File TXT tidak ditemukan.
ASN Belajar Seri 49 | 2025 - Start Smart 2026
nU3ENlCRAko • 2025-12-18
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya [musik]
kita melangkah.
Hadapi segala [musik]
tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi [musik]
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar. [musik]
Ciptakan SDM unggul berprestasi
[musik]
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk [musik] inovasi yang
berkelanjutan.
Menjadi ASN [musik] berakhlak mulia.
Siap menyongsong Indonesia [musik] emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan [musik]
berkelas dunia
tekad pantang [musik] menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar wujudkan
perintah
selalu dunia
tekad [musik] pantang menyerah
jadi
berkuit
sama
[musik]
semangat membara
di
digital [musik]
terus berkarya
berkolaborasi
inisiatif tinggi [musik] inovasi
cempalak Jawa Timur terus [musik] melaju
bersama BPST yang cim kita [musik] terus
melesat untuk Indonesia emas [musik]
prestasi hebat ASN unggul
tiara yang terti [musik] Tinggal no one
left behind. Kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemerlang. [musik] Jawa Timur
terus melayu. Bersama BPSDM [musik]
Jatim kita terus melesat untuk Indonesia
emas. Prestasi her. [musik]
Aset unggur, tiada yang tertinggal.
No one [musik] left behind. Kita terus
melangkah.
[musik] Berkolaborasi,
inisiatif tinggi,
inovasi [musik] cemalah. Jawa Timur
terus melaju. [musik] Bersama BPSDM
Jatim, kita terus [musik] melesat.
Untuk Indonesia emas prestasi hebat
bersama kampus satelit [musik] PPSM
Jatim. No one left behind. I [musik]
unggul dan berkualitas.
Melasa tinggi [musik]
Indonesia jaya.
[musik]
Bersam membangun asa
menuju cipta yang mulia. [musik]
Kami hadir, kami berkarya untuk [musik]
Jawa Timur yang berjaya.
Langkah pasti [musik] menitipiti zaman
dengan semangat pembaruan. [musik]
Ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
PPS Jing [musik] Pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas
mencetak STM [musik]
berkompetensi
tangguh cerdas dan inovasi bersatu dalam
visi yang terang [musik] menjawab
tantangan dan jalan kamiang
BPSDKM [musik]
Jawa Timur Center of Sans masa depan
[musik]
bersama membangun asa
menuju cita yang mulia. [musik]
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya. [musik]
Langkah pasti meniti zaman
dengan semangat pembaharuan. [musik]
Ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal [musik] masa depan.
BPSM Jatim pusat unggulan [musik]
tempat lahirnya insan berkualitas.
Mencat Sterm [musik] berkompetensi.
Tangguh cerdas penuh inovasi [musik]
bersatu dalam visi yang terang. [musik]
Menjawab tantangan jangan demiang.
[musik] PPSDN Jawa Timur Center of Sans
masa depan gemilang.
[musik]
Pagi hari berangkat kerja naik ojeng
pengkolan.
Laptop dibuka sembari sarapan nasi.
Selamat datang di webinar ASN belajar
seri 49.
Mari belajar bersama, upgrade diri dan
tingkatkan kompetensi.
[tepuk tangan]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat datang sobat ASN.
Senang sekali saya Lukman Ali dapat
menyapa Anda sekali lagi dalam webinar
ASN yang selalu diadakan tiap minggunya.
Terima kasih karena sudah berkenan untuk
terus mengikuti di tiap minggunya sampai
dengan penghujung akhir tahun di 2025.
Sobat ASN memasuki tahun 2026 tuntutan
terhadap kinerja ASN semakin tinggi
seiring percepatan transformasi digital,
dinamika kebijakan nasional, dan juga
meningkatnya ekspektasi masyarakat
terhadap pelayanan publik. Dan tentunya
pemerintah pusat dan daerah dituntut
untuk lebih adaptif, inovatif, serta
responsif dalam menghadapi perubahan.
tentunya pengembangan kompetensi ASN
menjadi strategi utama dalam
meningkatkan profesionalitas dan kinerja
birokrasi sehingga diperlukan langkah
yang cerdas untuk memastikan hal
tersebut. Selengkapnya akan kita bahas
di webinar ASN Belajar seri 49 tahun
2025. Start Smart 2026 transformasi
kompetensi untuk kinerja Gemilang.
Baik, Sobat ASN, untuk membuka webinar
ASN belajar seri 49, mari kita dengarkan
terlebih dahulu opening speech yang akan
disampaikan oleh Dr. Ramlianto, SPMP
selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur.
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN
di seluruh tanah air. Selamat bertemu
kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan YATIM
Corporate University Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 18 Desember 2025,
ASN Belajar telah memasuki seri yang
ke-49.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami, kami
selalu berkomitmen sekaligus berikhtiar
untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik.
kekinian dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sahabat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-49 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu tema menarik dalam rangka
menyongsong tahun 2026 yang tidak lama
lagi akan segera tiba. tahun baru yang
pasti akan menyuguhkan tantangan dan
peluang baru ditandai oleh dinamika
kebijakan yang semakin cepat, akselerasi
teknologi yang semakin masif, serta
ekspektasi masyarakat terhadap kinerja
dan kualitas pelayanan publik yang
semakin tinggi.
Sehingga ASN dituntut untuk tidak
sekedar melanjutkan rutinitas di tahun
2026 nanti, tetapi mampu beradaptasi,
bertransformasi, dan bekerja dengan cara
yang lebih cerdas dan kinerja yang lebih
gemilang.
Karena tema ini sangat tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam, maka
ASN belajar seri ke-49 tahun 2025 ini
mengangkat topik start smart 2026
transformasi kompetensi untuk kinerja
gemilang.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sahabat ASN di seluruh tanah air, ASN
belajar seri ke-49 tahun 2025 ini hadir
pada titik waktu yang sangat bermakna.
Kita berada di penghujung tahun di
ambang lembaran baru bernama
2026. Sebuah momen jeda yang tepat untuk
berhenti sejenak, menoleh ke belakang
untuk belajar, dan menatap ke depan
untuk menyiapkan diri dengan sadar dan
lebih siap lagi.
Tema Statmart 2026 ini bukan sekedar
slogan optimisme awal tahun. Ia adalah
ajakan reflektif sekaligus ajakan
bertindak. Memasuki 2026 ASN tidak cukup
hanya melanjutkan rutinitas lama, tetapi
perlu memulai dengan cara berpikir baru
yang lebih adaptif, etos kerja baru yang
lebih giat, dan kompetensi yang terus
diperbaharui agar lebih mumpuni serta
kinerja baru yang lebih gemilang.
Karena itu start smart berarti memulai
tahun depan dengan kesadaran baru bahwa
setiap ASN adalah pembelajar sepanjang
hayat. Bahwa profesi ASN bukan tujuan
akhir melainkan alat untuk menghadirkan
manfaat dan bahwa profesionalisme tidak
diwariskan oleh masa kerja, tetapi
dibangun melalui kemauan untuk terus
belajar dan beradaptasi.
Sobat ASN di seluruh tanah air, kita
sadar bahwa dunia kerja ASN hari ini dan
ke depan bergerak semakin kompleks.
Perubahan kebijakan berlangsung cepat,
teknologi berkembang pesat, ekspektasi
masyarakat terhadap pelayan publik
semakin tinggi. Dalam landskap seperti
ini, kinerja gemilang tidak lagi lahir
dari kertas kerja semata dan kerja keras
semata, tetapi dari kerja cerdas serta
kerja kolaboratif dan kerja berbasis
kompetensi.
Transformasi kompetensi yang kita
bicarakan hari ini bukan sekedar
peningkatan keterampilan teknis yang
mencakup cara berpikir strategis,
kemampuan mengambil keputusan berbasis
data, kecakapan digital, kepemimpinan
kolaboratif, serta integritas dan etika
kerja yang semakin matang. Kompetensi
bukan lagi pelengkap, melainkan pondasi
utama bagi birokrasi yang ingin tetap
relevan dan dipercaya oleh
masyarakatnya.
ASN yang kompeten akan bekerja lebih
tepat, ASN yang beretos kerja kuat akan
bekerja lebih amanah. Dan ASN yang mampu
menyatukan kompetensi dengan nilai
pengabdian akan menghadirkan kinerja
yang benar-benar berdampak bagi
organisasi, bagi masyarakat, dan bagi
pembangunan daerah serta bangsa.
Menyambut 2026, kita perlu meneguhkan
etos kerja baru. Etos yang tidak puas
dengan kata cukup, tetapi berani menuju
lebih baik dan lebih gemilang. Etos yang
tidak sekedar hadir secara fisik, tetapi
hadir secara utuh, pikiran, hati, dan
tanggung jawab. Etos yang menjadikan
kolaborasi sebagai kekuatan pembelajaran
sebagai nafas sehari-hari dalam bekerja.
Kinerja Gemilang tidak lahir secara
tiba-tiba. Ia disiapkan sejak awal dari
cara kita memulai hari kerja, dari
kesungguhan kita meningkatkan
kompetensi, dan dari komitmen kita untuk
menjaga kualitas di setiap proses yang
kita jalani. Nah, Sobat ASN di seluruh
tanah air, untuk membahas lebih lanjut
topik menarik ini, kami telah mengundang
para narasumber luar biasa yang sudah
barang tentu sangat kompeten di
bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ESN di
seluruh tanah air. Pertama, kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada Bapak Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo,
SH., M.H. Beliau adalah Deputi
Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi
ASN Lembaga Aditerasi Negara. Kedua,
kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi kepada Bapak Afrizal Dahrin,
DJ. SST,PME. Beliau adalah Sekretaris
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kementerian Dalam Negeri Republik
Indonesia. Dan ketiga, kami menyampaikan
terima kasih dan apresiasi kepada Bapak
Hasyim Asyari, Sos, M.Si. Beliau adalah
Kepala Bidang Perencanaan, Pengadaan,
Pengolahan Data, dan Sistem Informasi
Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa
Timur. Nah, Sobat ASN, mari kita simak
dengan seksama webinar series ASN
Belajar seri ke-49 tahun 2025. Semoga
bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[musik]
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih
kepada Bapak Dr. Ramlianto, SP.MP selaku
Kepala BPSD Provinsi Jawa Timur atas
opening speech yang telah disampaikan.
Dan sebelum kita masuk ke materi kita
yang pertama, terlebih dahulu saya izin
mengingatkan bagi sobat ASN yang tengah
menyaksikan webinar ASN baja seri 49
tahun 2025, jangan lupa untuk mengisi
presensi melalui laman Semesta Bangkom
dan ee laman ini juga akan menjadi
syarat untuk mendapatkan e-sertifikate
dari BPSD Provinsi Jawa Timur. Dan
dikarenakan traffic presensi saat ini
sedang tinggi, maka Sobat ASN dapat cek
secara berkala lama semesta Bangkom
untuk isi presensi. Kita akan masuk ke
sesi kita yang pertama. Kali ini kita
akan mendengarkan materi yang sangat
menarik dari Bapak Afrizal Darahin DJ,
SSTP, ME selaku sekretaris BPSDM
Kemendagri Republik Indonesia
[musik]
ya. Dan telah bergabung bersama dengan
kita semua di sini Bapak Afriel. Selamat
pagi, Pak Afrizel.
Selamat pagi, Mas Luki.
Kabar baik, Pak?
Masuk. Sor Mas Lukman ya.
Iya, Pak. Mas Lukman.
Iya. Thank you, Pak, sudah berkenan
untuk bergabung di webinar ASN belajar
seri 49 kali ini. Kali ini kita akan
persilakan Pak Afijel untuk menyampaikan
materinya kurang lebih selama 30 menit.
Setelah itu kita akan masuk ke sesi
tanya jawab dengan Sobat ASN. Kami
persilakan Pak Afrial.
Baik, terima kasih Mas Lukman, Bapak Ibu
semuanya. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, salam
sejahtera bagi kita semuanya. Shalom.
Omastu budaya. Salam kebajikan.
Pertama-tama mari kita panjatkan puji
syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa
taala Tuhan yang maha kuasa. karena
berkat rahmat dananya kita bisa hadir
pada kegiatan ee webinar ee pagi hari
ini. Kami haturkan ucapan terima kasih
dan hormat kepada Bapak Kepala BPSDM ee
Jawa Timur, Pak Dr. Ramli yang telah ee
menyampaikan pembukaan tadi
dan terima kasih atas kesempatan ee yang
diberikan pada kami untuk bisa sharing
informasi dan nanti juga dilanjutkan
dengan diskusi terkait hal-hal yang ee
kami sampaikan. Bapak, Ibu semuanya
tema yang ee sangat ee baik dan apik
direncanakan oleh BPS Jawa Timur. kami
sangat apresiasi dan kami terus terang
ee mengikuti secara intens ya secara
rutin juga bagaimana BPSD Jawa Timur
tetap menghadirkan ee
informasi-informasi berbagai informasi
ya ee terbaru terkait upaya pengembangan
kompetensi ASN. Bapak Ibu
kami izin ee share screen
ya.
Jadi
materi yang diminta kepada kami untuk
menyampaikannya pada pagi hari ini
adalah bagaimana kita melakukan
penguatan kapasitas aparatur daerah
melalui transformasi kompetensi yang
terarah dan berkelanjutan. Jadi, Bapak
Ibu, ada beberapa kata kunci dalam judul
ini. Pertama adalah transformasi
kompetensi.
Jadi, tentu ada upaya-upaya perubahan ke
arah yang lebih baik.
tadi disampaikan oleh Pak Kepala Badan
bahwa dengan perkembangan teknologi
informasi kemudian ketidakpastian yang
berada di depan kita ya kemudian
bagaimana kita juga tetap bisa ee
berupaya
secara terarah ya menyusun,
merencanakan, melaksanakan dan tentu
nanti setelah pada akhirnya kita
melakukan evaluasi terhadap seluruh
proses pengembangan
pengembangan kompetensi atau
pengembangan kapasitas yang kita
lakukan. Kementerian Dalam Negeri dalam
hal ini BPSM Kementerian Dalam Negeri
memiliki peran yang juga cukup strategis
dalam pelaksanaan pembinaan dan
pengawasan penyelenggaraan pemerintahan
daerah. Nah, untuk itu maka pertama kami
awali
dengan mengutip sebuah eh quote ya yang
cukup baik ya. If you cannot measure it,
you cannot improve it. Artinya kita
mulai berawal dari bagaimana kita bisa
mengukur diri sendiri. Bagaimana kondisi
yang ada saat ini di kita baik itu di
pemerintah daerah, pemerintah daerah
kabupaten, pemerintah daerah provinsi
dan juga di pemerintah pusat secara
nasional. Nah, dari data yang pertama
kami awali mungkin yang ini menjadi
landasan berpikir kita ini agar nanti ke
depan kita lebih ee bisa sesama ee satu
frekuensi ya, bagaimana kita ee melihat
ya upaya pengembangan kompetensi menjadi
salah satu bagian dari proses secara
keseluruhan untuk pencapaian tujuan
nasional. Nah, kita mengenal prinsip
otonomi daerah. Di sini yang ingin kami
tekankan Bapak, Ibu sebagaimana diatur
di pasal 18 Undang-Undang 23 kemudian
Undang-Undang Dasar tahun 1945, kemudian
Undang-Undang 23 tahun 2014 tentang
pemerintahan daerah. Nah, kami fokus
pada yang paling kanan
ada tujuan kita menyelenggarakan otonomi
daerah.
bahwa tujuan utama pelaksanaan otom
daerah yang pertama adalah meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, yang kedua
adalah meningkatkan pelayanan publik,
dan yang ketiga adalah meningkatkan daya
sains daerah. Tiga tujuan utama ini
tentu adalah yang menjadi fokus utama
yang harus dicapai oleh oleh seluruh
pemerintah daerah. Pemerintah daerah itu
terdiri dari kepala daerah dan juga
dengan DPRD. Maka DPRD juga sebenarnya
adalah bagian yang tidak terpisahkan
dalam pencapaian tujuan otonomi otonomi
daerah ini. Nah, tiga hal ini salah
satunya adalah meningkatkan daya saing
daerah. D saing daerah tentu nanti
tergambarkan salah satunya dengan
peningkatan kompetensi dari ASN sebagai
bagian atau motor penggerak dari ee
proses pembangunan yang ada di daerah
kita. Nah, kalau kita coba melihat
bagaimana indeks pembangunan manusia di
negara-negara ASEAN,
maka kita bisa melihat berdasarkan data
ya di tahun 2024
bahwa dari seluruh negara ASEAN kita
menempati urutan keenam dari seluruh
negara ASEAN dengan human development
indeksnya adalah 71,3.
kita berada di bawah Vietnam, Thailand,
dan yang tertinggi adalah Singapura.
Kemudian kalau kita lihat bagaimana
gambaran IPM berdasarkan provinsi ya di
tahun 2024,
2023 dan 2024 ini perbandingannya. Kita
bisa lihat di sini itu rata-rata
ya IPM kita itu berada pada angka 71,3.
Lalu di mana Jawa Timur berada di tahun
2024 itu di 74,09.
Ini alhamdulillah kita sudah berada di
atas ee rata-rata ee nasional seperti
itu. Kemudian persentase kemiskinan
ekstrem ini juga menjadi salah satu
indikator makroekonomi yang bisa kita
lihat untuk mengukur bagaimana kinerja
pemerintah daerah dalam upaya
pengendasan kemiskinan ekstrem. Nah, di
sini bisa kita lihat bahwa rata-rata itu
di angka 9,03.
Sementara
Jawa Timur di tahun 2024 itu berada di
angka 9,79.
Ini artinya apa? Bahwa ini berada di
atas rata-rata nasional. Jadi,
kemiskinan persentase kemiskinan
ekstremnya masih lebih tinggi dibanding
ee rata-rata nasional. Kemudian
persentase tingkat pengangguran terbuka
di tahun 2023 dan 2024 rata-rata
Indonesia itu adalah 4,91.
Lalu Jawa Timur di tahun 2024 ya di
tahun 2023 itu ee di berada di 4,19
seperti itu ya. Ini syukur kita masih
berada di ee bawah rata-rata nasional.
Nah, berawal atau beranjak dari kondisi
realita yang tadi sudah kami sampaikan
sebagian informasinya yang mengukur yang
itu adalah sebagai representasi ee dari
kinerja pemerintah daerah dan
pemerintahan nasional, maka tentu kita
berupaya bagaimana
kita melakukan kerja bersama secara
terarah ya dan berkelanjutan untuk
menyelesaikan permasalahan-permasalahan
tersebut.
Maka kami beranjak pada tema yang atau
materi yang kedua terkait arah
kebijakan. Nah, Bapak Ibu ini mungkin
Bapak Ibu sudah sering mendengar bahkan
mungkin sudah sangat memahami terkait
ini. Satu yang menjadi rujukan kita
bersama agar seluruh proses pembangunan
termasuk di dalamnya adalah pengembangan
kompetensi menjadi bagian yang tidak
terpisahkan. dalam hal ini maka kita
harus memiliki visi yang sama untuk kita
raih atau capai secara bersama-sama baik
itu oleh pemerintah pusat, pemerintah
provinsi, dan pemerintah ee kabupaten
kota. Maka kita mengenal ada yang
namanya Asta cita. Maka dalam perspektif
pengembangan kompetensi itu terkait erat
dengan asas cita. Yang keempat adalah
memperkuat pembangunan sumber daya
manusia. ini yang kami ee berikan tanda
garis putus-putus ya, kotak garis garis
putus. Jadi pengembangan memperkuat
pembangunan sumber daya manusia adalah
salah satu aspek asta cita yang menjadi
ee program prioritas juga oleh
pemerintahan ee Bapak Prabowi Gibran ee
5 tahun mendatang. Nah, kemudian Asta
Cita ini diturunkan menjadi 17 ee
program prioritas ya. Kemudian juga ada
delan program hasil terbaik cepat
seperti itu. Nah, di mana dalam 17
program prioritas ini yang terkait erat
dengan ee pengembangan kompetensi adalah
bagaimana kita melakukan penguatan
pendidikan, sains, teknologi, serta
digitalisasi, ya. Kemudian juga ee
terkait masalah ee
ee ee reformasi politik hukum dan
birokrasi. Jadi, ada dua aspek dalam 17
program prioritas ini yang terkait erat
dengan ee pengembangan kompetensi ee
ASN. Nah,
terarah dan berkelanjutan tadi di awal
kami sampaikan bahwa upaya pengembangan
kompetensi itu adalah upaya yang harus
direncanakan.
Maka kita harus memastikan bahwa
proses
dan ee visi misi program kegiatan itu
bisa tergambarkan dalam dokumen
perencanaan pembangunan dan juga dokumen
penganggaran baik itu dari tingkat
nasional, provinsi maupun kabupaten
kota. Maka ini juga menjadi bagian yang
tidak terpisahkan dalam dokumen RPJMN
2025 sampai dengan 2029. Yang ini adalah
menjadi rujukan dalam penyusunan dokumen
RPJMD baik itu provinsi maupun kabupaten
kota. Maka di sini
keselarasan sinergi ya dalam penyusunan
dokumen perencanaan menjadi juga menjadi
kunci bagaimana agar kita bisa secara
bersama-sama ya ee merencanakan ya ee
penganggaran agar ee ini bisa lebih
berdampak luas dan juga berdampak lebih
ee tepat sasaran kepada masing-masing ee
target ee yang kita ee ee pilihkan yang
yang yang kita tetapkan seperti itu.
Kemudian ini juga adalah amanat dari
bagaimana pentingnya kita ee melakukan
sinkronisasi dalam dokumen perencanaan.
Sini kami hanya ee menyampaikan saja
bahwa ee upaya pengembangan kompetensi
adalah bagian dalam penyusunan dokumen
perencanaan dan ini kita memastikan
setiap tahunnya ini juga ee dapat
dianggarkan di masing-masing ee APBD
kita seperti itu. Nah, ini juga hal-hal
yang terkait erat dengan bagaimana kita
melakukan sinkronisasi perencanaan dan
penganggaran ee baik tingkat nasional,
provinsi, maupun kabupaten kota.
Tujuannya apa? yaitu agar kita bisa
mencapai tujuan pembangunan nasional ya
melalui pencapaian tujuan pembangunan
daerah. Jadi keberhasilan
pencapaian target pembangunan daerah
adalah bagian integral atau bagian yang
tidak terpisahkan dalam upaya pencapaian
tujuan pembangunan nasional. Jadi di
sini dalam konteks penyusunan dokumen
perencanaan kita mengenal namanya sifat
top down tapi juga dalam perspektif yang
dalam waktu yang bersama kita juga
mengenal dengan sifat bottom up. Jadi
bagaimana kita mempertemukan antara ya
perencanaan tingkat nasional dengan
perencanaan tingkat ee daerah.
Nah ini beberapa dukungan Kemendagri
terhadap prioritas presiden. Pertama
terkait masalah koperasi desa kelurahan
Merah Putih. Kemudian terkait masalah
bagaimana memastikan ee pelaksanaan
efektivitas dari ee pakan bergizi
gratis. Lalu bagaimana Kemendagri juga
bersama-sama dengan pemerintah daerah
memastikan ketersediaan lahan untuk
sekolah rakyat. Kemudian yang terakhir
juga bagaimana Kemendagri ya diberikan
amanah dan sudah menjalankan selama
beberapa tahun ini mengkoordinasikan
upaya pengendalian pengendalian inflasi
secara nasional. Nah, terkait hal
tersebut kami mencoba masuk yang lebih
dalam lagi. Maka Bapak Ibu dari yang
kami jelaskan tadi dari aspek landasan
di level Undang-Undang Dasar
Undang-Undang, kemudian peraturan
pemerintah, RPJMN
ya, lalu bagaimana penyusunan dokumen
perencanaan dan pembangunan tadi kita
susun maka itu tergambarkan dalam arah
dan kebijakan BP BPSM Kemendagri ke
depan.
Arah kebijakan BPSM Kemendagri itu
targetnya ada dua, yaitu pengembangan
sumber daya manusia di tingkat
Kementerian Dalam Negeri dan yang kedua
yang kami sampaikan tadi dalam upaya
pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan
pemerintahan daerah dalam waktu
bersamaan kita juga melaksanakan
pemindaan dan pengawasan
sumber daya manusia aparatur pemerintah
dalam negeri di seluruh provinsi
kabupaten kota. Maka itu juga
tergambarkan dalam upaya kita bagaimana
menyusun kerangka kerja aparatur
pemerintahan dalam negeri. Bagaimana
kita menyusun standar kompetensi kerja
pemerintahan dalam negeri. Bagaimana
kita melakukan sertifikasi berbasis
kompetensi jabatan. Bagaimana kita
mengembangkan sumber daya manusia
aparatur berbasis kompetensi. Lalu kita
melakukan akreditasi kelembagaan,
pengembangan sistem dan data informasi
aparatur pemerintahan dalam negeri, dan
juga bagaimana kita mendukung ee
pengembangan atau pengadaan sarana dan
prasarana yang standar dalam mendukung
pelaksanaan ee pengembangan kompetensi
tersebut.
Nah, kami coba mengurai bagaimana kita
melihat perspektif baru dalam
pengembangan kompetensi Bapak dan Ibu.
dalam ini adah menjadi ee dasar ya
kebijakan pengembangan kompetensi. Kami
skip saja di sini kami langsung pada ee
substansi undang-undang 20 tahun 2023.
Satu hal yang berubah atau tadi kami
sampaikan sesuai dengan judul
transformasi pengembangan kompetensi.
Satu hal yang berubah secara mendasar di
sini pengaturan terkait
pasal 49 di Undang-Undang 20 tahun 2023
di ayat 1 bahwa setiap pegawai ASN wajib
melakukan pengembangan kompetensi
melalui pembelajaran secara
terus-menerus agar tetap relevan dengan
tuntutan organisasi. Nah, dalam
Undang-Undang 23 Undang-Undang 20 tahun
2023 ini kita melihat bahwa pengembangan
kompetensi itu bukan lagi pilihan tapi
kewajiban. Tadi Pak Romli juga sudah
menyinggung terkait masalah ini. Nah,
karena kewajiban maka tentu harus
dilaksanakan dilakukan oleh seluruh ASN.
Tujuannya apa? Yaitu agar bisa mendukung
upaya pencapaian pembangunan daerah dan
juga nasional. Kemudian
lebih lanjut diatur apa sih jenis
kompetensi yang harus dimiliki oleh
setiap ASN? Maka diatur juga dalam
Undang-Undang ee Aparatur Sipil Negara
di pasal 69
bahwa ada empat kompetensi yang harus
dimiliki oleh. Pertama adalah kompetensi
teknis, yang kedua adalah kompetensi
manajerial, lalu ada kompetensi sosial
kultural yang tidak kalah penting dan
juga nanti kami akan memberikan
stressing ee khusus terkait ini adalah
kompetensi pemerintahan.
Nah, ini juga diatur dalam Undang-U 23
tahun 2014. Maka dalam konteks
kompetensi pemerintahan yang juga harus
dimiliki oleh ee seluruh ASN yaitu
terkait masalah kebijakan
desentralisasi, hubungan pemerintah
pusat dan daerah dan seterusnya nanti
bisa dibaca. Nah,
ini adalah pasal yang mengatur terkait
itu yang kami sampaikan tadi.
Undang-Undang 23 tahun 2014 tentang
pemerintahan daerah mengatur ya juga
terkait masalah ee kompetensi yang harus
dimiliki oleh SN. di pasal 233 ayat 1
dijelaskan bahwa harus memenuhi
persyaratan kompetensi teknis,
manajerial, dan sosial kultural. Lalu di
ayat 2, selain memenuhi kompetensi
sebagai pada ayat 1, maka pegawai
aparatur sipil negara yang menduduki
jabatan kepala perangkat daerah harus
memenuhi kompetensi pemerintahan. Lalu
di penjelasannya bisa kita lihat apa
yang dimaksud dalam kompetensi
pemerintahan, yaitu kompetensi yang
mencakup antara lain pengetahuan, sikap,
dan keterampilan yang terkait dengan
kebijakan desentralisasi, hubungan
pemerintah pusat dengan daerah,
pemerintahan umum, pengelolaan keuangan
daerah, urusan pemerintahan yang menjadi
kewenangan daerah, hubungan pemerintah
daerah dengan DPRD dan etika pemerintah.
maka beranjak dan ber ee merujuk pada
pengaturan di pasal 233 ayat 2 ini. Ini
juga ini jugalah nanti yang akan
tergambarkan dari jenis ee pengembangan
kompetensi yang Kemendagri lakukan atau
berikan atau tawarkan kepada seluruh
pemerintah daerah tentu juga kepada
seluruh ASN ee di pemerintah daerah.
Lalu untuk menguatkan ee
pengaturan di pasal 23 ayat 2 tadi, kami
juga sudah mengeluarkan ee surat edaran
Mendagri tanggal 12 Desember tahun 2024
yang pada intinya di sini di huruf di
ayat atau di angka tiga bahwa
Bapak Menteri Dalam Negeri Malui Surat
ini mengatur atau menyampaikan ya bahwa
setiap penempatan atau pengisian jabatan
ya wajib memenuhi persyaratan kompetensi
pemerintahan yang dibuktikan dengan
surat tanda tamat pendidikan dan
pelatihan dan atau sertifikat kompetensi
pemerintah. Nah, ini Bapak Ibu adalah
hal-hal yang kami pikir kami perlu
berbagi informasi terkait ini. Di sini
juga kami sebenarnya
ada ee menyampaikan bahwa ini adalah
wujud nyata yang ingin kami ee yang
ingin kita wujudkan bersama. Bahwa
jangan kita berpikir bahwa pengembangan
kompetensi yang kita lakukan atau
rekan-rekan lakukan itu tidak berdampak
baik kepada diri sendiri, kepada
organisasi dan juga kepada masyarakat.
Nah, setidaknya
dalam beberapa atau kebijakan yang sudah
kami sampaikan ini, kami ingin
menyelaraskan bagaimana adanya
keterkaitan antara pengembangan
kompetensi ASN dengan bagaimana
pengembangan pola karir
ASN tersebut baik dalam jabatan
struktural maupun dalam jabatan
fungsional. Jadi upaya pengembangan
kompetensi ini setidaknya berdampak
kepada pribadi yang bersangkutan.
Yang kita harapkan lebih adalah
berdampak kepada organisasi dan juga
berdampak kepada peningkatan kualitas
pelayanan publik. Seperti itu. Jadi,
Bapak, Ibu semakin sering, semakin rajin
ya melakukan upaya-upaya pengembangan
kompetensi melalui pendidikan,
pelatihan, dan sertifikasi dan
seterusnya. Ini kita harapkan berdampak
dalam upaya pengembangan karir Bapak,
Ibu. dalam jabatan struktur maupun
fungsional yang Bapak Ibu ee tekuni saat
ini. Nah,
hal lain yang ee kami ingin sampaikan
karena waktu yang terbatas Bapak, Ibu
bahwa pengembang kompetensi dalam era ee
kekinian ini juga yang sudah sangat
masif disosialisasikan bahkan mungkin
sudah diimplementasikan di beberapa
daerah Provinsi kabupaten kota. Maka
kita juga mengadopsi atau mengadaptasi
pengembangan kompetensi melalui
corporate university. Nah, di sini bisa
kita lihat bagaimana pola 70.
Artinya pengembangan kompetensi melalui
kegiatan-kegiatan formal ya itu hanya
berdampak 10% saja. yang kita harapkan
itu adalah 20% itu social learning, lalu
70% adalah
eh experim eh experience learning
seperti itu. Jadi bagaimana ee dampak
dari atau keberhasilan dari pengembangan
kompetensi sebenarnya bisa kita ukur
tidak hanya dari output-nya pada saat
dia mendapatkan sertifikat, tapi
bagaimana
masing-masing orang ASN yang mengikuti
pengembangan kompetensi itu bisa ee
membawa dampak terhadap perubahan budaya
organisasi seperti itu. Bagaimana
berdampak terhadap kinerja organisasi.
Maka terkait ini kami dari Kemendagri
mulai di tahun depan ini juga kami mohon
dukungan Bapak Ibu semua kami melakukan
yang namanya post monitoring. Jadi
setiap ASN setelah mengikuti kegiatan
diklat sertifikasi kami akan post
monitoring bagaimana eh setiap ASN itu
ee bisa eh memberi dampak yang nyata
terhadap organisasi dan juga terhadap
peningkatan kualitas pelayanan publik di
masing-masing instansinya. Nah,
kami juga ingin ee mungkin ee melihatkan
ya ee menyajikan data Bapak, Ibu untuk
menunjukkan bagaimana komitmen
pemerintah daerah dalam mendukung upaya
pengembangan kompetensi di masing-masing
daerah.
Nah, kita sudah mengatur ada mandatory
spending dalam APBD ya atau wajib atau
belanja yang tertentu yang wajib
dianggarkan oleh daerah dalam APBD
berdasarkan undang-undang.
Di sini kita mengatur bahwa ee
untuk anggaran pendidikan peningkatan
kapasitas SDM sekurang-kurangnya itu
0,34%
untuk pemerintah provinsi dan 0,16%
untuk pemerintah kabupaten kota dari
total belanja daerah. Nah, ini kita
sudah mengatur dalam pedoman penyusunan
APBD setiap tahunnya termasuk di untuk
penyusunan APBD tahun 2026. Maka ini
tentu menjadi bagian dalam ee bagaimana
Kemendagri melakukan evaluasi RAPBD yang
diajukan oleh seluruh pemerintah
provinsi. Ini menunjukkan komitmen kita
bagaimana kita mendorong dan mewajibkan
bahkan seluruh pemerintah daerah harus
menganggarkan ya anggaran pengembangan
kompetensi SDM di masing-masing provinsi
kabupaten kota. Nah, bisa kita lihat
Bapak Ibu data dari tahun 2021 sampai
dengan 2025 bagaimana jumlah dan
persentase
ya yang dianggarkan dalam APBD untuk ee
melaksanakan urusan pendidikan dan
pelatihan. Sini bisa kita lihat ada
peningkatan yang cukup baik dari tahun
2021 sampai dengan 2023 25 secara
nasional seperti itu. Lalu kita lihat
juga itu tergambarkan juga dalam
masing-masing ee rincian di
masing-masing provinsi dan juga
kabupaten kota. Nah, kita bisa lihat di
sini bagaimana
kita ya ini kami melalui ini melakukan
menyampaikan apresiasi dan selamat ya
tentunya ini kita bisa lihat ini data ya
real ya ini data real bahwa dari seluruh
provinsi ya kabupaten kota Indonesia
ternyata Jawa Timur adalah yang
tertinggi ya menganggar ee anggaran
untuk pelaksanaan urusan pendidikan dan
pelatihan ya rata-rata nasional itu
berada jauh di atas rata-rata nasional
ya seperti itu. Ini 216
ee kom3 ya ee seperti itu. Ini yang
tertinggi secara nasional disusul Jawa
Barat dan seterusnya. Lalu
itu gabungan Provinsi kabupaten kota.
Kalau k lihat untuk masing-masing
pemerintah ee daerah untuk provinsi.
Nah, ini tergambarkan juga di sini
Provinsi Jawa Timur ternyata yang
merencanakan atau menyusun dalam
APBD-nya itu untuk urusan pendidikan dan
pelatihan adalah yang tertinggi. Seperti
itu ini kami ucapkan terima kasih,
apresiasi dan harapan kita tadi Pak
Ramli juga menyampaikan ini harus
berdampak berdampak kepada
yang bersangkutan ASN, berdampak kepada
organisasi dan juga harus berdampak
kepada masyarakat. Nah,
tapi memang kalau kita lihat secara
rasio tadi secara kuantitatif memang
yang tertinggi, tapi secara rasio kita
bandingkan antara total ee belanja
urusan tadi dibandingkan total dengan
seluruh total belanja eh seluruh total
urusan ya yang tertinggi adalah Sulawesi
Tenggara. Tapi ee Jawa Timur juga cukup
baik karena rasionya hampir 50% ya
0,49%.
ya itu ya berada di ee tengah-tengah lah
seperti itu ya. Tapi ini memang ee rasio
antara total ee dengan total seluruh
urusan ya.
Next. Kemudian ee kami juga ingin
menyajikan data ini juga mungkin akan
tergambarkan salah satunya dari ee
jumlah alumni yang mengikuti
pengembangan kompetensi di ee BPSDM
Kemendagri.
Bapak Ibu, kami bisa sampaikan data
bahwa dari total alumni dari tahun 2020
sampai 2024 itu total alumni yang
berasal dari Provinsi Jawa Timur baik
itu kabupaten, kota dan provinsi itu
4,97%
ya alumni yang ee mengikuti pengembangan
kompetensi di BPSM Kemendagri. Kemudian
bisa kita lihat di sini rincian
berdasarkan kabupaten kotanya yang kami
ee garis-garis putus merah itu adalah
jumlah alumni yang di bawah 10 orang.
Bayangkan selama rentang waktu dari
tahun 2000 20 ee ya sori ini selama e ya
selama tahun 2020 sampai 2024 ini jumlah
alumni yang di bawah 10 orang itu ada di
Kabupaten Banyuwangi. Lalu ada beberapa
kabupaten yang lainnya ya. Nah, ini
harapan kami melalui forum ini juga kami
sampaikan Bapak Ibu, kami dari
Kementerian Dalam Negeri ya memberikan
ee informasi ini juga sekaligus ya
kembali mengajak kita bisa berkolaborasi
ya, bagaimana upaya kita untuk melakukan
upaya pengembangan kompetensi ya ke
depan tentunya
ini juga tergambarkan Bapak Ibu dari apa
yang menjadi ee program prioritas BPSDM
Kemendagri di tahun 2006 dalam upaya
pengembangan kompetensi baik itu berupa
diklat maupun juga sertifikasi.
Jadi, Bapak Ibu
seperti contoh misalkan di sini kami
bisa ee sampaikan
ee
terkait penyusunan dokumen ee sori ini
diklat S ada diklat nam diklat SPM
kemudian ada diklat ee camat, ada diklat
pengelolaan keuangan, ada diklat legal
drafting, ada diklat fungsional penata
perizinan. Jadi, Bapak Ibu mungkin belum
terinformasi secara baik ya dan secara
masif pada Bapak Ibu melalui forum ini
kami juga ingin menyampaikan bahwa ini
adalah beberapa jenis ee diklat yang
kami ampu dari BPSDM Kemendagri. Kami
harapkan mungkin di tahun 2026 dan
berikutnya seterusnya kita bisa lebih ee
bersinergi, berkolaborasi secara
bersama-sama melakukan upaya
pengembangan kompetensi ee di
masing-masing provinsi, kabupaten kota.
Dan juga kami sampaikan di sini Bapak,
Ibu bahwa kita ada beberapa UPT itu baik
ee dimulai dari ee balai ee sori pusat
regional Bukittinggi, ada pusat regional
ee Bandung, ada pusat regional
Yogyakarta, ada di Makassar. Lalu tahun
mulai tahun depan Bapak Ibu kita
bertambah satu UPT yang salah salah
satunya itu berada di Provinsi Jawa
Timur yaitu di Kota Malang. Jadi kita
nanti ee mulai tahun depan juga ada UPT
di ee Kota Malang seperti itu. Nah, ini
juga terakhir Bapak Ibu yang ingin
mendapatkan informasi terkait jadwal
atau kalender sertifikasi dan
pengembangan kompetensi yang BPSDM
KemendidAGri ee jadwalkan atau lakukan
di tahun 2006 bisa ee men-scan ya QR
code ini dan nanti Bapak Ibu bisa ee
lihat informasinya di sana. Mungkin
demikian dari kami sebagai pengantar
diskusi. Terima kasih lebih kurang mohon
maaf. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh dan selamat siang.
[musik]
Terima kasih Pak Afriel. Materi yang
sangat menarik sekali. Sebelum saya
lempar ke teman-teman atau sobat ASN
yang menyaksikan untuk bertanya kepada
Pak Afriel, terlebih dahulu saya ingin
highlight tadi ee yang menarik adalah
bagaimana cara kita bisa mengkonversi
knowledge ini ke dampak lewat post
monitoring. Nah, Pak Afrizal eh yang
ingin saya tanyakan lebih lanjut adalah
apakah ada blueprint konsep terkait
dengan eh post monitoring ini? Bagaimana
kita bisa ensure bahwa knowledge ini
terkonversi ke dampak eh organisasi atau
unit kerjanya, Pak?
Ya. Baik, terima kasih Mas Lukman. Ini
juga yang kami lakukan terakhir kemarin
bahkan kami ee mendapatkan hasil
asesmen terhadap seluruh WI yang ada di
Kementerian Dalam Negeri. Jadi di awal
slide tadi kami sampaikan if we cannot
measure it maka kita we cannot improve
it atau we cannot manage it. Maka
diawali dari itu kami melakukan
di tahun ini ya dan mungkin tahun
berikutnya juga akan kita lakukan kita
melakukan asesmen terhadap WI
oke
atau tenaga pengajar untuk memastikan
kualitas dari WI yang memberikan materi
tersebut. Itu yang pertama. Dalam proses
asesmah satu yang dinilai itu adalah
bagaimana
seluruh WI bisa menyusun modul
pembelajaran itu sudah harus dimiliki
oleh seluruh
Heeh. Tapi yang tidak kalah penting
adalah evaluasi pembelajaran.
Nah, dari temuan yang ee kemarin
disampaikan kita bekerja sama dengan
LPTUI, Mas Lukman. Nanti mungkin Mas ee
PPSM Jawa Timur bisa dengan ee
universitas yang lain yang independen
yang secara ee ee profesional bisa
membantu kita. Nah, itu adalah bagaimana
misalkan gini, kita ada upaya ee setelah
setelah kita melakukan upaya bintek,
lalu ada sertifikasi.
Heeh.
Nah, untuk mendapatkan sertifikasi itu
kan melalui proses asesmen.
Iya.
Ya, di situ kita harus bisa mengevaluasi
dari misalkan ada 10 pertanyaan
di pertanyaan berapa yang kebanyakan
peserta itu tidak bisa menjawabnya.
Heeh.
Itu salah satunya. Jadi, pertama adalah
kita asesmen WI-nya, lalu kita evaluasi
ee proses sertifikasi dan pengembangan
kompetensi yang kita lakukan. Nah,
sehingga upaya pengembangan kompetensi
nanti berikutnya kita lebih bisa
memfokuskan kepada pertanyaan-pertanyaan
yang tidak bisa dijawab.
Jadi, kita ada hasil evaluasi bukan
hanya melihat jumlahnya nilainya berapa,
hasil evaluasi berapa, tapi di
pertanyaan mana yang pesertanya itu
kesulitan atau tidak dapat menjawab.
Oke.
Secara secara keseluruhan seperti itu.
I.
Nah, lalu itulah nanti kita melakukan
upaya upaya pengembangan ee apa ee
penekanan khusus pada materi-materi
terkait hal tersebut. Nah, pertanyaan
berikutnya yang tadi disampaikan
bagaimana kita melakukan post
monitoring.
Maka ini terus terang ini kami dalam eh
ongoing proses, Pak Mas Lukman ya dan
insyaallah kita akan coba nanti terapkan
mulai terapkan di tahun 2026.
Jadi, setiap peserta diklat yang sudah
menyelesaikan ee kegiatan pengembangan
kompetensi di BPSN Kemendagri itu nanti
kita akan selain mereka mendapatkan
sertifikat itu kita semacam ada surat
tugas.
He.
Jadi kita kembalikan lagi seluruh
peserta ini kepada masing-masing unit
kerjanya untuk dimanfaatkan yang pertama
dan juga untuk dievaluasi.
Oke.
Jadi evaluasi yang paling utama itu
adalah dari pimpinan atasannya langsung.
H
di situ bisa kita lihat. Jadi kenapa?
Karena kita tidak bisa memonitor 24 jam
7 hari ee secara langsung yang
bersangkutan. Yang bisa memonitoring
adalah pimpinan yang bersangkutan. Maka
kita serahkan nanti semacam ee form ya
untuk ee surat tugas tadi dan
mengevaluasi dan itu yang kita akan
konfirmasi, kita cross check apakah per
6 bulan atau per ee setiap tahun.
Minimal setahun ada dua kahiah kita
lakukan evaluasi. melihat apakah yang
bersangkutan ada peningkatan kualitas
atau kinerjanya dan seterusnya atau
membawa dampak ee yang baik terhadap ee
budaya organisasi di ee tempat yang
bersangkutan seperti itu. Nah, itu yang
salah satu mtung ee mungkin
bentuk-bentuk pos apa post monitoring
yang kita lakukan
dan juga mungkin nanti ada semacam form
isian yang juga diisi oleh masing-masing
ee peserta. Karena bisa saja ini karena
ee yang namanya dalam dinamika
organisasi mungkin yang bersangkutan
sudah berupaya ya untuk menunjukkan
kinerjanya atau menukan upaya perubahan
organisasi, tapi kita juga harus melihat
perspektif dari yang bersangkutan.
apakah yang bersangkutan memang ee di
apa ya di dioptimalkan
oleh atau diberdayakan oleh
organisasinya atau tidak
seperti itu.
Jadi itu juga yang menjadi ee salah satu
tools mungkin yang bisa kita ee wujudkan
di tahun-tahun berikutnya. Seperti itu,
Mas Rum.
Baik, terima kasih Pakizal. Sangat
menjawab sekali. Kali ini kita akan
undang untuk sobat TSN yang sudah
bergabung bersama dengan kami untuk
bertanya kepada narasumber kita Pak
Afrizal telah bergabung bersama dengan
kami. Selamat pagi Pak Kasladi.
Mohon izin Bapak mik-nya masih termute.
Bisa dibantu?
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Silakan, Pak, disampaikan
pertanyaan.
Apakah suara saya terdengar dengan
jelas, Bapak?
Jelas sekali.
Alhamdulillah, Bapak Afriijal materinya
luar biasa. tadi saya nyatat ee terutama
coach-nya if you cannot misage you
cannot improve it. Artinya luar biasa
itu. Terus yang kedua tadi ada arah
kebijakan delapan misi akta cita yang
saya tanyakan ada dua Bapak yang pertama
bagaimana strategi pemerintah daerah
dalam memetakan kebutuhan kompetensi
aparatur secara berkelanjutan
agar pengembangan kapasitas yang
dilakukan benar-benar selaras dengan
tuntunan tuntutan. transformasi digital
pelayan publik dan kebijakan nasional.
Bapak yang kedua, langkah konkret apa
yang dapat dilakukan untuk memastikan
bahwa program peningkatan kompetensi itu
tidak hanya seremonial, tapi adanya
perubahan kinerja, budaya kerja, dan ee
pelayanan publik secara berkelanjutan.
Terima kasih Bapak Afizal.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Tadi untuk pertanyaannya ada dua ya, Pak
ya. Yang pertama adalah strategi
pemetaan kompetensi. Kemudian yang kedua
adalah langkah bagaimana kita bisa
memastikan bahwa kompetensi ee di klat
kompetensi yang dilakukan tidak hanya
bersifat seremonial. Ini tadi mungkin
sedikit disinggung di pertanyaan
sebelumnya bahwasanya ada post
monitoring. Tapi barangkali dari Pak
Afrial ada tambahan perspektif lain,
kami persilakan Pak Afrial untuk
menjawab. Silakan, Pak.
Baik, terima kasih ee Pak atas
pertanyaannya. Saya alhamdulillah ya
berb ee berbahagia ini ada yang apa
bertanya merespon. Jadi, Bapak Ibu tadi
sebenarnya kami sudah ee
menyampaikan salah satu materi di slide
tadi. Kami menyampaikan bahwa bentuk
transformasi pengembangan kompetensi ke
depan itu salah satunya diwujudkan dalam
bentuk bagaimana kita saat ini secara
masif ya di seluruh pemerintah daerah
dan kabupaten, kota, provinsi dan juga e
pemerintah nasional di kementerian
lembaga itu mengembang menerapkan yang
namanya corporate university.
Nanti Bapak mungkin bisa ee lebih
mendalam ee mempelajari ini. Salah
satunya di sana bahwa kami sampaikan
tadi corporate university salah satu
tujuannya adalah bagaimana mensinergikan
antara upaya pengembangan kompetensi
dengan upaya pengembangan karir yang
bersangkutan. Di lain itu sebenarnya
bagaimana
upaya pengamban kompetensi ini
didasarkan pada kebutuhan
baik itu dari aspek permasalahan yang
dihadapi dan tujuan apa organisasi yang
dicapai
oleh organisasi tersebut. Jadi di sini
adalah semacam satu ekosistem satu eh
siklus yang selalu ada proses ee
perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi
itu hasil evaluasi itibut lagi dalam
proses perencanaannya. Nah, terkait
dengan upaya memastikan bagaimana ee
sesuai dengan ee kebutuhan, maka yang
kami sampaikan tadi kita harus bisa
mengukur dulu kondisi aktual saat ini
bagaimana di ee tempat kita
masing-masing. Maka itu nanti ada Bapak
Ibu mohon izin namanya HCDP, human human
capacitas development eh eh program
seperti itu. Jadi kita harus bisa
menyusun nam-namanya bagaimana menyusun
ee ee dokumen perencanaan peningkatan
kapasitas.
Dasarnya adalah tadi kita memang harus
melakukan asesmen. Ini mungkin mohon
izin berbagi pengalaman atau informasi
Bapak Ibu. hal yang sudah kami
praktikkan di Kementerian Dalam Negeri
saya ini selama beberapa ya sudah 20
tahun ya ee di Kemendagri itu sudah
hampir setiap dua setiap tahun minimal 2
tahun sekali kita selalu mengikuti
namanya asesment.
Nah, itu bagaimana untuk mengukur
bagaimana ee
potensi dan kompetensi dari
masing-masing ee ee apa ASN tersebut.
Itulah jadi nanti menjadi basis ya ee
data terkait bagaimana kualitas
kompetensi dari masing-masing orang.
Lalu nanti juga dilihat bagaimana
kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan di
masing-masing unit kerja. Nah, itu nanti
dengan biro ortala dengan biro itu
leading sektornya di sana. Kenapa?
karena disesuaikan dengan misalkan SOTK,
disesuaikan dengan misalkan ee ee SOP
dan seterusnya, proses bisnis ya tujuan
ee dari ee masing-masing organisasi
tersebut. Maka untuk mencapai tujuan
tersebut organisasi membutuhkan
kompetensi ASN di bidang apa, jumlahnya
berapa. Nah, mungkin karena ini tidak
bisa dilakukan secara langsung maka ini
ada tahapannya. Misalkan di tahun ini
kami butuh misalkan organisasi biro SDM
atau BPSDM ee Jawa Timur butuh ASN
dengan kompetensi A misalkan jumlahnya
berapa dan seterusnya. Nah, itu
dilakukan evaluasi secara terus ee
berkelanjutan secara terus-menerus
sehingga memastikan bahwa pertama adalah
pemenuhan kebutuhan ee ASN ini terpenuhi
yang kemudian secara ee ee pada
dampaknya bisa kita lihat evaluasi
bagaimana ee pencapaian tujuan dari
masing-masing ee organisasi bisa terpin
juga. Nah, jadi dari proses asesmen
kemudian ee penempatan seseorang sesuai
kompetensi sesuai kebutuhan dari
organisasi dan tentunya ini juga nanti
akan berdampak pada pola ee perencanaan
SDM dan juga harus didukung oleh
perencanaan dan penganggaran di
masing-masing ee organisasi. Maka
misalkan ada gap antara ee kebutuhan
kompetensi yang dibutuhkan dengan jumlah
maupun kualitas
ee dari ASDM tersebut, maka salah satu
ee solusinya adalah misalkan dengan
upaya peningkatan kompetensi. Maka di
sana kan dibutuhkan anggaran apakah
melalui pendidikan formal ya ee kuliah
misalkan seperti itu atau
pendidikan-pendidikan ee
seperti diklat manajerial, struktural,
dan fungsional lainnya. Jadi ini yang
kami sampaikan tadi bahwa ee ini semua
sebenarnya itu adalah tergambarkan kalau
kita sudah bisa menerapkan yang namanya
manajemen corporate university. Itu
mungkin eh tanggapan kami.
Baik, terima kasih Pak Frizel untuk
jawabannya. Pak Kasadi terima kasih
sekali lagi untuk pertanyaannya. Salam
sehat selalu Bapak. Selanjutnya kami
izin undang untuk Sobat ASN berikutnya
yang bertanya kepada narasumber kita
yang pertama kali ini kita coba
terhubung dengan Sobat ASN penanya
kedua.
Selamat pagi Pak Usmar.
Mohon izin, Pak Usmar untuk mik-nya.
Oke, siap. Pagi, Pak.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Warakatuh.
Mohon izin, Pak Rizal mau tanya.
I
untuk pengembangan kompetensi teknis
apakah juga di Kemendagri juga ada?
Iya.
Yang satu ya. Yang kedua, apakah webinar
yang diadakan BPSDM Kemendri itu umum
ataukah tidak? Ya, kalau saya lihat kan
ada di Bakom itu kan apakah umum apa
tidak ya. Mungkin itu Pak Rizal. Makasih
banyak Pak Rizal.
Iya. Baik, terima kasih Pak Umar.
Jadi tentu ee kami juga sebagai pengampu
ee kompetensi teknis, Pak. Jadi terus
terang kami juga dalam kalau kita lihat
di Undang-Undang 23 itu ada namanya SPM
standar ee ada urusan dasar terkait
pelayanan, ada urusan wajib terkait
pelayanan dasar. Maka Kemendagri itu
mengampu beberapa urusan wajib terkait
pelayanan dasar, yaitu terkait masalah
urusan ee DAMKAR, kemudian ee
ee Polp ya seperti itu. Kemudian juga
perizinan dan seterusnya. Jadi kami tadi
sudah kami sampaikan ee jenis
pengembangan kompetensi yang juga kami
ampuh ya menjadi ee bahkan menjadi ini
sebenarnya adalah ee
yang kami ee yang kami miliki sendiri
ya. Artinya ini kami sebagai ee
pengampunya itu adalah ee semacam
seperti diklat SPM standar pelayanan
minimal, kemudian diklat ee
ee perizinan ya, kemudian diklat bagi ee
satpol PP, diklat bagi DAMKAR, kemudian
juga PPUPD ya, pejabat pengawas urusan
pemerintahan daerah. Jadi itu adalah
beberapa jenis diklat yang pengampunya
adalah ee Kementerian Dalam Negeri. Itu
tentu untuk pengembangan kompetensi
teknis ee bagi seluruh ASN ee
pemerintahan dalam negeri. Jadi bukan
hanya pemerintah kabupaten kota provinsi
juga termasuk target grup kita adalah ee
ASN di lingkungan Kementerian Dalam
Negeri dan juga kementerian dan lembaga
di tingkat pusat. Nah, pertanyaan
berikutnya adalah tadi kami sudah share
ya eh QR code ya untuk bisa di Bapak Ibu
lihat bisa scan. Jadi memang Bapak Ibu
ini keunikan dari BPSDM Kemendagri Pak
tadi kami sampaikan ee bahwa dalam
penyusunan arah ee kebijakan kami itu
melihat pada dua aspek atau dua target
ada dua target grup setidaknya ya.
pertama adalah ee ASN di tingkat
kementerian dan begini juga ASN di
tingkat ee pemerintah daerah. Tapi yang
kami mungkin ee lupa menyampaikan
target grup kami juga terkait dengan
masyarakat secara umum. Jadi ada
beberapa kegiatan yang juga kami sasar
adalah masyarakat umum, baik itu LSM,
organisasi masyarakat, partai politik
ya, kemudian juga ee seluruh pimpinan
dan anggota DPRD, kepala daerah dan
wakil kepala daerah. Nah, di Damkar kita
mengenal adamnya red car. Red car itu
adalah relawan pemadam kebakaran. Nah,
relawan relawan pemadam kebakaran ini
bukan ASN. Mereka hanyalah adalah
relawan yang tergabung dalam dalam
struktur bukan struktur ya dalam dalam
organisasi Redcar ini itu ada di
masing-masing kelurahan ya ada di
masing-masing desa itu kenapa? Karena
kita lihat bahwa
dengan terbangunnya red car ini atau
relawan pemadam kebakaran ini, ini yang
pertama kali bisa menangani apabila
terjadi kondisi kerawanan atau
kebencanaan kebakaran ataupun juga non
kebakaran seperti itu. Nah, ini ada Pak
namanya red car dan itu menjadi bagian
target grup kita yang bisa kita berikan
pengembangan kompetensi. Jadi memang
selain ASN kita juga target grup kita
adalah masyarakat secara umum juga
relawan ada LS ee LSM, ormas, partai
politik dan juga ee DPRD dan juga kepala
daerah. Itu mungkin ee jawaban kami,
Pak.
Pak Afrial atas jawabannya, Pak Usmar
terima kasih atas pertanyaannya. Salam
sehat selalu, Bapak. Pak Friel sekali
lagi kami ucapkan terima kasih karena
telah berkenan untuk mengisi sesi
pertama di webinar ASN belajar seri 49
kali ini. Sebelum ditutup barangkali ada
closing statement yang ingin disampaikan
kepada sobat ASN yang menyaksikan acara
ini. Silakan Pak Afrial.
I. Baik, terima kasih Mas Lukman. Bapak
Ibu semuanya kami pertama ucapkan terima
kasih, apresiasi. Kemudian juga kami
tadi sudah kami sampaikan data ya dan
Jawa Timur memberikan ee contoh yang
baik bagaimana komitmen pemerintah
daerah itu diwujudkan dalam penyusunan
dokumen perencanaan dan penganggaran
khususnya dalam upaya penyelaksanaan
urusan ee ee pendidikan dan pelatihan
ini. Dan ini ee kami nilai sangat baik,
sangat positif, dan ini tentu juga akan
tergambarkan dari bagaimana ee kinerja
pemerintah itu bisa diwujudkan atau bisa
dicapai atau tergambarkan ya dalam
proses pelayanan publik, pembangunan
maupun ee kegiatan-kegiatan lain yang ee
diukur ya atau dapat diukur seperti itu.
Nah, ke depan juga kami berharap ee
kolaborasi yang intens, saling
membangun, saling mengisi antara
Kemendagri khususnya dengan ee Provinsi
Jawa Timur dan seluruh kabupaten kota di
Provinsi Jawa Timur dalam upaya bersama
kita membangun atau mengembangkan ee
kompetensi ASN di seluruh pemerintah
daerah. Demikian dari kami. Terima
kasih. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh dan selamat siang.
Waalaikumsalam warahmatulla
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:15 UTC
Categories
Manage