Transcript
eF4LkxFEmF8 • Webinar ASN Belajar Seri 31 - ASN Sehat Produktivitas Melesat
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0099_eF4LkxFEmF8.txt
Kind: captions Language: id Tapi sing kono sing tak masalah jawab wis jawab Eh, Rakutane [Musik] sing paparan iki durung l nek gak ngak iso aku berdi Baik semua terima kasih [Musik] Juli yang [Musik] Baik Bapak Ibu di sini mengunjungi yang ada di sebelah kiri rambut bisa berfoto di Komasi Kalimantan. Kami silakan Bapak Ibu yang bisa dari yang ada di kami silakan Bapak Ibu bisa [Musik] desktop desktop desktop desktop nyala. I apa nyal kan on ya [Musik] coba gerak [Musik] telah tersedia Trisik dan Bapak Ibu boleh berkunjung berfoto dengan waktu [Musik] C2 [Musik] Simpan ini dari [Musik] ee oke Oke, [Musik] Tuhan [Musik] B [Musik] yang terus ngeling yang [Musik] Eh ik coba [Musik] yang [Musik] ya T du sat kamera on. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Selamat datang saya sampaikan kepada seluruh narasumber dan peserta dalam webinar ASN Belajar seri ke-31 persembahan dari Corpues Rigis BPSDM Jawa Timur. Webinar ASN Belajar seri ke-31 ini mengangkat tema yang relate dengan kita semua, yakni ASN sehat produktivitas melesat. Perkenalkan saya Yuan Yucan sebagai host pada webinar kali ini. Sobat ASN semuanya, webinar ASN belajar kali ini sangatlah spesial. bisa dirasakan suasana ada saib-sayub terdengar suasana kemeriahan karena kita live dari arena gelaran Jambore Inovasi Nusantara atau join yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia di Samarinda Convention Hall dan juga di ibu kota Nusantara. Berikut ini adalah webinar ASN belajar seri ke-31. [Musik] Baik, sobat ASN semuanya, sebelumnya izinkan saya menyapa terlebih dahulu para tamu kehormatan dan juga para narasumber yang sudah hadir baik secara langsung maupun virtual. Baik, izinkan saya menyapa yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Beliau adalah Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang, Bapak. Dan berikutnya [Musik] Iya. Baik. Dan berikutnya saya juga akan menyapa para narasumber yang telah hadir dan siap membagikan ilmunya kepada kita semua pada hari ini. Dan tentu saja para sobat ASN dapat mengajukan pertanyaan mumpung ya. Baik, yang pertama saya akan menyapa Bapak ee yang kami hormati Bapak Dr. Andrianto, SH., MKes. Beliau adalah Kepala Brida Provinsi Jawa Timur. saat ini telah bergabung secara virtual dan akan menyampaikan keynote speech-nya nanti kepada kita semua. Asalamualaikum, selamat siang Bapak Andrianto. Berikutnya Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Sehat nggih, Pak? Alhamdulillah sehat, Mbak. Senang sekali. Selanjutnya saya juga menyapa Ibu Dr. Neni Ismaya, Mom. Beliau adalah dosen di STIK Mahakam Samarinda. Selamat siang, Ibu. telah hadir bersama kita langsung di sini. Kemudian selanjutnya Ibu Silvani Dianita, MTsi Psikolog, seorang pranata humas sekaligus psikolog klinis dewasa telah bergabung juga bersama kita secara daring. Apa kabar Ibu Silvani Dianita? [Musik] Semoga sehat selalu, Ibu. Dan tidak ketinggalan saya ucapkan selamat siang kepada panelis kita yang pada sesi diskusi nantinya akan memimpin sesi diskusi panel Bapak Ahmad Fadoli, Esos, M.Si. si beliau adalah KTIM seksi P2M BNN Kota Samarinda. Dan tentu saja saya mengucapkan selamat bergabung kepada seluruh peserta Sobat ASN yang antusiasmenya sangat luar biasa pada siang hari ini yang bergabung baik melalui link Zoom maupun YouTube channel BPSDM Jatim TV. Sobat ASN, puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala atas berkat dan rahmatnya kita semua masih diberikan kesehatan juga kesempatan sehingga dapat bergabung di momen yang sangat baik ini. Semoga usaha kita semua untuk terus mengupdate ilmu, memperbaiki diri senantiasa diberikan kelancaran. Amin. Amin ya rabbal alamin. Sobat ASN, kesehatan mental telah menjadi topik yang semakin mendapat perhatian di berbagai lapisan masyarakat. Salah satu kelompok yang dipandang perlu memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan mental adalah Aparatur Sipil Negara atau ASN. Mengapa? Karena ASN memiliki tugas dan peran yang sangat penting, yakni selain menjalankan tugas-tugas pemerintahan juga memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, bagi ASN menjaga kesehatan mental adalah hal yang tak boleh diabaikan. Untuk itulah, Sobat ASN, apa pentingnya dan bagaimana menjaga kesehatan mental kita akan dibahas di webinar ASN Belajar seri ke-31 ini. Kesehatan mental telah menjadi topik yang semakin mendapat perhatian di berbagai lapisan masyarakat. Salah satu kelompok yang perlu memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan mental adalah Aparatur Sipil Negara, ASN. ASN memiliki peran yang sangat penting dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental mereka adalah hak yang tak boleh diabaikan. Kesehatan mental yang baik memiliki dampak positif pada produktivitas dan kreativitas kerja. ASM yang memiliki kesehatan mental yang optimal cenderung lebih mampu mengelola stres, memiliki daya kreativitas yang tinggi, dan mampu menjaga fokus dalam menjalankan tugas-tugas mereka. Keterampilan komunikasi yang baik adalah aspek penting dalam lingkungan kerja. ASN perlu berinteraksi dengan sesama pegawai, atasan, dan masyarakat. Keterampilan komunikasi yang efektif dapat membantu menghindari konflik yang tidak perlu, memperkuat hubungan kerja yang sehat, dan memastikan informasi disampaikan dengan jelas. ASN yang mampu berkomunikasi dengan baik cenderung mengalami tingkat stres yang lebih rendah dan kesehatan mental yang lebih baik. Di Indonesia, masalah kesehatan mental di kalangan ASN menjadi perhatian serius. Tuntutan tugas yang tinggi, tekanan performa, serta beban kerja yang berat seringki menjadi penyebab stres, dan tekanan psikologis. Beberapa instansi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat LSM telah mulai mengadakan pelatihan dan seminar mengenai manajemen stres, kesehatan mental, dan keterampilan komunikasi untuk ASN. Pentingnya kesehatan mental bagi ASN sangatlah jelas guna menjaga produktivitas, kreativitas, dan kualitas kerja mereka. Keterampilan komunikasi yang baik juga memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan mental yang optimal. Untuk itu, webinar ASN Belajar seri 31 yang diselenggarakan BPSDM Provinsi Jawa Timur mengambil tema ASN sehat produktivitas melesat yang akan membawa kita sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mental sehingga ASN di Indonesia diharapkan dapat lebih mampu mengelola stres dan memberikan kontribusi yang lebih baik dalam pelayanan kepada masyarakat. 5 4 3 2 1 Baik Bapak, Ibu, Sobat ASN, untuk membuka acara ini mari kita simak bersama opening speech dari Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Kepada yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Kami persilakan. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang, salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN bersyukur pada Allah Subhanahu wa taala. Hari ini ASN Belajar seri ke-31 kembali tayang ee dari kawasan ibu kota Nusantara yang bersamaan dengan momentum Jambore Inovasi Nusantara yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara bersamaan juga dengan penyelenggaraan Jambore Inovasi Kalimantan 2023. Nah, pada hari ini seri ke-31 ini tentu tidak kalah menariknya dengan tema-tema di seri-seri sebelumnya para sobat ASN. Ee kita akan membahas secara luas mengenai kesehatan mental para ASN. Bapak, Ibu sekalian, para sobat ASN yang saya banggakan. Di manapun kita bekerja, di manaun kita melamar pekerjaan, pasti dipers dipersyaratkan apa yang disebut sebagai sehat jasmani dan rohani. Nah, tentu saja karena sehat jasmani dan rohani ini akan menjadi syarat utama kita bisa bekerja dengan optimal. Badan Kesehatan Dunia atau WHO menerjemahkan sehat itu komprehensif, yakni sehat secara fisik, sehat secara psikologis, dan sehat secara sosial. Nah, Sobat SN, tentu saja kesehatan yang komprehensif akan membuat kita bisa bekerja secara optimal, berkinerja secara optimal, dan itu tentu akan menjadi daya dukung utama bagi pencapaian sasaran dan tujuan serta visi-visi organisasi kita. Nah, pada kesempatan kali ini kita kedatangan narasumber yang saya kira sangat kompeten di bidangnya. Ada Bapak Kepala Brida Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur, Pak Dr. Andrianto. Dan nanti akan disertai dengan narasumber-narasumber yang lain yang juga akan memberikan insight kepada kita bagaimana kesehatan mental kita mampu mendukung kinerja kita sebagai aparatur sipil negara. Sobat DSN dari kawasan ibu kota Nusantara dan dari perhelatan Jambore Inovasi Nusantara. Saya Kepala BPSDM Jawa Timur mengucapkan selamat mengikuti webinar ASN seri ke-31. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Baik. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak atas opening speech yang sudah disampaikan. Selanjutnya sobat semuanya kita akan mendengarkan keynote speech dari tokoh yang sangat kompeten di bidangnya. Kali ini keynote speech akan dibawakan secara daring karena telah hadir di tengah kita secara virtual Bapak Dr. Andrianto, S.H., MKes. Beliau adalah Kepala BRIA Provinsi Jawa Timur. Kepada Bapak Dr. Andrianto kami persilakan. [Musik] Terima kasih, Mbak Iwan. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang kita hormati bersama ee Bapak Dr. Ramnianto, Kepala Badan PSDM Provinsi Jawa Timur, para narasumber ee dan semuanya saja para ASN di seluruh Indonesia ee yang ee ikut di dalam AS Belajar yang ke-31 ini. Senang sekali rasanya dengan tema yang yang luar biasa saya kembali menyapa para ASN di seluruh Indonesia. Baik, ee izinkan saya untuk share screen. Share screen ee apa ee materi saya. Sambil menunggu materi saya, saya sampaikan Bapak Ibu sekalian bahwa ee kesehatan mental cukup cukup penting sekali karena kesehatan mental itu adalah mempengaruhi produktivitas. Saya jelaskan bahwa tingkatan sehat itu yang paling ee rendah itu adalah sehat dan di atasnya itu adalah fit. Kemudian di atasnya lagi apa yang disebut dengan eh wellness atau kebugaran. Dan kalau sehat sama fit itu lebih banyak ke arah aspek fisik. Tetapi kalau seandainya ee apa kalau bugar itu adalah ditambahkan dengan ee persoalan psikis, psikologis atau bahagia sehingga dia lebih tinggi tingkatannya hanya daripada fit sehingga menjadi bugar. ASN yang bugar itu jauh lebih bagus daripada hanya sekedar sehat saja. Tetapi bugar itu menunjukkan sehat secara mental pula. sehingga yang terjadi prioritas akan meningkat. Barangkali saya kasih ilustrasi sederhana saja. Kalau seandainya ASN itu mengerjakan misalkan menyelesaikan masalah itu laporan katakanlah dalam satu ee hari 10 laporan misalkan, maka dengan bugar dengan dia ada kebahagiaan maka itu menjadi ee apa menjadi 20 misalkan begitu. Jadi ini menjadi hal yang sangat penting. Baik, saya izin share screen. Ee baik, mudah-mudahan bisa bisa terlihat next gitu ya. Baik, Mas. Baik. Ini ini saya memberikan sebuah inspirasi aja sederhana saja, singkat saja bahwa pernah ada seorang calon santri putra dari seorang pejabat yang kaya raya kepengin masuk di dalam sebuah ee pondok pesantren yang dipimpin oleh seorang ee IAIN yang cukup bijaksana. Dia memaksa untuk masuk. Tetapi katanya kiai tersebut tentunya harus harus ee apa? Tes terlebih dahulu. Tes terlebih dahulu. Kemudian tesnya mudah kok. ee pas ee calon santunnya menyatakan, "Oh, ada tes." Iya, memang wajib, tapi mudah, hanya satu tes. Kemudian Pak ee tersebut siap, Kiai. Saya ee siap tesnya ternyata gampang, Teman-teman sekalian. Ternyata ee apa sati tersebut disuruh untuk membawa ee mengambil satu apa? Satu botol air mineral gitu. Kemudian sii tersebut mengambil ee gelas yang kosong. Tesnya saya sederhana saja. Wahai calon santri, silakan menuangkan air tersebut pada gelas kosong yang saya pegang ini. Gitu. Oh, siap Kiai. Begitu. Pada saat mau dituangkan, ternyata gelas kosong yang dipegang oleh sang ee kiai tersebut kemudian ditarik ke atas. Apa yang terjadi? Tentunya tumpah. Tentunya tidak masuk dalam gelas tersebut. Aknya ditarik kembali. Loh, Pak Kiai silakan mohon jangan dinaikkan ke atas diturunkan lagi. Oh, iya. Siap. Waktu mau dimasukkan yang kedua kali tetap ditarik ke atas lagi, tumpah lagi. Itu loh. Santri tersebut mengatakan, "Loh, kalau saya tidak apa ee gelasnya tidak ditaruh di bawah, bagaimana saya bisa mengisi ini?" Kemudian yang ketiga, Teman-teman sekalian, kemudian baru sampaikan baru dimasukkan. Apa jawabnya sang kiai tersebut? Ya, kalau kamu kepengin belajar, maka hilangkan ego kamu, hilangkan kesombongan kamu. Kalau kamu masih memposisikan di atas, maka tidak akan mungkin kamu bisa menerima ilmu apapun yang diberikan oleh dosen, oleh guru, oleh kiai, oleh ustaz dan sebagainya. Kamu tidak akan mungkin terisi penuh karena kamu masih diliputi kesombongan dan ketinggian hati. Teman-teman sekalian, ASN belajar ee yang dikembangkan ee BPSDM sudah yang ke-31. Ini akan hanya berupa sekedar sekedar kita mendengarkan saja kalau seandainya kita masih membusikan pada hati. Tapi kalau seandainya kita kepingin mendapatkan ilmu dari para narasumber yang hebat-hebat, maka penjingan harus membersihkan diri kita di bawah sedemikian rupa supaya ilmu kita bisa masuk. Ini ilustrasi ee pertama kali. Lanjut. Nah, ini ini ee semuanya paham betul bahwa Presiden kita ee Bapak Joko Widodo menyatakan bahwa di era eh disrupsi atau disruption ini eh di arah revolusi digital bukan hanya 4.0 tapi sudah 5.05.0. Maka kita harus berubah, kita harus off the box, kita harus berpikir eh apa bukan hanya lagi yang yang ordinary atau biasa-biasa saja, tetapi kita harus melakukan extraordinary. Sebab apa? Kompetitor kita sudah mulai maju. Kalau seandainya kita tidak berubah, Teman-teman sekalian, maka kita akan ketinggalan nanti. Maka Pak Jokowi menyatakan bahwa kita harus terus membangun Indonesia yang adaptif, Indonesia yang produktif, yang inovatif, secta Indonesia yang kompetitif. Kalau tidak Indonesia akan ketinggalan gitu. Dan ini pentingnya sebuah inovasi, pentingnya ee sebuah perubahan diri kita. Jadi kalau seandainya ASN tidak mampu merubah itu itu kita akan menjadi ketinggalan. Sudah tahu bahwa ASN setiap hari itu mengerjakan itu-itu saja ya yang membosankan. Mengapa tidak mencoba untuk berpikir sedemikian rupa bahwa apa yang dilakukan oleh AS tersebut itu adalah yang menyenangkan bukan yang membosankan gitu ya. lah ini ini butuh butuh berubah kalau tidak tidak berubah itu itu dikatakan ya memang betul dikatakan tolol atau dungu gitu ya ASN tersebut ya kalau kepingin dia itu dipuji kepengin dia itu naik pangkat kepengin dia itu berprestasi ya harus berubah ya jangan jangan hanya seperti biasa-biasa begini saja gitu loh ya kita bisa memahami persoalan ini ya jadi Pak Jokowi itu cuma hanya sekedar memotivasi memicu supaya ASN itu terus bergerak terus berubah sebab Kalau tidak zaman sekarang itu kita ketinggalan ya jangan, jangan berpikir katanya Morris Cheng, Mais Cheng itu adalah taipan Cina yang sekarang yang kaya raya. Dia menyatakan jangan berpikir penjenengan kaya raya. Itu kalau seandainya penjenengan ketika jualan, ya jualan itu-itu saja dengan pasar itu-itu saja kemudian tidak mampu berubah ya jangan jangan mengandalkan keuntungan yang besar. G ini yang terjadi. Next. Lanjut. Nah, ini teman-teman sekalian ini saya kasih contoh yang sangat sederhana saja. Ketika Global Innovation Index tahun 2022 itu di lansing apa yang terjadi? Indonesia memang ranking 75 itu di Asia pun kita menempatkan ranking ke-13. Ini ini suu hal yang yang cukup cukup memprihatinkan. Kita kalah sama ee ee Malaysia kemudian Singapura dan sebagainya. kita urutan 13. Tapi bukan bukan bukan itu yang bisa kita ambil ya. Ada ada dua yang kita ambil. Yang pertama bahwa bisnis eh apa sopistication-nya kita itu rankingnya itu 92 tetapi market sopistication-nya itu ranking 30 eh apa ranking 36 ya gitu ya. Yang jadi intinya kesimpulannya bahwa Indonesia itu cuma sering sekali pandai sekali berbicara, pandai sekali itu membuat konten-konten yang luar biasa itu pintar gitu. Tapi ketika mengeksekusi itu lemah gitu. Indonesia itu diakui dunia itu pintar ngomong gitu loh. Kalau juara olimpiade bagus tapi pada saat ee eksekusi mengimplementasikan itu sulit sekali itu. Maka kita itu inovasinya menjadi rendah. Soal riset pintar. Waduh, Scopus itu diisi oleh oleh kandidat doktor, kandidat magister dan sebagainya terisi semuanya. Tapi ketika hasil riset tersebut bagaimana diimplementasikan itu itu nol gitu loh. Itu itu fakta. Coba dilihat di situ nanti pan pelajari itu ya. Nah, itu itu hikmah yang pertama. Hikmah yang kedua di dalam Global Innovation index itu kalau kita perhatikan ternyata negara terinovasi di dunia itu adalah bukan Amerika, bukan Jerman, bukan Swedia, bukan Korea Selatan, tapi adalah Swiss. Swiss itu negara Eropa yang kecil, negara kecil di Eropa yang sangat luar biasa. apa yang dilakukan oleh oleh negara Swiss sehingga dikatakan bahwa dia sebagai negara yang terinovatif di dunia. Yang pertama ternyata Swiss itu menjadikan inovasi sebagai habit, sebagai kebiasaan, sebagai budaya sehari-hari. Jadi, SU itu sudah menjadikan PR-nya itu bukan hanya matematika atau PR IPA, tidak. Tetapi anak SD pun itu diberikan PR gurunya. Itu adalah PR inovasi. Saya kasih contoh sederhana saja. Misalkan saya pegang ini BP ini. Ini contoh tugasnya bahwa inovasi dijadikan habit sejak di sekolah dasar gitu ya. Anak-anakku sekalian. Kalau Ballpoint ini saya ee saya beli itu seharga Rp10.000. Bagaimana caranya BP ini itu bisa harganya lebih mahal Rp20.000 bahkan Rp25.000 R000 bahkan Rp50.000 bahkan Rp100.000 bahkan R juta itu PR-nya. Maka keesokan harinya dia melihat BP ini, maka anak itu menjadi ee ee apa? Berkreasi pemikirannya begitu luar biasa. Itu yang dikatakan inovasi. Dia membuat sebuah kebaharuan gitu. Oh iya, kalau seandainya misalkan ini bahan dasarnya yang warna kuning ini jadi emas itu sudah jutaan rupiah. Itu sudah inovasi itu. Bagaimana kalau seandainya ini saya buat semacam grafir begitu ada kata-kata mutiaranya yang dijual kata-kata mutiaranya bisa jadi 10.000 dijual menjadi Rp2.000 karena tulisan grafirnya bagus dan seterusnya. Ini ini luar biasa. Saya kasih contoh sederhana saja. Kalau seandainya seorang ASN itu bekerja di sebuah tempat yang sudah berbulan-bulan, bertahun-tahun, meja kursinya sama seperti itu gitu loh, gordennya sama, warna dindingnya sama, fas bunganya juga gak pernah diganti dan sebagainya, maka jelas muncul kebosanan secara psikologis ya. Psikolog yang nanti mungkin narasumber ee dari psikolog akan menyatakan bahwa jelas muncul kebosanan karena itu sering dilakukan setiap hari. gitu. L kenapa tidak mencoba tiba-tiba gorden tersebut kemudian diambil dicuci kemudian digantikan warna yang lainnya atau mungkin komposisi mejanya digeser dan sebagainya. Ini penting itu supaya apa? Gairannya kan menjadi muncul. Kenapa sih saya saya coba untuk untuk apa menyebut merek ya? Mohon maaf sekali, mohon maaf lagi anak-anak kita. Padahal kita kalau sehingga kita sajikan makanan yang enak kemudian yang bergizi tinggi di rumah itu mereka tidak mau makan itu atau makannya seleranya sedikit sekali. Tapi kalau senya kita ajak ke katakanlah misalkan McD, KFC dan sebagain mengapa dia suka itu? Padahal nota Bnya belum tentu sehat. Belum tentu ya gitu ya. Karena dilihat adalah suasana di sana itu dia bisa duduk di mana saja, bisa melihat orang banyak dan sebagainya. Lah kalau tetap kita siapkan makanan di meja makan yang taplak mejanya saja setahun setahun sekali belum tentu ganti gitu ya, maka dia akan muncul kebosanan. Mengapa kita tidak melakukan inovasi supaya anak kita itu makan bergizi tinggi dan sebagainya. Inovasi sebagai habit. Kenapa teman-teman sekalian? Karena inovasi katalit kesejahteraan tadi sudah dikatakan Mauris Cheng. Kalau penjeningan jual barang ini saja begitu saja bertahun-tahun, bagaimana penyak benefit lebih gitu loh. Tapi cobalah kalau panjenengan jual katana lemper, lempernya diperkecil kemudian bungkusnya jangan daun pisang tapi dibungkus sedemian rupa dan sebagainya cobalah itu berkreasi inisiatif itu inovasi B sekalian. AS pun juga demikian. Sudah saya kata tadi bahwa ketika ASN memasukkan unsur mental, memasukkan unsur psikologis, maka inovasi berjalan. G sebab kalau saya mengandalkan hanya sekedar fisik, maka produktivitas adalah tetap bahkan makan bergeser rendah gitu. Ayo kita berb kreasi. Kreasi atau inovatif ini adalah contoh bentuk bagaimana mental atau psikologi seorang itu bekerja. Jangan mengatakan bahwa saya sehat mental, tapi dia tidak mencoba untuk membuktikan, memanifestasikan bahwa penyingan sehat mental itu dengan kerja, dengan inovasi. Next, lanjut. Nah, ini teman-teman sekalian saya sekarang tidak mempelajari leadership, tetapi yang jelas bahwa sekali lagi bahwa ASN di dalam memberikan pelayanan publik kalau seandainya tidak diikuti dengan perubahan siap untuk menghadapi perubahan atau disebut dengan adaptive leader, maka maka penjenengan tidak akan berubah gitu loh berubahnya itu ya. Sehingga sehingga saya katakan bahwa ee kita sering sekali ee sakta prasak koordinasi disebutkan bahwa harus memiliki kredibilitas dan reputasi. Tunjukkan gitu loh. Jangan marah, jangan sakit hati ketika atasan menyatakan bahwa panjenengan malas, panjenengan tidak tidak kreatif. Itu kalau panjenengan tidak memujud mewujudkan, tidak memberikan legasi warisan bahwa panjenengan itu punya kreasi gitu loh. Ayolah gitu ya. Usulkan sederhana saja, Pak. Bagaimana kalau seandainya setiap bulan itu ee ASN itu coba memperbaiki meja kursinya saja itu sama situasi kantor? Cobalah itu ya. ASN harus berubah. Lanjut. Escape. Oke, next. Oke, ya. Jadi, ya ASN harus harus eh betul-betul keluar dari zona nyaman. Mental blocknya itu harus dihilangkan. Sebab biasanya ASN itu mesti masih masih saja berpikir bahwa sebenarnya saya dengan begini saja saya sudah dapat gaji. TPP-nya Jawa Timur wah luar biasa tinggi dibandingkan provinsi yang lainnya dan sebagainya dan sebagainya. Tapi ingat loh, Teman-teman sekalian bahwa sebenarnya gaji itu adalah amanah gitu loh. Gaji itu adalah TPP itu adalah betul-betul amanah yang panjenengan kalau seandainya tidak bekerja sesuai dengan gaji itu sama dengan zalim. Mohon maaf saya agak kasar itu. Iya. Bahwa panjenengan AS itu harus diwujudkan dalam karya. Maka Permenpan nomor 1 tahun 2023 bahwa penilaian sekarang ASN itu adalah berbasis kinerja itu tepat gitu loh. Sekali lagi saya katakan jangan mengha bahwa saya ASN yang baik gitu loh. Tetapi kalau penjenan tidak mampu berinisiatif, berinovasi makanya yang terjadi panjenengan dikatakan bahwa panjenengan adalah ASN yang tidak ber berkreasi, tidak berinovasi. Ayo teman sekalian, zona nyaman harus penjenan hilangkan. Mental blok penjeningan hilangkan. Biasanya penjenengan datang terlambat berangkat pagi dan sebagainya. Biasanya penjenengan tidak tersenyum-senyumlah gitu ya. Jadi lihat keluarkan, tingkatkan percaya diri panjenengan bahwa sebenarnya adalah penjenengan mampu. Sekali lagi saya katakan bahwa inovasi itu bukan harus menghasilkan sebuah produk ya. Penjenengan biasanya nyun sewu aja ya. Biasanya penjenengan itu pakai baju dannya bagi laki-laki gitu ya. Kemudian tiba-tiba penjenengan pakai parfum. Itu sudah inovatif. Ini ini sederhana saja saja. Kenapa peningan pakai parfum? Karena dengan pakai parfum penjingan ee mendapatkan ee bau yang harum. Maka penjenengan merasakan bahwa saya bekerja ini akan menjadi lebih giat karena suasananya harum daripada saya melihat situasi kantor yang tidak tidak bau enak misalkan semacam ini. Ini ini sebuah contoh sederhana saja ya. Jadi ini adalah ee ini harus pilihan kita bahwa kita harus betul-betul berubah lahir maupun batin. Lanjut lah. ini teman sudah saya kat tadi bahwa memang di dalam epidemiologi, kebetulan saya juga epidemolog bahwa di dalam ee apa kesatuan ee tubuh manusia itu terbagi menjadi tiga, yaitu adalah sakit dengan persentase yang sedikit kecil, kemudian sehat dan kemudian yang ee berisiko. Istilahnya yang berisiko. Berisiko begini. Saya sehat tapi saya memasuki lingkungan kerja yang baunya tidak bagus. udaranya tidak bagus itu berisiko itu ee kurang lebih 80%-an gitu ya. Jadi sehat itu cuma kualitasnya ee ee rendah. Nah, pada tingkatan sehat itu terbagi menjadi tiga, yaitu sehat. Di atasnya sehat itu namanya fit. Di atasnya lagi itu namanya bugar atau wellness, gitu ya. Jadi, sehat itu adalah tingkatan yang paling rendah gitu. Karena ukuran sehat itu hanya fisik gitu. Tapi ketika bugar yang di atasnya sehat itu ukurannya adalah mental, psikis. Jadi kalau seandainya ee seorang manusia, seorang ASN itu dikatakan bugar, berarti dia sehat secara fisik, tetapi mentalnya bagus gitu loh, bahagia dan itu tampak kelihatan sekali gitu loh. Jadi, jadi hal-hal semacam itu ya. Sehingga pada saat mungkin dia ee biasa ee di warung kopi ngobrol terbelol karena capek, tapi dimanfaatkan oburan tersebut adalah oburan untuk kalkulasi pekerjaan gitu. itu itu dari menang itu bugar dan output daripada kebugaran itu adalah produktivitas. Jadi kalau orang sehat itu biasanya melakukan produktivitas katakanlah membuat ee proposal misalkan sehari itu adalah 10 maka pada saat dia bugar itu lebih dari 10. Itu ukurannya itu kenapa? karena dia dia ketika mengerjakan itu dengan bahagia itu maka ee ee panjenengan jangan marah kalau seandainya misalkan ada temannya panjenengan ketika bekerja itu ada ee apa sebelahnya ada musik misalkan itu itu tidak ada masalah itu adalah strategi dia supaya dia lebih bugar gitu karena ada unsur mental ada unsur psikis yang masuk tersebut ya saya kira ASN untuk pada saat ASN belajar 31 ini output-nya harus ASN bukan hanya sekedar sehat bukan bukannya sekedar fit tapi harus bugar yaitu memasukkan unsur mental atau psikis yang kemudian output-nya adalah prioritasnya menjadi lebih meningkat. Next. Oke. Jadi ini ini sekedar teori saja teman-teman sekalian. Apa yang menyebabkan mental blocks kita itu sulit ditembus? Apa yang menyebabkan ee mental tidak dimasukkan di dalam di dalam ee ee pekerjaan seorang ASN ya? Apa kita ee sulit untuk keluar dari zona nyaman? Itu yang disebut dengan mindset. Jadi mindset itu adalah pola menetap yang tertanam di dalam pikiran bawa sadar kita. Ayo kalau kita misalkan naik mobil atau naik sepeda motor, kira-kira kalau seandainya kita ngerem dan sebagainya itu alam bawah sadar atau alam bawah tidak sadar? Itu alam bawah tidak sadar, Teman-teman. Sekalian bukan alam sadar. Kalau alam sadar bahaya itu. Eh sebentar sebentar saya tak cari ngerem dulu ya. Kesuen dan nabrak orang gitu. Maka saya otomatis gitu. Sehingga kalau seandainya misalkan ada suatu misalkan sudah jaraknya dia ngerem di depannya, maka kita otomatis ngerem. Itu alam tidak bawasan anda. Kenapa? Karena sudah tertanam di dalam pikiran kita. Jadi mengubah mindset itu nota B sulit ya, tapi harus dimulai. Sebab keluar dari zona nyaman atau mental blocks kita itu harus dimulai gitu loh. Sampa sudah kadung terjadi mindset. Apalagi kalau seandainya mindset tersebut sudah tertanam di bawah pikiran, di bawah ee alam sadar kita. Kemudian yang bisa ee mengendalikan sikap dan perilaku yang tidak bagus itu. Nah, ini peran daripada atasan-atasan yang bagaimana memfasilitasi, mengkondisikan sedemikian rupa bahwa mindsetnya pelan-pelan harus kita rubah. Eah, contohnya dengan punishment, dengan reward dan sebagainya. penting itu benar ya, bahwa ee atasan menyatakan bahwa siapa yang ee dalam 1 bulan itu tidak pernah terlambat itu maka akan mendapatkan hadiah menipun sedikit dapatnya itu itu mengubah pelan-pelan mengubah mindset dari yang negatif menjadi positif. Tapi saya katakan teman-teman sekalian belajarlah gitu ya. Saya kasih contoh tadi di sana itu adalah ilustrasi tentang mindset. Cobalah kita sulit memang kalau senya kita menulis ya itu biasa dengan tangan kanan menjadi tangan kiri tapi sebenarnya bisa. Kenapa? Mak dengan konsentrasi dan kita mulai itu mulai jangan mengatakan jangan tidak bisa ya karena apa? Karena memang mindset itu ee ee apa sesuatu yang yang sulit untuk dirubah. Lanjut tinggal sedikit teman sekalian. Nah, ini semuanya dikembalikan pada diri masing-masing. Sukses kemudian peningan dikatakan ASN yang baik, yang kreatif, yang inovatif dan sebagainya itu ditentukan oleh sikap Anda sendiri. Coba perhatikan gambar yang di bawah yang di tengah itu. Itu kelihatan sekali sama-sama orangnya dan sebagainya. Tapi dengan postur yang yang ee tubuh atau ee style yang semacam itu kelihatan sekali dia itu jutek gitu. Tapi ketika dia itu senyum dan sebagainya orang senang melihat itu senang gitu loh. Ini adalah memasukkan unsur psikis sama mental itu kelihatan bukan dan sebagainya. Maka ini legasi kalau senya penjenengan sudah dicap orang, jangan marah kalau penjenengan itu dicap orang cutek dan sebagainya. Teman-teman sekalian, ada salah satu dosen yang dikeluarkan oleh Universitas Erlangga hanya karena dia itu adalah tidak mampu membina hubungan dengan mahasiswa. Dia cuma hanya sekedar mengajar saja. Pintar dia cuman hanya sekedar mengajar tidak ada interaktivasinya. Itu dikeluarkan kalau sama universang ini menjadi menjadi penting sekali. Cuman. Padahal cuman yang merubah dari menutut menjadi senyum. Luar biasa. Di dalam degradasi kebodohan itu dia itu kalau dia tidak tahu, tidak belajar itu dikatakan bodoh memang. Tapi kalau dia tidak tahu tetapi tidak bisa eh sori tahu tetapi tidak bisa melakukan dan sebagainya itu adalah lebih bodoh. Tapi kalau tahu dan bisa tetapi tidak mau itu paling bodoh. Artinya apa teman-teman sekalian? Sebenarnya panjenengan paham gitu loh. Bahwa kalau saya melakukan begini maka saya akan begini. Kalau saya melakukan ini, saya akan begini. Kalau saya makan ini, maka saya lambung saya kambo. Kalau saya begini, itu kan yang paham penjenengan sendiri itu tapi kalau penjenengan tahu bisa tetapi tidak mau ya itu paling bodoh. Mohon maaf saya agak agak agak kasar tapi ini menunjukkan supaya peningan bisa bisa apa ee ee menjadi termotivasi bahwa sebenarnya panjenengan itu bisa memasukkan unsur itu gitu loh, bisa berubah. Maka segitiga kemampuan ini bukan hanya sekedar penjenengan tahu saja bisa tapi juga mau ya. Tiga hal semacam ini ee menjadi ee peningan akan menjadi meningkat. Ini pentingnya ASN belajar. Next. Lanjut. Tinggal sedikit lah ini teman-teman sekalian. Maka tips lalu bugar yang diwujudkan dengan produktivitas yang memasukkan unsur mental sebagainya tentunya bukan hanya sekedar sehat mengaku bahwa mental saya bagus. Bukan hanya itu saja, tetapi ada enam hal yang barangkali perlu ee panjenengan siapkan tentunya dengan gizi seimbang. Sekarang, Teman-teman sekalian, banyak sekali makanan-makanan yang tidak sehat dijual. Maka penjeningan memilih dan memilah makanan itu jauh penting sekali, Teman-teman sekalian. Kalau sudah tahu bahwasanya ini banyak pengawetnya, bahan pengawet itu biasanya sebagai inhibitor namanya, sebagai penghambat penyerapan zat gizi yang bagus. Sayang sekali. Maka pendingan harus bisa memilih lah. Kalau saya tidak bisa memilih ya masak aja di rumah gitu untuk anak-anak kita, untuk adik kita dan sebagainya. Itu tergantung panjenengan. Kalau penjenengan tidak yakin subhat misalkan itu kan dihidarkan, maka cobalah panjenengan mencoba untuk buat nasi goreng sendiri saja maka panjenengan bisa mencampurkan sayur dan sebagainya. gizi seimbang itu penting. Kemudian olahraga ini exercise. Meskipun olahraga tidak harus harus apa ee apa harus fisik yang keras kemudian maraton, tidak harus begitu. Maka orang-orang yang ringan-ringan kecil penjeningan bisa di YouTube. Luar biasa sekali, banyak sekali ee olahraga olahraga yang ringan tetapi cukup cukup cukup baik untuk tubuh kita. Kemudian kesehatan lingkungan tadi saya katakan cobalah teman-teman sekalian melihat sekitar kalau sudah tahu di situ ada cendela tidak pernah dibuka suatu tiket datang lebih pagilah kita terus dibuka bagaimana udara bisa masuk dan sebagainya. Kenapa? Karena kesehatan lingkungan itu juga mempengaruhi mental kita. Kita cepat ngantuk, kita cepat bosan, belum apa-apa sudah batuk dan sebagainya. Maka ciptakan lingkungan yang bersih. Kalau seandainya bisa pan punya rezeki, nyun sewu loh ya. Di situ ada cleaning service misalkan pingan kasih uang Rp50.000 coba tolong dibersihkan ini coba Rp50.000 tapi penjenengan bisa membersihkan ruangannya panjenengan itu bisa peningan pakai dalam 1 tahun loh ya tanpa sadar penjenengan cobalah nengok ke atas bisa jadi sarang laba-laba di situ sudah masih ada dan sebagainya kasang R5000 itu bersih itu. Kemudian kelola stres manajemen ya. Jadi, bagaimana manajemen stres atau mengelola stres. Ya, kembali lagi saya teman-teman sekalian stres itu adalah apa? Alamiah dan eh apa eh hal yang manusiawi gitu ya. Tetapi yang jelas bahwa la yuk nafsanaha. Jadi Allah tidak akan memberikan beban kepada manusia yang di luar kemampuannya gitu ya. Artinya bahwa ee masalah itu tetap masih ada, tapi bagaimana kita mengelola itu saran saya cuma hanya kalau seandainya bertubi-tubi masalahnya ada, selesaikan satu persatu. satu persatu maka insyaallah panjenengan akan bisa menyelesaikan. Kemudian spiritual tentunya sebagai makhluk yang beragama, manusia yang beragama, penjingan beribadah. Agama apapun juga saya kira dengan kita beribadah maka kita akan menjadi lebih ikhlas, lebih pasrah, maka peningan, kesehatan mental akan menjadi tumbuh dengan bagus. Kemudian lifestyle, teman-teman sekalian ee ada yang membedakan teman-teman sekalian dengan kondisi sekarang. Sesungguhnya orang yang paling katanya ya orang yang paling bahagia itu adalah orang yang ee mampu memanfaatkan dengan kondisi yang ada, bersyukur dia dan sebagainya. Mungkin saya tidak bisa melihat ee apa Pak Kasiadi melihat sepatunya Pak Kasiadi dengan ukuran sepatu saya gitu. Jelas gak akan mungkin saya melihat itu ya. Mungkin bagi saya, nyun sewu, belanja seperti Pak Kasih Adi yang sehari ee untuk belanja saja Rp250.000 bagi saya adalah pemborosan. Tapi saya tidak bisa mengukur itu. Bisa jadi Pak Asi Adi adalah mengeluarkan Rp250.000 per hari itu karena dia memasak untuk tetangganya yang barangkali membutuhkan. Kita tidak bisa mengukur sepatu orang dengan ee ukuran kaki kita. Jadi, lifestyle itu juga penting, Teman-teman sekalian, gitu ya. Baik, next. Itu yang mungkin bisa saya sampaikan Mbak Yan ya. ee Mbak Yuan yang bisa saya sampaikan sebagai pengantar saja bahwa betapa pentingnya ee apa ee kesehatan mental dan sesuai dengan temanya bahwa kesehatan mental yang bagus maka karir akan melesat, ASN akan melesat dan sebagainya. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan Bapak Ibu sekalian. Matur nuwun ee bisa diop share-nya. Sekian. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak Dr. Andrianto atas pesan-pesannya. Semoga kita semua menjadi ASN yang tidak hanya sehat, tidak hanya fit, tapi juga bugar. Ingat juga tadi pesannya Pak Andrianto, kita harus berpikir eh straordinary ya, Pak ya. Membiasakan inovasi adalah sebagai habit. Dan sebelum itu kita harus mengosongkan pikiran Nuru, merendahkan hati supaya bisa menerima ilmu dan insight yang baru. Baik, Sobat ASN masih dalam eh live dari Arena Joinus atau Jambore Inovasi Nusantara. Saya mohon izin untuk mengingatkan untuk mengisi daftar hadir atau presensi. Mohon disempatkan atau disegerakan begitu ya. linknya sudah tertera atau tersemat di chatbox ataupun juga di kolom komentar. Mohon disempatkan mengisi karena daftar hadir ini akan ditutup 1 jam setelah acara berakhir. Baik, Sobat ASN boleh disiapkan alat tulisnya, siapkan pertanyaan-pertanyaannya untuk sesi selanjutnya ya. Karena untuk penanya teraktif, untuk ee Sobat ASN teraktif akan dihubungi oleh pihak panitia dan menempatkan merchandise. Baik Bapak, Ibu, Sobat ASN, kita ke sesi berikutnya yakni sesi diskusi panel. Telah hadir di tengah kita Ibu Dr. Neni Ismaya, Mom. Beliau adalah dosen STI Mahakam Samarinda. Selamat siang, Ibu. [Musik] Iya. Telah hadir juga Bu Iya, Ibu Dr. Neni telah hadir bersama kita semua bergabung di forum ini dan langsung dari arena gelaran joins. Apa kabar Ibu Neni? Alhamdulillah syukurlah sudah siap memberikan materinya Ibu Neni nggih. Siap siap. Iya. Selain Ibu Dr. Neni Ismaya telah hadir pula secara daring Ibu Silvani Dianita, MPSI, psikolog. Beliau adalah pranata humas sekaligus psikolog klinis untuk dewasa. Apa kabar, Ibu Silvani Dianita sudah bergabung? Baik, sambil mengecek saya perkenalkan yang paling ganteng di antara sesi panelis kali ini. Tentu saja panelisnya Bapak Ahmad Fadoli, Esos, M.Si. Asalamualaikum. Apa kabar Bapak Ahmad Fadoli? Warahmatullah. Kabar baik baik. Senang sekali Bapak dapat hadir bersama. Iya. Ibu Silvita apa kabar? [Musik] Sambil kita coba apakah ya? Iya. Selamat siang, Mbak. Dengar suara saya? Iya sudah terdengar. Suara kita di sini sudah terdengar juga ya, Ibu? Ya, sudah. Iya. Salam kenal untuk semua. Baik, sudah siap memberikan materinya ya, Ibu Silvita. Iya, siap. Baiklah, Sobat ASN di mana pun berada baik yang bergabung melalui link Zoom maupun di YouTube BPSDM Jatim TV, kita ke sesi selanjutnya yang akan dipimpin langsung oleh Bapak Ahmad Fadoli, SOS, MSI. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam sobat ASN di mana pun Anda berada. Ee hari ini kita live langsung dari IKN ya, dari Kalimantan Timur dalam rangka ee ASN belajar bekerja sama dengan ee BPSDM Jatim dalam rangka mengangkat tema ASN sehat produktivitas melesat. Sobat SN bicara kesehatan mental itu erat kaitannya dengan ee kebahagiaan. Data PBB menyatakan bahwasanya secara dunia negara yang paling berbahagia hari ini tahun 2023 setelah dirilis kemarin menempati ditempati oleh ee negara Finlandia ini negara-negara di Sekelandiapia di Eropa Utara Indonesia negara kita itu di indeks negara indeks kebahagiaan kita menempati urutan ke-84 Jadi angka ini masih di bawah Singapura di urutan 25, kemudian di bawah Malaysia, di bawah Thailand, bahkan di bawah Filipina. Nah, kemudian apa hubungannya indeks kebahagiaan itu dengan ee apa namanya ee kondisi masyarakat kita bahwasana memang kondisi kebahagiaan ini tadi disampaikan Pak Andrianto bahwasanya orang yang bahagia itu akan bugar dan bugar ini akan meningkatkan produkitas. Nah, bagaimana kemudian dengan konteks ASN kita bahwasanya bicara negara yang ee indeks kebanyor 84 tentu ini juga berdampak bagi ASN kita. Nah, terbukti akhir-akhir ini banyak ASN kita yang bermasalah dengan kesehatan mental, banyak yang mengidap ee psikosovofenia. Bahkan saya sendiri yang berdinas di BNN itu menemukan bahwasanya banyaknya ASN-ASN yang ee terlibat dalam penyalahgunaan narkotika itu juga kaitannya dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapi sehingga dia tidak punya ee seni dalam menyelesaikan permasalahan itu. Akhirnya kemudian larinya ke narkotika. Baik, Sobat ASN. Ee untuk memingkat waktu ini sebelum saya mulai saya cek dulu ya. Saya cek dulu. Saya sapa dulu untuk audiens e karena seperti biar audiens mengetahui suasana di sini ya. Ini suasananya di gedung eh Samarinda Convention Center ya. Ini ramai sekali karena ada gelaran Jambore Inovasi eh 2023. Saya cek ke audien apakah suara kami terdengar jelas. Silakan bubukkan di kolom komentar. Jelas ya? Oke, jelas. E semuanya dengar ya. Ini untuk membahas tema kita pada siang hari ini. Ini di depan saya sudah hadir narasumber kita, Bu Dr. Neni Ismaya, Mom. Beliau adalah dosen STIK Mahakam Samarinda. Kemudian juga beliau ini ketua korwil Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Wilayah Kalimantan Timur. Kemudian beliau ini juga fokus pada ee komunikasi humaniora dan budaya dan termasuk beliau juga pendamping dan pembina kelompok transgender di Yogyakarta. Nah, ee Dr. Neni nanti akan menyampaikan materi pertama. Ee nanti yang narasumber kedua ada ee ini Ibu Psikolog dari Bu Silviani Dianita psikolog. Nah, beliau ini sebenarnya ee ya humas ya PR ya pokoknya semuanya beliau bisa ya. dia dia mempunyai apa keahlian di bidang komunikasi tapi juga mempunyai ee keahlian di bidang ee psikologi. Oh untuk yang pertama materi kita adalah terkait dengan komunikasi. Semua dari kita manusia alatnya adalah komunikasi. Nah, tapi tidak jarang komunikasi-komunikasi yang ee kita alami entah di kantor, di lingkungan kita sehari-hari itu justru membuat ee awal mula permasalahan terjadi. Nah, karena itu bagaimana tip dan triksnya supaya kemudian gaya komunikasi ini dapat menunjang kinerja kita sebagai abdi negara ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Inilah kita sambut bersama Bu Dr. Neni Ismaya Imikom. Nanti izin Bu ee materi disampaikan secara singkat padat selama 20 menit. Nanti akan kita buka untuk tanya jawab setelah dari Bu E Silvani Dianita menyampaikan materi. P Neni kami persilakan 20 menit. Oke, terima kasih eh Mas Fadoli atas eh opening-nya yang luar biasa. Ini sebetulnya reuni tipis-tipis kita ya. Cukup menarik. Ee ini adalah pengalaman pertama di mana ee saya memberikan materi yang berhubungan dengan sahabat ee ASN tentang kesehatan mental gitu ya. Komunikasi itu adalah sesuatu yang memang sangat diperlukan dan tidak terlepas dalam kehidupan kita sehari-hari. Definisi dari komunikasi sebetulnya bukan sesuatu yang mudah kita ee rangkai. Misalnya kita ngomong sudah komunikasi gitu ya. Tapi bagaimana kalau ee asal kita ngomong orang gak mengerti ya ee persepsi berbeda dengan pesan yang apa yang e kita sampaikan itu juga menjadi suatu ee permasalahan. Di sini saya ditugasi oleh ee teman-teman untuk menyampaikan gaya komunikasi dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental di tempat kerja. Dan ini sangat ee besar korelasinya gaya komunikasi itu dengan ee kesehatan mental. Apalagi untuk saat ini kita tidak bisa memungkiri lagi keberadaan ee teknologi, perkembangan teknologi, media sosial ya ee kecepatan informasi dan lain sebagainya itu suka tidak suka kita menghadapi kita ee berinteraksi juga dengan hal tersebut dan itu juga mempengaruhi e kesehatan mental bila kita tidak cermat atau tidak bijak untuk menghadapi informasi derasnya arus informasi tersebut. Oke, sebelumnya saya akan memberikan sedikit ee apa sih tentang arti dari komunikasi. Komunikasi itu sendiri ya di sini. Next, komunikasi itu dapat dimaknai bisa dilihat di sini suatu tindakan manusia atau aktivitas manusia. Ya, kita kan setiap hari berinteraksi, menyampaikan pesan, kemudian ee menyampaikan informasi, menyampaikan emosi. E itu adalah aktivitas manusia sehari-hari. Kemudian merupakan suatu proses interaksi antar manusia untuk saling memahami. Nah, ini kunci utama dalam komunikasi bahwa komunikasi itu apa yang kita sampaikan. Misalnya saya bicara yang mendengarkan atau yang menjawab itu mengerti. atas pertanyaan atau pernyataan yang saya sampaikan ya, itu artinya pemahaman bersama. Komunikasi tujuannya adalah untuk menyatukan persepsi. Kemudian adanya proses transaksi. Dalam interaksi manusia, proses transaksi itu terjadi. Transaksi itu tidak semata-mata berhubungan dengan uang, tetapi bagaimana kita memenuhi kebutuhan kita. salah satunya adalah kebutuhan informasi ya. Kemudian sebagai proses adaptasi individu dan lingkungan. Kita belajar dari yang baik bersifat ee interaksional, baik itu bersifat ee verbali atau nonverbali itu harus mampu kita lakukan untuk dapat kita berada di dalam lingkungan baru khususnya. Kemudian adalah proses pengiriman ide atau pikiran atau pengetahuan. Kita semua itu bisa mengetahui banyak hal. Itu berdasarkan informasi yang kita terima. Tidak semuanya kita selalu tahu dari lahir kita tahu. Itu enggak ya. Itu proses interaksi dan proses transaksi yang terjadi di dalam interaksi itu sendiri. Kemudian adalah proses pertukaran informasi verbal maupun nonverbal. Ya, apa yang saya lakukan ini adalah proses informasi verbal gitu. Kalau sahabat ASN melihat kami yang ada di sini seperti saya sekarang pakai baju pink, kemudian ee pakai mungkin ee ee melihat saya pakai berkacamata bisa dimaknai berbagai macam ya. bisa bisa juga ee teman-teman atau sahabat ASN menyebut ya namanya juga dosen ya pasti pakai kacamata belum tentu. Tetapi itu adalah pemaknaan ee informasi nonverbal ya. Kemudian proses merespon atau pesan yang diterima atas pesan yang diterima. Setiap pesan yang kita sampaikan, informasi yang kita sampaikan itu diharapkan untuk mendapatkan respon atau balasan ya. Baik itu berupa persetujuan, penolakan ya itu sangat dibutuhkan. Bukan berarti kalau misalnya saya menjawab, misalnya saya menanya sama e Mas Fadoli, "Mas, mau makan bakso gak?" Kalau misalnya Mas Fadoli diam saja, saya bingung mau atau tidak. Ya, saya butuh respon ya atau tidak, gitu. Itu pentingnya respon. Jadi, proses komunikasi ideal itu perlu adanya respon. Kemudian yang selanjutnya adalah proses mempengaruhi dan dipengaruhi. ya kita ini melakukan ee penyampaian informasi dalam proses interaksi dan transaksi itu pasti ada proses mempengaruhi dan dipengaruhi di dalamnya. Saya berbicara ee misalnya menanyakan ee mohon maaf namanya siapa? Kemudian ada salah satu sahabat ASN menjawab, "Oh, nama saya Ani misalnya." Itu sudah ada proses ee mempengaruhi dan dipengaruhi. di mana ada respon, ada kepercayaan lawan bicara saya memberikan jawaban atas informasi yang saya sampaikan seperti itu. Ee itu adalah makna dari komunikasi. Sebetulnya definisi komunikasi itu banyak sekali, tidak bisa dibatasi. Karena kita diam itu juga sudah komunikasi. Diam sendiri pun mempunyai ee persepsi yang berbeda-beda di dalam setiap orang yang melihat. Misalnya pada saat saya diam ya, ada teman yang menyebutkan ee emang lagi sakit ya misalnya ee lagi sedih ya, lagi ada masalah padahal sebetulnya gak ada apa-apa gitu ya. Yang biasanya kita ramai, biasanya kita suka berbicara kemudian tiba-tiba kita diam. Itu persepsi lawan bicara kita atau lingkungan itu akan berbeda-beda. Oke, next. Nah, ini adalah fungsi, strategi, dan tujuan dari komunikasi. Ya, sebetulnya untuk fungsi sendiri, peran dan fungsinya sendiri itu banyak seperti yang ada di slide ya. Salah satunya adalah penyampaian informasi. Setiap manusia yang utama kebutuhan itu adalah informasi ya. Bukan masalah makan, bukan masalah sandang atau papan, tapi yang utama adalah informasi. Balik. Oke. Ee yang depan. Yang depan. Mundur mundur. Iya. Lagi. Mundur lagi. Iya. Oke. Informasi ini adalah penting ya. Misalnya masalah kalau ada yang bilang bahwa kebutuhan utama adalah makan ya. Sandang dan papan. makan itu kalau kita tidak tahu bagaimana cara mengolah bahan makanan atau mendapatkan makanan, kita juga enggak akan bisa makan. Dari mana hal itu bisa kita penuhi? Yaitu adalah dari informasi, ya. Kemudian sebagai bentuk pengenalan ya, sebagai identitas diri itu tujuannya adalah untuk mengetahui setiap pelaku komunikasi akan selalu menyampaikan identitas dirinya baik secara verbal maupun secara nonverbal. Ya, ada fungsi-fungsi lain antara lain adalah menyatakan emosi. Ya, Anda marah itu enggak harus ngomel-ngomel, enggak. Cukup Anda diam, kemudian ekspresi berubah, kemudian ee gerak tubuh pun juga berubah. Ya, itu sebagai bentuk penegasan bahwa emosi saya tuh lagi marah nih, lagi senang nih, lagi sedih gitu ya. itu semuanya selalu kita bawa, selalu kita sampaikan secara ee lebih sering secara nonverbal seperti itu. Kemudian sebagai bentuk pertahanan diri ya, wah saya harus berubah. Saya tidak boleh selalu di zomena nyaman. Seperti yang tadi sudah disampaikan di awal bahwa pertahanan diri itu kita akan membentuk bahwa diri kita ini adalah ya setiap individu menyatakan bahwa kita ini yang terbaik gitu ya. Kita ini benar nih. Itu bentuk pertahanan diri dan itu juga sebagai bentuk atau tujuannya sebagai peringatan untuk diri kita. Kemudian untuk menyatakan instruksi ya biasanya kalau di dalam ee ASN atau ee di lingkungan kerja ASN itu jelas ee bersifat instruksional. Kemudian sama di swasta pun juga demikian ya ee bersifat instruksional. Kemudian ee menyatakan hubungan. Tadi sudah disampaikan bahwa komunikasi itu sebagai bentuk interaksi ya. Kemudian sebagai sosialisasi, menghibur, mendidik, memotivasi serta mendukung. Ya, motivasi dan mendukung ini adalah yang paling besar peranannya untuk meningkatkan kinerja atau ee pola kerja dari sahabat-sahabat ASN supaya di lingkungan kerja yang dinamis sekarang ini kita dituntut untuk menciptakan lingkungan kerja yang dinamis dan kita pun harus menjadi manusia yang dinamis. Oke. Baik. Next. Nah, kemudian kita masuk dalam gaya komunikasi ya. Gaya komunikasi di sini gaya itu adalah cara seseorang dalam melakukan interaksi baik itu melalui pesan verbal maupun pesan nonverbal sehingga pesan dapat dipahami dan dimengerti untuk mencapai tujuan. yang Anda ee teman-teman atau sahabat ASN ini harus mampu untuk melakukan tindakan komunikasi ya. Harus dibiasakan untuk menyampaikan sesuatu yang ada di dalam pikiran. Jangan disimpan. Kalau disimpan, enggak ada yang tahu, ya. Kemudian di dalam bentuk nonverbal. bentuk nonverbal itu sesuatu yang paling mudah dipahami dengan orang lain tanpa harus kita menyampaikan secara lisan seperti itu. Gaya setiap individu itu berbeda-beda. Ada yang cukup secara simbolik, ada yang perlu menggunakan kata-kata. Ya, semuanya itu biasanya melekat menjadi bagian dari ee dari kepribadian individu masing-masing ya. Ada yang suka oke dialog, ada yang suka bentak-bentak, ada yang suka cukup menunjukkan raut muka yang happy atau senang atau memang tidak suka atau memang marah gitu ya. setiap individu berbeda-beda. Kemudian melalui gaya komunikasi lingkungan sosial ya antara lain masyarakat dan lingkungan individu itu dapat memahami seseorang ya. Pelaku komunikasi itu mempunyai kepribadian yang unik. Setiap orang itu unik, tidak ada yang sama. ya gaya berkomunikasinya ada yang happy, ada yang datar, ada yang ya formal seperti itu ya. Setiap individu ee mempunyai khasnya masing-masing. Kemudian gaya komunikasi seseorang dipengaruhi oleh emosi, situasi, dan lingkungan. Nah, ini penting yang biasanya kita bicaranya santai, kemudian bicaranya kita ee bersifat dialogis gitu ya. Tiba-tiba suatu saat kita ngomong volumenya keras, intonasinya tegas. Ya, orang yang biasa melihat kita ee bicaranya santai kemudian punya intonasi yang berbeda pasti akan bertanya, "Eh, ini kenapa kok tumben tiba-tiba kamu bentak saya?" Seperti itu. Hal yang perlu dipertanyakan, bagaimana dengan emosinya waktu itu ya? Kemudian situasi ketika kita misalnya pada saat presentasi, kalau e sahabat ASN belum pernah melakukan presentasi gitu ya, belum pernah melakukan presentasi secara lisan misalnya atau menyampaikan sesuatu secara lisan di dalam situasi ee yang sudah di misalnya isinya pimpinan-pimpinan kita gitu ya, kita ditunjuk untuk melakukan ee penyampaianpenyampaian ee suatu itu informasi misalnya atau program ee biasanya di situ yang sudah kita sudah kita siapkan gitu tiba-tiba bisa berubah ya biasanya bisa dipengaruhi karena faktor nervous guguk gitu ya ee bisa jadi sudah takut sendiri nanti jangan-jangan saya salah ngomong jangan-jangan ee ee bahasa tubuh saya bergerak yang yang mungkin ngomong ee tiba-tiba mohon maaf ya tiba-tiba ngorek hidung gitu atau ngorek telinga misalnya gitu ya. E itu ee akan mempengaruhi kemudian lingkungan yang yang pasti di dalam ee kehidupan keluarga, lingkungan keluarga, lingkungan budaya kita yang sehari-hari kita ee jalani itu sangat mempengaruhi bagaimana gaya komunikasi kita juga seperti itu ya. ya mungkin ee sahabat ASN mendengar saya atau melihat saya ini pasti sudah punya ee apa namanya memaknai saya bahwa saya ini pasti orang Jawa karena apa dialeknya jelas nih medok banget orang Jawa gitu ya. Terus kemudian ee mungkin ee Bu Neni ini orang dari daerah Jawa Tengah atau daerah Jogja atau Jawa Timur gitu ya. Saya ini dari Jawa Timur. Kalau misalnya kalau saya ee misalnya ada teman bilang, "Ah, gak mungkinlah dari Jawa Timur, enggak mungkin sehalus kamu." Misalnya gitu kan. E itu sangat mempengaruhi gaya gaya ee komunikasi kita gitu ya. Ya, akhirnya bisa menjadikan identitas diri kita seperti itu. Oke. Baik. Next. Nah, ini gambar ini adalah contoh-contoh ya yang saya ambil untuk mewakili bagaimana situasi gaya komunikasi yang ada di dalam ee suatu organisasi atau ee kantor atau ee perusahaan ya. Ada yang terbuka ya, ada yang ee ini bisa dilihat di atas ee sangat ee asertif. Kemudian ee ada yang menghadapi situasi yang perlu ketegangan itu yang paling kanan itu ya. Kemudian yang paling bawah itu yang bentuknya sangat ada yang posisinya bersifat agresif dan satunya bersifat ee asertif ee ini pasif ya. Pasrah dimarahin pasrah. Saya kira ee sahabat-sahabat ASN mungkin pernah menghadapi situasi seperti ini ya. sebaiknya bagaimana? Yang jelas untuk posisi gambar paling bawah itu akan mempengaruhi bagaimana kesehatan mental kita kalau itu selalu dipupuk setiap hari dengan situasi seperti itu ya. Begitu pula dengan gambar yang paling kanan. Gambar yang paling kanan kalau kita setiap hari kerjaannya rapat ya, setiap hari rapat di dalam rapat isinya bersih tegang gitu. Apakah itu cukup sehat? Apakah itu cukup produktif untuk meningkatkan ee produktivitas kantor seperti itu ya. Nah, ini perlu dipelajari bahwa situasi-situasi positif yang akan menjadikan di mana kita mempunyai kesehatan mental yang lebih baik gitu ya, yang bisa menjadikan kita sebagai ASN yang produktif. Kalau setiap hari selalu dimarahin, setiap hari selalu dikomplain gitu ya. Saya kira efeknya juga tidak akan bagus di dalam mental. Oke. Baik. Next. Nah, ini bisa dilihat ya gaya komunikasi yang terjadi itu memiliki empat tipe. Yang pertama adalah tipe agresif. Ya, tipe agresif ini nanti hasilnya adalah menang kalah gitu. yang menang ini yang ngomong karena dia mendominasi ya, dia ya mempunyai maksud dia yang harus ee mendapatkan gitu ya. Kemudian adalah tipe asertif hasilnya adalah menang-menang atau win-win. E ini yang paling ideal digunakan dan ini juga bukan suatu hal yang mudah untuk diterapkan. Kalau kebiasaan cara berkomunikasinya, gaya berkomunikasinya tidak terbuka, ya. Kemudian ada ee tipe pasif agresif ya, hasilnya losose atau kalah semuanya kalah gitu. Kemudian selanjutnya adalah tipe pasif. Tipe pasif itu losose win, kalah menang. Ya, ini ya sudahlah pasrah gitu ya. Ini juga tidak tepat gitu ya. Kalau kita dituntut untuk berinovasi, kita dituntut untuk berubah dari zona nyaman, kita tidak bisa harus bersifat pasif seperti itu. Oke, next. Next. Oke. E ini identitas gaya komunikasi. Bisa dilihat komunikasi ee di sini aspek-aspeknya ya. Yang pertama adalah sifat dari komunikasi agresif. Di sini memakai sebentar. Oke. Komunikasi agresif ini bersifat memaksa ya, tetapi komunikasinya adalah terbuka gitu. Kalau untuk komunikasi asertif sifatnya adalah terbuka, jujur, langsung ya. tulus dan ikhlas. Ini yang paling ideal, asertif. Kemudian pasif. Kalau pasif itu tertutup, tidak bisa mengungkapkan. Ada juga ee seseorang yang mempunyai kebiasaan setiap kali diminta, "Udahlah ngomong aja enggak masalah." Misalnya, jawabannya adalah saya itu ndak bisa loh ngomong. Saya itu takut kalau sudah ngadapin orang misalnya gitu. Nah, ini tipe pasif itu nanti akhirnya ya sudahlah ngikut aja keputusannya apa. Itu tidak bisa membuat Anda atau kita semua menjadi pribadi yang inovatif. Ya, kita akan stuck itu-itu aja pasrah gitu ya. Kemudian aspek untuk kontak mata, komunikasi agresif itu terfokus, tajam, dan menantang. Kalau untuk asertif terfokus tetapi tidak tajam karena dia ee terbuka ya karena melibatkan. Jadi kita tidak kalau kalau agresif itu kan ee terfokus tajam kan seperti orang marah gitu ya karena dia memaksakan kehendak menegaskan gitu ya. Tetapi kalau yang komunikasi pasif itu lebih pada menghindari kontak mata. Oke, dengan ee dan aspek-aspek yang lainnya yang ada di ee ini nanti bisa kita bahas di dalam tanya jawab kalau misalnya ada pertanyaan. Next. Nah, ini representasi wajah di mana posisi kita atau komunikator atau komunikan dalam posisi pasif, asertif, dan agresif ya. Oke, next. Next. Nah, ini gaya kepemimpinan, gaya komunikasi kepemimpinan. Ada yang gaya controlling, ya. Ini maunya mengontrol, menguasai, ya. Kemudian gaya equekilitarian di sini gaya yang paling ideal di mana melibatkan antara lawan bicara dengan kita dan terbuka untuk memberikan informasi atau masukan. Kemudian gaya struktural. Nah, ini lebih pada seorang pimpinan untuk memberikan instruksi atau ee bagaimana job description atau pekerjaan yang harus dilaksanakan. Ya. Kemudian gaya dinamis. Gaya dinamis ini komunikasi yang bersifat agresif tetapi mempunyai hubungan kerja sama yang baik dalam menyelesaikan masalah gitu. Kemudian yang terakhir ini adalah gaya relishing, yaitu di mana pemimpin memiliki sifat terbuka menerima saran atau ide dari orang lain dan menekan egonya atas ee masukan-masukan yang diterima seperti itu lah. Ini biasanya berada di lingkungan organisasi yang berisi orang-orang yang sudah mempunyai pengalaman atau pengetahuan yang e luas seperti itu. Next. [Musik] kayak ini ya. Dan proses komunikasi ada hambatan. Hambatannya ada tiga, eksternal, internal, dan juga semantik. Eksternal itu bisa merupakan gangguan teknis, ya. Kemudian internal bisa dari psikologis, emosi, kemudian status sosial. Status sosial itu juga cukup mengganggu ya dalam hambatan eh komunikasi. Kemudian kurangnya interpersonal skill ya, kemampuan. Kemudian yang terakhir adalah gangguan semantik. Gangguan semantik ini perbedaan bahasa, persepsi, kemudian penggunaan istilah yang tidak biasa atau berlebihan dan mampu dan tidak mampu memilih kata-kata atau kalimat dengan tepat. Nah, ini ini atau istilahnya bertele-tele itu juga kurang baik menjadi hambatan dalam komunikasi. Ya, ini yang terakhir dari saya. Next, keberhasilan komunikasi sebagai motivasi. Ya, yang pertama, setiap individu harus mampu mengawali atau membangun proses komunikasi. Tidak semua orang mau menyelesaikan masalah dulu, menyelesaikan baik-baik ngomong. Itu enggak semua orang mau. Tapi ini penting. Kemudian kemampuan mendengar. Mendengar yang menjadikan Anda mengerti dan memahami. Kemudian terbuka dalam menerima informasi. Pesan verbal dan nonverbal yang positif. Pesan positif itu penting. Kemudian memberikan respon atas informasi atau pemikiran dari lawan bicara. Dan yang terakhir adalah terakhir adalah pendukung secara objektif dan menciptakan situasi kondusif. Inilah yang nantinya akan dapat membantu kita menjadi pribadi yang inovatif di dalam dunia kerja. Oke, next. Oke, terima kasih. Itu ee dari saya tentang ee gaya komunikasi yang nanti bisa kita ee bahas lebih dalam di dalam ee pertanyaan atau tanya jawab. Ee semoga bermanfaat. Saya kembalikan lagi kepada Mas Fadoli. Terima kasih, Mas Fadoli. Sama-sama, Bui. Terima kasih. Eh ee sobat SN sekalian ini tentu Sobat SN sudah memiapkan apa namanya tanya pertanyaan ya untuk narasumber kita yang pertama Bunda ini sebelum audien bertanya nanti di akhir ya ini untuk mewakili ya mewakili e meng-hight apa yang Ibu tadi sampaikan izinkan saya bertanya begini jadi pemaparan tadi intinya adalah keterbukaan ya ngomong karena saya tahu sobat SN bukan ee ASN-ASN yang menganut aliran kebatinan. Jadi hari-hari hanya batin jadi kalau sesu ada sesuatu itu harus disampaikan disampaikan. Namun Buneni ee praktik kita di lapangan entah di tempat kerja, di kantor dan sebagainya, komunikasi yang terjadi itu ada gap, ada gap komunikasi. Nah, gap komunikasi ini terjadi karena satu yang sering terjadi ya, yang sering terjadi itu yang adalah perbedaan persepsi atau di ee semantik tadi itu artinya ee pimpinan kita I dengan anak-anak sekarang itu tentu berbeda. Berbeda berbeda. Artinya kalau dalam teori generasi itu ada yang namanya generasi boomer ya toh. Kemudian ada generasi X, generasi Y, generasi internet, generasi alfa dan sebagainya. Tentu sebenarnya maksud pimpinanah atau maksud siapapun leader yang ada di kantor itu sebenarnya baik. Tapi karena memang perbedaan persepsi, perbedaan latar belakang, perbedaan pengalaman dan sebagainya yang terjadi adalah kesalahpahaman. Iya. Padahal tujuan komunikasi adalah untuk menjalin kesepahaman. Nah, nanti ee minta tolong dileg ini Bu ini. Nah, tadi supaya untuk bahan Pak, bahan untuk rekan karena saat ini yang terjadi itu hal-hal sepele, hal-hal sepele di kantor ya, komunikasi hal-hal sepele di kantor itu dampaknya luar biasa. Per waktu tidak terkerjakan, kemudian laporan jadi tidak selesai, jadi semangat ngasuk kantor berkurang. itu karena hal-hal komunikasi sepele yang ada gap-nya tadi. Nah, silakan ini di high nanti kita buka pertanyaan di akhir sesi. Iya, silakan dijawab sekarang. Sekarang. Oke. Baik. Ya, memang ee gap gap untuk ee komunikasi yang terjadi di dalam lingkungan ee organisasi ya biasanya dilatar belakangi oleh perbedaan budaya. budaya dalam arti di sini ee bukan hanya sebatas ee apa namanya traps ya, tetapi kebiasaan yang sudah dijalani. Apalagi kalau pimpinan-pimpinan kita ini Mas yang sudah ee mohon maaf ya yang ee sudah senior gitu ya, itu sudah terbiasa dengan ee seorang pemimpin yang sifatnya agresif. satu eh one way communication itu jadi instruksional tidak mau membuka kebiasaan untuk berdialog ya berdialog inilah yang sebetulnya penting yang penting untuk bisa dibiasakan ya dibiasakan sebetulnya kalau kita berbicara tips and tricks it tapi kalau yang bersangkutan atau pelaku komunikasinya tidak mau berubah ya susah Mas gitu ya jadi ee ee bisa jadi diawali oleh dari kita sendiri gitu ya. Kita pelan-pelan mencoba membiasakan berdialog dengan e pimpinan kita yang sifatnya komunikasi selalu one way communication eh apa namanya instruksional gitu. Hanya bisa merintah, hanya bisa merintah kemudian enggak mau tahu pokoknya ee laporan ada di meja jam se sekarang. enggak pernah ada motivasi, tidak pernah adanya ee kalimat-kalimat positif yang diberikan misalnya seperti itu. Ya, tampaknya terdengar seperti teori, tapi memang kembali lagi bahwa pelaku komunikasi mau enggak mau melakukan ini. Tapi biasanya memang saya juga enggak bisa memungkiri kalau kita sudah bertemu. sendiri pun juga pernah mengalami mempunyai pimpinan senior ya sudah ee levelnya di atas di mana ee ya itu sifatnya instruksional. Pokoknya saya merintah kamu kasih ee apa yang saya mau ya sudah gak usah komplain. Nah, untuk saat ini tidak bisa. Kalau mau kita punya ee lingkungan ee lingkungan kerja yang kondusif ya menjadikan kita ee kita semua atau sahabat ASN itu tadi dibilang harus inovatif, harus mempunyai kesehatan mental. Itu sangat mempengaruhi kesehatan mental loh, Mas. Tadi salah satunya sudah disebutin bahwa malas ngantor deh gitu ya. Cuman paling ujung-ujungnya besok diomelin laporan gak kelar gitu. Kalau gitu terus ya kapan berubah gitu ya. Bagaimana solusinya? Ya kembali lagi dari kita yang mengawali ya membuka cara komunikasi dialogis untuk ya atasan-atasan kita yang dalam tanda kutip kaku tadi seperti itu ya. Pertanyaannya mau enggak? Berani enggak? itu ya sebetulnya bukan masalah berani atau tidak berani. Selama kita etika komunikasi kita terjaga, bahasa kita santun, saya kira semakin terbiasa akan bisa berubah. Enggak ada yang enggak bisa berubah kalau sudah dibiasakan. Baik, terima kasih. Masasih Bu. Jadi ee sobat ASN semuanya ya sekalian yang hadir pada webinar series 3 ASN Pelajar pada siang hari ini ya. siapkan fokus ee sobat SM sekalian untuk menyiapkan pertanyaan-pertanyaan kepada e narasumber. Namun nanti pertanyaannya kita sampaikan di ee sesi akhir. Untuk sesi kedua ini kita sapa dulu ada Bu Silvani Janita. Selamat siang Ibu Bu Silvani. Iya. Halo. Kedengaran su saya? Alhamdulillah. Salam dari Kalimantan Timur, Ibu. Salam. Salam sehat. Nah, apa kabar? Alhamdulillah sehat, Bu Silvani. Nah, ee sobat SN ee Bu Silvani kebetulan sudah hadir juga di tengah-tengah kita. Beliau ini sekali ee selain psikolog klinis, beliau ini juga praktisi PR. Jadi, praktisi humas juga. Jadi beliau nanti akan ee berbagi pengalaman terkait dengan ee hidup sehat ya hidup hidup berimbang ini work life balance ini ee kalau saya sok tahu Bu Silvani ini kan ee hidup berimbang antara eh eh work time kemudian social time sama metime itu dapat semua. Jadi tidak hanya kerja tetapi juga apa namanya ee sosialnya dapat. Nah, untuk menyenangkan diri sendiri juga dapat. Tapi pertanyaannya apakah mungkin itu terjadi gitu kan di tengah kemudian tuntutan kerja yang semakin hari semakin e banyak kemudian tugas-tugas datang. 30 ya kan siang-siang belum ada 0.30 baru datang dan itu harus terselesaikan. Maka ini nanti ada tip dan trik ya yang dari ee psikolog dari Bu Silvani Dianita. Nah, untuk membagikan bagaimana sih kemudian untuk hidup yang balance itu seperti apa. Karena tujuannya satu supaya tetap waras ya, supaya tetap sehat, supaya rekan-rekan sobat ASN sekalian tetap bahagia. Pokoknya jangan lupa bahagia. Baik, untuk mempersingkat waktu kepada Bu Silvani Jita kami persilakan. 20 menit ya, Bu. tahun. [Musik] Mari Bapak Ibu siapkan. Oke. Ee selamat siang Bapak Ibu. Apakah sudah terdengar suara saya? Terdengar ya. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Shalom. Kami ucapkan terima kasih kepada para penyelenggara dari BPSDM Provinsi Jawa Timur yang telah mengundang saya untuk bisa hadir dalam forum yang sangat baik ini untuk webinar ASN seri ke-31. Dan saya juga sangat mengucapkan terima kasih sekali atas tema yang sudah di ee usung oleh para panitia terkait dengan ee masalah work life balance dan kesehatan mental. Dan ini merupakan sebuah ee tema yang sangat baik karena kesehatan mental saat ini menjadi fokus yang sangat-sangat ee dibicarakan banyak orang terutama di era yang serba dinamis seperti saat ini. Dan saya berterima kasih juga eh atas eh k speech dari Bapak Andriantos Kepala Provinsi Jawa Timur dan juga penjelasan yang sangat komprehensif sekali dari Ibu Neni Ismaya terkait dengan gaya komunikasi untuk para ASN saat ini. Dan saya sebenarnya untuk melengkapi saja nih ya terkait dengan kebutuhan-kebutuhan para ASN untuk bisa menguatkan kesehatan mental dalam bekerja untuk era-era saat ini. Jadi izinkan saya untuk bisa share screen dan nanti Bapak Ibu boleh juga untuk memberikan pertanyaan kepada kami melalui forum chat. Silakan saja apa sambil saya dapat memberikan penjelasan. Apakah sudah terlihat layarnya saat ini? Sudah, ya. Kalau sudah, boleh saya diberikan tanda jempol oleh Bapak dan Ibu. Baik, Bapak dan Ibu yang hadir di mana pun berada, gimana? Ee masih kondisinya sehat ya, masih bisa mendengarkan materi pada siang hari ini? Silakan sambil santai-santai saja kita sambil minum makan di tersaji di hadapan Bapak Ibu. Saya juga mohon izin dan mohon maaf bila nanti ada kebocoran suara karena saya sudah mempraktikkan sebuah cara kerja yang model baru yaitu remote working space ya. Jadi bisa bekerja di mana saja dan hari ini saya ee mewakili pimpinan untuk bisa hadir dalam agenda kegiatan di luar. Jadi saya ee mohon izin untuk bisa menyampaikan pengalaman yang selalu dapati yang saya dapati untuk bisa dibagikan pada Bapak dan Ibu. Bapak dan Ibu ee tema yang diminta kepada saya adalah terkait dengan work life balance. Tapi kalau saya lihat work life balance ini banyak sekali loh eh definisinya dan banyak sekali soft skill-soft skill yang dibutuhkan untuk para ASN. Oleh karenanya saya coba untuk mengangkat isu terkait dengan redefining stress at workplace at for balance. Eh kenapa ini menjadi stressing eh utama yang saya ingin angkat? Karena memang saya juga sebagai ASN juga merasakan di kondisi-kondisi yang dialami oleh Bapak dan Ibu semua di seluruh Indonesia ini ee terkait dengan tekanan-tekanan kerja yang dihadapi sehari-hari. Namun izinkan saya sebelumnya memperkenalkan dulu diri saya walaupun tadi sudah diperkenalkan oleh panelis kita ya. Ee saya siapa sih saya ini Bapak Ibu? Kalau misalnya ada juga Bapak Ibu yang sudah mengenal saya, salam kenal kembali. Mudah-mudahan nanti kita suatu saat bisa hadir secara tatap muka ee bersilaturahmi bersama ya Bapak, Ibu ya. Atau nanti kalau Bapak dan Ibu mau ee bisa mengundang saya silakan ya. tadi sudah disampaikan saya itu adalah seorang ASN yang bekerja di Badan Pengembangan Sumber D Manusia Kementerian Dalam Negeri. Saya berdinas di sana sebagai peranata humas ahli muda dan juga sekaligus profesi saya adalah sebagai psikolog klinis dewasa di Rumah Sakit Gandaria dan klinik Advent Jakarta. Saya juga ada di Halo, Dok dan Alo Dokter. Jadi bila Bapak dan Ibu atau rekan-rekan semua yang mungkin membutuhkan layanan kesehatan mental boleh bisa ee menghubungi layanan-layanan kesehatan mental yang ada di dekat Bapak dan Ibu. Bisa juga hadir secara daring melalui platform-platform media sosial yang ada seperti Halo Dokter dan Halo, Dok. Jadi, Bapak dan Ibu bisa melihat nama saya di situ. Nanti bisa kita ber ee interaksi lebih lanjut ya, Bapak, Ibu ya. dan juga Bapak Ibu ee saya juga memiliki ee atau tergabung dengan beberapa organisasi profesi. Saya pernah tergabung dalam organisasi profesi Ikatan Abang None Jakarta karena saya dulu adalah eh finalis DKI Jakarta tahun 2020 2009 dan juga saya juga aktif sebagai relawan di Advent Respon Cepat sebagai relawan bidang pelayanan masyarakat. untuk penguatan psikologi dan saya juga ee aktif sebagai pengurus pusat di Ikatan Psikolog Klinis Indonesia bidang kemitraan pemerintah. Karena saya juga sebagai psikolog klinis dewasa dan saat ini juga saya aktif sebagai pengurus pusat ee bidang SDM pada organisasi profesi yang saya banggakan juga yaitu Ikatan Perenata Humas Indonesia, IPAR Humas Indonesia. Bagi Bapak dan Ibu yang mungkin saat ini ee merupakan rekan sejawat yang sama dengan saya, salam hormat dari Jakarta ee dan juga semangat selalu buat Bapak dan Ibu semua ya. Nah, itu mungkin sekilas tentang saya ee yang bisa saya bagikan kepada Bapak dan Ibu. Saya langsung saja karena saya diberikan waktu yang sangat singkat. Semoga nanti penyampaian materi saya dapat sama-sama nanti kita bisa terima ya, Bapak, Ibu. Bapak, Ibu ee saya izin mengingatkan kembali kita sebagai ASN ini memiliki karakter dan kompetensi yang sangat luar biasa. Saya kutip dari pernyataan Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo pada saat dia memberikan ceramahnya di tahun 2018 pada saat beliau memberikan ee kegiatan pidato menuju birokrasi berkelas dunia tahun 2024. Ya, jadi sebenarnya pidato ini sudah cukup lama tapi saya masih tetap kutip pernyataan beliau. Apa saja sih, Bapak dan Ibu? Yang pertama adalah kita sebagai ASN atau birokrat sebenarnya harus memang ee butuh sebagai birokrat yang tangguh dan mau bekerja keras serta inovatif. Dari tadi saya juga mendengarkan pembahasan dari para narasumber kita bahwa ASN itu didorong harus inovatif, harus inovasi, harus bisa bekerja keras dan juga ee birokrat harus bisa menjadi wadah yang bisa menegarkan masyarakat. Karena memang kita juga sebagai ASN ee selalu berinteraksi juga kepada masyarakat, Bapak, Ibu ya. Yang ketiga, birokrat juga perlu mengedepankan kepian masyarakat, bangsa, serta negara di atas kepentingan yang lain. Dan yang berikutnya adalah birokrat harus memiliki perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Nah, Bapak dan Ibu, ini sangat penting sekali empat aspek utama ini plus juga ee satu aspek yang terakhir adalah birokrat sebagai simpul pemersatu bangsa, penuh integritas dan bebas korupsi serta membangun lompatan kemajuan Indonesia. Sangat luar biasa Bapak dan Ibu ya tugas kita sebagai ASN. Oleh karenanya ee untuk bisa mendukung kompetensi karakter ini, kita harus bisa juga nih mendukung penguatan kita tidak hanya secara fisik saja juga harus didukung dalam sisi kesehatan mental yang harus kita penuhi. Nah, nanti kita akan bahas dan diskusikan terkait dengan kompetensi-kompetensi kesehatan mental yang yang diperlukan bagi ASM itu sendiri. Namun ternyata dalam menjalankan ee tugas fungsi kita juga kita perlu lihat juga nih tantangan ASN Masak ini Bapak Ibu yaitu bahwa ASN saat ini adalah ASN sangat kompetitif sekali Bapak Ibu ya. kita lihat dari segala ee macam aturan-aturan yang sudah saat berlaku bagi kita semua bahwa kita tidak bisa lagi menjadi ASN yang duduk-duduk saja di kantor. Kita sudah sangat sudah banyak diatur dalam ee berbagai regulasi bahwa saat ini dengan adanya kebijakan fungsional maka kita harus bisa memfungsikan diri kita sesuai dengan kapasitas dan kompetensi yang diharapkan untuk bisa memenuhi kebutuhan itu sendiri. Yang kedua apalagi Bapak Ibu dengan adanya keterampilan dengan kemajuan teknologi bahwa diharapkan ASNASN yang saat ini masa kini ini adalah ASN yang benar-benar sudah adaptif. ASN yang sudah menguasai segala keterampilan perkembangan teknologi yang ada. Perkembangan teknologi itu sangat dinamis, Bapak dan Ibu. Enggak bisa ee mungkin saat kemarin kita kayaknya masih dalam kondisi yang ee mengikut teknologi melalui handphone. Tapi sekarang apa? sekarang kita sudah bisa ee bekerja di mana saja. I sudah tidak harus tergantung harus bekerja di kantor. Kita harus bisa memanfaatkan teknologi. Bahkan ee zaman sekarang itu adalah kebutuhannya adalah kebutuhan wifi gitu ya. Kalau enggak ada Wii enggak kencang, wah susah sekali nih kita untuk bisa mendapatkan informasi dan akses-aksesnya. Kemudian tiga, ketiga adalah bahwa tantangan masa kini ASN itu harus juga bisa terlibat aktif nih dalam pelayanan-pelayanan pada masyarakat. Bagi Bapak Ibu yang juga sebagai ASN yang terlibat dalam masyarakat pasti tentunya tahu nih ya ee kebutuhan atau kompetensi yang dibutuh oleh ASN itu harus bisa ASN yang ramah, ASN yang sangat ee fleksibel dan bisa sangat adaptif pada masyarakat. bukan lagi AAN yang cemberut gitu ya, ASAN yang mungkin ee enggak ngerti apa-apa. Justru tidak seperti itu. ASN saat ini harus ASN yang sangat unggul sekali. Kemudian kita perlu lihat juga nih tantangan ASN berikutnya adalah adanya ee peran talenta ya. Sehingga apa? Bagi Bapak Ibu yang memiliki talenta yang luar biasa perlu dimanfaatkan. Harus bisa mengembangkan diri yang luar biasa. tidak bisa lagi mungkin ah saya mungkin cuma bisanya ngetik aja ya kalau memang kapasitas itu bisa dikembangkan kenapa tidak karena kebutuhan kita itu sudah tidak bisa berdiam diri saja Bapak Ibu kita harus bisa proaktif jemput bola kalau perlu ya karena memang saat ini ee talent work itu sudah sangat dikedepank Bapak Ibu jadi kalau misalkan ada Anda hanya biasa-biasa aja gimana bisa supaya bisa luar biasa tapi kalaupun biasa-biasa biasa aja ya enggak apa-apa bagaimana bisa ee mengembangkan itu jauh lebih baik. Kemudian apalagi tantangan yang bisa saya lihat ya, bahwa transformasi digital yang bergerak cepat ini bisa mendorong kita harus bisa tetap berubah secara cepat. Nah, ini mungkin juga bisa mempengaruhi kondisi-kondisi kesehatan fisik, mental, dan psikologis kita juga. Ee hati-hati Bapak dan Ibu dengan adanya kemajuan teknologi ee sedikit banyak yang akan pasti mempengaruhi cara kita berpikir, cara kita mengelolai ee pikiran kita dan berkinerja juga pasti berpengaruh. Dan yang terakhir adalah ASN yang masa kini juga dituntut untuk bisa responsif, harus bisa reaksinya cepat gitu, enggak bisa lagi mungkin responnya harus 1* 24 jam sudah tidak bisa seperti itu. Bahwa kecepatan transformasi reformasi birokrasi ini menuntut kita harus bisa cepat tanggap nih apa sih yang terjadi dalam lingkungan kita. Makanya KSN Masakin itu perlu bisa ee dibutuhkan memiliki ketangkapan kecakapan ee pikiran dan juga cakapan digital serta bisa peka nih terhadap lingkungannya. Nah, tadi juga saya mendengar sudah disinggung oleh pertanyaan dari Pak ee Ahmad Fadoli ya terkait dengan menghadapi kesejangan generasi. Nah, ini saya singgung nih terkait dengan hal ini bahwa ee tentunya terlepas tidak terlepas juga perkembangan zaman ini mempengaruhi kesenjangan-kesenjangan kita dalam berinteraksi. ASN masa kini kan sudah tidak lagi hanya dikuasai oleh mereka yang usianya jauh lebih tua ya. dengan adanya bonus demografi saat ini bahwa ee gap kita sebagai ASN sudah membuat menimbulkan banyak generasi yang terjadi di yang ada terjadi saat ini. Generasi apa saja yang mungkin terlihat yang ee masih tersisa? Ya, kita lihat ada pola PNS yang model lama yaitu baby boomers. tentunya Baby Boomers ini ee sebagai yang lebih senior mereka pasti tentunya membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan pola-pola yang saat ini terjadi. Tapi yang saya lihat juga seperti yang terjadi di kantor saya maupun ee pola pola gap generasi ini walaupun masih terlihat terasa saya lihat bahwa ASN yang lebih senior justru sekarang juga turut mendorong nih ASN-ASN Buddha seperti saya juga mungkin Bapak dan Ibu juga di kantor seperti itu. Untungnya mereka mau ber apa ya beradaptasi terhadap perubahan-perubahan yang ada. Tapi kalau enggak enggak mau berubah gimana? Ya akan sulit juga nih. Makanya ee ketika seseorang tidak dapat bisa berubah atau mengubah cara berpikirnya, maka akan terjadi kon ya konflik-konflik ini yang sebenarnya perlu kita pahami ee bagaimana cara mengatasinya. Yang kedua ee tentunya ada generasi X dan Y ya, Bapak, Ibu ya. Generasi X dan Y ini seringkiali juga pas saya yakin pasti banyak di antara Bapak dan Ibu ee ada ASN-ASN yang ada di sini ya. ee mereka-mereka ini biasanya sudah sudah menyadari ada perkembangan IT, sudah mengetahui nih ee adanya ee kebutuhan-kebutuhan teknologi ini dan ee mereka juga generasi yang masih mau belajar tentang perkembangan-perkembangan zaman. Dan yang terakhir ada generasi milenial. Ini milenial sampai dengan generasi Z. Nah, ini yang biasanya generasi-generasi yang seringki menimbulkan konflik nih di antara di kantor ya. biasanya ee gap generasi gap komunikasi yang terjadi itu kalau berbicara dengan milenial yang seringkiali saya dengar ya ee milenial ini kok orangnya rada cuek ya kok orang milenial ee mungkin orangnya kreatif tapi tidak mau mendengarkan masukan dari ee seniornya misalnya kemudian ee terlalu mengandalkan kecepatan teknologi tapi tidak mau belajar terhadap hal-hal yang pasti sifatnya konservatif. Nah, tentunya hal-hal seperti ini ee bukanlah tidak mungkin kita akan menghadapi ee apa ee sebuah sebuah isu-isu konflik atau resiko-resiko yang ada. Tapi walaupun hal itu terjadi, Bapak dan Ibu, bagaimana nih untuk bisa menyatukan ketiga generasi atau empat generasi ini? Tentunya kalau dari sisi saya, saya kalau saya dilihat saya tuh masuk dalam generasi milenial gitu ya. ee artinya kita perlu juga nih mau belajar mendengarkan perbedaan generasi itu. Kita mau bangunatannya. Begitu juga dengan generasi yang sudah senior juga. Bagaimana juga ee generasi senior ini mau juga nih membangun jembatan yang sama supaya perbedaan yang ada ini tidak menjadi perbedaan yang menjadi konflik di dalam kantornya. Nah, kembali kepada topik kita Bapak dan Ibu. Saya mau ajak dong Bapak dan Ibu sedikit sharing ee diskusi ya. Ee boleh dong Bapak dan Ibu buka mentimeternya ya. Nah, sudah ada yang pernah ini enggak mencoba nih pakai scan barcode mentimeter? Kalau misalnya mau coba silakan scan barcode yang ada di layar Bapak dan Ibu semua. Kemudian masukkan juga kode ee mentimeternya ini atau juga saya izin untuk bisa ee share stop screen ya. Nanti boleh dijawab juga di dalam forum chat room-nya ee pertanyaan-pertanyaan ini nanti sambil sekaligus kita sharing bersama ya Bapak Ibu ya. Izin ya saya share layar yang berikutnya. Nah ini ya sudah terlihat Bapak Ibu. Silakan coba. isi ee pertanyaan-pertanyaan ini atau boleh juga ditulis di layar di chat room-nya terhadap pertanyaan yang saya sajikan di layar Bapak Ibu. Oke, sudah siap Bapak Ibu ya. Nah, oke. Apakah Anda merasa stres di lingkungan kerja? Kita lihat. Ternyata jawabannya sudah paling banyak tidak tidak merasa stres. Oke. Tapi berkejar-kejaran dengan yang kata jawabannya ya. Oke ya. Nah. Oke. Sekarang kita lihat di pertanyaan berikutnya Bapak Ibu. Kita lihat pertanyaan berikutnya. Berarti jawabannya tidak ya. Oke. Menurut Anda apa faktor-faktor utama yang menyebaran stres tempat kerja? Wah ini dia nih Bapak dan Ibu lihat ya. Sudah ada 11 respon. Banyak PNS2 malas kerja. Aduh ya banyak yang tidak berintegr berintegritas dan tidak jujur. Oke. Pimpinan yang kurang komunikatif. Volume pekerjaan dan kapasitas SDM. Wah ternyata banyak juga ya. Wah, kita lihat lagi apaagi. Nah, ini ya Bapak Ibu ya, jawaban-jawaban Bapak dan Ibu sangat akurat sekali nih. Oke, sudah 31 responden. Baik ya, terima kasih. Sekarang kita lihat jawaban berikutnya, Bapak Ibu, ya. Bagaimana ada bras stres tempat kerja? Oke, kita lihat jawaban yang paling utama adalah menggunakan teknik relaksasi atau mindfulness. Wah, senang sekali nih sudah bisa mempraktikkan teknik relaksasinya. Kemudian hal yang kedua adalah mencari dukungan dari rekan kerja. Oke. Baik. Ini berkejar-kejaran ya antara posisi kedua dan posisi ketiga ya. Antara mengabaikan, tetap melanjutkan, maupun mencari dukungan. Baik. Jadi, tapi tetap setuju bahwa menggunakan teknik relaksasi atau mindfulness adalah salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk merespons rest di tempat kerja. Ayo kita lihat lagi pertanyaan berikutnya. Apa jawaban Bapak dan Ibu? Apakah unit kerja saudara menawarkan kebijakan atau program yang mendukung keseimbangan kerja hidup? Nah, ini dia nih jawabannya. Tidak nih bisa menjadi sebuah refleksi bersama buat para penyelenggara ee seperti BPSD Provinsi Jatim. Yuk, boleh dong ee selain memberikan wadah untuk pelatihan tentang kesehatan mental, boleh juga nih sudah mulai ada program-program yang bisa mendukungnya ya lingkungan kerja supaya lebih ee seimbang katanya ya. Oke, kita lihat lagi pertanyaan berikutnya. Apakah Anda merasa nyaman berbicara dengan atasan? Wah, ternyata jawabannya kebanyakan tidak ya Bapak, Ibu ya. Ya. Kemudian kita lihat lagi. Oke, terima kasih. Terima kasih Bapak dan Ibu atas ee partisipasi yang sudah diberikan pada saat ini. Saya kembali lagi kepada ee materi kita ya, Bapak, Ibu ya. Jadi, ini sudah kelihatan ya, Bapak, Ibu ya, cara pandang Bapak dan Ibu. Ternyata banyak sekali variasi-variasi tanggapan Bapak dan Ibu memandang sebuah stres itu dan apakah lingkungan kerja saudara mendukung saudara untuk bisa lebih seimbang. Oh, ternyata jawabannya banyak yang tidak. Kalau gitu yuk kita sama-sama belajar ya, Bapak dan Ibu. Tapi sebelumnya saya tampilkan dulu ya beberapa data tingkat stres kerja dan tren kerja milenial yang ada saat ini. Kita lihat Bapak dan Ibu ternyata ee secara survei ini tahun 2021 Bapak dan Ibu ternyata Jakarta itu masuk ke dalam kota yang memiliki tingkat stres dunia tertinggi. Oke berarti saya yang tinggal di Jakarta ini masuk ke dalam kategori ee masyarakat yang memiliki kondisi stres tertinggi. Beruntung Bapak dan Ibu yang mungkin berada di kota-kota lain ini enggak masuk dalam surveinya ya. Tapi enggak apa-apa ya Bapak Ibu ya. Kita lihat stres itu kayak gimana sih sebenarnya. Nah, kita lihat juga Bapak dan Ibu perkembangan prospek kerja yang ada saat ini terjadi. Kita lihat Bapak Ibu survei yang menyatakan ee tren kerja milenial yang ada saat ini adalah kebanyakan mereka melihat bahwa milenial ini ee melihat potensi kesehatan mental itu sudah menjadi hal yang prioritas. Makanya banyak saat ini, Bapak dan Ibu pada saat saya praktik ya, kalau sore hari itu banyak loh eh klien-klien saya itu yang kebanyakan dari milenial sampai generasi Z dengan masalah yang sangat beragram mulai dari masalah kisah cinta percintaan sampai dengan masalah dengan atasannya Bapak dan Ibu. Kemudian penyebab utama stresnya itu biasanya adalah rencana keuangan jangka panjang yang tidak ee kurang terencana dengan baik. Ini benar sekali Bapak dan Ibu ya. Kalau kita perhatikan beberapa waktu lalu pada saat Ibu Sri Mulyani berpidato ya, bahwa milenial itu akan mengalami kesulitan untuk punya rumah ya mungkin karena mereka sering nongkrong di warung kopi ya. Nah, ini mungkin kita akan menjadi refleksi bersama ee perlukah kita sebagai generasi saat ini mulai lagi mendefinisikan kembali nih cara kita untuk bisa menyikapi pekerjaan atau tingkat stres kita di saat ini. Nah, yuk Bapak dan Ibu kita lihat yuk ee apa sih sebenarnya stres itu. Boleh ditulis nih stres apa sih, Bu? Menurut Bapak dan Ibu, boleh enggak ditulis di kolom chat-nya apa sih stres ya menurut Bapak dan Ibu? Tapi kalau misalnya kita lihat, saya akan mencari definisinya secara literasi bahwa stres menurut WHU itu adalah dapat didefinisikan sebagai reaksi fisik Bapak, Ibu. Reaksi fisik, mental, dan emosional terhadap tubuh kita, terhadap tuntutan yang diberikan kepadanya. Jadi, stres itu sebenarnya reaksi ya, Bapak, Ibu ya. bukan sebuah komponen yang terjadi begitu saja. Dan ternyata Bapak dan Ibu faktor-faktor fisik izin 5 menit lagi lambang keempat Pancasila. Oke, saya e lanjut lagi bahwa kalau kita sudah tahu tentang stres tempat kerja maka kita perlu lihat juga ya stres tempat kerja itu ber kondisi yang muncul sebagai interaksi manusia dan pekerjaan kita. Karena kita waktunya sangat singkat, jadi saya izin untuk lebih percepat saja masuk ke dalam ee materi terkait dengan bagaimana kita cara untuk bisa tips secara singkatnya Bapak, Ibu ya. Nah, oke. Oke. Em sebentar. Nah, jadi Bapak Ibu ternyata banyak yang berpikir bahwa ketika kita bekerja yang kita banyak bekerja itu merasa produktif. Ternyata tidak, Bapak Ibu. Ya, kita banyak bekerja itu belum tentu produktif, Bapak, Ibu. Kenapa? Karena kalau Bapak dan Ibu ketika terlalu banyak bekerja tapi tidak berpikiran jernih, itu berarti Bapak, Ibu tidak fokus terhadap kualitasnya, tapi lebih fokus pada kuantitasnya. Jadi, jangan salah, Bapak, Ibu ya. produktivitas itu bekerja itu kalau Bapak dan Ibu mampu memprioritaskan mana yang harus terlebih dahulu, bukan berdasarkan seberapa banyak Ibu, Bapak, Ibu bekerja. Nah, ini gejala-gejala stres yang kira-kira seringkiali muncul bisa daripada psikologis, fisiologis, dan perilaku. Sekarang bagaimana nih, Bapak dan Ibu ya dampak-dampaknya dan juga ee cara kita bisa mengimbangkan kinerja kita? Pertama, Bapak dan Ibu, kita harus lihat bahwa masalah kesehatan mental itu akan menimpa setiap orang. Siapa saja bisa mengalami kesehatan mental? Karena lebih dari 85% responden survei yang saya pernah seringkasih itu adalah mereka seringkiali mengalami gangguan kesehatan mental. Nah, oleh karena itu bagaimana caranya? Yuk, kita lihat bagaimana kita mendefinisikan stres itu sendiri Bapak Ibu ya. Bahwa mengubah persepsi kita terhadap stres. Jangan takut terhadap stres, Bapak dan Ibu. Stres itu sebenarnya sebagai pendorong pertumbuhan kehidupan pribadi kita. Pentingnya memahami antara stres yang baik dengan stres yang tidak baik. Kenapa? Karena kalau kita bisa kenal itu, kita dapat e membedakan nih bagaimana kita mereaksikannya. Kemudian bagaimana kita dapat mengatasi rasa takut dan cemas kita dalam memandang stres itu sebagai cara kita bisa ee melampaui mana yang bisa menjadi batasan kita dan mana yang tidak menjadi batasan kita. Dan Bapak Ibu perlu tahu juga bukan stres yang menyebabkan kita sakit loh, tapi reaksi kita terhadapnya. Karena sebenarnya masalah kita bukan stres sendiri, tetapi persepsi kita. Tanpa stres sama saja ee dengan orang mati. Mungkin itu saja ya, Bapak dan Ibu yang dapat saya sharing karena waktunya sangat terbatas supaya nanti bisa tanya jawab saja kali ya, nanti materinya bisa dishare oleh panitia saja. Mungkin itu ee bisa saya jelaskan. Terima kasih sekali atas waktu yang sudah diberikan. Mungkin nanti kita bisa berinteraksi saja lebih langsung. Terima kasih, Pak. Terima kasih, Bu Silvani tepuk tangan untuk Bu Silvani yang meriah ya. Eh, baik. Eh, Sopos Bu Silvani izin sebelum nanti saya ee share ke audien, izinkan saya untuk ee bertanya kaitannya dengan ee stres yang sering dialami oleh sobat-sobat ASN kita di luar sana. Jadi saya menyimak menarik menarik di pas waktu mengisi pertanyaan itu hampir semua hampir banyak ya hampir banyak yang mengatakan tidak nyaman berkomunikasi dengan atas sana. ini problem sebenarnya pintu masuknya di sini bagaimana kemudian komunikasi itu terputus karena ada gap dan sebagainya itu sehingga kok tahu-tahu penginnya healing gitu kan tahu-tahu kok punggung itu rasanya pegal-pegal tahu-tahu pas jalan lewat kantor itu bahasanya pengin muntah gitu kan itu kan berarti tanda-tanda stresah Saya pengin dih itu Bu Silya secara pandangan psikologi itu bagaimana menyikapinya seperti makasih. Baik, terima kasih. Pertanyaan yang sangat bagus sekali ya ee dari Pak Fadoli bahwa seringki memang stres yang terjadi di Lung Kerja itu bisa muncul tidak hanya dengan rekan sejawat tapi lebih banyak juga muncul dengan atasannya bahkan dengan beban pekerjaannya. Nah, biasanya kalau terjadi antara gap komunikasi antara atasan dan bawahan tentunya akan memberikan sebuah pressure yang luar biasa juga akan mempengaruhi juga loh eh si si ASN itu dapat dalam bekerja menjadi lebih kurang efektif atau jadi menjadi demotivasi nih. Nah, bagaimana dong caranya supaya bisa berkomunikasi dengan atasan dengan baik maupun atasannya bisa berkomunikasi juga dengan bawahnya dengan baik. Jadi saya ingat prinsip ketika kita pakai baju, Bapak, Ibu ya. Kalau pakai baju itu enggak mungkin atasan itu enggak pakai bawahan ya. Bawahan aja enggak mungkin kalau enggak ada atasannya. Jadi maksudnya apa sih? Artinya apa? Bahwa kita ini satu kesatuan sebenarnya. Atasan dan bawahan sebenarnya satu tubuh, satu visi dan misi. Jadi perlu kita lihat nih bagaimana bisa kita membangun jembatannya. bukan berarti tidak ada masalah sama sekali. Masalah itu pasti ada. Permasalahannya adalah mempermasalahkan masalahnya atau tidak, gitu. Jadi, em kalau misalnya di saat ini Bapak dan Ibu ada kendala dengan atasannya sendiri, sekarang kita mulai mendefinisikan stresnya, mengubah cara pandang kita. Ada perbedaan yang yang signifikan antara persepsi dengan perspektif. Ya, persepsi itu adalah cara pandang subjektivitas kita kepada orang lain. Misalnya kita sudah merasa cara pandang kita pada orang lain sudah negatif nih pada atasan kita. Apakah kita akan mengubah cara pandang kita jauh lebih baik atau tidak? Nah, kalau misalnya kita misalnya masih memandang atasan kita yang negatif, kemungkinan besar segala sesuatu yang dilakukan oleh atasannya yang baik-baik saja pasti tidak akan berhasil, kan gitu ya. Karena persepsi kita sudah negatif. Apalagi kalau sudah dibantu oleh perspektifnya di lingkungan. Sekarang Bapak dan Ibu pertanyaannya adalah diri kita sendiri mau mengizinkan mau yang seperti apa gitu ya. Artinya kita perlu mendefinisikan ulang nih tekanan yang kita hadapi itu mau membuat ee masalah ke diri kita atau tidak. Jadi definisi mendefinisikan stres adalah bagaimana kita meregulasi lagi nih cara pandang kita, mendefinisikan lagi stres kita mau seperti apa. Penting baiknya ee ketika kita menggunakan pakaian butuh atasan dan butuh bawahan. Jadi kebutuhan itu perlu terintegrasi satu sama lain. Itu mungkin tanggapan dari saya Mas Fadoli. Terima kasih Bu. Wah mantap betul. Baik, Sobat ASN yang sekarang masih terima kasih yang masih bertahan sampai hari ini sampai jam ini ya untuk kita berdiskusi terkait dengan ASN belajar ee ASN sehat produk. Baik, selanjutnya kami buka ya sesi pertanyaan untuk sesi pertama. Nah, ini pertama kita buka untuk tiga penanya dulu. Nanti kalau memang masih ada waktu kita buka lagi. Ee mekanisme pertanyaannya silakan ra hand ya. Nanti akan dipilih oleh operator tiga penanya. Nanti kalau waktunya masih cukup akan kita buka lagi ee pertanyaan. Dan kami ingatkan lagi untuk peserta untuk mengisi daftar hadir dan seminar ini juga mendapat e sertifikat yang nanti dikomunikasikan dengan panitia. Untuk penanya operator sudah ada ee silakan nanti perkenalkan diri dari mana ee dan pertanyaannya disampaikan ke siapa. Sudah di monitor saya sudah ada Pak Muhammad Yamin ya sudah dipin sama operator. Silakan Pak Yamin perkenalkan diri kemudian pertanyaannya ditujukan kepada siapa-nya nyalakan mic-nya Pak. Eh, jangan di-mute. Oke, silakan, Pak. [Musik] Pakin kita ganti kita ganti ganti ganti ganti ganti yang lain ganti yang lain kita ganti eh ini karena Pak Yamen lagi ada hambatan tadi ini selanjutnya siapa Amrizal. Amrizal. Eh, Bapak Amrizal sudah siap, Pak Amrizal. Silakan, Pak Amrizal. [Musik] Teman-teman operator di mana? [Musik] Yang bertanya mohon dibuka ee mic-nya ya, jangan di-mute ya. Yamin mana? Yamin mana? Pak Yamin sudah siap? Pak Yamin sudah siap, Pak? Oke, silakan Pak. Pertanyaannya ditujukan ke siapa, Pak? Micnya jangan lupa dibuka. Mic-nya jangan lupa dibuka, Pak. Micnya masih mati. Masih mati. Ibu yang narasumber yang mana ee bagaimana caranya kita mengatasi ee berbicara atau berkonsultasi terhadap atasan itu agar tidak apa namanya merasa jenuh ataupun stres. Itu saja, Pak. Ya, saya ulangi pertanyaannya Pak Yamin ya. Bagaimana tipsnya supaya kerja kita tidak merasa jenuh dan stres, Pak, ya? Iya. Ditujukan ke Bu Silvana berarti, ya, ke psikolog, ya. Ada satu lagi. Silakan operator [Musik] Pak Marwoto. Pak Marwoto. Silakan ditampilkan di layar Pak Maroto. Silakan Pak Marwoto silakan perkenalkan diri dari mana dan pertanyaan tujukan kepada siapa. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang. Halo. Pak, Pak, Pak I. Silakan, Pak. Suara kami bisa didengar, Pak? Dengardengar Pak Marwoto. Baik, terima kasih. Nah, pertanyaan saya enggak tahu ini ditujukan ke mana. Ee terkadang di kantor itu kita akan dihadapan tugas antara kompetensi dengan kondisi pimpinan yang berbeda. Apalagi situasi tahun politik. Kadang-kadang pimpinan maunya kan mengikuti apa yang menjadi kehendak pada user. Nah, sehingga kita di bawah ini kan jadi bingung. Nah, itu itu yang pertama. Yang kedua, pertanyaan kedua adalah apabila kita ada suatu permasalahan, katakanlah stres ini pada Mbak Silvani, tapi ee permasalahan itu tidak kita selesaikan. Artinya kita kita diamkan saja tapi dengan nanti akan hilang dengan sendirinya. Apakah itu menjadi suatu apa menjadi suatu penyelesaian masalah tersebut, Pak? Pak Marwoto bisa diulangi lagi pertanyaan yang kedua yang singkat. Ee kebetulan tadi terganggu. Baik, terima kasih. Untuk yang kedua, kita kan ee ada suatu permasalahan yang harus diselesaikan. Tapi ternyata dengan kita diamkan saja masalah ini akan menjadi selesai. Apakah yang ee dengan tidak diselesai masalah itu menjadi suatu penyelesaian? [Musik] Bus. Halo, Pak. Iya, angka, Mas. Baik. Ee untuk pertanyaannya mungkin Bu Silvani mendengar kami di sini kurang terlalu mendengar. [Musik] Untuk selanjutnya penyany selanjutnya setelah Pak Marwoto mungkin ee dipilih operator ditulis di room chat Bu Silvani tadi untuk Pak Marwato ee monitor yang di monitor nggih. Nanti kami dari sini mohon maaf tidak bisa mengulangi ee pertanyaan dari beliau-beliau yang tanya karena acara sudah mulai lagi ini. Karena lagi mulai lagi sudah mulai ramai-ramai. Baik, satu lagi pertanyaan. Satu lagi pertanyaan ini dengan bagaimun ee kendalanya pokoknya ini harus terjawab. Nah, ini satu lagi. Silakan operator dipilih di pin satu. [Musik] Pak Kasadi silakan dipin operator Pak Kasadiam warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Silakan. [Tepuk tangan] bertanya [Musik] Bu Sarianti silakan Bu. Tadi Pak Sari mohon maaf Bu Sari silakan Bu. [Musik] Mnya masih mic-nya mati dia. Mic-nya masih mute, Ibu. Halo. Sudah terdengar? Sudah, Bu. Dengar. Silakan, Ibu. Oke. Sebelumnya asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, Bu. Silakan. Ini terkait dengan apa ya istilahnya budaya kerja untuk menghadapi rekan kerja yang intinya tidak mau berubah. Dengan kata lain, dia merasa nyaman di zonanya yang saat ini dengan dalh meskipun saya berubah begini menyesuaikan kondisi sekarang seperti ini, toh gaji saya tidak ada perubahan. Nah, seperti itu. Dan terkadang kondisi yang seperti ini menghambat rekan kerja ASN yang lain karena dia tidak mau berubah. Itu yang pertama. Terus yang kedua untuk menghadapi yang merasa dirinya paling benar. Tidak mau kalau dikritik sedikit saja istilahnya kalau di tempat saya mutung. Jadi kalau sudah kondisi mutung dia tidak mau melaksanakan tugasnya gitu. Mungkin itu saja. Terima kasih. Baik. Terima kasih Bu Sariati. Ini enggak curhat kan Bu Sariati ya? Baik ee sobat semuanya sekalian ini sudah ada tiga penanya. Pertama tadi dari Pak Pak siapa tadi? Pak Yamin ng bagaimana supaya kerja tidak jenuh? Ini rata-rata memang pertanyaannya ke Bu Silviani, Bu Reni. Ee yang kedua kemudian dari Pak Marwoto terkait dengan stres. Ini pertanyaan yang kedua saya tidak terlalu monitor. E nanti izin Bu Sri yang meneruskan. Untuk pertanyaan yang ketiga ini dari Bu Sarianti terkait dengan eh bagaimana e budaya kerja yang karena kita kadang menghadapi rekan kerja yang tidak mau berubah. Sudah pokoknya seperti ini aja kan gaji kita juga pasti terima gitu kan. Kemudian yang pertanyaan nomor dua untuk menghadapi rekan kerja yang merasa paling benar. Nah dia kalau ditegur biasanya terus merajuk tidak mau melakukan pekerjaannya. Baik untuk menyingkat waktu Bu Silviani e itu ada paling benar loh. Cacak cocak ya. Halo. Halo. Ya, silakan Bu Silviani untuk dijawab dari Pak Marwoto. Eh, dari Pak Yamin, Pak Marwoto, dan Bu Sarianti. Kami silakan, Bu. Baik, terima kasih atas pertanyaan-pertanyaan yang sangat luar luar biasa dan kritis sekali ya dari rekan-rekan kita semua. Pertama saya akan ee memberikan tanggapan terhadap Pak Yamin. Ee jadi akan saya jawab satu persatu mungkin ya. Untuk Pak Yamin, bagaimana caranya agar kerjaan kita tidak jenuh? Ya, ini saya rasa pertanyaan Bapak Yamin ini pertanyaan sejuta umat juga ya. semua kita pasti merasakan kejenuhan gitu. Tapi yang pertama perlu dipahami adalah ketika kita merasa jenuh menurut saya itu adalah sebuah reaksi yang sangat wajar ya. Tidak ada manusia yang tidak punya kejenuhan dalam pekerjaannya. Bahkan saya yang sangat ee menyenangi pekerjaan saya juga ini pasti ada kejenuhan. Nah, menurut hebat saya ketika kita sudah punya kejenuhan itu sebuah alarm gitu. Alarm untuk diri kita untuk apa? berarti kita perlu bisa memfokuskan kepada kondisi diri kita seperti apa yang mau kita perlu lakukan. Berarti ee mungkin saja pada saat kita mau pekerjaan kita terlalu fokus kepada pekerjaannya sehingga kita lupa sama waktunya. Waktunya untuk apa? Waktunya untuk istirahat gitu ya. Ee seringkiali kita forsir tubuh kita itu untuk terus menerus bekerja secara produktif tapi lupa untuk bisa mengistirahatkan pikirannya, mengistirahatkan ee tenaganya gitu. Nah, ee jadi tidak perlu khawatir Bapak Yamin bahwa kejenuhan itu bukan sesuatu yang harus ditakutkan, tapi itu sebuah ee sebuah apa ya, sebuah tanda bahwa Bapak Bapak Yamin perlu istirahat dengan baik, mengatur kembali nih kondisi ee pikirannya, kondisi fisiknya, bahkan kondisi lingkungan pekerjanya juga perlu mungkin di modifikasi lagi. Siapa tahu juga ee saat ini lingkungan kerjanya ee sudah perlu didekorasi ulang gitu ya. mungkin boleh mengatur lagi nih mungkin duduk pekerjaannya atau mungkin juga kalau Bapak Yamin punya ee hobi gitu ya boleh diatur mungkin ee apa aktivitasnya bisa di disisipkan juga aktivitas yang lebih menyenangkan karena mungkin kita enggak melulu harus bekerja ee apa fokus pada pekerjaan yang harus kita lakukan boleh juga kok kita pada fokus yang bisa kita ee penuhi dalam kondisi sehari-hari. Itu mungkin ya ee tips ee sedikit yang dapat saya bagikan. Oh, mungkin juga jangan lupa nih Bapak Yamin em bisa berolahraga itu juga salah satu faktor yang bisa mendukung loh kalau kita di tengah-tengah kejenuhan kita. Tapi jangan sampai membenci pekerjaannya gitu ya. Senang tetap disenangi pekerjaannya. Kalau sudah benci itu ya susah ya. Saya benci sama kamu. Apapun yang kamu lakukan pasti akan benci aja tujuannya. Sama pekerjaan juga gitu. Jangan sampai dibenci, dicintai juga pekerjaannya ya. Ee oke kemudian pertanyaan yang dari Pak Marwoto. Oke, pertanyaannya ini juga pertanyaan sehari-hari juga kayaknya ya. Bagaimana kalau ee ada peker menghadapi pimpinan yang mungkin juga ini ya ee dihadapkan dengan tugas yang berbeda tapi kita jadi bingung gitu ya. Kemudian apakah juga permasalahan itu kalau didiamkan itu baik juga. Oke saya jawab pertanyaan yang kedua. Menurut hemat saya kalau Bapak e Marwot punya permasalahan tidak selamanya silence is gold ya. ee diam itu tidak selamanya emas gitu. Walaupun boleh juga loh kita kalau lagi pengin diam dulu enggak masalah, tapi kalau diam itu sebagai solusi menurut saya enggak juga. Kadang kita perlu fight juga enggak selamanya ee menghadapi konflik itu harus flight gitu. Tapi kalau di saat kita mau diam, berikan waktu yang tepatnya mau sampai kapan. Jangan sampai juga masalah itu kayak kayak makan roti lapis ya. Roti lapis legit. Kalau roti lapis lebih enak dimakan gitu, rasanya enak. Tapi kalau masalah ditumbuk-tumbuk kayaknya enggak enak deh. Ya boleh dong diprioritaskan masalah mana yang mau diselesaikan. Coba dipilih dulu deh. Jadi enggak selamanya em apa ya memberikan reaksi untuk eh silence treatment itu enggak selamanya bagus loh. Tidak bagus buat diri sendiri, tidak bagus juga buat orang lain. Jadi yuk kasih kesempatan buat Pak Pak Marwoto untuk hadapi masalahnya ya. Tapi satu persatu selesaikannya itu enggak kayak makan Indomie ya, enggak instan. proses dulu mana yang bisa Pak Marwoto selesaikan. Kalau perlu dibutuh orang lain, coba tanya deh siapa yang bisa membantu Pak Marwoto. Mungkin Pak Marwoto lagi butuh bantu orang lain. Enggak apa-apa kok. Ee enggak selamanya kita eh lagi enggak baik-baik aja. It's ok to be not ok. Tapi mendiamkan masalah menurut hemat saya bukan cara yang terbaik. Kemudian ee pertanyaan dari Buanti. Terima kasih Ibu pertanyaannya ya. Ini juga menurut saya pertanyaan yang sehari-hari juga dirasakan oleh ASN atau juga orang yang bekerja nih. Apalagi kalau kerjanya sama orang yang mungkin bikin nyebelin ya menurut Ibu ya. Duh mau kerjain kerjaan padahal saya satu tim sama dia. Tapi saya ngasih tahu sama dia kok enggak mau dengerin gitu ya. Atau juga rekan kerjanya penginnya yang wena-wena aja gitu ya. Sementara Bu Sariantinya kerjanya udah potang panting gitu ya. Nah, menurut hemat saya adalah kita sebagai rekan kerja perlu juga membatasi diri Ibu ya. Enggak selamanya masalah orang lain harus juga Ibu serat juga. Kita ee apa ya enggak perlu harus capek-capek menurut saya untuk mengubah orang lain kalau orang lain dia enggak mau berubah. Gimana kalau dari Bu Sarianti yang mengubah dirinya sendiri? Jadi, ibu daripada fokus p orang yang bikin kesal ibu, mendingan ibu fokus kepada diri ibu sendiri yang bisa ibu kerjain apa. Terus boleh ada boleh juga loh tegas gitu ya, mana yang menjadi ranah apa yang ibu kerjakan, mana yang harus menjadi ranah orang lain supaya ibu tidak ketumpuan nih ngerjain kerjaan yang sebenarnya bukan kerjaan ibu. Kadang-kadang kita selalu e mengerja sesuatu berdasarkan enggak enakan. Enggak enak nanti dia ee mungkin ngadu sama bosnya gitu ya. It's ok to be apa ya? Untuk bisa tegas enggak apa-apa kok. Kalau ibu ngerasa udah udah terlalu banyak yang Ibu kerjain, coba ngomong sama orangnya. Tapi kalau orangnya enggak mau berubah, enggak usah capek, Bu. Fokus saja pada yang Ibu bisa lakukan. Daripada Ibu capek ngubah orang, orang lain enggak mau ngubah dirinya sendiri kan capek. Ya, jadi saran saya fokus aja pada yang bisa Ibu lakukan dan bagaimana cara orang mungkin cara menghadapi orang yang merasa paling benar. Kalau dia merasa paling benar, masa kita harus ngubah? Ya, jadi fokus saja pada aturan yang Ibu bisa lakukan. Ee mengubah cara pandang orang lain itu kalau dia enggak izinkan agak mengalami kesulitan. Jadi hemat saya fokus pada yang bisa Ibu lakukan saja. Mudah-mudahan jawaban saya ini bisa membantu Ibu yang saat ini lagi menghadapi problem itu. Ya, mungkin itu saja, Pak. Baik, terima kasih, Bu. Ini sebenarnya pertanyaannya masih banyak, Bu Saudaru. Cuman karena melihat ee kondisi ini sudah tidak memungkinkan lagi kalau kita buka untuk diskusi karena ini acara sudah dimulai dan ini peserta ini berduyun-duyun datang banyak sekali ini Bu Silvani dan teman-teman yang sekarang sobat SN lagi zoom ya. ini di belakang kita terlalu ramai berdesak-desakan orang untuk melihat apa namanya jambore inovasi e tahun 2023 ini. Nah, mungkin untuk closing statement Bu Silvani nanti Bu Silvani dulu baru kemudian nanti Bu Neni baru nanti kita tutup diskusi kita diskusi webinar sesi 31 terkait dengan ASN sehat, produktivitas pusat. Nanti selanjutnya akan kami kembalikan ke MC. Untuk Bu Silvani silakan untuk closing set. Mungkin yang dapat saya sampaikan adalah bahwa untuk mencapai keseimbangan hidup itu bukan berarti tidak ada stres sama sekali. Stres itu adalah bagian dari kehidupan kita sebagai pendorong kita untuk bekerja. Tapi bagaimana kita bisa mereaksikan diri kita terhadap stres dengan baik dan bisa mengelola itu jadi lebih positif. Stres adalah pendorong hidup kita, tapi bukan jadikan stres itu jadi ancaman buat hidup kita. Semoga kita bisa memaknai stres itu dengan baik dan hidup kita bisa lebih ee terelokasi dengan baik ee melalui pengaturan tidur yang cukup, kemudian pengolan makan yang baik dan definisikan stres itu jauh lebih ee menantang sebagai ancaman. Itu saja mungkin saya dapat sampaikan. Baik, Bu Nosing statement yang utama adalah sangat segan untuk membiasakan diri melakukan komunikasi. Apa yang ada di ee hati, apa yang ada di pikiran, dikomunikasikan. Tidak semua orang mengerti akan arti dia. Ya, kalau kita tidak terbiasa komunikasi, kita tidak akan terbiasa dengan lingkungan sekitar kita, dengan lawan kita, lawan bicara kita, maka semuanya akan jauh lebih baik ketika persepsi itu adalah sama, misunderstanding dihindarkan. Tapi persepsi yang sama itu yang penting. Itu aja cukup. [Musik] Eh, akhirnya ee selesai juga diskusi kita pada sore hari ini, Sobat SN. Ee sebenarnya kita pengin berdiskusi lebih banyak lagi, tapi karena kondisi suatu yang hal yang tidak mungkinkan sehingga yang harus kita selesaikan pada sesi 31 terkait dengan ASN sehat produk. Baik, Sobat ASN, saya Ahmad Fadoli yang memoderatori kegiatan diskusi kita pada sore hari ini. Ini di Samarinda sudah pukul 3 kurang 10 menit. Kami mohon maaf atas segala kekurangan yang kami ee lakukan pada sore hari ini. Semoga ilmu-ilmu ini bermanfaat dan mari kita ciptakan lingkungan kerja, lingkungan kerja yang sehat. yang tidak stres yang tujuannya untuk pelayanan kepada masyarakat. Selanjutnya kami kembalikan kewacal. Baik, terima kasih Bapak Ahmad Fadoli juga terima kasih kepada para narasumber yang sudah berbagi ilmu dan pengetahuannya kepada kita semua ASN. Terima kasih kepada Ibu Dr. Neni Ismaya, Ibu Silviani Dianita, MPSI, Psikolog, dan tentu saja kepada seluruh sobat ASN yang telah antusias menyimak materi kita pada webinar seri 31 kali ini. Namun sebelum kita mengakhiri webinar ASN belajar seri 31, perkenankan saya untuk mengingatkan untuk terakhir kalinya untuk mengisi daftar hadir atau presensi. Mengapa? Karena link daftar hadir atau presensi ini hanya dibuka hingga 1 jam setelah acara berakhir. Bisa dilihat di chat BX atau kolom komentar, pin komen atau e pesan yang tersemat begitu ya. Atau jika belum sempat melihat boleh dicatat. Linknya adalah bit.ly/ L SL atau garis miring Dahar WAB31. D-nya besar, WAB-nya juga besar. Dahar WAB123 [Tepuk tangan] BPSDM. BPSDM-nya juga besar. Baik, saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh narasumber yang telah hadir pada webinar kali ini. Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Juga kepada Bapak Dr. Andrianto, S.H., MKes, Kepala Brida Provinsi Jawa Timur, Ibu Dr. Neni Ismaya, Mom, Dosen STI Mahakam Samarinda, Ibu Silvani Dianita, MPSI, Psikolog, Psikolog Klinis Remaja dan Dewasa, dan tentu saja Bapak Ahmad Fadoli, Sos, MSI, KTIM seksi P2M BNN Kota Samarinda. Sobat ASN semuanya, terus ikuti webinar ASN belajar. Terus kembangkan kompetensi, jaga kesehatan baik fisik maupun mental kita. Karena dengan kondisi yang prima kita bisa berkontribusi maksimal bagi bangsa dan negara. Saya Yan Yanid pamit undur diri. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] semangat [Musik] yang [Musik]