Di bawah bayang-bayang Cina - Filipina di jantung konflik global | DW Dokumenter
qfp4PyaRqBU • 2024-11-09
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Laut Cina Selatan adalah kawasan luas
dengan 250 pulau, Atol, dan terumbu
karang. Cina memperluas klaim
kepemilikannya, terutama di wilayah
Filipina.
Cina mengklaim wilayah ini milik Cina.
Kami membantahnya. Di situ masalahnya.
Armada angkatan laut Cina adalah yang
terbesar di dunia dan mereka terus
mengancam kapal-kapal Filipina.
Di bawah pemerintahan Presiden Ferdinand
Marcos Junior, Filipina semakin dekat
dengan Amerika Serikat.
Presiden kami telah menyampaikan
pernyataan jelas bahwa terlepas dari
tingkat agresi mereka, kami tidak akan
menyerahkan sepetak pun wilayah kami
kepada kekuatan asing.
Mengapa terjadi perubahan politik besar
ini di Filipina? Cina tidak mengancam
akan menggunakan kekerasan untuk
selesaikan masalah pulau dan terumbu
karang ini.
Di sini bahaya makin besar bahwa konflik
antara Beijing dan Washington dapat
meluas dan memicu krisis global.
Laut Cina Selatan yang sebagian dikenal
di Filipina sebagai laut Filipina Barat.
Dikelilingi oleh Cina, Taiwan, dan
Filipina. Perairan ini menjadi wilayah
perebutan pengaruh antara Washington dan
Beijing.
Para ahli memperingatkan bahwa sengketa
regional ini dapat memicu pertikaian
global.
Perjuangan mempertahankan laut Filipina
Barat bukan perjuangan kami sendiri.
Dunia akan terdampak karena jika
berhasil Cina dapat membalik piagam PBB
dan kita kembali ke masa si kuat yang
benar.
Isra.
Tapi Beijing punya interpretasi sendiri
tentang piagam PBB.
Chowo adalah pensiunan kolonel tentara
pembebasan rakyat Cina.
Cina menganggap pulau terumbu karang dan
perairan laut Cina Selatan adalah milik
Cina.
Jadi perluasan ini terjadi di wilayah
kami dan ini urusan kami.
Beijing membenarkan ambisi maritimnya
dengan sembilan garis putus-putus dalam
peta buatan Cina sejak 1940-an.
Dari perspektif Cina, klaim ini sudah
ada sejak beberapa abad lalu.
Anda tidak bisa bilang 2000 tahun lalu
kami sudah lewat di sini. Nelayan kami
dulu ada di sini. Ada kapal pedagang
kami karam di sini. Jadi ini milik kami.
Tidak. Semua klaim sejarah tidak berlaku
lagi.
Tahun 2013, Filipina menggugat Cina soal
ini. 3 tahun kemudian, Pengadilan
Arbitrase di Denhe memutuskan bahwa
menurut hukum maritim internasional,
Beijing tidak memiliki klaim di dalam
zona ekonomi Filipina. Tapi Cina
mengabaikan keputusan tersebut. Salah
satu titik panas konflik ini ada di
Scarboros yang diduduki Cina sejak 2012.
Letaknya 220 km dari Luzon, Pulau Utama
Filipina, dan 800 km dari Pulau Hainan,
Cina.
Area ini kayak ikan dan itu jadi alasan
tambahan sengitnya sengketa ini. Pakar
keamanan Amerika, pensiunan Kolonel Ray
Powell pernah bertugas di sana.
Filipina sekarang menghadapi masalah
terberat karena letak geografisnya yang
unik di Laut Filipina Barat. yang telah
banyak diubah menjadi benteng Cina. Pada
dasarnya mereka diblokir dari Scarboro
Sh. Jika kamu nelayan Filipina, yang
pertama-tama kamu cemaskan adalah kalau
penjaga pantai Cina muncul atau angkatan
lautnya atau keduanya.
Tolomeo Foron adalah salah satu nelayan
Filipina yang berani berlayar jauh ke
wilayah yang diduduki Cina. Dia salah
satu yang bersaksi di pengadilan
arbitrase.
Saya berjuang demi hak-hak kami, demi
kedaulatan Filipina. Kami berhak
memperjuangkan milik kami. Ini bukan
milik mereka.
Setelah 16 jam di laut, kapalnya tiba di
laguna Scarborosol yang kaya ikan.
Penjaga pantai Cina berpatroli di sana.
Mereka menghalangi para nelayan
menangkap ikan di laguna.
Penjaga pantai Cina ada di sana sekitar
1,5 km dari sini. Tadi saya hitung ada
empat kapal.
Orang Cina sudah mengusir beberapa kapal
nelayan lokal
dulu dan sekarang sangat berbeda.
Scarboro bukan lagi tempat yang damai.
Dulu di sini tenang.
Kami tidak takut apun.
Sekarang mereka mengusir kami dan kami
tidak bisa berbuat apa-apa.
Rasanya seperti mereka merampasnya. Saya
malah tidak tahu tempat ini sekarang
milik mereka.
Hak kami hanya ada di atas kertas.
Itu realitas keputusan pengadilan. hanya
menang di atas kertas
dicari.
Perjalanan yang panjang dan mahal ini
hanya menguntungkan jika para nelayan
bisa bekerja di sini selama beberapa
hari.
Perairan ini berlimpah ikan. Setiap
beberapa menit ada tangkapan segar. Ikan
kakap, ikan kakak tua atau kerapu. Ikan
yang mahal kalau dijual di pasar.
Tapi para nelayan selalu terancam di
usir penjaga pantai Cina.
Mereka banyak kebanyakan penjaga pantai
yang di sana itu penjaga pantai
yang
yang biru
bukan bukan yang biru
putih
yang putih
yang putih di sana mereka selalu
mengganggu kami.
Tentu kami terintimidasi. Kapal mereka
terbuat dari metal. Kapal kami dari
bambu. Kapal kami gampang rusak. Lalu
bagaimana kami bisa pulang dan kalau
Cina mengusir kami, apa yang akan
terjadi? Kami bahkan enggak bakalan bisa
beli beberapa kilo beras.
Bagi nelayan seperti Tolomeofores,
Scarborosol bukan hanya sumber makanan
dan pendapatan, tapi bagian dari negeri
mereka.
Sedangkan bagi Cina, tempat ini hanya
batu loncatan untuk menguasai seluruh
laut Cina Selatan.
Cina juga mengeruk dasar laut kami dan
lebih parahnya lagi, mereka mengambil
sumber daya laut Filipina untuk membuat
pulau-pulau buatan di laut Filipina
Barat, lalu menempatkan militer dan
mengklaimnya sebagai bagian dari wilayah
mereka.
Dulunya Laut Cina Selatan adalah
perairan dengan banyak pulau dan gugus
karang. Namun dalam satu dekade terakhir
berubah menjadi perairan dengan
pangkalan militer besar.
Di Kepulauan Parasel dan Spratley, Cina
menduduki terumbu karang dan membangun
gosong pasir menjadi pulau-pulau buatan.
Tempat ini diubah menjadi pos-pos
militer lengkap dengan pelabuhan, sistem
rudal, stasiun radar, dan landasan jet
tempur.
Mereka punya pangkalan udara di
Spratley, di Parasel, tapi tidak di area
Scarboro. Untuk mengawasi seluruh Laut
Cina Selatan, mereka perlu pangkalan
militer dan laut di Scarboro untuk
melindungi seluruh laut Cina Selatan
dengan rudal dan jatur. dan itu sangat
krusial untuk menguasai Taiwan. Karena
itu mereka benar-benar memaksa masuk ke
Scarboro Show.
Scarboro. Show.
Konsekuensi lain militerisasi Beijing di
laut Cina Selatan adalah ancamannya
terhadap perdagangan global. Rute laut
ini digunakan untuk sepertiga
perdagangan dunia, termasuk untuk bahan
mentah seperti biji besi, tembaga, dan
gas alam ke Cina.
dan barang elektronik, pakaian dan mobil
ke Eropa dan Amerika Utara.
[Musik]
Tambahan lagi, ada simpanan gas dan
minyak besar yang belum tersentuh di
bawah dasar lautnya.
Bagi Filipina ini penting.
Fakta bahwa sumber daya kami terbatas,
kami perlu rute perdagangan
internasional.
Kami perlu sumber daya dalam 200 mil
laut zona ekonomi eksklusif kami untuk
menjamin keamanan pangan dan energi dan
ketahanan negara kami. Namun bagi Cina
ini masalah hegemoni dan pertumbuhan.
Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte
yang terkenal karena perang brutalnya
melawan narkoba dipandang sebagai
sahabat Cina. Selama masa jabatannya,
Beijing memperluas kehadirannya di
wilayah perairan Filipina. Tahun 2022,
Ferdinand Marcos Junior menjadi
presiden. Sebelum pemilu, Marcos
terkesan berencana meneruskan sikap Pro
China Duterte.
Hubungan antara Cina dan Filipina di
bawah mantan Presiden Duterte secara
umum baik. Sikap pemerintahan saat ini
di bawah Presiden Marcos Junior terhadap
Cina telah berubah drastis.
Secara keseluruhan sikapnya tidak ramah
terhadap Cina. Saya duga ini ada
hubungannya dengan ketegangan antara
Amerika dan Cina.
Pemerintahan sebelumnya Duterte sangat
pro Cina.
Dia dengan mudahnya seperti menyerahkan
Filipina demi kepentingan Cina.
Setelah 6 tahun kekuasaan Duterte,
Presiden Marcos Junior mengubah haluan
mencari hubungan politik dan ekonomi
yang lebih kuat dengan mitra Barat,
terutama Amerika Serikat.
Perubahan ini disambut baik bahkan oleh
kritikus pemerintah seperti jurnalis
Maria Resa.
Filipina selalu memiliki nilai strategis
karena alasan ini.
Negara-negara barat menjaga hubungan
dengan pemerintahan DUTRT.
Dan saya rasa dalam hubungan diplomatik
saat ini tentu komunitas diplomatik
barat lebih senang.
Tapi keseimbangan kekuatan geopolitik
global sedang bergeser.
Menurut saya, presiden kami Marcos
Marcos Junior peduli dengan pandangan
dunia. Dia peduli dengan aliansi
internasional. Dia lebih banyak
bepergian dibanding presiden lain. Dia
akan memperhatikan itu. Dia sudah
menandatangani banyak perjanjian.
[Musik]
Presiden Marcos Junior berdiri menentang
tetangga Filipina yang kuat itu.
Pesannya jelas, meski dia tidak selalu
menyebut nama Cina.
[Musik]
Saya menyatakan di awal pemerintahan
saya, kami tak akan menyerahkan sepetak
pun wilayah kami kepada kekuatan asing.
Beberapa tahun ini, Filipina menjadi
sasaran tindakan ilegal, agresif, dan
tidak bertanggung jawab di laut Filipina
Barat.
Manila sedang mempersiapkan diri
menghadapi lawan baru yang sangat kuat.
Orang Filipina khawatir terhadap
konflik. Saya juga. Kami tidak ingin
perang. Tempat ini persimpangan yang
strategis. Saya melihatnya sebagai
ancaman. Cina benar-benar tidak jujur.
Mereka punya motif,
yaitu mendominasi seluruh laut Cina
Selatan dan mungkin juga Filipina.
My is aerobus. saya adalah membangun
arsitektur pertahanan yang kokoh dan
untungnya kami mendapat arahan yang
jelas dari panglima tertinggi kami yaitu
Presiden.
Salah satu alasan Presiden Marcos Junior
bertindak dengan penuh keyakinan adalah
karena dia bisa mengandalkan dukungan
Washington. Sejak 1951,
Amerika dan Filipina punya perjanjian
yang mirip dengan aliansi NATO.
Masing-masing negara berkomitmen membela
negara lain.
Sejak 1991,
kedua negara telah melakukan latihan
militer gabungan. Namanya balikatan yang
berarti bahu-membahu.
Latihan ini sudah dilakukan di masa
kepresidenan Duterte, tapi di bawah
Marcos Junior diperluas.
April 2003, 17.600
tentara ikut serta latihan gabungan
terbesar sampai saat ini.
Bagaimana negara tanpa nuklir dengan
militer lemah seperti Filipina melawan
negara adidaya nuklir dengan armada
angkatan laut terbesar di dunia.
Untuk mencegah zona maritimnya direbut.
Pertama, manfaatkan hukum internasional.
Kedua, manfaatkan perjanjian pertahanan
bersama kalau ada.
Tahun 2014, Washington dan Manila
menandatangani perjanjian kerja sama
pertahanan yang ditingkatkan atau EK.
Militer AS mendapat akses kelima
pangkalan militer Filipina dan bisa
menempatkan pasukan dan peralatan.
Presiden sebelumnya, Duterte ingin
mengakhiri perjanjian itu, tapi gagal.
Setelah menang pemilu, Marcos Junior
berkunjung ke Washington. Dia dan
Presiden Joe Biden setuju memperluas
perjanjian pertahanan mencakup empat
pangkalan lagi.
Filipina membahayakan keamanan nasional
mereka sendiri.
Karena jika terjadi perang dan Filipina
mengizinkan militer Amerika menyerang
Cina dari wilayah Filipina,
maka pangkalan Amerika di Filipina pasti
juga akan diincar oleh Cina.
Dan ini tidak baik untuk Filipina.
Jika terjadi konflik terbuka antara
Amerika dan Cina, Filipina dan 115 juta
penduduknya akan berada di garis depan.
Kami tidak punya pilihan karena tindakan
ekspansi mereka dengan pelecehan,
pembayangan, perundungan, kegiatan
ilegal dan tidak sah mereka terus
berlanjut. Mereka negara besar dan kuat.
Kami kepulauan kecil. Jangan ganggu
kami.
Kagayan adalah provinsi paling luar di
ujung timur laut Filipina, hanya
beberapa ratus kilometer dari Taiwan dan
Cina. Karena kedekatan itu, Cina adalah
mitra dagang terpenting. Kini dua
pangkalan militer baru Amerika akan
dibangun di sini di bawah perjanjian
EDK.
Beberapa politisi lokal tidak setuju
dengan rencana itu, termasuk Gubernur
Kagayan Manuel Mamba.
Gubernur dengan kinerja terbaik
penggagas semua perkembangan besar di
Provinsi Kagayan juga akan menyampaikan
sambutannya. Gubernur Manuel Mamba.
[Tepuk tangan]
[Musik]
Kami bekerja demi kepentingan negara
kami, provinsi kami, kota kami, dan
tentu saja keluarga kami.
Manuel Mamba pernah menjadi walikota,
anggota kongres, dan sekarang menjalani
masa jabatan ketiganya sebagai gubernur.
Setelah upacara bendera timnya menggelar
sesi Zumba.
[Musik]
Meski ada kontroversi dan masalah hukum,
dia dipandang sebagai pengusung suara
rakyat. Mamba telah mengendalikan
politik di provinsinya selama puluhan
tahun.
Sejak awal lokasi EKA ini tidak diterima
masyarakat.
Saya menentang kehadiran militer asing
di provinsi ini.
Saya akan terus menentang perang dan
kehadiran kekuatan asing di provinsi
ini. Mereka negara-negara adik kuasa.
Jika adi kuasa bentrok,
rakyat kecil seperti kami yang akan
menderita.
Terutama kami yang paling dekat dengan
Taiwan jika itu menjadi pemicunya.
Taiwan
Kagayan adalah tujuan populer wisatawan
Cina dan terus menarik investasi dari
Cina.
[Musik]
Cina ekonomi terbesar kedua di dunia.
Ini penting. Kami bisa memberi mereka
daging sapi, sayuran, buah-buahan.
Sejak saya menjadi gubernur pada 2016,
saya memandang ke arah utara. Kami
melihat harapan, hubungan ekonomi,
perdagangan internasional dengan
memandang ke arah utara provinsi ini.
Pendekatan ramah terhadap Cina telah
menimbulkan banyak masalah baginya.
Saya bahkan dicurigai proina. Saya tidak
pro Cina, saya pro Filipina, pro
Kagayan. Saya dituduh membeli suara.
Saya tidak pernah membeli suara
sepanjang karier politik saya.
Rakyat dan pemilih di Kagayan tahu itu.
Semoga sikap saya tentang EDKA tidak ada
hubungannya dengan ini.
Sekalipun menentang, gubernur tidak bisa
mencegah pendirian pangkalan Amerika
yang baru. Satu dari empat pangkalan itu
didirikan di Senta Ana di utara Kagayan.
Tapi militer sudah lama ada di kota
pesisir itu.
Aktivis mahasiswa Ranch Jules, dan Ariel
pergi ke area itu untuk mencari tahu
apakah ada pelanggaran HAM oleh pihak
militer.
Sejarah kami menunjukkan bagaimana
militer Amerika dan Cina memperlakukan
warga Filipina.
[Musik]
Kehadiran militer memunculkan prostitusi
dan pelanggaran HAM secara umum.
Karena itu kita harus mencermati
pangkalan militer ini.
Ketiga aktivis ini adalah bagian dari
generasi muda yang terhubung secara
global dan berwawasan luas. Mereka tidak
mau dikendalikan oleh Cina maupun
Amerika.
[Musik]
Pantai dan hutan di Pulau Palawi di
dekatnya belakangan digunakan untuk
latihan militer Amerika Filipina.
Di sini juga ada pos angkatan laut
Filipina.
[Musik]
Bangkalang
di perahu ini ada logo angkatan laut.
Sepertinya di sini tidak ada petugas,
hanya penduduk pulau.
Lokasi ETK ini topik sensitif.
Jadi kami harus hati-hati
kayak
kami.
Menurut organisasi HAM di Filipina, 89
orang yang mengkritik pemerintah dibunuh
dalam 2 tahun terakhir. 18 orang disiksa
dan 13 orang hilang.
Pemerintah selalu berkampanye melawan
aktivis menyebut mereka simpatisan
komunis. Ini jadi fenomena yang disebut
penandaan merah.
Banyak aktivis seperti mereka yang
menentang militer Filipina berakhir
terluka atau tewas. Khususnya seperti
komunitas yang terdampak balikatan atau
EDA.
Para aktivis melakukan wawancara untuk
mendokumentasikan bagaimana penduduk
terdampak latihan militer Balikatan dan
aliansi Pertahanan EKA. Mereka
menerbitkan temuan mereka di koran
mahasiswa dan TikTok.
Kagayan dekat dengan Taiwan. Apa menurut
Anda keamanan penduduk Kagayan akan
terancam jika lokasi EDKA dibangun di
sini?
Iya, karena kami tidak tahu apa yang
akan terjadi.
Kami membayangkan ada bom dan
semacamnya.
Tentu saja kami khawatir.
Satu kali situasinya betul-betul
menakutkan. Ada helikopter mendarat di
sawah. Kami tidak tahu ada tentara
Amerika di dalamnya. Kami tidak tahu
mereka mau apa ke sini.
Anda pikir ada apa?
Kami pikir ada perang dengan Cina.
Selama bertahun-tahun, organisasi
seperti Human Rights Watch
memperingatkan bahwa hak-hak penduduk
terancam oleh fakta keamanan dan latihan
militer.
Orang-orang di lokasi Etka takut
kehilangan mata pencaharian, takut
penggusuran. Itu isu serius.
Organisasi masyarakat sipil dan hak
asasi manusia harus memantau apa yang
terjadi di lokasi ETKA dan bagaimana
fakta pertahanan dan ETKA diterapkan.
[Musik]
Apa ada konsultasi dengan komunitas di
sini atau kalian tiba-tiba saja tahu
tentang pembangunan lokasi?
Ya, tiba-tiba saja
saat kami tahu tentang kami pikir akan
ada perang.
Mereka terlalu kuat. Kami bukan apa-apa.
Kami takut terjebak dalam perang.
Kami khawatir karena sebagai orang muda
kami generasi berikutnya. Kami khawatir
masyarakat seperti apa yang akan kami
warisi.
Meski ada perbaikan hak asasi manusia di
bawah kepresidenan Ferdinand Marcos
Junior, mengkritik pemerintah dan
militer masih tetap berbahaya.
Kami bukan kediktatoran yang bisa
memaksa orang untuk taat. Tidak seperti
Cina yang tidak punya kebebasan pers,
kebebasan bicara.
Mereka bisa memanipulasi penduduk untuk
percaya cerita apa saja.
Orang Filipina punya kebebasan memilih.
Karena itu 80 hingga 90% orang Filipina
percaya pada keadilan tujuan yang kami
perjuangkan di laut Filipina Barat.
Ketegangan dengan Cina juga menentukan
agenda politik di Senat Filipina, salah
satu demokrasi tertua di Asia.
Bahkan pemimpin oposisi senator sosial
demokrat Risaontiveros mendukung
tindakan presiden.
Masalah laut Filipina Barat menyatukan
hampir semua orang Filipina. Kalau tidak
semuanya terlepas dari pilihan kami
dalam pemilu, mungkin terjadi konflik
yang lebih luas dan panas.
Tidak ada yang ingin perang.
No s.
Rasa persatuan nasional ini memunculkan
gerakan patriotik. Atin Ito atau ini
milik kita menjadi slogan untuk
mempertahankan wilayah Filipina.
Gerakan ini mengadakan konser
pengumpulan amal, mengerahkan konvoi
bantuan untuk mendukung komunitas
nelayan yang terdampak blokade Cina.
Akhir 2023, senator Risa Hontiveros
berkunjung ke Desa Nelayan Masinlog
menghadiri acara gerakan Atin Ito.
[Musik]
Komunitas nelayan merasakan langsung
ketegangan ini. Keluhan mereka punya
bobot politik. Nelayan Tolomeo Forones
juga tinggal di sini. Dia dihormati
karena jadi saksi di pengadilan melawan
Cina.
Kalau Anda ingat Patolomeo yang memberi
pernyataan di mahkamah.
Anda membantu kami menang.
Ada enam yang bersaksi.
Wah, luar biasa.
Jadi saya ingin mengenalkannya pada
Anda.
Terima kasih banyak. Kita menanggung.
Tapi tidak ada hasilnya.
Tidak, bukan tidak ada. Karena
kemenangan berkat bantuan Anda. Sekarang
ada RUU di Senat yang disebut RUU Zona
Maritim.
RUU ini juga didukung penjaga pantai
agar keputusan Mahkamah dapat
ditegakkan.
[Musik]
Mungkin kita pikir tidak ada hasilnya,
tapi sekarang ada lebih banyak sekutu
dan aliansi regional yang mendukung
kita.
Kunjungan ini bukan hanya soal
solidaritas. Tahun 2025 ada pemilu
selain.
[Musik]
[Tepuk tangan]
Sudah lama kami ingin mengunjungi Masinl
karena kami tahu kalian yang ada di
garis depan.
Kalian yang menentang ekspansionisme
Cina di Laut Filipina Barat.
Tepuk tangan meriah untuk kalian semua.
Negara dan rakyat sipil bersatu
menentang Cina.
Berkat upaya Presiden Ferdinan Marcos
Junior
bersama dengan senat dan kongres
komunitas nelayan di Masinlok tidak
ditinggalkan sendirian menghadapi semua
ini.
Seluruh anggota kongres dan senat
terlepas dari kubu politik mereka
bersatu mengutuk tindakan Republik
Rakyat Cina.
[Musik]
Thank you.
[Musik]
Kami akan kirim ini ke gedus Cina.
Tatanan global yang dibangun setelah
Perang Dunia Pertama dan kedua akan
dikesampingkan kalau kita membiarkan
negara-negara seperti Cina seperti juga
Rusia mengabaikan hukum internasional.
Presiden kami telah menyampaikan
pernyataan tegas bahwa terlepas dari
tingkat agresi yang akan mereka lakukan,
kami tidak akan menyerahkan sepetak pun
wilayah kami kepada kekuatan asing.
[Musik]
Para nelayan di sini termasuk kelompok
yang paling miskin.
Mereka mungkin dikagumi karena ada di
garis depan konflik. Tapi mereka sendiri
merasa ditelantarkan dan harus
menghadapi ancaman Cina sendirian.
Tolomeo Forones juga frustrasi.
Kuning
[Musik]
tidak ada yang berubah sejak 2012.
Masih sama saja.
Penjaga pantai Cina masih mengganggu
kami.
Ini kesaksian tertulis dalam kasus
memperjuangkan Laut Filipina Barat di
bawah konvensi hukum laut PBB.
Kami menang, tapi putusannya tidak
ditegakkan. Jadi putusan itu tidak lebih
berharga dari kertas ini.
Kami bertahan hidup, tapi kami sangat
kurus karena kurang makan.
Mereka terus mengusir kami.
[Musik]
Yang kita punya hanya proses diplomatik
ini. Cukuplah.
Proses diplomatik ini tidak ada
hasilnya.
Kami masih harus protes.
Membela diri.
Ini bikin frustrasi menghadapi pencuri
yang ambil apa yang bukan milik mereka.
Blokade Cina berdampak pada seluruh
keluarganya.
Tolomeo dan putranya Arkemedis sudah
bertahun-tahun tidak ke Scarboroso. Kini
mereka hanya menangkap ikan di perairan
pesir. Untuk pergi lebih jauh terlalu
berbahaya.
Kami bisa apa? Kami tidak bisa lagi ke
Skarboro
dan di sini tidak banyak ikan.
Tidak seperti di Skarboro.
Kami bisa menangkap 100 kilo dalam
sehari.
Saya setuju dengan tindakan Presiden
Marcos Junior.
Paling tidak ada sedikit kontrol dengan
kehadiran militer Amerika. Cina jadi
lebih hati-hati.
Dari waktu ke waktu, otoritas Filipina
menangkap kapal Cina yang memuaskan
penduduk lokal.
Mereka menangkap kapal Cina yang besar,
tapi awaknya dipulangkan ke Cina setelah
ketahuan menangkap ikan di perairan
Filipina.
Kbikan Filipinas
Eren Supuputo Romeo juga nelayan. Meski
berbahaya dia terus pergi ke Scarboroso.
Dia baru saja kembali dari perjalanan 2
minggu.
Masih belum bisa mendekat.
Waktu kami di sana,
ada kapal angkatan Laut Cina
yang menghalangi kami.
Menakutkan.
Kami sekitar 30 mil jauhnya. mungkin
perlu perang supaya mereka pergi.
Itu pilihan terakhir,
opsi terakhir
berperang
melawan apun yang terjadi
mereka tidak akan pergi dengan
sendirinya.
Tolomeoones masih harus terus berjuang
demi kelangsungan hidup keluarganya dan
masa depan tanah airnya.
Di Manila. Sentimen anti Cina terlihat
jelas selama acara peringatan Hari
Kemerdekaan Filipina. Dengan masa
meneriakkan slogan Filipina milik kami,
Cina pergi.
[Musik]
Dalam survei awal 2024, hampir 80%
responden mengatakan akan membela
negaranya jika diserang.
Ada pemimpin Cina yang berpikir bisa
mendapatkan semua yang dia inginkan. Dia
bisa membesarkan diri dengan merebut
wilayah negara lain.
Dia pikir dia punya cukup senjata
nuklir, punya armada angkatan laut
terbesar di dunia, mengeluarkan banyak
uang untuk militer.
[Musik]
Jika Cina jadi lebih agresif,
akhirnya sifat aslinya akan kelihatan.
Sekarang saja sudah terlihat
siapa Cina sebenarnya akhirnya akan
terungkap kepada seluruh dunia.
Terlihat secara telanjang reputasinya
akan runtuh.
Cina punya sekitar 150 kapal patroli,
Filipina 25. Jadi harus pakai strategi
lain, termasuk menggunakan media.
Pemerintah mengunggah rekaman
konfrontasi laut di media sosial.
Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran
warga, menggalang dukungan
internasional, dan merusak citra Cina.
Hal sederhana seperti menyalakan kamera
bisa membalik perang informasi 180
derajat. Hal yang biasanya dibantah jadi
tidak bisa disangka lagi. Itu perang
informasi yang paling sederhana dan
benar-benar merusak reputasi Cina di
panggung internasional.
Negara yang ingin tampil sebagai kampiun
dunia selatan terlihat menekan negara
berkembang di lingkungannya sendiri.
Perjalanan wisata ke wilayah sengketa
adalah bagian dari strategi ini. Pada
Maret 2024, kapal kayu yang membawa 60
blogger, wisatawan, dan jurnalis
berangkat dari pelabuhan di Pulau
Pahlawan.
Tujuan mereka, Pulau Titu. Di Filipina
dikenal sebagai Pak Asa bagian dari
kepulauan Spradley.
Penyeberangan sejauh 505 km ke wilayah
paling terpencil di Filipina perlu waktu
32 jam.
Dalam perjalanan ada kapal perang Cina
yang muncul dan mendekat.
[Musik]
Mungkin mereka hanya mengikuti kita.
Tidak tahulah.
Kita tidak membiarkan mereka
menghentikan kita, kan?
Ya.
Setelah beberapa jam, kapal Cina itu
berbalik.
[Musik]
Pak Asa berarti harapan.
Tahun 2002, Filipina menempatkan warga
sipil di sini untuk mendukung klaim
wilayahnya.
Ini kota madia terkecil di Filipina dan
satu-satunya pulau berpenghuni di
Kepulauan Spratley.
Cina juga mengklaim pulau ini dan
kapal-kapal pukat Cina mengelilinginya
seolah sedang mengepung. Penjaga pantai
dan angkatan laut Cina juga berpatroli
di sini. Seolah berpesan, "Kami
mengawasi kalian dan siap bertindak.
Bagi banyak peserta, perjalanan ke sini
adalah petualangan sekaligus misi
patriotik."
[Musik]
Tadinya
saya kira tidak ada satu isu atau
masalah sosial yang bisa menyatukan
negara kita. Tapi soal Spratley, semua
orang sepertinya sepakat kita harus
memperjuangkan pulau ini. Secara
personal, saya terinspirasi.
Saya senang. Saya tidak pernah begini
bangga menyebut diri saya Filipino.
250 warga sipil dan 50 penjaga pantai
dan personel angkatan laut tinggal di
sini.
Saya ingin berbicara dengan mereka.
Mereka pengurus pulau ini. Mereka yang
menjaga dan melindungi pulau ini untuk
kami. Saya ingin dapat informasi secara
langsung
karena saya ingin menulis tentang ini
juga di media sosial. Dan semoga nanti
akan diperhatikan.
Semoga banyak orang yang akan
membacanya.
Bagi pengunjung seperti Mel Pastor,
kehidupan di sini sangat memprihatinkan.
Dari pagi hingga malam, kapal Cina
mengitari pulau ini yang mereka namakan
Zonge.
Perasaan saya sekarang saya khawatir
dengan negara saya karena banyaknya
ancaman.
Ini membuat saya marah karena tidak bisa
bergerak bebas di negara sendiri.
Banyak pulau yang ingin saya kunjungi,
tapi tidak bisa karena ada kapal Cina.
Apa-apaan ini? Seharusnya kami bisa
pergi ke mana pun kami mau karena ini
negara kami. Tapi tidak bisa karena ada
mereka di sana. Mereka mengawasi kami.
Dan tidak hanya penjaga pantai, ada
kapal angkatan laut, ada kapal perang.
Apa maksudnya?
[Musik]
Setiap malam mereka yang ada di pantai
dapat melihat lampu navigasi dan lampu
sorot kapal-kapal Cina.
225 km di tenggara Pak ASA ada titik
panas lain second Thomas Sha
di gugus sekarang ini ada Sierra Madre
kapal tua setengah karam yang berfungsi
sebagai pos militer Filipina
Filipina mengambil kapal perang dunia
kedua itu dan menabrakkannya kec Thomas
Filipina memfungsikan kapal itu sejak
1999 sebagai pos militer. Setiap 4
sampai 6 minggu personel dirotasi dan
militer memasuk pos luar itu.
Selama dua dekade ada semacam gencatan
senjata antara Beijing dan Manila
mengenai Siera Madre. Filipina bisa
memasok pasukannya dan melakukan
perbaikan kapal. Sebagai imbalan, Manila
tidak keberatan dengan kehadiran penjaga
pantai Cina di perairan mereka.
Tapi di bawah Presiden Ferdinand Marcos
Junior, kapal berkarat itu jadi masalah
bagi Beijing.
Mereka berusaha membawa bahan bangunan
untuk memperkuat kapal perang rusak itu
menjadikannya pos militer permanen di
wilayah Cina. Itu tidak bisa dibiarkan.
Apapun yang dilakukan Filipina membawa
sekantong semen untuk memperkuat posisi
Sierra Madre dianggap ilegal dan akan
diserang dengan meriam air atau ada
pemblokiran atau penabrakan.
Siera Madre tentu punya nilai simbolik
yang lebih besar dari nilai militer atau
strategisnya. Karena menyerang kapal itu
tentu mengaktifkan frasa serangan
bersenjata yang tertera dalam fakta
pertahanan Amerika Filipina.
[Musik]
Mei 2024 kepada jurnalis asing, Presiden
Marcos Junior memberitakan tentang
ketegangan situasinya.
[Musik]
Jika ada prajurit Filipina yang terbunuh
oleh serangan dari kekuatan asing, maka
itu akan mengaktifkan fakta pertahanan
bersama. Apapun sasarannya bukan
masalah. Entah itu kapal niaga, kapal
penjaga pantai, kapal abu-abu, atau
kapal angkatan laut tidak penting. Semua
itu serangan terhadap Filipina oleh
sebuah kekuatan asing.
Marcos Junior mendapat dukungan penuh
dari Washington. Itu ditegaskan duta
besar Amerika untuk Filipina, Mary Kson.
Filipina dapat mengandalkan Amerika.
Fakta pertahanan bersama seperti yang
sering dikatakan Menteri Luar Negeri dan
presiden kami akan aktif kalau ada
serangan bersenjata terhadap kapal atau
pesawat atau penduduk Filipina di
manapun di Pasifik termasuk di Laut Cina
Selatan.
Tapi ada peningkatan konfrontasi antara
kapal penjaga pantai Filipina dan Cina
di dekat second
termasuk saat kapal Kabra sedang memasuk
barang-barang ke Sierra Madre.
Beberapa kapal Cina berusaha memotong
jalur Kabra untuk memaksanya berbalik
arah.
Ini kapal penjaga pantai Filipina BRP
Cabra MRRV 4409.
Kalian berada di zona ekonomi eksklusif
Filipina di Gugus Pulau Kalayaan.
Penolakan untuk merespons akan
dilaporkan dan ditindak sebagaimana
mestinya.
Untuk penjaga pantai Filipina 9702.
Ini penjaga pantai Cina 3303.
Operasi kalian di sini telah melanggar
hak laut dan merupakan ancaman bagi
Cina. Hentikan semua operasi dan
tinggalkan area ini segera.
Ini kapal penjaga pantai Filipina.
MRRV409.
Kalian adalah negara pihak unclaose.
Tindakan kalian ilegal. Hentikan
kegiatan kalian atau hadapi
konsekuensinya.
Kapal-kapal penjaga pantai Cina dengan
mudah bisa mendorong kapal Filipina
bermanuver di sekitar mereka dan
menggunakan meriam air. Meski begitu,
Kabra berhasil menjalankan misinya.
Pemerintah Filipina ada di posisi sulit,
berusaha mempertahankan klaim wilayahnya
sambil tetap menerapkan langkah
diplomatik. Kedua langkah itu penting
karena pertaruhannya besar.
Posisi kami selalu adalah sekalipun ada
ketegangan meningkat,
kami selalu mendesak semua pihak untuk
menjaga komunikasi satu sama lain. Untuk
menghindari katakanlah insiden yang
tidak terkendali.
Sikap menahan diri itu melegakkan
Amerika yang ingin mencegah wilayah
tersebut menjadi medan perang.
Kami sangat terkesan dengan respons
terukur Filipina. Pengendalian diri
maksimal dalam menghadapi tindakan
agresif ini. Karena memperuncing situasi
atau terlibat dalam pertempuran tidak
akan membantu.
Jika konflik pecah, semua negara di
wilayah ini akan terdampak bahkan
seluruh dunia.
Jadi, kami berkomitmen untuk menghindari
konflik.
Namun pada Maret 2024 terjadi eskalasi
situasi di Second Thomas Sh. Untuk
pertama kalinya pelaut Filipina terluka
dalam bentrokan.
Filipina memperingatkan Beijing agar
tidak melewati garis merah Manila
setelah serangan meriam air Cina melukai
empat anggota angkatan lautnya di laut
Filipina Barat.
Cina berharap dengan eskalasi Filipina
akan mundur karena Filipina tidak berani
bertindak keras sejauh yang mereka
lakukan. Tapi setiap kali mereka
meningkatkan eskalasi, citra Filipina
makin meningkat di tataran
internasional.
Apakah Manila dapat mempertahankan
posisinya terhadap Beijing? Tidak hanya
bergantung pada sikap sekutunya Amerika,
tapi juga pada kekuatan politik Presiden
Ferdinand Marcos Junior.
Warisan mantan Presiden Rodrigo Duterte
meninggalkan bayangan panjang.
Pengadilan kriminal internasional
menyelidikinya atas kejahatan terhadap
kemanusiaan terkait perangnya melawan
narkoba yang diperkirakan mengakibatkan
kematian puluhan ribu orang. Duterte
masih tetap populer dan ini jadi dilema
bagi Marcos. Haruskah dia membela
pendahulunya atau memihak hukum
internasional?
itu akan membuatnya bentrok dengan
Duterte yang putrinya saat ini menjabat
wakil presiden. Dia 2028 akan maju
sebagai calon presiden.
Perpecahan antara keluarga Duterte dan
Marcos akan melebar dan meningkatkan
permusuhan keluarga Duterte terhadap
Barat.
Diterte akan makin merangkul Cina.
Negara yang lemah, pemerintah yang
lemah, demokrasi Filipina yang lemah
tidak akan mampu menghadapi tekanan
Cina.
Presiden Marcos yang lemah, yang masih
harus menghadapi banyak masalah
domestik, tidak akan ada dalam posisi
yang baik untuk menghadapi Cina.
[Musik]
Filipina kini berada di garis depan
perebutan dominasi geopolitik.
Negara kepulauan ini telah menjadi garis
depan di Indo Pasifik, salah satu
wilayah maritim paling labil di dunia.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:12:59 UTC
Categories
Manage