JOGJA DARURAT SAMPAH "PELAJARAN APA YANG DAPAT KITA AMBIL?"
K1w-9nfEokU • 2023-08-10
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id diselenggarakan di waktu weekdays tapi Bapak Ibu sekalian tetap bisa mengikuti webinar ini hingga selesai gitu dan juga semoga hal ini juga tidak mengurangi antusias kita semua dalam mengikuti webinar pada siang hari ini webinar kita pada hari ini merupakan webinar ke-12 yang diselenggarakan oleh butik daur ulang Project B Indonesia di sepanjang tahun 2023 ini baik pertama-tama mungkin perkenalkan terlebih dahulu saya Anisa luwana selaku FC sekaligus moderator yang akan memandu jalannya acara webinar pada siang hari ini kita pada hari ini mengusung tema Jogja darurat sampah Pelajaran apa yang dapat kita ambil melalui pendekatan aspek pengelolaan sampah yang akan disampaikan oleh pemateri kita pada hari ini yaitu bapak Doktor Insinyur hijrah Purnama Putra Ma selaku founder dari butik daur ulang Project B Indonesia pada siang hari ini acara ini diselenggarakan oleh daur ulang Project Indonesia yang bekerjasama dengan Universitas Islam Indonesia baik mungkin selanjutnya bapak ibu hadirin yang terhormat Izinkan saya mengucapkan selamat datang dan memberikan salam hormat saya kepada pemateri kita pada hari ini yaitu [Musik] Bapak hijrah Purnama Putra yang merupakan sekaligus founder dari butik daur ulang Project di Indonesia lalu kemudian kepada Prodi teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia atau yang mewakili dan juga kepada bapak ibu peserta webinar pada hari yang berbahagia ini sebelum masuk ke materi yang benar kita saya mohon izin Mengingatkan untuk Bapak Ibu sekalian untuk dapat mengisi daftar hadir atau presensi di Link yang telah admin kami kirimkan di kolom chat kemudian kemudian Dengan hormat saya juga meminta kesediaan Bapak Ibu sekalian untuk menonaktifkan microphone selama kegiatan ini berlangsung supaya kita semua dapat menikmati materi yang disampaikan dengan baik mungkin sebelum kita masuk ke acara kita pada siang hari ini kita akan dengarkan terlebih dahulu penyampaian sambutan Sepatan dua patah kata dari bapak dokter engineering Awaludin nurminto ML selaku ketua jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia waktu dan layar persilakan Silahkan bapak Terima kasih Apakah suara saya sudah bisa terdengar sudah terdengar bapak baik Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh yang saya hormati Bapak Ibu sekalian peserta webinar yang saya rasa semuanya mempunyai keinginan untuk tahu lebih banyak terkait dengan pengelolaan sampah karena akhir-akhir ini sampah menjadi viral gitu ya bahkan kalau kita di Instagram di media sosial itu ada satu truk pengangkut sampah yang langsung diserbu oleh masyarakat Jogja gitu ternyata bapak ibu masalah sampah Ini masalah yang sangat krusial sekali jadi dengan adanya penutupan TPA piungan harapan kami tentunya bisa membangkitkan ya kesadaran dari kita semua Nah karena sampah bukanlah masalah yang harus melulu dilayani tapi kita sendiri juga bisa memulai untuk mengelola sampah itu sendiri Saya ucapkan terima kasih kepada Project di Indonesia yang sudah Istiqomah jadi dulu sebelum ada permasalahan TPA akan tutup gitu ya Pak hijrah dan proyek Ibu Indonesia itu sudah jauh-jauh hari mengingatkan gitu ya Bahwa masalah sampah ini adalah masalah penting gitu tetapi yang sekarang ya akhirnya terbukti gitu Jadi mudah-mudahan bisa menjadi menjadi hal yang bisa memantik semangat kita semua pak hijrah dan tim juga Memang bahwa pengelolaan sampah ini penting untuk dilakukan mulai dari diri kita sendiri dari jurusan Teknik Lingkungan tentu kami eee berharap bapak ibu bisa mengikuti kegiatan bentuk dari pengabdian masyarakat ini baik dan kami juga sampaikan bahwa di jurusan teknik lingkungan juga ada laboratorium pengelolaan sampah dan B3 yang sering bekerja sama dengan berbagai komponen masyarakat salah satu pakarnya pak hijrah Purnama Putra nanti jika ingin bapak ibu ada mendapatkan pembimbingan ataupun diskusi teknologi ataupun hal-hal yang lain kami dengan tangan terbuka menerima dari kunjungan dari Bapak Ibu semuanya dalam rangka upaya kita untuk bisa mengelola sampah dimulai dari diri kita masing-masing kiranya demikian yang bisa saya sampaikan sekali lagi terima kasih dan selamat untuk mengikuti webinar ini mohon izin tidak bisa sampai habis sampai selesai karena ada kegiatan lain yang bersamaan demikian wabillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih Bapak awal yang telah memberikan sambutannya dan sekaligus membuka acara kita pada siang hari ini baik bagi Bapak Ibu sekalian kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami yaitu di Project Indonesia jadi semisal selama acara webinar ini berlangsung mungkin ada Bapak Ibu sekalian yang terkendala di dalam Zoom seperti tadi saya juga ada beberapa yang mention kalau suaranya tidak terdengar begitu ya mungkin bisa langsung menyimak melalui YouTube channel kami yaitu di Project band Indonesia kemudian seperti biasanya Nih Bapak Ibu sekalian hari ini juga kami menyiapkan berbagai macam Untuk Bapak Ibu sekalian yang beruntung terus ini diberikan berdasarkan tiga pertanyaan terbaik dan 2 Story Instagram terunik selama webinar ini berlangsung untuk pemenang 3 pertanyaan terbaik nanti akan kami umumkan di akhir acara Sedangkan untuk pemenang 2 Story Instagram terunik akan kami Hubungi langsung melalui DM Instagram Nah jadi bagi Bapak Ibu sekalian yang mungkin ingin bertanya setelah mau webinar ini berlangsung itu dapat langsung memberikan pertanyaannya melalui kolom chat dengan format nama kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan dan akan kami pilih 3 penanya terbaik untuk memenangkan spesial dari kami lalu kemudian untuk Store Instagram Jadi Bapak Ibu sekalian bisa membuat Story semenarik mungkin ketika kegiatan webinar ini berlangsung dan jangan lupa untuk Tab Instagram kami di @project Indonesia mungkin tanpa berlama-lama lagi kita akan langsung lanjut ke acara inti kita yaitu pencapaian materi oleh pemateri kita pada hari ini tapi sebelum itu Mari kita lihat terlebih dahulu CV dari pemateri kita pada hari ini [Musik] Iya baik itu tadi sekilas mengenai pemateri kita pada hari ini selanjutnya saya mungkin akan menyapa Pak hijrah terlebih dahulu gitu ya Assalamualaikum Selamat siang Bapak Waalaikumsalam Mbak Nisa mudah-mudahan suara saya sudah terdengar dengan jelas nih pak Mungkin kita bisa langsung mulai saja begitu ya Pak untuk mulai penyampaian materinya Bapak Insya Allah sudah siap ya Pak untuk menyampaikan materi hari ini mungkin langsung saja untuk penyampaian materinya waktunya kurang lebih berarti sampai sekitar jam 14.00 begitu ya pak ya Oke Baik langsung saja tempat dan layar kami persilahkan Bapak bismillahirrahmanirrahim assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh tentunya Selamat siang Bapak Ibu yang saya hormati terima kasih sekali telah hadir pada kesempatan hari ini dalam rangka kita belajar bersama terkait dengan pengelolaan sampah seperti Mbak Nisa tadi disampaikan ini kalian berbeda Biasanya kita di weekend karena isunya sedang sangat menarik mudah-mudahan dengan Wik Sebanyak apa teman-teman yang bisa bergabung dan alhamdulillah ini hampir mencapai 100 gitu pesertanya hingga tadi malam sepertinya info dari panitia sampai 450 mungkin selebihnya mengikuti via YouTube atau baru bergabung sesaat lagi ya tapi memang ciri khas ini on time jadi nggak banyak sambutan juga Pak Awal juga sudah paham dengan gayanya Project B jadi harapannya di awal memang sudah apa bergerak dengan pak gitu agar kita segera ke materi Oke Bapak Ibu saya izin untuk berbagi layar mungkin prosesnya masih loading ya oke kemudian sudah terlihat layar yang saya bagikan Bapak Ibu izin untuk menyampaikan materi ini tapi dalam rangka kita banyak mengambil manfaat dari kejadian yang ada jadi materi ini tidak sama sekali untuk kita jadi saling menyalahkan tapi mudah-mudahan ada perbaikan ke depan sehingga persoalan sampah yang seperti yang terjadi di Jogja saat ini tidak terulang kembali kerja dan juga tidak terulang kembali di wilayah-wilayah yang lain Dan saya yakin semua pihak sudah bekerja secara maksimal melakukan pengelolaan dan sesuai dengan porsinya masing-masing tentunya ya akademisi sudah menyampaikan masukan pasukannya pemerintah daerah Kemudian swasta dan seterusnya Nah ada beberapa hal yang kita bisa buat catatan dan kami coba rangkum dalam materi kesempatan hari ini mudah-mudahan terangkum dengan baik bapak ibu baik yang mungkin bukan asal dari Jogja mungkin kan bertanya Ada apa dengan Jogja Jadi kira-kira kita akan bicara 3 hal ini saya karena waktunya juga tidak lama hanya 45 menit kemudian nanti kita akan ada sesi tanya jawab atau ada masukan-masukan yang lain ya terkait dengan pengelolaan sampah tidak hanya di Jogja tentunya tapi di wilayah yang lain di seluruh Indonesia jadi terkait dengan pengantar ini pingin menyampaikan juga kondisi yang ada di Jogja Seperti apa kemudian terkait dengan pengolahan sampah dengan konsep pengurangan dan penanganan Saya yakin yang hadir hari ini juga sudah biasa mendengar dengan konsep tersebut kemudian juga terkait dengan aspek dalam pengelolaan sampah Oke Bapak Ibu tidak berlama-lama biar kita bisa diskusi dengan cepat jadi saya ingat ada satu foto kemudian saya posting di media sosial saya di Maret 2019 jadi di Maret itu ada satu high headline dari koran lokal di Jogja tanggal 28 Maret 2019 sudah ada berita tentang sampah menjadi buang waktu bagi DIY artinya kurang lebih sudah 4 tahun ya 4 tahun yang lalu sudah ada warning warning sudah ada peringatan-peringatan terkait dengan kondisi yang akan dihadapi oleh Jogja kira-kira dan nanti kita akan ada beberapa dokumentasi terkait dengan 2019 tersebut dan hal tersebut ternyata Bapak Ibu semuanya di sebulan terakhir ini ya ternyata kasih TPA atau tpst Piyungan yang menampung sampah dari tiga Lokasi ada di bagian utara ada 9 ya di bagian tengah ada Jogja kota Jogja dan di bagian selatan ada kabupaten Bantul jadi ditutup hingga 5 September tapi kita tidak bahas Ya pastinya ditutup ini karena sudah penuh ya dan akan disiarkan lahan yang baru dan seterusnya kita akan melihat apa yang terjadi sebenarnya potret di 2019 jadi 4 tahap yang lalu Kondisinya sudah pernah mengalami penutupan jadi dampaknya Apa Bapak Ibu dampaknya Ternyata banyak sekali lokasi-lokasi yang ada di Jogja pusat-pusat kota di pasar ini sangat terkenal pasar nga apa namanya terus kemudian daerah danureja itu juga di kota kemudian Stasiun Besar Kota Jogja ya juga menumpuk sampahnya dan pengol ya pengo Demangan ini Ya sepertinya tidak jauh dari kantor dinas lingkungan hidup gitu jadi artinya kondisi di tahun 2019 Kita pernah merasakan walaupun tidak selama saat ini penutupan dampaknya dirasa cukup besar kemudian buka kembali dan Sampah bisa masuk kembali artinya Seharusnya dari pelajaran tersebut kita bisa mengambil sebuah apa ya manfaat atau apapun gitu ya yang bisa kita lakukan oh ternyata tidak hanya bisa mengandalkan sistem yang ada tidak hanya bisa mengandalkan sepenuhnya kepada pengiriman sampah menuju ke TPA atau ke tpst Nah kita ingin lihat dampak di 2023 ini apa Bapak Ibu kalau di 2019 menumpuk 2023 kira-kira ya Ada isu yang lain ternyata yang muncul karena sudah ada pengumuman akan ditutup selama satu setengah bulan akhirnya masyarakat melakukan aktivitas-aktivitas yang kembali ke dulu lagi melakukan berbagai macam aktivitas pembakaran ya Ada beberapa kondisi kebakaran akibat pembakaran sampah yang ya menyebabkan berbagai macam kerugian sehingga banyak dampak tidak hanya dari segi estetika menumpuk sampah ternyata ada dampak yang baik dan pasti dari hasil pembakaran tersebut menyebabkan berbagai macam efek ke urusan udara jadi ternyata jadi lebih luas ya tidak hanya urusan menumpuk secara estetika tapi juga akan mempengaruhi aspek-aspek kehidupan kita yang dari urusan sampah dari sekantong sampai kita kira-kira Bapak Ibu seperti pak Awal dari sampaikan ini terus berkembang salah satunya adalah sempat viral juga aksi Lempar sampah ke truk sampah milik dari hasil lingkungan hidup akhirnya ya rebutan ya dari dalam melempar keluar dari luar melempar ke dalam jadi tanpa ternyata punya potensi konflik sosial juga keresahan masyarakat dibales-bales Pak karena merasa keluarga ya harus dilayani sampahnya dan mungkin tersebut tidak bertujuan untuk mengambil sang keluarga dia akhirnya ya terjadi sedikit terjun ya buktinya hal ini bukan sesuatu hal yang harus dibanggakan jadi perhatian kita sampai dijaga ya nggak boleh buang sampah dan harusnya Oke kira-kira begitu Jadi ternyata dampaknya bisa lebih luas jadi apa namanya dampaknya menjadi lebih luas ya Oke Bapak Ibu yang terlihat saat ini jadi seperti ya fenomena gunung es yang terlihat di permukaan kan adalah TPA tersebut tutup tapi sebenarnya apa yang menyebabkan hal lain yang tidak terlalu terlihat atau bagi kita beserta hari ini sebenarnya sudah tahu misalnya apa sih ternyata kalau dilihat di permukaan TPA itu tutup misalnya tapi kalau kita lihat menyelam ke bawahnya ada peningkatan timbul sampah yang terus meningkat setiap tahun terus kemudian Jenis sampah yang semakin beragam fasilitas kita yang terbatas kegiatan operasional yang tidak optimal ngomongin SDM juga jadi bermasalah saya bisa jadi Sampah juga belum menjadi prioritas dalam pengelolaan pembiayaan ini penegakan hukum yang rendah sampah yang tercampur luar biasa dan bisa saja tidak ada pengolahan hanya mengandalkan TPA tumpuk menumpuk sampah yang lama-kelamaan akan menyebabkan TPA tersebut penuh dan harus mencari lokasi yang lain dan pasti banyak lagi kalau ditulis mungkin panjang sekali jadi yang terlihat adalah TPA ditutup ternyata ada pemikir Apa ada penyebab-penyebab yang lain yang sedikit demi sedikit yang mendukung hal tadi karena dia berada di ujung tadi Nah hari ini kita pengen bahas secara ya mudah-mudahan secara lengkap terkait dengan berbagai macam yang pertama saya pingin kasih lihat ke Bapak Ibu semuanya dari teman-teman semuanya terkait dengan timbulan santai bulan sampah yang masuk ke TPA Berdasarkan berbagai macam sumber data Jadi ada dari sekretariat bersama kartamantul dari tahun bisa dilihat 95 kurang lebih setiap harinya itu kurang lebih ya 240-an per hari terus kemudian data ini terus naik memang terjadi penurunan gitu ya kemudian menjadi 441 toh di tahun 2015 nah data ini sampai saya kebetulan ngambilnya di 2016 kemudian keluar di aplikasi kami ya di 2016 Kemudian kami mencoba untuk menghubungkan dengan data yang ada saat ini jadi pada saat 2015 itu jumlah sampahnya sudah 440 lah ya Ton perhari yang masuk ke TPA Bima mulai dari 2016 sudah ada 691 763 771 terakhir di 2023 ini di angka 800 sepertinya jadi terus meningkat Memang karena apa salah satunya ya kita tidak bisa pungkiri bahwa jumlah penduduk kita semakin bertambah kebutuhan akan infrastruktur semakin tinggi ditambah plus berubahnya pola hidupnya gaya hidup akhirnya beragama aktivitas yang kita lakukan bahkan saat ini kita sangat memungkinkan melakukan aktivitas yang berbeda-beda di dalam satu waktu bersamaan akhirnya jumlah sampah yang dihasilkan terus meningkat seharusnya peningkatan yang terjadi di pengolahan sampah tersebut akan meningkatkan tingkat pelayanan dari sarana prasarana harus lebih memadai gitu ya yang pasti akan berhubungan dengan biaya investasi dan operasional maintenance yang perlu ditingkatkan untuk menghindari akses yang tidak ramah lingkungan ke lingkungan jadi ya pembuangan sembarangan ke sungai pembakaran sampah dan seterusnya hal itu memang diamini oleh jumlah sampah yang ada Jadi kalau dilihat dari data dlhk seperti dan juga di sibsn Tahun 2022 ya ini menunjukkan bahwa angka angka 771 di itu timbulnya sampah yang masuk ke TPA yang masuk ke TPA menjadi pertanyaan juga ya tidak masuk ke TPA kemana Mungkin Sungai dibakar dikelola secara mandiri oleh masyarakat kami memiliki publikasi begitu ya di 2016 juga Walaupun memang modelnya adalah ya Model ya Model dari Perhitungan jumlah penduduk pada saat itu kemudian dengan angka yang mungkin sedikit lebih besar didapatlah angka ini Sleman yang satu wilayah ya Misalnya contoh 05 ini adalah Sleman di sini ada slm 256 Ternyata kalau dihitung secara total jumlah penduduk itu ada di angka 938 jadi ada kurang lebih 700 ton lagi gitu ya diproduksi tapi tidak dibawa ke TPA tersebut jadi kita akan pakai yang mana sebagai langkah kita dalam merencanakan suatu perencanaan pengolahan sampah di sebuah kota Apakah menggunakan data existing atau saja cukup atau menggunakan data potensi yang kita hubungkan dengan jumlah penduduk Memang nanti akan dihubungkan dengan konsep perkotaan dan pedesaan yang menjadi prioritas mestinya kota dengan tingkat penduduk jumlah kepadatan penduduk yang lebih tinggi dari pedesaan Kemungkinan tidak dilakukan pelayanan dan diharapkan akan melakukan pengelolaan secara mandiri kira-kira begitu Bapak Ibu nah terkait hal itu bapak ibu di DIY Ya seperti ini tapi saya yakin di tempat Bapak Ibu semuanya juga memiliki data ini pengelolaan itu akan dibagi menjadi dua ada aktivitas pengurangan dan penanganan jadi setiap kabupaten kota mengumpulkan data terus kemudian disetorkan dan dikeluarkan lewat sipsn sistem informasi sampah nasional nah yang menjadi perhatian kita adalah yang berwarna hitam ini ya Jadi ada artinya Ada sampah yang diproduksi tapi tidak terkelola dengan baik jadi secara eee jumlah Penanganannya saat ini ya Sesuai dengan data yang tampil di sini 31,66% dan pengurangan 27,28% Ya pastinya yang lebih update pemerintah daerah sampah yang tidak dikelola hampir mendekati 50% tapi ini dengan angka tadi 771 mungkin tapi kalau kita hubungkan dengan data yang tadi yang jumlah tonasenya lebih besar karena dianggap kota dan desa juga harus memiliki pelayanan baik itu dilayani ataupun tidak dilayani ternyata memiliki presentasi yang berbeda Ya jelas berbeda karena apa baginya yaitu beda nanti kita akan Jelaskan secara detail melalui gambar misalnya contoh 938 tadi potensi tone per hari notifikasi ini dikeluarkan karena perlu diklaim dulu bapak ibu nah saya tidak bisa juga data publikasi begitu ya pada saat itu 30% ya pasti saat ini sudah lebih besar jadi masih ada 70% yang seharusnya keluar artinya tidak terkelola dengan baik Nah kita akan pakai data mana gitu sebagai data yang bisa menunjukkan performa pengelolaan sampah di wilayah kita nah ini khusus untuk bapak ibu yang ada di pemerintahan ada kebutuhan dengan data-data ini tapi data ini bagi pemerintah daerah sangat penting untuk menimbulkan kinerja dalam pengelolaan sampah Saya ingin mencoba untuk membawa Bapak Ibu ke dalam pemahaman ini misal ini Bapak Ibu ini ada satu wilayah ini Kebetulan peta ini peta Bantul Kalau saya tidak salah ya jadi Wilayah selatan dari kota Jogja contoh seperti ini kita akan lihat ini yang biru-biru ini pelayanan ini contoh saja karena tidak real ya tidak seperti yang terlihat ya Datanya juga tidak ada Saya hanya menunjukkan contoh agar kita punya pola pikir yang sama biru ya biru artinya ada wilayah-wilayah dengan luasan tertentu ada pemukimannya di sana angkut oleh petugas dari entah itu Dinas Kebersihan ataupun dinas dlh lewat PT persampahan Kenapa angkanya di sini itu bisa kita lihat adalah 350 ton per hari kita lanjut Bapak Ibu kita lanjut ada juga yang dilakukan pelayanan oleh pelayanan swasta jadi karena tadi berbagai macam keterbatasan kemudian mengangkut sampah dan kita kira-kira ada 250 ton Selanjutnya apa Jadi totalnya kan 600 ton 350 plus ini nggak papa ya Bapak Ibu kita siang-siang hitung-hitung sedikit tapi cuma sedikit 600 ton per hari yang masuk ke TPA karena diangkut ya kita lepaskan dulu ada asumsi pengolahan dan seterusnya kita akan melogikakan Bagaimana menghitung pengurangan dan penanganan sampah kemudian ternyata ada yang diangkut tadi baik oleh dinas maupun swasta Ada sampah yang belum dilayani yang merah-merah titik-titik yang belum dilayani karena memang tidak bisa dijangkau Nah di sini ketemu angka 550 Pertanyaan selanjutnya berarti total tadi 600 + 550 kan ketemu 1150 ton per hari berarti itu untuk perhitungan apa penanganan jadi pena nanti 600 total sampahnya adalah 1.150 gitu ya di kurang lebih ya sudah mencapai 50% lebih tingkat penanganan yang dilakukan untuk peta ini Nah selanjutnya apa Ternyata kita lupa atau terlewat ada wilayah-wilayah yang tidak masuk dalam warna merah biru ataupun orange ini ya yang saya kasih warna garis-garis ini dia tidak dilayani tidak dilayani dan kalau dihitung potensi sampahnya itu ada 750 Ton jadi kalau dijumlah 1.150 plus 750 Itu ada 1900 ton per hari yang menariknya bapak ibu ada potensi pemungutan sampah yang dilakukan oleh aktivitas-aktivitas tentang sampah salah satunya warna hijau lihat mengikuti dari tadi warna hijau tersebut ada di dalam bagian warna biru hadirnya bank sampah ada di bagian warna orange ada di dalam bagian warna merah bahkan yang paling banyak mungkin berada di wilayah-wilayah yang tidak dilayani jadi pertanyaan kita adalah selanjutnya saat mau ngitung pengurangan sampah kita pakai pembaginya 1150 atau seharusnya kalau dihitung karena bank sampahnya berada di luar wilayah pelayanan ya seharusnya pakai 1900 membaginya pasti akan ketemu persentase yang lebih rendah namun kan balik lagi tadi karena secara aturan kan kita ditargetkan penanganan harus 70% dan pengurangan harus 30% jadi semuanya berlomba-lomba untuk meningkatkan data ini mudah-mudahan kita tidak terjebak dalam asumsi yang dilakukan sehingga yang penting data yang penting ada karena apa ini kan akan berakhir kepada produk ya dari mulai pemerintah pusat menerapkan menargetkan Jaksa ini indikatornya di Tahun 2022 harus berapa 2023 harus berapa 2024 dan seterusnya Jadi kalau kondisi judul 2023 kita harus pengurangannya sebesar 27% dan penanganannya ada sebesar 72% itu memang diwajibkan untuk menyusun juga jaga sehingga menghasilkan berbagai produk hukum di wilayah kita masing-masing semua wilayah punya produk hukum yang berkaitan dengan kebijakan dan strategi daerah dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan Sampah sejenis rumah jadi tinggal dibuka saja produk hukum tersebut terus kemudian kita bisa lihat target-target contoh ini yang Jogja targetnya tadi mirip PPU kalau kita lihat 2023 jadi 27% + Penanganannya adalah 72% nah kalian kalah kita terjebak dengan presentasi tersebut akhirnya mengecilkan pembagi tadi yang kita fokuskan ke hanya wilayah perkotaan saja tapi pada saat kita bicara pengurangan dengan memasukkan angka-angka dari program sedekah sampah bank sampah kita berbicara lebih luas lebih luas di luar wilayah ya mungkin nanti akan ada ahli yang bisa menjawab gimana sih yang benar karena itu adalah kesepakatan kita Oke Baik bapak ibu itu terkait dengan ya pengantar terlebih dahulu pemancing diskusi kayaknya dicat juga sudah banyak menyampaikan sesuatu tapi saya belum buka Nah bagian yang mungkin yang menjadi inti bapak ibu ya di materi kita pada kesempatan hari ini terkait dengan aspek pengelolaan sampah jadi saat kita bicara sebuah TPA ditutup dengan kita lihat di bawah gunung Ester di berbagai macam permasalahan yang ada kita kembali lagi dong ke teorinya jadi ya Teori ini Bapak Ibu Ya tapi berbagai macam produk kajian yang dilakukan di berbagai macam negara gitu ya termasuk Indonesia juga paling tidak ada 5 aspek yang berhubungan dengan pengelolaan sampah jadi kita tidak bisa terlepas sebenarnya dari aspek tersebut dan harus sinkron antara satu dengan yang lain dan juga saling mendukung Aspek apa saja Bapak Ibu ada aspek pengangkatan yang berhubungan dengan kebijakan regulasi dan seterusnya kemudian aspek kelembagaan terkait dengan siapa melakukan apa Jadi harus jelas siapa yang akan bertanggung jawab siapa yang akan mengawasi siapa yang akan meningkatkan performa di aspek kelembagaan dan juga ada aspek teknis operasional ini ada yang tanya teknologi apa kok nggak pakai pembakaran kok nggak pakai biodiecaster kok nggak rdf dan seterusnya itu di aspek teknis operasional dan teknologi-teknologi tersebut harus diwadahi dengan aspek-aspek yang lain agar bisa berkelanjutan jadi tidak bisa berdiri sendiri aspek peran serta masyarakat yang terkait dengan ya tadi program tentang pemilahan sampah dari rumah kemudian kesediaan membayar retribusi sampah kemudian ada kelembaban mungkin forum bank sampah terus kemudian ada asosiasi bank sampah itu adalah peran-peran serta masyarakat dan yang terakhir adalah terkait dengan aspek pembiayaan aspek yang sepertinya Terdengar sangat penting karena tidak ada biaya otomatis pengelolaan yang dilakukan tidak akan bisa berjalan dengan kebetulan saja ini gambarnya secara turun begitu ya satu kedua dua ketiga keempat kelima tapi secara realnya tidak seperti itu bapak ibu kira-kira gambarannya bisa saja aspek pembiayaan berhubungan dengan kelembagaan akan berhubungan dengan peran serta masyarakat peran serta masyarakat berhubungan dengan pengaturan pengaturan berhubungan dengan teknis operasional jadi sangat rumit ya saling mempengaruhi jadi dalam harapannya dalam segi perencanaan yang dilakukan dan pelaksanaan yang dilakukan kita tidak terlepas dari aspek tersebut dan seharusnya setiap kebijakan yang dikeluarkan juga perlu diikuti dari berbagai macam aspek yang ada tersebut Nah kita akan lihat dari misalnya tadi kita ambil contoh ada aktivitas yang secara undang-undang dimandkan pengelolaan itu disebut sebagai satu pengurangan yang kedua adalah penanganan dalam pengurangan ada tiga aktivitas utama pembatasan timbulan pemanfaatan kembali pendahulu ulama atau kita sering mendengar terkait dengan 3R yaitu ini ranahnya pengurangan ini bahasa regulasi terus kemudian terkait dengan penanganan itu ada 5 bagian mulai dari pemilahan di Sumber pengumpulan sapa pengolahan di skala kawasan kemudian pengangkutan sampai ke pemrosesan akhir Nah kalau dilihat centang-centangnya Bapak Ibu 5 aspek tadi kan satu pengaturan dua kelembagaan kemudian 3 teknis operasional 4 pertama masyarakat dan 5 pembiayaan jadi Ternyata semuanya harus dicentang jadi PR kita adalah kita kembali lagi kebijakan kita masing-masing untuk aktivitas kita Apakah Seluruh aktivitas yang kita rencanakan tersebut sudah memasukkan aspek pengelolaan ini ya Nah kita akan lihat satu persatu tantangan yang dihadapi di lapangan sebagai contoh case-nya adalah Jogja Oke Bapak Ibu kita lanjutkan yang pertama mungkin Secara sekilas ya aspek pengaturan misalnya hubungannya dengan kebijakan regulasi baik itu tingkat nasional tingkat regulasi tingkat daerah sampai ke regulasi tingkat lokal gitu lokal itu mungkin ya ada peraturan Desa peraturan RT bahkan selama kondisi darurat Jogja banyak sekali surat edaran RT surat edaran RW itu adalah bentuk kebijakan regulasi yang berlaku di tingkat lokal nah ini saya mengambil materi dari [Musik] sudah komplit sekali dibahas mulai dari undang-undang ya PP Perpres kemudian peraturan menteri dan turun ke bawah ke daerah masing-masing jadi secara regulasi sebenarnya sudah cukup lengkap terkait tapi memang banyak PR yang kita harus catat bahwa salah satunya misalnya apa Bapak Ibu kita bahas yang satu aja dulu ya undang-undang 18 tahun 2008 disebutkan di sana atau salah satu dari penghasil sampah adalah setiap orang atau akibat proses alam yang menghasilkan timbulans jadi di sini memang tidak dibedakan antara mana perkotaan mana perdesaan setiap penghasil sampah setiap aktivitas manusia itu kemudian pengelolaan sampah harapannya adalah kegiatan sistematis jadi tidak parsial menyeluruh berkesinambungan berkelanjutan yang meliputi aktivitas peturangan dan penanganan sampah tujuannya juga dibahas tujuan yang pertama yang pertama adalah kesehatan masyarakat jadi saat ada teknologi mungkin harusnya pertanyaannya pertama adalah bukan dari sisi faktor biaya gitu Apakah dia menghasilkan listrik atau tidak karena efek pertama adalah kesehatan masyarakat kemudian kualitas lingkungan baru yang terakhir adalah sumber daya ini Jadi sebenarnya ada urutannya jadi peningkatan kesehatan masyarakat ini yang jika di kuantifikasi jumlahnya juga sebenarnya cukup besar nah di pasal 11 ini menarik karena apa Setiap orang berhak mendapatkan pelayanan dalam pengolahan sampah jadi hak dan kewajiban hak didapatkan dia mendapatkan penanganan baru bisa nyuruh mungkin ya Jadi kalau tingkat pelayanan kalau bahasanya akan sangat sulit untuk minta orang Mila sampah kalau tingkat pelayanan ini belum 100% jadi tingkat pelayanan yang sangat rendah ya kita minta orang bisa minta apa berarti ya Dia tidak memiliki ketergantungan akan sistem tersebut jadi dia Ya sudahlah masa bodoh saja Nah baru pasal di 12 setiap orang dalam pengolahan sampah rumah tangga dan Sampah sejenis rumah tangga wajib wajib mengelola sampah apa bedanya bapak ibu dengan masyarakat yang lain yang belum menjadi nasabah bank sampah yang ini kan wajib gitu kita sudah mengelola sudah Mila sudah jadi nasabah bahkan kita pengurus bangsa Apa bedanya secara warga negara sesuai dengan undang-undang ini dengan orang yang masih buang sampah sembarangan yang masih bakar sampah nah ini yang perlu kita jawab sebenarnya dapat menjamin hak tersebut ya dan memberikan kewajiban kepada masyarakat dan saat masyarakat melakukan aktivitas tersebut sesuai dengan apa yang seharusnya menjadi pembeda dengan yang tidak atau belum Nah ini menjadi PR kita kalau tidak ada berarti lama-kelamaan Mungkin orang yang sudah melakukan jadi tidak melakukan karena tidak ada dorongan dari regulasi tersebut pasal 15 wajib mengelola sampah kemasan yang diproduksi yaitu juga sama saat ada produsen yang rutin bicara tentang recycle daur ulang yang mudah dipakai sementara banyak juga produsen-produsen yang lain yang belum peduli terhadap hal tersebut jadi kira-kira apa nih bedanya Oke sebentar Sepertinya saya ada kendala Bapak Ibu saya coba untuk Mbak Nisa terlihat kan terlihat Bapak terlihat ya oke baik jadi ini baru bahasan yang pertama mudah-mudahan masih cukup nanti kalau belum cukup diperpanjang dikit ya boleh bapak oke yang berikutnya adalah terkait dengan sepertinya ada masalah saya juga share dulu ya sambil bapak ibu menyiapkan berbagai macam pasukan mungkin ya untuk pengolahan sampah yang lebih baik Oke kita coba mungkin sudah terlihat ya aspek yang kedua terkait dengan kelembagaan jadi kelembagaan dan mulai dari tadi ada Perpres yang menunjukkan ada Jaksa kemudian turun menjadi kepala daerah ada jastrada Ada Kementerian terkait ya bahas tentang pengelolaan sampah kemudian dikelola oleh dinas lingkungan hidup pelayanan sampahnya dilakukan oleh UPT begitu ya kemudian TPS 3R dilakukan oleh KSM masyarakat seluruh minahasabah dan seterusnya tapi bagaimana metode koordinasi yang dilakukan misal ya saat TPS 3R tersebut menggunakan lahan yang ada di desa misalnya Bagaimana hubungannya dengan Kecamatan Bagaimana hubungannya dengan desa untuk yang lain ya sehingga bisa sinkron kelembagaan yang ada agar Apa karena tidak hanya bentuk lembaga tapi sebenarnya prosesnya adalah dari mulai perencanaan pelaksanaan kemudian evaluasi monitoring kalau belum Oke pendampingan pembinaan Dan harapannya bisa meningkatkan kinerja Jadi PR kita adalah sebenarnya ya tadi pembagian tugasnya harus mungkin sudah jelas sih Ya siapa melakukan apa tapi Bagaimana cara melakukannya agar KSM tadi yang sudah melakukan sampah berbasis TPS 3R saat ada kendala dia perlu melaporkan ke siapa tahu ada kendala nih mesin rusak Apakah dia harus melakukan pengelolaannya sendiri atau berkoordinasi kemana saat dia perlu melaporkan kinerjanya melaporkan kemana Jadi bagaimana cara melakukannya kapan waktunya mungkin ini jadi tidak juga Jadi pertanyaan gitu ya jadi evaluasi kita Apakah sistem kelembagaan yang ada saat ini sudah menunjukkan bisa adanya 6 kegiatan tersebut ya Mulai dari aktivitas perencanaan sampai aktivitas peningkatan kinerja jadi dlh yang membina yang melakukan menerima pelaporan daerah yang meningkatkan kinerja mungkin kita perlu penyeimbang agar kinerjanya menjadi lebih bersih Nah ini adalah list list dari berbagai macam kelembagaan yang ada yang berhubungan dengan orang sempat baik itu tingkat Kementerian di daerah kabupaten kota karena ya mayoritas semuanya berhubungan dengan sampai Dinas Pariwisata pun berhubungan dengan pengelolaan sampah Perindustrian apalagi perdagangan jadi lembaga non pemerintah juga ada nah bagaimana peta ini apakah daerah kita sudah memiliki peta kerja bersama jadi saling dari ada bagian yang merencanakan dan bagian melaksanakan agar tidak sporadis dan saat ada aktivitas yang dicanangkan kita bisa tahu siapa yang melakukan dan siapa yang perlu diminta ya pelaporan dah bertanggung jawab dan siapa yang akan melakukan pengawasan dan monitoring dan evaluasi ini menjadi PR kita mungkin sebagian daerah sudah yang melakukan pemetaan terhadap aktivitasnya tapi sebagian lain mungkin belum karena menganggap yang penting pengolahan sampah itu ya udahlah teknis operasional saja kelembagaannya ditinggalkan tapi sesuai dengan teori tadi ternyata harus berdiri ringan nah yang mana yang disebut dengan teknis opsional kita sudah bahas regulasi tadi saat sudah bahas kelembagaan ini masuk ke bagian teknis operasional saya mencoba untuk menggambarkan lewat email ini kira-kira dari sumber sampah kita masuk ke bagian pengumpulan entah siapa yang melakukan pengumpulan tersebut ya ada transfer point dengan pengolahan ada TPS 3R ada TPS t kemudian pengangkutan dan masuk ke TPA yang residunya saja nah ini kita sebut sebagai poin 1 poin 1 artinya masuk ke ranah mungkin pemerintah lewat penanganan ada aktivitas-aktivitas yang dilakukan apakah satu saja dalam teknik operasional ternyata tidak Bapak Ibu jadi ada beberapa aktivitas bisa saja di rumah kita di sekolah kita di kampus kita sudah melakukan pengelolaan secara individu sudah memilah sampah sudah menjadi nasabah bank sampah sudah melakukan pengomposan organiknya selesai pakai maggot ya kita hargai itu sebagai bentuk pengelolaan individu poin nomor 2 tapi juga ada bapak ibu yang sudah melakukan aktivitas yang berhubungan dengan sektor informal sampah dijual lewat pengepul kelapa aplikasi gitu ya yang kita harapkan sampah tersebut berakhir di tempat yang benar kalau kita sosialisasi di masyarakat Biasanya kita sebut sampah pabrik bisa berakhir ke pabrik kira-kira masuk ke industri dan tidak bisa kita sendiri bahwa sistem persampahan juga masih ya masih juga menyetorkan ke lingkungan tanpa kontrol yang kontrol Sehingga lingkungan memiliki dampak yang tadi jadi secara utuh mungkin gambarnya teknis operasionalnya adalah seperti ini yang berjalan di sebuah kabupaten kota jadi saat Bapak Ibu pengelola bank sampah akhirnya ini adalah part of bagian ini gitu ya bagian itu jadi kita mengambil bagian-bagian kecil yang ada secara utuh seperti itu Nah di teknis operasional itu yang sebenarnya yang perlu ditentukan adalah perlu ditentukan atau direncanakan aktivitas hulu ke hilir jadi saat muncul di TPA ada rdf misalnya atau ada produk apa dia harus balik lagi ke hulu karena akan mempengaruhi Apa kebijakan tingkat daerah Oh tidak perlu lagi pilar-pilah sampah karena di TPA Semuanya masuk digiling kemudian jadi bahan bakar yang perlu dibilang hanya besi logam pvc sampah-sampah dengan ukuran besar jadi hilirnya itu akan mempengaruhi aktivitas di Hulu jadi harus jelas Kemana arahnya sehingga juga akan memberi pengaruh terhadap bentuk kelembagaan pengelolaan dan juga akan mempengaruhi partisipasi masyarakat kalau kita prinsipnya mau rdf mungkin nggak perlu lagi bangsat tapi kalau kita arahnya ke bank sampah mungkin kebijakannya jangan disuruh pakai BC untuk hari raya kurban karena BC itu tidak bisa masuk ke pabrik tapi juga BCA itu tidak bisa diolah di TPS 3R menjadi kompos akhirnya berakhir ke jadi kebijakan-kebijakan yang seharusnya dipikir secara komprehensif hulu ke hilir tadi ngomongnya enak ya tapi melakukannya akan mempengaruhi juga nah walau komposisi karakteristik sampah di Indonesia secara umum relatif sama namun terdapat berbagai untuk menentukan teknis operasionalnya misalnya Bagaimana tingkat partisipasi masyarakat misalnya kita sampaikan bahwa pilah sampah ya nanti bisa dibangun jadi bank sampah kemudian dan seterusnya gitu nggak masuk dengan harga saya gitu jadi ketersediaan supply chainsnya itu harus dipikirkan kondisi geografis juga akan mempengaruhi kemampuan pendanaan investasi operasional maintenance itu juga mempengaruhi dari apbd-nya masing-masing jangan sampai nanti APBN yang memenuhi untuk investasi dipasang di tempat tersebut ternyata operasional maintenancenya tidak mampu untuk melakukan amalan tersebut dan kesiapan kelembagaan Bagaimana kesehatan kita jadi banyak kemudian aspek yang keempat yang paling sering jadi masalah kira-kira ini saya ambil slide dari dlh KDI ada evaluasi peran serta masyarakat Oh masih masyarakat masih beranggapan bahwa sampah tidak menjadi tanggung jawab bersama mayoritas masih memperlakukan sampah dengan membuang ke tempat sampah tanpa ada perlakuan apapun beberapa bank sampah yang dibentuk berkelanjutan kesadaran masyarakat untuk melakukan pembatasan sampah masih rendah konsep pengurangan sampah harus ditekan sejak awal agar tidak menghasilkan sampah jadi pembatasan sampah selama ini masih bentuk himbauan kurang basis data data dan seterusnya intinya masyarakatnya bermasalah kita ya gemes juga Jogja pelopor bank sampah Jogja pelopor sedekah sampah harusnya Jogja memiliki sistem pengolahan sampah berbasis masyarakatnya bisa diandalkan nah Oleh karena itu nah ini kita siap berbagai macam tools panitia minta ke Pak boleh nggak ada yang minta minta ke kami ada nggak ini untuk sosialisasi ini kita sediakan semua Bapak Ibu Bapak Ibu nanti bisa request materinya ke panitia jadi mau sosialisasi di mana untuk meningkatkan peran serta masyarakat kita butuh kader-kader yang siap mensosialisasikan ke berbagai macam lokasi Oh saya tinggalnya di desa Pak ada bahan sosialisasi tentang sampah di lokasi Desa Oh saya tinggalnya di perkotaan ada bahan juga perkotaan pendekatannya berbeda Oh saya ingin sosialisasi di masjid Monggo ada Oh saya kepala sekolah saya guru ada masih sosialisasi secara umum Oke mau dirikan bank sampah ada mau dirikan sedekah sampah ada atau Saya ingin eh pemasaran produk kerajinan seperti yang dilakukan oleh Project wind Indonesia kita sediakan jadi 8 ini bisa dipakai ya seluas-luasnya untuk ya Tadi nanti disampaikan oleh panitia Gimana caranya nah ini PR kita juga bapak ibu terkait dengan aspek yang keempat konsistensi dalam pemilihan sampah ini kita angkat contoh saja ya untuk kebaikan bersama misalnya Permen PU Nomor 3 tahun 2013 tentang sampah rumah tangga dan Sampah sejenis rumah tangga di sana disebutkan bahwa 5 pemilahan yang dilakukannya sampah organik sampah guna ulang sampah daur ulang sampah B3 sampai residu mudah-mudahan ya kemudian Perda DIY nomor 3 tahun 2013 disebutkan di sana ada sampah yang mudah terurai dengan bahasa yang sedikit berbeda mudah terurai Oke kita kategorikan sebagai organik dapat digunakan kembali sampah dapat didaur ulang oke sampah daun sampah B3 Oke cocok sampah lainnya pakai istilah lainnya kemudian ini sampah residu nah ternyata ddiy ini mirip juga dengan PP 81 dengan Permen LH nomor 16 tahun 2011 jadi ternyata ada agak beda-beda ya nama-nama pemilahan kemudian perbup ini salah satu wilayah di Jogja perbup nomor 4 tahun 2015 di Sumber sampah diharapkan pemilahannya organik anorganik dan spesifik tuh muncul yang baru ya padahal di regulasi regulasi sebelumnya tidak ada Bahasan tentang spesifik sedangkan di Sumber dia minta untuk di pemilahan di TPS di TPS 3R di TPS sama seperti Perda DIY jadi kembali ke 5 tapi jadi Ps sebenarnya masyarakat kita itu kenalnya apa sisa makanan kayu ranting kertas karton plastik jangan-jangan masyarakat itu nggak sampah karena kita juga tidak konsisten dalam menunjukkan cara untuk memilah salah satunya penamaan dari jenis sampah jadi ya karena sering berkeliling ke masyarakat terus kemudian Kenapa sih sebenarnya susah untuk memilah sampah mungkin salah satunya ini salah duanya ada di sini juga jadi dari sumber sampah masyarakat di ajak untuk memilah sampah disosialisasikan lewat surat edaran lewat edukasi eh ternyata pas pengumpulan pas pengangkutan sampah dicampur kembali walaupun saya yakin pengelola bank sampah ini mau komen ya kalau sudah jangan sampai diangkut ketika tidak semua punya akses seperti itu harapannya saat sudah dibilang disuruh Mila punya kebijakan juga bagaimana teknis operasionalnya pengumpulannya juga dalam kondisi terpisah pengangkutan juga Sudah terkondisi terpisah karena kebijakan pemilahan apa yang diinginkan apakah masyarakat harus ya secara manual menyetorkan sendiri atau ada mekanisme untuk proses tersebut jadi di sini disuruh villa di sini dicampur di sini pilih lagi Jadi bagaimana energi yang harus dikeluarkan begitu besar untuk memilah sampah dampaknya Apa Bapak Ibu kualitas sampahnya jadi turun karena dari kondisi terpilah jadi tercantum kertas kena minyak plastik karena sisa makanan akhirnya di tempat pengolahan akan menurunkan kualitas nilai jual sampai turun kemampuan pemilahan semakin rendah residu yang berakhir ke lingkungan menjadi lebih tinggi karena apa ya kemampuan kita memilah apalagi lahan yang manual Ini akhirnya residu yang dibuang ke tempat sampah Jadi PR kita kemudian kejelasan dalam pembagian tanggung jawab kelompok pengelola sampah Mandiri karena ini bagian dari peran serta masyarakat ada kita tadi bagi-bagi tugas ada pengurangan ada penanganan Kalau bagi-bagi tugas seperti itu berarti di kelompok tadi konsepnya hanya di sini Jadi kalau ada bapak ibu terus kemudian ke lapangan Ini residunya dibawa kemana TPS 3R Bagaimana residunya jangan disuruh mikir residunya kemana karena apa ada pemerosesan akhir yang seharusnya menempatkan residu di sana dan ranahnya adalah pemerintah daerah jadi dia Kita Harus berpikir secara komprehensif mereka sudah melakukan pengurangan di sini ya tidak semua sampah itu bisa dikelola dengan satu teknologi jadi berbagai macam teknologi bisa melakukan pengelolaan tersebut jadi kita bagi-bagi tugas kelompok pengelola sampah Mandiri salah satunya lewat bank sampah Katakanlah ya dia hanya mampu mengelola plastik kaca logam kertas organik sisanya kemana ada pokok ada baterai itu tanggung jawab siapa jadi harus ada kejelasan juknis melalui perbulan terhadap aktivitas teknis dalam keterlibatan perorangan atau kelompok dalam pengolahan saham Jadi kalian ya kadang kita gemes bersama Bapak Ibu saat ada aturan regulasi memilah sampah organik anorganik kemudian residunya ternyata tidak kita tahu juga dibawa kemana gitu di angkot oleh siapa terus kemudian Kenapa harus distila gitu Jadi pertanyaan di masyarakat kadang-kadang seperti Dan ini juga menjadi poin Bapak Ibu salah satunya kayaknya Saya memang harus minta waktu lebih nih Mbak Nisa ada beberapa slide lagi ya tapi kalau terlalu lebih Nanti mohon disampaikannya kejelasan sistem dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat misal Bapak Ibu ya bank sampah kita diminta untuk bangun bank sampah diminta untuk sedekah sampah harus ada TPS Dr harus jalan misalnya jadi dari sampah yang ada kemudian sampah di Villa masuk ke bank sampah sedekah sampah sampah yang tidak terpilah masuk ke TPS 3R sampah tidak punya nilai jual residu kembali ke lingkungan lewat mekanisme TPA bank sampah bekerja sedekah sampah bekerja TPS bekerja sampai di Ranah Warna biru itu diatur regulasi TPS 3R ada di Permen PU Nomor 3 tahun 2013 bank sampah ada permen 14 Kalau saya tidak salah 2021 dibahas secara jelas eh ternyata setelah masyarakat memilah menyetorkan ke bank sampah mekanisme bank sampah dan sedekah sampah ini diserahkan ke pihak di luar pengaturan dari regulasi ke yang merah ini pengepul pernah di data tidak di lokasi kita daerah kita masih masih Bagaimana harganya Bagaimana keberlanjutannya jangan sampai nanti bank sampah kita bina Terus ternyata apa mekanisme jual sama kita serahkan kepada pihak lain yang di luar kekuatan kita untuk mengelola akhirnya apa simpul akhirnya ujung dari sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini diserahkan kepada pihak luar simpul akhirnya bergantung pada bagian ini mekanisme pasar akhirnya naik turun harga menyebabkan Bank Sampah juga semangatnya kadang dibayar oleh pengepul kadang juga tidak tidak bermaksud menyalakan pengepul tidak tapi ini kita berbicara sebuah sistem agar seharusnya secara komprehensif makanya dibentuk ya salah satunya BSI dan kalau kita perlu lihat permasalahan secara jelas secara lengkap peran serta masyarakat ini ya tantangannya juga besar Bapak Ibu terkait dengan regulasi kelembagaan teknis operasional bahkan peran serta masyarakat itu sendiri ya bermasalah dan ujung-ujungnya juga berhubungan dengan ini pernah dilakukan rilis oleh KK di 2020 dari 11.000 bank sampah misalnya hanya yang aktif 37,18% artinya hanya 4212 bank sampah yang aktif di dalam suatu webinar Saya pernah mengajukan pertanyaan kepada peserta Silahkan Bapak Ibu Tuliskan satu masalah terbesar dalam pengelolaan bank sampah kayaknya satu peserta itu nulis 5 banyak sekali chat itu tiba-tiba muncul banyak ini saya nggak minta Sebetulnya saya coba rekap kira-kira apa gitu permasalahan itu ada ini ada ini kemampuan pemerintah jadi ini berbagai macam sekelumit masalah yang dihadapi oleh sistem yang diharapkan muncul kesadarannya oleh kebijakan tadi ya jadi ternyata memunculkan Banyak permasalahan sehingga apa menurut hemat kami Bapak Ibu diperlukan apa pengaturan yang lebih spesifik terkait dengan lembaga pengelola sampah Mandiri ini yang bisa diwadahi dalam isi perbuh Perda terkait dengan aktivitas bangsa fasilitas sampah TPS 3 dan seterusnya yang berhubungan dengan pengelolaan sampah di Sumber sampah hadirnya bank sampah Indo atau industri daur ulang yang dekat dengan lokasi bank sampah tersebut tidak harus mesti harus dikirim ke Jawa di Kalimantan di Kalimantan ada di Sumatera sehingga supply kebutuhan bahan baku dari sampah itu dapat terjamin bahwa ada supply yang baik dari bank sampah keterlibatan pemerintah Desa juga iya bapak ibu Karena disana ada otoritas yang sangat besar untuk menggunakan berbagai macam fasilitas dan pendanaan dan harapan bisa disinkronkan dan mungkin agak sulit koordinasi dengan link ya kalau di ampuh oleh dinas lingkungan hidup tapi harus ada kebijakan pemerintah daerah yang lebih tinggi terkait dengan ini agak bahasan agak banyak karena memang persoalan di lapangannya sangat kompleks yang terakhir adalah ini ada mekanisme evaluasi dan peningkatan kinerja itu pasti ya karena harus beda antara yang melakukan pengelolaan dengan yang tidak seharusnya ya fasilitator lingkungan kah terkait dengan tingkat Kelurahan stimulan insentif kepada kelompok yang berkinerja baik walaupun dalam regulasi ada gitu tapi ya kadang tidak ada event yang mendukung produktivitas kelompok jadi mengelola sampah kaku banget kayak mengelola sampah terus jadi peningkatan kinerja organisasi SDM perlu dilatih agar peningkatan kinerjanya menjadi dan yang terakhir adalah aspek terkait dengan aspek pembiayaan Bapak Ibu ya Jadi yang paling penting ya kadang kala kita menghadapi di lapangan adalah apa ternyata tidak imbang memang antara penerimaan retribusi dengan pengeluaran akhirnya di tahun 2021 keluarlah regulasi terkait dengan retribusi retribusi bersama yang beberapa wilayah sudah melakukan revisi terkait dengan retribusi tersebut Walaupun memang tidak mudah nah di dalam regulasi tersebut saya mencoba mencuplik ini adalah apa biaya-biaya yang dibutuhkan misalnya untuk yang pertama biaya pengumpulan Oh investasinya sekian operasionalnya sekian kemudian investasi dan operasionalnya sekian sehingga Apa perlu rata-rata retribusi per rumahnya ini contoh sederhana Walaupun memang perlu dihitung secara detail tapi diregulasi ini sudah menunjukkan ada angka-angka yang mungkin sementara bisa diatur pengangkutan Sampah juga di detailkan secara jelas kemudian terkait dengan biaya pengolahan biaya pengolahan kalau kita lihat Bapak Ibu ya ternyata lumayan juga ya jadi perkaka perbulan itu angkanya ada di sini Jadi kalau Bapak Ibu langganan swasta 100.000 50.000 mungkin itu baru ke pengangkutannya saja belum ke biaya pengolahan sebagian besar sampah masuk ke TPA yang biayanya seharusnya membutuhkan biaya yang lebih besar Nah contoh ini biaya investasi dan operasional kira-kira untuk sanitary landfill dengan tanah dan IPL instalasi pengolahan air Lili versi 2 yang lebih Advance itu di angka 36.000 sampai 95.000 per akar atau perton sampahnya mencapai 500-800.000 jadi ya cukup tinggi dibandingkan dengan kondisi saat ini kalau di Jogja karena kasusnya Jogja yang kita bahas ini 24.000 per tahun nya jadi tidak masuk ke bagian yang pertama ya berarti kita kembali bahwa pengelolaan yang dilakukan kayaknya bukan controllenthil jadi akan kembali ke tanah dengan cara yang mungkin tidak ramah lingkungan karena biayanya yang cukup minim tadi Walaupun memang ada subsidi ada share cost dan seterusnya jadi ini Mungkin PR kita bersama Bapak Ibu terkait dengan aktivitas tadi jadi saat berbicara pengolahan sampah ya kita tidak bisa terlepas dari 5 aspek yang ada dan secara kompresepsi memang harus terjawab gitu semuanya agar setiap perencanaan yang dilakukan menjadi lebih baik jadi tidak menonjolkan satu aspek dibandingkan dengan aspek yang mudah-mudahan dengan pengalaman yang ada di Jogja ini menjadi pengalaman yang baik bagi kita semuanya dan mudah-mudahan lagi yang bermasalah dengan sampah mungkin itu yang bisa saya sampaikan Mohon maaf ini agak lewat 15 Terima kasih atas bapak ibu mohon maaf jika ada hal-hal yang tidak berkenan dari kata-kata saya mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita semuanya nilai Taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh baik itu tadi penyampaian materi dari bapak hijrah yang sangat luar biasa sekali ya Bapak Ibu sekalian Terus kalau kita lihat-lihat juga di kolom chat sudah lumayan banyak nih pak diskusi-diskusi ringan dan beberapa pertanyaan dari Bapak Ibu sekalian tapi mungkin Sebelumnya saya ingin menginformasikan terlebih dahulu kepada para peserta yang mungkin menginginkan materi pada webinar kita pada hari ini itu dapat request materi terlebih dahulu melalui Link yang telah admin kami kirimkan di kolom ya karena juga untuk yang request materi bakalan ada bonus-bonus yang sudah disampaikan oleh Pak hijrah tadi Kemu
Resume
Categories