Transcript
cbnW_AaoQOE • WEBINAR ASN BELAJAR SERI 47 - PERLINDUNGAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MENUJU INDONESIA EMAS
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0062_cbnW_AaoQOE.txt
Kind: captions
Language: id
Aku ingin memberikan yang terbaik untuk
dalam hati kecilku. Aku ingin
Aku ingin sekolah lagi.
Tapi kalau aku sekolah lagi, bagaimana
anak istriku?
Biaya sekolah tidak murah.
Kalaupun aku mendapat beasiswa,
bagaimana dengan biaya sehari-hariku?
Aku berkali-kali sampaikan keinginanku
tentang sekolah lagi pada istriku.
Dia mendukung,
tapi aku tahu di hati kecilnya khawatir
tentang biaya yang akan dikeluarkan.
Asalamualaikum.
Terus berinovasi merupakan jawaban untuk
mengimbangi perubahan zaman.
Ini bukan ego pribadiku, tapi ini caraku
dalam membangun Indonesiaku.
keinginanku untuk sekolah lagi kini
bukan hanya sebatas tangan
aku bisa bernafas lega
pendagunaan aparatur negara dan
reformasi birokrasi republik Indonesia
mendukung program tugas belajar bagi
pegawai negeri sipil di seluruh wilayah
di Indonesia.
Kementerian PAN RB berakhlak bangga
melayani bangsa.
Ibu maksud cerita saksd
Jawa Timur
hebat.
BPSDM Jawa Timur excellent.
BKPSDM Jawa Timur banget.
BPSDM Jawa Timur berjaya dalam inovasi.
BPSDM Jawa Timur hebat.
BPSDM Provinsi [musik] Jawa Timur gaya
luar biasa.
BPSDM Jatim keren.
PSDM Jawa Timur semakin star.
BPSDM Jawa Timur bangkit.
BPSDM Jawa Timur inspiratif terdepan.
BPSDM Jawa Timur mantap. Sukses
BPSDM Provinsi Jawa Timur keren.
Jawa Timur jaya luar biasa.
BPSDM Jawa Timur unggul
BPSDM Provinsi Jawa Timur. Pokoknya top
BPSDM Pro Timur luar biasa. BPSDM Jatim
handal dan ber
BPSDM Jatim jaya luar biasa.
BPSDM Provinsi Jawa Timur memang keren.
BPSDM Jatim pancen top dan oke tenan.
BPSDM Jatim
BPSDM Provinsi Jawa Timur salam satu
jiwa
BPSDM Jatim
ini kan orangnya
BPSDM Jatim
BPSDM Jatim hebat
BKSDM top
BPSDM Jawa Timur luar biasa
BPSDM Provinsi Jawa Timur menjadi
satuulan
BPS Jatim luar biasa Aku enggak ada
pilihannya background
enggak ada.
memang hebat PPSM Jawa Timur berjaya
dalamasi
apa yang sudah diinisiasi oleh BPSDM
dengan
apresiasi yang sudah didapatkan
dengan tugas dan mandat sebagai
corporate university tentu kita berharap
bahwa BPSDM [musik] akan terus bisa
memberikan layanan terbaik baik bagi
pengembangan kualitas SDM
aparatur sipil negara [musik]
baik dari Jawa Timur maupun dari
berbagai daerah [musik] lain.
Halo sobat ASN, kita jumpa lagi dalam
ASN belajar yang dipersembahkan oleh
[musik] BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Sebelum memulai acara kita hari ini, ada
beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan agar nantinya rangkaian acara
kita berjalan dengan baik dan lancar.
Yang pertama, gunakanlah nama sesuai
dengan format, yaitu nama, spasi,
instansi, Sobat ASN. [musik] Agar acara
ini berjalan dengan lancar, kami mohon
Sobat ASN untuk mengaktifkan kamera
[musik]
dan menonaktifkan mikrofon selama acara
ini. Jika Sobat ASN ingin mengajukan
pertanyaan atau berpartisipasi
interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan
reaction mengangkat tangan atau rais
hand [musik] pada Zoom meeting. Siapkan
pula alat tulis, Sobat ASN. Selain untuk
mencatat hal-hal yang penting, hal ini
dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN
[musik] tentang materi yang akan
disampaikan. Kenakanlah pakaian yang
sopan dan posisikan [musik] kamera tidak
membelakangi cahaya agar wajah Sobat ASN
dapat terlihat dengan jelas. Pada
webinar [musik] kali ini, kami juga
menyediakan virtual background. Jadi
kami mohon sobat [musik] ASN gunakan
juga ya virtual background-nya untuk
mendapatkan sertifikat [musik]
elektronik pada sesi narasumber kedua
nanti, kami akan memberikan link absensi
yang bisa Sobat ASN isi. Jangan lupa ya
linknya harus diisi [musik] agar
sertifikat elektronik Sobat ASN dapat
langsung diunduh. Dan harapan kami,
Sobat ASN mengisi form absensi dengan
benar untuk mempermudah pencetakan
[musik] sertifikat elektronik. Itulah
beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar ini.
Selamat webinar dan tetap semangat.
Halo Sobat ASN, apa kabar? Pasti udah
pada tahu kan waktunya ikutan ASN
belajar setiap hari Kamis. Apalagi di
webinar ASN belajar ini, Sobat ASN bisa
mendapatkan e-sertifikat gratis tanpa
biaya apapun. Hanya Sobat ASN harus
ikuti persyaratannya. Nah, berikut ini
saya akan ajak Sobat ASN untuk mengikuti
tutorial cara menggunakan aplikasi INDEK
untuk mendapatkan e-sertifikat di ASN
Belajar.
Yang pertama masukkan alamat yang
terdapat pada flyer ASN belajar bit.l
garis miring ikut seri yang ke berapa
nih? Kita contohkan seri 22 ya.
Kemudian sobat ASN akan diminta untuk
akses lokasi. Pilih allow atau izinkan.
Setelahnya masukkan email Google
dan ikutilah petunjuk berikutnya yaitu
mengisi data diri dengan benar. Isi
setiap kolom dengan benar ya. Nama
lengkap ini adalah nama yang akan
dipakai di e-sertifikat Sobat ASN NIP.
Kemudian selanjutnya adalah pangkat
golongan ditulis lengkap.
Setelah itu tuliskan juga jabatan
lembaga atau instansi dari mana Sobat
ASN berasal dan jangan lupa juga kota
atau kabupaten.
Dan yang penting nomor handphone ini
harus yang terhubung dengan WhatsApp
Sobat ASN.
Jangan lupa cek dulu ya sebelum klik
submit.
Pastikan sudah benar karena data ini
tidak bisa direvisi.
Pilih submit.
Setelah klik submit, Sobat ASN akan
langsung mendapatkan pesan di WhatsApp
Sobat ASN yang berisikan tentang
pendaftaran webinar ASN belajar. Jangan
lupa save nomor indefateway agar semua
linknya langsung aktif dan menjadi
hyperlink.
Terdapat juga link virtual background
kemudian presensi.
Nah, link presensi ini bisa diakses pada
saat hari H atau hari pelaksanaan. Sobat
ASN bisa langsung klik kemudian cek dulu
semua [musik] datanya dan tanda tangan
pada kolom tanda tangan dan submit.
Sobat ASN akan langsung menerima link
notifikasi pada WA untuk mengisi monev.
Mohon diisi ya kuisioner monev-nya.
Kalau sudah diisi, Sobat ASN akan
langsung mendapatkan link sertifikat
yang bisa Sobat ASN langsung unduh.
Semua notifikasi ini akan masuk pada WA
ya, bukan email.
Mudah. cepat dan bisa dilakukan sendiri.
Indev emang paling bisa.
Apa yang kita lakukan ini insyaallah,
Bu, kalau kita niatkan dengan ibadah ya
ada pahalanya.
Selain itu juga kegiatan ini dimaksudkan
untuk menguatkan sinergi serta sebagai
sarana untuk menambah jalinan
silaturahmi ibu-ibu peserta dari
berbagai penjuru nusantara dan beragam
suku dan budaya.
Seiring peningkatan kapasitas para
suami, kami bersyukur bahwa lingkungan
BPSDM berandil banyak untuk itu dan
sekarang untuk kami para istri.
Jika ada slogan yang mengatakan
di balik suami yang sukses
pasti ada istri yang hebat.
Salah satu cara agar kita bisa
melanjutkan semangat ini adalah terus
meningkatkan kapasitas dan kualitas diri
kita masing-masing. Selaku anggota Darma
Wanita, kita terus mengingat bahwa ibu
yang hebat dan perempuan yang cerdas
adalah penentu kualitas keluarga dan
masyarakat.
Peran istri ini dalam mendampingi suami
pada kehidupan keluarga, pada kehidupan
rumah tangga, lingkungan masyarakat,
ataupun lingkungan kerja suami sangatlah
besar.
Untuk itu perlu pengetahuan dan juga
kompetensi serta wawasan seorang istri
termasuk perilaku dan juga attitude
dalam mendampingi peran suami sebagai
pejabat pemerintah. Dengan mengucapkan
bismillahirrahmanirrahim
ee pada hari ini, Kamis, 8 Desember
2022, kegiatan ladies program pelatihan
kepemimpinan nasional tingkat 2 angkatan
24 tahun 2022 secara resmi saya nyatakan
dibuka dan dimulai.
[musik]
Perempuan sering dianggap lebih lemah.
Pendapat yang jarang didengar adalah hal
yang membuat perempuan enggan dan ragu
untuk menyuarakan pendapatnya.
Diskriminasi dan kekerasan pada
perempuan yang muncul akibat budaya
patriarki
masih terasa hingga saat ini.
Kini saatnya perempuan bangkit untuk
menyuarakan suara emasnya demi
bangkitnya negara.
Ikuti webinar ASN Belajar seri 47. Mari
bersama bangkit bersuara untuk Jawa
Timur.
[musik]
Okay.
[musik]
[tepuk tangan]
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap
dimulai.
Lanjutkan
[musik]
pelatihan dasar KPNS golongan 2 angkatan
96, 97, 98, dan 99
pengembangan sumber daya manusia
pemerintah provinsi Jawa Timur tahun
2022 saya nyatakan ditutup dan diakhiri.
Oleh sebab itu, karena saudara sekalian
adalah
baru, birokrasi, pemerintahan,
orang-orang hebat. Karena saudara dikiri
dan seleksi dengan hebat dengan seleksi
yang sangat ketat, berarti
saudara-saudara mampu menjadi birokrasi
muda yang baru, yang memberikan
perubahan, yang terus melakukan
perubahan, inovasi, inisiatif, dan
kolaborasi. Dan saya yakin
saudara-saudara orang-orang itu
saya dapat menerima banyak hal terutama
portfolio ASN yang saya dapat terapkan
di lingkungan kerja nanti.
Untuk BPSDM Provinsi Jatim semakin jaya,
bangkit,
dan hebat.
Halo sobat ASN, kita jumpa lagi dalam
ASN belajar yang dipersembahkan oleh
BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Sebelum memulai acara kita hari ini, ada
beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan agar nantinya rangkaian acara
kita berjalan dengan baik dan lancar.
Yang pertama, gunakanlah nama sesuai
dengan format, yaitu nama, spasi,
instansi, Sobat ASN. Agar acara ini
berjalan dengan lancar, kami mohon Sobat
ASN untuk mengaktifkan [musik] kamera
dan menonaktifkan mikrofon selama acara
ini. Jika Sobat ASN ingin mengajukan
pertanyaan atau berpartisipasi
interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan
reaction mengangkat tangan atau raise
hand [musik]
pada Zoom meeting. Siapkan pula alat
tulis, Sobat ASN. Selain untuk mencatat
hal-hal yang penting, hal ini dapat
mempertajam pemahaman Sobat ASN [musik]
tentang materi yang akan disampaikan.
Kenakanlah pakaian yang sopan dan
posisikan kamera tidak membelakangi
cahaya agar wajah Sobat ASN dapat
terlihat dengan jelas. Pada webinar kali
ini kami juga menyediakan virtual
background. Jadi kami mohon sobat ASN
[musik]
gunakan juga ya virtual background-nya
untuk mendapatkan sertifikat elektronik
pada sesi narasumber kedua nanti. Kami
akan memberikan [musik] link absensi
yang bisa Sobat ASN isi. Jangan lupa ya
linknya harus diisi agar sertifikat
[musik]
elektronik Sobat ASN dapat langsung
diunduh. Dan harapan kami, Sobat ASN
mengisi form absensi dengan [musik]
benar untuk mempermudah pencetakan
sertifikat elektronik. Itulah [musik]
beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar ini.
Selamat webinar dan tetap semangat.
Halo Sobat ASN, apa kabar? Pasti udah
pada tahu kan waktunya ikutan ASN
belajar setiap hari Kamis. Apalagi di
webinar ASN belajar ini, Sobat ASN bisa
mendapatkan e-sertifikat gratis tanpa
biaya apapun. Hanya Sobat ASN harus
ikuti persyaratannya. Nah, berikut ini
saya akan ajak Sobat ASN untuk mengikuti
tutorial cara menggunakan aplikasi INDEP
untuk mendapatkan e-sertifikat di ASN
Belajar.
Yang pertama masukkan alamat yang
terdapat pada flyer ASN belajar bit.l
garis miring ikut seri yang ke berapa
nih? Kita contohkan seri 22 ya.
Kemudian sobat ASN akan diminta untuk
akses lokasi. Pilih allow atau izinkan.
Setelahnya masukkan email Google
dan ikutilah petunjuk berikutnya yaitu
mengisi data diri dengan benar. Isi
setiap kolom dengan benar ya. Nama
lengkap ini adalah nama yang akan
dipakai di e-sertifikat Sobat ASN NIP.
Kemudian selanjutnya adalah pangkat
golongan ditulis lengkap.
Setelah itu tuliskan juga jabatan,
lembaga atau instansi dari mana Sobat
ASN berasal dan jangan lupa juga kota
atau kabupaten.
Dan yang penting nomor handphone ini
harus yang terhubung dengan WhatsApp
Sobat ASN.
Jangan lupa cek dulu ya sebelum klik
submit.
Pastikan sudah benar karena data ini
tidak bisa direvisi.
Pilih submit.
Setelah klik submit, Sobat ASN akan
langsung mendapatkan pesan di WhatsApp
Sobat ASN yang berisikan tentang
pendaftaran webinar ASN belajar. Jangan
lupa save nomor indefateway agar semua
linknya langsung aktif dan menjadi
hyperlink.
Terdapat juga link virtual background
kemudian presensi.
Nah, link presensi ini bisa diakses pada
saat hari H atau hari pelaksanaan. Sobat
ASN bisa langsung klik kemudian cek dulu
semua datanya dan tanda tangan pada
kolom tanda tangan dan submit.
Sobat Ayasan akan langsung menerima link
notifikasi pada WA untuk mengisi monev.
Mohon diisi ya kuioner monev-nya. Kalau
sudah diisi, Sobat ASN akan langsung
mendapatkan link sertifikat yang bisa
sobat ASN langsung unduh. Semua
notifikasi ini akan masuk pada WA ya,
bukan [musik] email.
Mudah. cepat dan bisa dilakukan sendiri.
Indev emang paling bisa.
[musik]
kami sekali lagi yang saya sampaikan
kemarin bahwa saudara-saudara adalah
pamung pamung adalah pelayanan. Ikhtiar
kita adalah memberikan pelayanan terbaik
buat masyarakat. Demikian yang dapat
kami sampaikan.
[tepuk tangan]
[musik]
Karenanya saya memberi apresiasi kepada
Bapak Ibu sekalian untuk tetap
bersemangat hingga berakhirnya pelatihan
dan pengabdian tanpa batas.
Tepuk tangan kita semuanya.
Sukses terus untuk BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Terima kasih banyak telah e
memfasilitasi kami selama di sini.
Semoga kami bisa kembali lagi di sini
untuk belajar lagi di diklat-diklet yang
lain.
Luar biasa mentor dan dosen-dosennya,
dosen tamu, para pembicaranya ee bagi
kami adalah sebuah pengalaman dan
pengetahuan yang baru sehingga kami
sangat mendapatkan hal-hal baru di dalam
rangka pendidikan dan pelatihan di
Surabaya ini. Sukses terus untuk BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Alhamdulillah kami
bisa bergabung di sini di BPSDM Jawa
Timur. Pada saat saya masuk sudah merasa
auranya yang berbeda. Di sini banyak
menginisiasi semua peserta termasuk saya
dengan perbedaan-perbedaan yang jauh
sebelumnya kami tahu di sini ternyata
banyak perubahan-perubahan yang ada di
sini. Ini sejalan dengan apa yang
disampaikan dalam materi-materi PKA
yaitu adanya perubahan-perubahan yang
harus bisa memberikan manfaat kepada
banyak orang. Maju terus dan jaya untuk
BPSDM Jawa Timur.
Salam optimis. Jangan.
[musik]
Perempuan sering dianggap lebih lemah.
Pendapat yang jarang didengar adalah hal
yang membuat perempuan enggan dan ragu
untuk menyuarakan pendapatnya.
Diskriminasi dan kekerasan pada
perempuan yang muncul akibat budaya
patriarki
masih terasa hingga saat ini.
Kini saatnya perempuan bangkit untuk
menyuarakan suara emasnya demi
bangkitnya negara.
Ikuti webinar ASN Belajar seri 47. Mari
bersama bangkit bersuara untuk Jawa
Timur.
Okay.
Apa
[musik]
sih yang kita inginkan untuk masa depan?
Keluarga yang sehat,
pendidikan yang merata,
akses untuk air bersih, ekonomi yang
kuat,
atau lingkungan yang terawat? Semua itu
adalah
cita-cita kita [musik] bersama melalui
sustainable development goals atau SDGs.
[musik]
Negara-negara termasuk Indonesia
telah turut serta dalam mewujudkan
tujuan bersama tersebut. Indonesia
sendiri sudah membuat banyak pencapaian
seperti
tingkat kemiskinan yang terus berkurang,
akses pelayanan publik yang semakin
baik,
pendidikan dasar yang semakin tercukupi,
dan tingkat literasi nasional yang
tinggi.
Akan tetapi, kita tidak boleh lengah
sebab masih banyak tantangan [musik]
yang menghadang di depan mata.
Ketimpangan sosial masih sangat
ketimpangan sosial yang masih sangat
terasa.
Kebakaran dan kerusakan hutan.
Kebakaran dan kerusakan hutan. Kekerasan
terhadap perempuan.
Kekerasan terhadap perempuan. [musik]
Sampah plastik yang merusak lingkungan.
Pengangguran anak muda yang masih
pengangguran anak muda yang masih
tinggi.
Pekerjaan-pekerjaan yang belum usai ini
harus [musik] segera kita tuntaskan.
Semua tantangan ini bisa kita taklukkan
hanya bila kita bergerak bersama. Sebab
[musik] saya yakin
tanpa kamu
kebakaran hutan akan terus ada.
Tanpa kamu
perempuan akan terus berhadapan dengan
kekerasan. [musik] Tanpa kamu,
anak-anak Indonesia masih terus belajar
tanpa lampu.
Tanpa kamu,
anak-anak Indonesia masih juga tidak
mendapatkan gizi yang cukup.
Dan tanpa kamu,
potensi anak muda [musik] menjadi
pengangguran akan terus ada.
Tanpa kamu,
tujuan-tujuan kita itu hanyalah mimpi
belaka. Jadi,
mari kita berjalan beriringan.
Mari kita berjalan beriringan.
Mewujudkan [musik] cita-cita kita
bersama.
Mewujudkan cita-cita kita bersama. Dan
pastikan tak ada satuun kawan kita yang
[musik] tertinggal di belakang.
17 tujuan untuk mengubah Indonesia yang
lebih baik. Mari kita bangun Indonesia
bersama-sama.
Seorang ibu bisa membiarkan kebiasaan
atau memulai dengan pengetahuan
untuk membuka cakrawala kedewasaan
berpikir tentang kemandirian dalam
ketahanan keluarga,
tentang pribadi yang handal untuk
berpartisipasi dalam pembangunan dan
semua berawal dari peran seorang ibu.
Namaku Adi.
Aku sudah bekerja selama 18 tahun
sebagai pegawai negeri sipil.
Tahun ini usiaku 42 tahun.
Aku bangga menjadi pegawai negeri sipil.
Bapak dan Ibu yang masih berada di luar,
kami persilakan Anda untuk bisa masuk ke
dalam ruangan. Sesaat lagi acara akan
segera kami mulai. Terima kasih kecilku.
Aku ingin terus belajar.
Aku
ingin sekolah lagi.
Tapi kalau aku sekolah lagi, bagaimana
anak istriku?
Biaya sekolah tidak murah.
Kalaupun aku mendapat beasiswa,
bagaimana dengan biaya sehari-hariku?
Aku berkali-kali sampaikan keinginanku
tentang sekolah lagi pada istriku.
Dia mendukung,
tapi aku tahu di hati kecilnya khawatir
tentang biaya yang akan dikeluarkan.
Terus berinovasi merupakan jawaban untuk
mengimbangi perubahan zaman.
Ini bukan eko pribadiku, tapi ini caraku
dalam membangun Indonesiaku.
Keinginanku untuk sekolah lagi kini
bukan hanya sebatas tangan.
Aku bisa bernafas lega. Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia
mendukung program tugas belajar bagi
pegawai negeri sipil di seluruh wilayah
di Indonesia.
Kementerian PAN RB berakhlak bangga
melayani [musik] bangsa.
Ya Nabi
salam
alaika,
ya Rasul
salam
alaika
ya habib. Kami ucapkan selamat datang
kepada yang terhormat
perempuan dan [musik] perlindungan anak
Indonesia, Ibu-ibu
yang terhormat
asisten pemerintahan dan kesejahteraan
rakyatda Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
yang dalam hal ini mewakili Gubernur
Jawa Timur. Habib salam
alaika
shawatullah
alaika
asqal
menyampaikan kepada anak yatim
ahmadil
Ya nabi
salam
alaika,
ya rasul
salam
alaika
ya habib
salam
alaika
Watullah
alaika
ahlal
mataniul
q
wasadiu
bijamalin
Ya nabi
salam
alaika,
ya rasul
salam
alaika,
ya habib
salam
alaika
shawatullah.
Jul
hab
bi
mustofal
had
Muhammad
Allah Ya Nabi
salam
alaika,
ya Rasul
salam
alaika.
Ya habib
salam
alaika
shawatullah
alaika.
[musik]
Hadirin dimohon berdiri
menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia
Raya.
[musik]
menyanyikan Mars Hari Ibu Bu
[musik]
He.
Hadirin disilakan duduk kembali.
Bapak dan Ibu, agar acara hari ini dapat
berjalan lancar dan tentunya membawa
berkah dan juga manfaat, marilah kita
berdoa yang akan dipimpin oleh
perwakilan Muslimat NU kepada Ibu Dranda
Haj Fatimah. Disilakan.
Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Bismillahirrahmanirrahim.
Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
wa ala ali sayyidina Muhammad
walhamdulillahiabbil
alamin.
Rabbana taqobbal minna innaka antas
samiul alim.
Wat alaina ya maulana innaka ant
tawwabur rahim.
duana yaabbal alamin. Ya Allah, ya Tuhan
kami, ampunilah dosa-dosa kami dan
dosa-dosa kedua orang tua kami.
Sayangilah mereka sebagaimana mereka
menyayangi kami di masa kecil kami.
Dan angkatlah derajat mereka menuju
keridaan-Mu.
Jadikanlah anak-anak keturunannya
menjadi anak-anak yang saleh salihah
dan berkahilah kehidupan mereka dengan
berkah kebahagiaan di dunia dan
akhiratnya.
Ya Allah, ya Tuhan kami,
kami bermunajat kepada-Mu.
Berkahilah
di sisa-sisa umur Bapak, Ibu yang hadir
di sini dengan umur yang panjang, yang
bermanfaat,
sehat walafiat untuk beribadah kepada-Mu
dan berkiprah di masyarakat.
Ya Allah, ya Tuhan kami, jadikanlah
negeri kami sebagai negeri yang maju
yang Engkau ridai.
Jadikanlah bangsa kami sebagai bangsa
yang saleh dan taat kepada kehendak-Mu.
Berikanlah petunjuk jalan yang lurus
untuk pemimpin-pemimpin kami.
Berikanlah kemudahan bagi mereka untuk
menunaikan tanggung jawab dan
janji-janjinya
sebagai pemimpin
untuk keberhasilan
kehidupan bangsa menuju masa depan yang
cerah menjanjikan
khususnya bagi Provinsi Jawa Timur di
bawah kepemimpinan
Ibu Gubernur Ibu Dranda Hajfifah Indar
Para.
Ya Allah, jadikanlah Provinsi Jawa Timur
ini menjadi provinsi yang terus maju
berprestasi.
Masyarakat yang sejahtera tanpa
kekurangan suatu apapun. Jauhkan dari
bala, bencana, musibah, dan segalanya.
Allahumma sallimna wal muslimin waina
wal muslimin wahfadna waahum. Syar masad
dunya waddin.
Selamat hari ibu. Semoga panjenengan
semua sukses menjadi ibu yang bijak.
Kualitas agama seorang ibu merupakan
pondasi yang akan menyangga dan
menyelamatkan agama sekaligus akhlak
anak-anak kita. Rabbana atina fid dunya
hasanah wafil akhirati hasanah
waqinazabanar.
Walhamdulillahiabbil
alamin. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Boleh saya mendengar semangatnya pada
pagi hari ini? Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, salam
sejahtera bagi kita semuanya. Semoga
Anda yang hadir pada pagi hari ini
selalu diberikan berkah dan juga
kesehatan dari Allah subhanahu wa taala.
Dan tentunya pada pagi hari ini sebelum
saya memulai acara, saya punya satu
pantun nih ya untuk para ibu-ibu
tercinta yang sudah hadir di pagi hari
ini. Pepatah bilang, "Tuntutlah ilmu
hingga ke negeri Cina."
Tapi tidak lupa dengan budaya bangsa.
Perempuan berdaya sudah seharusnya
prestasi perempuan Jawa Timur bersua
untuk Indonesia.
Dan tentunya izinkan saya pada pagi hari
ini untuk mengucapkan selamat datang
kepada yang terhormat Menteri
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak Republik Indonesia. Ibu Igusti Ayu
Bintang Darmawati
dan tentunya juga yang terhormat
Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan
Rakyat Sekda Provinsi Jawa Timur, Bapak
Dr. Randes Beni Sampirwanto, M.Si. Si.
Yang kami hormati Ketua Umum Badan
Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial
Jawa Timur. Kami ucapkan selamat datang
kepada Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa
Timur.
Selamat datang kepada Putri Indonesia
Jawa Timur.
Dan tentunya juga saya ingin mengucapkan
selamat datang kepada Ketua Tim
Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan
Keluarga Provinsi Jawa Timur.
Selamat datang kepada Ketua Dharma
Wanita Persatuan Provinsi Jawa Timur.
Dan juga kami ucapkan selamat datang
kepada Ketua Dharma Wanita Persatuan
BPBD Provinsi Jawa Timur dan juga para
undangan yang telah hadir secara offline
ataupun juga online dan juga YouTube
sekaligus live streaming pada pagi hari
ini. Dan tentunya senang sekali bersama
saya Dewi Santi yang memandu acara untuk
ASN Belajar seri ke-47
dengan temanya kali ini yang mendukung
terwujudnya sustainable development
goals. khususnya poin yang kelima
terkait keseteraan gender dengan temanya
adalah perlindungan pemberdayaan
perempuan menuju Indonesia Emas Suara
Perempuan Jawa Timur untuk Indonesia.
Dan tentunya dengan pemilihan tema pada
pagi hari ini adalah bagian upaya dari
BPSDM Jawa Timur melaksanakan Corporate
University berlandaskan SDGs. Dan
pastinya untuk kita yang bergabung
dengan dua narasumber spesial yang
berbagi ilmu pada hari ini, Sobat ASN
sebelumnya kita ingin menghimbau dan
juga menginformasikan
untuk selalu mengisi presensi untuk link
absennya. Langsung saja diklikbit.
/hadir hari ibu 2022 ataupun juga Anda
bisa melihat langsung yang ada di bawah
untuk yang di Zoom ataupun juga YouTube.
Kembali lagi saya informasikan untuk
linknya adalah klikbigit.li/hadir
haribu
2022. Seperti running teks yang ada di
layar Sobat ASN, link presensi hanya
berlaku hari ini saja sampai dengan
pukul 2359
waktu Indonesia Barat. Dan pastikan data
yang dimasukkan benar karena data Sobat
ASN yang dimasukkan adalah data yang
nantinya akan kami berikan untuk
eertifikat dan tentunya data tersebut
tidak bisa direvisi secara manual dan
pastikan data yang sudah masuk sistem
ini adalah data yang benar karena tidak
bisa kami revisi. Dan tentunya untuk
setiap ASN yang bekerja sama dengan
Weipro Communication,
Sobat ASN berkesempatan untuk
mendapatkan 10 merchandise yang menarik
dan juga eksklusif dari ASN Belajar.
Akan ada headset, power bank, clutch,
dan juga t-shirt. Cara mendapatkannya
cukup mudah sekali, hanya dengan
bertanya untuk tujuh penanya dan kita
juga memberikan tiga merchandise untuk
pantun giveaway di Instagram @bpsdmjatim
dan juga WPro Communication.
Dan kita berikan tepuk tangan dulu dong
untuk BPSDM Jawa Timur dan juga WPro
Communication.
Dan tentunya untuk menambah semangat
pada pagi hari ini, saya punya jargon.
Jargonnya adalah ketika saya bilang
perempuan Jawa Timur, jawabannya adalah
suara kami untuk Indonesia. Nah, coba
bisa dipraktikkan bersama-sama suara
kami untuk Indonesia. Ya. Dan kali ini
saya ingin melihat semangatnya perempuan
Jawa Timur
untuk
boleh sambil berdiri biar lebih semangat
lagi untuk Bapak dan Ibu, mari kita
teriakkan ini untuk seluruh perempuan
yang hadir di sini dan juga seluruh
peserta yang ada di Zoom dan juga
YouTube biar semangatnya semakin
membara. Bersama-sama perempuan Jawa
Timur
kami untuk Indonesia. Kita berikan tepuk
tangan yang meriah. Kami persilakan
untuk bisa kembali ke tempat duduk. Dan
kali ini yang berikutnya akan kita simak
bersama-sama laporan oleh Kepala Dinas
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa
Timur. Kepada Ibu Dranda Restovi
Widiani, M.M. Kami persilakan.
Asalamualaikum.
Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam
sejahtera rahayu-rahayu.
Alhamdulillahirabbil
alamin. Panjat syukur ke hadirat Allah
Subhanahu wa taala semua hari ini kita
berkumpul dalam keadaan sehat walafiat.
Kami sapa yang kita banggakan bersama
dan tentunya selalu kita ee senang
dengan beliau apabila mendengar
suaranya. Yang kami hormati dan kami
banggakan Ibu Menteri Pemberdayaan
Perempuan Perlindungan Anak Republik
Indonesia Ibu Igusti Ayu Bintang dan Ibu
Gubernur Jawa Timur yang pada kesempatan
hari ini diwakili oleh Bapak Asisten,
Bapak Asisten terima kasih sudah rawuh
di acara ini. Dan juga Ibu Wakil Ketua
DPRD yang sekaligus nanti menjadi
narasumber. Terima kasih Ibu Hajah Ani
Maslaha. Dan juga ada narasumber nanti
di tengah-tengah kita, Ananda Raisya
Fitri Aninda. Terima kasih sudah
jauh-jauh datang. Dan juga kepada
senior kami, guru kami, dosen kami,
moderator yaitu Ibu Dr. Pinky
Saptandari. Ya, kita perkenalkan tepuk
tangan. Beliau adalah juga Ketua Umum
BK3S Provinsi Jawa Timur. Ibu Ketua
Organisasi Perempuan Seluruh Jawa Timur
yang dikomandani oleh Ibu Kajati selaku
Ibu Ketua BKUW. Terima kasih rawuhnya
Ibu. dan juga kepada Ketua Dharma Wanita
Persatuan Provinsi Jawa Timur atau yang
mewakili Ibu Ketua Tim Penggerak PKK
yang juga diwakili pada kesempatan pagi
ini dan para kepala perangkat daerah
pemerintah provinsi dan kabupaten kota
se Jawa Timur terutama besti-besti saya
pejabat tinggi pratama Ponvinsi Jawa
Timur
ini mana bisa berdiri. Nah, inilah ee
prajurit ini besti-besti saya, Bapak Ibu
semua. ini adalah prajuritnya Ibu
Gubernur Kovifa Indar Parawansa. Terima
kasih rawuhnya. Kemudian para pimpinan
perguruan tinggi dan juga para ASN yang
sekarang sedang bergabung di webinar
serial 47. Semuanya saja tanpa
terkuatali.
Izinkan Pak Beni kami melaporkan.
Acara ini adalah webinar yang spesial.
Ini adalah kelas kolaborasi. Dan kalau
berbicara masalah perempuan iki
jawabannya. Apa itu IKI? Ya, inisiatif,
kolaboratif, dan inovatif. Makanya
tercipta kelas webinar ini.
Ini adalah rangkaian peringatan Hari Ibu
ke-94 Jawa Timur tahun 2022 dan kita
memang mengambil tema yang luar biasa.
kita ee kemas dalam acara Jejak Kongres
Perlindungan Pemberdayaan Perempuan
Menuju Indonesia Emas, Suara Perempuan
Jawa Timur untuk Indonesia.
Dan kami laporkan dasar
penyelenggaraannya kegiatan pagi hingga
nanti sore ini adalah keputusan Presiden
Republik Indonesia nomor 3 16 tahun
1959.
Kemudian juga keputusan Menteri
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak Republik Indonesia nomor 71 tahun
2022 dan surat edaran Menteri
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak Republik Indonesia tanggal 22
November nomor B609
HM0103112022.
Bapak, Ibu semua saja baik yang hadir
offline maupun online di acara webinar
spesial ini. Maksud dan tujuan
diselenggarakan kegiatan ini, ini adalah
rangkaian peringatan hari Ibu ke-94 dan
tahun 2022 dan kelas kolaborasi antara
BPSDM melalui program ASN belajar serial
ke-47
ingin mengais kongres pertama yang kita
tahu pada tahun 1928
dan tentunya hasrat ingin mewujudkan
kongres di tahun mendatang.
Mudah-mudahan ini bisa menjadi cita-cita
kita yang tercapai tahun depan dan
memberi ruang bagi organisasi perempuan
untuk menyampaikan permasalahan dan juga
tentunya rekomendasi untuk menghasilkan
suara perempuan Jawa Timur untuk
Indonesia. Meningkatkan peran perempuan
dalam setiap kehidupan berkeluarga,
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
dan juga pencerahan dan menyiapkan para
pemimpin perubahan bagi semua ASN yang
banyak sekarang hadir di webinar serial
ke-47 ASN Belajar. Tempatnya ini secara
offline di gedung milik Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur yang saat ini sedang
kita nikmati ruangan megahnya. dan
narasumber tadi sudah kami perkenalkan
ee nanti Ibu Menteri Pemberdayaan
Perempuan yang kita banggakan akan
menyapa kita. Kemudian nanti Wakil Ketua
DPRD dan Putri Indonesia dari Jawa Timur
dan juga akan dimoderatori oleh Ibu
Pinki Saptandari pesertanya untuk yang
offline ini 150 orang peserta Pak Beni
dan offline ini online mudah-mudahan ini
ee terus bergerak ee dan saya harapkan
ini adalah tandanya bahwa semua suara
perempuan Jawa Timur ini nantinya akan
menyuarakan Indonesia nanti kita
nantikan
di akhir acara ini atau di awal sudah
diketahui berapa peserta ASN belajar
kali ini. Nanti ee pelaksanaannya Pak
Beni ee kami laporkan ada dua session.
Yang pertama adalah session webinar ee
nanti akan dipandu oleh Ibu Pingki
Saptandari dan setelah ee kelas ASN
belajar kita tidak bubar, Pak Beni. Kita
tetap di sini setelah istirahat inilah
yang menjadi ee ajang kita untuk e
menyusun suara perempuan Jawa Timur
untuk Indonesia yang mana nanti ada
mengangkat tiga tema. Yang pertama nanti
kita akan ada tiga konsentrasi yaitu
yang pertama kelas stunting dan
dispensasi kawin anak. Yang kedua adalah
konsentrasi strategi penangan bullying
atau kekerasan melalui satgas PMPA dan
pos sapa. Pos sapa ini adalah pos sayang
perempuan dan anak. Kemudian penanganan
masalah perempuan dan anak dalam
kebencanaan baik itu bencana alam,
sosial, radikalisme, perdagangan orang,
dan narkoba. sehingga nanti kita
harapkan ee hasil dari
perempuan-perempuan hebat di hadapan
saya ini bisa menjadi rekomendasi Jawa
Timur untuk Indonesia. Pembiayaan
dibebankan kepada APBD kolaborasi antara
BPSDM dan DP3 AK Provinsi Jawa Timur.
mengakhiri laporan ini, Pak Beni, Bapak,
Ibu sekalian offline dan online yang
hadir secara hybrid di webinar Serial 47
ini, saya ingin menyampaikan ada kutipan
dari Presiden Soekarno pada hari Ibu
tanggal 22 Desember 1960.
Ya, mungkin ee belum ada yang lahir di
tahun itu ya. Pak Beni sudah lahir 1960
belum ya? Tapi ini ini istimewa bunyinya
Pak Beni dan Bapak Ibu ini adalah ee
sesuatu yang harus kita renungkan
bersama terutama para perempuan hebat.
Tiga hal atau sifat yang dituntut dari
seorang wanita yang sejati adalah ya
ibu, ya istri, ya kawan seperjuangan.
Kawan seperjuangan adalah kawan hidup di
dalam masyarakat. Jikalau wanita bisa
mengumpulkan tiga hal ini, dia
disebutkan wanita sempurna.
Ini adalah rekaman dari Presiden
Soekarno pada tanggal 22 Desember 1960.
Dan karena ada Pak Beni, saya juga ingin
menyampaikan kata bijak. Laki-laki dan
perempuan adalah sebagai dua sayapnya
seekor burung. Jika dua sayap sama
kuatnya, maka terbanglah burung itu
sampai ke puncak setinggi-tingginya.
Apabila patah salah satunya, maka tak
dapatlah terbang burung itu sama sekali.
Luar biasa ya, Pak Beni. Ini kata-kata
bijak Bapak Presiden Soekarno.
Terakhir buat Ibu-ibu, Bapak ee Bapak
Beni juga boleh. Perempuan-perempuan
hebat yang saya banggakan. baik yang
offline maupun online besti-besti saya.
Bunga mawar itu tidak memprogandakan
mempropagandakan harum semerbaknya
tapi dengan sendirinya harum semerbaknya
itu tersebar di sekelilingnya. Selamat
Hari Ibu Sarangeo buat semuanya.
Demikian yang kami [musik] sampaikan.
Mohon kepada Bapak Beni untuk memberikan
arahan dan membuka acara webinar
kolaborasi serial ke-47 bersama dengan
DP3AK dan BPSDM. Terima kasih rawuhnya
dan kami tunggu Bapak membuka acara ini
dan memberikan sambutan. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih kami ucapkan kepada Ibu
Dranda Restunovi Widiani, M.M.
Dan selanjutnya marilah bersama-sama
kita mendengarkan sambutan dan pemaparan
Gubernur Jawa Timur dan yang kali ini
akan disampaikan oleh Asisten Pemerintah
dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi
Jawa Timur sekaligus membuka acara ASN
belajar [musik] seri ke-47 kepada Bapak
Dr.wanto,
M.Si. Disilakan.
Terima kasih MC. Bapak dan Ibu sekalian
tadi di doa kita bersama tadi
ee petugas doa menyampaikan Tuhan
berikanlah umur panjang kepada kami
semua. Ee
selain umur panjang tentu agama
mengajarkan kita bermanfaat gitu ya Bu
Ani. Nggih, Ibu Hajah Ani, Ibu Nyai ee
Bapak dan Ibu sekalian. Eh tadi di ruang
transit saya sampaikan kepada Bu Pinkki,
Bu Pingki, saya itu punya TV loh.
Makanya tadi Bapak dan sekarang ngopo,
Pak Asisten itu shooting-sooting begitu
ya. Saya itu punya TV YouTube baru saya
buat 3 minggu yang lalu namanya awalnya
suka-suka TV kemudian saya rubah menjadi
VIFA giga. VIFA pakai Victor. Kenapa
demikian? Karena suka-suka TV ternyata
yang punya sudah 25. Jadi kalau saya
yang paling baru, paling bawah enggak
dibaca orang, maka saya ganti. Untuk itu
tadi saya ee ibu-ibu ketika saya
syuting-syuting itu nanti maunya saya
masukkan di situ gitu ya.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan rahayu.
Yang terhormat Ibu Menteri Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak Republik
Indonesia, Ibu Igusti Ayu Bintang
Darmawati.
Yang terhormat Ibu Wakil Ketua DPRD
Provinsi Jawa Timur Ibu Hajah Anik
Maslaka.
Yang terhormat
para ibu ketua organisasi perempuan di
seluruh Jawa Timur hadir hari ini yang
selalu
saya ingat persis Ibu
Garjati mantan eh Ibu Sekda, jadi saya
harus takdim dengan beliau.
Ee kemudian ada Bu Pingki, aktivis yang
sejak dulu saya sudah tahu yang hari ini
menjadi moderator.
Yang saya hormati Ketua DPP Alumni Putri
Indonesia,
Saudara Reisa Fitri Aninda. Saya kalau
dengan Mbak Fitri ini saya merasa enggak
enak karena tingginya banget. Tadi foto
saya juga enggak enak.
Yang saya hormati Kepala OPD di jajaran
Provinsi Jawa Timur dan kabupaten kota.
Hadir hari ini ee Kepala PKD, Karum,
kemudian Direktur
Rumah Sakit
ee Haji Bu Dr. Herlin, Kadis
Perpustakaan.
Kemudian, oh ya tadi ibu-ibu saya
dipandang tidak enak kalau enggak saya
enggak kita sapa nanti saya di dimarahi
istri saya. Para ibu-ibu yang mewakili
Dharma Wanita dan PKK ya. Ya tadi tepuk
tangan ini saya sudah dipandang.
ini Ketua DWP Provinsi Jawa Timur dan
Seda.
Yang saya hormati
para pimpinan perguruan tinggi di Jawa
Timur, para pimpinan dunia usaha, para
ASN
seJawa Timur dan se-Indonesia, para
peserta webinar, para hadirin dan
undangan yang berbahagia.
Pertama-tama marilah kita memanjatkan
puji syukur kehadirat Tuhan. Hari ini
kita masih diberi kesehatan sehingga
masih bisa mengikuti, masih bisa melihat
webinar Jejak Kongres Perempuan dengan
tema perlindungan pemberdayaan perempuan
menuju Indonesia Emas. Bapak dan Ibu
sekalian. Selanjutnya saya juga
menyampaikan permohonan Ibu Gubernur
hari ini
beliau sangat mengupayakan bisa hadir
secara pribadi. Semoga nanti usai acara
beliau bisa hadir ee di acara ini untuk
membawakan ee presentasi yang sudah
disiapkan.
Bapak dan Ibu, peringatan hari Ibu yang
setiap t yang setiap tanggal 22 Desember
selalu kita peringati setiap tahun
merupakan
bentuk penghargaan dan apresiasi kita
semua warga bangsa atas perjuangan
para perempuan Indonesia dari masa ke
masa.
bertumpu dari kongres perempuan pertama
tahun 1928
sebagai tonggak perjuangan perempuan
Indonesia. Sehingga para perempuan
Indonesia, Bapak dan Ibu sekalian,
sangat berperan dalam derap pembangunan.
Saya pikir kita semua tahu di negeri
kita presiden pernah perempuan, ketua
DPR perempuan, Gubernur perempuan. hari
ini hadir bersama kita Bu Wakil Ketua
DPRD juga perempuan ini adalah sejarah
panjang terima kasih para perempuan kita
Bapak dan Ibu sekalian kalau Bapak dan
Ibu sekalian melihat di negara super
power di Amerika saya sampai sok
mendengar ketika dulu ada pemilihan
presiden di sana kan ada pra pemilihan
dilakukan oleh rakyat
Heri Bu Hary
menang dipilih oleh rakyat. Tetapi
ketika pemilihan yang dilakukan oleh
perwakilan ee oleh negara bagian, beliau
kalah. Tapi ada sebuah statement dari
publikasi saat itu yang membuat kita
shok. Kenapa kok kalah?
Jawabannya karena dia perempuan. Bapak
dan Ibu sekalian, kita bersyukur di
negeri kita ini perempuan
sudah
kalau bukadis ini di Bu Kadis
menyampaikan sudah sedikit perbedaannya.
Jadi kita sangat bersyukur sekali. Kita
enggak
di Amerika negara super power belum
pernah seingat saya ada presiden
perempuan. Kita sudah ada presiden
perempuan. ketua. Kalau ketua DPR-nya
perempuan ya, gubernurnya kita banyak
yang perempuan, bupatinya sampai kepala
desa. Jadi sekali lagi ee kita Bapak dan
Ibu sekalian para perempuan kita harus
bersyukur ee di negeri kita ini
memperlihatkan jejak perjuangan
perempuan Indonesia telah menempuh jalan
panjang untuk mewujudkan peran dan
kedudukan perempuan Indonesia dalam
berkehidupan berbangsa dan bernegara.
Dari perspektif kesetaraan gender,
perbedaan perempuan dan perempuan di
Indonesia secara umum tidak terlalu
signifikan.
Meskipun Bapak dan Ibu sekalian ditemui
isu gender dalam berbagai bidang
pembangunan. Ini yang perlu terus kita
suarakan dan perlu kita perjuangkan.
Bapak dan Ibu sekalian, alhamdulillah e
provinsi kita Jawa Timur ini mempunyai
potensi besar dan telah menjadi besar
karena hubungan harmonis, kinerja yang
bersinergi antara pimpinan dan rakyat
bersatu padu. Kita provinsi kita ini di
Pulau Jawa tidak bisa dibandingkan
dengan luar Jawa. Kita paling luas
seluas 47.000 km² penduduknya 41.0006
41.61
63.000
dengan jumlah penduduk perempuan 50,1%
laki-laki 49,1%.
Sedangkan untuk generasi milenial 24,3%
dan generasi Z 24,8%.
Kenapa Bapak dan Ibu sekalian ini kita
sebutkan? Karena pada generasi milenial
inilah
mereka yang akan menjadi penerus kita.
Bu Kadis tadi saya ditanya saya tahun 60
belum lahir, saya 5 tahun kemudian baru
lahir.
Jadi kita sudah melihat bahwa
seluruh ee sinergi yang bagus antara
pimpinan dengan rakyat, seluruh komponen
di Jawa Timur ini menjadikan pembangunan
fisik dan non fisik di provinsi kita
berkembang dengan pesat. Meskipun tahun
2020 dan 2021 kita terlanda pandemi ini
Bapak dan Ibu sekalian pesatnya tadi
bisa kita lihat dari perekonomian Jawa
Timur yang
pada triwulan 3 tahun ini sebesar 5,58%.
Bapak dan Ibu sekalian ee sekedar
referensi kita bersyukur Jawa Timur
sekali lagi karena IGI ini inisiatif
kemudian kolaborasi dan inovasi yang
selalu dijalankan oleh Jawa Timur serta
sinergi yang bagus antar seluruh
komponen. Maka Jawa Timur ini
pertumbuhan ekonominya selalu di atas
rata-rata nasional, selalu di atas 5%.
Selain pertumbuhan ekonomi, Bapak dan
Ibu sekalian, indeks pembangunan manusia
di Jawa Timur dari tahun ke tahun juga
meningkat. Tahun 2021 lalu IPM Jawa
Timur sebesar 72,1%
dari dibanding tahun sebelumnya sebesar
71,7%.
Angka harapan hidup saat ini adalah
71,3%.
Bapak dan Ibu sekalian, saya tadi lupa
menyampaikan saya nanti di saya Viva
Giga, nanti Bapak dan Ibu bisa melihat
dan jangan lupa juga untuk subscribe. Ee
tadi saya sudah cerita ke Bu Pinky. Bu
Pinkki, ibu saya usianya, ibu saya
usianya masih muda, baru 95 tahun.
Masih melihat dengan baik, masih
mendengar dengan baik, masih berjalan
dengan baik. Alhamdulillah. Apa
rahasianya? Ternyata ee saya dibisi sama
Bu Anik Maslakah ya. Ya, Bu Anik ya, Bu
Wakil Ketua Dewan. Ternyata kita itu
selalu bersyukur. Kita bersyukur apapun
ketetapannya menjadi ketetapan Tuhan.
Begitu kita selalu bersyukur maka
kebahagiaan akan muncul. Jadi rahasianya
adalah bahagia. Bahagia bisa diperoleh
ketika kita bersyukur terhadap apapun
ketetapan Tuhan yang diberikan kepada
kita.
Kemudian Bapak dan Ibu sekalian ee
pengeluaran
rat pengeluaran per kapita rata-rata
kita adalah 11,7
juta tahun lalu. Demikian juga indeks
pembangunan gender tahun 2021 mencapai
91,6.
Sekali lagi Bapak dan Ibu sekalian,
capaian tersebut didukung adanya
sinergi, kolaborasi dan koordinasi
antara pemerintah dengan para organisasi
perempuan, perguruan tinggi, dunia
usaha, forum partisipasi masyarakat,
generasi muda dan lain-lain sebagainya.
Ini biasa kita sebut Bu Pingkiy menyebut
sebagai pendekatan pentah heleliks.
Begitu ya, Bu Pinkki. Karena ee Bu
Pingki ini dari akademisi.
ee Bapak dan Ibu sekalian, melalui
inisiatif, melalui IGI, inisiatif,
kolaboratif dan inovatif
adalah kunci pembangunan gender terus
bergerak berseiring dengan laki-laki
mengisi perempuan walaupun tetap
menjalankan kodratnya sebagai istri dan
ibu bagi anak-anak. Hadirin sekalian,
pada
kegiatan hari ini saya berpesan, Ibu
Gubernur berpesan
yang pertama khusus bagi ASN kita semua
Bu, para kepala UPD, para ASN agar
memiliki karakter IKI, inisiatif,
kolaboratif, dan inovatif
sehingga menjadi sosok game changer,
perubah permainan atau pemimpin
perubahan. sosok pemimpin yang
berkarakter
yang akan memberikan dampak positif di
lingkungannya. Kemudian memberikan
memiliki gabungan energi gerak, energi
dedikasi, dan energi perubahan di
samping talenta dan proses
pendidikannya. Memiliki naluri intuisi,
dan menjunjung tinggi spirualitas.
Jadi, Bapak dan Ibu sekalian, kalau kita
lihat di negeri kita itu hampir tidak
pernah ada jarang sekali persentasenya
0-0 koma berapa orang bunuh diri. Apapun
yang terjadi kita tidak akan bunuh diri.
Berbeda dengan negara lain. Karena apa?
Kita menjunjung tinggi spiritualitas.
Kemudian tetap menjaga kodratnya sebagai
ibu yang mampu melahirkan. melahirkan
ini baik secara biasa maupun secara
operasi melahirkan karena kemarin anak
saya juga baru, cucu saya baru lahir
dengan operasi ya. Jadi tetap menjaga
kodratnya sebagai ibu yang mampu
melahirkan dan mendidik menciptakan
generasi bangsa yang berakhlak, cerdas,
dan visioner. Bagi para perempuan yang
aktif di organisasi no kedua, komunitas
pemerhati perempuan, perguruan tinggi,
dunia usaha, mari bersama pemerintah
bersama-sama membangun negeri ini
perspektif gender. Karena dengan
melindungi, memberdayakan perempuan,
kita pastikan lahirlah generasi yang
cerdas dan berakhlak untuk
terus-meneruskan tunggak perjuangan
bangsa. Kita buktikan bersama-sama cita
perjuangan perempuan pada kongres
perempuan pertama dapat kita
implementasi dan implementasikan dan
kembangkan bersama dalam rangka
mewujudkan Indonesia pulih lebih cepat,
bangkit lebih kuat.
Selamat memperingati Hari Ibu ke-94
melalui seminar nasional. Semoga menjadi
jejak kongres perempuan untuk mewujudkan
perempuan perlindungan pembedaan
perempuan menuju Indonesia emas. Suara
perempuan Jawa Timur untuk Indonesia.
untuk Indonesia. Bapak dan Ibu sekalian,
sebelum saya buka mohon izin tadi karena
sudah diawali pantun ee saya juga akan
membuatkan pantun karena saya sudah
dipesan sama Bu Kadis, "Pak asisten
tolong dibuatkan pantun." Kenapa Bu
Kadis? Karena kalau kita dengar pantun,
pantun itu isinya indah. Kemudian
untaian kata-katanya indah. Kita
kemudian pasti pasti pasti, Bu 99 pasti
kita akan bertepuk tangan. Kalau
bertepuk tangan berarti saraf-sarafnya
rileks gitu. Kemudian pasti kita
tersenyum. Kalau tersenyum ya Bu ya,
satu kali tadi tepuk tangan 5 tahun
lebih muda. Kalau dua kali berarti 10
tahun lebih muda, gitu ya, Pak. Ini
Bapak dan Ibu sekalian. Kemarin saya
mewakili Ibu Gubernur
memberikan sambutan pada acara
ke persatuan
universitas seluruh Asia Tenggara. 11
anggota Asia Tenggara. Saya membuat
pantun bahasa Inggris. Pertama kali saya
membuat pantun bahasa Inggris. Nanti
Bapak bisa melihat di Viva Giga TV
seperti apa pantunnya. Tapi yang yang
jelas semua tertawa terbahaba. Hari ini
saya membuat karena sudah pantun bahasa
Inggris MC, saya membuat yang nomor satu
parian pantun bahasa Jawa, yang dua baru
bahasa Indonesia gitu ya Bu ya. Tolong
jangan lupa tepuk tangan nanti nanti
saja biar kita lebih mudah 5 tahun
minimal gitu ya. suwe ora jamu
jamu pisan godong waru
ojo
eh kok ojo [tertawa]
sakin bersemangat ayo majukake para ibu
ayo memajukan para ibu manungso utomo
kang kito kudu mituhu lah bu
ya terus artinya bapak dan Ibu sekalian
kalau Bu Pingki ini karena orang Solo
bukan Solo Solo. Jadi yang betul tuh
Solo Bu, Bapak, Ibu-ibu. Ayo majukake
para ibu. Ayo memajukan para ibu.
Manungso utama, manusia utama yang kita
kudu mituhu. Kita harus berbakti, kita
harus taat. Itu artinya itu tadi ya, Bu
ya. Tadi sudah tepuk tangan ya, Bu ya.
Yang kedua, yang kedua ini ini bahasa
Indonesia. Jadi enggak perlu kalau
mituhu ini ini kromo inggil ini. Kita
harus mituhu sama orang sama ibu sama
ibu kita. Burung darah burung kenari
hinggap di atas pangkuan.
Peringatan Hari Ibu tahun 22 ini.
Perjuangkan kemuliaan dan hak-hak
perempuan. Terima kasih.
Dengan membaca bismillahirrahmanirrahim,
webinar Suara Perempuan Jawa Timur untuk
Indonesia mewakili Ibu Gubernur kita
nyatakan dibuka bersama-sama.
Terima kasih.
Ini nelala kok tertinggal punyanya Bu
Kadis saya bawakan sekali.
Terima kasih banyak kami ucapkan kepada
Bapak Dr. Andes Beni Sampirwanto, M.Si.
yang sudah membuka acara mewakili
Gubernur Provinsi Jawa Timur. Kita
berikan tepuk tangan sekali lagi yang
meria Bapak dan Ibu.
Terima kasih juga Pak Beni sudah
sekaligus mengambilkan loh Pak yang
tertinggal saking semangatnya ya. Dan
kali ini untuk membuka webinar kita pada
pagi hari ini, marilah bersama-sama kita
akan mendengarkan keyote speech
oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Republik Indonesia.
Kita sambut Ibu Igusti Ayu Bintang
Darmawati.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita
semua. SH lebih aman dan tentunya lebih
sejahtera.
Pada kesempatan yang sangat istimewa
ini,
saya juga mohon dukungan dan kerja sama
dari Bapak, Ibu sekalian, para pemangku
kepentingan untuk ambil peran dan ikut
serta dalam perjuangan ini. Saya juga
mengajak semua yang hadir di sini
khususnya para perempuan untuk turut
serta berpartisipasi,
berpendapat, dan mengemukakan
pemikirannya bagi perjuangan bangsa
Indonesia. Kita semua perlu bergerak
seirama dalam suara yang sama membangun
langkah-langkah konkret yang dapat
memberikan manfaat besar bagi kehidupan
perempuan dan anak Indonesia menuju
Indonesia Emas 2045.
Sekali lagi selamat hari Ibu ke-94 tahun
2022 untuk seluruh perempuan Indonesia.
Ibu bagi bangsa, permata bagi negara.
Teruslah menginspirasi, jangan pernah
berhenti memberi arti. Demikian beberapa
hal yang dapat saya sampaikan. Perempuan
berdaya, anak terlindungi, Indonesia
maju. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Om santi shanti shanti. Om
namo buddhaya.
Terima kasih kami ucapkan kepada Ibu
Igusti Ayu Bintang Darmawati yang sudah
memberikan ke speech tentunya pada ASN
belajar seri ke-47.
Dan kali ini Bapak dan Ibu sebelum kita
memasuki acara inti pada pagi hari ini,
marilah bersama-sama kita akan
menyaksikan video perempuan inspiratif.
butuh keterlibatan perempuan dalam
countervol violent extremism
dan sebagai preventer violent ekstremism
atau pencegah dalam radikalisme dan
ekstremisme.
Maka
Dharma Wanita Persatuan
Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Trenggalek hadir berperan aktif melalui
agen moderasi beragama perempuan di
dalam naungan rumah moderasi. [musik]
Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek
ikut serta berperan aktif dalam
menanamkan nilai-nilai moderasi
beragama.
Sukses [musik] Agen Moderasi Beragama
Dharma Wanita Persatuan Kantor
Kementerian Agama [musik]
Kabupaten Trenggalek.
Berawal dari sebidang tanah berukuran
13* 50 m per, kami membentuk kelompok
wanita tani [musik] atau KWT berdasarkan
surat keputusan Kepala Desa Dadapan
nomor 188/16/KP/413.315.01/2
[musik]
Tangan [musik] kreatifnya bisa terwujud
perekonomian yang sehat.
[musik]
Hidup damai itu
tidak bisa kita mau satu hari full kita
bisa merasakan hidup damai. Itu menurut
saya ya. Atau bahkan mungkin dalam
seminggu, sebulan kita hidup damai
terus. Karena ya kita ini hidup di dalam
dunia, kita hidup dalam dunia kerja,
dunia rumah tangga yang pastinya
persoalan-persoalan itu ada. Tapi bukan
berarti bahwa kita tidak bisa merasakan
kedamaian gitu ya. Kedamaian itu ada
pada saat Anda bisa menarik nafas, aduh
lega ya rasanya gitu. Nah, itu satu
kedamaian sesaat. Iya, tapi bisa kita
rasakan.
[musik]
Kita berikan tepuk tangan yang meriah
untuk Video inspiratif wanita-wanita
Indonesia. Sama seperti seluruh wanita
yang hadir di sini, yang mau offline
ataupun juga online ini adalah
wanita-wanita hebat. Kita berikan tepuk
tangan untuk Anda yang telah hadir di
sini. [tepuk tangan] Sebelum itu, biar
kita lebih semangat lagi, masih ingat
jargonnya untuk Ibu-ibu. Bapak ingat
semuanya jargonnya? Coba saya cek dulu
jargonnya. Perempuan Jawa Timur.
Coba bersama-sama suara kami untuk suara
kami untuk Indonesia yang lebih semangat
lagi ya. Coba saya ingin cek lagi
yel-yelnya. Perempuan Jawa Timur
suara kami untuk Indonesia.
Kok belum semangat sih, Ibu? Boleh lebih
semangat lagi ya, Ibu ya. Semangat lagi
ya. Oke. Perempuan Jawa Timur tunjukkan
semangatnya, Rek. Oke. Bersiap-siap.
Perempuan Jawa Timur. Suara kami untuk
tepuk tangan dong.
Dan kali ini untuk Anda semuanya kita
memasuki acara inti. Tapi sebelum itu
izinkan saya untuk memperkenalkan
moderator kita pada siang hari ini. Dan
untuk itu saya ingin memperkenalkan
beliau bernama Dr. Inki Saptan dari
Dokteranda, MA dan menempuh pendidikan
sebagai S1 Ilmu Sosiologi FISIP UNER dan
juga S2 Ilmu Antropologi Pasca Sarjana
Universitas Indonesia dan menempuh S3
Filsafat Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Indonesia. Beliau juga aktif
dalam organisasi sebagai ketua Pusat
Studi Afrika FISIP UNER dan juga sebagai
ketua 2 ISWI Jawa Timur dan juga ketua
umum Badan Koordinasi Kegiatan
Kesejahteraan Sosial BK3S Jawa Timur dan
beliau adalah Ketua Dewan Penasihat
Asosiasi Antropologi Indonesia Pusat.
Marilah kita sambut bersama-sama
moderator kita, Ibu Dr. Pingki
Saptandari, Dranda, MA.
Baik.
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Salam sejahtera. Salam sehat. Jangan
lupa untuk berbahagia di man ee di mana
pun berada, baik yang hadir secara
langsung di ruangan yang megah ini
maupun yang ada di webinar ASN Belajar.
Ya, alhamdulillah wasyukurillah pada
hari ini kita bisa bersama-sama bertemu
ya dalam keadaan sehat dalam rangka
memperingati
hari Ibu tahun
2022.
Terima kasih Pak Beni telah mewakili Ibu
Gubernur gitu ya. Kalau tadi Pak Beni
sudah memberikan pantun luar biasa ya.
Saya walaupun orang dari Solo, tapi juga
lahirnya di Surabaya, Pak. Jadi belajar
parian juga bisa, Pak. Gitu ya. Jadi
khusus untuk Pak Beni ya yang telah ee
berkenan
menyambut dan membuka acara ini
sekaligus mengambilkan maskernya Bu
Kadis tadi.
E parian ini khusus untuk Pak Beni ya.
Mangan karedok dicampur keni karo wong
wedok kudu ngajeni.
Iya. Jadi ee kehadiran beliau di sini
adalah dalam rangka ngajeni, menghargai
kaum perempuan karena beliau lahir dari
seorang ibu yang hebat tadi ya. Tepuk
tangan untuk ibundanya Pak Beni ya yang
masih sehat ya, masih awas gitu ya. Ibu
saya juga ee tahun lalu meninggal,
beliau masih ngisi TTS gitu ya. Pada
saat saya mau ke
apa? Ethiopia beliau tanya mau ke mana?
Ke Ethiopia. Lalu beliau mengatakan,
"Jangan beritahu nama ibu kotanya.
Kenapa? Saya sudah tahu loh. Kok hebat
Ibu sudah tahu dari mana ngisi TTS ya.
Jadi berkat TTS pengetahuan beliau
menjadi lebih luas daripada kita yang
mungkin sudah terpapar medsos tapi tidak
ngerti ya apa hal-hal yang ada di dunia
ini ya. Baik Bapak Ibu sekalian, ikat
sempat ikan gabus jangan dicampur lele.
Makin cepat makin bagus supaya tidak
bertele-tele.
I saya tadi sudah apa dibisiki oleh
panitia kita ini dihadiri oleh
perempuan-perempuan hebat. Saya tidak
mungkin
apa menyapa satu persatu ya dari
organisasi perempuan yang nanti kita
bersama-sama berproses dalam acara ini
tidak dalam rangka talk show semata,
tetapi lebih dari itu adalah ini adalah
satu cara yang nantinya kita berdiskusi
untuk semacam sangu kongres perempuan
Jawa Timur gitu ya. Tepuk tangan untuk
Bu Novi yang menggagas acara ini luar
biasa. Karena seperti yang tertulis di
sini bahwa suara perempuan Jawa Timur
untuk Indonesia. Ya, kenapa berani
mengatakan demikian? Karena Jawa Timur
ini adalah representasi
Indonesia mini. Semua masalah di Jawa
Timur ada. Mau bicara tentang
stunting, mau bicara tentang kekerasan,
mau bicara timur. Tetapi Jawa Timur
bukan hanya gudangnya masalah, tapi juga
gudangnya solusi. banyak
perempuan-perempuan hebat di luar sana
yang bekerja secara sunyi gitu ya untuk
melakukan upaya-upaya pemberdayaan bagi
dirinya maupun bagi yang lainnya.
Seperti tadi sudah kita lihat
bersama-sama
mereka-mereka perempuan inspiratif yang
seringkiali tidak apa tidak terjangkau
ya ee kemudian juga tidak tersuarakan
maka sudah bekerja dalam sunyi tetapi
belum mendapat apresiasi ya. Selamat
kepada para pemenang. Semoga bisa
menjadi inspirasi bagi
perempuan-perempuan lain di Jawa Timur.
Ini harus nurut kepada panitia gitu ya,
sudah diberikan apa ee bumper segmennya.
Jadi
saya juga harus menyapa sobat ASN yang
berada di webinar juga ya, webinar ee
ASN belajar ya. Ee berikut ini kita akan
saksikan dan dengarkan bersama paparan
materi dari sosok luar biasa ya. Saya
juga sudah mengenalnya lama sekali
dengan beliau yang cantik ini. Wanita
tangguh ya. Kenapa harus saya katakan
untuk perempuan masuk ke dunia publik
terutama politik itu harus tangguh
karena perjuangannya tiga kali lipat
dari laki-laki untuk bisa sampai.
Jangankan menjadi untuk maju saja ya
nanti beliau akan cerita sendiri untuk
maju saja itu perjuangannya
tiga kali lipat gitu ya. jiwa dan raga
gitu ya. Itu ya. Nah, siapakah beliau
ya? Langsung saja kita sambut Haj Anik
Maslahan, S.Pd., M.S. ya.
Ibu cantik,
Bu Ani. Monggo.
Oke, apa kabar?
Alhamdulillah
baik. Mudah-mudahan kita semuanya baik
juga.
Ya, Ibu dan Bapak sekalian di mana pun
berada termasuk ASN belajar di samping
saya yang berwama
kita kebetulan hijau-hijau ya
sama hijaunya ya. Hari ini kita
penghijauan ya,
subur-subur.
[tertawa]
Kita sama-sama memakai kostum hijau ya
dalam rangka memperingati hari ibu ya ee
2022. Hari ibu yang bukan Mother's Day
gitu ya. Seringki orang menganggap bahwa
hari ibu itu Mother's Day, hari ibu.
Tapi hari ibu adalah hari gerakan
perempuan Indonesia yang sudah berumur
74 tahun ya. Sehingga ee selalu harus
diingatkan merawat memori kolektif kita
bahwa hari ibu bukan majes tapi hari
gerakan perempuan Indonesia. Nah, salah
satu
hadiah dari perjuangan 74 tahun itu
adalah yang ada di samping saya. Beliau
ada menjadi perempuan reformis adalah
karena perjuangan dari
pendahulu-pendahulu
yang sudah berjuang melalui
organisasi-organisasi
yang ada pada masa itu. Tanpa berpanjang
kata,
kami persilakan Ibu Hajah Anik. Saya
manggilnya apa ya? Mbak Nik. Boleh ya?
Boleh dua-duanya. Yang pasti kalau Mbak
saya akhirnya menjadi lebih muda. Kalau
Ibu maka tentu sesuai dengan kondisi
existing. [tertawa]
Oke, Bu Ani monggo saya persilakan untuk
menyampaikan paparan, pengalaman atau
apa saja ketika berjuang masuk ke dunia
politik ya. Lalu bagaimana bisa meraih
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur?
Yang saya tahu bahwa kepemimpinan itu
perempuan sangat langka. Bahkan Jawa
Timur belum apa kepala dinasnya yang
perempuan juga belum banyak ya Bu Novi
ya kepala dinasnya. Jadi masih harus
ditambah lagi. Tetapi hebatnya wakil ee
Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur adalah
seorang Ibu Anik Mashan. Kami persilakan
Ibu.
Terima kasih Bu Pingki. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Sehat semuanya? Ibu
harus sehat karena di dalam Ibu yang
sehat pasti ada anak yang sehat pula.
Saya sapa dulu. Yang kami hormati Ibu
Kajati. Luar biasa. Mudah-mudahan
semakin sukses.
Saya hormati pula Pak Benny yang luar
biasa ini Pak Harmokonya Jawa Timur
dan Bu Kadis tentunya. Yang saya hormati
para kepala dinas OPD dan tentu Bu
Pengk. Harusnya Bu Pingki ini yang jadi
narasumber ya. Saya suka ini, kualat ini
saya.
Dan Ibu-ibu hebat seluruh peserta
webinar hari ini. Syukur alhamdulillah
saya akan mencoba eksplorasi dari
teori sekaligus
praktik
seperti apa nuansa politik yang terjadi
di Indonesia.
Yang pasti Bu Pingki, kami sangat
bersyukur ketika era reformasi yang
diawali tahun 98,
resesi ekonomi global terutama Jawa
Timur saat itu. Jadi persis tahun ini
kira-kira kayak begitu yang kemudian
menjadikan reformasi birokrasi,
reformasi politik, sosial, budaya
sekaligus yang berimplikasi kepada
perempuan banyak pada posisi-posisi
strategis. Jadi sebenarnya memang
perjuangannya sudah lama, tetapi untuk
Indonesia kerran itu baru terbuka di
tahun 99, tepatnya adalah pemilu yang
pertama era reformasi.
Yang kedua, kami berterima kasih sekali
kepada pemerintahan kita tercinta.
Kenapa? Karena dari pemerintah itulah
memberikan afirmasi bagaimana perempuan
bisa terlibat lebih aktif
yang terlegimate. Kira-kira kayak
begitu. Yang kemudian
fakta hari ini Gubernur Jawa Timur kita
adalah berjenis perempuan.
Ada beberapa
regulasi Bapak Ibu sekalian yang menjadi
payung hukum yang kemudian kita termasuk
saya bisa berkembang. perlu saya
sampaikan saya Bu Pingki, saya DPRD
memang 4 periode.
Tahun ya tahun 2004
saya pertama kali nyalek kok dilala
dilala itu kersani Allah. Begitulah
kira-kira
saya diberikan nomor urut satu karena
nomor urut satu saat itu sisa
pemilihannya masih tertutup tetapi
walaupun saya perempuan tetap saya suara
terbanyak kala itu di Sidoarjo. Jadi
saya 20049
di Kabupaten Sidoarjo baru 201419 di
Jawa Timur di Lala juga saya selama 4
periode juga nomor satu. Terus Bu
Pingki, jadi nomor urut itu ternyata
juga memberikan peluang yang lebih
maksimal untuk bisa keterpilihan. Tetapi
ada beberapa variabel lain yang
menyebabkan kemudian saya bisa terpilih.
Tentu 99%-nya
adalah meet in Allah. 1%-nya itulah
ikhtiar. Ya, ikhtiar lahir batinnya. 99
adalah milin Allah.
Bapak, Ibu sekalian, ada beberapa
regulasi. Yang pertama dulu, Mbak. Slide
yang pertama.
Yes. Jadi ee pertama kali yang
memberikan afirmasi perempuan wajib
hukumnya 30%.
yang namanya afirmasi tentu suatu ketika
ketika perempuan sudah berdaya baik
dalam bentuk kuantitas maupun kapasitas
tentu aturan ini tidak akan berlaku
lagi. Ini hanya sifatnya sementara.
Bagaimana bisanya perempuan terdongkrak
sebab Indonesia itu bupingki bila tidak
ada aturan susah.
Betul. Betul
kan begitu. Sehingga harus ada piranti
lah kira-kira begitu untuk menjadi
payung hukumnya harus ada.
P.
Mohon maaf, Bu Ani. Ini panitia ee yang
di sini bisa ditayangkan juga karena
yang offline juga ingin menyaksikan
materi dari Bu Ani.
Iya, betul.
Iya. Baik, terima kasih.
Ya. Jadi dari Undang-Undang Nomor 2
Tahun 2008 tentang parpol, begitu juga
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008
tentang Pemilu,
bahwa di situ wajib hukumnya pemerintah
sampai dengan 2014 yang penting 30% ada
unsur perubahan. Itu aja.
Karenanya ketika partai
peserta pemilu atau kontestan
tidak memenuhi kuota 30% maka partai
tidak diperkenankan untuk ikut.
Kira-kira kayak begitulah di des semacam
kayak begitu.
Alhasil tentu partai akan melakukan
eksplorasi berusaha maksimal bagaimana
perempuan-perempuannya dibdayakan.
Jadi ada ee guiden lah kira-kira kayak
begitu dari piranti hukum yang berlaku.
Akhirnya berlanjut kepada PKPU nomor 4
kemudian undang nomor 7 ee yang pada
intinya adalah keterwakilan perempuan
itu sebuah keharusan, sebuah kewajiban.
Dan alhamdulillah
dari regulasi itu beberapa partai
termasuk partai kami mengadop
partai kami
minimal 30%
di setiap level. Sehingga di jajaran
ketua harus ada 30%, jajaran sekretaris
bendara harus ada 30%. Tidak
tergenarisir.
Kira-kira begitu. Apakah semua partai
juga demikian? Tidak.
Karena itu kearifan lokal dari
masing-masing partai. Maka kemudian
memang susah Bu Pingki perempuan untuk
posisi strategis di partai. Ya, saya
kebetulan saja adalah sekretaris
partai. Di Jawa Timur ini ada dua partai
yang ketuanya perempuan. Satu adalah
PKB, yang kedua adalah PDI. sama-sama
perempuan.
Yang tentu ini akan berimplikasi kepida
ketika nyalek, ketika kita posisinya
strategis. Ketika nyalek tentu nomor
urutnya juga strategis. Kira-kira gitu
implikasinya. Maka kesimpulannya apa?
Kesimpulannya perempuan yang
berpartisipasi pada rana publik terutama
bidang politik penting bagaimana meraih
posisi strategis. Poin pertanyaannya itu
ya. Nah, meraih posisi strategisnya
posisi
mulainya seperti apa?
Tentu
ada
upaya konkret bagaimana satu peluang
yang ada dalam setiap event kegiatan
partai jangan sampai dilewatkan. Itu
peluang pertama. Ketika kita mampu untuk
mengisi peluang itu, so pasti partai
akan melihat
kinerja. Dari kinerja itulah maka
tahapan yang kedua kita akan sering
terpakai.
Ketika kita sering terpakai maka kita
diberikan kepercayaan.
Ketika kita diberikan kepercayaan dan
hasilnya itu bisa dipertanggungjawabkan.
kira-kira kayak begitu. Maka tentu baru
kita ada posisi semacam privilege
posisi. Kira-kira kayak begitulah.
Dari tahapan-tahapan itulah sahabat
perempuanku yang aktif di dunia politik
itu bisa dilakukan. praktik yang kami
lakukan seperti itu aja dan saya yakin
itu akan berlaku kepada semua partai,
semua partai. So pasti kita tidak
menafikan di manapun komunitas, di
manaun lini kehidupan, bidang apapun
kompetisi pasti terjadi.
Like and dislike. Apalagi kalau kita
ngomong politik, politik itu jahat.
Politik itu kotor. Politik ituikutan,
sikut-sikutan, politik kita masih
maskulin.
Saya pikir semuanya bergantung kepada
SDM-nya, bergantung kepada kitanya,
bergantung kepada pengelolanya. Kan
begitu.
Karenanya
bagaimana kita menjadi
perempuan-perempuan
difference mungkin begitu.
Perempuan-perempuan yang beda. Sehingga
dari beda itulah kita menjadi pewarna.
Dari pewarna itulah kita menjadi
terpilih. Kira-kira begitu siklusnya ya.
Tentu garis tangan Bu prestasi
dikenal karena prestasi.
Betul.
Mau mengambil peran strategis bukan
sensasi. Ya,
betul. Per
karena ada yang dikenal secara sensasi
enggak akan lama ya, Ibu ya. Kalau Ibu
kan sampai empat periode ya. Kita beri
tepuk tangan untuk Ibu.
Iya.
Monggo Ibu dilanjut. Next.
I
ini sudah kita simpulkan tadi bahwa
ketika
perempuan
punya peran tinggal kita pilih apakah
kita pilih di session maker atau
hanya sekedar followers. Ah, begitu
Binggi.
Maka itu sebuah pilihan
dan apa yang kita lakukan pasti
berimpact kepada diri kita. Kira-kira
gitulah kesimpulannya. Next.
Lanjut, Mbak
I.
Para Ibu, Bapak sekalian yang saya
hormati.
Berapa sih posisi tahun 2019 untuk
keterwakilan perempuan di parlemen?
Per hari ini di parlemen
DPR RI ada
sekian. Begitu juga di
DPRD
Provinsi tidak jauh dari itu ya. Artinya
dari 2009
sampai dengan 2019 kita masih belum
memenuhi target minimal 30%.
Nah, dari komposisi hari ini DPRD Jawa
Timur itu ada 120 perempuan yang
terbanyak adalah PKB kita ya. di PKB itu
ada 44% dari 25
anggota 11 adalah perempuan. Kalau PDI
dari 27 perempuannya ada 8. Demokrat
dari 14 ada 1. Kemudian Nasdem dari 6
ada 1. P3 dari 5 ada 1. Ini komposisi
yang ada di Jawa Timur. Nah, sekarang
kita lihat kalau ini di parlemen
bagaimana posisinya di eksekutif
yang megang operator siapa ya?
Yang megang operator siapa ya?
Ya, Bapak, Ibu sekalian, per hari ini
kalau kita lihat jumlah ya, jumlah
pejabat Jawa Timur dari BPS tahun 2020
kita komparasikan dengan tahun 2021.
Iya, memang totalit untuk pejabat
perempuan
di tahun 2020.
ada 25.000 sekian laki-laki, 27 sekian.
Artinya masih banyak laki-laki.
Tahun 2021 perempuan 23.000
sekian, laki-laki 24.000
sekian.
Sekilas yang kita pahami adalah
sesungguhnya pejabat kita tidak terlalu
signifikan selisihnya,
tetapi poinesnya adalah pada urutan
kesatu dan kedua. Eselon kita satu, maaf
eselon satu kita satu, eselon kita lah
di sini. Jadi para kepala dinas, para
kepala OPD kira-kira kayak begitu.
proporsinya adalah
laki-laki tu perempuan. Nah, di situ.
Sehingga supporting terbanyak posisi
mana si perempuan itu? Supportingnya ya
hanya jabatan fungsional guru dan
fungsional
medis. Karena banyak bidan, perawat itu
adalah perempuan. Artinya apa, Bapak Ibu
sekalian? pada posisi di session maker
kita masih sangat kurang. Kesimpulannya
itu di situ. Maka nyambungnya di mana?
Nyambungnya adalah next, Mbak.
Nyambungnya adalah ada banyak
persoalan-persoalan perempuan. Kita
patut bersyukur. Alhamdulillahiabbil
alamin.
Persoalan kekerasan perempuan dan anak
makin hari maaf bila dibanding antara
2021 dengan 2022 kita sudah turun.
Tetapi walaupun turun kita masih
signifikan.
Urutan kedua dari 34 provinsi di
Indonesia.
Tetapi kita jangan kemudian buru-buru
menyimpulkan
kenapa kita besar, Bu Wingki. Bisa jadi
karena masyarakat Jawa Timur
perempuannya sudah cerdas,
sudah berani untuk
speak up, sudah berani untuk melapor.
bisa jadi karena DP3A-nya
aktif
dan solutif
sehingga semakin hari perempuan ya kita
applause untuk BP DP3A ya sehingga
perempuan dan anak makin hari ketika dia
mengalami persoalan dia tidak ada
kesulitan. Kenapa? Karena pelayanan di
berbagai daerah, di berbagai kecamatan,
di berbagai titik. itu ada kira-kira
kayak begitulah sehingga semakin
besar yang bisa ditangkap oleh
pemerintah kasus-kasus itu. Hal yang
perlu dikarus bawahi adalah dari sekian
banyak kasus ternyata Jawa Timur tahun
2022 mampu menekan daripada tahun 2021.
Salah satu supporting besarnya kenapa
persoalan kekerasan rumah tangga
terjadi lebih banyak. Di antara
penyebabnya Bu Bingki mungkin lebih
mirsani lebih dulu karena dispensasi
kawin anak. Dispensasi kawin anak Jawa
Timur itu tahun 2021 ada 17.151.
Apa konsekuensinya
ketika nikah sebelum 17 tahun? Oh 17 apa
19?
19 tahun. So pasti dia secara psikis
belum mapan belum siap. Secara ekonomis
belum mapan, secara pendidikan paling
tidak SMA sudah lumayan paling tidak SMP
kan begitu.
Tentu variabel-variabel itulah yang
menjadikan supporting. Kenapa
persoalan-persoalan kekerasan KDRT
semakin tinggi? Ketika emaknya
pendidikannya enggak oke, psikologisnya
masih belum matang, ekonominya belum
terbangun,
boro-boro bapake anak-anak
selingkuh. Ahah. Misalnya kayak begitu.
Apa yang berdampak? Berdampak adalah
kekerasan psikis anak. bisa juga
kekerasan fisik anak karena orang tuanya
ribut terus anak kena pukul lah
kira-kira kayak begitulah ee apa ee
fenomenafenomena yang terjadi di
beberapa daerah termasuk di Jawa Timur.
Maka kemudian apa yang harus dilakukan
oleh perempuanku bersama-sama kita harus
melakukan yang pertama adalah kita
lakukan pendidikan politik semasif
mungkin. Pendidikan politik tidak hanya
menjadi kewajiban dari partai politik.
Memang iya.
Kenapa sih dianjurkan sangat
afirmasi terkait dengan kepesertaan
pemilu untuk perempuan 30% ada di DPR?
Karena memang ee Indonesia ini segala
sesuatu pelih
adalah produk dari lembaga politik.
Jadi saya ulang, kenapa perempuan butuh
banyak menjadi politisi?
Karena semua kebijakan di Indonesia
adalah produk dari lembaga politik. Coba
kita persani pilihan presiden tidak akan
bisa nyalon. Boleh independen tapi
syaratnya sengsara.
maka harus melalui pintu politik. Begitu
juga gubernur, kabupaten, kota,
walikota, dan bupati.
Maka kemudian
apa lanjutannya? Lanjutannya adalah
tentu kebijakan yang diambil oleh kepala
baik itu presiden, kepala daerah ini
juga tidak jauh dari institusi politik
yang mengantarnya.
Inilah kemudian formulasi kebijakan akan
berpengaruh kepada personalnya atau
personal akan berpengaruh kepada
kebijakan apa yang dibuatnya.
Kenapa perempuan harus banyak fakta
bahwa kasus
anak, kasus masyarakat, kasus perempuan
di Indonesia 97 sekian persen korban
adalah perempuan dan anak. Betul? Maka
perlu di session maker pada setiap lini
terutama adalah lini di parlemen baik
pusat hingga kabupaten kota. Kenapa?
Karena produk-produk hukum, regulasi,
produk-produk kebijakan anggaran itu
formulasinya ada di tangan parlemen.
Maka ketika banyak perempuan so pasti
ada sensitivitas yang lebih
ada iya betul ada perasaan yang lebih,
ada memikirkan yang lebih dan ada
beberapa hal. substansial yang tidak
dipikirkan, tidak diketahui oleh
laki-laki, perempuanlah yang tahu. Di
sinilah berharap, maka berharap ketika
banyak perempuan yang berposisi di
session maker, berimplikasi kepada
kebijakannya lebih pada gender
mindstreaming. Kira-kira kayak begitu.
Karenanya
pendidikan politik ini kemudian penting
di mana pun berada.
ikut kegiatan siapapun pelaksananya
perempuan harus bisa berpartisipasi di
forum itu. Yang kedua, tentu ini hal
yang prinsip kapabilitas diri, kemampuan
diri, bahwa masyarakat akan memilih,
masyarakat akan menilai, partai akan
menentukan, partai akan memposisikan
bergantung kepada banyak hal. Salah
satunya adalah kapasitas diri. termasuk
tadi kapasitas diri bisa kita ee apa
lihat pada peluang-peluang yang pernah
di ambilnya. Nah, ini sahabat
salah satu modal yang kami miliki dan
perempuan-perempuan lain ketika kita
lakukan share sharing
apa sih
ee resep
bisa terpilih berkali-kali? Apa sih
strategi
bisa mengungguli dari laki-laki?
Maka pada poin ketiga ini yang menjadi
supporting terbesar dari perempuan
terpilih termasuk saya. Apa modal
sosial?
Sering orang mengatakan bahwa demokrasi
di Indonesia memang iya terbaik dari
seluruh dunia tetapi demokrasi di
Indonesia paling mahal juga. sedunia.
Ada yang bilang begitu. Karenanya jangan
sekali-kali perempuan yang tidak berduit
untuk nyalek. Ada seperti itu
ya katanya begitu. [tertawa]
Sesungguhnya
cost politik hanya 20% itu berdasarkan
hasil survei yang sudah teruji dari
berbagai lembaga survei. Maka 80% adalah
ikhtiar. Salah satu sarana untuk bisa
berikhtiar adalah modal sosial.
Orang bisa elektabilitas tinggi, biselah
popularitasnya tinggi dulu. Jadi tahapan
pertama adalah dikenal. Ketika dikenal
popularitas. Ketika popularitas ada,
orang tinggal mau milih apa tidak. Orang
orang enggak akan milih ketika
popularitasnya enggak dapat. Maka
sebesar apapun modal politik, maaf kos
politik yang dia punya, tetapi ketika
perempuan, ketika par calek tidak
bermodalkan sosial, maka juga akan susah
untuk bisa terpilih.
nih. Kemudian saudara perempuanku
ee bahwa berorganisasi akhirnya penting,
berkontribusi sosial akhirnya perlu
bermanfaat katanya Pak Beni adalah
utama. Karena dari kemanfaatan itulah
akan muncul keberkahan. Begitu ya, Pak
Beni. Dari keberkahan itulah akan ada
kemudahan
untuk bisa sukses. Kira-kira begitu
alurnya.
Maka dari situ ee sahabat-sahabat
sekalian
saya katakan di awal tadi ketika modal
sosial, kapasitas,
kesempatan kita ambil
maka akhirnya partai memberikan nomor
urut yang bagus. Kira-kira gitu
implikasinya. sehingga nomor urut yang
bagus akan ee ada peluang yang lebih.
Ini hasil survei pada Pemilu 2014 lalu.
Tingkat keterpilihan Calek
nomor urut 1 62,2%
nomor urut 2 16%
nomor urut 3 4%
sementara nomor 4 sampai terakhir
totalnya hanya 16%.
Apa kesimpulannya?
Bahwa pemilih masih cenderung menentukan
pilihannya berdasarkan nomor urut.
Makanya kalau kami kembalikan kepada
posisi saya, kenapa saya terpilih terus
dan alhamdulillah pasti saya suara
terbanyak Bu Pingki di dapil saya.
Walaupun saya perempuan karena di
antaranya saya nomor urut satu. H
saya nak tahu kalau saya nomor urut yang
lain apakah juga masih bisa ee apa
suaranya signifikan atau tidak. Yang
pasti orang menentukan satu karena nomor
urutnya bagus, yang kedua karena kita
sudah menanam polise, menanam kebijakan,
kita ada pelayanan kepada masyarakat,
kita ada penyapaan kepada masyarakat
sehingga masyarakat tentu ketika ada
kontestasi akan ingat, akan tahu, dan
akhirnya akan memilihnya. Kira-kira
begitu. Yang terakhir, apa sih
pentingnya perempuan harus banyak pada
posisi lembaga politik? Satu, karena
politik menentukan arah kebijakan. Yang
kedua akan mempermudah memberikan
perlindungan terhadap perempuan melalui
konstitusi.
Kalau kalau kalau kita hari ini ada pada
posisi
Jawa Timur berarti konstitusi yang kita
terbitkan adalah peraturan daerah.
Alhamdulillah terkait peraturan daerah
perlindungan perempuan dan anak akan
kekerasan kita sudah pernah dua kali
menerbitkan Perda. Pertama Perda nomor 9
tahun 2005. Kemudian kita revisi lagi
karena tidak sesuai dengan kebutuhan
adalah Perda nomor 16 tahun 2012 dan
dua-duanya ini adalah inisiatif DPRD Bu
Pingki karena undang-undang yang baru
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022
tentang TPKS tindak pidana kekerasan
seksual sudah terbit ada ekspansi
ee apa jum apa kekerasan ya ee bukan
ekspansi ada tambahan jenis-jenis
kekerasan yang bisa dilindungi dari tiga
ya Bu Pingki menjadi sembilan kalau
enggak salah begitu
berdasarkan undang-undang
maka ini kita akan berupaya optimal
tahun 2023 kita akan lakukan revisi
Perda
ya oke kita akan lakukan revisi Perda
tentang perlindungan perempuan dan anak
kita sesuaikan dengan undang-undang yang
baru. Saya pikir itu. Terima kasih
sekali lagi. Mohon maaf bila ada hal
kurangnya. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam. Terima kasih Bu Anik
telah menyampaikan bahwa strategi untuk
meningkatkan keterilan perempuan dalam
politik berdasarkan pengalaman beliau
itu ada dua strategi. Yang pertama
adalah pendidikan. Jelas gitu ya. Beliau
menempuh pendidikan S2 di UNET. Lalu
yang kedua adalah pengorganisasian.
Itu adalah modal sosial yang luar biasa
dan enggak bisa instan ya Ibu ya. Betul.
enggak ada instan ya. Jadi itu harus
betul-betul diawali dari tingkat yang
paling bawah, lanjut-lanjut dari anggota
menjadi pengurus. Baik, Bapak Ibu
sekalian, para peserta webinar ASN
belajar maupun yang hadir di ruangan
ini, silakan apabila ada yang
menyampaikan pertanyaan kami persilakan
bisa mengangkat tangan atau menuliskan
di kolom apabila yang berada di webinar.
Ada jatah ya, masing-masing bisa
menanyakan dua dari penanya offline dan
dua dari penanya online.
Silakan di sini sudah ada yang bertanya
atau yang Oke,
silakan untuk para penanya mic-nya sudah
ada di meja masing-masing. Iya.
Dari Muslim
boleh dinyalakan dulu ya
dari PW Muslimat NU Jawa Timur. Baik,
silakan pertanyaannya.
Nanti ganti yang belakang ya, Ibu MC.
I baik. Siap.
Siap, Ibu.
Supaya terjadi pemerataan.
Siapa dulu? Saya.
Iya, monggo.
Oh, yang oke. Sebentar.
Ee saya
suaranya belum terdengar.
Iya, gak keluar mic-nya. Oh,
iya pakai itu. Iya. Oke, ee terima
kasih. Ee perkenalkan saya ee dr. Gigi
Dwi Wahyu Indrawati. Perwakil
berkenan berdiri, Ibu biar cantiknya
kelihatan ya.
Terima kasih.
Eh, saya dr. Gigi Dwi Wahyu Indrawati
perwakilan dari alumni IKA Airlangga.
Oke, Bu selamat datang.
Terima kasih Bu Bingki yang cantik dan
baik hati.
Ee kebetulan saya tinggal di wilayah
Sidoarjo di mana ee saya ee banyak
melihat ee kiprah dan sepak terjang
beliau, Bu Ani Maslahah. Dan saya
kebetulan ada di komunitas ee Sedulur
Sidoarjo. Kebetulan beliaunya juga ada.
Ee selama ini saya sebagai warga
Sidoarjo itu merasa senang, merasa
bangga karena beliau ini memang ee
seorang anggota dewan, seorang
legislatif. Namun ee karya-karya yang
beliau berikan kepada Sidoarjo itu
menurut saya sangat luar biasa. Tepuk
tangan dulu untuk
[tepuk tangan]
apa idola saya. Meskipun saya jujur saya
bukan dari partai politik. saya adalah
seorang praktisi sehingga ee salah satu
contohnya misalnya beliau saat ini saya
lagi bombing di Sidoarjo. Beliau itu
punya salah satu yang namanya Warkop
Animaslahah gitu ya. Jadi
aspirasi-aspirasi
masyarakat di Sidoarjo tentunya di sana
nanti bisa tertampung dengan baik. Saya
bayangkan seandainya anggota dewan punya
yang namanya rumah inspiratif atau
warkop atau apa, itu kan menurut saya
suatu ee media untuk bisa berkomunikasi
langsung dengan seorang anggota dewan.
Di mana yang telah disampaikan oleh Bu
Ani tadi bahwa sebenarnya produk-produk
hukum yang ada di negeri ini semuanya
akan bersentuhan langsung dengan wanita.
Contohnya BBM naik. Yang resah pertama
siapa? Bapak-bapak? Enggak. Ibu-ibu,
karena apa? Gimana cara mengatur
keuangan ini yang 1 bulan ini bisa cukup
untuk menghidupi anaknya, untuk ee
memberikan makanan anaknya. Terus yang
kedua kebijakan yang lain misalnya
tentang telur ini naik gak bisa ditekan.
Nah, ini dampaknya apa yang terjadi
kepada ibu-ibu lagi
lah. Kalau ibu-ibu terus ini
Bu Dwi mohon maaf Bu Dwi bisa berbagi
waktu jadi dipersingkat saja ngih.
Monggo.
Baik. Siap, Ibu Bingki. Lah dengan ini
yang ingin saya tanyakan adalah
bagaimana sebagai seorang legislatif
untuk memperjuangkan aspirasi ibu-ibu
sehingga kesejahteraan ibu-ibu,
kesejahteraan anak-anak yang ada di
keluarga ini menjadi lebih baik lagi.
Karena jujur kondisi saat ini
sangat-sangat tidak menguntungkan bagi
ibu-ibu dan anak-anak dengan keadaan
ekonomi yang semacam ini. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam. Bu D ini ee aktivis di
IK Langga
Chapter Sidoarjo. Ya, yang di belakang
sana silakan.
Saya, Bu. Saya sebelah kanan, Bu.
Bagaimana yang sebelah sini atau yang
belakang? Sebelah kanan.
Oke, silakan. Iya, boleh.
Sambil berdiri, Bu.
Sambil berdiri. Oke,
singkat saja, Ibu, ya.
Iya, singkat, Bu. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam.
Saya dari pimpinan wilayah Muslimat
Nahdatul Ulama Jawa Timur. Tentu Bu Ani
ini
tidak asing bagi kita di Sidoarjo
Surabaya. Dapil dari Bu Ani memang luar
biasa pengabdian, pelayanan terhadap
umat sudah sangat dirasakan oleh
semuanya. Dan betul-betul beliau ini ee
belajar dan tumbuh dari kecil sampai
besar adalah suar seorang pejuang dan
sekarang buahnya adalah kembali ke
masyarakat bermanfaat untuk masyarakat.
Jadi begini Bu Ani,
setelah tadi disampaikan saya merangkum
bahwa seorang menjadi perempuan
perempuan menjadi wakil rakyat yang ada
di lembaga legislatif satu harus
mempunyai kecerdasan peluang.
Kecerdasan peluang tadi sudah
disampaikan peluang di mana dia aktif di
organisasi dan selalu aktif dalam
peran-peran event-event yang ada. Yang
kedua yang tidak kalah adalah harus
cerdas komunikasi.
Kalau aktif saja
tanpa ada kecerdasan komunikasi, lobi
kepada pimpinan itu nonsense juga.
Iya.
Saya melihat ee realitas yang ada. Yang
ketiga adalah
kecerdasan
kekuatan finansial.
Ya, ini
tahun 2009-24
itu masih tidak terasa. Ini realitas
saja. Di masyarakat kita ini mau
bergening possession seorang perempuan
menjadi legislatif ini kebanyakan kalah
di finansial. Meskipun dia sudah aktif,
dia sudah punya kekuatan-kekuatan yang
lainnya. Tetapi ketika masyarakat ini
kembali ke masyarakat, saya tidak
menyalahkan caleknya, tapi adalah
masyarakat yang tidak mempunyai
pemikiran bahwa
Calek yang akan duduk di legislatif
adalah betul-betul akan mewakili
dirinya. Jadi, ini yang perlu
menjadikan pendidikan politik kepada
masyarakat. Ini yang penting terutama
pada partai-partai politik, lembaga
partai, partai politik dan juga
organisasi organisasi masyarakat yang
ada memberikan pengertian kepada
masyarakat bahwa uang itu tidak
segalanya, tetapi ada keterwakilan
yang ada di legislatif. Itu yang
terpenting terutama pada emak-emak
istilahnya perempuan. Ya, ini kalau kita
punya keterwakilan perempuan itu
manfaatnya kepada kita. Iya.
Jadi kalau perempuan sudah siap terjun
ke legislatif, ketika dia finansialnya
kurang dibanding dengan laki-laki, dia
tidak akan bisa mewakili perempuan di
legislatif. Terima kasih. Engg
bagaimana caranya trik-trik itu, Mbak
Ani? Terima kasih. Makasih, Bu. Jadi
sebetulnya kalau kita bicara pendidikan
politik itu bukan hanya untuk dipilih,
tapi menjadi pemilih juga yang cerdas.
Ya. Baik. Sepertinya ada penanya di
Zoom.
Betul. Untuk via online penyanyanya kami
mohon untuk bisa raise hand.
Kita nantikan penanya di Zoom terlebih
dahulu ya.
Ada sudah ada yang bertanya kali ini?
Sudah ada yang raise hand.
Bapak Shamat Riadi dari Bakorwil
Pamekasan kami persilakan.
Oke, ini dia Ibu Pingki
belum.
Halo. Halo.
Oke. Halo, Bapak.
Monggo silakan menyampaikan,
memperkenalkan diri dan menyampaikan
Bapak. Silakan.
Apakah suara saya sudah terdengar Bapak?
Halo, Bapak. Bapak ini rest hand apa?
Tepuk tangan, Pak. Jangan-jangan ini
saya curiga. Ini bukan resen. Ini bukan
mau tanya ini.
Tepuk tangan karena pengin awet muda
tadi, Mbak.
Bapak dionkan dulu, Pak. Mic-nya, Pak.
Mic-nya, Pak.
Oh, iya.
Oke.
Boleh dicek dulu suaranya. Dodo, Do.
Remi.
Monggo, Pak.
Bapak.
Asalamualaikum, Bapak.
Aduh,
sudah bisa batuk.
Iya, sudah bisa batuk berarti ya.
Saya, saya, Pak.
Iya, Pak. Bapak, Pak. Bapak,
mohon maaf, mohon maaf ya. Tadi
manggilnya yang dari Pamekasan soalnya
saya dari
Bapak yang masuk, Pak. Monggo
memperkenalkan diri. Giih.
Baiklah saya kenalkan diri. Kebetulan
saya ini ada dalam perjalanan Ibu. Saya
dari Sumenap.
Oke,
sepertinya saya dengan Ibu Rekrani itu
kenal banget itu yang aktivis di Air
Langga itu. Nah, gini dari tahun 2011
saya pernah duduk di pembedangan
perempuan. Terus akhirnya saya juga ee
apa dipromosi menjadi kepala P2TP2A di
Kabupaten Sumenep tahun 2017.
Alhamdulillah saya bisa menekan sampai
tahun 2018 karena Bapak Bupati lain.
Jadi saya akhirnya saya pindah lagi dari
pembenaan perempuan. Makanya saya masih
ingat itu ee kekerasan itu, Ibu ya,
kekerasan itu tidak hanya dialami oleh
perempuan dan itu banyak. Setiap saya
diundang di Surabaya, saya diundang di
Jogja ataupun di Jakarta pasti yang apa
sekelenting yang nanya itu kekerasan itu
tidak hanya terjadi pada perempuan. Nah,
bagaimana sikapnya ibu? Nah, bagaimana
ibu ini menyikat ini kalau kekerasan itu
terjadi pada laki-laki. Nah, kalau di
NTT itu kan ada aliansi laki-laki gitu
kan ya. Tap tapi kan di Pulau Jawa itu
kayaknya enggak ada. Tetap di apa?
Ditangani oleh perempuan. Cuman
pemerintah kan sudah komitmennya apapun
perempuan itu tetap menjadi prioritas.
Nah, terus kalau perempuannya yang salah
sedikit aja seperti itu, Bu. Mohon
dijawab. Terima kasih.
Iya. Jadi kekerasan berbasis gender itu
bisa terjadi pada laki-laki maupun
perempuan. Walaupun data statistik
menyampaikan bahwa yang terbanyak korban
kekerasan adalah perempuan dan anak. Ya.
Baik. Ee ada lagi
tidak? Silakan Ibu bisa dijawab Bu Ani
ada dua dari Flor dan satu dari Sumenep
tadi.
Terima kasih. Luar biasa.
Eh, saya doakan yang bertanya semakin
sukses. Amin.
Amin.
Eh, pertama terima kasih Dr. Dwi. Matur
nuwun ee yang sudah mengapresiasi
ya.
Iya. Jadi terkait dengan bagaimana sih
perjuangan
para legislatif terutama perempuan
agar para masyarakat saya katakan
masyarakat di di situ ada ibu ada anak
kira-kira begitu sehingga kita ini tidak
mengalami beban yang terlalu ketika hari
ini kita resesi global Ibu-ibu sahabat
sekalian kita patut bersyukur loh
ketika Eropa Apa banyak yang homeless
ketika Amerika kemudian
ee apa Inggris ya banyak yang menjual
rumahnya hanya untuk kebutuhan hidup
gara-gara perang Rusia dan Ukraina
karena supporting bahan-bahan pokok
mereka itu banyak dari ke sana. Kita
juga begitu 100% gandum kita dari sana
dan tentu minyak karena terbesar adalah
dari sana. Implikasinya adalah akan
terjadi resesi global. Ketika mereka
resesi global ndak tahu kersane Gusti
Allah karena kita bahagia, karena kita
selalu bersyukur.
Indonesia malah justru surplus
posisinya.
Kita 5,4 pertumbuhan ekonomi Jawa Timur
5,7.
Tentu ini kita patut bersyukur loh agar
apa? Agar surplus kita ditambah oleh
Allah kan begitu. Ibu ya.
I.
Maka Bu Dwi terkait dengan kebijakan
perjuangan yang harus dilakukan
kita ini kan keputusan politik.
Jadi setiap mengambil keputusan apapun
itu forumnya adalah paripurna.
Jadi finalnya pengambilan polisih di
pemerintahan ada di paripurna.
Pengambilan kebijakan terakhir adalah
fraksi.
Fraksi adalah kumpulan dari partai yang
ada di legislatif,
maka tentu
masing-masing fraksi mempunyai ide,
mempunyai keinginan, mempunyai
perjuangan yang berbeda-beda.
Ada kalanya
partai ketika sudah dimunculkan
isu A,
partai BD agar supaya partai A ini
tidak mendapatkan kepercayaan masyarakat
bagaimana melakukan lobi terhadap B, CD
dan seterusnya untuk isu usulan A ini
gagal. Ada kalanya begitu partai itu
fraksi itu seperti itu. Tetapi ada
kalanya kalau itu memang benar-benar
menjadi isu populis
yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak
semisal kenaikan BBM.
Ini memang satu sisi, Bu Dokter dan
kawan-kawan perempuanku
itu tidak bisa dielakkan karena memang
kondisi awal adalah resesi
kenaikan harga minyak.
di mana Rusia
termasuk Ukraina, tetapi yang terbesar
adalah Rusia itu terbesar sumber
minyaknya.
Ini yang kemudian semua negara
terimplikasi, terdampak.
Karenanya kalau tidak ada program yang
bisa di
up atau terkurangi
ini akhirnya Indonesia bisa colab.
Kira-kira gitu.
Sesungguhnya
program kenaikan BBM itu keinginan
pemerintah bagus
bahwa yang dinaikkan adalah pertamak.
Yang mempunyai pertamak adalah orang
yang berduit kira-kira gitu dan
pemerintah.
Sehingga harapannya Pertalit Premium
artinya masyarakat secara kluster
menengah ke bawah tidak terdampak
harusnya. Tetapi enggak bisa begitu.
Kenapa? Karena pelaku-pelaku ekonomi
melihat itu adalah peluang. Bagaimana
kemudian harga
armada dinaikkan,
harga transportasi dinaikan, tentu
implikasinya harga komodity juga naik.
Lagi-lagi yang berdampak pertama kali
adalah emak-emak. Kenapa? Karena gajinya
tetap, harganya naik. Kan begitu ya, Bu
Dokter.
Karenanya Bu Dokter
S pasti
semua partai termasuk kami bagaimana
yang terbaik untuk masyarakat. Ending
dari kekuasaan itu adalah kesejahteraan.
bagaimana kesejahteraan itu bisa
ee semakin bisa dirasakan secara
masyarakat banyak
sehingga
disparitas, kemiskinan semakin lambat
laun terkurangi. Kira-kira kayak begitu.
Maka bagaimana perjuangan kita untuk
bisa
memperjuangkan isu-isu yang populis?
lewatnya adalah fraksi.
Makanya memilih jenis kelamin partai
yang sekiranya apa? Yang sering
memperjuangkan kepentingan masyarakat
itu rananya di situlah pentingnya
pendidikan politik.
Pendidikan politik itu bagaimana hak
pilih aktif, bagaimana pilihan kita itu
tepat sasaran mereka yang bisa
memperjuangkan.
Kira-kira seperti itu
narasinya.
Karenanya Bu Dwi kalau yang ditanyakan
adalah
siklus
sistem.
sistemnya adalah dari usulan-usulan
masyarakat ditampung ke fraksinya
masing-masing.
Dari fraksi itulah kemudian bersuara
dalam bentuk pandangan umum fraksi untuk
pengambilan kebijakan itu secara
legalitas formalnya. Demikian termasuk
ketika
membuat kebijakan untuk anggaran yang
terangkum dalam forum APBD.
Tetapi kalau kebijakan-kebijakan
yang kaitannya dengan pengawasan, fungsi
dewan itu kan tiga. Satu, fungsi
legislatif.
Maaf, fungsi legislasi
ini kaitannya dengan apa? Hari ini
eksistennya apa yang menjadi persoalan
yang menjadi isu krusial yang perlu
dibikinkan piranti hukum. Hari ini
kekerasan perempuan di Indonesia
termasuk Jawa Timur tinggi. Satu sisi
regulasinya sudah enggak sesuai. Apa
yang harus dilakukan dewan? yang harus
dilakukan dewan adalah segera melakukan
review, melakukan revisi perubahan untuk
Perda
agar perempuan dan anak ini bisa
terlindungi, persoalan-persoalan akan
bisa terminimalisir. Kira-kira begitu
harusnya. Yang kedua, fungsinya adalah
budgeting.
Iya.
Terkait dengan apakah sudah cukup
anggaran DP3A
untuk penuntasan persoalan kekerasan
perempuan dan anak? Kalau kita ngomong
spesifikasi,
insyaallah sudah memenuhi syarat ya
untuk anggaran perempuan dan anak di
Jawa Timur, Ibu ya.
Maka untuk bisa action lebih tinggi agar
solutif, tidak hanya cukup DP3A
menyelesaikan dalam forum-forum yang
liar, tetapi harus terorganis,
terorganisir dengan bagus
dan yang
setiap kasus harus tuntas. Maka iya
harus ada shelter. Kira-kira gitu.
Dan kita sudah berinisiasi shelter kita
masih S1 di Surabaya. Kita akan membuat
minimal lima di Bakorwil.
Nah, ini juga aspirasi memperjuangkan.
Nah, yang terakhir adalah fungsi
pengawasan.
Iya.
Ketika ada kenaikan BBM, ketika ada
undang-undang Omnibus Law, tantangan
masyarakat, jeritan masyarakat banyak,
maka kita menampung. kita akan
memperjuangkan sesuai dengan struktur
fraksinya ke DPR RI. Kita akan melakukan
lobi kepada kementerian yang terkait.
Kira-kira kayak begitu sistemnya. Itu Bu
Dwi yang terkait dengan Bu Ofik ya. Trik
saya pikir trik ini ee apa ya? Lebih
pada konvensional sih ya.
Pokok yang penting gini aja, kita
populer berarti kita harus banyak
menyapa masyarakat, kita harus banyak
membantu menolong masyarakat sehingga
nama kita muncul. Apalagi hari ini dunia
sosmet antara acting dengan action harus
berimbang
kan begitu. Sehingga masyarakat yang
jauh pun mengetahui gerakan kita, apa
yang kita lakukan, perjuangan apa yang
kita munculkan.
yang tentu betul kita harus lakukan lobi
kepada decision maker partai. Karena
partailah yang menentukan kan begitu
posisi di dewan maupun posisi di partai
semuanya partai keputusannya adalah
keputusan partai
yang kemudian betul iya kos politik
tidak hanya masuk di rana publik di rana
politik butuh angka tidak hanya masuk di
legislatif butuh duit semuanya saya
pikir butuh untuk bisa meningkatkan
strata maka butuh mencukupi kapasitas
pendidik maka butuh sekolah kan duit
juga
untuk bisa ee memobilisir massa enggak
ono yang namanya orang gratisan pasti
butuh konsumsi, butuh transportasi pasti
butuh duit. Di sinilah kemudian triknya
kaitannya dengan ini apa? Perempuan
jangan menjadi second line.
Perempuan harus berdaya untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya. Kira-kira kayak
begitu. Apalagi hari ini usaha apapun
tidak susah untuk perempuan tuh. gadget
yang kita miliki, kenapa tidak kita
fungsikan untuk jualan baju misalnya,
untuk jualan apa deh yang sifatnya
online?
Iya, sudah sangat ee sehari ini yang
terpenting adalah peluang hari ini
adalah digital. Maka ibu-ibu harus melek
IT.
Hari ini masyarakat Indonesia masih
konsumtif, lebih-lebih pasca COVID. Maka
peluangnya apa? Peluangnya adalah makan.
karena kita butuh sehat. Oh, kalau
begitu jajanan aja kita jual. Hari ini
masyarakat Indonesia termasuk Jawa Timur
masih
demen
ee apa ya? glamor,
masih suka hedonis. Salah satunya adalah
kostum misalnya, "Ya sudah kita jualan
aja baju." E kan begitu. Tidak harus
punya setan, tidak harus punya toko,
cukup punya handphone dan pulsa. Kan
begitu artinya peluang.
Kalau sudah mampu mencukupi
kehidupannya, maka kita berfungsi publik
di mana pun rananya baik itu politik
maupun yang lainnya. Saya pikir bisa
action kan begitu. Saya pikir bisa
survive ya survive lah. Kalau sudah
demikian enak kekerasan tidak akan
terjadi. Insyaallah enggak berani
Bapak-bapak kepada perempuan-perempuan
yang mampu kebutuhan memenuhi kebutuhan
hidupnya. Begitu ya Pak Beni.
Iya. [tertawa]
Baik Bu Ani. Mohon maaf. waktunya bisa
disampaikan closing-nya apa ingin
disampaikan sebagai penutup? Heeh.
I ee yang Pak Nur Hadi enggak enggak
usah ya
tadi sudah saya jawab. Sudah saya jawab
tadi.
Oh, sudah dijawab. Oke, terima kasih.
Eh, para perempuan kami yang hebat-hebat
bahwa tidak ada ikhtiar yang tidak ada
hasil
yang mengingkari ikhtiar ya. Tidak ada
hal yang mustahil.
di dunia ini semuanya
Allah akan menentukan sesuai dengan
ikhtiar apa yang dilakukan. Kira-kira
kayak begitu. Mari kita perempuan bukan
untuk perempuan, tetapi perempuan untuk
masyarakat sekaligus menjawab Pak
Nurhadi tadi. Jadi pelayanan yang
diberikan perempuan bukan hanya untuk
perempuan anak tetapi untuk masyarakat.
Siapa yang terdiskriminasi itulah yang
perlu dibantu. Walaupun jenis perempuan
yang membantunya. Kira-kira gitu.
Iya.
Karenanya perempuan untuk masyarakat,
perempuan Indonesia kalau itu bisa kita
lakukan bersama bergotong-royong maka
mudah-mudahan Allah Tuhan yang maha esa
meminimalisir persoalan-persoalan
perempuan dan anak sehingga kesetaraan
gender akan bisa
ada
di mana pun berada dalam lini apapun
akan bisa terjadi sehingga
Indonesia akan menuju baldatun
akan bisa tercapai. Amin. Saya pikir
itu. Terima kasih sekali lagi. Baik beri
applaus Ibu Ani Mashan.
Beliau lulusan Unesa S1 dan S2 UNER
telah membuktikan kepada kita semua
bahwa ketika perempuan berdaya itu
adalah untuk kesejahteraan
bangsa dan negara. Bukan hanya untuk
perempuan sendiri. Sekali lagi kita beri
applaus baik kepada Ibu Ani maupun para
penanya secara online dan offline. Saya
jedah dulu ya dan saya kembalikan kepada
MC I supaya Ibu Ani bisa istirahat untuk
minum dulu Bu tapi jangan beranjak dari
tempat. Oh, masih di situ. Oke.
Oke, terima kasih banyak untuk moderator
kita dan juga narasumber kita di sesi
yang pertama dan tentunya untuk ibu-ibu
yang cantik, yang setia maupun online
apun juga offline yang telah hadir di
sini. Kali ini kita punya satu
persembahan dari wanita cantik juga.
Langsung saja ini dia ada Ibu Kartika
Rukmi Palupi yang akan bernyanyi
menghibur kita dalam ASN belajar seri
ke-47 kelas kolaborasi BBSDM Jawa Timur
dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Provinsi Jawa Timur.
Marilah kita sambut ini dia Ibu Kartika
Rukmi Palupi.
[musik]
Buukalbum
biru
penuh debu dan usamu.
Kupandangi
[musik] semua gambar diri.
Kecil bersih belum tenoda.
Pikirku pun melayang
[musik] dahulu penuh kasih.
[musik]
Teringat semua cerita orang
tentang riwayatku.
Kata
mereka, [musik]
diriku
selalu dimanja.
Kata [musik]
mereka,
diriku
selalu ditima. [musik]
Nada-nada yang indah
[musik] selalu terurai. Darinya
tangisan [musik]
nakal dari bibirku
takkan [musik] jadi deritanya.
Tangan halus dan suci [musik]
telah mengangkat tubuh ini.
Jiwa raga [musik]
dan seluruh hidup
rela dia berikan.
Kata [musik]
mereka, "Diriku
selalu dimanja." [musik]
Kata
mereka, [musik]
diriku
selalu ditimang.
Oh bunda [musik]
dada tiada dirimu kan selalu ada di
[musik] dalam hatiku.
[musik]
Sekali lagi saya ucapkan selamat hari
Ibu untuk Ibu-ibu hebat yang hadir pada
hari ini.
[musik]
Kita kasih tepuk tangan dulu.
[musik]
Selamat hari Ibu untuk para ibu-ibu
hebat yang [musik] ada di sini. Hari
yang penuh cinta, penuh kasih sayang.
Dan inilah [musik] untuk ibu-ibu hebat
yang telah hadir kali ini. Kita berikan
tepuk tangan yang meriah.
[musik]
Mereka diriku
selalu dimanja.
Kita nyanyi bareng-bareng.
Kata
mereka [musik]
diriku
selalu ditima.
Oh Bunda adanya tiada dirimu kan selalu
ada di dalam
hatiku.
I love you untuk Bunda-bunda seluruh
Indonesia.
Sarango.
[tertawa]
Terima kasih Ibu Pink. Saya persilakan.
Iya. Terima kasih Ibu Kartika, Mbak
Kartika ya yang telah mengajak kita
menyanyikan lagu Bunda. Mengingatkan
kembali tentang perjuangan kaum ibu,
kaum perempuan Indonesia yang luar biasa
dan contohnya ada di sebelah saya dengan
yang telah menceritakan pengalaman
beliau di bidang politik. Selanjutnya,
sobat ASN yang ada di manaun, yang
berada di manaun dan juga para peserta
di ruangan ini, kita akan undang satu
lagi ya peserta yang ee apa
narasumber ya yang tidak kalah hebatnya
dari Bu Ani ya, si cantik luar biasa.
Kita kedatangan Putri Indonesia Jawa
Timur.
Mbak I kita sambut Re Fitri Aninda, SH.
MKN.
Iya.
Tepuk tangan untuk Risya Fitri Ananda
yang biasa kita panggilnya Mbak Ica gitu
ya. Mbak I tadi ketika kita foto
bersama-sama kelihatan yang paling
menjulang tinggi gitu ya. Dan kita
seperti orang-orang yang stunting gitu
dia.
Iya. Selamat datang Mbak Ica yang apa
pada hari ini melengkapi tentang
perempuan-perempuan
hebat yang ada di Jawa Timur ya. Ee Mbak
I akan menyampaikan apa sih sebetulnya
peran ya perempuan Jawa Timur, generasi
milenial tentunya dalam mewujudkan
keberdayaan perempuan Jawa Timur yang
tentunya bukan hanya untuk dari
perempuan untuk perempuan, tapi dari
perempuan Jawa Timur untuk kesejahteraan
umat manusia. Kami persilakan Mbak Ica
berdasarkan pengalamannya apa yang ingin
disampaikan. Silakan.
Terima kasih Ibu Pink. Lama kita tidak
berjumpa ya Ibu ya. Terakhir mungkin
sekitar 3 tahun yang lalu sebelum
pandemi di Raka-raki ya waktu itu ya.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Selamat siang Ibu-ibu semuanya. Ee
perkenalkan nama saya Reza Fitri Aninda.
Panggilan saya Icha di sini. Selain
secara pribadi, saya juga ee dipercaya
untuk mewakili salah satu organisasi
perempuan di Jawa Timur yaitu alumni
Putri Indonesia Jawa Timur. Dan
kebetulan saya adalah ketua dewan
pengurus Pusat. Dan di sini juga saya
memperkenalkan e ketua dewan pembina
saya ada Ibu Maharani Holis yang
berpakaian warna biru yang selalu
cantik. Ini pembina kami, Ibu, yang
selalu setiap tahun membina para putri
Indonesia. Ee rasanya tanggung jawab di
duduk di depan sini sangat berat ya, Bu
ya. Karena di hadapan saya apalagi ke Bu
Pinki. Benar kata Bu Ani tadi, harusnya
Bu Pingki yang jadi narasumber. Saya
jadi moderator itu baru cocok sebenarnya
harusnya. Makanya saya sangat ee terus
terang ini panggung, salah satu panggung
terhebat yang pernah saya tempati
sekaligus salah satu impian terbesar
saya bisa berbicara tentang hal-hal yang
saya koncern selama ini bersama
organisasi saya yaitu tentang
pemberdayaan perempuan yang sampai saat
ini juga kita terus gaungkan melalui
organisasi Ikatan Alumni Putri Indonesia
Jawa Timur. Ee sekali lagi saya
berterima kasih untuk panitia dan
penyelenggara sudah memberikan ruang dan
juga waktu untuk Ikatan Alumni Putri
Indonesia Jawa Timur. Terima kasih. Ee
kalau berbicara sebagai narasumber
rasanya saya merasa belum pantas karena
di hadapan saya, di hadapan saya juga di
sebelah sini ada ibu-ibu yang sudah jadi
idola saya, Bu Pingkiy dengan sepak
terjangnya di dunia perempuan dan juga
akademis dengan luar biasa. Ada Ibu Ani,
salah satu ee contoh bahwa perempuan
juga harus memiliki kesempatan yang
sama, utamanya di dunia maskulin ya.
Kalau saya bilang politik itu biasanya
ee banyak laki-lakinya. Termasuk saya
pun beberapa waktu yang lalu juga
beberapa kali sering didatangi Bu
seperti ditawarin kayak Mbak ee punya
rencana enggak untuk terjun di dunia
politik? Belum nyelek dulu Bu. Kita
ditawarin untuk masuk dulu. Ee mau kenal
enggak untuk ee masuk ke partai politik?
Terus terang saya belum punya nyali yang
besar untuk terjun karena memang stigma
di masyarakat itu jika perempuan memulai
masuk ke dunia politik ini memang
usahanya akan tiga kali bahkan mungkin
lebih berkali-kali lipat lebih susah
ketika laki-laki yang memulai. Entah
karena apa, karena saya juga belum
mendalami. Kalau tadi saya menyimak apa
yang disampaikan Bu Ani memang banyak
sekali ee faktor-faktor yang
mempengaruhi hal tersebut. Nah, hari ini
saya ingin berbicara mungkin dari segi
milenialnya apa yang sudah kami lakukan,
apa yang sudah saya pribadi lakukan.
sebagai perempuan untuk mengajak
adik-adik saya, mengajak perempuan di
sekitar saya untuk menyadari betapa
pentingnya kita harus mandiri secara
apapun itu, baik secara intelektual,
baik secara ee materi, baik secara
mental dan sebagainya. yang sering kami
ee hadapi di masyarakat sebenarnya sama
seperti di daerah-daerah lain, banyak
sekali ee penggolongan-penggolongan di
mana hal-hal hanya bisa dilakukan oleh
laki-laki atau hal-hal B harusnya
dilakukan hanya perempuan saja. Padahal
sebenarnya hal-hal seperti itu sudah
tidak lagi kalau saya bilang ya, Bu ya,
secara tegas. Kalau dari dulu ee kita
sudah menyadari perempuan bekerja,
perempuan berkarir itu adalah hal yang
biasa. Dulu sebelum ada Ibu Raden Ajeng
Kartini, kita sudah sering melihat
banyak sekali ee perempuan-perempuan
yang berkarir. Misalnya ee sebagai
pengusaha kita lihat pengrajin kain atau
berjualan di pasar lalu menjadi guru.
Dahulu perempuan bekerja itu adalah hal
biasa. Dan bagi saya pribadi harusnya
perempuan bekerja harusnya menjadi skill
mendasar, tidak dikotak-kotakkan.
Seperti misalnya orang yang berkarir,
perempuan yang berkarir nantinya akan
dipandang sebagai perempuan yang tidak
tertarik untuk berumah tangga misalnya.
Atau wanita berkarir artinya dia tidak
bisa melaksanakan kewajiban dengan
sempurna sebagai seorang ibu misalnya.
atau perempuan yang punya pekerjaan
dianggap sebagai ee usaha untuk bersaing
dengan laki-laki. Itulah yang sering
saya temui. Apalagi posisi saya masih
belum menikah, ya kan. Dan saya punya
karir ee banyak sekali yang sering saya
temui bahkan yang terang-terangan
mengatakan itu di hadapan saya. Dulu
awal-awal saya kaget, kenapa kok ketika
saya fokus di pendidikan saya lalu fokus
di karir saya lalu orang akan menilai,
menghubungkan antara karir saya,
pendidikan saya dengan status saya
mungkin masih ee masih belum ee menjadi
seorang istri atau seorang ibu. Padahal
hal-hal itu tidak ada hubungannya sama
sekali. Padahal seperti itu. Mengapa kok
tidak hanya laki-laki? Berbahayanya
perempuan juga banyak yang masih
berpikiran seperti itu. Ketika perempuan
memiliki jenjang karir yang tinggi
menjadi doktor seperti Ibu Pinky,
menjadi profesor seperti idola-idola
saya yang lain. Lalu ee diartikan
perempuan-perempuan yang berpendidikan
tinggi dan berkarir yang bagus seperti
itu adalah perempuan yang ingin bersaing
dengan laki-laki. Padahal tidak sama
sekali. Artinya apa? harusnya kita
menyadari dan bersama-sama ee
menciptakan habitat, menciptakan
lingkungan yang ee membuat pemikiran
perempuan memiliki pekerjaan, perempuan
yang bekerja, perempuan yang berkarir,
perempuan yang berpendidikan tinggi
adalah hal yang lumrah, tidak perlu
dibeda-bedakan.
Jadi, tidak ada lagi istilah pemimpin
perempuan, harusnya pemimpin saja karena
tidak perlu dibeda-bedakan, gitu. Nah,
ee salah satu ee kabar baik yang pernah
saya dengarkan adalah seperti yang sudah
Ibu Ani jelaskan tadi, 30% sudah kita
diberi kesempatan untuk memimpin sebuah
organisasi atau ee sebuah perusahaan.
Artinya kalau pemerintah dan hukum sudah
membuat sebuah aturan yang bisa
menguatkan posisi perempuan, artinya
kitalah secara ee harus secara naluriah
memberikan contoh dan memberikan
kekuatan untuk perempuan lainnya untuk
tidak harus menunggu menjadi hebat
seperti Bu Pingki, seperti Bu Ani, tidak
perlu menjadi seorang ibu dulu, tidak
perlu menjadi seorang istri. Bahkan
mulai sejak dini secara e sejak muda
kita harus menanamkan kepada mungkin
anak-anak Ibu atau ke teman-teman saya,
ke adik-adik saya, ke junior-jenior saya
bahwa kita sudah bisa memberikan manfaat
dan memberikan motivasi untuk perempuan
lainnya. memberikan kesadaran bahwa
berpendidikan tinggi atau ber punya
pekerjaan adalah skill paling dasar yang
harus manusia miliki. Itu tidak peduli
misalnya seorang perempuan memilih untuk
menjadi ibu rumah tangga atau memilih
punya karir atau menjadi seorang CEO
atau menjadi politikus. Artinya ketika
kita mendukung pilihan wanita, kita
sudah memberdayakan ee perempuan itu
sendiri. Itu yang biasanya saya rasakan,
Bu, di masyarakat di mana orang-orang
masih ee punya asumsi bahwa
perempuan-perempuan yang berani
bersuara, perempuan yang berani memimpin
adalah perempuan-perempuan yang tidak
cocok menjadi ee dikategorikan menjadi
istri yang ee patuh kepada suami
misalnya atau menjadi ibu yang ee
mendidik anak-anak secara fokus di
rumahnya atau menjadi perempuan yang
seharusnya kodratnya. Itu yang
berbahaya. Saya kira kalau misalnya kita
ambil dari sudut pandang yang umum
memang skill bekerja adalah hal yang
harusnya dimiliki oleh semua orang itu.
Ee kalau slide saya sebenarnya saya
punya slide-nya cuman ee saya rasa Oh ya
saya rasa lebih dekat ini oh ini ya.
Oke. Saya rasa kalau saya membaca slide
seperti mengajari ibu-ibu yang sudah
pandai ya saya enggak enak. Jadi saya
harusnya talk show saja bahwa ee di
organisasi kami Bu kita setiap tahun
punya program kerja yang bersinergi
dengan pemerintah. Kita juga pernah
mengadakan setiap tahun pelatihan untuk
perempuan-perempuan, tidak hanya untuk
perempuan muda yang mau mengikuti
pemilihan putri Indonesia Jawa Timur,
tetapi juga masyarakat-masyarakat dan
perempuan-perempuan dan ibu-ibu rumah
tangga yang belum punya skill. Kita
bekerja sama dengan berbagai pihak untuk
melaksanakan pelatihan. misalnya ee
mengadakan pelatihan untuk bermake up,
mengadakan ee pelatihan untuk pembuatan
ee cindramata dan sebagainya. Hal-hal
mudah yang seperti Ibu Pinky dan Ani
sudah sampaikan tadi yang bisa
menghasilkan uang walaupun tidak perlu
keluar rumah seperti itu. Harus melek
teknologi ya. Karena dengan mudah
sekarang kita bisa menghasilkan uang.
Hanya dengan duduk-duduk saja melihat
sinetron, menonton sinetron, kita juga
bisa menghasilkan uang. yang perlu kita
kritisi adalah sekarang ee mari kita
bersama-sama ee menjalankan peran kita
menjadi seorang ibu dan juga wanita yang
tidak hanya bersaing dengan perempuan
lain. Ini yang sering saya dengar ya, Bu
di masyarakat di mana perempuan dan
perempuan ini suka dibanding-bandingkan
ya. Ee itu loh anaknya Bu Bambang ya
kuliah UI dibanding
dibanding-banding itu Bu ya. Itu anaknya
Bu Rini. nih misalnya wis kuliah S3 kamu
apa? Nah, hal-hal itu Bu yang yang
nantinya ketika mungkin nanti seumur
saya terpatri di kepala kita bahwa
perempuan itu harus bersaing. Kalau
berkompetisi saya setuju, Bu. Tapi kalau
bersaing jatuhnya nanti ketika kita ada
dalam satu komunitas misalnya menjadi
seorang pemimpin dalam perusahaan,
artinya kita merasa perempuan lain tidak
boleh lebih hebat daripada kita. Itu
yang berbahaya. Justru kitalah yang
misalnya kita punya kemampuan misalnya
Bu Pingki yang sudah punya ee apa
pendidikan yang tinggi, punya
pengetahuan yang sangat luas. Bu Pingkiy
mengangkat perempuan lain yang mungkin
belum punya kesempatan yang sama seperti
Bu Pingki yang bisa ee melakukan
pendidikan sampai ee tinggi. Misalnya
kita lihat perempuan-perempuan yang
tidak punya tidak punya ee kesempatan
yang cukup untuk S1, S2 misalnya hanya
sampai SMA. Itulah gunanya
perempuan-perempuan dididik sejak awal
untuk tidak dibanding-bandingkan.
Justru kita yang harusnya mengangkat
perempuan lain yang tidak punya
kesempatan yang sama. Karena saya sering
melihat, Ibu, ketika saya melihat
fenomena di masyarakat, saya lihat
mungkin ada ee profesi-profesi,
pekerjaan-pekerjaan yang membuat hati
saya pedih ketika perempuan melakukan
itu. Saya tidak langsung mendiskreditkan
itu. Saya selalu berpikir, siapa tahu
dulu dia pengin sekolah tapi tidak punya
biaya. Siapa tahu dia pengin kuliah tapi
tidak didukung orang tuanya. Siapa tahu
ketika dulu dia mau ee les kepribadian
atau les e keterampilan dikawinkan sama
orang tuanya. Akhirnya dia menjadi ibu
di usia dini yang yang tidak siap secara
mental. Akhirnya bercerai, akhirnya
menjadi single mother, akhirnya ee
menjadi ee salah satu masyarakat yang
dalam kategori miskin, tidak berdaya,
tidak punya suara. Akhirnya itu tadi
akibatnya mengalami kekerasan seksual,
mengalami hal-hal yang tidak
mengenakkan, diskriminasi dan
sebagainya, akhirnya tidak mandiri hidup
dan mentalnya.
Ee berawal dari hal seperti itu, kita
harus benar-benar ee hati-hati dalam
membanding-bandingkan perempuan dan
perempuan tadi. Karena berbahaya kalau
kita punya posisi. Kalau di di hadapan
saya ee saya yakin ibu-ibu ini adalah
ibu-ibu pemimpin yang punya kesempatan
lebih daripada perempuan-perempuan lain
di luar sana. Dan artinya misalnya
seseorang, kalau saya pribadi dulu
ketika hal-hal sepele saja misalnya
contoh saya jadi pemimpin di organisasi
di sekolah saya, saya selalu lebih ee
saya selalu juga memperhitungkan
perempuan-perempuan yang punya kemampuan
dan keinginan untuk ee hadir di dunia ee
leadership. Karena apa? Ketika nanti
kita dibiasakan sejak awal
diberikan posisi untuk memimpin dan
mengorganisir sesuatu, nanti ketika
besar kita akan biasa mengayomi. Tidak
hanya nanti berguna sebagai perempuan,
tapi juga nanti ketika ditunjuk menjadi
pemimpin perusahaan atau menjadi bos di
pekerjaannya sendiri, dia akan siap
karena sudah dididik menjadi pemimpin
dan dipercaya sebagai pemimpin. Dalam
dunia usaha, dalam dunia pekerjaan, kita
harus akui ee pekerja laki-laki biasanya
lebih mudah diapresiasi hanya karena
dilihat dari CV-nya Ibu ya. Lulusan ee
Amerika misalnya atau lulusan UGM, wah
ini dikasih posisi manajer. Sedangkan
perempuan mengapresiasinya nunggu punya
prestasi dulu. Nah, itu dulu saya pernah
sebelum saya magang sebelum jadi notaris
saya magang. Saya magang di tempat ee
perusahaan. Saya selalu ditanya walaupun
pendidikan saya S2, tapi posisi saya
tidak bisa lebih tinggi daripada yang
pekerja laki-laki. Karena apa? Karena
mereka laki-laki dianggap lebih bisa
melakukan banyak pekerjaan daripada
perempuan atau perempuan lebih dinilai
sebagai kalau jadi pemimpin dia jadi
emosi, pakai hati, tidak bisa tegas,
apa-apa bawa perasaan, ada masa sedikit
pusing, stres, ya akhirnya tidak bisa
memutuskan sesuatu. Nah, perspektif
perptif seperti itu harusnya sudah mulai
dihindari. Karena kita tidak bisa
membeda-bedakan. Perempuan sekarang
punya kesempatan yang sama untuk
berkarir, untuk memberikan menyuarakan
pendapatnya, menyuarakan apa yang dia
punya. Dan mestinya perempuan-perempuan
yang menjadi pemimpin memberikan
kesempatan, memberikan kesempatan yang
sama seperti yang laki-laki. Seperti
dulu pernah saya kutip ketika Nazwa
Sihab itu idola saya ee ditanyai waktu
itu. Seorang artis mau menjadi calon
politikus. Dia bertanya, "Pilih pilih ee
calon A laki-laki atau calon B untuk
yang jadi anggota DPR?" Najwa Siak
mengatakan, "Saya akan pilih B
perempuan." walaupun tidak belum yakin
atas mungkin ee kebisaan dan
kapabilitasnya sebagai seorang
politikus, tapi dia perempuan. Kita
harus mendukung perempuan lain paling
tidak untuk mencoba. Nah, itulah yang
saya benar-benar ee ingat-ingat itu
bahwa kita tidak perlu menunggu dulu
prestasinya. Ketika perempuan mau punya
minat untuk menjadi pemimpin dan mau
masuk ke dunia politik dan mau masuk ke
dunia yang mungkin belum biasa dia
terjuni, harusnya kita dorong dia untuk
berani menjadi siapa tahu menjadi wakil
seperti Ibu Ani ini. Seperti
Iya. Kita beri tepuk tangan untuk Mbak
Icha. Kalau untuk Mbak Icha sendiri apa
sih arti kepemimpinan perempuan? ya.
Bagaimana kemudian bisa mewujudkan
seorang putri itu harus memang beauty,
tapi harus punya brain juga. Nah,
bagaimana Anda mengkombinasikan
brain and beauty itu bagian dari
mengembangkan leadership? Silakan.
Iya. Ee ini seperti saya ketika lomba
nih, Bu ya, Putri Indonesia. Saya ak
kembali ke 7 tahun. Iya, mantan juri.
Betul.
Untung waktu itu Bu Bu Wingki mungkin
belum juriin saya ya. Saya degdegan
kalau Bu Pingkian [tertawa] jadi
juringnya. Iya. Saya bagai kembali ke 8
tahun yang lalu, Bu, ketika saya ada di
atas panggung Putri Indonesia ya, Bu.
Ya, memang kalau Putri Indonesia
slogannya brain, beauty, dan behavior.
Saya kira tidak harus menjadi Putri
Indonesia. Saya kira semua perempuan
harus punya tiga-tiganya ini. Ee tidak
hanya ee pendidikannya yang bagus, tapi
juga ee kecantikannya juga harus saya
kira beauty itu kan relatif. Merawat
diri adalah salah satu bagian ke feminin
apa ya saya bilang feminin perempuan itu
ya dari caranya dia merawat diri tidak
harus cantik tanpa pori-pori seperti
orang Korea Bu ya atau hidungnya
dioperasi pipinya harus tirus harus
langs ya saya enggak termasuk Bu karena
saya gemuk sekarang kan artinya cantik
relatif maksud saya beauty di sini
adalah setiap perempuan harus menghargai
dirinya dengan merawat diri karena kita
secara lahiriah ditakdirkan sebagai
sosok yang dilihat orang dinilai orang
dari fisiknya oh perempuan tuh harus
cantik Cantiknya seperti apa? Cantik
artinya bisa memantaskan diri. Ketika di
mana-mana dia tahu cara berpakaiannya.
Ketika di mana-mana tahu cara
menampilkan dirinya. Itu yang itu
kecantikan di ee yang diartikan dalam
dunia putri Indonesia. Dan behavior, Bu,
yang paling berdekat dengan eh
leadership. Behavior artinya dia harus
tahu bagaimana menghargai diri dan orang
lain. Bagaimana dia menunjukkan dirinya
menjadi seorang pribadi, seorang
perempuan, seorang pemimpin, dan seorang
pendukung untuk perempuan lainnya.
Ketika kita berorganisasi, saya kira
leadership itu dirangsangnya ketika kita
terjun dalam organisasi. Saya percaya
itu karena saya sangat suka organisasi,
Bu. Dari SMP, SMA saya ikut OSIS, saya
jadi ketua soft skill. Nanti terasanya
bukan setahun, 2 tahun, Bu. Saya
merasakan ketika saya terjun ketika
masuk ke mahasiswa, saya punya kemampuan
untuk cepat beradaptasi dan tidak takut
mau terjun ketemu sama siapapun. Karena
saya biasa bertemu dengan siapapun,
dibiasakan mulai kecil saya bersuara,
berbicara, ketika saya ketemu dengan
orang lain, ketika di dunia perkuliahan,
saya jadi tidak takut gitu ya, Bu ya.
Tidak tidak nervous. Nah, kepimpinan
munculnya dari situ, Bu. Ketika kita
sering berorganisasi dihadapkan dengan
persoalan ya Bu ya. Lalu kita berusaha
mencari permasalahan bersama-sama,
itulah leadership kalau dalam Putri
Indonesia, gitu.
Oke. Jadi yang namanya wajah menarik ee
apa karakter yang baik, lalu kemudian
juga dengan apa tadi eh inner beauty,
lalu kemudian karakter yang baik. Jadi
brain beauty and behavior itu memang
harus menjadi satu. Nah, seringnya kalau
kita menerima apa lihat lapangan
lawangan kerja Mbak Ica itu dicari
insinyur bawahnya laki-laki, dicari
sekretaris perempuan, bawahnya wajah
menarik. Emang kalau perempuan cukupnya
wajah menarik saja. Nah, ini adalah
salah satu contoh bagaimana di dalam
dunia ekonomi kita masih banyak bias
gendernya. Kalau saya pun kalau
laki-laki ya harus wajah menarik juga
gitu ya. Kalau kumus-kumus kemproh ya
malas juga untuk menerimanya. Jadi
sebetulnya wajah menarik itu berlaku
universal semuanya dan bukan cantik luar
tapi juga cantik dalam. Mbak Ica di sini
kita ada apa ee ada ASN belajar yang
ikut dalam secara webinar mungkin juga
bisa disapa mereka juga ingin
mendengarkan apa sih gagasan Mbak Icha
tentang masa depan itu apa? yang Anda
bayangkan tahun 2000 ee 30 2045 itu
bayangan Mbak Ica tentang Indonesia dan
peran Anda seperti apa?
Iya, berat lagi nih Bu pertanyaannya
[tertawa]
kalau Putra Indonesia ini tiga besar Bu,
sudah mau juara itu kan ini ee saya kira
em kita sama-sama menyadari kalau kita
melihat 10 tahun ke depan artinya
pemimpin bangsa adalah generasi milenial
di era sekarang gitu ya Bu ya. Artinya
apa? benar-benar kita harus belajar
peduli tentang bangsa, belajar peduli
untuk mengasas soft skill kita memang
harus sejak dini. Saya pribadi ketika
saya ikut Pu Indonesia di usia ketika
saya sudah kuliah semester 5, saya
merasa cukup terlambat karena saya tidak
sering melakukan kompetisi. Di era ke
depan kita lihat kompetisi itu
sangat-sangat keras. Kalau kita tidak
berlari, kita akan tertinggal dengan
dunia ini, dengan negara yang
lain-lainnya. Jadi kita harus berlatih
mulai dini sejak dini kita harus memaksa
diri kita untuk berkompetisi secara
cepat, berkembang secara cepat, dan
mengikuti teknologi secara cepat. Tidak
bisa kita sekarang mengikuti dan
menyamakan cara kita seperti ibu kita
misalnya, seperti ibu saya misalnya
sekarang yang lahirnya mungkin tahun
60-an. Saya samakan metodenya seperti
mempersiapkan diri saya untuk 10 tahun
ke depan terlambat. Umur saya sekarang
saya harus mengikuti cara berkembang
diri saya seperti anak-anak generasi
yang sekarang. Makanya kenapa ibu-ibu
sekarang sangat aktif bersosial media
karena mengikuti yang sekarang. Untuk
apa promosi diri? Seper tadi seperti Bu
Ani bilang sangat mengenah ke saya.
Selain pencitraan action-nya juga harus
nyata. Selain acting ya action-nya harus
ada seperti itu. Tidak hanya e kepalsuan
saja yang sering kita lihat di e sosial
media. Kita juga harus tampilkan action
kita. Artinya ketika saya menggambarkan
diri saya 10 tahun ke depan, saya
menjadi harus menjadi target saya harus
menjadi perempuan yang jadi contoh untuk
adik-adik saya yang ada di bawah saya.
Contoh apa, apapun itu yang positif.
contoh berkarir misalnya atau contoh
prestasinya misalnya atau contoh
berkompetisinya misalnya atau contoh
berani bersuaranya seperti itu. Dan
sekarang dipupuknya mulai sekarang itu
yang saya benar-benar lakukan di
Banyuwangi ya di kota saya Bu di
Banyuwangi. Ketika ada adik-adik saya,
junior saya mulai berani untuk
berkompetisi, mereka biasanya akan
menghubungi saya datang untuk asistensi
seperti kita mau tesis seperti mau e
skripsi tanya tentang apa yang harus
saya lakukan pertama kali dan apa yang
harus saya siapkan. Oke.
Dan itu saya kasih free, Bu. Karena apa?
Saya merasa ilmu itu kan sedekah jariah,
Bu. Ya, itu akan bermanfaat untuk diri
saya sendiri. Dan ketika ada adik-adik
saya yang berprestasi ketika dia ikut
lomba itu sebelumnya sempat ee ngobrol
sama saya, saya punya kebanggaan
tersendiri, Bu. Artinya apa? Saya sudah
membuat satu perempuan berani bersuara
dengan caranya. Memilih cara apa? Dari
beauty pagentes kecantikan. Ada lagi,
Bu, yang datang kepada saya, "Mbak,
tinggi saya 180, tapi saya enggak tahu
terjun di dunia model itu seperti apa.
Saya pengin jadi model yang sukses di
Jakarta. Saya harus seperti apa dulu?
Saya kasih langkahnya, Bu." Oh, saya
hubungkan ke ini. Hubungkan karena apa?
Saya punya ee saya memulai lebih dulu.
Akhirnya saya punya ee link lebih dulu.
Link itulah yang saya sambungkan ke
junior saya tadi yang mau jadi model.
Saya sambungkan, akhirnya dia jadi
model, Bu. Dia pindah ke Surabaya jadi
model. dia punya penghasilan halal dari
situ dan dia punya impian lebih-lebih
lagi. Dia pengin punya sekolah modeling,
dia pengin buka kursus modeling di
Banyuwangi, dia pengin jadi Putri
Indonesia, dia pengin berkarir. Artinya
sesimpel itu kita memberikan motivasi
masukan ke perempuan lain, ternyata kita
enggak pernah tahu. Ternyata itulah hal
besar, hal yang sangat penting yang dia
butuhkan untuk maju. Jadi, Ibu-ibu,
mungkin ada teman-teman yang di online
ya, adik-adik saya mungkin yang seumuran
saya, jangan pernah menunggu untuk jadi
hebat dulu untuk menjadi contoh
perempuan yang lain. Jangan menunggu
untuk jadi wakil ketua DPR Provinsi dulu
untuk menginspirasi perempuan lain. Kita
pribadi bisa untuk menginspirasi
perempuan yang lain.
Luar biasa ya. Dan Bapak, Ibu peserta
webinar maupun yang hadir di ruang ini.
Mbak Ica telah membuktikan bahwa di
revolusi 4.0 ini bukanlah era kompetisi,
tapi adalah era kolaborasi. Dengan
membagikan ilmu dan pengalamannya beliau
sebagai model ternyata melahirkan banyak
sekali generasi muda yang bisa
berprestasi di bidang yang sama dan
siapa tahu nanti bisa berkembang tidak
hanya di tingkat nasional tapi bisa ke
internasional. Betul. Betul, Ibu.
Kita perah punya TR yang umur 15 tahun
sudah berkarir sebagai modal di New York
ya yang sekarang Trac bergerak di bidang
keagamaan. Jadi tidak ada ee alasan
untuk mengatakan kalau yang urusan
model-model seperti Mbak Icha ini pasti
hidupnya hanya glamor-glamor saja. Tapi
ternyata mereka juga punya kepekaan
sosial, punya kepekaan lingkungan dan
juga aspek spiritualnya juga sangat
bagus. Kita beri tepuk tangan untuk Mbak
Ica. Masih ada yang mau disampaikan
lagi? Monggo, Mbak Ica.
Ee mungkin langsung tanya jawab ya, Bu
ya.
Iya. Ada pertanyaan. Iya.
Oke. Baik. Ada dua penanya offline dan
satu online di belakang sana. Saya kira
tadi belum ee ya. Oke,
di depannya ada mikrofon, Mbak. Kalau
enggak ada bisa dibantu.
Ada mikrofonnya. Boleh dipakai, Kak.
Enggak bunyi, Mbak.
Oh, tidak ada. Baik, saya akan ke
belakang terlebih dahulu. MC harus
jalan-jalan supaya lebih langsing lagi.
Oh, sudah pastinya ini saya jalannya
sambil sedikit berlari ala model
[tertawa]
yang detail
I itu silakan yang di belakang. Terima
kasih ee untuk kesempatannya.
Memperkenalkan diri Mbak
ya. Saya Navila Ikrima dari PKBI Jawa
Timur. Ya, terima kasih untuk kesempatan
ee hari ini. Ini kesempatan yang sangat
luar biasa untuk saya. Saya mau bertanya
ee ini mengenai suara perempuan ee Jawa
Timur untuk Indonesia. Perempuan di
dewasa ini sudah mulai berani untuk
menunjukkan bagaimana perjuangannya,
sudah berani dalam berbagai bidang, baik
pekerjaan, politik ee maupun dalam
bidang-bidang lainnya. Nah, namun ee
saya sebagai ee masuk jenzi ya ini Kak
ya. Nah, melihat di sosial media itu
masih banyak sekali miskonsepsi
bagaimana perjuangan perempuan ee
disampaikan oleh beberapa dengan eh
Missandri atau
Aki.
Oh, iya.
Oke. Ee saya ulangi ya. Jadi konsep
mengenai bagaimana perjuangan perempuan,
bagaimana perempuan berdaya, bagaimana
perempuan mampu menunjukkan kualitasnya
masih banyak sekali disalah artikan
dengan konsep misandri atau ee tidak
menyukai laki-laki atau ee benci
keberadaan laki-laki. Nah, seperti itu.
masih banyak sekali di miskonsepsi
seperti itu dan masih dianggap bahwa
perjuangan perempuan dianggap sebagai
bentuk persaingan, sebagai bentuk saya
enggak mau kalah dengan arti yang
negatif kepada ee laki-laki. Nah, itu
bagaimana, Kak peran kita ini ee untuk
menunjukkan bahwa kita ini ingin
berjalan seiringan bersama secara ee
setara begitu dengan laki-laki, bukan
untuk mengungguli menyaingi. Nah,
seperti itu. Mungkin itu dari saya.
Terima kasih untuk kesempatannya.
Iya. Oke,
terima kasih dari PKBI.
Terima kasih.
Masih ada satu lagi di depan.
Yang mana Ibu Pingkik? Yang ini?
Iya, monggo.
Iya, Ibu angkat tangannya. Kencang
banget. Hati-hati, Bu. Kesli.
Terima kasih. Terima kasih. Sangat luar
biasa. Pada pagi hari ini, saya Sumi
dari Aisyaah, Jawa Timur. Eh yang saya
lihat tiga ini adalah
perempuan-perempuan hebat di antara
sekian yang hebat juga.
Oke.
Masyaallah. Terima kasih Bu.
Satu pertanyaan
Mbak Indri ya. Mbak siapa tadi? Mbak
Mbak In.
Mbak I kok iso diganti Indri?
Siapa Bu? Indri Bu I.
Mbak Ica.
Kok Mbak Ica? Mbak I
kok anj loh ya.
Iya
Mbak Ica. karena sudah ee melakukan
banyak hal. Pintu masuknya sangat tepat
kalau kita berbicara tentang perempuan.
Tapi adakah di sana ee gerakan itu yang
ee mitigasi bencana? Artinya mengurangi
sisi kebencanaan juga lingkungan. Contoh
teman-teman lagi fokus ini untuk ee
melakukan bagaimana kita ee menjadi
hidup yang lifestyle gitu ya. lifestyle
yang seperti apa tapi yang ramah
lingkungan. Adakah kemudian teman-teman
dibekali itu juga? Misal kalau masih
punya lipstik yang ini ya jangan
berpindah ke yang lain. Kemudian kalau
sudah punya baju yang ini juga jangan
berpindah ke yang lain. Adakah kemudian
teman-teman punya gerakan itu yang yang
bisa mewarnai pintu masuk kita di sana?
Begitu. Terima kasih. Saya kembalikan.
Makasih Bu.
Oke,
terima kasih untuk semangatnya. Coba
saya tanya lagi. Tanya ke siapa? Mbak
yang sana siapa namanya?
Ica.
Nah, ya. Aza Maimuna, Maar Jeng Mbak Ica
loh.
Iya, terima kasih, Mbak. Ee apa itu
namanya pertanyaannya tentang apakah
kalau sudah punya lipstik satu harus
ganti lipstik baru, punya baju satu
harus ganti. Kalau mau beli baju yang
baru yang lainnya boleh disumbangkan
gitu ya. Dan di BK3S ada sarang lapak
salurkan barang layak pakai gitu ya.
Boleh dikirim untuk kami salurkan pada
mereka yang membutuhkan ya. Kebetulan
sambil promosi ya Bu ya. Terima kasih.
Ee ada yang dari online silakan.
Oke silakan yang dari online dengan
siapa ini?
Resen mungkin teman-teman tolong
dipantau. Sudah sudah ada ini Bu. Oke,
monggo.
Wah, boleh agak turun, Mbak, kameranya.
Yang terlihat hanya sebagian saja. Naik
lagi. Naik lagi. Naik lagi.
Turun lagi. Kameranya boleh turun lagi.
Kameranya diturunkan.
Kameranya diturunkan kembali
atau kepalanya diturunkan?
Waduh, jadinya menceng dong. Bu Pingki,
[tertawa]
Mbak. Halo.
Belum belum kelihatan mulutnya, Mbak.
Nun sewu, Mbak.
ini Bu Nugroho mungkin beliau enggak anu
ya enggak ng ya
harus dipanggil Bu Nugroho ya Bu Nugroho
monggo.
Masih belum kelihatan Bu jangan
malu-malu
jangan malu-malu kucing Bu
Ibu Nugroho. Mohon maaf
agak sedikit tertegun. Benarkah saya
gitu maksudnya?
Iya, silakan.
Terima kasih sudah dikasih kesempatan
bergabung dengan Ibu-ibu Srikandi Hebat
di webinar ini. Ee saya dari Puskesmas
Pasirian, Bu.
Wah, hebat.
Di Kabupaten Sumajang yang lagi
lagi
Iya. Kena bencana dengan semerunya.
Ee ini mungkin pertanyaan buat ibu-ibu
yang ada di depan.
Untuk suara perempuan sedikit curhat
saja bagi kami
ee suara perempuan masih belum begitu
terdengar, Bu, kalau di daerah perifer.
Kenapa bisa seperti itu? Ini contoh
nyata yang kami rasakan
di wilayah kami itu ada beberapa daerah
yang sulit, terutama untuk kegiatan
kesehatan utamanya di sini adalah
kegiatan imunisasi.
Jadi
suara ibu-ibu itu jauh kalah dengan
suara bapak-bapak.
Walaupun sebetulnya undang-undang
tentang perlindungan anak yang berkaitan
dengan imunisasi itu sudah ada, Bu. Jadi
di undang-undang itu
disebutkan bahwa setiap anak berhak
memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan
ketentuan yang berlaku. Dan itu untuk
kegiatan di lapangan ternyata tidak
sesimpel itu, Bu.
Karena setiap pelaksanaan kegiatan kami
harus meminta izin dulu persetujuan
kepada orang tua.
Yang dekat dengan kami adalah para
ibu-ibu dan edukasi itu sudah cukup
banyak kita berikan ke ibu-ibu. Akan
tetapi nanti kembali lagi saya tidak
berani Bu karena suami tidak
memperbelitkan.
Jadi untuk memperjuangkan hak darah
dagingnya sendiri aja kalau di daerah
periferir masih butuh effort besar.
Bahkan saya tanya itu ada yang
mengeluhnya begini, "Bu, kalau saya
sampai cerai dengan suami saya gara-gara
imunisasi, Bu Bidan, apakah tanggung
jawab
sampai seperti itu, Bu? Jadi untuk
menyuarakan suaranya bagi putranya
sendiri aja masih seperti itu untuk
daerah beris apalagi untuk menyuarakan
hak perempuan yang lain. Terima kasih.
Mungkin itu curhat dan mungkin nanti ada
kebijakan yang bisa kami lakukan untuk
mengatasi permasalahan ini. Terima kasih
kesempatannya. Saya akhiri.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam. Terima kasih Bu Nugroho
Pramuka Ningsih yang sudah curhat
tentang masalah ketidakadilan gender ya
di Lumajang. Ini PR-nya ee Bu Novi,
PR-nya ee Bupati Lumajang juga jangan
hanya ngusur apa ngurusin penambangan
pasir, tapi juga ngurusin yang
vaksin-vaksin yang belum terjangkau.
Terima kasih sudah berbagi. Ee masih ada
lagi satu mungkin karena waktu masih
ada. Silakan dari Jambi tadi mungkin ya.
Silakan Ibu
masih diunmute PB. Mbak Ibu
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Ya, terima kasih atas kesempatannya.
Luar biasa ya Mbak Inca luar biasa
sebagai orang milenial. Ee tapi di sini
saya akan sampaikan bahwa saya
sebenarnya tidak sependapat dengan yang
tadi ditayangkan tentang Mbak Najwa
Sihat mengatakan seolah-olah perempuan
tidak berdaya. Kalau saya melihat
perempuan itu luar biasa hebat. Kita
sebagai seorang ibu mengurus anak-anak,
mendampingi suami, kemudian mencari
nafkah. Mungkin ee semua ibu-ibu juga
melihat bagaimana di pasar-pasar kita
melihat perempuan itu justru kalau dulu
istilahnya adalah mencari nafkah
tambahan tetapi sekarang banyak sekali
perempuan-perempuan tersebut justru
mencari nafkah utama suaminya diam di
rumah. Itu kenyataannya begitu. Tapi
memang mereka bukan di tempat yang
favorit tentunya karena mereka tentunya
tidak berdayanya mungkin dari segi
pendidikan. karena sebagian besar
perempuan masih berpendidikan. Nah, pada
kesempatan ini yang kita bahas tentang
peran milenial dalam wujudkan perempuan
yang berdaya tentunya ada pertanyaan
saya kepada Mbak I.
Kira-kira karena memang saat ini
perempuan itu luar biasa ya, jumlahnya
mungkin seimbang antara laki-laki dengan
perempuan. upaya-upaya apa yang harus
dilakukan ya agar perempuan
milenial tersebut menjadi orang-orang
yang berdaya
yang tidak menjadi orang pesimis karena
umumnya seperti itu gitu. Mereka
sebenarnya dari sudut pendidikan mereka
sudah lumayan ya rata-rata sudah
berpendikahan STA ke atas. Tetapi mereka
memang sering karena perempuan mungkin
lebih menonjol perasaannya. Mereka
kadang melakukan sesuatu seolah-olah dia
mikirnya gagal dulu gitu bukan mikir
bahwa saya melakukan ini, saya pasti
dapat ini. Nah, ini mungkin apa yang
harus kita lakukan agar anak-anak
perempuan milenial ini bisa menjadi
orang-orang yang optimis. dan saling
mendukung. Itu yang pertama. Yang kedua,
perempuan ini kalau dia sudah sukses,
sebagian besar mereka bukan mendukung
yang sejenis, gitu. Jadi, mereka sering
menganggap, "Ah, enggak akan mampu dia
gitu." Jadi melecehkan perempuan lain.
Nah, ini mungkin yang perlu kita
lakukan. bagaimana agar hal yang seperti
ini tidak terjadi. Kemudian yang ketiga,
Mbak Ia, biasanya perempuan perempuan
yang telah berkarir itu umumnya ee tidak
menikah.
Apakah karena memang ee tidak ingin
menikah atau memang sulit mencari
pasangan ini? Kira-kira apa sih
penyebabnya? Itu saja yang saya ingin
tanyakan. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Ibu Enanda
Lita dari Jambe yang telah berbagi pada
kita semua. Monggo ini bisa direspon
oleh Mbak Ia juga sekaligus Bu. Monggo
silakan. Jadi beberapa hal tadi
disampaikan secara offline tadi ee untuk
Mbak Ija tapi juga ee Bu Ani juga bisa
menyampaikan. Pada intinya sebetulnya
yang ingin saya respon bahwa itu tadi
adalah sebagian adalah masalah
stereotype gender juga. Kalau perempuan
yang sukses tuh biasanya enggak ngurusin
rumah tangga gitu ya. Ee atau bahkan
antara pekerjaan publik seperti yang
dilakukan Bu An ini dianggap sebagai
sesuatu yang apa? Apakah nanti rumah
tangganya baik? Enggak. Saya
kadang-kadang sampai bosan ketika orang
bertanya di hari ibu adalah ee bagaimana
Ibu Pingkiy membagi waktu antara
pekerjaan dan rumah tangga. Lah kok
Bapak-bapak itu enggak pernah ditanya ya
bagaimana membagi pekerjaan antara
keluarga dan juga pekerjaannya. Padahal
kita semuanya sama-sama gitu ya. Jadi
dan yang paling penting ibu-ibu dan
bapak sekalian termasuk sobat ASN bahwa
ibu rumah tangga itu juga karir ya.
Jangan mengatakan bahwa ibu rumah tangga
pekerjaannya apa? Hanya ibu rumah
tangga. No no no no ya. Ibu rumah tangga
itu luar biasa. Kita beri tepuk tangan
untuk ibu rumah tangga yang
mendedikasikan. Beliau adalah profesi
yang luar biasa dari bangun tidur sampai
dari membangunkan sampai menidurkan,
dari membuka pintu sampai menutup pintu,
dari menyalakan lampu sampai mematikan
lampu. Enggak ada selesainya tugas
seorang ibu rumah tangga. Jadi jangan
pernah meremehkan pekerjaan ibu rumah
tangga yang kalau dihitung semua mulai
dari pengasuhan, masak, klining, itu
maka gajinya harus amplopnya dobel 7
sampai 8 amplop gitu ya. Ya, jadi jangan
pernah ee lupa menghargai peran ibu
rumah tangga. Monggo para narasumber
yang hebat
silakan Mbak Ica dulu.
Terima kasih Bu Pingki. Ee pertanyaannya
banyak sekali ya Bu ya. Semoga saya
ingat semua. Ee untuk pertanyaan
terakhir tadi ee saya agak lupa tadi
saya menyampaikan tentang kutipan
Najhab. Saya kira justru Najwa Sihab di
sini memastikan bahwa ee dia mendukung
perempuan yang punya keinginan untuk
berpolitik. Justru pertanyaannya adalah
ketika itu Najo Sihap disuruh memilih A
itu laki-laki, B itu perempuan sama-sama
mau masuk terjun di dunia politik. Dia
ditanya pilih pilih siapa? Lalu yang dia
pilih adalah yang B. perempuan dari
kalangan artis yang mungkin bagi
sebagian masyarakat belum diyakini
kemampuannya. Dia memilih perempuan.
Kenapa perempuan? Karena ya saya memilih
dia perempuan yang mau mencoba. Kita
harus kasih kesempatan dia untuk
mencoba. Itu ketika itu Nazb seperti
itu. Nah, yang kedua Nazwa pernah
menyampaikan ketika dia ditanyai disuruh
memilih seperti apa yang sudah sampaikan
Bu Pinkki tadi. Ee pilih mana? Wanita
karir atau ibu rumah tangga?
Nah,
ee menjawab waktu itu, "Kenapa saya
harus diberi pilihan kalau saya bisa
lakukan dua-duanya?" Nah, artinya tidak
boleh sekarang, zaman sekarang kita
disuruh memilih. Kedua hal yang bisa
kita lakukan bersama-sama. Kalau tadi
Ibu dari Jambi mengatakan ee secara umum
wanita berkarir itu susah dapat jodoh
gitu kan, tidak mau menikah. Saya kira
justru sebagian kecilnya mungkin yang
punya pemikiran seperti itu. Karena saya
pribadi walaupun berkarir saya sangat
mendambahkan menjadi seorang ibu ingin
mendidik anak-anak saya. Nah, contoh
nyatanya adalah ibu saya juga berkarir
seorang ASN yang berangkat 0.30 pagi
pulang jam .00 sore. Tapi sekalipun saya
tidak pernah tidak sarapan masakan mama
saya. Tidak pernah sekalipun saya
mengingat mengerjakan PR tanpa mama
saya. Seingat saya tidak sekalipun saya
ikut karnaval tidak diantar mama saya ke
salon sampai diantar sampai finish.
Artinya apa? Tergantung peran
masing-masing. Kalau ibu rumah tangga
tapi di rumah hanya mainan HP, lihat
TikTok, goyang-goyang begini-begini, ya
kan? Ya, itu artinya ibu rumah tangga
yang tidak menjalankan profesinya secara
maksimal atau kita kasih pilihan wanita
karir tapi dia sangat bisa memanage
waktunya sehingga anak-anaknya tidak
kehilangan sosok ibunya. Saya kira
itulah ibu yang baik yang sesungguhnya.
Jadi tidak boleh seorang perempuan
justru memilih.
Karena saya yakin dan kita mungkin
bapak-bapaknya di sini karena lebih
sedikit saya jadi berani bilang bahwa
perempuan itu multitasker ya Bu ya.
Sambil gendong bisa malik tempe ya, Bu
ya. Sambil gendong ngulek sambal ya, Bu
ya. Dandan sambil nyetir. Saya pernah
Bu, saya dandan sambil nyetir mau
bekerja pakai alis masang bulu mata saya
bisa Bu walaupun bahaya. Artinya apa?
Perempuan itu bisa melakukan banyak hal
di satu kesempatan. Saya sangat setuju
kalau Bu Bingkiy bilang gajinya harus
dobble. Gaji guru les ngerjakan PR ya,
Bu ya. Ada sendiri gaji masak sebagai
koki ya, Bu ya. gaji nanti mengerjakan
rumah tangga ada harus harus harus
seperti itu. Jadi saya kira memang
pekerjaan ibu rumah tangga ketika
seseorang memilih menjadi ibu rumah
tangga kita harus hargai karena itu
adalah sebuah pekerjaan juga itu ya Bu
ya. Itulah yang harus kita tekankan di
situ. Ee yang saya ingat lagi pertanyaan
pertama tadi ee bagaimana kalau
laki-laki menganggap perempuan-perempuan
yang mengajukan atau menyuarakan
emansipasi perempuan itu adalah orang
perempuan-perempuan yang membenci
laki-laki? Terus terang ketika sepanjang
saya melakukan itu, saya tidak pernah
belum pernah ee menerima ee menerima
serangan seperti itu oleh laki-laki.
Artinya kita harus pandai-pandai memilih
cara dan memilih ee memilih jalur yang
bagus, memilih cara yang bijak untuk
menyuarakan gerakan emansipasi ini. Saya
kira walaupun laki-laki menyuarakan
misalnya contoh tentang poligami
misalnya dengan cara yang salah, saya
kira ibu-ibu di sini pasti akan melawan
gitu kan. Tapi kalau ada yang
menyampaikan dengan cara yang ee
masuknya dengan cara yang baik,
menyampaikan dengan cara yang santun,
memberikan alasan yang ee bisa diterima
dan dengan cara yang melembutkan hati
perempuan, saya kira juga ada ibu-ibu
yang memilih menerima untuk di poligami.
Nah, kembali lagi ke dengan cara
penyampaiannya seperti itu.
Iya.
Jadi itu soal cara pandang ya. bagaimana
mindset kita tentang keberdayaan
perempuan sebagai ancaman ya tentu akan
melihatnya itu tidak mendari dari
kacamata positif. Tapi seorang filsuf eh
apa John Stuart Mill mengatakan apabila
separuh penduduk dunia yang namanya
perempuan itu tidak berdaya dan tidak
sejahtera, maka seluruh populasi
penduduk juga tidak akan sejahtera.
Artinya bahwa kemandirian,
keberdayaan, kesejahteraan perempuan
bukan hanya untuk perempuan sendiri tapi
untuk bangsa dan negara. Selanjutnya Ibu
Ani silakan
ya. Terima kasih. Ada seorang penyair
ternama namanya
ee Hafiz Ibrahim.
Beliau menyampaikan, "Al umummu
madrasatul ula."
Bahwa ibu adalah pendidikan pertama
bagi putra-putrinya.
Artinya bahwa penerang masa depan
seorang anak itu ditentukan dari
keluarga. Keluarga di situ adalah ibu.
Begitu juga ketika ada sahabat tanya
kepada Rasulullah dalam sebuah hadisnya,
"Ya Rasul, siapakah orang yang harus
kati?" Jawabannya adalah alummu. Ibumu.
Ditanya lagi, ibumu. Ditanya lagi sampai
tiga kali baru yang keempat adalah
bapakmu.
Nah, artinya di sini
para peserta webinar bahwa perempuan itu
dari nasnya itu sudah luar biasa.
Tetapi saya sepakat dengan penanya tadi,
kenapa yang luar biasa seperti itu tapi
seringki tidak terharga?
Seringki itu dianggap wajar. Malah yang
jadi ironis adalah bahwa baik tidak anak
bergantung kepada ibunya. Ketika anak
jelek, hasilnya jelek, pasti yang
dimarahi adalah ibunya. Padahal betul
dikatakan Bu Pingki itu adalah tanggung
jawab bersama. Tapi faktanya tidak
demikian. Hingga hari ini, sekalipun
hari ini sudah dunia modern dan ee apa
ya strata pendidikan kita termasuk di
Indonesia sekalipun sudah meningkat tapi
itu menjadi stigma yang terdoktrin.
Apa kemudian yang harus dilakukan oleh
kita semuanya? Tentu ini tidak dilakukan
oleh perempuan saja, tetapi oleh
masyarakat. Artinya masyarakat berarti
ada perempuan dan laki. Hanya saja yang
harus mengawali melakukan itu adalah
perempuan. Karena di diri perempuan
itulah yang terdiskriminasikan.
Tanpa terasa itu adalah bentuk
diskriminasi. Tanpa terasa itu adalah
bentuk pelecen. Tanpa terasa itu adalah
bentuk penghargaan bahwa perempuan pada
posisi second line. Apa yang harus
dilakukan perempuan? perubahan mindset
kita harus melakukan, kita harus berani
mendobrak
bagaimana kemudian perempuan bersuara
terus. Forum seperti ini kekurangannya
adalah komposisi peserta masih 99%
adalah perempuan. Itu salah satu
kelemahan kita. Kenapa setiap
penyelenggaraan event-event yang berbau
kesetaraan gender perempuan, peserta
perempuan adalah dominan? Ini salah satu
kelemahan kita sesungguhnya. Maka
rekomendasi nih Bu Bu Kadis ya Bu Kadis
perlu ada forum-forum ya. perlu ada
forum-forum yang terkait dengan
kebijakan
ya sebut saja gender mainstreaming
pesertanya adalah laki-laki. Coba kita
komparasikan nanti kalau itu sering
dilakukan oleh tentu pemerintah yang
lebih dulu baru kemudian lembaga-lembaga
NGOJO, lembaga organisasi
aktivis-aktivis sosial dan saya yakin
yang melakukan begitu
organisasi-organisasi
ee non pemerintah juga perempuan,
acaranya perempuan, pesertanya
perempuan, temanya perempuan lagi-lagi
ya jeruk makan jeruk.
Mana mungkin akan terbuka mindset ketika
kita ya jeruk makan jeruk lah. Ini ee
autokritik untuk saya juga. untuk saya
juga yang pasti kalau kaitannya dengan
polise sesuai dengan tupoksi kami adalah
pada regulasi dan budgeting kami sudah
berupaya semaksimal mungkin melakukan
itu. Satu di antaranya Perda
perlindungan perempuan anak dari
kekerasan sudah ada di Jawa Timur.
Perda terkait dengan konstruksi
yang gender mainstreaming Jawa Timur
sudah ada.
Bagaimana jambanisasi itu tidak memakai
kloset jongkok, tetapi kloset duduk.
Bagaimana konstruksi jembatan tidak
perlu ada lubang tetapi harus tertutup.
Bagaimana pedestrian harus mulus, tidak
perlu berlekok-lekok, ber apa ini
namanya? Teras siring itu loh apa gitu.
Itu
naik turun
naik turun naik turun itu sudah ada
perda di Jawa Timur. Dan lagi-lagi itu
adalah inisiasi dari DPRD. Begitu juga
ketika sampai kemudian Jawa Timur
mendapatkan penghargaan dari Pak Jokowi
penanganan tercepat dalam persoalan
COVID ini adalah Perda ee karena kita
membikinkan Perda yang itu juga inisiasi
DPRD. Artinya kalau kaitannya dengan
tupoksi kami, kami sudah berusaha
semaksimal mungkin untuk ee lakukan
tinggal bagaimana implementasinya,
bagaimana kemudian mindset itu terbuka
untuk semuanya. Bahwa tanggung jawab
keluarga adalah tanggung jawab bersama,
bahwa kehebatan keluarga adalah
kehebatan bersama. Tetapi kembali kepada
ee apa penghargaan kepada perempuan.
Sesungguhnya mulai dari hadis Nabi tadi
itu kemudian ada syiir yang maaf maqalah
yang disampaikan oleh Hafiz Ibrahim tadi
itu menunjukkan bahwa
perempuan yang hebat, perempuan aktivis,
perempuan yang ee apa ya yang sukses
menandakan juga keluarga dan anaknya
yang sukses. pula
ica adalah bagian dari
persoalan yang sudah terjawab bahwa
perempuan
yang tidak banyak di rumah
ternyata memunculkan kader seperti IC.
Artinya apa? bahwa
iya kesuksesan seorang anak, kesuksesan
kader bangsa bukan ditentukan pada
frekuensi ketemuannya,
tetapi yang menentukan adalah kualitas
pendidikan, kualitas pendampingan,
keluat kualitas bimbingan, kualitas
pembinaan. Ketika Ibu sukses, pasti di
situ ada kapasitas. Ketika ibu ada
kapasitas, so pasti dijamin anaknya
berkualitas. Betul untuk kita semuanya?
Saya yakin yang hadir di sini adalah
ibu-ibu yang sukses. Saya jamin ibu-ibu
yang sukses di sini anaknya pasti
sukses. Sukses untuk kita perempuan
semuanya. Amin.
Amin. Ini kalau kampanye sudah masuk ini
tadi.
Iya. Kayaknya kalau saya bisa milih,
saya pilih di [tertawa]
Baik. Terima kasih Mbak Ia, terima kasih
Bu Ani. Luar biasa ya. Kita semua hadir
di sini adalah apa? Menjadi sebuah
gerakan bersama dalam me apa? Menjangkau
mereka-mereka yang mungkin belum
terjangkau. Lalu kemudian memunculkan
mereka-mereka yang masih tersembunyi dan
menyuarakan mereka-mereka yang masih
membisu. Dari suara perempuan Jawa Timur
untuk Indonesia berdaya dan maju.
Selamat merhaakan Hari Ibu tahun 2022.
Terima kasih banyak. Kami haturkan
terima kasih tentunya untuk moderator
kita yaitu Ibu Dr. Pink Saptandari,
Dranda, MA dan juga narasumber kami
pastinya yang telah menyempatkan
waktunya yang juga kehadirannya untuk
berbagi. I
sebagai penutup saya boleh pantun
enggak? Kayaknya saya afdol ya punya
hutang.
Punya hutang tadi katanya Bu Pingki
harus berpantun. Saya belajar tadi Bu di
kursi saya harus punya pantun. Sudah
belajar. Semoga saya saya enggak lupa ya
Bu ya.
Jalan-jalan ke Surabaya
cakep.
Berangkat malam dari Banyuwangi.
Cakep.
Suara perempuan Jawa Timur harus berjaya
dan selamat hari Ibu untuk ibu-ibu hebat
dan saya kagumi.
We
keren banget. Terima kasih untuk
menjawab enggak? Boleh dijawab.
Boleh. Boleh. Kita akan menjawab nanti
Ibu di sini kalau mau jawab juga boleh.
Akhirnya kita jawab sampai jam . Bu juga
harus boleh. Silakan silakan silakan
berlayar ke Karimun. Cakep.
Cakep.
Membawa kelapa puan dan ikan belanang.
Cakep.
Mari sama-sama berhimpun untuk
perlindungan perempuan dan anak.
Ye.
Ibu Ani.
Bu Ani ada, Bu?
Ibu Ani ada, Ibu.
Iya. Buah nangka, buah belimbing. Itulah
itulah nama buah-buahan. [tertawa]
Cakep ya kan? Dirujak ya, Bu ya?
Iya. Iya. Terima kasih ya. Terima kasih
banyak. Jadi pengin pantun lagi kan ya.
[tertawa] Nah, terima kasih untuk Ibu
Hajah Ani Maslaha selaku narasumber kita
dan juga Ibu Raiza Fitri Aninda, S.H.,
MKN selaku narasumber kentunya.
Dan kali ini kami akan memberikan
cendera yang akan langsung diberikan
kepada Ibu Novi ya untuk para narasumber
dan juga moderator yang sudah
men-support acara tentunya ASN belajar
webinar seri ke-47.
Ini dia persembahan dari kami
kenang-kenangan
nantinya boleh kasih tepuk tangan dulu.
Semoga nantinya bekerja bisa berlanjut
sampai ke depannya. Terima kasih untuk
supportnya untuk acara ASN Belajar
webinar seri ke-47.
Ini dia untuk Mbak Icha. Boleh berikan
tepuk tangan yang meriah Bapak dan Ibu.
dan kami harapkan untuk bisa berfoto
bersama.
Kami persilakan yang ingin mengabadikan
momen untuk foto bersama kali ini.
Ibu Kajati saya persilakan untuk bisa
hadir dan juga berfoto bersama.
Ibu Dharma Wanita, Ibu-ibu Dharma
Wanita, monggo perwakilannya monggo.
PK
dari tim penggerak PKK yang mewakili.
Silakan, Ibu
maskernya bisa dilepas dulu untuk
berfoto bersama.
Terima kasih banyak. Mari kita berikan
tepuk tangan yang meriah Bapak dan Ibu
ya. Untuk memperingati Hari Ibu kali
ini, ASN belajar memberikan satu yang
spesial untuk wanita Indonesia.
Kami persilakan untuk moderator,
narasumber, dan berikut para undangan
untuk bisa kembali ke tempat yang telah
disediakan.
Dan pastikan jangan ke mana-mana karena
acaranya masih belum selesai.
Terima kasih banyak ngih Ibu untuk
supportnya yang sangat luar biasa di
acara ASN belajar webinar seri ke-47.
Persilakan Anda untuk bisa kembali ke
tempat yang telah kami sediakan.
Dan kali ini marilah bersama-sama
kita melihat.
Dan kali ini tentunya terima kasih
banyak untuk seluruh rekan-rekan yang
sudah hadir di webinar ASN belajar seri
47. Dan saya ingin juga mengumumkan kali
ini untuk pemenang-pemenang pantun ya
yang via Instagram ataupun juga di sini
yang sudah ikutan untuk meramaikan
pantunnya. Untuk pantun yang beruntung
kali ini saya ucapkan selamat yang
pertama untuk Ferry GS. Oke, untuk Feri
GSC pantunnya kata lain imut adalah
comel. Kata lain angin adalah Bayu.
Walaupun ibuku terkadang suka ngomel,
tapi aku selalu love you. Oke,
selamat ya. Dan yang berikutnya kami
ucapkan selamat untuk @liia.zzakia
yang kali ini pantunnya adalah
jalan-jalan ke kota Lamongan. Ada diskon
murah beli buah-buahan.
Semua perempuan mampu berperan. Jangan
takut bersuara demi perubahan. Waduh.
Dan kali ini untuk pantun yang ketiga
saya ucapkan selamat untuk @ Riani
Fitri. Sepeda motor beroda dua. Waduh,
kalau tiga namanya becak, Mbak. Nah, ini
melaju menuju pasar raya. Wanita terbaik
di dunia ialah ibuku tercinta. Wow,
keren sekali. Dan tentunya juga terima
kasih untuk para pihak yang telah
mendukung acara ASN Belajar seri ke-47.
Kami ucapkan terima kasih untuk Ibu
Igusti Ayu Bintang Darmawati selaku
Menteri Pemberdaya Perempuan dan
Perlindungan Anak Republik Indonesia.
Kami ucapkan terima kasih untuk Bapak
Dr. Andes Beni Sampirwanto, M.Si. selaku
asisten pemerintahan dan Kesra Sekda
Provinsi Jawa Timur. Dan juga terima
kasih kepada
Fitri Aninda, SH. MKn selaku Wakil DPRD
Provinsi Jawa Timur. Dan juga kami
ucapkan terima kasih untuk Ibu Dr.
Pinkki Saptandari, Dranda, MA, Ketua
Umum dan Koordinasi Kegiat Kesejahteran
Sosial Jawa Timur. Dan tentu saja jangan
lupa untuk bisa langsung mengisi
presensinya sampai dengan pukul 2359
waktu Indonesia Barat tidak menerima
permintaan e-sertifikat sesudah tanggal
17 Desember 2022. Dan jangan lupa kalau
tidak ada NIP-nya bisa gunakan NIK. Jadi
kalau tidak punya NIP Anda bisa
menggunakan NIK. Dan tentunya juga
jangan lupa langsung klik bit.l/hadir
Harihibu 2022. Nanti kami tunggu sampai
dengan 17 Desember 21 waktu Indonesia
Barat. Untuk kontak person WhatsApp-nya
9.00411.
Dan kali ini jangan lupa masih ada ASN
belajar seri ke-48
yang biasanya diadakan hari Kamis.
Spesial untuk minggu depan akan diadakan
pada hari Jumat
ya. Jadi jangan lupa ya untuk bisa
ikutan semuanya pada hari Jumat besok
tanggal 23 Desember 2022. Dan tentunya
kali ini terima kasih banyak sudah
terselenggara acara SN belajar 47
dipersembahkan BPSDM Provinsi dan juga
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Provinsi Jawa Timur
berkolaborasi dengan Wibro
Communication. Kita berikan tepuk tangan
yang meriah untuk para ibu-ibu cantik
yang sudah hadir maupun online ataupun
juga offline.
Dan tentunya untuk seri ke-48 adalah
pembicaranya Reenald Kasali. Wow, keren
banget dong. Kita kasih tepuk tangan
dong. Dan acara baru berlangsung. Acara
akan selesai besok ya, Ibu-ibu semuanya
sudah siap, Bu?
Loh, opo semuanya? [tertawa] Ana opo?
Acaranya masih belum selesai. Untuk yang
offline ya, spesial offline acaranya
belum selesai. Akan dilanjutkan langsung
tentunya setelah ini ada forum grab, ada
forum group discussion. Langsung saja di
ruangan
sasana praja tetap di bersama Mbak yang
cantik yang satu ini. Tempat dan waktu
saya persilakan
dan tentunya saya Devi Santi pamit undur
diri. Terima kasih banyak.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Bertemu lagi di lain
kesempatan. Salam sehat selalu. Sampai
jumpa
acara langsung saja saya kembalikan.