Webinar 134 Aplikasi GIS dan Remote Sensing Technology pada Penataan Ruang Berbasis Hidrologi
MMB5_WecyaE • 2025-11-13
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang kembali di webinar Eko ke-134. Dan saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu semua yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini. Dan hari ini webinar Ekoedu akan mengangkat tema aplikasi GIS dan remote sensing teknologi pada penataan ruang berbasis hidrologi. Dan perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Dan baik Bapak Ibu semuanya sebelum kita mulai webinar pada siang ini, alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Untuk itu berdoa dipersilakan. Berdoa dicukupkan. Untuk acara selanjutnya, mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak Ibu untuk duduk tegak. [musik] Baik ee Bapak Ibu semuanya untuk selanjutnya izinkan saya untuk mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami yaitu yang pertama adalah pelatihan penunjang dokumen AMDAL terkait persetujuan teknis untuk limbah B3 gelombang 11 akan dilaksanakan pada tanggal 11 hingga 21 November 2025. Kemudian di minggu selanjutnya yaitu adalah pelatihan pemodelan dispersi udara air mood kalp dan high split gelombang 20 yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 sampai dengan 28 November 2025. Dan apabila Bapak Ibu berminat pada dua pelatihan tersebut dan jika Bapak Ibu melakukan pembayaran pada hak-in satu pelatihan Bapak Ibu akan mendapatkan diskon 10% dari biaya investasi. Lalu kemudian di awal Desember nanti kami akan mengadakan pelatihan penyusunan AMDAL gelombang 2 yang dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2025 hingga 3 Januari 2025. Dan untuk biaya investasinya yaitu sebesar Rp12.500.000. Dan untuk pelatihan ini ada kuotanya ya Bapak Ibu yaitu ee sebanyak 30 peserta. Jadi ee dipersilakan kepada Bapak Ibu untuk mendaftar. Dan untuk informasi lebih lanjutnya dapat menghubungi admin kami yaitu di Riris dan Nisa. Dan Bapak Ibu juga bisa mengunjungi sosial media kami yaitu ada Instagram, YouTube channel, Facebook, dan juga website resmi kami di www.ecoedu.co.id. Dan juga apabila Bapak Ibu tertarik langsung untuk mendaftar, silakan diakses saja pada pendaftaran.co.id. Dan selain itu juga kami terdapat inhouse training yang dapat dilaksanakan secara offline maupun juga online sesuai dengan permintaan dari instansi atau perusahaan Bapak Ibu semuanya. Jadi ee kami tunggu di pelatihan dan ee baik Bapak Ibu semuanya, selanjutnya kita akan langsung saja masuk pada kegiatan utama kita yang di mana webinar kali ini kita akan berdiskusi tentang aplikasi GIS dan remote sensing teknologi pada penataan ruang berbasis hidrologi. Dan tentu saja kami juga telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan materi dan wawasan yang bermanfaat ini. Dan ee langsung saja perkenankan saya untuk memperkenalkan narasumber kita hari ini yaitu adalah Ibu Ir. Sinta Primawidowati Gunawan, ST, M.Sc., PhD. Beliau merupakan dosen Teknik Lingkungan Kebumian di UPN Veteran Yogyakarta. Dan mungkin saya akan menyapa terlebih dahulu kepada Ibu Sinta. Selamat siang, Bu Sinta. Selamat siang. Ini udah udah siang ya, Mbak ini ya? Masih jam 10. Loh, [tertawa] I selamat siang, Mbak. Bagaimana kabarnya, Bu? Alhamdulillah. Ee ya baik. Alhamdulillah, Bu. Mungkin ee sebelum kita mulai, izinkan saya menyampaikan beberapa teknis terlebih dahulu. yaitu yang pertama untuk pemaparan akan dilaksanakan selama 1,eng jam lalu kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan menggunakan aplikasi Slido. Lalu dilanjutkan juga dengan tanya jawab secara langsung pada ee peserta Zoom. Dan baik untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada Bu Sinta dan kepada Bapak Ibu semuanya. Selamat mengikuti acara webinar. Baik, terima kasih Mbak Dini. Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi. Sepertinya masih pagi ya Bapak, Bapak, Ibu semuanya. Biar kita semangat gitu ya. Selamat pagi ee Bapak Ibu peserta webinar Eko Edu yang saya hormati. Ee puji syukur kita bisa berkumpul ee pagi ini. Ee izinkan saya untuk membagikan ee sedikit dari ee ilmu yang sudah saya dapatkan pada saat saya ee apa ee belajar di ee jenjang ee S3 saya begitu. Ee ini untuk slide share itu saya sendiri atau bagaimana ya, Mbak Dini ya? Ee boleh dibantu, Bu. Oh, I kalau Ibu mau Iya boleh dibantu aja kalau begitu ya. Mohon mohon sebentar ya Bu ya. Iya. Baik. Baik. Sambil menunggu ya Bapak Ibu memang ee untuk GIS dan eh remote sensing technology ini mungkin sudah sangat sering ya ee kita jumpai dan pemanfaatannya juga sangat luas begitu dalam bidang apapun itu. sekarang kita ee harus memanfaatkan ee teknologi tersebut karena ee itu lumayan cepat ya ee sebuah teknologi yang lumayan cepat untuk mengejar ee apa ketertinggalan kita dalam penyediaan data baik untuk ee apapun ya dalam kita assesment apapun. Kebetulan kalau di penataan ruang itu sangat-sangat ee signifikan penggunaan remote sensing itu karena ee untuk data penggunaan lahan dan ee apa ruang bumi ini ya itu ee Indonesia mungkin masih sangat kurang up to date begitu ya. Sehingga ee bahkan di rencana tata ruang pun kadang-kadang ee apa namanya? Kurang up to date juga begitu. sehingga penggunaan remote sensing technology ini bisa sangat membantu. Begitu. Baik, jadi ee ee untuk hari ini kita akan membahas mengenai apa sebenarnya isu permasalahan tata ruang yang berkaitan dengan hidrologi tentunya ya. Kemudian bagaimana isu eksploitasi sumber daya air di ee rata-rata di daerah-daerah di Indonesia. Kemudian saya juga akan mungkin memperkenalkan basic-basic dari model hidrologi yaitu model ee apa? neraca air ya yang ee ada. Kemudian juga sedikit perkenalan mengenai remote sensing technology dan Jware. Dan apa yang akan kita gunakan untuk ee apa namanya ee untuk penataan ruang nantinya. Kemudian nanti sedikit aplikasi pada studi kasus yang sudah saya ee lakukan. Begitu. Next. Baik, untuk isu permasalahan tata ruang sendiri seperti saya sudah kemukakan tadi ya, bahwa ee dalam memonitoring urbanisasi yang terjadi di Indonesia saat ini juga mengenai kebutuhan air bersihnya itu sangat membutuhkan informasi mengenai perubahan lahannya baik secara statistik maupun spasial. Nah, selama ini mungkin yang ada itu yang sangat up to date itu mungkin baru secara statistik. Namun secara spasialnya itu masih sangat kurang gitu ya. Ini jadi ini merupakan tantangan berat terutama pada negara-negara yang basis datanya itu kurang lengkap begitu ya. Ya mungkin ee apa namanya ee kalau secara statistik mungkin sudah ada angkanya. Tapi ee dalam penataan ruang itu kan yang dibutuhkan juga kita harus paham mengenai distribusi spasial dari penggunaan lahannya. Begitu. Nah, kemudian ee informasi yang diperlukan untuk kita mengetahui sumber daya air karena kita harus ee dalam ee apa mendukung pembangunan berkelanjutan kita juga harus memahami ee berapa sih cadangan sumber daya air kita gitu. Sehingga kita harus memahami tingkat urbanisasi dan juga bagaimana kondisi siklus hidologi di ee lokasi kita. begitu mungkin lanjut. Baik. Ee kemudian kalau untuk isu eksploitasinya sendiri selama ini Indonesia sudah mengguna ee sudah memiliki PDAM ya, perusahaan daerah air ee atau perusahaan air minum di tiap-tiap daerah, perusahaan PDAM yang ee mengatur ee mengelola ya atau memberikan servis pelayanan ee air bersih kepada ee penduduk, kepada masyarakat dan warga ee sekitar semua gitu ya. Namun ee nah di sini kan kalau PDAM itu juga mengambil air dari ee berapa sumber alami dari akiver dalam maupun akiver dangkal dari mata air maupun ada beberapa juga malah dari sungai yang kemudian diolah kembali gitu ya dipurifikasi ee dan kemudian penggunaan air bersih pun dinominasi oleh ee penggunaan air ee domestik begitu ya. Namun ee berdasarkan ee Jaik Report bahkan ini Jaica Report itu sudah lama sekali ya sebenarnya tapi sepertinya kok masih sangat ee signifikan juga maksudnya masih sangat relate gitu ya. Masih sangat ee bisa kita lihat bahwa eh service ratio yang ada di ee penduduk itu masih sangat rendah ee antara 6% sampai 40% bahkan begitu. Nah, sehingga banyak ee apa ee karena dilihat dari praktiknya itu banyak ee masyarakat itu hanya menggunakan sumur begitu ya, sum langsung langsung menggali sumur, membuat sumur daripada mendaftarkan ee sumber airnya pada pemerintah gitu. Artinya ee untuk mendapatkan sumber air mereka bergantung pada ee sumur setempat begitu ya menggali. Nah, hal iniat berbahaya bagi pembangunan berkelanjutan. Karena apa? Karena kita tidak bisa mengukur ee berapa jumlah air yang ee diambil begitu. Berapa jumlah air yang kemudian digunakan, dikonsumsi setiap harinya ee dari sumur-sumur ini karena dia tidak tercatat ya. Kalau PDAM pasti ada pencatatan ee pada watermeternya ya, watermeter di setiap rumah. Sehingga mungkin dari segi manajemen pengelolaan itu monitoringnya mungkin bisa tercatat air yang digunakan setiap harinya itu berapa begitu. Tapi kalau misalnya dengan sumur ini sangat susah gitu mengidentifikasi atau mengestimasi berapa ya ee secara akurat gitu ee ini air yang digunakan setiap harinya. Begitu. Next. Nah, untuk itu ee karena sumber daya air ini sangat-sangat penting ya, air itu ee di apa dibentuk pembentukan air itu juga tidak cepat ya. pembentukan air bersih itu tidak cepat sehingga ee kita dalam ee penataan ruang, dalam pemanfaatan ruang itu harus selaras dengan ee pola pengelolaan sumber daya air. Nah, bagaimana kita bisa mengelola sumber daya air? Ya, kita harus paham mengenai siklus hidologi di sebuah area, begitu. Nah, di sini kalau ee untuk pendekatan secara cepatnya ya sebenarnya karena siklus hidrologi itu ada siklus panjang dan siklus pendek. begitu ya. Ada siklus panjang, siklus pendek. Kalau siklus panjang itu nanti sampai ke ee akver yang terdalam gitu ya, akver tertekan gitu. Kalau misalnya siklus pendek kita hanya menghitung sampai akver bebas dan kemudian air permukaan. Nah, memang untuk asesmen secara cepat memang lebih ee apa ee di lebih nyaman atau lebih bisa dihitung dengan menggunakan batasan unit analisis hidrologi yaitu daerah aliran sungai gitu ya dengan model siklus hidrologinya dengan rainfall run off model begitu. Nah, ini seperti dapat dilihat ya ee gambaran sebuah ee unit daerah aliran sungai itu adalah ee area yang dibatasi oleh dua bukit yang kemudian airnya akan mengalir ke satu ee air ee satu aliran air sungai yang besar yang kemudian akan bermuara di ee laut begitu ya. Dan di situ terlihat bahwa dalam satu DAS itu ee banyak sekali pemanfaatan ruang yang bisa dilakukan gitu. Nah, sehingga tergantung dari kegiatan apa yang ada dalam unit DAS tersebut sehingga nanti bisa menganalisis bagaimana ee pola pengelolaan sumber daya air yang ee bisa dilakukan begitu. Nanti kaitannya dengan perencanaan tata ruangnya begitu. bahwa kalau misalnya area yang merupakan area catchment ya, catchment area daerah tangkapan air hujan berarti kan tidak boleh dilakukan pembangunan yang masif, tidak boleh dilakukan perkerasan yang masif agar air masih bisa meresap dan kemudian bisa turun ke area discharge begitu. Baik, lanjut. Ee nah ini beberapa model yang bisa saya perkenalkan. Ini diambil dari ee IPA juga. ya dari USPA bahwa ee ada model-model rainfall runof itu dari yang paling sederhana sampai ke yang paling ee kompleks begitu ya. Tentunya semakin kompleks ee modelnya akan semakin banyak pula parameter yang akan dibutuhkan dalam perhitungan ee sumber daya airnya. Begitu. Nah, semak namun dengan semakin kompleks juga akan semakin akurat ee perhitungannya begitu. Nah, yang pertama itu adalah lel di tanpa kita membeda-bedakan karakter masing-masing areanya begitu ya masing-masing area. Jadi, ini area itu karakternya sama begitu. Jadi hanya membutuhkan parameter air hujan yang kemudian akan dihitung sebagai luaran air limpasan dan ee air yang ee discharge gitu ya, debit discharge di titik outlet terakhir di muaranya begitu. Nah, sehingga ee apa model ini sangat simpel ini nanti bisa ada ee selanjutnya ada lebih ada keterangannya lebih ee lengkap ya. Yang kemudian yang kedua adalah semiistributed model. Di sini ee digambarkan semidistributed-nya sudah terlihat bahwa dia ee dibuat karakter-karakter khusus per subd gitu ya, per subd outlet-outlet kecil di setiap pertemuan eh streamline, pertemuan arus liar sungai begitu. Nah, jadi di sini sudah sedikit mulai ada perbedaan begitu ya, tidak disamaatakan begitu. Nah, kemudian yang ketiga ini yang lebih sangat ee apa detail lagi yaitu distributed model. Nah, distributed model ini menghitung eh apa? Menghitung debit air di setiap piksel begitu. Jadi setiap piksel, piksel ini adalah eh picture eh elemen ya, picture elemen yang eh ada di gambar ya, gambar. Nah, terutama di sini adalah tentunya nanti akan dikaitkan dengan gambar dari remote sensing imagery begitu ya. Nah, jadi distributed model ini sangat akurat karena dia akan memperhatikan karakter ee lahan karakter lahan di setiap pikselnya begitu. Jadi tidak lagi tidak lagi ee dipukul rata gitu ya, tapi sudah memperhatikan karakter di setiap pikselnya. Sehingga eh hal kalau dengan distributed model ini dapat dibedakan area lokasinya. Apakah dia punya kemiringan lereng, apakah dia datar, apakah dia punya ee apa karakteristik lain yang ee khusus begitu sehingga akan berbeda ee apa namanya? Pencirinya. Ada penciri di sini, ada penciri geografisnya begitu. Sangat berbeda dengan yang ee model A tadi ya. Model A lamp model di mana semua eh areanya dianggap sama begitu. Nah, sehingga di distributed model ini benar-benar dihitung karena seperti tadi misalnya kita ee kembali apa maksudnya kita melihat penggunaan ee sumur sebagai sumber air bersih ya itu kan kita tidak bisa tidak bisa ee memukul rata juga ya. Mungkin ada sumur itu ada di lereng yang tinggi, ada sumur di lereng yang rendah. Sehingga mungkin di situ kalau kita tidak melihat bypixel, kalau kita tidak melihat ee lebih detail lagi, kita tidak bisa memetakan gitu di mana sebenarnya potensi air yang ee masih bisa naik maupun ee yang turun. Begitu. Begitu ya. Next. Baik. Ini ee ini hanya keterangan juga dari tadi ya. Jadi dari lel semidistributed dan distributed dari metodenya bahwa pada lam model ini memang tidak ada ee di apa tidak dipertimbangkan ee unsur-unsur spasialnya gitu ya. Jadi seperti saya jelaskan tadi bahwa seluruh area itu dimodelkan sebagai satu unit yang sama gitu ya sehingga dan inputnya juga hujan di area tersebut dan kemudian ya langsung saja diketahui bahwa di situ ee akan ada debit discharge ee tertentu begitu. Di sini memang dia itu akan waktunya akan lebih cepat dalam menghitung. Jadi ini hanya menghitung estimasi begitu ya. Menghitung estimasi. Tapi kalau estimasi kan mungkin untuk perencanaan itu estimasi itu kurang bagus ya. Karena kita nanti ketika berbicara waktu, ketika berbicara jumlah penduduk itu kita harus berbicara ee apa namanya? Angka begitu ya, jumlah angka sehingga kebutuhan air dari penduduk itu juga tidak ter ee apa ya ter ee tidak beresiko gitu ya. Tidak beresiko kekurangan air gitu. Jadi di sini memang banyak asumsi ya kelemahannya. Dia memiliki banyak dia ee banyak asumsinya karena kita tidak tahu ya apa yang terjadi dalam satu area DAS itu kan banyak sekali faktornya yang seharusnya bisa apa mempengaruhi ee hasil dari debit discharge-nya begitu. Nah, di sini memang model-model ini biasanya digunakan pada jenis model empiris begitu ya. empiris dan konseptual ee biasanya digunakan masering karena dia adalah ee menggunakan data driven ya. Nanti selanjutnya mungkin akan lebih kami jelaskan, saya jelaskan lagi mengenai apa itu empirical, konseptual, dan physical ya untuk contohnya. Nah, untuk semistributed juga dia peralihan ya peralihan antara eh lum dan distributed dia sudah agak spesifik untuk inputnya. beberapa sudah mungkin ee apa membutuhkan beberapa parameter yang spesifik ee dan bisa ee mempertimbangkan subd-subdas kecil begitu sehingga sedikit agak lebih detail gitu ya. Eh, cuman ya tetap ya weakness-nya ini juga masih eh average data masih data yang eh rata-rata pada satu subd karena dalam satu subd pun kadang punya karakteristik yang juga mungkin unik bisa unik begitu ya. Kemudian kalau yang distributed ini memang benar-benar ee setiap pikelnya ya benar-benar mempertimbangkan spatial variability. Jadi elemen ee unsur geografisnya, unsur spasialnya di tempat tersebut itu sangat di ee perhatikan begitu ya. Jadi memang spesifik data perselnya. Walaupun mungkin bisa sama ya, curah hujan mungkin bisa sama, tapi mungkin dari karakteristik lahannya itu ee mungkin ada perbedaan karena kemiringan lereng, bentuk ee permukaan dan sebagainya begitu ya. Nah, ini biasanya harus dikaitkan dengan ee benar-benar dengan hukum fisika ya, hukum fisika dari proses hidrologi itu sendiri. Cuman ya makanya kelemahannya karena ini adalah proses hidrologi yang benar-benar sesuai dengan hukum fisika. Jadi, setiap tetes aliran airnya itu memiliki ee apa ya, memiliki perhitungan gitu ya, bagaimana air ini mengalir di batuan, bagaimana sifat kelistrikan antar batuan di akvernya begitu. Nah, itu sangat-sangat menjadi concern dalam eh distributed model ini. Oleh karena itu, ya weakness-nya ya eh kelemahannya tentu saja data itu harus ee harus masif gitu ya, harus lengkap, harus ada gitu ya. Dan tentu ee perhitungannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar begitu ya. Next. Baik. Nah, ini tadi ya ee jadi empirical konseptual dan fysikal ini hanya berdasarkan struktur matematisnya, struktur perhitungannya. Nah, kalau empirical ini memang ee datanya itu nonlinear karena kita semacam kayak ee kita melihat banyak kejadian. Jadi kita mengumpulkan data misal data 10 tahun terakhir kemudian kita olah di ee machine learning ya. Ini jadi empirical ini lebih ke data driven ya. Data driven. Jadi kita mengumpulkan data hidrologi selama sekian tahun kemudian kita masukkan dalam machine learning dan membiarkan machine learning ini yang membaca data tersebut gitu. Yang membiarkan machine learning ini membaca data tersebut. Namun kita sendiri tidak mendapatkan data-data seperti tadi seperti yang misal ee kelistrikan antar batuan ee koefisien infiltrasi ee tutupan lahan yang berapa persen gitu ya. Tidak ada tidak ada pengetahuan tersebut sehingga ini benar-benar seperti ya black box gitu. Kita kita memasukkan data hujan sekian puluh tahun kita ee olah di machine learning kemudian kita dapat nih debit discharge-nya berapa ee ee di area tersebut gitu ya. ini karena small part ee apa memang tadi parameternya hanya sedikit ya ee dia nah jadi dia cepat. Nah, cuman ya ini tadi dia tidak ada pengetahuan mengenai hal-hal yang terjadi dalam proses ideologi yang mempengaruhi dalam suatu ee unit analisis DAS tersebut. Begitu. Nah, di sini memang bisa digunakan untuk perhitungan cepat, estimasi di tempat-tempat yang datanya kurang, data pengukurannya kurang, begitu ya. Dan dan hanya memang untuk melihat saja estimasi run off di area tersebut itu berapa begitu. Nah, ini memang ee contoh-contohnya ini eh seperti curve number dan artificial network. Ini adalah ee contoh dari tadi penggunaan machine learning untuk ee data driven eh model begitu. Nah, kalau di konseptual, konseptual itu ee ada sudah ada sedikit formula ya, rumus yang ee memperhatikan dari proses ee hidrologi gitu ya. Ee jadi modelnya cukup simpel gitu ya. Jadi model cukup simpel ee walaupun juga tidak ee tidak banyak menggunakan parameter, tapi sudah sedikit memikirkan proses hidrologinya gitu walaupun tidak selengkap di fysikal ya. Kalau di fysikal ini benar-benar tadi ya benar-benar ee lengkap begitu, lengkap sekali. Nah, di sini ee konseptual ini menjadi jalan tengah sebenarnya, jalan tengah ketika ee ingin sedikit memaham apa memberikan pemahaman mengenai proses hidrologinya dan dan juga kita hanya memiliki waktu yang sedikit untuk waktu perhitungannya. Kita hanya memiliki waktu sedikit untuk menghitung ee ee rainfall runof ini begitu. Jadi, nah model-model ini digunakan untuk ee kenapa sih kita harus menggunakan model ya? Karena kita itu kan tidak bisa. Iya, silakan ada yang raise hand mungkin. Ee izin Bu Sinta nanti aja. Oh, begitu. Iya, ini soalnya ada yang resnya jadi saya gimana? E, saya ngikut ee Mbak Dini aja mungkin nanti ya, Pak Bapak atau Ibu ya. Ini Bu Eber Delk 21. Iya. Baik, saya lanjutkan dulu ya. Nanti mungkin ee yang pertama akan bertanya mungkin Pak Eber ini ya. Jadi ee mungkin lanjut saja ee ya. Jadi model ini kenapa kita harus menggunakan model? Ya, karena kita itu harus eeemp me me apa namanya? mensimulasikan ya mensimulasikan kejadian alam supaya kita bisa memprediksikan kejadian ke depannya itu bagaimana sehingga harus dipilih model yang mendekati dengan ee kejadian sesungguhnya. Begitu. Nah, di sini model hidrologi ini ee apa namanya? Menggambarkan atau mensimulasikan kejadian siklus hidrologi yang ada di alam tentunya. Begitu ya. Lanjut. Baik, ini hanya sekedar gambaran saja untuk konseptual model itu. Ee jadi sudah sedikit memberikan gambaran mengenai bagaimana sih proses hidrologi itu dari mulai ada presepitasi yang kemudian dipengaruhi dengan ee evapor transpirasi dan kemudian masuk infiltrasi yang akan disimpan dalam zona ee ee storage eh soil storage gitu ya. kemudian akan turun lagi ke bawah ke akver ee tertekan begitu sehingga di sini ada ee sudah ada sedikit prosesnya gitu. Lanjut. Nah, kalau di sini yang physical model ini benar-benar melihat setiap proses dari ee siklus hidrologi itu sendiri bahkan sampai ke siklus yang panjang begitu ya. di mana di situ setelah ada prespitasi itu kan presipitasi pun masih dipengaruhi dengan ee radiasi sinar matahari. Kemudian di bawah itu nanti dipengaruhi di lahannya infiltrasi akan dipengaruhi dari jenis tanah, kemudian dari koefisien infiltrasinya berdasarkan penggunaan lahan dari kemiringan lerengnya. Kemudian ketika masuk ke Akiver bebas itu nanti ee kelistrikan dari ee antar batuannya bagaimana. Jadi ini benar-benar super detail dan harus ee apa namanya? Menggunakan data yang intens tadi ya. Datanya harus benar-benar lengkap begitu. Baik, lanjut. Baik, kita sekarang akan masuk ke ee pengenalan dengan ee ee kepada remote sensing proses ya. Tapi sepertinya ini juga sudah sangat ee mungkin sudah sangat sering dibahas ya. Saya hanya sedikit saja karena apa sih sebenarnya data yang diambil dari ee remote sensing tersebut gitu ya. Jadi remote sensing ini kan memang dia dia ee adalah ee hasil dari rekaman satelit ya, sensor satelit ya yang diolah kemudian jadi sebuah gambar. Jadi kalau kita melihat gambar ee satelit ya, citra satelit itu kan kita pasti ini gambar apa sih gitu ya, kok gambar enggak ada bagus bagusnya gitu ya. Hanya kadang hitam putih kadang ya kalau sudah diatur bandnya bisa berwarna gitu ya. Padahal di situ mengandung data yang sangat-sangat ee bermanfaat, yang sangat-sangat signifikan bagi ee pembangunan berkelanjutan begitu ya. Jadi di sini setelah ee data tersebut diambil ee bisa diolah dengan G software dan beberapa formula kemudian bisa memberikan produk ee informasi spasial ya, informasi spasial apapun ya, dalam bidang apapun begitu ya. Nah, saat ini mungkin yang memiliki yang ee beberapa negara atau area ee apa yang ee produk dari citra satelit Jepang ya. Jepang juga mulai ee ee Halo. Masih terdengar ya. Nah, jadi di sini ee kita juga perlu tahu ya artinya apa, kenapa kita perlu tahu ee negara apa saja, kemudian aerospace agency-nya apa, produknya apa, resnya itu sepertinya lebih ke ini ya. Kita kita dulu itu kalau di kalau saya ingat ya, kita dulu punya ya lembaga antariksa nasional ya, lembaga penelitian antariksa nasional gitu. Nah, itu kita punya delapan itu sebenarnya ini aerospace agency-nya itu seperti delapan gitu. Yang kemudian berkembang pesat ya. NASA ini dia mengeluarkan lansa ee apa lansat dari satelit 1 sampai satelit sekarang ini sudah keesembilan ya dan semakin memperbaiki ee resolusi dari gambarnya dan memperbanyak band-bandnya ya. band ee apa untuk ee channel-channel-nya yang untuk merekam berbagai macam ee apa ter ee apa ee benda di terestrial gitu ya, di atas ee di permukaan bumi gitu ya. Mungkin nanti suatu saat NASA juga akan mengembangkan satelit yang sudah bisa ee apa melihat sampai ke subtirrain gitu ya. ee ini ee Jepang pun sekarang sudah naik gitu ya, sudah mulai ee juga naik gitu ya dengan ee Jaksa ya, Japan Aerospace eh Agency dan juga punya produk AOS ya. Ee ini juga sudah eh resolusinya juga semakin diperbaiki gitu ya. Kemudian eh Europe Union, European Union e dia punya Kopernikus dengan produknya Sentinel yang juga sering dipakai oleh ee ee apa orang-orang ya karena ini produk-produk ini eh free gitu ya, free for free gitu. Jadi kita bisa menggunakannya, memanfaatkannya untuk kepentingan negara kita juga gitu. cuman ya itu ketakutannya kan sebenarnya. Wah ternyata Amerika, Jepang, EU itu sudah punya juga ya ee data-data mengenai negara kita gitu. Nah, ini kan ee apa? Bahkan mereka punya sampai yang pedalaman gitu. Nah, ini ee mungkin ini kalau ada Bapak Ibu yang ee bekerja di an mungkin ini menjadi apa ya menjadi sebuah ee apa ya? Pemicu lah ya seharusnya. e penginnya tuh kita juga punya nih Indonesia punya gitu. Kita bisa bersaing juga di eh aerospace e produk gitu ya ee e citra produk-produk citra satelit begitu. Baik, lanjut. Baik. Nah, ini tadi ya ee ini secara simpel saja bahwa tadi ya ee si satelit tadi sensornya akan merekam ee beberapa benda yang ada di permukaan bumi ya. mulai dari hijauan ya, air, kemudian ee baren land ya, bear soil yang lahan terbuka, perkerasan, kemudian juga ada area terbangun ya. Area terbangun pun kalau rumah penduduk dengan gedung mungkin ee apa namanya? Pancaran elektromagnetiknya akan beda gitu. Nah, apa sih sebenarnya yang perlu dilihat dari sini? Nah, ini next coba. Nah, ini ya. Jadi data atau informasi apa sih yang perlu kita ambil dari sebuah citra gitu ya. Nah, ini saya contohkan sebenarnya dari citra lensat saja gitu ya karena ee kebetulan saya e bekerjanya sering dengan lensat begitu. Nah, di sini di di dalam citra jadi sebelah kiri ini ya yang ada hijau keunguan, ada biru gitu ya. Ini adalah hasil dari perekaman sensor satelit LANSAT begitu ya. sehingga dinamakan lenset image. Nah, lenset image ini bahkan sudah dikoreksi oleh US eh GS ya, USG ee jadi yang apa namanya yang mengolah ee data lenset ini USJS karena ketika kita merekam itu kan tidak smooth ya. Kita ee sebuah satelit mengitari bumi itu kan tidak smooth. Jadi ada awannya, ada ee apa atmospheric error-nya gitu ya. di ee berbagai macam ee penutup di situ ya. Kalau kita naik pesawat aja kita juga tahu bahwa oh kita menembus awan ketika kita ngelihat ke bawah kadang-kadang ketutupan awan. Nah, sama dengan sensor satelit ini juga ee apa kadang-kadang tertutup awan ee citranya. Nah, itu mempengaruhi dari ini. Ee jadi dari image tadi itu kan terdiri dari picture elemen ya, piksel tadi yang ee ini yang dinamakan. Nah, yang dinamakan resolusi tadi adalah ukuran kotak piksel tersebut. Kalau lansat resolusinya 30 m, berarti satu pikselnya, satu kotak ini itu berukuran 30 * 30 m, ya. 30 m * 30 m itu resolusinya begitu. Termasuk medium resolution gitu ya. Artinya medium resolution ya bisa dipakai untuk kajian-kajian studi ee urbanisasi gitu ya. Masih bisa dipakai dengan skala yang ee 30 m * 30 m tadi. Nah, apa yang di apa yang menjadi ee hal penting dalam piksel tersebut? Yaitu namanya ee metadata yang berupa digital number gitu ya. Apa sih digital number gitu ya? digital number itu yaitu nilai keterangan ya brightness ya brightness value di permukaan bumi yang terekam pada setiap band di setiap piksel. Jadi ee di Lanset Image ini dia kalau di Lanset 8 itu ada tergantung dari formatnya ya. Kalau yang lama lanset 1 sampai 7 masih format 8 bit. Digital number yang tersimpan itu masih berkisar antara 0 sampai 255. di mana setiap digital number itu menggambarkan tadi apakah dia tumbuhan, apakah dia air, apakah dia perkerasan atau hanya lahan tanah terbuka begitu ya. Nah, sama kalau yang terbaru Lansat 89 sudah menggunakan format 16 bit sehingga DN-nya lebih range-nya lebih besar yaitu 0 sampai 65.500 sekian gitu ya. Jadi itu lebih lebih detail lagi gitu untuk ee apa perekaman ee benda yang ada di permukaan bumi gitu. Nah, ini akan berbeda di setiap band ya. Jadi band 1 misalnya band 1 ini lebih sensitif merekam air band 2 lebih sensitif merekam tanaman band 3 gitu ya. Jadi setiap jadi dalam satu Lansat Image ini dia punya beberapa layer channel gitu, beberapa layer channel yang nanti ee lebih apa namanya? channel tersebut akan ada yang lebih sensitif merekam ee permukaan bumi tertentu begitu ya. Kalau 2 3 4 5 itu masih bisa di ee apa kelembaban tanah dilihat terlihat kelembaban tanahnya dan vegetasinya begitu sehingga terlihat di situ juga air dan sebagainya begitu. Jadi di sini jadi setiap piksel ini dia memiliki nilai yang bisa memperlihatkan apa yang ada di permukaan bumi tersebut. Nah, sehingga data digital number inilah yang sangat penting dalam ee kita menggunakan data citra karena nanti digital number ini yang akan diolah secara statistik dan kemudian akan di proyeksikan kembali pada ee secara spasial menggunakan GIS software begitu ya. Lanjut. Nah, kemudian sekarang kita masuk pada aplikasi ee studi kasusnya ya untuk mengidentifikasi potensi sumber daya air di ee Daerah Istimewa Yogyakarta dengan satuan unit analisis ee wilayah kecamatan pada area Subdas Opak begitu ya. Nah, di sini terlihat ee area studinya. Nah, di sini kenapa saya berikan ini sebenarnya karena ini ee apa namanya? pertama itu kita memang harus melihat apa yang menjadi ee driver change gitu ya dalam urbanisasi. Nah, kalau di area ini kebetulan driver change-nya adalah banyaknya kampus gitu ya, banyaknya kampus ee di lokasi yang kemudian ee memicu perkembangan atau pertumbuhan perkotaan. Jadi urbanisasinya dipicu oleh ee banyaknya kampus yang tersebar di ee lokasi studi. Begitu. Lanjut. Nah, dalam dalam mengidentifikasi potensi sumber daya air kita harus ee melihat dulu karena tadi ya dengan adanya proses hidrologi yang masuk melalui daerah ee lahan terbuka ya lahan hijau sehingga dipertimbangkan untuk ee klasifikasi lahannya hanya dua yaitu untuk lahan terbuka yaitu non urban dan urban area. Nah, di sini saya mengambil ee tiga citra, tiga citra Lansat ya. Saya menggunakan Lansat 5 karena memang ee menyesuaikan dengan data yang ada di Indonesia. Jadi, studi saya ini pada tahun 2020 sebenarnya, tapi karena data ee apa namanya? data yang ada itu data hidrologi ya, terutama data hidrologi yang ada itu hanya 2012 dan 2013 sehingga melihat ee klasifikasinya 10 tahun terakhir dari data yang tersedia begitu. Nah, di sini yang diambil adalah ee tahun 99, tahun 2005, dan tahun 2011 untuk melihat ee bagaimana perkembangannya begitu. bagaimana perkembangannya. Nah, ini diambil dari ee dari USGS juga ya. Jadi, Citra Lansat ini dapat diambil dari ee USGS gitu. Nah, di sini klasifikasi. Untuk klasifikasi lahan sendiri menggunakan citra itu dengan mudah sebenarnya kita bisa menggunakan ee banyak GIS software ya. termasuk salah satu yang paling kuat tentunya ACMAP yang punya versi eh outsource yaitu Quantum GIS ya. Nah, di situ ada dua macam juga ada dua macam ee tools ya ee apa ee alat untuk mengklasifikasi yaitu supervise dan unsupervised ya supervise dengan maximum likelihood classification dan dengan unsupervised classification begitu. Nah, namun kalau dengan menggunakan ee metode tersebut ya ee secara sebenarnya sebenarnya ya ini kalau secara karena itu memang sudah sangat sering dilakukan ya, tapi secara benar-benar kajian ilmiah itu mungkin agak kurang di bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. artinya ee karena itu bersifat subjektif ya dalam melakukan supervised eh classification itu kan kita mengambil contoh-contoh dari class signature begitu ya, class signature. Jadi kita mengambil ee apa sampling-sampling dari masing-masing kelas yang kita pahami di area tersebut gitu ya untuk dimasukkan sebagai training ee nanti pada saat ee dimasukkan ke tools tersebut begitu ya. Nah, pada saat kita mengambil sampling tersebut itu kan sifatnya sangat subjektif ya, sangat subjektif. ee sehingga kita kayak hanya kita yang paham, hanya kita yang tahu bahwa ee sampling tersebut sesuai gitu. Misalnya saya ambil, oh di sini urban area gitu ya. Misalnya saya ambil di sini ee apakah ee mouse saya terlihat? Pergerakan mouse saya terlihat enggak ya? Ee enggak ya, Bu ya? Oh, enggak. [tertawa] Baik, baik. Ee baik. Saya inikan aja ya. Saya deskripsikan. Misal nih ee kalau dari hasil ini ya, kalau dari hasil itu kan dilihat bahwa yang orange itu bagian tengah itu kan memang ee apa namanya? Kelihatan sekali dia padat ya, padat perumahannya. Tapi kemudian ketika kita ke atas lagi atau ke bawah lagi gitu ya, di situ sudah mulai tercampur antara ee area urban dan nonurban begitu. Nah, bagaimana kita bisa yakin bahwa itu class signature-nya kita masukkan sebagai nonurban begitu kan. Itu kita juga tidak yakin ya ke keakuratannya masih dipertanyakan begitu. Masih dipertanyakan sehingga ee apa namanya? sehingga saya kemudian ya ini dengan supervisi juga menggunakan metode menggunakan ee data driven classification ya menggunakan machine learning tadi. Jadi kita ekstrak tadi digital number-nya. Kita ekstrak digital number dari eh masing-masing lanset dan kemudian kita training dengan menggunakan metode stokastic gradient boosting gitu ya. Jadi pada saat ee ini pada saat ee saya membuat ini, ini ada sekitar 800.000 piksel gitu ya. 800.000 piksel yang saya gunakan dari band 2, 3, 4, dan 5. Band 2, 3, 4, 5 gitu ya. Untuk melihat tadi ee apa kelembaban tanah sehingga bisa terlihat apakah dia perkerasan, apakah dia itu vegetasi, ee apakah dia air begitu ya. di situ ee dari 800.000 piksel tadi kemudian di ee apa namanya? Diolah dalam ee machine learning eh algoritm gitu ya. Jadi memang pakai coding begitu. Nah, ininya namanya stokasi gradient boosting. Nah, ini ini ee kalau secara detailnya bisa dibaca pada paper saya ya yang tertera di bawah sendiri ya. locasi gradient boosting algorithm for line change line change detection using multi temporal eh set eh lens set five gitu ya. Nah, dari sini, nah, dari ee metode tersebut, machine learning tersebut, akhirnya bisa terlihat pembagian atau klasifikasi yang cukup ee signifikan terlihatnya ya. ee yaitu ee sebenarnya ini saya bagi menjadi 11 kelas ya, yaitu perkotaan, kemudian ada sawah, ada ee tegalan, ada kebun dan lain-lain. Cuman kemudian sawah, Tegalan, kebun itu saya jadikan satu jadi ee nonurban begitu ya. Sedangkan permukiman, gedung, dan lain-lain itu saya jadikan satu menjadi urban begitu. Karena kita secara siklus ideologi kita hanya menentukan lahan terbuka dan lahan perkerasan gitu ya. Nah, namun di sini pun masih terlihat ya, di sini sangat terlihat yang di 2011 itu di sebelah pojok kanan atas itu ada gangguan berupa cloud cover gitu ya di pojok kanan atas itu sehingga hasilnya ya blank pikel karena tidak ada piksel yang bisa karena dia semacam zero gitu ya semacam zero sehingga hasilnya pun terlihat di sini ada gangguan cloud cover-nya gitu di pojok kanan atas di ee Lans 2011 memang itu kekurangannya ya, kekurangannya ee pada saat kita bermain-main atau menggunakan data citra begitu ya. Mengata citra kalau memang cloud cover-nya ee apa agak tebal gitu ya, nah maka hasilnya juga tidak akan terbaca ya. Itu juga terjadi di ee ini di 2005. di 2005 di kiri bawah ya itu cloud cover juga sehingga terlihat hasilnya kosong begitu di sini ya hasilnya kosong. Nah, sebenarnya ini memang bisa dikoreksi bisa ya dikoreksi cuman mengoreksinya itu membutuhkan data yang juga tidak sedikit begitu ya. Atmospheric correction ini menggunakan data yang data tampalan ya, data overlay yang tidak sedikit. Nah, itu jadi agak membutuhkan waktu ee yang cukup panjang ya. Sehingga ee di sini saya diperbolehkan untuk menggunakan data yang ada saja. Begitu. Nah, kemudian di sini juga ee terlihat ada ee apa ee piksel piksel urban yang hilang ya di 2011. bisa terlihat di kotak merah dan kotak biru. Jadi, kotak merah dan kotak biru itu adalah posisi kampus ee di di Jogja ya, ada Universitas Islam Indonesia yang merah dan ee ee saya lupa ya yang AIA ini apa ya akademi akademi apa gitu saya maaf saya lupa. Nah, itu jadi ini hilang karena dimungkinkan ee pengambilan data ini adalah pada saat ee tutupan vegetasinya sudah cukup rimbun gitu. Sudah cukup rimbun dan menutupi ee piksel-piksel ee apa namanya? Piksel lahan terbangunnya gitu ya. Memang itu kekurangan dari ee medium spatial resolution ya. Kalau kita bermain dengan medium spatial resolution itu kemungkinan terjadinya mix piksel itu sangat tinggi. Karena bisa dibayangkan satu pikselnya itu kan berukuran 30 * 30. Bisa dibayangkan dalam kenyataan dalam ee kotak 30 * 30 m itu kan penggunaan lahannya sangat-sangat bercampur gitu ya. Jadi tidak mungkin ee apa kalau memang dia pemukian padat tentu bisa dikatakan bisa dilihat bahwa dalam kotak dalam plot 3030 itu ee adalah lahan perkerasan. Tapi ketika ada sebuah area dengan pepohonan yang rimbun ya ada bangunan dengan pepohonan yang rimbun dalam dalam piksel 30 * 30 ini, maka akan terjadi yang eh namanya fenomena mix sel ya. Mix sel itu mix pixel. di mana ya digital number yang terekam itu bingung gitu ya. Dia bingung ini dia bingung antara ini itu separuhnya kok lahan perkerasan tapi separuhnya juga ee vegetasi gitu sehingga berapa yang harus di ee yang harus direkam. Nah, itu sehingga terjadi mix pxel ini sehingga kadang-kadang kalau memang kalau memang vegetasinya itu menutupi bangunannya ya yang terjadi adalah ee yang teridentifikasi ya rimbunannya ya kerapatan dari ee vegetasinya begitu ya. Lanjut ya. di sini ee ini saya hanya share saja di sini ee ee website yang untuk ee men-download ya mengambil ee apa bisa mengunduh mengunduh berbagai macam data sebenarnya tidak hanya lanset ya jadi bisa di disesuaikan dengan kepentingan kita di sini bisa diotak-atik sendiri di sini banyak sekali ini di sini ada search di pojok kiri atas ya pojok kiri atas itu ada search criteria ada data set additional criteria jadi di search kriteria ini nanti kita memasukkan ee apa namanya? Posisi gitu ya, posisi baik secara geografis maupun bisa ee secara nama gitu ya. Nanti akan kemudian muncul posisinya. Kemudian data set ini jenis data yang akan di-download apakah LANSAT atau land global gitu ya. Landuse eh global land use gitu. Kemudian additional criteria ini bisa memilih berapa tutupan cloud cover yang diinginkan ya. Tapi ee paling kecil hanya 10%. Jadi tidak bisa kurang dari 10%. Nah, dari Nah, dari situ memang agak tricky ya. Ketika sudah memilih 10% tuh pasti nanti sedikit sekali data yang dapat dipilih dan kita harus cek satu-satu itu sesuai dengan kebutuhan kita, area studinya mana yang akan di ee pilih begitu. Memang triky-nya seperti itu, tapi ya bisa masih bisa diusahakan begitu gitu ya. Next. Baik. Nah, kemudian selanjutnya ee bagaimana kita memprediksi ee apa namanya penggunaan air itu kita juga memprediksikan penggunaan lahannya ee beberapa puluh tahun ke depan. Nah, di sini ada salah satu G software juga yang namanya LAN Change Modeller gitu ya dari Terset Software dari ClockLABS. Nah, ini juga salah satu aplikasi untuk menganalisis perubahan lahan dan mensimulasikan variabel-variabel apa yang terkait untuk ee memicu perubahan tersebut, gitu. Nah, di sini ee cukup ee apa namanya? Cukup rumit ya. Nah, di sini sebenarnya kalau dilihat dari ee ini kalau dilihat dari diagram sebenarnya kayak simpel ya, tapi di sini cukup rumit juga karena dari apa kita harus menghasilkan tadi harus menghasilkan ee apa namanya peta penggunaan lahan yang sudah ee ada pada slide sebelumnya. Nah, di sini yang saya gunakan adalah peta penggunaan lahan yang 99 dan 2005 untuk memprediksikan ee penggunaan lahan di 2030. Ya, pada diagram bisa dilihat ee di tengah itu ada ee yang di yang dimasukkan dalam LCM dalam line change model ini adalah data 99 dan data 2005 untuk memprediksikan yang di akhir ini 2030, 2040, dan 2050. Nah, kenapa saya harus buat tiga ya yang di atas tadi? Karena yang dua yang 99 dan 2005 itu untuk ee apa? mensimulasikan prediksi ke depannya. Nah, yang satunya yang 20110 ya itu untuk memvalidasi apakah prediksi dari LCM ini sudah acceptable atau belum persentase validasinya begitu ya. sehingga kalau sudah acceptable maka bisa dibuat untuk memprediksikan eh land use map atau land cover map di 2030, 2040, 2050 bahkan sampai 2 begitu ya. Tergantung dari ee apa namanya ee disesuaikan dengan kebutuhan studinya begitu. Lanjut ya. ini hanya sedikit saja sedikit ee share juga bahwa LCM ini juga bekerja dengan algoritma machine learning ya. Di sini masih ANN dan Mark of Chain ya. ANN ini seperti maksimum likelihood dalam AKMAP gitu ya. Jadi nilai parameter apa yang membuat fungsi kemungkinan yang paling besar maksimumnya apa, yang paling cocok gitu sehingga nanti dapat memberikan gambaran tren perubahan lahan beserta matriksnya gitu. Begitu. Lanjut. Nah, ini juga ya ini hanya mark of chain bahwa mark of chain ini juga prediksi berdasarkan probability gitu sehingga bisa memprediksikan ee beberapa variabel yang dimasukkan. Kalau saya tadi memasukkannya salah satunya ee karena ada karena ee driver dari pembangunan itu kan kita bisa apa ya estimasikan juga atau kita bisa cari melalui studi literatur ya bisa area komersil atau bangunan komersil bisa sekolah bisa ee mungkin rumah sakit mungkin ee kampus gitu ya. Nah itu semua variabel itu prediksi itu kita masukkan. Nah, ternyata pada pada prediksi saya yang paling ber apa? Yang paling memicu itu adalah kampus. Begitu ya. Dari LCM ini bisa diketahui bahwa pemicunya yang paling besar adalah keberadaan kampus. Begitu. Baik, next. Nah, ini adalah eh userface-nya ya eh interface sori interface dari ee si eh terset tadi. Jadi di terset ini sebenarnya juga banyak sekali bisa ee ada banyak ee apa tools-nya, ada banyak model gitu ya yang bisa kita gunakan. Nah, di sini saya menggunakan yang paling atas ini ya, di line change model. Tapi di sini ada image processing pun. Jadi, ini mirip dengan arc map, tapi dia sudah lebih ter ee terklasifikasikan. Kalau kalau di artmap itu kan semua tools-nya itu bercampur ya, bercampur sehingga kita juga agak kadang masih agak bingung dalam memilih. Nah, kalau di terset ini dia sudah ee apa namanya? Sudah di ee kondisikan satu demi satu begitu. Nah, di sini saya menggunakan yang line change modeller. Oke, next. Nah, ini ini adalah hasil ini interface juga saja ya. Begini hasil dari ee projection tadi, prediksi ee perubahan penggunaan lahan gitu ya. Ini adalah data yang dimasukkan ya sebelah kiri atas itu yang peta layer itu ya. Kemudian nanti terlihat juga eh line transition-nya itu akan terlihat seberapa yang berubah gitu ya. Seberapa yang berubah, seberapa yang tidak berubah di situ terlihat gitu ya. Kemudian nanti bisa memproyeksikan untuk beberapa puluh tahun ke depan gitu ya. Lanjut. Nah, ini ee ini adalah hasil ya, hasil tadi ee jadi hasil dari LCM-nya, hasil dari line change modeller. Nah, kenapa ini kayak bolong-bolong ya? Itu karena dipilih tentu yang data yang valid. Artinya kita ee ini kan model pembelajaran ya. Sehingga di sini yang terpenting adalah validity of data gitu ya. Kalau kita memprediksi tapi dasarnya tidak valid, maka prediksinya tidak akan valid dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Begitu ya. Sehingga data yang digunakan harus dipilih area-area yang datanya itu valid, begitu. Sehingga ini hanya ee ada di beberapa ee area tersebut begitu ya. Nah, ini makanya bolong-bolong karena memang di sini yang valid hanya data-data di area tersebut untuk prediksinya begitu. ya. Next. Nah, kemudian ini kita melangkah ke ee aspek hidrologinya ya. Kalau tadi kita sudah mengetahui ee perubahan penggunaan lahannya, nah di sini kita mulai dengan menghitung ee daur hidrologinya berapa. Jadi remote sensing yang remote sensing data dan ji software yang digunakan dalam mendelineasi ini di sini saya menggunakan ee alos ya menggunakan alos karena kebetulan memang studi saya di Jepang jadi ee diarahkan untuk menggunakan alos dan kemudian saya hanya menggunakan QG untuk membuat ee apa mengidentifikasi subd-nya begitu. Di sini ada modul saga untuk mengidentifikasi eh subd-nya. Nah, di sini piksel yang terekstrak yaitu sejumlah 34.000 saja yang terjadi karena ini dibatasi kan untuk dibatasi subdas dan kemudian dari atasnya pun dibatasi karena diasumsikan presipitasi e di sini ya. Kita lihat gambar di kiri di bagian kiri ini di atas kiri atas ya di kontur line 500 m ini adalah batas dari catchment area subd yang akan ada di lokasi studi gitu karena diasumsikan yang di atas 500 ini ee presipitasinya akan masuk ke ee akver yang tertekan gitu. Dia tidak akan masuk ke akiver bebas yang jadi dia hanya mempengaruhi di siklus panjang daur hidrologi yang siklus panjang. sehingga digunakan pembatasan di ee area 500 m. Ini juga berdasarkan ee studi literatur ya gitu. Kemudian untuk ee tadi ya, jadi ketika kita membuat model itu pasti harus ada data untuk memvalidasi gitu ya, memvalidasi model tersebut sehingga model tersebut bisa dipertanggungjawabkan hasilnya gitu. Apabila tidak valid ya kita tidak bisa menggunakan data tersebut gitu. Nah, sehingga di sini yang memiliki data discharge begitu ya, di sini hanya C2, C5, dan C4. Begitu dia memiliki data discharge. Jadi subdas C2, C4, dan C5 lah yang digunakan sebagai ee apa? Data untuk optimasi dan validasi model. Begitu. Next. Nah, ini ee saya share saja ee bahwa alos itu bisa di ee apa diunduh atau dicari di sini begitu ya. Next. Baik. Nah, ini mungkin agak lebih ee apa namanya? Ee sebenarnya ini modelingnya agak rumit gitu ya, tapi secara prinsip saja bahwa tadi berdasarkan beberapa model hidrologi ya yang digunakan di sini water balance modelnya yang digunakan adalah perpaduan antara konseptual model dan physical model gitu ya. Agar apa ya? Agar kita bisa menggunakan data yang ee ada begitu. Nah, di sini konseptual modelnya menggunakan top model yang mempertimbangkan spatial variability berupa topographic index, gitu ya. Jadi dari konseptual model ini nanti akan dihitung eh topographic index-nya begitu yang kemudian akan menjadi index of relative difficulty infation. Nah, indeks. Jadi indeks di mana apa namanya air ini tidak akan menjadi run off begitu dengan adanya topographic index. Jadi topografic index ini dinilai dari kelerengan ya dari tangen dari tangen ya tangen ya bahasa Indonesia tangen dari sudut lereng tersebut dan dihitung tidak menghitung satu-satu ya karena 3.400 piksel gitu ya. itu dihitung dengan tools the wetness index di ACMAP version 10.8 begitu. Di the dietness index ini, ini bisa dihitung eh topographic index-nya yang kemudian akan menjadi indeks ee ini kesusahan untuk menjadi run off gitu ya untuk jadi istilahnya dia ee seberapa besar satu piksel ini bisa menahan air begitu. Begitu ya. Ee jadi pengertiannya begitu. Nah, itu ternyata dari IRDG ini, IRDG ini sangat berhubungan dengan physical model dari Sinanjiang Model di mana di situ Sinanjiang model ini mempertimbangkan mengenai ee kelembaban tanah ya, karakteristik kelembaban tanah gitu di situ. Nah, di Sinanjiang model ini ada kurva kurva parabolik yang merepresentasikan variasi spasial dari kejenuhan kejenuhan kelembaban tanah. Jadi, seberapa jenuh tanah dapat menghold me apa ya menyimpan menyimpan air. Nah, jadi nah inilah yang menjadi proxi indikator dari ground water recharge-nya di ee studi ini. Begitu. Nah, jadi IRDG ini akan dihubungkan dengan parabolic curve dari si eh soil moisture tadi, kelembaban tanah tadi yang kemudian menjadi proxi indikator atau indikator pendekatan ya kepada untuk melihat ground water recharge-nya begitu. Nah, yang di sebelah kanan yang eh projected urbanization ini tadi eh digunakan untuk menghitung konsumsi ee domestik, konsumsi kebutuhan air domestik gitu ya. Jadi di situ ee tadi dilihat berapa berapa urban pikselnya kemudian dikonversi menjadi per capita water consumption gitu ya. J di ee apa namanya? dikonversi dihitung menjadi kebutuhan air per kapitanya begitu untuk di integrasikan dengan water balance model begitu. Lanjut. Nah, ini ini yang tadi di Sinanjiang ya. Di ini parabolic curve-nya Sinanjiang. Jadi di sini nanti si IRDG itu diasumsikan dengan parabolic curve ini yang W aks ini ya yang parabolik yang bersifat parabolik ini itu diasumsikan dengan IRDG dengan index of relativity eh eh difficulty of run of generation gitu ya. itu. Jadi di sini bisa memperlihatkan di mana ee area jenuh dan area yang masih belum jenuh. Di situ bisa terlihat dengan membuat parabolic curve dari IR. Nilai IRDG tadi dari 34.000 1000 piksel tadi bisa ditemukan ee dengan parabolic curve ini bisa ditemukan nilai kejenuhan itu ada di mana yang kemudian nanti dimasukkan dalam model perhitungannya gitu. Lanjut mungkin. Nah, ini jadi ee apa model ini dirunning-nya hanya di Excel ya dengan macros gitu ya. hanya di Excel dengan makros dengan ee memasukkan ee ini tadi elemen-elemen tiap elemen dari ee tiap parameter dari ee neraca air ya. Jadi dari top model tadi ada yang kemudian digabungkan dengan eh curve paraboliknya soil moisture ya. Jadi si eh W ini adalah soil moisture ya. WT ini soil moisture yang kemudian nanti akan jadi hasil akhirnya adalah soil moisture yang akan di buat peta saturation map begitu ya yang ee WT ini ya. WT itu akan hasil dari WT itu nanti akan di ee petakan kembali secara spasial ya. Jadi kita bisa melihat bagaimana distribusi pikselnya dari ee apa kelembaban si tanah tadi atau ground water recharge areanya tadi. Begitu. Jadi, nah di sini di dari apa? Modified water balance yang top model dan sinjang tadi ee saya tambah e di sini kami tambahkan di dalam studi ini ditambahkan ini eh consumption ya. di sebelah kanan ini ada U itu menggambarkan bahwa air itu tidak hanya run off dan discharge ya, tapi juga habis oleh konsumsi. Begitu begitu ya. Jadi ini ditambahkan diintegrasikan. Jadi faktor U diintegrasikan untuk mengurangi juga berapa air yang masih bisa untuk ground water recharge. Begitu begitu. Lanjut. Nah, ini hanya data ya. Jadi, data presipitasi memang ee penelitian ini sangat terbatas dengan ee
Resume
Categories