ASN Belajar Seri 25 | 2025 - ASN Meraih Asa: Belajar Sepanjang Masa, Mengabdi Sepanjang Usia
ldMSw_XASQo • 2025-07-03
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
Selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
menjadi ASN berakhlak mulia,
siap menyongsong Indonesia emas.
ASM
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia
bukan tekadera
jadi ASN
berkewajiban
servis.
[Musik]
Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam
webinar ASN belajar yang dipersembahkan
oleh Corporate University SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
Sebelum memulai webinar, ada beberapa
hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar
acara dapat berjalan dengan lancar.
Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan
format. Nama strip asal instansi Sobat
ASN.
Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi
kamera tidak membelakangi cahaya ya,
agar wajah Sobat ASN dapat terlihat
lebih jelas.
Tiga, gunakan virtual background yang
sudah disediakan.
Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link
pendaftaran, virtual background dapat
diunduh pada link yang dikirimkan
melalui pesan WhatsApp.
Empat, apabila Sobat ASN ingin
mengajukan pertanyaan atau
berpartisipasi interaktif, Sobat ASN
dapat menggunakan reaction angkat tangan
atau rise hand pada Zoom meeting.
Lima.
Bagi sobat ASN yang mengikuti webinar
melalui live YouTube BPSDM Jatim TV
dapat menuliskan pertanyaan melalui
kolom live chat.
Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis
untuk mencatat hal-hal penting, ya.
Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain
untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini
dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN
tentang materi yang disampaikan oleh
narasumber.
Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat
pada webinar ini, Sobat ASN wajib
mengisi link presensi yang akan kami
bagikan pada saat acara webinar
berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi
lembar penilaian dan kuesioner juga agar
e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh.
Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar ini.
Tetap semangat dan selamat mengikuti
webinar ASN Belajar.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Barlah kami junjung teguhkan diri dan
jadikan pedoman serta kekuatan
yang hadir di sini untuk mengabdi
laksanakan tugas ke bangga negeri.
Memerentas
melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Kami dari sini
dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Melayani bangsa loyal tanpa batasannya.
Selalu adaptif dan berkolaborasi.
Tangan satu tujuan tujuan. Jadikan ASN
lebih berakhlak.
bekerja sepenuh hati, tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa.
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Bangsa loyal tanpa batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan. Satu tujuan
untuk menjadikan AS yang lebih beragung.
beras penuh hati tulus membantu sesama
diang kami melayani.
Didah kami melayani
di mana kami melayani
Bapa
[Musik]
H
[Tepuk tangan]
[Musik]
asalamualaikum warah warahmatullahi
wabarakatuh. Ee perkenalkan nama saya
Trisula Adi Saputro dari Badan Pengelan
Keuangan dan Naset ee Pengeluang
Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten
Magetan. Ee alhamdulillah ee hari ini
kami melakukan tes uji kompetensi
pengelola keuangan daerah. Ee saya
selaku bendara pengeluaran alhamdulillah
dengan menguji kompetensi ini bisa
menguji kompetensi kita apakah kita
layak untuk menjadi bendara pengeluaran.
ee pesan-pesan untuk teman-teman yang
lain ee bisa memaksimalkan apa
pengetahuannya untuk meningkatkan
kompetensinya selaku pengelola keuangan
daerah. Kemudian untuk saran untuk PPSDM
Provinsi Jawa Timur ee
selama kami di sini alhamdulillah
pelayanan cukup baik dan memuaskan
sehingga kami bisa nyaman dan bisa
mengikuti ujian dengan nyaman juga.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Halo,
asalamualaikum. Nama saya Dias
Karismadani. Saya dari Dinas Kesehatan
Kabupaten Mojokerto. Eh, hadir di sini
untuk mengikuti sertifikasi kompetensi
keuangan daerah. Kemarin hadir
panitianya dari BPSDM benar-benar luar
biasa. Penyambutan mulai dari depan
sampai ke registrasi itu panitianya
ramah sekali. Terus begitu masuk ke
kamar ee semua fasilitasnya juga sudah
memadai mulai dari makan, kamar tidur,
kamar mandi, semuanya bersih. Untuk
jalannya tes juga sudah terschedule
dengan rapi, dengan tertib sehingga kami
bisa mengikuti dengan nyaman dengan bisa
fokus dan bisa mendapatkan hasil yang
terbaik. Harapan kita ke depan adalah
mungkin BPSDM bisa lebih sering
mengadakan kegiatan atau untuk
webinarnya lebih berfokus kepada masalah
keuangan daerah, terutama yang untuk
daerah-daerah yang kan masalahnya
berbeda-beda setiap daerah. Jadi bisa
lebih sering untuk mengadakan yang
bertema tentang keuangan. Terima kasih.
Wasalamualaikum.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi semuanya. Saya
Dian Asuti Perwandani dari Dinas
Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga
Kabupaten Magetan hari ini ikut
mengikuti diklat ee sertifikasi
kompetensi pengelolaan keuangan di
BPKPSD ee Provinsi. Terima kasih
panitia. luar biasa ee pelaksanaan dikat
lancar dan kami ee selama mengikuti
dikat di sini ee sangat sangat nyaman
sekali dan harapannya untuk PKPSDM
Provinsi ee membeli kuota tambahan biar
teman-teman kami yang berada di
kabupaten kota sekitar seluruh provinsi
bisa mengikuti dikat sama sehingga kami
dalam rangka melaksanakan pengolan
keuangan di kabupaten kota ee dapat
menyajikan laporan yang akunabel
transparasi. Terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Perkenalkan nama saya Budi Fajaruddin
asal dari Kabupaten Nganjuk ee Kecamatan
Patian Raowo. Ee kami mengucapkan terima
kasih
atas ee fasilitasnya di mana kegiatan
ini bisa berjalan dengan baik dan bisa
menambah ilmu semua rekan-rekan sehingga
apa yang kita lakukan di pemerintah
daerah akan bisa menjadi maksimal.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Nama saya Sumilan dari Kecamatan
Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Peserta ujian sertifikasi kompetensi
pengelolaan keuangan daerah angkatan
pertama di BPSDM Jawa Timur di Surabaya.
kesan-kesan selama mengikuti acara
sertifikasi kompetensi pengelolaan
keuangan di sini, saya sangat ee
bangga, sangat menambah pengetahuan dan
harapan ke depan ee dari sisi kami, dari
sisi saya, pengetahuan-pengetahuan,
pembelajaran-pembelajaran yang saya
dapat di sini bisa diterapkan di OPD
bisa untuk perbaikan-perbaikan di OPD
dan ee harapan
terkait dengan penyelenggaraan
kompetensi di BBSDM Jawa Timur di
Surabaya mudah-mudahan ke depannya bisa
ditingkatkan lagi. Utamanya terkait
jaringan waktu wawancara ini ada sedikit
kendala sempat putus Pak jaringannya.
Demikian,
terima kasih. Perkenalkan nama saya Dewi
Ratnani Utami. Saya bendahara dari Dinas
KB Kabupaten Magetan. Kesan-kesan saya
saat mengikuti diklat di BKPSDM
Jawa Timur ini ee saya menikmati sekali
fasilitasnya juga di sini. asesornya
ee panitia-panitianya juga sangat cepat
dalam
memenuhi kebutuhan kita saat melakukan
diklat. Dan untuk tempat ee asramanya
saya juga merasa nyaman karena sudah
terfasilitasi dari kamar mandi terus apa
ada AC-nya. Jadi kita nyaman saat di
kamar untuk melakukan kegiatan belajar
belajarnya di malam hari atau untuk
menyiapkan ujian-ujiannya, uji
kompetensinya. Untuk pesannya kemudi ee
semoga ke depannya lebih baik lagi dan
fasilitas-fasilitasnya
lebih baik lagi serta peserta itu lebih
nyaman lagi untuk tinggal di sini.
Terima kasih.
Oh
[Musik]
Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam
webinar ASN belajar yang dipersembahkan
oleh Corporate University SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
Sebelum memulai webinar, ada beberapa
hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar
acara dapat berjalan dengan lancar.
Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan
format nama, strip asal instansi Sobat
ASN.
Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi
kamera tidak membelakangi cahaya ya,
agar wajah Sobat ASN dapat terlihat
lebih jelas.
Tiga, gunakan virtual background yang
sudah disediakan.
Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link
pendaftaran, virtual background dapat
diunduh pada link yang dikirimkan
melalui pesan WhatsApp.
Empat, apabila Sobat ASN ingin
mengajukan pertanyaan atau
berpartisipasi interaktif, Sobat ASN
dapat menggunakan reaction angkat tangan
atau rise hand pada Zoom meeting.
Lima.
Bagi Sobat ASN yang mengikuti webinar
melalui live YouTube BPSDM Jatim TV
dapat menuliskan pertanyaan melalui
kolom live chat.
Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis
untuk mencatat hal-hal penting ya.
Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain
untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini
dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN
tentang materi yang disampaikan oleh
narasumber.
Tujuh.
Untuk mendapatkan e-sertifikat pada
webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi
link presensi yang akan kami bagikan
pada saat acara webinar berlangsung.
Jangan lupa untuk mengisi lembar
penilaian dan kuesioner juga agar
e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh.
Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar ini.
Tetap semangat dan selamat mengikuti
webinar ASN Belajar.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Ah.
[Musik]
Oh.
[Musik]
H
[Musik]
Nama saya Andi Bagus Rahmat. Ee saya
peserta diklat. Terima kasih. Kesan saya
bagus pelayanan
semoga kualitasnya semakin meningkat.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya nama jailani
pegawai RSUD Muhammad Nur Pamekasan.
Kami sangat bangga dengan adanya
kompetensi ini karena untuk pembelajaran
bagi kami masalah umur tidak ada
halangan. Yang penting kita mau belajar.
Dan saya sangat berterima kasih kepada
BPSDM dengan adanya hal ini
pengetahuan-pengetahuan itu akan selalu
bertambah untuk kita semua khususnya
khusus untuk pemerintah Provinsi Jawa
Timur untuk saat ini dan untuk masa
depan. Mungkin itu dari kami kurang
lebihnya mohon maaf. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam
webinar ASN belajar yang dipersembahkan
oleh Corporate University SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
Sebelum memulai webinar, ada beberapa
hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar
acara dapat berjalan dengan lancar.
Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan
format. Nama strip asal instansi sobat
ASN.
Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi
kamera tidak membelakangi cahaya ya,
agar wajah Sobat ASN dapat terlihat
lebih jelas.
Tiga, gunakan virtual background yang
sudah disediakan.
Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link
pendaftaran, virtual background dapat
diunduh pada link yang dikirimkan
melalui pesan WhatsApp.
Empat. Apabila Sobat ASN ingin
mengajukan pertanyaan atau
berpartisipasi interaktif, Sobat ASN
dapat menggunakan reaction angkat tangan
atau rise hand pada Zoom meeting.
Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti
webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim
TV dapat menuliskan pertanyaan melalui
kolom live chat.
Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis
untuk mencatat hal-hal penting ya.
Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain
untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini
dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN
tentang materi yang disampaikan oleh
narasumber.
Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat
pada webinar ini, Sobat ASN wajib
mengisi link presensi yang akan kami
bagikan pada saat acara webinar
berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi
lembar penilaian dan kuesioner juga agar
e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh.
Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar ini.
Tetap semangat dan selamat mengikuti
webinar ASN belajar.
[Musik]
Zaman yang terus bergerak.
Sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASM
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia
tekad tanggung jaerah jadi ASN
berkuit
lagi
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh, Sobat ASN di manapun Anda
berada, baik yang sudah bergabung di
Zoom meeting dan live YouTube BPSDM
Jatim TV. Senang sekali saya Lukman Ali
dapat menyapa Anda kembali tentunya
dalam acara webinar ASN Belajar seri 25
tahun 2025 persembahan Cororpu SDGIS
BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sobat ASN,
dalam menghadapi arus deras perubahan
ilmu pengetahuan, teknologi, serta
dinamika regulasi yang terus berkembang,
Aparatur Sipil Negara atau ASN dituntut
untuk tidak hanya mampu beradaptasi,
tetapi juga proaktif untuk meningkatkan
kapasitas diri. Dan ASN juga
berkewajiban untuk melakukan
pengembangan secara terus-menerus,
pengembangan kompetensi yang
terintegrasi dan berkesinambungan demi
memastikan terwujudnya pelayanan publik
yang adaptif, berkualitas, dan relevan
dengan kebutuhan masyarakat. Dan di era
saat ini, pengembangan kompetensi bukan
hanya sekedar pelatihan rutin saja ya,
tapi juga merupakan bagian dari amanah,
profesi dan tanggung jawab moral sebagai
abdi negara. di mana ASN bukan hanya
sebagai pekerja birokrasi saja, tapi
juga penggerak perubahan, penjaga
nilai-nilai kebangsaan dan pemimpin di
setiap lini layanan. Dan kali ini mari
kita teguhkan bersama komitmen sebagai
ASN untuk terus mengembangkan diri
sebagai wujud cinta pada negeri bersama
dengan webinar ASN Belajar seri 25 tahun
2025.
Baik, Sobat ASN. Untuk membuka webinar
ASN belajar seri 25 tahun 2025 kali ini,
marilah kita dengarkan opening speech
yang akan disampaikan oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, S.P.MP.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian, Sobat ASN
di seluruh tanah air. Selamat bertemu
kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University, Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 3 Juli 2025, ASN
Belajar telah memasuki seri yang ke-25.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami, kami
selalu berkomitmen sekaligus terus
berikhtiar untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN
belajar seri ke-25 tahun 2025 ini
kembali menyajikan salah satu topik
dalam rangka terus mendorong
berkembangnya budaya belajar yang
konsisten dan berkelanjutan bagi
aparatur sipil negara di tengah
perkembangan zaman yang menuntut ASN
untuk terus tumbuh dan kembang secara
akseleratif.
Kita tentu sepakat bahwa budaya belajar
akan menjadi kunci utama bagi suksesnya
berbagai ikhtiar pengembangan kompetensi
ASN di Indonesia.
Karena hal ini sangat penting untuk
terus dielaborasi dalam merancang
program pengembangan kompetensi ASN,
maka ASN Belajar seri ke-25 ini
mengantarkan sebuah topik ASN meraih
ASA. Belajar sepanjang masa. mengabdi
sepanjang usia.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sahabat ASN di seluruh tanah air, dunia
kini bergerak dalam ritme yang tak lagi
linier dan kita kini hidup di era
disrupsi yang eksponensial.
Ketika kecerdasan buatan menyapa
birokrasi, ketika tantangan global
menuntut kecepatan adaptasi, ketika
harapan publik tidak lagi cukup dijawab
dengan narasi, maka tak ada jalan lain
kecuali kita terus berbenah diri.
Di tengah akselerasi berbagai perubahan
ini, ASN tidak bisa lagi diam dan
berhenti. Kita dituntut untuk terus
tumbuh, terus belajar, dan terus
mengembangkan kompetensi. Kita tidak
bisa lagi bersembunyi di balik
pengalaman lama. Karena pengalaman yang
tidak diperbaharui hanya akan menjadi
nostalgia bukan solusi.
ASN masa kini adalah ASN yang bersedia
terus mengasah diri dari kebiasaan
manual menuju kebiasaan digital, dari
berpikir birokratis menuju kolaboratif,
dari rutinitas menjadi inovasi.
Maka dalam situasi ini pengembangan
kompetensi bukanlah pilihan melainkan
keharusan.
Belajar tidak lagi sekedar kegiatan,
tapi telah menjadi identitas kolektif
kita bersama.
Sebagai penyandang profesi ASN hari ini,
kita optimis karena saat ini kita sudah
menyaksikan lahirnya semangat baru ASN
Indonesia untuk tumbuh kembang dalam
ekosistem pengembangan kompetensi yang
inklusif dan adaptif.
Platform digital, micaring,
pembelajaran lintas instansi, mentoring,
coaching, semua tumbuh sebagai ruang
bersama. ASN kita tidak lagi belajar
dalam kesendirian.
Kita belajar dalam komunitas dalam
jejaring dan solidaritas.
Inilah wajah baru pembelajaran ASN.
Multi-entry, multiakses, tanpa batas
usia, tanpa batas jabatan.
Sebuah budaya belajar yang tidak
eksklusif, tetapi memberdayakan semua.
Karena kita percaya setiap ASN memiliki
potensi untuk bersinar jika diberikan
akses, dukungan, dan ekosistem yang
sehat.
Sobat SN di seluruh tanah air, jika
pengabdian adalah jalan panjang, maka
belajar adalah bekalnya. Jika usia
adalah angka yang terus bertambah, maka
kompetensi adalah cahaya yang menuntun
langkah.
Jika asa kita menjadi bangsa yang
berdaya, maka transformasi ASN adalah
keniscayaan semata. Jika Indonesia Emas
adalah cita kita bersama, maka ASN
pembelajar adalah fondasinya. Jika
memuliakan sesama adalah visi pengabdian
kita, maka tidak boleh berhenti menjadi
lebih baik dari hari ke hari. Demi
negeri yang makin berseri, demi rakyat
yang lebih bermartabat.
Sobat ASN di seluruh tanah air, lalu
bagaimana seharusnya kita sebagai ASN
Indonesia terus mengasah ketajaman
kompetensi kita demi pengabdian yang
makin berdampak? Nah, untuk membahas
cerdas dan tuntas topik ini, kami telah
mengundang para narasumber luar biasa
yang sudah barang tentu sangat kompeten
di bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air.
Pertama kami menyampaikan terima kasih
kepada yang terhormat Ibu Dr. Erna
Irawati, Sos, Empol Admin. Beliau adalah
Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran
ASN Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.
Kedua, kami menyampaikan terima kasih
kepada yang terhormat Bapak Dr. Sugeng
Haryono, M.Pd. Beliau adalah Kepala
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kementerian Dalam Negeri Republik
Indonesia. Dan yang ketiga, kami
menyampaikan terima kasih kepada yang
terhormat Bapak Prof. Dr. Yusuf Irianto,
MKOM. Beliau adalah guru besar bidang
manajemen sumber dan manusia Universitas
Airlangga Surabaya. Nah, sobat ASN di
seluruh tanah air, mari kita simak
dengan seksama webinar ASN belajar seri
ke-25 tahun 2025 ini. Semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih sekali Bapak
Dr. Ramlianto, SPMP atas opening speech
yang telah disampaikan. Dan sebelum kita
berlanjut ke sesi berikutnya, kami
informasikan bahwa saat ini Sobat ASN
sudah dapat melakukan presensi pada
laman semesta Bangkom. Dan link presensi
ini dapat Sobat ASN lihat pada running
tags, kolom chat Zoom, dan juga pinchat
YouTube BPSDM Jatim TV. Dan dikarenakan
saat ini traffic presensi sedang tinggi,
bagi sobat ASN yang merasa belum bisa
mengakses presensi dapat mencoba kembali
secara berkala sampai dengan pukul 12.00
siang.
[Musik]
Baik, Sahabat SN, kali ini kita akan
simak bersama keynote speech yang akan
disampaikan secara langsung oleh Deputi
Bidang Transformasi Pembelajaran ASN
Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia, Ibu Dr. Terapan Erna Irawati,
Sus, MPOL ADM.
[Musik]
Baik, saya akan sapa beliau terlebih
dahulu. Selamat pagi, Bu Erna. Kabar
baik, Ibu.
Baik, Bu Erna. Ini kalau kita lihat kan
sekarang perkembangan zaman lagi sangat
disruptif banget ya, Bu ya. terutama
banyak sekali perkembangan-perkembangan
teknologi kita sebutnya mungkin
artificial intelligence gitu ya di mana
ekspektasi untuk pengerjaan sesuatu yang
dulu mungkin bisa dikerjakan dalam 1
minggu, sekarang diekspektasikan bisa
selesai dalam 1 hari karena kecepatan
dari ee bantuan teknologi ini. Dan mau
tidak mau sebenarnya ASN ini kan juga
dituntut untuk terus beradaptasi. Nah,
kali ini kita akan simak materi dan juga
pemaparan dari Bu Erna. Apa saja sih
hal-hal yang bisa kita tumbuhkan untuk
menumbuhkan curiosity dan juga passion
of knowledge dalam jiwa ASN. Untuk sesi
materi akan disampaikan kurang lebih
selama 30 menit Bu Erna. Nanti kita akan
langsung masuk ke sesi tanya jawab. Saya
persilakan kepada Bu Erna. Oke, terima
kasih banyak.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi. Salam sejahtera Bapak Ibu
semuanya.
Mas Lukman, Pak Sugeng tadi sudah ada
dan juga ada Pak Ramli dan juga Bapak
Ibu semuanya
yang tergabung di dalam forum belajar
pada pagi hari ini. Sekali lagi terima
kasih. Ya, pagi ini kita mengangkat tema
yang menurut saya sangat sangat menarik
Bapak Ibu, yaitu kita kalau belajar
seperti saya atau kita sebut sebagai
long life learning. Jadi saya mengambil
tema mengenai belajar sepanjang hayat.
Kunci menuju kinerja unggul bagi kita
yang bekerja di sektor publik.
tadi sebenarnya di pembukaan Pak Ramli
sudah
sebentar Bapak Ibu ini oke Pak Ramli
sudah memaparkan mengenai
tantangan-tantangan yang kita hadapi
saat ini. Kalau kita berbicara
tantangan, kita berbicara ada tantangan
nasional, tantangan global. Saya tidak
akan diskusikan secara spesifik, tapi
pada dasarnya yang disebutkan Pak Ramli
dan Bapak Ibu di pembukaan bahwa kita
berada di dalam sebuah lingkungan
di mana lingkungan ini
banyak sekali. Kalau kita berbicara
mengenai perubahan, perubahannya
berjalan dengan cepat dan juga tidak
linier gitu. Dan ini faktornya banyak
sekali dan memberikan tuntutan kepada
kita yang bekerja di sektor publik. Satu
itu, Bapak, Ibu. Nah, yang kedua yang
ingin saya sampaikan adalah ketika
perubahan di lingkungan strategis ini
menuntut juga kepada kinerja dari sektor
publik. kita membutuhkan
ee sumber daya manusia yang relevan
dengan perubahan. Ini hanya sebagai
salah satu contoh saja Bapak Ibu. Setiap
time tahun World Economic Forum selalu
mengeluarkan mengenai skill atau
kompetensi mana sih yang akan hilang,
mana sih yang bertahan, mana yang saat
ini tidak penting tapi nantinya penting
atau saat ini penting, ke depannya juga
penting lagi. Sebenarnya saya hanya
ingin menggambarkan bahwa kalau Bapak
Ibu nanti cermati pergeseran dari
kompetensi itu selalu ada dari tahun ke
tahun. Ini menunjukkan apa? ini
menunjukkan bahwa sebenarnya kalau kita
memiliki kompetensi atau memiliki
mindset yang sifatnya fix bahwa kita
bakatnya pintar kemudian kita tidak
belajar, saya yakin ketika terjadi
pergoseran kompetensi kita menjadi tidak
relevan. Yang kita butuhkan adalah
growth mindset,
yaitu ee kemampuan kita untuk selalu
mengembangkan diri kita, menerima ketika
terjadi perubahan. perubahan bisa
dilakukan dengan pembelajaran, dengan
praktik, dengan inkubasi dan lain-lain.
Jadi lebih kepada kita turut mencermati
sebenarnya kompetensi yang dibutuhkan di
era sekarang seperti apa. Mungkin nanti
bergeser tahun depannya berubah, tahun
depannya berubah lagi. Jadi sekali lagi
kita tidak bisa mengandalkan kepada saya
berbakat kepada kompetensi atau
menguasai sesuatu dengan sangat oke
kemudian diam saja gitu. Karena
jangan-jangan yang kita kuasai menjadi
tidak relevan ketika perubahan terjadi.
Satu ini Bapak Ibu tadi ada tantangan
membutuhkan sumber daya manusia
kompetensinya ternyata selalu mengalami
perubahan sehingga kita harus
menyesuaikan supaya tidak ketinggalan.
Kalau kita tidak menyesuaikan, saya
yakin lama-lama kita tidak relevan atau
tidak bermanfaat dalam tanda kutip.
Kemudian ee fenomena yang lain yang tadi
sebenarnya juga sudah disinggung oleh
Pak Ramli mengenai tidak linearnya
perubahan dan ini berdampak juga kepada
kita sumber daya manusia Bapak Ibu. Saya
yakin Bapak Ibu ini ada satu penelitian
bahwa ee Deloit Bapak Ibu 2022
mengatakan bahwa
71% pekerja melakukan pekerjaan di luar
cakupan nama pekerjaannya
dan hanya 24% yang melakukan pekerjaan
sesuai dengan nama pekerjaan. Artinya
apa, Bapak Ibu? Artinya tadi sering
sekali standar kompetensi jabatan kita
ah bersifat sedikit statis atau
terlambat untuk dilakukan penyesuaian
seiring dengan perubahan di lingkungan
strategis. Saya yakin Bapak Ibu kita
bekerja di sektor publik, jabatan kita
adalah ini. Ternyata ada perubahan
berdampak kepada organisasi kita.
Standar kompetensi jabatannya belum
disesuaikan. Ya, kita mau enggak mau,
Bapak, Ibu, kalau kita bertahan dengan
eh uraian atau rincian jabatan saya
adalah 1 2 3 4 5 kita bertahan untuk
melakukan ini, saya yakin Bapak, Ibu
organisasi kita akan ketinggalan
terhadap perubahan. Makanya ini ee
penelitian ini menunjukkan bahwa
belajar selalu dibutuhkan karena apa?
perubahan terjadi. Apa yang kita lakukan
hari ini belum tentu sama di tahun
depan, di 2 tahun ke depan, bahkan bulan
depan, 3 bulan ke depan, Bapak, Ibu.
Kemudian ee 65% pekerja merasa skill
yang dibutuhkan untuk melalui e
melakukan pekerjaannya berubah dalam
kurung waktu 2 tahun atau bahkan Bapak
Ibu kalau saya sering sekali mengatakan
2 tahun kayaknya sekarang lama-lama
semakin pendek. Kompetensi yang kita
miliki umumnya semakin pendek gitu.
Semakin pendek itu sudah tidak relevan
seiring dengan perubahan harus kita
rubah gitu. ini ee Deloid 2022 masih
mengatakan sekitar 2 tahun atau
jangan-jangan berkurang ke sana. Jadi
sekali lagi Bapak Ibu, tiga kondisi tadi
perubahan. Yang kedua adalah jenis
kompetensi yang juga mengalami selalu
perubahan berdampak kepada pekerjaan
yang kita lakukan. Sering sekali berubah
dari atau lebih luas dari cakupan nama
jabatan kita. Sebenarnya meletakkan
pembelajaran sebagai kunci. Bapak Ibu,
kita harus menyesuaikan yang tadi saya
sebutkan memiliki growth mindset selalu
terbuka untuk melakukan baik reskilling
maupun upskilling.
Rkilling adalah Bapak Ibu selalu
menambah bahkan membuang yang sudah
tidak dibutuhkan dari kompetensi
menambah dengan kompetensi yang baru.
Upskilling adalah ketika ada perubahan
dari satu kompetensi mungkin lebih
advance Bapak Ibu serinya lebih tinggi
lagi kita harus lakukan penyesuaian.
Nah, ini konsep yang kita bicarakan pada
hari ini menjadi sangat relevan, yaitu
belajar sepanjang hayat. Ya tadi growth
mindset salah satu cirinya adalah
seseorang yang memiliki growth mindset
adalah memiliki motivasi untuk belajar
sepanjang hayat atau sebutannya lifelong
learning. Bapak Ibu, apa itu lifelong
learning atau belajar sepanjang har
ayat? Adalah ee pencarian pengetahuan
dalam tanda kutip ini kompetensi ya,
Bapak, Ibu yang berkelanjutan dilakukan
secara sukarela dan didorong oleh
motivasi untuk pengembangan baik
pribadi, pegawai, maupun perkembangan
karir atau profesional. Jadi sekali lagi
pencarian pengetahuan atau kompetensinya
selalu terjadi berkelanjutan. Kemudian
didorong oleh motivasi, sukarela. Jadi
ini dari growth mindset tadi cirinya
adalah belajar salah satunya adalah
belajar sepanjang hayat. Pembelajaran
ini melampaui pendidikan formal dan
berlangsung sepanjang hidup seseorang.
Nanti kemarin di beberapa diskusi kita
sudah menyebut pendidikan ada formal,
ada sosial, ada experiential learning.
Ini yang ditempuh oleh ee seseorang yang
memiliki motivasi untuk belajar
sepanjang hayat. Karakteristik utamanya
Bapak, Ibu adalah mandiri.
Jadi ee inisiatif kemudian kesukarelaan
dari kawan-kawan untuk selalu belajar.
seringki dimulai oleh individu
berdasarkan minat atau tujuan pribadi.
Meskipun Bapak Ibu ini bisa dimanfaatkan
organisasi untuk belajarnya sesuai
dengan yang dibutuhkan oleh organisasi.
Kemudian yang kedua adalah fleksibel
dapat terjadi kapan saja, di mana saja,
dan dalam berbagai format. Makanya tadi
Bapak, Ibu kemarin kita sudah berdiskusi
mengenai corporate university yang pada
prinsipnya adalah menyediakan akses
sehingga ketika aksesnya banyak semua
bisa belajar. Seperti forum yang kita
lakukan pada pagi hari ini, Bapak, Ibu.
Sangat fleksibel Bapak Ibu di seluruh
Indonesia bisa bergabung di dalam forum
pagi ini. Holistik mencakup pengembangan
intelektual, emosional, sosial, dan juga
fisik. Jadi komponennya banyak Bapak,
Ibu. adaptif membantu individu tetap
relevan dengan perubahan teknologi dan
juga berbagai tuntutan. Ini yang tadi
saya sebutkan Bapak, Ibu. Ketika
perubahan terjadi kita harus
mengembangkan kompetensi supaya tidak
ketinggalan berarti kita harus adaptif.
Ada beberapa
mengapa penting? Saya yakin tadi sudah
menjadi sudah saya jelaskan bagaimana
kalau kita dituntut ketika ada perubahan
atau ada juga dari karir kita secara
pribadi kita memiliki pola karir tujuan
untuk bekerja kemudian di setiap
jenjangnya membutuhkan kompetensi baru.
Saya yakin Bapak Ibu belajar sepanjang
ayat menjadi sangat penting. Beradaptasi
dengan perubahan, meningkatkan kualitas
pelayanan. eh pelayanannya kemarin
seperti ini tadi Mas Lumpan menyebutkan
mengenai artificial intelligence kita
belum mengadopsi tapi sekarang
masyarakatnya sudah terpapar dengan
artificial intelligence. Mungkin dari
kualitas pelayanan kita dapat
ditingkatkan dengan pemanfaatan
artificial intelligen. Membangun
kapasitas kepemimpinan menunjuk
menumbuhkan kecerdasan untuk pemikiran
strategis, kepemimpinan beretika dan
lain-lain juga kita dapat ee dari
belajar sepanjang hayap mendorong
inovasi transformasi organisasi
memberdasakan pertumbuhan pribadi dan
profesional. Nanti ee saya skip yang
sifatnya teori ini, Bapak Ibu. Mungkin
nanti bahannya saya akan sampaikan
kepada kawan-kawan semua ini yang tadi
ee pembelajarannya bisa formal, bisa
sosial, bisa experiential learning untuk
memastikan akses dan fleksibilitas
sesuai dengan apa yang menjadi
kecenderungan belajar yang dimiliki oleh
Bapak, Ibu. Strateginya apa, Bapak, Ibu?
ee kalau kita ingin memiliki organisasi
sektor publik yang individu-individunya
selalu memiliki motivasi untuk belajar
atau menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Yang pertama, Bapak Ibu yang bisa kita
lakukan adalah memastikan bahwa
pembelajaran sebagai nilai inti dari
organisasi. Nah, kita sebenarnya sudah
memiliki nilai kalau kita bekerja di
sektor publik nilai berakhlak salah
satunya adalah kompeten, Bapak, Ibu.
Nah, nilai kompeten ini menjadi nilai
bagi instansi pemerintah kita sudah
memiliki dari sisi kebijakannya gitu.
Yang menjadi tugas kita untuk memastikan
bahwa pembelajaran dapat dilakukan
sepanjang hayat adalah mengintegrasikan
pembelajaran ini dengan misalnya Bapak
Ibu budaya yang ada di dalam organisasi,
evaluasi atau penilaian kinerja. Ketika
seseorang sudah belajar kemudian
diberikan pengakuan, kemudian misalnya
kita memiliki manajemen talenta,
pengakuan terhadap hasil belajar menjadi
masukan untuk manajemen talenta.
Kemudian penghargaan Bapak Ibu mungkin
nanti ada beberapa individu yang menjadi
champion belajar ee mendapatkan hasil
yang sangat tinggi diberikan
penghargaan. Jadi memastikan bahwa
pembelajaran ini tidak bekerja sendirian
gitu, tapi menjadi bagian misalnya di
dalam manajemen ASN, evaluasi penilaian
kinerja dan lain-lain. Yang kedua adalah
menciptakan akses belajar bervariasi
dan fleksibel. Ini tadi yang saya
sebutkan, Bapak, Ibu. Salah satu ciri
khas ee pembelajaran sepanjang hayat
adalah fleksibilitas.
Organisasi Bapak Ibu dalam konteks
corporate university bertanggung jawab
untuk mengembangkan kompetensi atau
menyediakan akses Bapak Ibu menciptakan
berbagai akses belajar formal, sosial,
mandiri, tim kelas, macam-macam. Bapak,
Ibu ini misalnya ee ada bodying, ada
mentoring, ada coaching, ada SWIM dan
lain-lain. Atau kita memiliki
misalnya video pendek,
audio, podcast dan lain-lain. Ini adalah
akses-akses belajar bervariasi yang
dapat kita sediakan bagi semua yang mau
belajar secara fleksibel. Kemudian yang
ketiga adalah memanfaatkan teknologi.
Teknologi saat ini menjadi
salah satu kekuatan besar di dunia Bapak
Ibu. E semalam saya baru berdiskusi yang
nomor satu untuk mendikte semua di dunia
ini ekonomi atau teknologi. Ada yang
berbat ekonomi, tapi ada juga yang
berpendapat teknologi karena teknologi
bisa men-drive ekonomi. Teknologi bisa
memiliki media yang sangat kuat sehingga
bisa apa namanya lebih besar pengaruhnya
dibanding ekonomi. Tapi saya tidak akan
mendiskusikan ekonomi dan teknologi.
Tapi di sini ee kita sudah mengalami
perjalanan pemanfaatan teknologi di
dalam belajar ini lumayan Bapak Ibu
sudah kalau kami dari Lembaga
Administrasi Negara dari tahun 2018
sebenarnya sudah mengenalkan mengenai ee
pembelajaran yang basisnya teknologi
dari sisi kebijakan tapi praktiknya
sebenarnya sudah mulai lama tapi kita
mendapatkan momentum ketika pandemi
Covid Bapak Ibu pemanfaatan teknologi di
segala bidang termasuk di dalam
pembelajaran aran mencapai puncaknya dan
kita mendapatkan pembelajaran banyak
Bapak Ibu sampai saat ini bagaimana kita
memanfaatkan teknologi dapat membantu
kita menyediakan akses dengan cara
efisien. Kemudian
yang keempat sebenarnya ini bagian dari
akses tadi Bapak Ibu mendorong
pembelajaran sebaya dan juga komunitas
praktis. Sekarang komunitas-komunitas
Bapak Ibu digerakkan. kami saat ini
memiliki komunitas Korpo. Kemudian nanti
sebentar lagi juga akan kita launching
komunitas manajemen Talenta, Bapak, Ibu.
Nanti ada komunitas coach, Bapak, Ibu.
Nah, sebentar lagi kita akan keluarkan
standar kompetensi coach. Monggo nanti
diikuti ee dari kita beberapa komunitas
ini sebagai media untuk belajar menjadi
sangat-sangat efektif. sharing antara
orang satu dengan orang yang lain,
aplikasi replikasi menjadi lebih efisien
dan dapat dilakukan sesuai dengan
konteksnya masing-masing. Kemudian
kolaborasi yang nomor lima misalnya
bermitra dengan perguruan tinggi, NGO,
dan swasta biasanya ada kaitannya Bapak
Ibu dengan NGO maupun swasta yang
misinya sama gitu. Kalau misinya adalah
pembelajaran, ayo kita berkolaborasi.
Dan sering sekali Bapak Ibu kolaborasi
ini menyelesaikan yang nomor enam ini
alokasi waktu dan anggaran. Biasanya
anggaran Bapak Ibu kita apa namanya?
Misalnya saya memberikan contoh, kami
dari lembaga administrasi negara ee
ketika akses belajarnya harus disediakan
banyak, kami kerja sama dengan salah
satu NGO misalnya PIAR Foundation
membuat aplikasi ASN berpijar itu white
flag Bapak Ibu tidak ada pembiayaannya
Bapak Ibu kalau mau belajar silakan di
sana dan ini wujud tadi Bapak Ibu ketika
kita memiliki keterbatasan untuk
menyediakan akses berkolaborasi dengan
mitra kita akhirnya kita bisa mewujudkan
satu platform belajar. Jadi sekali lagi
ini beberapa strategi yang dapat kita
lakukan untuk memastikan, menciptakan
lingkungan supaya ASN kita memiliki
motivasi untuk selalu belajar. Nah, ini
ini salah satu contoh strateginya. Tadi
kebetulan ee moderator Mas Lukman juga
menyebutkan pemanfaatan artificial
intelligence.
Kalau tadi saya menyebutkan bahwa
belajar sepanjang hayat mengandalkan
kepada motivasi dari individu, tapi
organisasi bisa menciptakan sebuah
lingkungan untuk mendorong semua ASN-nya
ini belajar sepanjang hayat. Ini
misalnya Bapak, Ibu, ini salah satu
contoh strategi pembelajaran sepanjang
hayat yang untuk membantu adaptasi dari
organisasi. Organisasinya berada di
dalam lingkungan yang selalu berubah.
Salah satu tuntutannya saat ini adalah
eh AI dong di masuk di dalam sektor
publik. Kita sudah tidak bisa menolak
Bapak Ibu artifisial intelligence untuk
tidak bisa tidak berpengaruh kepada
sektor publik kita. Jadi ini saya
mengangkat contoh penerapan chatbot
artificial intelligent dalam layanan
pemerintah. Misalnya Bapak Ibu ada
pemerintah daerah X akan menerapkan
chatbot chatboot berbasis artificial
intelligence untuk menangani
komplain, pertanyaan, klarifikasi
dari warga terkait semua jenis
pelayanan. Nah, penerapan chatbot ini ee
akan memangkas waktu responnya menjadi
lebih cepat dan juga mengurangi beban
kerja dari staf di pemerintah X, Bapak,
Ibu. Jadi, instansinya sudah mau
me-leverage, meningkatkan kualitas
pelayanannya dengan mengadopsi
artificial intelligence.
Salah satu tantangannya Bapak, Ibu yang
dihadapi oleh pemerintah X ini adalah
banyak pejabat dan stafnya yang belum
memahami cara kerja artificial
intelligence ini mengelola sistem
chat-nya ataupun mengolah dari data-data
yang dihasilkan dari chatbot-nya gitu.
Jadi kalau chatbot berbasis IT serahkan
kepada ahlinya gitu. Saya yakin ee kalau
kita mau mengadopsi ada ahli yang untuk
membuat chatbot berbasis AI ini. Tapi
kita menghadapi tim kita yang ada di
kantor kita atau unit kerja kita
ternyata tidak paham bagaimana ya kalau
kita sudah ee apa namanya aduannya
menggunakan chatbot. Cara kerjanya
bagaimana? Mengelola sistemnya seperti
apa? Data yang ditampilkan bagaimana
nanti dapat kita gunakan untuk mengambil
keputusan. Nah, kalau strategi
pembelajaran sepanjang hayatnya bisa
masuk Bapak Ibu untuk beradaptasi
pemerintah meluncurkan program
pembelajaran berkelanjutan misalnya
ada loka karya, ada pelatihan, kursus,
sesi pembelajaran antar kerja atau tadi
strategi-strategi yang lain menyediakan
modul-modul, menyediakan akses-akses
secara terbuka kepada semua pegawainya
untuk mempelajari bagaimana menganalisis
data dari chatboard, kemudian mengelola
sistem dan lain-lain. Hasilnya apa?
Hasil yang kita peroleh adalah stafnya
menjadi percaya diri dalam menggunakan
dan meningkatkan sistem chatbot, warga
menerima respon, membangun kepercayaan.
Nah, sekali lagi Bapak Ibu meskipun
pembelajaran
sepanjang hayat akan sangat berhasil
ketika setiap ASN memiliki motivasi yang
tinggi, namun organisasi juga bisa
mengembangkan suatu lingkungan Bapak Ibu
untuk mendorong semua pegawainya selalu
belajar. Kalau mereka tidak mengikuti
loka karya atau tidak belajar sendiri,
mengikuti modul dan lain-lain, akhirnya
tidak bisa mengelola sistem atau tidak
bisa mengelola data yang dihasilkan oleh
sistem chatboard, enggak ada gunanya.
Lama-lama akan digantikan oleh orang
lain, Bapak, Ibu. Nah, ini ini yang
selain dari motivasi individu,
organisasi juga bisa mendesain sebuah
adaptasi, sebuah transformasi, sebuah
perubahan. dengan menerapkan strategi
pembelajaran sepanjang hayat. Ini
beberapa tantangan, Bapak, Ibu. Yang
pertama adalah keterbatasan waktu.
Sering sekali sebagai ASN antara
benar-benar memiliki beban kerja yang
berat dan jadwal yang ketat atau
pura-pura jadwalnya banyak atau sibuk
sekali sehingga menyisiakan waktu untuk
belajar, Bapak, Ibu. Jadi, sudah capek
sendiri untuk belajar karena apa? Beban
pekerjaannya sangat berat. Dampaknya
pembelajaran menjadi tidak menjadi
prioritas dibandingkan dengan tugasnya
sudah saya kerja aja gitu. Tapi kalau
kita hanya melakukan pekerjaan,
kompetensi kita tidak berubah. Kalau
nanti organisasi berubah, kompetensi
kita enggak berubah, Bapak Ibu, ya
akhirnya kita tidak relevan lagi.
Solusinya biasanya adalah
mengintegrasikan pembelajaran ke dalam
pekerjaan sehari-hari. misalnya
menawarkan modul-modul yang
pendek-pendek saja 5 menit 5 menit
pembelajarannya bersifat mikro tapi
related dengan pekerjaannya.
pelatihan di tempat kerja ditunjuk di
sela-sela pekerjaannya ditunjuk beberapa
orang yang menjadi coach atau menjadi
mentor.
Tapi juga sekali lagi Bapak Ibu kalau
kita berada di level pimpinan pastikan
Bapak Ibu selalu memberikan kesempatan
dan jeda kepada pegawai untuk belajar.
Jadi ee manfaat
dari solusi ini mengintegrasikan dengan
pekerjaan, memberikan jeda kepada
pegawai untuk belajar, mengurangi
tekanan waktu dan menjadikan
pembelajaran bagian dari alur kerja.
Jadi yang pertama kalau keterbatasan
waktu pegawainya sibuk terus, Bapak, Ibu
ya kaitkan dengan pekerjaan, gitu. Eh,
kamu membuat ini ee tolong menggunakan
ee Power BI misalnya untuk menganalisis
data. saya enggak tahu. Oh, ini aksesnya
ini. Silakan kamu belajar Power BI.
Nanti saya cek ya hasilnya untuk
tampilan data visualnya menggunakan
Power BI misalnya seperti itu. Kemudian
yang kedua adalah kurangnya motivasi
atau kesadaran dari individu Bapak Ibu.
Karena sering sekali mereka tidak
melihat nilai langsung dari pembelajaran
berkelanjutan. Misalnya Bapak Ibu
semalam saya belajar tentang leadership
lagi Bapak Ibu
tidak melihat langsung nilai langsungnya
atau kebermanfaatannya enggak secara
langsung gitu tapi ketika ada satu event
baru ketemu hasil pembelajaran. Nah,
sering sekali ini yang karena tidak
biasanya kalau pembelajaran yang
sifatnya skill Bapak Ibu ini langsung
bisa kita lihat hasilnya. Tapi
pembelajaran-pembelajaran
afektif yang sifatnya sikap, perilaku,
knowledge, sering sekali hasil atau
nilai langsungnya itu tidak kelihatan.
Nah, sering sekali ini berdampak kepada
ee pegawai yang menjadi tidak
termotivasi untuk belajar sepanjang har.
Dampaknya apa? Resistensi terhadap
perubahan dan keterlibatan rendah dalam
program pelatihan dari pegawai.
Solusinya ya bangun budaya pembelajaran.
dorong rasa ingin tahu, beri
penghargaan, ee rayakan berbagai
pengetahuan. Misalnya ada
capaian-capaian tertentu ketika sharing,
Bapak, Ibu. Sharing bisa menjadi bagian
kita untuk melakukan apresiasi. Akses
terbatas ke sumber belajar. Tantangannya
tadi saya sudah menyebutkan Bapak Ibu
misalnya aksesnya teknologi
berarti kita harus menyediakan
solusi-solusinya adalah kita menyediakan
akses-akses belajar yang jangan-jangan
memang tidak berbasis teknologi. Jadi
kita menyediakan banyak akses dengan
moda-moda yang berbeda sehingga kita
tidak bisa mengatakan bahwa saya enggak
bisa belajar karena apa? Enggak ada
basis internetnya. Oh, ada saya email
deh atau saya kirimkan modulnya,
bukunya, dan lain-lain. Nah, jadi akses
ke sumber belajar biasanya jawabannya
adalah ya selain menyediakan akses tadi
ya menyediakan opsi-opsi pembelajaran
baik daring maupun luring. Kemudian
dukungan organisasi Bapak Ibu. Kurangnya
kebijakan insentif meskipun tadi saya
menyebutkan pembelajaran sepanjang hayat
sangat-sangat optimal ketika dimulai
dari motivasi individu. Tapi ketika
misalnya kita sudah semangat tapi tidak
ada jeda dari pekerjaan kita sehingga
tadi tidak ada jeda untuk belajar Bapak
Ibu ya akhirnya kita menjadi tidak
termotivasi. Muncul yang pertama tadi
beban pekerjaan yang sangat berat. Jadi
sekali lagi ketika kita berbicara
dukungan organisasi yang tidak memadai
solusinya ya komitmen pimpinan Bapak
Ibu.
Komitmen pimpinan bentuknya dua Bapak
Ibu menjadi teladan bahwa seorang
pemimpin suka belajar belajar sepanjang
hayat. Jangan kita nyuruh orang saja
belajar tapi kita sendiri enggak
belajar. Yang kedua adalah menyediakan
waktu serta sumber daya kita memberikan
dukungan sepenuhnya. hambatan teknologi,
infrastruktur, teknologi, ketakutan
terhadap kegagalan, keterbatasan
anggaran. Ini menjadi
tantangan-tantangan yang kita hadapi.
Ada beberapa strategi yang tadi
sebenarnya di awal juga sudah saya
sebutkan, tapi secara spesifik misalnya
kolaborasi. Kalau kita ee anggarannya
tidak cukup, takut terhadap kegagalan
berarti menciptakan lingkungan,
dukungan, pimpinan, dan lain-lain.
Kemudian yang terakhir dari saya, Bapak
Ibu adalah terkait dengan bagaimana kita
mengukur keberhasilan lifelong learning.
Bagaimana organisasi bisa mengukur bahwa
SDM-nya
memiliki motivasi untuk life long
learning tadi. Yang pertama adalah
memang ada yang mengatakan bisa enggak
ini diukur dengan ee Kpatrick levelnya 1
2 3 4 bisa juga Bapak Ibu gitu. Tapi
asal jelas dulu channel-nya. Makanya di
sini Bapak Ibu biasanya ukuran untuk
menilai apakah organisasi kita berhasil
atau tidak menciptakan lingkungan yang
mendukung life learning adalah yang
pertama adalah dari tingkat partisipasi
belajarnya.
Bagaimana tingkat keterlibatan karyawan
caranya? Ya, kita punya ukuran Bapak
Ibu. Saya harapkan nanti semua instansi
pemerintah memiliki ukuran gitu.
Berapa persen pegawai yang mengikuti
pembelajaran dengan macam-macam cara?
Nanti corporate university bisa ngukur
Bapak Ibu. Presentasi karyawan yang
mengikuti program pembelajaran
dibandingkan dengan total staff itu
adalah tingkat partisipasi untuk salah
satu yang dapat digunakan sebagai salah
satu indikator untuk melihat
keberhasilan lifelong learning. Yang
kedua adalah tingkat penyelesaian
pembelajaran. Agak berbeda Bapak Ibu
nomor satu dan nomor du gitu. Nomor satu
adalah tingkat partisipasi siapapun yang
belajar dengan cara apapun. Yang kedua
adalah menyelesaikan Bapak Ibu komitmen
dan apa yang ditunjukkan tingkat
penyelesaian pembelajaran menunjukkan
komitmen dan konsistensi dalam
menyelesaikan pelatihan. Caranya apa?
cara mengukurnya ya presentasi peserta
yang menyelesaikan pembelajaran atau
modul pelatihan
dari yang tingkat partisipasi tadi. Jadi
kalau ini yang sudah menyelesaikan Bapak
Ibu. Kemudian yang ketiga adalah skor
kepuasan pembelajaran. Makanya tadi ke
Patrick level 2 bisa masuk Bapak apa
yang ditunjukkan kualitas dan relevansi
pengalaman belajar. Caranya adalah
survei pasca pelatihan atau formulir
umpan balik,
retensi dan penerapan pengetahuan apa
yang ditunjukkan. Jadi level 3, level 4
ke Patrick sudah mulai masuk Bapak, Ibu.
Efektivitas transfer pembelajaran
kepekerjaan, penilaian sebelum dan
sesudah pelatihan, tinjauan kinerja,
evaluasi dari atasan. Jadi tiga dan
empatnya bisa. Kemudian eh indikator
perubahan perilaku level 3 dari KPATK
biasanya apa yang ditunjukkan dampak
terhadap budaya dan praktik kerja bisa
caranya observasi umpan balik 360
derajat atau studi kasus.
Selain ukuran-ukuran ini, Bapak Ibu, ada
ukuran-ukuran yang sudah kepada
kemanfaatan
dari sebuah lifelong learning. Misalnya
perkembangan dan mobilitas karir tadi
saya menyebutkan menjadikan nilai
belajar, nilai kompeten lifelong
learning sebagai nilai-nilai yang ada di
dalam organisasi mengkaitkannya dengan
manajemen ASN. Nah, di sini Bapak Ibu
apakah ketika ada mobilitas karir
pegawai-pegawai yang sudah belajar
memiliki motivasi kuat tadi? Apakah
mobilitas karirnya memang menunjukkan
angka yang semakin naik atau progresif?
Promosi perubahan peran tingkat
mobilitas internal menjadi ukuran
perkembangan dan mobilitas karir ini.
Yang ke yang selanjutnya Bapak Ibu
adalah hasil inovasi dan pemecahan
masalah. Tadi saya menyebutkan di awal
Bapak Ibu, kenapa kita membutuhkan SDM
yang berkompeten yang selalu belajar?
Karena tuntutan dari lingkungan
lingkungan yang ada di sekitar kita
terhadap kinerja dari publik juga
semakin tinggi. Kinerja dari publik
semakin tinggi di era yang perubahan
biasanya ukurannya adalah apakah suatu
organisasi melakukan transformasi,
melakukan perubahan, membuat inovasi
gitu. Sehingga sekali lagi Bapak Ibu
ukuran untuk live learning juga bisa
diukur dari hasil inovasi dan juga
kemampuan dari individu ketika
menyelesaikan sebuah permasalahan.
Kemudian ukurannya juga bisa ee kita
gunakan orang ada yang menyebutnya roti,
ada yang menyebutkan rolly. Bapak Ibu
return of learning in on learning
investment ada roti Bapak Ibu return on
training investment gitu. Cuman karena
kita sudah keluar dari paradigma bahwa
pengembangan kompetensi tidak hanya dari
pelatihan makanya sebutannya rolly Bapak
Ibu return on learning investment. nilai
finansial dan finansial dan operasional
dari pembelajaran. Caranya yang analisis
biaya manfaat dibandingkan dengan ee
biaya pelatihan dengan peningkatan
kinerja. Jadi ukuran-ukuran ini Bapak
Ibu yang menurut saya menjadi sangat
penting ketika kita mau menciptakan
sebuah lingkungan
yang memang mengadopsi lifelong learning
supaya tidak ketinggalan dengan
perubahan. Jadi di akhir dari paparan
saya, Bapak Ibu, ee pembelajaran tidak
berhenti setelah sekolah formal selesai.
Apalagi kalau kita sudah bekerja dan
bekerjanya di sektor publik. Bapak, Ibu,
pembelajaran sepanjang hayat adalah
investasi pribadi dan juga profesional.
investasi pribadi. Karena dengan
menguasai kompetensi-kompetensi yang
relevan dengan lingkungan strategis kita
yang dibutuhkan dengan organisasi,
Bapak, Ibu, kita menjadi percaya diri
bahwa saya adalah orang yang
profesional. Saya adalah yang kompeten
dan sangat berpengaruh terhadap karir
kita. Profesional Bapak, Ibu ketika kita
bekerja ada perubahan-perubahan tuntutan
pekerjaan, kita bisa mengikuti tuntutan
dari perubahan tersebut. Tantangan nyata
tetap ada Bapak Ibu kalau kita berbicara
lifelong learning. Tadi saya menyebutkan
ada waktu, ada akses, ada komitmen
pimpinan, ada finansial dan lain-lain.
Tapi yang terpenting bagi kita adalah
ketika ada permasalahan, strategi apa
yang dapat kita lakukan untuk mengatasi
hambatan tersebut? Pembelajaran harus
menjadi bagian dari gaya hidup kita
untuk menjadikan kita memiliki kualitas
kinerja yang selalu tinggi dan juga
mampu beradaptasi di lingkungan yang
selalu berubah. Demikian, terima kasih
banyak. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
Bu Erna Iraati atas materi yang telah
disampaikan dan Sobat TSN. Setelah ini
kita akan langsung masuk ke sesi tanya
jawab. Jadi untuk Sobat TSN yang
bergabung di Zoom bisa menggunakan
feature raise hand atau yang bergabung
melalui YouTube bisa tuliskan pertanyaan
melalui live chat.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
Baik, saya akan
rangkum terlebih dahulu ya. tadi materi
dari Bu Erna ini sangat luar biasa. Pada
intinya ketika kita mau menjadi lifelong
learner itu kunci pertamanya memang
harus memiliki growth mindset. Seperti
itu. Sebelum saya ee berikan kesempatan
untuk Sobat ASN yang ingin bertanya
kepada pemateri pertama kita di pagi
menuju siang hari ini terlebih dahulu
saya mau tanya dulu ke Bu Erna. Kalau di
Bu Erna sendiri di unit Ibu tadi kan
yang paling penting sebenarnya selain
dari motivasi dalam diri ee faktor
pembentuk lifelong learner ini adalah
culture yang mendukung seperti itu. Nah,
kalau di lingkungan e tempat Ibu bekerja
saat ini apa saja yang sudah dilakukan
untuk menciptakan culture belajar
tersebut, Bu Erna?
Oke. Yang dilakukan saya di lembaga
administrasi negara sebenarnya melalui
program corporate university salah
satunya di situ adalah budaya belajar
tadi. Jadi dalam 1 b
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:09 UTC
Categories
Manage