Resume
cpexAsVOBP0 • Webinar ASN Belajar Seri 34 - Peran Kunci ASN Dalam Pembangunan Berkelanjutan
Updated: 2026-02-12 02:05:07 UTC

Berikut adalah rangkuman komprehensif dari konten video "Webinar ASN Belajar Series 34" yang disusun secara profesional.


Strategi dan Peran Kunci ASN dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Inti Sari (Executive Summary)

Webinar ASN Belajar Series 34 yang diselenggarakan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur membahas secara mendalam mengenai peran strategis Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Acara ini menghadirkan tiga narasumber ahli dari Bappeda Jatim, Pusat SDGs Universitas Airlangga, dan Widyaiswara BPSDM Jatim, yang menguraikan capaian Jawa Timur, pentingnya kolaborasi multi-sektor, serta integrasi SDGs ke dalam kompetensi dan pelatihan ASN. Diskusi juga menyoroti tantangan nyata seperti alih fungsi lahan, pengangguran, serta strategi inovasi untuk mencapai target tahun 2030.

Poin-Poin Kunci (Key Takeaways)

  • Pencapaian Jawa Timur: Provinsi Jawa Timur berhasil meraih peringkat 3 besar nasional dalam Indonesia SDG Action Award 2024, dengan penurunan angka kemiskinan ekstrem dan pencapaian indikator di berbagai pilar.
  • Peran ASN: ASN berperan ganda sebagai perencana, penggerak, dan pengawas kebijakan pembangunan, serta harus mampu mengintegrasikan indikator SDGs ke dalam perencanaan dan penganggaran daerah.
  • Kolaborasi Penting: Pencapaian SDGs tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian; membutuhkan sinergi "Triple Helix" (Pemerintah, Akademisi, Dunia Usaha) serta melibatkan filantropi dan media.
  • Inovasi Pendidikan: BPSDM Jawa Timur mengintegrasikan kurikulum berbasis SDGs untuk meningkatkan kompetensi ASN, didukung oleh peran pusat kajian SDGs di perguruan tinggi seperti Universitas Airlangga.
  • Tantangan & Solusi: Tantangan seperti alih fungsi lahan pertanian, PHK, dan perubahan kepemimpinan daerah dihadapi dengan penegakan regulasi yang ketat, pelatihan kewirausahaan, dan fokus pada indikator kinerja yang berkelanjutan.

Rincian Materi (Detailed Breakdown)

1. Pembukaan & Teknis Webinar

  • Acara: Festival ASN Belajar, khususnya Webinar Series 34 bertema "Peran Kunci ASN dalam Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs)".
  • Penyelenggara: Corporate University SDG BPSDM Provinsi Jawa Timur.
  • Teknis Peserta:
    • Peserta wajib mengaktifkan kamera, menggunakan pencahayaan yang baik, dan latar belakang virtual yang telah disediakan.
    • Format nama Zoom: Nama - Asal Instansi.
  • Administrasi Sertifikat:
    • Peserta harus mengisi link presensi yang hanya muncul saat webinar berlangsung (terlihat di running text atau live chat).
    • Alur pemberian sertifikat: Presensi -> Isi Lembar Penilaian -> Isi Kuisioner -> Unduh Sertifikat (setelah acara selesai).

2. Capaian SDGs Jawa Timur & Strategi Pemerintah Daerah

Narasumber: Ir. Muhammad Yasin, M.Si (Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur)

  • Pencapaian Terkini: Jawa Timur berhasil masuk 3 besar nasional dalam Indonesia SDG Action Award 2024. Dari 165 indikator yang dievaluasi, mayoritas telah tercapai, terutama pada pilar Hukum (100%), Sosial, dan Lingkungan.
  • Data Kunci:
    • Kemiskinan: Angka kemiskinan di Jatim turun menjadi 9,79% (target tercapai). Kemiskinan ekstrem turun signifikan menjadi 0,66%.
    • Stunting: Masih menjadi tantangan (prevalensi 17,7% di luar target 16%), sehingga penanganan gizi menjadi prioritas.
  • Sinergi Kebijakan (Nawa Bhakti Satya): Program RPJMD Jawa Timur (Nawa Bhakti Satya) selaras dengan 17 Tujuan SDGs, contohnya:
    • Jatim Sejahtera mendukung Goal 1 (No Poverty).
    • Jatim Cerdas & Sehat mendukung Goal 3 & 4 (Health & Education).
    • Jatim Amanah mendukung Goal 6 (Clean Water) dan lingkungan.
  • Strategi Kolaborasi: Mengingat keterbatasan fiskal APBD (hanya sekitar 4% dari PDRB), pemerintah menggandeng universitas (ITS, Unair, UB), dunia usaha (Bank Jatim, Semen Indonesia), dan lembaga internasional (UNICEF) untuk pendanaan dan teknologi.
  • Diskusi Alih Fungsi Lahan & Air:
    • Lahan Pertanian (LP2B): Alih fungsi lahan (misal tebu jadi perumahan) mengancam ketahanan pangan. Solusi: Penegakan regulasi perizinan yang ketat dan pemberdayaan ekonomi petani melalui corporate farming dan koperasi.
    • Air Bersih: Konversi lahan mencemari air tanah. Solusi: Pengembangan SPAM regional (seperti SPAM Umbulan dan Mojolagres) untuk menyediakan air minum layak yang terolah.

3. Perspektif Akademik & Inovasi Global

Narasumber: Bapak Bayu Arifianto, S.M.B.E., Ph.D. (Ketua SDGs Center Unair & Presiden Indonesia SDGs Center Network)

  • Posisi Indonesia: Peringkat Indonesia naik dari 100+ ke 75 dalam capaian SDGs global, berada di atas rata-rata capaian global.
  • Tiga Pilar Pembangunan: Urutan ideal pembangunan berkelanjutan adalah Lingkungan (Planet) -> Sosial (People) -> Ekonomi (Prosperity), bukan sebaliknya.
  • Peran Kampus (Unair):
    • Unair memiliki Pusat SDGs yang berfungsi sebagai knowledge hub.
    • Peringkat: Unair menempati peringkat 1 dunia untuk Goal 1 (No Poverty) dan peringkat 2 nasional secara keseluruhan.
    • Program: Rumah Sakit Terapung untuk layanan kesehatan pulau terpencil, Airlangga SDG School, dan pelatihan pelatih (ToT) bersertifikat BNSP.
  • Tips Inovasi Daerah:
    • Lakukan pemetaan kelemahan daerah.
    • Belajar dari best practice global (negara Skandinavia) atau daerah lain di Indonesia.
    • Libatkan perguruan tinggi lokal untuk riset dan solusi.
  • Ekonomi Biru (Blue Economy): Untuk daerah kepulauan (seperti Bangka Belitung atau Banyuwangi), fokus pada tujuan 13, 14, dan 15 (Iklim, Laut, Ekosistem Darat) dengan menyeimbangkan eksploitasi sumber daya laut dan konservasi.

4. Integrasi SDGs dalam Kompetensi ASN

Narasumber: Ir. Wisworo Adi Suyanto, Ak., MM (Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Provinsi Jawa Timur)

  • 5 Pilar SDGs: People (Kesejahteraan), Planet (Lingkungan), Prosperity (Ekonomi), Peace (Perdamaian/Kelembagaan), dan Partnership (Kemitraan).
  • Peran BPSDM Jatim:
    • Mengembangkan kurikulum pelatihan berbasis SDGs.
    • Menggunakan metode blended learning dan case-based learning.
    • Menerapkan model pembelajaran 10-20-70 (10% teori, 20% sosialisasi, 70% penerapan di tempat kerja).
  • Kontribusi Spesifik Pelatihan:
    • Goal 1 & 8 (Kemiskinan & Pekerjaan): Pelatihan kewirausahaan untuk mengurangi kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja.
    • Goal 4 (Pendidikan): Menjamin akses pendidikan berkualitas bagi ASN sepanjang hayat.
    • Goal 16 (Perdamaian & Kelembagaan): Pelatihan penguatan tata kelola pemerintahan dan hukum.
  • Tantangan PHK & Perubahan Kepemimpinan:
    • Terkait PHK (Pemutusan Hubungan Kerja): ASN berperan memotivasi masyarakat untuk menggunakan pesangon secara produktif (misal ikut pelatihan UMKM) dan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja.
    • Terkait Pergantian Kepala Daerah: ASN harus memiliki kesadaran tinggi agar program SDGs tetap berjalan kontinyu meskipun kepemimpinan berubah, dengan memasukkan indikator SDGs ke dalam Rencana Kerja (Renja).

Kesimpulan & Pesan Penutup

Webinar ini menegaskan bahwa ASN adalah tulang punggung utama dalam mewujudkan SDGs di Indonesia. Tidak hanya sebagai pelaksana administrasi, ASN harus menjadi agent of change yang inovatif, kolaboratif, dan berintegritas. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPSDM berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi ASN agar mampu menjawab tantangan global hingga tahun 2030.

Pesan Administratif:
Peserta diingatkan untuk segera mengisi link presensi (bit.ly/hadirSeri34) selambat-lambatnya pukul 23:59 WIB pada hari yang sama untuk mendapatkan e-sertifikat. Data yang sudah diinput tidak dapat direvisi.

Prev Next