Kind: captions Language: id [Musik] BPSDM Jawa Timur hebat. BPSDM Jawa Timur excellent. BKPSDM Jawa Timur banget. BPSDM Jawa Timur berjaya dalam inovasi. BPSDM Jawa Timur hebat. BPSDM Provinsi Jawa Timur jaya luar biasa. BPSDM Jatim keren. BSDM Jawa Timur semakin star. BPSDM Jawa Timur bangkit. BPSDM Jawa Timur inspiratif terdepan. BPSDM Jawa Timur mantap sukses BPSDM Provinsi Jawa Timur. Keren. BPSDM Jawa Timur jaya luar biasa. BPSDM Jawa Timur unggul. BPSDM Provinsi Jawa Timur pokoknya top. BPSDM Provinsi Jawa Timur luar biasa. BPSDM Jatim handal dan berkualitas. BPSDM Jatim jaya luar biasa. BPSDM Provinsi Jawa Timur memang keren. BPSDM Jatim pancen top dan oke tenan. BPSDM Jatim. BPSDM Provinsi Jawa Timur salam satu jiwa. BPSDM Jatim mantap. BPSDM Jatim hebat. BPSDM Jatim hebat. BKSDM Top Markotop BPSDM Jawa Timur luar biasa BPSDM Provinsi Jawa Timur menjadi pusat unggulan BPS Jatim luar biasa saya saksinya bahwa BPSDM Jatim memang hebat BPSDM Jawa Timur berjaya dalam inovasi apa yang sudah diinisiasi oleh BPSDM dengan berbagai apresiasi yang sudah didapatkan dengan tugas dan mandat sebagai corporate university, tentu kita berharap bahwa BPSDM akan terus bisa memberikan layanan terbaik bagi pengembangan kualitas SDM aparatur sipil negara baik dari Jawa Timur maupun dari berbagai daerah lain. [Musik] Dahsyat ya. BPSDM ini bukan hanya tempat ya digitalisasi yang dilakukan oleh ee BPSDM ini menarik. Fature-feature yang diberikan lewat media sosial yang dimiliki oleh BPSDM Jawa Timur sangat memberikan kesan yang tersendiri. Banyak hal yang telah diberikan, banyak edukasi yang telah diberikan di BPSDM Provinsi Jawa Timur. Keren, habis, inovasi selalu terupdate dan kekinian. Saya sangat bersyukur sekali dengan adanya media sosial BPSDM Jatim, baik itu Instagram, Facebook, Twitter, maupun YouTube. Di mana di situ akan ada informasi terutama terkait pengembangan kompetensi ASM. SDM ini sudah menggunakan pola interaktif dan itu ciri khas dari apa? Lembaga yang sudah transparan dan sampaian aspirasi tentang pendidikan, tentang ee pembaharuan dari ee peraturan-peraturan yang ada ini luar biasa semua masuk di dalam media sosial. Keterbukaan inilah yang saya kira menjadi apa ee panutan atau inspiratif dari badan publik seperti BPSDN Jawa Timur. Kami pemerintah kota juga menjadikan ini referensi untuk mendapatkan informasi mempelajari dan mencontohi hal tersebut dengan mengikuti media sosial BPSDM Provinsi Jawa Timur. Melalui kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada BPSDM Jawa Timur. Ewak membuat para SN semakin dapat berinovasi di bidangnya masing-masing. Sukses buat PPSDM Jatim. Ayo, mari kita kunjungi situs, kita kunjungi media sosial yang dimiliki oleh PPSD Jawa Timur. Menampilkan hal-hal yang terbaik, menampilkan hal-hal inovasi yang cukup membanggakan. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, Sobat ASN. Kita jumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai acara kita pada hari ini, ada beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Yang pertama, tulis nama sesuai dengan format. Nama spasi instansi sobat ASN. Kemudian nyalakan kamera dan matikan mikrofon selama acara berlangsung. Lalu pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya agar wajah Sobat ASN dapat terlihat dengan jelas. Dan jangan lupa gunakan virtual background yang sudah kami sediakan. Virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui WhatsApp bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran. Apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rais hand pada Zoom meeting. Siapkan pula alat tulis sobat ASN. Selain untuk mencatat hal-hal penting, hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan. Untuk mendapatkan sertifikat elektronik pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang kami bagikan pada saat webinar berlangsung. Jangan lupa juga untuk mengisi link kuisioner ya agar sertifikat elektronik sobat ASN dapat langsung diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Selamat mengikuti webinar ASN belajar. [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. Selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia tukang tekad pantang menyerah jadi ASN berkuwa servis bersama [Musik] HSN Potional beradab. [Musik] Artinya apa? Kalau kita ini seperti itu, maka berbuat baiklah sebaik-baiknya. Karena se kecil apapun yang kita lakukan itu akan menjadi amal ibadah kita sejarahkan hidup kita. Bagaimana sesungguhnya kita menyiapkan diri sebagai enabler leader. Ini bahasa yang sangat sering saya sampaikan. Inable leader menjadi pemimpin pemungkin. Jangan apa-apa bilang enggak mungkin, apa-apa bilang enggak mungkin. Makanya harus dibangun abdi kata Allah, "Aku akan memberikan apa yang diprasangkakan oleh hambaku." Maka jangan berprasangka tidak baik. Jangan berprasangka gagal. Bapak, Ibu sekalian, sampai tahun 2041 ya kita masuk ke dalam era jendela peluang atau bonus demografi di mana angka yang produktif itu jauh lebih tinggi dari yang tidak produktif. Jadi bonus demografi itu adalah sesuatu yang mungkin tidak terlalu dalam sejata. Banyak pengamat pemerintah bahwa ini adalah peluang untuk dimanfaatkan ya agar kita keluar menjadi negara maju. Karena angka kedekatannya angka yang produktif, usia produktif dengan tidak produktif lebih banyak yang usia produktif. Tapi sebaliknya kalau itu tidak dikelola dengan baik dia bukan menjadi bonus demografi tapi bisa menjadi beban bagi negara kalau penolan negara. Sobat ASN, istilah reformasi birokrasi pasti udah sering banget kita dengar kan? Yap, reformasi birokrasi ini wajib dilakukan di semua level pemerintahan untuk mewujudkan good governance dan world class government. Tapi ternyata salah satu tulang punggung reformasi birokrasi adalah pengelolaan arsip yang otentik, utuh, dan terpercaya. So, kita sebagai ASN wajib banget nih untuk memahami dan mampu mengimplementasikan pengelolaan arsif di tempat kita bekerja. Yuk, gali ilmunya di webinar ASM Belajar seri 21 dengan tema penyelenggaraan kearsipan sebagai instrumen penilaian reformasi birokrasi. Jangan lupa daftar ya. [Musik] Belajar ilmu enggak usah pilih-pilih ilmu apa saja dipelajari. Penempatan tempat di tempat kita bekerja itu kita harus kuasai dengan sepenuhnya. Yang di BPEDA perencanaan kuasai yang dihumas humas kuasai itu tepat. Tetapi kita juga harus terkuat dengan ilmu lain karena ilmu lain itu akan terkait gitu. Pengetahuan lain itu akan terkait. Kalau kita hanya punya satu ilmu, kita dalam mengambil keputusan tidak akan sempurna. Tapi kalau bagi ilmu, kita bisa saling menghubungkan di sini. Putraku si and lumut. Sahabat ASN, pernahkah Anda mendengar lagu Ande-Ande Lumut? Lagu Ande-Ande Lumut atau cerita Ande-Ande Lumut itu mempunyai nilai sosial kultural yang cukup luar biasa. Karena di dalamnya ada cerita tentang pencegahan, pelecehan seksual bahkan bulyer. Nah, di dalam cerita itu ada tokoh antagonis yang namanya Yuyu Kangkang. Bagi saya itu bisa diartikan yuyu itu adalah yuyu mbak yu-makyu atau perempuan dan kangkang dia itu mengangkangi perempuan perempuan itu. Jadi itu adalah sosial kultural atau nilai-nilai kearifan lokal yang oleh pendahulu-pendahulu kita itu sudah diberikan kepada generasi waktu itu. Nah, generasi kita ini seperti apa? Padahal pelecehan seksual itu sekarang itu marak di mana-mana. bahkan ada di tempat-tempat suci itu terjadi seperti itu. Ini yang perlu teman-teman ASN ee kita terus harus mempelajari supaya kita paham tentang nilai-nilai kultural ee yang ada di dalam literasi-literasi ini. Nah, ee yang terakhir bahwa ee Andi Lumut itu adalah siklus Panji di mana cerita itu adalah cerita yang sangat masyhur ee ketika kemasyhuran atau kejayaan Majapahit. Jadi ini cerita Panji. Nah, ini cerita Panji dan itu mengalahkan ee cerita-cerita Mahabarata ee dan juga Ramayana. Nah, ini saya kira penting ee untuk kita menggaungkan lagi tentang cerita-cerita Panji ini. Karena cerita Panji itu tanggal 31 Oktober 2017 sudah ee dicatatkan ee di UNESCO sebagai the memory of the world eh yaitu warisan dunia. Mari kita jaga eh karena di situ ada nilai-nilai sosial budaya yang luar biasa. ASN yang budiman itulah eh kearifan lokal yang telah dicreate oleh generasi-generasi kita terdahulu. Jadi apa yang harus dilakukan oleh generasi sekarang? Terima kasih. Selamat belajar ASN Nusantara. [Musik] He. [Tepuk tangan] [Musik] Asalamualaikum warahmatullah. wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di mana pun Anda berada. Senang sekali saya Aulia Mawardika bisa kembali hadir menyapa Anda dan juga menemani Anda dalam acara yang sudah kita tunggu-tunggu bersama yaitu ASN Belajar seri 21 persembahan dari Corpu SDJIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sobat ASN, banyak sekali hal yang harus kita maksimalkan sebagai instrumen penilaian reformasi birokrasi. Kita dituntut untuk terus terbuka dalam setiap tugas yang kita emban. Salah satunya adalah penyelenggaraan kearsipan. Lalu bagaimanakah keterkaitan keduanya? Maka inilah ASN Belajar seri 21 penyelenggaraan kearsipan sebagai instrumen penilaian reformasi birokrasi. Mengawali [Musik] webinar hari ini, bersama-sama kita akan ikuti terlebih dahulu ke note speech yang akan disampaikan oleh Ketua Arsip Nasional Republik Indonesia. Beliau adalah Bapak Dr. Andes Imam Gunarto, MHum. [Musik] Selamat pagi, Pak Imam. Selamat pagi, Pak. Selamat pagi. Apa kabar, Pak, hari ini? Alhamdulillah sehat. Alhamdulillah. Terima kasih banyak, Pak, untuk waktu yang sudah diluangkan dan kami silakan untuk memberikan kute speech-nya. Baik, makasih. Ee saya mau di mana ini Aul? Terima kasih. Ini pertama saya terima kasih kepada BPSDM Jawa Timur, Pak Kepala Badan Karis yang kebetulan PJ apa itu Walikota ya. ee sangat tertarik menerima undangan ee ke SPE di webinar ASN Belajar seri artinya sudah sudah berjalan 20 kali webinar untuk ASN belajar. Kalau 20 kali berarti berapa SKS? Mungkin sudah sudah dapat apa ya ee sertifikat diploma barangkali adalah 20 kali pertemuan. Biasanya kalau 20 kali pertemuan itu ya ee mungkin 2 tahun ya karena 1 tahun 10 kali pertemuan biasanya. Baik teman-teman semua, teman-teman ASN karena saya juga SN, saya diberi tugas untuk menjadi keot terkait dengan tema penyelenggaraan kearsipan sebagai instrumen penilaian reformasi birokrasi. Tadi sekilas sebelum mulai adaan cerita panji eh sebagai rekaman dari ee lokal. ya asli gitu yang sudah dicatat di UNESCO. Saya kira betul sekali seperti disampaikan oleh ee materi tadi bahwa ASN harus belajar dari kandungan-kandungan kebijakan lokal kita yang sangat kaya. Eh saya minta tolong Mbak Nur ya untuk menampilkan paparan saya biar enggak ke mana-mana. Saya ingin menyampaikan kebijakan kearsipan yang mungkin nanti korelasinya ya terkait dengan bagaimana arsipan bisa sangat penting untuk penilaian reformasi birokrasi. Next. Ketika Kementerian Lembaga dan Daerah ASN menyelenggarakan kearsipan itu harus menjalankan rat undang-undang. Jadi penyelenggaraan karsipan tidak boleh tidak berdasarkan peraturan perundangan. Tidak hanya undang-undang tentang kearsipan, yaitu Undang-Undang 43 tahun 2009 tentang kearsipan dan PP 28 tahun 2012, tetapi juga peraturan perundangan lain yang harus sudah dilaksanakan oleh ASN. Mengapa demikian? Karena kalau menyelenggarakan kearsipan tidak sesuai dengan undang-undang, maka fungsi dan peran arsif, karakter arsif menjadi tidak maksimal. Arsif itu berfungsi sebagai bahan akuntabilitas ya, sebagai bahan bukti di pengadilan, sebagai bahan untuk memori kolektif bangsa. Seandainya arsif tidak dikelola berdasarkan peraturan perundang-undangan, maka karakter arsif yang harus otentik, harus reliabel, harus lengkap, dan sebagainya menjadi tidak terpenuhi. Oleh karena itu, para arsiparis dan ASN yang menyelenggarakan kearsipan itu harus melihat atau berdasarkan peraturan perundang-undangan ini. Nah, tidak hanya undang-undang, sesungguhnya kelularan K itu harus ditelusur sampai ke amanat konstitusi di dalam Undang-Undang Dasar tahun 1945. Di dalam Undang-Undang Dasar itu minimal ada dua pasal yang terkait, yaitu pelaksanaan pasal 28 tentang ee hak atas informasi. Jadi, ASN yang mengelola arsif itu harus menyediakan arsif untuk kepentingan masyarakat agar masyarakat bisa mengembangkan dirinya dan lingkungannya agar lebih sejahtera melalui informasi. Kalau ada ASN atau arsiparis yang menghalang-halangi pelayanan evakuasi, maka itu melanggar atau tidak sesuai dengan amanah dari konstitusi pasal 28. Demikian pula ASN juga diberi mandat oleh konstitusi untuk menyelenggarakan kearsipan agar pasal 33 ini dijalankan. Pasal 33 itu kurang lebih berbunyi bumi, air dan kekayaan alam dan seksinya dikuasai oleh negara. Ya, pengertian dikuasai oleh negara itu artinya harus ada bukti-buktinya. Tidak lain yang tidak buktikan. Bukti-bukti penguasaan kekayaan negara itu dibuktikan melalui arsif. Ya, jadi teman-teman ASN yang mengelola arsif-aret, arsif-arsif tentang kekayaan alam, pertambangan, kehutanan dan sebagainya itu adalah salah satu dari ee apa mengemban amanat konstitusi pasal. Jadi dikuasai oleh negara dan di gunakan dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kepentingan masyarakat. Nah, itu juga harus ada arsibnya. Arsib kekayaan negara dan ee ee isi bumi dan sebagainya. Ketika dimanfaatkan itu harus untuk kepentingan kesehatan rakyat dan harus ada arsibnya. Jadi pemerintah dan negara, pemerintah daerah harus bertanggung jawab kepada rakyatnya tentang penggunaan dari kekayaan alam itu ya yang terbukti di dalam ars. Nah, jadi jelas sekali mandat peraturan perundang-undangan ini memang terkait dengan nasional interest. Apa itu nasional interest? Nasional interest itu kepentingan-kepentingan nasional yang tergambar di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 45. Jadi dalam ee penyelenggaraan pemerintahan itu ASASN itu harus berpegang pada ee kepentingan nasional ya, pembangunan nasional ee apa menjaga NKRI ya membuat rakyat lebih sejahtera, membuat rakyat lebih cerdas. Itu semua adalah kepentingan-kepentingan nasional Indonesia yang harus kita jalankan dengan melaksanakan mandat dari perundang-undang. Next. Nah, setelah kita menjalankan mandat ketika menyelenggarakan kita harus melihat visi, misi, arahan dan agenda pembangunan yang dicanangkan oleh Presiden. Jadi, ASN tidak boleh atau kementerian lembaga dan daerah itu tidak boleh punya visi misi sendiri. Nah, visi-visi presiden itu sudah jelas sekali ya. Waktu itu ada Nawa cita ya dan sebagainya. Dan di bidang kearsipan itu ada dua arah agenda pembangunan. Yang pertama terkait dengan regulasi mental dan pembangunan kebudayaan. Yang kedua terkait dengan memperkuat stabilitas akam dan transformasi pelayananing. Nah, jadi kalau kita bicara reformasi birokrasi itu ada di agenda pembangunan yang ketujuh ya atau dalam aran presiden itu ada di penyedernaan birokrasi ya atau misi presiden itu ada di pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya. Nah, untuk mencapai agenda arahan misi ini maka proses reformasi birokrasi dijalankan sebaik-baik dan kearsipan itu sebagai enabler. Penabler itu faktor pemungkin tercapainya penyelenggaraan pembangunan, tercapainya penyelenggaraan atau percepatan reformasi birokrasi. Ya, semaju apapun kementerian lembaga reformasi birokrasinya, secepat apapun kalau arsifnya buruk itu akan menjadi kendala. Kalau ibarat lari itu nyerimpetin ya. Sehingga tidak bisa tidak reformasi birokrasi harus ya ee mengkondisikan arsifnya harus ya. Jadi oleh karena itu tema sekarang ini bahwa penyelenggaraan kearsipan sebagai ee apa instrumen untuk menilai reformasi birokrasi itu sangat. Tapi sesungguhnya kean eh menurut arahan dan agenda pembangunan ini ada dua layer. Satu terkait dengan revolasi birokrasi yang satunya terkait dengan revolusi mental dan pembangunan kebudayaan. Next. Nah, kemudian Presiden mengarahkan kepada seluruh ASN agar meninggalkan cara-cara lama dalam mengelola arsif yang tidak efisien, yang aksesnya lamban, yang penyimpanannya tersebar di mana-mana agar ee diinovasikan dan diadaptasikan dengan teknologi informasi komunikasi. Ya, oleh karena itu eh bersama Menpan, bersama Kominfo, bersama SSN mengembangkan aplikasi Sikandi yang sudah di mention ya disebutkan oleh Presiden bahwa ini harus dijalankan. Tidak boleh lagi Kementerian Lembaga dan Daerah membuat aplikasi E-Office sendiri-sendiri lagi. Kemudian juga kita mengembangkan aplikasi untuk melacak dan mengidentifikasi arsif secara cepat. Registrasi dan pelestaraan arsif secara digital milik umita. dan sistem pengamanan arsif jangka panjang. Mengapa ini jangka panjang? Karena ini tadi sebagai peninggalan dan warisan budaya. Ya, menyimpan nasib sejak 4 abad yang lalu sejak tahun 16 ya. Itu berarti harus ada sistem pengamannya yang menjamin keamanan fisik maupun keamanan informasi dijamin sedemikian rupa sehingga bisa disimpan sepanjang masa. Next. Nah, tadi disampaikan dengan RB terkait karena untukan RB ini nanti barangkali akan disampaikan sahabat dari MenPAN ASN dari bahwa ehitas eh RB sekarang itu untuk RB tematik. Nah, jadi nanti pengukurannya keberhasilan penyelenggaraan kearsipan diukur dari ee bisa mendorong percepatan RB tematik enggak? Kalau tidak bisa mendorong program pengentasan kemiskinan, peningkatan investasi, percepatan prioritas aktual presiden seperti stunting dan sebagainya dan tentu sa digitalisasi administrasi pemerintahan maka penyelenggaran karepan dianggap belum berhasil. Oleh karena itu, kami ANI dan seluruh ee aparat kearsipan di Indonesia bekerja sama kolaborasi untuk ee mengembangkan kepan bisa mendorong percepatan program-program ee reformasi apa tematik ini ya. Jadi teman-teman ASN yang mau arsip harus ee mengukur keberhasilan keasipan dari ee aspek-aspek prioritas pembangunan pemerintah. Next. ee saya sampaikan bahwa reformasi birokrasi itu kepentingannya saat ini dan saat masa depan. Tapi arsif itu ada hidup di dua tiga dimensi. Jadi kehidupan kita saat ini ketika menjalani aktivitas sekarang itu menghasilkan arsif. Arsifnya nanti menjadi legasy atau warisan ya. Nah, warisan ini akan digunakan untuk ee referensi ya, mencari pilihan terbaik untuk menjalani kehidupan saat ini maupun untuk forecast mencari kehidupan di masa depan. Jadi, arsif ada di dua dimensi kehidupan saat ini, masa lalu dan masa depan. Ya, tidak ada arsif hanya untuk masa lalu karena masa depan tidak mungkin bisa dirangkai. Kalau tidak ada masalah ya. Jadi kita ibarat sekarang ini sedang menjalankan webinar ASN belajar sudah ee seri 21 pasti ada seri 20 19. Nah, itu semua adalah masa lalu yang ada arsi yang kemudian oleh panitia dijadikan referensi untuk membuat aktivitas webinar seri selanjutnya dengan lebih baik lagi. Itu peran ya. Jadi arsif merupakan rekaman yang digunakan untuk refleksi dalam menjalani kekinian dan menyiapkan masa depan lebih baik. Next. Ee dalam konteks ee internasional, fungsi dan peran kearsipan itu ada dua. Pertama, fungsi domestik, fungsi dalam negeri. Fungsi dalam negeri itu ada dua. Yang pertama, bagaimana mengarahkan organisasi dalam menggunakan informasi untuk meningkatkan nilai-nilai, menciptakan pengetahuan dan membuat keputusan dalam menjalankan ee organisasi secara lebih efisien. Arsip-arsif yang demikian adalah arsif yang bernilai organisasional. Value arsif ini setelah sekian tahun mungkin enggak berguna lagi bagi administrasi. Arsip-arsip yang demikian kemungkinan memiliki nilai memori kolektif bangsa. Nah, arsib yang memiliki nilai memori kolektif bangsa itu perannya adalah membangun memori kolektif, identitas, dan jati diri bangsa. Arsib yang demikian adalah arsif yang memiliki nilai cultural values. Tadi eh serat panji itu adalah naskah-naskah yang memiliki cultural values ya. ketika syarat panji di dua pada waktu itu digunakan untuk masyarakat dalam ee pagelaran-pagelaran itu mungkin kepentingannya ee lebih pepat untuk kepentingan ee apa ya kemasyarakatan pada waktu itu. Nah, ini untuk kepentingan domestik. Untuk kepentingan internasional aksi pun sangat berkaitan. Kalau dinamisnya bagus organisasi bisa memiliki daya saing yang bagus. Jadi kalau ee Kementerian, Lembaga dan Daerah kearsipannya hebat, itu bisa dipakai untuk meningkatkan performance dan bonaviditas dari kementerian lembaga dan daerah. Jadi arsif dalam kepentingan ini berfungsi sebagai supporting to national competitiveness. Kemudian dalam konteks kultural arsip itu bisa digunakan untuk soft diplomatic power based on cultural. Tadi sama-sama kita lihat serat panji itu juga bahan diplomasi. Karena serat panji itu tidak hanya dimiliki Indonesia, tapi dimiliki juga oleh Malaysia, oleh Thailand, oleh ya negara-negara ASEAN yang lain yang ee mereka menganggap itu miliknya juga ya. Tetapi mereka mengakui bahwa itu pengaruh dari Indonesia. Jadi dalam konteks s diplomatic power khusus untuk cerita panji tadi itu bisa dikatakan bahwa Indonesia itu beyond ya. Jadi melampi dari apa? Jadi mereka punya pengaruh karena karena ee ee peran Indonesia dalam konteks diplomasi. Eh ini menunjukkan keunggulan sebuah bangsa. Semakin banyak arsib-arsib yang yang bisa dikembangkan dengan level internasional itu negara bangsa itu secara diplomatik semakin power. Nah, sekarang ini yang punya power ya negara-negara Eropa masih dikaitkan dengan culture. Next. Ini ee arsif itu tidak hanya kertas ya. Arsif itu bisa foto, film, peta ee digital. dan lain sebagainya. Jadi ee pengertian arsif itu tidak hanya ke atas, Teman-teman. Ini kebetulan contohnya adalah arsip-arsip yang ada di andre lama ya. Dan sekarang ini arsip-parsip lama tidak hanya terpisah-pisah, tapi sudah dijadikan multimedia. Teman-teman semua ketika setiap 17 Agustus Dul TV itu terdengar ada suara Bung Karno membacakan teks proklamasi, ada fotonya, ada teksnya. Ya, di dalam satu tampilan itu tiga media ditampilkan sekaligus menjadi multimedia. Yang tadinya medianya single media, harta saja, foto saja, suara saja ya. Kemudian dijadikan satu kesatuan di mul saya kira film dan sebagainya kita lihat sekarang video itu sifatnya multimedia. Next. Nah, ini sekilas nanti mungkin akan di ee tak jelas. Jadi, kalau arsif itu ada dua jenis. Yang pertama arsif dinamis, yang kedua arsib statis. Arsif dinamis itu ada di kalau di daerah di OPD OPD ya. Kalau statis itu di lembaga kearsipan, di dinas arsif. Kalau di pusat e arsif dinamis itu disimpan di kementerian, lembaga. Arsib statis disimpan di arsif nasional. Kalau arsif dinamis kepentingannya administrasi ya. Kalau arsip statis kepentingannya untuk kesejarahan dan kebudayaan. Kemudian arsib juga dipisahkan menjadi dua. Ada arsif terjaga, ada arsif umum. Arsib terjaga itu arsib-arsib yang terkait dengan keberadaan dan kelangsungan hidup sebuah negara dan bangsa. Untuk kepentingan menjaga kebutuhan, keimanan, keselamatan negara. misalnya arsi perbatasan itu adalah arsi terjaga. Kalau tanpa kebatasan negara menjadi terganggu ya dan lain-lain. Kemudian umum ya di luar terjaga. Next. Nah secara nasional kita sudah kembangkan ini di Andri ada tiga program besar. Nah, hari ini karena kaitannya penyaran kasih dan reformasi birokrasi itu ada di program yang pertama khususnya adalah program tertib arsif ya. Jadi ee tertib arsip ini memang dijalankan sampai ke desa-desa, kementerian, lembaga, BUMN, UMD, provinsi, kabupaten, kota, perguruan tinggi sampai desa itu agar RB-nya bisa menyeluruh ya sampai ke desa-desa juga menjalankan RB melalui artikel. Karena apa? Karena reformasi birokrasi itu terkait dengan akuntabilitas ya. Kalau e bahan akuntabilitasnya tidak dikelola dengan baik, ya RB-nya tidak baik. RB terkait dengan pelayanan publik. Kalau arsifnya buruk, maka pelayanan publik juga menjadi terganggu ya. Karena untuk memberikan layanan publik dibutuhkan ee persyaratan-persyaratan yang itu di dalamnya ada arsi gitu ya. Jadi ee reformasi birokrasi sangat sangat ee terkait dengan partiparasi. Itu yang pertama ya. Kemudian yang kedua, transformasi digital di bidang kearsipan. ini juga masih terkait dengan RB sebenarnya karena percepatan layanan publik ya kan kemudian ee keselamatan dan integrasi data itu sangat sangat mendorong tercapainya atau cepatnya reformasi birokrasi. Nah, di dalam kearsipan kita kembangkan ada dua atau tiga proses ee digitalisasi. Yang pertama adalah aplikasi SKI yang digunakan oleh kementerian lembaga ketika menciptakan arsif membuat surat, mengirim surat, menyimpan surat, kemudian sampai menjadi arsif disusutkan, dimusnahkan. Itu dikelola secara terintegrasi tidak lagi stilo lopo per kementerian lembaga daerah tapi dilakukan secara nasional. Kemudian yang kedua diisasi. Jadi arsip-arsip laman untuk kepentingan layanan publik, kepentingan akses, kepentingan pengamanan itu didigitalkan sehingga aksesnya bisa ee lebih cepat. Nah, hasil digitisasi ini bisa memperkaya data center yang ada di Srikandi ya untuk kepentingan administrasi juga bisa memperkaya portal pelayanan kearsipan bersejarah yaitu portal SIKN JIKN ya. Portal satu data kearsipan ini sudah berkembang sejak tahun 2012 di Andri dan anggotanya sudah ratusan ya 400 kementerian lembaga daerah yang mendonasikan arsibjarahnya sampai ke digitalisasi arsip-arsip di desa ya itu dilakukan oleh ee dinas di desa jadi kabupaten kota. Program yang terakhir adalah program memori kolektif bangsa pemajuan kebudayaan. Nah, program memori kolektif bangsa ini ada yang bersifat internal namanya MKP, ada yang bersifat internasional namanya memory of the Nah, kebetulan Kepala Andri juga sebagai ketua komite nasional memory of the world UNESCO. Jadi proses koordinasi pengajuan koleksi-koleksi dokumentary heritage secara nasional ke UNESCO itu melaluiri ya yang di dalamnya tentu saja eh melibatkan interdepartemental hanya kepalanya dan ee ketua komite dan sekretariatnya ada di next. Nah, ini profil apa? Profil arsitaris secara nasional. Jadi kita sekitar 11.000 1300-an arsibis saat ini 70% itu adalah hasil dari penyederan birokrasi. Ini menjadi tantangan bagi hasil nasional karena banyak teman-teman ASN yang kemudian karena kebijakan penyedan birokrasi menjadi arsiparis tanpa sebelumnya dibekali oleh kompetensi kef. Oleh karena itu, webinar ini sangat sangat saya hargai dan ee kita sudah punya ee kerja sama dengan Jawa Timur, kemudian BPSDM Jawa Timur sudah dapat akreditasi untuk menyelenggarakan diklat dan pelatihan kearsipan sehingga saya tertarik untuk ee terlibat dalam acara-acara acara-acara semacam ee webinar ASN belajar ini ya. Jadi ee dari jumlah 11.300 ASN ini 70% itu ee kan yang milenial hanya 30%. Jadi proses transformasi digital kalau dari aspek SDM di kefan juga ada agakagak perlu perjuangan yang keras karena sebagian besar arsiparis masih ee kolonial gitu ya atau umurnya di atas 40 tahun ya. Kalau yang di 40 tahun biasanya lebih cepat untuk ee proses penyesuaian dengan dunia digital. Ya, ini sebenarnya banyak informasi di sini. Tapi secara sekilas ee saya sampaikan bahwa kita masih menunggu formasi jabatan fungsional siparis dari P3K yang sebetulnya kita punya 7.900 formasi tapi saya kira mungkin tidak ada 40% yang diterima karena passingnya pada tidak sampai. ini sedang dilakukan pengkajian oleh MENPAN dan PKN. Kira-kira ee bagaimana mengatasi ini karena tidak hanya arsitaris tapi seluruh ee jabatan yang ee formasinya ee sudah cukup banyak tapi ee pendaftar PTK-nya tidak memenuhi syarat passing grade dan sebagainya. Next. Ini teman-teman kondisi kearsipan kita secara nasional. Jadi di Kementerian Lembaga Pusat itu masih ada tiga instansi yang arsifnya masih buruk. Ini lembaga-lembaga nonstruktural. Kalau kementerian non ee kementerian itu sudah bagus. Tapi yang lembaga nonstruktural yang sifatnya ad ya itu masih kondisinya provinsi itu masih sembilan yang buruk ya yang kabupaten kota itu yang menyedihkan 70% itu masih buruk ya. Jadi ee kondisi ini kita harus capai di 2024 agar semuanya baik. Saya kira ini nanti kalau data RB ditayangkan juga mirip. Indonesia Timur, Indonesia Tengah itu kondisi kearsipannya memang kurang baik. RB-nya juga mungkin agak agak kurang baik juga. Jadi ada korelasi antara kinerja kepan dengan kinerja RB ya. Yang RB yang arsibnya bagus biasanya RP-nya bagus gitu ya. Next. Nah, ini untuk digitalisasi. Jadi, sampandi sudah diimplementasikan di 291 ya. Ee kemarin ada tambahan ya, jadi 292 dan sebagainya. Ee hampir 1,5 juta ASN itu sudah menjadi user srikandi dan mereka sudah bisa tanda tangan digital. Artinya kalau ASN jumlahnya R juta itu kita kejar sampai 2024 nanti semuanya bisa masuk menjadi user srikandi dan bisa ee menyelenggarakan sistem pemerintahan ee menyelenggarakan administrasi seperti izin cuti, pengiriman nota dinas, naskah dinas, tanda tangan digital, semua sudah bisa dilakukan oleh ASN sesuai kewenangannya. Nah, naskah dinas yang tersimpan di dataas internasional hampir 20 juta arsi. Nah, 20 juta arsif itu jumlahnya sangat banyak sekali. Karena kalau kertas itu satu rem isinya 400 lembar ya. 1 itu 400 juta. Kalau 20 juta 2 juta arsif, satu arsif itu bisa berlembar-lembar bias itu jumlahnya sangat banyak dan ini menimbulkan efisiensi dari ee penerapan SKDI yang baru 2 tahun ini hampir ya atau mungkin hampir 700 miliar ya hitungan dari negeri. sehingga ee proses digitalisasi kearsipan ini memang ee segera harus kita jalankan. Next. Nah, ini saya bilang MKB dan ini levelnya sudah memori of. Jadi tadi sudah disampaikan ada Hikayat Panji tahun 2017 ya, cerita Panji kita punya 12 ya, ada arsif, ada naskah ilagaling ada negara Kagama, Bapak Diponegoro, Konferensi Asia Afrika dan sebagainya. Yang terbaru di 2023 kemarin adalah pengakuan UNESCO terhadap pidato Bung Karno di PBB tahun 1960 ya. kemudian ASI KTT GNB pertama ya di tahun ee 61 dan selanjutnya Hikayat Aceh dan di tahun lalu kita memperoleh arsip eh pusat rehabilitasi Dr. Soeharso eh sebagai memory of the world untuk level Asia Pasifik. Next. Nah, kalau MKB, nah MKB ini kita sudah punya ee apa ya 13. Jadi lima kita ee registrasi di tahun 2022 yang ee 8 diregistrasi 2023. Kebetulan Jawa Timur itu di tahun ini dapat dua ini ya, arsif PT Garam dan arsif pusat penelitian Gula Indonesia. Saya kira banyak sekali koleksi-koleksi arsip yang hebat-hebat di daerah ya yang bisa diajukan milik daerah, milik komunitas, milik perorangan bisa diajukan. ke komite MKB diri. Nah, dari arsif-arsif MKB ini kemungkinan akan memiliki nilai internasional yang kita ajukan sebagai memory of the world, baik level Asia Pasifik maupun level dunia. Ya, kita sekarang sedang mempersiapkan arsip Kartini, arsif pembentukan ASEAN, arsif jalur rempah, dan mungkin kita sedang melakukan review terhadap arsip-arsip MKB 2023 seperti ee arsip kesenian tariangkegaraan ya, arsiperi dan gula dan sebagainya. Nanti kita sedang melakukan riset apakah tahun ini bisa kita ajukan ke level yang lebih tinggi lagi. Next. Iya. Saya kira ini yang terakhir bahwa penyelenggaraan kearsipan itu sekarang ini berubah dengan cepat karena digitalisasi. Kadang-kadang kita lebih enak dengan situasi yang sudah mamanya conversion. Jadi proses pelatihan ASN belajar ini adalah mengubah perspektif dari kita di convert zone ke learning zone ya, ke zona pembelajaran yang akhirnya kita ingin sih mencapai growth mencapai zona tumbuh. Karena kalau kita sudah belajar kita jangan lagi ke fear zone. Wah jangan-jangan kalau saya belajar arsif nanti jadi arsiparis nanti rezeki saya berkurang. Nah, ini berarti setelah learning zone kita mundur ya. Mestinya setelah learning zone kita masuk ke grow karena kita bisa setting new go, men-setting tujuan-tujuan baru untuk mencapai target-target baru yang lebih menantang. Nah, jadi proses pembelajaran entah diklat entah webinar entah apa adalah upaya untuk mempercepat kita dari zone menuju saya kira demikian. Mohon maaf agak panjang juga ternyata yang bisa sampaikan. Mohon maaf. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak, Pak, untuk materi yang sudah dibagikan. Semoga banyak ee ilmu-ilmu baru yang bisa kita terima. Tadi juga saya garis bawahi bahwa hari ini kita hidup dengan digital, begitu ya. Artinya untuk kearsipan sendiri sudah lebih modern dan juga sudah lebih dipermuda. Jadi, semoga kearsipan sendiri yang fungsinya menjadi ee wadah untuk menyimpan berbagai ee karya-karya dari Indonesia ini bisa terus dilestarikan dan juga bisa dijalankan sesuai dengan fungsinya. Sekali lagi terima kasih banyak, Pak, untuk materi yang sudah dibagikan. Terima kasih. Saya mohon izin, ya. Enggak. Terima kasih banyak. Selamat melanjutkan aktivitas kembali. Baik. Baik. Terima kasih banyak sekali lagi, Pak Sobat ASN. Kita sudah mendengarkan materi yang luar biasa yang sudah dibagikan kali ini dan ee saya kembali mengingatkan bahwa ada presensi yang harus Anda isi. Ee linknya sesuai dengan di layar kaca, di running teks bisa Anda saksikan. Jadi, silakan untuk mengakses link presensi di sana dan jangan lupa untuk mengisi data dengan benar karena data tersebut nantinya akan diverifikasi untuk penerbitan e-sertifikat. Kalau Anda semuanya sudah mengisi, kita langsung lanjut lagi ke sesi berikutnya. Sesaat lagi bersama-sama kita akan bergeser ke sesi kuis Lido yang akan dibawakan oleh Fanny Keinara. [Musik] Hai sobat ASN. Eh, ketemu lagi ya. Minggu kemarin sempat libur enggak apa-apa ya? Tapi sekarang udah balik lagi nih barengan Fny Keara. Mungkin boleh dong teman-teman di balik kamera. Rame dulu dong. Rame rame rame rame rame rame. Nah, biar biar udah siap nih mau mainan gitu kan boleh untuk Sobat ASN disiapkan juga tinggal buka di website klik di slido.com sido.com. Nah, kita akan bermain kuis di pagi hari ini. Nah, udah muncul tuh QR code-nya. Langsung aja dican atau juga boleh di-search di #seri2. Jangan lupa ya di Capslock seri 21. Hari ini saya kayak Bu Guru ya, OTD-nya ya. Sekarang saya cosplay jadi dosen. Karena di kuis hari ini kita akan bermain game tentang pengetahuan umum. Jadi pastiin cepat-cepetan ngekliknya. Jangan lupa jangan sampai cepat doang tapi salah. Kan percuma ya kan. Harus benar, harus cepat, dan pastiin untuk bisa jadi nomor satu hingga ke pertanyaan terakhir. Udah siap semuanya, Sobat TSN? Langsung aja. Siap siap? Siap. Ini udah kayak suporteran ya di sini ya memang ya. Oke, langsung aja join di #seri2 atau bisa langsung scan aja QR code yang ada di layar. Sobat ASN kita masuk ke pertanyaan pertama. Oh belum belum belum. Kita tunggu dulu siapa yang sudah bergabung. Udah ada Ibu Laila, Pak Mufid, ada Bu Nurul juga. Eh Bu Nurul ikut lagi kemarin juga ikut nih. Ada Bu Asri. Ayo kita cuma ada waktu 1 menit untuk bergabung. Jadi boleh langsung aja semuanya bergabung bersama Bu Fanny di sini. Aduh narsis banget ya. Boleh langsung yuk kita main game bareng-bareng. disiapin repulpalnya jangan lupa Google-nya juga udah standby. Pokoknya jawabannya harus benar dan pastiin jadi orang tercepat untuk memilih jawabannya. Udah ada Bu Nurul, ada Bu Kristin juga ada Anonyus. Wah banyak ini ya hamba Allah di sini ya. Oke kita tunggu lagi ini bergabungnya berapa lama Mbak? 1 jam. Oh kelamaan ya. Oke kita langsung aja start ke pertanyaan yang pertama. Udah ada 70 sobat ASN yang bergabung di pagi hari ini. Ada Pak Sandi juga gabung. Wah, rame banget. Luar biasa. Ada Pak Haris, ada Bu Rini, ada juga Bu Hariri. Ramai banget pagi hari ini ya. Oke, udah ada 180 orang, udah ada 200 Sobat ASN yang gabung di games kita pagi hari ini. Kita start sekarang kali ya. Setuju? setuju? Oke, kita langsung aja masuk ke pertanyaan yang pertama. Arsiparis adalah seseorang yang alih dalam bidang apa? Hmm, ini mah tinggal lihat tema ya. Kalau gitu udah kelihatan tuh dari kalimatnya ya kan arsiparis. Arsip paris ataukah keuangan kearsipan, kesehatan? Apakah jawabannya? 99% menjawab kearsipan. Hmm. Benar enggak ya? Benar enggak, Teman-teman? Ditanyain benar malah tepuk tangan. Salah loh ini gimana sih? Oke, jawaban yang benar adalah kearsipan. Yeay. Boleh diklik lagi, Mbak. Nah, kita lanjut ke pertanyaan berikutnya. Pulau Komodo ada di provinsi mana nih, Sobat ASN? Apakah di NTT, NTB, Bali atau jangan-jangan di Provinsi Jawa Timur ya? Sebelahnya BPSDM katanya. Bukan dong ya. Oke 3 2 1. Manakah yang benar? 61% aja loh yang jawab NTT. Kira-kira jawabannya apa nih teman-teman? NTT. NTT. Mana suaranya NTT? Yang jawab NTB mana suaranya? Ah, salah, salah, salah. Karena jawaban yang benar adalah Nusa Tenggara Timur. Jadi, Pulau Komode ini memang ada di perbatasan antara NTB dan juga NTT, Sobat ASN, tapi lebih tepatnya ada di Provinsi Ujung Barat, NTT dan ini memang menjadi habitat aslinya dari hewan komodo. That's why dinamain Pulau Komodo. Bahkan sampai ada 2.500 ekor loh yang hidup di sana. Udah siap ke pertanyaan berikutnya? Kita langsung aja next ke pertanyaan ketiga. Nah, kita sekarang belajar matematika ya. 3 + 7 * 0 berapa? Berapa? Udah dikasih clue berapa? Berapa? Berapa? 0 3 10. Ayo yang mana? Kita lihat jawaban terbanyak ada di nol. Wah. Wah, wah, wah, wah. Ini harus ikut remedial ya anak-anak. Kalau misalnya ada perjumlahan dan pembagian itu didahulukan yang perkalian dulu. Jadi jawabannya adalah boleh diklik ciring 3. Jadi 7 * 0 dulu kan 0 tuh hasilnya ditambahin 3. Jadinya jawaban akhirnya adalah 3. Oke, kita lanjut ke pertanyaan berikutnya. nya ini enggak bisa dilihat ya untuk siapa nomor satunya enggak ya. Oke, kita ke pertanyaan keempat. Presiden Indonesia yang ketiga ini clue-ya dijadiin film. Hm. Yang film romins itu loh yang lagunya BCLibi. Kita lihat jawaban dari para sobat ASN. 74% menjawab BJ Habibi. Apakah itu jawaban yang benar? Langsung aja kita cek. Tara. Congratulation yang udah jawab BJ Habibi. Benar. Ih, keren ya. Pintar belajar sejarah ya. Walaupun matematikanya tadi banyak salahnya. That's oke. That's ok. Karena harus balance ya kan. Oke, kita lanjut ke pertanyaan berikutnya. Tetap standby jarinya yang cepat ngekliknya. Lengkapi peribahasa berikut. Air susu dibalas dengan air kolam. Waduh, ini kalau ini pelajaran bahasa Indonesia. Ternyata sobatn yang di balik kamera jawabnya air kolam. Apakah air kolam, mawar, tuba, air teh, air kopi? Air mawar. Wangi dong. Nah, 100%. Wah, keren banget semuanya benar. [Tepuk tangan] Ini salah satu ini ya peribahasa yang sering banget kita dengar karena memang relate gitu sebagai manusia sering kita udah kasih baik-baik ke orang lain eh dibalasnya keburukan ya kan tapi tenang aja kita harus tetap jadi orang yang baik. Oke sepakat sebut SMN sepakat kita lanjut ke terakhir nih pertanyaan terakhir menentukan siapa yang menjadi juara siapa yang menjadi number one di kuis seri 21 ini. Pulau terbesar di Indonesia. Apakah pulau Kalimantan ataukah Sumatera atau Pulau Jawa? Pulau Bali kali ya jawabannya. Apa ya jawaban yang benar ya? Pulau terbesar di Indonesia. 81% menjawab Kalimantan. Tapi sayangnya masih ada yang salah juga nih. Karena jawabannya yang benar adalah Pulau Kalimantan, Sobat ASN. Jadi Pulau Kalimantan ini memang terbesar. Kita juga dikenal sebagai Borneo dan ini mencapai luasnya 740.000 km²at. Bayangin 7 R 700.000 loh seluas itu gitu. Dan selamat untuk Sobat SM yang sudah menjawab benar. Pulau Kalimantan menjadi pulau terbesar di Indonesia. Kita lihat hasil akhirnya. Siapakah yang menjadi nomor satu? Boleh tepuk tangan untuk Bapak Sandi Adianto. Wow, keren banget. Ini nomor lianya ada Pak Ahmad. Terus juga di eh ini Bapak atau Ibu ya kalau Kunti ya Bapak atau Ibu Kunti. Ada juga six6 memang enam ya enggak salah juga sih. Ada juga Bapak Muhammad Mundir di nomor dua dan juga nomor satunya ada Pak Sandi Aferdianto. Nah, untuk sobat ASN yang menjadi nomor satu jangan lupa di screenshot bukti akunnya dan jangan lupa juga klaim hadiahnya di CP kita. Langsung aja hubungi di 082119411. Jangan lupa dicreenshot dulu dikirimin. Tenang aja sahabat ASN. Nanti kita juga akan bermain lagi di seri-seri berikutnya. Sobat ISEN juga bisa dapetin merchandise eksklusif melalui giveaway yang ada di Instagram kita di @bpsdmjatim dan juga di @wipprocommunication. Dan setelah ini kita akan lanjut belajar lagi, kita akan menimba ilmu lagi bersama narasumber berikutnya. Jadi pastiin untuk stay tune terus di ASM belajar seri 21. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia tukang tekad tanggung menyerah jadi ASN berkualitas [Musik] sama [Musik] ASN. Tibalah kita di waktu yang kita tunggu-tunggu bersama sesi narasumber yang kita nanti-nantikan. Beliau adalah perencana pertama Kementerian PAN RB, Bapak Alvian Lis Dias Ismanto, SE. [Musik] Halo, selamat pagi Pak Alvian. Selamat pagi. Saya panggilnya Mas Alvian deh. Masih muda banget ternyata. Halo, Mas Alvian. Iya, selamat pagi. Suaranya kurang terdengar, Mas. Boleh lebih keras lagi suaranya. Ee sudah oke. Baik, Mas Alvian apa kabar? Alhamdulillah baik. Oke. Baik, Mas Alvian, materi apa yang kali ini akan dibagikan untuk seluruh sobat ASN yang bergabung, Mas? Ee nanti terkait dengan ee kebijakan kami yang terbaru ya, terkait dengan reformasi birokrasi. Oke, terkait dengan reformasi birokrasi. Baik, kita langsung saja untuk menyimak materi reformasi birokrasi dari Mas Alvian. Monggo Mas Alvian disilakan. Baik, terima kasih. Oke. Ee bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Ee mohon izin Bapak, Ibu sekalian yang hadir dalam forum ini. E tadi sudah diperkenalkan ya, saya Alvian dari Kementerian Pendayagunan dan Aparatur Negara dan Reformasi ee Birokrasi ya. Nah, ini dari ee di kesempatan ee pada pagi yang berbahagia ini Bapak Ibu sekalian nanti kita akan ee mencoba ya berbagi ya berbagi terkait dengan kebijakan kami yang terbaru yaitu ee terkait dengan ee pelaksanaan reformasi birokrasi ya melalui perubahan roadmap reformasi birokrasi yang terbaru melalui Permenpan 3 tahun 2023. Nah, karena ini waktunya terbatas mungkin saya hanya akan menyampaikan ee poin-poin besarnya saja ya dan juga nanti akan coba ee kita kaitkan ee urgensinya juga ya terkait dengan penyelenggaraan arsip digital ya dalam pelaksanaan evaluasi reformasi birokrasi. Ee Bapak Ibu sekalian, jadi pelaksanaan reformasi birokrasi ee pay hukum tertingginya saat ini adalah ee Perpres 81 ya tahun 2002 tahun 2010. ini ada grand desain ya, grand desain reformasi birokrasi yang kemudian membagi ya ke dalam tiga periode pelaksanaan roadmap reformasi birokrasi. Nah, kalau Grand Desain ini dia ee jangkanya cukup panjang ya Bapak Ibu ya dari 2010 ya dari 2010 sampai 2014 itu dibreakdown dalam ee roadmap. Ee kemudian selanjutnya 2014-2019 itu juga ada roadap-nya. Nah, yang terakhir Bapak Ibu, periode terakhir itu di tahun 2020 sampai dengan tahun 2024. Nah, di sini ada tiga pembabakan ya, Bapak, Ibu. Nah, ee nanti akhirnya di ujungnya sebenarnya Bapak Ibu di tahun 2025 Grand desain ini arahnya adalah mewujudkan pemerintahan berkelas dunia ya Bapak Ibu. Jadi itu adalah tujuan kita bersama Bapak Ibu, bukan hanya tujuan dari Kementerian PAN RB, tapi ee tujuan dari seluruh instansi pemerintah. Harapannya ee sampai ke situ Bapak, Ibu. Nah, ee ini sedikit penjelasannya Bapak Ibu di tiga pembabakan tadi ini beberapa kondisi-kondisi ya dalam pelaksanaan reformasi birokrasi dalam kurang lebih ee 15 tahun ya 15 tahun pelaksanaan reformasi birokrasi. Nah, dulu itu waktu ee road pertama Bapak, Ibu 2010-2014 itu ee sangat RLE best ya, Rule birokrasi. Jadi ini dulu yang ee dalam tanda kutip Bapak Ibu cukup menghambat pelaksanaan pengembangan inovasi. Jadi ketika akan ada berinovasi, ada terobosan-terobosan baru, biasanya hal yang pertama ditanyakan adalah peraturannya ada enggak, dasar hukumnya apa? Seperti itu. Nah, itu seringki akhirnya ee kita stuck gitu. Pelaksanaan formasi birokrasi ee tidak terlalu banyak berkembang seperti itu. Nah, di periode selanjutnya ini kita sudah mulai mengarahkan ya Bapak, Ibu ya, performance based birokrasi. Jadi, birokrasi itu ee berdasarkan kinerja. Nah, ini dia sudah mulai ada sifat-sifat agile-nya di sini. Inovasi mulai banyak seperti itu. Kemudian ee instansi pemerintah sudah mulai engah terhadap kinerja apa sih yang seharusnya diwujudkan seperti itu. Dan ini juga sudah mulai banyak ya implementasi digitalisasi, implementasi SPBE di lingkungan instansi pemerintah. Nah, yang terakhir Bapak Ibu di periode 2020-2024 ini eh arahnya adalah dynamic dynamic governance. Jadi dia ya apa sih? agel ya, Agel bisa dengan mudah beradaptasi. Kemudian ee ya itu goalnya tetap ya Bapak Ibu, kita bisa setara dengan ee negara-negara maju lainnya. Harapannya seperti itu. Jadi memang berkelas dunia dan itu ee tugas yang sangat berat ya Bapak, Ibu. Jadi itu bukan hanya tugas Kementerian Pendayaguna, Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tapi tugas kita bersama. Nah, ini setelah kita analisis Bapak, Ibu ee terhadap ee tujuan akhir ya Granin tadi ternyata ada beberapa poin penting ya, beberapa poin penting yang ee mengindikasikan bahwa tadi kita perlu merubah strategi seperti itu. Nah, perubahan strategi itulah yang mendasari perubahan roadmap reformasi birokrasi dan turunannya. ini ada yang pertama Bapak Ibu ee RB belum di ee belum dipandang bisa memberikan dampak yang signifikan seperti itu. Nah, ini kami coba ee mengkaitkannya ya sebenarnya ya Bapak Ibu ya dengan ee indikator-indikator makro pembangunan ya Bapak Ibu. Waktu itu kita coba sandingkan juga dengan ee hasil penilaian reformasi birokrasi di instansi pemerintah terutamanya di KL ya Bapak Ibu itu ternyata ee apa namanya korelasinya itu tidak terlalu signifikan. Bapak, Ibu pasti sudah tahu ya ee kementerian lembaga, instansi pemerintah ee yang pusat ya khususnya Bapak, Ibu itu indeks pelas reformasi birokrasinya hampir semuanya di atas B. Hampir semuanya di atas B. Tapi pada praktiknya itu belum secara signifikan mengungit kinerja pembangunan. Nah, harapan kita bersama kan sebenarnya ketika tata kelola pemerintahannya baik itu bisa mengungkit kinerja pembangunan. Nah, ternyata itu masih belum optimal. itu yang dirasakan oleh ee masyarakat tampaknya seperti itu. Nah, kemudian yang poin dua, Bapak Ibu, ketika kita mencoba ya menyandingkan kita dengan negara-negara yang lainnya, ternyata kita juga ee tidak terlalu bagus-bagus amatlah seperti itu. Jadi ternyata kita masih banyak juga yang perlu kita eksplorasi lagi supaya bisa sejajar ya dengan negara-negara ee maju khususnya seperti itu. ee mungkin kalau dalam beberapa tahun terakhir ini yang perkembangannya cukup baik ya Bapak, Ibu yaitu tadi terkait dengan digitalisasi Bapak Ibu. Ee indeks digitalisasi kita, egoverment kita cukup baik. Jadi ada peningkatan yang cukup baik tapi indeks lain itu masih ada yang stagnan. Bahkan terakhir PPI kita turun ya Bapak Ibu di tahun 2022 kalau tidak salah turun seperti itu. Nah, ini kita juga perlu memperhatikan hal tersebut karena tujuan kita tadi Bapak, Ibu yaitu sejajar dengan negara-negara yang lainnya seperti itu. Nah, ini yang poin ketiga Bapak Ibu. Nah, ini lebih ee proses pengukurannya ya. keberhasilan reformasi birokrasi itu sebelumnya kita kan mengukurnya dengan ee PMPRB seperti itu. Nah, di PMPRB itu ternyata setelah kita analisis kita juga mendapat ee banyak masukan ya dari eksternal dari pengguna user seperti itu. Ternyata memang orientasinya itu masih pada proses pada output-putdum seperti itu yang sifatnya administratif. Nah, ini tentu ee apa namanya? Akhirnya ya akhirnya memberatkan ya memberatkan user seperti itu dan akhirnya fokusnya yang harusnya ke dampak lebih terpecah dan akhirnya ee malah lebih mementingkan eviden-evidence yang perlu dipenuhi untuk ee mengklaim suatu nilai seperti itu dan ini juga menjadi catatan kami. Nah, selanjutnya yang poin keempat Bapak Ibu ini tidak kalah pentingnya yaitu pelaksanaannya tidak kolaboratif. Jadi tidak ee sinergis ya antar kementerian lembaga, antar satu dinas dengan dinas yang lainnya, antar dengan unit yang lainnya seperti itu. Nah, ini yang perlu dijalankan sebenarnya adalah ee yaitu reformasi birokrasi itu bukan hanya milik satu kementerian saja, bukan hanya milik satu perangkat daerah saja, bukan milik satu unit kerja saja, tapi implementasinya itu adalah seluruhnya, baik level instansi maupun level unit kerja semuanya sebenarnya melaksanakan reformasi birokrasi. Jadi bukan hanya milik satu atau dua unit kerja saja seperti itu. Dan ini di pelaksanaan ee kurang lebih 10 tahunan ya, pelaksanaan reformasi birokrasi ini masih ada sel-selo seperti itu ya. Akhirnya itu tidak efektif dalam meningkatkan ee kualitas pelaksanaan reformasi birokrasi. Nah, ini beberapa urgensi ya Bapak Ibu perubahan ratm reformasi birokrasi ya dari sisi eksternalnya tentu ee apa namanya? perlu sangat kita perhatikan ya. Ee kemarin ada pandemi Covid-19 itu sangat merubah birokrasi kita ya. Sangat merubah birokrasi kita dan memaksa kita untuk mengakselerasi birokrasi kita waktu itu. Kemudian kita juga ee ada isu ini ya Bapak Ibu ya mid income TRP. Jadi kita masih terjebak di pendat pendapatan menengah. Nah, ini juga isu yang ee masih saat ini ya saat ini masih terus ada seperti itu. Dan ini kalau ini potensi ya sebenarnya Bapak Ibu ya. Nah, Indonesia itu merupakan salah satu pengguna internet terbesar di dunia. Nah, ini tentu sebenarnya potensial sekali semisal kita bisa memanfaatkannya dengan baik. Nah, ini ada visi kita bersama Bapak, Ibu ya. Indonesia 4 2045 ee ya 2045 ini adalah bagaimana kita bisa menjadi negara maju itu Bapak Ibu. Jadi kita bisa memang sejajar ya dengan negara-negara maju yang lainnya. ini juga tujuan yang sangat besar, sangat mulia, dan ee membutuhkan partisipasi Bapak Ibu sekalian. Nah, yang terakhir ini ee pertimbangan bonus demografi ya, Bapak, Ibu ya. Nah, ini semisal kita jadi tidak mengelolanya dengan baik, ini nanti akan jadi blunder dan blundernya akan sangat fatal, Bapak, Ibu. Karena bonus demografi ini adalah suatu aset yang sangat penting ya, Bapak, Ibu, untuk perkembangan pembangunan ee nasional seperti itu. Nah, dari sisi internalnya tadi ya, Bapak, Ibu ya, ternyata ee reformasi birokrasi itu belum bisa ee secara signifikan ya mengungkit ya mengungkit ketercapaian dari pembangunan nasional. seperti itu meningkat meningkat tapi mungkin sedikit gitu tidak terlalu signifikan atau bahkan ee turun seperti itu. harapannya tentu ketika tata kelolanya baik tentu indikator makronya juga bisa semakin baik harapannya dan juga ternyata juga ee ee apa namanya dampak ya dampak yang dirasakan oleh masyarakat juga nampaknya perlu perlu kita gali lagi seperti itu supaya kita tidak tadi tidak hanya berpikir administratif tapi bagaimana kita bisa memenuhi ya memenuhi ekspektasi stakeholder ekspektasi masyarakat ee ee Indonesia ya terhadap layanan-ayanan yang kita berikan. Nah, ini beberapa urgensi kenapa kemudian ee strategi kita berubah dan kemudian tertuang ya tertuang di penajaman roadmap reformasi birokrasi. Ini beberapa arahan Pak Presiden ee Republik Indonesia, Bapak ee Bapak Ibu sekalian, Presiden Joko Widodo, ada tiga arasan besar ya terkait dengan pelaksanaan formasi birokrasi, yaitu birokrasi yang berdampak, birokrasi yang ee bukan hanya tumpukan-tumpukan kertas saja dan birokrasi yang ee lincah dan cepat. Nah, ini juga ditopang dengan pemerintahan digital ya. Seperti itu. Ini ada arahan Pak Presiden. Nah, kemudian kita tuangkan ya ee ke dalam program prioritas ya, Kementerian PAN RB. Nah, ini penerapan reformasi birokrasi kemudian diarahkan ke empat kluster prioritas ya, Bapak, Ibu. Nah, ini ee strateginya ya, Bapak, Ibu ya. ada strategi penerapannya yaitu yang pertama di ee supaya bisa mengungkit dampak tadi ya Bapak Ibu. Jadi kita langsung menetapkan empat tema ini Bapak Ibu yaitu terkait dengan penanggulangan ee kemiskinan. penanggulangan kemiskinan, kemudian peningkatan realisasi investasi, kemudian percepatan program prioritas presiden. Ya, Bapak, Ibu, ini isinya dua, yaitu terkait dengan ee pengendalian inflasi dan juga pemanfaatan atau penggunaan produk dalam negeri. Nah, yang terakhir adalah digitalisasi. itu sendiri Bapak Ibu yang ee dalam periode ini di menut ee berdasarkan pembahasan terakhir ya Bapak Ibu ee akan diarahkan ke penanganan stunting seperti pengendalian angka stunting. Nah, ini terkait dengan ee RB tematik pengatasan kemiskinan ya Bapak Ibu. Nah, ini target kemiskinan di 2024 Bapak Ibu target kemiskinannya adalah bisa paling tidak diangka 7% seperti itu. Dan kalau bisa target ee dan kalau bisa kemiskinan ekstremnya di tahun 2024 itu bisa ditekan sampai angka nol atau mendekati nol seperti itu. dan juga ee ini salah satu konsen jugaah Bapak Ibu ya anggaran-anggaran yang digunakan untuk ee penganggulangan kemiskinan ini sebenarnya sangat besar tapi nampaknya juga masih perlu diperhatikan lagi seperti itu. Dan ini juga ee apa namanya yaitu kemiskinan itu tidak berdiri sendiri. Jadi ada sumbernya dia miskin karena tidak punya pekerjaanah atau memang ee apa namanya dia memang sudah tidak bisa melakukan apa-apa seperti itu atau dia memang kualifikasi atau kompetensinya kurang sehingga dia tidak bisa bekerja atau ada masalah-masalah yang lain yang sebelumnya seperti itu. Nah, dukungannya apa RB tematik invest ee RB tematik pengatasan kemiskinan tadi? Nah, ini kita tetap ya, Bapak, Ibu, kita tetap mengintervensi dari sisi apa yang bisa kita lakukan, yaitu dari sisi tata kelola pemerintahan, bagaimana kita memperbaiki proses bisnis, bagaimana kita memperbaiki data-data ya, data-data. Kemudian ee mungkin ada regulasi-regulasi yang menghambat, kita bisa kemudian melakukan perbaikan juga seperti itu. Dan ini yang salah satu yang penting juga Bapak, Ibu yaitu reformasi program dan kegiatan supaya semakin efektif. yang semakin efektif untuk menanggulangi kemiskinan seperti itu. Nah, ini yang tidak lakukan juga Bapak Ibu yaitu penyediaan atau dukungan teknologi informasi. Nah, selanjutnya terkait dengan investasi Bapak, Ibu. ini beberapa ada tantangan-tantangan besar ya, Bapak, Ibu yang kemudian ee menyebabkan kenapa ee tematik investasi ini penting seperti itu yaitu ee biasa ya maksudnya ee di tahun ini ada isu besar ya Bapak, Ibu, resesi global seperti itu. Dan untuk menekan itu untuk menggerakkan perekonomian ya Bapak, Ibu tentu butuh investasi seperti itu. Nah, ini kenapa kemudian ee investasi ini menjadi sebuah ee hal yang ee juga penting seperti itu. Dan ini juga ee terkait dengan kemudahan berusaha ya, Bapak, Ibu, yaitu bagaimana kita mengupayakan percepatan-percepatan ya dalam pelayanan perizinan berusaha supaya lebih cepat, lebih transparan dan ee akuntabel seperti itu. dan kemudian ee terkait regulasi ya, terkait regulasi juga perlu diperhatikan supaya itu tidak ada tumpang tindih di situ. Nah, ini investasi juga ee apa tidak hanya untuk mewujudkan lapangan kerja, tapi yaitu untuk mewujudkan keadilan ekonomi. Jadi, yaitu menggerakkan ekonomi. Jadi, ekonomi bergerak semuanya bisa memberi ee semuanya bisa terdampaklah seperti itu ketika ekonomi bergerak. Nah, ini dukungannya apa? ketika ee dari sisi reformasi birokrasi ya untuk meningkatkan investasi tersebut ya itu tap sama kita tetap di sisi apa yang bisa kita intervensi meskipun itu ada kaitannya dengan ee apa namanya dengan pihak ketiga misalkan kan ee ketika berbicara investasi tentu iklim investasi menjadi penting bagaimana kita membuat iklim investasi itu semakin kondusif. Nah, iklim ee iklim investasi ini berkaitan dengan banyak pihak Bapak, Ibu, pihak eksternal ee lingkungannya, lingkungan masyarakat, budaya di masyarakat tersebut seperti polisi, kemudian ee sarana dan prasarana. Bagaimana kemudian dari sisi kita bisa kemudian mengintervensi hal-hal tersebut supaya iklim investasi itu bisa membaik seperti itu. Nah, selanjutnya ini terkait digitalisasi ya, Bapak, Ibu. perubahan lingkungan global yang mau tidak mau memaksa kita ya harus ee siap ya dengan ee digitalisasi ini Bapak Ibu ya karena itu merupakan suatu tools yang sangat baik ya untuk ee mempercepat pelaksanaan reformasi birokrasi ini juga tujuan kita juga untuk mempercepat ee dan membuat semakin mudah ya pelayanan publik kita seperti itu. Nah, dukungan RPTIK apa yang perlu kita lakukan? tentu ee apa namanya cara strukturnya ya bagaimana ee apa namanya kita menyederhanakan struktur birokrasi kita ya Bapak Ibu sudah mengalaminya dan ini juga sedang dalam e pembahasan ya Bapak Ibu terkait flexible working arrangementnya juga sedang dalam pembahasan. Nah, ini digital kulture juga nih Bapak Ibu. Nah, ini sebenarnya ee untuk rubah mindset ya, Bapak, Ibu ya, dari seluruh pegawai di instansi pemerintah. Bagaimana suatu hal yang digital ini adalah suatu hal yang lumprah gitu. Jadi tidak ada antipati. Nah, ini juga menjadi challenging ya untuk kita bersama. N ini digital kompetensi tadi orang-orangnya sistemnya sudah ada. Kemudian sekarang permasalahan orang-orangnya bagaimana? apakah dia mampu untuk memanfaatkan ee digitalisasi tersebut atau tidak seperti itu. Nah, kalau terkait digitalisasi pemerintahan ini Bapak Ibu ee sementara ya Bapak Ibu sementara ini pembahasan terakhir ee terkait dengan kebijakan ini akan diarahkan ke dukungan terhadap pengendalian akunting. Nah, ini terkait dengan ee prioritas akur presiden ya, Bapak, Ibu. Jadi isinya dua, yaitu peningkatan ee penggunaan ya produk dalam negeri. Kemudian yang selanjutnya adalah pengendalian. Ini dua hal yang Pak Presiden supaya ee ekonominya semakin kuat ya Bapak Ibu. Ketika penggunaan produk dalam meningkat maka permintaan ya supply demand-nya bisa menggerakkan perekonomian di suatu ee lokasi. Harapannya seperti itu. Jadi ekonominya juga semakin bergerak. Nah, ini pengilan inflasi juga penting untuk memastikan tingkat inflasi kita tidak ee apa namanya tidak meningkat secara drastis ya dan bisa kita kendalikan seperti itu. Jadi semuanya ini adalah tema-tema yang menjadi penting menjadi konsern di pelaksanaan reformasi birokrasi tematik. Nah, ee keempat tema tadi Bapak, Ibu itu tadi ya yang ada di problem hilir ini. Nah, problem hilir ini nanti yang akan menjadi cikal bakal dari pelaksanaan reformasi birokrasi apa masalah-masalah apa isu-isu apa yang memang dirasakan langsung oleh masyarakat. Nah, kalau program huru ini Bapak Ibu yang sebelah kiri ya, Bapak Ibu yang problem hulu ini adalah sebenarnya permasalahan-permasalahan yang muncul di internal kita sendiri. tata kelolaan kita. Nah, selama kurang lebih kurang waktu 10 tahun lebih ya, satu dekad lebih pelaksanaan birokrasi du kita lebih fokus di penyelesaian isu-isu hulu Bapak Ibu. Jadi di internal kita ini seringkiali kita melewatkan ee isu-isu yang seharusnya kita selesaikan seperti itu. Nah, untuk problem hulu nanti ini akan menjadi cekal bakal dari ee istilah ee saat ini kita sebut sebagai reformasi birokrasi jenderal. Jadi RB General. Jadi nanti ada dua TRK ya Bapak Ibu. RB general dan juga RB tematik. Nah RB general itu menyelesaikan isu-isu internal kita terkait dengan tata kelola pemerintahan. Nah kalau isu-isu hilir ee RB tematik itu untuk menyelesaikan atau mengakselerasi kinerja di tema-tema tersebut. Nah, harapannya melalui dua TRK tersebut bisa lebih optimal lagi, baik dari sisi perbaikan tata kelola dan juga dari sisi kinerja. Ee sekedar informasi saja Bapak Ibu untuk ee RBAL ya Bapak Ibu ini semisal ada ada program pelaksana reformasi birokrasi atau tidak ini pasti dilakukan oleh Bapak Ibu sekalian karena Bapak Ibu pasti mengelola ASN Bapak Ibu pasti melakukan pengawasan internal Bapak Ibu pasti melakukan ee merumuskan kebijakan seperti itu. Jadi suka tidak suka, mau tidak mau pelaksanaan RB General ini bakal terus dilakukan oleh Bapak Ibu sekalian. Seperti itu. Ini poin-poin penajaman ee R perform ada empat ya. Bapak Ibu bisa konsen di empat ini ya kurang lebih sekitar 80% Bapak Ibu sebenarnya sudah memahami dari perubahan romasi birokrasi yaitu pertama terkait dengan pengajan hukum setting. Nah, ee di sini kita banyak ya cukup banyak merubah indikator-indikator ya Bapak Ibu. Indikator-indikator keberhasilan pelaksanaan reformasi birokrasi. Nah, itu ada diet seperti itu. Nah, kemudian yang kedua ini ada penetapan program dan kegiatan ya Bapak Ibu ya. Nah, dulu itu problem dan kegiatannya itu ee sangat banyak ya, Bapak, Ibu. Kita ada delan area perubahan kemudian pecah lagi di ada sub ada ada program kegiatan yang di bawah-bawahnya masih ada sub-nya lagi. Jadi sangat banyak. Nah, di di roadmap yang baru ini hanya ada 21 kegiatan utama. Bapak, Ibu pun demikian. 21 kegiatan utama itu bisa jadi tidak semuanya ada di Bapak Ibu seperti itu. Jadi bisa bisa jadi ada yang cuma 20 du atau 21-nya seperti atau cuman 18 seperti itu tergantung karakteristik Bapak Ibu sekalian karena ee instansi pusat pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota tentu beda. Nah, yang selanjutnya ini fokus RB tematik untuk percepatan penisan masalah hilir. Ini salah satu strategi penting ya, strategi besar dari penajaman ini Bapak, Ibu, yaitu reformasi ee istilah baru ya, reformasi birokrasi tematik. Dari tadi sudah menjelaskan ee sekitar 10 tahun pras reformasi birokrasi, kita tadi fokus di RB generalnya sekarang kita sudah mulai move juga untuk mempertimbangkan dari RB tematiknya seperti itu. Nah, yang terakhir ini terkait dengan penajaman indikator reformasi birokrasi. Nah, ini ee dari kurang lebih ada 22 ya indikator hasil antara pelaksana reformasi birokrasi sebelumnya itu kita coba sederhanakan. Ada yang kita tidak lanjutkan, ada yang kita sinergiskan, ada yang masih berlanjut perubahan yang kemudian digabungkan seperti itu. Jadi ada beberapa ee perubahan-perubahanlah seperti itu. Harapannya apa? harapan kita tercipta sinergitas yang sebenarnya kita bersama. Nah, ini pendetailannya pendetailannya lagi ya Bapak Ibu yaitu sebelum dan setelah perubaah ee sebelum dan setelah pelaksanaan ee sebelum dan setelah perubahan ya perubahan roadmap reformasi birokrasi. Jadi tadi eh go setting-nya tadi ada tujuan dan sasaran. Dulu ada tujuannya pemerintah yang baik dan bersih. Sekarang lebih kita perluas lagi ya Bapak, Ibu yang sesuai dengan grand desain itu birokrasi yang bersih, efektif berdaya saing. Berdaya saing itu mungkin bisa setara dengan negara-negara yang lain juga bisa efektif ya mendorong pembangunan nasional dan pelayanan publik. Untuk sasaran dulu ada tiga ya, pemerintahan persiapan tabel, kapabel, dan ee pelayanan publik yang kelima dan juga ada delan harian perubahan. Sekarang tidak ada lagi 8 hari perubahan Bapak Ibu sudah jadi satu yang dimix seperti itu tidak ada sayo-sor lagi. Nah, kemudian sasarannya ini ada dua jenis ya Bapak Ibu. Sasaran RB general dan sasaran RB tematik. Nah, sasaran RB general itu ee terkait dengan tata kelola pemerintahan tadi yang digital ya, digital, efektif, lincah, dan kolaboratif. Dan kemudian yang selanjutnya ee lebih ke budayanya ini sebenarnya kita memberi ee bagi dua ya. Jadi hard elemen dan soft elemennya hard elemennya tadi di tournya yaitu pemerintahan digital dan efektif digital dan kolaboratif. Microsoft-nya itu ada di budaya kita Bapak Ibu ya birokrasi yang berakhlak dan yang profesional. Nah, untuk yang sasaran RB tematiknya ini penekanan pada penyelesaian isu-isu tematik tadi tadi ya karena yang sudah menjadi konsel Pak Presiden. Nah, ini kegiatan utama tadi ya Bapak Ibu ee yang disebut terbagi delan area perubahan kemudian dalam-dalam lagi seperti itu. Nah, sekarang kita lebih menyederhanakan menyederhanakan lagi menjadi kegiatan-kegiatan yang ee kita anggap menjadi pemungkit yang paling penting ya, Bapak, Ibu. Dan ketemulah kurang lebih 21 kegiatan utama. Nah, ini fokus pelaksanaannya tadi sebelumnya di sebelumnya itu kita masih konsern sepenuhnya di isu hulu saja general saja di an area perubahan. Sekarang kita fokus di dua hal yaitu Bapak Ibu terkait dengan isu hulu yaitu melalui RB general dan isu hilir melalui RB tematik. Ini penerajaman indikator Bapak Ibu yang sebelumnya kurang lebih ada 157 pertanyaan pemenuhan, ada 22 indikator hasil antara dan juga ada kurang lebih 102 ya peman ee pertanyaan di bagian reform. Nah, ini kita rubah kurang lebih hanya ada sekitar empat strategi dan 27 indikator hasil yang perlu Bapak Ibu kelola dengan baik. seperti itu. Ini ee penjelasan-penjelasan yang tadi juga sudah disampaikan ya, Bapak, Ibu. Kita bisa skip saja. Nah, ini gambaran umumnya ya, Bapak, Ibu. Perbandingan ke rangka evaluasi ya dari periode sebelumnya dan yang saat ini sedang kami rumuskan ya Bapak, Ibu. Jadi nanti setelah roadpap ikar sebentar lagi ya Bapak Ibu akan keluar Permenpan terkait evaluasi reformasi biro dan juga nanti ada KPEN yang menjelaskan terkait dengan ee apa namanya pedoman teknisnya lah seperti itu. Nah di sini ada kurangan yang permen sebelumnya tadi ya ada 157 pertanyaan pemenuhan, 102 pertandingan reform dan ada 22 indikator hasil antara yang tadi Bapak Ibu. Nah, ini Bapak Ibu tentu sudah familiar ya, setiap satu pertanyaan itu membutuhkan eviden yang bisa jadi sangat banyak seperti itu. Dan ini tentu ee tadi ya ee apa namanya? Akhirnya kita lebih ke sisi administrasi, dokumen seperti itu. Dan ini yang coba kita ee sangat minimalisir ya untuk periode saat ini. Dan ini hasilnya kurang lebih ee ee kebijakan yang saat ini sedang dibahas ya Bapak Ibu. Indikator penilaian ini kurang lebih ada empat strategi yang dinilai yaitu ee di RB tematik dan juga RB general dan juga 27 indikator hasil. Nah, 27 indikator hasil ini juga bisa jadi tidak semuanya ada di Bapak, Ibu karena tipenya Bapak, Ibu kan berbeda ya dengan ee instansi-instansi lainnya seperti itu. Jadi yang pusat ee ada 26, nanti yang pemda bahkan provinsi dan kabupaten kota itu bisa jadi berbeda seperti itu. Jadi kita lebih menyesuaikannya lagi. Nah, harapannya sih ee dari kalau dulu mungkin EFORD kita lebih banyak di pemenuhan dokumen ya, bagaimana kita memenuhi dokumen supaya kita bisa mengklaim suatu nilai. Nah, mungkin nanti yang heavy-nya ya di pelaksanaan reformasi birat ini adalah perumusan strategi. Perumusan strateginya dan bagaimana mengimplementasikan strateginya karena nanti strateginya ini nilainya tidak banyak Bapak, Ibu dan nanti akan langsung melihat dari ee hasil penilaian di 27 hasil indikator tersebut seperti itu. Jadi harapannya Bapak Ibu memang lebih konsen bagaimana membuat strategi seefektif mungkin supaya 27 indikator hasil ini bisa meningkat kinerjanya. Ini ada terkait dengan leading institution Bapak Ibu di road juga ada. Nah, ini bagaimana peran instansi pemerintah selaku leading institution yaitu yang membidangi ke-27 indikator hasil pelaksanaan informasi birokrasi tadi ya Bapak Ibu. Di sini ada peran-perannya. Jadi, semisal Bapak, Ibu membutuhkan informasi detail terkait suatu bidang, Bapak, Ibu bisa berkoordinasi langsung dengan instansi tersebut. Seperti itu. Nah, di sini di nomor 12 ya, Bapak, Ibu. Nah, lembaga arsif nasional ini dia sebagai leading institution-nya ya, Bapak, Ibu. Di penguatan pengelolaan arsip digital seperti itu. Dan itu menjadi salah satu dari 27 indikator hasil pelaksanaan informasi birokrasi yang menjadi unsur penilaian dalam pelaksanaan reformasi birokrasi. Jadi, misal Bapak, Ibu ingin mengoptimalkan ee nilai reformasi birokrasi, tentu ee pengelolaan arsif ini menjadi sangat penting, Bapak, Ibu sekalian. Nah, ini pelaksana reformasi birokrasi ini lebih lebih mengedepankan ya lebih mengedepankan eeitas ya antar seperti itu antara instansi pemerintah supaya ee apa namanya ee tidak kerja dua kalilah seperti itu. Kalau dulu kan misalkan di PMPRB itu di unsur penilaian ee apa namanya? di unsur penilaian terkait deregulasi gitu misalkan dulu ada banyak unsur-unsurnya seperti itu. Kemudian ada evaluasi reformasi hukum juga seperti itu. Akhirnya kita melihat dari Kementi juga menilai juga dengan terusnya kemudian dari Kumham juga menilai lagi dengannya. Nah, di sini kami mencoba mengintegrasikan akhirnya tapi melepas ya kami melepas kami tidak ego gitu. yang Bapak supaya ee di bidang-bidang yang memang menjadi ee menjadi tugas fungsi utama dari instansi pemerintah di bidang tersebut ya sudah kita serahkan ke mereka. Hanya saja mungkin kami tetap mencoba mengawal supaya dalam ee arah arah reformasi birokrasi yang sesuai dengan map gitu. Dan ini yang menjadi perbeda yang sangat besar ya Bapak Ibu pelaksanaan pelaksanaan evaluasi reformasi birokrasi periode sebelumnya dan yang nanti akan ee rilis ya dalam waktu dekat insyaallah. Kurang lebih itu Bapak Ibu yang bisa saya sampaikan ee dalam kesempatan kali ini. Apabila ada masukan atau saran ini sangat terbuka ya Bapak Ibu karena ini kan untuk kepentingan kita bersama. Saya kembalikan ke moderator. Terima kasih. Terima kasih banyak Mas Alvian untuk materi yang sudah dibagikan dan sobat ASN. Sesaat lagi kita akan bergeser ke sesi tanya jawab. Anda semua bisa menggunakan fitur rise hand atau mungkin yang bergabung melalui YouTube bisa tuliskan pertanyaan melalui live chat. Sesuai dengan tema kita hari ini, kearsipan ini memang menjadi salah satu instrumen reformasi birokrasi yang kita perjuangkan bersama. Bagaimana keterkaitannya? Kita saksikan sebuah video atau tayangan berikut ini, sebuah gerakan dan juga video terkait dengan kearsipan menuju reformasi birokrasi. [Musik] Kita bergerak bersama [Musik] untuk mewujudkan cita-cita pendiri bangsa. menggapai masa depan yang lebih baik. Dengan menggerakkan tertib arsip untuk kemajuan bangsa. Bergerak untuk birokrasi maju. Bergerak untuk sebuah perubahan transformasi digital kearsipan. [Musik] yang bergerak untuk sebuah peradaban, menjaga dan merawat memori kolektif bangsa. [Musik] arsif yang bercerita tentang masa lalu kini dan mendatang. Arsif yang terdiri dari teks, gambar maupun suara. bergerak mengalirkan sumber pengetahuan. Menerangi kegelapan. Bergerak maju. Satukan langkah. Gerakan kearsipan menuju birokrasi maju. Memori kolektif bangsa. Memori kolektif bangsa. dan peradaban unggul bersama kita bergerak [Musik] Tibalah kita di sesi tanya jawab untuk pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk di sini. Ada fitur hand yang bisa digunakan oleh penanya untuk bertanya langsung. Saya sapa dulu di sini ada Bapak Reza Syahriansyah dari Kemendak. Halo, selamat pagi Pak Reza. Pak Reza selamat pagi. Asalamualaikum. Belum terdengar sepertinya ya. Halo, Pak Reza. Coba headphone-nya dilepas, Pak. Menggunakan audio asli saja. Perangkatnya tidak usah digunakan. Takutnya ada kendala di situ. Pak Reza. Sayang sekali belum terdengar Pak Reza suaranya. Halo. Nah, kabelnya coba dicabut. Kalau headphone tuh ada kabelnya tuh. Biasanya dicabut kabelnya terus coba lagi. Halo, Pak Reza. Sepertinya ada kendala audio di sini, Pak Reza. Halo oke masih menunggu Pak Reza untuk bergabung juga ya bersama dengan kita. Saya geser dulu deh ke fitur rise hand berikutnya. Ada Bapak Indrayadi dari UIN Jambi. Wow jauh sekali Jambi. Halo Pak Indra. Mute-nya silakan dibuka, Pak. Itu kan ee diunmute ya. Silakan untuk di-unmute, Pak. Oke. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Apa kabar, Pak Indra? Baik, Bu. Alhamdulillah. Terima kasih, Bu. Jauh sekali, Pak, dari Jambi, Pak. Iya, Bu. Tertarik dengan materinya, Bu. Tertarik dengan persampingan juga nanti, Bu. Saya yakin Pak Indra ini pertanyaannya sudah ada, Pak. Tapi gantian saya dulu yang nanya ke Pak Indra ya, Pak. Oke, silakan Bu. Pak Indra sudah berapa kali Pak mengikuti kelas ASN belajar ini Pak? Ee nampaknya baru sekali ini Bu, tapi dengan yang lain baru sekali Bu. Tapi ee masuk ke WA kita. Nah, ini bagus sekali nih materinya. Jadi saya mohon izin untuk bergabung nih, Bu. Oke. Ini baru sekali. Tapi karena kelasnya seru banget, akhirnya di kelas-kelas berikutnya wajib ikut ya, Pak. Ya, insyaallah, Bu. Ya, insyaallah, Bu. Sangatsangat mengharapkan sekali, Bu, untuk dapat diundang kembali, Bu. Amin. Semoga kelasnya juga terus ada. Baik. Eh, Pak Indra, ada pertanyaan untuk Pak Alvian. Apa nih pertanyaannya, Pak? Silakan. Oh, iya. Terima kasih, Bu I. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Ee terima kasih ee Ibu ee Pak mungkin e saya tertarik sekali dengan reformasi birokrasi. Saya juga pernah menjadi pelaku dalam ee mengikuti kegiatan-kegiatan reformasi birokrasi. Kebetulan sejak tahun 2022 eh 2221 saya dilantik sebagai seorang ASI Paris. Nah, saya ingin penajaman terkait dengan materi dan pokok kita materi pada hari ini. Mohon ee penjelasan lebih detail lagi tentang reformasi birokrasi di bidang kearsipan tuh, Pak. Kalau bisa kita bedah LKA-nya apakah sudah sesuai dengan keadaan sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Direktur kita pagi tadi bahwa ke depan ini ee Andri sudah mereformasi ee kearsipan dari biasa manual menjadi digitalisasi, Pak. Jadi mohon pencerahan Bapak pagi hari ini tentang terkait reformasi birokrasi di bidang kearsipan, Pak. Terima kasih, Pak. Eh, oke, langsung saja Mas Alv. Reformasi birokrasi sesuai dengan pertanyaan yang disampaikan Pak Indrayadi. Oke. Baik. Eh, terima kasih Pak Indra ya ee atas pertanyaannya. Nah, ini tentu sepertinya ini jadi pertanyaan seluruh arsiparis ya yang mengikuti acara ee dalam ee sesi pagi hari ini ya Bapak ya. Nah, ee memang terkait dengan ee kearsipan ini ya Bapak Ibu. Kalau di sisi kami ya sebenarnya ee ini salah satu ya dari sekian banyak indikator hasil yang jadi penilaian reformasi birokrasi yang nampaknya salah satu yang paling siap di antara yang lainnya seperti itu. Jadi sebenarnya kami sangat berterima kasih sekali ya kepada lembaga admin ee lembaga ya kepada arsip nasional Republik Indonesia ini ya. Bagaimana kemudian dia langsung bisa menyesuaikan ya kebijakan ee evaluasi atas penyelenggaraan ASIP. ke kebijakan kami yang baru seperti itu. Jadi waktu dulu kami inisiasi dengan ee Andri ya Bapak Ibu ee dulu memang belum ke arah yang digitalisasi seperti itu. Dan kemudian pada saat kami menyusun roadmap itu kami juga melakukan diskusi ya alhamdulillahnya visinya sama yaitu visinya terkait dengan digitalisasi tersebut seperti itu dan itu menjadi key poin utama ya dari pelaksanaan arsif digital ee saat ini seperti itu. Nah, kemudian bagaimana kemudian ee pelaksanaan reformasi birokrasi di kearsipan seperti itu. Nah, sementara untuk tools-nya sebenarnya kami ee sepenuhnya menggunakan tools hasil evaluasi dari apa yang dilaksanakan oleh Andri. Dari situ tentu ada komponen-komponen yang perlu dipenuhi ya, perlu dipenuhi untuk memastikan ee arsif itu pengelolaannya bagus terutama terkait dengan arsif digital. Nah, harapannya dari ee ee kegiatan utama ya dari 21 kegiatan utama yang ada di roadmap itu salah satunya adalah terkait dengan arsif tersebut. Nah, nanti setelah arsif tersebut ee kegiatan utamanya menjadi salah satu pilihan kita di tahun ini gitu misalkan, kita kemudian bisa membreakdown-nya ke rencana aksi. Nah, rencana di rencana assi itu kita bisa kemudian mendetailkan ya mendetailkan kira-kira kelemahan kita dari penilaian arsif sebelumnya itu di sisi apa. Jadi kita bisa fokus di kekurangan-kekurangan kita seperti itu. Kekurangan kita seperti apa. Kemudian nanti kita bisa melakukan strategi untuk meningkatkan kira-kira di unsur komponen itu bisa meningkatkan ee komponen itu seperti apa. Jadi kita bermainnya di strategi. Strateginya bagaimana? kemudian meningkatkan nilai diat komponen supaya indikator dari arsif digital ini bisa terpenuhi seperti itu. Nah, itu kalau dari sisi penilaian ya, Bapak, Ibu ya. Jadi ee dari 21 kegiatan utama itu nanti Bapak Ibu bisa memilih salah satu ee memilih ada ada terkait ars di situ. Kemudian kita m-breakdown-nya lagi kira-kira di indikator tersebut kurangnya kita di apa. Nah, dari kurangnya di apa itu kita kemudian menentukan strateginya supaya supaya bisa mengeksplorasi lagi ya itu kira-kira kurangnya di bagian apa. Nah, itu kita bisa merumuskan kegiatan-kegiatan atau rencana aksinya. Rencana aksinya apa? kita rumuskan supaya rencana aksi yang kita buat itu semakin efektif seperti itu. Nah, kalau dari sisi ekspektasi ya, Bapak, Ibu terkait dengan ee arsif ini sebenarnya sejauh ini sudah sesuai ekspektasi ya, Bapak, Ibu ya. Jadi ee arsif ini sudah diarahkan ke digital seperti itu. Sudah diarahkan ke digital dan juga ee kalau bisa sebenarnya ya sebenarnya harapan kami juga bisa sampai ke mengukur hasilnya Bapak Ibu sekalian. ee misalkan ee apa namanya? Sebelumnya sebelumnya itu proses bisnis ketika tidak ada tidak ada arsif digital itu berapa lama? Dan setelah setelah kemudian melakukan digitalisasi arsif itu kemudian akselerasi akselerasinya berapa lama? Nah, itu sebenarnya kan sudah mengukup dampaknya ya Bapak, Ibu ya. Misalkan tadinya kita manual harus jalan dulu kasih surat ke sini ke situ, disposisi seperti itu. Nah, ketika dengan digital itu arsiparsip itu yang harusnya ee apa nam bisa bergerak secara otomatis itu bisa dipercepat seperti itu. Dan juga mungkin ee bisa terkait dengan ee misalkan kita butuh arsip tertentu seperti itu, kita bisa mencarinya secara cepat. responnya kira-kira berapa lama seperti itu. Kalau dulu kan oh ya cari dulu di blok mana, rak mana seperti harus dicari. Tapi ketika arsif digitalnya sudah oke, oh saya butuh arsif ini, tanggal ini, terkaat ini, langsung klik saja sudah jadi gitu, sudah ada. Nah, itu tentu sangat mempercepat birokrasi ya sebenarnya Bapak, Ibu ya. Itu beberapa ekspektasi ya sebenarnya yang ee dari kami harapkan ya. Jadi memang tidak hanya misalisasi arsifnya saja, tapi itu nanti dampaknya besar Bapak, Ibu sampai ke dampak-dampak tadi, percepatan birokrasi, percepatan proses bisnis kita, seperti itu. Itu sih, Pak ee apa namanya sejauh ini yang ee ekspektasi dan terkait dengan penilaian ya terkait dengan ee arsif ya Bapak seperti itu. Baik, Pak Indraadi. Semoga sudah cukup ini ya, Pak ya, jelas penjelasan yang diberikan oleh Mas Alvian. Bagaimana ee terkait dengan jawaban Bapak dan pertanyaan Bapak. Oke, terima kasih banyak Pak Indrayadi. Dari Pak Indrayadi saya bergeser lagi ke pertanyaan yang berikutnya. Ini pertanyaan yang akan disampaikan oleh Pak Joni dari Disper Kim Hop Sumenep. Ah, ini enggak kalah jauh nih Sumenep. Halo. Halo, Pak Joni. Pak Joni mendengar suara saya. Selamat siang. Suara saya terdengar jelas, Pak, di sana? Jelas, Bu. Ini kali ke berapa, Pak, mengikuti kegiatan ASN belajar, Pak? Ee saya ngikutin kebetulan sudah berapa kali ya? Mungkin sudah puluhan kali. Sudah puluhan kali. Luar biasa. Gimana nih, Pak? Puluhan kali mengikuti kegiatan ASN belajar mana yang paling berkesan? Ee saya berkesan itu pas pertama kali dapat kesempatan untuk pertama kali bertanya. Itu yang sangat berkesan yang saya ngikuti dan materi-materinya sangat bagus sekali, Pak. Jadi sangat berguna bagi saya untuk menambah wawasan dan juga menambah ilmu sangat berguna dan juga menambah wawasan. Boleh kita berikan tepuk tangan. Terima kasih banyak, Pak, untuk ini statement yang sudah diberikan hari ini. Pak Joni. Ada pertanyaan untuk Pak Alvian? Silakan, Pak, ajukan pertanyaannya. Siap. Siapsap. Terima kasih atas waktunya. Eh mungkin ini ada sotnya dengan apa yang disampaikan oleh Pak Dr Imam tadi sebagai kepala Andri ya. Beliau menyampaikan bahwa dengan adanya arsif-arsif yang sudah mengarah ke digitalisasi itu sangat bagus untuk bisa menghemat anggaran. Berapa banyak arsif yang berupa kertas sudah bentuk digitalisasi. Nah, eh saya juga ada unek-unek ini masalah arsif digital. Mungkin Mas Alan bisa memberakan atau solusi maupun selanjutnya terkait dengan arsif digital. Mungkin dari awal perencanaan kita sudah berusaha untuk list ya. Jadi sebenarnya kita juga berusaha untuk mengurangi kertas untuk terus juga untuk kemudahan dalam ee apa namanya mencari arsif tersebut pada saat kita dibutuhkan karena dengan digital itu sangat cepat aksesnya. yang menjadiak-unek saya Masan ya. eh pada saat kita menerapkan digitalisasi tersebut, dokumen dari bentuk digitaldigital, tapi pada saat SPJ-nya kita malah banyak kertas yang dibutuhkan terutama sampai dengan pada saat pemeriksaan oleh Inspektorat dan juga BPK ini yang belum belum bersinergi dari dari ujung hingga akhir mungkin dari PAN R ada solusi itu yang menyatukan visi dan misiupan FB Mendagri dan juga mungkin BPK gitu ya. Apakah dimungkinkan bentuk pemeriksaannya juga dalam bentuk digital gitu? Oke, terima kasih banyak Pak Joni untuk pertanyaan yang sudah diajukan. Saya geser lagi ke Mas Alvian. Mas Alvian artinya kalau bisa digitalisasinya ini tidak hanya kearsipannya tapi seluruhnya termasuk saat ee melakukan pemeriksaannya Mas. Monggo, Mas, untuk dijawab. Eh, oke. Eh, baik, terima kasih, Pak. Ini pertanyaannya sangat ini ya e krusial ini sebenarnya, Pak. Seperti itu. Terima kasih. Ini juga e nanti jadi bahan kami yang di terlaksana ee jadi ee bahan kami ya. Kebetulan kan kami ee saya termasuk ee bagian dari perumus kebijakan ya, reformasi birokrasi ya. Jadi, ini menurut saya sih sebuah masukan yang sangat baik ya. Saya tidak bisa menjawab saya sebagai Andri ya, Bapak ya. Tapi saya hanya bisa menjawab saya sebagai salah satu perumos kebijakan reformasi birokrasi. Untuk ini sangat ee sangat Pak seperti itu karena ini memang ee dulu waktu pembahasan roadmap ya, roadmap reformasi birokrasi kami juga ee sangat konsen terkait dengan hal tersebut. Ee di beberapa negara itu memang ee auditnya itu sudah audit digital ya Bapak, Ibu ya. soalnya bahkan mereka juga sudah ada namanya itu lab forensik. Forensiknya itu forensik digital. Jadi di situ ee apa namanya? Ee audit ee auditnya itu bisa memastikan keapsahan suatu dokumen itu secara digital. Nah, itu tentu ee apa namanya? Jadi semisal kita ingin menerapkan digital, berarti kita juga harus ee merumuskan sistemnya seperti itu. Sistemnya yang kuat untuk bisa memastikan bahwa ee yang sudah itu memang benar-benar absah seperti itu. Keapsahannya bisa terpenuhi. Karena kalau yang digital sekarang kan ya, Pak ya kan itu bisa ee manipulatifnya banyak sekali gitu kan. bisa Photoshop, bisa dengan AI seperti itu, bisa bayar orang seperti itu, bisa double scan seperti itu. Banyak sekali ya. Nah, untuk memastakan memastikan itu tidak terjadi, kita bentuk sistem. Nah, salah satu sistemnya tentu ee mungkin sekarang juga sedang ee apa namanya? Sudah mulai ya diinisiasi ya itu kan berarti kan berangkat dari perencanaannya dulu ya, Pak. Jadi perencanaan sudah terintegrasi ini sudah mulai terintegrasi Krisna dengan Sakti sudah mulai terintegrasi sistem pelaporannya mungkin ke depannya seperti itu bisa terintegrasi juga ya berpenas seperti itu misalkan dengan KemenQ seperti itu bisa terintegrasi nanti berarti pelaporannya kanigitalisasi seperti itu. Nah, saya sih sebenarnya sepakat ya, bagaimana kita bisa ee fully digital seperti itu, tapi tentu butuh sumber daya dan yang cukup banyak seperti itu. Dan ini saya rasa masukan yang sangat baik. Ini saya catat ya, Pak ya. Nanti semoga semisal ada kesempatan depan ee terkait dengan arah ke reformasi birokrasi mungkin ini menjadi salah satu masukan penting bagi kami. Terima kasih ee Pak Joni ee atas pertanyaan dan masukannya. Terima kasih. Terima kasih banyak, Pak Joni untuk masukan yang sudah diberikan. Tadi juga sudah digaris bawahi oleh Mas Alvian bahwa itu juga menjadi harapan seluruhnya ya. Tapi ada hal-hal krusial juga yang perlu diperhatikan dan juga dipersiapkan. Terima kasih sekali lagi Pak Joni. Dari Pak Joni saya geser lagi ke penanya berikutnya. Di sini ada Bu Ika dari DPUR Kabupaten Pacitan. Halo, Bu Ika. Selamat pagi. Pagi. Asalamualaikum Ibu. Wajahnya belum muncul. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kelihatan apa kabar? Alhamdulillah sehat. Gimana Mbak kabarnya? Sehat semuanya di sana? Alhamdulillah sehat Ibu. Terima kasih sudah ditanya kabarnya. Bu Ika ini ee kali ke berapa Ibu mengikuti kegiatan ini, Bu? Ee sebenarnya ini sudah yang kesekian kalinya Mbak. Cuman yang bisa nyambung baru baru nyambungnya baru sekarang. selebihnya lewat YouTube dan kebetulan kok alhamdulillah bisa langsung nyambung terus bisa komunikasi dengan Masrian juga yang dari Kemimpan RB dengan host-nya juga matur nuwun yang selama ini kami bisanya lewat YouTube Mbak. Oke. Biasanya cuma nonton tayangan ulang ya Bu ya enggak live ya. Baik. Karena enggak bisa nyambung. Sudah kita mesti terlambat, Mbak yang di Pacitan itu kebanyakan. Senang banget berarti hari ini, ya, Bu, ya? Iya, terima kasih sekali. Jih. Oke. Eh, baik Bu Ika, ada pertanyaan yang ingin diajukan ke Mas Alvian, silakan. Oh, giih terima kasih Mbak. Eh begini, Mas Alvian. E untuk salah satu indeksnya yang reformasi birokrasi yang tematik menika kan ee mengenai digitalisasi administrasi pemerintah, Mas. Nggih. Padahal di kalau yang yang kita kalau flashback yang beberapa tahun kemarin kalau untuk RB itu identik dengan tumpukan dokumen Mas. kami kalau misalnya mengerjakan untuk menyelesaikan penilaian PMRB meniko pasti identik dengan dokumen yang menumpuk. Harus kita PDF dulu terus ee kita kita kirim lewat link yang dulu itu, Mas ya. sekarang kan sudah sudah ee dengan adanya ee perubahan yang harus mengarah yang ke tematik ini memang sudah ada ee sedikit mengurangi mengurangi untuk ee berkas-berkas itu. Namun yang di sini kan ada untuk indeksnya itu kan ada ee instrumen salah satu instrumen penilaian RB itu kan masalah penyelenggaraan keasipan itu memang yang di kami di kami itu memang menjadi ee salah satu permasalahan juga Mas untuk masalah kearsipan itu. Jadi kami ini kan juga ee mengingat kegiatan banyak juga harus ada secara papless juga harus ada. itu yang kami ee ada mengalami kesulitan Mas untuk mengatur seperti itu. Karena dari tahun ke tahun kan se otomatis untuk dokumen itu kan sudah menumpuk dan kami kita kesulitan untuk mengatur itu untuk kearsipannya itu kita memang ee ada kendala di situ gitu. Di sisi lain di ee di yang menangani kearsipan sendiri juga ee sudah kewalaan juga untuk menangani itu. Terus mungkin ada kiat-kiat dari Mas Alvi Mas untuk ya untuk perbaikan di Kabupaten Pasitang gimana implementasinya? gimana ee kalau khususnya di kami di PUPR sendiri itu ngih dengan dokumentasi yang segitu banyaknya nggih atau mungkin ee kebetulan saya sendiri dulu juga pernah menangani yang di pengawasan juga apa mungkin ada hubungannya dengan SPIP itu harus di harus di apa nggih ee mungkin mungkin bisa menjadi salah satu indeks juga nggih untuk di setiap kabupaten kabupaten kota itu mungkin gimana Mas Alvian? Ng terima kasih banyak Bu Ika untuk pertanyaan yang sudah diajukan. Langsung saja Mas Alvian untuk dijawab. Oke. Baik terima kasih ee atas pertanyaannya Bu Ika ya dari panitan. I ee jadi tadi ada beberapa pertanyaan sebenarnya ya Bu yaitu ee apa namanya? Mungkin saya jawab yang gampang dulu ya. Jadi terkait dengan SPIP. Nah, STIP dia sudah masuk juga, Bu, di salah satu dari 21 kegiatan utama itu dia sudah masuk di situ. Jadi, memang STP juga masuklah seperti itu. Nah, kalau terkait dengan ee strategi ya, strategi bagaimana mengimplementasikan penyelenggaraan kearsipan digital ini dengan beban kerja tinggi dengan apa namanya file-file yang sudah ee apa namanya ee dari tahun-tahun sebelumnya tertumpuk. itu membutuhkan proses yang ee apa namanya sangat ee apa namanya proses yang tidak sederhana seperti itu. Iya. Tapi ee saya pernah ini ya, Bu ya, jadi evaluator pembangunan integritas juga ya Bapak Ibu ya. Nah, di situ kebetulan saya ketemu dengan salah satu tipe yang dia harus mendigitalisasi arsif-arsifnya. Betul. Di salah satu porting di pajak. Nah, Bapak Ibu bisa bayangin itu SPT dulu yang dulu itu berjuta-juta itu dulu manual. Nah, itu prosesnya dia melakukan digitalisasi di situ. Nah, di situ dia ee melakukan dua pendekatan IB. Dan menurut saya sih sangat bagus, sangat bagus ya. Tapi ini ee tidak sakit ya. Jadi nanti di unit jadi tidak seperti itu. Ada cara lain. Nah, yang pertama ya pendekatan yang saya bilang sih sebenarnya kerja radi. Jadi karena mau enggak mau itu harus dian seperti itu. Nah, sekarang pertanyaannya adalah bagaimana kita ee supaya kita tidak repot ya supaya tidak repot. Nah, kalau kalau dia kalau dia itu menggunakan jasa pihak ketiga. Jadi, pihak ketiga itu ee dia ee ditugaskan khusus untuk mendigitalisasi seluruh arsif-arsif sudah ada di sampai itu ee ketat, Bu. Jadi, ketika masuk ruang aset, dia tidak boleh bawa handphone, terus dicek semuanya seperti itu. Dan kualifikasinya kan tidak perlu yang mumpuni ya. Jadi mungkin biayanya bisa ditekan seperti itu. Jadi setelah dicek badanya semuanya kemudian dia sudah memproses arsnya gitu. Jadi kita bekerja kemudian yang pekerjaan-pekerjaan minor itu sudah ada yang mengerjakan seperti itu. Atau misalkan mau mengoptimalkan ee rekan-rekan yang PKL gitu misalkan kalian belajar gitu bisa juga seperti itu. Itu malah apa namanya ee win-win ya. kita dapat ee tenaga terus yang PKL atau magang dia dapat pengalaman kerja. Jadi sama-sama ada benefitnya di situ ya. Nah, itu ee apa namanya? Pendekatan pertama ya. Jadi mau enggak mau memang harus dian gitu kan. Tapi scannya gimana? Tentu ada pendekatan-pendekatan yang mungkin bisa ee lebih efektiflah seperti itu. Nah, pendekatan yang kedua Bapak Ibu. Nah, ini sebenarnya kita mulai membenahi dari posisi saat ini ketika ee melakukan pengarsipan seperti itu. Jadi, akhirnya maksud saya yang sudah numpuk ya sudahlah numpuk seperti itu. Tapi jangan sampai yang setelah numpuk ini ada yang numpuk-numpuk lagi seperti itu. Jadi kita perlu merumuskan mekanisme kerja atau proses bisnis ketika arsif itu jadi harus diapakan perlakuannya supaya jadi tidak nutup apakah masuk langsung dican atau dari awal kita sudah menginput digitalisasi gitu tidak perlu e dokumen fisik lagi. Nah itu tergantung tadi ee seberapa penting sebuah dokumen fisiknya di di PUPR itu. Nah, ini tentu butuh ee telaah lebih lanjutlah harus memilah mana yang cukup digital saja cukup, mana yang memang dia harus fisik ada seperti itu. Nah, nah ini kalau pendekatan yang kedua ini agak sedikit lebih mumet karena kita harus mikir bagaimana toolsnya gitu seperti apa, mekanisme kerjanya seperti apa supaya ya itu jadi yang sudah numpuk ya sudah yang selanjutnya jangan sampai numpuk gitu. Mungkin itu sih, Bu, ya. Sedikit gambaran ya, beberapa unit yang sempat saya datangi ee apa namanya? mengakselerasi ya ee proses digitalisasi tersebut. Seperti itu. Kurang lebih seperti itu. Eh, Bu yang bisa saya jawab. Baik, terima kasih banyak Mas Alvian untuk jawaban yang sudah diberikan. Semoga cukup Bu ya menjawab dari pertanyaan yang Ibu ajukan Bu Ika. Oke. Iya, terima kasih, Mbak. Terima kasih. Sehat-sehat semuanya. sehat-sehat juga untuk Ibu. Waalaikumsalam. Terima kasih, Bu Ika. Lalu juga tadi ada Pak Joni dan Pak Indrayadi. Jangan lupa untuk konfirmasi ya ke alamat ee kontak person 082119411. Jadi ee silakan dikontak di 082119411 untuk tiga penanya yang tadi sudah bertanya langsung ke Mas Alvian. Mas Alvian terakhir sebelum menutup jumpa kita kali ini boleh eh memberikan closing statement sedikit atau tips-tip dan juga pesan-pesan kepada sobat ASN yang hari ini menyaksikan. Silakan, Mas. Oke. Ee terima kasih ee atas kesannya. Ee kami sih kami sangat mengapresiasi ya adanya acara ini ya Bapak Ibu sekalian ini suatu wadah yang sangat ee bagus ya ee dalam kita ee share kebijakan seperti itu dalam nuansa yang tidak kaku bisa berinteraksi langsung ituu ee hal-hal yang positif ya ini bisa menjadi ee bahan mungkin di provinsi lain atau di kementerian lain dalam melakukan ee apa namanya diseminasi atau sosialisasi kebijakan. Nah, ini saya juga berterima kasih kepada penyelenggara ya dari Jawa Timur yang telah ee membantu kami ya dalam melakukan semakin menyebarluaskan kebijakan terbaru kami terkait pelaksanaan reformasi demokrasi. Nah, untuk rekan-rekan ASN sekalian juga terima kasih sudah ee mengikuti acara ini. Nanti juga masih ada di sesi dua ya. ee saya tidak ee berhenti-sentingnya mengingatkan bahwa reformasi birokrasi itu bukan milik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi birokrasi saja, tapi reformasi birokrasi itu adalah milik kita bersama Bapak, Ibu untuk bisa mengoptimalkan kinerja kita tersebut. kurang lebih seperti itu. Ee saya mohon maaf apa ee sepanjang waktu ini atau penyampaian kami ada yang kurang ee mohon maaf sebesarnya dan ruang ruang saran dan ruang ee masukan saya selalu membukanya Bapak Ibu semisa Bapak Ibu ee ada yang ingin disampaikan silakan saya buka atas ee hal-hal tersebut. Kurang lebih seperti itu. Saya kembalikan ke moderator. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak, Mas Alvian. Ramai banget, Mas, di sini 5.000 orang dengerin. Terima kasih banyak sudah memberikan materi yang luar biasa. Semoga banyak ilmu-ilmu yang diserap oleh sobat ASN yang di mana ini juga bisa membawa keberkahan tersendiri untuk Mas Alvian. Sekali lagi terima kasih banyak, Mas Alvian, semoga enggak kapok menjadi narasumber kami. Baik, Sobat ASN di mana pun Anda berada. Kalau tadi kita sudah mendengarkan materi yang diberikan oleh Mas Alvian, tetap bersama kami karena sesaat lagi kami akan menghadirkan untuk Anda narasumber yang kedua. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. Selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. menjadi ASN berakhlak mulia, siap menyongsong Indonesia emas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia tukang tekad pantang menyerah jadi ASN berkualitar [Musik] sama [Musik] kita di sesi yang kedua. Sesaat lagi saya akan mengundang beliau adalah Kepala Asosiasi Arsiparis Indonesia, Bapak Dr. Andi Kasman, S. M.M. [Musik] Halo. Asalamualaikum, Pak Andi. Apa kabar? Halo, Pak Andi. Suara saya terdengar di sana? Terdengar. Terdengar, Pak. lagi gimana Pak? Saya lagi baik lagi perjalanan e Pak sebentar lagi Bapak akan memberikan materi. Ini seputar apa, Pak? Materi yang akan dibagikan untuk sobat ASN. Jadi saya diminta untuk ee memberikan sifat. Baik kalau kita iya [Musik] untuk masa depan. Baik, Pak Andi Kasman. Kalau gitu langsung saja saya persilakan Anda untuk memberikan materi, Pak. Monggo, Pak. Dengan Ibu siapa ini? Saya Aulia, Pak. Oke. Baik, saya secara sendiri atau saya atau ada untuk materinya, Pak? Mau dibantu oleh teman-teman di sini? Boleh, boleh, boleh. Oke, kami bantu dari sini, Pak, ya. Sebentar kami mohon waktu coba ditampilkan, Teman-teman. Oke, sudah muncul, Pak, ya. Ya, siap. Siap. Waktu dan tempat disilakan Pak Andi. Baik, terima kasih. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullah. Selamat pagi. Salam. Baik Bapak dan Ibu peserta webinar saya belajar ee dengan penyeleng sebagai instrumen penyelenggarakan oleh Badan Pengembangan 19 akan jnya berorientasi lanjut apa? Lanjut lanjut ini, Pak. Suara Bapak putus-putus di sini, Pak. Kami mendengarnya ee terputus. Lanjut. Lanjut, Bu. Oke. Coba dilanjutkan kembali ya, Pak. Nanti kalau suaranya mulai terputus-putus lagi, kami akan ingatkan kembali. Silakan, Pak Andi. I atau gini aja saya aja yang share ya. Boleh, boleh, Pak. Silakan. Monggo Bapak sendiri yang share materinya. Iya, silakan. Baik. Saya perkenalkan diri ya dalam hal ini sekarang sebagai ketua bukus nasional hari-hari saya masihional terakhir ya saya akanembahasan dalam pertama Maaf. Yang kedua, Gasi. Yang ketiga, GR3. Mari kita masuk baru eh saya bahwa penyeleng itu dilaksanakan berdasaritas aset bagaimana dalam undang-undang yang pertama yang kedua harus berb autentik dan keter bisa mendengar e bahasan karena banyak sekali sesi yang harus di sejatinya harus ada ya boleh hoa itu di sini itu berdasarkan pada tiga aspek ya. Yang pertama aspek konteks dan aspek konten salah satu saja yang apa sesuai mengatakan harus kalau dulu ya kalau sekarang tidak otentur [Musik] Kemudian asas kebutuhan yaitu bahwa arsibit penyelenggarang kefan harat kapan. Jadi keutuhan di sini harus lengkap. Jadi harus dari usaha perangan, penambahan dan pengubahan informasi maupun fisiknya yangutentik. [Musik] Jadi dalam konteks SPB hari ini itu Sat Elektron itu sangat ee pengaruh ya dari persoalan [Musik] corruption dan val ini yang diasung dengan Tuhan suatu itu adalah dalamas itu bahwa asas ini arsi terkelola dalam tujuan yang dan disebut dengan tidak arsi dari pencipta lain sehingga melengkap indeks [Musik] yang adalah berdasarkan asasan asli jadi arsib itu harus sesuai dengan arsi yang Nah, gitu. Lanjut yang [Musik] berasasan, kemudian asas keprofesional yang sumber daya menengani ini adalah profesion pertama adalah para [Musik] itu profesional. Jadi ee arsif-arsif ee atau dokumen-dokumen menumpuk itu kalau tidak diul atau itu sangat berdampak nanti pada saat pada saat diakses oleh publik ya. Jadi harus profesional delapan keresponsifan harus responsif. Yang kesembilan adalah keantisipasi antisipatif. Yang ke-10 adalah akun. Selanjutnya adalah asetfaatan dan aksek akses dan untuk Bapak, Ibu yang saya hormati.Ades ases ini haruskan dalam penyelenggaraan. Oke. Baik, kita apa yang dimaksud. Jadi sebagaimana dalam tadi atas Pakman terputus, Pak suaranya. Boleh cari sinyal yang lebih baik, Pak. terputus dengan Pak Andi Kasman padahal kami ee sedang ini ya mendengarkan materi yang beliau berikan. Kami akan coba kembali kontak ke Pak Andi Kasman ya agar terhubung kembali agar beliau juga bisa kembali memberikan materi kepada kita semua. Bapak Dr. Andi Kasman, S. M.M. Kepala Asosiasi Arsiparis Indonesia atau AAI. Di sini juga kami kembali memberitahukan kepada seluruh sobat ASN ada link presensi yang kami mohon untuk diklik linknya. Itu juga tertera di layar kaca bit.l/h hadir kearsipan. silakan untuk diklik linknya untuk mengisi presensi dan kami mohon untuk mengisi data presensi tersebut dengan data yang benar sesuai dengan data diri Anda. Karena itu nantinya akan dicetak sebagai penerbitan e-sertifikat dan juga tidak bisa direvisi. Oke, kami juga masih terus menunggu Pak Andi Kaspan bergabung kembali bersama dengan kita semua di sini. Semoga seluruh sobat ASN juga terus semangat mengikuti kegiatan ini ya. Karena setiap kegiatan ee belajar ini kami memilih ee para sobat ASN untuk mendapatkan merchandise eksklusif. Ini merchandise-nya ada tas laptop, lalu juga ada power bank, ada jam, meja, lalu juga ada t-shirt. Merchandise ini bisa didapatkan oleh Sobat ASN dengan cara aktif sebagai penanya. Jadi, silakan disimak dengan baik materi yang diberikan lalu juga aktif bertanya. Entah itu menggunakan fitur raise hand atau mungkin menggunakan fitur chatbox. Di mana Sobat ASN ini juga bisa mengikuti kegiatan kuis di official Instagram BPSDM Jatim dan juga WPro Communication. Kami kembali coba mengontak eh terhubung bersama dengan Pak Andi Kasman. Halo, Pak Andi Kasman. Baik, sambil kita menunggu kehadiran Pak Andi Kasman, kita saksikan bersama-sama sebuah video persembahan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Timur. [Musik] Audio Jungle. Sejak lahir hingga meninggal, manusia telah diajarkan menciptakan arsib. Ada akta kelahiran hingga akta kematian. Arsib memiliki peran sangat penting dalam setiap aspek kehidupan manusia. arsif sebagai pusat ingatan atau memori dan warisan unik yang tak tergantikan. Arsib sebagai alat bukti yang akuntabel. Oleh karena itu, arsif yang tidak dikelola dengan baik akan menyulitkan pengguna dalam memanfaatkan informasi sumber arsif. Salah satu sistem dalam pengelolaan arsip statis yang diinisiasi oleh arsip nasional Republik Indonesia adalah sistem informasi kearsipan nasional. [Musik] Sistem informasi kearsipan nasional yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur sejak tahun 2017 merupakan simpul jaringan yang berpusat di Arsi Nasional Republik Indonesia. Sampai saat ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur telah menghasilkan finding ID atau alat temu balik sebanyak 144 inventaris, 11 gait, dan 21 naskah sumber arsif. [Musik] Sebelum arsif-arsif tersebut dipublikasikan dalam CIKN, dilakukan digitalisasi atau alih media. Arsif-arsif yang telah dialih mediakan dilakukan editing dan kontrol kualitas hasil alih media serta dilakukan pemberian watermark. Di tahun 2019, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur melakukan uji coba pengelolaan SKN secara mandiri dengan alamat sikn.jatinprob.go.id. Sampai dengan April tahun 2023, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur telah melakukan entry dan publikasi arstatis sebanyak 71, R0.500 item atau nomor aset, dan 8.500 lebih kopi digital. [Musik] Mulai tahun 2023, Dinas Perpustakaan dan Keasipan Provinsi Jawa Timur mencoba mengaplikasikan atum versi terbaru, yaitu versi 2.7 update dari versi 2.6 yang sebelumnya digunakan untuk operasional saat ini. Sistem informasi kearsipan Jawa Timur sangat membantu kegiatan penelitian yang saya lakukan. melalui SIKN saya dapat dengan mudah mencari segala macam informasi mengenai topik penelitian yang saya teliti dengan cepat. Sistem informasi kearsipan Provinsi Jawa Timur sangat membantu saya dalam mencari arsif untuk penelitian saya. Semestinya aksesnya mudah, cepat, dan gratis. Terima kasih. Semangat kami ingin menyediakan layanan akses informasi arsip yang murah, mudah, dan cepat bagi pengguna dari manapun. Semoga simpul jaringan informasi kearsipan Provinsi Jawa Timur selalu bernilai lebih bagi peradaban bangsa ini. [Musik] Sebagian besar dari kita tentu sudah paham apa itu arsip. Ya, arsip sebenarnya sudah melekat dalam kehidupan kita sejak lahir hingga meninggal dunia. Bentuknya mulai dari akta kelahiran, surat kelulusan pendidikan berupa sertifikat ataupun ijazah, surat keputusan pengangkatan pegawai ketika sudah bekerja, buku nikah dan kartu keluarga saat memasuki jenjang perkawinan, hasil rekaman medis ketika sakit hingga surat kematian. Arsip ini tentu tak sebatas merekam kehidupan individu. Keberadaan suatu organisasi, perusahaan, hingga negara juga tak lepas dari arsip. Bagi sebuah organisasi ataupun perusahaan, arsip merupakan landasan dalam menjalankan operasional kerja. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Arsip merekam kegiatan dan peristiwa peradaban suatu bangsa. Lalu apa sebenarnya definisi arsip itu? Menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, Arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sebenarnya arsip tidak hanya berupa lembaran kertas, tetapi juga bisa lembaran peta, dokumen arsitektural, foto, dan film, ataupun rekaman suara. Pada perkembangannya, arsip juga meliputi arsip elektronik, yakni arsip yang diciptakan, dibuat atau diterima, dan disimpan dalam format elektronik. Yang jelas arsip merupakan data dengan karakteristik unik yang harus terjamin keautentikan, keabsahan, kepercayaan, kelengkapan, dan kegunaannya yang harus dikelola secara utuh dan lengkap. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009, penyelenggaraan kearsipan secara nasional menjadi tanggung jawab Lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia atau [Musik] lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden ini bertugas melaksanakan pembinaan kearsipan secara nasional terhadap pencipta arsip tingkat pusat dan daerah, arsip daerah provinsi, arsip daerah kabupaten atau kota dan arsip perguruan tinggi negeri. Selain itu, guna meningkatkan mutu penyelenggaraan kearsipan nasional, Andri juga berkewajiban melakukan penelitian sobat ASN. Kita kembali terhubung bersama dengan Pak Andi Kasman. Halo, Pak Andi. Baik. Nah, kalau ini sudah sangat jelas sekali. Terima kasih sudah kembali bergabung di sini. Silakan, Pak, untuk melanjutkan materi yang sudah Anda berikan tadi. Siap. Siap. Tadi Iya. Oke. Jadi mohon maaf Bapak sekarang terlentang baik. Apa itu? Apaan kerangka? Jadi sebagai itu kebijakan di bidang pembinaan dan pengsi dalam suatu sistem nasional yang di sumber daya bisa ee keran, sistem, sasaran sumber daya sosial ya tentang arsif ada dua ya adais dan ada tadi harus 13 asas asas oke yaut bagaimanaars ee tahun sebagai salah satu dasar kita untuk melihat pengawasan kementerian lembaga iniatan baik bahkan ada yang sangat ya. Jadi masih di tingkat ini masih ada tiga ee yang masih ee cukup dan kurang ya kalau dulu disebut buruk ya. K juga pada pengawas itu masih ada ee sembilan sembilan produksi yang di apa ya cukup kurat. Nah, ini masalah ya. ini ee darurat kearsipan ya. Kalau saudara ini ber banyaklah pemap beratur aikota maupun yang tidak memiliki ee bukti e apa namanya e arsiparitas bangs saja ya. Bahkan satu penda itu sangat ee kurang ya untuk menjaga Hasan Arsib. Nah, ini sangat masih dibaw ya ini jadi kitaat ini bahwa masih salat berpengaruh di tingkat kabupaten kota. Oke. Kalau kita lihat pengasaan yang tahun lalu di tingkat ee karsipan ini bisa di khususnya di daerah Indah Timur dan tengah ini masih kurang kurang apa kurang baik ya dibandingkan di ee Pulau Jawa dan Sumatera. Oke, itu di bidang pembinaan. Sedangkan untuk di ee akses informasi di jaringan informasi karasional kinerja kars peri di pusat jaringan nasional di jaringan informasi karsip nasional ini itu total arsif di JKM ada sebanyak 70.2 arsif atau berkas arsif. ya. Nah, ini masing-masing kurang. Kalau di tempat laur di dunia seperti misalnya di Inggris itu sudah sampai 50 juta ya kalau karenaitung per item kalau kita dihitung per berkas ya. Kalau total kopi digitalnya itu sudah sampai 10.63 kopi digital dengan jumlah simpul jaringan 405 simpul jaringan. yang mengakses ini informasi ini oleh publik itu sudah en per Mei 2003 itu sebanyak 6,3 6,3 juta ya yang mengakses informasi kearsipan ini di laman eh JKN.gid go ID yaitu sedangkan penyelamatan arsif yang kita ini bisa dilakukan di tingkat pusat ini ter Mei kemarin itu basuh sebanyak 30.207 7 arsib ya dan jumlah hasan arsib di di ee di arsif nasional ya itu sebanyak ini ya kertas saja tekstur ar itu 30 e 30 m lari ya dan yang seterusnya ya kira-kira ini. Nah, sedangkan jumlah arsiparis kita per ee apa namanya? per Februari 2023 ini sudah bertambah terus ini ya itu sudah sebanyak 11.28 orang ya baru 11,74% dari kebutuhan ini data per 283 dan se bertambah terus ini sekalian dengan jumlah arsiparis ahli utama itu 25 orang mad 1075 sampai kepada arsiparis terampil ini orang. Namun demikian, ini di di didominasi oleh ee arsiparis yang arsiparis yang milenial ya. Ya, ini ini keilan kita hari ini. Mudah-mudahan ke depan kearsipan ini bisa lebih baik. Oke, itu hasil kinerja dan semua ini untuk mengukur kinerja ini dilakukan dengan pembinaan dan pengawasan kearsipan yang merupakan perintah daripada undang-undang dan PP baik di peringkat AT maupun di perintah kabupaten kota di profesi nah bentuk ini bentuk pengawasan ini ada dua pada pengawasan atas penyelenggaraan kearsipan dan penjakan peraturan perundang-undangan bidang karsipan yang yang baru dilakukan oleh oleh kita di lembaga karsipan ini baik di pusat maupun di daerah itu baru pengawasan atas penyelenggaraansipan untuk melihat kinerjanya ee bagi badan-badan publik ini ya bel sampai kepada penegakan peraturan perundang-undangan ya dilakukan pada saat ada ada cash ya ini baru bisa dilakukan penegangan bagaimana instrumen penilaian contohnya contoh pada aspek pengawasan eksternal kearsiban khususnya di ee unit Karsipan Pencit Ting Pusat. Ada beberapa hal ini mulai daripada ketaatan terhadap perundangan bidang kearsipan dalam menetapkan kebijakan kearsipan. Di sini ada empat instrumen wajib yang harus di dibuat oleh setiap pencipta arsif ya. Itu minimal ya. Yang kedua adalah program kearsipannya. Program arsi dinamis baik arsi aktif maupun arsib inaktif. Kemudian penyusutan arsifnya, sumber daya manusia kearsipannya, kelembagaan, organisasi kearsipan, dan prasarana dan ini yang diuji ini diuji terhadap aspek kinerja ya, aspek kinerja terhadap penagasi bar yang menarik ini beberapa hal yang sudah berbagian dengan organisasi ini sudah ada lembaganya nya malah di apa di diubarkan ya dan seterusnya ya. Ya, ini juga berpengaruh hadapan penilaian. Kalau pengawasan eksternal di ee di provinsi di LKP daerah provinsi maupun tinggi maupun LKD provinsi terhadap kabupaten kota bersama saja ya ketaatan terhadap peraturan perundangan, program kearsipan, peng arsipin aktif dengan retensi sekurang-kurangnya 10 tahun. itu perbedaan tadi ya. Kalau di pusat berbeda penyusutan arsif, arsif, sumber daya manusia kearsipan. Nah, lagi-lagi di sini SDM-nya ini yang banyak di di apa di ini adalah para pengelola arsif bukan arsiparis ya. Ya. Kemudian kita mudah-mudahan ini bisa ditingkatkan ya. kemudian ee kelembagaan maupun prasarana sarana karipan. Nah, kalau dulu instrumen penilaian ini seperti ini tadi kan ee ee kurang kurang sekarang dulu namanya buruk ini di bawah 50 poin itu dikasihkan buruk. Nah, seharusnya bagus juga kalau diburuk ini, tapi ini ya nanti Bapak-bapak dan Ibu bisa melihat yang baik yang mana bagus supaya ini memberikan efek ee dampak yang ee baik terhadap penyelenggaraan ya ini kira-kira. Kemudian dalam konteks dan itu semua tadi ini hasil penguasaan kearsipan ini Bapak sekalian ini menjadi input terhadap ee pemilan RB reformasi birokrasi. Ya, itu satu. Yang kedua, yang kedua adalah ee penerapan srikandi ya, sistem informasi kearsipan ee dinamis terintegrasi dalam konteks SPBE ini juga menjadi salah satu instrumen penilaian ya dalam ee kematangan SPBE itu dengan ee pada indikator ke 37 ya itu dengan bobot 2,75 tingkat kebatangan layanan keasiban ini ee yang kedua ya dalam yang di atas tadi adalah RBAS birokrasi kalau ini adalah ee SPB sistem pemerintahan berbasis yang ketiga instrumen yang bisa kita lihat lihat yang sering kita berikan namanya penghargaan ee simbol jaringan terbaik nasional itu pada tataran ee open government ya itu kepada ee jaringan informasi karsip sebagai simpul jaringan terbat simpul jaringan dalam JIKN jaringan informasi ksipasional dalam rangka menghadirkan satu arsip otentik Indonesia. Ada dua hal yang kita ee ee lihat di situai. Yang pertama adalah TPM Total Quality Management ini dalam rangka meningkatkan formasi secara terus-menerus pada setiap level operasi dan atau proses kegiatan. Ya, di sini kita si di ee implementasi perencanaan kualitas, pengendaran kualitas sampai kepada insurance ya terhadap eh dalam dalam konteksality management. Yang kedua, atau sistem mutu pelayanan. Di sini bisa kita lihat bagaimana kepemimpinan kepala unit atau simpul jaringan dalam melaksanakan program ee simpel apa simpel jaringan ini. Kemudian sumber daya manusianya arsiparisnya penibatan arsiparis secara maksimal ya. Kemudian pengolahan dan perjanjian arsit negara dalam SKMJKM dan kerjasama jaringan antara simpul jaringan pusat dan nasional. Itu yang ketiga yang sedikit lihat ya dengan mengharapkan satu terciptanya satu arsif autentik Indonesia melalui JKN ya. Ini ada kerjanya ya, faktor-faktor creative entrepreneurship simpel jaringan faktor emping untuk bisnis kreatif branding itu membangun identitas. Kemudian smart pelayan itu fokus pada eh nilai tambah yang diciptakan dan opportunity cost dan skill memanfaatkan peluang. Itu kira-kira Bapak sekalian sebagai pengantar. Nah, mari kita masuk kepada evaluasi kinerja. [Musik] Sebelum masuk kepada p kinerja masa depan. Ini beberapa teori yang bisa kita lihat tentang penilai kerjaan atau disebut dengan performance appure ya. Saya gak usah baca ini ya. Nah, baik orang-orang ee pakar luar negeri maupun pakar dalam negeri ini juga ada ya. seperti Hasiban Hoko dan seterusnya. Nah, indikator kinerja ya bisa kita lihat bagi organisasi publik ini ada dua ya bisa itu non private organization itu pada aspek pemerintahan dan non profit organization ya organisasi memperoleh keuntungan profit oriented ini semua berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat atau kepada pelanggang Jadi dua ini yang di apa bisa kita nilai ya ee kerja itu. Kemudian indikator kinerja ini dapat kita lihat eh dua dua hal ya. faktor-faktor keberhasilan utama atau critical success factor atau kitaat indikator kiner kunci ke indicator. Indikator kinerja ini berpan pada visi misi bahkan ada falsafah ya atau nilai atau value dan kebijakan tujuan sasaran strategi organisasi biasanya kita mendengar ke performance indicator kp ya seterusnya. Nah, jadi mari kita lihat penetapan indikator kinerja dalam critical success factor ini. Ini contohnya misalnya faktor-faktor utama ini ada berapa contoh seperti kita lihat layanan berkualitas dan tepat waktu. contoh ini. Kemudian tujuan strategik yang diambil adalah memantau secara berkelanjutan dan memastikan bahwa pelayaran berkualitas tepat waktu. Kira-kira begitu. Nah, indikator kinerja yang bisa dilihat adalah pelayanan yang tepat waktu dan berkualitas. Kira-kira begitu dalam rangka penetapan dan kerja dalam eh kritikal success factor itu ada beberapa hal untuk mengukur kinerja pemerintahan. Yang pertama bisa kita lihat indikator masukan atau inputnya ya. Contoh misalnya sumber daya manusia. Sumber daya yang digunakan dapat dihasilkan adalah jumlah pendanaan. misalnya indikator proses. Jadi ada input, proses, output, outcome, benefit, impact ya. Output-nya adalah sebagai indikator keluaran itu harapan capaian berupa fisik atau non fisik. Di sini terjadi adalah produk yang tersedia. Indikator hasilnya, outcome-nya adalah berfungsi output, yaitu arti hasil nyata yang diperoleh atau kualitas. Kemudian indikator benefitnya adalah manfaat dan indikator dampaknya atau impact adalah di sini ada pengaruh yang diciptakan ya dan seterusnya. ini kira-kira bagaimana melihat suatu sistem ini terhadap e kerja dengan penggunaan kinian pemerintahan bagaimana untuk pengukuran kinerja ini ada beberapa hal ya ada empat diaj contoh ada empat misalnya metode pengukuran dengan memakai analisis anggaran misalnya itu membandingkan anggaran dengan realisasinya. Ada juga melakukan analisis rasio laporan keuangan dan rangka perhitungan rasio keuangan. Di sini bisa kita lihat ini biasa dilakukan bagi ee perbankan ya atau rasioitas, rasio aktivitas dan rasio solvabilitas maupun rasio pasar. misalnya bisa kita lihat data dalam neraca bisa juga dengan basis skikan ya itu perhitungan berbasis pada aspek finansial dan non finansial dan yang sering menarik ini adalah VFM V for ini. Nah, ini juga dan macam-macam lagi yang bisa kita lakukan sebagai metode pengukuran kinerja organisasi. Nah, aspek evaluasi kinerja itu bisa kita lihat dari word motivation perspelajar ya pembelajaran. N mari kita lihat Bapak Ibu sekalian evaluasi kerja berdasarkan KPI KPI ke K perform indicator ya. Ini banyak ini Bapak sekalian untuk bagian dalam perusahaan seperti KP untuk bidang personalia marketing atau pelayanan keuangan dan produs ini ada dua yang bisa kita lihat bisa kita pakai ini adalah evaluasi berdasarkan keperilakuan dan yang kedua perbandingan poriausia saya tidak ee bahas ini. Saya hanya membahas ee di forum ini tentang keperilakuan itu bisa memakai ee ceklist, Ron scan, kemudian critical incident sampai dengan behavior. Nah, ini bisa kita diskusikan jauh ya sekalian. Ini ceklist ini merupakan metode informal observation. ini sering dilakukan pada ee teman-teman dalam pengawasan ini kearsipan ccklist oleh asesmen yang sudah menetapkan indikator perilaku yang dilakukan ya C ini memiliki derajat selektivitas yang tinggi ya karena perilaku kinerja pegawai yang dimati sudah sangat selektif ya juga memiliki derajat inferensi yang tinggi karena asesmennya fokus pada kategori perilaku kinerja pegawai ini banyak dipakai dalam rangka peningkatan sumber daya manusia juga ini ya ceklis ini dan salah satu yang dipakai dalam ee pengawasan penyelang itu kan adalah metode ceklist ada dua menggunakan observasi dilakukan bersamaan ceklis dan observasi itu adalah dilakukan oleh asesmen terhadap sikat perilaku pegawai ya dan juga menggunakan alat ukur ya. Oke, ini sebagai contoh Bapak sekalian. Ini contoh-contoh menggunakan evaluasi kinerja keperlakuan berdasarkan ceklis. Ini ada kolom-kolom yang harus diceklis itu kita cek. Jadi sudah ada standar yang ini dipakai pada ee format pengawasan keasipan kita dengan peraturan yang baru ini maupun yang lama ya. yang baru yang selanjutnya tentang kerja pada bidang keperlakuan dengan R scale. Apa yang disebut R scale ini adalah alat pengumpul data yang digunakan dalam observasi. Nah, jadi tadi ee ceklis itu juga memakai observasi ya. Sedangkan R scale juga mengakai ee observasi untuk menjelaskan atau menggolongkan dan menilai individu atau situasi merupa suatu daftar yang berisi ciri-ciri ee tingkah laku ya yang harus dicatat. Ada dua jenis rating scale ini yaitu skala grafis dan skala numeris. Nah, ini kira-kira gitu. Nah, sekarang rating ini eh menggunakan model garis lurusal. Pakasman maaf e saya potong, Pak. Waktunya sudah habis Pak. Gimana kalau kita lanjutin di sesi tanya jawab Pak? Karena waktunya sudah overdurasi di sini, Pak. Enggih. Ngapunten Bapak, kita langsung menit ya kita langsung ke sesi tanya jawab saja ya, Pak ya. untuk ee siapa tahu nanti ada pertanyaan yang masuk bisa kita dengarkan dari ee teman-teman sobat ASN ya. Silakan, silakan silakan ya nanti dipelajari aja ya. Baik baik terima kasih banyak Pak Andi Kaspan. Ee kami juga mohon maaf karena ada keterbatasan waktu jadi kami putus di tengah-tengah tapi ada sesi tanya jawab ini. Ada pertanyaan yang akan masuk dari Bapak Yahman BPSDM Jambi. Coba kita terhubung dengan Pak Yahman. Baik, terima kasih Bu Pak. Asalamualaikum. Waalaikumsalam, Pak Yahman. Apa kabar? Iya, alhamdulillah baik, Bu. Jambi cerah udaranya. Alhamdulillah cerah udara. Ya, silakan pertanyaannya, Pak Yahman. Baik ee terima kasih. Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmat. Iya, langsung saja saya ingin bertanya kepada Bapak narasumber ya, Bapak Dr. Andi Kasman ee terkait dengan tema penilaian kinerja berorient penilaian kinerja berorientasi masa depan. apa di sana, di mana, di mana ini arsif ini sangat sangat dibutuhkan di masa depan. Ee belajar dari kasus yang pernah terjadi ya secara ee nasional ee kita pernah berurusan dengan Malaysia terkait dengan polu sipadan dan ligit yang pada akhirnya kita Indonesia kemudian ee ternyata dikalahkan oleh Malaysia ya karena mungkin arsif kita, dokumen kita barangkali tidak seautentik atau tidak sevalid yang dimiliki oleh Malaysia. Nah, belajar dari sini kira-kira apa kebijakan daripada pemerintah secara makro rangka untuk menjaga ke depan ini arsif kita betul-betul ee berorientasi yang ee menjaga kevalidan dan ee bukti yang kuat ee di masa depan sehingga ketika dibutuhkan kita betul-betul punya kekuatan yang yang bisa mendukung setiap argumen yang akan diberikan dalam hal-hal tertentu. mungkin dalam negosiasi dengan negara lain terkait dengan batas, terkait dengan ee apa namanya arsip-arsip budaya. Kita banyak sekali sekarang ini ya arsip cagar budaya kita tersimpan di luar negeri seperti di Belanda ee di Inggris. E kami dari Jambi itu ada dulu kerajaan Jambi ee banyak arsip-arsibnya itu sekarang masih berada di luar negeri. Nah, bagaimana itu kemudian ee arsip ini sebagai bukti sejarah bisa kemudian ee menjadi kekayaan kita? ee bagaimana kebijakan ke depan yang yang barangkali ee bisa disampaikan di sini oleh Pak narasumber dengan Pak Andi Kasman. Terima kasih, Pak. Itu barangkali yang menjadi unek-unek saya. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih, Pak untuk pertanyaannya. Langsung dijawab. Silakan, Pak Andi. Oke. Baik, Pak. Ini di luar konteks kinerja ya sebenarnya. Oke, gak apa-apa saya akan jawab. Jadi persoalan kekalahan Indonesia dengan apa? Dengan Malaysia dengan legislasi pada persoalan arsi Pak ya persoalan catatan kita yang tidak ee apa tidak didukung dengan arsif yang baik ya. Di antara 12 ee hakim internal justice itu hanya satu yang memenangkan Indonesia yang lainnya mendukung Malaysia. ya. Karena kenapa arsif yang disajikan kita itu hanya menyangkut masalah ee catatan yang pada saat ee kapal Belanda memburu ee kapal-kapal asing itu baru nego jangkar di digitan nasi padan. Sedangkan Malaysia itu sudah melakukan pencatatan pencatatan jualan telur dan seterusnya dan seterusnya. Kita enggak ada, Pak. Lagi-lagi di sini catat-catatan kita, administrasi kita tidak lengkap, gitu. Oleh karena itu, maka ee untuk tidak mengulangi kegagalan ini maka harus digalakkan tentang pemberkasan arsif, pendokumentan arsip. bakalannya dilakukan gerakan nasional tertib sadar arsif ya. Nah, yang kedua dilakukan pengawasan kearsipan supaya bisa memberikan citra terbaik dan citra terburuk bagi penyelenggara arsipan baik di pemerintah pusat maupun di pint daerah. Karena kenapa kepala arsas mti Bapak tadi mendengar bahwa Indonesia sekarang ini adalah darurat arsif. Banyak identitas nasional kita hilang karena tidak diarsifkan. Ini teri pada kesadaran. Jadi gerakan nasional sadar ini yang disadarkan itu para penyelenggaranya Pak sampai stafnya sadar. Tapi pimpinannya tidak sadar apalagi tidak memahami apa itu arsif. Kan begitu kan. Nah itu kira Pak. Jadi banyak sudah banyak dilakukan Pak ya. Bahkan hari ini ya indikator salah satu indikator penyelenggara sifat ee masuk dalam RB. Pertanyaan saya, jadi hasil itu masih dalam ee penilaian RB reformasi birokrasi dan bahkan hari ini juga SPBE itu juga masuk dalam pelayanan kean. Lagi-lagi baru berapa pemerintah daerah yang melaksanakan ini. Ini ini kesadaran, Pak. Kedesaran harus dibangun. bangun memang ee kita ini apalagi sekarang saya sering kita mendengar image kalau ee pimpinan daerah misalnya mau menghukum orang ya bawa ke ee dinas arsif gitu kan. Nah, ini ini keliru sebenarnya dulu Pak Arsip itu di daerah itu hanya kepala kantor itu kita tingkatkan citranya ditingkatkan tingkat harkat beratatnya sebagai selevel dengan dinas-dinas lain diangkat sebagai dinas lagi-lagi masih seperti itu hari ini. Masih citranya buruk, masih darurat arsib. Padahal sudah levelnya sudah dua, Pak. Bahkan kekuatan hukum yang diberikan itu hampir bisa seperti dengan inspektur inspektorat bisa memenjarahkan itu para para penyelenggara itu eh bisa menjarakan para kepala dinas dan seterusnya kalau tidak melaksanakan ketentuan beran undang-undai daripada tengatan administrasi itu Pak itu bisa dipecat Pak itu kepala kepala e pimpinan tinggi pimpinannya itu bahkan bisa dipenjarakan kalau melanggar aturan-aturan. Nah, ini lagi-lagi tidak bisa dimanfaatkan ini oleh para pimpinan-pimpinan dinas itu. Pak siapa namanya, Pak? Pak Fauzan ya. Yahman. Pak Yahman. Kira-kira gitu, Pak ya. Baik, Pak. Terima kasih, Pak, atas seperti itu, ya. Lagi seperti itu, ya. Nah, jadi banyak sudah dilakukan strategi-strategi yang bisa memberikan dukungan bahkan bahkan ya, Pakis itu diangkat, Pak, menjadi pejabat fungsional ya kira-kira ini sudah banyak dilakukan ya itu kira-kira Pak Yahman ya. Jadi kita dorong ini supaya identitas nasional kita tuh di didokumentasikan. Baik, terima kasih banyak Pak untuk jawaban yang sudah diberikan. Pak Yaman juga terima kasih banyak Pak pertanyaan yang sudah diajukan Pak Yahman. Terima kasih. Terima kasih, Ibu. Baik, kita geser lagi ke pertanyaan yang berikutnya. Nah, ini masih banyak pertanyaan Pak Andi Kasman ya untuk Anda dari Nurjamil Kecamatan Cikelet. Halo, Pak Nur Jamil. Iya. Ya, selamat siang, Bu. Pak Nurjamil. Gambarnya gelap ini, Pak. Bisa ditampilkan mungkin gambarnya. Nah, tadi sudah muncul, Pak. Nah, kalau gini kan enak ngobrolnya, Pak. Pak Nur Jamil dari Kecamatan Cikelet. Ini kali ke berapa, Pak, mengikuti kegiatan ini? Enggak terhitung, Bu. mulai dari Zoom sampai dengan kemarin di tingkat kabupaten apa adanya pembinaan gitu kan. Kemudian ee pelatihan-pelatihan masalah kearsipan itu bukannya Iya. Kenapa aktif banget mengikuti kegiatan ini Pak? Apa yang dirasakan? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. ee yang dirasakan oleh kami itu sebetulnya dari berbagai macam apa ee artikel atau narasumber-narasumber mulai dari tingkat kabupaten kemudian kemarin ada yang dari tingkat pusat provinsi gitu. Kami selaku ee selalu mengikutinya Bu. Nah, cuman yang jadi permasalahan yang permasalahan di kami ini masalah SDM Bu. Jadi udah ya sedikit-sedikit gitu kan udah udah ngertilah. arsif dinamis atau a aktif nonaktifnya berapa tahun dan berapa yang mana yang harus ay di apa yang dihapus atau yang lainnya itu bukannya enggak ngerti cuman yang menjadi permasalahan masalah SDM Bu kebetulan di kecamatan saya ini SDM-nya itu cuman ada 10 orang itu antara plus Sekmat dan camat enggak ada enggak ada staf yang lainnya jadi ee ee untuk mengelola arsif itu susah. Padahal di kecamatan itu arsif itu banyak mulai dari kecamatan sampai dengan tingkat desa. Cara mengantisipasinya ya kami harus bagaimana agar pengarsipan aktif ini atau mengarsipannya itu sesuai dengan harapan-harapan dan sesuai dengan aturan. Mungkin itu saja Pak. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih, Pak Nur Jamil. Pertanyaannya sudah cukup jelas sepertinya Pak Andi Kasman orangnya kurang tapi banyak arsip yang harus dijaga. Silakan. Baik Pak Nur Jamil ya dari Cikelak ya. Jadi begini Pak di era kita sudah melontorkan namanya arsif masuk desa ya di seluruh Indonesia 70.000 desa waktu itu ya. Nah, jadi bahkan sampai menarik sampai ke kecepatan ya. Jadi ee itu sudah by sistem bahkan sudah tahun 2014 sampai 2009 itu sudah pakai e sistem aplikasi penjualan kerangka sifat di desa ya. Oke. Jadi ini sebenarnya sudah tidak perlu menumpuk sebenarnya arsif itu di desa itu di apalagi di kecamatan ya kecamatan. Nah dengan memakai sistem aplikasi ini berbasis ee aplikasi ini sudah bisa searnya mengurangi itu. Ee apalagi dengan era pemerintahan hari ini itu sudah berbasis SPBM Pak berbasis sistem beras elektronik. Iya. Saya kemarin kewangi boleh di Jawa Timur itu, Pak. Ya, Bapak bisa ke sana studi banding itu saya arahkan kemarin. Jadi, desa pun sudah berbasis elektronik ya. Nah, saya cuman ilmu kearsipannya perlu sedikit di apa disentuh itu Pak supaya bagus ya perkataannya. Jadi ee arsif-arsi menumpuk itu tidak perlu semua harus di digitis. Yang tidak perlu dilakukan adalah penyusutan arsif. Ya, penyusutan arsif ini supaya tidak menumpuk mana yang harus dimusnahkan. Bukan dihapus ya, Pak. Pakamil ya. Bukan. Ini penghapusan ini konsepnya ee barang negara ya. Kalau arsif adalah pemusnahan barang milik apa? Arsip milik negara. Jadi beda konsep ini. Jadi namanya pemusnahan bukan penghapusan. Jadi itu berar dengan namanya penyusutan arsif. Mana arsif yang bisa dipindahkan ke unit kearsipan. Mana arsi yang bisa dimusnahkan sesuai perangundangan? Dan mana arsi yang harus Bapak pindahkan ke dinas arsif dan perpustakaan. atau persoal kearsipan untuk menjadi aristatis. Itu yang dilakukan Pak ya. Kalau yang harus di dialimediakan atau digitize itu harus aktif karena terlalu mahal biayanya. tadi saya dengar di pembicaraan pertama, diskusi pertama tadi sesi 1 itu eh tidak menurut saya tidak perlu di didigitize ya, tapi dilakukan penyusutan arsif kira-kira itu supaya tidak arsif yang kita ee simpan betul-betul hanya untuk dilakukan sebagai proses administrasi yaitu Pak Nur masih baik sumber daya manusia ini sudah bagus yang dilakukan oleh pemda ini ee badan SDM ini sudah sampai ke 21, Pak. Luar biasa. ini sudah melakukan pencerahan ini. Nah, ini salah satu melalui [Tepuk tangan] mohon izin saya baru pertama kali diundang ini Bu sering-sering jadi saya ke 21 B ini luar biasa memberikan pencerahan ini dan yang mengajar adalah orang pakarp pakar-pakar semua ya. Ya. Jadi tinggal tinggal teman-teman semua ini itu bisa e mengaplikasikan atau mengimplementasikan di lapangan ya itu jadi salint dan sumber daya manusianya Pak itu harus Bapak melalui proses untuk arsiparis itu harus Bapak mengajukan namanya ee analisis kebutuhan ke arsibasional. baru setelah diuji nasional baru Bapak bisa minta ke MPAN itu begitu PP-nya itu. Jadi ada namanya rekomendasi yang dikeluarkan oleh ASI nasional baru dilakukan di ee formasi ya formasi di MENPAN dan BKN itu Pak. Maaf Pak ya. ee waktu akhir kemarin tahun 2022 kami telah mengadakan ee pelatihan bersama dengan PSDM pusat gitu narasumbernya dari pusat gitu pernah mengajukan tapi sampai dengan saat ini ya baik melalui langsung waktu waktu itu maupun lewat WA gitu tapi alhamdulillah sampai dengan sekarang belum ada jawaban harus bagaimana, harus bagaimana karena ya kami bukannya enggak apa enggak mengelola kearsipan. Berhubung kami kan di Kasubak Umum itu ya alhamdulillah pekerjaannya menumpuk gitu, Pak. Sementara harus ada sosialisasi baik ke desa maupun kepada sekolah-sekolah yang ada tentang ee bagaimana cara mengsifkan surat-surat yang ada di masing-masing dinas instansinya. Jadi kami itu mohon ada dorongan gitu dari tingkat pusat gitu kepada pemda-pemda terutama kepada kecamatan yang ee SDM-nya sangat minim sekali gitu, Pak. Agar kearsepan ini bisa ee sejalan atau dilaksanakan kegiatannya sesuai dengan harapan-harapan aturan yang ada. Begitu, Pak. Iya. Baik, P. Begini, Pak. Ini pertama Bapak melalui BKD-nya ya menyusun alis kebutuhan. Oke. Jadi Bapak juga jadi harus Bapak kom dengan BKD ya baru dikeluarkan SK-nya oleh ee bupati atau ee Sekda ya ee untuk bisa dilaksanakan BKD. Ada ada inya, Pak. Ada perhitungan analisisnya, debat kerjanya. Nah, itu ada ada ada teorinya itu ada petunjuknya juga ya. Di sana di kecamatan Bapak itu sebenarnya berapa sih dibutuhkan arsiparis? Arsiparis terampil kah atau arsiparis ahli? Ahli kah? G Pak? Enggak ada Pak. ada ada langsung masalah e menangani masalah arsi Paris dapat perpustakaan gitu. Sementara saya ee posisi di kas umum gitu jadi ee enggak ada enggak ada staf gitu. Iya. Makanya saya kasih tahu Bapak harus membuat analisis dulu menghitung berapa sih kebutuhannya baru diajukan ke BKD. Nah, ap sudah ada itu baru bisa melakukan rekrutmen dengan prosesnya lebih lanjut itu bisa melalui CPNS atau bukan PNS gitu, Pak. Ya, jadi bukan persoalan Pak bukan persoalannya. Persoalannya adalah harus ditetapkan oleh pimpinan daerah apakah yang diminta Bapak itu adalah arsiparis atau bukan arsiparis kan gitu, Pak. Narsi Paris ini bisa melalui rekrutmen CPNS dan juga bisa melalui pindga jabatan dan bisa juga melalui dulu ada namanya impasi. Sekarang ini Pak banyak sekali yang pindah penyeteraan. Nah penyeteraan pun ini harus segera di ee didiklatkan BTK dan uji kompetensi ini, Pak. banyak, Pak. Ada ada lima lima cara untuk menambah sumber daya manusia itu di bidang kesipan. Nah, ini cuman selalu terlambat ini waktu saya deputi di pembinaan, Pak. Itu saya mengatur saya itu, Pak. Ya, tapi animo dari pemerintah daerah itu kurang. Kita buka keran tapi enggak dilakukan. Nanti pada saat ee ada masalah baruak baru mengatakan saya gak punya SD sudah kita buka bahkan sudah ditutup invasi-impasi itu. Nah, kira-kira gitu Pak. Jadi untuk sementara ini Bapak lakukan kasi dengan BKD-nya ya supaya bisa ee tahun-tahun berikutnya bisa melakukan ee rekrutmen CPNS ya. Baik dengan yang masing ya. Terima kasih, Pak, atas pencarahannya. Terima kasih banyak warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullam. Terima kasih juga, Pak Andi Kasman untuk ee jawaban yang sudah diberikan. Ini masih ada satu lagi, Bapak Suarto dari BPSDM Jambi. Bapak Suaro. Halo, Pak Suarto Silakan, Bapak. Pak Suarto. Iya, silakan, Pak. ini kali ke berapa mengikuti kegiatan ASN belajar, Pak? Karena saya sudah tergabung di IG-nya Jawa Timur, BBS Jawa Timur selalu ee mengikuti waduh luar biasa. Enggak perf ya, Pak ya. Selalu muncul Pak. Seru, seru, seru. Kalau seru, seru apalagi hostnya juga seru juga. Terima kasih banyak, Pak. Baik, Pak Soeharto ini apa yang ingin ditanyakan kepada Pak Adik Asman? Ee ada beberapa hal Bu yang ingin saya tanyakan berkaitan dengan ee ya pasca reformasi birokrasi ee berkaitan dengan ee dengan Pak Kasman yang paling pas k menjawab apa yang nanti akan saya tanyakan. Iya, silakan Pak. Baik, terima kasih. Selamat siang Pak Andi Kasman ya. Pak E sekaligus Bapak apa Pak Deputi ya, Pak ya. Suara Pak Andi enggak kedengar oleh saya nih. Asman suaranya tidak terdengar, Pak. Sepertinya keute. Iya, ya. Ah, iya. Bisa, Pak. Terima kasih, Pak Andi. Saya sudah pernah mengikuti training of trainer yang dibina oleh eh lembaga Andri 2017. Waktu itu kepala lembaganya Pak Binder Sitompul, Pak. Oh, kepala piklatnya ya? Iya, iya, Pak. Betul, Pak. Dan kami juga masih punya grup e berkaitan dengan masalah ee arsif-arsif ini. Dan saya sekarang sudah tidak diarsif lagi tapi berkecipung di Widiswara, Pak dan mengampu masalah. Oh, siap. Selamat, Pak. Selamat, I. Ya, terima kasih Pak ee Andi eh berkaitan dengan yang Pak Andi ceritakan di awal, bagaimana upaya dulu lembaga mengangkat derajat dari ee esolon 3 menjadi esolon 2 dan alhamdulillah berjalan beberapa tahun. Tapi akhirnya berkaitan dengan reformasi, akhirnya dikembalikan lagi OPD kita ini bergabung dengan ee Dinas Perpustakaan dan Arsifak. Nah, ini saya lihat sekarang mohon maaf tanda kutip sepertinya arsip ini seperti dianak tirikan, Pak. Dianak tiikan. Jadi karena terus terang saja kalau berkaitan dengan masalah arsiparis ini, arsif yang kita tangani ini kan membutuhkan ee sarana prasarana yang cukup besar khususnya untuk menjaga arsif itu sendiri Pak dengan ruangan yang menggunakan suhu tertentu sehingga arsib itu bisa dipertahankan. Kemudian Pak berkaitan dengan permasalahan di Provinsi Jambi ini banyak sekali keluhan karena saya juga lama di Kasubak Arsip ekspedisi dan akuisisi itu ada saya dapat 7 tahun Pak Inolah-olah tenaga kita SDM itu di anak tiikan, Pak. Karena terus terang saja di Jambi itu baru satu orang yang bisa madia yang lainnya belum bisa untuk ee ikut ke madia. Lainnya masih di muda semua. sehingga usia yang sekarang ini sudah selevel saya sudah pada pensiun semua, Pak. Tinggal hanya satu orang yang dia nanti yang mengiringi sampai 60 tahun. Nah, ini mungkin ee dari Pak Andi yang berkaitan dengan deputi bidang informasi sistem informasi ini mungkin bisa memberikan dukungan berkaitan dengan ee pengembangan arsif digital ini, Pak. Mungkin ya mengucurkan dana-dana Pak untuk arsip sehingga kita tidak dianak terikan lagi dengan pembeliharaan arsif. Kemudian yang kedua, Pak, berkaitan dengan saat ini ee sudah F all dunia digital ini, adakah dukungan dari Andri sendiri, Pak untuk ke pemerintah daerah sudah mengarah ke eh sistem barcode berkaitan dengan semua arsif ini, Pak? Sehingga tidak ada lagi yang tupang tindih. Karena kita juga di Widyiswara sering sekali menemukan peserta-peserta PKA itu aksi perubahannya atau proyek perubahannya mesti mengarah ke masalah digital. Tapi begitu dikejar untuk masa jangka menengah maupun jangka panjangnya hanya memenuhi di jangka pendeknya saja. Sekedar ASI perubahannya selesai mengangkat masalah digital jangka menengah dan jangka panjangnya bingung mau diapain ini masalah digital. Karena aksi perubahannya hanya untuk jangka pendeknya. Ee seperti itu untuk pemeliharaannya katanya perlu dukungan ini. Ee kami perlu dukungan dari Pak ee Andi selaku ee kepala ASI Nasional. Terima kasih, Pak Andi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Terima kasih, Pak, untuk pertanyaan yang sudah diajukan. Langsung saja, Pak, dijawab, Pak Andi Kasman. Silakan. Baik, terima kasih Pak Saya sudah ee apa terakhir saya ke Jambi itu tahun lalu, Pak. Ya, lalu sampai saya ke Mura Jambi itu ya, ke Candi-Candi itu ya. Ke candi Pak. Siap. Selamat, Pak. Yang pertama tentang ee apa ee arsib digital tadi ya. Siap. Jadi gini, Pak. Di dunia kepan yang benar itu Pak Presiden. Jadi negara ini diarahkan kepada sistem pemerintahan berbasis elektronik. Jadi yang benar elektronik. Oke. Nah, elektroniknya ada dua. Ada namanya digitisasi, ada digitalisasi. Oke. Ada digitis, ada digitalisasi, ada digital, ada digitalis. Nah, ini jadi benar itu membuat aturan sistem pemberis elektronik. tadi. Nah, di dunia Karsipan sama ilmu itu. Jadi kalau yang sekarang ini ee dilakukan sistemasi hidolik arsib nasional sudah melaksanakan tugas untuk membangun namanya sistem pemerintahan berbasis di bidang kearsipan itu dengan mengimplementasikan dan namanya sistem ee informasi kefan dinamis terintegrasi. Jadi, SIKD terintegrasi. Kalau dulu Bapak Ibu sekalian di era sampai dengan kita telah memberikan namanya SIKD ini ya elektronik ini kepada semua kementerian, lembaga dan pemerintah daerah baik di pusat maupun kota sebanyak 63,20% ya. Padahal tugas kami itu diperintahkan oleh Presiden itu hanya sekitar 50% di RPJPMN kita bisa selesaikan sampai 60 62,3 63,20% satu. Nah, era kepement pemintang kedua Pak Presiden ini itu semuanya harus terintegrasi. Jadi pakai bagi pakai sistem bagi pakai arsif dan informasi kearsipan yang sekarang ini sebut dengan srikandi sistem informasi keis terintegrasi. Jadi sik terintegrasi gitu loh, Pak. Lagi-lagi ini tadi data saya tadi sampai di presentasi saya itu juga masih kurang itulah Pak. Padahal ini sudah diwajibkan oleh Presiden Pak. ini enggak tahu saya di mana mau anunya ini ya, Pak. Nah, nah itu loh, Pak. Nah, kalau teman-teman di di Dinas Kearsipan di sana ee Jambi sebenarnya mau itu bisa diberikan ee ada dua sanksi, Pak. Ada sanksi administratif, ada sanksi pidana bagi penyelenggara itu. Nah, tapi lagi-lagi kan tidak tidak mampu melaksanakan. Padahal saya sudah sama sudah sama dinasnya, Pak. sudah sampai duanya gitu lohit rolling Pak yang baru baru rolling Pak baru dapat bulan gitu berikan penguatan bersama undang-undang mungkin kepala dinas di sana yang ditempatkan di dinas itu juga tidak tidak paham dengan persoalan ya kira begitu Pak jadi masih beraba-raba jugaah oleh karena itu diperlukan kompetensis Di dalam PP28 2012, setiap yang memimpin namanya, yang yang memimpin suatu dinas, suatu lembaga itu dia harus punya kompetensi. Kalau di Dinas Perpustakaan Karsipan, dia harus memiliki minimal dua di kompetensi, Pak. Kompetensi di bidang kearsipan dan kompetensi bidang perpustakaan. Saya begitu ya, Pak ya. Tapi tidak itu belanggar semua. Nah, makanya jadilah seperti itu. Itu yang pertama. Jadi, jadi digitisasi itu adalah yang hari ini disebut dengan ahli media, ya. Ali media. Ali media. Nah, sedangkan yang apa digital itu sebenik itu ada digitisasi, ada digitalisasi. Oke. Nah, ini di ini. Jadi sekarang yang yang menumpuk itu yang masuk yang harus dilakukan digitisasi ya. Tapi ya saya merekomendasikan tidak semua harus digitasikan harus dilakukan namanya penyusutan arsif yang tadi saya jelaskan. Yang kedua ya bala. Nah, ini lahir dengan saya sebagai arsif digital itu seperti yang di dic yang dilakukan dalam srikandi itu, Pak. Tidak ada lagi arsip-arsi yang berbentuk kertas itu, Pak. Jadi ini mengurangi penggunaan kertas. Bahkan kemarin keekonomian penggunaan kearsipan ini sampai 3 triliun hemat negara di bidang kearsipan itu oleh kepala arsib kemarin. Baik. 3,% 3, triliun. Ini menarik, Pak. Oleh karena itu, maka ini luar biasa ini. Itu jadi sumber daya manusia yang diharapkan oleh Pak Warto memang harus harus kompetenus ke Jambi itu kaki baik. Terima kasih, Pak. Terima kasih banyak. Siap. Siap. Kasih. Terima kasih banyak untuk pertanyaan yang diajukan. Pak Andi Kasman juga terima kasih untuk jawabannya dan kami juga mohon kepada para penanya tiga penanya tadi untuk konfirmasi ke 082119411. silakan konfirmasi alamat ke nomor tersebut. Baik, seluruh rangkaian acara telah usai kita lakukan. Pak Andi Kasman, saya ucapkan terima kasih banyak ee sudah meluangkan waktu bergabung dan juga memberikan banyak ilmunya kepada kami semua. dan semoga ee banyak sekali ilmu-ilmu yang Anda berikan dan juga bisa diserap baik oleh sobat ASN yang hari ini menyaksikan webinar ini. Terima kasih sekali lagi, Pak. Baik, saya juga ucapkan terima kasih untuk seluruh penasih, Ibu. Terima kasih. Terima kasih banyak, Pak. Saya juga ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung ee acara ini. Tadi ada Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Andri Dr. Andes Imam Gunartto, lalu juga perencana pertama Kementerian PAN RB Bapak Alvian Lis Dias Ismanto. Lalu juga ada Bapak Dr. Andi Kasman, S. M.M. yang sudah memberikan materinya. Terakhir sebelum menutup perjumpaan, saya kembali mengingatkan untuk sobat ASN bahwa link presensi ee sudah diakses ya. Jadi silakan untuk segera diakses langsung klik bit.li hadir kearsipan dan link presensi hanya hari ini saja sampai pukul 23.59 sebelum berganti hari. Layanan kontak person juga bisa langsung di 08211 dan hanya sampai 17 Juni 2023 pada pukul 09.00 malam. Sekali lagi sobat ASN tayangan ini bisa disimak kembali. Siaran ulangnya bisa disimak di belajar YouTube BPSDM Jatim TV dan ikuti terus ASN Belajar setiap serinya untuk mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan gratis ke luar negeri. ASN Belajar seri 21 ini dipersembahkan oleh Corpu SDGS BPSDM Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan WPro Communication. Saya Aulia Maika pamit undur diri. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Tepuk tangan] [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi. Untuk pelayanan berdampak bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Jadi ee masuk ke WA kita. Nah, ini bagus sekali ini materinya. Jadi saya mohon izin untuk bergabung nih Bu ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar pemerintahan kelas dunia bukan tekat rancang jadi ASN berkewajiban sama [Musik] zaman yang terus bergerak. Sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Tapi e masuk ke WA kita. Nah, ini bagus sekali ini materinya. Jadi saya mohon izin untuk bergabung nih, Bu. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia. Satukan tekad pantang menyerah jadi ASNAR berkualitas belajar wujud pemerintahan kelas dunia bukan tekad rancang menyerah jadi ASN tetap berkewajiban bersama asaj [Musik]