PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN TEKNIK TERINCI PEMBANGUNAN SPALDT 1
EAXFsVcNTQs • 2025-04-26
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
moderator yang akan memandu acara ini
dari jam 09.00 hingga jam .00 sore
nanti. Acara training online ini
nantinya akan diselenggarakan dua sesi,
yaitu sesi pertama dari pukul 09.00
hingga 11.30 dan sesi kedua pukul 13.00
hingga 15 waktu Indonesia
Barat. Acara training online kita hari
ini mengusung topik penyusunan dokumen
perencanaan teknik terinci pembangunan
sistem pengolahan air limbah domestik
terpusat yang akan disampaikan oleh
pemateri kita hari ini yaitu Bapak L.
Wasketa ST. Baik, selanjutnya Bapak Ibu
hadirin yang terhormat izinkan saya
mengucapkan selamat datang dan
memberikan salam hormat saya kepada
pemateri kita hari ini yaitu Bapak Lisan
Waskita, ST dan juga kepada Bapak Dr.
Ir. Hijrah Puramaputra, ST. MM selaku
founder dari Gutik Darul Ulang Projek BI
Indonesia sekaligus sekretaris jurusan
Teknik Lingkungan Universitas Islam
Indonesia. Dan juga tidak lupa kepada
Bapak Ibu peserta training online pada
hari ini yang berbahagia.
Sebelum masuk ke materi training online
kita, saya mohon izin mengingatkan Bapak
Ibu sekalian untuk dapat mengisi daftar
hadir atau presensi di link yang telah
admin kami kirimkan di kolom chat.
Kemudian dengan hormat saya meminta
kesediaan Bapak Ibu untuk menaktifkan
mikrofon selama kegiatan berlangsung
supaya kita dapat menikmati materi yang
disampaikan dengan baik.
Baik, selanjutnya sebelum kita masuk ke
acara inti kita yaitu penyampaian materi
akan ada sambutan dari Bapak Dr. Ir.
Hijrah Purnama Putra STM selaku founder
dari butik Darul Ulang Project Indonesia
sekaligus sekretaris jurusan teknik
lingkungan Universitas Celak Indonesia.
Baik, waktu dan tempat kami persilakan.
Baik, terima kasih Mbak Sabrina.
Mudah-mudahan suara saya sudah terdengar
dengan jelas ya. Oke.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Bismillah
walhamdulillah wasalatu wasalamu ala
rasulillah. Maaf yang ee terhormat Bapak
Ibu pada pagi hari ini. Selamat pagi,
salam sejahtera untuk kita semuanya.
Alhamdulillah puji
syukur kita dapat bertemu kembali
setelah kita libur Ramadan kemudian Idul
Fitri dan ini menjadi event pertama
setelah libur tersebut gitu di training
online. Tapi temanya bagi teman-teman
mengusulkan ee tidak berhubungan dengan
semasanya tapi berhubungan dengan air
limbang. Nah, sebenarnya kegiatan ini
adalah rangkaian kegiatan yang sudah
kita mulai juga beberapa waktu yang
lalu. Kita sudah bicara tentang ee
rencana induk, kemudian bicara juga
tentang FS. Kali ini bicara tentang
bagaimana sih penyusunan terkait dengan
dokumening yang biasanya kita kadang
kenal dengan nama eh detail engineering
design gitu ya atau DED. Tapi kalau di
Indonesiakan menurut Kementerian PU
adalah perencanaan teknik ee terinci
untuk
pembangunanin berbagai macam
infrastruktur air limbang. Nah, ee dalam
training online ini dikemas ee seperti
biasanya juga tiga tema. Ee kali ini
berbicara tentang Spal DT ya. Insyaallah
nanti 2 minggu lagi akan bicara tentang
IPLT dan 2 minggu kemudian lagi akan
bicara tentang jaringan perpipaan gitu
yang semuanya ee kegiatan-kegiatan ini
adalah kegiatan real yang dilakukan ee
baik pemerintah daerah maupun pemerintah
pusat gitu. Jadi kita ikut hadir
berkontribusi untuk menghadirkan ee
konsep-konsep ya pemahamanpemahaman agar
perencanaan yang dilakukan dapat lebih
baik atau bahkan beberapa peserta yang
mungkin hadir pada kesempatan hari ini
adalah me-refresh ya materi yang sudah
biasa dikerjakan tapi ingin mendengarkan
juga dari persepsi dari ahlinya gitu ya.
Ee terima kasih Pak Lisan. ya atas
waktunya ee berkenan hadir berbagi
bersama walaupun ee kegiatannya
diinisiasi oleh Butik Taurang Project B
Indonesia, tapi juga kita menggait
jurusan Teknik Lingkungan Universitas
Islam Indonesia yang juga hadir ada
mahasiswa, ada konsultan, ada praktisi
begitu ya, ada akademisi juga yang ingin
ikut belajar bersama. dari ee panitia
menyampaikan ee kurang lebih ada 250
peserta yang sudah mendaftar ini tapi
ini masih 100 gitu ya. Tapi biasanya
memang di angka 30 sampai 40% gitu ya.
Jadi kalau sudah 100 ini ya sudah
lumayan ee yang hadir yang biasanya
selebihnya mengikuti via siaran di
YouTube gitu ya. Nah, Bapak Ibu ee
tentunya selamat menikmati.
Mudah-mudahan materinya bisa komplit
dari segi waktu ee sesi satunya ada agak
panjang sampai nanti
11.30. Tapi mungkin Bapak Ibu yang di
Indonesia Timur nanti akan kepotong
dengan waktu salat zuhur tapi silakan
untuk disesuaikan. Mudah-mudahan dua
sesi ini bisa berjalan dengan baik.
Terima kasih, Pak Lisan. Terima kasih
Bapak Ibu yang hadir yang senantiasa
membersamai kegiatan-kegiatan yang
dilakukan oleh butik Lauren Project B
Indonesia maupun dari jurusan Teknik
Lingkungan Universitas Islam Indonesia.
Teman-teman panitia, Mbak Sabrina dan
tim yang sudah luar biasa, ada Air, ada
Ibno, ada Pak Yebi yang juga terus
mendukung dan teman-teman yang
men-support kegiatan ini sehingga
kegiatan ini bisa berlangsung dengan
cikgu. Dengan mengucapkan
bismillahirrahmanirrahim, mudah-mudahan
kegiatan training online penyusunan
dokumen perencanaan teknik terinci
pembangunan Spal DT pada Sabtu, 26 April
2025 dapat berjalan dengan lancar dan
membawa manfaat bagi kita semuanya.
Mohon maaf jika ada kekurangan dalam
pelaksanaan kegiatan pada kesempatan
hari ini dan ee enjoy kepada Bapak Ibu
dalam mengikuti kegiatan. Sekian dari
saya. Wabillahi taufik wal hiidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih kepada Bapak Ira yang telah
memberikan sambutannya dan sekaligus
membuka acara pada pagi hari ini. Bapak,
Ibu sekalian, kami dari panitia juga
melakukan live streaming melalui YouTube
channel kami di Project B Indonesia.
Jadi jika semisal selama acara training
online berlangsung ada Bapak Ibu yang
terkendala dalam Zoom tidak perlu
khawatir karena Bapak Ibu juga tetap
dapat mengikuti training online ini
melalui YouTube channel kami di Project
B Indonesia. Selanjutnya seperti biasa
Bapak Ibu sekalian hari ini kami juga
menyiapkan berbagai macam doorprice
spesial untuk Bapak Ibu yang beruntung.
Door price ini diberikan berdasarkan
tiga pertanyaan terbaik dan dua story
Instagram Tunik selama training online
ini berlangsung. Untuk pemenang tiga
pertanyaan terbaik akan kami umumkan di
akhir acara sesi dua nanti. Sedangkan
untuk pemenang dua story Instagram
terunik akan kami hubungi langsung
melalui DL Instagram. Jadi jika Bapak
Ibu ingin bertanya selama training
online ini berlangsung dapat memberikan
pertanyaan terbaiknya melalui kolom chat
dengan format nama kemudian pertanyaan
yang ingin ditanyakan dan nanti akan
kami pilih tiga penanya terbaik untuk
memenangkan doorpal dari kami. Lalu
untuk story Instagram Bapak Ibu juga
dapat membuat story Instagram semenarik
mungkin dan jangan lupa tag Instagram
kami di @projectBI.
Baik, tanpa berlama-lama lagi kita akan
langsung lanjut ke acara inti kita yaitu
penyampaian materi. Namun sebelum itu,
mari kita lihat terlebih dahulu CV dari
pemateri kita berikut ini. ya
[Musik]
Baik, demikian tadi sekilas mengenai
pemateri kita pada hari ini. Selanjutnya
mungkin untuk efisiensi waktu jika Bapak
Liisa kita sudah siap, kita mungkin bisa
langsung saja untuk penyampaian
materinya. Untuk waktunya kurang lebih
sampai pukul 11.00 ya, Pak. Kepada Bapak
danas kita waktu dan tempat kami
persilakan.
Oke, terima kasih. Jelas ya terdengar.
Baik, Pak.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat
pagi-bapak dan
Ibu-ibu. Ee Allahumma shalli ala
Muhammad wa ala ali sayidina Muhammad.
Salam kepada dosen-dosen, tenaga
pendidik yang sudah mengajarkan ilmunya
kepada kami
semua. Salam kepada teman-teman juga
yang sudah mengundang dari batik Daur
Ulang Project Indonesia. sangar benar
namanya ini. Ee terima kasih sudah
diberikan kesempatan untuk berbagi
sedikit
ilmu. Kalau lihat CV-nya saya cuma
kuliah S1 aja gitu. Jadi belum sempat
kuliah lagi. Tapi kuliahnya ya di
pekerjaan aja lah gitu.
terutama masalah air limbah seperti
itu. Ee salam hormat juga kepada
peserta-peserta yang
sudah rauh ke ruangan Zoom ini.
Bapak-bapak, Ibu-ibu, teman-teman.
Mungkin ada teman yang iseng kayak apa
sih sekarang tuanya, temannya gitu kan.
ada aja seperti itu. Mahasiswa seperti
itu mungkin ada yang dari ASN sesama
konsultan seperti itu. Oke, saya
perkenalkan nama saya Lisan. Panggil aja
Lisan. Lisan itu kepanjangan dari nama
orang tua dan nama ee ibu saya juga,
Bapak dan Ibu. Bukan lisannya bahasa
Arab seperti itu. Tapi ya bisa aja
seperti
itulah. Ee selamat pagi teman-teman
semua. Nah, mudah-mudahan yang saya
sampaikan ini sedikit banyak ada
manfaatnya. Kalau saya salah ya mohon
ditambahkan. Kalau saya ee kalau ada
informasi baru ya mungkin bisa jadi ee
pengetahuan buat teman-teman buat
diterapkan di bidang pengolahan limbah
ini. Karena ini saya juga terjun ke
pengolahan limbah ini
juga sebenarnya bukan cita-cita. Dulu
pernah daftar di UII dan lulus gitu loh.
Pernah itu sudah lulus ya. Terus habis
itu rawuh ke orang tua, "Pak, lulus Pak,
di UII gitu. Berapa pendaftarannya?"
Pendaftarannya, Nak, segini gitu. Enggak
dilihat lagi sama Bapak saya terus gitu.
Alhamdulillah di ITS-nya keterima. Ini
enak bayarnya cuma 350 per semester gitu
kan. Iya. di UI dulu kalau enggak salah
R juta per ee masuknya ya uang
pendaftarannya terus ada segala macam
gitu loh. Tapi sesuatu ee alhamdulillah
kampus yang bagus idola saya juga jadi
pengajar di
sana Pak Mahfud MD dan Pak e dan Gus
Baha gitu kan. Alhamdulillah bisa
berperan di sini juga sedikit intermezo
gini kan karena waktunya panjang biar
enggak bosan gitu kan langsung ke
teknis. Salam buat teman-teman di sana.
Pak dosen kalau rawuh ada Pak Andi
Profor Eko dan Pak Joni Ardila. Kalau
rawuh ee saya izin mampir ke rumahnya
seperti itu. Oke saya lanjut ke
materinya masalah pertan ini. Jadi
ee teknik lingkungan terutama yang
limbah ya. ini kalau di Indonesia ini
bisa
dibilang jarang jarang banget gitu. Jadi
kalau di perencanaan air limbah seperti
yang
kita ee bahas sekarang ini nantinya
teman-teman kalau join di sana yang ahli
untuk masalah limbah itu ee bisa
dibilang apalagi kalau Anda senior gitu
ya. ketemu sesama senior itu jarang
adanya yang tanya informasi bukan untuk
bukan untuk melawan, bukan untuk ee
beradu argumen gitu
ya. Ee
kemudian ee karena perencanaan ini juga
multi
multidisiplin artinya
selain ee teknik yang ahli sanitasi atau
teknik lingkungan itu biasanya jadi
leader atau koleadernya.
Kemudian di bawahnya itu ada teknik
sipil,
ada untuk struktural strukturalnya
menganalisa kekuatan struktur. Kemudian
ada surveyor juga di bawahnya sipil.
Kemudian nantinya setelah itu yang kerja
ahli ME-nya gitu kan untuk me apa
menspesifikasi ee mekanikal dan
elektrikalnya.
ahli perencanaan arsitek juga karena
sekarang lagi
ramai untuk perencanaan air limbah. Dulu
kan kalau kita lihat ke pengolahan air
limbah itu
ee pandangannya itu tempat yang kotor,
bau, jorok dan itu kalau enggak ada
sesuatu yang penting atau gak ada
duitnya gak usah mampir ke sana gitu.
ngapain juga gitu loh. Tapi paradigma
itu sekarang sudah mulai dihapuskan
karena fungsinya juga krusial gitu loh.
Kalau enggak ada pengolahan limbah ini
bagaimana dengan kelestarian sungai,
badan air
dan ee hewan binatang yang ada di sana
gitu loh. Jadi nantinya yang setelah itu
berhasil yang terasa itu juga penghuni
manusia. bukan hanya penghuninya
sekitarnya badan air tersebut karena
bisa digunakan kembali, tapi juga hewan
ikan, hewan laut, hewan sungai yang
sudah jenengan lestarikan itu insyaallah
bisa berpikirlah gitu untuk untuk yang
sudah mendesain dan berperan dalam
membersihkan lingkungan ini. Jadi
seperti itu. Jadi etnik lingkungan. Jadi
kalau kita lihat di ee dunia sekarang
ada AI sekarang kan 10 15 tahun lagi
profesi apa yang ee apa tetap dipakai
gitu dan di tetap di ininkan gitu ya di
ke depan.
Nah, posisi 1 sampai 8 itu mungkin masih
yang berkaitan dengan IT, cyber
security, AI-nya, otomatisasi segala
macam antara seperti itu. Nah, teknik
lingkungan ini yang itu setara sama
sipil, arsitek segala macam itu nomor 8
atau 9 10 besarlah gitu. teknik
lingkungan itu ternyata seperti itu.
Dulu saya masuk teknik lingkungan juga
ee dibilangin kok ini kok kuliah
bicaranya
tentang taik-taik aja gitu, maaf ya gitu
kan. Ini fes segala macam diolah gitu
kan. Ini kuliah kok lama-lama jorok
habis itu terbiasa kan seperti itu
intinya.
Oke, sedikit intermeso dari saya.
Mudah-mudahan bisa meredakan saya yang
tegang. Soalnya ada 100 orang di sini
gitu. Nanti saya dihakimi orang 100 dan
repot juga. Oke, saya share saya share
ee
screen-nya masuk ke
materi.
Ee izin share ya.
kelihatan ya, Mbak Sabrina, Mas
Hijrah, teman-teman sekalian semua.
Oke.
Ee kali
ini insyaallah saya
akan apa
mengajukan materi penyusunan dokumen
perencanaan teknik rinci pembangunan
spalt. Biasanya saya kalau disuruh
kuliah seperti ini per materi gitu kan
desainnya kah, pemilihannya kah untuk
limbah industri atau limbah domestik ini
semuanya dipaksa sama Mbak Hijrah sama
Mas eh Mbak Mas Hijrah sama Mbak Sabrina
ini. Ini semua harusnya ada orang teknik
sipil dan PKME yang mendampingi saya
untuk menyampaikan ini semua.
Ee tapi okelah saya saya akan
menyampaikan permukaannya saja dalam
hari ini. Maksudnya untuk yang saya
tidak menguasai akan saya bilang
nantinya. Tapi kalau yang mungkin saya
kerjakan langsung itu akan mungkin akan
saya sampaikan dengan agak detail
seperti
itu. Spal sistem dana pengumpulan air
limbah domestik terpusat. seperti
itu materinya ini materinya di saya
diberikan oleh Hijrah. Kebetulan
materinya ini sama dengan Juknis dari
PUPR yang untuk perencanaan DT. Jadi
cukup rinci konsep dan prinsip
pengolahan air limbah domestik, gambaran
umumnya, tahapan aktivitas
perencanaannya. Jadi ngapain di
perencanaan itu?
Kemudian ada identifikasi dan analisa
data perencanaan, analisa timbulan air
limbah, opsi teknologi, perencanaan
struktur bangunan dan geoteknik. Nah,
ini mungkin untuk perencanaan nomor 7uh
ini saya banyakan contoh aja yang nanti
saya sampaikan. Mungkin teman-teman yang
sipil, arsitek yang banyak bisa nanti
ini RAB-nya ini juga ahli ekonomi. Nah,
itu ada ahli ekonomi juga untuk
penyusunan perencanaan dan diwajibkan
memang ada produk perencanaan, laporan
dan gambar teknik. ahli ee apa
drafternya mungkin untuk gambar
tekniknya, penyusunan SOP-nya, Spal DT
dan contoh aplikasi perencanaan teknik
terinci SPAL DT. Nah, contoh aplikasi
ini yang apa aplikasinya apakah di
perencanaannya apa jadinya seperti apa
nanti. Nah, ini bisa di kita diskusikan.
Nah,
eh untuk perencanaan SPAL DT sampai ke
hasil itu sudah ada undang-undangnya
juga yang mengatur dari awal dari
perundang-undangan sampai perutan
pemerintah dan perutan menteri. Di
antaranya seperti ini. Undang-undang
yang sedemikian ada tiga itu tentang
pengairan, bangunan gedung dan
perlindungan dan pengelolaan lingkungan
hidup.
Kemudian PP-nya
ada spamnya, ada tentang bangunan
gedung, standar-standarnya sekarang
segala macam. Dan ternyata banyak ini
kalau dituruti semua. Kemudian tentang
AMDALnya dan biasanya kalau sudah tahap
perencanaan itu AMDALnya biasanya
barengan nantinya karena nantinya di
AMDAL itu perencana diwajibkan
untuk membuat praktiknya ya, praktek air
limbahnya gitu. Jadi sebelum perencanaan
selesai, AMDALnya sudah selesai.
Sehingga pada waktu pembangunan entah
berapa tahun kemudian itu AMDALnya sudah
ada, perencanaannya sudah ada dan sudah
sudah
dibangun. Kemudian di pohoknya ada
peraturan menteri juga ada
MenLH tentang baku mutu air limbah
domestik. Kemudian ee Permen PU tentang
penyelenggaraan sistem pengolahan air
limbah domestik. ini yang di dalamnya
ada juktinya semua contoh-contoh
bangunannya juga sudah ada isinya juga
cuma nyontoh bukunya Medcalf itu
dirangkum gitu kan sebagainya cuknislis
itu tapi yo enggak ee tapi yo ee ya
enggak harus nuntut itu juga kalau kita
punya risining sendiri gitu loh. Jadi
macam-macam diskusinya banyak di sana
nanti sama teman-teman di PUPR bidang
sanitasi seperti itu. Nah, beberapa
daerah di bawahnya itu ada pergup ee
peraturan untuk tentang baku mutu. Nah,
itu harusnya yang di kalau di daerah
tersebut ada nah itu bisa dipakai juga
seperti itu. Seperti Jawa Timur itu
lengkap dari domestik sampai industrinya
peraturannya itu juga bisa dipakai
nantinya.
Ee untuk PP-nya sendiri pekerjaan umum
ee di nomor 4 tahun 2017 tentang
penyelenggaan sistem SP SPnya SP
domestik. Pencana perencanaan SP itu ada
tiga kegiatan intinya. Yang pertama
rencana
induknya
ada yang ini ee apa? Perencanaan induk
di kota, lintas kota, beberapa kota
seperti itu, provinsi maupun untuk yang
kepentingan strategis.
Nah, yang terakhir ini yang strategis
ini saya terlibat yang di Mataram
seperti itu. Kalau yang ee ada di yang
di provinsi itu yang di Jogja kebetulan
Jogja itu ada tiga. Kebetulan dibangun
semua yang di Jogja itu macam-macam. Ee
jenisnya juga banyak di sana apa dan
berfungsi baik sampai sekarang.
Insyaallah berfungsi baik. Yang saya
lihat terakhir ee tahun awal tahun
kemarin masih berfungsi semua dan
berfungsi bagus yang di Jogja.
Kemudian secara rencana induk ada studi
kelayakannya untuk apa? FS-nya untuk
penduduk lebih dari
100.000. Ada justifikasi sendiri untuk
teknis dan biaya ee perencanaan awal ini
seperti itu ya, bukan FS untuk penduduk
di lebih kecil dari 100.000 jiwa.
Dan setelah itu ada setelah MS baru ada
perencanaan DED-nya yang kita bahas
sekarang
ini. Oke, itu dari peraturan PP dan ee
keterlibatan rencana induk dan FS-nya.
Sekarang kita ke perencananya sendiri.
Pertamanya konsep dan prinsip pengolahan
air limbah domestik.
Ini prinsip awal mungkin teman-teman
sudah banyak tahu juga kalau air limbah
itu ada yang dari industri dan ada yang
dari
domestik. Kalau dari
industri produk air limbah yang dari
kegiatan industri manufaktur atau pabrik
seperti itu. Itu biasanya di komplek
pabrik atau pabrik tersendiri pun bisa
juga bisa.
di Jawa Tengah yang saya terlibat yang
di Batang yang baru yang yang baru itu
perencanaannya juga kebetulan saya
terlibat untuk yang industri di sana
nanti foto-fotonya saya perlihatkanlah
di akhir ee di sana seperti itu khusus
limbah industri tapi di limbah industri
tersebut di komplek industri tersebut
kalau ada mes, kalau
ada ee apartemen pun ya bisa masuk ke
sana karena performancenya limbah apa
people lindus industri kan lebih besar.
Jadi kalau limbah domestik juga ikut
masuk ke industri gak masalah tapi juga
harus dihitung di awal seperti
itu. Ee baku mutu air limbah industri
pun juga tersendiri peraturannya ee
Permen LH nomor 5
2014 dan macam-macam jenis industrinya
sendiri-sendiri. Makanya kalau industri
sendiriendiri itu IPALnya beda. Kalau
campuran pun itu juga beda juga
perhitungannya seperti itu. Apalagi di
kawasan industri yang proyeksinya juga
ee belum jelas ya. Kalau kita kalau ke
kawasan industri itu biasanya kalau di
Surabaya kan share yang baru di Jawa
Tengah Batang itu. Nah, itu kalau kita
bangun di awal kita belum tahu ini
industrinya apa aja yang di komplek
tersebut nantinya ya. beberapa sudah ada
perkiraan yang besar-besar mungkin sudah
sudah ada perkiraannya apa yang ada di
sana seperti itu dan itu bisa
diperkirakan di awal tapi nantinya
proyeksi 10 15 tahun ke depan siapa yang
di sana suat ee nah itu tadi tergantung
kebijakannya industri apa saja yang akan
di industri tersebut di kawasan tersebut
dan nantinya ee tergantung juga
kebijakan pemerintah tentang apa saja
yang nanti percepatan pengisian air
limbah di industri tersebut. Banyak
faktornya kalau di
industri. Kemudian air limbah domestik.
Ini yang kita bahas sekarang air limbah
domestik air intinya air dari kegiatan
manusia. Mungkin beberapa pemateri yang
sudah pernah ngobrol di sini ee sudah
menjelaskan secara detail tentang air
limpah domestik ini dari pemukiman,
rumah, makan, perkantoran, perniagaan,
apartemen, dan asrama. Intinya semuanya
kegiatan manusia. Mandi, cuci kakus,
makan juga ee dari sana seperti
itu. Dibagi lagi ada black water dari
domestik dan apa? limba-lumb dari
kloset, bidat dan
urinoar, air limbah ee grey water, air
limbah dari dapur, wastaffel dan forir
kamar mandi. Nah, dua ini kalau di Spal
Dedi kalau tercampur semua di akhir itu
gak masalah tapi kalau di rumah dua ini
kecampur baunya jadinya bukan main
seperti itu akibatnya mungkin sama-sama
tahu. Jadi harus kalau di perumahan
sendiri itu harus dipisah. Tapi kalau di
Spal DT ini dicampur tidak masalah
seperti
itu. Untuk baku mutu limbah domestik
sendiri ee Permen LH nomor 68 2016
terbang mutu limbah domestik lain lagi.
Begitu. Ini nanti yang akan kita olah
spal
dt di Spal DT untuk air limbah domestik.
Jadi nanti ada dari
nonkomersial, perumahan, pemukiman gitu
kan. Nantinya kalau yang yang non yang
komersial dari rumah makan, perkantoran,
perniagaan karena sebagian besar spal DT
intinya ee yang dari yang komersial dan
nonkomersial ini biasanya sih awal-awal
yang komersial dulu yang dipasang biar
bisa bayar iuran. Nah, setelah itu
diperluas area wilayahnya untuk sampai
ee ke pemukiman yang lebih luas seperti
itu. Ee pengolahan air limbah sendiri
intinya mengolah dari yang mudah
dulu, kemudian yang tersulit. Nah, kalau
di limpah SD itu
yang mudah dulu dari pemukiman apa ee
air limbahnya pengolahan fisik dulu di
sana ada pratment
facility. Kemudian selanjutnya ada
mungkin contohnya penyaringan seperti
itu, GR chamber, ekualisasi. Kemudian
pengolahan biologisnya
ada eh apa dagerasi, MBPR segala macam.
Kemudian mungkin ada ditambah lagi
selanjutnya ada pengolahan fisik lagi
bisa di filter atau membran seperti itu.
Kemudian ada pengolahan kimia itu kalau
di domestik
ditambahkan
ee klorin
atau sekarang ramainya sudah pakai UV,
sudah pakai ozon seperti itu
macam-macam. intinya seperti ini.
Mengolah yang mengolah fisik dulu,
biologis, kemudian
baru after treatment-nya itu bisa
macam-macam, bisa pengolahan fisik juga
bisa ditambahkan chemikal, bisa
ditambahkan unit-unit lain yang
sekiranya bisa ee memperbaiki kualitas
evaluen dari limbah dari pengolahan spal
titik ini. Selain itu juga ada
pengolahan lumpurnya. Jadi pengolahan
lumpur ini efek samping dari pengolahan
limbah adalah timbulan lumpur. Jadi
limbah itu kalau sudah dibersihkan
kotorannya itu ke mana ya ke lumpur ini
seperti itu. Dan itu ee kalau domestik
ee tidak termasuk B3 ya. Jadi bisa untuk
peningkatan lahan mungkin kalau di
perkotaan itu bisa untuk di taman
walaupun kualitasnya memang tidak
setinggi ee pupuk kandang ya. Kalau
dibandingkan pupuk kandang ini lebih
rendah kualitasnya. Tapi bisa
menyuburkanlah kalau kita sebar di taman
gitu bisa tumbuh dengan suburnya ya
dalam kalau tumbuh dengan lumpur
domestik
ini evluen airnya yang sudah bersih ee
nah ini langsung dibuang ke badan air
seperti
itu pun kalau untuk pengolahan air
limbah domestik ini sebenarnya bisa
sinergi dengan tempat sampah terpadu
untuk skala perkotaan. ya. Jadinya ee
air kalau ada air limbah bisa diolah di
Ibal. Hasilnya bisa untuk air daur ulang
digunakan kembali sebagai
tamanah
sebagai jiram-jiram taman. Kemudian
untuk kolam
ikan itu masih layak. Tapi untuk
konsumsi kembali. Nah, asal di Indonesia
ini asal enggak diketahui. Kalau asalnya
sudah
bagus, pokoknya jangan di jangan
dibilangin sumbernya dari mana. Itu saya
kira aman-aman aja kalau pengolahannya
memang bagus. Tentu saja kalau untuk
dikonsumsi kembali itu contohnya di
Singapura. Kalau di Singapura itu pengen
air limbah dicampur dulu ke drainase.
Dryasenya dicampur dulu ke danau. Di
danau itu bercampur an air hujan,
kemudian air ee siu drainasenya,
kemudian yang sudah bercampur air
limbah. Jadi air limbahnya juga sebagian
kecil. Nah, itu ditarik lagi ke
pengolahan air minum. Nah, itu bisa jadi
air minum. Sebenarnya di Indonesia ini
juga sudah dipraktikkan. Jadi air
misalnya kalau di di
Surabaya kali Surabaya sebagai sumber
air minum kota Surabaya itu sebenarnya
kan tempat buangannya air limbah
industri, tempat buangannya air limbah
domestik yang enggak diolah, tempat
buangannya air limbah spaldit yang sudah
diolah, yang sudah bersih pun ya dibuang
di sana. Intinya juga se prinsipnya sama
aja. Begitupun yang untuk pengolahan
sampah
ee daur ulangnya juga bisa digunakan
kembali. Kemudian untuk lumpurnya bisa
diolah di di TPS. Jadi bahan urukan
energinya mungkin yang untuk sampah
sekarang ramainya untuk jadi sumber
energi juga seperti itu bisa digunakan
sebagian untuk IPALnya.
Jadi integrasinya mungkin kalau sudah
dirancang dengan sangat bagus itu bisa
bisa indah gitu sarana sanitasi ini di
perkotaan seperti itu. Makanya kita
bahas ini spal dt kalau spal dt ya seara
perkotaan
itu. Nah kemudian yang kedua tadi
gambaran umumnya kemudian sistem
pengelolaan limbah domestik berpusat.
Spal DT itu seperti apa sih intinya?
ALDT adalah ada
limbah kegiatan pengolahan air limbah
domestik dalam satu kesatuan dengan
prasarana dan sarana pengolaan air
limbah domestik. ada spal dt
setempat yang langsung di sumber seperti
septic tank yang di yang di rumah kita
atau skala RT RW pengolahannya seperti
itu. Nah, itu diakut dengan sarana
pengolah apa pengangkutan lumpurnya
dibuang ke lumpur tinja. Ini Spal DS.
Kalau SPT terpusat e dari pelayanan
diadirkan lewat perpipaan servis ke
pengumpulan
perpipaan primernya kemudian dipukulan
terpusat ada pengalirannya sendiri
seperti ini. Nah, jadi Spald DT ini
sekarang kita bahas
SpitTus skala perkotaan seperti
itu. Kemudian ada subsistemnya juga
subsistem pelayanan, subsistem
pengumpulan dan subsistem pengolahan
terpusat. Pelayanan itu apa? Ada daerah
pelayanannya jaringan perpipaan kawasan
paran hingga sampai ke koneksi di ee
perumahan atau di parsel di sini.
Seluruh air limbah domestik masuk ke
jaringan
perbipaan. Nantinya di rumah cuma ada
anda pertimbangan sendiri kalau di Bali
itu ada gristretnya.
Ada juga perencanaan kemudian yang
langsung cuma ada bak ee bak kontrol tok
seperti itu bukan grisp itu sebenarnya
gak masalah di sana asal
ee bisa diatur semua secara teknis ya
gak masalah. Jadi semua air limbah itu
masuk ke jalur jaringan
perpipaan sistem pelayanannya. Kemudian
ada pengumpulannya perpipaannya sendiri
pipa servis sampai
pipa pipa primernya titik taping parsel
pipa lateral sampai ke jaringan pipa
induk ada sistem IPAL D-nya IPAL
domestiknya fisik kimia maupun biologis
kemudian ada hasilnya evaluennya ke
badan air seperti yang kita sebutkan di
atas kemudian ada lumpur hasil olahan
bisa diolah di TPST yang terintegrasi
dengan pola sampah. Nah, ini sudah mulai
ramai antara IPAL dan
TPST-nya itu ee bersebelahan. Jadi, bisa
energinya bisa digunakan IPAL, by
produknya IPAL bisa diolah di
TPSD.
Oke, ini poin 8 yang contoh penerapan.
Jadinya nanti seperti ini. Jadi saya
saya pamer jadinya aja meskipun saya
tidak terlibat dalam pembangunannya ya
dalam perencanaannya aja terlibat
seperti itu. Ini yang di Jogja khusus
saya ee
tampilkan apa namanya yang terbangun
yang di Jogja. Kebetulan yang di Jogja
ini ada tiga
IPAL yang terbangun. Jadi, Ipal DT
Bangang Lipuro 1500 m³b per hari ini.
Dan tiga-tiganya ini beda-beda
bangunannya.
pengolahannya maksudnya pengolahan
jbangunnya otomatis
terbeda ini ada ee green chamber
ekalisasi
aerasifier kolam-kolam koordinasi sampai
SDB-nya ada bangunan pembantunya ada
rumah blower rumah gadget kantor gedung
serba gun dan pos
jagat ini awalnya ekualisasi dari gereja
eh ee alat ukur debitnya di sini dan
gereja
Jammernya ini, Pak. Ekualisasinya
dalamnya kira-kira 15 m, tapi kedalaman
airnya cuma dua ee antara 3 3, 3 m lah.
Di
sini ini
kolam
air, lagun airasi. Maaf kok orang aerasi
lagun aerasi yang di bangunan
ini seperti
ini. Ee dan sekarang sudah berfungsi
dengan normal. Ini gre
chamber-nya. Yang kedua yang diberbah
Sleman 1500 m³ per hari
juga
sekarang kelurahan. Jadi ini yang tadi
yang pertama purau itu ee
semi semi bukan semi
semi semi
otomatis. Hanya sebagian kecil aja yang
menggunakan listrik. Cuma blower tok
sama
pompa memang. Tapi kalau tipenya lagu
kalau yang ini sistemnya sedikit pasif
minimal sekali listriknya.
Di sini ada ini tamannya itu hasil
pengolahannya di sebelah kanan
itu kolom
ekualisasinya tetap pakai
Pakisasi ini ada ABR
tertutup ada lagun juga di
sini ditambahin wetland ini wine-nya
seperti
itu. Jadi minim banget di sini
listriknya cuma yang di blow dua dua dua
unit blower saja sama pemompaan
kecil-kecil seperti
itu. Semua pengolahan secara pasif
dengan ABR mungkin semi otomatis di
dilakun aerasi dan ini juga pasif sistem
juga pengolahannya sistem yang saya
maksud pasif itu artinya tidak
melibatkan power dari luar ya tidak
tidak melibatkan listrik. Jadi ini ee
pakai ABR dan wetland-nya ini kalau
sudah
subur ya seperti ini nih. Tapi ini pakai
tambak tumbuhan
kan 3 bulan sekali itu harus dipotong
dihabiskan seperti itu. Nah, kalau baru
tumbuh itu ya sebelah kanan itu kalau
sudah panen pas indah-indahnya ya
seperti ini tumbuhnya tumbuhnya
bareng. Setelah tadi
dari wetland tetap harus diklordinasi.
juga sebelum ke sungai itu buangnya ke
sungai dan ini kolam kontrolnya isinya
ikan
bioindikator ini yang paling canggih
kalau tadi ada semi
canggih ee terus kemudian pasif sistem
ini spal dtok sleman di Jogja juga 1000
m³ per
hari ini full aerasi full
full aerasi
Ini bangunan pengwalahannya
utama inlet-nya ada bar screen,
kemudian ini grid chamber seperti itu
kalau kalau dilihat kan banyak
peralatan ME-nya di
sini
aerasinya rarifier seperti
itu. Di akhir ada pressure
filter. Ini slat trade
pad. Kolam indikatornya juga
ada.
Oke, saya perlihatkan hasilnya dulu.
Jadi nantinya teman-teman bisa bayangin
sebenarnya kita ini bangun apa sih ya?
Bangun kayak ya kayak foto-foto itu
sejadinya gitu.
Jadi kalau untuk perencana itu kerjanya
dari
kajian
gambar ee ngitung RAB-nya nyusun SOP.
Sudah seperti itu tahapannya. Nah,
tahapan aktivitas perencanaan ini kita
jelaskan. Jadi saya contohnya untuk
sampai ke misalnya ke MBBR gitu ya yang
dipilih misalnya ini misalnya gitu loh
NBR. Jadi ee pertama adalah kebutuhan
datanya di kebutuhan data itu ada
observasi lapangan dan inventaris data.
Observasinya masih observasi itu
jalan-jalan lihat-lihat gitu kan
topografis fotogramet, soil test, survei
sosial seperti itu yang enggak ngumpulin
data seperti itu. Ada inventarisnya ini
yang ngumpulin juga data primer, data
data sekunder. Masih data sekunder di
sini. Tidak ada urban desainnya ee
sesuai enggak dengan apa perencanaannya,
wilayahnya seperti itu. Regulasi
daerahnya seperti apa? Ee rencana
induknya ada apa? Harus ada. Kalau dalam
perencanaan harus harus harusnya ada
paling enggak muncul debit sama lokasi
gitu. Kalau sudah ke FS biasanya muncul
jenis pengolahannya apa. Walaupun itu
bisa berubah nantinya.
Kalau observasi lapangannya apakah lahan
yang disediakan itu sudah cocok ya
paling rendah seperti itu. Kalau di
Mataram enak. Jadi untuk otaknya itu
dari pengalirannya dari timur ke barat
yang paling barat itu pesisir otomatis
lebih rendah itu gravitasi otomatis saja
semua mengalir gitu. Tapi kalau kita
observasi lapangannya tempatnya paling
tinggi misalnya seperti itu,
topografinya paling tinggi. Nah, itu ada
challenge tersendiri di sana ya. ruwet
di perencanaan nantinya seperti itu
hasilnya. Jadi ini banyak diskusi juga
di awal-awal
ini. Kemudian kompilasi dan verifikasi
datanya, kapasitasnya dari wilayah
perencanaan, titik lokasinya ee pantas
apa dak seperti itu. Area delinasi
perencanaan, wilayah pelayanannya
seperti apa yang dipilih. Ditetapkan
juga pentahapan pembangunannya berapa
tahap sampai berapa tahun seperti itu.
Badan air penerimanya ada apa dak? jauh
atau dekat seperti itu. Kemudian ada
pemanfaatan evluennya sekiranya
dimanfaatkan untuk siram-siram kah untuk
langsung dibuang atau untuk
kolam ada untuk pemandian seperti itu ya
macam-macam sebenarnya bisa kalau bagus
bisa dimanfaatkan untuk apa aja.
Ee setelah lengkap semua ini data awal
diterapkan kriteria dasar perencanaan
ada KPI infrastruktur air limbah,
karakteristik influence dan targetlu
integrasi pengolahan air limbah domestik
terpusat jika ada beberapa pengolahan
seperti itu kemudian potensi daur ulang
air limbahnya kemudian setelah itu ada
usulan konsep
teknologi pengola air limbah dalam
perencana
semua ini harus tersampaikan. Jadi sudah
ada data primer, sekunder, sudah ada
kriterianya, penetapannya, kapasitas
segala macam, potensi daur
ulangnya. Kemudian ada berapa opsi yang
bisa diterapkan dalam perencanaan? Ada
beberapa sistem, ada MBBR, ada
FBAS, ada CAS, SBR itu beberapa
ini subjektivitasnya
perencana entah berdasarkan entah
berdasarkan pengalaman perencana atau
berdasarkan referensi juga bisa seperti
itu. ini yang harus disampaikan nantinya
perencanaan ee pemangku kebijakannya
akan berdiskusi yang mana yang akan
dipilih nantinya berdasarkan lahannya,
kapasitasnya
kemudian kemampuan daerahnya untuk
membayar operasionalnya.
bulat paling bulatnya di sini bukan
bulat bahasa itu. Paling rumitnya nanti
di sini kalau perencana itu diskusi
masalah ee opsi. Tapi kalau sudah
terpilih setelah itu ya mengalir aja
sudah ee ya tadi masuk kemudian ke
kriteria utama pemilihannya apa aja
seperti itu yang dipilih pengolahan yang
ee produk yang canggihkah lifetime-nya
kah biaya investasinya kah ee ee
kemudian OM-nya bisa ditangani banda
terus utamanya ini sih ini menjadi
pilihan jadi ada contohnya di Indonesia
ini yang di mana ya kebetulan kalau di
Jogja contohnya ada semua. Jadi kalau di
Jogja buat perencanaan itu enak banget
gitu. Contohnya ada semua di sana.
Kemudian setelah itu ditetapkan semua
sudah ditetapkan. Jadi desainnya
misalnya jadi ya bukan belum desainnya
masih teknologinya misalnya MBBR di sini
gitu kan.
Nah, setelah dipilih perencanaannya,
jenis pengolahannya misalnya
MBBR nantinya dibikin detail skema
pengolahan, kriteria desainnya, Mas
Balance-nya, rencana ME-nya seperti apa,
mereknya dari mana, seperti itu.
Kemudian kebutuhan bangunan pelengkapnya
di instalasinya.
Kemudian estimasi pemanfaatannya seperti
apa. Kemudian ke masuk ke dimensi unit
IPAL-nya sendiri ya. Ini kemudian masuk
ke penataan layout-nya sih data
topografi dipakai skema pengalirannya
mau muter garis lurus gitu atau
muter-muter lahannya. Ini kan tergantung
lahannya nantinya. Ini kita seperti
merangkai kereta api itu dalam lahan
yang sempit. Kalau lurus gitu aja kan
gampang dijejer gitu aja. Tapi kalau
memang lahannya luasan yang sama tapi
enggak lurus tapi segitiga gitu ee
bentuknya. Nah itu. Nah ini yang agak ee
perlu saya masuk arsitek juga masuk
sipil juga. Nah ini berdiskusi banyak ni
tenaga-tenaga ahli dalam perencanaan di
sana.
Hah. Jadi yang ditata itu alirannya bisa
enak dan juga bisa ee berfungsi juga dan
indah. Itu yang terakhir gitu loh. Jadi
kan enggak semua perencana itu punya
estetika yang estetika yang bagus gitu.
Artinya, jadi teman-teman ini Bu,
terutama teman-teman yang masih
mahasiswa, kalau yang sudah agak tua
gitu saya enggak peduli gitu loh. Coba
latih estetikanya jenengan gitu. Bikin
bangunan dan bikin ee layout itu yang
bagus
gitu. Karena dulu setahu saya waktu
kuliah itu ini enggak pernah
tersampaikan gitu. harus punya estetika
dalam desain itu sehingga nantinya
lahannya jadinya perencanaan itu tidak
hanya berfungsi tapi juga indah gitu
diterapkan itu bisa bagus gitu dilihat
itu juga bisa enak gitu kan jadi karena
kalau sudah indah orang itu cenderung
memelihara tapi kalau
sudah kalau kalau elek bau kotor segala
macam orang tuh cenderung mengabaikan
jadinya rencana mahal-mahal sudah jadi
tapi dibiarkan saja dan akhirnya tidak
berfungsi dan jadi monumen yang tidak
beran dikunjungi seperti itu. Bukan
monumen museum itu seperti itu. Monumen
atau museum lah seperti itu. Oke. Tadi
di bensin sini layout-nya sudah masuk
juga profil hidrolis dihitung cut and
field-nya untuk
sipil-nya masuk ke data soil test untuk
kekuatannya. Kemudian basic design.
Eh, kita bikin basic desain dulu.
Konsepnya tema IPAL, saran masukan,
desainnya dimasukkan zoning, Lcap-nya
ini seperti yang saya ceritakan tadi
sudah masuk ke desain ee desain semua
zona bariernya supaya tidak masuk ee
yang misalnya ada bau sedikit pun itu
tidak langsung tersebar. Tapi kalau yang
dari luar juga karena ini juga bukan
tempat rekreasi ya, bera ini penting
untuk membatasi juga orang yang akan
masuk atau hewan-hewan seperti itu. Zona
peneduh dan pengarah ini juga masuk
arsitektural sehingga bisa dikunjungi
juga bisa ee enak dan suhunya bisa turun
sehingga umur bangunan dan peralatan
juga lebih
lama. Zona tematik. Nah, ini juga
masukan juga ee zin tematik intinya
nantinya kan bisa jadi sarana edukasi
juga pengolah ee unit pengolahan ini
bisa untuk kunjungan lapangan
teman-teman yang masih SD, SMP, SMA
bahkan yang mahasiswa pun kalau mau jadi
ee ngambil datanya untuk tugas akhir pun
ya banyak di sana biasanya di
pengolahannya. Jadi tidak hanya
peralatan yang berfungsi, tapi juga
ada estetika dan kekhasannya lah.
Kekhasannya dalam setiap desain seperti
itu. Setelah semua masukan jadi dihitung
jadi.
Nah, produk akhirnya perencanaan ini
desain 3D bangunan, spesifikasi ME dan
kriteria material yang
dipergunakan termasuk ME-nya, sipilnya
seperti ee kriterianya, perhitungannya,
kebutuhan bahan kimianya akhir, biaya
kebutuhan listrik, biaya kebutuhan
operator, ya semua dihitung ini nanti ya
berapa karena yaitu
pemeliharaan
karena ee ee nantinya jadi secara
menyeluruh dari
perencanaan dari tahapan awal pemilihan
kemudian
perhitungan sampai ke gambar-gambar
perencana dan biaya operasional yang
menyertai ini bisa semua tertampilkan
dalam perencanaan seperti itu. sehingga
nantinya begitu diterapkan ee yang
bangun juga mudah karena sudah Anda
tetapkan semua yang memelihara itu juga
bisa langsung ee ee ada bayangan seperti
apa nantinya bangunan yang akan
ditetapkan di daerahnya. seperti itu.
Jadi perencanaan akhirnya meliputi semua
ini. Tidak hanya tek
lingkungan aja, tapi sipilnya, arsitek,
ee ME-nya itu semua nanti akan banyak
berperan di sana gitu sampai finalisasi
dokumennya.
Oke, ke kita lanjut lagi setelah tadi
tahapannya masuk ke identifikasi analisa
data tahap awalnya perencanaan SPALDT
ini kayak kuliah satu semester ikut
dipaksa 1 hari gitu dari pagi sampai
sore. Maaf nanti saya banyak minum
Bapak-bapak, Ibu-ibu. Seperti
itu. Oke, tahapan perencanaannya ee
masuk
ke apa namanya? Analisa datanya ya,
perencanaan awal. Jadi, data yang
diperlukan dalam perencanaan
awal. Ada
beberapa ee yang masuk di sini ya,
peraturan kriteria desainnya itu semua
ada Departemen PU PR tahun 2017. Apa
saja diperlukan datanya di sana? Debit
timbulan air limbah itu juga ada
SNI-nya. Kemudian kita bikin neraca
massa, kebutuhan
volumenya, dimensi bangunannya, desain
tata letak bangunan, dan gambar
perencanaan.
Akhirnya untuk data perencanaan awal
data desain
IPAL, data primer yang dibutuhkan jumlah
penduduk sekunder ya karena langsung di
di didapat tidak harus mengukur gitu.
ada jumlah penduduk, sumber limbah, data
pemakaian air bersih, denah side plan
atau kontrol atau elevasi di lahan yang
terpilih dalam pembangunan dan kondisi
rencana lokasi IPAL dan badan air
penerimanya ini disurvei semua.
Ter sebagian besar biasanya di FS sudah
tercantum sih sampai sana. Tapi biasanya
di DEED ini
diperlukan hanya yang lebih detail lagi
seperti
itu. Mana dari mana datanya, kemudian
jumlah penduduknya, kemudian nanti juga
direncanakan sampai tahun berapa seperti
itu. Kemudian yang kedua identifikasi
sumber air limbah domestik, air limbah
black water dan air limbah gre water
seperti yang dijelaskan di atas tadi.
Ini data sekunder awal yang diterima
supaya tahu nantinya skalanya yang
dibangun sebesar apa. itu dari data awal
ini. Kemudian untuk karakteristik air
limbah domestik sendiri ya teman-teman
saya saya kira sudah tahu semua ya kalau
karistiknya seperti
apa. Ini kalau dari saya ambil dari US
EBI water treatment design manual eh
dikasih
range. Nah biasanya sih ini yang data
awalnya mana? Data lab-nya mana?
Oke. Kok data lab-nya
di ambil dari kota lain? Itu yang
pertama. Yang kedua, kok data lab-nya
cuma satu aja? Enggak ngukur, enggak
ngukur lagi seperti itu. Itu yang
ketiga. Kemudian selanjutnya ditanyain
yang dipakai desain data yang mana
seperti
itu. Akhirnya semua data ini sih kami
tampilkan. Biasanya ini ada data dari
kota-kota lain karakteristiknya seperti
ini. Kemudian ada data lab dari misalnya
yang pernah diukur di kota tersebut.
Kemudian ada data-data perbandingan dari
ketetapan seperti USPA ini dikasih range
seperti itu kan.
Nah, ee teman-teman, Bapak-bapak,
Ibu-ibu, jadi data ini krusial karena
kalau kita cuma ngambil data di awal aja
cuma satu aja, itu tidak mewakili.
Kecuali ada data series yang teratur
dari setahun gitu misalnya. Nah, itu
waktu musim kemarau, musim hujan seperti
itu bisa diketahui seperti itu. Ee tapi
gak ada seluruh Indonesia ini gak ada
data series seperti
itu. Jadi penetapan lahan ini penetapan
lahan penetapan data awal ini
karakteristik air libah ee sekali lagi
sekali lagi juga subjektif juga ma
sebesar apa. Kita dikasih range 155 286
misalnya BOD-nya tok gitu. Kalau saya
sebagai perencana milih 200 saja kan sah
ada anunya ada data yang lain yang
mendukung kok dari kota lain kah? Ada
data satu muncul 200 seperti
itu atau saya pilih yang lebih besar 250
lah seperti itu ya. Saya juga harus ada
yang mana seperti itu karena ada data
yang lain yang membanding juga. saya
membuka diskusi di sini karena ini
memang diskusi awal ini ini yang paling
yang paling ee rruit nantinya ini
subjektif semua yang tanya juga enggak
tahu harus mana yang
dipakai perencananya juga harus yakin
kalau data itu harus
ee harus apa bisa dipertanggungjawabkan
nantinya konsekuensinya gini kalau
terlalu kecil nanti bangunannya terlalu
kecil tidak kalau terlalu besar nanti
bangunnya terlalu mahal itu aja biaya
operasional otomatis mengikuti
Nah, yang awal ini jadi harus ada
perbandingan yang mumpuni dan
keyakinan kepercayaan kepada Tuhan Yang
Maha Esa. Kalau datanya
ini visibel lah dipakai untuk
perencanaan. Itu teman-teman bayangannya
tidak semudah kita lihat buku itu
perencanaannya angkanya ditetapkan
seperti itu gak. pengaruhnya kalau 150
ke 250 itu besar banget bedanya itu
nanti. Mudah-mudahan kalau teman-teman
nanti perencana di suatu kota datanya
lengkap, data seriesnya seperti itu.
Kalau kami dulu yang di ee Jogja,
alhamdulillah Jogja ini tertata ya lebih
tertata. Jadi nyatanya banyak
bisa gitu yang paling kecil dari yang
paling besar. Jadi kita bisa ambil ya
setengah-tengahnya lah seperti itu. Gak
sampai 200 gitu BOD-nya misalnya seperti
itu. Itu bayangannya kenapa kok data
desain ini
penting. Nah, debit air limbah. Kalau
debit air limbah ini ya tergantung ee
jumlah yang masuk. Jumlah yang masuk
tergantung pelayanannya. Pelayanannya
tergantung jumlah manusia yang dilayani,
tergantung wilayah yang direncanakan.
Debit Air5-nya sekirang kira-kira 60%
80%. Kemudian pemakaian air ee dari data
pemakaian air PDAM. Nah, ini data air
PDAM. Kalau data kalau suatu daerah itu
sebagian besar ee penghuninya
menggunakan RPDAM, sebagian besar untuk
debit ini saya kira selesai seperti itu.
Atau pendekatan literatur juga bisa,
rumah tinggal, kantor pabrik, rumah
peribatan itu semua ada ya. Ini tinggal
dihitung semua aja.
ee debit air limbahnya lebih mudah kalau
debit air limbahnya ini. Kemudian yang
kelima ada rencana lokasi IPAL. Dilihat
elevasi tanahnya, dilihat batan air
penerimanya nanti untuk evluen-nya jauh
apa enggak.
Kemudian bebas bahaya
banjir supaya kalau banjir pun ini lucu
juga nanti saya saya cerita deh jenis
tanah kedap air. Oke. Kalau eval tanah
terendah ini ee agak sunah karena kalau
yang tinggi pun bisa dipompa untuk biaya
aja sih. Kalau enggak ada pilihan lain
ya pakai aja lahannya. Ini urusan teknik
aja. Tapi kalau memang ada pilihan lain
pilihlah tanah yang terendah. Karena
kalau dengan tanah yang rendah
tersebut air akan mudah untuk
disalurkan. Kemudian ada badan air
penerima. Badan air
penerimanya. Ini contohnya yang di
Mataram. Saya ceritain aja deh
gitu. Di Mataram itu dengan laut ee
dekat banget pas di pinggir laut lokasi
IPALnya itu pada waktu perencanaan
direncanakan dibuang ke laut langsung.
Nah, 75% perencanaan selesai. Amdalnya
masuk tiba-tiba bilang itu, Mas,
dipindah aja dibuang ke sungai jaraknya
2,5 kilo dari lokasi IPAL seperti itu.
Itu apa enggak bingung Bapak-bapak,
Ibu-ibu, teman-teman sekalian semua gitu
loh. Kenapa seperti itu? Karena kalau
AMDALnya dibuang ke laut itu
perizinannya harus ke pusat.
Kalau ee kemudian kalau dibuang ke
sungai ee harus perizinannya cukup di
daerah saja. masalah kerumitan perizinan
daerahnya minta dirubah dari buang ke
laut dibuang ke sungai seperti itu. Nah,
ini tergantung anu sih tergantung
kebijakan dan pertimbangan masing-masing
daerah untuk itu. Tapi akibatnya ke
teknis seperti itu nantinya badan air
penerima ini ada juga kerumitannya
ternyata. Ee itu kemudian bebas bahaya
banjir. Nah, ini ada dulu perencanaan
yang batal. Kalau enggak salah di Bekasi
perencanaan sudah jadi, tapi ternyata
perencananya tidak awas kalau daerahnya
itu banjir. Banjirnya itu bisa sekian
meter sehingga kalau ditinggikan juga
sangat mahal, tidak visibel dan kalau di
kalau di ee
dipaksa dipaksa untuk dibangun pun juga
sudah enggak enggak enggak visibel lagi
seperti itu. Jadi perencanaannya tapi
batal. Gak jadi dibangun di daerah
tersebut. suatu daerah di ya ini mungkin
di Bekasi
itu. Ee
kemudian ada jenis tanah gedap air. Nah,
ini kemudahan pembangunan sih. Jadi
kalau memang tapi ini tidak begitu
masalah karena bisa disiasati dengan ee
sipilnya. Biasanya bangunannya aja yang
harganya nanti akan lebih
mahal. Nah, kemudian yang keenam. titik
penataan NIPAL acuan ketaatan dalam
pengambilan contoh uji sampel pada
pembangunan air limbah. Jadi lokasi
titik pentaatannya ini ditetapkan
nantinya diperteknya AMDAL harus sudah
ada di sini. Jadi beriringan selesainya.
Kalau selesai kalau selesainya duluan ee
mungkin bisa dipakai datanya tapi kalau
ini harus selesai duluan sebelum AMDAL
selesai kalau berbarengan dengan AMDAL
gitu ya. Jadi ee tidak ada pengaruh dari
kegiatan sumber lain selain evaluen
IPAL. Mudah dijangkau petugas, mudah
dalam pemeliharaan untuk dipasang
pengukur debit juga. Jadi titik petaan,
titik akhir dalam pengolahan. Jadi
nantinya untuk mengevaluasi kinerja
IPALnya itu bisa dipakai di sini
juga. Kemudian jalur perpipaan air
limbah. Perpipaannya metodenya aliran
gravitasi sebagian besar tidak
bertekanan. Jalur pipa dipengaruhi oleh
tata-tata bangunan. jalan akses dari di
lokasi sumber limbah ee ini apa namanya
untuk perpipaannya ini juga perlu kuliah
tersendiri memang jadi teman-teman juga
ya mungkin bisa sebetulnya lebih sulit
kalau di IPAL ini lebih sulit
diprosesnya kalau
di ee perpipaan ini lebih sulit di
nantinya ee datanya jalan-jalannya itu
harus detail banget ya Allah. Jadi kalau
kasihan kalau yang ee kalau teman-teman
tahu sendiri kalau sudah dalam ee ee
perencana air limbah Spal DT ini ya yang
bertugas menghitung dan mengukur jalan
untuk di mana dilakukan perpipaan air
limbah ini. Aduh itu jalan-jalannya
lama, sulit dan harus detail
pengukurannya.
Terutama kalau ada sarana prasarana
misalnya di bawah itu ada kabel kabel
PLN, ada pipa air minum, ada pipa gas
seperti itu. Itu data-data itu harus ada
harus jalan-jalan juga ke
kantor-kantornya teman-teman. instansi
tersebut seperti itu. Jadi kalau sudah
ada perencanaan ini satu kota repot
biasanya seperti itu. Jadi teman-teman
harus dapat ee koordinat mengkoordinir
ee nantinya dengan
BPPEDANYA ee BAPPEDA juga harus
mengkoordinir teman-temannya di
dinas-dinas. Jenengan juga harus
rajin-rajin sowan ke dinas-dinas
tersebut untuk minta datanya. Sarana
para sararana ini. Ini ruwet banget
kalau yang di jatuh perpipaan air
limbah. seperti itu. Tapi kalau secara
teknis, nah ini
biasanya sudah ada semua perhitungannya
yang kalau yang jalur peripaan air
limbah ini pusingnya di awal pada waktu
penetapan dan pengukuran datanya aja
seperti
itu. Ini
contohnya semua ada e pemakaian air
bersihnya. sekolah pun asrama, rumah
susun tinggal semua ada di ee Permenkes
RI.
E karakteristik limbahnya seperti ini.
Jadi kalau ada sumbernya juga di MATCF
itu juga sudah ada. Kalau low streng,
medium strength, high strength seperti
apa biasanya kalau yang domestik
antara low sampai ke medium gak pernah
domestik
itu. Heeh. ee di atas 300 itu di atas
250 itu jarang banget. Kalau ada pun
mesti ada sesuatu yang salah di
sana. Tapi kalau saya simpulkan
gitu paling berat ini limbah-limbah
domestik kinya seperti ini. Jadi ada
BH-nya 6 sampai jendrong normal, COD-nya
250, COD 500, TSS 100, minyak lemak 10,
amonia 40, total Rp1
juta 100 ml. Nah, seperti ini. Ini sudah
paling gak mungkin lebih berat dari
inilah. Biasanya di bawahnya ini yang
ditetapkan seperti itu. Kemudian hasil
akhirnya seperti apa sih kita kalau
mengolah dari data awal
tadi? Tujuannya IPAL itu kan mengolah
dari kalau data-data ini kan menunjukkan
kekuatan air limbah yang kuat seperti
ini nantinya diolah sampai mana ya?
Sampai sini. PO2250 tadi jadi 30, COD
jadi 100.
Eh, TSS cuma 30, minyak lemak 5, amonia
10, total Rp1 juta jadi 3.000, debit
liter per orang per hari eh 100. ini
Permen LH target
pengolahannya kalau diketahui ini antara
99 90% 70 80 sampai 90% lah jadi
hasilnya seperti itu. Tapi yang perlu di
ini yang BOD ini 30 ini mencapai 30 ini
kalau tanpa pengolahan lanjutan setelah
IPAL itu
sulit menurut pengalaman saya seperti
itu. Jadi harus ada antara filter
antara ee ada lagi antara apa namanya
atau membranah begitu. Macam-macam sih
metodenya. Kalau hanya pengolahan ee
biologis saja 30 ini bisa tapi mungkin
naik turun nantinya seperti itu enggak
konsisten. Jadi undang-undangnya ini
untuk baku mutunya ee enggak perlu saya
jelaskan ya, bisa dibaca sendiri kalau
perundang-undangan ya.
pemanfaatannya seperti ini. Kalau
pemanfaatnya ini baru peruntangannya
kajian rekomendasi KLHK 2021.
Kalau pemanfaatannya bisa dimanfaat
kembali
jadi ee kadarnya lebih kecil lagi dari
30 jadi 12 COD-nya jadi 80 TSS-nya 30
tetap fal kiformnya tambah lagi 200
terus klorinnya 0,2 sampai 1. Selain di
kalau sekecil ini biasanya
pakainya setelah pengolahan itu pakai
ultrafiltrasi baru bisa seperti ini.
itu
oke kurinnya ada pembuangan air limbah
ke badan air
permukaan ini kalau langsung kalau
formasi pembuangan air limbah ke formasi
tertentu pemanfaatan air limbah ke
formasi tertentu pemanfaatan air limbah
aplikasi ke tanah itu ada batasannya
juga mengungk
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:12:12 UTC
Categories
Manage