ASN Mengaji Seri 28 - Fiqih Waris : Bagaimana Pembagian Waris Menurut Syariat Islam ? (Eps. 02)
-Yfv8-IQEkQ • 2024-09-25
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
sayidina Muhammadin waa alihi wasohbihi
wabarik wasallim
ajmain
[Musik]
matika ya
arhamarahimin
rbisohliri wairli Amri wahlul
uqdatanisani yafu
AMD para jemaah yang saya hormati
Alhamdulillah kita oleh Allah masih
diberikan nikmat sehat walafiat sehingga
kita bisa berkumpul di masjid yang
Insyaallah penuh barokah ini semoga
setiap langkah kita menuju masjid ini
menjadi penggugur dosa-dosa kita menjadi
peningkat derajat kita dan semoga Allah
subhanahu wa taala selalu memudahkan
setiap langkah kita menuju surganya
Allah subhanahu wa taala amin ya rabbal
alamin para jemaah kita lanjutkan kajian
penunda
kiamat kajian penunda kiamat yaitu
kajian tentang ilmu waris
pun ini banyak yang hadir Nggih harus
paham sehingga kiamat semakin jauh kalau
enggak paham nanti tambah dekat
nanti kemarin kita telah membahas
perbedaan waris hibah wasiat Sudah ingat
ng jadi ada waris ada hibah ada wasiat
tidak perlu saya ulang nah hari ini kita
akan membahas tentang
waris ada tiga unsur utama waris satu
almuwarris artinya adalah mayat atau
mayit orang yang meninggal yang hartanya
diwaris ada namanya alwaris atau ahli
waris yaitu orang yang menerima warisan
yang paling penting yang ketiga
tirkah hartanya jadi percuma ada yang
meninggal ada ahli warisnya gak ada yang
ditinggalkan jadi unsur pertama yang
paling penting itu yang nomor
tiga makanya ini yang kalau kata anu itu
kadang-kadang kita itu sudah ngomong
jauh-jauh tentang warisan detail
ternyata yang diwaris gak ada al-qur'an
itu kan bahas waris paling detail
ternyata umat Islam gak ada yang
diwarisin Makanya jangan sampai terjadi
kepada kita
UN kapan waris bisa dilakukan ada tiga
satu karena ada sebab sebab warisan itu
ada dua ada karena kekerabatan ada
karena pernikahan nanti kita bahas yang
nomor dua terpenuhi syarat yaitu
wafatnya muwaris
dan hidupnya ahli waris baik secara
nyata ataupun secara hukum Jadi kalau
belum mati ya jangan diwaris paham ngih
Jadi Bapak sik urif sik ngene wis
diwarisdiki jangan jadi harus wafatnya
dulu baru di diwaris nomor dua hidupnya
ahli waris J kalau ahli waris yang sudah
wafat ya enggak dapat bagian jadi Umpama
nanti A itu punya anak Ahmad ada punya
anak Muhammad punya anak Fatimah Ahad
Ahmad Muhammad Fatimah ternyata yang
Ahmad
meninggal
[Tertawa]
oh
nah Maka kalau yang meninggal duluan
anaknya Ketika nanti si a ini wafat
bagian anaknya yang Ahmat itu sudah
enggak dapat karena dia mati
duluan yang dapat yang dua sisanya
meskipun ini punya anak nanti makanannya
gak
dapat ini yang kedua yang ketiga ndak
ada manik ndak ada
penghalang penghalang dalam warisan tu
ada dua satu pembunuhan nomor dua beda
agama J kalau ada anak duwe Bapak cek
suwene bapakek
mati-mati Kapan sing aku oleh warisan
akhirnya gara-gara dia pengin
cepat-cepat dapat warisan bapaknya
diracun maka yang racun ini meskipun
anak kandung enggak dapat warisan jadi
pembunuh ahli waris itu tidak dapat
warisan makanya gak usah kesusu enteni
ae
Eh nomor dua beda agama jadi Kalau
umpama ada non Islam punya anak muslim
maka ketika dia mati beda agama tidak
menjadikan saling mewaris ini tiga hal
yang akan kita bahas satuatu nah saya
kasih contoh Ini masalah
pernikahan saya kasih
contoh ini ada Ahmad ini ada Pak Ahmad
ya Pak Ahmad
mati Pak Ahmad ini ternyata termasuk
orang yang
tampan karena
tanpanah maka dia punya istri itu sampai
empat satu pertama nikah sama Fatimah
nikah lagi sama ruqayah Nikah lagi sama
Zainab terakhir dapat
janda ya jadi yang terakhir ini adalah
dia Hindun ini ini menikah sama Muhammad
janda kemudian dinikah oleh Ahmad
berarti di sini si Ahmad ini kan punya
empat istri satu dua
tiga
empat W istri istri pertama punya anak
satu Hasan dua laaya istri kedua gak
punya anak istri ketiga punya anak Ali
dan Umar istri yang keempat yang janda
itu punya anak angka bukan angkat apa
Anak Tiri anak bawaan namanya
Umar Umpama
kasusnya istri yang pertama Fatimah
wafat istri yang ke empat yang janda
ditalak
maka kasus seperti ini ahli warisnya
siapa ahli warisnya hanyalah satu istri
yang
ada dua-duanya ini dapat ini enggak
dapat anaknya ini juga enggak dapat
karena ini bukan anaknya Ahmad paham
ngih ini M mayitnya
ngih maka Umar ini enggak dapat karena
Umar ini anaknya Hindun bawaan ketika
statusnya Hindun sudah bukan menjadi
istrinya Ahmad karena ditelak maka dia
enggak dapat
warisan Fatimah karena sudah wafat
duluan maka dia juga enggak dapat tapi
anaknya Fatimah Hasan dan Laila dapat
paham Nggih Nah nanti bagiannya ruqayyah
sama bagiannya Zainab ini nanti ini
dianggap statusnya istri jadi nanti
bagiannya istri Umpama karena ada anak
dapat seper8an seperlapan itu dibagi dua
antara Zainab dengan ruqayyah paham ngih
Jadi kalau kasusnya seperti ini yang
dapat warisan Siapa yang dapat warisan
adalah satu Ali dua Umar tiga Hasan
empat Laila statusnya adalah anak ini
anak ini
anak yang ketiga adalah ruqoyah dan
Zainab statusnya
istri paham Nggih hitungnya bagaimana
nanti itu masih ini kan masih pemanasan
masih pemanasan
paham Nggih jadi status waris itu kalau
masih hubungannya masih ada jadi
hubungan yang sudah enggak ada ya enggak
dianggap meskipun punya anak Umpama
nanti Umpama ya Fatimah ini cerai punya
anak Hasan Laila Hasan laaya dapat
karena statusnya anak tapi ibunya enggak
dapat karena sudah tidak status suami
istri paham Nggih
lanjut nah ini waris kita lanjut
sebab waris sebab waris itu ada tadi
sudah dikatakan ada kekerabatan ada
pernikahan kekerabatan itu salah satunya
disebutkan dalam surah al-anfal ayat 75
waulul arhami ba'duhum Aula biba'din Fi
kitabillah orang-orang yang punya
hubungan kerabat itu sebagiannya lebih
berhak terhadap sebagian yang lain maka
nanti hubungan kekerabatan itu itu nanti
ada tiga unsur ada usul ini usul itu
berarti ke atas Bapak Mbah nenek ke atas
ada furu furu itu ke bawah berarti anak
cucu ada nanti yang ke samping hawasyi
yang ke samping itu nanti saudara
anaknya saudara paman dan seterusnya itu
ke samping paham Nggih punun ini harus
harus jeli ini untuk usul ke atas yang
dapat warisan itu adalah kalau laki-laki
adalah laki-laki yang hubungan dengan
mayit tidak dipisah dengan perempuan
jadi yang kalau dalam pihak laki-laki
atas itu satu Ayah nomor dua
kakek buyut eh kakeknya kakek apa
namanya buyut ngih buyut tapi dari
laki-laki itu
dapat kalau kakek ayah dan kakek dari
ayah dapat tapi kalau kakek dari ibu
enggak dapat Ibu punya bapak maka kakek
dari ibu itu enggak dapat karena
hubungan dengan mayit dipisah perempuan
Siapa ibu paham Nggih kalau perempuan
yang dapat warisan adalah perempuan yang
hubungan dengan mayit tidak dipisah
dengan
laki-laki jadi ibu dapat
nenek daker neneknya eh ibunya nenek
dapat karena hubungannya perempuan semua
paham Nggih tapi kalau hubungannya
dengan mayit dipisah laki-laki yang
sebelumnya ada perempuan maka tidak bisa
contoh kalau
ibunya ayah dapat atau
gak dapat karena hubungannya dengan
mayit hanya dipisah laki-laki sebelumnya
gak ada
perempuan ini yang pal paling enak
paling enak Saya punya contoh gini ya
ini paling enak nah paling gampang ini
pun jangan lihat ini nah ini Ahmad
meninggal contohnya
Pokoknya nah Ahmad ini punya bapak
Muhammad punya ibu Khadijah bapaknya
punya ibu Eh punya Bapak Umar punya ibu
Zainab ibunya punya Bapak Ali punya ibu
Fatimah terus kan gitu Umar berarti
kakeknya ini ya kakeknya punya buyut
berarti buyutnya ini nah ini buyut ini
buyut ini buyut paham Nggih ini buyut
ini buyut ini buyut ini buyut ini apa
namanya cangga cangga cangga cangga
cangga cangga cangga benar ngih B ini
yang termasuk ahli waris mana satu kalau
laki-laki adalah pihak laki-laki yang
tidak tidak
dipisah oleh perempuan siapa Muhammad
bapaknya enggak dipisah perempuan kan
dua Umar gak dipisah perempuan nomor
selanjutnya siapa Abu Bakar enggak
dipisah perempuan maka yang hijau ini
ini ahli waris semua Zaid ini ahli waris
semua jadi Bapak kakek buyut tapi
bapaknya kakek ya kemudian canggah
bapaknya boyut itu dapat
semua enggak Kalau yang perempuan adalah
satu perempuan yang hubungannya dengan
mayit tidak dipisah laki-laki yang
sebelumnya perempuan maka contoh di sini
Khadijah
dapat Fatimah dapat ruqayyah dapat
karena hubungannya ke mayit itu semuanya
perempuan tidak ada dipisah dengan
laki-laki paham Nggih contoh lagi yang
dapat
Zainab Zainab ini dapat Kenapa kok
Zainab dapat karena Zainab ini adalah
hubungannya dengan mayit dipisah
laki-laki Tapi sebelumnya laki-laki kan
tidak ada perempuan paham Nggih
jadi nenek kalau dari ayah dapat pun
paham Nggih asma dapat Kenapa asma ini
ibunya Zainab Zainab ini ibunya Muhammad
dipisah laki-laki Tapi sebelumnya ini
kan gak ada perempuan maka dapat paham
ngih zab dapat Umar juga Aisyah juga
dapat Kenapa karena hubungannya Aisyah
dengan mayit itu semuanya
laki-laki tidak dipisah sebelumnya
perempuan paham
ng yang enggak dapat siapa satu
Ali Ali ini laki-laki yang hubungannya
dengan mayat dipisah perempuan berarti
Al ini statusnya apa kakek tapi dari ibu
paham Nggih maka ke atasnya juga enggak
dapat ke atasnya gak dapat ke atasnya
enggak dapat ke atasnya enggak dapat
paham Nggih terus Utsman juga sama
Kenapa hubungannya dengan Ahmad itu
dipisah perempuan satu
dua kemudian Zubair Kenapa Zubair ini
tidak dapat karena dipisah perempuan
juga paham Nggih nah Abdullah kenapa
enggak dapat karena Abdullah ini dipisah
oleh perempuan ini dipisah oleh
perempuan ini jadi itu sebelumnya ada
laki-laki tapi laki-lakinya dipisah oleh
perempuan maka yang merah-merah ini ini
enggak dapat semua nah ini enggak dapat
semua bukan ahli waris yang hijau ahli
waris semua paham Nggih kyak bingung iki
paham
boten ya tapi kasus ini jarang Pak
karena begini nanti Pak karena begini
Jadi yang atas paling atas itu gak dapat
Kalau ini ada ini enggak dapat Kalau ini
ada ini enggak dapat Kalau ini ada
Makanya kasus seperti ini itu jarang
nanti yang sampai ke atas ini jarang
kenapa Kok jarang karena biasanya kan
sing Urip ituu paling mentok y Mbah I
kan zaman saiki paling mentok bah jadi
ama ya Umpama ternyata mayat Ini hanya
punya Muhammad sama Khadijah Ya sudah
ini enggak ada semua enggak dapat semua
ini yang dapat cuma ini Bapak Ibu tok
paham Nggih Nah makanya yang paling atas
akan terhalang oleh yang paling dekat
jadi Umar ini dapat kalau ini enggak
ada Fatimah dapat kalau ini enggak ada
tapi kalau ini ada ini sudah enggak
dapat semua ini Kalau ini ada ini enggak
dapat semua
paham ng makanya kasus kayak tadi itu
agak jarang jaranglah zaman sekarang
jarang kalau zaman dulu mungkin ini
kalau hubungannya
usul sekarang hubungan anak hubungan
anak yang anak itu adalah anak atau cucu
yang hubungan dengan mayit tidak dipisah
perempuan maka yang
masuk ahli waris adalah satu anak
laki-laki perempuan laki-laki atau cucu
dari anak laki-laki nah saya kasih
contoh Pak begini ni contoh enak
langsung contoh oh nak sekarang yang
jadi mayit Muhammad bukan Ahmad lagi pak
jadi aman gak sama terus contohnya
sekarang Muhammad nah ini mayit Nggih
mayit dia punya anak tiga satu Mahmud
dua Ahmad
Oh anak pak tapi bukan mayit Ahmadnya
Sekarang jadi anak bukan jadi
mayit
[Tertawa]
Mahmud jadi mahmad ini punya anak Mahmud
Ahmad Fatimah Mahmud punya anak Ali
Zainab Ali punya anak bakar Zainab terus
gitu Pah berarti ini namanya anak ke
sini cucu ke sini cicit Pah ini juga
sama ini anak cucu cicit ini juga sama
ini anak cucu cicit Umpama kasusnya dia
punya anak cicitnya lengkap saanaknya
lengkap Nah kalau kasus seperti ini Pak
nanti yang bawah ini dengan adanya ini
ini enggak ada semua enggak dapat semua
karena dihalangi dengan yang atas paham
Nggih jadi konsepnya begitu Jadi paling
atas dihalangi yang paling dekat kalau
ke bawah juga sama paling bawah
dihalangi dengan yang paling
dekat Umpama ini ndak ada ini ndak ada
ini ndak ada ndak ada semua ini ngih
maka siapa yang dapat ah kita lihat ahli
waris itu adalah yang hubungannya ke
mayit tidak dihalangi perempuan jadi
Fatimah dapat Kenapa karena langsung
tidak halangi Ahmad dapat anak karena
langsung Mahmud juga dapat karena
langsung nomor dua yang dapat siapa cucu
yang tidak dihalangi perempuan atasnya
jadi anaknya Mahmud dapat karena dia
hubungannya ke sini lewat laki-laki ke
sini laki-laki Zainab juga dapat karena
meskipun dia perempuan tapi lewatnya
jalur laki-laki laki-laki paham Nggih
Utsman juga dapat karena dia jalurnya
laki-laki langsung ke mayit Hindun
meskipun perempuan dapat ini namanya
bintu ibnin anak perempuannya anak
laki-laki atau cucu perempuan tapi dari
anak laki-laki ini dap dapat karena
langsung ke sini tapi yang ini enggak
dapat kenapa enggak dapat karena
hubungannya ke sini itu lewat Fatimah
yang perempuan paham ngih jadi untuk
cucu yang dapat itu adalah cucu dari
anak
laki-laki paham Nggih Nah kenapa kok
seperti itu loh Ustaz kasihan Ustaz
kalau enggak mau peraturan seperti ini
Islam ngasih solusi apa kemarin sudah
dijelaskan
hibah jadi Islam itu kalau bicara waris
itu objektivitas paham Nggih Jadi kalau
dalam Islam itu waris itu objektivitas
Lanang laki Urip dak makanya dulu saya
ceritakan anak yang umur 50 tahun dengan
anak yang baru lahir statusnya sama
kalau waris paham Nggih bukan berarti
yang paling tua lebih dapat banyak
bahkan anak yang paling tua umur 50
tahun kok Umpama si mayat itu punya anak
masih dalam kandungan wajib ditunggu
keluarnya laki-laki atau perempuan itu
kalau bicara waris waris itu bicara
objektivitas kalau ndak mau seperti itu
ya jangan pakai waris caranya bagaimana
ojo ngenteni mati waktu urif sampean Ki
putun sing Kay iniini Umpama Muhammad
itu tahu ini wafat semua ini wafat ini
wafat kata Muhammad kan podo-podo Putu
Ik ya putu putu putu putu putu putu maka
Muhammad kalau dia bijak enti mati paham
ini
dikasih ini dikasih gak usah mati
pahamih jadi Islam itu waris
objektivitas kalau ndak mau ya harus
pakai Hi
paham
lanjut kalau ke samping yang dapat itu
adalah saudara baik laki-laki maupun
perempuan kandung maupun seayah ataupun
Seibu atau anaknya saudara laki-laki
baik kandung ataupun sayaahah saya kasih
contoh lagi ini Pak contoh selanjutnya
jangan biar bingung ini kasusnya begini
Pak kasusnya Pak Ahmad ini nikah sama
Aisyah ini
nikah punya anak
ini setelah nikah sama Aisyah dia nikah
lagi Umpama sama
ruqayyah paham ngg punya anak Ahmad
dengan ruqayah itu Ini loh ketepatan
ruqayyah ini sebelum nikah sama ahammad
dia janda pernah nikah sama
ini sama Utsman Rukayah niknya sama
Utsman l punya anak Umar Khadijah
wis kalau dalam Bab waris Zainab Ali
Fatimah itu namanya saudara kandung
seayah Seibu karena ibunya sama Bapaknya
sama sama dengan ini bakar dengan Hindun
itu setatusnya Sakik saudara saya Seibu
karena Bapak eo Ahmad ibu
ruqayyah sama Umar dengan Khadijah itu
juga saudara seayah se Ibu karena
bapaknya Utsman sama ruqayyah ibunya
tapi antara Fatimah ke bakar itu namanya
saudara liab saudara seayah paham Nggih
Kenapa karena dia dengan bakar itu
tunggal iki tunggal bapak bapak
Ahmad Bukan tunggal Ibu karena ibunya
beda yang satunya bakar itu ibunya ini
yang Fatimah ibunya Aisyah ini namanya
saudara seayah pun kalau saudara Seibu
ini contohnya Umar dengan Hindun Umar
dengan Hindun itu ibunya yang sama
sama-sama
ruqayyah jadi Hindun ibunya juga ruqiyah
Umar juga ruqayyah tapi bapaknya beda
itu namanya nama Lium Ibu Saudara se Ibu
pun kalau saudara semuanya dapat warisan
Pak jadi Umpama Pak Zainab wafat ini
wafat
Pak maka ini semuanya dapat
Pak karena saudara itu baik kandung Oh
ini enggak dapat ya ini kan bukan bukan
bukan hubungan ke sini kan hubungnya ke
sini Jadi Umpama yang yang wafat itu
Hindun Umpama ya wafat Hindun ini wafat
ya saya tulis saja biar enggak bingung
wafat itu Hindun ini m
wafat Maka kalau ini wafat Hindun ini
dapat semua pak ini dapat ini dapat ini
dapat ini dapat ini dapat ini dapat ini
dapat atas nama saudara seayah Seibu ini
dapat atas nama saudara seayah ini dapat
atas nama saudara se Ibu paham Nggih Nah
nanti bagaimana hitungannya bahasanya
nanti pak masuk-masing itu banya nanti
ini kaidah dasarnya saja nomor dua yang
dapat adalah satu anak dari saudara
laki-laki yang saudara seayah Seibu atau
saudara seayah jadi Umpama ini gak ada
semua pak ini Hindun wafat ya ini enggak
ada ini enggak ada ini enggak ada ini
enggak ada ini enggak ada ini enggak ada
yang ada cuma bagian ini kan nah yang
dapat Siapa yang dapat Adalah anaknya
saudara
laki-laki dari hubungan saudara kandung
yang seayah Seibu atau seayah jadi
Umpama Hindun wafat yang dapat itu siapa
satu
Khalid statusnya siapa anaknya
saudara
seayah tapi ini enggak dapat ini kalau
punya anak juga gak dapat kenapa karena
ini anaknya saudara dari ibu paham Nggih
pun Paman itu dua ada ammun ada kholun
ada paman itu saudaranya Bapak ada paman
saudaranya ibu dalam waris yang dapat
warisan itu adalah paman yang saudaranya
Bapak tapi kalau Paman saudaranya Ibu
tidak termasuk ahli waris berarti kalau
jenengan contohnya Ini bagaimana Pak Pak
contohnya Ini Pak ini Umpama yang wafat
itu yang ini yang wafat itu
yang yang ini nah yang wafat adalah
Maryam Maryam itu kan punya Bapak Ali
Ali itu punya Fatimah sama Zainab nah oh
ini agak sulit ini karena Ali Umpama
yang wafat Bukan itu Pak yang wafat
keliru ini aja O amat terus Pakak Pak o
amat terus Pak yangat Ini Pak yangat Ini
Pak gampang
pakat ini
pak jadi yang dapat warisan itu adalah
Umpama Fatimah ini diggenti
bakar nah Berarti statusnya statusnya
Ali ini wafat Pak
ya wafat statusnya Ali ini apa namanya
Paman kan statusnya Ali ini kan Paman
Bentar ini statusnya Ali ini kan Paman
jadi Ali ini statusnya paman
Umpama Fatimah ini bukan laki-laki
perempuan namanya bakar ini juga
Paman Nah kalau yang namanya Ali ini
adalah paman dari ibu karena dia saudara
laki-lakinya Ibu maka dia enggak dapat
Fatimah Andaikan Dia jadi bakar juga
enggak dapat
paham beda kalau yang mati
Khalid khid ini mati kemudian ini MP
diganti bakar maka dia dapat Kenapa
saudaranya Ayah jadi yang menjadi ahli
waris itu hanyalah Paman dari
saudara siapa Pak Bapak bukan dari
saudara Ibu paham sampai sini pun
Sebelum saya lanjut ada yang mau tanya
dibandingkan Nanti saya jauh-jauh enggak
paham sampean Ayo ada yang mau tanya Pak
Sebelum saya lanjut
pak lanjut Nggih kalau engak yang tanya
saya lanjut ada tanya Pak enggak ada ng
ada wis lanjut nah ini ini
Peru anak angkat itu bukan ahli waris
makanya ini saya sering ngomong kalau
jenengan punya anak angkat anak angkat
itu satu pak anak angkat itu yang perlu
dihati-hati adalah anak angkat itu yang
perlu dihati-hati satu ini anak
angkat jadi anak angkat itu Pak satu
kalau kemudian perlu
dihati-hati masalah apa
nasab ndak boleh anak angkat nasabnya ke
bapak angkat paham Nggih Umpama a punya
anak B nak boleh anak angkat b maka
enggak boleh B itu dinasabkan B bin a
gak boleh dulu ada yang tanya Ustaz
bagaimana saya ngangkat anak Ustaz tapi
dia kan harus punya kakak
lah kakaknya kalau gak ikut saya ikut
siapa Ustaz ikut Ibunya kan gak bisa
Wong an sudah bisa bagaimana hukumnya Ya
sudah kalau memang itu hanya untuk
administrasi gak masalah tapi gak boleh
mengaku itu nasabnya kepada bapak Cuma
masalahnya nanti pak ini harus ada
tertulis kalau enggak ada tertulis suatu
ketika Umpama dia mati anak angkat ini
menganggap dapat
warisan dan kuat karena di KK ada ini
yang harus dihati-hati paham nggih satu
nasab nomor dua masalah
Wali kalau anak angkat itu
perempuan Maka nanti yang mengangkat
nikah si anak angkat gak boleh Bapak
angkatnya harus bapaknya
sendiri paham Nggih jadi Umpama di sini
ada
a jangan Ahmad terus a wis a enak Pak a
ini ngangkat anak B nah B ini kan kan
punya bapak bapaknya Umama C dia punya
bapak Ini Bapak ya Bapak dia punya
saudara D Ini saudaranya
ap Maka kalau B ini Umpama nikah gak
boleh yang menjadi wali ini ngak boleh
yang menjadi wali siapa ya Bapaknya ini
kalau enggak ada bapaknya ya saudaranya
ini saudara laki-lakinya paham Nggih
Kenapa karena statusnya A itu bapak
angkat gak bisa jadi Wali
Makanya hati-hati kalau jenengan
ngangkat anak pun nomor
t masalah
mahram Jadi kalau anak angkat itu di
anak diangsuh apa diangkat anak kurang 2
tahun kurang 2
tahun maka Kalau dia kurang 2 tahun
karena kalau pernah
disusoni diaat
1 tahun oleh istrinya disusoni sekarang
banyak cara Pak jangan bisa ke dokter
yang penting itu lima kali susonan gak
harus kenyang paham Nggih gak harus
kenyang Pak jenengan loh Ustaz Iya Ustaz
kalau
kita makanya anak suson itu hanya
berlaku kalau umurnya kurang dua Makanya
kalau jenengan ngapunten nyusu sama
istrinya ndak jadi anak angkat Nak jadi
anak susun karena umurnya sudah lebih
dari
loh benar Pak loh
Kok dulu ada yang tanya dia kan Pak
ustaz Katanya anak
Ustaz katanya kalau nyusu sama orang
sama perempuan itu jadi anak susun ada
yang tanya begitu Pak Lalu bagaimana
kalau saya nyusus sama istri saya ya
enggak bisa jadi anak susun Kenapa
umurnya lebih 2 tahun paham ngih jadi
hukum anak suson itu berlaku kalau
disusoni di bawah
dan perah menyusu kali susuan tidak
harus kenyang Maka kalau biasanya begini
Pertanyaan selanjutnya Ustaz Bagaimana
dengan perempuan kan kalau gak pernah
hamil itu kan gak punya air susu bisa ke
dokter saya tanya ke dokter ada ada
beberapa obat yang penting keluar Pak
meskipun dikit-dikit itu yang penting
pernah disosoni l kali supaya ini jadi
anak
suson Maka kalau jenenganangkat anak
kalau anaknya perempuan Jadikan anak
supaya sama jenengan mahram mahramnya
bukan karena anak karena anak suson
syaratnya suson dibawah 2 tahun dan
pernah
disusoni lima kali susonan paham Nggih J
kalau Jan ngangkat anak 3 tahun sudah
enggak bisa nak suson di hati-hati lah
kalau tidak jadi anak suson hati-hati
dengan mahramnya Pak Umpama Dia
perempuan sama jenengan itu bukan mahram
gak boleh digoncengak boleh berduaan di
rumah nak boleh di rumah kemudian gak
pakai kerudung karena statusnya jenengan
meskipun jenengan bapak angkat dengan
anakkat anda bukan mahram nah kecuali
sudah disusun mahram Kalau umpama dia
laki-laki yang perlu dihati-hati dengan
istri Anda paham Nggih Jadi kalau
jenengan ngangkat anak laki-laki yang
perlu dihati-hati dengan istri Anda
kalau tidak dijadikan mahram solusinya
jadi mahram makanya saya sering ngomong
kalau Jangan mau cari anak angkat cari
yang bayi bayi di bawah 2 tahun jenengan
istrinya konsultasi ke dokter kandungan
Bagaimana bisa keluar air susu meskipun
sedikit paham Nggih pun selanjutnya anak
angkat ini yang perlu diperhatikan
adalah masalah
waris anak angkat secara waris tidak
dapat waris kalau jenengan ngangkat anak
karena jenengan kasihan ini yang sudah
hidup bareng sama saya yang pernah tahu
susah payah saya yang barengi bisnis
saya Andaikan jenengan pengin jangan
pakai waris ojo ngenteni mati jenengan
hibahkan Waktu hidup paham Nggih jadi
Islam itu kaku untuk waris tapi Islam
ngasih solusi untuk BAB waris anak
angkat gak dapat tapi kalau pengin dapat
harus lewat hibah atau wasiat itu pun
wasiat tidak boleh lebih dari sepertiga
paham Nggih pun kita lanjut ada yang mau
tanya
lanjut
lanjut kalau gak paham langsung tanya
Pak yang kedua sebab waris
pernikahan dalam Alquran surah Anisa
dikatakan kalian laki-laki sebagai suami
mendapatkan separuh dari apa yang
ditinggalkan oleh
istri istri mendapatkan seperempat dari
yang ditinggalkan oleh suami kalian
dengan syarat gak ada anak maka suami
istri itu mendapat warisan hanya dengan
akad sah termasuk akad sah adalah akad
nikah siri itu sah secara agama pamih
Makane jenengan sing dadi Wong Lanang
seneng
[Musik]
ngentupan kene du kene du kene du itu
jenengan sebelum mati harus harus
dikasih tahu pak anaknya Pak Nak bakon
Duit dulur dulurmu tek kono harus tahu
Pak karena Nanti katanya Apa kaitannya
adalah nanti ini kan mahram Pak
naudubillah Pak naudubillah dia enggak
tahu kalau ini adalah anaknya ketemu tek
kuliahan cek
ayune nikah sampai punya anak kan bahaya
Pak kasihan Wi seneng-seneng harus
dipisah kalau kalau seperti ini harus
dipisah Pak harus dipisah loh kan Saken
Pak wis du anak loro telu wis
seneng-senenge marah dipisah Makane ini
bapak-bapak semua kan hati-hati jenengan
itu minimal durunge mati kondo isik Pak
ojo sampai ngenteni mati ngeruh pak
paham ngih J jenengan sing kasiri sini
dua jadi tek Malang duwe Jadi kalau
tugas ke Malang ono sing dijojo umpomo
kemudian di daerah Sidoarjo Yo duwe gawe
jujukan
kemudian daerah Mojokerto Yo duwe K
jujukan daerah Surabaya Yo duwe loh ini
benar
hati-hati minimal jenengan apa wasiat ke
ini ngasih tahu kalau saya mati tolong
ini beritahu ke anak saya dia punya ibu
ee ibu tiri di sini di sini di sini dia
punya saudara di sini di sini di sini
Apa kaitannya Pak kaitannya satu bab
waris
jadi istri ini dapat waris Pak sama
dengan istri yang pertama karena
statusnya istri dalam Islam itu nak
lihat istri kedua ketiga istri tua istri
enom gak pokok statusnya objektivitas
kalau waris istri itu
Tok paham
Nggih dapat dia
Pak loh Umpama enggak dikasih tahu
berarti kan ada haknya dia yang tidak
diberikan makanya hati-hati yang sing
senang ngentupan hati-hati harusu paham
Nggih ya sama dengan kalau dia punya
anak loh Umpama anaknya ini siang yang
di sudoarjo duwe anak sing di Mojokerto
duwe anak sing tek Malang Yo duwe anak
loh ini juga dia dapat warisan sama
dengan anak yang dari istri pertama yang
sah cara hukum secara secara negara dan
secara agama paham Nggih nah itu yang
pertama jadi kaitannya adalah satu
dengan warisan nomor dua yang paling
bahaya masalah mahr ini yang paling
bahaya Pak kalau samp gak ngasih tahu
tibane ketemuek kuliah kan bahaya
pakaken Pak i dulurewe Wis seneng WS du
anak loro dikandani BAP Pod saking BAP
sing biyen
sembunyi ini kalau dalam bab bab nikah
wajib dipisahak bolehak boleh dilanjut
Tapi biasanya kalau ASN aman
ASN aman kalau enggak ketahuan
pun yang kedua saling mewarisi berlaku
kecuali terjadi talak Bain kecuali talak
Bain punya istri yang kemudian Siri
ditalak Bain talak Bain tiga berarti
sudah enggak dapat tapi kalau talak rji
tak rji itu talak satu dan dia masih Ida
maka hubungan nya itu masih hubungan
suami istri saling
mewaris kalau talak satu masih dalam
posisi ID tapi kalau kalak Bain tiga
sudah enggak
bisa nah yang diwaris itu harta pribadi
makanya ini Ini penting ini sering salah
Arta harta gonogini itu kalau dalam
Islam itu gak ada harta gonogini Pak
harta itu ya punya sendiri-sendiri
makanya saya enggak setuju Pak dengan
prinsip tekku tekku tekmu tekku itu gak
ada Pak jadi Harya istri ya hartanya
istri hartanya suami ya suami enggak ada
istilahnya tek Bojoku yo Tek aku tek aku
yo jadi tekku tekku tekmu itu gak ada
Pak saya kasih contoh saya kasih contoh
begini contoh
wis
ee nah saya kasih contoh
istri ini istri
Pak ini bisa ya istri istri sing dia
[Tertawa]
pokok istri itu kan punya harta Pak
Umpama dia punya harta dari
warisan dia punya bapak dapat warisan
ini hartanya istri Pak suami ngak boleh
maksa untuk dikasihkan suami kalaupun
istri mau
ngasih itu kebijakan istri makanya
Kenapa istri perempuan itu dapatnya
nanti ee setengahnya laki-laki karena
perempuan itu enak pak perempuan itu
kalau diaan dapat warisan itu miliknya
dia gak bisa dibagi keak laki-laki gak
harus dibagi tapi kalau sampean dapat
warisan sampean nanggung istri itu
bedanya paham Nggih istri dapat warisan
itu hartanya istri istri kerja
Dagang kalau itu murni usahanya dia itu
hartanya
istri laki-laki ndak boleh nyolongi nak
boleh Pak loh benar
Pak karena itu punya istri Pak
mentang-mentang istrinya dicolongi gak
boleh Pak Tapi kalau istri boleh
nyolong punya
suami tapi dengan catatan dengan catatan
tapi dengan catatan ini jangan dipotong
ini dengan catatan bojone medit ndak
Toman k nafkah itu pernah terjadi di
zaman Rasulullah ada sahabat namanya
Hindun Hindun itu lapor sama Rasulullah
Rasul Saya punya suami itu Masyaallah
medite Masyaallah ndak tuman k nafkah me
naluk Jata
makso ngeg nafkah nak gelem mek jaluk
JAT
mo apakah boleh saya ngambil
uangnya suami tah sengetawanya Rasul
mengatakan gak apa-apa asalkan dengan
cara yang Makruf paham Nggih tapi kalau
jenengan hartanya istri gak boleh
dicolong kalau istri boleh nyolong
dengan catatan gak dikasih nafkah maka
dia boleh mengambil miliknya suami
sebatas nafkahnya dia dan anaknya paham
nggih Maka kalau dagang itu punya istri
Pak gak boleh sampean apa ambil itu gak
boleh harus izin harus izin kecuali
istrinya ikhlas ikhlas wis pas Mbak bo
wis Mas aku men sampean Cinta Mati Akak
Poo sampean kecuali seperti itu tapi
jarang koy
[Tertawa]
ngono satu dagang nomor dua Andaikan dia
kerja itu milik istri Pak kalau
jenengannya yang kerja itu ada haknya
istri karena jangan nafkahi tapi kalau
istri yang kerja itu murni haknya istri
ndak boleh sampean kemudian istrinya
sing kerjo atm-nya sampean
Sita nak
boleh tapi kalau ATM sampean diita ono
olehene
Pak karena jenengan punya kewajiban tapi
ya Enggak boleh seharusnya enggak harus
semuanya ya hak nafkahnya saja paham
Nggih pun jadi kalau kerja itu hanya
istti pun nomor dua Andaikan Dia punya
dagang punya kerja pemberian
suami jenengan ngasih istri jenengan
mobil itu miliknya istri jenengan ngasih
istri jenengan perhiasan itu miliknya
istri Maka kalau jenengan sudah ngasih
ke istri jaluk maling gak
oleh kecuali istrinya ngasih mahar itu
juga miliknya istri pertama ya Iya pokok
singing dikekno nang istri itu ya
miliknya
istri
ngih loh bener ini kasusnya begini Pak
contoh begini enggak boleh umpamanya
kasus kayak tadi kasus yang tadi
laki-laki ngentupan itu loh
Pak jadi Ahmad nikah dengan Ahmad maneng
sekadung anu
ini con begini Jadi begini ya k
eh a saja a a a a ini
ya inisial inisial inisial a a ini nikah
tiga Pak sama b sama c sama
D yang istri resmi
a yang istri gak resmi b sama C istri
yang tidak resmi sudah dikasih rumah
sudah dikasih
rumah Andaikan si a ini mati ini tetap
dapat warisan Pak gak boleh kemudian
istri sah mengatakan wis dikei ngono Nak
bisa karena pemberian itu miliknya istri
sebagaimana suaminya ketika ngasih istri
sesmi itu juga miliknya dia jadi Kalau
umpama dia mati ya tetap oleh warisan
ndak boleh wis enak wis nikah siri ndak
kond-kond ngaku wis Dik Umah kjaluk Opo
maneh ndak bisa Pak paham Nggih gak bisa
kenapa Karena yang sudah diberikan itu
menjadi milik
paham ngih loh ini harus ngerti Pak
makanya W makanya S paling aman y
mac-macam paling
aman
pemberian nah ini semuanya ini semuanya
ini milik istri karena milik istri
Andaikan nanti suami
wafat yang dibagi bukan ini dia dapat
lagi dari punya
suami punya suami itu apa hartanya Ya
sudah ini juga dapat bagian atas nama
warisan
iya paham
ngih ya tetap Nanti kalau mati tetap
dapatisan Pak gak bisa
apa tetap Pak atas nama istrinya
pak pak SIRI itu meskipun gak punya anak
statusnya tetap istri kalau jenengan
wafat tetap
dapat atas nama
istri meskipun gak punya anak paham
Nggih jelas
ngih ini ini jelas penjelasannya atau
jelas praktiknya
[Tertawa]
ini pun contoh sekarang kasus begini Pak
kasus
Istri
kerja Suami
kerja nah kasus seperti ini Pak maka
hasil punya istri itu milik istri hasil
kerja suami Andaikan Dia nafkah milik
istri masalahnya begini Ustaz Bagaimana
dengan
rumah rumah ini a dulu antara istri dan
suami sama-sama kerja hasilnya sama-sama
dibuat bangun rumah ini untuk bangun
rumah ini untuk bangun rumah ini sering
terjadi kan beli mobil dpne teko sing
lanang
nyicile sing wedok nyicile Umpama dibagi
loro ada seperti itu ada kan
wis loh Bagaimana k nya tentang rumah
ini ini kasusnya nanti dua pak kasus
kalau cerai kasus
cerai atau kasus ketika
wafat kalau cerai berarti rumah ini ini
bukan rumah suami tapi
bersama maka kalau dalam kitab ini saya
ini penjelasannya saya anu dalam kitab
aturqoh mautun
lah
Wun Jadi kalau ada kasus yang seperti
ini ini milik bersama maka ini tidak
boleh diwaris tidak boleh dijual oleh
salah satunya karena di sini ada milik
bersama bagaimana solusinya solusinya
adalah satu harus dipisah Kalau mungkin
jadi Umpama sekarang rumah ini nilainya
berapa oh dulu bangun rumah ini habisnya
r00 juta diraacking Pak Ya ini harus
harus diraacking Pak 500 juta itu harus
dilajak 500 juta itu buat yang dari
hasilnya istri berapa yang hasil suami
berapa jadi nak bisa langsung dibagi dua
gak bisa
karena harta dalam Islam itu Islam itu
menghargai harta masing-masing istri
yang punya hak suami juga punya hak itu
Islam menghargai hak masing-masing paham
ngih maka di tracking ini berapa Umpama
500 juta itu ternyata 200 juta yang
bagiannya istri yang 300
bagiannya suami maka Umpama terjadi
cerai maka yang 200 ini ya haknya istri
suami nomboki dinilai 200 ini berapa
persen nilai rumah sek berapa persen Ya
sudah sekian persennya itu nanti
miliknya istri senilai r00 juta itu
berapa persennya paham Nggih Kalau
umpama suami wafat ini wafat Pak ini
meninggal ini wafat maka rumah Ini yang
diwaki berapa
warisnya yang
300 Jadi 300 ini yang dibagi jadi istri
itu dapat bagian yang 200 plus bagiannya
dia sebagai istri dari 300 dia juga
dapat
paham Nggih ini harta gono kini jadi
harus ditking kalau enggak bisa ditking
harus saling Islah ya wis perkiraan
sekian suami istrinya kemudian sering
rela ya wis bagian sampean segini
intinya harus ada tracking kalau gak
harus disepakati paham Nggih ini harta
gono
gini ada yang mau tanya Pak
[Tertawa]
ini masih lama Pak masih banyak ini ini
masih 17 dari
60 ayoanya ada yang matanya enggak ada
Nggih kalau gak ada yang lanjut syatat
waris kita selesai sampai anu salat
waris salat waris adalah yang
selanjutnya adalah wafatnya orang yang
diwaris jadi harus wafat baik secara
langsung seperti dilihat
Mashur persaksian dua saksi Umpama
jenengan punya bapak bapaknya kemudian
Rantau di daerah itu sudah masyhur
bapaknya sudah wafat maka Sejak saat itu
bisa diwaris tapi bapaknya Mik digolek
gak ketemu ojo diwaris disik harus ada
ketetapan dia wafat baik dilihat
langsung atau Masyur atau ada dua saksi
yang lihat Iya bapakmu itu ke Malaysia
bareng saya saya dua orang yang menemani
bapak kamu dan saya melihat langsung
Bapak kam wafat baru bisa diwaris kalau
hilang Belum bisa diwaris sampai secara
hukum dinyatakan wafat makanya O
kesusu wong wong hilang jangan langsung
diwaris Tunggu dulu ketetapan hukumnya
Seperti apa atau secara hukum orang yang
tidak diketahui kabarnya tapi oleh
pengadilan sudah diputuskan meninggal
maka dia kemudian baru bisa
diwaris
lanjut hidupnya ahli
waris Jadi kalau ahli waris dilihat
langsung masyhur wafat atau selanjutnya
itu harus kemudian hidup kalau mati
enggak dapat contoh begini Pak nih biar
gampang enakan kasih
contoh ojo ahmads
pak Hamid Hamid pak sekaliali pak
Hamid Hamid punya anak
empat i Muhammad Muhammad Muhammad pak
Muhammad ahamad terus pakaken pak
Muhammad Mahmud
Aisyah Fatimah ini anaknya Nggih ini
anaknya nah
Muhammad punya
anak
bakar kemudian punya anak
ruqoyah Mahmud punya anak Umar punya
anak
Ali
Aisyah punya anak Umpama di sini punya
punya anak Zaid ini enggak punya anak
wies kalau kalau Hamid ini wafat kalau
Hamid ini wafat Maka kalau ini masih
hidup semua satu dua
empat maka yang dapat warisan cuma empat
ini Pak 1 2 3 4 ini enggak dapat ini
enggak dapat ini enggak dapat ini enggak
dapat ini enggak
dapat Kalau umpama sebelum hamil wafat
Muhammad ini wafat
duluan ini wafat duluan
pak maka yang dapat adalah Mahmud Aisyah
Fatimah ini enggak dapat anaknya
Muhammad gak dapat Kenapa anaknya
Muhammad gak dapat karena ada anak cucu
enggak dapat makanya Hamid Kalau umpama
kasihan saaken rek Iki oleh iki oleh iki
oleh iki oleh iki oleh tapi kan cucuku
dari Muhammad kan gak oleh ya jangan
ngenteni mati dikii waktu Urip dalam
kondisi hebah paham Nggih Tun jadi
Umpama dia wafat duluan maka dia gak
dapat dia Anaknya juga Otomatis gak
dapat karena syaratnya dapat warisan
kalau dia hidup ketika Hamid mati
Muhammad sudah wafat maka gak dapat
meskipun anak paham Nggih
pun Kalau umpama Muhammad wafat Mahmud
wafat Aisyah wafat Kadi Putu
maka yang dapat
siapa bakar
dapat Umar dapat Ali dapat cucu dapat
paham ngih nah ini yang kemudian harus
dipahami jadi warisan itu yang dapat
yang ketika ahli yang ketika orang yang
meninggal itu wafat Siapa yang masih
hidup dia yang baru dapat jadi
saudaranya yang mati ya enggak dihitung
anaknya yang sudah mati gak dihitung
karena yang adalah yang ketika dia mati
Siapa yang masih hidup paham Nggih t ini
yang harus dipahami lanjut
ah penghalang waris pembunuhan makanya
dikatakan alqatil la yarit pembunuh ndak
bisa wararis ada orang yang kemudian
karena kesuan Bapak idint ini mati ini
ndak ketemu nak mati-mati diracun maka
dia enggak dapat
warisan makanya Pak dienteni ae dienteni
tutuk
tutuk lanjut ahli waris penghalang waris
beda agama dalam hadis riwayat Muslim
dikatakan la yaritul muslim alkafir W
yaritul kafir Al
Muslim orang yang seorang muslim tidak
bisa diwaris orang nonmuslim orang non
mususlim tidak bisa diwaris oleh Muslim
la yatawarotu ahl millattin sama dengan
nanti kasusnya P Umpama nonmuslim
Kristen anaknya Buddha ngak bisa saling
waris karena sudah beda agama paham
Nggih Maka kalau pengin Umpama ada yang
seperti itu kasusnya ya jangan nunggu
wafat Hiba
wies ini yang mungkin bisa saya
sampaikan Kalau ada mau tanyakan saya
persilakan Insyaallah kita selanjutnya
akan bahas ahli waris sama sedikit
perhitungan ini Insyaallah pertemuan
sanjutnya sudah bicara tentang ahli
waris detail Monggo Pak kalau ada
matanya Pak misalkan kalau enggak punya
anak suami istri
saudara
[Tertawa]
anak
apa saudaranya yang mati contoh begini
contoh
begini se aku kok Eling Ahmad terus
iki
k Muhamad
Muhammad Muhammad ini
Muhammad Muhammad Muhammad ini punya
anak satu wis Ahmad maneh wis kantung
nging saya ini
Umar ini
Zainab
nah Ahmad punya
anak punya anak Umpama di sini Ali
Utsman Zainab punya anak
ruqoyah sama thha laki-laki ya wis
kasusnya begini Pak kasusnya yang
meninggal bukan Muhammad tapi
Umar yang meninggal Umar Umar kan gak
punya anak
pak Maka kalau Umar masih punya bapak
Ahmad masih hidup ini masih hidup
makanya dapat waris apa
Muhammad saudaranya Ini saudaranya ini
paham Nggih ini enggak dapat Kenapa
karena masih ada saudara paham
H Kalau umpama Umar wafat Umar wafat ini
wafat pak Muhammad
wafat Ahmad
wafat Zainab wafat yang ada hanya
ponakan maka yang dapat
siapa Ali
Utsman anaknya saudara
laki-laki
pahamih Insyaallah nanti Lebih Detail di
pertemuan selanjutnya tertib Akir waris
ada lagi pak
Monggo jelas jelas Asalamualaikum Pak
mau tanya Eh kalau misalkan
ee cucunya dapat itu itu Ayahnya kan
sudah meninggal kan masih ada saudaranya
lagi itu hukumnya apa Pak Nak bisa Pak
kayak tadi itu contohnya tadi mana tadi
Pak ah ini kan
ngih Coba jangan lihat Hamid ini kan
wafat ini Mama wafat ini kan saya ulangi
lagi ini
wafat ini Muhammad ternyata wafat duluan
paham Nggih lah kalau Mahmud masih ada
ini hidup ini hidup ini
hidup maka anaknya Muhammad gak dapat
kenapa enggak dapat karena cucu itu baru
dapat kalau anak Enggak ada Ini anak
ada tapi kalau misalkan dapat bagian itu
namanya kalau waktu hidup hibah tapi
kalau sudah mati gak bisa Gak bisa Nah
kecuali begini Makanya tadi saya dulu
pernah cerita waris itu ada tiga Pak ada
waris ada saling Rida
Oke Sal Rid contoh begini Pak Ini kalau
secara waris Jadi kalau Umpama Hamid ini
masih hidup dia bisa bilang wies kan dia
tahu dia tahu kan Mahmud Aisyah Fatimah
si urib Iki pasti putuku sing Iki nak
oleh iki Maka kalau dia pengin cucunya
ini kasihan ke cucunya waktu dia masih
hidup
dikasih dikasih hibah loh Ustaz wis
Kadung mati kalau sudah kadung mati ini
enggak dapat kecuali ini mau
ngasih sebagai
Paman op Bapakmu kan dulurku tapi golek
Wong Sing kene repot Pak saik Pak wong
wis k dui nang Pon repot Kecuali Dia mau
ngasih bagiane aku singak tak nang
ponanku sing anake dulurku itu baru
bisa
Setujukah du repotang
PZ
Pak kalau kesepakatan Pak jadi Umpama
Mahmud Aisyah Fatimah sepakat ya wis
bagian awak dewe wis dihitung waris kan
i Wis sing sakmen kekno nang bakar AMB
rukoah boleh tapi kalau enggak mau ya
ndak bisa maksa
Nggih izin Pak ustaz tanya eh menindak
lanjuti apa yang disampaikan tadi Oleh
Pak Wasis eh yang selama ini berkembang
di masyarakat umumnya itu semua anak itu
mendapat hak walaupun ee e orang tuanya
meninggal artinya secara hukum kalau
mereka tidak mendapatkan hak biasanya
itu kalau terkait dengan waris mereka
bisa
menuntut jadi kalau di notaris mesti
Katakan orang tuanya meninggal Ini mesti
menghadirkan anak-anaknya ini yang masih
hidup I itu proses yang selama ini
berkembang di
masyarakat
eh bedakan hukum agama dengan hukum
negara Pak karena hukum negara itu
bicara tentang hitam
putih makanya saya S ngomong kalau
jenengan sudah punya warisan kalau bisa
dihitam putikan sekalian karena ada
kasus begini Pak sudah ahli waris sudah
jelas Pak ahli jelas tapi karena hitam
putih gak ada ini bisa jadi antar anak
nak tukaran Putu
tukaran makanya selain secara agama juga
H nah Kalau umpama secara hukum ya benar
dia menang tapi secara agama dia
mengambil haknya orang
lain artinya benar secara hukum formal
itu bukan bukan berarti
dia menang secara hukum agama makanya
Rasul mengatakan kalau saya memutuskan
sesuatu saya akan melihat secara Zahir
Kalau umpama secara zir itu keliru itu
bukan berarti Ketika saya mutuskan
secara hukum Ini kata Rasulullah berarti
kalian halal mengambil haknya orang lain
ada kasus Pak itu
begini ini kasus nyata ngih Pak jenengan
makanya penting Ken kapa kok hukum-hukum
secara formal itu kadangang engak ni
contoh gini Pak ini ada
a ini Rumah Pak ngih rumah ada rumah
e ada rumah ini miliknya a dijual ke
b oleh B dijual ke
c tapi dulu orang dulu kan gak ada Hitam
Putih Pak ini kasus kasusnyaata Pak jadi
dijual ke b ya wis Dit
dia dapat
uang oleh B dijual ke
c karena sertifikatnya masih atas nama
a anaknya ini kemudian nuntut c c ini
kemudian dihukum
Pak loh pengadilan lihatnya
apa
dokumen pertanyaan saya Apakah si anak
ini apa memang berhak gak bisa itulah
yang namakan orang ngambil hak itu bisa
jadi legal secara formal tapi secara
agama dia mengambil haknya orang lain
paham ng makanya saya sering mengatakan
kalau jenengan urusan waris warisan
usahakan selesaikan dengan Hitam Putih
selesai saya kalau bisa Pak kalau saya
ada orang yang minta saya untuk
memutuskan sesuatu itu pak ya saya tulis
kalau ada kesepakatan saya tulis saya
ketik Ayo tanda tangan bersama bisa jadi
antar anak gak tukaran Pak loh kalau
enggak adaan Puti cucu Pak yang kita
selamatkan anak cucu kita jangan sampai
ada dosa turuntemurun paham ngih makanya
formal legal formal itu belum tentu hak
secara agama dibenarkan ngen Nggih ada
lagi cakap yang bahaya itu begini Pak
yang bahaya itu begini ada kasus begini
enggih Monggo ada lagi ini yang EE biasa
ee aturan di
masyarakat kasus Iya kasus karena ee
kalau kawin siri itu secara hukum
ya keabsahannya tuntutannya kan gak ada
Ustaz tapi secara agama kan ada tadi
Ustaz menyampaikan ee apabila seorang
laki-laki Ahmad menikah punya istri
empat ya satu sa tiga tidak sah secara
hukum agama mereka berhak mendapatkan
hak yang sama betul tetapi ee secara
hukum secara hukum ini berbicara secara
hukum mereka menuntut tidak bisa ini loh
artinya kan maka ee secara legal itu kan
mereka menuntut itu tidak punya bukti
itu loh keabsaan Itu loh Itu solusinya
terbaik gimana Ustaz ya kan umumnya
biasanya mereka memberikan
ee secara langsung supaya tidak ada
tuntutan di kemudian hari bet ya kalau
kayak gini memang enggak bisa Pak memang
beda ya Jadi kalau legal formal itu
hanya bicara dokumen makanya saya
katakan tadi yang paling aman kalau
memang dia sudah nikah beneran ada
saksinya kan Bisa dicek di tempatnya itu
kan masok nikah di bawah tangan kan ndak
bisa Pak nikah kan ono sing ngakat ono
tonggone sing weruh kan pasti ada Pak
lah kalau itu sudah nyata dia nikah ya
ndak bisa lagi ya mau nak mau kalau kita
pengin Selamat ya kita pakai yang dia
dapat gak bisa Pak jadi karena kalau
menang-menangan dihukum pasti bicara
dokumen dan dokumen itu belum tentu
benar ya agak sulit itu memang kalau
saya dihadapkan Ustaz Bagaimana ngukumi
syariat atau ngukumi hukum itu beda beda
ngoten Nggih Nggih Monggo Monggo Terima
kasih Pak ustaz yang saya tanyakan
misalkan ini ada seorang jejaka nikah
seorang janda tapi punya anak satu tapi
dia mengangkat anak dua sik S sik sik
sayagak lali Pak S Pak engok lali Pak
gamb gambar i Wis Ahmad Man wis P Eling
Ahmad si Ahmad wis Ahmad menikah seorang
janda menikah sama Iya punya anak satu
Fatimah ini punya anak jandanya punya
anak satu punya anak wis Muhammad lah
anaknya
ngih
terus dan akmad itu mengangkat anak dua
mengangkat anak bukan anak dari sini ya
anak dari ibu Iya artinya bukan dari
saudara dari saudara dari saudara dia
angkat anak wis angkat anak ya angkat
anak berapa Dua wis angka laki-laki
perempuan lah Mama terus I dan W itu
tadi meninggal dan alli barisnya
dikasihkan ke siapa Ahmad meninggal Nah
kalau Ahmad meninggal ini anak angka gak
dapat anakangkat gak dapat Muhammad ini
juga enggak dapat karena bukan anaknya
Ahmad kalau Fatimah masih hidup maka
yang dapat
Fatimah statusnya sebagai
istri statusnya sebagai
istri loh siapa yang dapat makanya nanti
gini Pak saya kalau saya Pak
Ya saya
khusus konsultasi saya kalau ada orang
tanya ke saya Pak kalau tanya bab salat
tanya bab lain Saya mau pertanyaan itu
via telepon saya mau Pak tapi khusus
waris saya tidak pernah mau kalau ada
orang konsultasi waris pakai telepon
saya enggak bisa enggak berani karena
waris itu urusannya banyak jadi harus
harus tahu ketika Umpama Ahmad ini
meninggal ahli warisnya siapa saja harus
tahu ibunya ada atau gak bapaknya ada
atau gak saudaranya ada atau gak
pamannya ada atau gak ponakannya ada
atau gak jadi bukan hanya sekedar anak
istri tok bukan makanya saya di
mana-mana kalau ada orang konsultasi
masalah warisan saya gak pernah mau via
telepon Kalau mau konsultasi warisan Ayo
Saya mau ke rumah sampean atau sampean
ke rumah saya karena saya enggak berani
memutuskan sesuatu yang ini kaitannya
dengan harta yang akan diturunkan turun
tememurun paham Nggih J ya harus tahu
dulu J kalau jenangan pertanyaan Kay
tadi ya kalau Fatimah masih hidup ya
Fatimah tapi apakah Fatimah saja belum
tentu Ahmad masih punya siapa punya
bapak punya ibu makan dapat punya
saudara atau gak itu nanti hitungannya
beda-beda ngaten Nggih ng cekap sudah
jam satu Nggih Semoga menjadi ilmu
manfaat Barokah Semoga kita Allah
dijadikan orang istikamah dalam kebaikan
ini yang mungkin bisa saya sampaikan
kurang lebihnya saya mohon maaf Wan
wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh waalikum
Terima kasih demikian tadi kajian bis
Insyaallah nanti akan dilanjutkan du
minggu lagi pada hari Rabu tanggal 10
bulan
Oktober Saya kira terima kasih kepada
semua jemaah atas atensinya dan terima
kasih kepada Ustaz atas peluangan
waktunya yang telah diberukan pada kita
semua mohon maaf atas segala kekurangan
akhirul kalam wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh w
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:18 UTC
Categories
Manage