Transcript
cbnW_AaoQOE • WEBINAR ASN BELAJAR SERI 47 - PERLINDUNGAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MENUJU INDONESIA EMAS
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0062_cbnW_AaoQOE.txt
Kind: captions Language: id Aku ingin memberikan yang terbaik untuk dalam hati kecilku. Aku ingin Aku ingin sekolah lagi. Tapi kalau aku sekolah lagi, bagaimana anak istriku? Biaya sekolah tidak murah. Kalaupun aku mendapat beasiswa, bagaimana dengan biaya sehari-hariku? Aku berkali-kali sampaikan keinginanku tentang sekolah lagi pada istriku. Dia mendukung, tapi aku tahu di hati kecilnya khawatir tentang biaya yang akan dikeluarkan. Asalamualaikum. Terus berinovasi merupakan jawaban untuk mengimbangi perubahan zaman. Ini bukan ego pribadiku, tapi ini caraku dalam membangun Indonesiaku. keinginanku untuk sekolah lagi kini bukan hanya sebatas tangan aku bisa bernafas lega pendagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi republik Indonesia mendukung program tugas belajar bagi pegawai negeri sipil di seluruh wilayah di Indonesia. Kementerian PAN RB berakhlak bangga melayani bangsa. Ibu maksud cerita saksd Jawa Timur hebat. BPSDM Jawa Timur excellent. BKPSDM Jawa Timur banget. BPSDM Jawa Timur berjaya dalam inovasi. BPSDM Jawa Timur hebat. BPSDM Provinsi [musik] Jawa Timur gaya luar biasa. BPSDM Jatim keren. PSDM Jawa Timur semakin star. BPSDM Jawa Timur bangkit. BPSDM Jawa Timur inspiratif terdepan. BPSDM Jawa Timur mantap. Sukses BPSDM Provinsi Jawa Timur keren. Jawa Timur jaya luar biasa. BPSDM Jawa Timur unggul BPSDM Provinsi Jawa Timur. Pokoknya top BPSDM Pro Timur luar biasa. BPSDM Jatim handal dan ber BPSDM Jatim jaya luar biasa. BPSDM Provinsi Jawa Timur memang keren. BPSDM Jatim pancen top dan oke tenan. BPSDM Jatim BPSDM Provinsi Jawa Timur salam satu jiwa BPSDM Jatim ini kan orangnya BPSDM Jatim BPSDM Jatim hebat BKSDM top BPSDM Jawa Timur luar biasa BPSDM Provinsi Jawa Timur menjadi satuulan BPS Jatim luar biasa Aku enggak ada pilihannya background enggak ada. memang hebat PPSM Jawa Timur berjaya dalamasi apa yang sudah diinisiasi oleh BPSDM dengan apresiasi yang sudah didapatkan dengan tugas dan mandat sebagai corporate university tentu kita berharap bahwa BPSDM [musik] akan terus bisa memberikan layanan terbaik baik bagi pengembangan kualitas SDM aparatur sipil negara [musik] baik dari Jawa Timur maupun dari berbagai daerah [musik] lain. Halo sobat ASN, kita jumpa lagi dalam ASN belajar yang dipersembahkan oleh [musik] BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai acara kita hari ini, ada beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan agar nantinya rangkaian acara kita berjalan dengan baik dan lancar. Yang pertama, gunakanlah nama sesuai dengan format, yaitu nama, spasi, instansi, Sobat ASN. [musik] Agar acara ini berjalan dengan lancar, kami mohon Sobat ASN untuk mengaktifkan kamera [musik] dan menonaktifkan mikrofon selama acara ini. Jika Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction mengangkat tangan atau rais hand [musik] pada Zoom meeting. Siapkan pula alat tulis, Sobat ASN. Selain untuk mencatat hal-hal yang penting, hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN [musik] tentang materi yang akan disampaikan. Kenakanlah pakaian yang sopan dan posisikan [musik] kamera tidak membelakangi cahaya agar wajah Sobat ASN dapat terlihat dengan jelas. Pada webinar [musik] kali ini, kami juga menyediakan virtual background. Jadi kami mohon sobat [musik] ASN gunakan juga ya virtual background-nya untuk mendapatkan sertifikat [musik] elektronik pada sesi narasumber kedua nanti, kami akan memberikan link absensi yang bisa Sobat ASN isi. Jangan lupa ya linknya harus diisi [musik] agar sertifikat elektronik Sobat ASN dapat langsung diunduh. Dan harapan kami, Sobat ASN mengisi form absensi dengan benar untuk mempermudah pencetakan [musik] sertifikat elektronik. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Selamat webinar dan tetap semangat. Halo Sobat ASN, apa kabar? Pasti udah pada tahu kan waktunya ikutan ASN belajar setiap hari Kamis. Apalagi di webinar ASN belajar ini, Sobat ASN bisa mendapatkan e-sertifikat gratis tanpa biaya apapun. Hanya Sobat ASN harus ikuti persyaratannya. Nah, berikut ini saya akan ajak Sobat ASN untuk mengikuti tutorial cara menggunakan aplikasi INDEK untuk mendapatkan e-sertifikat di ASN Belajar. Yang pertama masukkan alamat yang terdapat pada flyer ASN belajar bit.l garis miring ikut seri yang ke berapa nih? Kita contohkan seri 22 ya. Kemudian sobat ASN akan diminta untuk akses lokasi. Pilih allow atau izinkan. Setelahnya masukkan email Google dan ikutilah petunjuk berikutnya yaitu mengisi data diri dengan benar. Isi setiap kolom dengan benar ya. Nama lengkap ini adalah nama yang akan dipakai di e-sertifikat Sobat ASN NIP. Kemudian selanjutnya adalah pangkat golongan ditulis lengkap. Setelah itu tuliskan juga jabatan lembaga atau instansi dari mana Sobat ASN berasal dan jangan lupa juga kota atau kabupaten. Dan yang penting nomor handphone ini harus yang terhubung dengan WhatsApp Sobat ASN. Jangan lupa cek dulu ya sebelum klik submit. Pastikan sudah benar karena data ini tidak bisa direvisi. Pilih submit. Setelah klik submit, Sobat ASN akan langsung mendapatkan pesan di WhatsApp Sobat ASN yang berisikan tentang pendaftaran webinar ASN belajar. Jangan lupa save nomor indefateway agar semua linknya langsung aktif dan menjadi hyperlink. Terdapat juga link virtual background kemudian presensi. Nah, link presensi ini bisa diakses pada saat hari H atau hari pelaksanaan. Sobat ASN bisa langsung klik kemudian cek dulu semua [musik] datanya dan tanda tangan pada kolom tanda tangan dan submit. Sobat ASN akan langsung menerima link notifikasi pada WA untuk mengisi monev. Mohon diisi ya kuisioner monev-nya. Kalau sudah diisi, Sobat ASN akan langsung mendapatkan link sertifikat yang bisa Sobat ASN langsung unduh. Semua notifikasi ini akan masuk pada WA ya, bukan email. Mudah. cepat dan bisa dilakukan sendiri. Indev emang paling bisa. Apa yang kita lakukan ini insyaallah, Bu, kalau kita niatkan dengan ibadah ya ada pahalanya. Selain itu juga kegiatan ini dimaksudkan untuk menguatkan sinergi serta sebagai sarana untuk menambah jalinan silaturahmi ibu-ibu peserta dari berbagai penjuru nusantara dan beragam suku dan budaya. Seiring peningkatan kapasitas para suami, kami bersyukur bahwa lingkungan BPSDM berandil banyak untuk itu dan sekarang untuk kami para istri. Jika ada slogan yang mengatakan di balik suami yang sukses pasti ada istri yang hebat. Salah satu cara agar kita bisa melanjutkan semangat ini adalah terus meningkatkan kapasitas dan kualitas diri kita masing-masing. Selaku anggota Darma Wanita, kita terus mengingat bahwa ibu yang hebat dan perempuan yang cerdas adalah penentu kualitas keluarga dan masyarakat. Peran istri ini dalam mendampingi suami pada kehidupan keluarga, pada kehidupan rumah tangga, lingkungan masyarakat, ataupun lingkungan kerja suami sangatlah besar. Untuk itu perlu pengetahuan dan juga kompetensi serta wawasan seorang istri termasuk perilaku dan juga attitude dalam mendampingi peran suami sebagai pejabat pemerintah. Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim ee pada hari ini, Kamis, 8 Desember 2022, kegiatan ladies program pelatihan kepemimpinan nasional tingkat 2 angkatan 24 tahun 2022 secara resmi saya nyatakan dibuka dan dimulai. [musik] Perempuan sering dianggap lebih lemah. Pendapat yang jarang didengar adalah hal yang membuat perempuan enggan dan ragu untuk menyuarakan pendapatnya. Diskriminasi dan kekerasan pada perempuan yang muncul akibat budaya patriarki masih terasa hingga saat ini. Kini saatnya perempuan bangkit untuk menyuarakan suara emasnya demi bangkitnya negara. Ikuti webinar ASN Belajar seri 47. Mari bersama bangkit bersuara untuk Jawa Timur. [musik] Okay. [musik] [tepuk tangan] Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap dimulai. Lanjutkan [musik] pelatihan dasar KPNS golongan 2 angkatan 96, 97, 98, dan 99 pengembangan sumber daya manusia pemerintah provinsi Jawa Timur tahun 2022 saya nyatakan ditutup dan diakhiri. Oleh sebab itu, karena saudara sekalian adalah baru, birokrasi, pemerintahan, orang-orang hebat. Karena saudara dikiri dan seleksi dengan hebat dengan seleksi yang sangat ketat, berarti saudara-saudara mampu menjadi birokrasi muda yang baru, yang memberikan perubahan, yang terus melakukan perubahan, inovasi, inisiatif, dan kolaborasi. Dan saya yakin saudara-saudara orang-orang itu saya dapat menerima banyak hal terutama portfolio ASN yang saya dapat terapkan di lingkungan kerja nanti. Untuk BPSDM Provinsi Jatim semakin jaya, bangkit, dan hebat. Halo sobat ASN, kita jumpa lagi dalam ASN belajar yang dipersembahkan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai acara kita hari ini, ada beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan agar nantinya rangkaian acara kita berjalan dengan baik dan lancar. Yang pertama, gunakanlah nama sesuai dengan format, yaitu nama, spasi, instansi, Sobat ASN. Agar acara ini berjalan dengan lancar, kami mohon Sobat ASN untuk mengaktifkan [musik] kamera dan menonaktifkan mikrofon selama acara ini. Jika Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction mengangkat tangan atau raise hand [musik] pada Zoom meeting. Siapkan pula alat tulis, Sobat ASN. Selain untuk mencatat hal-hal yang penting, hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN [musik] tentang materi yang akan disampaikan. Kenakanlah pakaian yang sopan dan posisikan kamera tidak membelakangi cahaya agar wajah Sobat ASN dapat terlihat dengan jelas. Pada webinar kali ini kami juga menyediakan virtual background. Jadi kami mohon sobat ASN [musik] gunakan juga ya virtual background-nya untuk mendapatkan sertifikat elektronik pada sesi narasumber kedua nanti. Kami akan memberikan [musik] link absensi yang bisa Sobat ASN isi. Jangan lupa ya linknya harus diisi agar sertifikat [musik] elektronik Sobat ASN dapat langsung diunduh. Dan harapan kami, Sobat ASN mengisi form absensi dengan [musik] benar untuk mempermudah pencetakan sertifikat elektronik. Itulah [musik] beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Selamat webinar dan tetap semangat. Halo Sobat ASN, apa kabar? Pasti udah pada tahu kan waktunya ikutan ASN belajar setiap hari Kamis. Apalagi di webinar ASN belajar ini, Sobat ASN bisa mendapatkan e-sertifikat gratis tanpa biaya apapun. Hanya Sobat ASN harus ikuti persyaratannya. Nah, berikut ini saya akan ajak Sobat ASN untuk mengikuti tutorial cara menggunakan aplikasi INDEP untuk mendapatkan e-sertifikat di ASN Belajar. Yang pertama masukkan alamat yang terdapat pada flyer ASN belajar bit.l garis miring ikut seri yang ke berapa nih? Kita contohkan seri 22 ya. Kemudian sobat ASN akan diminta untuk akses lokasi. Pilih allow atau izinkan. Setelahnya masukkan email Google dan ikutilah petunjuk berikutnya yaitu mengisi data diri dengan benar. Isi setiap kolom dengan benar ya. Nama lengkap ini adalah nama yang akan dipakai di e-sertifikat Sobat ASN NIP. Kemudian selanjutnya adalah pangkat golongan ditulis lengkap. Setelah itu tuliskan juga jabatan, lembaga atau instansi dari mana Sobat ASN berasal dan jangan lupa juga kota atau kabupaten. Dan yang penting nomor handphone ini harus yang terhubung dengan WhatsApp Sobat ASN. Jangan lupa cek dulu ya sebelum klik submit. Pastikan sudah benar karena data ini tidak bisa direvisi. Pilih submit. Setelah klik submit, Sobat ASN akan langsung mendapatkan pesan di WhatsApp Sobat ASN yang berisikan tentang pendaftaran webinar ASN belajar. Jangan lupa save nomor indefateway agar semua linknya langsung aktif dan menjadi hyperlink. Terdapat juga link virtual background kemudian presensi. Nah, link presensi ini bisa diakses pada saat hari H atau hari pelaksanaan. Sobat ASN bisa langsung klik kemudian cek dulu semua datanya dan tanda tangan pada kolom tanda tangan dan submit. Sobat Ayasan akan langsung menerima link notifikasi pada WA untuk mengisi monev. Mohon diisi ya kuioner monev-nya. Kalau sudah diisi, Sobat ASN akan langsung mendapatkan link sertifikat yang bisa sobat ASN langsung unduh. Semua notifikasi ini akan masuk pada WA ya, bukan [musik] email. Mudah. cepat dan bisa dilakukan sendiri. Indev emang paling bisa. [musik] kami sekali lagi yang saya sampaikan kemarin bahwa saudara-saudara adalah pamung pamung adalah pelayanan. Ikhtiar kita adalah memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat. Demikian yang dapat kami sampaikan. [tepuk tangan] [musik] Karenanya saya memberi apresiasi kepada Bapak Ibu sekalian untuk tetap bersemangat hingga berakhirnya pelatihan dan pengabdian tanpa batas. Tepuk tangan kita semuanya. Sukses terus untuk BPSDM Provinsi Jawa Timur. Terima kasih banyak telah e memfasilitasi kami selama di sini. Semoga kami bisa kembali lagi di sini untuk belajar lagi di diklat-diklet yang lain. Luar biasa mentor dan dosen-dosennya, dosen tamu, para pembicaranya ee bagi kami adalah sebuah pengalaman dan pengetahuan yang baru sehingga kami sangat mendapatkan hal-hal baru di dalam rangka pendidikan dan pelatihan di Surabaya ini. Sukses terus untuk BPSDM Provinsi Jawa Timur. Alhamdulillah kami bisa bergabung di sini di BPSDM Jawa Timur. Pada saat saya masuk sudah merasa auranya yang berbeda. Di sini banyak menginisiasi semua peserta termasuk saya dengan perbedaan-perbedaan yang jauh sebelumnya kami tahu di sini ternyata banyak perubahan-perubahan yang ada di sini. Ini sejalan dengan apa yang disampaikan dalam materi-materi PKA yaitu adanya perubahan-perubahan yang harus bisa memberikan manfaat kepada banyak orang. Maju terus dan jaya untuk BPSDM Jawa Timur. Salam optimis. Jangan. [musik] Perempuan sering dianggap lebih lemah. Pendapat yang jarang didengar adalah hal yang membuat perempuan enggan dan ragu untuk menyuarakan pendapatnya. Diskriminasi dan kekerasan pada perempuan yang muncul akibat budaya patriarki masih terasa hingga saat ini. Kini saatnya perempuan bangkit untuk menyuarakan suara emasnya demi bangkitnya negara. Ikuti webinar ASN Belajar seri 47. Mari bersama bangkit bersuara untuk Jawa Timur. Okay. Apa [musik] sih yang kita inginkan untuk masa depan? Keluarga yang sehat, pendidikan yang merata, akses untuk air bersih, ekonomi yang kuat, atau lingkungan yang terawat? Semua itu adalah cita-cita kita [musik] bersama melalui sustainable development goals atau SDGs. [musik] Negara-negara termasuk Indonesia telah turut serta dalam mewujudkan tujuan bersama tersebut. Indonesia sendiri sudah membuat banyak pencapaian seperti tingkat kemiskinan yang terus berkurang, akses pelayanan publik yang semakin baik, pendidikan dasar yang semakin tercukupi, dan tingkat literasi nasional yang tinggi. Akan tetapi, kita tidak boleh lengah sebab masih banyak tantangan [musik] yang menghadang di depan mata. Ketimpangan sosial masih sangat ketimpangan sosial yang masih sangat terasa. Kebakaran dan kerusakan hutan. Kebakaran dan kerusakan hutan. Kekerasan terhadap perempuan. Kekerasan terhadap perempuan. [musik] Sampah plastik yang merusak lingkungan. Pengangguran anak muda yang masih pengangguran anak muda yang masih tinggi. Pekerjaan-pekerjaan yang belum usai ini harus [musik] segera kita tuntaskan. Semua tantangan ini bisa kita taklukkan hanya bila kita bergerak bersama. Sebab [musik] saya yakin tanpa kamu kebakaran hutan akan terus ada. Tanpa kamu perempuan akan terus berhadapan dengan kekerasan. [musik] Tanpa kamu, anak-anak Indonesia masih terus belajar tanpa lampu. Tanpa kamu, anak-anak Indonesia masih juga tidak mendapatkan gizi yang cukup. Dan tanpa kamu, potensi anak muda [musik] menjadi pengangguran akan terus ada. Tanpa kamu, tujuan-tujuan kita itu hanyalah mimpi belaka. Jadi, mari kita berjalan beriringan. Mari kita berjalan beriringan. Mewujudkan [musik] cita-cita kita bersama. Mewujudkan cita-cita kita bersama. Dan pastikan tak ada satuun kawan kita yang [musik] tertinggal di belakang. 17 tujuan untuk mengubah Indonesia yang lebih baik. Mari kita bangun Indonesia bersama-sama. Seorang ibu bisa membiarkan kebiasaan atau memulai dengan pengetahuan untuk membuka cakrawala kedewasaan berpikir tentang kemandirian dalam ketahanan keluarga, tentang pribadi yang handal untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan semua berawal dari peran seorang ibu. Namaku Adi. Aku sudah bekerja selama 18 tahun sebagai pegawai negeri sipil. Tahun ini usiaku 42 tahun. Aku bangga menjadi pegawai negeri sipil. Bapak dan Ibu yang masih berada di luar, kami persilakan Anda untuk bisa masuk ke dalam ruangan. Sesaat lagi acara akan segera kami mulai. Terima kasih kecilku. Aku ingin terus belajar. Aku ingin sekolah lagi. Tapi kalau aku sekolah lagi, bagaimana anak istriku? Biaya sekolah tidak murah. Kalaupun aku mendapat beasiswa, bagaimana dengan biaya sehari-hariku? Aku berkali-kali sampaikan keinginanku tentang sekolah lagi pada istriku. Dia mendukung, tapi aku tahu di hati kecilnya khawatir tentang biaya yang akan dikeluarkan. Terus berinovasi merupakan jawaban untuk mengimbangi perubahan zaman. Ini bukan eko pribadiku, tapi ini caraku dalam membangun Indonesiaku. Keinginanku untuk sekolah lagi kini bukan hanya sebatas tangan. Aku bisa bernafas lega. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia mendukung program tugas belajar bagi pegawai negeri sipil di seluruh wilayah di Indonesia. Kementerian PAN RB berakhlak bangga melayani [musik] bangsa. Ya Nabi salam alaika, ya Rasul salam alaika ya habib. Kami ucapkan selamat datang kepada yang terhormat perempuan dan [musik] perlindungan anak Indonesia, Ibu-ibu yang terhormat asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyatda Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. yang dalam hal ini mewakili Gubernur Jawa Timur. Habib salam alaika shawatullah alaika asqal menyampaikan kepada anak yatim ahmadil Ya nabi salam alaika, ya rasul salam alaika ya habib salam alaika Watullah alaika ahlal mataniul q wasadiu bijamalin Ya nabi salam alaika, ya rasul salam alaika, ya habib salam alaika shawatullah. Jul hab bi mustofal had Muhammad Allah Ya Nabi salam alaika, ya Rasul salam alaika. Ya habib salam alaika shawatullah alaika. [musik] Hadirin dimohon berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. [musik] menyanyikan Mars Hari Ibu Bu [musik] He. Hadirin disilakan duduk kembali. Bapak dan Ibu, agar acara hari ini dapat berjalan lancar dan tentunya membawa berkah dan juga manfaat, marilah kita berdoa yang akan dipimpin oleh perwakilan Muslimat NU kepada Ibu Dranda Haj Fatimah. Disilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad walhamdulillahiabbil alamin. Rabbana taqobbal minna innaka antas samiul alim. Wat alaina ya maulana innaka ant tawwabur rahim. duana yaabbal alamin. Ya Allah, ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa-dosa kedua orang tua kami. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami di masa kecil kami. Dan angkatlah derajat mereka menuju keridaan-Mu. Jadikanlah anak-anak keturunannya menjadi anak-anak yang saleh salihah dan berkahilah kehidupan mereka dengan berkah kebahagiaan di dunia dan akhiratnya. Ya Allah, ya Tuhan kami, kami bermunajat kepada-Mu. Berkahilah di sisa-sisa umur Bapak, Ibu yang hadir di sini dengan umur yang panjang, yang bermanfaat, sehat walafiat untuk beribadah kepada-Mu dan berkiprah di masyarakat. Ya Allah, ya Tuhan kami, jadikanlah negeri kami sebagai negeri yang maju yang Engkau ridai. Jadikanlah bangsa kami sebagai bangsa yang saleh dan taat kepada kehendak-Mu. Berikanlah petunjuk jalan yang lurus untuk pemimpin-pemimpin kami. Berikanlah kemudahan bagi mereka untuk menunaikan tanggung jawab dan janji-janjinya sebagai pemimpin untuk keberhasilan kehidupan bangsa menuju masa depan yang cerah menjanjikan khususnya bagi Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Ibu Gubernur Ibu Dranda Hajfifah Indar Para. Ya Allah, jadikanlah Provinsi Jawa Timur ini menjadi provinsi yang terus maju berprestasi. Masyarakat yang sejahtera tanpa kekurangan suatu apapun. Jauhkan dari bala, bencana, musibah, dan segalanya. Allahumma sallimna wal muslimin waina wal muslimin wahfadna waahum. Syar masad dunya waddin. Selamat hari ibu. Semoga panjenengan semua sukses menjadi ibu yang bijak. Kualitas agama seorang ibu merupakan pondasi yang akan menyangga dan menyelamatkan agama sekaligus akhlak anak-anak kita. Rabbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah waqinazabanar. Walhamdulillahiabbil alamin. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Boleh saya mendengar semangatnya pada pagi hari ini? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semuanya. Semoga Anda yang hadir pada pagi hari ini selalu diberikan berkah dan juga kesehatan dari Allah subhanahu wa taala. Dan tentunya pada pagi hari ini sebelum saya memulai acara, saya punya satu pantun nih ya untuk para ibu-ibu tercinta yang sudah hadir di pagi hari ini. Pepatah bilang, "Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina." Tapi tidak lupa dengan budaya bangsa. Perempuan berdaya sudah seharusnya prestasi perempuan Jawa Timur bersua untuk Indonesia. Dan tentunya izinkan saya pada pagi hari ini untuk mengucapkan selamat datang kepada yang terhormat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Ibu Igusti Ayu Bintang Darmawati dan tentunya juga yang terhormat Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Randes Beni Sampirwanto, M.Si. Si. Yang kami hormati Ketua Umum Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial Jawa Timur. Kami ucapkan selamat datang kepada Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur. Selamat datang kepada Putri Indonesia Jawa Timur. Dan tentunya juga saya ingin mengucapkan selamat datang kepada Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Jawa Timur. Selamat datang kepada Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Timur. Dan juga kami ucapkan selamat datang kepada Ketua Dharma Wanita Persatuan BPBD Provinsi Jawa Timur dan juga para undangan yang telah hadir secara offline ataupun juga online dan juga YouTube sekaligus live streaming pada pagi hari ini. Dan tentunya senang sekali bersama saya Dewi Santi yang memandu acara untuk ASN Belajar seri ke-47 dengan temanya kali ini yang mendukung terwujudnya sustainable development goals. khususnya poin yang kelima terkait keseteraan gender dengan temanya adalah perlindungan pemberdayaan perempuan menuju Indonesia Emas Suara Perempuan Jawa Timur untuk Indonesia. Dan tentunya dengan pemilihan tema pada pagi hari ini adalah bagian upaya dari BPSDM Jawa Timur melaksanakan Corporate University berlandaskan SDGs. Dan pastinya untuk kita yang bergabung dengan dua narasumber spesial yang berbagi ilmu pada hari ini, Sobat ASN sebelumnya kita ingin menghimbau dan juga menginformasikan untuk selalu mengisi presensi untuk link absennya. Langsung saja diklikbit. /hadir hari ibu 2022 ataupun juga Anda bisa melihat langsung yang ada di bawah untuk yang di Zoom ataupun juga YouTube. Kembali lagi saya informasikan untuk linknya adalah klikbigit.li/hadir haribu 2022. Seperti running teks yang ada di layar Sobat ASN, link presensi hanya berlaku hari ini saja sampai dengan pukul 2359 waktu Indonesia Barat. Dan pastikan data yang dimasukkan benar karena data Sobat ASN yang dimasukkan adalah data yang nantinya akan kami berikan untuk eertifikat dan tentunya data tersebut tidak bisa direvisi secara manual dan pastikan data yang sudah masuk sistem ini adalah data yang benar karena tidak bisa kami revisi. Dan tentunya untuk setiap ASN yang bekerja sama dengan Weipro Communication, Sobat ASN berkesempatan untuk mendapatkan 10 merchandise yang menarik dan juga eksklusif dari ASN Belajar. Akan ada headset, power bank, clutch, dan juga t-shirt. Cara mendapatkannya cukup mudah sekali, hanya dengan bertanya untuk tujuh penanya dan kita juga memberikan tiga merchandise untuk pantun giveaway di Instagram @bpsdmjatim dan juga WPro Communication. Dan kita berikan tepuk tangan dulu dong untuk BPSDM Jawa Timur dan juga WPro Communication. Dan tentunya untuk menambah semangat pada pagi hari ini, saya punya jargon. Jargonnya adalah ketika saya bilang perempuan Jawa Timur, jawabannya adalah suara kami untuk Indonesia. Nah, coba bisa dipraktikkan bersama-sama suara kami untuk Indonesia. Ya. Dan kali ini saya ingin melihat semangatnya perempuan Jawa Timur untuk boleh sambil berdiri biar lebih semangat lagi untuk Bapak dan Ibu, mari kita teriakkan ini untuk seluruh perempuan yang hadir di sini dan juga seluruh peserta yang ada di Zoom dan juga YouTube biar semangatnya semakin membara. Bersama-sama perempuan Jawa Timur kami untuk Indonesia. Kita berikan tepuk tangan yang meriah. Kami persilakan untuk bisa kembali ke tempat duduk. Dan kali ini yang berikutnya akan kita simak bersama-sama laporan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur. Kepada Ibu Dranda Restovi Widiani, M.M. Kami persilakan. Asalamualaikum. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam sejahtera rahayu-rahayu. Alhamdulillahirabbil alamin. Panjat syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala semua hari ini kita berkumpul dalam keadaan sehat walafiat. Kami sapa yang kita banggakan bersama dan tentunya selalu kita ee senang dengan beliau apabila mendengar suaranya. Yang kami hormati dan kami banggakan Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Republik Indonesia Ibu Igusti Ayu Bintang dan Ibu Gubernur Jawa Timur yang pada kesempatan hari ini diwakili oleh Bapak Asisten, Bapak Asisten terima kasih sudah rawuh di acara ini. Dan juga Ibu Wakil Ketua DPRD yang sekaligus nanti menjadi narasumber. Terima kasih Ibu Hajah Ani Maslaha. Dan juga ada narasumber nanti di tengah-tengah kita, Ananda Raisya Fitri Aninda. Terima kasih sudah jauh-jauh datang. Dan juga kepada senior kami, guru kami, dosen kami, moderator yaitu Ibu Dr. Pinky Saptandari. Ya, kita perkenalkan tepuk tangan. Beliau adalah juga Ketua Umum BK3S Provinsi Jawa Timur. Ibu Ketua Organisasi Perempuan Seluruh Jawa Timur yang dikomandani oleh Ibu Kajati selaku Ibu Ketua BKUW. Terima kasih rawuhnya Ibu. dan juga kepada Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Timur atau yang mewakili Ibu Ketua Tim Penggerak PKK yang juga diwakili pada kesempatan pagi ini dan para kepala perangkat daerah pemerintah provinsi dan kabupaten kota se Jawa Timur terutama besti-besti saya pejabat tinggi pratama Ponvinsi Jawa Timur ini mana bisa berdiri. Nah, inilah ee prajurit ini besti-besti saya, Bapak Ibu semua. ini adalah prajuritnya Ibu Gubernur Kovifa Indar Parawansa. Terima kasih rawuhnya. Kemudian para pimpinan perguruan tinggi dan juga para ASN yang sekarang sedang bergabung di webinar serial 47. Semuanya saja tanpa terkuatali. Izinkan Pak Beni kami melaporkan. Acara ini adalah webinar yang spesial. Ini adalah kelas kolaborasi. Dan kalau berbicara masalah perempuan iki jawabannya. Apa itu IKI? Ya, inisiatif, kolaboratif, dan inovatif. Makanya tercipta kelas webinar ini. Ini adalah rangkaian peringatan Hari Ibu ke-94 Jawa Timur tahun 2022 dan kita memang mengambil tema yang luar biasa. kita ee kemas dalam acara Jejak Kongres Perlindungan Pemberdayaan Perempuan Menuju Indonesia Emas, Suara Perempuan Jawa Timur untuk Indonesia. Dan kami laporkan dasar penyelenggaraannya kegiatan pagi hingga nanti sore ini adalah keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 3 16 tahun 1959. Kemudian juga keputusan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia nomor 71 tahun 2022 dan surat edaran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia tanggal 22 November nomor B609 HM0103112022. Bapak, Ibu semua saja baik yang hadir offline maupun online di acara webinar spesial ini. Maksud dan tujuan diselenggarakan kegiatan ini, ini adalah rangkaian peringatan hari Ibu ke-94 dan tahun 2022 dan kelas kolaborasi antara BPSDM melalui program ASN belajar serial ke-47 ingin mengais kongres pertama yang kita tahu pada tahun 1928 dan tentunya hasrat ingin mewujudkan kongres di tahun mendatang. Mudah-mudahan ini bisa menjadi cita-cita kita yang tercapai tahun depan dan memberi ruang bagi organisasi perempuan untuk menyampaikan permasalahan dan juga tentunya rekomendasi untuk menghasilkan suara perempuan Jawa Timur untuk Indonesia. Meningkatkan peran perempuan dalam setiap kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. dan juga pencerahan dan menyiapkan para pemimpin perubahan bagi semua ASN yang banyak sekarang hadir di webinar serial ke-47 ASN Belajar. Tempatnya ini secara offline di gedung milik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur yang saat ini sedang kita nikmati ruangan megahnya. dan narasumber tadi sudah kami perkenalkan ee nanti Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan yang kita banggakan akan menyapa kita. Kemudian nanti Wakil Ketua DPRD dan Putri Indonesia dari Jawa Timur dan juga akan dimoderatori oleh Ibu Pinki Saptandari pesertanya untuk yang offline ini 150 orang peserta Pak Beni dan offline ini online mudah-mudahan ini ee terus bergerak ee dan saya harapkan ini adalah tandanya bahwa semua suara perempuan Jawa Timur ini nantinya akan menyuarakan Indonesia nanti kita nantikan di akhir acara ini atau di awal sudah diketahui berapa peserta ASN belajar kali ini. Nanti ee pelaksanaannya Pak Beni ee kami laporkan ada dua session. Yang pertama adalah session webinar ee nanti akan dipandu oleh Ibu Pingki Saptandari dan setelah ee kelas ASN belajar kita tidak bubar, Pak Beni. Kita tetap di sini setelah istirahat inilah yang menjadi ee ajang kita untuk e menyusun suara perempuan Jawa Timur untuk Indonesia yang mana nanti ada mengangkat tiga tema. Yang pertama nanti kita akan ada tiga konsentrasi yaitu yang pertama kelas stunting dan dispensasi kawin anak. Yang kedua adalah konsentrasi strategi penangan bullying atau kekerasan melalui satgas PMPA dan pos sapa. Pos sapa ini adalah pos sayang perempuan dan anak. Kemudian penanganan masalah perempuan dan anak dalam kebencanaan baik itu bencana alam, sosial, radikalisme, perdagangan orang, dan narkoba. sehingga nanti kita harapkan ee hasil dari perempuan-perempuan hebat di hadapan saya ini bisa menjadi rekomendasi Jawa Timur untuk Indonesia. Pembiayaan dibebankan kepada APBD kolaborasi antara BPSDM dan DP3 AK Provinsi Jawa Timur. mengakhiri laporan ini, Pak Beni, Bapak, Ibu sekalian offline dan online yang hadir secara hybrid di webinar Serial 47 ini, saya ingin menyampaikan ada kutipan dari Presiden Soekarno pada hari Ibu tanggal 22 Desember 1960. Ya, mungkin ee belum ada yang lahir di tahun itu ya. Pak Beni sudah lahir 1960 belum ya? Tapi ini ini istimewa bunyinya Pak Beni dan Bapak Ibu ini adalah ee sesuatu yang harus kita renungkan bersama terutama para perempuan hebat. Tiga hal atau sifat yang dituntut dari seorang wanita yang sejati adalah ya ibu, ya istri, ya kawan seperjuangan. Kawan seperjuangan adalah kawan hidup di dalam masyarakat. Jikalau wanita bisa mengumpulkan tiga hal ini, dia disebutkan wanita sempurna. Ini adalah rekaman dari Presiden Soekarno pada tanggal 22 Desember 1960. Dan karena ada Pak Beni, saya juga ingin menyampaikan kata bijak. Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak setinggi-tingginya. Apabila patah salah satunya, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali. Luar biasa ya, Pak Beni. Ini kata-kata bijak Bapak Presiden Soekarno. Terakhir buat Ibu-ibu, Bapak ee Bapak Beni juga boleh. Perempuan-perempuan hebat yang saya banggakan. baik yang offline maupun online besti-besti saya. Bunga mawar itu tidak memprogandakan mempropagandakan harum semerbaknya tapi dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar di sekelilingnya. Selamat Hari Ibu Sarangeo buat semuanya. Demikian yang kami [musik] sampaikan. Mohon kepada Bapak Beni untuk memberikan arahan dan membuka acara webinar kolaborasi serial ke-47 bersama dengan DP3AK dan BPSDM. Terima kasih rawuhnya dan kami tunggu Bapak membuka acara ini dan memberikan sambutan. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih kami ucapkan kepada Ibu Dranda Restunovi Widiani, M.M. Dan selanjutnya marilah bersama-sama kita mendengarkan sambutan dan pemaparan Gubernur Jawa Timur dan yang kali ini akan disampaikan oleh Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Jawa Timur sekaligus membuka acara ASN belajar [musik] seri ke-47 kepada Bapak Dr.wanto, M.Si. Disilakan. Terima kasih MC. Bapak dan Ibu sekalian tadi di doa kita bersama tadi ee petugas doa menyampaikan Tuhan berikanlah umur panjang kepada kami semua. Ee selain umur panjang tentu agama mengajarkan kita bermanfaat gitu ya Bu Ani. Nggih, Ibu Hajah Ani, Ibu Nyai ee Bapak dan Ibu sekalian. Eh tadi di ruang transit saya sampaikan kepada Bu Pinkki, Bu Pingki, saya itu punya TV loh. Makanya tadi Bapak dan sekarang ngopo, Pak Asisten itu shooting-sooting begitu ya. Saya itu punya TV YouTube baru saya buat 3 minggu yang lalu namanya awalnya suka-suka TV kemudian saya rubah menjadi VIFA giga. VIFA pakai Victor. Kenapa demikian? Karena suka-suka TV ternyata yang punya sudah 25. Jadi kalau saya yang paling baru, paling bawah enggak dibaca orang, maka saya ganti. Untuk itu tadi saya ee ibu-ibu ketika saya syuting-syuting itu nanti maunya saya masukkan di situ gitu ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu. Yang terhormat Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Ibu Igusti Ayu Bintang Darmawati. Yang terhormat Ibu Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Ibu Hajah Anik Maslaka. Yang terhormat para ibu ketua organisasi perempuan di seluruh Jawa Timur hadir hari ini yang selalu saya ingat persis Ibu Garjati mantan eh Ibu Sekda, jadi saya harus takdim dengan beliau. Ee kemudian ada Bu Pingki, aktivis yang sejak dulu saya sudah tahu yang hari ini menjadi moderator. Yang saya hormati Ketua DPP Alumni Putri Indonesia, Saudara Reisa Fitri Aninda. Saya kalau dengan Mbak Fitri ini saya merasa enggak enak karena tingginya banget. Tadi foto saya juga enggak enak. Yang saya hormati Kepala OPD di jajaran Provinsi Jawa Timur dan kabupaten kota. Hadir hari ini ee Kepala PKD, Karum, kemudian Direktur Rumah Sakit ee Haji Bu Dr. Herlin, Kadis Perpustakaan. Kemudian, oh ya tadi ibu-ibu saya dipandang tidak enak kalau enggak saya enggak kita sapa nanti saya di dimarahi istri saya. Para ibu-ibu yang mewakili Dharma Wanita dan PKK ya. Ya tadi tepuk tangan ini saya sudah dipandang. ini Ketua DWP Provinsi Jawa Timur dan Seda. Yang saya hormati para pimpinan perguruan tinggi di Jawa Timur, para pimpinan dunia usaha, para ASN seJawa Timur dan se-Indonesia, para peserta webinar, para hadirin dan undangan yang berbahagia. Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan. Hari ini kita masih diberi kesehatan sehingga masih bisa mengikuti, masih bisa melihat webinar Jejak Kongres Perempuan dengan tema perlindungan pemberdayaan perempuan menuju Indonesia Emas. Bapak dan Ibu sekalian. Selanjutnya saya juga menyampaikan permohonan Ibu Gubernur hari ini beliau sangat mengupayakan bisa hadir secara pribadi. Semoga nanti usai acara beliau bisa hadir ee di acara ini untuk membawakan ee presentasi yang sudah disiapkan. Bapak dan Ibu, peringatan hari Ibu yang setiap t yang setiap tanggal 22 Desember selalu kita peringati setiap tahun merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi kita semua warga bangsa atas perjuangan para perempuan Indonesia dari masa ke masa. bertumpu dari kongres perempuan pertama tahun 1928 sebagai tonggak perjuangan perempuan Indonesia. Sehingga para perempuan Indonesia, Bapak dan Ibu sekalian, sangat berperan dalam derap pembangunan. Saya pikir kita semua tahu di negeri kita presiden pernah perempuan, ketua DPR perempuan, Gubernur perempuan. hari ini hadir bersama kita Bu Wakil Ketua DPRD juga perempuan ini adalah sejarah panjang terima kasih para perempuan kita Bapak dan Ibu sekalian kalau Bapak dan Ibu sekalian melihat di negara super power di Amerika saya sampai sok mendengar ketika dulu ada pemilihan presiden di sana kan ada pra pemilihan dilakukan oleh rakyat Heri Bu Hary menang dipilih oleh rakyat. Tetapi ketika pemilihan yang dilakukan oleh perwakilan ee oleh negara bagian, beliau kalah. Tapi ada sebuah statement dari publikasi saat itu yang membuat kita shok. Kenapa kok kalah? Jawabannya karena dia perempuan. Bapak dan Ibu sekalian, kita bersyukur di negeri kita ini perempuan sudah kalau bukadis ini di Bu Kadis menyampaikan sudah sedikit perbedaannya. Jadi kita sangat bersyukur sekali. Kita enggak di Amerika negara super power belum pernah seingat saya ada presiden perempuan. Kita sudah ada presiden perempuan. ketua. Kalau ketua DPR-nya perempuan ya, gubernurnya kita banyak yang perempuan, bupatinya sampai kepala desa. Jadi sekali lagi ee kita Bapak dan Ibu sekalian para perempuan kita harus bersyukur ee di negeri kita ini memperlihatkan jejak perjuangan perempuan Indonesia telah menempuh jalan panjang untuk mewujudkan peran dan kedudukan perempuan Indonesia dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Dari perspektif kesetaraan gender, perbedaan perempuan dan perempuan di Indonesia secara umum tidak terlalu signifikan. Meskipun Bapak dan Ibu sekalian ditemui isu gender dalam berbagai bidang pembangunan. Ini yang perlu terus kita suarakan dan perlu kita perjuangkan. Bapak dan Ibu sekalian, alhamdulillah e provinsi kita Jawa Timur ini mempunyai potensi besar dan telah menjadi besar karena hubungan harmonis, kinerja yang bersinergi antara pimpinan dan rakyat bersatu padu. Kita provinsi kita ini di Pulau Jawa tidak bisa dibandingkan dengan luar Jawa. Kita paling luas seluas 47.000 km² penduduknya 41.0006 41.61 63.000 dengan jumlah penduduk perempuan 50,1% laki-laki 49,1%. Sedangkan untuk generasi milenial 24,3% dan generasi Z 24,8%. Kenapa Bapak dan Ibu sekalian ini kita sebutkan? Karena pada generasi milenial inilah mereka yang akan menjadi penerus kita. Bu Kadis tadi saya ditanya saya tahun 60 belum lahir, saya 5 tahun kemudian baru lahir. Jadi kita sudah melihat bahwa seluruh ee sinergi yang bagus antara pimpinan dengan rakyat, seluruh komponen di Jawa Timur ini menjadikan pembangunan fisik dan non fisik di provinsi kita berkembang dengan pesat. Meskipun tahun 2020 dan 2021 kita terlanda pandemi ini Bapak dan Ibu sekalian pesatnya tadi bisa kita lihat dari perekonomian Jawa Timur yang pada triwulan 3 tahun ini sebesar 5,58%. Bapak dan Ibu sekalian ee sekedar referensi kita bersyukur Jawa Timur sekali lagi karena IGI ini inisiatif kemudian kolaborasi dan inovasi yang selalu dijalankan oleh Jawa Timur serta sinergi yang bagus antar seluruh komponen. Maka Jawa Timur ini pertumbuhan ekonominya selalu di atas rata-rata nasional, selalu di atas 5%. Selain pertumbuhan ekonomi, Bapak dan Ibu sekalian, indeks pembangunan manusia di Jawa Timur dari tahun ke tahun juga meningkat. Tahun 2021 lalu IPM Jawa Timur sebesar 72,1% dari dibanding tahun sebelumnya sebesar 71,7%. Angka harapan hidup saat ini adalah 71,3%. Bapak dan Ibu sekalian, saya tadi lupa menyampaikan saya nanti di saya Viva Giga, nanti Bapak dan Ibu bisa melihat dan jangan lupa juga untuk subscribe. Ee tadi saya sudah cerita ke Bu Pinky. Bu Pinkki, ibu saya usianya, ibu saya usianya masih muda, baru 95 tahun. Masih melihat dengan baik, masih mendengar dengan baik, masih berjalan dengan baik. Alhamdulillah. Apa rahasianya? Ternyata ee saya dibisi sama Bu Anik Maslakah ya. Ya, Bu Anik ya, Bu Wakil Ketua Dewan. Ternyata kita itu selalu bersyukur. Kita bersyukur apapun ketetapannya menjadi ketetapan Tuhan. Begitu kita selalu bersyukur maka kebahagiaan akan muncul. Jadi rahasianya adalah bahagia. Bahagia bisa diperoleh ketika kita bersyukur terhadap apapun ketetapan Tuhan yang diberikan kepada kita. Kemudian Bapak dan Ibu sekalian ee pengeluaran rat pengeluaran per kapita rata-rata kita adalah 11,7 juta tahun lalu. Demikian juga indeks pembangunan gender tahun 2021 mencapai 91,6. Sekali lagi Bapak dan Ibu sekalian, capaian tersebut didukung adanya sinergi, kolaborasi dan koordinasi antara pemerintah dengan para organisasi perempuan, perguruan tinggi, dunia usaha, forum partisipasi masyarakat, generasi muda dan lain-lain sebagainya. Ini biasa kita sebut Bu Pingkiy menyebut sebagai pendekatan pentah heleliks. Begitu ya, Bu Pinkki. Karena ee Bu Pingki ini dari akademisi. ee Bapak dan Ibu sekalian, melalui inisiatif, melalui IGI, inisiatif, kolaboratif dan inovatif adalah kunci pembangunan gender terus bergerak berseiring dengan laki-laki mengisi perempuan walaupun tetap menjalankan kodratnya sebagai istri dan ibu bagi anak-anak. Hadirin sekalian, pada kegiatan hari ini saya berpesan, Ibu Gubernur berpesan yang pertama khusus bagi ASN kita semua Bu, para kepala UPD, para ASN agar memiliki karakter IKI, inisiatif, kolaboratif, dan inovatif sehingga menjadi sosok game changer, perubah permainan atau pemimpin perubahan. sosok pemimpin yang berkarakter yang akan memberikan dampak positif di lingkungannya. Kemudian memberikan memiliki gabungan energi gerak, energi dedikasi, dan energi perubahan di samping talenta dan proses pendidikannya. Memiliki naluri intuisi, dan menjunjung tinggi spirualitas. Jadi, Bapak dan Ibu sekalian, kalau kita lihat di negeri kita itu hampir tidak pernah ada jarang sekali persentasenya 0-0 koma berapa orang bunuh diri. Apapun yang terjadi kita tidak akan bunuh diri. Berbeda dengan negara lain. Karena apa? Kita menjunjung tinggi spiritualitas. Kemudian tetap menjaga kodratnya sebagai ibu yang mampu melahirkan. melahirkan ini baik secara biasa maupun secara operasi melahirkan karena kemarin anak saya juga baru, cucu saya baru lahir dengan operasi ya. Jadi tetap menjaga kodratnya sebagai ibu yang mampu melahirkan dan mendidik menciptakan generasi bangsa yang berakhlak, cerdas, dan visioner. Bagi para perempuan yang aktif di organisasi no kedua, komunitas pemerhati perempuan, perguruan tinggi, dunia usaha, mari bersama pemerintah bersama-sama membangun negeri ini perspektif gender. Karena dengan melindungi, memberdayakan perempuan, kita pastikan lahirlah generasi yang cerdas dan berakhlak untuk terus-meneruskan tunggak perjuangan bangsa. Kita buktikan bersama-sama cita perjuangan perempuan pada kongres perempuan pertama dapat kita implementasi dan implementasikan dan kembangkan bersama dalam rangka mewujudkan Indonesia pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat. Selamat memperingati Hari Ibu ke-94 melalui seminar nasional. Semoga menjadi jejak kongres perempuan untuk mewujudkan perempuan perlindungan pembedaan perempuan menuju Indonesia emas. Suara perempuan Jawa Timur untuk Indonesia. untuk Indonesia. Bapak dan Ibu sekalian, sebelum saya buka mohon izin tadi karena sudah diawali pantun ee saya juga akan membuatkan pantun karena saya sudah dipesan sama Bu Kadis, "Pak asisten tolong dibuatkan pantun." Kenapa Bu Kadis? Karena kalau kita dengar pantun, pantun itu isinya indah. Kemudian untaian kata-katanya indah. Kita kemudian pasti pasti pasti, Bu 99 pasti kita akan bertepuk tangan. Kalau bertepuk tangan berarti saraf-sarafnya rileks gitu. Kemudian pasti kita tersenyum. Kalau tersenyum ya Bu ya, satu kali tadi tepuk tangan 5 tahun lebih muda. Kalau dua kali berarti 10 tahun lebih muda, gitu ya, Pak. Ini Bapak dan Ibu sekalian. Kemarin saya mewakili Ibu Gubernur memberikan sambutan pada acara ke persatuan universitas seluruh Asia Tenggara. 11 anggota Asia Tenggara. Saya membuat pantun bahasa Inggris. Pertama kali saya membuat pantun bahasa Inggris. Nanti Bapak bisa melihat di Viva Giga TV seperti apa pantunnya. Tapi yang yang jelas semua tertawa terbahaba. Hari ini saya membuat karena sudah pantun bahasa Inggris MC, saya membuat yang nomor satu parian pantun bahasa Jawa, yang dua baru bahasa Indonesia gitu ya Bu ya. Tolong jangan lupa tepuk tangan nanti nanti saja biar kita lebih mudah 5 tahun minimal gitu ya. suwe ora jamu jamu pisan godong waru ojo eh kok ojo [tertawa] sakin bersemangat ayo majukake para ibu ayo memajukan para ibu manungso utomo kang kito kudu mituhu lah bu ya terus artinya bapak dan Ibu sekalian kalau Bu Pingki ini karena orang Solo bukan Solo Solo. Jadi yang betul tuh Solo Bu, Bapak, Ibu-ibu. Ayo majukake para ibu. Ayo memajukan para ibu. Manungso utama, manusia utama yang kita kudu mituhu. Kita harus berbakti, kita harus taat. Itu artinya itu tadi ya, Bu ya. Tadi sudah tepuk tangan ya, Bu ya. Yang kedua, yang kedua ini ini bahasa Indonesia. Jadi enggak perlu kalau mituhu ini ini kromo inggil ini. Kita harus mituhu sama orang sama ibu sama ibu kita. Burung darah burung kenari hinggap di atas pangkuan. Peringatan Hari Ibu tahun 22 ini. Perjuangkan kemuliaan dan hak-hak perempuan. Terima kasih. Dengan membaca bismillahirrahmanirrahim, webinar Suara Perempuan Jawa Timur untuk Indonesia mewakili Ibu Gubernur kita nyatakan dibuka bersama-sama. Terima kasih. Ini nelala kok tertinggal punyanya Bu Kadis saya bawakan sekali. Terima kasih banyak kami ucapkan kepada Bapak Dr. Andes Beni Sampirwanto, M.Si. yang sudah membuka acara mewakili Gubernur Provinsi Jawa Timur. Kita berikan tepuk tangan sekali lagi yang meria Bapak dan Ibu. Terima kasih juga Pak Beni sudah sekaligus mengambilkan loh Pak yang tertinggal saking semangatnya ya. Dan kali ini untuk membuka webinar kita pada pagi hari ini, marilah bersama-sama kita akan mendengarkan keyote speech oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Kita sambut Ibu Igusti Ayu Bintang Darmawati. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. SH lebih aman dan tentunya lebih sejahtera. Pada kesempatan yang sangat istimewa ini, saya juga mohon dukungan dan kerja sama dari Bapak, Ibu sekalian, para pemangku kepentingan untuk ambil peran dan ikut serta dalam perjuangan ini. Saya juga mengajak semua yang hadir di sini khususnya para perempuan untuk turut serta berpartisipasi, berpendapat, dan mengemukakan pemikirannya bagi perjuangan bangsa Indonesia. Kita semua perlu bergerak seirama dalam suara yang sama membangun langkah-langkah konkret yang dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan perempuan dan anak Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Sekali lagi selamat hari Ibu ke-94 tahun 2022 untuk seluruh perempuan Indonesia. Ibu bagi bangsa, permata bagi negara. Teruslah menginspirasi, jangan pernah berhenti memberi arti. Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan. Perempuan berdaya, anak terlindungi, Indonesia maju. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Om santi shanti shanti. Om namo buddhaya. Terima kasih kami ucapkan kepada Ibu Igusti Ayu Bintang Darmawati yang sudah memberikan ke speech tentunya pada ASN belajar seri ke-47. Dan kali ini Bapak dan Ibu sebelum kita memasuki acara inti pada pagi hari ini, marilah bersama-sama kita akan menyaksikan video perempuan inspiratif. butuh keterlibatan perempuan dalam countervol violent extremism dan sebagai preventer violent ekstremism atau pencegah dalam radikalisme dan ekstremisme. Maka Dharma Wanita Persatuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek hadir berperan aktif melalui agen moderasi beragama perempuan di dalam naungan rumah moderasi. [musik] Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek ikut serta berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama. Sukses [musik] Agen Moderasi Beragama Dharma Wanita Persatuan Kantor Kementerian Agama [musik] Kabupaten Trenggalek. Berawal dari sebidang tanah berukuran 13* 50 m per, kami membentuk kelompok wanita tani [musik] atau KWT berdasarkan surat keputusan Kepala Desa Dadapan nomor 188/16/KP/413.315.01/2 [musik] Tangan [musik] kreatifnya bisa terwujud perekonomian yang sehat. [musik] Hidup damai itu tidak bisa kita mau satu hari full kita bisa merasakan hidup damai. Itu menurut saya ya. Atau bahkan mungkin dalam seminggu, sebulan kita hidup damai terus. Karena ya kita ini hidup di dalam dunia, kita hidup dalam dunia kerja, dunia rumah tangga yang pastinya persoalan-persoalan itu ada. Tapi bukan berarti bahwa kita tidak bisa merasakan kedamaian gitu ya. Kedamaian itu ada pada saat Anda bisa menarik nafas, aduh lega ya rasanya gitu. Nah, itu satu kedamaian sesaat. Iya, tapi bisa kita rasakan. [musik] Kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk Video inspiratif wanita-wanita Indonesia. Sama seperti seluruh wanita yang hadir di sini, yang mau offline ataupun juga online ini adalah wanita-wanita hebat. Kita berikan tepuk tangan untuk Anda yang telah hadir di sini. [tepuk tangan] Sebelum itu, biar kita lebih semangat lagi, masih ingat jargonnya untuk Ibu-ibu. Bapak ingat semuanya jargonnya? Coba saya cek dulu jargonnya. Perempuan Jawa Timur. Coba bersama-sama suara kami untuk suara kami untuk Indonesia yang lebih semangat lagi ya. Coba saya ingin cek lagi yel-yelnya. Perempuan Jawa Timur suara kami untuk Indonesia. Kok belum semangat sih, Ibu? Boleh lebih semangat lagi ya, Ibu ya. Semangat lagi ya. Oke. Perempuan Jawa Timur tunjukkan semangatnya, Rek. Oke. Bersiap-siap. Perempuan Jawa Timur. Suara kami untuk tepuk tangan dong. Dan kali ini untuk Anda semuanya kita memasuki acara inti. Tapi sebelum itu izinkan saya untuk memperkenalkan moderator kita pada siang hari ini. Dan untuk itu saya ingin memperkenalkan beliau bernama Dr. Inki Saptan dari Dokteranda, MA dan menempuh pendidikan sebagai S1 Ilmu Sosiologi FISIP UNER dan juga S2 Ilmu Antropologi Pasca Sarjana Universitas Indonesia dan menempuh S3 Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia. Beliau juga aktif dalam organisasi sebagai ketua Pusat Studi Afrika FISIP UNER dan juga sebagai ketua 2 ISWI Jawa Timur dan juga ketua umum Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial BK3S Jawa Timur dan beliau adalah Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Antropologi Indonesia Pusat. Marilah kita sambut bersama-sama moderator kita, Ibu Dr. Pingki Saptandari, Dranda, MA. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera. Salam sehat. Jangan lupa untuk berbahagia di man ee di mana pun berada, baik yang hadir secara langsung di ruangan yang megah ini maupun yang ada di webinar ASN Belajar. Ya, alhamdulillah wasyukurillah pada hari ini kita bisa bersama-sama bertemu ya dalam keadaan sehat dalam rangka memperingati hari Ibu tahun 2022. Terima kasih Pak Beni telah mewakili Ibu Gubernur gitu ya. Kalau tadi Pak Beni sudah memberikan pantun luar biasa ya. Saya walaupun orang dari Solo, tapi juga lahirnya di Surabaya, Pak. Jadi belajar parian juga bisa, Pak. Gitu ya. Jadi khusus untuk Pak Beni ya yang telah ee berkenan menyambut dan membuka acara ini sekaligus mengambilkan maskernya Bu Kadis tadi. E parian ini khusus untuk Pak Beni ya. Mangan karedok dicampur keni karo wong wedok kudu ngajeni. Iya. Jadi ee kehadiran beliau di sini adalah dalam rangka ngajeni, menghargai kaum perempuan karena beliau lahir dari seorang ibu yang hebat tadi ya. Tepuk tangan untuk ibundanya Pak Beni ya yang masih sehat ya, masih awas gitu ya. Ibu saya juga ee tahun lalu meninggal, beliau masih ngisi TTS gitu ya. Pada saat saya mau ke apa? Ethiopia beliau tanya mau ke mana? Ke Ethiopia. Lalu beliau mengatakan, "Jangan beritahu nama ibu kotanya. Kenapa? Saya sudah tahu loh. Kok hebat Ibu sudah tahu dari mana ngisi TTS ya. Jadi berkat TTS pengetahuan beliau menjadi lebih luas daripada kita yang mungkin sudah terpapar medsos tapi tidak ngerti ya apa hal-hal yang ada di dunia ini ya. Baik Bapak Ibu sekalian, ikat sempat ikan gabus jangan dicampur lele. Makin cepat makin bagus supaya tidak bertele-tele. I saya tadi sudah apa dibisiki oleh panitia kita ini dihadiri oleh perempuan-perempuan hebat. Saya tidak mungkin apa menyapa satu persatu ya dari organisasi perempuan yang nanti kita bersama-sama berproses dalam acara ini tidak dalam rangka talk show semata, tetapi lebih dari itu adalah ini adalah satu cara yang nantinya kita berdiskusi untuk semacam sangu kongres perempuan Jawa Timur gitu ya. Tepuk tangan untuk Bu Novi yang menggagas acara ini luar biasa. Karena seperti yang tertulis di sini bahwa suara perempuan Jawa Timur untuk Indonesia. Ya, kenapa berani mengatakan demikian? Karena Jawa Timur ini adalah representasi Indonesia mini. Semua masalah di Jawa Timur ada. Mau bicara tentang stunting, mau bicara tentang kekerasan, mau bicara timur. Tetapi Jawa Timur bukan hanya gudangnya masalah, tapi juga gudangnya solusi. banyak perempuan-perempuan hebat di luar sana yang bekerja secara sunyi gitu ya untuk melakukan upaya-upaya pemberdayaan bagi dirinya maupun bagi yang lainnya. Seperti tadi sudah kita lihat bersama-sama mereka-mereka perempuan inspiratif yang seringkiali tidak apa tidak terjangkau ya ee kemudian juga tidak tersuarakan maka sudah bekerja dalam sunyi tetapi belum mendapat apresiasi ya. Selamat kepada para pemenang. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi perempuan-perempuan lain di Jawa Timur. Ini harus nurut kepada panitia gitu ya, sudah diberikan apa ee bumper segmennya. Jadi saya juga harus menyapa sobat ASN yang berada di webinar juga ya, webinar ee ASN belajar ya. Ee berikut ini kita akan saksikan dan dengarkan bersama paparan materi dari sosok luar biasa ya. Saya juga sudah mengenalnya lama sekali dengan beliau yang cantik ini. Wanita tangguh ya. Kenapa harus saya katakan untuk perempuan masuk ke dunia publik terutama politik itu harus tangguh karena perjuangannya tiga kali lipat dari laki-laki untuk bisa sampai. Jangankan menjadi untuk maju saja ya nanti beliau akan cerita sendiri untuk maju saja itu perjuangannya tiga kali lipat gitu ya. jiwa dan raga gitu ya. Itu ya. Nah, siapakah beliau ya? Langsung saja kita sambut Haj Anik Maslahan, S.Pd., M.S. ya. Ibu cantik, Bu Ani. Monggo. Oke, apa kabar? Alhamdulillah baik. Mudah-mudahan kita semuanya baik juga. Ya, Ibu dan Bapak sekalian di mana pun berada termasuk ASN belajar di samping saya yang berwama kita kebetulan hijau-hijau ya sama hijaunya ya. Hari ini kita penghijauan ya, subur-subur. [tertawa] Kita sama-sama memakai kostum hijau ya dalam rangka memperingati hari ibu ya ee 2022. Hari ibu yang bukan Mother's Day gitu ya. Seringki orang menganggap bahwa hari ibu itu Mother's Day, hari ibu. Tapi hari ibu adalah hari gerakan perempuan Indonesia yang sudah berumur 74 tahun ya. Sehingga ee selalu harus diingatkan merawat memori kolektif kita bahwa hari ibu bukan majes tapi hari gerakan perempuan Indonesia. Nah, salah satu hadiah dari perjuangan 74 tahun itu adalah yang ada di samping saya. Beliau ada menjadi perempuan reformis adalah karena perjuangan dari pendahulu-pendahulu yang sudah berjuang melalui organisasi-organisasi yang ada pada masa itu. Tanpa berpanjang kata, kami persilakan Ibu Hajah Anik. Saya manggilnya apa ya? Mbak Nik. Boleh ya? Boleh dua-duanya. Yang pasti kalau Mbak saya akhirnya menjadi lebih muda. Kalau Ibu maka tentu sesuai dengan kondisi existing. [tertawa] Oke, Bu Ani monggo saya persilakan untuk menyampaikan paparan, pengalaman atau apa saja ketika berjuang masuk ke dunia politik ya. Lalu bagaimana bisa meraih Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur? Yang saya tahu bahwa kepemimpinan itu perempuan sangat langka. Bahkan Jawa Timur belum apa kepala dinasnya yang perempuan juga belum banyak ya Bu Novi ya kepala dinasnya. Jadi masih harus ditambah lagi. Tetapi hebatnya wakil ee Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur adalah seorang Ibu Anik Mashan. Kami persilakan Ibu. Terima kasih Bu Pingki. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Sehat semuanya? Ibu harus sehat karena di dalam Ibu yang sehat pasti ada anak yang sehat pula. Saya sapa dulu. Yang kami hormati Ibu Kajati. Luar biasa. Mudah-mudahan semakin sukses. Saya hormati pula Pak Benny yang luar biasa ini Pak Harmokonya Jawa Timur dan Bu Kadis tentunya. Yang saya hormati para kepala dinas OPD dan tentu Bu Pengk. Harusnya Bu Pingki ini yang jadi narasumber ya. Saya suka ini, kualat ini saya. Dan Ibu-ibu hebat seluruh peserta webinar hari ini. Syukur alhamdulillah saya akan mencoba eksplorasi dari teori sekaligus praktik seperti apa nuansa politik yang terjadi di Indonesia. Yang pasti Bu Pingki, kami sangat bersyukur ketika era reformasi yang diawali tahun 98, resesi ekonomi global terutama Jawa Timur saat itu. Jadi persis tahun ini kira-kira kayak begitu yang kemudian menjadikan reformasi birokrasi, reformasi politik, sosial, budaya sekaligus yang berimplikasi kepada perempuan banyak pada posisi-posisi strategis. Jadi sebenarnya memang perjuangannya sudah lama, tetapi untuk Indonesia kerran itu baru terbuka di tahun 99, tepatnya adalah pemilu yang pertama era reformasi. Yang kedua, kami berterima kasih sekali kepada pemerintahan kita tercinta. Kenapa? Karena dari pemerintah itulah memberikan afirmasi bagaimana perempuan bisa terlibat lebih aktif yang terlegimate. Kira-kira kayak begitu. Yang kemudian fakta hari ini Gubernur Jawa Timur kita adalah berjenis perempuan. Ada beberapa regulasi Bapak Ibu sekalian yang menjadi payung hukum yang kemudian kita termasuk saya bisa berkembang. perlu saya sampaikan saya Bu Pingki, saya DPRD memang 4 periode. Tahun ya tahun 2004 saya pertama kali nyalek kok dilala dilala itu kersani Allah. Begitulah kira-kira saya diberikan nomor urut satu karena nomor urut satu saat itu sisa pemilihannya masih tertutup tetapi walaupun saya perempuan tetap saya suara terbanyak kala itu di Sidoarjo. Jadi saya 20049 di Kabupaten Sidoarjo baru 201419 di Jawa Timur di Lala juga saya selama 4 periode juga nomor satu. Terus Bu Pingki, jadi nomor urut itu ternyata juga memberikan peluang yang lebih maksimal untuk bisa keterpilihan. Tetapi ada beberapa variabel lain yang menyebabkan kemudian saya bisa terpilih. Tentu 99%-nya adalah meet in Allah. 1%-nya itulah ikhtiar. Ya, ikhtiar lahir batinnya. 99 adalah milin Allah. Bapak, Ibu sekalian, ada beberapa regulasi. Yang pertama dulu, Mbak. Slide yang pertama. Yes. Jadi ee pertama kali yang memberikan afirmasi perempuan wajib hukumnya 30%. yang namanya afirmasi tentu suatu ketika ketika perempuan sudah berdaya baik dalam bentuk kuantitas maupun kapasitas tentu aturan ini tidak akan berlaku lagi. Ini hanya sifatnya sementara. Bagaimana bisanya perempuan terdongkrak sebab Indonesia itu bupingki bila tidak ada aturan susah. Betul. Betul kan begitu. Sehingga harus ada piranti lah kira-kira begitu untuk menjadi payung hukumnya harus ada. P. Mohon maaf, Bu Ani. Ini panitia ee yang di sini bisa ditayangkan juga karena yang offline juga ingin menyaksikan materi dari Bu Ani. Iya, betul. Iya. Baik, terima kasih. Ya. Jadi dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang parpol, begitu juga Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu, bahwa di situ wajib hukumnya pemerintah sampai dengan 2014 yang penting 30% ada unsur perubahan. Itu aja. Karenanya ketika partai peserta pemilu atau kontestan tidak memenuhi kuota 30% maka partai tidak diperkenankan untuk ikut. Kira-kira kayak begitulah di des semacam kayak begitu. Alhasil tentu partai akan melakukan eksplorasi berusaha maksimal bagaimana perempuan-perempuannya dibdayakan. Jadi ada ee guiden lah kira-kira kayak begitu dari piranti hukum yang berlaku. Akhirnya berlanjut kepada PKPU nomor 4 kemudian undang nomor 7 ee yang pada intinya adalah keterwakilan perempuan itu sebuah keharusan, sebuah kewajiban. Dan alhamdulillah dari regulasi itu beberapa partai termasuk partai kami mengadop partai kami minimal 30% di setiap level. Sehingga di jajaran ketua harus ada 30%, jajaran sekretaris bendara harus ada 30%. Tidak tergenarisir. Kira-kira begitu. Apakah semua partai juga demikian? Tidak. Karena itu kearifan lokal dari masing-masing partai. Maka kemudian memang susah Bu Pingki perempuan untuk posisi strategis di partai. Ya, saya kebetulan saja adalah sekretaris partai. Di Jawa Timur ini ada dua partai yang ketuanya perempuan. Satu adalah PKB, yang kedua adalah PDI. sama-sama perempuan. Yang tentu ini akan berimplikasi kepida ketika nyalek, ketika kita posisinya strategis. Ketika nyalek tentu nomor urutnya juga strategis. Kira-kira gitu implikasinya. Maka kesimpulannya apa? Kesimpulannya perempuan yang berpartisipasi pada rana publik terutama bidang politik penting bagaimana meraih posisi strategis. Poin pertanyaannya itu ya. Nah, meraih posisi strategisnya posisi mulainya seperti apa? Tentu ada upaya konkret bagaimana satu peluang yang ada dalam setiap event kegiatan partai jangan sampai dilewatkan. Itu peluang pertama. Ketika kita mampu untuk mengisi peluang itu, so pasti partai akan melihat kinerja. Dari kinerja itulah maka tahapan yang kedua kita akan sering terpakai. Ketika kita sering terpakai maka kita diberikan kepercayaan. Ketika kita diberikan kepercayaan dan hasilnya itu bisa dipertanggungjawabkan. kira-kira kayak begitu. Maka tentu baru kita ada posisi semacam privilege posisi. Kira-kira kayak begitulah. Dari tahapan-tahapan itulah sahabat perempuanku yang aktif di dunia politik itu bisa dilakukan. praktik yang kami lakukan seperti itu aja dan saya yakin itu akan berlaku kepada semua partai, semua partai. So pasti kita tidak menafikan di manapun komunitas, di manaun lini kehidupan, bidang apapun kompetisi pasti terjadi. Like and dislike. Apalagi kalau kita ngomong politik, politik itu jahat. Politik itu kotor. Politik ituikutan, sikut-sikutan, politik kita masih maskulin. Saya pikir semuanya bergantung kepada SDM-nya, bergantung kepada kitanya, bergantung kepada pengelolanya. Kan begitu. Karenanya bagaimana kita menjadi perempuan-perempuan difference mungkin begitu. Perempuan-perempuan yang beda. Sehingga dari beda itulah kita menjadi pewarna. Dari pewarna itulah kita menjadi terpilih. Kira-kira begitu siklusnya ya. Tentu garis tangan Bu prestasi dikenal karena prestasi. Betul. Mau mengambil peran strategis bukan sensasi. Ya, betul. Per karena ada yang dikenal secara sensasi enggak akan lama ya, Ibu ya. Kalau Ibu kan sampai empat periode ya. Kita beri tepuk tangan untuk Ibu. Iya. Monggo Ibu dilanjut. Next. I ini sudah kita simpulkan tadi bahwa ketika perempuan punya peran tinggal kita pilih apakah kita pilih di session maker atau hanya sekedar followers. Ah, begitu Binggi. Maka itu sebuah pilihan dan apa yang kita lakukan pasti berimpact kepada diri kita. Kira-kira gitulah kesimpulannya. Next. Lanjut, Mbak I. Para Ibu, Bapak sekalian yang saya hormati. Berapa sih posisi tahun 2019 untuk keterwakilan perempuan di parlemen? Per hari ini di parlemen DPR RI ada sekian. Begitu juga di DPRD Provinsi tidak jauh dari itu ya. Artinya dari 2009 sampai dengan 2019 kita masih belum memenuhi target minimal 30%. Nah, dari komposisi hari ini DPRD Jawa Timur itu ada 120 perempuan yang terbanyak adalah PKB kita ya. di PKB itu ada 44% dari 25 anggota 11 adalah perempuan. Kalau PDI dari 27 perempuannya ada 8. Demokrat dari 14 ada 1. Kemudian Nasdem dari 6 ada 1. P3 dari 5 ada 1. Ini komposisi yang ada di Jawa Timur. Nah, sekarang kita lihat kalau ini di parlemen bagaimana posisinya di eksekutif yang megang operator siapa ya? Yang megang operator siapa ya? Ya, Bapak, Ibu sekalian, per hari ini kalau kita lihat jumlah ya, jumlah pejabat Jawa Timur dari BPS tahun 2020 kita komparasikan dengan tahun 2021. Iya, memang totalit untuk pejabat perempuan di tahun 2020. ada 25.000 sekian laki-laki, 27 sekian. Artinya masih banyak laki-laki. Tahun 2021 perempuan 23.000 sekian, laki-laki 24.000 sekian. Sekilas yang kita pahami adalah sesungguhnya pejabat kita tidak terlalu signifikan selisihnya, tetapi poinesnya adalah pada urutan kesatu dan kedua. Eselon kita satu, maaf eselon satu kita satu, eselon kita lah di sini. Jadi para kepala dinas, para kepala OPD kira-kira kayak begitu. proporsinya adalah laki-laki tu perempuan. Nah, di situ. Sehingga supporting terbanyak posisi mana si perempuan itu? Supportingnya ya hanya jabatan fungsional guru dan fungsional medis. Karena banyak bidan, perawat itu adalah perempuan. Artinya apa, Bapak Ibu sekalian? pada posisi di session maker kita masih sangat kurang. Kesimpulannya itu di situ. Maka nyambungnya di mana? Nyambungnya adalah next, Mbak. Nyambungnya adalah ada banyak persoalan-persoalan perempuan. Kita patut bersyukur. Alhamdulillahiabbil alamin. Persoalan kekerasan perempuan dan anak makin hari maaf bila dibanding antara 2021 dengan 2022 kita sudah turun. Tetapi walaupun turun kita masih signifikan. Urutan kedua dari 34 provinsi di Indonesia. Tetapi kita jangan kemudian buru-buru menyimpulkan kenapa kita besar, Bu Wingki. Bisa jadi karena masyarakat Jawa Timur perempuannya sudah cerdas, sudah berani untuk speak up, sudah berani untuk melapor. bisa jadi karena DP3A-nya aktif dan solutif sehingga semakin hari perempuan ya kita applause untuk BP DP3A ya sehingga perempuan dan anak makin hari ketika dia mengalami persoalan dia tidak ada kesulitan. Kenapa? Karena pelayanan di berbagai daerah, di berbagai kecamatan, di berbagai titik. itu ada kira-kira kayak begitulah sehingga semakin besar yang bisa ditangkap oleh pemerintah kasus-kasus itu. Hal yang perlu dikarus bawahi adalah dari sekian banyak kasus ternyata Jawa Timur tahun 2022 mampu menekan daripada tahun 2021. Salah satu supporting besarnya kenapa persoalan kekerasan rumah tangga terjadi lebih banyak. Di antara penyebabnya Bu Bingki mungkin lebih mirsani lebih dulu karena dispensasi kawin anak. Dispensasi kawin anak Jawa Timur itu tahun 2021 ada 17.151. Apa konsekuensinya ketika nikah sebelum 17 tahun? Oh 17 apa 19? 19 tahun. So pasti dia secara psikis belum mapan belum siap. Secara ekonomis belum mapan, secara pendidikan paling tidak SMA sudah lumayan paling tidak SMP kan begitu. Tentu variabel-variabel itulah yang menjadikan supporting. Kenapa persoalan-persoalan kekerasan KDRT semakin tinggi? Ketika emaknya pendidikannya enggak oke, psikologisnya masih belum matang, ekonominya belum terbangun, boro-boro bapake anak-anak selingkuh. Ahah. Misalnya kayak begitu. Apa yang berdampak? Berdampak adalah kekerasan psikis anak. bisa juga kekerasan fisik anak karena orang tuanya ribut terus anak kena pukul lah kira-kira kayak begitulah ee apa ee fenomenafenomena yang terjadi di beberapa daerah termasuk di Jawa Timur. Maka kemudian apa yang harus dilakukan oleh perempuanku bersama-sama kita harus melakukan yang pertama adalah kita lakukan pendidikan politik semasif mungkin. Pendidikan politik tidak hanya menjadi kewajiban dari partai politik. Memang iya. Kenapa sih dianjurkan sangat afirmasi terkait dengan kepesertaan pemilu untuk perempuan 30% ada di DPR? Karena memang ee Indonesia ini segala sesuatu pelih adalah produk dari lembaga politik. Jadi saya ulang, kenapa perempuan butuh banyak menjadi politisi? Karena semua kebijakan di Indonesia adalah produk dari lembaga politik. Coba kita persani pilihan presiden tidak akan bisa nyalon. Boleh independen tapi syaratnya sengsara. maka harus melalui pintu politik. Begitu juga gubernur, kabupaten, kota, walikota, dan bupati. Maka kemudian apa lanjutannya? Lanjutannya adalah tentu kebijakan yang diambil oleh kepala baik itu presiden, kepala daerah ini juga tidak jauh dari institusi politik yang mengantarnya. Inilah kemudian formulasi kebijakan akan berpengaruh kepada personalnya atau personal akan berpengaruh kepada kebijakan apa yang dibuatnya. Kenapa perempuan harus banyak fakta bahwa kasus anak, kasus masyarakat, kasus perempuan di Indonesia 97 sekian persen korban adalah perempuan dan anak. Betul? Maka perlu di session maker pada setiap lini terutama adalah lini di parlemen baik pusat hingga kabupaten kota. Kenapa? Karena produk-produk hukum, regulasi, produk-produk kebijakan anggaran itu formulasinya ada di tangan parlemen. Maka ketika banyak perempuan so pasti ada sensitivitas yang lebih ada iya betul ada perasaan yang lebih, ada memikirkan yang lebih dan ada beberapa hal. substansial yang tidak dipikirkan, tidak diketahui oleh laki-laki, perempuanlah yang tahu. Di sinilah berharap, maka berharap ketika banyak perempuan yang berposisi di session maker, berimplikasi kepada kebijakannya lebih pada gender mindstreaming. Kira-kira kayak begitu. Karenanya pendidikan politik ini kemudian penting di mana pun berada. ikut kegiatan siapapun pelaksananya perempuan harus bisa berpartisipasi di forum itu. Yang kedua, tentu ini hal yang prinsip kapabilitas diri, kemampuan diri, bahwa masyarakat akan memilih, masyarakat akan menilai, partai akan menentukan, partai akan memposisikan bergantung kepada banyak hal. Salah satunya adalah kapasitas diri. termasuk tadi kapasitas diri bisa kita ee apa lihat pada peluang-peluang yang pernah di ambilnya. Nah, ini sahabat salah satu modal yang kami miliki dan perempuan-perempuan lain ketika kita lakukan share sharing apa sih ee resep bisa terpilih berkali-kali? Apa sih strategi bisa mengungguli dari laki-laki? Maka pada poin ketiga ini yang menjadi supporting terbesar dari perempuan terpilih termasuk saya. Apa modal sosial? Sering orang mengatakan bahwa demokrasi di Indonesia memang iya terbaik dari seluruh dunia tetapi demokrasi di Indonesia paling mahal juga. sedunia. Ada yang bilang begitu. Karenanya jangan sekali-kali perempuan yang tidak berduit untuk nyalek. Ada seperti itu ya katanya begitu. [tertawa] Sesungguhnya cost politik hanya 20% itu berdasarkan hasil survei yang sudah teruji dari berbagai lembaga survei. Maka 80% adalah ikhtiar. Salah satu sarana untuk bisa berikhtiar adalah modal sosial. Orang bisa elektabilitas tinggi, biselah popularitasnya tinggi dulu. Jadi tahapan pertama adalah dikenal. Ketika dikenal popularitas. Ketika popularitas ada, orang tinggal mau milih apa tidak. Orang orang enggak akan milih ketika popularitasnya enggak dapat. Maka sebesar apapun modal politik, maaf kos politik yang dia punya, tetapi ketika perempuan, ketika par calek tidak bermodalkan sosial, maka juga akan susah untuk bisa terpilih. nih. Kemudian saudara perempuanku ee bahwa berorganisasi akhirnya penting, berkontribusi sosial akhirnya perlu bermanfaat katanya Pak Beni adalah utama. Karena dari kemanfaatan itulah akan muncul keberkahan. Begitu ya, Pak Beni. Dari keberkahan itulah akan ada kemudahan untuk bisa sukses. Kira-kira begitu alurnya. Maka dari situ ee sahabat-sahabat sekalian saya katakan di awal tadi ketika modal sosial, kapasitas, kesempatan kita ambil maka akhirnya partai memberikan nomor urut yang bagus. Kira-kira gitu implikasinya. sehingga nomor urut yang bagus akan ee ada peluang yang lebih. Ini hasil survei pada Pemilu 2014 lalu. Tingkat keterpilihan Calek nomor urut 1 62,2% nomor urut 2 16% nomor urut 3 4% sementara nomor 4 sampai terakhir totalnya hanya 16%. Apa kesimpulannya? Bahwa pemilih masih cenderung menentukan pilihannya berdasarkan nomor urut. Makanya kalau kami kembalikan kepada posisi saya, kenapa saya terpilih terus dan alhamdulillah pasti saya suara terbanyak Bu Pingki di dapil saya. Walaupun saya perempuan karena di antaranya saya nomor urut satu. H saya nak tahu kalau saya nomor urut yang lain apakah juga masih bisa ee apa suaranya signifikan atau tidak. Yang pasti orang menentukan satu karena nomor urutnya bagus, yang kedua karena kita sudah menanam polise, menanam kebijakan, kita ada pelayanan kepada masyarakat, kita ada penyapaan kepada masyarakat sehingga masyarakat tentu ketika ada kontestasi akan ingat, akan tahu, dan akhirnya akan memilihnya. Kira-kira begitu. Yang terakhir, apa sih pentingnya perempuan harus banyak pada posisi lembaga politik? Satu, karena politik menentukan arah kebijakan. Yang kedua akan mempermudah memberikan perlindungan terhadap perempuan melalui konstitusi. Kalau kalau kalau kita hari ini ada pada posisi Jawa Timur berarti konstitusi yang kita terbitkan adalah peraturan daerah. Alhamdulillah terkait peraturan daerah perlindungan perempuan dan anak akan kekerasan kita sudah pernah dua kali menerbitkan Perda. Pertama Perda nomor 9 tahun 2005. Kemudian kita revisi lagi karena tidak sesuai dengan kebutuhan adalah Perda nomor 16 tahun 2012 dan dua-duanya ini adalah inisiatif DPRD Bu Pingki karena undang-undang yang baru Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang TPKS tindak pidana kekerasan seksual sudah terbit ada ekspansi ee apa jum apa kekerasan ya ee bukan ekspansi ada tambahan jenis-jenis kekerasan yang bisa dilindungi dari tiga ya Bu Pingki menjadi sembilan kalau enggak salah begitu berdasarkan undang-undang maka ini kita akan berupaya optimal tahun 2023 kita akan lakukan revisi Perda ya oke kita akan lakukan revisi Perda tentang perlindungan perempuan dan anak kita sesuaikan dengan undang-undang yang baru. Saya pikir itu. Terima kasih sekali lagi. Mohon maaf bila ada hal kurangnya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Terima kasih Bu Anik telah menyampaikan bahwa strategi untuk meningkatkan keterilan perempuan dalam politik berdasarkan pengalaman beliau itu ada dua strategi. Yang pertama adalah pendidikan. Jelas gitu ya. Beliau menempuh pendidikan S2 di UNET. Lalu yang kedua adalah pengorganisasian. Itu adalah modal sosial yang luar biasa dan enggak bisa instan ya Ibu ya. Betul. enggak ada instan ya. Jadi itu harus betul-betul diawali dari tingkat yang paling bawah, lanjut-lanjut dari anggota menjadi pengurus. Baik, Bapak Ibu sekalian, para peserta webinar ASN belajar maupun yang hadir di ruangan ini, silakan apabila ada yang menyampaikan pertanyaan kami persilakan bisa mengangkat tangan atau menuliskan di kolom apabila yang berada di webinar. Ada jatah ya, masing-masing bisa menanyakan dua dari penanya offline dan dua dari penanya online. Silakan di sini sudah ada yang bertanya atau yang Oke, silakan untuk para penanya mic-nya sudah ada di meja masing-masing. Iya. Dari Muslim boleh dinyalakan dulu ya dari PW Muslimat NU Jawa Timur. Baik, silakan pertanyaannya. Nanti ganti yang belakang ya, Ibu MC. I baik. Siap. Siap, Ibu. Supaya terjadi pemerataan. Siapa dulu? Saya. Iya, monggo. Oh, yang oke. Sebentar. Ee saya suaranya belum terdengar. Iya, gak keluar mic-nya. Oh, iya pakai itu. Iya. Oke, ee terima kasih. Ee perkenalkan saya ee dr. Gigi Dwi Wahyu Indrawati. Perwakil berkenan berdiri, Ibu biar cantiknya kelihatan ya. Terima kasih. Eh, saya dr. Gigi Dwi Wahyu Indrawati perwakilan dari alumni IKA Airlangga. Oke, Bu selamat datang. Terima kasih Bu Bingki yang cantik dan baik hati. Ee kebetulan saya tinggal di wilayah Sidoarjo di mana ee saya ee banyak melihat ee kiprah dan sepak terjang beliau, Bu Ani Maslahah. Dan saya kebetulan ada di komunitas ee Sedulur Sidoarjo. Kebetulan beliaunya juga ada. Ee selama ini saya sebagai warga Sidoarjo itu merasa senang, merasa bangga karena beliau ini memang ee seorang anggota dewan, seorang legislatif. Namun ee karya-karya yang beliau berikan kepada Sidoarjo itu menurut saya sangat luar biasa. Tepuk tangan dulu untuk [tepuk tangan] apa idola saya. Meskipun saya jujur saya bukan dari partai politik. saya adalah seorang praktisi sehingga ee salah satu contohnya misalnya beliau saat ini saya lagi bombing di Sidoarjo. Beliau itu punya salah satu yang namanya Warkop Animaslahah gitu ya. Jadi aspirasi-aspirasi masyarakat di Sidoarjo tentunya di sana nanti bisa tertampung dengan baik. Saya bayangkan seandainya anggota dewan punya yang namanya rumah inspiratif atau warkop atau apa, itu kan menurut saya suatu ee media untuk bisa berkomunikasi langsung dengan seorang anggota dewan. Di mana yang telah disampaikan oleh Bu Ani tadi bahwa sebenarnya produk-produk hukum yang ada di negeri ini semuanya akan bersentuhan langsung dengan wanita. Contohnya BBM naik. Yang resah pertama siapa? Bapak-bapak? Enggak. Ibu-ibu, karena apa? Gimana cara mengatur keuangan ini yang 1 bulan ini bisa cukup untuk menghidupi anaknya, untuk ee memberikan makanan anaknya. Terus yang kedua kebijakan yang lain misalnya tentang telur ini naik gak bisa ditekan. Nah, ini dampaknya apa yang terjadi kepada ibu-ibu lagi lah. Kalau ibu-ibu terus ini Bu Dwi mohon maaf Bu Dwi bisa berbagi waktu jadi dipersingkat saja ngih. Monggo. Baik. Siap, Ibu Bingki. Lah dengan ini yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana sebagai seorang legislatif untuk memperjuangkan aspirasi ibu-ibu sehingga kesejahteraan ibu-ibu, kesejahteraan anak-anak yang ada di keluarga ini menjadi lebih baik lagi. Karena jujur kondisi saat ini sangat-sangat tidak menguntungkan bagi ibu-ibu dan anak-anak dengan keadaan ekonomi yang semacam ini. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Bu D ini ee aktivis di IK Langga Chapter Sidoarjo. Ya, yang di belakang sana silakan. Saya, Bu. Saya sebelah kanan, Bu. Bagaimana yang sebelah sini atau yang belakang? Sebelah kanan. Oke, silakan. Iya, boleh. Sambil berdiri, Bu. Sambil berdiri. Oke, singkat saja, Ibu, ya. Iya, singkat, Bu. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Saya dari pimpinan wilayah Muslimat Nahdatul Ulama Jawa Timur. Tentu Bu Ani ini tidak asing bagi kita di Sidoarjo Surabaya. Dapil dari Bu Ani memang luar biasa pengabdian, pelayanan terhadap umat sudah sangat dirasakan oleh semuanya. Dan betul-betul beliau ini ee belajar dan tumbuh dari kecil sampai besar adalah suar seorang pejuang dan sekarang buahnya adalah kembali ke masyarakat bermanfaat untuk masyarakat. Jadi begini Bu Ani, setelah tadi disampaikan saya merangkum bahwa seorang menjadi perempuan perempuan menjadi wakil rakyat yang ada di lembaga legislatif satu harus mempunyai kecerdasan peluang. Kecerdasan peluang tadi sudah disampaikan peluang di mana dia aktif di organisasi dan selalu aktif dalam peran-peran event-event yang ada. Yang kedua yang tidak kalah adalah harus cerdas komunikasi. Kalau aktif saja tanpa ada kecerdasan komunikasi, lobi kepada pimpinan itu nonsense juga. Iya. Saya melihat ee realitas yang ada. Yang ketiga adalah kecerdasan kekuatan finansial. Ya, ini tahun 2009-24 itu masih tidak terasa. Ini realitas saja. Di masyarakat kita ini mau bergening possession seorang perempuan menjadi legislatif ini kebanyakan kalah di finansial. Meskipun dia sudah aktif, dia sudah punya kekuatan-kekuatan yang lainnya. Tetapi ketika masyarakat ini kembali ke masyarakat, saya tidak menyalahkan caleknya, tapi adalah masyarakat yang tidak mempunyai pemikiran bahwa Calek yang akan duduk di legislatif adalah betul-betul akan mewakili dirinya. Jadi, ini yang perlu menjadikan pendidikan politik kepada masyarakat. Ini yang penting terutama pada partai-partai politik, lembaga partai, partai politik dan juga organisasi organisasi masyarakat yang ada memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa uang itu tidak segalanya, tetapi ada keterwakilan yang ada di legislatif. Itu yang terpenting terutama pada emak-emak istilahnya perempuan. Ya, ini kalau kita punya keterwakilan perempuan itu manfaatnya kepada kita. Iya. Jadi kalau perempuan sudah siap terjun ke legislatif, ketika dia finansialnya kurang dibanding dengan laki-laki, dia tidak akan bisa mewakili perempuan di legislatif. Terima kasih. Engg bagaimana caranya trik-trik itu, Mbak Ani? Terima kasih. Makasih, Bu. Jadi sebetulnya kalau kita bicara pendidikan politik itu bukan hanya untuk dipilih, tapi menjadi pemilih juga yang cerdas. Ya. Baik. Sepertinya ada penanya di Zoom. Betul. Untuk via online penyanyanya kami mohon untuk bisa raise hand. Kita nantikan penanya di Zoom terlebih dahulu ya. Ada sudah ada yang bertanya kali ini? Sudah ada yang raise hand. Bapak Shamat Riadi dari Bakorwil Pamekasan kami persilakan. Oke, ini dia Ibu Pingki belum. Halo. Halo. Oke. Halo, Bapak. Monggo silakan menyampaikan, memperkenalkan diri dan menyampaikan Bapak. Silakan. Apakah suara saya sudah terdengar Bapak? Halo, Bapak. Bapak ini rest hand apa? Tepuk tangan, Pak. Jangan-jangan ini saya curiga. Ini bukan resen. Ini bukan mau tanya ini. Tepuk tangan karena pengin awet muda tadi, Mbak. Bapak dionkan dulu, Pak. Mic-nya, Pak. Mic-nya, Pak. Oh, iya. Oke. Boleh dicek dulu suaranya. Dodo, Do. Remi. Monggo, Pak. Bapak. Asalamualaikum, Bapak. Aduh, sudah bisa batuk. Iya, sudah bisa batuk berarti ya. Saya, saya, Pak. Iya, Pak. Bapak, Pak. Bapak, mohon maaf, mohon maaf ya. Tadi manggilnya yang dari Pamekasan soalnya saya dari Bapak yang masuk, Pak. Monggo memperkenalkan diri. Giih. Baiklah saya kenalkan diri. Kebetulan saya ini ada dalam perjalanan Ibu. Saya dari Sumenap. Oke, sepertinya saya dengan Ibu Rekrani itu kenal banget itu yang aktivis di Air Langga itu. Nah, gini dari tahun 2011 saya pernah duduk di pembedangan perempuan. Terus akhirnya saya juga ee apa dipromosi menjadi kepala P2TP2A di Kabupaten Sumenep tahun 2017. Alhamdulillah saya bisa menekan sampai tahun 2018 karena Bapak Bupati lain. Jadi saya akhirnya saya pindah lagi dari pembenaan perempuan. Makanya saya masih ingat itu ee kekerasan itu, Ibu ya, kekerasan itu tidak hanya dialami oleh perempuan dan itu banyak. Setiap saya diundang di Surabaya, saya diundang di Jogja ataupun di Jakarta pasti yang apa sekelenting yang nanya itu kekerasan itu tidak hanya terjadi pada perempuan. Nah, bagaimana sikapnya ibu? Nah, bagaimana ibu ini menyikat ini kalau kekerasan itu terjadi pada laki-laki. Nah, kalau di NTT itu kan ada aliansi laki-laki gitu kan ya. Tap tapi kan di Pulau Jawa itu kayaknya enggak ada. Tetap di apa? Ditangani oleh perempuan. Cuman pemerintah kan sudah komitmennya apapun perempuan itu tetap menjadi prioritas. Nah, terus kalau perempuannya yang salah sedikit aja seperti itu, Bu. Mohon dijawab. Terima kasih. Iya. Jadi kekerasan berbasis gender itu bisa terjadi pada laki-laki maupun perempuan. Walaupun data statistik menyampaikan bahwa yang terbanyak korban kekerasan adalah perempuan dan anak. Ya. Baik. Ee ada lagi tidak? Silakan Ibu bisa dijawab Bu Ani ada dua dari Flor dan satu dari Sumenep tadi. Terima kasih. Luar biasa. Eh, saya doakan yang bertanya semakin sukses. Amin. Amin. Eh, pertama terima kasih Dr. Dwi. Matur nuwun ee yang sudah mengapresiasi ya. Iya. Jadi terkait dengan bagaimana sih perjuangan para legislatif terutama perempuan agar para masyarakat saya katakan masyarakat di di situ ada ibu ada anak kira-kira begitu sehingga kita ini tidak mengalami beban yang terlalu ketika hari ini kita resesi global Ibu-ibu sahabat sekalian kita patut bersyukur loh ketika Eropa Apa banyak yang homeless ketika Amerika kemudian ee apa Inggris ya banyak yang menjual rumahnya hanya untuk kebutuhan hidup gara-gara perang Rusia dan Ukraina karena supporting bahan-bahan pokok mereka itu banyak dari ke sana. Kita juga begitu 100% gandum kita dari sana dan tentu minyak karena terbesar adalah dari sana. Implikasinya adalah akan terjadi resesi global. Ketika mereka resesi global ndak tahu kersane Gusti Allah karena kita bahagia, karena kita selalu bersyukur. Indonesia malah justru surplus posisinya. Kita 5,4 pertumbuhan ekonomi Jawa Timur 5,7. Tentu ini kita patut bersyukur loh agar apa? Agar surplus kita ditambah oleh Allah kan begitu. Ibu ya. I. Maka Bu Dwi terkait dengan kebijakan perjuangan yang harus dilakukan kita ini kan keputusan politik. Jadi setiap mengambil keputusan apapun itu forumnya adalah paripurna. Jadi finalnya pengambilan polisih di pemerintahan ada di paripurna. Pengambilan kebijakan terakhir adalah fraksi. Fraksi adalah kumpulan dari partai yang ada di legislatif, maka tentu masing-masing fraksi mempunyai ide, mempunyai keinginan, mempunyai perjuangan yang berbeda-beda. Ada kalanya partai ketika sudah dimunculkan isu A, partai BD agar supaya partai A ini tidak mendapatkan kepercayaan masyarakat bagaimana melakukan lobi terhadap B, CD dan seterusnya untuk isu usulan A ini gagal. Ada kalanya begitu partai itu fraksi itu seperti itu. Tetapi ada kalanya kalau itu memang benar-benar menjadi isu populis yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak semisal kenaikan BBM. Ini memang satu sisi, Bu Dokter dan kawan-kawan perempuanku itu tidak bisa dielakkan karena memang kondisi awal adalah resesi kenaikan harga minyak. di mana Rusia termasuk Ukraina, tetapi yang terbesar adalah Rusia itu terbesar sumber minyaknya. Ini yang kemudian semua negara terimplikasi, terdampak. Karenanya kalau tidak ada program yang bisa di up atau terkurangi ini akhirnya Indonesia bisa colab. Kira-kira gitu. Sesungguhnya program kenaikan BBM itu keinginan pemerintah bagus bahwa yang dinaikkan adalah pertamak. Yang mempunyai pertamak adalah orang yang berduit kira-kira gitu dan pemerintah. Sehingga harapannya Pertalit Premium artinya masyarakat secara kluster menengah ke bawah tidak terdampak harusnya. Tetapi enggak bisa begitu. Kenapa? Karena pelaku-pelaku ekonomi melihat itu adalah peluang. Bagaimana kemudian harga armada dinaikkan, harga transportasi dinaikan, tentu implikasinya harga komodity juga naik. Lagi-lagi yang berdampak pertama kali adalah emak-emak. Kenapa? Karena gajinya tetap, harganya naik. Kan begitu ya, Bu Dokter. Karenanya Bu Dokter S pasti semua partai termasuk kami bagaimana yang terbaik untuk masyarakat. Ending dari kekuasaan itu adalah kesejahteraan. bagaimana kesejahteraan itu bisa ee semakin bisa dirasakan secara masyarakat banyak sehingga disparitas, kemiskinan semakin lambat laun terkurangi. Kira-kira kayak begitu. Maka bagaimana perjuangan kita untuk bisa memperjuangkan isu-isu yang populis? lewatnya adalah fraksi. Makanya memilih jenis kelamin partai yang sekiranya apa? Yang sering memperjuangkan kepentingan masyarakat itu rananya di situlah pentingnya pendidikan politik. Pendidikan politik itu bagaimana hak pilih aktif, bagaimana pilihan kita itu tepat sasaran mereka yang bisa memperjuangkan. Kira-kira seperti itu narasinya. Karenanya Bu Dwi kalau yang ditanyakan adalah siklus sistem. sistemnya adalah dari usulan-usulan masyarakat ditampung ke fraksinya masing-masing. Dari fraksi itulah kemudian bersuara dalam bentuk pandangan umum fraksi untuk pengambilan kebijakan itu secara legalitas formalnya. Demikian termasuk ketika membuat kebijakan untuk anggaran yang terangkum dalam forum APBD. Tetapi kalau kebijakan-kebijakan yang kaitannya dengan pengawasan, fungsi dewan itu kan tiga. Satu, fungsi legislatif. Maaf, fungsi legislasi ini kaitannya dengan apa? Hari ini eksistennya apa yang menjadi persoalan yang menjadi isu krusial yang perlu dibikinkan piranti hukum. Hari ini kekerasan perempuan di Indonesia termasuk Jawa Timur tinggi. Satu sisi regulasinya sudah enggak sesuai. Apa yang harus dilakukan dewan? yang harus dilakukan dewan adalah segera melakukan review, melakukan revisi perubahan untuk Perda agar perempuan dan anak ini bisa terlindungi, persoalan-persoalan akan bisa terminimalisir. Kira-kira begitu harusnya. Yang kedua, fungsinya adalah budgeting. Iya. Terkait dengan apakah sudah cukup anggaran DP3A untuk penuntasan persoalan kekerasan perempuan dan anak? Kalau kita ngomong spesifikasi, insyaallah sudah memenuhi syarat ya untuk anggaran perempuan dan anak di Jawa Timur, Ibu ya. Maka untuk bisa action lebih tinggi agar solutif, tidak hanya cukup DP3A menyelesaikan dalam forum-forum yang liar, tetapi harus terorganis, terorganisir dengan bagus dan yang setiap kasus harus tuntas. Maka iya harus ada shelter. Kira-kira gitu. Dan kita sudah berinisiasi shelter kita masih S1 di Surabaya. Kita akan membuat minimal lima di Bakorwil. Nah, ini juga aspirasi memperjuangkan. Nah, yang terakhir adalah fungsi pengawasan. Iya. Ketika ada kenaikan BBM, ketika ada undang-undang Omnibus Law, tantangan masyarakat, jeritan masyarakat banyak, maka kita menampung. kita akan memperjuangkan sesuai dengan struktur fraksinya ke DPR RI. Kita akan melakukan lobi kepada kementerian yang terkait. Kira-kira kayak begitu sistemnya. Itu Bu Dwi yang terkait dengan Bu Ofik ya. Trik saya pikir trik ini ee apa ya? Lebih pada konvensional sih ya. Pokok yang penting gini aja, kita populer berarti kita harus banyak menyapa masyarakat, kita harus banyak membantu menolong masyarakat sehingga nama kita muncul. Apalagi hari ini dunia sosmet antara acting dengan action harus berimbang kan begitu. Sehingga masyarakat yang jauh pun mengetahui gerakan kita, apa yang kita lakukan, perjuangan apa yang kita munculkan. yang tentu betul kita harus lakukan lobi kepada decision maker partai. Karena partailah yang menentukan kan begitu posisi di dewan maupun posisi di partai semuanya partai keputusannya adalah keputusan partai yang kemudian betul iya kos politik tidak hanya masuk di rana publik di rana politik butuh angka tidak hanya masuk di legislatif butuh duit semuanya saya pikir butuh untuk bisa meningkatkan strata maka butuh mencukupi kapasitas pendidik maka butuh sekolah kan duit juga untuk bisa ee memobilisir massa enggak ono yang namanya orang gratisan pasti butuh konsumsi, butuh transportasi pasti butuh duit. Di sinilah kemudian triknya kaitannya dengan ini apa? Perempuan jangan menjadi second line. Perempuan harus berdaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kira-kira kayak begitu. Apalagi hari ini usaha apapun tidak susah untuk perempuan tuh. gadget yang kita miliki, kenapa tidak kita fungsikan untuk jualan baju misalnya, untuk jualan apa deh yang sifatnya online? Iya, sudah sangat ee sehari ini yang terpenting adalah peluang hari ini adalah digital. Maka ibu-ibu harus melek IT. Hari ini masyarakat Indonesia masih konsumtif, lebih-lebih pasca COVID. Maka peluangnya apa? Peluangnya adalah makan. karena kita butuh sehat. Oh, kalau begitu jajanan aja kita jual. Hari ini masyarakat Indonesia termasuk Jawa Timur masih demen ee apa ya? glamor, masih suka hedonis. Salah satunya adalah kostum misalnya, "Ya sudah kita jualan aja baju." E kan begitu. Tidak harus punya setan, tidak harus punya toko, cukup punya handphone dan pulsa. Kan begitu artinya peluang. Kalau sudah mampu mencukupi kehidupannya, maka kita berfungsi publik di mana pun rananya baik itu politik maupun yang lainnya. Saya pikir bisa action kan begitu. Saya pikir bisa survive ya survive lah. Kalau sudah demikian enak kekerasan tidak akan terjadi. Insyaallah enggak berani Bapak-bapak kepada perempuan-perempuan yang mampu kebutuhan memenuhi kebutuhan hidupnya. Begitu ya Pak Beni. Iya. [tertawa] Baik Bu Ani. Mohon maaf. waktunya bisa disampaikan closing-nya apa ingin disampaikan sebagai penutup? Heeh. I ee yang Pak Nur Hadi enggak enggak usah ya tadi sudah saya jawab. Sudah saya jawab tadi. Oh, sudah dijawab. Oke, terima kasih. Eh, para perempuan kami yang hebat-hebat bahwa tidak ada ikhtiar yang tidak ada hasil yang mengingkari ikhtiar ya. Tidak ada hal yang mustahil. di dunia ini semuanya Allah akan menentukan sesuai dengan ikhtiar apa yang dilakukan. Kira-kira kayak begitu. Mari kita perempuan bukan untuk perempuan, tetapi perempuan untuk masyarakat sekaligus menjawab Pak Nurhadi tadi. Jadi pelayanan yang diberikan perempuan bukan hanya untuk perempuan anak tetapi untuk masyarakat. Siapa yang terdiskriminasi itulah yang perlu dibantu. Walaupun jenis perempuan yang membantunya. Kira-kira gitu. Iya. Karenanya perempuan untuk masyarakat, perempuan Indonesia kalau itu bisa kita lakukan bersama bergotong-royong maka mudah-mudahan Allah Tuhan yang maha esa meminimalisir persoalan-persoalan perempuan dan anak sehingga kesetaraan gender akan bisa ada di mana pun berada dalam lini apapun akan bisa terjadi sehingga Indonesia akan menuju baldatun akan bisa tercapai. Amin. Saya pikir itu. Terima kasih sekali lagi. Baik beri applaus Ibu Ani Mashan. Beliau lulusan Unesa S1 dan S2 UNER telah membuktikan kepada kita semua bahwa ketika perempuan berdaya itu adalah untuk kesejahteraan bangsa dan negara. Bukan hanya untuk perempuan sendiri. Sekali lagi kita beri applaus baik kepada Ibu Ani maupun para penanya secara online dan offline. Saya jedah dulu ya dan saya kembalikan kepada MC I supaya Ibu Ani bisa istirahat untuk minum dulu Bu tapi jangan beranjak dari tempat. Oh, masih di situ. Oke. Oke, terima kasih banyak untuk moderator kita dan juga narasumber kita di sesi yang pertama dan tentunya untuk ibu-ibu yang cantik, yang setia maupun online apun juga offline yang telah hadir di sini. Kali ini kita punya satu persembahan dari wanita cantik juga. Langsung saja ini dia ada Ibu Kartika Rukmi Palupi yang akan bernyanyi menghibur kita dalam ASN belajar seri ke-47 kelas kolaborasi BBSDM Jawa Timur dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Jawa Timur. Marilah kita sambut ini dia Ibu Kartika Rukmi Palupi. [musik] Buukalbum biru penuh debu dan usamu. Kupandangi [musik] semua gambar diri. Kecil bersih belum tenoda. Pikirku pun melayang [musik] dahulu penuh kasih. [musik] Teringat semua cerita orang tentang riwayatku. Kata mereka, [musik] diriku selalu dimanja. Kata [musik] mereka, diriku selalu ditima. [musik] Nada-nada yang indah [musik] selalu terurai. Darinya tangisan [musik] nakal dari bibirku takkan [musik] jadi deritanya. Tangan halus dan suci [musik] telah mengangkat tubuh ini. Jiwa raga [musik] dan seluruh hidup rela dia berikan. Kata [musik] mereka, "Diriku selalu dimanja." [musik] Kata mereka, [musik] diriku selalu ditimang. Oh bunda [musik] dada tiada dirimu kan selalu ada di [musik] dalam hatiku. [musik] Sekali lagi saya ucapkan selamat hari Ibu untuk Ibu-ibu hebat yang hadir pada hari ini. [musik] Kita kasih tepuk tangan dulu. [musik] Selamat hari Ibu untuk para ibu-ibu hebat yang [musik] ada di sini. Hari yang penuh cinta, penuh kasih sayang. Dan inilah [musik] untuk ibu-ibu hebat yang telah hadir kali ini. Kita berikan tepuk tangan yang meriah. [musik] Mereka diriku selalu dimanja. Kita nyanyi bareng-bareng. Kata mereka [musik] diriku selalu ditima. Oh Bunda adanya tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku. I love you untuk Bunda-bunda seluruh Indonesia. Sarango. [tertawa] Terima kasih Ibu Pink. Saya persilakan. Iya. Terima kasih Ibu Kartika, Mbak Kartika ya yang telah mengajak kita menyanyikan lagu Bunda. Mengingatkan kembali tentang perjuangan kaum ibu, kaum perempuan Indonesia yang luar biasa dan contohnya ada di sebelah saya dengan yang telah menceritakan pengalaman beliau di bidang politik. Selanjutnya, sobat ASN yang ada di manaun, yang berada di manaun dan juga para peserta di ruangan ini, kita akan undang satu lagi ya peserta yang ee apa narasumber ya yang tidak kalah hebatnya dari Bu Ani ya, si cantik luar biasa. Kita kedatangan Putri Indonesia Jawa Timur. Mbak I kita sambut Re Fitri Aninda, SH. MKN. Iya. Tepuk tangan untuk Risya Fitri Ananda yang biasa kita panggilnya Mbak Ica gitu ya. Mbak I tadi ketika kita foto bersama-sama kelihatan yang paling menjulang tinggi gitu ya. Dan kita seperti orang-orang yang stunting gitu dia. Iya. Selamat datang Mbak Ica yang apa pada hari ini melengkapi tentang perempuan-perempuan hebat yang ada di Jawa Timur ya. Ee Mbak I akan menyampaikan apa sih sebetulnya peran ya perempuan Jawa Timur, generasi milenial tentunya dalam mewujudkan keberdayaan perempuan Jawa Timur yang tentunya bukan hanya untuk dari perempuan untuk perempuan, tapi dari perempuan Jawa Timur untuk kesejahteraan umat manusia. Kami persilakan Mbak Ica berdasarkan pengalamannya apa yang ingin disampaikan. Silakan. Terima kasih Ibu Pink. Lama kita tidak berjumpa ya Ibu ya. Terakhir mungkin sekitar 3 tahun yang lalu sebelum pandemi di Raka-raki ya waktu itu ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Selamat siang Ibu-ibu semuanya. Ee perkenalkan nama saya Reza Fitri Aninda. Panggilan saya Icha di sini. Selain secara pribadi, saya juga ee dipercaya untuk mewakili salah satu organisasi perempuan di Jawa Timur yaitu alumni Putri Indonesia Jawa Timur. Dan kebetulan saya adalah ketua dewan pengurus Pusat. Dan di sini juga saya memperkenalkan e ketua dewan pembina saya ada Ibu Maharani Holis yang berpakaian warna biru yang selalu cantik. Ini pembina kami, Ibu, yang selalu setiap tahun membina para putri Indonesia. Ee rasanya tanggung jawab di duduk di depan sini sangat berat ya, Bu ya. Karena di hadapan saya apalagi ke Bu Pinki. Benar kata Bu Ani tadi, harusnya Bu Pingki yang jadi narasumber. Saya jadi moderator itu baru cocok sebenarnya harusnya. Makanya saya sangat ee terus terang ini panggung, salah satu panggung terhebat yang pernah saya tempati sekaligus salah satu impian terbesar saya bisa berbicara tentang hal-hal yang saya koncern selama ini bersama organisasi saya yaitu tentang pemberdayaan perempuan yang sampai saat ini juga kita terus gaungkan melalui organisasi Ikatan Alumni Putri Indonesia Jawa Timur. Ee sekali lagi saya berterima kasih untuk panitia dan penyelenggara sudah memberikan ruang dan juga waktu untuk Ikatan Alumni Putri Indonesia Jawa Timur. Terima kasih. Ee kalau berbicara sebagai narasumber rasanya saya merasa belum pantas karena di hadapan saya, di hadapan saya juga di sebelah sini ada ibu-ibu yang sudah jadi idola saya, Bu Pingkiy dengan sepak terjangnya di dunia perempuan dan juga akademis dengan luar biasa. Ada Ibu Ani, salah satu ee contoh bahwa perempuan juga harus memiliki kesempatan yang sama, utamanya di dunia maskulin ya. Kalau saya bilang politik itu biasanya ee banyak laki-lakinya. Termasuk saya pun beberapa waktu yang lalu juga beberapa kali sering didatangi Bu seperti ditawarin kayak Mbak ee punya rencana enggak untuk terjun di dunia politik? Belum nyelek dulu Bu. Kita ditawarin untuk masuk dulu. Ee mau kenal enggak untuk ee masuk ke partai politik? Terus terang saya belum punya nyali yang besar untuk terjun karena memang stigma di masyarakat itu jika perempuan memulai masuk ke dunia politik ini memang usahanya akan tiga kali bahkan mungkin lebih berkali-kali lipat lebih susah ketika laki-laki yang memulai. Entah karena apa, karena saya juga belum mendalami. Kalau tadi saya menyimak apa yang disampaikan Bu Ani memang banyak sekali ee faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Nah, hari ini saya ingin berbicara mungkin dari segi milenialnya apa yang sudah kami lakukan, apa yang sudah saya pribadi lakukan. sebagai perempuan untuk mengajak adik-adik saya, mengajak perempuan di sekitar saya untuk menyadari betapa pentingnya kita harus mandiri secara apapun itu, baik secara intelektual, baik secara ee materi, baik secara mental dan sebagainya. yang sering kami ee hadapi di masyarakat sebenarnya sama seperti di daerah-daerah lain, banyak sekali ee penggolongan-penggolongan di mana hal-hal hanya bisa dilakukan oleh laki-laki atau hal-hal B harusnya dilakukan hanya perempuan saja. Padahal sebenarnya hal-hal seperti itu sudah tidak lagi kalau saya bilang ya, Bu ya, secara tegas. Kalau dari dulu ee kita sudah menyadari perempuan bekerja, perempuan berkarir itu adalah hal yang biasa. Dulu sebelum ada Ibu Raden Ajeng Kartini, kita sudah sering melihat banyak sekali ee perempuan-perempuan yang berkarir. Misalnya ee sebagai pengusaha kita lihat pengrajin kain atau berjualan di pasar lalu menjadi guru. Dahulu perempuan bekerja itu adalah hal biasa. Dan bagi saya pribadi harusnya perempuan bekerja harusnya menjadi skill mendasar, tidak dikotak-kotakkan. Seperti misalnya orang yang berkarir, perempuan yang berkarir nantinya akan dipandang sebagai perempuan yang tidak tertarik untuk berumah tangga misalnya. Atau wanita berkarir artinya dia tidak bisa melaksanakan kewajiban dengan sempurna sebagai seorang ibu misalnya. atau perempuan yang punya pekerjaan dianggap sebagai ee usaha untuk bersaing dengan laki-laki. Itulah yang sering saya temui. Apalagi posisi saya masih belum menikah, ya kan. Dan saya punya karir ee banyak sekali yang sering saya temui bahkan yang terang-terangan mengatakan itu di hadapan saya. Dulu awal-awal saya kaget, kenapa kok ketika saya fokus di pendidikan saya lalu fokus di karir saya lalu orang akan menilai, menghubungkan antara karir saya, pendidikan saya dengan status saya mungkin masih ee masih belum ee menjadi seorang istri atau seorang ibu. Padahal hal-hal itu tidak ada hubungannya sama sekali. Padahal seperti itu. Mengapa kok tidak hanya laki-laki? Berbahayanya perempuan juga banyak yang masih berpikiran seperti itu. Ketika perempuan memiliki jenjang karir yang tinggi menjadi doktor seperti Ibu Pinky, menjadi profesor seperti idola-idola saya yang lain. Lalu ee diartikan perempuan-perempuan yang berpendidikan tinggi dan berkarir yang bagus seperti itu adalah perempuan yang ingin bersaing dengan laki-laki. Padahal tidak sama sekali. Artinya apa? harusnya kita menyadari dan bersama-sama ee menciptakan habitat, menciptakan lingkungan yang ee membuat pemikiran perempuan memiliki pekerjaan, perempuan yang bekerja, perempuan yang berkarir, perempuan yang berpendidikan tinggi adalah hal yang lumrah, tidak perlu dibeda-bedakan. Jadi, tidak ada lagi istilah pemimpin perempuan, harusnya pemimpin saja karena tidak perlu dibeda-bedakan, gitu. Nah, ee salah satu ee kabar baik yang pernah saya dengarkan adalah seperti yang sudah Ibu Ani jelaskan tadi, 30% sudah kita diberi kesempatan untuk memimpin sebuah organisasi atau ee sebuah perusahaan. Artinya kalau pemerintah dan hukum sudah membuat sebuah aturan yang bisa menguatkan posisi perempuan, artinya kitalah secara ee harus secara naluriah memberikan contoh dan memberikan kekuatan untuk perempuan lainnya untuk tidak harus menunggu menjadi hebat seperti Bu Pingki, seperti Bu Ani, tidak perlu menjadi seorang ibu dulu, tidak perlu menjadi seorang istri. Bahkan mulai sejak dini secara e sejak muda kita harus menanamkan kepada mungkin anak-anak Ibu atau ke teman-teman saya, ke adik-adik saya, ke junior-jenior saya bahwa kita sudah bisa memberikan manfaat dan memberikan motivasi untuk perempuan lainnya. memberikan kesadaran bahwa berpendidikan tinggi atau ber punya pekerjaan adalah skill paling dasar yang harus manusia miliki. Itu tidak peduli misalnya seorang perempuan memilih untuk menjadi ibu rumah tangga atau memilih punya karir atau menjadi seorang CEO atau menjadi politikus. Artinya ketika kita mendukung pilihan wanita, kita sudah memberdayakan ee perempuan itu sendiri. Itu yang biasanya saya rasakan, Bu, di masyarakat di mana orang-orang masih ee punya asumsi bahwa perempuan-perempuan yang berani bersuara, perempuan yang berani memimpin adalah perempuan-perempuan yang tidak cocok menjadi ee dikategorikan menjadi istri yang ee patuh kepada suami misalnya atau menjadi ibu yang ee mendidik anak-anak secara fokus di rumahnya atau menjadi perempuan yang seharusnya kodratnya. Itu yang berbahaya. Saya kira kalau misalnya kita ambil dari sudut pandang yang umum memang skill bekerja adalah hal yang harusnya dimiliki oleh semua orang itu. Ee kalau slide saya sebenarnya saya punya slide-nya cuman ee saya rasa Oh ya saya rasa lebih dekat ini oh ini ya. Oke. Saya rasa kalau saya membaca slide seperti mengajari ibu-ibu yang sudah pandai ya saya enggak enak. Jadi saya harusnya talk show saja bahwa ee di organisasi kami Bu kita setiap tahun punya program kerja yang bersinergi dengan pemerintah. Kita juga pernah mengadakan setiap tahun pelatihan untuk perempuan-perempuan, tidak hanya untuk perempuan muda yang mau mengikuti pemilihan putri Indonesia Jawa Timur, tetapi juga masyarakat-masyarakat dan perempuan-perempuan dan ibu-ibu rumah tangga yang belum punya skill. Kita bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melaksanakan pelatihan. misalnya ee mengadakan pelatihan untuk bermake up, mengadakan ee pelatihan untuk pembuatan ee cindramata dan sebagainya. Hal-hal mudah yang seperti Ibu Pinky dan Ani sudah sampaikan tadi yang bisa menghasilkan uang walaupun tidak perlu keluar rumah seperti itu. Harus melek teknologi ya. Karena dengan mudah sekarang kita bisa menghasilkan uang. Hanya dengan duduk-duduk saja melihat sinetron, menonton sinetron, kita juga bisa menghasilkan uang. yang perlu kita kritisi adalah sekarang ee mari kita bersama-sama ee menjalankan peran kita menjadi seorang ibu dan juga wanita yang tidak hanya bersaing dengan perempuan lain. Ini yang sering saya dengar ya, Bu di masyarakat di mana perempuan dan perempuan ini suka dibanding-bandingkan ya. Ee itu loh anaknya Bu Bambang ya kuliah UI dibanding dibanding-banding itu Bu ya. Itu anaknya Bu Rini. nih misalnya wis kuliah S3 kamu apa? Nah, hal-hal itu Bu yang yang nantinya ketika mungkin nanti seumur saya terpatri di kepala kita bahwa perempuan itu harus bersaing. Kalau berkompetisi saya setuju, Bu. Tapi kalau bersaing jatuhnya nanti ketika kita ada dalam satu komunitas misalnya menjadi seorang pemimpin dalam perusahaan, artinya kita merasa perempuan lain tidak boleh lebih hebat daripada kita. Itu yang berbahaya. Justru kitalah yang misalnya kita punya kemampuan misalnya Bu Pingki yang sudah punya ee apa pendidikan yang tinggi, punya pengetahuan yang sangat luas. Bu Pingkiy mengangkat perempuan lain yang mungkin belum punya kesempatan yang sama seperti Bu Pingki yang bisa ee melakukan pendidikan sampai ee tinggi. Misalnya kita lihat perempuan-perempuan yang tidak punya tidak punya ee kesempatan yang cukup untuk S1, S2 misalnya hanya sampai SMA. Itulah gunanya perempuan-perempuan dididik sejak awal untuk tidak dibanding-bandingkan. Justru kita yang harusnya mengangkat perempuan lain yang tidak punya kesempatan yang sama. Karena saya sering melihat, Ibu, ketika saya melihat fenomena di masyarakat, saya lihat mungkin ada ee profesi-profesi, pekerjaan-pekerjaan yang membuat hati saya pedih ketika perempuan melakukan itu. Saya tidak langsung mendiskreditkan itu. Saya selalu berpikir, siapa tahu dulu dia pengin sekolah tapi tidak punya biaya. Siapa tahu dia pengin kuliah tapi tidak didukung orang tuanya. Siapa tahu ketika dulu dia mau ee les kepribadian atau les e keterampilan dikawinkan sama orang tuanya. Akhirnya dia menjadi ibu di usia dini yang yang tidak siap secara mental. Akhirnya bercerai, akhirnya menjadi single mother, akhirnya ee menjadi ee salah satu masyarakat yang dalam kategori miskin, tidak berdaya, tidak punya suara. Akhirnya itu tadi akibatnya mengalami kekerasan seksual, mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan, diskriminasi dan sebagainya, akhirnya tidak mandiri hidup dan mentalnya. Ee berawal dari hal seperti itu, kita harus benar-benar ee hati-hati dalam membanding-bandingkan perempuan dan perempuan tadi. Karena berbahaya kalau kita punya posisi. Kalau di di hadapan saya ee saya yakin ibu-ibu ini adalah ibu-ibu pemimpin yang punya kesempatan lebih daripada perempuan-perempuan lain di luar sana. Dan artinya misalnya seseorang, kalau saya pribadi dulu ketika hal-hal sepele saja misalnya contoh saya jadi pemimpin di organisasi di sekolah saya, saya selalu lebih ee saya selalu juga memperhitungkan perempuan-perempuan yang punya kemampuan dan keinginan untuk ee hadir di dunia ee leadership. Karena apa? Ketika nanti kita dibiasakan sejak awal diberikan posisi untuk memimpin dan mengorganisir sesuatu, nanti ketika besar kita akan biasa mengayomi. Tidak hanya nanti berguna sebagai perempuan, tapi juga nanti ketika ditunjuk menjadi pemimpin perusahaan atau menjadi bos di pekerjaannya sendiri, dia akan siap karena sudah dididik menjadi pemimpin dan dipercaya sebagai pemimpin. Dalam dunia usaha, dalam dunia pekerjaan, kita harus akui ee pekerja laki-laki biasanya lebih mudah diapresiasi hanya karena dilihat dari CV-nya Ibu ya. Lulusan ee Amerika misalnya atau lulusan UGM, wah ini dikasih posisi manajer. Sedangkan perempuan mengapresiasinya nunggu punya prestasi dulu. Nah, itu dulu saya pernah sebelum saya magang sebelum jadi notaris saya magang. Saya magang di tempat ee perusahaan. Saya selalu ditanya walaupun pendidikan saya S2, tapi posisi saya tidak bisa lebih tinggi daripada yang pekerja laki-laki. Karena apa? Karena mereka laki-laki dianggap lebih bisa melakukan banyak pekerjaan daripada perempuan atau perempuan lebih dinilai sebagai kalau jadi pemimpin dia jadi emosi, pakai hati, tidak bisa tegas, apa-apa bawa perasaan, ada masa sedikit pusing, stres, ya akhirnya tidak bisa memutuskan sesuatu. Nah, perspektif perptif seperti itu harusnya sudah mulai dihindari. Karena kita tidak bisa membeda-bedakan. Perempuan sekarang punya kesempatan yang sama untuk berkarir, untuk memberikan menyuarakan pendapatnya, menyuarakan apa yang dia punya. Dan mestinya perempuan-perempuan yang menjadi pemimpin memberikan kesempatan, memberikan kesempatan yang sama seperti yang laki-laki. Seperti dulu pernah saya kutip ketika Nazwa Sihab itu idola saya ee ditanyai waktu itu. Seorang artis mau menjadi calon politikus. Dia bertanya, "Pilih pilih ee calon A laki-laki atau calon B untuk yang jadi anggota DPR?" Najwa Siak mengatakan, "Saya akan pilih B perempuan." walaupun tidak belum yakin atas mungkin ee kebisaan dan kapabilitasnya sebagai seorang politikus, tapi dia perempuan. Kita harus mendukung perempuan lain paling tidak untuk mencoba. Nah, itulah yang saya benar-benar ee ingat-ingat itu bahwa kita tidak perlu menunggu dulu prestasinya. Ketika perempuan mau punya minat untuk menjadi pemimpin dan mau masuk ke dunia politik dan mau masuk ke dunia yang mungkin belum biasa dia terjuni, harusnya kita dorong dia untuk berani menjadi siapa tahu menjadi wakil seperti Ibu Ani ini. Seperti Iya. Kita beri tepuk tangan untuk Mbak Icha. Kalau untuk Mbak Icha sendiri apa sih arti kepemimpinan perempuan? ya. Bagaimana kemudian bisa mewujudkan seorang putri itu harus memang beauty, tapi harus punya brain juga. Nah, bagaimana Anda mengkombinasikan brain and beauty itu bagian dari mengembangkan leadership? Silakan. Iya. Ee ini seperti saya ketika lomba nih, Bu ya, Putri Indonesia. Saya ak kembali ke 7 tahun. Iya, mantan juri. Betul. Untung waktu itu Bu Bu Wingki mungkin belum juriin saya ya. Saya degdegan kalau Bu Pingkian [tertawa] jadi juringnya. Iya. Saya bagai kembali ke 8 tahun yang lalu, Bu, ketika saya ada di atas panggung Putri Indonesia ya, Bu. Ya, memang kalau Putri Indonesia slogannya brain, beauty, dan behavior. Saya kira tidak harus menjadi Putri Indonesia. Saya kira semua perempuan harus punya tiga-tiganya ini. Ee tidak hanya ee pendidikannya yang bagus, tapi juga ee kecantikannya juga harus saya kira beauty itu kan relatif. Merawat diri adalah salah satu bagian ke feminin apa ya saya bilang feminin perempuan itu ya dari caranya dia merawat diri tidak harus cantik tanpa pori-pori seperti orang Korea Bu ya atau hidungnya dioperasi pipinya harus tirus harus langs ya saya enggak termasuk Bu karena saya gemuk sekarang kan artinya cantik relatif maksud saya beauty di sini adalah setiap perempuan harus menghargai dirinya dengan merawat diri karena kita secara lahiriah ditakdirkan sebagai sosok yang dilihat orang dinilai orang dari fisiknya oh perempuan tuh harus cantik Cantiknya seperti apa? Cantik artinya bisa memantaskan diri. Ketika di mana-mana dia tahu cara berpakaiannya. Ketika di mana-mana tahu cara menampilkan dirinya. Itu yang itu kecantikan di ee yang diartikan dalam dunia putri Indonesia. Dan behavior, Bu, yang paling berdekat dengan eh leadership. Behavior artinya dia harus tahu bagaimana menghargai diri dan orang lain. Bagaimana dia menunjukkan dirinya menjadi seorang pribadi, seorang perempuan, seorang pemimpin, dan seorang pendukung untuk perempuan lainnya. Ketika kita berorganisasi, saya kira leadership itu dirangsangnya ketika kita terjun dalam organisasi. Saya percaya itu karena saya sangat suka organisasi, Bu. Dari SMP, SMA saya ikut OSIS, saya jadi ketua soft skill. Nanti terasanya bukan setahun, 2 tahun, Bu. Saya merasakan ketika saya terjun ketika masuk ke mahasiswa, saya punya kemampuan untuk cepat beradaptasi dan tidak takut mau terjun ketemu sama siapapun. Karena saya biasa bertemu dengan siapapun, dibiasakan mulai kecil saya bersuara, berbicara, ketika saya ketemu dengan orang lain, ketika di dunia perkuliahan, saya jadi tidak takut gitu ya, Bu ya. Tidak tidak nervous. Nah, kepimpinan munculnya dari situ, Bu. Ketika kita sering berorganisasi dihadapkan dengan persoalan ya Bu ya. Lalu kita berusaha mencari permasalahan bersama-sama, itulah leadership kalau dalam Putri Indonesia, gitu. Oke. Jadi yang namanya wajah menarik ee apa karakter yang baik, lalu kemudian juga dengan apa tadi eh inner beauty, lalu kemudian karakter yang baik. Jadi brain beauty and behavior itu memang harus menjadi satu. Nah, seringnya kalau kita menerima apa lihat lapangan lawangan kerja Mbak Ica itu dicari insinyur bawahnya laki-laki, dicari sekretaris perempuan, bawahnya wajah menarik. Emang kalau perempuan cukupnya wajah menarik saja. Nah, ini adalah salah satu contoh bagaimana di dalam dunia ekonomi kita masih banyak bias gendernya. Kalau saya pun kalau laki-laki ya harus wajah menarik juga gitu ya. Kalau kumus-kumus kemproh ya malas juga untuk menerimanya. Jadi sebetulnya wajah menarik itu berlaku universal semuanya dan bukan cantik luar tapi juga cantik dalam. Mbak Ica di sini kita ada apa ee ada ASN belajar yang ikut dalam secara webinar mungkin juga bisa disapa mereka juga ingin mendengarkan apa sih gagasan Mbak Icha tentang masa depan itu apa? yang Anda bayangkan tahun 2000 ee 30 2045 itu bayangan Mbak Ica tentang Indonesia dan peran Anda seperti apa? Iya, berat lagi nih Bu pertanyaannya [tertawa] kalau Putra Indonesia ini tiga besar Bu, sudah mau juara itu kan ini ee saya kira em kita sama-sama menyadari kalau kita melihat 10 tahun ke depan artinya pemimpin bangsa adalah generasi milenial di era sekarang gitu ya Bu ya. Artinya apa? benar-benar kita harus belajar peduli tentang bangsa, belajar peduli untuk mengasas soft skill kita memang harus sejak dini. Saya pribadi ketika saya ikut Pu Indonesia di usia ketika saya sudah kuliah semester 5, saya merasa cukup terlambat karena saya tidak sering melakukan kompetisi. Di era ke depan kita lihat kompetisi itu sangat-sangat keras. Kalau kita tidak berlari, kita akan tertinggal dengan dunia ini, dengan negara yang lain-lainnya. Jadi kita harus berlatih mulai dini sejak dini kita harus memaksa diri kita untuk berkompetisi secara cepat, berkembang secara cepat, dan mengikuti teknologi secara cepat. Tidak bisa kita sekarang mengikuti dan menyamakan cara kita seperti ibu kita misalnya, seperti ibu saya misalnya sekarang yang lahirnya mungkin tahun 60-an. Saya samakan metodenya seperti mempersiapkan diri saya untuk 10 tahun ke depan terlambat. Umur saya sekarang saya harus mengikuti cara berkembang diri saya seperti anak-anak generasi yang sekarang. Makanya kenapa ibu-ibu sekarang sangat aktif bersosial media karena mengikuti yang sekarang. Untuk apa promosi diri? Seper tadi seperti Bu Ani bilang sangat mengenah ke saya. Selain pencitraan action-nya juga harus nyata. Selain acting ya action-nya harus ada seperti itu. Tidak hanya e kepalsuan saja yang sering kita lihat di e sosial media. Kita juga harus tampilkan action kita. Artinya ketika saya menggambarkan diri saya 10 tahun ke depan, saya menjadi harus menjadi target saya harus menjadi perempuan yang jadi contoh untuk adik-adik saya yang ada di bawah saya. Contoh apa, apapun itu yang positif. contoh berkarir misalnya atau contoh prestasinya misalnya atau contoh berkompetisinya misalnya atau contoh berani bersuaranya seperti itu. Dan sekarang dipupuknya mulai sekarang itu yang saya benar-benar lakukan di Banyuwangi ya di kota saya Bu di Banyuwangi. Ketika ada adik-adik saya, junior saya mulai berani untuk berkompetisi, mereka biasanya akan menghubungi saya datang untuk asistensi seperti kita mau tesis seperti mau e skripsi tanya tentang apa yang harus saya lakukan pertama kali dan apa yang harus saya siapkan. Oke. Dan itu saya kasih free, Bu. Karena apa? Saya merasa ilmu itu kan sedekah jariah, Bu. Ya, itu akan bermanfaat untuk diri saya sendiri. Dan ketika ada adik-adik saya yang berprestasi ketika dia ikut lomba itu sebelumnya sempat ee ngobrol sama saya, saya punya kebanggaan tersendiri, Bu. Artinya apa? Saya sudah membuat satu perempuan berani bersuara dengan caranya. Memilih cara apa? Dari beauty pagentes kecantikan. Ada lagi, Bu, yang datang kepada saya, "Mbak, tinggi saya 180, tapi saya enggak tahu terjun di dunia model itu seperti apa. Saya pengin jadi model yang sukses di Jakarta. Saya harus seperti apa dulu? Saya kasih langkahnya, Bu." Oh, saya hubungkan ke ini. Hubungkan karena apa? Saya punya ee saya memulai lebih dulu. Akhirnya saya punya ee link lebih dulu. Link itulah yang saya sambungkan ke junior saya tadi yang mau jadi model. Saya sambungkan, akhirnya dia jadi model, Bu. Dia pindah ke Surabaya jadi model. dia punya penghasilan halal dari situ dan dia punya impian lebih-lebih lagi. Dia pengin punya sekolah modeling, dia pengin buka kursus modeling di Banyuwangi, dia pengin jadi Putri Indonesia, dia pengin berkarir. Artinya sesimpel itu kita memberikan motivasi masukan ke perempuan lain, ternyata kita enggak pernah tahu. Ternyata itulah hal besar, hal yang sangat penting yang dia butuhkan untuk maju. Jadi, Ibu-ibu, mungkin ada teman-teman yang di online ya, adik-adik saya mungkin yang seumuran saya, jangan pernah menunggu untuk jadi hebat dulu untuk menjadi contoh perempuan yang lain. Jangan menunggu untuk jadi wakil ketua DPR Provinsi dulu untuk menginspirasi perempuan lain. Kita pribadi bisa untuk menginspirasi perempuan yang lain. Luar biasa ya. Dan Bapak, Ibu peserta webinar maupun yang hadir di ruang ini. Mbak Ica telah membuktikan bahwa di revolusi 4.0 ini bukanlah era kompetisi, tapi adalah era kolaborasi. Dengan membagikan ilmu dan pengalamannya beliau sebagai model ternyata melahirkan banyak sekali generasi muda yang bisa berprestasi di bidang yang sama dan siapa tahu nanti bisa berkembang tidak hanya di tingkat nasional tapi bisa ke internasional. Betul. Betul, Ibu. Kita perah punya TR yang umur 15 tahun sudah berkarir sebagai modal di New York ya yang sekarang Trac bergerak di bidang keagamaan. Jadi tidak ada ee alasan untuk mengatakan kalau yang urusan model-model seperti Mbak Icha ini pasti hidupnya hanya glamor-glamor saja. Tapi ternyata mereka juga punya kepekaan sosial, punya kepekaan lingkungan dan juga aspek spiritualnya juga sangat bagus. Kita beri tepuk tangan untuk Mbak Ica. Masih ada yang mau disampaikan lagi? Monggo, Mbak Ica. Ee mungkin langsung tanya jawab ya, Bu ya. Iya. Ada pertanyaan. Iya. Oke. Baik. Ada dua penanya offline dan satu online di belakang sana. Saya kira tadi belum ee ya. Oke, di depannya ada mikrofon, Mbak. Kalau enggak ada bisa dibantu. Ada mikrofonnya. Boleh dipakai, Kak. Enggak bunyi, Mbak. Oh, tidak ada. Baik, saya akan ke belakang terlebih dahulu. MC harus jalan-jalan supaya lebih langsing lagi. Oh, sudah pastinya ini saya jalannya sambil sedikit berlari ala model [tertawa] yang detail I itu silakan yang di belakang. Terima kasih ee untuk kesempatannya. Memperkenalkan diri Mbak ya. Saya Navila Ikrima dari PKBI Jawa Timur. Ya, terima kasih untuk kesempatan ee hari ini. Ini kesempatan yang sangat luar biasa untuk saya. Saya mau bertanya ee ini mengenai suara perempuan ee Jawa Timur untuk Indonesia. Perempuan di dewasa ini sudah mulai berani untuk menunjukkan bagaimana perjuangannya, sudah berani dalam berbagai bidang, baik pekerjaan, politik ee maupun dalam bidang-bidang lainnya. Nah, namun ee saya sebagai ee masuk jenzi ya ini Kak ya. Nah, melihat di sosial media itu masih banyak sekali miskonsepsi bagaimana perjuangan perempuan ee disampaikan oleh beberapa dengan eh Missandri atau Aki. Oh, iya. Oke. Ee saya ulangi ya. Jadi konsep mengenai bagaimana perjuangan perempuan, bagaimana perempuan berdaya, bagaimana perempuan mampu menunjukkan kualitasnya masih banyak sekali disalah artikan dengan konsep misandri atau ee tidak menyukai laki-laki atau ee benci keberadaan laki-laki. Nah, seperti itu. masih banyak sekali di miskonsepsi seperti itu dan masih dianggap bahwa perjuangan perempuan dianggap sebagai bentuk persaingan, sebagai bentuk saya enggak mau kalah dengan arti yang negatif kepada ee laki-laki. Nah, itu bagaimana, Kak peran kita ini ee untuk menunjukkan bahwa kita ini ingin berjalan seiringan bersama secara ee setara begitu dengan laki-laki, bukan untuk mengungguli menyaingi. Nah, seperti itu. Mungkin itu dari saya. Terima kasih untuk kesempatannya. Iya. Oke, terima kasih dari PKBI. Terima kasih. Masih ada satu lagi di depan. Yang mana Ibu Pingkik? Yang ini? Iya, monggo. Iya, Ibu angkat tangannya. Kencang banget. Hati-hati, Bu. Kesli. Terima kasih. Terima kasih. Sangat luar biasa. Pada pagi hari ini, saya Sumi dari Aisyaah, Jawa Timur. Eh yang saya lihat tiga ini adalah perempuan-perempuan hebat di antara sekian yang hebat juga. Oke. Masyaallah. Terima kasih Bu. Satu pertanyaan Mbak Indri ya. Mbak siapa tadi? Mbak Mbak In. Mbak I kok iso diganti Indri? Siapa Bu? Indri Bu I. Mbak Ica. Kok Mbak Ica? Mbak I kok anj loh ya. Iya Mbak Ica. karena sudah ee melakukan banyak hal. Pintu masuknya sangat tepat kalau kita berbicara tentang perempuan. Tapi adakah di sana ee gerakan itu yang ee mitigasi bencana? Artinya mengurangi sisi kebencanaan juga lingkungan. Contoh teman-teman lagi fokus ini untuk ee melakukan bagaimana kita ee menjadi hidup yang lifestyle gitu ya. lifestyle yang seperti apa tapi yang ramah lingkungan. Adakah kemudian teman-teman dibekali itu juga? Misal kalau masih punya lipstik yang ini ya jangan berpindah ke yang lain. Kemudian kalau sudah punya baju yang ini juga jangan berpindah ke yang lain. Adakah kemudian teman-teman punya gerakan itu yang yang bisa mewarnai pintu masuk kita di sana? Begitu. Terima kasih. Saya kembalikan. Makasih Bu. Oke, terima kasih untuk semangatnya. Coba saya tanya lagi. Tanya ke siapa? Mbak yang sana siapa namanya? Ica. Nah, ya. Aza Maimuna, Maar Jeng Mbak Ica loh. Iya, terima kasih, Mbak. Ee apa itu namanya pertanyaannya tentang apakah kalau sudah punya lipstik satu harus ganti lipstik baru, punya baju satu harus ganti. Kalau mau beli baju yang baru yang lainnya boleh disumbangkan gitu ya. Dan di BK3S ada sarang lapak salurkan barang layak pakai gitu ya. Boleh dikirim untuk kami salurkan pada mereka yang membutuhkan ya. Kebetulan sambil promosi ya Bu ya. Terima kasih. Ee ada yang dari online silakan. Oke silakan yang dari online dengan siapa ini? Resen mungkin teman-teman tolong dipantau. Sudah sudah ada ini Bu. Oke, monggo. Wah, boleh agak turun, Mbak, kameranya. Yang terlihat hanya sebagian saja. Naik lagi. Naik lagi. Naik lagi. Turun lagi. Kameranya boleh turun lagi. Kameranya diturunkan. Kameranya diturunkan kembali atau kepalanya diturunkan? Waduh, jadinya menceng dong. Bu Pingki, [tertawa] Mbak. Halo. Belum belum kelihatan mulutnya, Mbak. Nun sewu, Mbak. ini Bu Nugroho mungkin beliau enggak anu ya enggak ng ya harus dipanggil Bu Nugroho ya Bu Nugroho monggo. Masih belum kelihatan Bu jangan malu-malu jangan malu-malu kucing Bu Ibu Nugroho. Mohon maaf agak sedikit tertegun. Benarkah saya gitu maksudnya? Iya, silakan. Terima kasih sudah dikasih kesempatan bergabung dengan Ibu-ibu Srikandi Hebat di webinar ini. Ee saya dari Puskesmas Pasirian, Bu. Wah, hebat. Di Kabupaten Sumajang yang lagi lagi Iya. Kena bencana dengan semerunya. Ee ini mungkin pertanyaan buat ibu-ibu yang ada di depan. Untuk suara perempuan sedikit curhat saja bagi kami ee suara perempuan masih belum begitu terdengar, Bu, kalau di daerah perifer. Kenapa bisa seperti itu? Ini contoh nyata yang kami rasakan di wilayah kami itu ada beberapa daerah yang sulit, terutama untuk kegiatan kesehatan utamanya di sini adalah kegiatan imunisasi. Jadi suara ibu-ibu itu jauh kalah dengan suara bapak-bapak. Walaupun sebetulnya undang-undang tentang perlindungan anak yang berkaitan dengan imunisasi itu sudah ada, Bu. Jadi di undang-undang itu disebutkan bahwa setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan itu untuk kegiatan di lapangan ternyata tidak sesimpel itu, Bu. Karena setiap pelaksanaan kegiatan kami harus meminta izin dulu persetujuan kepada orang tua. Yang dekat dengan kami adalah para ibu-ibu dan edukasi itu sudah cukup banyak kita berikan ke ibu-ibu. Akan tetapi nanti kembali lagi saya tidak berani Bu karena suami tidak memperbelitkan. Jadi untuk memperjuangkan hak darah dagingnya sendiri aja kalau di daerah periferir masih butuh effort besar. Bahkan saya tanya itu ada yang mengeluhnya begini, "Bu, kalau saya sampai cerai dengan suami saya gara-gara imunisasi, Bu Bidan, apakah tanggung jawab sampai seperti itu, Bu? Jadi untuk menyuarakan suaranya bagi putranya sendiri aja masih seperti itu untuk daerah beris apalagi untuk menyuarakan hak perempuan yang lain. Terima kasih. Mungkin itu curhat dan mungkin nanti ada kebijakan yang bisa kami lakukan untuk mengatasi permasalahan ini. Terima kasih kesempatannya. Saya akhiri. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Terima kasih Bu Nugroho Pramuka Ningsih yang sudah curhat tentang masalah ketidakadilan gender ya di Lumajang. Ini PR-nya ee Bu Novi, PR-nya ee Bupati Lumajang juga jangan hanya ngusur apa ngurusin penambangan pasir, tapi juga ngurusin yang vaksin-vaksin yang belum terjangkau. Terima kasih sudah berbagi. Ee masih ada lagi satu mungkin karena waktu masih ada. Silakan dari Jambi tadi mungkin ya. Silakan Ibu masih diunmute PB. Mbak Ibu asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Ya, terima kasih atas kesempatannya. Luar biasa ya Mbak Inca luar biasa sebagai orang milenial. Ee tapi di sini saya akan sampaikan bahwa saya sebenarnya tidak sependapat dengan yang tadi ditayangkan tentang Mbak Najwa Sihat mengatakan seolah-olah perempuan tidak berdaya. Kalau saya melihat perempuan itu luar biasa hebat. Kita sebagai seorang ibu mengurus anak-anak, mendampingi suami, kemudian mencari nafkah. Mungkin ee semua ibu-ibu juga melihat bagaimana di pasar-pasar kita melihat perempuan itu justru kalau dulu istilahnya adalah mencari nafkah tambahan tetapi sekarang banyak sekali perempuan-perempuan tersebut justru mencari nafkah utama suaminya diam di rumah. Itu kenyataannya begitu. Tapi memang mereka bukan di tempat yang favorit tentunya karena mereka tentunya tidak berdayanya mungkin dari segi pendidikan. karena sebagian besar perempuan masih berpendidikan. Nah, pada kesempatan ini yang kita bahas tentang peran milenial dalam wujudkan perempuan yang berdaya tentunya ada pertanyaan saya kepada Mbak I. Kira-kira karena memang saat ini perempuan itu luar biasa ya, jumlahnya mungkin seimbang antara laki-laki dengan perempuan. upaya-upaya apa yang harus dilakukan ya agar perempuan milenial tersebut menjadi orang-orang yang berdaya yang tidak menjadi orang pesimis karena umumnya seperti itu gitu. Mereka sebenarnya dari sudut pendidikan mereka sudah lumayan ya rata-rata sudah berpendikahan STA ke atas. Tetapi mereka memang sering karena perempuan mungkin lebih menonjol perasaannya. Mereka kadang melakukan sesuatu seolah-olah dia mikirnya gagal dulu gitu bukan mikir bahwa saya melakukan ini, saya pasti dapat ini. Nah, ini mungkin apa yang harus kita lakukan agar anak-anak perempuan milenial ini bisa menjadi orang-orang yang optimis. dan saling mendukung. Itu yang pertama. Yang kedua, perempuan ini kalau dia sudah sukses, sebagian besar mereka bukan mendukung yang sejenis, gitu. Jadi, mereka sering menganggap, "Ah, enggak akan mampu dia gitu." Jadi melecehkan perempuan lain. Nah, ini mungkin yang perlu kita lakukan. bagaimana agar hal yang seperti ini tidak terjadi. Kemudian yang ketiga, Mbak Ia, biasanya perempuan perempuan yang telah berkarir itu umumnya ee tidak menikah. Apakah karena memang ee tidak ingin menikah atau memang sulit mencari pasangan ini? Kira-kira apa sih penyebabnya? Itu saja yang saya ingin tanyakan. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Ibu Enanda Lita dari Jambe yang telah berbagi pada kita semua. Monggo ini bisa direspon oleh Mbak Ia juga sekaligus Bu. Monggo silakan. Jadi beberapa hal tadi disampaikan secara offline tadi ee untuk Mbak Ija tapi juga ee Bu Ani juga bisa menyampaikan. Pada intinya sebetulnya yang ingin saya respon bahwa itu tadi adalah sebagian adalah masalah stereotype gender juga. Kalau perempuan yang sukses tuh biasanya enggak ngurusin rumah tangga gitu ya. Ee atau bahkan antara pekerjaan publik seperti yang dilakukan Bu An ini dianggap sebagai sesuatu yang apa? Apakah nanti rumah tangganya baik? Enggak. Saya kadang-kadang sampai bosan ketika orang bertanya di hari ibu adalah ee bagaimana Ibu Pingkiy membagi waktu antara pekerjaan dan rumah tangga. Lah kok Bapak-bapak itu enggak pernah ditanya ya bagaimana membagi pekerjaan antara keluarga dan juga pekerjaannya. Padahal kita semuanya sama-sama gitu ya. Jadi dan yang paling penting ibu-ibu dan bapak sekalian termasuk sobat ASN bahwa ibu rumah tangga itu juga karir ya. Jangan mengatakan bahwa ibu rumah tangga pekerjaannya apa? Hanya ibu rumah tangga. No no no no ya. Ibu rumah tangga itu luar biasa. Kita beri tepuk tangan untuk ibu rumah tangga yang mendedikasikan. Beliau adalah profesi yang luar biasa dari bangun tidur sampai dari membangunkan sampai menidurkan, dari membuka pintu sampai menutup pintu, dari menyalakan lampu sampai mematikan lampu. Enggak ada selesainya tugas seorang ibu rumah tangga. Jadi jangan pernah meremehkan pekerjaan ibu rumah tangga yang kalau dihitung semua mulai dari pengasuhan, masak, klining, itu maka gajinya harus amplopnya dobel 7 sampai 8 amplop gitu ya. Ya, jadi jangan pernah ee lupa menghargai peran ibu rumah tangga. Monggo para narasumber yang hebat silakan Mbak Ica dulu. Terima kasih Bu Pingki. Ee pertanyaannya banyak sekali ya Bu ya. Semoga saya ingat semua. Ee untuk pertanyaan terakhir tadi ee saya agak lupa tadi saya menyampaikan tentang kutipan Najhab. Saya kira justru Najwa Sihab di sini memastikan bahwa ee dia mendukung perempuan yang punya keinginan untuk berpolitik. Justru pertanyaannya adalah ketika itu Najo Sihap disuruh memilih A itu laki-laki, B itu perempuan sama-sama mau masuk terjun di dunia politik. Dia ditanya pilih pilih siapa? Lalu yang dia pilih adalah yang B. perempuan dari kalangan artis yang mungkin bagi sebagian masyarakat belum diyakini kemampuannya. Dia memilih perempuan. Kenapa perempuan? Karena ya saya memilih dia perempuan yang mau mencoba. Kita harus kasih kesempatan dia untuk mencoba. Itu ketika itu Nazb seperti itu. Nah, yang kedua Nazwa pernah menyampaikan ketika dia ditanyai disuruh memilih seperti apa yang sudah sampaikan Bu Pinkki tadi. Ee pilih mana? Wanita karir atau ibu rumah tangga? Nah, ee menjawab waktu itu, "Kenapa saya harus diberi pilihan kalau saya bisa lakukan dua-duanya?" Nah, artinya tidak boleh sekarang, zaman sekarang kita disuruh memilih. Kedua hal yang bisa kita lakukan bersama-sama. Kalau tadi Ibu dari Jambi mengatakan ee secara umum wanita berkarir itu susah dapat jodoh gitu kan, tidak mau menikah. Saya kira justru sebagian kecilnya mungkin yang punya pemikiran seperti itu. Karena saya pribadi walaupun berkarir saya sangat mendambahkan menjadi seorang ibu ingin mendidik anak-anak saya. Nah, contoh nyatanya adalah ibu saya juga berkarir seorang ASN yang berangkat 0.30 pagi pulang jam .00 sore. Tapi sekalipun saya tidak pernah tidak sarapan masakan mama saya. Tidak pernah sekalipun saya mengingat mengerjakan PR tanpa mama saya. Seingat saya tidak sekalipun saya ikut karnaval tidak diantar mama saya ke salon sampai diantar sampai finish. Artinya apa? Tergantung peran masing-masing. Kalau ibu rumah tangga tapi di rumah hanya mainan HP, lihat TikTok, goyang-goyang begini-begini, ya kan? Ya, itu artinya ibu rumah tangga yang tidak menjalankan profesinya secara maksimal atau kita kasih pilihan wanita karir tapi dia sangat bisa memanage waktunya sehingga anak-anaknya tidak kehilangan sosok ibunya. Saya kira itulah ibu yang baik yang sesungguhnya. Jadi tidak boleh seorang perempuan justru memilih. Karena saya yakin dan kita mungkin bapak-bapaknya di sini karena lebih sedikit saya jadi berani bilang bahwa perempuan itu multitasker ya Bu ya. Sambil gendong bisa malik tempe ya, Bu ya. Sambil gendong ngulek sambal ya, Bu ya. Dandan sambil nyetir. Saya pernah Bu, saya dandan sambil nyetir mau bekerja pakai alis masang bulu mata saya bisa Bu walaupun bahaya. Artinya apa? Perempuan itu bisa melakukan banyak hal di satu kesempatan. Saya sangat setuju kalau Bu Bingkiy bilang gajinya harus dobble. Gaji guru les ngerjakan PR ya, Bu ya. Ada sendiri gaji masak sebagai koki ya, Bu ya. gaji nanti mengerjakan rumah tangga ada harus harus harus seperti itu. Jadi saya kira memang pekerjaan ibu rumah tangga ketika seseorang memilih menjadi ibu rumah tangga kita harus hargai karena itu adalah sebuah pekerjaan juga itu ya Bu ya. Itulah yang harus kita tekankan di situ. Ee yang saya ingat lagi pertanyaan pertama tadi ee bagaimana kalau laki-laki menganggap perempuan-perempuan yang mengajukan atau menyuarakan emansipasi perempuan itu adalah orang perempuan-perempuan yang membenci laki-laki? Terus terang ketika sepanjang saya melakukan itu, saya tidak pernah belum pernah ee menerima ee menerima serangan seperti itu oleh laki-laki. Artinya kita harus pandai-pandai memilih cara dan memilih ee memilih jalur yang bagus, memilih cara yang bijak untuk menyuarakan gerakan emansipasi ini. Saya kira walaupun laki-laki menyuarakan misalnya contoh tentang poligami misalnya dengan cara yang salah, saya kira ibu-ibu di sini pasti akan melawan gitu kan. Tapi kalau ada yang menyampaikan dengan cara yang ee masuknya dengan cara yang baik, menyampaikan dengan cara yang santun, memberikan alasan yang ee bisa diterima dan dengan cara yang melembutkan hati perempuan, saya kira juga ada ibu-ibu yang memilih menerima untuk di poligami. Nah, kembali lagi ke dengan cara penyampaiannya seperti itu. Iya. Jadi itu soal cara pandang ya. bagaimana mindset kita tentang keberdayaan perempuan sebagai ancaman ya tentu akan melihatnya itu tidak mendari dari kacamata positif. Tapi seorang filsuf eh apa John Stuart Mill mengatakan apabila separuh penduduk dunia yang namanya perempuan itu tidak berdaya dan tidak sejahtera, maka seluruh populasi penduduk juga tidak akan sejahtera. Artinya bahwa kemandirian, keberdayaan, kesejahteraan perempuan bukan hanya untuk perempuan sendiri tapi untuk bangsa dan negara. Selanjutnya Ibu Ani silakan ya. Terima kasih. Ada seorang penyair ternama namanya ee Hafiz Ibrahim. Beliau menyampaikan, "Al umummu madrasatul ula." Bahwa ibu adalah pendidikan pertama bagi putra-putrinya. Artinya bahwa penerang masa depan seorang anak itu ditentukan dari keluarga. Keluarga di situ adalah ibu. Begitu juga ketika ada sahabat tanya kepada Rasulullah dalam sebuah hadisnya, "Ya Rasul, siapakah orang yang harus kati?" Jawabannya adalah alummu. Ibumu. Ditanya lagi, ibumu. Ditanya lagi sampai tiga kali baru yang keempat adalah bapakmu. Nah, artinya di sini para peserta webinar bahwa perempuan itu dari nasnya itu sudah luar biasa. Tetapi saya sepakat dengan penanya tadi, kenapa yang luar biasa seperti itu tapi seringki tidak terharga? Seringki itu dianggap wajar. Malah yang jadi ironis adalah bahwa baik tidak anak bergantung kepada ibunya. Ketika anak jelek, hasilnya jelek, pasti yang dimarahi adalah ibunya. Padahal betul dikatakan Bu Pingki itu adalah tanggung jawab bersama. Tapi faktanya tidak demikian. Hingga hari ini, sekalipun hari ini sudah dunia modern dan ee apa ya strata pendidikan kita termasuk di Indonesia sekalipun sudah meningkat tapi itu menjadi stigma yang terdoktrin. Apa kemudian yang harus dilakukan oleh kita semuanya? Tentu ini tidak dilakukan oleh perempuan saja, tetapi oleh masyarakat. Artinya masyarakat berarti ada perempuan dan laki. Hanya saja yang harus mengawali melakukan itu adalah perempuan. Karena di diri perempuan itulah yang terdiskriminasikan. Tanpa terasa itu adalah bentuk diskriminasi. Tanpa terasa itu adalah bentuk pelecen. Tanpa terasa itu adalah bentuk penghargaan bahwa perempuan pada posisi second line. Apa yang harus dilakukan perempuan? perubahan mindset kita harus melakukan, kita harus berani mendobrak bagaimana kemudian perempuan bersuara terus. Forum seperti ini kekurangannya adalah komposisi peserta masih 99% adalah perempuan. Itu salah satu kelemahan kita. Kenapa setiap penyelenggaraan event-event yang berbau kesetaraan gender perempuan, peserta perempuan adalah dominan? Ini salah satu kelemahan kita sesungguhnya. Maka rekomendasi nih Bu Bu Kadis ya Bu Kadis perlu ada forum-forum ya. perlu ada forum-forum yang terkait dengan kebijakan ya sebut saja gender mainstreaming pesertanya adalah laki-laki. Coba kita komparasikan nanti kalau itu sering dilakukan oleh tentu pemerintah yang lebih dulu baru kemudian lembaga-lembaga NGOJO, lembaga organisasi aktivis-aktivis sosial dan saya yakin yang melakukan begitu organisasi-organisasi ee non pemerintah juga perempuan, acaranya perempuan, pesertanya perempuan, temanya perempuan lagi-lagi ya jeruk makan jeruk. Mana mungkin akan terbuka mindset ketika kita ya jeruk makan jeruk lah. Ini ee autokritik untuk saya juga. untuk saya juga yang pasti kalau kaitannya dengan polise sesuai dengan tupoksi kami adalah pada regulasi dan budgeting kami sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan itu. Satu di antaranya Perda perlindungan perempuan anak dari kekerasan sudah ada di Jawa Timur. Perda terkait dengan konstruksi yang gender mainstreaming Jawa Timur sudah ada. Bagaimana jambanisasi itu tidak memakai kloset jongkok, tetapi kloset duduk. Bagaimana konstruksi jembatan tidak perlu ada lubang tetapi harus tertutup. Bagaimana pedestrian harus mulus, tidak perlu berlekok-lekok, ber apa ini namanya? Teras siring itu loh apa gitu. Itu naik turun naik turun naik turun itu sudah ada perda di Jawa Timur. Dan lagi-lagi itu adalah inisiasi dari DPRD. Begitu juga ketika sampai kemudian Jawa Timur mendapatkan penghargaan dari Pak Jokowi penanganan tercepat dalam persoalan COVID ini adalah Perda ee karena kita membikinkan Perda yang itu juga inisiasi DPRD. Artinya kalau kaitannya dengan tupoksi kami, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk ee lakukan tinggal bagaimana implementasinya, bagaimana kemudian mindset itu terbuka untuk semuanya. Bahwa tanggung jawab keluarga adalah tanggung jawab bersama, bahwa kehebatan keluarga adalah kehebatan bersama. Tetapi kembali kepada ee apa penghargaan kepada perempuan. Sesungguhnya mulai dari hadis Nabi tadi itu kemudian ada syiir yang maaf maqalah yang disampaikan oleh Hafiz Ibrahim tadi itu menunjukkan bahwa perempuan yang hebat, perempuan aktivis, perempuan yang ee apa ya yang sukses menandakan juga keluarga dan anaknya yang sukses. pula ica adalah bagian dari persoalan yang sudah terjawab bahwa perempuan yang tidak banyak di rumah ternyata memunculkan kader seperti IC. Artinya apa? bahwa iya kesuksesan seorang anak, kesuksesan kader bangsa bukan ditentukan pada frekuensi ketemuannya, tetapi yang menentukan adalah kualitas pendidikan, kualitas pendampingan, keluat kualitas bimbingan, kualitas pembinaan. Ketika Ibu sukses, pasti di situ ada kapasitas. Ketika ibu ada kapasitas, so pasti dijamin anaknya berkualitas. Betul untuk kita semuanya? Saya yakin yang hadir di sini adalah ibu-ibu yang sukses. Saya jamin ibu-ibu yang sukses di sini anaknya pasti sukses. Sukses untuk kita perempuan semuanya. Amin. Amin. Ini kalau kampanye sudah masuk ini tadi. Iya. Kayaknya kalau saya bisa milih, saya pilih di [tertawa] Baik. Terima kasih Mbak Ia, terima kasih Bu Ani. Luar biasa ya. Kita semua hadir di sini adalah apa? Menjadi sebuah gerakan bersama dalam me apa? Menjangkau mereka-mereka yang mungkin belum terjangkau. Lalu kemudian memunculkan mereka-mereka yang masih tersembunyi dan menyuarakan mereka-mereka yang masih membisu. Dari suara perempuan Jawa Timur untuk Indonesia berdaya dan maju. Selamat merhaakan Hari Ibu tahun 2022. Terima kasih banyak. Kami haturkan terima kasih tentunya untuk moderator kita yaitu Ibu Dr. Pink Saptandari, Dranda, MA dan juga narasumber kami pastinya yang telah menyempatkan waktunya yang juga kehadirannya untuk berbagi. I sebagai penutup saya boleh pantun enggak? Kayaknya saya afdol ya punya hutang. Punya hutang tadi katanya Bu Pingki harus berpantun. Saya belajar tadi Bu di kursi saya harus punya pantun. Sudah belajar. Semoga saya saya enggak lupa ya Bu ya. Jalan-jalan ke Surabaya cakep. Berangkat malam dari Banyuwangi. Cakep. Suara perempuan Jawa Timur harus berjaya dan selamat hari Ibu untuk ibu-ibu hebat dan saya kagumi. We keren banget. Terima kasih untuk menjawab enggak? Boleh dijawab. Boleh. Boleh. Kita akan menjawab nanti Ibu di sini kalau mau jawab juga boleh. Akhirnya kita jawab sampai jam . Bu juga harus boleh. Silakan silakan silakan berlayar ke Karimun. Cakep. Cakep. Membawa kelapa puan dan ikan belanang. Cakep. Mari sama-sama berhimpun untuk perlindungan perempuan dan anak. Ye. Ibu Ani. Bu Ani ada, Bu? Ibu Ani ada, Ibu. Iya. Buah nangka, buah belimbing. Itulah itulah nama buah-buahan. [tertawa] Cakep ya kan? Dirujak ya, Bu ya? Iya. Iya. Terima kasih ya. Terima kasih banyak. Jadi pengin pantun lagi kan ya. [tertawa] Nah, terima kasih untuk Ibu Hajah Ani Maslaha selaku narasumber kita dan juga Ibu Raiza Fitri Aninda, S.H., MKN selaku narasumber kentunya. Dan kali ini kami akan memberikan cendera yang akan langsung diberikan kepada Ibu Novi ya untuk para narasumber dan juga moderator yang sudah men-support acara tentunya ASN belajar webinar seri ke-47. Ini dia persembahan dari kami kenang-kenangan nantinya boleh kasih tepuk tangan dulu. Semoga nantinya bekerja bisa berlanjut sampai ke depannya. Terima kasih untuk supportnya untuk acara ASN Belajar webinar seri ke-47. Ini dia untuk Mbak Icha. Boleh berikan tepuk tangan yang meriah Bapak dan Ibu. dan kami harapkan untuk bisa berfoto bersama. Kami persilakan yang ingin mengabadikan momen untuk foto bersama kali ini. Ibu Kajati saya persilakan untuk bisa hadir dan juga berfoto bersama. Ibu Dharma Wanita, Ibu-ibu Dharma Wanita, monggo perwakilannya monggo. PK dari tim penggerak PKK yang mewakili. Silakan, Ibu maskernya bisa dilepas dulu untuk berfoto bersama. Terima kasih banyak. Mari kita berikan tepuk tangan yang meriah Bapak dan Ibu ya. Untuk memperingati Hari Ibu kali ini, ASN belajar memberikan satu yang spesial untuk wanita Indonesia. Kami persilakan untuk moderator, narasumber, dan berikut para undangan untuk bisa kembali ke tempat yang telah disediakan. Dan pastikan jangan ke mana-mana karena acaranya masih belum selesai. Terima kasih banyak ngih Ibu untuk supportnya yang sangat luar biasa di acara ASN belajar webinar seri ke-47. Persilakan Anda untuk bisa kembali ke tempat yang telah kami sediakan. Dan kali ini marilah bersama-sama kita melihat. Dan kali ini tentunya terima kasih banyak untuk seluruh rekan-rekan yang sudah hadir di webinar ASN belajar seri 47. Dan saya ingin juga mengumumkan kali ini untuk pemenang-pemenang pantun ya yang via Instagram ataupun juga di sini yang sudah ikutan untuk meramaikan pantunnya. Untuk pantun yang beruntung kali ini saya ucapkan selamat yang pertama untuk Ferry GS. Oke, untuk Feri GSC pantunnya kata lain imut adalah comel. Kata lain angin adalah Bayu. Walaupun ibuku terkadang suka ngomel, tapi aku selalu love you. Oke, selamat ya. Dan yang berikutnya kami ucapkan selamat untuk @liia.zzakia yang kali ini pantunnya adalah jalan-jalan ke kota Lamongan. Ada diskon murah beli buah-buahan. Semua perempuan mampu berperan. Jangan takut bersuara demi perubahan. Waduh. Dan kali ini untuk pantun yang ketiga saya ucapkan selamat untuk @ Riani Fitri. Sepeda motor beroda dua. Waduh, kalau tiga namanya becak, Mbak. Nah, ini melaju menuju pasar raya. Wanita terbaik di dunia ialah ibuku tercinta. Wow, keren sekali. Dan tentunya juga terima kasih untuk para pihak yang telah mendukung acara ASN Belajar seri ke-47. Kami ucapkan terima kasih untuk Ibu Igusti Ayu Bintang Darmawati selaku Menteri Pemberdaya Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Kami ucapkan terima kasih untuk Bapak Dr. Andes Beni Sampirwanto, M.Si. selaku asisten pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Jawa Timur. Dan juga terima kasih kepada Fitri Aninda, SH. MKn selaku Wakil DPRD Provinsi Jawa Timur. Dan juga kami ucapkan terima kasih untuk Ibu Dr. Pinkki Saptandari, Dranda, MA, Ketua Umum dan Koordinasi Kegiat Kesejahteran Sosial Jawa Timur. Dan tentu saja jangan lupa untuk bisa langsung mengisi presensinya sampai dengan pukul 2359 waktu Indonesia Barat tidak menerima permintaan e-sertifikat sesudah tanggal 17 Desember 2022. Dan jangan lupa kalau tidak ada NIP-nya bisa gunakan NIK. Jadi kalau tidak punya NIP Anda bisa menggunakan NIK. Dan tentunya juga jangan lupa langsung klik bit.l/hadir Harihibu 2022. Nanti kami tunggu sampai dengan 17 Desember 21 waktu Indonesia Barat. Untuk kontak person WhatsApp-nya 9.00411. Dan kali ini jangan lupa masih ada ASN belajar seri ke-48 yang biasanya diadakan hari Kamis. Spesial untuk minggu depan akan diadakan pada hari Jumat ya. Jadi jangan lupa ya untuk bisa ikutan semuanya pada hari Jumat besok tanggal 23 Desember 2022. Dan tentunya kali ini terima kasih banyak sudah terselenggara acara SN belajar 47 dipersembahkan BPSDM Provinsi dan juga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Wibro Communication. Kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk para ibu-ibu cantik yang sudah hadir maupun online ataupun juga offline. Dan tentunya untuk seri ke-48 adalah pembicaranya Reenald Kasali. Wow, keren banget dong. Kita kasih tepuk tangan dong. Dan acara baru berlangsung. Acara akan selesai besok ya, Ibu-ibu semuanya sudah siap, Bu? Loh, opo semuanya? [tertawa] Ana opo? Acaranya masih belum selesai. Untuk yang offline ya, spesial offline acaranya belum selesai. Akan dilanjutkan langsung tentunya setelah ini ada forum grab, ada forum group discussion. Langsung saja di ruangan sasana praja tetap di bersama Mbak yang cantik yang satu ini. Tempat dan waktu saya persilakan dan tentunya saya Devi Santi pamit undur diri. Terima kasih banyak. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bertemu lagi di lain kesempatan. Salam sehat selalu. Sampai jumpa acara langsung saja saya kembalikan.