File TXT tidak ditemukan.
Webinar 110 Penerapan Konsep dan Prinsip Ekonomi Lingkungan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
9MRr2iVmlMs • 2025-05-01
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
mengajar yang
berpengalaman memberikan pengalaman
langsung dengan
[Musik]
praktikum dan e-learning yang dapat
diakses di manapun.
[Musik]
Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan
Eco Edio ini memang dari grup-grup di
alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut
pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh
bisa dianggap menarik ya karena mereka
pengetahuan mereka tentang yang pengin
mereka ketahui itu meningkat gitu ya.
Kemudian skill-skill yang dihasilkan
dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa
dilihat begitu ya, terasa gitu
manfaatnya di kami, terutama untuk e
para konsultan yang memerlukan
tenaga-tenaga ahli sehingga saya memilih
Eco Edu dan sempat mengikuti
pelatihannya juga dan itu terbukti benar
gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada
Edu ya yang akan menyarakan pelatihan.
Nah, di sini juga saya banyak baca
terlebih dahulu ya terkait tentang
informasi yang
diselu. Nah, menurut saya itu menjadi
hal yang membuat tertarik untuk ikut
pelatihan gitu. Jadi saya sering lihat
di Instagram gitu bagaimana Idu
menyampaikan informasinya. Ego edu itu
bagus
karena itu selalu tergini terus
mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau
yang itu bagus-bagus dan terbaiklah
kejutannya.
[Musik]
Iya. Ee yang pertama memang tentu saja
ini meningkatkan dan maksimalkan
skill-skill yang saya harapkan gitu ya.
ee bertahun dalam penyusunan dokumen AMD
saya jadi bisa lebih produktif, lebih
efektif juga ee punya update gitu ya,
update-update persoalan-persoalan dalam
penjasan AMDA terkini dari ahlinya
langsing di lapangan begitu yang
pengalamannya tidak diragukan. Menurut
saya pelatihan yang disediakan EO ini
sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk
aksesnya gitu. Jadi ada teknologi
terbaru yang saya dapat itu di
e-learning ya. Itu luar biasa ee
pembelajarannya juga mudah sekali untuk
dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti
dan juga menambah ilmu pengetahuan yang
banyak banget.
[Musik]
Eh, e-learning ini memang di memang
sangat diperlukan sekali ya, terutama
untuk kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan kemudian juga waktu mungkin
ee itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat, kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang
sesering mungkin yang kita inginkan.
Kita juga bisa review kembali sehingga
belajar kita bisa lebih efektif dan
efisien.
Arning itu membantu sekali ketika pada
saat penyampaian materi ada yang
ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa
lihat materi itu di 7 sangat membantu
Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus
lihat video yang bisa diakses kapan aja
dan di mana
[Musik]
aja. R juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari kas padan
sebenarnya. Jadi apa namanya ya? Kalau
saya bilang terlalu murah itu jadi
sepadanlah. Jadi menurut sepadan Bu
karena memang e pelatihannya itu pun
sangat membantu ya dalam menyelesaikan
satu pekerjaan yang ada di e sekitar
lingkungan saya sendiri gitu. E saya
kira sepat sesuailah dengan apa yang
didapatkan.
[Musik]
E-KTP efektif, tepat, dan profesional.
Hemat, cermat, dan hebat, keren,
profesional, dan juga keginian.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu,
dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang
kembali di webinar Eko Ed-110.
Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak
dan Ibu semua yang sudah selalu setia
untuk mengikuti acara webinar ini. Dan
tak lupa saya mengucapkan selamat hari
buruh internasional kepada seluruh
pekerja buruh dan insan yang telah
mendedikasikan tenaga, waktu dan pikiran
demi kemajuan bangsa dan
negara. Hari ini webinar EVO akan
mengangkat tema penerapan konsep dan
prinsip ekonomi lingkungan dalam
perencanaan pembangunan daerah.
Perkenalkan saya Dini yang akan bertugas
sebagai moderator pada acara ini. Baik,
Bapak dan Ibu semuanya, sebelum memulai
webinar pada siang ini, alangkah baiknya
kita berdoa bersama-sama sesuai dengan
agama dan kepercayaan masing-masing.
Berdoa
dipersilakan. Berdoa selesai.
Untuk acara selanjutnya, mari kita
menyanyikan lagu Indonesia Raya secara
bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak
dan Ibu untuk duduk.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Baik, kepada Bapak dan Ibu semuanya,
izinkan saya untuk mempromosikan tiga
pelatihan dalam waktu dekat ini yang
akan diselenggarakan oleh kami. yakni
yang pertama ada pelatihan penyusunan
laporan pemantauan lingkungan RKLRPL
gelombang du yaitu yang akan
dilaksanakan pada tanggal 5 sampai
dengan 7 Mei 2025 lalu dilanjutkan pada
minggu yang sama yaitu pelatihan dan
sertifikasi pengambilan contoh uji air
atau
PCUA gelombang 1 yang akan dilaksanakan
pada tanggal 5 sampai 9 Mei 2025 lalu
dilanjutkan lagi pada tanggal 14 sampai
20 Mei 2025 yaitu pelatihan penunjang
dokumen AMDAL dan SLO yaitu persetujuan
teknis untuk air limbah. Dan jika Bapak
dan Ibu melakukan pembayaran pada satu
pelatihan Bapak Ibu akan mendapatkan
diskon 10% dari biaya investasi. Lalu
untuk informasi lebih lanjut dapat
menghubungi admin kami Riris dan Nisa
ataupun Bapak Ibu juga bisa mengunjungi
sosial media kami yakni ada Instagram,
YouTube channel,
Facebook, dan juga website resmi kami
yaitu
ecoedu.co.id ataupun juga bagi Bapak Ibu
yang tertarik langsung untuk mendaftar,
silakan diakses saja ke
pendaftaran.co.id.
Selain itu, kami juga terdapat inhouse
training yang dapat dilakukan secara
offline sesuai dengan permintaan dari
instansi perusahaan Bapak dan Ibu
semuanya. Selanjutnya kita akan langsung
saja masuk pada kegiatan utama kita di
mana webinar kali ini kita akan
berdiskusi mengenai penerapan konsep dan
prinsip ekonomi lingkungan dalam
perencanaan pembangunan daerah. Dan di
sini juga kami telah menghadirkan
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya untuk memberikan materi dan
wawasan yang bermanfaat ini. Baik,
langsung saja saya perkenan perkenankan
saya memperkenalkan narasumber kita hari
ini yaitu Dr. Ir. Iwan Kustiwan, MT.
Beliau merupakan dosen atau Lektor,
Kepala pada program studi Pencanaan
Wilayah dan Kota, S PPK ITB.
dan kebetulan beliau sudah ada di dalam
ruangan Zoom ini. Ee selamat siang
kepada Pak Iwan. Selamat siang. Iya.
Baik, Pak Iwan, bagaimana kabarnya pada
siang hari ini, Pak? Baik. Baik,
baik. Kalau gitu saya izin terlebih
dahulu ya, Pak sebelum kita mulai. Di
sini ada beberapaem di sini ada beberapa
teknis. Yang pertama itu untuk pemaparan
dilaksanakan selama 1eng jam, lalu
dilanjutkan lagi dengan sesi tanya jawab
dengan menggunakan aplikasi Slido dan
kemudian dilanjutkan lagi dengan tanya
jawab secara langsung. Baik, untuk
mengefektifkan waktu saya serahkan
ruangan Zoom ini kepada Pak Iwan dan
kepada Bapak dan Ibu semuanya. Selamat
mengikuti acara webinar ini.
Terima kasih Mbak Dini. Suara saya cukup
baik. Terdengar? Terdengar jelas, Pak.
Ya. Ee Bapak, Ibu sekalian,
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Ee pertama-tama saya
mengucapkan terima kasih sudah diundang
oleh Eko Edu untuk ee
menyampaikan materi ya. Saya kira materi
yang ee menurut saya ini penting sekali
terkait ke ee perencanaan pembangunan
daerah ya juga tentu saja berkaitan juga
dengan perencanaan tata ruang yang
bagaimanapun sekarang sudah tidak bisa
dilepaskan dengan ee satu konsep ya
ataupun prinsip-prinsip yang kemudian
harus di ee jadikan sebagai dasar yaitu
ee prinsip pembangunan berkelanjutan
gitu ya. Jadi ee saya ee diminta untuk
menyampaikan materi berkaitan dengan
ekonomi lingkungan. Jadi ee ekonomi
lingkungan dan kemudian bagaimana
penerapannya di dalam ee perencanaan e
pembangunan daerah ya dan juga saya akan
kaitkan juga dengan perencanaan tata
ruang wilayah begitu ya. Jadi ee materi
ini tentu saja ee merupakan materi yang
saya kira ee cukup luas sebetulnya
begitu tapi saya berusaha barangkali ee
menyampaikannya dalam waktu yang lebih
singkat gitu ya. meskipun tadi
disediakan cukup lama 1 jam seteng ya,
jadi saya izin share screen untuk
menyampaikan pokok-pokok bahasan yang
akan saya
sampaikan. Sudah tertayang Bapak, Ibu
sekalian. Ya, sudah Pak.
Iya. Ee ada
beberapa ee pokok bahasan gitu ya yang
saya akan sampaikan. ini saya kira ee
mengerucut kepada satu ee instrumen ya
yang saya kira nanti ee menjadi bagian
dari keseharian kita ya di ee dalam
konteks ee pengelolaan dan perlindungan
lingkungan di satu sisi dan juga di
dalam perencanaan pembangunan daerah ya
yaitu ee nanti saya berujung kepada
kebutuhan penyusunan KL gitu ya. Nah,
tentu saja ee ada perjalanan panjang
gitu untuk sampai ke situ. Jadi saya
akan menyampaikannya mulai dari ee latar
belakang yang saya kira ee menjadi dasar
ya e kenapa ee ekonomi lingkungan
ataupun kemudian ekonomi hijau ya
sekarang apa sering di ee sampaikan di
berbagai ee kesempatan itu menjadi ee
sesuatu yang kemudian ee perlu dijadikan
acuan gitu ya. Jadi tantangan
pembangunan ya khususnya pembangunan
daerah yang tetap ee mempersoalkan ee
apa namanya ee konflik dalam tanda petik
gitu ya. Ee keinginan untuk
mengembangkan atau ee menumbuhkan
ekonomi daerah begitu atau wilayah
begitu yang kemudian seringkali ee
bertabrakan gitu ya dengan ee
perlindungan lingkungan gitu ya. Ini
tentu saja bukan isu yang ee lokal
begitu ya. itu menjadi isu ee nasional
dan juga global bahkan gitu ya. Nah,
atas dasar itu kita akan nanti ee
membahas apa itu ekonomi lingkungan gitu
ya. Apa bedanya dengan ekonomi
konvensional begitu ya atau ekonomi
klasik gitu ya. Ee kemudian ee kita akan
masuk lebih jauh nanti membahas ee
konsep-konsep dasar ya dan prinsip ee di
dalam ekonomi lingkungan ya. Jadi ada
beberapa ee konsep dasar yang perlu kita
pahami ya. ee terutama terkait ke konsep
eksternalitas gitu ya. Kemudian konsep
nilai dari sumber daya alam ya. Kemudian
yang tidak kalah pentingnya adalah
tentang prinsip dan konsep ee jasa
lingkungan. Kemudian atas datar itulah
ee kemudian ee selama ini ya atau dalam
waktu yang sebetulnya tidak terlalu lama
itu belum lama barangkali beberapa
dekade terakhir ya ee sudah dimulai
upaya untuk kemudian dalam tanda petik
ya ee
mengkuantifikasikan ee sumber daya alam
dan lingkungan itu. Jadi fungsi ee
sumber daya alam tidak bisa lagi kita
lihat semata fungsi ee sosial ekonomi
gitu, tetapi juga kemudian bisa ee
dilihat dari ee fungsi ekologisnya. Nah,
sehingga dengan demikian ketika kita
ingin ee menghitung keseluruhan nilai
dari sumber daya alam dan lingkungan,
maka kita harus melakukan valuasinya dan
tentu saja ee alat-alat ekonomi begitu
ya, instrumen-instrumen ekonomi menjadi
ee bagian yang ee tidak bisa kita apa
namanya lupakan gitu ya. Jadi kita
menggunakan berbagai konsep ekonomi
untuk mengkuantifikasikan keseluruhan
fungsi ee sumber daya alam dan
lingkungan ya yang pada dasarnya ee
seperti dua sisi mata uang ya. Ada
fungsi sosial ekonomi atau fungsi
ekonomi sering disebut begitu dan fungsi
ee lingkungan logis ya. Kemudian di
negara kita sebetulnya
ee ee instrumen ekonomi lingkungan ini
sudah ee di ee adopsi ya di dalam
peraturan perundangan di dalam ee apa
Undang-Undang ee 32 ya tahun 2000 ee 9
begitu ee Undang-Undang PPLH
Undang-Undang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup ee sudah ee
ada ee instrumen ekonomi lingkungan yang
kemudian juga ee tentu saja akan
diberlakukan di Indonesia begitu ya ee
cukup banyak ya itu kita akan bahas
nanti dan kita nanti akan memilih ee
satu ee jenis ya satu jenis atau satu
bagianlah begitu ya satu unsur dari ee
instrumen ekonomi lingkungan tersebut ya
yang terkait dengan perencanaan
pembangunan dan instrumen di dalam ee
kegiatan ekonomi secara umum gitu.
Kemudian ee atas dasar itu nanti kita
bicara urgensi pengintegrasian ee
konsep-konsep ekonomi lingkungan ya.
atau juga nanti ekonomi hijau ya nanti
kita bahas apa perbedaan ekonomi
lingkungan dengan ekonomi hijau ya ee di
dalam perencanaan ee pembangunan daerah
ya ee termasuk ee saya nanti sampaikan
juga dalam konteks penyusunan ee rencana
tata ruang wilayah ya
RTRW ee kabupaten kota barangkali gitu
ya. Oke, jadi ee ini yang saya kira ee
pertama menjadi titik tolak ya
pembahasan kita tentang perlunya ekonomi
lingkungan sebagai pendekatan dalam
tanda petik ya alternatif ya ee dalam
melihat ee lingkungan sumber daya alam
dan lingkungan gitu ee dari perspektif
ekonomi ya. Jadi ekonominya bukan
ekonomi ee biasa gitu, tapi ekonomi
lingkungan yaitu ee ee berbagai fenomena
ya yang menunjukkan kepada kita ya bahwa
di tingkat global saat ini ya ada banyak
isu global yang yang saya kira ini sudah
ee sering disebut sebagai ee krisis gitu
ya. ini saya kira ee laporan ya dari
World Economic Forum 2024 itu mencatat
ee satu dekade ke depan itu ada beberapa
ee indikasi isu-isu yang akan menjadi ee
hangat begitu ya. Ee dan itu kemudian ee
disimpulkan sebagai apa yang kita sering
dengar begitu ya ee triple planetary
krisis gitu ya. Jadi ada ee tiga apa
ancaman ya, tiga masalah utama ya yang
dihadapi oleh ee umat manusia gitu ya.
yaitu pertama perubahan iklim ya,
kemudian polusi dan kerusakan lingkungan
dan kemudian hilangnya keanekaan hayati
ya triple planetary krisis inilah yang
sesungguhnya dalam tanda petik ya
memaksa kita untuk ee mencari alternatif
ee baru ya ee ketika melihat ee
bagaimana kita mengelola sumber daya
alam dan lingkungan ya ee dalam konteks
ee pembangunan yang berkelanjutan. kan
gitu ya. Nah, jadi ee ee adanya krisis
tersebut sesungguhnya membawa kita
kepada ee satu apa kebutuhan ya
kebutuhan untuk melakukan perubahan ya.
Ya, kalau perlu perubahannya radikal
barangkali ya. Jadi ee kebutuhan untuk
melakukan transformasi ya dari ekonomi
yang sekarang ini yang ee tadi
menimbulkan ee apa ee tiga krisis besar
tadi begitu ya. Ee jadi ee kita harus
melakukan transformasi dari ekonomi
cokelat ya. Jadi sistem ekonomi yang ee
coklat gitu, brown ekonomi ya ke ekonomi
hijau untuk mendukung pembangunan
berkelanjutan gitu ya. Jadi ee kita tahu
ya ee kecenderungan global saat ini dan
tentu saja nanti kita juga bisa lihat di
level nasional dan lokal menunjukkan hak
yang sama. Nah, jadi kecenderungan
global saat ini menunjukkan pertumbuhan
ekonomi masih menganut prinsip ee
ekonomi coklat gitu ya atau aktivitas
ekonomi yang ee masih ya masih dominan
begitu mengeksploitasi sumber daya alam
ya dan kemudian pada akhirnya memberikan
dampak buruk terhadap lingkungan ya.
Jadi pembangunan atau katakanlah
pembangunan ekonomi sering
diinterpretasikan untuk ee dalam
kaitannya dengan sumber daya adalah
ekspektasi ya. Dan itu tentu saja ee ee
ee sudah kita ketahui bersama ya. Ee
ujung-ujungnya dampaknya adalah ee
kerusakan lingkungan gitu ya atau ee
terjadinya penurunan atau degradasi
kualitas lingkungan gitu ya ee di mana
ee sumber daya itu berada begitu ya.
Nah, oleh sebab itu
ee dengan melihat bahwa isu itu menjadi
sesuatu yang bersifat global ee tentu
saja harus ada perubahan ya. Jadi
bagaimana mengubah prinsip ekonomi yang
cokat itu gitu ya yang nanti kalau
dikaitkan dengan energi misalnya energi,
energi kotor gitu ya ee ke arah energi
yang bersih, energi ee baru yang
kemudian terbarukan gitu ya. Itu adalah
tantangan gitu ya. Jadi mengubah ekonomi
ee coklat ke ekonomi ee hijau yang tentu
saja ee tidak mudah ya dan itu kemudian
ee memerlukan berbagai instrumen ya
instrumennya yang nanti kita akan
bicarakan ya. Jadi ee ilmu ekonomi ya
atau cabang ilmu ekonomi yang kemudian
kita sebut ekonomi lingkungan ini adalah
salah satunya. Ee ini saya punya satu
gambaran bagaimana pada tingkat nasional
ya atau ee data-data antar provinsi ya
yang menunjukkan kepada kita ee daerah
membangun ya provinsi tiap provinsi
membangun gitu ya. Ee secara nasional
ada juga ee target pertumbuhan ekonomi
gitu ya. tiap daerah juga melakukan itu.
Jadi, pertumbuhan ekonomi e bagaimanapun
tetap digjot begitu ya, tetap ee
diakselerasi gitu ya dengan dengan
tujuan atau demi untuk kemudian
meningkatkan ee kualitas hidup manusia
gitu ya. Jadi pembangunan atau
pertumbuhan ekonomi diharapkan berdampak
pada pembangunan sosial ya. Kemudian ee
mestinya juga ee tentu saja sejalan ya
dengan ee perlindungan terhadap
lingkungan. Tetapi pada kenyataannya
tidak demikian ya. Kita bisa melihat
data-data ini data-data provinsi ya saya
kira dari suatu ee studi ya dalam rangka
penyusunan RPJPN ya. Ini ee ee
dibandingkan ya indeks ee tiga ee unsur
ya dari pembangunan berkelanjutan yaitu
ekonomi ya, sosial ya. dalam hal ini
indeks pembangunan manusia digunakan
sebagai indikatornya dan kemudian ee
IKLH ya untuk ee indikator dari ee
dimensi atau aspek ee ekonomi eh maaf ee
lingkungan gitu ya. Nah, kita bisa
melihat ee kalau secara keseluruhan ini
provinsi berdasarkan ranking
pertumbuhannya begitu ya. Nah, kemakin
ke kanan itu adalah provinsi-provinsi
yang ee tumbuh e pesat pembangunan
ekonominya ya pada saat yang sama ya.
kemudian punya indeks ee pembangunan
manusia yang meningkat. kira-kira begitu
ya ee kira-kira hampir ee berdekatan
gitu ya meskipun tidak selalu atau tidak
terjadi di semua ee provinsi tetapi pada
dasarnya ee pembangunan ekonomi mampu
meningkatkan IPM ya meningkatkan
kualitas hidup manusia ya kesehatan,
pendidikan dan daya beli ya begitu itu
ee elemen-elemen dari apa dari ee dari
ee IPM ya. Tetapi kalau kita bandingkan
dengan IKLH itu ee selalu terjadi gap
gitu ya. Jadi pertumbuhan ekonominya
tinggi ya, provinsi-provinsi dengan
pertumbuhan atau indeksnya lebih tinggi
ee IKLH-nya ee tidak sepadan begitu.
Selalu akan ada gap gitu ya. Beberapa
provinsi yang kaya sumber daya alam ya.
di sebelah kanan Anda bisa melihat ya
meskipun ee tidak selalu ee apa namanya
ee yang tertinggi secara ekonomi ya. Ee
tapi kita bisa melihat beberapa provinsi
ya ee yang di sebelah kanan itu gap-nya
makin besar ya, makin besar begitu ya.
Jadi ee IKLH-nya ee pertumbuhan ya
pertumbuhan EKLH-nya tidak tidak secepat
e pertumbuhan ekonomi gitu ya. Nah,
kemudian ada indikator lain yang
sekarang juga mulai dimasukkan ya itu
indeks kebahagiaan gitu ya. Ini juga
bisa ee menjadi hal yang lain gitu ya.
Nah, jadi idealnya kan ee kita ingin ee
ada keserasan antara pertumbuhan ekonomi
ya e kemudian pembangunan sosial dan
perlindungan lingkungan yang kemudian
membuat ee manusianya lebih bahagia.
Kira-kira begitu ya. Tujuan pembangunan
itu sesungguhnya itu ya menuju ee
tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi
gitu ya. ee bukan semata-mata
pertumbuhan ekonomi, sosial dan
sebagainya, tapi keseluruhannya adalah
dalam tanda peti yang barangkali bereat
lebih ee spiritual begitu
ya. Oke. Ini menarik ya ee untuk
kemudian melihat nanti pada tingkat
daerah bagaimana ee sesungguhnya kita
bisa ee melakukan upaya untuk ee
mengurangi gap itu ya atau apa yang
terjadi sehingga sebetulnya ada gap
antara pertumuhan ekonomi dengan IKLH di
masing-masing provinsi tersebut
gitu. Oke ya. dalam ketik itulah ya tadi
eh eh eh triple planetary crisis ya
kemudian juga ketidaksarasan antara ee
tiga dimensi dari ee pembangunan ya ee
kemudian ee melahirkan ee gagasan ya
untuk ee melihat ee atau menggunakan
ee ekonomika ya ilmu ekonomi dengan
perspektif lingkungan gitu ya. Jadi
karena kita melihat bahwa ekonomi ee
konvensional yang ee saya kira kita
kenal semua begitu ya ee teman-teman ee
yang belajar di apa bidang tersebut
ataupun ee secara umum ya kita kenal
bahwa ilmu ekonomi pada dasarnya ilmu
yang mempelajari bagaimana manusia
melakukan ee sumber daya melakukan
alokasi sumber daya ee yang langka gitu
ya. Jadi nanti kalau dikaitkan dengan ee
eksploitasi atau ee pemanfaatan sumber
daya alam misalnya ya, seberapa besar
sumber daya harus ee diekstraksi ya
sehingga menghasilkan manfaat yang
sebesar-besarnya bagi kita sebagai
manusia begitu ya. Jadi ee unsur
utilitariannya ee sangat kuat di situ
gitu ya. Nah, persoalannya adalah
bagaimana kita mengelola sumber daya
alam begitu agar menghasilkan manfaat
yang sebesar-besarnya seperti ee tujuan
pembangunan ekonomi ya, tapi tidak
mengorbankan kelestarian sumber daya
alam itu sendiri. Itu pertanyaan
besarnya yang saya kira tidak bisa
dijawab oleh ilmu ekonomi ee klasik gitu
ya. Maka lahirlah ekonomi ee lingkungan
ya. Jadi envirta ekonomik begitu ya.
Jadi ee jadi kalau sebetulnya bahasa
Indonesia yang baiknya itu ekonomika
lingkungan gitu ya. Karena nanti ee bisa
bertukar dengan nanti konsep yang kita
akan jelaskan juga ee ekonomi hijau ya.
Ee ekonomi bukan ekonomika gitu ya.
Ekonomi hijau. Jadi itu model ekonomi
ya. Kalau ekonomika ya ilmu ekonomi ya.
Jadi ekonomika lingkungan ya lebih tepat
sebetulnya kalau apa ingin membedakannya
dengan ee ekonomi dalam pengertian model
atau sistem perekonomian gitu ya. Nah,
jadi ee ekonomi lingkungan ya atau
ekonomika lingkungan pada dasarnya
adalah penerapan prinsip-prinsip
ekonomika secara umum ya untuk
mempelajari bagaimana sumber daya alam
dan lingkungan dikelola gitu ya. Ya,
jadi fokusnya bagaimana? dan ee mengapa
manusia mengambil keputusan yang
menimbulkan konsekuensi terhadap
lingkungan alami. Ya, jadi ee kalau
ekonomi ee umum menyangkut keseimbangan
suplly dan demand dan kemudian harga
merefleksikan kelangkaan suatu barang,
itu saya kira menjadi ee teori dasarnya
gitu ya. Ee semakin langka nanti semakin
mahal gitu ya. Kemudian ee nanti bekerja
hukum pasar ya, suplly dan deman
kira-kira begitu ya. ee tetapi kalau itu
diterapkan dalam ee lingkungan ya, jadi
dalam ekonomi lingkungan hal ini tidak
berbeda sebetulnya ya. Tetapi ee pasar
dalam ee kaitannya dengan sumber daya
alam dan lingkungan ya pasar dan tentu
saja harganya nanti itu ee seringki
tidak eksis, tidak nyata gitu ya. Jadi
ada ee ada nanti kita bahas ada barang,
ada jasa gitu ya. barangnya mungkin
nyata, tapi kemudian ee sumber daya alam
itu punya di balik itu ada ee jasa dan
itu seringki tidak
tidak dapat dihitung dengan mudah gitu
ya. Nah, sehingga kemudian ee nanti
melahirkan ee perlunya beberapa ee
konsep ee baru ya, konsep-konsep
tambahan yang membedakan
ekonomi apa namanya konvensional dengan
ekonomi lingkungan gitu ya. Jadi ekonomi
lingkungan pada dasarnya ilmu yang
mempelajari perilaku dan kegiatan
manusia di dalam memanfaatkan sumber
daya alam dan lingkungan. Nah, dalam
ekonomika lingkungan ya sumber daya alam
dan lingkungan
dipelajari dan dipertahankan serta
ditingkatkan penggunaannya ya tadi untuk
ee sebesar-besarnya kemanfaatan bagi
manusia ya dengan tujuan pemakaian yang
atau pemanfaatan yang lebih bersifat
jangka panjang dan berkelanjutan gitu
ya. ee di sebelah kanan ini ada ee apa
namanya diagram yang menunjukkan
bagaimana posisi ekonomika lingkungan ya
envirmental ekonomi gu ya di ee dengan
berbagai ee teori yang lain ya yang
mulai dari ekonomi klasik ya ketika
dihadapkan pada krisis ekologi muncullah
eh ekonomika ekologi begitu ya muncullah
green economic gitu ya ee muncullah
ekonomi ee lingkungan ya seperti yang
kita bahas sekarang ini.
Oke. Nah, ini perbedaan yang ee mendasar
antara sistem ekonomi konvensional
dengan sistem ekonomi menurut ekonomika
lingkungan ya. Nah, di sebelah kiri kita
sudah paham ya, selalu ada ee apa
namanya aliran ya. Ee ada di dalam
sistem ekonomi konvensional itu ada
produksi, ada konsumsi ya, ada produk,
ada ee tenaga kerja ya, ada perusahaan,
ada ee ee rumah tangga ya, kemudian
terjadi aliran ya aliran produk dari ee
perusahaan begitu ee ke rumah tangga.
Kemudian ada ee aliran ee dari rumah
tangga berupa tenaga kerja ee ke
perusahaan gitu ya. dan begitu
seterusnya ya ee sistemnya tertutup
begitu ya. Nah, di situ tidak ada
kebocoran apapun itu ya begitu ya. Jadi
berputar seperti itu. Jadi nanti produk
punya harga, tenaga kerja punya harga
dan itulah yang nanti menggerakkan ee
ekonomi pasar begitu ya ee di sektor
perusahaan gitu ya. ee ee ee di sebelah
kanan ini ada ee ee kira-kira hampir
sama diagramnya, tetapi
kemudian ada elemen-elemen lain ya,
unsur-unsur lain yang ditambahkan yang
kemudian juga diperhitungkan ya di dalam
sistem ekonomi tersebut ya. Jadi di situ
ada limbah ya. Jadi ee proses produksi
itu menghasilkan limbah ya. Proses
konsumsi oleh sektor rumah tangga
menghasilkan limbah. limpah itu dibuang
ke mana gitu ya, dibuang ke alam,
dibuang ke lingkungan gitu ya. Nah,
begitu ee perusahaan memproduksi juga
nanti menghasilkan limbah-limbah
produksi begitu ya dan itu pun dibuang
harus ee dibuang ke mana? Ke alam juga.
Jadi ee menimbulkan yang nanti kita akan
kenal sebagai eksternalitas ya, sebagai
dampak ya ee berupa ee pencemaran ya
terhadap udara, terhadap air, terhadap
tanah dan seterusnya gitu ya atau ee
timbulan sampah gitu ya atau limbah gitu
ya. Jadi ee sampah, limbah, pencemaran
itu tidak masuk di dalam ekonomi klasik
ya, di dalam ekonomi konvensional
sebagai ee sesuatu yang kemudian harus
diperhitungkan ya di dalam penentuan
harga begitu ya. Oke ya. Jadi kalau kita
ee gambarkan lebih lanjut sistem ekonomi
yang terintegrasi dengan lingkungannya
mestinya ee seperti di diagram ini gitu
ya. Jadi ada produsen, ada konsumen ya,
kemudian ada aliran materi, ada aliran
energi gitu ya ee antara konsumen dengan
produsen. Nah, kemudian ada aliran
limbah ya selain ee aliran ee atau flow
yang lain ya, barang dan jasa ya, tenaga
kerja, moda dan sebagainya yang memang
ee ada di ekonomi konvensional gitu ya.
Tetapi di sini ee perbedaannya adalah
adanya limbah ya. Nah, limbah ini bisa
ee didaur ulang ya ee menjadi bagian
dari ee produksi ya katakanlah nanti
kalau produksinya ee apa menggunakan
konsep produksi ya sekarang ee kita
sering mendengar ee ekonomi silikuler
gitu ya menjadi limbah nanti menjadi
input atau menjadi sumber daya baru gitu
ya. Nah, dan kemudian ee di sini ee ada
semesta ya, ada semesta, ada universe
yang harus diperhitungkan di situ karena
ada aliran dari e sumber ee energi
terbesar yaitu radiasi atau energi
matahari ya yang juga diperhitungkan dan
itu kemudian nanti menjadi elemen
penting ya bagi berbagai jasa ekosistem.
Kira-kira begitu ya. Jadi ketika kita
memasukkan unsur-unsur yang semula tidak
dihitung ya ee di dalam ekonomi
konvensional, di dalam ekonomi
lingkungan menjadi lebih kompleks gitu
ya. Karena ternyata ee sistem ekonomi
itu tidak tertutup hanya ee di produsen
dan konsumen gitu ya. Tetapi ada
environment ya, ada lingkungan ya. Di
situ nanti ada jasa lingkungan juga ya.
Dan kemudian di situ nanti ada dampak
ya, ada eksternalitas dan sebagainya.
Kemudian kita harus perhitungkan juga
begitu.
Oke. Nah, ee itu adalah ee apa ee
ekonomi lingkungan gitu ya. Kemudian ada
yang disebut eh konsep ekonomi hijau.
Nah, ini green ekonomi ya, ekonominya
bukan ekonomik ya, tapi ekonomi. Jadi,
ini lebih tepat sebenarnya kalau
diterjemahkan dalam bahasa Indonesia
yang baik itu perekonomian hijau gitu
ya. Tapi kita terlanjur ya sehingga
kemudian keluar ee istilah ekonomi hijau
ya, green ekonomi gitu ya. e yang nanti
bisa tertukar dengan ekonomi lingkungan
ya. Kalau ekonomi lingkungan yang tadi
ee ilmu ekonomi ya e dengan ee
perspektif lingkungan kira-kira begitu
ya. Tapi kalau ekonomi hijau adalah moda
ya, moda atau sistem perekonomian yang
hijau ya yang boleh jadi ee memang
karena menggunakan pendekatan ekonomi
lingkungan gitu ya. Jadi ini kalau
disebut ee proses produk gitu ya,
ekonomi ee hijau itu adalah produk ya ee
hasil dari ee proses ee apa bekerjanya
ee ilmu ekonomi kira-kira gitu ya atau
digunakannya berbagai instrumen ee
ekonomi lingkungan ya untuk membuat ee
apa namanya ee ekonomi kita menjadi
lebih ee hijau, lebih berkelanjutan gitu
ya. Jadi, konsep ekonomi hijau kemudian
ee sering disebut sebagai salah satu ee
apa namanya min ya, salah satu kendaraan
atau sarana untuk mewujudkan pembangunan
berkelanjutan gitu ya. Ya, jadi ee kita
bisa lihat ini dari beberapa definisi
ya. Ya, ini yang paling lama UNEP ya
menyebutkan ekonomi hijau adalah ekonomi
atau sistem perekonomian ya yang
menghasilkan peratan kesejahteraan
manusia dan ekuitas sosial ya sementara
secara signifikan mengurangi risiko
lingkungan ya dan kelangkaan ekologis
gitu ya. Jadi ini ee ekonomi hijau ya ee
menyeratkan pengakuan bahwa pembangunan
ekonomi adalah kendaraan utama untuk
mencapai kesejahteraan yang
berkelanjutan gitu ya. Jadi peningkatan
kejahatan manusia dapat dicapai tanpa
merusak ee lingkungan atau menghabiskan
ee sumber daya alam gitu ya. Jadi ee
muncullah nanti berbagai ee definisi
operasional dari ekonomi hijau ya. Salah
satunya adalah ee jadi ee ekonomi hijau
dipandang sebagai model pembangunan
ekonomi ya yang ee menunjang ya atau ee
mendukung ya pembangunan berkelanjutan
dengan fokus pada investasi ya.
investasinya nanti dikenai sebagai
investasi hijau ya ee kapita ya dan
infrastruktur ya lapangan kerja dikaren
green job ya dan kemudian keterampilan
untuk mewujudkan kesehatan sosial dan
kelestarian lingkungan
secara apa bersamaan gitu
ya. Oke. Nah, kembali ke ekonomi
lingkungan ya. ini ada beberapa aspek ya
atau konsep dasar ya atau konsep utama
lah ya dari dalam ekonomi lingkungan
yang ee saya kira ee apa namanya menjadi
menjadi titik tolak kita untuk nanti
bicara berbagai instrumen yang kemudian
dikembangkan gitu ya, yaitu konsep
kegagalan pasar ya. Nah, ini menjadi apa
sangat apa namanya ee sangat ee nyata
begitu ya nanti ketika kita bicara ee
dalam tanda petik barang dan jasa
lingkungan ya. Kemudian kedua konsep
eksternalitas ya. Kemudian ee sifat ee
apa namanya? tidak adanya pengecualian
ya non expudability dari eh
barang-barang ee publik ya publik ya
yang ee nanti juga ee beberapa bagian
saya bahas begitu ya. Kemudian yang
terakhir valuasi ya. Jadi sumber daya
alam dan lingkungan itu harus divaluasi
ee divaluasinya secara ekonomi ya supaya
apa? itu Pak ya. Ee kita memasukkan
elemen-elemen baru ke dalam sistem
ekonomi yang tadi ee kita lihat di dalam
diagram yaitu adanya limbah ya dari
produksi ya, adanya limbah juga dari
konsumsi itu kemudian bisa
di die divaluasi secara ekonomi ya.
Dengan demikian nanti ee harga ya ee
sebagai ee instrumen utama ya, sebagai
konsep utama di dalam ee apa namanya
sistem ekonomi begitu ee itu kemudian ee
jadi ee bisa ee dihitung secara
keseluruhan ya. Dan kemudian ee dengan
angka nomina itu ee kita menjadi lebih
ee lebih memahami gitu ya, bahwa
persoalan lingkungan itu yang semula apa
implisit ya, jadi eksplisit karena
secara ekonomi ternyata ada nilainya.
Kira-kira begitu ya. Jadi ini ee gunanya
adalah ee guna dari ee melakukan valuasi
ekonomi terhadap sumber daya
alam. Oke. Ee jadi ini konsep yang
pertama adalah eksternalitas ya. Nah,
apa itu saya kira ee secara umum ee
kalau apa and bahasa gampangnya itu
eksternal itu dampak gitu ya. Ya, jadi
suatu proses itu ada ada suat ada
inputnya begitu ya. Kemudian proses itu
menghasilkan output. Output itu ada
yangas menghasilkan apa namanya outcome
gitu ya. Nah, di sisi lain itu ada
impact ya. Impact itu sebetulnya
eksternalitas. Jadi sesuatu yang tidak
kita ee ee tuju ya. tetapi ee selalu
muncul ketika kita melakukan aktivitas
produksi apapun kira-kira gitu ya. Jadi
selain hal-hal yang berupa eh outcome
gitu, ada hal-hal yang dalam tanda
pendik ee tidak kita inginkan atau kita
tidak rencanakan bahkan yaitu yang
disebut sebagai impact itu ya. Jadi
eksternalitas terjadi ee bila aktivitas
e pelaku ekonomi mempengaruhi aktivitas
pelaku ekonomi yang lain. Namun
pengaruhnya tidak terefaksikan pada
transaksi di pasar gitu ya. misalnya
pabrik bahan kimia mengeluarkan B3 ya,
B3 kemudian ee mengkontaminasi ya ee
badan air atau apa ee apa ee udara dan
sebagainya ya. Kebisingan lalu lintas ya
misalnya di eh maaf ee lalu lintas
pesawat ya di sekitar bandara misalnya
itu ee di dirasakan oleh penduduk di
sekitar bandara padahal mereka tidak ada
kaitannya dengan bandara tersebut ya.
Mereka barangkali tidak juga e pernah
naik pesawat kira-kira gitu ya. tapi
mereka malah ee jadi bising ya begitu ya
atau sampah yang dibuang ke sungai ya
yang kemudian mengalir ke hilir ya
kemudian ee kualitas ee sungai ya ee
memburuk ya ee di bagian hilir ya dan
kemudian masyarakat di hilir yang
kemudian menerima dampaknya pada mereka
ee tidak berkaitan dengan aktivitas yang
mencemarai di hulunya kira-kira begitu.
Jadi ee itu semua ee eksternalitas tapi
negatif ya. Tapi ada juga eksternalitas
ee positif ya. Jadi ee terjadi ketika
kegiatan satu ee pihak ya menimbulkan
dampak positif terhadap pihak yang lain
ya. Nah, ini saya kira contohnya banyak
ya ee tumpahan teknologi ya yang membuat
barang-barang ee katakanlah dari Cina
murah sekali ya begitu ya dan kita
menikmatinya gitu ya. Itu ekstraas ee
apa positif ya. ya. Jadi bisa terjadi
dari ee konsumen ke konsumen ya yang
negatif itu bisa juga dari produser ke
konsumen, bisa dari ee produser ke
produser. Ini saya kira ee apa di ee
level perusahaan gitu ya. Persoalannya
adalah eksternitas yang kemudian terjadi
di barang publik. Ini yang jadi
persoalan nanti di dalam ekonomi
lingkungan ya. Barang publik seperti
kita ketahui punya salah satu
karakteristik yaitu e nonek eksklusif
ya. ya. Nah, jadi bilang barang itu
diproduksi maka barang tersebut
memberikan manfaat kepada seluruh
kelelompok masyarakat. Misalnya ee udara
bersih yang dihasilkan sehat ya yang
diberhasilkan ee dihasilkan oleh ruang
terbuka hijau di perkotaan ya itu ee apa
namanya manfaatnya di ee rasakan oleh
semua orang kira-kira gitu ya. Ee baik
yang bayar pajak ya, baik yang bayar
pajak maupun tidak kira-kira gitu ya.
Jadi ee apa namanya itu ee membuat
kemudian ee ada
ada ses ya. Sesnya itu salah satunya
adalah
ee eh penggunaan berlebih ya ee over
consumption ya. ee over consumption ini
ee apa sering di apa diceritakan ya
sebagai ee apa namanya ee fenomena ya
yang eh disebut sebagai tragedi of the
common ya. Tragedi of. Jadi tragedi
barang publik ya, barang milik ungu
begitu ya. Yang eh ilustrasinya ee
siapa? Eh Hardin ya tahun 60-an ya
menggunakan apa namanya ee metafor ya
menggunakan ee apa cerita ee apa ee yang
diandaikan ada
ada biri-biri ya, ada apa namanya? ada
ada ee biri-biri yang ee ada di apa di
padang pengembelaan gitu ya. Kalau
jumlahnya sedikit tidak masalah tapi
makin lama makin besar ya. Kemudian ee
apa ee saling berebut ya. Nah, kemudian
rumput di sana kemudian tidak ee bisa
tumbuh memenuhi ee kebutuhan ya
alih-alih ee apa namanya yang jadi makin
banyak ee apa namanya ee ternaknya
bahkan banyak ee biri-birinya maka
kemudian ee sumber daya di sana menjadi
ee menyusut gitu ya. Dan kemudian ee
nanti terjadi ee persaingan ya. Kalau
persaingan terjadi maka yang menang
adalah yang besar. kira-kira begitu ya.
Nah, kemudian persaingan tidak di
ternaknya saja tapi bisa juga di antara
peternaknya begitu ya. Nah, itu jadi
tragedi ya, tragedian publik dan
ee apa namanya fenomena overpon ini
kemudian eh menjadi dasar ya atau
cerita-cerita atau kisah eh traged of
the common ini menjadi dasar dari konsep
eh carry capacity ya. Jadi ee padang
pengembalaan itu ada pada ada ee daya
dukungnya, ada batas daya dukungnya ya
ee dengan luasan tertentu hanya ee bisa
ee mendukung ya ee kehidupan e sekian
ekor kira-kira be kalau lebih dari ee
daya dukungnya itu ya terjadi ee tragedi
terjadiaka kira-kira begitu ya. Nah, di
dunia modern itu banyak sekali barang
publik ya yang kemudian ee sesungguhnya
ee mengalami ee apa namanya ee cerita
yang mengalami ee kisah gitu ya ee atau
mirip kisahnya dengan tragedi dekaman
gitu ya. Misalnya e kalau kita bisa
lihat ruang publik ya, ruang publik
sekarang di perkotaan misalnya jalan
raya ya. Nah, jalan itu ruang publik itu
seperti pada penggembalaan ya. Tiap hari
ee penduduk kota begitu membawa ee
ternaknya masing-masing ya, yaitu
kendaraan bermotor ya. Ya, ee kita bisa
melihat itu macet begitu ya. Kita bisa
melihat ee apa namanya? Semua orang
menuju tempat yang sama pada waktu yang
sama gitu ya. Dan kemudian ee kapasitas
jalan bisa terlampaui dan itu kemudian
kita sebut sebagai macet gitu ya. Kita
bisa bayangkan kalau di ee apa di
perempatan itu tidak ada ee lampu stopan
gitu ya, tidak ada polisi lalu lintas
atau tidak ada aturan lalu lintas
barangkali. Nah, setiap ee pagi kita
akan ketemu banyak ee apa namanya? ee
peristiwa ee pertengkaran ya,
pertengkaran ya masing-masing orang
ingin ee berebut ya sampai ke tujuannya
dan kemudian bertabrakan barangkali di
ee tengah-tengah ee persimpangan begitu
ya, di tengah-tengah perempatan ee jalan
gitu ya. Kalau tidak ada lampu stopan
yang mengatur siapa yang duluan gitu ya.
itu itu adalah fenomena tragedy of the
common dari eh kota-kota modern saya
kira ya. E untunglah ada aturan ya. Nah,
jadi di situ ee kita ee melihat perlunya
ya perlunya ee pengelolaan ya perlunya
ee pengaturan ya terhadap ee barang
publik tersebut ya sehingga nanti ada
ada ee yang diatur ya siapa yang boleh,
siapa yang boleh memanfaatkan begitu ya
ee berapa besar ya ee nanti berkaitan
dengan kuat tahap misalnya sumber daya
alam yang boleh di ee budidayakan dan
seterusnya ya. ee kemudian ada
regulasinya ya. Ee kemudian apakah
masyarakat bisa mengaturnya sendiri dan
seterusnya itu jadi ee jadi bagian dari
bagai ee bagaimana ee melakukan ee
pengelolaan ee terhadap sumber daya alam
ya supaya sumber daya alam yang
mengalami fenomena overconsumption ini
tidak menimbulkan
tragedi. Oke. Banyak tipenya ya. ini
tadi seperti ee sudah saya sampaikan ee
ee ada berdasarkan positif negatifnya
gitu ya, tapi juga bisa berkaitan dengan
ee teknologi ya ee eksternalitas
produksi ya ee konsumsi di situ masuk ee
T hari kemudian ee dikaitkan dengan apa
namanya pembagian eksternalitas ee
publik dan privat ya ee dan itu nanti
tentu saja ee yang nanti menjadi
perhatian kita adalah yang berkaitan
nanti dengan ee publik ya, karena tadi
yang kita bahas adalah ee public gold
gitu ya atau barang publik ya yang nanti
sebagian akan kita bisa lihat di dalam
ee karakteristik ee sumber daya alam ya.
Ee kemudian konsep berikutnya ya ee
selain eksternalitas ya dan ee barang
publik yang tadi sudah saya sampaikan ee
konsep berikutnya yang tidak kalah
penting ya di dalam ekonomi lingkungan
adalah konsep ee jasa ekosistem ya. Jadi
ee ee sumber daya alam gitu ya. ya,
sumber daya alam itu ee ee mempunyai dua
sisi ya seperti mata uang ya, seperti
koin begitu dua sisi mata uang gitu ya.
Jadi ada ee berkaitan dengan fungsi
sosial ekonominya ya atau sering malah
disebut fungsi ekonomi ya karena di situ
ee sifatnya barang ya sehingga nanti ee
ee dapat diperjual belikan atau jadi
komoditas gitu ya sehingga ada nilai ee
nomina di situ ya ada nilai ekonomi di
situ. Ee sisi kedua adalah fungsi
ekologis ya. Fungsi ekologis ini adalah
ya ini jasa lingkungan ini ya. Jadi ee
apa sumber daya alam itu punya
barangnya, punya jasanya, begitu ya. ee
jasanya itu yang ee pada dasarnya
menunjukkan jasa ekosistem yang melekat
di sumber daya alam itu sehingga
dikenalah konsep misalnya mode alam ya
ee moda alam atau ee natural kapital ya
yang pada dasarnya menyatukan dua-duanya
ya bukan sumber daya alam sebagai
komoditas, sebagai barang semata, tapi
juga ada jasa yang kemudian juga harus
dihitung. Jadi jasa ini pada dasarnya
adalah semua manfaat ya yang diberikan
oleh sistem pada masyarakat. ya yang
mempengaruhi ya kesehatan ya, kualitas
hidup ya, kemudian juga pembangunan
ekonomi ya ee orang-orang atau
masyarakat yang berada di situ ya. Jadi
ee sekurang-kurangnya ada empat ya, ada
jasa penyediaan ya, jasa pengaturan,
jasa budaya, dan jasa pendukung. Ini
saya kira ee sudah sangat ee apa namanya
populer ya. Ee lahir sejak tahun 2005-an
ya. Jadi, Milenium ekosistem eh
assessment ya sudah menghitung apa
namanya melakukan penilaian terhadap
jasa ekosistem secara global ya. Dan
jasa ekosistem ini tentu saja nanti
punya punya manfaat ya, punya ee apa ee
ee konsekuensi ya. Jadi ee kalau terjadi
perubahan ekosistem maka terjadi
perubahan jasa ekosistem yang diberikan
oleh ee apa namanya? oleh ekosistem
aliahnya. Kira-kira begitu ya. Ee oleh
sebab itu kemudian nanti ee ee
konsekuensinya ada ee konsekuensinya
adalah pada tingkat kesejahteraan
manusia ya. Ya. Jadi ee apa namanya ini
sudah banyak distudi begitu ya. Jadi ee
tentu saja ee ee pengukuran ya terhadap
ee jasa ekosistem ini menjadi sangat
penting ya. manakala kita kemudian ee
melakukan perencanaan pembangunan ya
begitu ya di suatu wilayah ya atau di
suatu daerah ya. Karena bagaimanapun
nanti ee ada sumber daya alam ya ee yang
kemudian nanti ada jasa ee ee jasa
ekosistem atau jasa lingkungan yang juga
dihitung yang kemudian kalau nanti ee
apa kegiatan pembangunan itu ee
mempunyai tujuan tertentu yang kemudian
ee memaksa ya ee sumber daya alam itu
dieksploitasi ya. Maka kemudian pada ee
pada waktu yang sama ya atau secara
serentak sesungguhnya ada ee gangguan ya
ee terhadap ee jasa ekosistem yang
melekat di dalamnya. Kira-kira begitu
ya. Jadi kalau kita membalak ee kayu di
hutan itu ee ee kayunya kita peroleh ya
sebagai produk gitu ya dari pembalakan
tersebut gitu. Itu berarti barangnya tuh
ya. Tapi pada saat yang sama e boleh
jadi jasa jasa ekologis dari hutan itu
ya ee sebagian jasa ekologis dari hutan
itu bisa hilang atau bahkan seluruh jasa
ee jasa ekosistem pada hutan itu bisa
hilang. jasa tata airnya misalnya begitu
ya karena kemudian eh tidak ada
catchment area di eh hutan itu begitu ya
atau berkurang kemampuan kecem area
sehingga air eh jadi run off ya dan
kemudian menyebabkan banjir lagi-lagi
nanti mempengaruhi ee apa namanya
manusia ya mempengaruhi kecan manusia
gitu ya.
Oke. Nah, itu ee beberapa tiga konsep
dasar yang saya kira menjadi penting ya
di dalam ekologi e maaf di dalam ekonomi
lingkungan. Kemudian ee dalam ee mode
ekonomi hijau pun kemudian ada beberapa
prinsip ya. Nah, prinsip yang ini saya
kutip ee dari ee kajian yang dilakukan
oleh BAPENAS ya. ee ee sejak tahun
2020-an saya kira sudah banyak dilakukan
ya ee kajian tentang ee apa ekonomi
hijau dan kemudian penerapannya yang
kemudian bermuara pada digunakannya
konsep ini pada penyusunan
RPJPN ya
2025245 ya dan
RPJMN 2025-2029 ya seperti yang sudah
kita ee ketahui bersama ya. Nah, itu ee
prinsip ekonomi hijau itu ada lima ya.
Ee jadi ee meskipun ee seolah-olah hijau
itu e lebih lebih apa ee dominan ya
aspek lingkungannya gitu ya ee dari
namanya begitu. Tapi sesungguhnya di
dalam prinsip itu ee apa namanya
sesungguhnya menyangkut unsur-unsur
pembangunan berkelanjutan secara utuh
sebetulnya ya. di situ ada prinsip
kesejahteraan will being yang tadi ya
yang boleh jadi dipengaruhi oleh tadi
perubahan di dalam ekosistem ya ee
manakala memberikan jasa kepada ee
masyarakatnya gitu ya. Kemudian yang
kedua ee prinsip keadilan justice ya ini
termasuk juga ee keadilan intragenerasi
dan ee antargenasi gitu ya. Kemudian ee
prinsip ketiga ya, planetari benderis
ya. Ee ini ee batas-batas daya dukunglah
ya, batas daya dukung ee e bumi kita ya
atau wilayah kita ya. Kemudian prinsip
berikutnya efisiensi dan kecukupan gitu
ya. Kemudian yang terakhir harus adanya
tata kelola. Ini yang penting ya. ya ee
tata kelola yang baik ya yang kemudian
nanti ee mengatur ya kemudian juga ee
mengendalikan begitu ya bagaimana ee
pemanfaatan sumber daya alam ya ee
sejalan dengan misalnya perlindungan ee
lingkungan gitu ya ee sehingga
dua-duanya bukan untuk dipertentangkan
gitu ya ee antara pemanfaatan dengan ee
perlindungan ya. jadi pemanfaatan
tidak meniadakan perlindungan sementara
perlindungan tidak ee menyebabkan ee apa
namanya ee kita tidak harus ee
memanfaatkan ya ee sehingga tidak
membangun dalam tanda petik gitu ya.
Jadi keduanya kemudian harus dilakukan
bersama-sama dengan adanya pengaturan ya
ee dalam suatu tata kelola yang baik
yang kemudian akuntabel ya kemudian juga
transparan ya kemudian juga ee ada
lembaga yang kemudian ee melakukannya
begitu ya. Nah, kemudian ee berikutnya
yang saya kira ee apa selalu
menjadi apa namanya pembeda ya. berbeda
dan ini upaya ee merupakan upaya untuk
supaya barang dan jasa lingkungan itu
bisa ee dihitung ya. Sama seperti ee
barang-barang yang dalam tanda petik
gitu ya. Ee barang-barang yang ee dengan
menggunakan perspektif harga ee ee
ekonomi secara konvensional gitu ya.
Jadi pendekatan valuasi ekonomi ya
begitu ya. Jadi ee ee titik tolaknya
adalah ee ee prinsip ini ya. Jadi ee
dengan meningkatnya ee kegiatan atau
usaha manusia untuk kebutuhan fisiknya
ya. Ya, kebutuhan fisiknya bisa mulai
dari kebutuhan dasar sampai kebutuhan ee
sekunder tersier gitu. E sesungguhnya
tidak mungkin tidak ada sumber daya yang
digunakan ya. Tidak mungkin tidak ada
sumber daya yang digunakan. Jadi selalu
akan menggunakan sumber daya alam yang
kemudian kita ekstraksi di permukaan
bumi ini ya. Jadi kondisi lingkungan
pasti akan terpengaruh. Jadi kalau kita
mengambil sumber daya dari suatu
lingkungan, maka lingkungan di mana
tempat sumber daya alam berada itu boleh
jadi nanti terganggu, boleh jadi
mengalami penurunan kualitas gitu ya.
Jadi bukan ee sumber daya alamnya saja
yang menyusut, tapi lingkungan tempat
sumber daya berada juga akan bisa
mengalami ee degradasi ya, degradasi
kualitas lingkungan ya. Jadi misalnya
saja ee nanti ee keluar limbah ya limbah
yang nanti berlebihan ya. Kalau kemudian
ee melampaui atau ee di atas daya
tampung lingkungan maka kemudian ee
menyebabkan atau kita sebut sebagai
pencemaran ya dan itu pada dasarnya
menurunkan kualitas hidup kita ee
menurunkan kesejahteraan kita ya.
Ee oleh sebab itu kita harus semakin
memahami ya hubungan sebab akibat dari
ee bagaimana pemanfaatan sumber daya
alam terjadi ya atau dilakukan ya yang
kemudian ee dampaknya terhadap ee
lingkungan gitu ya. Jadi ee apa namanya
ee kita sering kemudian ee menggunakan
ee pendekatan misalnya ee ketika melihat
masalah lingkungan menggunakan
pendekatan DPCR ya, ada e driving force
gitu ya, ada
ada eh apa pressure ya, ada state gitu
ya, ada impact kemudian ada respon. Jadi
kita hubungan sebab akibat itu yang
kemudian ee harus kita ee ketahui ya.
manakala kita ingin mengelola sumber
daya alam ini lebih baik ya atau lebih
berkelanjutan gitu ya. Nah, kemudian
juga ee kita menghitung ee bagaimanapun
menghitung manfaat biaya gitu ya atau
manfaat mudarat itu itu harus secara
keseluruhan ya begitu ya. Jadi ee bukan
hanya manfaat saja yang seringkali
secara ekonomi tapi juga moderatnya atau
biayanya, costnya secara sosial, secara
lingkungan dan itu kemudian harus
dihitung secara bersama-sama. Nah, jadi
konsep dasarnya adalah menghitung
keseluruhan ee barang dan jasa ya,
kemudian menghitung ee manfaat sekaligus
juga moderat gitu ya. Dengan demikian
yang disebut nilai pada dasarnya adalah
nilai keseluruhan dari sumber daya alam
dan lingkungan itu ya, tidak bias ke
nilai ekonomi belaka ya.
Nah, jadi ee valuasi ini menjadi penting
ya ee karena ya tadi seperti ee saya
sampaikan ya ee apa namanya ada ee apa
cost ya, ada ee benefit begitu ya. Ee
dan kemudian kalau secara ekonomi kan
sering kita ee gunakan ya ee analisis
biaya dan manfaat Anda tahu analisis
manfaat biaya. Kalau manfaatnya lebih
dari biaya kemudian ee kegiatan itu kita
sebut layak kira-kira begitu ya. Tapi
harus diperluas itu ya, diperluas untuk
semua ee tidak hanya untuk barang saja,
tapi juga untuk jasanya. Nah, itulah
yang mendasari ee apa namanya? Evaluasi
ya. Jadi kita menghitung ee sumber daya
alam itu ya, fungsi sosial ekonominya
sekaligus fungsi ekologisnya dan di
antara keduanya sesungguhnya ee tidak
bisa dilepaskan. Karena boleh jadi
ketika kita mengambil barang dari alam,
dari ee lingkungan, pada saat yang sama
lingkungan bisa ee menurun ya menurun ee
kualitasnya ya dan dengan demikian nanti
ee menyebabkan ee sumber daya alam yang
ada juga menurun. Nah, kira-kira begitu.
Jadi ada ada ee keterkaitan ya antara
ekosistem ya dengan sosio eh ekonomi
sistem ya sistem sosial ekonomi atau
sering disebut ekosistem dengan human
system
ya. Oke. Nah, jadi penting bagi kita
untuk melihat ee menilai ya menyatakan
nilai terhadap sumber daya alam dan
bagaimana itu dilakukan. Saya kira ee
kita bisa melihat sumber daya alam itu
punya dua nilai terutama ya nilai dasar
ya, yaitu nilai nilai instrumental dan
nilai intrinsik. Nah, nilai instrumental
itulah yang sekarang ini kita kita ee
mendominasi ya pemahaman kita ya. Jadi
nilai
ekonomi ee nanti kalau lahan nanti ada
yang disebut ee economic lantren rent
misalnya begitu ya. Padahal pada saat
yang sama ada yang disebut eh
perimetaren gitu ya. Dan itu pada
dasarnya itu adalah nilai yang melekat
ya. Melekat. Jadi ada nilai-nilai
nutrinsik. Jadi hutan di ee apa namanya?
Hutan tropis misalnya di Kalimantan ya
punya itu ya. Ee kita bisa ee apa
namanya contoh tadi yang saya sampaikan
kita bisa ee apa namanya mengambil ee
hutan gitu. Tapi pada saat yang sama
kemampuan hutan mengabsorsi karbon ya ee
ataupun ee memberikan jasa pengaturan
terhadap ee apa namanya ee tata air ya
hidrologi akan berkurang. Kira-kira
begitu ya. Itu menunjukkan kepada kita
nilai keduanya itu harus dihitung secara
bersama-sama dan itu bisa berbeda dengan
nilai yang ada saat ini yang kita
fokuskan pada nilai ekonomi. Ini saya
kira ee salah satu contoh saja untuk
hutan ya. Ada nilai penggunaan langsung
ya, ada nilai ee ee penggunaan tidak
langsung, kemudian ada nilai pilihan,
nilai warisan, ada nilai ee
keberadaannya, eksistensinya ya. E semua
nilai ini harus dijumlahkan kitosit dari
semua nilai baru itu adalah nilai dari
sumber daya tersebut.
Nah, ee kalau kita sederhanakan
sebetulnya ee kegiatan pembangunan yang
kita lakukan ya pada dasarnya ee apa
namanya dalam perspektif ee ruang gitu
ya. Ya, itu ee seringkali kemudian
menyebabkan ee perubahan ee fungsi ruang
ya ee perubahan katakanlah menyebabkan
alih fungsi lahan ya kalau di daratan
ya. Kalau di daratan ee di ruang daratan
itu kita sebut sebagai al fungsi lahan.
Itu bisa dari hutan ke bukan hutan ya,
kita sebut ee deforestasi gitu ya atau
dari pertanian ke permukiman atau ke
perkotaan gitu ya. Juga ahli fungsi
lahan pertanian ke pertanian. Nah,
kasus-kasus ahli fungsi lahan pada
dasarnya adalah ya ee eh bentuk fisik ya
dari cerminan atau representasi secara
fisik dari aktivitas ee apa namanya
pemanfaatan sumber daya alam. ya dalam
ini lahan ya.
Nah, proses ini ya seperti kita ketahui
adalah proses yang ee sesungguhnya dari
sisi ekonomi ya ekonominya ekonomi ya
proses dari fungsi lahan ini berlangsung
selalu dari aktivitas dengan ekonomi
landren yang lebih rendah ke yang
tinggi ya katakanlah dari sawah eh maaf
dari hutan ke perkebunan ya apa sawit
barangkali ya atau dari ee sawah menjadi
ee permukiman atau perkotaan ya. Ya.
Jadi dari yang lebih rendah ke lebih
tinggi. Nah, sehingga secara ekonomi
itulah yang mendorong ya ee ahli fungsi
lahan itu terjadi secara masing ya skala
besarnya begitu ya. Kalau membebaskan
lahan untuk ee Bud estate luar biasa ya
hutan kemudian di deforestasi kalau ee
bangun kawasan 
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:09:14 UTC
Categories
Manage