Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id CB Indonesia. Jika semisal selama acara training online berlangsung, ada Bapak, Ibu yang terkendala dalam Zoom tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu juga tetap bisa mengikuti training online ini melalui YouTube channel kami di Project B Indonesia. Selanjutnya seperti biasanya nih Bapak Ibu sekalian, hari ini kami juga menyiapkan berbagai macam doorpress spesial untuk Bapak Ibu yang beruntung. Do price ini diberikan berdasarkan tiga pertanyaan terbaik dan dua story Instagram terunik selama training online ini berlangsung. Untuk pemenang, tiga pertanyaan terbaik akan kami umumkan di akhir acara sesi du nanti. Sedangkan untuk pemenang dua dua story Instagram unik akan kami hubungi langsung melalui DM Instagram. Nah, jadi bagi Bapak Ibu yang ingin bertanya selama training online ini berlangsung dapat memberikan pertanyaannya melalui kolom chat dengan format nama. Kemudian pertanyaan yang ini yang ingin ditanyakan dan nanti akan kami pilih tiga penanya terbaik untuk memenangkan doorpray spesial dari kami. Lalu untuk story Instagram, Bapak, Ibu dapat membuat story Instagram semenarik mungkin dan jangan lupa tag Instagram kami di @projectba Indonesia. Baik, tanpa berlama-lama lagi kita akan langsung lanjut ke acara inti kita yaitu penyampaian materi. Namun sebelum itu, mari kita lihat terlebih dahulu CV dari pemateri kita berikut ini. Ee demikian sekilas ee mengenai pemateri kita pada hari ini. Mungkin langsung saja untuk ee visiisi waktu jika Bapak dan Bapak Ibu sudah siap ee kami persilakan untuk penyampaian materinya untuk waktunya sampai pukul 10.30 ya, Bapak. Oke. Baik, Mbak Sabrina. Mudah-mudahan suara saya sudah terdengar dengan jelas ya. Ee jelas kah? Jelas ya. Oke. Baik. Ee Bapak Ibu izin untuk ee memulai acara. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee bismillah walhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah. Ee tentunya selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semuanya. Ee yang kami hormati Bapak Ir. Prabowo sekali ee selaku founder dari ee DODIKA yang ee akhir-akhir ini sangat aktif untuk melakukan pengolahan sampah terutama untuk energi termal. Kemudian teman-teman di jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia di Yogyakarta. Teman-teman Project Bing, Mbak Sabrina, Mas Ibnu, dan teman-teman yang sudah mengagendakan acara pada kesempatan hari ini. Kemudian Bapak, Ibu, teman-teman semuanya ee yang telah hadir bergabung baik di Zoom maupun di YouTube. Em terima kasih karena telah mengikuti kegiatan Ring online pada kesempatan hari ini gitu. Nah, ee materi kita pada kesempatan hari ini sangat menarik. Salah satunya yang disampaikan oleh Pak ee Prabowo tadi bahwa data terkait dengan ee kuantitas, komposisi, karakteristik sampah itu sangat penting dalam desain ee sistem pengolahan sampah yang ada di lapangan. Nah, baik. Ee agar tidak berlama-lama, saya izin untuk share screen ee terkait dengan materi hari ini. Oke. Baik. Ee mudah-mudahan sudah terlihat dengan jelas ya. Ee karena terbagi menjadi dua sesi maka kami materinya menjadi dua gitu ya. Jadi sekaligus juga nanti ee partner saya ini Mas Yebi, Pak Yebi yang juga nanti akan barengan ee kita akan berbagi ada yang materi yang saya akan sampaikan, kemudian nanti akan ada materi yang akan ada Pak YB yang sampaikan gitu ya. Jadi agar lebih ke teknis langsung, jadi pi nanti akan menyambung ee apa yang ee saya sudah sampaikan begitu ya. Nah, pembagian materinya kira-kira Bapak, Ibu semuanya ada 10 lah ya. 10 yang kita akan bagi di sesi satu lima materi, di sesi yang kedua ada lima materi ya. Nah, sebagai informasi juga Bapak, Ibu, teman-teman semuanya ini adalah ee rangkaian kegiatan mm training online yang berhubungan dengan metode dan teknik sampling sampah ini. Yang ini batch keenam gitu ya. Jadi yang sudah berlangsung beberapa tahun terakhir ini adalah batch keenam yang ee Bapak Ibu bisa mengakses juga materi sebelumnya di YouTube channel Project B Indonesia gitu ya, lima materi sebelumnya. Nah, tapi di ee ee pelaksanaan kali ini ini agak spesial karena ee kita sudah punya SNI yang baru gitu ya terkait dengan sampling sampah. ada SNI 3964 tahun 2025. Jadi ini adalah kali pertama yang dikerjakan oleh Project Indonesia terkait dengan penggunaan SNI yang terbaru. Dan kabar gembiranya juga sebagai pelengkap materi ya ee beberapa hari yang lalu ya ee kalau saya tidak salah Kementerian PU ee menyelenggarakan juga ee webinar terkait dengan ee penjelasan SNI ini gitu ya. Nah, mudah-mudahan ini bisa saling melengkapi. Tidak kami bermaksud untuk mengajari Bapak Ibu semuanya, tapi hanya berbagi, sharing apa yang sudah pernah dilakukan walaupun secara SNI. SNI ini ee karena baru keluar dan kami juga belum pernah punya pengalaman melaksanakan SNI ini. Tapi beberapa pekerjaan sebelumnya yang sudah dilaksanakan dari tahun 2021, 22, 23, 24 sebagian besar pelaksanaannya ternyata sangat mirip dengan SNI yang ada saat ini dan bahkan beberapa form yang ee sudah kita pakai di pelaksanaan sampling-sampling di beberapa lokasi yang sebelumnya ini menjadi ee apa bagian dari SNI saat ini ya. Jadi ee ini menjadi hal yang ee sangat menarik. Jadi ee di ee berhasil dibuat ee yang lebih komprehensif dari SNI yang di tahun 94 gitu ya. Nah, baik ee agar tidak berlama-lama karena waktunya nanti ee saya mungkin akan sampai 1020 kemudian akan dilanjutkan oleh Pak YB ya. Bagian yang pertama buat Bapak, Ibu atau teman-teman semuanya yang baru bergabung ya ee terkait dengan teknis sampling mungkin perlu sedikit pengantar tapi pengantar ini rasanya tidak perlu terlalu lama begitu. Misalnya terkait dengan ee sampling itu apa sih begitu. Jadi sampling itu kan mengambil sampel. sampel itu adalah bagian dari jumlah atau karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang lebih besar gitu ya. Jadi kalau kita cek darah misalnya gitu ya, darah kita diambil sedikit untuk mewakili darah keseluruhan di dalam tubuh kita. Jadi hanya diambil sedikit, tidak diambil semuanya. Tapi ada juga metode yang diambil semuanya. Seluruh populasi yang ada diambil semuanya. Berarti itu namanya bukan sampling, tapi sensus ya. Nah, ee dengan berbagai macam keterbatasan yang ada misalnya ya, kalau kita bilang penelitian enggak boleh ngomongin keterbatasan ini begitu ya. Tapi kita secara lapangan aplikasi kita pasti bicara dengan dana, tenaga, waktu maka tidak memungkinkan untuk mengambil keseluruhan dari populasi yang ada gitu. Oh, ada jumlah penduduk 1 juta orang. Kita pengin tahu setiap orang menghasilkan sampah berapa gitu. Idealnya mengukur dari setiap jumlah penduduk tersebut. Tapi tadi lagi-lagi ada dana, tenaga, waktu yang tidak memungkinkan gitu. Maka dia dibuatlah sampel gitu. Nah, oleh karena itu sampel ini punya prinsip dia harus punya harus benar-benar representatif mewakili dari populasi yang kita maksud gitu ya agar tidak salah. Seperti ini misalnya contohnya ya yang sering disampaikan dalam materi-materi ee kegiatan sampling gitu ya. Jika tidak mewakili misalnya ya kita punya gajah yang cukup besar lebih besar daripada ukuran tubuh kita begitu ya. ukuran tubuh kita, Mbak Sabrina. Nanti kalau ee saya terputus-putus mohon dikabari ya karena ada peringatan ternyata unstable gitu ya. Nah, ada gajah yang cukup besar dengan lebih besar daripada tubuh kita. Tentunya saat kita pengin melihat bentuk gajah ini seperti apa. Kita tutup nih matanya ya. Yang orang ada di situ ada lima orang nutup mata. Satu pegang ekornya, satu pegang badannya. Satu pegang kakinya, satu pegang pegang apa? Belalainya, satu pegang ee apa itu namanya? Ee gadingnya gitu ya, satu pegang telinganya. Pegangan itu akan mewakili bentuk yang kita bayangkan. Oh, seperti tali ya. Oh, seperti tembok ya. Seperti kayu ya, seperti tombak ya, seperti karpet ya, bisa macam-macam gitu. Karena yang hanya dipegang adalah bagian tersebut gitu. Maka sampel tersebut kalau kita hanya pakai itu, kita akan menyimpulkan bahwa oh gajah itu seperti ekor, oh gajah itu seperti tembok gitu. Oh gajah itu seperti karpet ya. Jadi butuhlah sampel yang ee baik yang bisa mewakili keseluruhan dari badan gajah tersebut. Kira-kira gitu ya. Nah, tujuan sampel sampling SP ini pastinya ya, Teman-teman, saya mencoba untuk menghadirkan ada eh report ya dari Global W Management Outlook di 2024 menunjukkan angka-angka jumlah sampah yang dihasilkan oleh masing-masing ee kawasan gitu ya. Nah, yang pertama adalah pastinya kegiatan sampling tersebut untuk mengidentifikasi kuantitas kualitas sampah dari suatu wilayah sehingga kita punya data tren tahun ini bagaimana kuantitasnya, tahun ini bagaimana kuantitasnya sehingga punya tren kuantitas dan kualitas dari sampah tersebut. pastinya itu untuk ee evaluasi berbagai macam program yang berjalan ee oh sudah baik, sudah efektif dan dan seterusnya dan juga hubungannya dengan ee ee yang akan datang ini sebagai perumusan kebijakan gitu kan perencanaan teknis dan juga hubungannya dengan aktivitas pembiayaan gitu ya. Jadi bisa dipakai untuk eksisten saat ini maupun untuk perencanaan di masa yang akan datang. Ini menjadi hal yang ee sangat menarik pastinya dan kita sangat bersyukur dan support kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya munculnya portal ini gitu ya. Jadi ee sejak tahun kalau saya tidak salah ya, Kementerian Lingkungan Hidup kemudian membuat portal yang berisi tentang data-data yang berhubungan dengan ee pengelolaan sampah, jumlahnya, kuantitasnya, komposisinya, sumbernya, semuanya bisa diakses dan real time ya. Jadi 2019 kita bisa lihat grafik 2020 wilayah mana saja yang punya ee pengolaan sampah yang lebih baik gitu ya. 2022 23 24 dan seterusnya. Ini menjadi hal yang sangat baik karena dengan data kita bisa banyak melakukan hal-hal yang ee yang lebih baik ke depannya gitu ya. Dan di 2024 misalnya kalau kita lihat contoh gambar di pojok kanan bawah ini bisa kita lihat bahwa ada capaian gitu ya yang dicapai dari angka-angka yang diinput. Nah, tapi tantangannya Bapak Ibu adalah membutuhkan kerja sama dari masing-masing daerah gitu. kabupaten kota harus bisa menginput data yang benar gitu ya, data yang baik, data yang punya kualitas agar apa? Saat digabungkan menjadi data yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan, bisa dipakai, tidak tebak-tebakan. Misal contoh Bapak, Ibu kalau kita bongkarnya ya, tapi lagi-lagi ini tidak untuk menyalahkan, tidak untuk membela. Hanya contoh saja Bapak ya. ee saat kita bicara komposisi dari jenis-jenis sampah yang ada ee kemudian kita bicara sumber sampah kemudian kita bongkar, kita klik, kita bisa lihat tabelnya isinya apa saja. Oh, berarti ada daerah yang belum punya data. kita sebut belum ya, belum punya data, belum diinput gitu ya, karena datanya mungkin sedang proses. Ee ada yang sudah isi tapi tidak keseluruhan gitu. Jadi variasi data ini akan menampilkan sebuah data kumpulan yang juga untuk mencerminkan Indonesia gitu. Nah, oleh karena itu kita merasa ikut bertanggung jawab juga terhadap data ini. UII ee jurusan lingkungan juga ingin menghadirkan agar Bapak Ibu di daerah juga punya kemampuan ee untuk mengambil data yang benar, data yang baik sesuai dengan standar. Bukan ee kita sebutnya bukan kemauan ya, lebih kepada kemampuan gitu. kemauan itu yang di luar ee kami tentunya gitu ya. Kemampuan ee apa kemauan dalam hal tenaga, kemauan dalam hal penganggaran dan seterusnya itu adalah hal yang mungkin akan berbeda. Nah, kita berkaca nih ke kegiatan yang dulu gitu ya. Saya ambil dari materi yang dulu. Oh, ini ternyata merah begitu ya. Oh, tingkat pengolaan sampahnya rendah begitu ya. sehingga yang diakses dulu itu Indonesia 83% sampahnya tidak terkelola gitu. Sehingga dipakailah oleh ee peneliti ee Jambek ini kemudian memodelkan Indonesia juara dua dunia dalam kontribusi sampah plastik di laut. Kenapa dia bisa buat itu? dia tidak tidak mengukur secara langsung, tapi dia menggunakan data sekunder yang bisa diakses dan dipercaya data tersebut bisa dipakai sehingga dia pakai gitu ya. Nah, ini juga menjadi kelemahan kita pada saat menghadirkan data. selebihnya kita juga sudah punya nih sistem jakstranas, Jakstrada yang nanti akan dievaluasi dalam ee tahun yang akan datang gitu ya. Berisi apa? data yang nanti hubungannya dengan target berapa, target berapa, sehingga akan muncul gap gitu ya. Gap-nya itu akan dibentuk menjadi program-program pembelian surpringkatan masyarakat. Banyak hal yang bisa dihubungkan antara gap dengan kondisi existing dan target yang ada ya. Tapi lagi-lagi saat kita punya data berarti kita akan mengakses data lama begitu ya. Salah satu data lama adalah kita pakai nih SNI 95 tentang spesifikasi timbulan sampah kota kecil, kota sedang di Indonesia. Akhirnya pakai angka-angka ini ya. Tapi karena memang belum di ee ganti dengan S yang baru berarti masih boleh dipakai. Cuman kita perlu ingat bahwa penggunaan ini memang mudah tinggal dikali dengan jumlah penduduk gitu ya. Beratnya berapa kali? 1.000 orang. Beratnya berapa kali? 1 juta orang. Kemudian ketahuanlah jumlah sampah yang dihasilkan di kota tersebut gitu ya. Nah, tapi yang perlu diingat adalah wah ternyata nah ini boleh memang digunakan tapi umurnya sampai tahun ini sudah 30 tahun. Pastinya secara prinsip ee apa namanya dari segi waktu ya banyak perubahan yang sudah terjadi ya. ee lifestyle masyarakat berubah, metode pengemasan berubah, pola konsumsi berubah, maka jumlah dan kuantitas sampahnya juga akan berubah. Karena kita lihat Bapak, Ibu ya, perjalanan sampah itu kan begitu panjang ya, dari sumber sampah ada pemukiman, kantor dan berbagai macam. Kemudian akan ada pengolahan individu yang dilakukan ya. Kemudian akan ada lingkungan yang dibuat. Oh, ternyata ada yang ngompos, ada yang milah, tapi tetap ada yang bakar sampah, buang sampah sembarangan. Tapi juga ada yang sektor-sektor informal yang bekerja, pemulung, pengepul, rosok, rosok, lowak, dan seterusnya. Tapi juga ada Bapak, Ibu, Bapak, Ibu yang di pemerintahan yang bekerja maksimal di Dinas Lingkungan Hidup lewat UPT dan seterusnya yang semuanya sistem ini sebenarnya saling berhubungan gitu ya. Maka di setiap alur kegiatan ini kan butuh data, butuh kuantitas, butuh kualitas gitu ya. Tidak hanya sumber sampah. Nah, ini yang menariknya juga Bapak Ibu di SNI yang baru ini hampir semua kegiatan ada itu ada metode samplingnya. Bagaimana mengambil sampel di rumah, bagaimana mengambil sampel di kawasan, bagaimana mengambil sampel di TPS, di TPA, dan seterusnya yang tidak dimiliki di SNI sebelumnya. Sehingga dengan data yang sangat kompleks ini kita bisa buat sebuah neraca yang sangat menarik gitu ya. Kita bisa gambarkan dengan pakai ee software stand, pakai software eh diagram key gitu ya atau modelnya kayak gini pakai stand gitu. Wah, kita bisa gambarkan gitu baik yang secara umum sebuah kota ataupun yang lebih spesifik sesuai dengan lokasi pengolahannya. Jadi ini menjadi hal yang tentunya sangat menarik begitu ya kalau lagi-lagi kalau datanya kita punya gitu. Nah, ini dalam rangka mengadakan data tersebut. Tapi yakinlah Bapak Ibu pasti sebagian besar yang mengikuti acara hari ini sudah sangat paham kebutuhan akan data tersebut gitu. Berbagai macam infrastruktur yang hubungannya dengan persambahan dimulai dengan data. Mau bangun TPST, mau bangun TPA, eh bangun TPA boleh enggak, ya? Terus kemudian perencanaan rute pengangkutan, ya. Pemilihan berbagai macam peralatan dimulai dengan data. Dan menariknya adalah Bapak Ibu, data itu bisa mencerminkan pengolahan yang akan kita lakukan, gitu. Jadi ee beda data, beda kuantitas, beda kualitas. Maka beda juga treatmen yang dilakukan. Ini bisa kita lihat ya, ini negara Asia saja gitu ya. Oh, ada yang pakai warna kuning, pakai insator. Mungkin jenis sampahnya berbeda. Ada yang pakai metode ee berwarna abu-abu karena jenis sampahnya berbeda. Jadi, ragam perbedaan ini mencerminkan dari data yang ada. Maka menurut hemat kami, kebutuhan akan data itu menjadi sangat penting gitu, supaya kita bisa berbuat sesuatu. Jadi data ee menjadi halnya ya ada kalimatnya ya dengan data ee tanpa data kita hanya berilusi. Jadi kita hanya punya persepsi saja gitu tanpa bisa menunjukkan hal yang lebih spesifik gitu ya. Nah, oke Bapak Ibu ini bagian yang pertama gitu ya. Bagian yang kedua kita sedikitlah secara cepat overview apa sih bedanya antara SNI ee 94 dengan SNI 2025 kalau nomornya sama ya. Nah, ini tentunya ee apa namanya lebih baru gitu ya ee lebih update pasti ya. Dari segi judul beda ya. yang dulu hanya pengukuran contoh tilan dan komposisi sampah perkotaan, tapi saat ini dia pakai dengan judul yang ee berbeda. Salah satunya karena hubungannya dengan regulasi yang muncul gitu. Undang-undang 18 tahun 2008 menyebutkan ada istilah sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga. Ee bagi teman-teman yang sudah berkecimpung di bidang sampah pasti tidak asing ya. ada SRT, ada SSSRT. Jadi mudah-mudahan tidak bingung pakai istilah itu, ya. Jadi karena nanti dalam materi kita akan pakai itu ya. Ee tujuan ee berbeda juga kalau di 94 pakai besaran timbulan sampah yang digunakan dalam perencanaan dan pengolahan sampah gitu ya. yang di 2025 agak spesifik ya mendapatkan data yang pertama berat volume, densitas, komposisi supaya bisa dipakai untuk aktivitas perencanaan monitoring dan evaluasi. ya biasalah update-an itu pasti kan keluar lebih spesifik gitu ya, lebih rinci itu wajar saja gitu. Kemudian ruang lingkup Bapak Ibu ya, ruang lingkup seperti judulnya tadi ruang lingkupnya berubah karena hubungannya dengan sampah rumah tangga. Acuannya di Undang-Undang 18 tahun 2008 ya, ada sampah rumah tangga, sampah sejenis sampah rumah tangga. Nah, kalau kita lihat ee karena tadi ada yang berubah ruang lingkupnya, maka perumahan yang dipakai di 94 kemudian berubah menjadi sampah rumah tangga di 202. Ee ee apa ee nomenklatur ini menjadi penting saat kita ikuti sebuah standar gitu. Tapi hampir miriplah permen pendapatan tinggi, rumah tangga kelas atas bahasanya berubah ya. Semipermanen menjadi kelas menengah, non permanen menjadi kelas bawah. Kemudian yang menarik adalah lebih spesifik Bapak Ibu ee perumahan kemudian ada non perumahan toko, kantor, sekolah, pasar di 94 gitu ya. Di 2025 dia dibuat ee kawasan dan fasilitas gitu ya. Jadi, SSRT-nya menjadi kawasan komisil industri khusus, fasilitas sosial. Tapi menariknya itu dijabarkan lebih detail. Nanti kita lihat ya komersil itu apa, industri itu apa, khusus itu apa. Jadi sangat-sangat ee sudah lebih detail dibandingkan dengan lokasi yang lain ee di 94. Kemudian alat, alat juga beda nih frekuensi ya. 94 pakai 40 L sama ee 500 L. Bok sampling yang dipakai ya ee untuk mengukur berat dan volume. Tapi di 2025 pakainya ukurannya beda dikit ya 54 L dan 500 L. Kemudian waktu kalau 94 pakai 8 hari berturut-turut ee dianjurkan dalam dua musim ya, ada kemarau dan hujan. Karena berat ee sampah itu akan pengaruh saat dia terkena hujan pada saat proses pengangkutan yang ada gitu ya. Nah, di 2025 pilihannya lebih 8 hari berturut-turut itu idealnya dilakukan pada musim hujan dan kemarau kemudian diulang kembali 5 tahun sekali sekurang-kurangnya. Tapi kalau tidak mungkin 8 hari boleh hanya dilakukan 3 hari. Jadi ada hari kerja, hari libur, hari puncak untuk timbulan lambak. Jadi hari kerja misalnya Sabtu eh Senin sampai Jumat ada satu hari yang mewakili. Hari libur berarti ada Sabtu dan Minggu satu hari yang mewakili. Hari puncak berarti setelah libur kemudian tidak tidak ke mana-mana kemudian jumlah sampahnya meningkat di rumah atau area yang lain yang menurunah dipakailah hari puncak tersebut. Jadi mungkin bisa diulang hari Senin ya. Jadi dari waktu kemudian perhitung jumlah sampel gitu ya. Nah ini di 94 pakai koefisien tetap pakai CD tergantung dari kategori kotanya. tidak memperhitungkan error error. Tapi kalau di 2025 ada dua alternatif, bisa pakai populasi, bisa pakai rumus slovin yang sudah pakai di ee di banyak penelitian yang lain gitu. Kemudian koefisien kota ya sudah dipakai juga di sana. Kemudian yang berbeda lagi adalah komposisi sampah. Ada 9 jenis. Di 2025 ada 13 jenis ya. Tapi dibuat boleh nih kalau ee tergantung dari tujuan pelaksanaan samplingnya. Boleh enggak enggak pakai 13? Saya pakainya empat saja. Ohoh. Dibuat empat juga boleh. ada organik, anorganik, B3, dan sampah lain. Nah, mungkin detailnya nanti di materi selanjut ini kan ee hanya overview saja dan perubahan-perubahan yang lain, Bapak, Ibu. Nah, saya sengaja buatnya kayak gini karena ada materi yang ketiga yang sebenarnya sangat penting ya, penentuan metode gitu ya. Jadi perubahan-perubahan lainnya ee ada diagram alir, ada rumus, jumlah contoh ditambah dengan formulir-formulir ada kuesioner, ada bagaimana penentuan tingkat ekonomi untuk sumber rumah tangga gitu ya, ada contoh sampah. TIG itu contohnya apa saja gitu. Ada contoh formulir wawancara, ada contoh formulir untuk perhitungan densitas, total sampah, gambar, formulir rekaman, contoh penerapan teknik kuadrat dan seterusnya. Nah, tugasnya kami Project B Indonesia dan ee jurusan teknik lingkungan membuat ini jadi lebih mudah dan siap dipakai gitu ya. Tapi bukan bermaksud untuk membuat malas Bapak Ibu ya. Tidak. Nah, jadi form-form ini kita sediakan dalam bentuk yang lebih mudah Bapak Ibu edit gitu ya. Jadi hitungnya jadi lebih mudah, masukin angkanya jadi lebih mudah. Sebagian besar sudah kita buat dalam bentuk otomatis. Lagi-lagi semangatnya untuk menghadirkan data di berbagai macam wilayah yang lebih baik, gitu ya. Jadi, Bapak Ibu tinggal mikirin teknis lapangan saja nanti materinya Pak Yeb gitu ya. yang oke yang kedua sudah ya ini agak cepat-cepat tapi mudah-mudahan bisa Pak dipahami dengan baik ya. Oke yang ketiga ya. Nah ini bagian yang ee juga sangat-sangat penting. Yang ketiga, setelah kita tahu tadi perbedaan SNI ee lama dan baru ya. Yang ketiga adalah saat kita mau melakukan sampling tentunya kita butuh tahu jumlah sampelnya berapa gitu kayak tadi gitu ya. Apakah cukup pegang badannya gajah, cukup pegang ekornya gajah atau pegang yang mana gitu untuk menentukan jumlah sampel. Nah, ee bagaimana cara menghitungnya? Nah, sebelum masuk ke perhitungan ini adalah alur Bapak, Ibu ya, cara kerja dari ee apa namanya ee SNI ini gitu ya. Ee mulai dari ini kita lihat yang bawah dulu ya, Bapak, Ibu. Seharusnya yang atas ini enggak muncul dulu tapi sudah terlanjur muncul dari pengumpulan data populasi. Berarti kita butuh data, datanya data sekunder ke berbagai macam pihak yang bisa menyediakan data ini, Duk Capil, BPS, baik pusat statistik dan lain-lain ya. Kemudian kita tentukan jumlah sampel. Nah, jadi tadi ada koordinasi yang perlu dilakukan gitu ya dengan bagai macam pihak tadi. Kemudian kita lanjut penentuan jumlah sampel ya. Kemudian ditentukan lokasi sampelnya. Oh, ternyata dari 1000 penduduk saya hanya butuh 10. 10 berarti memilih dari 1000 itu cuman butuh 10. Ee balik kita metodenya mau pakai random sampling, pakai strata sampling. Nah, itu bebas ya. Oh, saya akan bagi per kecamatan. Oh, saya akan bagi per timur, utara, barat dan seterusnya. Boleh. Oh, saya mau random saja. tutup mata, ambil peta, tunjukin di situ, ambil contoh, selesai gitu ya. Ee menentukan lokasi, kemudian pelaksanaan sampling. Jadi ee di mau dilaksanakan samplingnya berarti ada kebutuhan akan jumlah tenaga, jumlah waktu ya. Ee kemudian berbagai macam perlengkapan yang ada. dapat data berarti ada analisis hasil sampai ketemulah timbulan dan komposisi. Jadi urutannya agak panjang. Berapa lama waktunya? Nanti ee Pak Yebi yang akan menjelaskan gitu ya. Dia bisa lama bisa singkat karena tergantung dari luasan wilayah yang akan kita ya. Nah, ini yang ee paling penting Bapak Ibu ya. Yang pertama kita akan bicara dulu berapa jumlah sampel sampah rumah tangga atau SRT di dalam SNI yang lama formatnya kayak gini Bapak Ibu. Formatnya kayak gini gitu ya. di Bapak Ibu yang sudah punya pengalaman ikut kegiatan kita ee waktu yang dulu ya, ini sudah kita bentuk dalam ee format Excel ya, format Excel yang ada rumus-rumusnya sudah kita buat Bapak Ibu cukup yang mengisi warna kuningnya saja gitu ya. Warna kuningnya hijunya sudah berubah langsung. Oh, saya cuman punya jumlah penduduk berapa? Ijaunya sudah berubah. Ngikut ee rumus. Rumusnya seperti apa? Nanti Bapak Ibu bisa lihat di SNI-nya. Ee sebenarnya tidak tidak sulit ya. Nah, bedanya apa di 2025 agak lebih ee agak lebih ini Bapak Ibu ya agak lebih panjang sedikit ya. Dia memberikan alternatif ya. Alternatif yang pertama kalau jumlah penduduknya lebih dari 1000 orang ya. Jadi lebih dari 1000 orang. Ee saya coba besarkan sedikit ya Bapak Ibu. Nah ini ya alternatif yang satu itu adalah lebih dari 1000 orang maka dia kategorinya sudah otomatis. Jadi kategori ini saat kita input di 1000 kita buat ini yang hijau ini otomatis dia berubah. mau megapolitan, mau besar, mau sedang, kecil itu berubah. Tapi standarnya tetap kita pakai nanti standarnya yang ini ya. Nah, jumlah penduduk yang sudah dibagi dalam kategori ini ya. Jadi kalau jumlah penduduknya lebih ee oh maaf maaf kurang dari 1000 gitu ya. Kurang dari 1000. Kemudian alternatif yang kedua yang lebih dari 1.000. Jadi dibagi menjadi dua dengan rumusan yang berbeda ya. Jadi bedanya di SNI yang ee 2025 mengelompokkan ini ya karena apa pengalaman dari SNI yang sebelumnya ternyata makin sedikit jumlah jiwanya tidak mencerminkan jumlah sampel yang semakin sedikit gitu ya. Itu itu menjadi hal yang ee pertimbangan ya. Nah, oke. Kita akan coba lihat satu persatu alternatif SAT itu seperti apa gitu ya. Alternatif SAT rumusnya seperti ini ya. Jadi ada PS jumlah sampel. Kemudian CD itu adalah koefisien jenis kota yang megapolitan, kota besar, kota sedang, ee metropolitan gitu. Kemudian PT ini adalah jumlah penduduk. Jadi simpel sekali ee rumusnya gitu ya. Jadi kalau kita hitung misalnya 1 juta orang, maka PS = CD-nya adalah 1. Nah, karena tadi 1 juta masuk kategori kota ee kota besar gitu atau kota metropolitan. Jadi angkanya adalah satu gitu ya. Nah, keluarlah hasilnya. Tapi kan daripada Bapak Ibu pakai kalkulator lagi ya kita sediakan saja sudah dalam bentuk Excel yang bisa diakses secara langsung ya. Alternatif yang kedua ya. Alternatif yang kedua kalau dia jumlah penduduknya lebih dari 1.000 misal kita masukkan angka 2.000 berarti n-nya ya n yang besar adalah jumlah penduduk ya. Kemudian ini alternatif yang kedua dia memasukkan tingkat OR. Nah, Bapak Ibu bisa milih nih kalau di Excel ee 1, 5 atau 10 gitu ya. Ee di keterangan SNI-nya juga sudah ada 150 ini sudah ada tinggal dipilih kemudian ketemulah jumlah sampel yang akan dibuat gitu ya. Nah, ini masih dalam jumlah orang jiwa ketemu jumlah jiwa. Kemudian kita olah selanjutnya step yang kedua untuk menentukan jumlah contoh, jumlah rumah lah, jumlah KK gitu ya. Jadi dari rumus alternatif satu tadi dan alternatif du. Nah, ini juga ee menjadi masukan ya. ee mungkin maksudnya ee K = N, K = PS dan NES ee berbeda ya untuk menunjukkan sebenarnya alternatif yang berbeda. Tadi pakai alternatif satu dengan jumlah penduduk yang berbeda, alternatif yang kedua dengan jumlah penduduk yang berbeda, maka simbol yang dipakai itu berbeda. Nah, ini ee bisa kita hitung jumlah sampelnya berapa, hubungannya dengan apa, Bapak, Ibu? Bapak Ibu tinggal cek di BPS di kota Bapak, Ibu itu jumlah KK per ee eh jumlah jiwa per KK maksudnya ya ada 4 atau 5 atau en. Nah, tinggal dimasukin sehingga ketemulah untuk sampel alternatif 1 itu 200 rumah. Sampel alternatif 2 itu menjadi 79 rumah. Jadi sudah ee ee bisa dihitung secara detail ya jumlahnya berapa. Ee kemudian setelah ketemu ada 200 atau 79 kan karena alternatifnya berbeda kan. Ee dan yang kita pakai nanti dalam perhitungan itu tetap satu ya, tidak tidak dua-duanya gitu. Nah, perhitungannya berarti berlanjut ya. Ada persentase kelas. Nah, ini nanti kita lihat rumahnya seperti apa ya. Nanti kita akan lihat. Ini memang sangat sangat subjektif gitu ya. Tapi kita mencoba lihat SNI ini mencoba melakukan pendekatan dengan berbagai macam standar yang ada. Nah, dari angka-angka persentase ini ketemulah alternatif 1 itu 200 rumah dengan pembagian ini. Ya, sebenarnya kan sederhana ya, Bapak, Ibu ya. 200 rumah dikali 25% ketemunya 50. 200 rumah dikali 30% ketemunya 60 dan seterusnya gitu ya. Nanti kalau ada angka yang salah mohon dikoreksinya. Alternatif yang kedua ada total 79. Nah, sehingga persentasenya mengikuti persentase ini juga ketemulah jumlah rumah untuk masing-masing. Nah, ini adalah metode yang dikeluarkan oleh SN ee 2025. Tapi kita tetap juga menampilkan ada loh metode-metode yang lain juga yang Bapak Ibu bisa sesuaikan gitu ya. Saat ada pekerjaan yang tidak harus menampilkan menggunakan SNI ya. Ada pakai rumus eh Slovin ya, ada pakai rumus Isak dan Michel gitu ya. Nah, di dalam Excel itu kita tampilkan nih untuk mempermudah Bapak Ibu ya. Bisa pilih yang SNI 94, SNI 2025 pakai Slovin, pakai nomogram Harry King ya, pakai Isac Michel atau metode yang lain. Jadi nomogram misalnya seperti ini ya. Jadi input berapa, populasi berapa. Jadi ee konsepnya yang kuning diisi gitu ya. Nah, ini bisa diakses semuanya. Nah, kembali ke ke persoalan tadi Bapak, Ibu ya. yang rumah tadi yang saya sampaikan ini kelas-kelas. Nah, menariknya adalah di ee kategori ini. Jadi, dulu kegiatan ee sampling yang kita pernah lakukan saat surveyor diturjurkan kan dia akan memilih ini masuk sampel apa, Pak? Gitu kan. Oh, ini kelas atas. Berarti kita perlu membuat kategori ya. Oh, bisa nih lihat dari penampakan rumahnya, kondisi fisik rumah, kondisi pemilikan kenderaan, ada pagarnya tidak pakai listrik atau tidak, ada ruang tamu, lantainya bagaimana? Jadi pendekatan ya pakai kita sebutnya di 94 lah. Bapak, Ibu boleh pakai ini juga ya. Memang tantangan lapangan adalah kelas ini sangat sensitif gitu ya, tergantung yang menilai gitu. satu lokasi dengan lokasi yang lain berbeda. Dia enggak punya, dia enggak punya mobil, Pak. Tapi dia punya sawah banyak sekali gitu ya. Jadi tingkat pendapatannya mungkin ee tinggi. Jadi memang perlu kesepakatan agar ada serata. Namun kita punya kabar gembira gitu ya, bahwa SNI 2025 melakukan pendekatan terhadap ee berbagai macam pendekatan yang memungkinkan. Nah, salah satunya yang dipakai ini Bapak Ibu bisa lihat di dalam ee lampiran ya. Di dalam lampiran ada penentuan tingkat ekonomi sampel sampah rumah tangga berdasarkan tahapan keluarga dan ee dan penggolongannya. Ya, misalnya kita pernah mendengar istilah keluarga prasejahtera, keluarga sejahtera 1 2 3 4 ya yang dikelompokkan menjadi oh yang ini yang low, yang kelas bawah, yang ini kelas menengah, ini yang kelas atas gitu. Yang nanti dibagi-bagi lagi Bapak Ibu ada yang urusannya ngomongin basic need saja, kebutuhan dasar saja gitu ya. Nah, itu dijelaskan di dalam ee kategori yang basic need itu apa gitu ya. Oh, ini misalnya anggota keluarga makan dua kali sehari, anggota keluarga memiliki pakaian yang berbeda untuk di rumah. Ini adalah kategori. Maksudnya ini jangan mempersulit Bapak Ibu juga, tapi ini menjadi rambu-rambu yang bisa kita pakai untuk menilai kategori ini atau kategori itu gitu ya. yang ee masuk yang medium tadi ya, yang menengah ini ee kategorinya psychological needs dan development needs. Ee ee keluarga sejahtera tadi ya karena ada level-levelnya atau yang ee paling di sini. Nah, ini lagi-lagi hanya untuk menampilkan adanya strata gitu ya. Nah, jadi ada rambu-rambu tapi balik lagi di lapangan bisa saja terjadi berdasarkan subjektivitas atau kesepakatan dari tim yang ada. Nah, atau pilihan yang berikutnya adalah ee penentuan tingkat ekonomi dari ee ini ya pendapatan pendapatan. Nah, tapi lagi-lagi saat kita pakai pendapatan ini kan kita tidak mungkin melakukan ee pertanyaan langsung kepada masyarakat ya, berapa gaji mau sebulan gitu ya. Jadi berarti harus ada survei sebelumnya gitu ya. Survei sebelumnya ee terkait dengan sosial, ekonomi dan budaya yang nanti akan dipandu oleh Mas Yepi. Nah, oke. Ini ee yang tadi rumah berarti selesai gitu ya, sampah, rumah tangga. Selanjutnya apa gitu ya? E selanjutnya adalah bagaimana menentukan sampel untuk kegiatan yang SSST, fasilitas-fasilitas tadi, kawasan-kawasan tadi Bapak, Ibu ya. Nah, ini SRT pakai rumusnya ada alternatif satu, ada alternatif du gitu ya. Ee ini contoh untuk salah satu kawasan ya. Oh, ada jumlah populasinya berapa? Kemudian kita hubungkan dengan CD-nya sesuai dengan kotanya. Ketemulah jumlah contohnya ya. Ya, rumusnya pakai ini. Simpel rumusnya sangat simpel. Ee tapi ee kita menghadirkan dalam bentuk seperti ini agar kesimpelan tadi tidak perlu harus mikir lagi Bapak Ibu gitu ya. atau alternatif yang pakai rumus sloping. Jadi kalau kita cermati agak mirip alternatif-alternatif untuk SSSRT ini dengan SRT yang rumah tangga ada alternatif satu dan alternatif du gitu ya. Nah, tapi pertanyaannya apa saja fasilitas RT tadi? Jadi kalau tadi dibagi menjadi enam, tiga kawasan, tiga fasilitas, nah ini adalah listnya. Jadi menarik nih, Bapak, Ibu ya. Di SNI sebelumnya kita meraba-raba ini masuk tidak. Nah, ini dijelaskan yang dimaksud dengan kawasan komersial itu ada pasar, ada real modern, ada swalayan, ada minimarket, ada toko, kios, warung, penginapan, hotel, wisma. Nah, ini dimasukkan di situ semuanya. fasilitas umum itu apa saja? Nah, ini sudah ada standarnya. Menurut kami pelaksanaan di lapangan saat kita punya kegiatan sampling, kegiatan ini sangat memudahkan. Karena dulu kita pakai ini, kita pakai form ini, kita urut form ini yang kita isi sesuai dengan kondisi lapangan. Oh, di lapangan punya pasar, di lapangan punya ee rumah sakit, kita isi. Tapi form ini kita ubah, Bapak, Ibu. Nah, ini form ini nanti bisa untuk Bapak, Ibu juga kita isi yang sudah sesuai dengan list yang diberikan. Kita tinggal isi jumlah populasi, jumlah unitnya untuk menentukan sampel ya. Jadi SSRT-nya tidak lagi hanya diambil satu atau dua seperti SNI 94, tapi sudah dihitung berdasarkan rumusan ya itu ya. SSRP. Nah, ini berdasarkan sumber. Lanjut ya, Bapak, Ibu ya. Lanjut. Selanjutnya setelah dari sumber kan diagram alir sampah tadi ee berjalan ya, sumber sampah kemudian dikumpulkan masuk transfer diangkut menuju TPA. Berarti ada kegiatan sampling di lokasi lain ya. Di lokasi lain. Berarti yang pertama adalah lokasi TPS atau lokasi TPS 3R. Mau sampling di sana. Tapi kan kita butuh tahu caranya seperti apa. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah dengan menghitung jumlah alat pengumpulnya. Pakai geroba, pakai motor roda pakai mobil pickup. itu dihitung semuanya. Nah, nah ada dua alternatif Bapak, Ibu. Nah, ini juga menarik nih. Kalau alat ngumpul yang masuk ke TPS tersebut lebih dari 30 kali itu pakai rumusnya ini pakai rumus yang ada tingkat errornya. Kayak ini rumusnya misal ada gerobak masuk 22, ada ee motor pakai ee motor sampah 9, berarti totalnya 31 kan? Berarti lebih dari 30. Berarti rumusnya dipakai. Berarti 31 e-nya dipilih. Mau pakai 1% berarti jumlah sampelnya lebih banyak. Mau pakai 5% agak menengah. Mau pakai 10% berarti lebih sedikit. Berarti dari 31 kita punya contohnya adalah 24. Maka dipersenkan ya alat gerobak yang harus diampling adalah 17. alat motor yang harus diampling adalah tu. Oke. Jadi ini adalah alternatif satu. Bagaimana dengan alternatif yang kedua? Ini juga jangan lupa Bapak Ibu ya harus ada data inya kapasitas wilayah layanan sumbernya dari mana saja. Alternatif yang kedua bagaimana Pak kalau kurang dari 30? Nah boleh ini diambil 10%-nya saja. Misal cuman ada 20 unit, ya sudah ngambilnya 10% dari 20 unit. Hanya 1 unit gerobak, satu unit motor. Jadi sampah yang masuk di TPS tersebut satu gerobak dibongkar, satu motor dibongkar. Bongkarnya seperti apa nanti di sesi siang? Apa saja yang diukur di sana? Apa saja yang ditimbang, apa saja yang dipilah? Itu di sesi yang kedua ya. Nah, sehingga untuk mempermudah Bapak Ibu kita sediakan ya format tadi. Tapi saya enggak butuh, Pak Perhitungannya mudah. Pakai ee rumus-rumus yang tersedia bisa Bapak Ibu bisa hitung gitu ya. Alternatif satu, alternatif dua. Kalau pakai Excel ini kita sampaikan di sini ada yang berwarna kuning dan ada yang berwarna hijau. Lagi-lagi penginnya mempermudah ya. Nah, setelah masuk ke ee apa namanya? Ke TPS, TPS3R, TPST ini sama ya metodenya. Yang berikutnya adalah masuk ke TPA, Bapak, Ibu. Ah, ini TPA ya. TPA ini ee ini juga punya dua alternatif. Kalau kita lihat rumusnya mirip seperti tadi, Bapak, Ibu. Cuman bedanya dia tidak pakai istilah alat pengumpul, tapi alat pengah, ini mohon maaf nih, Teman-teman masih ee ee pakai pengumpul ya. Nanti kita edit ya. Ee tim mohon bantu nanti diedit kembali. Ada alternatif satu kalau lebih dari 30 kali pakai rumus ee yang ada errornya dihitung. Kalau alternatif yang kedua, kalau kurang dari 30 kali tetap pakai 10% ya. Nah, ini juga salah nih. Ini copy nih kayaknya nih. Seharusnya ini TPA ya. Jadi mohon izin nanti kita edit ya sebelum kita serahkan ke panitia ya. Nah, ini juga sama sudah masuk pengangkutan di PA ya. Baik alternatif satu yang pakai error ataupun alternatif yang kedua yang pakai model 10% ya. Pak EBI izin sedikit saya masih ada beberapa slide lagi ya. Ee Pak izin Pak EB nanti bersiap dulu ya. Silakan Pak Irahat. Iya. ee setelah TPA kan ada tadi garis yang ke bawah Bapak, Ibu ya. Kalau tadi melihat diagram ya yang dikelola oleh sektor informal. Ini juga pan ee kita di lapangan saat berapa yang kita harus sampling ke bank sampah, sedekah sampah. Untuk mencari populasinya biasanya kita pakai data awal yang bersumber dari pastinya Dinas Lingkungan Hidup gitu ya atau dari data dalam angka kita pakai awalnya. Terus kemudian surveyor sambil jalan ke lapangan melakukan proses snowball sampling. Jadi dari satu informasi mendapatkan informasi yang lain, mendapatkan informasi yang lain, mendapatkan informasi yang lain gitu ya. Oh, ternyata berubah Bapak, Ibu ya dari ini. Tapi lagi-lagi ini hanya cross check lapangan tidak untuk menjelekkan pihak-pihak yang ada. Tidak, tidak sama sekali. Dari 103 yang terdata ternyata hanya ke 36 berarti sisanya belum ketemu. Heeh. Snowball. Nanti snowballnya tinggal kita ikuti arah pergerakan ee si GPS ini sudah menyusuri lokasi mana saja sehingga kita bisa persenkan secara spasial. wilayah eeya sudah berapa persen dikeliling kira-kira gitu ya sehingga ketemu tersebut. Oh, ternyata ada data yang berkurang, ada data yang bertambah. Ini tidak ada nih. Tapi ternyata setelah disurvei keh sehingga total ini menjadi populasi ya. Ini pilihan saat snowball dilakukan sudah mulai sampling berarti sensus nanti atau snowball hanya untuk menentukan populasinya saja. Berarti samplingnya nanti mengiri dari jumlah 153 ya. Bisa saja 20 lokasi, bisa saja 15 lokasi untuk dilakukan. Nah, yang sedikit menuju terakhir nih, Bapak, Ibu. Saat kita sudah punya lokasi sampling, maka kita harus pertimbangkan penyebarannya supaya merata. Punya wilayah dari kanan ke kiri, atas ke bawah, maka kita perlu menentukan lokasi mana saja yang bisa mewakili keseluruhan wilayah atau hanya sebagian wilayah saja. Tergantung dari tujuan dari ee sampling, Bapak, Ibu. Tapi kalau samplingnya misalnya wilayah ini ya, wilayah ini berarti 1 2 3 kalau mau tetap di sini berarti 567-nya agak bergeserlah ke sini. Ada yang di tengah, ada yang juga di kiri supaya bisa mewakili seluruh wilayah yang ada. Bapak, Ibu sebagai supervisor kegiatan sampling juga bisa menentukan ini supaya surveyor bisa dengan lebih baik. Nah, satu informasi terakhir sebelum nanti Pak Y ada juga nih Bapak Ibu kita pernah melakukan dengan menggunakan stand yang lain namanya W eh Wise City Tools ya dari teman-teman CLC dari INSUA yang eh beberapa project yang dilakuk salah satunya kita terlibat di dua lokasi di Banyuwangi dan di Kabupaten Tegal gitu menggunakan konsep ini ya lebih simpel dibandingkan dengan SNI misalnya dia sudah langsung menyatakan kalau kota itu sedang dan kecil sesuai dengan jumlah penduduk dia hanya punya 90 sampel. 30 tinggi, 30 sedang, 30 rendah. Tapi dia kalau kota besar dia sudah langsung 150 sampel. 50 50 di lima wilayah area gitu ya. Jadi ee lebih simpel untuk penentuan sampling. Nah, tergantung Bapak Ibu nanti akan pakai modelnya, modelnya siapa gitu ya. Yang penting bisa dipertanggungjawabkan. Nah, mungkin itu materi dari saya untuk tiga bagian. Ee dua bagian lagi, empat dan 5 akan dilanjutkan oleh Pak YB. Silakan, Pak YB. Baik. Ee terima kasih Pak Hijra, terima kasih juga Mbak Sabrina. Ini ee baik Bapak Ibu semuanya, tadi Pak Hijrah sudah menjelas kan dengan detail ya, bagaimana penentuan sampel dan lain sebagainya. tahap 1, 2, dan 3. Nah, ini sudah dijelaskan oleh Pak Hijrah bagaimana ee awal-awalnya menghitung jumlah contoh lokasi pengambilan, penent lokasi juga menentuk. Nah, setelah itu biasanya kalau sudah kita ketahui jumlah sampelnya tentu ee kita harus menyiapkan tim. Nah, yaitu dengan menentukan jumlah tenaga kerja dan waktu pelaksanaannya. Sebetulnya tadi Pak Hijrah juga sudah menyampaikan di awal bahwa 8 hari atau 3 hari pilihannya ini SNI yang baru. Nah, akan tetapi apakah cukup nah dengan ee 8 dan atau 3 hari tersebut? Nah, ini seperti yang biasa kami lakukan. Kembali lagi ee kami di sini mencoba menggabungkan ee antara SNI dengan yang biasa kami lakukan di lapangan. Nah, memang saat ini ee ketika kami baca SNI ya kurang lebih mirip-miriplah seperti itu, Bapak, Ibu, dengan apa yang kami lakukan di lapangan ketika kami melakukan ee sampling keseluruhan. Jadi ee apa yang saya sampaikan melanjutkan dari Pak Hijrah terkait ee yang memang sudah biasa lakukan di lapangan seperti itu. Nah, nah ini terkait personel Bapak, Ibu ee semuanya dan teman-teman semuanya. Ee untuk kegiatan sampling yang baik dan berjalan dengan lancar. Nah, ini ada tiga personil kami bagi, tiga kelompok kami bagi. Biasanya ada ketua tim, ada pelaksana utama, dan ada memang pekerja di sini. Nah, pekerja teknis lah seperti itu. Nah, untuk ketua tim biasanya untuk satu area ya cukup satu. ee kalau kita bekerja di ee walaupun satu kabupaten biasanya ketua timnya ya ee satulah bisa dibilang seperti itu. Nah, di mana memang kerjanya memimpin persiapan dan koordinasi di awal dengan berbagai pihak tentunya. Jadi tidak hanya dengan ee yang di bawahinya dengan tim ataupun dengan OPD-OPD terkait. Nah, karena memang untuk sampling sampah ini ee kita membutuhkan koordinasi yang intens biasanya entah itu dengan DLH, dengan PUPR ataupun dengan DPMD ataupun dinas-dinas pasar biasanya. Karena kan lokasi sampling bukan hanya dari ee SRT saja, tapi juga SSRT dan juga ada di TPS, TPS 3GR dan ada TPST, bank sampah, sedekah sampah, dan sektor informal lainnya seperti itu. Nah, jadi pertama tentu koordinasi sebagai ketua tim. Nah, yang kedua fungsinya mengawasi proses sampling. Nah, dan memeriksa data, mengklik keakuratan data. ini yang memang biasanya kalau ketua tim kita lebih kepada orang yang sudah berpengalaman ya minimal ee inilah sarjana teknik lingkungan lah bisa bilang seperti itu yang memang sudah mendapatkan training biasanya seperti itu. Nah, nah pelaksana utama kami sarankan dua orang per lokasi titik kumpul sampel. Nah, jadi kalau tadi Pak Hijrah cerita ee sudah ditetapkan area-areanya ee wilayah-wilayahnya. Nah, biasanya ada 10 atau 20 lokasi itu dijadikan nanti di satu tempat penimbangannya seperti itu. Nah, biasanya kami membuat ada dua orang untuk pelaksana utama yang fungsinya apa? Mengukur dan mencatat. biasanya pengukuran volume berat, volume berat dan lain sebagainya. Terus pengumpulan dan pencatatan data sampling serta penyusunan laporan. Nah, kalau kami sampling memang diusahakan setiap hari atau kegiatan sampling entah 8 hari atau 3 hari ini juga ee diusahakan setiap hari ada pelaporannya sehingga terecord dengan baik. Sedangkan untuk pekerja teknis ini ee ya 5 sampai 8 orang itu untuk 100 sampel. Biasanya ini yang kami lakukan di mana memang tugasnya berkeliling mengumpulkan sampah dari sumber. Lalu dari sumber-sumber ini kan diangkut nih ke titik kumpul. Nah, di titik kumpul itu nanti melakukan pe pemisahan sampel sampah untuk komposisi ataupun nanti mengumpulkan untuk apa? Uji karakteristik. Nah, terus selanjutnya yang manganan sampah setelah diampling. Nah, ini juga dari pekerja teknis. Nah, tapi kembali lagi Bapak Ibu seperti yang ee tadi di awal disampaikan hijrah, semua kegiatan sampling itu kuncinya ada di sini. Nah, kalau kita boleh ambil ininya masalah personil. Nah, waktu sampling itu semuanya pertama tentu ketersediaan biaya atau anggaran. kita tidak bisa memungkiri ketika mengambil data yang baik dan benar itu membutuhkan biaya yang ya cukup besarlah bisa bilang seperti itu. Nah, sehingga kalau untuk daerah-daerah biasanya ya terutama yang menggunakan anggaran yang minimah di bawah 1% biasanya untuk pengelolaan sampah. Nah, ini ee sangat inilah ya. paling mungkin pelaksana utama dengan ketua tim satu gitu. Pekerjanya mungkin juga hanya tiga atau empat orang. Nah, kembali lagi melihat kondisi biaya atau anggarannya. Yang kedua juga tujuan sampling. Nah, tujuan samplingnya apa? Nah, ketika memang hanya untuk data dasar yang hanya berat dan volume biasanya tidak terlalu banyak, enggak masalah. Tetapi kalau yang menyeluruh, nah ini ee personil sampling ini yang kami buat adalah yang menyeluruh di sini. Nah, dan juga luas wilayah sampling. Nah, ini juga ee berpengaruh serta waktunya. Waktunya mau 8 hari atau 3 hari. Ini untuk yang sampling teknisnya. Terus peralatan sampling. Nah, di SNI ini belum disebutkan tapi di SNI 2005 2025 sudah ee peralatan-peralatan yang minimalah dimiliki oleh ee petugas sampling ya ketika melakukaning sampah. Yang jelas pertama tentu kantong plastik trashback kalau bahasa awamnya kalau kita k ini ke kalau kita beli gitu. Nah, terus ada box sampling pilihannya 54 L yang ukurannya kalau menurut SNI 30 * 30 * 60 cm. Nah, yang ada pegangannya juga dan juga ada box sampling 500 L yang ukurannya 1 m * 0,5 * 0,1 m dilengkapi dengan pedangan. Nah, serta timbangan untuk mengukur biasanya ee kalau kami gunakan ini timbangan yang bisa sampai 300 kg tapi bisa di-setting. Nah, timbangan digital yang bisa di-setting bisa kilogram bisa ke dalam gram ya. Minimal kalau di SNI mensyaratkan ketelitiannya 0,01 kg 2 di belakang koma bisa dibilang seperti itu. Terus juga terpal terpal digunakan kalau untuk sumber SRT ataupun SSRT kami biasanya menggunakan terpal ukuran 3 * 5 atau 4 * 6 supaya ketika melakukan penimbangan terus ee nanti komposisi mengukur berat dan volume ini juga ee sampahnya tidak ee mengotori lahan di sekitarnya sehingga setelah dilakukan sampling ya bisa dibersihkan dengan mudah dan perlengkapan alat lainnya seperti cangkul, garu, sekop dan lain sebagainya lah ya. Nah, dan juga ada sepatu put, sarung tangan, masker, hand sanitizer untuk APD. Nah, ini yang sering ee terlupa itu adalah apa? Alat pelindung diri. Karena kita ketahui bahwa sampah yang diambil ini sumbernya memang jelas, tetapi kita tahu Bapak, Ibu apa betul sampah rumah tangga atau tidak. Karena ada kejadian beberapa waktu yang lalu kita sudah sosialisasi untuk sampling sampah ternyata ada di salah satu tempat. Nah, di sana ada sampah infeksius. Tetap ada sampah infeksius yang kami dapatkan. Padahal ee ini sudah kita sampaikan bahwa ke untuk responden kami bahwa tidak boleh memasukkan sampah infeksius ini. Kenapa? Karena itu adalah B3 yang memang ee seharusnya tidak dimasukkan ke situ karena itu bukan itu sumbernya adalah dari fasilitas ee kesehatan sebetulnya. tapi ternyata dicampur. Pernah kita temukan juga seperti itu. Sehingga ee kami sangat sangat mewajibkanlah ya kalau APD ini harus digunakan ketika sampling karena juga masalah keamanan dari petugas samplingnya. Nah, dan jangan lupa juga untuk memudahkan petugas ini biasanya ya memerlukan apa? logbook sampling seragam Bapak, Ibu semuanya dan teman-teman ee untuk pencatatannya entah itu untuk lokasi SRT, SSSRT, terus TPS, TPA, bank sampah, TPS 3R ataupun sedekah sampah itu ada logbook-nya semuanya yang biasanya kita buat seragam untuk setiaasi. Nah, supaya apa? supaya siapapun yang menjadi petugas sampling itu mudah memahaminya dan bisa mengisinya dengan mudah. Dan juga ee ada perlengkapan tambahan biasanya kamera atau handphone yang memang ee bisa untuk ee menentukan koordinat ee seperti yang ditunjukkan Pak Hijrah tadi ee lokasi sampling biar mudah dipetakan sehingga apa? supaya ketahuan mau Bapak Ibu hari ini sampling di koordinat A berarti ketika ini musim kemarau ketika musim hujan Bapak juga akan bisa men-tracing. Oh ternyata ee di musim kemarau kemarin di titik A. Berarti di musim hujan juga harus di titik A kalau ingin melihat ee seperti apa perbedaan antara dua musim tadi, musim kemarau dan musim hujan. Nah, sehingga ee biasanya memang ee ada kita berikan petunjuk untuk petugas sampling ini bagaimana cara mendokumentasi dan lain sebagainya. Nah, nah ini contohnya yang kami lakukan nih di daerah Jawa Tengah, di daerah Kabupaten Tegal. Sehingga petugasnya setiap mereka mengambil sampah itu selalu kami minta foto Bapak Ibu. Tapi ada di sini koordinat. Nah, sehingga apa? Tim kami ketika ee mendapatkan foto ini dia langsung mengekstrak ke ee Argis atau Kigis biasanya sehingga apa terlihat ee perkembangannya. Oh, daerah mana saja yang sudah dilakukan sampling. Nah, ini contohnya ini yang SSS RT. Nah, bahwa di titik mana mengambilnya. Nah, ini jalan contohnya, terus ini ada toko. Nah, sehingga ini mempermudah juga ee kami yang melakukan analisa dan juga bisa mempermudah entah itu DLH ataupun dinas lainnya nanti ketika melakukan sampling lagi. Jadi, titiknya akan sama gitu. Nah, selanjutnya apa Bapak Ibu? Setelah ada personel dan lain sebagainya, tentu disamakan persepsi tentang komposisi sampah yang ingin diambil. Ini juga perlu kesepakatan. Nah, kalau di SNI sudah ada 13, tetapi SNI berbunyi apa? Ini tidak sak klek. Nah, tidak saklap tergantung kebutuhan dari Bapak Ibu penggunaannya untuk apa. Nah, kami juga saya berdasarkan request kebutuhan dari ee yang menghire kami ada yang butuhnya hanya empat ya empat. Kalau butuh 9 9 dari komposisinya kalau butuh 13 ya 13. Bahkan pernah kita melakukan sampai 40 Bapak Ibu, 40 jenis yang dipisahkan di mana ya kalau di kita lihat ada sampah makanan, sampah taman, sampah kayu. Nah, di sini yang nomor empat itu kertas, karton, karton, dan kardus. Nah, kami juga pernah memisahkan kertas sendiri, karton sendiri, kardus tersendiri sehi
Resume
Categories