ASN Belajar Seri 16 | 2025 - ASN Hebat Peduli K3: Membangun Lingkungan Kerja yang Aman dan Produktif
4nl4_lxbMPY • 2025-04-30
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas Dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan kelas dunia tekad pantang menyerah jadi AS berkualitas [Musik] sama [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan, rahayu. Rahayu, dan salam sehat untuk kita semua. Sebelum mengawali acara ASN Belajar seri ke-16 pada pagi hari ini, saya ingin berpantun terlebih dahulu dan boleh dijawab dengan kata cakep di tempat di manaun Sobat SN berada dan jempolnya terangkat ke atas ya. Pagi cerah, burung bernyanyi, cukup. ASN datang penuh semangat canggup. K3 dijaga setiap hari demi kerja selamat dan sehat. Baik, saya yakin sobat ASN di mana pun berada saat ini sudah bergabung dengan kami dan penuh semangat untuk mengikuti seri ke-16 pada pagi hari ini. Dan saya senang sekali untuk dapat menyapa terlebih dahulu kepada yang terhormat Kepala BPSDM Jawa Timur Bapak Dr. Ramlianto, S.P.MP yang telah bergabung secara online. Yang kami hormati para narasumber, Direktur Bina Pengujian Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Bapak Muhammad Yusuf, ST., M.Si. si selamat pagi juga yang kami hormati Komisi 3 Dewan K3 Provinsi Jawa Timur bidang kerja sama K3 dan Humas Prof. Dr. Adity Sudiarno, ST. Aidip Nebos. Pakar Kesehatan dan Keselamatan K3 Universitas Erlangga Unair, Ibu Dr. Putri Ayuni Alainur, SKM, MKK, Isert, OHT, serta Bapak, Ibu, Sobat ASN di mana pun Anda berada yang telah tergabung secara Zoom maupun yang sudah bergabung dalam YouTube BPSDM Jatim TV. Dan selamat pagi, selamat bergabung kami ucapkan dalam ASN Belajar seri ke-16 dengan tema ASN Hebat Petudi K3 membangun lingkungan kerja yang aman dan produktif yang dipersembahkan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur. Puji syukur kita haturkan kehadirat Tuhan yang maha kuasa karena berkat hidayah-Nya kita dapat berkumpul kembali secara online dari Sabang sampai dengan Maraoke untuk mengikuti ASN belajar seri ke-16 tahun 2025 kali ini. Dan tentu saja pada tema kali ini saya Fan Patriia yang akan menjadi moderator sampai dengan selesai nanti. di mana tema kali ini kita akan berbincang tentang penerapan keselamatan dan kesehatan kerja K3 yang merupakan elemen penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya aman saja, tetapi juga mendukung produktivitas yang maksimal. Dalam rangka tercapainya para aparatur sipil negara ini tentunya memiliki peran yang besar dalam memastikan bahwa setiap aspek K3 diterapkan secara konsisten di setiap instansi baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Kegiatan ini tentu saja dapat memberikan wawasan lebih luas mengenai prinsip-prinsip K3 sekaligus mendorong ASN untuk lebih peduli dan berkomitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya aman saja, tetapi juga nyaman dan mendukung tercapainya tujuan organisasi. dengan implementasi K3 yang optimal, tidak hanya mensejahterakan para ASN saja, tetapi juga produktivitas kerja yang bisa meningkat sehingga berdampak positif pada kualitas pelayanan publik dan keberlanjutan kinerja pemerintah. Selengkapnya akan dibahas melalui ASN Belajar seri ke-16 tahun 2025. Hari [Musik] ini. Sobat ASN di manapun Anda berada. Sekali lagi Anda bisa bergabung melalui BPSDM Jatim TV di YouTube dan tentu saja yang sudah bergabung dengan Zoom presensi nanti akan kami hadirkan di Semesta Bangkom. Dan mengawali acara kita pada ASN belajar seri ke-16 kali ini, marilah kita bersama-sama menyimak keynote speech yang akan disampaikan oleh Kepala BPSDM Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, S.P.,MP. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita. sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN dalam jaringan persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini, Rabu tanggal 30 April 2025, ASN Belajar telah memasuki seri ke-16. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh tanah air untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami. Kami terus berkomitmen sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topiktik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di seluruh Indonesia. Sahabat ASN, hari ini ASN belajar seri ke-16 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka menyambut sebuah momentum spesial Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 Internasional atau World Day for Safety and Health At Work yang diperingati setiap tanggal 28 April. Karena itu ASN belajar seri ke-16 tahun 2025 ini mengangkat topik ASN hebat peduli K3 membangun lingkungan kerja yang aman dan produktif. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sapat di seluruh tanah air, Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 International atau World Day for Safety and Health at Work pertama kali dicanangkan oleh organisasi Perburuan Internasional ILO pada tahun 2023 dan kemudian menjadi agenda tahunan untuk meningkatkan kesadaran global terkait pentingnya keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. Tujuan utama dari hari K3 Internasional adalah mendorong pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Kampanye ini juga menjadi momentum untuk mengajak seluruh masyarakat internasional membangun budaya kerja yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan demi menekan angka kecelakaan dan kematian kerja di seluruh dunia. Tahun 2025 ini hari K3 Internasional mengusung tema Revolutionizing heart and safety the role of artificial intelligence and digitalization at work atau merevolusi kesehatan dan keselamatan peran artificial intelligence dan digitalisasi di tempat kerja. Sebagaimana kita sadari bersama, Sobat ASN, peran teknologi khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence dan digitalisasi kini makin menonjol dalam dunia kerja. Robot sudah digunakan untuk menangani tugas-tugas berbahaya seperti mengelola bahan beracun, bekerja dalam suhu ekstrem, atau melakukan pekerjaan berat dan berulang. Sementara itu, alat pemantau berbasis sensor mampu mendeteksi potensi bahaya secara dini. Sobat ASN, tentu saja yang harus menjadi kita sadari bersama digitalisasi bukanlah sekedar layar dan data. Ia adalah lentera yang menerangi celah-celah gelap di tempat kerja. Dari helm pintar hingga sentor tak kasat mata. Setiap denyut teknologi mengalun demi menjaga nyawa dan asa manusia. Tentu revolusi ini bukan menggantikan manusia, tapi merangkulkan tangan baru agar keselamatan tak lagi menjadi pilihan, melainkan budaya kerja yang tumbuh dan menyatu. Artificial intelligence hadir bukan untuk menghapus rasa, tapi memperhalus langkah, membimbing manusia bekerja cerdas tanpa kehilangan arah. Oleh karena itu, hari K3 ini sudah seharusnya kita rayakan bukan hanya dengan spanduk dan seremoni, tapi dengan tekad untuk menjadikan teknologi sebagai sekutu harmoni. Karena di tempat kerja yang aman dan sehat, masa depan tumbuh dan martabat manusia menjadi kuat. Shabat ASN di seluruh tanah air. Lalu bagaimana kita sebagai ASN membangun dan mengembangkan budaya kerja yang bukan hanya produktif tapi mengarustamakan kesehatan dan keselamatan kerja. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Muhammad Yusuf STM, SI. Beliau adalah Direktur Bina Pengujian Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia. Yang kedua, kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Prof. Dr. Adityya Sudiarno, ST dari Komisi 3 Dewan Keselahatan dan Keselamatan Kerja Jawa Timur. Dan yang ketiga kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Dr. Putri Ayuni Alaya Nur, SKM MKK. Beliau adalah pakar kesehatan dan keselamatan kerja Universitas Airlangga Surabaya. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-16 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih atas ke speech yang telah disampaikan kepada Bapak Dr. Rahmianto, S.P,MP. Nah, sobat ASN di mana pun berada yang baru saja bergabung mungkin belum ada yang paham mengenai aturan dari ASN belajar seri ke-16 kali ini. Jadi untuk yang pertama sesi tanya jawab ini dilakukan setiap selesai pemateri menyampaikan materinya dan 30 menit kami berikan untuk memaparkan materi pada setiap narasumber. Kemudian yang kedua, mohon untuk para penanya nantinya raise hand jika ingin berinteraksi secara langsung melalui open cam dan juga open mic. Jadi nanti tim dari panitia yang ada di sini akan menyambungkan dan menghubungkan sobat ASN untuk bisa berinteraksi secara langsung melalui open cam dan juga open mic. Dan yang ketiga, link absensi peserta serta e-sertifikat nantinya akan diisi dan juga akan hadir di semesta Bangkom. Jadi pastikan sobat ASN untuk mengisi semua yang ada di aplikasi semesta Bangkom di setiap akhir sesi. Dan pastikan e-sertifikat ini sudah didapatkan. Namun jika belum dapat, namanya juga belum tertulis dengan jelas, mohon dilakukan pengecekan secara berkala selama ASN belajar seri ke-16 ini berlangsung. Baik, kita sudah sampai pada sesi pertama kali ini. Untuk itu, segera kita akan terhubung dengan narasumber kita yang pertama yaitu Direktur Bina Pengujian Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Yang kami hormati Bapak Muhammad Yusuf, ST. M. Selamat pagi, Bapak. Selamat pagi, Pak Direktur. Iya. Selamat pagi. Baik. Asalamualaikum, Bapak. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana kabarnya untuk hari Rabu ini, Pak? Alhamdulillah diberi kesehatan dan keselamatan sehingga bisa bertemu dengan semua sobat ASN seluruh Indonesia. Dua hal yang penting ya, kesehatan dan keselamatan. Nah, hal ini juga yang akan kita bahas pada momen kali ini. Untuk itu waktu kami silakan Pak Direktur ya. Ee terima kasih ee Pak Moderator. Mungkin bisa ditampilkan di layar presentasi saya. Saya pertama saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Badan Pengembangan SDM Provinsi Jatim, Bapak Dr. Ramlianto, S.PMP. Kemudian juga tentu rekan-rekan narasumber pada hari ini Bapak Prof. Dr. Adityya Sudiarno ST, IDEPnebos dan Dr. Putri Ayuni Alya Nur SKM MK3. Dan tentu saya ingin menyampaikan salam hormat saya kepada seluruh rekan-rekan sobat ASN di seluruh Indonesia. Alhamdulillah kita bisa bertemu pada pagi hari ini dan surprise bagi saya karena webinar ini ternyata diikuti dari seluruh Indonesia. Ya, Bapak dan Ibu sekalian, ee saya ingin pada kesempatan ini ingin sharing dan berbagi ya tentang K3, keselamatan dan kesehatan kerja khususnya bagi kita sebagai insan ASN. Kenapa? Karena secara filosofi dan juga nature dari pekerjaan kita sebagai ASN tentu setiap hari dihadapkan pada layanan publik. Ada yang di dalam ruangan indoor, ada yang di outdoor di mana semuanya punya potensi menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Nah, ini ee tentu kita ingin hidup kalau sekarang bilangnya work life balance ya, hidup juga sejahtera ya, ASN juga perlu sejahtera. Nah, bagaimana caranya? Salah satu caranya adalah dengan melaksanakan K3. Baik. Ee mulai mungkin slide-nya bisa dipaparkan di jelas ya di judul dulu Mbak. Terlihat semua ya. Saya ingin memulai dari judul yang sudah dipilihkan oleh panitia yang begitu inspiratif ya. ASN Hebat Peduli K3. Saya pernah sempat tinggal di Jawa Timur. ada fenomena dulu apa yang dikatakan hebat. Waktu itu saya sering naik kendaraan umum ya. Jadi ya baru ee antara Surabaya dan Jogja gitu ya. yang dikatakan hebat adalah naik bis ya, Teman-teman. Di Jawa Timur mungkin sudah sangat terkenal ya dengan merek-merek bus yang begitu luar biasa ya. Kalau dari Surabaya, dari Bungur Asih ke Jogja itu hebat itu driver atau suir bus itu yang bisa membawa penumpang dengan sangat cepat. Ya, maka kita masih suka lihat ya di TikTok sekarang ada yang gimana ya antar besing salib-menyalib. Apakah itu yang dibilang hebat gitu ya? Tentu kita semua sepakat tidak ya. Kita sepakat saja bahwa yang dibilang hebat adalah orang yang bisa sama seperti superhero waktu kita kecil ya menyelamatkan orang lain ya menyelamatkan masyarakat. Itulah yang dibilang hebat. Begitu juga dengan kita ASN. ASN yang hebat adalah ASN yang bisa memberi keselamatan kepada baik diri sendiri maupun kepada masyarakat yang kita layani. Saya barusan saja dapat data bahwa sampai Oktober 2024 sudah ada 227 rekan kita yang tewas ya, yang gugur pada saat bekerja ya. Dan ini tentu bukan angka yang kecil ya, ini angka yang besar. Jangankan 227, satu saja itu sudah besar bagi kita ya. Oke. Bagaimana kita membangun fondasi untuk bisa membangun keselamatan dan kesehatan kerja? Next slide. Ini ada enam ee yang ingin saya sampaikan, enam poin yang ingin saya sampaikan. Kita lanjut. Yang pertama sori ini layarnya mungkin bisa dibesarkan ya. Ya. Ee pertama cukup pertama meningkatkan kesadaran tentang tujuan kita adalah meningkatkan kesadaran tentang apa itu keselamatan dan kesehatan kerja bagi ASN. Yang kedua ee memberikan pengetahuan tentang bagaimana implementasi K3 yang efektif dan membangun komitmen untuk menciptakan lingungan kerja yang aman dan produktif. Jadi awareness, knowledge, dan komitmen ya. awareness dulu kita bangun kemudian harus ditambah dengan knowledge. Setelah itu kita butuh komitmen. Karena kalau di tempat kerja tidak ada komitmen pimpinan maka semua program, semua kebijakan tidak akan berjalan. Ya. Jadi ini tiga hal yang harus kita bangun di kantor masing-masing, di unit kerja masing-masing. Pertama apa? Pertama awareness dulu. Betapa pentingnya kita melaksanakan K3. Kenapa penting? Kemudian knowledge-nya harus kita tambah. Ada banyak sekali ilmu multidisiplin ilmu untuk bisa memahami K3 dan juga membangun komitmen. Komitmen pimpinan, komitmen kita semua ya. Itu harus dibangun. Next slide. Apa itu pengertian K3? Sobat ASN yang saya banggakan, K3 sesungguhnya melekat inherent ya dalam peradaban manusia. Kalau sekarang teman-teman sobat ASN kenal alat pelindung diri ya, baju yang kita pakai adalah alat pelindung diri pada masa itu. Bukan sekedar fashion ya. Pada masa manusia purba ya, awal-awal peradaban baju adalah alat pelindung diri. Kemudian pada saat pembangunan dulu ee Romawi ya, bangsa Romawi membangun polosium dan lain sebagainya, mereka membangun bangunan-bangunan tinggi. Kemudian ada batu yang jatuh kena kepala. Mereka bangun bikin yang namanya helm. Akhirnya helm berkembang. Nah, sekarang revolusi industri juga memunculkan banyak sekali penerapan K3 ya, mulai dari kita bagaimana K3 permesinan, K3 ee listrik, K3 ee transportasi, konstruksi dan lain sebagainya ya. manusia sesuai dengan peradabannya tadi belajar tentang K3. Jadi, Bapak dan Ibu, saya sering ee sering apa namanya ya? Sering menyampaikan bahwa K3 itu ilmu yang mahal karena belajarnya dari korban baik itu korban meninggal maupun korban sakit. Jadi ini ilmu mahal Bapak dan Ibu sekalian. Kita belajar dari korban sehingga kalau ada kecelakaan yang harus dicari adalah hikmahnya. Kenapa sampai terjadi seperti itu? Ya. Nah, singkatnya K3 adalah upaya kita untuk menjamin keselamatan diri kita dan orang lain di tempat kerja agar selalu sehat dan produktif. Ya, tadi kalau revolusi industri sudah memunculkan banyak ilmu-ilmu K3. Sekarang tadi dikaitkan dengan tema K3 internasional tahun 2025. Apakah AI, apakah digitalisasi juga akan memunculkan potensi kecelakaan dan penyakit kerja di tempat kerja? Nanti akan dijelaskan oleh narasumber lain, tapi itu akan jadi satu trigger kita untuk bisa awareness lagi, bisa aware lagi tentang potensi-potensi kecelakaan yang ada di tempat kerja kita, khususnya di ASN ya. termasuk masalah sekarang tren psikososial ya, ergonomi psikososial itu se sekarang sudah menjadi ee kebutuhan kita untuk lebih perhatian. Kenapa? Balik lagi karena saya pengin enggak stres kalau kerja. Saya pengin happy, saya pengin bahagia. Work life balance saya dapat kan begitu ya. Oke, next. Nah, tentu ASN, Sobat ASN semua, kita bekerja ada di tempat kerja kita, ada di unit kerja kita, tidak lepas dari regulasi ya. Dan ada banyak regulasi yang sudah mendukung kita. Yang pertama Undang-Undang Nomor 1 tahun 0 tentang keselamatan Kerja. Kemudian ada Undang-Undang 13 tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan. Ada juga PP50 2012 tentang penerapan sistem manajemen K3 dan Peremalaker 5 tahun 2018 tentang K3 lingkungan kerja. Ya, selain itu juga kita sudah sangat kita sangat mengapresiasi MenPAN sudah mengeluarkan MenPAN RB sudah mengeluarkan peraturan nomor 6 tahun 2022 bahwa ASN adalah sebagai model pelayanan publik yang aman dan berintegritas yang selamat. dan berintegritasi. Kemudian juga di PP 94 tahun 2021 bahwa disiplin ASN mencakup kepatuhan terhadap protokol keselamatan kerja. Dan yang terbaru adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN yang menyatakan bahwa harus bekerja ACSN harus bekerja dengan aman dan selamat. Jadi inilah komitmen atau kebijakan pemerintah pusat yang harus kita laksanakan bersama. Sebagai pimpinan unit kerja di berbagai level, kita harus peduli pada keselamatan dan kesehatan seluruh anggota yang ada di bawah kita. Begitu juga keselamatan dan kesehatan masyarakat yang kita layani. Ini next slide. Ya, ini sudah disampaikan tadi. Next slide di rencana induk K3 nasional 2020 2 sampai 2025 adalah K3 menjadi budaya di setiap kegiatan pekerjaan menuju Indonesia berbudaya K3 tahun 2025. Apakah ini sudah tercapai? Ini akan terus kita usahakan Bapak dan Ibu sekalian ya. Dan tentu kami di Kementerian Ketenagakerjaan akan terus memperkuat regulasi dan pengawasan, kemudian juga meningkatkan kompetensi SDMK3 baik itu di sektor privat maupun di sektor layanan publik dan juga meningkatkan kolaborasi lintas sektor termasuk di antaranya adalah ee lintas instansi pemerintah. Next slide. Apa peran kita? Per Sobat ASN dalam rangka K3 yang pertama tadi sesuai dengan Permenpan RB ya. Kita jadi teladan, jadi role model dalam disiplin dan kepatuhan K3. disiplin dan kepatuhan K3 ini tentunya harus dilatar belakangi oleh motivasi ya tadi motivasi dari juga paradigma kita bahwa layanan kita harus selamat harus sehat ya tempat kerja kita harus selamat dan sehat kemudian diikuti dengan adanya protokol keselamatan dan kesehatan kerja atau aturan atau SOP yang kita bangun di tempat kerja kita masing-masing. Kemudian SOP yang sudah kita susun jangan rest in paper ya, tetapi harus aktif disosialisasikan melalui pelatihan, melalui safety meeting, safety briefing ya dan lain sebagainya. Jadi ini harus di lakukan secara konsisten untuk apa? untuk kita punya target outcome mewujudkan zero accident di lingkungan kerja kita. Dan tentu pada saatnya nanti kita akan mendorong setiap instansi pemerintah juga menerapkan sistem manajemen K3 di tempat kerja masing-masing. Ini yang ee siklus yang akan kita bangun di instansi kerja kita ya, Bapak dan Ibu sekalian. Jadi tetap apa ee fase ini masing-masing akan mulai dari aspek tadi awareness dulu. Awareness kita menambah knowledge, membuat protokolnya, kemudian kita sosialisasikan sehingga outcome-nya adalah membuttikan zero accident dan pembangun secara berkelanjutan melalui sistem manajemen K3. Kita tidak ingin lagi tahun depan misalnya angka tadi saya di awal saya sudah sampaikan 2024 ada 227 rekan kita yang tewas. Mudah-mudahan tahun ini itu bisa kita kurangi dengan berbagai upaya kita meningkatkan K3. Next. Ini beberapa contoh aksi nyata peduli K3 di lingkungan ASN ya. Yang pertama kita membentuk tim K3 di internal instansi masing-masing. Di sinilah kita melakukan tadi awareness dan knowledge ya. Awareness, knowledge, dan komitment. slide saya yang pertama di awal tadi ya. Kita bentuk tim untuk membangun apa? Awareness, knowledge, dan komitmen. Nah, yang paling tidak mudah ya, yang paling tidak mudah adalah membangun awareness. Ada banyak sekali contoh-contoh ee kecelakaan kerja ya. Sekarang mungkin ada rekan-rekan yang di BPBD ya. di BPBD ini sudah sangat terlatih. Tapi yang paling penting dari BPHD ee misalnya kalau kita menolong korban bencana yang harus dipastikan adalah kita sendiri harus tim rescue itu harus selamat, harus aman dulu baru bisa menolong yang lain. Jangan kita masuk kita dalam kondisi yang tidak aman ya. Kemudian kalau di kantor misalnya ya, di kantor itu mulai nanti dari masalah kelistrikan. Bapak dan Ibu sudah mendengar di media ya, membaca melihat di media. Ada banyak kantor pemerintah yang mengalami bahaya kebakaran. Ya, ini hal-hal yang dimulai dari hal-hal kecil kepedulian terhadap K3 listrik misalnya, ya. Jadi, awareness itu ee nanti akan dibahas lebih detail oleh ee narasumber berikutnya. Saya tidak akan banyak di sini. Kemudian salah satu juga yang penting adalah melakukan simulasi evaluasi darurat. Indonesia adalah negeri dengan potensi bencana yang sangat beragam ya. Mulai dari gempa bumi, gunung meletus, longsor, banjir, dan lain sebagainya. Ya, kita punya banyak bencana sehingga kita harus lebih aware terhadap bencana, baik itu bencana alam maupun bencana industri ya. Di daerah-daerah industri misalnya di Gresik ya. Kalau di Bontang misalnya di Kalimantan Timur ya, di kawasan-kawasan industri harus juga bersiap diri untuk bahaya industri, industrial disaster selain dari natural disaster ya atau bencana alam. Nah, bagaimana kalau gempa itu harus dilatih? Bapak dan Ibu, saya pernah melatih penggunaan apar saja ya, alat pemadam api ringan itu yang laki-laki enggak berani, yang berani malah yang perempuan. Sehingga tim K3 itu jangan isinya laki-laki semua ya, Bapak, Ibu ya. Kalau maentuk tim K3 ya itu dipilih yang komitmen yang paling kuat ya, passion yang paling kuat untuk membantu orang ya. Kemudian simulasi evakuasi dar dilakukan secara berkala Bapak dan Ibu. Bagaimana kalau yang berada di gedung-gedung tinggi ya di atas empat lantai itu harus latihan juga. Kalau tidak dilatih pada saat darurat semua mengandalkan insting refleks ya. Ini ada ada prosedurnya ya. bagaimana turun tadi lantai 4 misalnya ada keadaan darurat itu ada prosedurnya Bapak Ibu ya bagaimana evakuasi ada prosedurnya ya dan itu harus dipelajari kemudian menyediakan alat pembadan piringan dan alat keselamatan kerja lainnya ya dan dilatih cara penggunaannya kemudian juga memastikan ergonomi dan kenyamanan ruang kerja serta menerapkan yang paling basic menerapkan 5R R di tempat kerja masing-masing, ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin. Ini yang paling basic, Bapak dan Ibu. Belum lagi kita bicara nanti gimana dengan ee psikososial, ya. Nah, jadi ini didiskusikan, didialogkan. Jadi, masing-masing tempat kerja punya karakteristik, masing-masing pekerjaan punya karakteristik K3 yang berbeda-beda. Ya. Next slide. Nah, ini tantangan dan solusi yang kita hadapi ya. Kurangnya kesadaran akan pentingnya K3 itu introspeksi untuk diri kita sendiri ya, Bapak dan Ibu sekalian bisa mengintrospeksi apakah kita sudah aware waktu berangkat kantor kita pakai helm. Kalau yang pakai mobil, apakah kita sudah pakai safety belt di depan maupun di belakang? Apakah kita aware dengan apakah kita sudah sadar bahwa kendaraan kita perlu di maintenance ya, perlu dicek remnya, olinya segala macamnya, bannya ya dicek secara berkala apakah kita sudah aware dengan peralatan kerja kita, teman-teman yang di pertanian misalnya yang di UPT ya, UPTD. UPTD ada alat-alat mekanik, ada alat-alat listrik, ada alat-alat ee yang menghasilkan panas, uap dan lain sebagainya ya. Ada alat berat juga di situ. Apakah sudah di-maintenance dengan baik? Ya, belum lagi teman-teman saya tadi pertanian saya barusan dapat info bahwa teman-teman yang di kebun bibit misalnya di pembibitan itu ada yang sudah terkena heat stress. Heat stress ini stres karena terpapar panas. Kita tahu akibat climate change suhu apa temperatur bumi itu naik ya 1 derajat. itu efeknya besar loh ya. Bagaimana kita mengatur jam kerja supaya yang ada di tempat kerja outdoor terutama itu tidak terkena heat stress. Karena heat stress itu kalau dibiarkan akan jadi heat stroke nanti ya. Di tempat kerja yang bising bagaimana? Apakah kita peduli penggunaan ee alat pelindung diri earma atau earplug ya kalau tidak bisa dikurangi e kebisingannya? Apakah kita peduli bahwa tempat kerja kita lampunya tinggal 5 watt ya sehingga yang di komputer sering capek ini atau ada yang input data saja ya input data kita tidak peduli dengan kita belum peduli dengan mereka harus 4 jam 5 jam tanpa exercise gitu ya. Ya, aturannya bahwa setiap 1 jam bekerja di depan komputer Bapak dan Ibu itu harus relaksasi ya. Matanya direlaksasi apa ee tangannya, punggungnya itu harus direlaksasi ya. Misalnya seperti itu. Jadi tapi nah di lain sisi kita juga punya keterbatasan anggaran dan sarana untuk melengkapi semua itu. Nah, ini kuncinya di mana? Kuncinya di komitmen. Jadi kalau di perusahaan-perusahaan maju itu no compromise ya, no negotiable. Kalau menyangkut K3, apakah kita akan bisa sampai ke sana? Insyaallah ya mudah-mudahan. Jadi kalau semua menyangkut K3 itu sudah enggak ada alasan lagi, harus diterima gitu ya. Jadi ya kalau lampu kalau itu menyangkut K3 ya harus ditambah lampu yang terang misalnya ya. Kalau alat ya harus di peralatan harus dimaintenance ya, tidak bisa tidak gitu ya. Itu ee tantangan dari aspek manajemen tentunya ya. Nah, kemudian tentu ee solusinya bagaimana ya? Solusinya tadi sudah saya juga sampaikan. Jadi kita mulai dari awareness, dari campaign kita kampanyekan secara internal dan istikamah. secara terus-menerus berkalan. Kemudian mengintegrasikan prinsip-prinsip K3 dalam SOP yang kita buat, Bapak dan Ibu. SOP layanan yang kita buat. Masukkan prinsip-prinsip K3 di sana. Nah, misalnya apa? Misalnya yang paling sederhana soal antrian. Bapak jangan biarkan masyarakat antri 2 jam berdiri, Pak. Harus sediakan tempat duduk. Itu yang sering kita lihat di media ya. Masyarakat antri berjam-jam ya jangan sampai seperti itu ya. Kita harus siapkan tempat yang baik ya. Karena nyangkut K3 juga. Kemudian alat pelindung diri ya. Jadi untuk teman-teman Satpol PP misalnya ya, alat pelindung diri ayo dilengkapi gitu ya dalam melaksanakan SOP dalam melaksnya masing-masing dan lain sebagainya. Kemudian juga tadi sudah saya sampaikan komitmen pimpinan perlu sekali untuk kita bangun. Next. penutup saya ingin ee berpesan bahwa kita harus peduli pada diri kita dan juga kepada rekan-rekan kerja kita. Karena K3 tidak bisa kita kerjakan bersama. Sama dengan seperti masuk surga enggak ternyata enggak bisa sendirian, Bapak dan Ibu. Kalau kita mau selamat, mau sehat, kita juga harus mengajak rekan kita untuk sehat dan selamat. satu rekan kita yang kita indikasi misalnya TBC, tuberkulosis itu juga satu isu besar. Ada 1 juta lebih warga Indonesia yang diindikasikan TBC saat ini. Kalau kita peduli, maka ayo ada SOP untuk treatment rekan kita yang TPC. Kalau dibiarkan apa? Maka satu kantor akan tertular. Nah, ini contoh-contoh ya, bahwa K3 adalah tanggung jawab kita bersama. Kemudian sebagaimana tadi sudah saya sampaikan dalam kebijakan kita sebagai yang diatur dalam peraturanpan RB bahwa ASN adalah role model bagi pelayanan publik ya wajib menjadi pelopor untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja. Jadi sekali lagi Bapak dan Ibu mari kita wujudkan ASN Hebat yang peduli K3. Demikian yang bisa saya sampaikan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak Pak Direktur atas pemaparan materi yang saya juga turut menyimak bahwa penting sekali bagaimana kita menjaga kesehatan dan keselamatan selama kita bertugas dan bekerja. Dan kita akan membuka sesi diskusi pada momen kali ini. Untuk sobat ASN yang ingin sekali berinteraksi secara langsung silakan rais hand. Maka tim dari kami akan langsung menghubungkan sobat ASN di manapun Anda berada untuk bisa bertanya dan berdiskusi dengan narasumber kita yang pertama yaitu Pak Direktur yaitu Bapak Muhammad Yusuf kali ini. Silakan sobat ASN. Selain kita juga akan menghubungkan interaksi kita juga ada pertanyaan. Oh baik sudah terhubung. Selamat pagi. Dengan siapa ini? Bapak boleh open mic ya. Suaranya sudah terdengar. Selamat pagi, Bapak. Asalamualaikum. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Dengan Bapak siapa ini? Ya, mohon maaf, saya dari Pak Solin dari Dinas Perpustakaan Partisipan Kabupaten Banyuwangi. Bu, dari Banyuwangi. Selamat pagi. Salam baik. yang baik suaranya agak sedikit terputus-putus namun terdengar saat ini dengar baik Pak Slamet. Betul ya Ya, silakan untuk pertanyaannya Pak Samet. Oh, Pak Solihin mohon maaf saya Bapak Sihin. Iya, mohon maaf Pak. Disilakan. Langsung saja punya ini mohon maaf kami akan langsung bertanya aja bagaimana kita dapat menerapkan prinsip-prinsip K3 yaitu keselamatan itu dan kesehatan kerja dalam kerja khususnya di ASN itu. Yang pertama. Nah, yang kedua bagaimana sih, Pak ee cara mengidentifikasi bahaya dan risiko di tempat kerja? Apa saja program K3 yang perlu diterapkan dan bagaimana memastikan kepatuhan terhadap peraturan K3 itu, Pak. Itu aja dua yang perlu saya saya tanyakan. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. kepada Pak Direktur izin untuk menjawab. Tadi agak kurang jelas ya tadi bagaimana menerapkan prinsip-prinsip K3 ya. I betul salah ya. Betul ya Pakin? Betul betul ya Pakin. Ee terima kasih ee Pak Solin berdinas di Dinas Perpustakaan di Banyuwangi ya. Nah, saya ingin ee yang pertama tadi, Pak, tiga prinsip tadi itu, Pak. Ada kesadaran dulu, ada motivasi dulu, kemudian ada pengetahuan kita tentang potensi bahaya, dan yang ketiga ada komitmen. Nah, ya itu ee tiga prinsip yang awal, ya. Tiga prinsip awal yang mendasari semua kegiatan kita. Contoh saya boleh contoh di perpustakaan ya, Pak ya. Ya, Pak Solin bekerja di perpustakaan, Pak. Dinas di dinas perpustakaan apa di di gedung di perpustakaannya, Pak? Di perpustakaan. Di perpustakaan dan I contoh, Pak. Mulai dari yang pertama adalah awareness. Kalau kita keliling-keliling di perpustakaan, Pak, kira-kira Pak apa menurut apa kita apa potensi bahaya yang mungkin muncul di lingkungan perpustakaan baik dari aspek apa keselamatan maupun dari aspek kesehatan itu harus kita buat listnya, Pak. Modelnya gitu. Coba bikin listnya dulu ya. Semakin banyak pengetahuan nanti yang kita dapat, maka listnya akan semakin banyak. Contoh bahwa buku-buku itu menimbulkan debu, Pak. Ya, debu bahaya untuk apa? Untuk pernapasan pernaapasan kesehatan kita, ya. Kemudian yang kedua, ada bahaya apa lagi di perpustakaan? Ada bahaya listrik, ya kan? Ada. Oh, tadi debu itu ada standarnya, Pak. Jadi, standar debu di ruangan tempat kerja itu kita ada standarnya. Nanti akan dijelaskan oleh narasumber kedua. Tapi kita harus mengidentifikasi dulu. Jadi, prinsip pertama mengidentifikasi potensi bahaya dan penyakit. Ya, tadi saya coba pancing identifikasi potensi bahaya dari di perpustakaan. Ada debu, ada bahaya listrik, ada bahaya biologi. Contohnya apa, Pak? Yang dari binatang ada enggak, Pak? Di perpustakaan, Pak Solihin? Gak ada, Pak. Ada tikus, ada kutu, ada macam-macam itu. Kami ada standarnya, Pak, ya. Ada nilai ambang batasnya. Kemudian dari aspek penerangan. Penerangannya, Pak. Pencahayaan itu juga kita ada standarnya. Kemudian dari ventilasi, Pak, udara. Saya pernah datang ke satu perpustakaan, udaranya sangat apa? Lembab, sangat mengap gitu ya. Ya. Jadi dari aspek biologi ada, dari aspek apa ee fisika ada, aspek ee apa ee bacaannya iya pencahayaan ada dan macam-macam ya. Jadi coba kita identifikasi dulu ya. Sesudah kita identifikasi, maka yang langkah kedua adalah kita pikirkan bagaimana mengatasihan masalah tersebut ya, pencegahannya ya. Contoh tadi kalau misalnya ada bahaya tikus atau bahaya kutu, bagaimana caranya? Ya, kalau tadi gelap bagaimana caranya ya? Ya kalau gelap lampunya kurang punya tambah lampu misalnya ya. Itu hal-hal yang simpel. ventilasi kurang, udaranya kok kurang enak gitu ya. Solusinya bagaimana? Bisa enggak ventilasi dari secara alami ditambah tambah jendela atau ditambah dengan ee apa? AC misalnya kalau mau pakai AC. Soal debu misalnya ya, bagaimana kita membuat sistem untuk apa ee kebersihan ya. Kalau kebersihannya selama ini dilakukan mungkin kalau debu di lantai dengan debu di buku kan beda ya, Pak ya. Saya enggak tahu ya. Tapi bikin coba dilihat prosedurnya bagaimana kita mengatasi debuk di sana ya. Itu cara-caranya. Nah, kemudian pertanyaan yang kedua itu menarik ini, Pak. Bagaimana memastikan aturan itu dilaksanakan gitu ya. Ee itu tadi, Pak. Kalau PR ketiga komitmen, Pak. Jadi membangun komitmen. Kita harus jadikan satu SOP di tadi ada integrasi SOP dengan SOP yang sudah ada sekarang. Kalau sudah ada aturannya, maka aturan itu harus dijalankan ya dengan konsisten. Jadi kita berdasarkan aturan. Jadi kesadaran saja tidak cukup ya. Kesadaran tuangkan dalam aturan. Setelah aturan laksanakan aturan kan itu itu ee pakem yang kita pakai ya. Mudah-mudahan dari situ kemudian muncul menjadi budaya yang kita harapkan kan ke sana ke budaya. Tapi sebelum bisa jadi budaya ya harus agak dipaksa sedikit, Pak. Ah gitu. Kalau kalau apa ya agak dipekso ya, tapi bisa juga caranya makso gimana caranya memaksa? ya bisa juga kita kasih motivasi, Pak ya dengan coba bikin ee misalnya penghargaan ya kasih penghargaan kepada insan ASN di unit kerja yang peduli K3 ya. Kira-kira seperti itu. Jadi kasih penghargaan bisa apa? Kasih ee hukuman juga boleh ya. Baik, demikian untuk jawabannya. Pak Salihin sudah terjawab dengan lengkap begitu Pak ya. Baik. Terima kasih banyak Pak Solihin atas pertanyaannya dan sudah tergabung dengan kami. Baik Pak Direktur, ada satu penanya lagi yang rais hand. Jadi kami akan menghubungkan penanya tersebut untuk bisa berdiskusi secara langsung. Selamat pagi. Pagi. Ah, baik. Dengan Bapak siapa ini? Dengan Randi dari BPSDM Jatim. Baik, Pak Randi. Wah, luar biasa Pak Randi. Silakan untuk pertanyaannya. Baik, selamat pagi, Pak. Pak Muhammad Yusuf ya. Selamat pagi, Mas Randi. Pagi, Pak. Izin bertanya, Pak. Tentunya kalau kita bicara implementasi ketiga sangat berkaitan erat dengan aturan, Pak. ya, khususnya undang-undang ya. Kita sama-sama tahu Undang-Undang 1 tahun 1970 sudah sangat lama ya, Pak ya. Ya, saya sempat mendengar info ada revisi, Pak. Saya kita pengin tahu perkembangannya sudah sejauh mana. Khususnya terkait dengan instansi pemerintah diwajibkan dalam salah satu di dalamnya untuk bisa menerapkan K3. Karena dari dari pengetahuan kami selama ini industri, Pak, yang lebih ditekankan di Undang-Undang 1 1970. Mungkin itu, Pak. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Ya, Mas Randi. Eh, ini update untuk kita masih ini ya, masih sangat mengharapkan banyak masukan ya untuk ee revisi Undang-Undang 170. Jadi insyaallah ini ee on progress gitu ya, sampai sejauh mana ya. ini tahapannya masih di tahap-tahap awal, Pak. Jadi ee kita masih tahapannya masih ada kajian-kajian yang dan mengumpulkan berbagai masukan dari stakeholder ya. Nah, saya ingin ee meluruskan terkait dengan implementasinya ya. Kalau kita bicara undang-undang 170 itu bicara tempat kerja dan tempat kerja ini ee pun ya bahkan kalau kita perdefinisi di Undang-Undang 70 tempat ibadah sekalipun itu adalah tempat kerja ya. Yayasan itu tempat kerja. Jadi di mana ada tenaga kerja itu bisa di ee golongkan sebagai 170 apa ee masuk ke dalam ruang lingkup Undang-Undang keselamatan kerja. Jadi kalau terkait dengan aturan tadi, Pak, saya pikir kita sudah sangat berprogres ya dengan undang-undang tadi undang-undang undang-undang ASN ya. Kemudian juga dengan Permenpan RB itu sudah sudah apa menjadi modalitas kita untuk bisa melaksanakan K3 di setiap unit kerja. Jadi sudah sebetulnya tidak ada alasan ya untuk kita di ASN untuk tidak melaksanakan atau kesulitan mencari dasar hukum. Nah, ini jadi sudah tidak ada alasan lagi untuk apa nih tidak ada dasar hukumnya. Oh, tidak bisa ya. Karena sudah ada dua undang-undang besar undang-undang 170 dan undang-undang 20 2023 yang mendorong itu. Nah, bahwa ee ini perlu penguatan-penguatan ya. Sekarang penguatannya tidak di level undang-undang tetapi di level implementasi. bagaimana kita bisa membangun itu karena sudah ada amanahnya. Kira-kira begitu. Jadi ee saya terima kasih inisiatif dari BPSDM Jawa Timur yang sudah menginisiasi tema kita pada minggu ini yang ee B ke-16 ya. ini luar biasa dan saya harapkan juga nanti BPSDM di provinsi-provinsi lain untuk bisa membuat acara sesi-sesi yang sama. Ini mungkin ee lebih ke awareness tapi lebih spesifik lagi kita bisa bangun apa ee kita bisa ee membuat webinar yang lebih tematik begitu ya. Karena skopnya ASN, Sobat ASN bekerja di berbagai macam. Guru juga mengalami potensi bahaya, penyakit kerja dan kecelakaan kerja. Kalau kita lihat di media sosial ada guru yang harus menyeberangi sungai dengan dan lain sebagainya apa ee kendala di alam ya. Kemudian tadi ada SATPOL PP, ada di BP ee apa ee Badan Penang Bencana ya, ada di UPTP, penyuluh pertanian kita misalnya, bagaimana mereka harus menjaga keselamatannya. Penyakit, di rumah sakit juga tidak kurang-kurang dari apa potensi bahaya ya. dan ya hampir semua tempat kerja kita punya potensi bahaya sehingga ee dalam kesempatan ini saya sekali sekali lagi mencampaikan apresiasi dan saran mungkin ke depan kita bisa membuat satu tema-tema yang ee tema-tema pelatihan yang tematik yang memang dibutuhkan oleh ee sobat-sobat ASN di seluruh Indonesia. Terima kasih. Mas Randi. Iya. Baik. Terima kasih banyak juga untuk jawabannya Bapak dan juga sarannya. Ini sangat berarti bagi kami. Semoga saja minggu depan atau bahkan bulan depan kita bisa mengadakan ASN belajar dengan lebih tematik lagi. Dan waktu harus kami cukupkan untuk sesi narasumber kita yang pertama kali ini. Terima kasih banyak kami sampaikan kepada Direktur Bina Pengujian Keselamatan dan Kesehatan Kemenaker Republik Indonesia Bapak Muhammad Yusuf, ST. M.Si. si. Sampai jumpa, Bapak. Salam sehat selalu, ya. Mohon izin pamit, ya. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Jangan ke mana-mana, Sobat ASN karena kita masih selesai dengan ee narasumber kita yang pertama dan kita masih akan lanjut dengan narasumber kita yang kedua sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh Pak Yusuf selaku narasumber yang pertama bahwa narasumber yang kedua ini akan memberikan pemaparan yang lebih detail dan lebih jelas mengenai K3. Jangan ke mana-mana, tetap bersama kami. Dan buat Anda yang belum bergubung bergabung dengan kami, Sobat ASN, silakan mendaftarkan diri dan juga link presensi ini akan ada di aplikasi Semesta Bangkom. Kita akan kembali dengan narasumber kita yang kedua setelah yang satu ini. [Musik] Terima kasih, Sobat ASN masih bersama dengan kami dalam ASN Belajar seri ke-16 tahun 2025. Dan kita sudah tergabung dengan narasumber kita yang kedua yaitu Komisi 3 Dewan K3 Provinsi Jawa Timur bidang kerja sama K3 dan humas Prof. Dr. Adity Sudiarno, ST. Aidip Nebos. Kita akan terhung Pak Adityya. Selamat pagi, Prof. Selamat pagi, Mbak Fani. Dan selamat pagi ee sapat ASN semuanya. Baik, terima kasih telah bergabung dan telah memberikan waktunya pada hari Rabu ini. Kita tentunya ingin sekali untuk mendapatkan banyak sekali ilmu dan juga pemaparan materi yang akan disampaikan. Kepada waktunya, Pak Adityya disilakan. Baik. Ee Bapak, Ibu, sobat ASN semua, saya mohon izin untuk eh share screen ya dari ee laptop. Baik. Ee apakah ini sudah tampak ya? Ya, sudah tampak Bapak. Sudah tampak ya. Baik. Ee Bapak Ibu sekalian, saya buka dulu. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi semuanya. Ee salam sehat selalu dan semoga kita senantiasa diberikan keselamatan dan kesehatan ya dalam menjalankan aktivitas kita sehari-hari. Sebelumnya saya sampaikan banyak ee terima kasih kepada Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Dr. Ramlianto dan ee Bapak Ibu di BPSDM yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada kami ya ee di Dewan K3 Provinsi Jawa Timur untuk ee membersamai program-program yang dilaksanakan selama beberapa waktu. belakangan termasuk juga pada kesempatan kali ini. Nah, pada kesempatan kali ini dalam seri ASN Belajar rupanya sudah seri yang ke-16 ya di tahun ini ya ini dalam rangka memperingati ya ee Hari K3 sedunia atau Hari K3 Internasional maka saya kemarin diminta untuk menyampaikan terkait dengan best practice penerapan Permenaker R ya nomor 5 tahun 2018 yang mana Permenaker ini ee membicarakan kan tentang K3 lingkungan kerja ya. Khususnya yang akan kita akan bahas pada hari ini adalah yang terkait dengan ASN ya. Jadi pokok bahasan kita hari ini adalah ee bagaimana sih sebetulnya penerapan Permenaker ya ee 5 2018 ini dalam konteks lingkungan kita, dalam pekerjaan kita sebagai IS. Oke, Bapak Ibu sekalian ya. Ee jadi mungkin ini beberapa di antara kita ada yang sudah ee cukup familiar ya dengan Permenaker ini dan mungkin juga ada beberapa yang ee belum familiar. Maka kita coba simak kembali sebetulnya Permenaker 5 2018 ini ya ruang lingkupnya seperti apa ya. Secara umum yang akan dibahas di dalam Permenaker 5 2018 itu adalah terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja lingkungan. kita akan membahas ya terkait dengan lingkungan kerja di dalam keseharian kita itu ada faktor faktor bahaya apakah sih sebetulnya yang perlu kita cermati sehingga kita bisa bekerja dengan selamat, kita bisa bekerja dengan sehat dan akhirnya bisa meningkatkan produktivitas ya. Nah, kalau kita lihat di dalam Promenaker ini memang cukup banyak bab yang ditampilkan, pasal-pasal yang ada begitu ya. Kemudian juga mencakup banyak sekali ee nilai ambang batas, standar indeks, contoh-contoh formulir ya, pedoman ya, yang mana jumlahnya itu sebanyak 258 halaman. Dan ini kalau kita bahas satu persatu tentu pada pagi hari ini tidak cukup waktunya gitu ya. maka saya akan menyampaikan beberapa highlight utama yang penting yang nanti bisa memberikan bekang bagi kita semua untuk ee ya setidaknya memahami ya secara helicopter view kira-kira apa sih yang perlu kita antisipasi, apa yang perlu kita perhatikan dalam lingan kita sehari-hari. Nanti akan saya sampaikan beberapa contoh best practice ya, bagaimana ini bisa diterapkan dalam lingkungan pekerjaan kita yang juga merupakan best practice dipakai pada berbagai macam instansi ya kelas dunia ya. Instansi kelas dunia artinya sebuah instansi yang dia tidak hanya dalam level ee apa namanya nasional ya ee apa kinerjanya tapi dalam level internasional. Nah, itu ternyata ada beberapa best practice yang sangat relate dengan ya K3 lingkungan kerja dalam pokok bahasan kita hari ini. Bapak, Ibu sekalian, Sobat ASN ya. Sebelum kita masuk terkait dengan ee ada berapa faktor bahaya di dalam Premangar ini, maka saya ingin mengulas ya secara umum dulu apa sih sebetulnya yang dimaksud dengan keselamatan dan kesehatan kerja. K3 ini ya kalau di Indonesia ini kan juga diperingati sebagai salah satu bulan K3 ya Januari sampai Februari. Kemudian kemarin tanggal 28 kita memperingati sebagai hari K3 internasional. Maka sebetulnya apa K3 itu? Bapak, Ibu sekalian, Satn, K3 itu adalah segala kegiatan yang orientasinya ini adalah menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja kita melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Ya, kalau kita bicara terkait dengan upaya untuk memberikan proteksi, upaya untuk memberikan perlindungan gitu ya kepada tenaga kerja, maka kita ini sebagai seorang pimpinan di instansi kita ya, staf-staf kita, para ASN yang bekerja dalam lingungan kita ini juga termasuk tenaga kerja yang menjadi partner pekerja kita yang perlu kita berikan perlindungan terhadap keselamatan kerjanya dan juga potensi-potensi peny penyakit yang mungkin nanti akan diderita oleh mereka. sehingga konteks dalam keselamatan dan kesehatan kerja itu adalah apapun kegiatan itu yang perlu kita lakukan dalam rangka memberikan perlindungan, dalam rangka memberikan sebuah garansi kepada ya ccle kita, kepada staf kita, kepada rekan kerja kita, maka ya ini adalah upaya untuk kita ee menerapkan K3 itu ya sehingga mereka semua yang berada dalam ccle kita, lingkungan kita itu terhindar dari kejadian yang tidak kita inginkan. Apakah kejadian itu berupa kecelakaan kerja maupun juga penyakit akibat kerja. Kecelakaan kerja itu kalau mungkin di industri yang beresiko tinggi mungkin akan bisa kita bayangkan kecelakaan itu adalah suatu kondisi di mana seseorang itu mungkin mengalami luka, mengalami suatu apa namanya ee accident yang akan membuat dia ee h mungkin ya mungkin ada mengakibatkan fatality gitu ya. ya. Maka di dalam ling pekerjaan kita hal-hal seperti itu juga ternyata punya potensi untuk terjadi. Ya, mungkin resikonya tidak sebesar ya tenaga kerja yang ada dalam industri beresiko tinggi seperti katakanlah petrochemical, oil and cas tapi resiko itu masih ada. Maka upaya kita untuk memberikan perlindungan ini adalah upaya yang merupakan upaya yang perlu kita lakukan untuk bisa menjalankan prinsip-prinsip K3 ya. Di samping kecelakaan kerja sendiri juga ada isu terkait dengan penyakit-penyakit akibat kerja. Nanti akan saya berikan contoh. Ada beberapa penyakit akibat kerja yang sekiranya itu cukup banyak kita temui dalam lingkungan pekerjaan kita sebagai ya seorang ASN yang mungkin lebih banyak beraktivitas itu di dalam office, dalam kantor berhubungan dengan pekerjaan-pekerjaan administratif. Nanti ada contoh-contoh penyakit akibat kerja yang kita kenal sebagai singkatan kontrat ya nanti akan saya jelaskan. Bapak Ibu sekalian di dalam Permenang ke5 2018 itu tadi kita spesifik membahasnya adalah terkait dengan lingkungan kerja. Laras pertanyaannya ya apa sih lingan kerja itu? Apakah itu sama dengan tempat kerja? Lingan kerja itu adalah aspek hygien ya Bapak Ibu sekalian. aspek haijin di tempat kerja yang di dalamnya itu mencakup beberapa faktor. Faktor fisika, faktor kimia, faktor biologi, faktor ergonomi, dan faktor psikologi yang keberadaannya ini ada di tempat kerja yang dapat mempengaruhi keselamatan dan kesehatan kerja. Ya, jadi ini bukan belajar seperti di ee anak-anak kita di SMA gitu ya, belajar fisika, kimia bukan tetapi ada faktor-faktor bahaya. yang berhubungan dengan faktor bahaya fisika, kime yang perlu kita tahu ya dalam rangka kita bisa memberikan perlindungan ya kepada partner-partner kerja kita. Jadi kalau kita bicara lengan kerja ini adalah aspek hygienya ya, aspek penerapan ya ee upaya-upaya untuk bisa memberikan satu apa ee proteksi terhadap kesehatan ya para ee pekerja kita, para apa ccle kita sekitar sekitar lingkungan kerja kita. Ya, kira-kira begitu. Nah, nanti kita akan lihat ada beberapa faktor yang mungkin secara lebih detail apa sih sebetulnya definisinya faktor fisika, kimia, biologi, ergonomi, dan psikologi itu yang ada dalam ling. Nah, sementara kalau kita bicara tentang tempat kerja, maka tempat kerja ini akan lebih merujuk kepada suatu entitas yang kita sebut sebagai entitas fisik, ya. Tiap ruangan atau lapangan terbuka ataupun tertutup gitu ya, baik dia bergerak ataupun tetap. Di mana tenaga kerja atau yang sering ya, di mana tenaga kerja itu bekerja atau ya lokasi yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya termasuk semua ruangan, lapangan, halaman sekelilingnya merupakan bagian yang berhubungan dengan tempat kerja tersebut. Jadi kalau kita bicara tempat kerja singkat kata itu adalah ya entitas fisiknya ya. Entitas fisiknya atau yang kita sebut sebagai area gitu ya, area tertentu begitu yang di mana itu dipergunakan oleh tenaga kerja untuk bekerja ataupun dimasuki ya oleh ee seorang tenaga kerja untuk beraktivitas. Nah, di dalam tempat kerja itu ada sumber-sumber bahaya. Kira-kira begitu ya. sumber-sumber bahaya yang perlu kita antisipasi. Sehingga kalau kita lihat apa sih lingan kerja, apa sih tempat kerja, maka ini dibedakan. Salah satunya adalah bahwa tempat kerja berbeda dengan lengan kerja adalah tempat kerja itu lebih merujuk kepada entitas fisik ya. Oke, Bapak Ibu sekalian dalam pembahasan kita di Permenaker 5 2018 yang perlu saya sampaikan untuk memberikan highlight kepada kita semua tentang apa sih sebetulnya isi dari Permenaker itu yang jumlah halamannya sangat banyak. Yang utama adalah kita akan mengenal lima cakup lima cakupan ya faktor lengan kerja yang apa ya yang mendominasi yang ada dalam sekitar kita, yang ada dalam ccle kita. Ada ada beberapa. Yang pertama adalah faktor fisika. Tadi sudah saya sebutkan ya. Ada faktor fisika, kemudian nanti ada faktor kimia ya. Kemudian yang ketiga nanti ada faktor biologi yang berhubungan dengan hewan, tumbuhan dan lain sebagainya. Kemudian nanti ada faktor ergonomi. Nah, ini nantilah yang merupakan faktor yang akan banyak ya berhubungan dengan kita ketika kita itu aktivitasnya lebih didominasi dengan aktivitas pekerjaan di lingkungan perkantoran. Ya, nanti kalau yang di lapangan mungkin nanti akan banyak berhubungan dengan faktor kimia, banyak berhubungan dengan biologi, fisika, dan seterusnya. Kemudian berikutnya juga ada faktor yang kelima yaitu adalah faktor psikologi yang terkait dengan ee aspek mentali dari ee apa ee para pekerja di sekitarnya. Jadi lima poin inilah yang ada di dalam ee cangkupan Permenagaker 5 2018. Untuk apa ya syarat-syarat K3 lemungan kerja ini dilakukan? Ternyata t
Resume
Categories