Transcript
NGqqTa6m3zw • ASN Leadership Innovation for Transformation (LIFT) Expo dan ASN CorpU Summit 2025
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0280_NGqqTa6m3zw.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Silo, Mas. Masih silau. [Musik] Turunin. [Musik] ya [Musik] Bapak dan Ibu mohon bersiap. Sesaat lagi acara akan segera dimulai. Untuk Bapak dan Ibu yang masih berada di luar ruangan kami persilakan untuk dapat memasuki ruangan dan menempati tempat duduk yang sudah kami sediakan. Terima kasih. [Musik] Hai [Musik] Ya Nabi salam alaika ya rasul salam alaika ya habib salam alaika selamat datang kami ucapkan kepada yang terhormat Kepala LAN Republik Indonesia RB dan Wakil Gubernur Jawa Nabi salam alaika ya rasul. Salam alaika. Selanjutnya berkenan untuk memberikan santunan kepada anak yatim. Alika shawatullah alaika. budur mla husn waj sur ya nabi salam alaika ya rasul salam alaika ya habib salam alaika shawatullah alaika marhaban ya nural aini Marhaban, marhaban jaddal husainfirli dunubi ya Allah bibatil hadi Muhammad. Ya Allah rabbi fagfirli dunubi ya Allah fi baratil hadi Muhammad. Ya Allah hadirin dimohon berdiri. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. [Musik] Hadirin disilakan duduk kembali. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi Bapak dan Ibu hadirin sekalian. Salam sejahtera untuk kita semua. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Yang terhormat Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Bapak Dr. Muhammad Taufik, DE beserta jajaran. Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Bapak Komjen Polnawirawan Purwadi Arianto, beserta staf khusus Menteri PAN RB yang hadir. Wakil Gubernur Jawa Timur Bapak Emil Elicanto Dardak, PhD. Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara Bapak Suharmen SKOM, M.Si. beserta jajaran. Kapus Pengembangan Kompetensi Manajemen Kepemimpinan BPSDM Kemendagri. Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. P beserta kepala OPD yang hadir. Bapak dan Ibu para narasumber, serta para peserta ASN Corpus Summit 2025. Bapak dan Ibu hadirin sekalian, puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala karena pada kesempatan pagi hari ini kita dapat hadir bersama dalam keadaan sehat di BPSDM Provinsi Jawa Timur dalam acara ASN Corpus Summit 2025. Boleh kita berikan tepuk tangan semangat pada kesempatan pagi hari ini. Dan tentu saja agar acara hari ini berjalan dengan lancar serta membawa manfaat kebaikan untuk kita semua yang hadir, maka marilah kita berdoa. Doa akan dipimpin oleh Bapak Muhammad Kuntono. Kami silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirabbil alamin. Hamdanim hamdan syakirin hamdamahu widah. Ya rabbanaal hamdu kama jal. Allahumma sholli wasallim ala sayyidina Muhammad wa ala alihi wasohbihi ajmain. Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat-Mu karena atas segala limpahan rahmat-Mu masih Engkau pertemukan kami dalam kegiatan pembukaan ASN Cororpu Summit 2025. Tiada harapan dan bagi kami ya Allah, melainkan mengharap barokah dan ridam-Mu selalu menyertai kegiatan ini. Ya Allah, dengan rahmat-Mu kami selalu bersyukur dalam lindungan-Mu kami berhimpun dan atas ridam-Mu kegiatan ini terlaksana dengan baik. Ya Allah, ya Tuhan kami, izinkan kami mohon jadikanlah kegiatan ini sebagai penyegar, pembangkit, dan penggugah semangat kami dalam meningkatkan kualitas tugas kewajiban kami sehingga kami mampu bekerja secara profesional dan proporsional dengan baik dan tekun sebagai bukti syukur kami dan penghambaan kami kepada-Mu. Ya Allah, ya Hadi, bimbinglah kami dengan taufik dan hidayah-Mu agar kami mampu mengemban tugas amanah yang Engkau berikan pada kami. Dan jadikanlah kami orang-orang yang hari ini dan hari esok lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Ya Allah, Tuhan maha pengampun, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dosa para pemimpin-pemimpin kami, serta kabulkanlah doa permohonan kami. Rabbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah waqinaabanar. Subhabbika rabbil izzati amma yasibun wasalamun alal mursalin walhamdulillahiabbil alamin. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak dan Ibu hadirin sekalian. Selanjutnya marilah kita simak bersama sambutan selamat datang oleh Wakil Gubernur Jawa Timur kepada Bapak Emil Elicyanto, Dardak, PhD. Disilakan. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. Shalom, Om swastiastu, namo buddhaya, salam kebajikan rahayu. Yang kami hormati Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Bapak Dr. Muhammad Taufik, DIYE. Yang kami hormati Bapak Wakil Menteri Pendayagunaan, Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Bapak Komjen Polisi Purnawirawan Purwadi Aryanto, beserta segenap jajaran Deputi Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Bapak Dr. T. Dodo, Bapak Dr. Agus Sudrajat, Ibu Dr. Erna Irawati, juga Staf Khusus MenPAN RB bidang Politik Pemerintahan dan Keamanan Nasional Bapak Brigjen Polisi Doni Adity Warman dan juga Staf Khusus Menteri PAN RB Bidang Pengendalian Mutu Prinsip Meritokrasi Bapak Tasdik Kinanto, Wakil Kepala Badan Kebagan Negara Bapak Suharmen SKOM, M.Si. si beserta Kapus Pengembangan Sumber Daya Manusia BKN Bapak Dr. Ahmad Slamat Hidayat dan Kepala Kantor Regional 2 BKN Surabaya Bapak Sony Sultana, Kepala Kantor Regional ke-14 BKN Manokwari Bapak Basuki Arwi Caksono, Kapus Kepengan, Kompetensi Manajemen Kepemimpinan BPSDM Kemendagri, Bapak Dr. H. Budi Santosa, staf ahli saya ulangi ee ya staf ahli Gubernur Jawa Timur Pak Budiarjo dan terusnya tuan rumah Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. Ramlianto. Izin Pak Kalan, Pak Wamen. Kami biasa manggil beliau ini Pak Rektor. Kira-kira gitu karena BPSDM ini kita anggap sebagai corporate university. Jadi kita panggilnya Pak Rektor. Beserta segenap kepala OPD yang hadir dari PEMPR Jawa Timur. Saya lihat beberapa hadir di sini juga Widya Iswara. Widya Iswara ada Widya Iswara Utama ini kalau Pak Wahid dulu mantan PJ Sekda kita dan segenap peserta ASN Corpus Summit 2025. Izinkan kami ee menyampaikan terima kasih kepada LAN RI dan Kementerian PAN RB dan juga BKN dan seluruh ee jajaran Kemendagri atas dukungannya pada terselenggaranya acara ini di Jawa Timur. tentunya suatu kehormatan bagi kami Corpus Summit 2025 diselenggarakan di Jawa Timur dan Ibu Gubernur menyampaikan salamnya kepada seluruh peserta yang hadir di sini. Kami ucapkan selamat datang di kampus BPSDM Jawa Timur di Balungsari. di mana di ruangan ini kita ee cukup rutin menyelenggarakan pendidikan kepemimpinan dan diikuti bukan hanya dari lingkup Jawa Timur baik PEMPR tapi juga kabupaten kota, tapi juga lintas instansi dan daerah. Jadi instansi vertikal ini juga banyak yang mengikuti, terutama PIM 2 yang diselenggarakan di BPSDM tentu atas restu dari LAN RI dan juga ee pemerintah provinsi atau kabupaten kota dari luar Jawa Timur bahkan dari luar Pulau Jawa. Dan di ruangan inilah tentunya dan di kampus inilah terjadi apa yang sering kita sebut bukan hanya proses belajar mengajar, tapi yang lebih spesial lagi adalah istimewa adalah knowledge creation atau terciptanya ilmu pengetahuan. Karena yang mengikuti program pendidikan di sini bukan sekedar mencari ilmu, tapi berbagi pengalaman dan berdiskusi bersama sehingga apa yang ada di dalam kerangka teori ini bisa diuji aplikasinya dalam relevansi dunia nyata. Dan untuk itu kami berterima kasih kepada seluruh instansi kementerian lembaga yang telah memberikan dukungannya selama ini. Kenapa kami menamakan ini atau Ibu Gubernur menamakan ini corporate university? Karena memang itu cita-citanya bahwa setiap insan yang mengabdi di lingkup pemerintah daerah ini harus menjadi lifelong learner. Lifelong learner. Dan juga tentunya selain lifelong learner ini artinya menyerap ilmu baru, tapi juga harus menjadi bagian dari knowledge creator tadi. Ada kalanya kita harus rehat sejenak atau istilah kerennya hari ini biasanya Pakwamen namanya retreat. Retreat. Jadi ini tuh tempat retreat sebenarnya tempat retreat dan memang ada asramanya ada bahkan dibuat fasilitas apa aja Pak Ramli sudah di sini. H kalau lagi pusing sejenak mau nyanyi juga ada. Ada ya, Pak? Ya, mau mancing juga ada. Itu jadi ee tujuannya adalah memang rehat sejenak. Karena kalau kita terjebak rutinitas kadang kreativitas juga menjadi agak terbatas. ee inspirasi juga mulai agak kering sehingga dengan berkumpul dan mendengarkan pengalaman dan sharing dari berbagai latar belakang itu bisa muncul sebuah ee ide baru dan semangat baru. Dan untuk itu kita meyakini bahwa keberadaan dari Korpu adalah bagian dari pengembangan sumber daya manusia dan ekosistem yang lebih holistik dan kami ee bersyukur bahwa hari ini diselenggarakan Corpu Summit. Artinya bahwa ini adalah semangat nasional ee bagi segenap insan yang mengabdi di pemerintahan atau disebut hari ini ASN. Dulu orang tahunya hanya PNS tapi sekarang lebih luas lagi karena ASN ini mencakup juga yang PNS non karir yang kemudian sama-sama sedang mengabdi di ee pelayanan publik. Dan oleh karena itu, cita-cita Indonesia Emas 2045 kami yakin akan semakin berpotensi terwujud dengan komitmen kolektif kita terhadap Korpu melalui Korpu Summit ini. Saya tidak terlalu panjang karena di sini ada beliau-beliau yang luar biasa. Pak Kalan dan Pak Wamen hadir sendiri. Kita berikan apresiasi atas komitmen beliau semua. Mudah-mudahan sekali lagi Korpu akan menjadi bagian dari strategi utama. Kalau bisa jangan ada kata-kata terlalu sibuk untuk kembali belajar. Jangan ada kata-kata terlalu apa istilahnya mungkin selain terlalu sibuk sudah terlalu terlalu tinggi ilmunya untuk kembali belajar. Insyaallah tidak ada hal seperti itu. Karena dunia terus berubah. ee relevansi dari apa yang kita pelajari itu juga terus ee berubah terutama teknologi. Kami sempat diskusi dengan Pak Kepala BPSDM gitu. Ee tantangannya, Pak, terakhir sebelum kami tutup memang contoh di Jawa Timur sendiri saya berangkat dari menjadi bupati salah satu kabupaten yang kalau untuk ukuran Jawa Timur relatif lebih kecil jumlah penduduknya dan economic size-nya. Jadi dengan Jawa Timur ini kita bicara PDRB itu hampir 3.000 triliun. Tapi kalau bicara mungkin dulu Trenggalek itu ya apa mungkin ee PDRB 100-an lah ya kira-kira Pak. Dulu saya sama Pak Brigen Doni ini kita berkolaborasi di Trenggalek. Beliau Kapores saya sekarang sudah jadi pimpinan di KemaPAN RB. Luar biasa mungkin dapat anu berkah Trenggalek Pak. Jadi Bapak karirnya naik terus jadi jenderal sekarang. Tapi apa yang ingin kami sampaikan memang enggak semua bidang ee atau sektor itu ee daerah punya kemampuan untuk membangun SDM-nya gitu. Jadi saya terusang a saya buka di sini gitu. Pada saat kita kurang begitu ee apa puas dengan kinerja salah satu dinas. Nah, ini dinas teknis gitu ya waktu itu. Kemudian jawaban dinasnya, "Pak, sebenarnya kalau bisa bukan saya juga enggak apa-apa." Tapi lucunya saya tidak punya pilihan lain karena memang pool of talent-nya itu terbatas kalau kita bicara tingkat kabupaten kota, terutama kabupaten. Tentu kalau Surabaya ya pasti banyak Sidoarjo, Malang misalnya itu banyak pool of talent-nya gitu. Yang mau juga banyak dari luar juga berbondong-bondong pengin ke situ. Tapi jarang gitu tanya eslon 3 yang sudah di Sidoarjo di Malang mau enggak bisa naik eslon 2 tapi ke daerah lain? Kalau di kepolisian bisa naik naik naik. Jadi dari AKBP ke Kombes di mana aja ditempatkan bisa. Dari Kombes mau jadi Brigjen di mana saja siap ditempatkan. Tapi ternyata ASN enggak kayak begitu kan di pemda. Jadi buka lelang jabatannya enggak ada yang daftar. Nah, sehingga memang kami lihat mungkin juga menarik waktu itu kita ingin misalnya rumpun infrastruktur, rumpun agro itu kemudian kita melakukan pemetaan kompetensi dan talent pool yang lebih holistik. Minimal seJawa Timur kita punya 38 kabupaten kota. sehingga jangan sampai bupati-bupati itu kemudian saya utama bupati karena kalau kota biasanya agak metropolis orang senang gitu berkarir di situ. Itu tidak kesulitan untuk memiliki talent pool. Jadi bupati bisa aja dia buka lelang jabatan, dia pengin transparan, tidak pengin favoritisme, pengin meritokrasi, tapi enggak ada yang daftar, Pak. Lelang jabatan. Akhirnya talent pool-nya itu-itu saja. Sedangkan kemampuan untuk melakukan quality control atau pengembangan SDM kalau hanya tingkat kabupaten untuk bidang ilmu tertentu sangat terbatas. Dan mudah-mudahan juga satu lagi kita jangan bicara struktural saja hari ini kan fungsional. Jawa Timur termasuk salah satu yang sudah mengurangi ribuan jabatan eselon 4. Tapi saya ngalami sendiri. Orang terdekat saya bilang, "Pak, kalau enggak dilantik enggak afdol. Maunya yang ada struktural gitu. Padahal mau jadi eslon 3 sekarang sudah enggak perlu lagi menjadi eselon 4, tapi melalui jabatan setara eslon 4. Tapi kalau mau ngambil jalur fungsional rumitnya bukan main. Meskipun memang di Kemenpan RB sudah disederhanakan sekarang prosesnya. Jadi banyak sekali realita di lapangan yang tentunya harapan kita bisa dijawab dan semua relevan dengan Korpu ini. Mudah-mudahan Cororpu Summit 2025 ini bisa menjadi momentum bagi kita semua untuk bisa kalau dalam bahasa Inggris cherish atau istilahnya mensyukuri, menikmati, meresapi ee anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita untuk bisa menjadi abdi masyarakat. Terima kasih Pak Kalan, Pak Wamen, dan seluruh pimpinan. Selamat datang di Jawa Timur. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Hadirin sekalian, selanjutnya marilah kita simak bersama sambutan oleh Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia kepada Bapak Komjen Polnawirawan Purwadi Aranto. Disilakan. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu. Yang saya hormati Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Emil Elistianto Dardak. Kemudian Kepala LAN Republik Indonesia Bapak Muhammad Taufik. Hadir di sini juga Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara Bapak Suharmen. Kemudian Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Ramlianto selaku tuan rumah. Terima kasih acaranya megah. Mungkin saya baru kunjungan pertama tapi pandangan pertama pantas untuk tempat retreat, Pak. [Tepuk tangan] Kebetulan selesai dari sini saya ke Jogja terus langsung retreat ke Magelang. Jadi ini pengantar retreat juga, Pak. Saya diretre di Magelang hari Kamis sampai hari Jumat retreit kedua. Ee seluruh ee peserta Corpu Summits 2025 serta hadirin yang berbahagia. Ee tentunya ee pada hari ini ee saya bersyukur bisa hadir di tengah-tengah para hadirin semua. Ee sebenarnya saya ingin datang cepat. Saya jam .30 sudah bangun, Pak. Saya terlambar setengah jam karena pesawatnya, bukan karena sayanya. Mohon maaf sebelumnya. Pertama-tama saya menyampaikan apresiasi kepada kepala LAN bekerja sama dengan BPSDM Provinsi Jawa Timur yang telah menyelenggarakan forum strategis ini. tentunya Corpus Summit 2025 menjadi ruang penting untuk memperkuat ekosistem pembelajaran ASN terutama dalam menyiapkan SDM aparatur yang responsif, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Tentunya kegiatan ini juga menegaskan bahwa komitmen kita untuk memperkuat transformasi pembelajaran ASN melalui pendekatan corporate university atau kita kenal CORPU sebagai sistem pengembangan kompetensi terintegrasi inklusif dan berorientasi pada kinerja. Dengan pendekatan ini, setiap Pak Nen belajar secara berkelanjutan, relevan dengan tugasnya, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik. Karena pelayanan publik ini benar-benar ditunggu di depan masyarakat. Bapak, Ibu hadirin sekalian yang saya banggakan. Arahan Presiden menekankan bahwa birokrasi harus responsif, cepat dalam mengimplementasikan kebijakan, efektif dalam penggunaan anggaran, dan bebas dari praktik korupsi. Presiden juga memberikan perhatian besar kepada pengelola ASN baik disiplin, produktivitas maupun peningkatan atas kompetensinya. Di ruang inilah ee kita berkumpul dalam rangka meningkatkan kompetensi semua ASN yang ada di lingkungan kerja kita masing-masing setelah kembali dari sini. Karena itu, reformasi birokrasi tidak cukup hanya menyederhanakan prosedur, tetapi juga memastikan aparatur memiliki kompetensi yang relevan dan mampu memberikan layanan yang berdampak bagi masyarakat luas. Dalam Asta Cita Presiden Wakil Presiden, penguatan pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama. Agenda ini menempatkan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, sains, dan teknologi, prestasi olahraga, serta kesetaraan gender dan peran pemuda sebagai pondasi daripada kemajuan bangsa. Dalam konteks birokrasi ini mengartikan bahwa kompetensi ASN harus terus dikembangkan agar aparatur mampu memberikan pelayanan yang inklusif, berkeadilan, dan berdampak seperti yang kita inginkan bersama. Setelah melihat arah pembangunan SDM dalam Asta Cita, potret ASN ini memberikan gambaran konkrit yang tentang tantangan dan peluang kita. Kenapa kita meskipun saya mantan polisi Komjan saya sudah jadi sipil, Pak. Jadi saya bagian dari rekan-rekan semua. [Tepuk tangan] terakhir eh saya sebagai kalem diklat PORI, Pak. Terakhir jabatan saya. Sebelumnya juga saya pernah jadi sestama di Lemanas. Tadi yang jemput saya juga barang Burini juga sestama saya dulu di Lemhanas RI. Nah, kemudian ya 4 tahun terakhir saya bergelut di dunia pendidikan sebelum ee berakhir di Kementerian sebagai wamen 4AN RB. Saat ini jumlah ASN mencapai lebih sekitar 5,5 juta orang dan 76% berada di daerah dengan mayoritas berasal dari generasi milenial dan Gen Z. Selain itu, 63% ASN menduduki jabatan fungsional yang membutuhkan pembelajaran yang relevan dan praktik kerja sehari-hari. Kondisi ini menunjukkan bahwa strategi peningkatan kapasitas ASN tidak dapat lagi bergantung pada pelatihan klasikal yang terpusat. Kita membutuhkan pengembangan kompetensi yang terintegrasi, menjangkau daerah terkait langsung dengan pekerjaan sehari-hari dan berdampak kepada pelayanan publik yang ada di masyarakat. Lalu muncul pertanyaan penting, pengembangan kompetensi seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan? Pengembangan kompetensi menjadi pondasi untuk membangun aparatur yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tuntutan birokrasi modern. Kita perlu menutup kesenjangan kompetensi memastikan seluruh ASN mampu mengikuti perkembangan kebutuhan dari masyarakat sekaligus harapan masyarakat yang terus meningkat dari waktu ke waktu. ASN juga harus memiliki literasi digital dan kemampuan berkolaborasi lintas sektor serta merespon terhadap perubahan. Tidak kalah pentingnya kita perlu memperkuat global mindset dan soft skill seperti kemampuan berkomunikasi, empati, kepemimpinan dan sebagainya yang sudah disiapkan di BPSDM ini. Pembelajaran pun harus terintegrasi dan berkelanjutan. tidak hanya mengandalkan pelatihan klasikal, tetapi melalui pengalaman kerja, interaksi, dan mentoring. Dan yang terpenting akses pembelajaran harus merata dan inklusif menjangkau ASN di pusat maupun daerah sesuai dengan kebutuhan dan daerah masing-masing. Urgensi pengembangan kompetensi ASN juga diperkuat secara hukum. Undang-undang nomor 20 tahun 2023 mengamanatkan bahwa pengembangan kompetensi harus dilakukan secara terus-menerus melalui sistem pembelajaran terintegrasi. di mana pada pasal 49 menegaskan bahwa pembelajaran ASN harus yang pertama terintegrasi dengan pekerjaan. Kedua, menjadi bagian penting dan saling terkait dengan manajemen ASN dan yang terakhir dilakukan bersama pegawai ASN lain lintas instansi maupun pihak terkait. Tentunya pendekatan ini memastikan bahwa pembelajaran bukan sekedar pelatihan sesaat, tetapi budaya belajar yang melekat pada proses kerja sehingga kompetensi ASN benar-benar berkembang dan berdampak pada pelayanan publik. Mungkin output keluar dari sini output-nya pesertanya rajin membaca buku karena baru mulai kehidupan itu dunia dibuka. output-nya gimana? Mereka keluar dari sini senang membaca buku karena masih banyak ilmu-ilmu yang tersebar di luar yang harus dipahami bersama. Pendekatan ini kemudian diterjemahkan ke dalam strategi pengembangan kompetensi yang terintegrasi. ASN adalah pembelajar. ASN adalah pembelajar sepanjang hayat. Sehingga mengembangkan kompetensi tidak bisa hanya tergantung pada pelatihan di kelas ini saja. Sebagian besar pembelajaran justru terjadi saat menjalankan tugas sehari-hari. Karena itu pola pembelajaran 7010 [Musik] menjadi penting. Sekitar 70% berasal dari pengalaman kerja langsung dalam pemecahan masalah yang ditemui sehari-hari. 20% dari interaksi dan mendapatkan umpan balik termasuk kucing dan mentoring dan hanya 10% melalui pelatihan formal di kelas. Dengan pendekatan ini, pembelajaran menjadi lebih relevan dengan pekerjaan, lebih cepat diterapkan, dan lebih berkelanjutan. Sistem pembelajaran terintegrasi mendorong ASN untuk belajar dari pengalaman dari lingkungan sosial, pemanfaatan platform digital, serta tetap mengikuti pelatihan formal yang terarah. Inilah budaya belajar yang ingin kita bangun di setiap instansi pemerintah. Bapak, Ibu hadirin sekalian yang berbahagia. Strategi pembelajaran terintegrasi ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari roadmap nasional pengembangan kompetensi ASN menuju Indonesia Emas 2045. Hingga 2024 ini fokus kita adalah membangun smart ASN, yakni ASN yang memiliki kompetensi tinggi, berintegritas, berwawasan global, mampu beradaptasi dengan perubahan dan pemanfaatan teknologi dan pelayanan publik yang semakin luas dan menuntut kualitas. Memasuki periode 2025-2030, tuntutan semakin berkembang. ASN harus menjadi robus dan relicious, lebih adaptif, produktif, fleksibel, empati, responsif, serta ramah terhadap lingkungan. Kemudian pada tahun 2031 2045, ASN ditargetkan menjadi aparatur yang kompetitif. profesional mampu mengambil keputusan dalam setiap risiko yang ada dan tetap efektif bekerja di bawah tekanan. Ini pekerjaannya terus di bawah tekanan nih, Pak. Tapi saya harap jangan merasa tertekan. Tahapan ini menunjukkan bahwa kebutuhan kompetensi ASN terus bergerak. Karena itu sistem pembelajaran yang terintegrasi melalui pengalaman kerja, interaksi sosial, dan pelatihan formal menjadi kunci memenuhi future skill mewujudkan Indonesia Mars tahun 2045. ROT map tadi menunjukkan arah kompetensi ASN menuju 2045 untuk mencapai soft skill menjadi kunci. ASN perlu memiliki learning, agility, kemampuan berpikir strategis dan mengambil keputusan kreatif, memiliki integritas, kolaborasi, dan mempunyai daya tahan dalam menghadapi perubahan. Di sisi kepemimpinan, kemampuan mengelola orang berorientasi pada hasil dan menjaga kualitas pelayanan publik menjadi sangat penting termasuk kemampuan pengelolaan keberagaman. So soft skill ini akan menentukan kualitas kepemimpinan dan pelayanan bagi ASN sekaligus memperkuat kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi. lintas sektoral. Selain soft skills, ASN juga harus memperkuat hard skill yang semakin penting di era digital seperti mengelola data analisis, literasi digital, keamanan cyber, manager proyek, artificial intelligence, dan machine learning, serta analisis kebijakan yang berbasis kepada bukti tentunya nya penguasaan kemampuan ini akan membuat ASN lebih efektif, bermanfaat dan mampu memanfaatkan teknologi serta menjalankan program strategis pemerintah dengan aman, tepat sasaran, dan penguasaannya dapat secara cepat di dapat. Bapak, Ibu hadirin sekalian. Tentunya penguatan kompetensi ASN tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Setelah kita melihat kebutuhan soft skill dan hard skills yang semakin kompleks, kita perlu bergeser dari ekosistem di mana setiap instansi berjalan sendiri menuju ekosistem pembelajaran yang kolaboratif. Dalam ekosistem ini, pemerintah, swasta, akademisi, media, dan komunitas memiliki peran yang saling melengkapi. Swasta menyediakan teknologi dan platform, akademisi mengembangkan kurikulum, media membantu penyebaran pengetahuan, dan masyarakat memberikan umpan balik terhadap kebutuhan nyata di lapangan. Di sinilah Corporate University berperan sebagai orkestrator ekosistem pembelajaran, yaitu dengan menghubungkan berbagai pihak, memastikan pembelajaran relevan dengan visi misi organisasi dan tujuan pembangunan nasional serta membawa praktik baik di seluruh instansi. Dengan pendekatan kolaboratif ini, penguatan kompetensi ASN dapat berlangsung lebih cepat, lebih terarah, lebih berdampak sehingga mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045. Dalam ekosistem pembelajaran yang kolaboratif ini, LAN RI berperan sebagai National Center of Excellence sekaligus walidata pengembangan kompetensi ASN. LAN RI mengkoordinasikan sebagai pusat unggulan teknis agar pengembangan kompetensi berjalan terarah dan saling menguatkan. Namun tentunya upaya ini tidak dapat dijalankan sendiri. RI bersama BPSDM Provinsi Jawa Timur dan instansi pembina lainnya berkontribusi memperkuat kebijakan dan ekosistem pengembangan kompetensi ASN sehingga impas implementasinya lebih terarah dan berkelanjutan. Oleh sebab itu agar Bapak Ibu sekalian di seluruh instansi ya diharapkan yang pertama memiliki rencana pengembangan kompetensi 5 tahunan yang terintegrasi secara nasional. Setiap ASN menyusun dan melaksanakan individual development plan atau IDP sebagai bagian dari SKP. Kemudian akses pembelajaran menjadi merata bagi seluruh instansi pemerintah. LAN dapat berperan aktif dalam merumuskan perencanaan dan melaksanakan kebijakan pengembangan kompetensi yang terintegrasi dan berkelanjutan. tentunya tersedia konten pembelajaran yang berkualitas dan memberikan dampak pada kinerja individu dan organisasi. Kemudian terbentuknya forum atau asosiasi corpu sektor publik sebagai wadah berbagai praktik baik dan kolaborasi yang terus berkelanjutan. Transformasi birokrasi tidak hanya berjalan tanpa transformasi kompetensi ASN. Oleh karena itu, penataan ekosistem pembelajaran menjadi kunci agar pengembangan kompetensi lebih terarah, terukur, dan berdampak pada kinerja pelayanan publik. Melalui corpus summit ini, kita berharap lahirlah terobosan sinergi, kesepaman bersama dalam menata ekosistem pembelajaran ASN yang berkolaboratif dan berkelanjutan. ASN yang berkolaboratif berkelanjutan dan saya meyakini LAN bersama BPSDM dan seluruh instansi pemerintah mampu mempercepat agenda ini demi mewujudkan ASN yang profesional dan Indonesia yang semakin maju. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Tepuk tangan] Hadirin sekalian, selanjutnya marilah kita simak sambutan sekaligus membuka secara resmi ASN Corpus Summit 2025 ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Republik Indonesia. Kepada yang terhormat Bapak Muhammad Taufik di disilakan. [Musik] Bismillahirrahmanirrahim. Sebelum sebelum salam biasanya pantun dulu gitu ya. Mohon izin. Fajar merekah membuka zaman. Cahaya ilmu menerangi perjalanan. Corpus summit kita selenggarakan menguatkan ASN dalam transformasi pembelajaran. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang saya hormati, yang sama-sama kita banggakan, Bapak Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Bapak Komjen Polisi Perwati Haranto. Yang saya hormati ee guru saya ini sebenarnya kalau ketemu selalu saya belajar sama Pak Wagub nih, Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Emil Elistianto Dardak, PhD. Yang saya hormati Bapak Wakil Kepala BKN, Pak Armen, sahabat saya. Yang saya hormati kawan-kawan dari JPT Madiah Lembaga Administrasi Negara. Lengkap ini dari Deputi 1 Pak Agus ee deputi kualitas kebijakan. Kemudian dari Bu Erna ee deputi transformasi pembelajaran lembagaasi negara. Ada Bu Pak Witri Widoto, Deputi Penyelenggaraan Kapasitas ASN sampai pada penjaminan mutunya Bu Harmi, deputi penjaminan mutu untuk e pengembangan kompetensi. Yang saya hormati hadir juga di sini Bapak Sekretaris Utama BSN Bapak Susilo. Yang saya hormati di hadir eh Pak Doni tadi Pak Jenderal Doni ya. Sebentar lagi bintang ee tiga ya bintang amin gitu. Yang saya hormati Pak Tasdik ini sesepuh kita staf khusus kemudian Pak RB yang saya hormati Bapak Rektor ya Pak Ramli. Luar biasa makasih banyak Pak Ramli. Ini tadi ini suasananya bintang lima ya suasananya. Tadi Pak Wamen sampaikan memang ini kelas-kelas untuk ee Korpu khusus ya. Pak Wagub terima kasih. Ini standarnya luar biasa ya untuk jadi ke depan nanti seluruh BPSDM Indonesia standarnya harus seperti ini nih ya. [Tepuk tangan] Yang saya hormati kawan-kawan JPT Pratama Lembaga Negara, jajaran pimpinan pada ee Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan tentunya para peserta ee Corpus Summit ini ada pimpinan-pimpinan Kepala BPSDM ada Bu Uus dan kawan-kawan saya lihat lagi BPSDM ada Pak Edwi Pak Edward ya ee mana lagi yaah Bu apa ee ee Kepala BPSDM Jawa Kalimantan Timur banyak sekali ini ya ee dan tentunya semua yang hadir ee terima kasih banyak. Pertama-tama kita panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa taala Tuhan yang maha esa. Alhamdulillah kita bisa hadir dalam acara Corpus Summit dalam keadaan sehat, dalam keadaan semoga kita mendapatkan keberkahan ini auranya, aura keberkahan ini Pak Wagub karena semua adalah pejuang kompetensi. ya memperjuangkan kecerdasan bangsa, tidak hanya bangsa, tapi kecerdasan para pelayan bangsa. Luar biasa, Bapak, Ibu sekalian. Jadi, pertama tentunya kita akan ee selalu berpikir mengapa kita hadir jauh-jauh dari sini ya, dari berbagai daerah ya ee apa ee di untuk hadir pada acara summit ini acara yang pertama kali kita lakukan. Bapak Wamen, Bapak Wagu, Bapak Ibu sekalian, Pak Harmen, kawan-kawan semuanya. Jadi ini yang kita menghadapi sebuah perubahan perubahan yang sangat besar. Ini real ya kalau kita bicara tentang perubahan yang kita sering mendengar, tapi ini kita bicara tentang bagaimana orang survivis di dalam menghadapi perubahan ya. Ee apa namanya ee CEO-nya Jenderal Elektrik itu ya ee Le Eukoka itu sangat terkenal sekali. Dia bilang bahwa dalam menghadapi perubahan ini kalau kita belajarnya lebih lambat dari pelajaran, maka sebentar lagi kamu akan melihat organisasinya mati. Ya, sebentar lagi organisasi mati. Ya, if you apa? If your organization learn slower than the eh pass of chain yang eh di lingkungannya, maka e kita akan sebentar lagi ngelihat organisasi itu mati. Jadi kita ini harus cepat ya. Jadi, bagaimana bayangan yang kecepatan? Misalnya kita lihat ee data orang itu teknologi telepon, line telepon itu untuk dapat ee 100 juta pelanggan itu butuh eh ee 50 juta pelanggan butuh 100 tahun ya. Nah, dengan perkembangan teknologi yang ada eh Angry Bird itu 3 bulan dia R juta. Habis itu disusul namanya apa? Candy Crus. Ya, mungkin yang Bapak Ibu enggak mungkin umur kita itu gak nyampai ke sana karena ini apa permainan-permainan game yang anak-anak ini sekarang main cepat sekali, cepat sekali. Nah, kok di pemerintahan ini ini Pak Wagub dan ee timnya paham betul ya bagaimana perubahan kebijakan cepat sekali berubah ya bukannya kemudian gak konsisten karena memang pemerintah juga dihadapkan pada lingkungan yang berubah cepat ya dinamis sekali. Nah, untuk itu maka ini tidak bisa kita bicara tentang bagaimana cara kemudian belajar yang biasa-biasa saja. Belajar yang konvensional itu sudah ditinggal ya. di sini hadir ee dari ini tadi saya lupa menyapa kepala pusat ee dari PLN pembelajaran PLN Buendah mana Buenda ya dari PLN Corporate University ya ini BUM BUMN sudah bergerak bikin corpus ada PLN Corporate University ada eh Mandiri Corporate University Telkom Corporate University semua adalah untuk mengawal tadi proses transformasi semua untuk mengawal tadi perubahan-perubahan yang cepat kalau tidak di ee kemudian didukung dengan cara belajar yang berubah, yang cepat, maka ketinggalan tadi mati ya, organisasi itu mati. Nah, Bapak, Ibu sekalian, ini sebuah tantangan yang real ya, bahwa pemerintah pun tidak akan kemudian berbeda menghadapi perubahan dengan organisasi, korporasi, swasta dan BUMN. Kita hidup bareng-bareng di sini, di republik ini, di dunia ini. Customer kita sama, yaitu kurang lebih 280 juta e penduduk yang kemudian harus kita layi. Sama dengan BUMN, sama dengan korporasi, customernya sama, caranya beda. Tetapi belajarnya tadi kita perlu kemudian perbaiki sama-sama apa namanya dengan cara tadi menerapkan corporate university. Jadi, Bapak Wamen, Bapak, Ibu sekalian, inilah kita berkumpul semuanya dalam rangka tadi kita menyiapkan sebuah cara belajar baru untuk menghadapi sebuah perubahan besar yang kita hadapi di lingkungan kita. Mengapa corporate university? Yang pertama karena corporate university tadi adalah bagaimana kemudian menyelesaikan problem sekarang ini ada kepemimpinan dan belajar. Ini suatu dua yang terpisah manajemen kemudian belajar. ini berpisah corporate university yaak corporate university adalah bagaimana kita sesuai kita juga terbitkan aturannya juga dan sudah ada peraturan pemerintahnya rancangannya dan bagaimana pimpinan puncak organisasi harus memimpin ya ini alhamdulillah Pak Wagup Pak Wagub dan Pak Bu ee Gubernur ya sudah melakukan memimpin langsung Corporate University ee Jawa Timur ini sebagai contohnya ya dan di sini kita ada kurang lebih kita sudah melakukan ee pemetaan ada 350 lebih instansi yang sudah menerapkan corporate universiti sama prinsipnya gubernur, bupati, menteri, kepala lembaga memimpin langsung proses belajarnya tadi. Yang kedua, belajarnya ini tidak konvensional tadi ya. Belajar itu konvensional dalam arti hanya di kelas, tapi ini tidak. 90% ada di tempat kerja untuk memastikan proses kepimpinan, manajemen, dan learning tadi menjadi sebuah ee hal yang terintegrasi. Kita nyebutkan pembelajaran yang terintegrasi. Ya. Yang berikutnya adalah bagaimana kita membangun sebuah cara belajar yang kolaboratif, tidak tersekat-sekat. Ini yang problemnya sekarang, Pak Wagub. Ini masih banyak kita target-target yang kemudian apa namanya harus dikeroyok bareng-bareng. Tidak ada satuun kemudian instansi pemerintah bisa menyelesaikan persoalan pembangunan sendirian. Tidak ada satuun organisasi sekarang ini bisa menyelesaikan sendiri. Mau BUMN, mau korporasi, semuanya kolaboratif. Nah, ini yang kemudian dengan corporate university kita pastikan pembelajarannya kolaboratif antar OPD, antar instansi pemerintah, pemerintah dengan korporasi, BUMN dengan korporasi dan seterusnya. Dan yang kemudian yang terakhir adalah bagaimana pembelajaran itu real berdampak ya, bagaimana menghasilkan inovasi dan seterusnya. Saya sampaikan bahwa Korpu itu punya peran yang sangat strategis dalam reformasi birokrasi. Pak Wamen, saya sampaikan kemarin ke Buri ini juga ini eranya sekarang reformasi birokrasi mesin utamanya adalah corpo. Mengapa? Satu, Korpu ini bangun budaya, transformasi budaya. Dua, memenuhi kebutuhan kompetensi untuk pekerjaan yang baru. Bapak, Ibu sekalian, ini menarik kalau kita melihat laporan World eh Economic Forum, saya selalu sampaikan 170 juta dalam waktu ee 2030 di dunia ini ya muncul pekerjaan baru menggantikan ada 90 jutaan. Di Indonesia 23 juta pekerjaan digantikan R5 juta. Bapak, Ibu sekalian, ini sebuah tanda dalam arti banyak pekerjaan kita ini 5 tahun ke depan tidak relevan. Kalau kita tidak melakukan kemudian penyesuaian skill kita, maka kemudian kita akan enggak relevan. Nah, untuk itu maka undang-undang memerintahkan ASN wajib belajar berkelanjutan agar selalu relevan dengan organisasi Bapak, Ibu sekalian. Dan itu tadi yang ee kedua tadi pemenuhan ee apa? transformasi budaya, pemenuhan kompetensi. Dan yang terakhir tadi saya sampaikan Pak Wagub ini engine untuk menghasilkan inovasi. Mengapa masyarakat di sana menuntut adanya sebuah terobosan-terobosan? kita dihadapkan kemarin 2 tahun ini ya kira kurang lebih ya ee tantangan anggaran ketidakpastian karena memang pemerintah juga bekerja secara agile. Kita pun anak buahnya juga harus kemudian agile. Ini yang kemudian tadi kita harus bagaimana menemukan cara belajar yang inovatif dan menghasilkan tadi banyak terobosan di dalam pelayanan Bapak Ibu sekalian. Jadi ini yang kemudian kita dalam forum yang ee sangat baik ini ya, kita tujuannya adalah bagaimana membangun sebuah kolaborasi. Nah, problem utamanya adalah kita korpu ini memerlukan cara hidup yang ekosistemnya beda dengan namanya ee lembaga diklat. Lembaga diklat ekosistemnya ada trainer, ada fasilitator, ada coach mungkin ya, ada penyelenggara dilakukan sendiri-sendiri. tadi Pak W bilang ekosistem sistem yang kemudian tertutup sendiri-sendiri. Korpu beda, ekosistemnya beda. Dia kolaboratif karena dia sifatnya strategis kemudian sifatnya kemudian terbuka ya harus menghasilkan tadi dampak nyata. Maka tadi sifatnya harus kolaboratif. Ekosistemnya apa? Yang pertama adalah kita melihat sini di sini semuanya adalah bagian dari ekosistem. Tidak ada kemudian kita lakukan sendiri-sendiri tapi kita lakukan secara kolaboratif. Yang kedua kita kemudian di sini ada ada kawan-kawan dari PLN kemudian dan dari ada Telkom dan seterusnya. Ini bagian dari ekosistem ya. Pembelajaran Korpu ini kita akan lakukan bersama dengan kawan-kawan dari BBUMN, dari korporasi ya, dari perguruan tinggi ya, tidak hanya di dalam negeri, luar negeri juga sama ya kita akan ajak. Nah, Bapak Ibu sekalian, ini yang sudah kita lakukan tahun kemarin kita kumpulkan 300 pimpinan korporasi ya, namanya B300 karena Best 300 ya hadir dan mereka siap men-support kita ya. Kemarin ada beberapa program yang sudah dilakukan bersama korporasi, ada ASN Tal Academy, ada Reformer Academy dan seterusnya ada beberapa platform yang di-support mereka dan seterusnya dan ini bukan LAN saja Bapak Ibu sekalian. ini adalah bagian kita akan undang mereka untuk memperkuat ekosistem corporate university nanti ya. Nah, Bapak Ibu sekalian yang lainnya adalah tentang kita juga perkuat kolaborasi dengan kawan-kawan di ee luar negeri. Ada apolitik ya, ada TBI ya dan seterusnya. Yang sekali lagi saya sampaikan corpus summit ini kita memperkuat tadi pembelajaran model baru yang lebih kolaboratif, lebih berdampak dan kita pastikan bahwa apa yang menjadi arahan Bapak Presiden ini kita bisa kemudian dukung dengan adanya corporate university. kita sudah lakukan tahun ini ada di bawah corporate ada akademi pengentasan kemiskinan ada akademi koperasi merah putih ya untuk memastikan program-program Bapak Presiden itu bisa kemudian didukung oleh ASN-ASN yang terampil memastikan tadi sasaran-sasaran strategis Bapak Presiden bisa terpenuhi. Nah, Bapak Ibu sekalian, jadi ee kita harapkan nanti dengan adanya Korpu ini selain ada kolaborasi, kita juga sudah mulai kemudian ada sharing ya mengenai apa program-program tadi yang bisa kita lakukan yang real ya. Tadi kita perlu apa? Sharing mengenai pembelajaran tempat kerja berdampak. Tadi mungkin Bu Erna nanti akan sharing pengalaman bikin akademi dan seterusnya. Karena di PLN juga sama di PLN itu kemudian korpusnya ada akademi-akademi sesuai dengan tadi e kebutuhan tadi untuk melakukan transformasi dan ini kita akan lakukan nanti ee mungkin di pemerintah daerah atau di kementerian, lembaga ada beberapa hal yang tadi yang mungkin bisa kita lakukan bersama-sama. Nah, yang lain adalah tentunya kita harapkan tadi Korpu ini bisa kita ee ee apa namanya dengan ee yang sudah kita rintis kemarin di tempatnya Buerna ini ada direktur khusus nangani ekosistem bagaimana kemudian mengkurasi potensial partner yang ada untuk kemudian kita ajak bergabung pada ekosistem corporate university di Indonesia ini. Jadi nanti kita harapkan nanti kita ee ASN yang kita layani punya akses tadi belajar yang terbaik. Tidak harus kemudian dikungkung kalau belajar itu ya harus dari WI, harus dari ee pejabat birokrasi tapi punya opsi yang lebih ee ee luas. dan Pak Wamen, Pak Wagu, Pak Waka PKN ini terima kasih banyak ini bagian dari ekosistem ya ee dukungan dari Pak Wamen ya dari kebijakan-kebijakan pemain kompetensinya tadi disampaikan luar biasa Pak Armen dengan data BKN yang dengan platform yang digitalisasi layanan ASN luar biasa terintegrasi dengan data-data kita sebut disampaikan ke Pak Wagub learning matricnya nanti semua ASN N ya, ada datanya belajar apa ya, ee apa namanya untuk apa dan seterusnya dan itu nanti akan kita lakukan secara terintegrasi dan kemarin kita sudah juga ee inisiasi ya ee untuk mengumpulkan lembaga-lembaga pelatihan ada lebih dari 120 lembaga pelatihan yang kemudian kita akan satukan menjadi sebuah asosiasi atau apapun ini belum masih berproses tapi intinya adalah kita akan lakukan bersama-sama tadi menghadapi sebuah era baru, era perubahan ya, di mana kita dituntut untuk berubah. Nah, satu hal lagi yang mungkin saya sampaikan mungkin kemarin ee selalu saya sampaikan Bapak Ibu sekalian ini Bapak Presiden selalu kemudian mewanti-wanti ya. Bagaimana kemudian ee apa namanya Pak ASN ini harus berintegritas. dua itu harus kemudian ee betul-betul bekerja untuk rakyat dan yang ketiga adalah bagaimana bekerja untuk sebuah masa depan Indonesia Emas 2045 dengan terada inovasi-inovasi tadi. Nah, ini yang kita harapkan tadi kita lakukan kolaborasi ee program-program yang nyata untuk rakyat, program-program yang tadi kemudian bisa mengantarkan ASN memenangkan Indonesia Mar 2045. Dan untuk itu juga ee saya selalu sampaikan kerja cerdas, kerja keras kita harus diimbangi dengan branding bareng-bareng ya. Jadi ini pengalaman di korporasi sama juga corporate university ini cara kerjanya adalah kita bekerja belajar menghasilkan impact tapi juga nge-branding komunikasi kita komunikasikan. Jadi kemarin di forum kehumasan kami sampaikan mohon dikurangi ee foto-foto yang seremonial meskipun nanti sebentar lagi kita foto pakai jempol ya pakai selalu itu standarnya Pak Wah tetapi kita mulai akan tampilkan hasil inovasinya dampaknya dan seterusnya ya kemudian kita tampilkan bagaimana sebenarnya intinya adalah bahwa ini tidak ada namanya rakyat sejahtera tanpa apa ASN yang kompeten ya. Nah, inilah kemudian makanya kemudian pengembangan kompetensi tidak ada hanya kemudian di lembaga-lembaga pelatihan di kelas-kelas tapi ini ada di mana-mana ya. Petani bercocok tanam di situ, di belakangnya ada ASN. makan bergizi gratis itu kemudian di belakangnya ada ASN yang kompeten. Koperasi merah putih yang kemudian berkinerja bagus, di belakangnya ada ASN yang kompeten. Semuanya ada membutuhkan tadi sentuhan ASN karena tugas ASN tadi memberikan pelayanan dari orang mulai lahir sampai orang mati semuanya butuh layanan ASN. Makanya tadi Bapak Ibu sekalian kita tunjukkan ya kita rombak strategi komunikasi kita. Yang belum punya medsos bikin medsosnya. yang belum kemudian punya kehumasan yang barus kita ee apa namanya? Perkuat kehumasannya. Jadi, Pak Wagup saya matur nuwun, terima kasih banyak. Ini Pak Ramli sudah memberikan contoh banyak ee tim kreatifnya untuk apa namanya mengembangkan medsosnya ya. Ini kita lakukan nanti ee ee bareng-bareng. Jadi kita kumpul hari ini, pagi hari ini untuk sebuah era baru, era kemudian kita belajar cepat, belajar kolaboratif, belajar yang berdampak. Dan itu saya matur nuwun, terima kasih Pak Wagub e dengan dukungannya Pak Wamen, terutama kebijakan-kebijakannya Pak Waka BKN. Matur nuwun. Terima kasih ya dengan ee transformasi yang kita lakukan bareng-bareng ini, kita bisa mewujudkan tadi sebuah era baru pembelajaran dan kepada kawan-kawan semuanya, pimpinan lembaga pelatihan, pimpinan instansi saya mengucapkan banyak terima kasih. Luar biasa 350 lebih sekarang Korpo yang sudah ee ee di apa namanya di di diterapkan di level kementerian, lembaga ee provinsi kabupaten, kota saya. Terima kasih banyak semuanya untuk ee suatu kolaborasi yang sangat indah ini. Bapak, Ibu sekalian, demikian mungkin yang bisa sampaikan. Sekali lagi terima kasih. Semoga segala upaya baik kita, kerja keras kita ini mendapatkan rida Allah subhanahu wa taala dan kita selalu mendapatkan bimbingan pertolongan untuk sebuah kebaikan bangsa ke depan ini. Terima kasih. Bikayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak. kami mohon berkenan untuk tetap tinggal di tempat. Bapak, Ibu hadirin sekalian, selanjutnya akan kita ikuti bersama pembukaan secara resmi ASN Corpus Summit 2025. Untuk itu berkenan mendampingi Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Wakil Kepala BKN Republik Indonesia bersama Wakil Gubernur Jawa Timur. Izin, kami akan menghitung untuk pemukulan gong pada kesempatan pagi hari ini. T du sat. [Musik] Baik, Bapak dan Ibu hadirin sekalian. Dengan ini ASN Corpus Samit 2025 telah resmi dimulai. [Musik] Berikutnya izin Bapak-bapak untuk dapat berfoto bersama. Rekan-rekan dokumentasi, rekan-rekan media silakan mengambil tempat di atas panggung. Bapak, Ibu, kita akan berfoto bersama. Mungkin untuk Bapak dan Ibu yang berada di barisan paling belakang, kami undang untuk dapat bangkit berdiri supaya terlihat di kamera pada kesempatan pagi hari ini. Yang di sudut kanan, sudut kiri semuanya silakan untuk bergabung di tengah. Baik, kita akan berfoto dengan tiga pose. Bapak dan Ibu izin. Pose pertama adalah pose formal. Dimohon Bapak dan Ibu untuk bisa menggabungkan kedua tangan di depan. Kami izin menghitung 1 2 3. 1 2 3. Yang kedua adalah poselan. Silakan untuk membuat tangan menjadi huruf L. 1 2 3 1 2 3 Yang terakhir kita kepalkan tangan kanan kita sebagai simbol sinergi pada kesempatan pagi hari ini. 1 2 3. Terima kasih. Foto bersama selesai. Selanjutnya Bapak Ibu tamu undangan VIP beserta jajaran LAN berkenan untuk meninggalkan tempat acara dan menuju ke Lift Expo. Sementara untuk Bapak Ibu tamu undangan yang lainnya kami mohon untuk tetap berada di tempat. [Musik] Bapak dan Ibu para peserta sekali lagi kami mohon untuk tetap berada di tempat karena kita akan melanjutkan acara pada kesempatan pagi hari ini dengan talk show. Untuk itu, Bapak Ibu mohon bersiap untuk bisa mengikuti talk show pada kesempatan hari ini. [Musik] Baik Bapak dan Ibu, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. masih belum fokus, terpecah begitu ya konsentrasinya. Saya ingin menyapa kembali Bapak dan Ibu tamu undangan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Izin saya hadir di atas panggung Bapak dan Ibu untuk dapat menyapa seluruh tamu undangan dan juga tamu kehormatan yang telah hadir bersama-sama dengan saya pada pagi hari ini. Bapak dan Ibu, apa kabar semuanya? Baik, boleh saya dengar tepuk tangan sebagai tanda bahwa Bapak dan Ibu siap untuk mengikuti talk show sesi pertama pada hari ini. Senang sekali saya F Patriia akan menjadi moderator pada sesi talk show kita kali ini. Dan tentunya tidak afdol kalau misalnya saya tidak berpantun terlebih dahulu sebelum saya mengundang para narasumber untuk dapat hadir bersama-sama di depan. Jalan pagi di tepi telaga, udara segar terasa meresap. Masih banyak yang belum fokus. Coba ASN Korpu tingkatkan budaya belajar bangsa agar Indonesia Emas 2045 benar-benar tercapai dan mantap. Boleh tepuk tangannya sekali lagi. Terima kasih banyak Bapak dan Ibu. Dan tentunya saya ingin langsung mengundang para narasumber yang sudah hadir untuk dapat menyapa Bapak dan Ibu dan memberikan materinya. Yang pertama ingin mengundang Kepala BPSDM Kemendagri yang terhormat Bapak Dr. Dresas H. Budi Santosa, M.Sc. Boleh berikan applaus untuk dapat menyapa dan juga menyambut kehadiran beliau. Disilakan. Selanjutnya mengundang pula moderat narasumber kita yang kedua, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran Aparatur Sipil Negara LAN Republik Indonesia, Ibu Dr. TR. Erna Irawati, Esos Empol Administrasi. Silakan, Ibu Erna. [Musik] Silakan duduk, Ibu. Baik, terima kasih. Izin saya bergabung dengan beliau-beliau yang sudah hadir di hadapan kita semua, Bapak dan Ibu. Mic-nya silakan sambil kita coba juga mic-nya sudah menyala atau belum. Baik, Bu Erna. Apa kabarnya hari ini? Baik, Pak. Terima kasih banyak. Tadi saya sudah melihat dari kejauhan. Wah, ini saya akan berbincang dengan beliau dan juga akan siap menyimak apa yang akan beliau sampaikan mengenai topik kita pada kali ini. Ya, saya ingin menyapa juga Pak Buddha. Apa kabar? Baik. Baik ya. Baik. Alhamdulillah siap untuk dapat menyapa Bapak dan Ibu semua. Baik, Bapak dan Ibu hadirin yang kami hormati bahwa pada momen kali ini pertama-tama izinkan saya menyampaikan apresiasi terlebih dahulu kepada Bapak dan Ibu tamu undangan yang telah hadir. Mulai dari awal tadi saya melihat jam 0.00 sudah hadir di ruangan ini. Apresiasi boleh dengan tepuk tangan sekali lagi untuk Bapak dan Ibu. Ini salah satu budaya ASN yang patut kita teladani adalah budaya on time. Bahkan jauh sebelum tamu VIP datang sudah hadir ya. MC belum datang, moderator belum datang sudah pada hadir semua memenuhi kursi-kursi yang ada di sini. Dan pada momen kali ini kita mengangkat tema dukungan kebijakan dalam akselerasi penerapan corporate university. Tadi saya mengutip sebagian dari yang telah disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur bahwa apa yang dikatakan adalah salah satunya tentang lifelong learner. Nah, talk show sesi pertama ini merupakan salah satu di antara dari lifelong learner tadi di mana kita harus selalu haus akan belajar dan juga menimba ilmu dari siapapun begitu ya. termasuk narasumber yang akan disampaikan materi-materi beliau di mana Corporate University atau Corpu ini merupakan pendekatan strategis dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia yang tidak hanya pada pelatihan teknis saja, tapi juga penguatan budaya organisasi, pengembangan kapabilitas, dan penyelarasan talenta. Tujuannya untuk jangka panjang institusi. Namun keberhasilan implementasi Korpu ini tidak berjalan optimal tanpa adanya dukungan kebijakan yang jelas, terarah, dan berkelanjutan atau sustainable. Untuk itu, melalui kebijakan yang kuat corporate university ini bisa memperoleh legitimasi arah pengembangan, serta standar tata kelola yang memastikan proses pembelajaran ini bisa berjalan dengan sistematis, terintegrasi, dan memberikan dampak nyata terhadap kinerja organisasi. Jadi pada sesi talk show kita kali ini, kita akan menggali lebih jauh bagaimana kebijakan ini berperan dalam mempercepat penerapan corporate university serta akan kita ketahui tantangannya apa saja dalam mengimplementasikan serta strategi sinergi antar pemangku kepentingan agar pengembangan talenta dan pembelajaran organisasi ini bisa berjalan dengan efektif, adaptif, dan selaras dengan visi pembangunan nasional agar tercapai apa yang telah menjadi tema besar kita kali ini, yaitu ASN. En Corpu transformasi pembelajaran menuju Indonesia Emas 2045. Kita akan berikan kesempatan terlebih dahulu untuk dapat menyampaikan materinya kepada Bapak Budi. Siap Bapak untuk dapat menyapa dan juga memberikan materinya Bu Erna dulu boleh kalau begitu. Silakan Bu Erna untuk dapat menyapa dan memberikan materinya. Oke, terima kasih Mbak. Izin Fani. Silakan Ibu. Selamat pagi ya. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera Bapak Ibu semuanya, Pak Budi dan juga kawan-kawan semuanya dari Kementerian, Lembaga, Pemerintah, Daerah yang sudah memiliki corporate university seluruh Indonesia sebenarnya. Cuman memang ee apa namanya? Ada beberapa yang memang secara khusus memang sudah terlibat aktif di dalam penerapan penerapan corporate university. Saya hanya ingin sharing Bapak Ibu ada dua hal. Yang pertama adalah capaian kita di tahun 2025 di dalam menerapkan corporate university. Itu yang pertama. Kemudian yang kedua adalah agenda corporate university khususnya adalah skala nasional yang nanti pasti dikontribusikan oleh korpu-korpu instansi di tahun 2026. Jadi muatan dari sharing saya dua hal itu Bapak Ibu. Yang pertama yang terkait dengan capaian kita di tahun 2025. Next. Bapak eh Mas Mbak ya. Ini Bapak Ibu tadi sudah disebutkan oleh Pak Taufik selama kurun waktu sampai dengan tahun 2025 meskipun saya selalu mengatakan menerapkan corporate university bukan berarti kita memulai dari nol. sudah banyak praktik-praktik yang sudah kita laksanakan tapi dibungkus di dalam satu siklus pembelajaran corporate university. mungkin kita baru menjalin ke sana sehingga kurasi yang kita lakukan dari tahun 2024 sampai dengan 2025 saat ini sudah ada 315 Kementerian Lembaga Pemerintah Daerah yang sudah mendeklare melaksanakan corporate university dari jumlah keseluruhan dari instansi pemerintah di Indonesia 604 48 dengan sebaran sebagaimana yang Bapak Ibu lihat di depan gitu. Kita bisa melihat dari Sabang sampai dengan Merauke kita sudah memiliki instansi pemerintah yang menerapkan corporate university meskipun berbeda-beda dari sisi jumlahnya. Next, Mas, Mbak mungkin ee bawahnya dulu nanti saya kembali ke sini. ee tadi saya menyebutkan sudah ada next sekitar 300 ini sebarannya Bapak Ibu kemarin mungkin untuk kawan-kawan dari BPSDM yang sudah hadir sudah pernah melihat ee apa namanya infografis ini. Tapi kita bisa melihat Bapak Ibu dari infografis yang ada di depan secara nasional Bapak Ibu kita membagi maturitas dari corporate university itu dari inisial sampai dengan advance Bapak Ibu. secara nasional kita bisa lihat dari 300 lebih 315 kementerian lembaga pemerintah daerah tadi yang sudah menerapkan corporate university mayoritas Bapak Ibu ada di inisial inisial adalah yang paling awal Bapak Ibu kita sudah memiliki bibit-bibit corporate university namun kondisinya belum secara terintegrasi mampu menggerakkan secara optimal gitu. Kemudian yang kedua adalah intermediate law sekitar 31%. Untuk kawan-kawan yang advance sekitar 8%. Bapak Ibu di tahun 2025 karena kita sebutannya adalah self assessment untuk klaim maturitas dari corporate university ini khusus untuk yang advance tahun 2025 kami sudah menyelesaikan des analisis untuk yang advance. Dari klaim advance Bapak Ibu kita berapa? Dari 26 instansi pemerintah yang mengklaim advance kita dari hasil des analisis kita hanya sekitar 12 yang memang kita sudah bisa membuktikan bahwa klaim ini diterima. Dari 12 ini kemarin secara khusus Bapak Ibu kami sudah ee mengirimkan satu undangan karena nanti pada tanggal 3 Desember kita akan mengumumkan Bapak Ibu instansi-instansi pemerintah yang memiliki praktik terbaik dari sisi hasilnya untuk penerapan corporate university dari 12 ini kalau ada perwakilannya saya minta berdiri ini yang des analisisnya sudah kita pastikan Bapak Ibu sesuai antara yang diklaim dengan ee des analisis yang dilaksanakan oleh lembaga administrasi negara. Yang pertama dari Kementerian Keuangan ada perwakilannya mohon berdiri. Terima kasih banyak. Advance. Kemudian kawan-kawan dari ATR BPN kalau ada yang hadir kelihatannya tidak hadir dari BPKP di Oke, terima kasih. Selamat. Kemudian dari BMKG, selanjutnya dari Lembaga Administrasi Negara sendiri, kemudian dari BP POM, ya, kemudian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, ada perwakilannya di bawah Bapak, Ibu sedang pameran saya tahu dari BPSDM Provinsi Jawa Timur perwakilannya banyak yang ada di sini saya yakin. Kemudian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ng selamat Pak. Kemudian dari Kota Tangerang nanti akan sharing juga di sini. Kemudian dari Kabupaten Cilacap ya, selamat Bapak yang ada di belakang. Kemudian dari Kabupaten Sukoharjo. Nah, nggih. Selamat, Pak. Jadi ini adalah 12 Bapak Ibu yang dari sisi des analisis sudah kita lakukan analisis maturitas corporate university-nya pada levelnya adalah advance. Ini adalah sumber-sumber belajar baru Bapak Ibu. Kalau Bapak Ibu pengin belajar lebih lebih jauh bagaimana menerapkan corporate university, 12 instansi pemerintah ini dapat dijadikan rujukan. Kemarin kawan-kawan dari Kementerian DKI Jakarta, Bu Erna sekarang sudah banyak yang nanya ke saya. Sekarang sumbernya semakin lebih banyak, Bapak, Ibu. Jadi, monggo dimanfaatkan sebagai forum dari ee Bapak, Ibu ingin sharing tahu lebih banyak penerapan corporate university. Kemudian dari self assessment maturitas corporate university, Bapak Ibu, kita juga melakukan pemetaan berdasarkan wilayah. Kalau Bapak Ibu lihat yang sebelah atas ini adalah level kementerian lembaga. Ada dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, dan juga DKI Jakarta. Sebelah kanan ada Jawa Barat, kemudian NTB, NTT, Bali, Lampung, dan Sumsel. Bapak, Ibu kalau cermati lebih dalam lagi untuk kawan-kawan dari Kementerian Lembaga Pulau Jawa, kemudian Nusa Tenggara, Bapak Ibu mayoritas adalah di antara intermediate low atau intermediate high. itu sudah lumayan tinggi. Cuma untuk kawan-kawan yang ada di bawah Bapak Ibu yang sebelah bawah kawan-kawan yang ada di wilayah Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, dan Papua mayoritas masih di tahapan inisial. Sehingga Bapak Ibu ini saya yakin pemetaan awal ini memberikan banyak message kepada kita bahwa ada yang harus kita lakukan supaya maturitas dari pelaksanaan corporate university ini semakin meningkat. Jadi secara khusus Bapak Ibu ee ada beberapa kebijakan nanti yang diterapkan dari lembaga administrasi negara untuk memastikan maturitas Korpu itu menjadi lebih baik, lebih baik dan lebih baik. ee yang atasnya ini tadi, Mas. Kemudian Bapak, Ibu tadi saya menyebutkan dari sebaran tadi distribusinya secara spesifik kementerian ada di 29 yang sudah mengisi dari surveinya sekitar 60%. Lembaga 27 baru sekitar 50%, pemerintah provinsi baru 50% juga kabupaten 41%. Kemudian kota sudah 58%. Jadi kalau kita lihat kota-kota ee bersaing dengan kementerian untuk melakukan self assessment terhadap penerapan corporate university. Kami juga melakukan identifikasi Bapak Ibu karena ada data-data di dalam self assessment ini yang Bapak Ibu harus sampaikan kepada kami untuk melihat ketika kita mengembangkan corporate university. Yang pertama Bapak Ibu tujuan kita adalah memberikan akses belajar. Karena di pasal 49 Undang-Undang 20 tahun 2023 semua ASN wajib belajar. Kalau kita memberikan asumsi melalui corporate university dengan asumsi setiap penerapan CORPU ada 20% ASN yang belajar. Bapak Ibu, kita berkontribusinya baru sekitar 648.000. Ibu untuk membuka akses ASN untuk belajar. Kalau data ini kita gabungkan dengan pelatihan mandatori pelatihan kepemimpinan latsar CPNS orientasi P3K dalam 1 tahun 2025 mungkin angkanya sekitar R1 juta sampai dengan Ruta,2 1,2 Bapak Ibu sehingga kita bisa mengatakan corporate university kita untuk menyediakan akses mungkin baru sekitar 25% dari total ASN yang saat ini kita miliki. Sehingga kami sangat-sangat mengharapkan Bapak Ibu akses ini harus diberikan kepada semua ASN untuk belajar. Belajarnya tidak hanya secara formal karena memang kekuatan keunggulan dari corporate university adalah belajarnya sosial dan experiential learning. Bapak, Ibu, Pak Taufik tadi menyebutkan 90% 10%-nya formal 90%-nya adalah social dan experiential learning. Next, Mas. Next. Kemudian yang selanjutnya yang tadi saya ingin sampaikan kepada Bapak Ibu adalah bagaimana dengan tata kelola dari corporate university itu sendiri. Next. Yang gambar tadi ini Bapak Ibu dari sisi tata kelola corporate university. Corporate university ada dua Bapak Ibu. Yang pertama adalah corporate university nasional atau corpu nasional itu penyelenggaraannya dilaksanakan oleh lembaga administrasi negara. kami sedang memfinalkan dokumen HCDP nasional Bapak Ibu sebagai produk utama dari Korpu nasional yang memang dari sisi tata kelola kelembagaannya kita melibatkan ada kawan-kawan Menpan BKN Kementerian Dalam Negeri kemudian kawan-kawan dari BAPENAS, BPKP dan lain-lain. Nanti akan kita sampaikan kepada Bapak Ibu semua karena HCDP nasional menjadi acuan juga ketika Bapak Ibu nanti membuat HCDP instansi ini. Berapa dari sisi tata kelola Bapak, Ibu, lembaga administrasi negara sebagai instansi dari Undang-Undang 20 diberikan kewenangan untuk melakukan pembinaan terhadap pembelajaran ASN. Kita tugasnya mengeluarkan kebijakan, memberikan advokasi dan lain-lain yang ada kaitannya dengan penerapan corporate university. Kemudian kawan-kawan dari Kemenpan RB memberikan dari sisi regulasi untuk memastikan bahwa penerapan corporate university menjadi strategi utama kita untuk mendapatkan ASN unggul. Kemudian dari pusat unggulan atau kita sebutnya adalah center of excellent Bapak Ibu. Center of excellent adalah instansi-instansi yang memiliki kewenangan untuk melakukan pembinaan secara teknis. Kami sudah menetapkan lima Bapak Ibu. Target kami akhir tahun Desember ini ada 10. Kementerian Kesehatan pusat unggulan untuk teknis kesehatan misalnya BPP POM adalah pusat unggulan untuk pengadaan obat dan makanan. Obat dan makanan. Kemudian LKPP untuk pengadaan barang dan jasa. Jadi kita sudah menetapkan Bapak Ibu, kami sedang mengelola bagaimana pusat-pusat unggulan ini nanti bisa menjadi partner Bapak Ibu untuk substansi teknis. Kalau saya ingin bahas tentang pengadaan barang dan jasa terstandar, Bapak Ibu, kita punya LKPP. dia memiliki tugas dalam konteks corporate university menyediakan bahan-bahan yang dapat diakses semua ASN di Indonesia kalau berbicara mengenai pengadaan barang dan jasa. Lembaga administrasi negara untuk pelatihan kepemimpinan tidak hanya yang mandatori Bapak Ibu tapi juga yang sifatnya teknis. Kemudian kita memiliki Asosiasi Korpu kawan-kawan BUMN. Hari ini kita mengundang kawan-kawan dari BUMN. Terima kasih banyak kehadirannya. nanti akan sharing Bapak Ibu asosiasi Korpunya BUMN itu seperti apa, apa yang dilakukan dari sisi asosiasi itu termasuk penerapan di BUMN itu sendiri seperti apa untuk corporate university-nya. Kemudian kawan-kawan dari Kementerian Dalam Negeri, saya yakin kalau kawan-kawan Kementerian Dalam Negeri pasti kalau pemerintah daerah dengan kawan-kawan Kemendagri. Jadi untuk tata kelolanya kawan-kawan Kemendagri menjadi bagian bagaimana kita memastikan penerapan dari corporate university. Kemudian yang bawah Bapak Ibu, Forum Korpu. Forum Corpu ini baru Bapak Ibu, Bapak Ibu hadir pada pagi hari ini menjadi cikal bakal kita membuat forum corporate university. Kemarin pertanyaannya dengan Pak Taufik, kita perlu enggak membuat asosiasi? Nanti terlalu banyak asosiasi kita juga pusing Bapak Ibu karena Lan baru kemarin juga membuat asosiasi untuk ee lembaga penyelenggara pengembangan kompetensi gitu. Jadi kemarin diskusi dengan Pak Taufik kita bicara forum saja gitu cuma bagaimana forum ini menjadi sebuah tata kelola kelembagaan yang pasti apa yang harus dilakukan dan siapa yang mengorkestrakan dari forum ini. Next. Bapak. Nah, ini Bapak Ibu ee forum hari ini menjadi cikal bakal untuk forum-forum selanjutnya. Jadi, kita ingin bahwa kita memiliki sebuah wadah untuk bertukar pikiran, berdiskusi, berbagi informasi, berbagi praktik baik bagaimana kita menerapkan corporate university di sektor publik. Jadi, forum ini adalah rumah kita untuk sharing, Bapak, Ibu. Rumah kita untuk belajar. Kemudian ini ada beberapa tujuannya dan beberapa aktivitas ini yang coba kemarin kita identifikasi ee meskipun nanti kalau mau ditambahkan monggo gitu. Menyelenggarakan corpus summit ini. Corpus summit 1. Kami mengharapkan ada corpus summit yang kedua. Nanti kita bisa lihat nanti sudah lebih ke hasilnya Bapak Ibu. Kalau tahun 2025 kita masih mayoritas berbicara kuantitatif Bapak Ibu. Tapi 2026 kita sudah bergerak bahwa Korpu ini berkontribusi terhadap pencapaian tujuan strategis nasional. Kemudian ada forum tahunannya, sharing terkait penerapan dan lain-lain. Monggo nanti. Nah, ini Bapak Ibu yang di bawah ini yang kami harapkan nanti pada hari ini ada bagaimana dari sisi tata kelolanya dari forum ini beranggotakan instansi yang telah berkomitmen kalau kami usul 12 yang sudah advance ini menjadi anggota tetap dulu untuk yang pertama ini. Kemudian nanti pengurusnya bisa monggo nanti kita kembalikan ke kawan-kawan. Next. Kemudian saya ingin menyampaikan program Korpu di tahun 2026, Bapak, Ibu. Karena ini sudah bulan November, saya yakin sudah di ujung, gitu. Ee next, Mas. Eh, kalau kita berbicara tahun 2026 di dalam menerapkan corporate university, kami ada empat strategi ini yang akan kita lakukan untuk memastikan penerapan corpu meskipun sifatnya instansi. Ada korpu nasional, ada korpu instansi. Korpu instansi adalah semua kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah harus memiliki korpu. Bapak, Ibu, ada empat yang ingin kita laksanakan dari sisi strategi. Yang pertama adalah integrasi. Bagaimana kita menghubungkan sistem dan sumber daya pembelajaran. Kemudian digitalisasi bagaimana kita memanfaatkan teknologi. Kemudian yang ketiga adalah bagaimana kita menciptakan inovasi-inovasi di dalam pembelajaran. Dan yang keempat adalah ekosistem kolaborasi. Next. Yang pertama integrasi. Bapak Ibu ini untuk kawan-kawan yang ada di sini semua sudah menerapkan Corpuso. Saya yakin sudah familiar dengan framework ini. Kalau belum kita punya YouTube-nya, kita punya bahannya, Bapak Ibu tinggal ambil gitu. Cuma yang ingin saya tekankan adalah dua hal Bapak Ibu. untuk ASN wajib mengembangkan kompetensi dan organisasi harus memberikan akses. Yang pertama tahun 2026 ketika kita sudah menerapkan corporate university, pastikan Bapak Ibu setiap pegawai untuk memenuhi kewajibannya memiliki individual development plan, Bapak, Ibu atau memiliki rencana pengembangan kompetensi individu. kita sudah keluarkan kebijakannya Bapak Ibu di 400 406 ya 406 Bapak Ibu keputusan kepala lembaga administrasi negara bagaimana caranya kemudian sampai mendapatkan individual development plan seperti apa yang kedua Bapak Ibu setiap instansi pemerah pemerintah harus memiliki HCDP atau human capital development plan kita juga sudah ada pedomannya Bapak Ibu yang ada di sebelah kanan itu adalah kebijakan-kebijakan yang sudah kita buat untuk mempermudah Bapak Ibu eh HCDP itu kayak apa ya formatnya, caranya seperti apa dan lain-lain ada. Jadi yang pertama Bapak Ibu untuk integrasi pembelajaran kita memastikan bahwa pengembangan kompetensi yang dilakukan oleh semua pegawai memiliki manfaat bagi organisasi. Indikatornya adalah memiliki individual development plan untuk pegawainya. organisasi memiliki HCDP-nya. Ah, ini saya dengan kawan-kawan Menpan terima kasih banyak Bu Kiki juga sudah hadir kemarin berdiskusi pembuatan HCDP maupun IDP ini akan sangat mudah bagi Bapak Ibu kalau kita menggunakan AI gitu ya Pak Bapak Ibu ya. kami sedang berdiskusi. Moga-moga nanti bisa jadi Bapak Ibu tahun 2026 kita mau mengembangkan membantu Bapak Ibu bagaimana membuat IDP sampai dari IDP secara otomatis nanti bisa menjadi hasil DP dengan AI. Tapi sekali lagi ini sedang kita diskusikan. Tapi sementara ini belum jadi. Saya sangat-sangat mengharapkan meskipun secara manual ataupun Bapak Ibu memiliki teknologi yang lainnya memastikan bahwa kita memiliki IDP untuk pegawainya, HCDP untuk instansi kita. Satu itu Bapak, Ibu. Next, Mas. Kemudian yang kedua adalah akses. Kalau tadi sebutannya adalah memanfaatkan teknologi, Bapak, Ibu. Kalau kita berbicara sistem atau variasi strategi pembelajaran, kita memiliki kalau Lombardo sebutannya 10 20 70 Bapak Ibu. 10 adalah formal learning 20 social learning 70 adalah experiential learning. Kalau 10% yang formal learning adalah training center Bapak, Ibu, BPSD, M, Pusdiklad dan lain-lain. Tapi 20 dan 70% bisa dilaksanakan di tempat kerja. Nah, corporate university Bapak Ibu memanfaatkan ketiganya tapi porsi terbanyaknya adalah yang 20 dan 70 dibantu dengan teknologi. Teknologi bisa digunakan untuk formal, sosial, maupun experienc learning. Jadi, Bapak Ibu kalau berbicara pemanfaatan teknologi dan akses untuk belajar, kami sangat mengharapkan di setiap corpu Bapak Ibu mulai muncul ini social learning, experiential learning. Saat ini kami sedang memfinalisasi pedoman coaching mentoring untuk manajerial. Bapak Ibu nanti kita sedang piloting minggu depan selesai piloting-nya mereka sampai praktik kemudian kita berikan sertifikat Bapak Ibu nanti dilihat perkembangan dari proses ini. Awal tahun kita akan munculkan pedoman coaching mentoring tapi tersertifikat Bapak Ibu. Jadi bukan sekedar bertemu tapi bagaimana proses ini berjalan dan menghasilkan peningkatan kompetensi. Jadi yang kedua Bapak Ibu, teknologi digunakan untuk mempermudah akses dan juga seiring dengan kebutuhan pengembangan kompetensi yang jumlahnya semakin tinggi. Next, Mas. Kemudian yang ketiga adalah ekosistem, Bapak, Ibu. Tadi Pak Taufik juga meng-highlight, Pak Wamen juga sama Bapak, Ibu bahwa pengembangan kompetensi iramanya Bapak, Ibu sudah sangat-sangat cepat. Kalau Pak Taufik tadi mengatakan kalau kecepatan pembelajaran di organisasi kita lebih lambat dari perubahan, kita akan melihat organisasi kita lama-lama akan mati, tidak dibutuhkan atau mendapatkan penilaian negatif, Bapak, Ibu. Nah, sumber daya yang kita miliki sering sekali terbatas sehingga kita perlu berkolaborasi dalam bentuk ekosistem. Jadi, penerapan Korpu Bapak, Ibu memastikan kita berkolaborasi. Kolaborasinya dengan siapa? tadi Pak Wamen sudah ada dengan instansi pemerintah yang lain, dengan ahli-ahli yang lain dari swasta, dari NGO, dari perguruan tinggi dan lain-lain Bapak Ibu. Jadi corporate university kita menciptakan sebuah ekosistem belajar. Next. Kemudian yang keempat, Bapak Ibu, inovasi. Kami menawarkan di luar ini silakan Bapak, Ibu mengembangkan inovasi-inovasi pembelajaran. yang basisnya sosial dan experiential learning. Yang formal juga boleh, tapi kita mau meng-highlight bahwa sosial dan experiential learning menjadi cara kita untuk berinovasi, memastikan pemenuhan kompetensi bagi ASN. Kemudian nanti yang ketiga saya akan berbicara mengenai kalau sudah dibuka cara belajar ada formal, ada sosial dan experiential learning. Pengakuan terhadap formal learning mudah Bapak Ibu. Bapak, Ibu mengikuti pelatihan kepemimpinan dapat sertifikat, selesai Bapak Ibu kualifikasinya. Pelatihan fungsional juga sama. Bagaimana dengan sosial dan experiential learning yang sudah dibuka caranya? Bagaimana cara mengakuinya? Kami sudah ada kebijakan, jadi jangan khawatir dalam penerapan corporate university khusus Bapak Ibu nanti kita punya dua model. Model yang pertama program khusus. Model yang kedua adalah kredensial. Kalau program khusus semuanya boleh, Bapak Ibu. menerapkan pengakuan pembelajaran. Tapi yang kredensial yang sudah corpunya intermediate high. Kalau masih di bawah belum boleh masuki fase untuk kredensial ini. Cuma kredensial memang belum kita terapkan, baru akan kita piloting 2026. Kalau program khusus kita akan scale up di 2026. Nanti saya akan jelaskan sedikit. Next, Mas. Bapak, Ibu, kami menawarkan untuk inovasi semua kementerian, lembaga, pemerintah, daerah kami buka. Silakan kalau Bapak, Ibu ingin menerapkan outcome based learning. Kami memiliki piloting tiga saat ini, Bapak, Ibu. Yang pertama di BPSDM Provinsi Jawa Timur kita punya Kabupaten Probolinggo, Bapak Ibu, untuk akademi pengentasan kemiskinan. Untuk BPSDM Jawa Barat kita punya Kabupaten Indramayu Akademi Pengentasan Kemiskinan. Kemudian untuk NTT, BPSDM NTT kita memiliki akademi pengentasan kemiskinan di Kota Kupang. Kemudian kami lembaga administrasi negara sendiri memiliki akademi sekolah rakyat. Bapak, Ibu, ini adalah sebuah pembelajaran yang basisnya adalah praktik coaching, social learning, experiential learning dengan tambahan formal learning yang tidak begitu banyak. Bapak Ibu siklusnya seperti ini. Kalau Bapak Ibu ingin mendalami, kami juga punya YouTube untuk menjelaskan ini. Tapi sekali lagi ini kami tawarkan kepada Bapak Ibu misalnya boleh enggak Bu BPSDM Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan akademi ee untuk isu-isu strategisnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Silakan welcomenya. Silakan gunakan ini Bapak, Ibu sampai selesai dan nanti next, Mas. Modelnya seperti ini. Next. Ini contoh penerapan yang akademi pengentasan kemiskinan yang tadi saya sebutkan ada di Probolinggo, Indramayu, dan juga di Kota Kupang. Bapak, Ibu, Bapak, Ibu boleh merubah isu strategisnya. Bu, saya mau merubah untuk pengangguran, investasi. Silakan, Bapak, Ibu. Tapi modelnya seperti ini, kita bisa lakukan pengakuan pembelajaran. Next, Mas. Nah, ini Bapak Ibu basisnya adalah kelompok Bapak Ibu tadi yang akademi-akademi tadi yang isu-isu strategis outcome based learning basisnya adalah kelompok dan ini untuk calon suksesor Bapak Ibu. Bapak, Ibu memiliki calon suksesor OPD-nya terkait dengan isu yang mau ditangani dalam bentuk kelompok. dia sampai membuat projek secara bersama, dia akan kita berikan sertifikat untuk akademinya. Plus Bapak, Ibu nanti ada tambahan untuk pembuktian karena tadi kelompok harus diangkat ke individu, kita berikan sertifikat kompetensi yang setara dengan mengikuti pelatihan kepemimpinan sesuai dengan pesertanya. Misalnya pesertanya ada yang dari JF pertama atau dari pelaksana yang calon suksesor, kemudian ada JPT-nya, ada administrator, ada pengawas. Bapak Ibu nanti untuk proses pengakuannya ada teknik tersendiri, tata kelola tersendiri, akhirnya kita berikan sertifikat yang setara dengan pelatihan kepemimpinan. Jadi ini menggantikan sertifikat pelatihan kepemimpinan. Jadi melalui akademi ini isu-isunya boleh Bapak, Ibu. sesuaikan dengan isu-isu strategis nasional. Boleh yang ada di wilayah diperbolehkan. Satu itu Bapak, Ibu. Next, Mas. Kemudian yang kedua kita punya reformer akademi, Bapak Ibu. Kalau ini pembelajaran yang diperuntukkan untuk ASN usianya 35 tahun ke bawah, Bapak, Ibu. saya enggak bisa masuk di kelas ini. Kalau yang tadi untuk calon suksesor untuk penanganan isu-isu strategis, Bapak, Ibu, kalau ini adalah menciptakan kawan-kawan muda yang menjadi inovator menyelesaikan permasalahan di organisasinya masing-masing. Jadi ini untuk kelas anak muda ada yang kita sebut sebagai reformer akademi dengan modelnya Bapak Ibu adalah ada bootcamp online, ada bootcamp offline. Next, Mas. Ini crash program Bapak Ibu. Jadi ini adalah metodologi yang digunakan untuk anak-anak muda ini platformnya adalah platform based learning-nya, kemudian ada activity based learning, ada facilitator group dan juga ada prerading activitas. Next. Jadi ini ada beberapa gambaran tentang reformer akademi. Nanti saya akan sharingkan kepada Bapak Ibu. Ini kita sudah menyelenggarakan setiap tahun Lembaga Administrasi Negara sudah menyelenggarakan tapi sekarang kita perbolehkan. Monggo Bapak Ibu kalau mau mendidik kawan-kawan muda. Manfaatnya apa Bapak Ibu? Pengakuan pembelajarannya diberikan tapi khusus untuk kawan-kawan ini untuk level pengawas Bapak Ibu untuk pengakuan pembelajaran atau sertifikasi pemenuhan kompetensinya. Next. Next. Kemudian yang terakhir dari saya Bapak Ibu tentang tadi formal learning, social learning, experienti learning. kita sudah membuka sosial dan experiential learning. Bagaimana kita mengaku? Kita memiliki kebijakan tentang pengakuan pembelajaran yaitu mekanisme pemberian pengakuan untuk melakukan penyetaraan dan rekognisi pembelajaran. Kalau penyetaraan pelatihan disetarakan Bapak Ibu, kita punya tadi misalnya contohnya kita memiliki ee misalnya kelasnya sekarang PKN 2 kita punya kelasnya SESPLU, kita punya yang tadi akademi pengentasan kemiskinan, kita punya reformer akademi. Ini masuk di penyetaraan Bapak Ibu tapi ada juga program yang kita sebut sebagai rekognisi pembelajaran lampau. Next saja Mas. Nah, ini Bapak Ibu untuk pengakuan pembelajaran kita memiliki framework-nya dulu Bapak Ibu dari framework sebelah kiri kita masih menggunakan Permenpan 38. Kemudian kita masuk Korpu, Bapak Ibu. Korpu itu melalui jenis pengembangan kompetensi ada formal, social learning, dan experiency learning. kita skema pengakuannya adalah membandingkan antara kompetensi yang dimiliki seseorang dengan framework kompetensi yang saat ini kita laksanakan yang berwarna hijau yang ada di sebelah kanan bawah Bapak Ibu ada dua relaksasi dan kredensial. Relaksasi ini yang kita sebut sebagai program khusus yang kita akan scale up tahun 2026. Pengusulannya berakhir di bulan Juni 2028. Penyelenggaraannya sampai dengan awal 202. Sesudah itu sudah tidak ada program relaksasi, Bapak, Ibu. Nanti saya akan jelaskan apa program relaksasi. Jadi ada dua, Ibu sudah hampir selesai. Oke, sebentar lagi. Ee kemudian yang kredensial yang tadi saya sebutkan kita baru akan piloting 2026. Nanti untuk yang bisa masuk kredensial yang corpunya intermediate high Bapak Ibu. Tapi yang relaksasi semua boleh. Next, Mas. Relaksasi Bapak Ibu diperuntukkan bagi mungkin di bawah saja, Mas. Di bawah. Next lagi. Next. Nah, Bapak Ibu, ini diperuntukkan semua pejabat manajerial yang sudah duduk di dalam jabatan tapi belum mengikuti pelatihan kepemimpinan, Bapak, Ibu. Jadi kami menawarkan tidak bukan tidak mengikuti pelatihan kepemimpinan tapi kita mengakui kompetensi yang dimiliki pejabat manajerial yang sudah duduk minimal 1 tahun di dalam jabatan. Bapak Ibu, kita memiliki program khusus relaksasi pengusulan terakhir Juni 2018. Sesudah itu enggak ada lagi. Programnya sangat-sangat efisien dari sisi waktu dan dengan sisi dari sisi pembiayaan. Kami mengundang Bapak Ibu mengikuti besok hari hari Kamis ya, hari Kamis pagi Bapak Ibu secara teknis kami akan mensosialisasikan untuk dilaksanakan seluruh Indonesia. Sudah duduk pengawas, sudah duduk administrator, sudah duduk di JPT Pratama. kita memiliki program sangat efisien dan juga dari sisi waktunya sangat-sangat pendek, Bapak, Ibu. Jadi, kami sangat mengharapkan semua yang menerapkan corporate university sudah mengidentifikasi Bapak Ibu pejabat di lingkungannya masing-masing yang sudah menduduki jabatan paling singkat 1 tahun. Kemudian nanti kita memiliki list untuk mengidentifikasi sudah memiliki transformasi atau belum. Kalau sudah, Bapak Ibu tinggal self assessment dan ujian. Kalau belum ada program membuat transformasi quiinnya hanya 1 bulan. Kalau dari sisi pembiayaan Bapak Ibu kalau tinggal ujian graduasinya adalah Zoom meeting atau e daring Bapak Ibu per orang hanya sekitar R00.000. Tapi kalau belum memiliki transformasi hanya sekitar 1,2 juta dibandingkan kita mengirimkan di pelatihan kepemimpinan dan ini hanya yang sudah duduk 1 tahun ke atas ya Bapak Ibu yang belum mengikuti pelatihan kepemimpinan. Jadi calon suksesor harus mengikuti pelatihan kepemimpinan yang sudah duduk boleh diikutkan dengan program khusus ini. Sekali lagi kebijakannya kita sampaikan di sini kami mengundang Bapak Ibu secara teknis karena dari sisi tata kelola kita memiliki BPSDM ini khusus yang untuk pemerintah daerah ya. Kalau kementerian lembaga silakan diselenggarakan sendiri nanti berkoordinasi dengan kami. Untuk pemerintah daerah kita memiliki BPSDM. BPSDM itu adalah hubaksasi ini. Mungkin itu Bapak Ibu yang dapat saya sampaikan ee terkait dengan progres kita Korpu di tahun 2025 dan agenda Korpu kita di tahun 2026. Demikian, terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Applaus Bapak dan Ibu untuk Ibu Erna. Sangat singkat, padat, dan jelas sekali. Begitu ya informasi yang disampaikan. Saya juga turut menyimak mulai dari awal hingga akhir tadi. Namun memang waktulah yang sangat terbatas begitu karena memang acara opening ceremony tadi ya yang memotong waktu kita lebih banyak untuk dapat di seksi talk show satu ini. Untuk itu langsung saja berikutnya kami berikan waktu kepada deputi ee Kepala BPSDM Kemendagri Pak Budi. Saya kebalik-balik nih dari tadi ya. Disilakan Pak Budi. Terima kasih, Mbak. Jadi kita semua sudah mendengarkan tadi dari sambutan Bapak Gubernur, Bapak Wamen, Bapak Kepala LAN, dan terakhir kakak saya debuti bidang transformasi pembelajaran ASN LAN yang sangat luar biasa. Jadi saya tinggal menutup aja karena sudah dijelaskan semuanya. Baik Bapak Ibu sekalian, karena ini ada teman-teman provinsi, saya kira ee filosofi dari Korpu ini saya ingin menegaskan saja bahwa korpu ini hukumnya halal karena dasar hukumnya sudah jelas sekali. Lah kita semua tahu bahwa Bapak Menteri Dalam Negeri selaku pembina umum pemerintahan, koordinator pembina umum pemerintahan dan pembina teknisnya tentunya Kementerian Kementerian Teknis termasuk ee LAN untuk membina teknis secara teknis korbu. Namun pembina teknis pun dikoordinasikan oleh Kementerian Dalam Negeri. Ini mumpung ada teman-teman dari provinsi sekali lagi dari data dari ee Mbak Erna tadi bahwa banyak kabupaten kota yang belum melaksanakan Korpu bahkan provinsi. Jadi data saya ada juga terkait dengan provinsi yang belum melaksanakan korpo. Ya, ini pesan saya karena saya mantan direktur kepala daerah dan DPRD hati-hati memberikan masukan kepada kepala daerah yang baru kaitan dengan Korpu ini. Kalau gak jelas, nak yakin, ngundang Mbak Irna aja untuk menjelaskan kepada kepala daerahnya biar enggak salah tafsir. Baik Bapak Ibu sekalian, untuk memenuhi kewajiban kami langsung aja halaman 4. Tadi saya tegaskan bahwa Korpu ini sah dan halal hukumnya dalam pelenggeran pemerintahan karena sudah diatur di Undang-Undang 20 tahun 2023 tentang aparatur sipil negara khususnya di pasal 49. Di sana ditegaskan bahwa ASN wajib melakukan pengembangan kompetensi. Tadi Mbak Irna sudah menjelaskan panjang lebar, jadi saya kira sah ya. Yang kedua, pengembangan kompetensi dilakukan melalui sistem pembelajaran terintegrasi. Yang ketiga, terintegrasi dengan pekerjaan. Tadi Bapak ee Kepala LAN juga menegaskan, Bapak Gubernur juga menegaskan saling terkait dengan komponen manajemen ASN lainnya dan terhubung dengan pegawai ASN pihak lainnya. Artinya penyelenggaraan pemerintah di daerah ini harus terkoneksi dengan penyelenggara urusan pemerintahan di luar pemerintah di bidang bisnis dan lain sebagainya. Yang kedua, di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS sebagaimana telah diubah dalam PP 17 tahun 2020 khususnya di pasal 203 ditegaskan bahwa pengembangan kompetensi dilaksanakan melalui pendekatan sistem pembelajaran terintegrasi Korpu. Nah, yang lebih khusus lagi peraturan dari tempatnya Mbak Erna ini yaitu peraturan LAN nomor 6 tahun 2023 tentang sistem pengembangan kompetensi terintegrasi yaitu Korpo. Yang pertama di sana ditegaskan bahwa mengatur mengenai Korpu nasional dan instansi. Tadi sudah dijelaskan Mbak panjang lebar. Jadi sah secara hukum dan ini siap nikah ini. Jadi sudah sah pengantinnya sudah siap semua. Yang kedua ada tujuh komponen corporate university yaitu corpu. Pertama struktur yang kedua manajemen pengetahuan, forum pembelajaran dan sistem pembelajaran, strategi pembelajaran, teknologi pembelajaran, dan integrasi sistem. Ini saya kira sekali lagi dasar hukumnya sudah jelas sekali dan perlu kita yakini bersama untuk dilaksanakan bersama-sama. Lanjut. Saya tidak akan mengajari teman-teman provinsi dalam sistem pemerintahan Indonesia. Kita semua tahu posisi Bapak Presiden ini sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara. Dalam konteks Korpu ini beliau sebagai kepala pemerintahan atau pemegang kekuasaan pemerintahan didasarkan pada pasal 4 ayat 1 Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Bapak Presiden selaku kepala pemerintahan dibantu oleh Menteri dan tentunya kepala lembaga juga ini Mbak Erna. Jadi, Pak Menteri Dalam Negeri mempunyai koordinas, koordinasi pembinaan pengawasan umum tadi sudah kami sampaikan. Dan pembina teknis sekali lagi tetap Kementerian Teknis juga membina secara teknis kaitan dengan pelaksanaan korbu di daerah. Gubernur selaku wakil pemerintah lah. Ini barangkali kepada teman-teman provinsi yang hadir, Bapak-bapak Gubernur, Ibu Gubernur selaku wakil pemerintah membina teknis pelaksanaan Korpu di kabupaten kota. Jadi barangkali Mbak Erna usul kami nanti kalau ada data betul kabupaten, kota, provinsi yang belum korbu kita data dan kita adakan rapat khusus untuk menjelaskan. Karena teman-teman pemda ini kasihan juga begitu ganti kepala daerah, ganti strategi untuk menyampaikan salah-salah ngomong dicopot jabatannya. Makanya itu saya hati-hati sekali menyampaikan ini karena istilah-istilah yang kurang familiar di teman-teman kepala daerah yang baru ini harus ditkomunikasikan dengan baik dan jelas daripada Bapak Ibu sekalian sekali lagi menyampaikan salah lebih baik ngundang teman-teman Dilan untuk menyampaikan informasi kepada kepala daerah lah. Bupati tentunya harus melaksanakan urusan yang terkait dengan Korpu ini. Penyelenggaraan urusan pemerintahan saya enggak ngajari desentralisasi, dekonsentrasi. Tugas pembantuan dan konkuren bisa dilaksanakan oleh provinsi, kabupaten, kota pekan pusat situ sendiri. Artinya Korpu ini termasuk wilayahnya wilayah urusan konkuren Pakna. Jadi bisa dilaksanakan oleh kabupaten, kota, provinsi, maupun pusat itu sendiri. Lanjut. di dalam pasal 375 pasal 4 Undang-Undang 23 tahun 2014 dan pasal 3 ayat 2 PP 12 tahun 2017 penyelenggaraan pemerintahan pemerintah daerah yaitu ada 10 Bapak Ibu sekalian yang pertama pembagian urusan pemerintahan kedua kelembagaan daerah yang ketiga kepegawaian pada perangkat daerah ini sebagai pengembangan Kompetensi merupakan bagian dari pembinaan umum bidang kepegawaian pada perangkat daerah. Yang keempat, keuangan daerah. Kelima, pembangunan daerah. Yang keenam, pelayanan publik di daerah. Yang ketujuh, kerja sama daerah. Yang kedelapan, kebijakan daerah. Dan yang keesemb kepala daerah dan wakil kepala daerah. Saya ini biar enggak terlalu tegang ini, jangan terlalu serius. Saya direktur kepala daerah dan DPRD ketika saat itu banyak kepala daerah itu dirongkrong oleh wakilnya. Kalau wakil kepala daerah itu konsultasinya bagaimana caranya Mas Budi menurunkan kepala daerah. Jadi selalu begitu. Ini serius namun harus dikesampingkan dalam sistem penyelenggaraan pemerintah di daerah bentuk pembinaan lainnya. Jadi, Bapak, Ibu sekalian ee terkait dengan Korpu ini saya kira perlu kita dukung bersama karena bagaimanapun juga dia ingin menuju Indonesia tahun 2045. Makanya konsep Korpu ini Mbak Erna kalau bisa dilaksanakan dengan baik di level pemerintah daerah baik di kabupaten, kota, maupun provinsi sangat mendorong sekali dan telah mewujudkan Indonesia se tahun 2045. Makanya saya kira ini perlu kita dukung bersama dan ini jalan menuju Indonesia emas dan perlu didukung oleh pemerintah daerah kabupaten kota. Kekuatan kita barangkali di kabupaten kota dari 514 ini data yang ada barangkali kami juga belum ada di kabupaten kota. Namun yang ada di kami adalah provinsi. Mohon maaf. di provinsi catatan kami baru 12. 12 provinsi telah menyusun peraturan pelaksanaan corporate university yaitu Sumatera Utara, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Timur dan Sulawesi Barat. Namun di beberapa dokumen Bapak Ibu sekalian, ada beberapa provinsi disatukan dengan Perda tentang manajemen talenta. Nah, makanya ini tadi diskusi dengan sahabat kami di lahan bahwa manajemen talenta belum sah dimasukkan dalam kategori korpu kita. korpu kita belum e beda antara manajemen talenta dengan korpu yang kita diskusikan pada saat ini. Namun, empat provinsi telah melaksanakan fasilitasi rancangan PERKAD Direktorat Jenderal Daerah di tahun 2025 belum belum dipublish, yaitu Sulawesi Tengah, Maluku, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan. Jadi barangkali Bapak, Ibu sekalian provinsi yang hadir yang belum menyiapkan rancangan draf PERKAD terkait dengan Korbu mohon bisa diinisiasi dan kita jalan cepat aja belajarnya. Konsultasi kepada 12 provinsi yang sudah mempunyai PERKAD tinggal dicopy paste namun disesuaikan dengan arahan dari teman-teman Dilan. Barangkali itu Bapak Ibu sekalian yang dapat kami sampaikan. Sekali lagi kami hanya dalam tataran praktis karena dalam teori korpu kami bukan ahlinya dan Mbak Erna ini dokter spesialis Korpu. Makanya kepada pemda nanti Mbak Inat mohon dengan segala hormat nomor HP-nya disampaikan kepada teman-teman provinsi biar menjadi penuntun pelaksanaan Korpu yang baik dan benar. Jadi kalau awalnya benar, outputnya pasti benar. Kalau awalnya salah, ini yang membahayakan karena ini manajemen sistem pemerintahan. Jadi jangan sampai dilaksanakan nanti dalam kondisi salah. Jadi sekali lagi kami mohon kepada provinsi yang belum mempunyai perkada korbu segera menyiapkan proses tindak lanjutnya dan bagi provinsi yang sudah ada korpunya mendata kabupaten kota di wilayahnya yang belum melaksanakan korbu tolong didata dan ini bagaimana solusinya. Mungkin nanti dalam diskusi ini lebih baik kita mencarikan solusi bagaimana yang terbaik agar Korpu ini bisa berjalan dengan baik dan menuju Indonesia di tahun 2045. Ini intinya kan ke sana. 2025 saya yakin enggak terwujud kalau penyelenggaraan pemerintahan di kabupaten kota berjalan kurang baik dan amburadul. Ini prinsipnya seperti itu. Proses pembelajaran dengan Korpu ini saya kira suatu sistem yang perlu kita dukung bersama. Saya kira itu Bapak Ibu sekalian yang dapat kami sampaikan. Mohon maaf. Palidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Pak Budi. Terima kasih banyak penjelasannya. Baik, ini adalah sesi yang ditunggu-tunggu interaksi dengan Bapak dan Ibu hadirin semua. Kami buka sesi tanya jawab karena waktu yang terbatas mungkin tiga penanya terlebih dahulu. Baik, izin boleh dibantu teman-teman panitia dari meja sebelah kiri. Bapak boleh angkat tangannya lagi. Nah, berbatik hijau. Baik, boleh berdiri Bapak silakan. Oke, dengan Bapak siapa? Baik, terima kasih. Perkenalkan nama saya Daud Sembiring dari Pemerintah Daerah Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Kebetulan saya diperintahkan Pak Sekretaris Daerah mewakili dari bagian organisasi karena efisiensi anggaran Bu. Kebetulan bagian organisasi ada kegiatan semalam diperintahkan melanjutkan. Namun saya kira ini tidak mengurangi makna karena bagian organisasi juga memegang sebagian tugas dari BKPSDM berkaitan dengan sumber daya manusia. Yang pertama saya tadi koordinasi dengan BKBSDM bahwa Kabupaten Karo juga belum menerapkan ini. Namun kami selaku ASN melihat bahwa kegiatan Korfu ini adalah sesuatu yang sangat-sangat ditunggu dan dinanti-nantikan oleh seluruh ASN di zaman kami tidak diperhatikan. tanda kutip kami. Artinya di daerah sekarang ini ASN itu bukan sebuah komoditas yang perlu dibicarakan dan dipikirkan karena anggaran sudah sudah nyaris habis dan beberapa kebijakan tentang kepegawaian nyaris-nyaris tidak dilaksanakan. Bahkan untuk mengikuti diklat seorang pegawai dalam 1 tahun itu untuk ngikut aja jangankan untuk ngikut, untuk dengar aja sulit sekali Bu. Jadi ini mungkin perlu lebih ditegaskan lagi seperti yang disampaikan tadi dari Mendagri bahwa ini adalah hal yang penting. Yang kedua ini kami ASN ini kan menjadi objek kalau di daerah apalagi seperti yang disampaikan Bapak tadi begitu ganti kepala daerah ASN dulu yang dienter mana yang dipromosikan mana yang tidak. Jadi kalau BKN Badan Kepegawaian Negara sudah punya program yang disampaikan tadi yaitu pemetaan kompetensi yang kemarin kami sudah dipetakan yang nanti ini jadi cikal bakal supaya kepala perangkat daerah ee supaya daerah itu benar-benar melihat hasil pengembangan sumber daya manusia ini sebagai dasar dari pengembangan karir sehingga janganang jangan sampai hasil-hasil pengembangan karir diklat dan lain sebagainya itu hanya sebuah rutinitas atau formalitas aja. Bisa-bisa itu hanyalah kegiatan yang menghabiskan anggaran. Sehingga ini perlu dikoordinasikan benar. aplikasi atau sistem yang ada di pusat baik BKN, Menpan, dan LAN tiga yang mengurusi organisasi termasuk juga kalau kami daerah ini diurusi oleh Mendagri ini benar-benar perlu berkolaborasi dan yang terpenting ini perlu kami sampaikan kepada Pak Mendagri dan Ibu dari LAN, janganlah biarkan anggaran ini dititipkan di daerah. Kalau tetap daerah nanti diharapkan untuk memberikan bayaran terhadap semua kegiatan pengembangan ASN, mungkin ini akan jauh, Bu. Setelah mungkin 10 tahun ke depanlah baru bisa. Karena apa? Karena belanja pegawai untuk mencapai 30% sampai saat ini sulit. Apalagi untuk diklat wallahuam, Bu. Jadi kami nitipkan Pak dari Mendagri kalau bisa anggarannya dititipkan aja di LAN. Jadi LAN tinggal manggil kami, kami ngikut pulang dapat sertifikat selesai. Ah, demikian juga di Mendagri karena ada lembaga-lembaga ada lembaga diklat mendagri, ada lembaga LAN, ada di daerah atau dititipkan di provinsi sebagai perpanjangan tangan ee pemerintah pusat. Kalau Bapak Ibu titipkan di daerah, jangan harap saat ini pemerintah daerah uangnya habis untuk P3K, baik paruh waktu maupun ee pendidikan Latsar ASN. Habis itu jangan harap lagi kami, saya saja sendiri, Bu. Sudah 20 tahun di kepegawaian, baru lima kaliah mengikuti diklat. Itu pun PIM du eh PIM 4, PIM 3. Habis itu ya diklat-diklet during lah yang dilaksanakan teman-teman. Itu pun karena kebetulan dapat informasi. Jadi itu aja. Kami berharap ASN Corfu ini segera terwujud khususnya di daerah-daerah dengan anggaran yang bisa ditampung dan disediakan oleh pemerintah pusat. paling tidak pemerintah provinsi. Itu yang bisa kami sampaikan. Terima kasih. Mohon maaf bila ada kata yang ee tidak tepat. Terima kasih. Terima kasih banyak, Bapak. Mohon maaf tadi Pak Daul ya. Iya. Oh, baik. Terima kasih banyak Pak Daul. Izin mau ditangkap Pak Daul dari Kabupaten Karo, Sumatera Utara ya. Boleh. Silakan Pak Budi. Nanti teknisnya Mbak Irna karena mau dapat rezeki APBN yang untuk Korpu ini. Bang Darul Sembiring ya dari Kabupaten Karo. Karo Sumatera Utara ya. Suara orang Sumatera Utara memang gitu blak-belakan. Podo karo wong Jawa Timur. Saya orang Jawa Timur orang Mediun. Jadi orang Batak dan orang Jawa Timur tuh bisa bersahabat dengan baik karena kelakuannya sama. Baik. Memang kita sedih, Bapak Ibu sekalian di dalam kondisi APBN, APBD di seluruh Indonesia kondisinya memang seperti ini, Mas Darul. Namun sekali lagi ide usulan untuk membiayai Korpu di kabupaten kota pelatihan-pelatihan lah ya namanya apapun. itu di APBN memang di kami ada di pusat 3 Kementerian Dageri ada di PPSM kami. Namun seatnya terbatas sekali untuk PKN, PKA, PKP itu ada di tempat kami Mas Darul. Namun seat-nya sangat jumlah sedikit sekali ya. Barangkali nanti ini tugas dari tim pusat Mbak Erna, Ibu Deputi bahwa bagaimana ini mungkin salah satu rekomendasi di sini untuk ususulkan kepada Kementerian Keuangan. Kalau untuk pembinaan ASN itu bisa juga di porsinya ditaruh di pusat mungkin di LAN atau di kemdagri lagi kan gitu kan. mungkin di APBD perubahan lah. Dan sekali lagi tetap semangat Mas Darul walaupun korban politik terus berkelimpangan, namun kita tetap semangat untuk membantu pemda menjadi lebih baik. Saya kira itu jangan jangan berkecil hatilah terkait dengan usulan barangkali apakah dapat nanti dalam rekomendasi kita dalam ee Korpu SN SN Corpu Summit pada kali ini hasil diskusi kita bisa kita rumuskan untuk kepada usulan kepada Kementerian Keuangan untuk membiayai diklat-diklat yang sifatnya mendukung Korpu ini dari APBN. tempatnya apakah di di LAN lebih bagus? Saya kira gitu karena dianggap lebih netral, enggak berpihak kepada siapapun. Mungkin seperti itu pikiran saya. Terima kasih. Terima kasih banyak, Pak Budi. Bu Erna. Baik. Eh, Pak Sembiring dari Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Ada beberapa yang saya sampaikan. yang pertama ee tadi berbicara mengenai sebenarnya sekarang kami bersama-sama dengan MenPAN dan BKN sedang mendiskusikan mengenai sistem merit, Pak, dan juga manajemen talenta pastinya gitu. Kalau berbicara sistem merit salah satunya adalah mengelola talentanya gitu. Eh, untuk sistem yang baru nanti pengembangan kompetensi menjadi bagian dari sistem merit gitu. Memang kita masuknya nanti dari sisi corporate university. bagaimana kita mengintegrasikan hasil belajar itu dengan sistem merit menjadi manajemen talenta, Pak. Ini nanti sistemnya terintegrasi meskipun saya yakin di kabupaten, kota, provinsi politiknya sangat tinggi ya, Pak ya. Ee ada beberapa politik tapi minimal Bapak, Ibu dengan sistem yang baru, sistem merit dan manajemen talenta di mana riwayat pengembangan kompetensi menjadi bagian di sana Bapak, Ibu, kita bisa menciptakan sebuah sistem yang basisnya adalah teknologi, Pak. Jadi ini minimal Bapak Ibu bisa mengurangi banyak dari praktik-praktik yang orang belajarnya kompetennya tinggi tapi ternyata yang menjadi sukses bukan kawan-kawan yang menjadi talented person dan lain-lain. Dengan teknologi dan sistem merit skenario yang terbaru kita harapkan akan mengarah ke sana. Nah, ini yang kita sebutkan salah satunya tadi adalah pengembangan kompetensi harus terintegrasi dengan manajemen ASN Pak. Corporate university harus bisa memastikan ke sana gitu. Misalnya kami dari lembaga administrasi negara, kawan-kawan, yang mengelola sistem meritnya LAN ada di belakang Bapak, Ibu hadir juga di forum ini, gitu. Ketika kita melakukan suksesor, seleksi untuk menduduki jabatan manajerial, Bapak Ibu, kami selain asesmen kemudian apa namanya? kinerja, penilaian kinerja dan lain-lain. Ada riwayat pengembangan kompetensi yang menjadi bagian di situ juga untuk menetapkan orang-orang itu melengkapi boks 1 sampai 9. Tidak hanya dari asesmen dan kinerja, Bapak, Ibu. Pengembangan kompetensi menjadi bagian kita untuk menetapkan ke sana. Jadi tadi harapannya kita bersama-sama dari Menpan, BKN dan juga lembaga administrasi negara. Basis ini nanti digitalisasi manajemen ASN akan mengarah ke sana. Bapak, Ibu moga-moga nanti ada hasilnya Pak mengurangi tadi yang kalau di pemerintah daerah kan sangat tinggi nuansanya ke sana. Kemudian yang kedua yang dari saya tadi harapannya bahwa anggaran itu diletakkan ke lembaga administrasi negara. Saya ingat sekali Bapak Ibu sebelum keluar Undang-Undang 20 wacana itu muncul Pak. Wacana itu muncul karena apa? supaya kita tahu anggaran pengembangan kompetensi itu butuhnya berapa dan digunakan benar-benar untuk mengembangkan kompetensi. Kemudian kemarin juga ada usul dari teman-teman dari pemerintah daerah kan ada peraturan Kemendagri ya Pak ya. Provinsi itu minimal 0 kom 37 kabupaten kota 1 kom sekian 1,16 gitu untuk pengembangan kompetensi. Kalau untuk pendidikan itu 20% dan itu mengikat enggak boleh dipindah. Tapi kalau yang kawan-kawan Kemendaki kan boleh dipindah ya. Itu yang kemarin harapannya mbok itu supaya enggak bis dipindah gitu ya, Pak ya. Nah, isu-isu itu memang menjadi bagian dari diskusi kita, Pak. Jadi saya sangat-sangat senang bahkan kalau memang oke anggarannya disentralkan sehingga kita tinggal oh ini yang butuh ini alokasi sekian dan lain-lain. Tapi kelihatannya di era sekarang itu kita diskusi kemarin belum memungkinkan. Tapi sekali lagi sebenarnya saya ingin meng-highlight bahwa ketika kita menerapkan corporate university justru Bapak Ibu itu problem mengenai anggaran itu yang tinggi kita harus selesaikan. Kalau kita ngajak ngejar anggaran kayaknya susah, Pak. Susah untuk ketemunya gitu. Makanya melalui corporate university justru sosial dan experiential learning ini yang harus kita masifkan, gitu. Karena apa? Sosial dan experiential learning ini kalau kita bandingkan dari sisi pembiayaannya sangat-sangat efisien. Bahkan ada yang R0. Misalnya Bapak Ibu, kami dari Lembaga Administrasi Negara kerja sama dengan kawan-kawan Microsoft dan Pijar Foundation. Kita punya ASN future Skill. Itu materinya dari tentang future skill Bapak, Ibu. Dari Microsoft, dari PJAR Foundation, dari lembaga administrasi negara. Bapak, Ibu boleh belajar R0 rupiah enggak bayar. Kawan-kawan mengikuti webinar serinya kawan-kawan pemerintah provinsi Korpunya Jawa Timur, Bapak Ibu enggak bayar. Itu adalah cara-cara belajar yang menurut saya bisa mengatasi dari sisi pembiayaan. Kemudian apa yang dilakukan di unit kerja kita misalnya experiential learning. Bapak Ibu saya punya Bapak Ibu CPNS DLAN yang kita buatkan menjadi squad tim untuk membuat konten berbasis digital. Bapak, Ibu bentuknya squad tim Bapak Ibu. saya enggak perlu mengirimkan dia ke lembaga pelatihan. Jadi ee apa namanya tadi? Betul sekali Bapak Ibu untuk formal learning banyak PR yang harus kita lakukan. Termasuk tadi bagaimana memastikan bahwa anggiran Bangkom itu kalau ada efisiensi enggak yang pertama kali langsung dialihkan atau dihapuskan. Termasuk tadi Pak penginnya mengikat Pak. Kalau mengikat kan enggak bisa di diubah-bahuman itu diskusinya kita sudah pernah lakukan. Tapi sekali lagi dalam konteks corpu adalah sosial dan experien. Kalau tadi kan yang pengakuan formal mudah ya, Pak ya. Punya sertifikat misalnya pelatihan kepemimpinan jel yang sosial dan experiential learning yang efisien ini bagaimana diakui kita punya kebijakannya. Jadi jangan khawatir, cuman memang PR-nya bagaimana mengintegrasikan dengan manajemen ASN bahwa ketika kita sudah melakukan pembelajaran, pengakuan pembelajaran, manajemen internal ketika berbicara mengenai manajemen ASN juga merekognisi itu gitu. Ketika kita berbicara suksesor, kita berbicara mengenai promosi, kita berbicara karir, harusnya kita juga sampai ke sana. Nah, corporate university ruang lingkup yang ketujuh itu adalah integrasi. salah satunya mengintegrasikan dengan manajemen ASN ini. Tapi saya sangat mengharapkan meskipun uangnya terbatas kalau mau menyelenggarakan formal ayo kita masifkan yang sosial dan experiential learning karena akan menyediakan strategi yang efisien dari sisi pembiayaan, dari sisi waktu, tapi hasilnya harus terukur. Hasil yang terukur ini nanti diakui kebijakannya ada di lembaga administrasi negara sudah ada. Kemudian Bapak Ibu melalui Korpu nanti sharing juga dari kawan-kawan yang sudah advance bagaimana mengintegrasikan pengembangan kompetensi itu dalam manajemen ASN karena harus ke sana gitu Bapak Ibu. Ada dua tujuan dari korpu. Meskipun kalau dari sisi definisi kita selalu mengatakan korpu itu harus memastikan pencapaian tujuan-tujuan strategis nasional maupun instansi. Tapi jangan lupa bahwa setiap individu memiliki karir itu juga harus dipenuhi gitu. Ketika saya berkontribusi terhadap organisasi dengan selalu belajar organisasi saya menjadi relevan dengan perubahan karir saya harus cocok dong, selaras dong dengan setiap upaya dan kontribusi yang kita lakukan. Ini Bapak Ibu Korpu ruang lingkup ketujuh adalah mengintegrasikan dengan manajemen SM. Baik, Pak Budi, ada yang mau ditambahkan? Silakan. Bank Sembiring. Saya pernah jadi kepala daerah 2 tahun. Untuk menata ASN di kabupaten kami ini. Saya pakai manajemen dengan bekal ilmu sedikitlah dari Kemdagri. Saya sudah mengundang untuk panselnya teman kami dari Inspektorat Jenderal Kemdagri dan orang-orang terpilih. Saya panggil panselnya, "Saya enggak ada kepentingan pilih yang terbaik." Memang begitu kita ada kepentingan politik, yang terbaik pun memang muncul dari sehari-hari. Cara kerja berpikir pun memang orang-orang yang lulus dari 12 kepala dinas yang kosong ini memang orang-orang terbaik. Namun karena perjalanan kami selesai tugas, bupati yang definitif hanya mampu mau melantik hanya enam. yang enam tinggal dulu lah. Ini saya juga sampai sekarang juga semakin banyak yang kosong. Jadi bisa ini loh ee gini ada gejala yang saya tangkap Bapak Ibu sekalian ini teman-teman kabupaten, Kota, Provinsi bagi kepala daerahnya yang dari politik itu dia tidak sadar bahwa kekosongan jabatan itu mengganggu mesin pemerintahan, penyelenggaraan pemerintahan. dia enggak sadar karena dia minta bahan apapun ada. Dia enggak memahami beban pegawai yang yang menyiapkan bahan-bahan dari kepala daerah tersebut. Artinya ini harus bisa dikomunikasikan sebaik mungkin kepada kepala daerah yang jabatan strukturalnya di OPD banyak yang kosong. Ini harus diingatkan betul. Jadi dia melihat di permukaan danau air aja di dalamnya bergejolak tapi di atasnya kan tenang-tenang aja. Jadi, Danau Toba kan seperti itu, Bang Simpiring. Ternyata dalamnya bergejolak luar biasa. Kapal sampai sekarang enggak ketemu juga kan. Jadi ee inilah politik lokal yang ada di pemerintahan kita di label pelaksana. Makanya saya mengambil bukan kesimpulan ya. Korpu ini jembatan emas menuju Indonesia tahun 202 2045 untuk menuju ke sana. Saya kira gitu. Terima kasih. Terima kasih banyak tambahannya, Pak Budi. Satu penanya lagi. Tadi saya melihat di belakangnya Pak Daul ya, kalau enggak salah di meja sebelah sana. Silakan jika ingin bertanya atau berubah pikiran karena mungkin ee pertanyaannya sudah terjawab. Oh, baik. Bapak berbatik kuning. Oh, sebelahnya berbatik biru. Silakan Bapak. Biru. Baik, mohon dibantu mic-nya belum nyala. Oke, silakan dengan Bapak siapa? Baik, terima kasih. Nama saya Rifai Abas ee Kepala Pusat Pemban Kompetensi Kementerian Bapak Rifa Abas. Rifai Abas. Oh, Bapak Rifai Abbas. Ya, Rifai Abbas dari Pusat Pengembangan Kompetensi Kementerian Perdagangan. Tadi apa yang sudah dijelaskan oleh Ibu Erna, Pak Budi sudah sangat ee menggugahlah, menggugah dan memberikan sebuah pemahaman yang baru terkait dengan ASN Corpu karena ada beberapa hal yang baru yang memang perlu ada diskusi lebih lanjut. Namun dari kami tadi yang sudah disampaikan oleh khususnya Bu Erna tadi terkait dengan human capital development plan. Nah, itu tadi yang Ibu sampaikan bahwa nanti akan sudah kerja sama dengan BKN ya Bu ya kalau enggak salah atau Kemendagri. Nanti akan ada sistem AI yang akan membantu Bapak Ibu dari BPSDM yang ada di kementerian lembaga maupun yang ada di daerah. Nah, ini memang menurut kami salah satu tantangan yang dihadapi bagaimana kita mentransformasikan arah dan kebijakan ee kementerian ataupun daerah ke dalam pencapaian terkait arah dan kebijakan kementerian atau ee pemerintah daerah dalam bentuk HCDP ya, human capital development plan. Nah, human capital development ini perlu diturunkan tadi Ibu sampaikan dalam individual development plan. Namun memang best practice-nya itu seperti apa, Bu? Terus terang ini juga menjadi satu pertanyaan bagi kami di Kementerian Perdagangan, bagaimana human capital development ini turunkan dalam bentuk individual development plan dan kemudian tantangan berikutnya adalah bagaimana ini diintegrasikan ke dalam SKP atau sasaran kinerja pegawai ini. tentunya kami ee kami juga masih kemarin sempat mengundang Bu Erna dalam rangka uji publik terkait dengan Korpu di Kementerian Perdagangan. Ini yang bagi kami masih meraba-raba. Nah, ini mohon pencerahannya. Kemudian yang kedua, Ibu ini kami tanyakan terkait dengan strategi pembelajaran. Nah, strategi pembelajaran itu kan ada tiga tadi, formal learning, kemudian social learning, dan experential learning. Nah, bagi kami di kementerian yang unit teknisnya cukup banyak dan cukup kompleks, bagaimana mekanisme Bu ee untuk pengadaan pun pelanggerahan pelatihan atau training khususnya yang terkait dengan teknis untuk yang kelas ee formal ataupun terstruktur. Apakah bisa dilaksanakan oleh teman-teman di unit teknis? Bagi kami tadi yang disampaikan 7010 itu yang bisa dilakukan oleh teman-teman di unit teknis adalah ee membantu dalam dari sisi sosial dan experiential learning. Tapi dari sisi penguatan untuk formal learning, teknis dan lain-lain memang sepertinya harus dilakukan oleh Pusdiklat. Nah, ini ee saya mohon pencerahan dari Ibu karena saya membaca sepertinya pelaksanaan pelanggaran pelatihan itu bisa juga dilakukan oleh unit teknis yang lain. Nah, kalau seperti itu ee kebijakannya atau arahnya ini kan juga menjadi rancu Bu ke depannya karena unit-unit teknis ini juga akan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan sesuai dengan teknisnya. Tapi dari sisi tupoksinya itu kan bukan tupoksi penyelenggaraan pendidikan. Jangan sampai arah dari ee unit ataupun ee instansi yang fokusnya kepada pembinaan ee teknis atau substansi di bidang tertentu jugut justru menjadi terhambat. karena tugas penyelenggaraan pelatihan yang tadi formal learning maksud kami itu sebaiknya memang dilakukan oleh ee Pus Diklat atau Pus Bangkom atau BPSDMP. Nah, mohon ini mohon mohon ee tanggapan dan pencerahan dari Ibu. Terima kasih. Baik, terima kasih Pak Rifai. Pak Rifai Abah silakan Ibu Erna. Nggih. Terima kasih banyak Pak Rifai, Pak Kapus. kita kemarin sudah ada beberapa yang kita diskusikan. Semoga lancar harmonisasi untuk Permen Korpunya. Ada dua hal Bapak Ibu dari pertanyaan Pak Rifai tadi. Yang pertama pertanyaannya lebih ke pertanyaan umum. Umum itu dalam konteks kalau kita mau membuat HCDP bagaimana flow atau gambaran tentang HCDP. Bapak Ibu, tahun 2026 pasti kita akan mengeluarkan surat edaran khusus tentang yang kita sebut sebagai generpetensi, Bapak, Ibu. Ee makanya kami memfinalkan HCDP nasional ini bulan Desember awal kita sudah ada selesai. Kalau tahun 2025 kalau Bapak Ibu ingat pasti kita punya surat edaran saya surat edaran nomornya saya agak lupa. Tapi di situ kita sebutkan ada lima kompetensi generik yang semua ASN di Indonesia harus diberikan akses belajar oleh instansinya masing-masing. Kalau enggak ada, kalau LAN ada silakan diikutkan di LAN dan lain-lain. Misalnya kita berbicara mengenai literasi digital, anti korupsi, kemudian anti digital, anti korupsi, environmentally, friendly lingkungan kerjanya. Kemudian inovasi ada lima Bapak Ibu eh apa namanya eh creative thinking, adaptability, dan inovasi Bapak Ibu ada lima, gitu. Ini yang sifatnya generic nasional, gitu. Jadi flow-nya bagaimana, Bapak Ibu? Flow-nya memang kita berbicara korpu nasional dulu. Korpus Nasional nanti akan menetapkan apa kompetensi-kompetensi yang sifatnya generik untuk semua ASN. Kemudian selain kompetensi yang sifatnya generik, kita ada yang sebutannya adalah kompetensi teknis. Kalau kompetensi teknis sesuai dengan tugas pokoknya masing-masing. Kalau kabupaten kota saya yakin semuanya ya. Tapi kalau kementerian lembaga kan substansi teknisnya berbeda. Kemudian ada yang potensi kewilayahan Bapak Ibu ada beberapa wilayah misalnya memang wilayah ini untuk pertambangan kompetensi teknis yang dibutuhkan seperti apa. Jadi flow-nya akan seperti itu, Bapak Ibu untuk membuat HCDP. Nah, bagaimana HCDP ini akan menjadi IDP? Saya yakin Bapak Ibu kalau membuat HCDP sampai dengan IDP kita tidak bisa basisnya. Kalau ilmu yang lama biasanya kan kita ngomongnya kalau mau membuat mengenai rencana pengembangan kompetensi basisnya dua Bapak Ibu. Penilaian kinerja dan penilaian kompetensi. Enggak cukup Bapak Ibu kalau membuat HCDP saat ini di tengah perubahan yang sangat cepat. Kenapa saya katakan tidak cukup? IKU biasanya adalah kita menurunkan RENSTA, target-target yang ada di dalam RENSRA sampai rencana kinerja tahunan kita, gitu. Kemudian kalau penilaian kompetensi basisnya adalah standar kompetensi. Pertanyaannya Bapak Ibu, kalau organisasi kita mau dibawa ke arah X tapi tidak ada di dalam IKU dan tidak ada di dalam standar kompetensi, siapa yang harus mikirin? Jadi tiga Bapak Ibu. Yang pertama adalah ketika membuat HCDP, arah ke depan organisasi mau dibawa ke mana. Kemarin waktu Rakor PKn dan juga ada pertemuan dengan teman-teman saya mengatakan bahwa misalnya lembaga administrasi negara Bapak Ibu arahnya adalah bigger, smarter better. Ada standar kompetensinya. untuk biger standar kompetensinya ini, ini, ini, dan lain. Korpu HCDP-nya lembaga administrasi negara harus menterjemahkan ini juga. Selain kalau karir adalah standar kompetensi Bapak, Ibu, kalau pencapaian target IKU plus ke sini, gitu. Jadi, cara mengorkestrasinya dari HCDP, kita ngomong HCDP instansi dulu saja ya, Bapak, Ibu. Kalau nasional nanti secara khusus ada surat edaran dari kami dan kami bertanggung jawab juga memastikan itu biasanya minim minimal menyediakan bahan-bahan untuk yang sifatnya generik bekerja sama dengan center of excellent Bapak Ibu. Tapi untuk instansi Bapak Ibu sekali lagi dari HCDP yang mau disusun pastikan Bapak Ibu justru adalah arah strategi organisasi itu mau ke mana. Organisasinya mau dibawa ke mana. Baru kita kombinasikan dengan gap kompetensi dan gap kinerja. Kita akan muncul menjadi sebuah arah HCDP instansi. baru HCDP instansi nanti digunakan sebagai bagian dari dialog atasan bawahan sampai dengan IDP Bapak Ibu. Jadi ee kami memang secara khusus awal tahun 2026 kami pasti akan mensosialisasikan sampai mensenarioskan keputusan kepala lembaga administrasi negara yang tadi saya sebutkan 405 dan 406 Bapak Ibu HCDP dan IDP. Jadi ini nanti dengan contoh-contohnya awal tahun kita akan sosialisasikan karena ini juga masih anget Bapak Ibu makanya tadi menjadi program kita di tahun 2026. Kemudian pertanyaan yang kedua dari Pak Rifai adalah tentang 10 20 70 dalam konteks formal learning seperti paparan saya tadi Bapak Ibu, formal learning adalah training center Bapak Ibu. BPSDM, BKPSDM, Pusdiklat, Badan Diklat dan lain-lain itu adalah formal learning. Sedangkan social learning dan experiential learning adalah di unit kerja. Biasanya dikelolanya adalah di unit kerja JPT Pratama, Bapak, Ibu. Jadi, di pusat, di apa? Direktorat di OPD itu adalah 20 sampai dan juga yang experiential learning yang 70%. Pertanyaannya begini, biasanya ini di kementerian lembaga, Bapak Ibu, di kementerian lembaga itu juga membina teknis. Misalnya kawan-kawan Kementerian Kesehatan, setiap kedeputian akan membawahi substansi teknis tertentu dan pakarnya ada di situ. Makanya pertanyaannya Pak Rifai, boleh enggak mereka menyelenggarakan formal learning gitu? Karena dia melakukan pembinaan terhadap OPD teknis. Dia akan membina semua OPD atau dinas-dinas kesehatan seluruh Indonesia untuk substansi teknis. Boleh enggak dia menyelenggarakan pelatihan teknis? Pertanyaannya Pak Rifai ke sini, monggo Bapak Ibu itu diatur di dalam corporate university. Kenapa? Kenapa ini menjadi kewenangan dari Bapak Ibu? Ada tata kelola yang berbeda diperbolehkan. Kalau kita mau menganut bahwa formal learning 100% yang boleh menyelenggarakan adalah BPSDM yang eh training center, training center harus melakukan identifikasi terhadap kebutuhan itu dan juga menyadari sepenuhnya bahwa eksperti substansi kemungkinan adanya di Direktorat Teknis ini gitu. Jadi bekerja sama dengan kawan-kawan yang ada di teknis mengidentifikasi kebutuhan pelatihan kita sentralkan semuanya. Formal learning adalah di training center-nya gitu. Bagaimana kalau mereka diizinkan? Izin itu dari dewan pengarah Bapak Ibu di corporate university kan ada dua ya, dewan pengarah dan tim pelaksana. Dewan Pengarah menetapkan bahwa ada satu unit kerja yang boleh menyelenggarakan pelatihan teknis itu dituangkan di dalam keputusan dewan pengarah. Tapi sekali lagi dalam konteks knowledge managemen harus dikoordinasikan dengan kalau kita sebutnya chief of learning officer. Bapak Ibu kalau corporate university harus dikoordinasikan. Jadi kawan-kawan di Pusdiklat tahu persis yang diizinkan dari dewan penengarah menyelenggarakan pelatihan. Kalau workshop dan lain-lain itu masuk social experiential learning Bapak Ibu. Jadi silakan ini. Tapi yang ditanyakan Pak Rifai adalah yang struktural learning. Bapak, Ibu ada kurikulumnya, ada pelatihannya. Ini boleh enggak diselenggarakan di teknis. Tapi sekali lagi Bapak Ibu silakan itu diputuskan di corporate university. Ada memang kementerian lembaga yang pokoknya semua yang jenis pelatihan harus ke training center. Iya monggo gitu. Tapi dalam konteks ini libatkan karena apa? Ahlinya kan ada di sini. Karena apa? Kawan-kawan yang di Pus Diklat kan mengikuti perkembangan yang di teknis itu juga butuh effort. Kecuali Bapak Ibu punya program magang atau coaching kawan-kawan Widya Iswara dari Pusdiklat untuk belajar substansi teknis ya. Jadi ini membutuhkan apa namanya apa namanya manajemen tersendiri dari kawan-kawan ketika menerapkan corporate university. Karena pertanyaannya nanti ke sini Bapak Ibu yang menerjikan sertifikat dalam konteks Corpu, apakah boleh? semuanya menerbitkan sertifikat atau STTP, Bapak, Ibu diatur Bapak Ibu di Korpu ada beberapa ya kamu diperbolehkan menyelenggarakan ini ini tapi sertifikatnya disentralkan di training center. Ada juga yang diberi izin bahwa training center adalah bentuknya ini di jadi kalau saya Bapak Ibu bagaimana secara fleksibel kita mendesain corporate university kita tanpa mengurangi tujuan kita menciptakan akses bagi ASN gitu. Jadi knowledge managemen menjadi kunci Bapak Ibu kalau memang mau disentralkan pastikan knowledge managemen mengenali kebutuhan. Kalau mau didelegasikan, pastikan yang sudah didelegasikan itu tercatat di dalam manajemen, gitu. Jadi, jadi ke sana Pak Rifai. Jadi mungkin itu respon saya. Terima kasih. Terima kasih banyak. Karena waktu yang terbatas maka penanya hanya dua saja kesempatannya. Boleh kita berikan applause untuk narasumber kita pada sesi talk show sesi pertama kali ini, Ibu Erna dan juga Pak Budi. Terima kasih banyak atas waktu yang telah diberikan dan ilmu yang telah disampaikan. Semoga saja informasi yang telah disampaikan dan juga message yang tadi telah disampaikan pula dapat mengena dan ini menjadi jawaban dari Bapak dan Ibu semua. Mohon maaf apabila ada beberapa penanya yang hendak bertanya atau sharing begitu ya pada sesi kali ini. Namun karena waktu yang terbatas, kita akan lanjut pada sesi talk show yang kedua tentang sharing praktik baik Corpu University. Untuk itu kita akan lanjut lagi. Terima kasih banyak Bu Erna, Pak Budi berkenan untuk dapat kembali ke tempat duduknya masing-masing. Boleh Ibu. Silakan. Sampai jumpa lagi Bapak dan Ibu. Silakan boleh mengikuti sesi kita yang kedua dan kami berikan jedah sejenak Bapak dan Ibu untuk mempersiapkan tambahan kursi karena narasumber kita pada sesi kedua ini ada empat orang. Untuk itu Bapak dan Ibu jika hendak ke toilet kami silakan. Namun segera kembali lagi untuk istirahat makan siang akan kami berikan pada waktu kurang lebih pukul .00. Bersabar. Tadi sudah dibagikan snack dan juga kopi teh di meja Bapak Ibu masing-masing. Untuk itu kita akan kembali lagi kurang lebih 5 menit dari sekarang. Terima kasih. [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Barah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Kami hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Berentas melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Ho. Kami dari sini tugas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. M. University Ibu Y Endah Cahyaning Room. Boleh berikan applaus Bapak dan Ibu. Kita sambut kehadiran beliau. Silakan Ibu Enda. Terima kasih sudah standby dari pagi hari tadi. Dan selanjutnya kami juga mengundang Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan BPKP Bapak Ismet Elisal, Sst. MSC, CIA. CSRS CRMP. Wow. Pak Ismat silakan. Terima kasih sudah hadir di Kota Surabaya. Selanjutnya yang akan hadir pula masih dalam perjalanan dari pameran yang ada di bawah juga nanti bersama-sama dengan kita adalah Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur dan kami undang Kepala BPSDM Kota Tangerang Bapak Dr. Andes H. Jatmikul MAP. Dari belakang sana Bapak terima kasih sudah hadir. Enggak kelihatan tadi ternyata duduk di belakang. Wah, jauh-jauh dari Kota Tangerang untuk dapat memberikan sharing session-nya. Pada kesempatan kali ini dari Banten langsung datang ke Provinsi Jawa Timur. Silakan Bapak. Suatu kehormatan bagi saya untuk dapat hadir bersama dengan beliau-beliau yang inspiratif siang hari ini. Izin Bapak silakan untuk dapat dipakai mic-nya sambil kita cek juga apakah sudah menyala atau belum. Nah, bisa dinyalakan mic-nya teman-teman dari Oke, sudah ya. Apa kabar Pak Ismet? Alhamdulillah Bu Bu Enda apa kabar? Baik, alhamdulillah Pak, bagaimana kabarnya Pak Jik? Alhamdulillah baik. Dari belakang sana tadi menyimak pemaparan dari dua narasumber begitu ya. Otomatis hari ini kita akan mendengarkan apa saja yang mereka akan bagikan dan juga nanti kita akan berinteraksi lebih banyak. Saya harapkan interaksinya ini lebih banyak sesinya ya. Kalau misalnya tadi hanya dua penanya saja, maka sharing session kita di sesi kali ini akan jauh lebih banyak. Saya akan berikan lebih dari tiga penanya nantinya. Namun kesempatan akan kami berikan terlebih dahulu kepada Ibu Enda selaku General Manager PLN Corporate University. Silakan Bu Enda ya. Silakan bisa ditampilkan. Oke, sudah muncul. Boleh silakan sambil duduk. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak dan Ibu yang saya hormati. Masih tetap bersemangat kita walaupun sudah memasuki waktu istirahat ya. Sepertinya di sini enggak ada istirahat kayaknya. Tetap jalan terus. Perkenalkan saya Endah. kami dari Corporate University PLN dan hari ini terima kasih sudah berkenan mengundang kami untuk sharing apa yang akan ee yang sudah kami lakukan di PLN. Baik, bicara tentang corporate university. Nah, sebenarnya apa itu corporate university? Ketika saya ditugaskan pertama kali ke corporate university, bayangan saya corpu itu adalah suatu tempat ya. Suatu tempat ada gedungnya kemudian ya tempat lokasi. Tetapi ternyata bukan begitu. yang namanya corporate university itu adalah sebuah ekosistem pembelajaran strategis dan terintegrasi yang dirancang untuk mendorong transformasi sebuah perusahaan. Jadi ini yang menjadi dasar yang bisa mengubah semua. Ternyata corporate university not only the office gitu ya, tetapi juga sebuah itu adalah sebuah ekosistem di mana kalau di PLN rektornya adalah Pak Dirut sendiri dan saya yakin itu kalau ditempatkan di ee tidak hanya di PLN berarti pimpinan tertinggi itu adalah pemiliknya. Kemudian siapakah di bawahnya kalau kita bicara tentang corporate university itu seperti kampus ya pada umumnya ada rektor, ada DIN, ada Faisin. Kalau kami di PLN ee untuk dinnya adalah seluruh BOD tergantung ee akademi itu terkait dengan BOD atau direksi yang mana. Kemudian di bawahnya lagi ada Faisdin. Untuk Visai Din siapakah itu? berarti di level BOD- one artinya itu akan berjenjang dan karena eh corporate university itu harapannya semua pembelajaran itu mendorong transformasi dan pasti mengenai hal yang strategis. Mau tidak mau kami kami di Pusika itu sebagai pengelola Korpu sebutannya ya. Jadi bukan korpunya sendiri, tetapi Pusika itu adalah pengelola Korpu itu harus berkoordinasi dengan DIN dan Faisin. Nah, ini adalah prinsip dasar dari corporate university di mana Pusdiklat tidak bisa berjalan sendiri, menetapkan program-programnya sendiri tanpa berkoordinasi dengan DIN ataupun FAISD yang terkait ee di dalam pembelajaran yang akan dijalankan. Pelent Corporate University tahun ini menginjak di 13 tahun. Jadi cukup lama ya kalau kita bicara ee perkembangan manusia itu berarti di masa remaja. Nah, di sini kami terus berbenah bagaimana ee proses itu semakin mature dari hari ke hari. Oke, next. dengan visi menjadi pusat keunggulan dalam pengembangan kompetensi yang terkait dengan transisi energi, pengembangan bisnis, dan adopsi teknologi bertaraf internasional yang mampu mendorong PLN menjadi perusahaan global top 500. Untuk visi corporate university ini tentu saja mendukung visi yang dimiliki oleh PLN. ini sangat jelas sekali semua terkait gitu ya antara visi dari corpu dengan visi dari perusahaan sendiri itu harus sama inline tidak bisa berjalan sendiri dan demikian juga dengan misi misi kami adalah menjadi strategic learning advisor dan learning provider not only kita ngasih pembelajaran instruktur hadir di dalam kelas memberikan knowledg hanya itu, tapi harapan kami di corporate university ini bisa memberikan advice kepada pemilik bisnis apa yang sebaiknya dilakukan, apa yang menarik di luar sana, apa yang dari luar bisa kita ambil untuk diterapkan di dalam perusahaan ini. Jadi lebih tinggi lagi kita tidak hanya penyelenggara pendidikan, tetapi kita juga harus naikkan diri kita ini menjadi advisor bagi seluruh pegawai yang ada di perusahaan kita. Next. Kemudian untuk organisasinya seperti apa? Kami baru saja melakukan reorganisasi yang dulunya ee akademi itu ada di setiap unit-unit. kami tarik semuanya di kantor Indo. Jadi kami di PN ini memiliki 11 unit tersebar mulai dari Tuntungan, kemudian di Palembang, ada di ee Bogor, Suralaya, ada di Makassar, ada di Banjarbaru. Jadi under dari kantor induk itu ada 11 unit. Yang awalnya misalnya di Semarang ada akademi tentang transmisi ya. Jadi kalau di PLN itu ee probisnya kan mulai dari projek membangun, kemudian pembangkit, pembangkitan, kemudian transmisi, transmisi ada distribusi. Setelah itu ada niaga, ada manajemen risiko, manajemen project dan energi baru terbarukan. yang menjadi stream di akademi akademi karena ee setiap akademi ini harus mengampu kompetensi yang harus dimiliki oleh perusahaan. Jadi yang awalnya akademi di ee di mana-mana kemudian kita tarik ke kantor induk menjadi satu di bawah senior manager. Nah, ini kita bagi dua berarti untuk yang strategik yaitu adalah pembuat materi. Kemudian ee dengan yang operasional itu kita pisahkan. Jadi untuk desainernya ada di kantor induk, untuk operation itu ada di unit-unit dan ini kami rasa akan lebih agile untuk pelaksanaan diklat dan kita bisa membuat materi-materi ini lebih cepat. Jadi saat ini di Kantor Induk ada enam akademi dan satu akademi ini mengampu beberapa manajer akademi dan ini bisa diterapkan juga mungkin ya. Eh yang pertama adalah Senior Manager Operation Excellent Academi 1 yaitu di pembangkitan. Kemudian operation excellent academi 2 di transmisi, distribusi dan sebagainya tergantung kore kompetensi perusahaan itu apa. Mestinya di setiap akademi atau di seluruh akademi ini ee benar-benar bisa mewadahi kompetensi yang harus dimiliki di sebuah perusahaan. Oke, next. Oke, ini lokasi yang tadi saya sebutkan ada beberapa unit dan saat ini konsep kami adalah untuk operation itu harus bisa didesentralisasi. Kalau strategis tadi di sentralisasi supaya lebih agile untuk operation ini harus bisa desentralisasi semakin mendekatkan dengan pelanggan kita. Karena kami di PN itu dari Sabang sampai Merauk. Mestinya di setiap kota kami memiliki instruktur tidak tetap. Jadi yang di PLN itu ada dua instruktur. Instruktur tetap ada di Jakarta. Kemudian instruktur tetap ee tidak tetap itu tersebar di seluruh Indonesia. Nah, bagaimana kita corporate university ini bisa bergerak kalau hanya mengandalkan instruktur tetap atau kalau di sini sebutannya apa? Widya Widya Iswara ya. Ya, kalau hanya mengandalkan widya Iswara yang ada di kita, itu tidak mungkin. Corporate university harus bisa melibatkan seluruh pegawai untuk bisa menjadi instruktur tidak tetap, bisa menjadi asesor sehingga mereka pun juga akan terjaga kompetensinya dan kita ee akan bisa saling mencerdaskan satu sama lain. Oke, next. Ini Bapak dan Ibu, ini adalah karakteristik dari pelencorpu. Yang pertama kita harus bisa memberi ee proaktif memberikan solusi pembelajaran yang fokus mengatasi permasalahan kinerja. Kalau tadi BA sampaikan harus ada impact-nya. Nah, impact ini yang diharapkan dari corporate university. Kemudian ownership, program pembelajaran ini ada di dinya, ada di direksinya. Nah, jadi setiap direksi, setiap kalau di sini di bawah kepala itu apa ya? Kepala ya itu harus merasa memiliki pembelajaran ini. Kami ketika membuat materi itu yang pertama kali dilakukan adalah mengumpulkan narasumbernya. Bapak dan Ibu Din, di sini apa sih yang dibutuhkan sebenarnya pembelajarannya? Setelah kami mendapatkan gambaran dari narasumber, di situlah baru proses membuat materi itu dilakukan membuat kurikulumnya, silabusnya, materinya dan ini berbeda dari narasumber. Setelah itu ada validasi kembali gitu ya. Validasi sebelum materi itu diberikan kepada pegawai akan ada validasi dari din yang terkait. Nah, inilah yang memastikan bahwa kontrol pembelajaran ini men-support tidaknya transformasi ataupun strategi perusahaan. Salah satunya dengan validasi materi. Kemudian juga dikelola secara profesional untuk eh pengelolaan pembelajarannya yaitu learning tchnologisnya. Kemudian memiliki learning management system dan knowledge manag system yang terintegrasi dengan sistem SDM. kami memiliki katalis namanya. Di situlah bisa di ee dapatkan materi-materinya. Di situlah kami bisa belajar self learning. Di situlah kami sebagai desainer bisa menempatkan kurikulum, silabus, materi, semuanya terpusat di satu ee aplikasi dan itu sangat terkait dengan aplikasi SDM. semua sudah terintegrasi sehingga ketika satu pegawai dia itu sudah menjalankan pembelajaran apa, sertifikasi apa, itu data bisa langsung muncul nilai dia berapa, dia lulus atau tidak, historynya seperti apa, itu akan muncul dan sangat terkait nantinya dengan eh aplikasi lain. Misalnya human asset value. Dia ada di kotak mana? dilihat dari pembelajaran, sertifikasinya, nilainya itu otomatis datanya bisa kita ambil dan ee digenerate di dalam aplikasi tersebut. Ini menjadi hal yang sangat penting di dalam corporate university untuk memiliki learning management system dan terintegrasi. Kalau tidak terintegrasi semua masih silo silo itu juga akan susah gitu ya. karena untuk ee data ini harus terkait satu sama lain. Kemudian kita juga bermitra dengan university PLS saat ini memiliki mitra 18 university yang di dalam negeri. Kemudian juga kami menjalin komunikasi university yang ada di luar negeri, baik itu di Eropa, di Amerika, kemudian di Australia yang memiliki keunggulan-keunggulan tertentu yang memang dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi yang ada di PLN. Ini sangat menarik ya. ee rata-rata dosen di sana itu sangat tertarik untuk memberikan ilmunya ke kita. Bahkan tidak mau di bayar ya. Karena di sana adalah common ketika kita berbagi kemudian juga mereka melibatkan kita dalam penelitiannya itu menjadi hal yang comen buat mereka. Kemudian mendukung program pengembangan individu yang menunjang karir. Inilah pentingnya corporate university. Bagaimana kita bisa meningkatkan marwah kita sebagai corporate university itu adalah dengan produk pembelajaran kita itu ada kaitannya dengan karir pegawai. Kalau enggak susah sekali ngajak orang pelatihan. Tetapi kalau kita bisa menginlinekan antara apa yang akan kita buat dengan ini nanti terkait loh dengan karirmu. Kalau kamu enggak pembelajaran ini, enggak bisa naik tingkat. Kalau kamu enggak pembelajaran ini, kamu enggak boleh ikut asesmen. Kalau asesmen enggak ada, mana maka nilaimu di Haf tadi akan jadi jelek. Itu akan bisa menarik orang untuk belajar. Ketika ketika mereka sudah ee tertarik untuk belajar, tinggal tugas kita sebagai corpu untuk memberikan materinya yang sebanyak-banyaknya sehingga learning organisasi itu bisa berjalan. Kemudian selanjutnya ee korpu itu menjadi pusat internalisasi budaya dan tata nilai. Ini menjadi sesuatu yang penting di mana ketika organisasi itu memiliki ee perubahan tetapi budayanya tidak dirubah itu juga sama saja akan sulit transformasi ini bisa dijalankan. Nah, kita di sini di corporate university juga harus terkait dengan budaya itu bagaimana kita bisa merubah budaya yang ada di perusahaan. Kemudian selanjutnya memiliki program leader as teacher dan reti faculty untuk kesinambungan pengetahuan perusahaan. Program leader teacher ini sangat menarik yang tadi saya sampaikan bagaimana kita bisa me desentralisasi pembelajaran kita dengan melibatkan leader-leader yang dari seluruh Indonesia tadi untuk ngajar. Ketika orang diminta mengajar, dia akan belajar lagi. Ketika dia belajar, maka kompetensinya akan terjaga dan dia bisa memastikan anak buahnya juga melakukan hal yang sama. Ini menjadi kontrol ee di dalam internal kita tersendiri. Kemudian juga retire faculty ini bagaimana ee ilmu-ilmu ini bisa tetap ada di perusahaan, tidak hilang. berarti harus di catat, disimpan, ditularkan lagi, gitu ya. Akan sangat penting knowledge management itu ada di corporate university. Bagaimana kita bisa meng-capture ee setiap kompetensi-kompetensi ini dan memasukkannya ke dalam materi-materi pembelajaran supaya enggak hilang. Orang bisa datang dan pergi berganti-ganti, tapi kalau ilmunya kita capture dalam knowledge managementen, kita sharingkan lagi, itu akan terus-menerus. hidup di perusahaan kita. Kemudian selanjutnya adalah objek pembelajaran tenaga kerja yang melibatkan ee yang terlibat dalam bisnis perusahaan menjadi sangat penting ketika kita bicara siapa yang akan kita kenai tidak hanya pegawai itu. Jadi kami di Pen Corporate University mendapatkan tugas juga memberikan pembelajaran ke ekosistem PLN. siapapun yang bekerja di PLN harus kita pastikan dia memiliki kompetensi yang sama dengan pegawai. Karena merekalah yang ada di garda depan yang terkait dengan kesetrum, terkait dengan kecelakaan kerja. Kalau itu tidak kita pastikan mereka memiliki kompetensi yang sama, itu akan sangat berbahaya buat perusahaan. Nah, mungkin diterapkan nanti ketika di ee ASN siapa yang terlibat dengan kita yang paling kunci positioning-nya itulah yang akan harus kita kontrol kompetensinya kita samakan dengan pegawai. Oke, selanjutnya yang terakhir ini memiliki brand yang kuat untuk meyakinkan stakeholder. Kalau kami sangat penting ini ya karena berhubungan dengan lender gitu ya ee saya kurang tahu kalau di ASN seperti apa, tetapi harus dipastikan bahwa lender percaya ketika dia menginvestasikan uang, orang-orang yang akan menjalankan investasi ini benar-benar kompeten. Itu menjadi hal yang sangat penting harus dikelola oleh corporate university. Oke, next. Bapak dan Ibu, kami di Pen Corporate University memiliki beberapa eh pelayanan. Yang pertama adalah pembelajaran dan desainer ini kami lakukan sendiri. Kemudian sertifikasi, kami memiliki unit ee pelaksana sertifikasi LSP, LSK yang terkait dengan BNSP dan DJK. Dan silakan kalau nanti ee Bapak dan Ibu membutuhkan boleh kami bisa melayani. Ini sembari jualan ya. Kemudian juga ada assesment, kami memiliki unit assesment center. Bisa juga nanti kalau dibutuhkan assesment silakan ke PLN kami bisa melayani. Dan yang terakhir adalah konsultasi sistem manajemen. Jasa konsultasi dan sistem ee layanan sistem manajemen ee memberikan konsultasi untuk setup ISO ee kemudian PCM dan lain-lain. Ada satu lagi kami memiliki unit MLAB yang ada di Taman Mini. Nah, kalau pas ke Jakarta silakan. Di situlah ada edukasi tentang energi dan energi baru terbarukan. Oke, next. Nah, ini menjadi hal yang sangat penting. Ini adalah rumah PLN Corpu, rumah yang memiliki tiang-tiang yang kokoh untuk menjalankan corporate university di PLN. Yang pertama adalah governance atau tata kelola. Tata kelola PLN Corpo ini harus jelas seperti apa aturannya. Aturannya mulai dari menganalisis kami di korporasi setelah ini ya ada probisnya. Nah, aturan ini harus diterapkan ada formal mekanismnya yang jelas sehingga siapapun yang ada di situ sudah jelas. Kemudian bagaimana tata kelola yang mengatur komunikasi contohnya antar setiap unit, tata kelola yang mengatur digitalisasi, tata kelola yang mengatur terkait dengan probis yang ada di PN Corpu harus kuat terlebih dahulu. Setelah itu menginjak yang kedua adalah learning content dan solution. menyediakan solusi pembelajaran, asesmen, sertifikasi, konsultasi. Kita harus memastikan bahwa pembelajaran-pembelajaran yang kita berikan itulah yang terupdate, yang terbaik, yang terbaru, dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh din kita, fais din kita, pegawai kita. Bagaimana juga dengan yang sertifikasi? dipastikan bahwa sertifikasi ini dengan pembelajarannya sehingga kita ketika memberikan pembelajaran itu bisa terkonfirmasi dalam sertifikasi. Ketika sertifikasi lulus maka pegawai itu dipastikan sudah kompeten. Nah, ini yang terus kita jaga bagaimana kita bisa membuat materi yang berkualitas, skema sertifikasi yang sesuai dengan key behavior di setiap kompetensi. Kemudian bagaimana kita bisa memberikan konsultasi, memiliki ee tools assesment yang memang sesuai untuk menggali kompetensi-kompetensi dari pegawai. Kemudian yang ketiga adalah people. People ini menurut saya yang paling penting ya, karena tidak bisa jalan tanpa manusia. Nah, ini harus dipastikan bahwa setiap orang yang menjalankan corporate university itu sudah terstandar. lebih baik jika ada standarisasi internasional gitu. Tapi kalaupun tidak secara nasional bisa. Sekarang di BNSW sudah mulai nih ada sertifikasi untuk asesor, sertifikasi untuk instruktur, kemudian ee mereka harus mampu juga agile gitu ya. untuk people-nya itu enggak boleh orang yang kaku, orang yang tidak mau mendengarkan, tapi benar-benar selalu mencari hal yang baru, hal yang baik yang bisa diberikan kepada pegawai dan satu kuncinya mereka harus mau belajar. Kemudian yang terakhir adalah infrastruktur. Infrastruktur di sini bisa secara fisik, bisa secara digital. Inilah yang harus selalu kita buat gitu ya. secara fisik kita harus bisa memberikan tempat yang nyaman untuk belajar ataupun ee online meeting kalau misalnya pakai digital berarti ya ee yang proper gitu ya yang diberikan kepada mereka. Jika memang dibutuhkan lab misalnya untuk apa ya kita tampili di sana kalau di Pet itu di setiap unitnya pasti punya lab di mana ada green ini ya. Jadi bisa di-setting ketika nanti ada workshop ataupun bisa menggunakan studio tersebut untuk menjalankan pembelajaran. Kemudian juga secara ee digital yang tadi di LMS itu juga harus kita improve terus-menerus. Oke, next. Baik. Baik. Ini adalah learning value chain yang dimiliki oleh PEN Corpu. Yang pertama adalah eh menganalisis bagaimana kita bisa menganalisis kebutuhan dari pembelajaran sertifikasi. Kemudian kita bisa mendesain bagaimana menyusun program kurikulum silabus. Kemudian kita bisa men-develop bagaimana kita dari kurikulum silabus tadi membuat materi yang sesuai dan kita mengimplementasikannya, mendeliver pembelajaran tersebut. Yang terakhir adalah evaluasi. Oke, next. di PLN saat ini ada enam jenis pembelajaran. Yang pertama adalah calon pegawai. Jadi seluruh ee pegawai baru kita memiliki diklat sendiri. Kemudian pembelajaran profesi dan sertifikasi. Kalau tadi saya dengar ini masuk ke pembelajaran teknik ya. Teknik yang terkait dengan pembangkit, transmisi, distribusi yang terkait dengan probisi yang ada di PLN. Kemudian yang ketiga adalah pembelajaran kepemimpinan. Kami memiliki pembelajaran kepemimpinan mulai dari supervisor dasar, supervisor atas, manajer dasar, manajer menengah, manajer atas, dan ada juga beyond ee kelas khusus si suit yang akan ee menyiapkan direksi direktur-direktur yang sesuai dengan jalur karirnya. Contohnya CFO untuk keuangan, CLO untuk legal, CRO untuk ris, kemudian CBDO bisnis development, ada juga CHRO untuk SDM dan COO. COO ini operation tergantung dia mau ditempatkan di mana. Nah, kelas di pembelajaran leadership harapannya bisa membentuk leader-leader yang baik mulai dari awal dia masuk sampai pada jabatan tertinggi yang ada di PLN. Kemudian pembelajaran penunjang. Pembelajaran penunjang ini bisa dilakukan penunjang satu kali seperti workshop dan lain-lain itu bisa dilakukan. Kemudian pembelajaran masa purna bakti sebelum pegawai itu pensiun dia akan mendapatkan pembelajaran purna bakti plus ada juga kerohanian di kami. Jadi setiap sebelum pensiun pegawai boleh memilih mau umrah atau mau apa bersama keluarga. Kemudian yang terakhir adalah pembelajaran inisiatif strategic corporat. Nah, ini yang menjadi sangat penting buat Korpu ketika kita bisa menggali apa sih sebenarnya kebutuhan inisiatif strategi corporat. Jika yang kedua tadi ya pembelajaran profesi dan sertifikasi itu kaitannya dengan ee kompetensi reguler yang harus dimiliki oleh setiap pegawai dalam kompetensi ee dalam kebutuhan kompetensi jabatannya sesuai dengan direktori kompetensi perusahaan. Kalau yang nomor 6 pembelajaran inisiatif strategik ini inilah yang harus selalu kita gali, yang harus kita cari ke din kita ke VIIN kita apa yang dibutuhkan dan itulah yang akan kita desain untuk mereka. Oke, next. Oke, ini capacity building framework. Jadi, kami coba mengumpulkan kebutuhan dari setiap din kami masukkan ke dalam kotak-kotak ini sehingga ini menjadi sebuah kebutuhan yang lengkap. Mestinya di setiap korpu tuh bisa memetakan ini juga. apa saja yang harus kita bikin dikaitkan dengan directory kompetensi. Oke, next. Nah, ini menjadi hal yang penting. Learning concil meeting framework. Bagaimana kita bisa menggali kebutuhan pembelajaran-pembelajaran strategis yang kami lakukan saat ini adalah menggunakan learning council meeting framework di mana dalam satu kali setahun kami akan menghubungi din kami kemudian VI din kami. Jadi urutannya adalah yang pertama kita menjalankan counsil meeting bertemu dengan para direktur menjadi din. Setelah itu kami akan melakukan learning comp meeting ini dalam setahun ada dua kali itu adalah eh BOD minus one. Di situlah didetailkan sampai ke judul pembelajarannya apa, pesertanya siapa, dan setelah itu kami menjalankan learning partner meeting bersama eh SDM ya. Kalau di ada Korpu, ada juga bagian talent development ya mestinya ya di SDM. Di situlah kami diskusi ini anggarannya anggaran siapa di setiap judul sampai bisa mendapatkan satu schedule untuk 1 tahun ke depan itu sudah jelas judulnya apa, pesertanya siapa, anggaran siapa. Itu akan menjadi ee jadwal pembelajaran dalam 1 tahun ke depan dan setelah itu baru masuk ke pelaksana Korpu. Ini akan kami ee lakukan secara bulanan. akan ada rekonp-enasan evaluasinya sudah dijalankan berapa ini menjadi tugas dari ee Pusdiklat. Oke, next. Next. Oke. Nah, ini timeline-nya alangkah lebih baik jika perencanaan ini kami belajar gitu ya, bahwa perencanaan ini dilakukan satu semester lebih cepat sebelum tahun berjalan. Karena dengan adanya penggalian analisis yang lebih cepat, maka kita bisa merencanakan 1 tahun ke depan itu dengan lebih cepat, kemudian waktunya tidak terbuang. Dan selain melakukan LCM, kami juga menjalankan HCBP juga. Jadi setiap manajer unit kami itu akan berinteraksi dengan general manager di 48 unit yang ada di Indonesia. Kebetulan mereka apa? dari bawah kita ambil, dari direksi dari atas kita ambil, setelah itu kita konsolidasikan menjadi satu dan itulah yang akan menjadi project kita dalam 1 tahun ke depan. Oke, next. Ini adalah analisis bagaimana dengan desain dan development-nya. Di Pelen Corpu ada lima berapa ini? ada akademi yang cukup banyak ya terkait dengan ee stream yang ada di PLN dan di situlah di setiap akademi inilah desainer-desainer materi itu ada di situ. sudah jelas misalnya untuk operation excellent academi 1 ada akademi konstruksi dan manajemen project ada akademi supply chain management ada akademi energi primel kemudian di operation excellent 2 ada akademi perencanaan sistem dan aset manajemen akademi transmisi. kami belajar bahwa akademi ini semakin detail itu ternyata semakin bagus karena sudah jelas siapa yang incharge untuk membuat materi tersebut mengevaluasi, mengembangkan lagi, menyamakan ee dengan kebutuhan ee dinnya, VIIN-nya. Ini akan lebih enak ketika akademi-akademi ini semakin detail. Oke, next. Nah, bagaimana dengan desain dan development-nya? Di Pencorpu ada yang namanya grand desain pembelajaran. Jadi, di dalam satu akademi dia akan memiliki grand desain pembelajaran. Di dalam grand desain itulah yang akan dipetakan lagi kompetensi apa yang ada di situ. Kemudian materi pembelajarannya apa. Ini sudah sangat clear dan setiap materi akan dicoding sendiri dan dia dimasukkan ke dalam LMS sendiri. Oke, next. Nah, ini yang cukup menarik ya. bagaimana Korpu itu bisa memberikan impact. Kami baru saja me membuat ini menjadi program strategis kami di tahun ini ee tahun depan ya, bahwa PLN Corpu itu harus berimpact. Oleh sebab itu kami membuat PLN Corpu Impact Lab. Ini sebenarnya belajar kemarin kami ke Australia dan di Mones University itu ada yang namanya MONES Impact Lab. Apa yang dilakukan di situ? Yang pertama adalah menjalankan bisnis impact learning. Bagaimana kita melihat bahwa kinerja apa yang harus di selesaikan, use case-use case apa yang harus dijalankan. Misalnya penelitian tentang bas, bagaimana bas itu bisa digunakan dalam transmisi, di dalam distribusi. Nah, itu ada di bisnis impact lab ini. Bagaimana kami bisa menyelesaikan eh menaikkan kinerja 1 unit? Itulah di busnis impact learning. Kemudian yang lain, e yang kedua adalah failure prevention learning. Bagaimana kita memastikan bahwa tidak ada kerusakan sistemik yang ada. Contohnya di PLN ketika pembangkit sudah COD dan dia harus pindah untuk OM-nya, operation maintenance-nya, maka harus ada orang yang disiapkan untuk menggantikan developernya. Nah, di sinilah fungsi dari corporate university. bagaimana kita memastikan orang-orang yang kompeten yang menjalankan ee pembangkit ini supaya pembangkitnya tidak meledak. Nah, ini menjadi hal yang sangat penting bagaimana kita di Corpo ini terkait erat ini dengan strategi. Kemudian yang ketiga adalah field assistant learning. Bagaimana kita bisa memberikan technical assistance misalnya ketika overhaul maka corpu datang. Oke, overhaul itu SOP-nya seperti ini. Cara menjalankan 1 2 3. Maka mereka akan secara langsung kita akan memberikan petunjuknya. Itulah kita advisor di sini, not only instruktur ya, tetapi sudah betul-betul memberikan advisor kepada mereka. Oh, ini salah, kamu lakukan ini benar, ini salah. Itu sambil ee di lapangan benar-benar menjalankan pekerjaan. Itulah kita hadir. Kemudian yang terakhir adalah research based learning. Untuk teknologi-teknologi terbaru yang belum masuk ke PLN, inilah pentingnya dilakukan research. Dan di dalam research itu pasti diperlukan eh capacity building untuk menjalankan research. Nah, ini bersama-sama kami dengan Puslitbank yang ada di Pusdiklat untuk memberikan pembelajaran terkait dengan research apa yang dibutuhkan oleh BPO, oleh Din Vizdin tadi untuk menjalankan ee sebuah strategi. Oke, next. Waktunya habis ya. Mau sudah atau lanjutkan? Baik. ini ee yang keempat ya tadi ya implementasi ya ini sepintas saja metode pelaksanaan pembelajaran kami di PLN itu memiliki empat level 1, level 2, level 3, level 4. Satu itu knowledgeable artinya orang ee akan diberikan materi yang tahu aja gitu ya. Knowledgeable. Yang kedua itu harus bisa menjalankan. Yang ketiga level 3 ini lebih tinggi lagi. Dan level 4 adalah mastery. Nah, ini ada perbedaannya. level 1 kami akan membuat self learning semuanya bisa diakses di LMS dan ini ke depan setiap orang beda stream akan bisa mengakses karena sebenarnya dia enggak harus belajar hanya di satu bidangnya saja tapi kadang-kadang pekerjaan itu terkait dengan yang lainnya dan dia bisa melakukan pembelajaran itu sendiri. Kemudian level 2 kita blended learning, level 3 kita blended learning tetapi digital learning ya plus in class training. Kemudian level 4 ini digital learning atau in class training plus ada action learning-nya. Mereka harus pulang ke unitnya kemudian mempraktikkan, setelah itu kembali lagi kita uji. Inilah bedanya di setap level. Oke, next. Oke. Ee ini adalah LMS yang kami miliki, Bapak dan Ibu. ada learning ee di dalam LMS kami yang namanya catalis ini ee ada learning administrasi, digital learning, kemudian juga untuk leadership itu juga bisa menggunakan ee katalis ini. Untuk sertifikasi juga bisa, assesment juga bisa dan ada juga eh backend prosesnya di mana kami bisa mengembangkan ee pembelajaran ee katalis ini. Oke, ini adalah next. Katalis ini terintegrasi dengan portal-portal yang ada di SDM. Sebagai tadi karakteristik corp harus terkait dengan semuanya. Kita enggak bisa stand alone karena data yang dihasilkan akan digunakan untuk data-data yang ada yang lainnya. Oke, ini yang terakhir. Ee untuk evaluasi kami sudah menjalankan level 1, level 2, level 3, level 4, dan level 5. Yang terakhir adalah roti. Oke, next. Silakan ke parent corpu. Nanti kita bisa diskusikan ya untuk learning evaluasi ini. Dan next lagi satu slide lagi. Kami sedang me-launching yang namanya PLN Corhub Bapak dan Ibu. Jadi untuk ee sebenarnya ini untuk memenuhi kebutuhan dari excellent resources yaitu instruktur, asesor dan lain-lain. Kami mencari dari pegawai internal di PLN. Nah, itu dimasukkan ke dalam PLN Korhub karena kami juga percaya bahwa instruktur itu tidak jatuh dari langit. tetapi Pelen Corpu bagaimana bisa mengembangkan mereka menjadi level yang lebih tinggi lagi dan merekalah yang akan ngajar ke seluruh pegawai itu menjadi hal yang penting bagi PENT corporate University. Oke, demikian dari kami. Terima kasih. Ee wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Boleh berikan applause untuk Bu Enda selaku GM PLN Corporate University. Sangat lengkap dan jelas sekali. Namun nanti akan ada sesi tanya jawab untuk pertanyaan lebih lanjut. Kita akan berikan kesempatan selanjutnya dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan BPKP, Bapak Ismet Eliskal, S.ST., M.Sc., CIA. CSRS A CRMP. Harus lengkap saya ya. Mengenai Gia Corpu. Betul ya, Pak ya? Akselerasi membangun profesionalisme audit internal pemerintah. Wah, ini menarik sekali topiknya, Pak Ismet. Silakan. Terima kasih ee Ibu. Eh, sebelum kita mulai, izin saya berpantun yang temanya Surabaya. Pergi dinas ke Surabaya cakep ke Bebek Sinjai jangan lupa. Ah, cakep. Peserta Corpus Summit 2025 izinkan saya menyapa. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Tepuk tangannya dong Bapak dan Ibu. Nanggung amat. Dijawabnya dengan salam Bu. Iya, betul. Baik, eh izinkan kami eh melaksanakan sharing session eh atas pelaksanaan corporate university di lingkungan mungkin kami mewakili kementerian ya, Ibu ya ee di sini dari BPKP ee dengan nama corporate university kami bagi Bapak Ibu yang belum eh familiar yaitu Gia Corpu. Jadi ini bukan eh Garuda Indonesia Airlines, tapi eh government internal audit ee yaitu ee aparat pengawasan internal yang mana BPKP adalah pembina dari aparat pengawasan internal ee seluruh Indonesia ya, Pak. Kementerian Lembaga Pemerintah Daerah. Bahasa Inggrisnya adalah GIA. Supaya keren, Pak. Korpunya. Baik. Ee mungkin kami belajar ee Korpu juga sudah lumayan lama dari tahun 2000 ee 14. Namun yang benar-benar serius belajarnya itu baru di tahun 2000 ee 18 2019 gitu ya. Kenapa kami ee melaksanakan corpu? Sebenarnya ada beberapa hal yang menjadi latar belakang. Yang pertama, bagaimana supaya kinerja organisasi itu benar-benar bisa didukung dengan pelatihan yang ada. Karena latar belakang selama ini pelatihan kita ya diklat jalan sendiri, kinerja organisasi ya kinerja sendiri diurus oleh Biro Manajemen Kinerja gitu ya. Pus Diklat jalan aja sendiri gitu. Itu menjadi salah satu latar belakang. Kemudian di Pus Diklat ataupun di BPSDM mungkin di pemerintahan kita mengenal ee Widya Iswara ya, Pak yang memang beliau-beliau adalah orang-orang yang ahli di bidangnya gitu ya ee di bidang pembelajaran dan bahkan di bidang teknis mungkin yang ee di instansi tempat mereka berada. Tapi ee keilmuan bergerak terus, sedangkan praktik juga bergerak terus, tapi mereka bergeraknya cenderungnya belum ketemu di satu titik gitu ya. Sehingga akhirnya diperlukan perpaduan kedua hal tersebut dalam satu titik yang bernama corporate university. Titik itu ketemunya di Korpu gitu ya. Kemudian dari sisi jumlah ee Widya Iswara ee di BPKP sendiri Widya Iswara kami awalnya 21 orang dari tahun 2019 25 sekarang tinggal 16 orang dan rekrutmen untuk para pengajar Widya Iswara itu sangat sulit di BPKP. Eh, pada akhirnya ini menjadi salah satu challenge bagi kita juga untuk bagaimana supaya yang tadi materinya supaya inline dengan praktik terkini dan widyaiswara kita tidak terkendala gitu ya ee dari sisi kualitas dan kuantitas sehingga corporate university menjadi salah satu jawabannya juga eh dari beberapa latar belakang tersebut. ini mungkin dua slide next tadi sudah ee di slide ketiga ya sekali lagi. Nah, kita menemukan ee permasalahan-permasalahan itu ternyata dapat diselesaikan dengan corporate university Bapak Ibu. Pertama, bagaimana kita mengintegrasikan pelatihan dengan pengembangan kompetensi pegawai. Tadi ya disampaikan oleh Ibu Erna juga inline antara talenta, manajemen talenta dengan pembelajarannya gitu. bahwa ternyata setelah kita berkorpu, orang-orang yang akhirnya didiklatkan di BPKP adalah orang-orang yang memang kita target sebagai talent atau dicalonkan sebagai talent pool gitu, Pak. Jadi, itu salah satu ee keunggulannya juga. Kemudian dari sisi manajemen pengetahuan akhirnya ee ke praktik-praktik terkini yang ada di kedeputian BPKP eh akhirnya kita petik TASIT knowledge-nya dan itu diapture-nya oleh knowledge management system, oleh KMS, knowledge managemennya yang ada di Corpu. Dan knowledge managemen itu menjadi bagian dari corpu. Jadi sangat sering e setelah ada corpu di BPKP itu para praktisi-praktisi di kedeputian itu diminta sharing session lewat forum namanya. Kalau di kami memang sengaja dibuat satu forum namanya Library Cafe. Bapak, Ibu di library tapi ada kafen-nya gitu ya. Di kafe tapi ada library-nya. di situ sharing session secara santai oleh para praktisi di BPKP agar tas knowledge-nya itu tersalurkan dan menjadi explicit knowledge yang suatu saat bisa dipetik nanti di pembelajaran. Salah satu keunggulan Korpu yang memang itu akhirnya kita bisa petik gitu ya. Kemudian pelatihan-pelatihan kita akhirnya tematik Bapak Ibu. Pelatihan-pelatihan yang memang ditujukan untuk pencapaian kinerja organisasi. Bapak, Ibu mungkin sering mendengar BPKP itu selalu menagih tentang manajemen risiko kepada kementerian. Tingkatkan manajemen risiko Anda, tingkatkan SPIP Anda. Nah, tema-tema pelatihan kita akhirnya baik untuk internal BPKP terkait dengan itu dan untuk Kementerian Lembaga Pemerintah Daerah yang juga memiliki indikator kinerja yang sama kita bangun, kita bina melalui salah satunya adalah pelatihan. Nah, pelatihan itu inline dengan kinerjanya BPKP maupun dengan kinerjanya Kementerian Lembaga Pemda. Kemudian pada akhirnya bagaimana kami mempertemukan antara teori dengan praktik yaitu sama dengan di PLN Corpu tadi Ibu jadi leader as teacher. Di kita juga leader as teacher jadi para ee pemimpin-pemimpin ee direktur kemudian ee pejabat fungsional pengawas gitu ya, administrator yang memang ahli di bidangnya. akhirnya menjadi pengajar di kita. Dan kami membangun yang namanya skill group owners, para pengampu ee kompetensi yang ada di pengampu keahlian yang ada di kedeputian itu adalah sekaligus sebagai ee teacher di kita, sebagai instruktur ee untuk pelatihan-pelatihan kita ya. Ya, istilah lainnya adalah subject matter expert ya. Kemudian ee nanti kita akan berbicara tentang bagaimana kita menjalankan proses bisnis korpu dan itu memang semuanya kolaborasi gitu ya. Intinya ternyata dengan Korpu kolaborasi kita menjadi sangat luar biasa antara Pusdiklat dengan kedeputian teknis Bapak Ibu. Baik, selanjutnya di eh struktur corporate university kami. Mungkin Bapak Ibu juga sudah pernah melihat ee ini ada tiga lapis tata kelola di kami. Di bagian kuning yang di atas itu adalah dewan pembelajaran atau learning counsil. di situ ada Kepala BPKP selaku rektor. Kami mengistilahkannya adalah sebagai kepala GE Korpu. Kemudian para deputi dan sekretaris utama di situ adalah sebagai dekan dibahasa Indonesiakan dengan penanggung jawab akademi. Jadi kita posisi saat ini di struktur yang sekarang itu ada enam akademi. Tapi tahun ini kami sedang melakukan restrukturisasi karena ada penambahan satu deputi di BPKP menjadi tujuh akademi. Di layer berikutnya ada yang berwarna abu-abu. Mudah-mudahan kelihatan ya. Oh tidak kelihatan. di situ ada komite pembelajaran di situ levelnya adalah eslon 2 Bapak Ibu para direktur-direktur yang ada pada setiap deputi kami ambil satu direktur yang memang bertanggung jawab tentang SDM dan satu kepala biro yang menangani SDM di kesekretariatan utama nanti di sana kita bertemu untuk merancang model pembelajaran apa yang akan kita rancang untuk kinerja BPKP tahun depan gitu ya. Jadi kami membuat sebuah forum untuk layer menengah ini adalah forum komite pembelajaran atau learning committee. Selanjutnya pada masing-masing kedeputian eh penanggung jawab akademi ada skill group owners yang tadi kami sampaikan mereka adalah rumpun-rumpun ee keahlian yang memang kami targetkan pertama dia sebagai perancang pelatihannya, perancang kurikulum. Yang kedua sebagai termasuk narasumber materi dan ketiga juga sebagai instruktur. Jadi skill group owners di semua kedeputian. Di bagian bawahnya ada Pokja atau Learning Technologies. Di kami adalah ahli-ahli kurikulum Bapak Ibu dan itu adalah bagian dari Pus Diklat UAS BPKP. Pus di Kelat UAS BPKP tempat saya bekerja itu ada di kotak yang berwarna merah titik-titik itu. Nah, semua proses pembelajaran mulai dari desain pembelajaran, training, analysis, desain, penyelenggaraan sampai ke evaluasi itu di ee motor penggeraknya adalah di PustiKlat UAS BPKP. Jadi adalah yang kotak berwarna merah. Jadi memang Pusik Latuas adalah penggerak Korpu. Walaupun kita sendiri sama seperti PLN Korpu, Korpunya sendiri adalah instansinya gitu ya, bahwa Kepala BPKP adalah kepala Korpu. Berikutnya eh di manajemen kami eh chief learning officer adalah Bapak Kapus Diklat. Kemudian kami ada empat ee eslon 3 atau setara ee pejabat pengawas dan ada 12 ee penyelenggara pelatihan mulai dari ee pendesain sampai dengan penyedia infrastruktur gitu ya. Selanjutnya kami menjalankan proses bisnis yang dikenal dengan learning value chain. Ada proses bisnis pembelajaran dimulai dari analisis kebutuhan Bapak Ibu. analisis kebutuhan kami ada yang bersifat 5 tahunan sesuai dengan Renstra. Jadi ketika terbit Renstra BPKP kemarin sudah terbit dari bulan Mei. Sekarang kami sedang menyusun Renstra eh learning focus istilahnya yang inline dengan Renstra BPKP. Kemudian secara tahunan dalam learning need analysis juga dihasilkan eh training plan atau kalender pembelajaran. Di kami kalender pembelajaran ada tiga, Bapak Ibu. eh tahun lalu tiga, tahun ini sepertinya dua kalender pembelajaran untuk internal BPKP dan kalender pembelajaran untuk eksternal BPKP yang memang menjadi stakeholder eh eksternal kami. Kolaborasi kami adalah dengan biro SDM untuk internal BPKP, PUSBIN JFA yaitu pusat pembinaan jabatan fungsional auditor untuk pelatihan eksternal. Kemudian para skill group owners yang di kedeputian tadi, kemudian Kementerian Lembaga Pemerintah Daerah. Seringki kami juga terjun langsung melaksanakan training need analysis ke Kementerian Lembaga Pemda. Eh beberapa waktu yang lalu kami sempat mampir di BPSDM ee Kota Malang, Kabupaten ee Kota Batu gitu ya. BPSDM Jawa Timur seingat saya juga sudah jadi salah satu alternatif kami juga ketika kami ingin menggali lebih jauh kebutuhan dari stakeholder. Kemudian dalam desain pembelajaran kita juga kolaborasi dengan skill group owners. Jadi memang pelatihan kita dirancangnya ee bersama-sama antara Pus Diklat dengan ee SME tadi atau SGO tadi. Kemudian berikutnya penyelenggaraan pelatihan kolaborasi juga antara Pus Diklat UAS dengan tiga balai kami. Kami punya tiga balai diklat di Makassar di ee ya masih slide yang tadi di Makassar, kemudian di Bali dan satu lagi di Medan Bapak Ibu. Tapi pelatihan tidak tertutup hanya di tiga lokasi itu bisa sesuai dengan kebutuhan stakeholder. Dan terakhir evaluasi kita juga sama menggunakan eh Kick Patrick model 4 level nanti akan kita jelaskan. Selanjutnya begini kami ee menyusun ee training plan kami atau rencana pembelajaran kami untuk internal BPKP. Tentu kami menyisir ee di Renstra kita punya target organisasi apa gitu ya, kita punya sasaran strategis apa di Renstra kita. Kemudian kita punya register kompetensi apa atau daftar kompetensi apa yang memang harus dikembangkan. Kemudian dari situ kita mengadakan forum Bapak Ibu usulan-usulan mulainya dari SGO. Deputi kami membutuhkan kompetensi ini untuk dikembangkan karena deputi kami memiliki kinerja ABC gitu ya. Deputi pemerintah daerah di kami. Mereka akan mengembangkan pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan kompetensi pemda, deputi PPKD kalau di kami namanya. Mereka akan mengembangkan pelatihan yang namanya audit kinerja pemerintah daerah, audit ketaatan misalnya, audit manajemen barang milik daerah seperti itu. Dan itu usulannya adalah dari deputi kami yang menangani pemerintah daerah. deputi yang menangani tentang pangan juga seperti itu. Ketika mereka punya indikator kinerja yang berkaitan dengan MBG misalnya, mereka akan mengusulkan pelatihan-pelatihan terkait dengan MBG yang memang strategis yang akan mereka kelola 2026. Sama seperti kedeputian lain juga sama seperti itu. Nah, setelah ada proses analisis kebutuhan tersebut kita rapatkan di forum-forum pembelajaran. Forum level eslon 2 tadi disepakati di situ. Dan setelah kita sepakati prioritasnya seperti apa, model pembelajarannya seperti apa, akhirnya diputuskan di learning comite forum yang menghadirkan kepala BPKP, para deputi bahkan stakeholder luar. itu untuk di internal BPKP. Untuk eksternal BPKP kami melihat pemerintah daerah punya indikator kinerja apa yang berhubungan dengan fasilitas ataupun kewenangan dari BPKP. Tentu saja berhubungan dengan akuntabilitas keuangan dan pembangunan nasional. Karena tusi kami BPKP adalah itu gitu ya. Oh ternyata di pemda ada kapabilitas aparat pengawasan internal atau kapabilitas APIP. mereka memiliki di pemda juga ada target pengendalian risiko, target pengendalian intern, ada maturitas manajemen risiko, kemudian opini WTP BPK gitu ya, ada FCP ee mohon maaf MC dari KPK itu Pak MCSP gitu ya, Pak ya. MCSP. Ternyata di MCSP juga diwajibkan pemda melakukan misalnya probity audit PBJ, kemudian sertifikasi untuk pimpinan APIB gitu ya. Nah, dari situ kami melakukan analisis kebutuhan bagi pemda dan itu juga sama kita ee konsultasikan ke pusat pembina jabatan fungsional kami dan kemudian kami rapatkan secara berjenjang di learning komite dengan para eselon 2 dan learning eh konsil gitu ya. Di situ bisa Bapak Ibu lihat ee dokumentasi-dokumentasinya. Selanjutnya pelatihan apa ee yang kami kembangkan Bapak Ibu? Tentu saja bukan hanya pelatihan tetapi banyak ee bentuk-bentuk lain. Pertama yang berbasis digital itu kami ada masif online open course dan ini sangat ampuh kemarin ketika masa-masa efisiensi ya, Pak. Karena di awal tahun banyak sekali yang meminta pelatihan ke kami dari kementerian lembaga pemda. Tiba-tiba mundur diri dengan teratur. Nah, akhirnya kami mengajukan silakan Bapak, Ibu mengikuti pelatihan yang berbasis online, masis eh masif online open course yang kami siapkan. Kemudian ada microlearning yang memang sifatnya eh micro, satu judul kecil untuk pelatihan yang itu free. Kemudian ada hybrid class. Jadi dalam satu kelas yang sama ada peserta online dan ada satu peserta offline. Jadi di kelas kami siapkan kursi untuk yang offline, kemudian layar-layar display yang lumayan besar untuk peserta-peserta online dan itu interaktif Bapak, Ibu. Kemudian ada blended learning. Seketika pelatihan biasanya kami laksanakan misalnya 5 hari, akhirnya kita pecah menjadi blended learning 2 hari atau 3 hari PJJ eh via eh teleconference. Kemudian hanya 2 hari atau 3 hari yang sifatnya tatap muka yang memang membutuhkan praktik di kelas gitu ya. Itu blended learning modelnya. Dan terakhir kami juga mengembangkan mobile learning itu sebetulnya adalah tempat kita menampung ee pelatihan-pelatihan yang memang bisa diakses via eh smartphone gitu ya, mobile. Kemudian di pembelajaran terintegrasi yang tadi dibahas juga ada 10 20 70 ee kami memaketkan Bapak Ibu ada terstruktur, kemudian eh social learning, coaching, mentoring, dan di tempat kerja. Tempat kerja biasanya kami membuatnya project based learning. Jadi setelah mereka diklat di kelas kemudian mereka kami kasih tugas ee membuat membuat sebuah project kemudian kembali lagi nanti ke kelas untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya selama di lapangan mereka kami bekali dengan coach ataupun mentor. Jadi mirip-mirip seperti PKA atau PKP yang dirancang oleh LAN gitu ya. Yaitu model-model 10 2070 yang kami rancang. Ada beberapa judul. Kemudian pelatihan untuk API itu lumayan banyak. Ee ada 100usan judul Bapak Ibu yang memang bisa diakses di website kami. Lumayan banyak kalau saya bacakan satu persatu. Dan selama Korpu kami juga menghasilkan ee merancang sertifikasi yang memang dibutuhkan oleh stakeholder. Di situ ada sertifikasi untuk pimpinan eh APIB, ada sertifikasi untuk pimpinan SPI, BUMN juga ee BUMN, BUMD, BLU, BLUD. yang memang berbeda ya kompetensinya. Kemudian sertifikasi fraud Bapak Ibu yang paling bawah fraud risk management and profesional dan yang lainnya adalah sertifikasi manajemen risiko untuk level ee pemerintahan dan yang SIREL CCRM CCRA adalah untuk korporasi untuk BUMN, BUMD, BLU, BLUD. Bagaimana penyelenggaraannya? Next slide. di situ kami ee secara total 2024 penyelenggaraannya sangat masif Bapak Ibu sampai 20.427 peserta dan di 2025 hingga November per tadi malam kami cek itu peserta kami total 23.542 2 peserta dan itu lumayan ee jadi kami itu kerja 24 jam kayaknya Bapak Ibu kayak MCD gitu ya 24/7 tanpa istirahat dan mostly stakeholder kami 71% adalah dari eksternal yang dari internal hanya 29%. Jenis-jenis pelatihan yang kami delivery ada pelatihan fungsional auditor, pelatihan kedinasan yang memang mandatori dari LAN, kemudian manajerial, kemudian sertifikasi yang tadi ada se e jenis dan teknis substansi yang tadi ada 10 jenis pelatihan gitu ya. Bagaimana dampaknya pelatihan ini? Next slide. Didampak dengan kickpot Patrick model memang diharapkan berdampak kepada kinerja organisasi. Oleh karena itu, ketika kami mendesain pelatihan tentu yang kita target dulu ini dampaknya arahnya ke kinerja yang mana. Kami mendata ada kinerja lumayan banyak di kementerian lembaga pemda, ada capability eh APIP, kapabilitas APIP, maturitas SPIP, maturitas manajemen risiko, eh mat eh MRI, maturity risurity dari manajemen risiko di korporasi ini, Bapak, Ibu. Dan ternyata begitu kami nilai hasilnya ada empat level di kanan bawah. Mungkin bisa dilihat di level 1 di penyelenggaraan alhamdulillah tercapai 100%. Semua pelatihan kita ee dinilai baik ee oleh stakeholder. Kemudian meningkatkan skill 90,82% di 2024. Artinya dari 100 peserta 90,8 peserta itu meningkat kompetensinya. Berarti kalau pesertanya 25.000 mungkin bisa dihitung sendiri gitu ya. Jadi seperti itu. Selanjutnya bagaimana kami meningkatkan mutu di slide berikutnya tentu kita menjalankan akreditasi yang memang dimiliki di pemerintah Indonesia dari LAN ee PKA, PKP, Latsar, kemudian dari ee LKPP juga akreditasi untuk penyelenggaraan PBJ. Kita juga mengadopsi ISO Bapak Ibu untuk ee manajemen mutu dan manajemen anti penyuapan ISO 9001 dan ISO 37.001. Kemudian dari PAN RB kita telah memperoleh eh WB WBBM mohon maaf ee wilayah birokrasi bersih dan melayani. 5 menit lagi. 5 menit. Baik. Selanjutnya dengan 25.000 peserta tadi bagaimana kami menampung infrastrukturnya? Mungkin kalau ada yang bertanya Bapak Ibu jumlah kelas di kami ada 12 kemudian di Medan dua kelas Bali 4 kelas Makassar 4 kelas. Tapi sepertinya kalau kita hitung-hitung tetap ini belum bisa memenuhi 25.000 peserta selama 1 tahun. Nah, kami memang memfasilitasi dengan berbagai metode tadi Bapak, Ibu, blended learning, eh, MOOC, kemudian ada yang PJJ full gitu ya eh full melalui ee apa namanya? Teleekonference. Siapa saja yang mengelola pelatihan? Next. Di kami. Setelah kami hitung-hitung, Bapak, Ibu, jumlah kementerian lembaga pemda yang memang berpartisipasi ikut di ee Pusdiklat UAS BPKP ada 200 lebih. Kemudian eh expert eksternal juga sering kita hire untuk mengisi materi terutama terkait manajemen risiko, kemudian terkait dengan kapabilitas APIP, kemudian asesor. Untuk sertifikasi kami memiliki 60 orang asesor dan rata-rata itu adalah para eselon 2 dan eslon 3 di BPKP. Kemudian manajemen 17 orang, license officer kami ee ada 31 orang. Kemudian wi kami ada 16 orang Widya Iswara. Nah, yang paling shocking buat kami setelah kami data adalah ternyata skill group owners kami 700 orang, Bu, yang dari kedeputian tadi yang memang kita hire sebagai pengajar. Jadi menurut kami ee kekuatan yang paling besar dalam corporate university yang kami laksanakan adalah banyaknya instruktur yang memang kita bisa manfaatkan untuk mengajar di pelatihan supaya memang inline juga dengan praktiknya gitu ya. Baik ee mungkin ee demikian presentasi ee kami, kita lanjutkan nanti diskusi di sesi tanya jawab. Kami kembalikan kepada moderator. Terima kasih Pak Ismet. Boleh berikan applaus Bapak dan Ibu pada sesi kali ini jangan patah semangat dulu untuk dapat menyimak apa yang dapat diambil begitu ya mengenai sharing session kita kali ini. Karena sesi setelah ini adalah dari Kota Tangerang dari Provinsi Banten di mana akan menjelaskan mengenai Tangerang Government University atau Gorfu. Kalau tadi ada GIA Korpu, Tangerang ini punya Gorfu. Seperti apa? Langsung saja saya akan persilakan Pak Jatmiko selaku Kepala BPSDM Kota Tangerang yang akan menjelaskannya. Silakan, Pak. Baik, terima kasih. Boleh berdiri ya? Mohon izin. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Daun salam, daun cempedak ini kelihatannya banyak tapi jawab salam belum kompak. Aku tahu apa yang kamu mau. Jadi resikonya pembicara ketiga atau terakhir tuh begitu, Pak. Jadi udah udah osis watak sisa. Sebenarnya saya juga enggak PD berdiri depan sini karena di hadapan saya banyak para senior, para suhu. Ada senior saya panglima STPDN. Memut saja ee karena materinya sudah habis dibahas oleh ee dua pembicara sebelumnya, intinya mah sama. Jadi saya kalau ngomong idem ini ada 34 slide. Kita skipskip aja ya. Aku tahu apa yang kamu mau. Nasi sudah di depan sudah nunggu. Ee langsung saja. Jadi pada kesempatan hari ini kami diberikan tema adalah transformasi pengembangan kompetensi di era distribusi dan digital. Ini bedanya kalau corporate sama pemda nih begini nih Bapak Ibu. Kalau saya bawa contekannya pakai kertas. Kalau beliau-beliau kan pakai tab, pakai ini tuh beda. Di pesawat juga kelihatan kalau PNS sama yang bukan PNS kelihatan. Begitu duduk kumpulin SPJ, SPJ, SP sudah PNS tuh. Itu bedanya ya sama kita. Makanya saya ini juga membuktikan adanya beda kriteria ASN di Indonesia. Ada beberapa kriteria, ada baby boomer mungkin sudah pada pensiun. Ada Jen X, Jen Y, Jen, Jen Z ya. Nah, saya masuk yang GenX kayaknya. Jadi, yang enggak enggak familiar dengan ee digital gitu ya. Tapi kita berbangga hati karena bisa mengikuti sampai hari ini. Nah, kemudian kami ee ingin menyampaikan bahwa kalau tadi PLN dan eh BPKP ada corporate University, kami memberikan nama corporate university-nya adalah TGU. yang gampang aja. Tangerang Government University sempat dikritisi. Kok government sih? Kan ininya corporate university peraturannya. Bahkan teman saya ee pada saat PKA membuat proyek perubahan tentang ini, judulnya dikritisi sama WI. WI-nya dari LAN yang membidangi atau yang menjadi instansi pembina untuk Corpo. Nah, kenapa alasan kami ee membuat namanya Tangerang Government University? Karena memang dulu sejarahnya kalau kita tahu eh corporate university kan diawali yang diakui ya. Kalau corporate university sebenarnya sudah dari tahun 1950-an sudah ada. Tapi yang pertama kali diakui adalah McD dengan Hamburger University. Kalau enggak percaya googling pertama Hamburger University. Nah, kemudian ke sinya ada GI General Electric. Nah, itu yang membuat corporate university. Nah, makanya kita kalau tadi disampaikan oleh PLN kemudian oleh BPKP mungkin ada yang sehabitat. Nah, kalau saya habitatnya sama BPSDM nih. Ada BPSDM kita satu habitat ya. Tantangannya sama. Slide pertama ya, yaitu adanya keterbatasan anggaran dengan jumlah pegawai yang banyak. Apalagi kemarin Pak Purbaya, dana transfer daerah dikurangi. Wah, sudah pusing semuanya. Akhirnya kalau kita lihat pemilihan kepala daerah dengan masa jabatan 5 tahun, kemudian anggaran untuk ee mandatori untuk diklat itu 0,16% dari APBD. Kalau kita hitung-hitung sampai periode selesai walikota, bupati, gubernur terpilih itu berakhir, pengemuan kompetensi untuk ASN enggak akan selesai karena jumlah pegawai dengan anggarannya itu ee sangat berbeda jauh gitu ya. Jadi kalau kita mengandalkan anggaran 0,16% dari PBD untuk diklat hitung aja masing-masing coba punya PBD hitung 0,16%-nya berapa, jumlah pegawainya berapa. Indeks satu diklat minimal R juta R juta ya Pak Ismet ya kalau enggak salah. Apalagi di CGCAE itu waduh indeksnya sudah agak mahal. Jadi kalau kita untuk mendikatkan semua ASN sepertinya enggak bisa. Kemudian adanya keterbatasan akses dan penyelenggaraan pelatihan tatap muka. Nah, memang ee kita akan sangat terbatas apabila seluruh ASN apalagi kami Kota Tangerang sekarang jumlah ASN-nya 19.000, 6.200-nya PNS, 13.000-nya P3K belum demonya. Yang kepala BKPSD mungkin sudah ngerasain ya sama senasib. Kemudian ee kita butuh pembelajaran yang fleksibel dan berkelanjutan. itu ciri-ciri pembelajaran modern termasuk ciri-ciri ee ASN yang generasi Z atau Genzi kita kenalnya generasi Z dengan kita eh kita ya saya takutnya ada yang genji di sini. Saya dulu dididik kalau atasan belum pulang kita enggak boleh pulang. Itu ngalamin saya. Tapi kalau Genji PNS yang sekarang tuh udah jam pulang jam .00 sore Pak izin ya duluan ya. pakai dadah-dadah gitu kan. Nah, itu bedanya. Makanya ee kebutuhan pembelajaran itu harus fleksibel dan itu mengikuti perkembangan zaman. Gensi kita itu tidak suka terikat. Tidak suka terikat. Makanya begitu ada Menpan mencanakan WFA, oh paling senang mereka. Yang penting kan target selesai, pekerjaan beres. Itu ee ciri-ciri Gensi ya. Kalau kita kan dulu pakai hierarki harus bagaimana, harus siapa, gitu kan. Kalau sekarang e genan selesai. mereka mau kerja di mana aja yang penting target dari Bapak sudah saya selesaikan ini selesai gitu ya. Lanjut. Nah, ini ciri pembelajar Meren ee yang saya sampaikan tadi tidak terikat ya. Kemudian kita juga hanya punya 1% waktu untuk belajar. Berdasarkan survei, fokusnya seseorang untuk belajar tuh paling lama 5 menit. Makanya saya pembicara ketiga tadi. Waduh, ini orang sudah pada OSIS pasti. otak sisa yang kesan 4 menit. Makanya kenapa micro learning itu jadi penting. Contoh misalnya sekarang orang kalau belajar masak dia enggak buka resep lagi. Lihat ee dulu tayangan Mbak Siska apa Bu Siska gitu ya, itu bisa 1 jam lebih di TV. Sekarang orang buka IG, TikTok 5 menit, 4 menit sudah bisa dia masak satu resep. Nah, itulah ciri-ciri pembelajaran yang tidak mau terikat. Makanya waktu saya duduk di depan tadi saya lihatin, "Oh, rupanya pada main handphone. Berarti ini ciri pembelajaran modern." Cari positif thinking-nya, "Oh, lagi belajar." Saya bilang gitu. Karena pada asik semua ngobrol. Mohon izin. Nah, kemudian tidak sabar atau ee menginginkan akses tuh instan ke informasi. Jadi penginnya sekarang itu zaman sekarang karena era di disrupsi dan era digital penginnya langsung pada intinya substansinya aja, enggak usah pakaipok lama-lama. Makanya saya enggak pakai polok, Pak. Bu, tadi 34 slide kita skipskip aja. Intinya aja ya nanti kita bisa makan siang cepat-cepat. Kemudian kolaboratif dan diberdayakan. Nah, itu 80% belajar melalui percakapan mengambil kontrol pengembangan diri. Lanjut yang kita skip. Nah, dasar pemikiran skip aja. Ini sama yang disampaikan oleh PLN dan BPKP. Nah, ini jadi penting untuk pendirian eh corporate university karena kita diwajibkannya pakai corporate university. Pada saat Lan mempertanyakan kepada kami, kenapa dinamakan Tangan Government University? Saya kembalikan. Kan peraturannya enggak ada. Kalau peraturannya ada harus sama namanya corporate university kami ikut. Akhirnya ya udah sebenarnya kan masalah branding aja. Masalah branding Gia biar keren nanti Pak ya. Kirain Garuda tadi enggak tahunya JIA beda. Nah ini kan masalah branding city branding kita, personal branding kita, instansi branding kita jadi penting. Sama kayak di Jawa Timur. Jawa Timur banyak ee warung makan rawon. Kalau dinamain warung makan rawon, rawon, rawon, rawon akan ee apa tidak ada bedanya. Orang akan bingung milihnya. Begitu dikasih nama rawon setan, orang jadi penasaran ini kayak gimana sih rawon setan. Nah, itu salah satu cara untuk menarik perhatian. Makanya kami bedain dikitlah. Jadi, enggak usah marah ya. Jangan baperan. Kemudian dasar data dan analisis pembentuk Gorpo. Yang pertama studi komporasi, kemudian studi perilaku pembelajar. Itu kita amati, kita amati audiens kita tuh maunya seperti apa sih. Jadi kalau kita di PNS atau di ASN ee kebutuhannya apa? Yang paling nyambung dengan pencapaian visi misi organisasi apa? Renstra RPJBMD apa namanya? Jarkin segala macam. Nah, itu kita langsung ee langsung ee menukik pada apa yang diinginkan oleh para peserta karena kalau tidak mereka akan bosan. Gorpu Korpu enggak akan jadi apa-apa karena ya itu tadi enggak ada peminatnya. Kita harus punya daya tarik supaya ee selalu bisa memberikan atau mengembangkan kompetensi teman-teman di ASN. Nil skip aja biar cepat. Nah, kemudian sistem pembelajaran terintegrasi Tangerang Government University adalah sistem pengembangan kompetensi SDM aparatur dengan memanfaatkan digitalisasi. Kami sudah mulai dari perencanaan sampai ke evaluasinya semuanya terintegrasi bahkan sampai ke sertifikasi profiling ASN setelah menerima sertifikat langsung nyambung integrasi ke si ASN-nya BKN. Jadi teman-teman ee di Kota Tangerang setelah melakukan pembelajaran ee kemudian mendapatkan sertifikat dia enggak perlu download, enggak perlu upload lagi ke profile ASN-nya masing-masing di akunnya masing-masing karena langsung terintegrasi ke siN BKN. Jadi kewajiban dalam undang-undang 20 tentang ASN itu ee kita diwajibkan untuk pengembangan kompetensi minimal 20 JP itu bisa terpantau dengan cepat. kami bisa lihat siapa pegawai di dinas mana yang belum nyampai 20 JP dalam 1 tahun. Langsung kita ingatkan. Kami beri juga fasilitas ee pelatihan kemudian yang bisa terprogram atau mereka mau belajar mandiri misalnya seperti saya Jatmiko misalnya dianggap berdasarkan hasil asesmen oleh asesor saya ternyata kemampuan komunikasi publik saya rendah berarti ada gap kompetensi kan syarat jabatan sudah mensyaratkan itu seorang eselon 2 komunikasi publiknya harus bagus bahasa Inggrisnya harus bagus bisa pekerja di bawah tekanan dan seterusnya dan seterusnya hasil asesmen akan terlihat potensi kita di mana. mana kompetensi kita di mana? Setelah terlihat seperti itu, maka kami akan mudah untuk mengarahkan ASN tersebut mau ikut pelatihan apa. Diarahkan pakai notifikasi. Kami sudah rancang, nanti masuk ke akun masing-masing. Ada dialog kerja antara atasan dan bawahannya. Misalnya ee staf saya, saya bilang ee kemampuan ee apa namanya? Literasi digitalnya kurang, maka dia harus ikut di klat yang berbau literasi digital. Kemudian dia melaporkan melalui akunnya bahwa dia telah mengikuti ada bouti sertifikat. Kemudian saya approve akan langsung eh diakui dan kemudian masuk ke CASN BKN. Nah, kemudian ini tempat kerja sebagai learning organization. Tadi sudah disampaikan baik dari PLN maupun BPKP. Kita itu enak penginnya tempat kerja kita sekaligus tempat belajar kita. Tempat belajar kita sekaligus tempat kerja kita. Jadi yang fleksibel seperti itu, tidak lagi terbatas dengan ruang waktu gitu ya. Kemudian pemenuhan kewajiban pengembangan kompetensi tadi saya sampaikan berdasarkan undang-undang ASN tadi. Nah, yang paling ee penting juga adalah pencapaian target organisasi. Masing-masing OPD pasti punya target, punya visi misi, punya RENSRA, dan visi misi kepala daerah yang harus dicapai di balik ee di masing-masing OPD. Dari situlah kita lihat target yang belum tercapai apa, karena apa? SDM-nya mungkin kurang apa namanya kapasitasnya. Nah, itu yang kita bisa. Kemudian knowledge managemen. Nah, di sini ee untuk berbagi ya. Nah, kami siapkan Tangerang Government University itu untuk saling berbagi. Semua orang yang pernah ikut diklat ingin berbagi, bikin video, bikin konten, masukin. Jadi supaya ilmunya bermanfaat, getuk tularnya. Jadi kalau kita diklatkan orang semua ASN enggak akan sanggup, waktunya enggak cukup, anggarannya enggak terbatas. Tapi kalau masing-masing itu menularkan ee ilmu pengetahuannya kepada orang lain dan terekam secara digital seperti halnya tadi PLN, orangnya sudah pensiun tapi ilmunya bermanfaat, dia sudah bikin konten itu jadi amal jariahnya dia. Mungkin juga bermanfaat buat organisasi ee sebelumnya. Lanjut, lanjut, lanjut aja makan siang mungguh kota yang nah ini sudah datang ke kantor saya ini peresmian Tangerang Government University oleh Menteri PAN RB. Betul. Waktu menghadap pertama kali walikota dipertanyakan saya kata Pak Ir. Aswar apa Aswar dari Bupati Banyuwangi Aswar Anas ya sengaja saya nanya aja biar ini ternyata nyimak gitu kan. Beliau menyampaikan, "Saya tidak mudah meresmikan sesuatu aplikasi-aplikasi kalau tidak ada nilai tambahnya minimal sama atau lebih dari yang sudah ada. Begitu ee diekspos di hadapan beliau, akhirnya beliau datang dan beliau meresmikan ini tayangannya waktu. Jadi saya juga ee berbesar hati menteri sudah mengakui Tangerang government university tidak harus corporate university bagi kami ya. Tapi kalau Bapak Ibu mau kasih nama apa silakan. Rawon setan boleh yang penting enak. Lanjut. Nah, kemudian ekosistem Gorfu tadi mungkin sudah dijelaskan hanya kita beda habitat. Kalau di PLN itu corporate, kalau di BPKP kementerian lembaga. Kalau pemda mungkin banyak yang sama dengan saya gitu ya. Lanjut saja enggak usah lama-lama. Nah, integrasi ee sistem pengembangan kompetensi ini kami awali dari perencanaan pengembangan kompetensi. Kami di Kota Tangerang semua ASN sudah diprofiling sebelum BKN mengeluarkan program profiling ASN. Kami sudah asesmen semua pegawai kami sehingga kami tahu mana orang yang cocok kerja di lapangan, mana orang yang cocok kerja di belakang meja, mana orang yang cocok kerja di air, mana cocok kerja di darat. Berdasarkan hasil itu, saya meyakini hampir 80 sampai 90% hasil asesmen itu ternyata bisa bermanfaat. Direct man on the place. Makanya karena mengikuti prosedur atau prinsip directment on direct place ini saya tempatkan sarjana perikanan di Kominfo. Kenapa ditanya sekarang tidak lagi kita lihat basic pendidikan tapi keahliannya di mana, sertifikasinya di mana. Termasuk Pak Ismet tadi kan gelarnya banyak tuh di belakang. itu menunjukkan bahwa beliau punya sertifikasi macam-macam, punya keahlian macam-macam profesionalnya beliau seperti itu. Sempat dipertanyakan sama BKN formasinya sarjana perikanan kok ditaruhnya ini ternyata beliau ee apa staf saya ini ahli IT walaupun basicnya sarjana perikanan tapi kalau sudah ngulik sudah bahasa-bahasa coding dan seterusnya sudah mapan. Jadi direct on direct harus berdasarkan kualifikasi pendidikan. Nah, itu mulai kami rencanakan ini kita ke mana sampai nanti di pelaporan dan evaluasi. LMS-nya sudah sama mungkin dengan apa corporate university yang lain. Kemudian evaluasi pasca pelatihannya per individu dampaknya seperti apa yang tadi disampaikan dari BPKP sama. Nah, itu juga langsung terintegrasi ke akun masing-masing ee PNS atau ASN dan ngelink langsung ke si ASN BKN. Lanjut saja. Nah, ini struktur organisasi berbeda dengan PLN dan BPKP tadi yang banyak. Mungkin teman-teman dari pemda ee yang sama gini, satu akademi, tiga dekan, dekan satu asisten 1, dekan du asisten 2, dekan 3 asisten 3. Tangerang government University diberi nama itu pun karena kami mengambil ee alasan pertimbangan adalah karena kita punya 32 urusan pemerintah dari bayi lahir sampai mati lagi itu jadi urusan pemerintah daerah. Nah, itulah yang kami urus. kami buat jadi program seperti ini. Akademi 1 kesejitteraan sosial, Day saing masyarakat dan tata kelola pemerintahan. Deknya asisten 1. Maka asisten 1 punya kewenangan untuk mengkoordinir OPD-OPD di bawahnya, buat konten buat isi materi pembelajaran. Asisten 2, pembangunan perekonomian. sub-subtugas yang terkait dengan pembangunan dan perekonomian PU, Perkim segala macam masuk di dekan 2 atau di pimpin oleh asisten 2. Sarana prasarana, perhubungan dan seterusnya ya. E akademi 3 atau dekan 3 itu oleh dipimpin oleh ee asisten administrasi umum atau ASDA 3 biasanya. Nah, ini terdiri dari perencanaan, pengawasan, pengelolan keuangan daerah, arsif, kepegawaian, dan seterusnya. Jadi masing-masing punya kontribusi terhadap ee Tupoxi masing-masing. Jadi diperlukannya apa bikin e materinya tentang itu. Bahkan ini juga bisa bermanfaat untuk masyarakat bukan hanya untuk ASN. Contoh kami akan melakukan ee apa pemberian materi itu sesuai dengan ee kekinian. Misalnya waktu mendekati lebaran ee Idul Adha atau pemotongan hewan kurban, kami membuat pelatihan materi videonya. tentang tata cara pemotongan hewan kurban. Nah, setiap minggu kami membuat produksi ee materi-materi nyari sendiri narasumbernya kadang ke Kemendagri, kadang ke Menpan, kadang ke LAN gitu ya. Nyari ee materi dari praktisi maupun dari akademisi. Nah, ini supaya mengembangkan ee kemampuan masing-masing sesuai dengan kebutuhannya. Karena kebutuhan OPD kan beda-beda, kebutuhan dinas beda-beda, kebutuhan daerah juga beda-beda. Lanjut. 5 menit lagi udah aja kali ya, enggak usah dibatasin. Tiga model bangkom terakhir ya. Pertama, pembelajaran mandiri, kedua, pembelajaran terprogram. Ketiga, berbagi pengetahuan. Sudah disampaikan oleh narasumber sebelumnya. Itulah konsekuensi kalau pembicara terakhir tinggal sisanya doang. Jadi pembelajaran mandiri kita buat untuk ini kita sendiri kita bisa milih. Kemudian kalau pembelajaran terprogram ee berdasarkan hasil asemen tadi 10 20 70 sama dan berbagi pengetahuan tadi sudah saya sampaikan di awal yang sudah punya ilmu, sudah punya bekal silakan berbagi buat konten masukkan ke Gorfu kami persilakan. Mungkin demikian dari saya karena tadi saya awali dengan pantun saya akhiri juga dengan pantun. Bikin minuman pakai biji selasih cakep. Beli tekonya ke blok M cakep. Cukup sekian dan terima kasih saya Jatmiko dari BKPSDM. Wah, terima kasih banyak Bapak Jatmiko menutup dengan pantun ya. Cakepnya cakep banget nih. Dan karena memang waktu terbatas saya mengerti sekali. Saya pun begitu sudah masuk jam makan siang maka saya akan batasi dua penanya saja begitu untuk bisa melakukan sharing. Satu aja kata request di sebelah sini Bapak I satu aja mohon maaf ya. Di sebelah paling kanan berlari belum makan belum salat lari-lari lagi. Mohon maaf ya teman-teman dari BPSDM Jawa Timur. Baik, silakan Bapak dengan siapa? Makasih Ibu moderator. Satu aja ya, Pak. Boleh. Benar nasinya sudah dingin, Pak. Salat juga jam . Nih saya dari Jakarta, Budi Prayitno dari kantor pusat Basarnas. Oh, tadi pagi baru landing dan nanti sore langsung take off lagi. Pertanyaan buat PLN ya, Bapak. Kita kan sama-sama plat merah jadi enggak usah nanya. Nanti japrian aja. Bu Enda, saya juga sebagai saya sebagai widara ahli madia diperintah oleh Kabasan untuk sebagai kepala kelompok kerja pembentukan korpu. Di Basanas belum ada korpu, Bu. Kami nol putul terhadap korpu. Jadi Basanas tuh hebat di bidang teknis. kemarin operasi besar di pesantren Algjini langsung di Semeru di Faktor tapi belum ada Korpu. Pertanyaannya apa tahapan pertama ketika PLN membuat Korpu? Apa yang dilakukan? Roadmap-nya seperti apa? Yang kedua, apakah PLN membutuhkan pihak ketiga dalam hal ini konsultan untuk membentuk PLN Corpo? Karena beberapa patok banding benchmarking dengan kementerian lain. Ada saran untuk dari nol kita ada pihak ketiga, ada jasa asistensi dari teman-teman lain konsultan-konsultan. Terima kasih. Dua pertanyaan untuk Ibu Enda. Wabillahi taufik walidah. Wasalamualaikum. Dari Pak siapa tadi? Saya Budi. Pak Budi dari Basarnas Kantor Pusat. Baik, terima kasih banyak Pak Budi atas pertanyaannya karena memang satu saja ya. begitu. Mohon maaf nanti pertanyaan lebih lanjut mungkin bisa ngobrol sambil makan siang dengan para narasumber. Bu Enda silakan untuk jawabannya. Baik, Pak Budi. Terima kasih pertanyaannya. Ee apa yang dilakukan saat merubah jadi korpu? Yang pertama kali pasti kita mengubah sesuai kaidah korpu. Jadi di korpu itu kan memang sudah ada ee tadi ya seperti karakteristiknya kemudian probisnya seperti apa yang berbeda dengan learning center itulah yang dilakukan oleh corporate university. Nah, saat itu yang dilakukan adalah membuat akademi-akademi. Tata kelolanya disesuaikan dengan corporate university. Setelah itu yang pasti ee organisasinya dirubah karena semua-semua ya seperti sekarang kami reorganisasi juga sama dimulai dari membuat kebijakannya, merubah ee organisasinya, menyiapkan orang-orangnya, lalu membuat ekosistemnya tadi bisa berjalan. Nah, kurang lebih seperti itu. Kemudian untuk ee menggunakan konsultan atau tidak pastinya kalau di awal dulu menggunakan Pak menggunakan itu sudah 13 tahun yang lalu ya. Saat itu saya belum ada di Korpu, tapi saya dengar ee mereka menggunakan konsultan dan kemarin juga kami sempat mengundang konsultan yang pertama kali datang itu untuk menjelaskan Korpu awalnya seperti apa, kenapa seperti itu. Sehingga ketika melakukan transformasi yang kedua ini karena kami melihat kok sudah tidak sesuai lagi ya, kok agjile ya, kok harus dirubah sedikit gitu, kami tahu historicalnya. seperti itu, Pak. Baik, cukup menjawab. Nanti mungkin lebih lanjutnya siapakah konsultannya atau bagaimana pihak ketiga nanti bisa ngobrol. Silakan nanti keragunan, Pak. Kita ngobrol. Kebetulan kami tanggal 10 ya, tanggal 10 November eh Desember itu pengin ngajak Corpu Associate yang ada di WhatsApp grup itu untuk ke Pusdiklat, PLN Pusdiklat. Nanti kita bisa ngobrol. Harapan kami sih bisa bertukar pikiran seperti ini ya. Apa yang harus dikembangkan praktik di sini seperti apa. Kalau perlu kita bisa menjadwalkan belajar per 2 bulan untuk memahami corporate university itu praktik yang terbaiknya seperti apa. Begitu, Pak. Terima kasih banyak, Bu Endah. Dan ini harus menutup perjumpaan kita dalam sesi sharing session kali ini. Terima kasih banyak. Boleh kasih applause dong, Bapak, Ibu dengan sisa-sisa tenaga. Karena memang ten sudah cukup habis siang hari ini. Terima kasih banyak Bu Enda dari PLN, Pak Ismet dari PPKP, Pak Jatmiko Jojo dari Kota Tangerang. Terima kasih banyak dari pusat semua sudah hadir di Provinsi Jawa Timur mewakili dari masing-masing instansi. Applaus sekali lagi dong Bapak dan Ibu untuk kita semua. Dan pada sesi terakhir ini sebelumnya saya mempersilakan terlebih dahulu kepada seluruh narasumber untuk dapat kembali ke tempat duduk. Semoga menginspirasi kita semua dalam pengaplikasian implementasi baik itu model pembelajaran yang telah disampaikan oleh masing-masing narasumber dari BPSDM Kota Tangerang, dari PLN Pusat, PLN Korpu, kemudian juga dari PPKP. Dan sebelum kami mengakhiri dan mempersilakan Bapak dan Ibu, kami ingin mempersilakan juga Bapak dan Ibu untuk dapat melakukan pemilihan ketua dan sekretaris forum Korpus sektor publik dengan melakukan scan QR yang ada di layar. Teman-teman panitia silakan untuk dapat menampilkan layar tersebut. Ini adalah pemilihan ketua dan sekretaris forum corpus sektor publik. Silakan Bapak dan Ibu scan di situ ada nama-namanya begitu ya atau ada kolom untuk dapat menampilkan menulis sendiri nama ketua berikut sekretaris forum Korpus sektor publik. Silakan Bapak dan Ibu lakukan scan. Kemudian Bapak dan Ibu juga kami harapkan untuk dapat mengisi kuesioner persepsi implementasi corpu setelah scan QR code yang kami tampilkan saat ini. Baik, kami cukupkan. Teman-teman panitia boleh ditampilkan kuesioner persepsi implementasi Korpunya sekalian. Nah, gunanya adalah demi kebaikan kami dalam acara-acara selanjutnya begitu terkait dengan Corpus Summit 2025 dan mungkin akan diadakan summit-summit yang lain terkait dengan corporate university. Untuk itu kami mohon Bapak dan Ibu untuk kuisioner persepsi implementasi Korpu ini juga dapat diisi dengan lengkap. Terima kasih banyak partisipasinya Bapak dan Ibu. kami sampaikan bahwa pada sesi siang kali ini harus kami akhiri. Begitu teman-teman panitia. Apakah ada tambahan? Karena melihat tatapan Bapak dan Ibu tamu undangan siang hari ini sudah nampaknya lapar begitu dengan moderator Bapak dan Ibu. Untuk itu Bapak Ibu hadirin sekalian dengan demikian telah kita ikuti bersama ASN Korpu Summit 2025. ASN Korpu transformasi pembelajaran menuju Indonesia Emas 2045 di ruang sasanawiatap Praja Kantor BPSDM Provinsi Jawa Timur. Hari ini saya berikan konklusi sedikit bahwa kita bersama-sama menyaksikan bagaimana komitmen, inovasi, dan kolaborasi ini menjadi fondasi yang kuat dalam mewujudkan transformasi pembelajaran menuju Indonesia Emas 2045. Semoga saja gagasan, inspirasi, serta praktik baik yang lahir dari para pemimpin pembelajaran hari ini dapat terus menggerakkan perubahan di instansi kita masing-masing. Karena masa depan birokrasi yang agile, adaptif, dan berorientasi layanan hanya dapat tercapai jika ekosistem pembelajaran ASN ini berjalan secara terintegrasi melalui Corporate University. Terima kasih banyak atas waktu, perkenanan Bapak dan Ibu dan partisipasinya kontribusi yang diberikan dalam acara mulai dari pagi hingga siang hari ini. Saya Fan Patriia pamit undur diri selaku moderator. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat menikmati hidangan makan siang telah kami sajikan di Arya Foye. Sampai jumpa Bapak dan Ibu. Selamat beristirahat dan jangan lupa untuk dapat menghadiri pameran yang ada di bawah karena banyak sekali pameran-peran mengenai Korpu yang yang ditampilkan. siapa tahu dapat terjalin kolaborasi dengan instansi Bapak Ibu masing-masing. Jangan lupa untuk melengkapi usulan pengurus dan anggota Forum Korbu dan juga tadi ada ee kuisioner ya yang harus diisi. Terima kasih Bapak dan Ibu. Sampai jumpa lagi di akhir waktu dan juga pada kesempatan berikutnya. Yeah.