Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ahmadukabi kamaamtanaahmad wa Usi wa usallimu ala kiri khalqika sayyidina muhammad shallallahu alaihi wa ala alihi wasohbihi Ila Yaumil miad Amma ba'du yang sangat kami muliakan kami hormati para ee pimpinan ee kantor BP SDM Jawa Timur yang sangat kami muliakan para bapak-bapak ibu-ibu jemaah salat zuhur yang mudah-mudahan mendapatkan ridanya allah subhanahu wa taala pertama-tama [Musik] Mari kita jangan sampai bosan untuk selalu mengucapkan syukur alhamdulillah Kenapa karena sejatinya kita bisa hidup bisa sujud bisa beribadah depp-dp kalau Kalau bahasa Jawanya kepada Allah subhanahu wa taala merupakan salah satu anugerah yang sangat luar biasa sehingga Minimal kita mengucapkan Alhamdulillah karena hidup ini sebenarnya hanya ada dua yang harus kita lakukan Bapak Ibu yang pertama itu adalah bersyukur alhamdulillah Yang kedua adalah bersabar Hanya dua itu tetapi barang siapa yang lebih banyak syukurnya nah lebih banyak mengucapkan alhamdulillahnya maka dia termasuk orang-orang yang salah satu akan diridai Allah subhanahu wa taala Bapak Ibu mungkin saat ini lagi banyak masalah lagi punya problem lagi menghadapi satu cobaan maka dengan selalu mengucap Alhamdulillah Insyaallah semua problem itu itu pasti ada jalan keluarnya dulu ada Bapak Ibu namanya sahabat itu Auf bin Malik al-asji sahabat Auf ini suatu hari datang kepada Nabi istilahnya Kalau sekarang itu sowan kepada Kiai apa kalau panjenengan semua sowan kepada kiai itu kira-kira membawa kabar senang atau kabar buka Nah biasanya pasti gambar buka minta solusi dari semua problematika biasanya gitu ya sama dengan sahabat jadi dari zaman dahulu orang datang ke Kanjeng Nabi orang datang kepada kiai itu ya Gembol masalah bawa masalah tetapi ini benar dan ini memang harus kita lakukan kalau kita mempunyai satu masalah ya harus kita tanyakan kepada Kiai kepada ulama kepada Ustaz singkat cerita apa yang dikeluhkan oleh sahabat ini sahabat ini mengkeluhkan gini mengeluhkan gini satu satu anaknya laki-laki itu ditawan oleh kaum musyrikin ya Jadi kalau dulu ketika zaman Nabi kan masih ee perang itu nggih jadi anak laki-lakinya ini ditahan oleh kaum musyrikin sehingga dia sedih ya Rasulullah anak saya ini ditahan oleh kaum musyrikin Apa yang harus saya lakukan sebenarnya sahabat ini ya namanya Bapak kehilangan anak gimana Nggih panjenengan mungkin bisa merasakan anaknya n jauh dari panjenengan anaknya mungkin sekarang lagi ditahan oleh keadaan ditahan mor tuone ditahan kekerjaan ditahan macam-macam pasti ada rasa e sedih begitu juga ditambah istrinya yang tiap hari ngeluh aja mana anakku enggak datang-datang kapan anakku balik kira-kira Bapak ini sedih karena melihat istrinya sedih atau sih kah anaknya ditawan yang paling mendekati benar itu kira-kira mendengar istrinya yang tiap hari ngeluh tiap hari sedihah makanya sahabat ini datang kepada Rasulullah jawabannya Rasulullah itu ketika disambati hal seperti itu apa satu sambatnya eh satu sabdanya ittaqillaha wasbir jadi Rasulullah itu ketika memberi satu solusi solusinya adalah bertakwalah dan bersabar Nah kira-kira Bapak Ibu kalau datang ke Kiai di dauhi ngoten niku pripun ya takwa a pak Sabar P pasti dalam diri kita juga takwa baru sabar kan gitu tapi sebenarnya itu adalah poin yang sangat-sangat mujarabnya di situ Kenapa mujarab karena dengan ketakwaan kita kita Berserah diri kepada Allah kita mengikrarkan diri bahwasanya kita ini hambanya Allah Apa tugas hamba ya menjalankan semua yang diperintahkan dan menjauhi semua yang dilarangkan kayak panjenengan ngeten niki yang di perintahkan salat ya salat mawon Nggih jenengan moten diperintahkan untuk mengeluh tidak tidak diperintahkan untuk sedih tidak Nah yang kedua wasbir dan sabar nah Berarti memang ada proses di sana ada proses Allah itu ingin melihat seberapa gigih seorang hamba makanya ketika ada dua nasihat ini Kelihatannya sih nasihatnya biasa-biasa saja mungkin kalau kita datang ke Kiai saat ini dengan masalah yang kira-kira sama gitu ya jawabannya pasti ituitu sabar mawon Nggih kan ngoten ya tapi itu sebenarnya adalah poinnya Kenapa karena dengan kita bertakwa kita bersabar sehingga kita tawakal kepada Allah kita ini pasrah ternyata manusia enggak punya kekuatan apa-apa manusia tidak mempunyai daya apa-apa manusia tidak mempunyai kekuatan apa-apa jadi manusia itu kuat atau lemah lemah Nah makanya dengan mengikrarkan diri manusia itu lemah manusia itu enggak punya kekuatan nah ini maka Allah yang mempunyai semua kekuatan Allah yang Maha menolong kita semua ya inilah tauhid ini akidah ini yang harus kita tanamkan ketika saat ini kita menghadapi satu masalah apapun itu Masalahnya Bapak Ibu maka kita harus ingat yang bisa menolong kita hanya Allah bukan bos kita bukan pimpinan kita bukan anak kita bukan istri kita bukan siapa bukan Tetapi hanya Allah subhanahu wa taala nanti perantaranya macam-macam nah kemudian akhirnya Gimana sahabat ini tadi kira-kira Bapak Ibu anaknya balik nopo mboten Hah kira-kira Anaknya balik kembali ke pangkuan bapak ya atau tidak ketika ditawan kinten-kinten hah nah ternyata anaknya sahabat ini karena sahabat Auf ini sama istrinya ya sudah takwa sudah sabar sudah pasrah tiap hari baca La haula wala quwwata illa Billah tidak ada daya kekuatan kecuali dengan kekuatannya Allah maka dilalah kersane allahah anaknya ini kembali ke bapak ibunya kok bisa ternyata ketika dia ditahan oleh musuh musuhnya ini lengah Nah ya enggak tahu kuncinya mungkin di ee taruh di sembarang tempat atau diapas lagi apa yang penting musuhnya ini lengah Siapa yang membuat musuh itu lengah bapak ibu siapa yang membuat musuh itu lengah semuanya Allah subhanahu wa taala bukan hanya itu yang paling apa ya yang paling luar biasa dari cerita ini anaknya tadi anaknya Auf bin Malik al-asy itu ketika pulang bukan hanya membawa dirinya selamat tetapi membawa beberapa ekor kambing punya kaum musyrikin yang menangkapnya Nah berarti ini namanya Reja rezeki ittaqillaha haitu Mak kunta itu Wam yattaqillaha yaj'alahu makhroja Barang siapa yang bertakwa kepada Allah benar-benar berusaha takwa menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangannya maka akan diberikan makhraja apa makhraja mraja adalah pintu keluar bukan hanya itu waarzukhu Minu la yahtasib dan akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka mungkin Bapak Ibu saat ini lagi mengalami hal demikian anaknya ditahan ya tahan ini bukan bukan harus ditahan polisi ditahan keadaan ditahan pekerjaan anaknya ditahan belum bisa nikah anaknya ditahan belum dapat kerjaan tapi yakin kalau kita ini bertakwa dan bersabar dan bertawakal pasti ending-nya akan luar biasa akan ada jalan keluar dan akan mendapatkan rezeki yang tidak disangka-sangka Bagaimana mungkin orang ditangkap ditahan pulang-pulang malah membawa kambing pulang-pulang malah membawa kambingnya yang menangkap nah kemudian di sampaikan kepada Rasulullah Ya Rasulullah kambing ini gimana nasibnya Ya udah itu punya Anda berarti memang rezeki ini tidak disangka-sangka datangnya dari mana maka yang harus kita lakukan adalah mengucap Al Alhamdulillah Bapak Ibu yang kami hormati berkaitan dengan ee kurban hikmah yang pertama apa yang dapat kita petik dari ibadah korban ini Tentunya satu patuh takwa patuh orang yang patuh kepada Allah pasti hidupnya mulia orang yang taat kepada Allah pasti pasti hidupnya Sejahtera itu pasti tidak bisa ditawar-tawar lagi maka ketika Nabi Ibrahim ingin mendapatkan seorang anak kemudian didatangkan Ismail kemudian sudah falamma balag maahusya ketika sudah Ismail itu adalah anak laki-laki yang ideal kalau saya zaman saat ini kayak kelas premium ya anak laki-laki yang luar biasa akhlaknya keyakinannya wajahnya semuanya manutlah panjenengan semua Bapak Ibu kalau punya anak yang manut ya itu kira-kira sayang no mboten pasti sayang pasti sayang kemudian ketika ada anak yang manut itu disuruh untuk menyembelih dikorbankan kira-kira gimana muabet loh Niki ya tohah Karena nabi Ibrahim ini yang di ada dalam dirinya hanya Iman takwa kepada Allah subhanahu wa taala patuh maka dilaksanakan ini menandakan bahwasanya ketika kita patuh kepada Allah ya endingnya nanti yang disembelihkan bukan ismailnya tetapi apa kambing bukan Ismail Wah kalau Ismail yang jadi korban Beneran ya hari ini kita enggak nyembelih kambing nyembelih anaknya masing-masing nyembelih kam kambing Nah inilah buah dari ketaatan itu sungguh luar biasa ya seperti tadi sahabat Auf tadi anaknya karena taat anaknya pulang malah membawa kambing juga jadi bapak ibu saat ini ketika kita disuruh oleh Allah untuk salat ya kerjakan disuruh oleh Allah untuk puasa ya kerjakan disuruh oleh Allah untuk zakat ya dikerjakan disuruh untuk haji ya dikerjakan disuruh untuk berbuat baik ya dikerjakan Nah inilah dengan kalau kita melihat bahwasanya semuanya ini perintah Allah kita patuh kepada Allah Yakinlah Bapak Ibu semuanya endingnya pasti akan Mulia Itu itu yang pertama hikmahnya adalah patuh karena dengan kepatuhan ini dasarnya adalah akidah kita tauhid kita Bapak Ibu hari ini sujud ini yang nyuruh Sinten kok mau-maunya ini kan puanas ngeten nggih ya Kok mau-maunya dari tempat mejanya sana Kemudian datang ke sini kemudian sujud apa kira-kira yang latar belakangi Bapak Ibu semuanya datang ke sini kalau bukan karena ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala masuk gara-gara tumpeng itu ya kan enggak nah tumpeng itu ya tadi kayak kalau kita taat dapatnya numumpeng rezeki Nah makanya kalau kita taat sudah kalau kita Yakin taat kepada Allah tapi memang ini susah Bapak Ibu susah kalau tidak ada ilmunya susah makanya ilmu ini bisa dicari dengan cara ngaji seperti ini dengan cara membaca nah ngaji ke Kiai ke ulama ke ustaz ya itu caranya yang kedua hikmahnya ketika kita ini berkorban itu apa yaitu kita bisa melihat Bagaimana Nabi Ismail ini menjadi seorang anak yang patuh nah ketika ditanya ee di dalam surat assofat itu kan bahwasanya Bagaimana pandanganmu nah Nabi Ibrahim bertanya kepada anaknya ya abarajiduni Insyaallah minirin jadi memang anak itu patuh kepada orang tua Bapak Ibu di sini sekarang sudah mempunyai putra-putri pasti juga bapak ibu yang ada di sini sudah juga mempunyai orang tua Bagaimana sikap panjenengan semuanya kepada orang tua jenengan Sudahkah seperti Ismail taat Le meskipun kita sudah brengosan brewokan itu kan masih dipanggil Le kalau sama orang tua Le terno aku Rene kan Le tolong antarkan saya ke pasar Wah dia sudah jadi direktur ya enggak mau nah gitu Apakah seperti ituah ini kan Nabi Ismail ini kan gadang-gadang sudah jadi nabi sudah cari calon nabi gitu makanya menjadi anak premium menjadi anak yang anak emas menjadi anak yang berbakti kepada orang tua itu juga tidak gampang itu juga perlu ilmu Maka hari ini yang masih punya orang tua nah ini kira-kira masih punya orang tua moten Nggih panjenengan masih paling paling minimal Ibu paling Nggih karena Ibu itu usianya biasanya lebih lebih panjang daripada Bapak bapak-bapak ini biasanya lebih matinya duluan pak daripada ibu-ibu ng ibu-ibu itu biasanya lama Bu meninggalnya ya meninggalnya lama Iya Jadi kalau bapak-bapak ini banyak syukurnya Alhamdulillah kalau ibu-ibu ini sering sabar n sering sabar panjenengan punya bapak bapak suami itu sabar atau syukur Bu sabar bapak-bapak punya istri ini sabar atau syukur Pak syukur banyak syukurnya memang Alhamdulillah meskipunwet semua semua seperti itu makanya menjadi anak yang premium menjadi anak yang berbakti kepada orang tua itu juga tidak gampang Nah anak yang seperti ini kok disembelih makanya hikmah yang kedua Mari kita berusaha menjadi anak yang Saleh Mari kita menjadi anak yang premium anak yang bisa berbakti kepada orang tua ketika orang tua minta apa kalau bisa kita langsung langsung iakan nah ada eh cerita dari Kiai Husein Ilyas Mojokerto iniiku orang tua apapun yang dikatakan orang tua nasihat apapun yang dikatakan orang tua itu harus diterima dengan lapang dada meskipun pendapatnya nasihatnya tidak sesuai dengan kita jadi enggak boleh bantah apapun yang diomongkan orang tua Jangan bantah itu rahasia orang Mulia Bapak Ibu kalau pengin Mulia panjenengan kalau masih punya ibu apa yang diomongkan didawuhkan Ibu panjenengan semuanya jangan sampai dibantah meskipun jenengan sudah Doktor sudah Haji ya sudah PHD sudah ke mana-mana uangnya banyak tetapi apapun yang diomongkan orang tua didawuhkan orang tua jenengan semua kita semuanya harus bisa giih gigih itu bahasa Jawa nah Nggih bahasa Indonesianya nopo Nggih iya iya gitu aja Nggih kok koy kurang srek ngoten Nggih Nggih Iya jadi mengiyakan apa yang didawuhkan orang tua itu apapun itu ng apapun itu jadi logika kita harus kita turunkan jangan memakai logika kita kalau apa yang sudah didakwukan orang tua leh saiki renioo nah usik kerjaan-kerjaan Nah ini kan susah ya Bu Bapak Ibu Susah kan ini ya sing ngomong Yo Ung iso ngelakoni barang tapi ilmune ngoten niku ilmune ngoten ngoten niku maka kita berusaha berusaha bersama-sama mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang bisa membahagiakan orang tua yang ketiga sebelum terakhir Bagaimana Apa hikmah dari berkorban ini yaitu berkorban itu bukan asal-asalan Nabi Ibrahim disuruh untuk mengorbankan Ismail asal-asalan apaoten itu tidak salahsalan nabi nabi ee Ibrahim mengorbankan anak yang premium anak yang luar biasa yaitu Ismail yang manut Ya yang sabar yang taat ya itu disembelih jadi korban itu bukan asal-asalan kita harus nyari yang terbaik untuk Allah jangan dikasih yang sisa-sisa sisa waktu untuk salat sisa harta untuk korban moten ya korban dulu eah waktu salat dulu baru sisa waktu untuk bekerja karena taat itu tadi Nah makanya ini ini perlu latihan dan perlu ilmu yang pertama perlu ilmu kemudian Latihan nanti latihan kok meset ilmu lagi nah ngoten terus Nggih jadi korban itu berarti mengorbankan apa yang telah melekat dalam ha hati kalau umpamanya kita punya jam bapak ibu ya jam ini ya sudahlah ditaruh di tangan saja jangan ditaruh di di hati kalau jam ini ditaruh di hati nanti pakai jam yang mahal jadi tinggi hati melihat kawannya pakai jam yang lebih iri hati ngih toh kemudian nanti jamnya hilang jadi sakit hati jadi hatinya jangan ditaruh di hati seperti itu dengan uang kalau uang itu ya jangan ditaruh di hati taruh di dompet kalau uang ditaruh di hati nanti ngeluarkan untuk korban ini susah woh r juta00 r juta rek Eman rek kena dingge Neng dolan-dolan iki kan gitu ya susah itu kalau dalam dalam hati begitu juga punya sepatu Gitu Sepatu taruh di kaki saja punya baju juga seperti ibu itu ibu-ibu nggih punya baju jangan ditaruh di hati tapi di badan saja kalau di hati Wah pakai baju yang harganya jutaan jalannya sudah beda nah bikin tinggi hati nanti kalau bajunya hilang jadii sakit hati kalau melihat Temannya punya baju yang lebih mahal jadi iri hati jadi penyakit hati semuanya nanti makanya kita bisa melepaskan semua yang melekat dalam hati ini adalah hikmah dari korban yang yang yang ketiga Jadi bagaimana uang kita mobil kita semuanya jabatan kita pasti ada masanya Bapak Ibu itu jangan sampai ditaruh dalam hati Bagaimana caranya ya pakai ilmu dan latihan nah ini sudah ada ilmunya tinggal latihannya ya pelan-pelan kalau masih susah ya ya biasa namanya orang latihan G latihan pelan-pelan pelan-pelan pelan-pelan tapi terus nah terus nah kemudian yang terakhir Bagaimana ee apa yang menjadi hikmah korban yang terakhir adalah kita harus peduli dengan orang lain Kirun nasi anumini sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat untuk banyak orang jadi panjenengan itu kedatangnya panjenengan kehadiran panjenengan itu Ditunggu oleh banyak orang Alhamdulillah Pak shikin datang Alhamdulillah ditunggu-tunggu jangan sampai kehadiran kita ini dibenci Oalah enek kae maneh ngih to jadi mangkel orang orang orang itu datang kepada kita bikin mangkel gitu jangan samp sampai seperti itu makanya bagaimana kita ini bisa menjadi orang yang bermanfaat ya bagaimana caranya sering memberi ngih enggak sering rasani sering berbuat baik apapun Berbuat baik itu kita ee niatkan lillahi taala seperti Nabi Ibrahim ya nabi Ibrahim ini menyembelih Putra kesayangannya G toh kemudian Apakah ingin dilihat orang lain tidak karena semata-mata ingin lillahi taala Apakah cukup itu ujiannya banyak ujiannya Nabi Ibrahim sebelum menyembelih niku loh Bapak Ibu itu diuji lagi Gimana ujiannya dibisiki setan Mimpimu itu bohong itu enggak mungkinlah Allah itu menyuruh kamu nyembelih anakmu Nah itu setan ituah akhirnya makanya ada lempar ber jumrah itu tujuh kali Nah pertama kemudian kedua sampai tiga kali tujuh kali berarti 21 kali setan itu dilempar oleh Nabi Ibrahim jadi memang orang untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah itu godaannya macam-macam godaan kerjaan godaan anaknya godaan uang godaan instruksi ya pimpinan godaan istri godaan e tenaga godaan macam-macam Makanya bagaimana kita ini lillahi taala sehingga korban kita ini bisa dan kita ini bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk banyak orang Bapak Ibu yang kami hormati menjadi orang yang bermanfaat itu sungguh luar biasa bahagi Makanya kalau hari ini Bapak Ibu sudah bisa korban kemarin disembelih hari ini bisa merasakan bagaimana kebahagiaannya berbagi Bagaimana kesenangannya ketika kita bisa berkorban Begitu juga dengan sodqah ya bagaimana kita akan mendapatkan kebahagiaan di dalam hati kita ada satu kebahagiaan yang memang ini tidak bisa kita peroleh kecuali kita memberi apa yang kita miliki kepada orang lain jadi memberi itu tidak harus orang yang kua bapakb kua ini bahasa bahasa Jawa KUA kaya sekali tidak ya kita punya uang berapa ya gitu kita kasih Bapak Ibu sekarang di dompet punya uang Rp100.000 kira-kira r00.000 itu kira-kira rezekinya Bapak Ibu atau bukan hah belum tentu belum tentu kadang-kadang 100100.000 itu ada yang untuk tukang bensin ada yang untuk tukang tembel ban Nggih Nah makanya sebelum itu keluar makanya harus kita keluarkan untuk lillahi taala dikasih kepada sesama ya yang hanya 2.000 5.000 10.000 Nah itu ng jadi kita berbagi itu nanti akan mendapatkan satu kebahagiaan ya kebahagiaan yang yang luar biasa jadi ini hikmah yang terakhir dari kita berkorban itu adalah kita bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi banyak orang sehingga kehadiran kita ini ditunggu-tunggu bukan malah di celatu kan gitu ya Bahasanya jadi kehadiran kita ini ditunggu-tunggu W Alhamdulillah datang wah enak Ik mesti guyan iki kan gitu ya mesti rokokan iki kan gitu Tapi kalau kita enggak ee senang berbagi atau kita selalu mecucu aja ya dengan orang lain ya kehadiran kita tidak akan ditunggu-tunggu malah di dianggap mengganggu ngen Saya kira itu yang bisa kami sampaikan bapak ibu mudah-mudahan ada manfaatnya dan Mari kita ringkas ada empat hikmah dari kban yang pertama Siapa yang patuh taat kepada Allah pasti akan mulia yang kedua kita harus menjadi anak yang premium anak yang berbakti kepada orang tua dan yang ketiga Mari kita mengkorbankan semua yang melekat dalam diri kita ini jangan sampai ada yang melekat di dalam diri kita Nah kita korbankan itu semua nya ya dan yang keempat Mari menjadi orang yang bermanfaat untuk banyak orang sekian ee akhirul kalam Billahi taufik wal hidayah wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Terima kasih demikianlah tadi ASN mengaji seri ke-22 dengan tema hikmah kurban dalam perspektif akidah dan muamalah semoga kajian kali ini bisa menambah dan keimanan kita semua terhadap Allah subhanahu wa taala amin amin ya rabbal alamin saya selaku pembawa acara dari awal hingga akhir Apabila ada khilaf kami mohon maaf yang sebesar-besarnya sebelum kami akhiri nanti kami mohon untuk para jemaah masing-masing untuk bertahan sebentar untuk mengikuti makan tubeng bersama Terima kasih akhirul kalam wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh