ASN Belajar Seri 45 | 2025 - Menegakkan Disiplin: Meneguhkan Pengabdian
E6RW_o7Lg30 • 2025-11-20
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[musik]
[musik] Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya [musik]
kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi. [musik]
Untuk pelayanan berdampak
bersama [musik]
ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul [musik] berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif [musik]
untuk inovasi yang berkelanjutan.
[musik] Menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia [musik] emas.
ASM
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad [musik]
pantang menyerah
jadi ASN cetar berkualitas
[musik] belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia [musik] satukan tekad dan
tanggung jaerah jadi ASN [musik]
berkuwa
servis [musik]
bersama.
Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam
webinar ASN belajar yang dipersembahkan
oleh Corporate University SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
[musik]
Sebelum memulai webinar, ada beberapa
hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar
acara dapat berjalan dengan lancar.
[musik]
Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan
format nama, [musik] strip asal instansi
Sobat ASN.
Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi
kamera tidak membelakangi cahaya ya,
agar wajah Sobat ASN dapat terlihat
lebih jelas.
Tiga, gunakan virtual background yang
sudah disediakan.
Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link
pendaftaran, virtual background dapat
diunduh pada link yang dikirimkan
melalui pesan WhatsApp.
[musik] Empat, apabila Sobat ASN ingin
mengajukan pertanyaan atau
berpartisipasi interaktif, [musik] Sobat
ASN dapat menggunakan reaction angkat
tangan atau rise hand pada Zoom meeting.
Lima.
Bagi sobat ASN yang mengikuti webinar
melalui live YouTube BPSDM [musik] Jatim
TV dapat menuliskan pertanyaan melalui
kolom live chat. [musik]
Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis
untuk mencatat hal-hal penting ya.
Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain
untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini
dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN
tentang materi [musik] yang disampaikan
oleh narasumber.
Tujuh.
Untuk mendapatkan e-sertifikat pada
webinar ini, [musik] Sobat ASN wajib
mengisi link presensi yang akan kami
bagikan pada saat acara webinar [musik]
berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi
lembar penilaian dan kuesioner [musik]
juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat
diunduh.
Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar ini.
Tetap semangat dan selamat mengikuti
webinar ASN Belajar.
[musik]
He.
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Ee perkenalkan nama saya
Trisulo Adi Saputro dari Badan
Pengelolaan Keuangan dan Naset ee
Pengeluan Keuangan dan Pendapatan Daerah
Kabupaten Magetan. Ee alhamdulillah ee
hari ini kami melakukan tes uji
kompetensi pengelola keuangan daerah. Ee
saya selaku bendara pengeluaran
alhamdulillah dengan uji [musik]
kompetensi ini bisa menguji kompetensi
kita apakah kita layak untuk menjadi
bendara pengeluaran. [musik]
Ee pesan-pesan untuk teman-teman yang
lain ee bisa memaksimalkan apa
pengetahuannya untuk meningkatkan
kompetensinya selaku pengelola keuangan
daerah. Kemudian untuk saran untuk BPSDM
Provinsi Jawa Timur ee
selama kami di sini alhamdulillah
pelayanan cukup baik dan memuaskan
[musik] sehingga kami bisa nyaman dan
bisa mengikuti ujian dengan nyaman juga.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Halo, asalamualaikum. Nama saya Dias
Karismadani. Saya dari Dinas Kesehatan
[musik] Kabupaten Mojokerto. Ee hadir di
sini untuk mengikuti sertifikasi
kompetensi keuangan daerah. Kemarin
hadir [musik] panitianya dari BPSDM
benar-benar luar biasa. Penyambutan
mulai dari depan sampai ke registrasi
[musik] itu panitianya ramah sekali.
Terus begitu masuk ke kamar ee semua
fasilitasnya juga sudah [musik] memadai
mulai dari makan, kamar tidur, kamar
mandi, semuanya bersih. Untuk jalannya
[musik] tes juga sudah terschedule
dengan rapi, dengan tertib. sehingga
kami bisa mengikuti dengan [musik]
nyaman dengan bisa fokus dan bisa
mendapatkan hasil yang terbaik. Harapan
kita ke depan adalah mungkin BPSDM
[musik] bisa lebih sering mengadakan
kegiatan atau untuk webinarnya lebih
berfokus kepada masalah keuangan daerah,
terutama yang untuk daerah-daerah yang
kan masalahnya berbeda-beda setiap
daerah. Jadi bisa lebih sering [musik]
untuk mengadakan yang bertema tentang
keuangan. Terima kasih. Wasalamualaikum.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat [musik] pagi
semuanya. Saya Dian Asuti Perwandani
dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan,
[musik] dan Olahraga Kabupaten Magetan
hari ini ikut mengikuti diklat ee
sertifikasi Komputasi Pengelolaan
Keuangan di BPKPSDM ee Provinsi. Terima
kasih panitia. luar biasa ee pelaksanaan
diket lancar dan kami ee selama
mengikuti DIIK di sini ee [musik] sangat
nyaman sekali dan harapannya untuk
PKPSDM Provinsi ee memberi kuota
tambahan biar teman-teman kami yang
berada di kabupaten kota sekitar seluruh
provinsi bisa mengikuti dikat [musik]
yang sama sehingga kami dalam rangka
melaksanakan pengolan keuangan di
kabupaten kota ee dapat menyajikan
laporan yang akuntabel transparasi.
Terima [musik] kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Perkenalkan nama saya Budi Fajarudin
asal dari Kabupaten Nganjuk ee Kecamatan
Patian Rowo. Ee kami mengucapkan terima
kasih
atas ee fasilitasnya di mana kegiatan
ini bisa berjalan dengan baik dan bisa
menambah ilmu semua rekan-rekan sehingga
[musik] apa yang kita lakukan di
pemerintah daerah akan bisa menjadi
maksimal. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Nama saya Sumilan dari Kecamatan
Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Peserta ujian sertifikasi kompetensi
pengelolaan keuangan daerah angkatan
pertama di BPSDM Jawa Timur di Surabaya.
kesan-kesan selama mengikuti acara
sertifikasi kompetensi pengelolaan
keuangan di sini, saya sangat ee
bangga, sangat menambah pengetahuan dan
harapan ke depan ee dari sisi kami, dari
sisi saya, pengetahuan-pengetahuan,
pembelajaran-pembelajaran yang saya
dapat di sini bisa diterapkan di OPD
bisa untuk perbaikan-perbaikan di OPD
dan ee harapan
terkait dengan penyelenggaraan
kompetensi di BPSDM Jawa Timur di
Surabaya mudah-mudahan ke depannya bisa
ditingkatkan lagi. Utamanya terkait
jaringan waktu wawancara ini ada sedikit
kendala sempat putus Pak jaringannya.
[musik]
Demikian,
terima kasih.
Perkenalkan nama saya Dewi Ratnani
Utami. Saya bendahara dari Dinas KB
Kabupaten Magetan. Kesan-kesan saya saat
mengikuti diklat di BKPSDM [musik]
Jawa Timur ini ee saya menikmati sekali
fasilitasnya juga di sini. asesornya, ee
panitia-panitianya juga sangat cepat
dalam
memenuhi kebutuhan kita saat melakukan
diklat. Dan untuk tempat ee asramanya
saya juga merasa nyaman karena sudah
terfasilitasi dari kamar mandi terus apa
ada AC-nya. Jadi kita nyaman saat di
kamar untuk melakukan [musik] kegiatan
belajar belajarnya di malam hari atau
untuk menyiapkan ujian-ujiannya, uji
kompetensinya. Untuk pesannya
kemudiannya
lebih baik lagi dan
fasilitas-fasilitasnya
lebih baik lagi serta peserta itu lebih
nyaman lagi untuk tinggal di sini.
Terima kasih.
[musik]
Oh
[musik]
Tuhan Oh.
[musik]
Oh
[musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan [musik] penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala [musik] tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
[musik] untuk pelayanan berdampak
bersama ASN
belajar.
Ciptakan [musik] SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif [musik]
untuk inovasi yang berkelanjutan.
menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap menyongsong Indonesia [musik] emas.
ASN
belajar wujudkan [musik]
pemerintahan
berkelas dunia satukan [musik] tekad
pantang menyerah.
Jadi ASN cetar berkualitas
[musik]
belajar wujudkan
pemerintahan
berkelas dunia
tekad pantang [musik] menyerah
jadi ASN cepat berkualitas
[musik]
H
[musik]
Kami mencoba [musik]
menjadi yang terbaik. Melayani bangsa
[musik] dengan sepenuh hati.
Marahlah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman [musik]
serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi [musik]
laksanakan tugas ke bangga negeri.
Berentasut
melayani bangsa [musik]
dengan akuntabilitas tinggi.
Ho.
[musik] Kami dari sini tugas dengan
hati.
Tunjukkan [musik]
kompetensi dalam harmoni. Melayani
bangsa loyal tanpa batasannya
selalu [musik] adaptif dan berkolaborasi
gandeng tangan
tujuan [musik]
untuk menjadikan ASN lebih berakhlak.
[musik]
Bekerja sepenuh hati, tulus membantu
sesama [musik]
dengan bangga kami melayani
bangsa. [musik]
[musik]
Kami dari sini [musik]
tegas dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
[musik]
Bangsa loyal tanpa batasannya
selalu ataktif [musik] dan berkolaborasi
bergandeng tangan.
Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih
[musik] beragam
mengerjas penuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami [musik]
melayani
dengan bengah kami melayani
[musik] dengan bang kami melayani
bangsa [musik]
[musik]
H [musik]
nama Saya Andi Bagus Rahmat. Ee saya
peserta diklat. Terima kasih. Kesan saya
bagus pelayanan
semoga kualitasnya semakin meningkat.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya nama Jailani,
pegawai RSUD Muhammad Nur Pamekasan.
Kami sangat bangga dengan adanya
kompetensi ini karena untuk pembelajaran
bagi kami masalah umur tidak ada
halangan yang penting kita mau belajar.
Dan saya sangat berterima kasih kepada
BPSDM dengan adanya hal ini
pengetahuan-pengetahuan itu akan selalu
bertambah untuk kita semua khususnya
khusus untuk pemerintah provinsi Jawa
Timur untuk saat ini dan untuk masa
depan. Mungkin itu dari kami kurang
lebihnya mohon maaf. Wasalamualaikum.
warahmatullahi wabarakatuh.
[musik]
untuk menjawab tantangan tersebut perlu
upaya peningkatan daya ASN serta kerja
sama dan kemitraan komunis. Salah satu
upaya yang dilakukan adalah dengan
pengembangan kompetensi bagi ASN sesuai
dengan tuntutan tugas jabatan dengan
memaksimalkan pemanfaatan teknologi
informasi dan komunikasi serta
terintegrasi secara ee nasional. Kami
berharap alumni sertifikasi kompetensi
mampu menggali informasi semaksimal
mungkin keluar dari sertifikasi yang
telah Bapak Ibu lakukan.
ee sehingga Bapak Ibu yang telah
menyatakan kompetan itu memiliki ruang,
gerak dan waktu untuk bisa meningkatkan
yang lebih
sehingga Bapak Ibu akan dipersiapkan
kembali pada om yang lain, pada uji
kompetensi yang lain tentu dengan
jenjang yang berbeda. Mudah-mudahan
untuk Bapak ngih ee bisa [musik] masuk
ke hukum yang lain tapi dengan
kompetensi yang berbeda.
[musik]
Terima kasih atas kehadiran Bapak-bapak.
kami ee sebenarnya Pak Ibuara izin kami
ingin mengundang seluruh alumni
insyaallah nanti bertahan karena
keterbatasan kami sehingga Bapaklah yang
beruntung untuk diundang oleh Buara
untuk segera mengikuti proses teser
study kali ini. Ee tujuan teser stud
kali ini adalah ee untuk menggali
informasi, Pak. menggali informasi baik
kompetensi-kompetensi teknis atau
kompetensi-kompetensi
tertentu yang Bapak miliki untuk
dituangkan ke dalam uji kemarin maupun
proses secara teknis.
[musik]
[tepuk tangan]
Oh.
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di
mana pun Anda berada. Baik sudah
bergabung di Zoom meeting ataupun yang
tengah menyaksikan acara ini melalui
live YouTube BPSDM Jatim TV. Senang
sekali saya Lukman dapat kembali menyapa
sobat ASN dalam webinar ASN belajar seri
45 tahun 2025. Persembahan spesial Corpu
SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sobat
ASN, dalam beberapa waktu terakhir
dinamika pekerjaan ASN menghadapi
tantangan yang semakin kompleks.
Tantangan seperti penyalahgunaan media
sosial hingga pelanggaran disiplin yang
terekam luas di ruang publik turut
berperan dalam tercorengnya citra ASN
sebagai abdi negara dan pelayan
masyarakat. Di satu sisi, adanya
tantangan dalam sistem kinerja berbasis
hasil maupun permasalahan pribadi juga
menjadi faktor pemicu turunnya disiplin
dan etos kerja. Melalui webinar ini,
mari kita kuatkan nilai pengabdian dan
karakter ASN yang berintegritas.
Selengkapnya akan kita bahas di webinar
ASN Belajar seri 45 tahun 2025 yang
bertajuk menegakkan disiplin meneguhkan
pengabdian.
[musik]
Baik, Sobat ASN, untuk membuka webinar
ASN Belajar seri 45 tahun 2025, marilah
kita dengarkan opening speech yang akan
disampaikan oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, SPMP.
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita [musik] sekalian.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University, Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 20 November 2025,
ASN belajar telah memasuki seri yang
ke-45.
[musik]
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara [musik] aktif program ASN belajar
ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami, kami
selalu berkomitmen sekaligus berikhtiar
untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara. di
Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-45 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka meneguhkan
kembali disiplin ASN sebagai aparatur
negara sekaligus sebagai pelayan [musik]
masyarakat.
Sebuah nilai yang mengingatkan kita
bahwa pengabdian tidak cukup hanya
dikerjakan, tetapi harus dihayati.
Pelayanan tidak cukup hanya disampaikan,
tetapi harus diwujudkan dengan
konsistensi dan keteladanan.
Karena tema ini sangat tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam,
[musik] maka ASN belajar seri ke-45 ini
mengangkat topik menegakkan disiplin,
meneguhkan pengabdian.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam SN belajar bahwa topik menarik ini
akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama [musik]
para narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
[musik]
Sahabat ASN di seluruh tanir, dalam
dinamika kehidupan ASN saat ini [musik]
kita belajar bahwa pengabdian bukan
hanya tentang lamanya kita bekerja,
[musik] tetapi tentang keteguhan nilai
yang kita jaga setiap hari.
Pengabdian tidak sekedar terucap dalam
sumpah jabatan, tetapi terwujud dalam
disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja
yang kita hadirkan di ruang-ruang
pelayanan publik.
Dalam dinamika birokrasi modern,
disiplin ASN sedang diuji dari beragam
[musik] arah, dari derasnya arus
digitalisasi, dari tekanan kinerja yang
berbasis hasil, dari budaya media sosial
yang seringkiali menjerumuskan, dari
godaan-godaan yang membuat kita lengah
terhadap etika birokrasi.
Fenomena ini terekam luas menjadi
sorotan publik bahkan menjadi cermin
bagi kualitas birokrasi [musik]
kita. Fenomena ini makin menegaskan
bahwa pengabdian tidak mungkin tegak
tanpa disiplin. Karena disiplin adalah
pondasi moral dan profesional ASN.
Disiplin bukan sekedar tentang patuh
pada aturan manajemen ASN, tetapi
kesetiaan pada amanah rakyat.
Ketika kita hadir tepat waktu, ketika
kita menjaga etika komunikasi, ketika
kita melayani dengan tulus tanpa pamrih,
di sanalah disiplin menemukan [musik]
esensi terdalamnya. Bukan sekedar
kepatuhan, tetapi kejujuran kepada diri
sendiri sebagai [musik] abdi negara.
Kita sering memahami disiplin sebagai
batasan padahal sesungguhnya ia adalah
[musik] penuntun. Disiplin bukan
penghalang kreativitas, tetapi pengawal
akuntabilitas.
Disiplin bukan belengguh, [musik] tetapi
kompas moral agar kita tidak menyimpang
dari nilai dasar aparatur sipil negara.
Disiplin bukan sekedar tentang
ketertiban administratif, [musik]
melainkan ketaatan moral yang menjaga
kemurnian niat kita [musik]
dalam mengabdi kepada rakyat.
Sahabat ASN di seluruh tanah air,
disiplin dalam derajat tertingginya
[musik] bukan soal hadir tepat waktu
semata. Ia adalah keteraturan pikiran,
[musik] ketertiban tindakan, dan
keteguhan hati untuk melakukan yang
benar meski tidak dilihat oleh siapapun.
ASN yang disiplin tidak hanya bekerja
sesuai jadwal, tetapi bekerja dengan
jiwa. tidak hanya menyelesaikan tugas,
tapi menunaikan amanah. Tidak hanya
mengikuti aturan, tetapi memegang teguh
integritas sebagai kompas pengabdian.
Disiplin adalah energi sunyi yang
menopang kinerja organisasi.
Ketika disiplin ditegakkan maka budaya
kerja menguat, pelayanan publik menjadi
pasti, rencana strategis bergerak
konsisten dan kepercayaan masyarakat
tumbuh dari hari ke hari. Karena dalam
perspektif administrasi publik,
kepercayaan adalah modal terbesar dan
kepercayaan hanya lahir dari aparatur
yang dapat diandalkan yang perilakunya
terukur, tindakannya konsisten, dan etos
kerjanya stail.
Sahabat ASN di seluruh negeri, itulah
mengapa tema ASN belajar hari ini sangat
relevan. Menegakkan disiplin, [musik]
meneguhkan pengabdian. Dua kata ini
tidak dapat dipisahkan. Pengabdian tanpa
disiplin adalah janji yang rapuh.
Disiplin [musik]
tanpa pengabdian adalah rutinitas tanpa
makna. Pengabdian membutuhkan keteguhan.
keteguhan membutuhkan disiplin dan
disiplin menemukan rohnya ketika ia
diarahkan untuk melayani manusia bukan
sekedar menjalankan prosedur.
Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air
untuk membahas lebih lanjut topik
menarik ini, kami telah mengundang para
narasumber luar biasa yang sudah barang
tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada para narasumber hebat yang telah
berkenan hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air. Pertama, kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada Ibu Julia Leli Kurniati, SH. MA.
Beliau adalah Direktur Disiplin Budaya
Kerja dan Citra Institusi ASN Badan
Kepegaan Negara Republik Indonesia.
Kedua, kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada Bapak Yanuar
Afadan, SAP. Beliau adalah analis
kebijakan pertama pada asisten deputi
penguatan budaya kerja dan pengembangan
kompetensi Kementerian Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi [musik]
Birokrasi. Dan ketiga, kami menyampaikan
terima kasih dan apresiasi kepada Ibu
Karolin Rista FC, MC [musik] psikolog.
Beliau adalah akademisi dari Universitas
17 Agustus 1945
[musik] Surabaya. Nah, Sobat ASN di
seluruh tanah air, mari kita simak
dengan seksama webinar [musik] ASN
belajar seri ke-45 tahun 2025. Semoga
bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi [musik]
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih
kepada Bapak Dr. Ramlianto, SPMP atas
opening speech yang telah disampaikan.
Dan sebelum kita berlanjut ke sesi
berikutnya, kami informasikan bahwa saat
ini Sobat ASN sudah dapat melakukan
presensi pada alamat semesta Bangkom dan
link presensi ini dapat Sobat ASN akses
atau lihat pada running teks, kolom chat
Zoom, dan juga pinchat YouTube BPSDM
Jatim TV. Dan dikarenakan saat ini
traffic presensi sedang tinggi. Bagi
sobat ASN yang masih belum bisa
mengakses presensi dapat mencoba kembali
secara berkala hingga pukul 12.00. siang
[musik]
Sobat ASN. Kali ini kita akan simak
bersama materi pertama yang akan
disampaikan oleh Direktur Disiplin
Budaya Kerja dan Citra Institusi ASN
Badan Kepegawaian Negara Republik
Indonesia, Ibu Julia Leli Kurniatri,
S.H., M.H.
[musik]
Telah hadir bersama dengan kita semua di
sini. Ibu Julia. Saya akan sapa beliau
terlebih dahulu. Selamat pagi, Bu Julia.
Asalamualaikum. Selamat pagi, Pak
Lukman.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Saya merasa jadi muda kalau
dipanggil Kak Lukman ini. Saya panggil
Ibu juga dengan Kak Julia ya. Kak Julia
terima kasih sudah berkenan untuk hadir
di webinar ASN belajar seri 45. Kali ini
kita akan dengarkan bersama materi dari
Kak Julia ya, terkait dengan bagaimana
cara kita bisa meningkatkan disiplin
untuk teman-teman ASN yang menyaksikan
pada pagi hari ini. Kurang lebih nanti
materi disampaikan dalam waktu 30 menit.
Nanti kita akan masuk ke sesi tanya
jawab. Silakan Kak Julia.
Baik, terima kasih. Yang kami hormati
Bapak Dr. Ramlianto, STP. MP, Kepala
BPSDM Provinsi Jawa Timur. Juga hadir
nantinya ee narasumber tadi disampaikan
Pak Yanwar Afandan dari Kementerian eh
PAN RB juga Ibu Carolin psikolog dari
Universitas 17 Agustus Surabaya kalau
tidak salah ya. Terima kasih sekali atas
ee perkenannya kami dari Badan
Kepegawaian Negara khususnya kami dari
Direktorat Disiplin Budaya Kerja dan
Citra Institusi untuk hadir bersama
dalam acara yang luar biasa ini ee ASN
Belajar bagaimana ini sudah S ke-45 dan
tadi disampaikan oleh ee Pak ee Kepala
BPSDM suatu yang sangat menarik ya
pengabdian itu ee harus didasarkan pada
keteguhan dan keteguhan itulah kemudian
kita menjadi disiplin akan terwujud
kalau kita disiplin dan disiplin
diarahkan pada pelayanan bukan sekedar
untuk mentaati peraturan sekedar itu.
Dan hari ini kebetulan memang saya
diberikan jadwal oleh panitia diberikan
kesempatan untuk menyampaikan tentang
telaan kritis
aturan disiplin di era digital. Nah, ini
teman sobat-sobat ASN ee khususnya di
Provinsi Jawa Timur dan juga semuanya
yang hadir. Terima kasih bahwa kita pagi
hari ini diberi kesempatan untuk
menelaah, menelaah secara kritis aturan
disiplin di era digital. ini merupakan
suatu proses untuk menelaah mungkin ya
kita sama-sama akan menelaah,
mengevaluasi, mempertanyakan kembali
antara kesesuaian, ketepatan dan
efektivitas dari e serta relevansi dari
aturan disiplin yang ada saat ini. Jadi
saat ini kita masih menggunakan PP94.
Kemudian juga untuk ee P3K menggunakan
ee instasi masing-masing yang membuat
regulasi tentang disiplin bagi P3K yang
apabila diterapkan di suatu saat ini.
Jadi apa apakah regulasi yang ada saat
ini dan diterapkan dalam situasi dan
pola kerja saat ini yang sudah berubah
tentu saja dengan perkembangan teknologi
itu apakah masih sesuai? Masih cocok
dengan perilaku dan tantangan di era
digital? Apakah juga perlu diperbaharu?
Kita sama-sama akan koreksi. Kemudian
apakah perlu sebetulnya regulasinya sama
tapi perlu ditafsirkan ulang? Jadi
kadang-kadang ada suatu kalimat
yang ini bisa ditafsirkan satu kalimat
tetap sama tapi ditafsirkan update gitu
ya secara ulang sesuai dengan kod saat
itu atau memang memerlukan mekanisme
baru. Ini yang ee luar biasa. Jadi kita
tidak hanya sosialisasi seperti biasa
tapi kita bisa aja bersama-sama untuk
berpikir kritis. Mohon izin saya share
screen dari sini ya Bapak Ibu ee
panitia. Mohon izin.
Apakah sudah terlihat?
Sudah terlihat tapi belum full. Mungkin
bisa dibantu untuk screen.
Oke, sudah. Sudah nampak. Silakan.
Baik, terima kasih sekali ee teman-teman
semuanya, Bapak, Ibu. Tema tadi
disampaikan adalah pembinaan disiplin
melalui penguatan budaya kerja di era
digital jita. dalam arti kita tidak
bercana sendiri. Disiplin ini bagaimana?
Melalui penguatan budaya sehingga tidak
sekedar aturan saja atau kebijakan saja
tapi kemudian ini menjadi budaya yang
kita semuanya. Kita mulai dalam waktu
yang singkat saya akan coba menyampaikan
secara cepat juga di perkembangan era
sociati ini ya dti di one masyarakat
masih berburu dan sebagaimana ya masih
peramu masih tahap paling awalah
istilahnya mereka bergantung pada hewan
ee mengumpulkan taman liar dan
sebagainya. 2.0 masyarakat agraris itu
mulai menetap, mereka bercocok tanam
gitu ya. Kemudian
masyarakat industri masuk ke masyarakat
industri di mana ditandai dengan
revolusi industri. Di situ mulai ada ee
peralatan mesin, bertenag dan sebagainya
kami. Kemudian kita fokusnya di 4.0 dan
540 masyarakat informasi di mana di sana
fokusnya adalah pada efisiensi produksi
dan layanan berbasis teknologi. Nah,
yang 540
iniah yang sebetulnya kita fokus. kita
akan menjadikan masyarakat super atau
cerdas ya. Jadi pusatnya ada pada
manusia. Konsepnya mungkin sebetulnya
lebih bagaimana kita atau fokusnya fokus
utamanya adalah bagaimana ee manusia
fokusnya ada di mana manusia di mana
teknologi digunakan untuk meningkatkan
kualitas hidup dan kesejahteraan manusia
secara keseluruhan. Jadi fokusnya adalah
pada penggunaan atau pemanfaatan
teknologi tadi untuk menciptakan
keseimbangan gitu ya antara kemajuan
ekonomi dan solusi masalah sosial yang
terjadi di masyarakat. Kemudian kita
kalau boleh bicara ee kita sebagai ASN
ada tiga ee fungsi kita yaitu sebagai
pelaksana kebijakan publik kepada
sebagai pelayan publik dan perekatersatu
bangsa.
Sebagai pelaksana publik tentu saja kita
ASN bertanggung jawab untuk menjalankan
semua kebijakan pemerintah yang
kebijakan yang ditetap oleh pemerintah
baik di tingkat pusat maupun daerah dan
ini mencakup sejak mulai perencanaan di
pelaksanaan sampai dengan di pengawasan.
Kita mastikan agar penyelenggaraan
negara dan ee apa namanya berjalan
dengan baik dan pembangun nasional ee
mencapai ee tujuan yang ditetapkan.
Kemudian pelayanan publik AST juga
memiliki tugas ee untuk melayani
masyarakat dengan sebaik-baiknya yang
profesional. Profesional ini ditandai
tentu saja dengan kualitas dengan ee
pelayanan yang kualitas yang cepat yang
dapat diakses oleh semua masyarakat
tanpa diskriminasi. Inilah di kekuatan
di sistem merit meritrasi ya. Kemudian
yang ketiga adalah perakat mempersatu
bangsa. Jadi ASN harus senantiasa
mengutakan kepentingan ee persatuan dan
kesatuan bangsa ee dalam menjalankan
tugasnya.
Nah, ee sebetulnya ini kalau kita bicara
transformasi, kita lihat bahwa di dalam
regulasi pun jika kita melaksanakan
merasakan transformasi itu ada di dalam
e penyusunan kebijakan kita.
Undang-Undang nomor 5 2014 kita tahu
masih membidakan antara manajemen PNS
dan P3K. Dan memang alhamdulillah di
dalam dua e manajemen tersebut semuanya
ada unsur tentang disiplin. Kita melihat
bagaimana unsur disiplin ini diperlukan
di dalam melaksanakan di dalam salah
satu ee manajemen ASN, manajemen PNS dan
P3K. Namun kemudian transformasi yang
tidak kita rasakan bersama dengan
diundangkannya undang-undang 20 tahun
kita menyebutnya tidak lagi manajemen
PNS atau P3K tapi manajemen ASN mulai
dari perencanaan kebutuhan pengadaan
penguatan budaya nih hari ini kan kita
singtan budaya kinerja pengembangan tal
kompetensi ee pemberian penghargaan dan
pemberhentian. Nah, kemudian kalau kita
lihat di sini tidak ada disiplin gitu
ya, tapi kemudian memang di dalam
undang-undang menyebutkan e manajemen
ASN minimal terdiri dari mulai
perjalanan sampai pemberhentian tadi.
Kata minimal ini kemudian di dalam RPP
yang akan kita sampaikan nanti memang
disusun oleh teman-teman yang menyiapkan
ada satu ada beberapa tambahan di sana
yaitu penegakan disiplin. Artinya bahwa
semua ini harus kita kawal dalam
penegakan disiplin, pengawasan,
pengendalian, digitasi dan upaya
administratif.
Bicara tentang disiplin di era digital
ee
pasti akan mengubah cara manusia dan
berinteraksi ya dalam bekerja dan juga
dalam berinteraksi dan teknologi
menghadirkan peluang sekaligus tantangan
baik itu disiplin pribadi, disiplin
kerja, maupun disiplin organisasi dan
aktivitas tidak lagi dibatasi ruang dan
waktu. ya kita kemarin ee pada saat
Covid mendapatkan kesempatan yang luar
biasa gitu ya, istilahnya fenomena alam
yang kemudian kita rasakan tapi
manfaatnya luar biasa. Kita mengenal ee
banyak kemudian hal-hal baru termasuk
teknologi dan sebagainya yang itu
merubah pola hidup kita juga. Kemudian
perlu perubahan definisi terkait
disiplin ASN. Ini yang akan kita bahas.
Kita lihat regulasi saat ini Bapak, Ibu
semuanya, teman-teman. Disiplin ASN
adalah merupakan kesanggupan ASN untuk
melaksanakan kewajiban menghindari
larangan. Dan ini ee yang diakan
undang-undang berupa ucapan tadi
disampaikan ya, istilahnya ada
integritas, ada kesamaan antara tulisan,
ucapan, tulisan, perbuatan yang
dilakukan di dalam maupun di luar. Jadi
sekali lagi perbuatan itu tidak hanya
perbuatan saja. action, tapi juga
ucapan, tulisan dan tidak hanya sebagai
ASN kita fungsinya sekali lagi tiga hal
tadi. Jadi semua hal yang dilakukan di
dalam dan di luar kantor. Sementara
pemenegan sipil tidak hanya berfokus
pada penjatuhan sanksi. Tadi Pak Kaban
juga sudah menyampaikan fokusnya tidak
pada penjatuhan sanksi, tapi bagaimana
kita mengoptimalkan pembinaan yang
berorientasi pada pembentukan budaya
kerja berakhlak yang saat ini juga di
Undang-Undang 20 juga sudah ditekankan
tentang budaya kerja berakhlak yang
konsisten.
Ya, kembali tadi ada suatu hal, saya
ingin mendasarkan pedulu hal aja saja.
Ucapan tulisan perbuatan di dalam luar
kantor dan ada pembinaan dari atasan.
ini yang kemudian ee mengawal ee
pelaksanaan disiplin kita.
Salah satu contoh mungkin ini saya tidak
mengambil semuanya tapi contoh dari hal
tadi yang terkait dengan ee ucapan
tulisan perbuatan di dalam di luar
kantor pembinaan. Kita bisa lihat bahwa
saat ini mungkin disiplin masih berbasis
kehadiran gitu ya. Ini salah satu contoh
saja paradigma yang ada saat ini. Dulu
identik disiplin identik dengan hadir
fisik. Hadir fisik tepat waktu di kantor
atau di tempat acara-acara yang lain
ditentukan. Tapi saat ini disiplin
berbasis kinerja. Disiplin mengacu pada
output, kualitas kerja, dan kemampuan
untuk mengelola mandiri menjadi itu yang
menjadi indikator utama. Kemudian
pengawasan juga kalau kita melihat
pengawasan selama ini kita melihatnya
waskat ya, pengawasan melekat. Bagaimana
atasan melihat langsung, mengawas
langsung visraf fisik, phisik by phic.
Namun kemudian eh saat ini kita
mengembangkan dalam budaya kerja kita
adalah self disiplin. Bagaimana
teknologi membuat pengawasan fisik itu
berkurang terutama sekali pada saat eh
WFA atau WFH ya istilahnya beberapa
instansi sudah melaksanakan ini
kemampuan bagaimana kita mengatur diri
dan mencegah distraksi digital.
Kita lihat Bapak, teman-teman semuanya,
tantangan di era disiplin ee tantangan
disiplin di era ee digital ini terkait
produktivitas, keamanan data, citra
organisasi, integritas kerja, dan etika
profesional. Banyak contoh-contoh yang
kita rasakan saat ini
dan mungkin ini pertanyaan-pertamaan
refleksi bagi kita ee teman-teman
semuanya. Misalnya terkait waktu dan
prioritas.
Dulu orang ee banyak pelanggaran
disiplin karena tidak meninggalkan ruang
kerja gitu ya, istilahnya tidak ada di
kantor absen kemudian dia pergi. Namun
kemudian saat bergeser ee mereka ada di
kantor tapi kalau dulu membaca koran
misalnya seperti itu ya. Jadi fisik ada
tapi prioritas ee tidak optimal sama
sekali. Tapi kemudian saat ini mungkin
orang membaca koran sudah kelihatan gitu
ya, tapi sekarang banyak hal-hal yang
dilakukan di balik meja. Bermain media
sosial di jam kerja. Mungkin ada ya di
antara kita yang seperti itu. Scrolling
konten hiburan saat tugas multitasking
digital yang tidak relevan dalam arti
memang ada k ada kalanya di waktu yang
sama kita harus melaksanakan dua
kegiatan gitu ya. Tapi di sini saya
sorutin tentang ee yang tidak relevan.
Kemudian terkait komunikasi dan ee etika
digital bagaimana kita menggunakan
bahasa yang kadang-kadang tidak sopan di
web di ee WhatsApp grup misalnya.
Kemudian mengabaikan pesan atau tugas
penting atasan. Bahkan di beberapa
instansi sudah membatasi juga bahwa
setiap ada ee tugas atau ee informasi
yang diberikan pimpinan atau mungkin
justru ee pertanyaan-pertanyaan yang
harus kita jawab dari pimpinan ada kurun
waktu batasan waktu gitu misalnya 5
menit atau 10 menit harus direspon gitu
ya. Karena seringki ee hambatan ada pada
komunikasi tadi ada ada wadahnya, ada
sarananya tapi tidak tidak optimal di
dalam kita menggunakan ee
alat komunikasinya tadi. Kemudian juga
terkait dengan keamanan dan keamanan
data dan kerahasiaan,
membocorkan dokumen atau data secara
sengaja atau ceroboh dan menggugah foto
atau dokumen internal tanpa izin atau
menggunakan perangkat pribadi yang tidak
aman untuk pekerjaan yang sifatnya
sensitif. Kemudian berkenaan dengan
rapat daring. Kali ini ya kita sama-sama
webinar atau kadang-kadang ada rapat
daring. Kemudian etikanya adalah kita
harusnya menyalakan ee kamera gitu ya.
Kalau toh tidak menyalakan kamera mohon
menyampaikan informasi misalnya ada
terkait dengan apa hambatan di dalam
jaringan dan sebagainya gitu. Tapi
bagaimana kita saling menghargai antara
ee seseorang mungkin yang menyampaikan
ee materinya atau mungkin pendapatnya
dan orang lain yang merespon secara
positif dengan open camp. Kemudian juga
penyalahgunaan fasilitas digital
misalnya menggunakan fasilitas laptop
kantor atau mungkin akun kantor untuk
aktivitas pribadi, menggunakan internet
kantor untuk streaming pribadi misalnya.
Kemudian juga pelanggaran etika
organisasi misalnya menyebarkan ujaran
kebencian atau politik praktis gitu ya.
Kemudian apalagi dengan menggunakan ee
identitas ASN untuk menyarankan rekan
kerja, atasan, instansi lain dan
sebagainya. kembali Bingatkan kita
sebagai ASN ee kita harus netral. Jadi
dan di dalam di luar kantor tadi
disebutkan ya sehingga menggunakan ITS
AO atom tidak kita benar-benar harus
menahan diri untuk tidak tadi melakukan
penyebaran ujian keberan dan sebagainya.
Kemudian juga pelanggaran integritas
misalnya dengan mengedit dokumen atau
data digital, menghapusi story tanpa
izin untuk menutupi pelanggaran
misalnya, kemudian pelanggaran terhadap
sier pribadi misalnya ee kita harus
mengamalkan data kita, tapi kita
menggunakan password yang mudah ditebak
gitu ya. misalnya atau membiarkan
perangkat kita terbuka. Kita mungkin ee
apa namanya? Meninggalkan untuk ke kamar
mandi, untuk ee salat, untuk ibadah atau
mungkin untuk ke kantin dan sebagainya
tanpa kemudian ee menggunakan kunci atau
mengunci ee menggunakan password ke
dalam ee perangkat kita atau juga kita
tidak mengabaikan update keamanan gitu
ya. Kemudian juga ketidakpatuhan pada
protokol digital instansi misalnya tidak
memenuhi standar keamanan digital yang
ditetapkan. Ini beberapa hal yang
mungkin kita sama-sama ya tidaknya Bapak
Ibu, ini juga refleksi bagi saya ya.
Kadang-kadang mungkin di tengah
kejenuhan kita kadang-kadang membuka
konten-konten dan sebagainya. Nah, ini
yang ee menjadi sya tanggung jawab kita
melaksanakan di dalam di luar kantor
kita harus produktif. Next, bahwa eh
konsep digital
izin
konsep eh disiplin digital ada beberapa
hal yang mungkin saya disiplin waktu
digital, kemudian disiplin informasi,
disiplin teknologi komunikasi dan
kinerja.
Disiplin waktu e digital yaitu pada
pengelolaan waktu dan notifikasi.
Kemudian disiplin informasi misalnya
memilah data yang relevan, disiplin
teknologi menggunakan perangkat sesuai
etika. Tadi ada beberapa yang kita
evaluasi, disiplin komunikasi menjaga
etika dan memberikan respon yang
profesional.
Kemudian juga disiplin kinerja bagaimana
bekerja ee berdasarkan output, tidak
hanya ee formalitas saja dan juga ee
berperilaku yang baik. Karena memang dan
penilaian kinerja kita tidak hanya fokus
pada produktivitas kita, tapi juga ee
output kita dan outcome, tapi juga
output yang baik itu akan menjadi
outcome yang baik insyaallah kalau
dengan bisa lagi dengan perilaku kerja
yang baik juga. Kemudian bagaisi bagi
organisasi pertama reformulasi aturan
disiplin. Ini yang mungkin perlu kita
lakukan. Jadi, orgasistasi melakukan
pembaharuan aturan kehadiran digital
misalnya yang dulu manual kemudian
dengan fingerprint sekarang dengan wajah
misalnya seperti itu. Kemudian karena
setiap kali ada pembaharuan di dalam
proses misalnya tentang ee perangkat
yang dipakai untuk presensi misalnya ada
saja hal-hal yang kemudian dilakukan
oleh ASN yang dalam petik-petik mungkin
nakal untuk perusak hal-hal tadi
misalnya mesin-mesin dan sebagainya.
Nah, kemudian standar ya fosilitas
komunikasi harus menentukan organisasi
menentukan misalnya kebetulan kami di
PKN ada kentuan harus 5 menit misalnya
harus dua kali atau tiga kali panggilan
sudah harus merespon. Nah, ini
organisasi juga harus membuat hal yang
rigid seperti ini ya untuk membuat etika
di dalam organisasi sendiri. Kemudian
perlindungan data pribadi dan regulasi
bagaimana sebetulnya ee batasannya mana
ee menggunakan perangkat dan internet
kantor. Ada waktu itu seorang pegawai
menanyakan, boleh enggak Bu, di dalam ee
jam kerja kemudian ee dia melakukan jual
jual apa s menjual sesuatu secara online
gitu ya dengan ee ee target yang
bersuutkan bahwa dia sudah menyelesaikan
tugasnya di waktu luang apakah boleh ini
organisasi kemudian harus melakukan ee
pembaruan dengan memerlukan ee seperti
panduan-panduan seperti itu. Kemudian
penerapan teknologi yang adil. Disiplin
ee disiplin digital itu berpotensi
memang menimbulkan beberapa hal
pengawasan berlebihan. itu saja ya. Jadi
ee satu sisi kita memang ee reformasi
dilakukan, tapi kemudian dengan
reformasi aturan itu pasti Bapak Ibu ya
kita sebagai ASN pun ada beberapa hak
kita yang kemudian menjadi ee harus kita
lepas gitu ya. Karena memang kita punya
tanggung jawab tadi tiga hal tadi di
depan kita sampaikan. Ada mungkin hal
yang sifatnya pelanggaran privasi gitu
ya. Kemudian juga ada tekanan fisiologi
kadang-kadang karena kembali lagi kita
bukan sebagai kita bebas gitu ya. bebas
di dalam keterikatan, bebas di dalam
suatu regulasi yang memang ee mengatur
kita, memanggari kita. Kemudian ini juga
dibarengi dengan budaya kerja berbasis
kepercayaan. Dinilai efektif ketika
dibangun melalui budaya. Ada kejelasan
target, ada kepercayaan,
kemudian ada komunikasi yang terbuka,
ada trust ya, pimpinan ke bawahan dan
bawaan ke atasan, ada komunisasi yang
terbuka, komunasi yang sehat, kemudian
penghargaan atas hasil. Jadi memang
reward itu kita butuhkan Bapak Ibu di
dalam setiap ee apa namanya eh hal yang
kita lakukan gitu ya. Punishment tidak
hanya fokus pada punishment pada sesuatu
yang negatif tapi juga yang positif
perlu memerlukan rever.
Kemudian eh peluang penguatan disiplin
di era digital. Eh kita bisa sistem
monitoring eh monitoring transparan
misalnya dengan eh teknologi
memungkinkan kita untuk transasi kinerja
memonitoring progres kerja. Jadi setiap
harinya, kemudian setiap minggunya,
setiap bulannya, setiap ee ee kemudian
kita setiap tahunnya bisa mengevaluasi
ya karena dengan ee memonit progres
tadi. Kemudian juga ada skor prioriditas
manajemen berbasis data. Yang berikutnya
adalah dengan membentuk budaya disiplin.
Misalnya dengan ee apa?
reminder gitu ya, reminder eh digital
misalnya ee menciptakan fitur-fitur atau
aplikasi berbasis teknologi misalnya
yang berfungsi untuk memberikan
peringatan atau notifikasi misalnya.
Kemudian workflow, workflow e yang
otomatis gitu ya, otomatis yang mengatur
alur kerja. Jadi menggunakan teknologi
untuk atau perangkat untuk
mengotomasikan
ee serangkaian tugas atau proses gitu.
Kemudian misalnya kalau di BKN ada IDIS
ya, bagaimana kita menyampaikan proses
misalnya proses penegan disiplin mulai
dari pemanggilan, pemeriksaan sampai
penjatuhan hukuman disiplin semuanya
diatur dalam ee apa ee alur kerja yang
otomatis. Ada otomatisasi di dalam alur
kerjanya. Kemudian juga fleksibilitas
dan penguatan motivasi. Bagaimana
fleksibilitas akan meningkatkan trust
dan akuntabilitas sehingga secara
pribadi eh sehingga secara alami
memperkuat disiplin pribadi.
Kemudian ee pilar penerapan disiplin.
Ada tiga hal yang kita lakukan bersama
preventif, reversi, dan korektif.
Pencegahan. Jadi tidak hanya korektif
saja dengan PAN sipil, tapi sejak awal
ada preventifnya, ada pencegahan
pelanggaran misalnya dengan webinar
sosial dan sebagainya. Kemudian refresi
ya ada pengawasan monitoring ini bisa by
system represnya represi secara
elektronik misalnya atau pengawasan
atasan langsung blow system ada kenal
pengaduan, ada audit internal itu hal
yang sifatnya represif termasuk juga
pengaduan dari masyarakat. Yang
berikutnya adalah baru kemudian adalah
prevensi sudah kita lakukan rev kita
lakukan, masih ada pelanggaran, di
situlah perlu penegakan ee disiplin
dengan memberikan sanksi. Kita tahu di
dalam PP94 ee kita masih mengatur adanya
hukuman sipit tingkat tinggi, sedang dan
berat sesuai dengan ee latar belakang
perbuatan dan dampaknya. Nah,
Teman-teman semuanya ee di Undang-Und
kita memang dikenalkan dengan nilai
dasar berak akhlak walaupun sebelumnya
sudah ada tapi kemudian ini diundangkan
dalam ee suatu undang-undang regulasi
yang resmi gitu ya. Regulasi yang diatur
dalam undang-undang yaitu ada lima tujuh
hal. Berisi pelayanan akuntabel,
kompeten, harmonis, loyal, adat gratis.
ini sudah berapa kali kita diskusikan
gitu ya. Ada memang kita lihat ada
perkisan nilai saya hanya mengambil
beberapa saja misalnya tentang
akuntabilitas. Jadi bagaimana tanggung
jawab atas hasil gitu ya. Tidak sekedar
kita menghasilkan sesuatu tapi kita
bertanggung jawab atas hasil yang kita
lakukan. Integritas kejujuran
menggunakan sistem. Mungkin kita sudah
biasa menggunakan sistem digital tapi
kita tidak ingin sekedar menggunakan
saja tapi ada kejujuran melakukan di
sana. Etika teknologi. Kita menghindari
tadi ya adanya manipulasi dan sistem
adaptif dari kesiapan dan kemampuan
belajar cepat dan meningkatkan
kompetensi. Ini harus kita ee apa
namanya? optimalkan terus. Nah, ee waktu
masih ada ya, mohon izin. Transformasi
budaya kerja ASN di era digital ini
memang kalau kita lihat Bapak Ibu
semuanya di Undang-Undang 20 sudah
diapkan undang perilaku ee nilai dasar
ya. Petunjuk perilaku petunjuk perilaku
ada di sana. Namun memang sudah kita
sepakati bersama bahwa itu sudah cukup
lengkap. Instansi tidak perlu
menambahkan lagi. Namun instansi ee
didorong juga untuk di dipersilakan
didorong juga untuk membuat ee
katakanlah panduan-panduan perilaku
sesuai dengan tusi organisasi itu
sendiri. Karena masing-masing organisasi
masih ada ee sesuatu yang berbeda.
Misalnya untuk beransi pelayanan ee
fokus pada layanan publik yang cepat,
mudah, transparan. kaitannya misalnya S
menggunakan teknologi untuk mermudah
akses, proses dibuat lebih singkat
misalnya dengan penyedaran SLE dari 5
hari menjadi 3 hari dan sebagainya
kemudian ada pengalaman pengguna user
experience yang menjadi pusat dari
perbaikan kemudian juga eh bagaimana
kita menangani ee keluhan dari
masyarakat perilaku kuncinya adalah
responsif
lewat kanal digital. Jadi setiap adai
ada ee tidak hanya apresiasi pada suatu
ee pasukan yang positif, tapi apabila
ada perpaduan, permasalahan dan
sebagainya itu respon secara positif di
kanal digital. Memberikan informasi
secara jelas melalui pakel online ini
kewajiban kita. Apabila apalagi apa ada
berita yang tidak baik dan sebagainya
ini juga harus segera kita berikan
clearing lewat ee informasi kemudian
menghindari birokrasi yang berbelit ini
kembali ya bahwa kita sekarang eh
mengoptimal digitalisasi tentu saja
untuk menghindari tatap muka yang
kemudian juga e menghindari ee birokrasi
yang berbelit. Kemudian berikutnya
akuntabel. Perilaku kuncinya ada pada
jujur dalam melaporkan kinerja. Jadi
kita masing-masing ada kinerja harian
yang harus kita isi. Kita semua Bapak
Ibu yang tahu khusus saja atas ee apa
evaluasi pimpinan. Ee tapi tanpa
evaluasi pimpin seharusnya kita juga
jujur melaporkan apa yang kita kerjakan
dan mengerjakan apa yang kita tulis.
Kemudian juga menggugah dokumen dan data
sesuai standar dan menjaga integritas
informasi. Kompeten kita bicara tentang
kompeten bagaimana ini menuntut
peningkatan literasi digital kemudian
pemahaman data dan pembelajaran
berkelanjutan untuk saat ini ya
berhubungan dengan digital. perilaki.
Kuncinya adalah aktif meningkatkan still
digital kita, tidak bisa berhenti karena
setiap kali memang ada
perubahan-perubahan. Kemudian mengikuti
pelatihan digital. Jadi tidak hanya ee
ada hal bagaimana kita menggunakan ee
perangkat digital tapi belum optimal.
Jadi hanya hal yang sifatnya kesiaran
saja gitu ya. Kemudian juga
mengaplikasikan teknologi untuk
meningkatkan produktivitas.
Berikutnya harmonis untuk memperluas ee
transformasi ini tujuannya untuk
memperluas komunikasi, kolaborasi secara
virtual. Tadi ini tuntutan 5.0 dan
interaksi lintas instansi bahkan sebnya
lintas lintas internasional ya. Perilaku
kuncinya adalah tetap menjaga sopan
santun gitu ya, baik dalam chat, rapat.
Ini hal yang sangat sederhana sebetulnya
dan sopan santun ini tentu saja
berkaitan erak dengan sosio ee budaya
kerja kita ya. eh sosiokultural, ada
pengembangan kompetensi manajerial,
teknis, tapi juga sosiokultural. Ini
yang terkait sopan santun, setia budaya
pasti ada etika masing-masing ya. Dan
ini bagaimana kita bisa menempatkan
diri. Kemudian juga tidak mut makit
berlebihan saat rapat online. Digunakan
secukupnya dan sesuai dengan materi yang
dibahas kemudian menghargai semua
masukan walau dilakukan ee melakukan ini
ya walau ee dilakukan melalui platform
digital. Jadi kadang-kadang ada
komen-komen yang ee mungkin tidak baik
atau tidak puas ter suatu hal tapi
tolong disampaikan secara santun gitu ya
sehingga tidak ada ee konflik. Jadi
bagaimana kita mengatur e manajemen
konflik secara baik. Berikutnya adalah
loyal. Jadi meningkatkan kepercayaan
publik dan menjaga keamanan informasi
negara. Perilaku kuncinya adalah pada
tidak menyebarkan informasi internal di
luar kewenangan. Jadi kita masing-masing
sesuai di jabatan masing-masing punya
batasan kewenangan. Kemudian memang
mungkin ada suatu informasi benar, tapi
apakah kita berwenang gitu? Apakah orang
lain yang lebih tinggi yang berwenang
atau unit lain yang berwenang? Ini harus
kita jaga. Bagaimana kita loyal, peduli,
tapi juga dibatasi pada kewenangan.
Kemudian patuh pada kebijakan keamanan
digital dan tentu saja mengutamakan
kingan organisasi dalam setiap inovasi
digitalnya.
adaptif lingkungan menciptakan
lingkungan kerja yang berubah cepat di
dalam ee lingkungan kerja yang berubah
cepat dengan sistem ee diperbaharui
secara berkala otomasi mengganti banyak
proses manual. Ini transformasi yang ee
kita lakukan ya kita rasakan juga
perilaku kuncinya adalah kita harus
cepat menyesuaikan diri dalam sistem
informasi terbuka pada inovasi dan tidak
mempertahankan cara lama. Jadi
seolah-olah kita biasa menggunakan itu
ya itu tidak ya. Apalagi sekarang dengan
anak-anak teman-teman kita yang ee apa
namanya?
Genzi dan sebagainya. Itu saja kita
tidak perlu kita perlu menuntut kita
menuntut diri kita ya untuk selalu
memperbaharui sehingga tidak menggunakan
cara-cara yang lama. Kemudian kolaborasi
transformasiya adalah kerja tidak lagi
silo. Platform kolaborasi membuat kerja
lintas instansi semakin mudah. Perilaku
kuncinya adalah kita aktif berkolaborasi
melalui platform digital. Kemudian
menghargai kontribusi pihak lain dalam
sistem bersama dan biasakan berbagi
data. Jadi kadang-kadang kita pengin
menjadi orang pertama, kita yang share,
kita pengin menjadi orang yang penting
sehingga kita menahan data untuk kita
sendiri. Tidak. Data sekarang sifatnya
umum. Saya kira ada data memang yang
dikecualikan, tapi ee kita biasakan
untuk halnya sifatnya positif dan itu
memang sesuai kewenangan kita. Kembali
lagi ee kita perlu saling perlu ciptakan
lingkungan yang bagaimana kita ee tidak
ada lagi persaingan-persaingan unit dan
sebagainya, tapi bagaimana kita
menciptakan kolaborasi baik itu dalam
satu instansi, lintas unit maupun lintas
instansi. Kemudian, nah ini disiplin ASN
eh sekolah. Oke. Ee disiplin ASN menjadi
penghubung agar transformasi digital
berjalan efektif. Ee ini contohnya Bapak
Ibu tadi di di depan kita mengucapkan
tentang ucapan, tulisan perbuatan.
Misalnya hal sederhananya dalam ucapan
kita menjaga tutur kata di chat, di
email, di rapat online. Tidak memberikan
informasi yang melanggar atau
menyesatkan. Dalam tulisan kita mengisi
data dengan benar dan tepat menjaga
kerahasiaan dokumen digital. Kita tidak
buat laporan fiktif dan manipulatif.
Kemudian dalam perbuatan
menggunakan sistem informasi dan
aplikasi sesuai SOP, menyelesaikan tugas
digitalnya tepat waktu, dan tidak
melakukan tindakan yang merugan
masyarakat. Nah, tadi sampaikan bahwa
perbuatan ee ucapan, tulisan, perbuatan
ini di dalam dan di luar jam kerja. Nah,
di era digital ini ee membuat ASN kita
terlihat kapan saja melalui digital.
Melalui jejak digital. Jadi, aktivitas
kita sebagai pribadi memang akan
terlihat ya kapan saja melalui jejak
digital. Karena itu disiplin bukan hanya
saat login di kantor saja, tapi juga
dalam aktivitas digital sehari-hari.
Jadi begitu kita pulang ke rumah gitu ya
menggunakan media sosial, komunikasi
publik, menggunakan data ini bahwa itu
terikat ya kita terikat pada ee norma
standar pers yang ditentukan
ini. Tentu saja akan mengubah cara ASN
kita bekerja ya. Jadi menggunakan proses
elektronik, komunikasi yang real time.
Jadi begitu kami menyampaikan saat ini
mungkin 10 menit lagi sudah berubah.
Jadi kita harus ee selalu mengupdate
data ya karena mengadai informasi.
Kemudian layanan publik bersifat daring
dan jejak pekerjaan menjadi terekam
otomatis. Jadi apapun yang kita lakukan
hati-hati Bapak Ibu ee yang kita lakukan
yang kita ucapkan tentu saja akan
terekam ee terrecord dan ini suatu saat
akan menjadi kalau tidak tepat yang kita
sampaikan akan menjadi bumerang. Tapi
kembali lagi bahwa memang kita harus
update juga apabila ada informasi kapan
informasi itu kita terima. Karena siapa
tahu informasi yang 2 hari lagi 2 hari
yang lalu hari ini sudah berubah. Nah,
perubahan ini membuat pekerjaan ASN
lebih terbuka, lebih terukur, lebih
cepat, tapi juga satu sisi menuntut
lebih kepatuhan ya terhadap aturan dan
standar. Jadi, eh ketepatan tadi menjadi
safe, menjadi aman pada saat kita juga
menjalankan itu sesuai atau kepatuhan
kita kepada aturan dan juga standar
kinerja.
Alhamdulillah Bapak, Ibu tadi sampaikan
ada penguatan budaya kerja berakhlak di
sini untuk mendukung pembinaan disiplin.
Jadi penguatan budaya kerja ee berakhlak
itu bukan banyak orang mengatakan
berakhlak e sepertinya hanya nilai-nilai
saja gitu ya. Tidak. Kalau kita lihat,
kita mendalami memang semuanya ada
hal-hal yang sifatnya memang
implementatif bisa kita lakukan dan itu
merupakan ee mempresentasikan standar
perilaku yang secara inheren mendorong
meningkatnya disiplin baik disiplin
kinerja, perilaku perilaku kerja dan
moral ASN. Jadi baik bahwa dalam kinerja
ada disiplin, ada produktivitas di sana
ada perilaku kerja, tapi juga kita
terikat pada intitas moralitas. Jadi
tetap harus dibarengi dengan moral kerja
yang baik, moral yang baik. Kemudian ee
dengan kode etik atau nilai dasar
berakhlak tadi ini yang menjadi kode
etik dan kode perilaku ASN, maka kita
diharapkan disiplin dalam ee
meningkatkan kualitas pelayan publik,
menjaga integritas, kepatuhan, dan
pelaporan dalam pelaporan, penugasan
dalam bentukme, kemudian juga etika
moral dan perubahan secara inovasi.
Nah, ini Bapak Ibu dampak dari ee
penerapan nilai dasar ee berakhlak ya.
Kemudian tadi disiplin 
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:13 UTC
Categories
Manage