Transcript
oQizSVqvpwE • MEMBANGUN BUDAYA PENGELOLAAN SAMPAH
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0067_oQizSVqvpwE.txt
Kind: captions
Language: id
baik hari ini kita kembali lagi nih
bertemu di rangkaian acara webinar
bersama sayaana selaku MC sekaligus
moderator yang akan memandu acara ini
dari pukul 00 hingga pukul
11dillah kita hari ini merupakan webin
pert nih yang diselenggarakan oletik
ulang
proones di tahun
2024ah
kemareng 23 webinar pada tahun 2023
kemar acara webinar kita pada hari ini
mengusung tema membangun budaya
pengelolaan sampah yang akan disampaikan
ole pemateri kita pada hari ini yaitu
bapak
drara ini diselenggar
oletik yangjaama dengan universitas
islamonesianyau datang dan juga
memberikan salam hormat saya kepada
pemateri kita pada hari ini yaitu bapak
drd lalu kepada bapak Dr hijrahra SM
selaku founder dari butik ulang pro
Indonesia sekaligus sekretaris jurusan
Teknik Lingkungan universitas
islamonesia dan juga tidak lupa kepada
bapak ibu peserta webinar pada hari yang
berbahagia
ini sebelum masuk ke materi weinar kita
saya Ingatkan Untuk Bapak Ibu sekalian
untuk dapat pengisi daftar hadir atau
presensi di Link yang telah admin kami
kirimkan di kolom Chat Zoom ya Bapak Ibu
sekalian kemudian Dengan hormat saya
juga ingin meminta kesediaan Bapak Ibu
sekalian untuk dapat menonaktifkan
mikropon selama kegiatan ini berlangsung
supaya kita semua dapat menikmati materi
yang disampaikan dengan baik
baik Oh selanjutnya sebelum kita masuk
ke acara inti kita yaitu penyampaian
materi akan ada sambutan dari bapak Pak
Dr hijrah Putra S selaku founder dari
butik daur ulang Project Indonesia
sekaligus sekretaris jurusan Teknik
lingkukan Universitas Islam Indonesia
baik langsung saja waktu dan layar kami
persilakan baik Terima kasih Mbak
mudah-mudahan suara saya sudah terdengar
dengan jelas ya Bismillahirrahmanirrahim
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
bismillahamdulillahillah Eh tentunya
selamat pagi salam sejahtera untuk kita
semuanya yang saya hormati bapak Dr
Iswanto
ee teman-teman panitia serta Bapak Ibu
ee peserta webinar membangun budaya
pengolahan sampah pada hari ini e Sabtu
10 Februari 2024 mudah-mudahan kita
semuanya dalam kondisi yang sehat
bersemangat dan siap untuk mengikuti
webinar ee Sabtu ya 2 minggu yang
dilakukan oleh EE butik da ulang Project
B Indonesia dan jurusan Teknik
Lingkungan ee Universitas Islam
Indonesia Eh benar sekali Bapak Ibu ini
adalah kesempatan pertama di tahun
2024 mudah-mudahan ee bisa lancar bisa
sesemangat pada saat melaksanakan
berbagai macam topik webinar di tahun
2023 yang lalu gitu ya dan mudah-mudahan
20 24 ini juga akan membawa perubahan
yang baik juga ya terkait dengan
pengolaan sampah yang ada di Indonesia
gitu ya dan di Februari ini kita juga
akan memperingati hari peduli sampah
nasional beberapa hari lagi sebuah
kejadian yang luar biasa di ee suatu
daerah yang merenggut nyawa cukup banyak
gara-gara persoalan sampah mudah-mudahan
dengan semangat kita untuk membangun
budaya pengolahan sampah yang lebih baik
dimulai dari diri kita dimulai dari
keluarga kita dimulai dari lingkungan
terdekat kita dapat menghasilkan
pengolaan sampah yang lebih baik di masa
yang akan datang Eh Topik ini sangat
eh sangat relate ya dengan pemateri kita
ini tokoh yang EE kami kagumi juga kami
banyak sekali belajar dengan beliau di
saat masih kuliah beliau sudah
berkecimpung di bidang pengolahan sampah
jadi ini adalah salah satu guru kami
yang juga tetap hingga saat ini
konsisten ya dalam melakukan pengololaan
sampah memberdayakan masyarakat ee di
berbagai macam lokasi dan Bapak Ibu
mungkin sudah tidak asing lagi dengan
desa sukunan yang ada di Yogyakarta
mungkin juga sudah pernah berkunjung dan
EE beliaulah yang memulai desa sukunan
mudah-mudahan materi hari ini
eh dapat menyemangati kita semuanya
memulai dari hal-hal yang sederhana dan
bisa terus konsisten bermanfaat kepada
masyarakat ya
eh seperti layaknya webinar Project B eh
seperti biasanya G ya kita mulai tepat
waktu dan tidak perlu lama-lama untuk
sambutan agar materi inti kita bisa
Dengarkan dengan baik dan bisa
bermanfaat kepada Bapak Ibu semuanya
Dengan mengucapkan
Bismillahirrahmanirrahim webinar
membangun budaya pengolaan sampah pada
hari Sabtu 10 Februari 2024
ee resmi untuk dibuka dan mudah-mudahan
bisa bermanfaat untuk kita semuanya
Terima kasih sekali lagi pak Iswanto
atas waktunya dan mudah-mudahan bapak
ibu dapat mengikuti dengan baik dan
jangan khawatir kita juga live streaming
di YouTube dan nanti bisa diikuti
kembali mungkin ada sinyal atau kendala
jadi tetap bisa mengikuti dengan baik
selamat bertugas Mbak Anisa dan tim
mudah-mudahan diberikan kelancar mohon
maaf jika banyak kekurangan wabillahi
taufik wal hiidah wasalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih
untuk Bapak hijrah yang telah memberikan
sambutannya dan sekaligus membuka acara
pada pagi hari ini Baik eh Bapak Ibu
sekalian kami dari panitia juga
melakukan live
Melu youtube channel kami yaitu di Pro
Indonesia jadiis selamaara weinar ini
berangsung mungkin ada Bapak Ibu
sekalian yang terkendala diom tidak per
khawatir karena Bapak Ibu sealian
jugaetapisaikuti webinar ini mu youtube
channel kamiitu di
Pro selanutnya seperti biasanya ni Bapak
Ibu sekalian hari ini kami juga
menyapkan berbagai
macam
i anyaan terbaik dan du Story Instagram
terunik selama webinar ini berlangsung
untuk pemenang tiga pertanyaan terbaik
nantinya akan kami umumkan di akhir
acara Sedangkan untuk pemenang du Story
Instagram terunik akan kami Hubungi
langsung melalui DM
Instagram Nah jadi bagi Bapak Ibu
sekalian yang ingin bertanya nih selama
webinar ini berlangsung itu dapat sekali
langsung memberikan pertanyaannya
melalui kolom chat dengan format nama
kemudian pertanyaan yang inin ditanyakan
dan nantinya akani p terbaik untuk
memenangkan doorpr spesial dari kami
baik ee mungkin tanpa berlama-lama lagi
kita langsung lanjut ke acara inti kita
yaitu penyampaian materi namun sebelum
itu Mari kita simak terlebih dahulu CV
dari pemateri kita
[Musik]
berikut
[Musik]
Iya baik itu tadi sekilas mengenai
pemateri kita pada hari ini mungkin kita
akan sedikit menyapa pemateri kita
terlebih dahulu ya Bapak Ibu sekalian
Asalamualaikum Selamat pagi
Bapak Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh Mbak selamat
pagi segar ini ya
alhamdulillah bapak gimana kabarnya hari
ini Pak Alhamdulillah sehat dan semangat
Alhamdulillah baik Kalau gitu mungkin
kita untuk efisiensi waktu mungkin kita
langsung lanjut aja untuk mulai
penyampaian materinya begitu ya Pak ya
untuk penyampaian materinya waktunya
kurang lebih sampai sekitar jam 1030
begitu ya Pak
ya tanpa bernama lagi mungkin langsung
saja tempat dan layar
kami baik
terimaihillah warahmatullahi
wabarakatuh yang saya hormati pak hijrah
Purnama Pak Dr hijrah Purnama Putra eh
dosen di Universitas Islam Indonesia eh
jurusan teknik lingkungan dan juga
founder butik e daur ulang yang juga
menyelenggarakan Project B Indonesia
luar biasa Kami bangga Eh punya sahabat
yang komitmen dan konsisten untuk terus
e mengawal eh pengelolaan sampah di
Indonesia dan Untuk itu saya juga mohon
izin Bapak Ibu semuanya eh kami juga
terus belajar Jadi kami nanti akan lebih
banyak keesare pengalaman apa yang kami
lakukan dan tentunya juga nanti ee kami
sangat terbuka untuk MI e mendapatkan
masukan atau Apun ya untuk kemajuan ke
depannya untuk itu selanjutnya saya izin
e share screen
mudah-mudahan sudah bisa tampil ya Mbak
Mbak Anisah sudah Pak sudah terlihat Oke
baik ini
ee membangun budaya ya budaya
pengelolaan sampah ini sangat dalam
karena kalau sudah
Ee budaya ini ee tidak hanya melibatkan
pikiran tidak hanya melibatkan otak
tetapi juga sudah
melibatkan hati jadi hati pikiran dan
juga gerakan nyata ya artinya aksi ya
butuh tangan butuh kaki ya untuk bisa
menggerakkan kaki dan tangan itu
ternyata tidak hanya masalah otaknya
pintar Tetapi yang jauh
lebih menonjol perannya adalah justru di
hati karena dengan hati ternyata bisa
menggerakkan tangan dan kaki untuk
bergerak melangkah dan lain sebagainya
Untuk itu kita perlu melihat ee apa sih
sebenarnya budaya
ini dari beberapa literatur memang kalau
sudah berbicara budaya nah ini tidak
bisa dilepaskan dari yang namanya
Kebiasaan kalau sudah membudaya berarti
sudah membiasa artinya sudah Ee
dilakukan
dalam
seharian dan ini biasanya juga ee sukar
diubah tapi untuk membangun budaya ini
juga tidak kemudian instan mungkin Butuh
Waktu waktunya pun relatif ada yang
pendek tapi kebanyakan ya membutuhkan
waktu yang
tidak sedikit bisa bertahun-tahun
bahkan dan ketika kita bicara budaya
maka yang melingkupi
adalah macam-macam jadi ini keseluruhan
yang
Kompleks karena mengkait terkait dengan
masalah
kepercayaannya pengetahuannya bahkan
juga berhubungan dengan seni bahkan
berhubungan dengan hukum moral adat
istiadat dan ini ini ini merupakan ee
salah satu ee ee Apa pengertian dari e
budaya dan apakah pemudian budaya itu
hanya berupa seni budaya yang biasa kita
identikkan dengan seni
tidak jadi budaya ini bisa berupa ide
bisa
gagasan bisa yang kemudian terbentuk
dalam pola perilaku tindakan dan bahkan
juga menghasilkan
karya sehingga budaya ini juga melalui
proses belajar Nah jadi kita memang ee
ketika belajar itu juga nanti bisa jadi
outputnya adalah sebuah budaya atau
kebudayaan
dan budaya itu bisa diwariskan
urun tememurun artinya tidak hanya
dilaksanakan pada saat ini saja tetapi
justru menjadi ciri khas budaya itu
ketika kemudian sudah Ee diikuti
dilaksanakan bertahun-tahun
turun-temurun dari generasi ke
generasi makanya kemudian ciri budaya
ini biasanya bersifat
kolektif kenapa kapa kolektif karena
dibentuk dan berada dalam kelompok
masyarakat sehingga anggota masyarakat
itu
memiliki budaya tersebut dan juga
menjalankan budaya
itu kemudian juga bahwa budaya ini tadi
ee bisa berubah karena tadi ee berkaitan
dengan ee Bagaimana perkembangan di
lingkungan
kita zaman dulu sebelum ee
teknologi informasi maju seperti
sekarang ini barangkali
ee budaya-budaya ini lebih banyak ee
bersifat yang tindakan konvensional
tetapi sekarang sudah banyak juga ee
budaya budaya itu dihiasi dengan
teknologi informasi ini sebagai sebuah
ee media dan metode yang digunakan ee
Ketika kita bicara masalah budaya jadi
ee daydaya itu juga bersifat
adaptif terus mengikuti perubahan namun
tidak sepenuhnya mengubah keseluruhan
nilai yang terkandung dalam budaya
itu jadi misalkan ada ee
kegotongroyongan Ini masih biasanya
mewarnai ya jadi ee komponen sosial
aspek sosial ini juga e betul-betul
masih melekat di dalam ee budaya itu
sendiri kemudian ee bahwa budaya ini ya
dapat diwarisi atau diwariskan
juga yang diwariskan Apa nilai dan
karakter dari generasi ke
generasi sehingga dapat diajarkan dan
dapat
dipelajari ini dalam konteks ee
pengelolaan sampah Nanti saya sampaikan
budaya Apa saja sih yang kemudian bisa
kita
lihat seperti contoh misalnya ketika
kita ee datang atau mengunjungi suatu
tempat di mana suatu tempat itu sudah
memiliki budaya untuk memilah sampah
maka ketika kita hadir di sana maka kita
juga akhirnya
mengikuti budaya setempat dan kalau ini
diteruskan dalam
kehidupan sehari-hari dan kemudian
dibawa kembali ke tempat mereka asal
maka kemudian budaya itu juga bisa
sebenarnya dibelajar atau dipelajari
dari tempat lain kemudian di adopsi di
tempat
kita ya banyak
ee mahasiswa yang belajar ke luar negeri
itu betul-betul tertib ketika berada di
sana karena di sana memang sudah
tercipta aturan dan bahkan juga sudah
menjadi budaya masyarakat setempat ee
dalam pengelolaan sampah sehingga dia
juga mengikutinya karena kalau tidak
mengikuti maka dia bisa dikatakan
sebagai ee masyarakat ABN normal artinya
tidak mengikuti norma-norma yang ada di
situ nah namun Ya ini yang kita
sayangkan bahwa budaya yang sebenarnya
baik itu kemudian ketika pulang itu
tidak dilanjutkan atau tidak di ee
laksanakan dalam kehidupan sehari-hari
bahkan kembali mengikuti ee pola
pengelolaan sampah yang Ee tidak
benar dan sebenarnya budaya ini bisa
menjadi ee identitas
jadi ee sebagaimana ee disampaikan Pak
izrah tadi memang kami sudah mulai
bergerak untuk membangun budaya
masyarakat dalam pengelolaan sampah ini
ini di sukunan di desa wisata sukunan
mungkin bisa digogling ya desa wisata
sukunan ini sudah tahun
2003-2004 dan ini sudah melekat sebagai
identitas sukunan bahwa ketika ee ingat
sukunan maka di situ adalah ingat ee
pengelolaan sampahnya karena memang kita
membangun e spesifiknya adalah ee
berkaitan dengan pengelolaan
sampah Ketika kita bicara budaya maka
kita juga tidak terlepas dari kearifan
lokal ya kita beruntung ya kita
beruntung bahwa Indonesia ini ee banyak
sekali nilai-nilai kearifan yang
bersumber dari masyarakat entah itu
masyarakat tradisional termasuk juga
agama
tentunya dan di kearan lokal ini
sebenarnya menjunjung tinggi etika dan
moral yang tumbuh dalam
masyarakat dan ini banyak sekali yang
berkaitan dengan masalah kelestarian
lingkungan kemudian bahwa kearifan lokal
ini merupakan kebiasaan yang hidup dalam
masyarakat yang diperoleh secara
turun-temurun dan ini sudah
diimplementasikan dipraktikkan dalam
kehidupan masyarakat
jadi ee kalau sudah kearifan lokal ini
ee di situ memuat nilai-nilai yang telah
mendarah
daging bahkan ketika kemudian kita tidak
mengikuti kita
ee mendapatkan ya semacam sanksi sosial
ya karena sudah dianggap tidak umum lagi
di
situ ini beberapa ee contoh ya kearifan
lokal yang EE bisa berupa falsafah
misalnya kalau dijakarta ini ada
falsafah ee hamemayu hayuning
Bawono jadi kita sebagai umat manusia
sebagai khalifah di muka bumi ini wajib
hukumnya untuk menjaga memperindah dan
menyelamatkan bumi di mana kita berpijak
ini kemudian ada lagi Gemi Nastiti
ngati-hati ini ajaran ee dari leluhur
kita ya bahwa kita juga harus
menerapkan ajaran Gemi Nastiti
ngati-ati Gemi itu artinya
hemat Nastiti cermat kemudian ngati-hati
itu
berhati-hati ya dalam hal berpikir
bersikap dan
bertindak Sehingga dalam konteks sampah
ini agar orang tidak banyak
menyampah tidak banyak menghasilkan
sampah jadi ini bisa kita terapkan dalam
kehidupan
sehari-hari
misalnya walaupun kita punya uang
banyakah bukan berarti kita membeli
barang-barang yang
over sehingga nanti banyak yang menjadi
sisa nah artinya Berarti di situ pasti
akan banyak menghasilkan
sampah kemudian juga cermat
cermat itu ee berkaitan dengan bagaimana
ketika kita mau Bali e beli barang ya
harus kita e
berpikir kalau saya beli barang Tapi
cepat rusak maka akan cepat menjadi
sampah Tetapi kalau kita beli barang
yang relatif awet maka juga tidak akan
cepat-cepat menjadi sampah tapi sekarang
banyak sekali Misalkan contoh Lampah ya
lampu listrik lampu penerangan ini ada
yang harganya murah tetapi dalam waktu 3
bulan sudah mati akhirnya sudah menjadi
sampah tapi ada yang mahal tetapi bisa
bertahun nah ini berarti kan juga
kecermatan kita termasuk hal-hal yang
lain-lain kemudian kalau ngati-hati ya
upayakan ketika kita sudah membeli atau
mengkonsumsi barang itu betul-betul
dijaga dipelihara agar tidak cepat rusak
karena begitu cepat rusak maka akan
menjadi sampah nah ini contoh-contoh
yang realistis yang bisa kita laksanakan
dalam kehidupan
sehari-hari kemudian juga ajaran berani
berbuat harus berani bertanggung
jawab ini Misalkan contoh ya berani
Beranak ya harus bertanggung jawab
terhadap anak ya yang dikaruniakan
kepada
kita tanggung jawabnya dalam bentuk apa
ia membimbing
mengajari
menyekolahkan membiayai dan lain
sebagainya maka dalam konteks sampah
berani menyampah ya harus bertanggung
jawab terhadap sampah yang
dihasilkan termasuk
juga membayar iuran retribusi sampah
residu misalnya jadi jangan sampai nanti
kita ee tidak bertanggung jawab terhadap
sampah yang kita hasil
kemudian ini ini saya ingat terus ini ya
ketika sejak kecil saya hidup di desa
ya itu orang tua dan guru selalu
berpesan Jangan membuang kulit pisang di
jalan dan waktu itu televisi pun cerita
anak-anak itu juga
menyampaikan kulit pisang yang kecil
ketika berada di Jalan kemudian terinjak
dan membuat orang yangjak itu terpeleset
maka kemudian terjatuh dan akhirnya
cidera ini sampai sekarang pun itu masih
teringat
terus sehingga kemudian hal-hal yang
semacam ini tentunya harus kita
sampaikan juga kepada anak-anak dalam
konteks sekarang tentunya tidak hanya
kulit
pisang
misalnya membakar sampah itu tabu
gitu membakar sampah itu betul-betul
bisa mencelakakan orang manakala yang
dibakar itu adalah mengandung racun
Misalnya
dioksin dioksin ini kan termasuk
kategori
supertksin Nah kalau hal yang semacam
itu sudah diberikan sejak dini oleh
orang tua maupun oleh guru
maka anak-anak kita sudah akan masuk ke
dalam pikirannya ke dalam hatinya dan
selalu teringat membakar sampah plastik
itu betul-betul dilarang karena akan
bisa menyebabkan Berbagai gangguan
kesehatan termasuk juga kanker dan lain
sebagainya Bapak Ibu dan EE hadirin
semuanya ketika kita tarik ke budaya
pengelolaan
sampah maka sebenarnya di dalam
mengelola sampah ini memang
butuh perubahan pola pikir
mindsetnya mindsetnya yang sebelumnya
barangkali sampah itu ya
dibuang bisa dirubah sekarang pola
pikirnya sampah itu material Bahan baku
untuk sesuatu yang bermanfaat bisa jadi
pupuk bisa kerajinan bisa jadi
macam-macam produk baru lagi dan lain
sebagainya kemudian tentunya juga dalam
bersikap bersikapnya yang tadinya
barangkali hanya sebagai penonton
sebagai seorang yang bisa mengkritik
tetapi tidak tidak bersikap artinya cuek
saja terhadap permasalahan sampah yang
ada di
sekitarnya ya Sehingga ini perlu menarik
kepedulian orang terhadap masalah
sampah ya dan yang paling utama adalah
Pola tindakan
action-nya
amalannya ya amalannya contoh kecil
Kalau sudah
membudaya ketika melihat di sekitar kita
ada sampah
tercecer maka tidak akan menunggu yang
lain mengambil atau petugas kebersihan
mengambil
tetapi sudah akan mengambil secara
reflek dan juga tidak pengin karena
Sanjungan dan lain sebagainya tetapi itu
sebuah menjadi kebiasaan ketika melihat
sampah di sekitar kita langsung kita
pungut dan kita tempatkan di
tempatnya
termasuk pada anak-anak kita ketika
menghasilkan bungkus permen yang bar
biasanya kecil gitu ini pun harus kita
berikan penyadaran kepada anak-anak
Kalau tidak ada tempat sampah di
sekitarnya maka e sakulah yang menjadi
tempat sampahnya sampai kemudian nanti
Ketika menemukan tempat sampah baru
dimasukkan keak sampah itu ini juga saya
alami Ketika anak-anak saya
ee Kebetulan juga menghasilkan sampah
kecil kemudian di saku kemudian ketika
pulang maka dia akan memasukkan ke
tempat sampah atau
ketika istri saya mencuci pakaiannya
maka kemudian dia akan mengecek sakunya
ada sampahnya atau tidak ketika ada
sampahnya berarti sudah penanaman ya
penyadaran sejak di ini ini sudah
masuk jadi lebih baik kita memang ee
Bagaimana mengamalkan ya
tersebut kemudian sistem pengelolaan
sampah yang sudah membudaya ini ya
memang ee
terinternalisasi dan
terimplementasi kadang ini ee ini juga
terjadi ya ketika belum terinternalisasi
dalam
ee
Sanubari ya
seseorang ketika berada di tempat yang
memang di situ tercipta atmosfer
pengeluaan sampah dia
melakukan tetapi ketika tidak dia tidak
melakukan berarti belum
terinternalisasi atau bahkan ketika dia
membuka bungkus
permen ketika refleknya adal masih
membuang begitu saja Berarti belum
terinternalisasi bisa dilihat
Tetapi kalau sudah memasukkan hunggus
permen ke sakunya Wah itu berarti sudah
terinternalisasi karena apa dilihat
orang ataupun tidak refleknya
adalah nempatkan sampah tidak seberang
gu kemudian bahwa pengelolaan sampah
sebagai budaya ini juga sifatnya dinamis
jadi bisa berubah juga sesuai
perkembangan diunan
demikian awalnya dulu di sukunan itu
setelah memilah di di rumah
masing-masing kemudian ee rumah tangga
tersebut memasukkan pada bin atau tong
sampah yang kita tempatkan di pinggir
jalan nah sehingga tugasnya memilah di
rumah dan memasukkan ke tong sampah
secara terpilah
juga dalam perkembangannya
ternyata karena memang yang
berlalu-lalang di jalan kampung itu
tidak hanya masyarakat kita termasuk
dari luar kadang-kadang orang yang dari
luar yang tidak memilahkan juga
memasukkan di
situ kemudian Kemudian kita rubah Oh
berarti Jangan ditempatkan tong
sampahnya di pinggir jalan tapi masukkan
di dalam
pagar Nah itu sehingga bisa terawasi
dengan mudah dan bisa terlokalisir ee
sampah-sampah yang masuk di situ memang
sampah-sampah dari masyarakat
kita dalam perkembangan berikutnya
ketika covid
misalnya ketika pergerakan itu juga
dibatasi maka kemudian yang tadinya satu
kampung itu dalam satu Pul pengepulan
sampah yang sudah terpilah maka kemudian
diubah pengumpulan sampahnya di tingkat
Dasa
Wisma dan lain sebagainya Saya kira ini
ee juga e bahwa Ee kita bisa eh
mengadaptasi ya perubahan-perubahan yang
ada ini e contoh budaya dalam mengelola
sampah pertama adalah bagaimana kita
harus membudayakan untuk mengurangi
sampah atau membatasi sampah dengan
menerapkan re reuse recycle dalam
kehidupan
sehari-hari ini sudah banyak dan sering
Ee kita peroleh ya ilmu atau atau
pemahaman tentang 3 R ini tapi lagi-lagi
memang dalam implementasinya yang masih
e
minim kemudian juga budaya memilah
sampah nah ini perlu ditanamkan di mana
pun berada kalau di kampus saya di
Poltekes Kemenkes
Jogyakarta ini di budaya memilah juga
kita betul-betul Kawal ya dengan sistem
bahkan sudah kita masukkan di dalam
panduan
akademik panduan
akademik bahwa mahasiswa wajib sudah
melakukan pemilihan sampah Buktinya apa
sudah menabung di bank sampah jadi bank
sampah di kampus kami ada empat lokasi
ya termasuk di asrama nah ketika
kemudian sudah dibangun sistem ketika
tidak mengikuti sistem maka ada
konsekuensinya nah konsekuensinya apa
konsekuensinya adalah ya masiswa tidak
bisa mengikuti ujian tengah semester
atau ujian akhir semester manakala dia
belum ada bukti memilah dan menabung di
bank sampah Apakah harus di bank
sampahnya kampus tidak bank sampah yang
ada di tempat tinggalnya pun bisa bahkan
kalau belum ada bank sampah di tempat
tinggalnya ya bisa merintis untuk
menumbuhkan untuk membangun bank sampah
di tempat tinggal mereka jadi Mahasiswa
juga bisa menjadi penggerak di dalam
pengelolaan sampah
ini kemudian misalnya budaya menangani
sampah secara RAM
lingkungan ini ini yang kadang-kadang
EE banyak
dilanggar ketika kita ingat misalnya TPA
piungan ya TP
regionalnya Jogja Sleman Bantul Karta
mantul ini
ditutup maka kemudian betul-betul kita
bisa melihat Bagaimana masyarakat
menghalalkan segala cara untuk membuang
sampah yang penting hilang dari
pandangan mata bahkan juga terjadi ee
betul-betul
ee pemandangan pembakaran sampah di
mana-mana nah ini ber berarti sudah
tidak
lagi mengikuti budaya penanganan sampah
secara ramah
lingkungan kemudian juga budaya
bertanggung jawab terhadap semua sampah
yang
dihasilkan
artinya semua sampah yang kita hasilkan
entah itu yang laku jual yang tidak laku
dijual yang organik maupun nonorganik
termasuk sampah yang masuk kategori B3
tentunya kita harus bertanggung jawab ya
termasuk membayar biaya penanganan
sampah resido sampah yang betul-betul
sampah yang layak masuk ke
TPA sampah-sampah yang laku jual
sampah-sampah yang bisa diolah harusnya
tidak perlu sampai ke TPA karena itu
boros boros transportasinya boros ee
bahan bakarnya boros lahan ya lahan
tpa-nya itu
sendiri
Bapak
Ibu kalau kita lihat perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi dan gaya hidup
masyarakat ini akan berpengaruh terhadap
jenis dan jumlah
S kita ingat waktu dulu ketika minum itu
ya pakai cangkir pakai kap gelas
Akhirnya sekarang sudah banyak sekali
kap-kap yang sekali
pakai dulu kalau tempe itu bungkusnya
daun berkembang sekarang menjadi
plastik dulu kalau kita ee Istilahnya
kendurian ya Ini bungkusnya daun
kemudian berubah kertas sekarang juga
sudah banyak menggunakan
sterofor dan lain sebagainya dulu pakai
tas
belanja sekarang sudah banyak
menggunakan plastik
resek kantong plastik ini betul-betul
perubahan perubahan perilaku
ya akhirnya terbentuk budaya yang
sebenarnya tidak baik untuk lingkungan
tidak baik karena Ee tidak seperti zaman
dulu yang banyakan adalah organik
sehingga bumi tersenyum ketika
mendapatkannya tetapi sekarang banyak
sekali sampah-sampah yang sulit
terdegradasi
terdekomposisi dan ketika masuk ke dalam
tanah maka Pun Menangis
sedih ini dampaknya apa ketika kemudian
tidak tertangani dengan baik sampah
sampah menjadi pemandangan yang
memalukan dan ingat bahwa sebenarnya
Indonesia ini sangat
potensial untuk menjadi destinasi wisata
dunia tetapi manakala kita tidak
mengelola sampah dengan baik maka
pemandangan-pemandangan akan Kemudian
terpolusi tercemarkan oleh sampah-sampah
yang berserakan dan ini Tentunya e kita
prihatin Oleh sebab itu kita harus mulai
bergerak untuk peduli pada sampahnya
sehingga Indonesia yang terkenal dengan
keanekaragaman hayati dan juga bagaimana
ee Indonesia sangat indah ini
betul-betul bisa terjadi
ini contoh ya
contoh kalau yang tinggal di Jogja ini
kilas balik dampak penutupan tpst
piungan ini ditutup hanya dalam waktu
hitungan hari bahkan ya mungkin minggu
ya tidak sampai 1 bulan sudah begitu
banyak pemandangan-pemandangan seperti
ini ya ini
ee tentunya sangat memprihatinkan dan
kami juga Sedih ketika melihat seperti
ini karena ketika kemudian diserahkan
kepada pemerintah pemerintah pun juga
bingung tpst-nya penuh tidak bisa di
digunakan untuk menampung sampah dari
masyarakat kemudian ketika masyarakat
diminta untuk Kab sampah membatasi
lahirnya sampah ternyata juga tidak
dijalankan dengan maksimal sehingga
serakanlah sampah-sampah menjadi
pemandangan yang
mengganggu ya Jadi ini ee betul-betul
menjadi keprihatinan kita Saya kira
tidak hanya di Jogja di beberapa kota di
Indonesia baik di Jawa maupun luar Jawa
seringki kita melihat bagaimana krisis
TPA ee untuk sampah
ini
nah permasalahan pengelolaan sampah ini
memang pertama berkaitan dengan
masyarakat gemar menyampah tapi tidak
mau memilah dan
mengolah jadi ini permasalahan
juga sudah gemar menyampah tapi tidak
mau memilah apalagi mengolah
gitu Ada juga yang sudah mulai peduli
tetapi ketika menghasilkan produk juga
kesulitan untuk memasarkan atau
menjualnya ya kami beruntung ya di
Sleman ini ada peraturan Bupati
kebijakan
Bupati kelompok-kelompok masyarakat yang
mengolah sampah organiknya menjadi
kompos itu dibeli oleh pemerintah nah
ini berarti sudah
Ee menyelesaikan permasalahan pemasaran
gitu kemudian pengolahan masih terbatas
pada Jenis sampah yang laku jual dan
belum secara
komprehensif sehingga sampah residu ini
masih belum tertangani Nah sampah residu
ini ya tidak laku dijual tidak bisa
diolah dan belum diangkut ke TP akhirnya
ya dibakar atau dibuang
sembarangan kemudian juga lemahnya
penegakan aturan atau
hukum ini lagi-lagi ya
pemandangan-pemandangan yang Ee Kita
bisa lihat di
sungai kemudian di pinggir jalan di
tempat-tempat kosong di
bantaran-bantaran sungai di pantai kita
lihat ya Banyak
sekali kemudian pengurus kelompok
pengelola sampah yang sebenarnya sudah
mulai kadang-kadang memang dalam
perjalanannya itu pasti menemukan banyak
rintangan banyak kendala Nah
kadang-kadang akhirnya pengurusnya
mandek
frustasi nah ketika itu tidak dilakukan
pendampingan penguatan lagi maka ini
juga kir
berenti kemudian juga banyak kita
temukan semangatnya itu hanya di
awal-awal saja
hangat-hangat tahi
ayam begitu berjalan ada kerikil-kerikil
apalagi tajam maka kemudian berhenti Nah
inilah ee bagaimana kita mengawal
sesuatu yang memang kita
ee bergeser atau berubah ini ya
betul-betul perlu
pendampingan kemudian juga krisis lahan
TPA ya Sehingga perlu reform reformulasi
ya reformulasi pengelolaan sampah ini
pada intinya bahwa sampah harus
diselesaikan Ini masalah martabat bangsa
ini Ketika nanti kita cuek e terhadap
permasalahan sampah di Indonesia ini
juga akan mempengaruhi martabat bangsa
kita Umuh dan lain
sebagainya nah kembali
lagi kita harus menagih bahwa setiap
orang bertanggung jawab terhadap
sampahnya
ya ketika ketika itu maka kita bisa
kemudian lakukan Kab sampah Setiap
keluarga harus
berencana Bagaimana meminimalkan
sampahnya
ya
batasi
kemudian pilah kemudian
olah nah sehingga ini bahwa perilaku
pengelolaan sampah yang menyimpang tadi
ini bisa menimbulkan
bahaya berbagai aspek yang bahaya
tidakya B bahaya
lingkungan bisa mengancam
keselamatan keamanan ya termasuk
keretakan
sosial konflik ya Bahkan bisa juga
politik gitu artinya bisa berkaitan
dengan masalah ee kepemerintahan karena
banyak sekali ya aksi-aksi demo yang
berkaitan dengan e masalah sampah ini
oleh sebab itu perlu ee budaya
pengelolaan sampah yang baik dan
benar yang baik itu bukan berarti
outputnya hanya terlihat bersih gitu
suatu lingkungan tapi kalau caranya
tidak benar Nah ini berarti sudah tidak
memenuhi aspek budaya
lagi kita berkaca ya kebiasaan saat ini
Kebanyakan orang masih menyanyakan
sampah membenci sampah gemar menyampah
membuang dan membakar masih mencampur
sampah dan juga masih banyak yang
bergantung pada
pemerintah ya ya memang kalau kita
bicara di dalam undang-undang
8 tahun 2008 ini memang pemerintah dalam
pemerintah darerah ini sebagai
penanggung jawab penyelenggaraan artinya
penyelenggaraannya diatur dan lain
sebagainya ini Pemerintah tetapi
laksananya tentunya masyarakat itu
seni nah budaya yang diharap itu dari
menyia-nyiakan ya kalau bisa
mendayagunakan dari membenci ya
menyayangi sampah karena batas sampah
dengan barang yang kita konsumsi ini
sangat tipis sangat tipis kulit pisang
barusan kita makan begitu
sudah kulitnya kita anggap sampah
kemudian seolah-olah menjijikkan padahal
isinya Barisan kita makan Nah kalau itu
dirubah kulit pisang itu disayangi
karena apa ini bisa digunakan untuk
membuat pupuk kompos
misalnya dari gemar menyampah kemudian
berpikir untuk minimisasi sampah Kab
sampah pangannya begitu dari hanya
membuang maka memanfaatkan dari yang
tadinya membakar kemudian mendaur ulang
dari mencampur harus sudah mulai membud
akan memilah Oh Biasanya kadang-kadang
kita anu menunggu yang lainnya juga
enggak mau memilah ya untuk menuju yang
baik kita harus punya konsistensi
diri jangan ikut-ikutan orang yang
memang masih belum ya belum sadar Nah
kalau semuanya ikut-ikutan yang salah ya
kita akan menjadi salah juga maka kita
harus berani mengawali ya harus berani
mengawali karena apa kalau tidak tidak
ada yang mengawali Siapa lagi kalau kita
hanya menunggu yang
lain Kemudian dari yang bergantung penuh
kepada pemerintah tentunya kita harus
mulai berbasis
masyarakat Jadi bagaimana kita juga
mengorganisir masyarakat oleh sebab itu
Bapak Ibu semuanya kita harus menanamkan
budaya minimasi
sampah kalau zaman dulu ini ibaratnya
sampah yang kita hasilkan kita semuanya
kita sampai buang ke TPA maka sekarang
berpikir dulu dalam menentukan pilihan
barang yang kita konsumsi dan lain
sebagainya setelah itu ketika menjadi
sampah Kita juga harus apa yang bisa
kita gunakan lagi gunakan du kemudian
apa yang bisa diolah diolah dulu jadi
konsep reus reus recycle itu betul-betul
bisa kita jalankan sehingga yang masuk
ke TPA itu betul-betul hanya sampah
residu residual
waste sehingga nanti akan terbentuk ya
sistem penanganan sampah di TPA ini akan
lebih sanitary lebih
baik Saya kira tidak perlu saya
sampaikan berkaitan Apa saja sih yang
bisa dilakukan dalam hal minimasi sampah
intinya lakukan 3R ya membatasi lahirnya
sampah dengan
Reus menggunakan kembali recycle
mengolah dan mendaur ulang ini nanti ee
Saya kira bisa dibaca sendiri ee
Bagaimana eh kegiatan-kegiatan yang
sifatnya
eh Rus
ya Yang yang mudah ini ya membiasakan
bawa tas Belnya dari rumah bisa dilipat
kemudian nanti masukkan ke tas sekolah
atau tas ketika kuliah bisa juga ditaruh
di jok motor dan lain
sebagainya kemudian juga menggunakan
sapu tangan dari kain ini ini juga tidak
sulit
sebenarnya reuse ini contoh yang mudah
ini menggabungkan sisa sabun mandi
dengan sabun yang baru ya sehingga tidak
akan menjadi
sampah recyclel banyak sekali aksi-aksi
yang sudah dijalankan oleh masyarakat
kalau dikuna nanti saya ceritakan apa
saja yang EE dilaksanakan di
sukunan nah ini Bapak Ibu pola pikir
pengurangan sampah di
Sumber ketika kita mau menggunakan
produk saja sudah kita pikirkan
bagaimana sampahnya nantinya
gitu nah ketika kita sudah betul-betul
menghasilkan sampah yang kita lakukan
adalah reuse Bisa enggak
diuse kalau enggak bisa dius bisa enggak
ak diolah
dicycle kalau dapat ini berarti akan
mengikuti eh cycle ya mengikuti ee
lingkaran ya lingkaran daur ulang ketika
tidak dapat pun tidak dapat di-reuse dan
tidak dapat
di-recycle laku jual enggak barang
itu laku jual enggak berarti kita juga
penting mempertimbangkan
ketika kita membeli
barang
packagingnya ini termasuk kategori laku
jual atau
tidak karena kalau tidak laku dijual
juga nanti akhirnya cepat menjadi sampah
nah ketika sudah seperti itu kita bisa
berpikir lagi Bisa enggak sih barang itu
diganti atau ada enggak pilihan
lain pilihan
lain barang yang fungsinya sama sama
tetapi yang satunya tadi menghasilkan
sampah residu sementara yang ini tidak
nah Berarti kita bisa memilih barang
yang masih punya lingkaran siklus e daur
ulang karena apa kalau sudah menjadi
betul-betul the real waste sampah residu
maka konsekuensinya itu akan menjadi
beban lingkungan ya karena apa dibuang
ke ee TPS ya Tergantung teknologi yang
kita
gunakan kalau kita ingat undang-undang
18 sebenarnya sudah ada di situ
kewajiban penghasil sampah Setiap orang
wajib mengurangi dan menangani sampah
dengan cara
berwawasan
lingkungan nah ini Jadi kami tekankan
sekali lagi bahwa penghasil sampah harus
bertanggung jawab terhadap
sampahnya dan itu sudah Ee disampaikan
di dalam pasal 12 undang-undang 18
2008 kita
beruntung bahwa sudah ada undang-undang
yang khusus tentang pengelolaan sampah
undang-undang Nomor 18 tahun 2008 ini
sudah cukup lama berarti ini sudah 16
tahun ya
lahirnya benar ya 16
tahun ya ini eh merupakan eh
perubahan ah pengeluaran sampah dari
zaman
jahiliah yang menggunakan sistem kumpul
angkut buang yang mengandalkan TPA yang
berbasis pada pemerintah bertumpu kepada
pemerintah dan juga dampaknya ya TPA
cepat penuh gitu Ini bergeser jadi ini
sudah bergeser
eh
mindsetnya paradigmanya berubah
menjadi pengurangan Ayo kita Kabi sampah
Ayo kita tangani penanganan sampah
karena apa kalau istilah membuang saja
membuang dengan menangani beda kalau
membuang itu cenderungnya adalah Asal
yang penting
dibuang tapi kalau penanganan itu ada
Tata
caranya ya bagaimana cara memilahnya
bagaimana cara
mengumpulkannya Bagaimana cara
mengangkutnya bagaimana cara mengolahnya
sampai Bagaimana cara memproses akhirnya
nah sehingga ee ruh di dalam
undang-undang 18 ini adalah mengutamakan
pengurangan dan penanganan sampah di
sumbernya kemudian juga berbasis
masyarakat kemudian harapannya ee sampah
residu berkurang dan TPA akan menjadi
awal Nah di sinilah bak pentingnya
Bagaimana mengembangkan sistem
pengelolaan sampah Mandiri secara
mandiri ini yang kita terapkan di
sukunan adalah pengolaan sampah Mandiri
produktif ya kemudian ramah lingkungan
berbasis
masyarakat jadi persoalan sampah tadi
harapannya bisa diselesaikan dengan
menggali potensi sampahnya di situlah
nanti akan tercipta lingkungannya bersih
secara ekologinya baik kemudian juga
akan meningkatkan pendapatan
masyarakat Ya ini juga eh Saya kira eh
pendekatan Eku ya ecological Economic
ini sangat penting karena ekonomi itu
juga tidak bisa diabaikan karena ekonomi
juga bisa menjadi penjaga sustainability
menjaga
keberlanjutan Tetapi kalau hanya ekonomi
saja ini juga membahayakan karena uang
itu jahat bisa jadi dengan ekonomi
justru akan kemudian menghancurkan ya
sesuatu yang sebenarnya ee sudah
tertanam tadi karena Apa penyakit iri ya
penyakit ee dengki ini akan menjadi
sifat-sifat yang selalu ada di dalam e
diri
manusia nah Oleh sebab itu ini pengelan
Mandiri berbasis masyarakat ini perlu
kita betul-betul semarakkan Apa itu
pengel sampah Mandiri berbasis
masyarakat adalah penanganan sampah yang
direncanakan dilaksanakan dikembangkan
dan dijaga
keberlanjutannya oleh masyarakat atau
komunitas masyarakat itu bisa
diterjemahkan mulai dari yang paling
kecil Dasa Wisma RT RW Kampung dusun
pondok pesantren dan lain
sebagainya nah ini kunci sukses
pengelolaan sampah Mandiri ya tadi ya
direncanakan oleh
masyarakat masyarakat setiap masyarakat
itu punya
kespesifikan yang berbeda dengan yang
lainnya kemudian ada peraturan berbasis
kearifan
lokal Tersedianya sarana
prasarana kudian ada wadah atau kelompok
yang mengorganisir kemudian dukungan dan
partisipasi masyarakat serta manajemen
kelompok yang
baik Nah kenapa kok perlu pengelolaan
sampah
Mandiri kita akui kita lihat bahwa
kemampuan pemerintah daerah dalam
pelayanan persampahan ini sangat
terbatas biasanya masih cenderung Ke
kota-kota kawasan kota sementara sampah
itu
dihasilkan oleh setiap rumah tangga baik
di di kota maupun di
Desa Sumber sampah paling besar adalah
permukimanya masyarakat Ya ini jadi ee
permukiman ini besar ya
48%. kemudian semakin dekat dengan
sumber maka pengelolaan sampah akan
semakin efisien dan
efektif kemudian sampah memiliki potensi
sebagai sumber daya yang dapat
diberdayakan oleh masyarakat
ya kemudian memang tadi kembali
penghasil sampah Ya wajib bertanggung
jawab terhadap
sampahnya nah ini pengelolaan sampah
prinsipnya adalah peila jadi kata
kuncinya adalah pila pilah mana yang
termasuk kategori sampah lagaku
jual mau didekati dengan sistem bank
bisa mau didekati dengan sodqah sampah
bisa ataupun cara-cara yang lain e
bagaimana sampah laku jual ini bisa
diselesaikan kemudian yang kuning ini
adalah sampah yang tidak laku dijual
tetapi bisa diolah oleh masyarakat ya
tadi sampah organik itu banyak Paling
banyak persentasenya nah sebenarnya itu
juga potensial untuk bisa diselesaikan
di rumah sendiri-sendiri dengan
komposter nah yang menjadi persoalan
adalah sampah yang tidak dapat dijual
dan tidak dapat diolah Nah ini
betul-betul residual
waste-nya apa yang bisa dilakukan ganti
atau
batasi ganti atau batasi ini akan
berjalan dengan baik manakala ada
kebijakan dari
pemerintah Mas sudah banyak ya Beberapa
e contoh ya daerah-daerah yang sudah
menerapkan
Ee tidak menggunakan atau tidak
menyediakan kantong plastik e di tempat
tempat ee penjualan ya misalkan di
miniarket ya di warung-warung bahkan ini
diganti tidak plastik tetapi sudah
menggunakan
kertas beu nah ini tantangan ya Banyak
sekali tantangannya ada kepedulian
kemudian kesadaran kemampuan kemauan
keteladanan kebersamaan dan
keberlanjutan ya E berlanjutan ini yang
kadang-kadang memang perlu betul-betul
menjadi perhatian kita Nah kalau
model-model pengelolaan sampah Mandiri
tadi sudah sampaikan ada sodqah ada bank
sampah bahkan juga ada yang namanya
tps3n nah oleh karena pengelolaan sampah
Mandiri ini ee Tidak seperti biasanya
Tidak seperti yang
dulu maka ini perlu suatu gerakan
membangun budaya baru dalam pengan
samp mungkin Secara teori sudah banyak
tetapi tadi ini yang dirubah tidak hanya
apa namanya pemikiran saja tidak hanya
pola pikirnya tapi juga dalam
bersikap dan juga dalam tindakan inilah
yang eh kita sebut perlu ada agen
perubahan Agent of Change Dan saya yakin
siapun dapat menjadi agen perubahan
dalam pengelolaan sampah di mana pun
berada sekalipun tidak ee belajar Tidak
kuliah yang berkaitan dengan sampah
karena sebenarnya sampah ini tidak sulit
untuk kemudian dipelajari dan
diimplementasikan nah
perubahan-perubahan ini Tentunya ee
perlu menggunakan berbagai macam
pendekatan pendekatan yang utama
tentunya dengan pendekatan
education jadi ini menjadi
landasan
pengetahuan kemudian juga menggunakan
pendekatan aturan ya
rule kemudian juga pendekatan
teknologi teknologinya kalau yang
menerapkan masyarakat tentunya ya
teknologi-teknologi tepat guna kemudian
pendekatan leadership sangat bergantung
kepada eh faktor kepemimpinan nah sosial
ini saya memandang sangat penting sekali
menjadi dasar karena apa sustainability
sebuah program pengelolaan sampah ini
ternyata
adalah banyak
sosialnya ya kalau hanya mengandalkan
ekonomi ekonomi paling menarik tetapi
untuk menjaga
sustainabilitynya ini juga masih
unstable ya Maka kalau sosial
ketika pondasi sosial itu tidak
retak maka itu akan menjaga
keberlanjutan ini kami buktikan di
beberapa
komunitas ya kemudian pendekatan kes
katan dan lingkungan ya healthy and
ecology ini juga penting ya karena orang
sekarang berpikirnya bagaimana agar kita
hidup sehat agar kita kesehatan
lingkungannya sehat baik
gitu nah bapak
ibu langkah membangun budaya pengelolaan
sampah ini memang tantangannya banyak ya
orang biasanya berkata sulit sulit bukan
berarti tidak bisa tapi semakin sulit
maka semakin besar tantangan yang harus
kita gunakan inovasinya juga harus
semakin banyak kreativitasnya harus
lebih baik nah mengubah mindset
dulu dulu di tempat kami orang membakar
sampah itu juga menjadi kebiasaan tapi
manakala kemudian kita sampaikan bahwa
ternyata ketika sampah plastik itu
dibakar menghasilkan macam-macam Racun
Dan sudah diilustrasikan eh dalam e
riset-riset di luar negeri ya bahkan
juga di perguruan tinggi ini ternyata
dampaknya ee sangat
mengganggu harapannya ketika sudah
mindsetnya tercipta maka harapannya bisa
menyentuh
rasa ya perasaannya kemudian akhirnya
bangkit untuk sadar untuk
peduli untuk masalah keterampilan Saya
kira tidak sulit yang paling sulit itu
yang mengubah hati
perasaan nah kemudian ketika sudah
terampilan kita Bekali dengan pelatihan
pelatihan dan lain sebagainya maka
diharapkan kesadarannya muncul
kemauannya muncul kemampuannya ada
sehingga di situlah terbentuk perilaku
kebiasaan dan budaya baru di dalam
pengelolaan
sampah ini juga kita tidak perlu galau
ya ketika kita melakukan ee
gerakan-gerakan ya perubahan ee
perubahan perilaku karena kita akan
dihadapkan dalam masyarakat
itu ada tiga golongan ya kalau tadinya
sudah dirasa nyaman ya dalam kebiasaan
lama Comfort zone kemudian kita berubah
maka kita pasti akan dihadapkan kepada
ee zona penuh pantangan atau bahkan
Danger
Zone ada 20% ini yang langsung menerima
menerapkan
Tetapi ada juga 20% itu langsung menolah
menentang Apun baiknya pasti ada yang
menilai itu tidak
baik kemudian 60% itu biasanya and
menunggu dan melihat yang lain dulu nah
sehingga 60% itu harus bisa kita tarik e
bagaimana kemudian bisa mengikuti ya
gerakan-gerakan menuju ee perbaikan tadi
Nah jadi kita harus siap mental juga
tidak mungkin 100% orang kok setuju
dengan apa yang kita
Gagas dalam ilmu perubahan perilaku ada
tiga faktor yang mempengaruhi e perilaku
masyarakat itu bisa
berubah yang pertama adalah predisposing
Factor ya ini faktor yang memudahkan ya
ya pendidik pengetahuan tadi ya kemudian
enabling Factor ini yang
eh yang bisa mendukung ya terlaksan
perilaku baru itu adanya sarana
prasarana teknologi dan n kemudian
reinforcing Factor ini yang betul-betul
menguatkan agar kemudian kuat ya perlu
peraturan perlu kebijakan perlu ciptakan
kearifan lokal perlu penegakan hukum
sehingga masyarakat itu akhirnya
kemudian
berubah nah memang di negara-negara maju
itu selain e pengetahuan juga penguatan
ini eh peraturan dan penegakan hukum
kalau sudah
Ee peraturan itu dikawal dengan baik
yang yang baik ya diberi insentif reward
kemudian yang tidak baik atau melanggar
itu diberi e
punishment jadi ada konsekuensinya tapi
kalau sama-sama dibiarkan ya akhirnya
kemudian kembali ke ee kebiasaan lama
lagi intinya Bahwa perlu ada gerakan
perubahan dalam pengelolaan sampah jadi
move on bagaimana kita move on maka oleh
sebab itu ya visi pengelolaan sampah
juga sudah jelas sudah ada undang-undang
SDI sebagai guidance
action jangan sampai mimpi cita-cita
melangit tetapi tidak pernah
dilaksanakan atau tidak eh menginjak di
bumi gitu action jadi jangan muluk-muluk
dulu tapi susun program-program
kegiatan-kegiatan yang memang ee
realistis untuk dijalankan kemudian
passion passion itu bagaimana
membangkitkan
dairah semangat antusiasme masyarakat
karena yang namanya Berubah itu kalau
tidak
berlapis-lapis
mentalnya ya maka bisa jadi dia akan
frustasi belum mencapai
cita-cita kemudian juga caboration jadi
collaboration ini eh bekerja sama dengan
berbagai
pihakion tadi ya Kita juga harus bisa
mengidentifikasi masyarakat itu bisa
berantusias dengan cara apa
pendekatannya apa
gitu karena kalau tidak ada pendekatan
yang tepat juga tidak akan menarik dan
tidak akan menimbulkan
antusias nah pendekatan dalam ani tadi
mungkin ada juga yang ee lebih dengan
motif spiritual karena masyarakatnya di
situ mungkin masyarakat yang religius
dan lain sebagainya maka pendekatan
spiritual bisa dilakukan misalnya tadi
dengan sodqah sampah itu mungkin eh akan
menjadi eh metode yang pas ada juga
pendekatan sosial kalau memang di situ
ikatan sosialnya banyak kemudian juga
terjadi
ee relasi sosial yang cukup erat dan
terbangun cukup lama bisa menggunakan
pendekatan
sosial bisa juga menakan pendekatan
ekonomi ya banyak memang kita tidak
pungkiri bahwa ekonomi ini yang menarik
tadi ya kemudian hukum dan politik untuk
kebijakan dan penegakan aturan kemudian
kesehatan Danan dan teknologi tadi nah
sekali lagi Bapak Ibu semuanya ini
faktor penentu
kebijakan faktor sosial menurut saya ini
pondasi
utama faktor ekonomi faktor kepemimpinan
kelembagaan dan faktor sumber
daya ini juga penjaga
keberlanjutan nah ini beberapa inovasi
kebijakan pemerintah daerah ini di
Sleman sudah ada yang dijalankan yang
nomor pembelian kompos ini sudah o oleh
pemerintah pembelian diskon retribusi
ini juga
sudah kemudian yang masih belum setiap
instansi pemerintah
wajib mengurangi sampah memiliki bank
sampah ini belum secara
maksimal kemudian pemberian alokasi
anggaran keluran dengan mempertimbangkan
Tingkat keberhasilan pengelolaan sampah
ini bisa bentuk Renya itu ketika
kemudian beres sampahnya maka
anggarannya bisa ditambahkan untuk desa
atau kelurahan tersebut jadi ada semacam
ee apa namanya motif yang membangkitkan
kita
bergerak
kemudian ada perdes perdes atau
peraturan Kelurahan ya kemudian sampah
organikan sendiri di rumah wajib
gitu
kemudian pengorganisasian sampah mulai
di tingkat RT RW dan seterusnya kemudian
juga pemberdayaan PKK ini sangat
strategis sebenarnya sebagai ujung
tombak dalam pengan sampah karena
ibu-ibu ini biasanya yang masih memiliki
apa namanya kegiatan-kegiatan sosial
arisan pertemuan PKK pengajian dan lain
sebagainya sehingga ee ikatan emosional
antara satu dengan yang lainnya itu
masih tinggi termasuk ini pelarangan
pemakaian
stereofor ini marah ini ya sekarang
marah sekali orang
eh diberi bok dari
stof apalagi kalau di yyakarta ini eh
apa tujuan wisata banyak sekali
ee wisatawan yang datang ke Jogja
kadang-kadang masih menggunakan boknya
dari sterofob Wah ini semakin banyak
Nanti sampah yang
ditinggalkan setelah berwisata nah
sementara TPS kita terbatas Lah ini kan
jadi jadi masalah
gitu kemudian juga kewajiban industri
atau perusahaan atau dunia usaha agar
alokasikan sebagai dana CSR untuk
mendukung keluangan S nah ini juga perlu
didorong ini Pemerintah Daerah bisa
mendorong Bagaimana eh industri
perusahaan yang ada di wilayahnya atau
kalau pemerintah pusat ya Eh
industri-industri besar itu kemudian Ayo
Salurkan csrnya untuk MEB up pengelolaan
sampahnya di situ Jadi Bapak Ibu tidak
akan berubah suatu kaum kecuali kaum itu
sendiri yang melakukan perubahan saya
akan cerita ini bagaimana
dikunan kita ee membangun kesadaran dan
budaya pengelolaan sampah di desa wisata
sukunan terus terang ya ini harus ada
yang mengawali
tadi harus ada yang mengawali dan
Kebetulan saya mencoba
mengawali jadi angka 1000 tanpa adanya
satu di awal maka akan menjadi kosong 1
miliar tidak ada angka satu di depan
sendiri maka kosong Maka jangan
ragu-ragu untuk mengawali karena bisa
jadi dengan awalan yang bapak ibu
lakukan itu semuanya akan menjadi
bernilai dan
berarti dan saya punya prinsip satu
keteladanan lebih berharga daripada
serib
Nas jadi menerapkan inarsng tulod
mangunsri
inijaran k ya kalau kita terapkan
betul-betul sangat
dalam Luwih becik sitik-sitik Ning ajek
ketimbang gede terus mandek jadi lebih
baik kecil-kecil tapi konsisten daripada
penginnya kita langsung besar gitu ya
dengan seremonial yang betul-betul mgar
gitu ya tetapi setelah
itu menjadi sebuah
ee ya sesuatu Monumen kegagalan Ya ini
yang kita tidak mau ya Jadi intinya
kita mulai dari yang kecil kita mulai
dari diri sendiri dan kita mulai dari
sekarang kemudian yang kita asah ya
tentunya Bagaimana otak pengetahuan kita
kemudian hati Kesadaran sikap kita
kemudian juga hand ya perbuatan tindakan
jadi
tiga H keseimbangan 3h ini intinya Talk
do sedikit bicara tetapi banyak kerjanya
Bapak Ibu saya akan mengajak yang belum
kesukunan atau yang pernah juga gak
apa-apa saya mengajak kesukunan sekarang
Pejamkan mata dan sekarang buka matanya
sekarang kita sampai di sukunan Kampung
wisata lingkungan
atauis kita Perintis pengelolaan sampah
Mandiri tidak hanya di yyakarta tapi
dionesiaokasi kita di
perbatasantaraa
dan pantul ya Jadi kalau pernah ke
Poltekes Kemenkes Yogyakarta ini Satu
kelurahan ya ya kemudian KK kita sekitar
300-an ini peta wisata yang kita Rintis
ya tentunya sedikit demi
sedikit
dan sebenarnya kami keluarga pendatang
ya Jadi tidak mesti keluarga pendatang
ini kemudian tidak bisa diterima di
suatu masyarakat kita bisa menjadi agen
of Ching kita bisa menjadi agen
perubahan Kami keluarga
eh mulai tinggal di sekunan itu
1997 kemudian
ketika masuk di sukunan kami dihadapkan
kepada masalah sampah ya karena apa Saya
tidak punya halaman rumah saya kecil
halaman saya sempit jadi tidak dan juga
tidak ada pelayanan sampah seperti di
kota Sebelumnya saya tinggal di kota
Jogja ya mertua di dekat Keraton Jogja
gitu di sana urusan sampah selesai
dengan membayar begitu masuk sukunan
bingung gimana nih ngelola
sampahnya tetangga saya masih banyak
pekarangan-pekarangan luas Sementara
saya enggak punya nah ini yang menjadi e
pendorong juga nah Alhamdulillah tahun
2000 ee petani-petani sudah mulai
komplain juga terhadap sampah karena
sampah-sampah banyak yang masuk ke sawah
dan mereka yang
dirugikan bahkan juga yang rusak sak
padinya pemandangan seperti ini banyak
sekali terjadi ya termasuk di bantaran
sungai termasuk aksi pembakaran
sampah kemudian juga pernah juga ee
terjadi gejala konflik sosial ya sampai
ada yang menulis seperti ini yang buang
sampah di situ mati masuk neraka otak
buntek rezeki seret ini itu hanya orang
peraniaya ini jadi walaupun tidak ada
orangnya ini biasanya takut nah di situ
kemudian saya mencoba ya dalam
kebingungan Saya tererserang bingung
waktu itu hanya saya bertanya bisa
enggak sih Ee Kita mengeluar sampah
secara mandiri tidak bergantung pada
pemerintah kemudian juga produktif tidak
perlu membayar dan juga ramah lingkungan
Nah akhirnya saya belajar ee ke pemulung
ya jadi saya belajar ke pemulung
mengidentifikasi sampah-sampah yang
dipungut yang diambil oleh pemulung itu
apa saja sih kemudian nanti dijual ke
mana dan lain sebagainya Kesimpulannya
adalah sampah berharga setelah dipilang
ini kondisi TPA apyungan waktu itu
ya Nah kemudian saya membuat ya semacam
apa ya ide ya bagaimana sampah ini
kemudian dipilah menjadi ee tiga ya
sampah pelaku jual kemudian sampah yang
dapat diolah kemudian sampah yang memang
tidak bisa di jual dan tidak dapat
diolah Kemudian kami membentuk lembaga
tim pengelola sampah sukunan kemudian di
bawah organisasi kampung ada seksi
kebersihan dan lingkungan ini bergerak
dulu ya t tadi sebelum sebelum itu kami
juga menjalankan dulu di di rumah ya
Jadi konsep tadi sudah kami terapkan
dulu di rumah istri saya kebetulan bisa
menjahit membuat kerajinan saya konsen
pada masalah kompos yang tidak laku-laku
Juan itu kemudian akhirnya juga kita
buat peraturan lokal ya ada kewajiban
memilah ya mengompos larangan membakar
kemudian imbuan-himbuan yang sifatnya
adalah untuk membatasi lahirnya sampah
kemudian kita juga lakukan edukasi
motivasi dan sosialisasi ke seluruh
elemen dari mulai anak-anak dengan
demonstrasi pemilahan sampah dengan
permainan dengan e perlombaan pada
pemuda-pemudi ibu-ibu juga melaksanakan
sosialisasi P anggotanya kita juga door
to door dari rumah ke rumah kemudian
juga bahkan juga kita membuat lagu ya
walaupun cuman kita mengubah liriknya
misalkan lagu Menanam Jagung kita ubah
ee liriknya syairnya menjadi kelola
sampah intinya mengenalkan ee tig r dan
juga bagaimana kita mengajak untuk
memilah dan mengolah Jadi cukup cukup
sederhana ya Ayo kawan kelola sampah
dengan 3 r dan
pilah-pilah kurangi sampah manfaatkanlah
ayo semua mendaur sampah
pisahpisah pisahlah sampah Jalan Terbaik
kelola sampah olah olah olahlah sampah
Jalan Terbaik kelola sampah ini untuk
untuk untuk menyemangati ya bagaimana
masyarakat masuk dengan ee puisi ya
kemudian dengan morural dengan pelatihan
pelatihan pada anak-anak pada
ibu-ibu istri saya melatih ibu-ibu untuk
apa Kerajinan darulang sampah plastik ya
kemudian juga kita ada gerakan e
keliling kampung pungut-pungut sampah ya
kemudian juga Eh anak muda ini
Menyiapkan tong sampahnya jadi membangun
S ofing terhadap
program kemudian juga memasang
aturan-aturan kampung Nah ini
penerapannya sangat simpel ya memilahkan
sampah di rumah plastik kertas logam
kaca kemudian nanti yang organik masuk
ke
komposter nah ini e dikelola sekarang
dikelola oleh Dasa wesma jadi setiap
Dasa Wisma di sekunan ada Del Dasa Wisma
nanti akan ee memilah di rumah kemudian
memasukkan di e tempat-tempat
penampungan sampah ya ini sebagai e
tabungan bersama ya Jadi kita prinsipnya
adalah sodqah sampah donasi sampah Nanti
kalau sudah banyak kemudian dijual
kepada pengepul uangnya nanti masuk ke
kas Dasa wesma nah kas Das wesma itu
bisa digunakan untuk macam-macam ada
yang untuk rekreasi ada yang untuk beli
e kelengkapan Kampung dan lain
sebagainya kemudian yang tidak laku
dijual ini juga kita olah melalui
unit-unit usaha ini misalnya ee unit
usaha yang meng OL ah ee sampah-sampah
bekas ya bungkus-bungkus bekas kopi dan
lain sebagainya jadikan macam-macam
aksesoris bisa kerajinan ya tas dompet
dan lain
sebagainya termasuk seperti ini termasuk
yang tidak bisa dijahit bisa dirajang
kecil-kecil bisa menjadi e jok kursi jok
motor Ya bisa menjadi sarung bantal bisa
menjadi tas bisa menjadi rompinya ini
foto model ya kemudian bisa juga di
anyam yang tidak bisa menjahit bisa
dianyam ya banyak sekali ini tas resek
atau asoi ya kalau di sumaterra ini bisa
juga dibuat aneka macam
kerajinan buat bunga juga bisa buat
pakaian ini expiner bisa juga untuk tas
Seminar ini e cincin pada kup ya kup
minuman ya kup minuman bagian atasnya
kita ambil bisa kita anyam menjadi
Eea macam bentuk keracinan tutup botol
juga bisa dibuat macam-macam tutup botol
minuman
ya ini botol juga bisa juga jadikan
ekobriik dan kita sudah ekspor ya Jadi
kita sudah mengekspor
eh barang-bang kerajinan daur ulang di
sukunan ini sejak tahun 2006 jadi
ekspornya Alhamdulillah eh eh digunakan
untuk berbagai International event eh
terutama yang berkaitan dengan
lingkungan
kertas juga walaupun laku jual Kita juga
bisa meningkatkan nilai ekonominya
dengan kerajinan kain Pera juga kita ada
ya apa bekas-bekas kain atau ee
sisa-sisa kain ya ban mobil B motor juga
kita bekerja sama dengan
pengrajin sterofor ya kalau kita Beli TV
beli elektronik UN biasanya menghasilkan
e sampah seperti ini kita tahun 2006
waktu gempa kita buat eh macam-macam
bentuk ya ini kita modifikasi mesin
penggilingnya kita campur sterofor satu
semen 3 pasir sterofor kita cetak
menjadi batako bahkan rumah korban gempa
2006 kita bangun ya dengan sampah
sterofum dan sampai sekarang eh masih
diuni juga bisa dibuat e pot bunga yang
kaca gelas ini juga bisa digunakan untuk
ee produk-produk ya kita sama dengan
yang tadi bisa jadi batako Ana macam
bentuk kerajinan lainnya kulit cangkang
telur juga bisa dibuat
kerajinan kemudian sampah organik ee
mulai dari yang paling sederhana dengan
menggunakan lubang tanah kalau masih ada
areal
ee halaman rumahnya cuman buat dua
lubang satu dipakai dulu setelah penuh
ganti lubang kedua kedua penuh nanti
lubang satu bisa diambil komposnya bisa
juga menggunakan e ee Teknologi yang
dikembangkan dari eh pihak lain ya dari
IPB dulu ini ini juga kita buat viori
kita jalankan sampai
sekarang termasuk juga kita membuat Vi
ya kalau kita tidak punya lahan kita
bisa menggunakan pot nah ini kalau ini
kreasi kami ya dengan biopot bisa
menyelesaikan sampah
organik ya biopori dalam pot kemudian
potnya bisa juga dimanfaatkan untuk
tanaman dan ini sudah dikembangkan
kemudian ini komposter skala rumah
tangga sampai sekarang kita juga ee
masih melayani banyak pesanan-pesanan
komposter ini untuk menyelesaikan sampah
organiknya ini berbagai bahan kemudian
juga kita terapkan ya sampai sekarang
jadi tidak hanya di awal-awal itu sampai
sekarang sudah Ee Alhamdulillah sudah 20
tahun ya sudah 20 tahun ee kegiatan
pengelolaan sampah Mandiri di sekunan
kita jalankan ini juga model pengelolaan
sampah organik yang masih ee punya kebun
kita juga inovasi dalam ee penggunaan
teknologi ini saya produksi juga
kemudian kukuran juga menjual
kompos-kompos Ya Termasuk ke pemerintah
ataupun juga ke masyarakat lain eh Saya
kira itu
eh materi yang dapat kami sampaikan
tentunya masih banyak hal-hal yang masih
perlu kita ee tingkatkan ke depannya dan
untuk selanjutnya kami kembalikan ke
Mbak Anisa sebagai moderator ee di dalam
webinar ini kurang lebihnya mohon maaf
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh baik itu tadi
penyampaian materi dari pemateri kita
hari ini yaitu bapak Iswanto eh yang
sangat luar biasa sekali ya Bapak Ibu
sekalian Jadi bagi Bapak Ibu sekalian
yang mungkin tertarik dan ingin tahu
lebih lanjut nih ee itu bisa langsung
berkunjung ke desa wisata sukunan gitu
ya Pak
Ya baik ee kalaulihat juga ternyata
sudah ada banyak sekali nih pertanya
tanyaan dari bapak ibu peserta webinar
di kolom chat nih pak tapi sebelumnya
mungkin eh sebelum kita masuk ke acara
selanjutnya saya ingin menginformasikan
terlebih dahulu kepada para peserta yang
mungkin menginginkan materi pada webinar
kita pada hari ini itu dapat request
materi terlebih dahulu eh melalui link
melalui link yangelahkan diolatom yaak
IUD masuk ke sesi tanya jawab kita akan
melakukan sesi foto bersama terlebih
dahulu untuk sesi foto bersama kali ini
saya akan dibantu oleh admin kami
silakan admin Baik terima kasih kakis
Apakah suara saya terdengar
jelas terdengar Oh untuk mempersingkat
waktu dimohon Bapak Ibu untuk
menghidupkan
kameranya kami tunggu
ya sat dua t ta slide
sat slide 2 1 2
3 slide 3 1 2
3 slide 4 1 2
3 slide 5 1 2
3 Baik terima kasih Bapak Ibu Eh saya
kembalikan ke kak
Anisa
Baik terima kasih untuk admin yang telah
Selanjutnya kami juga ingin meminta
kesediaan Bapak Ibu sekalian untuk dapat
mengisi yang linknya sudah disare di
kolom chat supaya kegiatan kami
selanjutnya bisa lebih baik lagi Jadi
bagi Bapak Ibu sekalian bisa memberikan
saran dan juga masuknya di link
tersebut Kemudian untuk acara
selanjutnya yaitu kita masuk ke sesi
tanya jawab dan DII Kamia sudah untuk
merangkumkan beberapa pertanyaan dari
Bapak Ibu sekalian yang telah Bapak Ibu
sampaikan di kolom Chat
Zoom baik eh untuk bapak Iswanto Mungkin
saya nanti akan membacakan pertanyaannya
terlebih dahulu kemudian bisa langsung
dijawab begitu ya Pak ya Ini pertanyaan
pertama ada pertanyaan dari bapak Zul
ada dua pertanyaan nih pak yang pertama
budaya dan kearifan lokal seperti apa
yang diharapkan di dalam pengelolaan
sampah berbasis lingkungan kemudian yang
kedu konsep rumusan regulasi seperti apa
yang diharapkan sehingga bisa menjadi
acuan pengelolaan sampah yang Rah
lingkung seperti itu
B Baik terima kasih Pak Zul ya
ini kita
mengasarakat
ini bisa
ee kebiasaan atau tradisi atau budaya
yang menjadi kearifan lokal di tempat
kita berada ini sebenarnya ada yang
kemudian bisa dielaborasikan dengan
pengelolaan sampah
misalnya misalnya ee budaya
gotong-royong budaya kerja bakti
Misalnya ini di tempat kami ee dengan
pendekatan
ee pemilan sampah di setelah kemudian
dipilahkan dibawa ke tempat pengumpulan
sampah nah di situ ee nanti akan ada
pemilihan lebih khusus dengan sistem
gotong-royong kerja bakti nah ini contoh
bahwa setelah eh Ada pertemuan PKK Dasa
Wisma maka dilanjutkan dengan kerja
bakti memilah sampah di situ nah ini
merupakan ee semacam tradisi kerja bakti
yang kemudian tetap dilestarikan dengan
konteks teks yang EE terkait dengan ee
sampah gitu kemudian ada juga contoh Ini
kearipan lokal yang juga kami alami di
saya kebetulan dari Gunung Kidul ya di
Gunung Kidul itu ada acara yang namanya
bersih bersih Kali Bersih kali ini seak
dulu sejak nenek moyang Sebelum saya
lahir sudah dijalankan ada yang namanya
ee
bersikal dulu saya saya nilai Wah kok
ini seperti ke arah yang ini ya artinya
ee melihat sesuatu itu diangkerkan ya
angker
gitu kemudian setiap setahun sekali itu
ada acara bersih kali yang dibersihkan
ternyata Apa itu mata air Nah cara
membersihkannya pun juga
unik uniknya bagaimana Karena ee di situ
ee apa namanya kebetulan Bapak saya ini
anu ya Ee kepala kampung gitu ya Kepala
desanya di situ sehingga kemudian ketika
ee setiap acara itu Ibu saya itu membuat
semacam ya fermentasi ya fermentasi
ee dari ketan ya kemudian nanti hasilnya
adalah air air ketannya air yang hasil
fermentasi itu nah kemudian dibawa ke
mata air itu kemudian dituang di mata
air itu
saya baru ngeh ya ketika kemudian Oh itu
ternyata sebenarnya bagaimana agar air
mata air itu tidak mati karena mata air
itu biasanya berada di di
bawah di bawah kalau di tempat saya itu
seperti sumur gitu ya Nah sementara itu
juga banyak memungkinkan bahan-bahan
organik masuk ke dalam mata air itu Nah
dengan adanya
memasukkan fermentan tadi ya itu
akhirnya kemudian terjadi proses
percepatan
dekomposisi sehingga kemudian air mata
airnya akan terjamin kebersihannya
kemudian bahan-bahan organiknya akan
terurai sehingga kemudian akan
terlindungilah ee mata air tersebut ini
contoh yang lainnya kemudian ada juga
misalnya ee dulu di sukunan ya di
sukunan ini ketika hajatan misalnya
ketika hajatan itu sampah-sampah yang
dihasilkan oleh tamu-tamu itu ya sudah
langsung dicampur dibuang begitu saja
Bahkan juga banyak yang dibakar Tapi
semenjak kita lakukan gerakan
pengelolaan sampah secara mandiri ini
maka ada budaya yang kemudian kita
kembangkan
yaitu tidak langsung pulang panitianya
Tetapi bagaimana kemudian ada seksi
kebersihan ada seksi ini yang nanti akan
mengkoordinir pemilahan sampahnya
nah ini sekarang sudah tercipta seperti
itu kalau ada pengajian kalau ada
hajatan ada tamu-tamu datang maka selain
kita ee siapkan tempat sampah yang EE
berbeda untuk masing-masing jenisnya
juga ada aksi kerja bakti untuk seperti
itu jadi itu contoh-contohnya kemudian
ada
juga filosofi dari tanah Kembalikan ke
tanah jadi sampah
organik itu unsur unsurnya sama dengan
tanah kalau kita kembalikan ke tanah
pasti akan menjadi tanah karena akan ada
makhluk-makhluk Sanah yang nanti akan
mendekomposisi maka kemudian akan
mendorong Bagaimana pengomposan dengan
lubang tanah dengan biopori dan lain
sebagainya itu nah kemudian untuk yang
nomor dua konsep rumusan regulasi
seperti apa yang diharapkan sehingga
bisa menjadi acuan dalam pengeluangan
sampah yang ramah
lingkungan nah
konsep ramah lingkungan itu adalah
bagaimana mengatasi persoalan sampah
itu tidak hanya outputnya bersih dilihat
dari
fisik tetapi juga bersih dilihat dari
sisi chemikalnya kimianya kalau tadi
membakar sampah misalnya itu kan wujud
fisik sampah
hilang tapi roh jahatnya yang
bergentayangan dalam hal ini adalah ee
gas-gas ya racun-racun dalam bentuk gas
Ya seperti dioksin Nah ini kan berarti
perlu ada regulasi Bagaimana membuat
regulasi agar masyarakat tidak membakar
sampah lagi Git Nah jadi poin-poinnya
adalah seperti itu termasuk
misalnya sampah plastik sampah plastik
ternyata juga ee ada yang laku jual ada
yang kemudian kalau dibakar seperti tadi
kalau dikubur juga akan menjadi masalah
nah ini nanti akan menjadi poin-poin di
dalam merumuskan regulasi
e peraturan lokal ya dalam hal ini kalau
peraturan yang nasional kan sudah ada
undang-undang sudah ada peraturan
pemerintah kemudian di lingkup daerah
sudah ada Perda ya jadi itu yang diacu
kemudian masyarakat bisa ya tentunya
membuat aturan-aturan yang tidak
melanggar dari sisi aspek lingkungan
aspek kesehatan lingkungan termasuk juga
ee undang-undangnya tadi jadi nanti bisa
kita pilah misalkan tadi konsep rumusan
untuk memilah sampah sejak di
suumbernya nanti dalam rumusan regulasi
itu ketika
ee melanggar pasti ada konsekuensinya
nah di situ juga ada aturan dalam bentuk
apa sanksi yang bisa dilakukan misalnya
bagi yang melanggar nanti wajib
melakukan penanaman pohon
Misalnya ini kan juga sekaligus bisa
membangun lingkungan ketika ada orang
yang tidak mengikuti aturan nah seperti
itu contoh-contoh yang eh praktis saja
yang bisa di e implementasikan bisa
dimonek ya kemudian bisa kemudian
pendekatan sanksinya pun pendekatan
sanksi yang sifatnya ee membangun yang
sifatnya nanti adalah membangun
kesadaran tidak kemudian ee dalam btuk
hukuman-hukuman yang mempermalukan
misalnya tidak seperti itu walaupun
dalam implementasinya nanti akan
terbentuk yang namanya sanksi sosial
ketika orang di tempat kami sudah
terjadi nih pak ya ketika ada orang yang
masih membakar sampah itu pasti akan
mendapatkan reaksi
reaksi untuk kemudian melaporkan ke Pak
RT atau Bu RW atau ke tim gitu ya
sehingga nanti ke kemudian akan
didatangi akan dapatkan ee penyuluhan
dan lain sebagainya tapi kalau nanti
terus dijalankan maka bisa jadi nanti
dia sudah tidak
ee sudah abnormal tadi ya tidak
mengikuti norma yang dikembangkan e di
masyarakatnya Saya kira itu
eh beberapa catatan saja ya Terima kasih
Mbak Eh Anisa dan Pak
zulk Baik terima kasih Bapak untuk
jawabannya mungkin kita langsung lanjut
lagi ya Pak ya ke Pertanyaan selanjutnya
ini ada pertanyaan dari bapak Muhammad
siudin melihat Bagaimana perubahan
perilaku mulai yang orang yang zaman
dulu kalau minum menggunakan cangkir
berubah menjadi kap sekali pakai dan
lain-lain kalau kap sekali pakai kan
masih bisa dipilah untuk didur ulang
tapi bagaimana dengan perubahan perilaku
saat hampir semua orang beralih
menggunakan popok sekali pakai yang
sepengetahuan Saya tidak mungkin untuk
didaur ulang seperti itu bapak
Iya menarik ini pertanyaannya Pak
Saifudin ya ini mang menjadi
keprihatinan kita
bersama kebetulan mahasiswa saya e
kebetulan membimbing di UGM juga ya di
S2 UGM itu ada yang e e meneliti tentang
e bagaimana popok sekali pakai di
Yogyakarta Nah inilah yang kemudian
perubahan gaya
hidup yang dulu dengan sekarang
betul-betul kita rasakan dulu ee kalau
kita ingat
eh perilaku atau kebiasaan di desa itu
kalau punya bayi itu kan menggunakan
popok kain ya itu pun masih di ee
dilakukan yang namanya kalau bahasa
Jawanya natur ya natur jadi setiap
periodik itu bayi itu kemudian
dipangku kemudian dibuka popoknya
diharapkan nanti nanti bisa terbiasa
untuk buang air kecil gitu ya Dan itu
sebenarnya Sebuah upaya si Ibu agar
kemudian
membangun chemistry membangun ee
emosional dengan anaknya ketika
dibopong
dipangku dibuka popoknya maka itu
kesempatan si bayi untuk ee buang air
kecil sehingga di situ ketika dia pengin
pipis
Tetapi kok tidak dilakukan hal yang sama
maka biasanya ada nangisnya Nah kalau
nangis ini berarti salah satu
pertandanya si bayi itu mau kencing maka
si Ibu pun juga akan melakukan itu jadi
e hal yang semacam itu educational e
sejak dini untuk membangun tadi
pengendalian diri ya si bayi sendiri
sudah mulai bisa Oh saya bisa menahan
dulu sebelum ditatur saya akan menangis
dan seterusnya nanti ketika sudah mulai
e bisa jalan bisa ini dia sudah bisa
berkata Dia akan saya mau pipis gitu
sehingga ini juga ee merupakan tradisi
yang sudah mulai hilang ya Sudah mulai
hilang tetapi sebenarnya kalau
dijalankan itu luar biasa nah e
bagaimana kemudian ee orang atau si Ibu
masih
eh lebih suka menggunakan popok sekali
pakai karena memang dari kepraktisannya
lebih praktis tidak ngerepotin yang
penting ee punya uang beli kemudian
nanti ee ganti dan lain sebagainya nah
persoalannya adalah popok sekali pakai
itu kalau belum dipakai itu ya bisa
dianu Ya tapi kalau sudah terisi air
kencing Apalagi sudah ada vesesnya ini
bisa
ee menjadi berat gitu ya menjadi berat
karena terisi air kemudian menjadi
terkontaminasi kalau si bayi itu
kebetulan baru penyakitan diare misalnya
maka ini beresiko kepada pengumpul
sampah maka sebenarnya ketika sampah itu
ee berpotensi untuk menularkan sebuah
penyakit maka sebenarnya itu masuk
kategori sampah yang
infeksius kalau sudah masuk kategori
infeksius berarti sebenarnya itu masuk
eh limbah B3 sampah B3 gitu nah artinya
apa ini sebenarnya kalau mau diterapkan
betulan sangatlah ee sulit dan rumit
kalaupun dengan membayar biayanya mahal
untuk mengelola sampah atau limbah B3
itu nah di sukunan kami juga membuat ya
membuat tidak hanya popok tetapi juga
pembalut wanita yang reusable yang bisa
diguna ulang yaitu dengan menggunakan e
kain jadi ada kain bagian penyerap ada
kain bagian yang waterproof ada juga
insertnya adalah kain yang bisa menyerap
ya menyerap sebagai tampungannya
sehingga di situ ada casing dan
insert-nya Nah kita beri nama sukuno ya
produk itu namanya Suk kuno su itu baik
kuno itu zaman dulu jadi kembali kepada
zaman dulu namun memang segmentasi
pasarnya masih sangat kecil sangat
sedikit ya sangat sedikit karena
tandingannya adalah dihadapkan kepada
masalah
kepraktisan ya sebenarnya kalau mau
benar sekalipun itu popok sekali pakai
atau pembalut wanita sekali pakai
harusnya ada Tata
laksananya setelah dipakai harusnya
dibersihkan bisa dicuci Dan Seterusnya
kemudian juga perlu dibungkus dan diberi
label bahwa itu adalah popok atau
kemudian pembalut wanita karena apa biar
diketahui oleh petugas yang mengumpulkan
yang mengambil dan lain sebagainya ini
menjadi keperhatinan kita Bapak Ibu ee
Bagaimana kemudian popok sekali pakai
yang ukurannya besar dan berat ini
banyak sekali kita
jumpai di sungai di sawah dan lain
sebagainya Saya kira itu Pak Saifudin
jadi ini ee mudah-mudahan nanti akan
tumbuh
inovasi-inovasi yang berkaitan Bagaimana
dari sisi ee produk-produk yang ramah
lingkungan
dan juga nanti bagaimana teknologi untuk
pengolahannya Terima kasih m saya
kalikan terima kas bapak untuk jawannya
kemudian mungkin kitasung lanjut lagiak
ke Pertanyaan selanjutnya ini ada
pertanyaan Dar IB
biljadiorangend
diasg Arifan lokal seperti itu bapak Ya
terima kasih ee Mbak atau Bu Fani ya
Mbak mungkin ya Mbak Fani ini
ee Saya menghargai kalau sudah
pertanyaannya seperti ini mudah-mudahan
nanti siap menjadi agen upchange ya
menjadi perintes gitu kalau sudah
berniat baik jangan kemudian
ee dibenamkan tapi harus dimunculkan
dengan ee penuh ya Penuh ee komitmen ya
nah memang benar ini ada beberapa
kendala pertama berkaitan Kalau mau
nanti mengelola sampah perlu tempat
bagaimana untuk menampung
sampahnya Bagaimana gitu
ya tempat tempat untuk Katakanlah tadi
misalkan mau membuat kompos ya sampah
organiknya Saya pengin selesai di rumah
selesai di rumah masing-masing
penghasil maka tadi ada beberapa
alternatif kalau tempatnya masih luas
bisa menggunakan lubang tanah yang
besar-besar kalau tidak punya ee lahan
pekarangan bisa menggunakan biopori
biopori itu bisa diletakkan di
lahan-lahan sempit ya termasuk di e
bauau jalan misalnya atau bahkan badan
jalan atau bahkan di
ee ya Halaman yang kecil pun bisa kalau
tidak bisa atau tidak punya alat untuk
membuat lubang biori bisa mengunakan
biod yang tadi ya di dalam Pod saja bisa
juga gitu ya untuk untuk
pengomposan kemudian kalau tidak bisa
lagi bisa juga menggunakan komposter
skala rumah
tangga kalau tidak bisa lagi bisa
menggunakan sistem kelompok ya
pengomposan di kelompok ya Secara
komunal ya jadi itu contoh gitu ya
kemudian kalau untuk bank sampah saya
enggak punya tempat nih gimana caranya
ya tidak mempunyai tempat
sebenarnya untuk pengumpulan sampah bisa
ditentukan harinya misalkan Sebulan
sekali setiap hari Minggu kalau di
pasaran Jawa enak ya misalkan setiap
Minggu Kliwon misalnya nah itu ada aksi
pengumpulan sampah bersama ditentukan di
titik Tertentu bisa di pos ronda bisa di
lapangan yang tempat-tempat publik untuk
mengumpulkan sampah yang sudah dipilah
di rumah di situ di situ pula sudah kita
undang pembeli sampah jadi nanti akan
selesai di hari itu juga ya Jadi tidak
ada e penampungan sampah tetapi
penampungan sampah di rumah
masing-masing bisa dengan menggunakan
karung bisa menggunakan kantong plastik
untuk kemudian nanti digunakan untuk
memilah dan mengumpul sampah di rumah
kemudian mengirim ke tempat-tempat yang
sudah ditentukan oleh EE pengelola
kemudian nanti langsung dijual di hari
itu juga tempat itu juga
gu kemudian modal nah modal ini pun juga
sebenarnya ada yang e sangat eh minim
modal ya contoh
tadi kita kan misalnya mau membuat
kompos enggak punya alat bisa juga di di
atas tanah pun bisa dengan menggunakan
karung bisa yang sangat murah gitu atau
Katakanlah saya tidak bisa membeli
sampah yang ada dari masyarakat tidak
perlu dibeli kita langsung dibeli oleh
rekanan kita ya Nah ini langkah
berikutnya rekanan di lokasi juga sulit
misalnya misalnya pembeli sampahnya
enggak bisa sekarang sudah banyak sekali
jaringan-jaringan pengelola sampah kalau
di di ini sudah ada jejaring pengelolaan
sampah
Mandiri kalau kita masuk ke dalam jaring
itu nanti Bisa tukar tukar informasi Oh
saya punya rekanan yang bagus l Dia mau
membeli sampah lumayan mahal Nah ini
bisa nanti eh sharing informasi sehingga
kemudian akan
ini di situ ada pemulung di situlah
nanti pasti ada jaringan ee pengepulan
sampah ada pembeli sampahnya pasti itu
dan ketika kemudian sampah kita banyak
pasti dia bisa jemput bola artinya bisa
diambil di tempat kita e berada Saya
kira itu Eh mbak F ya terima kasih baik
eh terima kasih Bapak untuk jawabannya
kemudian ya ini ya menghidupkan
motivasi motivasi orang-orang jadi ee
kalau saya prinsipnya gini setiap orang
itu pasti punya potensi sesuai
dengan passionnya
sendiri-sendiri ya misalkan orang suka
tanaman ini biasanya Pennya bisa kita
libatkan di dalam ee pengomposan artinya
untuk aktif di dalam gerakan mengajak
masyarakat untuk membuat kompos dari
sampah organiknya kalau sudah ada
ciri-ciri untuk suka EE seni kreativitas
Oh ini bisa untuk diajak ke kerajinan
ada yang suka apa namanya untuk
marketing Nah bisa seperti itu intinya
beri arena untuk bermain untuk ee
berkarya pada orang sesuai dengan
passion-nya sesuai dengan potensinya
masing-masing dan ketika ada yang salah
jangan malah
disalah-salahkan tapi Buatlah sesuatu
yang membangkitkan semangat dengan
Sanjungan dengan barangkali malah hadiah
gitu ya Oh anak-anak yang paling banyak
atau paling aktif menabung sampah Ah
bisa kita beri apresiasi atau setiap
mengumpulkan di mengumpulkan sampah
dengan volume tertentu dengan berap
tertentu akan dapat
misalnya kupon ya kupon ya kupon
doorpres misalnya nanti pada setahun
sekali kita buka doorpresnya Kita juga
bisa apa mengidentifikasi orang-orang
yang kaya di tempat kita bisa menjadi
penyumbang dana untuk membangkitkan
semangat itu saya kira itu Terima
kasih baik terima kasih
bapaknya eh kemudian kita langsung
lanjut lagi nih pak ke Pertanyaan
selanjutnya ini ada pertanyaan dari
i sudah adaang-ang Nom
tetapi Mengapa masih belum tertangani
dengan baik masalah sampah tidak bisa
diselesaikan hanya dengan aturan yang
cenderung diabaikan Bagaimana tanggapan
Bapak seperti itu bapak Ya terima kasih
Bu Siti Wahyuna ya itulah yang tadi saya
sampaikan undang-undangnya sudah 16
tahun tapi ternyata dalam
implementasinya masih belum ya kalau
undang-undang itu dijalankan dengan
baik itu sebenarnya sudah merupakan ee
perubahan yang e fundamental
ya contoh yang tadi ketika di dalam
undang-undang ada larangan membakar
sampah ada larangan membuang sampah
sembarangan termasuk ada ee
punishmentnya ini ternyata tidak
dijalankan pengawasannya kurang jadi
pengawasan dan penegakan hukum di
Indonesia masih
lemah dalam pengelolaan sampah ini ini
cerita ya cerita di negara lain ya yang
kita juga tidak tabu untuk belajar di
negara lain yang berkaitan dengan ini
Mengapa mereka disiplin Mengapa mereka
tertib karena memang di dalam konteks
pertama sosialisasi tentang peraturan
kemudian edukasi motivasi kepada
masyarakat pendampingannya kuat kemudian
ketika ada yang
melanggar ketika ada yang melanggar itu
pas pasti ada ee konsekuensinya dalam
bentuk denda yang harus
dibayarkan dan itu pengawasannya
betul-betul konsisten dan masif ya
Sehingga itu akan menjadi ee orang untuk
tertib ya tidak tidak usah jauh-jauh
ya ketika helm adalah wajib digunakan
oleh pengendara sepeda
motor itu ada di dalam undang-undang
kemudian ketika melanggar nanti ada
namun ketika itu tidak dilakukan
penegakan maka bisa dipastikan di suatu
kota di suatu tempat pasti banyak orang
yang tidak menggunakan helm karena apa
menggunakan
helm tidak menggunakan helm sama saja
enggak ditilang tuh atau yang
menggunakan helm juga eh apa namanya
tidak diberi reward tuh nah kayak gitu
nah sehingga untuk menyentuh kesadaran
yang lebih tinggi dalam artian adalah
bahwa helm untuk keselamatan itu masih
sedikit ya artinya apa masih butuh
pengawasan sistem controlling yang itu
kemudian harus diterapkan sama dengan
dalam pengelolaan
sampah contoh ada sebuah desa atau
kelurahan di Sleman Ya sudah memiliki
ee aturan ya aturan pengelolaan sampah
ya peraturan
Desa salah satu yang dimuncul di dalam
peraturan tersebut
adalah bagi siapa
yang
menangkap orang yang membuang sampah
sembarangan atau membakar sampah
sembarangan dan melaporkan ke kelurahan
atau Desa maka akan mendapatkan 50% dari
ee denda yang
ditetapkan nah artinya itu apa
memperluas e pengawas tidak hanya oleh
petugas tetapi juga oleh masyarakat
masyarakat juga akan
ee apa ya termotivasi untuk
kemudian ikut cawe-cawe melaporkan gitu
karena apa dia juga dapat insentif nah
seperti itu itu contoh itu nah Oleh
sebab itu aturan kita sudah banyak dan
bagus-bagus tetapi manakala tidak
dilakukan penegakan aturan dengan baik
salisasi aturan dengan betul-betul gitu
ya maka kemudian itu akan menjadi ee
aturan yang terlecehkan terlecehkan
karena apa ya yang yang melanggar juga
didiamkan aja itu gitu nah Oleh sebab
itu saya eh justru cenderungnya
Bagaimana
eh tadi
pondasi-pondasi pemahaman-pemahaman
tentang pengelaan sampah itu ditanamkan
sejak dini sejak anak-anak kita di rumah
ya di rumah dan juga di sekolah di
tempat ibadah semuanya itu betul-betul
dimulai kalau hanya mengandalkan dari
pemerintah kita tidak tidak akan
memungkinkan semuanya ber bergerak
dengan baik Jadi kalau anak-anak sudah
kemudian diberi pemahaman tentang bahaya
membakar sampah di sekolah juga seperti
itu di mana-mana seperti itu maka itu
semuanya sama tapi yang sering juga
terjadi sekolah diberikan pemahaman itu
tapi dikeluar ibunya malah membakar
sampah Nah itu berarti
sudah apa ya idealisme anak yang tadinya
akan terbentuk akhirnya menjadi hilang
nah itu jadi ada keseimbangan kehidupan
keluarga di sekolah dan juga di e
masyarakat serta ee di manaun mereka
berada ya Saya kira itu ya jadi eh kita
tetap tidak boleh menyerah karena
sebenarnya sampah ini tanggung jawab
kita bersama Terima
kasih Monggo Bu terima kasih Pak untuk
jawabannya mungkin kita langsung lanjut
ke satu pertanyaan terakhir nih pak dari
bapak
agusuniarto regulasi pembatasan
penggunaan kantong plastik sekali pakai
sudah banyak terbit di banyak kabupaten
atau kota akan tetapi menurut hemat saya
apabila tidak ada pembatasan produksi
kantong plastik dari produsen
maka tetap saja masyarakat yang sudah
terbiasa menggunakan kantong plastik
maka akan kembali
menggunakannyain lain halnya apabila
produk kantnya dibatasi bisa dengan atau
sejenisnya makaarakat tidak ada pilihan
untuk menggunakannya karena keterbatasan
produk kantong plastik yang beredar di
pasaran Bagaimana Menur
pendapat seperti ini gitu ya ada loh
yang sekarang e ya ketika kita belanja
itu betul-betul tidak ada kantong
plastik itu ada ya contoh yang e saya
jumpai juga di Bali misalkan di Bali itu
bagus loh di Bali itu eh beberapa
minimarket betul-betul sudah tidak
menyediakan kantong
plastik sehingga pilihannya pembeli
adalah memegang kalau masih memungkinkan
dipegang dengan tangannya maka orang
yang dibeli itu dipegang kalau jumlahnya
masih ter terjangkau gitu ya tetapi
kalau kalau nanti sudah tidak bisa maka
alternatifnya adalah kantong belanja
kantong belanja yang di dibuat di sana
itu ya di Bali saya lihatnya itu ada
yang berbahan kertas ada yang berbahan
kain artinya kalau kertas ee nanti
termasuk e degradable ataupun juga nanti
laku jual kalau dijual gitu ya kemudian
Kalau kain itu bisa dipakai
berulang-ulang nah sehingga itu itu pun
juga tasnya dibuat mahal gitu jangan
murahan kalau murahan Nanti orang
cenderung ee menjadikan kantong kain itu
pun sekali pakai gitu ya jadi ini juga
menjadi ee hal-hal yang perlu kita terus
bergerak bagaimana agar orang ee
dibatasi penggunaan kantong Plas
ya jadi saya setuju Kalau kemudian ee di
mana pun itu juga diterapkan nanti
lama-lama juga akhirnya ee pabrik
perusahaan plastik juga akan berpikir
lebih baik besok saya memproduksi ee
kantong dari kertas ya sebagai pengganti
kantong plastik ya Sehingga itu akan
menjadi e semacam hukum ya hukum alam ya
ketika produknya tidak ada yang
mengkonsumsi ya Saya kira itu tetapi ini
Tentunya ya juga harus pilih juga
misalkan membeli bahan yang
EE basah G misalkan ikan di pasar
misalnya nah ini kalau bagusnya kan
ee pembeli itu membawa tempat ya tempat
untuk ee belanjaan yang basah-basah tadi
Nah ini nanti tingkatannya kesadarannya
lebih tinggi lagi tapi dengan pembatasan
sampah atau penggunaan kantong plastik
itu sudah luar biasa dan ini pernah
diterap kan di di Sleman waktu itu malah
di launching ya diunching oleh EE Pak
Bupati ee penggunaan e pelarangan
penggunaan Kanton plastik atau
penggunaan Kanton plastik berbayar di e
supermarket Tetapi kalau itu tidak
dikawal dengan konsisten maka kembali
lagi karena apa Sekali lagi bahwa
kebijakan aturan sebaik Apun kalau tidak
dilakukan pengawalan dengan baik
monitoring dan evaluasi dengan baik maka
cenderung akan kembali lagi walaupun
waktu itu aleh-alhnya adalah ee bahwa
dengan penerapan seperti itu
menurunkan omset penjualan Nah ini kan
Apa benar itu karena masyarakat itu
sebenarnya nanti juga akan adaptif
artinya menyesuaikan ya besok lagi saya
bawa kantong dari rumah gitu jangan
kemudian kalah dengan ee pihak-pihak
yang memang
ee dengan waktu yang singkat sudah bisa
memberikan kesimpulan yang akhirnya
justru kembali lagi ke semula Saya kira
itu ya jadi eh
eh Kita Masih Terus harus berinovasi
inovasinya dalam inovasi kebijakan juga
inovasi kebijakannya seperti apa sih g
gitu Makasih Mbak Anis ya Mas Agus
diuni baik
terimaih
untuk bapako
untukan-jawabannya baik itu tadi
pertanyaan dari bapak Agus sekaligus
menjadi
pert penutup dari sesi tanya jawab ini
yaitu bapak yang
telah
ehantu menjawab pertanyaan-pertanyaanih
juga untuk bapak ibu sekalian yang sudah
ak bertanya dan mohon Ma Apabila ada
pertanyaan yang belum terjawab karena
untuk kita yang sangat terbatas sekali
ya Bapak Ibu
sekalian kemudian seperti janji saya di
awal tadi nih saya juga sudah
mengantongi nih nama-nama pemenang yang
beruntung pada pagi hari ini untuk
memenangkan DPR spesial dari kami
selam untuk ketiga
pemenang yaitu yang pertama ada Bapak
muhammadudin Kemudian yang kedua
ada ibu admin hadiahnya ya Bapak Ibu
sekalian Baik untuk selanjutnya
saya ingin menginformasikan nih untuk
agenda yang akan mendatang ini ada
edukasi bijak sampah sejak dari rumah
ataucd edisi pemula eh kegiatan ini
diselenggarakan atas kerja sama dari
butik daur ulang pro Indonesia eh dan
juga sekolah sampah serta e
jpsm
jadi akan ada dua sesi nih yaitu online
dan offline untuk acara offlineennya itu
akan kita selenggarakan pada 24 Februari
tahun
2024 Sedangkan untuk onlineennya yaitu
ada pada hari Sabtu 9 Maret
2024 Jadi bagi Bapak Ibu sekalian yang
mungkin tertarik
ni mengikuti agenda
ini
untuk lebih
lanjut baik eh kita telah sampai nih di
penghujung acara nih Bapak Ibu sekalian
dan Alhamdulillah hari ini kita sudah
belajar banyak sekali melalui webinar
membangun budaya pengelolaan sampah yang
disampaikan oleh pemateri kita pada hari
ini yaitu bapak Iswanto banyak sekali
ilmu yang kita dapatkan pada penyampaian
materi pada hari ini ee semoga ilmu-ilmu
tersebut bisa bermanfaat bagi kita
semua baik
eh kemudian saya juga ingin mengingatkan
nih Bagi Bapak Ibu sekalian eh untuk
dapat pengisi kuesionar yang linknya
sudah di-share di kolom Chat Zoom supaya
kegiatan kami selanjutnya bisa lebih
baik lagi ya Bapak Ibu
sekalian dan sekali lagi Eh saya juga
izin mengingatkan kepada Bapak Ibu
sekalian yang mungkin menginginkan
materi sekaligus sertifikat dan kemarin
mungkin belum sempat request itu dapat
juga langsung mengisi Link yang sudah
admin kami kirimkan di kolom Chat Zoom
kemudian eh terakhir saya ucapkan terima
kasih kepada pemateri kita pada hari ini
yaitu bapak Dr Iswanto SD MK yang telah
menyempatkan waktunya untuk berbagi dan
juga sharing eh materi bersama kami pada
pagi hari ini eh saya juga mengucapkan
terima kasih kepada bapak Dr hijah ama
Putra stml selaku founder dari butik
da ulang Project Indonesia sekaligus
sekretaris jurusan program studi teknik
lingkungan Universitas Islam Indonesia
dan juga tidak lupa saya ucapkan terima
kasih kepada panitia dan juga peserta
yang telah berkontribusi dan sangat
antusias sekali selama webinar ini
berlangsung Semoga kita semua masih bisa
bertemu di webinarwebinar selanjutnya
Bapak Ibu sekalian ak kata saya selaku
MC sekaligus moderator memohon maaf
sebesar-besarnya apabila selama memandu
acara ini mungkin terdapat kesalahan
kata ataupun perbuatan sayaana pamit
undur wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
kasih terima kasih Pak iso Bapak Ibu
semuanya sampai ketemu
lagi Amin amin