Transcript
ESPBS7QMZsg • Webinar 139 Dari Emisi ke Penyakit: Dampak Kesehatan Polusi Udara
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0173_ESPBS7QMZsg.txt
Kind: captions Language: id Asalamualaikum warahmatullahi wabarak. wabarakatuh. Waalaikumsalam rekan sekalian ya. Ya, selamat siang Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang kembali di webinar Eko ke-139. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu semua yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini. Dan hari ini webinar Edu akan mengangkat tema dari emisi ke penyakit dampak kesehatan polusi udara. Dan perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Baik Bapak Ibu semuanya sebelum kita mulai webinar pada siang ini, alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing. Untuk itu berdoa dipersilakan. Doa dicukupkan. Untuk acara selanjutnya, mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak Ibu untuk duduk tegak. [musik] Baik ee Bapak Ibu semuanya untuk selanjutnya izinkan saya mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami, yakni yang pertama adalah pelatihan perhitungan emisi gas rumah kaca atau GRK dan perdagangan karbon gelombang 22 mohon maaf gelombang 22 yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 hingga 23 Januari 2026. Kemudian pada minggu yang sama yaitu kami akan mengadakan pelatihan pemodelan kualitas air sungai Qual tuki dan wasp gelombang 21 dan yang di mana untuk kedua pelatihan ini Bapak Ibu cukup melakukan biaya investasi sebesar Rp3.600.000 karena untuk harga early bird-nya ini sudah selesai Bapak Ibu semuanya. Namun tidak perlu khawatir pada tanggal pada tanggal yang sama juga tanggal 19 hingga 23 Januari 2026 kami juga di sini akan akan mengadakan pelatihan dengan sertifikasi BNSP yaitu pelatihan dan sertifikasi penanggung jawab pengendalian pencemaran udara atau PPPU gelombang 4 yang di mana untuk ee pelatihan ini mendapatkan diskon 10% apabila Bapak Ibu melakukan pembayarannya hingga 18 Januari. 2026. Baik, untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi admin kami di Anto dan Nisa. Kemudian juga kami memiliki ee sosial media yang dapat dikunjungi dapat dikunjungi melalui Instagram, YouTube channel, Facebook X dan juga website resmi kami di www.ecoedu.co.id. Dan juga apabila Bapak Ibu yang tertarik langsung untuk mendaftar, silakan diakses saja pada pendaftaran.co.id. Dan selain itu juga kami terdapat inhouse training yang dapat dilakukan secara offline maupun online sesuai dengan permintaan dari instansi atau perusahaan Bapak Ibu semuanya. Jadi kami tunggu Bapak Ibu semuanya di pelatihan kami. Oke. Baik Bapak Ibu. Selanjutnya kita akan langsung saja masuk pada kegiatan utama kita yang di mana webinar kali ini akan berdiskusi mengenai dari emisi ke penyakit, dampak kesehatan, polusi udara, dan tentu saja kami juga telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan wawasan materi wawasan dan materi yang bermanfaat ini. Dan baik ee perkenankan saya untuk memperkenalkan narasumber kita hari ini yaitu ada Prof. Dr. Haryanto, SKM, MKes, MSC. Beliau merupakan guru besar kesehatan lingkungan di Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Ketua Pusat Riset Perubahan Iklim Universitas Indonesia. Dan kebetulan juga Prof. Budi sudah ada di dalam ruangan Zoom. Selamat pagi menjelang siang, Prof. Budi. Iya, selamat pagi. Ya, bagaimana Prof kabarnya? Alhamdulillah sehat. Salam sehat ya untuk semuanya ya. Amin ya rabbal Amin ya rabbal alamin, Prof. Mudah-mudahan kita semua dalam lindungan kesehatan ya. Baik Prof. Mungkin sebelum kita mulai izinkan saya untuk menyampaikan beberapa teknis terlebih dahulu. yaitu yang pertama adalah untuk pemaparan akan dilaksanakan selama 1 seteng jam kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang di mana sesi tanya jawab ini akan menggunakan aplikasi Slido dan juga tanya jawab langsung secara tanya jawab secara langsung di dengan peserta Zoom dan baik untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada Prof. Budi dan kepada Bapak Ibu semuanya selamat mengikuti acara webinar ini. Baik, terima kasih. Selamat pagi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat ya, salam sejahtera untuk ee kita semua. Saya akan share screen dulu. Oke, mudah-mudahan sudah terlihat ya. Ee sudah ya, Prof. Oke. Ee baik, sesuai dengan ee yang dijadwalkan ee saya diminta untuk mengisi ee tentang polusi udara ya khususnya namun ee ee lebih ke efek kesehatannya, efek penyakitnya. Nah, ini sebenarnya yang masih ee banyak kita ee kalau boleh mengatakan kita abaikan ya. Nah, untuk itu ee saya sangat ee menghargai sekali ee diundang untuk sharing ini di ee teman-teman semuanya karena kami sudah melakukan bertahun-tahun untuk melakukan riset-risetch yang tujuannya adalah untuk membuktikan memberikan bukti ee kepada para pembuat keputusan, para akademisi dan bahkan di seminar-seminar internasional ya ee yang mereka juga melakukan hal yang sama ee untuk menggugah ee para decision maker yang ada di Indonesia terutama ee bahwa selama ini kita sudah eh suffering ya sudah suffer sudah menderita karena adanya polusi udara itu Tapi kenapa kok mereka tidak menyadari itu semua atau sadar-sadar sedikit? Maka ee mari kita ikuti sama-sama ya apa yang terjadi sebenarnya. Oke. Ee ini adalah ee judulnya dari emisi ke penyakit ya dampak kesehatan polusi udara. Kita mulai saja. ini ee seperti tadi saya sebut bahwa polusi udara itu ee merupakan risiko terbesar kesehatan lingkungan global ya. Jadi di seluruh dunia ini ee masalah polusi udara memang menjadi ee hal yang penting ya. Nah, ini ee dikeluarkan oleh eh World Health Organization ya. Jadi regresisi kesehatan dunia di bawah PBB tahun 2019 bahwa dari 10 penyakit, 10 ancaman penyakit di global ini, di planet kita ini yang terbesar risikonya karena polusi udara. Jadi polusi udara yang terbesar. Nah, ee ini ee sudah tentu melebihi dari ancaman ee pencemaran air ya ancaman pencem ee kontaminasi makanan dan yang lainnya. Nah, ee seluruh dunia juga konsent upaya-upaya yang dilakukan luar biasa yang berhasil ee itu adalah ee Cina dan sekarang lagi dipubuhi oleh ee Thailand ya itu ee mereka menunjukkan progres yang sangat-sangat ee signifikan ee dalam upaya menurunkan polusi daerah dan utamanya adalah melindung lindungi warganya akibat penyakit-penyakit dari polusi udara. Baik, ini ee yang dirilis tahun 2025 kemarin oleh eh Soga ya singkatannya Soga, State of Global Air tahun 2025 ini bisa di-download ya. Nah, jadi tinggal cari aja Soga State of Global Air eh 2025 itu yang terbaru tiap tahun mereka merilis itu ee lumayan ya sekitar 200 halaman gitu. Tapi bagus kalau punya itu punya ee pegangan ini karena ini adalah fakta-fakta yang terjadi di dunia tentang polusi udara. Nah, ee orientasinya juga kembali lagi ketika ngomong polusi udara, maka yang diomongin adalah bagaimana dampaknya, bagaimana akibatnya terhadap manusianya. Nah, dari di awal ee dari ee laporan ini selalu disebutkan adalah efek polusi udara terhadap kematian. Ya. Jadi kita bisa lihat di sini, jadi sekitar 8 juta orang ee itu meninggal terkait dengan penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh polusi udara ya. 8 jutaan yang meninggal. Terus kemudian kalau ee ini yang ee disebutkan juga yang data terakhir tahun 2023 ee 90% kematian ee dimensia dimensia ee pada usia di atas 60 tahun e atau gini 95% persen kematian mereka-mereka yang di atas ee 60 tahun itu disebabkan oleh penyakit-penyakit tidak menular. Nah, ee ee oke nanti kita akan ke sana juga ee karena kita ee mungkin sebagai bayangan awal ya atau patokan awal bahwa kita ee penyakit itu terbagi jadi dua yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular. kita kenal misalnya flu, demang berdarah, malaria, ee TBC itu penyakit menular semua. Sementara penyakit-penyakit tidak menular itu yang tidak terlihat tahu-tahu ee ketika ee gejala sakit, ada gejala sakit, maka ee ketika diperiksakan diobati sudah di stadium yang ee berbahaya. Jadi misalnya stadium 3, stadium 4 gitu yang sudah tidak tertolong lagi. Nah, itu karena berbagai macam bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh dan tidak bisa terdeteksi seperti halnya penyakit penyakit menular. Kalau kita flu, kita TB kan K TBC kan kelihatan. Oke. Nah, lalu ee kembali ke sini lagi. Jadi ee kematian karena penyakit-penyakit tidak menular itu ee sekitar 7 juta ya atau sekitar 86% ee terkait dengan polusi udara. Lalu kita bisa lihat di sini ee ringkasannya ya. Satu dari dua orang ya itu meninggal karena ee COPD PPOK yaitu di bahasa Indonesianya penyakit paru obstruktif kronis. Jadi ini penyakit paru jangka panjang karena paparan polusi udara jangka panjang setiap hari ya, setiap jam, setiap hari, setiap ee sampai e seminggu, 2 minggu, 3 minggu, sebulan, dan tahunan yang kita tidak tahu. Terus karena kita menghirup udara yang kita tidak tahu apa itu isinya dan kita berada di mana, udaranya seperti apa kita tidak tahu. Yang penting bernaapas saja terus. Nah, itu ee senya kimia yang ada di tempat-tempat yang kita lewati, kita kunjungi, kita berada itu ee akan masuk ke dalam paru-paru dan kalau itu isinya adalah penyemar udara, maka ee satu dari orang itu meninggal karena ee PPOK ini penyakit paruonis ee yang terkait dengan polusi udara. Terus kalau yang mereka yang dimensia gangguan-gangguan pada ee otak ya ee itu ee satu dari empat orang berarti 25% dari kita. Kalau tadi 50% kan tinggi sekali itu. Terus yang meninggal karena penyakit jantung yang terkait dengan polusi udara adalah satu dari 4 orang 25% dari kita. Jadi kalau sekarang kita hitung mudah-mudahan amin-amin enggak terjadi ya. E sekitar kalau kita sekira sekarang 400-an orang itu 100nya berisiko. Oke. Terus kemudian satu dari enam orang ya ini ee meninggal karena diabetes. Nah, ee sebenarnya indikatornya supaya kita menyadari ya, indikatornya mudah sekali. Kan sekarang ini kalau kita melihat sekitar kita, ya, teman-teman kita, saudara kita, tetangga kita, itu kan ee ada aja masalah yang misalnya mereka diabet, cuci darah gitu ya, karena masalah ginjal ya. Terus kemudian ee ee dikit-dikit ada yang ee menceritakan ada yang terkena kanser ya, kenyangnya kerut. Terus kemudian ada masalah-masalah jantung yang harus di apa namanya sumbatannya harus di pasang ring bahkan ada yang di ee bypass gitu. Itu kan menjadi semakin banyak sekarang ini dibandingkan dengan dulu waktu kita masih ee lebih muda ya. sekarang lebih banyak lagi ee di sekitar kita. Nah, jadi ee marilah kita sadari bahwa ternyata peran polusi udara itu sangat besar untuk menjadikan penderitaan-penderitaan seperti itu. Nah, kemudian kalau kita lihat dari berbagai sumber untuk konfirmasi aja bahwa tadi ee kematian akibat penyakit-penyakit terkait polusi udara itu kalau dari WHO tadi kan sekitar 7 sampai 8 juta ya yang meninggal. Terus kemudian dari ee ini EHM ya, IHME ini adalah yang melakukan perhitungan matriks. Kita juga bisa akses itu secara online ya di eh Global burden of disease ya istilahnya. Dia melaporkan setiap saat juga itu sekitar 7 juta yang meninggal. Terus kemudian ada riset yang ee selalu melaporkan juga ee itu sekitar 9 juta yang meninggal akibat penyakit-penyakit dengan polusi udara. Terus kemudian ee padahal beberapa tahun sebelumnya, 6 tahun sebelumnya itu hanya e yang meninggal itu sekitar 3,3. Jadi meningkatnya dua kali lipat lebih ya. dan ee dari sumber lain menyebutkan hampir 9 juta juga yang meninggal akibat korupsi darah. Nah, dengan data-data dari berbagai sumber seperti ini dengan ee masing-masing dengan keakuratannya dan ternyata di sekitaran 7 juta sampai 8 juta hampir 9 juta, maka ee kita harus mempercayai ya bahwa betul risiko kematian akibat polusi udara ini memang serius. besar sekali masalahnya. Baik, terus dari mana sebenarnya ee polusi udara itu terjadi? Kita sebenarnya sudah tahu persis ya selama ini ada pembakaran bahan bakar fosil ya. Kita menggunakan bahan bakar minyak ya, ada solar, ada bensin gitu. Nah, kenapa kok kemudian dia jadi ee jadi masalah utama? karena ee kualitas bahan bakarnya ya, kualitas bahan bakar yang kita pergunakan itu masih di bawah ee standar aman untuk kesehatan. Nah, kalau istilahnya di internasional itu ee standar euro, euro ya, Euro Standard Euro kalau paling ee rendah untuk bisa dikatakan risikonya rendah bagi kesehatan itu ee standarnya Euro 2. Nah, Euro 2 itu setara dengan ee pertamaks ya, Pertamak yang 92 oktan itu. Jadi kita kalau menggunakan pertamak itu Euro 2. Sementara e dari laporan ee ESDM ya ee kita masih 92% dari kita di Indonesia itu menggunakan Pert Euro 2 di bawah Pertama Max ya. Nah, Pertal Live itu 92% yang mempergunakannya dan itu ee lebih tinggi ee kandungan sulfurnya. Jadi euro standar euro itu dihitung dari kandungan sulfur. Kalau euro 2 itu 500 ppm. Kalau ee yang dicampurkan dalam bensin solar dan kemudian kalau di ee sebelum standar Euro 2 misalnya Euro 1 atau tidak masuk Euro itu di atasnya. Nah, ee Pertal itu Pertamak 90 eh sori. Pertal itu adalah oktannya riset oktan number-nya itu 90 itu masih di bawah itu di bawah ee pertamak dan kualitas yang dicampurkan dari sulfurnya di bensin itu semakin banyak. Ada yang sampai 700, ada yang sampai 1.000 gitu. Bahkan untuk solar yang kualitasnya rendah. solar. Solar yang digunakan oleh ee PLN ya. Ya, kita harus ee menyadari itu masih digunakan oleh PLN, masih digunakan oleh industri ya itu ee standar atau ee sulfurnya itu masih di atas ee 1.000 malah. Nah, itu berarti kotor sekali. Nah, di Indonesia masih menggunakan itu menggunakan standar Euro 2 sebagian. Jadi yang yang menggunakan Euro 2 ke atas itu di Indonesia tinggal sisanya kan 8% aja. Kalau 9 2%-nya itu di masih kurang memenuhi syarat kesehatan. Nah, hanya 8% bahan bakar yang digunakan yang memenuhi syarat kesehatan. Nah, ee kita bisa bayangkan ya. Jadi hanya 8% dari kita menggunakan bahan bakar bersih. Nah, ee kita juga sudah punya standar yang lebih bagus lagi yaitu Euro 4. Itu pertama green ya, selevel pertama green itu yang oktan numbernya itu 95. Terus kemudian ada juga Euro 6 standarnya itu yang pertama turbo 98. Oktannya itu semakin bersih. Nah, di negara-negara sekitar kita sudah pada menggunakan Euro 4 ya. Jadi ee sulfurnya yang dikandung dalam bahan bakarnya itu cuma 50 ppm 1/10 dari Pertamax ya. Nah, itu lebih bersih dan negara-negara maju sudah pada menggunakan Euro 6 ee pertama turbo gitu. itu bersih, lebih bersih lagi. Oke, itu masalah ee kenapa kok ee selalu diributkan ya sarana transportasi jadi penyumbang utama ee polusi udara dan kalau kita berada di sarana tadi ee di sekitar ee jalan raya apalagi yang macet itu maka itu resikonya semakin tinggi ya. Karena kualitas bahan bakar yang digunakan 92% ee kendaraan yang ada di jalan itu ee kualitasnya rendah gitu. Baik. Ee sumber polusi yang lain adalah emisi industri ya. Nah, ini emisi industri sebenarnya adalah buangan-buangan dari proses industri, emisi-emisi dari proses industri dan juga di sana ee kontribusi dari bahan bakar yang digunakan itu sangat besar. Seperti kita tahu kan ya tadi saya singgung bahwa ee ada solar murah untuk industri. Nah, itu kan ee kualitasnya kotor. Jadi, kalau ketika itu dibakar untuk diambil energinya untuk proses produksi ya berada di mana-mana gitu. Terus kemudian polusi udara dalam ruang banyak ya. Misalnya kalau masih menggunakan minyak tanah, menggunakan ee kayu ya, kayu bakar gitu. di beberapa wilayah di pedesaan juga masih menggunakan itu. Terus kemudian ada rokok ya, rokok di dalam ruang dan ee polusi macam-macam ya misalnya bahan-bahan asbes dan sebagainya. Nah, itu ee polusi udara dalam ruang yang ee bermacam-macam ee sumbernya termasuk juga yang dari luar ee rumah itu kan juga masuk. Terus kebakaran hutan sumber lainnya kita sudah tahu bahwa kebakaran hutan sudah jelas ee me apa namanya menimbulkan banyaknya polutan. Terus kemudian kegiatan pertanian ya. Terus kemudian bakar-bakaran kalau habis itu ya habis ee habis panen ya damennya. Damen kan bahasa Indonesia eh bahasa Jawa ya. Damen itu apa? Wis pokoknya mudah-mudahan ngertilah damen apa itu yang ee sisa-sisa apa batang batang padi itu. Terus kemudian produk kimia dan sintesis. Sintetis kemudian proses pembukaan mikroba, terus kemudian transportasi ternyata di masuk di sana. maksudnya adalah transportasi tidak hanya yang di darat ya, tapi juga di di laut, di udara ya yang digunakan. Ee terus kemudian pembakaran sampah secara terbuka ini yang jadi masalah di kota-kota besar sekarang ini ya. Ee meskipun sudah dilarang tapi ya banyak masih banyak yang nakal. Kemudian ee dari pertambangan ya, pertambangan kita harus lihat juga ee misalnya nih ee batubara gitu ya. Batubara kan sekarang dianggap e bukan lagi bahan berbahaya ya, bahan berajaya. Nah, sehingga mereka transportasinya baik pakai truk, pakai tongkang ya itu terbuka ya tanpa tertutup sehingga ee polutan-polutannya itu ee ya ee banyak yang tidak terlihat ya saking kecilnya itu ee berterbangan di mana-mana dan karena manusia ada di sana ya manusianya bernafas dengan memasukkan ee polutan polutannya gitu. Simpanlah di dalam paru-paru kemudian tersebar ke seluruh tubuh. Nah, ee polutannya atau pencemahannya itu apa saja sih? Ya, kita ee sebut ini adalah ee partikulat mater ya. Partikulat ya itu ada yang BM, ada yang BM 2,5 ya. Terus ada yang berupa gas-gas, terus kemudian ee gas-gas yang ee apa ee yang sifatnya seperti ee sulfur, kemudian ee nitroken oksida, terus pembakaran yang tidak sempurna itu mengeluar selalu mengeluarkan CO dan hampir tidak ada pembakaran yang sempurna ya. terus kemudian gabungan dari ee polutan-polutan yang lain ya ee termasuk ozon dan sebagainya. Nah, diberbarengan dengan ee bakar-bakaran untuk kepentingan energi tadi ya kan ee bahan bakar bahan minyak itu dibakar untuk menghasilkan panas supaya bisa menggerakkan mesin mobil mesin kendaraan ya. Nah, itu energi yang diperlukan. Ketika setiap pembagaran itu terjadi, maka berbagai macam polutan ini akan keluar, baik berupa bas maupun berupa ee partikulat ya. Termasuk juga di sana adalah eh greenhus gasis ya. Gas-gas yang bisa menjadikan ee gas rumah kaca. Gas-gas rumah kaca itu juga diajarkan ketika ee secara berbarengan ketika terjadi pembakaran tersebut. Nah, inilah yang kemudian naik ke ee atmosfer ee terus kemudian membuat atap gas ee gas-gas rumah kaca di atmosfer kita ya di atas permukaan bumi. Nah, itu yang kemudian menghalangi sinar matahari yang kemudian terjadi pemanasan global. Pemanasan global mengakibatkan perubahan iklim. Nah, jadi semua terkait nih evolusi udara dengan perubahan iklim gandengan semua barengan. Nah, sementara perubahan iklim nanti ee pada musim kemarau memberikan peluang terjadinya produksi udara yang semakin banyak. Nah, jadi ee itu sangat terkait ya ketika makanya seringki ada statement ee perubahan iklim dan polusi udara gitu karena memang barengan. Baik. Nah, ini yang saya kira penting. Makanya saya sebutkan di sini ee partikulat meter itu apa sih? Ada kita kan sudah sangat familiar ada PM 10, ada PM 2,5 gitu ya. Sekarang yang paling ramai PM 2,5 gitu kan. Nah, sebenarnya ee ini PM Sulung maupun PM 2,5 karter itu ee itu adalah ukuran ukuran material, ukuran partikulat yang ada di udara. Nah, kenapa kemudian hanya yang dipentingkan hanya 10 ya BM 10 mikron ya ini 10 mikron meter diameternya dan kemudian ada ee 2, 15 mikronm. Kenapa ee kemudian ukuran ini jadi penting? Karena ee apa kaitannya adalah sebenarnya dari kesehatan. Jadi yang menentukan ukuran ini yang kemudian digunakan oleh teman-teman dari lingkungan dan sebagainya di seluruh dunia itu adalah karena masalah dengan kesehatan ya. Ee kalau dulu bentar mana yang duluan? Oke. Ee nah ukuran itu jadi ini di dikategorikan dalam ukuran. Nah, kenapa kok padahal kan tadi polusi udara, polutan udara itu kan banyak ya, ada partikel, ada gas, ada senyawa kimia yang lain gitu ya. Nah, itu kan banyak macam-macam. Kenapa kok justru yang jadi perhatian BM10 dan BM2,5? Karena ini PM10 itu adalah partikel-partikel yang ukurannya 10 mikron yang di sana sudah jelas diikuti e atau ditempeli. Jadi ini sebenarnya material-material atau polutan-belutan atau partikel-partikel yang baik itu gas maupun ee gas maupun debu maupun macam-macam ya yang ketika diukur itu ukurannya 10 mikron. Nah, itu ee yang ada di sana itu adalah ee material-material tadi. Ada yang kimia, ada yang debu, ada yang ee bakteriologis, virus gitu ya. Nah, terus ee kenapa 10 mikron? Karena untuk yang ukurannya 10 mikron ini, PM10 ini hanya sampai pada saluran nafas bagian atas kalau masuk ke dalam tubuh manusia, kalau terhirup oleh manusia. Nah, hanya sampai kepada saluran nafas bagian atas atau tenggorokan ya sampai tenggorokan bang tenggorokan ini ke atas ya. Jadi dari terhirup oleh hidung dan kemudian bisa terhambat oleh macam-macam yang ada sistem pertahanan dari saluran nafas kita bagian atas itu dan dia tidak bisa masuk lebih jauh ke dalam. Nah, itu makanya disebut PM10. Nah, kenapa kok itu kemudian jadi penting? karena penyakit-penyakit saluran nafas yang ee disebabkan atau terkait dengan PM10 ini adalah penyakit kecaluran nafas bagian atas ya. Ada ISPA, ada terangan asma misalnya ada pneumonia ya semuanya itu diur nafas bagian atas gitu karena apa? ee partikelnya itu masih sekitar 10 mikron dan dia tidak bisa masuk ke dalam ee saluran nafas bagian bawah. Nah, sehingga kaitannya ukuran tersebut kaitannya dengan ee dia akan berada di mana dan kemudian penyakit apa atau gangguan-gangguan kesehatan apa yang terjadi di tempat-tempat di mana PM 10 tadi berada. Nah, kemudian PM25 sendiri ya itu ee masuk ke dalam tubuh eh masuk ke dalam ee lebih dalam lagi. Jadi karena lebih kecil ya dia masuk ke paru-paru ya tersebar di paru-paru atau deposit di paru-paru. Karena paru-paru kaitannya langsung dengan berhubungan langsung dengan jantung maka dia juga akan masuk ke jantung ya berada di jantung. Kemudian ee yang kimia, yang bahan-bahan kimia itu ee sesuai dengan valensi kimianya kalau kita masih ingat ya, valensi kimianya maka dia akan memilih ee beredar diedarkan oleh aliran darah ke organ-organ tubuh, organ vital tubuh ya, ke susunan saraf pusat ya, ke otak, ke ginjal, ke ee ke tulang ee ke sistem reproduksi dan sebagainya bisa terbal ke sana. Jadi contohnya misalnya gini ee timbal ya kita tahu timbal itu PB ya timbal itu PB itu valensi kimianya 2 plus. Nah, dia akan begitu masuk ke dalam tubuh dan masuk ke aliran darah, maka dia akan mencari organ tubuh yang valensinya 2 plus. Misalnya ee susunan saraf pusat misalnya ee kalsium ya di kalsium itu di tulang gitu dia akan di sana. Terus kemudian dia kalau di masih pada anak-anak masih ada di darah gitu. Nah, sehingga gangguan-gangguan yang terjadi, gangguan kesehatan yang terjadi adalah kalau di tulang, tulang itu pusatnya adalah di sumsum tulang belakang ya, di tulang belakang maka itu adalah tempat ee produksinya berbagai ee material ya, material untuk kelangsungan hidup. Jadi misalnya di sana diproduksi darah ya, darahnya darah macam-macam di sana ya, darah merah, darah putih dan sebagainya. Nah, pembentukan sel-sel itu ada di ee subsumtrang belakang. Nah, kalau timbal ini ee ee apa namanya? Gangguannya adalah ee memotong pertumbuhan jadi merusak atau menghambat pertumbuhan dari pembentukan selah merah. Ya, pembentukan sel darah merah akan terganggu di sana sehingga darah merahnya itu produksi darah merahnya berkurang maka akan terjadi anemia. Nah, ee kualitas darah merahnya kurang bagus dan kemudian ee sampai di otak maka ee karena lewat ee saluran lewat sistem saraf pusat ya, maka akan mengganggu tingkat kecerdasan. Kemudian sampai ke sistem reproduksi maka kualitas sperma juga berkurang. Terus kemudian bagi ibu-ibu sistem reproduksinya terganggu, susah mendapatkan anak, kemudian ada gangguan pada ee bayi apa janin ya dan kemudian juga bisa kalaupun lahir ee physically sehat tapi kemudian ada gangguan-gangguan ee misalnya ee autis ya. terus kemudian ee stunting. Nah, hal-hal seperti itu semuanya adalah akibat polutan yang masuk ke dalam tubuh dan mengganggu sistem dalam tubuh. Nah, kembali lagi ee lalu sebenarnya ee isinya PM 2,5 dan ee PM10 ini apa sih? Ee tadi sudah ee saya sampaikan bahwa isinya adalah macam-macam tadi ya. ee yang nempel di ee partikel partikulat dan kemudian ketika diukur, oh ini 2,5, oh ini 10, gitu. Nah, ukuran-ukuran ini akan sangat bergantung dengan di mana kita melakukan pengukurannya. Ya, ini penting. Di mana kita melakukan pengukurannya. Kalau kita melakukan pengukuran itu di jalan raya misalnya, maka PM 2,5 yang tertangkap di sana itu ya material-material yang diemisikan oleh kendaraan bermotor. Nah, jadi ada bahan kimia-bahan kimia di sana, ada hidrokarbon, ada bensen, ada ee ee apa senyawa kimia lain ya, sulfur, NOX dan sebagainya itu kalau di jalan raya. Jadi kalau tertangkap di jalan raya PM 2,5-nya isinya itu dan kalau tersedot atau terhirup oleh kita ya itulah yang masuk senyawa-senyawa itulah yang masuk ke dalam tubuh kita. Kalau kita melakukan pengukurannya misalnya di hutan gitu ya, kita melakukan pengukuran di hutan maka ee yang tertangkap di sana PM 2,5 yang tertangkap di sana itu isinya ya serbuk sari, kapang, jamur. Jadi yang sifat-sifatnya biologis ya. Jadi ee berbeda nih ee anunya ee kandungannya. ee tergantung dari ee barangnya sama ya BM 10 atau BM 2,5 tapi keindungannya akan berbeda di mana itu berada termasuk di dalam rumah misalnya ee bisa saja isinya adalah asep rokok dan ee kemudian ee dari minyak tanah ya t emisi minyak tanah dan lain-lainnya. Bahkan dari itu juga bisa dari furniture ya. Jadi furniture yang ada chatnya ada katakanlah plitur ya dari plitur juga terus kemudian dari aspage gitu ee nanti tertangkapnya menjadi PM2,5 diukurnya. Nah, kemudian kalau misalnya contoh yang lain kita ngukurnya di ee dekat industri ya, katakanlah industri baja ya di Cilegon sana, maka yang tertangkap di BM 2,5 itu isinya adalah ya berbagai ee senyawa-senyawa ee PM 2,5 gitu. Nah, ee senyawa-senyawa dari ee pabrik baja tersebut, debu-debu baja dan pakinya. Nah, itu isinya apa aja bisa ada di sana. Demikian juga kalau kita mengikuti di tambang batubara, di lokasi-lokasi di mana truk-truk batubara ya di Kalimantan Selatan itu yang menuju ke pelabuhan ya itu kan truk-truk membawa baju bara banyak sekali di jalanan itu ya sampai tumpat-tumpat. Nah, itu debu-debu yang terjadi di sana ketika diukur itu ya ada yang BM10, ada yang BM 2,5. Isinya ya kandungan-kandungan dari ee batu bara. Nah, kandungan batu bara itu kan macam-macam tuh. Karena apa? Ketika perut bumi itu dibongkar ya, perut bumi dibongkar maka ee logam-logam berat yang ada di perut bumi itu akan keluar. Nah, kalau barak kan itu tercampur di sana sehingga ya timbal kemudian merkurium ya program-rogram berat yang lain itu ee terurai semua dan itulah yang kemudian terhirup oleh kita. Jadi perbedaannya adalah ukuran saja ini tadi yang saya sampaikan BM10 itu hanya di lokasi seuran nafas bagian atas sehingga penyakit-penyakitnya adalah penyakit-penyakit seluruh nafas bagian atas ya dari batuk pilek dan sebagainya. Terus kemudian kalau PM 2,5 masuk ke dalam tubuh ya itu masuk sampai ee ke paru-paru di dalam paru-paru kaitan nanti berkaitan dengan sistem ini sistim jantung ya. beredar ke mana-mana sampai ke sistem saraf juga. Terus kemudian kalau lebih kecil lagi BM01 itu yang berupa virus, gas dan sebagainya itu juga sama ee sifatnya seperti BM 2,5 masuk ke ee tubuh gitu. Nah, ee ukurannya ini ya kalau kita ee PM10 itu bayangannya adalah ee rambut diameter rambut kita dibelah tu. ya diameternya di belah 7 itu 10 mikron karena rambut itu ukurannya sekitar 50 sampai 70 mikron. Jadi kalau PM10 ya dibagi 10 kan. Jadi artinya rambut tersebut dibelah menjadi tujuh. Nah, kemudian yang dalam ee kisah-kisah keagamaan itu ee jembatan siratul mustaqim itu yang mau menuju surga karena kan ee apa namanya? PM10 ya. Karena ee rambut dibelah tuuh kan jadi PM 10 sebenarnya yang agak enggak kelihatan rambutnya jembatannya enggak kelihatan. Nah, kemudian kalau PM 2,5 otomatis PM10 dibagi 4 kan ya. PM10-nya dibagi 4 karena 2,5 ya 2, 10 jadi sekitar 30 rambut di di ee diameternya dibagi 30. Nah, itu bayangan untuk ukurannya sehingga semuanya tidak terlihat terhirup oleh kita dan masuk ke dalam tubuh. Kalau PM10 sampai salur nafas bagian atas. Kalau PM 2,5 bisa masuk. lebih dalam sampai ke organ-organ tubuh kita melalui paru-paru darah jantung. Baik. Nah, bagaimana kondisi penceman udara di Indonesia? Ini kan sebenarnya sudah disampaikan juga sebelumnya ya kalau enggak salah oleh ee pada webinar sebelumnya tentang pencemaran udara. Nah, ini statusnya ini ee rata-rata PM 2,5 itu adalah 35,5 mikrogram ya yang dilaporkan terakhir 35,5 mikrogram/m³. Nah, bayangkan dengan standar dari WHO yang 5 mikrogram/m³. Artinya apa? Kalau pengin ee sehat, bernafas dengan sehat, maka WHO menetapkan ee udara yang terhirup harus 5 mikrogram/m³. Nah, ini tujuh kali lipat nih, gitu. Kondisi kita tujuh kali lipat. Makanya itu dianggap tertinggi di ASEAN bahkan ee seringki juga tertinggi di ee dunia. Nah, terus kemudian ee ee kondisinya pernah menurun ya, terus kemudian naik lagi. Terus kemudian ee wilayah-wilayah seperti ee perkotaan di Jabod Tabek itu ee rata-ratanya bisa sampai ee 55 mik/m³ ya. Jadi berapa kali lipat WHO itu? 11 kali lipat WHO. Terus kemudian ee pada ini satu contoh 7 September 2025 ya tahun lalu itu bisa sampai ISPYAnya di Banten itu sekitar 140-an. Nah itu 140 98 itu ya sekitar 70-an lah. 70 kg perub. Tinggi sekali ya. Jauh dari sehatnya WHO. Nah, ini ee kemudian ee yang tadi sudah disinggung ee apa saja sih penyakit yang ee disebabkan oleh polusi udara tadi. Nah, sebut aja di sini ada infeksi paru-paru. Ini yang ter banyak ya, infeksi paru-paru, kanker paru-paru, terus kemudian tadi PPOK ya, ee penyakit paru obstruktif kronis ya. BBOK ini adalah ee ee gangguan-gangguan pada paru-paru yang kemudian menyebabkan fungsi paru-paru ee berkurang. Jadi fungsi paru-paru itu berkurang itu ada ukurannya. Ya. Jadi misalnya kalau fungsi paru-paru sehat itu adalah 100% maka ee fungsi paru-paru gangguan fungsi paru istilahnya itu ee bagi mereka-mereka yang ter ee papari ee dari waktu ke waktu oleh polusi udara maka itu akan berkurang sedikit demi sedikit dan tidak pernah kembali kerusakannya. Jadi kalau berkurang 10%, berkurang 25% gitu. Jadi seperti diabetes juga ya ee fungsi ginjal ya seperti fungsi ginjal. Fungsi ginjal itu kalau ee sudah terganggu dia akan berkurang, berkurang, berkurang gitu. Tidak pernah akan kembali lagi ee menjadi sehat kembali gitu. Nah, itu adalah kebesaran Tuhan untuk menciptakan hal-hal seperti ini ya. Jadi kita harus menyadari itu dan tahu persis bagaimana supaya ee paling tidak kalau kita hidup di tempat polusi udara ya bagaimana menghambatnya, menguranginya, mengurangi percepatan untuk berkurang fungsinya. Nah, kalau PPOK ini kalau gangguan fungsi paru itu terjadi, maka kita mudah sekali terkena penyakit-penyakit yang ee terkait dengan paru-paru, penyakit virus dan sebagainya yang masuk ke paru-paru karena fungsi barunya berkurang gitu. Nah, jadi kemampuan daya tahan tubuh kita ee di paru-paru itu berkurang dan itu yang menyebabkan tingkat keparahan dari penyakit akan terjadi di sana. Lalu kemudian serangan asma, penyakit jantung, dan pembuluh darah ya. Gangguan proses perkembangan tadi ee saya singgung stunting pembangkakan dan iritasi pada jaringan paru-paru ya. ini juga ee memperberat ee kerja paru-paru. Terus berat badan bayi lahir rendah ya ee karena gangguan-gangguan logam berat yang ada di ibunya dan dipindahkan ke janinnya sehingga kemudian mempengaruhi ee ketika melahirkan berat badan bayi ketika melahirkan. Kemudian ada mengui batuk sultan bernapas ya terus penyakit-penyakit yang tidak menular lainnya. Nah, ada diabetes ya. Terus kemudian kematian dini. Nah, kematian dini ini yang sebenarnya tadi dipakai sebagai indikator utama yang di awal tadi di dunia itu menggunakan berapa banyak kematian dini terjadi karena kematian dini itu di ee pengaruhi oleh polusi udara. Nah, kematian dini itu adalah kematian ee sebelum usia ee menyentuh usia harapan rata-rata harapan hidup. Jadi kalau kematian ini artinya kematian sebelum waktunya kan. Nah, kalau waktunya itu harusnya rata-rata angka harapan hidup. Jadi kalau di Indonesia itu menurut BPS 73 tahun angka harapannya. Maka kemudian ketika meninggal sebelum usia 73 tahun ee akibat sakit ya, maka itu ee terkait terbesar oleh polusi udara. Bentar ya, saya minum dulu. Sampai jatuh. Hm. Baik. Ee mohon maaf kita teruskan lagi. Nah, eh premature deat ya. Kematian ini kalau bahasa Inggrisnya primited death. Nah, ee sebagai contoh aja ee dulu beber tahun 2010-an lah ya 2010, 2011 2012 itu di Cina itu melaporkan bahwa angka harapan hidup polisi lalu lintas ya di beberapa kota metropolitan di Cina itu angka harapan hidupnya hanya 45 tahun. Jadi ee polisi lol lintas di sana itu tidak ada yang punya ee usia sampai 50 tahun gitu. Karena mereka di 45 tahun rata-rata sudah meninggal gitu karena exposure dari lingkungannya, dari polusi udaranya. Nah, terus kemudian beberapa tahun kemudian mereka melaporkan bahwa ee ketika upaya perbaikan kualitas saudaranya di di apa namanya? di ee genjot habis digas ya digas digaskan itu ee ya sekitar 5 tahun kemudian ee polisi lalu lintas tersebut dilaporkan hanya beberapa orang yang meninggung eh hanya beberapa orang yang bertahan hidup setelah pensiun. Nah, rata-rata pensiun kan sebetulnya 55 tahun ya. Kalau di sana hanya beberapa saja dari polisi lol lintas itu yang bisa bertahan hidup di atas 55 tahun. Nah, ngeri kan? Jadi enggak banyak usianya karena polusi udara ee yang terhirup ee dari hari ke hari, dari waktu dari menit ke menit, dari jam ke jam, dari hari ke hari, minggu ke minggu gitu. Oke, hasil hasil riset kita waktu itu juga menunjukkan hal tersebut. Tapi dari sisi besarnya exposure ee polusi udara yang tertiru oleh polusi, ya, maka rekomendasi kita adalah ee supaya sering-sering dibuat shift shifting ya. save artinya jangan 6 jam walaupun polusi lalu lintas itu terus-terusan di jalan di buat ee 2 jam 2 jam gitulah 2 jam kemudian kembali lagi ke ruangan diganti yang lain 2 jam terus kemudian kembali lagi. Jadi, shiftingnya harus diatur sedemikian rupa dan kemudian upaya polisi lalu lintas ee seperti yang kita tahu itu kalau misalnya di Jakarta ya di Semanggi itu kan ada namanya mobil oksigen. Nah, jadi polusi itu kalau sudah kelepepekan gitu ya waktu tugas jagain semanggi itu terus dia akan masuk ke ee apa ee kendaraan yang ee di dalamnya ada oksigennya gitu untuk membersihkan diri. Nah, seringkiali juga polusi-polusi itu, polusi lalu lintas itu ketika ee bernafasnya sudah terasa tidak enak itu mereka akan ee kemudian melipir ya, melipir kemudian apa ee datang ke katakanlah di situ ada Indomart, ada Alfamart gitu. mereka masuk dulu di dalam situ beberapa saat gitu untuk memulihkan ee namanya ee nafasnya gitu. Nah, itu ee secara naluri ya ee kita sebenarnya diberikan alarm juga untuk bisa me ee mencari menormalisasi untuk normalisasi dari gangguan-gangguan yang terjadi pada kita. Baik. Nah, ee tadi ee penyakit-penyakit tadi itu sebenarnya ada kodenya secara internasional. Jadi, namanya ICD Code ya, ICD COD. ICD COD. Jadi itu ee kode internasional untuk penyakit sehingga kalau kita melakukan riset, melakukan untuk mendeteksi penyakit apa yang terkait dengan polusi darah. Jadi, ini adalah penyakit-penyakit dari yang terkait polusi darah. hasil riset kita yang terbaru itu ada 12 ya kalau di Indonesia yang dominan ada 12 dan kalau kita mencari data-data penyakit tersebut kita tinggal melihat atau menunjukkan kodenya aja nih seperti ini J00 sampai06 itu untuk ISPA. Nah, jadi ee kita di ee menunjuk minta ke Puskesmas ee kode ini mesti yang dikasihkan ISPA ini kita minta kode e minta ke rumah sakit tentang data ini yang keluar ya tepat gitu karena istilah penyakit-penyakit itu macam-macam kan tapi kalau ee di rumah sakit di Puskesmas di seluruh dunia itu sudah digolongkan dalam ICD Code ini. Nah, ini penting untuk kalau kita melakukan riset ee kaitannya antara polusi udara dan penyakit. Nah, ini tadi yang ee saya sampaikan ya, kita bisa lihat bahwa polusi udara ini efeknya kepada sistem saraf pada otak ya, macam-macam gitu. terhuman dengan sistem jantung, kemudian sistem ee sistem ee bisa di kulit ya yang digembar-gemborkan nanti akan memperbesar biaya apa istilahnya skin care ya, memperbesar biasa skin care ya ee karena ini mengganggu glowing dari kita. Nah, ini juga ada di sana. Terus kemudian sistem darah dari tulang. Kemudian ini sistem reproduksi ya baik pada laki ataupun perempuan ya. Banyak ee hal yang terjadi di sana. Terus tidaknya itu ee perut ya, sistem perut pun juga bisa terganggu. Nah, di ee jadi ini ada hati, ada ginjal ya, semuanya terganggu oleh polusi udara. Jadi ee kita bisa lihat bahwa polusi udara ini ee yang menyebabkan berbagai penyakit yang kita derita. Jadi, sekitar 60% ee dari berbagai penyakit itu disebabkan oleh polusi darah. Baik. Nah, ini tadi yang saya sampaikan juga ada ee yang penyakit-penyakit saluran nafas bagian atas ya PM10 itu yang menyebabkan ee efek jangka pendek langsung kemudian penyakitnya terjadi ya 27 hari gitu 2 sampai 7 hari terjadi seperti COVID juga gitu itu jangka pendek virus virus bakteri itu semuanya jangka pendek Ee terus kemudian ee sudah B tentu ada long term effect yang tadi ya bahan-bahan kimia itu semuanya yang menyebabkan berbagai gangguan di seluruh organ tubuh itu adalah jangka panjang. Nah, ee jangka panjang penyakit-penyakit inilah yang kemudian ee menjadikan disebut sebagai penyakit tidak menular. Ee penyakit tidak menular dan itu yang dominan dari penyakit tidak menular. penyakit tidak menular itu ya kalau di Indonesia dikategorikan adalah empat. Ada tekanan darah tinggi itu jantung, terus kemudian ee hipertensi ya. Hipertensi itu adalah penyakit-nyakit ee jantung. Terus kemudian yang kedua diabetes, yang ketiga kegemukan, obesitas, terus yang keempat. Yang keempat apa ya? E jadi diabetes sudah, hipertensi sudah. Ee nah satu lagi tadi apa? Kok sudah lupa ya? Pokoknya nanti kita lihat ee ee tolong dibantu untuk ngecek di anu browsing tuh di empat penyakit ee tidak menular di Indonesia. Oke. Ee ada diabetes hipertensi, terus kemudian obesitas satu lagi. Nah, yang satu lagi nah itu adalah efek jangka panjangnya untuk penyakit-penyakit tidak menular dan khususnya untuk penyakit ee tidak menular yang terkait dengan polusi udara itu disebut sebagai silent killer. Ya, di awal saya sudah sampaikan ketika kita terkena polusi udara jangka panjang ya, senyawa-senyal kimia masuk dalam tubuh jangka panjang merlakukan perusakan-perusakan dari berbagai sistem tubuh, organ tubuh itu tanpa terasa kita tidak merasakan sakit, tidak. Kita berbeda dengan kalau ee jangka pendek tu kita langsung batuk-batuk gitu ya, batuk bilek gitu. Nah, kalau ini ya enggak terasa. Tapi ketika kemudian kita mengeluhkan ada ee sakit di paru-paru, ada apa namanya? Sering pusing ya. Ee kemudian ketika diperiksakan maka ee sudah cukup panah misalnya ee terjadi tekanan darah tinggi ya, hipertensi, terjadi ee katakanlah kanker paru-paru, stadium 3 misalnya atau gangguan ginjal. yang fungsinya tinggal 25% gitu. Nah, itu mulai terjadi keluhan-keluhan di sana sehingga ketika kita mempercayakan diri sudah terlambat. Makanya itu kemudian karena terlambat ya ee tinggal menunggu waktu kan ya. Nah, itu yang kemudian disebut di selur dunia sebagai silent killer, pembunuh senyap. Nah, jadi kita kalau bicara polusi udara maka itu kita bicara dengan pembunuh senyap. Oke. Nah, ini ee persentasi dari penyakit-penyakit ee paru-paru ya, pneumonia itu 21%. Terus kemudian dari sistem stroke ya, otak 20%. Terus kemudian penyakit jantung 34% ya ini ee penyakit-penyakit ee PPOK-nya 19% terus kemudian kanker parutnya 7%. ini ee sesuai dengan apa yang ada di area kita ya, di area di mana kita bernaapas baik di indoor maupun di outdoor. Karena kita kan tidak hanya di hidup di indoor tapi juga di outdoor juga dan kita selalu bernafas, kita selalu membawa hidung kita sehingga ee apapun yang ada di depan kita, kita masukkan dalam paru-paru. ee kelompok-kelompok rentannya sudah barang tentu ini terkait dengan sistem metabolisme tubuh, terus beban beban metabolisme untuk katakanlah misalnya untuk ee membutuhkan ee berbagai macam energi, vitamin dan sebagainya untuk mereka-mereka yang ee lagi hamil ya. Terus kemudian anak-anak ini metabolisme tubuhnya sedang tumbuh sehingga imunitas tubuhnya juga masih belum bisa bertahan dengan baik. Kemudian orang-orang dewasa yang aktivitasnya itu ke mana-mana ya, mobilitasnya ke mana-mana, hidungnya selalu dibawa gitu sehingga disedot semuanya. Terus kemudian untuk yang orang-orang tua yang ee sistem tubuhnya juga sudah mulai menurun ya sehingga ee kemampuan-kemampuan ee pertahanan diri dari tubuh juga berkurang. Nah, ini adalah kelompok-kelompok rentangnya. Lalu ini adalah pada anak-anak ya. Jadi kita bisa lihat di sini aja ee kematiannya sudah jelas banyak sekali. Terus kemudian ini ada ee perkembangan dari otak IQ ya. Tadi sudah disinggung ya gangguan IQ IQ-nya menurun. Ee terus kemudian ada berkurangnya fungsi paru ya yang kemudian bisa berakibat pada asma. Terus kemudian ee bisa kemudian pada anak-anak ini sekarang sudah banyak terdeteksi banyak yang menderita kanker ya kanker leukemia gitu ya. Leukemia kan produksi sel darah putihnya terlalu banyak ya karena sel darah merahnya sedikit gitu. Terus kemudian kronik respiratory illness ya. Jadi penyak penyakit kronis dari ee paru-paru, terus kemudian ada gangguan jantung juga, kemudian stroke juga. Jadi ee semakin banyak sekarang anak-anak yang ee berisiko terhadap hal ini. Nah, kalau di Indonesia sendiri kita bisa lihat bahwa tadi ee kita sebut ini adalah penyakit tidak menular. Eh, penyakit menular itu yang kuning, terus penyakit tidak menular itu yang biru, ya. Terus kemudian yang hijau ini cidra. Nah, kematian di Indonesia itu sekarang bergeser ya kematian karena penyakit di Indonesia. Kalau ini tahun 90-an itu penyakit tidak menular itu kalah dibandingkan dengan penyakit tidak penyakit menular ya. Banyak penyakit menular di sana. Tapi karena kemajuan ee kedokteran, alat-alat kedokteran banyak yang canggih-canggih, terus obat-obatan semakin ee bagus kualitasnya, maka kemudian penyakit-pjakit infeksi itu dengan cepat bisa ditahan dan menurun gitu ya. Hingga tahun 2024 ini hanya tinggal sekitar 18% penyakit-penyakit infeksi yang meninggal karena penyakit infeksi di Indonesia. Sebaliknya penyakit-penyakit tidak menular yang tadi disebabkan oleh berbagai senyawa kimia proporsi terbesarnya oleh polusi udara itu meningkat ya dari tahun ke tahun meningkat nih tidak terdeteksi karena tidak terdeteksi ya jadi ee semakin meningkat meningkat dan kemudian sekarang 2024 itu sudah hampir 78% ee yang meninggal karena penyakit tidak menular ya. Nah, jadi ee kita bisa lihat bahwa peran dari ee polusi udara terhadap penyakit-penyakit yang tidak menular atau silent killer itu semakin mengancam ya, semakin lama semakin tinggi dan mengancam. Nah, tentunya kita ee apa namanya? Pemikirannya adalah ee bagaimana caranya supaya polusi udaranya diturunkan gitu. Kalau selama ini kan cuman slogan-slogan aja menukan polusi udara dan sebagainya. Tapi apakah kita ikut terlibat di sana sebagai manusia ee sebagai orang yang punya hidung? Itu jadi pertanyaan besar dan kita sendiri yang tahu jawabnya. Bukan lagi rumput ya. Baik, rumput yang bergoyan maksudnya. Nah, ini ee contoh-contoh dari riset riset yang ee kita publikasikan ya. Ee jadi ini ada saya di sini, [tertawa] ini jurnal yang bagus. Ee ini kita coba waktu itu adalah me riset ee asap kebakaran hutan terhadap tingkat kecerdasan anak. Ya, jadi kita pengin lihat di seluruh Indonesia dari data nasional untuk kemudian dianalisis dan kita ketemu ternyata memang ee asap dari kebakaran sendiri bisa mempengaruhi tingkat kecerdasan anak. ya. Terus kemudian kita juga melakukan riset ini ee ini adalah bimbingan saya S3 di UI itu menemukan bahwa ee kualitas udara dalam ruang, kualitas saudara dalam rumah itu ee merupakan pemicu dari ee alergi ee pernapasan ya, alergi pernapasan pada anak-anak. Nah, artinya apa? Jadi ee kualitas saudara dalam ruang itu ternyata risikonya juga besar pada anak-anak. Itu yang menyebabkan gangguan ganggar penyakit ee pernapasan pada anak gitu. Nah, sudah tentu kita harus mencari cara gimana caranya ya supaya mereka anak-anak ini ee bisa menghirup udara yang bersih gitu. Karena ini nanti ada gangguannya kan macam-macam ya tadi gangguan otak, gangguan sistem pernapasan dan sebagainya. Nah, ini ee kita coba melakukan riset juga ee di menggunakan data-data dari medical record. Data medical record itu data dari rumah sakit ya, rumah sakit-rumah sakit yang ada di Jakarta. ee ini ee risetnya ee tingkat kesulitannya hanya pada akses datanya. Karena kan rumah sakit itu tidak akan pernah ee tidak bersedia untuk memberikan atau men-share data medical record-nya karena ya selalu dengan alasan ee kerahasiaan pasien. Tapi ee karena kami menggunakan surat sakti dari menteri dan saya sendiri yang datang ke masing-masing rumah sakit dan kebetulan juga kebetulan ya faktor keberuntungan juga itu direktur-direktur di rumah sakit itu banyak yang alumni dari FKM Uki ya jadi pada kenal gitu atau paling tidak mereka tahu ee saya sehingga kemudian ee cukup ee melancarkan memudahkan bisa mendapatkan data dan kita ketemu bahwa 5 hampir 60% dari seluruh penyakit yang di Jakarta itu terkait dengan polusi udara hampir 60%. Jadi ee bandingkan dengan misalnya penyakit-penyakit yang terkait dengan ee makanan minuman ya di hari dan paginya itu ya terkait dengan makanan minuman itu hanya sekitar 15%. Terus bandingkan lagi dengan penyakit-penyakit lain ya terkait dengan ee penjemar yang lain itu proporsinya enggak besar. Nah, jadi kita temukan ini 60% dari seluruh penyakit itu terkait dengan polusi udara. Nah, ini ternyata ee apa namanya? sejalan dengan apa yang ditemukan di internasional ya di global ya dari berbagai negara juga menyebutkan sekitar 60% juga penyakit-penyakit itu terkait dengan evolusion. Terus kemudian kita coba hitung berapa sih biaya mereka-mereka yang sakit itu membay ee mengeluarkan uangnya. Jadi itu ee maksimal ya mereka mengeluarkan uang pada ini penduduk Jakarta aja ya itu pada 2010 itu 38,5 triliun ya 38,5 triliun yang dibelanjakan atau di pakai untuk pengobatan baik ee oution maupun inion ya. Jadi ee rate-nya antara 700 miliar sampai 3,8,5 triliun. Lalu hal lain ini kita coba melihat ke gender population ini kita konsentrasi di asma dan gangguan fungsi paru ya tadi ya. Gangguan fungsi paru kayak seperti awal tadi. Nah ee ini pada 4.250 di Tangerang anunya populasinya tertemu sampelnya ya. ini kasar 2.900 kita ketemu bahwa gangguan fungsi parunya itu 21% di masyarakat umum ya ee ini kemudian di ee Makassar 24%. Masyarakat umum artinya apa? Ee begini caranya kita menggunakan spasial epidemologi. Jadi kota Tangerang itu kita bagi dalam 40 koordinat ya. Dibagi 40 koordinat. Nah, di titik-titik koordinat itu ee kita ukur PM2-nya ya. Kita ukur PM 2,5-nya di 40 titik koordinat tersebut. Dan kemudian penduduk di sekitar koordinat tadi ya, kita pilih ee 4 ee 4.250 dibagi 40 ya. Kita pilih berapa rumah tangga yang masing-masing di sana. ee 10. Nah, 40 * 10* 100 e 100 rumah tangan di sekitar itu sekitar titik-titik itu ee yang kemudian kita ukur ee gangguan asma dan gangguan fungsi barunya ya. Nah, jadi artinya apa yang didapat itu kan general population jadi populasi umum ya. Kita tidak tergantung pada dekat jalan raya atau enggak gitu rumahnya. Nah, kita ukur ternyata kita ketemu bahwa tadi satu dari lima orang di Tangerang itu ee sudah enggak normal fungsi parunya dan satu dari empat orang di Makassar. Oke. Nah, kemudian mahasiswa saya ee kita arahin untuk mencoba melihat pada ibu-ibu rumah tangga yang di lokasi industri itu di dekat wilayah Pulau Gadung ya. Nah, terus kemudian di ee temukan dari ibu-ibu tersebut ternyata 38,5% merak gangguan fungsi paruh ya pada ibu-ibu di lokasi pulau gadem. Kenapa ibu-ibu? karena lebih sering berada di rumah dan sudah bar tentu itu ee udara di rumahnya itu karena dekat dengan industri ya ee dipenuhi oleh polutan dari industri. Artinya apa? Dekat dengan industri ternyata gang fungsi barunya semakin tinggi gitu. Lalu ee ini juga ee yang terbaru ee mahasiswa saya ee dia mencoba mengukur mereka yang paling dekat dengan jalan raya yaitu sopir microlet ya. Super Microlet itu karena dia bisa lebih dari 8 jam sehari itu. Nah, sub microlet yang diukur adalah eh recollet di Kampung Melayu ya yang posnya di Kampung Melayu. Jadi ada M01, M01A, M02 dan sebagainya. Ada trayek gitu di sana. Terus masing-masing diukur ee dibawain alat ukur PM 2,5 real time ya. yang setiap saat bisa memerlukan datanya itu ketemu ketika diukur gangguan fungsi parunya 56% ee mereka terganggu fungsi parunya ya jadi lebih dari 50%. Nah, sehingga dari tiga contoh tadi kalau general populasi itu satu dari empat orang, satu dari lima orang itu ee terganggu fungsi barunya karena tingkat penyemaran di wilayah tersebut yang tinggi. Kalau ke di ibu rumah tangga yang dekat dengan industri itu 38% ya ee yang katakanlah satu dari tiga orang yang menderita ee gangguan fungsi paru artinya lebih tinggi daripada populasi umum. Sementara mereka yang berada di jalan raya itu lebih dari satu dari dua orang yang menderita gangguan fungsi paru. Nah, seperti tadi saya sebut bahwa gangguan fungsi paru ini tidak pernah bisa tersembuhkan, ba tidak bisa dikembalikan lagi seperti semula sehingga penyakit-penyakit gangguan pernapasan, penyakit-penyakit terkait dengan polusi udara itu akan semakin meningkat gitu resikonya. Baik. Nah, ini kemudian apakah di dalam mobil itu aman? Kita juga melakukan penelitian itu. Kita ukur PM2,nya ee di dalam mobil berac ya bersama orangnya lalu dibawa ke orangnya selama 24 jam sampelnya. Jadi kalau begitu ee ada di jalan raya sekitar ee 2 jam ya, 1 jam seteng sampai 2 jam gitu ya. Kalau di Jakarta ya ini karena dari Depok ya terus ee kantornya di Kadok Subroto ya di Jakarta itu tinggi sekali yang terhirup PM 2,5-nya saya katakan terhirup karena memang ini yang ada di dalam mobil sehingga itu yang ee manusianya akan bernaapas tidak mungkin. Nah, ini standarnya di sini ya, standarnya yang merah ini. Ini jauh ini berapa kali lipat gitu. Terus kemudian di dalam kantor ee masih tinggi juga tapi ee lebih rendah daripada di jalanan. Terus kemudian ketika pulang kantor itu tinggi dan kemudian ketika di rumah lebih tinggi dikit ee menurun tapi ya sudah relatif tinggi gitu. Itu untuk PM 2,5. Bagaimana dengan CEO ya? Ini ee sampel yang lain ya. Nah, ini rumahnya Ciputat. Ini pejabat juga ya, direkturlah di Kemenkes ini. Ee di Ciputat rumahnya terus kemudian kantornya di pegangsaan. Ini tokoh pegangsaan percetakan negara. Percetakan negara ketika berangkat dari rumah rendah ya apon monoksidanya tapi ketika kemudian perjalanan di jang raya itu jadi tinggi jadi tinggi gitu dan tidak pernah keluar-keluar gitu ketika kemudian masuk kantor baru rendah di dalam kantor rendah ya dibawa gemutu tapi kemudian ketika pulang tinggi lagi di dalam rumah rendah ya. Nah, ee jadi kita bisa lihat bahwa ketika di jalanan di jalan raya itu resikonya untuk menghirup udara yang ee terkontaminasi, udara beracun itu tinggi sekali. Nah, lalu ini juga yang mudah-mudahan ee saya ee artinya ee kita perlu juga memberikan perhatian ya sekarang itu kalau dulu sampai tahun 2006 itu timbal sudah tidak di perkenankan tidak diperbolehkan lagi sebagai campuran dalam bensin ya timbal tapi ee 2006 tapi kemudian di 10 2011 ee kita mendapatkan laporan bahwa timbal di udara ya teman-teman dari ee apa iya batan. Nah, teman-teman dari batan itu yang pakai satelit itu melaporkan menyampaikan bahwa eh timbal masih tinggi nih ternyata tinggi di udara-udara gitu. Kemudian kita ee langsung aja bikin riset-riset yang di manusianya seperti apa nih. Nah, ternyata di manusianya baik yang dewasa maupun yang anak-anak itu tinggi semua. Jadi standar timbal dalam darahnya itu ternyata jauh melebihi batas. Jadi persentasenya itu semua di atas 50% itu ternyata ee timbal dalam darahnya ee melebihi ambang batas gitu. Dan itu kan yang gangguannya dengan tingkat kecerdasan, gangguannya dengan IQ dan sebagainya. Gangguannya kalau di dewasa itu gangguannya dengan sistem reproduksi ya. Jadi kesulitan untuk melahitan dan sebagainya. Nah, kemudian kita carilah ternyata sumber pencemarnya itu adalah semakin banyaknya di sekitar kita itu produksi ee recycling aki bekas ya. Recycling aki bekas ini sangat menguntungkan karena lebih jauh lagi kalau itu susah didekati ya dan mereka itu tahu bahwa itu dilarang. Nah, ee mereka melakukan pembakaran recycling aki beekas ini jam mulai jam 10. jam 11.00 malam ya. Itu di sekitar kita itu di tanah kosong atau apa gitu di ee yang kita tidak tahu ya. Ee karena apa? Jam 11.00 malam mereka mulai beroperasi, jam .00 pagi mereka sudah selesai, sudah dibakar semua gitu. Nah, dengan kata lain ketika mereka membakar itu asap dari timbal tadi kan ke mana-mana gitu. Sementara kita ee tidur dengan nyenyaknya tapi tetap bernafas gitu. Nah, ini yang jadi ee ee konsern kita ee sekarang-sekarang ini karena ini ee ketika kemudian ee kita mendekati mereka enggak bisa ya berbahaya karena mereka juga cukup apa namanya sensitif ya. Kita enggak boleh orang lain ketika mereka melakukan pembakaran itu. Jadi kita ee jam . jam malam itu ya ee mencoba mengamati apa yang terjadi, kita foto dari jauh dan sebagainya. Nah, nah itu yang terjadi dan ee di sekitar kita ini banyak ya kita ini banyak ini meskipun beberapa sudah mobile ya karena begitu dilaporkan gitu pindah dilaporkan pindah gitu ya ini katakanlah di Jabur Tapabek aja sekitar 71 tempat melakukan pembakaran lagi bekas. Nah, terus kita juga ke Lamongan, kita ke Sidoarjo, kita ke ee Pemalang ya, Selawi ya. Selawi ini banyak gitu yang terjadi di sana apa pembakaran lagi bekas sekarang karena apa ee kendaraan promotor lebih ee apa menjadi lebih banyak bertambah terus dan sudah beru kebutuhan terhadap aki kan selalu setiap tahun setiap tahun setengah gitu dan akinya ke mana itu aki bekasnya dirycling lagi jadikan dijadikan rimbal dan kemudian itu yang bisa dijual dan kalau kita banyak mereka-mereka yang ee ee tiap hari melakukan pemakan lagi bekas itu mereka income-nya bisa ee 20 juta per 2 minggu ya. Per 2 minggu mereka bisa jual lagi apa timbalnya itu dan mereka dapat penghasilan R juta. Ya lumayan banget kan katakanlah sebulan R0 juta ya. Siapa yang enggak tertarik untuk melakukan itu dan ini susah sekali diuber-uber. Nah, itu ee masalah yang lain. Ter kemudian di dalam rumah ini di dalam kantor, ruang berkantor, ruang ee ini ee kita melakukan riset eh seck building syndrome. Building syndrome itu adalah gangguan-gangguan yang tidak jelas pada mereka-mereka yang berada di ee ruangan-ruangan gedung tingkat tinggi yang tidak punya ventilasi langsung keluar ya kan itu kaca-kaca semuanya dan kemudian di sana harus menggunakan air condition gitu ya. Nah, di sana itu mereka-mereka yang bekerja di sana itu selalu ee 50% kita ketemunya sekitar 50% separuh dari mereka itu mengeluhkan ee ini gejala-gejala seperti ini. Jadi sakit kepala, mata perih, hidung terasa tersumbat, terus pekel ya di pangkal leher seni. terus kemudian ee ee sensitif terhadap ee bau dan sebagainya. Nah, gejala-gejala itu terjadi ketika kita dalam ruangan. Tapi ketika makan siang ya ketika makan siang 15 menit kemudian ada di luar ya makan yang di luar itu hilang gejala-gejala tadi. Karena ini namanya sigb ditutup tu disebut juga sebagai gejala-gejala yang tidak jelas. jala-jala gangguan ee sistem pernapasan yang tidak jelas. Nah, ee setelah ee makan siang ya di setelah makan siang itu hilang tuh gejala-gejalanya. Tapi ketika kemudian masuk kantor lagi jam .00 gitu ya. Nanti sejam, 2 jam kemudian mulai terasa lagi. Nah, gangguan-gangguan ini. Nah, ini namanya seat building syndrome. Nah, ternyata itu terjadi di lebih dari separuh karyawan yang ada di ee 20 gedung bertingkat yang ada di Jakarta ya. Kita 20 itu masing-masing 10. Jadi 200 20. Jadi kita ambil sambal 400 tiap ee tiap gendung itu 20 sambalnya. Nah, ee penyakit seat building eh gejalak-gejalak sebuilding syndrome ini kalau terus-menerus terjadi maka kemudian akan menjadi eh building related illness. Jadi penyakit-penyakit yang terkait dengan ee ruangan ya terkait dengan ruangan building ya. Nah ee ini yang kemudian menyebabkan ee batu pilek terus kemudian enggak bisa atau izin untuk tidak masuk. Jadi misalnya sekali sehari atau 2 hari selama sebulan itu tidak masuk karena ee parahnya sebuilding syndrom yang mereka derita gitu. Nah, sudah bar tentu kalau ada hitung-hitungan ekonomi ee perusahaannya rugi kan. Kalau misalnya ee 1 bulan tuh gajinya R juta misalnya itu R juta untuk 20 hari kerja ya. Kalau misalnya dia enggak masuk 2 hari kan ee perusahaannya rugi 1 juta kan sudah. Nah, itu kalikan orangnya berapa orang yang ikutin. Kemudian nah jadi ee ini bisa dikaitkan ke sana. Terus ini adalah yang ISPA pneumonia dengan sekolah ee siswa-sekolah dasar di ee tempat-tempat asap kebakaran hutan semuanya ee korelasinya positif ya. Baik baik ee maupun asma ya maupun pneumonia ya itu semanya positif. Semakin tinggi asapnya, semakin tinggi ee polutannya, semakin tinggi juga asmanya, ispanya, pneumonianya, gitu. Nah, ini ee ee riset kita 2 tahun 3 tahun yang lalu dengan Pak Penas kita menemukan bahwa terjadi ee ini ee angka harapan hidup. Angka harapan hidup ya ini ee terkait dengan polusi darah. Jadi kita bisa lihat di sini sampai 2016 itu masih naik terus ya. Eh maaf ini sudah berkurang ya. Ini berkurang tambah lama tambah banyak sampai 2016 ya. Kemudian di 2017 menunjukkan penurunan tapi tidak banyak ya. ee perkiraannya di kalau sekarang ini tahun 2025-2026 ya itu angka harapan hidup kita berkurang ee 4,2 tahun. Jadi kalau tadi saya sebut bahwa angka harapan hidup dari PAPENAS itu adalah 73 tahun, maka rata-rata orang Indonesia itu ee hanya akan sampai usia 69 tahun secara rata-rata. banyak yang di atas 70 tahun dan sebagainya, tapi lebih banyak yang meninggal di bawah itu sehingga ketika dirata-rata ee hanya sampai 69 tahun. Nah, ini juga bukti-bukti ilmiah yang kita bisa munculkan untuk dicermati. Nah, lalu ee kita kemarin dapat ee pandemi ya, pandemi itu pandemi Covid ya, itu juga teman-teman ee peneliti di internasional melakukan penelitian-penelitian yang ada kaitannya enggak sih ee polusi udara itu dengan kematian COVID-19. Nah, ternyata jelas ya of wheels. Jadi mereka-mereka yang meninggal karena polisi udara itu sekitar 90% ya. 90% itu ee yang mereka yang meninggal karena COVID ya itu 90% itu adalah mereka yang mempunyai komorbiditas ya. Komorbiditas. Komorbiditas itu adalah penyakit-penyakit tidak menular. Nah, seperti tadi kita cerita dari tadi itu kan kita sudah sampaikan di sana bahwa ee mereka-mereka yang ee terkena polusi udara ini lebih dari 60% itu akan menderita penyakit tidak menular ya kan. Nah, penyakit tidak menular ini yang disebut sebagai komorbiditas. Komorbid. Nah, jadi ketika mereka itu terinfeksi oleh virus COVID, maka jadi semakin parah dan kemudian bisa meninggal. Ya, 90% dari yang meninggal dari COVID-19 adalah mempunyai komorbid. Nah, artinya punya simpanan penyakit tidak menular dalam tubuhnya yang sebagian besar disebabkan oleh polusi udara. Nah, jadi ini ee risetnya riset-riset bagus-bagus semua. Jadi misalnya aja ini yang di Harvard ya ee di Amerika sana dia menemukan ee kematian karena COVID-19 itu 4K setengah kali lebih tinggi di wilayah yang polusi udara atau polusi PM 2,5-nya tinggi 4 seteng kali lipat ya itu ee kematiannya karena COVID ya itu lebih tinggi ee apa karena polusi udaranya tinggi PM 2,5-nya dibandingkan dengan polusi udara yang rendah. Sementara itu di Amerika ini ee kita bisa lihat data ee ininya 3.080 kabupaten kota ya yang ee apa mendekati 100% populasi di Amerika. Terus kemudian 200 juta loh populasi di Amerika ya. Terus kemudian di Itali Utara itu juga ketemu tuh ternyata kematian COVID itu ee di Itali bagian utara itu yang tinggi polusi ya itu ee 12%. Sementara yang di ee wilayah selatan yang rendah polusi itu 4,5% ya. Jadi tiga kali lipatnya. Dan kemudian kita coba juga ini di Jakarta ya, ini tahun 2024 kita publish di Q1 ya. Ee bagus sekali ini ee kita temukan bahwa setiap 50 peningkatan 50 mikrogram PM 2,5 itu mengakibatkan ee berkaitan dengan peningkatan 12% kematian karena COVID. Jadi 5 kalau PM 2,5-nya itu meningkat 50, maka ee mereka-mereka yang meninggal karena COVID itu juga meningkat 12% gitu. Nah, itu yang ee ee kita temukan di ee Jabod Tabek pada saat itu. sehingga dari temuan-temuan tersebut, banyak sekali teman yang lain itu menjadikan WHO mengeluarkan seruan ya tahun 2020 bahwa ee ketika ee seluruh negara, setiap negara yang membuat ee kebijakan untuk penanggulangan COVID-19 harus menyertakan program pengendalian polusi udara. Jadi sudah jelas sekali ya, setiap negara yang merencanakan pengendalian atau pemberantasan atau ya apa apa pengurangan dari risiko COVID-19 itu harus menyertakannya dalam program itu adalah pengendalian polusi udaranya. Oke. Nah, lalu ee ini penelitian kita yang terbaru ya, ramai-ramai dengan ee ESDM ya. Ee waktu itu karena Pak Luhud ee menu mengko apa namanya? mengko invest ya ini mengkumarves maritim dan investasi. Nah, itu ditugasi oleh Presiden untuk mengendalikan polusi udara di Indonesia. Maka ee beliau membentuk tim dan kita masuk di sana dari sisi kesehatannya dan kita ee diskusi bahwa ee kita yang kita tembak dulu adalah ee polusi dari sarana transportasi ya. Karena apa? 47% dan itu yang tercepat sebenarnya 47% polusi udara itu ya ya 50% lah karena 45 sampai 60% ya 50-an separuh dari polusi udara itu ee adalah suangan dari transportasi. Nah, kemudian transportasi tadi ternyata kita tememu bahwa ee kualitas bahan bakarnya sehingga kemudian kita bikin apa skenario ee gimana kalau ee bahan bakarnya diperbaiki ya. kita ee membuat skenario untuk langsung dari ee bensin apa pertal itu diganti dengan ee Euro 4. Euro 4 itu artinya pertama green ya yang 95 oktannya. Nah, itu kita coba ee membuat skenario kalau 2024 diganti 10% gimana? Kemudian ditambah total jadi 34% di tahun 2020. Kemudian total jadi 26 ee 64% sampai tahun 2020 di 2026 ini di dan kemudian kita targetkan ee 100% di tahun 2028 ini mengganti ya 100% pertalet di tahun sampai 2028 ini skenario yang kita buat. Kemudian bagaimana efeknya terhadap kesehatan. Nah, kita ee ini adalah eh existing condition-nya di mana setiap peningkatan 15 mikrogr/m³ BM 2,5 itu meningkatkan kasus pneumonia 20%. Meningkatkan kasus ee ee CUBD PPOK tadi ee penyakit paruh obsikonis itu 27% gitu. Terus Ipai juga berpengaruh ya ee ini hard disis-nya penyakit-penyakit jantung itu meningkat e 37%. Ini existing-nya data 2018 sampai 2023. Nah, kemudian ee kalau tidak dilakukan ee perbaikan kualitas bahan bakarnya ini nih jumlah kasus pneumonia ini akan meningkat terus sampai tahun 2030 ya. Tapi kalau kemudian kita melakukan skenario tadi ternyata jadi menurun. 2020 sudah menurun, 2024 sudah menurun, 2025 menurun ya jumlah kasusnya. Nah, konsekuensinya terhadap klaim BBJS juga jadi menurun. Jadi apa ini bilion ya, ini miliar ya. Jadi ee kalau dengan penurunan jumlah apa ee kasus kimnya maka kinnya juga akan menurun. Ee demikian juga ini PPOK tadi ya. Kalau tanpa intervensi yang seperti sekarang ini kan kita belum menerapkan euro 4 ya bensinnya belum dirubah ee akan seperti yang biru ini meningkat terus tapi kalau kemudian dirubah sejak 2024 akan menurun klaim BPJS-nya juga akan menurun ini juga terhadap penyakit jantung sebenarnya menunjukan tren menurun nah ini klaim PPJS menurut penyakit tadi 12 penyakit tadi totalnya nya artinya kita menunjukkan peningkatan ya. Terus kemudian ini ee bisa dimengerti kenapa 2020 turun ya sampai 2022 naik API. Ini adalah masa COVID. penyakit-penyakit terkait polusi udara itu tercatat sebagai masalah COVID sehingga tidak terikut di ee masing-masing nama penyakit ini. Sehingga kemudian kim BPJS terkait dengan penyakit-penyakit ini ya trennya jadi kelihatan menarun. Padahal sebenarnya kita bisa lihat setelah selesai ee pandemi ya dari 2.200 menjadi 2.200 lebih dikit ya di tahun 2022 2023 naik lagi gitu. Nah, terus hasil riset kita yang 4 tahun ya kita buat modeling ini adalah polusi udara dan juga ee apa Coca-Cola polusi udara dengan ee berbagai jenis sumbernya di transportasi. Jadi ini ada ee apa kontribusi dari sepeda motor, kontribusi dari ee kendaraan diesel, kendaraan apa? roda empat yang ee bensin dan sebagainya. Nah, trennya dari ee polutan udara ini naik terus ini trennya juga CO VOC naik, CO naik, PM 2,5 naik ya sampai tahun 2030 ini PM10 naik, ini juga ee NOX naik. Artinya apa? Kita masih menghadapi bahwa polusi udara itu naik terus gitu. Nah, tadi kita sudah bicara detail risiko terhadap ee penyakit dan sebagainya dan seberapa ee dan betapa seriusnya ee iya risiko-risiko kesehatan dan kematian yang terjadi. Nah, kalau kemudian kita melihat ee hasil-hasil riset ini naik terus nanti polusi dannya tanpa ada upaya ee yang signifikan ya berat gitu kan. Nah, walaupun begitu ya ee khusus untuk transportasi ee kita harus ee punya beberapa hal yang ee diprioritaskan ya. misalnya kurangi jumlah kendaraan motor di jalan raya karena apa? Ini masih menggunakan bensin yang sampai sekarang juga masih relatif kotor. Jadi semakin banyak jumlah kendaraan yang dikurangi maka ee emisinya juga akan berkurang. Demikian juga ee nah ini juga yang kenapa kemudian di apa kendaraan-kendaraan umum itu semuanya dijadikan listrik dan kemudian ada LRT, MRT ya di Jakarta itu semuanya adalah upaya-upaya supaya jumlah kendaraan di permotor di jalan berkurang gitu. Terus sudah bar tentu ya sumber masalahnya kualitas bahan bakar karnya ya harus diperbaiki gitu. Kemudian ee teknologi mesin kendaraan dengan kualitas bahan bakar harus sesuai ya. Karena ee bagaimun juga ee bensin-bensin atau bahan bakar itu semakin diperbaiki. Kalau yang menggunakan itu masih kendaraan-kendaraan dengan usia-usia tua, maka ya tidak comply istilahnya ya. Jadi masih tetap aja mengeluarkan polusi udara meskipun bensinnya sudah bagus. Makanya kalau di Singapura itu usia gen motor cuma 10 tahun kan ya 10 tahun ya 5 tahun at 10 tahun gitu kalau di ee Jepang ee 5 tahun gitu harus harus ganti harus di dihancurkan gitu harus dikembalikan kepada pemerintah untuk dianjurkan terus ee manajemen transportasi. Nah, ini jangan sampai ada terjadi kemacetan ya. Karena ini ee teorinya adalah gini. Sebagus apapun kendaraan bermotor itu kualitas apanya? kualitas mesinnya ee dan sebagus apapun juga bahan bakarnya kalau dia berada di kecepatan di bawah 30 km/h, maka akan terjadi pembakaran tidak sempurna, maka masih akan terjadi polusi. Palutan akan keluar. Demikian juga kalau di atas 110 km/h, maka polisi udara akan keluar. Nah, jadi idealnya ee dengan mesin yang bagus dan ee bahan bakar yang bagus itu berada di kecepatan 30 sampai 110 km/h. Nah, kalau kita bisa bayangkan di Jakarta ini di bawah 30 km/h ya ter ee kalau macet dan sebagainya di tol dan sebagainya naik sudah barang tentu polusinya akan terus terjadi. Terus kemudian sudah pada tentu jumlah monitoring kualitas udara itu juga ee harus banyak ya diperbanyak supaya kita semua tahu bisa melihat di aplikasi ee kita mau pergi atau tidak gitu. Kalau mau pergi ee padahal di aplikasi itu di berbagai daerah ee warnanya merah nih misalnya ya. Jadi masyarakat harus tahu dari aplikasi-aplikasi ee yang menyebutkan atau yang menunjukkan kualitas udara real time di mana-mana sehingga kita memutuskan untuk pergi atau kita memutuskan kalau mau pergi harus melewati wilayah-wilayah yang masih hijau gitu kualitas ee udaranya. Nah, kalau pada manusianya ya sudah barang tentu kita ee tadi ya memeriksa monitoring kondisi kualitas darah setiap saat supaya kita bisa memutuskan pergi atau tidak atau melewati jalan mana. Terus kemudian ketika ee warna merah di wilayah kita ee dari aplikasi tersebut maka kita harus ee menutup jendela rumah ya. Terus ee bijak memilih waktu dan jalur rendah polusi ketika melakukan perjalanan dengan darah bermotor. Lakukan sirkulasi silang udara sejenak ketika berada dalam berasi lebih dari ee ee lebih 30 menit ya. Misalnya kalau kita ee apa namanya menggunakan drum kter lebih dari 1 jam misalnya, maka ketika di jalanan yang jalanan yang lancar ee bukalah jendela itu ee ya 5 cent gitu ya. Buka jendela 5 cent selama beberapa menit gitu supaya terjadi cross ventilasi. Jadi udara yang ada di dalam ee mobil itu bisa ter ee salurkan keluar. Terus kemudian gunakan masker bedah atau N95 saat kualitas menunkan tidak sehat. Jadi kalau N95 ini bisa mengurangi 95% polutan. Kalau beda itu bisa mengurangi 50% polutan. Lumayan gitu. Terus kemudian upayakan berada di lingkungan udara bersih untuk memberikan kesempatan paru-paru melakukan pembersihan alamiah. Jadi enggak usah takut ya ketika setelah udara-udara bersih itu bisa disuplai oleh ruangan-ruangan berac apalagi kalau menggunakan air purifier ya ee ruangan-ruangan kantor dan sebagainya. Jadi sebenarnya ketika kita berada di perjalanan menghirup udara-udara yang kotor itu kemudian ketika kita berada di ruangan yang berac terus kemudian ya bisa dikatakan bersih ya apalagi dengan ee air purifier ya penjerni udara maka sebenarnya pada saat itu akan terjadi recover apa terjadi eh self purification jadi pembersihan paru-paru sendiri ya secara otomatis ya itu akan ee terbersihkan ee ketika kita berada sudah bersih dengan O2 yang baik. Demikian juga kalau misalnya kita ee weekend gitu ya, kita liburan itu berada di wilayah-wilayah yang banyak hutannya, banyak oksigennya, itu ee adalah kesempatan untuk melakukan eh self purification dari paru-paru kita. Nah, jadi ee kita harus e bisa mensiasati hal-hal tersebut. kapan kita berada di udara tidak sehat dan kemudian bagaimana pembersihannya. Oke, ter kemudian meningkatkan imunitas tubuh ya, perhatian olahraga rutin dan sebagainya. Oke, saya kira itu yang bisa saya sampaikan ya. Kita sudah sama-sama mengikuti dari tadi bahwa polusi udara itu gangguan terbesar daripada kesehatan, baik infeksi maupun penyakit tidak menular. Terus kemudian di kota-kota besar itu risikonya masih tinggi dan itu apa kontribusinya dari kena bermotor dan sudah barang tentu informasi-informasi tentang kualitas dan bagaimana kita memilih untuk ee melindungi diri dari ee udaraudara yang ee kita mengetahui dan kemudian bagaimana kita memberi ee memilih ee menentukan untuk terpapar atau tidak dari polusi udara itu yang menjadi sangat penting. Demikian, terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak kepada Prof. Budi atas penyampaian materinya yang sangat detail sekali, Prof. Kebetulan juga ini ee waktunya tinggal 7 menit lagi mungkin kepada Bapak Ibu semuanya ee saya mohon maaf untuk terkait ee terkait tanya jawab atau diskusinya. Mungkin di sini saya akan memberikan kesempatan pada penanya yang hanya ada di aplikasi Slidu seperti itu. Jadi mohon maaf sekali kepada Bapak Ibu semuanya ini karena keterbatasan waktu untuk tanya jawab secara langsung tidak ada untuk pada sesi ini. Baik untuk itu di sini dalam dalam tanya jawab di aplikasi Slidu sudah ada tujuh pertanyaan Prof. Budi mungkin bisa langsung saja dijawab satu persatu untuk pertanyaannya. Jadi yang pertama, apakah ada bukti yang menunjukkan hubungan polusi udara dengan penyakit non pernafasan seperti gangat hormon kesuburan, penyakit metabolik, sebagainya. Oke. Nah, jadi gini ee kita itu kan ini kaitannya dengan polutan atau pencemar yang masuk melalui hidung ya. Ya, melalui saluran pernapasan. Nah, kita harus bisa bayangkan bahwa yang kita ee sedot, yang kita hirup itu kan isinya macam-macam tuh. ada debu, ada gas, ada apa senyawa-senyawa kimia lain, ada logam berat gitu ya dengan berbagai ukurannya ya. Nah, artinya ee ukurannya macam-macam mulai dari katakanlah ukurannya 10 9 8 7 2 ee 2 1 dan sebagainya mikron ya gitu. Nah, itu kan ee secara bersama-sama ee dalam satu saat kita bernafas itu masuk ke dalam ee paru-paru kita melalui saluran nafas ya. Jadi jangan lupa melalui saluran nafas karena kita menghirupnya gitu. Nah, kalau melalui saluran napas maka sebagian ee akan nempel di saluran nafas bagian atas. yang gede-gede nempel di Maret bagian atas. Yang lebih kecil lagi turun ke bawah masuk ke dalam ee paru-paru. Kemudian disebarkan ke ee ke ee di paru-paru karena berkaitan langsung dengan jantung ya. Karena ee ee ini apa namanya? ee darah-darah kotor itu kan dibersihkan oleh paru-paru ya dan artinya terkait langsung paru-paru dan jantung yang berhubungan langsung dan kemudian jantung ini berkaitan dengan ee saluran darah ke mana-mana ke yang dibutuhkan ya misalnya ke otak itu ee kemudian ke ee otak susunan secara pusat otomatis kemudian ke organ-organ tubuh kita yang lain Nah, ee sudah bar tentu ee gangguan-gangguan ini lah yang menyebabkan berbagai macam gangguan-gangguan baik kesuburan ya, gangguan metabolik ya, terus kemudian bisa gangguan metabolik juga bisa gangguan hormon dan sebagainya karena ee levelnya sudah masuk ke sel-sel ya, ke sel-sel ee tubuh kita gitu anunya gangguan gangguan senyawa kimia tadi ada di mana dia dan sebagainya. Nah, jadi ee yang ingin sayaikan adalah dominan itu kalau ee walutan itu dari polusi udara yang masuk ke dalam melalui ee saluran paru dan sebagainya. kimia yang ada di situ eh penyakit apa infeksi maupun bakteri yang dari virus maupun bakteri yang ee melalui napas itu dominan ya tadi di ee secara ilmiah itu disebutkan sekitar 60% dari seluruh penyakit ya. Nah, sisanya yang 40% lewat yang lain misalnya lewat makanan minuman yang terkontaminasi, makanan minuman yang ee junk food misalnya ya. Nah, yang lain ee lewat itu. Ada juga yang lewat katakanlah hal-hal yang lain misalnya dari medan magnet, medan listrik ya. Ya, kita menggunakan HP, kita menggunakan ee ininya ee komputer, laptop dan sebagainya. itu kan ketika ee power supply-nya menyala itu medan mand listrik juga ee akan tergelombangnya itu akan ee apa memancar dan kemudian bisa langsung masuk ke dalam atau menyenang atau ya ee kontak dengan organ-organ tubuh kita. Nah, itu juga bisa menyebabkan gangguan kesunguran, gangguan hormon dan sebagainya. Jadi ee jawabannya adalah dominan dari ee polusi udara. Terus kemudian dalam kesehatan lingkungan seberapa valid bahwa amoniak menjadikan indikator ini paparan di industri dan apakah implikasi kesehatannya jika tidak didukung pemantauan kualitas udara. Nah, ini oke jelas ya. ketika ada bau maka terus kemudian kalau baunya menyengat sebenarnya tanpa diukur pun sebenarnya ya ee ketika itu mengganggu ee penciuman kita itu sebenarnya kalau diukur itu sudah melebihi membangas anunya ee apanya kalau di sini amoniak misalnya maka amoniaknya juga di atas batas gitu sehingga ee sebenarnya ini sudah mencemari ya. Nah, kalau itu ee masuk ke dalam tubuh ya karena kita mencium masuk ke dalam tubuh dan kemudian juga pada hewan ya dan lain yang sensitif juga terhadap pemonia, maka ini akan jadi ee risiko terhadap kesehatan gitu. Nah, ee sudah barang tentu ee kalau ee kita ee jadi mungkin gini kalau di dunia nyata ya, begitu kita ee ee apa namanya ee katakanlah mencium atau membau ee hal-hal tersebut ya itu kan mengganggu juga ya. harusnya kita melaporkan kepada ee yang berwenang ya, apakah Dinas Lingkungan Hidup ataukah ee siapa yang ada di sana ya atau Dinas Kesehatan misalnya ya yang ee harapannya adalah mereka akan melakukan pengukuran pengukuran kualitas udaranya, pengukuran baunya itu semua akan ada alatnya. Nah, dari itu nanti akan ketahuan meli abang batas atau tidak dan kemudian dari sisi waktu sudah berapa lama terjadi dan sebagainya itu sebenarnya ee bisa dihitung ee implikasinya terhadap gangguan atau risiko kesehatan yang akan terjadi gitu yang yang sudah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi. Jadi sebenarnya ee harus menunjukkan bukti-bukti yang terukur ya. Jadi ee kita kan sering juga di dunia nyata itu teriak-teriak ya masyarakat teriak-teriak karena terganggu dengan ee bau ee buangan industri yaumia dan sebagainya itu. Tapi ternyata enggak di enggak dapat respon gitu dari perusahaan atau dari industri yang ada di sana karena apa? Mana buktinya dan sebagainya. Nah, jadi mau enggak mau ya kita harus ee menunjukkan bukti yang terukur gitu. Kemudian yang berikutnya banyak aplikasi pematuk terdar yang menunjukkan hasil berbeda parameter P 2 pakai yang paling barat menjadi acuan harian ada parameter lain. Jadi sebenarnya benar ee ee parameter apa aplikasi-aplikasi itu beberapa memang berbeda ya, terutama dari sisi pemerintah dan kemudian dari sisi ee ee NGO atau standar yang digunakan di internasional gitu ya. Nah, yang digunakan di internasional itu memang ee batasannya sudah ee aturan global ya. Sementara kalau yang digunakan di pemerintah di Indonesia itu terutama yang dari pemerintah itu adalah pakai aturan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah sendiri sehingga agak berbeda gitu anunya warna-warnanya itu agak berbeda. Tapi yang sama adalah angkanya. Angkanya tidak berbeda jauh. Jadi kalau misalnya di internasional itu ee katakanlah PM2,nya itu 37 misalnya ya, itu warnanya kemudian dikasih warna merah gitu karena sesuai dengan standar internasional. Tapi kalau 37 itu di aplikasi yang punya nasional, punya KRH misalnya itu masih biru gitu di tingkat sedang gitu. Nah, jadi padahal hasil pengukuran segitu juga 37 juga gitu misalnya di KLH 37 di aplikasi yang lain ya pengukuran dari aplikasi yang lain sama 37-nya tapi warnanya berbeda. Nah, jadi ee kalau ee saya boleh menyaratkan atau kita juga sedang ee menggarap itu di Kementerian Kesehatan ya ee kita yang ee kita sudah sepakat ya di kebetulan ee saya di komite komite P2 RBPU apa pengendalian penyakit ee ee respirasi dan ee pencegahan dampak polusi udara. Nah, kita punya komite itu yang ditandat tangan di Menteri ya. Kita pun ee apa di Kemenkada itu dan kita sudah menyarankan kepada Kement Kesehatan untuk membuat ee atau mengikuti standar WHO dan itu yang sedang kita perjuangkan atau kita diskusikan ee setiap saat dengan teman-teman di KLH. Jadi supaya kita bisa sinkron. Jangan kalau di kesehatan itu yang ee dipertimbangkan adalah ee resiko kesehatannya ee yang harus dilindungi gitu. sehingga kembali lagi bahwa oke kalau KRH dasarnya adalah dari ee berbagai ukuran-ukuran yang ee mereka sudah punya konsiderannya. Maka ee kita arahkan di seluruh dunia itu ee pertimbangannya adalah dari perlindungan pada kesehatan manusia sehingga kita mengarahkan untuk ee mengarahkan untuk menggunakan ee standar yang digunakan oleh WHO dan internasional. Baik. Ee berikutnya apakah penyebaran kasus ee super seperti di Kalimantan Selatan berhubungan dengan adanya polusi udara di Oke. ee ini sudah jelas ya kalau kita harus ee kita harus ee memahami ya bahwa ee polusi udara itu tidak hanya dari emisi, tidak hanya dari industri, tidak hanya dari itu ya. Tapi ee apa yang ada di udara yang terhidup masuk ke dalam tubuh manusia itu apa yang ada di udara ya di situ ada virus, ada bakteri, ada ee jamur dan sebagainya. kita seharusnya menyebutnya itu sebagai polusi udara juga. Tuberkulosis misalnya, Covid misalnya, kebanyakan melalui udara itu. Jadi polusi udara itu sifatnya ada kalau dibagi empat adalah eh bagi tiga ya, fisik, kimia, biologi. Nah, yang tadi kita ngomongin ee fisik dan bi ee dan kimia kan ya yang dari kenalan bermotor dan sebagainya. Tapi juga ee tadi saya singgung dari sisi ee biologi. Biologi itu ya bakteri, virus dan sebagainya. Nah, jadi ee kita harus memahami bahwa ini semuanya kalau itu lewat ee apa? Lewat hidung, lewat terhirup, ya sudah polusi udara itu. Oke. Kemudian, apakah faktor iklim yang paling mempengaruhi dan untuk peningkatan polutan udara di wilayah kota metropolitan beberapa tahun ini? Nah, ini ee pemir lagi bahwa ee tadi sudah ee kita diskusikan bahwa polusi apa? Polusi udara itu kan hasil dari pembakaran-pembakaran untuk mendapatkan energi ya, untuk membakar apa ya untuk proses produksi di industri ataupun e di mesin kend motor dan sebagainya. pada saat emisinya keluar itu kan juga ee apa ininya ee gas-gas rumah kacanya kan juga keluar barengan sehingga itulah yang menimbulkan ee pemanasan global dan kemudian terjadinya perubahan iklim. Nah, iklim sendiri itu kan ee ada beberapa komponen ya. misalnya komer iklim itu adalah suhu, kelembaban, curah hujan ya, terus kemudian angin, ara angin dan sebagainya. Nah, ee itu dalam barang tentu ee ee gini kalau ee dari tren-tren yang ada selama bertahun-tahun ya, polusi udara itu akan tinggi ketika musim kemarau, musim kering ya. Kenapa? pada masa pada musim hujan itu kan ee banyak air turun dan ee curah apa uap airnya itu kan akan mengikat polutan-polutan yang ada di udara gitu sehingga kemudian airnya turun apa air hujannya kemudian turun dan polusi udaranya yang terikat akan turun akan berkurang seperti itu. Nah, itu juga yang kemudian ee brin menemukan bahwa oke di air hujan ada mikroplastik gitu misalnya. Nah, artinya apa? Mikroplastiknya itu di udara banyak. Ketika hujan maka terikat oleh uap air. Dan kemudian itu yang diperiksa oleh teman-teman dari BRIN ya kan. Nah ee kita harus berpikir lebih jauh kalau gitu di udara lebih banyak dong mikroplastiknya kalau tidak hujan. I kan padahal hujan berapa kali seminggu gitu yang tidak hujannya berapa hari gitu dan sebagainya. Nah artinya apa? itu ada di udara semua. Nah, sehingga ee ketika tidak hujan itu polisi udaranya tinggi karena ya karena sumber polutanya tidak masih ada gitu. Kendaraan bermotor masih di masih di sana pada saat hujan itu juga masih ee ee apa polusinya itu tertekan oleh air hujan. Tapi ketika hujannya rendah ini kan polutanya keluar terus dari sumbernya ini industri ya apa apa kenderaan bermotor semuanya masih ada di sana bahkan macet kan. Nah, itu kan emisi akan keluar terus itu. Nah, ini yang ee harus dipahami juga bahwa oke kalau hujan nanti udaranya bersih. Benar, bersih beberapa saat kita bisa lihat itu di aplikasi tapi kemudian besoknya tinggi lagi karena sumbernya masih ada sumbernya ada terus gitu. Oke. Ee kemudian yang terakhir ya, apakah pengujian biomarker parameter PB melalui darah dapat sekaligus mengetahui jenis logam berat yang terpelar pada manusia dan apakah hal tersebut efektif? Nah, ini ini penting nih. Bagus sekali. ee kita harus melihat bahwa ee biomarker itu ee teorinya adalah dia mewakili ee dari ee polutan-polutan yang ada di dalam tubuh ya. Jadi pencemar yang ada dalam tubuh. Nah, itu karakternya beda-beda. Misalnya kalau timbal logam berat ya, timbal itu ee pada anak-anak kita bisa lihat di sampel darah karena apa? Ee teorinya ee timbal ini masih keluar masuk tulang ee karena masih di usia bertumbuhan ya. Dia hanya keluar masuk tulang dan banyaknya di darah gitu. sehingga ketika kita me mengukur timbal darah pada anak-anak itu bagus mencerminkan bahwa ee sebagian besar daripada timbal itu yang di tubuh anak itu memang ada di darah sehingga kita ambil sambal darah. Sementara kalau kemudi orang dewasa 90% itu timbal sudah ada di tulang di tulang belakang misalnya. sehingga kalau kita mau memeriksa biomarker di darah kurang representatif pada orang dewasa ya. Tapi kalau kemudian diambil di tulang di tulang belakang ya di sumsun tulang belakang maka itu representatif bahwa timbal ada di sana. Nah berbeda dengan misalnya arsenik ya. Arsenik itu jangka pendek kita ambilnya ya di urin karena lebih banyak di urin ya. Ee sori arsenik itu sebentar. Oh iya urin dan kuku. Jadi kalau jangka pendek pencemarnya itu di urin. Tapi kalau jangka panjang itu ada di kuku. Jadi kukunya yang akan kita periksa. Terus kemudian kalau merkuri ya, merkuri itu ee jangka pendek bisa di darah ya, tapi jangka panjang ada di rambut. Nah, jadi pencemar jangka pendek misalnya 1 sampai 2 minggu ini ee tercemari atau 2 minggu terakhir tercemari oleh merkur itu bisa dilihat di darah. Tapi ee kalau kita melihat di rambut, cutter merkuri yang ada di rambut itu menunjukkan ee pencemaran yang sudah jangka panjang. Jadi memang ee kita harus kembali ke teori dan sifat masing-masing dari ee lubang beratnya dan biomarkernya. Nah, itu akan berbeda-beda. Demikian, terima kasih. Baik, Prof. Budi terima kasih atas ee jawaban-jawabannya. Mungkin Prof. Budi bisa sambil minum terlebih dahulu, Pak. Karena pasti capek sekali 3 jam ini untuk menyampaikan materi dan ee dikarenakan waktunya sudah lebih Bapak Ibu semuanya. Jadi ee saya akhiri untuk sesi tanya jawab ini dan saya ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi Bapak Ibu semuanya dan mohon maaf kepada Bapak Ibu yang masih belum mendapatkan kesempatan untuk bertanya. Baik, untuk menutup menutup webinar ini kepada Profya, Pak. Jadi terpotong. I kepada Prof. Budi dapat memberikan closing statement-nya untuk menutup acara webinar ini. Oke. [tertawa] Baik. Ee kuncinya adalah kita sudah sama-sama tahu bahwa ee pencemaran udara itu sudah terjadi lama. Artinya apa? Kita kontak dengan pencemaran udara itu sudah lama. Ee kita berarti kita sudah ee memasukkan berbagai penyembahan dalam tubuh kita dan kemudian dengan berbagai efeknya pada tubuh kita. Terus kemudian kalau penyemar udara itu masih kita lihat masih terus berlangsung, maka saat ini juga kita juga masih ee memasukkan pencemar pada tubuh kita. Dan kelihatannya kalau upaya-upaya radikal bersama-sama belum dilakukan juga, maka kita masih terancam kesehatan kita. Nah, yang ee tadi untuk perlindungan pada manusianya yang baik ya kita kalau keluar ya lebih baik pakai ee masker ya. Karena kita tidak tahu di mana penyebaban udara itu tinggi. Kita pakai masker aja. kita lindungi masker dengan masker yang berkualitas ya katakanlah N25 ya N95 sori dengan N95 karena itu bisa apalagi kalau di jalan raya ya di ee transportasi N95 bagus tapi kalau kemudian kita misalnya di bis di dalam ruangan dan sebagainya kita pakai yang ee masker-masker yang biasa itu juga masih bisa melindungi kita. Nah, itu tidak hanya melindungi dari polusi udara ya, tapi juga melindungi dari bakteri, virus dan sebagainya sebenarnya supaya apa terlindung dari ee polutan baik dari manusia maupun dari lingkungan gitu. Nah, jadi ee sebaiknya kita melindungi diri sendiri sambil sebisa-bisanya juga ikut berpartisipasi ya untuk mengendalikan polusi udara dengan tadi apakah ee kita juga masih terus ee memutuskan untuk menggunakan kendaraan bermotor dengan bensin kualitas rendah gena ee mulai dari diri kita sendiri ya kalau kita sudah bisa memulai dan kalau diri kita itu juga banyak diri diri yang lain ya memulainya maka akan semakin banyak ee pengurangannya. Seperti juga halnya kita punya satu punya mobil listrik, beberapa punya mobil listrik, semakin banyak punya mobil listrik. Itu kan mengurangi polusi yang ada di ee di jalan raya. Ya, saya kira itu jadi kita proaktif untuk melindungi diri dan kemudian juga mudah-mudahan kita bisa berkontribusi untuk semua. Makasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ya. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Mungkin mohon izin terlebih dahulu, Prof. jangan dulu meninggalkan ruangan Zoom. Kita akan dokumentasi terlebih dahulu. Dipersilakan bagi Bapak Ibu ee peserta webinar untuk mengaktifkan kameranya. Oke. Baik Bapak Ibu semuanya di sini saya akan langsung saja untuk melakukan dokumentasi. Saya akan melakukan perhitungan mundur dimulai dari angka 3. ya. Mungkin satu kali lagi. 3 2 1. Oke. Baik. Untuk dokumentasinya sudah. Dan saya ucapkan sekali lagi terima kasih kepada Prof. Budi atas penyampaian materinya dan semoga dengan webinar ini dapat menambah pemahaman dan mendorong kita untuk ke langkah yang nyata dalam menjaga kualitas udara demi kesehatan bersama dan kehadiran Prof. Budi ini merupakan suatu kehormatan bagi Evoedu. Dan semoga di kesempatan lain kita dapat kembali berdiskusi dan bertemu dalam kegiatan berikutnya. Dan dengan hormat kami persilakan kepada Prof. Budi apabila ingin meninggalkan ruangan Zoom ya. Terima terima kasih Prof. Ya, ya. Baik Bapak Ibu semuanya, berakhir sudah acara webinar di hari ini dan bagi Bapak Ibu yang ingin mendapatkan e-sertifikat, Bapak Bapak Ibu dapat mengisi link presensi kehadiran yang tertera di layar ini. Dan ketika Bapak Ibu mengisi presensinya, pastikan nama dan email sudah diketik dengan benar karena hal ini akan mempengaruhi pengiriman e-sertifikatnya. Baik, saya akhiri kegiatan webinar di hari ini. Mohon maaf apabila saya ada salah sikap dan ucap. Wabillahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.