Transcript
vQv78ll2PBM • Webinar ASN Belajar Seri 34 - Kebijakan Publik Berbasis Data Untuk Birokrasi Lebih Berdampak
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0105_vQv78ll2PBM.txt
Kind: captions Language: id keterbukaan inilah yang saya kira menjadi apa ee panutan atau inspiratif dari badan publik seperti upsd Jawa Timur kami pemerintah kota juga menjadikan ini referensi untuk mendapatkan informasi mempelajari dan mencontohi hal tersebut dengan mengikuti media sosial bpsdm Provinsi Jawa Timur melalui kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada bpsdm Jawa Timur membuat para SN semakin dapat berinovasi di bidangnya masing-masing sukses buat ppsdm Jatim Ayo mari kita kunjungi situs kita kunjungi media sosial yang dimiliki oleh ppsdm Jawa Timur menampilkan hal-hal yang terbaik menampilkan hal-hal inovasi yang cukup membanggakan Terima kasih asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh menyerah jadi as berkama ak [Musik] belajar [Musik] Bapak Ibu sekalian sampai tahun 2041 ya kita masuk ke dalam era Jend uang atau bonus demografi di mana angka yang produktif itu jauh lebih tinggi dari yang tidak produktif jadi B demografi itu adalah sesuatu yang mungkinang dalam secar banyak pengang ter pemerintah bah ini adalah peluang untuk dimanatkan ya agar kita keluar menjadi negar karena angka ketergantungannya angka yang produktif usaha produktif dengan tidak produktif lebih banyak yang Tapi sebaliknya itu tidak dikelola dengan diaan menjadi bonus demografi tapi bisa menjadi beban bagi negara kalau pengelolaan kebijakan publik yang berkualitas dan dapat diaplikasikan adalah kebijakan publik yang yang dibentuk berdasarkan data ilmiah yang akurat Evidence Based Policy or ebp sobat ASN harus tahu nih kalau sebuah kebijakan publik yang tidak dibentuk berdasarkan data ilmiah yang akurat dapat menyebabkan kegagalan dalam kebijakan loh di negara kita sendiri penerapan ibp ini masih belum bisa dilaksanakan dengan baik karena beberapa faktor seperti sumber daya ketersediaan data dan beberapa faktor lainnya maka dari itu dibutuhkan komitmen yang sangat besar baik dari para peneliti serta dari seluruh komponen birokrasi agar ibp dapat dilaksanakan dengan baik Mari pelajari bersama mengenai Evidence Based Policy melalui webinar ASN belajar seri [Musik] 34 kau bisa patahkan kakiku tapi tidak mimpi-mimpiku kau [Musik] bisa [Musik] ini sobat ASN [Musik] Aduh gimana sih ini kok sertifikatnya belum muncul juga ya padahal udah isi link presen sih Ada apa sih Bu Novi Kok kelihatannya bingung begitu ini loh bu saya kan sudah isi link presensi tapi kok sertifikatnya belum ada ya padahal kan katanya setelah isi link presensi kita dapat langsung mengunduh sertifikatnya sudah mengisi link kuisioner belum Hah kuisioner apa Bu jadi setelah mengisi link presensi Bu no juga harus mengisi link kuisioner Mon baru deh sertifikat akan dikirimkan melalui sinii Bu saya bantuin Berikut ini adalah tutorial cara menggunakan aplikasi agar Link yang diterima aktif dan menjadi hyperlink nah link presensi ini baru bisa diakses pada saat acara webinar berlangsung sobat ASN dapat langsung klik Link yang tertera dan pastikan kembali data diri sobat ASN sudah benar setelah itu sobat ASN dapat langsung Tanda tangan pada kolom yang tersedia jika sudah klik submit setelah mengisi link presensi sobat ASN akan langsung menerima pesan Whatsapp dari indef yang berisi link questioner monev klik link tersebut dan isi questionernya sobat ASN juga bisa loh menuliskan kritik dan saran untuk webinar ASN [Musik] belajar setelah terisi klik submit sobat ASN akan mendapatkan link sertifikat melalui pesan Whatsapp klik linknya dan sobat ASN akan dapat langsung mengunduh e-sertifikat ingat ya Link e-sertifikat yang diterima setiap orang akan berbeda dan semua pesan pemberitahuan ini akan dikirimkan melalui WhatsApp bukan email nah gimana Bu Novi mudah bukan Wah iya Bu Yanti ternyata mudah dan cepat ya terima kasih banyak Bu atas bantuannya saya udah enggak Bingung lagi deh sama-sama Bu Novi Nah untuk sobat ASN Jangan lupa untuk segera mengisi link presensi ya karena link presensi hanya dapat diakses pada hari H pelaksanaan webinar sampai dengan pukul 2359 waktu Indonesia bagian barat tetap semangat dan ikuti terus webinar ASN [Musik] belajar [Musik] Diklat verifikator pertanggungjawaban keuangan dan Diklat pengelolaan sampah terpadu dan domestik tahun 2023 pemerintahi ja timur dengan resmi sayaatakan dibuka dan diul [Musik] ya bpsdm kita ini sudah terkenal ya bahwa eh sebagai kawah Cang diukanya para Pimp perubahan yangan sudah mendapatkan penghargaan tiga kali berut sebagai lembaga pendidikan atau pelatihan yang terbaik [Musik] simulasi [Musik] di kebijakan publik yang berkualitas dan dapat diaplikasikan adalah kebijakan publik yang dibentuk berdasarkan data ilmiah yang akurat Evidence Based Policy or ebp sobat ASN harus tahu nih kalau sebuah kebijakan publik yang tidak dibentuk berdasarkan data ilmiah yang akurat dapat menyebabkan kegagalan dalam kebijakan loh di negara kita sendiri penerapan ibp ini masih belum bisa dilaksanakan dengan baik karena beberapa faktor seperti sumber daya ketersediaan data dan beberapa faktor lainnya maka dari itu dibutuhkan komitmen yang sangat besar baik dari para peneliti serta dari seluruh komponen birokrasi agar ibp dapat dilaksanakan dengan baik Mari pelajari bersama mengenai Evidence Based Policy melalui we sudah bisa mendengar suara saya dengan baik [Musik] Selamat pagi [Musik] Bapak Aduh gimana sih ini kok sertifikatnya belum muncul juga ya padahal udah isi link presen sih Ada apa sih BR noovi Kok kelihatannya bingung begitu ini loh bu saya kan sudah isi link presensi tapi kok sertifikatnya belum ada ya padahal kan katanya setelah isi link presensi kita dapat langsung mengunduh sertifikatnya Bu Novi sudah mengisi link kuisioner belum Hah kuisioner apa Bu jadi setelah mengisi link presensi Bu Novi juga harus mengisi link kuisioner monf baru deh sertifikat akan dikirimkan melalui W sinisi Bu saya bantuin Berikut ini adalah tutorial cara menggunakan aplikasi indef untuk mendapatkan e-sertifikat yang pertama pastikan soat ASN sudah mengisi link pendaftaran yang terdapat pada flyer ASN belajar link pendaftaran ini dapat diisi maksimal 1 hari sebelum acara webinar dilaksanakan Masukkan alamat yang tertera pada flyer ASN belajar sebagai contoh bit.ut leadership sobat ASN akan diminta untuk akses lokasi pilih izinkan atau setelahnya masukkan email sobat ASN yang masih [Musik] aktif kemudian isi kolom data diri sobat ASN pada formulir yang tersedia isi setiap kolom dengan benar ya Tulis nama lengkap sobat ASN karena ini adalah nama yang akan tertera pada e-sertifikat selanjutnya isi kolom NIP pangkat dan golongan sobat [Musik] ASN lalu isi instansi dari mana sobat ASN berasal juga harus diisi dengan benar ya jangan lupa tulis kota atau Kabupaten dari mana sobat ASN berasal Setelah semua kolom terisi cek dan pastikan kembali data yang sudah sobat ASN isi benar lalu klik submit sobat ASN akan langsung mendapatkan pesan di WhatsApp yang berisikan link materi virtual background dan juga link presensi save terlebih dahulu nomor indef Gateway ya agar Link yang diterima aktif dan menjadi hyperlink nah link presensi ini baru bisa diakses pada saat acara webinar berlangsung sobat ASN dapat langsung klik Link yang tertera dan pastikan kembali data diri sobat ASN sudah benar setelah itu sobat ASN dapat langsung Tanda tangan pada kolom yang tersedia jika sudah klik submit setelah mengisi link presensi sobat ASN akan langsung menerima pesan Whatsapp dari indef yang berisi link questioner monev klik link tersebut dan isi questionesionernya sobat ASN juga bisa loh menuliskan kritik dan saran untuk webinar ASN [Musik] belajar setelah terisi klik submit sobat SN akan mendapatkan link sertifikat melalui pesan Whatsapp klik linknya dan sobat ASN akan dapat langsung mengunduh e-sertifikat ingat ya Link e-sertifikat yang diterima setiap orang akan berbeda dan semua pesan pemberitahuan ini akan dikirimkan melalui WhatsApp bukan email nah gimana Bui mudah bukan Wah iya Bu Yanti ternyata mudah dan cepat ya terima kasih banyak Bu atas bantuannya saya udah enggak Bingung lagi deh sama-sama Bu Novi Nah untuk sobat ASN Jangan lupa untuk segera mengisi link presensi ya karena link presensi hanya dapat diakses pada hari hal pelaksanaan webinar sampai dengan pukul 2359 waktu Indonesia bagian barat tetap tetap semangat dan ikuti terus webinar ASN belajar [Musik] asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Halo apa kabar selamat pagi sobat ASN di Manap pun anda berada yang sudah bergabung di zoom meeting dan juga live YouTube bpsdm Jawa Timur TV senang sekali hari ini sayai selaku host berjumpa kembali dalam acara yang sudah ditunggu-tunggu yaitu ASN belajar seri 34 persembahan korpu SDIT bpsdm Provinsi Jawa Timur [Musik] Oke terima kasih dan sobat ASN dalam penyusunan kebijakan harus didasari dengan data ilmiah yang akurat karena hal ini cukup Riskan dan akan berpengaruh dengan birokrasi negara apa saja sih yang membuat keduanya saling berkaitan selengkapnya di AS SN belajar seri 34 kebijakan publik berbasis data Evidence Based Policy untuk birokrasi yang lebih [Musik] berdampak nah sebelum kita mendapat bahwa dalam merancang masa depan bangsa ini kita harus menggunakan data dan yang tersedia sebagai dasar sebagai referensi sebagai pijakan sehingga rancangan masa depan bangsa itu benar-benar presisi sesuai dengan potensi dinamika dan problem etika yang ada nah sobat ASN di sinilah pentingnya Mengapa dalam merumuskan sebuah kebijakan kita dituntut untuk melihat data-data secara cermat sobat ASN seorang ilmuwan amian pernah menyatakan technology advance and producity but only publicy Advance the Inc ofarm kata beliau teknologi bisa saja dapat meningkatkan hasil panen dan produktivitas tanaman pertanian tapi hanya kebijakan publiklah yang dapat meningkatkan pendapatan atau kesejahteraan petani dari perataan ini tentu kita mendapatkan suatu Insight bahwa sebuah kebijakan memiliki peran kunci dalam mendapatkan hasil-hasil pembangunan yang lebih berdampak sbat ASN dalam banyak teori perumusan kebijakan publik Salah satu tahapan paling krusial adalah apa yang disebut agenda setting atau penyusunan agenda yakni sebuah fase dan proses yang sangat strategis dalam realitas kebijakan publik dalam proses inilah ada ruang untuk memaknai Apa yang disebut sebagai masalah publik dan agenda publik yang perlu diperhitungkan dalam perumusan kebijakan dengan menggunakan data dan fakta yang sedang berkembang jika sebuah data dan fakta telah menunjukkan menjadi isu publik dan mendapatkan prioritas dalam agenda publik maka isu tersebut berhak mendapatkan alokasi sumber daya publik yang lebih dari isu-isu yang lain nah sobat ASN seperti ser seri sebelumnya pada seri ke-34 ini kami akan menghadirkan para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya kami mengundang Dengan hormat pakar kebijakan publik dari Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia widyaiswara ahli utama bpsdm Provinsi Jawa Timur yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan data dan seorang praktisi data statistik dari dinas pendidikan provinsi Jawa Timur sat ASN Selamat mengikuti series ASN belajar seri ke-34 semoga bermanfaat wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh baik kami haturkan terima kasih kepada bapak Dr ramelianto SMP yang telah membuka acara pada pagi hari ini dengan opening speech-nya Oh iya sobat ASN sebelum kita berlanjut Kami mau ingetin untuk sobat ASN bahwa link presensi sudah dapat diakses langsung saja klik bit l Gar Mir hadir seri 34 seperti running text yang ada di layar sobat ASN ya dan Pastikan data yang dimasukkan sudah benar karena data tersebut tidak akan yang akan digunakan maksud saya untuk penerbitan e-sertifikat dan ini nih tidak bisa direvisi lagi oke baiklah dan untuk sobat ASN berkesempatan untuk mendapatkan 10 merchandise exclusif di seri ini ada earbuds kemudian mostous wireless B dan juga t-shirt sobat ASN bisa dapatin dengan aktif sebagai penanya atau juga bisa ikuti kuis di official Instagram @bpsdmjatim dan [Musik] @vprocomunication ya sobat ASN kebijakan yang berdasarkan data yang akurat ini sangat penting karena ini akan berpengaruh untuk kita bisa menjadi tolak ukur bagaimana pemerintahan itu akuntabel atau tidak Nah langsung saja kita akan menyimak paparan dari narasumber yang pertama beliau adalah Deputi bidang kebijakan pengembangan kompetensi ASN Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia bapak Dr Muhammad Taufik Dea Selamat pagi Pak Taufik Selamat pagi selamat pagi iya apa kabar Alhamdulillah sehat semuanya Alhamdulillah sehat Alhamdulillah iya Pak Taufik nah ini hari ini kan sobat ASN sudah bergabung semuanya nih Apa yang akan ee ilmu apa nih yang akan diberikan untuk seluruh sobat ASN yang sudah bergabung hari ini Pak ya Alhamdulillah iya iya bisa langsung ya Pak Taufik untuk pemaparannyaoke oke iya sori ini tadi ada anu ee kadang suaranya kurang Tapi sekarang sudah bisa mendengar suara saya dengan baik Bapak i i i iya jelas I Oke jelas ya Baiklah kalau begitu langsung saja kita persilakan bapak Dr Muhammad Taufik Dea baik Baik terima kasih Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh salam sejahtera bagi kita semuanya swasti Sun Budha Terima kasih tadi untuk pengantarnya dan saya akan saya kurang lebih berapa lama ya Mbak 30 menit Bapak ada waktu 30 menit ngih untuk raparja siap silakan baik secara singkat saja jadi kita melihat bahwa hari ini banyak sekali problem-problem kebijakan yang memang ee problemnya ada pada data pada evidennya ya nah jadi misalnya problem kemiskinan ini berapa tempat gak tepat sasaran Kemarin saya ketemu ada di Kalimantan ada di Sumatera ya kan Eh ada PNS ya Eh Kepala Bidang menerima bantuan sosial karena dianggap masuk kelompok ee miskin karena problem datanya kemudian juga ee problem di data pertanianan panen kemudian terkait kaitannya nanti dengan e kebutuhan beras kita dan seterusnya ini bapak presiden sendiri menggaris bawahi problem pada data nah kemudian juga ee impor beras Ini yang kemarin sempat Ramai ya Ini juga eh problemnya adalah pada data jadi inilah yang EE mungkin tema pagi hari ini mengapa kita hari ini ee sangat membutuhkan ee kualitas kebijakan yang semakin baik yaitu kebijakan yang berbasis pada data Nah apa sebenarnya tantangan-tantangan sekarang ini ini ini kita contohnya ini banyak ini sekarang e di bidang saya lah yang tugasnya membuat kebijakan di bidang Pahan Kompetensi ini banyak sekali kita menghadapi ee problem-problem tantangan-tantangan ya Ee di dalam pemusuhan kebijakan di mana ee banyak kualitas kebijakan ini yang EE tadi problemnya adalah rumusannya gak tepat Mengapa gak tepat dirumuskan tanpa sebuah eviden yang jelas kemudian dalam perumusan pasal-pasalnya sehingga tidak terlalu akurat Mengapa karena pemahaman terhadap problem itu sendiri tidak terlalu akurat ya Nah Mengapa tidak akurat karena tidak dapat informasi data yang kemudian bisa diandalkan nah ini misalnya Ini pengalaman saya di beberapa kali misalnya kita nyusun rpjmn ya rpjmt kita akan e sebentar lagi nyusun rpjmn Nah di situ biasanya tantangan yang paling besar adalah bagaimana memperoleh apa yang sudah dicapai apa dari kebijakan sebelumnya sehingga kemudian RPJM sebelumnya eh setelahnya kita perlu kemudian menyusun kemudian target-target yang lebih tinggi lagi Nah untuk bicara target yang lebih tinggi tadi problemnya adalah apa nya ya kita bisa ee bicara soal baseline-nya ya apa yang sudah dicapai sehingga mana yang sudah Ee yang Perlu diperbaiki mana yang perlu ditingkatkan tadi tapi ketika tadi data yang memberikan informasi kepada kita tidak lengkap tidak akurat atau mungkin juga ambigu ambigu itu misalnya yang saya temukan adalah apa eh data dari beberapa sumber instansi ini beda-beda ya sehingga kita bingung itu ambil keputusannya yang seperti apa Nah ini hal-hal yang praktis yang dihadapi oleh pembuat kebijakan ya persoalan dari eh tadi bagaimana kita membuat kebijakan yang berkualitas karena eh tadi Eh eviden yang yang eh apa namanya kurang Nah Bapak Ibu sekalian jadi ini juga Ee kita bicara ee mengenai pemanfaatan-pemanfaatan dari kegiatan-kegiatan eh survei kajian penelitian dan seterusnya yang belum nyambung dengan dengan e pembuatan kebijakan gitu Ini yang saya Ee kita perlu berpikir bagaimana ee ini banyak kegiatan-kegiatan termasuk mungkin di sini ada kawan-kawan widyaiswara bikin ee sebuah penelitian dan seterusnya yang ee apa namanya eh ee belum belum kemudian dimanfaatkan dengan baik gitu ya Nah Bapak Ibu sekalian jadi ee di dalam pemanfaatan data ini menjadi sangat penting di era sekarang ini ya Di mana ee masyarakat menuntut akuntabilitas dari kebijakan-kebijakan sehingga harus jelas dari mana asumsi-asumsi yang dibuat dalam kebijakan tadi Nah Bapak Ibu sekalian inilah yang seringkiali kita ee tantangan kita ya Ee termasuk di sini ada kawan-kawan widyaiswara membuat ee penelitian yang mungkin seharusnya bisa dimanfaatkan tapi belum dimanfaatkan kemudian unit-unit ee penelitian baik di pemerintahan daerah pemerintah pusat ya ini banyak yang membuat e penelitian yang seperti ini pemukulanya ada riset dan polse yang apa namanya kadang-kadang malah bertentangan harusnya yang ideal adalah riset jadikan bahan membuat kebijakan dan juga apa dari kebijakan menjadi dasar riset ya yang ideal adalah ada riset dan kebijakan ini menjadi sebuah siklus gitu ya bagaimana ee Apa hasil dari riset dimanfaatkan untuk kebijakan dan kebijakan tadi kemudian kita riset hasilnya menjadi untuk menyempurnakan kualitas kebijakan secara berkelanjutan nah mekanisme ini belum ada ya mekanisme ini masih perlu diperkuat lagi ke depan Nah Bapak Ibu sekalian Eh ini sering kita bicara tentang eh apa hubungannya riset for Policy dan ret of Policy ini dua hal yang agak berbeda ini eh Kemarin dengan eh apa namanya penggabungan beberapa unit penelitian ke Brin Misalnya ini muncul pertanyaan ya Mana penelitian-penelitian yang di apa namanya termasuk di dalam penelitian kebijakan atau penelitian-penelitian akademis yang meneliti kebijakan nah ini yang berbeda penelitian yang digunakan untuk nyusun kebijakan kita sebut dengan eh reset for Policy ya bagaimana dilakukan ee apa namanya penelitian untuk menyusun bahan-bahan pertimbangan untuk membuat kebijakan Tetapi kalau riset of Policy kita sebutnya adalah meneliti kebijakan itu sendiri ya Nah tujuannya berbeda riset of for Policy ini adalah tujuannya adalah membantu ee pembuat kebijakan dengan memasuk data-data untuk ngambil keputusan yang tepat tapi riset of Policy adalah meriset bagaimana poli itu dibuat tadi apa namanya dilakukan diimplementasikan dan seterusnya nah tujuannya lebih pada tujuan-tujuan yang sifatnya akademis nah meskipun nanti juga nanti akan menjadi masukan mengenai Bagaimana tata kelola kebijakan yang Perlu diperbaiki nah Bapak Ibu sekalian jadi e apa namanya saya akan skip di sini tantangan Nah ini tantangan apa yang menjadi tantangan di dalam membuat evid tidak semuanya apa namanya E kebijakan tadi bisa dibuat e berbasis evid Mengapa misalnya misalnya tekanan waktu harus cepat kondisi krisis gitu ya harus diambil keputusan yang yang tepat nah ini tidak bisa di di kemudian nunggu ada mengumpulkan data ya Ee nah kemudian ee kebijakannya sifatnya transaksional nah ini juga ini kemudian biasanya mengesampingkan data karena ada apa namanya transaksional ya kompromi-kompromi politik untuk menghasilkan sebuah apa namanya keputusan kemudian juga ee mindsetah ini mindset dari pengambil keputusan pembuat kebijakan yang seringkiali lebih percaya pada intuisi-intuisi tidak menghargai data ini juga menjadi kendalanya ya kemudian lemahnya kualitas kesediaan data ini juga kadang-kadang dilemati saya misalnya ngambil keputusan saya harus nunggu kemudian ee rekomendasi kebijakan Tapi setelah saya lihat misalnya Wah ini kualitas datanya kurang ya kurang tepat itu analisanya kurang tajam gu ya Nah sehingga ini juga kadang-kadang eh enggak bisa kita mengandalkan itu dari hasil apa namanya eh riset ka karena kualitas atau rekomendasi dari eh kebijakan tadi kurang kurang tepat gitu ya kemudian yang lain adalah ada yang motifnya ideologis gitu Yang Yang penting Wah mereka lebih motivasinya simbolis gitu ya Eh bagaimana ee keputusan dibuat karena memenuhi ee tadi apa namanya ee nilai-nilai ideologis bukan pada fakta tapi karena pertimbangan ideologis nah bapakbu sekalian eh kita di era sekarang ini eh eh Mengapa Evidence Based Policy itu sangat penting karena akuntabilitas tadi ya kita mengambil keputusan ee berbasis pada suatu bukti yang bisa dipertanggungjawabkan ya Nah itu yang pertama yang kedua untuk untuk apa evid Bas pocy dibutuhkan untuk mengedukasi masyarakat untuk berpikir logis rasional ya Nah inilah prinsip sebuah demokrasi di mana kebijakan ini eh apa namanya E sifatnya terbuka untuk didiskusikan ya secara logis secara rasional oleh eh masyarakat dengan berbagai background yang berbeda nah tanpa kemudian basis tadi ada evid maka Suah susah bagi masyarakat untuk melakukan dialog untuk melakukan komunikasi ya untuk melihat secara objektif sebuah persoalan Nah jadi inilah tadi Eh kita bicara tentang eviden poli eh harusnya Seperti apa di dalam era demokrasi ee dibutuhkan akuntabilitas dan sarana mengedukasi memfasilitasi satu apa namanya eh eh komunikasi dan ee diskusi sebuah publik untuk memecahkan problem e tetapi tantangannya hari ini tadi sampaikan ya Gak gak semuanya kadang-kadang ee bisa berjalan seperti yang diharapkan Nah Bapak Ibu sekalian kemudian eh eviden bas ini dihasilkan dari harusnya ada kolaborasi nah ini juga tantangan kita membuat namanya ekosistem ya Di ana ee semua lembaga banyak lembaga yang menghasilkan pengetahuan kadang-kadang Enggak connect satu dengan yang lain gitu ya ini yang kita lihat juga suatu problem kemubaziran gitu ya kemubaziran dari usaha tenaga e pengetahuan anggaran yang belum terkomunikasikan satu dengan yang lain gitu nah ini sebuah tantangan besar sekarang ya ee apa namanya ee ee di dalam pembuatan keputusan tidak bisa didominasi oleh satu orang atau satu organisasi saja tapi perlu satu kolaborasi Nah inilah ya penting bagaimana kita ada komunitas akademis komunitas di dalam eh apa namanya eh Network dari eh apa lembaga-lembaga penelitian dan seterusnya yang ini sangat penting di dalam mendukung evident bas Policy making Bapak Ibu sekalian bagaimana kita membangun evidence bas Policy making ini di era yang sekarang ini perlu kita memperkuat para profesi profesi analis e kebijakan nah sebenarnya ini sebuah kegiatan dan sebuah profesi e kegiatan e artinya ya yang bisa dilakukan oleh semua orang Bagaimana ee Kemudian untuk membantu perumusan kebijakan ya ee kawan-kawan Med suara kawan pengembang kompetensi dan seterusnya tapi ada yang profesional di situ nah ini kawan-kawan ee jabatan fungsional analis kebijakan ini orang yang profesional Memang mereka pekerjaannya melakukan ee tadi analis kebijakan nah ini sangat penting kita melihat Bagaimana hubungan tadi untuk memperkuat kebaik kegiatan maupun profesi di dalam membuat analisis kebijakan yang pertama kita ut dengan knowledge infrastructur yaitu harus dlatih keterampilan melakukan analisis dan seterusnya dan ada big data tadi data yang terpadu yang dari berbagai sumber yang bisa terintegrasi Nah kita bicara nanti bagaimana pengan data di era digital sekarang Nah kemudian yang berikutnya adalah knowledge Creation bagaimana tadi Eh kemudian orang mencipta pengetahuan dengan data yang terkonect tadi dan keterampil an untuk menghasilkan data tadi melalui kegiatan ee penelitian ya Dari semua orang ada mahasiswa dosen Wid suara dan seterusnya Ini menghasilkan sebuah knowledge Creation nah knowledge Creation ini baru kemudian bisa mengs eh pembuatan kebijakan berbasis eviden kalau ada pemanfaatannya di situ oleh para Policy Maker kita sebut dengan knowledge utilization jadi ada ada ada komponen-komponen ini yang dibutuhkan ke depan untuk memperbaiki kualitas kebijakan kita ya knowledge infrastructurnya knowge Creation dan knowledge uzationnya Nah Bapak Ibu sekalian eh berikutnya di era digital Seperti apa tadi kita bicara big data Nah kita belum banyak menggunakan e bagaimana data tadi yang terhubung satu dengan yang lain ya ini menarik kemarin pelajaran bagaimana kita sebentar lagi masuk tahun politik ya ee apa namanya data-data perilaku dari para konsumen ya perilaku para pengguna media sosial ini menjadi sebuah big data sebuah data yang bisa memprediksi secara akurat Bagaimana pereferensi politik para pemilih ini yang terjadi skandal di Amerika ketika Donald Trump ini memberikan pelajaran bagi kita semuanya bagaimana data ini seperti kata bapak presiden ini new oil ya sebuah harta karun yang luar biasa yang yang akan membantu tadi ee terwujudnya kualitas kebijakan yang semakin baik ya kalau bisa dimanfaatkan tadi terkoneksi dengan pembuatan ee kebijakan Nah Bapak Ibu sekalian ini kita kemarin belajar dari covid Bagaimana eh dari berbagai sumber aplikasi yang ada ini terkoneksi satu dengan yang lain menjadikan sebuah data untuk mengambil keputusan terkait dengan kebijakan-kebijakan covid ya eh sentralnya Kemarin dari peduli lindung yang terhubung dengan berbagai instansi dan aplikasi yang ini sangat membantu bagaimana ee tadi data yang terserak tadi untuk mengambil keputusan yang tepat ya tidak hanya pemerintah tapi juga ee Kemudian dari ee mitra-mitra pemerintah di dalam menangani ee e covid kemarin ini Nah inilah yang nanti akan ee sangat penting kita bicara ee kemudian Bagaimana ee pengelolaan data dan pemanfaatan data ya di dalam di era digital yang sekarang ini sangat penting ya seperti kita sekarang punya tata kelola eh satu data ini juga belum belum bisa optimal masih dalam proses tapi ini sangat penting sangat menjanjikan ini ee kebijakan pemerintah yang sangat tepat mengintegrasikan berbagai sumber data yang ada dari berbagai Kementerian yang tersebar agar kita bisa mengambil keputusan yang tepat yang berkualitas ya ee apa namanya di era digital saat ini ya Nah mungkin itu sebagai ee pengantar dari diskusi ini mungkin ee karena waktunya juga tadi terbatas mohon maaf agak cepat-cepat terima kasih kepada saya asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Pak Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih ya terima kasih Pak Taufik eh sudah menyampaikan tadi paparannya dan ini Bapak ini teman-teman juga sudah ada yang bergabung untuk bertanya jadi dari sobat ASN yang hari ini bergabung sudah ada beberapa yang bertanya boleh dijawab ya Pak Taufik ya iya iya silakan silakan jadi ini dari ee ada bapak bapak Ahsanul Inam betul ya bagian organisasi di Lumajang ini pertanyaannya begini Pak tadi ada yang disampaikan terkadang kita harus cepat mengambil kebijakan karena beberapa kondisi misalnya transaksional kemudian krisis dan lain-lain jika yang terjadi seperti itu maka tentunya teori mengenai evidence base Policy ini tidak akan berguna karena nantinya setiap pengambil kebijakan akan menggunakan alasan-alasan di atas lalu sebenarnya perumusan kebijakan itu standarnya perlu waktu berapa lama begitu Pak Taufik Ini pertanyaan dari Pak Ahsanul Inam langsung dijawab satu-satu atau Bagaimana pak bo dulu silakan I silakan Ya ini yang menarik tadi Kalau pertanya pertama adalah eh berapa sih ee normalnya membuat kebijakan e sangat bergantung ya kalau misalnya kebijakan di level seperti undang-undang dan seterusnya ini ada jadwalnya tersendiri G dalam proleknas prolekda yang sudah ada penjadwalannya ya kemudian juga ee sekarang kita membuat standar untuk instansi pemerintah Ini kan ada program legislasi tersendiri yang ee apa namanya dibuat oleh masing-masing Kementerian lembaga ya E di daerah juga ada ya Nah itu dilakukan setiap tahun Nah tadi Berarti kan dalam waktu satu tahun yang direncanakan dia harus selesai gitu kan Ya nah ini yang kemudian tadi ee persoalan ee apa cononstrain waktu ini menjadi sangat penting tadi mengenai bagaimana sejauh mana kita harus betul betul mengandalkan tadi data ya Nah ini praktiknya kadang-kadang akan ee apa lebih banyak sebenarnya kita melihat ee bentuk-bentuk konsensus untuk mengambil keputusan Mengapa kadang-kadang kita e Dalam praktiknya kita mengandalkan Bagaimana pengalaman pengetahuan ee apa namanya para pengambil keputusan tadi ya Nah memang ini yang yang crusial tadi siapa yang terlibat dalam diskusi dan seterusnya ya ini kadang-kadang kalau di pemerintah misalnya kita ngundang orang kadang-kadang ganti-ganti orang ya karena didelegasikan gitu kan Ya dan sebagainya nah ini juga sangatsangat berpengaruh artinya begini poinnya adalah apa yang disebut dengan evidence bas Policy ini sebuah konsep yang ideal yang kadang-kadang di realitas eh sehari-hari Kita sebagai orang yang terlibat langsung dalam pembuatan pembuatan kebijakan k kadang-kadang memang Eh ini sangat sangat challenging ya gak bisa seperti yang ideal begitu harus eviden menunggu evidennya baru kita ambil keputusan kenyataannya gak seperti itu tetapi memang sangat ideal kita ngambil keputusan ada evidennya Nah problemnya tadi kita bagaimana taing bagaimana kita ngambil data informasi yang cepat akurat berkualitas untuk mengambil keputusan nah pengetahuannya terserak di mana-mana gitu ya kita enggak bisa akses misalnya apa yang dilakukan oleh perguruan tinggi apa yang sudah dilakukan di lembaga riset ketika mengambil keputusan nah ini problemnya yang kita hadapi inipengalaman saya mengambil keputusan tepat ya kan kemudian saya harus nyari datanya datanya di mana data yang berkualitas dan bisa diandalkan di mana gitu ya nah jadi ini tantangannya tadi ee di dalam apa eh pembuatan keputusan di dunia r gitu ya t kita bicara yang ideal dan eviden tadi makasihik jawabannya mudah-mudahan ini Pak asadul Inam juga sudah sudah ini ya sudah paham begitu untuk jawaban yang diberikan oleh Pak Taufik tadi dan selanjutnya juga sudah ada ini sobat Asni yang sudah bergabung untuk bertanya Bapak Budi Agus Budi Sampurno dari kominfo Jawa Timur pertanyaannya oh ada baik baik Pak Agus Selamat pagi I Pak Agus Selamat pagi bu b suara ya Selamat pagi Pak t Iya suaranya sudah bagus Pak Monggo disampaikan pertanyaannya Pak Agus gih terima kasih eh Bu Eh terima kasih Pak Taufik eh saya Gus Budi Bu eh dari dinas komino kebetulan komino Jatim dan Kebetulan saya ada di bidang data dan statistik yang merupakan urusan komino memang apa yang disampaikan Pak Taufik ee terkait dengan tata kelola SDI itu belum optimal dan EE bahwa perencanaan itu harus berbasis data yang betul nah yang saya eh tanyakan ini Pak terkait dengan permasalahan eh tata kelola data ini kita sudah paham sudah tahu bahwa undang-undang statistik sudah ada sejak tahun 90-an Terus eh juga Perpres 39 di 2018 bahwa eh sebetulnya data ini menjadi penting dan EE digunakan untuk ee ee apa eh perencanaan dan untuk di pemerintah daerah sendiri ada diwajibkan untuk eh mengampu data sektoral cuma permasalahan-permasalahan yang berkembang adalah penyusunan daftar datata ini sebetulnya itu siapa yang menentukan apakah di pemerintah daerah sendiri atau dari pusat contoh kasus adalah eh ketika daerah itu kan menjalankan fungsi pemerintahannya berdasarkan undang-undang eh pemerintahan daerah Pak Nah di situ ada indikator-indikator diampuh oleh daerahga dari indikator itu pasti dibutuhkan data atau menyusun daftar dat tapi di sisi lain eh di pemerintahan di Kementerian Dalam Negeri di tahun di mereka juga menyusun daftar datata sektoral berdasarkan indikator-ikator yang menurut mereka berdasarkan undang-undangan daerah sedangkan eh DII permasalahannyaalah prinsip-prinsip datanya dua-uanya ya belum sepunuhnya optimal memang belum memenuhi semuanya prinsip data sehingga ketika menjadi rujukan acuan untuk perencanaan akhirnya data itu terkesan hanya data hanya memenuhi kewajiban saja memenuhi kebutuhan saja nah Apa yang harus dilakukan eh pada saat ini bagaimana pemerintah pusat memastikan bahwa data-data atau daftar-data yang ditetapkan itu menjadi bagian katakan dari Sabang sampai meraku datanya Harusnya sama nama datanya sama variabelnya sama semuanya Harusnya sama logikanya tidak menyusun sendiri-sendiri di terus e permasalahan berikutnya adalah di permasalahan di interoperabilitasnya Pak ketika contoh kasus adalah Eh kita bicara mengenai eh penurunan angka stunting misalnya Pak ini menjadi program prioritas nasional nah data ini ada data dari Kementerian Sosial ada dari data BKKBN ada dari data Dinas Kesehatan Provinsi kabaten juga ada nah ini siapa yang sebetulnya bisa mengin ilitaskan kalau mereka punya struktur data sendiri-sendiri dan kita aknya akhirnya akan kesulitan ketika kita intervensi psib kalau intervensi spesifik jelas itu kalau dia berbasis kesehatan kalau penyakitnya jelas nah intervensi yang sensitifnya di bingung Siapa inih orangnya nanti kalau kita bicara nik-nya kk-nya itu Datanya ada di eh dukcapil Dar Kementerian Dalam Negeri kita ini ini si A si B ini di mana posisinya Bagaimana ini kan datanya nih ada diemen ada kalau nik-nya ada di capabil Nah kalau kewenangan provinsi atau kewenangan pemerintah daerah ini kan harus bisa apa Bisa harus mendapatkan sumber dataumber data seperti itu Nah ini ini juga terjadi ketika ketika menjadi perkawinan anak menjadi isu nasional nah datanya itu permasalah ketika kita mau mencegah ternyata eh permasalahannya eh dispensasi ini ke adanya di pengadilan tinggi agama datanya itu karena pengajuannya ke sana sedangkan apakah data itu data R itu kan bukan data yang katakan bisa begitu saja bisa kita ambil kalau kita mau intervensi mau mencegahnya Bagaimana kalau data itu masih terbar di mana-mana dan kewenangan daerah itu sebetulnya untuk mendapatkan data-data itu seperti apa Apakah kita harus MOU dulu ke Kementerian k ini terjadi juga ketika kita mau intervensi pendidikan terkait dengan anak yang orang tuanya miskin kita mendapatkan data dari dapodik dari Kementerian itu harus dulu nah ini kebijakan pemerintah Bagaimana mengoptimalkan Perpres ini Pak Terima kasih Pak ng makasih makasih Pak Agus tadi pertanyaan yang menarik dan aktual ini ng ini memang kalau di dalam apa namanya untuk ee perpes 39 2019 kan tentang tata keluas satu tentang satu data Indonesia ini kan sudah Ee diatur ya Ee kalau yang data keuangan ini yang terkait apa namanya pembinanya adalah kementerian keuangan data statistik BPS data geospasial ya Ada big ya Nah ada data lain-lainnya nah ini yang kemudian Anda ee akan disepakati melalui ee forum sat data Indonesia ini ya kan nah termasuk tadi misalnya misalnya stunting ya kan ini datanya nanti ada ee di situ kan ditetapkan tentang kepemimpinan datanya ya kan dan sebagai penjaminnya kan ee nanti ee diatur bisal pkkbn itu nah jadi ini memang ee untuk data-data yang tadi Bapak sampaikan data yang di luar apa namanya keuangan statistik dan yang geospasial ini akan disepakati di dalam fda forum ya kan sekarang ini sudah dibentuk di apa misalnya tadi untuk konteks apa stunting ya kan ada eh apa eh quality assurance-nya ya dari pkkbn dan seterusnya nah ini yang kita ee lihat apa Data yang eh tadi ya yang dibutuhkan tadi kemudian ee Setahu saya kan di daerah ada e ditunjuk Pak ya Ada Wali data ya yang e nanti yang iya walia Gi Wali datanya Nah jadi ini yang sebenarnya punya tanggung jawab t untuk mengkoordin tadi pertanyaan bapak itu menarik ini saya ak Menar jadi kadang-kadang memang kita untuk membuat dengan data itu ada moumou ini nah Saya sudah sampaikan juga kemarin sempat kita diskusikan W ini Apa perlu sama pemerintah mu ya kalau enggak ada MU kadang-kadang di di pemeriksaan ini jadi masalah ini nantianya ya kan pemanfaatan data ini ee Ini yang saya alami ini Pak banyak istilahnya kita untuk sharing data ini kita harus membuat apa tadi kendala birokrasi antar antar ini yang harus perlu kita e buat lebih cair begitu ya eh Saya pernah dikritik Oh makai data kok apa namanya sharing dan sebagainya ada MU dan sebagainya gitu kan Ya nah iya karena memang ini halhal administratif yang kadang-kadang ketika ada pemeriksaan juga menjadi bagian yang ditanyakan juga nah ini juga saya pikir eh eh kendala di dalam era digital sekarang ketika data ini harus cair menjadi sebuah data big data e publik tadi ini ee cara kerja dan cara pikir di birokrasi ini masih menjadi sebuah tantangan bagaimana kita menjadikan tadi e birokrasi semakin cair ya ini tantangan-tantangan besar tadi ya dengan digitalisasi tadi kita bicara tentang bagaimana struktur-struktur ini baik secara horizontal antar instansi menjadi harus lebih cair bahkan menjadi kurang relevan Tadi terlalu ketat dan ke bawahnya sebagai B manana yang kemarin penyederhanaan birokrasi Karena sekarang ini serba terhubung Ya serba terhubung nah ini juga ee e kebijakan Bagaimana eh eh apa single data tadi harus di eh apa namanya diikuti itu perubahan budaya birokrasi kita cara kerja birokrasi kita dan tentunya juga ee aparat-aparat yang kemudian ee bertangung jawab nantinya dalam mengoperasionalkan cara kerja kita yang baru tadi Nah ini yang nanti mungkin termasuk juga ee tadi Bagaimana agenda tindak lanjut nanti cara kerja Ee kita ee mendengar ada di sistem Squad atau Pak Mahfud bilang ASN Merdeka Ya bisa bekerja secara tim antar instansi dan sebagainya yang ini kita lagi eh lagi menuju ke sana gitu ya makasih Pak Agus Baik terima kasih Pak Agus ee sudah puas dengan jawabannya ya tadi ya iya iya aman ya oke sudah dijelaskan secara rinci oleh Pak Taufik juga baik terima kasih banyak Pak Taufik Terima kasih banyak waktunya hari ini sudah bersama kami dan ilmu yang kami dapatkan luar biasa mudah-mudahan bisa diterapkan segera diterapkan di tempat e sobat ASN masing-masing sekali lagi terima kasih banyak Pak Taufik sudah bergabung bersama kami terima kasih sehat dan sukses selalu sampai berjes keren semuanya Makasih terima kasih iya selamat pagi baik sbat ASN ee datang yang akurat ternyata memang begitu penting untuk menyusun sebuah kebijakan ya nanti kita akan ee bertemu dengan narasumber berikutnya dan Sebelumnya saya mau ingatin juga untuk seluruh penanya ya yang terpilih konfirmasi alamat langsung ke CP di08211900411 Sekali lagi anda bisa konfirmasi ke alamat ee atau nomor telepon di 9.0411 Oke sebelum sebelum menuju ke narasumber kedua kita akan melihat terlebih dahulu video jingle ASN Belajar ciptaan Gubernur Jawa Timur ibu Hajah khofifa Idar Parawansa berikut [Musik] ini zaman yang terus bergerak sambut dengan penuh semangat saatnya kita melangkah hadapi segala tantangan tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak bersama ASN belajar ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan menjadi ASN berakhlak mulia siap menyosong Indonesia emas ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia Satukan tekat pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas yang belajar wujudkan pemerintahan duniaan tekatkan menyer jadi as ber [Musik] aku sobat ASN seperti janji saya tadi Sekarang kita akan menyimak bersama pemaparan dari narasumber kedua kita ini juga sangat luar biasa Beliau pernah mengembang tugas sebagai kepala Badan Pusat Statistik jadi jangan diragukan lagi nih soal data yang akurat Seperti apa ya dan saat ini beliau pejabat sebagai Widya Iswara ahli utama bpsdm Provinsi Jawa Timur inilah Bapak Margo yuwod [Musik] Pak Margo Yana sudah ada di sebelah saya Selamat pagi Pak Margo Selamat pagi Bu Apa kabar alhamdulillah baik alhamdulillah baik Pak Margo ini Tentunya kalau kita berbicara tentang data yang akurat ini bagaimana nih kita mengetahui data itu akurat atau tidak karena seperti tadi ya kita kita mendengarkan Pak Taufik juga ada yang bertanya begitu ada kalau misal sekarang kita berbicara tentang stunting ada data dari ee kabupaten kota misalkan kemudian Kementerian Sosial dan juga pemerintahan daerah nah ini mana yang harus kita ee ikuti atau kita kolaborasikan data tersebut atau seperti apa ini nanti bapak akan berbagi tentang apa nih Pak untuk sobat ASN I EE saya akan berbagi ee tadi Pak taufi sudah menyampaikan he ee bahwa kebijakan yang bagus itu kan berbasis dengan data siap Nah sekarang ee tugas saya adalah Bagaimana memanfaatkan data itu ya bagi para pengambil kebijakan bisa memanfaatkan data sehingga nanti apa yang dibuat dan diputuskan itu bisa berkualitas dan memberikan dampak kepada masyarakat atau publik yang lebih bagus siap oke langsung saja kalau begitu Pak wargo Oke baik ini langsung saja kita menyimak pemaparan dari bapakgo asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ee Selamat pagi lagi ee sobat ASN di mana pun berada pada kesempatan yang baik ini saya ingin berbagi ee termasuk berbagi pengalaman ya bagaimana Menyusun kebijakan publik yang bagus yang berbasiskan dengan data topik ini menarik dan strategis untuk kita diskusikan terus-menerus Kenapa karena kebijakan publik itu yang dibuat oleh pemerintah itu memiliki dampak kepada masyarakat secara langsung gitu ya jadi tugas kita semua adalah diimana membuat kebijakan publik yang berkualitas yang tentu saja bisa memberikan pengaruh yang positif bagi masyarakat secara luas Nah jadi saya akan batasi lingkup saya menyampaikan ini P pemanfaatan datanya di luar tata kelola data yang memang tadi dari kom info dari pak Topik menyampaikan kita masih punya persoalan tapi kita tidak boleh berhenti yang ada kita optimalkan supaya kebijakan itu semakin lama semakin berkualitas bak Bapak Ibu sekalian yang saya hormati Saya berangkat dulu dari eh grand desain ee RB kita gitu ya Di mana pada periode terakhir 2000 ee apa 2000 ee 20 sampai 2025 diharapkan pemerintah memiliki tata kelola yang bagus dengan tata kelola yang bagus diharapkan output pembangunan akan bagus gitu ya beberapa hal ditandai dengan misalkan Bagaimana menyusun APBD yang efektif dan efisien tidak adanya korupsi dan memberikan dampak bagi pembangunan Yes berdampak kepada pertumbuhan kepada pengurangan pengangguran maupun kepada kemiskinan jadi Tata kola pemerintah yang bagus sangat dibutuhkan ya untuk memberikan dampak kepada output pembangunan tersendiri Bapak Ibu sekalian di tengah era sekarang di tengah era distribusi sekarang kita dihadapkan kepada pada suatu kondisi yang penuh dengan ketidakpastian Oleh karena itu dibutuhkan bagaimana kita berpikir kreatif bicara Dynamic governance yang yang merupakan agenda besar di eh periode roadmap RB yang ketiga ini yang terakhir ini adalah mensyaratkan tiga hal ya Yang pertama adalah able people di mana birokrasi diharapkan ini memiliki ya memiliki pengetahuan berpikir untuk tidak hanya berpikir sekarang tapi juga berorientasi masa depan juga berpikir mampu berpikir mempiliki kompetensi yang lintas sektor ya Jadi Yang Pertama dalam birokrasi dituntut untuk tidak hanya berpikir sekarang juga bagaimana berpikir masa depan ya Yang kedua juga berpikir lintas sektor across ya across disiplin dan itu diperlukan di dalam menguatkan kompetensi daripada birokrasi yang kedua di tengah Dynamic governance yang dibutuhkan adalah Agile proses gitu ya karena kita menghadapi situasi yang penuh dengan ketidakptian maka dalam bisnis proses perlu Agile perlu disesuaikan dengan perkembangan kondisi yang sedang terjadi yang terakhir ciri dari Dynamic governance adalah bagaimana adaptif polisi itu dibuat atau dilaksanakan oleh pemerintah yaitu kebijakan yang adaptif gitu ya dan di sana disyaratkan kebijakan yang adaptif itu adalah satu di antaranya adalah bagaimana mendorong implementasi dari Evidence Based Policy gitu Ini yang menjadikan ciri Salah satu ciri e dari Dynamic governance yang kedua berbagai hal tadi sudah sampaikan oleh Pak Deputi tidak akan saya ulang J saya berfokus pada adaptive Policy di mana mengedepankan Evidence Based Policy di mana Data menjadi bagian penting yang ada di dalamnya Bapak Ibu sekalian Eh kalau bicara Evidence Based Policy Saya tidak akan eh membacakan berbagai konsep yang ada di dalamnya tetapi intinya Ya intinya dari beberapa konsep tadi saya mengambil dari LAN saja yang ini mudah dipahami ya bahwa kebijakan kebijakan publik adalah kebijakan yang diambil dengan berdasarkan pada data dan fakta jadi kebijakan yang dibangun pada berdasarkan data dan fakta Jadi Bapak Ibu sekalian kebijakan akan berkualitas kalau data dan faktanya juga berkualitas jadi nanti kita akan diskusi ke depan bagaimana kita berbicara dengan data dan memanfaatkan data yang kita punya ini agar Nanti para Policy Maker dalam membuat kebijakan memiliki kebijakan yang berkualitas nah kurang lebih dalam 30 menit ke depan saya akanembicarakan itu bicarakan Bagaimana pemanfaatan data agar kebijakan yang sud itu ee memiliki kualitas yang baik gitu ya Bapak Ibu sekalian kalau kita bicara terkait dengan kebijakan publik jadi saya membatasi areanya tidak bicara kepada proses penyusunan kebijakan tapi bagaimana data itu dipakai dalam berbagai tahap di dalam perumusan kebijakan yang pertama Bapak Ibu sekalian ya di tahap pertama data statistik itu memiliki peran penting dalam melakukan identifikasi isu yang sedang berkembang ya jadi data statistik memiliki peran penting untuk melakukan identifikasi P isu yang berkembang ya kemudian di sana data statisi akan digunakan membaca data kemudian melihat pola data kecenderungannya seperti apa kita akan akan tahu berbagai isu yang ada di masyarakat membicarakan data dari kondisi yang ada gitu ya Dan yang kedua Bapak Ibu sekalian di tahap eh setting agenda tadi Pak Kepala Badan juga sudah menyampaikan pentingnya merumuskan atau setting agenda di dalam perumusan kebijakan publik ini juga peran statistik sangat penting ya melalui apa melalui dengan cara melakukan analisis yang mendalam p data-data yang kita miliki ya Ee menjadi faktor dominannya apa dan itu menjadi isu penting yang perlu diangkat ya diberikan informasi kepada pocy Maker gitu jadi data statistik pada tahap kedua ini memiliki peran penting ya Di mana dibutuhkan analisis mendalam dan itu bisa mengetahui kira-kira urgensi masalah yang ada di kita itu apa ya itu dengan cara melakukan analisis mendalam dari data-data yang kita punya begitu ya yang ketiga juga pada tahap formulasi kebijakan ya di sini dibutuhkan ya data statistik juga dan mengkomunikasikan kepada para stholder terkait ya Eh bisa dengan perguruan tinggi masyarakat dan sebagainya atas data-data yang kita punya ya Apakah betul ini merupakan satu isu yang ada di masyarakat jadi data kita konfirmasi dengan dengan isu yang berkembang di masyarakat melibatkan banyak pihak untuk mengkonfirmasi kepastian bahwa itu merupakan isu yang menjadi yang perlu kita tangani dan perlu dibuat suatu kebijakan gitu ya dan Tahap terakhir adalah bagaimana statistik itu berperan di dalam monitor dan evaluasi daripada kebijakan jadi pada akhirnya satu siklus ee perumusan kebijakan diakhiri dengan Untuk melihat seberapa efektif kebijakan itu dibuat itu juga peran statistik peran data menjadi bagian penting untuk melihat efektivitas dari kebijakan yang dibuat Bapak Ibu sekalian dan sobat SN di Manap pun berada jadi empat tahapan inilah pentingnya data untuk memperbagi kualitas dari kebijakan yang akan dirumuskan atau dibuat di di apa di kedepankan gitu Ya baik eh dalam menggunakan data Bapak Ibu se sealian sobat SN di Manap pun berada perlu dimiliki kompetensi ya jadi eh sebagai pocy Maker tentu saja harus memiliki kompetensi Bagaimana kepada empat hal ini ya yang pertama adalah data aness ya jadi pembuat kebijakan harus tahu data yang relevan itu apa sesuai dengan tujuan yang ingin dibuat oleh poliy maker dan juga data aareness itu mewajibkan Policy Maker itu mengetahui kira-kira data ini berkualitas atau tidak data itu bagus enggak untuk di perlu dilihat ya jadi kepedulian kepada data menjadi penting jangan sampai kita menggunakan data yang apa yang kita gunakan datanya salah tidak menjawab tujuan lagi kalau datanya tidak berkualitas pasti nanti kebijakan yang dibuat juga tidak berkualitas jadi kompetensi ya data awarenness dengan cara teman apa Bapak Ibu sekalian atau poisy Maker Nanti ke depannya tahu pada data apa yang digunakan dan tahu bagaimana menilai kualitas data yang digunakan yang kedua adalah bagaimana juga Policy Maker dalam memakai data itu perlu memahami konsep dan metode di dalamnya Ya nanti saya akan cerita gitu kalau tanpa kita tahu itu maka nanti dalam baca datanya akan keliru statis itu akan menjadi rigid ya menjadi lebih jelas gitu ya kalau kita memahami ya konsep dan metode yang ada di dalamnya supaya dalam membaca datanya tidak keliru itu bagian kedua yang harus dimiliki gitu ya bagian ketiga adalah melakukan analisis kepada analisis dan melakukan interpretasi dari data yang kita punya yang yang akan kita komunikasikan ke ee ee pembuat kebijakan gitu ya yang terakhir adalah mengkomunikasikan dari data yang kita punya ini kepada ee pembuat kebijakan jadi ini penting ya penting untuk diketahui Jadi bagaimana data itu kita analisis kemudian kita komunikasikan ya dengan metode visual dan lain sebagainya supaya pemahaman kepada isu itu bisa menjadi lebih jelas gitu ya Bapak Ibu sekalian sobat SN di Manap pun berada Jadi kalau bicara analisis sebenarnya kita bisa belajar dari apa teori yang dikembangkan oleh gner gitu ya Di mana Bapak Ibu sekalian ya Eh kalau bicara analisis ini ada tingkatannya yang pertama adalah deskripsi daripada analisis deskriptif gitu ya jadi mendeskripsikan dari data ya kalau di perusahaan berarti kita bicara evaluasi kinerja ya Jadi kita melakukan analisis deskriptif untuk memetakkan kondisi masa lalu gitu ya jadi kondisi Masa lalu itu kita lihat kita analisis gitu ya untuk melihat kinerjanya gitu Ini penting ini tahap yang paling yang paling harus kita punya paling dasar ya melihat kinerja masa lalu dengan mendiskripsikan dari data yang kita punya gitu ya yang kedua adalah melakukan diagnosis analisis gitu ya berarti lebih dalam lagi ya dari data itu kita memiliki kemampuan ya Kenapa itu terjadi ya lebih tinggi lagi setelah tahu terjadi bagaimana melakukan prediksi ke depan dan terakhir tingkatan terakhir adalah bagaimana mewujudkan dari apa yang kita prediksi itu menjadi satu kenyataan yang ada di yang ada di apa di di di masyarakat ke depannya gitu ya Jadi Bapak Ibu sekalian tahapan ini penting untuk kita pelajari ya Kita pelajari kita tingkatkan kompetensi kita mulai dari membaca data kemudian mendiagnosis dengan data yang kita punya untuk mengetahui apa yang terjadi kemudian memprediksikan ke depan kira-kira Seperti apa dan bagaimana mewujudkan itu semua gitu ya Nah ini perlu dibuat ee satu kompetensi sama-sama apa dari kita semua agar nanti dalam memberikan informasi kepada pocy Maker itu bisa bisa tepat sesuai dengan kondisi yang ada di masyarakat gu Nah Bapak Ibu sekalian Oleh karena itu ya perlunya pemahaman data yang bagus maka ya perlu ada komunikasi yang baik antara Policy Maker dengan eh penyedia data dengan para e statistician gitu ya ini tidak boleh lepas ya jadi Policy Maker harus dialog dengan data provider itu untuk untuk memahami data dengan bagus sehingga nanti dalam merumuskan kebijakan betul-betul Apa yang dibaca itu sesuai dengan data yang direkam ee oleh e penyedia data itu menjadi bagian penting yang menjadi harus dibudayakan di di kita gitu ya Nah Bapak Ibu sekalian eh bicara data ya saya akan kulik sedikit nanti saya akan coba apa saya kembangkan Bagaimana data itu sumbernya dari mana saja eviden itu apa saja yang bisa digunakan sebagai bahan untuk membuat kebijakan yang pertama ada data sifat agregat makro jadi undang-undang statistik data makro itu disiapkan oleh BPS gitu ya ini bisa berersumber daripada sensus survei maupun kompilasi produk administrasi kemudian data juga yang sebut data mikro data mikro itu yang biasa disiapkan oleh Kementerian lembaga atau opd di daerah itu sebut dengan data mikro yang biasanya digunakan untuk targeting jadi kalau data makro itu hanya menjelaskan secara agregat kalau bicara kemiskinan misalkan kemiskinan itu ada di mana sih gitu ya oh di Jawa Timur itu sekian persen terbesarnya misalkan di mana gitu menunjukkan lokasi gitu ya tapi begitu kita bicara intervensi harus menggunakan data mikro nah data mikro itu disiapkan oleh Kementerian lembaga atau pemerintah daerah gitu itu adalah yang disebut dengan statistik sektoral satu lagi Bapak Ibu sekalian kita harus juga mampu matkan Sumber data baru ya big data big data itu merupakan sumber data baru karena yang berkaitan dengan internet opting pasti itu akan menghasilkan data gitu ya nah jadi Bapak Ibu sekalian bagaimana ini dirangkum ya menjadikan informasi menjadikan eviden di dalam merumuskan kebijakan nah kurang lebih nanti saya akan bicarakan ini ke ke depannya supaya nanti kita bisa membaca data sehingga nanti arah kebijakannya bisa menjadi lebih bagus yang dibuatnya nah ini sebagai contoh Bapak Ibu sekalian sat SN Bagaimana data makro yang disiapkan oleh BPS tadi saya sampaikan data makro itu secara undang-undang disiapkan oleh BPS ya misalkan ya data makro itu ada yang ada yang berbentuk sistem data yang berbentuk tabular gitu ya di sana ada tabel input output ada social elonic mating matrik ya kemudian ada serling ada tsa matrik investasi dan sebagainya ini berbentuknya Metrik gitu ya Apa manfaatnya Bapak Ibu sekalian misalkan kita memiliki tabel io yang ingin digunakan untuk melihat seberapa efektif sih misalkan kebijakan hilirisasi oleh pemerintah ya bagaimana Dapat keterkaitan pada ekonomi yang lain gitu nah kita bisa menggunakan data yang berupa sistem tabular yang menghubungkan antar antar berbagai sektor itu bisa digunakan untuk Bagaimana melihat suatu kebijakan Apakah itu memiliki dampak yang bagus atau sebaliknya gitu ya misalkan dengan sem ya social contting matrik gitu ya ini berupa sistem data yang tujuannya begini Bapak Ibu sekalian kalau ada kebijakan pembangunan kira-kira Siapa yang menikmati pembangunan kalau ada pertumbuhan ekonomi siapa sih menikmati pertumbuhan gitu ya Bapak Ibu bisa membaca dari Sam ini sosial konting Metrik Apakah pertumbuhan itu terjadi dinikmati oleh sekelompok menengah ke atas atau sebaliknya berdampak kepada masyarakat golongan bawah misalkan ini perlu kita lihat dengan tabelam juga dengan tsa itu bicara tentang turisme dan sebagainya ada juga data-data yang sifatnya data tunggal seperti pertumbuhan ekonomi inflasi kemiskinan dan lain sebagainya Itu tersedia ya datanya di BPS yang memang secara rutin dihasilkan oleh BPS gitu ya Bapak Ibu sekalian misalkan gambar sebelah kanan itu eh tabel irio dibuat oleh BPS dan baenas misalkan kita bisa melihat misalkan dampak daripada IKN itu kepada pemeratan pembangunan sejauh mana sih gitu ya Nah kita bisa lihat berapa investasi di IKN itu dibangun di Kalimantan Timur dan sebaran ekonominya ke mana saja itu bisa dibaca melalui tabel input e input output interregional yang menghubungkan keterkaitan antar sektor dan juga antar wilayah Nah Bapak Ibu sekalian data-data ini bisa dimanfaatkan untuk pada Empat tahapan di dalam merumuskan kebijakan mulai dari identifikasi sampai dengan monitoring dan evaluasi begitu ya Nah berikutnya Bapak Ibu sekalian ee tadi saya sebut dengan big data gitu ya jadi kalau kita bicara data tradisional yang dikumpulkan melalui sensus dan survei ini memiliki lag dalam penerbitannya kadang kala kita diarapkan pada isu yang harus cepat mengambil satu keputusan tadi pertanyaan dari teman-teman kominfo ya menyatakan Pak bagaimana kalau misalkan kebijakan itu harus cepat data enggak tersedia misalkan nah ini kita bisa memanfaatkan big data satu di antaranya ya jadi big data itu ya bisa menjadi official statistik dengan metode tertentu Atau dia menjadi pelengkap gitu ya Nah kalau bicara statistik dengan big data ini masih ada diskursus di semua negara bagaimana melakukan algaritma Bagaimana membangun metodologi agar big datata itu bisa menjadi official statistik gitu ya Nah sampai sekarang terus dikembangkan di Indonesia ada beberapa big big data yang sudah menjadi official statistick ya misalkan kita menggunakan mpd ya mengamati pergerakan orang dengan mengamati pergerakan handphone-nya itu bisa digunakan untuk statistik pariwisata gitu jadi perjalanan orang itu bisa diracking ya kemudian dikumpulkan informasinya kita bisa melihat ya kepada misalkan di daerah Batu Malang itu ya Dari mana saja itu orang yang datang ke Batu di J Timur gitu Itu bisa ditraacking dari kondisi asalnya dengan mengamati mpd-nya e dari pergerakan hp-nya gitu ya dan sebagainya ini sudah digunakan oleh BPS dan bisa juga digunakan di berbagai tempat yang lain tentu saja sebagai pendukung di dalam mengurang mengatasi gap data yang tadi disiapkan secara tradisional gitu ya Nah berikut B sekalian juga big data juga bisa berperan dalam perumusan kebijakan publik begitu ya tadi kan di tahap pertama dalam melakukan identifikasi data kita menggunakan data masa lalu gitu ya kita baru ingin merumuskan tetapi yang berkembang di masyarakat sudah berbeda misalkan maka kita bisa menggunakan Big data itu untuk mencari informasi secara langsung Ya baik melalui media sosial maupun be media lain terkait dengan apa-apa yang terjadi di masyarakat kita tangkap informasi itu kita kelola ya kemudian menjadikan bahan untuk ee pelengkap dari perumusan kebijakan Jadi Bapak Ibu sekalian datanya tidak hanya berdasarkan data masa lalu tapi juga kita menangkap data yang berkembang saat ini sehingga pada akhirnya dalam pembuatan kebijakan perumusan kebijakan Ya sudah juga mendasarkan pada isu-isu yang berkembang saat ini yang ada di masyarakat gitu ya jadi selalu e up toate di dalam merumuskan kebijakan nah ini peran big data menjadi bagian penting di dalam perumusan kebijakan karena bisa menangkap langsung dari kondisi sosial yang ada yang berkembang di masyarakat begitu ya misalkan dengan big data kita bisa menangkap nih Isu apa sih yang paling banyak dibicarakan saat ini atau hari ini di media sosial misalkan itu menjadi bahan informasi di dalam merumuskan ee kebijakan ya dari berbagai tahap dalam perumusan kebijakan ya Berikut Bapak Ibu sekalian ini yang mungkin ya saya kalau boleh saran tadi dari komino Pak Agus juga menyampaikan ya bahwa saat ini yang kita hadapi terkait dengan tata kelola memang belum menunjukkan hasil yang menggembirakan tapi setidaknya konsepnya sudah ada ya kita tahu bahwa kebijakan A itu misalkan itu menggunakan data sendiri bahkan menggunakan aplikasi sendiri ya juga demikian kebijakan B ya Ee menggunakan datanya sendiri kebijakan c dan seterusnya itu juga menginakan masing-masing yang ada di Kementerian atau lembaga lain gitu ya Artinya Bapak Ibu sekalian data itu skatterer data itu ada di mana-mana gitu gitu dan ini menyebabkan bahwa kebijakan yang dibuat itu tidak akurat dan dalam implementasi bisa tidak efektif di dalam ee menyampaikan hasilnya Oleh karena itu ke depan yang juga digagas dalam propes 39 nomor 2019 adalah tentang satu data Indonesia konsepnya adalah ke depan itu data itu harus ya menjadi data sentrik ya terintegrasi kolaboratif sehingga nanti berbagai kebijakan atau keputusan Berdasarkan informasi dari sudut yang lebih luas gitu nah sehingga memberikan dampak kinerja efektif dan berdampak kepada apa-apa yang sedang dirumuskan dalam kebijakan gitu ya jadi bapakbu sekalian ini ke depan kita sedang mengarah kepada data centric model yang Intinya kita akan menghilangkan silo-so dalam penghasil data data itu tersenter dan itu bisa digunakan bisa dibagi Pakaikan berbagai pihak ke depannya sehingga kebijakan buat itu semakin berkualitas ke depannya Nah Bapak Ibu sekalian e untuk memahami tadi konsep besarnya Saya punya pengalaman berbagi pengalaman Bagaimana misalkan mengawal arah dari Presiden tentang kemisiran ekstrem kita akan tuntut adalah birokrasi berdampak gitu ya Nah Bagaimana dengan arahan Pak Presiden ya bahwa di 2024 ini kemiskinan ekstrem itu harus nol gitu ya padahal pada waktu disampaikan itu kemiskinan streimnya masih 4,1% ya Ada 10,86 juta orang yang termasuk dalam kategori miskin ekstrem jadi ini yang menjadi arahan presiden nah bagaimana perumusan kebijakan itu dibuat Nah nanti akan saya urakan satu persatu sesuai dengan tahapan yang tadi ee saya sampaikan gitu Ya baik ee saya mulai dulu ya seorang Policy Maker harus memahami dulu tentang konsep dan definisi tadi kan begitu di awal gitu ya Nah Bapak Ibu sekalian yang saya hormati sobat es di mana pun berada bicara kemiskinan sebenarnya yang dikeluarkan oleh BPS itu hanya bicara kemiskinan tidak berbicara tentang kemiskinan ekstrem Nah karena Pak Presiden mengadopsi dari berbagai laporan wordbank di mana wordbank itu menerbitkan tentang strem poverty yang membandingkan antar negara maka maka Bapak Ibu sekalian ee BPS ya harus adaptif ya bagaimana konsep kemiskinan ekstrem itu kita hitung dengan standar daripada wbank Bapak Ibu sekalian setelah kita lakukan ya pengkajian metodologi kita menerapkan konsep wbank itu untuk menghitung kemiskiran ekstriem di Indonesia Bapak Ibu sekalian definisi kemiksan ekstrm adalah kalau pengeluaran perkapitanya itu di bawah 358.233 atau 1,9 us do P3 yang di yang sudah di apa dikaitkan dengan daya beli gitu ya dari gambar ini bapakbu sekalian bisa melihat bahwa kemisikan ekstrm itu adalah orang kalau diurut kan peringkatnya itu yang paling bawah berarti orang-orang yang paling bawah dari sisi ekonominya Jadi yang pertama perlu pahami membaca datanya harus harus benar bahwa ini maksud dengan kemiskinan ekstrem adalah kemiskinan yang pengeluarannya di bawah 1,9 dolar ee P3 gitu ya itu yang harus dipahami jadi pendekatan-pendekatan moneter gitu ya Maka nanti kebijakannya Harus melihat dari definisi tentang kemisikan itu sendiri gitu ya Nah Bapak Ibu sekalian yang kedua ya di tahap pertama tadi ya melakukan identifikasi daripada masalah yang kita hadapi Jadi kalau bicara dukungan statistik untuk tahap pertama ini ya kita bisa melihat kira-kira kalau presiden itu mengarahkan bapak presiden mengarahkan 2024 itu 0% kira-kira kita e berfokus ke mana ya berfokus kepada daerah mana yang untuk kita tangani itu ya Nah kalau oleh karena itu perlu data yang memperlihatkan sebaran Penduduk miskin ya ini adalah sebarang Penduduk miskin ekstrem yang sebelah kiri adalah jumlahnya sebelah kanan itu adalah persentasenya Bapak Ibu sekalian kalau bicara persentase orang yang paling banyak miskin ekstrim itu adalah di Papua Papua Barat itu 13,6% ya orang yang e pengeluarannya di bawah 1,9 us dolar P3 gitu ya tapi kalau bicara jumlah Ya bicara jumlah itu ada di Jawa Timur Jawa Barat dan Jawa Tengah gitu ya jadi nah dari data ini tentu saja kita kan pengin tahu bagaimana program 0% itu kecapai dan kita perlu menentukan skala prioritas Bapak Ibu sekalian data makro itu hanya menunjukkan ini menunjukkan lokasinya tapi tidak menunjukkan di mana orangnya B and B itu ada di data sektoral yang dimiliki oleh Kementerian lembaga akan di opd di daerah gitu Jadi kita sudah punya Insight di sini bahwa kalau bicara jumlah yang perlu ditangani adalah pada kelompok di Jawa tapi bicara presentase ada di Papua Barat Papua dan EE yang ada di grafik sebelah kanan nah pada waktu itu Bapak Ibu sekalian diputuskan oleh pemerintah ya kita tidak berfokus kepada persentase tapi juga bicara kepada jumlah Oleh karena itu dari data yang kita sampaikan kepada pemerintah pada waktu itu disepakati Oh kalau begitu ya kalau begitu maka kita perlu menentukan skala prioritas mana-mana yang perlu ditangani yaitu pada daerah yang jumlahnya banyak dan daerah persentase kemisirannya tinggi Nah Bapak Ibu sekalian untuk mengklarifikasi mengkalibrasi data kemisan ekstrem kita juga menggunakan e sumber dari big data Bapak Ibu sekalian tentang Big data ini ya sudah dikembangkan oleh satu platform yang menggunakan berbagai sumber baik dari media sosial maupun dari CIT satelit maupun mobile phone data itu bisa dipetakkan secara Real Time Kakera kantong kemiskinan itu ada di mana ya ini dipetakkan secara global Bapak Ibu sekalian bayangkan ya di kalau BPS melakukan menenghitungan Penduduk miskin perlu melakukan survei tetapi dengan big data kita bisa mendapatkan update secara Real Time dengan cara mengamati perkembangan sosial media mobilphone data maupun dengan C satelit ini adalah contoh Bapak Ibu bisa masuk ke dalam web-nya bisa tahu bagaimana kemiskilan relatif di seluruh dunia Ya ini adalah contoh Bagaimana big data secara LM itu menampilkan kemiskinan di Indonesia dan ini bisa mengkonfirmasi penghitungan secara tradisional apakah yang kita hitung itu juga bisa diperkuat dengan sumber-sumber lain supaya akuntabilitas data itu bisa dipertanggungjawabkan ya kalau datanya enggak berkualitas ya kebijakan enggak berkualitas jadi ini adalah penguat ya pelengkap dari data kita yang dikumpulkan secara tradisional dikonfirmasi dengan sumber lain dari big data untuk meyakinkan bahwa data yang kita kumpulkan sudah berkualitas begitu ya nah iu sekalian Oleh karena itu sudah sepakat tahap pertama nih oh datanya Ini yang menjadi prioritas maka pemerintah memutuskan pada waktu itu ada l ada tujuh provinsi yang menjadi fokus untuk dipercepat penurunan kemiskinan ekstrimnya mulai dari Jawa Barat sampai dengan Papua gitu ya dan berikutnya BBU sekalian ini adalah kabupaten kota menjadi target ya sehingga kita bisa berfokus kepada target berdasarkan data makro nanti intervensinya pakai data mikro yang yang dimiliki oleh Kementerian lembaga Nah Bapak Ibu sekalian itu adalah tahap pertama melakukan identifikasi daripada isu yang ada di masyarakat terkait dengan kemiskinan ekstrm kita bisa mendapatkan informasi mengenai wilayahnya yang menjadi fokus di dalam penanganan kemiskiran ekstrem yang kedua Bapak Ibu sekalian di tahap kedua adalah ya dalam tahap kedua data yang juga bisa digunakan untuk mendukung tahap kedua ini berarti kita melakukan analisis mendalam dari kemiskinan itu sendiri Bapak Ibu sekalian kalau dilihat data kemiskinan ekstrem kita di 35 kabupaten kota tadi itu rupanya 56% orang miskin ekstrm itu bekerja dan yang menganggur Hanya 5,23 Jadi orang miskin ekstrim itu sebenarnya bekerja tapi karena pendapatan enggak cukup maka kategorinya Masih miskin gitu ya sedangkan yang bukan angkatan kerja itu ada 38% dia bisa bisa sekolah mengurus rumah tangga dan sebagainya kemudian kategori pekerja itu kalau di ci lebih mendalam dia bekerja di sektor pertanian dan 62%nya adalah bekerja sebagai informal dan t rt-nya itu adalah sebanyak 57% itu adalah tunggal dan ada lansia di sananya dan kalau dilihat dari fasilitasnya ya masih terdapat kurang lebih 20% yang tidak memiliki toilet dan sekitar 18% itu eh 17% yang tidak memiliki air minum layak Bapak Ibu sekalian kalau pocy Maker diberikan data seperti ini kira-kira Apa yang akan d lakukan Jadi support data itu membukakan Jalan kepada ee pembuat kebijakan kira-kira apa ya untuk tadi Pak Presiden mempunyai target 0% itu dengan informasi ini Apa kebijakan yang akan diambil Ada hal menarik di sini kalau bicara data pertama dia bekerja bekerjanya e terbesar di pertanian dan informal bicara pertanian juga bicara pastinya ada di desa gitu Kita bicara lokasi desa dan sektor pertanian juga ada lansia di sana juga ada fasilitas ya dari rumah tangga yang masih Ee tidak memiliki toilet dan juga ee air minum yang kurang layak gitu ya jadi informasi ini menjadi penting menjadi pendukung Bagaimana eh setting agenda itu dalam merumuskan eh satu kebijakan gitu ya Nah berikutnya di tahap ketiga Bapak Ibu sekalian ya dari sumber informasi lain dari big data juga diolah untuk pelengkap memberikan informasi pada Policy Maker adalah ini bahwa di masyarakat itu kalau kita dari indep study dan big data yang kita tangkap di masyarakat bahwa bantuan terkait bantuan sosial misalkan jadi masyarakat itu belum memahami secara utuh tentang mekanisme bantuan sosial jadi masyarakat miskin itu hanya sebagai objek aja saya dapat enggak sih Saya berak enggak tahu dia pokoknya ya saya terima saya ambil tapi tidak mempunyai informasi apa-apa gitu Ini yang yang dipelah dari hasil indep dan juga dari informasi big data gitu ya dan orang miskin itu ya dia pasrah dengan keadaan enggak pernah menuntut dapat enggak ya dan sebagainya bahkan kalau menuntut hati-hati Mungkin dia kategorinya enggak miskin gitu karena memiliki ee berganding position kepada para pemanggu kepentingan gitu ya ini adalah pelengkap dari data kuantitatif dari tadi data makro yang dihasilkan pelengkap untuk setting agenda di tahap kedua dalam e perumusan kebijakan gitu ya Nah berikutnya iu sekalian maka dalam memformulasikan kebijakan maka ya Informasi itu terus dianalisis sehing seingga kebijakan yang dibuat itu adalah ini Bapak Ibu sekalian ya pada waktu mengurangi dampak covid kemarin kepada kemiskinan maka pemerintah ya mengimplementasikan additional cash transfer jadi memberikan top up bantuan ya kepada masyarakat miskin itulah bentuk kebijakannya ya maka itu akan diuji cobakan kepada 35 kabupaten kota yang tadi dianalisis berdasarkan persentase dan jumlahnya kemudian juga ada target yang jelas bahwa dengan tahap pertama ini dengan kebijakan memberikan top up bantuan itu maka kemiskiran emnya akan berkurang menjadi 3,8 itu juga tadi kemampuan melakukan prediksi atas kebijakan yang dibuat ya kemudian menerapkan model konvergensi Artinya bahwa menangani kemiskan ekstrm itu dikelola dengan berbagai lintas sektor gitu ya Bapak Ibu sekalian inilah formalasi kebijakan dengan cara membaca data tadi data kuantitatif maupun big data maupun berbagai sumber lainnya sehingga pemerintah mempunyai kebijakan ya untuk mengurangi dampak krisis ini ya perlu diberi bantuan top up agar kemiskinan em itu bisa turun dan top upnya diberikan pada Oktober sampai dengan Desember di tahap pertama dan seterusnya sehingga target 2024 itu menjadi 0% gitu ya inilah formulasi kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dalam rangka tadi ya dalam rangka menjawab pertanyaan Pak Presiden Bagaimana kemiskinan ekstriim itu 2024 bisa sampai dengan 0% jadi sekali lagi Bapak Ibu sekalian data memiliki peran penting dalam ee berbagai tahapan dalam perumusan kebijakan nah strateginya gimana Jadi tadi sudah memformolisikan juga bicara strategi ya di sana kalau bicara data tadi karena pendekatan moneter tentu saja kebijakan atau strateginya mengikuti cara membaca datanya pertama Ya kalau bicara pengeluaran berarti menurunkan beban pengeluaran dari masyarakat miskin ya juga meningkatkan pendapatan juga bicara mengatasi atau mengurangi kantong kemiskinan karena kita bicara tentang wilayah begitu ya jadi strategi ini menjadi penting menjadi bagian dari data yang tadi kita berikan kepada pemerintah ya dengan cara tadi melihat e kondisi kemiskinan Seperti apa dan kemudian ee diterjemahkan ke dalam formulasi kebijakan dan strategi bagaimana itu mengurangi kemiskinan ekstrem gitu ya Nah berikutnya dibuatlah impres dan saya juga ee pernah bergabung di sana dalam apa dalam rapat-rapat di berbagai tempat ya Ee akhirnya dibuatlah regulasi impresnya Bagaimana ee itu dituangkan dalam bentuk regulasi di impres nomor 4 Tahun 2022 tentang percepatan penanggulan kemiskinan ekstrem gitu ya Jadi apa yang dibuat itu serangkainya menggunakan data dan informasi ya Sehingga pemerintah betul-betul berdasarkan bukti dalam merumuskan berbagai kebijakan gitu ya Nah Tahap terakhir tadi saya sampaikan data juga berperan di dalam monitor monitoring dan evaluasi kebijakan Bapak Ibu sekalian begitu top up diberikan di periode pertama BPS melakukan survei lagi berdampak enggak sih kepada penurunan kemisiran ekstrem kesimpulan sekalian ya ternyata top up Bansos itu tidak memberikan efek yang nyata kepada penurunan kemisan ini adalah evaluasi setelah diberikan treatment ya berikan apa tambahan bantu ya cas transfer kepada pemerintah ini rupanya tidak memberikan IMP kepada penurunan kemiskinan ini adalah evaluasi kebijakan dari kebijakan yang dibuat sebelumnya gitu ya yang kedua dipelajari juga kenapa dia tidakurun apa Kenapa Kis gak turunitu ya ter setelah dipelajari dievaluasi dari kebijakan itu ter perilakuyarakat miskin itu dapatantuan akan untuk konsumsi yang mengakibatkan pengeluarannya meningkat sehingga dia tidak tergolong lagi menjadi miskin ekstrem gitu ya rupanya dari hasil evaluasi kita dari 35 kabupaten kota begitu masyarakat miskin mendapatkan bantuan yang dilakukan adalah bukan untuk meningkatkan konsumsinya agar pengeluarannya meningkat gitu tetapi sebagian itu untuk membayar hutang melunasi kredit dan sebagainya gitu yang ini ya kebijakan itu meskipun diterima bantuannya tapi tidak berhubungan langsung dengan tadi indikator yang dibangun bahwa kemiskinan itu dihitung dari pengeluarannya Jadi kurang efektif di dalam Bansos itu mengurangi kemiskiran ekstrem ini adalah evaluasi dari kebijakan yang Oleh karena itu e apa keluar rekomendasi ya ini menjadi bagian penting bahwa tata keluar data targeting menjadi bagian penting untuk kemiskan ekstreem tadi ya dari informasi big data maupun sumber-sumber data yang kita dapat dari indeps tudy menunjukkan bahwa bah tata keluar data itu yang menjadi targeting masih lemah tadi komino juga menyampaikan ya datanya tersebar di mana-mana eh dan itu tidak memberikan efektivitas dalam intervensi kebijakan ya kemudian kesimpulan yang kedua bahwa bantuan sosial itu yang top up diberikan di tahap pertama itu ya itu belum bisa mendorong masyarakat kemiskinan ekst artinya apaak Ibu sekalian bahwa kemiskinan ekstrm itu tidak cukup dengan bantuan sosial Kurang lebih begitu ya kemudian rekomendasi yang ketiga bahwa dari hasil data dari temuan di pangan kita memberikan rekomendasi kepada pemerintah bahwa di dalam menangani kemiskiran ekstrem kita juga perlu melihat kelompok masyarakat yang tidak berdaya ya di faabel lansia dan penduduk dengan penyakit lainnya yang ini perlu penanganan khusus ya kalau dia di faabel lansia maka dia negara harus hadir memberikan perlindungan seumur hidup misalkan karena kalau dia untuk diberdayakan tidak mungkin lagi yang ada adalah memberikan bantuan apa Sepanjang Hayat ya agar konsumsinya ee keluar dari ee garis kemiskinan dan dia tidak menjadi miskin stim lagi ini adalah tahap keempat Bagaimana data itu kita gunakan bisa memberikan masukan kepada pemerintah dalam rangka monitoring dan evaluasi kebijakan yang dibuat oleh pemerintah gitu ya Nah ini rekomendasi kurang lebih seperti ini bahwa persalan data menjadi harus dikelola dan yang kedua ya bahwa dari data dan informasi yang kita punya Harusnya juga bisa memberikan Insight bagi pemerintah untuk melihat kemiskinan bahwa Kami mengusulkan bahwa tidak hanya dengan Bansos tapi bahwa kemiskinan itu dilihatnya dari berbagai aspek dengan melihat kapabilitas individu dan keluarganya ini perlu mendapatkan masukan ini adalah seperangkat rekomendasi dari dari data yang kita punya dan evaluasi monitoring dari kebijakan itu inilah rekomendasi disampaikan oleh pemerintah dalam rangka memperbaagi kebijakan ke depannya dan yang terakhir ini contoh bak Ibu sekalian yang sedang dikembangkan oleh bapnas juga Bagaimana penanganan kemiskan riim itu dengan melihat kapabilitas keluarganya sebagai contoh kalau pendatatannya sudah terpadu ini sedang dilakukan oleh pemerintah maka kita bisa melihat bisa monitoring secara Real Time Misalkan begini ya ini Eh saya ambil kasus misalkan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur ya ini adalah sebaran data penduduk yang ada di kita yang sudah dipetakan menurut lokasinya saya ambil misalkan di daah Eh ini Bojonegoro ya ini adalah sebaran penduduk yang ada di Bojonegoro ya yang merupakan gambaran kemiskinan yang ada di Bojonegoro dan masuk ke satu titik misalkan kita masuk ke dalam ya ambil satu rumah tangga yang merah ini ini adalah rumah tangga miskin ekstrem Nah kita bisa mantau Bapak Ibu sekalian harusnya ini dataanya kita punya kita pantau perkembangan dari waktu ke waktu karena sangat dengan teknologi sekarang sangat memungkinkan kita kita pantau perkembangannya dilaporkan secara beruntun kita bisa melihat bagaimana dinamika si rumah tangga ini yang ada warna merah itu perkembangannya dari waktu ke waktu Oh dari Maret ke Desember itu setelah diberikan top up juga bantuan tambahan tidak keluar dari kemiskinan ekstrm misalkan bisa kita pantau Bagaimana kondisi keluarga dan sebagainya ini bisa melihat kapabilitas individunya yang keluarga ya ini menjadi bagian informasi menarik termasuk juga rumahnya di foto di sana yang bisa memperlihatkan Bagaimana kondisi rumah dan sebagainya yang yang kedua Bapak Ibu sekalian karena kita melakukan geotagging di sini Kita juga bisa melihat bagaim mana akses si miskin itu kepada infrastruktur yang ada di wilayah misalkan berapa sih jarak dari rumah tangga miskin ekstrem itu kepada kantor desa misalkan Oh itu 1,2 KM Bagaimana jarak apa dari rumah tangga miskin itu misalkan nanti ke tempat sekolah dan kita bisa lihat lokasinya seperti apa yang artinyau Sekalian nanti dalam program pemerintah membuat kebijakan tidak hanya Bansos tapi juga bisa mengeluar apa apa mengurangi beban pengeluaran meningkatkan pendapatan dan juga mengurangi kantong kemiskinan contoh tadi adalah itu daerah yang lumayan jauh dan sekitarnya Banyak masyarakat miskin juga termasuk kantong kemiskinan di situ ya Nah Bapak Ibu sekalian dengan demikian ke depan datanya sudah terkonsolidasi dan data pemerintah yang bisa dibagi Pakaikan dan bisa dipatau perkembangannya dari waktu ke waktu maka diharapkan penanganan kemisan ekstrem 0% itu bisa kecapai di 2024 gitu ya Dan Terakhir Bapak Ibu sekalian ya saya memberikan rekomendasi belajar baik dari kementerian keuangan jadi Bapak Ibu sekalian kalau lihat paparannya Bu Menteri Keuangan di berbagai tempat penuh dengan data dan informasi apa yang dibangun di sana ya Dia membangun satu unit yang disebut dengan data driven di kementerian keuangan pentingnya membangun budaya data di kementerian keuangan Sehingga dalam merumuskan kebijakan anggaran dan lain sebagainya ini Bapak Ibu sekalian ya sudah berbasis bukti dan itu dikelola dari satu unit sehingga informasi menjadi lengkap Sehingga kebijakan-kebijakan dalam mengelola anggaran itu bisa lebih akuntabel ya dengan data yang berkualitas nah Saran saya di setiap satker opd provinsi kabupaten kota ya sejoganya juga bisa belajar dari Kementerian Keuangan Bagaimana budaya data itu dibangun supaya Policy Maker di masing-masing daerah itu bisa menggunakan data yang lebih apa akurat ya data yang lebih banyak sehingga dalam merumuskan kebijakan berdasarkan fakta dan data yang berkualitas gitu ya itu ee yang bisa saya sampaikan mudah-mudahan apa bermanfaat setidaknya ini memberikan apa Insight Bagaimana memanfaatkan data dalam eh tahap dalam setiap tahap perumusan kebijakan ya di tengah dengan tata kelola data kita yang masih ee terbatas yang memang harus disempurnakan ke depannya Terima kasih ee saya tutup wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya kembikan ialaikalam terima kasih Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih Pak Margo ini tadi penjelasannya sangat komprehensif ya Jadi bagaimana kita menyusun data yang sangat akurat dan kemudian untuk membuat suatu kebijakan nah sebelum ini sobat ASN nanti kita berikan kesempatan untuk bertanya ya kita akan memberikan sobat ASN kesempatan untuk bertanya dan sobat ASN bisa menggunakan fitur rise hand atau bergabung melalui YouTube Anda bisa Tuliskan pertanyaan lewat live chat begitu ya sebelum kami e persilakan sobat ASN untuk bertanya kita akan melihat terlebih dahulu video berikut ini state and local govern are charged with some of the most important work in our Society the programs they provide to their residents touch every aspect of life from education to healthc to Criminal Justice and more and it's essential that these programs achieve the best possible outcomes and get the most out of every tax dollar but too often Policy makers lack the necessary information about Which programs work Which don't and which provide the best Bang for your buck and are left to make crucial decisions with little to no data the pewarthur results first Initiative works with state and local governments to identify and invest in programs and policies proven to work results first helps government Leaders ACC and Assemble critical information about what works beginning by developing a program inventory a comprehensive list of all programs they provide in a given Policy area the program inventory pulls information like program name description participants and budget into one centralized place Once government Leaders know what programs their funding the Next step is to understand How effective those programs are there's a lot of information about program effectiveness out there but it's not easy to find so results first created a clearing house database a Collection of research from various National clearing Houses Which display programs according to their level of effectiveness Policy makers can search this wealth of information to assess the programs They're providing and see if they are proven to work They can also use it to explore other effective programs they could offer knowing What is currently being done How effective it is and what it costs is essential to deciding how to allocate limited resour for some of the programs identified in the inventory results first can help partners use our model to assess the Benefits and cost They can expect their programs to have the model calculates The projected impact of a program taking into account the specifics of their state or locality includingp characteristics costs and other variables finally results first enables governments to use all of this data and evidence to make more inform Policy and budget decisions reducing funding programs with Little evidence of impact and shifting funding to alternatives that can achieve Better outcomes by bringing evidence into the Decision Making process results first helps Policy makers improve outcomes for their residents [Musik] go [Musik] toust.orrs baik selanjutnya kita beri kesempatan untuk yang bertanya berapa yang sudah saya pilih ini yang tadi sudah menggunakan fitur R hand ya yang pertama ada Bapak Fajar sukmono Pak Fajar sukmono Selamat siang Selamat siang Ibu Selamat siang Bapak dari mana ini Pak dari cabang Dinas Pendidikan wilayah kotaang kota Batu Bu Oh siap Dinas Pendidikan Kota Batu Monggo pertanyaannya silakan untuk Pak Mar silakan Terima kasih mohon izin Bapak asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh buat semuanya Waalikumsalam warmah mulai dari pertama sampai dengan sesi kedua kami sudah mengikuti materi ini ada beberapa yang kami tanakan yang pertama yang terkait dengan materi Pak Bapak yaitu tentang keabsahan data sebagai pengambilan kebijakan bapak atau lebih seder untuk pengambilan keputusan saja mungkin kami selaku petugas pelaksana begitu Bapak S nanti untuk menjawab sebuah pertanyaan dalam pelayanan itu bisa pas dengan data yang akan kami sampaikan tadi Bapak menjelaskan tentang data mikro dan tentang data mikroapak eh begini ini terkait dengan pelayanan yang kami lakukan dan terkait data-data yang Bapak tadi penjelas yang disampaikan terutama untuk kemiskinan ekstrm Bapak nah kami di dalam pendidikan itu ada program Indonesia Pintar kebetulan Nambung Pak dengan pemberantasan kemiskinan ekstr nah kami di lapangan itu sering mendapati kenyataan pertanyaan ada keluarga atau wali murid atau mungkin bahkan muridnya sendiri mengajukan Indonesia Nah kam ini tadi di depan sudah ada n satu data datataik dijelaskan dari pemateri Pertama eh kami menjawabnya ini bingung yang akan kami sampaikan data yang dari zpodi sedangkan data yang dari kemiskinan ekstrm itu apa yang kami dapatkan dari dekad-dikat itu data yang ada di namanya data dtks Kalau tidak salah bak nanti kira-kira dalam suatu pelayanan hta yang bisa kami sampaikan dalam menj sebuah pertanyaan atau pengambilan keputusan untuk pikan pelayanan itu yang sah yang mana Jadi antara ada dua data satu dari dapod dan satu dari dis cap nah Kami sering kali seperti itu t di depan dari bapak Kalau tidak salah juga menkan tentang banyaknya sekali Sumber data dari berbagaid atau SKPD nah saya yang mungk Sara itu duluak jadi agar kami memberikan pelayan P masyarakat itu bisa pas seperti itu Terima kasih buatannyaamaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih Bapak fajarkon silakan Pak Mar dijawab dari Pak Fajar Baik terima kasih Pak Daratu ya nya sangat bagus Pak ini memang menjadi tantangan kita tadi ee dari Komo juga menyampaikan dan tadi di Paparan saya juga sudah di awal saya sampaikan bahwa dalam tata kelol data kita memang perlu mendapatkan perhatian ya agar kalau Tata kelolanya sudah bagus kita mengarah kepada satu data Indonesia sehingga nanti ke depan harapannya kalau itu terwujud maka bisa dibagi Pakaikan antar antar sektor ya antara pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah seingga menjadi single data yang bisa digunakan untuk semua semuanya ini bicara idealnya Pak ke depan gitu ya Nah kemudian yang sekarang ini gimana kondisi sekarang gitu ya Nah sekarang ini Saran saya bapak gitu ya Pak eh Pak Fajar yang pertama setidaknya kita harus mempercayai data yang dimiliki oleh pemerintah misalkan tadi kalau bicara data makro saya sampaikan itu kan menjadi undang-undang statistik mengarahkan menjadi tugasnya BPS gitu ya pastilah di sana di BPS di sana itu memiliki standar Bagaimana menghasilkan data itu sudah ada prinsipnya dan sebagainya setidaknya itu sudah di di apa melalui satu Mekanisme dengan metode tertentu sehingga kita bisa menyampaikan bahwa itu adalah officiial officiial statistik yang pemerintah begitu ya itu satu sisi bicara data makro yang tujuannya tadi Pak sukmono hanya meinformasikan kepada ee wilayah jadi targeting wilayah mana yang menjadi prioritas gitu ya Sedangkan untuk intervensi BM bedressnya itu ada di di opd atau di Kementerian kalau di level pusat begitu ya Nah sekarang balik ke tadi data di Kementerian itu yang digunakan untuk satu kebijakan yang dipakai oleh pemerintah yang mana meskipun di dalamnya masih ada kekurangan yang tidak koherensi satu sama lain misalkan misalkan Setahu saya untuk bicara kemiskiran ekstrm menggunakan data yang dimiliki pemerintah yang dimiliki oleh Kementerian ee PMK itu disebut dengan p3ke Kalau enggak salah gitu ya Ee Itu khusus untuk kemiskiran gunakan itu Pak untuk intervensi ya Meskipun di dalamnya kita tahu ada beberapa hal yang memang mesti Perlu diperbaiki tapi itulah data yang kita miliki sekarang ya sepakat dengan data itu dulu gitu Ya begitu juga kalau misalkan berbeda dengan data yang lain di bidang lain tidak ada pilihan lagi bahwa sekarang ini tadi untuk kebijakan a masih menggunakan data a kebijakan B masih menggunakan data B seharusnya data itu tersenter ya berbagai kebijakan itu menggunakan data yang sama sehingga efektivitas dari kebijakan itu bisa Di bisa bisa di diharapkan bagus gitu ya Pak Fajar itu kondisi kita memang sekarang tantangan kita memang satu data Indonesia harus dioptimalkan dan ini Peran kita semua ya baik di pusat maupun di daerah termasuk Wali data yang ada di kominfo untuk bagaimana berkoordinasi ya untuk mewujudkan satu data di Indonesia gitu gitu Pak Fajar Terima kasih begitu ya Pak Fajar Oke sudah n Terima kasih Terima kasih sudah bergabung bersama kami pak Pak Fajar ya Oke Baik terima kasih sekali lagi untuk Pak Fajar sudah bergabung tadi pertanyaan juga sudah dijawab oleh Pak margos selanjutnya ada satu lagi nih kawan kita atau sobat SN yang sudah bergabung ini jauh dari Manado dari Universitas samr tulangi Manado Nah Bu Nining ada Bu Nining Tri Susila Ningsih ya Bu Nining apa kabar Ibu boleh diaktifkan untuk e video nya ya biar kita bisa bisa melihat nih ee wajah cantik dari Bu Nining Bu Nining boleh diaktifkan untuk Videonya masih unmute ya Iya masih mute ya boleh di-unmute Ibu Selamat siang Bu Nining Iya kita masih menunggu ini Bu Nining oke oke karena Bu Nining tidak bisa kami hubungi mohon maaf kita e berganti ke penanya Selanjutnya ya ini ada bapak Dr Suryanto Cipto Selamat siang Pak Suryanto Selamat siang Mak Alhamdulillah iya pak suryant dari mana Dari pkkbn bpkbd Nganjuk BKKBN Nganjuk ya Iya Nganjuk siap siap Monggo kami persilakan pak surianto langsung pertanyaannya silakan terima kasih eh narasumber pertanyaan saya adalah satu kami memiliki data Grand desain kependudukan nah di dalam rangka menuju satu data ini mungkin ada sharing kabupaten mana yang sudah bisa berhasil membdingkan data ini sehingga menjadi bagian dari ee Bappeda bagian daripada rpjmd daerah begitu demikian mungkin sharing bapak kami mohon dibantu Terima kasih asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Monggo Pak Margo langsung dijawab I kalau pengamatan saya Pak surianto pertama Terima kasih Pak surianto responnya Jadi kalau pengalaman pengetahuan saya gitu ya yang sudah bagus terkait dengan tata keluar data itu kalau bicara Kabupaten itu itu ada di Sumedang Sumedang kemudian ee satu lagi di Banyuwangi juga bagus ya satu lagi Sebenarnya sedang bangun itu adalah di Bali saya lupa kabupatennya ee Bali itu lupa saya di kabupatennya itu juga sudah mencoba Bagaimana menerapkan roadmap satu data di level kabupaten kota gitu ya jadi itu Pak Pak Apa Pak Suryanto nah yang paling penting Pak Suryanto memang Saran saya begini ya bahwa nanti harus bicara dengan komino karena sebagai wali data Bagaimana mengkoordinasikan di level kabupaten kota jadi apa mengerjakan siapa mengerjakan apa itu dalam menghasilkan data harus clear Bapak jangan sampai ya seperti sekarang gitu data itu dibangun dari masing-masing instansi dari masing-masing opd di daerah tetapi karena waktu membangunnya tidak memenuhi prinsip satu data Indonesia maka begitu data itu digabung itu enggak bisa Bapak Harusnya kalau Bapak sudah mulai membuat roadmap ini bagus maka di tahap perencanaannya itu harus clear siapa mengerjakan Apanya ya Siapa itu artinya opd yang mana mengumpulkan data apa ya itu mesti dipetakan dan kemudian membangun prinsip satu datanya sehingga nanti begitu melakukan pengumpulan data maka data itu bisa diintegrasikan bisa dibagi Pakaikan kalau di dalam prosesnya ini mengikuti prinsip-prinsip satu data Indonesia gitu ya nah jadi ini ya daripada Bapak nanti gitu datanya sudah ada banyak di mana-mana mau digabung enggak bisa karena waktu membangun datanya itu prosesnya tidak mengikuti kaidah prinsip daripada satu data Indonesia yang dibangun oleh pemerintah gitu ya Jadi saran saya ini mumpung masih awal kalau Nganjuk arahnya ke sana Pak surianto sangat bagus e libatkan Kom info kemudian memetakan siapa mengerjakan apa dalam menghasilkan data itu perlu diatur dan penuhi kaidah prinsip satu data Indonesia agar data itu bisa dibagi Pakaikan antar instansi begitu demikian Pak mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaan ya Iya terima kasih Pak Suryanto sudah bergabung dan terima kasih juga Pak Margo matur nuwun sanget Terima kasih mudah-mudahan ini ilmu yang diberikan ee bermanfaat ya untuk seluruh sobat ASN tentu saja yang sudah bergabung kali ini insight-insight yang menarik insight-insight yang edukatif begitu bagaimana kita menyusun data yang akurat untuk menjadi sebuah kebijakan yang akuntabel tentunya Baik terima kasih sekali lagi Pak Margo Terima kasih sehat dan sukses selalu dan ak ke nasber berik ya sebel itu kita akan melihat terlebih dahulu video berikut [Musik] ini zaman yang terus bergerak sambut dengan penuh semangatatnya kita mang hadapi segala tantangan tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak bersama ASN belajar ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan untuk inovasi yang berkelanjutan jadi ASN berakhlak mulia dia siap menyosong Indonesia emas ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia Satukan tekat pantang menyerah jadi ASN jetar berkualitas yang belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia atkanangyerah jadi as berku bersama ak [Musik] belajar ya bagaimana sobat ASM masih semangat ya tepuk tangan dong kalau masih semangat oke dan selanjutnya kita akan menuju ke narasumber berikutnya beliau adalah statistisi ahli muda Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Ibu Rani Kemala Trap Sil Siwi MSI Asalamualaikum Selamat siang Bu Radi Waalaikumsalam Aduh cantik sekali Bu Rani hari ini Bu Rani ini tadi kan kita sudah dapat banyak ee ilmu-ilmu ini ya yang sangat menarik begitu yang sangat bermanfaat tentunya untuk sobat ASN semua Bagaimana kita bisa mengumpulkan data-data yang akurat nih untuk satu kebijakan yang tentu saja yang akutabel begitu Bu Rani kalau sekarang Bu Rani mau berbagi apa nih buat sobat ASN Hm berbagi konsep berpikirnya aja Mbak Oh konsep berpikirep berpikir bahwasanya dari data kemudian kita analisis kemudian jadi suatu keputusan untuk perencanaan mendatang Oke Baik kalau begitu ini akan menambah atau melengkapi begitu ya ilmu kita siang hari ini langsung saja kita berikan kesempatan Ibu Rani Kemala trapsiliwi MSI Ya baik silakan Bu Rani ya asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Eh Selamat siang Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya untuk Sharing ilmu terkait pemanfaatan data untuk pengambilan kebijakan studi kasus pada bidang pendidikan rpjmd adalah rencana pembangunan jangka menengah daerah yang merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah yang digunakan sebagai landasan serta pedoman bagi pemerintah daerah dalam melakukan Pembangunan Daerah selama 5 tahun mendatang untuk Adapun visi misi rpjmd Provinsi Jawa Timur adalah terwujudnya masyarakat Jawa Timur ur yang adil sejahtera unggul dan berakhlak dengan tata kelola pemerintahan yang partisipatoris inklusif melalui kerja bersemangat dan semangat gotongroyong pembangunan di bidang pendidikan mendukung pencapaian misi dua dalam rpjmd provinsi Jawa Timur yaitu kesejahteraan yang berkeadilan sosial pemenuhan kebutuhan dasar terutama kesehatan dan pendidikan penyediaan lapangan kerja dengan memperhatikan kelompok Rentan tugas dan fungsi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur itu sendiri sesuai dengan peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 96 tahun 2021 adalah membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintahan sesuai dengan kewenangan pemerintah provinsi di bidang pendidikan serta tugas pembantuan selain memiliki tugas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga menyelenggarakan fungsi juga menyelenggarakan fungsi perumusan kebijakan di bidang pendidikan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pendidikan pelaksanaan administrasi dinas pendidikan itu sendiri serta pelaksanaan fungsi-fungsi lain yang diberikan oleh ibu Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya Adapun permasalahan pendidikan di Jawa Timur ini ee terdapat enam poin yang utama yaitu disparitas kualitas perbedaan kualitas pendidikan baik antar sekolah di daerah tertentu dengan daerah lain itu berbeda ini terlihat dari jumlah siswa yang bersekolah di perkotaan itu lebih banyak apalagi di sekolah-sekolah yang terlihat mutu kualitas pendidikannya itu sudah bagus Selain itu sarana dan prasarana ketersediaan dan peruntukan di suatu sekolah tertentu itu itu berbeda-beda belum ada beberapa yang belum sesuai dengan kebutuhan dari sekolah tersebut relevansinya adalah kesesuaian jumlah lulusan peserta didik kita dengan kebutuhan di dunia kerja seperti di dunia usaha dan di dunia industri untuk guru dan tenaga kependidikannya ee kualitas kuantitas kompetensinya serta sebaran guru masih dibutuhkan pemerataan yang lebih baik lagi sehingga guru-guru bisa mengembangkan kompetensinya di sekolah-sekolah baik di daerah yang EE terpencil maupun di daerah yang ee kurang terjangkau akses pendidikannya untuk Sinergi pemerintah masyarakat dan sektor swasta harus melakukan sinergitas yang bagus dalam mewujudkan dan meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik lagi untuk kapasitas fiskal sekolah kemampuan sekolah dalam menganggarkan anggaran pendidikan masih tergantung pada jumlah siswanya sehingga kelemahannya untuk sekolah yang tidak memiliki siswa atau memiliki jumlah siswa yang sedikit itu mendapat Anggar jumlah anggaran yang sangat terbatas eh untuk program prioritas yang dicanangkan oleh ibu Gubernur yaitu program prioritas Jatim cerdas ya SMA Negeri Taruna Jawa Timur sekolah unggulan dan berasrama ini dengan memberikan penguatan kurikulum bela negara dan kesamaptaan yang bekerja sama dengan TNI Polri itu sebanyak empat sekolah yaitu SMA Negeri tarunaanala di Kota Malang SMA Negeri 3 Taruna angkasa di kota Madiun SMA Negeri 2 Taruna Bayangkara di Banyuangi serta SMA Negeri 5 Taruna Brawijaya di Kediri untuk revitalisasi SMK membangunkan lagi e tugas dan fungsi dari SMK itu sendiri yaitu pemenuhan sarana dan prasarana untuk menjadi pusat sumber belajar mengajar bagi sekolah-sekolah di sekitarnya untuk bpo biaya penunjang operasional penyelenggaraan pendidikan ini merupakan bantuan pengganti SPP untuk SMA SMK dan pkplk peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan jenjang SMA SM dan pkplk kemudian adanya program SMA double track yaitu pemberian keterampilan tambahan pada siswa SMA yang berencana tidak melanjutkan ke perguruan tinggi untuk manajemen kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan ini diberikan pemerataan kesejahteraan untuk guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap di lembaga Negeri serta pemberian honorarium kinerja pada guru non PNS untuk rencana aksi dinas pendidikan isu-isu strateginya belum meratanya guru serta masih banyaknya ee apa itu namanya siswa anak anak-anak yang tidak masuk sekolah sehingga adanya intervensi kebijakan dari dinas pendidikan juga cukup penting dalam mewujudkan dalam menyelesaikan isu strategis tersebut Adapun program unggulannya adalah pendaftaran data anak tidak sekolahend mendata anak-anak tidak sekolah kemudian pengembangan aplikasi agtk Pelaksanaan kerja kjar paket serta program-program seperti bantuan penyelenggaraan operasional pendidikan dengan sumber anggarannya dari APBD maupun APBN sasarannya adalah anak-anak tidak sekolah masyarakat siswa guru dan tenaga kependidikan untuk data yang digunakan sebagai dasar dari perencanaan Kami adalah data rapor pendidikan data rapor pendidikan ini merupakan data Sumber data baru yang baru dirilis dari tahun 2021 sesuai dengan permendbut ristek Nomor 9 Tahun 2022 bahwasanya rapor pendidikan ini akan digunakan sebagai dasar perencanaan kita di masa yang akan datang rapor pendidikan merupakan sumber data tunggal sebagai dasar analisis dasar perencanaan dan dasar tindak lanjut peningkatan kualitas mutu pendidikan Selain itu rapor pendidikan adalah suatu alat ukur yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar rapor pendidikan ini juga tidak memm juga tidak jauh-jauh sekali dari standar nasional pendidikan rapor pendidikan ini disusun dengan memperhatikan delapan standar nasional pendidikan seperti standar kompetensi lulusan standar isi standar lulus standar proses standar pengelolaan pembiayaan standar gtk standar PR sarana dan prasarana nah ini sebagai hasil dari rapor pendidikan provinsi Jawa Timur terlihat bahwasanya ada Del indikator prioritas dengan lima jenjang yaitu jenjang SMA SMK sdlb smpl LB dan smal LB untuk indikator Prioritas pertama seperti kemampuan literasi ee yaitu kemampuan literasi ini untuk melihat kemampuan para peserta didik kita dalam memahami menggunakan merefleksi ee berbagai macam jenis teks untuk jenjang SMK dan SMA masih tergolong sedang sedangkan sdlb sudah tergolong baik smplb masih sedang dan smal LB masih dalam kategori sedang untuk kemampuan numerasi memm digunakan untuk melihat kemampuan peserta didik kita dalam berpikir menggunakan konsep ee kemudian menggunakan alat matematika sebagai bahan menyelesaikan masalah sehari-hari dalam berbagai jenis konteks yang relevan mereka sudah masuk kategori Sedang pada jenjang SMA SMA masuk kategori sedang sdlb sudah baik SMP LB sedang dan SMA LB masih tergolong kategori sedang untuk iklim keamanan sekolah ini untuk melihat apakah satuan pendidikan tertentu itu atau sekolah itu sudah memiliki lingkungan yang aman bagi para peserta didik maupun para anggota sekolah lainnya seperti jauh dari hukuman fisik perundungan kekerasan seksual maupun penyalahgunaan narkoba untuk lima jenjang yang ada di provinsi Jawa Timur ini sudah masuk dalam kategori baik sehingga m tidak tidak perlu lagi dimasukkan ke dalam lembar kerja daerah untuk Iklim Bukan menjadi prioritas maksudnya I untuk iklim kebinekaan itu untuk mengetahui apakah para warga sekolah sudah memahami dan mengakui adanya keberagaman budaya dan keberagaman kepercayaan untuk jenjang SMA SMK sdlb smplb dan smab itu sudah tergolong kategori baik untuk Iklim inklusivitas Iklim inklusivitas ini digunakan untuk mengetahui apakah layanan di satuan pendidikan tertentu itu ee bisa mendukung anak-anak dengan disabilitas tertentu ya Jadi untuk di sekolah-sekolah di Jawa Timur Ini kebanyakan sudah baik sehingga ee layanan terhadap peserta didik disabilitas tidak dibeda-bedakan dengan peserta didik normal lainnya untuk penyerapan lulusan SMK itu tingkat penyerapan lulusan SMK dapat dilihat sudah baik ini hal ini dapat dilihat dari tingkat pengangguran terbuka di Jawa Timur sudah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya tingkat penyerapan lulusan SMK ini adalah ee penyerapan lulusan SMK yang sedang bekerja berwirausaha maupun melanjutkan ke perguruan tinggi untuk kepuasan dunia kerja pada budaya kerja lulusan kesesuaian kompetensi yang dimiliki oleh lulusan peserta didik dengan ee bidang yang ada di dunia usaha dan di dunia industri ini masih dalam kategori sedang nah PR kita pada tahun ini adalah angka partisipasi sekolah dari lima jenjang itu masih masuk ke dalam kategori rendah hal ini hal ini bisa dilihat dari hasil rapor pendidikan ini ini Angka partisipasi sekolah untuk usia 16 sampai 18 tahun itu masih rendah dan angka partisipasi sekolah pada usia 4 sampai 18 tahun itu masih rendah sehingga dibutuhkan tindak lanjut dengan menuangkan indikator prioritas tersebut ke dalam lembar kerja daerah perencanaan berbasis data perencanaan berbasis data ini adalah pemanfaatan data pada platform rapor pendidikan itu tadi sebagai bentuk intervensi satuan baik dari satuan pendidikan maupun dari pemerintah daerah untuk mendukung mencapai peningkatan serta perbaikan mutu pendidikan yang berkesinambungan tujuan dari perencanaan berbasis data ini adalah melakukan perbaikan pembelanjaan anggaran agar lebih efektif akuntabel dan konkret sesuai dengan keadaan di lapangan tiga tiga langkah tujuan perencanaan berbasis data ini yaitu identifikasi refleksi dan benahi contoh pada bagan ini dapat dilihat yaitu data rapor pendidikan yang tiap tahun dirilis itu dinas opd yaitu Dinas Pendidikan maupun satuan pendidikan itu akan di dikeluarkan akan memiliki akan memiliki data rapor pendidikan itu dengan mengunduh dari laman kemendikbut ristek Nah dari data rapor pendidikan yang dimiliki itu kita bisa identifikasi masalahnya apa seperti itu tadi indikator-indikator yang ada di slide sebelumnya kita identifikasi masalahnya apa yang masih dalam masuk kategori rendah itu yang mana kemudian kita lakukan refleksi kemudian melakukan pembenahan yaitu dengan merumuskan kegiatan dalam bentuk rencana kegiatan kalau di dinas itu berarti masuk ke Renja rencana kerja Dinas atau kalau di sekolah bisa masuk ke dalam rkas rencana kegiatan dan anggaran sekolah untuk simulasi lembar kerja daerah dapat dilihat ini contoh untuk ini contoh aja untuk di dinas ya misalnya untuk jenjang SMA ini kan tadi yang indikatornya paling rendah itu angka partisipasi sekolah usia 16 sampai 18 tahun ini dipilih karena indikator ini memilik masih masuk dalam kategori rendah sehingga indikator ini yang dipilih untuk dituangkan ke dalam rencana kegiatan untuk indikator akar masalahnya ee dipilih daftar anak 16 sampai 18 tahun yang tidak bersekolah dan yang kedua kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan Kenapa sih kok memilih daftar anak ini dimasukkan ke dalam akar masalah karena daftar anak 16 sampai 18 tahun yang tidak bersekolah ini sangat sulit didapat bahkan eh integrasi pengintegrasian data dari pusat pun masih belum bisa melahirkan data-data ini sehingga sangat penting sekali untuk memiliki data-data ini yang kedua kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan eh secara statistik anak butuh sekolah itu tidak disebabkan hanya karena biaya atau ekonominya saja melainkan dari minat dan keinginan anak itu untuk belajar sehingga kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan ini kami angkat di indikator masalah untuk indikator benahi pendataan warga negara usia 16 sampai 18 tahun ini yang tidak bersekolah Kemudian yang kedua Menyusun kebijakan untuk Menyusun kebijakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat jadi seperti membuat peraturan membuat peraturan Gubernur sehingga menjadi dasar hukum yang kuat bagi kita untuk mendorong arakat menyadari akan pentingnya pendidikan untuk sasaran pembenahannya dapat di sasar ke-38 kabupaten kota masing-masing kabupaten kota kita berikan sosialisasi bahwasanya sangat penting ee untuk melanjutkan pendidik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan adanya penyusunan peraturan-peraturan yang memperkuat sosialisasi-sosialisasi itu tadi selain itu juga diadakan pendataan anak-anak tidak sekolah baik ee putus sekolahnya itu pada saat bersekolah maupun adanya anak peserta didik yang sudah lulus di jenjang yang tinggi tetapi tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi selain itu juga penting sekali untuk mengetahui anak-anak yang tidak sekolah mulai dari ee Sekolah Dasar hingga sampai sekolah ke jenjang menengah baik itu saja yang sharing yang dapat saya sampaikan terima kasih Oke Baik Terima kasih Bu Rani Dan ini teman-teman sobatn semua yang ingin bertanya kami persilakan ya pakai fitur R hand atau untuk Anda yang e bergabung di YouTube bisa menggunakan live chat Tapi sebelum saya kasih kesempatan untuk sobat ASN semua bertanya kita akan melihat terlebih dahulu ada video berikut ini meng dengan hati memiliki tantangan [Musik] tersendiri perlu diiri dengan keikhlasan tanpa henti konsistensi dalam diri tentunya akan selalu teruji Sabar ya Bu saya nabung dulu untuk pengobatan mata Ibu Jangan pikirkan ibu yang penting kamu kerja jujur demi terjag hati semua orang yang kita [Musik] kasihi Oke kita kembali lagi dan langsung saja kita akan memberikan kesempatan untuk sobat ASN yang ingin bertanya dan ini sudah eh dipilih oleh host ya untuk dua penanya yang sudah bergabung bersama kita yang pertama ada Bapak hoidir Selamat siang pakidir mana ini Pak Khidir ah ini dia selamat siang Halo pakidir Bapak nah wajahnya boleh agak kelihatan nah iniudahudah ganteng Pak Yang mana nih pak ya pak kacamata ini nah oke Pak dari mana Halo Pak Bapak jangan senyum-senyum aja jaw Halo mana p ar suara saya dengan baik ya selanjutnya kita ke beralih ke Pak Firman Supriadi ini dia Pak Firman Apa kabar Kabar baik mbak asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Pak Firman dari mana Pak dari Jember Bu Kabupaten Jember Wah dari kabupaten jembember Oke Langsung saja pertanyaannya silakan diajukan ke Bu Rani Pak Firman mangga ee Begini bu ee ketika bicara tentang pendidikan maka seringkiali kita menemui adanya piramida terbalik sehingga ee banyak peserta didik itu tidak terserat di sekolah negeri padahal dengan apa terutama dengan penerapan zonasi Bu sistem zonasi ini dialami sendiri oleh saya dan teman-teman teman-teman sekitar saya yang dengan sekolah negeri itu jaraknya sekitar 5 km dan 7 KM sehingga tidak terserap di sekolah negeri eh untuk selanjutnya sehingga ada beberapa orang yang istilahnya ada di level antara mampu dan tidak mampu itu Mereka cenderung tidak tidak bersekolah karena ee ketidakmampuan membiayai pendidikan dengan eh semacam ini apakah ada usaha dari pemerintah untuk memperbanyak Sekolah Negeri Bu di tiap kecamatan gitu karena terutama SMA Bu sekolah negeri untuk SMA kar kalau SMP itu tiap kecamatan ada ada dua atau tiga tapi untuk SMA tidak semua apa Kecamatan itu ada sekolah negeri mohon petunjuknya Terima kasih wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih Pak Firman ini Pak Firman menanyakan karena eh terkendala zonasi tadi Bu Rani kemudian juga SMA Sekolah Menengah Atas yang ada di lingkungan beliau ini sangat terbatas Bagaimana silakan dijawab Bu Eh sepengetahuan kami ya pak itu kan memang zonasi itu menjadi masalah bersama gitu Jadi kalau menurut saya ee perlu adanya kajian adanya kaji an program zonasi ini seperti apa terus kemudian membawa dampak Seperti apa untuk yang pembangunan SMA yang perkecamatan itu memang perlu sih Pak jadi diadakan pemetaan dulu pemetaan jumlah sekolah yang tersebar di Jawa Timur ini gimana perkabupaten kotanya itu gimana Apakah per kecamatannya itu masih ada eh daerah-daerah di kecamatan yang belum memiliki sekolah jenjang menengah itu pun penting untuk ee tindak lanjut lagi sih sebenarnya kayak gitu Jadi emang perlu kajian lagi itu aja Pak saya bisa menjawabnya perlu adanya kajian kajian lagi terkait zonasi ini karena ini merupakan masalah bersama masalah yang cukup ee krusial menurut saya gitu gitu begitu ya Pak Firman jadi ini ee perlu dikaji lagi mudah-mudahan Segera dikaji oleh Pi yang terkait Bagaimana mengumpulkan data dan kemudian menjadi ee riset dan kemudian menjadi kebijakan yang tentunya bermanfaat ya menguntungkan untuk seluruh masyarakat terutama untuk sekolah ini karena ini hal yang sangat krusial begitu ya Pak Firman ya ya Bu Terima kasih Bu Mat Terima kasih banyak matur nuwun sehat selalu pak Firman Ya baik dan selanjutnya ini sobat ASN dan Bu Rani ada lagi yang bertanya ini melalui live chat ya saya akan bacakan pertanyaannya jadi Ini dari bu Eri di SLB di Surabaya Beliau mengatakan bahwa Bu Eri punya murid yang tidak sekolah kebetulan ini siswa disabilitas Ya karena dari SLB nah kemudian langkah-langkah apa saja yang harus Dil lakukan Bu Eri mungkin pertama ee untuk ee mengumpulkan data Siapa saja yang murid yang belum bersekolah dan kemudian hal itu kalau sudah terkumpul datanya dilaporkan ke mana muridnya intinya Bu Eri ini punya keinginan gitu ya saya saya jadi agak emosional Kalau ngomongin soal sekolah ini ya Bu Eri ini punya keinginan untuk muridnya bisa bersekolah lagi begitu ya Nah Apakah Bu er ini harus ke dinas sosial terlebih dahulu atau harus ke dinas pendidikan terlebih dahulu begitu silakan dijawab Bu Rani Iya makasih untuk ibu Eri itu langkah pertama yang harus dilakukan adalah e mewawancarai anak tersebut anak disabilitas itu Mbak jadi ee kamu itu enggak mau sekolah itu karena apa iya kenapa gitu Kalau misalnya tahu Oh tidak sekolah karena kekurangan biaya misalnya kan kami sudah ada program bpo itu biaya penunjang operasional penyelenggaraan pendidikan yang itu yang bisa ee membantu Apa itu biaya spp-nya itu Mbak gu Nah kalau apabila alasannya Memang karena malu gitu kan ya biasanya anak-anak disabilitas itu malu ya k kalau saya rasa anak disabilitasnya enggak malu mungkin dari lingkungan keluarga ber kalau Anaknya pasti punya keinginan yang kuat untuk sekolah sekali berarti kita harus men menumbuhkan kepercayaan diri kepada orang tuanya karena kan di sini juga kemarin itu kami tahu di dinas pendidikan itu ada program antar jemput gitu mbak jadi antar jemput anak-anak disabilitas gitu Yang merasa kesulitan akses untuk pergi ke sekolah itu kita menyediakan layanan tersebut Jadi kalau menurut saya Ya harus melakukan pendekatan secara ini sih ya emosional Emang ke orang tuanya gitu oke baik jadi harus lapornya ke mana dulu Dinas Sosial at pendikan aja langsung langsung ke dinas pendidikan pendidikan langsung iya oke baik ini mudah-mudahan jadi solusi inih ya mudah-mudahan jadi solusi Jadi Bu er silakan langsung melaporkan ee anak calon anak didik lah ya ini ini murid-muridnya yang tidak bisa bersekolah langsung ke dinas pendidikan mudah-mudahan ini jadi solusi dan mudah-mudahan semua anak di negeri ini bisa bersekolah dengan baik apapun itu entah anak disabilitas atau nonondisabilitas begitu ya jawabannya dari Bu ee dari Bu Radi mudah-mudahan Bu Eri sudah puas dengan jawabannya baik nah e selanjutnya untuk penanya saya informasikan ya E yang terpilih silakan konfirmasi alamat ke kontak person di 082119041 satu Bu Rani mungkin ada closing statement yang ingin disampaikan Enggak ada enggak ada sudah cukup ya oke sudah cukup dan EE pemirsa eh sobat ASN ini ya yang sudah bersama kami tentu saja kami ucapkan terima kasih atas kebersamaannya dari tadi sampai siang hari ini mudah-mudahan apa yang disampaikan oleh seluruh narasumber hari ini bermanfaat ya insight-insight yang bagus kemudian ilmu-ilmu yang sudah kita seram bersama mudah-mudahan ini bisa segera diaplikasikan di tempat Anda masing-masing Terima kasih sekali lagi untuk seluruh pihak yang telah mendukung ada Bapak Deputi bidang kebijakan pengembangan kompetensi ASN Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia bapak Muhammad Taufik dia dan kemudian Widyaswara ahli utama bpsdm Provinsi Jawa Timur Bapak Margo yuono Terima kasih juga untuk Ibu cantik di sebelah saya statistisi ahli muda Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Ibu Rani Kemala trapsil Siwi MSI dan kami Ingatkan untuk sobat ASN bahwa link presensi sudah dapat diakses Ya silakan langsung klik di bit.l/ar Mir hadir seri 34 dan link presensi hanya hari ini saja ya sampai pukul 2359 menit waktu indonesia barat layanan kontak person bisa dihubungi di 0821190411 hanya sampai 23 september 2023 pukul 21 Waktu Indonesia Barat ASN belajar seri 34 ini dipersembahkan oleh korpu sdis bpsdm Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan wipro communication kami pamit undur diri terima kasih atas perhatian dan kebersamaannya wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat siang sampai jumpa buat sobat ASN di Manap pun berada terus tingkatkan kompetensi jadilah ASN pembelajar Selamat belajar buat ASN seluruh Nusantara a sambut dengan penuh semangat saatnya kita Melang untuk sobat ASN di mana pun berada data merupakan hal yang sangat penting untuk penentuan perencanaan Oleh karena itu utamakan keakuratan data sebagai kunci sukses perencanaann belajar ASM belajar seri 34 sukses selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan menjadi ASN berakhlak mulia siap menyosong Indonesia emas ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia sattukan tekad pantang menyerah jadi ASN jetar berkualitas SM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia Satukan tekad pantang menyerah jadi ASN car [Musik] berkualitasama as [Musik] belar [Musik] Aduh gimana sih ini kok sertifikatnya belum muncul juga enggak ya padahal udah isi link presensi Ada apa sih Bu Novi Kok kelihatannya bingung begitu ini loh bu saya kan sudah isi link presensi tapi kok sertifikatnya belum ada ya padahal kan katanya setelah isi link presensi kita dapat langsung mengunduh sertifikatnya Bu Novi sudah mengisi link kuisioner belum Hah kuisioner apa Bu jadi setelah mengisi link presensi Bu Novi juga harus mengisi link kuisioner monev baru deh sertifikat akan dikirimkan melalui W sini- sini Bu saya bantuin Berikut ini adalah tutorial cara menggunakan aplikasi indef untuk mendapatkan e-sertifikat yang pertama pastikan sobat ASN sudah mengisi link pendaftaran yang terdapat pada flyer ASN belajar link pendaftaran ini dapat diisi maksimal 1 hari sebelum acara webinar dilaksanakan Masukkan alamat yang tertera pada flyer ASN belajar sebagai Conto bit.ut leadership sobat ASN akan diminta untuk akses lokasi pilih izinkan atau allow setelahnya masukkan email sobat ASN yang masih [Musik] aktif kemudian isi kolom data diri sobat ASN pada formulir yang tersedia ya isi setiap kolom dengan benar ya Tulis nama lengkap sobat ASN karena ini adalah nama yang akan tertera pada e-ertifikat selanjutnya isi kolom NIP pangkat dan golongan sobat [Musik] ASN lalu isi instansi dari mana sobat ASN berasal juga harus diisi dengan benar ya jangan lupa tulis kota atau Kabupaten dari mana sobat ASN berasal Setelah semua kolom terisi cek dan pastikan kembali data yang sudah sobat ASN isi benar lalu klik submit sobat ASN akan langsung mendapatkan pesan di WhatsApp yang berisi kan link materi virtual background dan juga link presensi save terlebih dahulu nomor indef Gateway ya agar Link yang diterima aktif dan menjadi hyperlink