Kind: captions Language: id Dengan seragam warna-warni dan senjata khas abad pertengahan, para pengawal di lapangan Santo Petrus di Kota Vatikan mungkin terlihat lucu. Namun, banyak yang tidak tahu. Mereka ini tentara sungguhan terlatih melakukan perlindungan dan pertempuran jarak dekat. [Musik] Saat ini Garda Swiss beranggotakan 135 orang. Mereka semua telah bersumpah untuk mengorbankan nyawa demi paus. Jika ada yang berlari sambil mengacungkan pisau ke arah paus, saya tidak bangga membunuh orang itu. Tapi itu mungkin perlu demi kebaikan gereja. Pasukan yang secara tradisi masa lampau dengan senjata tradisional yang ditempat sebuah keluarga di Austria dengan metode yang sama sejak abad pertengahan. Bagian ini untuk menarik dan ujungnya untuk menusuk. Mereka berusia 20an tahun dan telah bertekad mengabdikan 2 tahun hidup mereka untuk iman kepercayaan dan paus. Siapakah para pemuda ini yang kehidupannya tampak tidak selaras dengan dunia modern? Ini adalah kisah tentang pasukan misterius penjaga paus. Setiap tahun Vatikan merekrut pasukan dari Swiss. Tentara dari Swiss yang melindungi Paus adalah sebuah tradisi yang telah berlangsung selama 500 tahun. Ini adalah di Freiburg, daerah yang berbahasa Prancis di Swiss. Di sinilah Leo tinggal sepanjang hidupnya. Namun di usia ke-20, Leo siap membuat perubahan radikal. Beberapa hari ke depan dia akan berangkat ke Roma untuk melayani paus, pakaian olahraga, baju tidur, perlengkapan mandi, kamus bahasa Italia, dan masker gas tentara. Belum tahu ini untuk apa. Leo telah menunaikan wajib militernya yang merupakan kewajiban warga negara Swiss. Hiasan di kamar tidurnya agak berbeda dibandingkan anak laki-laki seusianya. Gambar-gambar keagamaan, foto Yohanes Paulus I, dan miniatur Garda Swiss. Baginya ini adalah impian yang jadi kenyataan. Saya memimpikan ini sejak kecil. Sungguh suatu kehormatan bisa begitu dekat dengan Paus. Saya pikir sungguh kehormatan bisa bergabung dengan Garda Swiss. Kami bisa banyak belajar di sana. Semua tentang sejarah Vatikan dan agama kami juga tentang aspek militernya. Di sana ada banyak hal menarik dan menggugah rasa ingin tahu. Dan bagi saya ini adalah kesempatan unik. Jadi mengapa tidak memanfaatkannya? [Musik] Beberapa bulan lalu dia melamar dan diterima. Vatikan kemudian memintanya menandatangani surat komitmen ini. Dengan ini saya menyatakan bahwa saya adalah warga negara Swiss, bahwa saya menjalankan agama Katolik Roma dan hidup sesuai ajaran gereja dan bahwa saya berkomitmen sebuah tanggung jawab serius di mana Leo menyatakan kesediaannya untuk membela Paus dalam keadaan apapun. Karena itu saya siap mengabdikan hidup bagi Bapak Suci dan para penerus yang sah. Keputusan Leo untuk mendaftar bukanlah kebetulan. Ayahnya yang sekarang menjadi pekerja sosial 30 tahun lalu juga anggota Garda Swiss. Ini fotonya dalam seragam lengkap pada tahun 1990-an. Itu pengalaman yang luar biasa bagi saya. Saya seumuran Leo ketika dia pergi. Pengalaman yang luar biasa dan baik. Leo memenuhi semua kriteria dan persyaratan Vatikan. Ia warga negara Swiss lajang, Katolik yang taat. Tinggi badan lebih dari 1,74 m dan telah menyelesaikan wajib militer. Pastornya memberikan referensi tentang karakternya. Selamat pagi. Selamat pagi. Apa kabar? Baik, Anda apa kabar? Saya datang untuk mengambil jaz. Baik, kalau sudah selesai. Iya, jaznya sudah selesai. Terima kasih. Persyaratan terakhir sebelum berangkat adalah jaz hitam. Jaz yang dikenakan pasukan Garda Swiss ketika bepergian dengan paus. Gugup lumayan. Ini di luar zona nyaman saya. Saya akan memulai petualangan baru dan berpisah dengan keluarga. Tapi di satu sisi semua ini terasa aneh. Cubiza. Seperti semua rekrutan baru, Leo mendaftar jadi pengawal Garda Swiss untuk masa 26 bulan. Ini pertama kalinya dia meninggalkan rumah dalam jangka waktu lama. Saya gembira untuknya, tapi pastinya saya akan kangen. Itu sudah pasti. Akan sangat terasa janggal. Tapi aku bangga padamu. Terima kasih. Roma. Beberapa hari kemudian 14 rekrutan baru Garda Swiss memasuki Vatikan. Leo salah satunya. Saya gugup gembira tidak sabar. Saya tidak sabar memulai petualangan baru. Tentu saja para pemuda ini tertarik dengan aspek militer dari petualangan ini. Namun mereka juga adalah umat Katolik yang taat dan berkomitmen seperti pemuda ini. Garda Swiss tidak hanya punya sisi militer tetapi juga sisi keagamaan. Dan dengan mengabdi di pusat keagamaan Katolik, saya berharap dapat memperdalam dan memperkuat iman saya. Setiap tahun Vatikan merekrut sekitar 30 pengawal baru Garda Swiss. Ini adalah barak yang akan mereka tinggali dalam 2 tahun ke depan. Sebuah koridor panjang yang mengarah ke ruangan-ruangan kosong tanpa pintu. Luasnya tidak sampai 8 m² dan dua tempat tidur sempit. 3 menit lagi jangan mengobrol. Mereka punya beberapa menit untuk bersiap dan mengenakan seragam di bawah pengawasan instruktur. Rene telah bergabung dengan Garda Swiss selama 6 tahun. Vatikan adalah dunia yang berbeda. Kami harus menjelaskan segala sesuatunya dan apa yang harus mereka hormati. Kami mengharapkan disiplin ketat. Ada yang tiba-tiba merasa panik. Mereka mencoba mengatasinya dengan bantuan tutorial di internet. Apa ini yang pertama? Tidak, tapi sudah lama sejak terakhir saya mengikat dasi ketika wajib militer. Jika sudah sekali membuat simpul dasi, tidak perlu dari awal lagi. Tinggal dilonggarkan dan pakai lagi. Bantu rekan kalian mengikat dasi. Siap. Dan meski semuanya mengenakan jaz terbaik, ini bukanlah untuk pesta penyambutan. Yang terakhir keluar matikan lampu. Para rekrutan muda ini baru berada di sana kurang dari 1 jam dan mereka langsung merasakan suasana Vatikan. Misa diadakan di kapel khusus untuk Garda Swiss. Mereka semua tahu mereka memasuki dunia yang berbeda. Dunia yang tertutup ditata oleh aturan-aturan kuno dan tertutup untuk warga biasa. [Musik] Vatikan adalah tempat misterius dan tertutup. Tentu saja ada bagian-bagian yang dapat dilihat para wisatawan. Lapangan Santo Petrus dan Basilika dihadiri jutaan pengunjung setiap tahun dengan segala warisan budaya, pernak-pernik keagamaan, dan foto-foto paus Fransiskus yang tidak mungkin terlewatkan. Namun Vatikan adalah pusat agama Katolik. Negara merdeka yang terletak di jantung kota Roma, negara terkecil di dunia. Luasnya hanya 12eng km². Dari sinilah Paus memerintah atas 1,4 miliar umat Katolik. Di Vatikan, dia sangat berkuasa. Satu dari sedikit monarki absolut terakhir di dunia. [Musik] Ini adalah tempat yang syarat akan pengaruh dan kekuasaan. Dikelilingi tembok tinggi dengan kamera pengawas. Vatikan selalu dilindungi. Di luar perbatasannya dilindungi tentara dan polisi Italia. Bagian dalam perbatasan dilindungi sekelompok polisi Italia. dan Garda Swiss yang telah lebih dari 500 tahun mengawal para [Musik] paus. Semua ini bermula pada abad ke-16 ketika Paus Julius kedua menyewat 150 tentara bayaran Swiss untuk melindunginya. Kala itu para prajurit Swiss terkenal atas keberaniannya dalam bertempur dan yang terpenting kesetiaan mereka. Hebatnya tradisi ini terus berlanjut dan Garda Swiss masih mempertahankan baju Zirah dan seragamnya yang ikonik. Seragam impian para anggota baru seperti Grego dan Leo untuk saat ini mereka hanya punya sepatunya. Ini bunyi sepatunya. Wah keren banget. Ini adalah hari pengukuran seragam. Tempat penjahit seragam Garda Swiss terletak di barak. Semua seragam dibuat sesuai pesanan di sini. Turunkan lenganmu. Terima kasih. 42, orang yang bertanggung jawab di sini adalah Eti Cicioni. Dia membuat lebih dari 50 seragam setiap tahunnya. Saya telah melakukan pekerjaan ini sejak 1997. Jadi ini tahun ke-25 saya dengan Garda Swiss. Sejak memulai pekerjaan ini, pria ini telah bekerja untuk tiga paus. Seragam Garda Swiss adalah warisan dari zaman Renaisans, Italia. Terdiri dari 154 potong wall, dijahit secara manual. Ini kami butuh 39 jam untuk menjahit satu seragam. Keren sekali. Biasanya kami cuma bisa melihat, bukannya memakai. Sekarang akhirnya kami diukur untuk bisa dibuatkan bajunya. Sangat menyenangkan. [Musik] Selama 2 tahun bertugas, pengawal Garda Swiss hampir selalu tinggal di dalam Vatikan. Jarang sekali keluar. Mereka makan dan tidur di barak. Setelah 4 bulan di asrama, Gregoar kini memiliki kamar dengan pemandangan kota Roma. Di Swiss saya bisa melihat pegunungan, namun di sini saya melihat Kastil Santo Angelo dan monumen bersejarah lainnya. Ini perubahan besar dan saya sangat menikmatinya. Kehidupan Gregor bersifat semiimastik. Kehidupan biarawan dan prajurit yang mengabdi sepenuhnya untuk [Musik] paus. Saat mengenakan seragam, Anda mewakili sesuatu yang berusia lebih dari 2000 tahun. Apa yang kami wakili dengan seragam ini adalah Bapak Suci dan Gereja. Itu sungguh terhormat. [Musik] Gregoar bertugas siang dan malam. Seperti semua anggota baru, perannya adalah mengawasi pintu masuk Vatikan. Seperti rekan-rekannya, Gregar tidak punya waktu libur di akhir pekan. Dan 30 hari libur dalam setahun. Ada yang suka menghabiskan masa mudanya berkeliling dunia dan belajar. Bagi kami, saya memberikan setidaknya 2 tahun untuk gereja dan saya percaya saya harus mengabdi total untuk itu. Saya tidak mengatakan bahwa kita harus mengabaikan diri sendiri, tapi kita harus mengesampingkan sebagian besar minat. Mereka terkadang bekerja hingga 60 jam seminggu. Kami menghasilkan rata-rata 1500. Tidak banyak. Memang tidak, tapi bukan masalah. Itu upah rata-rata di Italia. Di Swiss jumlah itu memang nyaris, tidak dapat apa-apa. Gaji rata-rata di Swiss sekitar 5.000 frank. Pekerja tidak terampil dibayar 4.000 hingga 4.500 frank. Di sini dibayar 15.500o. Tapi kita bukan di Swiss. Itu menunjukkan bahwa kami ke sini benar-benar untuk mengabdi, bukan mencari uang. Imbalannya, prajurit muda ini mendapat hak istimewa seperti akses bebas ke tempat-tempat yang biasanya terlarang untuk warga biasa, termasuk ke Taman Vatikan. Sebuah oasis hijau yang indah di pusat kota. Taman-taman ini luasnya lebih dari setengah area Vatikan. Taman ini umumnya hanya terbuka untuk pastor, biarawan, dan biarawati yang tinggal di sana. Namun, Garda Swiss dapat berlatih di taman ini kapanpun. Ini merupakan paru-paru bagi kota dan kami juga. Dan saya perlu katakan bahwa kami sangat beruntung memiliki ini karena tidak semua orang di Roma memiliki akses ke taman-taman yang damai seperti ini. Di sore hari ada sedikit waktu untuk bersantai. Para penjaga dapat meninggalkan Vatikan kapanpun. Tetapi waktu mereka terbatas. Jadi Leo dan teman-temannya tidak pernah pergi terlalu jauh ke Roma. Tempat berkumpul mereka adalah sebuah bar yang berjarak 200 m dari Vatikan. Itu di sana yang ada tulisan Morrison di bawah lengkungan itu. Mereka mencoba berkumpul di sana setidaknya seminggu sekali. Satu gelas bir cukup. Karena bahkan saat tidak bertugas, Garda Swiss tetap jadi representasi Paus. Ini adalah tanggung jawab besar karena kami mewakili nilai kepausan dan Gereja Katolik. Ketika kami tiba di suatu tempat, orang-orang tahu bahwa kami adalah Garda Swiss. Jadi, saya tidak bisa mabuk-mabukan sembarangan. Pau sendiri mengingatkan kami tentang ini setiap tahunnya. Dalam pertemuan tertutup, dia berpesan kepada anggota baru yang mengambil sumpah. Dia berkata, "Kalian adalah kartu nama saya bahkan di bar mereka mempraktikkan ajaran agama. Saat di Swiss saya tidak selalu menjalankannya. Namun di sini kami melakukannya dengan teratur. Itu jadi kebiasaan. Saya tidak merasa malu. Saya nyaman dan jika ada yang tidak suka, mereka bisa sampaikan langsung ke saya. Kamu tidak merasa berbeda dari dunia modern? Bukannya dunia modern yang berbeda dari kami? [Musik] Sejauh mana aturan keberagaman Vatikan mempengaruhi kehidupan pribadi mereka? Saat menjadi Garda Swiss, apa kalian juga mengikrarkan kaul kemurnian? Tidak. Tentu tidak. Tidak. Kami bukan pastor, kami pengawal. Setelah 5 tahun, kami boleh berkeluarga. Meski tetap jadi pengawal, kami tidak mengucapkan janji selibat. Kami masih punya hak berkeluarga atau berpasangan. Dari mereka yang duduk di meja itu, hanya Mark yang sudah punya pacar. Dia sudah 2 tahun berada di Vatikan dan baru saja memperpanjang 1 tahun lagi. Ya, saya punya pacar di Swiss. Di Swiss? Betul, di Swiss. Kalian sudah berpacaran sebelum bergabung Garda? Betul, kami berpacaran. Saat mengatakan akan jadi personel Garda Swiss selama 2 tahun, dia bilang apa? Jelas dia awalnya tidak begitu senang, tapi saya tahu bahwa jika saya tidak melakukannya, saya akan menyesal. Dia tahu bahwa saya akan pergi selama 2 tahun dan kemudian lebih lama. anggap saja tidak mudah untuk meyakinkannya. Tetapi jika kami bisa melewati ini, ke depannya mungkin bisa berhasil. Pengawal Garda Swiss boleh tinggal di Vatikan bersama seorang perempuan dengan dua syarat. Pengawal telah bekerja di sana setidaknya 5 tahun dan mereka harus menikah. Di barak pelatihan makin serius. Para rekrutan muda harus menjadi tentara secepat mungkin. Pelatihan yang dipercepat ini diberikan oleh instruktur dari tentara Swiss. Konfederasi Swiss menanggung setengah dari biaya pelatihan militer Garda Swiss di Vatikan. Di pegunungan Ticino di area Swiss yang berbahasa Italia terdapat pusat pelatihan bagi pasukan khusus negara itu. Ini adalah pangkalan pelatihan militer untuk rekrutan baru Garda Swiss. Semua anak muda ini telah menyelesaikan 4 bulan wajib militer. Namun semua ini adalah hal baru bagi mereka. Pernah menembakkan senjata sebelumnya? Belum pernah. Dengan pistol, saya hanya menembak senapan saat bertugas di militer. Saya akui pistol jauh lebih sulit untuk membidik. Pelatihan ini berlangsung 1 bulan. Pengawal muda ini akan mempelajari teknik pertarungan jarak dekat dari pasukan khusus kepolisian Swiss. Tujuannya menaklukkan bahaya di antara para turis di lapangan Santo Petrus. Ini kali pertama Gregar melakukan latihan perlindungan jarak dekat seperti ini. Bukannya terkejut, tapi ini memang hal baru. Kita seringkiali melihat personel Garda Swiss berdiri diam di pintu perunggu dengan tombak. Tetapi ternyata lebih dari itu. Iya, saya menikmatinya. Ini juga tanggung jawab yang harus diterima oleh Garda Swiss dan sesuatu yang wajar mengingat ancaman yang ada saat ini. Bagi Vatikan, ancaman terbesar bukanlah serangan dari teroris, melainkan percobaan pembunuhan Paus saat dia bertemu umat Katolik. Sejak terpilih pada tahun 2013, Paus Fransiskus berusaha dekat dengan publik. Kedekatan ini sering membuat mereka yang bertanggung jawab atas keamanannya merasa cemas. Barak Garda Swiss pukul 5 pagi. Hari yang menegangkan dimulai bagi Rene sang kopral. Ini adalah misa pasca tahun 2023 dan dia akan menjadi pengawal Bapa Suci. Untuk bisa berbaur, dia akan mengenakan pakaian sipil, setelan jas hitam, dan dasi istimewa ini. Saya memakainya terutama untuk perlindungan jarak dekat. Jadi, dasi ini tidak bisa ditarik. Kalau ditarik ini akan lepas. Dasi ini lebih cepat untuk dipakai. Rene berlatih tinju dan olahraga bela diri. Di usia 29 tahun, dia adalah salah satu anggota elit Garda Swiss. Ada sekitar 30 orang yang memberikan perlindungan jarak dekat bagi Paus [Musik] Fransciskus. Saat saya dekat dengannya dan dia bergerak, saya harus 100% siap. Dalam bahasa Jerman kita mengatakan berharap untuk yang terbaik dan bersiap untuk yang terburuk. Dia membawa borgol, gas air mata, dan pistol semi otomatis yang tidak boleh ditunjukkan ke kamera. [Musik] Minggu pasca 2023, 80.000 peziarah diperkirakan akan hadir di lapangan Santo Petrus, tempat paus memimpin misa. Vatikan berada dalam status siaga tertinggi. Seluruh alun-alun diawasi dengan ketat. Garda Swiss berpatroli di atap-atap gedung. Di lantai dasar, polisi Italia mengontrol akses masuk. Ini adalah hari terpenting bagi umat Katolik. Mereka merayakan kebangkitan Kristus dan tradisi mengharuskan Paus merayakan misa di tempat terbuka di depan Basilika Santo Petrus. [Musik] Bagi Rene dan petugas Garda Swis, saat paling sulit adalah setelah misa ketika Paus bertemu dengan umat Katolik di mobil putihnya yang terbuka, mobil paus yang terkenal. Terlepas dari risiko dan usianya yang lanjut, Paus Fransisco selalu berusaha bertemu umat Katolik. Rene yang memimpin pengawalan itu dia di kiri bawah layar di depan mobil. Dia menyisir kerumunan seperti para pengawal Garda Swiss. Dia memikirkan serangan terhadap Yohanes Paulus I lebih dari 40 tahun lalu. 1981. Tepat di tempat yang sama, lapangan Santo Petrus. Yohanes Paulus I berada di kerumunan umat Katolik. Tiba-tiba seorang pria melepaskan tembakan. Paus jatuh. Ia tertembak di perut. Dia dilarikan ke rumah sakit dan nyawanya nyaris tak tertolong. Itu pengalaman traumatis bagi Garda Swiss yang sejak saat itu memperketat protokol keamanan. Dan hingga saat ini insiden serius belum pernah terjadi [Musik] lagi. Di akhir upacara, Garda Swiss berbaris dengan baju besi dan seragam lengkap. sebuah aksi yang memancing rasa haru bagi sebagian penonton. Sangat tradisional. Menurut saya sangat bagus untuk menjaga tradisi. Apalagi sebagian besar anak muda itu bagus. Ini menunjukkan masih ada anak muda yang berkomitmen. Tetapi hari itu para rekrutan baru tidak ikut berparade. Mereka belum siap. Mereka masih harus menjalani latihan penting. Salah satu latihan yang sangat mereka takuti, latihan penjagaan. Grego Leo, dan rekan-rekannya harus berdiri diam tanpa suara selama 1 jam sambil memegang tombak. Dan uniknya ini adalah keahlian yang harus diajarkan. Mengendalikan diri, tidak bergerak, tidak boleh menggaruk. Itu bagian tersulit. Ini latihan yang bagus karena anak muda zaman sekarang tidak terbiasa berdiam selama beberapa jam tanpa melakukan apapun. Rene Sang Kopral mengawasi latihan tersebut. Dia menguji ketahanan para rekrutan satu persatu. Setelah 30 menit, Grear mulai melemah. Diamlah di sini. Jangan menoleh dengan bahumu. Tegakkan bahu. Saat Greguar berjuang mencari posisi yang tepat, Leo berhasil melewati ujian. Sangat perlu konsentrasi. Namun begitu kita berkonsentrasi, waktu berlalu dengan cepat. profond yang terpenting adalah memastikan mereka baik-baik saja. Kami harus bertindak cepat jika seseorang merasa tidak enak badan. Pernah ada yang jatuh sakit? Pernah sering terjadi saat latihan. Tugas jaga adalah bagian penting dari pekerjaan [Musik] ini. Pengawal dapat menghabiskan waktu hingga 4 jam sehari untuk menjaga pintu masuk Vatikan. Namun Paus tidak selalu tinggal di Vatikan. Selama 12 tahun terakhir Paus Fransiskus juga bepergian ke seluruh dunia untuk bertemu dengan umat Katolik. Ia tidak ragu melawat ke negara yang dianggap berisiko tinggi. Petugas Garda Swiss bertanggung jawab mengatur perjalanannya. Banyak perjalanan internasional paus dilakukan ke negara-negara di mana umat Kristen adalah minoritas. Pada November 2022, Paus mengunjungi Bahrain, negara Arab yang berbatasan dengan Arab Saudi. Di sini 80% penduduknya beragama Islam. Setelah menempuh perjalanan selama 6 jam, pesawat mendarat di Manama ibu kota Bahrain. Bahrain adalah kerajaan kecil produsen minyak berpenduduk 1,5 juta orang. Ini adalah negara monarki tangan besi yang diperintah oleh Raja Alkhalifah. Namun di sisi lain, negara ini dikenal atas toleransinya terhadap agama lain. Bagi Bahrain, kunjungan Paus sangat istimewa. Kerajaan telah menyiapkan sambutan mewah. Namun kemewahan itu tidak sesuai dengan kebiasaan Paus Fransiskus yang datang dengan fiat 500 dan duduk di samping sopirnya. Mobil itu merupakan simbol bagi Paus Fransiskus. Dia memutuskan telah menjadikan kesederhanaan dan kesopanan sebagai prinsip kepausannya. [Tepuk tangan] Bagi Paus Fransiskus, perjalanan diplomatik ke negara-negara muslim ini penting. Perjalanan ini membangun hubungan langsung ke para pemimpin. Jadi, dia dapat memperjuangkan kepentingan umat Kristiani di negara ini. Paus berperan dalam perdamaian dunia. Jadi kunjungan ini sangat penting. Ini kunjungan bersejarah dan penting. Kunjungan ini juga memperkuat hubungan antar agama. Besok adalah hari penting bagi Paus. Dia akan menyampaikan pidato di hadapan 80.000 umatolik di negara ini. [Musik] Di Bahrain, umat Katolik sebagian besar adalah pekerja imigran dari Asia, terutama dari Filipina dan [Musik] India. Pengawal Garda Swiss sudah ada di lokasi. Inspeksi terakhir sebelum kedatangan Paus. Marco menjadi pemimpin tim. Ini adalah perjalanan dinasnya yang ke-10. Kami memeriksa area untuk mobil paus, jalur antara penghalang dan apakah ada relawan untuk menjaga area itu. Kami tidak boleh lengah, harus selalu siaga. Makanya kami agak cemas. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Di tribun ada 30.000 umat Katolik, sebagian besar dari Asia. Mereka adalah perwakilan umat Katolik baru yang ingin dirangkul paus. Misa berlangsung tanpa insiden. [Musik] Kembali ke Roma. Setelah 8 bulan latihan rutin, para pengawal muda Garda Swiss mulai percaya diri. Leo, pemuda yang kami rekam saat meninggalkan keluarganya. telah berubah. Ini pengalaman luar biasa. Saya masih menikmatinya seperti dulu. Saya selalu mengatakan ini adalah pilihan terbaik dalam hidup saya. Ini adalah pengalaman belajar yang luar biasa dan emosional. Saya juga merasa jauh lebih percaya diri dan lebih tenang. Kami semua jauh lebih tenang. Banyak yang mengatakan ada perubahan besar setelah 2 tahun. Seringkiali mereka jadi jauh lebih tenang. [Tepuk tangan] Pelatihan militer telah ditingkatkan. Hari ini para rekrutan dilatih menangani serangan teroris di Vatikan. Apa itu mungkin terjadi? Tentu ini bisa terjadi di manapun. Bahkan di Swiss. Di Vatikan ada paus, ada gereja. Tidak semua orang menyukainya. Untungnya tidak ada serangan selama beberapa tahun terakhir, tetapi itu bisa terjadi kapan saja. Sekali lagi, instruktur dari tentara Swiss datang ke Roma untuk melatih para rekrutan dalam situasi nyata. Tujuannya adalah mengidentifikasi dan mengamankan semua orang yang bersenjata. Latihan dimulai di balik pintu ini. Skenarionya adalah teroris berhasil masuk ke ruang bawah tanah Vatikan. Mereka bersenjata dan menyandra banyak orang. Room on the room on the left. room free. Leo dan rekannya harus belajar mengendalikan stres. Tujuan mereka adalah mengamankan teroris tanpa melukai warga sipil. [Musik] Didorong iman Leo dan Gregoar siap mengabdi untuk melindungi Bapa Suci. Apa Anda benar-benar siap mengorbankan diri atas nama agama demi paus? Tentu saja sulit menjelaskannya. Saat datang ke sini, kami tahu harus mengabdikan hidup kami. Itu hal yang pasti dan kami sanggupi. Siap membunuh atau terbunuh. Apa kamu siap membunuh atas nama Tuhan? Entahlah. Menurut saya, membunuh atas nama Tuhan tetap merupakan hal terburuk yang seseorang dapat lakukan. Tapi jika ada yang berlari sambil mengacungkan pisau ke arah paus, saya tidak akan bangga membunuh orang itu. Tetapi itu perlu dilakukan demi kebaikan gereja. Kita tidak bisa selalu memaafkan semuanya. Terletak di Vatikan. Gudang senjata ini adalah saksi tradisi panjang militer. Ini adalah pedang milik perwira Garda Swiss. Yang mana pedang komandan? Ini pedang komandan. Apa ini pedang sungguhan? Bisa melukai orang. Betul ini pedang sungguhan. Helm dan pelindung dada ini sebagian berasal dari abad ke-16. dan masih digunakan oleh Garda Swiss. Beberapa baju Zira seperti ini harganya sangat mahal. Yang ini untuk komandan, ini wakil komandan. Kita juga bisa melihat lambang-lambang itu. Ini lambang Bapak Suci Benediktus 16 yang dibuat saat masa kepausannya. Dan yang ini dibuat setelahnya saat masa kepausan Fransiskus. Berapa harga pelindung dada seperti ini? Sekitar 15.000o. Tidak begitu kelihatan. Tapi ini baju zirah baru. Baju ini dibuat secara tradisional. Seluruhnya ditempa pakai tangan. Vatikan menemukan sebuah keluarga pandai besi yang dapat membuatnya. Mereka tinggal di Austria di pegunungan Alpen dan menjalankan tradisi pandai besi abad pertengahan. [Musik] Yohan dan saudaranya Georg berasal dari keluarga pengrajin yang garis keturunannya bisa ditelusuri hingga abad ke-14. Kami diajarkan menjadi pandai besi oleh ayah dan ayah kami diajarkan oleh kakek dan seterusnya diwariskan dari generasi ke generasi. Kami menggunakan teknik tradisional seperti di abad pertengahan. Nama keluarga mereka Schmid Berger secara harfiah berarti pandai besi dari gunung. Generasi penerusnya sudah ada. Maksimilian putra Geog baru berusia 14 tahun dan sudah bekerja penuh waktu di sini. Saat ini keluarga tersebut menempa semua senjata tradisional Garda Swis membuat satu set baju zira butuh waktu antara 100 hingga 400 jam. Namun saat ini mereka sedang menyelesaikan pesanan terakhir dari Vatikan yaitu tombak. Senjata ikonik Garda Swiss. Senjata ini punya banyak fungsi. [Musik] Tampak ini untuk memukul musuh seperti ini. Kailnya untuk menarik musuh ke bawah dan ujungnya untuk menusuk. 500 tahun lalu, semua pengawal Kda Swiss hampir terbunuh ketika Raja Charles 5 merebut Vatikan. [Musik] Setiap tahun untuk memperingati pengorbanan mereka, anggota baru disumpah pada tanggal 6 Mei, hari peringatan pembantaian tersebut. Beberapa jam lagi, Leo dan rekannya akan mengucapkan sumpah mereka kepada Paus. Mereka semua akan mengenakan baju zirah yang terkenal itu. [Musik] 15 kg baja harus mereka kenakan selama 6 jam. Kami bersumpah untuk setia untuk selalu berada di sisi paus selamanya. Bahkan setelah masa tugas selesai, kami tetaplah seorang pengawal. Ini sumpah yang serius. [Musik] Upacara yang ditunggu-tunggu oleh orang tua Leo. 32 tahun lalu di tempat yang sama, sang ayah juga mengucapkan sumpahnya. Bagaimana rasanya kembali lagi ke lapangan Santo Petrus? Sekali menjadi pengawal, selalu jadi pengawal. Meskipun saya pulang ke Swiss setelah 2 tahun, sebagian hati saya tetap berada di sini. Karena tempat ini ibarat rumah, kami langsung merasa seperti di rumah. Apa Anda merasa Leo sudah dewasa? Iya, dia sudah dewasa. I, dia telah belajar mandiri. [Musik] Sebagai pengecualian, keluarga para rekrutan baru diizinkan memasuki kota Vatikan. Ke-36 pemuda ini yang baru saja menginjak usia dewasa akan bersumpah melayani Paus Fransiskus dan penerusnya jika perlu hingga titik darah penghabisan. [Musik] [Tepuk tangan] Suara Grego penuh [Tepuk tangan] [Musik] semangat setelah 2 tahun bertugas, Leo dan Grego harus memilih kembali ke Swiss dan menjadi warga negara biasa atau bergabung dan meneruskan tradisi yang telah ada selama lebih dari 500 tahun bersama Garda Swiss terakhir pelindung [Musik] Paus. Ha.