ASN Belajar Seri 45 | 2025 - Menegakkan Disiplin: Meneguhkan Pengabdian
E6RW_o7Lg30 • 2025-11-20
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [musik] [musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya [musik] kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi. [musik] Untuk pelayanan berdampak bersama [musik] ASN belajar. Ciptakan SDM unggul [musik] berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif [musik] untuk inovasi yang berkelanjutan. [musik] Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia [musik] emas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad [musik] pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas [musik] belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia [musik] satukan tekad dan tanggung jaerah jadi ASN [musik] berkuwa servis [musik] bersama. Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. [musik] Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. [musik] Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format nama, [musik] strip asal instansi Sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. [musik] Empat, apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, [musik] Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM [musik] Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. [musik] Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi [musik] yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, [musik] Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar [musik] berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner [musik] juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [musik] He. [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee perkenalkan nama saya Trisulo Adi Saputro dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Naset ee Pengeluan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Magetan. Ee alhamdulillah ee hari ini kami melakukan tes uji kompetensi pengelola keuangan daerah. Ee saya selaku bendara pengeluaran alhamdulillah dengan uji [musik] kompetensi ini bisa menguji kompetensi kita apakah kita layak untuk menjadi bendara pengeluaran. [musik] Ee pesan-pesan untuk teman-teman yang lain ee bisa memaksimalkan apa pengetahuannya untuk meningkatkan kompetensinya selaku pengelola keuangan daerah. Kemudian untuk saran untuk BPSDM Provinsi Jawa Timur ee selama kami di sini alhamdulillah pelayanan cukup baik dan memuaskan [musik] sehingga kami bisa nyaman dan bisa mengikuti ujian dengan nyaman juga. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, asalamualaikum. Nama saya Dias Karismadani. Saya dari Dinas Kesehatan [musik] Kabupaten Mojokerto. Ee hadir di sini untuk mengikuti sertifikasi kompetensi keuangan daerah. Kemarin hadir [musik] panitianya dari BPSDM benar-benar luar biasa. Penyambutan mulai dari depan sampai ke registrasi [musik] itu panitianya ramah sekali. Terus begitu masuk ke kamar ee semua fasilitasnya juga sudah [musik] memadai mulai dari makan, kamar tidur, kamar mandi, semuanya bersih. Untuk jalannya [musik] tes juga sudah terschedule dengan rapi, dengan tertib. sehingga kami bisa mengikuti dengan [musik] nyaman dengan bisa fokus dan bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Harapan kita ke depan adalah mungkin BPSDM [musik] bisa lebih sering mengadakan kegiatan atau untuk webinarnya lebih berfokus kepada masalah keuangan daerah, terutama yang untuk daerah-daerah yang kan masalahnya berbeda-beda setiap daerah. Jadi bisa lebih sering [musik] untuk mengadakan yang bertema tentang keuangan. Terima kasih. Wasalamualaikum. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat [musik] pagi semuanya. Saya Dian Asuti Perwandani dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, [musik] dan Olahraga Kabupaten Magetan hari ini ikut mengikuti diklat ee sertifikasi Komputasi Pengelolaan Keuangan di BPKPSDM ee Provinsi. Terima kasih panitia. luar biasa ee pelaksanaan diket lancar dan kami ee selama mengikuti DIIK di sini ee [musik] sangat nyaman sekali dan harapannya untuk PKPSDM Provinsi ee memberi kuota tambahan biar teman-teman kami yang berada di kabupaten kota sekitar seluruh provinsi bisa mengikuti dikat [musik] yang sama sehingga kami dalam rangka melaksanakan pengolan keuangan di kabupaten kota ee dapat menyajikan laporan yang akuntabel transparasi. Terima [musik] kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Budi Fajarudin asal dari Kabupaten Nganjuk ee Kecamatan Patian Rowo. Ee kami mengucapkan terima kasih atas ee fasilitasnya di mana kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan bisa menambah ilmu semua rekan-rekan sehingga [musik] apa yang kita lakukan di pemerintah daerah akan bisa menjadi maksimal. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Sumilan dari Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Peserta ujian sertifikasi kompetensi pengelolaan keuangan daerah angkatan pertama di BPSDM Jawa Timur di Surabaya. kesan-kesan selama mengikuti acara sertifikasi kompetensi pengelolaan keuangan di sini, saya sangat ee bangga, sangat menambah pengetahuan dan harapan ke depan ee dari sisi kami, dari sisi saya, pengetahuan-pengetahuan, pembelajaran-pembelajaran yang saya dapat di sini bisa diterapkan di OPD bisa untuk perbaikan-perbaikan di OPD dan ee harapan terkait dengan penyelenggaraan kompetensi di BPSDM Jawa Timur di Surabaya mudah-mudahan ke depannya bisa ditingkatkan lagi. Utamanya terkait jaringan waktu wawancara ini ada sedikit kendala sempat putus Pak jaringannya. [musik] Demikian, terima kasih. Perkenalkan nama saya Dewi Ratnani Utami. Saya bendahara dari Dinas KB Kabupaten Magetan. Kesan-kesan saya saat mengikuti diklat di BKPSDM [musik] Jawa Timur ini ee saya menikmati sekali fasilitasnya juga di sini. asesornya, ee panitia-panitianya juga sangat cepat dalam memenuhi kebutuhan kita saat melakukan diklat. Dan untuk tempat ee asramanya saya juga merasa nyaman karena sudah terfasilitasi dari kamar mandi terus apa ada AC-nya. Jadi kita nyaman saat di kamar untuk melakukan [musik] kegiatan belajar belajarnya di malam hari atau untuk menyiapkan ujian-ujiannya, uji kompetensinya. Untuk pesannya kemudiannya lebih baik lagi dan fasilitas-fasilitasnya lebih baik lagi serta peserta itu lebih nyaman lagi untuk tinggal di sini. Terima kasih. [musik] Oh [musik] Tuhan Oh. [musik] Oh [musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan [musik] penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala [musik] tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi [musik] untuk pelayanan berdampak bersama ASN belajar. Ciptakan [musik] SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif [musik] untuk inovasi yang berkelanjutan. menjadi ASN berakhlak mulia. Siap menyongsong Indonesia [musik] emas. ASN belajar wujudkan [musik] pemerintahan berkelas dunia satukan [musik] tekad pantang menyerah. Jadi ASN cetar berkualitas [musik] belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia tekad pantang [musik] menyerah jadi ASN cepat berkualitas [musik] H [musik] Kami mencoba [musik] menjadi yang terbaik. Melayani bangsa [musik] dengan sepenuh hati. Marahlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman [musik] serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi [musik] laksanakan tugas ke bangga negeri. Berentasut melayani bangsa [musik] dengan akuntabilitas tinggi. Ho. [musik] Kami dari sini tugas dengan hati. Tunjukkan [musik] kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya selalu [musik] adaptif dan berkolaborasi gandeng tangan tujuan [musik] untuk menjadikan ASN lebih berakhlak. [musik] Bekerja sepenuh hati, tulus membantu sesama [musik] dengan bangga kami melayani bangsa. [musik] [musik] Kami dari sini [musik] tegas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. [musik] Bangsa loyal tanpa batasannya selalu ataktif [musik] dan berkolaborasi bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih [musik] beragam mengerjas penuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami [musik] melayani dengan bengah kami melayani [musik] dengan bang kami melayani bangsa [musik] [musik] H [musik] nama Saya Andi Bagus Rahmat. Ee saya peserta diklat. Terima kasih. Kesan saya bagus pelayanan semoga kualitasnya semakin meningkat. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya nama Jailani, pegawai RSUD Muhammad Nur Pamekasan. Kami sangat bangga dengan adanya kompetensi ini karena untuk pembelajaran bagi kami masalah umur tidak ada halangan yang penting kita mau belajar. Dan saya sangat berterima kasih kepada BPSDM dengan adanya hal ini pengetahuan-pengetahuan itu akan selalu bertambah untuk kita semua khususnya khusus untuk pemerintah provinsi Jawa Timur untuk saat ini dan untuk masa depan. Mungkin itu dari kami kurang lebihnya mohon maaf. Wasalamualaikum. warahmatullahi wabarakatuh. [musik] untuk menjawab tantangan tersebut perlu upaya peningkatan daya ASN serta kerja sama dan kemitraan komunis. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pengembangan kompetensi bagi ASN sesuai dengan tuntutan tugas jabatan dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta terintegrasi secara ee nasional. Kami berharap alumni sertifikasi kompetensi mampu menggali informasi semaksimal mungkin keluar dari sertifikasi yang telah Bapak Ibu lakukan. ee sehingga Bapak Ibu yang telah menyatakan kompetan itu memiliki ruang, gerak dan waktu untuk bisa meningkatkan yang lebih sehingga Bapak Ibu akan dipersiapkan kembali pada om yang lain, pada uji kompetensi yang lain tentu dengan jenjang yang berbeda. Mudah-mudahan untuk Bapak ngih ee bisa [musik] masuk ke hukum yang lain tapi dengan kompetensi yang berbeda. [musik] Terima kasih atas kehadiran Bapak-bapak. kami ee sebenarnya Pak Ibuara izin kami ingin mengundang seluruh alumni insyaallah nanti bertahan karena keterbatasan kami sehingga Bapaklah yang beruntung untuk diundang oleh Buara untuk segera mengikuti proses teser study kali ini. Ee tujuan teser stud kali ini adalah ee untuk menggali informasi, Pak. menggali informasi baik kompetensi-kompetensi teknis atau kompetensi-kompetensi tertentu yang Bapak miliki untuk dituangkan ke dalam uji kemarin maupun proses secara teknis. [musik] [tepuk tangan] Oh. [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di mana pun Anda berada. Baik sudah bergabung di Zoom meeting ataupun yang tengah menyaksikan acara ini melalui live YouTube BPSDM Jatim TV. Senang sekali saya Lukman dapat kembali menyapa sobat ASN dalam webinar ASN belajar seri 45 tahun 2025. Persembahan spesial Corpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sobat ASN, dalam beberapa waktu terakhir dinamika pekerjaan ASN menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tantangan seperti penyalahgunaan media sosial hingga pelanggaran disiplin yang terekam luas di ruang publik turut berperan dalam tercorengnya citra ASN sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat. Di satu sisi, adanya tantangan dalam sistem kinerja berbasis hasil maupun permasalahan pribadi juga menjadi faktor pemicu turunnya disiplin dan etos kerja. Melalui webinar ini, mari kita kuatkan nilai pengabdian dan karakter ASN yang berintegritas. Selengkapnya akan kita bahas di webinar ASN Belajar seri 45 tahun 2025 yang bertajuk menegakkan disiplin meneguhkan pengabdian. [musik] Baik, Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN Belajar seri 45 tahun 2025, marilah kita dengarkan opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita [musik] sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 20 November 2025, ASN belajar telah memasuki seri yang ke-45. [musik] Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara [musik] aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen sekaligus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara. di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-45 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka meneguhkan kembali disiplin ASN sebagai aparatur negara sekaligus sebagai pelayan [musik] masyarakat. Sebuah nilai yang mengingatkan kita bahwa pengabdian tidak cukup hanya dikerjakan, tetapi harus dihayati. Pelayanan tidak cukup hanya disampaikan, tetapi harus diwujudkan dengan konsistensi dan keteladanan. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, [musik] maka ASN belajar seri ke-45 ini mengangkat topik menegakkan disiplin, meneguhkan pengabdian. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam SN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama [musik] para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. [musik] Sahabat ASN di seluruh tanir, dalam dinamika kehidupan ASN saat ini [musik] kita belajar bahwa pengabdian bukan hanya tentang lamanya kita bekerja, [musik] tetapi tentang keteguhan nilai yang kita jaga setiap hari. Pengabdian tidak sekedar terucap dalam sumpah jabatan, tetapi terwujud dalam disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja yang kita hadirkan di ruang-ruang pelayanan publik. Dalam dinamika birokrasi modern, disiplin ASN sedang diuji dari beragam [musik] arah, dari derasnya arus digitalisasi, dari tekanan kinerja yang berbasis hasil, dari budaya media sosial yang seringkiali menjerumuskan, dari godaan-godaan yang membuat kita lengah terhadap etika birokrasi. Fenomena ini terekam luas menjadi sorotan publik bahkan menjadi cermin bagi kualitas birokrasi [musik] kita. Fenomena ini makin menegaskan bahwa pengabdian tidak mungkin tegak tanpa disiplin. Karena disiplin adalah pondasi moral dan profesional ASN. Disiplin bukan sekedar tentang patuh pada aturan manajemen ASN, tetapi kesetiaan pada amanah rakyat. Ketika kita hadir tepat waktu, ketika kita menjaga etika komunikasi, ketika kita melayani dengan tulus tanpa pamrih, di sanalah disiplin menemukan [musik] esensi terdalamnya. Bukan sekedar kepatuhan, tetapi kejujuran kepada diri sendiri sebagai [musik] abdi negara. Kita sering memahami disiplin sebagai batasan padahal sesungguhnya ia adalah [musik] penuntun. Disiplin bukan penghalang kreativitas, tetapi pengawal akuntabilitas. Disiplin bukan belengguh, [musik] tetapi kompas moral agar kita tidak menyimpang dari nilai dasar aparatur sipil negara. Disiplin bukan sekedar tentang ketertiban administratif, [musik] melainkan ketaatan moral yang menjaga kemurnian niat kita [musik] dalam mengabdi kepada rakyat. Sahabat ASN di seluruh tanah air, disiplin dalam derajat tertingginya [musik] bukan soal hadir tepat waktu semata. Ia adalah keteraturan pikiran, [musik] ketertiban tindakan, dan keteguhan hati untuk melakukan yang benar meski tidak dilihat oleh siapapun. ASN yang disiplin tidak hanya bekerja sesuai jadwal, tetapi bekerja dengan jiwa. tidak hanya menyelesaikan tugas, tapi menunaikan amanah. Tidak hanya mengikuti aturan, tetapi memegang teguh integritas sebagai kompas pengabdian. Disiplin adalah energi sunyi yang menopang kinerja organisasi. Ketika disiplin ditegakkan maka budaya kerja menguat, pelayanan publik menjadi pasti, rencana strategis bergerak konsisten dan kepercayaan masyarakat tumbuh dari hari ke hari. Karena dalam perspektif administrasi publik, kepercayaan adalah modal terbesar dan kepercayaan hanya lahir dari aparatur yang dapat diandalkan yang perilakunya terukur, tindakannya konsisten, dan etos kerjanya stail. Sahabat ASN di seluruh negeri, itulah mengapa tema ASN belajar hari ini sangat relevan. Menegakkan disiplin, [musik] meneguhkan pengabdian. Dua kata ini tidak dapat dipisahkan. Pengabdian tanpa disiplin adalah janji yang rapuh. Disiplin [musik] tanpa pengabdian adalah rutinitas tanpa makna. Pengabdian membutuhkan keteguhan. keteguhan membutuhkan disiplin dan disiplin menemukan rohnya ketika ia diarahkan untuk melayani manusia bukan sekedar menjalankan prosedur. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air untuk membahas lebih lanjut topik menarik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Julia Leli Kurniati, SH. MA. Beliau adalah Direktur Disiplin Budaya Kerja dan Citra Institusi ASN Badan Kepegaan Negara Republik Indonesia. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Yanuar Afadan, SAP. Beliau adalah analis kebijakan pertama pada asisten deputi penguatan budaya kerja dan pengembangan kompetensi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi [musik] Birokrasi. Dan ketiga, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Karolin Rista FC, MC [musik] psikolog. Beliau adalah akademisi dari Universitas 17 Agustus 1945 [musik] Surabaya. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama webinar [musik] ASN belajar seri ke-45 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi [musik] wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ramlianto, SPMP atas opening speech yang telah disampaikan. Dan sebelum kita berlanjut ke sesi berikutnya, kami informasikan bahwa saat ini Sobat ASN sudah dapat melakukan presensi pada alamat semesta Bangkom dan link presensi ini dapat Sobat ASN akses atau lihat pada running teks, kolom chat Zoom, dan juga pinchat YouTube BPSDM Jatim TV. Dan dikarenakan saat ini traffic presensi sedang tinggi. Bagi sobat ASN yang masih belum bisa mengakses presensi dapat mencoba kembali secara berkala hingga pukul 12.00. siang [musik] Sobat ASN. Kali ini kita akan simak bersama materi pertama yang akan disampaikan oleh Direktur Disiplin Budaya Kerja dan Citra Institusi ASN Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia, Ibu Julia Leli Kurniatri, S.H., M.H. [musik] Telah hadir bersama dengan kita semua di sini. Ibu Julia. Saya akan sapa beliau terlebih dahulu. Selamat pagi, Bu Julia. Asalamualaikum. Selamat pagi, Pak Lukman. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Saya merasa jadi muda kalau dipanggil Kak Lukman ini. Saya panggil Ibu juga dengan Kak Julia ya. Kak Julia terima kasih sudah berkenan untuk hadir di webinar ASN belajar seri 45. Kali ini kita akan dengarkan bersama materi dari Kak Julia ya, terkait dengan bagaimana cara kita bisa meningkatkan disiplin untuk teman-teman ASN yang menyaksikan pada pagi hari ini. Kurang lebih nanti materi disampaikan dalam waktu 30 menit. Nanti kita akan masuk ke sesi tanya jawab. Silakan Kak Julia. Baik, terima kasih. Yang kami hormati Bapak Dr. Ramlianto, STP. MP, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Juga hadir nantinya ee narasumber tadi disampaikan Pak Yanwar Afandan dari Kementerian eh PAN RB juga Ibu Carolin psikolog dari Universitas 17 Agustus Surabaya kalau tidak salah ya. Terima kasih sekali atas ee perkenannya kami dari Badan Kepegawaian Negara khususnya kami dari Direktorat Disiplin Budaya Kerja dan Citra Institusi untuk hadir bersama dalam acara yang luar biasa ini ee ASN Belajar bagaimana ini sudah S ke-45 dan tadi disampaikan oleh ee Pak ee Kepala BPSDM suatu yang sangat menarik ya pengabdian itu ee harus didasarkan pada keteguhan dan keteguhan itulah kemudian kita menjadi disiplin akan terwujud kalau kita disiplin dan disiplin diarahkan pada pelayanan bukan sekedar untuk mentaati peraturan sekedar itu. Dan hari ini kebetulan memang saya diberikan jadwal oleh panitia diberikan kesempatan untuk menyampaikan tentang telaan kritis aturan disiplin di era digital. Nah, ini teman sobat-sobat ASN ee khususnya di Provinsi Jawa Timur dan juga semuanya yang hadir. Terima kasih bahwa kita pagi hari ini diberi kesempatan untuk menelaah, menelaah secara kritis aturan disiplin di era digital. ini merupakan suatu proses untuk menelaah mungkin ya kita sama-sama akan menelaah, mengevaluasi, mempertanyakan kembali antara kesesuaian, ketepatan dan efektivitas dari e serta relevansi dari aturan disiplin yang ada saat ini. Jadi saat ini kita masih menggunakan PP94. Kemudian juga untuk ee P3K menggunakan ee instasi masing-masing yang membuat regulasi tentang disiplin bagi P3K yang apabila diterapkan di suatu saat ini. Jadi apa apakah regulasi yang ada saat ini dan diterapkan dalam situasi dan pola kerja saat ini yang sudah berubah tentu saja dengan perkembangan teknologi itu apakah masih sesuai? Masih cocok dengan perilaku dan tantangan di era digital? Apakah juga perlu diperbaharu? Kita sama-sama akan koreksi. Kemudian apakah perlu sebetulnya regulasinya sama tapi perlu ditafsirkan ulang? Jadi kadang-kadang ada suatu kalimat yang ini bisa ditafsirkan satu kalimat tetap sama tapi ditafsirkan update gitu ya secara ulang sesuai dengan kod saat itu atau memang memerlukan mekanisme baru. Ini yang ee luar biasa. Jadi kita tidak hanya sosialisasi seperti biasa tapi kita bisa aja bersama-sama untuk berpikir kritis. Mohon izin saya share screen dari sini ya Bapak Ibu ee panitia. Mohon izin. Apakah sudah terlihat? Sudah terlihat tapi belum full. Mungkin bisa dibantu untuk screen. Oke, sudah. Sudah nampak. Silakan. Baik, terima kasih sekali ee teman-teman semuanya, Bapak, Ibu. Tema tadi disampaikan adalah pembinaan disiplin melalui penguatan budaya kerja di era digital jita. dalam arti kita tidak bercana sendiri. Disiplin ini bagaimana? Melalui penguatan budaya sehingga tidak sekedar aturan saja atau kebijakan saja tapi kemudian ini menjadi budaya yang kita semuanya. Kita mulai dalam waktu yang singkat saya akan coba menyampaikan secara cepat juga di perkembangan era sociati ini ya dti di one masyarakat masih berburu dan sebagaimana ya masih peramu masih tahap paling awalah istilahnya mereka bergantung pada hewan ee mengumpulkan taman liar dan sebagainya. 2.0 masyarakat agraris itu mulai menetap, mereka bercocok tanam gitu ya. Kemudian masyarakat industri masuk ke masyarakat industri di mana ditandai dengan revolusi industri. Di situ mulai ada ee peralatan mesin, bertenag dan sebagainya kami. Kemudian kita fokusnya di 4.0 dan 540 masyarakat informasi di mana di sana fokusnya adalah pada efisiensi produksi dan layanan berbasis teknologi. Nah, yang 540 iniah yang sebetulnya kita fokus. kita akan menjadikan masyarakat super atau cerdas ya. Jadi pusatnya ada pada manusia. Konsepnya mungkin sebetulnya lebih bagaimana kita atau fokusnya fokus utamanya adalah bagaimana ee manusia fokusnya ada di mana manusia di mana teknologi digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia secara keseluruhan. Jadi fokusnya adalah pada penggunaan atau pemanfaatan teknologi tadi untuk menciptakan keseimbangan gitu ya antara kemajuan ekonomi dan solusi masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Kemudian kita kalau boleh bicara ee kita sebagai ASN ada tiga ee fungsi kita yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik kepada sebagai pelayan publik dan perekatersatu bangsa. Sebagai pelaksana publik tentu saja kita ASN bertanggung jawab untuk menjalankan semua kebijakan pemerintah yang kebijakan yang ditetap oleh pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah dan ini mencakup sejak mulai perencanaan di pelaksanaan sampai dengan di pengawasan. Kita mastikan agar penyelenggaraan negara dan ee apa namanya berjalan dengan baik dan pembangun nasional ee mencapai ee tujuan yang ditetapkan. Kemudian pelayanan publik AST juga memiliki tugas ee untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya yang profesional. Profesional ini ditandai tentu saja dengan kualitas dengan ee pelayanan yang kualitas yang cepat yang dapat diakses oleh semua masyarakat tanpa diskriminasi. Inilah di kekuatan di sistem merit meritrasi ya. Kemudian yang ketiga adalah perakat mempersatu bangsa. Jadi ASN harus senantiasa mengutakan kepentingan ee persatuan dan kesatuan bangsa ee dalam menjalankan tugasnya. Nah, ee sebetulnya ini kalau kita bicara transformasi, kita lihat bahwa di dalam regulasi pun jika kita melaksanakan merasakan transformasi itu ada di dalam e penyusunan kebijakan kita. Undang-Undang nomor 5 2014 kita tahu masih membidakan antara manajemen PNS dan P3K. Dan memang alhamdulillah di dalam dua e manajemen tersebut semuanya ada unsur tentang disiplin. Kita melihat bagaimana unsur disiplin ini diperlukan di dalam melaksanakan di dalam salah satu ee manajemen ASN, manajemen PNS dan P3K. Namun kemudian transformasi yang tidak kita rasakan bersama dengan diundangkannya undang-undang 20 tahun kita menyebutnya tidak lagi manajemen PNS atau P3K tapi manajemen ASN mulai dari perencanaan kebutuhan pengadaan penguatan budaya nih hari ini kan kita singtan budaya kinerja pengembangan tal kompetensi ee pemberian penghargaan dan pemberhentian. Nah, kemudian kalau kita lihat di sini tidak ada disiplin gitu ya, tapi kemudian memang di dalam undang-undang menyebutkan e manajemen ASN minimal terdiri dari mulai perjalanan sampai pemberhentian tadi. Kata minimal ini kemudian di dalam RPP yang akan kita sampaikan nanti memang disusun oleh teman-teman yang menyiapkan ada satu ada beberapa tambahan di sana yaitu penegakan disiplin. Artinya bahwa semua ini harus kita kawal dalam penegakan disiplin, pengawasan, pengendalian, digitasi dan upaya administratif. Bicara tentang disiplin di era digital ee pasti akan mengubah cara manusia dan berinteraksi ya dalam bekerja dan juga dalam berinteraksi dan teknologi menghadirkan peluang sekaligus tantangan baik itu disiplin pribadi, disiplin kerja, maupun disiplin organisasi dan aktivitas tidak lagi dibatasi ruang dan waktu. ya kita kemarin ee pada saat Covid mendapatkan kesempatan yang luar biasa gitu ya, istilahnya fenomena alam yang kemudian kita rasakan tapi manfaatnya luar biasa. Kita mengenal ee banyak kemudian hal-hal baru termasuk teknologi dan sebagainya yang itu merubah pola hidup kita juga. Kemudian perlu perubahan definisi terkait disiplin ASN. Ini yang akan kita bahas. Kita lihat regulasi saat ini Bapak, Ibu semuanya, teman-teman. Disiplin ASN adalah merupakan kesanggupan ASN untuk melaksanakan kewajiban menghindari larangan. Dan ini ee yang diakan undang-undang berupa ucapan tadi disampaikan ya, istilahnya ada integritas, ada kesamaan antara tulisan, ucapan, tulisan, perbuatan yang dilakukan di dalam maupun di luar. Jadi sekali lagi perbuatan itu tidak hanya perbuatan saja. action, tapi juga ucapan, tulisan dan tidak hanya sebagai ASN kita fungsinya sekali lagi tiga hal tadi. Jadi semua hal yang dilakukan di dalam dan di luar kantor. Sementara pemenegan sipil tidak hanya berfokus pada penjatuhan sanksi. Tadi Pak Kaban juga sudah menyampaikan fokusnya tidak pada penjatuhan sanksi, tapi bagaimana kita mengoptimalkan pembinaan yang berorientasi pada pembentukan budaya kerja berakhlak yang saat ini juga di Undang-Undang 20 juga sudah ditekankan tentang budaya kerja berakhlak yang konsisten. Ya, kembali tadi ada suatu hal, saya ingin mendasarkan pedulu hal aja saja. Ucapan tulisan perbuatan di dalam luar kantor dan ada pembinaan dari atasan. ini yang kemudian ee mengawal ee pelaksanaan disiplin kita. Salah satu contoh mungkin ini saya tidak mengambil semuanya tapi contoh dari hal tadi yang terkait dengan ee ucapan tulisan perbuatan di dalam di luar kantor pembinaan. Kita bisa lihat bahwa saat ini mungkin disiplin masih berbasis kehadiran gitu ya. Ini salah satu contoh saja paradigma yang ada saat ini. Dulu identik disiplin identik dengan hadir fisik. Hadir fisik tepat waktu di kantor atau di tempat acara-acara yang lain ditentukan. Tapi saat ini disiplin berbasis kinerja. Disiplin mengacu pada output, kualitas kerja, dan kemampuan untuk mengelola mandiri menjadi itu yang menjadi indikator utama. Kemudian pengawasan juga kalau kita melihat pengawasan selama ini kita melihatnya waskat ya, pengawasan melekat. Bagaimana atasan melihat langsung, mengawas langsung visraf fisik, phisik by phic. Namun kemudian eh saat ini kita mengembangkan dalam budaya kerja kita adalah self disiplin. Bagaimana teknologi membuat pengawasan fisik itu berkurang terutama sekali pada saat eh WFA atau WFH ya istilahnya beberapa instansi sudah melaksanakan ini kemampuan bagaimana kita mengatur diri dan mencegah distraksi digital. Kita lihat Bapak, teman-teman semuanya, tantangan di era disiplin ee tantangan disiplin di era ee digital ini terkait produktivitas, keamanan data, citra organisasi, integritas kerja, dan etika profesional. Banyak contoh-contoh yang kita rasakan saat ini dan mungkin ini pertanyaan-pertamaan refleksi bagi kita ee teman-teman semuanya. Misalnya terkait waktu dan prioritas. Dulu orang ee banyak pelanggaran disiplin karena tidak meninggalkan ruang kerja gitu ya, istilahnya tidak ada di kantor absen kemudian dia pergi. Namun kemudian saat bergeser ee mereka ada di kantor tapi kalau dulu membaca koran misalnya seperti itu ya. Jadi fisik ada tapi prioritas ee tidak optimal sama sekali. Tapi kemudian saat ini mungkin orang membaca koran sudah kelihatan gitu ya, tapi sekarang banyak hal-hal yang dilakukan di balik meja. Bermain media sosial di jam kerja. Mungkin ada ya di antara kita yang seperti itu. Scrolling konten hiburan saat tugas multitasking digital yang tidak relevan dalam arti memang ada k ada kalanya di waktu yang sama kita harus melaksanakan dua kegiatan gitu ya. Tapi di sini saya sorutin tentang ee yang tidak relevan. Kemudian terkait komunikasi dan ee etika digital bagaimana kita menggunakan bahasa yang kadang-kadang tidak sopan di web di ee WhatsApp grup misalnya. Kemudian mengabaikan pesan atau tugas penting atasan. Bahkan di beberapa instansi sudah membatasi juga bahwa setiap ada ee tugas atau ee informasi yang diberikan pimpinan atau mungkin justru ee pertanyaan-pertanyaan yang harus kita jawab dari pimpinan ada kurun waktu batasan waktu gitu misalnya 5 menit atau 10 menit harus direspon gitu ya. Karena seringki ee hambatan ada pada komunikasi tadi ada ada wadahnya, ada sarananya tapi tidak tidak optimal di dalam kita menggunakan ee alat komunikasinya tadi. Kemudian juga terkait dengan keamanan dan keamanan data dan kerahasiaan, membocorkan dokumen atau data secara sengaja atau ceroboh dan menggugah foto atau dokumen internal tanpa izin atau menggunakan perangkat pribadi yang tidak aman untuk pekerjaan yang sifatnya sensitif. Kemudian berkenaan dengan rapat daring. Kali ini ya kita sama-sama webinar atau kadang-kadang ada rapat daring. Kemudian etikanya adalah kita harusnya menyalakan ee kamera gitu ya. Kalau toh tidak menyalakan kamera mohon menyampaikan informasi misalnya ada terkait dengan apa hambatan di dalam jaringan dan sebagainya gitu. Tapi bagaimana kita saling menghargai antara ee seseorang mungkin yang menyampaikan ee materinya atau mungkin pendapatnya dan orang lain yang merespon secara positif dengan open camp. Kemudian juga penyalahgunaan fasilitas digital misalnya menggunakan fasilitas laptop kantor atau mungkin akun kantor untuk aktivitas pribadi, menggunakan internet kantor untuk streaming pribadi misalnya. Kemudian juga pelanggaran etika organisasi misalnya menyebarkan ujaran kebencian atau politik praktis gitu ya. Kemudian apalagi dengan menggunakan ee identitas ASN untuk menyarankan rekan kerja, atasan, instansi lain dan sebagainya. kembali Bingatkan kita sebagai ASN ee kita harus netral. Jadi dan di dalam di luar kantor tadi disebutkan ya sehingga menggunakan ITS AO atom tidak kita benar-benar harus menahan diri untuk tidak tadi melakukan penyebaran ujian keberan dan sebagainya. Kemudian juga pelanggaran integritas misalnya dengan mengedit dokumen atau data digital, menghapusi story tanpa izin untuk menutupi pelanggaran misalnya, kemudian pelanggaran terhadap sier pribadi misalnya ee kita harus mengamalkan data kita, tapi kita menggunakan password yang mudah ditebak gitu ya. misalnya atau membiarkan perangkat kita terbuka. Kita mungkin ee apa namanya? Meninggalkan untuk ke kamar mandi, untuk ee salat, untuk ibadah atau mungkin untuk ke kantin dan sebagainya tanpa kemudian ee menggunakan kunci atau mengunci ee menggunakan password ke dalam ee perangkat kita atau juga kita tidak mengabaikan update keamanan gitu ya. Kemudian juga ketidakpatuhan pada protokol digital instansi misalnya tidak memenuhi standar keamanan digital yang ditetapkan. Ini beberapa hal yang mungkin kita sama-sama ya tidaknya Bapak Ibu, ini juga refleksi bagi saya ya. Kadang-kadang mungkin di tengah kejenuhan kita kadang-kadang membuka konten-konten dan sebagainya. Nah, ini yang ee menjadi sya tanggung jawab kita melaksanakan di dalam di luar kantor kita harus produktif. Next, bahwa eh konsep digital izin konsep eh disiplin digital ada beberapa hal yang mungkin saya disiplin waktu digital, kemudian disiplin informasi, disiplin teknologi komunikasi dan kinerja. Disiplin waktu e digital yaitu pada pengelolaan waktu dan notifikasi. Kemudian disiplin informasi misalnya memilah data yang relevan, disiplin teknologi menggunakan perangkat sesuai etika. Tadi ada beberapa yang kita evaluasi, disiplin komunikasi menjaga etika dan memberikan respon yang profesional. Kemudian juga disiplin kinerja bagaimana bekerja ee berdasarkan output, tidak hanya ee formalitas saja dan juga ee berperilaku yang baik. Karena memang dan penilaian kinerja kita tidak hanya fokus pada produktivitas kita, tapi juga ee output kita dan outcome, tapi juga output yang baik itu akan menjadi outcome yang baik insyaallah kalau dengan bisa lagi dengan perilaku kerja yang baik juga. Kemudian bagaisi bagi organisasi pertama reformulasi aturan disiplin. Ini yang mungkin perlu kita lakukan. Jadi, orgasistasi melakukan pembaharuan aturan kehadiran digital misalnya yang dulu manual kemudian dengan fingerprint sekarang dengan wajah misalnya seperti itu. Kemudian karena setiap kali ada pembaharuan di dalam proses misalnya tentang ee perangkat yang dipakai untuk presensi misalnya ada saja hal-hal yang kemudian dilakukan oleh ASN yang dalam petik-petik mungkin nakal untuk perusak hal-hal tadi misalnya mesin-mesin dan sebagainya. Nah, kemudian standar ya fosilitas komunikasi harus menentukan organisasi menentukan misalnya kebetulan kami di PKN ada kentuan harus 5 menit misalnya harus dua kali atau tiga kali panggilan sudah harus merespon. Nah, ini organisasi juga harus membuat hal yang rigid seperti ini ya untuk membuat etika di dalam organisasi sendiri. Kemudian perlindungan data pribadi dan regulasi bagaimana sebetulnya ee batasannya mana ee menggunakan perangkat dan internet kantor. Ada waktu itu seorang pegawai menanyakan, boleh enggak Bu, di dalam ee jam kerja kemudian ee dia melakukan jual jual apa s menjual sesuatu secara online gitu ya dengan ee ee target yang bersuutkan bahwa dia sudah menyelesaikan tugasnya di waktu luang apakah boleh ini organisasi kemudian harus melakukan ee pembaruan dengan memerlukan ee seperti panduan-panduan seperti itu. Kemudian penerapan teknologi yang adil. Disiplin ee disiplin digital itu berpotensi memang menimbulkan beberapa hal pengawasan berlebihan. itu saja ya. Jadi ee satu sisi kita memang ee reformasi dilakukan, tapi kemudian dengan reformasi aturan itu pasti Bapak Ibu ya kita sebagai ASN pun ada beberapa hak kita yang kemudian menjadi ee harus kita lepas gitu ya. Karena memang kita punya tanggung jawab tadi tiga hal tadi di depan kita sampaikan. Ada mungkin hal yang sifatnya pelanggaran privasi gitu ya. Kemudian juga ada tekanan fisiologi kadang-kadang karena kembali lagi kita bukan sebagai kita bebas gitu ya. bebas di dalam keterikatan, bebas di dalam suatu regulasi yang memang ee mengatur kita, memanggari kita. Kemudian ini juga dibarengi dengan budaya kerja berbasis kepercayaan. Dinilai efektif ketika dibangun melalui budaya. Ada kejelasan target, ada kepercayaan, kemudian ada komunikasi yang terbuka, ada trust ya, pimpinan ke bawahan dan bawaan ke atasan, ada komunisasi yang terbuka, komunasi yang sehat, kemudian penghargaan atas hasil. Jadi memang reward itu kita butuhkan Bapak Ibu di dalam setiap ee apa namanya eh hal yang kita lakukan gitu ya. Punishment tidak hanya fokus pada punishment pada sesuatu yang negatif tapi juga yang positif perlu memerlukan rever. Kemudian eh peluang penguatan disiplin di era digital. Eh kita bisa sistem monitoring eh monitoring transparan misalnya dengan eh teknologi memungkinkan kita untuk transasi kinerja memonitoring progres kerja. Jadi setiap harinya, kemudian setiap minggunya, setiap bulannya, setiap ee ee kemudian kita setiap tahunnya bisa mengevaluasi ya karena dengan ee memonit progres tadi. Kemudian juga ada skor prioriditas manajemen berbasis data. Yang berikutnya adalah dengan membentuk budaya disiplin. Misalnya dengan ee apa? reminder gitu ya, reminder eh digital misalnya ee menciptakan fitur-fitur atau aplikasi berbasis teknologi misalnya yang berfungsi untuk memberikan peringatan atau notifikasi misalnya. Kemudian workflow, workflow e yang otomatis gitu ya, otomatis yang mengatur alur kerja. Jadi menggunakan teknologi untuk atau perangkat untuk mengotomasikan ee serangkaian tugas atau proses gitu. Kemudian misalnya kalau di BKN ada IDIS ya, bagaimana kita menyampaikan proses misalnya proses penegan disiplin mulai dari pemanggilan, pemeriksaan sampai penjatuhan hukuman disiplin semuanya diatur dalam ee apa ee alur kerja yang otomatis. Ada otomatisasi di dalam alur kerjanya. Kemudian juga fleksibilitas dan penguatan motivasi. Bagaimana fleksibilitas akan meningkatkan trust dan akuntabilitas sehingga secara pribadi eh sehingga secara alami memperkuat disiplin pribadi. Kemudian ee pilar penerapan disiplin. Ada tiga hal yang kita lakukan bersama preventif, reversi, dan korektif. Pencegahan. Jadi tidak hanya korektif saja dengan PAN sipil, tapi sejak awal ada preventifnya, ada pencegahan pelanggaran misalnya dengan webinar sosial dan sebagainya. Kemudian refresi ya ada pengawasan monitoring ini bisa by system represnya represi secara elektronik misalnya atau pengawasan atasan langsung blow system ada kenal pengaduan, ada audit internal itu hal yang sifatnya represif termasuk juga pengaduan dari masyarakat. Yang berikutnya adalah baru kemudian adalah prevensi sudah kita lakukan rev kita lakukan, masih ada pelanggaran, di situlah perlu penegakan ee disiplin dengan memberikan sanksi. Kita tahu di dalam PP94 ee kita masih mengatur adanya hukuman sipit tingkat tinggi, sedang dan berat sesuai dengan ee latar belakang perbuatan dan dampaknya. Nah, Teman-teman semuanya ee di Undang-Und kita memang dikenalkan dengan nilai dasar berak akhlak walaupun sebelumnya sudah ada tapi kemudian ini diundangkan dalam ee suatu undang-undang regulasi yang resmi gitu ya. Regulasi yang diatur dalam undang-undang yaitu ada lima tujuh hal. Berisi pelayanan akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adat gratis. ini sudah berapa kali kita diskusikan gitu ya. Ada memang kita lihat ada perkisan nilai saya hanya mengambil beberapa saja misalnya tentang akuntabilitas. Jadi bagaimana tanggung jawab atas hasil gitu ya. Tidak sekedar kita menghasilkan sesuatu tapi kita bertanggung jawab atas hasil yang kita lakukan. Integritas kejujuran menggunakan sistem. Mungkin kita sudah biasa menggunakan sistem digital tapi kita tidak ingin sekedar menggunakan saja tapi ada kejujuran melakukan di sana. Etika teknologi. Kita menghindari tadi ya adanya manipulasi dan sistem adaptif dari kesiapan dan kemampuan belajar cepat dan meningkatkan kompetensi. Ini harus kita ee apa namanya? optimalkan terus. Nah, ee waktu masih ada ya, mohon izin. Transformasi budaya kerja ASN di era digital ini memang kalau kita lihat Bapak Ibu semuanya di Undang-Undang 20 sudah diapkan undang perilaku ee nilai dasar ya. Petunjuk perilaku petunjuk perilaku ada di sana. Namun memang sudah kita sepakati bersama bahwa itu sudah cukup lengkap. Instansi tidak perlu menambahkan lagi. Namun instansi ee didorong juga untuk di dipersilakan didorong juga untuk membuat ee katakanlah panduan-panduan perilaku sesuai dengan tusi organisasi itu sendiri. Karena masing-masing organisasi masih ada ee sesuatu yang berbeda. Misalnya untuk beransi pelayanan ee fokus pada layanan publik yang cepat, mudah, transparan. kaitannya misalnya S menggunakan teknologi untuk mermudah akses, proses dibuat lebih singkat misalnya dengan penyedaran SLE dari 5 hari menjadi 3 hari dan sebagainya kemudian ada pengalaman pengguna user experience yang menjadi pusat dari perbaikan kemudian juga eh bagaimana kita menangani ee keluhan dari masyarakat perilaku kuncinya adalah responsif lewat kanal digital. Jadi setiap adai ada ee tidak hanya apresiasi pada suatu ee pasukan yang positif, tapi apabila ada perpaduan, permasalahan dan sebagainya itu respon secara positif di kanal digital. Memberikan informasi secara jelas melalui pakel online ini kewajiban kita. Apabila apalagi apa ada berita yang tidak baik dan sebagainya ini juga harus segera kita berikan clearing lewat ee informasi kemudian menghindari birokrasi yang berbelit ini kembali ya bahwa kita sekarang eh mengoptimal digitalisasi tentu saja untuk menghindari tatap muka yang kemudian juga e menghindari ee birokrasi yang berbelit. Kemudian berikutnya akuntabel. Perilaku kuncinya ada pada jujur dalam melaporkan kinerja. Jadi kita masing-masing ada kinerja harian yang harus kita isi. Kita semua Bapak Ibu yang tahu khusus saja atas ee apa evaluasi pimpinan. Ee tapi tanpa evaluasi pimpin seharusnya kita juga jujur melaporkan apa yang kita kerjakan dan mengerjakan apa yang kita tulis. Kemudian juga menggugah dokumen dan data sesuai standar dan menjaga integritas informasi. Kompeten kita bicara tentang kompeten bagaimana ini menuntut peningkatan literasi digital kemudian pemahaman data dan pembelajaran berkelanjutan untuk saat ini ya berhubungan dengan digital. perilaki. Kuncinya adalah aktif meningkatkan still digital kita, tidak bisa berhenti karena setiap kali memang ada perubahan-perubahan. Kemudian mengikuti pelatihan digital. Jadi tidak hanya ee ada hal bagaimana kita menggunakan ee perangkat digital tapi belum optimal. Jadi hanya hal yang sifatnya kesiaran saja gitu ya. Kemudian juga mengaplikasikan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Berikutnya harmonis untuk memperluas ee transformasi ini tujuannya untuk memperluas komunikasi, kolaborasi secara virtual. Tadi ini tuntutan 5.0 dan interaksi lintas instansi bahkan sebnya lintas lintas internasional ya. Perilaku kuncinya adalah tetap menjaga sopan santun gitu ya, baik dalam chat, rapat. Ini hal yang sangat sederhana sebetulnya dan sopan santun ini tentu saja berkaitan erak dengan sosio ee budaya kerja kita ya. eh sosiokultural, ada pengembangan kompetensi manajerial, teknis, tapi juga sosiokultural. Ini yang terkait sopan santun, setia budaya pasti ada etika masing-masing ya. Dan ini bagaimana kita bisa menempatkan diri. Kemudian juga tidak mut makit berlebihan saat rapat online. Digunakan secukupnya dan sesuai dengan materi yang dibahas kemudian menghargai semua masukan walau dilakukan ee melakukan ini ya walau ee dilakukan melalui platform digital. Jadi kadang-kadang ada komen-komen yang ee mungkin tidak baik atau tidak puas ter suatu hal tapi tolong disampaikan secara santun gitu ya sehingga tidak ada ee konflik. Jadi bagaimana kita mengatur e manajemen konflik secara baik. Berikutnya adalah loyal. Jadi meningkatkan kepercayaan publik dan menjaga keamanan informasi negara. Perilaku kuncinya adalah pada tidak menyebarkan informasi internal di luar kewenangan. Jadi kita masing-masing sesuai di jabatan masing-masing punya batasan kewenangan. Kemudian memang mungkin ada suatu informasi benar, tapi apakah kita berwenang gitu? Apakah orang lain yang lebih tinggi yang berwenang atau unit lain yang berwenang? Ini harus kita jaga. Bagaimana kita loyal, peduli, tapi juga dibatasi pada kewenangan. Kemudian patuh pada kebijakan keamanan digital dan tentu saja mengutamakan kingan organisasi dalam setiap inovasi digitalnya. adaptif lingkungan menciptakan lingkungan kerja yang berubah cepat di dalam ee lingkungan kerja yang berubah cepat dengan sistem ee diperbaharui secara berkala otomasi mengganti banyak proses manual. Ini transformasi yang ee kita lakukan ya kita rasakan juga perilaku kuncinya adalah kita harus cepat menyesuaikan diri dalam sistem informasi terbuka pada inovasi dan tidak mempertahankan cara lama. Jadi seolah-olah kita biasa menggunakan itu ya itu tidak ya. Apalagi sekarang dengan anak-anak teman-teman kita yang ee apa namanya? Genzi dan sebagainya. Itu saja kita tidak perlu kita perlu menuntut kita menuntut diri kita ya untuk selalu memperbaharui sehingga tidak menggunakan cara-cara yang lama. Kemudian kolaborasi transformasiya adalah kerja tidak lagi silo. Platform kolaborasi membuat kerja lintas instansi semakin mudah. Perilaku kuncinya adalah kita aktif berkolaborasi melalui platform digital. Kemudian menghargai kontribusi pihak lain dalam sistem bersama dan biasakan berbagi data. Jadi kadang-kadang kita pengin menjadi orang pertama, kita yang share, kita pengin menjadi orang yang penting sehingga kita menahan data untuk kita sendiri. Tidak. Data sekarang sifatnya umum. Saya kira ada data memang yang dikecualikan, tapi ee kita biasakan untuk halnya sifatnya positif dan itu memang sesuai kewenangan kita. Kembali lagi ee kita perlu saling perlu ciptakan lingkungan yang bagaimana kita ee tidak ada lagi persaingan-persaingan unit dan sebagainya, tapi bagaimana kita menciptakan kolaborasi baik itu dalam satu instansi, lintas unit maupun lintas instansi. Kemudian, nah ini disiplin ASN eh sekolah. Oke. Ee disiplin ASN menjadi penghubung agar transformasi digital berjalan efektif. Ee ini contohnya Bapak Ibu tadi di di depan kita mengucapkan tentang ucapan, tulisan perbuatan. Misalnya hal sederhananya dalam ucapan kita menjaga tutur kata di chat, di email, di rapat online. Tidak memberikan informasi yang melanggar atau menyesatkan. Dalam tulisan kita mengisi data dengan benar dan tepat menjaga kerahasiaan dokumen digital. Kita tidak buat laporan fiktif dan manipulatif. Kemudian dalam perbuatan menggunakan sistem informasi dan aplikasi sesuai SOP, menyelesaikan tugas digitalnya tepat waktu, dan tidak melakukan tindakan yang merugan masyarakat. Nah, tadi sampaikan bahwa perbuatan ee ucapan, tulisan, perbuatan ini di dalam dan di luar jam kerja. Nah, di era digital ini ee membuat ASN kita terlihat kapan saja melalui digital. Melalui jejak digital. Jadi, aktivitas kita sebagai pribadi memang akan terlihat ya kapan saja melalui jejak digital. Karena itu disiplin bukan hanya saat login di kantor saja, tapi juga dalam aktivitas digital sehari-hari. Jadi begitu kita pulang ke rumah gitu ya menggunakan media sosial, komunikasi publik, menggunakan data ini bahwa itu terikat ya kita terikat pada ee norma standar pers yang ditentukan ini. Tentu saja akan mengubah cara ASN kita bekerja ya. Jadi menggunakan proses elektronik, komunikasi yang real time. Jadi begitu kami menyampaikan saat ini mungkin 10 menit lagi sudah berubah. Jadi kita harus ee selalu mengupdate data ya karena mengadai informasi. Kemudian layanan publik bersifat daring dan jejak pekerjaan menjadi terekam otomatis. Jadi apapun yang kita lakukan hati-hati Bapak Ibu ee yang kita lakukan yang kita ucapkan tentu saja akan terekam ee terrecord dan ini suatu saat akan menjadi kalau tidak tepat yang kita sampaikan akan menjadi bumerang. Tapi kembali lagi bahwa memang kita harus update juga apabila ada informasi kapan informasi itu kita terima. Karena siapa tahu informasi yang 2 hari lagi 2 hari yang lalu hari ini sudah berubah. Nah, perubahan ini membuat pekerjaan ASN lebih terbuka, lebih terukur, lebih cepat, tapi juga satu sisi menuntut lebih kepatuhan ya terhadap aturan dan standar. Jadi, eh ketepatan tadi menjadi safe, menjadi aman pada saat kita juga menjalankan itu sesuai atau kepatuhan kita kepada aturan dan juga standar kinerja. Alhamdulillah Bapak, Ibu tadi sampaikan ada penguatan budaya kerja berakhlak di sini untuk mendukung pembinaan disiplin. Jadi penguatan budaya kerja ee berakhlak itu bukan banyak orang mengatakan berakhlak e sepertinya hanya nilai-nilai saja gitu ya. Tidak. Kalau kita lihat, kita mendalami memang semuanya ada hal-hal yang sifatnya memang implementatif bisa kita lakukan dan itu merupakan ee mempresentasikan standar perilaku yang secara inheren mendorong meningkatnya disiplin baik disiplin kinerja, perilaku perilaku kerja dan moral ASN. Jadi baik bahwa dalam kinerja ada disiplin, ada produktivitas di sana ada perilaku kerja, tapi juga kita terikat pada intitas moralitas. Jadi tetap harus dibarengi dengan moral kerja yang baik, moral yang baik. Kemudian ee dengan kode etik atau nilai dasar berakhlak tadi ini yang menjadi kode etik dan kode perilaku ASN, maka kita diharapkan disiplin dalam ee meningkatkan kualitas pelayan publik, menjaga integritas, kepatuhan, dan pelaporan dalam pelaporan, penugasan dalam bentukme, kemudian juga etika moral dan perubahan secara inovasi. Nah, ini Bapak Ibu dampak dari ee penerapan nilai dasar ee berakhlak ya. Kemudian tadi disiplin
Resume
Categories