatir seperti ini.
[Musik]
kosong
[Tepuk tangan]
A
tentang organisasi Papua Merdeka OPM
relatif mudah diperoleh.
Tak jelas benar apakah ini bagian dari
propaganda eksistensi OPM atau justru
menjual OPM sebagai ancaman sehingga
kehadiran polisi dan tentara tetap
dibutuhkan. Tengi baran,
ledakan-ledakan,
aksi-aksi
ee demo,
kampanye,
kemudian serangan.
Jadi saya pikir aksi ini sudah berjalan
lama. bukan saja di Timika, akan tetapi
di seluruh dataran Papua Barat oleh
masyarakat yang ingin mau melepaskan
diri dari bangsa Republik Indonesia.
Kami selaku
anak buah tuan kami Panglima Jenderal
Kelian bersiap untuk mengganggu
fasilitas perusahaan PTSI karena
menuntut hak kemerdekaan dan kami
pasukan
melakukan aksi penembakan ini sesuai
dengan surat PO yang dikeluarkan oleh
panglima kami.
Jangan berasa beralasan politik bahwa
dibilang orang tak dikenal teroris dan
lain-lain. Sebab semua itu sesuai dengan
yang sudah dikeluarkan
PO tersebut.
Jangan berpikir bahwa kami undur atau
bahkan menyerah, tapi kami tetap
mempertahankan sampai NKRI
membicarakan mengenai kemerdekaan Papua
Barat. Dan jangan berpikir pula kami mau
undur dari penembakan ini.
Tidak, kami tetap mengacurkan areal
perusahaan fasilitas tripot. Bahkan kami
putuskan jalan raya dan kami terus
mengeluarkan tembakan sampai masalah
Papua merdeka harus dituntaskan.
Kita sudah tahu semua bahwa Freeport ini
adalah aset negara dan pemasuk pajak
cukup besar untuk bangsa dan negara
Indonesia ini.
Mohon tindak secara tegas semua pihak
yang mau mengganggu keamanan.
Kesah harapan kami untuk berlindung
di bawah keamanan, perlindungan
Bapak-bapak yang duduk di pemerintahan,
di daerah-daerah yang lain merasa aman,
nyaman, damai, dan sejahtera. Kami mohon
ee mungkin Bapak ee Presiden untuk turun
tangan
karena apa? Selama ini kegelisahan kami
semakin
merasa tidak enak sekali tinggal di
sini. Bapa tolonglah diperhatikan kami
di sini.
Kami saya suami saya saya
merasa terancam sekali.
Saya mohon untuk Bapak SBY untuk melihat
ke TIIKA di sini.
[Musik]
Ibu-ibu juga yang lain sangat resa yang
mereka suami-suaminya yang ada kerja di
tanggul saat kejadian penembakan itu
suaminya ada di situ juga. Dan mereka
bilang, "Bagaimana, Bu? Kayaknya saya
kalau suami saya kerja hati-hati ya,
Pak. Kami merasa tidak aman sekali
dengan kejadian-kejadian apa yang telah
terjadi di sini.
Setelah 25 tahun bekerja, Sugeng Adi
Mulyanto pensiun pada tahun 2006 dengan
gaji pokok terakhir Rp3,6 juta.
Tapi yang membuatnya kecewa adalah
urusan uang pensiun. dikatakan pada
tahun 1995,
Sugeng dipindahkan dari Freeport ke
perusahaan hasil privatisasi PT Kuala
Pelabuhan Indonesia atau KP ini dari
depan ini
saat dipindah Sugeng yang telah bekerja
14 tahun di Freeport menerima R juta
yang disebut sebagai bonus privatisasi
bukan pesangon bukan pula uang pensiun
dengan begitu ia yakin bahwa masa
kerjanya di Freeport tetap dihitung
sehingga akan menerima uang pensiun yang
layak dari perusahaan yang baru.
Tapi ketika masa pensiun tiba, PTKPI
ternyata tak menghitung 14 tahun masa
kerjanya di Freeport dan hanya
menghitung 11 tahun terakhir.
Karena masa kerja di Freeport yang dulu
itu tidak dihitung. perusahaan yang baru
apa yang kita ikuti itu dia mengingkari
janji walaupun ada perjanjian kerja di
situ tapi dia tidak mau membayar.
Jadi apa namanya
ee kita itu dibohongin. Saya sudah
berusaha sampai ke ee pengajian
industrial sampai ke mahkamah. Bagaimana
sekarang sudah mah apa macam mafia
hukum jadi kita sudah susah.
[Musik]
Sugeng tak sendiri. Para pensiunan
seangkatannya mengalami hal serupa.
Jadi bunyinya ee apa? Uangu uang bonus
privatisasi. Setelah 1 tahun kita kerja,
maka surat itu diganti lagi katanya di
dibetulin. Itu salah. Ada yang salah.
Nah, tahu-tahunya kita lihat bunyinya
begini baca menjadi e manfaat pensiun.
Ya,
jadi bukan dibenarkan tapi di dirugikan.
Kita dinyatakan dalam e surat bahwa itu
adalah bonus privatisasi bukan uang
pensiun. Jadi memang dari dulu ini
sistem manajemen bangsa kita sendiri
yang tinggi-tinggi jabatannya di dalam
perusahaan Pipot ini yang
menindis si
karyawannya atau anak buahnya. Kita juga
tanyakan itu masalah kenapa hanya kita
pensiun 10 tahun sedangkan saya kerja 30
tahun lebih. Seharusnya saya dibayar eh
30 tahun masa kerja, 30 tahun lebih,
tetapi saya hanya dibayar 9 tahun.
[Musik]
[Tertawa]
[Musik]
Dan Kapitarau yang telah bekerja 16
tahun juga mengalami hal yang sama.
Umur berapa di
[Musik]
yang saya tahu tuh R juta
itu uang pensiun atau bonus privatisasi?
Privatisasi.
Kini bekas sopir kontainer itu mendiami
rumah papan di belakang pertokoan kota
Timika. Mudah-mudahan saja
[Tepuk tangan]
[Musik]
ini kandang ayamnya kita baru kandang
ayam.
Jadi kandang ayamnya ini sekarang isinya
berapa, Pak Dan? Iya. Berapa ekor
sekarang izinnya? Ee sudah ada 20. Sudah
lebih. Sudah lebih 20. Tapi kebetulan
ada penyakit lagi sampai 15. Ini ayam
kampung atau ayam ini? Ayamok. Campur
bedanya apa? Kalau ayam bangkok, ayam
kampung, ayam filipin.
Ayam filipin bagaimana?
Ya, itu kalau ayam filipin itu ada
hobinya juga. Itu untuk untuk aduan.
Iya, untuk adu. Oh, jadi kalau Bangkok
dengan Filipin untuk aduan ya? Iya. Oh,
ya. Terus yang kos-kosannya mana? Ada
kosalnya belum ini baru mau diusaha ini.
Oh, baru baru diusahakan. Ini lahannya
sudah tersedia. Iya, lahannya sudah
tersedia. Cuma ininya apa namanya? Ini
yang belum dananya yang belum siap. I
dananya yang belum siap. Iya. Iya.
[Musik]
Para pensiunan juga merasa dirugikan
perihal pembagian saham karyawan.
Pada 1989, Freeport membagikan saham
untuk beberapa karyawan yang konon bisa
dicairkan. ketika mereka pensiun.
Tapi saat pensiun tiba, saham-saham ini
tak laku lagi.
Tetapi pada saat saya pensiun, saya mau
kembalikan ini, kami ditolak. Jadi ee ya
saat ini kami minta ini supaya
dibayarkan karena ini ya ini
peraturannya perusahaan saham ini ya.
Ini ini kan ada ini unit pengaji saham.
saham ini sekarang ini dikembalikan ke
setelah kita pensiun dikembalikan ke
freeport tidak mau bayar
katanya sudah dibayar
tetapi kita belum merasa menerima
saya mau katakan pengadilan dibayar sama
Freeport itu aja kasih tahu hakim siapa
ini saya masih ada ini saya sakit hati
saya terus
[Musik]
Omong kosong
ageng-ageng di Indonesia
kosong tipu semua.
[Musik]
Kalau dia bilang, dia bertanya, "Oh, ini
buktinya
kamu sudah dibayar."
Hak. Iya toh. Iya, betul. Hakim harus
tanya.
Kau bilang kau sudah bayar, buktinya
mana? Eh iya toh
itu
tidak benah hakim. Jadi sekarang itu
saya sakit hati. Betul Pak Nusi. Pak
Nusi sekarang masih menyimpan semua toh
data-data saya masih simpan. Masih yang
asli ada ya. Saya masih simpan semua.
[Musik]
Ya, kalau mau harap ini saja saya pikir
ya kalau untuk makan sehari-hari bisa.
Tapi kalau lebih dari itu susah. Susah
ya. Ini juga kadang-kadang ya satu hari
itu ya lakunya sedikit sekali.
Tapi karena keadaan terpaksa ya mau
mencari apa lagi? Saya sudah tua ya.
Dulu saya kerja itu tujuan saya e kerja
sampai pensiun. Tujuan saya untuk supaya
masa depan saya itu cerah untuk ada
modal. Tapi ternyata setelah pensiun ya
mau bagai uang yang ada itu susah sekali
ya. Apalagi untuk usaha. Jadi kalau saya
tidak bisa, kalau saya tidak ambil uang
tambahan di bank ya tidak bisa e jualan
seperti ini.
[Musik]
tidak tur
tetapi penyakitnya bukan dan melihat ada
pasti makalah makalah sana 2013 2014
tahun 2014
sekali lagi dengan izin Allah subhanahu
wa taala
yang terakhir
tapi mundur lagi supaya biar kelihatan
pada prinsipnya pertama kami tidak mau
segala sesuatu jadi rumyam
dalam arti
semua pihak bertahan
bertahan dengan tidak dasar argumen
dalam hal ini seperti yang sekarang
dilakukan oleh manajemen. Oleh sebab
itu, kami sangat ee berharap pihak-pihak
yang berkepentingan di negara ini
bagaimana melihat kondisi ini. Karena
Freeport merupakan salah satu bital
nasional
juga termasuk penghasil devisa kepada
negara. Ini yang kami maksud supaya
petinggi-petinggi pimpinan negara ini
melihat situasi seperti demikian
sehingga bagaimana mencari solusi yang
baik. Karena kami yakin dengan
pendapatan kami yang naik, otomatis
pajak kami juga akan naik.
[Musik]
pada hari di mana karyawan Freeport
Mogok dan para penembak gelap di Timika
masih leluasa. Kekerasan lain terjadi di
Jayapura.
[Musik]
Perkembangan situasi adanya mau
diadakannya konferensi tiga di Papua
ini. Saya harapkan saya harapkan untuk
pelaksanaan tugas nanti dilaksanakan
dengan secara maksimal.
Apa
yang saya perintahkan,
apa yang nanti kan kalian perintahkan,
kalian laksanakan. Tidak ada yang
nyeneh, tidak ada yang aneh-aneh.
Jaga kondisi, jaga kesehatan kalian.
[Tepuk tangan]
Selamat
[Musik]
melaksanakan
kongresif
rakyat bangsa Papua di negeri Papua
Barat. Semoga kita sukses karena
kuasanya.
Sekian dan terima kasih.
Inilah peserta kita penarifari dari
Manapari
yang akan membawakan
untuk segera acara.
[Musik]
Untuk itu sekali lagi untuk peserta
rakyat Papua Barat
tangan
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
deklarasi
bangsa Papua di negeri Papua Barat.
[Tepuk tangan]
Pada hari ini, Rabu tanggal 19 Oktober
tahun
dalam kongres ketiga bangsa Papua di
negeri Papua Barat.
Secara resmi
kami
mendeklarasikan
a bahwa bangsa Papua di negeri Papua
Barat telah menyatakan kemerdekaan
secara bertahap
sejak 19 Oktober 1961 dan mendapat
legitimasi dari pemerintah Netherland
New Gunia.
[Tepuk tangan]
Oh, ini orang op
angkat
lihat kiri lihat kananat
[Musik]
lihat temanat
teman
[Musik]
diar di luuar
[Musik]
halo bang hal
nih telepon balik
[Musik]
telepon balik
saya
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
HP-pi keluar HP-HP.
Cepat cepat cepat cepat cepat cepat
cepat cepat cepat
naik
[Musik]
tidak semua rekaman kekerasan bisa Anda
saksikan
Dua kaset kami diita aparat keamanan
yang kami buntuti terus sampai akhirnya
dikembalikan.
[Musik]
Setelah kami periksa, isinya hanya
sampai di bagian ini.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Aku
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
siang tindakan sebetulnya kan sudah
berapa kali dibahas di sudar pejuang
Guru Freiport
biar ini tetap
berjalan
dan perjuangan sini nyambung. Aku
tawarkan minggu depan kita. Revolusi,
revolusi, revolusi, revolusi, revolusi,
revolusi. Sekali lagi saya atas nama
masyarakat PUA menyampaikan terima kasih
atas solidaritas teman-teman dan kita
tidak boleh berhenti melakukan
perlawanan terhadap tripnya
dengan saya
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
merdeka merdeka. Anda sedang menikmati
pembangunan di republik ini. Hasil dari
mana? Hasil dari Freipot. Freipot itu
ada di mana? Bukan di Pulau Jawa. ada di
timika di tanah perempuan harus pahami
itu dan sadari itu. Siang ini saya
menyatakan kepada saudara-saudara pada
khususnya
itu stop sudah bunuh kami di Papua. Kami
ingin bebas ya. Kami tidak butuh
segala-galanya. Kami tidak butuh
pembangunan. Kami ingin bebas di negeri
kami. Jangan lagi kami ditindas. Betul.
Betul.
Orlando kalau ada di sini atau dia ada
di mana, sembunyi di mana karena kami
orang Papua dia harus berhadapan dengan
kami. Jangan sembunyi lalu bikin
statement tidak boleh ya kami akan minta
untuk report ditutup itu daerah kami dan
itu tanah kami. Seperti itu. Tolong
aparatif di areal Freeport maupun yang
ada di Papua segera ditarik. Kosongkan
bumi Papua. Ketika mereka tetap
berkeliaran mencari makan di Papua sama
dengan kambing, maka terus kejadian
terus akan terjadi di Papua. Seperti
itu. Tidak akan aman. Mereka yang
melakukan penembakan di areal Freeport
lalu bilang separatis, bilang ini
kelompoknya ini, ini kelompoknya ini.
Siapa yang pegang senjata? Kalian yang
pegang kok.
Ini jalan-dek lewat untuk bawa material
bu material tanah buang di tempat
pembuangan akhir atau dam namanya.
Hai anak-anakku,
inilah kondisi
di mana papa cari.
Sekolah yang baik.
Apa sayang kalian dan semua keluarga
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]