File TXT tidak ditemukan.
ASN Belajar Seri 49 | 2025 - Start Smart 2026
nU3ENlCRAko • 2025-12-18
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya [musik] kita melangkah. Hadapi segala [musik] tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi [musik] untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. [musik] Ciptakan SDM unggul berprestasi [musik] selalu inisiatif dan kolaboratif untuk [musik] inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN [musik] berakhlak mulia. Siap menyongsong Indonesia [musik] emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan [musik] berkelas dunia tekad pantang [musik] menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan perintah selalu dunia tekad [musik] pantang menyerah jadi berkuit sama [musik] semangat membara di digital [musik] terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi [musik] inovasi cempalak Jawa Timur terus [musik] melaju bersama BPST yang cim kita [musik] terus melesat untuk Indonesia emas [musik] prestasi hebat ASN unggul tiara yang terti [musik] Tinggal no one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemerlang. [musik] Jawa Timur terus melayu. Bersama BPSDM [musik] Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas. Prestasi her. [musik] Aset unggur, tiada yang tertinggal. No one [musik] left behind. Kita terus melangkah. [musik] Berkolaborasi, inisiatif tinggi, inovasi [musik] cemalah. Jawa Timur terus melaju. [musik] Bersama BPSDM Jatim, kita terus [musik] melesat. Untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit [musik] PPSM Jatim. No one left behind. I [musik] unggul dan berkualitas. Melasa tinggi [musik] Indonesia jaya. [musik] Bersam membangun asa menuju cipta yang mulia. [musik] Kami hadir, kami berkarya untuk [musik] Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti [musik] menitipiti zaman dengan semangat pembaruan. [musik] Ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. PPS Jing [musik] Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM [musik] berkompetensi tangguh cerdas dan inovasi bersatu dalam visi yang terang [musik] menjawab tantangan dan jalan kamiang BPSDKM [musik] Jawa Timur Center of Sans masa depan [musik] bersama membangun asa menuju cita yang mulia. [musik] Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. [musik] Langkah pasti meniti zaman dengan semangat pembaharuan. [musik] Ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal [musik] masa depan. BPSM Jatim pusat unggulan [musik] tempat lahirnya insan berkualitas. Mencat Sterm [musik] berkompetensi. Tangguh cerdas penuh inovasi [musik] bersatu dalam visi yang terang. [musik] Menjawab tantangan jangan demiang. [musik] PPSDN Jawa Timur Center of Sans masa depan gemilang. [musik] Pagi hari berangkat kerja naik ojeng pengkolan. Laptop dibuka sembari sarapan nasi. Selamat datang di webinar ASN belajar seri 49. Mari belajar bersama, upgrade diri dan tingkatkan kompetensi. [tepuk tangan] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang sobat ASN. Senang sekali saya Lukman Ali dapat menyapa Anda sekali lagi dalam webinar ASN yang selalu diadakan tiap minggunya. Terima kasih karena sudah berkenan untuk terus mengikuti di tiap minggunya sampai dengan penghujung akhir tahun di 2025. Sobat ASN memasuki tahun 2026 tuntutan terhadap kinerja ASN semakin tinggi seiring percepatan transformasi digital, dinamika kebijakan nasional, dan juga meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik. Dan tentunya pemerintah pusat dan daerah dituntut untuk lebih adaptif, inovatif, serta responsif dalam menghadapi perubahan. tentunya pengembangan kompetensi ASN menjadi strategi utama dalam meningkatkan profesionalitas dan kinerja birokrasi sehingga diperlukan langkah yang cerdas untuk memastikan hal tersebut. Selengkapnya akan kita bahas di webinar ASN Belajar seri 49 tahun 2025. Start Smart 2026 transformasi kompetensi untuk kinerja Gemilang. Baik, Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN belajar seri 49, mari kita dengarkan terlebih dahulu opening speech yang akan disampaikan oleh Dr. Ramlianto, SPMP selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air. Selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan YATIM Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 18 Desember 2025, ASN Belajar telah memasuki seri yang ke-49. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen sekaligus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik. kekinian dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sahabat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-49 tahun 2025 ini menyajikan salah satu tema menarik dalam rangka menyongsong tahun 2026 yang tidak lama lagi akan segera tiba. tahun baru yang pasti akan menyuguhkan tantangan dan peluang baru ditandai oleh dinamika kebijakan yang semakin cepat, akselerasi teknologi yang semakin masif, serta ekspektasi masyarakat terhadap kinerja dan kualitas pelayanan publik yang semakin tinggi. Sehingga ASN dituntut untuk tidak sekedar melanjutkan rutinitas di tahun 2026 nanti, tetapi mampu beradaptasi, bertransformasi, dan bekerja dengan cara yang lebih cerdas dan kinerja yang lebih gemilang. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN belajar seri ke-49 tahun 2025 ini mengangkat topik start smart 2026 transformasi kompetensi untuk kinerja gemilang. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sahabat ASN di seluruh tanah air, ASN belajar seri ke-49 tahun 2025 ini hadir pada titik waktu yang sangat bermakna. Kita berada di penghujung tahun di ambang lembaran baru bernama 2026. Sebuah momen jeda yang tepat untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang untuk belajar, dan menatap ke depan untuk menyiapkan diri dengan sadar dan lebih siap lagi. Tema Statmart 2026 ini bukan sekedar slogan optimisme awal tahun. Ia adalah ajakan reflektif sekaligus ajakan bertindak. Memasuki 2026 ASN tidak cukup hanya melanjutkan rutinitas lama, tetapi perlu memulai dengan cara berpikir baru yang lebih adaptif, etos kerja baru yang lebih giat, dan kompetensi yang terus diperbaharui agar lebih mumpuni serta kinerja baru yang lebih gemilang. Karena itu start smart berarti memulai tahun depan dengan kesadaran baru bahwa setiap ASN adalah pembelajar sepanjang hayat. Bahwa profesi ASN bukan tujuan akhir melainkan alat untuk menghadirkan manfaat dan bahwa profesionalisme tidak diwariskan oleh masa kerja, tetapi dibangun melalui kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi. Sobat ASN di seluruh tanah air, kita sadar bahwa dunia kerja ASN hari ini dan ke depan bergerak semakin kompleks. Perubahan kebijakan berlangsung cepat, teknologi berkembang pesat, ekspektasi masyarakat terhadap pelayan publik semakin tinggi. Dalam landskap seperti ini, kinerja gemilang tidak lagi lahir dari kertas kerja semata dan kerja keras semata, tetapi dari kerja cerdas serta kerja kolaboratif dan kerja berbasis kompetensi. Transformasi kompetensi yang kita bicarakan hari ini bukan sekedar peningkatan keterampilan teknis yang mencakup cara berpikir strategis, kemampuan mengambil keputusan berbasis data, kecakapan digital, kepemimpinan kolaboratif, serta integritas dan etika kerja yang semakin matang. Kompetensi bukan lagi pelengkap, melainkan pondasi utama bagi birokrasi yang ingin tetap relevan dan dipercaya oleh masyarakatnya. ASN yang kompeten akan bekerja lebih tepat, ASN yang beretos kerja kuat akan bekerja lebih amanah. Dan ASN yang mampu menyatukan kompetensi dengan nilai pengabdian akan menghadirkan kinerja yang benar-benar berdampak bagi organisasi, bagi masyarakat, dan bagi pembangunan daerah serta bangsa. Menyambut 2026, kita perlu meneguhkan etos kerja baru. Etos yang tidak puas dengan kata cukup, tetapi berani menuju lebih baik dan lebih gemilang. Etos yang tidak sekedar hadir secara fisik, tetapi hadir secara utuh, pikiran, hati, dan tanggung jawab. Etos yang menjadikan kolaborasi sebagai kekuatan pembelajaran sebagai nafas sehari-hari dalam bekerja. Kinerja Gemilang tidak lahir secara tiba-tiba. Ia disiapkan sejak awal dari cara kita memulai hari kerja, dari kesungguhan kita meningkatkan kompetensi, dan dari komitmen kita untuk menjaga kualitas di setiap proses yang kita jalani. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, untuk membahas lebih lanjut topik menarik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ESN di seluruh tanah air. Pertama, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, SH., M.H. Beliau adalah Deputi Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi ASN Lembaga Aditerasi Negara. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Afrizal Dahrin, DJ. SST,PME. Beliau adalah Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Dan ketiga, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Hasyim Asyari, Sos, M.Si. Beliau adalah Kepala Bidang Perencanaan, Pengadaan, Pengolahan Data, dan Sistem Informasi Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar series ASN Belajar seri ke-49 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [musik] Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ramlianto, SP.MP selaku Kepala BPSD Provinsi Jawa Timur atas opening speech yang telah disampaikan. Dan sebelum kita masuk ke materi kita yang pertama, terlebih dahulu saya izin mengingatkan bagi sobat ASN yang tengah menyaksikan webinar ASN baja seri 49 tahun 2025, jangan lupa untuk mengisi presensi melalui laman Semesta Bangkom dan ee laman ini juga akan menjadi syarat untuk mendapatkan e-sertifikate dari BPSD Provinsi Jawa Timur. Dan dikarenakan traffic presensi saat ini sedang tinggi, maka Sobat ASN dapat cek secara berkala lama semesta Bangkom untuk isi presensi. Kita akan masuk ke sesi kita yang pertama. Kali ini kita akan mendengarkan materi yang sangat menarik dari Bapak Afrizal Darahin DJ, SSTP, ME selaku sekretaris BPSDM Kemendagri Republik Indonesia [musik] ya. Dan telah bergabung bersama dengan kita semua di sini Bapak Afriel. Selamat pagi, Pak Afrizel. Selamat pagi, Mas Luki. Kabar baik, Pak? Masuk. Sor Mas Lukman ya. Iya, Pak. Mas Lukman. Iya. Thank you, Pak, sudah berkenan untuk bergabung di webinar ASN belajar seri 49 kali ini. Kali ini kita akan persilakan Pak Afijel untuk menyampaikan materinya kurang lebih selama 30 menit. Setelah itu kita akan masuk ke sesi tanya jawab dengan Sobat ASN. Kami persilakan Pak Afrial. Baik, terima kasih Mas Lukman, Bapak Ibu semuanya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semuanya. Shalom. Omastu budaya. Salam kebajikan. Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala Tuhan yang maha kuasa. karena berkat rahmat dananya kita bisa hadir pada kegiatan ee webinar ee pagi hari ini. Kami haturkan ucapan terima kasih dan hormat kepada Bapak Kepala BPSDM ee Jawa Timur, Pak Dr. Ramli yang telah ee menyampaikan pembukaan tadi dan terima kasih atas kesempatan ee yang diberikan pada kami untuk bisa sharing informasi dan nanti juga dilanjutkan dengan diskusi terkait hal-hal yang ee kami sampaikan. Bapak, Ibu semuanya tema yang ee sangat ee baik dan apik direncanakan oleh BPS Jawa Timur. kami sangat apresiasi dan kami terus terang ee mengikuti secara intens ya secara rutin juga bagaimana BPSD Jawa Timur tetap menghadirkan ee informasi-informasi berbagai informasi ya ee terbaru terkait upaya pengembangan kompetensi ASN. Bapak Ibu kami izin ee share screen ya. Jadi materi yang diminta kepada kami untuk menyampaikannya pada pagi hari ini adalah bagaimana kita melakukan penguatan kapasitas aparatur daerah melalui transformasi kompetensi yang terarah dan berkelanjutan. Jadi, Bapak Ibu, ada beberapa kata kunci dalam judul ini. Pertama adalah transformasi kompetensi. Jadi, tentu ada upaya-upaya perubahan ke arah yang lebih baik. tadi disampaikan oleh Pak Kepala Badan bahwa dengan perkembangan teknologi informasi kemudian ketidakpastian yang berada di depan kita ya kemudian bagaimana kita juga tetap bisa ee berupaya secara terarah ya menyusun, merencanakan, melaksanakan dan tentu nanti setelah pada akhirnya kita melakukan evaluasi terhadap seluruh proses pengembangan pengembangan kompetensi atau pengembangan kapasitas yang kita lakukan. Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini BPSM Kementerian Dalam Negeri memiliki peran yang juga cukup strategis dalam pelaksanaan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Nah, untuk itu maka pertama kami awali dengan mengutip sebuah eh quote ya yang cukup baik ya. If you cannot measure it, you cannot improve it. Artinya kita mulai berawal dari bagaimana kita bisa mengukur diri sendiri. Bagaimana kondisi yang ada saat ini di kita baik itu di pemerintah daerah, pemerintah daerah kabupaten, pemerintah daerah provinsi dan juga di pemerintah pusat secara nasional. Nah, dari data yang pertama kami awali mungkin yang ini menjadi landasan berpikir kita ini agar nanti ke depan kita lebih ee bisa sesama ee satu frekuensi ya, bagaimana kita ee melihat ya upaya pengembangan kompetensi menjadi salah satu bagian dari proses secara keseluruhan untuk pencapaian tujuan nasional. Nah, kita mengenal prinsip otonomi daerah. Di sini yang ingin kami tekankan Bapak, Ibu sebagaimana diatur di pasal 18 Undang-Undang 23 kemudian Undang-Undang Dasar tahun 1945, kemudian Undang-Undang 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Nah, kami fokus pada yang paling kanan ada tujuan kita menyelenggarakan otonomi daerah. bahwa tujuan utama pelaksanaan otom daerah yang pertama adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang kedua adalah meningkatkan pelayanan publik, dan yang ketiga adalah meningkatkan daya sains daerah. Tiga tujuan utama ini tentu adalah yang menjadi fokus utama yang harus dicapai oleh oleh seluruh pemerintah daerah. Pemerintah daerah itu terdiri dari kepala daerah dan juga dengan DPRD. Maka DPRD juga sebenarnya adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam pencapaian tujuan otonomi otonomi daerah ini. Nah, tiga hal ini salah satunya adalah meningkatkan daya saing daerah. D saing daerah tentu nanti tergambarkan salah satunya dengan peningkatan kompetensi dari ASN sebagai bagian atau motor penggerak dari ee proses pembangunan yang ada di daerah kita. Nah, kalau kita coba melihat bagaimana indeks pembangunan manusia di negara-negara ASEAN, maka kita bisa melihat berdasarkan data ya di tahun 2024 bahwa dari seluruh negara ASEAN kita menempati urutan keenam dari seluruh negara ASEAN dengan human development indeksnya adalah 71,3. kita berada di bawah Vietnam, Thailand, dan yang tertinggi adalah Singapura. Kemudian kalau kita lihat bagaimana gambaran IPM berdasarkan provinsi ya di tahun 2024, 2023 dan 2024 ini perbandingannya. Kita bisa lihat di sini itu rata-rata ya IPM kita itu berada pada angka 71,3. Lalu di mana Jawa Timur berada di tahun 2024 itu di 74,09. Ini alhamdulillah kita sudah berada di atas ee rata-rata ee nasional seperti itu. Kemudian persentase kemiskinan ekstrem ini juga menjadi salah satu indikator makroekonomi yang bisa kita lihat untuk mengukur bagaimana kinerja pemerintah daerah dalam upaya pengendasan kemiskinan ekstrem. Nah, di sini bisa kita lihat bahwa rata-rata itu di angka 9,03. Sementara Jawa Timur di tahun 2024 itu berada di angka 9,79. Ini artinya apa? Bahwa ini berada di atas rata-rata nasional. Jadi, kemiskinan persentase kemiskinan ekstremnya masih lebih tinggi dibanding ee rata-rata nasional. Kemudian persentase tingkat pengangguran terbuka di tahun 2023 dan 2024 rata-rata Indonesia itu adalah 4,91. Lalu Jawa Timur di tahun 2024 ya di tahun 2023 itu ee di berada di 4,19 seperti itu ya. Ini syukur kita masih berada di ee bawah rata-rata nasional. Nah, berawal atau beranjak dari kondisi realita yang tadi sudah kami sampaikan sebagian informasinya yang mengukur yang itu adalah sebagai representasi ee dari kinerja pemerintah daerah dan pemerintahan nasional, maka tentu kita berupaya bagaimana kita melakukan kerja bersama secara terarah ya dan berkelanjutan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut. Maka kami beranjak pada tema yang atau materi yang kedua terkait arah kebijakan. Nah, Bapak Ibu ini mungkin Bapak Ibu sudah sering mendengar bahkan mungkin sudah sangat memahami terkait ini. Satu yang menjadi rujukan kita bersama agar seluruh proses pembangunan termasuk di dalamnya adalah pengembangan kompetensi menjadi bagian yang tidak terpisahkan. dalam hal ini maka kita harus memiliki visi yang sama untuk kita raih atau capai secara bersama-sama baik itu oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah ee kabupaten kota. Maka kita mengenal ada yang namanya Asta cita. Maka dalam perspektif pengembangan kompetensi itu terkait erat dengan asas cita. Yang keempat adalah memperkuat pembangunan sumber daya manusia. ini yang kami ee berikan tanda garis putus-putus ya, kotak garis garis putus. Jadi pengembangan memperkuat pembangunan sumber daya manusia adalah salah satu aspek asta cita yang menjadi ee program prioritas juga oleh pemerintahan ee Bapak Prabowi Gibran ee 5 tahun mendatang. Nah, kemudian Asta Cita ini diturunkan menjadi 17 ee program prioritas ya. Kemudian juga ada delan program hasil terbaik cepat seperti itu. Nah, di mana dalam 17 program prioritas ini yang terkait erat dengan ee pengembangan kompetensi adalah bagaimana kita melakukan penguatan pendidikan, sains, teknologi, serta digitalisasi, ya. Kemudian juga ee terkait masalah ee ee ee reformasi politik hukum dan birokrasi. Jadi, ada dua aspek dalam 17 program prioritas ini yang terkait erat dengan ee pengembangan kompetensi ee ASN. Nah, terarah dan berkelanjutan tadi di awal kami sampaikan bahwa upaya pengembangan kompetensi itu adalah upaya yang harus direncanakan. Maka kita harus memastikan bahwa proses dan ee visi misi program kegiatan itu bisa tergambarkan dalam dokumen perencanaan pembangunan dan juga dokumen penganggaran baik itu dari tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten kota. Maka ini juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam dokumen RPJMN 2025 sampai dengan 2029. Yang ini adalah menjadi rujukan dalam penyusunan dokumen RPJMD baik itu provinsi maupun kabupaten kota. Maka di sini keselarasan sinergi ya dalam penyusunan dokumen perencanaan menjadi juga menjadi kunci bagaimana agar kita bisa secara bersama-sama ya ee merencanakan ya ee penganggaran agar ee ini bisa lebih berdampak luas dan juga berdampak lebih ee tepat sasaran kepada masing-masing ee target ee yang kita ee ee pilihkan yang yang yang kita tetapkan seperti itu. Kemudian ini juga adalah amanat dari bagaimana pentingnya kita ee melakukan sinkronisasi dalam dokumen perencanaan. Sini kami hanya ee menyampaikan saja bahwa ee upaya pengembangan kompetensi adalah bagian dalam penyusunan dokumen perencanaan dan ini kita memastikan setiap tahunnya ini juga ee dapat dianggarkan di masing-masing ee APBD kita seperti itu. Nah, ini juga hal-hal yang terkait erat dengan bagaimana kita melakukan sinkronisasi perencanaan dan penganggaran ee baik tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten kota. Tujuannya apa? yaitu agar kita bisa mencapai tujuan pembangunan nasional ya melalui pencapaian tujuan pembangunan daerah. Jadi keberhasilan pencapaian target pembangunan daerah adalah bagian integral atau bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan nasional. Jadi di sini dalam konteks penyusunan dokumen perencanaan kita mengenal namanya sifat top down tapi juga dalam perspektif yang dalam waktu yang bersama kita juga mengenal dengan sifat bottom up. Jadi bagaimana kita mempertemukan antara ya perencanaan tingkat nasional dengan perencanaan tingkat ee daerah. Nah ini beberapa dukungan Kemendagri terhadap prioritas presiden. Pertama terkait masalah koperasi desa kelurahan Merah Putih. Kemudian terkait masalah bagaimana memastikan ee pelaksanaan efektivitas dari ee pakan bergizi gratis. Lalu bagaimana Kemendagri juga bersama-sama dengan pemerintah daerah memastikan ketersediaan lahan untuk sekolah rakyat. Kemudian yang terakhir juga bagaimana Kemendagri ya diberikan amanah dan sudah menjalankan selama beberapa tahun ini mengkoordinasikan upaya pengendalian pengendalian inflasi secara nasional. Nah, terkait hal tersebut kami mencoba masuk yang lebih dalam lagi. Maka Bapak Ibu dari yang kami jelaskan tadi dari aspek landasan di level Undang-Undang Dasar Undang-Undang, kemudian peraturan pemerintah, RPJMN ya, lalu bagaimana penyusunan dokumen perencanaan dan pembangunan tadi kita susun maka itu tergambarkan dalam arah dan kebijakan BP BPSM Kemendagri ke depan. Arah kebijakan BPSM Kemendagri itu targetnya ada dua, yaitu pengembangan sumber daya manusia di tingkat Kementerian Dalam Negeri dan yang kedua yang kami sampaikan tadi dalam upaya pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam waktu bersamaan kita juga melaksanakan pemindaan dan pengawasan sumber daya manusia aparatur pemerintah dalam negeri di seluruh provinsi kabupaten kota. Maka itu juga tergambarkan dalam upaya kita bagaimana menyusun kerangka kerja aparatur pemerintahan dalam negeri. Bagaimana kita menyusun standar kompetensi kerja pemerintahan dalam negeri. Bagaimana kita melakukan sertifikasi berbasis kompetensi jabatan. Bagaimana kita mengembangkan sumber daya manusia aparatur berbasis kompetensi. Lalu kita melakukan akreditasi kelembagaan, pengembangan sistem dan data informasi aparatur pemerintahan dalam negeri, dan juga bagaimana kita mendukung ee pengembangan atau pengadaan sarana dan prasarana yang standar dalam mendukung pelaksanaan ee pengembangan kompetensi tersebut. Nah, kami coba mengurai bagaimana kita melihat perspektif baru dalam pengembangan kompetensi Bapak dan Ibu. dalam ini adah menjadi ee dasar ya kebijakan pengembangan kompetensi. Kami skip saja di sini kami langsung pada ee substansi undang-undang 20 tahun 2023. Satu hal yang berubah atau tadi kami sampaikan sesuai dengan judul transformasi pengembangan kompetensi. Satu hal yang berubah secara mendasar di sini pengaturan terkait pasal 49 di Undang-Undang 20 tahun 2023 di ayat 1 bahwa setiap pegawai ASN wajib melakukan pengembangan kompetensi melalui pembelajaran secara terus-menerus agar tetap relevan dengan tuntutan organisasi. Nah, dalam Undang-Undang 23 Undang-Undang 20 tahun 2023 ini kita melihat bahwa pengembangan kompetensi itu bukan lagi pilihan tapi kewajiban. Tadi Pak Romli juga sudah menyinggung terkait masalah ini. Nah, karena kewajiban maka tentu harus dilaksanakan dilakukan oleh seluruh ASN. Tujuannya apa? Yaitu agar bisa mendukung upaya pencapaian pembangunan daerah dan juga nasional. Kemudian lebih lanjut diatur apa sih jenis kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap ASN? Maka diatur juga dalam Undang-Undang ee Aparatur Sipil Negara di pasal 69 bahwa ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh. Pertama adalah kompetensi teknis, yang kedua adalah kompetensi manajerial, lalu ada kompetensi sosial kultural yang tidak kalah penting dan juga nanti kami akan memberikan stressing ee khusus terkait ini adalah kompetensi pemerintahan. Nah, ini juga diatur dalam Undang-U 23 tahun 2014. Maka dalam konteks kompetensi pemerintahan yang juga harus dimiliki oleh ee seluruh ASN yaitu terkait masalah kebijakan desentralisasi, hubungan pemerintah pusat dan daerah dan seterusnya nanti bisa dibaca. Nah, ini adalah pasal yang mengatur terkait itu yang kami sampaikan tadi. Undang-Undang 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah mengatur ya juga terkait masalah ee kompetensi yang harus dimiliki oleh SN. di pasal 233 ayat 1 dijelaskan bahwa harus memenuhi persyaratan kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural. Lalu di ayat 2, selain memenuhi kompetensi sebagai pada ayat 1, maka pegawai aparatur sipil negara yang menduduki jabatan kepala perangkat daerah harus memenuhi kompetensi pemerintahan. Lalu di penjelasannya bisa kita lihat apa yang dimaksud dalam kompetensi pemerintahan, yaitu kompetensi yang mencakup antara lain pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang terkait dengan kebijakan desentralisasi, hubungan pemerintah pusat dengan daerah, pemerintahan umum, pengelolaan keuangan daerah, urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, hubungan pemerintah daerah dengan DPRD dan etika pemerintah. maka beranjak dan ber ee merujuk pada pengaturan di pasal 233 ayat 2 ini. Ini juga ini jugalah nanti yang akan tergambarkan dari jenis ee pengembangan kompetensi yang Kemendagri lakukan atau berikan atau tawarkan kepada seluruh pemerintah daerah tentu juga kepada seluruh ASN ee di pemerintah daerah. Lalu untuk menguatkan ee pengaturan di pasal 23 ayat 2 tadi, kami juga sudah mengeluarkan ee surat edaran Mendagri tanggal 12 Desember tahun 2024 yang pada intinya di sini di huruf di ayat atau di angka tiga bahwa Bapak Menteri Dalam Negeri Malui Surat ini mengatur atau menyampaikan ya bahwa setiap penempatan atau pengisian jabatan ya wajib memenuhi persyaratan kompetensi pemerintahan yang dibuktikan dengan surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan dan atau sertifikat kompetensi pemerintah. Nah, ini Bapak Ibu adalah hal-hal yang kami pikir kami perlu berbagi informasi terkait ini. Di sini juga kami sebenarnya ada ee menyampaikan bahwa ini adalah wujud nyata yang ingin kami ee yang ingin kita wujudkan bersama. Bahwa jangan kita berpikir bahwa pengembangan kompetensi yang kita lakukan atau rekan-rekan lakukan itu tidak berdampak baik kepada diri sendiri, kepada organisasi dan juga kepada masyarakat. Nah, setidaknya dalam beberapa atau kebijakan yang sudah kami sampaikan ini, kami ingin menyelaraskan bagaimana adanya keterkaitan antara pengembangan kompetensi ASN dengan bagaimana pengembangan pola karir ASN tersebut baik dalam jabatan struktural maupun dalam jabatan fungsional. Jadi upaya pengembangan kompetensi ini setidaknya berdampak kepada pribadi yang bersangkutan. Yang kita harapkan lebih adalah berdampak kepada organisasi dan juga berdampak kepada peningkatan kualitas pelayanan publik. Seperti itu. Jadi, Bapak, Ibu semakin sering, semakin rajin ya melakukan upaya-upaya pengembangan kompetensi melalui pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi dan seterusnya. Ini kita harapkan berdampak dalam upaya pengembangan karir Bapak, Ibu. dalam jabatan struktur maupun fungsional yang Bapak Ibu ee tekuni saat ini. Nah, hal lain yang ee kami ingin sampaikan karena waktu yang terbatas Bapak, Ibu bahwa pengembang kompetensi dalam era ee kekinian ini juga yang sudah sangat masif disosialisasikan bahkan mungkin sudah diimplementasikan di beberapa daerah Provinsi kabupaten kota. Maka kita juga mengadopsi atau mengadaptasi pengembangan kompetensi melalui corporate university. Nah, di sini bisa kita lihat bagaimana pola 70. Artinya pengembangan kompetensi melalui kegiatan-kegiatan formal ya itu hanya berdampak 10% saja. yang kita harapkan itu adalah 20% itu social learning, lalu 70% adalah eh experim eh experience learning seperti itu. Jadi bagaimana ee dampak dari atau keberhasilan dari pengembangan kompetensi sebenarnya bisa kita ukur tidak hanya dari output-nya pada saat dia mendapatkan sertifikat, tapi bagaimana masing-masing orang ASN yang mengikuti pengembangan kompetensi itu bisa ee membawa dampak terhadap perubahan budaya organisasi seperti itu. Bagaimana berdampak terhadap kinerja organisasi. Maka terkait ini kami dari Kemendagri mulai di tahun depan ini juga kami mohon dukungan Bapak Ibu semua kami melakukan yang namanya post monitoring. Jadi setiap ASN setelah mengikuti kegiatan diklat sertifikasi kami akan post monitoring bagaimana eh setiap ASN itu ee bisa eh memberi dampak yang nyata terhadap organisasi dan juga terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di masing-masing instansinya. Nah, kami juga ingin ee mungkin ee melihatkan ya ee menyajikan data Bapak, Ibu untuk menunjukkan bagaimana komitmen pemerintah daerah dalam mendukung upaya pengembangan kompetensi di masing-masing daerah. Nah, kita sudah mengatur ada mandatory spending dalam APBD ya atau wajib atau belanja yang tertentu yang wajib dianggarkan oleh daerah dalam APBD berdasarkan undang-undang. Di sini kita mengatur bahwa ee untuk anggaran pendidikan peningkatan kapasitas SDM sekurang-kurangnya itu 0,34% untuk pemerintah provinsi dan 0,16% untuk pemerintah kabupaten kota dari total belanja daerah. Nah, ini kita sudah mengatur dalam pedoman penyusunan APBD setiap tahunnya termasuk di untuk penyusunan APBD tahun 2026. Maka ini tentu menjadi bagian dalam ee bagaimana Kemendagri melakukan evaluasi RAPBD yang diajukan oleh seluruh pemerintah provinsi. Ini menunjukkan komitmen kita bagaimana kita mendorong dan mewajibkan bahkan seluruh pemerintah daerah harus menganggarkan ya anggaran pengembangan kompetensi SDM di masing-masing provinsi kabupaten kota. Nah, bisa kita lihat Bapak Ibu data dari tahun 2021 sampai dengan 2025 bagaimana jumlah dan persentase ya yang dianggarkan dalam APBD untuk ee melaksanakan urusan pendidikan dan pelatihan. Sini bisa kita lihat ada peningkatan yang cukup baik dari tahun 2021 sampai dengan 2023 25 secara nasional seperti itu. Lalu kita lihat juga itu tergambarkan juga dalam masing-masing ee rincian di masing-masing provinsi dan juga kabupaten kota. Nah, kita bisa lihat di sini bagaimana kita ya ini kami melalui ini melakukan menyampaikan apresiasi dan selamat ya tentunya ini kita bisa lihat ini data ya real ya ini data real bahwa dari seluruh provinsi ya kabupaten kota Indonesia ternyata Jawa Timur adalah yang tertinggi ya menganggar ee anggaran untuk pelaksanaan urusan pendidikan dan pelatihan ya rata-rata nasional itu berada jauh di atas rata-rata nasional ya seperti itu. Ini 216 ee kom3 ya ee seperti itu. Ini yang tertinggi secara nasional disusul Jawa Barat dan seterusnya. Lalu itu gabungan Provinsi kabupaten kota. Kalau k lihat untuk masing-masing pemerintah ee daerah untuk provinsi. Nah, ini tergambarkan juga di sini Provinsi Jawa Timur ternyata yang merencanakan atau menyusun dalam APBD-nya itu untuk urusan pendidikan dan pelatihan adalah yang tertinggi. Seperti itu ini kami ucapkan terima kasih, apresiasi dan harapan kita tadi Pak Ramli juga menyampaikan ini harus berdampak berdampak kepada yang bersangkutan ASN, berdampak kepada organisasi dan juga harus berdampak kepada masyarakat. Nah, tapi memang kalau kita lihat secara rasio tadi secara kuantitatif memang yang tertinggi, tapi secara rasio kita bandingkan antara total ee belanja urusan tadi dibandingkan total dengan seluruh total belanja eh seluruh total urusan ya yang tertinggi adalah Sulawesi Tenggara. Tapi ee Jawa Timur juga cukup baik karena rasionya hampir 50% ya 0,49%. ya itu ya berada di ee tengah-tengah lah seperti itu ya. Tapi ini memang ee rasio antara total ee dengan total seluruh urusan ya. Next. Kemudian ee kami juga ingin menyajikan data ini juga mungkin akan tergambarkan salah satunya dari ee jumlah alumni yang mengikuti pengembangan kompetensi di ee BPSDM Kemendagri. Bapak Ibu, kami bisa sampaikan data bahwa dari total alumni dari tahun 2020 sampai 2024 itu total alumni yang berasal dari Provinsi Jawa Timur baik itu kabupaten, kota dan provinsi itu 4,97% ya alumni yang ee mengikuti pengembangan kompetensi di BPSM Kemendagri. Kemudian bisa kita lihat di sini rincian berdasarkan kabupaten kotanya yang kami ee garis-garis putus merah itu adalah jumlah alumni yang di bawah 10 orang. Bayangkan selama rentang waktu dari tahun 2000 20 ee ya sori ini selama e ya selama tahun 2020 sampai 2024 ini jumlah alumni yang di bawah 10 orang itu ada di Kabupaten Banyuwangi. Lalu ada beberapa kabupaten yang lainnya ya. Nah, ini harapan kami melalui forum ini juga kami sampaikan Bapak Ibu, kami dari Kementerian Dalam Negeri ya memberikan ee informasi ini juga sekaligus ya kembali mengajak kita bisa berkolaborasi ya, bagaimana upaya kita untuk melakukan upaya pengembangan kompetensi ya ke depan tentunya ini juga tergambarkan Bapak Ibu dari apa yang menjadi ee program prioritas BPSDM Kemendagri di tahun 2006 dalam upaya pengembangan kompetensi baik itu berupa diklat maupun juga sertifikasi. Jadi, Bapak Ibu seperti contoh misalkan di sini kami bisa ee sampaikan ee terkait penyusunan dokumen ee sori ini diklat S ada diklat nam diklat SPM kemudian ada diklat ee camat, ada diklat pengelolaan keuangan, ada diklat legal drafting, ada diklat fungsional penata perizinan. Jadi, Bapak Ibu mungkin belum terinformasi secara baik ya dan secara masif pada Bapak Ibu melalui forum ini kami juga ingin menyampaikan bahwa ini adalah beberapa jenis ee diklat yang kami ampu dari BPSDM Kemendagri. Kami harapkan mungkin di tahun 2026 dan berikutnya seterusnya kita bisa lebih ee bersinergi, berkolaborasi secara bersama-sama melakukan upaya pengembangan kompetensi ee di masing-masing provinsi, kabupaten kota. Dan juga kami sampaikan di sini Bapak, Ibu bahwa kita ada beberapa UPT itu baik ee dimulai dari ee balai ee sori pusat regional Bukittinggi, ada pusat regional ee Bandung, ada pusat regional Yogyakarta, ada di Makassar. Lalu tahun mulai tahun depan Bapak Ibu kita bertambah satu UPT yang salah salah satunya itu berada di Provinsi Jawa Timur yaitu di Kota Malang. Jadi kita nanti ee mulai tahun depan juga ada UPT di ee Kota Malang seperti itu. Nah, ini juga terakhir Bapak Ibu yang ingin mendapatkan informasi terkait jadwal atau kalender sertifikasi dan pengembangan kompetensi yang BPSDM KemendidAGri ee jadwalkan atau lakukan di tahun 2006 bisa ee men-scan ya QR code ini dan nanti Bapak Ibu bisa ee lihat informasinya di sana. Mungkin demikian dari kami sebagai pengantar diskusi. Terima kasih lebih kurang mohon maaf. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan selamat siang. [musik] Terima kasih Pak Afriel. Materi yang sangat menarik sekali. Sebelum saya lempar ke teman-teman atau sobat ASN yang menyaksikan untuk bertanya kepada Pak Afriel, terlebih dahulu saya ingin highlight tadi ee yang menarik adalah bagaimana cara kita bisa mengkonversi knowledge ini ke dampak lewat post monitoring. Nah, Pak Afrizal eh yang ingin saya tanyakan lebih lanjut adalah apakah ada blueprint konsep terkait dengan eh post monitoring ini? Bagaimana kita bisa ensure bahwa knowledge ini terkonversi ke dampak eh organisasi atau unit kerjanya, Pak? Ya. Baik, terima kasih Mas Lukman. Ini juga yang kami lakukan terakhir kemarin bahkan kami ee mendapatkan hasil asesmen terhadap seluruh WI yang ada di Kementerian Dalam Negeri. Jadi di awal slide tadi kami sampaikan if we cannot measure it maka kita we cannot improve it atau we cannot manage it. Maka diawali dari itu kami melakukan di tahun ini ya dan mungkin tahun berikutnya juga akan kita lakukan kita melakukan asesmen terhadap WI oke atau tenaga pengajar untuk memastikan kualitas dari WI yang memberikan materi tersebut. Itu yang pertama. Dalam proses asesmah satu yang dinilai itu adalah bagaimana seluruh WI bisa menyusun modul pembelajaran itu sudah harus dimiliki oleh seluruh Heeh. Tapi yang tidak kalah penting adalah evaluasi pembelajaran. Nah, dari temuan yang ee kemarin disampaikan kita bekerja sama dengan LPTUI, Mas Lukman. Nanti mungkin Mas ee PPSM Jawa Timur bisa dengan ee universitas yang lain yang independen yang secara ee ee profesional bisa membantu kita. Nah, itu adalah bagaimana misalkan gini, kita ada upaya ee setelah setelah kita melakukan upaya bintek, lalu ada sertifikasi. Heeh. Nah, untuk mendapatkan sertifikasi itu kan melalui proses asesmen. Iya. Ya, di situ kita harus bisa mengevaluasi dari misalkan ada 10 pertanyaan di pertanyaan berapa yang kebanyakan peserta itu tidak bisa menjawabnya. Heeh. Itu salah satunya. Jadi, pertama adalah kita asesmen WI-nya, lalu kita evaluasi ee proses sertifikasi dan pengembangan kompetensi yang kita lakukan. Nah, sehingga upaya pengembangan kompetensi nanti berikutnya kita lebih bisa memfokuskan kepada pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawab. Jadi, kita ada hasil evaluasi bukan hanya melihat jumlahnya nilainya berapa, hasil evaluasi berapa, tapi di pertanyaan mana yang pesertanya itu kesulitan atau tidak dapat menjawab. Oke. Secara secara keseluruhan seperti itu. I. Nah, lalu itulah nanti kita melakukan upaya upaya pengembangan ee apa ee penekanan khusus pada materi-materi terkait hal tersebut. Nah, pertanyaan berikutnya yang tadi disampaikan bagaimana kita melakukan post monitoring. Maka ini terus terang ini kami dalam eh ongoing proses, Pak Mas Lukman ya dan insyaallah kita akan coba nanti terapkan mulai terapkan di tahun 2026. Jadi, setiap peserta diklat yang sudah menyelesaikan ee kegiatan pengembangan kompetensi di BPSN Kemendagri itu nanti kita akan selain mereka mendapatkan sertifikat itu kita semacam ada surat tugas. He. Jadi kita kembalikan lagi seluruh peserta ini kepada masing-masing unit kerjanya untuk dimanfaatkan yang pertama dan juga untuk dievaluasi. Oke. Jadi evaluasi yang paling utama itu adalah dari pimpinan atasannya langsung. H di situ bisa kita lihat. Jadi kenapa? Karena kita tidak bisa memonitor 24 jam 7 hari ee secara langsung yang bersangkutan. Yang bisa memonitoring adalah pimpinan yang bersangkutan. Maka kita serahkan nanti semacam ee form ya untuk ee surat tugas tadi dan mengevaluasi dan itu yang kita akan konfirmasi, kita cross check apakah per 6 bulan atau per ee setiap tahun. Minimal setahun ada dua kahiah kita lakukan evaluasi. melihat apakah yang bersangkutan ada peningkatan kualitas atau kinerjanya dan seterusnya atau membawa dampak ee yang baik terhadap ee budaya organisasi di ee tempat yang bersangkutan seperti itu. Nah, itu yang salah satu mtung ee mungkin bentuk-bentuk pos apa post monitoring yang kita lakukan dan juga mungkin nanti ada semacam form isian yang juga diisi oleh masing-masing ee peserta. Karena bisa saja ini karena ee yang namanya dalam dinamika organisasi mungkin yang bersangkutan sudah berupaya ya untuk menunjukkan kinerjanya atau menukan upaya perubahan organisasi, tapi kita juga harus melihat perspektif dari yang bersangkutan. apakah yang bersangkutan memang ee di apa ya di dioptimalkan oleh atau diberdayakan oleh organisasinya atau tidak seperti itu. Jadi itu juga yang menjadi ee salah satu tools mungkin yang bisa kita ee wujudkan di tahun-tahun berikutnya. Seperti itu, Mas Rum. Baik, terima kasih Pakizal. Sangat menjawab sekali. Kali ini kita akan undang untuk sobat TSN yang sudah bergabung bersama dengan kami untuk bertanya kepada narasumber kita Pak Afrizal telah bergabung bersama dengan kami. Selamat pagi Pak Kasladi. Mohon izin Bapak mik-nya masih termute. Bisa dibantu? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Silakan, Pak, disampaikan pertanyaan. Apakah suara saya terdengar dengan jelas, Bapak? Jelas sekali. Alhamdulillah, Bapak Afriijal materinya luar biasa. tadi saya nyatat ee terutama coach-nya if you cannot misage you cannot improve it. Artinya luar biasa itu. Terus yang kedua tadi ada arah kebijakan delapan misi akta cita yang saya tanyakan ada dua Bapak yang pertama bagaimana strategi pemerintah daerah dalam memetakan kebutuhan kompetensi aparatur secara berkelanjutan agar pengembangan kapasitas yang dilakukan benar-benar selaras dengan tuntunan tuntutan. transformasi digital pelayan publik dan kebijakan nasional. Bapak yang kedua, langkah konkret apa yang dapat dilakukan untuk memastikan bahwa program peningkatan kompetensi itu tidak hanya seremonial, tapi adanya perubahan kinerja, budaya kerja, dan ee pelayanan publik secara berkelanjutan. Terima kasih Bapak Afizal. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Tadi untuk pertanyaannya ada dua ya, Pak ya. Yang pertama adalah strategi pemetaan kompetensi. Kemudian yang kedua adalah langkah bagaimana kita bisa memastikan bahwa kompetensi ee di klat kompetensi yang dilakukan tidak hanya bersifat seremonial. Ini tadi mungkin sedikit disinggung di pertanyaan sebelumnya bahwasanya ada post monitoring. Tapi barangkali dari Pak Afrial ada tambahan perspektif lain, kami persilakan Pak Afrial untuk menjawab. Silakan, Pak. Baik, terima kasih ee Pak atas pertanyaannya. Saya alhamdulillah ya berb ee berbahagia ini ada yang apa bertanya merespon. Jadi, Bapak Ibu tadi sebenarnya kami sudah ee menyampaikan salah satu materi di slide tadi. Kami menyampaikan bahwa bentuk transformasi pengembangan kompetensi ke depan itu salah satunya diwujudkan dalam bentuk bagaimana kita saat ini secara masif ya di seluruh pemerintah daerah dan kabupaten, kota, provinsi dan juga e pemerintah nasional di kementerian lembaga itu mengembang menerapkan yang namanya corporate university. Nanti Bapak mungkin bisa ee lebih mendalam ee mempelajari ini. Salah satunya di sana bahwa kami sampaikan tadi corporate university salah satu tujuannya adalah bagaimana mensinergikan antara upaya pengembangan kompetensi dengan upaya pengembangan karir yang bersangkutan. Di lain itu sebenarnya bagaimana upaya pengamban kompetensi ini didasarkan pada kebutuhan baik itu dari aspek permasalahan yang dihadapi dan tujuan apa organisasi yang dicapai oleh organisasi tersebut. Jadi di sini adalah semacam satu ekosistem satu eh siklus yang selalu ada proses ee perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi itu hasil evaluasi itibut lagi dalam proses perencanaannya. Nah, terkait dengan upaya memastikan bagaimana ee sesuai dengan ee kebutuhan, maka yang kami sampaikan tadi kita harus bisa mengukur dulu kondisi aktual saat ini bagaimana di ee tempat kita masing-masing. Maka itu nanti ada Bapak Ibu mohon izin namanya HCDP, human human capacitas development eh eh program seperti itu. Jadi kita harus bisa menyusun nam-namanya bagaimana menyusun ee ee dokumen perencanaan peningkatan kapasitas. Dasarnya adalah tadi kita memang harus melakukan asesmen. Ini mungkin mohon izin berbagi pengalaman atau informasi Bapak Ibu. hal yang sudah kami praktikkan di Kementerian Dalam Negeri saya ini selama beberapa ya sudah 20 tahun ya ee di Kemendagri itu sudah hampir setiap dua setiap tahun minimal 2 tahun sekali kita selalu mengikuti namanya asesment. Nah, itu bagaimana untuk mengukur bagaimana ee potensi dan kompetensi dari masing-masing ee ee apa ASN tersebut. Itulah jadi nanti menjadi basis ya ee data terkait bagaimana kualitas kompetensi dari masing-masing orang. Lalu nanti juga dilihat bagaimana kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan di masing-masing unit kerja. Nah, itu nanti dengan biro ortala dengan biro itu leading sektornya di sana. Kenapa? karena disesuaikan dengan misalkan SOTK, disesuaikan dengan misalkan ee ee SOP dan seterusnya, proses bisnis ya tujuan ee dari ee masing-masing organisasi tersebut. Maka untuk mencapai tujuan tersebut organisasi membutuhkan kompetensi ASN di bidang apa, jumlahnya berapa. Nah, mungkin karena ini tidak bisa dilakukan secara langsung maka ini ada tahapannya. Misalkan di tahun ini kami butuh misalkan organisasi biro SDM atau BPSDM ee Jawa Timur butuh ASN dengan kompetensi A misalkan jumlahnya berapa dan seterusnya. Nah, itu dilakukan evaluasi secara terus ee berkelanjutan secara terus-menerus sehingga memastikan bahwa pertama adalah pemenuhan kebutuhan ee ASN ini terpenuhi yang kemudian secara ee ee pada dampaknya bisa kita lihat evaluasi bagaimana ee pencapaian tujuan dari masing-masing ee organisasi bisa terpin juga. Nah, jadi dari proses asesmen kemudian ee penempatan seseorang sesuai kompetensi sesuai kebutuhan dari organisasi dan tentunya ini juga nanti akan berdampak pada pola ee perencanaan SDM dan juga harus didukung oleh perencanaan dan penganggaran di masing-masing ee organisasi. Maka misalkan ada gap antara ee kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan dengan jumlah maupun kualitas ee dari ASDM tersebut, maka salah satu ee solusinya adalah misalkan dengan upaya peningkatan kompetensi. Maka di sana kan dibutuhkan anggaran apakah melalui pendidikan formal ya ee kuliah misalkan seperti itu atau pendidikan-pendidikan ee seperti diklat manajerial, struktural, dan fungsional lainnya. Jadi ini yang kami sampaikan tadi bahwa ee ini semua sebenarnya itu adalah tergambarkan kalau kita sudah bisa menerapkan yang namanya manajemen corporate university. Itu mungkin eh tanggapan kami. Baik, terima kasih Pak Frizel untuk jawabannya. Pak Kasadi terima kasih sekali lagi untuk pertanyaannya. Salam sehat selalu Bapak. Selanjutnya kami izin undang untuk Sobat ASN berikutnya yang bertanya kepada narasumber kita yang pertama kali ini kita coba terhubung dengan Sobat ASN penanya kedua. Selamat pagi Pak Usmar. Mohon izin, Pak Usmar untuk mik-nya. Oke, siap. Pagi, Pak. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Warakatuh. Mohon izin, Pak Rizal mau tanya. I untuk pengembangan kompetensi teknis apakah juga di Kemendagri juga ada? Iya. Yang satu ya. Yang kedua, apakah webinar yang diadakan BPSDM Kemendri itu umum ataukah tidak? Ya, kalau saya lihat kan ada di Bakom itu kan apakah umum apa tidak ya. Mungkin itu Pak Rizal. Makasih banyak Pak Rizal. Iya. Baik, terima kasih Pak Umar. Jadi tentu ee kami juga sebagai pengampu ee kompetensi teknis, Pak. Jadi terus terang kami juga dalam kalau kita lihat di Undang-Undang 23 itu ada namanya SPM standar ee ada urusan dasar terkait pelayanan, ada urusan wajib terkait pelayanan dasar. Maka Kemendagri itu mengampu beberapa urusan wajib terkait pelayanan dasar, yaitu terkait masalah urusan ee DAMKAR, kemudian ee ee Polp ya seperti itu. Kemudian juga perizinan dan seterusnya. Jadi kami tadi sudah kami sampaikan ee jenis pengembangan kompetensi yang juga kami ampuh ya menjadi ee bahkan menjadi ini sebenarnya adalah ee yang kami ee yang kami miliki sendiri ya. Artinya ini kami sebagai ee pengampunya itu adalah ee semacam seperti diklat SPM standar pelayanan minimal, kemudian diklat ee ee perizinan ya, kemudian diklat bagi ee satpol PP, diklat bagi DAMKAR, kemudian juga PPUPD ya, pejabat pengawas urusan pemerintahan daerah. Jadi itu adalah beberapa jenis diklat yang pengampunya adalah ee Kementerian Dalam Negeri. Itu tentu untuk pengembangan kompetensi teknis ee bagi seluruh ASN ee pemerintahan dalam negeri. Jadi bukan hanya pemerintah kabupaten kota provinsi juga termasuk target grup kita adalah ee ASN di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan juga kementerian dan lembaga di tingkat pusat. Nah, pertanyaan berikutnya adalah tadi kami sudah share ya eh QR code ya untuk bisa di Bapak Ibu lihat bisa scan. Jadi memang Bapak Ibu ini keunikan dari BPSDM Kemendagri Pak tadi kami sampaikan ee bahwa dalam penyusunan arah ee kebijakan kami itu melihat pada dua aspek atau dua target ada dua target grup setidaknya ya. pertama adalah ee ASN di tingkat kementerian dan begini juga ASN di tingkat ee pemerintah daerah. Tapi yang kami mungkin ee lupa menyampaikan target grup kami juga terkait dengan masyarakat secara umum. Jadi ada beberapa kegiatan yang juga kami sasar adalah masyarakat umum, baik itu LSM, organisasi masyarakat, partai politik ya, kemudian juga ee seluruh pimpinan dan anggota DPRD, kepala daerah dan wakil kepala daerah. Nah, di Damkar kita mengenal adamnya red car. Red car itu adalah relawan pemadam kebakaran. Nah, relawan relawan pemadam kebakaran ini bukan ASN. Mereka hanyalah adalah relawan yang tergabung dalam dalam struktur bukan struktur ya dalam dalam organisasi Redcar ini itu ada di masing-masing kelurahan ya ada di masing-masing desa itu kenapa? Karena kita lihat bahwa dengan terbangunnya red car ini atau relawan pemadam kebakaran ini, ini yang pertama kali bisa menangani apabila terjadi kondisi kerawanan atau kebencanaan kebakaran ataupun juga non kebakaran seperti itu. Nah, ini ada Pak namanya red car dan itu menjadi bagian target grup kita yang bisa kita berikan pengembangan kompetensi. Jadi memang selain ASN kita juga target grup kita adalah masyarakat secara umum juga relawan ada LS ee LSM, ormas, partai politik dan juga ee DPRD dan juga kepala daerah. Itu mungkin ee jawaban kami, Pak. Pak Afrial atas jawabannya, Pak Usmar terima kasih atas pertanyaannya. Salam sehat selalu, Bapak. Pak Friel sekali lagi kami ucapkan terima kasih karena telah berkenan untuk mengisi sesi pertama di webinar ASN belajar seri 49 kali ini. Sebelum ditutup barangkali ada closing statement yang ingin disampaikan kepada sobat ASN yang menyaksikan acara ini. Silakan Pak Afrial. I. Baik, terima kasih Mas Lukman. Bapak Ibu semuanya kami pertama ucapkan terima kasih, apresiasi. Kemudian juga kami tadi sudah kami sampaikan data ya dan Jawa Timur memberikan ee contoh yang baik bagaimana komitmen pemerintah daerah itu diwujudkan dalam penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran khususnya dalam upaya penyelaksanaan urusan ee ee pendidikan dan pelatihan ini. Dan ini ee kami nilai sangat baik, sangat positif, dan ini tentu juga akan tergambarkan dari bagaimana ee kinerja pemerintah itu bisa diwujudkan atau bisa dicapai atau tergambarkan ya dalam proses pelayanan publik, pembangunan maupun ee kegiatan-kegiatan lain yang ee diukur ya atau dapat diukur seperti itu. Nah, ke depan juga kami berharap ee kolaborasi yang intens, saling membangun, saling mengisi antara Kemendagri khususnya dengan ee Provinsi Jawa Timur dan seluruh kabupaten kota di Provinsi Jawa Timur dalam upaya bersama kita membangun atau mengembangkan ee kompetensi ASN di seluruh pemerintah daerah. Demikian dari kami. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan selamat siang. Waalaikumsalam warahmatulla
Resume
Categories