ASN Belajar Seri 32 | 2025 - Akuntabilitas Kinerja ASN
EtVXNfO3GJw • 2025-08-21
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Hasen muda semangat membara di era digital terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cempelak Jawa Timur terus melaju. Bersama BPST Jim, kita terus melesat untuk Indonesia emas. Prestasi hebat ASN unggul tiada yang tertinggal. No one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemerlang. Jawa Timur terus melaju bersama BPSDM Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi her aset unggur tiada yang tertinggal no one left behind kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi. Inovasi cemalah. Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesar. Untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PPSM Jatim. No one left behind. ASN unggul dan berkualitas melesa tinggi Indonesia jaya Yeah. [Musik] gerak sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia. tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan perintahan selah dunia tekat pandang menyerah jadi AS berkualitas [Musik] sama aku [Musik] mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati marahlah kami junjung taguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas kebanggaan negeri sis melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hem di sini suka dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi diandeng tangan tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan air yang lebih beragama. mengas penuh hati tulus membantu sesama dibang kami melayani dengan kami melayani [Musik] H [Musik] Bersona membangun asa menuju cipta yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti menitipi zaman dengan semangat pembaruan. Ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. PPS Jing Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas dan inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan dan jalan geniang PPSDM Jawa Timur Center of Sans masa depan gemil [Musik] bersama membangun asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti meniti zaman dengan semangat pembaharuan. Ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. BPSM Jatim pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas. Mencet STM berkompetensi. Tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jangan demiang. BPSDN Jawa Timur Center of Sans masa depan gemilang L [Musik] Hasen muda semangat membara di era digital terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemal Jawa Timur terus melaju bersama BPST yang cim kita terus meles Dasar untuk Indonesia emas. Prestasi hebat ASN. Tiada yang tertinggal no one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemerlang. Jawa Timur terus melat [Musik] kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi her aset unggur tiada yang tertinggal no one left behind kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi. Inovasi cemalah Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PPSM Jatim no one left behind. ASN unggul dan berkualitas Melasa tinggi Indonesia jaya Yeah. [Musik] Coba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marah kami junjung taguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Memertaut melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Ho. Kami dari sini suka dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya telah berkolaborasi bergandeng tangan tujuan untuk menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tus dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. di bangsa loyal tanpa batasannya ada tips dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan air lebih berageras penuh hati tulus membantu sesama bila mengangani bila kami melayani dengan mengangkapi melayani bangsa [Musik] H [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan dan salam sehat untuk kita semua. Selamat pagi dan selamat datang kami ucapkan sobat ASN di mana pun Anda berada yang sudah bergabung melalui BPSDM Jatim TV dan Zoom Meeting. Sebelum kita memulai, saya boleh dong ya untuk berpantun terlebih dahulu. Pergi ke taman memetik melatih S. Harum semerbak menyejukkan hati saget. ASN bekerja penuh akuntabilitas. Birokrasi bersih terwujud dengan integritas. Ya, itu sesuai dengan tema kita pada hari ini. Namun sebelumnya saya ingin menyapa terlebih dahulu yang terhormat Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, S.PMP. Yang kami hormati para narasumber yang telah hadir secara online, Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian PAN RB, Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si. Si. Yang kami hormati manajer bidang mutu, regulasi dan kerja sama LSP KPK Republik Indonesia, Bapak Muhammad Ridwan Afan, SH. Yang kami hormati Guru Besar Ilmu Akuntansi Sektor Publik Universitas Negeri Surabaya, Prof. Dr. Dian Anita Nuswantara, S., M.Si., AK. C. Serta Bapak dan Ibu, Sobat ASN di mana pun berada yang sudah bergabung dalam Zoom meeting maupun YouTube BPSDM Jatim TV. Selamat pagi dan selamat bergabung secara online dalam webinar seri ke-32 tahun 2025 dengan tema kali ini akuntabilitas kinerja ASN jalan pengabdian menuju birokrasi bersih dan berintegritas. tentunya tema kali ini sudah disiapkan dengan sebaik mungkin untuk dapat kita ikuti bersama sampai dengan siang hari nanti. Dan tentunya puji syukur kita haturkan kehadirat Tuhan yang maha esa. Berkat perkenanannya kita dilimpahkan kesehatan yang baik sehingga hari ini kita dapat bangun beraktivitas dan juga berjumpa secara online pada ASN Belajar seri ke-32 ini hari Kamis tanggal 21 Agustus 2025 yang bertempat di kantor BPSDM Provinsi Jawa Timur. Bapak dan Ibu, Sobat ASN. Senang sekali kembali saya Fanny Patriia yang akan menjadi moderator pada seri kali ini. Di mana tema kali ini adalah ASN sebagai motor penggerak pemerintahan dituntut profesional, berintegritas, dan akuntabel guna mewujudkan birokrasi yang bersih, efektif, dan dipercaya oleh publik. tentunya transformasi menuju birokrasi kelas dunia 2045 membutuhkan budaya kerja berorientasi hasil dan akuntabilitas kinerja yang konsisten. Meski masih dihadapkan pada tantangan seperti lemahnya pemahaman sakit, mal administrasi, dan resistensi perubahan, upaya kolektif untuk menumbuhkan kesadaran ASN menjadikan akuntabilitas sebagai nilai dasar yang sangat penting agar birokrasi mampu memenuhi harapan masyarakat. Dan selengkapnya akan kita bahas dalam ASN Belajar seri ke-32 tahun 2025. [Musik] Baik, Bapak dan Ibu, Sobat ASN di mana pun berada. Tentunya sebelum kita memulai dan menyapa para narasumber yang telah hadir secara online, kita bersama-sama akan menyimak terlebih dahulu keynote speech yang akan disampaikan oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita semuanya. Sobat ASN di seluruh tanah air. Selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 21 Agustus 2025, ASN belajar telah memasuki seri yang ke-32. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami. Kami terus berkomitmen sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu diharapkan berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-32 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka mengisi hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 tahun 2025 dengan berbagai ikhtiar positif untuk meningkatkan kinerja dan integritas birokrasi pemerintah. sebuah ikhtiar yang tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas serimonial, melainkan sebagai bagian dari perjalanan panjang bangsa dalam membangun birokrasi yang akuntabel, bersih, dan berorientasi pelayanan. 80 tahun kemerdekaan adalah momentum refleksi. Apakah aparatur negara telah sungguh-sungguh menghadirkan pengabdian terbaiknya bagi rakyat? Apakah akuntabilitas kinerja sudah menjadi budaya, bukan sekedar kewajiban administratif? Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN Belajar seri ke-32 tahun 2025 ini mengangkat topik akuntabilitas kinerja SN, jalan pengabdian menuju birokrasi yang bersih dan berintegritas. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam SN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sahabat ASN di seluruh tanah air, topik hari ini mengingatkan kita bahwa pengabdian ASN bukan hanya soal memenuhi target kerja, tapi juga soal menjaga kejujuran, menegakkan integritas, dan mengedepankan tanggung jawab. Sebab hanya dengan akuntabilitas yang kokoh, birokrasi mampu menjadi benteng pencegahan korupsi sekaligus pilar kepercayaan publik. ASN belajar seri ke-32 ini adalah ruang bersama untuk menguatkan komitmen, menajamkan kesadaran, dan memperkuat langkah kolektif. Dari sinilah kita berharap lahir aparatur yang tidak sekedar bekerja karena kewajiban, melainkan mengabdi karena panggilan nurani. Sebuah pengabdian yang akan menuntun Indonesia melangkah mantap menuju Indonesia Emas 2045. Namun, Sobat ASN, membangun akuntabilitas tidaklah pernah menjadi perkara mudah, terlebih di tengah era disrupsi digital seperti saat ini. Kita menghadapi derasnya arus perubahan yang menghadirkan setidaknya tiga tantangan besar. Pertama, tantangan transparansi data. Di era big data informasi terbuka begitu luas dan cepat. Namun pada saat yang sama rawan disalahgunakan. Birokrasi dituntut untuk bekerja lebih cepat, lebih akurat, sekaligus tetap menjaga transparansi sebagai syarat utama kepercayaan publik. Kedua, tantangan budaya birokrasi. Tidak dapat kita pungkiri masih ada warisan budaya lama yang feodalistik, birokrasi yang cenderung lamban, dan mentalitas zona nyaman. Semua itu bagaikan patologi yang perlahan menggerogoti akuntabilitas dan menghalangi lahirnya birokrasi modern yang profesional dan melayani. Ketiga, tantangan integritas personal. Di tengah kemajuan teknologi, godaan korupsi pun semakin canggih. Modus penyalahgunaan kewenangan hadir dengan wajah yang semakin halus dan sulit terdeteksi. ASN tidak hanya diuji melalui mekanisme administratif semata, tetapi juga melalui ujian kejujuran hati dan keteguhan moral yang menjadi benteng terakhir akuntabilitas. Sobat ASN di seluruh tanah air. Namun di balik tantangan itu selalu ada ruang bagi harapan. Justru dalam derasnya arus disrupsi, kita dituntut untuk melahirkan birokrasi yang lebih adaptif, transparan, dan berintegritas. Kuncinya terletak setidaknya pada tiga langkah strategis. Pertama, memperkuat sistem digital yang akuntabel. Teknologi jangan hanya menjadi alat administratif belakang, melainkan instrumen pengawasan, transparansi, dan pengendalian kinerja yang efektif. Dengan sistem yang terintegrasi dan terbuka, celah penyalahgunaan wewenang bisa semakin dipersempit. Kedua, membangun budaya birokrasi yang sehat. Birokrasi yang tidak boleh lagi terjebak pada pola lama yang feodalistik atau sekedar mengejar kepuasan atasan, melainkan birokrasi yang harus hadir sebagai mesin pelayanan publik yang profesional, humanis, dan berorientasi pada hasil. Di sinilah nilai akuntabilitas menemukan makna nyatanya. Ketiga, memperkuat integritas personal ASN. Setiap aparatur harus memiliki kesadaran bahwa jabatan adalah amanah, bukan sekedar kedudukan. Integritas menjadi tameng terakhir menghadapi segala godaan. Dan hanya dengan itu ASN mampu menjadikan pengabdian sebagai jalan mulia dalam membangun bangsa. Dengan tiga langkah itu, kita percaya bahwa birokrasi Indonesia dapat bertransformasi menjadi birokrasi yang tidak sekedar bekerja, tapi juga mengabdi dengan penuh tanggung jawab. Akuntabilitas kinerja bukan lagi jargon, melainkan roh yang menghidupi pelayanan publik. Dan dari sanalah lahir birokrasi yang bersih, kuat, dan berintegritas, sebuah benteng kokoh pencegahan korupsi sekaligus fondasi bagi Indonesia Emas 2045. Akhirnya mari kita maknai akuntabilitas kinerja ini sebagai nafas pengabdian yang menuntun setiap langkah ASN dalam melayani rakyat dan negara. bukan sekedar angka di atas laporan, tetapi wujud kejujuran, integritas, dan tanggung jawab moral yang hidup di dalam hati. Dengan akuntabilitas, kerja ASN bukan hanya memenuhi target, tetapi juga merawat kepercayaan publik dan menjaga martabat birokrasi serta membangun masa depan Indonesia yang lebih bersih serta berintegritas. Sahabat ASN di seluruh tanah air, lalu bagaimana kita sebagai ASN Indonesia memaknai 80 tahun Indonesia Merdeka ini dalam aksi nyata peningkatan akuntabilitas kinerja. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang dengan hormat para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat SN di seluruh tanah air. Pertama, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Dr. Ir. Wawan Wardiana, MT. Beliau adalah Deputi Pendidikan dan Peran serta masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si. Beliau adalah Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan, Kementerian Pendagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Ketiga, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Ibu Prof. Dr. Dian Anita Nuswantara, S., M.Si.,,, Ak, C. Beliau adalah guru besar ilmu akuntansi Universitas Negeri Surabaya. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN Belajar seri ke-32 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih atas keynote speech yang telah disampaikan oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Nah, apa yang telah disampaikan ini tentunya menjadi acuan bagi kita semua untuk menyimak dan mengikuti ASN Belajar seri ke-32 tahun 2025 hari ini. Tentunya sebelum kita akan menyapa narasumber yang pertama, ada beberapa hal yang perlu kami sampaikan terlebih dahulu terkait dengan aturan dari ASN Belajar seri ke-32 kali ini. Yang pertama, sesi tanya jawab dilakukan di akhir setiap pemaparan narasumber. Kami mohon keaktifan dan kontribusi dari Sobat ASN di mana pun berada. Jika ingin bertanya atau berinteraksi secara langsung dengan narasumber, lakukan rah hand di Zoom meeting, maka kami akan langsung koneksikan dan juga live cam serta live mic untuk bisa berinteraksi langsung di layar dengan langsung. Dan kami mohon Bapak dan Ibu sudah menyiapkan pertanyaannya. Kemudian yang kedua, para penanya harap menyebutkan identitas berupa nama dan instansi. Ini berlaku untuk sobat ASN yang ingin bertanya melalui kolom chat. Kemudian yang ketiga, link absensi peserta akan diberikan setelah mengisi aplikasi semesta Bangkom. Jadi, Bapak dan Ibu tadi di awal sebelum kita mulai sudah kami tampilkan bagaimana cara mengisi semesta Bangkom. Untuk itu jika tertinggal informasinya nanti kami akan tampilkan lagi dan kami mohon untuk dapat disimak dengan lebih baik. Kita akan segera menyapa narasumber kita yang pertama yaitu Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian PAN RB Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si. Halo, selamat pagi Bapak. Selamat pagi, Mbak Foni. Ya, betul, saya Fanny, Pak. Selamat pagi, Prof. Ini senang sekali bisa bergabung dengan kami di sini di Jawa Timur. Ya, senang juga saya Mbak Fani bisa ee diundang di acara yang penting ya ee apa namanya? ASN belajar sudah seri ke-32 ya hari ini ya. Betul sudah seri ke-32 tidak terasa di tengah Agustus ini. Namun sebelum kami memberikan kesempatan untuk memberikan materi tentunya ada sedikit hal informasi mengenai Prof. untuk dapat kami sampaikan. Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si. SI lahir di Klaten dan saat ini tinggal di Serpong, Tangerang Selatan dan beralamat kantor di Kementerian Pendayagunan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Menempuh pendidikan S1 di Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UGM. Kemudian S2-nya di Magister Administrasi Publik Pasca Sarjana UGM juga. dan S3 dengan gelar doktor di Amsterdam School of Social Science Research, Faculty of Socials and Behavioral Science University of Amsterdam. Lulus di tahun 2004. Wow, luar biasa sekali. Dengan diklat dan training yang telah diikuti ini banyak sekali dengan pengalaman kerja saat ini menjabat sebagai deputi reformasi birokrasi, akuntabilitas dan pengawasan mulai dari tahun 2021. Kemudian juga pernah menjadi dekan Visipol UGM tahun 2012 sampai 2021. serta menjadi guru besar bidang kebijakan politik vispipol UGM. Ternyata dari tahun 2019 sampai dengan sekarang ya, Prof. Dan banyak sekali pengalaman pekerjaan yang telah diikuti oleh beliau dengan pengalaman inovasi yang luar biasa banyak. Penelitian yang telah dilakukan juga luar biasa banyak. Wow sampai 24 ini. Dan tentunya tidak perlu diragukan lagi, Sobat ASN untuk dapat kita simak pemaparan materi yang akan disampaikan oleh Prof. Erwan sekarang disilakan, Prof. Baik, terima kasih Mbak Fani yang sudah memperkenalkan kepada sobat ASN. Selamat pagi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semuanya. Om swastiastu. Namo buddhaya dan salam kebajikan. Salam sehat dan semangat untuk ee seluruh sobat ASN yang mengikuti acara ASN Belajar webinar yang sudah mencapai seri ke-32 pada pagi hari ini. Ee terima kasih juga kepada Dr. Ramlianto, Bapak Kepala BPSDM yang sudah mengundang ee kami untuk berpartisipasi, berbagi pengalaman terkait dengan isu yang hari ini kita bahas, yaitu ee akuntabilitas kinerja ASN dan bagaimana tentu dampaknya terhadap upaya untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan nasional yang sekarang ee menjadi prioritas Bapak Presiden, Sobat ASN Yang saya banggakan, pada pagi hari ini saya akan membawakan tiga tema gitu ya, tiga topik dalam diskusi kita pagi hari ini. Yang pertama terkait dengan akuntabilitas kinerja. Ee kita bicara tentang pilar reformasi birokrasi. Kemudian yang kedua nanti saya akan bicara tentang bagaimana mewujudkan akuntabilitas kinerja melalui Sakip. Dan yang terakhir saya akan spill sedikit ee upaya yang sedang kita lakukan yaitu perubahan kebijakan. Nanti SAKIP ini akan kita sempurnakan menjadi ee SAKP. Nah, itu tiga topik yang akan saya bawakan pada pagi hari ini dan berharap nanti ada feedback, ada masukan yang bisa kita diskusikan ee dari para sobat ASN yang mengikuti acara kita. Sobat ASN yang saya banggakan, kalau kita bicara tentang birokrasi yang tadi sudah disinggung oleh Pak Kepala BPSDM, tentu ee birokrasi ini punya peran yang sangat apa? Vital begitu ya, sangat penting bagi kemajuan sebuah bangsa. Sering di sering disampaikan bahwa birokrasi ini juga menjadi engine of development gitu ya. menjadi mesinnya, menjadi lokomotif yang menggerakkan pembangunan nasional sehingga tujuan-tujuan pembangunan ini bisa di ee capai. Nah, mengapa demikian? Kalau kita bedah memang ee birokrasi ini ada dua aspek penting yang perlu kita ee reform begitu ya. Yang pertama adalah aspek tata kelola. Kemudian yang kedua menyangkut produknya yaitu kualitas kebijakan. Nah, yang tata kelola tentu ada berbagai macam hal di situ yang nanti perlu kita perbaiki. Ada urusan tumpang tindih kebijakan, penyederhanaan proses bisnis. Nah, ini yang tidak kalah penting yang pagi hari ini menjadi tema kita yaitu manajemen kinerja, kemudian sistem merit dan sebagainya. Sementara kualitas kebijakan ini berkaitan dengan bagaimana ee apa namanya birokrasi yang punya tata kelola yang baik tadi menghasilkan produk yang juga baik. Nah, caranya seperti apa? Yang pertama tentu sebuah kebijakan harus mengacu kepada nilai-nilai atau kepentingan publik dan yang lain adalah cara membuatnya berbasis pada bukti atau evidence bas policy. Nah, inilah harapan kita kalau birokrasi kita ee punya hal yang positif baik dari aspek tata kelola maupun kualitas kebijakan, maka itu yang diharapkan menjadi pilar utama untuk mewujudkan tujuan pembangunan. Nah, apa yang sudah kami lakukan di level nasional dalam upaya untuk tadi melakukan reform para sobat ASN ini sejak ee era reformasi ya sampai hari ini kita sudah melalui ada tiga tahap roadmap eh RB gitu ya. Jadi dalam upaya kita melakukan reformasi birokrasi, kita punya grand desain dari 2010 sampai 2025. Grand desain itu tujuannya apa? Yaitu menghasilkan birokrasi berkelas dunia atau world class birokrasi dengan ciri-ciri tidak ada korupsi, kualitas layanan prima, dan yang lain tentu kaitannya dengan tema kita adalah birokrasi tersebut juga punya akuntabilitas kinerja. Nah, untuk menuju ke world class birokrasi tadi ada tiga tahapan roadmap yang sudah kita lalui dari 2010 14 15 ee 2019 sampai 2020 2024 yang masing-masing ini ada ee penekanannya ya dari yang pertama ini birokrasi kita ee apa namanya lebih fokus pada aspek kerangka hukum. Kemudian yang kedua ee lebih fokus pada kinerja. Kemudian yang roadmap yang ketiga ini birokrasi kita diharapkan lebih dinamis atau dynamic governance. Nah, ini road map yang sudah kami lalui atau kita lalui ee sobat ASN. Namun demikian di tengah jalan kita juga menyempurnakan roadmap ini. Barangkali sobat ASN pernah mendengarkan eh kebijakan refocusing. Jadi green desain yang kita buat dari 2010 sampai 2025 tadi kemudian disempurnakan. Mengapa? karena memang banyak masukan ee kritik begitu ya, bahwa reformasi birokrasi selama ini dianggap lebih ee berorientasi pada dokumen gitu ya, lebih berorientasi pada ee hal-hal yang bersifat formal sementara hasilnya ini belum bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Nah, oleh karena itu pada tahun 2020, Sobat ASN, kami di Kementerian PAN RB melakukan refocusing dengan mengenalkan namanya double track RB. Jadi, ada dua TRK ya, dua jalur reformasi birokrasi. Yang pertama adalah reformasi birokrasi yang bersifat general. Artinya ini kita tetap mengerjakan PR kita memperbaiki tadi ee tata kelola, memperbaiki produk-produk ee birokrasi itu. Tapi pada saat yang sama kita juga mengenalkan namanya RP tematik yaitu ee upaya-upaya kita melakukan perbaikan pada berbagai macam aspek birokrasi terutama yang menimbulkan masalah di lapangan ee debattle naking begitu yang berkaitan dengan ee pelaksanaan program-program yang dampaknya itu langsung dirasakan oleh masyarakat atau yang ee menjadi prioritas atau perhatian utama masyarakat. misalnya terkait dengan ee penurunan angka kemiskinan, terkait dengan upaya kita meningkatkan realisasi investasi yang itu hubungannya dengan penciptaan lapangan kerja terkait dengan upaya kita menurunkan angka stunting karena ee Indonesia memasuki satu tahapan yang disebut sebagai demographic di evidence, bonus demography begitu. sehingga kalau ee apa namanya generasi penerus bangsa ini menderita stunting, maka nanti kualitas sumber daya manusia Indonesia itu tentu menjadi tidak kompetitif dibanding ee SDM bangsa-bangsa yang lain dan seterusnya. yang ini RBATIK ini merupakan ee apa namanya? Upaya kita untuk memperbaiki bagaimana kebijakan tadi dirumuskan, bagaimana kebijakan diimplementasikan agar terdeliver kepada masyarakat sehingga hasilnya langsung dirasakan. Nah, inilah dua dua TRK ee RB yang kemarin kami perkenalkan sehingga harapannya pemahaman masyarakat tentang RB ini menjadi berubah tadi tidak hanya fokus pada hal-hal yang bersifat administratif, indeks, ee angka-angka begitu ya yang mencerminkan kemajuan ee reformasi birokrasi. Namun demikian di lapangan hasilnya tidak dirasakan oleh masyarakat. Nah, ini yang kemudian kami perkenalkan sebagai eh double track eh RB yang nanti indikatornya tidak hanya bersifat output oriented, tetapi lebih bersifat outcome oriented sebagaimana bisa dilihat di sebelah kiri gitu ya. mulai dari indeks RB, kemudian ada corruption perception index dan seterusnya sampai kepada eh indikator yang bersifat dampak yaitu penurunan angka kemiskinan, realisasi investasi, juga ee penurunan angka inflasi ee nasional. Nah, Sobat ASN untuk melanjutkan upaya-upaya kita yang tidak kena lelah memperbaiki birokrasi tersebut, karena grand desain RB kita sudah berakhir di tahun 2025. maka ke depan kita juga perlu memiliki panduan lagi gitu ya. Ee di samping capaian-capaian yang tadi sudah kita raih, tentu ke depan kita ingin terus meningkatkan ee kualitas atau sosok dari birokrasi kita ini agar sosok birokrasi kita ini juga tidak kalah atau sama dengan sosok birokrasi di negara-negara maju atau sering disebut negara industri atau high income country. di negara-negara tetangga kita. Kita bisa bandingkan kualitas birokrasi kita dengan Singapura, dengan Malaysia, dengan Korea, dengan Jepang dan dan seterusnya yang mereka ini sekarang sudah masuk dalam kategori sebagai high income country. Nah, Indonesia punya visi ke sana. Oleh karena itu, birokrasi kita mau tidak mau juga harus diarahkan untuk menuju birokrasi yang berkelas dunia di tahun 2045. Nah, ini sesuai dengan visi kita mewujudkan Indonesia emas di tahun 2045 di mana Indonesia diharapkan sudah masuk jajaran sebagai negara berpenghasilan tinggi. Nah, itulah visi besar kita di dalam merancang grand desain RB 2025-2045 di dalam menyongsong ee Indonesia emas nanti. Nah, ee untuk bisa mewujudkan visi itu kita membreakdown menjadi ada misi, ada tujuan, dan kemudian tentu ada sasaran. Nah, sasaran ini terkait dengan perubahan yang kita harapkan dari aspek birokrasi yang nanti bisa menopang terwujudnya birokrasi berkelas dunia. Nah, ada lima sasaran, Sobat ASN yang penting yang nanti akan kita kerjakan bersama-sama ke depan dari 2025 sampai 2045. Mulai dari terwujudnya transformasi digital sebagai sasaran pertama yang itu merupakan fondasi dari ee reformasi birokrasi kita. Kemudian yang kedua terkait dengan ee aparatur negara ini harus kompeten dan punya kinerja yang tinggi dan tentu berdasarkan sistem merit ini adalah sasaran kedua. Yang ketiga adalah upaya kita untuk membangun perilaku birokrasi yang beretika dan inovatif. Kemudian yang keempat, nah ini yang terkait dengan tema kita pada pagi hari ini, yaitu terbangunnya kapabilitas kelembagaan berkinerja tinggi yang berbasis jejaring, dan lincah. Nah, di dalamnya ini indikatornya nanti terkait dengan akuntabilitas kinerja. Kemudian sasaran yang kelima adalah terwujudnya kebijakan dan pelayan publik yang berkualitas dan inklusif yang tadi seperti kami sampaikan ee di roadmap sebelumnya pun ini menjadi perhatian kita agar kualitas kebijakan kita ini betul-betul tadi berbasis pada nilai-nilai kepikan. Kemudian yang kedua dirumuskan menggunakan data yang akurat ee evident based sehingga produknya tidak menjadi produk kebijakan yang justru menyusahkan masyarakat, namun kebijakan yang ee mampu memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Nah, inilah ee Sobat ASN sedikit mengenalkan tentang bagaimana akuntabilitas kinerja yang itu menjadi pilar di dalam upaya kita melakukan reformasi birokrasi. Sebagaimana tadi sobat ASN lihat baik di Grand Desain 2010-2025 akuntabilitas kinerja itu ee menjadi bagian penting di dalam menilai keberhasilan ee RB dan di dalam green desain yang baru nanti yang sekarang sedang kita ee godok dan eh airpres-nya sudah di meja Pak Menteri Sekretariat Negara. harapannya nanti kalau Perpres ini sudah keluar di situ persoalan akuntabilitas juga masih menjadi hal yang penting. Sebagaimana tadi saya sampaikan di sasaran keempat, akuntabilitas masih menjadi ee hal yang pokok ya di dalam menilai kemajuan reformasi birokrasi. Nah, pertanyaannya adalah kemudian bagaimana mewujudkan akuntabilitas kinerja pemerintah tersebut ya. Nah, ee sobat ASN, kalau kita bicara tentang bagaimana mewujudkan akuntabilitas kinerja pemerintah melalui Sakip, tentu inilah kerangka pikirnya mengapa Sakip itu dibutuhkan. Kembali kepada tadi seperti saya sampaikan bahwa ee ini berkaitan juga dengan peringatan ee ke-80 tahun kemerdekaan Indonesia. Tentu ketika Indonesia merdeka para founding fathers kita itu punya visi besar ya. punya impian yang ingin diwujudkan yaitu sebagaimana termuat di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar yaitu lima daster itu melindungi, memajukan, mencerdaskan dan seterusnya yang itu menjadi cita-cita kita bersama. Nah, untuk mencapai tujuan itu, negara yang ee sejahtera, kemudian yang makmur bagi seluruh rakyat, tentu harus ada kerangka ee pikirnya, harus ada alurnya, harus ada logical framework-nya, begitu ya. Nah, inilah turunannya. Untuk bisa mewujudkan itu, kita harus punya good governance. Kemudian kita harus punya yang disebut result oriented government, pemerintah yang berorientasi pada hasil. Kemudian oleh karena itu performance management menjadi sebuah ee alat yang penting bagaimana kita mengelola kinerja pemerintah dan pada akhirnya tools yang bisa disediakan adalah sakip yaitu sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Nah, tahapan-tahapan ini yang nanti atau sekarang kita kerjakan yang harapannya ee lambat laun setahap demi setahap kita akan mampu mewujudkan mimpi besar ee diproklamasikannya ee Indonesia menjadi negara yang merdeka itu adalah agar rakyatnya menjadi makmur dan sejahtera tadi. Nah, secara teoritis ee sobat ASN, Sakep ini juga diadopsi oleh banyak negara ya di dalam mengawal kinerja pemerintah mereka. Mengapa Sakip ini ee diadopsi oleh banyak negara? karena ada beberapa hal penting yang bisa memastikan agar ee kegiatan yang dilakukan oleh birokrasi itu nanti pada akhirnya menghasilkan sebuah produk yang disebut kinerja. Dan dari kinerja itulah ee muncul dampak kebijakan yang ee diinginkan. Nah, ini ada empat aspek yang penting. Yang pertama adalah ee sakit ini membantu kita di dalam membuat namanya eh clarity about objectives itu ya. Ada goal performance setting. Jadi kita merumuskan apa eh tujuan dari sebuah kebijakan, apa kinerja yang ingin kita raih. Kemudian yang kedua, information on results. Jadi kalau kita punya tujuan tentu harus ada mekanisme untuk mengukur keberhasilan itu. Kemudian yang ketiga adalah eh target for result. Kalau apa namanya hasilnya bisa diukur, tentu saja harus ada target-targetnya. Kapan hasil itu dicapai, tahapan-tahapannya seperti apa, begitu. Kemudian yang keempat adalah eh link between objective and means-nya. Jadi kalau kita punya tujuan kemudian tujuan itu ingin dicapai tentu kita harus punya alat untuk mewujudkan tujuan tersebut. Nah, Sakib ini menggabungkan dua aspek tadi. Bagaimana ee tujuan itu bisa dicapai dengan alat yang kita sediakan. Sehingga di sini kalau kita lihat ee apa namanya? kita mulai dari mana begitu ya. Kalau kita mulai melakukan pembangunan dari sejak kita merdeka kemudian tujuannya tadi adalah mewujudkan Indonesia yang sejahtera dan makmur maka di situlah ada tahapan-tahapannya bagaimana ee masalah dan isu strategis itu dirumuskan. Kemudian ee untuk bisa menuju ke sana kita ee membuat ukuran-ukuran. Kemudian setelah ukuran-ukuran dibuat, kita merumuskan program dan merumuskan targetnya sehingga di akhir dari perjalanan kita nanti kita punya ee apa namanya? Kinerja yang hendak kita capai yaitu yang kita sebut kesejahteraan, yang kita sebut kemakmuran tadi. Tentu kesejahteraan dan kemakmuran itu ada ukuran-ukurannya yang secara bertahap nanti bisa kita wujudkan. Nah, inilah eh apa namanya? Theoretical framework dari SAKIP yang sekarang kita gunakan untuk mengawal tadi eh apa namanya? Result oriented government untuk mewujudkan visi besar ee Indonesia merdeka itu. Nah, terkait hal tersebut ee Bapak Presiden kita Bapak Prabowo Subianto pun juga punya pemikiran yang sejalan gitu ya. Inilah arahan ee presiden kita terkait dengan reformasi birokrasi yang di dalamnya kalau kita lihat ada banyak aspek terkait dengan bagaimana agar birokrasi itu responsif, agar plan publik diperbaiki dan seterusnya. Namun demikian, ada salah satu aspek yang terkait dengan urusan akuntabilitas kinerja, yaitu beliau menekankan Bapak Presiden menekankan perlunya efektivitas alokasi anggaran. Jadi ini sangat penting kalau tadi kita bicara keterkaitan antara mins dan ya, antara hasil akhir dengan ee instrumen atau alat untuk mencapai ee hasil akhir itu maka anggaran menjadi salah satu instrumen penting untuk ee mencapai tujuan ee sebagaimana sudah kita gariskan. Nah, apa ee arahan presiden kita tentang akuntabilitas kinerja ini? ada banyak pandangan beliau di dalam banyak kesempatan ee pidato pidato beliau mulai dari pidato di DPR maupun di ee forum-forum yang lain beliau menekankan tentang pentingnya akuntabilitas kinerja ini. Misalnya ini beliau mengatakan bahwa ee saya perintahkan pemangkasan perjalanan dinas, seminar, dan acara seremonial anggaran lebih baik dialihkan untuk kebutuhan prioritas rakyat. Artinya, Presiden menekankan bahwa anggaran ini betul-betul harus digunakan untuk mencapai apa yang menjadi prioritas masyarakat, prioritas rakyat. Sebagaimana tadi di awal kami sampaikan, refocusing ee RB 2 3 tahun yang lalu juga tujuannya ke sana agar ee RB tidak hanya sekedar perbaikan dokumen-dokumen prosedur saja, tetapi betul-betul ee berdampak kepada masyarakat. Kemudian beliau juga menyampaikan ee tidak usah membuang tenaga mencari siapa yang salah, yang penting cari solusi tepat dan cepat untuk selamatkan kekayaan negara. Jadi bagaimana agar sumber daya yang terbatas itu bisa kita selamatkan. Kemudian beliau juga menekankan efisiensi anggaran adalah amanah Undang-Undang Dasar 1945. Nah, kita sudah berhasil mengalihkan anggaran ke program yang langsung dirasakan masyarakat. Beliau punya 11 program prioritas, Sobat ASN mulai dari MBG ee koperasi ee merah putih, Sekolah rakyat dan seterusnya yang itu ee dalam pandangan beliau memang yang menjadi kebutuhan masyarakat kita saat ini. Beliau juga mengatakan kita harus hemat kurangi kebocoran anggaran, kurangi pengeluaran-pengeluaran seremonial, seminar dan seterusnya. Saatnya mengatasi masalah secara langsung. Nah, inilah arahan presiden kita ee sobat ASN. Oleh karena itu, maka ini yang juga direspon ee oleh Kementerian PAN RB ya di dalam mendorong ee Sakip dengan perubahan paradigma gitu ya. Kalau dulu ee fokusnya hanya laporan, sekarang kita membangun sistem. Kalau dulu fokusnya pada input, realisasi anggaran gitu ya. sekarang fokusnya kepada outcome, pada impact yang dihasilkan dari kegiatan itu. Kalau dulu fokusnya hal-hal yang bersifat administratif, tata usaha, ee klerikal dan seterusnya, sekarang kita geser lebih bersifat managerial ya, strategic decision bagaimana PDCA itu kita lakukan. Nah, ee oleh karena itu ee urgensi anggaran berbasis kinerja ini menjadi sangat penting yang tadi bisa mendukung ee next slide apa namanya penghematan anggaran sebagaimana menjadi arahan ee presiden kita gitu ya. Bagaimana ee pengematan anggaran itu menjadi isu penting. Mengapa perlu dilakukan budget reform gitu ya. Karena kita memang punya PR yang harus disesuaikan. Yang pertama, belanja publik ini perlu ditekan karena keterbatasan sumber daya. Jadi, sumber daya makin terbatas sementara kebutuhan masyarakat terus meningkat, tidak mungkin menaikkan pajak terus-menerus sehingga kita harus lebih ee bijak di dalam menggunakan sumber daya yang terbatas tersebut. Kemudian yang kedua, publik ini menuntut peningkatan kualitas pelayanan. Jadi kesadaran publik ee terkait dengan hak-hak mereka sebagai warga negara ini terus meningkat, literasi mereka terus meningkat sehingga ini juga harus kita respon secara bijak bagaimana menggunakan anggaran untuk menghasilkan program-program yang berkualitas yang ee bisa meningkatkan ee pelayanan publik ee menjadi lebih baik lagi. Nah, ini saya kira ee mekanismenya, cara berpikir kita juga berubah. Kalau dulu ee apa namanya anggaran itu menjadi yang utama, kalau sekarang kita balik gitu ya, cara berpikir kita itu starting from the end. From the end apa? Yang paling akhir itu adalah kita ingin mencapai sasaran strategis atau yang menjadi prioritas itu ya. Nah, prioritas pembangunan nasional kita apa? itu yang menjadi ee starting di dalam menyusun sebuah program. Kalau program dan kegiatannya sudah disusun, baru kita bicara tentang anggaran. Jadi, kalau dulu startnya dari anggaran kita punya uang mau dipakai untuk apa? Kalau ini sekarang kita balik. Kita punya kepinginan apa? Punya cita-cita besar apa? Dari cita-cita besar itu bagaimana cara mewujudkannya? Kita susun program prioritas. Kalau sudah ada program prioritas baru kita ee apa namanya? Tetapkan anggarannya. Jadi jangan terbalik gitu ya. Sekarang eh program itu follow result dan monee follow program eh prinsip yang kita gunakan. Sehingga prinsipnya di sini tidak boleh ada satu rupiah pun anggaran instansi pemerintah yang tidak memiliki hasil atau manfaat bagi masyarakat. Nah, oleh karena itu ini ee anggaran yang berbasis kinerja ini telah mendorong berbagai macam pencapaian program pembangunan nasional. Karena tadi prinsip prinsipnya ee setiap rupiah itu meter, setiap rupiah itu punya makna gitu ya yang nanti ee diharapkan berdampak pada masyarakat. Sehingga prinsipnya besaran anggaran dialokasikan sesuai dengan program kegiatan yang mendukung prioritas pembangunan. kemudian berdampak dan kita harus selalu apa namanya mengupayakan ada efisiensi anggaran sehingga dapat dialokasikan untuk program-program pembangunan lainnya. Nah, karena apa Bapak, Ibu sekalian? Kalau kita bicara tentang anggaran yang terbatas itu bisa zero samgame. Kalau anggaran sudah kita belanjakan untuk satu kegiatan, maka meniadakan peluang untuk mendanai kegiatan yang lain. Nah, sehingga di sini kita harus betul-betul efisien gitu ya. Sehingga kalau efisien artinya ruang fiskal, peluang untuk membiayai kegiatan yang lain itu masih bisa terwujud. Begitu. Tidak seperti tadi yang saya sampaikan, kalau tidak ada efisiensi maka penggunaan anggaran itu bersifat seroskim. Sudah untuk belanja program A, maka menjadi meniadakan kesempatan untuk membiayai program B. Sehingga pilihan-pilihan kebijakan ini harus kita lakukan dengan bijak karena implikasinya kalau kita salah memilih ibaratnya kita naik ee apa namanya? Kapal induk katakanlah begitu. Kalau sudah ditentukan arahnya, kita sudah bergerak menuju ke sana, itu memutar memutar haluannya tidak semudah kalau kita ee naik kapal freat gitu ya. Sehingga kapal induk yang besar ini harus betul-betul mencerminkan arah kebijakan. Kalau arah kebijakan kita keliru, maka nanti anggaran yang kita alokasikan, tenaga yang kita alokasikan itu menjadi tidak mudah untuk kita putar ulang. yang itu tadi menyediakan kesempatan untuk membiayai program-program pembangunan yang lain. Nah, Sobat ASN ee hal lain yang ingin saya share pada pagi di pagi hari ini adalah upaya kita untuk melakukan penyempurnaan terus-menerus itu ya. Meskipun tadi ee saya sampaikan bahwa SAKIP ini sudah dipakai di banyak negara terbukti mampu mendukung ee menghasilkan kinerja pemerintah yang berdampak bagi kebutuhan masyarakat. Namun demikian, berdasarkan evaluasi yang kami lakukan, Sakip ini perlu disempurnakan agar lebih baik lagi di dalam upaya kita mendukung pencapaian ee tujuan-tujuan pembangunan atau pencapaian program prioritas pembangunan nasional. Nah, ee perlu kami sampaikan di sini di dalam apa namanya program Asta Citanya Bapak Presiden kalau kita bedah itu ya ee program kerja Asta Cita ketujuh itu menyangkut reformasi tata kelola pemerintahan itu ya. Ada berbagai macam hal yang penting untuk dikerjakan terkait dengan menciptakan pemerintahan yang berbasis digital. kita punya program SPBE dan juga GAFTEK. Kemudian membangun sistem integritas nasional. Kita punya program zona integritas. Menyusun birokrasi yang berdasarkan atas strategi pembangunan dan menerapkan manajemen kinerja ASN dengan manajemen ASN. Nah, yang lain ini meningkatkan sinergi antar lembaga birokrasi dan antar daerah. Nah, inilah di dalam Asta Cita Ketujuh Bapak Presiden ini ada ee program yang tujuannya meningkatkan sinergi antar lembaga birokrasi. Nah, dari evaluasi yang kami lakukan selama ini ee sobat ASN, dengan diterapkannya Sakip ini maka Kementerian Lembaga dan Daerah ini cenderung fokus kepada kinerja masing-masing lembaganya, masing-masing instansinya begitu ya. Sehingga seringki yang terjadi dari evaluasi kami ee kinerja instansi pemerintah itu tercapai. Namun demikian ada mismatch dengan tujuan atau prioritas pembangunan nasional. Artinya ada silow-silo antar instansi, antar pemerintah daerah yang membuat kinerja instansi itu ee agregatnya tidak mencerminkan kinerja pembangunan nasional. Nah, oleh karena itu maka kita merancang sebuah kebijakan baru yang kita sebut sebagai SAKP gitu ya. Yang ini merupakan penyempurnaan sakip yang tadi sudah kami sampaikan. Nah, SAKP itu apa? yaitu rangkaian sistematik dari berbagai aktivitas, alat dan prosedur yang dirancang untuk pengelolaan kinerja pemerintah yang meliputi ada perencanaan kinerja, pengendalian pelaksanaan kinerja, dan nanti ada pelaporannya. Nah, ini ee strukturnya, Sobat ASN. SAKP ini terdiri dari yang baru ini kita sebut SAPN dan yang kedua adalah Sakip yang tadi sudah ee kita diskusikan ya. Nah, SAKPN ini adalah sistem akuntabilitas kinerja pembangunan nasional. Perlu kita ketahui bahwa di samping kinerja pada masing-masing instansi pemerintah yang terbagi dalam kementerian sektoral begitu. Namun demikian setiap tahun kita punya prioritas pembangunan nasional gitu ya yang itu dikawal oleh teman-teman yang ada di BAPENAS. Nah, inilah yang harus kita sinkronkan antara prioritas pembangunan nasional di satu sisi dengan ee kinerja instansi pemerintah di sisi yang lain. Sehingga harapannya kalau keduanya ini bisa kita kawal bersama-sama, nanti dampaknya kinerja pembangunan nasional itu terkawal dengan baik oleh setiap instansi pemerintah. Jadi instansi pemerintah tidak hanya sibuk mengawal apa yang menjadi kinerjanya, namun demikian mereka juga ada sharing outcome bekerja sama dengan instansi pemerintah yang lain sehingga ee hasilnya nanti ee prioritas pembangunan nasional bisa tercapai. Nah, ini identifikasi persoalannya seperti tadi sedikit sudah saya singgung mengapa Sakip menuju SAKP gitu ya. Nah, sebelum ada SAKP ini realitasnya seperti ini. Kinerja itu bersifat parsial masing-masing instansi pemerintah gitu ya. Kemudian tadi ada silo dan akuntabilitas instansi pemerintah tercapai. Masing-masing instansi itu kinerjanya baik, namun agregatnya di level nasional itu tidak terwujud di situ. Nah, nanti harapannya setelah ada SAKP ini menjadi tidak ada so lagi, ada ser outcome sehingga tujuan pembangunan nasional ini bisa kita wujudkan. Nah, ini dampak SAKP ke depan yang kita harapkan. Eh, slide berikut. Dari tadinya outcome oriented menjadi lebih ke impact oriented, meningkatnya ketercapaian pembangunan nasional dari instansi pemerintah ini ee apa namanya yang tadinya outcome kemudian menghasilkan dampak berupa efisiensi ee anggaran. Jadi ini adalah upaya kita ee Sobat ASN ke depan apabila SAKP ini sudah kita undangkan ini prosesnya masih di ee Kementerian Sekretariat Negara untuk di apa namanya diundangkan Perpres-nya nanti. Nah, ke depan nanti setelah kita undangkan harapannya dampaknya seperti yang kita sampaikan di sini ada pergeseran ee cara kerja kita dari outcome menjadi dampak baik ee keselarasan kinerja antar kementerian, lembaga dan daerah dengan cashcading dan alignment gitu ya yang nanti eh oleh eh strategic diamond gitu ya oleh Kementerian Sekretar Negara, Kementerian Keuangan BEPENAS dan Kemen PAN yang mengawar mengawal alignment ini sehingga ya ke depan dampaknya peningkat meningkatnya ketercapaian pembangunan nasional. Kemudian yang kedua adalah instansi pemerintah harapannya lebih bijak di dalam menyusun mengelola anggaran sehingga kita memiliki efisiensi. Itu saya kira tiga hal yang ingin saya sampaikan pada pagi hari ini. Mudah-mudahan ee bisa menginspirasi ya sobat ASN di dalam berkarya meningkatkan kinerja di instansi masing-masing. Dan seperti tadi kami sampaikan, tidak hanya bersifat silo. Ke depan kita harapannya bisa berkolaborasi antara instansi pemerintah sehingga tujuan pembangunan nasional bisa kita wujudkan bersama-sama. Terima kasih. Saya kembalikan ke Mbak Fani. Baik, terima kasih banyak Prof. Erwan atas insight-nya dan juga ilmu yang telah disampaikan kepada sobat ASN di mana pun berada. Kita langsung saja menuju ke sesi tanya jawab. Untuk itu, Sobat ASN yang ingin berinteraksi secara langsung silakan untuk raise hand sekarang juga. Maka kami akan koneksikan untuk live cam dan open mic. Disilakan sambil kami menunggu. Oh, sudah ada. Baik, selamat pagi Bapak. Selamat pagi Bapak dengan Bapak Joko. Betul Bapak Joko Kusuma. Selamat pagi Bapak dengan Bapak Joko. Betul betul. Selamat pagi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak Jok Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhi. Bapak dengan Bapak Joko. Betul. Betul. Betul sekali. Oke. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Untuk monitor audionya boleh dimatikan karena terdengar gaung di kami. Pak, audionya boleh di mic-nya tetap open mic, namun monitor untuk sound-nya boleh dimatikan, Bapak. Halo. Nah, baik. sudah terdengar dengan jelas, Pak Joko. Silakan untuk interaksi pertanyaan maupun mungkin diskusi yang dilakukan dengan Prof. Erwan. [Musik] Selamat pagi. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. I baik sudah terdengar dengan jelas Pak Joko. Silakan untuk interaksi pertanyaan maupun mungkin diskusi yang dilakukan dengan Prof. Baik, terima kasih pemateri. Jadi ee selamat pagi. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, sudah terdengar dengan jelas. Pak Jok silakan untuk interaksi. Iya suaranya membalik. Eh, mana ini suar terima kasih suaranya mendal. yang ingin saya tanyakan. [Musik] Baik, masih terkendala komunikasi dan teknis begitu ya. Maka kami akan tunggu dulu sebentar Pak Joko untuk dapat dibetulkan. Kami menunggu sobat ASN lain yang ingin raise hand silakan masih ada waktu yang ingin ditanyakan dan juga didiskusikan dengan Prof. Perw. Pada kesempatan kali ini disilakan Sobat ASN sekali lagi yang mau berdiskusi untuk raise hand atau saya juga akan menunggu pertanyaan tertulis melalui kolom chat dari Zoom meeting yang telah hadir pada pagi hari ini. Baik, kami masih menunggu. Ada lagi. Oke, kami sudah sambungkan dengan salah satu sobat ASN yang telah tergabung. Halo, selamat pagi Bapak Doni. Atau saya juga akan menunggu pertanyaan tertulis melalui kolom chat dari Zoom meeting-nya. Pak Doni selamat pagi. Betul dengan Pak Dani ya, Bapak Dani dari Setda Ngawi. Mic-nya baik, kami akan settingkan. Oke, siap. Sudah, sudah. Baik, apa kabar, Pak Dani? Halo. Selamat. Kabar baik. Terima kasih. Siap. Silakan Bapak untuk pertanyaannya. Baik, menarik sekali tadi yang disampaikan ee saya hanya ada sedikit pertanyaan yang menelitik tadi tentang anggaran sekarang. Ee dulu kan kinerja berbasis anggaran, kalau sekarang tadi dikatakan anggaran mengikuti program itu. Itu nanti implementasinya bagaimana? karena kenyataan yang terjadi saat ini ee itu belum belum terjadi. Mohon izin untuk penjelasannya lebih lanjut. Eh, saya hanya ada sedikit pertanyaan yang tadi tentang Baik, disilakan untuk jawabannya Prof. Erwan sekarang iya sepertinya ada persoalan ini ya, Mbak ya. teknis betul kenyataan yang terjadi saat ini I. Baik, terima kasih Pak Doni pertanyaannya. Jadi seperti tadi kami sampaikan memang ini kita mengenalkan ee peradim ya. Perlu ada pergeseran cara pandang kita terkait dengan anggaran. Kalau selama ini ee ketika kita merancang sebuah program kegiatan itu dimulai dari alokasi anggaran dulu gitu ya. Kita punya uang kemudian uang itu akan digunakan untuk apa itu baru dipikir kegiatannya ee program-programnya begitu. Padahal mestinya ee tidak seperti itu ya. Ibaratnya kalau ibu-ibu mau ke pasar kan mestinya sudah punya tujuan ke pasar itu ingin masak apa gitu ya, bukan ke pasar kemudian nanti ketemu di jalan membeli ee apa namanya? Barang-barang yang kemudian baru sampai rumah dirancang masaknya yang ee seadanya sesuai dengan barang-barang yang tadi didapat di pasar gitu ya. Nah, ini yang ee kita tidak ingin seperti itu gitu. Jadi inginnya memang sejak awal ketika berangkat itu sudah punya tujuan. dari tujuan itu baru dia ke pasar mencari ee bahan-bahan yang akan dipakai untuk membuat sesuatu sayur ee lodeh misalnya ee apa namanya unsur-unsurnya itu sudah dipelin di situ. Nah, mestinya idealnya seperti itu nanti, Pak Doni ke depan kita punya goal yang jelas baru setelah punya goal kita breakdown apa tujuannya, apa namanya program-programnya apa, baru kemudian kita alokasikan. Demikian ya ee jawabannya ini. Kami masih mendengarkan lagu Indonesia Raya sebentar. Baik, karena memang di sana setiap pukul 09.00 lebih atau pukul 10.00 ya lebih tepatnya untuk mendengarkan bersama-sama lagu Indonesia Raya. Pak Dani mungkin ada yang
Resume
Categories