File TXT tidak ditemukan.
Webinar 110 Penerapan Konsep dan Prinsip Ekonomi Lingkungan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
9MRr2iVmlMs • 2025-05-01
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id mengajar yang berpengalaman memberikan pengalaman langsung dengan [Musik] praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun. [Musik] Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya, terasa gitu manfaatnya di kami, terutama untuk e para konsultan yang memerlukan tenaga-tenaga ahli sehingga saya memilih Eco Edu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu ya yang akan menyarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya banyak baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang diselu. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut pelatihan gitu. Jadi saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Idu menyampaikan informasinya. Ego edu itu bagus karena itu selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau yang itu bagus-bagus dan terbaiklah kejutannya. [Musik] Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan gitu ya. ee bertahun dalam penyusunan dokumen AMD saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam penjasan AMDA terkini dari ahlinya langsing di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan EO ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu di e-learning ya. Itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] Eh, e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. Kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. Arning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di 7 sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana [Musik] aja. R juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari kas padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya? Kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah. Jadi menurut sepadan Bu karena memang e pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di e sekitar lingkungan saya sendiri gitu. E saya kira sepat sesuailah dengan apa yang didapatkan. [Musik] E-KTP efektif, tepat, dan profesional. Hemat, cermat, dan hebat, keren, profesional, dan juga keginian. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang kembali di webinar Eko Ed-110. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu semua yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini. Dan tak lupa saya mengucapkan selamat hari buruh internasional kepada seluruh pekerja buruh dan insan yang telah mendedikasikan tenaga, waktu dan pikiran demi kemajuan bangsa dan negara. Hari ini webinar EVO akan mengangkat tema penerapan konsep dan prinsip ekonomi lingkungan dalam perencanaan pembangunan daerah. Perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Baik, Bapak dan Ibu semuanya, sebelum memulai webinar pada siang ini, alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dipersilakan. Berdoa selesai. Untuk acara selanjutnya, mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak dan Ibu untuk duduk. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Baik, kepada Bapak dan Ibu semuanya, izinkan saya untuk mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami. yakni yang pertama ada pelatihan penyusunan laporan pemantauan lingkungan RKLRPL gelombang du yaitu yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 sampai dengan 7 Mei 2025 lalu dilanjutkan pada minggu yang sama yaitu pelatihan dan sertifikasi pengambilan contoh uji air atau PCUA gelombang 1 yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 sampai 9 Mei 2025 lalu dilanjutkan lagi pada tanggal 14 sampai 20 Mei 2025 yaitu pelatihan penunjang dokumen AMDAL dan SLO yaitu persetujuan teknis untuk air limbah. Dan jika Bapak dan Ibu melakukan pembayaran pada satu pelatihan Bapak Ibu akan mendapatkan diskon 10% dari biaya investasi. Lalu untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi admin kami Riris dan Nisa ataupun Bapak Ibu juga bisa mengunjungi sosial media kami yakni ada Instagram, YouTube channel, Facebook, dan juga website resmi kami yaitu ecoedu.co.id ataupun juga bagi Bapak Ibu yang tertarik langsung untuk mendaftar, silakan diakses saja ke pendaftaran.co.id. Selain itu, kami juga terdapat inhouse training yang dapat dilakukan secara offline sesuai dengan permintaan dari instansi perusahaan Bapak dan Ibu semuanya. Selanjutnya kita akan langsung saja masuk pada kegiatan utama kita di mana webinar kali ini kita akan berdiskusi mengenai penerapan konsep dan prinsip ekonomi lingkungan dalam perencanaan pembangunan daerah. Dan di sini juga kami telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan materi dan wawasan yang bermanfaat ini. Baik, langsung saja saya perkenan perkenankan saya memperkenalkan narasumber kita hari ini yaitu Dr. Ir. Iwan Kustiwan, MT. Beliau merupakan dosen atau Lektor, Kepala pada program studi Pencanaan Wilayah dan Kota, S PPK ITB. dan kebetulan beliau sudah ada di dalam ruangan Zoom ini. Ee selamat siang kepada Pak Iwan. Selamat siang. Iya. Baik, Pak Iwan, bagaimana kabarnya pada siang hari ini, Pak? Baik. Baik, baik. Kalau gitu saya izin terlebih dahulu ya, Pak sebelum kita mulai. Di sini ada beberapaem di sini ada beberapa teknis. Yang pertama itu untuk pemaparan dilaksanakan selama 1eng jam, lalu dilanjutkan lagi dengan sesi tanya jawab dengan menggunakan aplikasi Slido dan kemudian dilanjutkan lagi dengan tanya jawab secara langsung. Baik, untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada Pak Iwan dan kepada Bapak dan Ibu semuanya. Selamat mengikuti acara webinar ini. Terima kasih Mbak Dini. Suara saya cukup baik. Terdengar? Terdengar jelas, Pak. Ya. Ee Bapak, Ibu sekalian, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee pertama-tama saya mengucapkan terima kasih sudah diundang oleh Eko Edu untuk ee menyampaikan materi ya. Saya kira materi yang ee menurut saya ini penting sekali terkait ke ee perencanaan pembangunan daerah ya juga tentu saja berkaitan juga dengan perencanaan tata ruang yang bagaimanapun sekarang sudah tidak bisa dilepaskan dengan ee satu konsep ya ataupun prinsip-prinsip yang kemudian harus di ee jadikan sebagai dasar yaitu ee prinsip pembangunan berkelanjutan gitu ya. Jadi ee saya ee diminta untuk menyampaikan materi berkaitan dengan ekonomi lingkungan. Jadi ee ekonomi lingkungan dan kemudian bagaimana penerapannya di dalam ee perencanaan e pembangunan daerah ya dan juga saya akan kaitkan juga dengan perencanaan tata ruang wilayah begitu ya. Jadi ee materi ini tentu saja ee merupakan materi yang saya kira ee cukup luas sebetulnya begitu tapi saya berusaha barangkali ee menyampaikannya dalam waktu yang lebih singkat gitu ya. meskipun tadi disediakan cukup lama 1 jam seteng ya, jadi saya izin share screen untuk menyampaikan pokok-pokok bahasan yang akan saya sampaikan. Sudah tertayang Bapak, Ibu sekalian. Ya, sudah Pak. Iya. Ee ada beberapa ee pokok bahasan gitu ya yang saya akan sampaikan. ini saya kira ee mengerucut kepada satu ee instrumen ya yang saya kira nanti ee menjadi bagian dari keseharian kita ya di ee dalam konteks ee pengelolaan dan perlindungan lingkungan di satu sisi dan juga di dalam perencanaan pembangunan daerah ya yaitu ee nanti saya berujung kepada kebutuhan penyusunan KL gitu ya. Nah, tentu saja ee ada perjalanan panjang gitu untuk sampai ke situ. Jadi saya akan menyampaikannya mulai dari ee latar belakang yang saya kira ee menjadi dasar ya e kenapa ee ekonomi lingkungan ataupun kemudian ekonomi hijau ya sekarang apa sering di ee sampaikan di berbagai ee kesempatan itu menjadi ee sesuatu yang kemudian ee perlu dijadikan acuan gitu ya. Jadi tantangan pembangunan ya khususnya pembangunan daerah yang tetap ee mempersoalkan ee apa namanya ee konflik dalam tanda petik gitu ya. Ee keinginan untuk mengembangkan atau ee menumbuhkan ekonomi daerah begitu atau wilayah begitu yang kemudian seringkali ee bertabrakan gitu ya dengan ee perlindungan lingkungan gitu ya. Ini tentu saja bukan isu yang ee lokal begitu ya. itu menjadi isu ee nasional dan juga global bahkan gitu ya. Nah, atas dasar itu kita akan nanti ee membahas apa itu ekonomi lingkungan gitu ya. Apa bedanya dengan ekonomi konvensional begitu ya atau ekonomi klasik gitu ya. Ee kemudian ee kita akan masuk lebih jauh nanti membahas ee konsep-konsep dasar ya dan prinsip ee di dalam ekonomi lingkungan ya. Jadi ada beberapa ee konsep dasar yang perlu kita pahami ya. ee terutama terkait ke konsep eksternalitas gitu ya. Kemudian konsep nilai dari sumber daya alam ya. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah tentang prinsip dan konsep ee jasa lingkungan. Kemudian atas datar itulah ee kemudian ee selama ini ya atau dalam waktu yang sebetulnya tidak terlalu lama itu belum lama barangkali beberapa dekade terakhir ya ee sudah dimulai upaya untuk kemudian dalam tanda petik ya ee mengkuantifikasikan ee sumber daya alam dan lingkungan itu. Jadi fungsi ee sumber daya alam tidak bisa lagi kita lihat semata fungsi ee sosial ekonomi gitu, tetapi juga kemudian bisa ee dilihat dari ee fungsi ekologisnya. Nah, sehingga dengan demikian ketika kita ingin ee menghitung keseluruhan nilai dari sumber daya alam dan lingkungan, maka kita harus melakukan valuasinya dan tentu saja ee alat-alat ekonomi begitu ya, instrumen-instrumen ekonomi menjadi ee bagian yang ee tidak bisa kita apa namanya lupakan gitu ya. Jadi kita menggunakan berbagai konsep ekonomi untuk mengkuantifikasikan keseluruhan fungsi ee sumber daya alam dan lingkungan ya yang pada dasarnya ee seperti dua sisi mata uang ya. Ada fungsi sosial ekonomi atau fungsi ekonomi sering disebut begitu dan fungsi ee lingkungan logis ya. Kemudian di negara kita sebetulnya ee ee instrumen ekonomi lingkungan ini sudah ee di ee adopsi ya di dalam peraturan perundangan di dalam ee apa Undang-Undang ee 32 ya tahun 2000 ee 9 begitu ee Undang-Undang PPLH Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ee sudah ee ada ee instrumen ekonomi lingkungan yang kemudian juga ee tentu saja akan diberlakukan di Indonesia begitu ya ee cukup banyak ya itu kita akan bahas nanti dan kita nanti akan memilih ee satu ee jenis ya satu jenis atau satu bagianlah begitu ya satu unsur dari ee instrumen ekonomi lingkungan tersebut ya yang terkait dengan perencanaan pembangunan dan instrumen di dalam ee kegiatan ekonomi secara umum gitu. Kemudian ee atas dasar itu nanti kita bicara urgensi pengintegrasian ee konsep-konsep ekonomi lingkungan ya. atau juga nanti ekonomi hijau ya nanti kita bahas apa perbedaan ekonomi lingkungan dengan ekonomi hijau ya ee di dalam perencanaan ee pembangunan daerah ya ee termasuk ee saya nanti sampaikan juga dalam konteks penyusunan ee rencana tata ruang wilayah ya RTRW ee kabupaten kota barangkali gitu ya. Oke, jadi ee ini yang saya kira ee pertama menjadi titik tolak ya pembahasan kita tentang perlunya ekonomi lingkungan sebagai pendekatan dalam tanda petik ya alternatif ya ee dalam melihat ee lingkungan sumber daya alam dan lingkungan gitu ee dari perspektif ekonomi ya. Jadi ekonominya bukan ekonomi ee biasa gitu, tapi ekonomi lingkungan yaitu ee ee berbagai fenomena ya yang menunjukkan kepada kita ya bahwa di tingkat global saat ini ya ada banyak isu global yang yang saya kira ini sudah ee sering disebut sebagai ee krisis gitu ya. ini saya kira ee laporan ya dari World Economic Forum 2024 itu mencatat ee satu dekade ke depan itu ada beberapa ee indikasi isu-isu yang akan menjadi ee hangat begitu ya. Ee dan itu kemudian ee disimpulkan sebagai apa yang kita sering dengar begitu ya ee triple planetary krisis gitu ya. Jadi ada ee tiga apa ancaman ya, tiga masalah utama ya yang dihadapi oleh ee umat manusia gitu ya. yaitu pertama perubahan iklim ya, kemudian polusi dan kerusakan lingkungan dan kemudian hilangnya keanekaan hayati ya triple planetary krisis inilah yang sesungguhnya dalam tanda petik ya memaksa kita untuk ee mencari alternatif ee baru ya ee ketika melihat ee bagaimana kita mengelola sumber daya alam dan lingkungan ya ee dalam konteks ee pembangunan yang berkelanjutan. kan gitu ya. Nah, jadi ee ee adanya krisis tersebut sesungguhnya membawa kita kepada ee satu apa kebutuhan ya kebutuhan untuk melakukan perubahan ya. Ya, kalau perlu perubahannya radikal barangkali ya. Jadi ee kebutuhan untuk melakukan transformasi ya dari ekonomi yang sekarang ini yang ee tadi menimbulkan ee apa ee tiga krisis besar tadi begitu ya. Ee jadi ee kita harus melakukan transformasi dari ekonomi cokelat ya. Jadi sistem ekonomi yang ee coklat gitu, brown ekonomi ya ke ekonomi hijau untuk mendukung pembangunan berkelanjutan gitu ya. Jadi ee kita tahu ya ee kecenderungan global saat ini dan tentu saja nanti kita juga bisa lihat di level nasional dan lokal menunjukkan hak yang sama. Nah, jadi kecenderungan global saat ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi masih menganut prinsip ee ekonomi coklat gitu ya atau aktivitas ekonomi yang ee masih ya masih dominan begitu mengeksploitasi sumber daya alam ya dan kemudian pada akhirnya memberikan dampak buruk terhadap lingkungan ya. Jadi pembangunan atau katakanlah pembangunan ekonomi sering diinterpretasikan untuk ee dalam kaitannya dengan sumber daya adalah ekspektasi ya. Dan itu tentu saja ee ee ee sudah kita ketahui bersama ya. Ee ujung-ujungnya dampaknya adalah ee kerusakan lingkungan gitu ya atau ee terjadinya penurunan atau degradasi kualitas lingkungan gitu ya ee di mana ee sumber daya itu berada begitu ya. Nah, oleh sebab itu ee dengan melihat bahwa isu itu menjadi sesuatu yang bersifat global ee tentu saja harus ada perubahan ya. Jadi bagaimana mengubah prinsip ekonomi yang cokat itu gitu ya yang nanti kalau dikaitkan dengan energi misalnya energi, energi kotor gitu ya ee ke arah energi yang bersih, energi ee baru yang kemudian terbarukan gitu ya. Itu adalah tantangan gitu ya. Jadi mengubah ekonomi ee coklat ke ekonomi ee hijau yang tentu saja ee tidak mudah ya dan itu kemudian ee memerlukan berbagai instrumen ya instrumennya yang nanti kita akan bicarakan ya. Jadi ee ilmu ekonomi ya atau cabang ilmu ekonomi yang kemudian kita sebut ekonomi lingkungan ini adalah salah satunya. Ee ini saya punya satu gambaran bagaimana pada tingkat nasional ya atau ee data-data antar provinsi ya yang menunjukkan kepada kita ee daerah membangun ya provinsi tiap provinsi membangun gitu ya. Ee secara nasional ada juga ee target pertumbuhan ekonomi gitu ya. tiap daerah juga melakukan itu. Jadi, pertumbuhan ekonomi e bagaimanapun tetap digjot begitu ya, tetap ee diakselerasi gitu ya dengan dengan tujuan atau demi untuk kemudian meningkatkan ee kualitas hidup manusia gitu ya. Jadi pembangunan atau pertumbuhan ekonomi diharapkan berdampak pada pembangunan sosial ya. Kemudian ee mestinya juga ee tentu saja sejalan ya dengan ee perlindungan terhadap lingkungan. Tetapi pada kenyataannya tidak demikian ya. Kita bisa melihat data-data ini data-data provinsi ya saya kira dari suatu ee studi ya dalam rangka penyusunan RPJPN ya. Ini ee ee dibandingkan ya indeks ee tiga ee unsur ya dari pembangunan berkelanjutan yaitu ekonomi ya, sosial ya. dalam hal ini indeks pembangunan manusia digunakan sebagai indikatornya dan kemudian ee IKLH ya untuk ee indikator dari ee dimensi atau aspek ee ekonomi eh maaf ee lingkungan gitu ya. Nah, kita bisa melihat ee kalau secara keseluruhan ini provinsi berdasarkan ranking pertumbuhannya begitu ya. Nah, kemakin ke kanan itu adalah provinsi-provinsi yang ee tumbuh e pesat pembangunan ekonominya ya pada saat yang sama ya. kemudian punya indeks ee pembangunan manusia yang meningkat. kira-kira begitu ya ee kira-kira hampir ee berdekatan gitu ya meskipun tidak selalu atau tidak terjadi di semua ee provinsi tetapi pada dasarnya ee pembangunan ekonomi mampu meningkatkan IPM ya meningkatkan kualitas hidup manusia ya kesehatan, pendidikan dan daya beli ya begitu itu ee elemen-elemen dari apa dari ee dari ee IPM ya. Tetapi kalau kita bandingkan dengan IKLH itu ee selalu terjadi gap gitu ya. Jadi pertumbuhan ekonominya tinggi ya, provinsi-provinsi dengan pertumbuhan atau indeksnya lebih tinggi ee IKLH-nya ee tidak sepadan begitu. Selalu akan ada gap gitu ya. Beberapa provinsi yang kaya sumber daya alam ya. di sebelah kanan Anda bisa melihat ya meskipun ee tidak selalu ee apa namanya ee yang tertinggi secara ekonomi ya. Ee tapi kita bisa melihat beberapa provinsi ya ee yang di sebelah kanan itu gap-nya makin besar ya, makin besar begitu ya. Jadi ee IKLH-nya ee pertumbuhan ya pertumbuhan EKLH-nya tidak tidak secepat e pertumbuhan ekonomi gitu ya. Nah, kemudian ada indikator lain yang sekarang juga mulai dimasukkan ya itu indeks kebahagiaan gitu ya. Ini juga bisa ee menjadi hal yang lain gitu ya. Nah, jadi idealnya kan ee kita ingin ee ada keserasan antara pertumbuhan ekonomi ya e kemudian pembangunan sosial dan perlindungan lingkungan yang kemudian membuat ee manusianya lebih bahagia. Kira-kira begitu ya. Tujuan pembangunan itu sesungguhnya itu ya menuju ee tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi gitu ya. ee bukan semata-mata pertumbuhan ekonomi, sosial dan sebagainya, tapi keseluruhannya adalah dalam tanda peti yang barangkali bereat lebih ee spiritual begitu ya. Oke. Ini menarik ya ee untuk kemudian melihat nanti pada tingkat daerah bagaimana ee sesungguhnya kita bisa ee melakukan upaya untuk ee mengurangi gap itu ya atau apa yang terjadi sehingga sebetulnya ada gap antara pertumuhan ekonomi dengan IKLH di masing-masing provinsi tersebut gitu. Oke ya. dalam ketik itulah ya tadi eh eh eh triple planetary crisis ya kemudian juga ketidaksarasan antara ee tiga dimensi dari ee pembangunan ya ee kemudian ee melahirkan ee gagasan ya untuk ee melihat ee atau menggunakan ee ekonomika ya ilmu ekonomi dengan perspektif lingkungan gitu ya. Jadi karena kita melihat bahwa ekonomi ee konvensional yang ee saya kira kita kenal semua begitu ya ee teman-teman ee yang belajar di apa bidang tersebut ataupun ee secara umum ya kita kenal bahwa ilmu ekonomi pada dasarnya ilmu yang mempelajari bagaimana manusia melakukan ee sumber daya melakukan alokasi sumber daya ee yang langka gitu ya. Jadi nanti kalau dikaitkan dengan ee eksploitasi atau ee pemanfaatan sumber daya alam misalnya ya, seberapa besar sumber daya harus ee diekstraksi ya sehingga menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kita sebagai manusia begitu ya. Jadi ee unsur utilitariannya ee sangat kuat di situ gitu ya. Nah, persoalannya adalah bagaimana kita mengelola sumber daya alam begitu agar menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya seperti ee tujuan pembangunan ekonomi ya, tapi tidak mengorbankan kelestarian sumber daya alam itu sendiri. Itu pertanyaan besarnya yang saya kira tidak bisa dijawab oleh ilmu ekonomi ee klasik gitu ya. Maka lahirlah ekonomi ee lingkungan ya. Jadi envirta ekonomik begitu ya. Jadi ee jadi kalau sebetulnya bahasa Indonesia yang baiknya itu ekonomika lingkungan gitu ya. Karena nanti ee bisa bertukar dengan nanti konsep yang kita akan jelaskan juga ee ekonomi hijau ya. Ee ekonomi bukan ekonomika gitu ya. Ekonomi hijau. Jadi itu model ekonomi ya. Kalau ekonomika ya ilmu ekonomi ya. Jadi ekonomika lingkungan ya lebih tepat sebetulnya kalau apa ingin membedakannya dengan ee ekonomi dalam pengertian model atau sistem perekonomian gitu ya. Nah, jadi ee ekonomi lingkungan ya atau ekonomika lingkungan pada dasarnya adalah penerapan prinsip-prinsip ekonomika secara umum ya untuk mempelajari bagaimana sumber daya alam dan lingkungan dikelola gitu ya. Ya, jadi fokusnya bagaimana? dan ee mengapa manusia mengambil keputusan yang menimbulkan konsekuensi terhadap lingkungan alami. Ya, jadi ee kalau ekonomi ee umum menyangkut keseimbangan suplly dan demand dan kemudian harga merefleksikan kelangkaan suatu barang, itu saya kira menjadi ee teori dasarnya gitu ya. Ee semakin langka nanti semakin mahal gitu ya. Kemudian ee nanti bekerja hukum pasar ya, suplly dan deman kira-kira begitu ya. ee tetapi kalau itu diterapkan dalam ee lingkungan ya, jadi dalam ekonomi lingkungan hal ini tidak berbeda sebetulnya ya. Tetapi ee pasar dalam ee kaitannya dengan sumber daya alam dan lingkungan ya pasar dan tentu saja harganya nanti itu ee seringki tidak eksis, tidak nyata gitu ya. Jadi ada ee ada nanti kita bahas ada barang, ada jasa gitu ya. barangnya mungkin nyata, tapi kemudian ee sumber daya alam itu punya di balik itu ada ee jasa dan itu seringki tidak tidak dapat dihitung dengan mudah gitu ya. Nah, sehingga kemudian ee nanti melahirkan ee perlunya beberapa ee konsep ee baru ya, konsep-konsep tambahan yang membedakan ekonomi apa namanya konvensional dengan ekonomi lingkungan gitu ya. Jadi ekonomi lingkungan pada dasarnya ilmu yang mempelajari perilaku dan kegiatan manusia di dalam memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungan. Nah, dalam ekonomika lingkungan ya sumber daya alam dan lingkungan dipelajari dan dipertahankan serta ditingkatkan penggunaannya ya tadi untuk ee sebesar-besarnya kemanfaatan bagi manusia ya dengan tujuan pemakaian yang atau pemanfaatan yang lebih bersifat jangka panjang dan berkelanjutan gitu ya. ee di sebelah kanan ini ada ee apa namanya diagram yang menunjukkan bagaimana posisi ekonomika lingkungan ya envirmental ekonomi gu ya di ee dengan berbagai ee teori yang lain ya yang mulai dari ekonomi klasik ya ketika dihadapkan pada krisis ekologi muncullah eh ekonomika ekologi begitu ya muncullah green economic gitu ya ee muncullah ekonomi ee lingkungan ya seperti yang kita bahas sekarang ini. Oke. Nah, ini perbedaan yang ee mendasar antara sistem ekonomi konvensional dengan sistem ekonomi menurut ekonomika lingkungan ya. Nah, di sebelah kiri kita sudah paham ya, selalu ada ee apa namanya aliran ya. Ee ada di dalam sistem ekonomi konvensional itu ada produksi, ada konsumsi ya, ada produk, ada ee tenaga kerja ya, ada perusahaan, ada ee ee rumah tangga ya, kemudian terjadi aliran ya aliran produk dari ee perusahaan begitu ee ke rumah tangga. Kemudian ada ee aliran ee dari rumah tangga berupa tenaga kerja ee ke perusahaan gitu ya. dan begitu seterusnya ya ee sistemnya tertutup begitu ya. Nah, di situ tidak ada kebocoran apapun itu ya begitu ya. Jadi berputar seperti itu. Jadi nanti produk punya harga, tenaga kerja punya harga dan itulah yang nanti menggerakkan ee ekonomi pasar begitu ya ee di sektor perusahaan gitu ya. ee ee ee di sebelah kanan ini ada ee ee kira-kira hampir sama diagramnya, tetapi kemudian ada elemen-elemen lain ya, unsur-unsur lain yang ditambahkan yang kemudian juga diperhitungkan ya di dalam sistem ekonomi tersebut ya. Jadi di situ ada limbah ya. Jadi ee proses produksi itu menghasilkan limbah ya. Proses konsumsi oleh sektor rumah tangga menghasilkan limbah. limpah itu dibuang ke mana gitu ya, dibuang ke alam, dibuang ke lingkungan gitu ya. Nah, begitu ee perusahaan memproduksi juga nanti menghasilkan limbah-limbah produksi begitu ya dan itu pun dibuang harus ee dibuang ke mana? Ke alam juga. Jadi ee menimbulkan yang nanti kita akan kenal sebagai eksternalitas ya, sebagai dampak ya ee berupa ee pencemaran ya terhadap udara, terhadap air, terhadap tanah dan seterusnya gitu ya atau ee timbulan sampah gitu ya atau limbah gitu ya. Jadi ee sampah, limbah, pencemaran itu tidak masuk di dalam ekonomi klasik ya, di dalam ekonomi konvensional sebagai ee sesuatu yang kemudian harus diperhitungkan ya di dalam penentuan harga begitu ya. Oke ya. Jadi kalau kita ee gambarkan lebih lanjut sistem ekonomi yang terintegrasi dengan lingkungannya mestinya ee seperti di diagram ini gitu ya. Jadi ada produsen, ada konsumen ya, kemudian ada aliran materi, ada aliran energi gitu ya ee antara konsumen dengan produsen. Nah, kemudian ada aliran limbah ya selain ee aliran ee atau flow yang lain ya, barang dan jasa ya, tenaga kerja, moda dan sebagainya yang memang ee ada di ekonomi konvensional gitu ya. Tetapi di sini ee perbedaannya adalah adanya limbah ya. Nah, limbah ini bisa ee didaur ulang ya ee menjadi bagian dari ee produksi ya katakanlah nanti kalau produksinya ee apa menggunakan konsep produksi ya sekarang ee kita sering mendengar ee ekonomi silikuler gitu ya menjadi limbah nanti menjadi input atau menjadi sumber daya baru gitu ya. Nah, dan kemudian ee di sini ee ada semesta ya, ada semesta, ada universe yang harus diperhitungkan di situ karena ada aliran dari e sumber ee energi terbesar yaitu radiasi atau energi matahari ya yang juga diperhitungkan dan itu kemudian nanti menjadi elemen penting ya bagi berbagai jasa ekosistem. Kira-kira begitu ya. Jadi ketika kita memasukkan unsur-unsur yang semula tidak dihitung ya ee di dalam ekonomi konvensional, di dalam ekonomi lingkungan menjadi lebih kompleks gitu ya. Karena ternyata ee sistem ekonomi itu tidak tertutup hanya ee di produsen dan konsumen gitu ya. Tetapi ada environment ya, ada lingkungan ya. Di situ nanti ada jasa lingkungan juga ya. Dan kemudian di situ nanti ada dampak ya, ada eksternalitas dan sebagainya. Kemudian kita harus perhitungkan juga begitu. Oke. Nah, ee itu adalah ee apa ee ekonomi lingkungan gitu ya. Kemudian ada yang disebut eh konsep ekonomi hijau. Nah, ini green ekonomi ya, ekonominya bukan ekonomik ya, tapi ekonomi. Jadi, ini lebih tepat sebenarnya kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yang baik itu perekonomian hijau gitu ya. Tapi kita terlanjur ya sehingga kemudian keluar ee istilah ekonomi hijau ya, green ekonomi gitu ya. e yang nanti bisa tertukar dengan ekonomi lingkungan ya. Kalau ekonomi lingkungan yang tadi ee ilmu ekonomi ya e dengan ee perspektif lingkungan kira-kira begitu ya. Tapi kalau ekonomi hijau adalah moda ya, moda atau sistem perekonomian yang hijau ya yang boleh jadi ee memang karena menggunakan pendekatan ekonomi lingkungan gitu ya. Jadi ini kalau disebut ee proses produk gitu ya, ekonomi ee hijau itu adalah produk ya ee hasil dari ee proses ee apa bekerjanya ee ilmu ekonomi kira-kira gitu ya atau digunakannya berbagai instrumen ee ekonomi lingkungan ya untuk membuat ee apa namanya ee ekonomi kita menjadi lebih ee hijau, lebih berkelanjutan gitu ya. Jadi, konsep ekonomi hijau kemudian ee sering disebut sebagai salah satu ee apa namanya min ya, salah satu kendaraan atau sarana untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan gitu ya. Ya, jadi ee kita bisa lihat ini dari beberapa definisi ya. Ya, ini yang paling lama UNEP ya menyebutkan ekonomi hijau adalah ekonomi atau sistem perekonomian ya yang menghasilkan peratan kesejahteraan manusia dan ekuitas sosial ya sementara secara signifikan mengurangi risiko lingkungan ya dan kelangkaan ekologis gitu ya. Jadi ini ee ekonomi hijau ya ee menyeratkan pengakuan bahwa pembangunan ekonomi adalah kendaraan utama untuk mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan gitu ya. Jadi peningkatan kejahatan manusia dapat dicapai tanpa merusak ee lingkungan atau menghabiskan ee sumber daya alam gitu ya. Jadi ee muncullah nanti berbagai ee definisi operasional dari ekonomi hijau ya. Salah satunya adalah ee jadi ee ekonomi hijau dipandang sebagai model pembangunan ekonomi ya yang ee menunjang ya atau ee mendukung ya pembangunan berkelanjutan dengan fokus pada investasi ya. investasinya nanti dikenai sebagai investasi hijau ya ee kapita ya dan infrastruktur ya lapangan kerja dikaren green job ya dan kemudian keterampilan untuk mewujudkan kesehatan sosial dan kelestarian lingkungan secara apa bersamaan gitu ya. Oke. Nah, kembali ke ekonomi lingkungan ya. ini ada beberapa aspek ya atau konsep dasar ya atau konsep utama lah ya dari dalam ekonomi lingkungan yang ee saya kira ee apa namanya menjadi menjadi titik tolak kita untuk nanti bicara berbagai instrumen yang kemudian dikembangkan gitu ya, yaitu konsep kegagalan pasar ya. Nah, ini menjadi apa sangat apa namanya ee sangat ee nyata begitu ya nanti ketika kita bicara ee dalam tanda petik barang dan jasa lingkungan ya. Kemudian kedua konsep eksternalitas ya. Kemudian ee sifat ee apa namanya? tidak adanya pengecualian ya non expudability dari eh barang-barang ee publik ya publik ya yang ee nanti juga ee beberapa bagian saya bahas begitu ya. Kemudian yang terakhir valuasi ya. Jadi sumber daya alam dan lingkungan itu harus divaluasi ee divaluasinya secara ekonomi ya supaya apa? itu Pak ya. Ee kita memasukkan elemen-elemen baru ke dalam sistem ekonomi yang tadi ee kita lihat di dalam diagram yaitu adanya limbah ya dari produksi ya, adanya limbah juga dari konsumsi itu kemudian bisa di die divaluasi secara ekonomi ya. Dengan demikian nanti ee harga ya ee sebagai ee instrumen utama ya, sebagai konsep utama di dalam ee apa namanya sistem ekonomi begitu ee itu kemudian ee jadi ee bisa ee dihitung secara keseluruhan ya. Dan kemudian ee dengan angka nomina itu ee kita menjadi lebih ee lebih memahami gitu ya, bahwa persoalan lingkungan itu yang semula apa implisit ya, jadi eksplisit karena secara ekonomi ternyata ada nilainya. Kira-kira begitu ya. Jadi ini ee gunanya adalah ee guna dari ee melakukan valuasi ekonomi terhadap sumber daya alam. Oke. Ee jadi ini konsep yang pertama adalah eksternalitas ya. Nah, apa itu saya kira ee secara umum ee kalau apa and bahasa gampangnya itu eksternal itu dampak gitu ya. Ya, jadi suatu proses itu ada ada suat ada inputnya begitu ya. Kemudian proses itu menghasilkan output. Output itu ada yangas menghasilkan apa namanya outcome gitu ya. Nah, di sisi lain itu ada impact ya. Impact itu sebetulnya eksternalitas. Jadi sesuatu yang tidak kita ee ee tuju ya. tetapi ee selalu muncul ketika kita melakukan aktivitas produksi apapun kira-kira gitu ya. Jadi selain hal-hal yang berupa eh outcome gitu, ada hal-hal yang dalam tanda pendik ee tidak kita inginkan atau kita tidak rencanakan bahkan yaitu yang disebut sebagai impact itu ya. Jadi eksternalitas terjadi ee bila aktivitas e pelaku ekonomi mempengaruhi aktivitas pelaku ekonomi yang lain. Namun pengaruhnya tidak terefaksikan pada transaksi di pasar gitu ya. misalnya pabrik bahan kimia mengeluarkan B3 ya, B3 kemudian ee mengkontaminasi ya ee badan air atau apa ee apa ee udara dan sebagainya ya. Kebisingan lalu lintas ya misalnya di eh maaf ee lalu lintas pesawat ya di sekitar bandara misalnya itu ee di dirasakan oleh penduduk di sekitar bandara padahal mereka tidak ada kaitannya dengan bandara tersebut ya. Mereka barangkali tidak juga e pernah naik pesawat kira-kira gitu ya. tapi mereka malah ee jadi bising ya begitu ya atau sampah yang dibuang ke sungai ya yang kemudian mengalir ke hilir ya kemudian ee kualitas ee sungai ya ee memburuk ya ee di bagian hilir ya dan kemudian masyarakat di hilir yang kemudian menerima dampaknya pada mereka ee tidak berkaitan dengan aktivitas yang mencemarai di hulunya kira-kira begitu. Jadi ee itu semua ee eksternalitas tapi negatif ya. Tapi ada juga eksternalitas ee positif ya. Jadi ee terjadi ketika kegiatan satu ee pihak ya menimbulkan dampak positif terhadap pihak yang lain ya. Nah, ini saya kira contohnya banyak ya ee tumpahan teknologi ya yang membuat barang-barang ee katakanlah dari Cina murah sekali ya begitu ya dan kita menikmatinya gitu ya. Itu ekstraas ee apa positif ya. ya. Jadi bisa terjadi dari ee konsumen ke konsumen ya yang negatif itu bisa juga dari produser ke konsumen, bisa dari ee produser ke produser. Ini saya kira ee apa di ee level perusahaan gitu ya. Persoalannya adalah eksternitas yang kemudian terjadi di barang publik. Ini yang jadi persoalan nanti di dalam ekonomi lingkungan ya. Barang publik seperti kita ketahui punya salah satu karakteristik yaitu e nonek eksklusif ya. ya. Nah, jadi bilang barang itu diproduksi maka barang tersebut memberikan manfaat kepada seluruh kelelompok masyarakat. Misalnya ee udara bersih yang dihasilkan sehat ya yang diberhasilkan ee dihasilkan oleh ruang terbuka hijau di perkotaan ya itu ee apa namanya manfaatnya di ee rasakan oleh semua orang kira-kira gitu ya. Ee baik yang bayar pajak ya, baik yang bayar pajak maupun tidak kira-kira gitu ya. Jadi ee apa namanya itu ee membuat kemudian ee ada ada ses ya. Sesnya itu salah satunya adalah ee eh penggunaan berlebih ya ee over consumption ya. ee over consumption ini ee apa sering di apa diceritakan ya sebagai ee apa namanya ee fenomena ya yang eh disebut sebagai tragedi of the common ya. Tragedi of. Jadi tragedi barang publik ya, barang milik ungu begitu ya. Yang eh ilustrasinya ee siapa? Eh Hardin ya tahun 60-an ya menggunakan apa namanya ee metafor ya menggunakan ee apa cerita ee apa ee yang diandaikan ada ada biri-biri ya, ada apa namanya? ada ada ee biri-biri yang ee ada di apa di padang pengembelaan gitu ya. Kalau jumlahnya sedikit tidak masalah tapi makin lama makin besar ya. Kemudian ee apa ee saling berebut ya. Nah, kemudian rumput di sana kemudian tidak ee bisa tumbuh memenuhi ee kebutuhan ya alih-alih ee apa namanya yang jadi makin banyak ee apa namanya ee ternaknya bahkan banyak ee biri-birinya maka kemudian ee sumber daya di sana menjadi ee menyusut gitu ya. Dan kemudian ee nanti terjadi ee persaingan ya. Kalau persaingan terjadi maka yang menang adalah yang besar. kira-kira begitu ya. Nah, kemudian persaingan tidak di ternaknya saja tapi bisa juga di antara peternaknya begitu ya. Nah, itu jadi tragedi ya, tragedian publik dan ee apa namanya fenomena overpon ini kemudian eh menjadi dasar ya atau cerita-cerita atau kisah eh traged of the common ini menjadi dasar dari konsep eh carry capacity ya. Jadi ee padang pengembalaan itu ada pada ada ee daya dukungnya, ada batas daya dukungnya ya ee dengan luasan tertentu hanya ee bisa ee mendukung ya ee kehidupan e sekian ekor kira-kira be kalau lebih dari ee daya dukungnya itu ya terjadi ee tragedi terjadiaka kira-kira begitu ya. Nah, di dunia modern itu banyak sekali barang publik ya yang kemudian ee sesungguhnya ee mengalami ee apa namanya ee cerita yang mengalami ee kisah gitu ya ee atau mirip kisahnya dengan tragedi dekaman gitu ya. Misalnya e kalau kita bisa lihat ruang publik ya, ruang publik sekarang di perkotaan misalnya jalan raya ya. Nah, jalan itu ruang publik itu seperti pada penggembalaan ya. Tiap hari ee penduduk kota begitu membawa ee ternaknya masing-masing ya, yaitu kendaraan bermotor ya. Ya, ee kita bisa melihat itu macet begitu ya. Kita bisa melihat ee apa namanya? Semua orang menuju tempat yang sama pada waktu yang sama gitu ya. Dan kemudian ee kapasitas jalan bisa terlampaui dan itu kemudian kita sebut sebagai macet gitu ya. Kita bisa bayangkan kalau di ee apa di perempatan itu tidak ada ee lampu stopan gitu ya, tidak ada polisi lalu lintas atau tidak ada aturan lalu lintas barangkali. Nah, setiap ee pagi kita akan ketemu banyak ee apa namanya? ee peristiwa ee pertengkaran ya, pertengkaran ya masing-masing orang ingin ee berebut ya sampai ke tujuannya dan kemudian bertabrakan barangkali di ee tengah-tengah ee persimpangan begitu ya, di tengah-tengah perempatan ee jalan gitu ya. Kalau tidak ada lampu stopan yang mengatur siapa yang duluan gitu ya. itu itu adalah fenomena tragedy of the common dari eh kota-kota modern saya kira ya. E untunglah ada aturan ya. Nah, jadi di situ ee kita ee melihat perlunya ya perlunya ee pengelolaan ya perlunya ee pengaturan ya terhadap ee barang publik tersebut ya sehingga nanti ada ada ee yang diatur ya siapa yang boleh, siapa yang boleh memanfaatkan begitu ya ee berapa besar ya ee nanti berkaitan dengan kuat tahap misalnya sumber daya alam yang boleh di ee budidayakan dan seterusnya ya. ee kemudian ada regulasinya ya. Ee kemudian apakah masyarakat bisa mengaturnya sendiri dan seterusnya itu jadi ee jadi bagian dari bagai ee bagaimana ee melakukan ee pengelolaan ee terhadap sumber daya alam ya supaya sumber daya alam yang mengalami fenomena overconsumption ini tidak menimbulkan tragedi. Oke. Banyak tipenya ya. ini tadi seperti ee sudah saya sampaikan ee ee ada berdasarkan positif negatifnya gitu ya, tapi juga bisa berkaitan dengan ee teknologi ya ee eksternalitas produksi ya ee konsumsi di situ masuk ee T hari kemudian ee dikaitkan dengan apa namanya pembagian eksternalitas ee publik dan privat ya ee dan itu nanti tentu saja ee yang nanti menjadi perhatian kita adalah yang berkaitan nanti dengan ee publik ya, karena tadi yang kita bahas adalah ee public gold gitu ya atau barang publik ya yang nanti sebagian akan kita bisa lihat di dalam ee karakteristik ee sumber daya alam ya. Ee kemudian konsep berikutnya ya ee selain eksternalitas ya dan ee barang publik yang tadi sudah saya sampaikan ee konsep berikutnya yang tidak kalah penting ya di dalam ekonomi lingkungan adalah konsep ee jasa ekosistem ya. Jadi ee ee sumber daya alam gitu ya. ya, sumber daya alam itu ee ee mempunyai dua sisi ya seperti mata uang ya, seperti koin begitu dua sisi mata uang gitu ya. Jadi ada ee berkaitan dengan fungsi sosial ekonominya ya atau sering malah disebut fungsi ekonomi ya karena di situ ee sifatnya barang ya sehingga nanti ee ee dapat diperjual belikan atau jadi komoditas gitu ya sehingga ada nilai ee nomina di situ ya ada nilai ekonomi di situ. Ee sisi kedua adalah fungsi ekologis ya. Fungsi ekologis ini adalah ya ini jasa lingkungan ini ya. Jadi ee apa sumber daya alam itu punya barangnya, punya jasanya, begitu ya. ee jasanya itu yang ee pada dasarnya menunjukkan jasa ekosistem yang melekat di sumber daya alam itu sehingga dikenalah konsep misalnya mode alam ya ee moda alam atau ee natural kapital ya yang pada dasarnya menyatukan dua-duanya ya bukan sumber daya alam sebagai komoditas, sebagai barang semata, tapi juga ada jasa yang kemudian juga harus dihitung. Jadi jasa ini pada dasarnya adalah semua manfaat ya yang diberikan oleh sistem pada masyarakat. ya yang mempengaruhi ya kesehatan ya, kualitas hidup ya, kemudian juga pembangunan ekonomi ya ee orang-orang atau masyarakat yang berada di situ ya. Jadi ee sekurang-kurangnya ada empat ya, ada jasa penyediaan ya, jasa pengaturan, jasa budaya, dan jasa pendukung. Ini saya kira ee sudah sangat ee apa namanya populer ya. Ee lahir sejak tahun 2005-an ya. Jadi, Milenium ekosistem eh assessment ya sudah menghitung apa namanya melakukan penilaian terhadap jasa ekosistem secara global ya. Dan jasa ekosistem ini tentu saja nanti punya punya manfaat ya, punya ee apa ee ee konsekuensi ya. Jadi ee kalau terjadi perubahan ekosistem maka terjadi perubahan jasa ekosistem yang diberikan oleh ee apa namanya? oleh ekosistem aliahnya. Kira-kira begitu ya. Ee oleh sebab itu kemudian nanti ee ee konsekuensinya ada ee konsekuensinya adalah pada tingkat kesejahteraan manusia ya. Ya. Jadi ee apa namanya ini sudah banyak distudi begitu ya. Jadi ee tentu saja ee ee pengukuran ya terhadap ee jasa ekosistem ini menjadi sangat penting ya. manakala kita kemudian ee melakukan perencanaan pembangunan ya begitu ya di suatu wilayah ya atau di suatu daerah ya. Karena bagaimanapun nanti ee ada sumber daya alam ya ee yang kemudian nanti ada jasa ee ee jasa ekosistem atau jasa lingkungan yang juga dihitung yang kemudian kalau nanti ee apa kegiatan pembangunan itu ee mempunyai tujuan tertentu yang kemudian ee memaksa ya ee sumber daya alam itu dieksploitasi ya. Maka kemudian pada ee pada waktu yang sama ya atau secara serentak sesungguhnya ada ee gangguan ya ee terhadap ee jasa ekosistem yang melekat di dalamnya. Kira-kira begitu ya. Jadi kalau kita membalak ee kayu di hutan itu ee ee kayunya kita peroleh ya sebagai produk gitu ya dari pembalakan tersebut gitu. Itu berarti barangnya tuh ya. Tapi pada saat yang sama e boleh jadi jasa jasa ekologis dari hutan itu ya ee sebagian jasa ekologis dari hutan itu bisa hilang atau bahkan seluruh jasa ee jasa ekosistem pada hutan itu bisa hilang. jasa tata airnya misalnya begitu ya karena kemudian eh tidak ada catchment area di eh hutan itu begitu ya atau berkurang kemampuan kecem area sehingga air eh jadi run off ya dan kemudian menyebabkan banjir lagi-lagi nanti mempengaruhi ee apa namanya manusia ya mempengaruhi kecan manusia gitu ya. Oke. Nah, itu ee beberapa tiga konsep dasar yang saya kira menjadi penting ya di dalam ekologi e maaf di dalam ekonomi lingkungan. Kemudian ee dalam ee mode ekonomi hijau pun kemudian ada beberapa prinsip ya. Nah, prinsip yang ini saya kutip ee dari ee kajian yang dilakukan oleh BAPENAS ya. ee ee sejak tahun 2020-an saya kira sudah banyak dilakukan ya ee kajian tentang ee apa ekonomi hijau dan kemudian penerapannya yang kemudian bermuara pada digunakannya konsep ini pada penyusunan RPJPN ya 2025245 ya dan RPJMN 2025-2029 ya seperti yang sudah kita ee ketahui bersama ya. Nah, itu ee prinsip ekonomi hijau itu ada lima ya. Ee jadi ee meskipun ee seolah-olah hijau itu e lebih lebih apa ee dominan ya aspek lingkungannya gitu ya ee dari namanya begitu. Tapi sesungguhnya di dalam prinsip itu ee apa namanya sesungguhnya menyangkut unsur-unsur pembangunan berkelanjutan secara utuh sebetulnya ya. di situ ada prinsip kesejahteraan will being yang tadi ya yang boleh jadi dipengaruhi oleh tadi perubahan di dalam ekosistem ya ee manakala memberikan jasa kepada ee masyarakatnya gitu ya. Kemudian yang kedua ee prinsip keadilan justice ya ini termasuk juga ee keadilan intragenerasi dan ee antargenasi gitu ya. Kemudian ee prinsip ketiga ya, planetari benderis ya. Ee ini ee batas-batas daya dukunglah ya, batas daya dukung ee e bumi kita ya atau wilayah kita ya. Kemudian prinsip berikutnya efisiensi dan kecukupan gitu ya. Kemudian yang terakhir harus adanya tata kelola. Ini yang penting ya. ya ee tata kelola yang baik ya yang kemudian nanti ee mengatur ya kemudian juga ee mengendalikan begitu ya bagaimana ee pemanfaatan sumber daya alam ya ee sejalan dengan misalnya perlindungan ee lingkungan gitu ya ee sehingga dua-duanya bukan untuk dipertentangkan gitu ya ee antara pemanfaatan dengan ee perlindungan ya. jadi pemanfaatan tidak meniadakan perlindungan sementara perlindungan tidak ee menyebabkan ee apa namanya ee kita tidak harus ee memanfaatkan ya ee sehingga tidak membangun dalam tanda petik gitu ya. Jadi keduanya kemudian harus dilakukan bersama-sama dengan adanya pengaturan ya ee dalam suatu tata kelola yang baik yang kemudian akuntabel ya kemudian juga transparan ya kemudian juga ee ada lembaga yang kemudian ee melakukannya begitu ya. Nah, kemudian ee berikutnya yang saya kira ee apa selalu menjadi apa namanya pembeda ya. berbeda dan ini upaya ee merupakan upaya untuk supaya barang dan jasa lingkungan itu bisa ee dihitung ya. Sama seperti ee barang-barang yang dalam tanda petik gitu ya. Ee barang-barang yang ee dengan menggunakan perspektif harga ee ee ekonomi secara konvensional gitu ya. Jadi pendekatan valuasi ekonomi ya begitu ya. Jadi ee ee titik tolaknya adalah ee ee prinsip ini ya. Jadi ee dengan meningkatnya ee kegiatan atau usaha manusia untuk kebutuhan fisiknya ya. Ya, kebutuhan fisiknya bisa mulai dari kebutuhan dasar sampai kebutuhan ee sekunder tersier gitu. E sesungguhnya tidak mungkin tidak ada sumber daya yang digunakan ya. Tidak mungkin tidak ada sumber daya yang digunakan. Jadi selalu akan menggunakan sumber daya alam yang kemudian kita ekstraksi di permukaan bumi ini ya. Jadi kondisi lingkungan pasti akan terpengaruh. Jadi kalau kita mengambil sumber daya dari suatu lingkungan, maka lingkungan di mana tempat sumber daya alam berada itu boleh jadi nanti terganggu, boleh jadi mengalami penurunan kualitas gitu ya. Jadi bukan ee sumber daya alamnya saja yang menyusut, tapi lingkungan tempat sumber daya berada juga akan bisa mengalami ee degradasi ya, degradasi kualitas lingkungan ya. Jadi misalnya saja ee nanti ee keluar limbah ya limbah yang nanti berlebihan ya. Kalau kemudian ee melampaui atau ee di atas daya tampung lingkungan maka kemudian ee menyebabkan atau kita sebut sebagai pencemaran ya dan itu pada dasarnya menurunkan kualitas hidup kita ee menurunkan kesejahteraan kita ya. Ee oleh sebab itu kita harus semakin memahami ya hubungan sebab akibat dari ee bagaimana pemanfaatan sumber daya alam terjadi ya atau dilakukan ya yang kemudian ee dampaknya terhadap ee lingkungan gitu ya. Jadi ee apa namanya ee kita sering kemudian ee menggunakan ee pendekatan misalnya ee ketika melihat masalah lingkungan menggunakan pendekatan DPCR ya, ada e driving force gitu ya, ada ada eh apa pressure ya, ada state gitu ya, ada impact kemudian ada respon. Jadi kita hubungan sebab akibat itu yang kemudian ee harus kita ee ketahui ya. manakala kita ingin mengelola sumber daya alam ini lebih baik ya atau lebih berkelanjutan gitu ya. Nah, kemudian juga ee kita menghitung ee bagaimanapun menghitung manfaat biaya gitu ya atau manfaat mudarat itu itu harus secara keseluruhan ya begitu ya. Jadi ee bukan hanya manfaat saja yang seringkali secara ekonomi tapi juga moderatnya atau biayanya, costnya secara sosial, secara lingkungan dan itu kemudian harus dihitung secara bersama-sama. Nah, jadi konsep dasarnya adalah menghitung keseluruhan ee barang dan jasa ya, kemudian menghitung ee manfaat sekaligus juga moderat gitu ya. Dengan demikian yang disebut nilai pada dasarnya adalah nilai keseluruhan dari sumber daya alam dan lingkungan itu ya, tidak bias ke nilai ekonomi belaka ya. Nah, jadi ee valuasi ini menjadi penting ya ee karena ya tadi seperti ee saya sampaikan ya ee apa namanya ada ee apa cost ya, ada ee benefit begitu ya. Ee dan kemudian kalau secara ekonomi kan sering kita ee gunakan ya ee analisis biaya dan manfaat Anda tahu analisis manfaat biaya. Kalau manfaatnya lebih dari biaya kemudian ee kegiatan itu kita sebut layak kira-kira begitu ya. Tapi harus diperluas itu ya, diperluas untuk semua ee tidak hanya untuk barang saja, tapi juga untuk jasanya. Nah, itulah yang mendasari ee apa namanya? Evaluasi ya. Jadi kita menghitung ee sumber daya alam itu ya, fungsi sosial ekonominya sekaligus fungsi ekologisnya dan di antara keduanya sesungguhnya ee tidak bisa dilepaskan. Karena boleh jadi ketika kita mengambil barang dari alam, dari ee lingkungan, pada saat yang sama lingkungan bisa ee menurun ya menurun ee kualitasnya ya dan dengan demikian nanti ee menyebabkan ee sumber daya alam yang ada juga menurun. Nah, kira-kira begitu. Jadi ada ada ee keterkaitan ya antara ekosistem ya dengan sosio eh ekonomi sistem ya sistem sosial ekonomi atau sering disebut ekosistem dengan human system ya. Oke. Nah, jadi penting bagi kita untuk melihat ee menilai ya menyatakan nilai terhadap sumber daya alam dan bagaimana itu dilakukan. Saya kira ee kita bisa melihat sumber daya alam itu punya dua nilai terutama ya nilai dasar ya, yaitu nilai nilai instrumental dan nilai intrinsik. Nah, nilai instrumental itulah yang sekarang ini kita kita ee mendominasi ya pemahaman kita ya. Jadi nilai ekonomi ee nanti kalau lahan nanti ada yang disebut ee economic lantren rent misalnya begitu ya. Padahal pada saat yang sama ada yang disebut eh perimetaren gitu ya. Dan itu pada dasarnya itu adalah nilai yang melekat ya. Melekat. Jadi ada nilai-nilai nutrinsik. Jadi hutan di ee apa namanya? Hutan tropis misalnya di Kalimantan ya punya itu ya. Ee kita bisa ee apa namanya contoh tadi yang saya sampaikan kita bisa ee apa namanya mengambil ee hutan gitu. Tapi pada saat yang sama kemampuan hutan mengabsorsi karbon ya ee ataupun ee memberikan jasa pengaturan terhadap ee apa namanya ee tata air ya hidrologi akan berkurang. Kira-kira begitu ya. Itu menunjukkan kepada kita nilai keduanya itu harus dihitung secara bersama-sama dan itu bisa berbeda dengan nilai yang ada saat ini yang kita fokuskan pada nilai ekonomi. Ini saya kira ee salah satu contoh saja untuk hutan ya. Ada nilai penggunaan langsung ya, ada nilai ee ee penggunaan tidak langsung, kemudian ada nilai pilihan, nilai warisan, ada nilai ee keberadaannya, eksistensinya ya. E semua nilai ini harus dijumlahkan kitosit dari semua nilai baru itu adalah nilai dari sumber daya tersebut. Nah, ee kalau kita sederhanakan sebetulnya ee kegiatan pembangunan yang kita lakukan ya pada dasarnya ee apa namanya dalam perspektif ee ruang gitu ya. Ya, itu ee seringkali kemudian menyebabkan ee perubahan ee fungsi ruang ya ee perubahan katakanlah menyebabkan alih fungsi lahan ya kalau di daratan ya. Kalau di daratan ee di ruang daratan itu kita sebut sebagai al fungsi lahan. Itu bisa dari hutan ke bukan hutan ya, kita sebut ee deforestasi gitu ya atau dari pertanian ke permukiman atau ke perkotaan gitu ya. Juga ahli fungsi lahan pertanian ke pertanian. Nah, kasus-kasus ahli fungsi lahan pada dasarnya adalah ya ee eh bentuk fisik ya dari cerminan atau representasi secara fisik dari aktivitas ee apa namanya pemanfaatan sumber daya alam. ya dalam ini lahan ya. Nah, proses ini ya seperti kita ketahui adalah proses yang ee sesungguhnya dari sisi ekonomi ya ekonominya ekonomi ya proses dari fungsi lahan ini berlangsung selalu dari aktivitas dengan ekonomi landren yang lebih rendah ke yang tinggi ya katakanlah dari sawah eh maaf dari hutan ke perkebunan ya apa sawit barangkali ya atau dari ee sawah menjadi ee permukiman atau perkotaan ya. Ya. Jadi dari yang lebih rendah ke lebih tinggi. Nah, sehingga secara ekonomi itulah yang mendorong ya ee ahli fungsi lahan itu terjadi secara masing ya skala besarnya begitu ya. Kalau membebaskan lahan untuk ee Bud estate luar biasa ya hutan kemudian di deforestasi kalau ee bangun kawasan
Resume
Categories