Kind: captions Language: id H ла [musik] Zaman yang terus bergerak, sambut [musik] dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi [musik] segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi [musik] untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. [musik] selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi [musik] ASN berakhlak mulia siap menyongsong [musik] Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas [musik] dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas [musik] belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia satukan [musik] tekad pantang menyerah jadi berkuwa [musik] ini ee Surabaya kami lakukan Intinya jangan sampai kita tidak selamat pagi pagi pagi pagi luar biasa BP merupakan perintah ataupun siap siap menerima materi laporan lanjutkan lanjutkan berdoa mulai misalnya ee Cina menyerang pentakon Tapi yang tidak nyerang pakai senjata, tidak nyerang pakai rudal, tidak. Tapi yang diserang adalah sistemah. Selamat pagi. Pagi. Pagi. Pagi. Luar biasa. Siapa kita? Siapa? Tepukkan dadanya. Ayo kita semua. Ayo kita semua jangan pernah berputus asa. Jangan pernah berputus asa. Karena kita semua. PP penegak percatatan. Sekarang kelompok satu menunjuk satu orang sebagai penilai. Jadi memang fair ini nanti ya gak menilai punya dirinya sendiri. Terserah nanti ada satu orang yang presentasi leadernya filosofinya apa, bagaimana kerja tim yang dia manage atau dia bentuk kemudian ilmu apa yang didapat dalam hal ini? Selamat pagi sahabat ASN. Perkenalkan nama saya Andre Stanggu, peserta Diklat Polisi Bompaja, pola kontribusi 100JP, kategori keahlian dan keterampilan asal dari Satpol PP Kabupaten Sebab Barat Jaya. Pesan dan kesan selama mengikuti Diksarp Polprovinsi Jawa Timur sangat menyenangkan dan mengesankan karena materi yang disajikan sangat baik dan bermanfaat. Fasilitasnya juga sangat lengkap dan para pengasuhnya sangat ramah dan baik. Terima kasih kepada BPSDM Provinsi Jawa Timur untuk kesempatan yang sudah diberikan kepada kami. Maju terus BPSDM Provinsi Jawa Timur. Jaya jaya jaya. Terima kasih. Selamat siang sobat ASN. Perkenalkan saya Rahmiza dari Kabupaten Pasar Kalimantan Timur. Salah satu peserta Diksar Polpegori keahlian dan keterampilan pola kontribusi. Pesan dan kesan saya selama mengikuti Diksar ini sangat menyenangkan. Saya sangat bersyukur bisa turut serta berpartisipasi dalam kegiatan ini karena saya banyak pendapat [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [musik] Bismillah, alhamdulillah la haula wala quwwata illa billah wasalatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wwanah. Generasi unggul bukan hanya mereka yang cerdas dalam ilmu, tetapi [musik] juga mulia dalam akhlak. Ilmu tanpa akhlak [musik] akan melahirkan kesombongan. Sedangkan akhlak tanpa ilmu akan kehilangan arah. Sebagaimana sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak [musik] yang mulia." Maka membangun generasi masa depan [musik] harus dimulai dengan menanamkan nilai-nilai kejujuran, kesabaran, [musik] dan tanggung jawab. Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan. Sementara akhlak adalah kompas yang membimbing langkah. Jika keduanya berpadu, lahirlah pemimpin yang bijak dan masyarakat [musik] yang sejahtera. Mari didik anak-anak kita dengan ilmu yang luas dan akhlak yang luhur agar mereka menjadi penerus bangsa yang membawa keberkahan dan kemajuan. Ilmu membangun peradaban, akhlak menjaga [musik] kemuliaan. Wallahuam bawab. Saya Ramlianto, Kepala BPSDM [musik] Provinsi Jawa Timur. untuk mutiara hikmah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [musik] Perbedaan Bapak namanya. Nah, mulai 2015 persisnya Januari 2015 saya pindah ke ee Provinsi Jawa Timur ya. Jadi sampai sekarang is ee banyak pernak-perniknya terutama di perencanaan dan penganggaran Bapak Ibu. Oke. Karena dia berpikiran, ya sudah enggak mungkin lagi mau ke mana gitu kan. fungsional ya seperti yang Anda lihat selama ini kan guru atau di bidang kesehatan atau ya selesai [musik] dan ee apa lebih serious ee kemewahan wibawa yang Anda bayangkan sebagai pejabat itu sudah Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan sayaah dari Bapeda Kabupaten Bojonegoro. Kami adalah salah satu perwakilan dari peserta diklat perencanaan dan penganggaran angkatan pertama tahun 2024 di BPSDM Provinsi Jawa Timur. E kesan kami selama mengikuti ee pelatihan ini yang pertama bahwa diklat perencanaan penganggaran ini sangat berarti bagi kami para perencana utamanya yang berangkat bukan dari perencana murni namun dari hasil penyetaraan. Di mana ilmu kami tentang perencanaan dan penganggaran dalam arti praktis sangat terbatas. Melalui diklat yang difasilitasi oleh BPSDM Jawa Timur ini, kami merasa terbantu dan mendapatkan pengetahuan serta keterampilan yang memang dibutuhkan dalam kompetensi sebagai perencanaan. [musik] dalam hal penyelenggaraan dikat. Kami memberikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada BPSDM yang telah melayani kami dengan sangat baik, [musik] sangat profesional, dan tentunya ke depan kami berharap perbaikan-perbaikan ini akan terus dilakukan [musik] sehingga membawa manfaat bagi seluruh aparatur di Provinsi Jawa Timur. Terus bergerak, terus juara BPSDM Jawa Timur. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Nonika Feni Privianti, peserta Diklat Perencana dan Penganggaran Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Terima kasih atas kolaborasi BPSDF Mendingan Bappenas dalam meningkatkan kompetensi kami dalam sebagai perencana untuk mendukung pembangunan kabupaten kota dengan fasilitas dan narasumber yang berkualitas menjadikan kami ASN yang berkompeten dan profesional. Semoga ke depan segala yang kita terima dalam pelatihan ini menjadikan kami ASN yang meningkatkan pembangunan daerah menjadi pembangunan yang maju dan menjadikan Indonesia emas. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. BPSDM luar biasa. Perencanaan dan penganggaran angkatan 1 kontribusi provinsi Jawa Timur tahun 2024. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Terima kasih. Asalamualaikum. [musik] Dalam satu dalam satu SKBT saja. misalkan ee itu sendiri sebenarnya sudah kitaasi e setelah kita masuk juga seperti ini walaupun kita ya yang lain tata kelola pemerintah yang adi di mana di sini sasaran kita pemerintahan yang berbasis elektronik sudah [musik] iya ee permisi Pak lompat ee yang berdiri dari Buwi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah. Perkenalkan [musik] saya Ahmad Nur, peserta pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan 2 tahun 2024 BPSDM Provinsi [musik] Jawa Timur. Saya dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumenep. Alhamdulillah selama mengikuti pelatihan perencanaan ini [musik] banyak ilmu dan pengetahuan baru yang kami dapat terutama dari pegawai yang memang bukan kompetensi sebagai perencana tapi ditugaskan untuk melakukan perencanaan. Ini sesuatu hal yang luar biasa. kami mendapatkan ee ilmu dan pemahaman yang sangat bermanfaat. Sekali lagi terima kasih saya sampaikan kepada BPSDM. BPSDM Provinsi Jawa Timur keren dan [musik] maju. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Vina Nuraihi, peserta pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan 2 Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Saya berasal dari Bapeda, Kabupaten Bojonegoro. Selama menjalani pelatihan ini, saya merasa mendapat banyak sekali [musik] ilmu-ilmu baru dan pengetahuan yang dapat saya gunakan untuk menyusun dokumen perencanaan yang ada di kabupaten agar dapat mewujudkan Indonesia emas tahun 2045. Terima kasih untuk BPSDM Jawa Timur dan [musik] Bapak Ibu Widya Iswara yang telah men-sharing ilmu-ilmu dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi kami perencana. Semoga pendidikan dan pelatihan ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. BPSDM juara, BPSDM maju, BPSDM keren. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat ee Ibu [musik] kelas, yang terhormat juga pendamping kelas Bud. Yang terhormat ee [musik] Ibu dari perwakilan bidang pembahan kompetensi. Maaf, mohon maaf. Yang terhormat ee rekan-rekan semuanya dari kabupaten kota di seluruh Provinsi Jawa Timur dan dari perwakilan ee perangkat daerah di Jawa Timur. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kita semua shalom. Om swastiastu. Namo budaya salam kebajikan. Yang saya hormati setia saya juga padahal dulu beliau juga ee staf di waktu saya sebagai bidang. Ee yang saya hormati para ee teman-teman penyelenggara panitia dan wabil khusus para peserta tingkat perencanaan dan penganggaran pola konvisi antara dua pemerintah provinsi [musik] Jawa Timur. Pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan du ye ye. Yeah. [musik] Dalam airku [musik] tak darahku di sanalah aku berdiri [musik] kepada Allah Subhanahu wa taala Tuhan yang maha esa atas limpahan rahmat-Nya bahwa pada hari ini terselenggara pelatihan penilaian sumber benih tanaman hutan tahun [musik] semuanya. Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala karena berkat rahmat dan karunia-Nya pada pagi hari ini kita bisa bertemu itu untuk melaksanakan kegiatan pembukaan pelatihan penilaian sumber dingutan kerja sama [musik] Pusat Jakarta dengan hadir [musik] Sobat ASN Perkenalkan saya Ir. [musik] Muhammad Adianto, Sarjana Kehutanan, Penyuluh Kehutanan, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. Saya bersama 30 peserta ASN [musik] Jabatan Fungsional Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur sedang mengikuti diklat penilaian sumber benih tanaman hutan tahun 2024 yang diselenggarakan [musik] oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jabat Ini. Kami [musik] di sini ee mengikuti diklat sekitar 1 minggu dimulai dengan [musik] pembelajaran secara online di Jawa Timur. Kemudian kami diajak ke Kabupaten Bogor yang terpusat di BDLHK Bogor. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama [musik] BPSDM Provinsi Jawa Timur dengan Pusat Pendidikan [musik] dan Pelatihan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Perkenalkan nama saya Ir. M. Nursamsi Ahanto Senari Utanan. Saya dari ASN Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. Salah satu peserta dari pelatihan penilaian sumber benih tahun 2024 yang dilaksanakan oleh PPSDM Provinsi Jawa Timur. Di sini kami berjumlah 30 [musik] orang. kami mengikuti ee pendidikan dan pelatihan ini dimulai dari ASN. Kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format nama [musik] strip asal instansi Sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, [musik] virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat, apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, [musik] Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM [musik] Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. [musik] Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal [musik] ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada [musik] webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar [musik] berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner [musik] juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar [musik] ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [musik] Tam [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi sahabat ASN di mana pun Anda berada. Baik yang sudah bergabung di Zoom meeting maupun live YouTube BBSDM Jatim TV. Senang sekali di hari Kamis, 6 November 2025 ini saya Anis Dewi dapat kembali menyapa Sobat ASN dalam webinar ASN Belajar seri 43 tahun 2025 persembahan Korpu SDGIS BBSDM Provinsi Jawa Timur. Sobat ASN 4 hari lagi tepatnya di 10 November kita memperingati sebagai hari pahlawan. Nih udah cocok kan kostumnya? udah sesuai. Dan di era birokrasi modern ini, Sobat ASN, makna pahlawan ini tidak lagi ditentukan oleh keberanian di Medan tempur, melainkan oleh keteguhan dalam melayani dengan hati, berpikir untuk rakyat, dan bertindak dengan nurani. Sebagai seorang ASN melayani bukan sekedar menjalankan tugas, tetapi juga meneruskan api pengabdian para pahlawan dengan cara yang berbeda, namun dengan semangat yang sama. Semangat untuk memberi makna bagi sesama. Karena negeri ini tidak hanya membutuhkan pejabat yang profesional, tetapi juga pelayan yang berhati pahlawan yang bekerja bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk memberikan manfaat dan juga dampak. Mari kita hidupkan kembali nilai-nilai kepahlawanan dalam setiap denyut pelayanan publik melalui ASN Belajar seri 43 yang bertajuk Spirit of Heroes: Soul of Service, semangat kepahlawanan dalam budaya pelayanan. BBSDM Provinsi Jawa Timur mengajak seluruh ASN di Indonesia untuk belajar, berbagi, dan juga menginspirasi dalam meneliti karir yang bermakna serta memberi kontribusi nyata bagi kemajuan birokrasi dan pelayanan publik. Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN belajar seri 43 tahun 2025 ini, marilah kita dengarkan opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramliato, S.P,MP. [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa [musik] Timur. Hari ini Kamis tanggal 6 November 2025, ASN Belajar telah memasuki seri ke-43. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN [musik] belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen dan terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. [musik] Sobat ASN, hari ini ASN belajar seri ke-43 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka menyambut sebuah hari bersejarah yang penuh heroik, yakni hari pahlawan yang akan kita peringati pada tanggal 10 November beberapa hari lagi. sebuah momentum yang akan mengingatkan kita semua bahwa kemerdekaan dan kemajuan bangsa ini tidak selalu hadir dengan mudah, melainkan buah dari perjuangan, pengorbanan, dan ketulusan jiwa-jiwa besar yang menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN belajar seri ke-43 tahun 2025 ini menyajikan topik Spirit of Heroes, Soul of Service, semangat kepahlawanan [musik] dalam budaya pelayanan. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sahabat ASN di seluruh tanah air 10 November momentum hari pahlawan bukan sekedar seremoni untuk mengenang masa lalu, tetapi cermin untuk menakar sejauh mana kita telah mewarisi dan menghidupkan semangat para kusuma bangsa dalam kehidupan berbangsa hari ini. Semangat yang tidak lekang oleh waktu yang kini harus menjelma dalam wujud pengabdian, integritas dan pelayanan yang prima. Semangat yang menyala di dada para pejuang ini harus bergetar dalam jiwa setiap abdi negara. Semangat yang dahulu mengangkat senjata untuk merebut kemerdekaan kini menjelma menjadi keteguhan hati, menjaga kepercayaan publik, memperjuangkan keadilan, dan menghadirkan pelayanan yang bermanfaat. Semangat yang dulu menggerakkan para pahlawan di medan perang ini harus menggerakkan kita di medan pengabdian, di meja pelayanan, di ruang kebijakan, di setiap langkah kecil yang membawa manfaat bagi masyarakat. Sebab dalam dunia birokrasi yang modern saat ini, kepahlawanan tidak lagi diukur dari keberanian melawan penjajah, tetapi dari keikhlasan melawan ego, keteguhan menjaga integritas, dan keberanian menyalakan perubahan atau inovasi. Hari ini di tengah semangat menjelang memperingati hari pahlawan, kita tidak hanya mengenang mereka yang gugur di medan perang, tetapi juga membaca ulang makna kepahlawanan dalam konteks pengabdian masa kini. Setiap zaman memiliki panggilannya sendiri. Jika dahulu para pahlawan berjuang dengan bambu runcing, maka kini pahlawan berjuang dengan integritas, profesionalitas, dan [musik] layanan. Pahlawan hari ini adalah mereka yang bekerja dengan hati, melayani tanpa pamri, dan yang menyalakan terang di tengah tantangan birokrasi dan perubahan zaman. Sabat SN di seluruh tanah air dalam kajian administrasi publik, nilai-nilai kepahlawanan sejatinya adalah modal sosial birokrasi, keberanian, pengorbanan, solidaritas, dan cinta tanah air merupakan nilai yang kita perlu terjemahkan ke dalam bahasa pelayanan. menjadi keberanian melawan egoektoral, pengorbanan demi kepentingan publik, sinergitas antar instansi, dan cinta tanah air yang diwujudkan melalui pelayanan yang berkeadilan. Keteladanan para pahlawan menuntun kita memahami bahwa pengabdian tidak memerlukan sorotan, tetapi ketulusan. bahwa kehebatan ASN tidak diukur dari seberapa tinggi jabatan yang diraih, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dari kinerjanya. Dalam kerangka Biocretic Transformation, ASN Masad kini adalah pahlawan di garis depan perubahan yang menghadirkan transparansi di tengah ketertutupan, inovasi di tengah rutinitas, dan empati di tengah digitalisasi. Nah, sobat ASN di seluruh tanah air, untuk membahas lebih lanjut topik menarik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Dr. Eri Cahyati, [musik] ST, MT., MSI. Beliau adalah Walikota Surabaya. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Rojii Nugroho Bayu Aji, SHUM, MA. Beliau adalah akademisi, dosen pendidikan sejarah dari Universitas Negeri Surabaya. Dan ketiga, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Maijen TNI Purnawirawan Dr. Istu [musik] Hari Subago, S. M.M. Beliau adalah Ketua DPD PEPABRI Jawa [musik] Timur. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-43 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Ramli atas opening speech yang sudah disampaikan. dan Sobat ASN seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Ramli barusan bahwa akan ada tiga narasumber spesial yang akan kami hadirkan di ASN seri 43 ini seri spesial ya ee seri hari pahlawan begitu. Namun sebelum kita berlanjut ke sesi berikutnya yaitu mendengarkan materi dari narasumber kita yang pertama, kedua, dan ketiga, kami informasikan bahwa saat ini Sobat ASN sudah dapat melakukan presensi pada halaman Semesta Bangkom. Semesta Bangkom. Jadi, link presensi sudah dapat Sobat ASN lihat di running teks ataupun di kolom chat Zoom atau di pencetnya YouTube BPSDM Jatim TV. Jadi, ini chatnya sudah dipinkan di sana. Dan kalau misalkan masih belum bisa untuk mengakses, mungkin karena traffic presensi sedang tinggi ya, Sahabat ASN masih bisa mengakses presensi dan dicoba kembali secara berkala sampai pukul 12.00 siang nanti apabila masih bingung nih ya bagaimana cara mengakses link presensi, kita lihat videonya berikut ini. [musik] Sobat TSN, terima kasih masih setia bersama kami di AS Belajar seri 43 tahun 2025. Dan di segmen kali ini bersama-sama kita akan mendengarkan materi dari narasumber kita yang pertama. Sosok yang luar biasa sekali untuk kita-kita nih arek-arek Surabayo tidak lain dan tidak bukan adalah Walikota Surabaya. Kita berikan applaus untuk Dr. Eri Cahyadi ST, MT. [musik] Selamat pagi, Pak Eri. Pagi, Mbak. Asalamualaikum. Sehat, Nggih. Alhamdulillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bapak. Semoga sehat semuanya. Alhamdulillah sehat semua. Bapak, bagaimana Bapak dengan kegiatan yang ee schedule yang begitu padat di hari ini? Ya, lumayan. Tapi kalau kita sudah berkomunikasi begini dengan teman-teman ASN, saya merasa ada apa ya kebanggaan sendiri karena saya kan juga mantan ASN. [tertawa] Iya, benar sekali. Sampai sekarang pun jiwa birokrasi kita tetap sama lah. Makanya saya mimpin Surabaya bukan dengan jiwa yang lain ya, jiwa birokrasi. Nothing tulus saja kerja kita. Penting seperti ASN. semangat melayani dengan hati ya, Pak ya. Apapun itu jabatannya. Luar biasa, Pak Eri. Oke, Pak. Agak sedikit ee sebenarnya dibilang melenceng enggak ya, karena kan 4 hari lagi hari pahlawan. Namun kemarin di tanggal 2 ini sudah ada para Dejuang ya di Surabaya. Iya, betul. Kemudian ee adakah agenda-agenda lain sampai nanti di tanggal 10, Pak? Oh, ada. Jadi nanti ada kayak moprok gitu yang nanti tanggal 8 di Kota Lama. Jadi ada kita seperti lagu-lagu perjuangan tanggal 9 ada renungan juga dengan para budayawan insyaallah dengan banyak pemuda Surabaya insyaallah ditutup di tanggal 10 November dengan upacara dan dan penampilan seni dari teman-teman nanti setelah upacara 10 November ditutup upacaranya Pak tapi semangatnya terus berlanjut sampai insyaallah kapanp Surabaya ini ada yang tetap berlanjut semangat pahlawannya. Benar sekali. Dan untuk ee untuk yang semangat-semangatnya sudah mulai meredup nih spesial di hari ini, Pak Eri akanberikan langsung semangat dan motivasinya untuk seluruh ASN yang bergabung dalam ASN belajar seri 43 ini. Karena tidak hanya ASN berada di Jawa Timur, melainkan di seluruh Indonesia, Pak, yang sudah bergabung di seri 43 ini. Jadi, untuk hari ini akan sharing tentang apa, Pak? Jadi sharing terkait dengan pelayanan Surabaya yang kita lakukan dan bagaimana pelayanan itu asta cita harus kita pegang. Jadi visi misi walikota dan kota itu harus tegak lurus dengan presiden, setelah itu juga dengan gubernur. Itu yang tidak boleh lepas sehingga tidak boleh ada siapa yang lebih utama begitu. Tapi saya ingin mengajak menyampaikan saja bahwa kita ini adalah NKRI. Bagaimana tujuan itu bisa tercapai secara keseluruhan di Kota Surabaya dengan pelayanan publik-pelayan publik yang nanti kayaknya juga saya akan banyak berbicara pelayanan publik yang lebih birokrasi, lebih apa ya, lebih ke arah ke arah ASN gitu ya. Seperti yang pernah saya lakukan waktu ASN ya ketika hari ini saya terapkan di ketika menjadi walikota. Oke. Baik. Dan sebelum kita menyimak untuk materi yang disampaikan oleh Pak Eri, untuk sobat TSN yang nantinya ingin bertanya silakan dicatat terlebih dahulu pertanyaannya karena sesi tanya jawab akan kita buka setelah Bapak Eri selesai menyampaikan materinya. Oke ya sahabat ASN ya. Baik kalau begitu silakan Pak Heri untuk menyampaikan materinya di hari ini. Mbak mohon maaf ini berapa menit ya yang harus saya sampaikan ya. Ini kurang lebih 30 menit Bapak. Waktu yang akan kami sampaikan sampai 45 menit spesial untuk Pak Eri. Tidak apa-apa. [tertawa] Jangan banyak-banyak. Ngih. Matur nuwun, Pak. Monggo, Bapak. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semuanya. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu. Alhamdulillah. Alhamdulillah wasamin. Yang saya hormati dan sama-sama kita muliakan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Matur nuwun, Pak, diberikan kesempatan Surabaya. senang rasanya bertemu dengan ASN kembali ini. Kita curhat-curhatan sajalah. Curhatan seorang ASN yang menjadi walikota hari ini. Jadi saya juga butuh nanti masukkan teman-teman terkait bagaimana sih kita membangun dengan semangat ASN yang kita punya. Juga para hadirin undangan yang mohon maaf tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Jadi para ASN yang hadir saya ingin membuka dulu sebelum Iya. Ini Surabaya tidak butuh walikota. Surabaya tidak butuh seorang pemimpin. Karena sejatinya pemimpin itu adalah para birokrasi dan para ASN. Bayangkan jenengan pensiunnya umur 60 yang eelon 2 yang eelon ehon 3,on 4 58. Kalau di provinsi salon satu ini enggak butuh seorang pemimpin. Kalau seperti saya jadi walikota paling lama 10 tahun. Cuman 10 tahun jenengan masih panjang. Pensiunnya masih 20 tahun lagi, 30 tahun lagi bahkan ada yang 35 tahun lagi. Kan begitu. Maka sejatinya ketika jenengan bergerak sebagai ASN itu sangat luar biasa dan menjalankan anfahum linas wis walikota gak artine. Walikota itu hanya sebagai orkestra saja sebagai orkestra. Pemimpin orkestra oh bapekonya jalan seperti apa? Tangan saya ngangkat kanan bapeko yang keluar. Ketika menunjuk Binamarga yang keluar Bina Marga. Karena apa? hanya untuk mensinkronkan saja tugasnya walikota ini. Tapi kekuatan kita, kekuatan negara kita itu ada di birokrasi, ada di jenengan semuanya. Dan itulah yang saya selalu katakan, Surabaya kekuatannya bukan di walikotanya. Surabaya ada di kekuatan semua stakeholdernya. Wabil khusus ada di birokrasinya. Maka jenengan harus menjadi garda terdepan agar bisa mengatakan kota kita masing-masing bermanfaat. Seperti waktu kita disumpah sebagai ASN. Ketika kita diangkat sebagai ASN maka kita disumpah bagaimana kita bergerak untuk kepentingan masyarakat. Nah, ini yang saya garis bawahi dulu. Maka apa yang saya dapatkan di ASN pada waktu itu saya sebagai kepala bagian staf bina program. Tahun 2012 jadi kepala bagian bina program. Setelah itu saya menjadi kepala dinas Cipta Karya tahun 2013. Setelah itu saya jadi kepala BappPEDA tahun 2018. 2019 sampai 2019 saya keluar 2020 karena harus maju walikota dan keluar ini tidak menj tidak mendapatkan ini Mas Rojil saya tidak mendapatkan apa pensiun karena masa kerja saya belum nyampai umur saya juga belum nyampai nah ini kalau tidak jadi mungkin saya jadi ini nanti P3K-nya Pemkot kalau kalau waktu itu sudah keluar waktu itu enggak jadi begitu tapi apa yang saya ingin katakan saya dulu memulai ASN saya dari golongan dua. Saya dulu adalah sarjana lulusan dari ITS, tapi almarhum ayah saya menyampaikan masuklah menggunakan sarjana muda. Sehingga golongan saya golongan 2C. Sehingga pada waktu itu golongan 2C saya disuruh-suruh untuk buat kontrak di proyek, untuk membuat berita acara dan semua ilmu itu saya ambil. Sehingga di situ ayah saya pernah mengatakan, "Janganlah pernah kamu masuk dan menjadi pemimpin pertama pertama dulu atau menjadi orang yang punya pangkat yang tinggi. Karena kamu tidak akan pernah merasakan bagaimana disuruh orang dan mengghargai orang itu. Sehingga kamu harus masuk menggunakan sarjana muda." Alhamdulillah saya disuruh-suruh waktu itu saya disuruh saya ngetik. Tapi apa dasar itu? Alhamdulillah, Pak. Saya masuk golongan tahun 2021. Saya itu masuk golongan 2C. Tapi di 2013 golongan saya sudah menjadi 3D. Menjadi 3D. Setelah itu 4A. Saya 2021 2001 saya masuk 2000 2001 saya masuk ya bulan Desember itu golongan 2C. Saya keluar di tahun 2020 itu golongan saya sudah 4D. Berarti saya mengalami lompatan-lompatan setiap tahun karena saya memiliki sebuah prestasi. Apa yang saya inginkan? Semua pegawai negeri bisa seperti itu. Bahkan saya pada waktu menjadi Kepala Dinas Cipta Karya tahun 2013 umur saya 34 waktu itu. 34. Jadi waktu ada acara-acara saya pasti ditanya, "Mas, mewakili nggih?" Mewakili kepala dinas engigih. Padahal waktu itu saya sudah jadi kepala dinas. Jadi inilah motivasi yang harus saya sampaikan bahwa semua itu tergantung dari diri kita dan semua kegiatan kota itu tergantung dari ASN. Maka saya harus menyampaikan nih Surabaya ini adalah kota menuju kota dunia. Kita ini adalah terbesar 6 ASEAN. Tapi apa yang saya ingin sampaikan terkait Surabaya. Surabaya sudah menjadi kota layak anak dunia. Saya menyampaikan pada waktu saya jadi walikota, ayolah kita tunjuk paka walikota itu tergantung pada ASN-nya. Maka sebagai ASN maka kita harus bisa merencanakan apa yang akan kita lakukan. Maka tadi saya katakan bahwa kita harus tegak lurus nih dengan program pemerintah pusat, maka secara otomatis kita harus bisa melihat visi misi nasional itu apa, visi misi gubernur apa. Maka kita punya visi misi yang ditetapkan oleh walikota. dan oleh Wakil Walikota, maka kita harus melihat sampai ke atas apa visi misinya Presiden dan Gubernur sehingga kita masuklah ke sana. Maka kita bisa lihat asta cita Presiden Prabowo Subianto. Kita melihat nih asta citanya ada memperkokoh ideologi Pancasila, ada memantapkan sistem pertahanan. Maka ketika beliau memiliki asta cita jumlah del, maka kita ini harus bisa mengatakan tujuan apa sih delapan ini sebenarnya? Apa maksud dari delapan ini? Maka ketika saya bilang memperkuat reformasi politik, hukum dan birokrasi, maka kita harus bisa merubah birokrasi kita. Kalau kita meningkatkan lapangan pekerjaan, maka kita harus bisa mengurangi pengangguran terbuka, meningkatkan indeks pembangunan manusia. Maka dari delapan ini saya simpulkan berarti cita-cita mulia ini harus kita wujudkan. Maka kita simpulkan nih apa fokus pembangunan di kota Surabaya untuk memenuhi asta cita presiden. Maka dari delapan tadi saya simpulkan kan ada banyak kegiatan tadi delapan itu. Satu mengurangi kemiskinan kedua mengurangi pengangguran, ketiga mengurangi angka kematian ibu dan anak mengurangi stunting. Meningkatkan pembangunan manusia. menurunkan kesenjangan antara si miskin dan si kaya gini rasio dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Bagaimana tujuh ini bisa tercapai? Maka kita punya peningkatan kualitas kesehatan pendidikan yang adil dan inklusif, pertumbuhan ekonomi kerakyatan inklusif, pembangunan infrastruktur, informasi birokrasi dan harmonisasi sosial, keamanan dan ketertiban masyarakat. ini untuk mencapai tujuh ini. Maka baru kita pecah lagi, rinci lagi. Ada ketika ke kelima ini. Oh, peningkatan kualitas kesehatan. Maka di situ nanti kita kita detailkan lagi. Peningkatan kualitas kesehatan itu apa sih? Oh, memberikan BPJS kesehatan biar pengurangannya, pengeluarannya berkurang sehingga kemiskinan bisa berkurang. Oh, pendidikan diberikan gratis sehingga nanti IPM kita bisa naik. Maka kita memberikan beasiswa untuk orang yang tidak mampu. Maka ini harus di dirinci lagi. Dirinci lagi. Dan saya yakinlah jenjangkan sebagai ASN pasti akan membuat seperti ini. Seperti pada waktu saya dulu di PPPEDA. Maka hari ini pelayanan publik yang harus kita punya itu tidak lagi berbicara terkait dengan struktur mengikuti struktur birokrasi, tapi bagaimana pelayanan publik kita itu mengikuti siklus kehidupan warga. Live event lah kalau saya bilang ini. Maka seperti saya berbicara terkait dengan stunting, maka saya tidak pernah menyelesaikan stunting itu di belakang setelah dia stunting. Tapi bagaimana sebelum dia hamil pun sudah kita pegang loh. Oh, siapa nih anak-anak di Surabaya yang menikah? Maka ada syarat akan kita timbang. maka berat badannya si ibu yang akan mungkin mempengaruhi bayinya akan menjadi stunting. Maka kita berikan nutrisi, kita berikan pelatihan sekolah kelas cantin. Setelah itu masa kehamilan. Setelah dia masa kehamilan sampai setelah menikah kelas cantin setelah itu mereka hamil maka didampingi terus sampai melahirkan balita. Kita lihat lagi dan Surabaya ini sudah terkoneksi dengan seluruh seluruh rumah sakit dan tempat apa itu rumah sakit ibu dan anak bidan yang ada melahirkan bayi semuanya akan terkoneksi. Maka kita sudah tahu bahwa berapa bayi yang lahir hari ini di Surabaya detik ini berapa beratnya dan yang akan dipikirkan akan stunting juga kita tahu semuanya. Maka di sini kita melahirkan balita status pendidikan prasekolah. Maka kita juga berpikir bagaimana meningkatkan indeks pembangunan manusia, bagaimana kita juga berbicara terkait dengan kemiskinan. Maka kita berpikir pendidikan dan kesehatan ini adalah untuk mengeluarkan pengeluaran dari orang orang-orang yang prasejahtera. Maka secara otomatis kita berikan pendidikan prasekolah. Oh, kita berikan pendidikan gratis nih untuk prasejahtera. Kita juga meningkatkan insentif guru PAUD. Karena apa? Biar sama nih gurunya juga punya semangat. Kita juga berpikir tidak bisa hanya tahu dan TK yang kita bisa berikan gratis untuk pendidikannya, maka SD, SMP, beasiswa kita berikan. Bahkan beasiswa mahasiswa itu 24.000 kami berikan. Dan ini memang meningkat ya karena tujuan negara adalah indeks pembangunan manusia. Percuma negara itu hadir kalau kita berbicara terkait infrastruktur saja yang kita bicarakan, tapi sumber daya manusia tidak kita perhitungkan lah. Ini yang harus berjalan. mana yang harus kita lalui duluan. Karena pada waktu saya jadi periode pertama, saya sudah berbicara terkait sumber daya manusia dulu. Kami juga melakukan bagaimana pekerjaan-pekerjaan ini bisa berjalan. Maka kita punya data di Surabaya, siapa yang menganggur, siapa yang umur produktif belum bekerja, maka kita berikan mereka harus bisa seperti pengusaha. Maka kita siapkan NIB, platform arek Surabaya siap kerja, BPJS ketenagakerjaan untuk pekerja informal. Ini karena kami lakukan agar apa? Agar pergerakan ekonomi Surabaya, indeks pembangunan naik, generasi juga turun. Ini juga kami lakukan apapun kita lakukan di Surabaya, maka kita berpikir juga bagaimana pelayanan-pelayanan yang kita lakukan yang ada di Surabaya. Sampai hari ini kita juga berpikir oh satu kelurahan satu ambulans satu RW satu nak itu kami lakukan bahkan kebutuhan hunian perbaikan rumah tidak layak Uni di Surabaya sudah R9.500. Ada pertanyaan Surabaya duitnya gede bukan? Surabaya itu uangnya 10,3 triliun tapi dengan penduduk 3,1 juta uangnya kecil. Karena apa? Kami membayar UHC saja 600 miliar per tahun. Kami untuk pendidikan kami yang kami keluarkan 2,1 triliun. Setelah itu ada kesehatan kami sekitar 2,2 triliun. Sudah uang sudah berapa yang hilang? Tapi kenapa kami bisa melakukan semua ini? Karena semua stakeholder di Surabaya kami gerakkan. Bahkan hari ini para pengusaha-pengusaha di Surabaya itu itu menjadi orang tua asuh. Ada orang tua asuh stunting, anak stunting, orang tua asuh pendidikan. Yang tidak saya pikirkan adalah ketika saya memiliki anak yang harus sekolah. Pendidikan saya butuh 25 miliar waktu itu. 20 atau 25 miliar saya lupa. Untuk anak 165 anak biar kuliah langsung lulus langsung kerja. Itu semuanya saya kumpulkan pengusaha Surabaya. Saya berbicara, mereka mengatakan, "Saya ambil dua, saya ambil tiga. Tidak ada 1 jam habis uang 20 miliar mereka diambil oleh orang tua-orang tuasu." Sehingga apa? Saya ber pesan kepada para ASN, kita tidak boleh mengatakan kita terbaik, tapi bagaimana kita bisa dipercaya oleh orang sehingga orang itu mau membantu kita. Bukan berarti kita mengakui kelemahan kita dengan mengatakan, "Oh, anggaran kita memang tidak cukup. Saya butuh orang lain." Itu kita akan dikatakan, "Oh, kok menyerah?" Tidak. Pekerjaan kita tidak untuk mencari popularitas, tapi pekerjaan kita adalah ibadah. Bagaimana orang bisa percaya dengan kita. Bahkan saya pada waktu masih menjadi Kepala Dinas Cipta Karya dan di Papeda itu ada pembangunan underp di Surabaya 60 miliar. Tidak satuun uang itu menggunakan uang APBD sebesen pun semuanya dikerjakan oleh pengusaha. Tapi saya katakan, "Pak, jenengan saya jenengan bantu, tapi saya pastikan perizinan jenengan tidak akan terganggu di Surabaya." Kalau ada yang minta-minta saya pasti akan ganti orang itu ketika saya memegang Kepala Dinas Cipta Karya. Sehingga itulah kolaborasi sinergi itulah yang harus kita wujudkan. Setelah itu kita punya strategi tiga pilang. Bagaimana mengakselerisasi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pemerataan mengurangi kesenjangan. Inilah nanti tujuan tuju itu bisa terwujud. Tapi yang pasti kita harus melibatkan seluruh elemen warga. Kita bukan yang paling sempurna, kita bukan yang paling terbaik, tapi bukan berarti ketika kita itu mengajak semuanya bergerak, pemerintah lepas tangan, bukan. Tapi untuk memastikan semua program berdampak positif warga. Karena itulah di Surabaya ada kampung Pancasila yang memiliki empat program terkait dengan lingkungan. Ada pemilahan sampah dan lain-lainnya. Yang kedua terkait dengan ekonomi. Bagaimana warga di Surabaya itu bisa bergerak ekonominya sehingga ada eeken. Kalau beli jangan di luar tetanggah kalau tetangganya itu punya tempat usaha. Wong waktu jenengan saya sama saya meninggal yang bantu juga tetangga. Yang ketiga terkait dengan sosial. Bagaimana si kaya di kampung itu mau menjadi mau menjadi orang tua asuk atau membantu yang tidak mampu di RW di kampung itu juga. Dan ini yang digerakkan juga bagaimana terkait dengan kemasyarakatan. hubungan sosial budaya itu kita harus jaga betul di sana. Dan kita hasil dari semua itu, Bapak Ibu bisa kita lihat penurunan kemiskinan di Surabaya itu sudah masuk ke dalam tembus ekor baru. Karena tidak pernah di Surabaya itu kemiskinan itu turun di bawah angka 4. Maka di sini kita turun sudah menjadi 3,56 di tahun 2025. Ini menunjukkan bahwa sebelum COVID saja angka Surabaya itu masih 4,51. sebelum COVID loh itu 4 jadi tapi sekarang bisa jadi 3,56. Maka selalu saya sampaikan dengan lisan saya, saya tidak pernah mengatakan bahwa ini keberhasilannya walikota, tidak. Tapi ini adalah keberhasilan semua stakeholder yang ada di Surabaya. Karena perguruan tinggi ikut turun membantu yang namanya pengusaha ikut turun ikut menjadi orang tua asuh. Semua pergerakan masyarakat saling membantu. Inilah yang namanya Surabaya dengan kampung Pancasilanya. Dan kami juga sadar tidak harus tidak sekedar tumbuh, tapi bagaimana kami harus merata. Maka itulah kami ada pendidikan gratis, kesehatan gratis, ada beda rumah, ada PPJS ketenagakerjaan, ada rumah padat karya untuk warga miskin. Apa badat karya ini? kami punya konsisten and commitment. Jadi kalau saya bilang semua OPD di Surabaya seperti PU Binamarga, seperti Cipta Karya itu juga harus bisa mengurangi kemiskinan dan menciptakan lapangan pekerjaan. Awalnya bingung semuanya, Pak, itu ada di Dinas Sosial bukan di tempat kita. Oh, salah. Saya bilang begitu. Dinas PU pun juga bisa. Apa yang dilakukan? Dinas PU punya yang namanya pembuatan puffing, masang puffing. Maka saya sampaikan kalau ketika masang puffing, maka secara otomatis di situlah paving-nya harus dibisa dikerjakan oleh warga Surabaya. Apa yang bisa dilakukan warga Surabaya? Puffing itu ada 175, ada 225, ada K325. Kalau 175 itu hanya dikerjakan hanya dilewati oleh motor, mobil dan tidak dilewati oleh yang berat-berat. sehingga 175 ini harus bisa diproduksi oleh warga Surabaya. Maka kita punya aset bangunkan tempat seperti pabrik begitu yang sederhana dari baja. Mereka bekerja di sana dan masukkan katalog sehingga yang bisa mengambil ini adalah warga Surabaya yang memang dia punya pabrik puffing yang punya produksi puffing dengan kualitas 175 tadi langsung ambil sehingga apa? Uang APBD kita tidak dikerjakan oleh orang yang gede-gede saja. Tapi kalau ternyata pasiennya itu yang gede, yang butuh pabrik, yang butuh dikerjakan oleh kontraktor, silakan. Tapi jangan pernah melupakan yang bisa dikerjakan oleh warga ya dikerjakan oleh warga. Karena apa? Tugas kita adalah mengurangi kemiskinan. Tugas kita adalah membuka lapangan pekerjaan. Maka kita harus berani melakukan itu. Ini yang dilakukan oleh teman-teman teman-teman pariwisata. Saya bilang kita punya banyak hotel, maka jangan pernah biarkan hotel itu ketika ada sliper, sandal hotel, ketika ada kebutuhan yang namanya makanan kecil, kebutuhan laundri, jangan diambil oleh orang lain, ambil oleh warga Surabaya, tapi pemerintah kota ada di depan. Dengan cara apa? Dengan kualitas yang dijaga, dengan harga yang sama, tidak boleh lebih tinggi dari mereka. Kalau tidak bisa, maka kami punya kontrak kinerja. Insyaallah kepala dinas pariwisatanya dan kepala dinas PU-nya saya ganti. Itu yang bisa saya lakukan dengan kontrak kinerja. Itu yang kita lakukan. Maka semuanya bisa bergerak untuk kemiskinan, tidak hanya dinas tertentu. Dan kami bahkan penurunan stunting kami sangat luar biasa. Pada waktu saya jadi walikota pertama 28,9% tapi di3 turun menjadi 1,6%. ini pergerakannya tidak kami lakukan sendiri, tapi kami lakukan ini melalui melalui kerja sama dengan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi. Perguruan tinggi yang kita lakukan satu Puskesmas, satu ahli apa kandungan itu kami bekerja sama dengan perguruan tinggi. Terus manajemen data terpadu real time ada 487 balai RW menjadi pusat pembelajaran keluarga. Ini yang kami lakukan. Maka ada sekolah orang tua hebat untuk mengajarkan mereka mendidik anak-anaknya. Terus bagaimana kami mempunyai 10 128 kampung ASI. Kalau ini hanya dilakukan pemerintah sendiri tidak akan pernah bisa. Tapi bagaimana kami mengajak semua stakeholder yang ada di Surabaya? Karena yakinlah keberhasilan pemerintah itu bukan dilakukan oleh pemerintah sendiri. Keberhasilan pemerintah itu dan khususnya kepala daerah adalah ketika bisa mengajak semua stakeholder menjadi satu bagian pembangunan di kotanya khususnya di kota Surabaya. Inilah kami lakukan apa yang kami lakukan reformasi birokrasi yang diminta oleh Pak Presiden tadi. Maka kami lakukan itu semua dampaknya luar biasa. Surabaya itu menjadi kota pertama dan satu-satunya sampai hari ini memiliki reformasi birokrasi sistem akuntabilitas kinerja AA. Tidak ada satuun di Surabaya. Padahal waktu saya menjadi walikota itu masih B sekarang sudah menjadi AA. Berarti apa? Ya, karena saya mungkin mantan birokrasi ya, maka bisa melakukan itu. Dan itulah yang dilakukan. Sebetulnya birokrasi itu lebih utama. Terus peringkat pertama kota terinovatif yang kita punya indeks reformasi birokrasi tertinggi di antara semua kementerian, lembaga pemerintah kota tertinggi reformasi birokrasinya. Kami juga melakukan memiliki sistem pemerintahan berbasis elektronik terbaik. Buat saya digitalisasi tidak bisa dihindari. Karena apa? Karena kami tidak bisa mengontrol tanpa ada digitalisasi. Maka kalau jenengan mungkin suatu saat nanti main ke tempat saya, maka ruangan saya isinya itu adalah full. Isinya itu adalah monitor. Yang di sana itu adalah tempat pekerjaan. Ada real time-nya jumlah bagi stunting. Ada pad real time seperti sekarang berapa, ada yang namanya CCTV di semua tempat pelayanan publik. Jadi isinya saya seperti itu sehingga saya memantau mereka kerja melalui aplikasi yang saya punya. Dan inilah yang kita lakukan di Surabaya dengan kota kinerja penyelenggaraan pemerintah terbaik pun kita juga dapat kota Surabaya. Karena apa? Kita melakukan semuanya itu kita lakukan dengan secara sistematis dan melibatkan banyak orang bukan hanya mengandarkan pemerintah kota Surabaya. Dan inilah saatnya teman-teman di pemerintahkan ini merubah paradigma pembangunan yang dulu pemerintah kota sok tahu. Kalau saya bilang kebutuhan warga, hari ini kita harus bayar ini menjalankan program berbasis kebutuhan warga. Kita tanya dulu biasanya kita ini musurin bank, Pak. Tapi enggak tahu musurin bank hanya dibuat syarat saja tapi kita tidak. Jadi seperti kebutuhan kita lempar masuknya apa ya anggaran kita seperti itu dan pemerintah ini menutup diri. Makanya hari ini saya bilang pemerintah harus berani menerima kritik dengan cara apa? Kerjalah di balik RW tidak lagi di kantor. Kantor itu kosong biasanya Pak Dewu jadi di juragan Pak. Kalau dia dulu itu bekerja iku nang kantor terus enggak gelem udan-udan enggak gelemudun sampai itu karena kita merasa bahwa kita kerja enggak kerja digaji ini yang saya rubah di kota Surabaya. Maka pekerjaannya di balai RW. Di balik RW loh, di kampung-kampung bukan lagi di kantor. Maka saya enggak mau mereka kerja di kantor. Semua tersental ke pemerintah. Minim anu peran warga. Sekarang harus dirubah prosedur rumit. Maka kalau ada yang rumit yang tidak keluar maka yang saya sanksi adalah lurah camat. dan kepala dinas. Karena itulah maka kita harus bisa melalui pemberdayaan masyarakat melalui literasi digital kita dan itu tidak mudah. Memang saya melakukan ini sekitar 2 tahun hampir 3 tahun baru mereka teman-teman mengikuti gaya kerja saya. Dan yang terpenting adalah kesehatan organisasi. Kesehatan organisasi itu adalah di dalam tempat kita bekerja. Ini bagaimana optimal, adaptif, dan berkelanjutan. Mengapa kesehatan organisasi itu penting? itu karena kita harus melayani masyarakat bukan mencari profit. Ini yang saya katakan. Ingat kita bekerja bukan untuk mencari popularitas. Maka ketika kita ada di medsos, tampilkan pekerjaan jenengan di medsos. Semua orang masyarakat harus tahu. Tapi bukan mencari popularitas, bukan proses yang sampean masukkan, tapi dios itu adalah menyampaikan hasilnya sehingga mengajak contoh ketika ketika ada banjir, ada saluran buntu maka terjadi kendangan air. Jangan diselesaikan tapi dibuka, dimesoskan, tampilkan diosnya jenengan untuk menunjukkan di dinasnya loh ya, bukan di pesosnya walikota, bukan diosnya jenengan. ditampilkan iki loh rek ini loh kalau membuang sampah sembarangan jadi buntu maka medsos itu adalah tempat untuk mengedukasi bukan tempat untuk menunjukkan popularitas bukan tempat untuk menunjukkan kita bekerja tidak tapi medsos itu untuk mengajak orang mengedukasi bagaimana menjaga kota kita dan semuanya di tempat Pemkot di Surabaya ini semua OPD sampai kelurahan harus mengupload apa yang dikerjakan untuk mengajak mereka berbuat kebaikan. Yang kedua, ketika ada permasalahan, ada kejadian yang ramai, harus cepat diselesaikan dan ditampilkan lagi oleh masing-masing. Sehingga apa? Kelihatan betul di kota itu yang bekerja bukan walikotanya, tapi reformasi birokrasinya. Kalau yang turun itu walikotanya terus, terus walikota ngonten terus, yang lain tidak bekerja, maka ketika walikotanya itu selesai, bubar, Pak, negara ini, bubar kota Surabaya ini. Maka yang berhak menjadi walikota itu adalah kepala dinas. Kepala badan, camat, lurah itu walikota. Walikota sesungguhnya. Maka samp har terus menunjukkan sehingga masyarakat percaya dengan pemerintah. Kalau kami ini politik politikus apa bilang politik ini ya cuman 10 tahun. Tapi ketika jenengan bisa menunjukkan kinerja jenengan maka masyarakat akan percaya kepada pemerintah kota Surabaya. Ini kalau saya waktu menjadi birokrasi, maka salah satu penyakit birokrasi ini adalah tampak sibuk dari rapat ke rapat tapi tak berdampak ke rakyat. Hasil rapat dibahas pada rapat selanjutnya. I kesenengane ngono. Resum rapat itu nanti ada rapat selanjutnya. Saya haramkan itu di Surabaya. Kalau sudah ada rapat maka bunyi. Selesai tanggal kapan ini? Ini apa yang harus dikerjakan? Misal saya tanggal kapan bunyi resum rapatnya? Tidak rapat selanjutnya diadakan. Saya enggak mau yang seperti itu. Karena apa? Saya dulu mantan ASN dulu itu saya punya walikota sing keras, Pak. Namanya Burisma. Saya dulu anak buahnya waktu beliau kepala bina program belum walikota. Dan saya merasakan betul ketika beliau itu masuk kantor di ruangan kita ini staf tuh pegang komputer semua kayak orang sibuk. Tapi ketika beliau keluar kita langsung alhamdulillah. Nah, di situ saya baru tahu. Makanya saya bilang sama teman-teman kota Surabaya, "Kon ojo bujui jangan bohongin aku loh. Dulu bohongin Burisma bisa, bohongin aku enggak bisa. Karena aku dulu pernah pelaku seperti jenengan semua." Ketawa semua teman-teman. Maka saya tahu betul. Maka dibutuhkan keikhlasan untuk bekerja. Itu bukan untuk kami mendapatkan apa tidak. Ingat kita digaji oleh masyarakat. Ini juga tadi saya bilang terkait kesehatan organisasi publik. Bukan soal kinerja administratif tapi tentang daya hidup. Organisasi itu tumbuh adaptif menolak zona nyaman dan berdampak rakyat. Kita ini pegawai negeri mohon maaf biasanya zona nyaman. Kerja gak kerja yo digaji Pak enggak mungkin dipecat. Kerja gak kerja untuk tukin Pak tunjangan kinerja di Surabaya tidak. Gajimu tetap saya bayar tukinnya tidak saya berikan. Kalau tidak memiliki output dan outcome, output outcome ini terpenuhi baru saya berikan. Tapi kalau yang lainnya enggak. Karena itu adalah topoksi, maka dengan uang gaji maka tupoki itu harus terlalui. Maka dibayarkanlah dengan namanya output dan outcome. Di sini mulai dari camat, lurah, kasi, kabit, kepala dinas itu ada kontrak kinerja mencapai output dan outcome. Kalau output outcome ini tidak tercapai dalam 1 tahun maka di surat pernyataannya mereka mengunurkan diri atau saya ganti. Maka jangan kaget kalau di Surabaya saya ini sudah mengganti sekitar 16 kepala dinas. Bukan saya suka dan tidak suka, tapi mereka tidak memenuhi kebutuhan output dan outcome yang mereka janjikan sendiri. Karena saya mengajarkan kepada teman-teman, janganlah kamu takut dengan walikota, tapi kita rubah di Surabaya. Siapapun boleh menjadi kepala dinas, menjadi lurah camat, menjadi kepala bagian dan kabit atau apapun itu. Tapi sesuai dengan janji yang mereka janjikan, yang kamu janjikan melalui kontrak kinerja. Karena itulah pilihan saya pada waktu ada kepala dinas, camat, maka saya berikan di Zoom. sehingga yang menilai itu ketika mereka jadi bukan hanya saya tapi ada pansel, ada masyarakat, ada wartawan dan itu yang kita lakukan. Maka di situlah saya sampaikan bahwa perubahan itu tidak dimulai dari mana-mana, tapi dimulai dari hati, bukan dari akal pikiran. Kalau perubahan itu dimulai dari kepala, dari pikiran, saya pasti bertanya, "Saya dapat apa?" Tapi kalau dari hati saya bekerja dengan gaji dari pemerintah uang rakyat, saya mendapatkan tunjangan dari uang rakyat, maka apa yang saya bisa berikan untuk rakyat? Itu yang kami munculkan di Surabaya. Dengan begini, ada yang suka, ada tidak suka? Pasti banyak. Tapi yakinlah kalau kita fastabihul khairat, kita berlomba-lomba menuju kebaikan insyaallah kita diberikan jalan yang terbaik oleh Tuhan. Ini yang kita lakukan. Maka saya selalu sampaikan kerjanya di balik RW dan ini yang saya kunci pelayan publik bersih dan berkualitas. Saya juga lakukan di seluruh kota Surabaya ini. Ketika ada apa ya ada keluhan maka harus langsung diselesaikan oleh teman-teman. Jadi kalau saya bilang ada daun jatuh pun kalian harus dengar. Jangan sampai dengar telinga saya dulu, saya turun kamu enggak dengar. Besok pasti tak ganti. Kan enggak mungkin. Saya dengar dulu anak buah saya yang lebih dekat itu enggak dengar. Contoh nih ada kelurahan Kebraun yang saya kemarin turun. Masa ada pungli di sana saya lebih dulu dengar lurahnya enggak dengarkan jadi lucu. Nah, inilah saya munculkan kepada teman-teman untuk lebih mengenali itu semuanya. Juga kami selalu sampaikan tidak ada pungli di Surabaya, tidak ada biaya apapun. Bagaimana caranya? Kami masukkan di medsos dan kami masukkan poster itu di setiap rumah. ini menjadi kontrak kinerjanya lurah dan camat. Sampai rumah-rumah saya kasih begini karena tidak semua loh, oh besar itu digitalnya jalan. Tidak semua warga Surabaya juga pegang HP. Maka saya berikan ini sampai rumah dan ini menjadi kinerja untuk difoto berapa rumah yang belum dapat sehingga apa warga tahu bahwa gak ono meneh pungkutan-pungkutan di Surabaya kecuali yang ada resmi seperti retribusi IMP dan lain-lain. Ini saya berikan ini sampai sebegitunya. Maka di situlah digital tidak bisa ditinggalkan. Maka di Surabaya itu ada dua platform, ada wargaku dan ada kantorku. Wargaku ini adalah semua kepentingan di luar Pemkot. Tapi kalau kantorku adalah semua kepentingan Pemkot. Yang di dalam maksudnya pelayanan. Tapi kalau yang warga itu adalah keluhan dan masing-masing. Dan inilah dan yang terakhir teman-teman kami memiliki one data, one mat one policy. Ini satu-satunya di Indonesia. Kemarin kami diminta kerja sama MOU dengan BPS Kepala ee Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Bappnas dan Pemkot Surabaya. Apa ini? Kami punya satu data. Jadi kami itu bisa tahu bahwa di dalam satu RW atau satu kampung itu terdiri dari berapa rumah? Dalam satu rumah terdiri dari berapa jiwa, berapa kakak, berapa orang Surabaya dan bukan orang Surabaya. Di situ juga ada berapa dalam satu RW itu berapa hotel di sana? Berapa yang rumah tinggal, berapa yang non rumah tinggal? Mana PDM yang keluar dan mana PDM yang tidak keluar. Berapa dalam satu RB itu yang miskin, maka kita akan tahu semuanya. Berapa di rumah itu yang stunting, kita tahu semuanya. Ini namanya one data one map, one siapa yang mengerjakan? Bukan Pemkod juga. Kami memiliki kader Surabaya hebat. Karena itu kami melibatkan warga. Lanjut, Mas. Ini yang saya lakukan. Maka tujuh prioritas pembangunan ini inilah maka one map one policy ini adalah digunakan untuk mengurangi tujuh prioritas pembangunan Surabaya. Maka jangan kaget [tertawa] kalau Surabaya cepat turunnya, cepat naiknya IPM-nya ya. Karena kami memiliki satu data. Saya juga bingung bagaimana pemerintah itu bisa menurunkan angka semuanya termasuk kulo kal jenengan yang sebagai SN kalau kita enggak punya data ini. Dulu pada waktu saya jadi walikota, saya tanya berapa jumlah stunting di Surabaya? Rumahnya mana saja? Siapa yang akan prunting yang akan turun jadi stunting? Bingung, Pak. Karena enggak punya data. Tapi sekarang sudah punya data semua sehingga saya bisa punya warna-warna itu di setiap RW tadi. Maka di sinilah kita turunkan. Bahkan alhamdulillah kemarin baru saya dikabarkan oleh teman-teman BPS indeks pembangunannya Surabaya itu dari 84 naik menjadi 85,65 tertinggi di Jawa Timur. Baru kemarin saya dikabari berarti apa? One policy ini penting untuk sasaran kita mengurangi kemiskinan, menaikkan IPM. IPM itu apa? Lama sekolah itu diperhitungkan. Maka di situ kita jalan semuanya. Lanjut. ini bahkan inilah yang saya pegang teman-teman yang terakhir one policy ini maka kita bisa lihat pada karya yang ada di one map one policy peta berbasis data kewilayahan kita juga tahu nih bisa lihat jumlah Persil di Kota Surabaya ini padat karya yang masuk berapa jumlah persil juga ada di sini intervensi program kegiatan lanjut masuk nih Mas yang lain anu polisi tadi berarti atasnya jangan ini kita bisa lihat nih bangunan di Surabaya ada berapa? Yang punya IMB berapa? Yang belum bayar IMB-nya berbeda dengan PBB berapa? Maka kami salah satu menaikkan pendapatan kami tidak menaikkan nilai PBB tapi mengambil perbedaan antara PBB dengan IMB. Karena saya yakin di lapangan itu sudah dua lantai, PBB-nya masih satu lantai, maka ini kita keekkan jadi satu seperti ini. Ini yang kita lakukan, Teman-teman. dan akhirnya kita bisa memiliki nilai kepuasan masyarakat. Kita bisa pelayanan publik satu. Kita juga punya comment center yang kita bicarakan yang satu yang tadi saya sampaikan untuk keluhan-keluhan masyarakat. Mungkin itu Bapak Ibu yang bisa saya sampaikan. Mungkin materi itu hanya hanya yang lainnya itu adalah memunjukkan bagaimana ada kampung Pancasila, ada yang tidak tertinggal, bagaimana kita memberikan pelayanan publik yang terbaik. Tapi yakinlah jenengan adalah orang yang terbaik. Jenengan dipilih menjadi kepala dinas. Apalagi sekarang mengikuti diklat. Maka yakinlah jenengan dipilih Tuhan untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Insyaallah Tuhan menitipkan bagaimana merubah kebaikan-kebaikan itu, memberikan kebaikan-kebaikan itu merubah yang tidak baik menjadi baik melalui ASN-ASN yang ada di pemerintahan. Ayo kita tunjukkan bahwa ASN di pemerintahan ini tidak lagi sama seperti yang dulu-dulu. Yang bekerja tidak bekerja, yang pulang sore mendapatkan gaji. Hari ini kita harus bisa membuktikan tidak. Bagaimana kita bisa meyakinkan masyarakat percaya kepada pemerintah melalui ASN-ASN yang bekerja dekat kepada masyarakat dengan hati, bukan lagi dengan materi. Maka itulah yang saya ingin merubah dan saya yakin jenengan adalah garda terdepan untuk merubah pemerintahan menjadi lebih baik lagi dan menjalankan [tertawa] yang pada akhirnya semua kota akan memiliki dan dijadikan Tuhan kota yang baldatun thibatun warbunfur. Matur nuwun teman-teman semuanya saya akhiri. Monggo kalau ada yang bertanya saya akhiri. Wal muf thq wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semuanya. Waalaikumsalam. warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Eri Cahyadi atas materi yang telah disampaikan dan Sofat ASN. Saat ini materi sudah selesai disampaikan oleh Pak Eri. Waktunya untuk sesi tanya jawab kita buka. Jadi silakan untuk Anda yang ingin bertanya untuk yang bergabung lewat Zoom meeting silakan gunakan feature raise hand. Untuk yang ingin bertanya melalui YouTube channel BBSDM Jatim TV boleh tuliskan langsung pertanyaannya melalui kolom live chat. Oke, sembari menunggu ini kita lihat ya siapa saja yang sudah bertanya di sini. Saya ingin menyampaikan karena memang ini ASN yang bergabung di sini dari seluruh Indonesia. Data-data yang disampaikan oleh Pak Eri Cahyadi, saya saya sebagai warga Surabaya ini benar-benar ini no hoa ya, Sobat ASN semua. Karena kalau untuk pengumpulan data ini benar-benar Surabaya enggak main-main. Karena saya pribadi, Pak, seringkiali didatangi oleh orang-orang kecamatan, orang-orang kelurahan. Jadi jemput bola, "Ibu, ini kok datanya belum lengkap ya? Ibu ini data ini belum ada. Justru kami yang malah diopya-opya." Bah gitu bahasanya. Jadi luar biasa. Itulah mengapa semua pelayanan di Surabaya ini sangat efektif dan efisien. Walaupun katakanlah birokrasinya panjang, namun kita sebagai warganya bisa menempuh dalam waktu yang lumayan cepat. Alhamdulillah ya. Bersyukur menjadi warga Surabaya. Baik, adaik yang sudah bergabung di sini yang ingin bertanya secara langsung lewat Zoom meeting, silakan gunakan fitur rais hand. Ada siapa yang sudah bergabung di sini? Selamat pagi. Eh, sudah siang ya. Selamat siang. Selamat siang, Bu. Selamat siang dengan Bapak Kasadi ya. Iya. Apa suara saya terdengar Ibu? Terdengar jelas Bapak. Bapak Kasadi dari SMA Negeri 1 Ngoro Mojokerto. Oke. Baik. Silakan langsung saja pertanyaannya Pak Kasiadi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat Bapak Dr. Eri Cahyati, ST, MPT sebagai Wal Walikota Surabaya. Alhamdulillah dari paparan materinya yang luar biasa dari tadi saya catat mulai dari pertama bagaimana hakikatnya pemimpin itu bahkan sampai one dat one met policy luar biasa pengalaman Bapak adalah menunjang keberhasilan panjenengan cuma saya tanyakan dua Bapak yang pertama bagaimana Bapak memimpin Surabaya untuk memastikan kolaborasi lintas OPD Pak agar inovasi seperti sayang warga sehingga melayani warga dengan sepenuh hati sehingga satu pelayanan untuk melayani semuanya. Yang pertama. Yang kedua ee dari ee keberhasilan yang ada apakah Pemkot telah mengembangkan indeks ketuntasan layan warga? Artinya itu pengukurannya keberhasilan KPI KPI itu inovasi itu menurut Bapak ee diwujudkan dalam apa, Pak? Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Silakan Bapak Heri bisa langsung dijawab pertanyaannya. Jadi, Pak betul Pak Kasih Adi tadi kita ini kalau sebagai PNS itu pasti ada persaingan. Aku jadi kepala dinas dulu nih. Aku jadi kepala sekolah dulu nih. Itu yang saya robohkan di Surabaya. Maka saya bilang, "Siapapun yang mau menjadi kepala sekolah, menjadi kepala dinas, menjadi camat, menjadi lurah, jangan pernah dekat dengan saya. Bahkan saya pernah ada yang dekat dengan saya ngasih sesuatu malah tak copot, Pak jabatan itu terjadi dan saya bilang hidup ini harus berbagi. Maka ingat kalau Cipta Karya itu berhasil dan bina marga itu gagal, pendidikan gagal, maka gagallah pemerintah kota itu. Maka hari ini tidak boleh saya bilang gitu, ada yang muncul sendiri tapi lainnya gagal. Maksud saya apa? Berarti harus ada kolaborasi. Maka yang baik adalah yang keluar namanya pemerintah kota. Keberhasilan kamu di satu dinas tapi kegagalan di dinas lain padahal ini berhubungan. Maka yang saya copot dua-duanya kepala dinas karena enggak enggak conect ini. Dan alhamdulillah itu pun saya lakukan di awal-awal. Oh, sing benci sama saya banyak. Tapi saya bilang Tuhan, Gusti Allah saya melakukan ini bukan untuk saya, tapi saya harus meninggalkan pemerintah kota Surabaya ini agar mereka menjadi saudara, bukan menjadi pesaing satu dengan yang lainnya hanya untuk mencari jabatan. Akhirnya hari ini mereka bersatuct itu. Jadi ketika ada kemiskinan tadi yang menjadi pengampu bukan dinas sosial. pengampu dinas kemiskinan ini itu PU RWRW ini, kampung-kampung ini Cipta Karya, kampung-kampung ini dinas sosial, kampung ini kesehatan. Maka ketika saya bericara kemiskinan, maka semua pengampunya adalah semua OPD. Nah, itu rubah itu memang sulit, Pak. Tapi insyaallah bisa kita lakukan. Akhirnya apa? Ketika kita sudah melakukan itu, maka kita akan ada indeks-indeks terkait dengan pelayanan publik. Maksud saya janganlah kita bekerja itu dengan tujuan untuk meningkatkan semua indeks yang ada. Kalau tujuan kita ini sudah bekerja untuk menunjuk menaikkan indeks, maka hancurlah kota itu. Karena yang kita sasar cuman ini. Akhirnya apa? Wis aku carani opak kita bujuki ongk kita gak. Saya gak peduli itu. Maka saya bilang sama teman-teman KMK Surabaya, saya nak peduli yang namanya penghargaan. Kalau penghargaan itu bisa menghancurkan persaingan antar OPD. Saya tidak mempedulikan yang namanya indeks pengakuan kalau yang teman-teman ini akhirnya saling menjatuhkan. Maka saya hilangkan itu. Maka saya lakukan yang pertama saya katukan, Pak. Mana di Indonesia yang ada seluruh ASN-nya memberikan zakat kecuali Surabaya? Saya sampaikan pada waktu itu ketika kita ingin nama pemerintah kota kita seperti perahu. Maka perahu ini bisa bocor atau tidak bocor dengan kelakuan kita. Maka untuk menutup kebocoran itu hanya Tuhan yang bisa. Maka yang untuk umat muslim ayo nek awakmu ngeroso enak nang Surabaya keluarkan zakatmu. Kalau yang umat Kristen keluarkan persepuluhanmu. Maka di situlah keluar Basnas dan akhirnya [tertawa] Basnasnya kota Surabaya baru lahir. Tapi uang yang terkumpul paling besar se Indonesia. Karena saya bilang uangnya ASN yang terkumpul bukan buat saya fitnahnya dulu. buat saya, Pak. Mac, Pak. Diwe politik Pak wali gawe kampanye wong gendeng. Saya bilang akhirnya saya tunjukkan ASN yang masuk tadi ada rumah tidak layak Uni dibangun ini uangnya tak tunjuk loh ASNASN ini loh ada ruti lahu, ada sekolah gratis itu adalah uang zakat yang kamu berikan. Yang kedua saya bilang lagi untuk ASN kamu belanja janganlah ke toko modern. Wong kita sudah tahu bahwa ada UMKM kita jual beras, kamu belanjanya ke toko modern. Maka mulai hari ini jangan keluarkan uangmu, pindahlah belanjamu. Covid-nya juga besar. Akhirnya belanjanya dipindah ke UMKM. Maka kami punya namanya IPKEN. Apa itu? Belanja ASN itu belinya di UMKM. Akhirnya uangnya bergerak 180 M yang berputar di sana. Akhirnya kepuasan publik naik, ini naik. Nah, jadi jangan lihat ini dulu, Pak Kadi. Karena kalau lihat ini dulu, maka yang kita cari adalah popularitas. Akhirnya persaingannya enggak sehat. Sudahlah itu tinggal sing dunyo-duno ditinggal. Insyaallah kalau sudah yang namanya akhirat kita kerjar bersama dengan teman-teman, akhirnya naik sendiri kok. Reformasi birokrasi kami bisa jadi aa. Terus setelah itu publik, pelayanan publik kita naik, orang percaya. Ya, itulah yang kita kerjakan. Jadi yang saya bilang tadi, janganlah kita lihat apa yang menjadi popularitas kita yang menaikkan angka. Enggak. Jangan demi Allah karena saya PNS, Pak. ASN saya duduk wong politik pure yang saya tidak berpikir. Saya di sini pun juga ngeliru kok. He k ngene politik yo sing ngene jadi ngene ngene. Nah kan jelas ini ini kayak begini nih. Ini kayak begini. Bayangkan saja politik itu susah kok. Saya itu tidak senang medsos. Tidak senang medos saya itu. Tapi ketika saya dulu di periode pertama saya tidak keluar di medsos, orang tanya walikota itu i gak tahu ketok kerja. Tapi padahal di situ turun kemiskinan, turun drastis yang namanya sting. Orang enggak lihat itu. Yang di setelah itu saya baru ikutos. Setelah itu saya muncul terus ditanya lagi, "Oh, walikotanya muncul terus tapi dinas-dinasnya tidak berjalan. Walikotanya pencitraan." Edan saya bilang, "Sudah, setelah itu saya gerakkan teman-teman kamu berjalan. Tampilkan di mesosnya teman-teman dinas agar masyarakat siapapun walikotanya jenengan jalan. Contoh kemarin ada dugaan pelecean oleh jugir liar teman-teman langsung jualan kerja dan dimanjukkan di medos. Setelah itu ada orang yang minta kebersihan keamanan kita turunkan satpol yang jarang langsung satpol dinaikkan di meos ngomong maneh, Pak. Woh, sekarang rakyat sudah bersatu dinasnya sudah bergerak. Walikotanya di mana? Enggak turun. Geneng Bapak Nurutiu enggak mesan diwar enggak kerjo. Kalau muncul pencitraan kalau yang bergerak dinas katanya walikotanya enggak enggak kerja maka jangan pernah mendengarkan manusia berbicara tapi yakinlah Quran dan hadis kalau ya kitab Injil dan lainnya letakkan dalam hati dan Pancasila jalankan nilai-nilainya. Orang berbicara jangan pernah didengarkan. Insyaallah akan mendapatkan hasilnya. Pak harus gitu. Insyaallah jenengan bisa. Saya menjalankan hanya ini kok, Pak. Apa namanya keyakinan dan ketika saya menjadi PNS, ketika jadi ASN itu yang saya lakukan hari ini ketika menjadi walikota. Karena tadi kalau jenengan ikut dalam berpolitik tadi ngene salah ngono salah podo lek on hadis yang jangan pernah itu seorang ayah dengan anaknya naik keledai bapake munggah keledai anake sak mlaku salah anake diunggahno bapake tu anake salah wong loro melaku gandong kelede disalahkan juga bapak anak wong podo mendeme wong gak akan ditumpaki ya iku l nuruti menungso ngomong kalau kita cari popularitas maka kita mendengarkan orang bicara kita bingung akan mengambil langkah apa. apa. Tapi yakinlah ketika langkah itu sudah benar, tidak melanggar syariat akidah agama dan itu menjalankan nilai-nilai Pancasila yakin untuk [tertawa] berjalan gitu, Pak. Matur nuwun. Bagaimana Pak Kasiadi? Sudah cukup jawabannya. Baik, terima kasih, Bapak. Salam untuk teman-teman semua di Mojokerto. Oke, Pak Eri kalau masih ada dua penanya lagi bolehkah? Monggo, Mbak. Monggo. Gak apa-apa. Oke. Baik. Ini sudah ada yang bergabung bersama kami di sini. Coba kita cek dulu sudah on camkah. Ada Bapak Usmar ya. Tadi sudah rais hand. Sebentar kita cek Pak Usmar apakah sudah bergabung? Sudah. Oke. Sudah tapi belum ada nih di sini. Belum terlihat. Ya sudah. Oke. Baik. Selamat siang, Pak Usmar. Selamat siang, Pak Usmar. Dari instansi mana, Bapak? Dari PU Binamarga Provinsi Jawa Timur. Oke, ini silakan langsung, Pak, pertanyaannya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Yang terhormat Bapak Erik Jayadi Pakota Surabaya. Iya. Salam jumpa, Pak Erik. Erik, saya cuma nanyakan kesulitan atau kendala-kendala apa yang dialami untuk memajukan Kota Surabaya serta bagaimana memecahkan masalahnya. Mungkin itu Pak. Makasih. Terima kasih Pak Usmar. Matur nuwun Pak Usman. Ini biasanya sering berkolaborasi kalau dengan pembina margeng ya. Satu kendala apa yang paling berat hati Pak kalau kita ini selalu menimbulkan persaingan dan mohon maaf ketika kepala OPD tidak bisa menghentikan persaingan itu, maka jangan pernah kita berharap akan bisa berhasil. Itu yang pertama. Yang kedua, ketika persaingan sudah selesai, maka bagaimana di dalam satu dinas itu antar bidang saja. Nah, ini antar bidang saja, Pak. Itu harusnya bisa berkolaborasi. Tapi coba lihat antar bidang itu iso-isoikut-sikutan, Pak. Cidak-cidak kepala dinas agar apa? Agar nanti cepat naik pangkat. Nah, ini yang terjadi. Makanya saya bilang di Surabaya, ketika kamu mau naik, maka kepala bidang pun di tempat kami itu punya output dan outcome. Siapa yang bisa memenuhi output dan outcome itu, maka silakan bersaing untuk menuju menjadi kepala dinas. Saya tidak pernah tahu siapa dan dekat dengan siapa. Ini yang harus kita lakukan. Maka ketika kendala-kendala itu bisa kita hilangkan, maka kita akan cepat melakukan baikan. Yang ketiga, berani mengakui kekurangan dan kesalahan. Jadi, lek ono kelahe yo awak harus berani bertanggung jawab dan memperbaiki kesalahan itu. Bukan untuk dilemparkan kepada temannya. Dulu namping ngono, Pak. Sing salah iki loh, Pak. Tak celuk kabak, dua-duanya saya dudukkan langsung. Ingat loh, itu satu waktu saya jadi kepala dinas. Kita ini atas nama Cipta karya bukan atas nama bidang. Kalau bidang ini baik, bidang itu jelek, output bidang ini baik, output bidang itu jelek, maka Cipta Karya tetap namanya jelek. Dan alhamdulillah Cipta Karya pada waktu saya belum menjadi belum menjadi ini ya, belum menjadi Kadis itu PAD-nya 50 M, Pak. Tapi ketika saya jadi Kadis, PAD-nya naik jadi 245 M. Berarti berapa kali lipat? Karena saya menggabungkan semua kepala bidang. penyerapan yang biasanya 6 73 74 kadang 68 zaman saya penyerapannya jadi 93%. Nah, itulah yang saya tunjukkan bahwa ini harus bersatu. Maka ketika saya menjadi walikota, bukan lagi kabitnya yang saya satukan, kepala dinasnya yang saya satukan. Ilmu yang saya punya, yang saya dapat ketika menjadi [tertawa] kepala dinas saya ambil menjadi saya jalankan pada waktu menjadi walikota. Jadi memecahkannya seperti apa? Ya, tadi itu kita sebagai saudara kalau saya bilang pemkot itu adalah rumah kita maka pemkot itu baiki janabi, rumahku surgaku. Lah sekarang Pemkot bapake sopo? Eri Cahyadi karena dipercaya sebagai walikota. Maka ada yang ditugaskan yang diingatkan ku anfusakum waikum naro. Bebaskan dirimu, keluargamu dari api neraka. Berarti aku bertugas seperti itu, Pak. Maka hari itu saya harus menyatukan semua orang. Ayo rek zakat bareng. Ngelingno sak kuat-kuate awakmu. Tapi lek dosone akeh awak dewe iki dosa termasuk aku dosone akeh. Enggak mungkin berkah. Enggak mungkin kota itu akan melejit. Enggak mungkin karena Tuhan tidak akan pernah memberikan itu. Pengawat dewek ngongkonong berbuat baik tapi kita sendiri kong zakat enggak gelem. Ketokno hewannya ya kan nanti susah. Terus kita bilang kita berilah produk yang UMKM tapi kita enggak mau makai produk UMKM. Nah, ini yang kita ajarkan kepada teman-teman yang ada di Surabaya. Memecahkan masalahnya seperti apa? Diri kita sendiri. Dengan cara apa? Saya pun sebagai walikota tidak pernah saya ngomong, "Aku walikota gak pernah, Pak." Demi Allah. Kalau ada yang baik saya tidak pernah mengatakan iki perkoro walikotane, demi Allah gak. Maka saya berani, Pak di luar. Surabaya enggak butuh walikota. [tertawa] Surabaya enggak butuh jenenge pemimpin. Surabayo itu butuh orang-orang ASN yang luar biasa. Dan semua stakeholder itu bersatu padu bisa berkolaborasi. Maka Surabaya tidak butuh yang namanya walikota. Kira-kira walikota i Pak sing paling ngomong kayu. Ya, ini yang saya ingin sampaikan. Maka jangan pernah tergantung satu orang, tapi kekeluargaan kitalah yang bisa menjadikan kota itu menjadi berkah. Itu Pak Jadi membencakannya masalahnya seperti itu, Pak. Pak Usman matur nuwun, Pak Utsman. Saya tetap belajar ke Pak Usman lah. Matur nuwun. Matur nuwun Pak N. Terima kasih, Pak Usmar. Baik, masih ada satu penanya lagi, Pak Eri. Namun sebelumnya saya ingin menyapa dulu yang sudah bergabung di live YouTube-nya BPSDM Jatim TV sudah ada @procomput. Eh, beliau berkata, "Tolong implementasi dan replikasinya ke daerah atau ke kota lain, Pak." Terutama sesama seJawa Timurnya. Begitu. Kemudian juga eh @ Rudianto, beliau juga ee chat mantap pemimpin Surabaya. Semoga menular ke pemimpin 38 kabupaten kota di Jawa Timur. Kalau bisa se-Indonesia lah ya. Amin. [tertawa] Oke. Luar biasa. Memang ini di kalau Bapak lihat chat-chatnya ini, waduh benar-benar ee ini fans-nya Bapak semua nih sepertinya yang ada di sini ya. Dan kita bal lagi ke Zoom Zoom meeting ini. Siapa lagi yang sudah menggunakan feature raise hand? Coba kita cek terlebih dahulu. Oke, sudah ada Bapak Iskandar. Selamat siang, Pak Iskandar. Asalamualaikumuh. Semangat pagi menjelang siang, Mbak. Semangat pagi sem pagi, Pak Iskandar. Pagi. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ini Pak Iskandar dari Lapkesmas Trenggalek ya? Betul. Saya luar biasa nih sama apa yang dipaparkan Pak Walikota kita Pak ini luar biasa. Sama Pak saya dari golongan 2A malah Pak. Ah, sama Pak. [tertawa] Oke. Begini Pak, saya ingin tanya langsung. Boleh ya, Mbak? Boleh. Boleh. Silakan. Oke. Begini Pak. Ini kan sekarang kita transformasi kesehatan yang sudah disampaikan oleh Pak Menkes ee Pak Budi dari masih zamannya Jokowi kemarin. Bahkan kita sudah launching ya lapkesmas. Makanya saya kasih nih Lapkesmas Trenggalek, Pak. harusnya masih laboratorium kesehatan daerah yang merupakan penguatan untuk transformasi kesehatan ee mulai kita dari COVID kemudian sampai sekarang bahwa lab itu sangat ee punya peranan penting juga dalam hal tadi di program Bapak untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kota Surabaya. Nah, bagaimana dengan di Surabaya sendiri? Nyun sewu, Pak. Eh, saya kebetulan juga pengurus ketua Aslap Kesda Indonesia. Jadi asosiasi kesehatan daerah untuk ketua dua ya, Pak ya. Ini wakilnya ada ketua umumnya. Mohon izin, Pak. Lapkesdanya Surabaya mohon di-kan, Pak. Jadi lap kesmas juga, Pak. Karena apa namanya agar nanti dalam menjalankan kegiatan operasional dan sesuai standar KMK 1801 tahun 2024 tentang Lapkesmas Pak bisa terpenuhi dengan baik. Izin Bapak ya, mohon maaf ee karena saya melihat dari 32 di kabupaten kota di Jawa Timur, Lapkes Surabaya itu belum berupt sendiri. Izin kalau saya salah. Jadi hanya itu, Pak, yang saya harapkan agar ee peran dari Lapkesmas nanti menjadi lapkesmas ya. Kita bertransformasi yang awalnya Aslap Kesda itu benar-benar kita sama-sama mengkawal agar ee masyarakat Kota Surabaya juga apalagi dengan kondisi ada hal-hal yang ee luar biasa ya menurut saya teman-teman di Surabaya itu ee yang dipimpin oleh Bu Umi. Jadi mohon Pak ee izin itu saja ee masukan dari saya Pak. yang lain programnya luar biasa, Pak. Insyaallah mudah-mudahan kami juga bisa mencontoh di sini walaupun dari lingkup UPT. Terima kasih, Pak. Terima kasih, Pak Iskandar atas masukannya. Bagaimana, Pak Eri? Apakah memang matur nuwun, Pak Iskandar, kami memang akan bergerak ke sana tapi ada satu target yang memang saya perintahkan dan harus tercapai karena saya tidak ingin UPT-UPT itu hanya terbentuk dan menjadi UPT-UPT biasa seperti OPT parkir. Jadi, jadi ya hanya begitu-begitu saja. maka saya punya target-target tertentu yang nanti insyaallah ketika bisa mencapai itu maka saya akan berubah menjadi sebuah UPT. Karena saya punya pengalaman yang lama-lama karena kita hanya mencari, "Oh, pokoknya UPT aturannya UPT." Tapi setelah jadi UPT lihat Pak Iskandar ya gitu-gitu saja enggak ada enggak ada gregetnya dan saya tidak ingin terjadi di zaman saya. Karena kalau saya sudah membuat itu dan terjadi di zaman saya, dosa saya berkelanjutan nanti. Jadi nanti insyaallah saya sepakat dengan Pak Iskandar karena memang ada beberapa Pak yang kita akan jadikan OPT di Kota Surabaya ini bukan hanya lapida saja tapi memang harus ada target dan cara kinerja yang harus mereka jalankan dulu dan saya harus bisa mantau dulu F insyaallah dalam waktu tidak lama juga akan bisa menjadi UPT nanti di Surabaya. Matur nuwun Pakandar sukses selalulah ada di Trenggalek. Saya juga belajar banyak dari semua tempat yang ada di Jawa Timur dan Indonesia. Terima kasih Pak Iskandar. Luar biasa ya sarannya. Semoga bisa membangun Surabaya dan tidak hanya Surabaya, semua Indonesia ya. Amin. Amin ya rabbal alamin. Baik, sudah tiga pertanya kami hadarkan di sini. Mohon maaf untuk pertanyaan lain yang pertanyaannya barangkali belum bisa disampaikan. Pak Eri misal nih ada sobat ASN yang ingin bertanya, ada jalur ee langsung ke Pak Eri kah atau bisa lewat DM di Instagram kah atau bagaimana, Pak? Saya ada DM di Instagram, ada di wargaku sama saja, Mbak. Jadi semuanya kita kerjakan semuanya. Oke. Karena kalau nomor telepon saya ini juga banyak yang masuk ini warga ini. Karena nomun saya bukan telepon umum, bukan telepon khusus. Semua orang tahu. Jadi kalau berkeluk ke saya ya di sini sampai-capek kadang-kadang lihatnya. Ah kan nomor saya umum semua orang tahu. Oke. Jadi silakan teman-teman [tertawa] ASN kalau ada yang mau WA mau apa silakan. Saya juga banyak belajar loh Mbak. Kita sama-sama manusia itu kan tidak ada yang sempurna tapi bagaimana kita saling menguatkan satu dengan yang lainnya dan saling membantu. F insyaallah itulah yang akan menjadi kita jadi lebih baik lagi sebagai saudara ila yaumil kiamah. Oke. Baik. Barangkali boleh dicatat nih, Sobat ESN nih. Nomor WhatsApp-nya Pak Eri Cahyadi. Nah, ada 0821 eh 082131 sor 886. Oke, sudah dicatat ya, Sobat Ayah saya nih ya. Baik, kalau begitu sekali lagi yang terakhir Pak Eri boleh dong berikan closing statement untuk seluruh sobat ASN yang bergabung di ini. Matur nuwun. Saya hanya ingin menyampaikan sobat-sobat ASN, saudara-saudara saya, jenengan adalah pemimpin sejati. Jenengan adalah orang yang bisa merubah nasib masyarakat di tempat jenengan. Dan yang kedua, bekerjalah dengan hati. Jangan ikut dalam hal yang tidak pemerintahan. Mohon maaf seperti kami, seperti saya yang jadi walikota hanya maksimal 2 periode 10 tahun. Tapi jenengan akan lama bertemu dengan masyarakat. Maka bersatulah para ASN, berkolaborasilah para ASN. Karena sejatinya kepala daerah yang sesungguhnya adalah para SN di pemerintah. Ketika rakyat semakin cinta dengan pemerintahnya, fa insyaallah di situ akan muncul sebuah kebahagiaan, akan muncul sebuah kepercayaan, dan akan muncul sebuah kolaborasi. Sukses selalu buat teman-teman ASN. Matur nuwun, Pak. Terima kasih Bapak Walikota Surabaya, Dr. Air Cahyadi, ST, MT. Terima kasih Bapak sudah bergabung bersama kami di tengah kesibukannya luar biasa. Sehat dan sukses selalu Bapak. Silakan. Baik. Saya pamit dulu. Oke. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semuanya. Matur nuwun. Selamat siang. Baik terima kasih. Silakan untuk melanjutkan ke kegiatan yang lainnya. Wow. Sobat ASN di tengah padatnya schedule beliau masih menyempatkan untuk memberikan motivasi, memberikan ee insight-nya ya, membagikan insight-nya bersama dengan kita semua di sini. Luar biasa. Ini baru narasumber yang pertama loh. Masih ada dua narasumber lagi yang akan kami hadirkan di ASN belajar seri 43 tahun 2025 ini. Jadi, Sobat ASN jangan ke mana-mana. Tetap bersama kami di ASN Belajar seri 43. Baik sahabat ASN, masih bersama dengan kami di SN belajar seri 43 tahun 2025. Dan di segmen kali ini waktunya kita untuk mendapatkan materi mendengarkan langsung materi yang akan disampaikan oleh narasumber kita yang kedua. Beliau adalah dosen pendidikan sejarah di Universitas Negeri Surabaya. Siapakah beliau? Langsung saja kita sambut bersama Bapak Rojil Nugroho Bayu Aji Shum, MA. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk semuanya. Sehat selalu. Selamat pagi, Pak Rajil. Bagaimana kabarnya hari ini, Pak? Alhamdulillah baik hari ini. Wah, Pak Roil hari ini ee kelimis sekali, Pak, ya. Ini begitu bersemangat ini sepertinya untuk menyapa seluruh sobat ASN yang sudah hadir dari seluruh Indonesia loh, Pak. Monggo, Pak. Disapa terlebih dahulu, ya. Selamat pagi semuanya para ASN dan ee selalu semangat begitu bekerjanya dan saya juga termasuk ee ASN juga begitu ya yang kemudian harus menyemangati diri sendiri, menyemangati bersama dan juga nanti kita ee intinya belajar bersama terkait dengan bagaimana ASN melayani dengan baik dengan pendekatan sejarah dan memperingati spirit of virus soul of service. Oke. Baik. Karena tanpa ada sejarah kita tidak ada di sini ya, Bapak. Ya, benar sekali. Karena ee negara kita semuanya ini adalah warisan dari para pendiri bangsa kita. Sehingga hari ini yang kita mewarisi harus memberikan pelayanan yang terbaik sehingga para pendiri bangsa kita bangga dengan kita hari ini yang kemudian memimpin dan menyelenggarakan negara ini dengan baik pula. Oke. Baik. Jadi eh Bapak Rojil untuk segmen kali ini untuk penyampaian materinya waktu yang akan kami berikan adalah 30 menit. Setelah Bapak Selesai menyampaikan materi barulah sesi tanya jawab bersama dengan Sobat ASN akan kami buka. Begitu ya Bapak ya. Dan untuk Sobat ASN selama Pak Rajil menyampaikan materinya silakan catat dulu pertanyaannya. Boleh dicatat langsung di kolom live chat apabila Anda bergabung lewat live YouTube BBSDM Jatin TV atau tuliskan di kolom chat-nya Zoom meeting. Nanti bisa ditanyakan secara langsung ketika sesi tanya jawab dimulai. Baiklah kalau begitu Pak Rojil silakan langsung disampaikan materinya ya. Ee terima kasih ee Bu Anisa yang memberikan kesempatan kepada saya untuk memberikan ya belajar bersama terkait dengan eh ASN melayani melalui Spirit Heroes dan Soul of Service. Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati. Ini merupakan kesempatan yang luar biasa bagi saya. Terima kasih untuk BPSDM Provinsi Jawa Timur. Terima kasih ee semuanya telah memberikan kesempatan kita pada pagi hari ini. Ee Bapak Ibu sekalian ee kita akan belajar bersama terkait dengan apa sih sebenarnya spirit ee pahlawan yang bisa kita kontribusikan dalam melayani. Nah, kita semuanya pasti ingat bahwasanya pahlawan ini merupakan sosok yang harus kita teladani sampai kapanpun dan kita pasti memiliki sosok-sosok ee pahlawan yang menjadi inspirasi e kita sebagai bentuk penghargaan ya. Kenapa hari pahlawan itu muncul? Ini tidak lain karena ada penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dalam mengusir penjajah. Dan saat itu para pejuang memberikan apa? menyerahkan dirinya begitu ya. ee berjihad kalau dalam konteks pendekatan ee keagamaan dan itu semua bergerak menuju ke Surabaya di peristiwa 10 November tahun 1945. Oleh karena itu, pada tahun 1959 ini pemerintah menetapkan tanggal 10 November sebagai hari pahlawan melalui keputusan Presiden nomor 316 tahun 59 tentang hari-hari nasional yang bukan hari libur dan ditandatangani oleh e Presiden Soekarno dan ee Presiden Soekarno juga ee memberikan memberikan sumbang sih ya ketika di ee Surabaya saat itu ada banyak kemudian monumen-monumen yang kemudian sekarang kita kenal sebagai ee Tuku Pahlawan dan ee Museum 10 November ini juga menjadi salah satu bagian ee Surabaya sebagai patokan bahwasanya hari Pahlawan ini diperingati karena peristiwa 10 November itu. Nah, siapa sebenarnya pahlawan itu? Kalau kita merujuk kepada peraturan perundang-undangan ya, ada kata bahwasanya ya pahlawan sendiri secara umum dapat disimpulkan sebagai sosok yang berani berkorban untuk mengatasi masalah bangsa. Nah, ini ee sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 33 tahun 9. Nah, kemudian bagaimana dengan pahlawan dari konteks Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang gelar tanda jasa, dan tanda kehormatan ee pahlawan kurang lebih adalah warga negara yang melakukan tindak kepahlawanan. Jadi tindak kepahlawanan ini lebih sifatnya kepada patriotisme ya tindakan yang nyata berjasa dan berkorban untuk bangsa dan negara serta tidak melakukan tindakan yang menodai nilai perjuangannya. Nah, ini penting. Jadi ee dalam konteks ee peraturan perundang-undangan, pahlawan itu ya tidak pernah menodai ee perjuangannya, tetapi yang namanya manusia tidak pernah luput dari ee sebuah kesalahan. ee setiap orang pasti memiliki kelebihan dan ee kekurangan. Tetapi apa yang kemudian dilakukan dalam proses ee memperjuangkan dan memberikan subangsi itu yang menjadi poin penting. Dan ada juga ee istilah pahlawan nasional warga negara Indonesia yang berjuang melawan penjajah yang gugur atau meninggal demi membela bangsa dan negara. Namun demikian ee Bapak Ibu sekalian, ada juga ee istilah yang kemudian atau ketentuan-ketentuan syarat-syarat yang dimunculkan dalam ee peraturan perundang-undangan tersebut dari UU 20 tahun 2009 adalah orang yang menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi bangsa dan negara. yang ini juga mencirikan nilai kepahlawanan. Jadi kalau kemudian ee kita ini ya mungkin saya era milenial ada di atas saya generasi X. Kemudian sekarang juga banyak juga ASN yang generasi em Z ya. Nah, ini mayoritas sekarang ya generasi milenial dan generasi Z yang kemudian berada di ee ujung tombak untuk melakukan ee proses pelayanan sebagai ee ASN. [musik] Nah, ini yang yang perlu kita ee garis bawahi bahwasanya ee kita semuanya juga bisa memberikan sumbangsi yang itu berkaitan dengan prestasi karya yang luar biasa bagi bangsa dan ee negara kita. Nah, Bapak, Ibu sekalian ee rekan-rekan ada yang menarik dari survei atau jajak pendapat Kompas ya meskipun ini sudah dilakukan di tahun 2019 yang tetapi hari ini masih ee relevan dan belum ada lagi survei atau jejak pendapat di kalangan ee anak muda. Ini sebenarnya konsep yang harus terus di dilakukan untuk melihat sejauh apa ee pandangan-pandangan generasi muda ini. Kalau dulu kita diajarkan, kita hafal pahlawan-pahlawan nasional kita ya, kita ujian di sekolah keluar dulu ada PSBB gitu kan ya, pelajaran yang mungkin generasi eh milenial dan generasi X atau bahkan eh baby boomer itu ya merasakan itu kalau kemudian tidak hafal dimarahi oleh gurunya begitu ya. Jadi kalau sekarang mungkin akan lebih berbeda konsep anak-anak muda ya, terutama generasi mil dan generasi Z memandang tentang ee kepahlawanan dan siapa sih pahlawan. Nah, ada kriteria untuk mengukur kepahlawanan seseorang ini dilihat yang pertama yang tertinggi adalah mempertahankan atau mengutamakan kesatuan bangsa. Nah, kalau dulu itu ya berjuang melawan penjajah. Kalau sekarang ya mempertahankan, mengutamakan kesatuan bangsa. Jadi sebenarnya anak-anak muda kita itu kelihatannya bosan dengan kegaduhan-kegaduhan yang terjadi. Kemudian yang kedua, berani menegakkan keadilan dan kebenaran. Yang ketiga, berprestasi dan berguna bagi banyak orang. Jadi di nomor ini 21% berprestasi dan berguna. Jadi berguna ini nanti ya kita bisa memaknai dari ee diri kita masing-masing dari konteks sosial dan em di lembaga kita masing-masing. Yang keempat, berani berkorban untuk kepentingan umum. Jadi ya dia tidak mendahulukan kepentingan ee pribadinya ya. Selanjutnya ada yang tidak tahu dan lainnya. Terus kemudian sosok apa yang paling menggambarkan pahlawan mereka ini? Yaah ini ini kalau kita dulu pahlawan ya mereka yang berjuang begitu. Nah, ini sosok yang paling tepat menggambarkan pahlawan bagi anak muda adalah yang pertama sosok yang kreatif dan inovatif di bidang teknologi seperti startup. Nah, ini yang yang menjadi berbeda antara generasi dulu dengan sekarang. Yang kedua, influencer, youtuber, selepgram, blogger, dan lain sebagainya. Maka dari itu mungkin ee tadi Bapak Iri Jayadi sudah menjelaskan detail luar biasa terkait dengan bagaimana inovasi dan yang terjadi di Surabaya sebagai salah satu bentuk untuk melayani masyarakat dan ee kami pun yang ada di Surabaya sangat merasakan bagaimana pelayanan-pelayanan yang prima dilakukan oleh pemerintah kota termasuk juga pemerintah provinsi Jawa Timur dalam ee melakukan handling link system dan lain sebagainya terkait ee pelayanan yang diberikan kepada ee masyarakat. Nah, sekarang kan lagi ramai juga itu ya di sosial media yang itu menjadi salah satu seperti iya akuntabilitas apa yang sudah dilakukan kemudian di tampilkan ke dalam media-media ee kontemporer, media-media populer yang itu ee tadi diceritakan ya masih alah yang kemudian melakukan ee penilaian negatif ya ini enggak enggak enggak kerja atau kemudian kalau ee dinasnya lebih aktif diang atau tidak bekerja. Kemudian kalau terlalu aktif nanti ee pencitraan. Nah, itu ee menjadi ya dilema yang yang nyatanya kalau kita lihat dari data ya ini menjadi penting begitu ya untuk menginfluence ee siapapun di dalam ee kegiatan yang itu membawa kebaikan. Jadi tidak perlu khawatir Bapak Ibu ASN ketika ee melakukan apa ya namanya melakukan gerakan-gerakan yang kontemporer yang itu populis di ee mata ee masyarakat atau anak-anak muda. Karena itu bagian juga memberikan informasi sebagai ee pelayanan yang kemudian dilakukan dan itu sifatnya enak kok karena kalau sosial media ataupun ee dunia digital bisa disebarluaskan terlepas nanti apakah masyarakat itu memandang negatif atau positif itu tergantung dari ee mereka masing-masing. Yang ketiga adalah entrepreneur yang menciptakan lapangan kerja. Nah, jadi sekarang membutuhkan ee banyak lapangan kerja. Jadi, pekerja-pekerja kreatif itu menjadi salah satu yang kemudian harus dilayani. Semisal ee layanan untuk melakukan perizinan dan lain sebagainya itu menjadi hal yang penting. Yang ke empat, ilmuwan. Kemudian kelima, orang-orang yang mengharumkan nama bangsa di bidang seni dan budaya, tokoh agama. Terus kemudian ada atlet-atlet yang membawa nama Harum Bangsa di kanca internasional. Ada tidak tahu delan lainnya 3,9%. Nah, ini tidak ada sosok politisi di sini ya. tidak ada sosok politisi. Ini yang menjadi ee penting. Artinya ya ini bisa menjadi bagian penting. Ternyata melayani ini harus dilakukan secara kolektif, tidak hanya terpusat kepada sosok seseorang atau pemimpinnya, tetapi semua kalau di ee pemerintah daerah ya OPD-UPD-nya bergerak semuanya. semua melalui fungsi masing-masing memberikan pelayanan yang prima. Nah, ini sosok-sosok di sini ya. Jadi, Bapak Ibu kalau dulu itu kita mengenal para pahlawan-pahlawan yang ada di buku pelajaran, mungkin hari ini kita akan melihat siapa sosok-sosok yang dikenal. Kalau dari ilmuwan ya dalam beberapa tahun saat ini Bapak Habibi ini yang menginspirasi untuk kemudian dianggap sebagai sosok pahlawan dalam ilmu pengetahuan termasuk dia juga ee tokoh bangsa kita. Kemudian yang paling banyak kalau sekarang lagi ramai ya kemarin meskipun kalah meskipun tidak lolos ya timnas Indonesia menjadi salah satu ya inspirasi bagi semua orang gitu kan. Mereka berjuang di atas lapangan hijau. Bahkan ada yang dihujat, tetapi mereka terus melakukan ee layanan ya untuk kemudian melakukan yang terbaik di atas lapangan hijau. Apa apakah nanti dibully atau apakah nanti mendapatkan puja dan puji begitu ya. Ya, itulah ee namanya permainan gitu ya. Ketika kita bermain tidak baik maka akan mendapatkan kritikan. Ya. Kemudian kalau kita mendapatkan pujian, maka kita melakukan servis pelayanan yang terbaik dan kita tidak boleh kemudian baper juga ya karena ee apa yang terjadi di dunia nyata maupun dunia maya mungkin itu bagian dari cerminan yang ingin diluapkan. Karena ee kalau kita melihat ada tipologi generasi Z itu mereka berani mengungkapkan sesuatu. tanpa tedeng aling-aling ya artinya ya sudah mereka melakukan ee kritikan kritikan di sosial media mereka ya natural seperti itu ya itu ya suara-suara mereka yang kemudian harus kita dengar tidak boleh kemudian harus kita bungkap jadi nanti kalau Bapak Ibu melakukan pelayanan terus di apa namanya dikomplain dan lain sebagainya nah itu anggap saja A sebagai masukan. Tidak boleh kemudian komplain-komplain itu kita anggap sebagai hal yang kemudian harus kita hilangkan. Ee karena pastilah kita akan mempertahankan apa yang sudah kita lakukan dan lain sebagainya. Kami pun ee saya sebagai dosen juga seperti itu, Ibu, Bapak. Banyak kok masukan-masukan yang kemudian muncul ketika ada umpan balik dari mahasiswa itu yang mengkritik saya, mengkritik sistem di perguruan tinggi dan lain sebagainya. dan bahkan itu bisa diramaikan di sosial media yang itu di luar kendali kita semuanya. Tinggal bagaimana handling systemnya begitu. Nah, untuk melayani mereka karena hari-hari ini ketika saya di kampus begitu mahasiswanya semakin banyak apalagi Unesa ya banyak sekali begitu dan saya rasa di tempat-tempat yang lainnya juga banyak. Jadi layanan-layanan harus prima. Sementara tenaga kita ya ee harus ada penambahan, ada penguatan sumber daya. Artinya saya dengan Bapak Ibu sekalian juga sama ya seperti manusia kadang lelah kadang kemudian harus ee memiliki spirit yang lebih dan lain sebagainya. Ada problem di rumah, ada problem di lingkungan, ada problem di kantor. Nah, itu pasti ya sedikit banyak mempengaruhi kinerja kita, tetapi kita harus terus melakukan. Itu seperti yang dilakukan oleh para tokoh-tokoh atau idola-idola yang menjadi apa namanya inspirasi bagi mereka ya. Kalau dulu palan perawan ini kalian ee teman-teman sekarang ya teman-teman anak-anak muda itu ya mengenal sosok-sosok ini ya. Ada Pala, Mario, kemudian Teva, eh Jus Chen. Nah, ini artis-artis gitu ya, polisi-politisi yang kemudian memiliki inovasi-inovasi itu pasti akan menjadi ee ruang-ruang yang akan mengisi anak-anak muda kita di dunia sosial dan media. Nah, kemudian bagaimana menjadi pahlawan di era kini. Ini sebenarnya saya menyemangati diri sendiri nih ya, karena saya juga ee ASN ya untuk melayani. Nah, pahlawan masa kini ee itu mereka yang melayani dengan ee keikhlasan. Bapak Ibu sekalian ee sebagai contoh nyata ada seorang guru misalnya begitu ya, guru yang memimping dengan sabar ya. Sekarang dosen pun juga harus membimbing dengan sabar karena dunia sudah berubah. Kamu tidak boleh melakukan lagi apa yang dilakukan oleh guru-guru kita waktu kita masih sekolah. Tidak boleh melakukan tindak kekerasan, baik itu kekerasan verbal, kekerasan fisik, kekerasan psikis, ataupun yang berkaitan dengan relasi kuasa. Begitu. Nah, ini kita harus membimbing, Bu. Jadi kalau kita itu dikomplain ya itu ee wajar kita tidak boleh ee dinik. Kemudian tenaga medis yang mul ini tanpa pabrik misal begitu di pelosok-pelosok dan ee banyak sekarang gerakan-gerakan yang justru dilakukan oleh tenaga medis ASN atau petugas publik yang bekerja dengan integritas. Ee semuanya ini memerlukan SOP juga ya. kemudian masyarakat yang aktif membantu sesama. Jadi semangat kepahlawanan adalah semangat pelayanan yang dilakukan secara bersama-sama. kita juga bisa memunculkan ya meskipun sifatnya jargon, meskipun sifatnya ini konsep-konsep, tetapi Bapak Ibu perlu juga menyemangati baik secara individual maupun secara kolektif di lingkungan kerja yang paling paling paling dekat dengan kita. semisal ya kemarin ee kita otak-atik ya, saya otak-atik ketika di di dikontak oleh BSDT semesal okelah kita melakukan semacam pelayanan sebagai wujud jiwa kepahlawanan yang berkaitan dengan servis. misalnya Bapak Ibu bisa menciptakan ee nilai-nilai yang sesuai dengan ee lingkungan kerjaanya scerity melayani dengan tulus empat merasakan kebutuhan orang lain. Terkadang kita itu kenapa harus membantu orang lain dan kita biasanya kita harus cekatan itu karena kita pernah merasakan hal yang sama. Misalnya kita melakukan dulu sebelum ya sebelum teknologi dan perbaikan-perbaikan dulu saat antri itu luar biasa lama layanannya susah lah sekarang kan tidak ada ya di Surabaya saya rasa layanan di Jawa Timur juga layanannya oke. Nah, ini kita juga harus bisa merasakan kalau orang lain tidak kita layani dengan baik, maka ya itu sama saja kita membiarkan masa lalu kita terjadi juga di sekarang. Kemudian responsibility, tanggung jawab dalam tugas. ee Bapak Ibu yang menjadi penting ini ee Mukhtar Lubis pernah menyampaikan begitu ya, masyarakat atau orang-orang Indonesia itu ee ada beberapa ciri yang salah satunya adalah lari dari tanggung jawab, kemudian suka mistis, kemudian ee hipokrit dan lain sebagainya. meskipun itu ee sifatnya generalisasi, tetapi ada benarnya juga kecenderungan lari dari tanggung jawab. Nah, kita tidak boleh. Kadang kita menyalahkan salah-salahan ini bukan aku ini tadi salahnya si A, si B. Terus kemudian kita seringkiali ya sudah kita salahkan si A, si B, kita bingung yang lainnya begitu ya. Nah, sebenarnya tanggung jawab ini bisa dimaknai tanggung jawab bersama. Kalau teman kita melakukan kesalahan, kita juga harus ikut ee mengingatkan atau kita juga harus ikut ikut memberikan supporting atau kita bisa ya untuk kemudian bekerja sama mengatasi pekerjaan ee teman atau kolega yang mengalami kesulitan. Jadi menjadi ee tanggung jawab bersama, tidak kemudian ee dilakukan secara ee personal. Atau begini, kadang itu seringki menyalahkan orang lain mencari gambung hitam. Nah, ini kalau ada goonan itu memoto di ee sosial media itu stop untuk blaming orang lain. Ya, kita harus belajar fengsui, mungkin apa namanya ee tata letaknya keliru dan lain sebagainya. Ini guyonan yang kemudian iya mengingatkan diri sendiri bahwasanya jangan menyalahkan ee orang lain ya. kita salahkan tata letaknya aja mungkin ee salah begitu ya. Itu akan lebih arif daripada menyalahkan kolega atau teman atau bahkan kalau ada temannya salah justru kita yang menghabisi dia begitu ya. Nah, itu tidak boleh karena ini wujud ee pelayanan bersama ya di dalam birokrasi seperti itu. Jadi juga sudah disinggung ya bagaimana kalau ada persaingan. Nah, itu harusnya dihindari. Kemudian melihat pelayanan sebagai panggilan. Jadi ya karena kita sudah mengabdikan diri kepada negara dan dibayar tadi ya. Ya kita malulah kalau enggak kerja tapi dibayar. Harusnya kita harus melakukan pelayanan yang ee prima, integrity, jujur dan konsisten. Nah, ini jujur dan konsisten ini memerlukan SOP ya. Kadang itu ada guyonan yang menarik dari Gusur gitu ya. ee tipe negara-negara dan tipe kerja misalnya ada yang banyak bicara banyak kerja seperti Amerika dan Cina gitu kan. Kemudian ada juga yang seperti ee Jepang sedikit bicara banyak kerja begitu ya. Ada juga yang sedikit kerja banyak bicara gitu kan ya. ada yang kemudian sedikit kerja ee sedikit bicara lah itu tipikal-tipikal kata Gusur seperti Afrika. Nah, terus kemudian ditanya, "Gus, kalau yang Indonesia apa, Gus?" Nah, sayangnya Indonesia ini tidak termasuk dari empat kategori itu, kan? Karena orang Indonesia biasanya itu apa yang dibicarakan dan dikerjakan itu berbeda begitu ya. Bukan banyak bicara, banyak kerja, tetapi apa yang dibicarakan, yang dikerjakan itu berbeda. Makanya kita perlu konsisten. Jadi terkadang ya kita lupa begitu ya apa yang kita rapatkan besoknya itu ya kita tidak kerjakan tapi rapat lagi begitu ya. Nah, gitu. Atau bahkan kita sepakati untuk melakukan A tetapi besoknya kita melakukan B lah seperti itu ya. Nah, itu yang kemudian menjadi penting ya untuk integrity kita. ee kemudian yang keempat ee ke 1 2 3 4 5 ya setia dalam pengabdian kemudian berusaha memberi yang terbaik dalam setiap pelayanan agar kita menjadi ee excellen. Jadi mungkin ini ee sifatnya bukan nyata ya, sifatnya bukan nyata juga ya. ini ee konsep-konsep yang mungkin alternatif-alternatif yang bisa kita lakukan untuk membuat atau menjaga spirit kita untuk terus melakukan pelayanan. Jadi ke depannya kita juga harus melakukan aksi nyata ya meskipun apa yang saya sampaikan hanya sekedar ee konsep-konsep saja. Jadilah pahlawan dalam pelayanan. Pahlawan sejati tidak hanya melayani dengan hati, tetapi juga berusaha memberikan hasil terbaik bagi sesama. Setiap tindakan pelayanan kecil ini menjadi kontribusi besar bagi bangsa. Mari wujudkan nilai kepahlawanan dalam tugas dan kehidupan sehari-hari kita. Saya punya pengalaman bekerja di Mahkamah Konstitusi pernah menjadi guru itu melayani hampir tiap hari. Bahkan dulu itu ketika di Mahkamah Konstitusi kalau lagi pengujian apa ini sengketa Pemilu KADA itu kabupaten kota itu banyak Bu lebih dari 500-an tetapi hari hanya 365 begitu ya. tiap hari masuk, du hari sekali masuk gitu kan ya. Layanan harus prima dan kebetulan saya di ee media begitu ya di press room-nya harus bikin rilis dan lain sebagainya. Kemudian wartawan yang telat itu perlu layanan. Kita layani semua rekaman-rekaman saat itu, Pak, ya. Di tahun 2009 2010 ya itu kami melayakun pelayanan terus itu semua melakukan pelayanan bisa diakses di website risalah, putusan dan lain sebagainya. Kemudian saat menjadi guru kami harus melayani ya hampir menjadi seperti orang tua siswa kita ya. Kemudian sekarang di perguruan tinggi semakin banyak mahasiswanya ya. Kita ya sebagai teman, sebagai guru, sebagai ee orang yang mengarahkan mereka atau menjadi partner untuk ee berhasil bersama. Nah, itu yang kemudian pengalaman-pengalaman yang ee kami lakukan. Bahkan ya kami yang berada di dunia kependidikan itu pulang itu juga membawa PR ya, tidak kemudian pulang terus kemudian bisa istirahat. Nah, itu juga harus dilakukan ya mungkin ya ada banyak juga yang melakukan ee mengeluh begitu ya. tetapi itu ya wujud dari diri kita yang sudah kita teguhkan untuk mengabdi sebagai ASN di wilayah kita masing-masing. Dan saya rasa nanti Bapak Ibu juga bisa ee berbagi cerita ya itu yang menjadi poin penting untuk penguatan ee bersama terkait memaknai hari pahlawan untuk selalu ee melakukan e pelayanan. Karena hari-hari ini tanpa pelayanan maka ee sistem negara ini tidak akan bisa berjalan dengan baik. Itu yang bisa kami sampaikan Bapak Ibu. Mohon maaf kurang lebihnya karena begitu banyak ee konseptual dan ee teoritik. Semoga nanti bisa ditindak lanjuti dengan contoh-contoh nyata yang diberikan dan dilakukan oleh ee Bapak Ibu sekalian ASN di seluruh ee pelosok negeri ini. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Rajil atas pemaparan materinya. Dan untuk sobat ASN apabila Anda ingin bertanya secara langsung kepada Pak Rojil untuk Anda yang bergabung lewat Zoom meeting silakan menggunakan fitur raise hand dan yang bergabung ataupun tadi ada beberapa yang tadi sempat chat ya di YouTube channel BBS JMJ TV tadi saya terlempar nih dari Zoom tapi enggak bisa masuk lagi tidak apa-apa tetap bisa bertanya lewat kolom live chat-nya BPSDM Jatim TV tuliskan pertanyaan Anda di sana dan di sesi berikutnya akan kami bacakan pertanyaan sobat ASN semua. Baik, Sobat TSN memasuki sesi tanya jawab bersama dengan Bapak Rojil dan silakan langsung untuk Anda yang bergabung lewat Zoom meeting langsung gunakan fitur raise hand saja. Sudah ada yang bergabung di sinikah? Coba kita cek terlebih dahulu. Pak Rajul berkenan ya Bapak ya. Tiga penanya akan kami hadirkan di sesi ini. Ya, boleh. Siap. Oke. Baik. Sebentar kita cek terlebih dahulu. Tadi sudah rais hand di sini ada Bapak Yuga dari Bekasi. Apakah sudah on cam? Sebentar kita lihat dulu sudah oncam kah Pak Yuga? Selamat siang Pak Yuga. Pak Yuga dari Bekasi. Siapa lagi yang sudah rais hand? Bapak Juniarso ya. Oke, sebentar kita cek yang sudah resen. Pak Juniarso, selamat siang. Selamat siang. Selamat siang, Pak Juniarso atau Pak Yuga ini. Oke, Bapak Juniarso ya. Mohon maaf, Bapak ini suaranya terdengarnya kurang jelas di sini. Barangkali bisa lebih dekat lagi atau menggunakan headset atau bagaimana begitu. Bagaimana kalau Pak Rojil di sana suaranya terdengar jelas enggak? Suara dari Pak Junior? Eh, terputus-putus. Terputus-putus ya. Oke, Teman-teman kru barangkali bisa dibantu supaya suaranya lebih terdengar. Oke, sebentar sambil dibantu oleh teman-teman kru di sini boleh coba dicek lagi Pak Junierso. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Pak Jarso dari instansi mana Bapak? dari saya kurang jelas ee barangkali bisa di-chat Bapak karena ini sepertinya kurang terlalu bagus sambungan internetnya. Pertanyaannya boleh ditulis lewat chat Bapak ya. Oke. Mohon maaf Bapak ini suaranya benar-benar tidak terdengar di sini. Silakan tuliskan pertanyaan lewat kolom chat nanti akan kami bacakan. Baik, terima kasih Pak Juniarso. Baik, kita beralih lagi ke sobat SN berikutnya sudah menggunakan fiture raise hand Bapak Nur Ilham. Bapak Nur Ilham, selamat siang. Sebentar belum omk terata ya, Pak Nur Ilham ya. Asalamualaikum. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bapak Nur Ilham dari instansi mana? Bapak dari BPSDM Sulawesi Selatan. Wow, BPSDM Sulawesi Selatan. Tepuk tangan dulu dong. Luar biasa. [tepuk tangan] Kita 1 Indonesia ketemunya di ASN belajar seri 43 ini ya. Benar. Oke, silakan langsung Pak pertanyaannya kepada Pak Rojil. I ya. Saya mangga bisa bergabung dengan kegiatan BPSDM Jawa Timur. Sangat menarik dan benar-benar ini semua daging materinya. utamanya materi yang terakhir ini saya tergelitik dengan ee narasi tadi bahwa Indonesia itu lain yang diucapkan, lain dikerjakan seperti itu. Ya, saya melihat juga memang bahwa kondisinya memang seperti itu. Nah, sekarang pertanyaannya apakah memang itu sudah menjadi budaya kita orang Indonesia? Lain yang dibicarakan, lain yang di sampaikan, diucapkan, lain yang dikerjakan. Nah, bagaimana korelasinya dengan jiwa kepahlawanan Indonesia? Nah, pahlawan Indonesia dulu-dulu itu tidak seperti itu. Tapi kondisi yang beralih sekarang makin ke sini makin beralih mental itu bahwa mental yang lain diucapkan, lain dikerjakan. Nah, kalau orang Bugis Makassar ada namanya Sirik Napace seperti itu yaopoli Temalara itu sangat menggugah jiwa patriotisme orang Bugis Makassar sehingga orang Bugis Makassar itu kebanyakan sebagian besar orang Bugis Makassar itu apa yang diucapkan itu yang dikerjakan sebagian besar loh ya tapi bukan berarti bahwa yang disampaikan tadi sama narasumber tidak ada seperti itu. ada seperti itu di Makassar, di Bukis Makassar ada. Cuman memang kebanyakan orang Bukis Makassar itu satunya kata perbuatan seperti itu. Saya kembalikan ke Nerator untuk diberikan ee pemahaman yang lebih detail ke saya dan teman-teman yang lain. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Nurilham dari BBSDM Sulawesi Selatan ya. Salam untuk teman-teman di Makassar semua. Bagaimana nih Pak Rojil? Karena memang kenyataan yang ada di lapangan seperti itu ya. Apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan ada yang sama tapi tidak sedikit juga yang jauh malah perbedaannya. Bagaimana nih Pak Rojil? Apakah budaya ini harus ditanam terus-menerus, kita pupuk? Bagaimana cara merubahnya? Ya, ee apa yang saya sampaikan tadi terkait dengan guyonannya Gus Dur itu salah satu yang perlu kita jadikan kritik ya. Jadi, Gusur itu kan ahli mengkritik diri sendiri begitu ya. Jadi, ada satir-satir bahwasanya Indonesia tidak termasuk dari empat ee apa ini cara kerja yang ada di dunia. karena apa yang dibicarakan dengan yang dikerjakan berbeda. Nah, ini ee kritikan saja Bapak pada kita semuanya termasuk diri saya lah. Kalau kemudian di birokrasi itu sudah ada SOP yang menjadi salah satu catatan untuk dilakukan, maka itu harus dikerjakan. Jangan sampai kemudian kita menyusun sesuatu yang sudah kita susun bersama, tetapi nanti biasanya ada orang-orang yang tidak sepakat melakukan kegiatan yang lain itu seringki. Nah, kalau kemudian di ee Bugis ada tadi spirit yang dibicarakan itu yang dilakukan. Nah, ini menjadi nilai-nilai lokal yang harus kemudian menjadi spirit di wilayah kerja masing-masing. Jadi ee Bapak Nur Ilham ini nantinya harus membuat semacam kekuatan bersama, gerakan bersama untuk mewujudkan ee spirit bahwasanya apa yang kemudian kita bicarakan, apa yang kemudian sudah kita putuskan, harus kita kerjakan di lingkungan kerja ee Bapak apabila itu bisa menjadi gerakan bersama. Luar biasa, Pak. kami yang ada di Surabaya mungkin juga tadi ada yang di Bekasi, oh ternyata di Sulawesi itu di Bugis itu memiliki spirit seperti itu. Nah, kami juga bisa, Pak, nantinya akan ee mengkolaborasikan atau kemudian nilai spiritnya juga kita ambil di sini, Pak. Karena ee ternyata ada budaya yang baik di Bugis yang kemudian harus kita ee adaptasi, harus kita terapkan di sini. Artinya marilah kita semua secara bersama menghilangkan budaya-budaya yang tidak baik tadi. Karena kita semuanya melayani arus prima sehingga apa yang sudah kita jadikan SOP harus kita lakukan, Pak. semisal ee layanan yang kemudian diberikan oleh instansi atau ee lembaga tertentu kalau kemudian bisa dengan online dan kemudian ditindaklanjuti dalam waktu katakanlah ee 24 jam ya itu harus dilakukan Pak. Semisal di Surabaya katakanlah memiliki SOP untuk pengurusan surat-surat itu ya. Pengalaman saya mengurus surat-surat di Surabaya itu bahkan ya dilayani sampai ke tingkat bawah, Pak. Jadi kita tidak perlu lagi berjenjang mulai dari bawah kemudian kecamatan. Nah, seperti itu. Bahkan kita scan semuanya ada tenaga-tenaga yang muda begitu tidak sampai ya mingguan gitu sudah jadi, Pak. meskipun ya apa namanya ada beberapa memang SOP-nya harus dilayani dalam katakanlah Pak ya 1 minggu lah ini sebelum 1 minggu sudah harus selesai Pak atau minimal area ee dari deadline itu. Nah, itu itu yang kemudian menjadi penting agar kita tidak menjadi ee apa yang dikritikkan oleh guyonan tadi ya yang kita bicarakan, yang kita putuskan tetapi kita tidak jalankan ya. Kerjanya berbeda. Nah, tidak boleh molor kemudian pelayanan juga harus prima. Ya, ini menjadi ee spirit guyonan tadi untuk ee menjadi kritik bagi diri kita sendiri. Kalau kemudian SOP sudah berjalan, maka ya itu harus diteruskan dan bahkan ditingkatkan itu. Ee Bapak. Terima kasih. Terima kasih Bapak Nurilham. Sudah cukupkah atau ada tanggapan lagi? Oke. Baik. Terima kasih sekali lagi. Baik, sudah ada yang bergabung lagi lewat Zoom Meeting. Kali ini ada yang cantik ya menemani saya di sini akan muncul juga Ibu Vivah Iana. Coba kita cek apakah sudah terhubung bersama dengan kami. Selamat siang. Selamat siang. Terima kasih atas kesempatan. Waalaikumsalam. Oke, ini kayaknya saya panggilnya Mbak Afifah aja lah ya kalau begitu ya. Boleh, Mbak. Boleh, Mbak Viva dari instansi mana? Saya dari Dispora Sulsel. Dari Dispora Sulsel. Sulsel juga nih. Wow, banyak sekali yang bergabung hari ini. Tepuk tangan dulu dong buat Sulsel. [tepuk tangan] Oke, kali ini apa yang ingin ditanyakan kepada Pak Rojil? Baik, terima kasih atas kesempatannya. Saya ingin bertanya, bagaimana seharusnya sikap pemerintah dalam menciptakan ruang kerja yang adaptif bagi lintas generasi, terutama ketika banyak generasi milenial ke atas yang sudah sepenuhnya tidak mampu untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, namun masih mendominasi di posisi jabatan sehingga generasi gensi justru malah terparkir dan kehilangan kesempatan berpartisipasi di masa produktifnya. Terima kasih. Terima kasih, Mbak Fifa. Ini kayaknya ee curhatannya sudah terpendam lama ya. [tertawa] Oke, barangkali Pak Rajil bisa memberikan solusinya nih atas permasalahan yang dialami. Iya. ee itu tidak hanya terjadi di lingkup mungkin ee dari Kak FIFA ya terkait ee bagaimana sih anak-anak muda ini yang kemudian memiliki spirit atau mudian yang lebih adaptif tetapi tidak mendapatkan kesempatan untuk bisa menjalankan ide, gagasan-gagasannya. Jadi ee ini memang tantangan dan hambatan ya bagi kita semuanya yang muda-muda. Tapi terkadang yang muda-muda itu kan uh penginnya cepat begitu ya. Tetapi senior-senior kita itu ee masih agak lambat begitu ya, harus ber hati-hati dan lain sebagainya. ini juga kalau kita refleksikan ya dulu di era 17 ya menjelang 17 Agustus tahun 45 itu Soekarno yang berhati-hati para pendiri bangsa yang lainnya itu melihat situasi konteks tertentu tapi kemudian anak-anak muda ini kan enggak mau terlalu lama gitu kita cul aja ee Soekarno begitu ya. Jadi kalau anak-anak muda dulu itu gabut gitu ya, gabut enggak jelas ngapain kita kita culik Soekarno aja begitu ya gitu ya. Jadi penginnya cepat begitu ya. Sama saya juga ee yang generasi milenial kadang pengin ee segera ada percepatan-percepatan tetapi dalam sistem birokrasi itu kan tidak bisa kemudian kita melakukan ya pemutusan-pemutusan atau generasi tertentu itu dihilangkan. tidak bisa karena ada jenjang karir dan lain sebagainya. Nah, oleh karena itu bagi kami ya ee ASN yang kemudian mungkin sedikit berbeda ASN di kampus dengan di instansi atau OPD ada jenjang-jencjang yang harus dipenuhi. Termasuk saya pun juga harus ada jenjang-jencjang harus ee kita penuhi. semisal kepangkatan dan lain sebagainya untuk menyebut jabatan tertentu meskipun memiliki ee kecakapan ini yang kemudian harus kita jadikan kolaborasi antara yang muda dengan yang tua. Biasanya yang tua-tua itu ditempeli yang muda-muda begitu. Nah, ini adalah fungsi ee komunikasi yang kemudian harus dibangun. Nah, kita juga harus bisa memberikan penguatan-penguatan kepada ee pimpinan kita secara struktural untuk kemudian gagasan-gagasan anak-anak muda yang lebih adaptif itu bisa diterima oleh yang senior. Nah, kita enggak bisa memungkiri ya terkait dengan dunia digital sekarang mungkin generasi baby boomer ya akan ketinggal dengan generasi Z. Mungkin saya juga akan tertinggal dengan generasi Z. Semisal begini saya mungkin tidak ahli dalam membuat video-video konten kreatif dibanding dengan anak generasi Z. Nah, bagaimana caranya komunikasinya untuk menyadarkan yang lebih senior itu bisa memiliki perspektif yang sama? Atau katakanlah ada gagasan yang adaptif, ini harus begini, Pak. Harus dikomunikasikan melalui sosial media, tapi mereka tidak bisa melakukan. Maka ya kita bentuk tim untuk kemudian men-support itu yang anak-anak muda sehingga nanti yang senior pun juga pada akhirnya ee melek mata juga. Oh, ternyata luar biasa ya. Jadi terus melakukan pekerjaan itu. Semisal kami di kampus ya biasanya kan itu kalau seminar kan ya sekedar seminar saja begitu ya. Tetapi sekarang kami pun juga melakukan gerakan-gerakan ee podcast dan lain sebagainya untuk melakukan edukasi ee kesehatan mental, budaya kerja yang baik, menjadi mahasiswa yang berprestasi, bagaimana menjadi mahasiswa yang sukses organisasi maupun akademik. Nah, kemudian isu-isu yang muncul terbaru, demonstrasi, situasi negara itu kami kampanyekan melalui platform-platform digital media yang kemudian itu bisa diterima oleh anak-anak muda. Mungkin awalnya ya mereka menganggap ya berbeda begitu ya, tetapi lama-kelamaan ya asik juga akhirnya ikut. Nah, bagi saya ee generasi yang sebelumnya itu perlu jembatan juga. Harus ada penghubung untuk terus berkomunikasi agar gagasan-gagasan yang mungkin bagi anak muda itu sudah ketinggalan zaman atau bagi ee seniornya yang ini sudah mapan bisa dikolaborasikan pelan-pelan. ya tidak boleh juga kita langsung ya melakukan tindakan yang frontal terhadap ee pimpinan kita karena kita berada di lingkungan e struktural. Jadi menurut saya seperti itu, ada kolaborasi dan jangan kemudian bosan-bosan untuk ya terus berinteraksi karena interaksi-interaksi yang substantif itu akan ada timbal balik. Timbal balik. Oh iya, akhirnya yang muda-muda juga harus bisa memahami yang lebih senior. Oh, harus ada perhitungan ya. Karena kita menghadapi masyarakat banyak. Kalau ada kekeluran sedikit akan ada serangan balik. Nah, kehati-hati dari para ee senior itu harus menjadi nilai yang perlu juga diambil oleh yang muda dan yang kemudian yang muda memberikan spirit untuk kerja cepat, kerja tepat untuk senior-senior mereka dan harus memastikan ini akan teratasi ee dengan baik. Begitu. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan kolaborasinya dan itu juga saya alami di perguruan tinggi dan itu terus-menerus kami lakukan. Oke, bagaimana Mbak Fifa? Ada tanggapan lagi atau barangkali itu sudah pernah dilakukan nih, tapi ternyata ee berhenti di situ. Ee sudah pernah dilakukan sih, Mbak. Tapi dari perspektif Bapak saya jadinya lebih terbuka. Jadi harus memang ada pendekatan yang lebih komunikatif untuk menyatukan antar dua generasi di satu ruang lingkup pekerjaan. Terima kasih, Pak. Ya, ada juga kalanya begini ee mungkin apa yang menjadi kebaikan itu tidak bisa saya sampaikan, tetapi ada kolega kita yang bisa menyampaikan dan kemudian bisa diterima. Jadi enggak bisa langsung, tetapi kita punya teman, kita punya tim, gagasan-gagasan kita ya kita titipkan ke kolega kita agar kemudian tujuannya tercapai meskipun jalannya tidak langsung tapeti harus berbelok terlebih dahulu gitu. Oke, barangkali solusi yang ini bisa dicoba dulu ya Mbak Vifa ya. Semoga berhasil Mbak Fifa. Sehat selalu. Terima kasih atas pertanyaannya. Oke, memang kalau antar lintas generasi ini tidak hanya di lingkup pekerjaan, di rumah pun juga kami komunikasi kadang kala menemukan kendala-kendala ya. [tertawa] Namanya juga lintas generasi tidak apa-apa. Kendala itu untuk kita hadapi bersama-sama ya. Jangan berhenti di situ aja. Berjuang komunikasi juga butuh perjuangan dong. Oke, masih ada satu pelanggan lagi. Boleh ya Pak Rojil? Ya, boleh. Oke, ee coba kita cek dulu Pak Yuga dari Bekasi yang tadi rais hand pertama kali apakah sudah terhubung bersama dengan kami? Selamat siang. Oke, coba masih belum terhubung sepertinya. Pak Yuga, Pak Yuga dari Bekasi. Ini teman-temanku boleh minta tolong disambungkan apakah sudah terhubung di sini? Belum ya. Oke, belum on cam. Baik, kalau begitu ada satu pertanyaan dari ee chat. Kita akan membaca dari Dima Octavia. Baik. Ee izin tanya, bagaimana cara menanamkan kepada anak-anak zaman sekarang yang sudah tidak banyak mengenal dan tidak menghargai pahlawan? Waduh, bagaimana mau menghargai ya? Kenal juga enggak nih. Bagaimana Pak Rojil atas solusinya dari permasalahan tersebut? Ya, ini menjadi problem yang terus-menerus muncul ya. Kita tidak bisa memungkiri bahwasanya ee hari ini lintas batas itu sudah menjadi dekat dengan adanya teknologi komunikasi dan informasi. Kita bisa menyerap apapun dari berbagai dunia yang lainnya. Sebagai contoh ya, kenapa kita kalah memperkenalkan para pahlawan kita dibanding dengan tokoh-tokoh atau ya action figure saat ini dan ini sudah menjadi tantangan ini menjadi seperti pasar begitu ya. Kalau kemudian kita tidak menggunakan platform atau cara yang sesuai dengan anak generasi sekarang, maka ya kita akan ditinggalkan. Jadi untuk memperkenalkan katakanlah contoh-contoh pahlawan dulu dan kemudian nilainya hari ini, kita bisa menggunakan gaya bahasa yang seperti dipahami oleh anak-anak muda. Semisal begini, dulu di tahun 1928 itu kan ada kongres pemuda dan kongres pemuda itu ada Wakil Rudob Supratman. Nah, Gudolf Pratman ini kan anak gaul, anak band. Nah, ini ya hampir sama kehidupannya saat muda ya seperti kita juga pada hari ini. Anak band kemudian bandnya Jaz. Tetapi dia selain mantan wartawan dan juga anak band, dia memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negaranya menciptakan lagu kebangsaan yang mana saat itu lagunya menjadi viral di seluruh ee negeri yang kemudian disambut oleh para aktivis yang lainnya itu FOMO. Nah, menggunakan gaya-gaya bahasa yang dipahami oleh anak-anak muda kan semua itu dulu orang FOMO ya kalau enggak menyikan lagu Indonesia Raya seperti ketinggalan. Kalau sekarang itu enggak enggak apa ya enggak kalau yang lagi ramai kemarin itu ee apaace begitu ya dari Rose gitu kan ya lah akan ketinggalan begitu ya atau sekarang mungkin apa yang lagi tren tidak nonton drama Korea maka akan ketinggalan. Nah, kita memiliki anak-anak yang kreatif sebenarnya untuk bisa kita ee manfaatkan energi mereka untuk membuat konten-konten kreatif di dunia digital melalui TikTok untuk memperkenalkan ee tokoh-tokoh bangsa kita. Nah, kebetulan saya juga pengajar sejarah dan juga pengajar Pancasila dan kewarganegaraan. Nah, tugas-tugas anak-anak untuk penguatan ee kepahlawanan, anti korupsi, kemudian dalam momen-momen tertentu, Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan itu kami menugaskan mereka untuk membuat konten kreatif yang bisa diunggah di sosial media. Karena dunia anak-anak sekarang kalau kemudian kita berkomunikasi dengan dunia old style, maka ya tidak akan bisa diterima. Tinggal bagaimana kita bisa beradaptasi menggunakan teknologi untuk menyampaikannya. Nah, ini tidak dialami di Indonesia saja. Ee ketika saya berkomunikasi dengan teman-teman yang berada di negara yang lain juga mengalami hal yang sama. krisis ee bagaimana mereka menghargai para pahlawan-pahlawan sebelumnya kalah dengan ee action-action figure yang sekarang lebih ee populer. Tetapi kita tidak boleh kemudian ya putus asa ya kita kampanyekan semuanya. Banyak kok sekarang itu eh flyer-fayer yang kekinian yang bertebaran di sosial media. Nah, itu salah satu contoh video-video TikTok, video-video reels ini juga bisa kita gunakan untuk melakukan ya semacam pertarungan ee produk kita untuk kita ee kampanyekan di dunia sosial media yang lintas batas ini. Itu yang mungkin bisa menjadi acuan ya bagi kita semuanya. platform-platform digital, platform yang kekinian itu harus di daya gunakan. Dan inilah saatnya anak-anak muda generasi milenial dan generasi Z menunjukkan kinerjanya kepada mereka yang lebih senior ya untuk kemudian ee bisa menjadi garda terdepan menjadi pelayan baik di ee lingkup OPD pemerintahan maupun di ee lembaga pendidikan seperti yang saya lakukan. Oke. Baik. Jadi tadi siapa yang bertanya? Pak Bima ya. Oh, Pak Dima. Dima, Dima Octavia. Oke, itu tadi jawaban dari Pak Rojil. Semoga bisa menjawab pertanyaan dari Bapak Dima ya yang tadi menuliskan pertanyaannya lewat chat di Zoom meeting. Baiklah, sebenarnya ada juga Pak yang bertanya lewat ee YouTube nih di YouTube channel-nya BBS Jatim TV. Tapi di karena keterbatasan waktu mohon maaf sekali ya, Teman-teman. Barangkali adakah Pak link khusus atau barangkali bolehkah kalau nanti teman-teman Sobat ASN ini bertanya lewat Instagram Bapak, lewat DM atau bagaimana begitu, Pak? Ya, boleh. Ada Instagram saya ya tren_bayi. Oke, boleh dikontak melalui IG. Saya cek terlebih dahulu. Oke, biar tahu sama-sama tahu nih kita nanti Instagramnya apa, Pak tadi? Er En TN en ya. Oh en oke_bay. Oke. Sip. Apakah sudah difollow nih teman-teman semua, Sobat ASN? Silakan ya bisa langsung di-follow. Kemudian kalau ingin bertanya secara langsung, karena kalau mau nanya di sini kita enggak bisa karena nanti narasumber yang berikutnya sudah enggak sabar mau share informasi juga nih di sini. Boleh langsung DM aja ke Pak Rojil ya. Monggo silakan sobat ASN. Dan terima kasih sekali lagi Pak Rojil sudah menyempatkan waktunya untuk sharing bersama dengan sobat ASN semua. Tapi boleh enggak Pak, minta satu lagi Pak mohon berikan closing statement dong buat teman-teman Sobat SN semua. Ya, ee terima kasih. Jadi kita semuanya diberikan warisan sebuah negara yaitu Indonesia. Kita sebagai generasi pewaris bangsa Indonesia tidak boleh lupa atas jasa-jasa pahlawan kita yang telah memberikan warisan ini. Oleh karena itu, dengan spirit kepahlawanan, marilah kita mewujudkan dan memberikan layanan yang tulus kepada masyarakat, kepada semua bangsa Indonesia agar kemudian para pahlawan pendiri bangsa ini yang telah meninggalkan kita bisa turut bangga terhadap generasi muda yang sekarang ini membangun demi tercapainya Indonesia emas di tahun 2045. Lima. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih sekali lagi Pak Rojil telah sharing semua ilmunya bersama dengan SOPAT ASN yang sudah bergabung di ASN Belajar S4 ini. Sehat, bahagia, dan sukses selalu, Bapak. BTW, saya suka sekali, Pak, sama kacamata. Kalau rambutnya diurai lebih kecegi. [tertawa] Sampai jumpa lain waktu, Pak Rocil. Baik, Sobat ASN sudah ada dua pemateri ya yang menyampaikan semua materinya di sini. Begitu luar biasa. Namun masih ada satu narasumber lagi yang belum sharing nih materinya apa kira-kira yang akan disampaikan. Kalau Sobat Esen pengin tahu materinya apa saja kira-kira ya jangan beranjak kepada mana. Tetap bersama kami di SN Belajar S 43 tahun 2025. [musik] Baiklah, memasuki segmen terakhir nih ya. Kita sesaat lagi akan berjumpa dan mendengarkan langsung materi yang akan disampaikan oleh narasumber kita berikutnya. Beliau adalah ketua DPD PEPR Jawa Timur. Langsung saja kita sambut bersama Myen TNI Purnawirawan Dr. Istu Hari Subago, S. M.M. [musik] Asalamualaikum. Waalaikum. Selamat siang, Pak. Selamat siang, Bapak. Bagaimana kabarnya Bapak hari ini? Alhamdulillah sehat-sehat. Alhamdulillah. Bagaimana nih, Pak untuk schedule di hari ini? Ya, saya alhamdulillah bisa nepati waktu 11.30 sudah siap. Ini tadi dari untuk ngisi materi. Alhamdulillah ya. Dan seat saya juga sudah tidak sabar nih, Pak ingin mendengarkan materi dari Bapak dan insyaallah waktu yang kami berikan untuk Bapak menyampaikan materi adalah 30 menit. Kemudian sesi tanya jawab bersama dengan Sobat ASN akan ada sesi tersendiri setelah Bapak menyampaikan materinya. Baik, kira-kira ee garis besarnya materi yang akan disampaikan hari ini terkait apa, Pak? Ya, seperti yang disampaikan temanya, saya ingin mencoba ee memberikan judul Penguatan jiwa patriotik kepahlawanan guna mewujudkan negara yang cinta tanah air menuju Indonesia Mas 45. Oke. Nah, ini dia nih dasarnya dulu nih. Cinta tanah air. Oke. Apakah seberapa besar rasa cinta Sobat ASN kepada tanah air kita Indonesia? Kita buktikan nanti ya. Tapi kita dengarkan terlebih dahulu materi yang akan disampaikan oleh Majen TNI Purawirawan Dr. Istu Hari Subagyo, S. M.M. Silakan Bapak. Terima kasih. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Om swastiastu, namo buddhaya, salam kebajikan. Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semuanya. Yang terhormat barangkali Kepala Dinas BPSDM karena yang minta saya memberikan materi Bapak Ramli. Berikut para pejabat dan seluruh anggotanya di mana pada saat saya masih di dewan merupakan mitra yang baik sehingga saya kenal baik sama personil-personil BPSDM. Kemudian para narasumber dan para peserta seminar yang berbahagia. Mari seperti biasa kita sebagai manusia yang beriman dan bertakwa panjatkan puji syukur ke hadat Allah Subhanahu wa taala siang ini bisa berkumpul bersama dalam acara ini. Baik, Mbak sebelum saya acara kita mulai kita coba dengan pemutaran cuplikan film barangkali untuk membangkitkan semangat bagi para ASN untuk jiwa patriotik kepahlawanannya. Selamat menyaksikan. private Ryan yang pernah yang penuh dengan adegan patriotik dan heroik. Barangkali dari peserta seminar ini semuanya sudah banyak menyaksikan dan sama dengan opini-opini di luar yang sudah pernah menyaksikan bahwa film ini adalah film sangat bagus, penuh dengan adegan patriotik dan heroik. Film ini bukanlah kisah yang sepenuhnya efektif. Tetapi sebagian terinspirasi dari kisah nyata keluarga Frit Neiland berkebangsaan Amerika New York yang kembali dari perang dunia kedua saudara kandungnya tiga orang gugur. Dalam pilang ini peran utamanya adalah Kapten Miller melaksanakan tugas misi penyelamatan prajurit Ryen adalah fix ya fiksi. Namun ada hal-hal yang baik yang bisa dipetik untuk diteladani, yakni jiwa kepahlawanannya, ketahanannya melaksanakan tugas. Walaupun misinya delan orang, tapi ee keberaniannya bukan main dan hanya menyelamatkan untuk seorang prajurit Rian dalam perannya. Harapannya juga kepada generasi muda untuk sama dengan di film penghormatan kepada para pahlawan ya. pengorbanannya tidak sia-sia untuk kemerdekaan Indonesia ini. Selanjutnya di era globalisasi ini yang merupakan keniscayaan kita. Suka tidak suka, mau tidak mau akan kita lalui di era digital yang ditandai dengan kemajuan teknologi telah menawarkan nilai-nilai global yang belum tentu cocok dengan budaya yang kita sesuai dengan budaya kita ya. Pengaruhnya sangat dahsyat dan luar biasa. mampu menggeser nilai-nilai kebangsaan termasuk lunturnya jiwa patriolitik kepahlawanan bagi generasi muda dan justru juga dari ee para warga negara yang lain. Selanjutnya visi Indonesia Mars tahun 2045 yang sudah dikeluarkan oleh BAPENAS dan ini juga sejalan dengan ee visi pemerintahan Prabowo Gibran dengan asta citanya. Ini saya ambil sebagian yang ada kaitannya dengan kegiatan ini, yaitu terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas, yang mampu bersaing secara global ya. Nah, terutama di kalangan untuk lunturnya nilai-nilai kepahlawanan ini perlu langkah-langkah penting untuk menanamkan jiwa patriotik mulai dari sejak dini sebagai benteng pertahanan mental warga negara termasuk ASN barangkali khususnya generasi-generasi milenial yang nanti akan jadi memegang manajemen negara pada saat Indonesia Nah, semoga dengan langkah-langkah kita bersatu padu dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan ini akan terwujud warga negara kita yang berjiwa patriolitik dan lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang sudah kita siapkan yang mempunyai jiwa juang tinggi, cinta tanah air, dan memiliki kemampuan dalam mengelola manajemen negara yang selanjutnya membangun bangsa menuju Indonesia yang adil dan makmur. Ya. Ee ini ee mohon maaf untuk panitia barangkali mohon slide di peta ya. ini saya inginkan kendali dari sini, tapi dari sini enggak bisa tadi. kita sangat bersyukur bahwa kita mempunyai posis ee geografi yang mempunyai posisi silang yang sangat strategis di mana diapit oleh dua benu dua samudera besar ya dan dilalui tiga alki ya yang semuanya posisi ini menjadikan sebagai jalur lalu lintas pelayaran dan perdagangan internasional. Di sisi lain memang sangat strategis dan membawa keuntungan. Tapi di sisi lain kita juga mudahnya pengaruh budaya dan gaya hidup bangsa lain. Ya, dampak pudarnya nilai-nilai kebangsaan yang seperti tema hari ini yang kita khawatirkan. Kita juga mengalami sejarah cukup panjang. sejarah penjajahan hampir 360 tahun dan ini penuh dengan kesengsaraan dan perjuangan yang dialami oleh pendahulu-pendahulu kita, pejuang-pejuang kita. Nah, pengorbanan yang tiada tara ini melahirkan para pahlawan yang sampai saat ini mempunyai jiwa patriolitik tanpa menal menyerah dengan semboyan merdeka atau mati. Nah, ini kadang-kadang ee sampai saat ini dengan era yang perangnya lain kita perlu implementasi yang dengan yang lain ya. Tapi pewarisan jiwa patriolitik dan citatan air ini harus selalu terpatri di seluruh hati generasi muda termasuk kita semuanya terutama untuk bela negara ya walaupun saat damai ini perlu kita implementasikan dan ini akan menjadi tradisi dan harus menjadi pedoman dan cambuk untuk kita semuanya sebagai generasi yang menerima estapet kepimpinan, estapet memegang manajemen negara untuk melanjutkan perjuangan di era pembangunan nasional yang sedang berjalan. Selanjutnya saya menyinggung sedikit Visi Indonesia Mas, namun tidak akan saya jelaskan semuanya. Tapi yang dikeluarkan oleh BAPENAS pertama juga tentang sumber daya manusia yang kecerdasannya bisa mengungguli ee kecerasan sumber daya manusia di negara-negara tetangga kita, ya. Nah, terus yang kedua juga visi ke depan diharapkan kita akan terbangun infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia. ini yakin kalau memang kita bersatu padu. Tapi yang lebih penting lagi menjadi barometer pertumbuhan ekonomi dunia dan masuk dalam lima besar negara maju. Bahkan pada saat pemerintahan Jokowi kemarin sudah memungkinkan untuk tiga besar. Nah, ini mudah-mudahan ya bisa tercapai. Ini juga pernah diramalkan oleh seorang bangsawan ilmuwan orang lain ya, yaitu oleh WNC ramalan Global Institute dan dia tidak sembarang ngomong karena dia survei dulu. Dia meramalkan Indonesia menjadi negara ekonomi nomor 7 dunia pada tahun 2030. Nah, ini mungkin juga sangat memungkinkan tinggal 2030 ke 2045 15 tahun kalau kita kompak bersatu padu dengan upaya-upaya yang fokus mudah-mudahan bisa tercapai. Kita juga mempunyai bonus demografi ya, di mana persentase penduduk Indonesia menurut generasi itu hampir 54% berumur 13 sampai 36 tahun. Artinya kalau 20 tahun ke depan ini nanti akan juga ee memegang kendali manajemen negara tadi ya. Barangkali kalau saya mengartikan mulai dari ketua RT, kepala desa, maupun di kalangan akademisi atau maupun sampai ke tingkat pimpinan nasional ya, ini semuanya yang tercantum dalam grafik geografi 54% ini. Makanya kita harus fokus bagaimana menyiapkan sumber daya manusia ini ya. Nah, kita mengenal juga revolusi industri. Kita sudah sampai ke 5. Di mana teknologi canggih yang ikut serta-merta dengan media yang bukan main saat ini akan berpengaruh terhadap mindset kita juga dalam berpikir ya. Tapi mindset yang baik tidak ada masalah untuk kemajuan negara. Tapi kadang-kadang ada unnum-ungum untuk berbuat penipuan dan lain sebagainya ya. kita di negara luar barangkali sudah pernah mendengar Chinas sudah bisa membuat matahari ee buatan ya. Kemudian juga dengan robot-robotnya kemarin di ee medsos media juga sudah bisa bekerja membangun ee jalan-jalan mungkin jalan infrastruktur yang dibutuhkan koyay tol dan sebagainya ya. Kemudian tidak kalah pentingnya kita juga harus tidak kekaget-kagetan. Karena kita juga pernah diramalkan oleh James Kenton melalui bukunya The Futures Extreme Vouters ya. Itu ada 10 tren masa depan yang ee perubahan ekstrem ya, termasuk inovasi ekonomi, ee harapan hidup 100 tahun ya. Kemudian masa depan individu yang tidak bebas yang bisa dibatasi oleh kemajuan teknologi dan sebagainya. Ini membuat kita juga perlu memposisikan diri sesuai dengan perkembangan waktu ya. Masa ada waktunya ada orangnya, orang ada masanya. Nah, ini kita juga harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan ini. Ah, di lain itu memang hal-hal yang baik tadi patut kita ee perhatikan, tapi yang tidak kalah pentingnya kondisi-kondisi yang paradoks dengan ee yang kita inginkan ya, terutama di kalangan generasi muda masih banyak juga yang kena ee masalah tentang pelanggaran narkotika ya. Nah, ini Nagrotika termasuk di wilayah Jawa Timur ini. Kemudian pengalaman saya sudah pernah menjadi ketua komisi A ya yang nota B ini saya juga ikut me revisi Perda tentang P4GN ya. Nah, kita bahkan sangat prihatin hasil survei saat ini di Jawa Timur juga seluruh desa tidak ada yang tidak terjamah oleh narkotika. Ah, ini menjadi pemikiran kita semuanya. Inilah penyakit kronis yang bisa menghambat visi misi mengarah kepada ee perkembangan generasi tadi. Mohon maaf untuk slide ya. kita sudah ke kondisi paradoks. Tadi saya minta saya kendalikan sendiri tapi dikendalikan sana. Demikian juga masalah intoleran ya. ini juga cukup membahayakan di Jawa Timur ya yang akan berakibat adanya aliran sesat kemudian meningkat kepada radikalisme dan terorisme. Ya, mudah-mudahan kita sudah enggak ada ee kegiatan ke terorisme tapi untuk intoleran aliran-aliran sesat ini masih ee mungkin barangkali juga perlu diwaspadai ya. Tapi untuk teror pengalaman yang tahun 2018 itu dengan pelakunya seorang bapaknya, ibunya, anak laki-laki, anak perempuan ini harus menjadi sejarah yang tidak boleh terjadi lagi. Yang perlu diadakan ee langkah-langkah preventif ya dan pembinaan untuk seterusnya ya. Jangan sampai jadi korban sia-sia ya. Demikian juga tentang paradoks kenakalan remaja ya. Ini juga perlu kenakalan remaja terutama ee mulai dari tawuran ya, kemudian pergaulan bebas, kemudian apalagi yang kena ee masalah ee tadi narkotika ya. Kemudian ada yang kecanduan game ya. kecanduan game larinya ke judi online akhirnya pinjol ya. Ini juga ada beberapa ee mahasiswa yang sedang kuliah, pelajar ini juga ada yang drop out ya. Nah, tidak kalah pentingnya itu juga ada isu-isu komunisme ya. Ini salah satu juga yang menghambat karena ini juga ee merupakan bahaya laten yang perlu diwaspadai ya. Dan yang untuk menuju dengan tema hari ini ASN ya, Kak. Ini walaupun oknum ya, banyak yang kurang disiplin ya. Alhamdulillah sekarang seperti yang perkembangan tadi pebasan individu diawasi oleh media, diawasi oleh teknologi. Sudah insyaallah sudah enggak ada lagi berita-berita ASN jam 10.00 pagi di pasar, di mall dengan pakaian dinas ya. Bahkan banyak yang bolos ya. Nah, ini mudah-mudahan ke depan apa bahkan ada yang kena narkotika. Nah, inilah yang kira-kira yang perlu di kita ee waspadai dalam rangka kita ee meng warisi jiwa-jiwa patriotisme kepahlawanan yang kita implementasikan dengan pembangunan nasional saat ini. Lanjut saya langsung ke sudah saya singgung dikit-dikit karena waktunya juga terbatas. Langsung ke slide ini, Mbak, ya. Hal-hal yang tadi ini oleh Thomas Likona yaitu ahli psikologi. Jangan sampai hal-hal yang saya sampaikan 10 tanda-tanda kehancuran sebuah bangsa, Pak. Emas ini panitianya ya. Nah, mudah-mudahan tidak ke sana dengan kita langkah-langkah berikutnya. adanya kekerasan di kalangan remaja, sering melontarkan bahasa dan kata buruk, pengaruh per grup. Ya, ini barangkali tentang adanya geng motor ya. Geng motor juga banyak ini kan ya. Akhirnya berdampak kepada ee menurunnya etos kerja dan rendahnya tanggung jawab ya. Nah, ini ya. Dan ini pun saya juga mengamati tentang perkembangan human development index ya yang dikeluarkan oleh ee lembaga terkemuka. Kita dibandingkan dengan negara-negara lain kita juga perlu memperhatikan ya. Kita masih tahun 2023 karena 2 tahun sekali ini saya update terus ya. Ini masih 113 ya. Kita kalah dengan Singapura, Malaysia, Vietnam. Vietnam merdeka tahun '6 ya kita sudah 45 ya ini juga menjadi pemikiran untuk pemaju kita kita harus lebih baik lagi dari negara-negara tersebut. Nah, kita cukup bangga dan senang bahwa pemerintahan Prabowo Gibran melalui Asta Citanya ini kira-kira juga akan mengejar visi misi Indonesia Mas tadi ya. Ah, ini ya. Yang kedua, yang pertama jelas langkah-langkahnya memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM. Kemudian juga memantapkan sistem pertahanan keamanan negara. Ya, ini kebudahan dengan sisanta kita, kita nyiapkan ee komponen utama, komponen cadangan, komponen pendukung, salah satunya juga dari sumber daya alam yang sudah disiapkan termasuk bata, pangan, energi, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan biru dan lain. Nah, ini mudah-mudahan tercapai nanti ya. Kemudian juga yang tidak kalah pentingnya nomor empat, pembangunan SDM ya. ini sesuai dengan visi Indonesia Mas ya. Kemudian nomor enam membangun dari desa dan dari bawah ya. Ini memang sangat penting karena desa ini semuanya berakar dari bawah ya. Untuk kepentingan HANKAM juga dari bawah yang diperlukan ya. Nah, ini membangun saya pikir terobosan-terobosan. Saya pernah ee nyampaikan kalau dulu sebelum ada dana desa barangkali di desa yang belum mandiri semua pintu di operasi dimintai dicoba di didata uangnya mungkin satu desa belum tentu ada ee R juta ya. Tapi sekarang dengan adanya dana desa apalagi dengan adanya koperasi merah putih ada UMKM, ada desa yang sudah maju barangkali sudah maju sepesat ya. ini semuanya gerakan-gerakan pemerintah patut diapresiasi dan harus diikuti dengan semangat kepahlawanan tadi implementasinya ya. Mari kita sama-sama berbuat untuk negara dan bangsa ee sesuai dengan kita juga melaksanakan ee amanah-amanah dari ee negara menurut agama masing-masing. Lanjut. Nah, ini juga tadi dari sinopsis saya pikir ee perlu yang diambil jiwa patriolitik dan heroik ya. Bagaimana seorang Kapten Miller ya itu dengan delapan orang membebaskan satu orang dan ternyata dia juga gugur sebelum menghelaskan napasnya dia berpesan, "Hai Miller, jangan sia-siakan pengorbanan saya." Ini kalau kita ingat di Indonesia banyak sekali, Pak, tokoh-tokoh semacam ini. Ah, ini akan saya cuplik tokoh-tokoh yang hebat-hebat yang berdampak terhadap tradisi terutama di kalangan TNI. Lanjut. Ini pertama adalah Panglima Sudirman ya. Jenderal Sudirman memiliki riwayat perjuangan panjang melawan penjajah dan memberikan kepada generasi penerus bangsa suatu warisan. Nah, kalau warisan itu harus dilaksanakan ini suatu warisan yang tangguh dan tidak ternilai harganya ya, yaitu tradisi kepimpinan yang heroik, patriotik, penuh kepahlawanan, serta keteradanan. Saya pikir semua warga negara tahu beliaunya paru-parunya satu, tetap memimpin ya. Ya, sikap dan tindakan Jenderal Sirman saat itu adalah sikap dan tindakan yang menunjukkan pemimpin prajurit sejati. Dari situ lahir tradisi TNI. Nah, sekali lagi kalau tadi diwariskan sekarang lahir tradisi. E tradisi ini ya setiap saat harus dilakukan ya dengan tidak mengenal menyerah dan ini sudah dibuktikan TNI tidak ada yang tidak kenal menyerah di daerah-daerah penugasan sudah kita laksanakan ini ya. Mengutamakan kepentingan bangsa dengan negara ya. Apalagi hanya harta manusia nyawanya pun diberikan ya. Ah, Panglima Suderman juga demikian. Saat ee suatu saat dipanggil presiden di ibu kota negara di Jogja, barangkali kita sama-sama melihat, mendengar sejarah, diajak bergabung untuk nego dengan penjajah. Ya, beliaunya tidak mau dan ingin kembali ke hutan dan memimpin gerilia ya. Ah, ini yang patut menjadi tradisi TNI. Hal-hal inilah ya. Demikian juga seluruh warga negara boleh mencontoh untuk diimplementasikan bagaimana ikut membangun negara dan bangsa ini. Lanjut kepada tokoh kita lagi ya. Y Sudarso. Ini juga monumental. Pada 19 Desember 61 Presiden Soekarno menyerukan trikora yang diikuti dengan munculnya operasi di Laut Aru ya. dalam rangka pembebasan Irian Barat dari Belanda. Ya, pertempuran tersebut melibatkan tiga kapal besar ya, Macan Tutul, Macan Kumbang, dan macan Harimau. Yosudarso membuat keputusan yang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan dua kapal berikutnya untuk kepentingan operasi yang lebih besar. Nah, ini patut juga di ee diteladani ya. Lanjut. Ah, ini tokoh kita yang semua tahu bahkan terkenal saat rakyat Surabaya menerima ultimatum dari sekutu dari Inggris untuk menyerahkan semua persenjataan ya walaupun dulu persenjataannya hasil rampasan tapi Bung Tomo tetap menjawab Allahu Akbar dan Pekian merdeka atau mati ya. pidatonya selalu disiarkan oleh RRI Surabaya dan selalu menggaung terus-menerus memberikan motivasi, memberikan semangat kepada arek-arek Surabaya. Ya, ini sebagai mungkin ya mungkin tanpa adanya pidato yang diulang-ulang tadi semangat area-area Surabaya belum tentu ee terbakar seperti mendengarkan ee pidato tersebut ya. Nah, inilah yang juga terkenal sampai saat ini Surabaya di sebagai panggilan kota pahlawan dengan 10 Novembernya. Ya, lanjut. Nah, ini merupakan saat saya sampaikan jiwa saptamga prajurit tidak boleh luntur. Ini senior kita orang Jawa Timur pernah pangdam 5 Braijaya dan baru dipanggil Allah mungkin belum ada 1 tahun ya. Mereka meninggalkan pesan jiwa sapta marga tidak boleh luntur sebelum kita tidak bisa lagi mendengar salvo tembakan. Ya, salvo tembakan diberikan kehormatan bagian atau pejuang yang meninggal dunia dengan upacara militer. Ya, kalau sudah enggak bisa mendengar artinya sudah masuk lubang. Ini bahasanya Prionya ini. Lanjut. Ah, ini saya bersyukur ya bisa ketemu Cak Ahmad ya. Beliaunya kawan akrab Bung Tomo menyampaikan kepada saya ya testimoninya ya. Dialah yang menyiapkan ee tangga untuk anak arek-arek Surabayo menyobek bendera itu ya. dan beliaunya banyak ber ee bicara dan alhamdulillah kita sangat mensyukuri masih langsung mendengar dari ee pelaku sejarah langsung ya. Nah, ini beliaunya bukan main ya dan ini yang patut kita acungi dan kita catat dalam sejarah kita. Lanjut saya mencoba kajian saya sementara ya. Ini belum tentu betul. Tapi ini adalah dengan pengalaman saya juga sering di pendidikan militer mengurusi dunia militer. Militer itu punya falsafah pendidikan yaitu Dwiwarna Purwa Cendikiawusana. Secara keseluruhan ini menekankan bahwa prajurit harus memiliki kecerdasan yang tinggi, keahlian profesi yang matang, tapi tidak boleh meninggalkan jiwa juang. Dan ini diimplementasikan dalam kurikulum ya. Saya kebetulan pernah direktur pendidikan di AKMIL, pernah jadi wakil gubernur, pernah jadi gubernur. Ya, ini ada kurikulumnya yang me rumuskan tentang jiwa juang ini ya. Nilainya ada, ada materinya dan pengeterapan harian juga diawasi. Makanya keras sekali kalau ada ee ee serta pendidik melaksanakan pelanggaran kurang disiplin bisa dipecat ya. Dilarang merokok, merokok dipecat, dilarang nyontek. nyontek dipecat ya, dilarang ee nyopet ya, ngambil uang kawannya dipecat ya. Barangkali ini bisa diimplementasikan ya di kalangan barangkali pendidikan umum tapi dengan modifikasi yang ringan dengan sekali seperti dalam militer ya. Lanjut. Baik, masih ada waktu sedikit ya saya memberikan ee penjelasan tentang tren perang masa lalu dan masa ini. Nanti implementasinya kepada jiwa kepahlawanan juga. Lanjut. Yaah, kalau dulu perang kerajaan barangkali menggunakan panah, menggunakan ee pedang, menggunakan keris ya. Perang kemerdekaan kita sudah gunakan bambu runcing, sudah gunakan apa? E untuk konvensional dalam rangka santa kita sudah sangat canggih dan ini pun belum tentu semuanya konvensional. Karena apa? Negara-negara yang sudah maju teknologinya sudah enggak mau lagi. Karena konvensional seperti contoh penyerangan di Palestina, penyerangan di apa itu dihujat orang seluruh negara. Tapi ada perang yang sudah dikenal yaitu lanjut. Nah, ini ini saya menyimpangi bahwa perang ini ada asymmetric warfare, perang hybrid, dan proxiwor ya. Proxiwar inilah yang perang modern yang diyakini oleh kita bahwa perang di mana salah satu pihak menggunakan pihak ketiga yaitu bisa ggunakan melalui kondisi-kondisi ideologi politik ekonomi, sosial budaya dengan pelemahan-pelemahan termasuk aspek barangkali geografi, demografi, sumber daya yang dalam sesanta itu kita singkat dan kita bina untuk menjadi ruang alat dan kondisi juang. Nah, ini dilemahkan karena kita juga tahu sisanta kita. Nah, dengan pelemahan itulah ee musuh atau orang negara tidak senang dengan kita dengan mudahnya ingin menjajah. Lanjut. Nah, apakah Proxy sudah ah ini seorang mantan kasat parijar menyampaikan perang modern, perang murah meriah, namun dampak hasilnya sangat jasad ya dan meyakini bahwa perksilan telah berlangsung di Indonesia. Nah, ini lanjut. Nah, sekarang bagaimana jiwa patriolitik? Nah, patriolitik ini ada yang merumuskan bahkan dari luar juga itu datanya bahwa patriotik adalah sifat semangat cinta tanah air yang ditandai dengan rasa bangga, kesetiaan, dan kesediaan untuk berkorban. Tidak mengenal menyerah demi kejayaan kemakmuran negara. Nah, ini kalau semua warga negara berjiwa patriolitik berarti berjiwa seperti ini. Patriotisme berasal dari kata patriot, pahlawan dan isme paham. Pisme adalah punyai sifat terkait kepahlawan demi tanah air. Dan ini diwajibkan untuk seluruh warga negara ya, tidak peduli itu militer atau sipil ya. Pemuda patriotik selalu menunjukkan sikap berani, pantang menyerah dan mengorbankan harta benda bahkan jiwa raga. Kalau ini kita sepakati berarti kita zaman pembangunan kita bisa melaksanakan jiwa kepahlawanan kita. Lanjut. Apakah jiwa penat ini masih relevan? Ya jawabannya pasti masih dengan implementasi menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Lanjut. Nah, kita mencoba implementasinya di bidang geografi, ya. sikap patriotik kepahlawanan cinta tanah air yang diwujudkan melalui pemahaman, apresiasi melalui terhadap kondisi geografi. Ya, itu sumber daya alam contohnya ya itu menjadi montor dalam menjaga keutuhan ya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Lanjut. Demografi demikian juga ada ya salah satunya ikut meningkatkan kualitas SDM ya seperti BPSDM saat ini ya. mengembangkan ber inovasi ya berpartisasi aktif dalam pembangunan nasional. Lanjut sumber daya alam ya ini jelas ini tadi yang dikaitkan dengan ruang juang kita ya menghemat energi, membeli mendukung, pengaturan regulasi sumber daya alam pembangunan yaah yang terakhir itu mencegah terjadinya ilegal logging, ilegal ficing, ilegal mining ya. Ahah. Ini sesuai bidangnya tentunya walaupun ASN ya sesuai bidangnya ya. Lanjut. Di bidang demografi sudah tadi ya. Di bidang ideologi ya tentu kita berideologi Pancasila ikut mengamalkan nilai-nilai praksisnya ya. Simbol-simbol negara kita amankan ya. Lanjut. Di bidang politik. Yaah. Meskipun politik ini banyak perbedaan, tapi kita harus sepakat semuanya harus mengutamakan kepentingan yang lebih besar. Ya, bukan kepentingan partainya, bukan kepentingan golongan, apalagi kepentingan individu. Ya, kita harus semuanya cinta tanah air, rela berkorban ya ikut berpartisipasi ya, berpikir kritis boleh tapi namun produktif. Lanjut. Bidang ekonomi juga demikian ya. kita ikut memperkuat ekonomi lokal ya, meningkatkan daya saing, mendukung UMKM ya, kita ikut membangun ekonomi dari desa apa yang dilakukan oleh pemerintahan Prabowo Gibran dan sebagainya. Lanjut. Di bidang sosial tentu banyak yang perlu kita kita budaya gotong-royong itu harus tetap ya walaupun sekarang kena ee gempuran budaya asing yang ee individu menonjol tapi kita orang Indonesia tidak boleh ikut-ikutan ya. kita menjaga toleransi dan kerukunan terutama kita budaya kita budaya keberagaman binika tunggalika ya berbeda-beda tapi harus tetap satu ya ikut melestarikan dan menjaga budaya ya kemudian mengadakan bakti sosial dan lain lanjut nah ini budaya juga saya pikir kita juga budaya sopan santun etika budaya kesenian harus kita perjuangkan ya inilah nah itu yang terakhir. mempelopori gerakan menolak pungli gratifikasi bagi ASN ya mengarah pada tindakan pidana korupsi dan lainnya ya kita hilangkan budaya hedonisme ya kita belajar ke depan makin terbuka kita semuanya diawasi oleh media mleh ee teknologi ya kita harus tahu diri lanjut dari beberapa penyampaian ini yang perlu saya rekomendasikan ya pendidikan terutama kita harus harus berinovasi menggemahkan metode pembelajaran etika sopan santun ya yang menjadi pondasi bagi generasi muda, generasi bangsa melalui pendidikan barangkali kurikulum seperti yang saya sampaikan tadi mengadop ee sesanti ee pendidikan militer ya mengadopsi mengelaborasi falsafah pendidikan ya Dwi Warna Purwa Cendikia sana boleh profesional boleh kita ilmu tinggi tapi diwajuang kepribadian tidak boleh hilang ya. Setiap instasi mendukung kegiatan ya mengadakan seminar, workshop mungkin ee seperti saat ini menggunakan roundable discussion ya dan lain-lain ya perlu aktif. Nah, karena ini kita harus sejak dini melibatkan lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan pendidikan harus bersatu padu. Satu rel kita berjalan ke depan. Lanjut. Baik, dari beberapa hal yang saya sampaikan, saya ingin menyimpulkan sedikit bahwa di era globalisasi yang merupakan keniscayaan tadi dan di era digital yang dipenuhi dengan kemajuan teknologi yang dengan revolusi teknologi juga sampai 5.0 Hero ya memberikan dampak signifikan terhadap pergeseran dan potensi lunturnya jiwa kepahlawanan, jiwa patriolitik bangsa ya, terutama di kalangan generasi muda ya. Aksi informasi tanpa batas melalui internet dan media menjadi katalisator utama dalam mempercepat membuka celah bagi masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya kita. Ya, lunturnya identitas budaya secara langsung berpengaruh terhadap semangat nasionalisme ya dan jiwa patriotisme generasi muda dan lebih tertarik kepada tren global dan tentu belum tentu cocok dengan era kita ya, dengan bangsa kita, dengan budaya kita. perlu adanya penanaman jiwa patriotisme sejak dini untuk generasi muda guna guna mewujudkan pemimpin yang cinta tanah air di era emas tahun 2045. Ya, saya rasa demikian hal-hal yang saya sampaikan. Kurang lebihnya mohon maaf. Saya kembalikan kepada moderator. Saya akhiri billahi taufik walh wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pakistu atas materi yang sudah disampaikan. Luar biasa sekali. Dan untuk sobat ASN yang ingin bertanya ini sudah banyak sekali Bapak yang menggunakan fature ra hand. Tenang aja di sesi berikutnya kita akan buka sesi tanya jawab bersama dengan Pak Istu di sini. Silakan untuk kalian yang bergabung lewat Zoom meeting bisa menggunakan fitur rais hand dan yang bergabung lewat YouTube channel BBSM Jatim TV silakan tuliskan pertanyaanmu melalui kolom live chat. Baik, Pak Istu. Sekarang kita sudah memasuki sesi tanya jawab. Jadi, nanti apabila ada yang bergabung di sini ee dan menanyakan ee pertanyaannya kepada Pak Itu bisa langsung dijawab ee dengan ee singkat ya. Baik, ya. yang sudah bergabung di sini sudah ada Bapak Dani dari DLH Ngawi. Oke, sudah menggunakan fitur RN. Apakah sudah terhubung? Selamat siang, Pak Dani. Selamat siang. Apa kabar, Pak Dani hari ini? Sehat, PJAN? Alhamdulillah. Silakan, Pak Dani, langsung aja pertanyaannya kepada Pak Istu. Baik, terima kasih atas waktu yang diberikan. Eh, Pak Estu mohon izin. Dulu kan Bung Karno berkata bahwasanya perjuanganku lebih berat, lebih apa? Mudah karena melawan penjajah. Sedangkan perjuangan kita saat ini kan tidak melawan penjajah. Ini melawan bangsa sendiri maksud saya. Ini kata-kata Bung Arno. Dan itu saya rasa terjadi saat ini. Apalagi ee ketika banyak berita fake hawk, kemudian ada penyimpangan sejarah bahkan di era saat ini postru ini bahwasanya kebenaran adalah sesuatu mungkin kebohongan yang dikatakan berulang-ulang ini menjadi kebenaran baru ini. Nah, ini mohon petunjuknya bagaimana kita dalam mensikapi ini saat ini menghadapi ee kebenaran-kebenaran yang semu ini. Apakah masih bisa kita menggunakan apa gitu yang saat ini bisa kita implementasikan? I mohon petunjuknya. Terima kasih pertanyaannya, Pak Dani. Silakan, Pak Istu bisa langsung dijawab saja. Oh, ya. Terima kasih, Pak Dani. Ini pertanyaan yang untuk pembelajaran juga bagi semuanya ya. Seperti yang kita awali tadi bahwa di era sekarang ini kadang-kadang apalagi dengan adanya teknologi yang sangat canggih yang bisa dimanfaatkan oleh negara lain pun oleh ee dengan ee revolusi industri yang barangkali belum sampai di kita ya. Dan itu seperti yang saya sampaikan awal bahwa itu tidak semuanya dimanfaatkan bagi oknum-oknum kita untuk kebaikan, bahkan untuk justru malah untuk penipuan. Ya, makanya saya selalu berbicara bahwa kita walaupun di media itu jangan terlalu percaya dengan hoak-hokak ya. Saya sebagai contoh, kita kan belum pernah mengirim pasukan ke Israel. itu sudah ada YouTube-nya itu perang di sana. Dari mana ya? Saya sempat telepon kenalan saya di Musi. Belum, Bang. Itu belum ada kita ngirim. Nah, itu kalau kita orangnya awam itu kan dianggap benar dan hal-hal itu yang serupa itu juga banyak apalagi yang ada tujuan tertentu untuk memutar balikkan sejarah. Ya, oh ya untung apa yang disampaikan Pak ee Presiden Pak Soekarno itu betul ya dan kita alami kalau penjajah kan kita jelas musuhnya jelas apalagi kulitnya pun lain. Nah kita dengan bambu runcing dengan semangat bersatu padu ya persatuan-kesatuan gunakan senjata rampasan juga barangkali kita berani ya. Nah, sekarang ini musuhnya kan enggak tidak kelihatan seperti yang disampaikan tadi, apakah itu juga ada masukan proksi dari negara lain. Nah, itu yang lebih penting. Jangan-jangan itu proksi untuk melemahkan ee kondisi kita yang kita bangun melalui sistem pertahanan kita sisanta dengan membangun rak, juang, ruang, alat, dan kondisi. Justru kondisinya ini yang lebih sulit kabur karena di serang oleh proksi ya melalui orang-orang tertentu ya. Nah, kita harus waspada di situ. Makanya kita harus semuanya berbicara positif. Ee jangan memutarbalikkan sejarah. Untung seperti yang saya sampaikan tadi, bukti-bukti testimoni dari pelaku sejarah masih ada, Cak Ahmad tadi itu. Itu kalau cerita langsung kita walaupun capek enggak jadi enggak capek itu Mas Dani. Nah, apalagi hal-hal yang serupa masih banyak ya. Ya, kebetulan kita juga pernah juga mendengarkan testimoni dari pelaku pelaku sejarah ya. Apalagi di Jawa Timur masih banyak itu. Apakah perjuangan dulu ee ikut napak tilasnya Panglima Sudirman itu kita pernah setiap desa berhenti dan ber ee mengadakan bakti sosial termasuk temu ee buka dengan pelaku-pelaku sejarah. Nah, di situ kita temukan juga dia pelaku bagaimana dulu ikut berjuang melawan penjajah dengan senjata apaadanya ya sesuai dengan bidangnya. Ah kalau itu kita dengarkan dan kita ramu dengan baik mudah-mudahan ya kita bisa melaksanakan apalagi sudah dipesankan bahwa dengan tingkat kesulitan itu endingnya kan harus bisa bagus kan gitu ya. Nah, makanya kita langkah-langkah apa ya tentunya kita harus bersatu padu ya, terutama ahli-ahli sejarah jangan sampai ee dengan sejarah-sejarah yang kalah dengan opini. Dikira dengan opini itu kan sejarah baru dari Pak Dani tadi. Nah, kita harus percaya dengan yang sudah monumental melalui sejarah buku. Ya, demikian saya pikir Pak Dani ee para menanggapi sedikit B Pak. Jadi jangan sampai kita memutarbalikkan sejarah gitu ya. Dan yang seperti yang saya sampaikan tadi Pak, ini eranya post trut. Apakah menurut panjenengan ee saat ini kita perlu, Pak, untuk membuka meluruskan sejarah? Non sewu ini agak hangat ketika kemarin ada dari fraksi tertentu mengusulkan non sewu Bapak Soeharto untuk menjadi pahlawan ini. Sedangkan di umum itu masih ada kental terkait sejarah 65 gitu. Apakah perlu ini dibuka kembali, diluruskan supaya ee jasa-jasa Pak Harto yang sudah banyak itu tidak lagi ee masih menjadi perdebatan dengan adanya isu-isu 65 itu apa dan bila nantinya disetujui Bapak Presiden gelar pahlawan ini benar-benar murni bahwasanya ini loh gitu. Apakah perlu, Pak ee pelurusan atau pembukaan saja? Saya pikir ee sejarah kita ini kan sudah sudah sejarah yang sudah diakui orang seluruh Indonesia. Tapi kalau ada oknum-oknum terus memainkan ee opini terus membuat sejarah baru seolah-olah benar ya itu tadi jangan-jangan proksi. Nah. Oh. Siap. Kita kalau dari kalangan kita jangan-jangan proksi. Nah, kalau menurut saya ya sejarahnya sudah ada dan sudah dibuktikan melalui berbagai ee ilmu teori dan itu sudah dilakukan. Kenapa harus cari sejarah baru lagi kan gitu dan siapa yang tidak tahu Pak Harto apalagi kita-kita sebagai penariwan ya sangat mendukung sekali ya. Siap itu terima kasih ngih. Terima kasih Bapak. Terima kasih Pak Dani atas pertanyaannya. Baik, masih ada yang menggunakan feature hand lagi di Zoom meeting. Ada Ibu Henia. Selamat siang, Ibu Henilia. Selamat siang. Selamat siang. Asalamualaikum, Ibu. Waalaikumsalam, Ibu, Bapak semuanya. Ibu Henilia dari BPSDM Sumut ya. Iya, benar. Saya dari BPSDM Sumut. Dari Sumatera Utara. Iya, Sumatera Utara. Wow, luar biasa. Boleh [tepuk tangan] applause dulu dong. untuk soat ASN dari Sumatera Utara. Baik, silakan Ibu Heni. Pertanyaannya apa nih untuk Pak? Pekerjaan pekerjaan kita nih ya, Bapak. Ee biasanya kan kalau kita itu kan e semangat kepahwanan itu biasanya kan berani mengambil keputusan sulit, pengorbanan, mengorbankan waktu pribadi atau menghadapi kritik untuk memastikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. yang saya maaf Ibu Heni suaranya agak agak sedikit ada feedback barangkali. Heeh. Oh, sebentar volumenya tadi ada yang ee bisa suaranya dimatikan yang di sebelah sananya volumenya atau dikecilkan? Ya sudah, Ibu. Bagaimana teman-temanku? Sudah zoom lagi ada Zoom lagi yang sebelah tadi zoom juga. Ee mohon maaf kalau headphone-nya dicopot bagaimana, Ibu? Tak pakai headphone, Bu. Ini headsetnya. Headsetnya. Ah, headphone-nya di Heeh. Oke. Ee sudah dengar. Nah, lebih jelas. Terima kasih. Coba dilanjutkan. Saya bertanya gini kan kita kan ada apa namanya kalau menghadapi semangat kepahlawanan itu misalnya berani mengambilan sulit ee kemudian mengorbankan waktu pribadi kemudian menghadapi kiti ee untuk memastikan bahwa adanya pelayanan terbaik bagi masyarakat. Nah, yang saya pertanyakan itu bagaimana kita mengikapi tantangan yang terbesar dalam apa? Mengintermin menginterminasikan semangat kepahlawanan seperti tanpa [tertawa] pti, berani, berintegritas ke dalam rutinitas pekerjaan ee pelayanan kita sehari-hari. Setelah dari terima kasih. Oke, terima kasih Ibu Henil. Pak Itu bisa langsung dijawab dengan singkat ya. Terima kasih Bu Heni ya. Saya juga pernah di Sumatera Utara ya tentang semangat kepahlawanan dengan adanya ini ya karena suaranya tadi mantul-mantul. Saya coba ternak yang ditanyakan itu dengan ee teknologi yang selalu lunturkan budaya-budaya kepada generasi. bagaimana implementasinya ee untuk melayani dengan jiwa kepahlawanan. Saya pikir itu ya. Ah kalau itu saya pikir ya ee seperti yang saya sampai tadi bahwa manusia itu ada era. Era itu ada masalnya. Nah, kalau dulu masalnya seperti peperangannya melawan jelas apa yang disampaikan Soekarno tadi bahwa kita lebih ringan, lebih mudah melawan penjajah daripada melawan saat ini. Itu bisa diimplementasikan juga sama dengan bagaimana kita mengimplementasikan jiwa kepahlawanan. Kalau dulu kan kita ikut perang, berani, terus kita tanpa memikirkan ee dampak yang ada, termasuk nyawa pun kita berikan. Nah, kalau saat ini bagaimana? Ya kalau saya pikir ya kita harus ikhlas, harus jujur, harus apa adanya untuk melayani rakyat. Karena memang sebagai abdi negara ya itu yang diminta oleh rakyat ya. kita bisa ee memenuhi keinginan rakyat terutama sesuai bidang kita ya. Nanti jangan sampai bidangnya orang lain kita ngikut malah disalahkan ya. Nah, kita juga harus bisa memilih-milih dan bisa memilah-milahkan di gencarnya dia yang banyak tadi yang dipilih yang baik-baik yang berguna untuk kita, yang bisa mendukung jiwa kepahlawanan kita. Yang tidak yang hoak-hoak, yang mengganggu ya. Ya, apalagi sekarang dengan teknologi yang perlu saya sampaikan tadi bahwa H itu kayak seolah-olah benar ya. Ya, kita tidak juga harus berpikir ke arah sana. Saya pikir ini Bu terima kasih. Mungkin kalau kurang puas ya nanti boleh diskusi langsung karena dari suaranya juga kita sayup-sayup. Oke. Kalau mau diskusi secara langsung bagaimana nih, Pak? Adakah kontak yang bisa dibagi? Kalau mau berdiskusi secara langsung dengan Pak Istu, adakah kontak yang bisa dibantu kepada sobat ASN? Boleh. Heeh. Sangat boleh. Saya di HP saya itu boleh. Iya, Pak. Loh, langsung boleh ngubungi saya kan maksudnya. Oh, di di nomor HP ya boleh aja. Oke, boleh. Kalau begitu bisa di-share Bapak ya. Ya, itu 1958 081182 Oke. Baik, sudah dicatat Ibu ya dan sobat lainnya. Iya. Baik, terima kasih Bu Heni sudah join di sini. Baik, terima kasih Bapak Istu sudah menjawab beberapa pertanyaan dari Sobat ASN di sini. Dan permintaan kami yang terakhir, Bapak boleh dong berikan closing statement satu aja nih, Pak untuk seluruh sobat ASN ya. Closing saya pesan kepada semuanya melalui ee pantun, Pak. Nah, tolong Mbak saja yang merespon dengan cakep ya. Oke. Depan bangsa ditentukan oleh kealih generasi. Cakep. Muda-mudi harus cerdas dalam bereaksi. Cakep. Ahah. Para pemuda dan pemudi, kejar ilmu kamu tanpa henti. Cakep. Lebih Indonesia mas yang unggul dan mandiri. Asik. [tepuk tangan] Luar biasa. Amin. Amin. Amin. Dalam pantun tersebut juga terkandung doa yang luar biasa ya untuk kita semua dan juga bangsa Indonesia. Amin. Semoga diijabah oleh Allah Subhanahu wa taala. Terima kasih sekali lagi, Pak Istu sudah sharing ilmunya bersama dengan kami semua. Semoga Allah membalas dengan rezeki yang berlipat ganda. Sehat selalu dan sukses selalu, bahagia selalu untuk Bapak. Terima kasih, Bapak. Oke, Sobat ASN tidak terasa kita sudah sampai di penghujung acara. Saya ucapkan terima kasih sekali lagi untuk seluruh pihak yang sudah mendukung webinar SN belajar seri 43 tahun 2025 ini. Terima kasih sekali lagi untuk Walikota Surabaya, Dr. Eri Cahyadi, STMT. Terima kasih kami ucapkan untuk dosen pendidikan sejarah di Universitas Negeri Surabaya, Bapak Rojil Nugroho Bayu Aji, SHUM, MA. Terima kasih juga untuk Ketua DPD Pepabri Jatim Maijen TNI Punawirawan Dr. Istu Hari Subagyo, S. M.M. Terima kasih juga untuk seluruh sobat ASN yang telah menyimak ASN belajar 43 dari awal sampai akhir. Terima kasih untuk seluruh kru yang bertugas juga. Dan sobat ASN sebelum kami mengakhiri, kami sekali lagi untuk mengecek secara berkala semesta Bangkong untuk mengunduh e-sertifikat. Dan karena memang ini momen yang spesial di hari pahlawan ya, jangan hanya mengagumi pahlawan, tapi jadilah pahlawan di kehidupanmu saat ini. ASM belajar siri 43 tahun 2025 persembahan oleh Scorpes Digis BBSDM Provinsi Jawa Timur. Saya Dewi mohon pamir undur diri. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [musik] K tahun 2025. [tepuk tangan] Sambut dengan penuh semangat. Saatnya [musik] kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap [musik] kompetensi untuk pelayanan berdempat. Bersama ASN belajar. [musik] Ciptakan SDM unggul berprestasi. [musik] selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. menjadi [musik] ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas [musik] ASN belajar wujudkan pemerintahan [musik] berkelas dunia satukan tekad pantang [musik] menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar [musik] wujudkan pemerintahan Berkelas dunia. Satukan tekad pantang menyerah. [musik] Jadi ASN cetar berkualit. [musik]