Transcript
TLqVyz0hzlg • Penyusunan RISPAL Sesi 1
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0134_TLqVyz0hzlg.txt
Kind: captions
Language: id
Perkenalkan saya Nurania Maulida, yakni
MC sekaligus moderator yang akan
menemani dan memandu jalannya acara.
Acara training online ini akan berjalan
dua sesi. Kita akan bersama-sama
mengikuti sesi pertama mulai pukul 09.00
hingga 11.00 nanti dan dilanjutkan
kembali di sesi dua yaitu pada pukul
13.00 hingga 15 WIB nanti
online kita hari ini mengusul topik
penyusunan rencana induk sistem
pengelolaan air timbah yang akan
disampaikan oleh pemateri kita yaitu
Bapak Dr. Enging Ir. Awaluddin
Nurmianto, ST, ME, IPM yang merupakan
dosen Teknik Lingkungan Universitas
Islam Indonesia. Saya ucapkan selamat
datang kepada Bapak Awaludin. Tidak lupa
eh salam hormat kepada Bapak Dr. Ir.
Pijrah Purnam Putra STM selaku founder
dari Buik Dar Ulong Project B Indonesia
sekaligus sekretaris jurusan teknik
lingkungan Universitas Islam Indonesia.
Dan juga tidak lupa kepada Bapak Ibu
peserta training online pada hari yang
berbahagia ini.
Sebelum masuk ke materi training online
kita, saya mohon izin mengingatkan Bapak
Ibu dapat mengisi daftar hadir atau
presensi di link yang telah admin kami
kirimkan di kolom chat Zoom. Kemudian
dengan hormat saya meminta kesediaan
Bapak Ibu untuk menonaktifkan mikrofon
selama kegiatan berlangsung supaya kita
dapat mendengarkan materi yang
disampaikan dengan baik. Selanjutnya
sebelum kita masuk ke acara inti kita
yaitu penyampaian materi akan ada
sambutan dari Bapak Dr. Ir. Putrahma
Putra XM selaku founder dari butik Daur
Ulau eh ProP Indonesia sekaligus
sekretaris jurusan Teknik Lingkungan
Universitas Islam Indonesia. Baik,
langsung saja kepada Bapak Hijrah. Waktu
dan tempat kami persilakan.
Baik, terima kasih Mbak Nuha.
Mudah-mudahan suara saya sudah terdengar
dengan jelas. Ee
bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. tentunya
selamat pagi, salam sejahtera untuk kita
semuanya, Bapak, Ibu para peserta ee
training online penyusunan rencana induk
sistem pengelolaan air limbah Rispal
pada kesempatan pagi hari ini. ee
tentunya yang kami hormati pemateri kita
pada kesempatan hari ini Bapak Waluddin
Nurmianto ee selaku kolega kami ee di
Jurusan Teknik Lingkungan Universitas ee
Islam Indonesia. ya, para panitia dan ee
teman-teman yang telah hadir pada
kesempatan hari ini. Ee pertama kami
ucapkan tentunya terima kasih atas ee ee
senantiasa bergabung Bapak Ibu dalam
kegiatan yang dilakukan oleh Butik
Darurang ee Project B Indonesia dan
Jurusan Teknik Lingkungan Universitas
Islam Indonesia gitu ya. Ee di awal
tahun ini kita ee buka kembali training
online yang mengusung tema terkait
dengan rencana induk ya. Ee ada hari ini
terkait dengan air limbah, kemudian 2
minggu lagi insyaallah nanti akan ada
air minum, kemudian 2 minggu ke depannya
lagi ada yang berhubungan dengan ee
pengelolaan sampah. Jadi air minum dan
sanitasi gitu ya. ee kami melihat ee
kepentingan yang sangat besar dari
penyusunan rencana induk ini terkait
dengan pengelolaan sanitasi dan air
minum di sebuah ee wilayah gitu ya, baik
itu kota maupun kabupaten.
ini ee rangkaian yang kedua dalam ee apa
rangkaian ee training online yang
sebelumnya memang sudah pernah juga
dilakukan tapi terpisah-pisah dalam
materi yang lebih pendek. Eah, ada
webinar dan seterusnya begitu. Nah, kali
ini ee kita beruntung salah satunya
adalah ee Teknik Lingkungan UII dengan
berbagai macam pakar yang ada di
dalamnya yang telah berpengalaman juga
menyusun berbagai macam rencana induk di
berbagai macam wilayah di Indonesia
sebagai bentuk kontribusi dalam
pembangunan sanitasi dan air minum yang
ada di Indonesia. Kita hadirkan. Jadi
pengalaman harapannya yang di-share
kepada Bapak Ibu adalah pengalaman
teknis di lapangan saat ee beliau-beliau
menyusun
rencana induk tersebut. Jadi harapannya
Bapak Ibu dapat bertanya, dapat
berkomunikasi dengan baik dan menyerap
berbagai macam ee ilmu yang disampaikan
gitu. Walaupun ee tantangannya sangat
besar, Bapak, Ibu. Ee ini sekaligus saat
pembukaan saya sampaikan karena ee
beberapa minggu terakhir ini ee Butik
Daurulang dapat
ee tantangan dalam pengolaan ee terutama
WhatsApp-nya gitu yang bolak-balik
bermasalah begitu. Tapi mudah-mudahan ee
nanti Bapak Ibu yang merasa sudah
daftar, belum dapat link ataupun belum
dikirim materi, sertifikat dan
seterusnya ee nanti teman-teman akan
share satu nomor ee yang kita pakai.
Tapi memang nomor tersebut kadang satu
arah dipakai karena ee kita langganan
pakai ee satu aplikasi penyedia jasa
begitu. Tapi nomor yang lain memang ee
memang punya agak problem ya, agak
trouble beberapa waktu ini. Tapi yang
pasti mungkin yang paling ee pasti
dilakukan oleh teman-teman admin adalah
men-share lewat email. Jadi, Bapak Ibu
sebelum nanti dapat ada notifikasi di WA
seperti biasa cek dulu di email mungkin
di email sudah diinfokan gitu ya. Tapi
kalau juga tidak, tapi Bapak Ibu merasa
sudah menghubungi di WA tidak ada respon
dan seterusnya, mungkin WA kami sedang
error begitu ya. Ee Bapak Ibu bisa DM di
Instagram ProjectB Indonesia. Nah,
insyaallah di Instagram ini tidak ada
problem. Ee silakan berkomunikasi di
sana. Nah, kita sedang men-soft mencari
solusi supaya ee tantangan WhatsApp ini
jadi lebih baik. Jadi sangat agak sangat
sensitif. Nah, Teman-teman ini ada ada
info di chat e Bapak, Ibu boleh pakai
itu ya atau nanti Mbak Nuha juga akan
menginfokan.
Tapi harapannya tantangan tersebut kita
ya kita hadapi ya supaya tetap bisa
berjalan karena niatnya memang ee
edukasi dan alhamdulillah hari ini
sampai tadi malam hampir mendekati ee
350 pendaftar.
Mungkin pagi ini masih proses untuk
bergabung begitu ya atau juga
apa tantangan biasa diingatkan dan
seterusnya. Nah, mudah-mudahan ini terus
meningkat. ee ya biasanya memang ee
tidak 100% bergabung karena nanti ada ee
rekaman di YouTube ya. Tapi jangan
khawatir, mudah-mudahan kegiatan ini
bisa bermanfaat bagi kita semuanya.
Bapak Ibu, saya tidak sabar juga untuk
mendengarkan materi dari Pak Awal.
Sekalius, sekali lagi Pak Awal terima
kasih mengganggu waktu istirahatnya
bersama keluarga, tapi mudah-mudahan ini
bisa menjadi ee apa materi instite
menarik bagi para peserta semuanya dan
mudah-mudahan perkembangan penyusunan
rencana induk yang ada di Indonesia
terutama yang berhubungan dengan air
limbah semakin baik dan insyaallah bisa
bermanfaat ya. Baik, dengan mengucapkan
bismillahirrahmanirrahim, training
online penyusunan rencana induk sistem
pengolaan air limbah Rispal pada Sabtu,
17 Januari 2026 resmi kita buka.
Mudah-mudahan ee tidak ada kendala yang
berarti dalam pelaksanaan dan materi
yang disampaikan bisa bermanfaat bagi
kita semuanya. Terima kasih Bapak, Ibu.
Terima kasih Pak Awal dan terima kasih
para panitia yang telah bekerja
ee sangat luar biasa. terkait dengan
pelaksanaan pada kesempatan hari ini.
Mohon maaf dari saya jika ada
kekurangan. Wabillahi taufik walhidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih untuk Bapak
Hijrah yang telah memberikan sambutannya
sekaligus membuka acara training online
pada pagi hari ini. Bapak, Ibu peserta
training online sekalian, kami dari
panitia juga melakukan live streaming
melalui YouTube channel kami di Project
B Indonesia. Jika semisal selama acara
training online berlangsung, ada dari
Bapak Ibu yang terkendala dalam Zoom,
tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu
juga tetap bisa mengikuti training
online ini melalui YouTube channel kami
di Project P Indonesia. Selanjutnya
seperti biasa hari ini kami juga
menyiapkan berbagai macam dopres spesial
untuk Ibu Bapak yang beruntung. Workpres
ini diberikan ee berdasarkan tiga
pertanyaan terbaik dan dua story
Instagram terunik selama training online
ini berlangsung. Nah, jadi bagi Bapak
Ibu yang ingin bertanya selama training
online ini dapat memberikan
pertanyaannya melalui kolom chat dengan
format nama kemudian pertanyaan yang
ingin ditanyakan dan nanti akan kami
pilih untuk tiga pertanyaan terbaik.
Tanpa berlama-lama lagi, kita akan
langsung lanjut ke acara inti, yaitu
penyampaian materi. Namun sebelum itu,
mari kita lihat terlebih dahulu CV dari
pemateri kita hari ini.
[musik]
Baik, itu tadi sekilas mengenai pemateri
kita pada pagi hari ini yaitu Bapak Aal.
Selanjutnya mungkin jika Bapak AAL sudah
siap, kita bisa langsung untuk memulai
penyampaian materinya yaitu waktunya
kurang lebih sampai pukul 10.30. Baik,
tanpa berlama-lama lagi waktu dan tempat
kami persilakan.
Cek cek suara saya sudah terdengar Mbak
Noa?
Sudah sudah.
Baik, saya coba ee apa? Tampilin ee
layar. Berbagi layar. Sudah terlihat
juga?
Sudah, Pak.
Baik. Ee bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Ee selamat pagi dan salam sejahtera
untuk kita semuanya. Bapak, Ibu yang
saya hormati, ee oh saya ucapkan terima
kasih terlebih dahulu ee kepada ee Butik
Darur Ulang Project B Indonesia ee Pak
Direktur hadir langsung di sini Pak
Irah. Terima kasih. ee alhamdulillah ee
diberikan lagi kesempatan untuk bisa
berdiskusi ya ee karena bukan ber bukan
mengajari seperti itu. Ee karena saya
yakin ee Bapak Ibu yang hadir di sini ee
punya pengalaman ee praktis di lapangan
atau punya permasalahan-permasalahan
di dalam penyelenggaraan espal domestik
di daerahnya yang itu ee tentunya malah
ee menambah khanah pengetahuan bagi saya
seperti itu. Jadi ee nanti kita saling
belajar untuk ee saling mendukung ya
untuk pencapaian akses sanitasi kali
ini. Ee Bapak Ibu yang ee saya hormati
ee ee langsung saja ya ee di sini saya
ee diminta untuk mendiskusikan gitu ya
bagaimana menyusun rencana induk sistem
pengelolaan air limbah ataupun RISPAL
dan ee kegiatan ini ee cukup luar biasa
yang ee sudah ee dilakukan oleh Project
PI kerja sama dengan ee Teknik UII di
mana ee informasi-informasi teknis gitu
ya ee terkait dokumen dokumen
perencanaan atau hal-hal yang berkaitan
dengan lingkup bidang teknik lingkungan
ee itu memang ee sangat dibutuhkan baik
itu oleh praktisi kemudian oleh ee dari
pemangku kebijakan gitu ya dan juga
mungkin ada sebagian mahasiswa dan yang
lainnya. Baik ee ini tadi ee saya
disampaikan tadi ee profil singkat saya
gitu. Tapi ee Bapak Ibu jika nanti ee
ada ee hal yang ingin ditanyakan lebih
detail bisa email saja saya ke
awaludin@i.
Nomor WA seperti itu. Nah, ee
menyambung apa yang disampaikan oleh
Mbak ee Nuha tadi ya, bahwa ee nanti
kita akan ada di dalam ee dua sesi ya,
Bapak, Ibu ya. Ee sesi pertama dan ee
sesi kedua gitu. Nah, ee tapi sebenarnya
ee nanti mungkin sampai 10 ee jam 11.00
ya, nanti 10.30 30 kita mungkin di sesi
SAT kita ada diskusi. Jadi ini nanti
bisa di disesuaikan saja nanti Mbak Nuha
mohon saya di ee bantu untuk
mengingatkan. Nah, kemudian nanti kita
akan ee lanjutkan di sesi kedua. Di sesi
pertama ini saya akan mencoba ee untuk
ee mengajak Bapak Ibu berdiskusi
terlebih dahulu ya ee terkait dengan ee
apa peran fungsi RISPAL dan juga
diskursus ee pengelolaan ee sanitasi
yang ada di Indonesia ya. Dan ee kalau
Bapak Ibu mengikuti channel Project B
Indonesia gitu ya ee bahwa di sebelumnya
itu sudah ada juga training penyusunan
RISPAL di tahun 2025. ee yang materinya
disampaikan oleh Pak ee Dr. Andi
Yulianto. Beliau ee adalah ee dosen saya
ya. Jadi ee Bapak Ibu bisa menyimak ee
terkait dengan rispal yang disampaikan
oleh ee Pak Dr. Andi. Nah, ee supaya
materinya tidak tumpang tindih gitu ya,
saya mencoba untuk melihat dari sisi ee
praktisnya. Kalau yang di e video
YouTube yang di sini Bapak Ibu bisa
lihat di Project B Indonesia ee Pak Andi
ee di tahun kemarin ee membahas lebih ke
aspek teoritis dan filosofisnya ya ee
apa itu Rispal gitu ya. kemudian
bagaimana ee tahapan metode, kemudian
standar yang diacu seperti itu. Nah, ee
saya nanti tidak akan menjelaskan atau
mengulang penjelasan yang ee bisa
dilihat dalam hal pengertian gitu ya ee
di dokumen ataupun di standar. saya
nanti ee kita akan lebih banyak ee
berdiskusi ya ee terkait dengan
bagaimana metode-metode yang kita
gunakan di dalam analisisnya dan kita
akan mencoba untuk membedah ee dokumen
Rispal yang ee sudah menjadi dokumen
publik di mana ee dari Rispal ini kan
sudah dilegalisasi dalam bentuk
peraturan daerah. nanti ee ee Mbak Nuuha
akan memberikan ya ee dokumennya yang
akan kita ee bedah secara bersama-sama
seperti itu. Nah, Bapak Ibu yang ee saya
hormati ee saya akan mencoba
diskursusnya dengan ini ee pertanyaan
yang pertama gitu ya. Ee kalau kita
lihat ini merupakan data ee layanan
sanitasi ya. ee ini yang
SPALD DT dan ini yang ESPAL DS.
Nah, ee di dalam SPALDT sendiri gitu ya
ee layanan sanitasinya dimulai dari
karena dia terpusat di mana air limbah
yang dihasilkan dari eh user interface
tadi yang dilayani baik itu black water,
greitu ya ee itu dikumpulkan dan
diangkutnya menggunakan pipa gitu ya dan
ee diolah di ee secara terpusat di luar
ee tempat dihasilkannya limbah. Nah,
kalau kita lihat di satu daerah gitu ya,
ee ada sambungan rumah yang tersambung
dengan SPAL terpusat itu baru 4,1%.
4,1% ini ESPAL DT-nya juga tidak harus
ESPAL DT yang ee terpusat dengan ee
skala ee kota tidak harus karena ee
komunal kalau lebih dari 50 KAK itu juga
sudah termasuk ke dalam ee apa ee sistem
terpusat gitu ya. Jadi di Indonesia ini
masih menjadi ee tantangan yang ee cukup
berat karena ee tidak semuanya memiliki
infrastruktur dan juga tingkat layanan
yang masih rendah. Lalu bagaimana dengan
ee kalau kita lihat yang sistem ee
pengolahan air limbah domestik sistem
setempat di mana ee air limbah yang
dihasilkan gitu ya ee ada yang secara
ditampung secara komunal, secara
individual gitu ya. Dan dari yang di ee
layak itu tadi sudah memiliki sistem
pengolahan gitu ya, itu sudah 87,9%
misalnya. Tetapi ee
dari yang layak itu tadi ternyata baru
2,5% yang dilakukan penyedotan dan
artinya ee masih ada banyak e kondisi
yang belum aman. Karena kalau kita
melihat ya, bahwa sanitasi itu ee punya
standar hierarskisnya, ada kondisi layak
gitu ya. Layak pun ada ee banyak ya,
layak individu dan juga bersama
misalnya. Yang lebih parah lagi adalah
ee buang air besar sembarangan gitu.
Nah, yang e kondisi layak ini belum ee
belum tentu otomatis menjadi aman.
Karena kalau aman itu mulai dari ee
tempat ee dihasilkannya dilakukan ee
pengolahan sementara gitu ya,
penampungan sementara di pengolahan
setempat. Kemudian lumpurnya harus
dilakukan ee penyedotan untuk diolah di
instalasi pengolahan lumpur tinja.
Bagaimana kita mau mengolah lumpur tinja
kalau kita belum punya instalasinya
misalnya atau kita sudah punya
instalasinya tetapi ee septic tank kita
ternyata sudah ditanam di bawah garasi
gitu. Tidak ada tempat untuk membukanya
gimana menyedotnya gitu. Nah, jadi ee
rendahnya ee rantai layanan sanitasi ini
apa masalahnya Bapak Ibu? Apa faktor
penyebabnya?
Saya harap nanti Bapak Ibu bisa
memberikan ee komentar ya dalam diskusi.
Ternyata tidak ee bukan masalah utamanya
bukan hanya sekedar ini ya infrastruktur
sanitasi.
Ee kalau kita lihat di sini tadi di
depan ini saya tampilkan ini ee bagus
sekali ya Bapak Ibu ya. Keren sekali ya.
ee tidak terlihat kalau ini adalah
sebuah ee instalasi pengelolaan air
limbah ini di daerah saya, Bapak, Ibu,
di ee Pekanbaru ya.
Nah, ee saya akhirnya senang gitu ya
dari ee Riau gitu ya. Akhirnya kita
punya ee sistem pengolahan air limbah
domestik terpusat. Padahal dari dulu
kita katanya punya minyak banyak gitu
ya. Minyak di bawah ya ee di apa minyak
bumi gitu dan minyak di atas e kelapa
sawit gitu. Tapi kita belum punya IPAL,
Bapak, Ibu. Kita belum punya aspal
domestik. Nah, ini sudah ee terbangun eh
dibangun dari tahun 2020 ya dan
dioperasikan ee di tahun 2024. Di Riau
di Espalde Bambu Kuning ini di Kota
Pekanbaru ee kapasitasnya 8.000 m³ per
hari ya dengan layanan mencapai 11.000
sambungan rumah. Sistemnya FBAS ya. Ini
fixed bed eh activated slutch. Jadi ada
kombinasi ee media penyangga dalam
lumpur aktif yang digunakan ee
menggunakan modul-modul akar tanaman.
Jadi ee teknologinya cukup ee baru gitu
ya dan sudah sudah punya paten di mana
ee akar-akar tanaman yang ada di ee
lumpur aktifnya tadi bisa ee menjadi
ruang untuk mikroorganisme tumbuh dan
ada ekosistem kecil di situ sehingga ee
prosesnya tidak bau terus juga ee lebih
efisien ee dan ee mempunya keunggulan
yang lainnya sehingga ee ini ee sudah
ada di
kota Pekanbaru.
Kalau kita lihat di arah timur ya, kalau
tadi di barat Pekanbaru gitu ya. Saya
tidak ngomongin Jogja karena Jogja sudah
banyak gitu ya. Nah, kalau di wilayah
timur ini ada ee Losari ya di Makassar
ya. Kapasitasnya lebih besar lagi ya ini
ee 16.000 m³ per hari dan layanannya ee
ditargetkan mencapai 41.000 sambungan
rumah. sistemnya MBBR yaitu Moving Bed
Biofilm Reaktor. Investasinya Rp1,27
triliun.
Infrastrukturnya sudah ada Bapak, Ibu.
Dan ee saya pernah diskusi dengan ee
pengelola ya di IPAL Losari ee biaya
capek eh opex-nya itu sampai 5 M ya ee
per tahun. Nah, ee tapi bagaimana dengan
ee layanannya, tingkat layanannya?
Apakah dari 2024 gitu ya ee sampai saat
ini ya sekarang sudah masuk 2026 gitu
ya, tapi paling tidak selama 1 tahun ya
di 2025 ee berapa tingkat layanannya? ee
ternyata baik itu di SPAL domestik di
Bambu Kuning ataupun di Losari itu
layanannya masih kurang dari ya kurang
dari 20% bahkan ya mungkin masih ee 10
sampai 15%.
Bayangkan untuk mengoperasikan ee apa ee
biayanya tadi ee sebanyak 5 an mungkin
ini sekitar 3an dalam 1 tahun gitu ya.
tetapi ee ternyata cakupan ee apa ee
sambungan rumahnya itu masih ya masih
1.200-an, 1500-an.
Jadi ternyata ee infrastruktur
sanitasinya sudah ada. Kalau di awal
tadi layanannya rendah karena tidak ada
infrastruktur ini infrastrukturnya sudah
ada tapi kenapa ee layanannya juga tidak
ee tinggi? Ini menjadi pemikiran kita
bersama Bapak, Ibu.
Nah, ada juga ee sudah ada
infrastrukturnya gitu ya. Ee kalau tadi
mungkin wah Pak ee karena ee jaringannya
itu ee karena ee apa infrastruktur
SPALDT-nya
sudah dibangunkan oleh ee PU gitu ya.
dalam hal ini ee dulu ee apa Cipta Karya
gitu ya ee pihak BPPW kalau sekarang apa
BPPK gitu ya sudah dibuatin gitu tapi
untuk membuat jaringannya juga sudah
dibuatin yang sistem utamanya tetapi
dari ee sambungan rumah dan lain-lain
itu dari pemerintah daerah. Jadi,
pemerintah daerah mungkin ee masih belum
memiliki dana untuk menyambung apa ee
jaringan ee air limbah dari perumahan
menuju ke sistem utamanya. Itu bisa.
Tapi ternyata kalau kita lihat ya yang
di sistem pengelolan air limbah domestik
setempat dalam hal ini IPLT misalnya
ternyata banyak yang mangkra Bapak Ibu.
Mangkra itu artinya apa ya bahasa Jawa
ya? Dia itu tidak ee digunakan sampai
akhirnya rusak gitu.
[tertawa]
Jadi kayak mangkra seperti itu. Nah, ini
misalkan dari Bulukumba gitu ya, proyek
IPLT terbengkalai di Putri Cempo mangkra
2 tahun. Di mana ini? Di Tulungagung ya.
Di Jawa Bapak Ibu ya. Ee itu 9 tahun
mangkra.
Ini sudah dibangun tetapi enggak enggak
ada yang memanfaatkan atau bagaimana
kalau saya lihat foto diambil gitu ya.
Ini menunjukkan kolamnya ya. kolamnya
sudah ee tidak ada lumpurnya gitu, malah
tumbuh rumput gitu. Nah, ini ee bukan
rumah kaca ya atau bukan apa ee apa
greenhouse gitu ya untuk tanaman melon
atau apa. Ini adalah eh SL separation
chamber ya dari IPLT. E dan Bapak Ibu
bisa lihat di sini ee tidak terawat. Ee
kenapa IPLT-nya mangkra?
Ya, karena enggak ada yang enggak ada
yang nyedot tinja. enggak ada yang
diolah gitu. Atau juga karena truk
tinjanya cuma satu misalnya atau
jangan-jangan enggak punya lembaga yang
ngurusin IPLT sudah dibangunin sama
pemerintah ee setelah diserah terimakan
waduh siapa ini yang mengelolanya ya
enggak ada. ini menjadi menjadi menarik
untuk kita diskusikan Bapak Ibu lah.
Kalau kita mau lihat lagi gitu ya ee
peran dan fungsi sanitasi itu tanggung
jawabnya siapa sih Bapak Ibu? Apakah
tanggung jawabnya dari Kementerian PU
kan atau tanggung jawabnya Kementerian
Lingkungan Hidup? Tanggung jawabnya
BAPENAS atau Kementerian Kesehatan.
Ya, saya tinggal di Jogja, Bapak, Ibu,
ya. Ini 2 Mei 2023 ee dari berita di
koran, ya. Berbahaya semua sumur warga
Jogja tercemar bakteri ekoli. Dari mana
bakteri ekoli, Bapak, Ibu? Dari tinja
kita.
Air minum di Jakarta tercemar bakteri
ekoli gitu ya. 50% air sumur di Solo
tercemar.
Ini salah siapa
ya? ini tanggung jawab siapa gitu.
Apakah kita harus menyelahkan memerintah
semuanya atau kita juga bisa berperan?
Lalu bagaimana ee apa metode yang tepat,
bagaimana ee pengelolaan yang tepat?
Saya tidak menakut-nakuti ya Bapak, Ibu
ya. Tapi kalau kita lihat memang ini
sebuah negara ya Jepang gitu ya. Kalau
kita lihat data yang ditampilkan di sini
ini adalah data kematian bayi ya.
Kemudian ini adalah data eh tingkat
layanan eh sistem pengelolan air limbah
ee domestik terpusat dalam hal ini siwer
dan ini adalah tahunnya ya Bapak Ibu ya
ee tahun mulai dari 1880 sampai 99
2000-an kita lihat ya ee sebelum ini
sebelum tahun 1950-an Jepang kalah
perang ya kondisinya sama seperti di
Indonesia Bapak Ibu di tahun-tahun ini
kalau kita lihat ee bagaimana apa ee 25%
itu kematian bayi itu diakibatkan karena
bakteri kolera gitu ya, disentri tipes
gitu ya kalau kita lihat datanya gitu ya
masih 25% walaupun fluktuatif.
Tapi setelah dilakukan intervensi oleh
pemerintah dengan cara apa Bapak Ibu?
melakukan pembangunan ee jaringan ee ee
sistem ini ya ee penyaluran air limbah
SPA yang dari tahun 1950 gitu ya, itu
mungkin sekitar baru mencapai 15% naik
terus gitu ya. Nah, mungkin kita lihat
di 78 saja ee mencapai 60% saja itu
langsung diikuti dengan penurunan ee
apa? Kematian bayi yang sangat drastis.
Kemudian risiko penyakit dan lain-lain
juga sangat drastis.
Kalau kita lihat di Indonesia semakin
kotanya bagus ternyata rumah sakitnya
makin banyak gitu ya.
Orang yang sakit makin banyak gitu
[tertawa] ya. Secara bisnisnya
menguntungkan gitu. Tapi ee kalau kita
lihat di sini joks-nya gitu ya. Jadi,
apakah kita benar-benar ee paham dengan
ini atau sebenarnya ya kita sudah
terbiasa dengan ee bahaya yang kita
hadapi dari sanitasi lah. Tanggung
jawabnya siapa? E kita mencontoh negara
Jepang tadi ya, baru 60% sambungan
rumahnya ya. Dalam hal ini tentunya
sanitasi aman gitu ya. Itu sudah menekan
angka kematian bayi. Ini data real bukan
data yang direkayasa. Nah, kalau di kita
apakah ada rekayasa? harusnya kan ada
kolasinya ya antara sanitasi yang masih
rendah tetapi ee tingkat capaian
kesehatan kok ee sudah cukup baik gitu.
Oh, ternyata ada banyak rumah sakit gitu
ya. Mungkin seperti itu. Jadi, Bapak Ibu
ee laju kematian bayi dan lain-lain ini
menjadi tanggung jawab siapa? Tentu ini
tanggung jawab lintas sektor Bapak Ibu.
Tidak hanya bisa menyalahkan ini wah ee
sanitasinya tidak baik, infrastrukturnya
tidak baik atau pengawasannya tidak
baik, tapi ini adalah lintas sektoral.
Nah, jadi ee Bapak Ibu itu ee diskursus
yang saya bangun tadi. Ee mungkin Bapak
Ibu ada yang ingin memberikan ee
komentar dulu satu atau dua peserta
silakan bisa ee res hand silakan
ya J ya silakan.
Oke, ada yang mau res hand.
Oke. Ada ee bisa rais hand enggak ya,
Mbak ya? bisa ya.
Oke. Atau atau enggak ee enggak bisa
enggak bisa unmute sendiri ya. Oke,
mungkin dari BSU Mandiri monggo.
Boleh,
ya. Silakan.
Nah, silakan dari BSU Mandiri.
Iya. Asalamualaikum, Pak Waludin.
Selamat pagi.
I pagi, Pak.
Terima kasih, Pak Advin. Ee boleh ini
bertanya ee ee di lingkungan kami kan
ada perumahan ya. Jadi, perumahan ini
ada TPS 3R.
Nah, ee saya pengin bertanya tentang
nanti mungkin dijawabnya boleh nanti
atau kapan ee tentang pengolahan ee
limbah untuk TPS 3R gitu. Karena di sini
kan ee sampah-sampah diangkut dan
diambil oleh petugas kemudian
dikumpulkan di TPS3R
ada limbahnya gitu ada apa namanya ee
air lindi dari sampah-sampah organik
gitu.
Nah, itu harus seperti apa penanganannya
gitu. Kalau dibuang ke sungai kan enggak
boleh ya. Nah, itu harus seperti apa.
Mungkin begitu, Paki. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam. Baik, Pak ee siapa tadi,
Pak? Ya, ee ee dari apa ee perumahan
gitu, ya? Ada TPS 3R-nya. Jadi ee
mungkin kita perlu membedakan Pak ya
yang kita diskusikan ini lebih ke ee
fungsional dari unitnya itu di eh black
water greay water dari air limbah
domestik dari ee yang dihasilkan dari
penggunaan air rumah tangga. Nah,
sementara yang ee lindi tadi itu kan
memang dari unit e pengelolaan sampah.
Sebenarnya bisa ya ee modelnya juga bisa
menggunakan sistem ee kolam ya, instasi
pengelolaan lumpur. Tetapi kalau
misalkan TPS 3R-nya langsung bikin kolam
yang gede gitu ya, itu juga lahan dan
lain-lainnya terbatas. Jadi paling tidak
mungkin bisa dilakukan pengolahan awal
ya, tahap penampungan dulu gitu ya dan
mungkin nanti bisa dilakukan penyedotan
untuk di apa di apa olah di apa ee IPL
gitu ya atau ya ee harus kita
containment ya kita masukkan ke dalam ee
drom-droom gitu ya yang kita ee bawa.
Karena kalau kita mau mengolah ee secara
mandiri sebenarnya ee bisa saja tetapi
ee kita kan perlu kolaborasi ya lintas
sektor itu jadi upaya yang bisa
dilakukan ya ee tentu ini sudah menjadi
niat baik dari pengelola sampah ya
ditampung saja dulu ya untuk nanti
kemudian dilakukan ee penyedotan seperti
itu. Baik ee mungkin ee konteksnya
terkait dengan ini ya terkait dengan
peran dan fungsi sanitasi. Jadi, Bapak
Ibu sebenarnya apa yang saya tampilkan
di sini, apa yang saya sampaikan ini
merupakan nanti masalah yang akan
ditemui oleh Bapak Ibu ketika ee
menyusun rispal. Jadi masalah yang
pertama misalnya ya ee infrastrukturnya
sudah ada Bapak, Ibu, tetapi ee tingkat
layanannya sangat rendah gitu ya atau ee
pemerintah daerah sendiri gitu ya, itu
tidak memberikan apa ya pendanaan yang
cukup di sektor sanitasi gitu. Karena
program sanitasi ini kan program yang
tidak populis ya, Bapak, Ibu. Kalau kita
lihat ini ya, misalkan ya, kalau seperti
Espalde Kota Pekanbaru di Makassar ini
kan ada di atas tanah gitu, kelihatan
keren bagus gitu ya, bisa dibuat
foto-foto untuk baliho bagus gitu ya.
Tapi kalau untuk ini ya kayak misalkan e
septic tank misalnya ini kan enggak
kelihatan ya ada di bawah tanah gitu
Bapak, Ibu ya. Tipa dan lain-lain itu
wah ini malah mengganggu saja gitu ya.
Jadi ini ee tidak populis. Jadi, Bapak,
Ibu ini merupakan ee kita sudah
melakukan identifikasi ya terhadap
permasalahan-permasalahan yang ada di ee
suatu wilayah terkait dengan sistem
pengelolaan air limbahnya. Nah,
bagaimana sebenarnya Indonesia melihat
dari pemerintah Indonesia ya melihat ee
apa ee arah kebijakan pengelolaan ee
sanitasi dan air limbah di Indonesia itu
sendiri. Ya, ini kan tahun baru dan juga
bersamaan dengan ee pemerintahan baru
ya, ee rezim baru di mana ee di sini
juga ee perlu di ee lihat ya
target-target ee bagaimana pengelolaan
air limbah domestik ee terkait dengan
sanitasi juga. Bapak, Ibu bisa lihat di
sini bahwa ee pemerintah Indonesia gitu
ya, itu sudah meratifikasi eh tujuan eh
sustainable development goals di mana
salah satu tujuannya terkait dengan eh
air bersih dan sanitasi. Nah, tadi
disebutkan terkait dengan persampahan
gitu ya. Ee tetapi ee saya bukan bidang
persampahan. mungkin ee Pak Hijrah, Pak
Yebi yang lebih paham seperti itu. Ee
ada target-target juga bahwa di tahun
ya ee timbulan sampah yang terolah di
fasilitas tadi 15% gitu ya. Ee targetnya
sih 15% tetapi ternyata 30 ee ee ee yang
terolah di fasilitas pengolahan tadi 15%
di mana 13%-nya terdaur ulang. Sementara
di 2029 ini e ada penambahan yang cukup
besar ya, sekitar 20% ya. Jadi 38%
terolah dan 20% terdaur ulang. Nah, jadi
yang ditanyakan oleh Bapak tadi ee
terkait dengan bank sampah tadi ya. Nah,
itu merupakan usaha untuk mencapai ee
target ini.
Kalau kita lihat secara detail ya di
target ee sanitasi air limbah domestik
ya di sini ya ee ada peningkatan target
gitu ya dari rumah tangga ya ee
pengelolaan air limbahnya dengan akses
sanitasi aman itu di 2024 itu 10,25%
ya. Nah, tapi ini harus ditingkatkan
menjadi berapa, Bapak, Ibu? Ditingkatkan
dari 10,25 menjadi 30%. Jadi ada sekitar
ya kurang dari 20% lah. Ini aksesnya
sanitasi aman. Nah, sementara yang BAB
di tempat terbuka saja ya itu masih ada
3,2% dan ini harus di ee turunkan
sehingga tidak ada yang BAB sembarangan.
Kalau yang target yang nomor dua ini
saya lebih ee melihatnya yang lebih
gampang ya. Karena kalau ada fasilitas
gitu ya ee itu mungkin juga dilakukan
adanya sosialisasi dan ee
program-program apa ee peningkatan
sasaran untuk ee apa ee hijin dan
sanitasi ini lebih mudah tercapai gitu
ya. Tetapi kalau yang akses sanitasi
aman ini menjadi agak susah karena ee
kalau kita lihat di sini ee tangga dari
sanitasi itu ya ee kita bisa lihat yang
BABS tuh paling bawah kemudian BABS
tertutup ini BABS
ee terbuka gitu ya tertutup itu naik
levelnya kemudian akses layak bersama
kemudian akses layak sendiri sampai
akses aman aman itu di sini Jadi kalau
kita punya septic tank, misalnya kita
punya septic tank di sini ya, kita punya
septic tank tapi eh belum dilakukan
penyedotan ini sebenarnya masih ee akses
layak yang sendiri gitu. Jadi belum
aman. Nah, kalau mau aman itu ee dari
lumpur tinjanya itu harus disedot.
Kemudian evluence septic tank-nya juga
harus sesuai.
Nah, ini tantangan yang ee cukup berat
Bapak Ibu ya. Karena akses aman di sini
toilet milik sendiri yang terhubung
dengan SPD atau tangki septik yang
disedot satu kali ya dalam 3 sampai 5
tahun. Ini sudah secara spesifik ya.
Kenapa seperti ini ya? Ini mimpi dari
kita bersama supaya ee target yang kita
harapkan tadi seperti Jepang tadi Bapak,
Ibu ya. tidak ada ee kematian bayi,
tidak ada angka penyakit akibat ee
penyakit-penyakit yang berhubungan
dengan ee waterborn diseasis. Nah, tapi
kalau kita lihat gitu ya di peraturan
yang terbaru ya ee ini sebenarnya sudah
sangat mendukung ya Bapak, Ibu ya di
Bakumutu Permen LH nomor 11 tahun 2025.
di sini ee cukup fair menurut saya ya,
di mana pengelolaan air limbah itu IPAL
itu ee yang setempat tadi itu juga punya
baku mutunya. Nah, kalau dulu seik tank
itu enggak punya baku mutu ya atau
misalkan perumahan ya, Pak ya. Tadi
kalau Pak tadi dari bank sampah tadi
sudah ada ee sampahnya gitu ya,
pengelolaan TPS3R-nya ee sudah bagus
itu, Pak. Sudah punya TPS3R karena
kelihatan kalau enggak diolah bau
sampahnya gitu ya. Ee terus kalaupun mau
dikirim ke TPA, ternyata TPA-nya tutup
gitu. Sudah enggak ada TPA lagi. Tapi
kalau air limbah gimana, Pak?
Jangan-jangan ee enggak enggak mau
peduli kita karena enggak kelihatan ada
di bawah tanah. Nah, ee di satu ee
perumahan juga bisa dilihat dan apa ee
ee di sini juga sudah ada aturan ya baku
mutu yang
menentukan kualitas airnya. Jadi,
BOD-nya misalnya
itu ee 75 gitu. tidak harus sampai 50
ataupun 30. Jadi sudah ada ya ee aturan
yang ee saling mendukung. Jadi ee
pemerintah dalam hal ini ee berusaha
untuk meningkatkan ee targetnya. tentu
target dari pemerintah tadi harus di
capai dengan upaya bersama-sama, tidak
ada ego sektoral seperti itu. Nah, ini
yang yang ee sudah ee ada di dalam ee
RPJMN ya, rencana pembangunan jangka ee
menengah ee nasional gitu ya, tahun 2025
sampai 2029 di mana disebutkan bahwa di
dalam Perpres nomor 12 tahun 2025 itu
untuk sanitasi gitu ya ee sanitasi aman
rumah tangga gitu ya dari 10,21%
baseline-nya meningkat menjadi 12,5%
di tahun ini ya, tahun yang lewat ya
mohon maaf Bapak Ibu ya ee capaiannya
berapa ee saya belum tercopy infonya
tapi di 202 kita butuh target 30%
ya. Nah, ini peluang ya peluang bagi
Bapak Ibu di sini ya ee untuk apa? Untuk
bisa apa mendukung ee capaian ee target
ee rumah tangga dengan sanitasi aman.
Tranitasi aman. Sekali lagi saya
sampaikan bahwa akses aman tadi toilet
milik sendiri yang tersambung di ee
jaringan sewer atau e menggunakan tangki
septik atau IPAL komunal atau SPAL DS
gitu ya setempat yang dilakukan
penyedotan ya satu kali dalam 3 tahun.
Ada yang merasa menganggap bahwa Pak
kenapa kita perlu menyedot ee 3 sampai 5
tahun sekali? Padahal karena enggak
pernah enggak pernah penuh gitu Pak ya.
[tertawa] karena enggak pernah penuh,
jangan-jangan ee apa ee septik tanknya
itu bocor gitu ya. Jadi bukan karena dia
bisa mengolah karena ee tangki septik
sekali lagi itu bukan pengolahan yang ee
lanjut gitu. Dia hanya pengolahan awal
pasti akan menimbulkan residu dan
lama-kelamaan tangkiseptiknya tadi
penuh. Kalau sudah penuh ya harusnya
meluber. Tapi kalau tidak pernah meluber
ya itu bisa jadi bocor gitu ya Bapak Ibu
ya. Nah, ee ini masalah tadi yang kita
belanja masalah di awal tadi ternyata
sudah dipetakan sebenarnya ya. Tantangan
utama untuk pencapaian target sanitasi
dari ee saya ambil PPT-nya dari BAPENAS
gitu ya. Itu ada berbagai masalah ya ee
paling tidak dari sisi infrastruktur,
pemerintahan dan institusi, pembanaan, e
pendanaan dan juga partisipasi
komunitas. Ini lintas sektoral Bapak,
Ibu ya. penyusunan rencana induk itu
enggak bisa hanya dari PU saja, hanya
dari BPEDA saja, BAPERIDA saja tidak
bisa ya. Karena ee infrastruktur yang
ada itu harus dikaji kenapa ini tidak
sesuai, kenapa tidak ee layanannya tidak
meningkat atau kenapa ee masyarakat tadi
partisipasinya rendah. Nah, dalam hal
ini ya hal-hal yang dijadi masalah ini
harus dirumuskan program-program yang
sesuai untuk mendukung agar ya layanan
atau pengelolaan air limbah di suatu
wilayah itu ee bisa tercapai.
Ini kalau bisa nyusun Rispal dengan baik
harusnya sudah cocok jadi kepala dinas
ya Bapak Ibu ya [tertawa]
gitu ya. Karena ee sekali lagi ee
penyusunan Rispal ini gak ada yang ahli
nyusun Rispal. ahli rispa enggak ada,
Bapak, Ibu ya. Ahli nyusunnya okelah
karena ini lintas disiplin ilmu gitu ya.
Lintas disiplin ilmu, teknik lingkungan
gitu ya. Okelah tim leadernya. tetapi ee
dari sisi kebijakan butuh orang hukum,
dari sisi ee infrastruktur ee layanan
butuh orang PWK gitu ya dari sisi
kesehatan dan jadi ee Rispal sekali lagi
ini adalah kajian ee multidisiplin
seperti itu. Nah, lalu bagaimana
pemerintah dalam hal ini ee menetapkan
gitu ya ee strategi dalam pencapaian
target sanitasi di RPJMN
2025 sampai di 2029 tadi? dari akses
sanitasi layak. Sanitasi layak ini ya
dia sudah punya apa ee septic tank gitu
ya. Terus dia sudah tidak BABS, sudah
tidak BAB gitu ya. Nah, tetapi dari
layak ini tadi bagaimana bisa
ditingkatkan menjadi akses sanitasi
aman. Karena kalau misalkan ee sudah
punya septic tank tidak lakukan
penyedotan itu masih mungkin untuk
terjadinya pencemaran e seperti itu
sehingga menyebabkan ee terjadinya ee
penyakit gitu ya. Jadi air yang kita
konsumsi itu ee belum aman. Nah, ini
karena saling mendukung ya antara Rispal
dan juga ee Rispam seperti itu. Nah, ee
strategi utama yang perlu dilakukan ee
oleh pemerintah dalam ee apa paparan ee
target sanitasi di RPJMN itu ternyata
memperkuat ya substansi peraturan
perundang-undangan. Ini penting Bapak,
Ibu. ee jangan-jangan ee di dalam ee
Rispal ketika kita menyusun Rispal gitu
ya, itu belum ada perdanya terkait
dengan pengelolan air limbahnya. Nah,
ini tidak bisa karena peraturan daerah
itu yang mengikat dan juga memayungi ee
segala aktivitas ee usaha atau kegiatan
yang terkait dengan layanan publik
tentunya. Kemudian selain regulasi juga
infrastruktur teknologi gitu ya, ee
bagaimana ee kita memiliki
teknologi-teknologi baru yang sesuai dan
juga ee kesesuaian standar yang
dilakukan. Nah, sekali lagi kalau
misalkan kita lihat di ee Permen LH
nomor 11 tahun 2025 ini kan yang
mengatur ee Dinas Lingkungan Hidup gitu
ya atau Kementerian Lingkungan Hidup.
Tetapi dari sisi teknologinya sebenarnya
ini juga sudah mengacu ke apa yang sudah
dibuat di Permen PUPR nomor 4 tahun 2017
di mana misalkan ya pembuangan air
limbah domestik kalau menggunakan ee apa
ee IPAL domestik yang kapasitas kecil
atau sama ee dengan 3 m³ misalkan ya
harus menggunakan septic tank gitu ya.
unit pengelolaan SNI yang kedap air
misalnya kalau ada apa di sini ya kalau
dia tidak mengandung minyak dan lemak
tapi kalau dia mengandung minyak dan
lemak ya harus ada tambahan unit pemisah
minyak dan lemaknya ya saya challenge
deh Bapak Ibu Bapak Ibu sekarang kan ada
banyak program MBG ya ada banyak dapur
SPPG gitu ya nah Bapak Ibu dari sini
yang dari Dinas ee Kesehat Kesehatan
tentu sudah harus ee paham ya ada
sanitasi dan izin makanan supaya tidak
apa ee ee terjadi keracunan misalnya,
tapi dari sisi sanitasinya juga harus
perlu dilihat Bapak, Ibu. Jangan-jangan
enggak punya apa, enggak punya septic
tank gitu ya atau syukur-syukur ada
septic tank, tapi ternyata air dari
sisa-sisa makanannya itu dibuang ke
sungai. Ee berapa banyak ini SPPG nih
yang akan ada di Indonesia kalau
targetnya 100% potensi pencemaran Bapak,
Ibu. Nah, ini juga ee perlu menjadi
objek kajian ya di dalam apa di dalam ee
Rispal juga karena ada perubahan arah
kebijakan ya. Ee kita selama ini
menganggap bahwa ee itu hanya ee apa ee
limbah domestik dari dapur rumah tangga
saja tapi sekarang ada satuan pelayanan
gizi dan dalam hal ini harus mengacu ke
standar yang sudah ada. Jadi ee seperti
itu ya. Kemudian ini ee pemerintah itu
pengin mendorong gitu ya, ingin
mendorong bagaimana menciptakan ee
ekosistem bisnis gitu ya, pasar
sanitasi. Kebetulan saya terlibat dengan
ee Balai Teknologi Sanitasi di Surabaya
untuk membuat standar eh septic tank
fabrikasi. Jadi, Bapak, Ibu kalau dari
sisi pengusaha di sini kalau sudah ee
memiliki produk berupa tangki septik
biofilter yang ini misalnya ya, sudah
sesuai standar, Bapak, Ibu bisa
mengujinya ya untuk mendapatkan ee layak
fungsi atau untuk mendapatkan
sertifikasi ee dari ee Balai Teknologi
Sanitasi di Surabaya. Nah, kalau sudah
mendapatkan sertifikat ee kelaikan tadi
ya, ee sertifikat standar teknologi
tadi, eeah Bapak Ibu bisa memasukkannya
ke ee e-katalog misalnya atau Bapak Ibu
bisa menjadi pemasok gitu ya yang e
sesuai dengan standar gitu ya. Nah,
kemudian terkait dengan kelembagaan gitu
ya. Kelembagaan juga ee tumpang tindih
Pak gitu ya. Ee kalau TPS ee sampah ini
dikelola di LH. Tapi kalau IPLT-nya itu
dikelola di mana ya, Pak? Kan gitu ya.
Ee sementara ini kami kabupaten baru,
Pak. Nah, kemudian misalkan ee IPAL-nya
eh IPLT-nya ternyata ee asetnya masih
gabung sama TPA, Pak. Ini gimana ya
kira-kira? Nah, jadi ee di dalam RISPA
juga perlu dikaji ya bagaimana ee
kualitas ee kelembagaan efektivitasnya
karena ee standar pelayanan minimal gitu
ya ee memang untuk layanan publik tapi
kalau ke depan itu juga bisa didorong
menjadi yang lebih profitable dalam hal
ini menjadi BUMD gitu ya. ee dan bahkan
ee nanti bisa menjadi ee perusahaan yang
ee apa ya ee cukup ee bonafit gitu ya
untuk mendukung pendapatan dari ee
pemerintah daerah juga ya. Dan ee
terkait dengan pendanaan. Nah, ini saya
saya enggak enggak berani ini ya enggak
berani ee apa ee memberikan
program-program yang ee rumit. Kebetulan
kemarin ee saya di tahun kemarin ada
menyusun ee satu Rispal gitu ya. ketika
kita melihat analisis pendanaannya ee
cakupan persentase dari ee alokasi dana
untuk sanitasi itu sudah sangat kecil
gitu ya. Ee lalu dari Dinas e
Baperidanya dia mengatakan, "Pak, ini
kita akan dipotong lagi berapa persen?
Tahun depan dipotong lagi." Jadi
program-programnya ini aduh kayak apa
ya? Kita membuat membuat rencananya itu
kayak sudah hampir enggak mungkin ini
bisa di diterapkan gitu karena melihat
dari ee keuangan daerah misalnya. dan
juga ee mungkin ada dilihat peluang ee
misalkan dengan adanya CSR dengan ee apa
perusahaan perusahaan yang ada di daerah
tersebut dan juga kita yang paling
penting ini partisipasi dari masyarakat.
Jadi masyarakat ee kalau saya melihat ya
di Jogja gitu ya ee terkait dengan
pengelolaan sampah ini karena Pak Hijrah
sering membuat webinar ya dan Pak Hijrah
juga sering turun ke lapangan ini. Saya
melihat ee ibu-ibu gitu ya, warga
masyarakat di Jogja terkait dengan
pengelolaan sampahnya sudah rasa
keinginan untuk mengelolanya itu sudah
semakin tinggi gitu dan keinginan untuk
ee melakukan apa daur ulang dan lain itu
sudah sangat tinggi sekali gitu ya.
bahkan sudah apa ya sudah kreatif lah
levelnya itu sudah luar biasa. Tetapi
sayangnya untuk yang limbah tadi itu
belum gitu ya karena ya itu tadi e di
bawah rumah kita, di bawah garasi dan
lain-lain gitu ya. Mungkin ee kerasanya
kalau ada data gitu ya, ada data seperti
yang di Jepang tadi ini ada jaringan air
limbah di di satu wilayah gitu ya.
kemudian berapa banyak ee yang apa yang
sakit dan lain-lain ini bisa ditampilkan
dan datanya real mungkin bisa membuka
mata kita gitu ya. Tetapi ee sayangnya
ini belum belum ada. Nah, jadi ee Bapak
Ibu itu ee menjadi perhatian kita bahwa
ee untuk melakukan ee mencapai target
sanitasi ya dalam hal ini misalkan di
RPJMN ee 2025-2029 ini ada berbagai
aspek ya dari kerangka kelembagaan, dari
kerangka teknis, dari kerangka regulasi,
dari kerangka ee pendanaan, partisipasi
masyarakat, bahkan yang mendukung
ekosistem dari ee ee apa rantai layanan
sanitasi dalam hal ini pelibatan swasta
gitu juga ya untuk menciptakan ee pasar
ee sistem sanitasi yang ee hidup di
wilayah tersebut. Nah, Rispal ya Bapak
Ibu ya kalau kita lihat ya rencana induk
sistem pengelolahan air limbah ya atau
Rispal ya ini kedudukannya gitu ya.
Kedudukannya ee oke sebelum sampai ke
situ kita perlu adanya sinkronisasi arah
kebijakan dan keterpaduan.
misalnya ee di awal tadi ee saya mencoba
melontarkan ee isu gitu ya ee tanggung
jawab siapa ya. Oke. Kalau ee terkait
dengan ee jumlah warga yang melakukan
apa ee peran dan fungsi sanitasi ini
tadi misalkan ada sumur warga tercemar
ekoli kan seperti itu ya yang melakukan
pengawasan tentu dari DLH
gitu ya. Lalu yang menentukan standar e
septic tank-nya bagaimana tentu dari ee
PU PR gitu ya. Nah, tetapi dalam hal ini
juga kita perlu melakukan apa ee
kampanye gitu ya atau sosialisasi gitu
ya. Sosialisasi ini tentunya dari Dinas
Kesehatan misalnya seperti itu. Jadi
perlu ada keterpaduan Bapak Ibu antara
ee instansi-instansi yang ada. enggak
bisa semuanya ini hanya di satu wilayah
ini. Tugasnya ee
PU saja. Bahkan saya sering ya Bapak,
Ibu ya ketika mengikuti penyusunan ee
Rispal gitu ya, itu yang datang ya dari
PU karena PU yang punya pekerjaan
misalnya gitu atau yang datang dari
BPPEDA gitu. Tapi dari dinas-dinas lain
ya enggak terlalu antusias gitu karena
bukan tanggung jawabnya. Padahal kalau
kita melihat itu kita perlu sekali
adanya keterpaduan antar ee antar sektor
ya. Jadi kalau kita lihat posisinya di
sini master plan atau Rispal ya ini
bertindak sebagai jembatan. Jembatan
kenapa? Karena ada kebijakan nasional
ya, kebijakan provinsi, kebijakan
kabupaten kota ya. ee misalnya ee ketika
kita menentukan lokasi ya ee suatu
wilayah di kabupaten tersebut ee
ditempatkan sebagai ee rencana IPLT ee
ternyata RTR RW-nya tidak sesuai ya.
IPLT itu kan ada kriteria teknisnya juga
ya. Karena dia pembuangan air limbah
berarti dia akan bau seperti itu ya
Bapak, Ibu ya. Ternyata di ploting di
wilayah tersebut misalkan ya, kita sudah
ploting wilayahnya di sini, ternyata di
seberangnya itu akan dibangun rumah
sakit gitu ya. Nah, di seberangnya ini
akan dibangun rumah sakit, wilayah rumah
sakit. Nah, rumah sakit ini enggak bisa
diganggu gugat gitu ya. ee karena dari
Pak Bupati, dari DPRD itu sudah mengunci
bahwa wah kita dengan adanya rumah sakit
ini PAD kita naik dan lain-lain.
Akhirnya lah ya ini ngalah ini padahal
sudah ditetapkan di situ. Nah, jadi kita
harus sinkron dengan RTRW-nya,
kebijakannya ya ee agar apa? Agar ee
apa? rencana ee penyelenggaraan SPAL ke
depan ini juga lebih baik dan
strateginya harus menyesuaikan dengan
arah kebijakan ee dan juga visi misi
dari ee pemerintah daerah tersebut ya.
Bahkan ee kalau kita melihat gitu gak
tidak jarang juga gitu ya ee ee
penentuan visi misi di satu daerah gitu
ya itu ee tidak meng-highlight secara
pasti gitu ya. Jangan-jangan sanitasi
ini tidak masuk gitu ya. yang yang lebih
banyak masuk memang kadang persampahan
gitu ya. Nah, ee dari sisi sanitasi
kadang diarahkannya ke ee semuanya ke
Dinas Kesehatan gitu. Padahal dari sisi
infrastruktur itu dari ee Kementerian ee
PUPR. Nah, agar terjadi sinkronisasi
arah kebijakan, nah maka ee kita perlu
melihat bahwa dokumen master plan atau
dokumen Rispal ini dokumen perencanaan
ya, Bapak, Ibu ya. Yang satu dia
multidisiplin dan dia selaras dengan
dokumen-dokumen lain. Dia tidak bisa
berdiri sendiri. Oh, saya maunya gini.
Enggak bisa ya. Harus melihat melakukan
review pembandingan, sinkronisasi dengan
baik itu kebijakan spasial, baik itu
kebijakan ee sektoral, dan juga target.
Kadang ee Bapak Ibu kita sudah terkunci
di dalam ee Musren Bank gitu ya ee
SKPDSP terkait itu menyusun apa ee
target-target ya, indikator-indikator
enggak ngerti gitu ya. E ya udah target
nasional tadi ee misalnya berapa target
nasional terkait dengan sanitasi itu
dibuat ee rumah tangga dengan akses
sanitasi aman ee 30% gitu ya. ya sudah
kita mengikuti saja gitu ya. 30% dibuat
gitu ya atau malah kadang lebih kita mau
mau ambisius gitu ya dibuat 40% tapi ini
enggak sinkron gitu ya. Ternyata dengan
40% tadi kita melihat kondisi
existingnya itu baru 0,5%
gitu yang aman. Lalu kita membuat target
40%
ya. Sedangkan kita tahu bahwa untuk
mencapai target 40% tadi kita butuh dana
berapa?
Jadi ini enggak seimbang, Bapak, Ibu ya.
Jadi ee hal-hal yang seperti ini yang ee
perlu kita ee menjadi perhatian kita di
dalam ee proses ee penyusunan Rispal.
Jadi ee nantinya dari master plan dan
rencana induk tadi kalau disusun dengan
baik gitu ya. Nah, ini kita bisa
mendapatkan rencana ee penyelenggaraan
investasi ya, investasi yang dalam hal
ini ee dibutuhkan untuk ee dinas-dinas
ee terkait. Nah, ee sering juga di dalam
penyusunan Rispal itu ee ee
program-programnya kalau kita lihat ee
jangka pengembangan RISPAL ini kan 20
tahun ya, Bapak, Ibu ya. Jadi mungkin
jangka pendeknya ee karena ini 20 ee 20
tahun gitu ya, Bapak, Ibu ya. Ee mungkin
ini 2 tahun pertama, kemudian setelah
itu 5 tahun kan 7 tahun lalu kemudian 13
tahun. Nah, program-programnya ini lebih
banyak ke kegiatan pembangunan. saja
gitu ya di ee 2 tahun dan 5 tahun.
Tetapi program untuk apa ee bagaimana
pengelolaannya kemudian bagaimana
monitoring itu kadang kurang sehingga ee
pengembangan untuk program-program agar
ee ini sesuai itu ee tidak didukung oleh
ee program lanjutan gitu. Jadi dianggap
bahwa ee Rispal ini ee hanya ee sekedar
ee dokumen perencanaan yang bentuknya
program fisik gitu. Bahkan ee harusnya
programnya juga ee ee terkait dengan
masalah yang ada ee yang dihadapi di
suatu wilayah ee tersebut. Ee mungkin ee
saya buka apa ee saya buka chat dulu ya.
Ee kayaknya banyak yang ee nanya tadi
ya.
Oke. Ee yang pertama,
yang pertama
ee sebentar ya Bapak Ibu ya. Mangkra
terbengkalai. Oke.
Nah, apa saja poin penting dari satu
dokumen Ripal? Apa saja data dan
informasi yang dibutuhkan ee untuk
menghasilkan suatu dokumen SPL yang
ideal? Nanti kita akan bahas ya, Bapak,
Ibu ya, di metode ya. Nah, kemudian Pak
Sugiri kalau di Permen PUPR Rispald D
itu seharusnya disusun terlebih dahulu
setelah itu FS DED. Tapi faktanya di
lapangan banyak yang ee sudah menyusun
DED tapi belum punya Rispa. Ya, ini
contohnya Bapak, Ibu
sudah nyusun DED.
Ee jadi dia tidak bahkan DEED-nya
harusnya ada FS-nya gitu ya. ini FS-nya
bagaimana gitu ya. Jangan-jangan
misalkan gini ee tapi saya paham posisi
daerah itu gini ketika ada namanya dana
alokasi khusus gitu ya kadang ya dari
pemerintah ya itu kan ada readiness
kriteria ya Bapak Ibu ya untuk
mendapatkan e dana alokasi tadi kan ada
namanya eh readiness eh kriteria gitu
ya. Salah satu kesiapannya itu tadi
disebutkan bahwa dia sudah punya lahan,
dia sudah punya ee apa ee izin
lingkungan gitu ya. paling tidak sudah
ada UKL-UPL-nya. Kadang disusun semuanya
paralel, sudah ada FS dan lain-lain
gitu. Sudah ada komitmen untuk apa? Agar
ya supaya segera terbangunlah ee di satu
daerah tadi misalkan terbangun IPLT ee
tapi ternyata dari sisi kapasitas
misalnya kapasitas yang ada itu kita
penginnya wah dari ee pemerintah daerah
pengin udah kita punya buat aja 10 m³
per hari.
Padahal rnya setelah ee ee rilnya
setelah dilakukan survei gitu ya,
ternyata kemauan masyarakat untuk
melakukan penyedotan tinja itu sangat
rendah sekali gitu. Sehingga
mentok-mentok paling maksimum itu adalah
3 m³ per hari. Ya, ini kan jadi
kapasitas yang diolah itu sangat kecil
gitu ya. Atau jangan-jangan ini bukan
sangat kecil. Enggak ada orang yang mau
nyedot tinja. Nah, ini ini yang ee kalau
sebenarnya kita punya rencana program
yang baik itu sebenarnya bisa kita ee
gunakan. Tapi jangan khawatir Bapak Ibu
kalau belum punya Rispal, Rispal itu kan
jangkanya 20 tahun ya Bapak Ibu ya.
Tetapi setiap 5 tahunan karena kan ada
perubahan kebijakan gitu Bapak, Ibu ya.
Perubahan tata ruang dan lain-lain itu
bisa dilakukan review gitu. Jadi bukan
berarti haram enggak. Karena ya kalau
kita ngomongnya hitam putih gitu ya lah
susah Bapak Ibu ya. Bapak Ibu kan yang
sudah nyemplung di dunia birokrasi gitu
ya. Susah kalau aa bb enggak bisa. Nah
bagaimana kita bisa melakukan apa ya ee
upaya ee penyesuaian gitu ya. Ee tidak
memprioritaskan anggaran untuk sanitasi
ya tidak didukung ee pemerintah akan
nonsen juga. Nah, terus memenuhi akses
layak saja sulit sementara harus
mengenakan akses aman. Tapi gimana ya,
kita enggak ee saya enggak boleh
menunjukkan pesimisme saya gitu loh.
Karena saya di sini pengajar gitu ya. Ee
saya selalu menyampaikan ini kepada
mahasiswa saya gitu ya, Mas, Mbak ini
target aman kita ini masih jauh gitu ya.
Tantangannya cukup besar. Jadi bidang TL
ini masih sangat luas gitu ya. Jadi ee
Anda-Anda semua nanti yang akan menjadi
aktor-aktornya gitu ya, bagaimana bisa
mencapai target tersebut seperti itu
memang ee cukup cukup berat gitu ya. Mm.
Oke, mungkin ee ada pertanyaan dahulu
dipersilakan. Silakan ee saya ee dari
apa yang saya sampaikan ini terkait
dengan ee kebijakan dulu ya, kebijakan
RISPA.
Ada pertanyaan Bapak Ibu? Ada yang ingin
dibagi? Mohon yang ee kalau bisa yang
open mic itu sesuai konteks dulu ya.
[tertawa]
Ya, maksudnya terkait dengan ee apa
misalkan Rispal ya, Rispal gitu bukan
melebar ke arah yang lain dulu gitu.
Topiknya masih Rispal. Silakan
ada Bapak Ibu.
Oke. Dari Pak Josia. Ini menurut saya
menarik ini ya. IPLT yang bersahabat dan
sering dikunjungi dapat menjamin IPLT
tersebut tetap beroperasi.
Apakah investasi IPLT harus mendatangkan
keuntungan atau harus Nah, jadi gini ee
keuntungan itu kan ada namanya apa ya eh
inkind dan juga in case gitu ya. Kalau
dia itu masih berupa ee bukan badan
usaha gitu ya ee masih apa ee layanan
publik tentu ini masih di diberikan sub
subsidi. Tapi ee kalau misalkan ee
sebenarnya dari pemerintah pusat juga
sebenarnya sudah membuat ceklis itu ya
kriteria ya riness kriteria misalkan
porsi anggarannya yang dilakukan agar
nanti ee
untuk mengelola IPLT ini berapa persen
proporsi anggaran yang dimilikinya? Nah,
misalnya ee misalnya gini Bapak Ibu ee
kalau kita ngomongin IPLT berarti ee
harus punya truk tinja yang melakukan
penye penyedotan gitu ya, Bapak, Ibu ya.
Nah, truk tinja yang melakukan
penyedotan itu tadi ee tentu harus
melayani sampai ke titik terjauh ya.
kita bisa biasanya ee dalam
penyusunan Rispal itu kita menentukan
opsi-opsi ya layanan IPLT-nya ada di
daerah mana meskipun secara secara apa
ee FS itu nanti akan dikaji lagi gitu ya
ee ada opsi A, opsi B tapi
indikasi-indikasi
programnya ada, indikasi-indikasi
lokasinya ada, nanti silakan dikaji lagi
secara ee FS gitu. Tapi kadang di dalam
di dalam ee penentuan program kita tidak
melakukan kajian dari sisi ee teknisnya
dengan baik. Misalnya gini ee kita
anggaran APBD-nya terbatas sementara
IPLT-nya itu ditaruhnya di jauh enggak
di dekat kota. Sementara yang mau nyedot
tinja itu di dalam kota. Nah, berarti
kan biaya operasional dari truk sedot
tinjanya membengkak nantinya. Misalkan e
truk sedot tinjanya tadi karena
pemerintah gitu ya, itu enggak boleh
pakai ee apa BBM apa ee solar yang solar
busuk gitu ya. Solar busuk itu apa sih
namanya Bapak Ibu ya? Yang solar yang ya
solar yang dipakai truk-truk yang banyak
antri itu ya. Tapi kalau yang ee solar
apa ee DEX gitu ya, itu kan biayanya kan
pasti mahal gitu ya. Sementara jaraknya
ee dari kota itu 20 kilo. Nah, kalau 20
kilo bolak-balik per hari biayanya jadi
semakin besar gitu ya. Nah, ini yang
menjadi apa ee tidak adanya sinkronisasi
ee kebijakan gitu ya dan juga dalam
kajian teknisnya tidak tidak sesuai. Ini
juga bisa menjadi ee apa ya hal yang ee
jadinya ee ee IPLT-nya rugi gitu, Pak
ya. Tapi kalau misalkan ee biaya ini
biaya sedot tinjanya ya kalau saya agar
tercapai akses sanitasi aman dulu ya
masyarakat ini kalau bisa dilakukan apa
gratis aja dulu gitu ya [tertawa]
ya supaya apa supaya mereka ee paham
dulu secara secara ee apa secara
layanan gitu. Nanti kalau misalkan sudah
ada bertahap ee dilakukan namanya ee
layanan lumpur tinja terjadwal atau L2
T2. Sehingga dengan layanan lumpur tinja
terjadwal ini ee nyedot tidak nyedot e
masyarakat itu akan dibebani. Jadi ee
ada wilayah ini disedot tahun 2026 ya.
Ee wilayah kabupaten apa kecamatan
sebelah disedot di tahun 2027 misalnya.
Nah, itu dilakukan giliran gitu. Jadi ee
layanan lumpur tinja terjadwal ini akan
menghidupkan apa ee ini ya ee ee IPLT
tapi tentunya dengan berbagai ee
pertimbangan dari kesiapan ee lembaganya
gitu ya dan juga dari sisi ee kesiapan
ee manajerial SDM dan yang lainnya. Oke,
Bapak Ibu ada yang ee bertanya monggo
silakan.
Baik, untuk Bapak Ibu yang ingin
bertanya secara langsung bisa raise hand
terlebih dahulu yang nantinya akan ee
oleh admin kami
onmikkan.
Baik, mungkin dari Bapak Ibu ada yang
ingin bertanya langsung silakan untuk
hand.
Baik, di sini ada.
Oh,
oke. Kalau belum ada enggak apa-apa,
Mbak. Saya ini sambil jalan aja gitu ya.
Baik, Pak. Silakan.
Oh,
izin, Pak.
Iya, silakan.
Iya. Saya ee menanggapi tadi Pak pembawa
materi menyampaikan ya memang kalau mau
mendatangkan keuntungan itu harus siap
dulu semua infrastrukturnya. Jadi,
jangkauannya. Maksud saya kalau misalkan
dia bisa mendatangkan keuntungan jika
layanannya itu lebih menjauh, gak
terfokus hanya pada satu tempat saja.
Maksud saya seperti ini ee bisa membuka
layanan lintas wilayah jadi atau antar
kabupaten atau antar kota yang ee tidak
memiliki fasilitas tersebut. Jadi memang
paling utama itu kita harus layani ee
diri kita sendiri kan. Misalkan
Kabupaten A punya itu bisa layani itu
sendiri, tapi bisa dikembangkan untuk
bisa membuka diri, bisa melayani juga
wilayah di sekitarnya, kabupaten B atau
Kota C atau ee yang lainnya. Saya kira
seperti itu. Tapi memang pada dasarnya
kita harus ee perbaiki dulu semua
infrastruktur, semua kesiapan sehingga
mau melayani itu kita tidak ee menemui
jalan buntu. Itu sih yang kalau menurut
penilaian saya IPLT itu tidak akan
mangkra atau tetap tetap beroperasi dan
membawakan keuntungan. Saya kira itu Pak
pendapat saya. Terima kasih.
Iya. Terima kasih, Pak ee Josia. Ya, ini
menarik sekali. Bahkan kalau kita
melihat di Jogja sendiri ya, itu ada
namanya Karta Mantul ya. Karta itu
Yogyakarta, Man Sleman, Tul itu Bantul
ya. di Sleman ini enggak punya TPA gitu
ya. Terus ee adanya di Bantul gitu ya.
Tapi Sleman punya wisata gitu kan. Ee ya
nanti tinggal apa pemerintah daerahnya
saja yang saling berembuk gitu ya. Ee
terus ee terkait dengan IPAL juga adanya
di Bantul gitu ya. Tapi ee pemerintah
daerahnya nanti yang jadi masyarakat ya
tinggal bayar saja nanti yang bagi-bagi
ya pemerintah daerah. Nah, ee kadang
keterpaduan ini juga jarang untuk bisa
diterapkan. Karena saya dalam penyusunan
Rispal gitu ya, kalau bisa kita punya
sendiri dulu, Pak gitu ya. Enggak usah
numpang ke kabupaten tetangga gitu ya.
Kalau kabupaten tetangga PAD-nya nanti
dapatnya sana kan gitu loh. Jadi kayak
agak ada ego-egoan gitu ya. Ya, tapi
karena ini yang diminta ya, saya juga
tidak bisa wah enggak mau, Pak gitu.
Saya kan ibaratnya diminta itu untuk
mendampingi secara kebijakan keterkaitan
sudah saya sampaikan, "Oke, Pak ee
seharusnya bisa membuat MOU gitu kan.
Bapak diminta untuk mencapai target
aman, kan gitu ya. Target aman itu tadi
ee di wilayah Bapak itu baru 5%.
Sementara di tetangga itu sudah punya
IPLT, tetapi IPLT-nya kapasitasnya masih
rendah utilitasnya. Untuk untuk
mendukung capaian target ini, Bapak
sebenarnya enggak apa-apa sekarang ee
kerja sama dulu dengan IPLT di kabupaten
sebelah, kan gitu. Yang penting target
Bapak sekarang tercapai. Nah, ke depan
Bapak mengusulkan program-program yang
sesuai gitu loh. Jadi tidak harus bangun
IPLT dan lain-la tapi ya ee tidak
semuanya setelah di di dilakukan diskusi
seperti ini ee apa ee mau dan mengerti.
Nah, karena mereka juga sudah punya
target, Pak. Targetnya, Pak, saya itu
sudah ditarget oleh Walikota, selalu
ditarget oleh DPRD bahwa kita harus
punya IPLT. Ya, kayak gitu. Jadi
targetnya seperti itu kadang dan juga
kapasitasnya itu kadang juga sudah di di
ditargetkan. Jadi saya tidak ini ya ee
bukan berarti ee tidak menyampaikan,
saya sampaikan gitu ya. Tetapi ee
ternyata pilihannya sekali lagi
pilihannya itu ada di ee apa ee
pemerintah daerah tersebut. Mungkin
seperti itu, Pak. Oke.
Nah, kemudian dari dari Pak Ardianto ya,
ini saya baca ya, bagaimana penerapan
Rispal ini bila diabdosi kelengan
industri.
Oke, jadi gini eh sebenarnya di dalam
Rispal, nah kalau kita lihat gitu ya ee
di dalam Permen PU, Permen PU ini
mengacu memang kepada penyelenggelaraan
sistem air limbah domestik gitu ya.
Sekali lagi di sini adalah ee domestik.
Jadi ee perencanaan ee SPAL apa ee
pelayanan sistem air limbah domestik
kalau kita lihat di batang tubuhnya itu
di Permen PU nomor 4 tahun 2017 di pasal
4 sendiri itu ada poin A sampai poin K
mulai dari perencana E penyelenggaraan
jenis gitu ya, perencanaan sampai ke
pengawasannya. Nah, ee kemudian di dalam
rencana induk gitu ya, rencana induk ini
ee merupakan bagian dari ee perencanaan.
Dalam hal ini ada rencana induknya,
kemudian ada studi kelayakannya,
kemudian ada ee teknik terperincinya.
Mungkin tidak bisa diadopsi
mentah-mentah gitu ya. Tapi ee kalau
rencana induk suatu kawasan mungkin
lebih kepada ee kebijakan ee perusahaan
ya, kawasan industri itu tadi ee membuat
satu upaya untuk beyond compliance kan
seperti itu Mas ya. Jadi tidak hanya
sekedar pengelolaan limbah saja tetapi
sudah melakukan upaya reduksi ee apanya
ee beban pencemarannya atau reduksi
penggunaan energi di IPALnya atau ee apa
pemanfaatan daur ulang air limbahnya.
Nah, itu juga dibuat sebagai rencana
induk kawasan mungkin gitu ya. Mungkin
ada di bawah bagian dari apa ee HSE-nya,
HSE manager. Nah, dari situ nanti ee
ditentukan prioritas programnya ee untuk
di jangka pendek prioritas program yang
mungkin dilakukan itu apa. Nah, jadi
bisa diadaptasi sebenarnya ee pola-pola
ini karena namanya rencana induk atau
master plan ini kan banyak gitu ya. Eh
dari Project B sendiri ee setelah ini
ada apa eh air minum dan juga
persampahan gitu. Nah, pengelolaan
lingkungan di satu kawasan industri ya
sebenarnya bisa-bisa saja mengacu ke ke
hal tersebut tetapi tentu disesuaikan
dengan ee konteksnya. Eh, konteksnya
kalau di PUPR kenapa harus ada target
kemudian ada gap ya karena kebijakan
pemerintah. Nah, tapi kalau di satu ee
perusahaan ya kita mengaku ee mengacu ke
ee kebijakan ee perusahaan ee tersebut
ee seperti apa. Kalaupun dibuat master
plan-nya untuk pengelolan limbahnya ya
boleh-boleh saja seperti itu.
Ee silakan, Pak Mas Ud. Mungkin ini saya
sambil apa jadi moderator enggak apa-apa
ya, Mbak? Biar langsung simless gitu,
Mbak Nuha. Ngunten ya. Baik, silakan
untuk
Masil ya untuk on me.
Baik, terima kasih. Eh,
saya ingin bertanya ke Pak Waluddin ya.
Tadi soalnya sempat dijelaskan tentang
ee apa tadi ya? Tentang nyinggung IPAL
dan lain-lain. Pak ee saya ada
pertanyaan. Jadi
kan saya kadang-kadang kan dapat
pekerjaan
ee LUBL itu, Pak, karena ada praktik itu
ya.
Nah, ini yang kalau kita mengikuti PP
yang terbaru atau Permen itu kan ada
banyak perubahan.
Nah, ini yang pertama itu gini, Pak. Ee
IPAL itu sebaiknya ya itu dari kloset
langsung ke IPAL atau dari kloset
ee menuju ke tangi septik individu
kemudian ke IPAL. itu karena ee apa ya?
Banyak pendapat yang berbeda-beda ketika
saya diskusi itu.
Kemudian
ada juga kalau yang di perumahan itu kan
ee sudah banyak ya meskipun tidak semua
sudah banyak yang menggunakan bioseptik.
Ada yang punya pendapat bioseptik itu
sudah tidak perlu ee apa bangun IPAL
kembali. maksudnya IPAL Komunal
atau ada juga yang mendapat lebih baik
juga kalau ee dari Beptik disambungkan
ke IPAL itu nanti jauh lebih sempurna
hasil pengelolaannya
itu.
Kemudian
ee PBN terbaru itu kan apa ya mewajibkan
ee kalau dulu kan IPAL itu outletnya itu
kan disalurkan ke badan air ya. Kalau
yang dulu yang sekarang ini kan ee harus
dimanfaatkan kembali.
Dimanfaatkan kembali.
Jadi kayak contohnya misalnya buat
siram-siram RT ya dan lain-lain atau
pohon-pohon gitu, Pak. Nah, ee
cuma kadang bermasalahnya itu ketik
manfaatannya itu kan ya banyak kesulitan
juga ya. Kalau misalnya hanya kecil
debitnya itu kan enggak ada masalah ya.
Tapi kalau dia debitnya besar tiap hari
dimanfaatkan, nah pertanyaan itu kan ee
kalau dibuat siram-siram maka masih aman
dia kan tetap juga menyerap terserap ke
tanah ya kalau kita buat siram-siram
gitu kan. Nah, apakah itu tidak tidak
masalah juga tidak maksudnya tidak
menemukan masalah ketika itu kita makkan
seperti itu? Ee
seperti itu, Pak. Minta ee saran atau
pendapatnya seperti apa. Terima kasih.
Ee baik, Pak Mas Ud ya. Jadi, mm ee tadi
kayak saya ee saya simak gitu ya ee
sebenarnya ee ee terkait dengan ee
pengelolaan air limbah ini harusnya
bagaimana gitu ya di satu ee perumahan.
Nah, ee dengan adanya ee ini dengan
adanya apa ee ee peraturan terbaru ya ee
lampiran satu ya terkait dengan ee baku
mutu ee air limbah domestik ya. Kalau
dulu kan P68 gitu ya, 2016 ini semuanya
ee hanya ada ee apa ada baku mutu untuk
apa? Untuk ee ini untuk ee air limbah
domestik gitu saja. Perumahan apa-apa
kapasitasnya berapa itu tidak di state
gitu. Nah, kalau sekarang di baku mutu
air limbah domestik kalau misalkan untuk
satu perumahan gitu ya dengan kapasitas
yang lebih kecil dar atau sama dengan 3
m³ per hari baku mutunya berbeda, Pak.
BOD-nya kenapa dibuat BOD-nya itu 75
lebih longgar ya karena yang dihitung
adalah beban pencemaran. Jadi kalau
misalkan 3 gitu ya ee dikali 75 gitu ya.
Nah itu nanti ee dia lebih kecil
dibandingkan kalau 50 dikali ee 50
misalkan seperti itu. Jadi yang dihitung
adalah beban pencemaran dan ini
sebenarnya lebih lebih fair. Nah ee
terkait dengan upaya pemanfaatan. Jadi
sekali lagi ee ini ya sebenarnya enggak
boleh A dan B seperti itu. Misalkan
kondisinya seperti ini. Ee ada satu ee
wilayah dia itu belum punya espal
domestik misalnya dia akan membangun
espal domestik ya. Dan espal domestik
ini kapasitasnya sangat besar. Kita
anggap aja misalkan 5.000 m³ per hari.
sungai ya. Misalkan ini kita lihat ya di
wilayah tersebut ada sungai gitu ya dan
ini akan dibangun ee ESPAL domestik,
ESPAL D. Nah, sementara ini ada banyak
rumah-rumah di sini yang membuang ee apa
ee limbahnya ke sungai sehingga sungai
inilah yang ee mengalami apa ee overload
beban pencemaran. Nah, tapi pemerintah
daerahnya juga ngotot gitu ya dari Dinas
Hidupnya dia berisi keras bahwa kalau
ESPD bangun espal enggak boleh dibuang
ke sungai karena sungainya itu sudah
overload. Eh, padahal sebenarnya ESPALD
ini kan berfungsi untuk menurunkan ya ee
yang biasanya masyarakat tadi buang ee
air limbah ke sungai langsung atau pakai
IPAL komunal tetapi enggak pernah
disedot gitu ya. Nah, itulah dilakukan
ee makanya diberikan apa di dibuatlah
dibangunlah ESPD yang ee ee terpusat
gitu. Nah, tapi dari ee Dinas Hidupnya
mengatakan ini enggak bisa, tetap harus
dimanfaatkan. Nah, kalau dimanfaatkan
dengan 5.000 tadi benar, gimana caranya
dimanfaatkannya? Ya sudah, kalau enggak
dimanfaatkan dibuang ke sungai tapi
pakai kompensasi. Kompensasinya
bagaimana? Karena ESPALD ini sebenarnya
adalah upaya kompensasi yang dilakukan
untuk ee agar rumah-rumah yang selama
ini punya sumber air limbah ini ee
bebannya turun gitu. L jadi ini kayak
duluan telur atau duluan ee apa ya e
antara telur atau ee ayam gitu ya. Nah,
jadi ee memang saya temui beberapa ee
kita paham bahwa pemerintah di daerah
itu kan sangat berhati-hati ya Pak ya.
Jadi saya paham bahwa ee dari Dinas
Hidup itu juga enggak mau nanti kalau
disalahkan. Dari PUPR juga nanti ee
tidak mau kalau ini tidak terserap dan
lain-lain. Jadi ee seharusnya ee
konsultan dalam hal ini bisa memberikan
pandangan-pandangan gitu ya. Dan dari
sisi itu juga konsultan juga harus punya
pengalaman gitu ya. Harus bisa
berdiskusi dengan yang pemerintah pusat
arahannya seperti apa gitu. Jangan
memutuskan ee sendiri gitu. Kalau yang
seperti itu tadi, kita hanya ngikut
bahwa harus bikin kompensasi seperti itu
ya. Padahal ee ini program pemerintah
seperti itu dan kompensasinya jadi kayak
kebolak-balik gitu. Nah, jadi ini satu
hal yang ee perlu kita ee ini ya kita
berikan layanannya gitu ya. Nah, ee
kemudian dari Pak Masud tadi enggak
harus semuanya itu dimanfaatkan kok Pak
gitu ya. Boleh dia itu dibuang ke mana?
Misalkan ya kalau IPLT gitu ya. IPLT
tadi bisa dibuang ke media air ya. IPLT
boleh enggak kalau dibuang ke ini ke
mana? Drainas ya boleh-boleh saja.
Boleh-boleh saja dibuang ke drainase.
Tetapi baku mutunya berubah, Pak.
Awalnya BOD-nya tadi enggak 12. BOD-nya
berapa tadi? BOD-nya 150.
ya silakan di boleh dibuang ke drainase
tetapi BOD-nya dari 150
ya ini harus bisa turun sampai 12. Jadi
kalau IPLT-nya masih pakai kolamkolam
kolamkolam gitu ya enggak mungkin kalau
ini dibuang ke drainase gitu ya. dia
harus ee diberikan upaya post treatment
tadi ya agar ee apa ee ini bisa sesuai
dengan standar. Terus ee konsepnya bukan
bukan hanya sekedar
melindungi lingkungan, Pak. Tetapi kalau
misalkan pemanfaatan
itu yang kita harapkan adanya penurunan
biaya operasional misalnya. Oh, biasanya
airnya itu digunakan siram-siram itu
pakai RPDAM misalnya. Nah, sekarang bisa
menggunakan ee ini gitu ya. Jadi ada
capex opex-nya. Jadi kita lihat alis
ekonominya bukan kan sekarang ee kadang
kita hanya berpikir bahwa oke ee yang
kita lakukan adalah bagaimana agar dapat
izin kan gitu saja. Tapi sebenarnya kita
bisa melakukan analisis ekonomi. Dari
analisis ekonomi tadi kita bisa
kelihatan oke kita membutuhkan biaya
operasional yang lebih besar kalau kita
mau melakukan door ulang. Tetapi kita
memiliki nilai yaitu value perusahaan
ini dianggap atau perumahan ini dianggap
green ya. Dengan green itu tadi
masyarakat lebih percaya trust terhadap
kita sehingga itu bisa kita anggap
sebagai biaya promosi misalnya. Itu kan
juga bisa. Jadi seperti itu. Nah,
kemudian yang terakhir Pak bagaimana
terkait dengan apa risiko ya sebenarnya
ada ada risiko gitu ya. eh
daur yang namanya limbah itu juga
berisiko. Kalau kita melakukan daur
ulang limbah pasti ada risikonya. Nah,
makanya ee dalam Permen LH sendiri yang
terbaru gitu ya ee terkait dengan rumah
sakit. Kalau dulu belum secara spesifik
ini menentukan ada apa ee misalkan untuk
rumah sakit siram-siram gitu ya, itu
belum ada ee deteksi ya atau baku mutu
untuk salmonelanya
belum ada untuk sigelanya belum ada
untuk korelanya belum ada streptocokus.
Nah, mungkin baru ada ada fekal
poliform. Padahal kalau kita lihat di
rumah sakit, enggak usah rumah sakit
puskesmas gitu ya, kalau mau dilakukan
siram-siram, dia harus wajib untuk
memantau parameter ini, Pak. Karena
dalam di satu Puskesmas misalkan saya
nih ee sakit ke Puskesmas kena diare,
berarti sudah infeksius itu satu apa?
Satu limbahnya semuanya kan sudah
infeksius. Makanya ee dengan adanya
peraturan yang terbaru ini sebenarnya
dari pemerintah itu sudah adaptif ya
untuk melindungi ee kesehatan lingkungan
juga. Jadi ee yang mau nyiram-nyiram ya
silakan boleh gitu ya, tetapi harus ada
parameter-parameter tambahan ee terkait
dengan layanan kesehatan tadi ya. Ee
kalau misalkan laundri gimana, Pak? Wah,
ini jadi masalah juga, Pak. saya di
kampus UII ya ee sekeliling warga
sekeliling itu kan banyak kos-kosan gitu
ya dan banyak laundri itu pengelolan
limbahnya bagaimana gitu ya padahal
limbah laundri ini ee lebih dari e greay
water kalau menurut saya karena sekarang
sudah pakai apa ya ee bahan kimia
deterjen dan lain-lain dan ini juga
dibuang ke sungai atau bahkan hanya
dibuang ke dalam sumur sapan. Nah, ini
juga bisa ee menjadikan apa? menjadikan
apa ya ee potensi pencemaran juga. Nah,
mungkin ee seperti itu dari Pak Masud ee
barangkali ee terjawab ya.
Di sini ini ada yang raise hand
mungkin untuk
Ibu Maya.
Oke.
E baik, Pak. Mohon maaf apakah untuk
materi Bapak masih ee ada? Mungkin bisa
diselesaikan untuk materinya terlebih
dahulu. Nanti
pertanyaannya mungkin bisa diakhir jika
masih ada waktu atau di sesi dua nanti.
Bagaimana, Pak?
Oke. Baik, baik. Ini tadi Mbak Maya
bilang enggak bisa unmute sepertinya ya.
Coba
yang mau bertanya tadi kayaknya.
Izin ee Mbak Admin dan Pak pemateri.
Ee saya ingin bertanya. Jadi mungkin
tadi sudah dijelaskan ya terkait e peran
pemerintah, tapi mungkin ee masih ter
mungkin saya terlewat atau ya ee mohon
dijelaskan kembali ya Pakeri. Jadi ee
yang ingin saya tanyakan itu yang
pertama bagaimana pemerintah ini
melakukan ee
apa ya ee pengawasan atau pemantauan
terhadap unit yang sudah diserah
terimakan. ee ini untuk mendukung
keberlanjutan dari unit yang sudah
diserima diserah terimakan tersebut.
Apakah hanya berupa pengumpulan data
saja atau ee hanya pengawasan saja
seperti itu. Lalu yang kedua eh di
strateg itu kan ee dijelaskan beberapa
strategi. Nah, di situ saya tidak
menangkap ee adanya em rehat atau
optimalisasi dari ee unit-unit yang
sudah mangkrak ini. Nah, menurut Bapak
apakah itu penting? apakah ee ee penting
untuk merehap atau optimalisasi dari
unit yang sudah makrak ini atau emang
baru saja gitu. Terus yang ketiga ee
saya ingin bertanya dari ee bagaimana
Bapak melihat dari di masa-masa
efisiensi sekarang ini bagaimana ee
pemerintah ee memprioritaskan
ee sanitasi capaian sanitasi aman
tersebut. ee apakah ee ini merupakan
target yang ee optimis atau seperti apa
ya, Pak? Mohon dijelaskan. Terima kasih.
Baik. Ee yang pertama ya ee terkait
dengan program. Jadi jadi ee nanti ee
saya akan ee kupas lebih detail ya di
bagian akhir ya di di jam .00 nanti ya
ee nanti saya diingatkan lagi. Jadi yang
namanya ee ee program gitu ya. itu kita
merencanakan ya merencanakan program itu
dari hasil evaluasi terhadap eh kondisi
existing ya. Jadi kondisi existing itu
ee apa gitu ya ee yang terjadi. Jadi
misalkan ee kalau kita lihat misalkan di
sini ya apa saja isu-isu yang muncul ya
apa saja ee tingkat pelayanannya
bagaimana ini sekaligus menjawab ke
pertanyaan kedua gitu ya. ee
rehabilitasi dan lain-lain. Jadi kalau
kita bisa memetakan itu dengan baik,
misalkan ee tingkat layanan ee SPALD ee
terpusatnya ini sebenarnya sekarang
adalah 10%.
ya kan diharapkan
di jangka ee kan selama 20 tahun
mendatang gitu ya di jangka pendek 2
tahun ke depan dia naik menjadi 11% lalu
dia naik lagi ini di jangka pendek 2
tahun lalu di 5 tahun gitu ya 5 tahun
dia naik lagi menjadi berapa ee 20% gitu
ya ee lalu selama
13 tahun lagi gitu ya karena 17 tahun ya
ini nanti 13 tahun ke depan gitu ya kan
karena a umurnya 20 tahun gitu ya ini
naik menjadi ee berapa 50%.
Nah ini program ini kan kita lihat ya
selama ee misalkan nih dari 10% naik ke
11% ini bisa jadi karena programnya 2
tahun kita evaluasi gitu ya. Ternyata
10% ini karena ada banyak IPAL yang
mangkrak seperti itu. Jadi sebenarnya
untuk mencapai 10 ke 11 itu tidak perlu
dilakukan pembangunan baru. Dia
sebenarnya hanya meningkatkan ee
memanfaatkan idle capacity-nya dengan
cara rehabilitasi. Ya sudah berarti
program 2 tahun ini ada fokusnya program
rehabilitasi misalnya.
Nah, kemudian 5 tahun ke depan karena ee
karena sudah direhabilitasi dan untuk
mencapai dari 11 ke 20 itu kapasitasnya
sudah tidak ada, maka kita lakukan
proses pembangunan, kan gitu.
Tetapi ketika kita merencanakan proses
pembangunan yang namanya ee operasi dan
pemeliharaan itu juga tetap harus ada
namanya ee apa ee rehabilitasi dan
lain-lain. Misalkan terkait jaringan,
misalkan terkait dengan apa ee ee apa ee
biaya penggantian sparep dan lain-lain,
tetapi mungkin minor gitu. Jadi ada
ininya. Nah, lalu selama ee 13 tahun ke
depan ada target e jangka waktunya untuk
mencapai 50. Ini enggak mungkin ya,
karena umur infrastruktur itu kan pasti
tetap ada rehabilitasinya
ya kan. Nah, jadi kita tidak boleh
melupakan antara program pembangunan dan
juga ee program pendukungnya seperti
itu. Jadi kalau misalkan program
pembangunannya sudah ada gitu ya, jadi
ada juga program kelembagaannya.
Misalkan setelah kita bang e misalkan
dalam pembangunan ee IPLT saja gitu ya,
kita tentukan bahwa di tahun 2026,
2027,
2028,
2029 misalnya kita di sekarang di tahun
2025 ya itu target layanan amannya masih
1%.
Lalu di tahun 2029 kita targetkan jadi
ee 10%. Karena apa? 10% ini dari adanya
IPLT. Tapi proses IPLT itu kan
tahapannya panjang. Setelah ada
ditetapkan di rispal-nya di sini dari
kita ditetapkan dalam rispal targetnya
ee secara selama 5 tahun ke depan jadi
10%. Oke, setelah itu kita dalam Rispal
ada indikasi lokasinya ada di kabupaten
e opsi yang bisa dikaji di sesuai dengan
RTRW ada di Kecamatan AC. Nah, di FS ini
dikaji dari Kecamatan A, D ini mana yang
paling sesuai. Kalau sudah sesuai, oke
yang ternyata yang paling sesuai secara
teknis ekonomi lingkungan itu ada di ee
Kecamatan A. Ya sudah kita bangun di
situ kapasitasnya berapa barulah kita
buat DEED-nya.
Nah, dari DEED sebenarnya kan bertahap
ya, setelah DEED kita harus clear dulu
apa itu perizinan lingkungannya. Enggak
boleh kita melakukan pembangunan tanpa
adanya izin lingkungan, kan gitu. Eh,
sori, persetujuan lingkungan. Jadi, UKL
UPL-nya bagaimana ya kan ee tadi dikaji
itu terkait dengan perteeknya mau
dibuang ke sungai atau apa harus clear
and clear dulu sehingga dengan adanya
upaya apa penyediaan atau pembangunan
infrastur sanitasi ee juga clear and
clear dengan ee kebijakan lingkungan
yang lain. Setelah itu baru pembangunan
ya toh baru operasional. Jadi makanya
dari 1% ini baru bisa tercapai 10% itu
setelah 5 tahun. Ini kan ada ininya, ada
logikanya, pentahapannya ada. Tapi kalau
misalkan kita mau memakai yang diusulkan
oleh Pak siapa tadi ya? Pak Josia tadi
bisa saja. Oke, Pak kita 1% tetapi di
2006 kita naik jadi 5% langsung. Kenapa?
Karena kita kombinasi. Kita pakai
layanan dari eeem apa kabupaten sebelah.
Kita numpang dulu boleh-boleh aja. Tapi
jelas ininya apa ee apa kebijakannya itu
jelas. Jadi seperti itu ya ee ee apa ee
ee tadi ya Bu Maya ya ee bagaimana ee
terkait dengan ee program-program ini
apakah rehabilitasi, apakah ee
pembangunan semuanya ya. Ee terus yang
ee selanjutnya saya tidak berspekulasi
ya. Ee saya tidak berspekulasi tetapi ee
gini, Indonesia itu sangat tertinggal
dengan negara-negara ASEAN di bidang
apa? Sanitasi.
Kita bisa lihat saja ee apa biaya
sanitasi kita pernya itu berapa. Coba
bandingkan dengan Vietnam ya. Bahkan
sekarang dengan negara sudah Thailand
sudah jauh tertinggal kita, Malaysia
sudah jauh, Vietnam. Harusnya seperti
itu. Kalau kita lihat Vietnam, kenapa
sekarang ee apa ee punya apa ee mobil
listrik yang baik dan lain-lain ya. Di
di sisi lain juga biaya sanitasinya juga
cukup besar. Kita masih sangat jauh
sehingga
namanya itu jerbasuki Mowobo gitu ya.
Jadi kalau kita mau apa mau mau bagus ya
biayanya harus bagus meskipun itu bukan
satuatunya
ya IPLT ada gitu ya kalau tidak ada
operasi pemeliharaannya ya tidak ada.
Nah tetapi saya positive thinking
terhadap pemerintah ya. pemerintah ini
kan memiliki apa ya upaya untuk
program-program prioritas ya. Mungkin
gitu ya program sanitasi ini belum
menjadi prioritas utama sehingga tetap
diberikan targetnya tadi ada tetapi
bukan langsung bombastis. Ada program
prioritas yang akan di dicapai gitu ya.
Jadi ee kita tetaplah menurut saya
menyuarakan saja ya dengan asal-asal
logis dan juga sesuai dengan aturan.
misalkan target e daerah tadi ee ada
peningkatan sanitasi menjadi berapa
persen? Menjadi ee apa ee 30% gitu. Nah,
dengan 30% itu tadi ya ee kita bisa ee
mengusulkan berbagai program yang sesuai
mungkin seperti itu gitu ya. ee mungkin
ee belum bisa terjawab semuanya ee
tetapi ee saya akan lanjutkan untuk
materi yang ee tahapan penyusunan ee
Rispal-nya. Tapi sebelum ke materi ee
tahapan penyusunan Rispal yang di ee
kedua ya, metodologi dan kajian Rispal,
ee saya akan melakukan review dulu
terhadap ee infrastruktur sistem
pengelolaan air limbah domestik. Jadi
mungkin sekaligus menjawab tadi dari
pertanyaan Pak Mas'ud tadi ya yang di
perumahan gitu ya. Nah, kalau kita lihat
di Permen PUPR nomor 4 tahun 2017 ya
terkait dengan penyelenggaraan SPAL
domestik. SPAL domestik itu ada sistem
terpusat, ada sistem
tempat. Kalau sistem terpusat itu dia
diolah di mana di ee dihasilkan
limbahnya. eh sori ee setempat itu di
diolah di mana air limbah tersebut
dihasilkan lalu nanti dilanjutkan dengan
pengolahan lumpurnya. Tapi kalau
terpusat dia bisa saja diolah di luar
dari limbah tersebut dihasilkan. Kalau
sistem terpusat ini tentu mahal ya Bapak
Ibu ya karena investasinya besar ya
biaya jaringan ee kapasitasnya juga
cukup besar. setempat ini simpel gitu
ya, tetapi ee risikonya bisa jadi bocor
dan lain-lain gitu ya. Dan tidak
dilakukan operasi dan pemeliharaan.
Septic tank dianggap bisa mengolah
semuanya ya. Septik tank dianggap bisa
ee apa? Mengolah ee bakteri tanpa adanya
disinfeksi. Misalnya sudah dikasih
tablet klor, Pak. Tapi tablet klornya
enggak pernah diganti. Ya, ya sama aja
gitu ya. Nah, ada berbagai aspek yang
harus dipertimbangkan, ya. di dalam e
Permen PU kita bisa lihat ya kalau
kepadatan penduduknya itu sangat padat
ya mungkin ee pilihannya adalah yang
terpusat kemampuan pembiayaannya ini apa
mampu ya bisa terpusat ya kalau misalkan
kita enggak mampu ya ee tetapi ee
penduduknya jarang tetapi permeabilitas
tanahnya ini sangat tinggi. Artinya ee
apa? Kalau kita ngalirin air, meresapkan
air ke dalam tanah, bukan mengalirkan
itu sangat cepat. Padahal kan kita
pengin mencegah terjadinya apa?
Terjadinya ee kontaminasi air tanah
dengan adanya ee sistem ini. Maka dengan
permeabilitas tanah yang sangat tinggi
ya ini enggak cocok. Harusnya untuk
daerah kapur itu tidak cocok kalau kita
menggunakan sistem resapan yang setempat
itu tadi ya. Nah, kedalaman muka air
tanah juga kalau ada daerah yang muka
air tanahnya itu dangkal, kalau kita
menggunakan sistem empat ya enggak
cocok. Kenapa? Karena ketika kita
meresapkan dari ee sistem tangki septik
tadi kita tambahkan resapan, dia akan
langsung kontak dengan air tanah.
Padahal kita sih berharapnya dengan
adanya sumur resapan itu tadi apa ya?
Efluen dari septik tank tadi masih
mengalami proses pengolahan. Pengolahan
berupa apa? penyaringan secara alamiah
melalui lapisan-lapisan tanahnya
sehingga dengan permeabilitas tanah yang
rendah gitu ya dia akan tersaring lambat
seperti itu ya di sehingga dengan waktu
yang di ada proses penyaringannya tadi
lebih efektif dan muka air tanahnya juga
lebih lama untuk tercapai sehingga
ketika masuk ke dalam air tanah
diharapkan secara alamiah airnya sudah
bersih seperti itu ya. Nah, kalau
kemiringan tanah ini misalkan kalau
kemiringan tanahnya terlalu terjal gitu
ya ee ini ya berarti kalau mau kita
paksakan sistem pengelolahan air limbah
yang terpusat berarti kita harus siap
dengan konsekuensi adanya pemompaan.
Jadi seperti itu ya ee pemilihan dari ee
sistem ee pengelolaan air limbah
domestik ini. Tapi kalau kita lihat ya
domestik setempat gitu ya ee ini ada
berdasarkan skalanya itu secara
individual rumah tangga atau kelompok
MCK. Jadi kalau ada MCK ya itu ee bisa
di ee apa dikategorikan
ee dalam ee SPALDS. Yang menariknya
seperti ini, Bapak, Ibu. Saya beberapa
kali project di Kalimantan kalau dikasih
septic tank untuk respal ya, kalau
dikasih septic tank sesuai SNI
biofilter, masyarakat itu enggak mau,
Bapak, Ibu. Karena enggak ngerasa
dibantu.
Kenapa? Karena bantuannya itu enggak
kelihatan gitu loh. Bantuannya itu di
bawah tanah gitu loh. Tapi kalau
dibangunin MCK ini mereka senang karena
ada bangunannya di atas tanah gitu ya.
dan ada bangunannya di atasnya itu
dianggap itu merupakan satu bantuan dari
pemerintah. Tapi kalau yang di bawah
tanah ini ee kurang kurang ini kurang
apa kurang responsif. Masyarakat itu
tidak menerima. Nah, kalau seperti ini
pilihannya bagaimana? Kita harus
laporkan ke stakeholder di sini Bapak
Ibu dari survei willingness to connect,
willingness to apa? Eh, survei dari
sosial masyarakat bahwa masyarakat itu
lebih senang kalau dibantu pakai MCK.
berarti target sasaran programnya yang
diprioritaskannya ya MCK bukan yang
tangki septik individu seperti itu.
Karena kan kita targetnya untuk mencapai
apa? mencapai ee layanan sanitasi yang
sesuai target tadi. Nah, kemudian
komunal Bapak, Ibu kalau ada IPAL
komunal yang sudah lebih dari apa 10 KK
ya ini juga bisa masuk ke dalam ESPAL
domestik terpu terpusat. Jadi kalau
misalkan ada ee skala kawasan tertentu
perumahan itu bisa. Tapi kalau ada
misalkan IPAL Komuna di satu kampung
yang sudah sampai 200 KK ini juga
sebenarnya sudah masuk ke espal domestik
terpu terpusat. Nah, bedanya apa?
Bedanya sebenarnya saya sudah highlight
tadi. Kalau yang SAL domestik yang ee
setempat ini ada proses penampungan atau
pengolahan awal. Dalam hal ini proses
penampungan dan pengolahan awal berupa
tangki septik dan tangki septik di sini
akan menerima dari mana? dari black
water ya akan masuk di sini ya bisa juga
dari greay greay water. Tapi sekali lagi
di dalam SNI eh sori SNI ee apa ee
standar PU sebenarnya juga sudah ada
perangkap lemaknya dulu gitu ya ee atau
ada proses untuk ee pemisahan dulu gitu
ya sehingga yang masuk ee menuju ke
tangki septik tadi tidak mengandung
minyak dan le lemak gitu. Tapi yang
sering terjadi kan semuanya dicampur
jadi satu sekarang ya. Dan yang paling
penting kalau sudah menggunakan
bioseptic tank, sekali lagi bioseptic
tanknya itu apa gitu ya? Apakah
biofilter? Kalau di Jepang itu ada
namanya sistem namanya Joaso ya. Joasso
ini dia biofilter aerob dan anaerob. Dan
mereka ee biofilter anaerob dan aerob
ini juga dilakukan ee apa? pembiakan
bakteri dan lain-lain. Dilakukan
pemeliharaan. Kalau aerob ya ada aliran
udaranya gitu. Nah, ee kalau di
Indonesia ya ee ini biofilternya ini
kebanyakan yang untuk yang rumah-rumah
gitu ya, hanya tangki septik saja tapi
ditambahi dengan apa dia jualan ini Pak
jualan apa? Jualan media. Medianya apa?
Media bakterinya ya M4 saja gitu ya. Ya
sebenarnya ya sah-sah aja sih gitu ya.
Tetapi kadang ini masih misleading. Nah,
yang paling penting bahwa kalau memang
eh biofilter anaerob-erob seperti yang
di Jepang ini harusnya mengacu ke baku
mutu sesuai dengan kapasitasnya tadi.
BOD-nya bisa saja 75 mg/L kalau dibuang
ke ee badan air misalnya. Tetapi lumpur
yang dihasilkan dari biofilter
anaerop-aerob tadi tetap harus dibuang
ke IPLT melalui penyedotan lumpur tinja.
Karena kalau tidak dilakukan penyedotan
yang namanya bakteri itu kan bertambah
bertambah terus mati bertambah mati
bertambah gitu ya. tapi dia juga akan
menghasilkan volume lumpur. Kalau volume
lumpurnya ini banyak, berarti nanti
volume airnya, efektif airnya juga akan
berkurang sehingga waktu tinggalnya juga
akan berku berkurang. Tidak dilakukan
penyedotan, maka ya terjadi ee
pengurangan waktu tinggal, efisiensinya
juga tu turun seperti itu. Nah, jadi
Pak permisi, Pak. Nggih. Ee izin
mengingatkan untuk waktu penyampaian
materinya tersisa 10 menit ya, Pak.
Oke. Oke. Oke. Ee berarti nanti saya apa
ya? Saya lanjutkan di apa ee sesi kedua
saja boleh ya?
Bisa, Pak.
Oke. Baik. Baik. Mungkin ee karena 10
menit ee mungkin saya ee ee selesaikan
dulu yang bagian ini ya di bagian ee ee
review ee sistem pengelolan air limbah.
domestiknya ya.
Baik, silakan.
Baik. Nah, ini yang sistem setempat dan
kemudian ada yang sistem ee terpusat.
Kalau sistem terpusat dia menggunakan ee
jaringan ee air limbah ya, jaringan SPAL
ya, lalu dialirkan menuju ke IPAL. Nah,
ee ini yang paling penting Bapak Ibu ee
ee rencana induk atau master plan ya.
ini ee saya perlu jelaskan di sini ada
ee ee apa? Daur ya. Daur hidup. Kenapa
disebut sebagai daur hidup? Karena ini
sebenarnya di dalam SPAL pun itu ada ee
siklus
perencanaan, perizinan, penyiapan lahan,
konstruksi, operasi, dan nanti
dikembangkan lagi seperti itu. Jadi ee
nanti mungkin ada upgrade IPAL-nya atau
ada upgrade ee apa ee layanannya. Jadi
ini kita sebut sebagai siklus. Kalau
dari materinya Pak Andi disebutkan ya
dalam ee apa training rispal yang
sebelumnya ada proses PDCA
ya eh kita tahu ya plan do check action
perencanaannya ya termasuk ada respal
ada kelayakan ada ded ya kemudian do-nya
ya pembangunan ya ceknya pemantau
action-nya pengembangan. Jadi ini
sebenarnya ee prosesnya PDCA-nya sama
ya. Ya. Ee sebenarnya sama. Nah, yang
perlu saya sampaikan di sini bahwa
tahapan perencanaan ini terbagi menjadi
tiga ya Bapak, Ibu ya. Yang pertama
secara umum gitu ya ada Rispal, yang
kedua ada FS, dan yang ketiga ada DED.
Jadi ini sebenarnya kalau ditanya duluan
mana harusnya urut-urutannya seperti
ini. Tapi kalaupun ternyata udah saling
tabrakan ya bagaimana kita bisa
menyiasatinya seperti itu. Tapi kalau
dari kita lihat alurnya, alur
berpikirnya, kenapa kita harus
merencanakan dulu dalam master plan tadi
ini kita memproyeksikan layanan yang
akan kita berikan itu berdasarkan apa?
Tentu berdasarkan dari kemampuan kita.
berdasarkan target dari pemerintah.
Lokasinya juga disesuaikan dengan RTRW.
Zonanya juga disesuaikan dengan arah
pengembangan wilayah di satu wilayah
tersebut. Misalkan ada wilayah yang
dikhususkan untuk industri. Kalau khusus
untuk industri dia sudah punya ee IPAL
industri ya tidak dilakukan proses e apa
ee prioritas untuk zona layanan IPAL
domestiknya seperti itu. Kemudian
pentahapan pembangunannya ini selama
berapa lama ya. Kemudian perakiraan
biayanya kira-kira yang harus
dianggarkan berapa dan Rispal ini
dianggarkan selama 20 tahun lalu
dilegalisasi. Kenapa? Kalau ada terjadi
perubahan kebijakan misalnya atau
pergantian pemimpin daerah, harapannya
arah pengembangannya tadi masih tetap
diacu seperti itu dan kalaupun ada
perubahan bisa di-review selama 5
tahunan. Jadi harapannya seperti itu.
Nah, kemudian kalau kalau di dalam FS,
FS ini bisa saja di dalam hasil respal
tadi menyebutkan bahwa ee suatu
kecamatan itu perlu dibangun satu IPLT
dengan kapasitas 10 m³ per hari
berdasarkan dari target pelayanan ee
potensi timbulan limbahnya. Lalu
dianalisis di dalam FS apakah 10 m³ per
hari tadi opsi lokasinya A B C secara
teknis oke. Jangan-jangan di situ
wilayahnya banjir. Jangan-jangan di situ
di depannya mau dibangun rumah sakit.
Ya, jangan-jangan warga menolak gitu.
Jadi di sini dia di dalam dokumen ini
dilakukan kajian kesesuaian apakah
secara teknis layak, secara ekonomi oke,
dan secara lingkungan mampu. Kalau sudah
ee sori ee apa ee kriteria teknik ee
ekonomi tadi misalkan ee disampaikan
tadi ya apakah awalnya UPTD dulu atau
karena dia menganggap bahwa ini tidak
akan dilakukan keuntungan ee mendapatkan
keuntungan secara ekonomi yang besar, ya
sudah. ee karena ini sifatnya layanan
daerah ya UPTD dia tidak naik ke BLUD,
tidak naik ke Perumda. Bisa jadi karena
ee fungsinya dia untuk layanan ee publik
seperti itu. Nah, kalau sudah ee
konsep-konsep dari studi kelayakannya
tadi baru didetailkan dalam DEED.
DEED-nya tadi ya kita hitung basic
desainnya berapa ya, dimensinya berapa,
kemudian ketika akan dibangun sesuai
dengan kontur tanahnya ya, sesuai dengan
apa ee hasil ee penyelidikan tanah dan
lain-lain ya. Lalu kita mencari tahu
berapa biaya yang dibutuhkan. Jadi ee
tahapan di dalam ee apa perencanaan satu
IPAL itu penting. Di sini ada dokumen
Rispal agar apa? agar kita itu tidak
salah dalam merencanakan, agar kita
mengacu ke kebijakannya. Jadi, enggak
semuanya pakai septic tank semuanya,
enggak semuanya pakai IPAL komunal,
semuanya, ternyata masyarakatnya tidak
mendukung, enggak semuanya dibangun IPLT
ya, tetapi ternyata masyarakatnya tidak
mau melakukan penyedotan tinja. Nah,
harapannya dengan adanya ini ya dengan
adanya Rispal ini perencanaan itu lebih
terarah. kemudian ee juga ee saling ee
kolaborasi antar SKPD terkait. Nah, tadi
saya ngintip ada pertanyaan terkait
dengan apa bagaimana ee kedudukan Rispal
dengan SSK dan lain-lain. Nah, nanti
akan saya jelaskan di ee apa ee tahap ee
apa sesi kedua seperti itu ya. Mungkin
begitu Mbak Nuha.
Baik, Kak. Terima kasih atas penyampaian
materinya ya. Karena tadi kita sudah
sempat ee diskusi dan ada beberapa
pertanyaan yang sudah terjawab. Ee
mungkin untuk pertanyaan-pertanyaan yang
belum terjawab nanti akan bisa
ditanyakan kembali atau akan kami
bacakan di sesi tanya jawab di sesi dua
nanti.
Baik.
Kemudian sebelum kita penutupan di sesi
pertama ini, mungkin kita akan melakukan
sesi foto bersama terlebih dahulu. Untuk
sesi foto bersama kali ini saya akan
dibantu oleh admin. Baik, kepada admin
waktu dan tempat dipersilakan.
Terima kasih eh atas kesempatannya Bapak
dan Ibu Ketua Prani e saya akan
memberikan terima kasih pada sesi
pertama ini.
Eh untuk Bapak Ibu yang mungkin belum
buka kameranya silakan untuk
di sini ada empat slide. Saya mulai dari
slide pertama 3 2 1.
Slide kedua 3 2 1.
Slide ketiga 3 2 1.
Slide terakhir 321.
Baik, terima kasih. Saya kembalikan ke
Mbak
Baik. Terima kasih admin yang sudah
membantu sesi sesi foto bersama kita
pada sesi pertama ini. Kemudian
selanjutnya kami ingin meminta kesediaan
Bapak Ibu untuk mengisi kuesioner yang
linknya sudah kami share di kolom chat
supaya kegiatan kami selanjutnya bisa
lebih baik lagi. Ee kami berharap Bapak
Ibu bisa memberikan saran dan masukan di
linker tersebut. Ee baik ee
sampai ee kita sudah sampai di
penghujung sesi pertama training online
hari ini. Terima kasih banyak atas
partisipasi aktifnya sejak pagi tadi
sehingga siang ini. Sesi kedua akan
dilanjutkan pukul 13.00 hingga 15 nanti.
Kami harap Bapak Ibu dapat kembali
bergabung tepat waktu agar tidak
tertinggal materi. Untuk sementara kita
break terlebih dahulu. Silakan
manfaatkan waktu istirahat untuk makan
siang, beristirahat atau melakukan
aktivitas lain. Ee terima kasih dan
mohon maaf jika selama memandu acara
terdapat salah kata dan perbuatan.
Sampai jumpa di sesi kedua nanti.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Baik, terima kasih Pak Awal.
Sampai bertemu nanti jam .00 ya, Pak.
Oke. Oke. Selamat beristirahat Bapak
Ibu. Sampai ketemu lagi. Jadi kalau ee
ee Bapak Ibu di ee infrastruktur gitu
ya, di KPU-an gitu ee ada standar
pelayanan minimalnya. misalkan ee kalau
untuk IPAL Komunal ya, kalau untuk IPAL
terpusat, IPAL setempat standar
pelayanan minimnya bagaimana? Nah, nah
ee standar penelaian minimal tadilah
yang diacu ee supaya ee setiap
masyarakat itu mendapatkan layanan yang
sama gitu