File TXT tidak ditemukan.
ASN Mengaji Seri 28 - Fiqih Waris : Bagaimana Pembagian Waris Menurut Syariat Islam ? (Eps. 01)
y8xup4etCl0 • 2024-09-11
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
alhamdulillahiabbil alamin wabihi nainu
umud dunyain wasatu
wasalamaidil
mursalinidina wa Maulana Muhammad
yang kami
hormati k Abdul Fa
alfizin yang kami hormati jemaah salat
zuhur masjid Alhuda
pertama-tama marilah kita panjatkan puji
syukur keehadirat Allah subhanahu wa
taala yang mana pada kesempatan siang
hari ini kita masih diberi kesehatan
kekuatan sehingga dapat mengikuti salat
zuhur berjamaah sekaligus mengikuti
kajian yang dilaksanakan oleh bbsdm
Provinsi Jawa Timur yaitu
tentang fikih waris yang mana pada siang
hari ini dengan tema fikih waris
Bagaimana pembagian waris menurut ajaran
Islam kedua kalinya selawat serta salam
marilah kita haturkan kepada junjungan
kita nabi besar Muhammad sallallahu
alaihi wasallam yang telah memberi
tauladan dan bimbingan kepada kita semua
dan ajaran yang benar berupa ajaran
Islam semoga kelak nanti kita selalu
mendapat syafaah dari beliau amin amin
ya rabbal alamin jemahat luhur yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala
marilah kita ikuti bersama kajian fikih
waris Bagaimana pembagian waris menurut
ajaran Islam yang akan disampaikan oleh
k. ha fahid faizin dari MUI Kota
Surabaya kepada beliaunya kami
persilakan salamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Waalikumsalam
[Musik]
Allah
irli Amri
wahluluqdaniqu Amma ba para jemah yang
saya hormati Alhamdulillah kita oleh
Allah masih diberikan nikmat sehat
walafiah sehingga kita bisa melaksanakan
ibadah salat zuhur berjamaah yang kita
lanjutkan dengan kajian b'da zuhur
semoga setiap langkah kita menuju
majelis ilmu ini menjadi penggugur
dosa-dosa kita menjadi peningkat derajat
kita dan semoga Allah subhanah wa taala
selalu memudahkan setiap langkah kita
menuju surganya Allah subhanahu wa taala
amin ya rabbal alamin para jemaah kita
hari ini akan membahas tentang ilmu
waris ilmu yang sudah mulai jarang
dibahas bahkan cenderung
dihindari Rasulullah S Alaihi Wasallam
dalam hadis riwayat Ibnu Majah addaru
quutni dan Imam Hakim Beliau mengatakan
Al Q Rasulullah Ya aba Hurairah taamul
Farid Rasulullah pernah mengatakan
kepada Abu Hurairah Abu Hurairah
belajarlah faraid belajarlah ilmu waris
faainnahu nisful Ilmi karena ilmu waris
ini adalah separuh dari
ilmu wa inahu Yunsa dan ilmu ini ilmu
yang kelak akan
dilupakan bahkan akan dihindari wahua
awalu Ma yunza Min umati ilmu waris ini
adalah ilmu yang pertama kali akan
dicabut dari umatku jadi salah satu
tanda kiamat adalah kelak tidak ada
orang yang belajar ilmu Waris dan tidak
ada yang ngerti ilmu waris maka
Alhamdulillah ini termasuk kajian
penunda kiamat
karena nanti tanda kiamat itu kalau
enggak ada orang ngerti waris Jadi kalau
ada kajian waris berarti penunda yam
jadi kalau jenengan di masjid yang lain
itu ada tanda-tanda kiamat di sini kita
gak usah tanda-tanda kiamat tanda-tanda
penunda kiamat karena ilmu Aris itu ilmu
yang pertama kali dicabut dan itu salah
satu tanda
kiamat makanya dalam hadis riwayat yang
lain riwayat Imam Hakim dari Abdullah
bin
Mas'ud Rasulullah mengatakan taalamul
Quran Belajarlah kalian al-qur'an
waimuhu Anas dan ajarkanlah Quran itu
kepada orang lain maka Jangan sampai
kita umur sudah semakin tua kok semakin
tidak ngerti al-qur'an tidak semakin
dekat dengan Quran tidak ada kata
terlambat belajar Quran dan ngajarkan
Quran wa taamul faraid sebagaimana kamu
perlu belajar Quran kata Rasulullah
Belajarlah ilmu waris Belajarlah faraid
waimu Anas dan ajarkanlah ilmu waris
ilmu faraid ini kepada
manusia faimun mabudun kata Rasulullah
Saya manusia biasa saya juga akan
meninggal kata Rasulullah wa
inalmabat dan nanti ilmu waris ini akan
dicabut oleh Allah
dan kalau ilmu waris ini sudah dicabut
akan muncul fitnah Maka nanti pembagian
waris ini pembagian yang di mana pun di
kalangan siapun pembagian yang paling
sensitif dan paling banyak menimbulkan
gejola banyak keluarga itu pecah
gara-gara urusan waris anak tukaran
antar anak itu gara
beberapa waktu yang lalu sampai ada
seorang ibu yang
digugat Mak kata Rasulullah S alaii
wasallam ini perlu dipelajari karena
nanti akan ada zaman ketika ilmu ini
kemudian oleh Allah dicabut dan akan
muncul banyak
fitnah kata
rasulullahta
biha berselisih dua orang yang kemudian
membahas bab waris mereka punya
perbedaan dan tidak ada yang menemukan
orang yang memutuskan karena ilmu ini
sudah hilang makanya ilmu ini sekarang
jarang Pak kalau di Akak di pesantren
jarang jenengan cari pengajian-pengajian
bahas waris itu sekarang J
enggak pernah ngih baru pertama kali ini
ngih makanya ini termasuk tanda-tanda
penunda kiamat berarti kiamat ini
semakin lama Pak karena semakin
masalahnya satu jenengan setelah
pengajian ngerti apa ndak Kalau jenengan
setelah pengajian ngerti berarti kiamat
ditunda tapi setelah pengajian lali metu
wis buyar kabeh maka berarti itu tidak
jadi penunda kiamat cuma untungnya satu
Pak Ono rekamane jadi Andaikan ndak tahu
itu bisa buka lagi ini berarti salah
satu rekaman ini tanda-tanda penunda
kiamat ini ini waris jadi ini saking
pentingnya Rasulullah sallall alaihi
wasallam mempelajari ilmu waris itu
sampai beliau mensejajarkan dengan
belajar Quran beliau menyampaikan
belajar Quran setelah itu belajar waris
sakking penya
waris maka ini Pak sumber dosa itu di
antaranya dari waris
Pak dan ini salah satu dosa yang
berkelanjutan dan sampai diturunkan itu
dosa
waris makanya Allah subhanahu wa taala
dalam surah an-nisa setelah beliau
membahas tentang waris satu-satunya ayat
Pak yang dibahas detail di al-qur'an itu
waris
jenengan lihat hukum-hukum di al-qur'an
yang detail itu hanya waris salat itu
jenengan ndak akan nemukan cara salat
mulai takbir sampai salam di Quran gak
akan nemu waktu salat jenengan ndak nemu
l waktu itu ndak ada yang disebutkan
detail zakat jenengan gak akan menemukan
perhitungan detail zakat gak ada Haji
jenengan juga engak akan nemukan
penjelasan detail tentang haji
satu-satunya surat yang banyak membahas
Waris dan detail pak kalau ini meninggal
masih ada ini maka dapat ini kalau
enggak ada ini maka dapat ini itu detail
pak itu satusatunya ayat itu bab
waris Allah menjelaskan detail tapi
sangat jarang dipelajari padahal paling
detail itu ya bab waris jenengan di
al-qur'an hukum fikih yang al-qur'an
membahas detail itu hanya satu waris Pak
makanya setelah Allah subhanahu wa taala
membahas detail tentang waris Allah
kemudian memberikan satu klausul Beliau
mengatakan tilka hududullah itulah
ketentuan Allah wamay yutiillah wa
rasulahu yudkhilhu jannatin tajri Min
tahtihal anharu kholidina fiha orang
yang taat dengan ketentuan Allah dan
rasulnya maka Allah akan memasukkan dia
ke dalam surga yang di dalamnya akan
mengalir sungai-sungai kholidina fiha
dia akan kekal di
dalamnyaulim dan itulah kemenangan
keberuntungan yang sangat besar
sebaliknya Allah
menegaskanahahu orang yang tidak mau
dengan Hukum Allah tidak mau mengikuti
ketentuan yang telah ditentukan dengan
detail oleh
Allah mereka akan dimasukkan ke neraka
secara kekal maka salah satu dosa Pak
nanti yang dosa itu termasuk agak sangat
ngeri itu adalah dosa warisak saya kasih
gambaran Pak Nah ini saya kasih gambaran
entar ini
saya
H Umpama ini ada orang meninggal ada
harta
ini dia punya anak empat warisnya
empat ada a ada B ada C ada
d
gara-gara salah satunya tidak ikut waris
gara-gara ada yang ngerebut haknya Maka
nanti akan ada yang kekurangan haknya
Umpama ini Yang seharusnya dibagi sesuai
waris ternyata hanya dikuasai oleh
ini ini enggak
dapat maka berarti selama hidup selama
hidup Andaikan Dia hidup
maka yang dipakai oleh
ini ini berarti dia menggunakan haknya
orang lain kalau itu Umpama harta yang
harta itu kemudian dimakan berarti dia
makan bukan haknya kan haknya
ini dan Andaikan itu berupa panggonan
berupa tempat berupa rumah maka dia
selama hidup menggunakan rumahnya orang
yang di situ ada haknya ini yang enggak
dikasih dan ini nanti punya
anak punya anak berarti anaknya ini ini
mengambil haknya ini jadi dosanya ini
dosanya ini diturunkan ke anaknya
diturunkan ke
anaknya ini juga diturunkan ke anaknya
ini nanti kan punya anak lagi ini punya
anak lagi lagi ini punya anak lagi maka
salah satu potensi dosa yang diturunkan
secara turun-temurun itu
dosa
waris paham Nggih maka ini penting Pak
loh benar belum tentu loh kita
kadang-kadang bisa jadi di atas kita itu
kita enggak
tahu Makanya ayo kita Cut mulai sekarang
kita selesaikan dari kita sudah sampai
ke bawah itu aman pak jadi Kalau umpama
kita kemudian ngambil haknya ini haknya
C haknya d kita ambil loh Jangan salah
Ini berarti selama dia menggunakan maka
dia
kemudian menggunakan haknya orang
mengambil haknya orang kemudian
diturunkan ke anaknya diturunkan ke
cucunya dan
seterusnya sebaliknya ini mungkin bisa
jadi dia enggak dapat hak tapi ingat
Allah itu maha adil kelak di Hari Kiamat
Allah itu maha adil dan paling detail
bisa jadi di hari kiamat yang paling
beruntung yang ini
karena ini nanti yang memanen Berapa
banyak Umpama dia sekian puluh tahun ini
kan bisa puluhan tahun ini dia
menggunakan rumah berarti dia
dapat pahala sekian puluh tahun rumah
yang
dipakai dapat pahala sekian makanan yang
dimakan dan ini hitungannya semuanya di
hari kiamat ada paham ngih makanya Ayo
belajar waris ini kita Cut kita enggak
tahu di atas kita ya sudah kita Cut anak
kita selamat cucu kita selamat jadi
membagi waris itu Pak bukan hanya
membagi dengan cara semuanya dapat bukan
itu yang paling penting semuanya Selamat
anaknya selamat cucunya selamat paham
ngih itu yang paling penting pun ini
kalau kita baca waris makanya Allah
mengatakan yudkiluhu naron kholidan fiha
walahu adzabum
muhin para jemah yang saya hormati
sebelum kita baca waris hal-hal yang
harus ditunaikan sebelum pembagian waris
orang yang meninggal sebelum hartanya
dibagi ada beberapa hal yang harus dia
Perhatikan satu hak yang terkait harta
langsung contoh kalau si mayit sekian
tahun punya toko tidak pernah bayar
zakat sebelum hartanya dibagi zakatnya
tunaikan dulu karena itu adalah haknya
si mayit Kasihan dia kalau ada barang
barang yang digadaikan sekarang ini kan
pada pintar Pak sekarang ini Pak
sekarang itu yang sekolah bukan hanya
orang Pak BPKB sertifikat Tan itui
pintar pintar sekolah Nah jadi Kalau
umpama ada orang meninggal kemudian
jangan cari bpkb-nya sertifikat tanahnya
mana yang sekolah-sekolah itu segera
selesaikan diluluskan sekolahnya
kemudian dibayarkan sebelum dibagi
jangan sampai dibagi haknya nya mayit
belum terpenuhi harta yang terkait
tentang hak-haknya si mayit terhadap
harta belum
dipenuhi termasuk hutang ya kalau mayit
punya hutang tanggungan juga
diselesaikan kemudian biaya
perawatan jadi Pak ini ada ada bagusnya
ada ya nak saya selamatan itu bagus Cuma
kalau yang selamatan itu ada ahli waris
yang masih belum baleg ada bayi artinya
kemudian hartanya mayit digunakan
selamatan padahal selamatan itu ada
haknya ahli waris yang lain itu nak
boleh paham Nggih makanya biaya
perawatan itu selesaikan dulu ya kalau
di kota Umpama ada tanah untuk pemakaman
itu bayar ya pakai dananya uangnya mayit
kemudian pemandian pemakaman semuanya
tapi gak usah sampai disewakan Hotel
kayak di anu itu gak usah Pak ya ya yang
wajib-wajiblah pemandian pemakaman kafan
itu diambilkan dulu sebelum dibagikan
secara
waris
kemudian yang perlu pembayaran hutang Ah
ini Pak kasihan si mayit itu pak jadi
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
itu mengatakan Al mayyit muallaqun
bidainih mayit itu digantungkan dengan
hutangnya makanya Rasulullah Sallallahu
Alaihi Wasallam itu sampai ke ketika ada
orang yang mati punya hutang beliau
tidak mau mensalati sampai hutangnya
dibayar maka sebelum waris dibagi
hutang-hutang mayit selesaikan
hutang-hutang kepada siapapun
diselesaikan Jangan sampai ada
hutang-hutang yang belum diselesaikan
nah bagaimana
kalau hutangnya lebih besar dibandingkan
warisannya ada
orang ada orang Umpama ya ada orang itu
ketika dia meninggal Dia punya aset
asetnya itu mungkin senilai 1 miliar
asetnya 1 miliar setelah dihitung dikus
semuanya 1 miliar ternyata dia punya
tanggungan
hutang itu sampai 2 miliar berarti
warisnya ini ini kan tidak
cukup kurang
miliar maka Bagaimana ini wajib dijual
untuk mengganti Ini sisanya ini
tanggungan
siapa bukan tanggungan ahli
waris paham ngih jadi secara fekih
secara fekih loh secara fekih saya gak B
jadi Umpama ada orang punya
hutang semua hartanya habis untuk bayar
hutang ternyata hutangnya masih ada
secara
fikih ahli warisnya tidak wajib
mengganti hutangnya secara
fikih cuma ya secara secara fikih
kadang-kadang kan beda dengan secara
etika ya mosok Bapake ngerumat anake
mulai cilik sampai gede sampai Dadi
wuong Bapake duwe utang kok enggak
dibayar itu kan beda lag tapi secara
fqih gak wajib Jadi kalau jenangan tanya
Ustaz secara fikih boleh wajib Enggak
saya jaur gak wajib
sama dengan orang punya tanggungan
puasa ada orang meninggal pernah gak
puasa pertanyaan saya ahli waris wajib
puasa nak nak wajib itu tanggungannya
dia tapi sebagai bentuk bakti kita
sebagai anak kita Umpama mengqada
puasanya itu namanya kebaikan kita jadi
secara fikih Andaikan ada kasus orang
punya aset asetnya Terata ketika gal
tidak cukup membayar hutangnya maka
asetnya dijual untuk membayar sisanya
itu secara fikih bukan tanggungan ahli
waris cuma ahli waris sebagai anak
sebagai keluarga yang kemudian punya
kebaikan ya dia punya kebaikan untuk
membayarnya melunasinya tapi bukan
sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan
paham Nggih ini terkait tentang masalah
hutang kemudian
wasiat nah wasiat ini juga perlu Pak
wasiat ini perlu di apa namanya
dielesaikan ahli mayit itu wasiatnya
berapa berapa berapa dan wasiat ini
tidak boleh
sepertiga contoh nanti saya akan bahas
bab wasiat contoh mayit ngomongna mek
Bapak mati
tolong seperempat dunyone Bapak kek
masjid maka sebelum dibagi ini harus
dilaksanakan wasiat-wasiat yang terkait
tentang harta mayit kalau kurang dari
sepertiga maka dia wajib ditunaikan ini
yang perlu kita perhatikan pun lanjut
nah ketentuan wasiat apa wasiat itu
wasiat itu kata ulama adalah
tamlikun mudofun Il Ma ba
maut wasiat itu adalah pemberian harta
sukarela tapi dikaitkan setelah mati
jadi kalau ada orang ngomong mek Bapak
mati Laut Kidul iku bagiane adikmu
Umpama dia punya laut maka kalau itu
dikaitkan setelah mati itu namanya
wasiat tapi kalau dia ngomong aku duwe
tanah tanah tek Endi tek balungsari
tanah sing tek Balung saru tak kekno
adikmu itu namanya hibah paham Nggih
jadi ada hibah ada waris ada wasiat
sesuatu yang beda Jadi kalau ada orang
ngomong ini mobil tak kekno adikmu itu
hibah tapi kalau dia ngomongnya begini
me aku mati mobil iki kekno adikmu
berarti wasiat paham Nggih atau kata
Mazhab Syafi'i pemberian waktu sakit
parah ada orang sakit yang kemudian
nyambung sekarat nyambung mati dia
ngomong umat iki tak ko adikmu maka kata
ulama ini masuk kategori wasiat paham
Nggih jadi bedanya wasiat itu artinya
adalah pemberian
seseorang yang sifatnya sukarela tapi
dikaitkan setelah mati tapi kalau
pelaksanaannya sebelum mati namanya
hibah kalau ndak ngomong apa-apa mati
waris paham Nggih jadi ada waris ada
hibah ada wasiat w
ketentuan wasiat itu ada ketentuannya
satu ketentuan wasiat itu kata ulama di
hadis dikatakan La wasiyata liwarittin
illa ayujizal warotah wasiat itu tidak
berlaku untuk ahli waris kecuali ahli
waris yang lain sepakat jadi Umpama Saya
punya anak tiga saya ngomong sama anak
saya yang laki-laki
nak bagian tanah iki bagiane adikmu me
aku mati iki Pagani
adikmu maka ketika saya mati ini nak
berlaku wasiat ini pak yang berlaku
waris kecuali ahli waris yang lain anak
saya yang dua sepakat Oh gak Poo karena
ini wasiatnya Bapak ini wasiatnya Ibu
gak apa-apa berarti ini untuk adik tapi
kalau yang lain gak setuju gak boleh
diganggu gugat karena kalau wasiat untuk
ahli waris gak berlaku Tapi kalau wasiat
untuk selain ahli waris maka ahli waris
gak boleh
menghalangi contoh contoh nanti termasuk
ini Pak anak angkat itu ahli waris atau
bukan bukan maka anak angkat itu kalau
dia meninggal anak angkat gak dapat
warisan tapi kalau wasiat dapat jti
ngomong iki aku Mik mati anak angkatku
iki oleh toko ternyata tokonya nya
kemudian dia meninggal tokonya dihitung
ternyata tokonya ini tidak sampai
sepertiga dari total aset yang
ditinggalkan ahli waris eh ditinggalkan
orang yang mati maka anak angkat ini
dapat tapi kalau lebih sepertiga maka
dia tidak dapat lebihnya paham Nggih
jadi ketentuan wasiat itu satu hanya
berlaku untuk selain ahli waris untuk
ahli waris gak berlaku kecuali ahli
waris yang lain setuju nomor dua kalau
untuk selain ahli waris langsung jadi
setuju atau enggak setuju tetap jadi
kecuali wasiatnya lebih sepertiga Maka
kalau lebih sepertiga lebihnya harus
persetujuan ahli waris ada orang mati
meninggalkan rumah dia ngomong aku
wasiat Umah iki gawe Pondok Berarti kan
bukan untuk ahli waris Nanti kalau dia
meninggal dihitung rumah ini nilai nya
berapa warisannya berapa totalnya kalau
dia punya rumah yang lain ternyata rumah
ini nilainya cuma 1/empat Maka langsung
wajib dilaksanakan jadi Pondok ahli
waris gak B gak boleh menggugat tapi
ternyata setelah meninggal nilainya ini
1 miliar Padahal dia punya rumah cuma
dua yang satunya lebih murah berarti
total asetnya gak sampai 2 miliar
berarti kan nilai rumah Ini kan lebih
separuh nah Kalau lebih separuh maka
yang berlaku sepertiganya lebihnya
tergantung ahli waris ahli waris mau apa
Dak kalau nak mau maka Pondok yang
jatahnya Pondok yang sepertiganya
lebihnya nak paham Nggih makanya
rasulullahaihi wasallam itu mengatakan
ini sahabat Pak jadi jenengan begini Pak
Kenapa kok ada warisan Kenapa kok ada
hukum waris itu menunjukkan umat Islam
kudu duwe duno kira-kira mek jeneng ndak
duwe dunyo ono sing diwaris
ndak paham ya makanya ayat tentang waris
itu motivasi kita untuk mikir anak
keturunan kita makanya dulu ada sahabat
namanya Saad bin Abi waqqas Saad bin Abi
waqqas ini punya harta banyak beliau itu
jiwa sosialnya muncul Rasul saya punya
harta banyak anak saya satu
perempuan oleh Rasulullah Sallallahu
Alaihi Wasallam kemudian ditanya lalu
bagaimana Boleh gak saya seodqah
separuhnya oleh Rasulullah
dilarang Kenapa kata beliau kamu punya
anak jangan sampai anakmu tersiksa
akhirnya dia nawar lagi Lalu bagaimana
kalau saya sedekahkan semuanya enggak
boleh 2/3 gak boleh separuh gak boleh
akhirnya dia ngomong Bagaimana kalau
sepertiga ketika sepertiga Rasulullah
mengatakan ya kalau sepertiga boleh ini
pun kalau menurut saya sudah terlalu
banyak Nah ini pak penting Pak
Rasulullah mengatakan begini inaka
antair
minum
yatakaunas lebih baik kamu punya harta
kamu wariskan ke Anakmu anakmu jadi
orang yang mapan anak yang cukup secara
ekonomi itu lebih baik dibandingkan kamu
mati kabeh dikek nang masjid anakmu ndak
kebagian awakmu mati Bu bojone ambe
anake
misu-misu Bapak ndak Kurang ajar iki
ndak ditinggali warisan paham makanya
kata Rasul sahu Alaihi Wasallam lebih
baik kamu meninggalkan keturunanmu
secara ekonomi cukup mapan kaya lebih
baik dibandingkan kamu meninggalkan
keturunan kamu dalam kondisi miskin
jaluk-jaluk nang menungso makanya
jenengan ya sosial bagus p Pak tapi ya
kudu mikir-mikir Pak kadang-kadang ada
orang itu sosial wis Umah iki tak
wakafno tanah iki wakaf G masjid anake
gigjari ndak Bapak iki tanggal Jangan
sampai setelah jenengan mati anak
jenengan benc nang sampeyan luar biasa
Kenapa nak ditinggali opo-opo paham ngih
ya anu sodqah Bagus Pak Bagus makanya
Rasulullah itu kalau ke orang itu
lihat-lihat Pak Rasulullah itu pernah
nerima orang seodqah bukan hanya separuh
100%. seodqahnya
Siapa ada yang tahu Abu Bakar Abu Bakar
itu Perang Tabuk itu semua hartanya
dibawa ketika Rasulullah Sallallahu
Alaihi Wasallam bertanya apa yang kau
tinggalkan untuk keluargamu Beliau
mengatakan tidak ada aku tinggalkan
untuk mereka Allah dan rasulnya oleh
Rasulullah
diterima kenapa
Rasulullah tahu tingkat imannya Abu
Bakar Rasulullah tahu tingkat imannya
istri dan anaknya Abu Bakar tapi Saad
bin Abi waqqas punya anak satu mau
sedqah 2/3 gak boleh mau sodqah setengah
nak boleh mentok sepertiga itu pun
banyak kenapa beliau tahu mungkin
kualitas anaknya tidak setingkat
kualitas imannya bakar makanya sampeyan
me sodqoh yo delok-delok isik Pak nek
sekirane Bojo tek Omah bengak-bengok yo
ojo akeh-akeeh wong bojone ndak tuman
dibelanjani tonggone dibelanjani
bengak-bengok omane bojone tonggo sing
dibelanjani tambah bengak-bengok paham
Nggih jadi sekirane sodqoh itu ya
mikir-mikir kecuali jenengan bojone wis
berlebih anak berlebih jenengan sodqoh
berlebih nak apa-apa dan itu pun
kalaupun wasiat mentok
sepertiga pun nah ini Pak penting
bedanya waris Islam itu Pak Islam itu
Masyaallah adil Pak Islam ngasih
ketentuan waris tapi Islam ngasih solusi
Jadi kalau waris itu
objektif pokok mati objektif Lanang
wedok anak opo duduk ndak mikir anak
pertama anak kedua ndak mikir anak sing
siji Profesor anak sing siji dungu pokok
jeneng anak oleh karena kalau waris itu
sudah saklek pahamih jadi kalau waris
sudah S kalau jenengan pengin ndak pakai
waris ya ojo ngentene mati bisa pakai
hibah karena Islam itu untuk BAB waris
itu objektif karena nanti kalau
diserahkan subjektif bahaya umpomo sing
gendeng ambek sing pinter sakjane oleh
akeh sing
I kalau menurut sampeyan sing pinter me
J sing gendeng sing pintter kan usah
jolek duit aku gendeng gak us olek duit
berarti yang seharusnya dapat banyak
yang mana itu kan subjektif paham Nggih
yang lumpo sama yang sempurna lebih
baikus yang
mana kan subjektif ini bagi yang lumpuh
mungkin oh enak Dia sudah dapat apa-apa
saya lumpuh gak dapat apa-apa anak
pertama dengan anak terakhir anak
pertama pernah hidup susah payah anak
terakhir Kari naake anak yang pertama
usianya 30 tahun anak terakhir baru
lahir kira-kira dapatnya sama atau beda
kalau waris Sama ndak mikir anak pertama
terakhir karena kalau bicara anak
pertama terakhir itu kan subjektif waris
gak bicara subjektif objektif karena
nanti kalau anak pertama ngomong aku
kudu oleh ake wong Aku sing melok kerjo
Ji anak sing terakhir Yo sampean wis
tuek ngentekno dunyone Bapak kan Luwih
akeh kan subjektif akhirnya Iya apa ndak
lah karena ini subjektif Islam ndak mau
pokok waris objektif Lanang wedok anak
opo ndak itu Tok ndak ada istilah anak
pertama anak terakhir Bojo ya podo Pak l
Umpama sampean punya Bojo
papat ada istri yang pertama itu menikah
sama Sampean sudah menemani 40 tahun ono
Bojo sing terakhir sing nomor papat
kawit nikah jam l mati sing
lanang dalam Bab waris sama apa Nak sama
sama-sama istri paham Nggih sama-sama
istri karena nanti Kalau umpama
dibedakan pasti subjektif kalau
subjektif akan ada perselisihan Jar Bojo
sing tuek wong kawe Dadi bojone Aku sing
Jar sing enom ngomong ngene loh sampeyan
Dadi Bojo kan wis
empas aku kan disisai ampasito kan bisa
jadi itu kan subjektif makanya waris
tidak subjektif paham Nggih Nah kalau
jenengan pengin yang subjektif ya jangan
pakai waris ojo ngenteni mati he P paham
ngih Islam itu Masyaallah Fair
ngenteni mati G bisa tapi kalau jenan
pengin yang jenengan tidak pakai yang
objektif ya J ngenteni mati Apa bedanya
waris hibah wasiat bedanya
satu waris adalah harta mayit yang
dibagikan setelah wafat jadi ngenteni
mati iku jening waris kalau hibah
diberikan saat hidup sehat bukan waktu
sekarat kalau wasiat ngomongnya waktu
sehat tapi pelaksanaannya pengin
ngenteni mati paham ngih waktu sehat
ngomong duitku akeh ko mati k masjid iku
jenenge wasiat ngomonge waktu sehat tapi
pelaksanane ngenteni mati paham bedanya
Nggih UN satu waris dibagi sesuai
ketentuan syariat Islam ndak boleh tidak
harus saklek kalau waris itu gak bisa
Gak bisa ditawar paham ng makanya nanti
kalau jenengan pembagian waris itu ya
harus dibagi dulu nak boleh saring raera
wis gak apao dibagi ngene a gak bisa
bagi dulu baru setelah dibagi baru
bicara
kesepakatan kesepakatan keluarga itu
berlaku setelah ada pembagian jelas
karena waris itu sesuai ketentuan kalau
hibah nak ada ketentuan sakarep
sampean selagi jenengan tidak bertujuan
untuk menghalangi salah satunya jenengan
gak dosa karena itu murni kebijakan kita
Saya pengin anak saya yang ngerumat saya
yang bagian nyewoki saya dapat banyak ya
itu hak jenengan tapi gak usah ngant
mati kalau itu
pengin jenengan lakukan dengan cara apa
hibah
diberikan sebelum jenengan mati waktu
sehat itu hifah mau ngasih masjid mau
ngasih anak angkat boleh paham Nggih nah
ngapunten ngapunten m mengingat saya
termasuk nanti pak pembagian
yang anak hasil
zina anak hasil
zina itu secara waris dapat apa gak ndak
dapat paham Nggih ke aah enggak dapat
Ibu makanya ngati-ngati Pak naudubillah
wis Jogo temen du anak wedok Pak karena
kalau anak itu Pak nauzubillah anak
perempuan itu pak kalau mobil Pak
kecelakaan itu penyoke menjero
tapi mek arek wedok kecelakaan itu
penyoke menjobo penyoke mengarep jadi
Kalau umpama Pak si masih anu n mumpung
ingat jenengan nauzubillah ini
naudubillah Nggih Pak ada a a ini
perempuan
Pak kok enggak bisa
rek jadi ada Ahmad Ahmad
ini
a laki-laki ya
Ena B
perempuan wis
zina hamil
ini nah
pertanyaannya B ketika hamil boleh
enggak nikah dengan
a boleh jangankan nikah dengan a
Andaikan Dia enggak jadi nikah sama a
nikah sama C
itu boleh Pak karena orang hamil karena
zina gak punya Idah paham Nggih nikahnya
sah Saya ulangi lagi nikahnya sah Jadi
kalau B ini hamil karena zina ini
zina Kalau hamil karena zina jangankan
dengan yang
menzinai dengan orang lain pun C orang
lain ini
boleh meskipun hamilnya 8
bulan paham Nggih secara fikih nikahnya
sah
wies tapi masalahnya bukan masalah
nikahnya Pak masalah nanti anak yang
lahir Pak ini yang
hati-hati jadi ketika a dan b ini
kemudian
hamil kemudian punya anak di sini
b punya anak
D karena ini hamil di luar nikah maka
statusnya D ini anaknya
bukan nasabnya ke
A tapi nasabnya hanya ke
B Paham
Nggih karena nasabnya ke b yang perlu
dihati-hati satu kalau ini
perempuan maka dia ndak pernah punya
Wali gak ada Wali dia karena Wali itu
dari pihak Bapak meskipun ini sudah
nikah itu sudah bukan bapaknya statusnya
a ini dengan b kalau Andaikan Dia nikah
statusnya adalah dia adalah Ayah
angkat suaminya Ibu bukan ayah kandung
meskipun secara
biologis dia
itu Ayah kandungnya paham Nggih pun
makanya ngapunten ini saya sedikit
luruskan kait tentang DNA
DNA secara fokeh beda Pak DNA itu begini
Pak ini A dan
B zina kan punya anak D ini secara DNA
dna-nya ke mana Ke A tapi secara nasab
gak boleh diakui sebagai anaknya A Paham
Nggih atau sebaliknya Pak ada
seorang suami istri A dan B Suami
istri si a
suaminya nuduh istrinya zina punya anak
dan anaknya ini diduga bukan anaknya A
itu anaknya orang maka tes DNA tidak
akan pernah merubah anaknya tetap kepada
suaminya paham Nggih Umpama a dan b ini
nikah suami istri punya anak si a ini
nodoh Oh itu bukan anak saya itu anak
selingkuhannya dia ndak boleh pakai tdna
tdna itu sebagai penguat saja Andaikan
Dia tidak mau mengakui anaknya ada
proses namanya sumpah
Lian semacam sumpah pocong baru dianggap
bukan anaknya pisah selama-lamanya paham
ngih makanya perlu dipahami tes DNA itu
tidak seperti yang dikeluar-keluarkan
itu hukum-hukum fqih itu tidak bisa
seperti itu karena ada beberapa hal yang
kayak gini enggak bisa paham ngih pun
satu nomor dua nah kalau ini anak
perempuan gak boleh punya Wali ini
bahaya Pak karena dianggap iki anakku
dewe Wong
hubunganku dan aku sekarang menjadi
istri suami dari ibunya kemudian anaknya
perempuan waktu akad nikah sing jadi
Wali Bapake sing hasil zina loh berarti
kan kasihan anaknya nikahnya enggak sah
karena walinya bukan
dia paham ngih ini yang harus di
hati-hati Pak kasus-kasus seper ini
banyak kalau enggak ngerti fikih bahaya
satu nomor
dua ini anaknya b bukan wasapnya ke a
karena bukan wasabnya ke a Andaikan a
mati dia enggak dapat
waris secara
fekih Andaikan ibunya mati maka dia
dapat waris loh umpama-umpama ini tobat
tobat ya aku tobat wis y opo-yopo kan
Ini anakku pengin dapat dia dapat dari
hartanya ya jangan nunggu mati Waktu
hidup si A itu ngomong iki bagaian d
hibah paham Nggih Wis ini bagiannya D
Jangan nunggu mati kalau kalau nunggu
mati ini enggak dapat ngotot kayak apa
gak dapat karena dia nasabnya bukan ke
ya kalau pengin dapat ya ngomong ya wis
durunge mati ngomong nanganak eliane iki
bagian iki yo kakakmu sing pertama Iki
sigde sudah dikasihkan karena nanti
kalau dia meninggal sudah enggak dapat
lagi paham Nggih ini yang kemudian harus
termasuk anak angkat
anak angkat itu aduh hati-hati pak anak
angkat itu kalau jenengan masukkan ke
Kakak kalau anaknya
laki-laki belum pernah jenengan susoni
oleh ibu istri jenengan berarti setnya
anakangkat itu orang lain karena orang
lain kalau dia lakilaki salaman sama
istri jenengan nak boleh di rumah
berduaan ndak boleh paham Nggih istri
jenengan gak pakai kerudung gak boleh di
depan anak angkat karena anak angkat itu
orang lain kecuali ngambil anak
angkatnya di bawah 2 tahun sempat
disusoni dan nyusoni gak harus banyak
makanya saya bilang sama ibu-ibu yang
ngambil anak angkat ngambil anak angkat
itu paling aman satu kalau dia perempuan
ambil yang ponakannya si istri berarti
kan e apa ambil yang ponakannya si suami
berarti kan Andaikan Dia kemudian ee
bukan anak suson masih mahram dengan
suaminya paham Nggih yang paling aman
enak dijadikan anak suson sekarang
dokter bisa Pak meskipun gak pernah
hamil itu ada beberapa obat itu yang
bisa merangsang punya air susu gak harus
banyak yang penting lima kali nyusoni
dan harus kenyang pagi disusoni sekali
nanti siang susoni sampai lima kali
sudah jadi anak suson tanya ke dokter
sekiranya bisa keluar air susu gak
banyak enggak apa-apa Yang penting dia
pernah menyusu ke istri jenengan
sebanyak lima kali paham Nggih pun Nah
anak angkat ak dapat waris kalau anak
angkat pengin dapat bagi bisa lewat
hibah Jadi kalau hibah hibah itu sesuai
dengan
kebijaksanaan pemberi wasiat itu sama
tapi maksimum
sepertiga lebih sepertiga nak boleh pun
nomor t waris hanya berlaku untuk ahli
waris selain ahli waris gak berlaku anak
angkat gak berlaku anak macam-macam gak
berlaku hanya ketentu ya saklek ahli
waris kalau hibah hibah boleh ke ahli
waris boleh ke selain ahli waris kalau
wasiat kebalikannya ke ahli waris gak
berlaku kecuali disetujui ke selain ahli
waris berlaku maksimum sepertiga paham
Nggih Jadi kalau waris khusus ahli waris
kalau wasiat selain ahli waris itu pun
mentok sepertiga yang paling leluasa
adalah hibah
kalau waris mengikat waris itu sifatnya
mengikat Nak bisa lari mati ya wis ikut
ketentuan tapi kalau hibah sukarela Jadi
kalau jangan pengin tanpa aturan ya
pakai hibah wasiat juga suka rela paham
Nggih pun Sebelum saya lanjut ada yang
mau tanya kita diskusi aja ini banyak
Pak ini
soalnya materinya banyak Nggih ada yang
mau nya
Monggo ini baru 10 dari 46
[Tertawa]
slidetanya Asalamualaikum Pak ustaz
Waalaikumsalam warabarakatuh untuk
pembagiannya cewek sama cowok gimana
untuk waris Oh ngge nanti kita belum ke
situ Pak nanti
pembagiannya karena kalau k kalau kalau
sesama anak itu nanti pembagiannya satu
banding du tapi memang ada ketentuan
lain itu ada ketentuan lain 1 banding du
Jadi kalau jenengan pengin ndak pakai
itu ya ojo ngenteni mati Nggih Monggo
Asalamualaikum Ustaz Waalaikumsalam
warakatuh ini tadi yang jenengan tadi
ada kejadian beneran gitu ya jadi
ee sudah hamil terus nikah punya anak
perempuan persis tadi itu lah setelah
nikah pada saat nikah ternyata bapak
yang
EE Bapaknya yang menghamili Iya yang
malaleni yang jadi Wali ituu sudah
terlanjur Mungkin lama sudah ya Ini
gimana cara ngatasnya apa harus nikah
lagi atau gimana di Nikah ulang pak
nikah Kolang betul jadi ya dicaj nikah
itu namanya nanti masuknya masuk nikah
syubhat anaknya Tapi tetap anaknya
kepada suami anaknya itu enggih Eng jadi
itu namanya ee
syubhat jadi memang harus nikah ulang
makanya pentingnya ngaji itu itu
Pak walinya harus wali hakim gak ada
lagi harus Hakim ya makanya Kasihan anak
zina itu makanya Kenapa Islam itu sangat
ketat untuk masalah perzinan jangankan
sampai zina al-quran itu membahasakan
wala taqrobu jangan dekat dekat zina
karena kaitannya itu banyak Nanti paham
ngih nah Umpama malu begini solusinya
Ustaz malu Ustaz nanti kan kalau ini kan
aib keluarga ya Kalau sama besan enggak
enak dalam giih sama besannya enggak
enak sama Besak enak betul jenengan
paling enak bagaimana Nikahnya di
KUA Tapi sebelumnya ku-nya dikasih tahu
berdua aja s k ua
kasusnya gak usah nyuluk besasane
besasan kok paham Nggih OJ Kandani
besasane nang KUA Pak KUA ini kasusnya
seperti seperti ini ini nanti
yang ngakat jenengan tapi
seakan-akan saya paham Nggih seakan-akan
saya memasrahkan ke jenengan loh iya ini
kan aib Pak aib kan saya tahu ini aib
Kalau dibuka kan nanti buyar kabeh ya
kan bukan hanya sama besanya sak
tonggo-tonggo is buyar makanya solusinya
tadi itu jeneng E ini orang ini dekat ke
KUA bilang Terus terang ke KUA Tapi
bilang sama Ka Pak KUA tolong ini ini
rahasia jangan sampai dibuka dan gak
apa-apa itu enggak apa-apa jadi dosa itu
pak kalau Allah tidak menampakkan gak
usah
disebarkan paham Nggih pun bilang sama
KUA Berarti Pak Ini nanti Pak KUA yang
jadi Wali
jenengan nanti si laki-laki Pak tak bawa
ke KUA kan nikah kan di KUA sekarang kan
Nah nanti saya cuma pura-pura maserahkan
tapi nanti jenengan segotnya segot
jenengan yang
walinya segotnya jenengan saya nikahkan
gak usah ngomong wakil ketika menikahkan
saya nikahkan ini gitu aja paham Nggih
jadi memang itu yang kemudian harus
dipahami pun ada lagi
Monggo Nggih
sami-sami
Monggo ada
lagi ada Saya mau tanya
Oke Monggo
Monggo enggih nanti panjang-panjang sing
Maang enggak ngerti ngih J Sewu
ee tentang ini n Sewu misalkan ada yang
bikin surat wasiat di notaris gitu itu
ternyata berbeda sekali dengan fikih itu
boleh dilaksanakan atau tidak
ini Pak memang jadi ada hukum positif
ada hukum agama itu kadang-kadang beda
saya enggak tahu hukum positifnya wasiat
itu mengikat atau nak tapi kalau secara
fikih kalau wasiat ituotnya wasiat
nunggu mati itu kalau untuk ahli waris
nak berlaku lah engak tahu kalau saya
dihukum positifnya Bagaimana engak Tahu
makanya Pak hukum positif sama hukum Fih
ini harus jalan bersama contoh begini
jenengan kalau ada orang meninggal itu
kalau bisa cepat-cepat Pak cepat-cepat
ini tabu di kita ya harusnya orang
meninggal itu semakin cepat semakin baik
dibagi
warisnya karena kalau tidak semakin
cepat dibagi semakin akan ada potensi
dosa contoh begini ada a meninggal
ketika a meninggal ini enggak dibagi
warisnya berarti rumah Ini kan milik
bersama Padahal sebelum dibagi dipakai
oleh salah satunya berarti salah satunya
kan
menggunakan orang lain belum k ada
barang-barang yang dijual Lah
potensi-potensi ini kan bahaya makanya
saya biasanya kalau membagi waris itu
ada tiga ada tiga Pak tiga Proses saya
satu saya bagi secara proses waris nomor
dua ada proses
istird proses istird itu eh proses Iya
proses saling Rid jadi Umpama ada yang
pengin tidak sesuai ini Oh saya bagi ya
kebanyakan tak keksikan ke adik saya itu
namanya proses istid proses istid ini
sesuai dengan sukarela gak boleh dipaksa
kalau memang tidak sesuai dengan itu Ya
boleh saling Rida tapi enggak bisa
dipaksa Andaikan gak Rida gak boleh baru
yang ketiga Saya biasanya ada proses
istihlal Pak saling
menghalalkan Kenapa kok proses saling
menghalalkan karena kebiasaan orang
Indonesia baru dibagi waris itu
kadang-kadang nunggu puluhan tahun
paling cepat ngenteni setahun berarti
selama 1 tahun itu kan ada barang yang
dipakai oleh salah satunya padahal itu
bukan murni miliknya dia berarti kan ada
potensi dosa makanya ketika dibagi ada
proses namanya istihlal saling
menghalalkan paham Nggih ini penting nah
ini yang kemudian harus dijadikan
seperti itu nomor selanjutnya Setelah
selesai saya minta ini ada hitam di atas
putih setelah hitam di atas putih kalau
bisa dinotariskan Pak karena kalau
sekarang tidak seperti ini Pak orang
dulu itu kalau jual beli gak ada hitam
di atas putih Karena orang dulu itu
saling percaya cukup sekarang gak bisa
ada beberapa kasus Pak ada masjid
itu malah pengurus masjidnya ada bukan
masjid ada orang beli rumah beli tanah
malah yang beli Kena hukum Kenapa karena
ternyata rumah ini tangan ketiga jadi
ada seorang dulu jual ke b gak ada
notaris dijual ke c ketika dijual ke c
cucunya si a ini kan sudah dua dua ng
cucunya si A ituu megang sertifikatnya
Ik Tek aku iki ndak mau tahu saya Mbah
saya jual apa ndak sing penting aku
nyekel sertifikate kira-kira orang
seperti ini secara hukum Menang enggak
menang tapi kan bukan
haknya paham Nggih makanya pentingnya
hitam di atas putih Pak Kenapa hitam di
atas putih bisa jadi kita punya anak
anak kita
rukun tapi karena enggak ada hitam di
atas putih Siapa yang jamin cucunya gak
saling
rebutan berarti kalau nanti tidak ada
tadian kita menjadikan ada
potensi cucu kita kita jerumuskan ke
dosa paham Nggih makanya saya setuju
setelah pembagian waris itu saya bilang
ya sudah ini Ayo tanda tangan bersama
kalau kalau bisa notariskan jagani pak
zaman-zaman seakhir pak jagani io anake
rukun
putune paham ngih ini yang harus
kitaus ada lagi Monggo ngih
Monggo ya Ustaz mau mau tanya Tadi kan
misalnya kalau ada a b sama C Itu
warisnya kan misalnya sama gitu Pak ya
Pak ustaz terus misalnya Si A Ini
kakaknya yang Maksudnya yang
EE pengin mendominasi akhirnya si B si C
terpaksa ngalah dan enggak Rida lah kan
Berarti tadi kan katanya dosanya nanti
si A itu sampai ke anak-anaknya gitu ya
Pak ustaz ke keturunannya Lah terus itu
nanti untuk dosanya
itu sampai kapan Pak ustaz maksudnya
terus gitu atau sampai anak
keturunannya sadar atau gimana Pak
yang dosa ya Bapaknya begini Pak ini
terakhir ngih dosa itu kalau kaitannya
dengan harta benda itu tidak ada cara
kecuali
dikembalikan makanya harta haram itu gak
cukup dengan
umroh harta haram itu gak cukup dengan
zakat Andaikan harta haram cukup
dizakati enak pak koruptor itu tinggal
korupsi engok dizakati
Mari Makanya bagaimana mana cara tobat
dari seperti itu satu cara tobat seperti
itu kalau bisa dikembalikan wajib
dikembalikan dikembalikan wajib gak bisa
ituak enggak bisa caranya enggak bisa
memang kalau harta haram itu itu memang
harus kembalikan kalau gak bisa
dikembalikan kenapa enggak bisa
dikembalikan satu contoh Orangnya sudah
enggak ada hartanya sudah enggak adaok
enggak bisalah maka solusi yang kedua
adalah minta maaf minta halalnya
yang namanya minta halal ya Tergantung
yang ngasih makanya Pak saya ngomong
Memaafkan itu bukan kewajiban paham
Nggih saya punya salah kejenengan
jenengan gak punya
kewajibanaafkan saya Pak Andaikan
jenengan ndak minta ndak memaafkan saya
itu hak jenengan dan jenengan berhak
menuntut sampai di hari kiamat jadi
orang yang makanya Pak saya ngomong ke
jenengan dosa paling abot itu Pak dosa
kepada sama manusia makanya Sufyan Asari
mengatakan kamu datang kepada Allah
dengan membawa 70 dosa kepada Allah itu
jauh lebih ringan dibandingkan kau
datang kepada Allah bawa satu dosa
sama-sama manusia karena sesama manusia
ini pak kalau dia tidak memaafkan gak
bisa selesai gak ada alasan ohoh aku
bial sepuro enggak dimaafkan itu kan
bukan salah saya gak bisa paham Nggih
karena Memaafkan itu bukan bukan
kewajiban itu hak orang punya salah ke
saya itu hak saya memaafkan gak ada
kewajiban saya memaafkan jadi kalau saya
enggak
memaafkan sampai hari kiamat bisa
dituntut ngih ngih
nah caranya bagaimana solusinya Pak
solusinya kalau bisa dikembalikan
kembalikan gak bisa minta maaf Ba maaf
makanya kata Imam Ghazali kalau gak bisa
satu perbanyak pahala sekiranya Andaikan
Dia nuntut pahala kita cukup untuk
mengganti itu gak ada
lagi Makanya Pak saya sering ngomong
ibadah sampaian minimalis o wong OJ
maksimalis Pak loh bener Pak wong ibadah
dewe minimalis m ngilokno wong kuu
Masyaallah maksimalis paham Nggih satu
paham Nggih nah solusi terakhir solusi
terakhir jenengan wis mentok Ustaz wis
ibadah saya mentoknya sekian saya wis
tobat minta kepada Allah kenapa kok
minta kepada Allah Karena yang bisa
bolak-balikkan hati itu Allah ini solusi
terakhir tapi kan belum tentu ini
makanya solusi pertama itu itu yang
paling pasti karena nanti ada hadis Pak
ini terakhir ada hadis kelak nanti di
hari kiamat itu ada dua orang yang
kemudian
berselisih saling tuntut dan sampai
Rasulullah itu ketika menceritakan itu
beliau menangis saking hebatnya di hari
kiamat itu orang saling menuntut ndak
mau tahu pokok aku naluk ganjarane
makanya orang itu nanti ada orang yang
bangkrut itu ganjarannya akek entek
karena penuntutnya banyak makanya orang
paling selamat itu bukan orang yang
paling banyak balap bawa pahala orang
yang selamat besok di hari kiamat orang
yang paling sedikit penuntutnya jenengan
punya modal 1 miliar yang nuntut 2
miliar tekor saya punya modal R juta
tapi itu murni punya saya gak ada yang
nuntut aman paham Nggih orang ibadahnya
pas-pasan tapi enggak ada yang nuntut
aman orang ibadahnya akeh sing nuntut
akeh paham Nggih maka di hari kiamat itu
nanti ada orang yang saling menuntut
sampai Allah itu kemudian mengatakan
begini karena a gak gak kenek pokok saya
ya minta nuntut maka Allah itu yang maha
pengasih mengatakan begini angkat
kepalamu si orang penuntut ini Melihat
Surga Sampai kaget ya Allah itu surganya
siapa punya nabi siapa punya Wali siapa
punya Syuhada siapa kata Allah bukan itu
punya orang yang mampu membeli orang ini
mikir wong kontrak entek Dun a larang ek
surgao berapa harganya Allah menjawab
harganya murah apa Maafkan saudaramu itu
milikmu maka dua orang ini kemudian
penuntutti memaafkan aku maafkan dia dan
dua-dua oranganya di masuk sekan surga
paham ngih cuma kan ini takut sampean
gak termasuk yang ini gitu loh makanya
proses yang tadi itu dilakukan terakhir
mek mentok wisan duit wis wis ndak ada
Ustaz Ya sudah mendekat kepada Allah
nangis kepada Allah ya Allah Jadikan
saya besok orang yang nuntut ini ikhlas
dengan tuntutannya gitu
Nggih cekap Nggih cekap Semoga menjadi
ilmu manfaat Barokah Semoga kita o Allah
jadikan orang istikamah dalam kebaikan
amin ya rabbal alamin ini yang mungkin
bisa saya sampaikan kurang lebihnya saya
mohon maaf wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
waalikumsam Terima kasih Ustaz sangat
menarik mungkin nanti bisa dilanjut di
ASN mengaji seri ke-29 dan
ke-30 terima kasih kami sampaikan kepada
para jemah atas perkenanan sampai
selesai kurang lebihnya kami mohon maaf
akhirul kalam wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:03 UTC
Categories
Manage