ASN Belajar Seri 41 | 2025 - Meniti Tangga Pengabdian: Pola Karir ASN Menuju Birokrasi Berdampak
smHrGmh_aaA • 2025-10-23
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
ب
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN cetar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia
bukan tekad pancangera
jadi ASN
berkuwa
[Musik]
Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam
webinar ASN belajar yang dipersembahkan
oleh Corporate University SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
Sebelum memulai webinar, ada beberapa
hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar
acara dapat berjalan dengan lancar.
Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan
format. Nama strip asal instansi sobat
ASN.
Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi
kamera tidak membelakangi cahaya ya,
agar wajah Sobat ASN dapat terlihat
lebih jelas.
Tiga, gunakan virtual background yang
sudah disediakan.
Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link
pendaftaran, virtual background dapat
diunduh pada link yang dikirimkan
melalui pesan WhatsApp.
Empat, apabila Sobat ASN ingin
mengajukan pertanyaan atau
berpartisipasi interaktif, Sobat ASN
dapat menggunakan reaction angkat tangan
atau rise hand pada Zoom meeting.
Lima.
Bagi sobat ASN yang mengikuti webinar
melalui live YouTube BPSDM Jatim TV
dapat menuliskan pertanyaan melalui
kolom live chat.
Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis
untuk mencatat hal-hal penting, ya.
Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain
untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini
dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN
tentang materi yang disampaikan oleh
narasumber.
Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat
pada webinar ini, Sobat ASN wajib
mengisi link presensi yang akan kami
bagikan pada saat acara webinar
berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi
lembar penilaian dan kuesioner juga agar
e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh.
Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar ini.
Tetap semangat dan selamat mengikuti
webinar ASN Belajar.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Huray, ada yang baru lagi nih di BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Ruang bermain anak.
Tempat yang satu ini adalah solusi bagi
para orang tua yang masih memiliki anak
kecil. Kita sebagai orang tua pasti
khawatir ya, apalagi kalau ditinggal
kerja nih. Wah, kira-kira anak saya aman
enggak ya di rumah? Kira-kira anak saya
bermain atau belajar dengan baik enggak
ya di rumah? Sobat ASN, kalau dikirim
diklat di BPSDM Provinsi Jawa Timur
sekarang udah enggak perlu khawatir
lagi. Karena di BPSDM Provinsi Jawa
Timur ruang bermain anaknya lengkap
banget fasilitasnya. Mulai ada tempat
bermain,
tempat tidur untuk mereka bisa
istirahat,
kemudian buku-buku edukatif,
dan ada ruang nursery juga untuk Ibu
menyusui. Kamar mandinya pun lengkap dan
bersih. Dan yang enggak ketinggalan
penting, Sobat ASN bisa langsung pantau
lewat CCTV. Keren banget, kan? Jadi,
Mommy and Daddy sekarang enggak perlu
khawatir lagi, ya.
Mommy and daddy don't worry we are
happy.
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Murahlah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
hadir di sini untuk mengabdi rencanakan
tugas ke bangga negeri berentasut
melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Hom
di sini tes dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi
gandeng tangan satu tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Bangsa loyal tanpa batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan.
Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih
beragam. Mengas penuh hati tulus
membantu sesama dengan bangan kami
melayani
dengan kami melayani
bangsa
[Musik]
H
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam
webinar ASN belajar yang dipersembahkan
oleh Corporate University SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
Sebelum memulai webinar, ada beberapa
hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar
acara dapat berjalan dengan lancar.
Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan
format nama, strip asal instansi Sobat
ASN.
Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi
kamera tidak membelakangi cahaya ya,
agar wajah Sobat ASN dapat terlihat
lebih jelas.
Tiga, gunakan virtual background yang
sudah disediakan.
Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link
pendaftaran, virtual background dapat
diunduh pada link yang dikirimkan
melalui pesan WhatsApp. Empat.
Apabila Sobat ASN ingin mengajukan
pertanyaan atau berpartisipasi
interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan
reaction angkat tangan atau rise hand
pada Zoom meeting.
Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti
webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim
TV dapat menuliskan pertanyaan melalui
kolom live chat.
Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis
untuk mencatat hal-hal penting ya.
Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain
untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini
dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN
tentang materi yang disampaikan oleh
narasumber.
Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat
pada webinar ini, Sobat ASN wajib
mengisi link presensi yang akan kami
bagikan pada saat acara webinar
berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi
lembar penilaian dan kuesioner juga agar
e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh.
Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar ini.
Tetap semangat dan selamat mengikuti
webinar ASN Belajar.
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN belajar.
ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Jadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN cetar berkualitas
belajar wujud
pemerintahan
kelas dunia
tukang tekad pancangera
jadi ASN
berkuitar
sama
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi sobat ASN di mana pun
berada. Baik yang sudah bergabung di
Zoom meeting dan juga live YouTube PPSDM
Jatim TV. Nah, senang sekali bersama
saya Devi Santi dapat kembali menyapa
sobat ASN di mana pun berada dalam
webinar ASN belajar seri 41 dari minita
berikan tepuk tangan yang meriah Bapak
dan Ibu
dan tentunya ASN belajar seri 41 tahun
2025 persembahan Korpu SDGIS Provinsi
Jawa Timur BPSDM. Nah, kali ini Sobat
ASN, ASN merupakan garda yang terdepan
dalam mewujudkan birokrasi yang
profesional, adaptif, dan berdampak bagi
masyarakat. Dan tentunya dalam era
reformasi, birokrasi, dan penerapan
sistem merit, pola pikir ASN dan juga
pola karir ASN menjadi faktor penting
untuk membangun aparatur yang
berkompeten, berintegritas, dan memiliki
arah pengabdian. Nah, kali ini Sobat
ASN, namun banyak sekali sobat ASN yang
menghadapi tantangan dalam memahami
strategi pengembangan karir yang efektif
dan juga berkelanjutan dengan melalui
webinar ASN belajar seri 41 yang
bertajuk Meniti Tangga Pengabdian Pola
Karir ASN menuju Birokrasi berdampak
BPSDM Provinsi Jawa Timur mengajak
seluruh sobat ASN di Indonesia untuk
bisa belajar, berbagi, dan juga
menginspirasi dalam meniti karir yang
bermakna dan memberi ber dampak nyata
bagi birokrasi dan masyarakat. Nah, kali
ini
Sobat ASN marilah bersama-sama kita
berpartisipasi dan juga tumbuhkan
semangat pengabdian bersama-sama.
Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN
Belajar seri 41 tahun 2025, marilah
bersama-sama kita akan mendengarkan
opening speech yang akan disampaikan
oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Kepada
Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Kami
persilakan.
Halamualaikum
[Musik]
warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat
dan salam sejahtera untuk kita sekalian.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam webinar series ASN
belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim Corpo
University, Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari
ini Kamis tanggal 23 Oktober 2025, ASN
Belajar telah memasuki seri ke-41.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami. Kami
selalu berkomitmen dan sekaligus
berikhtiar untuk menyajikan topik topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja ASN di Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-41 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik yang senantiasa menjadi
perpinjangan hangat di kalangan ASN,
yakni tentang pengembangan karir ASN.
Sebuah topik yang bukan hanya menyentuh
dimensi administratif, tapi juga
menyentuh jantung dari profesionalitas
dan makna pengabdian seorang abdi
negara. Karir ASN bukan sekedar
perjalanan menaiki tangga jabatan,
melainkan perjalanan meniti tangga
pengabdian. Di mana setiap jenjang bukan
sekedar posisi, melainkan amanah dan
kesempatan untuk memberi dampak.
Karena tema ini sangat tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam, maka
ASN Belajar seri ke-41 tahun 2025 ini
mengangkat topik menitik
tangga pengabdian, pola karir ASN menuju
birokrasi berdampak.
Nah, Sobat ASN sudah menjadi tradisi
akademik dalam ASN belajar bahwa topik
menarik ini akan kita bahas secara
intensif dari beragam perspektif bersama
para narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sobat ASN di seluruh tanah air, hari ini
kita tidak sekedar membahas pola karir
ASN sebagai topik administratif, tetapi
sedang menapai makna dari perjalanan
pengabdian itu sendiri. Sebab karir ASN
bukanlah sekedar tentang posisi yang
diraih, melainkan tentang arti yang
tumbuh dari setiap langkah pelayanan
yang kita tempuh. Setiap jenjang, setiap
rotasi, setiap promosi bukanlah hanya
perpindahan jabatan, tetapi perjalanan
spiritual pengabdian.
Tangga karir ASN adalah tangga
pengabdian yang menuntun kita dari
sekedar bekerja menjadi bermakna, dari
sekedar menjalankan tugas menjadi
penebar dampak. Dalam kerangka human
capital management dan merit system,
pola karir ASN sesungguhnya adalah
arsitektur kebijakan publik yang
dirancang untuk memastikan kesesuaian
antara kompetensi kinerja dan kebutuhan
organisasi.
Kar SN tidak boleh lagi dipahami hanya
sebagai implementasi regulasi karena
sesungguhnya ia adalah indikator kinerja
birokrasi.
Seberapa baik birokrasi kita mengelola
karir ASN sebenarnya mencerminkan
seberapa efektif birokrasi kita
mengelola perubahan.
ASN yang karirnya terarah dan terbina
dengan baik bukan hanya sumber daya
tetapi aset strategis pembangunan.
Mereka adalah motor penggerak yang
memastikan bahwa pelayanan publik
berjalan efektif, adaptif, dan
berdampak.
Sat di seluruh tanah air, karya ASN
bukan sekedar administrasi, tapi bukti
dedikasi. Di balik setiap SK dan angka
kredit, ada ketulusan dan perjuangan.
Ada lembur yang tidak tercatat, ada
pengabdian yang tak selalu dihitung.
Karir yang sejati bukan ditandai oleh
panjangnya masa kerja, tetapi oleh
kedalaman kontribusi dan konsistensi
dalam melayani.
ASN yang berdedikasi tahu bahwa setiap
jabatan adalah amanah dan setiap amanah
adalah kesempatan untuk menebar manfaat.
Lebih jauh lagi, karir ASN bukan sekedar
kebutuhan individual, melainkan urgensi
sebuah organisasi. Organisasi publik
yang sehat adalah organisasi yang mampu
menumbuhkan karir pegawainya secara
sistemik. Ketika karir ASN stagnan, maka
inovasi pun terhenti. Ketika
pengembangan kompetensi diabaikan, maka
pelayanan kehilangan denyut hidupnya.
Karena itu, karier ASN harus menjadi
bagian integral dari ekosistem
pembelajaran berkelanjutan.
Dan akhirnya karn
bukan hanya demi kesejahteraan pribadi,
tapi juga tentang pengakuan atas
pengabdian. Puncak karir ASN bukanlah
posisi melainkan legitimasi moral dari
publik yang merasakan dampak nyata dari
kerja kita. Birokrasi berdampak bukan
lahir dari sistem yang merumit, tetapi
dari ASN yang menempatkan pelayanan
publik sebagai panggilan hidup. Di
situlah karir menemukan maknanya ketika
ia menjadi jembatan antara profesi dan
pengabdian, antara kinerja dan panggilan
kemanusiaan.
Sahabat ASN di seluruh tanah air, untuk
membahas lebih lanjut topik menarik ini,
kami telah mengundang para narasumber
luar biasa yang sudah barang tentu
sangat kompeten di bidangnya. Kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada para narasumber hebat yang telah
berkenan hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air. Pertama kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada yang terhormat Bapak Aba Subagia
Sos, MAP. Beliau adalah Deputi Bidang
Sumber dan Manusia Aparatur Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.
Kedua, kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada Bapak Muhammad
Widwan, ST. Master Engineering. Beliau
adalah Direktur Perencanaan Kebutuhan
ASN Badan Kepagai Negara Republik
Indonesia. Dan ketiga, kami menyampaikan
terima kasih dan apresiasi kepada Bapak
Prof. Dr. Agus Pramus. Beliau adalah
guru besar Universitas Gajah Mada
Yogyakarta sekaligus Presiden Asian
Association for Public Administration.
Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan
seksama webinar ASN belajar seri ke-41
tahun 2025. Semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih
banyak untuk opening speech yang telah
disampaikan oleh Bapak Dr. Ramlianto,
SPMP. Nah, kali ini sebelum kita
berlanjut ke sesi yang berikutnya, kami
ingin memberikan satu informasi kepada
Sobat ASN bahwa saat ini sudah dapat
melakukan presensi pada halaman semesta
Bangkom dan juga link presensi dapat
sobat ASN lihat pada running tag
kolom chat Zoom dan juga pinchat YouTube
BPSDM Jatim TV. Dan dikarenakan saat
traffic presensi yang sedang tinggi bagi
sobat ASN yang masih belum bisa
mengakses presensi dapat mencoba kembali
secara berkala sampai dengan pukul 12.00
siang.
Sobat ASN, kita akan menyimak bersama
untuk materi yang pertama yang akan
disampaikan oleh Direktur Perencanaan
Kebutuhan Aparatur Sipil Negara Badan
Kepegawaian Negara Republik Indonesia
dan kali ini Bapak Muhammad Ritwan, ST,
Magister Engineering. Tentunya kami
ingin menyapa terlebih dahulu.
Selamat pagi, Mbak Devi. Apa kabar?
Selamat pagi, Bapak.
Bagaimana kabarnya, Bapak?
Alhamdulillah sehat selalu.
Mudah-mudahan teman-teman BPSDM dan
Wipro Communication senantiasa sehat
juga.
Terima kasih tentunya kali ini Bapak
Muhammad Ritwan sudah tidak sabar ingin
berbagi informasi dan juga inovasi yang
terbaik untuk ASN dan juga sobat ASN di
mana pun berada. Dan kali ini kepada
Bapak Muhammad Ritwan, ST, Magister
Engineering kami persilakan.
Baik, terima kasih Mbak Devi Santi.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Selamat
pagi, salam sejahtera untuk kita semua.
Om Swastiastu, namo buddhaya, salam
kebajikan rahayu.
Ee yang saya hormati sahabat saya Pak
Dr. Ramlianto, Kepala BPSDM PEMPR Jatim
yang selalu energik ya dan mampu
membangkitkan suasana pagi ini. Ee yang
saya hormati juga Pak Prof. Agus
Pramusinto ini guru saya ini e mantan ee
ketua KSN. Kemudian nanti ada Pak Aba
Subakja, Pak Deputi ee SDMA.
Tentu saja Mbak Devanti dan teman-teman
Wipro Communication all the best dan
wabil khusus teman-teman semua, sobat
ASN, para
penikmat
ee seri ASN belajar. Baik, saya tidak
akan lama-lama akan saya coba
ee
share paparan saya. Ini kurang lebih
nanti akan berdurasi
30 menit ya. Nah, tetapi rupanya
Pak Ramli dan teman-teman dari BPSDM
membuat sesuatu yang tidak biasa.
Biasanya
pendahuluan dari ASN
belajar ini adalah perspektif makro dulu
yang akan disampaikan seharusnya oleh
Prof. Agus Pramososinto, kemudian aspek
eh regulasinya baru kemudian best
practice-nya di lapangan seperti apa
yang dilakukan oleh BKN. Tapi kali ini
ternyata saya duluan. Ya sudahlah
mungkin beliau sedang sibuk Pak Aba dan
Pak Agus, Pak Dr.
Prof. Agusedang sibuk.
Saya akan coba, Teman-teman sekalian
menyampaikan pola karir ASN menuju
birokrasi berdampak dipandang dari sudut
perencanaan kebutuhannya dan
apa cantolannya di Asta Cita atau di
potensi wilayah.
Saya terima kasih sebelumnya em karena
sudah
pernah juga bergabung di seri ASN
belajar seri 3, 5, 32,
38, 44, dan 47 tahun-tahun sebelumnya
ya. Baik, teman-teman sekalian
ee sahabat saya ASN di seluruh Indonesia
karena saya cek tadi tidak hanya di Jawa
Timur ya, tetapi di di tempat-tempat
lain bahkan kementerian, lembaga dan ini
nasional ya.
Pengembangan karir itu idealnya
ditentukan dari perencanaan kebutuhan
ASN yang matang. Tanpa itu, maka akan
sulit bagi kita untuk mengembangkan
karir dari sisi pribadi dan sulit juga
bagi organisasi untuk menyeimbangkan
atau mengetahui atau menyeleraskan.
Ya, nanti saran saya buat teman-teman
untuk Pak Abah ditanyakan ya hal-hal
yang sekarang sedang menjadi isu isu
hangat nih. Misalnya apakah P3K
paruh waktu penuh waktu itu punya karir
juga?
Apakah benar
tahun 2026 akan ada seleksi ASN hanya
untuk titik-titik misalnya? Apakah benar
ada isu misalnya em
ada revisi Undang-Undang SN di mana P3K
akan
diminta atau dimandatkan untuk langsung
jadi PNS? Nanti ditanyakan ke mereka.
Saya akan lebih ke tataran praktisnya
saja ya. So, enggak peduli Anda ASN,
Anda PNS, Anda P3K. Kita semua sama.
Kita ASN yang harus mengembangkan
karirnya.
Baik. Nah, apa sebenarnya pola hubungan
karir dan perencanaan kebutuhan ASN?
Kalau kita lihat ya, perencanaan
kebutuhan ASN itu kan isinya nanti
tentang data kebutuhan, angka kebutuhan,
kualifikasi jabatan, anjab dan ABK,
informasi jabatan dan sebagainya. Berapa
perlunya jabatan fungsional anu di OPD
tertentu misalnya. Lalu setelah itu
orang-orang di dalam sini tentu setelah
masuk ke dalam sistem harus
mengembangkan kompetensinya dan di
sanalah pola karir akan memegang peranan
di mana profil pegawai peta kompetensi
itu akan saling berhubungan. So sangat
erat hubungan antara perencanaan
kebutuhan ASN di awal waktu kita masuk
dengan pola karir selanjutnya.
Dan ini akan lebih pas lagi karena akan
saya berikan beberapa contoh untuk
kementerian, lembaga dan mungkin
kabupaten kota bagaimana
ee perencanaan kebutuhannya itu akan
agak shift gitu ya, agak bergeser dari
asta cita dari em
ee visi misi kepala daerah dan dari
potensi daerahnya. Dan ini agak
berbahaya kalau kita tidak segera
mengatasinya.
Dan sebagaimana teman-teman ketahui,
perencanaan kebutuhan dalam
Undang-Undang 20 tahun 2023, sori ini
salah ya harusnya 20023 tentang ASN.
Bu Menteri PAN RB menetapkan kebijakan
perencanaan kebutuhan yang itu merupakan
panduan dalam menyusun kebutuhan pegawai
yang didasarkan pada prioritas nasional
dan sesu RPJMN dan kemampuan negara.
Nah, seluruh proses perencanaan
kebutuhan ini saat ini dilakukan pada
sistem yang terintegrasi
namanya SISNBKN
untuk fitur layanan perencanaan
kebutuhan. Teman-teman semua, untuk dua
layanan dasar yang sekarang menjadi
panglima dalam pelayanan publik yaitu
pendidikan dan kesehatan, maka SISN
layanan perencanaan BKN itu sudah
terhubung dengan sistem dengan Dapodik
di KemenicDesment, dengan RTG di
Kemendic Dasment dan sistem-sistem lain
sehingga kebutuhan guru, kebutuhan
pengajar untuk mapel tertentu untuk di
daerah mana kami sudah ketahui. Sehingga
teman-teman nanti dari BKD, BKPP, BKP,
SDM atau Biro SDMKL itu tinggal
menyesuaikan dengan mapping mereka.
Bagaimana dengan Nakes dan NAET, tenaga
kesehatan dan tenaga medis pun sudah
begitu. SI, SDMK sudah saling ber
apa ya? berhubungan sangat erat dengan
sistem DBKn sehingga kebutuhan perawat
ee kebutuhan terapis gigi dan mulut
misalnya dan yang lain itu di manaun
dokter-dokter spesialis juga sudah
terhubung secara ee sistem. Nah, ini
yang memudahkan kita sehingga nanti
perencanaan kebutuhan ini akan pas
kiranya dengan pola karir Bapak, Ibu,
teman-teman semua di masa yang akan
datang.
Nah, ini fungsi jabatannya saya akan ee
banyak ke sini. Kenapa? karena ee banyak
yang kemudian perencanaan kebutuhan itu
menganggap ah ini kan untuk
sesuatu yang 5 tahun sekali atau 1 tahun
sekali cukup gitu. ini tidak cing. Jadi
perencanaan kebutuhan peta peta jabatan
ajab apik tidaking sampai dengan saatnya
semua orang baru tahu bahwa ternyata
formasi P3K, formasi CPNS, formasi ASN,
penetapan kebutuhan dari Menpan untuk
seleksi ASN di berikutnya dasarnya
adalah ini. Dan ee dalam ke
seharian kita dalam siklus manajemen
ASN, peta jabatan itu me mengandung
makna yang sangat penting untuk
penilaian kinerja, pemberhentian,
seleksi dan pengadaan, mutasi, promosi,
dan sebagainya, serta pengembangan
kompetensi dan karir ASN yang sedang
kita bahas.
Baik, sekarang saya next. BKN sedang
getol-getolnya berusaha me
mengendorse pengembangan karir ASN
melalui manajemen talenta. Apa itu
manajemen talenta dan bagaimana ee
manfaatnya? Pertama, manajemen talenta
ASN itu kami gunakan sebagai instrumen
untuk mewujudkan tujuan negara. ini
hafal semua karena setiap apel pagi
setiap upacara dibacakan melindungi
segenap bangsa Indonesia memajukan
kesejahteraan umum mencerdaskan k bangsa
dan seterusnya
itu jadi manajemen talenta ASN dan
tujuan negara adalah ee sesuatu yang
saling berhubungan dan
manajemen talenta ini kita gunakan
sebagai instrumen untuk itu.
Nah, ketika misalnya bagaimana mencari
talenta ASN yang sesuai dengan kebutuhan
jabatan. Kalau ini teman-teman tahu ini
bok ee
ee apa namanya? Potensi vs kinerja ya
yang biasanya
ee apa namanya? Yang promotableel itu
adalah yang di 7, 8, dan 9.
Jadi di BKN sekarang sedang
getol-getolnya ini dan kalau tidak
keliru ee pemerintah Provinsi Jawa Timur
adalah satu dari sekian
ee baru sedikit ya pemerintah daerah
yang sudah diberi mandat untuk dapat
melakukan ee manajemen talenta melalui
tidak melalui mekanisme seleksi terbuka
tetapi melalui pencarian di internal di
dalam
ini seleksi admin administrasinya
berdasarkan persyaratan kualifikasi
minimuduki jabatan ini ada di peta
jabatan APK. Kemudian proyeksinya
berdasarkan rumput jabatan ke ee
sembilan kota ini. Contoh misalnya
Kepala BAPPEDA PEMPR Jatim kosong
misalnya sejak Januari 2025 maka
sebenarnya PEMPR Jatim melalui BKD punya
nama-nama 357
yang telah dipetakan sebagai suksesor
dengan potensi dan kinerja yang tinggi
yang sudah diukur juga di dalam sistem
ee di antaranya services yang dilakukan
oleh BKN. Nah, tinggal kemudian
kompetensi teknisnya saja perlu
dipastikan bahwa itu sesuai dengan
jabatan kepala BPPEDA yang kosong
misalnya.
Dan ee ini akan memudahkan kita yang
secara tradisional 5 tahunan selalu
berganti kepemimpinan ya teman-teman di
daerah. Kalau di kementerian lembaga
mungkin tidak terlalu tidak terlalu ee
fokus dengan itu. Tapi begitu ganti
kepala daerah yang berubah bisa berubah
halian haluan, bisa berubah targetnya,
ini akan akan berbahaya kalau kita tidak
memakai manajemen talenta.
Kemudian ee keberhasilan kinerja
instansi pemerintah itu hasilnya juga
berseiringan dengan pengembangan karir.
Jadi kalau mau kinerjanya tinggi,
karirnya juga harus diperhatikan baik
baik kualifikasi, kompetensi, potensi
kinerja, maupun integritas dan
moralitas. Nah, dari dari ini mobilitas
talenta untuk pengembangan karir pun
bisa dilakukan melalui akuisisi talenta,
melalui pengembangan, retensi,
penempatan dan pemantauan dan evaluasi
sedemikian sehingga ada the best fit
saja yang dapat diangkat dalam jabatan
itu dan tanpa me me apa namanya ee tanpa
kita
khawatir dengan gangguan terhadap
pelanggaran man sistem dan pengembangan
karir.
Nah, ini contoh bagaimana penerapan
perencanaan kebutuhan dan pola karir di
instansi pemerintah. Saya sengaja tidak
memilih PE Prof Jatim biar nanti Bu
Kepala BKD Jatim saja ke ke kami gitu
ya. Saya nyontohkan yang lain-lain.
Contohnya ini.
Bagaimana sebenarnya dukungan terhadap
Asta Cita kelima hilirisasi ya di untuk
Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral. Kemen SDM ini bertanggung jawab
antaranya di antaranya terhadap
keberhasilan Asacita kedua ya. Kemudian
Astacita kelima.
Kalau Asta cita kedua sembada energi
pangan dan sebagainya. Kalau Asta Cita
kelima, hilirisasi ya untuk
meningkatkan daya tambah.
Nah, kemudian kompetensi strategis yang
dibutuhkan tentu formulasi analisis
kebijakan energi hilisasi nasional,
kemudian ini jabatan fungsionalnya yang
relevan, ini rekomendasi pendidikannya.
Kenapa rekomendasi pendidikan ini
penting? kami ingin memberikan ee
stimulus kepada orang-orang yang mau ee
berada di rekomendasi pilihan ini untuk
selalu naik kalau sudah S1, S2, S2, S3
kemudian ee pencantuman akan AK akan ee
apa gelar akademisnya pun akan
dipermudah di BKN. Kemudian yang kedua
pengawasan talenta dan pengelolaan
energi mineral. Kira-kira ini eh jabatan
fungsional yang relevan. So, if you are
among this jabatan fungsional, Anda
berada di tempat yang tepat di
Kementerian ESDM. Untuk apa pola
karirnya ee dapat diakselerasi
dengan lebih cepat karena sesuai dan
seterusnya ya. Kemudian bagaimana dengan
komposisinya? Nah, ternyata dari
komposisinya kami punya rumus ee baku
2080. 20% itu untuk supporting misalnya
ee auditor kemudian analis SDMA 80%-nya
adalah untuk bidang utama JF tertentu.
Nah, ternyata di ISDM bidang keenergi
ee dan sumber daya mineralan ini hanya
28,6%.
Oleh karena itu ee dari 4.000 ya, jadi
hanya ada 1100 dari 4.237.
Oleh karena itu ee analisis dan
rekomendasi kami misalnya jumlah
jabatannya lebih dari 20% harus
dikurangi nih atau jabatan-jabatan yang
tadinya pelaksana silakan bergeser ke
jabatan fungsional strategis yang cocok
dengan ee Asta Cita ya, cocok dengan
Kementerian ESDM. Nah, kemudian ee
komposisi yang juga perlu ditingkatkan
proporsinya seimbang sehingga antara
inspektor ketenaga listrikan dan
inspektor panas bumi itu harus harus
sama-sama naik gitu. Dan kemudian kami
minta Kementerian SDM membuat analisis
atau kajian terkait jumlah minimum JF
yang diperlukan untuk mendorong supaya
ASTA cita ke berapa tadi? Kedua, dan 5
itu menjadi lebih ee terlaksana lebih
baik. Oke, ini provinsi kami pilih
Provinsi Jawa Barat sebenarnya. Ini
kira-kira uraian kompetensinya SN-nya
ini. Mengembangkan kualitas sumber daya
manusia, mengembangkan ekonomi rakyat,
mengurangi disparitas pembangunan utara
selatan. Ini ee ini visi misinya Pak
Wali, Pak, Pak ee Gubernur KDM, Bapak
Aim meningkatkan proses pendidikan.
Kemudian otomatis rekomendasi JF-nya
yang pas dengan masing-masing ini adalah
sebagai berikut. ada guru, ada
widayiswara dan sebagainya yang terus ke
bawah. Nah, kemudian ini pemenuhan
target pemenuhan JF-nya pada
bidang-bidan JF tertentu. Kami coba cek
bagaimana sebenarnya dukungan pemenuhan
JF jabatan fungsional terhadap potensi
wilayah dan asta cita untuk Provinsi
Jawa Barat. Ya, ternyata dengan belanja
pegawai yang cukup ideal ya ini 29,32
ini ideal karena berada di bawah 30%.
Sementara P Prof Jatim saya cek tadi
berapa? 33%. Hati-hati,
hati-hati karena ee 2027 sesuai dengan
Undang-Undang HKPD maksimal harus 30%.
Nah, oleh karena itu dari
catatan-catatan yang sudah kami
sampaikan kemudian grafik dukungan dan
analisis yang kami lakukan, maka
rekomendasi ee ee kami terhadap PEMPR
Jawa Barat adalah penguatan untuk JFJF
ini
dan rekomendasi JF-nya ini. Sehingga
teman-teman yang ada di kelompok
penguatan ini mestinya mestinya karena
dia sejalan dengan potensi wilayah dan
dan pengembangan asta cid dan
pengembangan ee visi misi ee kepala
daerah Gubernur Jawa Barat, maka
mestinya kelompok-kelompok yang ini ini
akan karirnya moncer gitu ya. harusnya
begitu. Harusnya begitu dibanding yang
lain-lain.
Dan ee itu kira-kira teman-teman yang
bisa saya sampaikan tidak tidak banyak.
Yang jelas BKN
sangat mendukung kebijakan yang proir
ASN ini. Teman-teman mungkin sudah tahu
Bapak Ibu ada delapan kebijakan terbaru
BKN yang pro karir ASN. Pertama
pencantuman gelar akademik. Ya, kalau
dulu wajib
ada ee izin belajar atau tugas belajar,
sekarang ada relaksasi dengan surat
edaran kepada BKN nomor 3. Pokoknya
sudah milik ijazah dan itu terakreditasi
maka bisa dicantumkan di gelarnya.
Kemudian profesi akademik eh profesi
akademik itu kemudian pencantumkan gelar
profesi juga demikian.
Kemudian ee kemudahan ujian kompetensi
untuk ee JF kepegawaian ini menjadi 12
kali setahun alias setiap bulan. Dan
kalau misalnya ee ada yang belum
memenuhi dari subunsur itu, tinggal itu
saja yang direm yang diulang.
Kemudian yang keempat, wah ini
kesempatan kenaikan paket lebih tinggi
dari atasan langsung. Kemudian yang
kelima, nah di kami apapun bentuk surat
masuk dari dari instansi apa apapun
bentuk layanan itu harus selesai
maksimal dalam 5 hari. Kalau tidak
selesai maka dianggap BKN menyetujui loh
kurang gimana.
Yang keenam penguatan independensi
seleksi JPT. Jadi tidak boleh lagi sejak
bulan Juli 2025 dan seterusnya unsur BKN
baik pejabat manajerial atau struktural
maupun JF dan pelaksana untuk menjadi
anggota pansel seleksi di instansi luar.
Kemudian percepatan pembangunan
penerapan manajemen talenta dan terakhir
ee penambahan periodisasi kenaikan
pangkat selama 12 kali dalam setahun.
Nah teman-teman Bapak Ibu yang saya
hormati.
Kira-kira
itu ee yang bisa saya sampaikan dari
sudut pengembangan pengembangan karir,
dari sudut perencanaan kebutuhan dan ee
endorsement yang BKN lakukan dalam
meningkatkan
karir atau kinerja ASN melalui
program-program produk yang pro karir
ASN. Terima kasih atas perhatian Bapak,
Ibu. Dengan senang hati kami akan nanti
ee berdiskusi dalam dalam tanya jawab
yang akan dipandu oleh Mbak Devi.
Allahum thq. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Bapak Muhammad
Ritwan yang sudah menyampaikan satu
pemaparan yang sangat-sangat menarik
pada sesi yang pertama. Nah, kali ini
tentunya Sobat ASN yang ingin berdiskusi
silakan saja untuk bisa langsung
menggunakan feature as hand di Zoom
ataupun juga bisa bergabung melalui
YouTube dengan menuliskan pertanyaannya
melalui live chat. Dan tentunya sesaat
lagi kita akan melihat siapa saja yang
akan melakukan sesi diskusi pada siang
hari ini.
[Musik]
Baiklah ASN kembali lagi tentunya masih
bersama ASN belajar seri 41 tahun 2025
persembahan dari BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Nah, kali ini kami masih
menantikan untuk Anda sobat ASN di mana
pun Anda berada yang sudah ada tentunya
di Zoom ataupun juga YouTube BPSDM Jatim
TV kami persilakan untuk bisa melakukan
sesi sharing ataupun juga bertanya
ataupun juga bisa berpendapat di sini.
Kami persilakan Sobat ASN dan kali ini
untuk Sobat ASN yang sudah bergabung
untuk yang pertama kami mengundang kali
ini ada Bapak Joko Kusmar Henoto dari
Malang. Kami akan menyapa terlebih
dahulu.
Selamat siang, Bapak. Asalamualaikum.
Selamat siang. Selamat sejahtera untuk
semuanya.
Terima kasih. Bagaimana kabarnya Bapak
Joko?
Baik, alhamdulillah. Tetap tetap
semangat,
tetap semangat
dan selamat berkarya di Masa Purna. Oke,
kali ini kami persilakan Bapak Joko
untuk bisa sharing bersama Bapak
Muhammad Ritwan kali ini selaku
narasumber kami.
Terima kasih Bapak Muhammad Ridwan. Kami
tadi mengikuti, saya mengikuti paparan
panjenengan meskipun singkat-singkat
tapi poinnya sudah kita dapatkan kita
tetap terima Pak. Ya, begini Bapak di
Provinsi Jawa Timur itu di antara
program prioritasnya adalah penurunan
angka pengangguran, Pak.
mungkin juga provinsi yang lainnya. Nah,
beban itu diberikan kepada Dinas Tenaga
Kerja Provinsi Jawa Timur.
Ee kita berbicara penurunan angka
pengangguran itu di antaranya adalah
melalui strategi peningkatan kompetensi
tenaga kerja, Pak. Agar bisa mengisi
jabatan kerja yang ada di dunia kerja.
Nah, bicara tentang peningkatan
kompetensi, maka di situ peran strategis
instruktur, Pak.
Instruktur di semua lembaga Balai Latang
Kerja di jajaran Dinas Tagja Provinsi
Timur. Nah, berkaitan dengan materi yang
Bapak sampaikan tadi, kami sebagai
instruktur yang mana kami
menitik karir ini sesuai dengan judul
ini ee sampai sekarang lebih kurang
sudah 39 tahun lebih, Pak. Jadi 3 tahun
9 bulan. Jadi 39 tahun 9 bulan. Namun ee
kami sudah mengikuti bagaimana
perkembangan ee peningkatan ee
pengembangan karir ee yang namanya
instruktur itu, Pak. Mulai dari awal
instruktur sampai dengan sekarang
jabatan fungsional instruktur. Ini yang
ingin kami tanyakan Bapak sudah ada
peraturan BKN Pak nomor 22 kalau ya
nomor 14 nomor 14 tahun 22 berkaitan
dengan ee kelas jabatan fungsional
instruktur mad.
yang itu juga sudah ditindaklanjuti
dengan surat Kementerian Tenaga Kerja
kepada ee provinsi-provinsi, Pak. Namun
sampai dengan sekarang itu belum
dilaksanakan di Pat.
Belum dilaksanakan. Itu peraturan resmi
di zaman Pak Cahyo Kumolo dulu, Pak.
Menpannya
kemudian sampai sekarang belum tidak
lanjuti. Sementara ada jabatan lain
fungsional yang sudah masuk kelas utama
di Provinsi Timur, Pak.
Ya, ini untuk struktur belum ada. Yang
kedua, sistem pembinaan menggunakan
sistem piramid di provinsi menurut saya
perlu ada apa ya, Pak? Review kembali
karena seiring dengan apa yang pernah
sampaikan Pak Zudan waktu itu bahwa
pengembangan karir itu disusuhkan
menggunakan sistem tabung, Pak, bukan
menggunakan piramid. Nah, itu bagaimana
implementasinya? Bagaimana pas sudah
dilaksanakan. Yang ketiga, pertanyaan
kami, Pak, berkaitan dengan masa kerja
ASN yang mana pernah disampaikan Pak
Zudan kalau gak waktu itu sebagai PKN ee
ada penambahan masa kerja instruktur
atau bukan instruktur ya, ASN tepatnya
ya waktu itu. Nah, apakah itu sudah
dibuatkan ee turunannya atau diusulkan
atau bagaimana Presiden?
Karena ini penting, Pak.
pengembangan karir struktur itu
sudah ada landasan hukumnya, namun
sampai sekarang juga belum diterapkan.
Jadi ee kami sudah beberapa kali
komunikasi dengan Kepala Biro
Organisasi, namun tampaknya perlu ada
penjelasan lebih lanjut dari BKN, Pak
tentang itu, Pak.
Terima kasih, Pak. Ada tiga pertanyaan
kami. Insyaallah ee saya
kalau dihadap perpanjangan, Pak, ya 1
Desember sudah masuk purna tugas, Pak,
dengan pangkat terakhir 4D
dengan apa namanya? Masa kerja 39 tahun
10 bulan, Pak. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Habis ini Bapak Joko akan
kembali berkumpul bersama keluarga
tentunya ya.
Baik, silakan. Kali ini kami persilakan
kepada Bapak Ritwan untuk dapat
menjawab.
Makasih Pak Joko. Ee senior kita semua
nih ya.
Pertama saya ingin mengucapkan selamat
Pak karena apa namanya eerness Bapak
untuk spiritnya sangat tinggi. Tepuk
tangan Pak Joko. Yang kedua, Pak Joko eh
kami sudah sounding kepada teman-teman
Setnik bahwa
eh
Satya Lencana Karya Satya itu tidak
cukup untuk sampai 30 tahun. Kami sudah
sampaikan mbok Yao ada yang 40 tahun
karena faktanya ada orang-orang seperti
Pak Joko ini ya.
Dan kemungkinan para profesor yang
sampai 70 kalau dia masuknya waktu itu
sebagai dosen tahun 20 ee umur 20 maka
sangat panjang bahkan mungkin bisa
sampai ee
Satya Lencana 50 tahun gitu. Jadi itu
Pak mudah-mudahan ada. Kemudian yang
kedua, nah ini memang begini Pak Profan,
Kepala BKN itu kan juga punya wajah lain
yaitu Ketua Umum Korpri, Pak. Nah, dalam
kerangka ee jabatan beliau sebagai dan
dan antara ketua umum Korp dan Kepala
BKN menjadi satu sekarang. Oleh karena
itu kami sampaikan ee delapan kebijakan
yang pro karir ASN itu benar-benar murni
dari beliau. karena beliau pernah PJ
gubernur di tiga tempat, kemudian pernah
ee beberapa kali di tempat lain itu
merasakan dampak dari hambatan-hambatan
yang di
ada di delapan ee kebijakan prokari yang
terbaru itu. Jadi kita WC, Pak karena
ketua umum Korpi sudah menyampaikan ke
kepala eh ke kepala negara, ke presiden
tentang yang 60 jadi 62 e 60 jadi 65,
kemudian ee berapa jadi berapa kita
tunggu saja, Pak. Tapi mungkin tidak
akan tidak akan secepat yang kita bisa
duga. Kemudian yang kedua tentang kelas
jabatan dan sebagainya ini memang
pemilik proses bisnisnya banyak ya, Pak
Joko ya. ada Biro Organisasi, ada BKD,
kemudian ada dari Kementerian
Kementerian Tenaga Kerja sebagai
instansi pembina JF-nya. Ada kami, ada
Kemenpan RB dan mungkin Kementerian
Keuangan. Yang ingin saya sampaikan
adalah ini semua harus terkoordinasi.
Memang kalau kelas jabatannya sudah
disetujui di SOTK ee peta jabatan di
Pempr Jatim sebenarnya tinggal eksekusi.
Tapi sebentar tunggu dulu nanti Bapak
mau tanyakan ke Pak Abah dari KemaPAN RB
apakah sudah menyetujui peta jabatan
itu? Karena kalau sudah disetujui maka
tidak ada hambatan lagi sebenarnya.
Apalagi kalau misalnya ee
ABK-nya sudah ada yang dan akan mengisi
sudah ada. Itu yang
sudah Pak. Sudah setuju ya? 14 tahun 22,
Pak.
Iya. Itu berarti tinggal dilaksanakan
saja Pak. Tapi saya harus cek lagi,
Bapak harus cek lagi apakah misalnya ee
kemampuan fiskal kita tahu ya sekarang
TKD transfer ke daerah ini tahun 2026
akan turun dan itu pasti efeknya akan ke
sana. Saya ingin ingatkan Bapak Ibu ya.
Saya ingin ingatkan mudah-mudahan tidak
terjadi tapi bisa jadi TPP
itu akan disesuaikan untuk daerah-daerah
yang memang sudah tak tertahankan. Ya,
saya ingin sampaikan dari 514 kabupaten
kota misalnya hanya 10% atau sekitar 50
kabupaten kota yang rasio belanja
pegawainya itu ada di angka 30
atau kurang. lainnya lebih kita sebut
Kabupaten Anu 47, kabupaten ini 52. Nah,
itu bahaya bahaya bagi pengembangan ee
atau pelaksanaan visi misi dan
ee potensi daerahnya.
Kemudian yang terakhir ini surprise
banget nih, Pak. Gini untuk instruktur
ya memang Dinas Ketenagakerjaan gak
boleh kerja sendirian tuh kalau mereka
misalnya sudah pintar ya anak-anak asuh
Bapak sudah pintar katakan tapi ternyata
lapangan pekerjaannya kemudian yang
lain-lain di dinas ee yang terlibat ya
yang berkaitan tidak tidak
membantu itu juga enggak bisa misalnya
dinas perdagangan, Dinas Perindustrian,
kabupaten, kota dan yang lain-lain. itu
ee apa pengembangan kompetensi
teman-teman yang dari swasta itu yang
yang di dibantu oleh para instruktur
itu akan musro kalau memang
kesempatannya misalnya mereka kan
rata-rata enggak bankable gak enggak
bankable Pak enggak bankable itu kalau
di apa namanya didatangi oleh bank
dilihat misalnya oh ini gak bisa dibantu
gitu oleh karena itu nanti uang R
triliun itu akan pro juga kalau kemudian
tidak dibantu dengan yang lain-lain.
Tapi saya setuju, Pak, bahwa ee JF
Instruktur ee di Dinas Ketenagak kerjaan
memegang perangat sangat penting karena
mestinya teman-teman di sektor ee publik
ee di sektor swasta lalah yang apa
namanya harus mengembangkan itu karena
kemudian PAD-nya akan tumbuh dan
seterusnya. Terima kasih sekali lagi Pak
Joko. Ini mungkin bisa ditanyakan lagi
nanti ke Pak Aba ya. Terima kasih Bapak
kita ini. Makasih Pak Joko.
Terima kasih Pak Joko untuk
pertanyaannya. Kayaknya kalau dengan
semangatnya Pak Joko kali ini ya, Pak
Ritwan penginnya mengabdi seluruh
usianya untuk pekerjaannya. Hebat
sekali. Tepuk tangan dong untuk Bapak
Joko. Terima kasih Pak Joko antusiasnya
dan tentunya nanti pensiunnya bisa
bahagia bersama keluarga dan juga
menerapkan semua yang sudah kita
informasikan bersama SN belajar untuk
keluarga tercinta. Nah, kali ini Pituan
kita akan menuju untuk penanyaan kedua
yaitu ada Ibu Yunita. Kita akan menyapa.
Selamat pagi Ibu Yunita. Asalamualaikum.
Halo, Ibu Yunita.
Ibu Yunita, mohon izin. Dari mana, Ibu?
Ee dari Kabupaten Mojokerto.
Oh, baik. Silakan Ibu Yunita untuk bisa
sharing, mengungkapkan semuanya atau apa
yang ingin ditanyakan kepada ekspert
kita ataupun juga narasumber kita. Kami
persilakan.
I ee ini kan saya menyimak paparannya
Bapak itu tentang manajemen talenta,
kemudian pengembangan karir. Ee saya
pertanyaan saya itu gini, Pak.
ee itu untuk pengembangan karir
prioritasnya kan kalau di sistem merit
itu kan diutamakan untuk kompetensinya
ya, Pak ya. Nah, kemudian untuk promosi
sendiri itu apakah ada uji tersendiri
gitu kan untuk menunjukkan bahwa ini
sudah kompeten atau belum atau
diutamakan untuk yang masa pengabdiannya
lebih tinggi mungkin atau seperti apa?
Terus kemudian ee saya dulu perekrutan
saya itu pertama kali adalah penata
keuangan. Kemudian
ee mulai tahun ini diubah menjadi
penelaah teknis kebijakan. Nah, dari
penata keuangan yang ee kompetensinya di
bidang keuangan dan akuntansi waktu itu,
ke penelaah teknis kebijakan yang sama
semua di kepegawaian juga ee di bagian
TU itu juga penelaah teknis kebijakan,
di bidang penata perizinan itu juga
penelahan teknis kebijakan. Nah, ini
apakah enggak enggak seperti kemunduran
gitu, Pak? Jadi awalnya tuh sudah
tertata nih sesuai nih dengan
kompetensinya nih. Kemudian disamaatakan
lagi. Nah, itu jadi pola pola karinnya
nanti seperti apa. Kemudian ee atasan ee
bukan atasan ya, di tempat saya ini di
sekretar saya kan berada di dalam
naungan sekretariat nih sekretariat.
Kemudian saya penata keuangan. atasan
saya waktu penyetaraan fungsional
kemarin itu ee di tahun 2023 kalau
enggak salah itu kasak keuangan saya itu
jadi fungsional AKPD. Kemudian
ee tapi di sekretariat itu misalnya saya
penata keuangan ini saya enggak bisa nih
sekarang nih kalau misalnya mau naik itu
jadi AKPD enggak bisa karena kan ee AKPD
itu hanya untuk dinas-dinas tertentu
misalnya seperti itu. Nah, berarti kalau
posisi saya nih enggak ada kemungkinan
ee apa pengembangan karir berarti
seperti itu? Pertanyaan saya karena
posisi saya ini kan kayak ya sudah stak
gitu, Pak. Gimana itu, Pak?
Sebentar, sebentar. Bu Yunita sekarang
fungsional ya?
Enggak, bukan belum, Pak. Jadi waktu
Oh, pelaksana ya penalangan teknis
kebijaksanaan kebijakan.
Iya. Iya. Dulu kan awal awal dari
capeknya jadi terus ke ke pegawainya itu
kan penata keuangan karena kan ee apa
kompetensi saya pendidikan saya kan
akuntansi sesuai kemudian diubah jadi
penelaah teknis kebijakan
yang sama semua di semua sisi itu apa
maksudnya di semua lini di dinas saya
terutama itu sama kalau untuk pelaksana
berarti kan enggak ada pembagian yang
sesuai kompetensinya gitu kan. justru
enggak enggak manajemen talentanya
seperti apa. Terus kemudian waktu saya
ikut mengikuti Zoom untuk yang AKPD itu
bahwa untuk di sekretariat itu tidak
dimungkinkan untuk
hanya untuk ujiom aja loh. Jom, AKN atau
AKPD atau apa itu tidak diizinkan.
Karena di sekretariat itu ee mungkin
pekerjaannya yang rutin-rutin aja begitu
ya. Mungkin hanya dari bidang gitu kan
waktu itu saya
saya mengikuti Zoom-nya itu seperti itu
ya. Terima kasih Pak. Ini curcol Pak.
Nggih. Siap. Matur nuwun.
Nggih. Matur nuwun Bapak. Baik. Kali ini
kami persilakan kepada Bapak Ritwan
untuk dapat menjawab keluh kesah dari
Ibu Yunita, keresahan dari Ibu Yunita
nih.
Baik. Baik. Em,
saat ini struktur dari ASN itu kalau
dilihat dari tugasnya kan ada dua, ada
tiga ya, Bu Yunita dan Bapak Ibu ya.
pertama adalah ee pejabat manajerial
ya atau yang dulu disebut sebagai
pejabat struktural, kepala biru, kepala
badan dan sebagainya. Kemudian yang
kedua ada pejabat fungsional JF ya,
jabatan fungsional. Kemudian yang ketiga
pelaksana. Nah, ketiganya ini memang em
kalau kami sekarang di di Trenhan
Direktorat Percayaan Kebutuhan itu lebih
cenderung ke kami sudah baca dari
referensi dari ee OECD misalnya dari
ee beberapa
ee referensi internasional dan regional.
Angka 2080 itu nampaknya menjadi semacam
menjadi ini ya menjadi ee angka
psikologis gitu 80 JF kemudian 20-nya
adalah supporting atau pelaksana atau JF
yang ada di sekretariatan misalnya
seperti misalnya analis SDM aparatur itu
masuk ke dalam yang 20%. Nah, kemudian
ada Kenpan 282 kalau enggak keliru ya
yang mereposisi jabatan pelaksana itu
menjadi tiga. Ada klerek, ada ee
penelaah, ada apa gitu. Nah, kemudian
dari dari banyak gitu ya, dari banyak
ini memang tendensinya nanti ma mohon
ditanyakan juga ke Pak Abah ada
menskuquis atau memampatkan misalnya
misalnya jabatan fungsional di bidang ee
keuangan negara itu yang tadinya ada
berapa? Ada ada 14 kalau enggak Kir itu
diminta untuk menjadi enam atau lima
saja. ee di Kementerian Kesehatan yang
tadinya ada 40-an itu diminta jadi
berapa belas saja gitu. Di kami pun
begitu di BKN itu kan pembina jabatan
fungsional kepegawaian ya Bu ee Yunita
ya. ada analis SDMA, ada penata SD SDMA,
ada audiman, auditor manajemen ASN,
kemudian ada juga ee asesor. Ini
nampaknya diminta menjadi dua. Nah, yang
jabatan fungsional juga diquis gitu,
dimanfaatkan e dimanfaatkan sori.
Demikian juga dengan terminologi yang
ada di jabatan pelaksana. Masuk. Salah
satunya ada yang terdampak adalah betul
ini penelaah teknis kebijakan itu
jadinya ada di mana-mana dan kalau kita
bilang enggak karu-karuan semuanya bisa
dari teknik nuklir juga bisa masuk situ
dari akuntansi juga masuk situ gitu.
Oleh karena itu, saran saya jika memang
ee
Ibu merasa kompetensi teknis,
kualifikasi, manajerial, sosiokultural,
dan lain-lain memenuhi sebenarnya bisa
ee bisa dicoba untuk ikut ke JF.
Problemnya adalah
80 KL pembina ee JF, ada 283
jenis JF yang model pembinaannya itu
macam-macam.
Ya, ini yang ini yang sedang dicoba di
diurai oleh oleh kami oleh Kepala BKN
dan kami bagaimana para pemilik proses
bisnis ini kemudian sama kalau misalnya
ya
ee kenapa sih harus berbeda tunjangan
tadi JF struktural ahli madia
dengan eh sori struktur JF instruktur
ketenagakerjaan ahli madia yang tadi Pak
siapa tadi Pak Joko dengan misalnya ee
JF auditor ahli madya. Kenapa harus
beda? Karena level pekerjaannya tingkat
kerumitannya kurang lebih sama kan?
Sama-sama madya. Itu yang sekarang
sedang di dicoba di kami ee Pak Kepala
BKN bicara dengan beberapa Bu Menteri,
dengan teman-teman yang ee ada di
kementerian, lembaga dan lain-lain untuk
kita supaya ada satu itulah gitu. Kalau
perlu kalau kita biasanya kenal tadi ya,
Pak Joko sudah sampaikan ada piramid
gitu ya. Nah, JF pertama kemudian muda,
Madia, dan utama. Kenapa enggak tabung?
Dan faktanya ada JF yang tabung Bu ee
Yunita dan Bapak Ibu apa itu? Dosen.
Dosen itu mulai dari asisten bisa jadi
guru besar semua itu benar-benar tabung.
Itu kok bisa, kenapa yang ini enggak
gitu. ini yang ee struggling itu yang
memang kami sedang sisir satu persatu.
Oleh karenanya yang dapat kami lakukan
oleh BKN lakukan adalah mempermudah itu
baru delan area itu tadi Bu ya,
pencantuman gelar yang otomatis gitu.
Bahkan mungkin ya mungkin ke depannya
peran BKD, BKPB, BKPSDM, Karo Biro SDM
itu tidak perlu ada. Kenapa? Karena ya
kalau kalau lulusannya 2019 ke sini itu
data di Forlab PDKT itu sudah ada,
ngapain harus pakai cap basah harus di
itu gitu. Nah, kemudian-kemudahan itu
baru administratif. Nanti mudah-mudahan
mohon doanya ee kesehatan Pak Kepala BKN
dan kami semua ya serta teman-teman BKD
supaya seterusnya bisa nanti lebih ke
substantif. Mudah-mudahan kita bisa
meyakinkan convincing teman-teman
pemilik proses bisnis instansi pemin JF
untuk mempermudah menyamakan, memangkas
dan sebagainya. Termasuk yang Ibu tadi
sampaikan, loh kok bisa padahal
akuntansi kok enggak bisa, kok enggak
boleh bahkan nyobanya enggak boleh gitu.
Nah, itu sebenarnya enggak gini ya. Di
sisi lain ya, Teman-teman. Bapak, Ibu,
ada juga em apa ya tabu-tabu yang kami
pikir loh kok bisa ya gitu? Kok bisa
misalnya kalau benar ya BKPSDM PMKP
Mojokerto siapa sekarang
ee itu melakukan pembatasan itu padahal
mungkin mungkin instansi pembinanya pun
enggak batasin
tapi memang ada JF-JF tertentu izin
mohon izin Bapak Zoom-nya dari KemenQ
Pak waktu itu, Pak.
Nah, iya iya ada. Betul kan?
sektornya
betul sektornya yang masih itu. Nah, ini
yang kami coba bersama dengan Pak Aba
dan teman-teman di ee Kemen Parb.
Pokoknya kalau tagline-nya kan sekarang
ee apa BKN itu apa? Bapaknya para SN ya.
Kami sebagai bapak dan teman-teman
semuanya sebagai anak kami akan
mendahulukan supaya gimana caranya lebih
pintar, lebih karirnya lebih melesat dan
sebagainya. Tapi tentu tentu ada pemilik
proses bisnis lain, ada regulasi yang
juga kita sama-sama harus harmonisasi.
Saya kira saya hanya bisa begitu, Bu.
Saya enggak bisa ini macam-macam ya.
Sementara
itu duluah gimana caranya gini, gimana
caranya Bu Yunita bisa menjadi pembeda
di sekretariat tapi kalau lulusan
akuntansi apalagi UNER dan Ibu sudah
bisa misalnya ya ee bisa membuktikan
bahwa pekerjaannya jauh lebih efektif,
efisien dari yang lain-lain mestinya itu
dilihat. Nah, itu yang yang apa namanya?
Manajemen talenta itu yang kemudian even
itu ibu pelaksana atau yang lain-lain
kalau itu juel hidden jeel di dalam
lumpur misalnya itu kan bisa diambil
juga dan meskipun di lumpur dia
bersinar. Sementara itu mohon maaf saya
tidak bisa menjawab pertanyaan.
Terima kasih Bapak.
Makasih ya.
Terima kasih Ibu Yunita dari Mojokerto.
Nah, kali ini Ibu Yunita semoga
bermanfaat dan tentunya bisa memberikan
sedikit ataupun juga menjawab keresahan
dari Ibu Yunita. Dan kali ini Bapak
Ritwan, kami masih punya beberapa
penanya lagi. Saya akan persilakan
kepada Bapak Juniarso.
Halo, selamat siang. Asalamualaikum
Bapak Juniarso,
Sobat ASN kalau mau bertanya silakan
saja. Kita punya feature sh hand tinggal
saja ditekan saja untuk feature S
hand-nya. Dan kali ini Bapak Juniarsonya
rasanya masih belum bisa mendengar suara
kami. Tapi kali ini kami sudah ada
penanya lagi yaitu ada Bapak Devin.
Selamat siang Bapak Devin.
Asalamualaikum Pak Devin.
Halo. Silakan
ya. Bapak Devin berada di mana, Bapak?
Ma
ee asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Halo. Halo.
Halo. Iya, Bapak Devin. Kami sudah
mendengar
ya. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullah
wabarakatuh.
Saya dari pemerintah Kasi nih. Saya mau
nanya nih tentang menyimak. Di sana kan
ada peta jabatan.
Dari mana, Pak? Mas
dari Kabupaten Bekasi, Pak. Dari
Kabupaten Bekasi.
Oh.
Oh, dari Bekasi. Baik.
Iya. Saya mau nanya nih. Saya menyimak
tentang adanya pengembangan karir ASN
ya. Nah, di sana saya lihat ada peta
jabatan. Nah, depan itu melihat ada
namanya penilaian kinerja.
Nah, diikan sebagai pondasi pola karil
ISN.
Nah, ee bagaimana cara menghitung
penilaian kinerja sebagai pola aril ASN
menuju birokrasi
ee berdampak? Gimana caranya? Itu cara
menghitung penilaian kinerja.
Itu aja.
Baik, terima kasih Bapak Devin. Dan kali
ini kami persilakan Bapak Ritwan.
Kasih, Pak. Pak Devin kalau dekat sama
ee BKN pusat silakan datang aja ke PTSP
kami, Pak. Penjelasan lebi
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:20 UTC
Categories
Manage