PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN TEKNIK TERINCI PEMBANGUNAN SPALDT 1
EAXFsVcNTQs • 2025-04-26
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id moderator yang akan memandu acara ini dari jam 09.00 hingga jam .00 sore nanti. Acara training online ini nantinya akan diselenggarakan dua sesi, yaitu sesi pertama dari pukul 09.00 hingga 11.30 dan sesi kedua pukul 13.00 hingga 15 waktu Indonesia Barat. Acara training online kita hari ini mengusung topik penyusunan dokumen perencanaan teknik terinci pembangunan sistem pengolahan air limbah domestik terpusat yang akan disampaikan oleh pemateri kita hari ini yaitu Bapak L. Wasketa ST. Baik, selanjutnya Bapak Ibu hadirin yang terhormat izinkan saya mengucapkan selamat datang dan memberikan salam hormat saya kepada pemateri kita hari ini yaitu Bapak Lisan Waskita, ST dan juga kepada Bapak Dr. Ir. Hijrah Puramaputra, ST. MM selaku founder dari Gutik Darul Ulang Projek BI Indonesia sekaligus sekretaris jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia. Dan juga tidak lupa kepada Bapak Ibu peserta training online pada hari ini yang berbahagia. Sebelum masuk ke materi training online kita, saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu sekalian untuk dapat mengisi daftar hadir atau presensi di link yang telah admin kami kirimkan di kolom chat. Kemudian dengan hormat saya meminta kesediaan Bapak Ibu untuk menaktifkan mikrofon selama kegiatan berlangsung supaya kita dapat menikmati materi yang disampaikan dengan baik. Baik, selanjutnya sebelum kita masuk ke acara inti kita yaitu penyampaian materi akan ada sambutan dari Bapak Dr. Ir. Hijrah Purnama Putra STM selaku founder dari butik Darul Ulang Project Indonesia sekaligus sekretaris jurusan teknik lingkungan Universitas Celak Indonesia. Baik, waktu dan tempat kami persilakan. Baik, terima kasih Mbak Sabrina. Mudah-mudahan suara saya sudah terdengar dengan jelas ya. Oke. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillah walhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah. Maaf yang ee terhormat Bapak Ibu pada pagi hari ini. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semuanya. Alhamdulillah puji syukur kita dapat bertemu kembali setelah kita libur Ramadan kemudian Idul Fitri dan ini menjadi event pertama setelah libur tersebut gitu di training online. Tapi temanya bagi teman-teman mengusulkan ee tidak berhubungan dengan semasanya tapi berhubungan dengan air limbang. Nah, sebenarnya kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan yang sudah kita mulai juga beberapa waktu yang lalu. Kita sudah bicara tentang ee rencana induk, kemudian bicara juga tentang FS. Kali ini bicara tentang bagaimana sih penyusunan terkait dengan dokumening yang biasanya kita kadang kenal dengan nama eh detail engineering design gitu ya atau DED. Tapi kalau di Indonesiakan menurut Kementerian PU adalah perencanaan teknik ee terinci untuk pembangunanin berbagai macam infrastruktur air limbang. Nah, ee dalam training online ini dikemas ee seperti biasanya juga tiga tema. Ee kali ini berbicara tentang Spal DT ya. Insyaallah nanti 2 minggu lagi akan bicara tentang IPLT dan 2 minggu kemudian lagi akan bicara tentang jaringan perpipaan gitu yang semuanya ee kegiatan-kegiatan ini adalah kegiatan real yang dilakukan ee baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat gitu. Jadi kita ikut hadir berkontribusi untuk menghadirkan ee konsep-konsep ya pemahamanpemahaman agar perencanaan yang dilakukan dapat lebih baik atau bahkan beberapa peserta yang mungkin hadir pada kesempatan hari ini adalah me-refresh ya materi yang sudah biasa dikerjakan tapi ingin mendengarkan juga dari persepsi dari ahlinya gitu ya. Ee terima kasih Pak Lisan. ya atas waktunya ee berkenan hadir berbagi bersama walaupun ee kegiatannya diinisiasi oleh Butik Taurang Project B Indonesia, tapi juga kita menggait jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia yang juga hadir ada mahasiswa, ada konsultan, ada praktisi begitu ya, ada akademisi juga yang ingin ikut belajar bersama. dari ee panitia menyampaikan ee kurang lebih ada 250 peserta yang sudah mendaftar ini tapi ini masih 100 gitu ya. Tapi biasanya memang di angka 30 sampai 40% gitu ya. Jadi kalau sudah 100 ini ya sudah lumayan ee yang hadir yang biasanya selebihnya mengikuti via siaran di YouTube gitu ya. Nah, Bapak Ibu ee tentunya selamat menikmati. Mudah-mudahan materinya bisa komplit dari segi waktu ee sesi satunya ada agak panjang sampai nanti 11.30. Tapi mungkin Bapak Ibu yang di Indonesia Timur nanti akan kepotong dengan waktu salat zuhur tapi silakan untuk disesuaikan. Mudah-mudahan dua sesi ini bisa berjalan dengan baik. Terima kasih, Pak Lisan. Terima kasih Bapak Ibu yang hadir yang senantiasa membersamai kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh butik Lauren Project B Indonesia maupun dari jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia. Teman-teman panitia, Mbak Sabrina dan tim yang sudah luar biasa, ada Air, ada Ibno, ada Pak Yebi yang juga terus mendukung dan teman-teman yang men-support kegiatan ini sehingga kegiatan ini bisa berlangsung dengan cikgu. Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, mudah-mudahan kegiatan training online penyusunan dokumen perencanaan teknik terinci pembangunan Spal DT pada Sabtu, 26 April 2025 dapat berjalan dengan lancar dan membawa manfaat bagi kita semuanya. Mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan pada kesempatan hari ini dan ee enjoy kepada Bapak Ibu dalam mengikuti kegiatan. Sekian dari saya. Wabillahi taufik wal hiidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih kepada Bapak Ira yang telah memberikan sambutannya dan sekaligus membuka acara pada pagi hari ini. Bapak, Ibu sekalian, kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami di Project B Indonesia. Jadi jika semisal selama acara training online berlangsung ada Bapak Ibu yang terkendala dalam Zoom tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu juga tetap dapat mengikuti training online ini melalui YouTube channel kami di Project B Indonesia. Selanjutnya seperti biasa Bapak Ibu sekalian hari ini kami juga menyiapkan berbagai macam doorprice spesial untuk Bapak Ibu yang beruntung. Door price ini diberikan berdasarkan tiga pertanyaan terbaik dan dua story Instagram Tunik selama training online ini berlangsung. Untuk pemenang tiga pertanyaan terbaik akan kami umumkan di akhir acara sesi dua nanti. Sedangkan untuk pemenang dua story Instagram terunik akan kami hubungi langsung melalui DL Instagram. Jadi jika Bapak Ibu ingin bertanya selama training online ini berlangsung dapat memberikan pertanyaan terbaiknya melalui kolom chat dengan format nama kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan dan nanti akan kami pilih tiga penanya terbaik untuk memenangkan doorpal dari kami. Lalu untuk story Instagram Bapak Ibu juga dapat membuat story Instagram semenarik mungkin dan jangan lupa tag Instagram kami di @projectBI. Baik, tanpa berlama-lama lagi kita akan langsung lanjut ke acara inti kita yaitu penyampaian materi. Namun sebelum itu, mari kita lihat terlebih dahulu CV dari pemateri kita berikut ini. ya [Musik] Baik, demikian tadi sekilas mengenai pemateri kita pada hari ini. Selanjutnya mungkin untuk efisiensi waktu jika Bapak Liisa kita sudah siap, kita mungkin bisa langsung saja untuk penyampaian materinya. Untuk waktunya kurang lebih sampai pukul 11.00 ya, Pak. Kepada Bapak danas kita waktu dan tempat kami persilakan. Oke, terima kasih. Jelas ya terdengar. Baik, Pak. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi-bapak dan Ibu-ibu. Ee Allahumma shalli ala Muhammad wa ala ali sayidina Muhammad. Salam kepada dosen-dosen, tenaga pendidik yang sudah mengajarkan ilmunya kepada kami semua. Salam kepada teman-teman juga yang sudah mengundang dari batik Daur Ulang Project Indonesia. sangar benar namanya ini. Ee terima kasih sudah diberikan kesempatan untuk berbagi sedikit ilmu. Kalau lihat CV-nya saya cuma kuliah S1 aja gitu. Jadi belum sempat kuliah lagi. Tapi kuliahnya ya di pekerjaan aja lah gitu. terutama masalah air limbah seperti itu. Ee salam hormat juga kepada peserta-peserta yang sudah rauh ke ruangan Zoom ini. Bapak-bapak, Ibu-ibu, teman-teman. Mungkin ada teman yang iseng kayak apa sih sekarang tuanya, temannya gitu kan. ada aja seperti itu. Mahasiswa seperti itu mungkin ada yang dari ASN sesama konsultan seperti itu. Oke, saya perkenalkan nama saya Lisan. Panggil aja Lisan. Lisan itu kepanjangan dari nama orang tua dan nama ee ibu saya juga, Bapak dan Ibu. Bukan lisannya bahasa Arab seperti itu. Tapi ya bisa aja seperti itulah. Ee selamat pagi teman-teman semua. Nah, mudah-mudahan yang saya sampaikan ini sedikit banyak ada manfaatnya. Kalau saya salah ya mohon ditambahkan. Kalau saya ee kalau ada informasi baru ya mungkin bisa jadi ee pengetahuan buat teman-teman buat diterapkan di bidang pengolahan limbah ini. Karena ini saya juga terjun ke pengolahan limbah ini juga sebenarnya bukan cita-cita. Dulu pernah daftar di UII dan lulus gitu loh. Pernah itu sudah lulus ya. Terus habis itu rawuh ke orang tua, "Pak, lulus Pak, di UII gitu. Berapa pendaftarannya?" Pendaftarannya, Nak, segini gitu. Enggak dilihat lagi sama Bapak saya terus gitu. Alhamdulillah di ITS-nya keterima. Ini enak bayarnya cuma 350 per semester gitu kan. Iya. di UI dulu kalau enggak salah R juta per ee masuknya ya uang pendaftarannya terus ada segala macam gitu loh. Tapi sesuatu ee alhamdulillah kampus yang bagus idola saya juga jadi pengajar di sana Pak Mahfud MD dan Pak e dan Gus Baha gitu kan. Alhamdulillah bisa berperan di sini juga sedikit intermezo gini kan karena waktunya panjang biar enggak bosan gitu kan langsung ke teknis. Salam buat teman-teman di sana. Pak dosen kalau rawuh ada Pak Andi Profor Eko dan Pak Joni Ardila. Kalau rawuh ee saya izin mampir ke rumahnya seperti itu. Oke saya lanjut ke materinya masalah pertan ini. Jadi ee teknik lingkungan terutama yang limbah ya. ini kalau di Indonesia ini bisa dibilang jarang jarang banget gitu. Jadi kalau di perencanaan air limbah seperti yang kita ee bahas sekarang ini nantinya teman-teman kalau join di sana yang ahli untuk masalah limbah itu ee bisa dibilang apalagi kalau Anda senior gitu ya. ketemu sesama senior itu jarang adanya yang tanya informasi bukan untuk bukan untuk melawan, bukan untuk ee beradu argumen gitu ya. Ee kemudian ee karena perencanaan ini juga multi multidisiplin artinya selain ee teknik yang ahli sanitasi atau teknik lingkungan itu biasanya jadi leader atau koleadernya. Kemudian di bawahnya itu ada teknik sipil, ada untuk struktural strukturalnya menganalisa kekuatan struktur. Kemudian ada surveyor juga di bawahnya sipil. Kemudian nantinya setelah itu yang kerja ahli ME-nya gitu kan untuk me apa menspesifikasi ee mekanikal dan elektrikalnya. ahli perencanaan arsitek juga karena sekarang lagi ramai untuk perencanaan air limbah. Dulu kan kalau kita lihat ke pengolahan air limbah itu ee pandangannya itu tempat yang kotor, bau, jorok dan itu kalau enggak ada sesuatu yang penting atau gak ada duitnya gak usah mampir ke sana gitu. ngapain juga gitu loh. Tapi paradigma itu sekarang sudah mulai dihapuskan karena fungsinya juga krusial gitu loh. Kalau enggak ada pengolahan limbah ini bagaimana dengan kelestarian sungai, badan air dan ee hewan binatang yang ada di sana gitu loh. Jadi nantinya yang setelah itu berhasil yang terasa itu juga penghuni manusia. bukan hanya penghuninya sekitarnya badan air tersebut karena bisa digunakan kembali, tapi juga hewan ikan, hewan laut, hewan sungai yang sudah jenengan lestarikan itu insyaallah bisa berpikirlah gitu untuk untuk yang sudah mendesain dan berperan dalam membersihkan lingkungan ini. Jadi seperti itu. Jadi etnik lingkungan. Jadi kalau kita lihat di ee dunia sekarang ada AI sekarang kan 10 15 tahun lagi profesi apa yang ee apa tetap dipakai gitu dan di tetap di ininkan gitu ya di ke depan. Nah, posisi 1 sampai 8 itu mungkin masih yang berkaitan dengan IT, cyber security, AI-nya, otomatisasi segala macam antara seperti itu. Nah, teknik lingkungan ini yang itu setara sama sipil, arsitek segala macam itu nomor 8 atau 9 10 besarlah gitu. teknik lingkungan itu ternyata seperti itu. Dulu saya masuk teknik lingkungan juga ee dibilangin kok ini kok kuliah bicaranya tentang taik-taik aja gitu, maaf ya gitu kan. Ini fes segala macam diolah gitu kan. Ini kuliah kok lama-lama jorok habis itu terbiasa kan seperti itu intinya. Oke, sedikit intermeso dari saya. Mudah-mudahan bisa meredakan saya yang tegang. Soalnya ada 100 orang di sini gitu. Nanti saya dihakimi orang 100 dan repot juga. Oke, saya share saya share ee screen-nya masuk ke materi. Ee izin share ya. kelihatan ya, Mbak Sabrina, Mas Hijrah, teman-teman sekalian semua. Oke. Ee kali ini insyaallah saya akan apa mengajukan materi penyusunan dokumen perencanaan teknik rinci pembangunan spalt. Biasanya saya kalau disuruh kuliah seperti ini per materi gitu kan desainnya kah, pemilihannya kah untuk limbah industri atau limbah domestik ini semuanya dipaksa sama Mbak Hijrah sama Mas eh Mbak Mas Hijrah sama Mbak Sabrina ini. Ini semua harusnya ada orang teknik sipil dan PKME yang mendampingi saya untuk menyampaikan ini semua. Ee tapi okelah saya saya akan menyampaikan permukaannya saja dalam hari ini. Maksudnya untuk yang saya tidak menguasai akan saya bilang nantinya. Tapi kalau yang mungkin saya kerjakan langsung itu akan mungkin akan saya sampaikan dengan agak detail seperti itu. Spal sistem dana pengumpulan air limbah domestik terpusat. seperti itu materinya ini materinya di saya diberikan oleh Hijrah. Kebetulan materinya ini sama dengan Juknis dari PUPR yang untuk perencanaan DT. Jadi cukup rinci konsep dan prinsip pengolahan air limbah domestik, gambaran umumnya, tahapan aktivitas perencanaannya. Jadi ngapain di perencanaan itu? Kemudian ada identifikasi dan analisa data perencanaan, analisa timbulan air limbah, opsi teknologi, perencanaan struktur bangunan dan geoteknik. Nah, ini mungkin untuk perencanaan nomor 7uh ini saya banyakan contoh aja yang nanti saya sampaikan. Mungkin teman-teman yang sipil, arsitek yang banyak bisa nanti ini RAB-nya ini juga ahli ekonomi. Nah, itu ada ahli ekonomi juga untuk penyusunan perencanaan dan diwajibkan memang ada produk perencanaan, laporan dan gambar teknik. ahli ee apa drafternya mungkin untuk gambar tekniknya, penyusunan SOP-nya, Spal DT dan contoh aplikasi perencanaan teknik terinci SPAL DT. Nah, contoh aplikasi ini yang apa aplikasinya apakah di perencanaannya apa jadinya seperti apa nanti. Nah, ini bisa di kita diskusikan. Nah, eh untuk perencanaan SPAL DT sampai ke hasil itu sudah ada undang-undangnya juga yang mengatur dari awal dari perundang-undangan sampai perutan pemerintah dan perutan menteri. Di antaranya seperti ini. Undang-undang yang sedemikian ada tiga itu tentang pengairan, bangunan gedung dan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Kemudian PP-nya ada spamnya, ada tentang bangunan gedung, standar-standarnya sekarang segala macam. Dan ternyata banyak ini kalau dituruti semua. Kemudian tentang AMDALnya dan biasanya kalau sudah tahap perencanaan itu AMDALnya biasanya barengan nantinya karena nantinya di AMDAL itu perencana diwajibkan untuk membuat praktiknya ya, praktek air limbahnya gitu. Jadi sebelum perencanaan selesai, AMDALnya sudah selesai. Sehingga pada waktu pembangunan entah berapa tahun kemudian itu AMDALnya sudah ada, perencanaannya sudah ada dan sudah sudah dibangun. Kemudian di pohoknya ada peraturan menteri juga ada MenLH tentang baku mutu air limbah domestik. Kemudian ee Permen PU tentang penyelenggaraan sistem pengolahan air limbah domestik. ini yang di dalamnya ada juktinya semua contoh-contoh bangunannya juga sudah ada isinya juga cuma nyontoh bukunya Medcalf itu dirangkum gitu kan sebagainya cuknislis itu tapi yo enggak ee tapi yo ee ya enggak harus nuntut itu juga kalau kita punya risining sendiri gitu loh. Jadi macam-macam diskusinya banyak di sana nanti sama teman-teman di PUPR bidang sanitasi seperti itu. Nah, beberapa daerah di bawahnya itu ada pergup ee peraturan untuk tentang baku mutu. Nah, itu harusnya yang di kalau di daerah tersebut ada nah itu bisa dipakai juga seperti itu. Seperti Jawa Timur itu lengkap dari domestik sampai industrinya peraturannya itu juga bisa dipakai nantinya. Ee untuk PP-nya sendiri pekerjaan umum ee di nomor 4 tahun 2017 tentang penyelenggaan sistem SP SPnya SP domestik. Pencana perencanaan SP itu ada tiga kegiatan intinya. Yang pertama rencana induknya ada yang ini ee apa? Perencanaan induk di kota, lintas kota, beberapa kota seperti itu, provinsi maupun untuk yang kepentingan strategis. Nah, yang terakhir ini yang strategis ini saya terlibat yang di Mataram seperti itu. Kalau yang ee ada di yang di provinsi itu yang di Jogja kebetulan Jogja itu ada tiga. Kebetulan dibangun semua yang di Jogja itu macam-macam. Ee jenisnya juga banyak di sana apa dan berfungsi baik sampai sekarang. Insyaallah berfungsi baik. Yang saya lihat terakhir ee tahun awal tahun kemarin masih berfungsi semua dan berfungsi bagus yang di Jogja. Kemudian secara rencana induk ada studi kelayakannya untuk apa? FS-nya untuk penduduk lebih dari 100.000. Ada justifikasi sendiri untuk teknis dan biaya ee perencanaan awal ini seperti itu ya, bukan FS untuk penduduk di lebih kecil dari 100.000 jiwa. Dan setelah itu ada setelah MS baru ada perencanaan DED-nya yang kita bahas sekarang ini. Oke, itu dari peraturan PP dan ee keterlibatan rencana induk dan FS-nya. Sekarang kita ke perencananya sendiri. Pertamanya konsep dan prinsip pengolahan air limbah domestik. Ini prinsip awal mungkin teman-teman sudah banyak tahu juga kalau air limbah itu ada yang dari industri dan ada yang dari domestik. Kalau dari industri produk air limbah yang dari kegiatan industri manufaktur atau pabrik seperti itu. Itu biasanya di komplek pabrik atau pabrik tersendiri pun bisa juga bisa. di Jawa Tengah yang saya terlibat yang di Batang yang baru yang yang baru itu perencanaannya juga kebetulan saya terlibat untuk yang industri di sana nanti foto-fotonya saya perlihatkanlah di akhir ee di sana seperti itu khusus limbah industri tapi di limbah industri tersebut di komplek industri tersebut kalau ada mes, kalau ada ee apartemen pun ya bisa masuk ke sana karena performancenya limbah apa people lindus industri kan lebih besar. Jadi kalau limbah domestik juga ikut masuk ke industri gak masalah tapi juga harus dihitung di awal seperti itu. Ee baku mutu air limbah industri pun juga tersendiri peraturannya ee Permen LH nomor 5 2014 dan macam-macam jenis industrinya sendiri-sendiri. Makanya kalau industri sendiriendiri itu IPALnya beda. Kalau campuran pun itu juga beda juga perhitungannya seperti itu. Apalagi di kawasan industri yang proyeksinya juga ee belum jelas ya. Kalau kita kalau ke kawasan industri itu biasanya kalau di Surabaya kan share yang baru di Jawa Tengah Batang itu. Nah, itu kalau kita bangun di awal kita belum tahu ini industrinya apa aja yang di komplek tersebut nantinya ya. beberapa sudah ada perkiraan yang besar-besar mungkin sudah sudah ada perkiraannya apa yang ada di sana seperti itu dan itu bisa diperkirakan di awal tapi nantinya proyeksi 10 15 tahun ke depan siapa yang di sana suat ee nah itu tadi tergantung kebijakannya industri apa saja yang akan di industri tersebut di kawasan tersebut dan nantinya ee tergantung juga kebijakan pemerintah tentang apa saja yang nanti percepatan pengisian air limbah di industri tersebut. Banyak faktornya kalau di industri. Kemudian air limbah domestik. Ini yang kita bahas sekarang air limbah domestik air intinya air dari kegiatan manusia. Mungkin beberapa pemateri yang sudah pernah ngobrol di sini ee sudah menjelaskan secara detail tentang air limpah domestik ini dari pemukiman, rumah, makan, perkantoran, perniagaan, apartemen, dan asrama. Intinya semuanya kegiatan manusia. Mandi, cuci kakus, makan juga ee dari sana seperti itu. Dibagi lagi ada black water dari domestik dan apa? limba-lumb dari kloset, bidat dan urinoar, air limbah ee grey water, air limbah dari dapur, wastaffel dan forir kamar mandi. Nah, dua ini kalau di Spal Dedi kalau tercampur semua di akhir itu gak masalah tapi kalau di rumah dua ini kecampur baunya jadinya bukan main seperti itu akibatnya mungkin sama-sama tahu. Jadi harus kalau di perumahan sendiri itu harus dipisah. Tapi kalau di Spal DT ini dicampur tidak masalah seperti itu. Untuk baku mutu limbah domestik sendiri ee Permen LH nomor 68 2016 terbang mutu limbah domestik lain lagi. Begitu. Ini nanti yang akan kita olah spal dt di Spal DT untuk air limbah domestik. Jadi nanti ada dari nonkomersial, perumahan, pemukiman gitu kan. Nantinya kalau yang yang non yang komersial dari rumah makan, perkantoran, perniagaan karena sebagian besar spal DT intinya ee yang dari yang komersial dan nonkomersial ini biasanya sih awal-awal yang komersial dulu yang dipasang biar bisa bayar iuran. Nah, setelah itu diperluas area wilayahnya untuk sampai ee ke pemukiman yang lebih luas seperti itu. Ee pengolahan air limbah sendiri intinya mengolah dari yang mudah dulu, kemudian yang tersulit. Nah, kalau di limpah SD itu yang mudah dulu dari pemukiman apa ee air limbahnya pengolahan fisik dulu di sana ada pratment facility. Kemudian selanjutnya ada mungkin contohnya penyaringan seperti itu, GR chamber, ekualisasi. Kemudian pengolahan biologisnya ada eh apa dagerasi, MBPR segala macam. Kemudian mungkin ada ditambah lagi selanjutnya ada pengolahan fisik lagi bisa di filter atau membran seperti itu. Kemudian ada pengolahan kimia itu kalau di domestik ditambahkan ee klorin atau sekarang ramainya sudah pakai UV, sudah pakai ozon seperti itu macam-macam. intinya seperti ini. Mengolah yang mengolah fisik dulu, biologis, kemudian baru after treatment-nya itu bisa macam-macam, bisa pengolahan fisik juga bisa ditambahkan chemikal, bisa ditambahkan unit-unit lain yang sekiranya bisa ee memperbaiki kualitas evaluen dari limbah dari pengolahan spal titik ini. Selain itu juga ada pengolahan lumpurnya. Jadi pengolahan lumpur ini efek samping dari pengolahan limbah adalah timbulan lumpur. Jadi limbah itu kalau sudah dibersihkan kotorannya itu ke mana ya ke lumpur ini seperti itu. Dan itu ee kalau domestik ee tidak termasuk B3 ya. Jadi bisa untuk peningkatan lahan mungkin kalau di perkotaan itu bisa untuk di taman walaupun kualitasnya memang tidak setinggi ee pupuk kandang ya. Kalau dibandingkan pupuk kandang ini lebih rendah kualitasnya. Tapi bisa menyuburkanlah kalau kita sebar di taman gitu bisa tumbuh dengan suburnya ya dalam kalau tumbuh dengan lumpur domestik ini evluen airnya yang sudah bersih ee nah ini langsung dibuang ke badan air seperti itu pun kalau untuk pengolahan air limbah domestik ini sebenarnya bisa sinergi dengan tempat sampah terpadu untuk skala perkotaan. ya. Jadinya ee air kalau ada air limbah bisa diolah di Ibal. Hasilnya bisa untuk air daur ulang digunakan kembali sebagai tamanah sebagai jiram-jiram taman. Kemudian untuk kolam ikan itu masih layak. Tapi untuk konsumsi kembali. Nah, asal di Indonesia ini asal enggak diketahui. Kalau asalnya sudah bagus, pokoknya jangan di jangan dibilangin sumbernya dari mana. Itu saya kira aman-aman aja kalau pengolahannya memang bagus. Tentu saja kalau untuk dikonsumsi kembali itu contohnya di Singapura. Kalau di Singapura itu pengen air limbah dicampur dulu ke drainase. Dryasenya dicampur dulu ke danau. Di danau itu bercampur an air hujan, kemudian air ee siu drainasenya, kemudian yang sudah bercampur air limbah. Jadi air limbahnya juga sebagian kecil. Nah, itu ditarik lagi ke pengolahan air minum. Nah, itu bisa jadi air minum. Sebenarnya di Indonesia ini juga sudah dipraktikkan. Jadi air misalnya kalau di di Surabaya kali Surabaya sebagai sumber air minum kota Surabaya itu sebenarnya kan tempat buangannya air limbah industri, tempat buangannya air limbah domestik yang enggak diolah, tempat buangannya air limbah spaldit yang sudah diolah, yang sudah bersih pun ya dibuang di sana. Intinya juga se prinsipnya sama aja. Begitupun yang untuk pengolahan sampah ee daur ulangnya juga bisa digunakan kembali. Kemudian untuk lumpurnya bisa diolah di di TPS. Jadi bahan urukan energinya mungkin yang untuk sampah sekarang ramainya untuk jadi sumber energi juga seperti itu bisa digunakan sebagian untuk IPALnya. Jadi integrasinya mungkin kalau sudah dirancang dengan sangat bagus itu bisa bisa indah gitu sarana sanitasi ini di perkotaan seperti itu. Makanya kita bahas ini spal dt kalau spal dt ya seara perkotaan itu. Nah kemudian yang kedua tadi gambaran umumnya kemudian sistem pengelolaan limbah domestik berpusat. Spal DT itu seperti apa sih intinya? ALDT adalah ada limbah kegiatan pengolahan air limbah domestik dalam satu kesatuan dengan prasarana dan sarana pengolaan air limbah domestik. ada spal dt setempat yang langsung di sumber seperti septic tank yang di yang di rumah kita atau skala RT RW pengolahannya seperti itu. Nah, itu diakut dengan sarana pengolah apa pengangkutan lumpurnya dibuang ke lumpur tinja. Ini Spal DS. Kalau SPT terpusat e dari pelayanan diadirkan lewat perpipaan servis ke pengumpulan perpipaan primernya kemudian dipukulan terpusat ada pengalirannya sendiri seperti ini. Nah, jadi Spald DT ini sekarang kita bahas SpitTus skala perkotaan seperti itu. Kemudian ada subsistemnya juga subsistem pelayanan, subsistem pengumpulan dan subsistem pengolahan terpusat. Pelayanan itu apa? Ada daerah pelayanannya jaringan perpipaan kawasan paran hingga sampai ke koneksi di ee perumahan atau di parsel di sini. Seluruh air limbah domestik masuk ke jaringan perbipaan. Nantinya di rumah cuma ada anda pertimbangan sendiri kalau di Bali itu ada gristretnya. Ada juga perencanaan kemudian yang langsung cuma ada bak ee bak kontrol tok seperti itu bukan grisp itu sebenarnya gak masalah di sana asal ee bisa diatur semua secara teknis ya gak masalah. Jadi semua air limbah itu masuk ke jalur jaringan perpipaan sistem pelayanannya. Kemudian ada pengumpulannya perpipaannya sendiri pipa servis sampai pipa pipa primernya titik taping parsel pipa lateral sampai ke jaringan pipa induk ada sistem IPAL D-nya IPAL domestiknya fisik kimia maupun biologis kemudian ada hasilnya evaluennya ke badan air seperti yang kita sebutkan di atas kemudian ada lumpur hasil olahan bisa diolah di TPST yang terintegrasi dengan pola sampah. Nah, ini sudah mulai ramai antara IPAL dan TPST-nya itu ee bersebelahan. Jadi, bisa energinya bisa digunakan IPAL, by produknya IPAL bisa diolah di TPSD. Oke, ini poin 8 yang contoh penerapan. Jadinya nanti seperti ini. Jadi saya saya pamer jadinya aja meskipun saya tidak terlibat dalam pembangunannya ya dalam perencanaannya aja terlibat seperti itu. Ini yang di Jogja khusus saya ee tampilkan apa namanya yang terbangun yang di Jogja. Kebetulan yang di Jogja ini ada tiga IPAL yang terbangun. Jadi, Ipal DT Bangang Lipuro 1500 m³b per hari ini. Dan tiga-tiganya ini beda-beda bangunannya. pengolahannya maksudnya pengolahan jbangunnya otomatis terbeda ini ada ee green chamber ekalisasi aerasifier kolam-kolam koordinasi sampai SDB-nya ada bangunan pembantunya ada rumah blower rumah gadget kantor gedung serba gun dan pos jagat ini awalnya ekualisasi dari gereja eh ee alat ukur debitnya di sini dan gereja Jammernya ini, Pak. Ekualisasinya dalamnya kira-kira 15 m, tapi kedalaman airnya cuma dua ee antara 3 3, 3 m lah. Di sini ini kolam air, lagun airasi. Maaf kok orang aerasi lagun aerasi yang di bangunan ini seperti ini. Ee dan sekarang sudah berfungsi dengan normal. Ini gre chamber-nya. Yang kedua yang diberbah Sleman 1500 m³ per hari juga sekarang kelurahan. Jadi ini yang tadi yang pertama purau itu ee semi semi bukan semi semi semi otomatis. Hanya sebagian kecil aja yang menggunakan listrik. Cuma blower tok sama pompa memang. Tapi kalau tipenya lagu kalau yang ini sistemnya sedikit pasif minimal sekali listriknya. Di sini ada ini tamannya itu hasil pengolahannya di sebelah kanan itu kolom ekualisasinya tetap pakai Pakisasi ini ada ABR tertutup ada lagun juga di sini ditambahin wetland ini wine-nya seperti itu. Jadi minim banget di sini listriknya cuma yang di blow dua dua dua unit blower saja sama pemompaan kecil-kecil seperti itu. Semua pengolahan secara pasif dengan ABR mungkin semi otomatis di dilakun aerasi dan ini juga pasif sistem juga pengolahannya sistem yang saya maksud pasif itu artinya tidak melibatkan power dari luar ya tidak tidak melibatkan listrik. Jadi ini ee pakai ABR dan wetland-nya ini kalau sudah subur ya seperti ini nih. Tapi ini pakai tambak tumbuhan kan 3 bulan sekali itu harus dipotong dihabiskan seperti itu. Nah, kalau baru tumbuh itu ya sebelah kanan itu kalau sudah panen pas indah-indahnya ya seperti ini tumbuhnya tumbuhnya bareng. Setelah tadi dari wetland tetap harus diklordinasi. juga sebelum ke sungai itu buangnya ke sungai dan ini kolam kontrolnya isinya ikan bioindikator ini yang paling canggih kalau tadi ada semi canggih ee terus kemudian pasif sistem ini spal dtok sleman di Jogja juga 1000 m³ per hari ini full aerasi full full aerasi Ini bangunan pengwalahannya utama inlet-nya ada bar screen, kemudian ini grid chamber seperti itu kalau kalau dilihat kan banyak peralatan ME-nya di sini aerasinya rarifier seperti itu. Di akhir ada pressure filter. Ini slat trade pad. Kolam indikatornya juga ada. Oke, saya perlihatkan hasilnya dulu. Jadi nantinya teman-teman bisa bayangin sebenarnya kita ini bangun apa sih ya? Bangun kayak ya kayak foto-foto itu sejadinya gitu. Jadi kalau untuk perencana itu kerjanya dari kajian gambar ee ngitung RAB-nya nyusun SOP. Sudah seperti itu tahapannya. Nah, tahapan aktivitas perencanaan ini kita jelaskan. Jadi saya contohnya untuk sampai ke misalnya ke MBBR gitu ya yang dipilih misalnya ini misalnya gitu loh NBR. Jadi ee pertama adalah kebutuhan datanya di kebutuhan data itu ada observasi lapangan dan inventaris data. Observasinya masih observasi itu jalan-jalan lihat-lihat gitu kan topografis fotogramet, soil test, survei sosial seperti itu yang enggak ngumpulin data seperti itu. Ada inventarisnya ini yang ngumpulin juga data primer, data data sekunder. Masih data sekunder di sini. Tidak ada urban desainnya ee sesuai enggak dengan apa perencanaannya, wilayahnya seperti itu. Regulasi daerahnya seperti apa? Ee rencana induknya ada apa? Harus ada. Kalau dalam perencanaan harus harus harusnya ada paling enggak muncul debit sama lokasi gitu. Kalau sudah ke FS biasanya muncul jenis pengolahannya apa. Walaupun itu bisa berubah nantinya. Kalau observasi lapangannya apakah lahan yang disediakan itu sudah cocok ya paling rendah seperti itu. Kalau di Mataram enak. Jadi untuk otaknya itu dari pengalirannya dari timur ke barat yang paling barat itu pesisir otomatis lebih rendah itu gravitasi otomatis saja semua mengalir gitu. Tapi kalau kita observasi lapangannya tempatnya paling tinggi misalnya seperti itu, topografinya paling tinggi. Nah, itu ada challenge tersendiri di sana ya. ruwet di perencanaan nantinya seperti itu hasilnya. Jadi ini banyak diskusi juga di awal-awal ini. Kemudian kompilasi dan verifikasi datanya, kapasitasnya dari wilayah perencanaan, titik lokasinya ee pantas apa dak seperti itu. Area delinasi perencanaan, wilayah pelayanannya seperti apa yang dipilih. Ditetapkan juga pentahapan pembangunannya berapa tahap sampai berapa tahun seperti itu. Badan air penerimanya ada apa dak? jauh atau dekat seperti itu. Kemudian ada pemanfaatan evluennya sekiranya dimanfaatkan untuk siram-siram kah untuk langsung dibuang atau untuk kolam ada untuk pemandian seperti itu ya macam-macam sebenarnya bisa kalau bagus bisa dimanfaatkan untuk apa aja. Ee setelah lengkap semua ini data awal diterapkan kriteria dasar perencanaan ada KPI infrastruktur air limbah, karakteristik influence dan targetlu integrasi pengolahan air limbah domestik terpusat jika ada beberapa pengolahan seperti itu kemudian potensi daur ulang air limbahnya kemudian setelah itu ada usulan konsep teknologi pengola air limbah dalam perencana semua ini harus tersampaikan. Jadi sudah ada data primer, sekunder, sudah ada kriterianya, penetapannya, kapasitas segala macam, potensi daur ulangnya. Kemudian ada berapa opsi yang bisa diterapkan dalam perencanaan? Ada beberapa sistem, ada MBBR, ada FBAS, ada CAS, SBR itu beberapa ini subjektivitasnya perencana entah berdasarkan entah berdasarkan pengalaman perencana atau berdasarkan referensi juga bisa seperti itu. ini yang harus disampaikan nantinya perencanaan ee pemangku kebijakannya akan berdiskusi yang mana yang akan dipilih nantinya berdasarkan lahannya, kapasitasnya kemudian kemampuan daerahnya untuk membayar operasionalnya. bulat paling bulatnya di sini bukan bulat bahasa itu. Paling rumitnya nanti di sini kalau perencana itu diskusi masalah ee opsi. Tapi kalau sudah terpilih setelah itu ya mengalir aja sudah ee ya tadi masuk kemudian ke kriteria utama pemilihannya apa aja seperti itu yang dipilih pengolahan yang ee produk yang canggihkah lifetime-nya kah biaya investasinya kah ee ee kemudian OM-nya bisa ditangani banda terus utamanya ini sih ini menjadi pilihan jadi ada contohnya di Indonesia ini yang di mana ya kebetulan kalau di Jogja contohnya ada semua. Jadi kalau di Jogja buat perencanaan itu enak banget gitu. Contohnya ada semua di sana. Kemudian setelah itu ditetapkan semua sudah ditetapkan. Jadi desainnya misalnya jadi ya bukan belum desainnya masih teknologinya misalnya MBBR di sini gitu kan. Nah, setelah dipilih perencanaannya, jenis pengolahannya misalnya MBBR nantinya dibikin detail skema pengolahan, kriteria desainnya, Mas Balance-nya, rencana ME-nya seperti apa, mereknya dari mana, seperti itu. Kemudian kebutuhan bangunan pelengkapnya di instalasinya. Kemudian estimasi pemanfaatannya seperti apa. Kemudian ke masuk ke dimensi unit IPAL-nya sendiri ya. Ini kemudian masuk ke penataan layout-nya sih data topografi dipakai skema pengalirannya mau muter garis lurus gitu atau muter-muter lahannya. Ini kan tergantung lahannya nantinya. Ini kita seperti merangkai kereta api itu dalam lahan yang sempit. Kalau lurus gitu aja kan gampang dijejer gitu aja. Tapi kalau memang lahannya luasan yang sama tapi enggak lurus tapi segitiga gitu ee bentuknya. Nah itu. Nah ini yang agak ee perlu saya masuk arsitek juga masuk sipil juga. Nah ini berdiskusi banyak ni tenaga-tenaga ahli dalam perencanaan di sana. Hah. Jadi yang ditata itu alirannya bisa enak dan juga bisa ee berfungsi juga dan indah. Itu yang terakhir gitu loh. Jadi kan enggak semua perencana itu punya estetika yang estetika yang bagus gitu. Artinya, jadi teman-teman ini Bu, terutama teman-teman yang masih mahasiswa, kalau yang sudah agak tua gitu saya enggak peduli gitu loh. Coba latih estetikanya jenengan gitu. Bikin bangunan dan bikin ee layout itu yang bagus gitu. Karena dulu setahu saya waktu kuliah itu ini enggak pernah tersampaikan gitu. harus punya estetika dalam desain itu sehingga nantinya lahannya jadinya perencanaan itu tidak hanya berfungsi tapi juga indah gitu diterapkan itu bisa bagus gitu dilihat itu juga bisa enak gitu kan jadi karena kalau sudah indah orang itu cenderung memelihara tapi kalau sudah kalau kalau elek bau kotor segala macam orang tuh cenderung mengabaikan jadinya rencana mahal-mahal sudah jadi tapi dibiarkan saja dan akhirnya tidak berfungsi dan jadi monumen yang tidak beran dikunjungi seperti itu. Bukan monumen museum itu seperti itu. Monumen atau museum lah seperti itu. Oke. Tadi di bensin sini layout-nya sudah masuk juga profil hidrolis dihitung cut and field-nya untuk sipil-nya masuk ke data soil test untuk kekuatannya. Kemudian basic design. Eh, kita bikin basic desain dulu. Konsepnya tema IPAL, saran masukan, desainnya dimasukkan zoning, Lcap-nya ini seperti yang saya ceritakan tadi sudah masuk ke desain ee desain semua zona bariernya supaya tidak masuk ee yang misalnya ada bau sedikit pun itu tidak langsung tersebar. Tapi kalau yang dari luar juga karena ini juga bukan tempat rekreasi ya, bera ini penting untuk membatasi juga orang yang akan masuk atau hewan-hewan seperti itu. Zona peneduh dan pengarah ini juga masuk arsitektural sehingga bisa dikunjungi juga bisa ee enak dan suhunya bisa turun sehingga umur bangunan dan peralatan juga lebih lama. Zona tematik. Nah, ini juga masukan juga ee zin tematik intinya nantinya kan bisa jadi sarana edukasi juga pengolah ee unit pengolahan ini bisa untuk kunjungan lapangan teman-teman yang masih SD, SMP, SMA bahkan yang mahasiswa pun kalau mau jadi ee ngambil datanya untuk tugas akhir pun ya banyak di sana biasanya di pengolahannya. Jadi tidak hanya peralatan yang berfungsi, tapi juga ada estetika dan kekhasannya lah. Kekhasannya dalam setiap desain seperti itu. Setelah semua masukan jadi dihitung jadi. Nah, produk akhirnya perencanaan ini desain 3D bangunan, spesifikasi ME dan kriteria material yang dipergunakan termasuk ME-nya, sipilnya seperti ee kriterianya, perhitungannya, kebutuhan bahan kimianya akhir, biaya kebutuhan listrik, biaya kebutuhan operator, ya semua dihitung ini nanti ya berapa karena yaitu pemeliharaan karena ee ee nantinya jadi secara menyeluruh dari perencanaan dari tahapan awal pemilihan kemudian perhitungan sampai ke gambar-gambar perencana dan biaya operasional yang menyertai ini bisa semua tertampilkan dalam perencanaan seperti itu. sehingga nantinya begitu diterapkan ee yang bangun juga mudah karena sudah Anda tetapkan semua yang memelihara itu juga bisa langsung ee ee ada bayangan seperti apa nantinya bangunan yang akan ditetapkan di daerahnya. seperti itu. Jadi perencanaan akhirnya meliputi semua ini. Tidak hanya tek lingkungan aja, tapi sipilnya, arsitek, ee ME-nya itu semua nanti akan banyak berperan di sana gitu sampai finalisasi dokumennya. Oke, ke kita lanjut lagi setelah tadi tahapannya masuk ke identifikasi analisa data tahap awalnya perencanaan SPALDT ini kayak kuliah satu semester ikut dipaksa 1 hari gitu dari pagi sampai sore. Maaf nanti saya banyak minum Bapak-bapak, Ibu-ibu. Seperti itu. Oke, tahapan perencanaannya ee masuk ke apa namanya? Analisa datanya ya, perencanaan awal. Jadi, data yang diperlukan dalam perencanaan awal. Ada beberapa ee yang masuk di sini ya, peraturan kriteria desainnya itu semua ada Departemen PU PR tahun 2017. Apa saja diperlukan datanya di sana? Debit timbulan air limbah itu juga ada SNI-nya. Kemudian kita bikin neraca massa, kebutuhan volumenya, dimensi bangunannya, desain tata letak bangunan, dan gambar perencanaan. Akhirnya untuk data perencanaan awal data desain IPAL, data primer yang dibutuhkan jumlah penduduk sekunder ya karena langsung di di didapat tidak harus mengukur gitu. ada jumlah penduduk, sumber limbah, data pemakaian air bersih, denah side plan atau kontrol atau elevasi di lahan yang terpilih dalam pembangunan dan kondisi rencana lokasi IPAL dan badan air penerimanya ini disurvei semua. Ter sebagian besar biasanya di FS sudah tercantum sih sampai sana. Tapi biasanya di DEED ini diperlukan hanya yang lebih detail lagi seperti itu. Mana dari mana datanya, kemudian jumlah penduduknya, kemudian nanti juga direncanakan sampai tahun berapa seperti itu. Kemudian yang kedua identifikasi sumber air limbah domestik, air limbah black water dan air limbah gre water seperti yang dijelaskan di atas tadi. Ini data sekunder awal yang diterima supaya tahu nantinya skalanya yang dibangun sebesar apa. itu dari data awal ini. Kemudian untuk karakteristik air limbah domestik sendiri ya teman-teman saya saya kira sudah tahu semua ya kalau karistiknya seperti apa. Ini kalau dari saya ambil dari US EBI water treatment design manual eh dikasih range. Nah biasanya sih ini yang data awalnya mana? Data lab-nya mana? Oke. Kok data lab-nya di ambil dari kota lain? Itu yang pertama. Yang kedua, kok data lab-nya cuma satu aja? Enggak ngukur, enggak ngukur lagi seperti itu. Itu yang ketiga. Kemudian selanjutnya ditanyain yang dipakai desain data yang mana seperti itu. Akhirnya semua data ini sih kami tampilkan. Biasanya ini ada data dari kota-kota lain karakteristiknya seperti ini. Kemudian ada data lab dari misalnya yang pernah diukur di kota tersebut. Kemudian ada data-data perbandingan dari ketetapan seperti USPA ini dikasih range seperti itu kan. Nah, ee teman-teman, Bapak-bapak, Ibu-ibu, jadi data ini krusial karena kalau kita cuma ngambil data di awal aja cuma satu aja, itu tidak mewakili. Kecuali ada data series yang teratur dari setahun gitu misalnya. Nah, itu waktu musim kemarau, musim hujan seperti itu bisa diketahui seperti itu. Ee tapi gak ada seluruh Indonesia ini gak ada data series seperti itu. Jadi penetapan lahan ini penetapan lahan penetapan data awal ini karakteristik air libah ee sekali lagi sekali lagi juga subjektif juga ma sebesar apa. Kita dikasih range 155 286 misalnya BOD-nya tok gitu. Kalau saya sebagai perencana milih 200 saja kan sah ada anunya ada data yang lain yang mendukung kok dari kota lain kah? Ada data satu muncul 200 seperti itu atau saya pilih yang lebih besar 250 lah seperti itu ya. Saya juga harus ada yang mana seperti itu karena ada data yang lain yang membanding juga. saya membuka diskusi di sini karena ini memang diskusi awal ini ini yang paling yang paling ee rruit nantinya ini subjektif semua yang tanya juga enggak tahu harus mana yang dipakai perencananya juga harus yakin kalau data itu harus ee harus apa bisa dipertanggungjawabkan nantinya konsekuensinya gini kalau terlalu kecil nanti bangunannya terlalu kecil tidak kalau terlalu besar nanti bangunnya terlalu mahal itu aja biaya operasional otomatis mengikuti Nah, yang awal ini jadi harus ada perbandingan yang mumpuni dan keyakinan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kalau datanya ini visibel lah dipakai untuk perencanaan. Itu teman-teman bayangannya tidak semudah kita lihat buku itu perencanaannya angkanya ditetapkan seperti itu gak. pengaruhnya kalau 150 ke 250 itu besar banget bedanya itu nanti. Mudah-mudahan kalau teman-teman nanti perencana di suatu kota datanya lengkap, data seriesnya seperti itu. Kalau kami dulu yang di ee Jogja, alhamdulillah Jogja ini tertata ya lebih tertata. Jadi nyatanya banyak bisa gitu yang paling kecil dari yang paling besar. Jadi kita bisa ambil ya setengah-tengahnya lah seperti itu. Gak sampai 200 gitu BOD-nya misalnya seperti itu. Itu bayangannya kenapa kok data desain ini penting. Nah, debit air limbah. Kalau debit air limbah ini ya tergantung ee jumlah yang masuk. Jumlah yang masuk tergantung pelayanannya. Pelayanannya tergantung jumlah manusia yang dilayani, tergantung wilayah yang direncanakan. Debit Air5-nya sekirang kira-kira 60% 80%. Kemudian pemakaian air ee dari data pemakaian air PDAM. Nah, ini data air PDAM. Kalau data kalau suatu daerah itu sebagian besar ee penghuninya menggunakan RPDAM, sebagian besar untuk debit ini saya kira selesai seperti itu. Atau pendekatan literatur juga bisa, rumah tinggal, kantor pabrik, rumah peribatan itu semua ada ya. Ini tinggal dihitung semua aja. ee debit air limbahnya lebih mudah kalau debit air limbahnya ini. Kemudian yang kelima ada rencana lokasi IPAL. Dilihat elevasi tanahnya, dilihat batan air penerimanya nanti untuk evluen-nya jauh apa enggak. Kemudian bebas bahaya banjir supaya kalau banjir pun ini lucu juga nanti saya saya cerita deh jenis tanah kedap air. Oke. Kalau eval tanah terendah ini ee agak sunah karena kalau yang tinggi pun bisa dipompa untuk biaya aja sih. Kalau enggak ada pilihan lain ya pakai aja lahannya. Ini urusan teknik aja. Tapi kalau memang ada pilihan lain pilihlah tanah yang terendah. Karena kalau dengan tanah yang rendah tersebut air akan mudah untuk disalurkan. Kemudian ada badan air penerima. Badan air penerimanya. Ini contohnya yang di Mataram. Saya ceritain aja deh gitu. Di Mataram itu dengan laut ee dekat banget pas di pinggir laut lokasi IPALnya itu pada waktu perencanaan direncanakan dibuang ke laut langsung. Nah, 75% perencanaan selesai. Amdalnya masuk tiba-tiba bilang itu, Mas, dipindah aja dibuang ke sungai jaraknya 2,5 kilo dari lokasi IPAL seperti itu. Itu apa enggak bingung Bapak-bapak, Ibu-ibu, teman-teman sekalian semua gitu loh. Kenapa seperti itu? Karena kalau AMDALnya dibuang ke laut itu perizinannya harus ke pusat. Kalau ee kemudian kalau dibuang ke sungai ee harus perizinannya cukup di daerah saja. masalah kerumitan perizinan daerahnya minta dirubah dari buang ke laut dibuang ke sungai seperti itu. Nah, ini tergantung anu sih tergantung kebijakan dan pertimbangan masing-masing daerah untuk itu. Tapi akibatnya ke teknis seperti itu nantinya badan air penerima ini ada juga kerumitannya ternyata. Ee itu kemudian bebas bahaya banjir. Nah, ini ada dulu perencanaan yang batal. Kalau enggak salah di Bekasi perencanaan sudah jadi, tapi ternyata perencananya tidak awas kalau daerahnya itu banjir. Banjirnya itu bisa sekian meter sehingga kalau ditinggikan juga sangat mahal, tidak visibel dan kalau di kalau di ee dipaksa dipaksa untuk dibangun pun juga sudah enggak enggak enggak visibel lagi seperti itu. Jadi perencanaannya tapi batal. Gak jadi dibangun di daerah tersebut. suatu daerah di ya ini mungkin di Bekasi itu. Ee kemudian ada jenis tanah gedap air. Nah, ini kemudahan pembangunan sih. Jadi kalau memang tapi ini tidak begitu masalah karena bisa disiasati dengan ee sipilnya. Biasanya bangunannya aja yang harganya nanti akan lebih mahal. Nah, kemudian yang keenam. titik penataan NIPAL acuan ketaatan dalam pengambilan contoh uji sampel pada pembangunan air limbah. Jadi lokasi titik pentaatannya ini ditetapkan nantinya diperteknya AMDAL harus sudah ada di sini. Jadi beriringan selesainya. Kalau selesai kalau selesainya duluan ee mungkin bisa dipakai datanya tapi kalau ini harus selesai duluan sebelum AMDAL selesai kalau berbarengan dengan AMDAL gitu ya. Jadi ee tidak ada pengaruh dari kegiatan sumber lain selain evaluen IPAL. Mudah dijangkau petugas, mudah dalam pemeliharaan untuk dipasang pengukur debit juga. Jadi titik petaan, titik akhir dalam pengolahan. Jadi nantinya untuk mengevaluasi kinerja IPALnya itu bisa dipakai di sini juga. Kemudian jalur perpipaan air limbah. Perpipaannya metodenya aliran gravitasi sebagian besar tidak bertekanan. Jalur pipa dipengaruhi oleh tata-tata bangunan. jalan akses dari di lokasi sumber limbah ee ini apa namanya untuk perpipaannya ini juga perlu kuliah tersendiri memang jadi teman-teman juga ya mungkin bisa sebetulnya lebih sulit kalau di IPAL ini lebih sulit diprosesnya kalau di ee perpipaan ini lebih sulit di nantinya ee datanya jalan-jalannya itu harus detail banget ya Allah. Jadi kalau kasihan kalau yang ee kalau teman-teman tahu sendiri kalau sudah dalam ee ee perencana air limbah Spal DT ini ya yang bertugas menghitung dan mengukur jalan untuk di mana dilakukan perpipaan air limbah ini. Aduh itu jalan-jalannya lama, sulit dan harus detail pengukurannya. Terutama kalau ada sarana prasarana misalnya di bawah itu ada kabel kabel PLN, ada pipa air minum, ada pipa gas seperti itu. Itu data-data itu harus ada harus jalan-jalan juga ke kantor-kantornya teman-teman. instansi tersebut seperti itu. Jadi kalau sudah ada perencanaan ini satu kota repot biasanya seperti itu. Jadi teman-teman harus dapat ee koordinat mengkoordinir ee nantinya dengan BPPEDANYA ee BAPPEDA juga harus mengkoordinir teman-temannya di dinas-dinas. Jenengan juga harus rajin-rajin sowan ke dinas-dinas tersebut untuk minta datanya. Sarana para sararana ini. Ini ruwet banget kalau yang di jatuh perpipaan air limbah. seperti itu. Tapi kalau secara teknis, nah ini biasanya sudah ada semua perhitungannya yang kalau yang jalur peripaan air limbah ini pusingnya di awal pada waktu penetapan dan pengukuran datanya aja seperti itu. Ini contohnya semua ada e pemakaian air bersihnya. sekolah pun asrama, rumah susun tinggal semua ada di ee Permenkes RI. E karakteristik limbahnya seperti ini. Jadi kalau ada sumbernya juga di MATCF itu juga sudah ada. Kalau low streng, medium strength, high strength seperti apa biasanya kalau yang domestik antara low sampai ke medium gak pernah domestik itu. Heeh. ee di atas 300 itu di atas 250 itu jarang banget. Kalau ada pun mesti ada sesuatu yang salah di sana. Tapi kalau saya simpulkan gitu paling berat ini limbah-limbah domestik kinya seperti ini. Jadi ada BH-nya 6 sampai jendrong normal, COD-nya 250, COD 500, TSS 100, minyak lemak 10, amonia 40, total Rp1 juta 100 ml. Nah, seperti ini. Ini sudah paling gak mungkin lebih berat dari inilah. Biasanya di bawahnya ini yang ditetapkan seperti itu. Kemudian hasil akhirnya seperti apa sih kita kalau mengolah dari data awal tadi? Tujuannya IPAL itu kan mengolah dari kalau data-data ini kan menunjukkan kekuatan air limbah yang kuat seperti ini nantinya diolah sampai mana ya? Sampai sini. PO2250 tadi jadi 30, COD jadi 100. Eh, TSS cuma 30, minyak lemak 5, amonia 10, total Rp1 juta jadi 3.000, debit liter per orang per hari eh 100. ini Permen LH target pengolahannya kalau diketahui ini antara 99 90% 70 80 sampai 90% lah jadi hasilnya seperti itu. Tapi yang perlu di ini yang BOD ini 30 ini mencapai 30 ini kalau tanpa pengolahan lanjutan setelah IPAL itu sulit menurut pengalaman saya seperti itu. Jadi harus ada antara filter antara ee ada lagi antara apa namanya atau membranah begitu. Macam-macam sih metodenya. Kalau hanya pengolahan ee biologis saja 30 ini bisa tapi mungkin naik turun nantinya seperti itu enggak konsisten. Jadi undang-undangnya ini untuk baku mutunya ee enggak perlu saya jelaskan ya, bisa dibaca sendiri kalau perundang-undangan ya. pemanfaatannya seperti ini. Kalau pemanfaatnya ini baru peruntangannya kajian rekomendasi KLHK 2021. Kalau pemanfaatannya bisa dimanfaat kembali jadi ee kadarnya lebih kecil lagi dari 30 jadi 12 COD-nya jadi 80 TSS-nya 30 tetap fal kiformnya tambah lagi 200 terus klorinnya 0,2 sampai 1. Selain di kalau sekecil ini biasanya pakainya setelah pengolahan itu pakai ultrafiltrasi baru bisa seperti ini. itu oke kurinnya ada pembuangan air limbah ke badan air permukaan ini kalau langsung kalau formasi pembuangan air limbah ke formasi tertentu pemanfaatan air limbah ke formasi tertentu pemanfaatan air limbah aplikasi ke tanah itu ada batasannya juga mengungk
Resume
Categories