ASN Belajar Seri 25 | 2025 - ASN Meraih Asa: Belajar Sepanjang Masa, Mengabdi Sepanjang Usia
ldMSw_XASQo • 2025-07-03
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. Selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. menjadi ASN berakhlak mulia, siap menyongsong Indonesia emas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia bukan tekadera jadi ASN berkewajiban servis. [Musik] Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format. Nama strip asal instansi Sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat, apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting, ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Barlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan yang hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Memerentas melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Kami dari sini dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya. Selalu adaptif dan berkolaborasi. Tangan satu tujuan tujuan. Jadikan ASN lebih berakhlak. bekerja sepenuh hati, tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa. [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan AS yang lebih beragung. beras penuh hati tulus membantu sesama diang kami melayani. Didah kami melayani di mana kami melayani Bapa [Musik] H [Tepuk tangan] [Musik] asalamualaikum warah warahmatullahi wabarakatuh. Ee perkenalkan nama saya Trisula Adi Saputro dari Badan Pengelan Keuangan dan Naset ee Pengeluang Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Magetan. Ee alhamdulillah ee hari ini kami melakukan tes uji kompetensi pengelola keuangan daerah. Ee saya selaku bendara pengeluaran alhamdulillah dengan menguji kompetensi ini bisa menguji kompetensi kita apakah kita layak untuk menjadi bendara pengeluaran. ee pesan-pesan untuk teman-teman yang lain ee bisa memaksimalkan apa pengetahuannya untuk meningkatkan kompetensinya selaku pengelola keuangan daerah. Kemudian untuk saran untuk PPSDM Provinsi Jawa Timur ee selama kami di sini alhamdulillah pelayanan cukup baik dan memuaskan sehingga kami bisa nyaman dan bisa mengikuti ujian dengan nyaman juga. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, asalamualaikum. Nama saya Dias Karismadani. Saya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. Eh, hadir di sini untuk mengikuti sertifikasi kompetensi keuangan daerah. Kemarin hadir panitianya dari BPSDM benar-benar luar biasa. Penyambutan mulai dari depan sampai ke registrasi itu panitianya ramah sekali. Terus begitu masuk ke kamar ee semua fasilitasnya juga sudah memadai mulai dari makan, kamar tidur, kamar mandi, semuanya bersih. Untuk jalannya tes juga sudah terschedule dengan rapi, dengan tertib sehingga kami bisa mengikuti dengan nyaman dengan bisa fokus dan bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Harapan kita ke depan adalah mungkin BPSDM bisa lebih sering mengadakan kegiatan atau untuk webinarnya lebih berfokus kepada masalah keuangan daerah, terutama yang untuk daerah-daerah yang kan masalahnya berbeda-beda setiap daerah. Jadi bisa lebih sering untuk mengadakan yang bertema tentang keuangan. Terima kasih. Wasalamualaikum. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi semuanya. Saya Dian Asuti Perwandani dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magetan hari ini ikut mengikuti diklat ee sertifikasi kompetensi pengelolaan keuangan di BPKPSD ee Provinsi. Terima kasih panitia. luar biasa ee pelaksanaan dikat lancar dan kami ee selama mengikuti dikat di sini ee sangat sangat nyaman sekali dan harapannya untuk PKPSDM Provinsi ee membeli kuota tambahan biar teman-teman kami yang berada di kabupaten kota sekitar seluruh provinsi bisa mengikuti dikat sama sehingga kami dalam rangka melaksanakan pengolan keuangan di kabupaten kota ee dapat menyajikan laporan yang akunabel transparasi. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Budi Fajaruddin asal dari Kabupaten Nganjuk ee Kecamatan Patian Raowo. Ee kami mengucapkan terima kasih atas ee fasilitasnya di mana kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan bisa menambah ilmu semua rekan-rekan sehingga apa yang kita lakukan di pemerintah daerah akan bisa menjadi maksimal. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Sumilan dari Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Peserta ujian sertifikasi kompetensi pengelolaan keuangan daerah angkatan pertama di BPSDM Jawa Timur di Surabaya. kesan-kesan selama mengikuti acara sertifikasi kompetensi pengelolaan keuangan di sini, saya sangat ee bangga, sangat menambah pengetahuan dan harapan ke depan ee dari sisi kami, dari sisi saya, pengetahuan-pengetahuan, pembelajaran-pembelajaran yang saya dapat di sini bisa diterapkan di OPD bisa untuk perbaikan-perbaikan di OPD dan ee harapan terkait dengan penyelenggaraan kompetensi di BBSDM Jawa Timur di Surabaya mudah-mudahan ke depannya bisa ditingkatkan lagi. Utamanya terkait jaringan waktu wawancara ini ada sedikit kendala sempat putus Pak jaringannya. Demikian, terima kasih. Perkenalkan nama saya Dewi Ratnani Utami. Saya bendahara dari Dinas KB Kabupaten Magetan. Kesan-kesan saya saat mengikuti diklat di BKPSDM Jawa Timur ini ee saya menikmati sekali fasilitasnya juga di sini. asesornya ee panitia-panitianya juga sangat cepat dalam memenuhi kebutuhan kita saat melakukan diklat. Dan untuk tempat ee asramanya saya juga merasa nyaman karena sudah terfasilitasi dari kamar mandi terus apa ada AC-nya. Jadi kita nyaman saat di kamar untuk melakukan kegiatan belajar belajarnya di malam hari atau untuk menyiapkan ujian-ujiannya, uji kompetensinya. Untuk pesannya kemudi ee semoga ke depannya lebih baik lagi dan fasilitas-fasilitasnya lebih baik lagi serta peserta itu lebih nyaman lagi untuk tinggal di sini. Terima kasih. Oh [Musik] Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format nama, strip asal instansi Sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat, apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Ah. [Musik] Oh. [Musik] H [Musik] Nama saya Andi Bagus Rahmat. Ee saya peserta diklat. Terima kasih. Kesan saya bagus pelayanan semoga kualitasnya semakin meningkat. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya nama jailani pegawai RSUD Muhammad Nur Pamekasan. Kami sangat bangga dengan adanya kompetensi ini karena untuk pembelajaran bagi kami masalah umur tidak ada halangan. Yang penting kita mau belajar. Dan saya sangat berterima kasih kepada BPSDM dengan adanya hal ini pengetahuan-pengetahuan itu akan selalu bertambah untuk kita semua khususnya khusus untuk pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk saat ini dan untuk masa depan. Mungkin itu dari kami kurang lebihnya mohon maaf. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format. Nama strip asal instansi sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat. Apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN belajar. [Musik] Zaman yang terus bergerak. Sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia tekad tanggung jaerah jadi ASN berkuit lagi [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sobat ASN di manapun Anda berada, baik yang sudah bergabung di Zoom meeting dan live YouTube BPSDM Jatim TV. Senang sekali saya Lukman Ali dapat menyapa Anda kembali tentunya dalam acara webinar ASN Belajar seri 25 tahun 2025 persembahan Cororpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sobat ASN, dalam menghadapi arus deras perubahan ilmu pengetahuan, teknologi, serta dinamika regulasi yang terus berkembang, Aparatur Sipil Negara atau ASN dituntut untuk tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga proaktif untuk meningkatkan kapasitas diri. Dan ASN juga berkewajiban untuk melakukan pengembangan secara terus-menerus, pengembangan kompetensi yang terintegrasi dan berkesinambungan demi memastikan terwujudnya pelayanan publik yang adaptif, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dan di era saat ini, pengembangan kompetensi bukan hanya sekedar pelatihan rutin saja ya, tapi juga merupakan bagian dari amanah, profesi dan tanggung jawab moral sebagai abdi negara. di mana ASN bukan hanya sebagai pekerja birokrasi saja, tapi juga penggerak perubahan, penjaga nilai-nilai kebangsaan dan pemimpin di setiap lini layanan. Dan kali ini mari kita teguhkan bersama komitmen sebagai ASN untuk terus mengembangkan diri sebagai wujud cinta pada negeri bersama dengan webinar ASN Belajar seri 25 tahun 2025. Baik, Sobat ASN. Untuk membuka webinar ASN belajar seri 25 tahun 2025 kali ini, marilah kita dengarkan opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, S.P.MP. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian, Sobat ASN di seluruh tanah air. Selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 3 Juli 2025, ASN Belajar telah memasuki seri yang ke-25. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN belajar seri ke-25 tahun 2025 ini kembali menyajikan salah satu topik dalam rangka terus mendorong berkembangnya budaya belajar yang konsisten dan berkelanjutan bagi aparatur sipil negara di tengah perkembangan zaman yang menuntut ASN untuk terus tumbuh dan kembang secara akseleratif. Kita tentu sepakat bahwa budaya belajar akan menjadi kunci utama bagi suksesnya berbagai ikhtiar pengembangan kompetensi ASN di Indonesia. Karena hal ini sangat penting untuk terus dielaborasi dalam merancang program pengembangan kompetensi ASN, maka ASN Belajar seri ke-25 ini mengantarkan sebuah topik ASN meraih ASA. Belajar sepanjang masa. mengabdi sepanjang usia. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sahabat ASN di seluruh tanah air, dunia kini bergerak dalam ritme yang tak lagi linier dan kita kini hidup di era disrupsi yang eksponensial. Ketika kecerdasan buatan menyapa birokrasi, ketika tantangan global menuntut kecepatan adaptasi, ketika harapan publik tidak lagi cukup dijawab dengan narasi, maka tak ada jalan lain kecuali kita terus berbenah diri. Di tengah akselerasi berbagai perubahan ini, ASN tidak bisa lagi diam dan berhenti. Kita dituntut untuk terus tumbuh, terus belajar, dan terus mengembangkan kompetensi. Kita tidak bisa lagi bersembunyi di balik pengalaman lama. Karena pengalaman yang tidak diperbaharui hanya akan menjadi nostalgia bukan solusi. ASN masa kini adalah ASN yang bersedia terus mengasah diri dari kebiasaan manual menuju kebiasaan digital, dari berpikir birokratis menuju kolaboratif, dari rutinitas menjadi inovasi. Maka dalam situasi ini pengembangan kompetensi bukanlah pilihan melainkan keharusan. Belajar tidak lagi sekedar kegiatan, tapi telah menjadi identitas kolektif kita bersama. Sebagai penyandang profesi ASN hari ini, kita optimis karena saat ini kita sudah menyaksikan lahirnya semangat baru ASN Indonesia untuk tumbuh kembang dalam ekosistem pengembangan kompetensi yang inklusif dan adaptif. Platform digital, micaring, pembelajaran lintas instansi, mentoring, coaching, semua tumbuh sebagai ruang bersama. ASN kita tidak lagi belajar dalam kesendirian. Kita belajar dalam komunitas dalam jejaring dan solidaritas. Inilah wajah baru pembelajaran ASN. Multi-entry, multiakses, tanpa batas usia, tanpa batas jabatan. Sebuah budaya belajar yang tidak eksklusif, tetapi memberdayakan semua. Karena kita percaya setiap ASN memiliki potensi untuk bersinar jika diberikan akses, dukungan, dan ekosistem yang sehat. Sobat SN di seluruh tanah air, jika pengabdian adalah jalan panjang, maka belajar adalah bekalnya. Jika usia adalah angka yang terus bertambah, maka kompetensi adalah cahaya yang menuntun langkah. Jika asa kita menjadi bangsa yang berdaya, maka transformasi ASN adalah keniscayaan semata. Jika Indonesia Emas adalah cita kita bersama, maka ASN pembelajar adalah fondasinya. Jika memuliakan sesama adalah visi pengabdian kita, maka tidak boleh berhenti menjadi lebih baik dari hari ke hari. Demi negeri yang makin berseri, demi rakyat yang lebih bermartabat. Sobat ASN di seluruh tanah air, lalu bagaimana seharusnya kita sebagai ASN Indonesia terus mengasah ketajaman kompetensi kita demi pengabdian yang makin berdampak? Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Ibu Dr. Erna Irawati, Sos, Empol Admin. Beliau adalah Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Kedua, kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Dr. Sugeng Haryono, M.Pd. Beliau adalah Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Dan yang ketiga, kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Prof. Dr. Yusuf Irianto, MKOM. Beliau adalah guru besar bidang manajemen sumber dan manusia Universitas Airlangga Surabaya. Nah, sobat ASN di seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-25 tahun 2025 ini. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih sekali Bapak Dr. Ramlianto, SPMP atas opening speech yang telah disampaikan. Dan sebelum kita berlanjut ke sesi berikutnya, kami informasikan bahwa saat ini Sobat ASN sudah dapat melakukan presensi pada laman semesta Bangkom. Dan link presensi ini dapat Sobat ASN lihat pada running tags, kolom chat Zoom, dan juga pinchat YouTube BPSDM Jatim TV. Dan dikarenakan saat ini traffic presensi sedang tinggi, bagi sobat ASN yang merasa belum bisa mengakses presensi dapat mencoba kembali secara berkala sampai dengan pukul 12.00 siang. [Musik] Baik, Sahabat SN, kali ini kita akan simak bersama keynote speech yang akan disampaikan secara langsung oleh Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Ibu Dr. Terapan Erna Irawati, Sus, MPOL ADM. [Musik] Baik, saya akan sapa beliau terlebih dahulu. Selamat pagi, Bu Erna. Kabar baik, Ibu. Baik, Bu Erna. Ini kalau kita lihat kan sekarang perkembangan zaman lagi sangat disruptif banget ya, Bu ya. terutama banyak sekali perkembangan-perkembangan teknologi kita sebutnya mungkin artificial intelligence gitu ya di mana ekspektasi untuk pengerjaan sesuatu yang dulu mungkin bisa dikerjakan dalam 1 minggu, sekarang diekspektasikan bisa selesai dalam 1 hari karena kecepatan dari ee bantuan teknologi ini. Dan mau tidak mau sebenarnya ASN ini kan juga dituntut untuk terus beradaptasi. Nah, kali ini kita akan simak materi dan juga pemaparan dari Bu Erna. Apa saja sih hal-hal yang bisa kita tumbuhkan untuk menumbuhkan curiosity dan juga passion of knowledge dalam jiwa ASN. Untuk sesi materi akan disampaikan kurang lebih selama 30 menit Bu Erna. Nanti kita akan langsung masuk ke sesi tanya jawab. Saya persilakan kepada Bu Erna. Oke, terima kasih banyak. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi. Salam sejahtera Bapak Ibu semuanya. Mas Lukman, Pak Sugeng tadi sudah ada dan juga ada Pak Ramli dan juga Bapak Ibu semuanya yang tergabung di dalam forum belajar pada pagi hari ini. Sekali lagi terima kasih. Ya, pagi ini kita mengangkat tema yang menurut saya sangat sangat menarik Bapak Ibu, yaitu kita kalau belajar seperti saya atau kita sebut sebagai long life learning. Jadi saya mengambil tema mengenai belajar sepanjang hayat. Kunci menuju kinerja unggul bagi kita yang bekerja di sektor publik. tadi sebenarnya di pembukaan Pak Ramli sudah sebentar Bapak Ibu ini oke Pak Ramli sudah memaparkan mengenai tantangan-tantangan yang kita hadapi saat ini. Kalau kita berbicara tantangan, kita berbicara ada tantangan nasional, tantangan global. Saya tidak akan diskusikan secara spesifik, tapi pada dasarnya yang disebutkan Pak Ramli dan Bapak Ibu di pembukaan bahwa kita berada di dalam sebuah lingkungan di mana lingkungan ini banyak sekali. Kalau kita berbicara mengenai perubahan, perubahannya berjalan dengan cepat dan juga tidak linier gitu. Dan ini faktornya banyak sekali dan memberikan tuntutan kepada kita yang bekerja di sektor publik. Satu itu, Bapak, Ibu. Nah, yang kedua yang ingin saya sampaikan adalah ketika perubahan di lingkungan strategis ini menuntut juga kepada kinerja dari sektor publik. kita membutuhkan ee sumber daya manusia yang relevan dengan perubahan. Ini hanya sebagai salah satu contoh saja Bapak Ibu. Setiap time tahun World Economic Forum selalu mengeluarkan mengenai skill atau kompetensi mana sih yang akan hilang, mana sih yang bertahan, mana yang saat ini tidak penting tapi nantinya penting atau saat ini penting, ke depannya juga penting lagi. Sebenarnya saya hanya ingin menggambarkan bahwa kalau Bapak Ibu nanti cermati pergeseran dari kompetensi itu selalu ada dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan apa? ini menunjukkan bahwa sebenarnya kalau kita memiliki kompetensi atau memiliki mindset yang sifatnya fix bahwa kita bakatnya pintar kemudian kita tidak belajar, saya yakin ketika terjadi pergoseran kompetensi kita menjadi tidak relevan. Yang kita butuhkan adalah growth mindset, yaitu ee kemampuan kita untuk selalu mengembangkan diri kita, menerima ketika terjadi perubahan. perubahan bisa dilakukan dengan pembelajaran, dengan praktik, dengan inkubasi dan lain-lain. Jadi lebih kepada kita turut mencermati sebenarnya kompetensi yang dibutuhkan di era sekarang seperti apa. Mungkin nanti bergeser tahun depannya berubah, tahun depannya berubah lagi. Jadi sekali lagi kita tidak bisa mengandalkan kepada saya berbakat kepada kompetensi atau menguasai sesuatu dengan sangat oke kemudian diam saja gitu. Karena jangan-jangan yang kita kuasai menjadi tidak relevan ketika perubahan terjadi. Satu ini Bapak Ibu tadi ada tantangan membutuhkan sumber daya manusia kompetensinya ternyata selalu mengalami perubahan sehingga kita harus menyesuaikan supaya tidak ketinggalan. Kalau kita tidak menyesuaikan, saya yakin lama-lama kita tidak relevan atau tidak bermanfaat dalam tanda kutip. Kemudian ee fenomena yang lain yang tadi sebenarnya juga sudah disinggung oleh Pak Ramli mengenai tidak linearnya perubahan dan ini berdampak juga kepada kita sumber daya manusia Bapak Ibu. Saya yakin Bapak Ibu ini ada satu penelitian bahwa ee Deloit Bapak Ibu 2022 mengatakan bahwa 71% pekerja melakukan pekerjaan di luar cakupan nama pekerjaannya dan hanya 24% yang melakukan pekerjaan sesuai dengan nama pekerjaan. Artinya apa, Bapak Ibu? Artinya tadi sering sekali standar kompetensi jabatan kita ah bersifat sedikit statis atau terlambat untuk dilakukan penyesuaian seiring dengan perubahan di lingkungan strategis. Saya yakin Bapak Ibu kita bekerja di sektor publik, jabatan kita adalah ini. Ternyata ada perubahan berdampak kepada organisasi kita. Standar kompetensi jabatannya belum disesuaikan. Ya, kita mau enggak mau, Bapak, Ibu, kalau kita bertahan dengan eh uraian atau rincian jabatan saya adalah 1 2 3 4 5 kita bertahan untuk melakukan ini, saya yakin Bapak, Ibu organisasi kita akan ketinggalan terhadap perubahan. Makanya ini ee penelitian ini menunjukkan bahwa belajar selalu dibutuhkan karena apa? perubahan terjadi. Apa yang kita lakukan hari ini belum tentu sama di tahun depan, di 2 tahun ke depan, bahkan bulan depan, 3 bulan ke depan, Bapak, Ibu. Kemudian ee 65% pekerja merasa skill yang dibutuhkan untuk melalui e melakukan pekerjaannya berubah dalam kurung waktu 2 tahun atau bahkan Bapak Ibu kalau saya sering sekali mengatakan 2 tahun kayaknya sekarang lama-lama semakin pendek. Kompetensi yang kita miliki umumnya semakin pendek gitu. Semakin pendek itu sudah tidak relevan seiring dengan perubahan harus kita rubah gitu. ini ee Deloid 2022 masih mengatakan sekitar 2 tahun atau jangan-jangan berkurang ke sana. Jadi sekali lagi Bapak Ibu, tiga kondisi tadi perubahan. Yang kedua adalah jenis kompetensi yang juga mengalami selalu perubahan berdampak kepada pekerjaan yang kita lakukan. Sering sekali berubah dari atau lebih luas dari cakupan nama jabatan kita. Sebenarnya meletakkan pembelajaran sebagai kunci. Bapak Ibu, kita harus menyesuaikan yang tadi saya sebutkan memiliki growth mindset selalu terbuka untuk melakukan baik reskilling maupun upskilling. Rkilling adalah Bapak Ibu selalu menambah bahkan membuang yang sudah tidak dibutuhkan dari kompetensi menambah dengan kompetensi yang baru. Upskilling adalah ketika ada perubahan dari satu kompetensi mungkin lebih advance Bapak Ibu serinya lebih tinggi lagi kita harus lakukan penyesuaian. Nah, ini konsep yang kita bicarakan pada hari ini menjadi sangat relevan, yaitu belajar sepanjang hayat. Ya tadi growth mindset salah satu cirinya adalah seseorang yang memiliki growth mindset adalah memiliki motivasi untuk belajar sepanjang hayat atau sebutannya lifelong learning. Bapak Ibu, apa itu lifelong learning atau belajar sepanjang har ayat? Adalah ee pencarian pengetahuan dalam tanda kutip ini kompetensi ya, Bapak, Ibu yang berkelanjutan dilakukan secara sukarela dan didorong oleh motivasi untuk pengembangan baik pribadi, pegawai, maupun perkembangan karir atau profesional. Jadi sekali lagi pencarian pengetahuan atau kompetensinya selalu terjadi berkelanjutan. Kemudian didorong oleh motivasi, sukarela. Jadi ini dari growth mindset tadi cirinya adalah belajar salah satunya adalah belajar sepanjang hayat. Pembelajaran ini melampaui pendidikan formal dan berlangsung sepanjang hidup seseorang. Nanti kemarin di beberapa diskusi kita sudah menyebut pendidikan ada formal, ada sosial, ada experiential learning. Ini yang ditempuh oleh ee seseorang yang memiliki motivasi untuk belajar sepanjang hayat. Karakteristik utamanya Bapak, Ibu adalah mandiri. Jadi ee inisiatif kemudian kesukarelaan dari kawan-kawan untuk selalu belajar. seringki dimulai oleh individu berdasarkan minat atau tujuan pribadi. Meskipun Bapak Ibu ini bisa dimanfaatkan organisasi untuk belajarnya sesuai dengan yang dibutuhkan oleh organisasi. Kemudian yang kedua adalah fleksibel dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan dalam berbagai format. Makanya tadi Bapak, Ibu kemarin kita sudah berdiskusi mengenai corporate university yang pada prinsipnya adalah menyediakan akses sehingga ketika aksesnya banyak semua bisa belajar. Seperti forum yang kita lakukan pada pagi hari ini, Bapak, Ibu. Sangat fleksibel Bapak Ibu di seluruh Indonesia bisa bergabung di dalam forum pagi ini. Holistik mencakup pengembangan intelektual, emosional, sosial, dan juga fisik. Jadi komponennya banyak Bapak, Ibu. adaptif membantu individu tetap relevan dengan perubahan teknologi dan juga berbagai tuntutan. Ini yang tadi saya sebutkan Bapak, Ibu. Ketika perubahan terjadi kita harus mengembangkan kompetensi supaya tidak ketinggalan berarti kita harus adaptif. Ada beberapa mengapa penting? Saya yakin tadi sudah menjadi sudah saya jelaskan bagaimana kalau kita dituntut ketika ada perubahan atau ada juga dari karir kita secara pribadi kita memiliki pola karir tujuan untuk bekerja kemudian di setiap jenjangnya membutuhkan kompetensi baru. Saya yakin Bapak Ibu belajar sepanjang ayat menjadi sangat penting. Beradaptasi dengan perubahan, meningkatkan kualitas pelayanan. eh pelayanannya kemarin seperti ini tadi Mas Lumpan menyebutkan mengenai artificial intelligence kita belum mengadopsi tapi sekarang masyarakatnya sudah terpapar dengan artificial intelligence. Mungkin dari kualitas pelayanan kita dapat ditingkatkan dengan pemanfaatan artificial intelligen. Membangun kapasitas kepemimpinan menunjuk menumbuhkan kecerdasan untuk pemikiran strategis, kepemimpinan beretika dan lain-lain juga kita dapat ee dari belajar sepanjang hayap mendorong inovasi transformasi organisasi memberdasakan pertumbuhan pribadi dan profesional. Nanti ee saya skip yang sifatnya teori ini, Bapak Ibu. Mungkin nanti bahannya saya akan sampaikan kepada kawan-kawan semua ini yang tadi ee pembelajarannya bisa formal, bisa sosial, bisa experiential learning untuk memastikan akses dan fleksibilitas sesuai dengan apa yang menjadi kecenderungan belajar yang dimiliki oleh Bapak, Ibu. Strateginya apa, Bapak, Ibu? ee kalau kita ingin memiliki organisasi sektor publik yang individu-individunya selalu memiliki motivasi untuk belajar atau menjadi pembelajar sepanjang hayat. Yang pertama, Bapak Ibu yang bisa kita lakukan adalah memastikan bahwa pembelajaran sebagai nilai inti dari organisasi. Nah, kita sebenarnya sudah memiliki nilai kalau kita bekerja di sektor publik nilai berakhlak salah satunya adalah kompeten, Bapak, Ibu. Nah, nilai kompeten ini menjadi nilai bagi instansi pemerintah kita sudah memiliki dari sisi kebijakannya gitu. Yang menjadi tugas kita untuk memastikan bahwa pembelajaran dapat dilakukan sepanjang hayat adalah mengintegrasikan pembelajaran ini dengan misalnya Bapak Ibu budaya yang ada di dalam organisasi, evaluasi atau penilaian kinerja. Ketika seseorang sudah belajar kemudian diberikan pengakuan, kemudian misalnya kita memiliki manajemen talenta, pengakuan terhadap hasil belajar menjadi masukan untuk manajemen talenta. Kemudian penghargaan Bapak Ibu mungkin nanti ada beberapa individu yang menjadi champion belajar ee mendapatkan hasil yang sangat tinggi diberikan penghargaan. Jadi memastikan bahwa pembelajaran ini tidak bekerja sendirian gitu, tapi menjadi bagian misalnya di dalam manajemen ASN, evaluasi penilaian kinerja dan lain-lain. Yang kedua adalah menciptakan akses belajar bervariasi dan fleksibel. Ini tadi yang saya sebutkan, Bapak, Ibu. Salah satu ciri khas ee pembelajaran sepanjang hayat adalah fleksibilitas. Organisasi Bapak Ibu dalam konteks corporate university bertanggung jawab untuk mengembangkan kompetensi atau menyediakan akses Bapak Ibu menciptakan berbagai akses belajar formal, sosial, mandiri, tim kelas, macam-macam. Bapak, Ibu ini misalnya ee ada bodying, ada mentoring, ada coaching, ada SWIM dan lain-lain. Atau kita memiliki misalnya video pendek, audio, podcast dan lain-lain. Ini adalah akses-akses belajar bervariasi yang dapat kita sediakan bagi semua yang mau belajar secara fleksibel. Kemudian yang ketiga adalah memanfaatkan teknologi. Teknologi saat ini menjadi salah satu kekuatan besar di dunia Bapak Ibu. E semalam saya baru berdiskusi yang nomor satu untuk mendikte semua di dunia ini ekonomi atau teknologi. Ada yang berbat ekonomi, tapi ada juga yang berpendapat teknologi karena teknologi bisa men-drive ekonomi. Teknologi bisa memiliki media yang sangat kuat sehingga bisa apa namanya lebih besar pengaruhnya dibanding ekonomi. Tapi saya tidak akan mendiskusikan ekonomi dan teknologi. Tapi di sini ee kita sudah mengalami perjalanan pemanfaatan teknologi di dalam belajar ini lumayan Bapak Ibu sudah kalau kami dari Lembaga Administrasi Negara dari tahun 2018 sebenarnya sudah mengenalkan mengenai ee pembelajaran yang basisnya teknologi dari sisi kebijakan tapi praktiknya sebenarnya sudah mulai lama tapi kita mendapatkan momentum ketika pandemi Covid Bapak Ibu pemanfaatan teknologi di segala bidang termasuk di dalam pembelajaran aran mencapai puncaknya dan kita mendapatkan pembelajaran banyak Bapak Ibu sampai saat ini bagaimana kita memanfaatkan teknologi dapat membantu kita menyediakan akses dengan cara efisien. Kemudian yang keempat sebenarnya ini bagian dari akses tadi Bapak Ibu mendorong pembelajaran sebaya dan juga komunitas praktis. Sekarang komunitas-komunitas Bapak Ibu digerakkan. kami saat ini memiliki komunitas Korpo. Kemudian nanti sebentar lagi juga akan kita launching komunitas manajemen Talenta, Bapak, Ibu. Nanti ada komunitas coach, Bapak, Ibu. Nah, sebentar lagi kita akan keluarkan standar kompetensi coach. Monggo nanti diikuti ee dari kita beberapa komunitas ini sebagai media untuk belajar menjadi sangat-sangat efektif. sharing antara orang satu dengan orang yang lain, aplikasi replikasi menjadi lebih efisien dan dapat dilakukan sesuai dengan konteksnya masing-masing. Kemudian kolaborasi yang nomor lima misalnya bermitra dengan perguruan tinggi, NGO, dan swasta biasanya ada kaitannya Bapak Ibu dengan NGO maupun swasta yang misinya sama gitu. Kalau misinya adalah pembelajaran, ayo kita berkolaborasi. Dan sering sekali Bapak Ibu kolaborasi ini menyelesaikan yang nomor enam ini alokasi waktu dan anggaran. Biasanya anggaran Bapak Ibu kita apa namanya? Misalnya saya memberikan contoh, kami dari lembaga administrasi negara ee ketika akses belajarnya harus disediakan banyak, kami kerja sama dengan salah satu NGO misalnya PIAR Foundation membuat aplikasi ASN berpijar itu white flag Bapak Ibu tidak ada pembiayaannya Bapak Ibu kalau mau belajar silakan di sana dan ini wujud tadi Bapak Ibu ketika kita memiliki keterbatasan untuk menyediakan akses berkolaborasi dengan mitra kita akhirnya kita bisa mewujudkan satu platform belajar. Jadi sekali lagi ini beberapa strategi yang dapat kita lakukan untuk memastikan, menciptakan lingkungan supaya ASN kita memiliki motivasi untuk selalu belajar. Nah, ini ini salah satu contoh strateginya. Tadi kebetulan ee moderator Mas Lukman juga menyebutkan pemanfaatan artificial intelligence. Kalau tadi saya menyebutkan bahwa belajar sepanjang hayat mengandalkan kepada motivasi dari individu, tapi organisasi bisa menciptakan sebuah lingkungan untuk mendorong semua ASN-nya ini belajar sepanjang hayat. Ini misalnya Bapak, Ibu, ini salah satu contoh strategi pembelajaran sepanjang hayat yang untuk membantu adaptasi dari organisasi. Organisasinya berada di dalam lingkungan yang selalu berubah. Salah satu tuntutannya saat ini adalah eh AI dong di masuk di dalam sektor publik. Kita sudah tidak bisa menolak Bapak Ibu artifisial intelligence untuk tidak bisa tidak berpengaruh kepada sektor publik kita. Jadi ini saya mengangkat contoh penerapan chatbot artificial intelligent dalam layanan pemerintah. Misalnya Bapak Ibu ada pemerintah daerah X akan menerapkan chatbot chatboot berbasis artificial intelligence untuk menangani komplain, pertanyaan, klarifikasi dari warga terkait semua jenis pelayanan. Nah, penerapan chatbot ini ee akan memangkas waktu responnya menjadi lebih cepat dan juga mengurangi beban kerja dari staf di pemerintah X, Bapak, Ibu. Jadi, instansinya sudah mau me-leverage, meningkatkan kualitas pelayanannya dengan mengadopsi artificial intelligence. Salah satu tantangannya Bapak, Ibu yang dihadapi oleh pemerintah X ini adalah banyak pejabat dan stafnya yang belum memahami cara kerja artificial intelligence ini mengelola sistem chat-nya ataupun mengolah dari data-data yang dihasilkan dari chatbot-nya gitu. Jadi kalau chatbot berbasis IT serahkan kepada ahlinya gitu. Saya yakin ee kalau kita mau mengadopsi ada ahli yang untuk membuat chatbot berbasis AI ini. Tapi kita menghadapi tim kita yang ada di kantor kita atau unit kerja kita ternyata tidak paham bagaimana ya kalau kita sudah ee apa namanya aduannya menggunakan chatbot. Cara kerjanya bagaimana? Mengelola sistemnya seperti apa? Data yang ditampilkan bagaimana nanti dapat kita gunakan untuk mengambil keputusan. Nah, kalau strategi pembelajaran sepanjang hayatnya bisa masuk Bapak Ibu untuk beradaptasi pemerintah meluncurkan program pembelajaran berkelanjutan misalnya ada loka karya, ada pelatihan, kursus, sesi pembelajaran antar kerja atau tadi strategi-strategi yang lain menyediakan modul-modul, menyediakan akses-akses secara terbuka kepada semua pegawainya untuk mempelajari bagaimana menganalisis data dari chatboard, kemudian mengelola sistem dan lain-lain. Hasilnya apa? Hasil yang kita peroleh adalah stafnya menjadi percaya diri dalam menggunakan dan meningkatkan sistem chatbot, warga menerima respon, membangun kepercayaan. Nah, sekali lagi Bapak Ibu meskipun pembelajaran sepanjang hayat akan sangat berhasil ketika setiap ASN memiliki motivasi yang tinggi, namun organisasi juga bisa mengembangkan suatu lingkungan Bapak Ibu untuk mendorong semua pegawainya selalu belajar. Kalau mereka tidak mengikuti loka karya atau tidak belajar sendiri, mengikuti modul dan lain-lain, akhirnya tidak bisa mengelola sistem atau tidak bisa mengelola data yang dihasilkan oleh sistem chatboard, enggak ada gunanya. Lama-lama akan digantikan oleh orang lain, Bapak, Ibu. Nah, ini ini yang selain dari motivasi individu, organisasi juga bisa mendesain sebuah adaptasi, sebuah transformasi, sebuah perubahan. dengan menerapkan strategi pembelajaran sepanjang hayat. Ini beberapa tantangan, Bapak, Ibu. Yang pertama adalah keterbatasan waktu. Sering sekali sebagai ASN antara benar-benar memiliki beban kerja yang berat dan jadwal yang ketat atau pura-pura jadwalnya banyak atau sibuk sekali sehingga menyisiakan waktu untuk belajar, Bapak, Ibu. Jadi, sudah capek sendiri untuk belajar karena apa? Beban pekerjaannya sangat berat. Dampaknya pembelajaran menjadi tidak menjadi prioritas dibandingkan dengan tugasnya sudah saya kerja aja gitu. Tapi kalau kita hanya melakukan pekerjaan, kompetensi kita tidak berubah. Kalau nanti organisasi berubah, kompetensi kita enggak berubah, Bapak Ibu, ya akhirnya kita tidak relevan lagi. Solusinya biasanya adalah mengintegrasikan pembelajaran ke dalam pekerjaan sehari-hari. misalnya menawarkan modul-modul yang pendek-pendek saja 5 menit 5 menit pembelajarannya bersifat mikro tapi related dengan pekerjaannya. pelatihan di tempat kerja ditunjuk di sela-sela pekerjaannya ditunjuk beberapa orang yang menjadi coach atau menjadi mentor. Tapi juga sekali lagi Bapak Ibu kalau kita berada di level pimpinan pastikan Bapak Ibu selalu memberikan kesempatan dan jeda kepada pegawai untuk belajar. Jadi ee manfaat dari solusi ini mengintegrasikan dengan pekerjaan, memberikan jeda kepada pegawai untuk belajar, mengurangi tekanan waktu dan menjadikan pembelajaran bagian dari alur kerja. Jadi yang pertama kalau keterbatasan waktu pegawainya sibuk terus, Bapak, Ibu ya kaitkan dengan pekerjaan, gitu. Eh, kamu membuat ini ee tolong menggunakan ee Power BI misalnya untuk menganalisis data. saya enggak tahu. Oh, ini aksesnya ini. Silakan kamu belajar Power BI. Nanti saya cek ya hasilnya untuk tampilan data visualnya menggunakan Power BI misalnya seperti itu. Kemudian yang kedua adalah kurangnya motivasi atau kesadaran dari individu Bapak Ibu. Karena sering sekali mereka tidak melihat nilai langsung dari pembelajaran berkelanjutan. Misalnya Bapak Ibu semalam saya belajar tentang leadership lagi Bapak Ibu tidak melihat langsung nilai langsungnya atau kebermanfaatannya enggak secara langsung gitu tapi ketika ada satu event baru ketemu hasil pembelajaran. Nah, sering sekali ini yang karena tidak biasanya kalau pembelajaran yang sifatnya skill Bapak Ibu ini langsung bisa kita lihat hasilnya. Tapi pembelajaran-pembelajaran afektif yang sifatnya sikap, perilaku, knowledge, sering sekali hasil atau nilai langsungnya itu tidak kelihatan. Nah, sering sekali ini berdampak kepada ee pegawai yang menjadi tidak termotivasi untuk belajar sepanjang har. Dampaknya apa? Resistensi terhadap perubahan dan keterlibatan rendah dalam program pelatihan dari pegawai. Solusinya ya bangun budaya pembelajaran. dorong rasa ingin tahu, beri penghargaan, ee rayakan berbagai pengetahuan. Misalnya ada capaian-capaian tertentu ketika sharing, Bapak, Ibu. Sharing bisa menjadi bagian kita untuk melakukan apresiasi. Akses terbatas ke sumber belajar. Tantangannya tadi saya sudah menyebutkan Bapak Ibu misalnya aksesnya teknologi berarti kita harus menyediakan solusi-solusinya adalah kita menyediakan akses-akses belajar yang jangan-jangan memang tidak berbasis teknologi. Jadi kita menyediakan banyak akses dengan moda-moda yang berbeda sehingga kita tidak bisa mengatakan bahwa saya enggak bisa belajar karena apa? Enggak ada basis internetnya. Oh, ada saya email deh atau saya kirimkan modulnya, bukunya, dan lain-lain. Nah, jadi akses ke sumber belajar biasanya jawabannya adalah ya selain menyediakan akses tadi ya menyediakan opsi-opsi pembelajaran baik daring maupun luring. Kemudian dukungan organisasi Bapak Ibu. Kurangnya kebijakan insentif meskipun tadi saya menyebutkan pembelajaran sepanjang hayat sangat-sangat optimal ketika dimulai dari motivasi individu. Tapi ketika misalnya kita sudah semangat tapi tidak ada jeda dari pekerjaan kita sehingga tadi tidak ada jeda untuk belajar Bapak Ibu ya akhirnya kita menjadi tidak termotivasi. Muncul yang pertama tadi beban pekerjaan yang sangat berat. Jadi sekali lagi ketika kita berbicara dukungan organisasi yang tidak memadai solusinya ya komitmen pimpinan Bapak Ibu. Komitmen pimpinan bentuknya dua Bapak Ibu menjadi teladan bahwa seorang pemimpin suka belajar belajar sepanjang hayat. Jangan kita nyuruh orang saja belajar tapi kita sendiri enggak belajar. Yang kedua adalah menyediakan waktu serta sumber daya kita memberikan dukungan sepenuhnya. hambatan teknologi, infrastruktur, teknologi, ketakutan terhadap kegagalan, keterbatasan anggaran. Ini menjadi tantangan-tantangan yang kita hadapi. Ada beberapa strategi yang tadi sebenarnya di awal juga sudah saya sebutkan, tapi secara spesifik misalnya kolaborasi. Kalau kita ee anggarannya tidak cukup, takut terhadap kegagalan berarti menciptakan lingkungan, dukungan, pimpinan, dan lain-lain. Kemudian yang terakhir dari saya, Bapak Ibu adalah terkait dengan bagaimana kita mengukur keberhasilan lifelong learning. Bagaimana organisasi bisa mengukur bahwa SDM-nya memiliki motivasi untuk life long learning tadi. Yang pertama adalah memang ada yang mengatakan bisa enggak ini diukur dengan ee Kpatrick levelnya 1 2 3 4 bisa juga Bapak Ibu gitu. Tapi asal jelas dulu channel-nya. Makanya di sini Bapak Ibu biasanya ukuran untuk menilai apakah organisasi kita berhasil atau tidak menciptakan lingkungan yang mendukung life learning adalah yang pertama adalah dari tingkat partisipasi belajarnya. Bagaimana tingkat keterlibatan karyawan caranya? Ya, kita punya ukuran Bapak Ibu. Saya harapkan nanti semua instansi pemerintah memiliki ukuran gitu. Berapa persen pegawai yang mengikuti pembelajaran dengan macam-macam cara? Nanti corporate university bisa ngukur Bapak Ibu. Presentasi karyawan yang mengikuti program pembelajaran dibandingkan dengan total staff itu adalah tingkat partisipasi untuk salah satu yang dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk melihat keberhasilan lifelong learning. Yang kedua adalah tingkat penyelesaian pembelajaran. Agak berbeda Bapak Ibu nomor satu dan nomor du gitu. Nomor satu adalah tingkat partisipasi siapapun yang belajar dengan cara apapun. Yang kedua adalah menyelesaikan Bapak Ibu komitmen dan apa yang ditunjukkan tingkat penyelesaian pembelajaran menunjukkan komitmen dan konsistensi dalam menyelesaikan pelatihan. Caranya apa? cara mengukurnya ya presentasi peserta yang menyelesaikan pembelajaran atau modul pelatihan dari yang tingkat partisipasi tadi. Jadi kalau ini yang sudah menyelesaikan Bapak Ibu. Kemudian yang ketiga adalah skor kepuasan pembelajaran. Makanya tadi ke Patrick level 2 bisa masuk Bapak apa yang ditunjukkan kualitas dan relevansi pengalaman belajar. Caranya adalah survei pasca pelatihan atau formulir umpan balik, retensi dan penerapan pengetahuan apa yang ditunjukkan. Jadi level 3, level 4 ke Patrick sudah mulai masuk Bapak, Ibu. Efektivitas transfer pembelajaran kepekerjaan, penilaian sebelum dan sesudah pelatihan, tinjauan kinerja, evaluasi dari atasan. Jadi tiga dan empatnya bisa. Kemudian eh indikator perubahan perilaku level 3 dari KPATK biasanya apa yang ditunjukkan dampak terhadap budaya dan praktik kerja bisa caranya observasi umpan balik 360 derajat atau studi kasus. Selain ukuran-ukuran ini, Bapak Ibu, ada ukuran-ukuran yang sudah kepada kemanfaatan dari sebuah lifelong learning. Misalnya perkembangan dan mobilitas karir tadi saya menyebutkan menjadikan nilai belajar, nilai kompeten lifelong learning sebagai nilai-nilai yang ada di dalam organisasi mengkaitkannya dengan manajemen ASN. Nah, di sini Bapak Ibu apakah ketika ada mobilitas karir pegawai-pegawai yang sudah belajar memiliki motivasi kuat tadi? Apakah mobilitas karirnya memang menunjukkan angka yang semakin naik atau progresif? Promosi perubahan peran tingkat mobilitas internal menjadi ukuran perkembangan dan mobilitas karir ini. Yang ke yang selanjutnya Bapak Ibu adalah hasil inovasi dan pemecahan masalah. Tadi saya menyebutkan di awal Bapak Ibu, kenapa kita membutuhkan SDM yang berkompeten yang selalu belajar? Karena tuntutan dari lingkungan lingkungan yang ada di sekitar kita terhadap kinerja dari publik juga semakin tinggi. Kinerja dari publik semakin tinggi di era yang perubahan biasanya ukurannya adalah apakah suatu organisasi melakukan transformasi, melakukan perubahan, membuat inovasi gitu. Sehingga sekali lagi Bapak Ibu ukuran untuk live learning juga bisa diukur dari hasil inovasi dan juga kemampuan dari individu ketika menyelesaikan sebuah permasalahan. Kemudian ukurannya juga bisa ee kita gunakan orang ada yang menyebutnya roti, ada yang menyebutkan rolly. Bapak Ibu return of learning in on learning investment ada roti Bapak Ibu return on training investment gitu. Cuman karena kita sudah keluar dari paradigma bahwa pengembangan kompetensi tidak hanya dari pelatihan makanya sebutannya rolly Bapak Ibu return on learning investment. nilai finansial dan finansial dan operasional dari pembelajaran. Caranya yang analisis biaya manfaat dibandingkan dengan ee biaya pelatihan dengan peningkatan kinerja. Jadi ukuran-ukuran ini Bapak Ibu yang menurut saya menjadi sangat penting ketika kita mau menciptakan sebuah lingkungan yang memang mengadopsi lifelong learning supaya tidak ketinggalan dengan perubahan. Jadi di akhir dari paparan saya, Bapak Ibu, ee pembelajaran tidak berhenti setelah sekolah formal selesai. Apalagi kalau kita sudah bekerja dan bekerjanya di sektor publik. Bapak, Ibu, pembelajaran sepanjang hayat adalah investasi pribadi dan juga profesional. investasi pribadi. Karena dengan menguasai kompetensi-kompetensi yang relevan dengan lingkungan strategis kita yang dibutuhkan dengan organisasi, Bapak, Ibu, kita menjadi percaya diri bahwa saya adalah orang yang profesional. Saya adalah yang kompeten dan sangat berpengaruh terhadap karir kita. Profesional Bapak, Ibu ketika kita bekerja ada perubahan-perubahan tuntutan pekerjaan, kita bisa mengikuti tuntutan dari perubahan tersebut. Tantangan nyata tetap ada Bapak Ibu kalau kita berbicara lifelong learning. Tadi saya menyebutkan ada waktu, ada akses, ada komitmen pimpinan, ada finansial dan lain-lain. Tapi yang terpenting bagi kita adalah ketika ada permasalahan, strategi apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi hambatan tersebut? Pembelajaran harus menjadi bagian dari gaya hidup kita untuk menjadikan kita memiliki kualitas kinerja yang selalu tinggi dan juga mampu beradaptasi di lingkungan yang selalu berubah. Demikian, terima kasih banyak. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bu Erna Iraati atas materi yang telah disampaikan dan Sobat TSN. Setelah ini kita akan langsung masuk ke sesi tanya jawab. Jadi untuk Sobat TSN yang bergabung di Zoom bisa menggunakan feature raise hand atau yang bergabung melalui YouTube bisa tuliskan pertanyaan melalui live chat. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] Baik, saya akan rangkum terlebih dahulu ya. tadi materi dari Bu Erna ini sangat luar biasa. Pada intinya ketika kita mau menjadi lifelong learner itu kunci pertamanya memang harus memiliki growth mindset. Seperti itu. Sebelum saya ee berikan kesempatan untuk Sobat ASN yang ingin bertanya kepada pemateri pertama kita di pagi menuju siang hari ini terlebih dahulu saya mau tanya dulu ke Bu Erna. Kalau di Bu Erna sendiri di unit Ibu tadi kan yang paling penting sebenarnya selain dari motivasi dalam diri ee faktor pembentuk lifelong learner ini adalah culture yang mendukung seperti itu. Nah, kalau di lingkungan e tempat Ibu bekerja saat ini apa saja yang sudah dilakukan untuk menciptakan culture belajar tersebut, Bu Erna? Oke. Yang dilakukan saya di lembaga administrasi negara sebenarnya melalui program corporate university salah satunya di situ adalah budaya belajar tadi. Jadi dalam 1 b
Resume
Categories