ASN Mengaji Seri 28 - Fiqih Waris : Bagaimana Pembagian Waris Menurut Syariat Islam ? (Eps. 02)
-Yfv8-IQEkQ • 2024-09-25
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id sayidina Muhammadin waa alihi wasohbihi wabarik wasallim ajmain [Musik] matika ya arhamarahimin rbisohliri wairli Amri wahlul uqdatanisani yafu AMD para jemaah yang saya hormati Alhamdulillah kita oleh Allah masih diberikan nikmat sehat walafiat sehingga kita bisa berkumpul di masjid yang Insyaallah penuh barokah ini semoga setiap langkah kita menuju masjid ini menjadi penggugur dosa-dosa kita menjadi peningkat derajat kita dan semoga Allah subhanahu wa taala selalu memudahkan setiap langkah kita menuju surganya Allah subhanahu wa taala amin ya rabbal alamin para jemaah kita lanjutkan kajian penunda kiamat kajian penunda kiamat yaitu kajian tentang ilmu waris pun ini banyak yang hadir Nggih harus paham sehingga kiamat semakin jauh kalau enggak paham nanti tambah dekat nanti kemarin kita telah membahas perbedaan waris hibah wasiat Sudah ingat ng jadi ada waris ada hibah ada wasiat tidak perlu saya ulang nah hari ini kita akan membahas tentang waris ada tiga unsur utama waris satu almuwarris artinya adalah mayat atau mayit orang yang meninggal yang hartanya diwaris ada namanya alwaris atau ahli waris yaitu orang yang menerima warisan yang paling penting yang ketiga tirkah hartanya jadi percuma ada yang meninggal ada ahli warisnya gak ada yang ditinggalkan jadi unsur pertama yang paling penting itu yang nomor tiga makanya ini yang kalau kata anu itu kadang-kadang kita itu sudah ngomong jauh-jauh tentang warisan detail ternyata yang diwaris gak ada al-qur'an itu kan bahas waris paling detail ternyata umat Islam gak ada yang diwarisin Makanya jangan sampai terjadi kepada kita UN kapan waris bisa dilakukan ada tiga satu karena ada sebab sebab warisan itu ada dua ada karena kekerabatan ada karena pernikahan nanti kita bahas yang nomor dua terpenuhi syarat yaitu wafatnya muwaris dan hidupnya ahli waris baik secara nyata ataupun secara hukum Jadi kalau belum mati ya jangan diwaris paham ngih Jadi Bapak sik urif sik ngene wis diwarisdiki jangan jadi harus wafatnya dulu baru di diwaris nomor dua hidupnya ahli waris J kalau ahli waris yang sudah wafat ya enggak dapat bagian jadi Umpama nanti A itu punya anak Ahmad ada punya anak Muhammad punya anak Fatimah Ahad Ahmad Muhammad Fatimah ternyata yang Ahmad meninggal [Tertawa] oh nah Maka kalau yang meninggal duluan anaknya Ketika nanti si a ini wafat bagian anaknya yang Ahmat itu sudah enggak dapat karena dia mati duluan yang dapat yang dua sisanya meskipun ini punya anak nanti makanannya gak dapat ini yang kedua yang ketiga ndak ada manik ndak ada penghalang penghalang dalam warisan tu ada dua satu pembunuhan nomor dua beda agama J kalau ada anak duwe Bapak cek suwene bapakek mati-mati Kapan sing aku oleh warisan akhirnya gara-gara dia pengin cepat-cepat dapat warisan bapaknya diracun maka yang racun ini meskipun anak kandung enggak dapat warisan jadi pembunuh ahli waris itu tidak dapat warisan makanya gak usah kesusu enteni ae Eh nomor dua beda agama jadi Kalau umpama ada non Islam punya anak muslim maka ketika dia mati beda agama tidak menjadikan saling mewaris ini tiga hal yang akan kita bahas satuatu nah saya kasih contoh Ini masalah pernikahan saya kasih contoh ini ada Ahmad ini ada Pak Ahmad ya Pak Ahmad mati Pak Ahmad ini ternyata termasuk orang yang tampan karena tanpanah maka dia punya istri itu sampai empat satu pertama nikah sama Fatimah nikah lagi sama ruqayah Nikah lagi sama Zainab terakhir dapat janda ya jadi yang terakhir ini adalah dia Hindun ini ini menikah sama Muhammad janda kemudian dinikah oleh Ahmad berarti di sini si Ahmad ini kan punya empat istri satu dua tiga empat W istri istri pertama punya anak satu Hasan dua laaya istri kedua gak punya anak istri ketiga punya anak Ali dan Umar istri yang keempat yang janda itu punya anak angka bukan angkat apa Anak Tiri anak bawaan namanya Umar Umpama kasusnya istri yang pertama Fatimah wafat istri yang ke empat yang janda ditalak maka kasus seperti ini ahli warisnya siapa ahli warisnya hanyalah satu istri yang ada dua-duanya ini dapat ini enggak dapat anaknya ini juga enggak dapat karena ini bukan anaknya Ahmad paham ngih ini M mayitnya ngih maka Umar ini enggak dapat karena Umar ini anaknya Hindun bawaan ketika statusnya Hindun sudah bukan menjadi istrinya Ahmad karena ditelak maka dia enggak dapat warisan Fatimah karena sudah wafat duluan maka dia juga enggak dapat tapi anaknya Fatimah Hasan dan Laila dapat paham Nggih Nah nanti bagiannya ruqayyah sama bagiannya Zainab ini nanti ini dianggap statusnya istri jadi nanti bagiannya istri Umpama karena ada anak dapat seper8an seperlapan itu dibagi dua antara Zainab dengan ruqayyah paham ngih Jadi kalau kasusnya seperti ini yang dapat warisan Siapa yang dapat warisan adalah satu Ali dua Umar tiga Hasan empat Laila statusnya adalah anak ini anak ini anak yang ketiga adalah ruqoyah dan Zainab statusnya istri paham Nggih hitungnya bagaimana nanti itu masih ini kan masih pemanasan masih pemanasan paham Nggih jadi status waris itu kalau masih hubungannya masih ada jadi hubungan yang sudah enggak ada ya enggak dianggap meskipun punya anak Umpama nanti Umpama ya Fatimah ini cerai punya anak Hasan Laila Hasan laaya dapat karena statusnya anak tapi ibunya enggak dapat karena sudah tidak status suami istri paham Nggih lanjut nah ini waris kita lanjut sebab waris sebab waris itu ada tadi sudah dikatakan ada kekerabatan ada pernikahan kekerabatan itu salah satunya disebutkan dalam surah al-anfal ayat 75 waulul arhami ba'duhum Aula biba'din Fi kitabillah orang-orang yang punya hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sebagian yang lain maka nanti hubungan kekerabatan itu itu nanti ada tiga unsur ada usul ini usul itu berarti ke atas Bapak Mbah nenek ke atas ada furu furu itu ke bawah berarti anak cucu ada nanti yang ke samping hawasyi yang ke samping itu nanti saudara anaknya saudara paman dan seterusnya itu ke samping paham Nggih punun ini harus harus jeli ini untuk usul ke atas yang dapat warisan itu adalah kalau laki-laki adalah laki-laki yang hubungan dengan mayit tidak dipisah dengan perempuan jadi yang kalau dalam pihak laki-laki atas itu satu Ayah nomor dua kakek buyut eh kakeknya kakek apa namanya buyut ngih buyut tapi dari laki-laki itu dapat kalau kakek ayah dan kakek dari ayah dapat tapi kalau kakek dari ibu enggak dapat Ibu punya bapak maka kakek dari ibu itu enggak dapat karena hubungan dengan mayit dipisah perempuan Siapa ibu paham Nggih kalau perempuan yang dapat warisan adalah perempuan yang hubungan dengan mayit tidak dipisah dengan laki-laki jadi ibu dapat nenek daker neneknya eh ibunya nenek dapat karena hubungannya perempuan semua paham Nggih tapi kalau hubungannya dengan mayit dipisah laki-laki yang sebelumnya ada perempuan maka tidak bisa contoh kalau ibunya ayah dapat atau gak dapat karena hubungannya dengan mayit hanya dipisah laki-laki sebelumnya gak ada perempuan ini yang pal paling enak paling enak Saya punya contoh gini ya ini paling enak nah paling gampang ini pun jangan lihat ini nah ini Ahmad meninggal contohnya Pokoknya nah Ahmad ini punya bapak Muhammad punya ibu Khadijah bapaknya punya ibu Eh punya Bapak Umar punya ibu Zainab ibunya punya Bapak Ali punya ibu Fatimah terus kan gitu Umar berarti kakeknya ini ya kakeknya punya buyut berarti buyutnya ini nah ini buyut ini buyut ini buyut paham Nggih ini buyut ini buyut ini buyut ini buyut ini apa namanya cangga cangga cangga cangga cangga cangga cangga benar ngih B ini yang termasuk ahli waris mana satu kalau laki-laki adalah pihak laki-laki yang tidak tidak dipisah oleh perempuan siapa Muhammad bapaknya enggak dipisah perempuan kan dua Umar gak dipisah perempuan nomor selanjutnya siapa Abu Bakar enggak dipisah perempuan maka yang hijau ini ini ahli waris semua Zaid ini ahli waris semua jadi Bapak kakek buyut tapi bapaknya kakek ya kemudian canggah bapaknya boyut itu dapat semua enggak Kalau yang perempuan adalah satu perempuan yang hubungannya dengan mayit tidak dipisah laki-laki yang sebelumnya perempuan maka contoh di sini Khadijah dapat Fatimah dapat ruqayyah dapat karena hubungannya ke mayit itu semuanya perempuan tidak ada dipisah dengan laki-laki paham Nggih contoh lagi yang dapat Zainab Zainab ini dapat Kenapa kok Zainab dapat karena Zainab ini adalah hubungannya dengan mayit dipisah laki-laki Tapi sebelumnya laki-laki kan tidak ada perempuan paham Nggih jadi nenek kalau dari ayah dapat pun paham Nggih asma dapat Kenapa asma ini ibunya Zainab Zainab ini ibunya Muhammad dipisah laki-laki Tapi sebelumnya ini kan gak ada perempuan maka dapat paham ngih zab dapat Umar juga Aisyah juga dapat Kenapa karena hubungannya Aisyah dengan mayit itu semuanya laki-laki tidak dipisah sebelumnya perempuan paham ng yang enggak dapat siapa satu Ali Ali ini laki-laki yang hubungannya dengan mayat dipisah perempuan berarti Al ini statusnya apa kakek tapi dari ibu paham Nggih maka ke atasnya juga enggak dapat ke atasnya gak dapat ke atasnya enggak dapat ke atasnya enggak dapat paham Nggih terus Utsman juga sama Kenapa hubungannya dengan Ahmad itu dipisah perempuan satu dua kemudian Zubair Kenapa Zubair ini tidak dapat karena dipisah perempuan juga paham Nggih nah Abdullah kenapa enggak dapat karena Abdullah ini dipisah oleh perempuan ini dipisah oleh perempuan ini jadi itu sebelumnya ada laki-laki tapi laki-lakinya dipisah oleh perempuan maka yang merah-merah ini ini enggak dapat semua nah ini enggak dapat semua bukan ahli waris yang hijau ahli waris semua paham Nggih kyak bingung iki paham boten ya tapi kasus ini jarang Pak karena begini nanti Pak karena begini Jadi yang atas paling atas itu gak dapat Kalau ini ada ini enggak dapat Kalau ini ada ini enggak dapat Kalau ini ada Makanya kasus seperti ini itu jarang nanti yang sampai ke atas ini jarang kenapa Kok jarang karena biasanya kan sing Urip ituu paling mentok y Mbah I kan zaman saiki paling mentok bah jadi ama ya Umpama ternyata mayat Ini hanya punya Muhammad sama Khadijah Ya sudah ini enggak ada semua enggak dapat semua ini yang dapat cuma ini Bapak Ibu tok paham Nggih Nah makanya yang paling atas akan terhalang oleh yang paling dekat jadi Umar ini dapat kalau ini enggak ada Fatimah dapat kalau ini enggak ada tapi kalau ini ada ini sudah enggak dapat semua ini Kalau ini ada ini enggak dapat semua paham ng makanya kasus kayak tadi itu agak jarang jaranglah zaman sekarang jarang kalau zaman dulu mungkin ini kalau hubungannya usul sekarang hubungan anak hubungan anak yang anak itu adalah anak atau cucu yang hubungan dengan mayit tidak dipisah perempuan maka yang masuk ahli waris adalah satu anak laki-laki perempuan laki-laki atau cucu dari anak laki-laki nah saya kasih contoh Pak begini ni contoh enak langsung contoh oh nak sekarang yang jadi mayit Muhammad bukan Ahmad lagi pak jadi aman gak sama terus contohnya sekarang Muhammad nah ini mayit Nggih mayit dia punya anak tiga satu Mahmud dua Ahmad Oh anak pak tapi bukan mayit Ahmadnya Sekarang jadi anak bukan jadi mayit [Tertawa] Mahmud jadi mahmad ini punya anak Mahmud Ahmad Fatimah Mahmud punya anak Ali Zainab Ali punya anak bakar Zainab terus gitu Pah berarti ini namanya anak ke sini cucu ke sini cicit Pah ini juga sama ini anak cucu cicit ini juga sama ini anak cucu cicit Umpama kasusnya dia punya anak cicitnya lengkap saanaknya lengkap Nah kalau kasus seperti ini Pak nanti yang bawah ini dengan adanya ini ini enggak ada semua enggak dapat semua karena dihalangi dengan yang atas paham Nggih jadi konsepnya begitu Jadi paling atas dihalangi yang paling dekat kalau ke bawah juga sama paling bawah dihalangi dengan yang paling dekat Umpama ini ndak ada ini ndak ada ini ndak ada ndak ada semua ini ngih maka siapa yang dapat ah kita lihat ahli waris itu adalah yang hubungannya ke mayit tidak dihalangi perempuan jadi Fatimah dapat Kenapa karena langsung tidak halangi Ahmad dapat anak karena langsung Mahmud juga dapat karena langsung nomor dua yang dapat siapa cucu yang tidak dihalangi perempuan atasnya jadi anaknya Mahmud dapat karena dia hubungannya ke sini lewat laki-laki ke sini laki-laki Zainab juga dapat karena meskipun dia perempuan tapi lewatnya jalur laki-laki laki-laki paham Nggih Utsman juga dapat karena dia jalurnya laki-laki langsung ke mayit Hindun meskipun perempuan dapat ini namanya bintu ibnin anak perempuannya anak laki-laki atau cucu perempuan tapi dari anak laki-laki ini dap dapat karena langsung ke sini tapi yang ini enggak dapat kenapa enggak dapat karena hubungannya ke sini itu lewat Fatimah yang perempuan paham ngih jadi untuk cucu yang dapat itu adalah cucu dari anak laki-laki paham Nggih Nah kenapa kok seperti itu loh Ustaz kasihan Ustaz kalau enggak mau peraturan seperti ini Islam ngasih solusi apa kemarin sudah dijelaskan hibah jadi Islam itu kalau bicara waris itu objektivitas paham Nggih Jadi kalau dalam Islam itu waris itu objektivitas Lanang laki Urip dak makanya dulu saya ceritakan anak yang umur 50 tahun dengan anak yang baru lahir statusnya sama kalau waris paham Nggih bukan berarti yang paling tua lebih dapat banyak bahkan anak yang paling tua umur 50 tahun kok Umpama si mayat itu punya anak masih dalam kandungan wajib ditunggu keluarnya laki-laki atau perempuan itu kalau bicara waris waris itu bicara objektivitas kalau ndak mau seperti itu ya jangan pakai waris caranya bagaimana ojo ngenteni mati waktu urif sampean Ki putun sing Kay iniini Umpama Muhammad itu tahu ini wafat semua ini wafat ini wafat kata Muhammad kan podo-podo Putu Ik ya putu putu putu putu putu putu maka Muhammad kalau dia bijak enti mati paham ini dikasih ini dikasih gak usah mati pahamih jadi Islam itu waris objektivitas kalau ndak mau ya harus pakai Hi paham lanjut kalau ke samping yang dapat itu adalah saudara baik laki-laki maupun perempuan kandung maupun seayah ataupun Seibu atau anaknya saudara laki-laki baik kandung ataupun sayaahah saya kasih contoh lagi ini Pak contoh selanjutnya jangan biar bingung ini kasusnya begini Pak kasusnya Pak Ahmad ini nikah sama Aisyah ini nikah punya anak ini setelah nikah sama Aisyah dia nikah lagi Umpama sama ruqayyah paham ngg punya anak Ahmad dengan ruqayah itu Ini loh ketepatan ruqayyah ini sebelum nikah sama ahammad dia janda pernah nikah sama ini sama Utsman Rukayah niknya sama Utsman l punya anak Umar Khadijah wis kalau dalam Bab waris Zainab Ali Fatimah itu namanya saudara kandung seayah Seibu karena ibunya sama Bapaknya sama sama dengan ini bakar dengan Hindun itu setatusnya Sakik saudara saya Seibu karena Bapak eo Ahmad ibu ruqayyah sama Umar dengan Khadijah itu juga saudara seayah se Ibu karena bapaknya Utsman sama ruqayyah ibunya tapi antara Fatimah ke bakar itu namanya saudara liab saudara seayah paham Nggih Kenapa karena dia dengan bakar itu tunggal iki tunggal bapak bapak Ahmad Bukan tunggal Ibu karena ibunya beda yang satunya bakar itu ibunya ini yang Fatimah ibunya Aisyah ini namanya saudara seayah pun kalau saudara Seibu ini contohnya Umar dengan Hindun Umar dengan Hindun itu ibunya yang sama sama-sama ruqayyah jadi Hindun ibunya juga ruqiyah Umar juga ruqayyah tapi bapaknya beda itu namanya nama Lium Ibu Saudara se Ibu pun kalau saudara semuanya dapat warisan Pak jadi Umpama Pak Zainab wafat ini wafat Pak maka ini semuanya dapat Pak karena saudara itu baik kandung Oh ini enggak dapat ya ini kan bukan bukan bukan hubungan ke sini kan hubungnya ke sini Jadi Umpama yang yang wafat itu Hindun Umpama ya wafat Hindun ini wafat ya saya tulis saja biar enggak bingung wafat itu Hindun ini m wafat Maka kalau ini wafat Hindun ini dapat semua pak ini dapat ini dapat ini dapat ini dapat ini dapat ini dapat ini dapat atas nama saudara seayah Seibu ini dapat atas nama saudara seayah ini dapat atas nama saudara se Ibu paham Nggih Nah nanti bagaimana hitungannya bahasanya nanti pak masuk-masing itu banya nanti ini kaidah dasarnya saja nomor dua yang dapat adalah satu anak dari saudara laki-laki yang saudara seayah Seibu atau saudara seayah jadi Umpama ini gak ada semua pak ini Hindun wafat ya ini enggak ada ini enggak ada ini enggak ada ini enggak ada ini enggak ada ini enggak ada yang ada cuma bagian ini kan nah yang dapat Siapa yang dapat Adalah anaknya saudara laki-laki dari hubungan saudara kandung yang seayah Seibu atau seayah jadi Umpama Hindun wafat yang dapat itu siapa satu Khalid statusnya siapa anaknya saudara seayah tapi ini enggak dapat ini kalau punya anak juga gak dapat kenapa karena ini anaknya saudara dari ibu paham Nggih pun Paman itu dua ada ammun ada kholun ada paman itu saudaranya Bapak ada paman saudaranya ibu dalam waris yang dapat warisan itu adalah paman yang saudaranya Bapak tapi kalau Paman saudaranya Ibu tidak termasuk ahli waris berarti kalau jenengan contohnya Ini bagaimana Pak Pak contohnya Ini Pak ini Umpama yang wafat itu yang ini yang wafat itu yang yang ini nah yang wafat adalah Maryam Maryam itu kan punya Bapak Ali Ali itu punya Fatimah sama Zainab nah oh ini agak sulit ini karena Ali Umpama yang wafat Bukan itu Pak yang wafat keliru ini aja O amat terus Pakak Pak o amat terus Pak yangat Ini Pak yangat Ini Pak gampang pakat ini pak jadi yang dapat warisan itu adalah Umpama Fatimah ini diggenti bakar nah Berarti statusnya statusnya Ali ini wafat Pak ya wafat statusnya Ali ini apa namanya Paman kan statusnya Ali ini kan Paman Bentar ini statusnya Ali ini kan Paman jadi Ali ini statusnya paman Umpama Fatimah ini bukan laki-laki perempuan namanya bakar ini juga Paman Nah kalau yang namanya Ali ini adalah paman dari ibu karena dia saudara laki-lakinya Ibu maka dia enggak dapat Fatimah Andaikan Dia jadi bakar juga enggak dapat paham beda kalau yang mati Khalid khid ini mati kemudian ini MP diganti bakar maka dia dapat Kenapa saudaranya Ayah jadi yang menjadi ahli waris itu hanyalah Paman dari saudara siapa Pak Bapak bukan dari saudara Ibu paham sampai sini pun Sebelum saya lanjut ada yang mau tanya dibandingkan Nanti saya jauh-jauh enggak paham sampean Ayo ada yang mau tanya Pak Sebelum saya lanjut pak lanjut Nggih kalau engak yang tanya saya lanjut ada tanya Pak enggak ada ng ada wis lanjut nah ini ini Peru anak angkat itu bukan ahli waris makanya ini saya sering ngomong kalau jenengan punya anak angkat anak angkat itu satu pak anak angkat itu yang perlu dihati-hati adalah anak angkat itu yang perlu dihati-hati satu ini anak angkat jadi anak angkat itu Pak satu kalau kemudian perlu dihati-hati masalah apa nasab ndak boleh anak angkat nasabnya ke bapak angkat paham Nggih Umpama a punya anak B nak boleh anak angkat b maka enggak boleh B itu dinasabkan B bin a gak boleh dulu ada yang tanya Ustaz bagaimana saya ngangkat anak Ustaz tapi dia kan harus punya kakak lah kakaknya kalau gak ikut saya ikut siapa Ustaz ikut Ibunya kan gak bisa Wong an sudah bisa bagaimana hukumnya Ya sudah kalau memang itu hanya untuk administrasi gak masalah tapi gak boleh mengaku itu nasabnya kepada bapak Cuma masalahnya nanti pak ini harus ada tertulis kalau enggak ada tertulis suatu ketika Umpama dia mati anak angkat ini menganggap dapat warisan dan kuat karena di KK ada ini yang harus dihati-hati paham nggih satu nasab nomor dua masalah Wali kalau anak angkat itu perempuan Maka nanti yang mengangkat nikah si anak angkat gak boleh Bapak angkatnya harus bapaknya sendiri paham Nggih jadi Umpama di sini ada a jangan Ahmad terus a wis a enak Pak a ini ngangkat anak B nah B ini kan kan punya bapak bapaknya Umama C dia punya bapak Ini Bapak ya Bapak dia punya saudara D Ini saudaranya ap Maka kalau B ini Umpama nikah gak boleh yang menjadi wali ini ngak boleh yang menjadi wali siapa ya Bapaknya ini kalau enggak ada bapaknya ya saudaranya ini saudara laki-lakinya paham Nggih Kenapa karena statusnya A itu bapak angkat gak bisa jadi Wali Makanya hati-hati kalau jenengan ngangkat anak pun nomor t masalah mahram Jadi kalau anak angkat itu di anak diangsuh apa diangkat anak kurang 2 tahun kurang 2 tahun maka Kalau dia kurang 2 tahun karena kalau pernah disusoni diaat 1 tahun oleh istrinya disusoni sekarang banyak cara Pak jangan bisa ke dokter yang penting itu lima kali susonan gak harus kenyang paham Nggih gak harus kenyang Pak jenengan loh Ustaz Iya Ustaz kalau kita makanya anak suson itu hanya berlaku kalau umurnya kurang dua Makanya kalau jenengan ngapunten nyusu sama istrinya ndak jadi anak angkat Nak jadi anak susun karena umurnya sudah lebih dari loh benar Pak loh Kok dulu ada yang tanya dia kan Pak ustaz Katanya anak Ustaz katanya kalau nyusu sama orang sama perempuan itu jadi anak susun ada yang tanya begitu Pak Lalu bagaimana kalau saya nyusus sama istri saya ya enggak bisa jadi anak susun Kenapa umurnya lebih 2 tahun paham ngih jadi hukum anak suson itu berlaku kalau disusoni di bawah dan perah menyusu kali susuan tidak harus kenyang Maka kalau biasanya begini Pertanyaan selanjutnya Ustaz Bagaimana dengan perempuan kan kalau gak pernah hamil itu kan gak punya air susu bisa ke dokter saya tanya ke dokter ada ada beberapa obat yang penting keluar Pak meskipun dikit-dikit itu yang penting pernah disosoni l kali supaya ini jadi anak suson Maka kalau jenenganangkat anak kalau anaknya perempuan Jadikan anak supaya sama jenengan mahram mahramnya bukan karena anak karena anak suson syaratnya suson dibawah 2 tahun dan pernah disusoni lima kali susonan paham Nggih J kalau Jan ngangkat anak 3 tahun sudah enggak bisa nak suson di hati-hati lah kalau tidak jadi anak suson hati-hati dengan mahramnya Pak Umpama Dia perempuan sama jenengan itu bukan mahram gak boleh digoncengak boleh berduaan di rumah nak boleh di rumah kemudian gak pakai kerudung karena statusnya jenengan meskipun jenengan bapak angkat dengan anakkat anda bukan mahram nah kecuali sudah disusun mahram Kalau umpama dia laki-laki yang perlu dihati-hati dengan istri Anda paham Nggih Jadi kalau jenengan ngangkat anak laki-laki yang perlu dihati-hati dengan istri Anda kalau tidak dijadikan mahram solusinya jadi mahram makanya saya sering ngomong kalau Jangan mau cari anak angkat cari yang bayi bayi di bawah 2 tahun jenengan istrinya konsultasi ke dokter kandungan Bagaimana bisa keluar air susu meskipun sedikit paham Nggih pun selanjutnya anak angkat ini yang perlu diperhatikan adalah masalah waris anak angkat secara waris tidak dapat waris kalau jenengan ngangkat anak karena jenengan kasihan ini yang sudah hidup bareng sama saya yang pernah tahu susah payah saya yang barengi bisnis saya Andaikan jenengan pengin jangan pakai waris ojo ngenteni mati jenengan hibahkan Waktu hidup paham Nggih jadi Islam itu kaku untuk waris tapi Islam ngasih solusi untuk BAB waris anak angkat gak dapat tapi kalau pengin dapat harus lewat hibah atau wasiat itu pun wasiat tidak boleh lebih dari sepertiga paham Nggih pun kita lanjut ada yang mau tanya lanjut lanjut kalau gak paham langsung tanya Pak yang kedua sebab waris pernikahan dalam Alquran surah Anisa dikatakan kalian laki-laki sebagai suami mendapatkan separuh dari apa yang ditinggalkan oleh istri istri mendapatkan seperempat dari yang ditinggalkan oleh suami kalian dengan syarat gak ada anak maka suami istri itu mendapat warisan hanya dengan akad sah termasuk akad sah adalah akad nikah siri itu sah secara agama pamih Makane jenengan sing dadi Wong Lanang seneng [Musik] ngentupan kene du kene du kene du itu jenengan sebelum mati harus harus dikasih tahu pak anaknya Pak Nak bakon Duit dulur dulurmu tek kono harus tahu Pak karena Nanti katanya Apa kaitannya adalah nanti ini kan mahram Pak naudubillah Pak naudubillah dia enggak tahu kalau ini adalah anaknya ketemu tek kuliahan cek ayune nikah sampai punya anak kan bahaya Pak kasihan Wi seneng-seneng harus dipisah kalau kalau seperti ini harus dipisah Pak harus dipisah loh kan Saken Pak wis du anak loro telu wis seneng-senenge marah dipisah Makane ini bapak-bapak semua kan hati-hati jenengan itu minimal durunge mati kondo isik Pak ojo sampai ngenteni mati ngeruh pak paham ngih J jenengan sing kasiri sini dua jadi tek Malang duwe Jadi kalau tugas ke Malang ono sing dijojo umpomo kemudian di daerah Sidoarjo Yo duwe gawe jujukan kemudian daerah Mojokerto Yo duwe K jujukan daerah Surabaya Yo duwe loh ini benar hati-hati minimal jenengan apa wasiat ke ini ngasih tahu kalau saya mati tolong ini beritahu ke anak saya dia punya ibu ee ibu tiri di sini di sini di sini dia punya saudara di sini di sini di sini Apa kaitannya Pak kaitannya satu bab waris jadi istri ini dapat waris Pak sama dengan istri yang pertama karena statusnya istri dalam Islam itu nak lihat istri kedua ketiga istri tua istri enom gak pokok statusnya objektivitas kalau waris istri itu Tok paham Nggih dapat dia Pak loh Umpama enggak dikasih tahu berarti kan ada haknya dia yang tidak diberikan makanya hati-hati yang sing senang ngentupan hati-hati harusu paham Nggih ya sama dengan kalau dia punya anak loh Umpama anaknya ini siang yang di sudoarjo duwe anak sing di Mojokerto duwe anak sing tek Malang Yo duwe anak loh ini juga dia dapat warisan sama dengan anak yang dari istri pertama yang sah cara hukum secara secara negara dan secara agama paham Nggih nah itu yang pertama jadi kaitannya adalah satu dengan warisan nomor dua yang paling bahaya masalah mahr ini yang paling bahaya Pak kalau samp gak ngasih tahu tibane ketemuek kuliah kan bahaya pakaken Pak i dulurewe Wis seneng WS du anak loro dikandani BAP Pod saking BAP sing biyen sembunyi ini kalau dalam bab bab nikah wajib dipisahak bolehak boleh dilanjut Tapi biasanya kalau ASN aman ASN aman kalau enggak ketahuan pun yang kedua saling mewarisi berlaku kecuali terjadi talak Bain kecuali talak Bain punya istri yang kemudian Siri ditalak Bain talak Bain tiga berarti sudah enggak dapat tapi kalau talak rji tak rji itu talak satu dan dia masih Ida maka hubungan nya itu masih hubungan suami istri saling mewaris kalau talak satu masih dalam posisi ID tapi kalau kalak Bain tiga sudah enggak bisa nah yang diwaris itu harta pribadi makanya ini Ini penting ini sering salah Arta harta gonogini itu kalau dalam Islam itu gak ada harta gonogini Pak harta itu ya punya sendiri-sendiri makanya saya enggak setuju Pak dengan prinsip tekku tekku tekmu tekku itu gak ada Pak jadi Harya istri ya hartanya istri hartanya suami ya suami enggak ada istilahnya tek Bojoku yo Tek aku tek aku yo jadi tekku tekku tekmu itu gak ada Pak saya kasih contoh saya kasih contoh begini contoh wis ee nah saya kasih contoh istri ini istri Pak ini bisa ya istri istri sing dia [Tertawa] pokok istri itu kan punya harta Pak Umpama dia punya harta dari warisan dia punya bapak dapat warisan ini hartanya istri Pak suami ngak boleh maksa untuk dikasihkan suami kalaupun istri mau ngasih itu kebijakan istri makanya Kenapa istri perempuan itu dapatnya nanti ee setengahnya laki-laki karena perempuan itu enak pak perempuan itu kalau diaan dapat warisan itu miliknya dia gak bisa dibagi keak laki-laki gak harus dibagi tapi kalau sampean dapat warisan sampean nanggung istri itu bedanya paham Nggih istri dapat warisan itu hartanya istri istri kerja Dagang kalau itu murni usahanya dia itu hartanya istri laki-laki ndak boleh nyolongi nak boleh Pak loh benar Pak karena itu punya istri Pak mentang-mentang istrinya dicolongi gak boleh Pak Tapi kalau istri boleh nyolong punya suami tapi dengan catatan dengan catatan tapi dengan catatan ini jangan dipotong ini dengan catatan bojone medit ndak Toman k nafkah itu pernah terjadi di zaman Rasulullah ada sahabat namanya Hindun Hindun itu lapor sama Rasulullah Rasul Saya punya suami itu Masyaallah medite Masyaallah ndak tuman k nafkah me naluk Jata makso ngeg nafkah nak gelem mek jaluk JAT mo apakah boleh saya ngambil uangnya suami tah sengetawanya Rasul mengatakan gak apa-apa asalkan dengan cara yang Makruf paham Nggih tapi kalau jenengan hartanya istri gak boleh dicolong kalau istri boleh nyolong dengan catatan gak dikasih nafkah maka dia boleh mengambil miliknya suami sebatas nafkahnya dia dan anaknya paham nggih Maka kalau dagang itu punya istri Pak gak boleh sampean apa ambil itu gak boleh harus izin harus izin kecuali istrinya ikhlas ikhlas wis pas Mbak bo wis Mas aku men sampean Cinta Mati Akak Poo sampean kecuali seperti itu tapi jarang koy [Tertawa] ngono satu dagang nomor dua Andaikan dia kerja itu milik istri Pak kalau jenengannya yang kerja itu ada haknya istri karena jangan nafkahi tapi kalau istri yang kerja itu murni haknya istri ndak boleh sampean kemudian istrinya sing kerjo atm-nya sampean Sita nak boleh tapi kalau ATM sampean diita ono olehene Pak karena jenengan punya kewajiban tapi ya Enggak boleh seharusnya enggak harus semuanya ya hak nafkahnya saja paham Nggih pun jadi kalau kerja itu hanya istti pun nomor dua Andaikan Dia punya dagang punya kerja pemberian suami jenengan ngasih istri jenengan mobil itu miliknya istri jenengan ngasih istri jenengan perhiasan itu miliknya istri Maka kalau jenengan sudah ngasih ke istri jaluk maling gak oleh kecuali istrinya ngasih mahar itu juga miliknya istri pertama ya Iya pokok singing dikekno nang istri itu ya miliknya istri ngih loh bener ini kasusnya begini Pak contoh begini enggak boleh umpamanya kasus kayak tadi kasus yang tadi laki-laki ngentupan itu loh Pak jadi Ahmad nikah dengan Ahmad maneng sekadung anu ini con begini Jadi begini ya k eh a saja a a a a ini ya inisial inisial inisial a a ini nikah tiga Pak sama b sama c sama D yang istri resmi a yang istri gak resmi b sama C istri yang tidak resmi sudah dikasih rumah sudah dikasih rumah Andaikan si a ini mati ini tetap dapat warisan Pak gak boleh kemudian istri sah mengatakan wis dikei ngono Nak bisa karena pemberian itu miliknya istri sebagaimana suaminya ketika ngasih istri sesmi itu juga miliknya dia jadi Kalau umpama dia mati ya tetap oleh warisan ndak boleh wis enak wis nikah siri ndak kond-kond ngaku wis Dik Umah kjaluk Opo maneh ndak bisa Pak paham Nggih gak bisa kenapa Karena yang sudah diberikan itu menjadi milik paham ngih loh ini harus ngerti Pak makanya W makanya S paling aman y mac-macam paling aman pemberian nah ini semuanya ini semuanya ini milik istri karena milik istri Andaikan nanti suami wafat yang dibagi bukan ini dia dapat lagi dari punya suami punya suami itu apa hartanya Ya sudah ini juga dapat bagian atas nama warisan iya paham ngih ya tetap Nanti kalau mati tetap dapatisan Pak gak bisa apa tetap Pak atas nama istrinya pak pak SIRI itu meskipun gak punya anak statusnya tetap istri kalau jenengan wafat tetap dapat atas nama istri meskipun gak punya anak paham Nggih jelas ngih ini ini jelas penjelasannya atau jelas praktiknya [Tertawa] ini pun contoh sekarang kasus begini Pak kasus Istri kerja Suami kerja nah kasus seperti ini Pak maka hasil punya istri itu milik istri hasil kerja suami Andaikan Dia nafkah milik istri masalahnya begini Ustaz Bagaimana dengan rumah rumah ini a dulu antara istri dan suami sama-sama kerja hasilnya sama-sama dibuat bangun rumah ini untuk bangun rumah ini untuk bangun rumah ini sering terjadi kan beli mobil dpne teko sing lanang nyicile sing wedok nyicile Umpama dibagi loro ada seperti itu ada kan wis loh Bagaimana k nya tentang rumah ini ini kasusnya nanti dua pak kasus kalau cerai kasus cerai atau kasus ketika wafat kalau cerai berarti rumah ini ini bukan rumah suami tapi bersama maka kalau dalam kitab ini saya ini penjelasannya saya anu dalam kitab aturqoh mautun lah Wun Jadi kalau ada kasus yang seperti ini ini milik bersama maka ini tidak boleh diwaris tidak boleh dijual oleh salah satunya karena di sini ada milik bersama bagaimana solusinya solusinya adalah satu harus dipisah Kalau mungkin jadi Umpama sekarang rumah ini nilainya berapa oh dulu bangun rumah ini habisnya r00 juta diraacking Pak Ya ini harus harus diraacking Pak 500 juta itu harus dilajak 500 juta itu buat yang dari hasilnya istri berapa yang hasil suami berapa jadi nak bisa langsung dibagi dua gak bisa karena harta dalam Islam itu Islam itu menghargai harta masing-masing istri yang punya hak suami juga punya hak itu Islam menghargai hak masing-masing paham ngih maka di tracking ini berapa Umpama 500 juta itu ternyata 200 juta yang bagiannya istri yang 300 bagiannya suami maka Umpama terjadi cerai maka yang 200 ini ya haknya istri suami nomboki dinilai 200 ini berapa persen nilai rumah sek berapa persen Ya sudah sekian persennya itu nanti miliknya istri senilai r00 juta itu berapa persennya paham Nggih Kalau umpama suami wafat ini wafat Pak ini meninggal ini wafat maka rumah Ini yang diwaki berapa warisnya yang 300 Jadi 300 ini yang dibagi jadi istri itu dapat bagian yang 200 plus bagiannya dia sebagai istri dari 300 dia juga dapat paham Nggih ini harta gono kini jadi harus ditking kalau enggak bisa ditking harus saling Islah ya wis perkiraan sekian suami istrinya kemudian sering rela ya wis bagian sampean segini intinya harus ada tracking kalau gak harus disepakati paham Nggih ini harta gono gini ada yang mau tanya Pak [Tertawa] ini masih lama Pak masih banyak ini ini masih 17 dari 60 ayoanya ada yang matanya enggak ada Nggih kalau gak ada yang lanjut syatat waris kita selesai sampai anu salat waris salat waris adalah yang selanjutnya adalah wafatnya orang yang diwaris jadi harus wafat baik secara langsung seperti dilihat Mashur persaksian dua saksi Umpama jenengan punya bapak bapaknya kemudian Rantau di daerah itu sudah masyhur bapaknya sudah wafat maka Sejak saat itu bisa diwaris tapi bapaknya Mik digolek gak ketemu ojo diwaris disik harus ada ketetapan dia wafat baik dilihat langsung atau Masyur atau ada dua saksi yang lihat Iya bapakmu itu ke Malaysia bareng saya saya dua orang yang menemani bapak kamu dan saya melihat langsung Bapak kam wafat baru bisa diwaris kalau hilang Belum bisa diwaris sampai secara hukum dinyatakan wafat makanya O kesusu wong wong hilang jangan langsung diwaris Tunggu dulu ketetapan hukumnya Seperti apa atau secara hukum orang yang tidak diketahui kabarnya tapi oleh pengadilan sudah diputuskan meninggal maka dia kemudian baru bisa diwaris lanjut hidupnya ahli waris Jadi kalau ahli waris dilihat langsung masyhur wafat atau selanjutnya itu harus kemudian hidup kalau mati enggak dapat contoh begini Pak nih biar gampang enakan kasih contoh ojo ahmads pak Hamid Hamid pak sekaliali pak Hamid Hamid punya anak empat i Muhammad Muhammad Muhammad pak Muhammad ahamad terus pakaken pak Muhammad Mahmud Aisyah Fatimah ini anaknya Nggih ini anaknya nah Muhammad punya anak bakar kemudian punya anak ruqoyah Mahmud punya anak Umar punya anak Ali Aisyah punya anak Umpama di sini punya punya anak Zaid ini enggak punya anak wies kalau kalau Hamid ini wafat kalau Hamid ini wafat Maka kalau ini masih hidup semua satu dua empat maka yang dapat warisan cuma empat ini Pak 1 2 3 4 ini enggak dapat ini enggak dapat ini enggak dapat ini enggak dapat ini enggak dapat Kalau umpama sebelum hamil wafat Muhammad ini wafat duluan ini wafat duluan pak maka yang dapat adalah Mahmud Aisyah Fatimah ini enggak dapat anaknya Muhammad gak dapat Kenapa anaknya Muhammad gak dapat karena ada anak cucu enggak dapat makanya Hamid Kalau umpama kasihan saaken rek Iki oleh iki oleh iki oleh iki oleh iki oleh tapi kan cucuku dari Muhammad kan gak oleh ya jangan ngenteni mati dikii waktu Urip dalam kondisi hebah paham Nggih Tun jadi Umpama dia wafat duluan maka dia gak dapat dia Anaknya juga Otomatis gak dapat karena syaratnya dapat warisan kalau dia hidup ketika Hamid mati Muhammad sudah wafat maka gak dapat meskipun anak paham Nggih pun Kalau umpama Muhammad wafat Mahmud wafat Aisyah wafat Kadi Putu maka yang dapat siapa bakar dapat Umar dapat Ali dapat cucu dapat paham ngih nah ini yang kemudian harus dipahami jadi warisan itu yang dapat yang ketika ahli yang ketika orang yang meninggal itu wafat Siapa yang masih hidup dia yang baru dapat jadi saudaranya yang mati ya enggak dihitung anaknya yang sudah mati gak dihitung karena yang adalah yang ketika dia mati Siapa yang masih hidup paham Nggih t ini yang harus dipahami lanjut ah penghalang waris pembunuhan makanya dikatakan alqatil la yarit pembunuh ndak bisa wararis ada orang yang kemudian karena kesuan Bapak idint ini mati ini ndak ketemu nak mati-mati diracun maka dia enggak dapat warisan makanya Pak dienteni ae dienteni tutuk tutuk lanjut ahli waris penghalang waris beda agama dalam hadis riwayat Muslim dikatakan la yaritul muslim alkafir W yaritul kafir Al Muslim orang yang seorang muslim tidak bisa diwaris orang nonmuslim orang non mususlim tidak bisa diwaris oleh Muslim la yatawarotu ahl millattin sama dengan nanti kasusnya P Umpama nonmuslim Kristen anaknya Buddha ngak bisa saling waris karena sudah beda agama paham Nggih Maka kalau pengin Umpama ada yang seperti itu kasusnya ya jangan nunggu wafat Hiba wies ini yang mungkin bisa saya sampaikan Kalau ada mau tanyakan saya persilakan Insyaallah kita selanjutnya akan bahas ahli waris sama sedikit perhitungan ini Insyaallah pertemuan sanjutnya sudah bicara tentang ahli waris detail Monggo Pak kalau ada matanya Pak misalkan kalau enggak punya anak suami istri saudara [Tertawa] anak apa saudaranya yang mati contoh begini contoh begini se aku kok Eling Ahmad terus iki k Muhamad Muhammad Muhammad ini Muhammad Muhammad Muhammad ini punya anak satu wis Ahmad maneh wis kantung nging saya ini Umar ini Zainab nah Ahmad punya anak punya anak Umpama di sini Ali Utsman Zainab punya anak ruqoyah sama thha laki-laki ya wis kasusnya begini Pak kasusnya yang meninggal bukan Muhammad tapi Umar yang meninggal Umar Umar kan gak punya anak pak Maka kalau Umar masih punya bapak Ahmad masih hidup ini masih hidup makanya dapat waris apa Muhammad saudaranya Ini saudaranya ini paham Nggih ini enggak dapat Kenapa karena masih ada saudara paham H Kalau umpama Umar wafat Umar wafat ini wafat pak Muhammad wafat Ahmad wafat Zainab wafat yang ada hanya ponakan maka yang dapat siapa Ali Utsman anaknya saudara laki-laki pahamih Insyaallah nanti Lebih Detail di pertemuan selanjutnya tertib Akir waris ada lagi pak Monggo jelas jelas Asalamualaikum Pak mau tanya Eh kalau misalkan ee cucunya dapat itu itu Ayahnya kan sudah meninggal kan masih ada saudaranya lagi itu hukumnya apa Pak Nak bisa Pak kayak tadi itu contohnya tadi mana tadi Pak ah ini kan ngih Coba jangan lihat Hamid ini kan wafat ini Mama wafat ini kan saya ulangi lagi ini wafat ini Muhammad ternyata wafat duluan paham Nggih lah kalau Mahmud masih ada ini hidup ini hidup ini hidup maka anaknya Muhammad gak dapat kenapa enggak dapat karena cucu itu baru dapat kalau anak Enggak ada Ini anak ada tapi kalau misalkan dapat bagian itu namanya kalau waktu hidup hibah tapi kalau sudah mati gak bisa Gak bisa Nah kecuali begini Makanya tadi saya dulu pernah cerita waris itu ada tiga Pak ada waris ada saling Rida Oke Sal Rid contoh begini Pak Ini kalau secara waris Jadi kalau Umpama Hamid ini masih hidup dia bisa bilang wies kan dia tahu dia tahu kan Mahmud Aisyah Fatimah si urib Iki pasti putuku sing Iki nak oleh iki Maka kalau dia pengin cucunya ini kasihan ke cucunya waktu dia masih hidup dikasih dikasih hibah loh Ustaz wis Kadung mati kalau sudah kadung mati ini enggak dapat kecuali ini mau ngasih sebagai Paman op Bapakmu kan dulurku tapi golek Wong Sing kene repot Pak saik Pak wong wis k dui nang Pon repot Kecuali Dia mau ngasih bagiane aku singak tak nang ponanku sing anake dulurku itu baru bisa Setujukah du repotang PZ Pak kalau kesepakatan Pak jadi Umpama Mahmud Aisyah Fatimah sepakat ya wis bagian awak dewe wis dihitung waris kan i Wis sing sakmen kekno nang bakar AMB rukoah boleh tapi kalau enggak mau ya ndak bisa maksa Nggih izin Pak ustaz tanya eh menindak lanjuti apa yang disampaikan tadi Oleh Pak Wasis eh yang selama ini berkembang di masyarakat umumnya itu semua anak itu mendapat hak walaupun ee e orang tuanya meninggal artinya secara hukum kalau mereka tidak mendapatkan hak biasanya itu kalau terkait dengan waris mereka bisa menuntut jadi kalau di notaris mesti Katakan orang tuanya meninggal Ini mesti menghadirkan anak-anaknya ini yang masih hidup I itu proses yang selama ini berkembang di masyarakat eh bedakan hukum agama dengan hukum negara Pak karena hukum negara itu bicara tentang hitam putih makanya saya S ngomong kalau jenengan sudah punya warisan kalau bisa dihitam putikan sekalian karena ada kasus begini Pak sudah ahli waris sudah jelas Pak ahli jelas tapi karena hitam putih gak ada ini bisa jadi antar anak nak tukaran Putu tukaran makanya selain secara agama juga H nah Kalau umpama secara hukum ya benar dia menang tapi secara agama dia mengambil haknya orang lain artinya benar secara hukum formal itu bukan bukan berarti dia menang secara hukum agama makanya Rasul mengatakan kalau saya memutuskan sesuatu saya akan melihat secara Zahir Kalau umpama secara zir itu keliru itu bukan berarti Ketika saya mutuskan secara hukum Ini kata Rasulullah berarti kalian halal mengambil haknya orang lain ada kasus Pak itu begini ini kasus nyata ngih Pak jenengan makanya penting Ken kapa kok hukum-hukum secara formal itu kadangang engak ni contoh gini Pak ini ada a ini Rumah Pak ngih rumah ada rumah e ada rumah ini miliknya a dijual ke b oleh B dijual ke c tapi dulu orang dulu kan gak ada Hitam Putih Pak ini kasus kasusnyaata Pak jadi dijual ke b ya wis Dit dia dapat uang oleh B dijual ke c karena sertifikatnya masih atas nama a anaknya ini kemudian nuntut c c ini kemudian dihukum Pak loh pengadilan lihatnya apa dokumen pertanyaan saya Apakah si anak ini apa memang berhak gak bisa itulah yang namakan orang ngambil hak itu bisa jadi legal secara formal tapi secara agama dia mengambil haknya orang lain paham ng makanya saya sering mengatakan kalau jenengan urusan waris warisan usahakan selesaikan dengan Hitam Putih selesai saya kalau bisa Pak kalau saya ada orang yang minta saya untuk memutuskan sesuatu itu pak ya saya tulis kalau ada kesepakatan saya tulis saya ketik Ayo tanda tangan bersama bisa jadi antar anak gak tukaran Pak loh kalau enggak adaan Puti cucu Pak yang kita selamatkan anak cucu kita jangan sampai ada dosa turuntemurun paham ngih makanya formal legal formal itu belum tentu hak secara agama dibenarkan ngen Nggih ada lagi cakap yang bahaya itu begini Pak yang bahaya itu begini ada kasus begini enggih Monggo ada lagi ini yang EE biasa ee aturan di masyarakat kasus Iya kasus karena ee kalau kawin siri itu secara hukum ya keabsahannya tuntutannya kan gak ada Ustaz tapi secara agama kan ada tadi Ustaz menyampaikan ee apabila seorang laki-laki Ahmad menikah punya istri empat ya satu sa tiga tidak sah secara hukum agama mereka berhak mendapatkan hak yang sama betul tetapi ee secara hukum secara hukum ini berbicara secara hukum mereka menuntut tidak bisa ini loh artinya kan maka ee secara legal itu kan mereka menuntut itu tidak punya bukti itu loh keabsaan Itu loh Itu solusinya terbaik gimana Ustaz ya kan umumnya biasanya mereka memberikan ee secara langsung supaya tidak ada tuntutan di kemudian hari bet ya kalau kayak gini memang enggak bisa Pak memang beda ya Jadi kalau legal formal itu hanya bicara dokumen makanya saya katakan tadi yang paling aman kalau memang dia sudah nikah beneran ada saksinya kan Bisa dicek di tempatnya itu kan masok nikah di bawah tangan kan ndak bisa Pak nikah kan ono sing ngakat ono tonggone sing weruh kan pasti ada Pak lah kalau itu sudah nyata dia nikah ya ndak bisa lagi ya mau nak mau kalau kita pengin Selamat ya kita pakai yang dia dapat gak bisa Pak jadi karena kalau menang-menangan dihukum pasti bicara dokumen dan dokumen itu belum tentu benar ya agak sulit itu memang kalau saya dihadapkan Ustaz Bagaimana ngukumi syariat atau ngukumi hukum itu beda beda ngoten Nggih Nggih Monggo Monggo Terima kasih Pak ustaz yang saya tanyakan misalkan ini ada seorang jejaka nikah seorang janda tapi punya anak satu tapi dia mengangkat anak dua sik S sik sik sayagak lali Pak S Pak engok lali Pak gamb gambar i Wis Ahmad Man wis P Eling Ahmad si Ahmad wis Ahmad menikah seorang janda menikah sama Iya punya anak satu Fatimah ini punya anak jandanya punya anak satu punya anak wis Muhammad lah anaknya ngih terus dan akmad itu mengangkat anak dua mengangkat anak bukan anak dari sini ya anak dari ibu Iya artinya bukan dari saudara dari saudara dari saudara dia angkat anak wis angkat anak ya angkat anak berapa Dua wis angka laki-laki perempuan lah Mama terus I dan W itu tadi meninggal dan alli barisnya dikasihkan ke siapa Ahmad meninggal Nah kalau Ahmad meninggal ini anak angka gak dapat anakangkat gak dapat Muhammad ini juga enggak dapat karena bukan anaknya Ahmad kalau Fatimah masih hidup maka yang dapat Fatimah statusnya sebagai istri statusnya sebagai istri loh siapa yang dapat makanya nanti gini Pak saya kalau saya Pak Ya saya khusus konsultasi saya kalau ada orang tanya ke saya Pak kalau tanya bab salat tanya bab lain Saya mau pertanyaan itu via telepon saya mau Pak tapi khusus waris saya tidak pernah mau kalau ada orang konsultasi waris pakai telepon saya enggak bisa enggak berani karena waris itu urusannya banyak jadi harus harus tahu ketika Umpama Ahmad ini meninggal ahli warisnya siapa saja harus tahu ibunya ada atau gak bapaknya ada atau gak saudaranya ada atau gak pamannya ada atau gak ponakannya ada atau gak jadi bukan hanya sekedar anak istri tok bukan makanya saya di mana-mana kalau ada orang konsultasi masalah warisan saya gak pernah mau via telepon Kalau mau konsultasi warisan Ayo Saya mau ke rumah sampean atau sampean ke rumah saya karena saya enggak berani memutuskan sesuatu yang ini kaitannya dengan harta yang akan diturunkan turun tememurun paham Nggih J ya harus tahu dulu J kalau jenangan pertanyaan Kay tadi ya kalau Fatimah masih hidup ya Fatimah tapi apakah Fatimah saja belum tentu Ahmad masih punya siapa punya bapak punya ibu makan dapat punya saudara atau gak itu nanti hitungannya beda-beda ngaten Nggih ng cekap sudah jam satu Nggih Semoga menjadi ilmu manfaat Barokah Semoga kita Allah dijadikan orang istikamah dalam kebaikan ini yang mungkin bisa saya sampaikan kurang lebihnya saya mohon maaf Wan wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waalikum Terima kasih demikian tadi kajian bis Insyaallah nanti akan dilanjutkan du minggu lagi pada hari Rabu tanggal 10 bulan Oktober Saya kira terima kasih kepada semua jemaah atas atensinya dan terima kasih kepada Ustaz atas peluangan waktunya yang telah diberukan pada kita semua mohon maaf atas segala kekurangan akhirul kalam wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh w
Resume
Categories