Transcript
ibuQceJtbDw • Webinar ASN Belajar Seri 32 - ASN Mengisi Kemerdekaan: Seperti Apa?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0171_ibuQceJtbDw.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Halo, Sobat ASN. Yuk simak tata cara
mendapatkan e-sertifikat webinar ASN
belajar.
Pertama, pastikan Sobat ASN sudah
mendaftar dalam kegiatan webinar ASN
belajar ya. Link pendaftaran dapat diisi
maksimal H-1 sebelum webinar
dilaksanakan.
Masukkan alamat yang tertera pada flyer
ASN belajar. Sebagai contoh,
bit.ly/daftarnb.
[Musik]
Lalu masukkan email sobat ASN yang masih
aktif.
Berikutnya isi kolom data diri Sobat ASN
pada formulir yang tersedia.
Isi setiap kolom dengan benar, ya.
Nama. Tulis nama lengkap Sobat ASN
karena ini adalah nama yang akan tertera
pada e-sertifikat.
Selanjutnya isi kolom NIP,
pangkat, dan golongan sobat ASN.
Jabatan dan instansi dari mana Sobat ASN
berasal juga harus diisi dengan benar,
ya.
Jangan lupa pilih kota atau kabupaten
dari mana Sobat ASN berasal.
Kemudian isi nomor WhatsApp Sobat ASN.
[Musik]
Setelah semua kolom terisi, cek dan
pastikan kembali data yang sudah Sobat
ASN isi benar.
Lalu klik submit.
Setelah Sobat ASN submit akan muncul
informasi terkait link Zoom meeting,
link virtual background, dan link
presensi yang dapat Sobat ASN gunakan
pada saat webinar.
Sobat ASN ingat ya, link presensi baru
bisa diakses pada saat webinar
berlangsung.
Link presensi dapat Sobat ASN lihat pada
laman informasi, running text, atau pada
pin live chat YouTube BPSDM Jatim TV.
Pastikan kembali data diri Sobat ASN
sudah benar.
Setelah itu, Sobat ASN dapat langsung
tanda tangan pada kolom yang tersedia.
Jika sudah, klik submit.
[Musik]
Setelah mengisi link presensi, Sobat ASN
akan langsung diarahkan untuk mengisi
lembar penilaian.
[Musik]
Setelah Sobat ASN submit lembar
penilaian, jangan lupa untuk klik link
kuisioner ya, Sobat.
[Musik]
Di akhir, Sobat ASN juga bisa menuliskan
kritik dan saran untuk webinar ASN
belajar loh.
[Musik]
Setelah mengisi kuesioner, Sobat ASN
dapat langsung mengunduh e-sertifikat
webinar ASN belajar.
E-sertifikat bisa diunduh setelah acara
webinar selesai, ya. Jadi pastikan sobat
ASN mengikuti webinar sampai akhir.
[Musik]
Gimana Sobat ASN? Sekarang cara
mendapatkan e-sertifikat semakin mudah
bukan?
Tetap semangat dan ikuti webinar ASN
belajar persembahan Korpu SDJIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
[Musik]
satu orang total yaitu 30 orang.
Kemudian untuk enggak butuh pelatihan
itu dan mungkin setelah nulis dari situ
enggak nyambut gawe perkara pelatihan.
Pokoke sing nganggur sopo sing rodok
bener neng kantore sopo supaya lumayan
dia enggak di kantor selama seminggu.
Nah itu diri. Maka waktu itu
kalian
[Musik]
Kalau sini
itu termasuk
[Musik]
Terus selama setahun tuh aku wis ngerti
ilmune terus aku dipedake opo. Nah, saya
itu saya sambil nyari-nyari
ada karena saya cerita saya ngobrol
enggak apa-apa ini ya
kadangnya di single-single gitu saya
cerita untung ada les jadi enggak ada
itu ini kita berada di salah satu PET di
Kota Yogyakarta. Kebetulan ee nama
tempatnya adalah tahu
memproduksi keripik rumput laut yang ee
unik
kemudian ee tempatnya juga benar-benar
dipering di rumah ya, Mas. Kemudian ini
juga banyak variannya olahannya kita di
sini juga ee mendapatkan banyak
informasi dari mulai ee cara
pengadaan bahan produksinya juga seperti
apa. Terus ketika ada keluhan dari
pelanggan juga cara penanganannya
seperti apa sudah dijelaskan i semuanya
lima nanya produknya juga bersih
kemudian bahannya juga berkualitas ya
Mas
rasanya juga
rasanya juga enak
saat ini sedang ada di Bakia Patok 25 di
Yogyakarta ee untuk peninjauan proses
produksinya sedang berlangsung dengan
teman-teman dan ee tadi sempat melihat
bahwa proses produksinya juga sangat
rapi, sangat bersih sesuai prosedur
keamanan pangan kita. Kemudian juga
bahan-bahannya juga ternyata sangat
berkualitas makanya ee produk yang
dihasilkan juga sangat berkualitas gitu.
[Musik]
Nanti ada yang moderator sekaligus kalau
nanti sudah ada yang malam ini langsung
pulang
[Musik]
komposisi bahan yang digunakan pada
usaha ya. Jadi di sini Bapak seperti ini
Bapak kami datang ke
servis pengembangan kompetensi
Kabupaten Cberang
kemarin ada merchandise sempurnahan
Bapak Ibu sekalian ya. Terima kasih
panitia ke depan.
[Musik]
Kemerdekaan adalah warisan berharga yang
harus kita jaga. Sebagai tulang punggung
birokrasi, ASN memiliki peran strategis
dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan
Indonesia,
yakni menciptakan masyarakat yang adil,
makmur, dan sejahtera melalui pelayanan
publik berkualitas dan inovasi
berkelanjutan.
Dengan berkomitmen pada pembaruan dan
kreativitas serta berpegang pada
nilai-nilai integritas, profesionalisme,
dan loyalitas, ASN diharapkan dapat
terus berkontribusi dalam mengisi
kemerdekaan Indonesia demi tercapainya
cita-cita nasional.
[Musik]
Ayo gelor semangat kemerdekaan bersama
webinar ASN Belajar seri 32. Nusantara
baru, Indonesia maju.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, Sobat ASN.
Wah, senang sekali saya pagi hari ini
Yuri Sabrina bisa menyapa sobat ASN
semua dalam acara yang sudah
ditunggu-tunggu, yaitu ASN belajar seri
20 tahun 2024 persembahan Corpus SDGIS
BPSDM Provinsi Jawa Timur. Ye,
Sobat ASN sekarang ini kan masih dalam
rangka kemerdekaan Republik Indonesia
yang ke-79 ya. HUT R yang ke-79. Nah,
kemerdekaan itu apa sih? Kemerdekaan itu
adalah warisan berharga yang harus kita
jaga. Iya, benar. Karena kita sudah 79
tahun nih Republik merdeka, Republik
Indonesia merdeka gitu kan. Dan sebagai
tulang punggung birokrasi, ASN memiliki
peran strategis dalam mewujudkan
cita-cita kemerdekaan Indonesia, yakni
menciptakan masyarakat yang adil,
makmur, dan sejahtera melalui pelayanan
publik berkualitas dan inovasi
berkelanjutan. Dengan berkomitmen pada
pembaruan dan kreativitas serta
berpegang pada nilai-nilai integritas,
profesionalisme, dan loyalitas, ASN
diharapkan dapat terus berkontribusi
dalam mengisi kemerdekaan Indonesia demi
tercapainya cita-cita nasional. Seperti
apa sih peran ASN dalam mengisi
kemerdekaan? Selengkapnya akan dibahas
dalam webinar ASN Belajar seri 32 tahun
2024.
[Musik]
Sobat ASN, untuk membuka webinar kita
pada hari ini, marilah kita simak
bersama opening speech yang akan
disampaikan oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, S.P., MP.
[Tepuk tangan]
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Merdeka.
So ASN. Selamat bertemu kembali dalam
webinar series ASN Belajar persembahan
Jatim Corporate University Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur. Pada hari ini,
Kamis tanggal 22 Agustus 2024, ASN
Belajar telah memasuki seri ke-32 untuk
tahun 2024.
Sebagai lembaga pengembangan kompetensi
ASN yang konsen pada kebutuhan kekinian
para ASN sebagai tuntutan bidang
tugasnya, BPSDM Provinsi Jawa Timur
terus berupaya untuk menyajikan
tema-tema aktual yang relate dengan
kebutuhan pengembangan kompetensi ASN
dalam rangka menjawab dan mengantisipasi
berbagai fenomena terkini. Soat ASN
masih dalam suasana hari ulang tahun
kemerdekaan Republik Indonesia yang
ke-79.
ASN Belajar seri ke-32 tahun 2024 ini
menyajikan tema yang terkait, yakni
bagaimana kita sebagai aparatur sipil
negara yang merupakan perekat persatuan
dan kesatuan bangsa mampu memberikan
kontribusi yang nyata dalam mengisi
kemerdekaan yang kita raih. Nah, Sobat
ASN, oleh karena itu tema yang kita
angkat dalam webinar series ASN belajar
seri ke-32 ini ASN mengisi kemerdekaan
seperti apa?
Tentu saja topik menarik ini membutuhkan
diskusi yang intensif dari beragam
perspektif. Karena transformasi
Indonesia menjadi negara yang maju
membutuhkan peran ASN yang lebih
signifikan lagi.
Sahabat ASN, telah menjadi kesadaran
kolektif bangsa bahwa kemerdekaan yang
kita raih 79 tahun yang lalu merupakan
berkat rahmat Allah yang maha kuasa yang
disertai dengan lelehan air mata,
cucuran keringat, dan tetesan darah
pejuang bangsa.
Sejarah mencatat dengan tinta emas.
Betapa banyak kusuma bangsa kita yang
wafat. Terluka, cacat, kelaparan,
kelelahan, kehilangan harta dan sahabat,
bahkan kehilangan keluarga.
Pengorbanan lahir dan batin para pejuang
selama puluhan bahkan ratusan tahun
tentu tidak sia-sia. Karena pada tanggal
17 Agustus 1945
akhirnya Indonesia memproklamasikan
kemerdekaannya dan dunia mengakui
Indonesia sebagai negara yang merdeka.
Shabat ASN, tentu kita juga sadar
sepenuhnya bahwa kita adalah penerus
para pejuang kemerdekaan yang telah
dengan susah payah memperjuangkan
kemerdekaan yang kita nikmati saat ini.
Maka ada konsekuensi logus yang tidak
ringan yang harus kita pukul bersama.
Yakni bagaimana kita mengisi kemerdekaan
ini dengan beragam upaya produktif yang
dapat membawa negeri kita tercinta ini
menuju Indonesia yang maju, bermartabat.
aman, tentram, adil, dan sejahtera
secara merata dan menyeluruh. Di pundak
para ASN lah ada tanggung jawab yang
sangat berat, namun juga terhormat.
Apalagi kita sedang bergerak menuju
Indonesia Emas 2045.
Sobat ASN, maka tak ada kata lain bagi
kita para tersipil negara kecuali kita
harus mewarisi semangat luar biasa dari
para pendahulu kita tersebut. yang jika
kita terjemahkan dalam konteks kekinian
adalah dengan cara mengisi kemerdekaan
ini dengan penuh dedikasi, integritas,
kapasitas, dan kapabilitas yang tinggi.
Setidaknya jika kita mengacu pada
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023
tentang Aparatur Sipil Negara, ASN
memiliki peran yang sangat strategis
sebagai perencana, pelaksana, dan
pengawas penyelenggaraan tugas umum
pemerintahan dan bangunan nasional
melalui pelaksanaan kebijakan dan peran
publik yang profesional, bebas dari
intervensi politik, dan bersih dari
praktik korupsi, polisi, dan nepotisme.
Nah, sebab ASN, lalu bagaimana kita
sebagai ASN berkontribusi secara nyata
dan signifikan dalam rangka mengisi
kemerdekaan ini. Untuk membahas cerdas
dan tintas topik ini, kami sudah
mengundang dengan hormat para narasumber
yang sudah pasti sangat kompeten di
bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada sobat ASN di
seluruh tanah air. Pertama kami
menyampaikan terima kasih kepada Bapak
Ahmad Darmuji, Sos, M.Si. Beliau adalah
Kepala Kantor L2 Badan Kepegawaian
Nasional Republik Indonesia. Kedua, kami
menyampaikan terima kasih kepada yang
terhormat Bapak Dr. Sarkawi Husain,
MHum. Beliau adalah Ketua Program Studi
Ilmu Sejarah Universitas Erlangga
Surabaya. Dan ketiga, kami berterima
kasih kepada yang terhormat Ibu Sartika
Mayasari, SSTP, MA. Beliau adalah
penyandang gelar ASN Inspiratif Nasional
tahun 2018 yang saat ini menjabat
sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan
Perempuan, Perlindungan Anak,
Pengendalian Penduduk, dan Keluarga
Berencana. Kabupaten Gayoles, Provinsi
Aceh. Nah, Sobat ASN, mari kita simak
dengan seksama webinar ASN belajar seri
ke-32 tahun 2024. Semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Merdeka.
[Tepuk tangan]
Sobat ASN, kita baru saja mendengarkan
ke speech oleh Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur,
Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Kami
haturkan. Terima kasih banyak Bapak Dr.
Ramlianto, SPMP.
Nah, sebelum kita lanjut saya ingin
mengingatkan terlebih dahulu kepada
sobat ASN bahwa link presensi sudah bisa
diakses. Jadi bisa langsung saja ketik
atau tulis di situ ya bit.li garis mir
hadir seri 32 pada laman Google atau
Safari Sobat ASN semua. Nah, di sana
sobat ASN bisa juga melihat link
presensi pada running tex atau pada pin
chat YouTube BPSDM Jatim TV. Pastikan
nama yang sobat ASN tulis benar karena
data yang sudah diinput tidak dapat
direvisi. Running tex bisa sobat ASN
lihat di bawah ini. Silakan simak
informasi yang ada pada running. Sobat
ASN juga berkesempatan untuk mendapatkan
10 merchandise ASN belajar. Cara
ngedapetinnya gampang banget. Yang pasti
Sobat ASN harus aktif sebagai penanya
untuk mengikuti kuis di official
Instagram juga bisa. Jangan lupa
difollow @bpsdmjatim
dan @vipprocommunication.
[Musik]
Pasti sudah enggak sabar kan untuk masuk
ke pemaparan materi yang pertama. Nah,
pemaparan materi yang pertama kali ini
akan disampaikan oleh Kepala Kantor
Regional 2 Badan Kepegawaian Negara
Surabaya yaitu Bapak A Darmuji, Sos,
M.Si.
[Tepuk tangan]
Selamat pagi, Bapak Darmaji Darmuji.
Mohon maaf.
Selamat pagi, Mbak Yuriina.
Baik. Sehat?
Sehat, Pak.
Alhamdulillah. Semoga sama-sama ya para
teman-teman hadirin sekalian.
Baik, Bapak bisa langsung saja untuk
memulai pemaparan sesi materi pertama
pada pagi hari ini. Silakan Bapak. Oke,
saya izin
share screen.
Apakah sudah bisa
di layar? Mbak Yulis
sudah, Pak.
Sudah aman,
I. Baik, terima kasih.
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Salam merdeka
teman-teman ASN yang selalu mengikuti
webinar ASN belajar pada kesempatan seri
ke-32 ini. Yang pertama saya mengucapkan
terima kasih dan salam hormat kepada
Bapak Kepala PSDM Provinsi Jawa Timur,
Bapak Dr. Ramlianto.
Dan nanti kita juga bersama-sama dengan
Dr. Salkawi B Hinir dan Ibu Sartika
Mayasari. Oh iya, Mbak Yuris. Ee pada
kesempatan ini saya ingin menyampaikan
beberapa hal terkait dengan peran ASN
sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku.
Bapak, Ibu sekalian ee sebagaimana tadi
ee Bapak Kepala PKPSDM menyampaikan
bahwa
ASN menjadi tulang punggung dan mesin
birokrasi.
Oleh karena itu, sebagai mesin birokrasi
kita bisa ee mengerti apa yang menjadi
kebijakan
di dalam rangka mengelola ASN. kita
sebagai aparatur negara ee tentu harus
memiliki talenta ASN yang berkualitas
dan berdaya saing. Nah, ini menjadi
kunci apa yang disampaikan oleh Bapak
Menpan RB sehingga ASN yang berkualitas
berdaya saing menjadi kunci dalam
mengiri tantangan reformasi birokrasi.
Sesuai dengan di era disrupsi
pemerintah, kita harus bergerak lebih
lincah dan cepat. dalam membuat
kebijakan statis pembangunan nasional di
mana kita tahun 2025 nanti 2026
ee 27 28 29 kita menjadi era eh RENSRA
ke depan dan ee kita ulang tahun
kemerdekaan yang ke-79
dan nanti 100 tahun Indonesia merdeka
diharapkan kita menjadi ee insan-insan
yang membangun Indonesia menjadi
Indonesia emas di 100 tahun kemerdan
Indonesia. Ee teman-teman ASN yang
sekalian, oleh karena itu kita sebagai
ASN dituntut terus berinovasi dalam
mengusung kebijakan yang berkaitan
dengan kerja birokrasi tersebut.
Apa kerja birokrasi?
Sebagaimana kita ketahui di dalam
pembukaan undang-undang dan tercantum di
dalam Undang-Undang 20 bahwa
untuk
membentuk suatu negara yang melindungi
sekedar bangsa Indonesia, kita tahu maka
perlu untuk memajukan kesejahteraan
umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan
melaksanakan ketertiban dunia.
Untuk memakan kesejahteraan, tentu kita
sebagai tulang punggung birokrasi harus
berkinerja baik dan selalu hadir dengan
membangun tata kelola pemerintahan yang
bersih, efektif, demokrasi, dan
terpercaya. Ya, sehingga kita bisa ee
berperan ya.
Peran yang kita sampaikan adalah kita
adalah sebagai pelaksana kebijakan
publik, pelaksana dan pelayan publik,
serta perekat dan pemersatu bangsa. Ini
kita ketahui di dalam naskah
undang-undang. Sehingga
dalam mengisi kemerdekaan setiap ASN
harus bersikap profesional dalam
pelayanan dan netral dan bebas dari
intervensi politik, tidak diskriminatif.
Dalam pelayanan dia bersih dari praktik
KKN sehingga mampu menyediakan pelayanan
yang berkualitas
dan mampu menjalankan peran sebagai
perkat e persatuan dan kesatuan bangsa.
Ini yang diharapkan kita mampu mengisi
kementerangan terbaik. Bagaimana ee
perjalanan aturan di bidang kepegawaian?
Kita tahu ee sejak Indonesia merdeka
kemudian beberapa tahun kemudian kita
ada undang-undang ee tentang ketentuan
pokok kepegawaian tahun 1.
Intinya di situ adalah ada kewajiban dan
hak pegawai dalam urusan kepegawaian.
Kemudian di tahun 4 itu juga ada
kedudukan kewajiban laki-laki kewajiban
sebagai ASN yang mana di masa reformasi
tahun 99 muncullah Undang-Undang 43
sebagai perubahan karena adanya
desentralisasi jadi pelayanan lebih
kepada di tingkat masyarakat. Kemudian
perkembangan selanjutnya kita tahu bahwa
adanya Undang-Undang 5 Tahun 2014. Nah,
inilah di sinilah muncul adanya ASN yang
terdiri dari PNS dan P3K
atau pegawai pemerintah dengan
perjanjian kerja sejak adanya
Undang-Undang 5 Tahun 2014. Kemudian
yang terbaru adalah Undang-Undang 20
tahun 2023. Diharapkan ASN ini adalah
menkan merit system ya, di mana segala
proses manajemen itu harus dilakukan
dengan MI system. Dan kedua adalah
penetapan kebutuhan PNS dan P3K sesuai
dengan ee rencana pembangunan nasional
maupun pembangunan yang ada di instansi
masing-masing baik instansi pusat maupun
instansi daerah sehingga diharapkan
adanya kesejahteraan PNS dan P3K.
Kemudian juga ada kebijakan tentang
penataan tenaga honorer dan di dalam
layanan semua digitalisasi manajemen ASN
ya di sini dicantum di dalam
Undang-Undang 20 Tahun 2003.
Kemudian bagaimana posisi statistik
kalau kita lihat ya
berapa jumlah dan komposisi ASN pada
saat ini data per1 Agustus
ee dari R.700 78471
ASN ini 77%-nya masih ee PNS dan P3K-nya
ee 23% ya. Nah, adapun komposisi di
instansi pusat itu hanya 22%.
Nah, sehingga ini pendekatan pelayanan
ASN ada di instansi daerah sebanyak
Rp3.700.000-an.
Adapun ee jumlahnya itu mendominasi
adalah wanita ya pada saat ini. Karena
berdasarkan seleksi CASN juga wanita
banyak yang lulus dan pasiennya tinggi.
Lalu dari sisi pendidikan dalam rangka
kita memajukan pelayanan saat ini sudah
ee mencapai
tinggi ya sekitar 89%
itu hampir diduduki oleh S1 maupun D4.
Nah, ini harapan kami ini terus bisa
meningkatkan kualifikasi pendidikan
sehingga kita bisa menjadi kategori
tingkat pendidikan yang tinggi. Nah,
kalau kita lihat dari usianya ini sangat
produktif ya masih ya di 31 sampai 40
tahun. 41 dan 50 tahun ini sampai ini
masa-masa yang SN ini produktif sehingga
ini harapannya ee yang memiliki
pengalaman kerja di atas 10 tahun yaitu
1 juta lebih. Ini bisa sebagaion dalam
rangka kita melaksanakan tugas-tugas
kita berdasarkan profesional yaitu
memiliki pengalaman dan kualifikasi
pendidikan yang baik.
Adapun jabatan saat ini kita tahu bahwa
jabatannya adalah jabatan struktural dan
nonstruktural atau jabatan manajerial
dan jabatan non manajerial. Jabatan
manajerial ini hanya sekitar 7%
yang saat ini 70%-nya adalah jabatan
fungsional. Karena ee kita ingin
meningkatkan pelayanan di bidang
pendidikan dan kesehatan, maka banyak
ada dosen, guru menempati jumlah
tertinggi, kemudian medis dan tenaga
teknis ee pendukung untuk jabatan j
fungsional baik itu di bidang pertanian,
bagian teknologi adapun pelaksana itu
23%. Ini adalah komposisi saat ini yang
akan berkontribusi kepada kemajuan.
Adapun di wilayah ee Kandek Surabaya ini
ee kami terdiri dari 39
yang terdiri instansi provinsi,
kabupaten, dan kota. Jumlahnya ada
381.048
ya jumlah yang ada ASN di wilayah Jawa
Timur
ini posisinya adalah P3K sebanyak 73%
dan PNS-nya hanya 26%. Ini posisi di
Jawa Timur.
Bapak, Ibu sekalian, teman-teman Asen
yang berbahagia,
bagaimanakah ee kebijakan-kebijakan
dalam rangka Badan Kepegawai Negara
dalam melakukan tugas-tugasnya agar
berkontribusi dalam pengelolaan dan
penyelenggaraan manajemen ASN kita ada
empat, yaitu merumuskan kebijakan
teknis, melakukan pembinaan dan
penyelenggaraannya pelayanan serta
pengendalian, ya.
Nah, ini semua ya melalui digitalisasi.
Jadi, sekarang kita layanannya semua
digital sehingga harapannya kita akan
lebih efisien, efektif, dan transparan.
Nah, digital ini di dalam satu platform
yaitu sistem informasi aparatur sipil
negara atau SISN.
di mana ini adalah bagian bentuk inovasi
yang dilakukan oleh BKN dalam
melaksanakan manajemen dan ini untuk
memastikan bahwa seluruh rangkaian
layanan ASN dari perencanaan kebutuhan
sampai pemberhentian ini terpenuhi ya
dilaksanakan profesional, akuntabel,
efektif, efisien dengan ee satu platform
ini sehingga kita bisa menjangkau dari
ee seluruh tanah air.
Bapak, Ibu sekalian, teman-teman yang
berbahagia, layanan-layanan ini dalam
fitur-fiturnya ada enam, yaitu baik
layanan perencanaan, perekrutan,
pengembangan kapasitas pan kinerja,
promosi, dan lokasi. Ini kalau dibuka ee
di SISN layanan-layanan ini adalah
layanan di dalam ee siklus manajemen
ASN. Nah, ini harapan kami teman-teman
ASN sekalian bisa mengakses ya dengan
akun masing-masing.
Nah, bagaimana ee pentingnya manajemen
yang terdiri dari delapan aspek, yaitu
perencanaan kebutuhan, kemudian aspek
pengadaannya baik pengadaan CPNS maupun
P3K, kemudian penguatan budaya dan citra
institusi, kemudian setelah memiliki ee
kapabilitas dan budaya perilaku yang ee
baik, yang berapak, maka kita harapkan
bisa mengelola kinerja kita dengan baik
dan kita bisa memberikan pelayanan
terbaik bagi masyarakat. Namun juga kita
perlu terusmenerus mengembangkan talenta
kita dalam rangka mengemban karir ya
sehingga perlu adanya pengembangan
kompetensi. Nah, pada hari ini kita
mengikuti pengembangan kompetensi yang
dilakukan melalui webinar. Nah, ini
harapannya kita belajar terus-menerus.
Bagi yang mereka yang berprestasi tentu
akan diberikan reward, penghargaan, dan
pengakuan. Nah, adapun setelah ee ASN
itu memenuhi syarat-syarat batas usia
pensiun ataupun salat lain itu akan ee
berhenti berkinerja. Inilah kita siklus
dalam manajemen ASN dan menjadi kunci
Bapak Ibu sekalian,
kebijakan perencanaan kebutuhan ini
menjadi kunci di mana pada saat
pengadaan ini kita harapkan kita mampu
memperoleh karakter pribadi selaku ASN
yang pelayanan publik dan mampu berperan
sebagai perekat NKRI serta memiliki
intelijensi yang tinggi ya dan untuk
pengembangan kapasitas dan kinerja serta
memiliki keterampilan keahlian perilaku
sesuai dengan jabatan-jabatan yang
dibutuhkan dalam organisasi dan mampu
mengakselerasi fungsi dan tugas
organisasi ini. Di dalam perencanaan
kebutuhan kita harus memberikan
aspek-aspek di samping aspek dari
rencana pembangunan jang kemenangan
nasional serta mempertimbangkan
kemampuan keuangan negara. Jadi kunci.
Bapak, Ibu sekalian, teman-teman yang
berbahagia, untuk pengadaan jabatan saat
ini, jabatan yang melalui seleksi CASN
adalah untuk jabatan-jabatan non
manajerial, yaitu jabatan pelaksana dan
fungsional yang sudah diumumkan di
seluruh instansi secara nasional. Nah,
prinsip-prinsip kita di dalam ee
pengadaan yaitu instansi pemerintah
merencanakan pelaksanaan pengadaan dan
mengumumkan secara terbuka kebutuhan ASN
untuk diisi oleh calon-calon
talent-talent yang ada di Indonesia.
Sehingga setiap warga negara mempunyai
kesempatan yang sama untuk menjadi ASN
sepanjang memenuhi persyaratan ya.
Oleh karena itu, setelah jadi ASN perlu
dalam mengisi kemerdekaan kita perlu
penguatan budaya kerja dan citra
organisasi ya. Budaya kerja dan citra
organisasi ini selalu yang sekarang
adalah ASN berakhlak ya. ASN berakhlak
ini tentu kita sudah ee bisa
menerjemahkan sebagaimana di dalam
undang-undang disebutkan bahwa misalnya
orientasi yang pertama adalah pelayanan
di mana kita sebagai AS harus memahami
dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
kita harus melayani dengan ramah,
cekatan, solutif, dan dapat diandalkan
serta terus memperbaiki ee tiada henti.
Jadi perbaikan terus-menerus dalam muka
pelayanan.
Kemudian juga akuntabel di mana kita
harus melaksanakan tugas-tugas kita ya
dan tidak menyalahgunakan ee kewenangan
jabatannya.
Dan tentu kita harus memiliki kompetensi
yaitu selalu meningkatkan kompetensi
diri untuk menjambat tantangan tersebut
ya dan selalu membantu orang lain untuk
belajar. Di samping mengembangkan
dirinya, dia juga membantu orang lain
untuk terus belajar sehingga dapat
melaksanakan tugas dengan kualitas
terbaik. Nah, tentu kita bisa harmonis.
Artinya kita suka menolong, membangun
lingkungan kerja yang baik, dan
menghargai setiap sikap orang tanpa
membedakan latar belakangnya. Dan kita
juga harus loyal, artinya berdedikasi
dan mengutamakan kepentingan bangsa dan
negara.
sebagai ee ASN tentu ini memegang teguh
ideologi Pancasila
menjaga nama baik ASN dan menjaga
rahasia jabatan dan negara. Tentu di era
yang saat ini kita harus selalu menjadi
ASN yang adaptif, terus berinovasi dan
antusias dalam menggerakkan serta
menghadapi perubahan.
kita harus mampu menyesuaikan diri
menghadapi perubahan-perubahan saat ini
dan melakukan inovasi dan mengembangkan
kreativitas serta selalu bertindak
proaktif ya sehingga ee kita harus
membangun jaringan kerja melalui
kolaboratif yaitu membangun kerja sama
yang sinergis memberikan kesempatan
kepada berpihak berbagai pihak untuk
berkontribusi dalam pelayanan kita dan
menggerakkan pemanfaatan sumber-sumber
daya untuk tujuan bersama. Inilah adalah
penguatan budaya sehingga citra
organisasi yang kita ee emban dalam
tugas akan berkontribusi dalam mengisi
kemerdekaan yaitu memberikan layanan
pada masyarakat.
Ukurannya adalah kinerja. Oleh karena
saat ini adalah kita dikembangkan adanya
pengelolaan kinerja. Jadi kalau kita
mempunyai kapabilitas kreatif dan
sebagainya, kemudian kita yang diukur
adalah hasil kerja ya. Oleh karena itu
diharapkan adanya dialog yang intensif
antara atasan, bawahan ataupun rekan
kerja sehingga kita mampu menjamin bahwa
efektivitas dalam pengembangan pegawai
itu bisa terjamin. Ini harapan kita
dengan adanya ee dialog kinerja yang
baik, atasan, bawahan, kinerja yang ee
kemudian berorientasi layanan, kita bisa
memperoleh suatu penghargaan-penghargaan
apresiasi dari pimpinan organisasi
maupun dari masyarakat sehingga ada
pengakuan tugas kita dalam berkontribusi
kepada masyarakat.
Sebagai ASN tentu kita ee perlu
mengembangkan karir yaitu berdasarkan
kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan
kebutuhan organisasi. Ini yang menjadi
penting bagi kita karena ke depan kita
harus ada mobilitas talenta nasional
yang masuk di dalam talent pool di dalam
SSN. Nah, tentu ini berdasarkan merit
system melalui manajemen talenta yang
akan dibangun secara nasional. setelah
nanti PP Manajemen SN itu
berlaku. Bapak, Ibu sekalian,
saya ee lanjutkan untuk ee akhir karena
waktunya sudah akan berakhir yaitu
bagaimana kita mengembangkan kompetensi.
ASN saat ini wajib melaksanakan
pengembangan kompetensi melalui
pembelajaran secara terus-menerus.
Saya sangat bangga karena BPSDM
terus-menerus melakukan webinar sehingga
kita bisa ee belajar ya
baik sistem pembelajaran yang
terintegrasi dengan pekerjaan sebagai
bagian penting dan saling terkait dengan
komponen manajemen SN dan terhubung
dengan pegawai lain lintas instansi
pemerintah maupun dengan pihak terkait.
Nah, ini yang menjadi ee penting dan
sangat bermanfaat bagi kita semua.
Bapak, Ibu sekalian ee tentu di dalam
undang-undang ini juga memberikan
penghargaan dan pengakuan bagi
pegawai-pegawai yang inovatif dan
berprestasi.
Nanti narasumber kita ada Ibu Sartika
sebagai ee
apa ya? Sebagai figur yang bisa ee
membagi membagi pengalamannya sehingga
beliau adalah ee ASN yang inovatif
sehingga di sini di aturan juga ada ee
pemberikan penghargaan baik penghasilan
yang ber maupun penghasilan yang
bersifat motivasi ya. ada tunjangan,
jaminan sosial, lingkungan kerja, dan
pengembangan diri. Ya, ini beberapa yang
diatur di dalam manajemen ASN.
Bapak, Ibu sekalian, tentu sebagai ASN
dalam melayani masyarakat dan kita
bergirer
terus-menerus kalau kita melakukan
kewajiban dengan disiplin, tentu kita
akan mencapai pada batas usia pensiun
sehingga kita memperoleh pemberhentian
dengan hormat. Ya, pemberhentian dengan
hormat. Namun, kita harus menghindari
yang sebelah kiri. pemerhentian tidak
dengan hormat karena melakukan
penyelewengan
pelanggaran disiplin ataupun dipidana
ini. Saya harapkan ASN-ASN kita ke depan
tidak terjebak ya dalam ee melakukan
tindak pidana kejahatan karena
jabatannya.
atau menjadi anggota atau pengurus
partai ini kalau ee sesuai ketentuan
makanya ASN kalau yang mau mencalonkan
sebagai pengurus, partai, maupun ee
calon ee pimpinan daerah harus
mengundurkan diri. Inilah beberapa hal
yang bisa kami share dalam kaitannya
dengan kebijakan teknis manajemen ASN
sehingga ASN kita harapkan bisa
profesional ya kemudian berintegritas.
Inilah perjuangan kita dalam memberikan
layanan masyarakat sehingga baik itu
layanan bidang pendidikan menjadi
Indonesia itu lebih maju dan
kesejahteraan melalui kesehatan dan kita
bisa memberikan layanan yang terbaik.
Demikian yang bisa saya sampaikan Mbak
Yuris. Saya kembalikan kepada host.
Sekian. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam merdeka.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Bapak
Adarmuji, Esos, M.Si. yang sudah
memberikan materi di paparan pertama
pada pagi hari ini. Dan sobat ASN,
setelah ini kita akan lanjut ke sesi
tanya jawab. Jadi untuk sobat ASN yang
sudah bergabung di Zoom bisa menggunakan
feature raise hand ya atau yang
bergabung melalui YouTube bisa langsung
saja tuliskan di situ ya. Ketik ketik
ketik pertanyaan melalui live chat.
[Musik]
Baik, sekarang sudah mulai masuk ke sesi
tanya jawab dan sudah ada beberapa
penanya yang sudah dipilih oleh host.
Ya, langsung saja kalau begitu saya
menyapa terlebih dahulu. Mohon izin
untuk Bapak Darmuji, saya ingin menyapa
terlebih dahulu penanya pertama dari
Bapak Jefri Prata. Selamat pagi, Bapak
Jefri Prata.
Selamat pagi, Bapak
ya. Selamat pagi, Bu.
Ya, selamat pagi, Bapak Jefri Prata.
Kalau boleh tahu ee asal dari mana, Pak?
Boleh.
Saya dari Binje, Bu.
Dari Binjai. Binjai?
Iya.
Baik. Dari Binjai. Eh, boleh diopen dulu
kameranya, open cam dulu.
Eh, ini Bu lagi kerja Bu, mohon maaf Bu
ya.
Oh, begitu. Baik, baik kalau begitu
untuk Bapak Jefri Prata mungkin langsung
saja pertanyaannya yang akan diajukan ke
Bapak Adar Muji, Sos, M.Si. Silakan.
Ee gini, Pak. Ee yang pertama, Pak,
bagaimana tantangan dan strategi dalam
mengisi kemerdekaan ASN
di mana mewujudkan Indonesia ini yang
maju, berdaulat, mandiri, dan
berkepribadian berdasarkan
gotong-royong, Pak.
Yang kedua, seperti apa langkah
Kementerian Agama mengajak ASN di
seluruh provinsi di mana mengisi hari
kemerdekaan ini dengan meningkatkan
toleransi, Pak?
Tanpa mengedepankan sikap toleransi
dalam setiap perjalanan sebagai ASN
tentu akan mengusik mana makna
kemerdekaan itu sendiri. Terima kasih,
Pak. Selamat pagi.
Selamat pagi. Terima kasih, Bapak Jefri
Prata. Ini ada dua pertanyaan, Bapak
Darmuji. Mohon izin bisa langsung
dijawab mungkin, Bapak.
Baik. Ee selamat pagi, horas ee Pak
Jefri Pranata ya, kami dari ee BKN. Yang
pertama bagaimana tantangan dan strategi
ya dalam kita menghadapi sehingga dengan
sistem gotong-royong.
Jadi memang
budaya kita adalah sebenarnya budaya
yang baik adalah bergotong-royong.
Bergotong-royong dalam arti bahwa
sisi-sisi ee dari ee budaya lokal itu
sangat mempengaruhi kita dalam
bersinergi, berkotorong dalam membangun.
Oleh karena itu ya ini ee peran
strategisnya di Kementerian Agama
sebagai perekat dan pemersatu itu memang
dengan melakukan pendekatan
gotongroyong.
Ini menjadi penting strateginya sehingga
nilai-nilai budaya yang beragam di
Indonesia ini ke depan menjadi
langkah-langkah strategis. Karena ee
Nusantara
ini adalah terdiri dari berbagai suku,
agama dan tentu pertanyaan kedua,
langkah kemenak ya setiap provinsi agar
ada toleransi.
Tentu ee kita toleransi mengikuti juga
ketentuan-ketentuan.
dalam Kementerian Agama tentu ee banyak
kebijakan-kebijakan
yang akan diterapkan karena ASN ini
adalah pelaksana kebijakan
sehingga dalam pelayanan itu kita tidak
ada diskriminasi.
Ini harapan dari kita semua. Kalau
kebijakan-kebijakan yang diterapkan dan
diimplementasikan
itu tidak diskriminasi, maka pelayanan
kita akan pelayanan terbaik untuk
seluruh warga. Harapannya kita tidak ee
terjadi pilih kasih dalam pelayanan.
Itu ee yang bisa saya jelaskan ee Pak
Jefri. Selamat bertugas ee saat ini.
Terima kasih.
Terima kasih Bapak Darmuji, Bapak Jefri
Prata sudah terjawab ya, Pak ya dengan
baik ya, Pak ya.
Baik, Bu. Terima kasih, Bu.
Siap. Terima kasih Bapak Jefri Prata.
Satu pertanyaan dari Binjai Sumatera
Utara sudah diberikan oleh Bapak Jefri
Prata. Selanjutnya untuk penanya kedua
ada Bapak Haji Sakti. Selamat pagi Bapak
Haji Sakti Pranomo.
Selamat pagi.
Iya, pagi Bapak. Iohin bertanya Bapak
Hak Pranomo. Ini dari
Kota Batu.
Wow, Malang. Wow. Silakan.
Kota Batu. Bu dulu gabung sama Malang.
Oh, Kota Batu. Oh, baik. Sepertinya saya
mainnya memang kurang jauh ya, Pak ya.
Oke, Bapak Haji silakan Bapak untuk
pertanyaannya langsung ke Bapak Darmuji.
Siap. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Matur nuwun Pak
waktu dan kesempatannya ada sedikit ee
penceraannya
karena kalau saya lihat dari pemateri
tersebut Pak Darmaji ini ee
mengalami masa tiga ya diregulasi.
Iya. Ah, ini Pak ee mohon di
tentang ini saya agak tergelitik itu
tentang ini sebuah ee kata-kata ing
ngarso
Sung Tulod ing Madio,
Tuturi Handayani. Dalam hal tentang
pertama itu tentang kita dalam mengisi
kemerdekaan ini Pak.
Nah, itu terus kalau kita rasakan ya ini
tentang kita rasakan ada pergeseran itu
di mana ketika kita itu dari konsep
dulu ini Pamong Projo menjadikan di sisi
pelayanan itu yang pertama. Yang kedua
ini Pak ee
Mohonkir. Jadi sebuah penceraan
tentang ini membuat sebuah strategi
dengan namanya kebijakan-kebijakan.
Nah, bagaimana ee supaya ketika membuat
sebuah kebijakan itu bijak dulu baru
membuat kebijakan. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Monggo Bapak Darmuji
silakan bisa langsung dijawab pertanyaan
dari Bapak Haji
dari Kota Batu.
Semangat pagi Pak Haji. Iya. Ini kami
sering karena keluarga di Malang, Pak.
Jadi sebenarnya enggak jauhkan tugas di
Surabaya.
Ee baik Mbak Yuris. Tadi saya memang ee
hampir mengalami tiga undang-undang ya
karena saya masuk di 85 sehingga ada
undang-undang 43. Kemudian saya ee juga
mengalami Undang-Undang 14. Nah,
sekarang ada Undang-Undang Baru. Nah, di
dalam ee Undang-Undang 5 sejak itu
artinya bahwa kompetensi yang diatur di
dalam undang-undang adalah kompetensi
manajerial,
sosiokultural,
dan kompetensi teknis. Nah, untuk
kepemimpinan ini memang butuh
manajerial. me-anage liat. Sehingga yang
dulu konsepnya kita itu di dalam
Undang-Undang 74 itu abdi negara,
mengabdi. Ya, jadi mengabdi itu ya wis
nurut pimpinannya. Namanya mengabdi apa
yang diperintahkan pimpinan ini.
Harapannya pimpinan ini menjadi orang
yang role model ya. Role itu ya orang
yang memiliki integritas sebagai contoh
petoladan. sehingga kalau memerintahkan
ditaati bawahan itu tapi konsep itu
kemudian berubah di dalam undang-undang
berarti kita berperan sebagai ee
perencana dan pelaksana kebijakan. Jadi
kita yang nyusun merencanakan, kita juga
yang mengimplement kebijakan. Jadi kalau
kita memiliki kompetensi tadi menyusun
kebijakan harusnya dia memiliki
kompetensi juga sosiokultural. Kenapa?
Karena budaya bergam jangan sampai itu
sesuai dengan ee kemauannya yang membuat
aturan, tapi paling tidak ada dia adalah
masukan-masukan ya, public hearing
sebelum kebijakan diterapkan ya. ada
pabik kirim pendapat dari masyarakat
kemudian diramu karena kebijakan ini ee
yang bisa diterapkan bukan kebijakan
yang ee istilahnya di langit tapi
kebutuhannya di bumi. Ini kan
kebijakannya jadi tidak nyambung. Maka
ee kuncinya sebenarnya apapun peraturan
berubah kuncinya adalah pimpinan Bapak.
Maka Nusantara yang baru ini adalah
bukan transformasi hanya pindah ee ibu
kota, tapi pola kepemimpinan kita
sebagai role model. Kalau pimpinannya
sudah kompeten, dia berintegritas,
bersih, tentu bawah itu kan mudah
meniru. Omongannya juga di buku ditiru.
Karena apa? Dia ing ngarso sebagai
tulodo gitu, Pak ya. Nah, sekarang
istilahnya berubah menjadi role model ya
sebagai contoh ya. Maka ada berakhlak
kalau itu seseorang yang berakhlak
sebagai suri tuladan. Kalau atasannya
sebagai suri tuladan itu baik,
integritas, tidak menyat kemenangan.
harapannya kita
karena tadi dia juga terjun ing
madangkarso. Jadi sebagai pimpinan tidak
harus di belakang meja tapi dia terjun
ke bawah sehingga tahu apa-apa masukan
dari bawah. Nah, ini harapan kita, Pak
ee masa depan undang-undang itu
transformasi ke sana. Demikian ee Pak
Haji semangat. Selamat.
Terima kasih.
Demikian Mbak I Bapak Darmuji. Terima
kasih Bapak Aji. Pripun, Pak? sudah
terjawab ya, Pak ya.
Siap. Baik, kalau begitu untuk Bapak
Jefri Prata dan juga Bapak Haji Sakti
Pranomo. Ya, penanya terpilih bisa
langsung konfirmasi alamat ke CP di
untuk pengiriman hadiahnya ya. Sekali
lagi saya ucapkan terima kasih Bapak
Adarmuji Esos, M.Si. si yang sudah
berkenan meluangkan waktunya pada pagi
hari ini untuk memberikan materi yang
luar biasa keren dan juga bersedia
menjawab pertanyaan-pertanyaan dari
Bapak-bapak yang sudah bertanya tadi.
Semoga sehat selalu, Bapak. Silakan ee
izin kalau berkenan melanjutkan kembali
aktivitasnya. Terima kasih, Bapak.
Ngih. Matur nuwun. Asalamualaikum. Salam
merdeka buat semuanya.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Salam merdeka. Baik. Sobat
ASN jangan ke mana-mana karena sebentar
lagi kita akan masuk ke sesi pemaparan
materi kedua yang akan disampaikan dari
narsum kita yang kedua ini langsung
dikirim dari Universitas Erlangga.
Penasaran kan? Jangan ke mana-mana,
tetap di ASN Belajar.
[Musik]
Sobat ASN, sekarang kita waktunya masuk
ke sesi pemaparan materi kedua oleh
narasumber kedua kita pada pagi hari ini
yang sudah berkenan hadir di sini ya
bersama kita yang pasti ada Bapak Dr.
Sarkawi B. Husein, M.Hum selaku Kepala
Program Studi Ilmu Sejarah. Universitas
Erlangga.
[Tepuk tangan]
Selamat pagi Bapak Sarkawi.
Pagi, Mbak. Asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Sehat, Pak?
Alhamdulillah sehat, Pak.
Alhamdulillah. Baik, Bapak. mungkin bisa
langsung saja untuk materi kedua pada
pagi hari ini.
Baik, saya izin share screen ya.
Siap, Bapak.
Oke, sudah kelihatan ya.
Sudah, sudah terlihat Bapak di sini. I
ee baik. Ee asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Ee
kawan-kawan ASN yang sempat hadir di
ruang Zoom ini. Ee pertama-tama terima
kasih atas kesempatan yang diberikan
oleh Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Provinsi Jawa Timur.
Ee oleh karena itu yang terhormat Bapak
Dr. Ramlianto,
kemudian para narasumber Pak Darmuji,
Ibu Sartika,
dan seluruh panitia yang mengawal acara
ini. Baik, saya diminta oleh
kawan-kawan panitia untuk bicara tentang
ee apa namanya?
ASN mengisi kemerdekaan seperti apa
sebenarnya. Jadi saya mungkin mau
melihatnya dari perspektif sejarah
karena saya adalah berkecimpung di
bidang sejarah.
Nah,
di gambar ini kalau Bapak Ibu lihat di
slide saya ini, ini adalah ee contoh
dari ee para pegawai sebenarnya pada
masa ee kolonial.
Kita lihat di sini ada yang pakai
blangkon, ada yang pakai pantalon kayak
sarung dan seterusnya.
Nah, ee saya ingin menyampaikan bahwa
sebenarnya
keberadaan ASN ini ee bukanlah sesuatu
ee yang ujuk-ujuk ada ya, tapi dia
memiliki akar yang panjang yang kita
bisa telusuri sejak zaman kolonial.
Nah, asal usulnya misalnya kita bisa
telusuri ee hingga abad ke-16 ketika
Fen the eh indc
memburu rempah-rempah di Nusantara. Nah,
kita tahu
untuk melancarkan urusan dagangnya ee
siasat awal VOC adalah menjalin
relasi
ee apa namanya dengan kerajaan-kerajaan
atau kesultanan yang sedang berpuasa.
Dan kita juga tahu bahwa VOC yang kita
pelajari, Ibu Bapak pelajari di sekolah
itu memiliki yang disebut dengan hak
koti. Hak untuk menerbitkan mata uang,
hak untuk membikin perjanjian dengan
kerajaan,
hak memiliki ee angkatan perang
misalnya.
Itu yang menyebabkan kenapa VC e begitu
kuat di Nusantara pada ee masa itu.
Oke.
Nah,
kalau kita baca bukunya Ibu Hidland, Ibu
ini adalah ahli sejarah Jawa dan ahli
sejarah Sulawesi Selatan. di bukunya
yang berjudul Terbentuknya sebuah elit
Birokrasi. Dia menyebutkan bahwa
pemerintahan kolonial saat itu punya
pendirian untuk memelihara struktur
politik pribumi
dan memerintahkan rakyat melalui
pemimpin-pemimpin sendiri. Inilah yang
disebut dengan politik ya, permainan
rakyat itu. Jadi dia ee menggunakan ee
pejabat-pejabat lokal untuk tanda kutip
menindas,
memeras para pribumi-pribumi yang ada di
bawah. Jadi bukan pemerintah kolonial
yang terjun langsung, tapi menggunakan
kaki tangan ee pejabat-pejabat pribumi.
Nah, sistem kerja seperti ini berlanjut
hingga VOC bangkrut pada 1779
yang kemudian kekuasaannya berpindah ke
pemerintahan kolonial ee Belanda.
Nah, saat itu birokrasi Hindia Belanda
membagi pegawainya menjadi dua
klasifikasi.
Ada yang pegawai Eropa dan ada pegawai
pribumi.
Nah, pegawai Eropa ini sering disebut
dengan Binonland bestiur atau disingkat
dengan BB.
Sementara yang pribumi ini sering
disebut dengan inlance bestiure atau
disingkat dengan IB atau dalam bahasa
Jawa dikenal dengan istilah pangreh
praja. Jadi asaloso kata pangreh praja
itu berasal dari ee klasifikasi
pembagian
pegawai ee pada masa kolonial ee
Belanda.
Nah, Bland Bur ini terdiri atas
gubernur, residen, asisten residen, dan
kontrolir.
Dan tentunya lebih banyak berinteraksi
dengan pemerintah pusat untuk menentukan
kebijakan dan prioritas apa yang
diperlukan di sana jajahannya.
Sementara inlandur
atau pejabat pribumi
bertugas untuk memerintahkan warga
bekerja memproduksi barang untuk siapa?
Untuk ya pemerintah kolonial Belanda
tentunya.
Nah, kapan munculnya birokrasi modern
itu?
Dan ini tentu berkaitan dengan kondisi
politik awal abad 20.
Nah, pada awal abad ke-20 kebijakan
penjajahan Belanda ini mengalami
perubahan arah yang paling mendasar.
Eksploitasi terhadap Indonesia sebagai
pembenaran utama atas kekuasaannya
ini mulai berkurang dan digantikan
dengan pernyataan-pernyataan
keprihatinan atas kesejahteraan bangsa
Indonesia.
Kebijakan apa itu? Itulah yang disebut
dengan politik etis.
Politik etis ini berpangkal pada gagasan
kewajiban moral
dan hutang budi atau yang disebut dengan
Nou,
pemerintah kolonial terhadap tanah
jajakannya yaitu ee Indonesia.
Nah, pidato tahunan Ratu Wilhelmina dari
takhta kerajaan pada September 01
mengumandangkan bermulanya zaman baru
dalam politik kolonial yang lazim
disebut dengan politik etis dengan
trilogi kebijakan yakni edukasi,
irigasi,
dan emigrasi.
Nah, salah satu yang penting dari
kebijakan ini adalah edukasi.
Nah, pada periode ini perkembangan
pendidikan mendapat perhatian khusus
yang menurut Van Defenter dan para
pengikutnya
adalah inti dan kunci segala perubahan
yang diinginkan.
Bagi fundenter
tidak akan ada perubahan tanpa
tenaga-tenaga pribumi yang berpendidikan
maksudnya berpendidikan cukup yang untuk
memikul beban-beban birokrasi e modern
ee kolonial
di sekedar intermeso ini Ratu Wilh Helm
cantik sekali pada masa mudanya
ee dia bernama lengkap Kap Wilhelmina,
Helena, Paulin, Marie van Oran Nasau.
Ini adalah ratu Belanda sejak 1890
sampai 48.
Jadi dia memimpin Belanda ini selama
lebih dari 50 tahun, lebih lama dari
pada penguasaan monarki kerajaan Belanda
lainnya.
Nah, masa kekuasaannya ini menjadi saksi
beberapa titik perubahan di Belanda
dalam sejarah dunia. misalnya perang
dunia pertama, peran dunia kedua,
krisis ekonomi dunia atau Malaysia, dan
kejatuhan Belanda sebagai penguasa ee
kolonial.
Nah, sejak politik KETIS dijalankan,
pendidikan bagi bangsa Indonesia
mengalami kebajuan yang lebih pesat
dalam beberapa dekade dibanding apa yang
terjadi beberapa abad sebelumnya.
Misalnya jumlah sekolah rendah meningkat
dengan cepat. Sekolah yang berorientasi
Barat diciptakan baik untuk orang Cina
untuk orang-orang Indonesia.
Begitu pula ee pendidikan berkembang
secara vertikal dengan adanya Milo
misalnya, Alchemene Middle Bar School
dan ee seterusnya.
Nah,
sejalan dengan hal tersebut, motivasi
dan kepentingan ekonomi tidak bisa
dinafikan
juga turut menyertai kebijakan politik
etis pemerintah Hindia Belanda pada masa
itu.
Hal tersebut bisa dipahami
mengingat akhir abad ke-19 dan awal abad
ke-20 ini merupakan proses atau
merupakan periode di mana tumbuh
pesatnya perkebunan swasta dan
perusahaan lain baik di Jawa maupun di
ee luar Jawa. dan perusahaan-perusahaan
kolonial itu kita bisa masih bisa
saksikan ee sisa-sisanya hingga dewasa
ini.
Nah, perkembangan itu misalnya harus
ditunjang oleh sistem administrasi,
sistem produksi,
manajemen modern, dan birokrasi
pemerintahan yang bersifat legal,
rasional
yang banyak menuntut tenaga ahli untuk
menjalankan ee programnya.
Nah, berbeda tentu dengan masa
sebelumnya yang lebih banyak tergantung
pada lembaga-lembaga kekuasaan feodal
tradisional.
Sistem kapitalisme yang masuk melalui
proses ini menuntut pemerintah untuk
mengirimkan
banyak tenaga ahli yang tidak bisa
dipenuhi dari tenaga Eropa.
Juga perlu dicatat
dengan bertambah luasnya kekuasaan
Belanda ini maka kebutuhan akan
birokrasi Indonesia yang berpendidikan
Barat semakin besar.
Jadi bila sebelumnya kedudukan-kedudukan
tinggi dalam hierarki kepegawaian
Indonesia diberikan atas dasar asal
keturunan,
maka politik kolonial yang baru
menjadikan pendidikan sebagai ee ukuran
utama.
Nah, ini di gambar ini Ibu Bapak bisa
lihat ini adalah ee tempat di mana para
ASN zaman kolonial itu bersekolah. salah
satunya di Madiun yang disebut dengan
oplading school for in Amtenaren.
Jadi sekolah amenar ya, sekolah calon eh
birokrat ee kolonial pada masa itu.
Nah, ee sebelum sampai di sini saya
ingin mengatakan bahwa
ketika perkebunan-perkebunan Belanda
tumbuh subur di Nusantara kita
ee bisa dikatakan sepertiga dari
anggaran pendapatan Belanda itu
diperoleh didapatkan dari hasil-hasil
ee perkebunan di Nusantara di Deli
Serdang misalnya, di Jawa.
Jadi saya ingat ee waktu berkunjung ke
Belanda ee waktu saya mengambil posok di
negeri Belanda, saya diundang oleh ee
seorang sejarawat Ital yang sedang
pameran di di Rotterdam.
Judul pameran itu adalah eh The Dark
Side of Colonialism in Indonesia kan.
Jadi sisi gelap dari masa kolonial
Indonesia. Nah, yang ditampilkan dalam
pameran itu misalnya adalah bagaimana
pemerintah Belanda itu
menggunakan pribumi untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan
ee pemerintahnya melalui
ee tanam paksa misalnya atau kultur
stelsel ee pada ee masa itu. sehingga
Belanda bisa buat jembatan, bisa buat
rel kereta api.
Saya ingat persis ketika saya dari
Leiden, salah satu kota pendidikan di
Blanak, Leiden menuju ke Rotterdam, saya
naik kereta api. Teman saya orang
Belanda namanya Martina Barwhen, dia
bilang, "Eh, Sarkawi, kamu tahu enggak
rel kereta api yang kita lewati dari
Leiden ke Rotterdam ini?
ini diperoleh dari ee kekayaan negerimu
lewat perkebunan-perkebunan ee Belanda.
Nah, itu artinya betapa dahsyatnya
memang kekayaan kita yang dikeruk oleh
pemerintah Belanda. Nah, untuk memanage
ee perkebunan-perkebunan itu tentu
membutuhkan pendidikan yang baik bagi
pribumi yang membantu mengelola berbagai
macam kantor itu.
Tapi kenyataan ini
juga mengakibatkan terjadinya mobilitas
sosial yang antara lain ditandai dengan
munculnya elit baru Indonesia.
Nah, elit baru ini sebagian
terkooptasi dalam jaringan birokrasi
kolonial.
Ada yang menjadi pegawai Pangrek Praja,
ada menjadi Wedono, menjadi apa bupati
dan seterusnya.
Tapi ada juga
yang ee berseberangan dengan pemerintah
kolonial pada masa itu. Sehingga apa
yang terjadi kemudian? Pendidikan yang
diterapkannya itu justru menjadi
bumerang bagi sistem kolonialnya.
Nah, menurut Hari Benda,
pendidikan Barat katanya betapaapun baik
maksudnya telah bergabung untuk
melepaskan angin topan
reperkusi-reperkusi
yang tidak terduga yang akan mengancam
landasan utama masyarakat kolonial itu
sendiri.
Jadi mereka menyekolahkan pribumi tapi
kemudian berbalik juga melawan
pemerintah kolonial pada saat itu.
Walaupun tidak bisa juga dinafikan
banyak juga yang kemudian terkooptasi
menjadi pegawai birokrati birokrat pada
zaman ee kolonial.
Dengan kata lain, gelombang perubahan
ini telah berjalan semakin cepat dari
sebelumnya.
Akan tetapi semuanya melimpah keluar
kerangka tujuan yang di telah digariskan
oleh para penganjur politik etis.
Penentangan ini dilakukan dengan cara
menyatukan diri lewat berbagai
organisasi sosial, organisasi agama, dan
politik.
Dan misalnya Surabaya ini kan menjadi ee
kota pergerakan ya, di mana ada Cokor
Aminoto di sini, ada Soekarno di sini,
Sema juga pernah di sini. Banyak sekali
yang di Penilih sana itu menjadi tempat
persemaian para pahlawan yang kemudian
melakukan penentangan terhadap kekuasaan
ee kolonial.
Kenapa itu terjadi?
Karena sistem pendidikan baru tersebut
mempercepat tumbuhnya golongan
intelijensial
yang kemudian memegang peranan dalam
fungsi-fungsi baru yang diciptakan oleh
perkembangan proses birokrasi,
komersialisasi, dan urbanisasi.
Nah, orang-orang inilah yang kemudian
memegang peranan dalam berbagai lapangan
pekerjaan seperti guru, pegawai
administrasi,
hakim,
pengacara, dan yang lain-lain.
Nah, kita masuk di sesi yang kedua di
topik yang kedua,
perjalanan panjang menuju kemerdekaan.
ee kalau misalnya kemarin di
kampung-kampung
ee sibuk merayakan kemerdekaan dengan
sejumlah lomba ee panjat pinang dan
seterusnya,
maka 79 tahun yang lalu bahkan jauh
sebelumnya para pejuang kita berjuang
hingga tetes darah penghabisan
dan itu dilakukan dengan berbagai cara,
berbagai alat misalnya senjata
Bahkan jimat pun digunakan pada ee masa
itu.
Eh ketika 2020 saya ke arsip nasional di
Denhak Belanda, saya menemukan banyak
sekali jimat yang disita oleh pemerintah
kolonial Belanda pada masa itu dan itu
disimpan oleh
eh arsif nasional Belanda, jimat-jimat
yang biasa di dililitkan di perut
anak-anak kecil dan itu digunakan oleh
para pejuang. Jadi saya tidak bisa
membayangkan betapa
luar biasanya para ee pejuang kita pada
masa itu dengan berbagai cara yang
digunakan.
Berjuang tak kena lelah dalam menjawab
apa melawan penjajahan
hingga akhirnya bangsa kita merdeka yang
ditandai dengan proklamasi kemerdekaan
oleh Bung Karno dan Hatta.
Nah, kalau melihat ee perjuangan para
pahlawan kita, saya setuju dengan
kalimat yang pernah diucapkan oleh Bapak
Anis Baswedan ketika kami undang ke FB
beberapa tahun yang lalu. Dia mengatakan
bahwa para pejuang itu telah selesai
dengan dirinya sendiri. Tidak ada niatan
untuk memperkaya dirinya dan keluarganya
dan kelompoknya.
Dia sudah selesai dengan dirinya. sudah
mewakafkan dirinya pada bangsa dan
negara Indonesia yang ee merdeka.
Nah,
apa yang bisa dilakukan aparatur sipil
negara
dalam pembangunan negara?
Bagi saya karena saya juga saya adalah
bagian dari ASN juga momon kemerdekaan
ini ee adalah saat yang tepat saya kira
untuk memperkuat kembali
menghidupkan kembali semangat
nasionalisme dan dedikasi kita terhadap
bangsa yang besar ini.
Kita memiliki tanggung jawab besar dalam
pembangunan negara dan saya pikir
tugasnya ee tidak main-main. Tugas kita
meliputi banyak aspek. Mulai dari
memberikan pelayanan publik yang
berkualitas hingga menjaga stabilitas
dan perkembangan daerah.
Dengan kata lain, semangat kemerdekaan
ini harus selalu menjadi pijakan dalam
menjalankan ee tugas-tugas ee tersebut.
Nah, bagaimana kita memaknainya?
Bagi saya, bagi ASN saya pikir seperti
saya juga karena ASN makna 17an itu
lebih dari sekedar perayaan, lebih dari
sejumlah lomba panjat pinang, lomba
kelereng dan sebagainya.
Tapi makna 17 bahagilan
untuk mengaktualisasikan
semangat kemerdekaan dalam setiap tugas
harian kita. Kita harus menjadi pionir
kemajuan dan perubahan.
dan memiliki tanggung jawab untuk
mewujudkan visi dan misi pembangunan
nasional dan daerah.
Dengan kesadaran atas arti kemerdekaan
ini, kita harus melibatkan diri secara
lebih bermakna dalam membentuk masa
depan yang lebih baik. Ee tentunya
ada beberapa nilai yang mungkin kita
bisa petik dari para pahlawan kita. Yang
pertama saya pikir sudah disampaikan
juga oleh Pak Darmuji tadi. Pertama
adalah integritas.
Kita harus miliki sikap ini seperti juga
yang dimiliki yang ditunjukkan oleh para
pejuang kita yang saya bilang tadi yang
sudah selesai dengan dirinya sendiri.
Tidak ada niat untuk nyolong harta
kekayaan negara pada mereka. Kedua,
nilai yang kedua adalah berkat dan
pemersatu bangsa. Kita harus mampu
menjadi perkat dan pemersatu.
Kita harus mampu mewujudkan semangat dan
nilai-nilai luhur pahlawan dalam
menjalankan tugas kita masing-masing.
Nilai yang ketiga adalah strategis dalam
Bun bangsa.
Peran strategis ASN ini tidak hanya
terbatas pada tugas administratif
tentunya, tapi juga tugas kita dalam
menjaga persatuan,
keberagaman dan juga ee persatuan
bangsa.
Kemudian yang keempat, inspiratif.
Perayaan kemerdekaan menjadi momentum
penting bagi kita untuk memupuk jiwa
nasionalisme, patriotisme, dan kecintaan
pada bangsa.
Kita harus menyadari bahwa
pentingnya para mereka dalam ke
Indonesia serta meneruskan semangat
perjuangan para pahlawan itu.
Yang kelima, sikap yang profesional dan
transformatif.
ASN kita semua didorong untuk melakukan
transformasi diri menjadi abdi negara
yang lebih profesional memberikan yang
terbaik bagi bangsa dan negara. Yang
keenam
kita harus punya sikap yang toleran
pluralis dan terbuka. Tidak
membeda-bedakan dalam melayani ee ee
masyarakat.
Sikap toleran ini misalnya saya ingin
contohkan ditunjukkan misalnya oleh
seorang pahlawan nasional Abdurrahman
Baswedan.
Dia adalah seorang pluralis
intrakultural sejati dan sangat terbuka.
Sahabatnya datang dari berbagai golongan
ee termasuk keturunan Tionghua seperti
Caliang pernah tinggal serumah ee
dengannya.
Jadi Yunus Yahya seorang muslim Tionghoa
merasa heran bagaimana orang Tionghoa
dan orang Arab bisa tinggal serumah gitu
kan. Bagaimana cowa Liam pernah tinggal
serumah dengan Baswedan? Apa rahasianya?
Katanya ternyata jawabannya adalah
adanya kesamaan sifat di antara mereka
yakni sama-sama mencintai Indonesia
merdeka yang bersatu dan ee demokratis.
Itu mungkin yang bisa saya sampaikan,
Mbak Yuri, Mbak host. Mungkin kita bisa
lanjutkan dengan ee tanya jawab nanti.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Bapak Dr.
Sarkawi B. Husein, M.Hum yang sudah
memberikan materi di pemaparan kedua
ini. Dan sobat ASEAN, seperti biasa
sebentar lagi kita akan masuk lanjut ke
sesi tanya jawab. Jadi untuk sobat ASN
yang sudah bergabung di Zoom bisa
menggunakan fitur rise hand atau yang
bergabung lewat YouTube bisa langsung
ketik-ketik aja di situ pertanyaannya
melalui live chat.
[Musik]
Baik, ini sudah ada beberapa penanya
yang sudah dipilih oleh host Bapak
Sarkawi. Mohon izin saya undang dulu Ibu
Benita dari Jember. Selamat pagi, Ibu.
Ibu Benita.
Selamat pagi.
Iya, selamat pagi.
Iya, Ibu. Suara saya terdengar jelas di
sana?
Iya, terdengar jelas.
Siap. Begitu pun.
Cuma saya mau menghidupkan kamera enggak
bisa. Ya udah, saya hidupkan. Tapi kok
dia kamera ini ya?
Mungkin
kayak terkunci gitu.
Oh, enggak apa-apa, Ibu. Enggak apa-apa.
Yang penting suaranya jelas aja ya, Bu.
Ya, Ibu mohon izin bertanya dulu, Ibu.
Siap. Dari Dinas apa, Ibu?
Dari Dinas Perumahan Rakyat Kawasan
Permukiman dan Cipta Karya, Kabupaten
Jember.
Oh, baik. PUPR Jember. Siap. Silakan.
Izin, Ibu untuk pertanyaannya
kepada Bapak Sarkawi.
Iya. Ee terima kasih. Ee seperti tadi
sudah disampaikan oleh Bapak Sarkawi,
Bu.
Kita harus ada toleransi istilahnya
dalam ee tema kali ini kita sebagai ASN
ada toleransi. Nah, di sini kebetulan
saya menangani
di seksi pertanahan di bidang tata ruang
dan pertanahan.
Nah, di sini kita harus ee
dalam menghadapi misalkan seperti
investor luar yang di situ
dia itu ya mohon maaf ini ya sharing ya
kaitannya dengan izin-izin di
seksi pertanahan. Nah, itu ada investor
yang dari luar istilahnya ya. Kita
secara ekonomi ya, Nyon Sewu secara
ekonomi kita itu merasa kayak kayak
dijajah gitu. Kita bilang ini ee sudah
merdeka. Tetapi dengan adanya investor
yang dari luar untuk daerah ya maksud
kami investor tersebut bukan dari luar
negeri tetapi dari luar daerah. Nah,
dari situ secara otomatis kita ingin ee
membantu untuk daerah kita sendiri itu
dengan adanya investor yang dari luar
kabupaten itu kita merasa kurang kurang
begitu nyaman. Jadi seperti itu. Nah,
sedangkan kita dituntut untuk adanya
toleransi.
Nah, mohon maaf ini. Jadi saya mohon
saran apa yang harus kita lakukan
sebagai seorang ASN. Terima kasih Bapak
Sarow atas sharing-nya, atas masukannya.
Kami tunggu. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Baik, pertanyaan dari Bu
Benita. Mungkin bisa langsung
Bapak Sarkawi jawab.
Baik, makasih Bu Benita. ee pertanyaan
yang luar biasa menarik dan juga pasti
sangat sulit untuk dijawab.
Ee baik, Ibu. Memang kadang-kadang kita
ee seperti dilema ya, dilema antara
ingin meningkatkan ekonomi daerah kita,
tapi juga ee ada persoalan lain yang di
luar persoalan ekonomi. Saya begini, Bu.
Saya ingat ee satu buku yang berjudul ee
apa namanya? negara tanpa warga yang
ditulis oleh Jo Santoso. Salah satu
kritiknya itu, Bu, adalah bagaimana
pemerintah kota, pemerintah daerah di
Indonesia ini sering sekali melakukan
pelanggaran atas kebijakan yang sudah
dibuatnya. Kebijakan apa itu? Yaitu
master plan kotanya.
dia bilang master plan itu adalah
pemutihan atas pelanggaran
master sebelumnya, masterpl sebelumnya.
Yang saya mau katakan adalah sebenarnya
persoalan investasi daerah lokasinya di
mana itu kan sudah ditentukan, sudah
diatur dalam master plan daerah beserta
kebijakan-kebijakan turunannya, RTRW-nya
dan seterusnya gitu kan.
ini lokasi ini untuk kepentingan ee
pengembangan apa? Apakah dia pemukiman,
perindustrian dan seterusnya dan
seterusnya. Tapi yang terjadi kemudian
adalah
itu dilanggar dan direvisi
untuk 5 tahun ke depannya lagi. Nah, itu
menurut saya penyakit di situ. Tidak
terkecuali Surabaya, Bu.
kawasan yang saya tempati di Surabaya
Timur itu kalau menurut ee Masterpin
2000 itu kan kawasan resapan air. Tapi
coba kita lihat apa yang terjadi
sekarang. Pengembang-pengembang besar,
investor-investor besar
ada di situ. Perumahan-perumahan besar
ada di situ, Ibu. Nah, ini memang sangat
dilematis. Ee persoalannya adalah apakah
pemerintah kota, pemerintah daerah ee
punya komitmen yang kuat, politikal
political will yang kuat untuk menjaga
kebijakan yang sudah ditetapkan itu?
Karena menurut saya, kita tidak boleh
berpikir semata-mata untuk kepentingan
ekonomi, investasi, tapi kan juga kita
harus berpikir pada aspek lingkungan,
kenyamanan masyarakat, bagaimana wilayah
itu enggak banjir. Bayangkan Bu Benita,
tiap tahun wilayah Surabaya Timur
misalnya itu ya menerima limpahan banjir
karena wilayah itu sudah
ee dikuasai tanda kutip oleh para
investor untuk membangun rumah-rumah
mewah misalnya kan.
Jadi aspek-aspek itu menurut saya yang
perlu mendapat perhatian pemerintah
daerah kota termasuk ee Dinas PUPR yang
menurut saya sangat berkepentingan di
urusan e pemukiman-pemukiman
ee masyarakat ini. Dan kalau kita lihat
kan itu dinikmati oleh ee segelintir
masyarakat elit. Sementara masyarakat
biasa ee mereka menyebar di bantaran
sungai, di rel kereta api dan
seterusnya. Dan kalau kita lihat riset
terakhir, salah satu pusat
kantong-kantong kemiskinan itu adalah di
bantaran kali, di rel kereta api dan ee
dan seterusnya. Jadi kalau saya Bu e
kuncinya adalah ee bagaimana pemerintah
daerah, pemerintah kota mematuhi
kebijakannya sendiri yang sudah
ditetapkan. termasuk urusan ee
investor-investor ini. Saya pikir saya
kira begitu jawaban saya, Ibu ee Benita.
Mohon maaf kalau tidak bisa menjawab
dengan baik. Kasih
siap Bapak. Terima kasih.
Baik, Bu Benita terima kasih sudah
bertanya dan Bapak Sarkawi juga terima
kasih sudah menjawab pertanyaan dari Ibu
Benita. Selanjutnya ada satu lagi, Bapak
Lutfi. Selamat pagi, Bapak Luthfi.
Selamat pagi, Bu.
Ya, Bapak Lutfi. Kalau boleh diinfo
Bapak Lutfi, domisili di mana atau dari
mana?
Saya dari Kabupaten Malang, Bu. Ee
kerjanya di RSUD Lawang kebetulan.
Baik, Bapak Lif mungkin bisa open cam
terlebih dahulu.
Mohon maaf, ini PC-nya gak ada
kameranya, Bu.
Oh, baik. Siap.
Jadul.
Siap-siap. Bapak Lfi bisa langsung
mengajukan pertanyaan untuk Bapak
Sarkawi. Silakan, Pak Lutfi.
Iya, Pak Sarkawi tadi ee disebutkan
transformatif dan profesional. Jadi, ASN
didorong untuk melakukan transformasi
diri yang tadi disebutkan nggih yang
mungkin
ee itu berkaitan dengan konsep merdeka.
Jadi konsep merdeka bagi masing-masing
ASN itu kan mungkin berbeda dan relatif
nggih antara ASN 1 dan ASN yang lain.
Karena saya pernah membaca tentang ASN
yang merasa belum merdeka dengan pola
kepemimpinan yang autokratis apalagi
sampai pola kepemimpinan yang otoriter
sehingga mungkin keinginan untuk
berinovasi dan berkreasi itu sedikit
terkurung atau terkotak gitu ya. Jadi
banyak ASN itu yang berharap ee apa
atasan atau pimpinannya itu memiliki
pola kepemimpinan yang mungkin
transformasional ya, yang menganggap
atasan adalah seorang leader bukan
seorang bos. Ngaten, Pak. Mungkin yang
saya tanyakan adalah konsep merdeka bagi
ASN dalam berorganisasi itu yang
sebenarnya itu yang kayak gimana sih,
Pak?
Terima kasih.
Baik,
terima kasih Pak Lutfi. Bapak Sarkawi
mungkin langsung berkenan untuk menjawab
pertanyaan dari Pak Luti. Menarik sekali
pertanyaan dari RSUD Lawang Malang.
Ee sebenarnya apa yang Pak Lutfi rasakan
itu juga kami rasakan di dunia perguruan
tinggi, Pak Lutfi. Bahkan ee kami saya
sering bilang ke teman-teman ee saya
pikir juga ASN lain merasakan bagaimana
kita hampir tiap minggu itu diminta
ngisi aplikasi gua. Saya bilang ke
teman-teman lama-lama ini kita tidak
mengabdi pada ilmu pengetahuan, tapi
kita mengabdinya pada aplikasi. gitu ya.
Artinya apa? Ee aspek-aspek yang menurut
saya
ee tidak terlalu berkontribusi langsung
pada kemampuan profesional kita ee
kadang-kadang itu menyita waktu.
Persoalan administratif, persoalan apa
dan ee seterusnya itu jauh menyita waktu
kita dibanding urusan kemampuan
meningkatkan kualifikasi diri. Dan saya
sependapat juga sependapat dengan Pak
Darmuji tadi bahwa mestinya pemimpin
itulah yang memberi contoh pertama kali
bagaimana kita melakukan transformasi
diri misalnya yang saya maksud di sini
antara lain misalnya bagaimana kita
meningkatkan kualitas diri kita,
pengetahuan kita, kemampuan akademi
kita, kemampuan skill kerja kita. Jadi
itu yang menurut saya harus selalu
ditransformasikan, ditingkatkan
kualitasnya.
Ee bagi ASN misalnya ee Pak Pakvi
ee menurut saya tidak harus melulu ee
bekerja di balik. misalnya ee ASN
misalnya bisa mengasa dirinya bagaimana
dia menuangkan gagasannya di surat
kabar, di koran, di blog-blok ee apa
namanya ee website yang sifatnya open
dan seterusnya menuangkan gagasannya di
situ. Dan menurut saya juga secara
ekonomi ini ini ee apa namanya ee
menarik dan bisa menambah pendapatan
misalnya. Jadi bayangkan kalau kita bisa
menulis di detik misalnya di opini kita
bisa dapat duit 600.000
nulis di Jawa Pos ee dapat duit sejuta
di opini. N saya gini jadi kemampuan
peningkatan kualitas diri kita itu bisa
kita gunakan juga untuk menambah tidak
cuma keterampilan kita, tapi juga
menambah penghasilan ee ekonomi kita
misalnya. Dan tentu yang paling penting
adalah gagasan kita bisa dibaca oleh ee
banyak orang di seluruh Indonesia yang
kebetulan membaca ee apa artikel kita di
koran misalnya. Ini ini contoh kasus
kecil yang ya saya maksud Pak Lutfi
bagaimana kita ee meningkatkan kualitas
ee diri kita. Mungkin itu yang bisa saya
jawab Mbak Yuri. Terima kasih.
Siap Pak Sarwi. Terima kasih, Pak.
Bagaimana, Pak?
Giih. Bu, ya. Terima kasih, Bu. Sudah,
Njih,
ya. Terima kasih, Pak Lutfi. Baik,
sekali lagi untuk kedua penanya terpilih
ya bisa langsung konfirmasi alamat ke CP
di 082119411.
Sekali lagi saya mengucapkan terima
kasih kepada Bapak Dr. Sarkawi B.
Husein, M.Hum
karena sudah berkenan meluangkan
waktunya pada pagi hari ini di ASN
Belajar untuk memberikan paparan materi
di sesi kedua ini.
Pak, sehat selalu beserta keluarga
sampai Mbak Makasih. Asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Baik, Sobat ASN jangan ke
mana-mana masih tetap di ASN belajar
karena sebentar lagi kita akan masuk ke
sesi pemaparan materi ketiga.
Nah, siapakah nanti yang akan mengisi
materi ketiga? pada pagi hari ini.
Jangan ke mana-mana, tetap di ASN
belajar.
[Musik]
Sobat ASN, di pemaparan materi ketiga
kali ini ada satu narasumber yang ya
beliau ini satu-satunya narasumber
wanita di sini ya yang hadir di ASN
belajar pada seri ke-32 ini. Ya, Ibu
Sartika Mayasari, SSTP, MA selaku ASN
Inspiratif Nasional tahun 2018, Kepala
DP3 AP2KB Gayoes.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, Bu Sartika.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, Mbak Yuris.
Terima kasih,
Ibu. Ibu kalau saya baca ini pernah jadi
ASN inspiratif nasional tahun 2018.
Benar. Benar, Mbak. Benar.
Wow. Luar biasa. Nanti mungkin boleh
diceritain sedikit ya, Bu ya.
Gimana ceritanya
kok bisa jadi ASN Inspiratif Nasional
tahun 2018 itu bagaimana ceritanya?
mungkin perjalanannya dan lain-lain
sebagainya.
Boleh, boleh, Mbak.
Siap.
Boleh, Pak.
Kalau begitu langsung saja saya
persilakan Ibu Sartika Mayasari, SST.PMA
selaku Kepala DP3 AP2 KB Gayul Wes untuk
materi ketiga pada pagi hari ini.
Terima kasih Mbak Yuris. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera, salam sehat untuk kita
semua. Salam kenal. Saya Sartika
Mayasari dari ujung Aceh ya, ujung
negeri hari ini memaparkan terkait
dengan ee bagaimana SN mengisi
kemerdekaan di Republik Indonesia ini.
Sebelumnya penghormatan saya kepada
Bapak Dr. Ramlianto SPMP. SebM
Provinsi Jawa Timur, Bapak Kinote
Speaker yang tadi sudah kita dengarkan,
Bapak Adar Muji, Esos, M.Si.
Eh, Kakanrek 2 DKN Surabaya. Kemudian
Bapak narasumber yang kedua tadi Bapak
Dr. Sarkawi B. absen, MHum dan ee
seluruh sahabat ASN di mana pun berada
yang hari ini punya semangat yang saya
rasa membarah setelah kemarin kita ee
memperingati 79
Indonesia Merdeka dengan tema Nusantara
Baru Indonesia Maju. Baiklah, saya akan
coba memaparkan terkait dengan bagaimana
SN mengisi kemerdekaan.
Sebelumnya saya akan mencoba untuk eh
mengambil sebuah atau mengutip sebuah
quotes dari founding father kita Bapak
Ir. Soekarno bahwa get me 1000 parents I
will adaptly the from the roots and give
me 10 and I will undly shake the Ini
sebuah kalimat yang membuat semangat
saya selalu membarah termasuk juga
semangat para ASN di mana pun berada.
yang tentunya mengambil coach ini
sebagai penyemangat diri walaupun
mungkin kadang-kadang di titik nadir
begitu. Lanjut. Next.
Ee saya mencoba untuk membagi sesi ini
menjadi tiga sesi. Yang pertama adalah
sesi agresi Belanda di tanah Aceh. Ee
kenapa hal ini perlu ee saya sampaikan?
karena ee bermulanya menjadi ASN
inspiratif karena kita mengenal dan
menggali sejarah terlebih dahulu. Di
mana ee agresi Belanda di tanah Aceh
saya fokuskan berada di Gayules.
Ee ini peta Aceh pada masa lalu dan masa
kini. Di mana di Kesultanan Aceh
Darussalam ini petanya masih sangat
original. Saya ee ambil dari Tropen
Museum. Kemudian hari ini ee peta
selanjutnya adalah peta masa kini di
mana saya hari ini berada di Gayules ya
yang berada di wilayah tengahnya Aceh
yang akan memberikan ee bercerita
tentang bagaimana kiat-kiat ee sehingga
bisa kemarin itu menjadi salah satu ASN
inspiratif tingkat nasional
Aceh ee berada ee di ujung ya di ujung
Indonesia sebelah barat Indonesia yang
memiliki 23 kabupaten kota. Salah
satunya adalah Gayules sebagaimana yang
saya tandai sebagai titik lokasi tempat
saya berada hari ini. Next.
[Musik]
Belanda masuk ke Aceh ee mendarat
pertama kali di Aceh pada 5 April 1873
di bawah pimpinan Johan Hermes Kochler.
Tujuan Belanda datang ke Aceh adalah
karena daerah ini memiliki kerajaan kuat
dan kemampuan diplomatis tinggi dalam
hal perdagangan. Karena waktu itu
Belanda menganggap bahwa Aceh sangat
strategis untuk ee menjadi daerah
penghubung ee daerah timur dan barat di
seluruh ee ee apa namanya? perdagangan
yang ada di Indonesia. Waktu itu belum
Indonesia ya. Nah, kemudian Sultan Aceh
Muhammad Daud Syah menyerah kepada
Belanda pada tahun 1903.
Saat itu daerah Aceh yang belum takluk
adalah wilayah tengah yaitu Gayul Lues.
Jadi Van H memerintahkan Van Delen untuk
menaklukkan daerah tersebut ya Gayoles
dan sekitarnya. Akhirnya Belanda masuk
ke Gayoles itu pada tahun 1904. Jadi
Gayo Lu dijajah Belanda hanya selama 38
tahun dari 1904 hingga ke 1942.
Agresi militer Belanda di Gayo ini. Eh
saya juga mengambil data dari Tropen
Museum sebagaimana sudah menjadi ee
cerita dari masa ke masa bahwa agresi
militer Belanda ee luar biasa dengan
kekejamannya hampir dengan 4.000 rakyat
Gayo dan Alas Gugur ketika itu. Ini foto
saya ambil dari Tropen Museum juga sama
ee di e Benteng Kutareh, Aceh Tenggara
ketika itu. Ee dengan agresi-agresi
mereka meruntuhkan semua benteng-benteng
yang ada di Gayo ee yang menggugurkan
para pahlawan-pahlawan Gayo seperti Aman
Linting, Aman Jatah, Haji Sulaiman,
Lebih Jogam. Salah satunya adalah
Srikandi Gayolu yaitu Inen May Tri yang
meninggal atau yang gugur saat itu
dengan posisi masih ee pengantin baru.
Jadi sejarah-sejarah itu terus kita
ceritakan kepada anak cucu hingga saat
ini. Nah, setelah ee pembantaian
kemudian penguasaan semua benteng yang
ada di daerah Gayo saat itu Belanda
membangun yang disebut dengan vivak
belang kejeren. Bifak sendiri bah dari
bahasa Perancis yang berarti atau
memiliki makna tempat berlindung
sementara untuk keadaan yang darurat.
Jadi, Bifak Blang Kejren hari ini adalah
pendoponya Bupati Gayoles atau rumah
jabatan dari Bapak Bupati Gayoles.
Next.
Nah, setelah bivak Blank Jeren dan eh
Belanda memiliki tatanan pemerintahan
dengan versi mereka ya pada saat itu.
Jadi ditemui beberapa masyarakat di
Gayules khususnya di Blangkejren saat
itu eh merupakan mereka yang ee
menderita penyakit lepra sehingga lokasi
isolasi
dijadikan adalah Kampung Agusen. Jadi
Kampung Agusen ini punya sejarah yang
luar biasa di mana seluruh penderita
Lepra saat itu diungsikan ke Kampung
Agusan. Ini eh terjadi pada 1907 dan
sampai dengan ee masa kemerdekaan
Kampung Agusten sebagai tempat isolasi
bagi penderita penyakit lepra.
Sesi kedua saya ee membagi menjadi
bagaimana mengisi kemerdekaan dengan
mengabdi di Lembah Ganja. Ini salah satu
judul yang saya eh berikan kepada apply
kepada eh Kementan RB saat itu ketika
menjadi ASEN inspiratif mengabdi di
lebah gaja. Jadi kata-kata ganja itu
ternyata menjadi primadona. Sehingga
saat itu saya diundang untuk menjadi
salah satu bagian daripada ASN
inspiratif nasional yaitu untuk
memberikan sumbangsih dan pengabdian di
Kampung Agusan sebagai camat pelang
kejadian. Jika itu
Agusan, Lepra, Ganj dan kemiskinan. Ini
tiga kata yang sangat melekat dengan
Kampung Agusen. Selain sudah konotasi
yang negatif terhadap masyarakat
penderita lepra yang diisolir ke tempat
tersebut, ganja tumbuh subur. Kenapa?
Nah, ini juga menjadi pertanyaan karena
ganja sendiri di Aceh itu sebuah
rempah-rempah ya yang dijadikan sebagai
ee empuk dari daging atau kuah belangong
istilah kita di sini. Jadi kalau tanpa
ganja itu dulu enggak enak gitu kalau
enggak masak. Jadi konotasi-konotasi ini
seing waktu berubah dengan
peraturan-peraturan pemerintah yang
datang pada saat ini. Dan kemudian
kemiskinan ketika saya camat di sana
ketika itu 11 tahun 12 tahun yang lalu
ee kemiskinan yang saya lihat itu memang
sangat luar biasa. Apalagi untuk tingkat
pendidikan anak-anak pada umumnya
bersekolah hanya sampai dengan tingkat
SMP karena SMA tidak ada. Sedangkan
jarak tempuh dari ibu kota kabupaten itu
apa? Dengan jarak 20 km sehingga mereka
susah untuk mendapatkan akses
pendidikan. Kemudian apalagi konotasi
terhadap kampung tersebut sudah menjadi
tempat isolasi ganja kemudian lepra
sehingga seolah-olah masyarakat di
Agusan punya hukum sendiri tanpa
tersentuh dengan hukum nasional. Jadi
saya sampaikan di situ waktu itu saya
berpikir bahwa Agosen ini belum merdeka
begitu. Jadi saya mencoba pendekatan
dengan masyarakat setempat dan malah
saya ditolak oleh masyarakat pertama
sekali datang ke sana. Kenapa? Karena
saya anggap saya adalah cua kalau silah
Aceh itu mata-mata. Sehingga ee saya ee
mereka tidak tahu kalau waktu saya
camat, saya datang ke sana ee dua kali
datang masih ditolak, tiga kali saya
pakai atribut dengan lengkap dengan ee
mangkok tanda jabatan. Akhirnya mereka
menerima saya bahwa ini ternyata camat
ee kami. Begitu. Jadi agak susah masuk
waktu itu ke Kampung Agusan. Nah, ini
kondisi Kampung Agusan eh sahabat SN
semua ee akses jembatan masih sangat
manual zaman dulu ya. Sehingga ini perlu
untuk betul-betul kita sentuh. Next.
Nah, lebih dekat dengan Kampung Agusen
eh beberapa informasi turun-temurun.
Agusan berarti awal atau mula. Beberapa
informasi juga menyatakan bahwa Agosen
berasal akronim dari Aceh Gugus atau
Pegunungan Selatan yang kebetulan
letaknya berada di ee di daerah selatan
di Kecamatan Blang Kejerren. Jadi
kecamatan dan kemukiman yang berada di
Kampung Agusen eh Kampung Agosen
merupakan bagian dari Kecamatan Belang
Kejren dan berada di Kemukiman ujung
Baru. Jadi dalam strata pemerintahan di
Aceh, sama halnya dengan di pemerintahan
Sumatera Barat bahwa pemerintahan di
Aceh itu memiliki yang namanya
pemerintahan mukim yang berada langsung
di bawah camat. Jadi kekhususan ini ee
berfungsi untuk untuk me apa namanya? E
tali koordinasi antara penghulu atau
kepala desa dengan camak itu di apa
namanya? dimudahkan melalui pemerintahan
mukim. Jadi, pemerintahan mukim saat ini
ee sebanyak 25 kemukiman itu membawahi
biasanya 5 sampai dengan 7 atau dela
yang ee berada di bawahnya. Jadi,
kekasan daripada pemerintahan mukim ini
ee membantu para camat untuk bisa
mengkoordinasikan setingkat bagaimana
menjaga hutan, adat istiadat, syariat
Islam. Jadi, ee kemukiman ini sangat ee
membantu sekali
permasalahan-permasalahan yang ada di
tingkat desa dan di kecamatan. Nah, ee
di Kampung Agusan itu terdiri dari empat
dusun. Ada dusun Toa, Dusun Uken, Singah
Mulle, dan Palimebas. Dan ini semua
dusun-dusun ini sudah kita sentuh dengan
kegiatan-kegiatan yang sifatnya
bagaimana mereka tidak lagi ee hidup
dengan ketakutan. ketakutan dalam arti
mereka tidak lagi menanam yang namanya
ee tanaman haram itu. Sekarang sudah
alhamdulillah berubah menjadi
tanaman-tanaman kopi dan juga cerai
wangi baik itu kopi robusta dan kopi
arabikaagayo. Nah, jumlah penduduk
sangat sedikit sahabat SN hanya 913 jiwa
dan ini semuanya ee berada di kampung
yang terletak di lembah sangat lembah
daripada ee Gunung Lauser. Jadi
tempatnya itu sangat asri, sangat indah.
Saya pertama sekali datang ketika
menjadi camat, saya berasa ini bukan
tempat yang terisolir, tapi ini adalah
this is heaven. Ini adalah surga yang
tersembunyi. Nah, sahabat esen semua
komoditi unggulan sumber PAD Desa ya,
pendapatan asli desa yang ada di Kampung
Agosen itu berasal dari tanaman kopi
Arabika dan Robus Tagayo, Seriwangi, dan
Ekowisata Agusan. Next.
Ketika itu saya memiliki sebuah ee
pemahaman terhadap ee masyarakat Kampung
Agusan ee kenapa mereka sangat terisolir
di zaman yang penuh dengan kemerdekaan
ini. Karena terus terang saya sempat ee
sedih, terharu ketika saya berkunjung di
jam .00 pagi ke kampung tersebut untuk
menjadi ee pembina upacara di SD yang
ada di Kampung Agus. Ketika itu saya ee
sampaikan kepada Bapak Penghulu dan
Kepala Sekolah itu kenapa ada anak kelas
1 sampai kelas 3 SD enggak ikut baris
atau apel? Kenapa mereka harus ke atas?
Seperti Tarzan ya, mereka ee dengan
kemiringan yang cukup curam naik ke atas
bukit itu untuk menuju ke sekolahnya
yang begitu jauh. Sedangkan kelas 4 dan
6 sampai dengan 6 SD itu berada di bawah
atau di lembah.
Akhirnya saya sampaikan kepada Pak
Penghulu atau Kepala Desa di sini
namanya penghulu ee saya sampaikan
kenapa ini bisa terjadi. Saya rasa ini
adalah suatu pembodohan belum menikmati
kemerdekaan dengan secara hari ini Aceh
memiliki otonomi khusus apalagi untuk
pendidikan. saya sampaikan begitu.
Akhirnya saya berinisiasi untuk
bagaimana membuat self assesment kepada
Kampung Agusen sehingga muncullah
ide-ide inovasi yang yang saya sampaikan
ke seluruh sahabat ESN pada hari ini.
Pertama, mobile district government di
mana pelayanan administrasi kecamatan
dijalankan dari Agusen dengan jarak yang
paling jauh dari pusat ibuota. Saya
memimpin saat itu 22 desa atau kampung.
Eh Agusan merupakan ee kampung yang
terjauh dari seluruh kampung yang saya
pimpin ketika camat dengan jarak 20 km
dengan kecuraman kemudian akses yang
sangat sulit. Ketika itu eh saat itu
saya berinisiasi bagaimana masyarakat
bisa mengunjungi Agusen karena stigma
negatif sebagai tempat isolasi. Kemudian
ganja yang luar biasa masih merebak
banyak ya. Kemudian ee kemiskinan,
kemudian sekolahnya terbatas, akses
semuanya terbatas. Sehingga saya
berupaya dengan teman-teman di kantor
camat waktu itu kita mencoba untuk
mobile district government. Artinya kami
berkantor di dari Kampung Agosen. Mau
tidak mau, suka tidak suka, semua
administrasi saya jalankan dari Kampung
Agusen. Akhirnya masyarakat akan
melihat, "Oh, Kampung Agusen sudah
berbenah begitu." Jadi saya ingin
menampilkan ini loh potret Agusen saat
ini jauh daripada pandangan masyarakat
yang sudah memberikan sertip negatif
terhadap Kampung Agusen. Kemudian kami
juga membentuk saat itu adalah English
Village ya, membentuk kelompok belajar
bahasa Inggris. Ee pagi-pagi kelasnya
untuk ibu-ibu, ee siang untuk anak-anak,
kemudian malamnya untuk bapak-bapak.
Jadi waktu itu saya dijuluki sebagai
camat yes saking eh semangatnya mengajar
bahasa Inggris dengan eh para ibu-ibu
dan bapak-bapak, anak-anak yang ada di
sana. Nah, kemudian kita juga membentuk
yang namanya Agusan Besaman. Jadi Saman
itu merupakan hari ini ee tarian yang
sudah melegenda yang sudah disahkan oleh
eh UNICEF sebagai eh warisan tak benda
untuk Gayu lues. Nah, jadi Gayu Gagusan
Bersaman itu singkatan dari akronim dari
Agusan Bersih, asli, aman, dan nyaman.
Saat itu bagaimana kita bisa menciptakan
kampung yang bersih, asri, aman, nyaman
untuk para investor ee kemudian
wisatawan ya. Akhirnya mereka ee
mengubah citra negatif e Agusen itu
menjadi kampung yang wajib dikunjungi
karena sudah saking bersihnya, asrinya,
nyamannya apalagi ee di sungai-sungai
Agusten itu masih ee hidup ya ikan-ikan
ee yang masih dinikmati oleh ee semua
wisatawan yang datang ke sana. Kemudian
ee ada pemingun. Pemingun dari bahasa
Gayo artinya setiap minggu, pertemuan
setiap minggu. Jadi saya membentuk ee
pengajian untuk ibu-ibu sekaligus arisan
jamban sehat. Karena ada beberapa
masyarakat kita saat itu belum memiliki
jamban. Sehingga dengan kegiatan
pemingun ini saya tidak mematok beberapa
ibu-ibu untuk bawa uang arisan tetapi
sukarela. Jadi hasil dari arisan itu
kita bangun ee apa jamban. Ketika diundi
sudah keluar nama ibu tersebut ya atau
rumah tersebut. Jadi kita bangun jamban
sehat. Jadi alhamdulillah ee air bersih
sudah masuk, jambannya sudah ada. Jadi
kalau wisatawan pun datang mereka tidak
lagi ada kesan jorok untuk kampung
Agustusen itu. Kemudian ada lagi ee
kegiatan disebut dengan Mas Darwis,
masyarakat sadar wisata. Nah, masyarakat
sadar wisata ini saya memang fokuskan
kepada para sebujang dan para seberu itu
anak-anak muda di kampung ya yang kita
bentuk dalam kelompok Mas Darwis. Jadi,
Mas Darwis ini diketuai oleh ketua
pemuda kampung tersebut yang bisa ee
mengedukasi, kemudian bisa memanajemen
bagaimana wisata itu. Kami juga
melibatkan teman-teman dari negara donor
seperti USET, kemudian Ausate, kemudian
ada kegiatan seperti Jaflek, OIC, Orang
hutan dan lain sebagainya. karena luar
biasa flora fauna di Agustusen itu masih
sangat-sangat alami. Kemudian yang
terakhir ada inovasi yang kami lakukan
juga dengan CNF station Research yaitu
CNF itu singkatan dari coffee and forest
ya. Jadi beberapa dari ee apa
negara-negara seperti Amerika, seperti
Rusia hadir ke Agusan untuk ee meneliti
terkait dengan hutan fauna, flora yang
ada di Agus. Jadi kami menyiapkan tempat
untuk itu sesuai dengan
packaging-packaging wisata yang ada saat
itu. Next.
Next.
Berikut video sedikit tentang lebih
dekat dengan Agusen saya sampaikan ke
seluruh sahabat. Lailahaillallah.
Ahu.
Salami
kami
ku para undangan.
Selamat
datang
ku wisata
kami.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Kampung Agusen terletak di kakinya
Gunung Lauser paling ujung di Kecamatan
Belang Kejeren.
dijuluki 1000 bukit dan sungainya yaitu
diberi nama sungai Agusen dan yang masih
bisa diminum oleh masyarakat.
[Musik]
Dulu Kampung Agosen yaitu memang
terkenal ee di mungkin enggak di Gayo
luas saja dan juga terkenal kepada
mancanegara disebut-sebut adalah di sini
ganja yang terbaik.
Mengapa? Karena ternyata Kampung Agosen
ini bukan masyarakat tidak mau berubah
karena belum pernah disentuh oleh
pemerintah daerah yang akhirnya
alhamdulillah dengan adanya juga dana
desa dengan program ya dari ee
Kementerian Desa akhirnya bisa
dipergunakan untuk pemberdayaan
masyarakat kampung. Karena waktu itu
saya pernah ee ee sampaikan kepada Bapak
Bupati waktu itu Bapak Haji Ibnu Hasyim
bahwa yang sangat tepat untuk mengatasi
ganja itu adalah substitusi. Khususinya
dengan apa? dengan kopi. Alhamdulillah
teman-teman lestari saya ayo kopi aja
deh dari JPR juga pemer bagaimana mereka
mulai dari pembibitan, penanaman,
pemeliharaan juga sampai panen sampai
dengan packaging.
[Musik]
Sekarang kami berkomitmen untuk yaitu
mengembangkan wisatanya dan juga
mengembangkan potensi alam yang ada di
Kampung Agusen seperti tanaman kopi dan
perlu yaitu pemasarannya seperti itu.
He.
[Musik]
Kampung Agosen itu layak untuk dijadikan
suatu tempat destinasi yang harus
dikunjungi masyarakat banyak. Kenapa?
tempatnya itu sangat indah dengan modal
sosialnya alamnya yang luar biasa,
sumber air di sana tempatnya, kemudian
ee flora faunanya anggreknya, kemudian
manuk reja bujangnya ya ada di sini.
Kenapa itu tidak dijadikan suatu modal
untuk dikembangkan sebagai tempat
destinasi wisata?
[Musik]
Harapan kami kepada kaum biak niama
kulurine
Marielah kita berkunjung ke Kampung
Wisata Agusen ini menikmati sungainya
yang jernih dan alamnya yang indah dan
bisa menikmati kopi Agusen.
[Musik]
Baiklah, sahabat ASN di mana pun berada,
itu tadi Kampung Agosen saat ini yang
saya tidak punya dokumen begitu
before-nya, tetapi inilah ee after-nya
yang luar biasa perubahannya sehingga
sampai hari ini masih dikunjungi sebagai
pusat. destinasi wisata yang ada di
Kabupaten Gayoles. Next.
Ee karena kerja dan kinerja itu dilihat
oleh khalayak, akhirnya saya secara
pribadi ee diundang kemudian mendapat
penghargaan di beberapa ee penghargaan
nasional dan internasional. Salah
satunya sebagai champion dari US AID
Amerika. Kemudian sebagai ASN inspiratif
tahun 2018. Kemudian dinobatkan juga
sebagai purna praja inspiratif dari ee
teman-teman di IKPTK pusat. Kemudian
dari West Foreng juga sebagai tokoh
penggiat Eko wisata lokal Indonesia.
Jadi penghargaan ini semua
karena dedikasi dan kerja sama
kolaborasi dengan semua pihak yang telah
kita lakukan selama ini. Next.
ee Kampung Eko Wisata Agusen hari ini
ada paket-paket wisata sahabat ASN
semua. Salah satunya adalah Arum Jeram,
kemudian wisata tubing, wisata kemping,
wisata kebun kopi, minum kopi di kebun
kopi. Kemudian ada penyewaan pondok
sebagai ee income bagi masyarakat yang
memiliki pondok silakan itu kita
bebaskan. Kemudian ada homestay, bisa
menginap di sana. Kemudian ada ee
masakan khas gayo, ili pengat. Jadi ikan
hili ini hanya tumbuh hidup ya, hanya
hidup di Sungai Agusen. Jadi sebagai
kearifan lokalnya juga kita coba untuk
ee membuat semenarik mungkin sehingga
ini menjadi salah satu ee minat daripada
wisatawan untuk berkunjung kembali
dengan khas makanan yang ada. Kemudian
ada Sungai Agusen ini luar biasa. Eh,
next.
Kemudian ee ASN mengisi kemerdekaan ini
sesi ketiga, sesi terakhir. Lanjut. Nah,
saya mengutip eh pernyataan dari
Presiden Jokowi dan juga saya kutip dari
sindonews.com.
Setiap A harus mempunyai orientasi yang
sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik
untuk masyarakat. PSN bukan pejabat yang
justru minta dilayani yang bergaya
seperti pejabat zaman kolonial dulu.
Kita adalah pamong, kita bukan pangreh.
Lanjut.
ee dimensi sikap perilaku SN mungkin
oleh Bapak Darmuji tadi sudah sampaikan
ya, ada dimensi sikap perilaku SN dalam
hal ini adalah cor values ya yang sudah
melekat dan sudah kita eh sepakati
bersama bahwa ASN itu adalah profesi.
Kemudian sebagai profesi ASN memiliki
nilai dasar kode etik dan kode perilaku.
Nilai dasar tersebut eh dunch oleh Bapak
Presiden Jokowi pada bulan Juli 2021.
yang disingkat dengan berakhlak. Ya,
dari tujuh indikator ini rasanya ini
menjadi salah satu afirmasi bagi kita
untuk ee kita selalu terapkan setiap
hari, setiap pagi sebagai afirmasi kita
ya. Bangun tidur itu kita harus
berakhlak yaitu berorientasi kepada
pelayanan, kemudian akuntabel, kemudian
kompeten, harmonis, loyal, adaptif,
kolaboratif. Ketika dimensi sikap
perilaku ini sudah kita miliki, saya
rasa semangat kerja kinerja kita akan
meningkat. Next.
Ee selain dari eh Corviolus tadi, kita
sebagai ASN untuk mengisi kemerdekaan
ini harus memiliki soft skill di mana
soft skill itu harus kemampuan
memecahkan masalah yang kompleks.
Bagaimana cara kita merespon
permasalahan-permasalahan tersebut dan
harus solutif, harus cepat menemukan
solusi. Ini salah satu tantangan kita di
zaman ee digital ini. Kemudian berpikir
kritis dan kreatif. Kalau cara berpikir
kita masih old atau lama ini, saya rasa
kita tidak bisa ee menjadi ASN yang
kreatif. Karena hari ini tentu kita
menjadi seorang ASN yang open minded.
Kemudian ada manajemen manusia.
Bagaimana kita bisa mengelola pekerjaan,
memanage bawahan, kemudian me-manage
waktu pekerjaan. Ini adalah tugas kita
sebagai ASN mengisi daripada kemerdekaan
hari ini. Kemudian kemampuan
berkoordinasi. Ini salah satu kegiatan
atau ee kemampuan yang harus kita ee
tekuni karena kemampuan berkoordinasi
adalah tidak lepas dari kemampuan kita
berkomunikasi. Kemudian negosiasi dan
konektivitas, membangun jejaring,
network ini salah satu kegiatan seorang
ISN harus mampu untuk membangun
jejaring. Kemudian orientasi pelayanan.
Apapun kegiatan hari ini dengan tusi
kita masing-masing, orientasi kita tidak
boleh tidak hanya untuk memberikan
pelayanan yang terbaik. pelayanan yang
prima untuk masyarakat di sekitar kita.
Kemudian cepat membuat keputusan. Harus
segera membuat keputusan. Tidak bisa
lambat berpikir. Harus segera dan harus
tepat. Membidik dengan yang tepat.
Kemudian kecerdasan emosional, sosial,
spiritual, dan moral. Ini hal yang
sangat harus dimiliki semua ASN. Boleh
cerdas tapi emosional harus pandai
mengelola dan kita harus memiliki yang
namanya spiritual ction. Kecerdasan
spiritual ini semua kita bangsa yang
merdeka, bangsa yang berbudaya, bangsa
yang beragama tentunya soft skill ini
harus kita miliki semua ASEAN yang ada
di Indonesia.
Lanjut.
Bagi saya sebagai ASN yang profesional
adalah pahlawan masa kini. Mengapa?
Karena seorang pahlawan harus memiliki
sikap profesional. Pertama, mengutamakan
kepentingan bangsa di atas kepentingan
pribadi, keluarga atau golongan.
Kemudian berjuang tanpa pamrih, ikhlas
berkorban. ini sudah kita lakukan, kita
buktikan ketika saya bisa
bekerja sama dengan teman-teman Buspika
atau Porco Pimcham kemudian bisa
melibatkan konektivitas dengan
teman-teman
negara donor seperti USID, Auset dan
lain sebagainya. Itu semua tanpa gaji
dan itu semua harus diikhlas karena
tanpa keikhlasan saya rasa tidak bisa
membangun Kampung Agusen hingga sampai
saat ini karena tidak ada anggarannya
begitu. kemudian selalu merasa
terpanggil untuk mengatasi masalah di
lingkungannya. Peduli dan tanggung
jawab. Kita harus care, kita harus
respect, dan kita harus ee peduli,
respon terhadap apapun yang terjadi di
sekitar kita. Kemudian berorientasi
memberi bukan meminta. Tangan di atas
lebih baik daripada tangan di bawah itu
istilahnya ya. Kemudian memiliki
idealisme dan determinasi tinggi untuk
mewujudkan idealismenya.
Boleh idealisme dijunjung tinggi karena
itu salah satu prinsip hidup. ya. Karena
hari ini kita sebagai ASN punya kode
etik dan cara bagaimana kita bisa
menjadi seorang ASN yang ee menjalankan
kode etik tersebut. Kemudian berani
berinisiatif tidak menunggu orang lain
atau waktu lain. Tidak bisa menunggu
kerjaan hari ini diselesaikan untuk
esok. Karena semakin kita menunggu
pekerjaan-pekerjaan lain akan selalu
makin menumpuk sehingga pekerjaan hari
ini tidak bisa kita selesaikan. Jadi
disiplin. Kemudian berkarir tanpa batas
usia. Jabatan status ekonomi dan
domisili. Hari ini kita buktikan dengan
adanya webinar ya ASN Belajar seri 32
yang luar biasa ini salah satu bentuk
bahwa komunikasi kita sebagai AS SN
tanpa batas, tanpa ee apa? jeda,
kemudian tanpa mengenal domisili dan
latar belakang kita. Ini luar biasa
sekali apresiasi untuk BPSDM Jawa Timur.
Next.
Baik, terima kasih sahabat ASN semuanya.
tadi pemaparan saya yang cukup panjang,
mohon maaf. Semoga bisa menginspirasi
sahabat ESN di mana pun berada. Mohon
maaf apabila terdapat salah khilaf saya.
Saya ucapkan asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Salam
sejahtera dan salam merdeka untuk kita
semua.
Merdeka. Terima kasih Bu Sartika. Luar
biasa sekali pemaparan materi di sesi
ketiga ini. Wow. Ternyata seorang ASEAN
itu harus bisa menjadi seorang pahlawan
ya. Bagaimana cara menjadi seorang
pahlawan masa kini? Yaitu dengan
memiliki karakter-karakter pahlawan yang
tadi sudah disebutkan di slide terakhir
ya, Bu Sartika ya. Baik. Nah, Sobat ASN
selanjutnya kita akan masuk ke sesi
tanya jawab.
[Musik]
Baik, sudah ada beberapa penanya di
sini. Bu Sartika, saya mohon izin
terlebih dahulu untuk memanggil satu
penanya dari Bapak Nurul Hidayat.
Selamat siang, Bapak Nurul Hidayat.
Selamat siang.
Selamat siang, Bapak. Siang,
Bapak mohon izin dari mana Bapak?
dari Madura ujung timur, Mbak.
Wow, dari Madura.
Kepulauan. Iya, masih kepulauan, Mbak.
Siap-siap, Bapak Nurul Hidayat, silakan
pertanyaannya untuk Ibu Sartika pada
sesi materi ketiga ini.
Ee terima kasih atas waktu yang telah
diberikan oleh
hostnya. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita
semua.
Ee terkait dengan paparan yang
disampaikan oleh Mbak Sartika Mayasari,
kami merasa
ee ada sedikit terharunya juga banyaklah
karena tidak semua
apalagi ASN memiliki peran aktif untuk
meningkatkan ataupun mendestinasikan
wisatanya, wilayahnya gitu.
Jadi
sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya
hari ini sampai saat ini
dunia IT itu telah kita jalani bersama.
Cuman karena kita dibenturkan oleh suatu
kondisi
di mana di media itu sering dinampakkan
bahwasanya
kota yang kita cintai, negeri yang kita
cintai
ee dibuat keuntungan oleh beberapa
elemen hanya untuk merop untung sendiri
begitu. Nah,
apa langkahnya, Mbak? Manakala Ibu,
manakala kita
untuk mempromosikan daerahnya kita agar
kita lebih leluasa,
lebih mengembangkan diri,
serta mendapat pengakuan
dari masyarakat bahwasanya ini loh
negeri kami, inilah negeri kami yang
remah, yang gemah ripah loh jawi itu
seperti ini. tapi kita dibenturkan oleh
media yang seolah-olah kita ditekan
untuk ngambil posisi sebelah mana gitu,
Mbak. Jadi
yang kedua
ee leadership itu yang seperti apa pada
saat kita
di dunia kantoran atau di instansi
segala macam. Karena
tidak semua leadership itu
bisa menjadi sifat pribadi seseorang
manakala
geografisnya
terus
ee
masyarakatnya di sana
apatisme dan ee optimisnya masyarakat
itu pal beda-beda. Jadi yang paling
pokok seperti apa leadership yang
betul-betul mengenai kepada
kita selaku pemimpin kepada bawahan.
Jadi demikian Mbak Sartika yang kami
dapat sampaikan. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Baik, dua pertanyaan dari Bapak Nurul
Hidayat dari Madura yang saya kira
pertanyaannya nih luar biasa bagus. Bu
Sartika, silakan, Ibu.
Oke, terima kasih ee Pak Nurul ya. dari
Madura. Salam kenal ya, Pak, dari Aceh.
Iya, Mbak.
Luar biasa pertanyaannya. Kalau Bapak
terharu, saya tadi malam mau nyiapkan
slide itu nangis, Pak.
Karena saya berpikir ini sudah satu
dekade lewat. Saya pernah ee menjadi
bagian daripada kampung Agusen. Saya
waktu itu baru berusia 27 tahun, Pak.
Sebagai can
ee saya punya anak baru usia 6 bulan
saat itu. Jadi, saya bawa ke mana-mana.
Jadi jawabannya satu, Pak. Karena cinta,
Pak. Karena mencintai.
Saya mencintai pekerjaan sebagai api
negara. Karena kita memang sudah di apa?
Sudah dikukuhkan untuk menjadi seorang
pamong ya, Pak. Jadi mau enggak mau,
suka tidak suka memang itu timbulkan
rasa cinta dulu untuk suatu pekerjaan.
Saya rasa sesuatu yang dari hati akan
kembali ke hati. Jadi masyarakat akan
menerima penolakan-penolakan di awal
termasuk beberapa ee apa namanya? Mohon
izin, Pak. Saya cerita ya karena ini
pengalaman yang luar biasa. Ketika itu
ee mafia yang saya hadapi karena sudah
biasa dengan bagaimana ganja itu
seolah-olah legal ya dalam tanda kutip.
Jadi saya selalu bawa alat kejut, Pak.
Jadi ke mana-mana kelapa saya bawa
kejut. Di mana jumpa ya kita ee face to
face lah begitu kira-kira. Jadi saya
rasa memang ee cerita ini memang cerita
yang ya begitu adanya begitu. Jadi pure
begitu di lapangan, Pak. Jadi jarak
tempuh yang tidak boleh pakai spir saya
nyetir sendiri kemudian bawa baby dengan
penjaganya. Saya mengajar bahasa Inggris
dengan masyarakat itu semua akibat
cinta, Pak. Jadi mencintai pekerjaan,
mencintai masyarakat yang non jauh di
sana tidak tersentuh selama ini. Ini
yang menimbulkan rasa saya untuk selalu
datang ke sana. Saya berusaha untuk
kangen terus dengan mereka. Begitu.
Sehingga ketika saya pertama sekali
mengumumkan bahwa wirid akbar di tingkat
kabupaten itu ada di Agusan, mereka
kaget begitu. Kenapa di tempat isolasi
lepra dilaksanakan itu? Begitu. Jadi
semua media saya ajak, Pak. Jadi tidak
terbentur dengan media yang seperti
Bapak sampaikan tadi. Saya media saya
ajak ini loh Agusen before after kamu
akan lihat kamu akan terus untuk
mengekpose bahwa berita ini adalah benar
adanya ada yang berubah di kampung
Agusen. Begitu jadi begitu saya pertama
datang ke sana itu ditutup jendela. dan
tidak diterima oleh masyarakat. Akhirnya
saya masuk lewat pengajian ibu-ibu. Jadi
kita belajar dari Asmaul Husna, fardu
kifayahnya kan begitu ya, Pak ya. Terus
pengajian wirid yasinnya. Jadi saya
masuk dengan kearifan lokal dulu, Pak.
Jadi strateginya itu kearifan lokal dulu
yang kita pahami, kita pelajari begitu.
Jadi akhirnya masyarakat menerima saya
sampai saya sampai saat ini panggil Bu
Camat, Pak. Walaupun saya sudah ee di
instansi lain begitu ya, Pak, ya. Jadi
ini luar biasa ee apresiasi dari
masyarakat. Kemudian untuk leadership
yang saya terapkan adalah semangat
kegotong-royong.
Kita tidak merasa sebagai atasan atau
pimpinan, tapi bagaimana mereka
menganggap kita adalah sahabat, mereka
menganggap kita adalah keluarga.
Sehingga dengan cara seperti itu mereka
tidak ada rasa sungkan untuk
mengungkapkan apapun. Contoh, Pak, waktu
saya berada di Kampung Agusan, ada 14
anak yang putus sekolah di usia SMA.
Saya kumpulkan mereka, "Kenapa, Dek,
kamu tidak sekolah? Sedangkan ini sudah
zamannya orang sekolah. Saya bilang
begitu, "Ibu," kata mereka, "Ibu, bapak
saya berada di lembaga permasyarakat.
Saya kaget itu, Pak. Syok saya. Saya
tinggal dengan nenek saya yang untuk
makan pun kadang-kadang susah begitu.
Saya nangis waktu itu, Pak. Saya
sampaikan, "Sudah berapa tahun ibu bapak
kamu ada di LP?"
"Sudah 4 tahun, Bu." Jadi sejak saya
tamat SMA tamat dari SD itu, ibu bapak
saya sudah tidak ada. Mereka ada di LP.
Kenapa sebagai kurir ganja, Pak? Jadi
rasa-rasa seperti itu saya kumpulkan
gini loh, kamu mau enggak sekolah? Maka
saya buat di kelas kelompok belajar di
sana. Mereka saya latih untuk menjadi
juru parkir. Akhirnya apa Pak? Mereka
mohon maaf tidak lagi apa datang ke
kebun-kebun ganja itu. Mereka sudah
menetap di kampung itu menjadi juru
parkir. Saya tanya di pendapatan mereka
pertama, "Pendapatan kamu berapa bulan
ini?" "Alhamdulillah, Bu, sudah 4 juta."
gitu loh. Saya kaget, Pak. di itu sampai
saat ini kalau saya datang ke kampung
itu, Pak, saya masih dipanggil Bu Camat.
Jadi akhirnya eh label-label seperti itu
yang saya rasa leadership kita harus
dengan e kegotongroyongan, tidak merasa
kita adalah pemimpin. Sedangkan
sebenarnya kita sedang mestir, kan
begitu ya, Pak. Seorang pemimpin harus
mestir dengan seninya mereka. Jadi
begitu, Pak Nurul Hidayah. Terima kasih
banyak, Pak, atas pertanyaan luar biasa
Pak.
Matur suun, Pak.
Baik. Ini tadi pertanyaan yang luar
biasa dengan jawaban yang juga luar
biasa. Bu Sartika kalau kalau saya
dengarkan tadi jawaban Bu Sartika yang
pertama adalah dengan menumbuhkan rasa
cinta pada pekerjaan itu sendiri ya Bu
ya. Akhirnya
otomatis alami
semuanya bisa teratasi dengan baik ya
karena mengerjakannya dengan rasa cinta
itu tadi ya. Yang kedua adalah
dengan cara gotong-royong. Bagaimana
kita menunjukkan leadership kita dengan
cara kita sendiri. Salah satunya adalah
dengan cara gotongroyong yang tadi Ibu
ceritakan pengalaman Ibu Sartika di sana
ya Bu ya. Baik Ibu terima kasih banyak
Pak Nurul Hidayat. Terima kasih banyak
Pak Nurul.
Baik, untuk penanya selanjutnya
ada Bapak Shihin.
Selamat siang Bapak Solihin.
Bapak Sihin.
Iya, suara saya terdengar jelas, Pak.
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Bapak Shihin kalau boleh
tahu domisili atau tinggal di mana, Pak?
Saya Banyuwangi.
Oh, Banyuwangi. Banyuwangi. Mana, Pak?
Banyuwangi Kota
Oh, Banyuwangi Kota siapasnya
Dinas Perustan dan Keasipan.
Siap, Bapak Shihin silakan. Langsung
saja pertanyaan untuk Ibu Sartika.
Nggih. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi menjelang siang, Bu
Sartika.
Ee tadi yang Ibu paparkan tadi, saya
juga terinspirasi
ee melihat ASN sekarang ini kan
bagaimana cara kita untuk mengisi
kemerdekaan
apalagi kita enggak ikut berjuang. Hanya
sekarang tinggal menikmati aja.
Nah, kemudian ketika kita sudah
menikmati apa yang kita dapatkan itu
sudah jelas. Sekarang apa kontribusi
kita?
kepada kemerdekaan ini setelah rakyat
Indonesia ini sudah mengalami beda sudah
79 tahun kita sudah pernah sudah banyak
dinikmati
sudah banyak yang kita dapatkan dari
situ. Apalagi kita semuanya Bu. Jadi
beberapa hal yang perlu saya tanyakan
bagaimana kita sebagai ASN khususnya di
apa Republik Indonesia ini bagaimana
cara kita mengisi kemerdekaan dalam
rangka bekerja di pegawai negeri ini
supaya nanti ke depannya apa yang kita
kerjakan, apa yang kita lakukan
akan merasa bahwa kita itu ikut
bertanggung jawab untuk bagaimana
mengisi kemerdekaan. Apalagi ini nanti
untuk masa depan anak cucu kita ke
depannya sehingga apa yang kita dapatkan
itu tidak tidak mubadir gitu.
Jadi pertanyaannya
bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini
dengan sesuai dengan arah dan kebijakan
atau perjuangan
para pejuang-pejuang, para swak-suarga
yang dulu yang pernah berjuang
memperebutkan kemerdekaan ini. Jadi itu
saja, Bu.
Ikan sepat, ikan bagus, makin cepat,
makin bagus. Asalamualaikum warakatuh.
Waalaikumsalam
warikumsalam.
Siap. Bapak SH dari Kota Banyuwangi dari
Dinas Perpustakaan dan Arsip Kearsipan
Kabupaten Banyuwangi. Ibu Sartika
silakan.
Oke, terima kasih Pak Shihin. Salam
kenal dari Aceh, Pak. Dari Banyuwangi.
Cukup jauh ya, Pak ya. Luar biasa
pertanyaannya.
Nah, baik Pak. Ee sebenarnya apa
kontribusi kita untuk mengisi
kemerdekaan?
Pertama, kita sebagai ASN punya tus
tugas pokok fungsi kita masing-masing
sesuai dengan baik itu pejabat yang
melegat atau fungsional yang saat ini
sedang kita galak-galakkannya di dunia
ASN. Begitu. Artinya hal yang paling
utama untuk dilakukan untuk mengisi
kemerdekaan itu terus berkomitmen, Pak,
dengan perencanaan kehidupan,
pengembangan kepribadian yang luar
biasa. Karena mohon izin negara lain
mungkin ASN atau eh civil government-nya
itu sudah digantikan oleh robot. Tapi
hari ini kita di Indonesia alhamdulillah
masih diberdayakan manusia-manusia yang
unggul di bidangnya. Luar biasa Pak.
Pakai belangkon ya.
Mantap, Pak Solihin. Nah, jadi saya
ingin sampaikan bahwa ketika ada niat
untuk terus maju, kemudian ada niat
untuk terus mengembangkan diri,
insyaallah saya yakin konsistensi-
konsistensi ini akan menjadi salah satu
bentuk pengabdian kita untuk mengisi
kemerdekaan. Karena kode etik manaun di
dunia ASN maupun ajaran agama mana pun
tidak ada yang mengajarkan tentang
keburukan. Pasti kepada kebaikan. Jadi
konsistensi ini yang harus kita isi
dalam diri kita dengan afirmasi setiap
hari bahwa kita adalah SN yang harus
menginspirasi banyak orang, harus
bermanfaat untuk orang. Jadi,
sebagaimana Sayidah Ali juga menyatakan
manusia yang terbaik itu adalah manusia
yang bisa bermanfaat untuk manusia
lainnya. Begitu, Pak Shihin. Jadi, terus
berkarya ya, Pak ya.
Terima kasih. Terima kasih, Pak.
Baik. Saya setuju sekali beserta dengan
quot-nya tadi itu kalau enggak salah Ali
bin Abu Thalib ya, Bu ya.
Sebaik-baiknya manusia adalah manusia
yang bisa menjadi manfaat untuk manusia
lainnya. Pak Shihin sudah aman ya, Pak
ya jawabannya Bu Sartika ya.
Sudah, Pak. Bu,
siap. Alhamdulillah kalau begitu. Terima
kasih, Pak Shihin.
Terima kasih.
Baik, Ibu. Mohon izin, ternyata masih
ada satu lagi yang ingin bertanya sama
Buika. Luar biasa ini.
Welcome. Enggak apa-apa. Silakan, Pak.
Baik. Ini ada Bapak Ahmad Fauzani.
Selamat siang, Bapak.
Selamat siang, Ibu. Salam kenal dari
Madiun.
Salam kenal, Bapak.
Salam kenal, Pak. Pak
dari Madiun, ya. Kalau boleh tahu dari
memotivasi sekali ini.
Iya. untuk bahasan kali ini.
Baik,
kebetulan kita kan juga sering
ngulik-ngulik dengan UMKM dan lain-lain
gitu. Pemberdayaan masyarakat. Intinya
memang
ee saya rasa memang banyak-banyak sekali
tantangan. Apalagi kalau kita sebagai
ASN itu kadang-kadang mikirnya gini, ee
aku yang kerja sing kayak gini dapatnya
ya segini ya. Mereka yang biasa-biasanya
juga segini. Akhirnya kita wis enake tak
terbebani apa-apa dengan dengan
pendapatan yang sama. Bagaimana bisa
menghapus pola itu di pikiran kita biar
kita itu tetap semangat dalam
meng-upgrade diri kita di berbagai
sektor.
Itu aja pertanyaan dari Madiun
ya.
Oke
terima kasih Bapak Ahmad Fauzani.
Pertanyaannya singkat, jelas padat.
Monggo Bu Sartika silakan langsung.
Salam kenal Pak Ahmad dari Madiun. Luar
biasa pertanyaannya. Sebenarnya kalau
cerita ini kita cerita tentang
pengembangan diri, Pak. Kenapa? Karena
semua yang Bapak tanyakan tadi itu
sebenarnya sudah melekat di corvilus-nya
para ASN kita ya dan sudah di launch
oleh Bapak Jokowi beberapa tahun yang
lalu. Artinya apa, Pak? Ee untuk menjadi
seorang ASN yang punya kepribadian yang
berbeda dari kebanyakan itu memang harus
punya latihan terus, Pak. Latihan terus.
Susah, Pak. susah jadi ASN Inspiratif
itu apalagi sudah selesai jadi purna ASN
Inspiratif tanggung jawabnya itu, Pak.
Jadi kami saya kebetulan ee 2018 dengan
ee 12 teman-teman sebagai ASN inspiratif
yang diundang langsung ke e Jakarta
waktu itu berkomitmen. Jadi walaupun
sudah selesai ini penilaian
inspiratifnya tapi kita sedang selalu ee
apa? berkomunikasi
selalu memberikan terbaik walaupun tidak
dinilai begitu. Jadi kesannya itu eh
look in, jangan look out. Jadi look-nya
itu yang susah, Pak. Jadi terus mengasah
kepribadian,
kemudian selalu berpikir positif ee
berkawan dengan teman-teman yang celnya
tidak toksik. Kan begitu ya, Pak ya.
Jadi hal-hal semacam ini memang harus
kita afirmasi setiap hari supaya apa?
Yang muncul pun akan yang positif
begitu. Jadi saya rasa kalau masih kita
berpikir bahwa saya sudah kerja nih,
tapi gaji saya kok sama aja sama enggak
pernah masuk kerja nih kan gitu ya, Pak
ya. Jadi ini ini udah itu urusanmu, ini
urusan saya gitu. Jadi kadang-kadang ada
pilah-pilah cara berpikir. Kita mungkin
harus seperti itu sebagai kalau mau
maju. Karena yang yang dihisab itu kita
sendiri bukan orang lain tidak akan
ditanya ketika kita dihisap nanti, Pak.
Jadi saya pun pikirnya begitu. Jadi ee
mau enggak mau, suka tidak suka, ya
inilah this is my way. Jadi inilah jalan
hidupku, kan begitu ya, Pak ya. Jadi
saya rasa butuh latihan yang banyak
karena terus terang Pak begitu menjadi
ASN inspiratif ketika di Lembah Ganja
dengan tantangannya itu jumpa dengan
mafia ancaman itu selalu di mau dibunuh
kan begitu apalagi AC agak ekstrem dulu
Pak. Nah jadi saya rasa ini adalah salah
satu tantangan dan ujian bagi saya ya
Allah saya cuma ngomongnya begitu ini
adalah tantangan untuk saya ketika
engkau memberikan kekuatan, insyaallah
saya kuat. La haula wala quwwata illa
billah. Jadi doa itu aja dulu, Pak. Jadi
saya rasa ini adalah satu latihan Pak.
Jadi karena sudah sering latihannya itu,
jadi kalau mau didemo orang, mau camat
itu diemo dulu, Pak. Sudah enggak takut
karena tantangnya itu memang
mendewasakan kita begitu, Pak. Jadi e
Pak Ahmad dari Madiun terus terus
mengembangkan diri, Pak. Insyaallah saya
tunggu Bapak sebagai next ASN inspiratif
tahun selanjutnya. Makasih ya, Pak.
Terima kasih jawabannya. Tetap semangat.
Merdeka.
Wah, luar biasa. Keren sekali. Boleh
diberikan tepuk tangan untuk seluruh
penanya kita pada sesi terakhir ya.
Meskipun ini sesi terakhir tapi ternyata
masih banyak yang fokus di ASN belajar
seri ke-32 kali ini. Baik, terima kasih
sekali lagi Bapak Ahmad Fauzani dari
Madiun. Sehat selalu Bapak beserta
keluarga ya. Dan ee kalau boleh Bu
Sartika saya mau minta saran-saran
penting yang mungkin bisa diberikan Ibu
Sartika ya. yang pernah menjadi ASN
inspiratif di tahun 2018 untuk sobat ASN
di seluruh Indonesia yang mengikuti ASN
belajar pada hari ini.
Baik, terima kasih Mbak Yuris. Pesan
saya sebagai purna
ASN Inspiratif 2018 untuk seluruh
sahabat ASN di mana pun berada, tetaplah
menjadi dirimu.
Never be, jangan menjadi orang lain.
Karena versi diri kita itu enggak
dimiliki oleh siapapun. Hanya kita. Kita
itu adalah manusia yang sangat terbatas.
Jadi kalau misalnya kerja sendiri itu
enggak mungkin. Ayo ajak kolaborasi yang
lainnya. tetap semangat, tetap rendah
hati, tetap memberikan terbaik untuk
lingkungan kita. Salam merdeka untuk
semua di mana pun berada. Terima kasih.
Terima kasih Bu Sartika Mayasari, STP,
MA sekali lagi sudah berkenan untuk
meluangkan waktunya mengisi materi di
sesi ketiga ini dengan luar biasa dan
menjawab semua pertanyaan-pertanyaan
dari Sobat ASN yang sudah dilontarkan
tadi. Keren, Ibu. Sehat selalu Ibu
Sartika beserta.
Kasih banyak Mbak Yuris. Matur suwun.
Baik untuk penanya terpilih bisa
langsung konfirmasi alamat ya ke CP di
082119411.
[Musik]
dari ketiga pemateri kita pada hari ini
di ASN Belajar seri ke-32.
Luar biasa semua. Saya sungguh sangat
amat banyak mendapatkan insight pada
pagi hari ini dan semoga semua sobat ASN
yang ada di seluruh Indonesia yang
mengikuti ASN belajar pada seri ke-32
ini juga mendapatkan hal yang sama ya,
mendapatkan ilmu yang bermanfaat,
insight, masukan yang bisa membangun
ASN, Sobat ASN yang pada hari ini
mengikuti ASN belajar di seri ke-32. Dan
saya mengucapkan terima kasih kepada
seluruh pihak yang telah mendukung pada
ASM Belajar seri ke-32 pada hari ini
yaitu Kepala Kan 2 BKN Surabaya Bapak
Adar Muji Sos, M.Si. dan juga Kaprodi
Ilmu Sejarah Universitas Erlangga Bapak
Dr. Sakawi B Husein, MHum. Serta Ibu
Sartika Mayasari, Sst.P. MA yang pernah
menjadi ASN Inspiratif Nasional tahun
2018 selaku Kepala DP3 AP2 KB Gayo Les.
Sekali lagi, Sobat ASN, saya izin
mengingatkan untuk link presensi sudah
dapat diakses. Langsung tulis saja
bit.li/h
hadir seri 32 pada laman Google maupun
Safari. Dan link presensi hanya hari ini
saja ditunggu sampai pukul 23.59 59
waktu Indonesia bagian barat. Dan
pastikan juga nama yang sobat ASN tulis
itu benar ya, karena data yang sudah
diinput tidak bisa direvisi. Dirgahayu
Republik Indonesia ke-79
merdeka.
Merdeka.
Tetap utamakan disiplin karena disiplin
yang kuat akan membuat ASN mampu mengisi
kemerdekaan dengan nilai-nilai
kepahlawanan sehingga ASN akan lebih
profesional dan berintegritas. Kiajar
Dewantara Said. Di mana ada kemerdekaan,
di situ harus ada disiplin yang kuat.
Kami pamit undur diri. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
ASN belajar seri 32
merdeka.
[Musik]
Zaman yang terus bergerak.
Sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN cetar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas
[Musik]