ASN Mengaji Seri 22 - Hikmah Qurban dalam Perspektif Aqiqah dan Mu'amalah
KP2b4FH-Jgc • 2024-06-19
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
ahmadukabi
kamaamtanaahmad wa Usi wa usallimu ala
kiri khalqika
sayyidina
muhammad shallallahu alaihi wa ala alihi
wasohbihi Ila Yaumil miad Amma
ba'du yang
sangat kami muliakan kami hormati
para
ee pimpinan
ee
kantor BP SDM Jawa
Timur yang sangat kami muliakan para
bapak-bapak ibu-ibu
jemaah salat
zuhur yang
mudah-mudahan mendapatkan ridanya allah
subhanahu wa taala
pertama-tama
[Musik]
Mari kita jangan sampai bosan untuk
selalu mengucapkan syukur
alhamdulillah Kenapa
karena sejatinya kita bisa
hidup bisa sujud bisa beribadah
depp-dp kalau Kalau bahasa Jawanya
kepada Allah subhanahu wa taala
merupakan salah satu
anugerah yang sangat luar biasa sehingga
Minimal kita mengucapkan
Alhamdulillah
karena hidup ini
sebenarnya hanya ada dua yang harus kita
lakukan Bapak Ibu yang pertama itu
adalah bersyukur
alhamdulillah Yang kedua adalah
bersabar Hanya dua itu tetapi barang
siapa yang lebih banyak syukurnya
nah lebih banyak mengucapkan
alhamdulillahnya maka dia termasuk
orang-orang yang salah satu akan diridai
Allah subhanahu wa
taala Bapak Ibu mungkin saat
ini lagi
banyak
masalah lagi
punya
problem lagi menghadapi satu
cobaan maka dengan selalu
mengucap
Alhamdulillah
Insyaallah semua problem itu itu pasti
ada jalan
keluarnya dulu ada Bapak Ibu namanya
sahabat itu Auf bin Malik
al-asji sahabat Auf
ini suatu hari datang kepada
Nabi istilahnya Kalau sekarang itu sowan
kepada
Kiai apa kalau panjenengan
semua sowan kepada kiai itu kira-kira
membawa kabar senang atau kabar
buka Nah biasanya pasti gambar buka
minta solusi dari semua problematika
biasanya gitu ya sama dengan sahabat
jadi dari zaman dahulu orang datang ke
Kanjeng Nabi orang datang kepada kiai
itu ya Gembol masalah bawa masalah
tetapi ini benar
dan ini memang harus kita lakukan kalau
kita mempunyai satu masalah ya harus
kita tanyakan kepada Kiai kepada ulama
kepada
Ustaz singkat cerita apa yang dikeluhkan
oleh sahabat ini sahabat ini
mengkeluhkan gini mengeluhkan gini satu
satu anaknya laki-laki itu ditawan oleh
kaum
musyrikin ya Jadi kalau dulu ketika
zaman Nabi kan masih ee perang itu
nggih jadi anak laki-lakinya ini ditahan
oleh kaum musyrikin sehingga dia
sedih ya
Rasulullah anak saya ini ditahan oleh
kaum musyrikin Apa yang harus saya
lakukan sebenarnya sahabat ini ya
namanya Bapak kehilangan anak gimana
Nggih panjenengan mungkin bisa
merasakan anaknya n jauh dari
panjenengan anaknya mungkin sekarang
lagi ditahan oleh keadaan ditahan mor
tuone ditahan kekerjaan ditahan
macam-macam pasti ada rasa
e
sedih begitu juga ditambah istrinya yang
tiap hari ngeluh aja mana anakku enggak
datang-datang kapan anakku balik
kira-kira Bapak ini sedih karena melihat
istrinya sedih atau sih kah anaknya
ditawan yang
paling mendekati benar itu kira-kira
mendengar istrinya yang tiap hari ngeluh
tiap hari
sedihah makanya sahabat ini datang
kepada
Rasulullah jawabannya Rasulullah itu
ketika
disambati hal seperti itu apa satu
sambatnya eh satu
sabdanya ittaqillaha
wasbir jadi Rasulullah itu ketika
memberi satu solusi solusinya adalah
bertakwalah dan bersabar Nah kira-kira
Bapak Ibu kalau datang ke
Kiai
di dauhi ngoten niku pripun ya takwa a
pak Sabar P pasti dalam diri kita
juga takwa
baru sabar kan gitu tapi sebenarnya itu
adalah poin yang sangat-sangat
mujarabnya di situ Kenapa
mujarab karena dengan ketakwaan kita
kita Berserah diri kepada
Allah kita mengikrarkan diri
bahwasanya kita ini hambanya
Allah Apa tugas
hamba ya menjalankan semua yang
diperintahkan dan menjauhi semua yang
dilarangkan kayak panjenengan ngeten
niki yang di perintahkan salat ya salat
mawon Nggih jenengan moten diperintahkan
untuk mengeluh tidak tidak diperintahkan
untuk sedih tidak
Nah yang kedua wasbir dan sabar
nah Berarti memang ada proses di sana
ada proses Allah itu ingin melihat
seberapa gigih seorang
hamba makanya ketika ada
dua nasihat ini Kelihatannya sih
nasihatnya biasa-biasa saja mungkin
kalau kita datang ke Kiai saat ini
dengan masalah yang kira-kira sama gitu
ya jawabannya pasti ituitu sabar mawon
Nggih kan ngoten ya tapi itu sebenarnya
adalah poinnya Kenapa karena dengan kita
bertakwa kita bersabar sehingga kita
tawakal kepada Allah kita ini
pasrah ternyata manusia enggak punya
kekuatan
apa-apa manusia tidak mempunyai daya
apa-apa manusia tidak mempunyai kekuatan
apa-apa jadi manusia itu kuat atau
lemah
lemah Nah makanya dengan mengikrarkan
diri manusia itu lemah manusia itu
enggak punya kekuatan nah ini maka Allah
yang mempunyai semua kekuatan Allah yang
Maha menolong kita semua ya inilah
tauhid ini akidah ini yang harus kita
tanamkan ketika saat ini kita menghadapi
satu
masalah apapun itu Masalahnya Bapak Ibu
maka kita harus ingat yang bisa menolong
kita
hanya Allah bukan bos kita bukan
pimpinan kita bukan anak kita bukan
istri kita bukan siapa
bukan Tetapi hanya Allah subhanahu wa
taala nanti perantaranya
macam-macam
nah kemudian akhirnya Gimana sahabat ini
tadi kira-kira Bapak Ibu anaknya balik
nopo mboten
Hah kira-kira Anaknya balik kembali ke
pangkuan bapak ya atau tidak ketika
ditawan
kinten-kinten hah
nah ternyata anaknya sahabat ini karena
sahabat Auf ini sama istrinya ya sudah
takwa sudah sabar sudah pasrah tiap hari
baca La haula wala quwwata illa Billah
tidak ada daya kekuatan kecuali dengan
kekuatannya Allah maka
dilalah kersane
allahah anaknya ini kembali ke bapak
ibunya kok bisa
ternyata ketika dia ditahan oleh musuh
musuhnya ini lengah
Nah ya enggak tahu kuncinya mungkin di
ee taruh di sembarang tempat atau diapas
lagi apa yang penting musuhnya ini
lengah Siapa yang membuat musuh itu
lengah
bapak ibu siapa yang membuat musuh itu
lengah semuanya Allah subhanahu wa taala
bukan hanya itu yang
paling apa ya yang paling luar biasa
dari cerita ini anaknya tadi anaknya
Auf bin Malik al-asy itu ketika pulang
bukan hanya membawa dirinya selamat
tetapi membawa
beberapa ekor kambing punya kaum
musyrikin yang
menangkapnya Nah
berarti ini namanya Reja
rezeki
ittaqillaha haitu Mak kunta itu Wam
yattaqillaha
yaj'alahu makhroja Barang siapa yang
bertakwa kepada Allah benar-benar
berusaha takwa
menjalankan semua perintah Allah dan
menjauhi semua larangannya maka akan
diberikan
makhraja apa
makhraja mraja adalah pintu
keluar bukan hanya itu waarzukhu Minu la
yahtasib dan akan memberinya rezeki dari
arah yang tidak
disangka-sangka mungkin Bapak Ibu saat
ini lagi mengalami hal demikian anaknya
ditahan ya tahan ini bukan bukan harus
ditahan polisi ditahan keadaan ditahan
pekerjaan anaknya ditahan belum bisa
nikah anaknya ditahan belum dapat
kerjaan tapi yakin kalau kita ini
bertakwa dan bersabar dan bertawakal
pasti
ending-nya akan luar biasa akan ada
jalan keluar dan akan mendapatkan rezeki
yang tidak
disangka-sangka Bagaimana mungkin
orang ditangkap ditahan pulang-pulang
malah membawa
kambing pulang-pulang
malah membawa kambingnya yang menangkap
nah kemudian di sampaikan kepada
Rasulullah Ya Rasulullah kambing ini
gimana nasibnya Ya udah itu punya Anda
berarti memang rezeki
ini tidak disangka-sangka datangnya dari
mana maka yang harus kita lakukan adalah
mengucap Al
Alhamdulillah Bapak Ibu yang kami
hormati berkaitan dengan
ee
kurban hikmah yang pertama apa yang
dapat kita petik dari ibadah korban ini
Tentunya satu
patuh takwa
patuh orang yang patuh kepada Allah
pasti hidupnya
mulia orang yang taat kepada Allah pasti
pasti hidupnya Sejahtera itu pasti tidak
bisa ditawar-tawar
lagi
maka ketika Nabi
Ibrahim ingin mendapatkan seorang anak
kemudian didatangkan Ismail kemudian
sudah falamma balag maahusya ketika
sudah Ismail itu adalah anak laki-laki
yang ideal kalau saya zaman saat ini
kayak kelas
premium ya anak laki-laki yang luar
biasa
akhlaknya
keyakinannya wajahnya semuanya
manutlah panjenengan semua Bapak Ibu
kalau punya
anak yang
manut ya itu kira-kira sayang no mboten
pasti sayang pasti sayang kemudian
ketika ada anak yang manut itu disuruh
untuk
menyembelih dikorbankan kira-kira gimana
muabet loh Niki ya
tohah Karena nabi Ibrahim ini yang di
ada dalam dirinya hanya Iman takwa
kepada Allah subhanahu wa taala patuh
maka
dilaksanakan ini menandakan bahwasanya
ketika kita patuh kepada Allah ya
endingnya nanti yang disembelihkan bukan
ismailnya
tetapi
apa
kambing bukan Ismail Wah kalau Ismail
yang jadi korban Beneran ya hari ini
kita enggak nyembelih kambing nyembelih
anaknya
masing-masing nyembelih kam kambing Nah
inilah buah dari ketaatan itu sungguh
luar biasa ya seperti tadi sahabat Auf
tadi anaknya karena taat anaknya pulang
malah membawa kambing juga jadi bapak
ibu saat ini ketika kita disuruh oleh
Allah untuk salat ya kerjakan disuruh
oleh Allah untuk puasa ya kerjakan
disuruh oleh Allah untuk zakat ya
dikerjakan disuruh untuk haji ya
dikerjakan disuruh untuk berbuat baik ya
dikerjakan Nah inilah dengan kalau kita
melihat bahwasanya semuanya ini perintah
Allah kita patuh kepada Allah Yakinlah
Bapak Ibu semuanya endingnya pasti akan
Mulia Itu itu yang pertama hikmahnya
adalah patuh karena dengan kepatuhan ini
dasarnya adalah akidah kita tauhid
kita Bapak Ibu hari ini sujud ini yang
nyuruh
Sinten kok mau-maunya ini kan puanas
ngeten nggih
ya Kok
mau-maunya dari tempat mejanya sana
Kemudian datang ke sini kemudian
sujud apa kira-kira
yang latar belakangi Bapak Ibu semuanya
datang ke sini kalau bukan karena
ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala
masuk gara-gara tumpeng itu ya kan
enggak nah tumpeng itu ya tadi kayak
kalau kita taat dapatnya numumpeng
rezeki Nah makanya kalau kita taat sudah
kalau kita Yakin taat kepada Allah tapi
memang ini susah Bapak Ibu susah kalau
tidak ada ilmunya susah makanya ilmu ini
bisa dicari dengan cara ngaji seperti
ini dengan cara membaca nah ngaji ke
Kiai ke ulama ke ustaz
ya itu
caranya yang kedua hikmahnya ketika kita
ini berkorban itu apa
yaitu kita bisa melihat Bagaimana Nabi
Ismail ini menjadi seorang anak yang
patuh nah ketika ditanya
ee di dalam surat assofat itu kan
bahwasanya Bagaimana pandanganmu nah
Nabi Ibrahim bertanya kepada anaknya
ya
abarajiduni Insyaallah minirin jadi
memang anak itu patuh kepada orang
tua Bapak Ibu di sini sekarang sudah
mempunyai
putra-putri pasti juga bapak ibu yang
ada di sini sudah juga mempunyai orang
tua
Bagaimana sikap panjenengan semuanya
kepada orang tua
jenengan Sudahkah seperti Ismail taat Le
meskipun kita sudah brengosan brewokan
itu kan masih dipanggil Le kalau sama
orang tua
Le terno aku Rene kan Le tolong antarkan
saya ke pasar Wah dia sudah jadi
direktur ya enggak mau nah gitu Apakah
seperti
ituah ini kan Nabi Ismail ini kan
gadang-gadang sudah jadi nabi sudah cari
calon nabi gitu makanya menjadi anak
premium menjadi anak yang anak emas
menjadi anak yang berbakti kepada orang
tua itu juga tidak gampang itu juga
perlu ilmu Maka hari ini yang masih
punya orang tua nah ini kira-kira masih
punya orang tua moten Nggih panjenengan
masih paling paling minimal Ibu paling
Nggih karena Ibu itu usianya biasanya
lebih lebih panjang daripada Bapak
bapak-bapak ini biasanya lebih matinya
duluan pak daripada ibu-ibu ng ibu-ibu
itu biasanya lama Bu meninggalnya ya
meninggalnya
lama
Iya Jadi kalau bapak-bapak ini banyak
syukurnya
Alhamdulillah kalau ibu-ibu ini sering
sabar n sering sabar panjenengan punya
bapak bapak suami itu sabar atau
syukur Bu sabar bapak-bapak punya istri
ini sabar atau syukur
Pak syukur banyak syukurnya memang
Alhamdulillah
meskipunwet semua semua seperti itu
makanya menjadi anak yang premium
menjadi anak yang berbakti kepada orang
tua itu juga tidak gampang
Nah anak yang seperti ini kok
disembelih makanya hikmah yang kedua
Mari kita berusaha menjadi anak yang
Saleh Mari kita menjadi anak yang
premium anak yang bisa berbakti kepada
orang tua ketika orang tua minta apa
kalau bisa kita langsung langsung iakan
nah ada
eh cerita dari Kiai Husein Ilyas
Mojokerto
iniiku orang tua apapun yang dikatakan
orang tua nasihat apapun yang dikatakan
orang tua itu harus diterima dengan
lapang dada meskipun pendapatnya
nasihatnya tidak sesuai dengan
kita jadi enggak boleh bantah apapun
yang diomongkan orang tua Jangan bantah
itu rahasia orang Mulia Bapak Ibu kalau
pengin Mulia panjenengan kalau masih
punya ibu apa yang diomongkan didawuhkan
Ibu panjenengan semuanya jangan sampai
dibantah meskipun jenengan sudah Doktor
sudah Haji ya sudah PHD sudah ke
mana-mana uangnya banyak tetapi apapun
yang diomongkan orang tua didawuhkan
orang tua jenengan semua kita semuanya
harus bisa
giih gigih itu bahasa Jawa nah Nggih
bahasa Indonesianya nopo Nggih iya iya
gitu aja Nggih kok koy kurang srek
ngoten Nggih Nggih
Iya jadi mengiyakan apa yang didawuhkan
orang tua itu apapun itu ng apapun itu
jadi logika kita harus
kita turunkan jangan memakai logika kita
kalau apa yang sudah didakwukan orang
tua leh saiki renioo nah usik
kerjaan-kerjaan Nah ini kan susah ya Bu
Bapak Ibu Susah kan ini ya sing ngomong
Yo Ung iso ngelakoni barang tapi ilmune
ngoten niku ilmune ngoten ngoten niku
maka kita
berusaha berusaha bersama-sama
mudah-mudahan kita termasuk orang-orang
yang bisa membahagiakan orang tua yang
ketiga sebelum
terakhir Bagaimana Apa hikmah
dari berkorban ini
yaitu berkorban itu bukan
asal-asalan Nabi Ibrahim disuruh untuk
mengorbankan
Ismail asal-asalan apaoten itu tidak
salahsalan nabi nabi
ee
Ibrahim mengorbankan anak yang premium
anak yang luar biasa yaitu Ismail yang
manut Ya yang sabar yang taat ya itu
disembelih jadi korban itu bukan
asal-asalan kita harus nyari yang
terbaik untuk Allah jangan dikasih yang
sisa-sisa sisa waktu untuk salat sisa
harta untuk korban moten ya korban dulu
eah waktu salat dulu baru sisa waktu
untuk bekerja karena taat itu tadi Nah
makanya ini ini perlu latihan dan perlu
ilmu yang pertama perlu ilmu kemudian
Latihan nanti latihan kok meset ilmu
lagi nah ngoten terus Nggih
jadi korban itu berarti
mengorbankan apa yang telah melekat
dalam ha
hati kalau umpamanya kita punya jam
bapak ibu ya jam ini ya sudahlah ditaruh
di tangan saja jangan ditaruh di di hati
kalau jam ini ditaruh di hati
nanti pakai jam yang mahal jadi tinggi
hati melihat kawannya pakai jam yang
lebih iri hati ngih toh kemudian nanti
jamnya hilang jadi
sakit hati jadi hatinya jangan ditaruh
di hati seperti itu dengan uang kalau
uang itu ya jangan ditaruh di hati taruh
di
dompet kalau uang ditaruh di hati nanti
ngeluarkan untuk korban
ini susah woh r juta00 r juta rek Eman
rek kena dingge Neng dolan-dolan iki kan
gitu ya susah itu kalau dalam dalam hati
begitu juga punya sepatu Gitu Sepatu
taruh di kaki
saja punya baju juga seperti ibu itu
ibu-ibu nggih punya baju jangan ditaruh
di hati tapi di badan saja kalau di hati
Wah pakai baju yang harganya jutaan
jalannya sudah beda nah bikin tinggi
hati nanti kalau bajunya hilang jadii
sakit hati kalau melihat Temannya punya
baju yang lebih mahal jadi iri hati jadi
penyakit hati semuanya nanti makanya
kita bisa melepaskan semua yang melekat
dalam hati ini adalah hikmah dari korban
yang yang yang ketiga Jadi bagaimana
uang kita mobil kita semuanya jabatan
kita pasti ada masanya Bapak Ibu itu
jangan sampai ditaruh dalam hati
Bagaimana caranya ya pakai ilmu dan
latihan nah ini sudah ada ilmunya
tinggal latihannya ya pelan-pelan kalau
masih susah ya ya biasa namanya orang
latihan G latihan pelan-pelan
pelan-pelan pelan-pelan tapi terus nah
terus nah kemudian yang terakhir
Bagaimana
ee apa yang menjadi hikmah korban yang
terakhir adalah kita harus peduli dengan
orang lain Kirun nasi
anumini sebaik-baik manusia adalah orang
yang paling bermanfaat untuk banyak
orang jadi panjenengan itu kedatangnya
panjenengan kehadiran panjenengan itu
Ditunggu oleh banyak orang
Alhamdulillah Pak shikin datang
Alhamdulillah ditunggu-tunggu jangan
sampai kehadiran kita ini dibenci Oalah
enek kae
maneh ngih to jadi mangkel orang orang
orang itu datang kepada kita bikin
mangkel gitu jangan samp sampai seperti
itu makanya bagaimana kita ini bisa
menjadi orang yang bermanfaat ya
bagaimana caranya sering memberi ngih
enggak sering rasani sering berbuat baik
apapun Berbuat baik itu kita
ee niatkan lillahi taala seperti Nabi
Ibrahim ya nabi Ibrahim ini
menyembelih Putra kesayangannya G toh
kemudian Apakah ingin dilihat
orang lain tidak karena semata-mata
ingin lillahi
taala Apakah cukup itu ujiannya banyak
ujiannya Nabi Ibrahim sebelum
menyembelih niku loh Bapak Ibu itu diuji
lagi Gimana ujiannya dibisiki
setan Mimpimu itu bohong
itu enggak mungkinlah Allah itu menyuruh
kamu
nyembelih anakmu Nah itu setan ituah
akhirnya makanya ada lempar ber jumrah
itu tujuh kali Nah pertama kemudian
kedua sampai tiga kali tujuh kali
berarti 21 kali setan itu dilempar oleh
Nabi Ibrahim jadi memang orang untuk
melaksanakan ketaatan kepada Allah itu
godaannya macam-macam godaan kerjaan
godaan anaknya godaan uang godaan
instruksi ya pimpinan godaan istri
godaan e tenaga godaan macam-macam
Makanya bagaimana kita ini lillahi taala
sehingga korban kita ini bisa dan kita
ini bisa menjadi orang yang bermanfaat
untuk banyak orang Bapak Ibu yang kami
hormati menjadi orang yang bermanfaat
itu sungguh luar biasa
bahagi Makanya kalau hari ini Bapak Ibu
sudah bisa korban kemarin disembelih
hari ini bisa merasakan bagaimana
kebahagiaannya berbagi Bagaimana
kesenangannya ketika kita bisa berkorban
Begitu juga dengan sodqah ya bagaimana
kita akan mendapatkan kebahagiaan di
dalam hati kita ada satu kebahagiaan
yang memang ini tidak bisa kita peroleh
kecuali kita memberi apa yang kita
miliki kepada orang lain
jadi memberi itu tidak harus orang yang
kua bapakb kua ini bahasa bahasa Jawa
KUA kaya sekali tidak ya kita punya uang
berapa ya gitu kita kasih Bapak Ibu
sekarang di dompet punya uang Rp100.000
kira-kira r00.000 itu kira-kira
rezekinya Bapak Ibu atau
bukan hah belum tentu belum tentu
kadang-kadang 100100.000 itu ada yang
untuk tukang bensin ada yang untuk
tukang tembel ban Nggih Nah makanya
sebelum itu keluar makanya harus kita
keluarkan untuk lillahi taala dikasih
kepada sesama ya yang hanya 2.000 5.000
10.000 Nah itu ng jadi kita berbagi itu
nanti akan mendapatkan satu kebahagiaan
ya kebahagiaan yang yang luar biasa
jadi ini hikmah yang terakhir dari kita
berkorban itu adalah kita bisa menjadi
orang yang bermanfaat bagi banyak orang
sehingga kehadiran kita ini
ditunggu-tunggu bukan malah di celatu
kan gitu ya Bahasanya jadi kehadiran
kita ini ditunggu-tunggu W Alhamdulillah
datang wah enak Ik mesti guyan iki kan
gitu ya mesti rokokan iki kan gitu Tapi
kalau kita enggak
ee senang berbagi atau kita selalu
mecucu aja ya dengan orang lain ya
kehadiran kita tidak akan
ditunggu-tunggu malah
di dianggap mengganggu
ngen Saya kira itu yang bisa kami
sampaikan bapak ibu mudah-mudahan ada
manfaatnya dan Mari kita ringkas ada
empat hikmah dari kban yang pertama
Siapa yang patuh taat kepada Allah pasti
akan mulia yang
kedua kita harus menjadi anak yang
premium anak yang berbakti kepada orang
tua dan yang ketiga Mari kita
mengkorbankan semua yang melekat dalam
diri kita ini jangan sampai ada yang
melekat di dalam diri kita Nah kita
korbankan itu semua nya ya dan yang
keempat Mari
menjadi orang yang bermanfaat untuk
banyak orang sekian
ee akhirul kalam Billahi taufik wal
hidayah
wasalamualaikum warahmatullah
wabarakatuh Terima kasih demikianlah
tadi ASN mengaji seri ke-22
dengan tema hikmah kurban dalam
perspektif akidah dan muamalah semoga
kajian kali ini bisa menambah dan
keimanan kita semua terhadap Allah
subhanahu wa taala amin amin ya rabbal
alamin saya selaku pembawa acara dari
awal hingga akhir Apabila ada khilaf
kami mohon maaf yang
sebesar-besarnya sebelum kami akhiri
nanti kami mohon untuk para jemaah
masing-masing
untuk bertahan sebentar untuk mengikuti
makan tubeng bersama Terima kasih
akhirul kalam wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:21 UTC
Categories
Manage