Kind: captions Language: id ee seperti ini tadi ya, persiapan tenaga ahli, penentuan jenis rencana, periode perencanaan ini ee mungkin yang berbeda adalah jenis rencananya. Ee ini nanti jenis rencananya itu apa? Jadi Rispal kabupaten kah, Rispal provinsi kah, Rispal apa seperti itu ya. Kalau yang tadi kan ee yang di sini ya ini ee master plan, outline plan, SSK seperti itu ya. ya. Jadi bedanya di situ. Nah, ee kemudian data kondisi ya ee kondisi daerah perencanaan tadi juga sudah jelas ya, kondisi fisik dan lain-lain. Data kondisi SPAL saat ini ee mulai dari ee kinerja teknis maupun nonteknis yang ee saya sudah sempat sampaikan sebelumnya untuk mengambil datanya itu ee sebisa mungkin bisa menggunakan data primer, tapi kalau tidak bisa ya bisa kita gunakan data sekunder. Nah, kalau kita ingin lihat lebih ee terkait dengan perumusan kebijakannya itu juga sama ya, perumusan kebijakan dan strateginya itu yang pertama dilakukan melalui penentuan ee arah pengembangan dari ESPAL itu sendiri. Arah pengembangannya apakah dia setempat atau terpusat misalnya. Kemudian zona prioritas yang akan dikembangkan di mana? Kemudian bagaimana cara mengembangkannya? tadi kalau misalkan ee ada IPLT dengan kapasitas 10 m³ ee per hari. Nah, kemudian ee akan dibangun gitu ya. Lalu bagaimana pentahapannya mulai dari ee apa ee kebutuhan kebutuhan apa teknisnya, kemudian kelembagaannya dari awal mungkin UPTD jadi BLUD sampai ke Perumda seperti itu ya. Nah, ini merupakan ee kajian yang bisa dimunculkan ya ee di dalam ee penyusunan ee program-program tadi. Nah, ini penting juga bahwa ee rencana induk ini juga perlu dilakukan ee apa ya ee konsultasi publik ya, tetapi ee sebelum dilakukan ee apa ee legalisasi. Karena ee legalisasi ini penting dilakukan. Kenapa? agar ee dokumen ee ketika terjadi perubahan ee pemangku kebijakan kepentingan misalkan ada perubahan ee bupati, gubernur seperti itu ya. Itu ee arah arah tujuan ee pengembangan ee apa ee air limbahnya masih ee sejalan seperti itu. Dan kalaupun ee nanti ketika ada pergantian ee rezim gitu ya ee pemerintahan maksudnya itu ee akan dilakukan evaluasi ya tidak masalah gitu ya. menyesuaikan dengan ee kondisi ini. Kalau belum dilegalisasi bagaimana? Ya, mungkin ee di mungkin bisa didiskusikan dengan biro hukumnya gitu ya. Tetapi legalisasi ini penting ee tujuannya itu tadi. Jadi kalau kita lihat ee antara apa ee pedoman penyusunan Rispal 2016 dan 2017 sebenarnya hanya ee ada kaidah SPM tadi ya, kemudian ada jenis ya ee rispal-nya gitu ya. tetapi secara umum kajian untuk perumusan kebijakan gitu ya ee itu masih sama sehingga ee mungkin nanti bisa diacu gitu ya. Baik. Lalu ee saya mencoba untuk apa ya me tadi sudah saya sampaikan ya bahwa kebutuhan personil di dalam ee perencanaan ee dokumen Rispal ini memang tim leadernya itu umumnya ee dari teknik lingkungan gitu ya. Kemudian ee ada ahli ee teknik lingkungan ee tersendiri yang digunakan untuk mendukung dari e tim leader tadi. Nah, ee karena kaitannya dengan sumber daya air gitu ya, bisa juga menggunakan ahli hidrologi ya, ahli hidrologi yang ee dapat mendukung ee apa ee di dalam ee penyusunan ee dokumen ini ya. Ee kenapa? Karena misalkan dari sisi sungai gitu ya, kualitas airnya itu sudah ee ada backup-nya ee ada fungsinya di teknik lingkungan. Tetapi kalau dari sisi hidrologinya gitu ya ee ini lebih kepada ee misalkan pengembangan ee sarana dan prasaran ya gitu ya. Kemudian ahli perencanaan tata kota ini juga ee fokus kepada apa infrastruktur ya kebutuhan infrastruktur gitu ya. ee kemudian juga ada ahli kebijakan publik mungkin ya terkait dengan kelembagaan ya. Kemudian juga butuh juga ahli ee geologi atau geodesi ya. Ee kalau misalkan nanti dibutuhkan eh sori geodesi ya untuk memetakan ya ee kesesuaian lokasi dan yang lainnya. Nah, kemudian ada tenaga pendukung berupa ee surveyor dan juga ee operator ee komputer. Nah, ini sekali lagi ee ee kakak gitu ya. Di dalam di dalam Permen PU itu juga sudah ee ditunjukkan ya. Ee kalau kita lihat ee Permen PU ee di sini ya, Permen PU ya ee di sini disebutkan ya ee pembentukan ee apa ee Rispal-nya tadi ya. ee ini juga ada ya penanggung jawab ketua tim dan yang lainnya. Kemudian ee ee di sini juga ditampilkan ee ahli teknik lingkungan itu dibutuhkan kemudian ee ahli-ahli yang lainnya. Nah, ee sekali lagi ini ee bisa digunakan sebagai kakak misalkan seperti itu ya kalau mau lengkap gitu ya. dan ee tapi seringki ya kalau ee di dalam ee kakak itu kan sifatnya mengunci gitu ya. Ee tentu ee di dalam ee apa ee penyusunan kita harus menyesuaikan dengan ee kakak-nya itu gitu ya. ee meskipun nanti dalam ee pelaksanaannya juga bisa ee apakah mungkin dibongkar gitu ya, dipasang atau menyesuaikan dengan ee kebutuhan ee di lapangan seperti itu. Nah, ee ini nanti Bapak Ibu bisa lihat ee secara langsung ya kira-kira ee kegiatan yang atau program yang akan di dirancang. Kemudian ee tanggung jawab dari ee tenaga ahlinya ini ada di sini. Mulai dari misalkan kajian RTRW-nya gitu ya yang ee apa yang terlibat itu juga ada ee ketua tim sampai kepada ahli-ahli yang lainnya. Ini ee contoh referensi yang Bapak Ibu bisa gunakan. Lalu bagaimana tahapan kerja tim penyusun Rispal ini tadi? ini ee kita buat ya misalkan dalam waktu berapa ee 1 ee sampai 6 bulan gitu ya. Jadi laporan pendahuluan 1 bulan, laporan antara 3 bulan, laporan akhir ya konsep laporan akhir 5 bulan ee sori ya sampai ke sori bulan e bulan kelima maksudnya ya. Kemudian ee laporan akhir di bulan keenam. Jadi tahapannya ini menyesuaikan dari ee tahapan penyusunan Rispal tadi. Jadi kalau boleh di dibuat gitu ya, mungkin ini ee masuk ke tahap satu gitu ya. Kemudian ee tahap satu ini berarti laporan pendahuluan gitu ya. Kemudian ee pengumpulan data ini survei gitu ya. Survei ini masuk ke tahap kedua gitu ya. Kemudian nanti dari hasil survei tadi bisa dilakukan misalkan FGD gitu ya. Nah, kemudian nanti ada ee hasil kajiannya ee muncul lagi FGD ya atau laporan antara sampai sebelum akhir itu nanti akan ada laporan akhir dan ee biasanya ee dikerjakan dalam waktu ee ee kontrak itu ya ee 6 bulan ya. Ya harusnya kalau mau lebih apa lebih detail ya bisa 8 bulanan gitu ya. Tetapi di dalam e tahun anggaran sih biasanya ya 6 bulanan gitu ya, tapi ya 6 sampai 8 bulanan ya. Ee ini ini contoh yang saya tampilkan di sini ya. Ini untuk outline plan karena ee dulu ya masih ee 2016 ya ee kajiannya jadi ee masih ee masuk ke dalam ee jenis shortline plan untuk ee kota dengan jumlah penduduk menengah seperti itu ya. dimulai dari apa ya, mobilisasi koordinasi tim gitu ya, kemudian ee kakak-nya ya ee untuk menyepakati ruang lingkup, metodologi, dan rencana kerjanya, kemudian menyusun rencana kerja organisasinya tadi. Lalu kita melakukan inventarisir data. Inventarisir data apa? karena menuntut keterpaduan antar ee pihak tadi ya, pemangku kepentingan tadi dan juga secara spesifik sudah disebutkan adanya ee keterpaduan dengan ee kebijakan spasial, maka kajian RTRW gitu ya, NSPK dan kebijakan peluan air limbah tadi perlu di dilakukan ya, kemudian sampai ee lintas sektor lain ya, program-program yang mendukung misalkan ee apa ee program sanitasi berbasis masyarakat yang dilakukan oleh Dinkes gitu ya. Kemudian program apa? Pemantauan lingkungan hidup yang dilakukan oleh DLH misalnya ya. kemudian sampai kepada pembuatan instrumen ya, instrumen ee penilaian apakah itu kuesioner, apakah itu ee kinerja gitu ya yang dibutuhkan untuk mengevaluasi kondisi existing dan misalkan kita perlu melakukan apa ee koordinasi dengan ee satkernya misalkan gitu ya atau pemberi pekerjaan ataupun ee kelompok kerja seperti itu. Kalau sudah kita sepakati ini selesai di laporan ee pendahuluan gitu ya ee dari metode kerjanya. Lalu melakukan identifikasi kondisi existing ya dengan cara ee apa ee melakukan e survei gitu ya, kemudian menyusun target gitu ya, kemudian sampai kepada ee data sekunder ya seperti data topografi, demografi gitu ya. Tapi kalau dari data primer tadi ya, misalkan bisa melakukan ee survei sosial ekonomi masyarakat gitu ya. Ee terkait dengan IPLT misalnya, itu penting bagi kita untuk mengetahui ee kesediaan masyarakat untuk menyambung misalnya atau ee bisa konfirmasi juga ee terkait dengan data-data yang ada di SSK atau EHRA apakah ee septic tank-nya tadi sudah sesuai SNI misalnya gitu ya. Karena kalau SA sistemnya tidak sesuai SNI, maka estimasi timbulan ee lumpur tinjanya mungkin akan berbeda. Atau ee misalnya kita juga bisa mengevaluasi ya, jangan-jangan kita mengajukan program IPA komunal tetapi efektivitas dari IPAL komunalnya itu tidak tidak baik gitu. Nah, kemudian ee sampling kualitas air ini untuk menganalisa beban pencemaran untuk menentukan ee wilayah mana nanti yang menjadi prioritas ya. setelahnya ya setelah setelah dilakukan ini tadi gitu ya dilakukan ee pembagian zona perencanaannya. Pembagian zona itu berdasarkan ee kedekatan administratif misalnya beberapa kecamatan satu kelompok kemudian akses, kemudian juga ee kaitannya dengan badan air lalu nanti akan diproyeksikan timbulan limbah yang muncul ke depannya itu berapa ya. penggunaan air bisa dilihat ya, apakah 100 liter per orang per hari atau 120, 150 gitu ya. Kemudian timbulan air limbahnya mungkin bisa kita anggap 80% seperti itu. Kemudian kalau untuk lumpur tinjanya bisa kita anggap sesuai dengan juknis juga ya 0, Lit per orang per hari seperti itu. Nah, ee untuk penentuan strateginya kita menggunakan analisis SW ya, perumusan strategi kebijakannya sampai ke rencana ee programnya dan nanti akan dilakukan penyempurnaan ee sebelum dilakukan sosialisasi ee rencana ee pengembangan ESPAL ee tersebut. Dan ini ee apa eh nanti saya akan fokus kepada ee beberapa eh aspek yang bisa kita praktikkan langsung ya untuk ee metode analisis dalam Rispal. Nah, kebutuhan datanya apa gitu ya? Saya coba masukkan tadi ya. Kebutuhan metode pengumpulan data ya, contohnya gitu ya. Ya, klasifikasi data ya. datanya bisa data ee terkait dengan kondisi lingkungan di situ ya, topografi, geografi, jenis tanah, kemikiran lahan, hidrogeologi, hidrogeologi gitu ya. Ini bisa menggunakan data data sekunder. Skalanya mungkin bisa skolah kabupaten gitu ya. Tetapi kalau untuk data kependudukan gitu ya, ini bisa juga menggunakan data sekunder ya yang diproyeksikan tetapi tingkatnya tingkat kecamatan. Lalu ada pertanyaan, kita mau pakai data BPS ya ee atau kita mau pakai data Duk Capil gitu ya? Ya. Ee ada kalau dari BPS ini sebenarnya ee apa ya ee arah ininya sudah ada ya berapa ee dari hasil proyeksi gitu ya laju pertumbuhan penduduknya berapa di tahun berapa sampai ke 30 tahun mendatang ini sudah sudah ada gitu ya. Tapi kalau yang secara resmi gitu ya itu eh biasanya ee errornya yang paling ee paling sedikit itu ee menggunakan data ee duk capil seperti itu. Nah, kemudian sosial budaya ini bisa juga melalui wawancara gitu ya. Kemudian ee kecendungan perkembangan kota ini juga bisa melihat ee arah kebijakannya, arah pengembangannya berdasarkan RTRW tadi ya. kegiatan perekonomian, transportasi, fasilitas umum, dan yang lain-lain ini bisa dilakukan lewat ee apa ee wawancara kuesioner. Kemudian data-data primernya ya, data-data pengamatan lapangan tadi yang umum adalah ee transportasi gitu ya ee pendidikan misalnya ya, tetapi lebih kepada utilitas yang utama di sini ee terkait dengan ee data air bersih, drainase, persampahan dan ee ee sanitasi ya ee daerah yang rawan banjir misalnya itu juga penting. Lalu ee ini e kita masuk ya ke apa? ke ee studi kasus gitu ya. Eh ini tadi harusnya di di apa? bab du dan sekarang kita ke bagian tiga ee studi kasus ee terkait dengan penyusunan ee Rispal ini. ada ee lima studi kasus yang saya angkat di dalam ee webinar kali ini yang mungkin bisa menjadi apa ya ee referensi ataupun bisa menjadi pembanding dengan ee yang pernah di dihadapi atau yang ee sedang di ee ditangani gitu ya oleh ee ee ee ee yang akan di apa ya yang bisa digunakan gitu ya. ini izin bertanya kepada Pak dari Pak Rendi ya untuk melaksanakan jasa konsultasi ya jangka waktu 6 sampai 8 bulan sebenarnya membutuhkan biaya berapa gitu ya kalau kalau biaya gitu loh ya ee sebenarnya sesuai dengan standar ya standar yang ada ya ee terkait dengan jasa konsultasi gitu ya ee kemudian ee di dalamnya juga sesuai dengan kakak-nya gitu ya. Jadi, kakak yang diacukan oleh ee apa ee ee di dalam apa e kakak yang diacu yang digunakan oleh si ee PPK-nya gitu ya, itu membutuhkan apa? Jadi misalkan ee pengambilan ee data primer gitu ya. Ee jadi si pembuat KK-nya juga harus paham gitu ya. Ee misalkan sudah ada data dari evaluasi SSK-nya atau dataanya bisa digunakan. Nah, mungkin dia bisa mengadjust di situ bahwa oh enggak perlu data primer ini gitu ya, bisa data sekunder karena ee apa e waktunya periodenya baru kemarin sehingga mungkin ee apa ee biayanya bisa lebih ee rendah gitu ya. Tetapi kalau biaya ee kan ada biaya men ya ee biaya tenaga ahli ya, terus biaya survei dan lain-lain. Nah, tentu yang bisa disesuaikan ee dengan ee apa ee lingkup pekerjaannya tentunya seperti itu ya. Nah, ee ini tadi ya ee mana tadi ini tadi ya ee tenaga ee leadernya, ahlinya gitu ya. kemudian analisa kebutuhan dan lain-lain. Ini yang ee perlu di ini di ee sesuaikan di dalam ee SSK-nya. Baik. Eh eh sori kok SSK eh Rispal-nya yang pertama ee kita akan mencoba ee melihat ya analisis penyelenggaraan ee untuk ESPAL e kondisi existing dan ini ee mungkin pekerjaan yang sudah cukup lama ya di satu daerah gitu. Nah, di satu daerah kita bisa melihat bahwa ee layanan ee ESPALD existing ini eh kondisinya masih belum baik-baik saja. Ee kalau kita lihat di sini masih ada yang apa? Ee ini WC helikopter. Helikopter itu jadi ee dimasukkan ke dalam kantong gitu ya, lalu diputar-putar kayak helikopter ya dibuang gitu ya. Jadi ee bisa ke sungai gitu. Jadi ini babs ya. ini babs ee babs yang ini yang buang air besar tapi yang ee apa ee ee langsung ke sungai seperti itu ya. Jadi tidak ada pengolahan setempat, pengumpulan pengangkutan. Jadi tidak ada jadi langsung ke sungai. Mungkin ada juga jamban gitu ya, tapi nyemplungnya ke sungai gitu ya. Ada juga yang ee ada jamblan gitu ya, pakai cubluk gitu ya, sudah meresap ke tanah gitu ya. Ini sanitasi yang ee layak gitu ya. tetapi adanya juga ee layak yang ee tangki septiknya tidak tidak layak sehingga ee potensinya untuk terjadi pencemaran tanah. Nah, kemudian ee kalau di sini ini juga ee sebenarnya sudah sanitasi yang layak ya, tangki septiknya sudah oke, ada MCK+ gitu ya. Ee tinggal sanitasi amannya gitu ya. Kalau ini dilakukan penyedotan ee lumpur tinjanya, ini juga dilakukan penyedotan lumpur tinjanya, maka ini akan bisa menjadi ee sanitasi aman. Nah, kemudian ee sasaran ee sarana pengguna gitu ya. Ee sarana pengguna ini subsistem pengolahan ee ee kita bisa lihat kalau menggunakan ee sistem yang ee terpusat gitu ya. Apakah IPALnya kawasan, apakah IPALnya ee komunal gitu ya. saya ee ada pekerjaan di Jawa Timur dan di situ pesantrennya kan cukup ee banyak ya di di wilayahnya dan ternyata ee dari untuk pencapaian target sanitasi itu perlu menyebab ee melibatkan ee asrama-asrama, pesantren-pesantren tadi karena ee jumlah santrinya banyak dan ketika mereka butuh IPAL dari masyarakat juga bisa connect ee untuk ee jaringan air limbahnya dan ini bisa menjadi ee salah satu pilihan ya di dalam ee penyelenggaraan IPAL ee kawasan. Nah, ini contohnya ini di ee ini ya, daerah Bengkulu gitu ya. Nah, ini ee ada kecamatannya ada 15 ee kecamatan dan ee dari jumlah penduduknya tadi kita bisa masih melihat ya bahwa ee buang air besar sembarangannya itu masih cukup tinggi ya. misalkan di satu kecamatan itu masih ada yang ee 50% tetapi sekali lagi ini data tahun 2017 ya bahwa di daerah ee tersebut ee ee ya di daerah nomor 9 dan nomor 13 itu ee apa ee persentase masyarakat yang melakukan ee BAB itu masih tinggi. Nah, sehingga ini masih menjadi tantangan lalu, bagaimana kita meningkatkan ee target ya dari yang BAB-nya masih tinggi ee sementara kita sudah dikejar target untuk sanitasi aman. Nah, tentu prioritas ee perencanaan programnya harus menyesuaikan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu dan bagaimana mencapai ee program target yang diharapkan ya. Nah, ini ada yang menggunakan cubluk tangki ee septic tank yang tidak layak gitu ya. Kemudian skala komunalnya juga masih di bawah 10% ya bahkan 5% ya. Kemudian ee ada ESPAL yang ee berbasis masyarakat masih tidak ada, berbasis institusi sudah ada. Kalau di awal tadi saya sampaikan ada contoh ee gambaran gitu ya, bagaimana kondisi Jepang ee sebelum ee melakukan apa upaya ee peningkatan infrastruktur air limbahnya masih banyak penyakit-penyakit yang muncul. Nah, dari sini ya. Tapi ini sekali lagi data ini bukan dari data sampling ya, tetapi ini data dari hasil survei ehra ya, enomment risk assessment atau eh kita bisa menggunakan data dari eh apa eh tingkat ee penyakit ya di Puskesmas dan lain-lain dari Dinkes. Kalau kita lihat ternyata ee penyakit yang diakibatkan karena apa ee ee penggunaan air dan juga air limbah gitu ya, ini sangat kecil ya ee hanya sekitar ee 5% gitu ya 5%. Tetapi ini bukan bisa menjadi justifikasi karena kalau kita melihat di sini ee sungainya ee bisa potensinya tercemar gitu ya karena masih banyak yang buang air besar sembarangan gitu. Nah, ee kemudian dari kondisi existing kita juga perlu memetakan ya ee bagaimana ee apa ee pengelolaan apa ee e sarana dan prasarana sanitasi yang sudah terbangun. Misalnya ada MCK gitu ya, yang sudah terbangun ya. Karena ee ee kita paham ya bahwa ee BAB-nya masih banyak berarti ee sanitasi yang dibangun oleh pemerintah juga menyesuaikan dengan kondisi tersebut ya. Jadi ee apa intervensinya menggunakan MCK+ misalnya ya. Jadi dari sini terlihat bahwa semuanya ini masih menggunakan MCK+ diambil dari dana alokasi khusus ya, dana alokasi khusus. Kemudian ada juga yang diambil dari APBN ya, kemudian ada juga dari APBN ee kabupaten ya ee yang tentu melengkapi dari ee dana pendamping tadi. Lalu kondisinya juga kita perlu cek ya, apakah kondisinya rusak atau kondisinya tidak digunakan, kelembagaannya ada atau tidak. Ini menjadi informasi bagi kita untuk memetakan ee apa kondisi is existing di wilayah tersebut. Nah, ini juga hasil survei ya. Hasil survei ee terkait dengan ee apa kesediaan atau minat teknologi sampai ee kita tanya kalau nanti harus ada langganan gimana gitu ya. Ee saya ee dapat protes ya dari ee warga-warga gitu ya. Pak, gimana sih ee apa ee sudah sampah bayar mahal, PDM bayar mahal, ini kita disuruh sedot tinja lagi bayar mahal lagi gitu ya. Nah, ini juga [tertawa] penting. Jadi ee apa ee program pemerintah untuk ketercapaian target sanitasi ini ternyata juga ee nanti sesnya dampaknya ya masyarakat harus ikut serta gitu kan. Nah, kalau dari awal mereka sudah tolak enggak mau ee gimana ee cara kita untuk mengatasinya? Jadi ee ini dari hasil survei gitu ya. Ternyata masyarakat tadi masih berminat menggunakan septic tank ya. Nah, karena septic tank berarti oke ee berarti teknologi yang diminati itu masih septic tank. Lalu apakah masyarakat itu bersedia menyambung? Ternyata eh tingkat partisipasinya ya ada 31% yang tidak bersedia ya. Ya, kalau tidak bersedia ini kan real gitu ya. Nah, berarti ee kalau tidak ber menyambung kita paksakan nanti menggunakan sistem apa ee terpusat misalnya ini tidak akan tidak akan ee berjalan teknologinya gitu ya. Nah, ini tadi ya tidak bersedia lebih banyak ya. Apakah Bapak Ibu mau ee jika dilayani menggunakan jaringan perpipaan terpusat sampai ke rumah nanti bayar segini misalnya enggak mau gitu ya. Jadi ya kita tidak ee belum saatnya untuk mengarahkan ke ee sistem yang terpusat. Lalu kalau membayar mau enggak gitu ya? W ternyata tidak bersedia ya. Ee masyarakat itu 51% tidak bersedia ee atau dia bersedia Pak kalau kurang dari Rp100.000. Nah, seperti itu. Jadi, ini eh data yang ee kita dapatkan ee terkait dengan layanan SPALD existing. Misalnya kita juga ee di dalam Rispal mengindikasikan kebutuhan dari IPLT. Ee kita juga bisa mengadaptasi ya ee kuesioner ini menyesuaikan dengan kebutuhan IPLT-nya. misalkan ee apakah ee tangki septiknya sudah sesuai SNI, sudah pernah dilakukan penyedotan atau rutin melakukan penyedotan, kemudian nanti mau disedot atau tidak gitu ya atau jangan-jangan sudah pernah berlangganan di IPLT swasta misalnya, itu perlu di didiskusikan gitu ya. Ee perlu dilakukan kajian ya untuk mendukung ee apa ee alasan ee kenapa kita bisa ee menentukan arah pengembangan ee dan juga kapasitas layanan nantinya. Jadi ini yang pertama terkait dengan apa ee studi kasus ee apa penyelenggaraan SPAL SXING gitu. Oke. Tadi saya jadi ingat gitu ya terkait dengan pembiayaan gitu ya kira-kira ee apa ee ee apa ee biayanya tadi mungkin juga bisa lihat ya di LPSE dan lain-lain gitu ya kan ee skala kabupaten kotanya jumlahnya itu juga juga mempengaruhi gitu ya. ada yang kabupaten kota yang sangat luas gitu ya dan mungkin dari sisi akses juga masih sangat terisolir tentu itu membutuhkan ini ya membutuhkan apa e biaya yang lebih besar. Terus ee bisa di ee ini juga dipastikan juga apakah dia menyusun dari awal atau upgrade atau review atau bagaimana. Biasanya kalau menyusun dari awal itu ee belum pernah ada gitu ya. Ee itu e biasanya lebih besar biayanya. Tetapi kalau untuk review gitu ya ee itu mungkin bisa lebih ee rendah seperti itu. Nah ee itu yang pertama ya terkait dengan studi kasus untuk ee layanan sanitasi existing. Yang kedua ee saya coba akan ee sedikit mengulas gitu ya, bagaimana melakukan analisis SWAT ya ee analisis sederhana sebenarnya ya untuk melihat ee kekuatan, kelemahan, e peluang dan ancaman ee terhadap apa ee kondisi sanitasi di wilayah yang akan dikaji kondisi sanitasi wilayahnya apa. tadi sudah dijelaskan ya, bahwa ee yang akan menjadi apa ee ini tadi ya, yang akan menjadi ee lingkup kajian tadi ya itu merupakan ee ee ini tadi ya ee sebentar ee tahu mungkin bisa masuk di sini ya. tetap permasalahan yang dihadapi. Jadi analisis SW-nya tadi permasalahan yang dihadapi dari sisi kelembagaan, dari sisi teknis, pembiayaan, ee peraturan perundangan, peran serta masyarakat. Dan ini bisa jadi dianggap sebagai faktor internal ataupun eksternal yang akan kita evaluasi menggunakan analisis ee SWAT. Jadi, analisis SWAT sendiri Bapak Ibu mungkin sudah begitu ee sudah paham ya. ee ada ee ee ada apa ee ee empat kuadran yang di sini ee ada kuadran 1 ya, kemudian ada kuadran 2, kuadran 3, kuadran 4. Ini arah arah kuadrannya dari sini gitu ya. Ee nanti ke sini menuju ke sini. Nah, kalau di kuadran 1 ini menunjukkan ee apa? Ee kekuatan eh kelemahan atau weakness ya. Kemudian ee di sini ada kekuatan atau strength. Kemudian di sini ada opportunity atau peluang dan di sini ada trade atau ancaman. Jadi eh kita perlu melihat kekuatan internalnya itu dari sisi kekuatan eh sori faktor internalnya dari sisi kekuatan dan kelemahan. Sementara faktor eksternalnya dari ee peluang dan ancaman. Artinya kekuatan internal itu ya dari sisi ee internal kabupaten kota tersebut. Misalnya kalau kita melihat ya ee nanti kita akan membuat vektor atau me apa mengurangkan gitu ya ee membuat resultan mohon maaf ya. Jadi ee misalkan kekuatannya ada 10 kemudian ee ini kekuatannya kemudian ee kelemahannya ada empat gitu ya. Ee makanya ini nanti weakness-nya 4 maka nanti dia menjadi 10 - 4 = 6. berarti posisinya ada di ee S - W gitu ya. Berarti posisinya ada di sini 6 karena dia posi positif. Tapi kalau ee kekuatannya itu 10 tetapi kelemahannya itu ada 12 berarti kan -2 gitu ya. Karena -2 berarti ada di ee posisi ee negatif seperti itu. Nah, nanti ee hal yang sama juga dilakukan pada ee opportunity dan trade ya. Nah, kita lihat contoh ya untuk kasus SAT ya. Ee dari sisi kekuatan dan kelemahan tentu ini berkaitan dengan faktor internal dan ee ini ee ancaman dan peluang itu berkaitan dengan faktor eksternal. Nah, ee kelemahannya ini masih cukup banyak ya. Ee misalkan belum punya IPLT, cakupan wilayah yang dilayani luas gitu ya. persepsi masyarakat sanitasi 5 masih kurang, belum adanya pemisahan dan lain-lain. Nah, sekali lagi ini bukan template ya, Bapak, Ibu ya. ini bukan template, tetapi Bapak Ibu harus menyesuaikan ya ee isu-isu ee apa isu-isu penting yang ada ini dari berbagai ee dokumen apa misalkan dari respalnya eh dari respnya seperti ini, dari SSK-nya seperti ini, dari hasil survei seperti ini, dari hasil FGD seperti ini. Sehingga yang masuk di sini itu memang benar-benar ee informasi yang ee beralasan, berdasar gitu ya. Kalau kita lihat di sini kelemahannya masih cukup tinggi ya. Kemudian kekuatannya ya satu-satunya kekuatan adalah ya perhatian dari pemda tadi ya dengan cara ee melakukan kajian ini atau membuat ee Pokja gitu ya dan pembangunan IPAL Komunal misalnya. Kemudian ancamannya ya di masa mendatang ee karena tadi misalkan banyak membuang ee apa di sungai misalnya gitu ya ee potensi pencemarannya tinggi misalnya. atau misalkan divalidasi dengan adanya ee hasil uji ee kualitas air ya, pemantauan kualitas lingkungan atau indeks status lingkungan hidup daerah yang menunjukkan ee BOD-nya atau total kaliformnya tinggi misalnya, ini bisa menjadi ancaman di masa mendatang terkait dengan ketahanan air atau ketersediaan ee air baku, air minum. peluangnya misalkan ada ada perusahaan sawit atau ada perusahaan tambang gitu ya di daerahnya gitu ya. Nah, kita bisa manfaatkan untuk mendukung ketercapaian akses sanitasi ini tadi misalnya ya ada regulasi terkait ataupun ada peluang dana alokasi khusus misalnya. Nah, sebelum ee menggunakan strategi ini kita perlu lihat gitu ya ee contoh ya, kita lihat contoh ini ya. Ee dari situ tadi kita buat bobotnya ee misalkan kalau kekuatan tentu bobotnya itu semakin kuat semakin besar bobotnya. Tetapi kalau kelemahan bobotnya itu kalau semakin lemah dia semakin besar gitu ya. Jangan sampai nanti belum memiliki IPLT itu bobotnya dinilai satu. Nah, kalau nanti dinilai satu itu ee jadi dia kuat sebenarnya bukan lemah. Jadi, Bapak Ibu harus memperhatikan antara kekuatan ya, strength ya, dan juga weakness ini harus ee ada magnitud-nya gitu ya. Ee harus menyesuaikan. Kalau kuatnya itu bagus gitu ya, ya. Lemahnya harus ee misal kuatnya itu empat, lemahnya itu ya harus sama misalnya. Kalau dia makin lemah ya empat seperti kalau kalau makin lemah jadi satu gitu ya itu nanti ee bisa salah di dalam perhitungan. Kemudian terkait dengan ee peluang dan ancaman juga sama secara tidak langsung peluang ini dianggap sebagai kekuatan tetapi eksternal gitu ya. Kemudian ee ancaman ini ee merupakan ee kelemahan tetapi ekster eksternal. Nah, lalu kita lihat misalnya ee ada bobot kemudian persentase ini disesuaikan ya disesuaikan dengan apa? disesuaikan dengan ee proporsi ya dari kriteria tersebut. Kalau kita menganggap bahwa perhatian pemda ini memiliki ee proporsi yang tinggi untuk keberlanjutan keberlangsungan, maka kita alokasikanlah 24%. Sementara yang lain di tootal ini nanti harus 100%. Lalu ee nanti ee bisa dikalikan gitu ya ee dari bobot ya, persentase ya, peringkatnya gitu ya dan nanti tertimbangnya menjadi 0,71 ya ee atau B * C gitu ya, B * C gitu ya, B * C sehingga ee hasilnya gitu ya, hasilnya ee kalau kita lihat di sini ee selisihnya ya antara kekuatan dan ee ancaman itu ternyata eh sori kekuatan dan kelemahan adalah ee kekuatannya 0,71 kemudian ancamannya ee kelemahannya 1,47 ketika dikurangkan ini menjadi minus berarti - 0,76. 0,76 berarti ada di sini misalkan di sini ya 0,7 0,7 ada di sini misalnya ya berarti dia arahnya arah ke sumbu W. Kemudian kalau yang di ee ee apa ancaman dan juga peluang ini ternyata nilainya 0,95 ada di sini arah ke sumbu T. Nanti kita buat di sini ya. Berarti kondisinya adalah masih lemah gitu ya. Dia masih kekuatannya masih ee lemah gitu ya atau ee ee kelemahannya masih ee ee banyak dibandingkan kekuatannya. sehingga upaya yang dilakukan adalah strategi WO misalnya kita melakukan ee ee membenahi kelemahan tadi untuk mengurangi ancaman dengan memanfaatkan peluang. Ini juga bisa ya dilakukan. Ini salah satu contoh ee untuk ee analisis SW yang pertama. Kemudian analisis SW yang kedua Bapak Ibu ee kalau kita lihat ini tidak perlu dilakukan pembobotan ya monggo saja yang penting ee ini nanti logis gitu ya ee karena misalkan kita tidak melakukan apa ya ee kita menganggap semuanya itu sama tetapi ee dipastikan kalau semuanya itu punya bobot yang sama ya ee subkriterianya gitu ya ee juga ee ee menyesuaikan kalau di sini ini kan ee setiap ee internal faktor dan eksternal faktornya ini dilihat mulai dari setiap aspeknya, aspek kelembagaan dibuat dilihat ada kelemahannya apa, kekuatannya apa. ee kelemahan dan kekuatannya apa, kemudian aspek keuangannya apa dan aspek kelemahannya apa? Aspek teknik operasional misalnya, aspek komunikasi dan ini semuanya ee dikaji ee di dalam ee rantai layanan sanitasi ee penyelenggaraan e spal domestik ee di daerah tersebut. Nah, dari sini kita bisa tahu jumlah kelemah kekuatannya 19 kemudian jumlah kelemahannya 22. ee 22 selisihnya dengan 19 adalah -3. Kemudian hal yang sama kita lihat di faktor eksternal dan ee dari peluang dan juga ancamannya ee dapat nilai min4. Nah, lalu apa yang harus kita lakukan Bapak, Ibu? Nah, ini tadi berarti ee kekuatan tadi ya, kekuatan dan juga kekuatan eh kelemahan dan kekuatan tadi dapat nilai minus -3 gitu ya. 3 kira-kira di sini. Kemudian ee apa ee peluang dan ancamannya tadi ada di-4. -4 berarti ada di sini. Berarti ee titiknya ada, kondisinya ada di sini. titik di sini ini menunjukkan dia ada di kuadran ke kesatu. Jadi dia masih kondisinya masih ee lemah gitu ya. ee dari sisi ee kelemahannya cukup besar dan ee ee sebentar Bapak Ibu ee kelemahannya cukup tinggi dan ee ini perlu di ee upayakan gitu ya ee untuk bagaimana meminimalisir kelemahan ee tersebut gitu ya. Nah, ini untuk yang kasus yang ee kedua ya. Kasus yang kedua. Nah, kita masuk ke kasus yang ee ketiga ya. Kasus yang ketiga ini kepada arah pengembangannya ya. Ee bagaimana menentukan arah arah pengembangan. Jadi kalau tadi kita sudah mengevaluasi ee melakukan ee apa inventaris terhadap kondisi existing gitu ya. ee analisis kondisi existing SPAL domestiknya bagaimana. Kemudian kita melakukan ee analisis ya ee untuk menentukan ee posisi ee kelemahan dari ee posisi ee penentuan arah kebijakan tadi gitu ya. Nah, arah pengembangannya ini berdasarkan dari ee kuadran-kuadran tadi. Jadi ee kalau di kuadran satu Bapak Ibu lihat tadi ya, di kuadran satu ini karena masih lemah gitu ya, kita tidak mungkin untuk melakukan ee pengembangan teknologi yang maju karena dari sisi apa infrastruktur ya ee kelembagaan, kemudian dari sisi apa ee biaya dan lain-lain ini masih cukup lemah. sehingga upaya yang harus dilakukan adalah mengoptimalisasi sistem onside-nya terlebih dahulu. Kemudian kalau sudah kekuatannya ee ee kelemahannya tinggi tetapi peluangnya ada ee maka melakukan pengembangan seleksi sistem yang ee pengembangan offset tetapi secara selektif. Jadi sebagian mungkin sudah bisa dengan memanfaatkan peluang tadi. Sementara kalau ada di kuadran 3 ini artinya secara kekuatan dia sudah positif gitu ya. Ee kemudian ancamannya ee ee posisinya secara peluangnya itu ee ee ee apa sori ini ee jadi ada di kuadran ketiga gitu ya. Ini agar ee kita bisa melakukan pengembangan agresif system offset. Jadi ini secara kekuatan dan juga secara ee ee peluangnya cukup tinggi. Nah ee tetapi ee di kuadran keempat ini kalau kita melihat bagaimana ancamannya ini cukup cukup tinggi gitu ya. Ee tetapi kita memiliki ee kekuatan yang besar. Nah, untuk menghadapi ancaman tadi kita perlu ee apa melakukan upaya agar ancamannya tadi dengan kekuatan kita bisa kita reduksi. Makanya kita melakukan pengembangan teknologi yang lebih maju. Jadi misalnya kuadran keempat ini sec misalkan di Jakarta gitu ya, sungai Ciliwungnya sudah sangat kotor gitu ya. eh misalkan dengan IPAL dan lain-lain ee tidak mampu lagi sehingga ditambahkan IPAL dengan teknologi membran misalnya bisa kita lakukan karena di Jakarta memiliki kekuatan dalam APBD-nya misalkan seperti itu. Ini di kuadran 1, 2, 3, dan 4. Lalu ee ini ya ee bagaimana ee secara detail tadi ya ee strategi yang di kuadran satu pengawasan pengendalian onside, pemanfaatan IPLT ya, peningkatan layanan IPLT dan juga pengembangan sanimas. Kalau yang kuadran du kita melakukan pengembangan secara selektif untuk ee SESPAL terpusat ya, offset itu terpusat. Maksudnya ee ini adalah strategi pada kuadran 1 ditambah pengembangan offset di zona PR prioritas. Nah, kemudian kalau di kuadran 3 ya onset tadi ditinggalkan secara bertahap ya karena ee onset tadi masih cukup berisiko gitu ya. Lalu pengembangan kawasan DT ya atau offside di seluruh kawasan. Kemudian di kuadran keempat teknologi maju tadi ya kita melakukan penerapan teknologi maju untuk melakukan pemenuhan baku moto air limbahnya atau kita melakukan daur ulang air air limbah. Jadi ini mungkin ee secara singkat ya bagaimana ee arah pengembangan ya di dalam ee ee kuadran-kuadran yang dihasilkan dari analisis SW tadi. Nah, lalu kita kasih contoh ya. Kita kasih contoh tadi yang di mana? di sini tadi ya. Ini kan hasilnya -3 dan -4. Berarti min -3 ee kita buat ya ini -3 dan -4 posisinya di sini ya. Jadi -3 dan -4 ada di sini ya berarti ada di kuadran 1 ya -3 dan -4. Nah, ini nanti setelah dalam ee ee bukan setelah di dalam perencanaan Rispal kita selama 20 tahun mendatang, apakah kita yakin gitu ya ee ini bisa pindah ke ke kuadran du di sini atau jangan-jangan ini bisa pindah ke kuadran 3 seperti itu ya. Nah, ini tentu ee melihat dari kondisi existing ya ee terkait dengan kelembagaan, terkait dengan teknis, terkait dengan pembiayaan dan lain-lain ya. Nah, kita kasih lihat ya ee kalau kita ingin mengarahkan pengembangan sarana dan prasarana itu kita bisa arahkan berdasarkan dari aspek ee fisik yang ada ee di wilayah tersebut sesuai dengan ee apa kondisi geofisik dan kimianya ya ee dan juga kondisi geografisnya. ee kepadatan penduduk misalnya kalau dia itu sangat padat gitu ya ee apakah dia kawasan permukiman bukan kawasan permukiman berarti dia bisa masuk kawasan tertentu misalkan untuk sekolah gitu ya. Kemudian kalau untuk apa ee SPAL DS kalau dia itu ee tidak padat kurang dari 15.000 1000 jiwa per km² maka dia masuk aspal DS ya. Biaya apa ee pemda tadi mampu membiayai misalnya gitu ya. Ya, kita bisa masuk ke SAL DT skala perkotaan misalnya ya. Ada berapa faktor yang bisa kita acu terkait dengan kepadatan penduduk, kedalaman air tanah, tadi sudah saya sampaikan, permeabilitas, kemampuan pembiayaan, kemiringan tanah seperti itu. Atau mungkin bisa kita lihat ya di dalam ee pengembangan sarana dan prasarana berdasarkan dari hasil ee kajian ini. Tata guna lahannya tadi sudah sesuai belum dengan RTRW dan RDTR-nya misalnya. Nah, ya. Kalau sudah sesuai oke kita lanjut. Tapi kalau tidak sesuai kita harus lakukan sinkronisasi. Jadi kalau penduduknya tadi lebih dari 500 jiwa per hektar dan lokasi IPALnya tersedia ya kita bisa gunakan ee kita bangun IPAL. Tapi kalau belum ada lokasi IPAL ya oke di daerah tersebut kita lihat apakah ada di lingkungan terdekat. Kalau enggak ada lahan ya kalau lahan tersedia ya kita bisa menggunakan sistem alirannya apakah gravitasi. Kalau bisa ya pakai sistem sanitasi kawasan selesai. Tapi kalau tidak berarti sistem p pom pompa. Tapi kalau misalkan lahan tersedia tidak tersedia oke kita alirkan ke kota baru dibangun sanitasi perkotaan ya. ini adalah contoh ya ee untuk menunjukkan bagaimana pembagian ee apakah sistemnya itu ee terpusat komunal atau ee tangki septik bersama atau ee sistem setempat. Jadi sistem setempat ini umumnya di diterapkan pada ee wilayah dengan kepadatan penduduk yang rendah gitu ya. Tapi harus ingat bahwa ee ada ee faktor lain yang menjadi pertimbangan yaitu ada kedalaman air tanah dan permeabilitas tanah. Kalau kedalaman air tanahnya tadi rendah dan permeabilitasnya tinggi, kalau kita menerapkan untuk sistem yang ee setempat ini sangat berisiko gitu ya. Karena tujuan fungsi sanitasi tadi di awal untuk mencegah ya terjadinya ee kontaminasi dari vekal kita. Nah, ini ee arah pengembangan sarana dan prasarana ee studi kasusnya untuk yang pertama ya. Arah pengembangan sarana dan prasarana SPALD ini ada jangka pendek, jangka menengah ya, dan juga ee jangka jangka panjang. Eeah kalau kita lihat misalkan ee di daerah yang masih banyak membuang ee atau BABS atau menggunakan ee pembuangan ee di sungai langsung gitu ya, tentu pengembangan septic tank individual ini masih menjadi ee relevan ya agar ee BAB-nya tadi berku berkurang. Lalu ee dilakukanlah apa pengangkutan ee lumpur tinjanya menuju ke IPL IPLT. Tapi IPLT-nya itu dibangun nanti di jangka menengah gitu ya. Jangka pendek ya. Jangka pendeknya ini masih kepada pengembangan eksisting setempat dan juga pengembangan existing komu komunal sambil ya kan tadi kita tahu ya jangka pendek itu sekitar 2 1 sampai 2 tahun ya. Kemudian jangka menengah tadi 5 tahun. Kemudian jangka panjang di atas 5 tahun dengan total ee spennya ee selama 20 tahun ya. Nah, ini jangka panjangnya eh jangka menengahnya kalau kita lihat ya ee kita mencoba ya ee awalnya di daerah ee yang eksisting setempat tadi gitu ya. Nah, kemudian dilakukan existing komunal gitu ya. Nah, sebagian dari komunal tadi mungkin di dilakukan ee kajian gitu ya untuk daerah yang ee mungkin daerah permukiman baru gitu ya, kita buat ee jaringan perpipaan gitu ya. Sehingga ee dari jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang ini saling mendukung ee terintegrasi untuk pencapaian target sani sanitasinya. Ini contoh ya. Kemudian yang kedua ee studi kasus yang kedua juga yang ee hampir mirip gitu ya ee karena ee umumnya pola-pola di kabupaten, kota di Indonesia seperti ini gitu ya. Ee layanan SPALD setempatnya ada yang sudah bagus tapi ada juga yang masih ee buruk, tidak sesuai standar. Tapi ee standar layanan ee sanitasi layaknya sudah cukup tinggi, tapi belum ada IPLT. Sehingga ee yang dilakukan adalah bisa jadi satu dan dua tadi masih dilakukan atau fokus ketiga dulu. Tapi kemudian kalau kita mengatakan harus menggunakan sistem yang terpusat, kita harus mempertimbangkan tadi ee terkait dengan ee kemampuan biaya ya ee kemudian terkait dengan ee kemiringan tanah juga. Karena kalauem kemampuan pembiayaan pemda tadi tidak tinggi ee maka ini nanti akan membebani ya. Nah, sementara juga kalau kemiringan tanahnya ya itu kurang dari ee lebih dari 2%. Nah, ini kita bisa lakukan ya ee skala ee perkotaan seperti itu. Tapi kalau misalkan ee rendah gitu ya, nah ini bisa menggunakan sistem eh salow sewer gitu ya, tidak perlu menggunakan eh sanitary sewer. Dan ini merupakan ee apa ya ee contoh arah pengembangan di dalam ee satu ee wilayah tadi di mana ee kalau begitu awalnya dia masih ada di ee kondisi di sini. minus ee 4-4 gitu ya. Lalu karena arah pengembangannya itu masih belum ke kuadran 3. Kuadran 3 tadi aggressive offside gitu ya. ini masih ke selective onside berarti ya arah pengembangannya ya selama 20 tahun mendatang ya sampai posisi di sini seperti itu. Nah, ini yang ee kita buat ee rancangan ee pengembangannya di dalam dokumen ee RIS Rispal seperti itu. Kemudian ee kita lanjutkan materinya dulu ya. ee sekarang bagaimana penetapan ee target capaian ini ee kebetulan ada ee yang bertanya juga ee apakah gitu ya pesantren atau sekolah masuk dalam kategori limbah domestik ee pencapaian akti aman apakah tidak menjadi doel hitungnya. Jadi seperti ini. Jadi ee kalau ada kawasan tertentu gitu ya, misalkan ini adalah ee pesantren gitu ya. Nah, pesantren tadi ee ada asramanya, lalu mereka punya IPAL Komunal ABR seperti itu ya. Nah, IPAL Komunal ABR tadi untuk melayani siswa yang ada di pesantren, tetapi karena kapasitasnya dia juga bisa melayani dari sambungan rumah dari masyarakat. Nah, dari masyarakat tadi ya. ee masyarakat juga berapa KK gitu ya. Ee misalkan ada sekitar 50 KK itu melakukan sambungan rumah ke IPAL pesantren ini tadi. Nah, ini ee bisa gitu ya. Kenapa ee saya cerita tadi di pesantren itu dilakukan? Karena IPAL komunalnya kalau tidak di ee ee diberikan ee ke pesantren gitu ya, itu tidak ada yang mengelola masyarakatnya enggak mau gitu. Tapi kalau di pesantren kan ada santrinya gitu ya, ada pengurus pondoknya gitu ya. Jadi IPALnya ini nanti masih ee terawat gitu. Jadi penting ya Pak Rendi. Ee terima kasih. Jadi ee jangan sampai dobel-dobel gitu ya. Nah karena doble itu maksudnya kalau dari sekolahan gitu ya. Tapi kalau yang asrama ya, kemudian apa ee pesantren kasusnya seperti saya ini mungkin ee dianggap tidak doble ya karena memang ada sambungan rumahnya seperti itu. Nah, kita lihat di sini ya ee ini salah satu kabupaten di Madura gitu ya. Ee kondisinya ee di capaian di tahun 2024 akses amannya masih 0,1% ya. tetapi akses layaknya di sini sudah 100% gitu ya. Artinya masyarakat itu sudah enggak ada yang BABS karena memang ee sudah dilakukan intervensi ya karena dulu di situ masih banyak yang BABS ee makanya menjadi program prioritas pemerintah untuk ee memberantas sistem BABS. Jadi ee apa fasilitasnya tadi diberikan cukup banyak gitu ya. Nah, sehingga masyarakat sudah tidak melakukan BABS. Tapi ee kondisinya yang jadi masalah adalah ee tidak ada BABS gitu ya, tetapi layanan apa ee individunya sudah cukup tinggi gitu ya, tetapi yang amannya belum gitu ya. Nanti ini targetnya dengan adanya penyusunan rencana induk akan seperti apa. Kita lihat ya e analisis gap-nya dalam RPJMN akses aman tadi ee 30%. Jadi kita punya gap sekitar ee 20 ee 9 ya kom 9% gitu ya ee untuk mencapai target aman. Sementara dari ee pemda atau provinsi Jawa Timur sendiri itu sudah menetapkan targetnya lebih tinggi gitu ya ee 40%. Nah, lalu kalau kita melihat di dalam ee apa ee RPJM eh RPJMD gitu ya di di apa di ee kabupaten itu sudah ditetapkan gitu ya kebijakan strategisnya bahwa di tahun 2029 ditetapkan 15% ya tidak bisa mencapai target nasional. Artinya kita masih punya gap berapa di sini sekitar 14,9% yang harus kita penuh penuhi. ya. Kemudian ee gap ee kalau jangka pendek gitu ya ee jangka pendek tadi kan ee sekitar ee 5% gitu ya. Ee berarti dari 0,1 kita butuh ee ketercapaian 4, ee 9 ee% seperti itu. Jadi ini merupakan ee kondisi ee existing yang ee terjadi di satu wilayah. Nah, dengan kondisi saat ini ya setelah kita melakukan analisis tadi ya ee kondisi evaluasi terhadap ee pelayanan ee sanitasi existing kemudian arah pengembangannya kita tetapkan gitu ya. Nah, kita juga bisa menentukan targetnya ya. Target RPJMN-nya misalkan akses amannya 30 itu sama gitu ya. Nah, lalu karena kita susun dari ini dimulai dari 2026 gitu ya selama 20 tahun berarti ee 2025 ya berarti sampai 2045 lalu kita perlu jadi pada saat kita menetapkan target jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang ini bukan dibagi rata ya. Jadi bukan dibagi rata, tetapi kita menyesuaikan dengan rencana program kita dan arah pengembangan kita. Kita menyesuaikan dengan hasil evaluasi gitu ya. Jadi jangan dibagi rata. Wah supaya gampang ya per tahun naik 1%. Tidak seperti itu. Karena ee menyesuaikan dengan kondisi wilayahnya. misalnya target jangka pendeknya ee karena amannya tadi masih 0,1% ee dia naik di 2026 dan 2027 kita anggap 5% ya. Kenapa 5% ya? 5%-nya karena ee amannya tadi masih melakukan ee MOU dengan ee IPLT swasta seperti itu ya. Kemudian di 2028 di dalam program pengembangan ini kita sudah mengajukan IPLT gitu ya dan IPLT-nya akan terbangun di 2028 sehingga kita berani di sini menargetkan 15% untuk sanitasi aman ya. Sementara ee kondisi yang lain kita juga melihat bahwa ee di sini hujan ya ada ada petir besar. Jadi ee akses layak individunya ya, akses layak individunya ini lama-kelamaan dikurangi Bapak, Ibu ya. Dikurangi lalu dinaikkan di SPAL DDT karena mungkin di wilayah ee apa kotanya ya itu ada yang ee individu sehingga individu tadi dengan keterbatasan lahan dan lain-lain gitu. kita lihat ini bisa peluang untuk dilakukan ee SPALD terpusat untuk kawasan perkotaan. Jadi ini ditingkatkan sampai akhirnya nanti pada ee apa ya ee pada di akhir gitu ya ee kita mencapai target sanitasi ya aman 30% kemudian ee aksel layak itu 98% ya. Kemudian ee ada aksesal DT-nya tadi sekitar 2% ya. di mana ee 2%-nya tadi ee terdiri dari ee 0,5% permukiman, 1% perkotaan, dan 0,5% kawasan khusus dengan total adalah ee 100% ee% seperti itu. Masih ada 5 menit lagi ya. Ee saya akan menampilkan ya ee yang studi kasus yang kelima ee terkait dengan penentuan zona prioritas pengembangan ya. Jadi analisis zona prioritas ini, ini yang membutuhkan ee survei dan juga ee analisis menggunakan ee data yang eksisting. Misalkan kita akan melakukan ee analisis kebadatan penduduk. Kebadatan penduduk tentu kita harus melakukan apa? Ee proyeksi ya. Proyeksinya berdasarkan apa? Berdasarkan ee pola pengembangan tata ruang ya. Tata ruang. Kemudian nanti arah pengembangannya. Arah pengembangannya. Jadi kepadatan penduduk ini kan kondisi saat ini di tahun 2026 gitu ya. Kalau kita menyusun rispal dalam jangka waktu 20 tahun berarti kan sampai ke 2046. Nah di dengan wilayah yang ada sekarang kepadatan di tahun 2026 tentu akan meningkat kalau jumlah penduduknya akan meningkat. Nah, yang diproyeksikan seperti ini, Bapak, Ibu. Sehingga ee ini kita bisa melakukan kajian pustaka, tetapi plus dengan pengolahan data, ya. beban pencemaran misalnya, kualitas airnya perlu kita uji. Kalau kita perlu mengetahui daerah mana yang beban pencemarannya tinggi, ya kita harus lakukan uji kualitas air. Nah, ini yang menentukan juga ee besaran biayanya tadi. Bapak, Ibu juga harus fair. Misalkan Bapak, Ibu sebagai PPK di pemerintah daerah ee meminta ee kajian Rispa dengan pendanaan terbatas, tetapi meminta data primer ya, bagaimana konsultan bisa memenuhinya. Ini juga kita harus fair juga ya, Bapak, Ibu ya. Ee tidak bisa dilakukan seperti itu. Nah, kemudian untuk angka kesakitan dan lain-lain ini misal gitu ya. Misal saya kasih contoh. Lalu setelah itu diberikan dengan bobot. Apakah bobotnya rendah, bobotnya sedang, bobotnya tinggi, dan bobotnya sangat sangat tinggi. Kalau sudah kita buat overlay, Bapak Ibu, makanya ini kita butuh ee jis, ya. Ee menggunakan shpita bisa overlaykan ya nanti pakai model gitu ya. Misalkan ini daerah A, daerah A Kecamatan A. Saya buat kotak-kotak gitu ya. ini kecamatan A, kecamatan B, kecamatan C ya. Dari kepadatan penduduknya yang warna merah itu tadi yang paling tinggi ya, sangat tinggi ya. Kuning tinggi, hijau sedang, biru ee rendah. Kita lihat bahwa daerah kecamatan ini tadi ABC tidak terlalu tinggi, tetapi yang tinggi adalah yang di dekat sungai ya. Yang di dekat sungai ini tinggi dia ya. Sini. Terus kita lihat lagi beban pencemarannya di bagian hilir ini juga sudah sangat tinggi. Kemudian kondisi sanitasinya area sini juga tinggi. Lalu kemudian angka kesakitannya di area sini juga tinggi. Lalu kita overlay dari yang tinggi-tinggi ini tadi kita overlaykan sehingga kita bisa mendapatkan ya wilayah yang akan menjadi prioritas utama ini adalah di daerah sini ini menjadi prioritas utama untuk diselesaikan ya. Prioritas utama ataupun jangka pendek ini bisa juga utama gitu ya. Kemudian yang hijau menengah ya atau prioritas sedang. Kenapa? Karena beban pencemarannya tidak begitu tinggi misalnya ya. Lalu ini prioritas jangka panjang untuk daerah-daerah yang masih ee angka kesannya rendah, kondisi sanitasinya, beban pencemaran juga masih oke. Jadi di sini ee kita bisa menentukan ee zona prioritas teorinya seperti ini. Nah, secara praktik kita bisa lihat ya ini salah satu ee Rispal di Barito Kuala ya. Ya, di Barito Kuala eh Barito Utara. Barito Utara mohon maaf ya. Jadi ee penentuan zona. Jadi kita kita dari awal sudah menentukan zonanya. Ada empat zona. Ini zona ee di bagian utara gitu ya. Kemudian ini di bagian ee barat gitu ya. Ini bagian timur. Nah, ini daerah perkotaannya misalnya ya. Ini ee di dibuat dibagi menjadi empat ya. Nah, dari empat titik empat lokasi ini tadi ya. Dari empat lokasi ini tadi mana yang akan menjadi prioritas? pertanyaannya. Kemudian dari empat lokasi layanan ini mana yang akan menjadi domestik setempat, mana yang akan terpusat? Nah, ini kita harus bisa melakukan analisa ya berdasarkan ee ee analisis spasial berdasarkan data-data yang kita kumpulkan tadi ya, baik itu data primer ataupun data sekunder. Nah, ini saya mencoba menampilkan ee menggunakan matriks sederhana saja. Jadi kita lakukan scoring. Jadi seperti ini. Yang pertama kita lakukan scoring berdasarkan apa? Berdasarkan dari ee kemiringan lahan ya. Kenapa kemiringan lahan kita masukkan? Karena kemiringan lahan tadi menentukan ee apakah wilayah tersebut bisa dilayani oleh SPD setempat ataupun SPD terpu terpusat. Ini tadi ya kemiringan lahannya ya, apakah 2% atau tidak. Nah, data kemiringan lahan selanjutnya kita overlaykan setelah dapat data kemiringan lahan gitu ya. Ya, nanti kita overlay dengan kepadatan penduduk ya. Nah, keberadatan penduduk ini ee kita proyeksikan gitu ya, proyeksikan di masa mendatang. Kita bisa tahu di sini bahwa daerah yang di bagian utara ya, di bagian tengah, di bagian barat ini kepadatannya cukup rendah. Tetapi yang daerah tinggi ini ada di perkotaan di sini. Ini perkotaan gitu ya. Nah, nanti di daerah ini skalanya apa? Apakah skala ee kecamatan gitu ya atau skala desa ini bisa kita ee overlaykan. Nah, kalau sudah dari dari kepadatan penduduk dan juga kemiringan ini tadi ini bisa kita overlaykan, kita tumpuk seperti itu sehingga kita bisa mendapatkan hasil untuk ini tadi sistem layanannya ya. Misalkan daerah Gunung apa ini tadi? Gunung Timang. Eh sori. Di daerah Gunung Timang, Tongka ini Espalde terpusat ya. Kenapa? Karena memang dia kepadatannya ya cukup tinggi gitu ya di nanti ya. ini tongka ini sori ya ee di sini ya di Gunung Timang di tongka itu di sini ya karena daerah tersebut menjadi daerah kepadatan tinggi dan di masa mendatang akan dikembangkan ee menjadi pusat perkotaan sehingga ee pada saat ee kita cek gitu ya kepadatannya juga sesuai ya di sini ya kepadatannya ya ini kepadatannya gitu ya kemudian juga overlay terhadap apa ee kemiringan ee lerengnya ya kemiringan lerengnya. Nah, ini yang ee bisa kita tentukan untuk ee pilihan apakah dia SPALD setempat atau terpu terpusat. Nah, kemudian sekarang prioritasnya ya. Kalau tadi pilihan sistemnya, sekarang prioritasnya mana yang diprioritaskan dari zona 1, 2, 3, dan 4 ini. Eeah, kita lihat dengan cara apa? Yang pertama kita bisa melakukan berdasarkan risiko sanitasi. indeks risiko sanitasi ini dihitung ee lewat kajian ehra ya. Nah, kajian ehra tadi kan bisa menggunakan ee ee dari data SSK mungkin ada juga bisa menggunakan data eh ya. Nah, dari sini kalau misalkan satu daerah tadi memiliki risiko sangat tinggi maka kita nilai empat. Kalau dia itu tinggi nilainya tiga. Kalau dia itu sedang nilainya dua. Kalau kurang berisiko nilainya satu. Lalu kita ploting ya berdasarkan ee kondisi sanitasinya ya. Resiko sangat tinggi gitu ya. Misalkan ini daerah Gunung Purei gitu ya, Gunung Timang misalnya gitu ya. Ada resiko yang sangat tinggi merah. resiko sangat tinggi. Resiko sangat tinggi. Ada resiko yang sedang di sini, tapi yang lain ya secara umum dia berisiko ren rendah. Jadi kalau kita lihat berisiko rendah di sini mungkin ee karena memang e kualitas airnya masih bagus atau penduduknya masih jarang atau ee memang ee kondisi ee wilayahnya masih ee lingkungannya masih bagus seperti itu ya. Nah, kemudian dari sisi ee apa? risiko sanitasi kita bisa lihat dari ee apa peta kawasan kumuh misalnya ini kan bisa diambil dari data SSK atau data EHRA atau kita bisa juga melakukan ee survei terhadap hasil dokumen-dokumen lain ya dokumen kebijakan atau di ee RTRW dan yang lain-lain. Ternyata kawasan kumuh ada di tengah ya, kumuh ringan, kumuh berat ya. kawasan kumuh ini nanti akan menjadi penambah bobot untuk ee penentuan prioritas lokasi ya. Kemudian ini berdasarkan akses layaknya. Jadi kita sudah punya modal kalau akses sanitasi layak itu tinggi itu bobotnya mungkin ditingkatkan ya ee ee sori akses layaknya ee kalau sori kalau akses layaknya tadi tinggi maka bobotnya dinilai kecil. Artinya dia tidak berisiko gitu karena kita pengin mencari daerah mana yang menjadi prioritas. Oke. Berdasarkan dari tingkat ee layanan akses sanitasi, berdasarkan dari BS. Nah, ini menariknya gitu ya. Masih banyak yang BAB sembarangan, tetapi risikonya rendah gitu ya. Ya, karena wilayahnya masih sangat cukup luas gitu ya. Nah, ini kalau BABS-nya tinggi maka risikonya tinggi. Kemudian ini ada masyarakat berpenghasilan rendah. Ini juga penting. Kenapa? Karena ee ke apa ee penentuan ee tahapan pengembangan program atau prioritas pengembangan itu juga ee didasarkan pada ee kemampuan pembiayaan ya. Kemudian ee ini berdasarkan kawasan yang rentan banjir atau tidak. Nah, ini ternyata di bagian atas tadi ini rawan banjir. Ini rawan banjir. Banyak daerah yang rawan banjir. Nah, rawan banjir ini tentu akan menjadi ee amar atau rambu-rambu bagi ee pola pengembangan ee espal domestiknya ya. Ee untuk lokasi-lokasi potensial PLT-nya misalnya atau untuk lokasi espal terpusatnya ini harus diperha diperhatikan. Nah, sebagai resume dari semuanya gitu ya. ini dilakukanlah apa ee pembobotan ya skoring gitu ya. Misalkan di daerah Gunung Kecamatan Gunung Purei dan juga Gunung Timang ini sendiri gitu ya. Ini ada tiga kategori prioritas. Yang menjadi prioritas satu itu di daerah Baturaya, Desa Kelurahan Batu Raya ini. Kenapa? Karena meskipun kepadatan penduduknya itu ee kecil, tetapi masyarakat berpenghasilan rendahnya cukup tinggi gitu ya. Dan ini menjadi tantangan prioritas pertama. Kenapa? Kalau tidak ditangani itu dia kondisi sanitasinya akan jelek seperti itu. Nah, kemudian prioritas kedua ini di Tanjung Harapan. Jadi ini ee lokasinya ya ee peta wilayahnya dan menentukan dari zona satu tadi ini zona 1 ya, zona du, zona 3, zona 4 ada area-area prioritasnya. Nah, ternyata yang banyak menjadi prioritas adalah di zona du ya, di zona du di sini ya dan di zona 3. Nah, nanti indikasi indikasi programnya, sasarannya juga akan ada di daerah ee tersebut gitu ya. ya. Ee oke saya lanjutkan yang ee terakhir ya ee rencana program ya ini studi kasus rencana program ee pengembangan ee untuk ee ee Rispal gitu ya. Nah, jadi tadi kita sudah mengetahui ya ee di setiap di setiap aspek kita lakukan pemetaan masalahnya. Sebagai contoh di sini tadi ya, faktor internal yang di yang menjadi muncul adalah kelemahannya adalah kelembagaannya. Kelembagaannya dia belum memiliki perda air limbah. Kemudian belum ada pelaksanaan tupoksinya belum ee kurang koordinasi. Bukan menjadi kelemahan mungkin karena sebenarnya masih ee kabupaten baru gitu ya. Ya. Ee baru pemekaran misalnya ini bisa juga. lalu keuangan anggaran kurang ya ee terbatas gitu ya dan ee tidak ada investasi pihak swasta karena ee minat tarif pelayanannya tadi rendah. Nah, ini harus kita ee sasar gitu ya ee strateginya apa untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut. Misalkan belum ada Perda yang mengatur tentang pengeluan air limbah rumah tangga termasuk izin pembuangan limbah domestik. Lalu kebijakan penerakan hukum dan lain-lain belum belum ada. Maka menyusun Perda tentang pengelolaan air limbah. Ya, kalau sudah ada perdanya ini kan berarti ee apa ya ee menjadi peraturan perundangan yang ee bisa dijadikan dasar di dalam ee penentuan kebijakan gitu ya. Nah, kemudian ee peraturan IMB belum di diterapkan secara baik. Padahal dari sisi hasil diskusinya dari pihak apa ee perumahan Dinas Permukiman gitu itu menyatakan bahwa yang mengurus IMB itu harus wajib memiliki tangki septik SNI gitu ya. Nah, mungkin di sini merupakan hasil apa? Rembuk atau kebijakan bersama lintas sektoral gitu ya. Nah, ini membuat peraturan yang ee mendukung itu tadi ya. Kemudian misalkan untuk terkait dengan aspek ee pembiayaan gitu ya ee karena alokasi dananya terbatas untuk APBD maka dilakukan ee pelaksanaan tarif retribusi yang mungkin lebih besar ee terutama untuk yang swasta sehingga nanti ada ee tarif sharing seperti itu. Kemudian terkait dengan rendahnya keterlibatan masyarakat dilakukan apa? Dilakukan sosialisasi dan pendampingan. Jadi programnya nanti tidak hanya sekedar program IPLT-nya apa ee target sanitasinya berapa ee terus IPAL Komunalnya berapa, SPAL DT, ESPAL DS. Tetapi juga menyasar kepada ini tadi ya ada peraturan peraturan apa gitu ya. kemudian ee terkait dengan tarif gitu ya sampai ke sosialisasi. Jadi ini yang ada di dalam program rencana induk sistem ee pengelolaan air limbah. Bapak Ibu juga perlu untuk melakukan apa ee strategi intervensi bagi ee yang belum memiliki jamban misalnya. Misalkan kalau sudah memiliki jamban gitu ya ee karena daerahnya tadi ada daerah sungai, daerah hutan gitu ya. Sangat luar biasa ya kalau kalau kita dapat pekerjaan di daerah timur gitu ya ee di Kalimantan misalnya gitu ya. Dia bahkan ada yang enggak punya jamban gitu ya. Tapi kalau sudah punya jamban, ada yang bisa pakai IPAL ee komunal, tetapi ada juga yang memilih tangki septik ya. harus dipastikan ada pengurusan rutin lalu dipantau. Jadi ini ada program kebijakan-kebijakan sosialisasi ya, kemudian ada perda dan juga sosialisasi yang mendukung dari program fisik tadi. Jadi tidak hanya program fisik saja ya, [tertawa] tetapi juga ada kebijakan dan juga peman pemantauan ya. ini bagi yang sudah terlayani, ini yang bagi belum terlayani ya arah kebijakan dan juga arah pembangunannya. Jadi bagi yang belum memiliki jamban ya berarti BAB sembarangan berarti arah pembangunannya ya dibangunkan MCK umum atau dibangunkan IPAL Komunal. Tapi harus dicek dulu IPAL Komunal ini nanti kelembagaannya bagaimana ya. Kalau misalkan ada IPAL komunal yang sudah pernah dibangunkan tapi kondisinya mangkrak, masalahnya apa? Jadi kita bisa mencari akar masalahnya. Kalaupun kita tetap akan bangun IPA komunal, berarti penyiapan kelembagaannya harus diprogramkan. Jadi seperti itu ya, Bapak, Ibu. Jangan ee sampai ee programnya ini fokus ke jumlah unit IPALnya berapa, jumlah tangki septiknya berapa, bukan. Tetapi ee makanya disampaikan tadi bahwa ee penyelenggaraan ee Rispal ini ya perancangan dokumen Rispal ini multidisiplin ya. ada kebijakan publik di situ, ada PWK di situ, tidak hanya teknik lingkungan seperti itu. Nah, kita lihat misalkan contoh ya ini terkait dengan ee apa ya ee apa penyusunan peraturan R limbah domestik misalnya ya ee perusunan peraturan limbah ee domestik gitu ya. Ee ini tadi contohnya ya pengaturan ee penyusunan air limbah domestik ya. ini dilakukan di tahun 2025. Nah, kemudian lumpur tinjanya itu dilakukan di 2030 terkait dengan L2 T2-nya. Kenapa? Karena selama masa 2026-2027 ini akan dilakukan apa ee upaya untuk pembangunan IPLT. Kemudian ee dilakukan bimbingan teknis ya, perawatan ee ee perawatan ee apa sarana dan prasarana gitu ya. Kemudian juga dilakukan monitoring ya ee eh sori ada pelatihan operator IPLT-nya gitu ya, kemudian ada monitoring untuk ee kegiatan apa kegiatan ee evaluasi UPTD-nya dan juga kegiatan sanitasi ee masyarakatnya. Sementara e per serta masyarakat tadi juga dilakukan ya, karena kalau kita melihat di sini programnya tadi masih banyak yang program fisik untuk ee tangki septik sesuai SNI. Maka ini perlu dukungan dari masya. Ya, mungkin ee demikian yang ee bisa saya sampaikan. Mungkin kita masih ada waktu sebentar kita ee diskusi saja. Mungkin seperti itu ya. Baik. Baik, demikian penyampaian materi penyusunan rencana induk sistem pengelolaan air limbah yang disampaikan oleh pemateri kita yaitu Bapak Dr. Ir. Awaludin Nurmanto, SDM, IPM yang merupakan dosen Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia. Nah, sebelum masuk ke sesi selanjutnya yaitu sesi tanya jawab dan diskusi, kita akan melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu. Untuk sesi foto bersama kali ini ee saya akan dibantu oleh admin lagi. Baik, kepada admin dipersilakan. Baik, terima kasih Mbak Bapak dan yang kami hormati. Untuk memulai sesi berkenaan kami harapkan untuk membuka terlebih dahulu. Baik, kami pandu untuk slide pertama 3 2 1, slide kedua 321 dan slide terakhir 321. Baik, terima kasih. Saya kembalikan ke Baik, terima kasih kepada admin yang sudah membantu sesi foto bersama di sesi kedua ini. Sebelum memulai sesi tanya jawab dan diskusi, saya izin mengingatkan Bapak Ibu ee yang mengingin yang menginginkan materi sekaligus sertifikat dan belum request dapat mengisi link yang sudah admin kami kirimkan di kolom chat. Kemudian selanjutnya kami juga meminta kesediaan Bapak Ibu untuk mengisi kuesioner yang linknya sudah di-share di kolom chat Zoom juga supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi. Untuk acara selanjutnya yaitu sesi tanya jawab. Ee di sini kami sudah membantu merangkumkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin belum terjawab. Baik, Bapak mungkin ee akan saya bacakan kemudian Bapak bisa menjawab atau bagaimana, Pak? Oke. Oke, Mbak. Eh, baik. Pertanyaan yang pertama ada dari Bapak Happy Haryadi. Apa saja poin-poin penting dari suatu dokumen Riskal dan apa saja data dan informasi yang dibutuhkan pada proses penyusunan Riskal serta analisis apa saja yang harus dilakukan untuk menghasilkan suatu dokumen Rispal yang ideal. Baik, Bapak. Silakan, Pak Palo. Ee ini terima kasih pertanyaannya ya. Tapi ee sepertinya ini tadi pertanyaannya yang di sesi sebelumnya gitu ya. Jadi ee di sesi ini tadi sudah sudah ee kita bahas ya terkait dengan ee poin-poin apa saja ruang lingkup yang ada di dalam ee Rispal itu tadi ya. Ee kemudian analisis apa saja yang ee perlu di dilakukan gitu ya. Nah, di dalam ee apa ee ee kajiannya gitu ya ee paling tidak ee ada rencana umum gitu ya yang meliputi dari gambaran umum wilayah, kemudian standar kriteria perencanaannya tadi, kemudian rencana penyelenggaraan sampai indikasi biaya sampai rencana kelembagaannya sampai ke rencana legislasi dan ee pemberdayaan masyarakat yang diperlukan seperti itu. Jadi ee program-program ini ee sebenarnya tidak bisa dirancang ee secara oleh konsultan sendiri gitu loh. Ee karena ee mas apa ee pihak pemerintah daerah itu biasanya yang lebih paham ya dengan kondisinya. Nah, ee konsultan yang berpengalaman dia bisa memberikan advice ya ee bahwa kalau misalkan melihat kondisi wilayah seperti ini gitu ya ee program yang paling efektif apa? Ee jadi, jadi ee di satu daerah misalkan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur bisa jadi berbeda gitu ya. Nah, kemudian ee di Sumatera bisa jadi berbeda. Jadi sosialisasinya misalkan ee peningkatan pemahaman masyarakat ya ee lewat sosialisasi gitu ya. Ee kadang kalau sosialisasi saja itu ee ee enggak spesifik gitu, tapi sosialisasi apa yang ee perlu dilakukan. Oh, ternyata ee ee masyarakat itu lebih senang melibatkan ee apa perangkat desa misalnya sehingga yang di yang dipilih adalah melalui ee perangkat desa seperti itu. Itu bisa menjadi salah satu ee apa ya ee upaya yang dilakukan. Mungkin seperti itu. Baik, Pak. Mungkin untuk selanjutnya pertanyaan dari Bapak Sukiri. Pertanyaan pertama, apakah ada indikator kinerja atau KPI yang jelas untuk mengevaluasi capaian RISPAL setiap 5 tahun? Nomor dua, apakah ada indikator kinerja yang jelas untuk mengevaluasi capaian setiap 5 tahun? Ee sepertinya sama ya ini ya indikator kinerja yang jelas ya. ee artinya gini ee ee indikator kinerja gitu ya kan namanya ada target gitu ya. Ee jadi misalkan setiap setiap 5 tahunan tadi misalnya gitu ya ee program yang kita rencanakan gitu ya. program yang kita rencanakan tadi misalkan ditarget tahun sekarang 2025 eh2 ee respalnya disusun 2025 lalu ee di tahun 2030 itu ee layanan ESPALD ee apa layaknya dari awalnya 70% meningkat menjadi 80% selama 5 tahun ya kan. Nah, kalau ternyata capaiannya itu malah enggak nyampai sama sekali kan gitu ya, program-programnya ini enggak berjalan sama sekali kan bisa jadi program tidak berjalan itu karena perencanaannya yang jelek juga kan gitu ya. Jadi kalau kalau menurut saya QPI-nya tidak hanya sekedar capaian dari target tadi, tetapi ee dari hasilnya dari hasil atau dari ee Pokja yang ada di situ bisa melihat bahwa program-program yang diberikan oleh konsultan atau pada saat penyusunan ini belum mengakomodir kondisi ril di lapangan misalnya sehingga perlu dilakukan kajian seperti itu. Tetapi kalau mau melihat QPI-nya, QPI tentu ketercapaian dari ee target gitu ya. Nah, targetnya kan juga sudah ditetapkan di dalam RPJ ee MD daerah gitu ya. Nah, seperti itu. Jadi ee mungkin itu jawaban dari saya. Baik, Pak. Ee terima kasih. Untuk perkaraan selanjutnya ada dari Ibu Eri Mang. eh dari Bapak Eri Manggala Saputra. Ee pertanyaan nomor satu, dalam menyusun rencana legislasi dan kelembagaan, sejauh mana RPAL dapat mendetailkan struktur organisasi seperti UPTD agar siap mengelola aset yang akan dibangun nanti? Kemudian nomor dua terkait isu keberlanjutan infrastruktur banyak aset SPD baik sistem ke pusat maupun setempat yang seharusnya yang yang telah dibangun. Namun saat ini kondisinya tidak berfungsi optimal seperti tidak ada L2 T2. Bagaimana seharusnya substansi risal mampu mengintegrasikan keberlanjutan ases aset eksisten existing tersebut dan ee apakah secara regulasi diperbolehkan untuk mencantumkan rencana anggaran rehabilitasi bagi infrastruktur yang tidak berfungsi optimal ee tersebut pada RISPAL. Kemudian yang terakhir terkait penyusuran konsep dan kriteria rispalaga untuk jangka panjang bagaimana strategi penyusunan rispal agar tidak berhenti pada konsep buang limbah tetapi mampu mengadopsi prinsip ekonomi sekular seperti pemanfaatan kembali air berolah atau pengolaan tinja menjadi sumber energi. Apakah pada pengalaman Bapak pernah menyusun atau menemukan hal tersebut di Rispal kabupaten atau kota di Indonesia? Baik, Bapak Al. Baik. Ee ini pertanyaannya luar biasa ya dan ee mungkin Pak Eri ee punya sudah punya banyak pengalaman ya. Yang pertama eh terkait dengan legislasi kelembagaan eh biasanya di Rispal itu lebih kepada pola e yang pertama dilakukan adalah melakukan identifikasi itu poxinya apa. Jadi misalkan ee ada ada dinas A, dinas kebersihan, dinas apa ini nanti disesuaikan ee terkait dengan aspek pengelolaan sanitasinya. Kemudian sejauh mana ee bisa memunculkan ee apa ee struktur organisasi seperti UPTD dan lain-lain itu masih ke ranah konsep. Jadi modelnya adalah membuat program gitu loh. Jadi misalkan IP e IPLT-nya dibangun di tahun 2000 dilakukan DEED-nya di 2026 kemudian eh FS-nya di 2026 kemudian DEED-nya di 2027 kemudian AMDAL-nya di 2027 akhir gitu ya atau UKLPL-nya gitu ya 2028 dibangun ya dan beroperasi di akhir sehingga 202 ya ada waktu berapa ee 3 tahun. Nah, itu awalnya dari UPTD gitu ya. Tapi karena ee kita sudah ee melihat kajiannya bahwa ee mampu untuk dilaksanakan L2 T2 kita plotkanlah di itu untuk L2 T2. Nah, jadi di situ itu hanya program saja, tetapi tidak sampai ke ini nanti ee apa ee SOP-nya bagaimana dan lain itu nanti akan ee dibuat namanya dokumen ee ini ee kajian akademisnya gitu. Jadi di dalam Rispal ini hanya ini menentukan targetnya saja, program apa gitu ya. Tetapi pemetaan fungsi tadi ada. Tetapi kalau untuk mendetailkan ee kira-kira ee struktur organisasi dan lain-lainnya itu nanti ada program yang berdasarkan di Rispal gitu loh. Oke. Pembentukan lembaga ee UPTD e IPLT atau pembentukan ee BULD di tahun 2040 misalnya nanti programnya itulah yang akan mendetailkan struktur organisasinya. Mungkin seperti itu yang pertama ya. Kemudian ee ya boleh boleh ya. Jadi ee apakah secara regulasi diperbolehkan untuk mencapkan rencana anggaran? Jadi gini misalnya ya gitu ya ee kan kita ada namanya ee kajian evaluasi infrastruktur existing tadi ya. Ee jadi ee dari hasil evaluasi tadi apa yang menjadi masalah? misal ee apa ABR kan gitu ketika dilakukan apa dilakukan ee kajian ya kita ketika kita lakukan ee evaluasi ee data existing tadi secara struktur bangunannya masih bagus gitu ya. Terus ee tetapi waktu kita lihat enggak ada pemantauannya. Kemudian ketika kita ambil sampling ternyata baunya busuk dan lain-lain. Ternyata masalahnya adalah karena dia tidak ada pengelolanya sehingga lumpurnya tidak pernah disedot misalnya atau pipanya pecah. Sementara kita sudah punya misalkan berapa? Kita sudah punya 10 ABR nih gitu ya tapi terbengkalai. Kan tidak perlu kita bangun lagi ABR-nya. ABR-nya sudah ada, tetapi kita programnya adalah rehabilitasi plus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui pembentukan kelompok swadaya masyarakatnya seperti itu. Jadi ee ini apa ya ee jangan sampai kayak kita membuat program gitu ya, tetapi alasannya ini hanya untuk program aja gitu harus bangun enggak gitu. Jadi sebenarnya akan lebih bagus kalau kita bisa melihat e kondisi existing itu gap-nya di mana ya kan seringki yang dianggap itu ee ABR itu tidak harus dibersihkan gitu ya. Nah, kalau tidak harus dibersihkan berarti masyarakat enggak cocok dengan ABR gitu ya. Ternyata ada teknologi lain, perkembangan teknologi lain. Nah, itu boleh untuk mengusulkan teknologi apa kira-kira yang paling cocok ya, Pak gitu ya. misalkan sekarang ada unit apa EBB atau biofilter yang lain misalnya. Oh, itu ternyata lebih apa lebih mudah ee tidak seintensif ABR. Nah, mungkin yang barunya akan seperti itu gitu loh. Tapi yang ada sekarang apa yang bisa di-improve gitu. Itu mungkin ya ee Pak Eri. Dan terkait dengan ini tadi ya ee sesuai dengan arah kebijakan tadi Pak. Kalau di suatu daerah itu tadi ya, suatu daerah itu tadi kuadrannya masih ada di kuadran satu, artinya dia masih sangat lemah gitu ya. Ya, jangankan ee mendaur ulang orang apa bab saja masih banyak gitu ya. Kita enggak bisa itu mengarahkan meskipun dari sisi apa visi visi pemerintahnya bagus gitu ya. Oke ya. Tapi kita juga harus menganalisis kondisi internal eksternalnya. Tapi misalnya, Pak ya, ada satu daerah ee terus ee tiba-tiba di situ ada ee tambang gitu ya, tiba-tiba eskalasinya naik banget gitu ya, karena ee apa CSR dari perusahaan itu bisa melayan apa memberikan apa impact yang luar biasa sehingga masyarakatnya jadi lebih sejahtera gitu ya. Nah, kalau masih dalam jangka ee respalnya sudah berubah gitu ya atau ee kira-kira kondisinya sudah berubah ya boleh saja dilakukan kajian rispal lagi, Pak. Dievaluasi lagi lalu dilihat lagi plotingnya. Jangan-jangan dengan adanya perubahan kondisi tadi sudah tidak di kuadran satu lagi, Pak. Sudah bisa di kuadran du. Jadi rencana kita yang 20 tahun dari satu ke dua kita update ternyata sekarang sudah mendekati dua. Jadi dua berubah ketiga kan bisa jadi ee apa ee kondisinya seperti itu memang ee kalau dari saya ee pengalamannya lebih ke evaluasi ee ininya dan ee perancangan IPLT-nya Pak untuk yang eh apa resources recovery-nya ya untuk dibuat pelet dan lain-lain gitu. Tapi kalau untuk Rispal-nya ee belum, Pak. Ya, umumnya masih ee karena Rispal yang ee dikerjakan ini umumnya masih yang dari kuadran 1, kuadran 2 gitu. Saya yang ada di Surakarta gitu ya. Nah, Surakarta itu sudah mulai agak bagus tapi levelnya belum sampai ke kuadran 4 itu ya. Karena di Indonesia itu dari sisi layanan infrastruktur sanitasinya saja masih kurang gitu. Tetapi kalau untuk ee penerapan resources recovery atau circular ekonomi water reuse di IPLT itu sudah beberapa ee dilakukan ya. Oke Mbak Nuha. Baik, pertanyaan selanjutnya eh dari Ibu Yolanda. Tanya nomor satu penyusunan bagi daerah yang sudah memiliki SSK apakah cukup maju pada SSK atau masih perlu dilakukan kolaborasi antar folder? Kemudian nomor dua, bagaimana hubungan Rispa dengan Persia Airline? Silakan, Pak. Ya, ya kan ada banyak apa ya, ada banyak apa ee mana lebih dulu SSK atau Rispal ya karena ee beda ya SSK-nya itu ee ranahnya di apa ee Kementerian Dalam Negeri gitu ya. Kemudian dari sisi apa ee rispal-nya itu di Kementerian PUPR gitu ya. Ee biasanya banyak yang melakukan penyusunan Rispal ya. Ini kita sudah sama-sama tahu gitu ya. Ee supaya mendapatkan ee dana alokasi khusus gitu ya. Jadi kan ada readiness kriteria gitu ya ee ee dana pemerintah daerah kan terbatas. Untuk mendapatkan dana alokasi khusus itu dia ee harus memiliki respal kadang gitu. Walaupun sebenarnya kalau kotanya kecil tadi di peraturan yang tahun 2016 itu ya di buku pedoman itu cukup dengan SSK saja. Tapi kalau ee sekarang kalau kita mengacu ke Permen PU 2017 semuanya harus punya Rispal kan? Semuanya harus punya Rispal seperti itu. Baik itu skala kabupaten ya kota ataupun ada lintas provinsi itu ee harus punya RISPAL. Nah, sekarang kita lihat misalkan SSK-nya baru disusun 2024. Nah, sekarang 2025 2026. Boleh enggak saya nanti nyusun ee Rispal lagi di 2028? Ya boleh. Atau boleh enggak SSK-nya ini ee baru disusun tapi kita anggap umurnya sampai 5 tahun. Setelah 5 tahun baru kita evaluasi tapi kita sekaligus nyusun rispal. Ya boleh-boleh saja. Jadi kita ee apa ya ee Bu sebagai pedoman seperti itu ya. Ee tapi kalau Bapak Ibu sudah dari Pokja dari ee pemerintah daerah sudah bisa memotret ini ada kesenjangan yang sudah tinggi dan juga dari rancangan ee apa ee dari sisi target ya itu diperintahkan untuk daerah agar bisa ee sanitasi amannya cukup besar gitu ya dan kita harus mengikuti kebijakan pemerintah ya. ee caranya ya untuk merumuskan strateginya ya melalui Rispal itu tadi. Nah, ee kemudian Rispal, Rispal ini juga bisa ee menjadi ee Perda gitu ya. Ee misalkan ee nanti ee ada satu contoh ya ee Perda tentang ee Rispal sendiri tapi ada juga tentang Perda air limbah. Misalkan di suatu daerah yang saya susun itu di ee satu Jawa Timur gitu ya, di kabupaten di Jawa Timur. Ee dari hasil evaluasi kondisi existing dia belum punya Perda air limbah. Sementara di dalam Rispal tadi kan evaluasinya mulai dari aspek kelembagaan, peraturan gitu ya, teknis, ekonomi gitu ya. Nah, muncullah program di tahun 2026 gitu ya. Setelah disusun rispalnya lalu dilegalisasi sambil ada program untuk penyusunan Perda air limbah ya. Jadi bisa saja perdanya belum ada gara-gara Rispal bisa, tapi Perdanya sekarang sudah ada lalu kita evaluasi Rispalnya. Mungkin ada rekomendasi dari hasil Rispal tadi kajian terhadap Perdanya perlu ditambahkan. Jadi seperti itu ya, saling mendukung gitu ya. Cukup, Mbak. Baik, terima kasih sudah menjawab pertanyaan dari selanjutnya ada pertanyaan dari Bapak Ardianto. Eh, saya ingin membandingkan atau mengambil hal baik yang dapat diterapkan antara Risal dengan IPAL domestik untuk industri, Pak. di mana dalam industri ada standar kajian teknis sesuai PP 2221 dan Permen LV 11 2025 tadi. Pertanyaannya satu dalam perspektif principal pada kondisi apa sait dinilai tidak lagi memenuhi prinsip pengendalian pencemaran dan harus ditingkatkan menjadi e domestik terpusat di area industri. Kemudian nomor dua, bagaimana posisi pengelolaan lumpur tinja dari fasilitas dalam area industri dan apa konsekuensi regulasinya bisa tidak direncanakan sejak awal atau tidak sesuai pengelolaannya sehingga parameternya tidak. Baik, Bapak itu pertanyaan Bapak Ardianto bisa. Terima kasih, Pak Ardianto eh cukup aktif ya tadi. Ee ini pertanyaan juga ee menarik ya ee dari industri sebenarnya ya. Eh kalau saya simpel saja Pak eh industri itu kan compliance ya. ya ee kan kita ada aturannya misalkan ee pada kondisi tangki septik kalau dia e dengan aturan baru ini kan kita sudah tahu ya meskipun dia tangki septik misalkan kapasitasnya di bawah tig di bawah atau sama dengan 3 itu kan ada baku mutunya kalau sudah tidak memenuhi baku mutu ya artinya kita lihat kenapa dia tidak memenuhi jangan-jangan yang masuk inputnya tidak sesuai kan septic tank itu juga masuknya jadi saya pernah melakukan evaluasi I ee untuk apa ya ee kawasan ee restoran kayak gitu ya. Restoran kan sebenarnya limbahnya enggak banyak, Pak. Cuma dari pencucian piring saja. Tapi ternyata restorannya di situ banyak produksi susu, produksi minuman. Ya sori maksudnya jual minuman, jualan susu. Minuman yang mengandung gula, gula itu COD kan gitu ya. Susu itu lemak gitu ya. Sehingga pH-nya itu rendah. Kemudian COD-nya sangat tinggi. Jadi masuk ke tangki septik enggak mungkin dia bisa untuk menurunkan baku mutunya. Jadi ee harus dilihat ya kalau dia sesuai dengan baku mutu berarti ya dia ee masih oke. Terus ee juga mungkin dilakukan untuk ee efisiensi. Kalau selama ini misalkan banyak tangki septik gitu ya. Karena banyak tangki septik dengan peraturan baru kan harus dilakukan monitoring satu-satu. Kalau perusahaan pengin melakukan efisiensi gitu ya ee agar apaalter pusatnya cukup satu gitu ya, tetapi nanti biaya pemantauannya lebih berkurang kan gitu ya. Eh, tapi kita punya capex-nya dengan membangun IPAL lagi nih, tetapi nanti OPEX-nya ee bisa turun. Karena selama ini kalau misalkan satu septic tank dipantau dengan parameter tadi butuh per bulannya misalkan ya, per bulannya R5 juta. 5 juta ada ada 10 atau ada 8 septic tank ya. 8 septic tank 8 * 5 40 juta gitu ya. Ternyata kalau kita apa ee pemantauan IPAL itu cukup 10 juta saja. Nah, karena kalau kalau 10 juta kan berarti ada efisiensi meskipun kita ee perlu mengeluarkan capek yang lebih besar, tetapi nanti kita lihat juga cost benefitnya kalau dengan IPAL yang baru dibangun ini ee apa ee evluence-nya lebih bagus gitu ya. Kita bisa melakukan daur ulang dan lain-lain. Ini juga bisa menjadi pilihan. Nah, kemudian ee kalau pengelolaan lumpur tinja di area industri, jadi enggak harus industri itu enggak harus punya IPLT. Kalau di situ kita punya tangki septik banyak, kalau sudah ada layanan IPLT ya kita bisa melanggan saja gitu. Karena ee karena sekali lagi ee fungsinya kenapa harus bangun IPLT gitu ya. ya. Karena ee bangun IPLT itu kan kayak kita mengoperasikan IPAL yang baru lagi ya. Kapasitas IPLT itu ee IPLT itu beda dengan IPAL ya karena lumpur tinja yang diolah. Jadi pengolahannya itu dimulai dari pemekatan lumpur tinja gitu ya, kemudian pemisahan padatan dan cairan dan lain-lain gitu ya. Ee kalau menggunakan sistem konvensional itu membutuhkan lahan yang luas. Tapi kalau menggunakan ee sistem yang mekanis itu membutuhkan apa ee bahan kimia dan juga elektricity yang cukup tinggi gitu. Nah, saya tidak melihat apa ya ke apa ee urgensi ee kalau misalkan kawasan industri punya IPLT gitu ya. Tapi kalau untuk lumpurnya, lumpur IPAL itu mungkin boleh ya dilakukan di watering dan lain-lain gitu. Karena kalau nanti lumpur ee kawasan industri itu punya IPLT, apakah dia juga mau menerima ee memberikan layanan lumpur tinja ke yang lain? Mungkin bisa-bisa saja gitu ya dari sisi bisnis gitu. Tapi kalau misalkan ee kita bisa melanggan ke IPLT yang sudah ada ya enggak masalah seperti itu. Oke, cukup sudah cukup, Pak. Iya. Ee baik, itu tadi pertanyaan dari Bapak Ardianto sekaligus menjadi pertanyaan mutuk dari sesi tanya jawab dan diskusi pada training online kita hari ini. Saya ucapkan terima kasih banyak untuk pemateri kita pada pagi dan siang ini yaitu Bapak Awal yang telah membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan sekaligus sharing bersama Bapak Ibu peserta training online hari ini. Kemudian ee kami ucapkan juga terima kasih kepada Bapak Ibu yang sudah aktanya dan mohon maaf apabila ada pertanyaan yang belum terjawab karena waktu yang kita miliki terbatas. Semoga di lain waktu kita bisa bertemu kembali dan pertanyaan-pertanyaan dari Bapak Ibu bisa terjawab di sesi yang akan mendatang. Baik, seperti janji kami di awal tadi, kami sudah mengantongi beberapa nama pemenang yang beruntung pada hari ini untuk mendapatkan door price. Untuk Bapak Ibu yang beruntung dipersilakan untuk menghubungi admin kami melalui kontak WhatsApp. Ee bagi yang belum mendapatkan doorpress jangan berkecil hati karena di sesi yang akan datang kami akan terus memberikan doorpress yang lebih menarik. Baik, untuk pemenang doorpresnya pertama ada Bapak Eri Manggala Saputra dari Banten. Kemudian kedua dari Bapak Masud dari Jawa Timur dan yang terakhir Bapak Sudiri dari Jakarta. Ee untuk pemenang pertanyaan terbaik bisa menghubungi admin 1 maupun admin 2. Kemudian ee pada minggu yang akan datang, Sabtu tanggal 31 Januari 2026 akan diadakan training online penyusunan rencana induk sistem penyediaan air minum atau Rp. Jadi, bagi Bapak Ibu yang berminat bisa langsung melakukan pendaftaran. Baik, kita telah sampai di penghujung acara ya. Ee puji syukur hari ini baik sesi satu maupun sesi dua kita sudah belajar banyak ee tentang rispal yang disampaikan pemateri kita yaitu Bapak Dr. Engineering Ir. Awaludin Nanto, SDM, Engineering IPM eh yang sudah memberikan ilmu-ilmu tersebut. Semoga sepertinya terlempar ya, Mbak Noha. Ya, Mbak Nuha mengalami trouble, Bapak Ibu, karena Jogja sedang hujan yang sangat lebat sore hari ini. Oke. Ee Bapak Ibu sepertinya ee kita cukupkan karena ee apa yang disampaikan oleh Pak Awaludin tadi sudah ee secara komplit ya sudah disampaikan dan Mbak Nuuha sepertinya juga memang mengalami kendala. Ee tentunya kami mohon maaf cuman Nah, ini muncul mohon maaf ee ada di puti kami sedang mati lampu. Iya, Pak. sedang mati lampu. [tertawa] Baik, mungkin ee saya sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Engineering Ir. Awaluddin Nurmianto, ST, Ming IPM dan ee juga kepada Bapak Ibu peserta training online yang sudah sangat antusias pada training online hari ini. Sampai bertemu lagi di training online selanjutnya yang tentunya dengan tema-tema yang lebih menarik. Akhir kata, saya selaku MC sekaligus moderator memohon maaf sebesar-besarnya apabila selama memandu acara ini terdapat kesalahan kata maupun perbuatan. Saya Nuhiah Maulida pamit undur diri. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kasih Bapak Ibu semuanya. Terima kasih, Pak.