Kind: captions Language: id pengalaman [Musik] memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun. Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edun ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya, karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya, terasa gitu manfaatnya di kami terutama untuk e para konsultan yang memerlukan tenaga-tenaga ahli sehingga saya memilih Eco Edu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu yang akan menyenggarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya banyak baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang diselu. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut pelatihan gitu. Jadi, saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Ibu menyampaikan informasinya. Eko edu itu bagus karena itu selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya apa yang itu bagus-bagus dan terbaiklah kejutannya. [Musik] Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya. ter dalam penyusunan dokumen AMD e punya saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam jurusan AMD terkini dari ahlinya langsing di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan Eduidu ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu di e-learning ya. Itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] Eh, e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. Kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana aja. Juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari atas padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah. Jadi menurut saya padan Bu karena memang e pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di e sekitar lingkungan saya sendiri gitu. E saya kira sepat sesuailah dengan apa yang didapatkan. [Musik] E-KTP efektif, tepat, dan profesional. Hemat, cermat, dan hebat, keren, profesional dan juga keginian. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang kembali di webinar ke-116. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu semuanya yang selalu setia untuk mengikuti acara webinar Ekoedu ini. Dan hari ini webinar Ekoedu akan mengangkat tema program energi nuklir Indonesia dalam target program NZE dan pembangunan berkelanjutan Indonesia. Baik, perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Kepada Bapak dan Ibu semuanya, sebelum kita mulai webinar pada siang ini, alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dipersilakan. Berdoa dicukupkan untuk selanjutnya. Kita akan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak dan Ibu untuk duduk tegak. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Baik, untuk selanjutnya di sini izinkan saya untuk mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami, yaitu yang pertama terdapat pelatihan perhitungan emisi gas rumah kaca dan perdagangan karbon yang akan dilaksanakan minggu depan yakni tanggal 23 hingga 27 Juni 2025. Lalu dilanjutkan lagi pada tanggal 30 Juni hingga 2 Juli 2025 kami akan mengadakan dua pelatihan yaitu pelatihan penyusunan laporan pemantauan lingkungan atau RKL RPL dan juga pelatihan dan sertifikasi operasional pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun atau biasa disingkat dengan OPL B3. Namun ketika Bapak Ibu melakukan pembayaran pada pelatihan GRK dan juga RKLRPL pada HAM-IN1 pelatihan akan mendapatkan diskon yakni 10% yaitu Bapak dan Ibu cukup membayar investasi sebesar Rp3.600.000. Ee baik, untuk informasi lebih lanjut ee Bapak Ibu dapat menghubungi admin kami yaitu Riris Danisa ataupun Bapak Ibu dapat juga mengunjungi sosial media kami yaitu ada Instagram, YouTube, channel, Facebook dan juga Bapak Ibu bisa mengakses mengakses website resmi kami yaitu di www.ecoedu.co.id ecoedu.cco.id ataupun jika Bapak Ibu langsung tertarik untuk mendaftar bisa saja langsung mengakses ke pendaftaran.coedu.co.id. Nah, selain itu juga kami di sini terdapat inhouse training yang dapat dilakukan secara offline maupun online sesuai dengan permintaan dari instansi atau perusahaan Bapak dan Ibu semuanya. Nah, untuk selanjutnya di sini kita akan langsung saja masuk pada kegiatan utama kita di mana webinar kali ini kita akan berdiskusi mengenai program energi nuklir Indonesia dalam target program NZE dan pembangunan berkelanjutan Indonesia. Dan di sini juga kami telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan materi dan wawasan yang bermanfaat ini. Baik, langsung saja. Perkenankan saya untuk memperkenalkan narasumber kita hari ini yaitu Prof. Dr. Eng. Ir. Sidik Permana, S.Si., M., MBA. Beliau merupakan guru besar dan ketua kelompok keahlian fisika nuklir dan biofisika di Institut Teknologi Bandung. Dan kebetulan beliau sudah hadir di pada Zoom meeting ini ya. Selamat siang, Prof. Sidi. Ee selamat siang, Mbak. Iya. Bagaimana kabarnya, Pak, siang hari ini? Alhamdulillah, siang menjelang pagi menjelang siang ya. Oke. Iya. Ya. Baik, Prof. Mohon izin sebentar sebelum dimulai saya akan menyampaikan terlebih dahulu beberapa teknis. yaitu yang pertama untuk pemaparan nanti akan dilaksanakan selama 1,eng jam lalu kemudian dilanjutkan lagi dengan sesi tanya jawab dengan menggunakan aplikasi Slidu dan juga akan dilanjutkan lagi dengan tanya jawab secara langsung. Untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada Prof. Sidik dan kepada Bapak dan Ibu semuanya. Selamat mengikuti acara webinar ini. Baik, ee langsung kita mulai aja ya, Mbak ya. Baik. Ee selamat pagi menjelang siang. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee suara saya terdengar jelas, ya? Terdengar, Prof. Baik, saya coba share. slide-nya sebentar. Ini ee berkelanjutan. Apakah bisa terlihat slide-nya? Ya sudah terlihat Prof. Sidik. Oke. Baik. Ee ya ee terima kasih ya kepada panitia yang telah mengundang saya untuk sharing ee pada pagi hari ini di terkait dengan ee energi nuklir ya di Indonesia yang memang ee sebagai bagian dari energi baru terbarukan ee baruan energi bisa masuk untuk mencapai program eh NZE ya, Net Zero Emission di Indonesia dan juga ee satu kata kunci yang memang kadang ee lupa ataupun mungkin di ujung biasanya itu berkelanjutan. Artinya setiap aktivitas kehidupan termasuk dengan pemanfaatan energi juga harus bisa ee less eh eh carbon emission dan juga berkelanjutan eh sehingga itu juga bagian penting dari ee program-program sekarang ya ee SDG misalkan. Baik, eh saya Sidik Permana dari ITB. Seperti tadi disampaikan, saya mengajar di ee pasca apa di sarjana dan pasa sarjana program fisika. Lalu di program pasar sarjana ee ilmu dan rekayasa nuklir. Saya juga tergabung di ee Pusat Riset Energi Baru Terbarukan ITB dan juga Pusat ee Ilmu ee Teknologi dan Inovasi Nuklir di ITB. Baik, sebagai bagian dari overview emm diskusi ya, bahwa memang kita tidak bisa eh rely atau depend on teknologi ataupun satu energi resources, tapi kita harus bauran karena kita juga punya keterbatasan ya, di mana memang ee ke depan ee dari keterbatasan itu harus disubsidi. Nah, dalam ini memang ada sebuah revolusi ya, di mana dari eh demand eh site kita perlu meningkatkan ee industri, terus kemudian ee kehidupan sehari-hari di ee services pemerintahan gitu ya. Terus kemudian bisnis termasuk residensial juga memerlukan energi. Nah, ketika ee apa generasi fosil fuel yang memang mendominasi harus ada ee yang menggantikan ya ee karena memang terbatas juga resource-nya. Yang kedua memang ada ee efek lain ya, terutama dalam hal greenhouse case emission yang memang itu ee apa mau tidak mau itu dikaitkan dengan fosil fuel. Jadi ke depan pengembangan itu memang sebagai alternatif energi pengembangan ee energi terbarukan dan juga energi nuklir. Nah, kita bisa lihat di tabel kanan itu ada estimated em apa eh sustainability lah atau keberlangsungan ee ee bahan ee energi ya. Jadi misalkan ini oil and gas, coal, terus kemudian nuklir, renewable dan eh technologi advance nuklir. Yang kita bisa lihat di sini ada apa tanda panah ya. Jadi eh recycle, reuse eh reduce teknologi, terus kemudian e breeder eh technologi plus vision nuclear vision technology dikembangkan sehingga trennya kita bisa mengekend dari kebutuhan energi dari resource-nya. Nah, ini ya. Lalu efek dari aktivitas pemanfaatan energi tidak terlepas adalah eh greenhouse skills eh emission salah satunya eh CO2 ya yang tentunya ini semakin naik. Dan yang saya ingin ee sampaikan di sini beberapa sumber yang memang cukup ee besar ya, salah satunya dari energy supply. Selain itu ada forestry eh agriculture industri gitu ya, residensial juga. yang memang dari bahan-bahan greenhouse gas yang paling banyak yaitu CO2 ya hampir 60% yang memang itu dikeluarkan dari fosil fuel. Oke. Ah, ini ee apa eh background kenapa sekarang NZE di semua negara itu mulai bergeliat meskipun pemerintahan baru muncul ada yang memang tetap konsisten ataupun dia mencabut ya tidak ikut lagi karena pertimbangan sangat pragmatis memang karena ada ee apa investasi yang perlu dimasukkan ataupun resource base yang memang dia punyai ya ee dan itu ee ya ee eh national interest itu eh hal yang wajar sebetulnya seperti halnya Indonesia sebetulnya kita tidak perlu harus ya keharusan untuk mengikuti global ee meskipun itu sebagai reference tapi kita juga harus kuat juga di national interest. Jadi kepentingan nasional kita juga harus juga ee kita pentingkan. Selain memang kita tidak berdiri sendiri ya, kita komunitas global ee terus bahu-membahu untuk ee semakin lebih baik ee apa ee bumi ini. Nah, kalau kita lihat dari target net zero emission ya, beberapa memang lebih cepat ya, Swedia, Jerman misalkan 2045. Sedangkan yang lain umumnya 2050 ee 2060 ada juga Cina gitu kan, Indonesia. Nah, ee lebih telat lagi India. Nah, itu tidak terlepas dari national interest dan juga road map-nya untuk pencapaiannya itu. Tapi secara umum rata-rata dunia di 2000 ee 50 ya tentunya ini tidak terlepas dari target-target ee berbagai negara yang di ee dicanangkan ya atau dideklarasikan. Tapi yang jelas net zero emission ini sendiri kan bukan CO2-nya nol tetapi jumlah dari awal akhirnya itu ee tidak lebih dari kondisi ee apa saat ini. Em sehingga memang dominasi EBT ada, tetapi fosil fuel juga masih tetap muncul ya meskipun mungkin dengan porsi yang lebih sedikit. Misalkan di 2060 sumber denergi nasional masih tetap ada batu bara minyak desbagini. Ini di 2022 mungkin di 2024 ada revisi terutama di ee RUKN atau ee sekarang yang terbaru sudah muncul RU PTL ya. Nah, ee program yang lain ya sebenarnya NZ itu hampir samalah dengan dekarbonisasi yang sebetulnya telah terjadi juga di Eropa dan ini kita bisa lihat dari data ee apa pengurangan pemanfaatan fosil ee yang cukup efektif untuk mengurangi ee apa CO2 ya, emisi CO2 terutama ini ee contoh kasus di Eropa. Ya. Jadi kalau ee misalkan di sini ada Poland, Netherland ya, Belanda, Itali, Jerman, ada EU rata-rata ya. Ini dari 70-an sampai ke 2021. Nah, kita bisa lihat dari data statistik yang secara drastik ee menurunkan pemanfaatan fosil dan mengurangi CO2-nya adalah Prancis hampir 80% ya dalam 10 tahun. Jadi dekarbonisasi itu terjadi gitu yang paling cepat. Kenapa demikian? Karena memang ee maaf kita bisa lihat Prancis itu memanfaatkan ee PLTN teknologi nuklir untuk listrik itu lebih dari 70%. Jadi memang ee apa ee program yang sangat cepat ya dalam 10 tahun 80% dekarbonisasi bisa terjadi. Lalu seperti halnya di judul kita berkaitan dengan sustainability tidak terlepas dengan konsep SDG ya. Jadi sini ada 17 goals dari mulai no property gitu kan, zero hunger sampai ke justice gitu ya, partnership eh dan juga ada di sini di kita quot affordable energy eh dan clean energy yang nomor 7 yang tentunya diharapkan ini sebagai contribution ee nomor 7uh ini bisa m-backup yang lain. Sebagai contoh misalkan ee energi yang dihasilkan affordable bisa dibeli ya konsumsi dan juga bersih sehingga dengan demikian ekonomi naik ee pengurangan terhadap properti ya ee kemiskinan itu bisa tercapai. hunger juga karena memang ee bahan pangan yang bisa kita dapatkan karena lingkungan yang clean, bersih ya. Tentunya untuk memproses ee makanan sekarang kan perlu energi juga. Nah, kalau ee energinya affordable bisa dibeli ya ee apa kita bisa makan dan lain sebagainya. Infrastruktur, climate action gitu ya. yang itu juga menjadi eh konsep dasar main apa energy driven for SDG gitu ya. itu juga bisa dilakukan. Termasuk misalkan di sini kaitan dengan energi food air. Karena mau tidak mau ini akan saling beririsan dan mungkin bersaing ya. eh ada food to energy, water to energy, dan lain sebagainya yang saling keterkaitan sehingga kita harus hati-hati dalam pemanfaatan ee energi yang tidak ee merusak lingkungan terutama ee ee ke air dan juga ke makanan. Eh, sustainability juga tidak terlepas dari tiga pilar eh social, environmental ya, lingkungan, sosial, dan juga ekonomik. Ini tidak mau tidak mau harus bisa beririsan yang optimal dan tentunya ini menjadi latar belakang base idea untuk ee UNDG ya. ee karena setiap aplikasi ataupun pemanfaatan teknologi khususnya energi itu pasti bersinggungan dengan bagaimana masalah sosial. Misalkan masalah lahan, konflik lahan, deforestrasi ee apa pemangku adat sekitar gitu ya dan sebagainya yang memang beririsan nanti dengan lingkungan. Misalkan banyak pemanfaatan lahan yang memang akhirnya terbengkalai. untuk ee aktivitas energi dan juga affordability akses terhadap pemanfaatan energi di faktor ekonomi dan ini saling keterkaitan. Lalu kemudian ada tenaga kerja yang bisa juga dibuka setiap aktivitas industri. Nah, hal-hal itu menjadi ee pertimbangan sehingga memang setiap aktivitas ee energi itu harus mempertimbangkan juga pembangunan berkelanjutan. Ya, memang tidak harus 17 dalam saat bersamaan, tapi ada efek domino ataupun paralel efek atau serial effect kegiatan yang lain. Ini saling terkait di 17 goals ini. Nah, kalau kita lihat dari teknologi tren ya ini data 2023 memang ee ee asosiasi ataupun startup yang muncul itu di dikaitkan dengan tren clean energy ya. Lalu nukleir teknologi sebagai clean energy sebagai nuklir medicine. Nah, ini penting di kesehatan kita pun kita bisa menggunakan teknologi nuklir yaitu menggunakan ee ee radio isotop, radiofarmaka ya tentunya itu dengan ee isotop yang khusus ee dengan energi yang ee tertentu ya ee sebagai ee aspek untuk ee diagnostik gitu kan. Begitu pula dengan terapi lalu dikaitkan dengan artificial intelligence semiconductor. Yang keduanya juga perlu database dan proses yang memerlukan listrik yang cukup besar dan stabil gitu ya. beberapa startup ataupun perusahaan AI gitu, semikonduktor juga mempertimbangkan bagaimana stabilitas baselad energy yang dihasilkan itu salah satunya mempertimbangkan pemanfaatan teknologi nuklir khususnya SMR ya, semua modular reaktor. Lalu propolsion tchnologi ini untuk submarine ataupun untuk ee kapal laut baik militer ataupun ee sipil yang memang didorong oleh ee nuklir juga. ada eh top yang lain ketika accumulated eh waste ataupun spend field itu eh menjadi eh pokok bahasan untuk bagaimana meage secara efektif recycle, reuse, dan reduce secara volume dan radio toksicity untuk nuclear waste-nya. Nah, ini persentase yang paling banyak kenapa muncul sebagai top 10 ee dari trennya. ee ada dua mata uang apa sisi mata uang ya. Semua teknologi itu pasti muncul. Jadi kalau kita punya pisau itu pisau bisa kita gunakan untuk ee memotong daging, memotong ee sayur dan sebagainya. Bisa juga untuk melukai seseorang atau mengancam. Jadi tetap ada benefit dan risiko. Bagaimana kita mengoptimalkan benefit dan juga meminimasi dan saat bersamaan memitigasi dari risiko risiko terhadap keamanan, keselamatan, dan perdamaian. Benefit juga harus dioptimalkan terhadap kebutuhan manusia, ee kesejahteraan dan juga keberadaban ya, kultur manusia. Nah, ee ide yang perlu kita ee kembangkan bahwa ee semua teknologi tidak hanya a single eh product ataupun a single eh benefit, tapi diupayakan sebagai multi eh benefit ya atau utilisasi. Misalkan di sini saya membahas e nuklir ee untuk energi dan non energi. Nah, salah satunya ya ini juga menjadi program ya kontribusi terhadap NZE yaitu untuk kelistrikan dan juga kogenerasi atau exess heat utilization. Jadi kalau kelistrikan kita gunakan untuk survei listrik ataupun kalau perlu baterai ya kita gunakan storage. Lalu kemudian access heat. eh high temperatur, low temperatur untuk desalinasi, eh heat storage, AOR, enhan oil recovery eh sampai ke hidrogen dan gasifikasirifaksi dari batuara. atau sisi yang lain yang non energy seperti yang saya tadi e bahas radio isotop eh pemanfaatannya untuk basic riset eh industry applied untuk menukir baterai eh RTG eh iron steel technology eh industry logging tracing radio eh medical farmasi dan livestock ya makanan dan animal Jadi kalau kita inikan misalkan ini ee apa sumber lalu kemudian kita ee apa proses ee lalu pemanfaatannya ee menghasilkan satu teknologi yang ee apa hirisasinya gitu ya. Lalu kemudian eh usernya kita bisa manfaatkan cukup banyak ya di sini ee apakah untuk transportasi kelistrikan atau e special energy eh utilization gitu atau bisa juga ke industrial use. Ee mohon maaf ini jadi panahnya cukup banyak ya panah memanahnya ee karena ada kaitan ee irisan yang sangat potensial untuk saling melengkapi gitu ya. terutama bahwa eh elektricity use dan juga nonctrici use juga harus dioptimalkan sehingga satu sumber energi bisa men-supplai multiple ee pemanfaatannya termasuk mungkin ee dalam hal ini biasanya kalau listrik untuk presidensial gitu ya ee atau misalkan industri tetapi bisa macam-macam termasuk ee beberapa exess heat yang digunakan. Jadi kalau nuklir PLTn misalkan eh commercialize light water reactor sekarang efisiensi sekitar 303% berarti ada sepertiga 2/3 exess yang dibuang. Nah, exess sheet itu bisa dimanfaatkan untuk proses-proses yang lain yang tentunya memang nanti bisa di ee kombinasikan dengan elektriknya. Jadi ee apa exess sheet yang ee bisa digunakan untuk kogenerasi. Selain itu, radiosotop yang dihasilkan juga bisa kita pilih untuk beberapa aplikasi baterai gitu ya sampai ke medical ee aplikasi. Ee kalau kita berbicara pemanfaatan energi tidak terlepas dari ada risiko sehingga kita ee meminimasi dan memitigasi risiko. Nah, kita bisa lihat dari data eh perbandingan dari kematian ya akibat kecelakaan dan polusi dan juga eh apa rilis dari greenhouse gas dari setiap eh aktivitas e pembangkit ya batubara ee minyak, gas, biomass eh apa ini PLTA gitu, air, nuklir, wind, angin gitu ya, PLTB atau solar. ee PTES. Em. Nah, kita bisa bandingkan bagaimana laju ee apa accident ya dan e polusi dikaitkan dengan laju kematian sepanjang sejarah. Terus kemudian greenhouse gas. Kita bisa lihat ya umumnya energi baru terbarukan eh sangat kecil ya dibanding dengan fosil viul. Nah, kalau kita bandingkan di antara EBT ya di sini comparable lah nuclear energy. Kalau greenhouse gas emission-nya yang paling rendah ya. Kalau kematiannya di sini ya related eh rendah juga dibanding ee biomas atau fosil fuing yang lainnya ee lebih tinggi. Nah, ini ee dikaitkan dengan potensi risiko. Lalu kemudian ee pemanfaatan land atau ee tanah ya. Jadi ee dari perbandingan ini kita bisa lihat ee dari fosil apa nuklir natural gas sampai ke biomas pemanfaatan perbandingan pemanfaatan ee apa tan len use-nya ya terutama di sini eh bisa juga l use karena aktivitas sport plant atau pemanfaat karena fuel mining dan generating eh apa power plan-nya lah footprintnya. Jadi digabungkan sehingga muncul menurut referensi ini ee apa scalability dari semua pembangkit atau sumber energi ee seberapa besar memanfaatkan ee apa lahannya ya. Dan itu juga menjadi penting untuk evaluasi ee emisi e greenhouse gas dikaitkan dengan pemanfaatan ee lahan. Nah, berbicara dengan status ya ee PLTN di dunia dan juga eh under construction negara mana yang memang saat ini lagi ngebut ya memproduksi. Dan data terakhir yang paling ngebut itu China di 5 40 tahunahun terakhir dia bisa membangun sampai 50 4 atau 55 nuclear power plan. Jadi 1 koma sekian ya 1,5 mungkin ya 1,3 eh giga per tahun gitu ya atau 1 sampai 2 unit per tahun bisa dibangun secara statistik. Lalu kemudian India, India juga saat ini sedang under construction. Mohon maaf saya minum dulu ya. Ada Turki sekarang sudah membangun empat. Eh, South Korea under Construction. Eh, sebelumnya dia juga sudah punya banyak ya 30% dari atau sampai 40% dari kontribusi bahan energinya. Unders construction UK. UK pengin mengembalikan industri nuklirnya. Dulu dia industri pertama untuk jualan PLTN di dunia. Terus kemudian turun. Nah, sekarang pengin revitalisasi seperti itu. Sebenarnya Amerika juga sama dengan ee apa kebijakan Trump sekarang ingin mengembalikan industri nuklirnya. Ee UEA sudah beroperasi empat ya. Ee Turki sekarang masuk ke tahap dua. Lalu Jepan sekarang ee sudah direstart dari 50an. diotdown di eeoperasikan kembali mungkin lebih dari 10 ya target 20 sampai 30% baruan energinya. Oke, Bangladesh juga sudah mulai dan yang lainnya ada Mesir gitu ya dan negara tetangga kita di Asia Tenggara juga mulai ee masuk. Oke, ini ee landscape dari profil tadi sudah ini. Tapi yang ingin saya tekankan eh lebih dari setengah populasi dunia itu hidup di negara nuklir. Artinya PLTN beroperasi apalagi ratusan eh retoriset. Kalau kita tambahkan USA, Cina, Prancis itu aja udah dengan Brazil misalnya sudah setengah penduduk dunia ya. dan semuanya itu mempunyai Pelten. Nah, ini kalau misalkan kita lihat India, US gitu ya dan yang lain-lain di sini. Nah, Indonesia yang keempat ee Cina, India, USA, Indonesia ya. Dan itu udah separuh dunia dan Indonesia belum ee mempunyai PLTN. Sedangkan yang saya merah ini semua adalah negara negara yang sudah mengoperasikan secara komersial PLT. Nah, Indonesia bukan newcer tapi late commer ya. Kenapa? Karena kita jangan salah R& itu tahun '4 sudah terjadi tahun '5 kita punya oriset di Bandung yang hampir bersamaan dengan Jepang, India gitu ee Korea Selatan. Mereka maju di komersial ee Korea misalnya tahun -an Afrika, Brazil, Cina juga sih memang ini late ya lebih duluan kita. Apalagi maaf uae ya itu ee tidak ada R&D work langsung komersial. Luar biasa ya. Itu tergantung dari kebijakannya. Nah, kita punya untuk PLTN itu tahun '2 sebuah komite ya namanya komite pelaksana program PLTN atau eh let's say itu Nepio dengan harapan tahun 0 dibangun dengan estimasi 8 unit itu di MURA ya targetnya itu. Lalu kemudian, nah ini target komersialnya tahun 0-an. Tapi di situ kan kita masih booming the golden age of oil ya 80-an, 7080. Jadi ee tidak ada alasan kuat untuk membangun karena cukup dari minyak. Sedangkan sekarang kita sudah lama masuk net importir ya minyak. Nah, ini tidak jadi tahun ee 2015 juga tidak jadi. Sedangkan di UA ini 2023 itu sudah 4 unit. 2024 semuanya sudah beroperasi. Ah, kita masuk di NZE program ee 2032 reaktor pertama COD ya beroperasi targetnya seperti itu di RUPTL. Mudah-mudahan lancar dan Nepio juga dari tahun 2024 belum muncul ya. nanti saya jelaskan PO ee pokoknya tim akselerasi ataupun adog untuk ee pembangunan PLTN di 2000 ee 24 2025 sekarang ee menunggu penandatanganan ya ee berupa kepres atau seperti apa. Nah, ini eh kalau kita bisa lihat ya, kita bukan newer lah, tapi late cammer gitu ya, terlalu lama untuk menunggu ee nah ini highlight eh PLTN yang dibangun di dua atau 3 tahun ke belakang dan juga jenis dan negara ee PLTN itu. Terus kemudian lama ee membangun. Lalu kapasitasnya. Jadi kapasitasnya di sini 1 GW electric class ya di atas 1 gig. 2023 juga sama. Ini yang besar-besar ada yang kecil di sini Slovakia tapi ini Vir dan cukup lama ya terbengkalai ee yang cepat-cepat. seperti Cina 7 tahun. Ada yang lebih cepat ini Pakistan ya. Oh, ada 6 tahun yang ee Cina. Nah, bagaimana Indonesia kembali lagi memang perlu ee leader ya yang kuat untuk mengatakan gonuklir sehingga dibutuhkan roadmap ataupun ee lini massa untuk bisa mengimplementasikan meskipun memang tidak mudah karena perlu investasi dan kerja sama lintas rektoral. Jadi kita bisa lihat misalkan ee SUAS Manda Energi itu juga menjadi program penting ya seiring dengan program NZE ya. Nah, kalau kita lihat di Asta Cita ee pemerintah sekarang itu masuk di SAS Sembada pangan, energi air, ekonomi kreatif dan lain sebagainya. Ini Asasita yang ke berapa nih? 1 DU ya. Ee di 17 program prioritas juga masuk di program pertama yaitu Swasada pangkat, energi dan air. Jadi inline dengan program pemerintah yang memang dicanangkan sebagai bagian penting dari ee program nasional. ee ya tentunya ini tidak terlepas dari ee kepemimpinan ya ee will karena bisa juga ada ee pemimpin ataupun di level bawahnya yang memang tidak awar tapi kalau kuat maka yang bawah akan ada efek domino akan mengikuti dari arahan ataupun ee tugas penugasan ya yang memang secara efektif perlu dilakukan lakukan ee jadi firm terus kemudian strong leadership itu yang menjadi penting ya. Tidak hanya dari ee nuklir juga dari program energi yang lain ataupun teknologi yang lain juga sampai ke hilirisasi itu penting dari segi leadership. Nah, jadi memang kita harus ee juga seiring dengan penguatan SDM ya. Semua teknologi perlu SDM, saintech juga pendidikan ya yang nanti juga ee dikaitkan dengan bagaimana produktivitas kehidupan dari bangsa ini di kesehatan gitu. Jangan sampai warganya sakit-sakit live ee apa ee apa ee lama hidup di negara ini juga pendek gitu. kita bisa ee menyiapkan generasi yang lebih sehat, lebih panjang umur, dan tentunya lebih sejahtera. Ya, itu ee target yang diinginkan dari salah satunya adalah SWASPAD Energi. Nah, ini disusun ee target RUPTL ya ee dan ini dikoreksi secara bertahap sehingga RUPTL telah memenuhi target bangunan energi dan ee program yang diinginkan sebagai subad energi juga menjadi penting di apa ee institusionalisasi ee dan secara konsisten berkelanjutan itu dijalankan. jangan sampai ee tidak terkontrol ataupun ee apa merusak tatanan sosial ataupun lingkungan yang ada. Jadi memang ee swasbada energi yang berkelanjutan itu menjadi kata kunci. Nah, kalau kita lihat ini di ASEAN ya. Jadi status em beberapa studi ya di sini ya. ada 1 2 3 4 5 6 stud derajat Celcius skenario ee bauran energi itu dicapai dengan berapa persen kontribusi masing-masing? Di sini disimulasikan ee minyak dengan with CCS, carbon captest storage atau minyak dengan without CCS, hydro coal dengan without CCS, nuklir wind, gas with CCS, biomass with CCS, solar. Eh ya ini biomas karena CO2-nya juga masih tinggi. Jadi eh perlu juga e CCS ya, carbon capture storage, gas without CCS, biomass without CCS atau eh energi apa renewable energy yang lain. Nah, di sini ada skenario dikaitkan dengan nuklir. Nah, kita anggaplah ini high skenario dari studi image dan message itu sekitar 40 sampai 48% di 2050 dan 2070 itu sekitar 55 sampai 65%. Ini bersarang ASEAN climate change report. Nah, ini high skenario berdasarkan dua ee studi. Nah, studi yang lain low skenario kita anggaplah ini di ASEAN itu 5 sampai 16% dan 2070 4 sampai 13%. Nah, sebetulnya ee RUPTL tuh berapa ya sekarang? Itu kurang lebih ya sekitar 14 sampai 15%. Jadi masuk di low skenario sampai 2000 60. Ee ah ee tentunya ini tergantung dari bagaimana seberapa efektif eh intervensi atau kontribusi dari bauran energi yang ada. Karena mungkin sebagai bahan ee evaluasi kontribusi terakhir dari renewable energy target 23% 2025 mungkin agak sedikit ee susah karena baru sampai berapa? 19 ya atau 15. Jadi masih ada gap sehingga mungkin perlu dievaluasi apakah dari sektor mana kontribusi ee energi terbarukan tidak bisa fit dengan ee target ya atau mungkin perlu juga ditingkatkan ee kontribusi yang lain salah satunya mungkin lewat nuklir gitu ya. Nah, itu beberapa diskusi dari evaluasi sepanjang 10 tahun terakhir. Nah, yang tidak kalah pentingnya dalam implementasi ya public acceptance. Jadi kalau misalnya di ASEAN ee ada beberapa negara yang di survei ya 2022 ini. Nah, Indonesia lumayanlah 75%-an yang setuju ini nasional ya. Lalu yang paling tinggi ini the Philippines. 90% Filipina ingin membangun. Jadi ee public acceptance. Nah, eh studi yang lain ee ini nasional juga ya. Ee ini berapa ya? 4 4.000 orang responden dari 300 desa perkelurahan, 34 provinsi, 51% laki-laki, 49% perempuan. Nah, yang menyatakan setuju 77,5%. Ee ya ini ada rincian alasannya tidak ada pemadaman listrik, harga listrik lebih murah, terbuka lapangan kerja, ahli teknologi dan sebagainya. Indonesia mampu gitu, tidak mengeluarkan polusi itu ada persentase tapi yang menarik mungkin di beberapa desa ataupun ya kita juga mengalami ada ya itu yang menjadi konsennya hampir 44%. Selain itu 40 1% harga listrilik. Nah, itu dua itu yang menjadi konsen masyarakat. Ya, memang ada risiko di sini 22,5% yang tidak setuju. Resiko kecelakaan, limbah radioaktif, ketidaksiapan SDM, senjata nuklir, biaya pembangunan mal dan sebagainya itu menjadi konsen yang ee bahan pertimbangan sosialisasi untuk menjelaskan bagaimana manajemen wage radioaktif, bahan eh apa ee SDM misalkan. Lalu nonprohibasi teliti untuk tidak untuk senjata. Lalu kemudian ee nah ini ee gap analisis untuk sumber energi lain masih mencukupi. Pada praktiknya tidak seperti itu juga. Jadi perlu optimasi dari pemanfaatan ee teknologi bauran energi yang ee sama lah ya secara ee apa pemanfaatan. Lalu biaya pembangunan ee mahal ee ya ini relatif sebetulnya ya karena untuk PLTN ee pembangunan eh operasional 60 tahun sampai 80 tahun maka konstruksi strukturnya juga akan lama gitu ya. termasuk untuk safety eh feature-nya yang juga harus eh firm anti gempa gitu kan tsunami dan sebagainya. Ee tapi bahan bakar operational maintenance lebih kecil sehingga ya ada threshold harga yang kompetitif dengan bahan bakar yang lain. Baik. Nah, ini di masyarakat dunia terutama di Eropa ya, public acceptance p masyarakat juga bervariasi ya. ini dari misalkan ee ya ini CO emission CO2 emission em di Eropa ya misalkan ini Germany terus eh yang nuclear country dan noncllear country itu kita bisa lihat secara data termasuk apa ee ee yang support atau tidak support nuklir itu ee mengalami perubahan sampai di 2022-2023 kita lihat mungkin ee ada survei yang terbaru paling tidak karena memang pragmatisme tadi ee apa kekurangan energi ataupun eh affordability eh jadi mahal dan juga ini eh CO2 emission yang mungkin kalau masih konsen itu menjadi cikal bakal perubahan dari public accept. Oke, ini tadi udah ya eh jadi Prancis yang ee relatively berhasil dalam 10 tahun untuk dekarbonisasi dan 80% e pengurangan. Ee bagaimana dengan kebijakan nasional? Ee kita juga ada demand side bahwa kita pengin ada energi mix yang mengurangi fosil ya. dari 84% di 2025 ke 26% di 2060. Fosil ini tentunya ada batu bara gitu ya ee ada gas ee minyak gitu ya. Nah, tentunya nanti baurannya untuk mengurangi CO2 bisa ditambah CCS. lalu meningkatkan bauran dari 16% EBT ya, EBET ee sampai 74% di 2060. Nah, ini secara umumnya EB, SRE PR ya, variable renewable energy. Apa ini? Stable renewable energy. EB energi baru 24% dan nuklir masuk di energi baru. Sini ee yang fosil tadi tentunya ditambah dengan CCS. Ee nah puncak emisinya itu ya tentunya di 2003 2 ketika memang e NZ diberlakukan kalau BU ya bisnis as usual ini akan naik terus eh maaf ini tuh ya ee kalau BAU tanpa adanya ee NJT program atau RN di sini ini ee akan naik terus Ya, tentunya ini diharapkan ee penurunan bisa sampai ee 100%. Bukan tidak ada CO2 tapi dibandingkan baseline-nya itu menjadi sama atau difference-nya nol tidak naik. Terus memang agak ambigu kalau zero emission ya nol gitu. Padahal di sini ada net gitu ya, net zero. Jadi ee ada total ya. Nah, ini dikaitkan dengan pertumbuhan penduduk ee pertumbuhan ekonomi target 8% di 2029 ee yang ee ditargetkan pemerintah ya. Jadi saat ini kalau ee dicoba ee berdasarkan bisnis as usual-nya di 5,2% misal, tapi bisa dirive eh naik di 2025 terus kemudian accelerated eh sehingga GDP eh naik di 4% ya. Di sini ada demand side yang muncul, industrialisasi, hidisasi dan sebagainya. ee dibanding dengan ee pertumbuhan secara alami ya seperti ini gitu. Jadi ada nanti ee program-program yang diinikan khusus untuk ee menaikkan GDP ya sampai 8%. Nah, ini juga penting karena mau tidak mau setiap aktivitas ekonomi harus menjadi bahan pertimbangan. Nah, peluang investasi untuk pembangkit cukup besar ya. Jadi sini kita bagi ada yang PLN milik negara, ada yang swasta IPP independent power producer yang memang cukup besar ya, tiga kali lipatlah peluang investasi ee sehingga kita perlu ee servis untuk prosedur ee perizinan dan sebagainya yang lebih baik lagi. Nah, EBT cukup besar ya, 1300 triliun, non EBT 200-an. Nah, PLN sendiri ee diestimasi sekitar 560 triliun ya untuk investasi emm apa ee program ini ya, program energi nasional. Ya, jadi target 2.134 R34 triliun investasi sampai 34 2034 ee ya kapasitasnya bisa diestimasi total 65 pembangunan baru ya di mana PLN 20 gig, IP dan kebutuhan investasi masing-masing seperti itu. Dan yang tidak kalah pentingnya bagaimana pemanfaatan ee atau pembangunan energi ini ee bisa menyerap tenaga kerjanya. Ya, tentunya ini penting bagaimana ee sektor ee ketenagakerjaan juga bisa diserap khususnya dalam negeri. Ya, mungkin kalau untuk yang level supervisor yang memang belum ada kita bisa mendatangkan dari luar dengan ee kontrak terbatas baru sekian tahun kemudian harus ada yang lokal. Begitu pula di level ee manajer dan sebagainya ke bawah itu ee prioritas itu dari dalam negeri. Nah, ini penting untuk penyediaan lapangan kerja yang tidak hanya setahun 2 tahun tapi ini ee roadmap itu bisa puluhan tahun 50 tahun gitu kan. Bahkan mungkin 100 tahun kita bisa estimasi berapa persen tenaga kerja yang diserap di sektor energi. Nah, ini kalau dibreakdown dari berbagai ini misalnya nuklir gitu kan estimasi dari SDM sekitar hampir 7.000. PLTS ini cukup banyak ya karena memang ee skater dan perlu manpower untuk peitas energinya tersebar sehingga manp-nya lebih banyak yang kita sebut ini se green job lah ya ee sebagai bagian penting dari ee program energi ini. Nah, lalu kemudian di man yang paling besar tentunya di Jawa yang harus dipenuhi Sumatera yang kedua, Kalimantan, Sulawesi semakin menaik. Kenapa? Karena memang banyak industri-industri hilirisasi di sana. Baik IPP ataupun dengan PLN, NTB, NTT, Maluku, Papua juga seiring ini naik sampai 200% ya. ee demand-nya itu di 2034 jadi sekitar 511 terw hours listrik yang dibelukkan untuk beberapa aktivitas ee industri ya. Ya, bisa juga di sini aktivitas lainnya data center e kompor listrik, hilisasi sawit IKN ada muncul sini dan juga maritim pariwisata tergantung sektor mana yang akan disuplai ee listriknya atau demand yang diperlukan. Nah, secara gradual ee timeline ee demandnya itu berdasarkan sektor industri, publik, bisnis, rumah tangga, ee lalu kemudian konsumsi per kapita ya. Ee ya target di 2060 ini sekitar 5.000. Jadi ya ee target ini sebenarnya beralasan karena nanti ee target listrik di 2060 sekitar 1800. Ee apakah nanti akan naik atau turun tergantung dari bagaimana ee industri yang akan dibuat ya di era-era saat ini ataupun ke depan. Jadi ada special economic zone, smelter, marine feries center, touris gitu ya. termasuk mungkinasi industrialisasi yang juga digenjot dan itu perlu banyak listrik termasuk sekarang AI data center itu perlu energi yang stabil yang men-drive eh zaman sekarang ya zaman era AI yang tentunya kita harus punya energi yang masif cukup tinggi dan stabil tidak bisa tiba-tiba biar pet ataupun hilang daya ya naik turun. Jadi perlu energi yang stabil. Nah, kontribusinya yang paling banyak memang diharapkan menaikkan industri ya. Ee ya tentunya rumah tangga seiring dengan naiknya penduduk juga akan naik, bisnis publik juga akan kenaikan karena memang yang harus diservis juga cukup ee banyak. Nah, ini ee rencana transisi ee bahwa nanti pengurangan batu bara gitu ya. Misalkan di sini tidak ada lagi pembangunan batuara, lalu meningkatkan kapasitas renewable atau energi baru. Lalu polusi penyiapan ya energi baru hindia nuklir eh DMA eh goal met eh coal metan gas liquid coal gitu ya. untuk tahap 1, tahap 2 sampai tahap 4 2024 2045 ya ini dari Pak Venas sehingga kita bisa lihat bagaimana proses ee industrialisasi satu persatu sampai ke ee proses ekspansi bahkan maturity ataupun kemandirian ya energi baik dari sumber suplly maupun teknologi itu bisa dicapai ee dari ya 2045 lah misalnya 100 tahun Indonesia Merdeka. Nah, ini ee breakdown ee rincian ya, berapa ee install capacity yang diperlukan. Ee di sini ada nuklir ya 30 GW. Sebetulnya ini yang listrik saja. Ada juga nuklirus ee untuk hidrogen nambah jadi sekitar 54 gig. Jadi ee install capacity yang diperlukan sekitar 54. Kalau listrik saja 35. Nah, tentunya dari teknologi apa saja yang bisa kita kembangkan ya, baik dari large scale eh PLTn ataupun small modular PLTN reaktor ee yang dikembangkan. Nah, ini ee saat ini memang di 2000 35 misalkannya itu ee sudah ada sekitar 0,5 giga ya, 500 me target dengan operasional di 2032. Jadi accumulated 2035 mungkin sudah kelihatan ya muncul di RUPTL. Nah, ini jadi ee tahapan secara rinci di tahap dua. Kalau tahap satu ini konstruksi dan preparasi, tahap dua operasional, tahap 3 ekspansi eh up bisa besar atau kecil, ataupun tahap 5 target ke bagaimana transfer teknologi dan TKDN yang lebih banyak lagi untuk ee kemandirian ee teknologi. Nah, ee kalau dikaitkan dengan supply demand ini memang ee tidak terlepas dari bisa demand eh naturally created atau memang eh intervensi dari pemerintah. Nah, saat bersamaan eh konsekuensi logisnya kalau demand ada muncul expected apa estimated eh supply-nya juga harus disiapkan. Jangan sampai demand ada, suplai enggak ada, ya enggak akan muncul juga industri. atau suplly dulu disiapkan baru berdatangan ininya gitu ya industrinya yaitu kayak telur sama ayam duluan mana gitu ya ya bagusnya ya seiring lah ya dan ee apa sinergi ya saling melengkapi antar suplai demand nah nuklir itu bisa masuk di 2000 mana tuh enggak kelihatan ya. Sebenarnya ini di periode 2031-2032 ya ee 250 di ee RUPTL 250 * 2. ee lalu kemudian fase di 2040 kita bisa ee membangun yang lebih besar lagi karena targetnya ini cukup besar ya, ambisius ee 8 sampai 8 GW. Lalu kemudian target 21 sampai 30 di ee sampai tahun 41 sampai 50 dalam 10 tahun. Dan di 2060 50 45 sampai 54 seperti yang tadi saya sebutkan. cuma ini ee transisi yang apa ee diestimasikan untuk beberapa skenario eh nah sustainability tidak terlepas dari ee beberapa filosofi ya. pertama memang dikaitkan dengan security eh karena kita sustain eh fuel eh source tapi belum belum tentu secure. Artinya misalkan sumber air ee matahari gitu ya, angin itu ada terus maksudnya ada terus tidak hilang tetapi adanya kapan? Nah, itu aspek intermitensi. Misalkan kalau matahari kan daytime gitu ya, ee pada pagi, siang, sore rata-rata mungkin 4 sampai 6 jam lah. Nah, di sebelum dan setelah itu gimana gitu. Nah, itu menjadi konsern oh dengan baterai misalkan atau covering areanya lebih besar lagi karena kan perlu untuk ee meng-cover dari 4 jam ya kita misalkan 24 jam operasional berarti ada sisanya 20 jam itu seperti apa. Nah, itu dikaitkan dengan energy security. Nah, environmental sustainability ini juga penting bagaimana ee row material yang digunakan misalkan untuk sol panel baterai itu kan tentunya dengan eh metal-metal atau critical material yang memang diperlukan nel base misal litium base atau sekarang rare ya tanah jarang juga yang digunakan untuk beberapa aplikasi kelistrikan kan elektronik. Nah, ini penting untuk di jaga sebenarnya dari negara ya. Eh, energy security, environmental sustainability itu harus juga di level kementerian stability-nya itu ke sistemnya kelistrikan. Eh, lalu kemudian ke BMN misalkan label praktis diersialisasi ada financial terakhir ya mungkin ini juga ya. untuk membantu bagaimana secara ekonomi program-program strategis ketegelistrikan itu bisa berjalan lancar. Oke. Nah, ini beberapa option yang tadi saya ee sampaikan implementasinya bisa semua modular reaktor. Kenapa semua modular reaktor? ini adalah reaktor modular yang dayanya itu ee relatif lebih kecil. Jadi kalau di nuklir itu ada spesifikasi small itu di bawah 300 MW elektrik, medium itu 300 sampai 700 MW elektrik dan large atau big power itu di atas 700. Sekarang kan yang bangun sampai 1600 MW. Jadi 1,62 1,6 GW elektrik. Nah, kalau yang small pertama memang eh affordability bisa ini jadi investasi awal kan lebih rendah daripada yang besar. Modularity multimodule kita bisa membangun part by part sehingga seperti Lego gitu ya. ee dibangun ee secara efektif bisa mengurangi biaya konstruksi dan juga eh maintenance. Lalu flexible application untuk small eh remote region, small grid gitu ya. Terus footprint ee tentunya penggunaan lahan itu jadi semakin lebih kecil dan disiapkan untuk mengganti ee pembangkit listrik fosil gitu ya yang sudah tua. Yang tugas utama fosil itu kan baselad. Nah, bisa diganti oleh baselot-nya nuklir. Ee tentunya ini bisa mengurangi CO2 ya, emisi CO2 dengan nuklir. Memang sekarang ada ide call to nuklir ya, e retrofit program. Jadi mengganti boilernya ee turbin, steam line dan sebagainya itu masih ada sehingga hanya mengganti boiler menjadi ee nuklir gitu ya. Itu masih dalam tahap kajian itu memungkinkan. Tapi ee prioritas awal memang ee PLTN dulu dibangun secara keseluruhan sehingga kita bisa melihat operasionalnya seperti apa sehingga bisa me match dengan yang teknologi fosil yang sisanya ya ee yang dari boy apa eh nonlear island-nya SMR juga potensi untuk hybrid sinergi dengan renewable. Jadi pada saat misalkan belot lalu mulai siang ada angin eh ee surya terus ada angin, maka kita bisa kurangi daya dari basel-nya dari PLTN. Nah, mulai masuk dari eh renewable ya. Lalu kemudian ketika turun tidak ada daya dari renewable mulai naikin lagi ee daya dari basel dari PLTN. Nah, itu sebenarnya yang terjadi di program desisalisasi ee mengurangi kebergantungan dari diesel tapi tetap diesel sebagai apa? Eh, penunjang utama ya. Pas siang atau ada listrik dari renewable baru dikurangi sehingga masuk eh renewable. Tapi pas kemudian intermitensi muncul disuplai dengan diesel lagi. Nah, ini untuk dayanya dan programnya itu bervariasi. Ini bisa kita lihat lihat dari ee berbagai modul. misalkan untuk land base yang small atau mungkin nah ini ada target ya sekitar ini sudah lewat tapi 2028 mungkin di kita capai atau small island remote region ini yang eh very small atau micro ya micro power atau marine base eh floating. Nah, kita mungkin terkenal dengan tol laut ya. Nah, itu ee bahan bakarnya masih minyak gitu ya, diesel. Nah, kalau misalkan propulsinya diganti dengan eh PLTN seperti apa gitu, marine base atau floating power untuk transportasi dari seluruh kepulauan kita. Bisa juga kombinasi turbin yang untuk ee memutar propulsi, bisa juga turbin untuk apa? Ee menghasilkan listrik. Jadi, dua dua side ya. Bisa juga ini yang ploting eh power plant. Nah, ini ee jadi sinergi dengan renewable dan juga produksi kogenerasi yang dihasilkan oleh satu unit ee pembangkit. ee tentunya ini perlu smart cre atau ee optimisasi dari ee jaringannya ee dari skala global market ee ya ada ee sangat potensial untuk meningkatkan bisnis. Eh, di sini kita bisa lihat market size-nya itu naik ya eh growth nya itu. Lalu kalau regional analisis memang North Amerika memang cukup banyak ya, Amerika dengan Kanada eh yang sekarang naik mulai Asia Pasifik, Erop, Europe juga banyak ya ee PLTN yang dibangun situ. Tapi ada aplikasi di sini ada yang energy defense juga karena nuklir tidak terlepas dari e pertahanan juga atau aplikasi yang lain. Eh nah ini PLTN ada radiation management eh size dari global nuklirnya ada konstruksi services sampai ke spend fuel reprocessing. eh ini beberapa non energy application nucle teknologi dan juga estimasi dari global marketnya dan growth-nya eh cukup banyak ya. Jadi untuk aplikasi food irradiation, ionizing radiation equipment. Jadi kita ingin membersihkan alat-alat apapunlah, alat kesehatan atau sehari-hari dengan ionizing radiation, MRI untuk terap eh ya radioterapy sistem, X-ray, medis, radio farmasi, e pengobatan ya, deteksi, dos management sampai ke service apa eh device ya eh radiasi terapi. Nah, ini ee yang non energi ya, yang aplikasinya untuk kesehatan, kedokteran kesehatan. Nah, ee balik lagi tadi ke target RUKn ya. Em, nuklir itu di 2060 punyai target sekitar 15% 345 TW atau ini juga hampir sama dengan 15,4% atau 354 terwrik dari solar. Nah, memang di sini ada ee peningkatan ya dari RUKN itu sekitar 2.300 TW yang diinginkan dan diharapkan ini bisa di berkontribusi dari berbagai energi baru terbarukan. Jadi dari 2024 naik terus di sini dan terjadi pengurangan di call ya yang disisakan nanti CCS col yang ada CCS eh gas juga yang ada CCS ya misalkan di sini yang ini. lalu muncul hidrogen di sini sebagai baik apa proses ya karir ee apa yang dihasilkan dari ee proses selanjutnya gitu ya. Nah, ini ee kalau kita berbicara mapping demand ataupun kebutuhan ee apa kapasitas. Lalu gridnya dari Kalimantan ke Jawa ini ya ada rencana disambungkan. Lalu di ini jauh apa? Selat Sunda. Lalu dari sini dari Bangka Belitung masuk ke Sumatera dii Jawa Bali dan sebagainya. Nah, ini investasinya cukup besar ya. Nah, nuklir di mana ini? Banyaknya di ee Kalimantan. Ee ini Sumatera 15. Nah, di Jawa sekitar 10 Jamali ya. Terus kalau yang lain di sini enggak ada Sulawesi 3. Nah, total jadi 35 tadi yang ee RUKN-nya. Nah, ini yang ee Nah, ini agak beda ya. Ee sebentar. Oh, ini ee tahun 2024. bukan update yang terakhir ya, tapi ini juga ada ee estimasi yang ini lebih optimistik dibanding yang sekarang RUPTL ini 45 sampai 54 tetap tapi ee pembangunan pertama itu di 2050 MW elektrik eh di 2032 dengan daya 250 tetapi di RUPTL ditambah satu lagi 250 di dua site yang berbeda. Tidak. Satu di Bangka kalau enggak salah ya, satu lagi di Kalimantan Barat. Jadi tapaknya tadi saya sebutkan Kalimah Bangka Barat ini potensial tapak pertama. Yang kedua di Bangkayang sini Kalimantan Barat. Cuma di area ini juga potensi selain yang sudah agak komplit, paling komplit lah eh side evaluation-nya itu ya Bangka sama Jepara. Jepara juga potensi ee dibangun cukup tinggi. Nah, ini beberapa road map pendahuluan sehingga mencapai target 45 sampai 54. ee ya ini em pertumbuhan ya pertumbuhan kenapa ee energi dicanangkan lebih banyak di misalkan di luar Jawa gitu karena memang pertumbuhannya cukup besar terutama di Sulawesi ya. Sulawesi hampir tujuh ya tujuan ya. Papua lebih dari tujuh ee Sumatera ya 6 gitu. Jadi kita bisa lihat memang di manite bisa dicreate ataupun secara alamiah muncul di area-area luar Jawa sehingga pemenuhan energi harus disiapkan di luar Jawa. Meskipun demikian, Jawa juga area yang services bisnis gitu ya. Sebagian ada industri itu juga tetap harus dipenuhi ya selain memang penduduk yang semakin banyak. Nah, ini ee serpihan-serpihan kebutuhan energi per provinsi. Misalkan di Jawa ini Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan sebagainya. Kalimantan juga maaf ini di 2024 eh 95 gig. Nah, di 2060 target 440 gig. atau sekitar 100 eh 1000 hampir 2.000 terw. Nah, ini disebar di ee semua provinsi ya. Dan ini warna-warna ini ee dikaitkan dengan kontribusi ee energinya apa. Nah, nuklir ini yang apa ini? Ungu ya. Nuklir ungu. Nah, ini yang ungu-ungu. Area mana estimasi misalkan yang bisa dibangun? Misalnya Bangka Belitung misalnya 16 di Sumatera Utara eh maaf Bangka Belitung sini ya. Ini di mana ya? Ee terus kemudian di Jawa juga lumayan nih cukup tinggi juga ya atau Jawa Lampung nih 30 giga. Ee Kalimantan terus Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, di Sulawesi juga ada. Nah, di daerah ini belum ada ee proyeksi untuk pembangunan ee PLTN. Jadi, nuklir berkontribusi sekitar 14% dari listrik tadi ya. Tapi ada yang menarik juga kalau insall capacity sekitar 8%. Artinya listrik yang dibangun dengan ini bisa dua kalinya ee untuk listrik yang ada dibanding dengan yang lain. Misalkan ee ini yang kuning itu solar gitu ya 24 pers lebih gitu ya. Nah, listriknya itu berkomisi 8%. Nah, saya coba ee simulasi ya berdasarkan ee beberapa reference di 2021 sebenarnya target 46 gig misalkan tadi kan 54 eh 45 sampai 54 ya. Tolah kalau kita membutuhkannya sekitar 46 gig. Nah, ini ee sharing demand-nya itu seperti ini. Di Jawa sekian tadi kan sekitar 30 ya. Di Sumatera juga kayaknya lebih besar ya, Kalimantan juga. Nah, ini skaternya bisa seperti ini kalau misalkan kita berbasis demand site dan nuklir bisa masuk di beberapa area. Termasuk ini penting juga eh spesial industrial yang dicadangkan pemerintah di Kementerian ee Industri juga banyak sekali muncul di sini sehingga perlu energi Kepulauan Ria, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Banten dan sebagainya. seluruh Indonesia termasuk di sini ada beberapa daerah khusus ee dari Sabang sampai Merauke ya. Nah, ini usulan 27 kawasan industri di PRJM sampai 2024 mungkin 2025 seterusnya juga akan Nah, bagaimana potensial ee SMR ya semua model rektor bisa diimplementasikan. Saya coba mapping. Nah, ini dengan daya 10 300 gitu kan. Ini demand-nya yang ada di sana beberapa daerah. Sehingga kita memilih scalability dari oh ini eh very small reaktor, ini SMR, small reaktor, ini medium, small reaktor gitu. Kalau yang 1000 ini kurang lebih ya large reaktor lah gitu ya atau multiple unit reaktor yang kita bisa supply berdasarkan demand-nya. Demand side-nya itu ini berdasarkan industrial zone. Yang lainnya misalkan tadi disebut eh demand untuk desisilisasi karena saat ini kebergantungan terhadap diesel cukup banyak ya. Ee bisa dibayangkan Bapak Ibu 5.200 unit diesel terdistribusi di 2100 lokasi di Indonesia. Ini titik-titik ini bukan penyakit ini ya, bentol atau dan sebagainya apa ee gatel-gatel ya. Tapi ini titik-titik unit diesel yang diimpan. Nah, ee rentangnya itu sekitar ee 0,6 e megaw. atau 600 kilo sampai 550. Yang paling banyak memang di area Maluku. Sekarang di tahap pertama itu menggunakan PLTS ya. PLTS dengan baterai atau tanpa baterai tapi tetap diavling dengan ee diesel. Mengurangi kebergantungan diesel lumayan mungkin sekian persen sekian jam menggunakan ee PLTS. Terus kemudian sisanya tetap dengan diesel. Nah, nuklir juga mungkin bisa juga yang skala-skala yang kecil yang mikroreaktor juga bisa masuk. Saya coba ini di 2024 sebelumnya ini data di 2024 terakhir. Jadi potensi yang ada sekitar 400. sekarang sudah dikoreksi sampai jadi 3.000 ya kalau enggak salah. Solar panelnya itu jadi 3.000-an jadi 200 ya solar panel solar ee eh energi ya. Ada koreksi di 2024 akhir. Nah, kita coba hitung ya. Saya ini buat simulasi sederhana. Lalu kita gunakan CF capacity faktor ee masing-masing pembangkit. Nah, ini kan potensinya 100% kalau kita gunakan ya di Indonesia. Geothermal, solar, wind dan sebagainya. Total 43 pada 32. Saya hitung listriknya berdasarkan capacity ini sekitar 11509 1200 lah. Sedangkan jadi misalnya geothermal 23 GW Dikali capacity factor dikali annual time transmission loss misalnya 10% mungkin kurang ya. Nah, kurang lebih ya segini 129 terw hours solar dari 207 GW elektrik menghasilkan 400an terw hour. Nah, dijumlahkan dari semua renewable seperti ini. Sedangkan kita butuh 1800 maka di sini ada gap ya. Jadi di side-nya itu ada gap sekitar 640. Nah, saya coba simulasikan ya gap itu bisa di ee suplly dengan fosil atau tambahan kombinasi dengan nuklir atau memang 100% nuklir untuk memenuhi target ini. Jadi, kita bisa ee variabel kombinasi ketika memang gapnya ini muncul ini e 100%. Jadi kalau 100% masing-masing dari renewable energy kontribusi. Nah, ini jadi eh gap analisis yang kita bisa lihat bagaimana energi mix salah satunya bisa di menjadi bahan pertimbangan. Eh, ini potensial side-nya saya coba percepat banyak ya. Sebenarnya ada 20-an ee side atau tapak yang potensial dibangun PLTN. Nah, ini beberapa tugas untuk membangun PLTN dari setting, desain approval konstruksi sampai decomissioning operational. Nah, ini proyeksi ee apa? PLTN yang terpasang. Strateginya, proyeksi pengembangannya dari 2032. Lalu kelembagaannya untuk pengoperasian ee termasuk struktur satgas akselerasi ya, tim percepatan atau bisa kita sebut nepionnya. termasuk tim ee Pokja ya yang ini lebih operasional mudah-mudahan tidak jadi birokrat tetapi untuk adhak yang lebih fleksibel dan bekerja cepat ya karena ini udah tahap komersial komersial ya harus profesi mohon maaf. Nah, seperti itu mungkin waktunya pas ee 1 seteng jam. Terima kasih Nuclear Force Prosperity and People. Terima kasih. Saya kembalikan ke moderator. Silakan. Baik, terima kasih kepada Prof. Sidi atas ee pemaparannya dan kita akan melanjutkan pada sesi selanjutnya yaitu tanya jawab dari aplikasi Slidu. Di sini saya akan menampilkan terlebih dahulu. Oke, di sini sudah ada delapan pertanyaan yang bisa langsung saja oleh Prof. Sidik ee jawab. Ee kita mulai dari pertanyaan pertama yaitu ee tentang bagaimana ekosistem pengelolaan nuklir khususnya pembangkit listrik yang ramah lingkungan di Indonesia. masih di-mute ya. Jadi ee ekosistem pengan nuklir. Mm ya sebetulnya ini seperti halnya pembangkit yang lain ee dari proses awal emm jadi ditentukan tapak ee ada AMDALnya gitu ya ee prinsip ee lalu kemudian evaluasi tapak dari segi kegempan sism geoteknik dan sebagainya operasional ee sampai ke ee eh decomissioning itu sudah diate dari awal. Nah, terkait dengan ramah lingkungan yang pertama eh PLTn itu kan dia close ini ya ee eh activity. Jadi semua itu berada di dalam satu ee fasilitas yang tidak mungkin dia keluar dari fasilitas itu. Jadi misalkan eh yang jelas tidak ada greenhouse gas emission ya, CO2, nox, Sox eh dan sebagainya tidak ada dari nuklir. eh nol ya dari e proses ee bahan bakar yang mungkin ada muncul greenhouse gas effectud yang non eh operasional reaktor misalkan untuk menambang uranium untuk ful fabrikasi yang itu memerlukan listrik dan listriknya atau ee memerlukan transportasi yang bahan bakarnya mungkin bahan bakar dari ee diesel misal atau dari bensin yang tentunya itu CO2. Tapi secara operasional PLTN tidak akan mengeluarkan CO2 ataupun eh greenhouse gas. Nah, mungkin yang menjadi ken bagaimana dengan waste management mungkin ya. Nah, ee jadi untuk menghasilkan 1 GW elektrik kelas ee reaktor, nuklir itu ee mengeluarkan sekitar 30 ton bahan bakar bekas. Yang dari 30 ton itu ee kita bisa mecycle 95 sampai 97%. Jadi ee mensisakan 3% produk PC dan itu ada eh fuel management-nya untuk recycle-nya eh untuk di eh manfaatkan bahan bakar baru. Salah satunya jenis MOX ya, mix oxide fuel yang secara komersial di Prancis sudah membangun dan beberapa reaktor sudah digunakan. Jadi bahan bakar bekas itu masih ada 95% 97% uranium, plutonium atau aktind minor yang secara komersial terutama sekarang uranium pluton itu sudah digunakan menjadi bahan bakar kembali. Jadi ee sangat sedikit eh spend fel yang ee nanti dikeluarkan dan dari 3% itu kita bisa eh olah ada yang long lif eh eh produk visi, ada yang shortlift, ada yang high radio toksicity, ada yang low nanti di di disimpan ee itu sebetulnya di dekat reaktor. baru kalau misalkan penyimpanan lestari geological deep deep eh eh repository misalkan di bawah itu itu yang eh apa itu yang long lif ya ratusan tahun itu kita bisa kristalisasi terus dan sebagainya. Jadi dan itu tidak bisa di keluar gu ke tempat umum jadi sangat ee diprotect sekali ya. Nah itu terkait dengan ee kaitan dengan ramah lingkungan ya. ya. Di Indonesia juga sama ee ee apa beberapa lokasi mungkin bisa potensial untuk bisa ee operasional reaktor. Begitu pula dengan penyimpanan sementara ee apa bahan bakar bekas. Nah, untuk roadmap ee yang menarik ini roadmap itu tarik-menarik kepentingan ya. Nah, sekarang sudah diadopsi dan di diapresiasi bahwa nuklir bisa masuk ee seiring dengan renewable energy juga yang sekarang juga digenjot. Eh, nah dari roadmap itu yang menjadi konsen eh mungkin dari konsistensi bagaimana pemerintah mendorong dan juga regulasi ya investasi tentu ya seiring ya. Tapi investasi selama ini yang saya ketahui beberapa teknologi provider vendor itu udah mulai berdatangan dan siap membawa investasi dengan teknologinya. Nah, tinggal bagaimana regulasi pemerintah yang secara ketat untuk bisa meregulasi ee apa potensi ee implementasi komersial dari PLTN di Indonesia. Ee juga mungkin ee yang menjadi konsen sosialisasi dan ee publik ya. Tapi publik setiap tahun public aset itu disurvei termasuk di area tempat PLTN yang akan maaf ee yang akan dibangun. Jadi itu sosialisasi ee edukasi terhadap masyarakat sekitar termasuk potensi ekonomi yang harus di ee berikan pencerahan dan juga lingkungan ya. Jadi ee termasuk mungkin ee subsidi listrik yang harus menjadi prioritas di lokal ini. Jadi jangan sampai kalau kita ngebangun pembangkit di sekitar lokasi, nah masyarakat di situ tidak tumbuh ekonominya, tidak merasakan ee manfaatnya gitu. Bila perlu listrik di sekitar pembangkit, masyarakat pembangkit itu harusnya diskon 50% atau bahkan gratis ee ee apa infrastruktur dan sebagainya itu sebagai bagian penting dari em apa e implementasi ya. Tentunya roadmap-nya juga perlu lebih detail ya karena roadmap masih general harus dibreakdown satu persatu. Eh, lalu apa yang membuat sebenarnya kok sulit tertunda terus di betul? Ee sebenarnya karena nuklir itu kan masuk di apa eh teknologi strategis ya, geopolitiknya cukup kental, maka harus strong leadership di manapun. Apalagi yang eh the first eh nucle power plan ya eh construction ataupun implementasi itu harus memang eh ggment to bukan bisnis B2B eh bisnis asual tidak bisa eh jadi memang strong leadership harus kuat baru menggelinding baru setelah beberapa unit berjalan 10 unit ya oke itu sudah kuat sistemnya baru bisnis eh siswa jual bisa jalan. Tapi kalau untuk pertama kali itu memang harus garansi dari ee negara. Kalau negara sudah hadir saya pikir tidak sulit ya. Ya, kalaupun memang ada penolakan ataupun keberatan ya tinggal dijelaskan saja. Tetapi kan terustas ya ee kepercayaan masyarakat terhadap regulasi, terhadap pemerintah itu juga penting sehingga pasosialisasi atau penjelasan juga lebih mudah ee karena teras ya kepercayaan. apa negara kita dapat mendapat ini mengingat faktor keraban gempa. Oke. Ee Indonesia itu ee punya tiga riset reaktor ya ee tahun '5 eh 87 di Serpong. ee itu sebelumnya yang Kartini ee di Jogja semuanya beroperasi sampai saat ini masih aman ee dikaitkan dengan ee apa gempa ya ee ya kita ee di daerah gempa tetapi kan gempa itu bukan di semua daerah artinya di Jawa pun kalau lihat di data-data data statistik itu kan di Jawa bagian selatan seismic ee activity itu ee ee besar ya sehingga gempa dan tsunami muncul. Tapi kalau Jawa Utara misalkan seperti Jepara itu penting dilihat itu seiknya lebih sedikit. Ada juga site di Banten itu size RVPT-nya juga sedikit dan itu potensi untuk dibangun. Jadi di tempat kita, di bawah kaki kita misalnya di manapun kita tetap ada sicing activity. Mau satu skalar hiter dua sekali mungkin yang baru kerasa itu empat ya atau tiga atau empat heater baru kerasa goyangan. Tapi bukan berarti tidak ada dua atau satu gitu ya. Karena gerakan e lempeng bumi itu terus bergerak tapi bukan berarti kita tidak membangun apa-apa. konstruksi bangunan sampai 100 tingkat dan sebagainya ya enggak akan dibangun kalau kita hanya khawatir sekedar itu. Tinggal kita meminimasi bagaimana lokasi itu jangan sampai berada dalam ee jalur ee frcture apa retakannya gitu ya. Itu ada teknologi dan peraturannya ya. Sama seperti kita mau membangun yang kemarin kejadian ee depot ee minyak zaman dulu itu kan 3 sampai 5 km tidak boleh ada orang hidup eh apa tinggal di ee pelumpung misalkan ya tiba-tiba kan meledak ya terus kena ke masyarakat. Nah dulu ya kalaupun meledak tiga sampai ini enggak ada orang ya akan enggak ada masalah. Sekarang kan orang masuk-masuk sampai dekat bukan lagi 3 sampai 5 km tapi mungkin sudah berbatasan langsung di itu gitu 1 kilo. Nah, itu kan akhirnya karena kekurang tahuan dan ketegasan untuk melarang tinggal di sana ya masyarakat mendekat akhirnya disalahin kan operator. Padahal seharusnya dari awalnya itu lingkungan harus free ee terhadap itu karena ada potensi ledakan yang sekitarnya. Nah, hal-hal itu sebetulnya penting ee termasuk ee nuklir juga ada ee apa eh area preparedness ya untuk ee evakuasi dan sebagainya. Ada radius 1 kilo, 2 kilo, 3 kilo itu juga harus dipertahankan dan secara ketat di ini gitu. Jadi enggak sembarangan karena sudah muncul PLTN banyak industri masyarakat pada datang. itu terjadi di Jepang di di daerah Tokimura. Saya pernah tinggal 3 tahun di sana 50 km lah dari Fukusima ya. Dulunya hutan gitu kan karena ada industri PLTN terus industri e apa ee riset nuklir ada turunannya maka pada datang ke situ jadi ramai. Jadi problemnya tidak hanya dari teknologi tapi kesiaps kesiapan dari regulasi. yang tetap kuat harus bisa ee melindungi masyarakat sekitar termasuk gempa ya ee yang lebih aman mungkin Kalimantan tapi Kalimantan kan demandnya masih sedikit ya jadi Jawa bisa masih bisa dibangun bagian utara Sumatera juga Sumatera bukan yang bagian barat yang penuh gempa tapi di bagian selatan di atasnya itu Kalimantan masih bagus Sulawesi juga di tenggara selatan itu potensial untuk di ini. Jadi, sizmik hazatnya itu kan di Kalimantan Tengah ke atas eh sori ee Sulawesi Tengah ke utara. Di lainnya itu sesmikaz-nya sedikit. Jadi ee banyak potensi ee tapak yang bisa dibangun. Baik. Ee mohon share rileksi dari NUTI yang ada di Indonesia. Ah ee dalam RUPTL dicanangkan 2032 itu COD-nya. Jadi mudah-mudahan on grade-nya juga di tahun itu. Ee jadi eh roadmap-nya sudah ada dan ee target masuk ke grid itu di 2032. itu pun masih 250 + 250 jadi 500 M. Nah, tiga resiset reaktor di sini karena dia tidak berupa daya untuk listrik, dia hanya daya untuk termal saja. Jadi tidak dikonversi ke listrik. Jadi masih nol lah kalau saat ini. Ee seperti itu ee data ril-nya. Bisakah energi nuklir menjadi solusi transisi tanpa mencipta kegergantungan baru, peniman baru? Betul. Ee nah ini menarik juga karena isunya kan kita harus bisa ee kemandiran energi terus kemudian swasmada. Nah, ee nanti muncul ke kebijakan TKDN ya, bagaimana teknologi dalam negeri masuk ataupun ee apa ee inovasi dari dalam negeri. Nah, 100% mungkin tidak bisa ya. Makanya di sekitar 40% misalkan itu kita bisa masuk ee ya kebergantungannya lebih sedikitlah ya. Karena teknologi apapun, pembangkit apapun ee masih ada komponen impor yang cukup besar ya di Indonesia itu. Makanya memang harus perketat di inovasi. Kita harus masuk ke industrialisasi. Inovasi ke industrasi teknologi apapun termasuk pembangkit. Jadi kita tidak boleh lagi bergantung misalkan di atas 60%, 70% apalagi 100%. ee sebagian besar teknologi ee apa ee negara-negara yang punya PLTN itu untuk bahan bakar. Lalu beberapa komponen itu memang impor ya. Jepang dia tidak punya ee uranium Jepang Korea gitu ya. Emm dan kalaupun yang punya misalkan ada India, Cina, ee Amerika, Kanada ya ada sebagian dari dia ee terus kemudian ee dia masih impor dari luar atau ee Australia misalkan Australia memang tidak ada PLTN tapi resource uraniumnya itu paling banyak di dunia tetapi ee produksi uranium terbesar itu Kajakstan. eh dia tidak bisa mengenage, mengayakkan uranium, tapi punya resource, tapi dia kasih ke ee perusahaan di ee negara lain untuk nge-entriage, terus balikin lagi. Jadi sekarang itu bisnis itu udah cross border ya, global, tinggal bagaimana kebergantungan kita tidak terlalu banyak. Jadi, sustainability ataupun security of supply, security of apa itu logistic itu bukan karena oh dia orang lain, tapi kita bisa make sure bahwa dia men-supplai dengan baik ke kita meskipun itu dari orang luar. Karena bisa jadi kita menguasai ya, tetapi tidak ee apa tidak memberi, tidak bisa dieksploitasi. Nah, itu problem security kan tidak bisa men-supplai. Jadi intinya memang nanti di financial scheme sama logistik yang harus eh kuat. Baik. Eh, lalu bisakah solusi tanpa Oke, tadi sudah ya mudah-mudahan. Jadi nanti dari sektor teknologi, sumber daya sampai ke ee teknologi turunannya juga ee kebergantungannya semakin minimal. Lalu kemudian apakah negara kita sudah memungkinkan membangun reaktor nuklear fusi mengingat negara ini ee reaktor fusi eh update terakhir kan ada international global eh collaboration dier ya kadaras Prancis itu kayaknya mengalami delay target 2030 mungkin digeser lagi untuk demo ya. Ya, komersialisasi masih 2050 mungkin itu negara-negara maju ya. Jadi ee masih ee beberapa inilah dekade ke depan. Nah, Indonesia ya mungkin kita bisa berpartisipasi untuk beberapa desain. Beberapa peneliti kita juga mendesain ee beberapa material ya, materialisi eh fusi yang juga berkontribusi misalkan di fasilitas ee reaktor fusi kecil di Jepang misalkan. Jadi ee nah kalau sekarang untuk RnD mungkin bisa kita masuk di fusi, tapi untuk komersialisasi itu masih jauh. Jadi kita masih prioritaskan di ee visi ya, reaktor visi ee ee selain kita juga bahan bakar fisi ada uranium, torium juga ada ya belum dieksploitasi. Nanti mungkin pada saatnya bisa dieksploitasi setelah beberapa reaktor mungkin sudah 10 reaktor itu bisa kita eksploitasi gitu ya karena sudah ada pasarnya untuk memanfaatkan ee bahan bakar fusi itu ya di laut ya itu ada ee deterium atau dari spenfiolnya itu ada tritium. Nah, itu ee bisa kita guna. Jadi tidak hanya di Indonesia yang punya laut itu bisa menjadi bahan bakar reaktor fusi yang secara efektif. ee selain mungkin ada blanket-blanket yang dari litium dan sebagainya itu beberapa ee skema ataupun ee desain dari reaktor fusi. Jadi masih eh text time lah untuk fusi. Jadi prioritas komersialnya kita di PC, tapi kalau R&D kita bisa mulai masuk juga mungkin demo kecil, reaktor, ataupun ya fasilitas yang terkait material, high temperature, corrosion, high temperatur plasma dan sebagainya mungkin kita bisa masuk di RnD reaktor fusi. Ee mudah-mudahan kejawab. Lalu pada pemanfaatan er nuklir, kriteria dan parameter ke ruangan apa diperlukan? Kita akan mengembangkan reaktor nuklis sebagai sumber en baru ramah lingkungan. Misal ke ruangan. Oh, ruang misalnya atau gimana nih? Keuangan atau ke ruangan. Oke. Ee ya pertama untuk ramah lingkungan itu ee emisi ya kita zero emisi eh greenhoh. Kedua itu spentul gimana ya? Spentul kita bukan dibuang seperti tempat sampah seperti biasa. Tidak. itu ditempatkan khusus, ada kolam khusus dan kita treatment untuk mengurangi radioactricity, half life-nya berkurang sehingga ee lebih apa ee apa eh volume reduction-nya juga akan eh berubah gitu ya. dan itu disimpan di sekitar reaktor. Maksudnya ada spend viel facility yang memang itu didesain. Nah, kalau mau coba perbandingan ya ee PLTN di Amerika itu sekitar 100 pernah sampai 100 ee lebih dari 100 ya 105 misalnya atau bahkan mungkin pernah jadi 120 sebelum beberapa D ini kan. Sekarang masih sekitar kurang lebih 100-an. PNP selama 60 tahun kalau itu di kumpulkan itu sebesar ee laporan bola. Jadi kalau misalkan 100 unit kalau satunya 1 gig berarti kan 100 GW elektrik. Eh, discharge fuel itu sekitar 1,eng tahun taruhlah 60 tahun berarti kan 30 kali ya disch. Nah, itu disimpannya itu tidak lebih dari sebesar lapangan bola untuk spend viel. Jadi dan itu enggak enggak dibiarkan begitu saja. Pasti ada bangunan khusus, treatment khusus yang tidak membuat leakage ataupun terkondaminasi ke luar. Dan itu pun tergantung kebijaksanaan kebijaksanaan pemerintah. Apakah itu mau di seperti itu disimpan atau nanti di eh reviewing ya reproses maaf bukan reviewing diproses untuk diambil bahan bakar yang masih bisa dipakai seperti uranium, plutonium itu bisa digunakan sebagai bahan bakar baru. Sisanya ya yang 3% 5% itu di apa eh maintain sebagai spenul yang enggak bisa digunakan bahan bakar. Nah, itu juga ee bagian dari sircular ekonomi ya. Karena turunan dari manajemen bahan bakar itu adalah bahan bakar bekas, radiosotop itu ee industrinya lain lagi gitu ya. Terutama kalau misalnya farmasi itu dari produk Visi yang useful itu bisa digunakan untuk eh radiation eh apa teknologi dan itu bagian penting dari ee energi nuklir ya. Jadi tidak hanya pembangkitan. Nah, tadi juga saya sebut ada ee hidrogen production, E, lain sebagainya eh disalinasi gitu eh heat distrik termasuk sekarang eh produk Visi untuk radiofarmaka, radiarmasi untuk kesehatan. Seperti itu ee jawaban dari saya. Mudah-mudahan bisa menjawab semua. Apakah ada yang kurang tadi pertanyaannya? Ee sudah, Pak. Sudah, ya. Sudah cukup, ya. Ee untuk selanjutnya kita di sini akan ee melakukan tanya jawab secara langsung dengan para partisipan di sini. Mungkin dari Bapak dan Ibu semuanya yang hadir barangkali ada yang ingin ditanyakan ataupun didiskusikan ee dapat langsung saja untuk raise hand. Mangga silakan. Iya dipersilakan kepada Bapak Radit Tegu untuk langsung saja. Kalau penjelasan terima kasih banyak mau melanggar Sidik Permana dan Bu Dini mohon izin bertanya atas kesempatan yang berharga ini Bapak Ibu. Silakan yang mana yang eh pertama begini Pak Sidik kalau boleh saya dijelaskan, Pak, kan segala sesuatu yang berkaitan dengan energi itu kita terikat dengan pemukaan energi Pak, gitu ya, Pak. Ya, mungkin ee bisa dijelaskan sedikit, Pak mengenai nuklir ini sebagai salah satu alternatif gitu ya, Pak ya. Ee kalau kita ee nanti kan pasti ada limbahnya, ada sampahnya, ada reduksinya, Pak. Gitu ya. Jangan ketinggian. sisi teknik saya yakin banyak ee apa referensi yang bisa mengupasi itu. Tapi kalau boleh digambarkan Pak, apakah ya gitu ya secara cost benefit dan hukuman ee hukum bekekalan energi Pak jadi keputusannya tetap ada itu dimungkinkan bahwa ee limbah tadi itu juga mendukung proses ee reservasi lingkungan kita gitu, Pak. Karena kita tahu kan kalau untuk mengurai suatu limbah atau reduksi dari suatu aktivitas pasti juga diperlukan energi lain gitu, Pak. Gitu ya, Pak. Ya, Bapak. Nah, itu mohon dijelaskan sedikit, Pak. Terima kasih, Pak Sidik. Mungkin nanti bisa menjadi suatu apa ee pelengkap dari e visibility atas pembangunan nuklir. Terima kasih banyak, Pak Sid. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. I terima kasih, Pak Radit. Ya, ini ee menjadi bagian penting dari ee proses bersinambungan ya. ya, konsep dari ee kalan energi ataupun ee apa istilahnya tuh ee massa ya, kalan massa. Jadi kalau di ee reaksi Visi memang ada ee energi yang dirilase ee dalam bentuk ee apa ee konsep itu ya eh relativistic Einstein ya. delta M-nya itu jadi massa yang digunakan langsung di ee konversi dalam bentuk energi ya. Ee tentunya berbeda dengan reaksi kimia. Ee kimia itu kalau secara skala ee energinya itu kan kurang lebih 3 sampai 4 elektron volt gitu ya. misalkan batu bara ya dibakar sekitar itu. Nah, kalau nuklir itu kan sekitar 50 juta kalinya. Kalau kita berbicara ke konversi ee energi secara efisiensi ee 1 gram itu bisa menghasilkan 1 MW day. Eh, ya 1 gr 1 kg berarti kan 1 GW ee 1 hari. ee tentunya ee sisa si apa sampahnya ya jadinya ee kecil atau misalnya gini praktically ya sekarang itu di industri 1000 MW elektrik menghasilkan dalam 2 tahun itu 30 giga eh 30 ton. 30 ton itu kalau kita masukkan ee drum itu yang karena kan densitasnya cukup tinggi ya ee uranium torium itu. Jadi ya bisa kita masukkan ee satu atau beberapa drum ya ee spend fuel yang memang itu pure langsung diambil. Tetapi dari 30 ton ee itu kan ee bisa kita ambil lagi ee di recycle sekitar 97%. Jadi taruhlah 3% sisa dari 30 ya 900 kilo gitu ya. Itu juga bisa dipadatkan dari produk VC itu. Nah, problemnya untuk sular ekonomi itu perlu listrik ya. Ya, sirkular ekonomi di nuklir misalkan. Ee betul ee sekali. Jadi nanti listrik makanya kalau di powerpl itu kan ada memang eh gross eh listrik ya pembangkit ada yang net biasanya ada sekitar 5 sampai 10% digunakan untuk inhouse-nya. Nah, itu macam-macamlah untuk operasional, untuk apa listriknya termasuk mungkin juga untuk ee beberapa fasilitas ee di penyimpanan ya, penyimpanan spend fel. Eh, begitu Pal kalau misalkan itu proses partisioning dipisahkan itu selain listrik perlu juga reaksi kimia ya. Misalkan uranium, plutonium dipisah misalkan dengan ee purex gitu ya. diekstraksi, plutonum ekstraksi ee itu ee perlu ee aktivasi misalkan dari reaksi kimia. Ee jadi ee tentunya ya memang itu di luar dari sistem pembangkit tapi listriknya bisa dipakai dari yang dikeluarkan. Ya mungkin nanti reaksi kimianya perlu ee tambahan dan sebagainya. Jadi ya secara umum ya ee perlu energi balance ya. Ee tapi saya pikir dari produksi ee pembangkitnya bisa cukup juga kalau memang listriknya ya keksi kimianya mungkin bisa ee ini gitu ya. Itu salah satu bahan pertimbangan mungkin untuk FS. Bagaimana ini spent viel ya? spend viol e kita bisa keep selama operasional reaktor itu ee beroperasi 60 tahun, 80 tahun ya spend viel di situ. Jadi enggak bisa ke ee ke mana-mana di situ. Kecuali setelah dicomissioning spend viol ini gimana? Apakah diycle atau di simpan di tempat khusus untuk eh geological repository gitu kan? itu tergantung dari kebijakan pemerintah. Yang jelas tidak secara sembarangan ke lingkungan ya, itu tetap di secara ini dan tidak hanya ee nasional, regional sekitar internasional pasti akan ikut mengawasi. Jadi enggak sembarangan seperti itu. Mudah-mudahan bisa menjawab, Pak. Kalau mungkin ada tambahan pertanyaan yang belum kejawab, silakan atau mungkin ada bagaimana, Pak Radit? Apakah jawabannya sudah cukup? Alhamdulillah. Terima kasih banyak Bu Dini, Pak Siddiq. Alhamdulillah mudah-mudahan menjadi apa? penjawab kegusaran kami dari sisi lingkungannya gitu, Pak Siddiq. Terima kasih banyak Pak. Asalamualaikum. Terima kasih Pak. Alhamdulillah. Baik, untuk selanjutnya mungkin untuk sesi tanya jawab kita cukupkan karena waktunya sudah menunjukkan jam 12.00 siang. Dan terima kasih kepada Bapak, Ibu semuanya yang sudah berpartisipasi untuk menutup acara webinar ini. Kepada Prof. Sidik mungkin untuk memberikan closing statement-nya. I. Baik. Ee saya tadi ini yang terakhir ya. Jadi ee jangan khawatir dengan apa nuklir ini itu bukan untuk perang ya. Jadi Powerpiece karena kita nandatangani NPT nonporasi yang memang ditujukan untuk eh keperluan sipil ataupun keperluan ee perdamaian. Yang kedua ya tentunya prosperity kita ingin naik kelas juga ya jangan medal income trap karena negara-negara maju yang sekarang mulai ee oh kita harus green energy green ya dia udah menggunakan call banyak dan juga udah menggunakan PLTN ee banyak juga gitu. Nah, ketika kita mau menggunakan ee naik kelas ke atas ee banyak yang mempermasalahkan, banyak yang menolak dan sebagainya. Kenapa? karena memang ee beberapa aspek terkait dengan ekonomi, affordability, eh green eh technologi ya bisa di overcome ataupun di ini diintroduce dengan PLTN gitu. Jadi pasti ini geopolitiknya tinggi dan untuk people ya masyarakat ini juga penting karena semuanya itu kan untuk ee kemakmuran rakyat ya. Cabang-cabang produksi yang penting untuk negara semuanya untuk kepentingan rakyat gitu ya. kemakmuran ee rakyat. Artinya ee semua teknologi itu bukan untuk kepentingan segelintir investor gitu punya modal. Karena sekarang juga kita harus hati-hati pemberi modal itu akan mengindup ke mana gitu ya. Ee dan itu ee apa national interest ataupun ee kepentingan nasional ataupun ee kembandirian kita akan menjadi poin yang paling utama. Tentu partner global kita penting, investor global kita penting, teknologi provider kita penting, tapi jangan sampai mengorbankan kepentingan nasional untuk masyarakat kita. Itu saja mungkin ya ee sebagai bahan ee renungan kita bersama. Terima kasih saya tutup. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang. I waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ya, terima kasih banyak kepada Prof. Sidi atas pemateriannya yang sangat luar biasa bermanfaat ini. Namun untuk Prof. ini sebelum meninggalkan ruangan Zoom, kita akan melakukan dokumentasi terlebih dahulu di sini kepada Bapak dan Ibu semuanya yang dapat mengaktifkan kameranya dipersilakan. Saya akan melakukan perhitungan mundur dimulai dari angka 3.1 ya sekali lagi 3 2 1. Oke, dokumentasi sudah terekam dan saya ucapkan sekali lagi kepada Prof. Sidik atas pemaparannya yang sangat menarik dan luar biasa ini. Dan kepada Prof. Sidi, mudah-mudahan kita dapat bertemu lagi di lain kesempatan. dipersilakan kepada Prof. Sidik apabila sudah ingin meninggalkan ruangan Zoom. Baik, saya izin ini ya, Lif ya. Baik. Oke, baik Bapak Ibu semuanya, berakhir sudah acara webinar di hari ini. Dan bagi Bapak Ibu yang ingin mendapatkan e-sertifikat, Bapak Ibu dapat mengisi link presensi kehadiran yang tertera di layar ini. Dan pastikan juga ketika mengisi presensi pastikan nama dan email sudah diketik dengan benar karena hal ini akan mempengaruhi pengiriman e-sertifikatnya. Baik, saya akhiri kegiatan webinar hari ini. Mohon maaf apabila saya ada salah sikap dan ucap. Wabillahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang dan selamat melanjutkan aktivitas lainnya.