Transcript
eF4LkxFEmF8 • Webinar ASN Belajar Seri 31 - ASN Sehat Produktivitas Melesat
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0099_eF4LkxFEmF8.txt
Kind: captions
Language: id
Tapi sing kono sing
tak masalah
jawab wis jawab
Eh, Rakutane
[Musik]
sing paparan iki durung l nek gak ngak
iso aku berdi
Baik
semua terima kasih
[Musik]
Juli
yang
[Musik]
Baik Bapak Ibu di sini mengunjungi
yang ada di sebelah kiri rambut
bisa berfoto
di Komasi Kalimantan.
Kami silakan Bapak Ibu yang bisa dari
yang ada di
kami silakan Bapak Ibu bisa
[Musik]
desktop desktop
desktop
desktop nyala.
I apa nyal kan
on ya
[Musik]
coba gerak
[Musik]
telah tersedia
Trisik dan Bapak Ibu boleh berkunjung
berfoto
dengan
waktu
[Musik]
C2
[Musik]
Simpan
ini dari
[Musik]
ee
oke Oke,
[Musik]
Tuhan
[Musik]
B
[Musik]
yang
terus
ngeling
yang
[Musik]
Eh ik coba
[Musik]
yang
[Musik]
ya
T du sat kamera on.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Salam sejahtera. Shalom. Om swastiastu.
Namo buddhaya. Salam kebajikan. Selamat
datang saya sampaikan kepada seluruh
narasumber dan peserta dalam webinar ASN
Belajar seri ke-31
persembahan dari Corpues Rigis BPSDM
Jawa Timur.
Webinar ASN Belajar seri ke-31 ini
mengangkat tema yang relate dengan kita
semua, yakni ASN sehat produktivitas
melesat. Perkenalkan saya Yuan Yucan
sebagai host pada webinar kali ini.
Sobat ASN semuanya, webinar ASN belajar
kali ini sangatlah spesial. bisa
dirasakan suasana ada saib-sayub
terdengar suasana kemeriahan karena kita
live dari arena gelaran Jambore Inovasi
Nusantara atau join yang diselenggarakan
oleh Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia di Samarinda
Convention Hall dan juga di ibu kota
Nusantara.
Berikut ini adalah webinar ASN belajar
seri ke-31.
[Musik]
Baik, sobat ASN semuanya, sebelumnya
izinkan saya menyapa terlebih dahulu
para tamu kehormatan dan juga para
narasumber yang sudah hadir baik secara
langsung maupun virtual.
Baik, izinkan saya menyapa yang
terhormat Bapak Dr. Ramlianto, SPMP.
Beliau adalah Kepala BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang, Bapak.
Dan berikutnya
[Musik]
Iya. Baik. Dan berikutnya saya juga akan
menyapa para narasumber yang telah hadir
dan siap membagikan ilmunya kepada kita
semua pada hari ini. Dan tentu saja para
sobat ASN dapat mengajukan pertanyaan
mumpung ya. Baik, yang pertama saya akan
menyapa Bapak ee yang kami hormati Bapak
Dr. Andrianto, SH., MKes. Beliau adalah
Kepala Brida Provinsi Jawa Timur. saat
ini telah bergabung secara virtual dan
akan menyampaikan keynote speech-nya
nanti kepada kita semua. Asalamualaikum,
selamat siang Bapak Andrianto.
Berikutnya
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Sehat nggih, Pak?
Alhamdulillah sehat, Mbak.
Senang sekali. Selanjutnya saya juga
menyapa Ibu Dr. Neni Ismaya, Mom. Beliau
adalah dosen di STIK Mahakam Samarinda.
Selamat siang, Ibu. telah hadir bersama
kita langsung di sini. Kemudian
selanjutnya Ibu Silvani Dianita, MTsi
Psikolog,
seorang pranata humas sekaligus psikolog
klinis dewasa telah bergabung juga
bersama kita secara daring. Apa kabar
Ibu Silvani Dianita?
[Musik]
Semoga sehat selalu, Ibu. Dan tidak
ketinggalan saya ucapkan selamat siang
kepada panelis kita yang pada sesi
diskusi nantinya akan memimpin sesi
diskusi panel Bapak Ahmad Fadoli, Esos,
M.Si. si beliau adalah KTIM seksi P2M
BNN Kota Samarinda.
Dan tentu saja saya mengucapkan selamat
bergabung kepada seluruh peserta Sobat
ASN yang antusiasmenya sangat luar biasa
pada siang hari ini yang bergabung baik
melalui link Zoom maupun YouTube channel
BPSDM Jatim TV.
Sobat ASN, puji syukur ke hadirat Allah
Subhanahu wa taala atas berkat dan
rahmatnya kita semua masih diberikan
kesehatan juga kesempatan sehingga dapat
bergabung di momen yang sangat baik ini.
Semoga usaha kita semua untuk terus
mengupdate ilmu, memperbaiki diri
senantiasa diberikan kelancaran. Amin.
Amin ya rabbal alamin.
Sobat ASN, kesehatan mental telah
menjadi topik yang semakin mendapat
perhatian di berbagai lapisan
masyarakat. Salah satu kelompok yang
dipandang perlu memberikan perhatian
khusus terhadap kesehatan mental adalah
Aparatur Sipil Negara atau ASN. Mengapa?
Karena ASN memiliki tugas dan peran yang
sangat penting, yakni selain menjalankan
tugas-tugas pemerintahan juga memberikan
pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena
itu, bagi ASN menjaga kesehatan mental
adalah hal yang tak boleh diabaikan.
Untuk itulah, Sobat ASN, apa pentingnya
dan bagaimana menjaga kesehatan mental
kita akan dibahas di webinar ASN Belajar
seri ke-31 ini.
Kesehatan mental telah menjadi topik
yang semakin mendapat perhatian di
berbagai lapisan masyarakat. Salah satu
kelompok yang perlu memberikan perhatian
khusus terhadap kesehatan mental adalah
Aparatur Sipil Negara, ASN. ASN memiliki
peran yang sangat penting dalam
menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan
memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan
mental mereka adalah hak yang tak boleh
diabaikan. Kesehatan mental yang baik
memiliki dampak positif pada
produktivitas dan kreativitas kerja. ASM
yang memiliki kesehatan mental yang
optimal cenderung lebih mampu mengelola
stres, memiliki daya kreativitas yang
tinggi, dan mampu menjaga fokus dalam
menjalankan tugas-tugas mereka.
Keterampilan komunikasi yang baik adalah
aspek penting dalam lingkungan kerja.
ASN perlu berinteraksi dengan sesama
pegawai, atasan, dan masyarakat.
Keterampilan komunikasi yang efektif
dapat membantu menghindari konflik yang
tidak perlu, memperkuat hubungan kerja
yang sehat, dan memastikan informasi
disampaikan dengan jelas. ASN yang mampu
berkomunikasi dengan baik cenderung
mengalami tingkat stres yang lebih
rendah dan kesehatan mental yang lebih
baik. Di Indonesia, masalah kesehatan
mental di kalangan ASN menjadi perhatian
serius. Tuntutan tugas yang tinggi,
tekanan performa, serta beban kerja yang
berat seringki menjadi penyebab stres,
dan tekanan psikologis. Beberapa
instansi pemerintah dan lembaga swadaya
masyarakat LSM telah mulai mengadakan
pelatihan dan seminar mengenai manajemen
stres, kesehatan mental, dan
keterampilan komunikasi untuk ASN.
Pentingnya kesehatan mental bagi ASN
sangatlah jelas guna menjaga
produktivitas, kreativitas, dan kualitas
kerja mereka. Keterampilan komunikasi
yang baik juga memiliki peran penting
dalam mendukung kesehatan mental yang
optimal. Untuk itu, webinar ASN Belajar
seri 31 yang diselenggarakan BPSDM
Provinsi Jawa Timur mengambil tema ASN
sehat produktivitas melesat yang akan
membawa kita sadar akan pentingnya
menjaga kesehatan mental sehingga ASN di
Indonesia diharapkan dapat lebih mampu
mengelola stres dan memberikan
kontribusi yang lebih baik dalam
pelayanan kepada masyarakat.
5 4 3 2 1
Baik Bapak, Ibu, Sobat ASN, untuk
membuka acara ini mari kita simak
bersama opening speech dari Kepala BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Kepada yang
terhormat Bapak Dr. Ramlianto, SPMP.
Kami persilakan.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat siang, salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN
bersyukur pada Allah Subhanahu wa taala.
Hari ini ASN Belajar seri ke-31 kembali
tayang ee dari kawasan ibu kota
Nusantara yang bersamaan dengan momentum
Jambore Inovasi Nusantara yang
diselenggarakan oleh Lembaga
Administrasi Negara bersamaan juga
dengan penyelenggaraan Jambore Inovasi
Kalimantan 2023. Nah, pada hari ini seri
ke-31 ini tentu tidak kalah menariknya
dengan tema-tema di seri-seri sebelumnya
para sobat ASN. Ee kita akan membahas
secara luas mengenai kesehatan mental
para ASN. Bapak, Ibu sekalian, para
sobat ASN yang saya banggakan. Di
manapun kita bekerja, di manaun kita
melamar pekerjaan, pasti dipers
dipersyaratkan apa yang disebut sebagai
sehat jasmani dan rohani. Nah, tentu
saja karena sehat jasmani dan rohani ini
akan menjadi syarat utama kita bisa
bekerja dengan optimal. Badan Kesehatan
Dunia atau WHO menerjemahkan sehat itu
komprehensif, yakni sehat secara fisik,
sehat secara psikologis, dan sehat
secara sosial. Nah, Sobat SN, tentu saja
kesehatan yang komprehensif akan membuat
kita bisa bekerja secara optimal,
berkinerja secara optimal, dan itu tentu
akan menjadi daya dukung utama bagi
pencapaian sasaran dan tujuan serta
visi-visi organisasi kita. Nah, pada
kesempatan kali ini kita kedatangan
narasumber yang saya kira sangat
kompeten di bidangnya. Ada Bapak Kepala
Brida Badan Riset dan Inovasi Daerah
Provinsi Jawa Timur, Pak Dr. Andrianto.
Dan nanti akan disertai dengan
narasumber-narasumber yang lain yang
juga akan memberikan insight kepada kita
bagaimana kesehatan mental kita mampu
mendukung kinerja kita sebagai aparatur
sipil negara. Sobat DSN dari kawasan ibu
kota Nusantara dan dari perhelatan
Jambore Inovasi Nusantara. Saya Kepala
BPSDM Jawa Timur mengucapkan selamat
mengikuti webinar ASN seri ke-31. Semoga
bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Baik. Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Bapak atas
opening speech yang sudah disampaikan.
Selanjutnya sobat semuanya kita akan
mendengarkan keynote speech dari tokoh
yang sangat kompeten di bidangnya. Kali
ini keynote speech akan dibawakan secara
daring karena telah hadir di tengah kita
secara virtual Bapak Dr. Andrianto,
S.H., MKes. Beliau adalah Kepala BRIA
Provinsi Jawa Timur. Kepada Bapak Dr.
Andrianto kami persilakan.
[Musik]
Terima kasih, Mbak Iwan.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Yang kita hormati bersama ee Bapak Dr.
Ramnianto, Kepala Badan PSDM Provinsi
Jawa Timur, para narasumber
ee dan semuanya saja para ASN di seluruh
Indonesia ee yang ee ikut di dalam AS
Belajar yang ke-31 ini. Senang sekali
rasanya dengan tema yang yang luar biasa
saya kembali menyapa para ASN di seluruh
Indonesia. Baik, ee izinkan saya untuk
share screen.
Share screen ee apa
ee
materi saya.
Sambil menunggu materi saya, saya
sampaikan Bapak Ibu sekalian bahwa ee
kesehatan mental cukup cukup penting
sekali karena kesehatan mental itu
adalah mempengaruhi produktivitas.
Saya jelaskan bahwa tingkatan sehat itu
yang paling ee rendah itu adalah sehat
dan di atasnya itu adalah fit. Kemudian
di atasnya lagi apa yang disebut dengan
eh wellness atau kebugaran. Dan kalau
sehat sama fit itu lebih banyak ke arah
aspek fisik. Tetapi kalau seandainya ee
apa kalau bugar itu adalah ditambahkan
dengan ee persoalan psikis, psikologis
atau bahagia sehingga dia lebih tinggi
tingkatannya hanya daripada fit sehingga
menjadi bugar. ASN yang bugar itu jauh
lebih bagus daripada hanya sekedar sehat
saja. Tetapi bugar itu menunjukkan sehat
secara mental pula. sehingga yang
terjadi prioritas akan meningkat.
Barangkali saya kasih ilustrasi
sederhana saja. Kalau seandainya ASN itu
mengerjakan misalkan menyelesaikan
masalah itu laporan katakanlah dalam
satu
ee hari 10 laporan misalkan, maka dengan
bugar dengan dia ada kebahagiaan maka
itu menjadi ee apa menjadi 20 misalkan
begitu. Jadi ini menjadi hal yang sangat
penting. Baik, saya izin share screen.
Ee
baik, mudah-mudahan bisa bisa terlihat
next gitu ya. Baik, Mas.
Baik. Ini ini saya memberikan sebuah
inspirasi aja sederhana saja, singkat
saja bahwa pernah ada seorang calon
santri putra dari seorang pejabat yang
kaya raya kepengin masuk di dalam sebuah
ee pondok pesantren yang dipimpin oleh
seorang ee IAIN yang cukup bijaksana.
Dia memaksa untuk masuk. Tetapi katanya
kiai tersebut tentunya harus harus ee
apa? Tes terlebih dahulu. Tes terlebih
dahulu. Kemudian tesnya mudah kok. ee
pas ee calon santunnya menyatakan, "Oh,
ada tes." Iya, memang wajib, tapi mudah,
hanya satu tes. Kemudian
Pak ee tersebut siap, Kiai. Saya ee siap
tesnya ternyata gampang, Teman-teman
sekalian. Ternyata ee apa sati tersebut
disuruh untuk membawa ee mengambil satu
apa? Satu botol air mineral gitu.
Kemudian sii tersebut mengambil ee gelas
yang kosong.
Tesnya saya sederhana saja. Wahai calon
santri, silakan menuangkan air tersebut
pada gelas kosong yang saya pegang ini.
Gitu. Oh, siap Kiai. Begitu. Pada saat
mau dituangkan, ternyata gelas kosong
yang dipegang oleh sang ee kiai tersebut
kemudian ditarik ke atas. Apa yang
terjadi? Tentunya tumpah. Tentunya tidak
masuk dalam gelas tersebut. Aknya
ditarik kembali. Loh, Pak Kiai silakan
mohon jangan dinaikkan ke atas
diturunkan lagi. Oh, iya. Siap. Waktu
mau dimasukkan yang kedua kali tetap
ditarik ke atas lagi, tumpah lagi. Itu
loh. Santri tersebut mengatakan, "Loh,
kalau saya tidak apa ee gelasnya tidak
ditaruh di bawah, bagaimana saya bisa
mengisi ini?" Kemudian yang ketiga,
Teman-teman sekalian, kemudian baru
sampaikan baru dimasukkan.
Apa jawabnya sang kiai tersebut? Ya,
kalau kamu kepengin belajar,
maka hilangkan ego kamu, hilangkan
kesombongan kamu. Kalau kamu masih
memposisikan di atas, maka tidak akan
mungkin kamu bisa menerima ilmu apapun
yang diberikan oleh dosen, oleh guru,
oleh kiai, oleh ustaz dan sebagainya.
Kamu tidak akan mungkin terisi penuh
karena kamu masih diliputi kesombongan
dan ketinggian hati.
Teman-teman sekalian, ASN belajar ee
yang dikembangkan ee BPSDM sudah yang
ke-31.
Ini akan hanya berupa sekedar sekedar
kita mendengarkan saja kalau seandainya
kita masih membusikan pada hati. Tapi
kalau seandainya kita kepingin
mendapatkan ilmu dari para narasumber
yang hebat-hebat, maka penjingan harus
membersihkan diri kita di bawah
sedemikian rupa supaya ilmu kita bisa
masuk. Ini ilustrasi ee pertama kali.
Lanjut.
Nah, ini ini ee semuanya paham betul
bahwa Presiden kita ee Bapak Joko Widodo
menyatakan bahwa di era eh disrupsi atau
disruption ini eh di arah revolusi
digital bukan hanya 4.0 tapi sudah
5.05.0.
Maka kita harus berubah, kita harus off
the box, kita harus berpikir eh apa
bukan hanya lagi yang yang ordinary atau
biasa-biasa saja, tetapi kita harus
melakukan extraordinary. Sebab apa?
Kompetitor kita sudah mulai maju. Kalau
seandainya kita tidak berubah,
Teman-teman sekalian, maka kita akan
ketinggalan nanti. Maka Pak Jokowi
menyatakan bahwa kita harus terus
membangun Indonesia yang adaptif,
Indonesia yang produktif, yang inovatif,
secta Indonesia yang kompetitif. Kalau
tidak Indonesia akan ketinggalan gitu.
Dan ini pentingnya sebuah inovasi,
pentingnya ee sebuah perubahan diri
kita. Jadi kalau seandainya ASN tidak
mampu merubah itu itu kita akan menjadi
ketinggalan.
Sudah tahu bahwa ASN setiap hari itu
mengerjakan itu-itu saja ya yang
membosankan. Mengapa tidak mencoba untuk
berpikir sedemikian rupa bahwa apa yang
dilakukan oleh AS tersebut itu adalah
yang menyenangkan bukan yang membosankan
gitu ya. lah ini ini butuh butuh berubah
kalau tidak tidak berubah itu itu
dikatakan ya memang betul dikatakan
tolol atau dungu gitu ya ASN tersebut ya
kalau kepingin dia itu dipuji kepengin
dia itu naik pangkat kepengin dia itu
berprestasi ya harus berubah ya jangan
jangan hanya seperti biasa-biasa begini
saja gitu loh ya kita bisa memahami
persoalan ini ya jadi Pak Jokowi itu
cuma hanya sekedar memotivasi memicu
supaya ASN itu terus bergerak terus
berubah sebab Kalau tidak zaman sekarang
itu kita ketinggalan ya jangan, jangan
berpikir katanya Morris Cheng, Mais
Cheng itu adalah taipan Cina yang
sekarang yang kaya raya. Dia menyatakan
jangan berpikir penjenengan kaya raya.
Itu kalau seandainya penjenengan ketika
jualan, ya jualan itu-itu saja dengan
pasar itu-itu saja kemudian tidak mampu
berubah ya jangan jangan mengandalkan
keuntungan yang besar. G ini yang
terjadi. Next. Lanjut.
Nah, ini teman-teman sekalian ini saya
kasih contoh yang sangat sederhana saja.
Ketika Global Innovation Index tahun
2022 itu di lansing apa yang terjadi?
Indonesia memang ranking 75 itu di Asia
pun kita menempatkan ranking ke-13. Ini
ini suu hal yang yang cukup cukup
memprihatinkan. Kita kalah sama ee ee
Malaysia kemudian Singapura dan
sebagainya. kita urutan 13.
Tapi bukan bukan bukan itu yang bisa
kita ambil ya. Ada ada dua yang kita
ambil. Yang pertama bahwa bisnis eh apa
sopistication-nya kita itu rankingnya
itu 92
tetapi market sopistication-nya itu
ranking 30 eh apa ranking 36 ya gitu ya.
Yang jadi intinya kesimpulannya bahwa
Indonesia itu cuma sering sekali pandai
sekali berbicara, pandai sekali itu
membuat konten-konten yang luar biasa
itu pintar gitu. Tapi ketika
mengeksekusi itu lemah gitu.
Indonesia itu diakui dunia itu pintar
ngomong gitu loh. Kalau juara olimpiade
bagus tapi pada saat ee eksekusi
mengimplementasikan itu sulit sekali
itu. Maka kita itu inovasinya menjadi
rendah. Soal riset pintar. Waduh, Scopus
itu diisi oleh oleh kandidat doktor,
kandidat magister dan sebagainya terisi
semuanya. Tapi ketika hasil riset
tersebut bagaimana diimplementasikan itu
itu nol gitu loh. Itu itu fakta. Coba
dilihat di situ nanti pan pelajari itu
ya. Nah, itu itu hikmah yang pertama.
Hikmah yang kedua di dalam Global
Innovation index itu kalau kita
perhatikan ternyata negara terinovasi di
dunia itu adalah bukan Amerika, bukan
Jerman, bukan Swedia, bukan Korea
Selatan,
tapi adalah Swiss. Swiss itu negara
Eropa yang kecil, negara kecil di Eropa
yang sangat luar biasa. apa yang
dilakukan oleh oleh negara Swiss
sehingga dikatakan bahwa dia sebagai
negara yang terinovatif di dunia.
Yang pertama ternyata Swiss itu
menjadikan inovasi sebagai habit,
sebagai kebiasaan,
sebagai budaya sehari-hari.
Jadi, SU itu sudah menjadikan PR-nya itu
bukan hanya matematika atau PR IPA,
tidak. Tetapi anak SD pun itu diberikan
PR gurunya. Itu adalah PR inovasi. Saya
kasih contoh sederhana saja. Misalkan
saya pegang ini BP ini. Ini contoh
tugasnya bahwa inovasi dijadikan habit
sejak di sekolah dasar gitu ya.
Anak-anakku sekalian. Kalau Ballpoint
ini saya ee saya beli itu seharga
Rp10.000.
Bagaimana caranya BP ini itu bisa
harganya lebih mahal Rp20.000 bahkan
Rp25.000 R000 bahkan Rp50.000 bahkan
Rp100.000 bahkan R juta itu PR-nya.
Maka keesokan harinya dia melihat BP
ini, maka anak itu menjadi ee ee apa?
Berkreasi pemikirannya begitu luar
biasa. Itu yang dikatakan inovasi.
Dia membuat sebuah kebaharuan gitu. Oh
iya, kalau seandainya misalkan ini bahan
dasarnya yang warna kuning ini jadi emas
itu sudah jutaan rupiah. Itu sudah
inovasi itu. Bagaimana kalau seandainya
ini saya buat semacam grafir begitu ada
kata-kata mutiaranya yang dijual
kata-kata mutiaranya bisa jadi 10.000
dijual menjadi Rp2.000 karena tulisan
grafirnya bagus dan seterusnya. Ini ini
luar biasa. Saya kasih contoh sederhana
saja.
Kalau seandainya seorang ASN itu bekerja
di sebuah tempat yang sudah
berbulan-bulan, bertahun-tahun, meja
kursinya sama seperti itu gitu loh,
gordennya sama,
warna dindingnya sama, fas bunganya juga
gak pernah diganti dan sebagainya, maka
jelas muncul kebosanan secara psikologis
ya. Psikolog yang nanti mungkin
narasumber ee dari psikolog akan
menyatakan bahwa jelas muncul kebosanan
karena itu sering dilakukan setiap hari.
gitu. L kenapa tidak mencoba tiba-tiba
gorden tersebut kemudian diambil dicuci
kemudian digantikan warna yang lainnya
atau mungkin komposisi mejanya digeser
dan sebagainya.
Ini penting itu supaya apa? Gairannya
kan menjadi muncul. Kenapa sih saya saya
coba untuk untuk
apa menyebut merek ya? Mohon maaf
sekali, mohon maaf lagi anak-anak kita.
Padahal kita kalau sehingga kita sajikan
makanan yang enak kemudian yang bergizi
tinggi di rumah itu mereka tidak mau
makan itu atau makannya seleranya
sedikit sekali. Tapi kalau senya kita
ajak ke katakanlah misalkan McD, KFC dan
sebagain mengapa dia suka itu? Padahal
nota Bnya belum tentu sehat. Belum tentu
ya gitu ya.
Karena dilihat adalah suasana di sana
itu dia bisa duduk di mana saja, bisa
melihat orang banyak dan sebagainya.
Lah kalau tetap kita siapkan makanan di
meja makan yang taplak mejanya saja
setahun setahun sekali belum tentu ganti
gitu ya, maka dia akan muncul kebosanan.
Mengapa kita tidak melakukan inovasi
supaya anak kita itu makan bergizi
tinggi dan sebagainya. Inovasi sebagai
habit. Kenapa teman-teman sekalian?
Karena inovasi katalit kesejahteraan
tadi sudah dikatakan Mauris Cheng. Kalau
penjeningan jual barang ini saja
begitu saja bertahun-tahun, bagaimana
penyak
benefit lebih gitu loh. Tapi cobalah
kalau panjenengan jual katana lemper,
lempernya diperkecil kemudian bungkusnya
jangan daun pisang tapi dibungkus
sedemian rupa dan sebagainya cobalah itu
berkreasi inisiatif itu inovasi B
sekalian. AS pun juga demikian. Sudah
saya kata tadi bahwa ketika ASN
memasukkan unsur mental, memasukkan
unsur psikologis, maka inovasi berjalan.
G sebab kalau saya mengandalkan hanya
sekedar fisik, maka produktivitas adalah
tetap bahkan makan bergeser rendah gitu.
Ayo kita berb kreasi. Kreasi atau
inovatif ini adalah contoh bentuk
bagaimana mental atau psikologi seorang
itu bekerja.
Jangan mengatakan bahwa saya sehat
mental, tapi dia tidak mencoba untuk
membuktikan, memanifestasikan bahwa
penyingan sehat mental itu dengan kerja,
dengan inovasi.
Next, lanjut.
Nah, ini teman-teman sekalian saya
sekarang tidak mempelajari leadership,
tetapi yang jelas bahwa sekali lagi
bahwa ASN di dalam memberikan pelayanan
publik kalau seandainya tidak diikuti
dengan perubahan
siap untuk menghadapi perubahan atau
disebut dengan adaptive leader, maka
maka penjenengan tidak akan berubah gitu
loh berubahnya itu ya. Sehingga sehingga
saya katakan bahwa ee kita sering sekali
ee sakta prasak koordinasi disebutkan
bahwa harus memiliki kredibilitas dan
reputasi. Tunjukkan gitu loh. Jangan
marah, jangan sakit hati ketika atasan
menyatakan bahwa panjenengan malas,
panjenengan tidak tidak kreatif. Itu
kalau panjenengan tidak memujud
mewujudkan, tidak memberikan legasi
warisan bahwa panjenengan itu punya
kreasi gitu loh. Ayolah gitu ya. Usulkan
sederhana saja, Pak. Bagaimana kalau
seandainya setiap bulan itu ee ASN itu
coba memperbaiki meja kursinya saja itu
sama situasi kantor? Cobalah itu ya. ASN
harus berubah. Lanjut.
Escape. Oke, next. Oke, ya. Jadi, ya ASN
harus harus eh betul-betul keluar dari
zona nyaman.
Mental blocknya itu harus dihilangkan.
Sebab biasanya ASN itu mesti masih masih
saja berpikir bahwa sebenarnya saya
dengan begini saja saya sudah dapat
gaji. TPP-nya Jawa Timur wah luar biasa
tinggi dibandingkan provinsi yang
lainnya dan sebagainya dan sebagainya.
Tapi ingat loh, Teman-teman sekalian
bahwa sebenarnya gaji itu adalah amanah
gitu loh. Gaji itu adalah TPP itu adalah
betul-betul amanah yang panjenengan
kalau seandainya tidak bekerja sesuai
dengan gaji itu sama dengan zalim. Mohon
maaf saya agak kasar itu.
Iya. Bahwa panjenengan AS itu harus
diwujudkan dalam karya. Maka Permenpan
nomor 1 tahun 2023 bahwa penilaian
sekarang ASN itu adalah berbasis kinerja
itu tepat gitu loh. Sekali lagi saya
katakan jangan mengha bahwa saya ASN
yang baik gitu loh. Tetapi kalau
penjenan tidak mampu berinisiatif,
berinovasi makanya yang terjadi
panjenengan dikatakan bahwa panjenengan
adalah ASN yang tidak ber berkreasi,
tidak berinovasi. Ayo teman sekalian,
zona nyaman harus penjenan hilangkan.
Mental blok penjeningan hilangkan.
Biasanya penjenengan datang terlambat
berangkat pagi dan sebagainya. Biasanya
penjenengan tidak tersenyum-senyumlah
gitu ya. Jadi lihat keluarkan,
tingkatkan percaya diri panjenengan
bahwa sebenarnya adalah penjenengan
mampu. Sekali lagi saya katakan bahwa
inovasi itu bukan harus menghasilkan
sebuah produk ya. Penjenengan biasanya
nyun sewu aja ya. Biasanya penjenengan
itu pakai baju dannya bagi laki-laki
gitu ya. Kemudian tiba-tiba penjenengan
pakai parfum. Itu sudah inovatif.
Ini ini sederhana saja saja. Kenapa
peningan pakai parfum? Karena dengan
pakai parfum penjingan ee mendapatkan ee
bau yang harum. Maka penjenengan
merasakan bahwa saya bekerja ini akan
menjadi lebih giat karena suasananya
harum daripada saya melihat situasi
kantor yang tidak tidak bau enak
misalkan semacam ini. Ini ini sebuah
contoh sederhana saja ya. Jadi ini
adalah ee ini harus pilihan kita bahwa
kita harus betul-betul berubah lahir
maupun batin. Lanjut lah. ini teman
sudah saya kat tadi bahwa memang di
dalam epidemiologi, kebetulan saya juga
epidemolog bahwa di dalam ee apa
kesatuan ee tubuh manusia itu terbagi
menjadi tiga, yaitu adalah sakit dengan
persentase yang sedikit kecil, kemudian
sehat dan kemudian yang ee berisiko.
Istilahnya yang berisiko. Berisiko
begini. Saya sehat tapi saya memasuki
lingkungan kerja yang baunya tidak
bagus. udaranya tidak bagus itu berisiko
itu ee kurang lebih 80%-an gitu ya. Jadi
sehat itu cuma kualitasnya ee ee rendah.
Nah, pada tingkatan sehat itu terbagi
menjadi tiga, yaitu sehat. Di atasnya
sehat itu namanya fit. Di atasnya lagi
itu namanya bugar atau wellness, gitu
ya. Jadi, sehat itu adalah tingkatan
yang paling rendah gitu. Karena ukuran
sehat itu hanya fisik gitu. Tapi ketika
bugar yang di atasnya sehat itu
ukurannya adalah mental, psikis.
Jadi kalau seandainya ee seorang
manusia, seorang ASN itu dikatakan
bugar, berarti dia sehat secara fisik,
tetapi mentalnya bagus gitu loh, bahagia
dan itu tampak kelihatan sekali gitu
loh.
Jadi, jadi hal-hal semacam itu ya.
Sehingga pada saat mungkin dia ee biasa
ee di warung kopi ngobrol terbelol
karena capek, tapi dimanfaatkan oburan
tersebut adalah oburan untuk kalkulasi
pekerjaan gitu. itu itu dari menang itu
bugar
dan output daripada kebugaran itu adalah
produktivitas.
Jadi kalau orang sehat itu biasanya
melakukan produktivitas katakanlah
membuat ee proposal misalkan sehari itu
adalah 10 maka pada saat dia bugar itu
lebih dari 10. Itu ukurannya itu kenapa?
karena dia dia ketika mengerjakan itu
dengan bahagia itu maka ee ee
panjenengan jangan marah kalau
seandainya misalkan ada temannya
panjenengan ketika bekerja itu ada ee
apa sebelahnya ada musik misalkan itu
itu tidak ada masalah itu adalah
strategi dia supaya dia lebih bugar gitu
karena ada unsur mental ada unsur psikis
yang masuk tersebut ya saya kira ASN
untuk pada saat ASN belajar 31 ini
output-nya harus ASN bukan hanya sekedar
sehat bukan bukannya sekedar fit tapi
harus bugar yaitu memasukkan unsur
mental atau psikis yang kemudian
output-nya adalah prioritasnya menjadi
lebih meningkat. Next. Oke. Jadi ini ini
sekedar teori saja teman-teman sekalian.
Apa yang menyebabkan mental blocks kita
itu sulit ditembus? Apa yang menyebabkan
ee mental tidak dimasukkan di dalam di
dalam ee ee pekerjaan seorang ASN ya?
Apa kita ee sulit untuk keluar dari zona
nyaman? Itu yang disebut dengan mindset.
Jadi mindset itu adalah pola menetap
yang tertanam di dalam pikiran bawa
sadar kita.
Ayo kalau kita misalkan naik mobil atau
naik sepeda motor, kira-kira kalau
seandainya kita ngerem dan sebagainya
itu alam bawah sadar atau alam bawah
tidak sadar?
Itu alam bawah tidak sadar, Teman-teman.
Sekalian bukan alam sadar. Kalau alam
sadar bahaya itu. Eh sebentar sebentar
saya tak cari ngerem dulu ya. Kesuen dan
nabrak orang gitu. Maka saya otomatis
gitu. Sehingga kalau seandainya misalkan
ada suatu misalkan sudah jaraknya dia
ngerem di depannya, maka kita otomatis
ngerem. Itu alam tidak bawasan anda.
Kenapa? Karena sudah tertanam di dalam
pikiran kita. Jadi mengubah mindset itu
nota B sulit ya, tapi harus dimulai.
Sebab keluar dari zona nyaman atau
mental blocks kita itu harus dimulai
gitu loh. Sampa sudah kadung terjadi
mindset. Apalagi kalau seandainya
mindset tersebut sudah tertanam di bawah
pikiran, di bawah ee alam sadar kita.
Kemudian yang bisa ee mengendalikan
sikap dan perilaku yang tidak bagus itu.
Nah, ini peran daripada atasan-atasan
yang bagaimana memfasilitasi,
mengkondisikan sedemikian rupa bahwa
mindsetnya pelan-pelan harus kita rubah.
Eah, contohnya dengan punishment, dengan
reward dan sebagainya. penting itu benar
ya, bahwa ee atasan menyatakan bahwa
siapa yang ee dalam 1 bulan itu tidak
pernah terlambat itu maka akan
mendapatkan hadiah menipun sedikit
dapatnya itu itu mengubah pelan-pelan
mengubah mindset dari yang negatif
menjadi positif. Tapi saya katakan
teman-teman sekalian belajarlah gitu ya.
Saya kasih contoh tadi di sana itu
adalah ilustrasi tentang mindset.
Cobalah kita sulit memang kalau senya
kita menulis ya itu biasa dengan tangan
kanan menjadi tangan kiri tapi
sebenarnya bisa. Kenapa? Mak dengan
konsentrasi dan kita mulai itu mulai
jangan mengatakan jangan tidak bisa ya
karena apa? Karena memang mindset itu ee
ee apa sesuatu yang yang sulit untuk
dirubah. Lanjut tinggal sedikit teman
sekalian. Nah, ini semuanya dikembalikan
pada diri masing-masing. Sukses kemudian
peningan dikatakan ASN yang baik, yang
kreatif, yang inovatif dan sebagainya
itu ditentukan oleh sikap Anda sendiri.
Coba perhatikan gambar yang di bawah
yang di tengah itu. Itu kelihatan sekali
sama-sama orangnya dan sebagainya. Tapi
dengan postur yang yang ee tubuh atau ee
style yang semacam itu kelihatan sekali
dia itu jutek gitu. Tapi ketika dia itu
senyum dan sebagainya orang senang
melihat itu senang gitu loh. Ini adalah
memasukkan unsur psikis sama mental itu
kelihatan bukan dan sebagainya.
Maka ini legasi kalau senya penjenengan
sudah dicap orang, jangan marah kalau
penjenengan itu dicap orang cutek dan
sebagainya. Teman-teman sekalian, ada
salah satu dosen yang dikeluarkan oleh
Universitas Erlangga hanya karena dia
itu adalah tidak mampu membina hubungan
dengan mahasiswa. Dia cuma hanya sekedar
mengajar saja. Pintar dia cuman hanya
sekedar mengajar tidak ada
interaktivasinya. Itu dikeluarkan kalau
sama universang
ini menjadi menjadi penting sekali.
Cuman. Padahal cuman yang merubah dari
menutut menjadi senyum. Luar biasa.
Di dalam degradasi kebodohan itu dia itu
kalau dia tidak tahu, tidak belajar itu
dikatakan bodoh memang. Tapi kalau dia
tidak tahu tetapi tidak bisa eh sori
tahu tetapi tidak bisa melakukan dan
sebagainya itu adalah lebih bodoh. Tapi
kalau tahu dan bisa tetapi tidak mau itu
paling bodoh. Artinya apa teman-teman
sekalian? Sebenarnya panjenengan paham
gitu loh. Bahwa kalau saya melakukan
begini maka saya akan begini. Kalau saya
melakukan ini, saya akan begini. Kalau
saya makan ini, maka saya lambung saya
kambo. Kalau saya begini, itu kan yang
paham penjenengan sendiri itu tapi kalau
penjenengan tahu bisa tetapi tidak mau
ya itu paling bodoh. Mohon maaf saya
agak agak agak kasar tapi ini
menunjukkan supaya peningan bisa bisa
apa ee ee menjadi termotivasi bahwa
sebenarnya panjenengan itu bisa
memasukkan unsur itu gitu loh, bisa
berubah. Maka segitiga kemampuan ini
bukan hanya sekedar penjenengan tahu
saja bisa tapi juga mau ya. Tiga hal
semacam ini ee menjadi ee peningan akan
menjadi meningkat. Ini pentingnya ASN
belajar. Next. Lanjut. Tinggal sedikit
lah ini teman-teman sekalian. Maka tips
lalu bugar yang diwujudkan dengan
produktivitas yang memasukkan unsur
mental sebagainya tentunya bukan hanya
sekedar sehat mengaku bahwa mental saya
bagus. Bukan hanya itu saja, tetapi ada
enam hal yang barangkali perlu ee
panjenengan siapkan tentunya dengan gizi
seimbang. Sekarang, Teman-teman
sekalian, banyak sekali makanan-makanan
yang tidak sehat dijual. Maka
penjeningan memilih dan memilah makanan
itu jauh penting sekali, Teman-teman
sekalian. Kalau sudah tahu bahwasanya
ini banyak pengawetnya, bahan pengawet
itu biasanya sebagai inhibitor namanya,
sebagai penghambat penyerapan zat gizi
yang bagus. Sayang sekali. Maka
pendingan harus bisa memilih lah. Kalau
saya tidak bisa memilih ya masak aja di
rumah gitu untuk anak-anak kita, untuk
adik kita dan sebagainya. Itu tergantung
panjenengan. Kalau penjenengan tidak
yakin subhat misalkan itu kan
dihidarkan, maka cobalah panjenengan
mencoba untuk buat nasi goreng sendiri
saja maka panjenengan bisa mencampurkan
sayur dan sebagainya. gizi seimbang itu
penting. Kemudian olahraga ini exercise.
Meskipun olahraga tidak harus harus apa
ee apa harus fisik yang keras kemudian
maraton, tidak harus begitu. Maka
orang-orang yang ringan-ringan kecil
penjeningan bisa di YouTube. Luar biasa
sekali, banyak sekali ee olahraga
olahraga yang ringan tetapi cukup cukup
cukup baik untuk tubuh kita. Kemudian
kesehatan lingkungan tadi saya katakan
cobalah teman-teman sekalian melihat
sekitar kalau sudah tahu di situ ada
cendela tidak pernah dibuka suatu tiket
datang lebih pagilah kita terus dibuka
bagaimana udara bisa masuk dan
sebagainya. Kenapa? Karena kesehatan
lingkungan itu juga mempengaruhi mental
kita. Kita cepat ngantuk, kita cepat
bosan, belum apa-apa sudah batuk dan
sebagainya. Maka ciptakan lingkungan
yang bersih. Kalau seandainya bisa pan
punya rezeki, nyun sewu loh ya. Di situ
ada cleaning service misalkan pingan
kasih uang Rp50.000 coba tolong
dibersihkan ini coba Rp50.000 tapi
penjenengan bisa membersihkan ruangannya
panjenengan itu bisa peningan pakai
dalam 1 tahun loh ya tanpa sadar
penjenengan cobalah nengok ke atas bisa
jadi sarang laba-laba di situ sudah
masih ada dan sebagainya kasang R5000
itu bersih itu. Kemudian kelola stres
manajemen ya. Jadi, bagaimana manajemen
stres atau mengelola stres. Ya, kembali
lagi saya teman-teman sekalian stres itu
adalah apa? Alamiah dan eh apa eh hal
yang manusiawi gitu ya. Tetapi yang
jelas bahwa la yuk nafsanaha.
Jadi Allah tidak akan memberikan beban
kepada manusia yang di luar kemampuannya
gitu ya. Artinya bahwa ee masalah itu
tetap masih ada, tapi bagaimana kita
mengelola itu saran saya cuma hanya
kalau seandainya bertubi-tubi masalahnya
ada, selesaikan satu persatu. satu
persatu maka insyaallah panjenengan akan
bisa menyelesaikan. Kemudian spiritual
tentunya sebagai makhluk yang beragama,
manusia yang beragama, penjingan
beribadah. Agama apapun juga saya kira
dengan kita beribadah maka kita akan
menjadi lebih ikhlas, lebih pasrah, maka
peningan, kesehatan mental akan menjadi
tumbuh dengan bagus. Kemudian lifestyle,
teman-teman sekalian ee ada yang
membedakan teman-teman sekalian dengan
kondisi sekarang. Sesungguhnya orang
yang paling katanya ya orang yang paling
bahagia itu adalah orang yang ee mampu
memanfaatkan dengan kondisi yang ada,
bersyukur dia dan sebagainya. Mungkin
saya tidak bisa melihat ee apa Pak
Kasiadi melihat sepatunya Pak Kasiadi
dengan ukuran sepatu saya gitu. Jelas
gak akan mungkin saya melihat itu ya.
Mungkin bagi saya, nyun sewu, belanja
seperti Pak Kasih Adi yang sehari ee
untuk belanja saja Rp250.000 bagi saya
adalah pemborosan. Tapi saya tidak bisa
mengukur itu. Bisa jadi Pak Asi Adi
adalah mengeluarkan Rp250.000 per hari
itu karena dia memasak untuk tetangganya
yang barangkali membutuhkan. Kita tidak
bisa mengukur sepatu orang dengan ee
ukuran kaki kita. Jadi, lifestyle itu
juga penting, Teman-teman sekalian, gitu
ya. Baik, next.
Itu yang mungkin bisa saya sampaikan
Mbak Yan ya. ee Mbak Yuan yang bisa saya
sampaikan sebagai pengantar saja bahwa
betapa pentingnya ee apa ee kesehatan
mental dan sesuai dengan temanya bahwa
kesehatan mental yang bagus maka karir
akan melesat, ASN akan melesat dan
sebagainya. Mungkin itu yang bisa saya
sampaikan Bapak Ibu sekalian. Matur
nuwun ee bisa diop share-nya.
Sekian. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Bapak Dr.
Andrianto atas pesan-pesannya. Semoga
kita semua menjadi ASN yang tidak hanya
sehat, tidak hanya fit, tapi juga bugar.
Ingat juga tadi pesannya Pak Andrianto,
kita harus berpikir eh straordinary ya,
Pak ya. Membiasakan inovasi adalah
sebagai habit. Dan sebelum itu kita
harus mengosongkan pikiran Nuru,
merendahkan hati supaya bisa menerima
ilmu dan insight yang baru. Baik, Sobat
ASN masih dalam eh live dari Arena
Joinus atau Jambore Inovasi Nusantara.
Saya mohon izin untuk mengingatkan untuk
mengisi daftar hadir atau presensi.
Mohon disempatkan atau disegerakan
begitu ya. linknya sudah tertera atau
tersemat di chatbox ataupun juga di
kolom komentar. Mohon disempatkan
mengisi karena daftar hadir ini akan
ditutup 1 jam setelah acara berakhir.
Baik, Sobat ASN boleh disiapkan alat
tulisnya, siapkan
pertanyaan-pertanyaannya
untuk sesi selanjutnya ya. Karena untuk
penanya teraktif, untuk ee Sobat ASN
teraktif akan dihubungi oleh pihak
panitia dan menempatkan merchandise.
Baik Bapak, Ibu, Sobat ASN, kita ke sesi
berikutnya yakni sesi diskusi panel.
Telah hadir di tengah kita Ibu Dr. Neni
Ismaya, Mom. Beliau adalah dosen STI
Mahakam Samarinda.
Selamat siang, Ibu.
[Musik]
Iya.
Telah hadir juga
Bu Iya, Ibu Dr. Neni telah hadir bersama
kita semua bergabung di forum ini dan
langsung dari arena gelaran joins. Apa
kabar Ibu Neni?
Alhamdulillah
syukurlah sudah siap memberikan
materinya Ibu Neni nggih. Siap
siap.
Iya. Selain Ibu Dr. Neni Ismaya telah
hadir pula secara daring Ibu Silvani
Dianita, MPSI, psikolog. Beliau adalah
pranata humas sekaligus psikolog klinis
untuk dewasa. Apa kabar, Ibu
Silvani Dianita sudah bergabung?
Baik, sambil mengecek saya perkenalkan
yang paling ganteng di antara sesi
panelis kali ini. Tentu saja panelisnya
Bapak Ahmad Fadoli, Esos, M.Si.
Asalamualaikum. Apa kabar Bapak Ahmad
Fadoli? Warahmatullah. Kabar baik
baik. Senang sekali Bapak dapat hadir
bersama.
Iya. Ibu Silvita
apa kabar?
[Musik]
Sambil kita coba apakah
ya?
Iya.
Selamat siang, Mbak.
Dengar suara saya?
Iya sudah terdengar.
Suara kita di sini sudah terdengar juga
ya, Ibu? Ya, sudah.
Iya.
Salam kenal untuk semua.
Baik, sudah siap memberikan materinya
ya, Ibu Silvita.
Iya, siap.
Baiklah, Sobat ASN di mana pun berada
baik yang bergabung melalui link Zoom
maupun di YouTube BPSDM Jatim TV, kita
ke sesi selanjutnya yang akan dipimpin
langsung oleh Bapak Ahmad Fadoli, SOS,
MSI.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua. Shalom.
Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam
sobat ASN di mana pun Anda berada. Ee
hari ini kita live langsung dari
IKN ya, dari Kalimantan Timur
dalam rangka ee ASN belajar bekerja sama
dengan ee BPSDM Jatim dalam rangka
mengangkat tema
ASN sehat produktivitas melesat. Sobat
SN bicara
kesehatan mental itu erat kaitannya
dengan ee kebahagiaan.
Data
PBB menyatakan bahwasanya
secara dunia negara yang paling
berbahagia hari ini tahun 2023 setelah
dirilis kemarin menempati ditempati oleh
ee negara Finlandia ini negara-negara di
Sekelandiapia di Eropa Utara Indonesia
negara kita itu di indeks negara indeks
kebahagiaan kita menempati urutan ke-84
Jadi angka ini masih di bawah Singapura
di urutan 25, kemudian di bawah
Malaysia, di bawah Thailand, bahkan di
bawah Filipina. Nah, kemudian apa
hubungannya indeks kebahagiaan itu
dengan ee apa namanya ee kondisi
masyarakat kita bahwasana memang kondisi
kebahagiaan ini tadi disampaikan Pak
Andrianto bahwasanya
orang yang bahagia itu akan bugar dan
bugar ini akan meningkatkan produkitas.
Nah, bagaimana kemudian dengan konteks
ASN kita bahwasanya bicara negara yang
ee indeks kebanyor
84 tentu ini juga berdampak bagi ASN
kita. Nah, terbukti akhir-akhir ini
banyak ASN kita yang bermasalah dengan
kesehatan mental, banyak yang mengidap
ee psikosovofenia.
Bahkan saya sendiri yang berdinas di BNN
itu menemukan bahwasanya banyaknya
ASN-ASN yang ee terlibat dalam
penyalahgunaan narkotika itu juga
kaitannya dengan
permasalahan-permasalahan yang dihadapi
sehingga dia tidak punya ee seni dalam
menyelesaikan permasalahan itu. Akhirnya
kemudian larinya ke narkotika. Baik,
Sobat ASN. Ee untuk memingkat waktu ini
sebelum saya mulai saya cek dulu ya.
Saya cek dulu. Saya sapa dulu untuk
audiens e karena seperti biar audiens
mengetahui suasana di sini ya. Ini
suasananya di gedung eh Samarinda
Convention Center ya. Ini ramai sekali
karena ada gelaran Jambore Inovasi eh
2023. Saya cek ke audien apakah suara
kami terdengar jelas. Silakan bubukkan
di kolom komentar.
Jelas ya? Oke, jelas. E
semuanya dengar ya. Ini untuk membahas
tema kita pada siang hari ini. Ini di
depan saya sudah hadir narasumber kita,
Bu Dr.
Neni Ismaya, Mom. Beliau adalah dosen
STIK Mahakam Samarinda. Kemudian juga
beliau ini ketua korwil Asosiasi
Pendidikan Ilmu Komunikasi Wilayah
Kalimantan Timur. Kemudian beliau ini
juga fokus pada ee komunikasi humaniora
dan budaya dan termasuk beliau juga
pendamping dan pembina kelompok
transgender di Yogyakarta. Nah, ee Dr.
Neni nanti akan menyampaikan materi
pertama. Ee nanti yang narasumber kedua
ada ee ini Ibu Psikolog
dari Bu Silviani
Dianita psikolog. Nah, beliau ini
sebenarnya
ee ya humas ya PR ya pokoknya semuanya
beliau bisa ya. dia dia mempunyai apa
keahlian di bidang komunikasi tapi juga
mempunyai ee keahlian di bidang ee
psikologi. Oh untuk yang pertama materi
kita adalah terkait dengan komunikasi.
Semua dari kita manusia alatnya adalah
komunikasi. Nah, tapi tidak jarang
komunikasi-komunikasi yang ee kita alami
entah di kantor, di lingkungan kita
sehari-hari itu justru membuat ee awal
mula permasalahan terjadi. Nah, karena
itu bagaimana tip dan triksnya supaya
kemudian gaya komunikasi ini dapat
menunjang kinerja kita sebagai abdi
negara ASN dalam memberikan pelayanan
kepada masyarakat.
Inilah kita sambut bersama Bu Dr. Neni
Ismaya Imikom. Nanti izin Bu ee materi
disampaikan secara singkat padat selama
20 menit. Nanti akan kita buka untuk
tanya jawab setelah dari Bu E Silvani
Dianita menyampaikan materi. P Neni kami
persilakan 20 menit.
Oke, terima kasih eh Mas Fadoli atas eh
opening-nya yang luar biasa. Ini
sebetulnya reuni tipis-tipis kita ya.
Cukup menarik. Ee
ini adalah pengalaman pertama di mana ee
saya memberikan
materi yang berhubungan dengan sahabat
ee ASN tentang kesehatan mental gitu ya.
Komunikasi itu adalah sesuatu yang
memang sangat diperlukan dan tidak
terlepas dalam kehidupan kita
sehari-hari.
Definisi dari komunikasi sebetulnya
bukan sesuatu yang mudah kita ee
rangkai. Misalnya kita ngomong sudah
komunikasi gitu ya. Tapi bagaimana kalau
ee asal kita ngomong orang gak mengerti
ya ee persepsi berbeda dengan pesan yang
apa yang e kita sampaikan
itu juga menjadi suatu ee permasalahan.
Di sini saya ditugasi oleh ee
teman-teman untuk menyampaikan gaya
komunikasi dan pengaruhnya terhadap
kesehatan mental di tempat kerja. Dan
ini sangat ee besar korelasinya gaya
komunikasi itu dengan ee kesehatan
mental. Apalagi untuk saat ini kita
tidak bisa memungkiri lagi keberadaan
ee teknologi, perkembangan teknologi,
media sosial ya ee kecepatan informasi
dan lain sebagainya itu suka tidak suka
kita menghadapi kita ee berinteraksi
juga dengan hal tersebut
dan itu juga mempengaruhi e kesehatan
mental bila kita tidak cermat atau tidak
bijak untuk menghadapi informasi
derasnya arus informasi tersebut.
Oke, sebelumnya saya akan memberikan
sedikit ee apa sih tentang arti dari
komunikasi.
Komunikasi itu sendiri ya di sini. Next,
komunikasi itu dapat dimaknai bisa
dilihat di sini suatu tindakan manusia
atau aktivitas manusia. Ya, kita kan
setiap hari berinteraksi, menyampaikan
pesan, kemudian ee menyampaikan
informasi, menyampaikan emosi. E itu
adalah aktivitas manusia sehari-hari.
Kemudian merupakan suatu proses
interaksi antar manusia untuk saling
memahami. Nah, ini kunci utama dalam
komunikasi bahwa komunikasi itu apa yang
kita sampaikan. Misalnya saya bicara
yang mendengarkan atau yang menjawab itu
mengerti. atas pertanyaan atau
pernyataan yang saya sampaikan ya, itu
artinya pemahaman bersama. Komunikasi
tujuannya adalah untuk menyatukan
persepsi.
Kemudian adanya proses transaksi.
Dalam interaksi manusia, proses
transaksi itu terjadi. Transaksi itu
tidak semata-mata berhubungan dengan
uang, tetapi bagaimana kita memenuhi
kebutuhan kita. salah satunya adalah
kebutuhan informasi ya. Kemudian sebagai
proses adaptasi individu dan lingkungan.
Kita belajar dari yang baik bersifat ee
interaksional, baik itu bersifat ee
verbali atau nonverbali itu harus mampu
kita lakukan untuk dapat kita berada di
dalam lingkungan baru khususnya.
Kemudian adalah proses pengiriman ide
atau pikiran atau pengetahuan.
Kita semua itu bisa mengetahui banyak
hal. Itu berdasarkan informasi yang kita
terima. Tidak semuanya kita selalu tahu
dari lahir kita tahu. Itu enggak ya. Itu
proses interaksi dan proses transaksi
yang terjadi di dalam interaksi itu
sendiri. Kemudian adalah proses
pertukaran informasi verbal maupun
nonverbal. Ya, apa yang saya lakukan ini
adalah proses informasi verbal gitu.
Kalau sahabat ASN melihat kami yang ada
di sini seperti saya sekarang pakai baju
pink, kemudian ee pakai mungkin ee ee
melihat saya pakai berkacamata
bisa dimaknai berbagai macam ya. bisa
bisa juga ee teman-teman atau sahabat
ASN menyebut ya namanya juga dosen ya
pasti pakai kacamata belum tentu. Tetapi
itu adalah pemaknaan ee informasi
nonverbal ya. Kemudian proses merespon
atau pesan yang diterima atas pesan yang
diterima. Setiap pesan yang kita
sampaikan, informasi yang kita sampaikan
itu diharapkan untuk mendapatkan respon
atau balasan ya. Baik itu berupa
persetujuan,
penolakan ya itu sangat dibutuhkan.
Bukan berarti kalau misalnya saya
menjawab, misalnya saya menanya sama e
Mas Fadoli, "Mas, mau makan bakso gak?"
Kalau misalnya Mas Fadoli diam saja,
saya bingung mau atau tidak.
Ya, saya butuh respon ya atau tidak,
gitu.
Itu pentingnya respon. Jadi, proses
komunikasi ideal itu perlu adanya
respon. Kemudian yang selanjutnya adalah
proses mempengaruhi dan dipengaruhi.
ya kita ini melakukan ee penyampaian
informasi dalam proses interaksi dan
transaksi itu pasti ada proses
mempengaruhi dan dipengaruhi di
dalamnya.
Saya berbicara ee misalnya menanyakan
ee mohon maaf namanya siapa? Kemudian
ada salah satu sahabat ASN menjawab,
"Oh, nama saya Ani misalnya." Itu sudah
ada proses ee mempengaruhi dan
dipengaruhi. di mana ada respon, ada
kepercayaan lawan bicara saya memberikan
jawaban atas informasi yang saya
sampaikan seperti itu.
Ee itu adalah makna dari komunikasi.
Sebetulnya definisi komunikasi itu
banyak sekali, tidak bisa dibatasi.
Karena kita diam itu juga sudah
komunikasi. Diam sendiri pun mempunyai
ee persepsi yang berbeda-beda di dalam
setiap orang yang melihat. Misalnya pada
saat saya diam ya, ada teman yang
menyebutkan ee emang lagi sakit ya
misalnya ee lagi sedih ya, lagi ada
masalah padahal sebetulnya gak ada
apa-apa gitu ya. Yang biasanya kita
ramai, biasanya kita suka berbicara
kemudian tiba-tiba kita diam. Itu
persepsi lawan bicara kita atau
lingkungan itu akan berbeda-beda.
Oke, next.
Nah, ini adalah fungsi, strategi, dan
tujuan dari komunikasi. Ya, sebetulnya
untuk fungsi sendiri, peran dan
fungsinya sendiri itu banyak seperti
yang ada di slide ya. Salah satunya
adalah penyampaian informasi. Setiap
manusia yang utama kebutuhan itu adalah
informasi ya. Bukan masalah makan, bukan
masalah sandang atau papan, tapi yang
utama adalah informasi.
Balik.
Oke.
Ee yang depan. Yang depan. Mundur
mundur. Iya.
Lagi. Mundur lagi.
Iya. Oke.
Informasi ini adalah penting ya.
Misalnya masalah kalau ada yang bilang
bahwa kebutuhan utama adalah makan ya.
Sandang dan papan. makan itu kalau kita
tidak tahu bagaimana cara mengolah bahan
makanan atau mendapatkan makanan,
kita juga enggak akan bisa makan. Dari
mana hal itu bisa kita penuhi? Yaitu
adalah dari informasi, ya. Kemudian
sebagai bentuk pengenalan ya, sebagai
identitas diri
itu tujuannya adalah untuk mengetahui
setiap pelaku komunikasi akan selalu
menyampaikan identitas dirinya baik
secara verbal maupun secara nonverbal.
Ya,
ada fungsi-fungsi lain antara lain
adalah menyatakan emosi. Ya, Anda marah
itu enggak harus ngomel-ngomel, enggak.
Cukup Anda diam, kemudian ekspresi
berubah,
kemudian ee gerak tubuh pun juga
berubah. Ya, itu sebagai bentuk
penegasan bahwa emosi saya tuh lagi
marah nih, lagi senang nih, lagi sedih
gitu ya. itu semuanya
selalu kita bawa, selalu kita sampaikan
secara ee lebih sering secara nonverbal
seperti itu. Kemudian sebagai bentuk
pertahanan diri ya, wah saya harus
berubah. Saya tidak boleh selalu di
zomena nyaman. Seperti yang tadi sudah
disampaikan di awal bahwa pertahanan
diri itu kita akan membentuk bahwa diri
kita ini adalah
ya setiap individu menyatakan bahwa kita
ini yang terbaik gitu ya. Kita ini benar
nih. Itu bentuk pertahanan diri dan itu
juga sebagai bentuk atau tujuannya
sebagai peringatan untuk diri kita.
Kemudian untuk menyatakan instruksi ya
biasanya kalau di dalam ee
ASN atau ee di lingkungan kerja ASN itu
jelas ee bersifat instruksional.
Kemudian sama di swasta pun juga
demikian ya ee bersifat instruksional.
Kemudian ee menyatakan hubungan. Tadi
sudah disampaikan bahwa komunikasi itu
sebagai bentuk interaksi ya.
Kemudian sebagai sosialisasi,
menghibur, mendidik, memotivasi
serta mendukung. Ya, motivasi dan
mendukung ini adalah yang paling besar
peranannya untuk meningkatkan kinerja
atau ee
pola kerja dari sahabat-sahabat ASN
supaya di lingkungan kerja yang dinamis
sekarang ini kita dituntut untuk
menciptakan lingkungan kerja yang
dinamis dan kita pun harus menjadi
manusia yang dinamis.
Oke. Baik. Next.
Nah, kemudian kita masuk dalam gaya
komunikasi ya. Gaya komunikasi di sini
gaya itu adalah cara seseorang dalam
melakukan interaksi
baik itu melalui pesan verbal maupun
pesan nonverbal
sehingga pesan dapat dipahami dan
dimengerti untuk mencapai tujuan. yang
Anda ee teman-teman atau sahabat ASN ini
harus mampu untuk melakukan
tindakan komunikasi ya. Harus dibiasakan
untuk menyampaikan sesuatu yang ada di
dalam pikiran. Jangan disimpan. Kalau
disimpan, enggak ada yang tahu, ya.
Kemudian di dalam bentuk nonverbal.
bentuk nonverbal itu
sesuatu yang paling mudah dipahami
dengan orang lain tanpa harus kita
menyampaikan secara lisan
seperti itu.
Gaya setiap individu itu berbeda-beda.
Ada yang cukup secara simbolik, ada yang
perlu menggunakan kata-kata. Ya,
semuanya itu biasanya melekat menjadi
bagian dari
ee dari kepribadian individu
masing-masing ya. Ada yang suka oke
dialog, ada yang suka bentak-bentak, ada
yang suka cukup menunjukkan raut muka
yang happy atau senang atau memang tidak
suka atau memang marah gitu ya. setiap
individu berbeda-beda.
Kemudian melalui gaya komunikasi
lingkungan sosial ya antara lain
masyarakat dan lingkungan individu itu
dapat memahami seseorang ya. Pelaku
komunikasi itu mempunyai kepribadian
yang unik. Setiap orang itu unik, tidak
ada yang sama. ya gaya berkomunikasinya
ada yang happy, ada yang datar, ada yang
ya formal seperti itu ya. Setiap
individu ee mempunyai khasnya
masing-masing.
Kemudian gaya komunikasi seseorang
dipengaruhi oleh emosi, situasi, dan
lingkungan.
Nah, ini penting yang biasanya kita
bicaranya santai, kemudian bicaranya
kita ee bersifat dialogis gitu ya.
Tiba-tiba suatu saat kita ngomong
volumenya keras, intonasinya tegas.
Ya, orang yang biasa melihat kita ee
bicaranya santai kemudian punya intonasi
yang berbeda pasti akan bertanya, "Eh,
ini kenapa kok tumben tiba-tiba
kamu bentak saya?" Seperti itu.
Hal yang perlu dipertanyakan, bagaimana
dengan emosinya waktu itu ya? Kemudian
situasi ketika kita misalnya pada saat
presentasi, kalau e sahabat ASN belum
pernah melakukan presentasi gitu ya,
belum pernah melakukan presentasi secara
lisan misalnya atau menyampaikan sesuatu
secara lisan di dalam situasi ee yang
sudah di misalnya isinya
pimpinan-pimpinan kita gitu ya, kita
ditunjuk untuk melakukan ee
penyampaianpenyampaian
ee suatu itu informasi misalnya atau
program ee biasanya di situ yang sudah
kita sudah kita siapkan gitu tiba-tiba
bisa berubah
ya biasanya bisa dipengaruhi karena
faktor nervous guguk gitu ya ee bisa
jadi sudah takut sendiri nanti
jangan-jangan saya salah ngomong
jangan-jangan ee ee bahasa tubuh saya
bergerak yang yang mungkin ngomong ee
tiba-tiba mohon maaf ya tiba-tiba
ngorek hidung gitu atau ngorek telinga
misalnya gitu ya. E itu ee akan
mempengaruhi kemudian lingkungan
yang yang pasti di dalam ee kehidupan
keluarga, lingkungan keluarga,
lingkungan budaya kita yang sehari-hari
kita ee jalani itu sangat mempengaruhi
bagaimana gaya komunikasi kita juga
seperti itu ya. ya mungkin ee sahabat
ASN mendengar saya atau melihat saya ini
pasti
sudah punya ee apa namanya memaknai saya
bahwa saya ini pasti orang Jawa karena
apa dialeknya jelas nih medok banget
orang Jawa gitu ya.
Terus kemudian ee mungkin ee Bu Neni ini
orang dari daerah Jawa Tengah atau
daerah Jogja atau Jawa Timur gitu ya.
Saya ini dari Jawa Timur. Kalau misalnya
kalau saya ee misalnya ada teman bilang,
"Ah, gak mungkinlah dari Jawa Timur,
enggak mungkin sehalus kamu." Misalnya
gitu kan. E itu sangat mempengaruhi gaya
gaya ee komunikasi kita gitu ya. Ya,
akhirnya bisa menjadikan identitas diri
kita seperti itu. Oke. Baik. Next.
Nah, ini gambar ini adalah contoh-contoh
ya yang saya ambil untuk mewakili
bagaimana situasi gaya komunikasi yang
ada di dalam ee suatu organisasi atau ee
kantor atau ee perusahaan ya. Ada yang
terbuka
ya, ada yang ee ini bisa dilihat di atas
ee sangat ee asertif. Kemudian ee ada
yang menghadapi situasi yang
perlu ketegangan itu yang paling kanan
itu ya.
Kemudian yang paling bawah itu yang
bentuknya sangat ada yang posisinya
bersifat agresif dan satunya bersifat ee
asertif ee ini pasif ya. Pasrah
dimarahin pasrah. Saya kira ee
sahabat-sahabat ASN mungkin pernah
menghadapi situasi seperti ini ya.
sebaiknya bagaimana?
Yang jelas untuk posisi gambar paling
bawah itu akan mempengaruhi bagaimana
kesehatan mental kita kalau itu selalu
dipupuk setiap hari dengan situasi
seperti itu ya. Begitu pula dengan
gambar yang paling kanan. Gambar yang
paling kanan kalau kita setiap hari
kerjaannya rapat ya, setiap hari rapat
di dalam rapat isinya bersih tegang
gitu. Apakah itu cukup sehat? Apakah itu
cukup produktif untuk meningkatkan ee
produktivitas
kantor seperti itu ya. Nah, ini perlu
dipelajari
bahwa situasi-situasi positif yang akan
menjadikan di mana kita mempunyai
kesehatan mental yang lebih baik gitu
ya, yang bisa menjadikan kita sebagai
ASN yang produktif. Kalau setiap hari
selalu dimarahin, setiap hari selalu
dikomplain gitu ya.
Saya kira
efeknya juga tidak akan bagus di dalam
mental.
Oke. Baik. Next.
Nah, ini bisa dilihat ya gaya komunikasi
yang terjadi itu memiliki empat tipe.
Yang pertama adalah tipe agresif. Ya,
tipe agresif ini nanti hasilnya adalah
menang kalah gitu. yang menang ini yang
ngomong
karena dia mendominasi ya, dia ya
mempunyai maksud dia yang harus ee
mendapatkan gitu ya.
Kemudian adalah tipe asertif hasilnya
adalah menang-menang atau win-win. E ini
yang paling ideal digunakan
dan ini juga bukan suatu hal yang mudah
untuk diterapkan. Kalau kebiasaan cara
berkomunikasinya, gaya berkomunikasinya
tidak terbuka, ya. Kemudian ada ee tipe
pasif agresif ya, hasilnya losose atau
kalah semuanya kalah gitu.
Kemudian selanjutnya adalah tipe pasif.
Tipe pasif itu losose win, kalah menang.
Ya, ini ya sudahlah pasrah gitu ya. Ini
juga tidak tepat gitu ya. Kalau kita
dituntut untuk berinovasi, kita dituntut
untuk berubah dari zona nyaman, kita
tidak bisa harus bersifat pasif seperti
itu.
Oke, next.
Next. Oke. E ini identitas gaya
komunikasi.
Bisa dilihat komunikasi ee di sini
aspek-aspeknya ya. Yang pertama adalah
sifat dari komunikasi agresif. Di sini
memakai
sebentar.
Oke. Komunikasi agresif ini bersifat
memaksa ya, tetapi komunikasinya adalah
terbuka gitu. Kalau untuk komunikasi
asertif
sifatnya adalah terbuka, jujur, langsung
ya.
tulus dan ikhlas.
Ini yang paling ideal, asertif. Kemudian
pasif. Kalau pasif itu tertutup, tidak
bisa mengungkapkan.
Ada juga ee seseorang yang mempunyai
kebiasaan setiap kali diminta, "Udahlah
ngomong aja enggak masalah." Misalnya,
jawabannya adalah saya itu ndak bisa loh
ngomong. Saya itu takut kalau sudah
ngadapin orang misalnya gitu.
Nah, ini tipe pasif
itu nanti akhirnya ya sudahlah ngikut
aja keputusannya apa. Itu tidak bisa
membuat Anda atau kita semua menjadi
pribadi yang inovatif.
Ya, kita akan stuck itu-itu aja pasrah
gitu ya.
Kemudian aspek untuk kontak mata,
komunikasi agresif itu terfokus, tajam,
dan menantang.
Kalau untuk asertif terfokus tetapi
tidak tajam karena dia ee terbuka ya
karena melibatkan.
Jadi kita tidak kalau kalau agresif itu
kan ee terfokus tajam kan seperti orang
marah gitu ya karena dia memaksakan
kehendak menegaskan gitu ya. Tetapi
kalau yang komunikasi pasif itu lebih
pada menghindari kontak mata.
Oke, dengan ee dan aspek-aspek yang
lainnya yang ada di ee ini nanti bisa
kita bahas di dalam tanya jawab kalau
misalnya ada pertanyaan.
Next.
Nah, ini representasi wajah di mana
posisi kita atau komunikator atau
komunikan dalam posisi pasif, asertif,
dan agresif ya. Oke, next.
Next.
Nah, ini gaya kepemimpinan, gaya
komunikasi kepemimpinan.
Ada yang gaya controlling, ya. Ini
maunya mengontrol, menguasai, ya.
Kemudian gaya equekilitarian di sini
gaya yang paling ideal di mana
melibatkan antara lawan bicara dengan
kita dan terbuka untuk memberikan
informasi atau masukan. Kemudian gaya
struktural. Nah, ini lebih pada seorang
pimpinan untuk memberikan instruksi atau
ee bagaimana job description atau
pekerjaan yang harus dilaksanakan. Ya.
Kemudian gaya dinamis. Gaya dinamis ini
komunikasi yang bersifat agresif
tetapi mempunyai hubungan kerja sama
yang baik dalam menyelesaikan masalah
gitu. Kemudian yang terakhir ini adalah
gaya relishing, yaitu di mana pemimpin
memiliki sifat terbuka menerima saran
atau ide dari orang lain dan menekan
egonya atas ee masukan-masukan yang
diterima seperti itu lah. Ini biasanya
berada di lingkungan organisasi yang
berisi orang-orang yang sudah mempunyai
pengalaman atau pengetahuan yang e luas
seperti itu. Next.
[Musik]
kayak ini ya. Dan proses komunikasi ada
hambatan. Hambatannya ada tiga,
eksternal, internal, dan juga semantik.
Eksternal itu bisa merupakan gangguan
teknis, ya. Kemudian internal bisa dari
psikologis, emosi, kemudian status
sosial. Status sosial itu juga cukup
mengganggu ya dalam hambatan eh
komunikasi. Kemudian kurangnya
interpersonal skill ya, kemampuan.
Kemudian yang terakhir adalah gangguan
semantik. Gangguan semantik ini
perbedaan bahasa, persepsi, kemudian
penggunaan istilah yang tidak biasa atau
berlebihan dan mampu dan tidak mampu
memilih kata-kata atau kalimat dengan
tepat. Nah, ini ini atau istilahnya
bertele-tele itu juga kurang baik
menjadi hambatan dalam komunikasi.
Ya, ini yang terakhir dari saya. Next,
keberhasilan komunikasi sebagai
motivasi. Ya, yang pertama, setiap
individu harus mampu mengawali atau
membangun proses komunikasi. Tidak semua
orang mau menyelesaikan masalah dulu,
menyelesaikan baik-baik ngomong. Itu
enggak semua orang mau. Tapi ini
penting. Kemudian kemampuan mendengar.
Mendengar yang menjadikan Anda mengerti
dan memahami. Kemudian terbuka dalam
menerima informasi.
Pesan verbal dan nonverbal yang positif.
Pesan positif itu penting. Kemudian
memberikan respon atas informasi atau
pemikiran dari lawan bicara. Dan yang
terakhir adalah terakhir adalah
pendukung secara objektif dan
menciptakan situasi kondusif. Inilah
yang nantinya akan dapat membantu kita
menjadi pribadi yang inovatif di dalam
dunia kerja. Oke, next. Oke, terima
kasih. Itu ee dari saya tentang ee gaya
komunikasi yang nanti bisa kita ee bahas
lebih dalam di dalam ee pertanyaan atau
tanya jawab. Ee semoga bermanfaat. Saya
kembalikan lagi kepada Mas Fadoli.
Terima kasih, Mas Fadoli.
Sama-sama, Bui. Terima kasih. Eh ee
sobat SN sekalian ini tentu Sobat SN
sudah memiapkan apa namanya tanya
pertanyaan ya untuk narasumber kita yang
pertama Bunda ini sebelum audien
bertanya nanti di akhir ya ini untuk
mewakili ya mewakili e meng-hight apa
yang Ibu tadi sampaikan izinkan saya
bertanya begini jadi
pemaparan tadi intinya adalah
keterbukaan
ya ngomong karena saya tahu sobat SN
bukan
ee ASN-ASN yang menganut aliran
kebatinan. Jadi hari-hari hanya batin
jadi kalau sesu ada sesuatu itu harus
disampaikan
disampaikan.
Namun Buneni ee praktik kita di lapangan
entah di tempat kerja, di kantor dan
sebagainya,
komunikasi yang terjadi itu ada gap, ada
gap komunikasi. Nah, gap komunikasi ini
terjadi karena satu
yang sering terjadi ya, yang sering
terjadi itu yang adalah
perbedaan persepsi atau di ee semantik
tadi itu artinya
ee pimpinan kita
I
dengan anak-anak sekarang itu tentu
berbeda. Berbeda berbeda. Artinya kalau
dalam teori generasi itu ada yang
namanya generasi boomer ya toh. Kemudian
ada generasi X, generasi Y, generasi
internet, generasi alfa dan sebagainya.
Tentu sebenarnya maksud pimpinanah atau
maksud siapapun leader yang ada di
kantor itu sebenarnya baik. Tapi karena
memang perbedaan persepsi, perbedaan
latar belakang, perbedaan pengalaman dan
sebagainya yang terjadi adalah
kesalahpahaman. Iya.
Padahal tujuan komunikasi adalah untuk
menjalin kesepahaman. Nah, nanti ee
minta tolong dileg ini Bu ini. Nah, tadi
supaya untuk bahan Pak, bahan untuk
rekan karena saat ini yang terjadi itu
hal-hal sepele, hal-hal sepele di kantor
ya, komunikasi hal-hal sepele di kantor
itu dampaknya luar biasa. Per waktu
tidak terkerjakan, kemudian laporan jadi
tidak selesai, jadi semangat ngasuk
kantor berkurang. itu karena hal-hal
komunikasi sepele yang ada gap-nya tadi.
Nah, silakan ini di high nanti kita buka
pertanyaan di akhir sesi.
Iya, silakan
dijawab sekarang.
Sekarang.
Oke. Baik. Ya, memang ee gap gap untuk
ee komunikasi yang terjadi di dalam
lingkungan ee organisasi ya biasanya
dilatar belakangi oleh perbedaan budaya.
budaya dalam arti di sini ee bukan hanya
sebatas ee
apa namanya traps ya, tetapi kebiasaan
yang sudah dijalani.
Apalagi kalau pimpinan-pimpinan kita ini
Mas yang sudah ee mohon maaf ya yang ee
sudah senior gitu ya, itu sudah terbiasa
dengan ee seorang pemimpin yang sifatnya
agresif. satu eh one way communication
itu jadi instruksional
tidak mau membuka kebiasaan untuk
berdialog ya berdialog inilah yang
sebetulnya penting yang penting untuk
bisa dibiasakan
ya dibiasakan sebetulnya kalau kita
berbicara tips and tricks it tapi kalau
yang bersangkutan atau pelaku
komunikasinya tidak mau berubah ya susah
Mas gitu ya jadi ee ee bisa jadi diawali
oleh dari kita sendiri gitu ya. Kita
pelan-pelan mencoba membiasakan
berdialog dengan e pimpinan kita yang
sifatnya komunikasi selalu one way
communication eh apa namanya
instruksional
gitu. Hanya bisa merintah, hanya bisa
merintah kemudian enggak mau tahu
pokoknya ee laporan ada di meja jam se
sekarang. enggak pernah ada motivasi,
tidak pernah adanya ee kalimat-kalimat
positif yang diberikan misalnya seperti
itu. Ya, tampaknya terdengar seperti
teori, tapi memang kembali lagi bahwa
pelaku komunikasi
mau enggak mau melakukan ini. Tapi
biasanya memang saya juga enggak bisa
memungkiri kalau kita sudah bertemu.
sendiri pun juga pernah mengalami
mempunyai pimpinan senior ya sudah ee
levelnya di atas di mana ee ya itu
sifatnya instruksional. Pokoknya saya
merintah kamu kasih ee apa yang saya mau
ya sudah gak usah komplain. Nah, untuk
saat ini tidak bisa. Kalau mau kita
punya ee lingkungan ee lingkungan kerja
yang kondusif ya menjadikan kita ee kita
semua atau sahabat ASN itu
tadi dibilang harus inovatif, harus
mempunyai kesehatan mental. Itu sangat
mempengaruhi kesehatan mental loh, Mas.
Tadi salah satunya sudah disebutin bahwa
malas ngantor deh gitu ya. Cuman paling
ujung-ujungnya besok diomelin laporan
gak kelar gitu. Kalau gitu terus ya
kapan berubah gitu ya. Bagaimana
solusinya? Ya kembali lagi dari kita
yang
mengawali ya membuka cara komunikasi
dialogis untuk ya atasan-atasan kita
yang dalam tanda kutip kaku tadi seperti
itu ya. Pertanyaannya mau enggak? Berani
enggak? itu ya sebetulnya bukan masalah
berani atau tidak berani. Selama kita
etika komunikasi kita terjaga, bahasa
kita santun, saya kira semakin terbiasa
akan bisa berubah. Enggak ada yang
enggak bisa berubah kalau sudah
dibiasakan.
Baik, terima kasih.
Masasih Bu.
Jadi ee sobat ASN semuanya ya sekalian
yang hadir pada webinar series 3 ASN
Pelajar pada siang hari ini ya. siapkan
fokus ee sobat SM sekalian untuk
menyiapkan pertanyaan-pertanyaan
kepada e narasumber. Namun nanti
pertanyaannya kita sampaikan di ee sesi
akhir. Untuk sesi kedua ini kita sapa
dulu ada Bu
Silvani Janita. Selamat siang Ibu
Bu Silvani.
Iya. Halo. Kedengaran su saya?
Alhamdulillah. Salam dari Kalimantan
Timur, Ibu.
Salam. Salam sehat. Nah, apa kabar?
Alhamdulillah sehat, Bu Silvani. Nah, ee
sobat SN ee Bu Silvani kebetulan sudah
hadir juga di tengah-tengah kita. Beliau
ini sekali ee selain psikolog klinis,
beliau ini juga praktisi PR. Jadi,
praktisi humas juga. Jadi beliau nanti
akan ee berbagi pengalaman terkait
dengan ee
hidup sehat ya hidup hidup berimbang ini
work life balance ini ee kalau saya sok
tahu Bu Silvani ini kan ee hidup
berimbang antara eh eh work time
kemudian social time sama metime itu
dapat semua. Jadi tidak hanya kerja
tetapi juga apa namanya ee sosialnya
dapat. Nah, untuk menyenangkan diri
sendiri juga dapat. Tapi pertanyaannya
apakah mungkin itu terjadi gitu kan di
tengah kemudian tuntutan kerja yang
semakin hari semakin e banyak kemudian
tugas-tugas datang. 30 ya kan
siang-siang belum ada 0.30 baru datang
dan itu harus terselesaikan. Maka ini
nanti ada tip dan trik ya yang dari ee
psikolog dari Bu Silvani Dianita. Nah,
untuk membagikan bagaimana sih kemudian
untuk hidup yang balance itu seperti
apa. Karena tujuannya satu supaya tetap
waras ya, supaya tetap sehat, supaya
rekan-rekan sobat ASN sekalian tetap
bahagia. Pokoknya jangan lupa bahagia.
Baik, untuk mempersingkat waktu kepada
Bu Silvani Jita kami persilakan. 20
menit ya, Bu.
tahun.
[Musik]
Mari Bapak Ibu siapkan.
Oke. Ee selamat siang Bapak Ibu.
Apakah sudah terdengar suara saya?
Terdengar ya.
Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita
semua. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan. Shalom.
Kami ucapkan terima kasih kepada para
penyelenggara dari BPSDM Provinsi Jawa
Timur yang telah mengundang saya untuk
bisa hadir dalam forum yang sangat baik
ini untuk webinar ASN seri ke-31.
Dan saya juga sangat mengucapkan terima
kasih sekali atas tema yang sudah di ee
usung oleh para panitia terkait dengan
ee masalah work life balance dan
kesehatan mental. Dan ini merupakan
sebuah ee tema yang sangat baik karena
kesehatan mental saat ini menjadi fokus
yang sangat-sangat ee dibicarakan banyak
orang terutama di era yang serba dinamis
seperti saat ini. Dan saya berterima
kasih juga eh atas eh k speech dari
Bapak Andriantos Kepala Provinsi Jawa
Timur dan juga penjelasan yang sangat
komprehensif sekali dari Ibu Neni Ismaya
terkait dengan gaya komunikasi untuk
para ASN saat ini. Dan saya sebenarnya
untuk melengkapi saja nih ya terkait
dengan kebutuhan-kebutuhan para ASN
untuk bisa menguatkan kesehatan mental
dalam bekerja untuk era-era saat ini.
Jadi izinkan saya untuk bisa share
screen dan nanti Bapak Ibu boleh juga
untuk memberikan pertanyaan kepada kami
melalui forum chat. Silakan saja
apa sambil saya dapat memberikan
penjelasan.
Apakah sudah terlihat layarnya saat ini?
Sudah, ya. Kalau sudah, boleh saya
diberikan tanda jempol oleh Bapak dan
Ibu.
Baik, Bapak dan Ibu yang hadir di mana
pun berada, gimana? Ee masih kondisinya
sehat ya, masih
bisa mendengarkan materi pada siang hari
ini? Silakan sambil santai-santai saja
kita sambil minum makan di tersaji di
hadapan Bapak Ibu. Saya juga mohon izin
dan mohon maaf bila nanti ada kebocoran
suara karena saya sudah mempraktikkan
sebuah cara kerja yang model baru yaitu
remote working space ya. Jadi bisa
bekerja di mana saja dan hari ini saya
ee
mewakili pimpinan untuk bisa hadir dalam
agenda kegiatan di luar. Jadi saya ee
mohon izin untuk bisa
menyampaikan pengalaman yang selalu
dapati yang saya dapati untuk bisa
dibagikan pada Bapak dan Ibu. Bapak dan
Ibu ee tema yang diminta kepada saya
adalah terkait dengan work life balance.
Tapi kalau saya lihat work life balance
ini banyak sekali loh eh definisinya dan
banyak sekali soft skill-soft skill yang
dibutuhkan untuk para ASN. Oleh
karenanya saya coba untuk mengangkat isu
terkait dengan redefining stress at
workplace at for balance. Eh kenapa ini
menjadi stressing eh utama yang saya
ingin angkat? Karena memang saya juga
sebagai ASN juga merasakan di
kondisi-kondisi yang dialami oleh Bapak
dan Ibu semua di seluruh Indonesia ini
ee terkait dengan tekanan-tekanan kerja
yang dihadapi sehari-hari. Namun izinkan
saya sebelumnya memperkenalkan dulu diri
saya walaupun tadi sudah diperkenalkan
oleh panelis kita ya.
Ee saya siapa sih saya ini Bapak Ibu?
Kalau misalnya ada juga Bapak Ibu yang
sudah mengenal saya, salam kenal
kembali. Mudah-mudahan nanti kita suatu
saat bisa hadir secara tatap muka ee
bersilaturahmi bersama ya Bapak, Ibu ya.
Atau nanti kalau Bapak dan Ibu mau ee
bisa mengundang saya silakan ya. tadi
sudah disampaikan saya itu adalah
seorang ASN yang bekerja di Badan
Pengembangan Sumber D Manusia
Kementerian Dalam Negeri. Saya berdinas
di sana sebagai peranata humas ahli muda
dan juga sekaligus profesi saya adalah
sebagai psikolog klinis dewasa di Rumah
Sakit Gandaria dan klinik Advent
Jakarta. Saya juga ada di Halo, Dok dan
Alo Dokter. Jadi bila Bapak dan Ibu atau
rekan-rekan semua yang mungkin
membutuhkan layanan kesehatan mental
boleh bisa ee menghubungi
layanan-layanan kesehatan mental yang
ada di dekat Bapak dan Ibu. Bisa juga
hadir secara daring melalui
platform-platform media sosial yang ada
seperti Halo Dokter dan Halo, Dok. Jadi,
Bapak dan Ibu bisa melihat nama saya di
situ. Nanti bisa kita ber ee interaksi
lebih lanjut ya, Bapak, Ibu ya. dan juga
Bapak Ibu ee saya juga
memiliki ee atau tergabung dengan
beberapa organisasi profesi. Saya pernah
tergabung dalam organisasi profesi
Ikatan Abang None Jakarta karena saya
dulu adalah eh finalis DKI Jakarta tahun
2020 2009
dan juga saya juga aktif sebagai relawan
di Advent Respon Cepat sebagai relawan
bidang pelayanan masyarakat. untuk
penguatan psikologi dan saya juga ee
aktif sebagai pengurus pusat di Ikatan
Psikolog Klinis Indonesia bidang
kemitraan pemerintah. Karena saya juga
sebagai psikolog klinis dewasa dan saat
ini juga saya aktif sebagai pengurus
pusat ee bidang SDM pada organisasi
profesi yang saya banggakan juga yaitu
Ikatan Perenata Humas Indonesia, IPAR
Humas Indonesia. Bagi Bapak dan Ibu yang
mungkin saat ini ee merupakan rekan
sejawat yang sama dengan saya, salam
hormat dari Jakarta ee dan juga semangat
selalu buat Bapak dan Ibu semua ya. Nah,
itu mungkin sekilas tentang saya ee yang
bisa saya bagikan kepada Bapak dan Ibu.
Saya langsung saja karena saya diberikan
waktu yang sangat singkat. Semoga nanti
penyampaian materi saya dapat sama-sama
nanti kita bisa terima ya, Bapak, Ibu.
Bapak, Ibu ee saya izin mengingatkan
kembali kita sebagai ASN ini memiliki
karakter dan kompetensi yang sangat luar
biasa. Saya kutip dari pernyataan Bapak
Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko
Widodo pada saat dia memberikan
ceramahnya di tahun 2018 pada saat
beliau memberikan ee kegiatan pidato
menuju birokrasi berkelas dunia tahun
2024. Ya, jadi sebenarnya pidato ini
sudah cukup lama tapi saya masih tetap
kutip pernyataan beliau. Apa saja sih,
Bapak dan Ibu? Yang pertama adalah kita
sebagai ASN atau birokrat sebenarnya
harus memang ee butuh sebagai birokrat
yang tangguh dan mau bekerja keras serta
inovatif. Dari tadi saya juga
mendengarkan
pembahasan dari para narasumber kita
bahwa ASN itu didorong harus inovatif,
harus inovasi, harus bisa bekerja keras
dan juga ee birokrat harus bisa menjadi
wadah yang bisa menegarkan masyarakat.
Karena memang kita juga sebagai ASN ee
selalu berinteraksi juga kepada
masyarakat, Bapak, Ibu ya. Yang ketiga,
birokrat juga perlu mengedepankan kepian
masyarakat, bangsa, serta negara di atas
kepentingan yang lain. Dan yang
berikutnya adalah birokrat harus
memiliki perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi. Nah, Bapak dan Ibu, ini
sangat penting sekali empat aspek utama
ini plus juga ee satu aspek yang
terakhir adalah birokrat sebagai simpul
pemersatu bangsa, penuh integritas dan
bebas korupsi serta membangun lompatan
kemajuan Indonesia. Sangat luar biasa
Bapak dan Ibu ya tugas kita sebagai ASN.
Oleh karenanya ee untuk bisa mendukung
kompetensi karakter ini, kita harus bisa
juga nih mendukung penguatan kita tidak
hanya secara fisik saja juga harus
didukung dalam sisi kesehatan mental
yang harus kita penuhi. Nah, nanti kita
akan bahas dan diskusikan terkait dengan
kompetensi-kompetensi kesehatan mental
yang yang diperlukan bagi ASM itu
sendiri.
Namun ternyata dalam menjalankan ee
tugas fungsi kita juga kita perlu lihat
juga nih tantangan ASN Masak ini Bapak
Ibu yaitu bahwa ASN saat ini adalah ASN
sangat kompetitif sekali Bapak Ibu ya.
kita lihat dari segala ee macam
aturan-aturan yang sudah saat berlaku
bagi kita semua bahwa kita tidak bisa
lagi menjadi ASN yang duduk-duduk saja
di kantor. Kita sudah sangat sudah
banyak diatur dalam ee berbagai regulasi
bahwa saat ini dengan adanya kebijakan
fungsional maka kita harus bisa
memfungsikan diri kita sesuai dengan
kapasitas dan kompetensi yang diharapkan
untuk bisa memenuhi kebutuhan itu
sendiri. Yang kedua apalagi Bapak Ibu
dengan adanya keterampilan dengan
kemajuan teknologi bahwa diharapkan
ASNASN yang saat ini masa kini ini
adalah ASN yang benar-benar sudah
adaptif. ASN yang sudah menguasai segala
keterampilan perkembangan teknologi yang
ada. Perkembangan teknologi itu sangat
dinamis, Bapak dan Ibu. Enggak bisa ee
mungkin saat kemarin kita kayaknya masih
dalam kondisi yang ee mengikut teknologi
melalui handphone. Tapi sekarang apa?
sekarang kita sudah bisa ee bekerja di
mana saja. I sudah tidak harus
tergantung harus bekerja di kantor. Kita
harus bisa memanfaatkan teknologi.
Bahkan ee zaman sekarang itu adalah
kebutuhannya adalah kebutuhan wifi gitu
ya. Kalau enggak ada Wii enggak kencang,
wah susah sekali nih kita untuk bisa
mendapatkan informasi dan
akses-aksesnya. Kemudian tiga, ketiga
adalah bahwa tantangan masa kini ASN itu
harus juga bisa terlibat aktif nih dalam
pelayanan-pelayanan pada masyarakat.
Bagi Bapak Ibu yang juga sebagai ASN
yang terlibat dalam masyarakat pasti
tentunya tahu nih ya ee
kebutuhan atau kompetensi yang dibutuh
oleh ASN itu harus bisa ASN yang ramah,
ASN yang sangat ee fleksibel dan bisa
sangat adaptif pada masyarakat. bukan
lagi AAN yang cemberut gitu ya, ASAN
yang mungkin ee enggak ngerti apa-apa.
Justru tidak seperti itu. ASN saat ini
harus ASN yang sangat unggul sekali.
Kemudian kita perlu lihat juga nih
tantangan ASN berikutnya adalah adanya
ee peran talenta ya. Sehingga apa? Bagi
Bapak Ibu yang memiliki talenta yang
luar biasa perlu dimanfaatkan. Harus
bisa mengembangkan diri yang luar biasa.
tidak bisa lagi mungkin ah saya mungkin
cuma bisanya ngetik aja ya kalau memang
kapasitas itu bisa dikembangkan kenapa
tidak karena kebutuhan kita itu sudah
tidak bisa berdiam diri saja Bapak Ibu
kita harus bisa proaktif jemput bola
kalau perlu ya karena memang saat ini ee
talent work itu sudah sangat dikedepank
Bapak Ibu jadi kalau misalkan ada Anda
hanya biasa-biasa aja gimana bisa supaya
bisa luar biasa tapi kalaupun
biasa-biasa biasa aja ya enggak apa-apa
bagaimana bisa ee mengembangkan itu jauh
lebih baik. Kemudian apalagi tantangan
yang bisa saya lihat ya, bahwa
transformasi digital yang bergerak cepat
ini bisa mendorong kita harus bisa tetap
berubah secara cepat. Nah, ini mungkin
juga bisa mempengaruhi kondisi-kondisi
kesehatan fisik, mental, dan psikologis
kita juga. Ee hati-hati Bapak dan Ibu
dengan adanya kemajuan teknologi ee
sedikit banyak yang akan pasti
mempengaruhi cara kita berpikir, cara
kita mengelolai ee pikiran kita dan
berkinerja juga pasti berpengaruh. Dan
yang terakhir adalah ASN yang masa kini
juga dituntut untuk bisa responsif,
harus bisa reaksinya cepat gitu, enggak
bisa lagi mungkin responnya harus 1* 24
jam sudah tidak bisa seperti itu. Bahwa
kecepatan transformasi reformasi
birokrasi ini menuntut kita harus bisa
cepat tanggap nih apa sih yang terjadi
dalam lingkungan kita. Makanya KSN
Masakin itu perlu bisa ee dibutuhkan
memiliki ketangkapan kecakapan ee
pikiran dan juga cakapan digital serta
bisa peka nih terhadap lingkungannya.
Nah, tadi juga saya mendengar sudah
disinggung oleh pertanyaan dari Pak ee
Ahmad Fadoli ya terkait dengan
menghadapi kesejangan generasi. Nah, ini
saya singgung nih terkait dengan hal ini
bahwa ee tentunya terlepas tidak
terlepas juga perkembangan zaman ini
mempengaruhi kesenjangan-kesenjangan
kita dalam berinteraksi. ASN masa kini
kan sudah tidak lagi hanya dikuasai oleh
mereka yang usianya jauh lebih tua ya.
dengan adanya bonus demografi saat ini
bahwa ee gap kita sebagai ASN sudah
membuat menimbulkan banyak generasi yang
terjadi di yang ada terjadi saat ini.
Generasi apa saja yang mungkin terlihat
yang ee masih tersisa? Ya, kita lihat
ada pola PNS yang model lama yaitu baby
boomers. tentunya Baby Boomers ini ee
sebagai
yang lebih senior mereka pasti tentunya
membutuhkan waktu untuk beradaptasi
dengan pola-pola yang saat ini terjadi.
Tapi yang saya lihat juga seperti yang
terjadi di kantor saya maupun ee pola
pola gap generasi ini walaupun masih
terlihat terasa saya lihat bahwa ASN
yang lebih senior justru sekarang juga
turut mendorong nih ASN-ASN Buddha
seperti saya juga mungkin Bapak dan Ibu
juga di kantor seperti itu.
Untungnya mereka mau ber apa ya
beradaptasi terhadap perubahan-perubahan
yang ada. Tapi kalau enggak enggak mau
berubah gimana? Ya akan sulit juga nih.
Makanya ee ketika seseorang tidak dapat
bisa berubah atau mengubah cara
berpikirnya, maka akan terjadi kon ya
konflik-konflik ini yang sebenarnya
perlu kita pahami ee bagaimana cara
mengatasinya. Yang kedua ee tentunya ada
generasi X dan Y ya, Bapak, Ibu ya.
Generasi X dan Y ini seringkiali juga
pas saya yakin pasti banyak di antara
Bapak dan Ibu ee ada ASN-ASN yang ada di
sini ya.
ee mereka-mereka ini biasanya sudah
sudah menyadari ada perkembangan IT,
sudah mengetahui nih ee adanya ee
kebutuhan-kebutuhan teknologi ini dan ee
mereka juga generasi yang masih mau
belajar tentang
perkembangan-perkembangan zaman. Dan
yang terakhir ada generasi milenial. Ini
milenial sampai dengan generasi Z. Nah,
ini yang biasanya generasi-generasi yang
seringki menimbulkan konflik nih di
antara di kantor ya. biasanya ee gap
generasi gap komunikasi yang terjadi itu
kalau berbicara dengan milenial yang
seringkiali saya dengar ya ee milenial
ini kok orangnya rada cuek ya kok orang
milenial ee mungkin orangnya kreatif
tapi tidak mau mendengarkan masukan dari
ee seniornya misalnya kemudian ee
terlalu mengandalkan kecepatan teknologi
tapi tidak mau belajar terhadap hal-hal
yang pasti sifatnya konservatif. Nah,
tentunya hal-hal seperti ini ee bukanlah
tidak mungkin kita akan menghadapi ee
apa ee sebuah sebuah isu-isu konflik
atau resiko-resiko yang ada. Tapi
walaupun hal itu terjadi, Bapak dan Ibu,
bagaimana nih untuk bisa menyatukan
ketiga generasi atau empat generasi ini?
Tentunya kalau dari sisi saya, saya
kalau saya dilihat saya tuh masuk dalam
generasi milenial gitu ya. ee artinya
kita perlu juga nih mau belajar
mendengarkan perbedaan generasi itu.
Kita mau bangunatannya.
Begitu juga dengan generasi yang sudah
senior juga. Bagaimana juga ee generasi
senior ini mau juga nih membangun
jembatan yang sama supaya perbedaan yang
ada ini tidak menjadi perbedaan yang
menjadi konflik di dalam kantornya. Nah,
kembali kepada topik kita Bapak dan Ibu.
Saya mau ajak dong Bapak dan Ibu sedikit
sharing ee diskusi ya. Ee boleh dong
Bapak dan Ibu buka mentimeternya ya.
Nah, sudah ada yang pernah ini enggak
mencoba nih pakai scan barcode
mentimeter?
Kalau misalnya mau coba silakan scan
barcode yang ada di layar Bapak dan Ibu
semua. Kemudian masukkan juga kode ee
mentimeternya ini atau juga saya izin
untuk bisa
ee share stop screen ya. Nanti boleh
dijawab juga di dalam forum chat
room-nya ee pertanyaan-pertanyaan ini
nanti sambil sekaligus kita sharing
bersama ya Bapak Ibu ya. Izin ya saya
share layar yang berikutnya. Nah ini ya
sudah terlihat Bapak Ibu. Silakan coba.
isi ee pertanyaan-pertanyaan ini atau
boleh juga ditulis di layar di chat
room-nya terhadap pertanyaan yang saya
sajikan di layar Bapak Ibu.
Oke, sudah siap Bapak Ibu ya. Nah, oke.
Apakah Anda merasa stres di lingkungan
kerja?
Kita lihat. Ternyata jawabannya sudah
paling banyak tidak tidak merasa stres.
Oke. Tapi berkejar-kejaran dengan yang
kata jawabannya ya. Oke ya.
Nah. Oke. Sekarang kita lihat di
pertanyaan berikutnya Bapak Ibu. Kita
lihat pertanyaan berikutnya. Berarti
jawabannya tidak ya.
Oke. Menurut Anda apa faktor-faktor
utama yang menyebaran stres tempat
kerja? Wah ini dia nih Bapak dan Ibu
lihat ya.
Sudah ada 11 respon. Banyak PNS2 malas
kerja. Aduh ya banyak yang tidak
berintegr berintegritas dan tidak jujur.
Oke. Pimpinan yang kurang komunikatif.
Volume pekerjaan dan kapasitas SDM. Wah
ternyata banyak juga ya.
Wah, kita lihat lagi apaagi. Nah, ini ya
Bapak Ibu ya, jawaban-jawaban Bapak dan
Ibu sangat akurat sekali nih.
Oke, sudah 31 responden.
Baik ya, terima kasih. Sekarang kita
lihat jawaban berikutnya, Bapak Ibu, ya.
Bagaimana ada bras stres tempat kerja?
Oke, kita lihat jawaban yang paling
utama adalah menggunakan teknik
relaksasi atau mindfulness. Wah, senang
sekali nih sudah bisa mempraktikkan
teknik relaksasinya. Kemudian hal yang
kedua adalah mencari dukungan dari rekan
kerja. Oke. Baik. Ini berkejar-kejaran
ya antara posisi kedua dan posisi ketiga
ya. Antara mengabaikan, tetap
melanjutkan, maupun mencari dukungan.
Baik. Jadi, tapi tetap setuju bahwa
menggunakan teknik relaksasi atau
mindfulness adalah salah satu cara yang
bisa kita lakukan untuk merespons rest
di tempat kerja. Ayo kita lihat lagi
pertanyaan berikutnya. Apa jawaban Bapak
dan Ibu? Apakah unit kerja saudara
menawarkan kebijakan atau program yang
mendukung keseimbangan kerja hidup? Nah,
ini dia nih jawabannya. Tidak nih bisa
menjadi sebuah refleksi bersama buat
para penyelenggara ee seperti BPSD
Provinsi Jatim. Yuk, boleh dong ee
selain memberikan wadah untuk pelatihan
tentang kesehatan mental, boleh juga nih
sudah mulai ada program-program yang
bisa mendukungnya ya lingkungan kerja
supaya lebih ee seimbang katanya ya.
Oke, kita lihat lagi pertanyaan
berikutnya. Apakah Anda merasa nyaman
berbicara dengan atasan? Wah, ternyata
jawabannya kebanyakan tidak ya Bapak,
Ibu ya. Ya. Kemudian kita lihat lagi.
Oke, terima kasih. Terima kasih Bapak
dan Ibu atas ee partisipasi yang sudah
diberikan pada saat ini.
Saya kembali lagi kepada ee materi kita
ya, Bapak, Ibu ya. Jadi, ini sudah
kelihatan ya, Bapak, Ibu ya, cara
pandang Bapak dan Ibu. Ternyata banyak
sekali variasi-variasi tanggapan Bapak
dan Ibu memandang sebuah stres itu dan
apakah lingkungan kerja saudara
mendukung saudara untuk bisa lebih
seimbang. Oh, ternyata jawabannya banyak
yang tidak. Kalau gitu yuk kita
sama-sama belajar ya, Bapak dan Ibu.
Tapi sebelumnya saya tampilkan dulu ya
beberapa data tingkat stres kerja dan
tren kerja milenial yang ada saat ini.
Kita lihat Bapak dan Ibu ternyata ee
secara survei ini tahun 2021 Bapak dan
Ibu ternyata Jakarta itu masuk ke dalam
kota yang memiliki tingkat stres dunia
tertinggi. Oke berarti saya yang tinggal
di Jakarta ini masuk ke dalam kategori
ee masyarakat yang memiliki kondisi
stres tertinggi. Beruntung Bapak dan Ibu
yang mungkin berada di kota-kota lain
ini enggak masuk dalam surveinya ya.
Tapi enggak apa-apa ya Bapak Ibu ya.
Kita lihat stres itu kayak gimana sih
sebenarnya.
Nah, kita lihat juga Bapak dan Ibu
perkembangan prospek kerja yang ada saat
ini terjadi. Kita lihat Bapak Ibu survei
yang menyatakan ee
tren kerja milenial yang ada saat ini
adalah kebanyakan mereka melihat bahwa
milenial ini ee melihat potensi
kesehatan mental itu sudah menjadi hal
yang prioritas. Makanya banyak saat ini,
Bapak dan Ibu pada saat saya praktik ya,
kalau sore hari itu banyak loh eh
klien-klien saya itu yang kebanyakan
dari milenial sampai generasi Z dengan
masalah yang sangat beragram mulai dari
masalah kisah cinta percintaan sampai
dengan masalah dengan atasannya Bapak
dan Ibu. Kemudian penyebab utama
stresnya itu biasanya adalah rencana
keuangan jangka panjang yang tidak ee
kurang terencana dengan baik. Ini benar
sekali Bapak dan Ibu ya. Kalau kita
perhatikan beberapa waktu lalu pada saat
Ibu Sri Mulyani berpidato ya, bahwa
milenial itu akan mengalami kesulitan
untuk punya rumah ya mungkin karena
mereka sering nongkrong di warung kopi
ya.
Nah, ini mungkin kita akan menjadi
refleksi bersama ee perlukah kita
sebagai generasi saat ini mulai lagi
mendefinisikan kembali nih cara kita
untuk bisa menyikapi pekerjaan atau
tingkat stres kita di saat ini.
Nah, yuk Bapak dan Ibu kita lihat yuk ee
apa sih sebenarnya stres itu.
Boleh ditulis nih stres apa sih, Bu?
Menurut Bapak dan Ibu, boleh enggak
ditulis di kolom chat-nya apa sih stres
ya menurut Bapak dan Ibu? Tapi kalau
misalnya kita lihat, saya akan mencari
definisinya secara literasi bahwa stres
menurut WHU itu adalah dapat
didefinisikan sebagai reaksi fisik
Bapak, Ibu. Reaksi fisik, mental, dan
emosional terhadap tubuh kita, terhadap
tuntutan yang diberikan kepadanya. Jadi,
stres itu sebenarnya reaksi ya, Bapak,
Ibu ya. bukan sebuah komponen yang
terjadi begitu saja. Dan ternyata Bapak
dan Ibu faktor-faktor fisik
izin
5 menit lagi
lambang
keempat Pancasila.
Oke, saya e lanjut lagi bahwa kalau kita
sudah tahu tentang stres tempat kerja
maka kita perlu lihat juga ya stres
tempat kerja itu ber kondisi yang muncul
sebagai interaksi manusia dan pekerjaan
kita. Karena kita waktunya sangat
singkat, jadi saya izin untuk lebih
percepat saja masuk ke dalam
ee materi terkait dengan bagaimana kita
cara untuk bisa tips secara singkatnya
Bapak, Ibu ya. Nah, oke.
Oke. Em sebentar. Nah,
jadi Bapak Ibu ternyata banyak yang
berpikir bahwa ketika kita bekerja yang
kita banyak bekerja itu merasa
produktif. Ternyata tidak, Bapak Ibu.
Ya, kita banyak bekerja itu belum tentu
produktif, Bapak, Ibu. Kenapa? Karena
kalau Bapak dan Ibu ketika terlalu
banyak bekerja tapi tidak berpikiran
jernih, itu berarti Bapak, Ibu tidak
fokus terhadap kualitasnya, tapi lebih
fokus pada kuantitasnya. Jadi, jangan
salah, Bapak, Ibu ya.
produktivitas itu bekerja itu kalau
Bapak dan Ibu mampu memprioritaskan mana
yang harus terlebih dahulu, bukan
berdasarkan seberapa banyak Ibu, Bapak,
Ibu bekerja.
Nah, ini gejala-gejala stres yang
kira-kira seringkiali muncul bisa
daripada psikologis, fisiologis, dan
perilaku. Sekarang bagaimana nih, Bapak
dan Ibu ya dampak-dampaknya dan juga ee
cara kita bisa mengimbangkan kinerja
kita? Pertama, Bapak dan Ibu, kita harus
lihat bahwa masalah kesehatan mental itu
akan menimpa setiap orang. Siapa saja
bisa mengalami kesehatan mental? Karena
lebih dari 85% responden survei yang
saya pernah seringkasih itu adalah
mereka seringkiali mengalami gangguan
kesehatan mental. Nah, oleh karena itu
bagaimana caranya? Yuk, kita lihat
bagaimana kita mendefinisikan stres itu
sendiri Bapak Ibu ya. Bahwa mengubah
persepsi kita terhadap stres. Jangan
takut terhadap stres, Bapak dan Ibu.
Stres itu sebenarnya sebagai pendorong
pertumbuhan kehidupan pribadi kita.
Pentingnya memahami antara stres yang
baik dengan stres yang tidak baik.
Kenapa? Karena kalau kita bisa kenal
itu, kita dapat e membedakan nih
bagaimana kita mereaksikannya.
Kemudian bagaimana kita dapat mengatasi
rasa takut dan cemas kita dalam
memandang stres itu sebagai cara kita
bisa ee melampaui mana yang bisa menjadi
batasan kita dan mana yang tidak menjadi
batasan kita. Dan Bapak Ibu perlu tahu
juga bukan stres yang menyebabkan kita
sakit loh, tapi reaksi kita terhadapnya.
Karena sebenarnya masalah kita bukan
stres sendiri, tetapi persepsi kita.
Tanpa stres sama saja ee dengan orang
mati. Mungkin itu saja ya, Bapak dan Ibu
yang dapat saya sharing karena waktunya
sangat terbatas supaya nanti bisa tanya
jawab saja kali ya, nanti materinya bisa
dishare oleh panitia saja. Mungkin itu
ee bisa saya jelaskan. Terima kasih
sekali atas waktu yang sudah diberikan.
Mungkin nanti kita bisa berinteraksi
saja lebih langsung. Terima kasih, Pak.
Terima kasih, Bu Silvani tepuk tangan
untuk Bu Silvani yang meriah ya. Eh,
baik.
Eh, Sopos Bu Silvani izin sebelum nanti
saya ee share ke
audien, izinkan saya untuk ee bertanya
kaitannya dengan ee stres yang sering
dialami oleh sobat-sobat ASN kita di
luar sana. Jadi saya menyimak menarik
menarik di pas waktu mengisi pertanyaan
itu hampir semua hampir banyak ya hampir
banyak yang mengatakan tidak nyaman
berkomunikasi dengan atas sana. ini
problem
sebenarnya pintu masuknya di sini
bagaimana kemudian komunikasi itu
terputus karena ada gap dan sebagainya
itu sehingga
kok tahu-tahu penginnya healing gitu kan
tahu-tahu kok punggung itu rasanya
pegal-pegal
tahu-tahu pas jalan lewat kantor itu
bahasanya pengin muntah gitu kan itu kan
berarti tanda-tanda stresah
Saya pengin dih itu Bu Silya secara
pandangan psikologi itu bagaimana
menyikapinya seperti makasih.
Baik, terima kasih. Pertanyaan yang
sangat bagus sekali ya ee dari Pak
Fadoli bahwa seringki memang stres yang
terjadi di Lung Kerja itu bisa muncul
tidak hanya dengan rekan sejawat tapi
lebih banyak juga muncul dengan
atasannya bahkan dengan beban
pekerjaannya. Nah, biasanya kalau
terjadi antara gap komunikasi antara
atasan dan bawahan tentunya akan
memberikan sebuah pressure yang luar
biasa juga akan mempengaruhi juga loh eh
si si ASN itu dapat dalam bekerja
menjadi lebih kurang efektif atau jadi
menjadi demotivasi nih. Nah, bagaimana
dong caranya supaya bisa berkomunikasi
dengan atasan dengan baik maupun
atasannya bisa berkomunikasi juga dengan
bawahnya dengan baik. Jadi saya ingat
prinsip ketika kita pakai baju, Bapak,
Ibu ya. Kalau pakai baju itu enggak
mungkin atasan itu enggak pakai bawahan
ya.
Bawahan aja enggak mungkin kalau enggak
ada atasannya.
Jadi maksudnya apa sih? Artinya apa?
Bahwa kita ini satu kesatuan sebenarnya.
Atasan dan bawahan sebenarnya satu
tubuh, satu visi dan misi. Jadi perlu
kita lihat nih bagaimana bisa kita
membangun jembatannya.
bukan berarti tidak ada masalah sama
sekali. Masalah itu pasti ada.
Permasalahannya adalah mempermasalahkan
masalahnya atau tidak, gitu.
Jadi, em kalau misalnya di saat ini
Bapak dan Ibu ada kendala dengan
atasannya sendiri, sekarang kita mulai
mendefinisikan stresnya, mengubah cara
pandang kita. Ada perbedaan yang yang
signifikan antara persepsi dengan
perspektif. Ya, persepsi itu adalah cara
pandang subjektivitas kita kepada orang
lain. Misalnya kita sudah merasa cara
pandang kita pada orang lain sudah
negatif nih pada atasan kita. Apakah
kita akan mengubah cara pandang kita
jauh lebih baik atau tidak? Nah, kalau
misalnya kita misalnya masih memandang
atasan kita yang negatif, kemungkinan
besar segala sesuatu yang dilakukan oleh
atasannya yang baik-baik saja pasti
tidak akan berhasil, kan gitu ya. Karena
persepsi kita sudah negatif. Apalagi
kalau sudah dibantu oleh perspektifnya
di lingkungan. Sekarang Bapak dan Ibu
pertanyaannya adalah diri kita sendiri
mau mengizinkan mau yang seperti apa
gitu ya. Artinya kita perlu
mendefinisikan ulang nih tekanan yang
kita hadapi itu mau membuat ee masalah
ke diri kita atau tidak. Jadi definisi
mendefinisikan stres adalah bagaimana
kita meregulasi lagi nih cara pandang
kita, mendefinisikan lagi stres kita mau
seperti apa. Penting baiknya ee ketika
kita menggunakan pakaian butuh atasan
dan butuh bawahan. Jadi kebutuhan itu
perlu terintegrasi satu sama lain. Itu
mungkin tanggapan dari saya Mas Fadoli.
Terima kasih Bu. Wah mantap betul.
Baik, Sobat ASN yang sekarang masih
terima kasih yang masih bertahan sampai
hari ini sampai jam ini ya untuk kita
berdiskusi terkait dengan ASN belajar ee
ASN sehat produk.
Baik, selanjutnya kami buka ya sesi
pertanyaan untuk sesi pertama. Nah, ini
pertama kita buka untuk tiga penanya
dulu. Nanti kalau memang masih ada waktu
kita buka lagi. Ee
mekanisme pertanyaannya silakan ra hand
ya. Nanti akan dipilih oleh operator
tiga penanya. Nanti kalau waktunya masih
cukup akan kita buka lagi ee pertanyaan.
Dan kami ingatkan lagi untuk peserta
untuk mengisi daftar hadir dan seminar
ini juga mendapat e sertifikat yang
nanti dikomunikasikan dengan panitia.
Untuk penanya operator sudah ada ee
silakan nanti perkenalkan diri dari mana
ee dan pertanyaannya disampaikan ke
siapa.
Sudah di monitor saya sudah ada Pak
Muhammad Yamin ya sudah dipin sama
operator. Silakan Pak Yamin perkenalkan
diri kemudian pertanyaannya ditujukan
kepada siapa-nya
nyalakan mic-nya Pak. Eh, jangan
di-mute. Oke, silakan, Pak.
[Musik]
Pakin
kita ganti kita ganti ganti ganti ganti
ganti yang lain ganti yang lain
kita ganti
eh ini karena Pak Yamen lagi ada
hambatan tadi ini selanjutnya siapa
Amrizal. Amrizal.
Eh, Bapak Amrizal sudah siap, Pak
Amrizal. Silakan, Pak Amrizal.
[Musik]
Teman-teman operator di mana?
[Musik]
Yang bertanya mohon dibuka
ee mic-nya ya, jangan di-mute ya. Yamin
mana? Yamin mana?
Pak Yamin sudah siap? Pak Yamin
sudah siap, Pak? Oke, silakan Pak.
Pertanyaannya ditujukan ke siapa, Pak?
Micnya jangan lupa dibuka.
Mic-nya jangan lupa dibuka, Pak.
Micnya masih mati.
Masih mati.
Ibu yang narasumber
yang mana
ee bagaimana caranya kita mengatasi
ee berbicara atau berkonsultasi terhadap
atasan itu agar tidak apa namanya
merasa jenuh ataupun stres.
Itu saja, Pak.
Ya, saya ulangi pertanyaannya Pak Yamin
ya. Bagaimana tipsnya supaya kerja kita
tidak merasa jenuh dan stres, Pak, ya?
Iya.
Ditujukan ke Bu Silvana berarti, ya,
ke psikolog, ya.
Ada satu lagi. Silakan operator
[Musik]
Pak
Marwoto.
Pak Marwoto. Silakan ditampilkan di
layar Pak Maroto. Silakan Pak Marwoto
silakan perkenalkan diri dari mana dan
pertanyaan tujukan kepada siapa.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Selamat
siang.
Halo.
Pak,
Pak, Pak
I. Silakan, Pak.
Suara kami bisa didengar, Pak?
Dengardengar Pak Marwoto.
Baik, terima kasih. Nah, pertanyaan saya
enggak tahu ini ditujukan ke mana. Ee
terkadang di kantor itu kita akan
dihadapan tugas antara kompetensi dengan
kondisi pimpinan yang berbeda. Apalagi
situasi tahun politik. Kadang-kadang
pimpinan maunya kan mengikuti apa yang
menjadi kehendak pada user. Nah,
sehingga kita di bawah ini kan jadi
bingung. Nah, itu itu yang pertama. Yang
kedua,
pertanyaan kedua adalah
apabila kita ada suatu permasalahan,
katakanlah stres ini pada Mbak Silvani,
tapi ee permasalahan itu tidak kita
selesaikan. Artinya kita kita diamkan
saja tapi dengan nanti akan hilang
dengan sendirinya. Apakah itu menjadi
suatu apa menjadi suatu penyelesaian
masalah tersebut,
Pak? Pak Marwoto bisa diulangi lagi
pertanyaan yang kedua yang singkat. Ee
kebetulan tadi terganggu.
Baik, terima kasih. Untuk yang kedua,
kita kan ee ada suatu permasalahan
yang harus diselesaikan. Tapi ternyata
dengan kita diamkan saja masalah ini
akan menjadi selesai. Apakah yang ee
dengan tidak diselesai masalah itu
menjadi suatu penyelesaian?
[Musik]
Bus.
Halo, Pak.
Iya, angka, Mas.
Baik. Ee untuk pertanyaannya mungkin Bu
Silvani mendengar kami di sini kurang
terlalu mendengar.
[Musik]
Untuk selanjutnya penyany selanjutnya
setelah Pak Marwoto mungkin ee dipilih
operator ditulis di room chat Bu Silvani
tadi untuk Pak Marwato ee monitor yang
di monitor nggih. Nanti kami dari sini
mohon maaf tidak bisa mengulangi ee
pertanyaan dari beliau-beliau yang tanya
karena
acara sudah mulai lagi ini.
Karena lagi mulai lagi sudah mulai
ramai-ramai. Baik, satu lagi pertanyaan.
Satu lagi pertanyaan ini dengan bagaimun
ee kendalanya pokoknya ini harus
terjawab. Nah, ini satu lagi.
Silakan operator dipilih di pin satu.
[Musik]
Pak Kasadi silakan dipin operator Pak
Kasadiam
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Silakan.
[Tepuk tangan]
bertanya
[Musik]
Bu Sarianti silakan Bu. Tadi Pak Sari
mohon maaf Bu Sari silakan Bu.
[Musik]
Mnya masih mic-nya mati dia.
Mic-nya masih mute, Ibu.
Halo. Sudah terdengar?
Sudah, Bu. Dengar. Silakan, Ibu.
Oke. Sebelumnya asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Halo,
Bu. Silakan.
Ini terkait dengan apa ya istilahnya
budaya kerja untuk menghadapi
rekan kerja yang intinya tidak mau
berubah. Dengan kata lain, dia merasa
nyaman di zonanya yang saat ini dengan
dalh meskipun saya berubah begini
menyesuaikan kondisi sekarang seperti
ini, toh gaji saya tidak ada perubahan.
Nah, seperti itu. Dan terkadang kondisi
yang seperti ini menghambat rekan kerja
ASN yang lain karena dia tidak mau
berubah. Itu yang pertama. Terus yang
kedua untuk menghadapi yang merasa
dirinya paling benar.
Tidak mau kalau dikritik sedikit saja
istilahnya kalau di tempat saya mutung.
Jadi
kalau sudah kondisi mutung dia tidak mau
melaksanakan tugasnya gitu. Mungkin itu
saja. Terima kasih.
Baik. Terima kasih Bu Sariati. Ini
enggak curhat kan Bu Sariati ya?
Baik ee sobat semuanya sekalian ini
sudah ada tiga penanya. Pertama tadi
dari Pak Pak siapa tadi?
Pak Yamin ng bagaimana supaya kerja
tidak jenuh? Ini rata-rata memang
pertanyaannya ke Bu Silviani, Bu Reni.
Ee yang kedua kemudian dari Pak Marwoto
terkait dengan stres. Ini pertanyaan
yang kedua saya tidak terlalu monitor. E
nanti izin Bu Sri yang meneruskan. Untuk
pertanyaan yang ketiga ini dari Bu
Sarianti terkait dengan eh bagaimana e
budaya kerja yang karena kita kadang
menghadapi rekan kerja yang tidak mau
berubah. Sudah pokoknya seperti ini aja
kan gaji kita juga pasti terima gitu
kan. Kemudian yang pertanyaan nomor dua
untuk menghadapi rekan kerja yang merasa
paling benar. Nah dia kalau ditegur
biasanya terus merajuk tidak mau
melakukan pekerjaannya. Baik untuk
menyingkat waktu Bu Silviani e itu ada
paling benar loh.
Cacak cocak
ya. Halo.
Halo. Ya, silakan Bu Silviani untuk
dijawab dari Pak Marwoto. Eh, dari Pak
Yamin, Pak Marwoto, dan Bu Sarianti.
Kami silakan, Bu. Baik, terima kasih
atas pertanyaan-pertanyaan yang sangat
luar luar biasa dan kritis sekali ya
dari rekan-rekan kita semua. Pertama
saya akan ee memberikan tanggapan
terhadap Pak Yamin. Ee jadi akan saya
jawab satu persatu mungkin ya. Untuk Pak
Yamin, bagaimana caranya agar kerjaan
kita tidak jenuh? Ya, ini saya rasa
pertanyaan Bapak Yamin ini pertanyaan
sejuta umat juga ya.
semua kita pasti merasakan kejenuhan
gitu. Tapi yang pertama perlu dipahami
adalah ketika kita merasa jenuh menurut
saya itu adalah sebuah reaksi yang
sangat wajar ya. Tidak ada manusia yang
tidak punya kejenuhan dalam
pekerjaannya. Bahkan saya yang sangat ee
menyenangi pekerjaan saya juga ini pasti
ada kejenuhan. Nah, menurut hebat saya
ketika kita sudah punya kejenuhan itu
sebuah alarm
gitu. Alarm untuk diri kita untuk apa?
berarti kita perlu bisa memfokuskan
kepada kondisi diri kita seperti apa
yang mau kita perlu lakukan. Berarti ee
mungkin saja pada saat kita mau
pekerjaan kita terlalu fokus kepada
pekerjaannya sehingga kita lupa sama
waktunya. Waktunya untuk apa? Waktunya
untuk istirahat gitu ya. Ee seringkiali
kita forsir tubuh kita itu untuk terus
menerus bekerja secara produktif tapi
lupa untuk bisa mengistirahatkan
pikirannya, mengistirahatkan ee
tenaganya gitu.
Nah, ee jadi tidak perlu khawatir Bapak
Yamin bahwa kejenuhan itu bukan sesuatu
yang harus ditakutkan, tapi itu sebuah
ee sebuah apa ya, sebuah tanda bahwa
Bapak Bapak Yamin perlu istirahat dengan
baik, mengatur kembali nih kondisi ee
pikirannya, kondisi fisiknya, bahkan
kondisi lingkungan pekerjanya juga perlu
mungkin di modifikasi lagi. Siapa tahu
juga ee saat ini lingkungan kerjanya ee
sudah perlu didekorasi ulang gitu ya.
mungkin boleh mengatur lagi nih mungkin
duduk pekerjaannya atau mungkin juga
kalau Bapak Yamin punya ee hobi gitu ya
boleh diatur mungkin ee apa aktivitasnya
bisa di disisipkan juga aktivitas yang
lebih menyenangkan karena mungkin kita
enggak melulu harus bekerja ee apa fokus
pada pekerjaan yang harus kita lakukan
boleh juga kok kita pada fokus yang bisa
kita ee penuhi dalam kondisi
sehari-hari. Itu mungkin ya ee tips ee
sedikit yang dapat saya bagikan. Oh,
mungkin juga jangan lupa nih Bapak Yamin
em bisa berolahraga itu juga salah satu
faktor yang bisa mendukung loh kalau
kita di tengah-tengah kejenuhan kita.
Tapi jangan sampai membenci pekerjaannya
gitu ya. Senang tetap disenangi
pekerjaannya. Kalau sudah benci itu ya
susah ya. Saya benci sama kamu. Apapun
yang kamu lakukan pasti akan benci aja
tujuannya. Sama pekerjaan juga gitu.
Jangan sampai dibenci, dicintai juga
pekerjaannya ya. Ee oke kemudian
pertanyaan yang dari Pak Marwoto. Oke,
pertanyaannya ini juga pertanyaan
sehari-hari juga kayaknya ya.
Bagaimana kalau ee ada peker menghadapi
pimpinan yang mungkin juga ini ya
ee dihadapkan dengan tugas yang berbeda
tapi kita jadi bingung gitu ya. Kemudian
apakah juga permasalahan itu kalau
didiamkan itu baik juga. Oke saya jawab
pertanyaan yang kedua. Menurut hemat
saya kalau Bapak e Marwot punya
permasalahan tidak selamanya silence is
gold ya.
ee diam itu tidak selamanya emas gitu.
Walaupun boleh juga loh kita kalau lagi
pengin diam dulu enggak masalah, tapi
kalau diam itu sebagai solusi menurut
saya enggak juga. Kadang kita perlu
fight juga enggak selamanya ee
menghadapi konflik itu harus flight
gitu. Tapi kalau di saat kita mau diam,
berikan waktu yang tepatnya mau sampai
kapan. Jangan sampai juga masalah itu
kayak kayak makan roti lapis ya. Roti
lapis legit. Kalau roti lapis lebih enak
dimakan gitu, rasanya enak. Tapi kalau
masalah ditumbuk-tumbuk kayaknya enggak
enak deh. Ya boleh dong diprioritaskan
masalah mana yang mau diselesaikan. Coba
dipilih dulu deh. Jadi enggak selamanya
em apa ya memberikan reaksi untuk eh
silence treatment itu enggak selamanya
bagus loh. Tidak bagus buat diri
sendiri, tidak bagus juga buat orang
lain. Jadi yuk kasih kesempatan buat Pak
Pak Marwoto untuk hadapi masalahnya ya.
Tapi satu persatu selesaikannya itu
enggak kayak makan Indomie ya,
enggak instan. proses dulu mana yang
bisa Pak Marwoto selesaikan. Kalau perlu
dibutuh orang lain, coba tanya deh siapa
yang bisa membantu Pak Marwoto. Mungkin
Pak Marwoto lagi butuh bantu orang lain.
Enggak apa-apa kok. Ee enggak selamanya
kita eh lagi enggak baik-baik aja. It's
ok to be not ok. Tapi mendiamkan masalah
menurut hemat saya bukan cara yang
terbaik. Kemudian ee pertanyaan dari
Buanti. Terima kasih Ibu pertanyaannya
ya. Ini juga menurut saya pertanyaan
yang sehari-hari juga dirasakan oleh ASN
atau juga orang yang bekerja nih.
Apalagi kalau kerjanya sama orang yang
mungkin bikin nyebelin ya menurut Ibu
ya. Duh mau kerjain kerjaan padahal saya
satu tim sama dia. Tapi saya ngasih tahu
sama dia kok enggak mau dengerin gitu
ya. Atau juga rekan kerjanya penginnya
yang wena-wena aja gitu ya. Sementara Bu
Sariantinya kerjanya udah potang panting
gitu ya.
Nah, menurut hemat saya adalah kita
sebagai rekan kerja perlu juga membatasi
diri Ibu ya. Enggak selamanya masalah
orang lain harus juga Ibu serat juga.
Kita ee apa ya enggak perlu harus
capek-capek menurut saya untuk mengubah
orang lain kalau orang lain dia enggak
mau berubah. Gimana kalau dari Bu
Sarianti yang mengubah dirinya sendiri?
Jadi, ibu daripada fokus p orang yang
bikin kesal ibu, mendingan ibu fokus
kepada diri ibu sendiri yang bisa ibu
kerjain apa. Terus boleh ada boleh juga
loh tegas gitu ya, mana yang menjadi
ranah apa yang ibu kerjakan, mana yang
harus menjadi ranah orang lain supaya
ibu tidak ketumpuan nih ngerjain kerjaan
yang sebenarnya bukan kerjaan ibu.
Kadang-kadang kita selalu e mengerja
sesuatu berdasarkan enggak enakan.
Enggak enak nanti dia ee mungkin ngadu
sama bosnya gitu ya. It's ok to be apa
ya? Untuk bisa tegas enggak apa-apa kok.
Kalau ibu ngerasa udah udah terlalu
banyak yang Ibu kerjain, coba ngomong
sama orangnya. Tapi kalau orangnya
enggak mau berubah, enggak usah capek,
Bu. Fokus saja pada yang Ibu bisa
lakukan. Daripada Ibu capek ngubah
orang, orang lain enggak mau ngubah
dirinya sendiri kan capek. Ya, jadi
saran saya fokus aja pada yang bisa Ibu
lakukan dan bagaimana cara orang mungkin
cara menghadapi orang yang merasa paling
benar. Kalau dia merasa paling benar,
masa kita harus ngubah? Ya,
jadi fokus saja pada aturan yang Ibu
bisa lakukan. Ee mengubah cara pandang
orang lain itu kalau dia enggak izinkan
agak mengalami kesulitan. Jadi hemat
saya fokus pada yang bisa Ibu lakukan
saja. Mudah-mudahan jawaban saya ini
bisa membantu Ibu yang saat ini lagi
menghadapi problem itu. Ya, mungkin itu
saja, Pak.
Baik, terima kasih, Bu.
Ini sebenarnya pertanyaannya masih
banyak, Bu Saudaru. Cuman karena melihat
ee kondisi ini sudah tidak memungkinkan
lagi kalau kita buka untuk diskusi
karena ini acara sudah dimulai dan ini
peserta ini berduyun-duyun datang banyak
sekali ini Bu Silvani dan teman-teman
yang sekarang sobat SN lagi zoom ya. ini
di belakang kita terlalu ramai
berdesak-desakan orang untuk melihat apa
namanya jambore inovasi e tahun 2023
ini. Nah, mungkin untuk closing
statement Bu Silvani nanti Bu Silvani
dulu baru kemudian nanti Bu Neni baru
nanti kita tutup diskusi kita diskusi
webinar sesi 31 terkait dengan ASN
sehat, produktivitas pusat. Nanti
selanjutnya akan kami kembalikan ke MC.
Untuk Bu Silvani silakan untuk closing
set.
Mungkin yang dapat saya sampaikan adalah
bahwa untuk mencapai keseimbangan hidup
itu bukan berarti tidak ada stres sama
sekali. Stres itu adalah bagian dari
kehidupan kita sebagai pendorong kita
untuk bekerja. Tapi bagaimana kita bisa
mereaksikan diri kita terhadap stres
dengan baik dan bisa mengelola itu jadi
lebih positif.
Stres adalah pendorong hidup kita, tapi
bukan jadikan stres itu jadi ancaman
buat hidup kita. Semoga kita bisa
memaknai stres itu dengan baik dan hidup
kita bisa lebih ee terelokasi dengan
baik ee melalui pengaturan
tidur yang cukup, kemudian pengolan
makan yang baik dan definisikan stres
itu jauh lebih ee menantang
sebagai ancaman. Itu saja mungkin saya
dapat sampaikan.
Baik, Bu Nosing statement
yang utama adalah sangat segan untuk
membiasakan diri melakukan komunikasi.
Apa yang ada di ee hati, apa yang ada di
pikiran, dikomunikasikan.
Tidak semua orang mengerti akan arti
dia. Ya, kalau kita tidak terbiasa
komunikasi, kita tidak akan terbiasa
dengan lingkungan sekitar kita, dengan
lawan kita, lawan bicara kita, maka
semuanya akan jauh lebih baik ketika
persepsi itu adalah sama,
misunderstanding dihindarkan. Tapi
persepsi yang sama itu yang penting. Itu
aja cukup.
[Musik]
Eh, akhirnya ee selesai juga diskusi
kita pada sore hari ini, Sobat SN. Ee
sebenarnya kita pengin berdiskusi lebih
banyak lagi, tapi karena kondisi suatu
yang hal yang tidak mungkinkan sehingga
yang harus kita selesaikan pada sesi 31
terkait dengan ASN sehat produk. Baik,
Sobat ASN, saya Ahmad Fadoli yang
memoderatori kegiatan diskusi kita pada
sore hari ini. Ini di Samarinda sudah
pukul 3 kurang 10 menit. Kami mohon maaf
atas segala kekurangan yang kami
ee lakukan pada sore hari ini. Semoga
ilmu-ilmu ini bermanfaat dan mari kita
ciptakan lingkungan kerja, lingkungan
kerja yang sehat.
yang tidak stres yang tujuannya untuk
pelayanan kepada masyarakat. Selanjutnya
kami kembalikan kewacal.
Baik, terima kasih Bapak Ahmad Fadoli
juga terima kasih kepada para narasumber
yang sudah berbagi ilmu dan
pengetahuannya kepada kita semua ASN.
Terima kasih kepada Ibu Dr. Neni Ismaya,
Ibu Silviani Dianita, MPSI, Psikolog,
dan tentu saja kepada seluruh sobat ASN
yang telah antusias menyimak materi kita
pada webinar seri 31 kali ini. Namun
sebelum kita mengakhiri webinar ASN
belajar seri 31, perkenankan saya untuk
mengingatkan untuk terakhir kalinya
untuk mengisi daftar hadir atau
presensi. Mengapa? Karena link daftar
hadir atau presensi ini hanya dibuka
hingga 1 jam setelah acara berakhir.
Bisa dilihat di chat BX atau kolom
komentar, pin komen atau e pesan yang
tersemat begitu ya. Atau jika belum
sempat melihat boleh dicatat. Linknya
adalah bit.ly/ L SL atau garis miring
Dahar WAB31.
D-nya besar, WAB-nya juga besar. Dahar
WAB123
[Tepuk tangan]
BPSDM. BPSDM-nya juga besar.
Baik, saya juga mengucapkan terima kasih
kepada seluruh narasumber yang telah
hadir pada webinar kali ini. Bapak Dr.
Ramlianto, SPMP.
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Juga
kepada Bapak Dr. Andrianto, S.H., MKes,
Kepala Brida Provinsi Jawa Timur, Ibu
Dr. Neni Ismaya, Mom, Dosen STI Mahakam
Samarinda, Ibu Silvani Dianita, MPSI,
Psikolog, Psikolog Klinis Remaja dan
Dewasa, dan tentu saja Bapak Ahmad
Fadoli, Sos, MSI, KTIM seksi P2M BNN
Kota Samarinda. Sobat ASN semuanya,
terus ikuti webinar ASN belajar. Terus
kembangkan kompetensi, jaga kesehatan
baik fisik maupun mental kita. Karena
dengan kondisi yang prima kita bisa
berkontribusi maksimal bagi bangsa dan
negara. Saya Yan Yanid pamit undur diri.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
semangat
[Musik]
yang
[Musik]