Resume
FaotikJIM4o • Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) BPSDM Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri Tahun 2022 (PART 2)
Updated: 2026-02-12 02:05:18 UTC

Berikut adalah rangkuman komprehensif dan terstruktur dari transkrip acara Rakornas BPSDM Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri Tahun 2022.


Rakornas BPSDM 2022: Rekomendasi Strategis, Inovasi Marketplace Diklat, dan Penutupan di Jawa Timur

Inti Sari (Executive Summary)

Video ini mendokumentasikan sesi penutupan Rakornas BPSDM Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri Tahun 2022 yang diselenggarakan di Sasana Praja, Jawa Timur. Acara ini menampilkan pembacaan rekomendasi strategis terkait pengembangan kompetensi teknis dan manajerial aparatur, pengumuman inovasi marketplace diklat untuk ASN, serta arahan tindak lanjut mengenai alokasi anggaran dan evaluasi kinerja daerah oleh Kepala BPSDM Kemendagri. Kegiatan diakhiri dengan apresiasi kepada tuan rumah, sesi foto bersama, dan penutupan resmi.


Poin-Poin Kunci (Key Takeaways)

  • Rekomendasi Strategis: Tekankan pada penguatan kompetensi teknis melalui blended learning, perbaikan infrastruktur, dan peningkatan kapasitas LSP-PDN serta pelatih.
  • Alokasi Anggaran: Diinstruksikan agar Pemerintah Provinsi mengalokasikan minimal 0,324% dan Pemerintah Kabupaten/Kota 0,16% dari total belanja daerah untuk pengembangan kompetensi.
  • Inovasi Digital: Peluncuran rencana pembangunan portal "Marketplace Diklat" untuk memfasilitasi 32 urusan pemerintahan konkuren dan pemenuhan 20 JP bagi ASN.
  • Evaluasi Kinerja: Akan diterapkan sistem zonasi (Blue, Middle, Below Zone) berdasarkan kepatuhan anggaran dan program kompetensi, dengan evaluasi langsung oleh Gubernur.
  • Moment Budaya: Acara dimeriahkan oleh penampilan paduan suara BPSDM Jawa Timur, rekap kegiatan di Sungai Kalimas, serta undangan wisata ke Bromo bagi peserta.

Rincian Materi (Detailed Breakdown)

1. Pembukaan Sesi dan Hiburan Budaya

Sesi penutupan dimulai dengan sambutan hangat di Sasana Praja BPSDM Provinsi Jawa Timur. Acara dimeriahkan oleh:
* Paduan Suara BPSDM Jawa Timur: Menampilkan lagu-lagu daerah dan nasional. Para pegawai berlatih intensif 4 jam sehari setelah jam kerja. Mereka mengenakan busana adat: wanita memakai Kebaya Kartini dengan bang-bangan Madura, dan pria memakai beskap Madura, udeng, serta sembong.
* Rekapitulasi Kegiatan: Diputar tayangan video mengenai kunjungan malam sebelumnya di Sungai Kalimas yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Peserta diimbau untuk mengunggah foto dan video ke media sosial dengan tagar terkait BPSDM Jatim dan Gubernur.
* Informasi Wisata: Panitia mengundang peserta untuk wisata ke Bromo malam itu juga (berangkat pukul 00.00) untuk menyaksikan matahari terbit, dengan imbauan membawa pakaian hangat karena suhu dingin.

2. Pembacaan Rekomendasi Rakornas

Dr. Andes Dian Andi Permana, M.Si. (Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Teknis dan Fungsional) membacakan rekomendasi hasil diskusi kelompok 1-4, yang meliputi:
* Pengembangan Kompetensi Teknis: Diselaraskan dengan prioritas pembangunan nasional dan daerah (RKPD). Metode pembelajaran menggunakan blended learning (luring dan daring).
* Infrastruktur dan Fasilitas: BPSDM Provinsi dan PKP SDM Kab/Kota wajib meningkatkan sarana dan prasarana pembelajaran.
* Sertifikasi Kompetensi: Penguatan LSP-PDN untuk pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UJK) dengan jaminan mutu dari Kemendagri.
* Peningkatan Kapasitas Widyaiswara: Pelatihan bagi widyaiswara dan pejabat fungsional lainnya melalui program Kemendagri maupun kerja sama provinsi.
* Pengawasan: Mekanisme pengawasan berjenjang dari Kemendagri ke BPSDM Provinsi, lalu ke BPSDM Kab/Kota.
* Kebijakan Anggaran: Mengacu pada surat Sekjen, alokasi anggaran minimal 0,34% untuk Provinsi dan 0,16% untuk Kab/Kota pada APBD tahun berikutnya.
* Layanan Terpadu: BPSDM Provinsi dan BKPSDM Kab/Kota menyediakan one-stop service untuk pengembangan kompetensi PNS maupun non-PNS.

3. Arahan Penutup oleh Kepala BPSDM Kemendagri

Dr. Sugeng Haryono memberikan sambutan penutup dan arahan strategis:
* Tindak Lanjut Rakornas: Hasil diskusi akan dilaporkan kepada Mendagri dan disinkronkan ke dalam regulasi turunan, termasuk Permendagri tentang penyusunan RKPD, APBD, dan kebijakan pengawasan (MP4).
* Inovasi Marketplace Diklat:
* Pengembangan portal yang ditingkatkan menjadi konsep marketplace bagi Pemda untuk mengakses program pengembangan kompetensi dari Kementerian/Lembaga.
* Portal ini diharapkan menjadi "satu pintu" untuk 32 urusan pemerintahan konkuren.
* Memudahkan ASN memilih diklat sesuai jabatan, unit, dan kebutuhan guna memenuhi kewajiban 20 JP (PP 11/2017).
* Model Pertemuan ke Depan: Diusulkan agar model koordinasi serupa dilakukan di setiap provinsi (melibatkan kab/kota) setiap tahun, serta Rakornas nasional dilakukan minimal setahun sekali.
* Sistem Evaluasi dan Penghargaan:
* Gubernur selaku wakil pemerintah pusat akan mengevaluasi kinerja Bupati/Walikota dalam forum koordinasi.
* Kriteria evaluasi meliputi kepatuhan alokasi anggaran (0,324% untuk Prov, 0,16% untuk Kab/Kot) dan pelaksanaan program kompetensi.
* Pembagian zona kinerja: Blue Zone (di atas standar), Middle Zone, dan Below Zone. Penghargaan akan diberikan kepada yang berkinerja baik.
* Apresiasi: Ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Gubernur Khofifah, Kepala BPSDM Jatim, dan seluruh peserta (sekitar 9000 orang, luring dan daring).

4. Penutupan Resmi dan Sesi Foto

  • Puisi Penutup (Panton): Perwakilan tuan rumah menutup acara dengan membacakan sebuah panton (pantun) yang berisi ucapan terima kasih, semangat kolaborasi, dan salam hangat dari Jawa Timur bagi para pencetak SDM aparatur.
  • Sesi Foto Bersama: Diinstruksikan untuk foto bersama Kepala BPSDM Kemendagri, para Kepala Pusat, dan Kepala BPSDM Provinsi seluruh Indonesia. Peserta diminta melepas masker sebentar saat berfoto.
  • Penutup: Acara resmi ditutup pada hari Rabu, 29 Juni 2022, diakhiri dengan doa dan nyanyian lagu "Bagimu Negeri".

Kesimpulan & Pesan Penutup

Rakornas BPSDM Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri 2022 di Jawa Timur telah berhasil merumuskan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas SDM aparatur melalui penguatan regulasi anggaran, inovasi digital berbasis marketplace, dan mekanisme evaluasi kinerja yang ketat. Kepala BPSDM Kemendagri menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan aparatur yang kompeten. Acara ditutup dengan nuansa kekeluargaan dan harapan untuk pertemuan strategis berikutnya di Jakarta.

Prev Next