Kind: captions Language: id Tahun 2022 Sekaligus merupakan webinar ke-17 yang diselenggarakan oleh butik daur ulang Project di Indonesia di sepanjang Tahun 2022 ini baik sebelumnya perkenalkan saya Anisa luwana selaku MC sekaligus moderator pada acara webinar kita pada hari ini yang mengusung tema mengenai metode dan teknik sampling sampah bersama dua pemateri kita hari ini yang tentunya sangat berpengalaman sekali di bidang ini yaitu bapak dokter hijrah Pertama Putra SMA dan Bapak Ibu Rianda SMA acara ini diselenggarakan oleh butik daur ulang Project B Indonesia yang bekerjasama dengan Universitas Islam Indonesia baik selanjutnya bapak ibu hadirin yang terhormat Izinkan saya mengucapkan selamat datang dan memberikan salam hormat saya kepada bapak dokter hijrah Purnama Putra SMA selaku founder dari butik daur ulang Project B Indonesia sekaligus materi kita pada hari ini kemudian kepada bapak Yedi yurian SMA selaku kopandar dari butik daur ulang Project B Indonesia sekaligus pemateri kita pada hari ini juga lalu kepada ketua jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan perencanaan yaitu bapak dokter engineering awal Udin murnianto SMA dan juga kepada bapak ibu peserta webinar pada hari yang berbahagia ini nah kali ini Bapak Ibu sekalian di hari Sabtu ini yang berarti sudah memasuki waktu weekend nih kita tapi masih bisa berkumpul dan belajar bersama semoga walaupun webinar ini berlangsung saat weekend dan online kita tetap bisa belajar dan mendapatkan materi dengan sebaik-baiknya karena materi kita hari ini sangat menarik untuk dibahas karena membahas mengenai metode dan teknik sampling sampah sebelum masuk ke materi webinar kita saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu sekalian untuk dapat mengisi daftar hadir atau presensi di Link yang telah admin kami kirimkan di kolom chat kemudian seperti biasanya kami juga menyiapkan 5 door prize Untuk Bapak Ibu sekalian yang beruntung Dorkas ini diberikan berdasarkan tiga pertanyaan terbaik dan 2 Story Instagram terunik selama webinar ini berlangsung Nah untuk doorprise pertanyaan terbaik akan kami umumkan di akhir acara Sedangkan untuk Story Instagram terunik pemenang akan dihubungi melalui DM oleh admin kami kemudian seluruh hadiah ini dipersembahkan oleh butik daur ulang Project Indonesia jadi bagi Bapak Ibu sekalian yang ingin bertanya selama webinar ini berlangsung itu dapat sekali memberikan pertanyaannya melalui kolom chat dengan format nama kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan lalu untuk seri Instagram bapak ibu dapat membuat Stories selama webinar ini berlangsung semenarik mungkin dan jangan lupa tag Instagram kami di @projectb Indonesia baik kemudian sebelum kita masuk ke acara selanjutnya Dengan hormat saya meminta kesediaan Bapak Ibu sekalian untuk menonaktifkan microphone-nya selama kegiatan ini berlangsung supaya kita dapat menikmati materi yang disampaikan dengan baik sebelum kita masuk acara inti kita yaitu penyampaian materi Mari kita dengarkan terlebih dahulu penyampaian sambutan patah dua patah kata dari bapak dokter engineering Awaludin murnianto ML pelaku ketua program studi teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia waktu dan layar kami persilahkan Apakah suara saya sudah terdengar terdengar Bapak Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat pagi Bapak Ibu semuanya yang saya hormati Bapak hijrah Purnama Putra selaku founder dari Project di Indonesia juga pemateri pada pagi hari ini kemudian Pak yebi yuliandalah selaku pemateri dan kolega saya di program studi teknik lingkungan bapak ibu hadirin sekalian peserta webinar dari Project di Indonesia butik daur ulang yang pada kesempatan pagi hari ini mengetengahkan tema metode teknik sampling sampah seperti itu Bapak Ibu yang saya hormati puji syukur kita aturkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah memberikan kita Rahmat Hidayah serta inayahnya kepada kita semua sehingga kita masih bisa beraktivitas dengan baik sampai pada hari ini kemudian juga sholawat beserta salam kita haturkan ke perusahaan nabi besar muhammad shallallahu alaihi wasallam Semoga kita menjadi termasuk ke dalam umatnya nanti yang mendapatkan syafaat di hari akhirat Bapak Ibu yang saya hormati saya mewakili program studi teknik lingkungan atas nama program studi dan juga pribadi tentunya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Project di Indonesia dan kerjasamanya ini Insya Allah akan terus berlanjut ke tahun depan karena ini tadi diingatkan juga di ujung tahun gitu ya karena dari Pak hijrah sendiri juga di teknik lingkungan Pak yebi juga di Prodi teknik lingkungan sehingga kita Insyaallah terus eee bersinergi seperti itu Bapak Ibu yang saya hormati kalau saya melihat tadi dari demografi pesertanya ya itu banyak dari mahasiswa mungkin ada di mahasiswa dan juga dari bapak ibu dari PNS gitu ini menarik sekali ya kalau kita ada seorang bijak yang mengatakan bahwa sampah itu adalah bagian paling Jujur dari diri kita gitu katanya jadi kalau kita ingin mengenali diri kita ya kita Kenali sampah kita gitu nah ternyata menganali sampah itu Modelnya ada banyak ya melakukan metode teknik sampling itu adalah salah satu hal yang paling dasar kalau kita salah untuk mengkaterisasi sampah dan lain-lain gitu tentu pengelolaannya tidak akan tepat seperti itu sehingga dengan pembicara-pembicara yang sudah luar biasa di bidangnya selain akademisi dan juga praktisi Saya berharap ini bisa menyebarkan apa ya informasi dan juga apa metode-metode yang mungkin selama ini belum belum tepat seperti itu sehingga kami berharap di dunia teknik lingkungan atau diduga pengelolaan sampah ini juga menjadi sumbangsih kita dari program studi tandingan UI untuk menyelaraskan atau mencerahkan apa yang ada di masyarakat gampangnya Seperti ini Bapak Ibu di Indonesia sudah ada sistem informasi pengelolaan sampah nasional sudah di setiap daerah Bapak Ibu sudah ada apa proporsi atau komposisi karakteristik sampahnya Nah nanti dibandingkan dengan hasil metode dan juga teknik sampling yang sudah diajarkan oleh Pak hijrah dan Pak yebi ini nanti kalau dilihat mungkin Bapak Ibu sebagai pemangku kebijakan atau sebagai pemerhati sebagai pelaku gitu ya bisa memberikan masukan kepada pemerintah dan saya mohon izin karena tidak bisa mengikuti acara ini hingga akhir nanti saya berharap bapak ibu bisa enjoy mengikuti acara ini sampai akhir dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita ee semuanya Apabila ada kata-kata yang kurang berkenan saya mohon maaf apabila topik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih banyak bapak awal yang telah memberikan sambutannya dan sekaligus membuka acara pada pagi hari ini Baik Bapak Ibu sekalian kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami di Project B Indonesia jadi semisal selama acara webinar ini berlangsung ada Bapak Ibu sekalian yang mungkin terkendala di dalam Zoom itu tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu sekalian juga tetap bisa mengikuti webinar ini melalui YouTube channel kami yaitu di Project B Indonesia Kemudian kami juga ingin mengingatkan kembali kepada bapak ibu yang ingin memberikan pertanyaannya selama kegiatan ini berlangsung itu dapat sekali menuliskan pertanyaan Bapak Ibu sekalian melalui kolom chat dengan format nama dan pertanyaan yang ingin ditanyakan lalu bagi Bapak Ibu yang mungkin memiliki akun Instagram itu bisa sekali membuat Story selama webinar ini berlangsung semenarik mungkin dan jangan lupa tag Instagram kami di Project di Indonesia karena bakalan ada door prize nih Untuk Bapak Ibu sekalian baik tanpa berlama-lama lagi kita akan langsung lanjut ke acara inti kita yaitu penyampaian materi oleh pemateri kita hari ini yaitu bapak dokter hijrah Purnama Putra SMA dan bapaknya di iriandala SMA Tapi sebelumnya saya mohon izin Bapak Ibu sekalian untuk membacakan CV Bapak hijrah dan Bapak Ibu terlebih dahulu Bapak dokter hijrah bernama Putra Ma ini merupakan dosen program studi teknik lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan perencanaan Universitas Islam Indonesia untuk pendidikannya Beliau pernah menempuh pendidikan S1 teknik lingkungan pada tahun 2006 di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Kemudian beliau melanjutkan pendidikan S2 Sistem teknik pada tahun 2009 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Kemudian beliau juga melanjutkan pendidikan S3 teknik lingkungan pada tahun 2020 di Institut Teknologi Bandung Kemudian untuk aktivitasnya beliau merupakan dosen program studi teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia Kemudian beliau juga merupakan sekretaris Prodi teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia lalu Beliau juga merupakan ketua gpsm atau jejaring pengelola sampah Mandiri Kabupaten Sleman tahun 2020 hingga 2023 Kemudian beliau juga merupakan founder butik daur ulang Project B Indonesia kemudian selanjutnya ini ada Bapak Yudi yuriandala SMA beliau merupakan dosen program studi teknik lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan perencanaan Universitas Islam Indonesia untuk pendidikannya Beliau pernah menempuh pendidikan S1 teknik lingkungan pada tahun 2011 di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Kemudian beliau juga melanjutkan pendidikan S2 teknik sistem lingkungan pada tahun 2015 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Kemudian untuk aktivitasnya beliau merupakan dosen program studi teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia lalu Beliau juga merupakan founder butik daur ulang Project Indonesia lalu untuk karya ilmiahnya pada tahun 2020 yaitu pengolahan sampah organik sebagai solusi ekonomi dari perguruan tinggi di masa pandemi prosiling konferensi nasional pengertian kepada masyarakat dan CSR kemudian ada building information keliling atau Dim adopsion model for arsitektural education jurnal of design and build environment baik itu tadi sekilas mengenai kedua pemateri kita pada pagi hari ini selanjutnya saya mungkin akan menyapa terlebih dahulu ke materi kita pada hari ini yaitu bapak hijrah dan Bapak yebi Assalamualaikum selamat pagi Bapak hijrah dan Pak Ebi Waalaikumsalam baik untuk penyampaian materinya waktunya kurang lebih sampai jam 10.30 ya pak ya baik tanpa berlama-lama langsung saja tempat dan layar kami persilahkan oke Baik Terima kasih Mbak Anisa Mas yebi saya izin untuk memulai silahkan Pak hijrahmanirohim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh bismillah alhamdulillah tentunya Selamat pagi Bapak Ibu yang kami hormati salam sejahtera bagi kita semuanya yang kami hormati pak Awaludin nurmiyanto selaku ketua jurusan di teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia yang Mungkin beliau sudah left karena memang ada beberapa agenda yang bersamaan yang kami harus bagi-bagi tugas pada kesempatan hari ini mumpung akhir tahun pasti Bapak Ibu mengetahui juga berbagai macam aktivitas yang harus dikerjakan Kemudian Mas yebi Alhamdulillah masih menjadi partner Setia mendampingi webinar metode teknik sampling sampah yang sepertinya ini periode yang kelima ya badge yang kelima dan permintaannya cukup tinggi akhirnya di Tahun 2022 ini kita lakukan dua kali ya jadi di awal tahun dan di akhir tahun seperti yang disampaikan oleh Mbak Anisa tadi ini adalah webinar yang ke-17 di Tahun 2022 ini dan mungkin ini akan menjadi webinar di terakhir ya tapi terakhirnya Insya Allah di tahun ini ya nanti di 2023 kita akan banyak angka topik-topik yang baru mudah-mudahan ya yang berhubungan dengan pengolahan sampah dan mudah-mudahan Bapak Ibu di daerah terutama bisa terbantu dengan hadirnya materi-materi tersebut kalau dilihat dari waktu Sepertinya kita sampai jam 12 ya Mbak Nisa hari ini ya Jadi nanti mungkin materinya sampai jam 11.15 atau 11.30 gitu ya setengah jam kita bisa pakai untuk tanya jawab Bapak Ibu yang kami hormati kurang lebih 2 jam kedepan saya dan masih Ebi akan menyampaikan materi tapi kita akan buat dengan sistem yang enjoy saja jadi Bapak Ibu bisa sambil Santai Menikmati apapun hidangan yang ada di depan Bapak Ibu semuanya kemudian saya akan bergiliran ya bergantian tepatnya dengan Mas yebi Jadi bukan saya di awal Kemudian Mas yb di akhir atau sebaliknya Tapi kami akan muncul bergantian gitu karena kami melihat bahwa materi ini perlu dijelaskan secara komprehensif yang yang nanti Bapak Ibu bisa mengikutinya dengan baik ya saya coba izin untuk share screen Bapak Ibu ya mudah-mudahan share saya sudah terlihat ya terkait dengan metode dan teknik sampling sampah Bapak Ibu yang Ya sudah terlihat Oke saya di awal ya nah hari ini kita akan bicara 7 bagian Bapak Ibu mudah-mudahan bisa selesai semuanya kalau slidenya kira-kira ada 105 slide kayaknya ya tapi banyak gambar-gambar yang menunjukkan supaya bapak ibu dapat dengan mudah untuk melakukan proses sampling jadi outline materi kita dimulai dari aktivitas pendahuluan kemudian dilanjutkan dengan metode penentuan sampel dan teknik sampling sampah Nah di sini nanti kita akan bergantian dengan mas yebi karena penentuan sampel nanti saya coba jelaskan kemudian teknik sampling sampah akan dijelaskan oleh Mas yb dan di materi yang kedua ini akan kita bagi berdasarkan lokasi Bapak Ibu mulai dari rumah kemudian aktivitas non domestik kantor sekolah tempat ibadah rumah makan dan seterusnya kemudian di bagian yang ketiga kita akan Jelaskan terkait dengan perencanaan jumlah personil dan waktu kerja yang dibutuhkan untuk proses sampling tersebut kemudian ada sampling karakteristik sampah ya apa saja yang dimaksud dengan karakteristik sampah kita akan lihat nanti kemudian pengolahan data sampling dan ditambah yang terakhir tapi bukan terakhir tapi yang mungkin akan sangat menentukan ya survei sosial ekonomi budaya sebagai pelengkap data sampling Nah Bapak Ibu yang kami hormati kami berharap bapak ibu dapat mengikutinya dengan baik namun bahan Nisa tadi sudah menyampaikan jangan khawatir kalau terputus di tengah jalan gitu ya Bapak Ibu dapat menikmati rekamannya di di YouTube yang tersedia Sekali lagi kami menshare apa yang kami sudah lakukan tapi bukan berarti Kami hadir berdua ya melalui Project be Indonesia dan program studi teknik lingkungan Kemudian kami berdua menjadi lebih paling ahli diantara Bapak Ibu semuanya tidak sama sekali tidak bermaksud seperti itu hanya menshare apa yang sudah dilakukan tentunya masih banyak kekurangan-kekurangan yang bisa dilengkapi oleh Bapak Ibu semuanya kita mulai Bapak Ibu semuanya satu persatu kita jalani terkait dengan yang pertama kita akan berbicara terkait dengan pendahuluan sampling kira-kira sampling sampah itu untuk apa sih kira-kira yang pertama adalah Bapak Ibu pasti kita sudah mengetahui tujuan dari sampling tersebut adalah untuk mengetahui Berapa banyak sampah yang kita hasilkan atau berapa banyak sampah yang dihasilkan entah itu di lokasi penelitian kita di lokasi wilayah bapak ibu bekerja dan seterusnya Bagaimana kuantitasnya dan bagaimana kualitasnya Nah untuk apa salah satunya adalah untuk mengetahui trend perubahan Bapak Ibu jadi sampah itu mengikuti gaya hidup seperti awal dari sampaikan sampah menjadi hal yang paling jujur untuk mengetahui siapa kita gitu nah seharusnya keren ini akan mengalami perubahan sehingga sampling sampah perlu dilakukan secara peri agar kita punya trend terhadap kuantitas dan kualitas sampah yang kita hasilkan nah saya Tampilkan terkait dengan hal tersebut adalah di tabel di sebelah kanan Bapak Ibu walaupun tabel ini saya ambil dari buku yang sudah cukup lama gitu ya tapi masih relevan untuk dijelaskan contohnya adalah untuk menggambarkan kondisi tahun 60-an ya sampai 2005 Bapak Ibu bisa melihat bahwa paper dan paper board jadi kertas dan kardus di satu kota di tempat ini dilakukan ini mengalami pergerakan dari 34% kemudian menjadi 39% begitu juga dengan kaca logam plastik dan seterusnya jadi ada sampah yang terus turun ada juga sampah yang terus naik seiring dengan perkembangan zaman Nah kita balik lagi ke data kita apakah data yang sudah kita miliki menunjukkan trend tersebut atau belum gitu jadi menjadi PR kita bersama kemudian sampling sampah ini sangat bermanfaat untuk menggambarkan keberhasilan atau bahkan ketidakberhasilan dari program yang direncanakan oleh Bapak Ibu terutama Bapak Ibu yang berprofesi sebagai ASN atau PNS ya untuk mengetahui bagaimana program Berhasil tidaknya program TPS 3R program bank sampah atau program pengurangan sampah penanganan sampah dan seterusnya Dan harapannya dari seluruh yang ada dari trend tingkat keberhasilan ini menjadi dasar untuk merumuskan suatu kebijakan Bagaimana pengurangan sampah penanganan sampah dapat dilakukan dengan baik kemudian berikutnya adalah ini saya capture Saya copy dari si PSN sistem informasi pengolahan sampah nasional ya Jadi mohon izin Bapak Ibu mungkin yang sudah sangat terbiasa terkesannya kok kayak mengulang-ulang gitu ya tapi kami melihat mungkin juga ada yang bergabung pada kesempatan hari ini belum familiar dengan menggunakan istilah-istilah tersebut jadi ini ada dua data yang saya coba capture Kebetulan saya menyimpan di April 2022 di April 2022 di tahun yang sama bapak ibu ya pada saat itu di publish datanya seperti ini seperti yang di atas bisa dilihat bahwa pengurangan pada saat itu adalah sebesar 15,21% kemudian pengurangan di tahun di bulan ini di Desember baru kemarin Sepertinya saya capture ini adalah 15,64% terjadi perbedaan karena apa timbulan sampahnya juga berbeda dari 26.000 menjadi 31.000 ton per tahunnya Penanganannya berubah sampah terkelola berubah sampah tidak terlola berubah kok jadi tambah naik Pak bisa jadi ya pada saat April tersebut belum banyak wilayah yang mengisi Kemudian pada Desember banyak wilayah yang mengisi tergantung di capturenya Kapan diambil Datanya kapan karena data ini adalah Real Time Jadi kapan saja siapapun yang mengambil ya karena sudah terpublish bisa saja digunakan sebagai data dasar dalam aktivitasnya penelitian perencanaan dan seterusnya nah di dalam SI PSN tersebut ya kita bisa melihat bapak ibu ada data banyaknya sampah yang dihasilkan atau kita sering sebut sebagai data timbulan sampah dan kita bisa melihat ada capaian kinerja pengelolaan saham yang dihasilkan oleh setiap wilayah atau setiap daerah gitu ya Nah data-data tersebut disandingkan dengan data-data yang lain tentunya ya Nah kita coba lihat misalnya contohnya adalah data komposisi data komposisi sampah sisa makanan sekian persen kayu ranting sekian persen kertas karton sekian persen plastik dan seterusnya ini secara nasional menunjukkan bahwa sisa makanan kita mendekati angka 40%. Ini yang barusan di capture di Desember 2022 dengan sumber sampah terbanyak adalah berasal dari rumah tangga 40% tapi kalau kita bongkar lagi datanya lebih jauh bapak ibu di website yang sama kita ini sengaja saya Tutup Bapak Ibu agar tidak terlalu kelihatan ya tapi agak-agak kelihatan sedikit tapi artinya bukan untuk mencari salahnya di mana tidak begitu ya ini hanya memaparkan kondisi kita saat ini bapak ibu Saat ada satu daerah ya tidak mengisi seperti yang ada di sini dia tidak mengisi sisa makanan kayu ranting kertas karton plastik dan seterusnya tiba-tiba ada kain 6% ada kaca 10,5% Jadi kalau dijumlah Ini 16,5% bukan 100% gitu Nah apakah sampah yang lain tidak ada atau belum selesai aktivitas sampling atau belum selesai apa ya Saya nggak tahu juga nah data-data seperti ini kita bisa lihat dari tampilan yang ada bahwa banyak sekali wilayah-wilayah yang belum memasukkan data ini masuk belum memasukkan data tersebut bisa saja karena tidak memiliki data kemudian kalau tidak memiliki data ya Bisa saja tidak memiliki kemampuan untuk mengambil data di lapangan di samping itu masih banyak tantangan yang ada di lapangan tapi apapun data yang kita masukkan di sini bapak ibu saat dia online menjadi data Real Time yang bisa diambil oleh siapapun kapanpun dimanapun jadi kita tidak bisa mengontrol sehingga kalau ada pihak lain yang mengambil dan mengolah data tersebut dan menyebutkan bahwa ada statement statement tertentu yang mungkin merugikan kita atau dan seterusnya ya kita tidak bisa menyala jadi seharusnya kita bisa mempersiapkan data salah satunya adalah Bapak Ibu sebenarnya ini sudah sangat lama ya 2015 dinobatkan Indonesia melalui sebuah penelitian menunjukkan Indonesia menjadi juara dua dunia dalam menghasilkan sampah plastik terbanyak ke laut ini makin merah makin tinggi prestasinya gitu ya yang pertama cina sangat merah sekali Kemudian yang kedua merah juga yaitu Indonesia baru yang di bawah-bawahnya agak merah dikit makin orange makin kuning sampai abu-abu dan seterusnya jadi ini berdasarkan apa penelitian ini salah satunya adalah data yang diakses oleh peneliti tersebut menunjukkan bahwa Indonesia persentase sampah yang tidak terkelola adalah 83% dari mana berdasarkan data sekunder yang dia miliki yang diakses lewat portal portal yang ada pada tahun tersebut jadi sehingga ya kita mau tidak mau Akhirnya menerima ternyata hanya 17% nih sampah kita yang kita kelola mampu kelola sehingga dengan model yang peneliti bangun akhirnya menunjukkan bahwa kita menjadi ranking dua dunia ya jadi data-data resmi ini akan menjadi acuan diacuh dalam laporan-laporan khususnya oleh internasional karena dia tidak mungkin datang ke dlh Provinsi mana dlh kabupaten kota mana gitu karena penelitiannya menjadi tidak efektif akhirnya akses internet itu menjadi sangat penting Nah itu poin pertama kenapa Data ini menjadi sangat penting mungkin Bapak Ibu berpikir ya Nggak ada data saya nggak apa-apa tapi bisa mempengaruhi data keseluruhan secara nasional kemudian pemerintah sudah membuat jaksaranas dan jaksarada walaupun tantangannya di daerah adalah persentase kenaikannya yang dan dan seterusnya ya yang mungkin akan sulit ya dicapai dan seterusnya tapi dalam hal ini kita tidak bahas tersebut yang perlu kita bahas adalah pentingnya data pentingnya data untuk bisa menetapkan sebuah target jadi kalau kita tidak punya data wilayah kita sudah sampai di mana Berarti kita mau tidak mau akan mengikuti ya target yang sudah diberikan oleh nasional misalnya di 2017 Apakah Memang betul wilayah Bapak Ibu 15% dan 72% sehingga di 2018 Bapak Ibu harus 18% untuk pengurangan dan 73% untuk penanganan atau jangan-jangan di 2017 masih 2% gitu tahun 2017 masih Penanganannya masih 50% dan seterusnya jadi ini menjadi tantangan kita bersama saat kita tidak punya data menjadi hal yang sulit sekali dikelola dan kita masih banyak bapak ibu yang daerah-daerahnya menggunakan data-data asumsi ya mungkin tidak terlalu asumsi lah karena memang ada SNI ya SNI 95 tentang spesifikasi timbulan sampah kota kecil dan sedang di Indonesia oke masih bisa digunakan dengan angka misalnya 2,75 sampai 3,25 untuk kota kecil sampai 2,75 cuman ya kalau kita logika kan Bapak Ibu walaupun SNI ini masih berlaku dan masih boleh digunakan tidak salah cuman secara logika kalau kita berpikir adalah nah ini sering digunakan sebagai data utama Dalam menentukan timbulan sampah di daerah karena sifatnya praktis hanya dikali dengan jumlah penduduk kemudian didapatkan lah timbulan sampah satu kota atau Kabupaten tersebut jadi data yang ada di sini ya kotak kecil kota sedang ini tinggal dikalikan dengan jumlah penduduk kemudian didapatlah data yang ada di kota atau Kabupaten tersebut cuman saat kita kalikan kita perlu pertimbangkan juga ya Boleh Memang digunakan namun perlu dipertimbangkan bahwa SNI ini sendiri sudah 27 tahun lamanya jadi kalau kita lihat tadi Perkembangan komposisi timbulan seharusnya sudah berubah kecuali kota kita tidak tidak ngapa-ngapain ya tidak tidak melakukan apa-apa pastinya tidak mungkin ya jadi perlu pertimbangan bahwa sampling sampah paling tidak perlu dilakukan kalau perlu setahun sekali untuk melihat tren yang ada dan Bapak Ibu punya kebijakan untuk menangani sampah tersebut karena apa Bapak Ibu jadi perjalanan sampah seperti yang kita sudah ketahui sangat panjang dan kita butuh Data dari sumber sampah pemukiman kantor pusat perdagangan fasilitas umum sekolah rumah sakit dan seterusnya ada yang dikelola secara individu ada yang sudah memilah ada yang sudah buat kompos tapi ada juga yang masih bakar sampah buang sampah sembarangan masukkan sampah ke selokan berakhir ke sungai dan berakhir ke laut secara lingkungan dia tidak ramah atau ada juga yang sudah Milah sampah kemudian menyetorkan ke sektor informal ini sangat Oke sekali terus kemudian ada juga yang punya langganan sampah karena kotanya memiliki layanan terkait dengan sampah tersebut Nah akhirnya apa semuanya saling berhubungan Bapak Ibu nah satu-satunya pengunci hubungan tersebut berarti kita perlu date untuk menunjukkan satu hubungan dengan hubungan yang lain Mana yang lebih baik mana yang harus ditingkatkan kalau kita tidak punya data maka ya kita akan sulit untuk mengevaluasi aktivitas hulu ke hilir dalam pengelolaan sama tersebut nah Oleh karena itu bapak ibu data kuantitas sampah dan kualitas dan kuantitas sampah ini sangat penting sebagai data salah satunya adalah perencanaan memilih peralatan jenis wadah alat pengumpulan pengangkutan perencanaan rute pengangkutan desain fasilitas daur ulang sampai ngomongin tentang TPA kalau kita tidak punya data maka kita tidak bisa mendesain suatu sistem yang kompleks di dalam sebuah kotak Oh saya punya data tapi saya datanya asal-asal berarti desain kita pun akan menjadi asal usul Walaupun Bapak Ibu di ASN menganggap desain ini adalah pekerjaannya konsultan pihak ketiga tapi Bapak Ibu bisa mengontrolnya menjaga kualitas data yang dihasilkan sehingga perencanaan perencanaan yang dilakukan menjadi baik karena Bapak Ibu yang akan mengoperasikannya nanti si konsultasi udah pergi desain di wilayah yang lain dan seterusnya Kenapa begitu Bapak Ibu karena data ini Selain digunakan untuk sebagai desa data dasar dalam perencanaan sampah data ini sangat penting untuk menentukan teknologi Bapak Ibu kapan kita akan menggunakan komposting kapan akan menggunakan insenerasi Kapan kita akan resign dan seterusnya sangat ditentukan dari Jenis sampah yang dihasilkan kenapa kita tidak bisa seperti Singapura ya bakar sampah dengan insenerasi panasnya diambil dan seterusnya Kenapa Indonesia ya malah banyaknya Open dumping kemudian juga ada komposting dan salah satunya adalah ditentukan dari kualitas sampah yang kita hasilkan jadi begitu besar kepentingan terkait dengan kualitas dan kuantitas data data komposisi dan timbullah dari saham jadi itu sedikit pendahuluan bapak ibu mudah-mudahan membawa suasana kita lebih panas pada kesempatan hari ini terkait dengan metode dan teknik sampling sampah itu bagian yang pertama kita akan belanja ke bagian yang kedua Saya yakin nanti akan banyak pertanyaan yang sudah mulai ditanyakan ya mungkin bisa fokus ya pertanyaannya adalah ke metode dan teknik sampling sampah jadi harapannya Bapak Ibu mungkin kalau bertanya di luar itu di webinar yang lain atau ya kalau punya waktu nanti kita akan jawab Kemudian yang kedua adalah Bapak Ibu kita akan masuk secara detail terkait dengan penentuan sampel dan teknik sampling di bagian yang pertama ini ya di 2A kita akan kalian Ngomongin tentang sumber sampah domestik yaitu pemukiman nah ini saya akan random nanti sebentar lagi dengan mas yebi ya data pemukiman ini penting dilakukan karena apa Bapak Ibu yang pertama adalah kita punya SNI 193964 tahun 94 Ya jadi umurnya 28 tahun mungkin akan segera keluar SNI yang terbaru Karena memang ada beberapa hal yang perlu kita update ya nah mulai Yang pertama aktivitasnya adalah pengumpulan data populasi karena kita akan melakukan sample sampling berarti kita perlu tahu jumlah populasi yang dimiliki di tempat atau lokasi dilakukan sampling tersebut habis itu kita akan melihat jumlah sampel jumlah sampel yang ada kemudian ditentukan lokasi samplingnya di mana dilaksanakan samplingnya dianalisis sistemnya dan dapatlah data timbulan dan komposisi sampah nah di bagian saya akan masuk di poin 1 2 dan 3 sedangkan nanti mas yebi di pelaksanaan samplingnya analisis samplingnya sampai nanti timbulan dan komposisi sampah Nah untuk menjawab nomor 1 Bapak Ibu data populasi ini maka populasi tersebut salah satunya adalah populasi jumlah penduduk karena bagian ini adalah bagian pemukiman ya jadi jumlah penduduk ini perlu dicek ya ceknya lewat data sekunder lewat BPS data-data kependudukan yang lain gitu ya Nah dari data awal tersebut kemudian direkap jumlah penduduknya Berapa jumlah jiwa perkakanya berapa misalnya 5 atau 4 tingkat ekonomi masyarakatnya Seperti apa kemudian SNI ini membaginya menjadi 3 bagian rumah permanen dengan asumsi pendapatan tinggi kemudian rumah semi permanen dengan pendapatan sedang dan rumah non permanen dengan asumsi pendapatannya rendah atau Bapak Ibu bisa juga melakukan atau emas Mbak kategori perumahannya adalah Misalnya berdasarkan kondisi fisik rumah pendapatan rata-ratanya atau fasilitas yang ada nanti kita akan coba lihat karena permanen semi permanen dan non permanen ini mungkin di beberapa kota akan sulit menemukannya gitu ya Jadi kesannya agak kaku tapi sebenarnya kita bisa fleksibel kan nah bagaimana cara mem fleksibelkan kategori rumah ini salah satunya yang pernah kami lakukan adalah seperti ini Bapak Ibu misalnya yang kategori yang pertama tadi ya rumah permanen kategori kondisi fisiknya misalnya permanen dapat berupa lantai 2 atau lebih gitu luas permukaan luas bangunannya ada ciri-cirinya kan tidak mungkin langsung datang-datang petugas sampling tanya pendapatannya berapa katanya tinggi gitu kita bisa melihat dari ciri-ciri fisik dari yang dimiliki dari rumah tersebut misalnya punya garasi permanen pagar permanen sistem penerangan ventilasinya baik lantai rumah dengan keramik tersedia teras ruang tamu ruang keluarga fasilitas air bersih sanitasi yang baik jadi indikatornya ya pendapatan kepala keluarganya bisa saja melebihi dari UMK atau UMR yang ada kemudian turun lagi ke sedang semi permanen misalnya hanya lantai satu luas lahan dan bangunan tidak begitu luas punya mobil tapi tidak punya garasi atau tidak permanen pagarnya juga tidak permanen dan seterusnya jadi diturunkan Terus yang perlu kita Garis bawahi adalah kondisi fisik dan fasilitas rumah ini akan sangat menentukan di wilayah mana yang kita akan sampling jadi kita membuat kategori atas dan kategori bawah berarti ada kategori di tengahnya yang antara ya antara yang atas dan yang rendah karena di SNI disebutkan hanya bentuk permanen semi permanen dan nonpermanen mungkin perlu menterjemahkan dalam kondisi yang sesuai dengan kondisi real di lapangan nah tantangannya memang ya saat kita lihat begitu Kita bedakan kategori tinggi sedang rendah ini jadinya sangat subjektif tergantung Siapa yang menilai gitu ya nah salah satunya adalah satu lokasi dengan lokasi yang lain ini sangat mungkin bisa berbeda Bapak Ibu akhirnya apa di tim sampling kita yang jumlahnya Mungkin banyak ya 10 orang 15 orang sehingga perlu ada kesepakatan agar Wilayah utara sama konsep pemikirannya pemahamannya antara membagi tinggi sedang rendah dengan wilayah Selatan atau timur dan barat sehingga data keseluruhan satu wilayah kita punya pemahaman yang sama walaupun tadi balik lagi sangat subjektif ya tapi ya tetap bisa dilakukan nah terkait dengan jumlah sampel Bapak Ibu salah satunya Bapak Ibu bisa menggunakan pedoman yang ada di SNI tersebut SNI ini sudah sangat Oke sekali sebenarnya pada zaman tersebut sampai menghitung ya jumlah sampel yang dibutuhkan nah ini kita beranjak ke nomor 2 setelah kita tahu populasi kita masuk ke Perhitungan jumlah sampel Perhitungan jumlah sampel ini dimulai dengan rumus yang cukup sederhana ya jumlah contoh jiwa ini sama dengan CD CD ini adalah koefisien kota Soalnya kalau kota besar Metropolitan 1 Kota sedang kecil 0,5 kemudian di akar dengan jumlah populasi jumlah jiwa yang kita sudah dapatkan di angka dalam angka misalnya laporan BPS Badan Pusat Statistik dan seterusnya sehingga s nya didapat barulah kemudian ketemu k ya k itu adalah Jumlah contoh atau jumlah KK yang akan kita survei jumlah rumah lah kira-kira begitu dengan jumlah S ya s ada dibagi dengan jumlah n itu adalah anggota keluarga coba eh Bapak Ibu kita hitung di sebelah kanannya gitu ya satu kota besar kota besar dengan cd1 tadi berjumlah penduduk 1 juta jiwa ya maka jumlah contoh jiwa s sama dengan CD CD ini adalah satu tadi karena kota besar di akar 1000 ya satu juta mohon maaf 1 juta berarti ketemulah angka 1000 1000 jadi karena jumlah jiwa per kknya ada asumsi atau data adalah 5 maka 1000 / 5 ketemulah 200 rumah atau 200 KK yang akan kita sampling berdasarkan data tingkat ekonomi masyarakat yang di publish oleh kota tersebut menunjukkan adalah pendapatan tinggi sebesar 25% pendapatan sedang 30% pendapatan rendah adalah 45% berarti dari 200 tersebut 25% nya adalah rumah dengan rumah permanen jadi ketemulah 50 rumah 30% nya adalah rumah semi permanen dan yang terakhir adalah 45% nya adalah rumah Non jadi ketemulah totalnya adalah sebesar 200 ini adalah metode perhitungan yang sangat sederhana Bapak Ibu untuk melakukan perhitungan terkait dengan timbul jumlah sampel selanjutnya Kami yakin Bapak Ibu untuk mempermudah kerja Bapak Ibu sebenarnya kami sudah menyiapkan gitu ya untuk penentuan jumlah sampel dengan menggunakan SNI 193964 tahun 94 itu kita buatkan dalam suatu aplikasi sederhana begitu menggunakan Excel bapak ibu tinggal mengisi yang berwarna kuning saja jadi kuningnya diisi kuningnya diisi yang berwarna hijau itu sudah otomatis jadi kalau mau sampling masukkan ke dalam rumus ini belum sudah langsung dapat tapi penjelasannya seperti tadi karena penjelasan tadi simple mudah dan terus dilakukan berulang-ulang berdasarkan pengalaman kami kami buatkan saja excelnya supaya mudah untuk dilakukan jadi tidak perlu harus ngitung-itung di awal masukkan saja sudah selesai walaupun di SNI tersebut Bapak Ibu sudah dipandu juga ya ada satu tabel di bagian bawah ini ya untuk menunjukkan jumlah contoh jiwa jumlah KK dan seterusnya nah selain menggunakan SNI Bapak Ibu ini mungkin cocok untuk teman-teman mahasiswa yang mau melakukan penelitian usai pingin bandingin nih jumlah sampel di SNI dengan metode yang lain ada nih rumus Isak dan Mitchell ya dengan rumus seperti ini ya Ini sebenarnya untuk penelitian-penelitian sosial juga cukup baik ya dengan penjelasan ya nilai peluang benar peluang salah dan seterusnya bisa menggunakan rumus ini nah kami juga karena memang sudah pernah dilakukan akhirnya juga punya Excel yang tinggal dimasukkan yang kuningnya dan akhirnya adalah keluar yang hijau secara otomatis walaupun nanti ada penjelasan penggunaan pakai tapi Bapak Ibu Kalau merasa ini mudah ya simple nih tinggal biasa atau tidak menggunakan sebenarnya sangat mudah untuk dihitung manual nah beberapa jenis yang lain adalah Misalnya juga slovin ya yang biasa digunakan juga ini juga sama sudah kita buatkan excelnya dengan rumus n = n besar ya dibagi dengan satu ditambah dengan n kemudian di errornya dipangkat 2 gitu ya tingkat kesalahannya di Pangka 2 nanti tingkat kesalahannya bisa dari 1% 5% dan 10% sehingga akan mendapatkan jumlah rumah yang akan atau yang paling ke-3 adalah yang paling sederhana adalah penentuan jumlah sampel dengan menggunakan nomor gram Harry King tapi hanya untuk kapasitas populasi maksimal adalah 2000 sedangkan tadi satu juta 200 juta dan seterusnya tidak cocok menggunakan ini jadi ada berapa pilihan tadi 4 pilihan dalam menentukan jumlah sampel layaknya penelitian-penelitian yang lain ini perlu dilakukan agar Apa Bapak Ibu agar jelas arah penelitian kita bagaimana Jadi sudah ketemu 200 sampel misalnya ya 200 rumah tadi yang perlu ditentukan Selanjutnya apa yang dilakukan adalah penentuan lokasi samplingnya nah ini sebelum masih di masuk misalnya ya satu daerah Bapak Ibu kebetulan ini saya ambil petanya Sleman begitu ya wilayah Jogja kemudian ada misalnya 9 lokasi sampling jadi dari yang berwarna ini kalau 9 Bapak Ibu bisa membayangkan kalau penempatan lokasi sampling seperti yang ada di gambar ini bisa saja tidak mewakili keseluruhan wilayah kabupaten jadi di utara misalnya ada lumayan kemudian kok di timurnya ada tapi di barat kemudian di tengah tidak ada yang mewakili jadi perlu ada pertimbangan wilayah sehingga samplingnya memang random sampling tapi stratifikasi jadi jelas arahnya kemana tidak menggunakan full random sehingga saat punya data nanti tidak kebingungan dalam mengolahnya kok tipenya bisa saja ya tipe Utara misalnya dekat dengan pegunungan akan menunjukkan hal yang berbeda dengan tipe yang Selatan yang dekat dengan wilayah kotaan Nah kalau kita ambil keseluruhan wilayah berarti kita perlu data secara komprehensif untuk menunjukkan wilayah tersebut gitu ya Nah selanjutnya adalah sepertinya masih betul Ya silahkan masih Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bapak Ibu semuanya seperti yang disampaikan Pak hijrah tadi saya melanjutkan yang disampaikan Pak hijrah ini terkait untuk sampling sampah di sampah domestik Bapak Ibu Nah nanti akan ada yang non domestik dan lain sebagainya nah akan tapi sebelum melakukan sampling sampah ada beberapa hal yang menjadi catatan dari kami ya sekali lagi seperti yang kami sampaikan di awal Kami mencoba sharing ya memberikan informasi terkait apa yang sudah kami lakukan selama ini Nah bisa jadi nanti ada yang berbeda Nah itu mungkin bisa kita berbagilah bersama-sama jadi sebelum melakukan sampling hal yang pertama dilakukan tentu persiapan Bapak Ibu Nah Pak hijrah tadi sudah menyampaikan tentang jumlah datanya berapa Nah setelah kita dapatkan jumlahnya kita dapatkan lokasinya Nah maka ini pada penetapan lokasi dan waktu sampling nah lokasi sudah ada jumlahnya dari tahu ini kita ketahui waktu samplingnya Bapak Ibu Nah kalau sesuai SNI itu 8 hari berturut-turut Nah ini untuk melihat tren selama satu minggu itu seperti apa timbulan sampahnya dan komposisinya waktu memulainya ini harus jelas hari dan tanggalnya nah jamnya juga Jadi biasanya kami selalu menyarankan itu dimulai pada pagi hari Biasanya Kami menyarankan dimulai jam 6 pagi dan berakhir jam 9 pagi atau diambil di sebelum orang berangkat ke kantor dan melakukan aktivitas lainnya sehingga ini akan mempermudah untuk mendapatkan sampah yang yang valid lah seperti itu terus jam samplingnya sudah terus dua pertengahan musim nah ini juga untuk melihat datanya apakah karena ini kenapa dua pertengahan musim karena kita ada dua musim Bapak Ibu kemarau dan musim hujan kita ingin melihat timbulan sampahnya berpengaruh nggak ketika musim hujan dan musim kemarau dan juga 5 tahunan 5 tahunan ini juga berhubungan dengan perencanaan Nah karena di pemerintahan Biasanya kalau bapak ibu di pemerintahan jangka pendek menengah dan panjang nah Biasanya kita akan menyarankan 5 tahunan melakukan sampling sampah kalau untuk kira-kira setiap tahun apakah boleh dilakukan sangat dibolehkan Bapak Ibu kalau setiap tahun cuman kalau di pemerintahan Saya rasa ini nanti akan terkendala di pembiayaan karena merasa bahwa ini masih bukan prioritas saat ini nah akan tetapi pada kenyataannya kita melihat sering terjadi permasalahan itu ketika persiapan samplingnya tidak matang saya ada sebagai contoh kita merencanakan TPA bapak ibu dengan yang perencanaan yang ada data sekundernya tadi yang disampaikan Pak hijrah nah tahu-tahu perencanaannya TPA penuh dalam waktu 10 tahun dan pada kenyataannya TPA nya penuh Dalam waktu 5 atau 6 tahun ya karena itu perlu data yang bagus dan juga persiapan yang bagus untuk mendapatkan data itu dan dari setelah ada diketahui lokasi waktu kita juga membutuhkan petugas samplingnya ada ketua tim pelaksana utama dan pekerja teknis nanti mungkin ada lebih detailnya akan kami sampaikan akan tetapi Ini standar minimal bapak ibu ada ketua tim pelaksana dan juga pekerja teknis Nah kenapa seperti ini nah kebanyakan di lapangan kebanyakan di lapangan ini ketua tim pelaksana utama pekerja teknis dan lain sebagainya ini merangkap Bapak Ibu dokumentasi juga sehingga apa Kadang nah pengambilan datanya tidak valid nah ini yang menyebabkan kenapa ketika ada data sampling yang mungkin dilakukan oleh pihak ketiga ini akan akan ada data yang bias ataupun tidak tidak sesuai lah bisa dibilang seperti itu Oke next Nah selanjutnya setelah kita ada lokasi waktunya dan ada petugasnya perlu disampaikan juga petugasnya juga harus memilih kemampuan ataupun pengetahuan dengan Jenis sampah yang akan di sampling nah ini Bapak Ibu yang membutuhkan data harus menyampaikan ini kepada petugas sampling atau surveyornya nanti nah ini ada beberapa jenis sampah yaitu kategorinya ada yang 9 ini organik kertas kayu kain atau tekstil karet atau kulit plastik logam gelas atau kaca dan lain sebagainya kalau hanya disebutkan kategori seperti ini nanti akan timbul pertanyaan sehingga Kami biasanya akan menampilkan juga contoh sampahnya apa Nah seperti sampah organik Berarti ada sampah sisa makanan sampah dapur terus selanjutnya adalah buah-buahan nah begitu juga dengan kertas nah kertas ini apa saja yang masuk ke dalam kertas ada Koran majalah kardus dan lain sebagainya ada kayu Nah ada ranting dan pohon nah begitu juga untuk kain tekstil atau tekstil Ada karet plastik logam nah ini juga nanti tergantung kebutuhan Bapak Ibu Nah kenapa kami buat seperti ini ini adalah keperluan untuk untuk pengolahannya Bapak Ibu nah semakin detail kita membuat nanti akan penentuan teknologi pengolahan itu akan lebih mudah nah oke supaya cerah nah ini yang lainnya beberapa kategori yang pernah kami buat tadi yang pertama ada 9 Nah ini ada kategori lainnya bahwa ada 12 jenis Nah ada 12 jenis Ada sampah dapur sampah halaman ada kayu Nah tadi ada hanya sampah kayu dan ranting lain sebagai kami tambahkan Ada sampah halaman karena nanti bisa jadi nah ini kalau sampah halaman ini bisa dikomposkan kayu supaya ranting dan pohon dan lain sebagainya ini tidak bisa bapak ibu akan lama apabila dikomposkan ini tergantung tujuan untuk pengolahannya nanti nah kertas terus ada plastik plastik kami pisahkan lagi ada plastik film ada plastik padat Nah kenapa kami pisahkan biasanya yang yang bernilai ekonomi tinggi adalah plastik badan jadi kita waktu itu kami ingin mengetahui Berapa banyak nih potensi secara ekonomi ketika dilakukan pengolahan ataupun nanti dijual nah ataupun nanti diberikan kepada pihak ya begitu ya Ada ada kaca ada kain ada logam dan ada sampah B3 Kenapa ada sampah B3 juga di sini 8 sampling masyarakat kita dari beberapa kegiatan yang kami lakukan Masih belum begitu mengetahui tentang dampak dari sampah B3 walaupun peraturannya sudah ada akan tetapi masyarakat masyarakat kita masih sering membuat baterai aki ataupun bohlam ini ke langsung ke tempat sampahnya dan nanti akan berakhir di TPA sehingga kita juga harus memerintahkan Seperti apa nanti untuk Penanganannya di Entah di Sumber di TPS atau TPS 3R atau tpst atau di TPA Begitu juga dengan sampah elektronik nah ini juga menjadi masalah saat ini nah dan juga ada sampah lain-lainnya sehingga ada 9 ada 12 nah tergantung sekali lagi untuk Jenis sampah ini harus ditetapkan di awal sebelum sampling dilakukan Bapak Ibu ini untuk mempermudah mempermudah Bapak Ibu mengontrol nanti petugas yang bekerja ketika diserahkan terserah ngumpat lima dan lain sebagainya ketika butuh data setelah data diambil baru tahu Oh ternyata kurang ini dan itu sehingga ini yang perlu dipersiapkan oke baiklah nah Selain itu sudah ada jenis sampahnya sudah tahu waktunya dan ada petugasnya peralatannya Bapak Ibu nah ini yang paling krusial juga peralatan sampling Nah kalau sesuai SNI itu ada kotak sampling 40 liter ataupun 500 liter yang 40 liter biasanya untuk rumah tangga Nah bisa untuk perkantoran ataupun rumah ibadah ataupun ya tempat-tempat yang skalanya kecil nah sedangkan yang 500 liter ini ini untuk Skala yang besar Bapak Ibu bisa untuk di area pasar TTS TPS 3R ataupun TPS atau nanti di TPA selanjutnya kantong plastik nah atau trashback kita menyebutnya bahasa Arabnya trashback kalau kita beli di toko-toko plastik Biasanya kalau untuk mudah mengetahuinya langsung bilang saja beli trashback ukuran berapa kalau untuk individu nah ini trashback ini biasanya untuk individu untuk domestik Bapak Ibu kita gunakan untuk menampung sampah Nanti biasanya ukurannya Kalau kami boleh menyarankan itu antara 40 dan 50 liter terus selanjutnya timbangan timbangan ini usahakan timbangan yang bisa sampai 100 kg dan ada dua atau tiga digit di belakang koma ini untuk melihat ketelitian Seperti apa nanti data yang kita dapatkan selanjutnya ada terpal atau sejenisnya Kami lebih sering menggunakan terpal Kenapa karena mudah dalam membersihkan setelah melakukan sampling ukurannya yang paling kecil Kalau di pasaran ada 2,3 3,3 5 * 6 ataupun 3x4 Kalau kami biasa menggunakan ukuran 5x6 Supaya apa supaya mudah nanti untuk pengambilan komposisinya nah sehingga mudah untuk melakukan pemisahan atau pemilahan terus juga Ada sekop dan sapu untuk membersihkan sampah setelah dilakukan sampling nah dan jangan lupa ada logbook dan alat tulis kalau notebook nanti setelah ini kami akan Tunjukkan Seperti apa dan alat tulis ya Tulis secara umum lah ya Bapak Ibu ya dan jangan lupa juga faktor keamanan dari petugas sampling Bapak Ibu apalagi kondisi saat ini ya yang namanya covid masih belum reda kata pemerintahan sehingga alat pelindung diri dan perlengkapan K3 harus disiapkan juga untuk surveyor ada baju atau rompi ada helm juga ada kacamata apabila dibutuhkan yang jelas ada masker hand sanitizer terus ada sepatu dan ada sarung tangan oke Nah untuk sampling sampah domestik nah ini ada logbooknya ini juga yang pernah kami lakukan sehingga ya keluarlah seperti ini Bapak Ibu ini untuk mempermudah petugas sampling atau surveyor dalam bekerja jadi tadi paijer udah menyebutkan bahwa ada lokasinya mau perdesaan atau perkotaan pendapatan tinggi sedang atau rendah surveyor tinggal centang Bapak Ibu jadi tidak usah menulis lagi cukup nanti dicentang saja nah area surveinya di mana Nah untuk mempermudah Nanti biasanya akan disuguhkan suatu dua tiga ataupun alamat atau Desa itu bisa belakangan yang penting di awal sudah disebutkan area surveinya jumlah jiwanya kode sampelnya ini juga di awal sudah harus disebutkan kepada surveyornya dan ada tanggalnya terus ketika untuk sampling sampah kan ada nanti ada berat ada volume ada komposisi nah ini juga sudah kami siapkan kalau di sini kami siapkan itu yang 12 Bapak Ibu nah mau pakai sembilan juga boleh mau pakai 5 saja karena di ada di peraturan mungkin Oh hanya 5 nah yang mau di ini di samping Ya silakan tetapi akan lebih baik semakin detail komposisinya nah ini akan lebih baik dalam dalam kita merencanakan untuk pengelolaan persembahan mulai dari sumber hingga sampai ke penanganan di TPA Oke next nah ini proses samplingnya jangan lupa selalu mengingatkan petugas surveyornya Bapak Ibu karena beberapa kali kami melakukan sampling penggunaan APD ini sering Tertinggal Kenapa karena menganggap hal biasa dan tidak tidak perlu digunakan Padahal di sampah itu kita tidak tahu berbagai jenis bisa jadi berbagai jenis kuman penyakit dan virus itu ada di situ sehingga Gunakan selalu apd-nya nah trashback yang diserahkan tadi ke rumah tangga rumah tangga ini untuk bapak ibu nah ini diambil nah Lalu nanti ditimbang bersampahnya Bapak Ibu jadi trashback yang digunakan untuk wadah pada hari tersebut itu nanti langsung ditimbang nah ditimbang untuk mengetahui beratnya berapa Nah lalu catat pada logbook kolom tadi ada berat sampah nah di Lombok sudah ada sampahnya yang namanya kilogram nah akan lebih baik ya ada dua atau tiga di belakang koma nanti untuk melihat trennya setiap hari Seperti apa Nah setelah itu barulah nah barulah sampah yang diambil dari lokasi-lokasi samplenya nah ini nanti dibuka satu persatu nah ataupun bisa jadi atas kesepakatan ini nanti sampling karena sampling ya nanti diambil satu satu kantong nah terus buka satu kantong contoh atau sampel yang diambil dari titik sampling dan dimasukkan ke dalam kotak sampling 40 liter nah dimasukkan ke dalam kotak sampling 40 L ini karena untuk rumah tangga biasanya dengan 40 liter cukup Bapak Ibu nah lalu jatuhkan kotak sebanyak tiga kali dari ketinggian 20 cm agar tambah terkompaksi ini untuk mengkompaksi sampah nah ini ini juga berdasarkan SNI nah lalu ukur tinggi Nah jadi tinggi sampah itu di dalam kotak sampling itu berapa Nah ini untuk kita menentukan volume sampahnya lalu catat pada notebook Nah kita panjang lebar dari kotak sampling kita sudah tahu 40x40 cm ketinggiannya biasanya kan 1 meter Nah apakah 1 meter terisi semua biasanya tidak kalau untuk satu rumah tangga sehingga apa ketinggiannya ini yang perlu diketahui panjang lebar sudah kita tahu kita dapatkan dari sampling tingginya maka kita bisa menghitung volumenya lalu dimasukkan ke kolom volume sampah yang ada di logbook nah langkah 1 sampai 4 ini diulang sesuai dengan banyak titik sampling dan selama 8 hari Oke next nah ini untuk pengukuran komposisi nah ini terpal yang kami gunakan Bapak Ibu bisa lihat nah jadi dipilah contoh Berdasarkan komponen komposisi yang telah ditentukan yang tadi yang Saya tunjukkan ada 9 dan 12 Kami biasanya memilah menjadi 12 komponen nah apabila adanya hanya 9 yang nggak masalah tetapi kami sudah menyiapkan untuk untuk 12 kolom Nah nanti setelah itu setiap komponen ada organik anorganik ataupun sampah plastik film plastik padat ataupun kardus nanti ditimbang satu-satu Bapak Ibu ditimbang sampah yang telah dipisahkan lalu dicatat pada notebook lagi nah sehingga apa dalam satu hari tersebut kita sudah bisa melihat data walaupun belum data Jadi tapi data mentahnya sudah terlihat rapi bapak ibu sehingga nanti dalam pengolahan juga akan lebih mudah apabila langsung tercatat pada notebook Oke next supaya Baik saya serahkan kepada Pak hijrah sesi yang non domestik Baik terima kasih masih semangat mengikutinya Bapak Ibu Ya seperti yang kami sampaikan di awal kita akan bergantian dalam menyampaikan materi begitu ya jadi biar suasananya ganti-ganti masih bisa sambil minum dulu Nah Bapak Ibu tadi masih Ebi sudah menjelaskan 9 dan 12 jenis ya jadi 9 itu kita mengikuti kepada SNI tahun 94 kemudian juga 9 tersebut yang diinputkan datanya di sip SN untuk komposisi sedangkan 12 tadi kita menggunakan standar yang lain ya dan balik lagi standar tersebut sangat tergantung dari kepentingan sampling yang dilakukan jadi boleh pakai SNI tadi 9 jenis dan ataupun jenis jumlah yang lain seperti masih disampaikan Nah Bapak Ibu kita sudah sampai di materi yang bagian masih bagian yang kedua ini udah 1 jam ternyata bagian yang kedua masih ini mudah-mudahan cukup waktunya mudah-mudahan Mbak hijrah untuk sumber sampah non domestik ya Non domestik apa saja berarti di luar aktivitas domestik Bapak Ibu pemukiman perumahan tadi sudah sudah selesai tadi ya kita sekarang Tentukan yang non domestik aktivitasnya apa saja Non Perumahan atau non domestik ini di dalam SNI disebutkan ada jenis tokoh kantor sekolah pasar Jalan hotel restoran ataupun berbagai macam fasilitas umum yang lain nah memang seiring dengan perkembangan waktu di tahun 94 dan Tahun 2022 ini ada aktivitas yang di luar yang tercatat di sini gitu ya jadi akhirnya memang perlu kita fleksibel kan di lapangan gitu Walaupun memang sebenarnya jenis ini tidak contohnya ada di dalam SNI tersebut Bapak Ibu Ya ini sudah ditambahkan Nah dari lokasi-lokasi tersebut kemudian kita bagi berdasarkan kategori yang ada misalnya toko berdasarkan ukuran ada yang warung kecil warung sedang sampai minimarket kemudian ada yang toko besar kemudian ada kantor berdasarkan ukuran atau jumlah pegawai sekolah berdasarkan tingkatan pasar berdasarkan kelas atau tipe pasar kemudian jenis Jalan Hotel misalnya Melati bintang atau penginapan restoran berdasarkan ukurannya juga boleh yang nantinya di dalam pengolahan data kita akan ketemu adalah unitnya unit ini yang paling penting berapa kg perpegawai perharinya untuk satuan toko misalnya Berapa jumlah sampah yang dihasilkan di sekolah berarti kilogram sekian kg sampah per jumlah murid per harinya jadi ada satuan yang kita akan gunakan jadi di breakdown sekali lagi menjadi unit-unit tadi untuk jenis-jenis non non nah di dalam SNI Bapak Ibu dibantu kita jadi SNI tadi tahun 94 dibagi menjadi tokoh sekolah kantor pasar dan jalan sedangkan kalau kembali tadi kita sudah punya 8 jenis atau Boleh Tambah jenis yang lain sesuai dengan aktivitas yang dilakukan oleh Bapak Ibu semuanya untuk kota metropolitan contohnya sekian ya kemudian kota besar sekian kota kecil sekian nah lokasi lain misalnya diambil 10% minimal satu lokasi kalau mau dihitung dengan metode tadi juga boleh tapi kalau metode-metode tadi memang kekurangannya adalah begitu populasinya kecil saat kita ambil sampel kita hitung menggunakan rumus tersebut akan keluar jumlah sampel yang tidak jauh dari populasinya misalnya ya populasinya hanya 10 pas dihitung dengan rumus tersebut keluar sampelnya tidak jauh dari angka 10 jadi memang dibuatlah di sini ada konsumsi yang digunakan kemudian direkap kita akan bagikan juga jadi tadi ada pertanyaan Apakah dapat materi ini nanti Bapak Ibu bisa menghubungi panitia yang kita sudah siapkan bentuknya ada PDF dan Excel yang siap untuk digunakan nah ini kita bagi misalnya toko ya toko berbagai macam produk unitnya berapa ini untuk dalam rangka rekapitulasi populasi yang ada Bapak Ibu jadi unit-unit ini fasilitas ibadah kantor pasar warung makan ya hotel penginapan dan seterusnya kita harus memiliki populasi dulu layaknya seperti pada saat kita hitung di bagian sebelumnya tadi di domestiknya kita perlu jumlah populasi jiwanya Nah sekarang di dalam non domestik atau aktivitas di luar Perumahan pemukiman berarti kita butuh data populasi aktivitas yang ada di sana jadi detailkan dari mana dapatnya dari tentunya dari sumber-sumber sekunder ya dari data pemerintahan dan seterusnya terus kemudian yang berikutnya setelah itu kita coba rekap ya jadi direkap sampel yang akan digunakan sampling domestik tadi sudah dapat jumlah sampelnya Berapa tinggi Sendang rendahnya berapa kemudian sampling non domestik ya ini lokasi misalnya Desa a Desa B dan seterusnya tokonya berapa yang diambil fasilitas ibadahnya berapa kantornya berapa Rumah Makan berapa hotel penginapan berapa sehingga total jumlah sampling non dimensinya diketahui jadi yang domestik ada Non domestik juga ada kemudian barulah dibagi-bagi Oh Selatan ada Tengah Barat ada Tengah Timur ada ini sangat tergantung dari karakter lokasi kita masing-masing sehingga di ujung akhir akan ketemu bahwa untuk sampling domestik berapa Non domestik total kebutuhan saya direncanakan ada kebutuhan pembiayaan yang harus disediakan tersebut tenaga pengambil sampelnya jumlah plastik yang harus disediakan jumlah timbangan yang ada termasuk transportasi yang harus dilakukan untuk menuju ke area sampling tersebut jadi mudah-mudahan dapat diikuti selanjutnya akan kembali lagi ke masih kita lanjutkan Bapak Ibu mas-mas dan mbak-mbak semuanya kita masuk ke logbook lagi sampah non domestiknya secara garis besar ini bisa dilihat bahwa ada untuk kawasan pedesaan perkotaan nah Kami selalu membagi ini kenapa ini nanti terkait datanya ibu bapak semuanya bahwa di pedesaan dan perkotaan nah ini akan berbeda sampah yang dihasilkan terus selanjutnya jenis lokasinya ataupun kawasan non domestik ada toko ada Kantor Fasilitas ibadah nah pasar tinggal diceklis terus area surveinya di mana Nah seperti tadi Kalau menurunkan ada berat ada Tengah Timur Tengah dan tengah bagian Selatan dan sebagainya ya itu tergantung dengan kesepakatan nah ataupun kebutuhan data terus hari alamatnya Desa juga jangan lupa terus baru ada harinya nah ini 8 hari terus ada keterangan 123 kode sampel ini wilayah-wilayahnya tergantung nanti kesepakatan Bapak Ibu di awal menentukan kode sampel non domestik itu untuk Apa kode sampul umpamanya toko Ende 1 kantor nd2 dan lain sebagainya terus ya tinggi Kenapa hanya tinggi Nah karena kita sudah mengetahui nih alat samplingnya sudah jelas panjang kali lebarnya tinggal tingginya yang perlu kita ketahui sehingga dapat volume Kalau berat sudah langsung ditimbang komposisi juga sama tergantung dengan kebutuhan tadi semakin banyak ya semakin bagus Nah semakin detail data yang kita dapatkan Nah karena umpamanya butuhnya 9 dibuat 12 kalau sudah dapat 12 biasanya mengerucut ke dan itu mudah menyatukannya tetapi kalau kita dapatnya 9 tahu-tahu ada yang membutuhkan 12 nah ini ini sulit Bapak ibunya jadi lebih baik ya ya lebih semakin banyak komposisinya akan semakin bagus Oke Baik nah sekali lagi untuk kantor dan sekolah Nah ini coba saya pisahkan Bapak Ibu nanti ada kantor sekolah dan ada rumah makan dan pasar ini contoh untuk pengambilan samplingnya sama juga kalau untuk pengambilan beratnya kantor dan sekolah ini nah ini gunakan APD selalu timbang berat sampah yang terdapat pada wadah atau kantong plastik atau trashback yang sudah disediakan terus catatan pada logo ada kolom beratnya Nah kenapa masih bisa ditimbang ini Bapak Ibu untuk ini karena di kantor biasanya sampahnya juga tidak terlalu banyak karena aktivitas di kantor kan lebih banyak kepada aktivitas untuk pekerjaan ya Bapak Ibu nah di sekolah juga seperti itu Nah lalu prosedur kerjanya juga sama dengan sampling domestik nah kurang lebih sama jadi setelah diambil sampahnya setelah ditimbang nanti sampelnya dibuka terus dimasukkan ke wadah yang 40 liter nah wadah sampling yang 40 liter nah kecuali memang itu Kompleks perkantoran Nah kalau Kompleks perkantoran biasanya terdiri dari banyak hal Nah kalau Kompleks perkantoran Biasanya kita menggunakan wadah yang 500 liter bagi yang 500 liter akan tetapi sangat jarang biasanya Bapak Ibu kalau itu Kompleks perkantoran pun nanti biasanya penentuannya ya Ya kantor mana nih dijadikan sampel nah tidak terlalu banyak karena biasanya setiap kantor walaupun untuk Kompleks perkantoran setiap satu nama perusahaan atau kantor mereka akan memiliki tempat sampah tersendiri Nah setelah itu kembali lagi jatuhkan kotak sebanyak tiga kali ini hanya untuk kompaksi sesuai dengan peraturan di SNI lalu Selanjutnya ya ukur tinggi lagi untuk menghitung volumenya dan jangan lupa catat pada lookupnya jadi jangan yang perlu diingatkan nah ini biasanya ada kebiasaan bahwa apa catat di catatan kecil dulu nah padahal ini bisa jadi nanti akan lupa Bapak Ibu jadi jangan lupa nah selalu diingatkan kepada surveyor Nah itu untuk membawa notebooknya terus nah dan ada kan sudah disediakan ya semacam apa ya tempat untuk menyimpannya nah sehingga langsung dicatat ketika udah ditimbang jangan jangan menunda-nunda Nah karena ada beberapa kali Kami menggunakan surveyor juga sehingga nanti akan bermasalah dalam perhitungan ada kesalahan dalam penghitungan sehingga nanti malah harus mengulang lagi nah ini tinggi volume dan berat ini harus dicatat juga tanggalnya dipastikan nah selalu terisi nah ini sebelum berangkat sudah diisi oleh surveyor untuk tanggalnya nah kode sampel cukup di hari pertama kan sudah sama ini Ini hari ke-1 kedua sampai ke-8 sudah jelas tanggalnya juga bisa nah karena berturut-turut selama 8 hari cuman yang dikosongkan yang volume dan tinggi dan juga berat tadi Nah terus untuk komposisi juga sama pada umumnya dengan sampah domestik tadi di rumah tangga Bagaimana dibilah sesuai dengan komponen yang sudah ditetapkan lalu ditimbang nah dicatat pada lookbook sesuai dengan beratnya Dan ini menjadi data mentah Bapak Ibu karena biasanya kalau untuk komposisi kan tidak langsung berat tetapi nanti kepada kepada persentasenya sehingga nanti kita akan bahas untuk presentase ada di pengolahan data nah Jadi intinya untuk yang kantor dan sekolah ini kurang lebih sama dengan domestik cuman nanti ada beberapa catatan yang akan perlu Nah perlu diingat Nah karena di form sampling kadang tidak termasuk nah ini yang perlu dilakukan survei Saat survei perlu juga ditanyakan Bagaimana timbulan dan komposisi nah ini bergantung kepada jenis kantor dan sekolahnya nah dan perlu ada catatannya yaitu pencatatan data jumlah pegawai di kantor tersebut jumlah siswa dan lainnya ada guru ataupun ada pengelola kantin ataupun dan lain sebagainya dia operasional kantor juga perlu dilihat dan jam operasional sekolah juga iya dan aktivitas di kantor tersebut ataupun di sekolah tersebut apa saja aktivitasnya pada saat sampling ya Bapak Ibu ya dulu ada kejadian nah saat sampling itu tahu-tahu di hari kedua ketiga timbulan sampahnya sampai tiga kali lipat Nah ini kan kita harus tahu ada aktivitas apa di situ nah Apa yang menyebabkan timbulan sampahnya jadi meningkat beberapa kali lipat ataupun nanti tau-tau jumlahnya turun nah jangan-jangan seperti yang pernah kita lakukan di saat ada yang bfh ada yang wfo Nah ini kan juga perlu sekarang untuk di kita ketahui aktivitas Seperti apa di kantor ataupun di sekolah selanjutnya ada nggak ketersediaan kantin karena ini juga berpengaruh terhadap timpulan sampah organik anorganik dan lain sebagainya nah dan lain-lain sebagainya nanti ada catatannya lagi nah bapak ibu oke nah Ini untuk di rumah makan ini juga sama bapak ibu tapi untuk menimbang berat sampah Biasanya kalau dia di kantong plastik kalau Rumah Makan Ada yang kantong plastik ada yang di box biasanya sehingga ini saya Tampilkan ini seperti yang di box ini Bapak Ibu timbangannya lebih besar nah dan juga sama setelah ditimbang nanti akan dicatat pada lampu dan yang perlu diketahui juga ada 40 liter dan 500 liter di sini ada opsional karena kita Sebelum kita melakukan sampling kan kita survei dulu untuk lokasi dan kita sudah tahu tadi ada jumlah karyawan berapa dan lain sebagainya dan pengunjung ini rumah makan besar atau tidak sehingga kita sudah menyiapkan memperkirakan kotak sampling berapa yang mau kita gunakan 500 liter ataupun 40 liter sama lagi prosedurnya sampah yang ada di kantong tersebut ataupun di wadah yang sudah ada di rumah makan nanti dimasukkan ke kotak sampling lalu dijatuhkan sebanyak 3 kali dengan ketinggian 20 cm agar sampah terkompaksi maka diukurlah tingginya Nah kalau untuk yang 500 liter ukuran panjang kali lebarnya 100 kali 50 cm ketinggiannya biasanya 100 cm tapi belum tentu ketika melakukan sampling itu terisi semuanya nah ketika melebihi itu nanti bisa dilakukan dua kali untuk pengukurannya bapak ibu nah tidak cukup 500 liter ya dua kali penghitungan ini langkah ini yang bisa dilakukan selama 8 hari selanjutnya untuk pengukuran komposisi kurang lebih sama Nah kalau secara umum komposisi ini sama Bapak Ibu Bagaimana memilah contohnya Berdasarkan komponen yang telah ditentukan Nah jadi sesuai dengan kebutuhan Nah untuk timbangannya juga nah lookupnya juga sama Jadi bagaimana kita membuat data mentah ini mudah untuk dipahami nah sehingga inilah gunanya logbook Bapak Ibu Oke next Pak hijrah nah ini catatan-catatannya yang perlu dicatat selain di look tadi Nah timbulan dan komposisi sampah akan bergantung pada jenis Rumah Makan contohnya yang pernah kami lakukan karena kami Jogjakarta antara rumah makan padang dengan rumah makan yang gudeg itu berbeda Bapak Ibu Nah karena berbeda bahan bakunya nah ataupun nanti rumah makan yang prasmanan juga berbeda nah ini perlu dicatat juga terus jam operasional rumah makan Nah itu hanya pagi sore saja pagi sampai sore atau pagi sampai malam atau 24 jam ini gak perlu jadi pertimbangan ini yang bisa nanti untuk menggambarkan di pengolahan data jumlah pegawainya berapa Nah jam kerja pegawainya berapa berapa lama nah jumlah pengunjungnya karena ada Bapak Ibu mungkin kita tidak sadar ya kalau kita berkunjung itu ada khusus biasanya ada karyawan yang mencatat dengan apa counter itu pengunjung hari ini berapa Mungkin kita bisa mendapatkan data itu atau kalau tidak ada pengunjung jumlah kursi atau meja yang ada di situ atau nanti luasan luasan rumah makannya itu juga bisa Oke next selanjutnya di pasar Bapak Ibu ini juga berbeda lagi nah hal yang paling lumrah kita dapatkan di Indonesia di sebelah pasar selalu ada TPS nah akan tetapi nah lebih baik nah lebih baik itu kan Ada petugas ya Bapak Ibu ya petugas kebersihan pasar sebelum dimasukkan ke TPS sampahnya kita ambil dulu di biasanya mereka menggunakan ya saya sebut merk aja karena yang paling mudah itu menyebutkan merk itu tong sampah kurang lebih 100 atau 200 liter untuk merek Krisbow yang paling sering dibawa Kalau ditempat kami nah itu nanti dituangkan nah sampahnya di atas terpal yang sudah disiapkan mungkin ada 4 atau sampai 5 ini biasanya sekali mengumpulkan itu bapak ibu Nah setelah dituangkan nanti barulah di ini kan dipilah-pilah next nah seperti ini Bapak Ibu jadi karena memang sampah pasar ini banyak Nah sampah pasar ini banyak bapak ibu dari sisi volume dan beratnya nah ini kita bagi 4 Biasanya jadi di sampah yang masuk itu yang terkumpul nanti dikumpulkan dulu di atas terpal semuanya diadu nah diaduk diratakan lalu dibagi 4 dan selanjutnya nanti diambil dua bagiannya nah yang 2 bagian disisihkan nah ini kita menganggap bahwa 2 bagian ini Ini contohnya satu dan tiga kita ambil 2 dan 4 kita buang nah lalu satu dan tiga ini kita campur lagi nah ketika dirasa masih banyak belum jadi kalau Kami menganggap 100 inilah 100 kg lah ya Nah 100 kg kalau belum 100 kg maka itu kita bagi lagi bapak baru Nah kembali lagi bagi mungkin 1 dan 4 yang di sini diambil atau dua dan tiga diambil Yang duanya disisihkan lagi nah 1 dan 4 ini nanti dicampur lagi diaduk lagi nah sehingga rata nah ini gambarnya seperti ini pemisahan-pemisahannya kira-kira 70-100 kg ini kenapa karena kebutuhan timbangan biasanya 100 kg itu bapak ibu kalau sudah lebih dari itu biasanya nanti akan biaya operasional untuk timbangan saja sudah banyak Nah karena kita harus memiliki timbangan yang besar Oke next Nah setelah ini yang dilakukan selama 8 hari untuk pemilihan komposisi kurang lebih juga sama Nah jadi sesuai dengan porsinya atau komponen yang sudah ditentukan di awal untuk rumah untuk ini untuk pasar nah mau 12 juga oke mau 9 juga nggak papa walaupun walaupun ya Bapak Ibu ya di pasar biasanya hanya ada beberapa komponen saja ya terutama ya banyak ya sayur lah sayur sayur sampah sayuran buah-buahan plastik Nah kalau untuk yang B3 biasanya sangat jarang akan tetapi ya enggak apa-apa kita untuk logbooknya kita buat selengkap mungkin Nah nanti data yang dimasukkan ya data yang kita dapatkan di lapangan ini catatannya Bapak Ibu timbulan sampah di pasar juga dipengaruhi oleh jam operasional pasar karena di pedesaan biasanya pasarnya hanya mulai dari subuh sampai dengan jam 9 atau jam 10 sudah selesai dan jenis dagangan yang dijual di Pasar tersebut jenis dagangannya ada yang sayur-sayuran saja biasanya di pasar tradisional lebih banyak itu ada juga yang menjual pakaian dan lain sebagainya dan jumlah lapaknya berapa kategori lapaknya Seperti apa ada yang lapak permanen ada yang biasanya lapak yang hanya tidak ada pembatasnya tapi cuman udah tahu Oh ini lapaknya si A si B si c dan d si D Nah ini yang juga perlu jadi catatan kita dalam mengambil sampel sampah di di pasar sehingga kita nanti bisa menghitung timbulan sampah sekian atau per meter persegi luasan pasar sekian ataupun jenis dagangan sekian nah baik itu Pak hijrah ini ringkasannya kalau untuk sampah non domestik yang perlu data tambahan yang kita perlukan kalau untuk toko jenis-jenis aktivitas toko jumlah pegawai dan jam operasional biasanya itu yang kita butuhkan karena bisa jadi nanti ada dibutuhkan data timbulans sampah per aktivitas toko atau timbulan sampah per jumlah pegawai ataupun tim bulan sampah per jam operasional Nah kalau memang dibutuhkan begitu ya dengan sekolah ada tingkatan sekolahnya SD SMP SMA dan lain sebagainya jumlah muridnya Berapa banyak bahkan kita biasanya ngambil sampai detail jumlah murid pria wanita Nah itu juga laki-laki perempuan terus juga guru dan pegawai sampai yang berasal dari kantin dipisahkan Nah untuk melihat komposisi ataupun timbunan sampah di kantin itu biasanya berbeda dengan yang yang di luar kantin untuk di kantor juga sama jenis aktivitas kantor jumlah pegawainya luasan area bangunan dan tanahnya dan juga operasional perkantoran bagian pasar ada jalan ada rumah makan atau restoran ada hotel dan penginapan juga iya dan fasilitas kesehatan ini khusus untuk sampah organiknya saja Biasanya kalau untuk ini jenis faskesnya tapi kita harus catat jenis faskesnya jumlah kamar atau tempat tidurnya jumlah pegawai atau dokter dan staf medis lainnya baik itu kita lanjutkan Pak hijrah nah Baik terima kasih Mas yebi Bapak Ibu mudah-mudahan masih fokus ya karena banyak yang disampaikan Berarti tadi kita sudah masuk ke bagian yang kedua domestik dan non domestik Jadi dua bagian tersebut kita bicara tentang sumber sampah sumber sampahnya baik itu berasal dari rumah tangga maupun sampah sejenis rumah tangga bagian yang selanjutnya ini di slide 44 ini kita bicara tentang aktivitas selanjutnya yaitu yang lokasi pengolahan sampah berbasis masyarakat ada bank sampah kedua ada sedekah sampah dan ada TPS 3R jadi kita masuk ke kelompok yang kedua ya bank sampah sedekah sampah dan TPS 3R Bapak Ibu dari data ditampilkan di dalam slide ini jumlah bank sampah setiap hari semakin bertambah gitu ya berarti minat masyarakat untuk memilah sampah menyetorkannya ke bank sampah semakin hari semakin tinggi sehingga ada sebuah kepentingan untuk melihat juga berapa sebenarnya sampah yang bisa dikelola di bank sampah tersebut nah Apa yang harus dilakukan untuk menentukan jumlah sampelnya pastinya kita butuh jumlah bank sampah yang tersedia jumlah bank sampah yang tersedia ini ada berapa bisa kita sekunder dari dinas lingkungan hidup setempat paguyuban Bank Sampah sipsn juga ada bapak di bagian fasilitas atau data lain yang Bapak Ibu memiliki misalnya Dari jurnal penelitian yang lain dan kemudian setelah kita dapat bank sampah tersebut sesuai regulasi bank sampah saat ini nomor 14 tahun 2021 kalau saya tidak salah ada disebutkan di sana adalah bank sampah unit atau bsu dan ada bank sampah induk BSI jadi ada dua kategori bank sampah yang unik dan induk Jadi kalau nanti diambil sampelnya berarti harus ada dua-duanya kalau kota atau Kabupaten tersebut memiliki kedua jenis tersebut jenis lain yang terkadang masuk bank kategori bank sampah karena mungkin di dlh atau di data lain punya keterbatasan dalam pencatatan jaga hati-hati programnya bisa saja adalah sedekah sampah program sebelah bukan program terkait dengan bansam dan yang kita perlu cermati adalah tidak semua bank sampah itu terdata aktif Bapak Ibu dari segi jumlah besar tapi ternyata tidak semuanya aktif berarti dalam mengambil sampel kita harus bisa melihat mana yang aktif mana yang tidak aktif jadi faktor pengalinya nanti akan berbeda contohnya ya Bapak Ibu yang kita kalau di wilayah Sleman punya data dari 17 Kecamatan ya Mulai dari 1 sampai ke-17 ini mana saja lokasi atau jumlah lokasi bank sampah yang dimiliki misalnya ada salah satu Kecamatan dengan nilai bangsa yang tertinggi jadi dari persentase nanti lokasi di kecamatan ini pastinya memiliki porsi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kacamata yang lain yang akan kita mengambil jumlah sampelnya cara perhitungan sampelnya juga sama Sebenarnya ya dengan cara rumus penentuan sampel tadi baik menggunakan nomor gram slovin ya kemudian ataupun menggunakan SNI atau ataupun jenis yang lain bagaimana teknisnya masih Ebi akan menjelaskan Lebih Detail karena memiliki sedikit perbedaan dengan sampling di Sumber sampah Monggo lanjut lagi masih di mid Oke terima kasih nah baik Bapak Ibu nah ini dia notebook sampling sampah untuk bank sampah Bapak Ibu nanti ada juga untuk sedekah sampah nanti kita sama-sama melihat bentuknya nah di looknya ada bank sampah satu dua tiga empat dan lima ini karena keterbatasan ya Bapak Ibu nanti boleh mungkin menambahkan ya berapa Bang sampah yang mau di sampling sehingga nanti memudahkan Bapak Ibu untuk mengambil data nah akan tetapi berbeda dengan sampah sampling sampah di domestik dan non domestik untuk di bank sampah ini biasanya sudah jelas Bapak Ibu sampah yang akan di sampling itu sesuai dengan sampah yang bagus Nah biasanya mereka sudah memisahkan ada kertas ada plastik ada logam nah ini karena tidak buat di slide nya saya Tampilkan saja yang kertas terbagi lagi nah duplex kardus koran ada arsip ada kertas buram ada kantong semen Ada kemasan karton ada terus lain-lain sebagainya sangat banyak biasanya Jadi tergantung yang ada di bank sampah tersebut nah terus ada bank sampah 1 2 3 4 5 Nah ada P1 P2 P3 ini P1 p2p3 ini Ini penimbangan per Berapa lama Bapak Ibu penyetoran ataupun nanti bisa jadi nah bank sampah ini kan dikumpulkan nih Bapak Ibu nah dikumpulkan sampahnya lalu diambil oleh pengepul kan diambil pengepul nggeh Nah jadi pengepul ini menimbang ataupun kita boleh sebelum ditimbang pengepul kita timbang nih nah oh ternyata perbulan nah Berarti P1 ini kami menggambar satu HP dua per dua bulan atau per 3 bulan nanti Jadi tergantung bank sampahnya ini karena di tempat kami ada yang perbulan per dua bulan atau per 3 bulan Nah untuk menjual sampahnya sehingga itu yang kami lakukan pengambilan sampelnya nah terus bank sampah kedua juga sama P1 P2 P3 bangsa part 3 4 dan 5 begitu seterusnya Nah untuk samplingnya Kenapa berbeda karena di bank sampah biasanya tidak menerima sampah organik kan Bapak Ibu nah kalaupun ada mungkin itu itu keistimewaan salah satu bangsa Pah tersebut nah tetapi pada umumnya bank sampah itu tidak menerima sampah organik nah lebih kepada sampah-sampah yang layak jual nah pengukuran komposisinya seperti ini jadi Sudah ada sesuai dengan kriteria bank sampahnya mereka sudah memilah Seperti apa ada duplek kardus koran arsip ini yang kita timbang dan langsung dimasukkan ke logbook nah berhati-hati menggunakan istilah tadi P1 P2 dan P3 sangat perlu dipastikan Nah kepada pengelola bank sampah ini sudah terkumpul Berapa hari Nah P1 P2 P3 ini bisa ibu-ibu atau bapak-bapak ganti atau mas-mas mbak mbak ganti sesuai dengan berapa lama itu terkumpul karena bisa jadi nanti kalau tidak memastikan itu penimbangan pertama nanti ada dapat 10 kilo nah terus ada periode berikutnya sampling dapat 100 kilo ini kan tidak tahu kita nah sehingga apa yang perlu dipastikan ini sampah ini sudah dikumpulkan Berapa lama waktunya sehingga nanti akan timbul bisa jadi per hari atau pengumpulan nah begitu next Pak hijrah nah ini untuk sedekah sampah Pak hijrah silahkan Oke Baik terima kasih Mas Gaby Bapak Ibu yang kedua adalah sedekah sampah ya yang tadi sudah ada bank sampah dari Mas Sibi dengan bank sampah kita sangat terbantu Bapak Ibu tidak perlu mungkin ya sebagian besar datanya tidak perlu lagi timbang-timbang sampah jadi tinggal mengikuti data yang mereka miliki gitu ya Jenis sampah yang mereka miliki tinggal nanti menyesuaikan dengan kebutuhan kita periode pengambilan tadi betul sekali yang disampaikan Mashabi itu sangat penting untuk menentukan berapa sampah terkumpul dalam periode tersebut nah program yang selanjutnya yang sekarang juga sedang digandrungi adalah sedekah sampah jadi semakin hari semakin bertambah Misalnya ini ambil dari gerakan sedekah sampah.id kebetulan ini datanya via masjid ya tapi gerakan-gerakan yang lain tempat-tempat ibadah yang lain juga sudah mulai gitu lewat program salah satunya adalah gradasi semakin diminati ini mereka juga sudah membuat kertas total kaca total plastik dan seterusnya tapi ini direkap secara nasional berarti tak perlu tahu terlebih dahulu adalah lokasi sedekah sampah di si yang akan kita ambil sampelnya gitu ya di sebuah kota tersebut atau kabupaten tersebut Berapa banyak sedekah sampah yang ada dari lokasi tersebut nanti akan menentukan jumlah sampel yang akan kita lakukan nah di sedekat sampah memang sedikit berbeda dibandingkan dengan bank sampah terutama dari Jenis sampah yang dikumpulkan nah tidak mungkin sekompleks tanpa kemudian juga kita akan menghadapi pencatatan ya proses administrasi yang minim ini menyebabkan mungkin kita perlu melakukan jadi ikut serta dalam syukur-syukur pengelolanya memiliki data timbangan Nah jadi yang dijelaskan sebentar lagi oleh Mas yebi terkait dengan hal Bagaimana mengisi logbook Ya baik Bapak Ibu ini yang look dengan yang untuk sedekah sampah Nah sepertinya sama dengan yang ini yang bank sampah tadi Nah tetapi perlu dilihat ada sedekah sampah 1 2 dan sebagai Seperti yang saya sampaikan Pak hijrah bahwa sudah ditentukan lokasi sampelnya di mana Nah selanjutnya sedekah sampah ini kan hanya ada kertas plastik logam seperti bapak ibu lihat di atas tadi bahwa lebih kepada ada kertas total kaca ada plastik nah kaleng elektronik dan lainnya nah ini kami nah menyarankan kalau untuk kebutuhan Ya dipisah sesuai dengan bank sampah nah tapi kita membutuhkan ya menimbang sendiri Bapak Ibu kalau buang sampah tadi kan mungkin data sudah tersedia kalau untuk sedekah sampah ini Nah ya nanti kita sampling berdasarkan periode lagi ini nah ini Prodi yang penerimaan sampah penimbangan ini saya ada saya buat ada per hari per minggu atau per bulan pilih salah satu berdasarkan apa datanya ini atau tersedia kapan ini oleh oleh pihak sedekah sampahnya umpamanya Mereka menjual nanti per hari ada per hari atau per minggu atau perbulan ya kita ngikut itu Nah itu untuk mempermudah sampling Bapak Ibu nah dan juga menyesuaikan dengan Jenis sampah yang diterima oleh sedekah sampah sekali lagi untuk kategori sampah dan jenis sampah di sedekah sampah ini sangat bergantung kepada Jenis sampah yang disediakan atau jenis apa yang diterima oleh sedekah sampah tersebut karena apa Karena memang sampah ini nah adalah yang dinondasikan biasanya ada yang bisa untuk dimanfaatkan ataupun bernilai ekonomi [Musik] itu Pak hijrah Monggo Begini Nah Bapak Ibu contohnya Ini contoh plastik yang coba saya Tampilkan juga tadi ada kertas ini plastik yang bisa dilihat kalau di pada umumnya mereka hanya mengumpulkan oplastik sudah nanti ada yang mau beli ya sudah Nah Tetapi kalau untuk kita mengambil data semakin banyak semakin detail data yang kita ambil maka akan semakin semakin bagus Nah ini contohnya plastik ada kekerasan ada putih kan ada bodong ada plastik pehd ada plastik sabuk sablon Mika dan lain sebagainya ini berdasarkan ini yang pernah kami lakukan Bapak Ibu jadi nanti tergantung Bapak Ibu menamakannya apa ini ibaratnya sampling ini adalah sampling tulisan-tulisan ini adalah yang ada di lapangan Nah kan plastik kerasaan itu tidak ada pada umumnya Ya plastik sablon terus MPS kaca dan lain sebagai Aqua gelas ini kan merek ya Nah akan tetapi ini untuk mempermudah saja Bapak Ibu nah Supaya apa surveyor kita mudah melakukan pencatatan berat untuk sampah yang ada di sedekah sampah Ya kembali lagi setelah terpisah dipilah-pilah sesuai dengan kebutuhan untuk pengambilan sampel ditimbang satu-satu lalu dicatat pada LookUp baik silahkan dilanjutkan untuk TPS 3R baik Sudah Bapak Ibu sudah mengetahui bank sampah sedekah sampah kemudian ada satu lagi yang berbasis masyarakat juga yaitu TPS 3R Jadi mirip seperti proses TPS sampah masuk di angkut kemudian ada proses pengolahan yang dilakukan Artinya ada lokasi-lokasi yang kita harus identifikasi ya Misalnya di kecamatan-kecamatan di wilayah kota atau Kabupaten kita berapa nih jumlah TPS 3R yang ada ya kemudian data tersebut memang bisa dari data sekunder dari dinas lingkungan hidup kemudian boleh dikategorikan biasanya untuk teman-teman mahasiswa ini yang mau fokus penelitian lebih fokus ya tahun operasional dari lama waktu berdiri gitu ya kemudian jumlah pelanggan area kerja aktivitas pengelolaan yang dilakukan organik anorganik penanganan residu dan pasti juga seperti bank sampah tadi tidak semua TPS 3R itu dalam kondisi tif gitu Jadi kita perlu tahu nah sedikit berbeda di TPS 3R kita perlu tahu data sampah masuk data sampah masuk ke sistem tersebut berapa dan data sampah keluarnya itu berapa jadi dengan pengumpulan terpilah kita bisa tahu persentasenya yang diangkut ke TPA juga tahu persentasenya kemudian yang diolah menjadi produk juga kita tahu agar salah satunya bisa mengetahui keefektifan dengan adanya TPS 3R tersebut Nah kita akan lihat ya Apa model pencatatan yang dapat dilakukan lewat logbook yang ada tapi sengaja memang membuat lovebird tersebut dan akan menshare kepada Bapak Ibu semuanya agar bisa dimodifikasi dipakai ya untuk mempermudah proses sampling jadi sampling itu agak sulit ya yang penting kita bisa detail dan bisa melakukannya secara periodik nah Monggo masih B lanjut lagi Terima kasih Pak Hijrah ya semoga Bapak Ibu tidak bosan ya melihat kami bertukar-tukar seperti ini ya Ini Bapak Ibu untuk TPS 3R biasanya dilakukan dua kali sampling Nah kenapa karena ini untuk kepahitan data Jadi kami coba membuatkan logbook ada untuk sampah masuk ada untuk sampah keluar Nah ini untuk sampah masuk dulu bapak ibu Nah ada nama TPS 3R ada alamatnya nah terus hari sampling Ya seperti biasa 8 hari Terus waktu samplingnya ya ditulis hari tanggal bahkan bisa jam juga nah terus identifikasi nah ini kami menyebut merk Kenapa karena ini memang kita samplingnya waktu itu memang di Jogja yang sebagian besar ini terus ada kendaraan 1234 mama ataupun lebih boleh nggak papa sesuai dengan kendaraan yang ada di TPS 3R tersebut Nah ada estimasi volume nah estimasi volume nanti volume untuk sampah yang ada di kendaraan tersebut Bapak Ibu nah terus volume kotak sampling yang digunakan berapa Nah kita biasanya menggunakan Yang 500 liter Nah nanti baru kita ukur yang kotak sampling berapa nanti ini nah terus berat sampel nah Biasanya kita menggunakan yang timbangan yang besar tadi yang seperti Saya tunjukkan di awal Nah baru komposisinya juga sama mau 9 atau 12 ini kembali lagi tergantung kebutuhan nah ini untuk sampah keluar nah sampah keluar ini Bapak Ibu Nah ada organik ada anorganik dan lain sebagainya sebetulnya nah ini contohnya adalah yang organik sampah keluar ini ada kompos ada maggot nah ini beberapa TPS 3R kan ada mengolah ya mengolah sampah organik menjadi kompos dan juga beternak maggot nah ataupun jenis lainnya Mungkin nah ini bisa dilihat nah ini untuk penjualan contohnya ada kompos ada maggot kan kita tidak tahu nah ini biasanya bekerja sama dengan TPS 3R mereka penjualannya periodenya berapa kali mungkin ada yang per minggu dicatat ada perbulan dicatat ini untuk untuk kebutuhan data kita kembali lagi untuk jenis sampahnya tergantung sampah apa yang dikelola yang diolah nah yang diolah di TPS 3 TPS 3R tersebut dan juga ini baru organik nanti ada anorganik anorganik contohnya ya plastik nah plastik jenis Apalagi nih ada botol yang terjual pe atau pet terus ada juga plastik film dan lain sebagainya bisa jadi berbeda antara yang TPS 1 dengan yang TPS 3r1 dengan yang lainnya dan begitu juga yang residu nah yang sampah keluar ini sudah jelas ada residu residu yang perlu dicatat Bapak Ibu diangkut per Berapa hari ini oleh pihak ketiga ataupun biasanya oleh pemerintah kalau TPS 3R di tempat kami itu bekerjasama dengan pemerintah daerah yang mengangkut residu ke menuju ke TPA nah berapa banyak yang diangkut umpamanya per 3 hari 1 ton lumayan 1 ton itu untuk berat nah volumenya berapa kira-kira kita bisa perkirakan oke nah Ini contoh untuk komposisinya dan timbulnya sama dari kendaraan nah kendaraan roda tiga kalau TPS TR roda tiga Nanti sebelum di masuk setelah masuk TPS 3R dibentangkan dulu terpalnya lalu dituangkan di situ semuanya sampah yang ada dari kendaraan roda tiga tadi lalu sampahnya dipilah kalau memang terlihat banyak dan sepertinya Kalau yang ini sekali pengangkutan pasti akan besar dari 100 kg karena timbangan kita ada segitu maka kita pilih lagi nah kita pisah-pisah lagi seperti yang di TPS tadi Nah menjadi kurang lebih Nanti 70 sampai 100 kg barulah setelah itu Ya kita buat komposisinya atau timbang dari situ kita ukur komposisinya ya Nah ini komposisinya nah Pilihlah sampel sampah tadi berdasarkan komposisi yang telah diterapkan yang kita tetapkan kita butuhkan ini sama saja untuk komposisi sampah pada umumnya lalu ditimbang berdasarkan pemisahan yang dilakukan Dan jangan lupa catat pada logbooknya nah ini untuk yang sampah masuk bapak ibu ya Nah sampah keluar dan itu ya data dari TPS 3R yang perlu diolah lagi ataupun nanti Bapak Ibu bisa bisa disitu selama periode tertentu untuk berdiskusi Nah untuk mendapatkan data yang data-data yang keluar baik dilanjutkan oleh Pak hijrah untuk selanjutnya Oke masih lebih Ya jadi yang tadi adalah TPS 3R yang ada pengolahannya Nah sekarang kita akan masuk ke sistem pengelolaan sampah kota gitu jadi memang Kompleks ya Dari ujung ke ujung agar semuanya komprehensif ya kita sampaikan yang berikutnya adalah TPS Bapak Ibu TPS ini adalah lokasinya perlu dilihat juga ya jumlah TPS yang tersedia dari data sekunder dari dinas dan bentuk-bentuknya kapasitas jumlah jenis kendaraan fasilitas pengelolaan ya kemudian ada sektor informal yang ada di sana ataupun dengan istilah-istilah yang lain ya kemudian di istilah juga yang menggunakan di beberapa daerah TPS ada transfer Depo gitu ya dengan istilah-istilah yang berbeda perlu disepakati dulu mana lokasi yang akan dijadikan lokasi sampling yang akan kita lakukan ya kalau misalnya punya di kota saya cuma hanya satu TPS berarti tidak sampling tapi sensus yang dilakukan jadi satu TPS tersebut itu adalah yang akan dilakukan proses pengambilan datanya Nah Bagaimana teknisnya masih Bapak Ibu untuk TPS Nah ada sedikit perubahan di alat angkut nah kami buat alat-alat 123 dan 4 ini ada nama tps-nya ada alat angkutnya ini biasanya kalau untuk TPS ada alat angkot yang roda tiga atau pick up mobil pick up ya Bapak Ibu ya minibus itu yang terus ataupun truk atau dam truk nah ini yang perlu nanti di ini di data Nah kenapa kita juga perlu untuk Volume atau volume yang sampai yang dia oleh alat angkut tersebut nah dan kita juga harus ini mengukur tingginya Nah ada volumenya ada beratnya nah dan ada komposisinya nah tetapi volume ini nah ini berbeda TPS dengan yang lainnya Bapak Ibu sampah diambil seperti kita mengambil di ini di TPS 3R ataupun tadi di TPS nah seperti ini nah sampah diambil yang kurang lebih ya penuh lah untuk 500 liter Bapak Ibu jadi sampah yang ada di truk sampah Nah kalau di roda tiga kan bisa kita pisahkan Ya nah tapi kalau untuk yang di truk sampah biasanya langsung 500 liter kita ambil nah dituangkan di terpal Nah kalau yang di VR tadi atau di mobil motor roda tiga dituangkan di sampah di terpal lalu dipisah-pisah lagi menjadi 4 bagian sehingga didapatkan kurang lebih ya sampahnya homogen 70-100 kg seperti itu Nah nanti baru ditimbang nah dan untuk Komponen komposisi yang telah ditentukan ini kembali lagi ke tergantung kebutuhan Bapak Ibu Nah untuk sampahnya mau 12 kategori atau jenis atau mau 9 dan juga di lomboknya seperti itu juga dia ditimbang berkomposisi nanti dicatat pada LookUp beratnya berapa nanti baru diolah pengolahan data jadi persen oke Pak hijrah Terima kasih TPS ya tadi muncul sekilas di pertanyaan gimana kalau kota saya nggak punya TPS dan TPS 3 ya berarti tidak perlu sampling di sana gitu nanti kalau diwajibkan sampling Di mana lokasi TPS sama TPS 3r-nya begitu kan Nah kita selanjutnya adalah TPS t ini juga mungkin tidak semua kota memiliki TPS t ya Tapi perlu kita sampaikan agar kita bisa mengetahui di lokasi TPS t itu ada terjadi pengolahan apa Nah di TPS tingkatan pengolahannya pasti lebih kompleks dibandingkan dengan TPS 3R tadi TPS mungkin kompos dan seterusnya TPS t harapannya bisa skalanya lebih besar sehingga tpst ini mungkin saja di satu kota tersebut hanya punya satu lokasi tpst saja nah bagaimana logbooknya ya kita juga sudah sediakan Monggo masih untuk baik nah ini lookupnya seperti ini Bapak Ibu nah ini juga sama biasanya nah sampai masuk ini Nah dari truk nih kalau tps-nya dari truk bapak ibu sehingga kita buat truk 1 2 3 4 ataupun kalau memang ada banyak truknya monggo silahkan kalau mau di sampling keseluruhan Nah kalau Kami lebih kepada apa yang namanya sampling kan tidak perlu sensus dan nah sensus kalau ada 10 truk 10 truk diambil Kalau bisa nanti dengan metode yang valid Ya udah eee kita ambil sebanyak sesuai dari perhitungan berapa sampel yang bisa diambil nanti truknya berapa volumenya dan nanti juga perlu volume dari kotak sampah yang kita ambil sebagai untuk kotak samplingnya jadi ada volume truk ada volume sampah yang kita ambil Bapak Ibu dan berat sampah dari dari follow dari samplingnya nah sehingga apa kita bisa mendapatkan berat ini nanti di pengolahan data dari berat jenis tersebut ada volume sampling ada berat sampling nanti kita bisa menentukan karena kita tahu volume truk nah volume sampah yang bisa diangkut truk tersebut kita akan mendapatkan Berapa banyak berat sampah yang bisa diangkut oleh truk tersebut dengan komposisi tertentu Nah jadi seperti ini pencatatannya next nah ini untuk sampah keluar tadi sampah masuk karena tpst ya Bapak Ibu Ya tpst akan ada unit-unit pengolahannya Nah ada organik ada anorganik lainnya jual ada pengolahan residu residu biasanya ada diolah juga nah Nggak tahu entah entah itu masuk ke landfill dan lain sebagainya nah atau ada residu berbagai jenis residu yang dipisah-pisahkan tergantung fasilitas yang ada di tpst tersebut nah ini kembali lagi ada fasilitas apa yang ada di tpst kita hitung per periode Bapak Ibu jadi tidak per hari tapi periode biasanya ada per hari per minggu atau perbulan bisa dipilih salah satu dan satuannya biasanya KG Nah oke itu Pak hijrah nah ini metodenya kurang lebih sama dengan TPS 3R dan juga TPS tadi Nah sampah yang dari truk nanti diambil nah diambil lalu dimasukkan ke wadah yang 500 liter dan dipisahkan yang pertama Ya tentu di homogenkan Terus kalau dirasa memang beratnya belum 100 kilogram masih sangat tinggi nah sedangkan ketersediaan timbangan kita itu 100 kilo Nah maka juga enggak apa-apa kecuali Bapak Ibu di fasilitas TPS t-nya ada yang sampai bisa menimbang satu ton sampahnya nah dan itu boleh kok langsung dipindahkan akan tetapi nanti petugas samplingnya memilah sampah 1 ton itu akan sangat berat Itulah kenapa kita lebih rekomendasikan h70 sampai 100 kilo dengan catatan harus di homogenkan dulu sampahnya di Villa sesuai dengan kebutuhan nanti ditimbang perkomposisi tadi per komponen-komponen yang sudah dite kan lalu dicatat pada notebook Nah untuk mendapatkan data mentah yang yang valid Oke Pak hijrah monggo lanjutkan nah ini bagian yang terakhir Bapak Ibu ya dalam sistem pengolahan sampah kalau kita lihat Ingat masih alur tadi bagian terakhir setelah TPS tadi ada yang menggunakan kotanya pasti setiap kota kita punya yang namanya TPA TPA perlu juga kita sampel sampling tapi apakah seluruh lokasi kita perlu sampling tentunya tidak sesuai dengan kebutuhan kita Apakah sumber saja atau Pak ataukah proses pengolahan yang ada bank sampah sedekah sampah TPS 3R ataupun tadi ada TPS tpst ataupun TPA yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan dari aktivitas operasional yang dilakukan Nah kalau TPA rasanya bukan sampling namanya karena memang hanya satu berarti harus dilakukan di lokasi tersebut yang perlu dipertimbangkan adalah sebenarnya adalah Jumlah sampah yang masuk ya kuantitas sampah yang masuk untuk menentukan ritasi kendaraan yang ada jadi yang diambil sampelnya bukan jumlah tpa-nya tapi adalah jumlah kendaraan yang masuk ke TPA tersebut jadi misalnya nih masuk TPA TPA tersebut rata-rata 37 truk perharinya nah yang kita ambil sampelnya berapa nih ya misalnya dengan angka 10% berarti 3,7 nanti akan digenapkan menjadi 4 kendaraan yang akan kita gunakan ya jadi data kendaraan itu sangat diperlukan sebagai data awal lokasi yang akan kita lakukan proses sampel Nah setelah data kendaraan jelas 4 kendaraan misalnya yang akan dipilih berarti kembali lagi ke aktivitas Bagaimana mencatat sampah yang masuk ke TPA tersebut kembali lagi ke notebook nah logbooknya seperti ini Bapak Ibu nama TPA sudah jelas tadi satu kabupaten kota biasanya satu nah terus nanti Alamatnya di mana juga harus dituliskan hari 8 hari waktu sampling juga hari apa tanggal berapa Jam berapa struknya juga sama truk 1 Truk 2 truk 3 truk 4 ataupun alat angkut 1 2 3 dan 4 boleh Nah kalau di TPA Biasanya kami mencantumkan platnya Kenapa karena hari berikutnya juga akan sama kalau platnya a berarti harus kurang a juga yang di sampling Bapak Ibu enggak boleh juga nanti truknya Plat A Terus besok hari kedua plan B nah ini untuk apa untuk melihat ini berdasarkan apa nanti areanya area yang dilayani truk akan nanti akan berbeda dengan truk b atau plat AD ataupun plat B sehingga kita tahu sampahnya berapa kalau ini Ada timbangan nanti kita bisa mudah menimbangnya Bapak Ibu beratnya berapa berat sampah kalau ada timbangan di di sebelum masuk TPA ya Nah Biasanya kan ada nih di TPA TPA kalau secara kewajiban peraturan harus ada tapi ada juga yang yang memang nggak punya nih timbangan atau rusak lah seperti itu Nah sehingga apa kita perlu sampling Nah untuk truk ini nah sampling ini next nah ini tadi Nah seperti ini kita ambil lagi 500 liter saja kita menganggap bahwa ini sudah homogen kita ambil 500 liter kembali kita pisah-pisahkan Bapak Ibu kalau ini di truk atau di pick up karena Bapak Ibu bayangkan ini foto adalah yang di ini yang saya ambil di Bantar Gebang Kalau nggak salah ini itu kapasitasnya kurang lebih itu dua berapa ya 15 atau 2-20 meter kubik gitu nggak mungkin kita mengambil sebanyak itu sehingga kita ambil sampel 500 liternya penuh lah box sampling kita 500 liter nanti kita masukkan di terpal lalu kita pisah-pisahkan sehingga kurang lebih beratnya nanti sampai 70 sampai 100 kg baru Setelah itu kita buat pisah menjadi komposisi-komposisi yang sudah kita tetapkan di awal dan kita timbang jadi kita dapatkan timbulan sampah untuk sampling dan komposisi sampah di sampling Nah dari sini nanti kita bisa mengukur berat jenisnya Nah dari berat jenis itu kita secara teoritis kita bisa mengukur timbunan sampah yang dibawa ataupun yang diangkut oleh truk sampah tersebut Oke next supaya untuk sektor informal Oke Baik bapak ibu tadi kita sudah lihat dari TPS tpst dan TPA jadi polanya ada yang berbeda kemudian ada yang sama gitu Jadi pemahamannya kita harus bisa pisahkan satu persen Nah bagian yang selanjutnya adalah bapak ibu saat kita lihat tadi diagram alirnya sektor informal juga bekerja di dalam sistem persamaan kita kita perlu sadar bahwa ada sampah kita yang hilang yang hilang yang mungkin tidak terdeteksi selama ini tapi diambil oleh saudara-saudara kita yang yang berprofesi sebagai pemulung pengepul Palapa dan seterusnya yang ujung-ujungnya akan masuk ke industri daur ulang Jadi kalau dipetakan sebuah peta keberadaan sektor informal tersebut mulai dari sumber sampah ada nih Bapak Ibu yang pemulung yang ngambil sampah tanpa membeli ada juga pengepul yang keliling menggunakan kendaraan yang membeli sampahnya kemudian proses tersebut akan masuk ke proses lapak atau pengepul kemudian juga dari TPS juga ada pemulung dari TPA juga ada pemulung kemudian akan berakhir ke dealer atau Bandar yang lebih besar masuk ke bandara yang besar lagi Kemudian berakhir di industri pengolahan berarti kita perlu data terkait dengan jumlah pemulung yang ada di Sumber jumlah pemulung yang ada di TPS jumlah pemulung yang ada di TPA nah tapi yang kita hadapi di lapangan ternyata tidak semudah itu mendapatkan data mereka akhirnya pola untuk menentukan jumlah sampelnya berubah menjadi pola Snowball sampling Bapak Ibu jadi samplingnya akan terus mengikuti ya Jadi ketemu sampel yang satu kita bertanya Oh ada nih temennya lagi kita akan berakhir ke beralih ke temennya yang kedua dari teman yang kedua dapat informasi yang lain Jadi terus saya jadi lakukan karena kita belum mengetahui jumlah populasi yang ada sehingga akan sedikit berbeda dalam menentukan jumlah sampel yang ada Walaupun ada beberapa penelitian yang menyebutkan persentase dari sekian persentase jumlah penduduk yang menjadi sektor informal dan seterusnya tapi kekuatan dari penelitian tersebut kita menjadi pertimbangan untuk melakukan jumlah menghitung jumlah sampel tersebut nah Apa yang dilakukan di dalam sektor informal ini pencatatan logbooknya seperti yang ada pada gambar yang akan dijelaskan oleh masih mungkin ada kendala Oke saya coba jelaskan sampai nanti masih bergabung kembali Jadi ini masih muda masih ada waktu ya Mbak Nisa ya cukuplah untuk 20 menit untuk sektor informal ya Ada lokasi satu lokasi Dua tadi tergantung dari jenis ya jenis dari sektor informal yang ada misalnya Sumber 1 Sumber 2 Sumber 3 dan seterusnya nah ini pemilahannya tadi ada kertas plastik kaca logam yang kita coba buatkan di dalam logbooknya ya ini jenis-jenisnya tergantung dari yang ada jadi jenis ini sengaja nanti kita buatkan dalam bentuk Excel ini sesuaikan saja Bapak Ibu dengan jenis yang mereka kumpulkan karena kita tidak bisa juga memaksa mereka harus mengumpulkan dengan nama duplex nama kardus koran Mungkin dia spesialisasi adalah plastik ya udah kemudian di lokasi 12-5 ini jadi di dalam logbook ini bisa untuk 5 sumber 5 sumber Nah kemudian ada proses pemilahan apa pencatatan berdasarkan sumber yang ada P1 P2 P3 seperti yang dijelaskan oleh Mas yebi sebelumnya terus kemudian dicatat dan selanjutnya ada plastik logam nah prosesnya adalah sebenarnya tidak terlalu menimbang ya jadi karena memang mungkin mereka sudah punya data mungkin ya tapi sektor informal yang biasa kita hadapi di lapangan mereka tidak punya data gitu ya jadi akhirnya kita melakukan penimbangan setiap akhir jam kerja mereka misalnya siang atau sore dan seterusnya nah ini sepertinya masih ini sudah online lagi ya dilanjut tapi ini sekilas saya sudah jelaskan tadi ya prosesnya di Sumber kemudian ada pemulung atau sektor informal di TPS dengan menggunakan tadi Karena posisinya juga ada yang di TPS tapi memang butuh ini ya masih ya lebih cepat bekerjanya ya karena sampah yang masuk di truk tidak lama kemudian langsung angkut menuju ke tpst atau ke TPA itu sehingga pencatatannya hampir mirip ya hampir mirip Nih Bapak Ibu pencetannya ini untuk logbook sampling sampah sektor informal ini untuk di TPS lokasinya TPS apa Nah terus ada S1 S2 S3 S4 ini adalah sampel 1 2 3 dan 4 ini adalah biasanya di situ ada pemulung Nah kita nggak tahu pemulung yang keberapa yang dijadikan sample nah lokasi satu dua tiga empat Nah yang ini juga timbulan rumahnya kan ada kertas tergantung yang pemulung itu pilah Bapak Ibu Nah apa dan di akhir Nah jadi kalau di TPS ini beberapa tempat kami pahami mereka ini ada jam kerjanya nah ini yang perlu dicatat juga bapak ibu jadi jam pagi sampai jam siang ini Syiah nanti siang sampai sore si B jadi Sudah ada pembagian bahkan bahkan untuk truknya pun sudah diatur begitu dia untuk di TPA nanti di TPA dan di TPS itu si A itu sudah kebagian truk dari truk a plat sekian truck B plat sekian jadi sudah diatur nah ini yang perlu perlu pendekatan nah pendekatan tadi yang nanti di akhir Pak hijrah sampaikan Bagaimana survei sosialnya Tetapi walaupun kita melihat saat ini survei sosial itu terpenting tapi kalau untuk sektor informal terutama untuk di TPS dan di TPA ini sangat perlu kita lakukan Bapak Ibu untuk mendapatkan apa mendapatkan data-data ini selesai mereka bekerja atau selesai shiftnya itu kita langsung bisa menimbang nah berbeda mungkin kalau di Sumber kita bisa pendekatan secara personal ya Pak ya tapi kalau yang di TPS dan di TPA kita butuh pendekatan-pendekatan yang memang lebih intens lah seperti itu Jadi ada dari pemulung tersebut selesai save mereka kita timbang lalu masukkan ke logok berdasarkan apa sampah yang dikumpulkan oleh mereka Nah jadi memang untuk yang di logbook ini ini tergantung apa yang mereka lakukan Bapak Ibu apa yang mereka kumpulkan dan apa yang mereka dapatkan oke itu Pak hijrah sepertinya hampir mirip ya Pak ya menjelaskan juga Jadi ada pemulung di TPA dengan pola yang sama juga tapi memang butuh pendekatan ya jadi secara sampling sosialnya perlu ada kesehatan lebih secara teknis sama Pak Ebi ya dan seterusnya nah kemudian kita akan lanjut ke bagian selanjutnya Bapak Ibu terkait dengan jumlah personil ya dan waktu kerja yang ada gitu ya Pak Ebi Apakah terputus nggak Pak Dewi tadi kita sempat singgung Bapak Ibu untuk persiapan sampling Nah ada perencanaan jumlah personil dan waktu kerja ini kita bahas detail mungkin bisa next Pak hijrah Nah dari SNI 19 Nah tahun 1994 sebetulnya sudah ada ketentuannya bahwa ada ketua tim yang jumlahnya satu orang minimal nah terus ada pelaksana utama dua orang per 100 sampel dan ada pekerja teknis 5-8 orang per 100 ini adalah untuk mereka bekerja yang sesuai tepat waktu bekerjanya sehingga apa dalam waktu 3-4 jam ataupun setengah hari ini bisa dilakukan nah ataupun sesuai jam kerja 8 jam kerja lah ini kira-kira ketua tim tugasnya memimpin persiapan dan koordinasi Nanti biasanya ini yang akan sebelum melakukan sampling dia ketua tim yang akan melakukan apa pertama sudah jelas koordinasi di awal sebelum berangkat sampling dan mengawasi proses sampling jadi melihat dan memeriksa data serta mengkaji keakuratan data nah ini biasanya ya orang yang mengerti 100% tentang seluk beluk sampling mulai dari logbook sampai ke area sampling di mana Nah dan juga data-data itu dia yang mengumpulkan nah terus ada pelaksana utama minimal dua orang yaitu pengukuran volume dan berat pengumpulan dan pencatatan data sampling sama penyusunan laporan nanti Nah bisa jadi sampai laporan di akhir nah ini pengumpulan dan pencatatan data ini mereka tahu apa logbook Nah cara penggunaan logbook Bapak Ibu untuk petugas utama ini nah Jenderal volume ada untuk mengukur volume dan berat nah pekerja teknis ini yang mengumpulkan sampah dan memisahkan contoh sampah jadi dia harus tahu apa komposisi sampahnya pengumpulan dan pemisahannya yaitu titik-titik samplingnya mereka sudah tahu nah terus penanganan sampah setelah sampling kan setelah sampling ini harus dikemanakan Apakah dibiarkan begitu saja atau dibuang ke TPS atau TPS 3R atau TPS atau ktpa nah ini pekerja teknis yang yang nanti bekerja jadi setelah dilakukan sampling nah pelaksanaan utama langsung melakukan pengumpulan dan pengolahan datanya Nah nanti setelah itu saat itu juga setelah jadi datanya ketua tim langsung memeriksa data Nah jadi setiap hari diusahakan selalu ada monitoring dan evaluasi Bapak Ibu karena ini bekerjanya hanya 8 hari dan Menurut kami itu tidak terlalu sulit dilakukan setiap hari untuk melakukan monitoring dan evaluasi ini setidaknya ketika untuk 100 sampel butuh 5-8 orang pekerja teknis nah dan dua pekerja pelaksanaan utama ketua tim bisa jadi satu tim untuk satu kabupaten juga nggak masalah tetapi kalau untuk sampel kami rasa seperti ini tapi kebanyakan nah kebanyakan ini biasanya bisa jadi hanya 2 orang atau tiga orang untuk satu kabupaten kebanyakan biasanya untuk karena pembiayaan dan lain sebagainya Nah inilah Kenapa kami melakukan webinar ini bagaimana kita kita menginginkan data yang akurat yang baik tetapi fasilitas untuk mendapatkan data itu tidak maksimal kita sediakan jadi mari mungkin sama-sama Bapak Ibu ya Mari kita bangunlah ya untuk mendapatkan data yang bagus tentu kita juga melakukan persiapan yang baik nah persiapannya salah satunya ya petugas samplingnya setidaknya mereka tahu bagaimana cara sampling yang baik dan benar mereka tahu tugas mereka nah mereka tahu apa hak dan kewajiban mereka itu kira-kira Pak hijrah untuk petugas sampling nah ini juga persiapan sampling Nah jadi Kami memang sampling itu 8 hari tapi kalau Kami biasanya menyempatkan waktu untuk melebihkan tiga harinya Bapak Ibu dua hari sebelum sampling yaitu apa pendekatan sosial yang harus dilakukan berdekatan sosial bahkan bisa Jadi kalau kami dulu pernah itu satu minggu atau bahkan 2 minggu sebelum sampling kami sudah ke lapangan untuk pendekatan sosial untuk persiapan faktor yang X yang paling berpengaruh dalam sampling adalah pendekatan sosial ketika masyarakat ujug-ujug diberikan tong sampah dan dikatakan mau sampling sampah mereka pasti tidak akan terima lalu apa yang dilakukan ya pendekatan sosial dulu mungkin ke stakeholder terdekat desa dari desa atau kelurahan ke tingkat Dusun RT RW untuk menyampaikan apa bahwa kita ada melakukan sampling persampahan Nah untuk mengetahui timbulan sampah yang ada di lokasi tersebut Nah setelah ada persiapan di awal nah barulah sampling sampah dilakukan selama 8 hari dan seharinya biasanya untuk briefing ataupun monitoring dan evaluasi keseluruhan data sampling nah oke next Pak hijrah nah ini contoh pengaturan waktu sampling Bapak Ibu ini yang bisa dijadikan acuan oleh surveyor Bapak Ibu yang stakeholder bisa menyiapkan Oh ada persiapan itu hari ke 0 bisa jadi nol ini bisa 3 hari 4 hari atau bahkan satu minggu sebelum kegiatan sudah dilakukan ini nah yang jelas satu hari sebelum ini sebelum terjun ke lapangan nah sebelum pengambilan sampah satu hari sebelumnya sudah diberikan kepada responden trashback pertama nah pada hari pertama ini lalu dikumpul diambil oleh petugas sampling nah lalu apa yang dilakukan pengukurannya apa ada timbulan ada komposisi begitu selanjutnya sampai hari ke-8 Nah trashback ketika pengambilan pengumpulan hari ketujuh itu trashback ke terakhir diberikan untuk diambil di hari berikutnya dan selalu diukur timbulan dan komposisinya Nah ada keterangan di situ pengecekan alat sampling perizinan dan penjelasan teknis pengumpulan sampah kepada responden ini poin 1 ada saya bintangi Bapak Ibu nah dan pengambilan sampah diresponden dan dilanjutkan dengan analisa yang diinginkan itu yang poin 9 Jadi bagaimana sebetulnya ada yang bertanya Tadi kenapa sampling sampahnya 8 hari ini sebetulnya untuk untuk fakta valilitan data Jadi kita melihat satu hari ya tetapi sebetulnya tidak hanya 8 hari Bapak Ibu kalau dilihat survei sosialnya bisa jadi berbulan-bulan karena kita pernah mengerjakan bahkan 1 tahun ya Pak Hijrah ya 1 tahun untuk mengumpulkan data domestik non domestik sektor formal dan informal ini kira-kira ringkasnya untuk pengaturan waktu dan jadwal sampling Oke silahkan Pak hijrah dilanjutkan Saya setuju tapi balik lagi ke tujuan kita ya melakukan sampling itu untuk apa Jadi Bapak Ibu sudah punya tujuan dulu baru kemudian merencanakan dengan baik jadi SNI menyampaikan 8 hari berturut-turut untuk lokasi domestik lokasi yang lain Silahkan untuk disesuaikan nah bagian yang keempat adalah kita akan masuk ke sampling karakteristik sampah Bapak Ibu jadi kalau tadi kuantitas dan komposisi komposisi itu adalah kertas plastik kaca logam dan seterusnya nah saat ini kita akan bicara karakteristik jadi karakteristik itu apa secara umum dibagi menjadi dua jadi ada karakteristik fisik ya kemudian ada karakteristik kimia kita sering mendengar istilah densitas sampah atau berat jenis sampah kadar air kadar volatil kemudian karbon tetap kadar Abu nilai kalor sampai ke Pada ukuran partikel ya kemudian yang kimianya ada seorganik and organik total fosfor ataupun senyawa-senyawa kimia yang lain yang dibutuhkan atau unsur ya c h o n s p kemudian klorin dan seterusnya tergantung dari kebutuhan sampling yang akan dilakukan ini biasanya lebih kepada teknologi pengolahan yang akan dipilihnya kita akan lihat salah satu contohnya adalah densitas Bapak Ibu densitas ini sebenarnya dapat kita ketahui lewat pengukuran yang sudah kita lakukan tadi jadi bolak-balik masih Happy tadi bilang kan ditimbang dapat data berat kemudian dihentakkan tiga kali dengan jarak 20 cm sebenarnya itu adalah untuk mendapatkan data volume karena ini sampah berbeda dengan air ataupun air limbah jadi dengan menimbang dan mengukur volume kita sudah dapat dua data berat dan volume jadi dengan perbandingan tersebut Ton dan meter kubik tadi ya kita bisa mendapatkan data densitas karena densitas sampah ini seiring perjalanannya sampah tersebut ya di Sumber sampah kemudian di alat pengangkutan sampai ke TPA memiliki densitas yang sama kalau air kan kita sudah tahu ya 1000 kg per meter kubiknya tapi kalau sampah akan berbeda data ini cukup penting karena tidak semua TPA memiliki timbangan sampah jadi konversi dari volume kubikasinya ya menuju ke tonasenya itu menjadi hal yang penting jadi perlu dipertimbangkan bahwa densitas ini adalah salah satu dari karakteristik fisik yang kita sudah tahu tanpa harus pengujian laboratorium nah ini ada data Silahkan Bapak Ibu juga Acu dari Profesor Damanhuri ya Andri Damanhuri Profesor di bidang pengolahan sampah terus kemudian terkait dengan data yang lain karakteristik salah satunya adalah Misalnya kadar air kadar polatil fix karbon dan ada satu lagi nilai kalor nah sebenarnya kadar air solar dan seterusnya kalau di dalam perkuliahan saya sering menampilkan grafik ini ya Ini juga Kebetulan saya ngambil juga Kak Henry Damanhuri kadar basah jadi berat basah itu adalah volatil persentase berat kering kemudian ada kadar Abu dengan pemanasan 550 dan ada yang menguap tersebut adalah kadar air gitu Jadi kalau dijumlah sebenarnya itu adalah 100% yang sebelumnya harus dilakukan berbagai macam para pengolahan pemisahan fase padat kemudian ada pelindian mineralisasi ekstraksi tapi itu dikerjakan di laboratorium Sama halnya dengan proses pengujian Ultimate analisis kalau ini kita sebut sebagai maksimal ini adalah Ultimate Ultimate itu adalah unsur per unsur chno dan seterusnya dan ini adalah berbagai macam metode yang dilakukan di laboratorium tersebut jadi ini biasanya ya kita tinggal nyiapin sampel ya butuhnya berapa gram kemudian kita masukkan di dalam laboratorium atau teman-teman mahasiswa atau bapak ibu peneliti ini juga bisa dilakukan Jadi tidak kita Jelaskan secara detail karena sudah ada standar-standarnya sendiri baik menggunakan astm ataupun dengan metode yang lain karena ada beberapa misalnya kadar air volatil fix karbon ini juga sudah memiliki SNI Nah selanjutnya kita akan masuk ke dalam bagian yang tidak kalah penting karena ini paling penting dalam proses pengambilan sampel adalah bagaimana mengolah data yang cukup banyak tadi lokasi kemudian selama 8 hari bagaimana diolahnya Jadi mohon izin Mbak Anisa mungkin nanti kita akan panjangkan sedikit 10 menit lah ya biar masih Ebi bisa menjelaskan secara detail karena nanti bagian terakhir ada hubungannya dengan QX dan data sosial Monggo masih untuk melanjutkan baik Bapak Ibu Nah setelah dilakukan sampling Bapak Ibu nah hal yang paling penting adalah penyajian data nah data yang kita dapatkan hanya data mentah pada notebook tadi Nah tapi biasanya yang dibutuhkan nah yang dibutuhkan untuk perencanaan ataupun pengelolaan pengolahan persampahan secara garis besar kan ada ada ini ya hasil olahan datanya Nah ini contohnya Bapak Ibu untuk pengolahan data untuk di rumah tetangga Nah itu total jumlah orang data dasarnya nah unit timbulnya setidaknya kita mendapatkan data kg per orang Per hari atau liter per orang Per hari unit timbulnya kalau untuk di Toko Nah ini ada juga kg per karyawan perhari atau kilogram per meter persegi perhari bisa juga kilogram ini jadi liter Nah jadi volume jadi satuannya volume Twitter atau meter kubik nah kantor juga sama kg per karyawan perhari luas area kilogram per meter persegi per hari kalau murid juga sama ada satuan-satuan massa ada volume nah ini yang paling diingat Bapak Ibu Bagaimana itulah pentingnya untuk data tadi ada berat ada volume timbul bulan sampah Nah jadi kalau untuk restoran atau rumah makan tadi yang saya contohkan ada kg per meja per hari kilogram perkusi per hari kilogram per karyawan per hari atau nanti bisa jadi per pengunjung per hari dan kilogram per meter persegi per hari itu per areanya ataupun liter ataupun juga meter kubik per satuan meja kursi karyawan atau luasan per harinya nah penyajian datanya bisa dalam bentuk tabel sederhana bisa pecah atau barcar atau lancar yang bisa digunakan diolah menggunakan Excel nah oke next nah ini beberapa contoh Bapak Ibu yang coba kami Tampilkan bahwa hasil sampling tadi bisa dikelola dengan cara model sederhana dengan tabel Nah ada volume sampah ada berat sampah kita dapatkan berat jenisnya nah terus ada juga menggunakan barchart nah yang di bawah itu yang ada biru dan warna abu-abu kita bisa melihat ada volume ada beratnya nah sehingga orang yang melihat data ini ini nanti akan Kalau sekarang itu tampilan luar itu lebih menggoda daripada isinya Nah itu kata orang jadi kita ingin mencoba juga walaupun yang kita kelola sampah tapi tampilan juga harus bagus Bapak Ibu nah begitu juga contohnya Ini yang di bagian sebelah kanan layar bapak ibu ada distribusi nilai timbulan sampahnya kg per orang Per hari bisa dilihat pendapatan tinggi pendapatan sedang dan rendah nah begitu juga untuk itu berat ada yang volume Nah kita tampilkan juga pendapatan tinggi sedang dan rendah ada satuannya liter per orang Per hari Nah ini untuk timbunan sampah Nah untuk komposisi selanjutnya Pak hijrah ada contoh tampilan juga untuk pengolahan data nah ini yang kanan atas itu yang yang paling sederhana yang sering kita dapatkan di s ipsn is ipsn ada gelas kaca logam plastik kain tekstil kertas kardus ataupun data-data lainnya lah ya nah bapak ibu tapi mungkin bisa juga dengan variasi seperti ini yang di kiri bawah nah ada sterofoam ada organik ada tempurung kelapa ini Kebetulan ini yang di pantai ini Pak hijrah saya ambil waktu kita sampling yang di pantai dulu ini Kebetulan 2017 kami lakukan lain-lain ada kayu ada plastik ternyata plastik ini kita pisahkan lagi ada botol plastik ada plastik kemasan kardus kertas juga sama ada terus ada kertas makan untuk kawasan di pantai jadi tampilannya bagaimana membuat orang tertarik Bapak Ibu semuanya kalau untuk pengolahan data yang penting pengolahan datanya dulu nih Nah itu sudah ada excelnya yang tadi saya coba disampaikan Pak hijrah Oke next Fahira saya serahkan kembali ke Pak ejra Oh enggak Oh ini masih ada satu neraca terakhir tampilan terakhir nih Bapak Ibu tampilan akhir tujuan dari sampling sampah dari mulai domestik non domestik sampai ke sektor informal adalah ini puncaknya Bapak Ibu jadi kita mengetahui dari sumber Ada sampah 100% sumber tadi ada domestik non domestik lalu apa yang dilakukan apakah dia dibuang ke lingkungan berapa persen dibuang lingkungan Mohon maaf ini angka-angkanya saya tutupin karena ini menyangkut lokasi tertentu nah terus Apakah dia masuk bank sampah unit ini sekian persen contohnya Apakah dia masuk bank sa induk atau dia langsung menuju ke TPA Sekian banyak Apakah dia masuk ke TPS 3R industri daur ulang dan lain sebagainya jadi seperti ini kira-kira tampilan akhir kalau kita melakukan sampling sampah keseluruhan mulai dari sektor formal mulai dari yaitu tadi domestik non domestik dan juga dari sektor informal dilanjutkan Oke terima kasih Mas jadi sangat komprehensif ya dari awal sampai akhir namun balik lagi ke kebutuhan kita bersama gitu ya Nah selanjutnya adalah Giliran saya menyampaikan sedikit karena seperti dari waktunya tinggal 6 menit atau 7 menit lagi gitu ya sementara slide masih ada gitu cuma hampir hampir selesai Bapak Ibu dalam sampling Sampah juga kita harapkan ada kisinya itu adalah untuk memastikan rangkaian rencana kita jumlah personil waktu lokasi itu dapat berjalan dengan baik sesuai dengan standar kaidah yang ada jadi makanya kita sampaikan tadi pengolahan di awal itu sangat penting untuk menjamin bahwa data yang kita akan dapatkan itu memang berkualitas Kemudian yang kedua adalah isi-isi itu adalah quality control untuk memastikan data yang hasil sampling tadi itu dapat gitu jelas gitu ya dapat dipertanggungjawab contoh ya Bapak Ibu saya Tampilkan tabel gitu ya yang kira-kira berwarna apa ini ya warna orange kah atau merah kah ini ya Ini adalah data-data yang perlu kita coba cek kembali gitu ya karena dia di luar range yang ada mungkin ya lokasi rumah tersebut di hari-hari tertentu itu ada misalnya hajatan ya nikahan sehingga jumlah sampahnya meningkat atau jumlah sampahnya menurun jadi ini menjadi perhatian kita sebagai kontrol kita agar kita tidak langsung serta-merta merata-ratakan menjumlah sehingga akan mempengaruhi nilai akhir nanti dari proses pengolahan tersebut jadi ini menjadi quality control kita ataupun dalam bentuk yang sudah dijelaskan oleh masehi tadi sudah dalam bentuk cacar ya grafik misalnya kita bisa lihat bahwa lokasi di Desa lima Ini ya di desa nomor 5 Kenapa dia paling tinggi gitu Ya ada apa untuk skala rumah makan sementara di lokasi yang lain tidak jadi tidak serta merta kita apa ya 100% mengambil data yang diambil oleh surveyor tadi karena ya Bisa saja kesalahan pencatatan atau kesalahan dalam melakukan aktivitas sampling itu terjadi jadi di situ proses kontrol yang harus dilakukan sebenarnya kontrol ini sangat sangat tergantung kepada poin nomor 7 ini juga bapak ibu jadi perlu dilengkapi dengan survei sosial budaya sebagai pelengkap data karena apa jadi saat kita melakukan survei bulan sampai ini ini akan sangat menentukan ya Jadi ada satu rumah pendapatan tinggi tapi dia menerapkan sistem Lifestyle dia sudah mengurangi sampah sehingga pendapatan tidak lagi signifikan berpengaruh terhadap sampah yang dihasilkan ataupun dia melakukan food combining ya jadi dia lebih banyak makan buah sayur sehingga sampah organiknya menjadi lebih tinggi ya Sehingga sampah organiknya 80% dibandingkan dengan sampah yang lain Jadi pertimbangan itu harus kita lakukan atau dengan adanya pertumbuhan bank sampah di lokasi tersebut ada bank sampah sehingga ada pemakluman untuk mengkonsumsi jumlah sampah jumlah produk yang menghasilkan sampah anorganik yang lebih banyak ataupun prosesnya adalah produk berkemasan jadi banyak sekali konsumsi konsumsi dari produk-produk yang berkemasan kemudian kemasan biodegradable saat kita sampling yang plastik dari singkong jagung ini masuk kategori atau masuk kategori organik jadi ada pertimbangan data tersebut dan yang paling terakhir yang saat ini muncul adalah kebiasaan adaptasi baru ya jadi sampah masker sampah bekas hand sanitizer ini muncul ya di dalam sampling sampah kita dan itu masuk dalam kategori mana ini menjadi pertimbangan kita selain apa yang kita harus lengkapi adalah data responden jumlah anggota keluarga jenis pekerjaan ya jumlah pekerja luas bangunan dan seterusnya kemudian perilaku responden ya ini harus kita lakukan survei juga untuk melengkapi data kita Dia tidak punya sampah organik ternyata dia melakukan pengomposan atau sampah organiknya memang tinggi tapi tidak dibuang tapi dilakukan pengomposan sehingga mempengaruhi data sipsn yang ada kemudian jumlah responden kemudian rencana pengelolaan yang ada nah ini menjadi hal yang ditimbang Sehingga dalam webinar ini kami mencoba untuk menampilkan ini ada beberapa contoh yang bisa dilakukan tapi bukan berarti yang terbaik tidak bapak ibu ada contoh di kuisioner yang bisa dilakukan untuk sumber sampah di rumah Gitu ya atau di Sumber non domestik kemudian ada contoh form survey untuk sektor informal di TPA hubungan dengan aktivitas psbm ya pengelolaan sampah berbasis masyarakat sedekah sampah bank sampah yang TPS 3R termasuk sektor informal yang ada di berbagai macam lokasi tadi Nah itu semua karena kami sadar bahwa waktu untuk penyampaian ini tidak cukup secara Kompleks sebenarnya yang kita inginkan dari a sampai z gitu ya jadi kita hadirkan lewat ini apa berbagai macam file yang bisa membantu bapak ibu jadi logbook-lockbook tadi boleh Bapak Ibu pakai secara langsung dari nomor 1 sampai nomor 11 nih dari sektor domestik dari rumah tangga sampai sektor informal bentuknya tinggal print ya tinggal print tinggal dicatat dan disesuaikan dengan surveyor atau Bapak Ibu mau ngubah bisa juga nih ada Master lokasi misal jenis sampahnya beda boleh juga kemudian ada Perhitungan jumlah sampel ya yang dibutuhkan SNI slovin dan kemudian ada sedikit template olah yang sudah disediakan oleh Mas yb tadi kemudian ada pedoman waktu sampling nah tidak ketinggalan kita menyertakan juga form pendataan baik itu non domes jumlah pasar toko dan seterusnya wawancara pemulung di TPA mewawancara untuk pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan sektor informal dan juga ada kuesioner sosial ekonomi budaya plus bapak ibu dapat bonus Nih ada video ya video yang kami buat khusus memang untuk menghadirkan ada penjelasan terhadap spesifikasi alat kemudian pengukuran timbul dan Sampah pengukuran komposisi sampah lagi ini sebenarnya untuk membantu kita semuanya melakukan metode dan teknik sampling paling tidak kita tahu dan kita tidak lagi malu untuk menampilkan data yang kita dapatkan jadi sekali lagi tujuan kita adalah untuk kebaikan bersama untuk melakukan apa pendataan sampling sampah dengan baik ya yang bisa kita lakukan baik dari adik-adik mahasiswa peneliti maupun di sektor pemerintahan sehingga data yang kita dapatkan data yang komprehensif mungkin itu bapak ibu yang kami bisa sampaikan dari 106 slide ini kami mohon maaf agak lewat sedikit 12 menit dari waktu yang disediakan oleh Mbak Anisa terima kasih atas perhatiannya tentunya dan mudah-mudahan bisa bermanfaat begitu ya Mas Ebi ya Terima kasih Bapak Ibu mohon maaf jika banyak kekurangan wabillahi Taufik aja ya Wassalamualaikum warahmatullahi [Musik] wabarakatuh baik itu tadi penyampaian materi dari kedua pemateri kita hari ini yaitu bapak hijrah dan bapak yebi yang sangat luar biasa sekali ya Bapak Ibu sekalian Wah kalau dilihat juga ternyata sudah ada banyak sekali nih pertanyaan dari bapak ibu peserta webinar di kolom chat nih tapi sebelumnya saya ingin menginformasikan terlebih dahulu kepada para peserta yang mungkin menginginkan materi pada webinar kita pada hari ini yang banyak sekali ya bonusnya tadi ya itu dapat request materi terlebih dahulu melalui Link yang telah admin kami kirimkan di kolom Chat Zoom ya Bapak Ibu sekalian untuk acara selanjutnya sebelum kita masuk ke sesi tanya jawab kita akan melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu ya Bapak untuk sesi foto bersama kali ini saya akan dibantu oleh akun Oke terima kasih Mbak Anisa mungkin untuk mempersingkat waktu Ibu dan Bapak dan teman-teman Mahasiswa juga mungkin bisa mengaktifkan kameranya terlebih dahulu kita mulai saja prosesnya seperti ini ya bisa diikuti Dalam hitungan ketiga ya Terima kasih saya kembalikan ke mbak Terima kasih untuk admin yang sudah membantu sesi foto bersama kita pada hari ini Kemudian untuk acara selanjutnya yaitu sesi tanya jawab dan disini kita juga sudah bantu untuk merangkumkan pertanyaan Bapak Ibu sekalian yang telah Bapak Ibu Tuliskan di kolom chat yah baik untuk bapak hijrah dan Bapak yebi Mungkin saya akan membacakan pertanyaannya terlebih dahulu kemudian bisa langsung dijawab seperti itu ya pak ya Ini pertanyaan Ini pertanyaan pertama dari Kak Amel Marda pertanyaannya Bagaimana kondisi sampah dari rumah sakit yang medical non nuklir dan bagaimana pengelolaannya Terima kasih Mbak Anisa sebenarnya tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Pak Amil atau Bu Amil ya bagaimana pengelolaannya sebenarnya kita butuh satu webinar lagi untuk menjelaskan pengelolaannya tapi topik hari ini sebenarnya bagaimana kita mengambil sampah dari rumah sakit tersebut ya dengan penjelasan yang disampaikan oleh Mas Ebi tadi terkait dengan Apa sumber sampahnya di lokasi mana saja begitu ya di titik mana saja terus kemudian kita bisa ambil baik itu yang sifatnya medis maupun yang sifatnya adalah sampah sejenis rumah tangga karena di rumah sakit pun juga punya sampah sejenis rumah tangga misalnya dari Instalasi Gizi dari kantin itu bisa kita ambil nah bagaimana pengelolaannya sekilas untuk yang medis pasti harus ada aktivitas yang beda dengan pengolahan yang domestik kira-kira begitu ya Oke kita lanjut ya baik Pertanyaan selanjutnya ada dari bapak sumaryanto pertanyaannya seperti halnya umur SNI yang perlu diupdate Dalam penggunaannya Di mana biasanya yang menjadi subjek mempunyai karakteristik yang berbeda-beda sehingga menghasilkan data lapangan yang bervariasi berkaitan dengan hal tersebut kira-kira Berapa umur efektif terhadap hasil penelitian di lapangan untuk menjadi data dalam sebuah SKPD atau lembaga [Musik] silahkan masih ini sebetulnya merefektif ini tergantung keperluan ya Pak sumaryanto Nah jadi seperti yang saya sampaikan tadi ketika melakukan sampling sebetulnya ya Kenapa 5 tahun saya sampaikan 5 tahun ini tergantung bergantung kepada perencanaan karena ada jangka pendek menengah dan jangka panjang bisa jadi itu dilakukan jangka pendek untuk 5 tahun biasanya kan jangka menengah itu 10 tahun jangka panjang 20 tahun nanti di Setelah 5 tahun mungkin bisa dilakukan review Bapak nah itu itu kenapa Prima tahun tapi kalau memang dari sisi pendanaan cukup Kalau kami ditanya kapan ya kalau bisa setiap tahun ada data sehingga apa Data series ini sangat diperlukan untuk apa untuk pembangunan berkelanjutan ataupun untuk pemenuhan yaitu tadi sustainable Development Goals yang kita selalu ya targetnya 2030 ya kita bebas dari sampah seperti itu siapa hijrahnya mungkin pak hijrah bisa menambahkan rasanya cukup sih saya lihat di komen Pak sumaryanto terus kemudian menyampaikan boleh nih webinar tentang perhitungan retribusi ya ini hal menjadi hal yang menarik saat ini Pak sumaryanto betul sekali karena permendagrinya baru keluar dan tantangannya belum semua daerah memahami prosesnya yang boleh dibilang dengan tanda kutip sangat rumit tapi alhamdulillah Mas yebi dan saya tahun ini sedang mengerjakan beberapa pekerjaan hubungannya dengan retribusi ya jadi mudah-mudahan di 2023 kita punya tantangan nih dari Pak sumaryanto untuk mengadakan webinar perhitungan retribusinya mudah-mudahan bisa terlaksana Oke kita lanjut Mbak Anisa Ya baik kemudian selanjutnya ini ada pertanyaan dari kak Riska Devi pertanyaannya apabila kita akan membuat PPSP di suatu kabupaten atau kota untuk melakukan sampling komposisi sampah di TPS wilayah tersebut apakah untuk ketentuannya sampling ini di semua TPS atau hanya beberapa TPS saja sudah bisa mewakili sepertinya Giliran saya nih kalau semua berarti namanya sensus Apakah harus semua ya kembali lagi ke tujuan kita tapi kalau misalnya ada keterbatasan dari segi pembiayaan pastinya gitu ya berarti tidak semua Berarti ada TPS yang terpilih dari jumlah sampel yang memenuhi syarat tersebut jadi Hanya beberapa saja dan dari beberapa tadi bisa kita lihat dari kategorinya ya besar kecil misalnya kita ambil yang besar yang sedang yang kecil dari jumlah sampah yang masuk begitu [Musik] Oke next selanjutnya ini ada pertanyaan dari Kak Tanu Apakah ada Thor atau Kak untuk kegiatan uji timbulan sampah ini termasuk RAB pembiayaan sehingga dapat digunakan pemerintah daerah untuk bekerjasama dengan pihak kedua baik ini kalau untuk di lapangan Nah untuk di lapangan ya Pak Ini Pak karena sebetulnya lebih mengetahui daripada kita ini Nah kalau karena kalau kalau Pak Renu mungkin seperti itu Nah kalau kami Kalau kami sebagai pihak ketiga ada Pak renung akan tetapi kan bergantung wilayah untuk kegiatan uji timbulans pembiayaan biasanya tergantung kebutuhan Nah ya seperti apa nanti wilayahnya Kalau kami Biasanya seperti itu Mbah renung Jadi tergantung kebutuhan pihak daerah Berapa banyak ini lokasinya luasan lokasinya terus nanti kita bisa melihat populasinya berapa dan sampelnya yang ada berapa dan kita akan bisa memutuskan butuh personal Berapa banyak dan butuh alat seperti alat angkut ataupun alat dan bahan alat-alat untuk sampling Seperti apa Biasanya kita sampai ke sana untuk penentuan RAB ataupun untuk pembiayaannya kalau untuk tor dan kakaknya tergantung permintaan Pak renung Nah Pak renung bisa mungkin lebih mengetahui begitu kira-kira mbak Anisa mungkin pak hijrah kemudian Pertanyaan selanjutnya ada dari bapak Syahrudin ada dua pertanyaan nih pak yang pertama untuk sampah rumah tangga Berapa persentase unit rumah terhadap jumlah rumah pada suatu kawasan misalnya kawasan RW atau Dusun kemudian pertanyaan kedua yaitu Berapa persentase jumlah titik sampling terhadap jumlah seluruh keseluruhan jumlah unit bangunan misalnya rumah tangga kantor pasar sekolah dan lain-lain seperti itu Pak Oke Baik terima kasih Pak Syekh ini Suatu kehormatan Pak renung ini rutin sekali mengikuti aktivitas webinar ya matur nuwun mudah-mudahan saling sharing kita bersama gitu terkait dengan centase seperti yang tadi dijelaskan salah satunya bisa menggunakan rumus ya rumus SNI rumus slovin untuk menghitung persentase misalnya tadi dari contoh perhitungan satu juta jiwa kemudian ketemu sampai 200 rumah dan 200 rumah ini bisa dibuat dengan ter strata yang pendapatan tinggi sedang dan rendah gitu Jadi tergantung dari jumlah perhitungan tersebut untuk lokasi kita random saja gitu ya Karena tidak semua lokasi juga mudah kita dapatkan jadi tinggal persebaran wilayahnya saja begitu juga dengan aktivitas non domestik jadi sangat tergantung dari jumlah sampel yang kita hitung tadi ya Ada juga yang memang menggunakan misalnya angka 10% gitu ya tapi balik lagi 10% nanti tidak berdasar metode ilmiah tertentu jadi kita balik lagi kepada rumus-rumusan matematika dalam perhitungan jumlah sampel tersebut begitu mudah-mudahan Pak Syekh terjawab ya sudah detail itu dari Pak hijrah kemudian selanjutnya ini ada pertanyaan dari ibu pertanyaannya untuk presentasi jenis rumah permanen semi permanen dan non 25% 30% dan 45% didapatkannya dari mana ya Pak apakah itu ketentuan dari SNI baik sangat detail berarti ini menyimak nih lumayan ya angka-angka tadi betul sekali itu adalah contoh dari SNI yang kita ambil di dalam slide tadi ingat yang perlu kita ingat adalah contoh gitu Jadi boleh diambil itu atau kita mencari data yang lain Bu Mayang jadi dari data misalnya survei sosial ekonomi ya profil ekonomi wilayah yang dilakukan oleh misalnya BPS dan seterusnya namun Kalau tidak ada kita bisa bisa asumsikan asumsikan misalnya yang mau dibuat sama dengan persentase yang sama 30 30 40 juga boleh jadi ini hanya asumsi kita bahwa rumah yang ada gitu ya tingkat pendapatan yang ada terbagi dalam persebaran tersebut Tapi tidak mengurangi jumlah sampel yang ada hanya persebarannya saja begitu mudah-mudahan terjawab kemudian Pertanyaan selanjutnya ada dari ibu Syahna Munawaroh pertanyaannya izin bertanya apabila ingin sampling pada kawasan wisata Apakah sama saja atau memiliki ketentuan khusus Pak [Musik] sebetulnya kalau untuk sampling bukan untuk komposisi kurang lebih sama ya Bu Syahna Ya tapi kalau untuk pengambilan datanya memang ada beberapa hal yang perlu di ini dipertimbangkan Kalau kami dulu pertama adalah lokasinya Lokasi wisatanya kawasan apa dulu kawasan wisatanya ini kawasan wisata alam wisata religi ataupun berbagai macam lah wisata pendidikan jadi kan sekarang banyak nih tipe-tipenya bapak ibu dan juga nanti lebih kompresinya tidak mengikuti jenis kawasannya Nah kalau untuk beberapa wisata Contohnya adalah kawasan wisata alam untuk di pantai umpamanya berarti kita lihat ini jumlah lapak pedagangnya berapa terus pengunjung bisa kita lihat dari apa dari karcis biasanya karcis masuk wilayah kawasan wisata tersebut Nah kalau untuk pantai wisata pantai atau wisata lainnya Dan setelah itu nanti di akhir ya timbunan sampah di airnya kita bisa ukur Nah ada nggak di situ TPS kalau memang sudah ada TPS nya berarti di TPS nya saja tapi kalau bisa di Sumber ya di Sumber kalau untuk wisata pantai Kan ada rumah makan dan lain sebagainya ya kalau untuk wisata pendidikan biasanya nanti ada foodcourt dan lain sebagainya ya kita lakukan samplingnya nah mau sensus atau sampling tergantung kalau memang di sana di situ hanya ada 3 atau 4 warung ya mungkin itu sensus tapi kalau ada puluhan atau bahkan ratusan kalau di pantai contohnya bisa sampai bahkan di pantai itu ada sampai 40 atau 50 ya 50 warung Nah berarti kita bisa melakukan sampling ataupun nanti di TPS Kalau kami dulu kami kami lakukan kalau untuk di wisata tertentu ada di Sumber ada di TPS kami kami lakukan sampling ini untuk melihat keakuratan data nah tapi kalau untuk si survey komposisi itu sama pada umumnya begitu kira-kira mbak Anisa kalau terkait dengan kawasan wisata tadi seperti dijelaskan oleh Mas yebi Memang kita harus tahu ya aktivitas di dalamnya itu apa misalnya salah satunya adalah contoh wawasan wisata pantai ya pantai ini akan sangat dipengaruhi oleh makanan yang tersedia contoh adalah yang kita dapatkan dulu beratnya sangat berat yang salah satunya adalah karena ada degan jadi degan itu kelapa ya jadi sisa kelapanya terus kemudian masuk menjadi sampah nah ini pertimbangan yang kita harus tahu secara detail di kawasan wisata tersebut menunya apa yang akan mempengaruhi komposisi sampahnya mungkin itu tambahan saya Mbak Nisa Ya baik terima kasih Pak kemudian ini selanjutnya pertanyaan dari bapak Muhammad Husin pertanyaannya Saya ingin mengetahui tentang timbulan limbah B3 yang berasal dari rumah tangga kira-kira apa yang harus dipersiapkan agar mendapat data sepalit mungkin yang mungkin data ini akan digunakan untuk membuat suatu perencanaan Depo penyimpanan limbah B3 di rumah B3 rumah tangga sedikit ya apa hijrah nanti mungkin tambah Pak hijrah terkait limbah B3 apa ya kita ya mungkin ada ini perbedaan mungkin pemahaman terutama di masyarakat bahwa seperti baterai itu bukan limbah B3 kadang masih banyak ketika kami bersosialisasi dengan masyarakat kami melihat baterai dibuang begitu saja Terus apa bola lampu dibuat dan juga nanti ada lagi yang ini wadah-wadah untuk apa anti nyamuk itu nah saya sebut saja nah wadah-wadahnya yang semprotan itu nah atau bahkan yang sejenisnya lah ya Nah itu dibuang begitu saja atau bahkan dijadikan wadah lagi nah ada juga nah ini yang yang perlu diketahui berarti kita harus melihat dulu lokasi sampel kita ini orang yang kita sampling pihak yang kita sampling juga harus tahu apa yang harus dipisahkan itu untuk kepahitan data atau yang dikumpulkan ataupun nanti melalui survei sosial yang bisa dilakukan di awal disampaikan bahwa kami membutuhkan data-data tentang sampah ini jadi bapak juga harus tahu dulu list sampah apa yang sampah B3 atau limbah B3 apa yang ada dari rumah tangga nah kadang juga kalau surveyor ya harus kita beri pengertian Oh ini yang termasuk limbah B3 seperti yang Kami buatkan tadi Oh limbah B3 adalah ini nih ada desinfektan ataupun apa bukan desinfektan Apa itu ya untuk nyamuk lah ya Nah dan lain-lain sebagainya jadi memang harus di ada dulu listnya baru bisa kita mendapatkan data sebalin mungkin untuk timbulannya Oke mungkin pak hijrah bisa menambahkan sudah cukup mantap list itu juga apa sangat penting ya karena data timbulan sampah B3 di rumah tangga masih sangat minim Datanya ada yang bilang 2% ada yang bilang 3% tetapi secara detail masih sangat terbatas peneliti yang melakukan hal tersebut baik kemudian kita lanjut ke Pertanyaan selanjutnya yaitu dari Kak Doni Pratama pertanyaannya Apa yang dibutuhkan dalam penempatan titik sampel keterwakilan mungkin ya keterwakilan karena kita bicara random sampling untuk mempertanggungjawabkan random tersebut berarti keterwakilan wilayah itu penting keterwakilan katagori itu penting jadi untuk mengimbangi random yang kita akan lakukan penempatan tadi ya kategori bisa persebaran wilayah utara selatan barat tengah itu menjadi menjadi penting salah satunya itu saya rasa yang baik mungkin Bapak Yati ingin menambahkan baik selanjutnya catur bagus pertanyaannya ada dua nih pak yang pertama Bagaimana sampah yang masuk di TPS 3 di mana alat pengumpul sampah itu menggunakan Tossa atau gerobak kemudian yang kedua Kenapa waktu pengambil yang pertama sudah terjawab tadi ya Ada cara sampling untuk di TPS 3R sudah jelas Bagaimana caranya yang kedua Kenapa di pagi hari ini masalah jam kerja sebetulnya apa catur bagus ketika sampah diambil sore hari apakah pekerja kita akan bekerja malam hari untuk melakukan itu nah ini pertama pertimbangannya Kenapa di pagi hari jadi diambil pagi hari setelah itu mereka kan tentu melakukan penimbangan pemilahan dan pengolahan data setelah itu nah setidaknya data mentah itu sudah teror sehingga nanti atasannya sudah mudah untuk mengolahnya itu kenapa pagi hari Nah yang kedua biasanya di pagi hari ini orang sebelum berangkat bekerja sampah sudah dikumpulkan ini sampai ini sampah masih fresh ini ibaratnya kalau di sore hari kalau sampah dikeluarkan pagi hari bisa saja nanti di Sumber itu ada sektor informal tadi yang disebut Pak hijrah ada pemulung yang mengambil jadi caranya bisa jadi nanti jadi ada yang bisa dibilang dalam tanda kutip tidak valid sehingga perlu ada ada juga pertanyaan lagi ini ada pemulung atau tidak Nanti ini tapi kalau pagi hari sudah sampahnya masih terikat biasanya di depan rumah itu yang kita ambil atau kita sudah pesan untuk terikat tapi kalau diambil dari sore hari orang biasanya mengeluarkan sampah itu Pagi hari saat berangkat ke kantor ini pertimbangannya sih dari kami untuk apa pengambilan sampel itu di pagi hari dari sisi jam kerja dan juga dari sisi data-data yang valid Kenapa karena sampahnya masih baru dikeluarkan dari rumah seperti itu Mbak bisa Ya baik kemudian lanjut ke pertanyaan Ibu pertanyaan pertama untuk kota kecil dengan jumlah penduduk masih di angka 169000 jiwa apakah ada minimal jumlah sampling agar hasil yang didapatkan representatif karena berdasarkan perhitungan rumus tadi hasilnya sedikit sekali kemudian pertanyaan kedua Apakah sewaktu sampling sampah yang dikumpulkan di pagi hari dilakukan pemilahan langsung di lokasi tempat pengambilan atau boleh dibawa ke lokasi tempat pemilihan yang sudah disepakati kemudian pertanyaan yang ketiga yaitu Bagaimana dengan penentuan jumlah sampel sampah sampah kantor pada sampah non domestik yang ada di perkantoran Kawasan Industri seperti itu komplit pertanyaannya Ini mantap untuk nomor satu mungkin ya tapi saya belum ngitung juga ya kayaknya perkiraan sekitar 50 sampai 40-50 rumah gitu ya untuk 169000 tersebut tapi rasanya untuk kondisi tersebut sudah cukup jadi jangan jangan dianggap sedikit gitu 50 rumah sampling Lumayan lah gitu ya kan dibayangkan untuk 8 hari jadi kalau di SNI sendiri misalnya angka 3000-500.000 tadi kan 30-70 jadi kalau saya hitung sekilas 40 sampai 50 rumah rasanya cukup jadi tidak terlalu sedikit Kemudian yang kedua adalah terkait dengan waktu sewaktu sampling ya Misalnya dikumpulkan di pagi hari dilakukan pemilihan langsung di lokasi tempat pengambilan atau Boleh boleh saja Sesuai dengan kesepakatan ya Misalnya tidak bisa dilakukan di tempat itu langsung dibawa ke satu lokasi tapi masih MP tadi menjelaskan bahwa harus ada pelebalan yang jelas ya jadi sumbernya dari mana dihasilkan di hari apa agar tidak tertukar dengan lokasi yang lain walaupun sebenarnya isinya sampah kan nggak masalah tertukar tapi datanya nanti akan jadi random kemudian yang ketiga jumlah sampel sampah di kantor pada sampah non domestik yang ada di kawasan industri ya jadi di kawasan industri perlu kita ketahui dulu populasinya berapa gitu ya jumlah kantor yang ada di sana berapa barulah kemudian menentukan jumlah sampel kalau memang terlalu sedikit dia cenderung ke sensus ya Misalnya ada 10 gitu mungkin mendekati angka tersebut 9 atau 8 untuk menentukan jumlah sampel yang ada mungkin seperti itu [Musik] dia baik mungkin pak RB ada tambahan ya cukup sih Mbak [Musik] kemudian masuk ke pertanyaan Oh masih ada pertanyaan lanjutannya ternyata nih pak pertanyaan keempatnya yaitu Apakah sampling harus dilakukan di semua elemen sumber sampah domestik dan non domestik pasar kantor Hotel resto dan lain-lain karena berhubungan dengan biaya pelaksanaannya Apakah bisa dilakukan dulu untuk sampah domestik saja kalau bisa Apakah hasilnya dapat merepresentasi pastikan kuantitas dan kualitas sampah dari suatu kota atau Kabupaten kemudian yang kelima Apakah harus kemudian yang kelima Apakah harus melakukan sampling sampah domestik sampah non-domestik bank sampah sedekah sampah tab s3r dan lain-lain untuk mendapatkan data kuantitas dan kualitas sampah yang representative agar bisa hanya dari sampling sampah domestik baik Nah kalau sampling tergantung ke tujuannya Bu inaka tadi kan nah di akhir tadi saya ada menampilkan data pengolahan data bagaimana kita mengetahui alur-alur pengelolaan sampah di kabupaten atau kota atau suatu tempat ketika ingin mengetahui keseluruhan berarti kan seluruhnya harus di sampling harus didapatkan datanya tergantung lagi nah kalau memang kalau ditanya kami Apakah semuanya harus di sampling Iya untuk apa untuk mengetahui alur pengelolaan sampah yang ada ya Ini juga berpengaruh terhadap apa ketika hari ini domestik bulan ini domestik terus bulan berikutnya nometik bisa jadi nanti data yang didapatkan ini tidak akan representatif Bapak Ibu Nah itulah Kenapa kita harus komprehensif dalam melakukan sampling sampah untuk apa untuk supaya data yang didapatkan dari sisi kualitas dan kuantitas data itu representatif dan juga akan mendukung Bapak Ibu terutama di pemerintahan perencanaan dalam ptmp biasanya perencanaan teknis manajemen persembahan ya nah jadi bagaimana data yang didapatkan representatif perencanaan juga jangka pendek menengah dan jangka panjang juga akan lebih lebih representative juga nah begitu kira-kira mbak kemudian lanjut ke satu pertanyaan terakhir ini dari dari KN di Sulistiawan pertanyaannya jika sampling sampah di bank sampah unit dan induk apa tidak akan terjadi data ganda karena unit akan setor ke induk menarik nih Kang Endi ya kayaknya udah lama banget nggak ketemu tadi saya sekilas melihat apa pas open kamera gitu betul sekali jadi di awal tadi saya sempat menyampaikan harus ada identifikasi yang jelas mana unit mana induk gitu agar kita bisa memetakan induknya Berasal dari unit-unit mana saja jadi salah satu saja karena nanti akan terjadi double data jadi jumlah data sampah yang terkumpul jadi banyak banget padahal hanya ngirim pindah tempat saja kan dari unit ke Indo gitu padahal tidak seperti yang kita buat jadi harus ada identifikasi di awal agar tidak terjadi double Terima kasih Mas Hendy yang sudah menghighlight ini dan menjadi perhatian kita mungkin begitu mbak Anisa Ya baik itu tadi pertanyaan terakhir dari Bapak Eni sekaligus menjadi pertanyaan penutup dari sesi tanya jawab kita pada hari ini saya ucapkan terima kasih untuk Bapak Ibu sekalian yang sudah aktif bertanya dan mohon maaf apabila ada pertanyaannya yang belum terjawab karena waktu kita yang sangat terbatas sekali ya Bapak Ibu sekalian baik seperti janji saya di awal tadi saya juga sudah mengantongi nih nama-nama pemenang yang beruntung pagi ini untuk mendapatkan door prize jadi untuk bapak ibu yang beruntung dipersilakan untuk menghubungi admin kami melalui WhatsApp untuk mengkonfirmasi hadiahnya selamat untuk Ibu Mayang Kamil dan kak Riska Devi selamat bapak ibu mendapatkan door prize Silahkan hubungi panitia bapak ibu Iya baik kita telah sampai di akhir acara nih Bapak Ibu sekalian dan Alhamdulillah hari ini kita sudah belajar banyak sekali mengenai metode dan teknik sampling sampah yang disampaikan oleh kedua pemateri kita hari ini yaitu bapak hijrah dan Bapak Edi kemudian terakhir kami juga meminta kesediaan Bapak Ibu sekalian untuk mengisi kuesioner yang udah share di kolom chat supaya kegiatan kami selanjutnya itu bisa lebih baik lagi jadi Bapak Ibu sekalian bisa memberikan saran dan masukannya di link kuesioner tersebut dan Sekali lagi saya izin mengingatkan kepada Bapak Ibu sekalian yang mungkin ingin request materi tapi belum sempat mengisi Link yang telah admin kami kirimkan itu bisa sekali untuk mengisi Link yang sudah admin kami kirimkan di kolom chat hari akhir saya juga ucapkan terima kasih kepada pemateri kita hari ini yaitu bapak dokter hijrah Pertama Putra SMA yang telah menyempatkan waktunya untuk berbagi dan sharing materi bersama kami pada pagi hari kemudian tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada ketua Prodi teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia Yaitu Bapak dokter engineering awal juga tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada panitia dan peserta yang telah berkontribusi dan sangat antusias Semoga kita semua masih bisa bertemu di webinar webinar selanjutnya di tahun depan ya Bapak Ibu sekalian Akhir kata saya selaku MC sekaligus moderator memohon maaf sebesar-besarnya apabila setelah memandu acara ini terdapat kesalahan kata atau perbuatan saya Anisa Luna pamitmen wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] Terima kasih Bapak Ibu semuanya Makasih semuanya Bapak Ibu sampai ketemu lagi kegiatan berikutnya