Kind: captions Language: id Butuh waktu setahun bagi kami untuk mendapatkan izin merekam di Arab Saudi. Arab Saudi harus bertransisi karena ini adalah masalah eksistensial dan tidak dapat ditunda. Sekarang atau tidak sama sekali. Ambisi kami tidak terbatas. Kami semua percaya itu. Jika kita turun ke jalanan Riyadh bersama kamerawan, dan bertanya kepada warga, mereka akan berkata mereka menyukai MBS. Jika saya di sana, saya juga akan begitu. Arab Saudi perlahan menjadi negara polisi. Tindakan apa pun bisa berujung pada penangkapan. Kalau ada yang tidak mau pergi, dia bisa dibunuh. Perintah itu datang langsung dari MBS. Kini, kami jauh lebih memahami satu sama lain dibandingkan beberapa tahun lalu. Arab Saudi sedang berubah ke arah yang menarik, tapi kita belum tahu bagaimana menariknya. Nama saya Khalid Al-Jabri. Saya warga eksil Saudi dan kini tinggal di Washington, D.C. Saudara saya, Omar dan Sarah Al-Jabri, telah disandera di Arab Saudi sejak hari pertama Muhammad bin Salman menjadi putra mahkota. Sebelum berangkat ke Arab Saudi, kami menemui para diaspora. Para warga eksil yang melarikan diri setelah Muhammad bin Salman, atau MBS, berkuasa. Dianggap telah menentang rezim, mereka sangat merindukan keluarga dan tanah air. Namun... Terlepas dari balasan MBS terhadap keluarga saya, saya sebenarnya ingin reformasi ekonominya berhasil. Bagaimanapun dia pemimpin negara saya. Perjalanan kami ke kerajaan yang tengah bertransisi ini bermula di Riyadh, pada musim panas 2024. Kami disambut di bandara oleh seorang sopir dan perwakilan dari kementerian media. Mereka ingin menunjukkan Arab Saudi versi mereka. Ketika suhu menyentuh 43 °C, tidak banyak orang berlalu-lalang di kota yang sangat dipadati mobil ini. Tujuan pertama kami: Sebuah mal yang beroperasi 24 jam. Sebelum Muhammad bin Salman berkuasa, lantai untuk perempuan dan laki-laki terpisah. Mengenakan hijab itu wajib, dan diatur dengan ketat. Namun, ketika kami berkunjung, negara ini tampak lebih terbuka dan toleran. Modernisasi ini penting bagi kami karena akan menjadi ciri khas Saudi dan bukan bentuk tiruan seperti di Amerika Serikat, Prancis, atau Eropa. Ini akan sangat khas Arab Saudi karena 70% populasi kami adalah kaum muda berusia di bawah 30 tahun. Saat malam tiba dan suhu menurun, kaum muda mulai memenuhi jalanan Riyadh. Tingkat penggunaan smartphone dan jangkauan media sosial di negara ini adalah salah satu yang tertinggi di dunia. Mereka menggunakan ponsel sepanjang hari, dan melihat kehidupan orang-orang di negara kaya lainnya. Mereka punya pekerjaan, pergi berkencan atau menonton konser. Mereka melakukannya bersama-sama. Mereka semua frustrasi dengan sistem kerajaan yang menobatkan raja baru ketika sudah tua dan sakit-sakitan, seperti Raja Salman sekarang. Kami pikir kami bisa mendapatkan yang lebih baik. Arab Saudi ibarat raksasa yang tertidur. Waktu itu saya bekerja di The Wall Street Journal. Saya belum pernah menulis tentang Arab Saudi karena selama hampir seabad mereka sama saja. Mereka memompa, menjual, dan membelanjakan hasil minyak. Tiba-tiba, muncul seorang pangeran baru. Ia mengatakan mereka akan mengubah segala hal. MBS tidak langsung ditakdirkan menjadi raja atau putra mahkota. Dia salah satu putra termuda Pangeran Salman, yang waktu itu tampaknya tidak akan menjadi raja. Aturannya adalah, anak laki-laki tertua akan menjadi raja. Salman punya dua kakak laki-laki. Tapi yang satu meninggal pada tahun 2011 dan yang kedua meninggal tidak lama setelahnya. Artinya, kini Salman menjadi putra mahkota. Jadi, salah satu hal yang membedakan Muhammad bin Salman adalah dia dididik di Arab Saudi, bukan di luar negeri. Dia bukan anak yang populer, dia anak pendiam di sekolah. Banyak orang di sekolah ingin mendekatkan diri dengan para bangsawan muda, dan MBS tidak dianggap bangsawan karena ibunya bukan dari keluarga kerajaan. Saat dewasa, dia menyimpan banyak dendam terhadap sejumlah elit dan bangsawan lainnya. Mungkin karena dia tumbuh dengan perasaan rendah diri. Dia menghabiskan banyak waktu menemani ayahnya, dan dia paham cara kerja kerajaan dan kekuasaan lain di sekitarnya. Muhammad bin Salman mulai memposisikan diri untuk meraih kekuasaan setelah ayahnya, Salman bin Abdul Aziz, dinobatkan tahun 2015. Ketika Salman menjadi raja, anggota keluarga lainnya tidak ingin Muhammad menjadi putra mahkota. Dan Salman membuat serangkaian keputusan yang sangat cerdas. Salman berkata bahwa mahkota akan diwariskan kepada generasi berikutnya, bukan kepada putranya, melainkan kepada keponakannya, Muhammad bin Nayef, yang punya hubungan erat dengan pemerintah Amerika Serikat, dan komunitas keamanan antiterorisme global setelah 9/11. Ketika Salman menunjuknya sebagai putra mahkota, banyak pihak merasa lega bahwa mahkota akan jatuh ke orang yang mereka kenal dan sukai. Dan Muhammad bin Salman hanya menunggu. Sementara itu, Raja Salman menunjuk Muhammad bin Salman sebagai wakil putra mahkota dan menteri pertahanan. MBS kemudian melancarkan intervensi militer terhadap pemberontak Houthi yang didukung Iran untuk menguatkan posisi Arab Saudi di kawasan. Operasi ini berubah menjadi bencana kemanusiaan. Namun, dunia kemudian mengenal Muhammad bin Salman. Muhammad bin Nayef lebih tua dari Muhammad bin Salman. Jadi, secara fisik ia tidak begitu kuat, dan tidak punya tingkat energi, ketegasan, atau keinginan berjuang seperti Muhammad bin Salman. Dalam persaingannya dengan Muhammad bin Nayef, MBS tidak ragu melawan sistem yang sudah terbentuk. Pada musim semi tahun 2016, dengan restu sang raja, MBS mengumumkan program reformasi besar: Visi 2030. Sebuah rencana yang bertujuan mengurangi ketergantungan negara ini terhadap minyak. Ini mencakup peran perempuan, pendidikan, ekonomi, lingkungan hidup, dan iklim. Transisi dari ekonomi minyak ke ekonomi pascaminyak adalah keharusan bagi Arab Saudi, dan ini proyek eksistensial yang tidak bisa lagi ditunda. Mereka telah menunda terlalu lama, mereka terlambat, dan mereka tahu itu. Arab Saudi tidak melakukan apa pun untuk mempersiapkan masa depan, dan masa depan itu sudah datang. Setahun setelah Visi 2030 diluncurkan, Raja Salman mencopot keponakannya dan menunjuk MBS sebagai putra mahkota, menempatkannya sebagai pewaris takhta berikutnya. Pada saat itu, hidup saya dan keluarga menjadi rumit, hanya dalam hitungan jam. Omar dan Sarah, saudara saya yang berusia 17 dan 18 tahun, akan berangkat ke Amerika Serikat untuk menyelesaikan pendidikan, dan mereka dihentikan di bandara. Itu adalah tindakan pertama MBS sebagai putra mahkota, memberlakukan pembatasan perjalanan terhadap dua anak di bawah umur. Ayah Khalid Al-Jabri dekat dengan Muhammad bin Nayef. Dia mendapatkan suaka di Kanada. Ayah saya bekerja sebagai aparat keamanan selama puluhan tahun. Dan karena pekerjaannya, dia tahu banyak informasi rahasia, termasuk hal buruk yang dilakukan MBS. MBS menganggap ayah sebagai ancaman. Dan ia ingin menghindari risiko ancaman itu. Jika Anda dianggap sebagai ancaman, Anda akan mendapat masalah. Dan Muhammad bin Salman menganggap banyak orang sebagai ancaman. MBS, ayahnya, dan lingkaran terdekat mereka bukanlah orang bodoh. Mereka tahu bahwa di abad ke-20, para raja yang mencoba reformasi radikal, modernisasi, dan transformasi ekonomi liberal biasanya digulingkan oleh perubahan itu sendiri. Mereka tidak dapat mengendalikan kekuatan yang mereka ciptakan. Masalah lainnya adalah mereka yang menerima tunjangan dan fasilitas dari pemerintah akan mulai kehilangan itu semua, dan mereka diharapkan untuk mengurus diri sendiri. Itu juga menjadi ancaman. Jadi, represi pertama dikerahkan untuk membungkam mereka yang menerima bantuan dari rezim lama. Itu sebabnya mereka dibawa ke Ritz Carlton. Penjara termewah di dunia. Pada tahun 2017, sekitar 300 orang terdiri dari anggota keluarga kerajaan, pejabat tinggi, miliarder, dan tokoh agama, diundang ke hotel mewah tersebut dengan suatu agenda. Hotel Ritz Carlton Riyadh dibangun sebagai istana tambahan untuk keluarga kerajaan, dan kemudian menjadi hotel yang sangat mewah. Jadi, dia mengundang orang-orang ini dan mengurung mereka. Selama berbulan-bulan, tim MBS yang terdiri dari akuntan dan pengacara memeriksa keuangan semua orang ini untuk mencari tahu apakah kekayaan mereka didapat secara ilegal, apakah mereka mencuri dari negara. Dan tim tersebut mengumpulkan bukti untuk masing-masing orang tanpa ada yang mengetahuinya. Untuk bisa keluar, mereka harus membayar dan melakukan banyak prasyarat dengan dalih pemberantasan korupsi. Mohammed bin Salman diperkirakan mengumpulkan hampir 107 miliar dolar Amerika (sekitar Rp1,7 kuadriliun) selama periode pemenjaraan paksa di hotel bintang lima ini. Sebenarnya, hanya sedikit warga Saudi yang merasa iba terhadap mereka yang dikurung di Ritz Carlton. Karena banyak dari mereka sudah melakukan korupsi sejak lama. Orang-orang tidak mengkritik MBS karena ini. Setiap bulan September, warga Saudi merayakan Hari Nasional mereka. Foto Putra Mahkota Muhammad bin Salman, yang menjadi simbol nasionalisme Arab Saudi, dipajang di mana-mana. Areej, 38 tahun, adalah salah satu penggemarnya. Dia seorang kreator konten di negara yang dapat memenjarakan kritikus karena unggahan di media sosial. Semakin hari, kami semakin bangga dengan negara ini karena pemerintah memfasilitasi kami. Setiap tahun kondisi semakin membaik. Dan orang-orang mulai menyuarakan ini sebagai rasa terima kasih kepada pemerintah. Pertunjukan kembang api adalah puncak acara malam itu. Para pengunjung berebut untuk mendapatkan pemandangan terbaik. Gagasan bahwa MBS populer di Arab Saudi itu lucu. Saya kenal orang-orang yang ditangkap karena mereka menanyakan pendapat orang-orang di jalan. Sama sekali bukan bertanya tentang MBS, tapi mengenai beberapa program atau proyek. Jika kita turun ke jalanan Riyadh bersama kamerawan, dan bertanya kepada warga, mereka akan berkata mereka menyukai MBS. Jika saya di sana, saya juga akan begitu. Karena orang-orang takut dipenjara dan disiksa seperti yang dialami kritikus MBS. Areej langsung menyebutkan sejumlah perubahan yang dibawa Muhammad bin Salman. Lihat, dia orang Saudi yang berjualan es krim. Biasanya yang berjualan itu orang India atau dari negara lain. Kini sangat wajar melihat orang Saudi berjualan popcorn, es krim, dan jagung. Dulu tidak ada. Selama ini, warga Saudi hidup bergantung pada monarki dan subsidi dari negara. Namun, Muhammad bin Salman menawarkan hal baru untuk kaum muda: Lepaskan diri dari ketergantungan minyak dan mulailah bekerja, dengan imbalan gaya hidup yang lebih modern. Sebagai pemimpin Arab Saudi, Raja Salman juga menyandang gelar Penjaga Dua Masjid Suci. Ini berarti dia bertanggung jawab atas dua tempat paling suci dalam agama Islam. Secara historis, mandat yang dimiliki raja Saudi dan keluarga kerajaan untuk memerintah, adalah dukungan dari lembaga keagamaan. Para ulama konservatif di Arab Saudi berpengaruh atas kehidupan sehari-hari masyarakat. Mereka mengatakan, keluarga Al Saud adalah sekutu yang bisa dipercaya. Mereka adalah penguasa. Sudah begitu sejak kerajaan didirikan. Untuk melemahkan pengaruh ulama, mereka pun menegaskan otoritas. Ini dilakukan oleh Raja Salman, jauh sebelum MBS dilibatkan. Cara yang ditempuh ayah MBS adalah dengan melumpuhkan polisi agama. Polisi agama masih berpatroli di jalanan sambil membawa tongkat untuk memastikan setiap orang pergi ke masjid dan melakukan salat. Sewaktu tinggal di Arab Saudi, ada polisi agama yang kami takuti. Ada mobil SUV berisi orang-orang yang punya wewenang menangkapi warga dengan pakaian tertentu dan memarahi mereka yang tidak menutup aurat. Pemerintah memberi mereka wewenang itu. MBS tidak membubarkan mereka, tapi mencabut kewenangannya. Kini, polisi itu hanya bisa memarahi orang, yang seharusnya juga tidak boleh. Paling parah, mereka akan mengusiri orang. Akan lebih baik jika kita menutup aurat. Tapi mereka tidak bisa lagi menangkap siapa pun. Bagaimana caranya? Ya lakukan saja. Dia raja, dia bisa melakukannya. Sekarang giliran MBS. Dibanding pemimpin Arab modern lainnya, MBS istimewa. Dia adalah ahli hukum Islam. Seorang cendekiawan. Punya gelar master yurisprudensi Islam. Jadi, ketika ulama mendebatnya, dia bisa memberikan pendapat lain yang lebih berdasar. MBS memiliki argumen yang kuat dan dia juga punya kekuasaan. Semua ini memungkinkannya melakukan transformasi ini. Dalam cuplikan televisi ini, Muhammad bin Salman bertemu dengan Mufti Agung. Sebagai pemegang otoritas keagamaan tertinggi, Mufti Agung berwenang menafsirkan hukum Syariah dan mengeluarkan fatwa. Muhammad bin Salman melihat peluang untuk menggantikan para ulama konservatif dengan seperangkat nilai yang akan memberikan legitimasi untuknya dan ayahnya. Legitimasi ini didapatkan di Diriyah, di luar Riyadh. Leluhur masyarakat Arab Saudi tinggal di benteng bersejarah At-Turaif. Muhammad bin Salman dan ayahnya membuka museum yang merekonstruksi ulang narasi sejarah. Sebuah perubahan kecil yang memperkuat identitas negara itu. Selamat datang di distrik bersejarah Turaif. Saya Muhammad Adidi, dan saya akan menjadi pemandu Anda hari ini. Museum ini jarang dikunjungi turis asing, tetapi sering didatangi warga Saudi. Di sini ada buku-buku yang berusia 200 hingga 300 tahun dari periode pertama Arab Saudi antara tahun 1727 dan 1818. Tahun 1727 adalah tahun berdirinya Arab Saudi. Di sinilah Imam Muhammad bin Saud mendirikan negara ini. Dalam buku-buku ini, tertulis bahwa tahun pertama berdirinya Arab Saudi yang sebenarnya adalah tahun 1727. Narasi museum ini berfokus pada tahun 1727. Raja Salman menetapkan tahun itu sebagai tahun pendirian resmi negara Saudi melalui dekret kerajaan tahun 2022. Sejak dulu, sejarah Saudi selalu digambarkan sebagai aliansi antara keluarga Saud dan Wahhab beserta pengikutnya, yang membuat posisi para ulama setara dengan keluarga kerajaan. Kini, tahun 1727 ditetapkan sebagai tahun keluarga Saudi menaklukkan sebuah kota dan menetapkan berdirinya negara Arab Saudi pertama. Ini beberapa dekade sebelum gerakan puritan Wahhabi muncul. Wahhabisme, sebuah interpretasi Islam yang ketat, dulunya berperan penting dalam kisah pendirian negara ini. Perannya dilemahkan hanya dengan sebuah goresan pena. Didukung oleh narasi baru ini, Muhammad bin Salman berupaya membuka negaranya kepada para turis untuk menggerakkan ekonomi. Dia berfokus pada wilayah Al-Ula, dengan investasi senilai puluhan miliar dolar. Sampai baru-baru ini, kaum religius melarang siapa pun untuk mengunjungi Al-Ula. Itulah sebabnya tempat itu terisolasi. Al-Ula termasuk Hegra, kota kuno Kerajaan Nabatea, yang berdiri jauh sebelum era Islam. Interpretasi keagamaan konservatif meyakini situs tersebut terkutuk. Para ulama mengeluarkan fatwa yang memerintahkan umat Islam untuk menghindarinya. Selama puluhan tahun, warga Arab Saudi menjauhinya. Hotel-hotel mewah kini bermunculan di dekat sebuah bangunan besar futuristik. Al-Ula siap menjamu satu juta pengunjung setiap tahunnya dengan menggelar pesta rave di tengah gurun. Kerajaan ingin menunjukkan mereka tahu caranya berpesta dan bersaing dengan Dubai dan Abu Dhabi, yang telah menjadi pusat hiburan. Kerajaan juga menciptakan "otoritas hiburan", yang menghabiskan keuntungan dari minyak untuk mengundang artis ternama musik elektronik. Pemerintah ingin memastikan bahwa artis dari Arab Saudi juga dikenal publik. Untuk visi 2030, pemerintah memberi lebih banyak ruang bagi para seniman untuk bereksplorasi. Mereka tidak hanya mendukung dan menghubungkan seniman lokal, tetapi juga menghubungkannya dengan seniman internasional, dan mendorong mereka menjadi lebih baik. Pemerintah mengadakan lokakarya, kursus, dan membantu seniman lokal mewujudkan impian mereka. Ada banyak juga program yang membantu para pelaku kreatif skala kecil untuk memulai bisnis. Turis kaya termasuk di antara para pengunjung festival. Kaum muda kaya dari kawasan Teluk menginap di hotel-hotel mewah di sekitarnya. Namun, acara ini bukan untuk semua warga Saudi. Mereka ingin memberikan kesan bahwa perempuan itu bebas. Mereka memang terlihat bebas di video ini. Mereka mengizinkan perempuan masuk hanya untuk propaganda. Tidak terbayang ada aturan yang berbeda untuk turis dan untuk perempuan Arab Saudi. Foz Al-Otaibi dan suaminya, Ahmed, adalah pasangan Saudi yang eksil ke Inggris. Cuplikan dari festival ini mengingatkan mereka akan kenangan pahit. Video ini direkam di sebuah festival di Riyadh tahun 2019. Saya menari dan bergembira. Dua hari kemudian, saya dipanggil ke kantor polisi dan ditanya mengapa saya menari. Saya bilang, “Mengapa ada pesta kalau kami tidak boleh menari?” Mereka bilang, “Pesta ini bukan untukmu. Ini untuk para tamu.” Polisi itu mengatakan bahwa menurut hukum, saya didenda 750 dolar (setara Rp12 juta). Dia mengancam memenjarakan saya jika saya menari lagi. Di Arab Saudi, Foz Al-Otaibi dikenal aktif membela hak-hak perempuan. Dia mengecam poligami di siaran televisi pada tahun 2019. Dan hal itu memicu kemarahan monarki, seperti yang dialami saudarinya, Manahel, instruktur kebugaran dan bloger dengan banyak pengikut di media sosial. Manahel justru mendukung MBS dan rencananya. Ironisnya, dia ditangkap oleh orang-orang MBS, bukan oleh polisi moral. Manahel Al-Otaibi dituduh berkampanye di media sosial untuk menghentikan perwakilan laki-laki atas perempuan, serta mengenakan pakaian tidak pantas. Tuduhan khas di era polisi agama. Pada Januari 2024, dia dijatuhi hukuman 11 tahun penjara. Di bawah kepemimpinan MBS, sistem polisi agama diubah. Mereka tidak menghapusnya, tetapi mengubah fokusnya menjadi dakwah ketaatan kepada pemerintah dan tidak menyukai MBS adalah dosa. Saya berbicara dengan Manahel beberapa kali sejak dia ditangkap. Dia terdengar lelah dan meminta saya berhenti menyebutnya di media sosial. Dia bilang, “Saya tidak tahu apa yang terjadi di luar sana, tapi saya menanggung akibat dari tindakan kalian. Hentikan semuanya dan lupakan saya.” Terlepas dari langkah politiknya yang kian otoriter, Muhammad bin Salman tetap ingin mengubah citra global Arab Saudi. Acara internasional di negara itu semakin bertambah. Pada tahun 2030, Saudi akan menjadi tuan rumah World Expo. Tahun 2029, akan ada Asian Winter Games, dan Piala Dunia FIFA di tahun 2034. Ini tentang soft power, pembentukan citra baru, dan mengalihkan narasi ke hal yang lebih menyenangkan dibandingkan represi rezim. Kian banyak artis yang diundang ke kerajaan itu. Kalau kamu bisa membayar Ronaldo yang punya 600 juta pengikut Instagram untuk memposting Al-Ula atau apa pun, itu iklan terbaik. Muhammad bin Salman tahu cara berkomunikasi dengan generasinya. Dia juga penggemar video game dan fiksi ilmiah. Dia mengumumkan proyek paling ambisius itu pada tahun 2021. Wilayah di barat laut Arab Saudi ini disebut NEOM. Di sinilah THE LINE berada, yang merupakan inti dari serangkaian proyek besar. MBS menganggap tidak ada orang di wilayah barat laut negara itu. Dia melihatnya sebagai lahan kosong. Tempat ia bisa membangun kota baru dengan resor, kantor, pabrik, dan perumahan, agar orang-orang dari seluruh dunia bisa datang dan tinggal di sana. Mereka menyebutnya sebagai rumah masa depan. Muhammad bin Salman bersedia melakukan apa pun untuk mewujudkan kota impiannya. Saya mantan perwira intelijen Saudi. Saya mantan polisi yang juga memerangi kriminal dan terorisme. Pada awal Januari 2020, ada sebuah misi di Tabuk untuk menangani Al-Huwaitat karena beberapa dari mereka menolak meninggalkan rumah. Al-Huwaitat adalah suku besar di Arab Saudi yang tinggal di wilayah utara. Sayangnya, mereka tinggal di tengah lokasi proyek The Line. Saya dipilih karena terlatih menembak, dan mereka meminta saya menggunakan kekerasan. Jadi, jika ada yang menolak perintah untuk meninggalkan rumahnya, saya boleh membunuhnya. Alenezi berhasil menghindari tugas ini dengan berpura-pura cedera. Namun, rekan-rekannya menjalankan perintah itu. Warga lokal digusur paksa. Satu orang tewas pada tahun 2020, Abdul Rahim al-Huwaiti. Lebih dari 15 orang dijatuhi hukuman penjara 15 hingga 50 tahun karena menolak meninggalkan rumah mereka. Lima orang dijatuhi hukuman mati. Kota ini dibangun di atas nyawa warganya sendiri. Arab Saudi mengeksekusi lebih dari 300 orang di tahun 2024. Ini adalah sebuah rekor. Muhammad bin Salman bisa saja dengan mudah dikucilkan oleh dunia internasional. Terutama setelah Oktober 2018, ketika agen-agen Saudi membunuh jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat di Istanbul. Insiden ini memicu kemarahan global. Semua ini menghalanginya menjalankan rencananya, yaitu menjadikan Arab Saudi lebih berorientasi dan terhubung dengan bisnis internasional. Namun, beberapa minggu kemudian, dia disambut di konferensi G20 di Buenos Aires. Semua orang ingat betapa kayanya dia. Dengan uang sebanyak itu, kita bisa melakukan apa saja. Kejadian ini… Saya tidak menyebutnya lelucon karena itu mengejutkan banyak orang, tetapi itu hanya dianggap kerikil kecil. Selain itu, ada insiden lain yang membayangi: Perang saudara di Yaman. Muhammad bin Salman menyeret Arab Saudi dengan melancarkan intervensi militer pada tahun 2015. Pemberontak Houthi yang didukung Iran, melawan pasukan Saudi dan menyerang fasilitas minyak kerajaan, pusat kekuatan ekonominya. MBS berjanji mengalahkan Houthi dalam 2 bulan dan gagal. Konflik menjadi berkepanjangan. Kini dia justru menawarkan banyak konsesi kepada Houthi dan menyebut mereka saudara. Dia bersedia membayar utang gaji kepada Houthi dengan dolar karena turis tidak akan datang ke Saudi jika Houthi terus menyerang. Untuk meredakan ketegangan, Arab Saudi bertemu Iran pada tahun 2023, yang ditengahi oleh Cina. Arab Saudi dan Iran pun sepakat memulihkan hubungan diplomatik. Dengan Iran, ini soal dialog. Arab Saudi harus menyatakan bahwa mereka punya kepentingan masing-masing yang akan terhambat jika konflik terus berlarut. Jadi, konflik ini harus dihentikan. Dan ada negara lain di kawasan yang juga ingin menjalin hubungan baik dengan Arab Saudi. Bukan rahasia kalau banyak orang Israel yang menjalin kontak dengan orang Saudi. Belakangan ini, hubungan Israel dengan Arab Saudi membaik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Nama saya Yaakov Amidror, jenderal purnawirawan IDF. Saya menjabat sebagai penasihat keamanan nasional untuk perdana menteri pada tahun 2011 dan 2013. Saya sudah lama mengenal warga Saudi. Mereka paham, bahwa Arab Saudi perlu bekerja sama dengan Israel untuk memodernisasi negaranya. Muhammad bin Salman diwawancarai televisi Amerika Serikat pada tahun 2023 tentang normalisasi hubungan dengan Israel. Jawabannya? “Setiap hari kami semakin dekat.” Tidak mengejutkan jika para sejarawan di masa depan mengatakan bahwa pernyataan ini menjadi salah satu alasan Sinwar memulai perang. Ada kekhawatiran hubungan Israel dengan Saudi dapat mengancam Palestina. Ini adalah pukulan besar. Karena munculnya ketidakstabilan di kawasan itu menunjukkan bahwa sesuatu yang tampak tenang, seperti isu Palestina, bisa tiba-tiba meledak. Dan isu lain di Timur Tengah tidak akan hilang jika tidak benar-benar diselesaikan. Melihat besarnya kebangkitan perjuangan untuk Palestina di kalangan muslim, Arab, bahkan di kalangan progresif. Itu sebabnya banyak pemimpin Timur Tengah kemudian berpikir bahwa dampak dari normalisasi hubungan ini lebih tinggi. Pemimpin negara-negara Arab dan muslim bertemu dalam konferensi di ibu kota Arab Saudi pada tahun 2024, sebagai wujud persatuan untuk perjuangan Palestina. Bahkan perwakilan dari Iran pun datang. Dalam pertemuan itu, MBS mengutuk aksi Israel dan menyerukan gencatan senjata. Dia memandang Arab Saudi sebagai pemimpin Arab. Dan sebagai pemimpin Arab Saudi, dialah pemimpin kawasan Arab. Dia memandang dirinya sebagai sosok yang mampu mengubah Arab Saudi, membawanya ke ekonomi pascaminyak bumi di tengah perubahan iklim, dan tetap menjadi negara yang hebat dan dinamis, dan pemimpin dunia Arab. Angan-angan sang pangeran mahkota mulai terwujud di NEOM, setidaknya menurut video promosi ini. The Line awalnya dirancang untuk menampung 9 juta orang. Kerajaan cenderung mengejar hal-hal ambisius dan berpikir bahwa itu adalah yang terbesar, terhebat, dan yang pertama. Begitulah biasanya, visi yang begitu megah. Namun, tidak mudah memverifikasi perkembangan proyek itu. Orang-orang datang ke Arab Saudi karena menginginkan uangnya. Bagaimana dia bisa meyakinkan orang untuk berinvestasi di Arab Saudi? Dan sejauh ini, mereka belum mampu mewujudkannya. Sewaktu mengumumkan NEOM di tahun 2017, dia berharap mendapatkan 500 miliar dari investasi asing. Berapa banyak investasi asing yang didapatkan NEOM? Nol. MBS terpaksa mengurangi rencana dan jadwalnya. The Line awalnya direncanakan membentang sepanjang 170 kilometer. Namun menurut laporan, hanya 2,4 kilometer yang akan selesai pada tahun 2030. Proyeksi biaya NEOM juga melonjak hingga 8,8 triliun dolar (sekitar Rp140 kuadriliun). Dia mengatakan bahwa di akhir 2020 atau 2021, Arab Saudi akan lepas dari ketergantungan minyak. Namun kini, kami bahkan semakin bergantung pada minyak. Kini, kerajaan bergantung pada minyak. Saat ingin beralih dari model itu, yang merupakan impian dan rencana Muhammad bin Salman, mereka akan mulai menarik pajak dan memotong subsidi pemerintah. Di situlah tantangannya. Ketika generasi muda ini beranjak tua, mereka akan sadar bahwa ada janji yang belum ditepati. Mereka akan bersatu dan menuntut lebih banyak hak. Itu pasti akan terjadi. Kekhawatiran saya adalah semua ini akan dibalas dengan semakin banyak represi. MBS pernah ditanya: Apa rencana setelah Visi 2030? Dan jawabannya: Visi 2040.