Transcript
lsnCeEa3M9A • ASN Belajar Seri 20 | 2025 - ASN: Garda Pancasila Andal Di Era Digital
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0234_lsnCeEa3M9A.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. [Musik] menjadi ASN berakhlak mulia, siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi SM getar berkualitas SM belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia tekad pantang menyerah jadi ASN cepat [Musik] berkewajiban bersama. [Musik] Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format. Nama strip asal instansi sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat, apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting, ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [Musik] Untuk menjawab tantangan tersebut perlu upaya peningkatan daya SNSN serta kerja sama kemitraan harmonis. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pengembangan kompetensi bagi ASN sesuai dengan tuntutan tugas jabatan dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta terintegrasi secara ee nasional. Kami berharap alumni serentifikasi komponensi mampu menggali informasi semaksimal mungkin keluar dari sertifikasi yang telah Bapak Ibu lakukan. ee sehingga Bapak Ibu yang telah menyatakan kompetan itu memiliki ruang, gerak dan waktu bisa menatapan yang lebih sehingga Bapak Ibu akan dipersiapkan kembali pada yang lain, pada uji kompetensi yang lain tentu dengan jenjang yang berbeda. Mudah-mudahan untuk Bapak ngih ee bisa masuk ke hukum yang lain untuk dengan kompetensi yang berbeda [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar. yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format nama strip asal instansi sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat. Apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting, ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [Musik] Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format. Nama strip asal instansi sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat. Apabila sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting, ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [Musik] Terima kasih atas kehadiran Bapak-bapak. kami ee sebenarnya Pak Ibuara sebagai kami ingin mengundang seluruh alumni insyaallah nanti bertahan karena keterbatasan kami sehingga Bapaklah yang beruntung untuk diundang oleh hurara untuk segera mengikuti proses teler stadi kali ini. Ee tujuan teler stadi kali ini adalah ee untuk menggali informasi, Pak. menggali informasi baik kompetensi-kompetensi teknis atau kompetensi-kompetensi tertentu yang Bapak Ibu miliki untuk dikangkan ke dalam kemarin maupun proses secara teknis. [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. [Musik] ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia tukan tekad pantang sejarah jadi ASN berkualitar [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik, melayani bangsa Dengan sepenuh hati barah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Berentas melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Kami dari sini sukses dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya. Selalu adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan satu tujuan. Menjadikan ASN lebih berakhlak. bekerja sepenuh hati, tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani [Musik] bangsa. Kami dari sini tegas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragam. sepuh hati tulus membantu [Musik] Pada hari ini, Senin, 9 Desember 2024, kita semua dapat berkumpul bersama dalam penyelenggaraan kegiatan sharing session sobat sertifikasi kompetensi investasi ASN berkualitas dalam keadaan sehat walaf. Salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas ASN adalah perubahan kompetensi melalui sertifikasi kompetensi. Sertifikasi kompetensi bukan sekedar selar penghanal tetapi melupakan bentuk investasi nyata memastikan ASN memiliki standar kean yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sertifikasi kompetensi investasi ASN kualitasan dibuka dan dimulai. [Musik] A [Musik] 2 S. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, sahabat ASN di mana pun Anda berada, baik yang sudah bergabung di Zoom meeting ataupun yang tengah menyaksikan melalui live YouTube BPSDM Jatim TV. Senang sekali saya Lukman Ali dapat kembali menyapa Sobat ASN dalam webinar ASN Belajar seri 20 tahun 2025 persembahan Corpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sobat ASN, pesatnya perkembangan teknologi digital tentunya ini membawa banyak sekali manfaat ya bagi masyarakat kita. Namun tak sedikit pula dampak negatif yang diakibatkan. Salah satunya adalah munculnya paham-paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila akibat akulturasi budaya melalui platform digital. Dan tentunya sebagai ganda terdepan dalam menjalankan roda pemerintahan, saya yakin ASN dituntut untuk adaptif dan cakap terhadap perkembangan digital tanpa kehilangan jati diri sebagai pelayan publik yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang inklusif, humanis, serta berlandaskan Pancasila. Dan dalam rangka menyambut hari kelahiran Pancasila, ayo jadi bagian dalam transformasi ASN yang handal, cakap digital, dan berjiwa nasionalis bersama webinar ASN belajar seri 20 tahun 2025. [Musik] S. Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN Belajar seri 20 tahun 2025, kali ini kita akan dengarkan bersama opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SP. MP. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita semuanya. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Rabu tanggal 28 Mei 2025, ASN belajar telah memasuki seri yang ke-20. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN Pelajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami terus berkomitmen sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik persembahan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-20 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka turut serta menyemarakkan pemikiran dalam momen hari lahir Pancasila yang akan kita peringati pada tanggal 1 Juni beberapa hari lagi. Tanggal 1 Juni adalah sebuah momentum historis yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Setiap tanggal 1 Juni, segenap komponen bangsa dan masyarakat Indonesia berkomitmen untuk memperingati hari lahir Pancasila dalam rangka penguatan pengarutamaan Pancasila dalam seluruh bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. sebuah momentum yang tidak hanya dapat kita maknai sebagai nostalgia sejarah, tetapi juga sebagai sebuah narasi nasional untuk memantapkan komitmen Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa. Karena itu, ASN belajar seri ke-20 tahun 2025 ini mengangkat topik ASN Garda Pancasila andal di era digital. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam SN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sabat ASN di seluruh tanah air, Pancasila adalah falsafah dasar yang menjadi suluh perjalanan bangsa. Dalam denyut nadi Pancasila tertanam nilai luhur tentang ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan permusyawaratan serta keadilan yang menjadi penopang utama rumah besar bernama Indonesia. Pancasila bukan sekedar dasar konstitusional, melainkan jiwa yang menyatukan keberagaman dalam satu kesadaran kebangsaan yang utuh. Dalam konteks pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, Pancasila tidak boleh hanya dikidungkan dalam seremonial, namun harus dijawah dalam kerja nyata. Sejarah telah membuktikan bahwa Pancasila adalah tali pengikat bangsa yang majemuk yang mampu menjaga persatuan di tengah gelombang perbedaan dan ancaman perpecahan. Sejarah telah membuktikan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tapi juga sistem nilai yang terbukti adaptif dalam menjawab dinamika zaman tanpa kehilangan akar identitas kebangsaan. Sejarah telah membuktikan bahwa Pancasila adalah nafas yang menghidupi rakyat Indonesia sebagai bangsa yang besar dan unggul dalam kancah daya saing global. Sejarah telah membuktikan bahwa Pancasila mampu menuntun Indonesia melewati berbagai ujian sejarah dari masa revolusi hingga era reformasi karena nilai-nilainya hidup dalam denyut rakyat dan jiwa konstitusi kita. Di sinilah peran aparatur sipil negara menjadi sangat strategis. ASN bukan hanya pelaksana kebijakan, tapi juga elan vital, tenaga penggerak utama yang menerjemahkan nilai-nilai Pancasila dalam sistem pelayanan publik yang adil, bersih, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. ASN adalah wajah negara yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dan dalam wajah itulah seharusnya Pancasila terpancar. Tugas ASN tidak ringan. Ia dituntut bukan hanya kompeten dalam kinerja, tapi juga teguh dalam integritas serta bijak dalam perilaku. ASN sudah semestinya menjadi suri tauladan dan menjunjung tinggi etika profesi, mengedepankan semangat gotongroyong, dan menolak segala bentuk penyimpangan yang merusak sendi kepercayaan publik. Menjadi ASN berarti menjadi penjaga moral negara yang dalam setiap langkah kerjanya memuliakan martabat kemanusiaan dan merawat keutuhan bangsa. Di tengah gelombang disrupsi teknologi dan dinamika global yang begitu cepat, Pancasila telah menjadi jangkar identitas. ASN sebagai pemimpin perubahan harus mampu memadukan inovasi dan nilai teknologi dengan etika dan efisiensi dengan empati. Di wajah ASN seharusnya nilai Pancasila terpancar sebagai cermin dari pengabdian yang jujur, adil, dan berkeadaban. ASN sebagai pelayan masyarakat dan penjaga nilai-nilai luhur adalah pilar utama dalam menjaga nyala obor Pancasila. Dengan kerja yang bersih, hati yang tulus, dan visi yang luhur, kita bersama mengukir Indonesia yang maju dan bermartabat. Sobat ASN di seluruh tanah air, lalu bagaimana ikhtiar kita pada momentum hari lahir Pancasila ini agar ASN sebagai elan vital bangsa mampu menunjukkan peran-peran strategis untuk turut menjaga kekokohan Pancasila sebagai falsafah bangsa. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama, kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Ir. Prakoso, M.M. Beliau adalah deputi hubungan antar lembaga sosialisasi komunikasi dan jaringan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP. Kedua, kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Dr. Ir. Boni Fasius Wahyu Pujianto, MT. Beliau adalah Kepala BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Dan yang ketiga, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. Sarkawi, S.S., M.Hum. Beliau adalah guru besar bidang sejarah revolusi Universitas Erlangga Surabaya. Nah, Sobat SN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-20 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan sekali lagi terima kasih kepada Bapak Dr. Ramlianto, SPMP atas opening speech yang telah disampaikan. Baik, Sobat TN. Selanjutnya kita akan simak bersama keynote speech yang kali ini akan disampaikan oleh Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP RI yang saat ini beliau juga menjabat sebagai Plt. Deputi Bidang Pendidikan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Bapak Ir. Prakoso, M.M. [Musik] Selamat pagi, Pak. Pagi, Mas. Mas Lukman. Kabar baik, Pak? Baik, Mas Lukman. Ini luar biasa banget saya berkesempatan bertemu dan berbincang langsung dengan Bapak Ir. Prakoso, apalagi di era yang sekarang ya, Pak ya. kita sebutnya ada istilah netizen yang istilahnya ketika ada isu tertentu itu mereka bisa mengeluarkan komentar yang berbagai macam dan istilahnya tidak mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila. Nah, kali ini kita akan simak bersama paparan keynote speech yang akan disampaikan oleh Bapak Ir. Prakosa, M.M. Semoga dengan apa yang nanti Bapak sampaikan ini bisa menggugah semangat kita sebagai para SN untuk menginternalisasi nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat kita. Kami persilakan Pak Ir. Prakosa untuk menyampaikan keynot speed-nya. Saya paparan boleh. Silakan, Pak. Apakah sudah diilihat anunya paparan saya? Oh, sudah, sudah, sudah terlihat Bapak ya. Ini terima kasih sekali Mas Lukman dan hadirin sekalian. para ASN Garda Pancasila di era digital kerja sama dengan BPSDM ee ee Jawa Timur. Langsung saja ee di era sekarang ASN tahu sekali bahwa Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tentang Aparatur Sipil Negara di mana di pasal 3nya pegawai ASN memang memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta pemerintahan yang siap. pegawai ASN mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN yang terdiri atas tadi disampaikan oleh Bapak Kepala Badan BPSDM Jawa Timur, Pak Ramli berorientasi pelayanan akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Dan ASN sendiri berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayanan publik, perekat, dan persatuan bangsa. pemersatu bangsa. Jadi, ASN itu juga perekat dan dan pemersatu bangsa. Jadi, ini adalah undang-undang tentang ASN yang perlu disadari bersama. Tindak lanjut selanjutnya ini dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila 1 Juni. Mengapa ada undang-undang ini? Karena ada Undang-Undang Dasarnya sebagai konsensus kita sebagai negara Indonesia. Maka pegawai ASN setia setiap dan taat kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Ini kewajiban ASN Bapak Ibu sekalian. Mengapa kami, kita semua? Karena mempunyai negara yang menjadi kesepakatan kita. Terus kita tindak lanjutin lagi ee para SN yang kami ee hormati. Jadi negara Indonesia itu kalau kita bagi ya ada tahapannya. Ketika ada penjajahan kebangkitan, menyepakati sebagai prinsip dasar negara dibangunnya negara ini yaitu Pancasila. Terus merdeka, konstitusi mengisi kemerdekaan. Era kita sekarang mengisi kemerdekaan. Namun sebelum itu kita harus tahu semua lan anu apa tuh yang kita ketahui era kolonialisasi zaman dulu kita ya memang era penjajahan kita memang terkolonialisasi terjajah oleh yang namanya Belanda. Selanjutnya kita negara kita yang akan kita merdekakan yaitu ya di petanya itu ya peta Hindia Belanda. Inilah yang akan kita merdekakan. Era itu era kita sebagai negara yang kelas dua karena terkolonialisasi. Inilah potret waktu kita terkolonialisasi. waktu kita belum merdeka era-era itu lah. Inilah yang kita perjuangkan. Mengapa kita terkolonialisasi, Bapak, Ibu sekalian, para SN? Yang perlu kita ketahui karena kita terjajah. Mengapa kita terjajah? Karena kita kalah teknologi militernya. Kerajaan-kerajaan di Nusantara tadi kalah dengan penjajah yang mempunyai senjata. Nah, itulah yang harus kita apa kita sadari. Maka kita dipecah belah baru era-era awal abad 19 yaitu adanya kebangkitan nasional. Salah satunya dari Jawa Timur juga di situ adanya kebangkitan nasional, adanya Budi Utomo dan sebagainya dan sebagainya, adanya Stofia dan sebagainya dan sebagainya. adanya kelompok pelajar-pelajar kita yang sekolah di Netherland juga menginisiasi untuk kita keluar dari penjajahan itu. Maka ada filosofi gonsahnya, ada Sumpah Pemuda yang ada di Negara Kesatuan Indonesia sekarang ini itu memang berbeda-beda loh, tetapi tetap satu juga loh. Di dalam Sumpah Pemuda kita sudah mendefinisikan bahwa kita akan membuat, bersumpah bahwa kita adalah satu tanah air, yaitu tanah air Indonesia, satu bangsa-bangsa Indonesia, satu bahas-bahasa Indonesia. Itu definisi kita di konvensi Montevideo Convention on Red and State tahun 1933 disebutkan ada empat negara, ada empat syarat negara harus dipenuhi. Populasi, teritori, struktur pemerintahan, dan memperoleh pengakuan internasional. Biar kita tahu tentang sejarah lahirnya Pancasila, maka kita awali dengan tahun 1940 di mana Jerman menduduki Belanda sehingga Nusantara ini yang nantinya menjadi negara kesatuan Republik Indonesia yaitu Hindia Belanda diberlakukan darurat karena negara Belandanya sendiri itu di apa ee diduduki oleh ee ee Jerman dan setelah Desember tanggal 741 Jepang menyerang Pirhalbor Amerika maka Belanda sekutu Amerika menyatakan perang terhadap Jepang. Namun Bapak Ibu sekalian, kita ketahui sekali bahwa Jepang tanggal 10 Januari menginvansi Hindia Belanda ini yang sekarang Indonesia ini di invasi Jepang. Hanya 3 bulan Belanda kalah. Pada 8 Maret 42 Belanda menyerah. Sehingga Nusantara ini diduduki oleh Jepang. Yang beratus-ratus tahun VOC Belanda mengkooptasi bumi Nusantara ini diambil alih oleh Jepang. Pada waktu itu Perang Dunia Kedua. Bapak Ibu sekalian. Bapak Ibu sekalian. Era itulah kita menyepakati bahwa para pemuda tokoh-tokoh nasional berkumpul di ee gedung Pancasila sekarang The Blue itu menyepakati kita akan membangun suatu negara. Harus ada kesepakatan dulu. Nilai-nilai apa? Nilai intangible apa? value apa yang menjadikan perekat kita semua lah. Itulah sidang BPUPK. Inilah gedungnya sekarang. Di sinilah dirumuskan nilai-nilai Pancasila itu oleh para pendiri bangsa. Bapak, Ibu sekalian. Selanjutnya kita tersepakatilah yang namanya Pancasila yang disampaikan oleh Bapak Kepala BPSDM tadi ada lima tadi. Mengapa Pancasila? Karena Pancasila apa dulu ya? Pancasila lahir 1 Juni 1945 yang saya sampaikan tadi sebagai dasar negara. Lima prinsip kesepakatan konsensus ketika nanti akan didirikan negara Indonesia. Jadi Indonesia belum berdiri nih dasarnya harus tahu dulu, sepakat dulu mengapa kita menilai memilih Pancasila. Karena nilai-nilai Pancasila itulah sebagai pemersatu bineka tunggalika asli digali dari bumi Indonesia. bahwa berketuhanan, berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan, musyawarah, berkeadilan, itu nilai-nilai itu asli digali dari budaya nusantara ini, Bapak, Ibu sekalian. Untuk apa? untuk membebaskan dari koloni, membebaskan dari penjajah, melindungi, memajukan kesejahteraan, dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia di state di konstitusi kita pembukaannya. Bagaimana menjalankannya? Ya, menjalankan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Semua regulasi berdasarkan Pancasila. Ada nilai Pancasilanya. Karena negara ini dibangun dasarnya itu, Bapak, Ibu sekalian. Itu yang perlu kita ketahui bersama. Inilah Pancasila sebagai pandangan ibut, sebagai pemersatu, sebagai dasar, sebagai filosofi gronslah, sebagai sumber daripada sumber hukum di Indonesia. nilai-nilai Pancasila itu. Nah, kesepakatan peranglah dunia kedua itu tadi terus masih berjalan. 6 Agustus Hiroshima di bom. 9 Agustus Nagasaki di bom. Tentara sekutu pimpinan Amerika ini dibom. Ini pengebomannya. Tanggal 14 Agustus, Sultan Syahrir dan beberapa orang mendengarkan kabar dari radio bahwa Jepang takluk dengan sekutu. Sehingga kekosongan di Hindia Belanda, bumi Nusantara ini tadi sudah tidak ada penjajahan Jepang karena Jepang menyerah. Tanggal 15 Agustus golongan pemuda mengadakan perundingan. Kalau inilah momentumnya saat kita merebut kekosongan dari ee negara ini, Belanda pergi kalah sama Jepang, Jepang kalah sama sekutu, ada kekosongan. Maka tanggal 15 para pemuda Soekarni pada waktu itu salah satu tokohnya yaitu merencanakan untuk segera mendorong Soekarno Hatta untuk memerdekakan Indonesia. Maka ada peristiwa Rengas Dengklok. Peristiwa Sengas penculikan Soekarno dan orang tokoh-tokoh masya tokoh-tokoh ee pergerakan pada waktu itu. Dan tanggal 16 malamnya Pak Karno dan Pak Bunghaatta dari Rengas Dengklok dijemput oleh Subandrio untuk segera ke Jakarta dan menyampaikan proklamasi. Betul apa adanya. 17 Agustus Soekarno menyatakan kemerdekaannya. Soekarno menyatakan kemerdekaannya. Inilah kita merdeka. The winner take all. Pancasila take all. Jadi Pancasila mengapa kita sepakati? Karena kita menang perang. Ini Pancasila itu menang perang. Inilah revolusi yang menang memimpin. Proklamasi kemerdekaan. Ingat dan dimuntif video tadi bahwa harus adanya pengakuan internasional. Maka kita ada pengakuan internasional. Itulah yang perlu kita sepakati bahwa kita punya dasar negara yang menjadi kesepakatan kita dan kita menang perang, kita memproklamirkan diri, kita punya teritori yang kita perjuangkan, kita punya rakyat, kita punya wakil bangsa kita ini, pemerintahan ini dan kita diakui secara internasional. Kitalah negara Indonesia. maka konstitusinya mengikat. Mengapa harus ditunduk? Karena ini konstitusi sebagai hukum dasar, hukum positif yang berlaku kepada seluruh warga negara Indonesia tidak ada kecualinya. Sehingga ee kita bersepakat dengan Pancasila, kita mengikuti undang-undang turunannya adalah mengikat kepada seluruh warga negara Indonesia tanpa kecuali. namanya hukum positif. Bapak, Ibu sekalian, kita punya cita-cita juga di pembukaan alineia. Namun tanggal setelah kita merdeka, Belanda pun melakukan agresi atau mau mentake over sendiri. Padahal perjanjian internasional the winner take all. Maka setelah ada agresi Belanda 12 tetap kita hadapi dengan perang betulan, bukan perang diplomatik ini perang fisik. Ada peristiwa Ambarawa, ada peristiwa Surabaya. Di mana Brigadir Jenderal Arbetin Walterson Malabi meninggal dunia waktu itu. Inilah perang betulan. Konvensi Media Bundar baru mengakui Indonesia sebagai negara merdeka. Maka kita punya bendera, kita punya istana, kita punya presiden pertama kali yang dilantik Soekarno di keraton Yogyakarta tahun. Inilah presiden pertama kali kita gitu. Inilah negara Pancasila kita ini. Kitabeka. Inilah memang kita tidak hanya satu golongan Jong Java, Jong Sumatera, Jong Celebus, Jong Ambon semuanya adalah itu Indonesia. Indonesia itu bineka tunggalitan. Sehingga kita karena kita punya negara, kita punya teritori yang sekarang Bapak Ibu mungkin punya sertifikat ini karena kita punya Pancasila ini. Ada Pancasilanya, ada teritorinya kita punya KTP penduduk ada Pancasilanya. Kita punya paspor diakui bahwa kalau kita melancong ke luar negeri ada Pancasilanya. Kita punya uang Indonesia ada Pancasilanya. Kita punya pulau kurang lebih 17.500 17.504 pulau ada 278 juta penduduk. Inilah Indonesia ada inilah teritorial kita Bapak Ibu sekalian dan kita punya tetangga. Ada tetangga kita yang langsung berdekatan dengan Indonesia ada 10 Bapak Ibu sekalian. Dan inilah kita punya besar sekali wilayah 5 juta km² kurang lebih 2 jutanya daratan, 3 jutanya lautan. Namun oleh Deklarasi Juanda ini menjadi satu kesatuan darat laut itu satu kesatuan Deklarasi Juanda dan telah teralifikasi oleh UNCLOS pada tahun 1982. Bapak, Ibu sekalian. Maka Pancasila sebagai dasar negara ini ada tangible and tangible. Pancasilanya itu nilai-nilainya. Tangibelnya ya kita punya tanah air ini, punya negara ini, punya wilayah ini, itu bisa dira. Tapi dalam hatinya, dalam nilai-nilainya, itulah Pancasila kita yang harus kita jaga bersama. sehingga kita juga di ee jadikan moto kita binikan tunggalika sekretarisp juga solidarity tunggal ika unity Nah, untuk maju ke depan dunia pun kalau ber moto seperti Indonesia akan lebih baik, Bapak Ibu sekalian. Nah, inilah kita bangun. Kita punya negara yang subur, kita punya hutan yang luas, kita punya air yang jernih, kita punya pantai yang banyak sekali, Bapak, Ibu sekalian. Dan kita tinggal di Jambrut Katolis. bahagia hidup sejahtera dikasih alam berseri-seri berawi. Allah indah bermain di Filipina bertadu tawir burung beria berma. Nah, Bapak Ibu sekalian kita harus bersyukur bahwa negara kita damai, subur, dan ada di Katulistiwa. Nah, yang kita usahakan kita juga punya pertambangan. Nah, tata kelolanya ini yang perlu kita ee kuatkan bersama. Pancasila salah satunya sila kelima itu kita harus berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia loh. Maka Bapak, Ibu sekalian sebagai aparatur sipil negara harus memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ilmu pengetahuan harus kita miliki. Jangan sampai mengisi kemerdekaan adanya perpecahan. Seperti Yugoslavia sekarang sudah berantakan menjadi beberapa negara. Ada Macedonia, Kosovo, Montenegro, Elservia, Serbia. Inilah kalau salah tata kelola. Cekoswakia juga pecah. Maka ini harus kita aware bersama sebagai pemersatu. Aparatur sipil negara harus mengisi dengan menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan mengantisipasi perkembangan tren ke depannya kita capai Indonesia Raya. Tidak hanya Indonesia emas, Indonesia Raya seperti apa itu ee ee lagu Indonesia Raya, lagu kebangsaan kita. Stansa satu adalah kita harus berpersatuan, stansa dua kita harus bahagia, stansa ketiga kita harus abadi. Itu filosofi menciptakan lagu Indonesia Raya dengan dasar Pancasila. Maka kita perjuangkan GDP kita harus naik terus. Jangan sampai ini peta GDP dunia. Indonesia masih orange. Kita kalau bisa hijau sampai biru. Nah, inilah perjuangan kita. kita harus berani membanding-bandingkan era digital ini negara kita dengan negara lain. Makanya kita kecap, kita percepat kemajuannya itu salah satunya kita sudah mempunyai modal komparatif negara yang besar kita ubah menjadi kompetitif di situ ada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ada Pancasila, ada ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan kita punya resources. Itu yang harus kita perjuangkan. Persatuan Indonesia di era digital ini. Karena tanpa kita mengantisipasi era digital, kita menjadi penonton saja era digital. Tapi jangan ingat juga era digital adanya algoritma media sosial dengan AE yang istilah kerennya Sundel Bolong. Sepertinya bagus tapi ternyata jelek. Nah, inilah yang harus diantisipasi sebagai ASN adanya algoritma yang mendorong kita menjadikan salah dalam mempresepsi. Maka filosofi ground selahnya, Pancasilanya bahwa mengapa kita bersatu, mengapa kita punya negara, tujuannya apa itu harus disadari bersama. Itulah Pancasila Indonesia perjuangan kita. Mana saja yang harus kita kuatkan? manufaktur, teknologi, finance, apa itu fashion, retail, hood andage, real estate dan sebagainya. Itulah kolam-kolam yang harus kita dorong untuk menjadikan apa itu Indonesia mempunyai GDP lebih kuat lagi. Sehingga funding father kita dulu mempunyai cita-cita yang harus kita implementasikan. Inilah era wong aku E era maka era gardanya salah satunya ASN harus terus dikuatkan mental pemuda-pemudanya juga harus dikuatkan. [Musik] Aku senju ini antemnya SMA 20 Surabaya. Ini dari Aceh sampai Papua. Kabupaten Mitrat, Provinsi Papua Barat. Salam Pancasila. sama dari Natuna yang paling jauh di atas sana, Laut Cina Selatan. Salam Pancasila. Demikian untuk paparan saya. Semoga bermanfaat. Salam Pancasila. Salam Pancasila. Terima kasih Bapak Ir. Prakoso, MM atas keynote speech yang telah disampaikan. Luar biasa sekali ya. kita bisa melihat bagaimana kilas balik ee era sebelum lahirnya Pancasila, ketika lahir Pancasila sampai dengan era kita sekarang ini adalah era untuk mengisi kemerdekaan. Dan tadi yang perlu di-highlight adalah sekretaris PPB aja bangga dengan moto bineka tunggal IK kita. Gimana kita harus juga bisa bangga ya dan bisa spreading awareness tidak hanya dalam ucapan tapi juga tindakan kita sebagai ASN di kehidupan sehari-hari. Sekali lagi terima kasih Bapak Inyur Prakoso atasnya di webinar ASM Belajar seri 20. Semoga kita bisa bertemu lagi di event-event selanjutnya. Sama sehat selalu Bapak. Sama sehat selalu. Terima kasih, Pak Boni, teman saya ini, Pak Boni. Terima kasih, Pak Boni. Pak Punding Pujianto. Siap. Terima kasih kembali Pak Ir. Prakoso, M.M. Dan Sobat ASN. Sebelum kita berlanjut ke sesi pemaparan narasumber, Sobat ASN sudah dapat melakukan presensi pada laman semesta Bangkom dan link presensi ini dapat Sobat ASN lihat pada running tags. Kemudian Sobat ASN juga dapat lihat melalui kolom chat Zoom ataupun pincet YouTube BPSDM Jatim TV. Dan memang karena dikarenakan saat ini traffic presensi kita sedang tinggi, bagi Sobat TSN yang masih belum bisa akses presensi dapat mencoba kembali secara berkalah. Baik, Sobat TSN, sesaat lagi kita akan memasuki sesi pemaparan narasumber kita yang pertama. Tapi sebelum itu kita saksikan video berikut ini. [Musik] Anda kembali lagi menyaksikan webinar ASN Belajar seri 20 2025. Sobat ASN, kali ini kita akan bersama-sama dengarkan materi pertama yang kali ini akan disampaikan oleh narasumber pertama kita, Kepala BPSDM Kementerian Komunikasi Digital Republik Indonesia, Bapak Dr. Ir. Bonifacius Wahyu Pujianto, MT. [Musik] Baik, saya akan sapa beliau terlebih dahulu. Selamat pagi, Pak Boni. Selamat pagi. Kabar baik, Pak? Apakah bisa didengar? Terdengar jelas, Pak? Clear sekali, Pak Boni, tadi sudah disampaikan oleh Pak Ir. Prakoso ya, bagaimana sejarah dari lahirnya Pancasila dan kita sekarang sudah berada di era untuk mengisi kemerdekaan. Tapi seolah-olah kalau sekarang kita lihat kan banyak sekali media sosial yang berkembang ya, Pak ya. dan kita juga semakin bebas untuk berpendapat via media sosial. Pada akhirnya isu-isu seperti diskriminasi, bullying, kekerasan verbal, kemudian poli ee polarisasi politik pasca pemilu itu juga masih terjadi gitu. Nah, kali ini kita ingin mendengarkan paparan menarik dari Pak Bonifasius. Bagaimana Bapak menanggapi isu-isu seperti ini dan bagaimana ASN ini bisa menginternalisasi nilai-nilai luhur Pancasila dalam pekerjaannya sehari-hari. Izin Riman juga Bapak untuk waktu penyampaian materi nanti akan berdurasi kurang lebih selama 30 menit. Nanti kita akan lanjut di sesi tanya jawab atau Q&A. Saya persilakan kepada yang kami hormati Bapak Bonifasius untuk menyampaikan materinya. Monggo, Pak. Baik, selamat pagi. Saya coba share screen saat ini. Mudah-mudahan bisa dilihat dengan nyaman. Iya. Oke. Em, semoga bisa dilihat dengan baik Bapak Ibu semua. Terima kasih. Selamat pagi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo budaya. Salam kebajikan. Bapak, Ibu semua, tadi pagi ee saat pembukaan Pak Kepala BPSDM Provinsi Japim telah menyampaikan ya ee tujuan dari pelatihan ataupun ee event pada hari pagi hari ini. Dan yang menarik tadi Pak Prakoso itu menceritakan bagaimana sejarah mengenai perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan. Tapi ingat, kita tidak berhenti pada saat hanya sampai di pintu gerbang kemerdekaan. Kurang lebih begitu ya. Justru tantangan terberat adalah bagaimana kita membangun bangsa ini. Menjadi bangsa yang besar, menjadi bangsa yang memiliki kemampuan tumbuh dan berkembang diilengkapi oleh masyarakat yang cerdas sehingga ekonomi bisa bergulir dengan cepat. Nah, Bapak Ibu sekalian pada pagi hari ini saya akan sedikit menceritakan kenapa Bapak Ibu sekalian itu perlu terus mengasah diri walaupun kita ASN ya Bapak Ibu sekalian tapi kita harus meletakkan upaya untuk terus berkembang, mencari ilmu, meningkatkan skill atau kita sering mengatakan sebagai skill set kita untuk membangun bangsa. Tentu ini tidak terbatas pada ee ASN saja, justru kalangan muda ini menjadi motor pergerakan dan pembangunan nasional kita ke depan. Mari kita mulai. Nah, ee Bapak Ibu sekalian, saat ini kita Kementerian Komdiji memiliki visi untuk membangun Indonesia Emas 2045 yang telah dicanangkan oleh Bapak Presiden dan kemudian juga kita perlu membangun bersama-sama ekonomi Indonesia yang lebih kuat di masa depan. Nah, untuk itu kami dari Kementerian Komdigi memiliki beberapa pilar program ya. Jadi kalau kita lihat yang pertama maka di sini ada yang kita sebut sebagai visi Indonesia Digital 45. Kemudian di sini ada fungsi-fungsi sebentar saya coba gunakan yang lebih clear sebentar. Oke, mohon maaf sedikit saya perlu mengubah setting. Nah, untuk membangun Indonesia emas ini kita membutuhkan pilar-pilar yang kuat. Sebenarnya ada empat pilar yaitu pemerintahan digital, ekonomi digital, masyarakat digital, serta infrastruktur digital. Empat pilar itu yang menyangga pembangunan digital Indonesia ke depan. Nah, pertanyaannya adalah kok di bagian tengah ada area yang kita sebut future teknologi dan ekosistem. Bapak, Ibu sekalian, kita harus siap bahwa teknologi itu tidak akan berhenti. Itu keniscayaan. Oleh karena itu, kita harus mampu melakukan adaptasi, kemudian juga belajar memanfaatkan, bahkan mencari nilai tambah yang bisa dihasilkan. Nah, kenapa kita harus terus belajar? Karena kita adalah bangsa yang besar. Tadi Pak Pras sudah menyampaikan begitu banyak indikator terkait dengan kekuatan bangsa kita. Khusus di sektor digital kita memiliki 370,1 juta koneksi seluler. Kemudian ada juga pengguna internet 200,4 juta. Padahal penduduk tadi 270 8 juta atau sekian ya. Jadi jumlah pengguna internet kurang lebih 73% ya pengguna internet. Sedangkan, nah ini yang luar bias luar biasa besar adalah jumlah pembelian barang konsumsi dari tahun ke tahun itu 198,6 juta. Jadi apalagi ini didorong dengan e-commerce, transaksi perdagangan itu sangat masif. Nah, namun kembali jangan sampai perdagangan secara digital tersebut akhirnya dikuasai oleh produk-produk dari luar. kita harus mendorong transaksi perdagangan yang bersifat konsumtif ini justru produk-produk dari dalam negeri. Yang terakhir, waktu penggunaan daripada internet rata-rata adalah 8,36 menit. Nah, saya mau tes Bapak Ibu sekalian. Bapak Ibu sekalian mungkin ada yang menggunakan Android begitu ya. Nah, nanti silakan kalau Bapak Ibu menggunakan Android kita buka setting. Nah, ini mohon maaf saya coba ee showcase gitu ya. Kemudian nanti dari setting biasanya ya kalau kita scroll down ke bawah nanti di bagian bawah ada yang disebut sebagai digital wellbeing and parental control gitu ya. Nah, kita bisa melihat di dalam behavior kita berapa jam kita online? Cocokkah nanti ya selama 24 jam? Cocokkah kira-kira kita ada 8 jam rata-rata 8 jam 30 menit. Tapi tampaknya kita berada lebih daripada itu berkait dengan penggunaan digital khususnya internet. Nah, di terkait digital wellbeing tersebut kita bisa melihat ini aplikasi apa saja yang paling banyak kita gunakan begitu. Ini bisa kita lihat hari ini sudah berapa lama atau berdasarkan aplikasi apa yang kita gunakan ya paling sering kita gunakan. Tujuannya apa? Bapak Ibu sekalian tentu kita punya putra-putri ataupun kita punya ponakan ada anak-anak yang harus kita urus. kita bisa melihat behavior mereka berapa jam mereka di internet, aplikasi apa yang mereka gunakan. Kita sebagai orang tua wajib ya untuk menjaga, mengawasi anak-anak kita. Bagi Bapak Ibu yang kebetulan guru dan lain sebagainya bisa juga mencek anak-anak didik menggunakan apa saja. Bahkan kita bisa melihat hari-hari sebelumnya ini kebetulan misalkan hari ini tanggal 28 kita bisa cek tanggal 27 mereka menggunakan apa, aplikasi apa. Secara detail bisa kita lihat ya walaupun bukan konten ya tapi kita bisa memahami behavior dari anak-anak kita menggunakan internet. Ini penting. Ini sedikit clue ee kenapa kita perlu memahami sebenarnya untuk yang kebetulan ini yang Android ya, Bapak, Ibu sekalian. Tapi untuk ee saya rasa di yang Apple juga ada ya. Oke. Nah, selanjutnya emm sebentar slide. Mohon maaf saya agak merubah sedikit setting ya. Namun demikian, Bapak Ibu sekalian, tadi kita sudah memahami betapa pentingnya digitalisasi. Nah, ini tidak lepas dari kita perlu menyiapkan sumber daya manusia yang kuat. Nah, inilah faktor-faktor yang berdampak terhadap transformasi digital. Pertama, sumber daya manusia. tidak bisa dipungkiri karena kita yang menggunakan dan kita yang memanfaatkan. Namun tekno sumber daya manusia itu kita sebagai pengguna ataupun kita sebagai pengembang ataupun kita sebagai ee pelaksana. Jadi ada istilahnya tuh kita sebagai user, developer ataupun deployer, ya. Nah, ini kita membutuhkan suatu mekanisme yang kita sebut sebagai tata kelola dan kebijakan. Nah, di sini kita perlu menata agar digitalisasi yang dilakukan di institusi Bapak, Ibu sekalian itu ada prosedurnya. Bagaimana tata kelola manajemen perubahannya, bagaimana mengatasi manakala ada hal-hal yang tidak diinginkan. misalnya ada ee vising gitu ya, ada scamming dan lain sebagainya. Namun tidak kalah penting nanti Bapak Ibu akan kami sampaikan mengenai bagaimana menghindari berbagai informasi yang mungkin bisa mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa kita. Jadi hati-hati saat ini musim dalam arti masyarakat begitu mudahnya menyampaikan tulisan ataupun informasi yang belum tentu benar atau kita sebut sebagai bisa jadi suatu hoa. Nah, hoa itu bisa berupa misinformasi, disinformasi, dan malin informasi, ya. Nah, yang ketiga. Nah, ini aspek yang ketiga adalah bagaimana kita memahami aspek teknologi itu sendiri. Ya, mohon maaf ini eranya sekarang era digital yang sangat cepat perubahannya. Bahkan AI menjadi bagian dari kehidupan kita. Nanti pelan-pelan Bapak Ibu sekalian mohon juga mempelajari AI bukan sebagai tantangan. AI adalah tools yang justru membantu kita. Namun jangan sampai tadi ya ada hal-hal yang disalahgunakan dengan kemampuan AI tersebut. Begitu ya. Nah, terakhir data dan informasi. Nah, ini penting karena kita di ee pemerintahan ASN kita ada arsitektur data misalkan informasi data secara nasional kita juga ada satu data. Bahkan untuk penyimpanan data itu sendiri khusus data-data strategik itu dikumpulkan dalam pusat data nasional. Nah, ini mohon Bapak, Ibu sekalian ee memahami tidak mudah kita harus siap terhadap perubahan zaman tersebut. Pertanyaannya adalah kenapa kita harus mempersiapkan talenta digital bangsa Indonesia ini secara cermat? Nah, Bapak Ibu sekalian yang perlu kita perhatikan Indonesia ini memiliki jumlah penduduk yang besar. Namun demikian, jumlah talenta digital masih kurang. Jadi kalau kita lihat ini di dalam grafik ini, kita punya dream untuk bisa ee men-supplai sekitar 9 juta talenta digital tahun 2030 dimulai 2015. ee optimisnya kebutuhannya adalah 12 juta. Namun demikian, saat ini kita belum mampu menghasilkan sebanyak itu. Ada gap ya sekitar rata-rata 600.000 per tahun yang dibutuhkan untuk mengisi kekurangan tersebut. Nah, itu adalah PR besar kita bagaimana memenuhi kebutuhan 600.000 talenta digital setiap tahun. Kenapa? Kalau tidak, maka market yang besar dari negara kita akan diisi oleh warga negara lain sebagai talenta digital. Nah, kita bisa mengukur ke Bapak Ibu sekalian. Kita bisa cek di sini bagaimana indeks atau kesenjangan talenta digital di dalam ee diagram di sebelah kanan. Nah, matriks ini kalau kita lihat Jawa Timur. Nah, ini nomor 15 kondisinya sudah sangat baik relatif terhadap provinsi-provinsi yang lain. Em warnanya orange ya. Itu berarti kalau kita melihat dari ee indeksnya itu tinggi karena Jawa Timur memiliki jumlah kampus yang cukup tinggi. Ekosistem digitalnya juga maju ya. Nah, sekarang kenapa konsekuen kenapa hal ini penting? Karena ke depan masyarakat Indonesia itu perlu kita jaga pertumbuhan perkembangannya. Jangan sampai kita muncul berbagai dampak negatif karena digitalisasi. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah melakukan yang kita sebut program literasi digital. ini terdapat di sisi yang sebelah kiri. Ini langkah pertama ini bersifat masif kepada seluruh masyarakat Indonesia. Tadi kuncinya di sini ada pelatihan yang terkait dengan digital skill, digital culture, etic, dan safety. Kita untuk mudahnya mengingatnya dengan singkatan cab ya. C-nya dari cakap digital ya. A-nya adalah aman digital, B-nya adalah budaya digital, dan E-nya adalah etika digital. Ini penting. Nanti masyarakat, kita punya target 50 juta masyarakat Indonesia diberikan literasi digital begitu dan saat ini sudah mencapai sekitar 27 juta ya masih ada PR sekitar 23 juta. Namun kami belum ee sampai kepada target tersebut dengan segala keterbatasan resources khususnya anggaran. Nah, yang kedua adalah setelah masyarakat di literasi digital, tentu faktor yang selanjutnya penting adalah bagaimana membangun skill tadi, gap-nya. Nah, gap ini tentu ada yang kita berikan pelatihan bersama stakeholders digital lainnya. Sebagai contoh ya, masyarakat umum, mereka yang baru lulus, pelajar, bahkan ASN silakan mengikuti berbagai pelatihan. yang disediakan oleh kami Kementerian Komdiji ataupun yang diselenggarakan oleh BPSDM, BPSDM, Provinsi, kabupaten kota dan lain sebagainya. Bahkan dari private sektor kami tahun ini punya target 100.000 1000 peserta begitu ya, macam-macam terkait IoT, AI, kemudian bagaimana mengenai security development dalam arti developer ya untuk membangun aplikasi-aplikasi, memperkuat bisnis model dan lain sebagainya. Nah, semua itu terdapat di dalam portal kami yang disebut digital ya. Nanti Bapak Ibu bisa install gitu ya. Namun untuk mereka dari industri ataupun mereka yang sedang mencari kerja, kami mempersiapkan juga yang disebut certification ya. Karena itu ada berbagai macam ya. Sebagai contoh saya berikan adalah AI. AI ada dua TRK. Satu sebagai user, satu sebagai developer. User pun ada dari beginner sampai dengan advance. kita sebut sebagai prom engineer untuk AI. Kalau yang untuk developer tentu saja mereka akan mengembangkan aplikasi berbasis AI ataupun aplikasi yang ada diequip dengan AI dari level beginner sampai dengan advance sebagai seorang developer. Nah, sertifikasinya kami siapkan ya bagi mereka-mereka yang membutuhkannya macam-macam ya. Dan kemudian yang paling penting adalah tidak berhenti mereka hanya sekedar certificate of compion, kemudian certification of competencies ya. Tapi para peserta yang memiliki sertifikasi kami kumpulkan dalam talent pool. Nah, talent pool ini yang nanti kita connect kita sebutnya platform kami adalah deploy. Nah, ini itu akan kami connect saat ini sudah terkoneksi dengan cukup banyak ini sekitar 1000 ee korporasi untuk mendapatkan opportunity pekerjaan gitu ya. Nah, ini untuk mengurangi ee pengangguran ataupun meningkatkan masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Terakhir ini adalah DLA. DLA ini menjadi bagian yang penting khususnya kita ya Bapak, Ibu sekalian sebagai ASN ini juga ada namanya digital leadership academy. Di dalamnya ada government transformation academy dan lain sebagainya. Sebagai informasi kami dari Kementerian Komdizi juga memberikan scholarship juga S2, S3 dalam dan luar negeri. Nah, Bapak, Ibu sekalian, yang menarik adalah kita ke depan tidak hanya berhenti pada hal bagaimana mempersiapkan masyarakat kita terbebas dari informasi yang salah atau yang di kamuflase atau bahkan difabrikasi. Ya, tadi ada misinformasi, disinformasi, mal informasi. Nah, ini harus kita jaga. jangan sampai menghancurkan, mengubah ataupun merusak tatanan kehidupan berbangsa bernegara. Nah, ini empat kunci yang kami berikan terkait tadi literasi digital. Nah, ini sudah kami sampaikan di luar daripada hal-hal yang sifatnya teknikal, kami juga menyediakan pelatihan-pelatihan yang sifatnya entrepreneurship. Mohon maaf saya agak mundur sedikit ya. Ini adalah terkait entrepreneurship dan ada yang terkait tematik akademi ya. Digital entrepreneurship macam-macam bisa untuk UMKM kemudian bisa juga untuk mereka yang membangun koperasi bersama-sama ya. Bahkan untuk tematik akademik itu bisa dikhususkan bagi diabel, ibu-ibu. Karena kami sangat paham kami harus bersifat inklusif ya, berbasis gender dan juga kepada masyarakat yang ee memiliki kebutuhan khusus. Nah, oleh karena itu kami menyiapkan ee berbagai tematik akademi khusus bagi mereka. Selanjutnya, Bapak, Ibu sekalian ee kami juga melakukan berbagai upaya ya untuk memberikan skill set yang lebih kuat kepada Bapak, Ibu sekalian sebagai ASN. Kenapa? Karena kita pahami kita harus menyiapkan mindset. Nah, ini penting sekali ya. Jangan sampai kita, mohon maaf Bapak, Ibu sekalian yang berada pada manajerial level atau pimpinan itu kalah. Ya, kalah dalam arti bukan kalah dalam arti ilmu pengetahuan, tapi kita menjadi tidak memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan. Karena ini penting kita sebagai middle middle eh decision maker gitu ya ataupun sebagai decision maker itu harus adaptif manakala rekan-rekan muda, staf-staf kita memberikan input terkait pemanfaatan digital untuk pembaharuan-kebaharuan, perbaikan, akselerasi, inovasi di tempat bekerja Bapak, Ibu sekalian. Oleh karena itu, jangan berhenti belajar. Nah, itu penting sekali. Bisa diequip dengan kita melakukan pelatihan ada digital literasi dan yang sifatnya digital skill. Nah, ini menjadi tantangan dan upaya kami ke depan kita berkolaborasi. Kami baru saja juga berkolaborasi dengan BPSDM Kemendagri. Pak Sugeng sangat welcome. Kami berkolaborasi sehingga kita akan melakukan bagaimana meningkatkan skill set artificial intelligence kepada ASN di Kementerian Dalam Negeri. Tidak berhenti Kementerian Dalam Negeri melalui Kemendagri kami akan menjangkau seluruh provinsi dan kabupaten kota. Jadi, Bapak, Ibu sekalian, selain skill set yang sudah ada, kita masuk ke level yang lebih lanjut ya, terkait dengan artificial intelligence. Baik. Em ini program terkait dengan ee khususnya untuk ASN Digital Leadership Academy ini kita sudah menjalini beberapa tahun yang berjalan ini dari ee 2022 ya ee tahun ini kita sudah memiliki digital leadership Academy bersama Kalimantan Utara ya ee baru saja berjalan dengan Radio Republik Indonesia. Kemudian nanti ada Kalimantan Selatan gitu ya. Kemudian juga ada Provinsi ee Banten, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Provinsi Sumatera Selatan dan lain sebagainya. Tentu kita tidak berjalan sendiri. di belakang kami berbagai industri baik itu ee berbasis teknologi ataupun universitas serta international organization m-backup kami. Sehingga Bapak Ibu sekalian materi yang disampaikan tentu the most advance atau new technology yang membantu aktivitas Bapak Ibu sekalian. Selain digital leadership academy juga ada government transformation academy. Kalau ini dikhususkan kepada para pimpinan maka seluruh ASN bisa menggunakan government transformation academy gitu ya. Nah, selanjutnya ini ada beberapa materi yang mungkin Bapak Ibu bisa manfaatkan. kami nanti akan berkontak dengan BPSDM Jawa Timur terkait modul-modul apa yang telah kami miliki. Cukup banyak Bapak, Ibu silakan untuk dimanfaatkan ini berbasis online. Ada yang bersifat manajemen risiko SPBE ya ini penting sekali ya e-goverment kemudian keamanan informasi ada audit sistem manajemen kemudian dan lain sebagainya. Bahkan bagi mereka yang ingin walaupun ASN silakan untuk mendalami misalnya IT essential, data science, cyber security dan lain sebagainya termasuk juga management project ya. AI kami memiliki kelas khusus ya yang bisa dimanfaatkan oleh Bapak Ibu sekalian. kita memiliki seat ataupun kursi sebanyak ee 2 sampai 3 juta seat. Setiap orang bisa mengambil satu atau dua seat ya karena berbeda tematik gitu ya. Ee walaupun AI tapi ada leveling-nya kurang lebih demikian. Silakan itu terbuka bagi siapa saja. Nanti ada certificate of completion-nya. Tapi yang paling penting bagi mereka yang terpilih karena prestasinya baik bisa mengambil yang sifatnya certification. Ini luar biasa. Microsoft memberikan certification khusus tidak banyak. Mereka mendonasikan sekitar 10.000 kalau enggak salah. Kemudian ee dari Google, dari Meta, dari Sisco dan lain sebagainya mereka mendonasikannya. Baik, Bapak Ibu sekalian ee ini adalah contoh ee aplikasi yang bisa di-download. Namanya adalah ee apa namanya? aplikasi terkait dengan ee DTS ya itu LMS kami. Sedangkan yang di tengah deploy adalah khusus bagi mempertemukan supply dan demand tenaga kerja dan industri sehingga ini membantu untuk meningkatkan ee penyerapan tenaga kerja Indonesia di industri. Mungkin demikian yang dapat kami sampaikan, Bapak Ibu sekalian. Semoga bermanfaat. kita adalah eranya digital, maka kita akan selalu mendampingi Bapak, Ibu sekalian untuk meningkatkan kompetensinya. Mohon maaf, mungkin masih ada hal yang belum kami sampaikan dan mungkin dibutuhkan pendalaman lebih lanjut. Kami persilakan nanti pada sesi tanya jawab. Terima kasih. Kami kembalikan kepada MC. Wabillahi taufik walhidayah. Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Bonifasius atas materi yang telah dipaparkan. Ini menarik sekali ya. Memang kalau kita bicara terkait era society 5.0, teknologi itu adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Kuncinya adalah day or change ya. Kalau tidak mau berubah atau beradaptasi, ya kita akan mati. Dan tadi menarik sekali apa yang sudah disampaikan inisiatif yang sudah dilakukan oleh BPSDM KOMDKI terkait dengan bagaimana kita bisa menyiapkan talent-talent digital ya. Karena saya lihat teknologi ini juga menjadi pedang bermata dua. Kalau kita enggak bisa menggunakannya dengan bijak gitu ya, otomatis nilai-nilai Pancasila juga tidak bisa terimplementasi dengan baik. Baik, Sobat ASN sebelum kita lanjut ke sesi tanya jawab kali ini, bagi Sobat ASN yang tengah bergabung di Zoom apabila ingin bertanya dapat menggunakan feature rise hand ataupun yang bergabung melalui YouTube dapat menuliskan pertanyaan melalui live chat. Kita akan kembali masuk ke sesi tanya jawab setelah jeda pandiwara berikut ini. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Baik, Anda kembali menyaksikan webinar ASN Belajar seri 20. Kali ini kita akan langsung masuk ke sesi tanya jawab. Kali ini sudah ada yang raise hand ya atas nama Bapak Yudi Kemal. Saya akan sapa beliau terlebih dahulu. Selamat pagi Pak Yudi. Selamat pagi Mas Lukman. Baik Bapak mungkin sebelum disampaikan pertanyaannya kepada narasumber kita bisa perkenalkan terlebih dahulu Bapak dari unit mana dan silakan langsung disampaikan pertanyaannya. Monggo Pak. Ya, terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Yud, Pak ee Kepala Unit Pelaksana Teknis ee Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur atau ee kami di bawah ee Unit Pelaksanaan Teknis di bawah Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur. Ee izin penjelasan dari para narasumber cukup luar biasa ee dan juga berkenaan dengan izin Mas Lukman. Apakah langsung saja saya bisa silakan bertanya ya. Silakan Pak para narasumber ya. Jadi penjelasannya ee para narasumber ini cukup luar biasa. Ee tadi Pak Boni dan juga ee Pak Prakoso juga cukup komprehensif. Ya, tapi saya ingin bertanya mungkin ke Pak Boni em berkenaan dengan memang saat ini em secara teknologi eh artificial intelligence yang sudah semakin eh solid, Pak. dan bahkan ee yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial itu adalah penggunaan ee AI ee dari Google VO3 yang kemudian mendekati ee sempurnalah dan sedikit ee juga ada kengerian di dalamnya. ee karena kalau misalnya kemudian kita berbicara ee tidak ee diatur atau tidak dipadatkan ee melalui regulasi, maka akan punya potensi yang kemudian ee digunakan dan bahkan kemudian jadi ada ee hal-hal yang berkenaan keluar dari falsafah Pancasila yang kita ee perbincangkan juga ee di hari ini gitu. Ee hubungannya dengan ee falsafah Pancasila. Pertanyaan saya, Pak Boni, apakah ee sudah ada ee wacana ataupun ee rencana dari pemerintah ee dalam hal ini KOMDI untuk merancang aturan yang kemudian ee memang bisa eh selain untuk protecting kemudian juga bisa mengatur bagaimana turnover dari penggunaan teknologi artificial intelligence. Karena menurut riset Pak ee Indonesia ini luar biasa sekali ya. Indonesia ternyata sudah nomor dua. Eh salah satu riset menyatakan Indonesia pengguna atau AI users nomor dua. Nah sehingga eh pemerintah harusnya sudah ken kami Pak Trenggalek meskipun kabupaten kecil eeat unit pelaksana dan kebetulan kami ada pelayanan publik Samsat. Jadi ee kami berpikir juga menggunakan ee tools ini untuk kemudahan. Namun kami masih ee mempelajari lebih dalam. Selain terkait aturan, kami juga ingin ini tidak jadi fraud. Karena kalau kemudian ee kami create ini menjadi inovasi ee untuk memudahkan masyarakat misalnya misalnya pakai eh FAQ atau ee masyarakat kepada kami dengan AI sementara petugas-petugas kami memang ee terbatas. Nah, itu kan sebenarnya membantu. Tapi kami takut, ada ketakutan tersendiri karena ada informations yang eh transform ketika kita memang memprom AI itu eh transformasi informasinya itu seperti apa. Jadi secure yang ee kami rasakan itu sih, Pak, ketika kami pengin m-build inovasi yang sedemikian dan memang meskipun ee Jawa Timur ini ee wilayahnya kecil-kecil tapi ternyata sangat melek digital. Terbukti pada pembayaran pajak kendaraan bermotor lewat Eagle itu kalau di Trenggalek saja cukup ee luar biasa datanya. Saya kira itu Pak Boni. Matur nuwun. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Silakan, Pak Boni, langsung saja dijawab, Pak. Baik, terima kasih. Aduh, tadi saya lupa menanyakan nama Bapak dari Trenggalek atas nama Pak Yudi. Pak Yudi. Terima kasih Pak Yudi. Ee oke. Saya kembali ke basic mengenai bagaimana kita mengelola, mengatur, dan menata AI di Indonesia. Tapi sebelum saya masuk ke situ perlu saya sampaikan bahwa Kementerian Komdiji sudah mengeluarkan yang kita sebut sebagai surat edaran terkait AI etics ya. Jadi kita belum berbentuk peraturan regulasi gitu ya. Entah itu bentuknya ee Perpres ataupun PP ataupun Permen atau bahkan undang-undang begitu ya. Gak kita belum sampai ke sana. Tapi justru yang harus kita tekankan dari awal adalah terkait etika tentang AI itu sendiri. Nah, surat edarannya sudah keluar sudah cukup lama mungkin setahun setengah atau 2 tahun. Silakan di-download karena intinya adalah di situ ada do and don't terkait pengembangan AI, penggunaan AI, dan pemanfaatannya. Silakan untuk dipelajari. Karena ini sifatnya surat edaran belum ada terkait ee konsekuensi hukum ya bilamana ada penyalahgunaan dan lain sebagainya. Oleh karena itu saat ini Kementerian KomDi dan berbagai stakeholder sedang mempersiapkan roadmap AI. Nah, ini ada pokjanya yang sedang mempersiapkan. Mudah-mudahan dalam akhir tahun bisa selesai. Nah, nanti dari situ maka akan keluar regulasi terkait dengan bagaimana AI itu dikembangkan di Indonesia. Namun, nah ini penting Bapak, Ibu sekalian. AI itu sebenarnya adalah tools ya, tapi tools yang luar biasa. Nah, oleh karena itu perlu diperhatikan bahwa dalam pengembangan AI itu harus mengikuti kaidah-kaidah. Saat ini dunia sangat dipengaruhi oleh AI. Semoga di walaupun di sisi pemerintah silakan lakukanlah inovasi-inovasi pemanfaatan AI untuk memperbaiki misalkan layanan publik. Terima kasih. Tadi sudah dilakukan untuk pajak ya, kendaraan bermotor dan lain sebagainya di Trenggalek itu baik sekali. Tapi masih banyak aspek lain yang bisa kita tingkatkan efisiensinya, produktivitasnya dengan AI. Saat ini kami kebetulan tidak hanya berfokus kepada ASN tapi juga kepada generasi muda khususnya para mahasiswa dan yang telah lulus. Ya, salah satu yang kami lakukan itu ada Direktorat ee ekonomi digital di Kementerian Komdigi yang khusus mendorong bagaimana mengembangkan startup begitu ya di dalam ekosistem digital. Dan luar biasa rekan-rekan muda tadi kalau tadi nomor dua pengguna sebenarnya ada dua aspek sebagai profesional pengguna dan sebagai developer atau yang mengembangkan aplikasi berbasis AI karena nanti akan dihasilkan adalah use case-nya. Use case ini yang bisa dimanfaatkan oleh berbagai sektor. Kurang lebih begitu. Nah, sekarang sebagai user pun leveling-nya ada bermacam-macam. Baik yang sifatnya tadi beginner sampai dengan advance. Penggunaan itu baik keperluan individual ataupun penggunaan sebagai user yang bersifat menghasilkan ekonomi. Jadi banyak talenta digital sebagai entah itu ini di bidang ekonomi kreatif umumnya. Kebetulan saya dahulu juga ee pernah ee dalam satu periode 5 tahun berada di Badan Ekonomi Kreatif. Jadi kami paham sekali bagaimana ekonomi kreatif ya, baik itu konten terutama intelektual property bisa dihasilkan dari memanfaatkan AI. Namun kita harus perhatikan jangan sampai disalahgunakan dalam menghasilkan kreasi-kreasi yang menyalahi peraturan dan perundangan yang sudah ada. Mungkin demikian, Pak Yudi. Terima kasih pertanyaannya. Jadi silakan bergabung manakala tertarik dalam penyusunan roadmap AI. Kom, maybe the one and the only eh kementerian ya, yang ada direktoratnya AI. Nah, ini nama direkturnya Bu Ayu. Silakan berkonsultasi dengan beliau manakala ada hal-hal yang diperlukan dengan AI. Terima kasih. Terima kasih Pak Boni atas jawabannya. Dan selanjutnya ini ada penanya dari atas nama Pak Wicaksono. Saya akan sapa beliau terlebih dahulu. Pak Wicaksono apa tengah bergabung bersama dengan kami? Siap. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Silakan disampaikan asal unitnya, Pak, dan pertanyaannya. Monggo. Terima kasih moderator. Izin nama saya Bicaksono. Saya dari BPSDM Provinsi Lampung dari Sumatera. Makasih, Pak Boni ee pencerahannya sangat ee luar biasa. Ada dua hal ingin kamu tanyakan. Saya mengawali dari saya juga sudah ikut kegiatan di digital talent academi yang dimiliki oleh KOMDI. Bahkan mungkin sebelum itu ya sebelum masih Komino, masih di Kominfo ya. Ya. Ee sangat mencerahkan dan mudah karena di mana pun berada ee karena masih ada yang luring dan ada yang daring saya menikmati. ee yang pertama mungkin mirip dengan yang pertama, tapi gini kan sekarang e media itu bisa dibuat oleh siapapun oleh siapapun sehingga kadang-kadang untuk mana yang dan mana yang tidak jadi irisannya kelihatannya agak-agakir jadinya karena mungkin yang lebih banyak sehingga orang tiap kali dibuka di internet yang muncul yang yang h dapat dikatakan tadi Pak Pak Boni ee ada beberapa ee klasifikasinya ini bagaimana kita mos cheek apakah berita itu FX atau tidak sehingga masyarakat perlu diedukasi sehingga ee tidak mendapatkan informasi yang salah gitu. Karena karena dengan bertubi-tubi ee postingan itu seakan-akan teori demikian seakan-akan menjadi benar walaupun itu salah. Yang kedua terkait ee ada di literasi bagaimana meningkat literasi ada digital skill, ada digital marketing, digital culture, digital safety. Mungkin terkait digital safety. setiap kali kita mengikuti webinar kita diminta data bahkan sampai NIK NIP bahkan sampai ee nomer handphone. seringkali kemudian di entah dari mana mungkin di tempat tertentu tidak, tetapi di tempat yang lain kita mendapatkan informasi yang lain gitu yang kemudian entah data itu dari mana masuk ke handphone kita ee tentang sebuah promosi kegiatan atau promosi sesuatu gitu. Apakah mungkin belum tentu dig webinar tetapi karena webinar minta data yang cukup detail. Kemudian apakah juga dari perbankan karena dia promosi terkait dengan sebuah produk, terkait dengan sebuah apa ya ee asuransi dan sebagainya. Ini kalau data kita semakin terbuka kemudian itu bisa diakses oleh berbagai pihak ini bagaimana ee kita sebagai masyarakat begitu atau kita mengedukasi masyarakat. Kalau kayak gini enggak perlu ada mungkin webinar seperti apa enggak perlu sampai ke detail misalnya atau apa ya mengcossek itu enggak perlu sampai segitunya karena kalau itu bocor data itu ke mana-mana bisa itu yang terugikan masyarakat. Itu saja terima kasih Pak Boni. Terima kasih BBSDM Jatim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Waks atas pertanyaannya. Saya persilakan kepada Pak Boni untuk menjawab. Iya. Terima kasih Pak Wicaksono. Em ini menarik ya sekarang ini eranya user generated content. Jadi setiap masyarakat eh bisa menggenerate konten ya. Dan ini sangat berbeda. Di era sebelum ada internet semua adalah registered ataupun tersertifikasi siapa saja yang boleh dan tidak menggenerate berita. Karena yang disebut sebagai media konvensional adalah TV ya, radio atau majalah koran dan lain sebagainya yang merupakan paper base. Begitu berpindah kepada digital sehingga setiap orang melalui sosial media, portal ataupun kanal-kanal lainnya mampu menjeneret berita tersebut. bahkan pada komunikasi peer to peer. Nah, oleh karena kita kita paham ya, kita sering mendapat viral berita melalui WhatsApp dan lain sebagainya. Nah, kembali Bapak Ibu sekalian yang perlu saya berikan alert ya, warning adalah bilamana Bapak Ibu menggunakan sosial media hati-hati karena di setiap sosial media apapun itu tidak harus hanya Instagram, TikTok, kemudian juga ada zaman dulu ada Facebook ya ataupun bahkan portal-portal berita kita. Manakala kita memilih berita tertentu, maka tendensi atau behavior berita yang akan keluar akan mengikuti preferensi Bapak, Ibu. Sebagai contoh, kita hobinya mencari makanan di sosial media, maka nanti algoritma akan terus mencarikan kulineri yang sesuai dengan preferensi Bapak Ibu sekalian. Namun masalahnya bilamana itu terkait dengan berita, yang terkait dengan isu dan lain sebagainya yang kebetulan tidak benar dan Bapak Ibu mencari terus, maka algoritma akan mendeliver berita terkait yang Bapak, Ibu cari terus-menerus. Nah, ini yang disebut sebagai eochamber sehingga kita terjebak dalam sebuah chamber, ruangan begitu ya. Dan akan selalu dibombardir dengan berita demikian walaupun belum tentu itu benar. Nah, sekarang bagaimana cara mengatasinya? Carilah berita dari sumber berita yang terpercaya. Itu yang nomor satu. Yang kedua, lakukanlah pengecekan apakah itu berita benar atau tidak. Ada banyak ya. Jadi kita bisa misalkan checking melalui cekfakta.com, terus ada lagi turnbackhox.id, ada stophox.id. Kami Kementerian Komin juga merilis berita-berita hoa agar Bapak Ibu tidak e salah gitu ya. itu dalam eh com.info iniwks ya. Dan masih banyak lagi. Jadi banyak situs-situs yang berupaya mengklarifikasi berita-berita yang terjadi apakah itu hoa atau bukan. Nah, manakala nah ini mohon bantuan juga bagi Bapak Ibu sekalian. Tidak hanya masalah informasi yang salah atau hoa ataupun mal informasi, disinformasi, tapi ada juga yang bersifat berbahaya, kriminal, crime di dalam dunia digital. Sifatn bisa scam atau ada yang sifatnya adalah aplikasi atau APK ataupun apapun yang masuk kepada ee gadget kita. Nah, oleh karena itu apabila Bapak, Ibu menemukan portal atau ee konten yang berbahaya ya, baik konten ataupun ee aplikasi ataupun portal, maka bisa diadukan melalui aduan.id ya. Jadi kita ee mekanismenya kami memiliki ee mekanisme untuk melakukan take down ya portal-portal ataupun ee konten yang negatif melalui aduan konten. Kemudian biasanya kalau ada judi online ada scam biasanya menggunakan nomor telepon. Nah, nanti ada juga aduan ee sebentar saya agak lupa namanya, tapi ada khusus untuk aduan nomor HP atau nomor telepon yang ee di Tengarai melakukan hal-hal negatif. Nah, tolong adukan. Terakhir adalah cek nomor rekening. Nah, ini adalah D idroteksi Bapak Ibu sekalian. Ada baiknya kalau bertransaksi yang diragukan, cek dulu. Kalau ternyata kami kita-kita mendapat aduan dari masyarakat, uh, hati-hati nomor ini digunakan. ataupun mohon maaf ya ada keluarga yang terkena di tengah nomor HP-nya ini dan akun banknya ini segera adukan ke ee aduan tadi kalau kontennya aduan konten ee HP-nya juga ada aduan terkait ee HP ya nomor HP kemudian juga akun bank. Nah, itu akan kami segera tindak lanjuti berkoordinasi dengan kepolisian cyber crime kemudian juga dengan OJK Bank Indonesia dan lain sebagainya. untuk melakukan tindakan take down. Semua ini berbasis pada aduan masyarakat. Kurang lebih demikian. Nah, terakhir tadi ada pertanyaan Pak Wisaksono mengenai ee data hati-hati segala macam ya. webinar begini ee memang kita harus menjaga data ya terutama adalah yang terkait data pribadi. Ada undang-undangnya perlindungan data pribadi. Saya ulangi perlindungan ya bukan perlindungan gitu ya. Nah, itu agak berbeda. Nanti Bapak, Ibu silakan untuk mencek apa perbedaan perlindungan dan perlindungan. Secara hukum artinya maknanya berbeda. Nah, kita adalah perlindungan karena ini sebuah sistem untuk melindungi ee para pengguna khususnya terkait dengan data pribadi. Nah, kemarin sempat ada isu mengenai retina mata yang ee apa namanya? Wordcoin atau apa did. Nah, itu gigi bertindak cepat untuk menutup layanan tersebut. Karena apa? Retina mata itu merupakan bagian dari perlindungan data pribadi yang harus dijaga. Pemerintah tidak bisa menjaganya karena itu adalah milik Bapak, Ibu individual. Oleh karena itu, jangan sembarangan kita membagi data pribadi kita, apalagi yang sifatnya unik. Kalau password gitu bisa kita ubah ya. Sehingga kita misalkan untuk login kepada sebuah situs, kita menggunakan ee login dan password tertentu bilamana ada yang hack gitu ya, kita bisa mengubah password-nya. Tapi bilamana itu adalah retina yang tidak mungkin kita ganti ataupun sidik jari ataupun vein vena, maka hati-hatilah manakala kita diminta untuk di-save atau digunakan oleh pihak lain secara tidak proper, tidak sesuai dengan peraturan. Itu yang perlu kami sampaikan. ee hal-hal lain mungkin ada hal yang belum kami ee jawab dari Pak Wicak, tapi semoga kepada Bapak Ibu sekalian juga menjadi masukan. Terima kasih. Terima kasih Pak Boni atas jawabannya, Pak Wicksono semoga bisa menjawab pertanyaan yang telah Bapak ajukan ya. menarik sekali ya kalau kita bicara terkait media sosial penting sekali untuk kita memperhatikan preferensi konten yang akan kita konsumsi sehingga algoritma konten yang akan direkomendasikan pun juga bisa lebih educated ya Pak ya. Tidak hanya sekedar entertain saja. Dan tadi dari KOMDigi pun sudah memberikan banyak sekali platform pengaduan apabila ada berbagai masalah-masalah yang terjadi di platform digital pun demikian. Bagi kita juga harus aware untuk melindungi data pribadi kita. Thank you sekali lagi Pak Wicaksono untuk partisipasi aktifnya. Salam sehat selalu, Bapak. Pak Boni sebetulnya saya masih ingin banyak sekali bertanya tapi kita memiliki keterbatasan waktu di sesi kali ini. Sebelum diakhiri barangkali dari Pak Boni ada closing statement yang ingin disampaikan, Pak. Silakan, Pak. Terima kasih. Emm, Bapak, Ibu sekalian. saat ini adalah era digital yang mana kita tidak bisa lepas daripada pemanfaatkan berbagai teknologi informasi dan komunikasi berbasis digital yang boleh dikatakan menempel pada ee diri kita ya. Ada yang smartphone, ada yang sifatnya adalah tablet bahkan komputer itu sendiri. Bahkan ke depan setiap individu mungkin juga ada berbagai teknologi yang menempel pada kita ya, entah itu IoT ataupun nanti ada smartcard ataupun chip yang mungkin bisa menjadi ee bagian dari diri kita. Nah, namun demikian yang perlu kita perhatikan, jagalah yang sifatnya adalah baik itu data pribadi, baik itu yang sifatnya adalah data yang terkait dengan ee transaksi begitu ya. Ini baik umumnya adalah keuangan. Kemudian ada lagi data-data yang bersifat ee individu tapi terkait dengan pekerjaan kita. Nah, mohon dijaga jangan sampai leak, bocor atau lain sebagainya sehingga tersebar dan ini tentu ada walaupun ada ee undang-undang ee kebebasan publik begitu ya, tapi di situ ada yang terbuka dan tidak. Nah, ini juga menjadi ee salah satu ee aturan yang perlu kita pelajari dengan hati-hati. Nah, terakhir mungkin yang penting ee tentu kita harus terus mengasah kemampuan kita memahami perkembangan teknologi ke depan karena itu akan selalu menjadi bagian dari kehidupan kita kepada generasi kita mendatang, anak cucu kita. Tapi mohon diajarkan bagaimana memanfaatkan menggunakan teknologi dengan bijak. Persis seperti Pak Moderator itu seperti pisau bermata dua. Di satu sisi sangat memberikan nilai tambah. Tapi bila dimanfaatkan tidak dengan semestinya, tidak jarang berbagai dampak negatif itu akan muncul. Terima kasih. Semoga bermanfaat. Terima kasih sekali lagi Pak Boni untuk closing statement-nya. Semoga materi yang Bapak berikan bisa memberikan banyak manfaat bagi sobat ASN yang tengah menyaksikan webinar ASN Belajar seri 20 kali ini. Salam sehat selalu untuk Pak Boni. Kita bertemu lagi di event-event selanjutnya, Pak. Terima kasih. Izin. Mohon pamit. Siap. Baik, Sobat TSN jangan ke mana-mana. Kali ini sesaat lagi kita akan masuk ke sesi narasumber kita yang kedua setelah jeda pandiwara berikut ini. [Musik] Baik, Sobat ASN, Anda kembali lagi menyaksikan webinar ASN Belajar seri 20. Kali ini narasumber kita yang kedua merupakan guru besar bidang sejarah revolusi Universitas Erlangga, Prof. Dr. Sarkawi, S.S., M.Hum. [Musik] Baik, saya akan sapa beliau terlebih dahulu. Selamat siang, Prof. Sarwi. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kabar baik, Prof? Alhamdulillah sehat. Baik. Gimana kabar, Mas Lukman? Saya baik juga. Alhamdulillah. Ini saya jujur merasa terhormat bisa bertemu kembali dengan Prof. Sar KWI. Tadi sudah disampaikan juga oleh Pak Boni ya, bahwasanya sebenarnya user generated content ini menjadi salah satu masalah digital yang sedang kita hadapi saat ini karena semua bisa menjadi content creator gitu ya. Kita tidak perlu sertifikasi apapun gitu ya untuk membuktikan kita kompeten dalam suatu bidang. Kita bisa menyampaikan opini kita. Dan barangkali di sesi kali ini kita juga akan mendengarkan berbagai isu maupun permasalahan digital yang bisa saja terjadi dan merusak nilai-nilai luhur Pancasila. Dan saya juga ingin tahu nanti dengarkan dari Prof. Sarkawi bagaimana kita bisa menghadapi isu-isu yang terjadi di era digital saat ini. Saya persilakan kepada Prof. Sarkawi untuk menyampaikan materinya kurang lebih selama 30 menit. Nanti kita lanjut ke sesi tanya jawab. Ee baik, saya pertama-tama terima kasih kepada Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Kemudian narasumber yang lain yang hebat-hebat semua. Para peserta yang luar biasa, para SN yang ee apa namanya menjadi tulang punggung Pancasila, Mas Lukman dan para panitia. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan selamat siang semuanya. Baik, jadi saya diminta oleh panitia untuk bicara tentang ee tema besarnya adalah ASN Garda Pancasila di era digital. Sebelumnya mungkin saya perkenalkan diri. Saya adalah pengajar sehari-harinya di ee program studi sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga. Mungkin Ibu Bapak ada yang alumni UNER ee kita bisa berjumpa suatu saat di UNER kalau ada reuni. Ee saya mau bicara sedikit lebih spesifik karena kalau aspek sejarahnya tadi sudah dibahas oleh naras oleh pembicara yang pertama Pak Prakoso saya kira ya. Nah, saya ingin bicara tentang ee bagaimana demokrasi sebagai praktik ee real dari Pancasila dan bagaimana ASN di sini ee menjadi kadar terdepan dalam menjaga ee marwah dari Pancasila ini. Mohon izin, Prof. Sarkawi materinya bisa dibantu untuk full screen, Prof. Oke, sebentar. Siap. Oke, siap. Kami persilakan, Prof. Baik. Jadi saya ingin memulai dengan Prologh. Jadi pada tanggal 14 Mei yang lalu saya diminta oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia ee untuk ee bicara satu topik yang cukup penting tentang ragam budaya musyawarah Nusantara. Andasan rekonstruksi makna dan praktik demokrasi Indonesia modern. ini adalah adalah diskusi terkumpun yang kedua ee di mana yang sebelumnya itu berlangsung di ITB di Bandung. Nah, yang menarik dari diskusi ini adalah ee bagaimana aspek-aspek Pancasila itu dipraktikkan ee secara real dalam masyarakat kita. ee bagaimana Pancasila ini terimplementasi jauh sebelum istilah demokrasi modern itu ee ada dipelajari kan. Nah, yang menarik adalah ketika diskusi terpumpun pertama di Bandung itu salah satu pembicara yakni Profesor Yudi Latif. Saya kira Bapak Ibu semua mengenal orang ini karena sering menjadi narasumber di berbagai TV dan seminar. Dia mengatakan bahwa ada tiga miskonsepsi ketika kita bicara tentang demokrasi. Yang pertama, maaf demokrasi itu dengan sendirinya baik. Yang kedua adalah demokrasi adalah pengalaman yang berasal dari Barat. Yang ketiga, demokrasi mempunyai formula tunggal atau monoponik. Nah, Ibu Bapak mungkin pernah mendengar ee ada yang disebut dengan kode hamuri, ya. Kode Hamurabi itu adalah diklaim itu adalah praktik demokrasi pertama di dunia dan kode Hamurabi itu berasal dari Babilonia. Babilonia itu adalah sekarang di Irak. Jadi artinya tidak betul bahwa demokrasi itu berasal dari ee pengalaman barat mestinya kan begitu. dia adalah pengalaman timur. Nah, di Nusantara juga praktik-praktik ini kita mengenal dengan baik praktik-praktik ee demokrasi yang diklaim sebagai ee dari Barat. Nah, kita tahu bahwa unsur-unsur demokrasi itu kan banyak banget ya. Pertama misalnya ada kedaulatan rakyat, pemerintahan berdasarkan persetujuan dari yang diperintah, kekuasaan mayoritas, bagaimana menjamin hak-hak minoritas, jaminan atas hak asasi manusia, pemilihan yang bebas dan jujur, pluralisme, proses hukum yang wajar, dan seterusnya. Dan jangan lupa juga bahwa salah satu prinsip demokrasi itu adalah musyawarah dan mufakat misalnya, yaitu dalam sila keempat dari Pancasila kita. Nah, praktik musyawarah ini misalnya salah satu contoh saja itu sudah dilaksanakan oleh kelompok-kelompok, oleh masyarakat-masyarakat kita jauh sebelum istilah demokrasi dikenal. Contohnya di Minangkabau itu ada istilah ba musyawarah. Di Jawa itu ada istilah rembuk, ada sinoman. Di Sulawesi Selatan itu ada Tudang Sipulung. Di Ambon itu ada pela Gandong misalnya. Nah, praktik-praktik ini kan sebenarnya adalah refleksi dari demokrasi itu sekaligus refleksi dari pelaksanaan Pancasila sebenarnya. Jadi, betul apa yang dikatakan oleh Pak Yil Latif bahwa kita ini sebagai bangsa timur sebenarnya sudah lama melaksanakan unsur-unsur Pancasila, prinsip-prinsip demokrasi dan seterusnya. itu kenyataan sejarah yang tidak bisa dibantah. Nah, persoalannya adalah di era digital seperti yang disampaikan oleh dua narasumber sebelumnya itu ee seperti yang juga Mas Lukman menyampaikan bahwa era digital ini bisa bisa saja dia membantu kita dalam mengembangkan prinsip-prinsip demokrasi itu dalam memperkuat Pancasila itu, tapi juga bisa menjadi masalah kan. atau istilah Mas Lukman tadi ee sebuah pisau bermata dua gitu kan. Ee dia bisa dipakai untuk ee menebang, mengiris dan seterusnya tapi juga bisa berbalik mengiris tangan kita misalnya kan. Nah, saya identifikasi ada empat hal yang menjadi permasalahan penting di era digital ini. Pertama adalah terjadinya pergeseran nilai-nilai budaya. Yang kedua, terjadinya misinformasi dan disinformasi. Yang ketiga, terjadinya perubahan cara-cara berinteraksi. Yang keempat adalah berkaitan dengan politik identitas. Nanti kita coba lihat ee satu persatu ee permasalahan ini. Yang pertama misalnya pergeseran nilai-nilai budaya. Nah, di era internet sekarang ini, di era globalisasi ini, lazim sekali kita melihat terjadinya homogenisasi budaya, terjadinya pengerusan budaya-budaya lokal misalnya karena pengaruh globalisasi yang itu disebarkan lewat jaringan internet misalnya. Banyak sekali contoh-contoh kasus yang kita bisa lihat. Ee poin pertama ini. Nah, yang kedua, budaya dominan ini lambat laun dia menggeser nilai-nilai lokal ya. Sopan santun dan apa namanya und unggah-ungguh misalnya cara-cara berkomunikasi dan seterusnya itu mulai ee mengalami pergeseran. Nah, dalam konteks Pancasila ini dapat mengancam keberadaan nilai-nilai kearifan lokal kita yang hidup dalam masyarakat. Misalnya budaya Barat misalnya yang cenderung berorientasi individualisme. Tentu itu bertentangan dengan nilai-nilai kita kan. nilai-nilai gotong-royong, kebersamaan, musyawarah mufakat yang itu sangat dijunjung tinggi dalam ideologi bangsa kita yaitu ee Pancasila misalnya. Oke, yang kedua, internet dan kemudahan penyebaran informasi ini seperti yang disebut oleh Pak ee Boni tadi ataupun Pak Prakoso tadi ini tidak semua informasi yang beredar itu akurat misalnya atau hoa misalnya. Bahkan misalnya penggunaan AI saya beberapa kali mencoba misalnya menggunakan ee mengetes AI ee untuk mencari informasi tertentu itu seperti dia mengkhayal. Jadi misalnya saya menanyakan, saya kan pernah riset di Pulau Sapeken ya ee di Sumadura. Nah, dari riset saya di sana, saya seminggu di sana itu orang-orang SPEKEN itu terdiri atas orang-orang Bugis, orang Makassar, orang Mandar juga ada, orang Jawa juga ada, orang Madura sendiri juga ada. Tapi mereka menggunakan bahasa Bajau sehari-harinya. Saya tanyalah ke AI, saya nanya bahasa apa yang digunakan oleh masyarakat? Apa jawabannya, Ibu Bapak sekalian? Dia mengatakan bahwa bahasa yang digunakan itu bahasa Madura dialik. Terus saya jawab, "Oh, Anda salah di sana itu menggunakan bahasa bacau." Nah, direspon lagi oleh ee AI-nya, "Oh, Anda benar di sana menggunakan bahasa bajau." Nah, ini artinya informasi yang diberikan oleh AI itu tidak akurat sebenarnya. Banyak yang tidak akurat. bisa saja mungkin dia ada yang akurat, tapi harus kita melakukan pengecekan kembali atas informasi yang diberikan oleh kecanggihan teknologi itu. Jadi kadang-kadang dia juga mengkhayalitu kan. Nah, kemudian misalnya internet ini juga menyebabkan terjadinya misinasi dan disinformasi yang ini bisa merusak pemahaman kita terhadap Pancasila yang ujungnya adalah menyebabkan terjadinya konflik sosial dan tentu penyebaran berita palsu ini misalnya atau hoax ini sangat berpotensi memperburuk polarisasi yang terjadi di masyarakat kita. Kita semua tahu bagaimana misalnya kemarin musim kampanye berseliweran informasi yang hox, bercampur dengan informasi yang benar sehingga terjadi polarisasi dalam masyarakat ee kita. Itu yang ee persoalan yang kedua. Persoalan yang ketiga adalah terjadinya perubahan cara berinteraksi. Medi media sosial ini betul-betul merubah cara individu itu berkomunikasi. Saya pikir ibu bapak semua tahu ee apa namanya ee sekarang ini misalnya banyak orang kalau lebaran tidak pulang lagi ke kampungnya karena cukup lewat ee handphone video call dengan keluarga di kampung itu betul itu adalah mempermudah cara kita berinteraksi tapi ada makna yang hilang di situ. Ada sense yang hilang ee di situ. Apalagi misalnya kalau cara berinteraksi itu tidak lagi memperlihatkan, tidak lagi menekankan sopan santun. Misalnya ya, saya ini sebagai dosen di UNER kadang-kadang itu kalau mahasiswa ee WA kami itu luar biasa sekarang seperti sudah tidak ada sopan santunnya gitu. WA misalnya di atas jam 10.00 malam. bahasanya yang seolah-olah misalnya, "Pak, ee saya sudah menyator skripsi di media Bapak saya bisanya bimbingan tanggal sekian, jam sekian atau hari ini." Loh, saya bilang yang dosen itu Anda atau saya kan kok Anda yang menentukan. Nah, ini adalah contoh-contoh bagaimana berinteraksi lewat media, lewat sarana handphone dan segala macam itu. Lewat chat WA itu berubah. Perubahannya tidak menjadi positif malah berubah menjadi tidak baik atau kurang baiklah ya. Kemudian nilai-nilai Pancasila seperti toleransi, gotongroyong ini bisa tergerus oleh interaksi yang kurang konstruktif di platform digital. Interaksi yang biasanya itu secara langsung kemudian berubah menjadi lewat dunia maya. Akibatnya adalah sering sekali terjadi miskomunikasi. Jadi miskomunikasi, terjadi konflik karena kadang-kadang mungkin dia salah ketik informasi yang belum selesai kemudian di-share, ngechat kawan kalimatnya tidak selesai di-share dan seterusnya. Jadi rawan sekali kalau kita tidak melakukan check and receck terhadap informasi atau cara kita menyapa orang dan seterusnya dan seterusnya. Kemudian yang keempat berkaitan dengan politik identitas. Ini gerakan politik identitas ini yang biasanya disemangatkan, digambar-gemborkan lewat media sosial, lewat chat, lewat HP ini sangat mengancam semangat persatuan dan kesatuan yang diusung oleh Pancasila. Kenapa begitu? Karena gerakan ini seringki menekankan lebih menonjolkan pada perbedaan daripada kesamaan yang terjadi. Akibatnya adalah terjadi polarisasi. Ini tentu bisa menciptakan ketegangan antar kelompok yang berujung pada konflik sosial, menjelekkan kelompok lain, mengagung-agungkan kelompok dirinya dan seterusnya dan seterusnya. ini tentu ee tidak sangat tidak sehat. Kemudian yang kelima, masalah krisis moral. Jadi banyak sekali persoalan moral bangsa yang kita saksikan akhir-hari ini menyimpang dari nilai-nilai Pancasila. Ya, generasi muda misalnya terperangkap dalam pergaulan dengan mengikuti tren milenial misalnya. Kemarin beberapa hari lalu kita dihebohkan misalnya dengan grup Facebook ada Fantasi Sedara dan banyak sekali akun-akun itu yang semuanya menggerus ee moralitas kita, moralitas generasi muda kita. Dan ini ee menurut saya sangat ee berbahaya. kita enggak tahu apa yang terjadi 5 10 tahun lagi ke depan kalau ini tidak diantisipasi dengan sangat ee serius. Nah, pertanyaannya adalah apa yang bisa kita lakukan sebagai ASN? Saya juga ASN, Ibu Bapak sekalian karena guru, saya guru, saya dosen itu juga bagian dari ee aparatur sipil negara. Nah, apa yang kita bisa lakukan dalam menjaga Pancasila ini di era keterbukaan informasi yang sangat masif ini? Saya mengidentifikasi paling tidak ada lima hal yang kita bisa berperan di dalamnya. Pertama adalah kita seharusnya menjadi pelopor dan sumber keteladanan. Kita berperan dalam proses pembentukan kebijakan. kita bisa berperan dalam proses pengawasan dan pengendalian pendidikan literasi digital seperti yang disampaikan oleh Pak Boni tadi. Kemudian yang kelima, kita bisa membangun komunitas digital yang positif. Coba kita lihat ee satu-satu. Nah, menurut pendapat saya, kita sebagai ASN ini harus tidak bisa, tidak harus menjadi teladan dan pelopor dalam implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari kita, baik dalam lingkungan kerja kita maupun masyarakat. Ibu, Bapak mungkin dulu pernah mendengar prinsip zaman Golkar dulu ya. Polkar ketika jaya-jayanya itu salah satu prinsip yang digunakan untuk menarik konstituen kan adalah prinsip KBS kan, kasur, dapur, dan sumur. Artinya kita berkewajiban menjadi teladan bagi istri kita misalnya yang kita tiap hari bersama-sama tidur misalnya, itu adalah kasur. dapur misalnya kita berkewajiban kita harusnya menjadi teladan pelopor bagi keluarga kita yang di dapur anak kita, adik kita, mertua kita dan seterusnya. Terus yang ketiga adalah sumur. Nah, ini adalah perumpamaan mengambil pengendaian di desa ya. Karena orang di sumur itu kan tetangga pada datang nyuci, mandi. Nah, kita juga bisa seperti itu. Tetangga kita di perumahan, di kampung, depan, samping, belakang, kita bisa menjadi pelopor dan keteladanan ee bagi tiga ini. Kasur, dapur, dan sumur ya. Kemudian yang kedua, kita juga bisa berperan penting dalam bagaimana proses pembentukan kebijakan publik, memberi masukan kepada pengambil kebijakan karena kita punya pengalaman di tempat tinggal kita misalnya kan. Kemudian yang kedua, pemahaman dan pengimplementasian nilai-nilai Pancasila ini kita sebagai ASN dapat menciptakan membantu menciptakan kebijakan yang lebih baik dan berpihak pada kepentingan masyarakat tentunya. Yang ketiga, pengawasan. Sebagai, kita bisa berperan penting dalam proses mengawasi, mengendalikan penyebaran informasi yang tidak akurat tadi yang konten negatif dan era digital. Di era digital ini. Jangan sampai kita sebagai ASN ini justru menjadi sumber dari penyebaran informasi yang negatif. Kita menjadi sumber hoa misalnya kan. Padahal kita yang mestinya menjaga, membantu, menjaga keutuhan bangsa dan masyarakat ini. Karena kita tentu berbeda dengan golongan masyarakat yang lain. Kita adalah orang yang well educated gitu kan. Kita adalah orang yang berpendidikan, orang yang terpelajar. Oke. Yang keempat, kita juga bisa berperan dalam pendidikan dan literasi digital. seperti yang disampaikan oleh Pak e Pak siapa tadi? Boni tadi kan. Jadi harus mendorong masyarakat supaya lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan menghadapi tantangan di era digital ini. Kita bisa membantu meningkatkan literasi digital masyarakat dan memberikan pendidikan tentang nilai-nilai Pancasila di lingkungan kita masing-masing tadi di kasur, di dapur, dan di sumur tadi. Jadi di lingkungan masyarakat yang ee lebih luas. ya. Nah, yang kelima, kita juga bisa membantu membangun komunitas digital yang positif. ASN kita harus berperan penting untuk membangun komunitas digital ini tentu dengan nilai-nilai yang positif yang itu cerminan dari Pancasila. Dari mana kita mulai? tentu dari keluarga tadi, dari kasur, dari dapur, dan dari sumur ya. Nah, misalnya Ibu Bapak sekalian, mari kita mengurangi misalnya penggunaan ee handphone di ruang publik. Misalnya, saya pernah beberapa tahun lalu ee berkunjung ke Kanas dalam sebuah konferensi. Saya masuk ke restoran. Di tembok restoran itu gede sekali tulisannya Ibu Bapak sekalian. Tulisannya seperti yang di layar ini. Dia bilang, "We don't have wifi. Please talk each other." Ya, kami enggak punya Wii. Silakan Anda ngobrol dengan teman Anda, dengan pasangan Anda. Nah, kalau sekarang kan terbalik. Anak muda enggak akan mau masuk ke warung kopi kalau enggak ada Wi-Fi-nya, kan. terbalik. Kalau di sana itu sangat menjaga. Kalau kita kalau kita ke restoran, saya sering sekali mengamati Bapak, Ibu, Anak ee berempat tidak ada yang saling menyapa, tidak ngobrol. Masing-masing pegang HP sambil menunggu makanannya datang. Padahal itu kan menjadi media untuk saling ngobrolya pengalaman masing-masing, kabar masing-masing dan seterusnya ya. Jadi HP ini ee dia bisa merekatkan yang jauh tapi juga bisa menjauhkan yang dekat. Ya, di hadapannya tidak ngobrol tapi sibuk dengan dunianya masing-masing dengan HP-nya. Ya, saya pikir itu yang bisa saya sampaikan Mas Lukman. Mari kita berdiskusi dan mungkin kita sharing pengalaman kita masing-masing tentang bagaimana era digital ini sangat mempengaruhi aktivitas kita sehari-hari. Sekian. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Prof. Sarkawi inset-insetnya. ini jujur agak ini ya miris banget ya melihat kemarin itu yang grup Facebook terkait fantasi sedarah dan memang kita tahu juga kalau di TikTok itu ada beberapa kreator yang dengan bangga dan dengan berani menyuarakan terkait dengan LGBT dan memang di kolom komentar pun itu masyarakat kita belak-blakan mendukung hal tersebut gitu ya. Dan ini tentunya sebagai masyarakat Indonesia yang tetap menjaga nilai-nilai luhur Pancasila, kita tetap harus aware akan masalah ini dan berani untuk bertindak gitu ya. Tidak hanya melihat kemudian membiarkan begitu saja. Baik, Sobat ASN setelah ini kita akan langsung masuk ke sesi tanya jawab. Jadi untuk sobat ASN yang ingin bertanya silakan bisa memanfaatkan feature rise hand ataupun bisa menyampaikan pertanyaannya melalui kolom live chat YouTube. Kita akan kembali ke sesi tanya jawab setelah jeda pandiwara berikut ini. [Musik] Yeah. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Baik, Sobat ASN, kali ini saya akan mengundang Bapak Joko Kusmar Henoto yang telah mengaktifkan feature R hand untuk bertanya kepada narasumber kita Prof. Sarkawi. Kami persilakan Pak Joko apa masih bergabung bersama dengan kami? Masih, masih. Terima kasih. Silakan Pak Joko bisa disampaikan asal unit dan langsung saja disampaikan pertanyaannya. Baik. Eh, dari unitat eh UPT Blk Singosari Malang. ee saya tertarik dengan apa yang sampaikan narasumber tadi apalagi terkait dengan Pancasila ya. Pertanyaannya adalah ee mengapa sejauh ini dari nilai-nilai Pancasila yang disebutkan narasumber tadi yang itu jelas sebagai ee warisan luhur kita, kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa kita itu tidak banyak disosialisasikan melalui HP itu sendiri. Saya merasa masih sangat kurang di situ. Sehingga sebagai sebuah alat handphone itu kan sangat erat melekat dengan Genji. Ya, betul. Namun demikian ee bagaimana caranya agar Gensi ini juga bisa mendapatkan nilai-nilai luhur Pancasila terutama dalam praktiknya melalui handphone yang dia punya. Inisalnya sangat kurang. Kalau ini dibiarkan terus-menerus, maka akhirnya anak-anak kita G ini enggak paham lagi dengan Pancasila ini ya. Dan ini sangat bahaya ke depan ini menurut saya dap sebuah entitas bangsa ini sangat bahaya sekali jika anak-anak kita ke sini nanti lari atau menjauh dari nilai-nilai luhur Pancasila itu sendiri. Itu yang kedua adalah tadi disebut dengan ee lingkungan kita dapur, sumur, kasur. Saya masih ingat sekian pulut tahun yang lalu itu pernah disampaikan di satu organisasi politik ya. Saya masih kental dalam karakter des itu tamu waktu itu saya juga ikut di masa-masa muda saya dulu sekarang sudah kepala en gitu. Jadi menjelang kepala enam. Nah, tapi itu tidak salah, tidak salah Prof. Tapi sebagai sebuah satu strategis ya untuk bagaimana orang terdekat kita itu juga bisa memahami ee apa itu filosofi dapur, sumur, kasur itu. Terutama anak kita sekarang ini mereka lat sebagaimana yang Prof. sampaikan tadi di rumah makan masing-masing pegang handphone kelihatannya kumpul tapi hatinya terpisah, terpecah. ini kan bagaimana strateginya untuk mengumpulkan kembali melarang enggak mungkin. Nah, ini tentunya sangat erat kaitan dengan KOMDI. Bagaimana strateginya ini melalui pendidikan? Jadi tidak tentu tidak bisa dilaksanakan sendirian itu. Iya. harus melalui elaborasi. Semua pihak i yang masih memiliki jiwa merah putih di dada ini, masih punya kepedulian terbangsa ini. Ayo kita bersama-sama untuk bagaimana mengantarkan Indonesia sampai dengan ee 2045 nanti menjadi Indonesia emas, bukan Indonesia gemas juga bukan Indonesia cemas gitu kan. Nah, ini bagaimana pandangan narasumber untuk ini. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih, Pak Joko. Pertanyaannya menarik sekali ya, bagaimana cara kita menginternalisasi nilai-nilai luhur Pancasila ke Genzi yang secara behavior itu totally different dengan generasi milenial dan juga baby boomer. Saya persilakan ke Prof. Sarkawi. Ya, menarik sekali Pak Joko. Matur nuwun atas insight yang diberikan pada ee diskusi kita ini. Kemarin saya ketemu dengan kawan dari UI Pak Dosen UI ee juga mengelukan hal yang sama. Ee gini, menurut saya ee ini barang ini kita harus bahu-membahu dari segala lini, Pak. Kalau di barat misalnya kita dengar informasi beberapa minggu lalu, ya. Jadi pemerintah ee di luar sana itu ee lewat mekanisme tertentu kan tidak mengizinkan anak-anak sampai batas usia tertentu untuk memegang handphone dan kalau itu dilanggar maka yang dihukum adalah providernya misalnya kan. Tapi pertanyaannya apakah kita bisa seperti itu ya? Apa Indonesia bisa seperti itu? Komdigi B bisa enggak melakukan hal yang sama? Kalau ada political will yang baik tentunya juga menurut saya tidak ada tidak ada hambatan ya. Yang kedua, menurut saya Pak Jok utama itu adalah keluarga dan pendidikan sekolah. Luar biasa menurut saya. Saya Prof. Eh, Pak Joko, kalau di kelas itu saya salah satu aturan di kelas saya itu adalah kelas ini bebas dari HP kecuali saat-saat yang diinstruksikan oleh dosen. Jadi, semua memasukkan tas mereka. Karena kalau enggak, Pak Joko, kita yang mengajar itu mereka sibuk main HP di belakang. Iya. Iya. I pasti terjadi itu. Jadi saya HP enggak boleh. kecuali misalnya tolong download film dokumenter ini baru Anda boleh memegang HP. Nah, ada dosen saya di Sala Pak Joko. Dia menerapkan jam HP kepada anaknya yang masih TK dan itu menurut dia berhasil. Anaknya itu cuma boleh memegang HP pada hari Sabtu, Minggu dan jam tertentu gitu kan. Tapi kalau sekarang kan HP itu menjadi mekanisme untuk anaknya supaya enggak rewel misalnya kan. enggak nakal, enggak mengganggu ibunya nonton drakor misalnya kan ya. Jadi menurut saya keluarga dan sekolah ini menjadi menjadi garda terdepan, menjadi garda yang pertama. Bagaimana sejak PAUD itu anak-anak sudah dididik untuk unggah-unggu, sopan santun, tidak menggunakan HP secara sembarangan dan segala macam. Beberapa tahun lalu, Pak Joko, saya pernah menjadi asesor di sekolah PETRA di Surabaya. Nah, salah satu sekolah Petra di daerah Jemursari, kalau saya ingat saya Jemuran lainnya Jemursari, anak-anak itu anak SMP dilarang bawa HP, Pak. Dilarang. Kenapa? Karena HP itu ternyata amatan kepala sekolah dan guru itu menjadi ajang untuk saling pamer gitu loh. Hm. W ini ini merek HP saya ini harganya sekian dan sekarang. Jadi menurut saya saya angkat topi pada kebijakan sekolah PETra itu tidak diperkenankan membawa HP. Kalau guru mau tahu informasi mengenai anakanaknya eh orang mau tahu cara informasi mengenainya dia telepon ke sekolah misalnya kan. Jadi menurut saya kuncinya di situ Pak Joko. Sekolah keluarga itu yang menjadi pondasi utama dan menjadi apa namanya ee gerbang pertama untuk bagaimana nilai-nilai Pancasila, sopan santun, unggah-unggu yang kita miliki di masyarakat Timur ini tetap terjaga dengan baik. Ya, kita mungkin kalau teman-teman misalnya kawan-kawan ASN ke luar negeri, ke Jepang paling tidak ya kita lihat itu bagaimana anak-anak TK diajari untuk antri berbaris antri di jalan di sebelah kiri jalan dan seterusnya. Jadi saya kira pendidikan keluarga, pendidikan sekolah ini menjadi ee kunci penting. Begitu menurut saya, Pak Joko. Saya sebenar sebenar Prof. Maksud saya begini, Prof. Apakah tidak mungkin misalnya pemerintah dalam hal ini KOMDgi membuat film-film pendek ya yang berisi interpretasi atau penerapan nilai-nilai Pancasila itu yang dimasukkan ke dalam ee HP itu. Sehingga banyak film-film itu yang masuk di situ. sehingga sedikit-sedikit anak-anak muda kita akhirnya akan terpengaruh ke hal yang positif daripada dia melihat film-film yang mengganggu apa namanya itu ee pertumbuhan perkembangan kejiwaannya itu. Ini saya rasa masih sangat kurang di situ, Prof. Iya. Jadi melalui forum ini kita usulkan agar bagaimana caranya banyak diproduksi film-film sekolah bagaimana apa lembaga pendidikan dan sebagainya yang itu memuat ee materi penyebarluasan atau pembumian Pancasila itu dalam bentuk film-film senangi anak-anak gitu. Betul. Itu jadi bagaimana cara anti dan sebagainya. Itu kan satu contoh misalnya gitu. Ini saya melihat masih sangat kurang, Prof. di di HP kita itu sehingga kita tidak menyalakan HP-nya. HP si hanya sebuah alat gitu kan. Ibaratnya pisau. Kalau pisau di untuk ngiris bumbu-bumbu ya bagus dia. Tapi kalau masuk perut orang masa salah pisaunya. Ini kan orangnya gitu. Jadi, bagaimana juga peran manusia di sini yang terutama yang berperan langsung di dalam pelaksanaan ee nilai-nilai Pancasila di masyarakat itu bisa berelaborasi, berkolaborasi untuk apa? memproduksi tayangan-tayangan yang masuk di HP sehingga itu bisa ee lambatlah mempengaruhi pola pikir kembali anak-anak kita kepada apa namanya nilai-nilai Pancasila itu. Sehingga di sini peran daripada digital ini sangat penting justru untuk memudahkan Prof memudahkan penyebarluasan informasi tersebut tetapi tentu dikemas dengan cara yang yang disenangi oleh anak-anak gensi kita itu ya ya kita terus terang ngitung berapa lama lagi sih kita di dunia kan gitu kan tetapi Indonesia akan tetap lestari terjaya selamanya nah generasi muda kita l yang kita pikirkan bagaimana ke depan anak muda kita itu tidak lari dari nilai-nilai yang diwariskan oleh luhur kita dulu. Bagaimana Indonesia tetap jaya, lestari sehingga nyaman, aman, dan bahagia tinggal di negara yang luar biasa, Indonesia tercinta ini. Begitu, Prof. I. Saya 1000% setuju, Pak Joko. Saya pikir ini ide yang sangat ee baik. Jadi, mari kita memenuhi konten-konten digital itu dengan hal-hal yang positif, dengan film dan seterusnya. Kita kemarin belajar dari film jumbo ya, film jumbo yang begitu viral ya sampai 6 juta sekian ee penontonnya. Dan saya pikir itu adalah ee contoh yang menarik dan bisa menjadi rujukan pemerintah bagaimana orang bisa mengajarkan aspek moralitus moralitas itu lewat film, lewat video dokumenter dan segala macam. Dan Pak Joko di di kampus kami di UNER itu salah satu alternatif mahasiswa lulus itu adalah mereka bisa bikin video dokumenter misalnya video pendek dan itu sudah banyak produknya. Jadi bagaimana mengajarkan sejarah itu kepada masyarakat luas melalui film-film pendek yang diproduksi oleh mereka gitu kan. ada video misalnya tentang ee apa namanya? Mitigasi bencana Krakatau, mitigasi tentang banjir, kearifan lokal yang ada di Donggala misalnya. Mereka produksi itu mereka produksi dan juga saya pikir ee Brin tiap tahun melakukan akuisisi film-film pendek tentang nilai-nilai kearifan lokal yang ada di seluruh Indonesia itu juga diproduksi. Walaupun saya pikir memang perlu kita lebih memasifkan lagi gitu loh, bagaimana kerja sama dengan sekolah. Saya punya mahasiswa Pak Joko dari dia anak Sumatera sudah lulus dan salah satu pekerjaannya di Surabaya itu adalah membantu sekolah mengajarkan kepada anak-anak untuk membuat film-vilhan pendek yang itu bermanfaat bagi anak-anak, bagi sekolah, dan bagi generasi ee ke depan. Jadi saya setuju sekali Pak Joko, mari kita semua berkolaborasi untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda lewat berbagai macam sarana. Ya, kalau di era digital ini tentu bagaimana kita memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh ee apa namanya era ini ee supaya kita bisa lebih baik ke depannya. Saya pikir begitu Pak Joko. Pak Lukman. Mas Lukman. Siap. Terima kasih sekali Pak Joko dan Pak Sarkawi diskusi menariknya ya. Semoga dengan kemarin viralnya film Jumbo itu bisa menjadi angin segar ya untuk konten-konten edukatif yang akan muncul setelah ini untuk bisa approach Genzi ini supaya bisa memahami lebih dalam nilai-nilai luhur Pancasila. Thank you Pak Joko untuk pertanyaan dan diskusi menariknya. Salam sehat selalu. Saya akan beralih ke penanya selanjutnya. Ini ada atas nama Bapak Kasiadi. Saya akan sapa beliau terlebih dahulu. Selamat siang, Pak Kasadi. Selamat siang, Pak. Apakah suara saya terdengar? Terdengar dengan jelas, Pak Kadi. Silakan diperkenalkan lebih dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Terima kasih, Prof. Dr. Sarkawi. Alhamdulillah materinya luar biasa. Ee dari apa yang dipaparkan tadi, ada dua yang ingin saya tanyakan Bapak. Yang pertama, demokrasi digital dalam hal ini adalah untuk Pancasila membumikan di masyarakat. Artinya apa? Sementara ini banyak generasi Z, artinya generasi muda yang biasanya dalam digital itu tidak banyak konten-konten tentang Pancasila itu sendiri. Ketika saya dulu ketika masih pelajar atau masih sekolah, artinya kita dikenalkan tentang Pancasila dan butir-butir Pancasila dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Gimana ee pendekatan kita agar saat ini memberikan ee katakanlah sarana untuk generasi muda mengenali dan mengaplikasikan aplikasi terutama demokrasi dalam ee generasi muda. Yang pertama. Yang kedua tadi disebutkan adalah misinformasi dan disinformasi. Artinya bagaimana kita menyikapi hal ini. Karena banyak yang kita dengar, apapun yang kita lihat di medsos itu kita langsung percaya dan kita gunakan untuk sebagai pedoman dasar untuk perilaku kita. Terima kasih Bapak Prof. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Silakan Prof. Ngih. Menarik menarik sekali apa yang disampaikan oleh beliau. Saya sangat ee setuju. Mungkin saya ke yang kedua dulu. Ee dalam kita sebagai umat Islam, bagi yang beragama Islam tentu ya saya pasti di agama lain juga ada. Kita kan sangat ee ada ayat ada satu ayat dalam Al-Qur'an di mana kita disuruh selalu mengheck and reck ya, check and reck terhadap informasi yang ada. Atau ee dalam bahasa ee apa namanya? Ee muslimnya apa namanya? Ya, prinsipnya itu ya kita disuruh memastikan kebenaran sebuah berita itu baru kita ee sebarkan. Kita penting penting sekali itu. Dan saya pikir sebagai ASN kita harus melakukan itu. Jangan sampai kita menjadi sumber produksi dari kebohongan-kebohongan yang yang ada. tadi Pak Pak Puja ya, Pak Boni ya sudah menyampaikan banyak sekali fitur-fitur yang kita bisa gunakan untuk mengecek apakah informasi ini benar atau tidak, hoa atau tidak. Walau menurut saya walaupun itu tidak hoa, kalau walaupun itu benar tapi kalau itu dirasa mengganggu ketertiban ee umum dan seterusnya ya jangan kita sebarin juga. Dalam agama Islam kan kita disuruh menjaga aib orang lain misalnya kan. Kalau aibnya orang lain kita enggak jaga, justru kita sebarkan lewat media sosial itu menurut saya ee apa namanya? Melanggar nilai-nilai Pancasila sekaligus nilai-nilai agama. Menurut saya begitu. Kemudian yang pertama, Pak, saya setuju sekali ee kita kan tadi ada BPIP kalau enggak salah ya, Pak Lukman ya. Ini menurut saya penting sekali untuk menjadi garda terdepan karena lembaga itu kan yang dipercaya sekarang untuk melakukan sosialisasi dengan masif bagaimana melestarikan nilai-nilai Pancasila ini. Mungkin dugaan saya mungkin sudah banyak yang diproduksi cuma cuma mungkin distribusinya yang tidak terlalu masif ya tidak terlalu masif sehingga ee kita tidak banyak melihat terutama Pak saya ini bolak-balik ke perbatasan Pak saya ke Sebatik perbatasan Malaysia-Indonesia di Sebatik Tarakan itu ee miris sekali gitu bagaimana melihat anak-anak misalnya yang sangat minim informasi tentang bangsa masa kita misalnya ee literasi keuangan misalnya bagaimana di sana masih menggunakan ringgit misalnya. Kemudian saya pikir perlu juga kita mempopulerkan istilah tadi apa e demokrasi digital begitu ya. bagaimana kita mempulerkan istilah itu agar lewat platform digital ini nilai-nilai demokrasi, nilai-nilai Pancasila ini semakin tertanam dalam ee sanubari kita dan tentu generasi muda kita. Saya pikir begitu, Pak. Saya sangat setuju. Hatur nuwun Prof. Sarkawi atas jawabannya. Semoga menjawab pertanyaan dari Pak Kasih Adi. Thank you, Pak, untuk pertanyaannya. Salam sehat selalu. Saya izin untuk beralih ke penanya kita yang terakhir atas nama Bu Hermin. Saya akan sapa beliau terlebih dahulu. Selamat siang Bu Hermin. Ee selamat siang Mas e Mas Y. Siang Bu. Siang, Ibu. Silakan diperkenalkan, Ibu. Dan pertanyaannya silakan disampaikan secara langsung. Kementerian Desa Tertinggal dan daerah tertinggal saja sekarang. sekarang ee desa daerah tertinggal ee pembangunan daerah tertinggal dari ee ee instansinya BPSDM. Ee begini ee Pak Prof. Sarkawi, Mas Yudi. Ee saya sebetulnya ini pertanyaan saya juga buat ee narasumber yang sebelumnya Prof. ee Prof. ee Dr. Boni dan Bapak Mr. Prakoso. Ee begini Prof. ee Sarkawi kal ee kalau kita sebenar sebenarnya ya ini saya yang saya alami sendiri kalau kita menjalankan agama kita dengan agama kita dengan apa ee benar agama kita yang benar artinya tidak belok-belok gitu artinya kita enggak apa menyimpang sana sini gitu ee kita pas kita sudah tentu kita akan melaksanakan kita jadi Pancasilais gitu artinya kita melaksanakan nilai-nilai Pancasila itu tanpa kita sadari atau kita kita bicarakan atau tidak gitu. Ah. Nah, kemudian begini, Profesor yang kita alami ee yang kita alami saat ini apa? begitu apa dunia digital apa kebebasan informasi dan keberebasan mengemukakan pendapat sehingga yang yang benar menjadi yang benar dan yang salah begitu ini dan kami korbannya atau kami masyarakat yang ee apa di strata paling bawah atau generasi muda yang ini anak-anak kita, cucu-cucu kita itu yang ya yang ya yang ya yang paling rentan. gitu ya. Ini ee maksudnya begini, kalau kita ee me me apa ya me menerapkan nilai-nilai agama kita dan ee kita menjadi Pancasilais pasti kita kemungkinan besar kita menjadi orang-orang yang antihoaks. Kalau kita tidak menjadi agen ee anti hoaks ya yang yang begitu aktif melaksomikasikan bahkan menerapkan keanttihoan kita terhadap kehidupan ini kehidupan apa informasi kita paling tidak nilai-nilai atau sikap kita kita anti hoaks gitu dan kita sangat apa kita sangat me itu apa me memiliki filter untuk me me apa ya mencari kebenaran dan kita memerangi kebohongan apa menyeb ee penyebaran ke ee informasi hoa ini akan sangat kita bisa apa kita bisa bentengi gitu diri kita begitu. Ee bagaimana Prof menurut Profesor ee agar kami bisa me apa ya bisa mewujudkan itu dan bahkan kita bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Eh, terima kasih Prof. dari segi teoritis dan dari segi anu dari segi praktiknya ya. Terima kasih Mas Yudi. Terima kasih. Silakan Prof Sarkawi. Oke. Ya, ini menarik Mas Lukman dan Ibu Bapak sekalian. Kita ini kan adalah masyarakat yang sangat religius ya. Ya, mungkin hampir tidak ada orang Indonesia ini yang enggak punya agama kan. Tapi yang terjadi yang terjadi adalah ini, ini sori ini mohon maaf kalau pengamatan saya yang salah. Banyak sekali praktik-praktik ajaran agama itu yang sepertinya enggak maksimal dilaksanakan. Contoh kasus Ibu misalnya kalau Ibu misalnya ke Belanda suatu saat kalau Ibu naik bus itu pasti bilang Moren ke drivernya itu kalau turun juga begitu. Kalau buka pintu itu orang barat itu enggak akan melepas pintu kalau orang lain belum lewat dengan baik. Kalau ada mobil kita dilihat jalan menyeberang pasti dia berhenti. Enggak mungkin enggak berhenti. Tapi apa yang terjadi di negara kita? Misalnya, Ibu, kita mau nyeberan jalan itu semakin kencang kan mobil yang datang, lampunya kuning semakin ditancapkan. Kita enggak pernah bilang selamat pagi kepada driver bus Surabaya bus misalnya, kan jarang sekali itu. Jarang sekali. Nah, saya makanya heran Bu Hermin, artinya ajaran agama kita yang begitu luhur ini bukan cuma Islam, tapi seluruh agama saya pikir yang memiliki ajaran yang luhur kok enggak in lain dengan praktik kehidupan sehari-hari, kan ya. Bagaimana misalnya kita yang mayoritas punya agama di Indonesia ini tapi yang melakukan praktik-praktik korupsi kan juga kelompok-kelompok yang mengklaim dirinya ee sangat beragama misalnya kan. Ibu, mungkin Bapak semua tahu kasus beberapa minggu yang lalu ya, bagaimana ee Gemim di Manado misalnya. Ee kemudian kasus yang gubernur Jawa Barat ya, bagaimana menemukan yayasan mengatasnamakan muslim ternyata menggunakan dana yang tidak seharusnya. Jadi, jadi saya pikir Bu ini perlu PR bagi kita bersama bagaimana nilai-nilai agama ini tidak sekedar menjadi ee ajaran-ajaran dalam kitab suci, tapi itu terimplementasi dalam kehidupan kita seha hari-hari. Saya percaya dan saya yakin betul kalau kita melaksanakan agama ini dengan baik, otomatis Pancasila itu akan terlaksana dengan baik. Bahkan mungkin enggak perlu Pancasila kalau kita sudah menyalah melaksanakan agama dengan baik kan. Nah, saya kembali lagi Bu, kuncinya menurut saya adalah di pendidikan. Enggak enggak mungkin tidak itu di pendidikan. Jadi bagaimana anak-anak itu tidak sekedar diajari hafiz Al-Qur'an, tapi bagaimana mengimplementasikan Al-Qur'an itu dalam kehidupan sehari-harinya. Begitu kan menghargai tamu, menghargai guru, menghargai kakaknya yang lebih senior dan ee seterusnya. Saya pikir ee kita harus memberi pemahaman yang baik bekerja sama dengan sekolah-sekolah mulai dari tingkat PAUD sampai perguruan tinggi. Bagaimana implementasi ajaran agama ini ke dalam kehidupan ee sehari-hari mereka. Saya pikir itu, Bu. Bu Hermin. Matur nuwun sangat komentarnya. Terima kasih, Bu. Siap, Prof. Sarkawi. Terima kasih Bu Hermin untuk pertanyaannya. Semoga bisa menjawab dan semoga bisa menularkan ilmu ini ke keluarganya terlebih dahulu. Salam sehat selalu untuk Bu Hermin. Kita bertemu lagi di webinar selanjutnya. Ibu Prof. Sarkawi. Terima kasih sekali sudah berkenan untuk berbagi insight dan berdiskusi dengan kami terkait dengan bagaimana cara kita mengimplementasikan dan internalisasi nilai-nilai luhur Pancasila. Sebelum diakhiri barangkali dari Prof. Sarkawi ada closing statement yang ingin disampaikan, saya persilakan, Prof. Ya, saya ingin meng-highlight yang terakhir dari Bu Hermin tadi bahwa sebenarnya dalam agama kita tidak cuma Islam, tapi semua agama di Indonesia itu sangat inline dengan nilai-nilai Pancasila. Persoalannya adalah bagaimana kita coba mengimplementasikan nilai-nilai agama itu ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Dan kuncinya menurut saya adalah pendidikan dan keluarga. Tidak bisa tidak. Dua itu menurut saya yang perlu diperkuat. Saya pikir itu Pak Mas Lukman. Matur nuwun sangat. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih sekali lagi Prof. Sarkawi atas materinya. Salam sehat selalu. Kita bertemu lagi di event-event selanjutnya. Thank you, Prof. Baik, Sobat ASN. Tidak terasa kita sudah sampai di penghujung acara. Sekali lagi saya haturkan terima kasih untuk seluruh pihak yang telah mendukung webinar ASN Belajar seri 20 tahun 2025. Terlebih kami ucapkan terima kasih kepada Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP sekaligus Plt. Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP RI Bapak Ir. Prakoso, M.M. Kami juga ucapkan terima kasih kepada Kepala BPSDM Kementerian Komunikasi Digital Republik Indonesia, Bapak Dr. Ir. Bonifasius Wahyu Pujianto, MT. Dan sekaligus kami ucapkan terima kasih kepada guru besar bidang sejarah revolusi Universitas Erlangga, Prof. Dr. Sarkawi, SS., M.Hum. Dan sekali lagi sobat ASN sebelum mengakhiri sesi kali ini, kami ingin ingatkan kembali untuk cek secara berkala platform Semesta Bangkom guna mengunduh e-certificate acara webinar kali ini. Dan sekali lagi, ASN Belajar seri 20 tahun 2025 kali ini dipersembahkan oleh Corpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Tetap semangat dan sampai jumpa di seri berikutnya. [Musik] ASM Belajar seri 205 sukses. Dengan penuh semangat, saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul [Tepuk tangan] berprestasi. Selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia. Siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah. Jadi ASN getar berkualitas [Musik]