File TXT tidak ditemukan.
Transcript
JVjKhn2iF28 • Webinar 107 Perkembangan Teknologi PLTN dan Potensi Aplikasi PLTN Generasi Lanjut di Indonesia
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0141_JVjKhn2iF28.txt
Kind: captions
Language: id
diakses di
[Musik]
manapun. Jadi, awalnya saya mengikuti
pelatihan Eco Edio ini memang dari
grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang
pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka
itu sungguh bisa dianggap menarik ya,
karena mereka pengetahuan mereka tentang
yang pengin mereka ketahui itu meningkat
gitu ya. Kemudian skill-skill yang
dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga
cukup bisa dilihat begitu ya, terasa
gitu manfaatnya di kami terutama untuk e
para konsultan yang memerlukan
tenaga-tenaga ahli gitu. Sehingga saya
memilih Eco Edu dan sempat mengikuti
pelatihannya juga dan itu terbukti benar
begitu. Nah, saya lihat Instagram itu
ada Edu yang akan menyengarakan
pelatihan. Nah, di sini juga saya baca
baca terlebih dahulu ya terkait tentang
informasi yang
diselu. Nah, menurut saya itu menjadi
hal yang membuat tertarik untuk ikut
pelatihan gitu. Jadi, saya sering lihat
di Instagram gitu bagaimana EU
menyampaikan informasinya. Ego itu bagus
karena itu selalu tergini terus
mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau
mentarnya itu bagus-bagus dan terbaiklah
[Musik]
kejutannya. Iya. Ee yang pertama memang
tentu saja ini meningkatkan dan
maksimalkan skill-skill yang saya
harapkan begitu ya. ee bertahun dalam
penyusunan dokumen AMD saya jadi bisa
lebih produktif, lebih efektif juga ee
punya update gitu ya, update-update
persoalan-persoalan dalam keasan AMDA
terkini dari ahlinya langsing di
lapangan begitu yang pengalamannya tidak
diragukan. Menurut saya pelatihan yang
disediakan Eduidu ini sangat bermanfaat
sekali dan mudah untuk aksesnya. Jadi
ada teknologi terbaru yang saya dapat
itu di e-learning ya. Itu luar biasa ee
pembelajarannya juga mudah sekali untuk
dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti
dan juga menambah ilmu pengetahuan yang
banyak banget.
[Musik]
Eh, e-learning ini memang di memang
sangat diperlukan sekali ya, terutama
untuk kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan kemudian juga waktu mungkin
ee itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat, kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang
sesering mungkin yang kita inginkan.
Kita juga bisa review kembali sehingga
belajar kita bisa lebih efektif dan
efisien.
Arning itu membantu sekali ketika pada
saat penyampaian materi ada yang
ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa
lihat materi itu di
sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil
materi terus lihat video yang bisa
diakses kapan aja dan di mana
[Musik]
aja. 4 juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari kas padan
sebenarnya. Jadi apa namanya ya kalau
saya bilang terlalu murah itu jadi
sepadanlah. Jadi menurut sepadan Bu
karena memang e pelatihannya itu pun
sangat membantu ya dalam menyelesaikan
satu pekerjaan yang ada di e sekitar
lingkungan saya sendiri gitu. E saya
kira sepat sesuailah dengan apa yang
[Musik]
didapatkan.
EKTP efektif, tepat, dan profesional,
hemat, cermat, dan hebat, keren,
profesional, dan juga ke sini.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu,
dan webinar ini merupakan webinar
terakhir pada bulan Ramadan.
Ee saya ucapkan terima kasih kepada
Bapak Ibu semua yang sudah selalu setia
untuk mengikuti acara webinar ini.
Semoga Bapak dan Ibu semua dalam keadaan
baik dan masih semangat dalam
menjalankan ibadah puasanya. Baik, untuk
hari ini webinar Ekoedu akan mengangkat
tema perkembangan teknologi PLTN dan
potensi aplikasi PLTN generasi lanjut di
Indonesia. Perkenalkan saya Dini yang
akan bertugas sebagai moderator pada
acara ini. Baik Bapak Ibu semua, sebelum
memulai webinar pada siang ini, alangkah
baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai
dengan agama dan kepercayaan
masing-masing. Berdoa
dipersilakan. Berdoa dicukupkan. Untuk
acara selanjutnya, mari kita menyanyikan
lagu Indonesia Raya secara bersama-sama.
Diharapkan kepada Bapak dan Ibu untuk
duduk tegak.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Baik Bapak Ibu ee izinkan saya
mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu
dekat ini yang akan diselenggarakan oleh
kami. Yang pertama yaitu pelatihan
perhitungan
emisi gas rumah rumah kaca dan
perdagangan karbon yang akan
dilaksanakan pada tanggal 14 hingga 18
April 2025. Lalu pada minggu yang sama
terdapat pelatihan dan sertifikasi
penanggungjawaban pengendalian
pencemaran air atau yang biasa disingkat
PPPA dan kemudian dilanjutkan dengan
pelatihan pemodelan kualitas air sungai
Queluk dan WASP yang akan dilaksanakan
pada tanggal 21 hingga 25 April tahun
2025. Jika Bapak dan Ibu melakukan
pembayaran pada HAM-1 pelatihan, maka
Bapak Ibu akan mendapatkan diskon 10%
dari biaya
investasi. Untuk informasi lebih lanjut,
Bapak Ibu dapat menghubungi admin kami
Riris Danisa. Bapak, Ibu juga bisa
mengunjungi sosial media kami, yakni ada
Instagram, YouTube channel,
Facebook X, dan juga Bapak, Ibu dapat ee
mengunjungi website kami yaitu
www.ecoco.id ataupun jika Bapak Ibu yang
tertarik langsung untuk mendaftar, Bapak
Ibu ee silakan mengakses ke pendaftaran
ecoedu.co.id.
Selain itu kami juga terdapat inhouse
training yang dapat dilakukan secara
offline sesuai dengan permintaan dari
instansi perusahaan Bapak dan Ibu
semuanya. Jadi kami tunggu Bapak dan Ibu
semua di pelatihan.
Selanjutnya kita akan langsung masuk
pada kegiatan utama kita di mana webinar
kali ini kita akan berdiskusi mengenai
perkembangan teknologi PLTN dan potensi
aplikasi PLTN generasi lanjut di
Indonesia. Ee dan kami telah
menghadirkan narasumber yang sangat
kompeten di bidangnya untuk memberikan
materi dan wawasan yang bermanfaat.
Baik, perkenankan saya memperkenalkan
narasumber kita hari ini, yaitu Prof.
Dr. Zaki Suud, MM. Beliau merupakan guru
besar dalam bidang fisika reaktor nuklir
dan keselamatan nuklir di ITB. Dan
kebetulan Prof. Zaki sudah ada di dalam
ruangan Zoom. Selamat siang, Prof. Zaki.
Selamat siang,
ya. Bagaimana, Prof. Kabarnya untuk
siang hari ini?
Baik, alhamdulillah Bu
sehat-sehat ya. Alhamdulillah ya.
Alhamdulillah, Prof. Ee baik, Prof. Izin
sebelum kita mulai izinkan saya
menyampaikan beberapa teknis. Untuk
pemaparan dilaksanakan selama 1 seteng
jam kemudian dilanjutkan dengan sesi
tanya jawab dan dengan menggunakan
aplikasi Slidu dan dilanjut dengan tanya
jawab secara langsung. Baik, untuk
mengefektifkan waktu saya serahkan
ruangan Zoom ini kepada Prof. Zaki. Dan
kepada Bapak Ibu semuanya selamat
mengikuti acara webinar hari ini.
Baik, saya izin share screen ya.
Baik, terima kasih. Apakah suara saya
sudah terdengar cukup jelas?
Ee sudah terdengar, Prof. Baik, terima
kasih. Ee asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, salam
sejahtera untuk kita semua. Ee di sesi
ini saya akan menyampaikan topik tentang
perkembangan teknologi PLTn dan potensi
aplikasi PLTN generasi lanjut di
Indonesia. Ee Bapak Ibu sekalian,
mungkin ee di antara kita kalau dengar
PLTM wah ee yang ke bayang itu seperti
kecelakaan Fukushima atau Chernobil
begitu ya. Jadi apa namanya cukup
mengerikan begitu. Nah, tetapi
sebetulnya kalau kita lihat ee PLTN ini
juga mengalami evolusi teknologi yang
cukup pesat ya. Jadi setiap kali ada
kecelakaan sebetulnya PLT ini sudah
menggunakan teknologi yang paling
canggih dari teknologi yang ada. Jadi
kalau di antara sistem-sistem
engineering yang ada, maka yang paling
ketat standar dan teknologinya itu
sebetulnya PLTN. Tetapi walaupun sudah
begitu, tetap saja bisa terjadi
kecelakaan ya dan itu ee membuat ee
suatu revolusi teknologi. Nah, itu yang
akan kita bahas di dalam ee sesi kita
hari ini. Ee ini adalah cakupan
pembahasan kita dari pendahuluan evolusi
teknologi PLTN, kemudian ada prospek
PLTN modular ini suatu perkembangan
baru. Kemudian PLTN besar itu mungkin
kita bisa jumpai di
generasi. Kemudian kita akan melihat di
sesi berikutnya tentang prospek aplikasi
PLTN di Indonesia. Dan
kesimpulan Bapak, Ibu sekalian ee
peserta webinar ini kita amati
akhir-akhir ini perubahan iklim itu
terasa lebih jelas dampaknya. Misalnya
kalau kita lihat di beberapa negara
seperti Eropa yang ee selama ini hampir
tidak pernah kedengaran banjir,
kebakaran yang hebat, termasuk di
Amerika yang terakhir-terakhir di Los
Angeles ya, itu kita jumpai banyak
sekali banjir-banjir dahsyat yang luar
biasa. setahun 2 tahun yang lalu di
Jerman, terus di Spanyol ya tahun lalu
di Amerika kebakaran Los Angeles itu
para
pakar memberikan pernyataan bahwa itu
ada kontribusi dari eh global warming
juga dan juga yang juga kalah
dikhawatirkan adalah ee pencairan es
dikutub yang bisa membuat permukaan air
itu semakin naik dan itu bisa berdampak
tenggelamnya beberapa wilayah pantai di
Indonesia. Karena tanpa kenaikan air pun
beberapa wilayah di Indonesia seperti
Jakarta, Semarang, Demak, Pekalongan itu
mengalami penurunan tanah sedemikian
sehingga ee daerah yang terendam itu
menjadi semakin ee luas. Daerah pantai
mulai tertikis dan hilang begitu ya.
Nah, ini semua tentu perlu suatu
penanganan yang harus dilakukan secara
kolektif. Nah, ini kalau kita lihat
perlu eh radical change ya, perlu
adanya penanganan yang sangat radikal
untuk menangani global warming. Pada
intinya kita harus membatasi produksi
gas rumah kaca secara signifikan. Nah,
dalam konteks inilah kita melihat
prospek dari PLTN generasi lanjut yang
bisa memegang peran penting di sini.
Mengapa? karena PLTN itu ee tidak
menghasilkan gas rumah kaca di dalam
operasinya. Sementara PLTN ini memiliki
density energi yang sangat besar
sehingga bisa menggantikan peran seperti
batu pembangkit batu bara, pembangkit
gas untuk menjadi ee base load di dalam
produksi listrik misalnya.
Nah, ini adalah gambaran ee pengguna
PLTN di tahun
2023 ini kalau kita lihat ee ini adalah
negara dengan pengguna yang terbesar
mulai dari
Amerika, kemudian ee
Cina, Amerika, Cina, kemudian Prancis.
ini dari sisi produksi energinya ya dan
seterusnya. Kemudian kalau dilihat dari
persentase berapa persen nuklir itu
menyumbangkan listrik di masing-masing
negara, ternyata paling tinggi Prancis.
Tahun yang lalu itu Prancis listrik
menyumbangkan
62,4%. Di bawahnya sedikit ada Slovakia
itu 62%.
Ukrainia ini tidak ada data persis
karena situasi sedang perang. Belgia itu
45%, Hongaria, Slovenia dan seterusnya
ya. Sampai Amerika itu sebetulnya
PLTn-nya paling banyak. Ini dari
produksi energi juga paling banyak.
Tetapi kalau dari sisi persentase untuk
pembangkitan listrik ini hanya
17,8% ya.
Baik,
berikutnya. Iya. Oke, kita lanjutkan.
Maaf ada
kendala.
Ee nah ini adalah ee perbandingan
beberapa bentuk energi yang pada
akhirnya digunakan oleh manusia di
dunia. Pertama di sini ada ee batu bara
ya, batu bara. Kemudian merah ini
minyak. Ee ini gas.
yang hijau ini bioenergi dan ee sampah.
Kemudian ini listrik ya. Kemudian yang
terakhir adalah berupa
panas. Nah,
berikutnya ini adalah dari sisi
listrik. Jadi dari total produksi yang
untuk listrik itu kontribusi dari
masing-masing komponen itu ada berapa?
ini misalnya kalau di tahun 0 itu ee
produksi listriknya sekitar ini dan ini
kontribusinya paling banyak dari batu
bara, minyak, kemudian
gas. Ah, ini
nuklir. Ee ini hidro dan ini nuklir.
Ya, biru itu hidro dan ini nuklir. Di
tahun 90 ini penggunaan batu bara
tampaknya naik memang konsumsi secara
menyeluruh meningkat. Nah, di tahun 90
ini ee ini juga cukup besar ya
kontribusi dari nuklir. Ada peningkatan
yang cukup besar. Kemudian tahun 2000-an
ini meningkat lagi, nuklir juga masih
meningkat. Di sini kalau kita lihat.
Nah, di
[Musik]
tahun 2010 misalnya ini ah ini ada
sedikit mulai ada pergeseran ya di sini
2022 ini ee solar ini mulai masuk agak
signifikan yang tadinya belum masuk
sebelumnya. Kemudian withdraw ada juga
peningkatan di sini artinya ini
renewable ee peranannya mulai meningkat
di sini.
Nah,
berikutnya ini adalah
ee total pembangkit yang tersedia ya di
sini di dunia ini kalau kita melihat dan
perbandingannya untuk nuklir. Jadi di
tahun 2022 itu ada sekitar
[Musik]
8.281 ee gigw elektrik dan nuklir itu
ada 371 yang kalau dihitung sekitar
4,5%. Nah, perkiraan untuk 2030 ini ada
perkiraan low dan high. itu kalau
low-nya sekitar 403 GW elektrik untuk
nuklir ini untuk totalnya tidak berbeda
di sini. Kemudian untuk estimasi high
estimate itu 462. Nah, ini kira-kira 4%
kalau yang high ini
4,6%. Kemudian yang
2040 ini meningkat lagi menjadi 434
low-nya dan high-nya 681. ini antara 3,4
sampai 5,3 untuk kontribusi ee nuklir
bagi pembangkit listrik keseluruhan dan
di
2050 ini diperkirakan naik menjadi
antara low-nya itu 458, high-nya 8 90
dan ini ee kontribusinya antara 2,8%
sampai 5,4%.
Selanjutnya di sini
ee ini adalah dari sisi produksi
listriknya. Kalau tadi dari kapasitas
pembangkit, dari kapasitas pembangkit
nuklir memang relatif kecil, tetapi
nuklir itu bisa dipakai terus-menerus
sebagai baselot. Sedangkan misalnya
sebagai perbandingan untuk solar itu
tentu tidak bisa 24 jam menghasilkan
listrik. Mungkin di daerah kita
Indonesia pun paling mungkin sehari 6
jam atau 8 jam paling banyak. Nah, jadi
dari sisi produksi listriknya kalau kita
lihat ini nuklir itu bisa mencapai 9,2%
meskipun dari sisi kapasitas pembangkit
hanya
4,5% dan di dalam high estimate di 2050
itu diperkirakan bisa mencapai
14,3% dari sisi yang paling maksimal ya.
Nah, sekarang saya akan masuk ke prinsip
kerja reaktor nuklir. Reaktor nuklir itu
energinya didapat dari reaksi fusi
nuklir, visi nuklir, yaitu pembelahan
uranium atau inti-inti lain. Misalnya
plutonium
atau uranium 233 itu juga bisa. Nah, ini
gambarannya sebuah netron itu
ee ditembakkan pada uranium 235.
Kemudian ee dari situ dihasilkan dua
pecahan visi. Dan dari dua pecahan visi
ini selain itu ada empat netron atau 5
netron. Ini tergantung jenis ee
reaksinya. Jadi ada bervariasi kadang
bisa
du bisa lima. Nah, secara rata-rata
kalau untuk reaktor termal itu kira
nilainya kira-kira
2,45 ee nitron perisi dihasilkan. Nah,
pertanyaannya netron ini ke mana saja?
Nah, kalau di dalam ee kalau di dalam
bom atom nitron ini semuanya diarahkan
untuk memicu visi berikutnya sehingga
energi itu dalam waktu sangat singkat
bisa menjadi ee terkumpul sangat besar
dan sangat menghancurkan. Tetapi di
reaktor nuklir itu tidak mungkin. Karena
apa? Byin material yang digunakan itu
dirancang agar supaya yang meneruskan ke
visi berikutnya itu hanya satu netron.
yang lain akan diserap oleh material di
sekitar reaktor. Ada juga yang keluar
teras sehingga by desain reaktor nuklir
itu tidak mungkin berubah menjadi bom
atom. Tidak mungkin karena by desain di
dalam materialnya itu sudah dirancang
secara rata-rata hanya satu netron dari
sekian netron yang dihasilkan itu yang
akan memicu visi berikutnya sehingga
daya reaktor itu relatif stabil.
Nah, ini adalah perbandingan energi
nuklir dengan energi kimia. Jadi, kalau
energi kimia misalnya batubara, minyak,
biomassa, dan sebagainya itu prinsipnya
berbasis karbon. Kalau kita satu atom
karbon kita bakar, kita dapat energi ya
mungkin ini satu-satuan energi kita
sebut 4 elektron volt. Nah, kalau
uranium 235 ini kita
belah dengan menembakkan elektron
kepadanya, maka kita akan mendapatkan
200 juta elektron vol. Jadi, kira-kira
50 juta kali lebih besar dari yang kita
dapat dari pembakaran satu atom karbon.
Inilah sebabnya nuklir itu dikatakan
memiliki density energi yang sangat
tinggi. Sebagai gambaran mungkin kalau
kita lihat ada kapal induk itu biasanya
ditenagai dengan nuklir. Kalau kapal
induk ditenagai dengan mesin diesel
mungkin dia harus ngisi bahan bakar
beberapa hari sekali. Tetapi kalau kapal
induk itu ditenagai dengan nuklir, ngisi
bahan bakarnya cukup 20 tahun sekali.
Jadi kapal induk itu cukup mengisi bahan
bakar 20 tahun sekali. Sedangkan kalau
pakai solar ya itu mungkin bisa pakai ee
beberapa hari sekali harus diisi lagi.
Jadi itulah gambaran bagaimana nuklirnya
density energinya luar biasa besar.
Nah, ini adalah gambaran reaktor nuklir
yang paling banyak
ee digunakan di dunia ini. Ee reaktor
nuklir ketika mengalami reaksi fisik
maka dihasilkan netron. Nah, kalau kita
lihat energinya, netron yang dihasilkan
itu energinya tinggi sekali. ordernya
mega elektron volt, jutaan elektron
volt. Sedangkan kalau kita lihat ini
adalah cross section atau peluang
terjadinya reaksi nuklir, reaksi visi.
Kita lihat ini logaritmik ya. Jadi kalau
kita ambil di daerah di mana netron itu
dihasilkan energinya itu peluang
terjadinya interaksi cuman kira-kira 1
ban. Dibandingkan kalau kita ambil di
daerah termal itu bisa mendekati 1000.
Atau kalau yang rata-rata di daerah yang
digunakan di reaktor PWR misalnya itu
sekitar 560-an bar. Jadi probabilitas
terjadinya reaksi fisik di daerah termal
ini jauh lebih tinggi. Itulah sebabnya
ee di awal
pengembangan ee PLTN untuk listrik maka
digunakan ee reaktor air dan ee
pembangkitan fisinya itu dirancang di
daerah termal. Nah, sekarang
pertanyaannya kalau netron dihasilkan di
daerah energi tinggi kemudian visinya
dirancang untuk dihasilkan di daerah
termal maka berarti harus ada proses
untuk membawa netron dari energi tinggi
ini ke energi rendah, energi termal.
Nah, proses ini disebut moderasi. Jadi
untuk reaktor nuklir termal seperti PWR
yang mayoritas dipakai di dunia saat ini
sekitar 70% lebih itu ada proses
moderasi atau penurunan energi netron
dari jutaan elektron volt ke orde di
bawah 1 elektron volt. Nah, proses
moderasi ini pada hakikatnya adalah
menumbuk-numbukkan nutron dengan atom
yang sedapat mungkin ee besarnya itu
menyerupai netron. Nah, di sini ee untuk
moderasi ini yang paling efektif
atom-atom kecil. Maka banyak digunakan
sebagai pendingin dan sekaligus
moderator itu air atau air berat atau
berilium atau maksimum karbon itu yang
bisa digunakan.
Nah, mekanisme pengendalian reaktor
reaktor nuklir itu bisa dikendalikan
misalnya kalau kita ingin menaikkan daya
itu kita bisa menggunakan batang
kendali. Ini gambarnya seperti ini.
Jadi, setiap reaktor nuklir biasanya
dipasang batang kendali yang bisa
digerakkan naik dan turun ke dalam
reaktor. Nah, batang kendali ini bagian
bawahnya diberi boron. Boron itu
penyerap netron yang sangat kuat. Jadi
kalau kita mau menurunkan daya
reaktor, batang kendali ini kita
turunkan, maka penyerap netron itu akan
menyerap banyak netron dan menyebabkan
turunnya daya reaktor. Kalau kita ingin
menaikkan daya, batang kendali ini kita
naikkan, maka ee penyerapan elektron
berkurang, dayanya akan naik.
Nah, ini adalah standar-standar dalam
pembangunan dan pengoperasian reaktor
nuklir. Nah, reaktor nuklir merupakan
produk yang dikontrol secara
internasional dengan sangat ketat
sehingga jaminan kualitasnya termasuk
yang paling baik di antara produk-produk
industri yang lain. Standar-standar
prosedur termasuk dalam hal
pengoperasian dan sistem keselamatan
harus diterapkan dengan sempurna agar
izin pengoperasian dapat berjalan dengan
lancar.
Nah, kenyataannya memang masih terjadi
beberapa kecelakaan. Nah, ini kita
melihat evolusi teknologi di PLTN
termasuk yang pada intinya revolusi
teknologi itu banyak dipicu karena
adanya kecelakaan. Jadi, misalnya ini
reaktor nuklir mulai dioperasikan secara
komersial itu kira-kira di pertengahan
dekade 60-an yaitu tahun 5 ke atas gitu.
Nah, ini di sini tahun 0-an itu banyak
sekali dibangun
PLTn dan kebanyakannya itu reaktor
termal ya dan reaktor air itu yang
dominan PWR dan BWR. Di sini ada juga
tipe kendu VV ini yang tipe Chernobil ya
yang ada di ini. Kemudian ini tipe gas
yang ada di Inggris. Nah, di tahun 9 itu
ada kecelakaan besar nuklir pertama
namanya Trile Island. itu di Amerika
Serikat dan ini ee menyebabkan teras
reaktor itu meleleh. Tetapi karena
desain PLTN di standar di negara-negara
barat itu ada pengungkung. Jadi PLTN itu
ada pengungkung tembok setebal 2 m. Nah,
itu yang kemudian menahan bahan radiasi
itu tidak lepas ke lingkungan sehingga
walaupun terasnya meleleh tapi tidak
sempat menyebarkan radiasi yang
signifikan ke sekitarnya.
Nah, di
tahun -an ini setelah kecelakaan itu
maka terjadi suatu situasi yang sangat
ee syok di Amerika. Kalau kita amati
Amerika itu tidak pernah membangun PLTN
baru sejak kecelakaan Tremel Island
sampai tahun 2010 ketika dia kemudian
mulai membangun lagi dengan PLTN
generasi baru. Nah, setelah kecelakaan
itu maka terjadilah revolusi teknologi
khususnya ee yang terkait dengan aspek
keselamatan di sisi termal hidrauliknya.
Nah, ada seorang pakar nuklir di Amerika
yang waktu itu memimpin Manhattan
Project yaitu Alvin Wenberg. Mungkin
Bapak Ibu eh cukup mengenal karena
beberapa waktu lalu filmnya eh telah
beredar ya Manhattan Project ya. Nah,
Alvin Wenberg ini adalah pemimpin
Manhattan Project waktu itu. Dia
kemudian menulis satu paper di jurnal
yang sangat bergengsi yaitu Sence. Dia
tulis judulnya adalah Second Nuclear
Era. Nah, intinya adalah dia mengatakan
era nuklir pertama itu mengandalkan
sistem keselamatan aktif. Jadi, dengan
teknologi yang paling canggih, dengan
komputer yang sangat canggih dan
peralatan yang sistem keselamatannya pun
dirancang
redundan saling independen sehingga
peluang terjadinya kecelakaan itu kecil
sekali. Tetapi ketika ternyata ada
kecelakaan, para pakar nuklir di Amerika
itu menjadi bingung bagaimana bisa
dengan sistem secanggih ini dan seketat
ini bisa terjadi kecelakaan. Maka eh
Alvin Wenberg itu kemudian
menawarkan bahwa sebaiknya di era nuklir
berikutnya sistem keselamatan untuk
mencegah dari kecelakaan yang fatal itu
harus mengandalkan sistem pasif dan atau
keselamatan inherent, yaitu sistem
keselamatan yang hanya mengandalkan
hukum-hukum alam. Jadi selama
hukum-hukum alam itu berlaku maka tidak
akan gagal sistem itu. Nah, itulah
filosofi yang kemudian dipakai untuk
merevolusi teknologi. Maka di
tahun-tahun berikutnya lahirlah yang
dikenal dengan generasi 3. Generasi 3
ini prinsipnya PLTN tipe air yang telah
ditambahkan teknologi keselamatan pasif
atau keselamatan inherent khususnya
karena antisipasi terhadap kecelakaan
Tremil Island. maka fokusnya pada
antisipasi terhadap kecelakaan yang
terkait thermal hidraulik. Nah, tetapi
di tahun 6 1986 ada kecelakaan yang
lebih besar yaitu kecelakaan Cernobil.
Nah, kecelakaan Chernobil ini sangat
dahsyat karena apa? Ya, mungkin kita
bisa ceritakan latar belakangnya.
Pertama, Chernobil itu bukan reaktor
konvensional. Beda dengan reaktor yang
digunakan PWR. BWR yang digunakan di
negara-negara barat. Chernobil ini
adalah reaktor yang sebetulnya desain
awalnya adalah untuk membuat senjata
mir. Jadi kita tahu di era tahun 60-an
itu perang dingin sedang
puncak-puncaknya dan Rusia secara
relatif itu ketinggalan dari sisi
senjata nuklir dibandingkan Amerika.
Maka di tahun 60-an itu ee Rusia sedang
giat-giatnya memperbanyak senjata
nuklir. Nah, untuk itu dia membuat
banyak reaktor nuklir untuk membuat
plutonium bagi senjata nuklir. Tetapi
orang Rusia ini hemat sekali sehingga
dia pengin juga reaktor yang untuk buat
senjata nuklir itu bisa menghasilkan
listrik untuk PLTN. Maka ini menjadi
dual function dan dampaknya adalah ada
beberapa aspek keselamatan yang
dikurbankan. misalnya salah satunya
adalah
feedback. Ada feedback yang positif
yaitu feedback untuk temperatur
pendingin. Jadi kalau temperatur
pendinginnya naik maka dayanya akan
naik. Itu tentu sangat berbahaya. Di
reaktor-reaktor yang lain ee feedback
untuk temperatur pendingin ini selalu
negatif gitu ya.
Nah, dampak mobil ini luar biasa dan itu
terutama ke Eropa dan akhirnya ke
seluruh dunia itu membuat orang menjadi
sangat skeptis terhadap PLTN. Tapi di
sisi lain itu kemudian memicu revolusi
teknologi yang lebih besar.
Kalau Trile Island ini menghasilkan
revolusi generasi 3 dan 13, maka
Chernobyl itu memicu revolusi yang lebih
besar yang menghasilkan generasi
4. Nah, generasi 4 KLTN ini intinya
adalah selain fokus pada masalah
keselamatan yang lebih
tinggi itu sekaligus untuk memecahkan
sisa-sisa masalah yang masih ada di
PLTN. Yang pertama misalnya untuk
meningkatkan aspek
keekonomisan. Kemudian terutama di
safety yaitu memperkuat inherent safety
atau passive
safety. Yang ketiga untuk meminimalisir
limbah dan yang keempat untuk
proliferation resistance. Proleration
resistance ini adalah upaya untuk
mencegah penyebaran senjata nuklir.
Jadi, bagaimana caranya PLTN yang
dibangun tidak memberikan peluang bagi
yang punya itu untuk misalnya mengambil
bahan bakarnya untuk dibuat senjata
nuklir. Nah, ini adalah teknologi yang
terkait proliferation
resistance. Nah, mungkin sedikit saya
singgung dengan tentang kecelakaan
Chernobil. Nah, Chernobil ini sekali
sebetulnya bukan tipe reaktor biasa.
Tadi saya sudah katakan karena dia
reaktor yang awalnya dibangun untuk buat
senjata nuklir, maka tipenya sangat
berbeda dengan reaktor konvensional.
Reaktor ini dia merupakan tipe kanal.
Bahan bakarnya itu ee bisa di di diganti
sambil beroperasi. Jadi, bahan bakarnya
itu bisa didorong sambil beroperasi
sehingga dia bisa dikeluarkan.
Kalau orang mau buat senjata nuklir, dia
perlu plutonium yang baru diproduksi
dari reaktor langsung diambil. Nah, itu
perlu sistem bahan bakar yang bisa
dikeluarkan dengan cepat. Makanya dia
menggunakan bahan bakar yang bisa di
bisa diputar sambil beroperasi. Ini
memang tidak lazim untuk reaktor-reaktor
ee komersial yang ada. Nah, tapi ya ini
karena memang awalnya dikembangkan untuk
senjata
nuklir. Nah, tetapi sebetulnya
pertanyaannya mengapa dia sudah 16 tahun
lebih sejak dioperasikan? Kok baru
kecelakaannya di tahun 2000 eh di tahun
1996 eh '86. Ah, sebetulnya Chernobil
ini memang dia tidak terlalu ideal dari
sisi reaktornya karena dia merupakan
dual function untuk senjata nuklir dan
untuk listrik. tetapi dia juga
diperlengkapi dengan sistem kontrol yang
cukup canggih. Makanya sebetulnya ee
sejak sekitar 5 lebih dari 15 tahun
beroperasi itu tidak ada kecelakaan
juga. Nah, kecelakaan Chernobil itu
merupakan gabungan dari desain yang
tidak ideal dengan kesalahan operasi
yang
fatal. Sebetulnya untuk reaktor termal
itu tidak dimungkinkan untuk mengubah
daya secara cepat.
Jadi misalnya ee reaktor termal terutama
yang besar seperti ini ini kalau dia
dayanya diturunkan drastis ya dia akan
padam dan enggak bisa dinyalakan lagi.
Nah pada saat itu ada PLTN Chernobil
yang sedang akan dipadamkan untuk
maintenance.
Nah, pada saat itu ee pemimpin bagian
turbin itu meminta kepada anak buahnya
supaya
ee melakukan uji coba turbin di daya
rendah. Ah, ini jadi pimpinannya itu
tidak memahami prinsip kerja PLTN
khususnya yang termal. Nah, dia
memerintahkan seperti itu. Celakanya
pada saat
ee eksperimen itu akan dilakukan, tidak
ada orang yang ahli reaktor nuklir di
sana. Yang ada hanya orang ahli turbin
beberapa orang dan mereka kemudian
menurunkan daya itu dengan memasukkan
batang kendali ke dalam reaktor. Ketika
dayanya sudah mendekati nol, mereka
maunya kemudian ditahan dayanya. Tidak
mungkin karena ada efek senon. Senon ini
adalah pecahan fisi yang memiliki cross
action penyerapan netron yang sangat
besar. Jadi pada saat reaktor itu
diturunkan dayanya, senon ini naik
populasinya dan kemudian itu menyebabkan
reaktornya kemudian padam. Nah, secara
prinsip mestinya reaktornya enggak bisa
dinyalakan selama beberapa puluh jam
gitu ya. baru nanti setelah senonnya
habis baru boleh dinyalakan lagi. Nah,
karena operator ini tidak memahami dia
takut dengan atasannya yang menyuruh dia
melakukan uji coba di ee daya rendah
untuk turbin tadi. Maka dia tarik batang
kendali satu dua dan seterusnya. Nah,
celakanya reaktor Chernobil ini baru
diganti bahan bakar. Sebetulnya kalau
dia sudah setengah pakai saja ditarik
semua batang kendali juga enggak akan
nyala. Nah, tetapi ya apesnya dia baru
diganti bahan bakar sehingga ketika
hampir semua batang kendali ditarik maka
nyala itu reaktornya. Nah, tapi begitu
reaktornya nyala senonnya itu kemudian
menyusut dan itu memicu ee reaktivitas
yang luar biasa besar. Daya reaktor
kemudian naik dengan sangat cepat dalam
order detik dan kemudian menimbulkan
ledakan yang dahsyat. Sebetulnya ketika
terjadi vibrasi yang sangat kuat,
operator itu sudah memahami, "Wah, ada
something wrong." Dia mencoba memadamkan
tapi sudah terlambat. Begitu. Jadi itu
ee sekilas tentang kejadian Cherobil
ya.
Nah, di sini saya ada juga kecelakaan
Fukushima. Kalau Fukusima itu memang
dipicu oleh ee bencana alam. Tetapi juga
ee kalau kita lihat di IAE dan di
beberapa pakar Fukusima itu masih
dikategorikan manmade. Mengapa manmade?
Karena sebetulnya operator itu sudah
diberikan peringatan untuk menaikkan
dinding tsunami. Kemudian yang kedua
sudah diberi peringatan juga untuk
merapikan saluran solar sejak tahun
90-an oleh ekspert dari IA yang
yangpeksinya. Nah, kelemahannya adalah
Jepang sampai dengan kecelakaan
Fibusima, regulator itu tidak
independen. Regulator itu ada di bawah
Kementerian Perindustrian, di bawah
MITI. Sehingga regulator itu tidak punya
power untuk melarang operasi reaktor
yang tidak memenuhi ee
prosedur. Dan yang juga sangat fatal itu
adalah baterai tidak terpasang. Padahal
harusnya baterai ini dalam operasi harus
terpasang sebagai bagian dari backup.
untuk kalau misalnya ada keadaan darurat
yang listriknya mati kemudian gensetnya
juga fail maka baterai ini adalah
benteng terakhir untuk mencegah
kecelakaan reaktor. Nah, celakanya waktu
itu juga tidak dipasang. Mengapa tidak
dipasang? Karena sebetulnya sistem
jaringan listrik Jepang ini sangat
tangguh. Sejauh ini gempa-gempa yang ada
itu enggak pernah sampai memadamkan
jaringan listrik. Jadi setelah reaktor
otomatis padam, sisa panas yang ordnya
1% dari peluruhan bahan radioaktif itu
selalu bisa diambil dari jaringan
listrik. Sehingga selama ini genset dan
baterai ini enggak pernah
dipakai. Seumur-umur sekian puluh tahun
Jepang mengoperasikan PLTn itu gitu.
Nah, tapi itu kan seharusnya tidak boleh
karena secara standar operasi ya mau
seperti apapun genset dan baterainya
harus selalu terpasang. Mengapa? karena
ya dia fungsinya untuk mengantisipasi
kondisi kejadian yang sangat darurat
atau hypotetical accident yang
kejadiannya mungkin sekali dalam 1000
tahun atau dalam 5.000 tahun. Jadi
memang selama ini enggak pernah terjadi
tapi sekali itu diperlukan dan tidak
dipasang ya dampaknya seperti Fibusima.
Nah, dari pengalaman
kecelakaan-kecelakaan yang ada, maka
bisa ditarik kesimpulan margin
keselamatan harus dibuat sedemikian
sehingga sekalipun ada kesalahan
beruntun termasuk kemungkinan sabotase
tidak memicu keselakan fatal. Nah, ini
adalah yang melatar belakangi lahirnya
generasi keempat. Kemudian semua
komponen balikan reaktivitas ini harus
negatif. Cernobil itu positif ya dari
sisi ee koefisien untuk temperatur
pendingin. Kemudian stuk pengukum
standar barat mutak diperlukan. Ini yang
pada kasus trial island itu menahan
bahan radioaktif sehingga tidak lepas ke
lingkungan dan tidak boleh ekses
reaktivitas yang terlalu besar. Jadi
seharusnya seperti Chernobil, ses
reaktivitas stok bahan bakar di awal
untuk operasi sampai 2 tahun itu awalnya
harus dikompensasi dengan eh burnable
poison sehingga tidak semuanya
mengandalkan batang kendali agar supaya
operator itu punya keterbatasan untuk ee
menaikkan batang kendali hanya yang
diperlukan untuk operasional. Kalau ini
sudah diterapkan mestinya Chernobil
tidak perlu
terjadi. Nah, ini adalah ee kalau kita
lihat prospek daripada PLTN dan
dinamikanya. Setelah kecelakaan
Fukushima, kita lihat ee prospek nuklir
itu betul-betul turun ke titik
nadir dan itu ee tapi ada positifnya.
Positifnya apa?
Setelah kecelakaan Tremal Island dan eh
Chernobil, sebetulnya teknologi canggih
generasi 3 dan generasi 4 itu sudah
mulai dikembangkan. Tetapi industri
nuklir itu sangat
relaktasannya Cernobil itu tipe
reaktornya yang bermasalah. Jadi nothing
to do dengan PLTN generasi 2 yang ada di
barat itu bukan urusan kita begitu.
Tetapi setelah keselangan Fukusima,
mereka tidak bisa lagi menolak. Dan kita
bisa lihat pasca kecelakaan Fukushima,
maka PLTNPLTN yang dibangun tidak ada
lagi yang generasi dua, tapi semua dari
generasi lanjut minimal generasi 3 plus
dan ya generasi 4 mulai dibangun juga
yaitu misalnya yang dari high
temperature ke food reaktor yang sudah
dibangun di Cina ya.
Nah, tetapi setelah 5 10 tahun setelah
kejadian Fukusima, ternyata problem
pemanasan global ini menjadi sangat kuat
isunya. Dan untuk mengatasi problem
pemanasan global ini memang menjadi
sangat sulit karena renewable energy
memang banyak stok tapi kan ada
keterbatasan operasinya. Energi surya
misalnya hanya di siang dan terbatas
gitu ya. sehingga perlu komposisi energi
yang lebih beragam yang bisa menanggung
baselot menggantikan batu bara. Nah,
dalam posisi ini nuklir memiliki peran
yang sangat cocok. Dia tidak
menghasilkan gas rumah kaca. Dia bisa
menghasilkan pembangkit yang luar biasa
kapasitasnya. Pembangkit nuklir itu yang
paling besar bisa sampai 1600 MW. Jauh
lebih besar dari pembangkit-pembangkit
batubara yang ada.
Nah, di sini kita melihat pada apalagi
kemudian terjadi konflik di ee Rusia
dengan Ukrain itu membuat dunia Barat
sangat menghadapi tekanan yang luar
biasa karena harga gas naik yang luar
biasa tinggi, kemudian ada keterbatasan
suplai, kemudian minyak juga mengalami
kenaikan waktu itu. Maka kemudian orang
mau tidak mau berpaling kepada nuklir.
Bahkan seperti Jepang yang terkenal
langsung dampak Fibusima itu sekarang
fasenya adalah mempercepat pengoperasian
PLTN yang ada tentu dengan standar yang
jauh lebih ketat. Dan kemudian Jepang
juga mulai mengembangkan PLTN-PLTN baru
dari generasi lanjut.
Ah, ini adalah gambaran keselamatan
inherent yang digadang-gadang pada
generasi 3 dan generasi 4 itu seperti
apa sih? Misalnya begini, kalau reaktor
nuklir itu dipadamkan seperti pada
Fukushima, pada kecelakaan Fukushima
sebetulnya PLTN-nya itu sudah padam
otomatis. Jadi kecelakaan Fukushima itu
bukan karena PLTn-nya meledak enggak
bisa dipadamkan. PLT-nya langsung padam
saat itu. Nah, cuman sisa-sisa pecahan
visi itu masih memiliki orde kira-kira
1% dari daya. Nah, sisa-sisa pecahan
visi ini
ee sisa-sisa pecahan visi ini harus
dibuang. Kalau tidak dibuang, maka dia
akan bisa menimbulkan kerusakan di teras
walaupun ordennya di bawah 1%. Nah,
untuk membuang sisa pecahan visi ini
selama ini digunakan listrik dari
jaringan. Kalau itu enggak ada akan
digantikan oleh genset. Buku Sima itu
punya sekitar 14 genset independen dan
itu gensetnya juga nyala waktu itu ya.
Tetapi karena saluran solarnya yang
disuruh memperbaiki tidak diperbaiki
ketika tsunami datang menerjang saluran
solar dan gensetnya jadi padam. Nah,
celakanya baterai tidak dipasang. Kalau
baterainya sesuai dengan prosedur
dipasang, maka harusnya dia masih punya
8 jam waktu untuk mencari solusi.
Misalnya helikopter bisa datang bawa
genset baru misalnya dan mestinya
kecelakaan seperti Fukusima bisa
dihindarkan. Nah, pada generasi ketiga
dan keempat orang mengembangkan ee
sistem keselamatan berbasis hukum-hukum
alam. Jadi misalnya untuk membuang panas
itu pakai sirkulasi alamiah yang
menggunakan hukum gravitasi. Nah, ini
ilustrasinya bisa kita bayangkan arsitek
yang handal, yang hebat, dia bisa bikin
rumah itu sejuk tanpa perlu pakai AC.
Nah, itu gambarannya kira-kira seperti
itulah.
Nah, ini adalah gambaran PLTN generasi 3
yang sudah mengadopsi keselamatan
pasif ee dan terutama ini munculnya PLTN
modular itu cukup cukup menarik karena
kalau dulu PLTN itu ukurannya
besar-besar terutama untuk mengejar
keekonomisan.
Nah, belakangan ini muncul paradigma
baru PLTN yang cenderung ukurannya itu
lebih kecil paling enggak sepertiga dari
ukuran PLTN besar atau bahkan kurang
dari 1/10. Tapi PLTN-PLTN yang kecil ini
bisa digabung dan kemudian menghasilkan
ee apa namanya daya listrik yang bisa
lebih besar dari PLTN yang besar yang
satu gitu ya. Nah, di sini contohnya ee
PLTN modular ini mempunyai prospek
karena apa? Dengan ukuran kecil maka
modul yang dibangun banyak dan ini bisa
mendorong kepada produksi massal di
pabrik. Kalau produksi massal di pabrik
maka cost bisa ditekan. Kemudian yang
sangat penting adalah
dengan model produksi massal maka
pembangunan PLTN itu bisa dikurangi
waktunya. Salah satu yang bikin PLTN itu
sangat mahal selain requirement standar
material yang digunakannya itu sangat
tinggi itu juga terkait dengan masalah
lama pembangunan PLT itu kadang-kadang
memerlukan antara 57 sampai
kadang-kadang kalau ini ada yang sampai
10 tahun itu yang membuat cost juga
menjadi lebih mahal. Nah, dengan modular
dan waktu pembangunan bisa ditekan lebih
kecil, maka diharapkan lebih
kompetitif. Dan selain itu dengan
produksi massal di pabrik, maka safety
test-nya bisa secara skala penuh
dilakukan di pabrik. Setelah lolos
semuanya baru dibawa di lapangan untuk
dioperasikan. Begitu.
Dan ujung-ujungnya ee ini diharapkan
reaktor kecil ini lebih mudah mempunyai
keselamatan inherent dan lebih
kompetitif ya di sini. Nah, salah satu
kuncinya misalnya untuk reaktor air
sama-sama reaktor air tapi karena
reaktor ini kecil maka di dalam pressure
vessel itu teras reaktor kemudian steam
generator ini semua jadi satu.
Nah, reaktor nuklir yang rawan itu
adalah pipa-pipa penghubung dari teras
ke steam generator yang fungsinya untuk
menghasilkan uap untuk memutar turbin.
Nah, ini kalau kita lihat ketika reaktor
ini dalam bentuk integral seperti ini,
semua ada di dalam tabung dan
pipa-pipanya ini bisa diatur tekanannya
di dalam dan di luar itu sama. Jadi,
tidak ada tekanan yang begitu
perbedaannya ekstrem. Kalau reaktor
konvensional itu di dalam itu 200
atmosfer, di luar satu atmosfer dan itu
memang dikhawatirkan bisa memicu
misalnya pecahnya pipa. Tapi di sini
tekanan dalam dan luar dibuat sama
sehingga kemungkinan pipa pecah itu
menjadi sangat-sangat kecil. Sehingga
untuk reaktor tipe seperti ini,
probabilitas terjadinya ee kecelakaan
besar seperti Chernobil atau Fukusima
bisa dibilang bisa diabaikan
kemungkinannya.
Nah, ini adalah yang dari tipe pendingin
air ya. Jadi, ini beberapa revolusi
teknologi yang digunakan. Salah satunya
adalah dia beberapa tipe reaktor ini
bahkan bisa beroperasi dengan sirkulasi
alamiah tanpa perlu pompa itu bisa.
Terutama untuk reaktor-reaktor yang
ukurannya itu ordennya 100 MW elektrik
ke bawah itu dia bisa beroperasi tanpa
pompa. Jadi kemungkinan pompa mati dan
memicu kecelakaan itu bisa diabaikan.
Kemudian sirkulasi alamiah juga bisa
digunakan untuk membuang sisa panas yang
memicu kecelakaan ee fukusima tadi ya.
Dan sistem kontrol reaktivitas pasif ini
juga diterapkan untuk mencegah
kecelakaan seperti Cernobil.
Nah, ini adalah tipe-tipe PLTN generasi
3 dari yang sifatnya modular ya, reaktor
modular yang yang ready seperti ini.
Nuskill ini sudah mendapatkan lisensi
dari eh NRC, Badan Regulasi Nuklirnya
Amerika. Kemudian Karim ini sedang
dibangun. Kemudian
eh Smart ini punya Korea ya. Ini juga
sudah dapat lisensi untuk dibangun ya.
Dan banyak tipe-tipe lain seperti KLT40
ini juga sudah beroperasi ya, sudah lama
beroperasi
di.
Nah, revolusi teknologi itu juga
diterapkan pada tipe reaktor lain. Nah,
ini adalah reaktor yang tipenya gas
dikenal sebagai high temperature gas
food reaktor. Nah, untuk tipe ini
keistimewaannya apa? Bahan bakar itu
dikelilingi dengan tiga lapisan
khusus eh coed partikel dari tipe
silikon karbite. Sedemikian sehingga
kalaupun ada kecelakaan suhunya nyampai
2000 derajat, bahan radioaktif ini
enggak bisa lepas ke lingkungan. Jadi
ini kelebihannya. Jadi reaktor ini
kalaupun ada kecelakaan dia bisa menahan
bahan radioaktif ini tidak keluar ke
lingkungan sehingga seringki dipakai
untuk jok reaktor tipe ini nih cocok
ditaruh di pinggir kota karena tidak
memerlukan evakuasi begitu. Nah, reaktor
ini juga bisa memadamkan diri sendiri
pada saat kecelakaan dengan menggunakan
efek dopler yang sangat kuat negatifnya
gitu.
Nah, ini adalah tipe
reaktor
highgas reaktor yang eh desainnya
leadingya tapi yang paling lid.
Nah, sekarang kita akan masuk PLTN
generasi
4. Nah, PLTN generasi 4 ini ada enam
tipe. Enam tipe PLTN generasi
4. Yang pertama adalah very high
temperature reaktor. Ini adalah reaktor
gas seperti yang barusan kita ceritakan,
tapi suhu operasinya dinaikkan sangat
tinggi, bisa 1000 derajat atau lebih.
Sehingga tujuannya adalah pertama
menghasilkan efisiensi konversi energi
yang lebih tinggi bisa mencapai 60%
sehingga panas lingkungan, polusi termal
kelingkungan bisa ditekan. Selain itu
bisa dipakai untuk produksi hidrogen,
untuk proses industri dan sebagainya.
Kemudian ada yang tipe molten salt
reaktor. Ini adalah reaktor yang
generasi empat juga yang menggunakan
bahan bakar cair dan pendinginnya juga
cair ya.
Kemudian reaktor sodium fast reaktor ini
adalah reaktor cepat yang berpendingin
sodium. Nah, reaktor ini sebetulnya
sudah lebih dulu dari reaktor komersial
beroperasi. Tahun 40-an ini sudah
menghasilkan ee listrik sebetulnya
tetapi tidak kunjung komersial karena
memang cost-nya agak mahal. Karena
sodium ini kalau ketemu air itu bisa
meledak, maka harus ada tambahan layer
namanya intermediate exchanger dan
sebagainya sehingga costnya menjadi
mahal dan agak sulit bersaing dengan
reaktor air walaupun dia dari sisi
keselamatan lebih baik ya.
Kemudian reaktor air yang masuk generasi
keempat satu-satunya adalah super
critical reactor. Kemudian ada gaspast
reaktor dan
ada LED cult atau LED bmart cult fast
rector. Nah, kita akan lihat satu
persatu.
Nah, ini adalah very high temperature
reactor. Nah, ini kalau kita lihat
sistemnya modular. Kemudian bahan
dikemas dalam kotikel ini benteng
pertahanan dan dia mampu bertahan
terhadap berbagai kecelakaan parah
secara mandiri termasuk bila saluran
pendinginnya itu pecah. Jadi, dia sudah
dirancang. Kalau saluran pendinginnya
pecah, maka dia akan melalui radiasi
membuang panas ke sekitarnya dan
kemudian dibuang dengan sirkulasi
alamiaan. Nah, reaktor ini secara
prinsip teknologinya sudah ready. Salah
satunya yaitu HTRPM yang ada di Cina itu
sudah masuk fase operasi komersial ya.
Jadi, sudah menghasilkan listrik yang
disambung ke grid ee listrik di Cina.
Kemudian ini adalah tipe-tipe yang ya
tadi HTRPM ini yang paling leading di
dunia ini sudah masuk operasi
menghasilkan daya listrik yang sudah
disambung ke grid ya.
Kemudian yang tipe kedua adalah
ee
reaktor PLTN berpendingin PB atau PBB
cair. Jadi ini yang termasuk fase apa?
Bagian dari liquid metal cool f reaktor.
Apa keistimewaannya? reaktor ini punya
keselamatan inherent
berdasarkan eh feedback-feedback
utamanya, Doppler, bio axel expansion,
coradal expansion, dan cool density.
Jadi mereka punya feedback negatif di
beberapa titik sedemikian sehingga kalau
misalnya pompanya mati semuanya dia akan
bisa memadamkan sendiri tanpa perlu
bantuan operator, tanpa perlu dipadamkan
oleh sistem ee kontrol misalnya. Jadi
istilahnya disabotase pun dia bisa
bertahan sendiri. Kemudian dia bisa
menggunakan sirkulasi alamiah untuk
membuang panas dikih tadi yang memicu
keselakaan fukusima baik melalui
sirkulasi pendingin di sini maupun ada
satu lagi yaitu pendingin udara yang
diterapkan ke sini yang dikenal dengan
Arfac reactor vessel auxiliary cooling
system. Jadi dia punya multiple system
untuk membuang panas secara pasif.
Kemudian dia bisa menggunakan zero
reactivity swing. Jadi dia tidak perlu
menyetok eh uranium bahan bakarnya itu
terlalu banyak di awal karena dia bisa
memproduksi bahan bakar sambil
beroperasi sehingga kemungkinan
kecelakaan seperti Chernobil itu bisa
diabaikan.
Dan ini adalah tipe reaktor yang leading
buatan Rusia. Karena memang Rusia ini
dia sudah mengoperasikan reaktor
berpendingin PBBI sejak tahun 60-an
untuk kapal selamnya. Nah, ini salah
satu desain yang leading itu untuk
pendingin PBBI itu ada SVBR 100, ada
Bres untuk yang berpendingin BB dan
seterusnya.
Nah, berikutnya ini adalah yang
berpendingin sodium. Nah, secara prinsip
hampir sama dengan yang berbendingin
BBBI. Dia punya feedback juga untuk
memadamkan reaktor secara otomatis. dia
bisa juga dengan zero pern up reactivity
swing dan kemudian dia marginnya memang
tidak sebesar PB tapi cukup juga dan
cuma tambahannya dia perlu intermedi
untuk mencegah kemungkinan pendingin
utama ini mengalami reaksi dengan air di
sini ini sebetulnya generasi empat yang
relatif paling banyak dikembangkan dan
paling siap sebetulnya cuma memang dari
sisi costnya sistem keselamatan khusus
ini masih cukup mahal ya di
sini. Nah, ini adalah tipe-tipe reaktor
berpendingin sodium yang sudah
beroperasi cukup lama. Ini BN600 punya
Rusia sudah beroperasi. BN800 sudah
beroperasi cukup lama. Kemudian ini
CN600 beroperasi mulai 2023. Ini mulai
tahun sudah 10 tahunan lah ini
beroperasi. Nah, yang paling menarik ini
sekarang Amerika Terra Power itu
mengembangkan PLTN berpendingin
sodium dayanya 345 MW yang menggunakan
mekanisme breedb. Jadi artinya
keistimewaannya adalah reaktor ini bisa
memakan uranium alam, tidak perlu dengan
pengayaan uranium. Nah, ini adalah satu
apa namanya? Satu revolusi teknologi.
Ini punya Billgate ya.
Nah, selanjutnya ini adalah tipe jenis
ee gas fas reaktor. Dia pendinginnya
helium. Dia juga punya keselamatan pasif
berbasis feedback. Jadi kalau disabotase
pun dia bisa memadamkan dayanya sendiri.
Kemudian dia membuang sisa panas
berbasis radiasi ke sekitar. dia bisa
membuat zero up reactivity swing.
Artinya dia enggak perlu menyetok bahan
bakar terlalu banyak di awal untuk bisa
beroperasi sampai 1020 tahun. Dan dia
pendinginnya gaselium yang relatif iner.
Dan sekarang proyek paling penting
terkait ini adalah Allegro di Eropa ya.
Nah, reaktor ini termasuk yang banyak
kita teliti di ITB ini. Mungkin
publikasi kita tentang reaktor ini
termasuk yang paling banyak di dunia ya.
oleh grup
kita. Nah, selanjutnya ini adalah
reaktor Molton Salt. Nah, ini cukup
ramai di Indonesia karena ada beberapa
perusahaan yang mengusulkan untuk
membangun ini. Ini memang termasuk salah
satu dari generasi empat ya. Dia punya
keselamatan inherent dengan memanfaatkan
mekanisme feedback.
Ada juga sistem untuk mengalirkan bahan
bakar secara pasif ke tangki penampungan
pada kondisi kecelakaan. Nah, dia
memungkinkan penerapan siklus bahan
bakar tertutup karena apa? bahan
bakarnya cair sehingga gampang dialirkan
dan bisa diproses. Misalnya kalau dengan
sistem tertutup misalnya bahan bakar,
bekas, senonnya dan sebagainya mau
dibuang itu bisa sambil jalan
reprocessing. Cuma memang ee sisi
negatifnya karena dia bisa dioperasikan
sambil direproses, maka kadang-kadang
pihak baratnya agak khawatir ini kalau
digunakan untuk memproduksi plutonium
untuk senjata nuklir. Jadi tantangannya
dari sisi ee
nonproliferasi. Nah, ada satu kendala di
reaktor tipe ini itu adalah terkait ee
apa namanya? korosi. Jadi bahan bakar ee
bahan pendingin dari tipe molen salt ini
punya kendala kurusinya tinggi sekali.
Jadi ini termasuk problem yang harus
dipecahkan. sama dengan yang
berbendingin PB atau
PBI itu meskipun punya banyak keunggulan
problemnya adalah korusi. Nah, kalau
yang PB atau PBB kuncinya sudah
ada yaitu mengontrol oksigen. Nah, di
sini memang
ini
tantangan masih perlu waktu generasi
empat yang
lain masih perlu waktu mungkin perlu 10
sampai 15 tahun barangkali untuk masuk
ke fase
komersial. Nah, ini adalah reaktor super
critical water reaktor ya. Nah, reaktor
seperti ini kelebihannya apa? dia itu
menggunakan tekanan airnya itu lebih
tinggi. Kalau PWR sekarang itu kira-kira
20 megapal. Ini dia makai lebih tinggi
25 megap. Membuat reaktor ini airnya ini
beroperasi di atas titik kritis. Dia
pendinginnya itu bisa mencapai 500
derajat Celcius. Sedemikian sehingga
efisiensi konversi energinya bisa
mencapai 44 sampai 48%. Banding dengan
reaktor
komersial yang ada sekarang. ordinnya
hanya
33%. Spektrum netronnya bersifat termal,
cepat, maupun gabungan. Nah, ini
merupakan satu satunya PLTn generasi 4
yang masuk di sini ya. Nah, tetapi
masalahnya ini perlu banyak pengembangan
sistem sehingga diperkirakan dia mungkin
akan komersial barangkali 20 tahun atau
sampai 30 tahun ke depan baru bisa masuk
ke komersial ya.
karena dia perlu misalnya
bagus. Baik. Nah, ini adalah contoh
bagaimana generasi keempat itu mampu
membuat reaktor itu mengalami pemadaman
secara inherent tanpa perlu digerakkan
operator atau kontrol komputer dan
seterusnya. Jadi ketika ada kecelakaan
dipicu misalnya sabotase ada ee batang
kendali ditarik maka ini akan memicu
kenaikan daya. Kenaikan daya memicu
kenaikan temperatur dan ini kemudian
memicu reaktivitas
negatif dan ini kemudian
mengkompensasi aktivitas eksternal
sehingga kembali normal tanpa perlu
bantuan dari operator ataupun ee
komputer dan sebagainya. Jadi istilahnya
ini yang disebut dengan keselamatan
inherent atau pasif. Demikian juga kalau
misalnya pompa-pompanya mati semua
misalnya dia akan mengalami penurunan
daya tentunya penurunan
pendingin akan mengakibatkan ee kenaikan
suhu. Kenaikan suhu karena ketika pompa
mati flow-nya berkurang maka tidak
seimbang antara daya dengan flow
sehingga kenaikan suhu kenaikan suhu
memicu feedback negatif dan memicu daya
untuk turun. Jadi ini ini terjadi secara
alamiah tanpa perlu bantuan operator,
tanpa perlu komputer, tanpa perlu
listrik begitu
ya. Nah, ini adalah terkait dengan xenon
ya. Jadi ini kasus Chernobil ini kalau
daya
itu diturunkan dengan drastis kayak
Cobitas negatif yang sangat besar
sehingga reaktornya akan sulit untuk
dihidupkan lagi. Nah, ketika operator
memaksakan untuk
dihidupkan ya ini sebetulnya kayak kasus
Cherobil itu menjadi fatal. Sebetulnya
kalau Chernobil itu sudah menggunakan
kontrol reaktivitas pasif maka
sebetulnya mau dipaksa hidup pun
mestinya tidak bisa begitu. Nah, inilah
yang juga menjadi kendala mengapa PLTN
berdaya besar itu umumnya harus jadi
baselot, tidak bisa diubah-ubah dayanya
secara drastis. Malam misalnya 100% full
power, siang 25% misalnya itu ee bisa
berbahaya. Ada kondisi tertentu di mana
itu bisa dilakukan, tapi memang harus
desainnya sangat
khusus. Ini contohnya mungkin kita skip
beberapa. Ini adalah beberapa ee PLTn
yang kita kembangkan di ITB ya.
Desainnya ini misalnya yang berbendingin
PBPBI
dan ee termasuk 20 30 tahun tanpa
mengisi ulang bahan bakar. Nah, ini
teras juga bisa menghasilkan bahan bakar
sambil beroperasi sehingga kita enggak
perlu nyetok bahan bakar di awal yang
bisa memicu ee rawan
keselakan. Nah, ini adalah mekanisme
bagaimana teras itu diatur supaya dia
bisa berumur panjang tanpa harus
menyetok bahan bakar di awal.
Nah, ini jenis reaktor lain yang disebut
dengan modified candle ini sebetulnya
agak mirip dengan reaktor builfit tadi
ya. Ini reaktor yang bisa beroperasi
dengan bahan bakar penggantinya itu
setelah dia start bahan bakar barunya
itu cukup uranium alam, enggak perlu
diperkaya. Jadi enggak perlu terjadi
permasalahan seperti di Iran. Iran itu
memperkaya uraniumnya untuk PLTN dia.
Tetapi kalau kita pakai tipe reaktor
seperti ini, kita enggak perlu
memperkaya uranium. uranium alam aja
sudah bisa masuk jadi bahan bakar
pengganti. Nah, ini
adalah reaktor seperti ini awalnya
dikembangkan oleh Profesor Sekimoto di
Jepang. Tapi ini kemudian kita
modifikasi dengan eh melakukan yang kita
sebut modified candle yang lebih
efisien. Ini kalau kita lihat ini adalah
reaktor tipe seperti ini. Separuh waktu
itu dipakai untuk mengumpulkan
plutonium. Setelah itu dia didorong ke
region untuk produksi daya secara masif
gitu. Nah, oke. Ini sekarang kita akan
mencoba perbandingan antara berbagai
sistem energi. Selama ini kita melihat
PLTN itu mengerikan begitu ya. Tetapi
coba kita lihat ini adalah data yang
diambil dari tahun '9 sampai tahun 2000.
Nah, dari tahun '9 sampai tahun 2000 ini
untuk negara maju ini negara
berkembang itu PLTU Batubara
itu jumlah kematiannya akibat sistem 12
orang.
Kemudian
[Musik]
ee kalau di rataata adalah 157/w ya.
Natural gas yang
meninggal 1043 rata-ratanya sekian.
Hidro 14 rata-ratanya sekian. Nuklir
tidak ada karena nuklir Cernobil itu di
Ukrainia dianggap negara berkembang.
Nah, kalau di negara berkembang korban
PLTU ini 18.000 1000 orang dari tahun 9
sampai tahun 2000 rata-ratanya 597 per
teraw year. Kemudian untuk natural gas
1.000 rata-ratanya 111 per teraw year.
Air itu korbannya paling banyak R30.000.
Ini kebanyakan misalnya damnya jebol wah
itu korbannya sekian ribu sekian ratus
orang gitu ya. Nah rata-ratanya per
teraw year adalah sekitar 10.000 orang.
Nuklir itu terjadi di Cernobil korbannya
31. Jadi kalau di rata-rata pertiwat
year sekitar 48. Jadi kalau kita
bandingkan di sini nuklir itu relatif
paling sedikit korbannya. Jadi paling
aman sebenarnya kalau dari sisi ee
korban jiwa terkait dengan kecelakaan
dan sebagainya yang
terjadi. Ah sekarang kita masuk topik
terakhir yaitu prospek penggunaan PLTn
generasi lanjut di Indonesia.
Ah, kita harus aware Indonesia ini
daerah yang punya banyak
gempa. Jadi, kita harus mengantisipasi
PLTN kita
ini siap untuk menghadapi gempa-gempa
seperti itu. Apa yang terjadi kalau ada
gempa? Jepang itu juga gempanya enggak
kalah dengan kita gitu ya. Kok bisa
banyak PLTM juga gitu ya. Nah, PLTN di
Jepang memang dirancang untuk tahan
gempa. Jadi kalau ada gempa PLTn itu
secara otomatis akan padam. Bahkan yang
di fukusima pun itu dia sudah padam
secara
otomatis. Nah, ketika reaktornya padam
maka reaktor tidak menghasilkan listrik.
Maka itu akan terjadi kondisi yang
namanya station blackout. Tidak ada
listrik. Tetapi untuk reaktor-reaktor
besar seperti itu masih ada PR karena
pecahan-pecahan itu masih meluruh dan
itu menghasilkan daya kira-kira ordennya
di bawah 1%. Tapi itu harus dibuang.
Kalau tidak dibuang itu bisa memicu
pelelehan teras seperti yang terjadi di
bukusima. Nah, dari pembelajaran yang
ada di Fukusima, kecelakaan Fukusima,
kita ini memerlukan keselamatan pasif
untuk Indonesia. Mengapa? Alasannya
kalau di Jepang dengan PLTN generasi 2
itu cukup. Kenapa? Karena ketika
reaktornya padam, jaringan listrik di
Jepang itu sangat tangguh dari
pengoperasian
PLTN sampai dengan sekarang.
itu hampir semua kecelakaan akibat gempa
pada apa ketika terjadi gempa itu
jaringan listrik di tempat PLTnya itu
enggak padam. Jadi itu sebagian besar
ketika terjadi gempa itu yang buang
panas untuk dikheit-nya itu pakai
jaringan listrik. Itulah sebabnya genset
baterainya hampir enggak kepakai dan itu
tapi itu ya negatifnya kayak operator di
Fukusima itu dia tidak memasang
baterainya. Gensetnya pun sebetulnya
disuruh memperbaiki saluran solarnya
untuk mengantisipasi kalau ada ee
tsunami itu enggak diperbaiki juga.
Mungkin mereka mikirnya selama ini
enggak pernah dipakai gitu ya. Nah, tapi
memang ini memang enggak pernah dipakai
terutama baterainya di Jepang itu hampir
enggak pernah dipakai tetapi ini adalah
antisipasi kalau kecelakaan mungkin
dalam sejarah terjadi sekali dalam 1000
tahun.
Nah, itu yang terjadi di fokusim
kecelakaan yang very very low
probability tapi very very high
consquence. Nah, ketika dia tidak
dipasang ya terjadinya seperti fukusima.
Kalau secara prosedur itu diterapkan get
dan baterai dipasang fukusima itu
mestinya enggak perlu memicu kecelakaan.
Dia hanya akan beralih ke genset.
Gensetnya selesai. Kalau saluran
solarnya itu sudah dibetulkan, tsunami
pun enggak perlu membuat memadamkan
genset karena gensetnya ada 14 yang
independen. Dan kalaupun gensernya
padam, baterai itu masih bisa menolong
untuk 8 jam. Helikopter masih bisa
datang bawa genset baru. Begitu. Jadi
kalau untuk Indonesia seperti apa?
Indonesia itu kita enggak bisa ngandalin
jaringan
listrik. Di Jepang itu jaringan listrik
ada gempa besar aja tidak padang kecuali
yang ada di Fukusima.
di Indonesia enggak ada gempa pun itu
jaringan listriknya sering mati gitu ya.
Jadi tentu itu sudah kita lupakan aja
jaringan listrik sebagai eh defense
untuk menghadapi station blackout. Maka
kalau Indonesia mau tidak mau
pertahanannya itu pertama adalah genset,
kedua baterai. Enggak cukup dengan dua,
kita harus ada satu lagi. Nah, inilah
yang kita Indonesia ini memerlukan
passive safety atau inherent safety.
Jadi, untuk Indonesia teknologi generasi
du itu tidak
memungkinkan. Teknologi generasi 3 lah
yang sudah punya passif safety atau
inherent safety. Nah, ini yang
memukilkan untuk kita gunakan di
Indonesia.
Nah, untuk aplikasi di Indonesia ini ada
banyak. Kita bisa juga menggunakan high
temperature reactor. Ini bisa punya
banyak fungsi. Misalnya selain untuk
listrik ini bisa untuk memproduksi
hidrogen, bisa untuk
ee gasifikasi batu bara misalnya. Bisa
juga misalnya untuk ee proses untuk
desalinasi air laut. bisa untuk proses
di industri dan
sebagainya.
Nah, ee
selanjutnya ini adalah kita perlu
memikirkan pemikiran high burn up low
nuclear w. Jadi, ini perlu mengambil
tipe-tipe reaktor yang minimal nuclear
wte. Nah, seperti candle itu tipe yang
waste-nya itu sangat minimal. Karena
kalau reaktor biasa itu 6 tahun bahan
bakar ditaruh di reaktor di PWR itu
hanya ngambil kira-kira 1 sampai 2%
energinya. Kalau tipe candle seperti
yang diambil yang sedang dibangun build
di Amerika ini 50% energi bisa diambil
itu. Jadi otomatis akan berdampak
limbahnya juga lebih sedikit dan
nantinya limbah bisa dibakar lagi di
dalam reaktor cepat generasi 4. Kemudian
kita perlu memikirkan modular yang bisa
mass fabrication supaya memiliki
keunggulan dan reaktor kecil ini cocok
di daerah terpencil ya untuk mendukung
industrialisasi di daerah
terpencil. Nah, bisa juga untuk tol out
misalnya dan bisa untuk floating NPP ya
untuk operasi di DECK dan sebagainya.
Nah, untuk peta jalan PLTN di Indonesia
ini secara umum kita bisa katakan
setelah kita didorong untuk masuk ke
zero ee
karbon di tahun 2060, maka mau tidak mau
kita harus memasukkan nuklir sebagai
opsi. Kalau tidak, maka akan sangat
berat ketika kita memensiunkan
pembangkit batu bara. Nah, karena itu
adalah dari Dewan Energi Nasional mereka
memperhitungkan kira-kira dari 2031
sampai 2035 ini adalah uji coba kita
mengoperasikan PLTN pertama diharapkan
kapasitasnya minimal 250 MEW elektrik.
Nah, dari 236 sampai 40 diharapkan
meningkat menjadi 8 GW. Ini kalau PLTn
besar kira-kira 8 ya.
2041 sampai 2050 kira-kira total menjadi
21 GW dan di 2060 diharapkan 45 sampai
54 GW. Nah, ini sumbernya dan ini
barangkali di mana mau ditaruhnya ada
banyak alternatif. Sebetulnya kalau di
Indonesia ini yang aman dari gempa itu
ada dua daerah di daerah Bangka dan di
daerah Kalimantan itu yang relatif aman
dari gempa. Sehingga ada juga pemikiran
gimana kalau sebagian besar PLTN taruh
di Bangka dan di Kalimantan kemudian
baru ditarik ee jaringan kabel bawah
laut sehingga ee di Jawa tidak perlu
dibangun BLEN atau kalau dibangun yang
kecil-kecil aja dari generasi empat
begitu. Kira-kira seperti itu. Saya
akan ee masuk ke kesimpulan. Yang
pertama, PLTN Small Medium Reactor
generasi lanjut memiliki fitur
keunggulan keselamatan inherent untuk
menghindari kecelakaan seperti Tremil
Island, Cherobille, dan Fukushima. Dia
lebih
ekonomis, mampu membakar limah limbah
sendiri, dan tidak memungkinkan
disalahgunakan untuk senjata nuklir.
PLTN generasi lanjut cocok digunakan
untuk mendukung ketahanan energi
Indonesia dan mengatasi persoalan
perubahan iklim.
Kemudian small modular reaktor, reaktor
kecil memiliki fleksibilitas untuk
kemungkinan operasi load follow. Jadi
ini cocok ditaruh di daerah terpencil
misalnya ditandem dengan energi surya.
Kita enggak perlu menyediakan baterai
yang mahal. Jadi kalau siang energi
suryanya dimaksimalkan. Begitu pada saat
itu nuklirnya diturunkan. Kalau dari
generasi
SMR terutama yang fast reaktor itu dari
100% mau disadon ke 0% enggak masalah.
Dan itu bisa disesuaikan. Kalau suryanya
besar ya dayanya nuklir turunkan. Nanti
malam daya suryanya enggak ada nuklirnya
dinaikkan. Jadi kita bisa sinergi
misalnya dua saja minimal ya, suria
dengan nuklir atau nanti ditambah dengan
air tambah dengan angin tergantung
potensi yang ada itu kita bisa menekan
cost untuk surianya karena enggak perlu
menyediakan baterai misalnya. Begitu.
Kemudian untuk PLTN thermal, aspek load
follow bersifat terbatas meskipun bisa
ya perlu desain secara khusus terutama
kalau reaktor besar ini perlu hati-hati.
Tapi kalau reaktor yang kecil mungkin
masih agak lebih fleksibel sampai 4050%
daya full power itu masih bisa diadjust
sampai sana. Nah, untuk PLTN spektrum
cepat maka load follow-nya ini sangat
fleksibel bisa 100% ke 0% juga bisa gitu
ya. dan PLTN besar umumnya memiliki
keunggulan aspek ekonomi. Ini
kelebihannya mengapa ya seperti Dubai
membangun PLTN besar karena mungkin dia
enggak punya gempa yang cukup besar dan
kemudian dia mengejar keekonomisan. Tapi
nanti reaktor modular kalau dia sudah
berkembang cukup maksimal maka
diharapkan dia juga memiliki
keekonomisan yang bisa bersaing dengan
reaktor besar. Barangkali ini adalah
beberapa referensi
terpilih. Ee bahan ini sudah saya
berikan kepada panitia ee apa mungkin
nanti bisa diberikan kepada para
hadirin. Demikian presentasi dari saya,
terima kasih. Ee saya kembalikan kepada
moderator.
Baik, terima kasih banyak kepada Prof.
Zaki atas
pematerian yang sangat menarik dan
bermanfaat ini. Baik, kita akan
lanjutkan pada sesi tanya jawab dari
Slido terlebih dahulu di sini.
Baik, di sini saya akan
tampilkan. Ee baik ee kita lanjutkan
lagi. Ini merupakan pertanyaan dari
aplikasi SLAU. Kepada Prof. Zaki. Bisa
dapat langsung dijawab saja, Pak, satu
persatu untuk pertanyaannya.
Oke, mungkin langsung saja ya. Jadi,
berapa hektar lahan yang diperlukan
untuk membangun sebuah PLTN?
Misalnya 250 MEW. Nah, ini sebetulnya
tergantung jenis PLTN-nya ya. Kalau
PLTN-nya seperti yang high temperature
gask reaktor itu kan dia eh radiasinya
itu enggak bisa keluar ya kalaupun ada
kecelakaan. Nah, reaktor tipe seperti
ini sebetulnya dia tidak memerlukan
evacuation zone. Sebetulnya yang cukup
besar daerah yang diperlukan itu adalah
untuk evacuation zone-nya, zona zona
eksklusifnya itu ya. Itu yang kalau
untuk reaktor besar konvensional itu
bisa mencapai beberapa kilometer perlu
di ee kosongkan begitu ya. Nah, tapi
kalau untuk reaktor apa untuk bagian
utama PLTN-nya sendiri ya mungkin
sekitar beberapa puluh hektar pun sudah
mencukupi begitu ya. Tapi untuk reaktor
besar itu dia memerlukan yang namanya
evacuation zone. Nah, itu beberapa
kilometer itu harus dikosongkan gitu.
Nah, untuk reaktor kecil itu badan
regulasi di kita itu sudah
mengkalibrasi. Jadi tidak perlu sebesar
reaktor besar. Jadi mungkin waktu itu
kita pernah ee menangani perizinan tapak
untuk reaktor daya eksperimen itu waktu
itu reaktornya kecil 10 MW mau dibangun
di pushpitchek itu setelah dianalisis
itu memungkinkan walaupun memang
sebetulnya jarak ke sekitar itu tidak
tidak cukup besar ya engak nyampai
sekilo itu masyarakat itu ada tapi untuk
reaktor dengan tipe seperti ini itu bisa
tapi kalau tipenya reaktor air cas-nya
mungkin akan berbeda begitu. Jadi
sebetulnya kalau untuk bagian inti
reaktornya mungkin hanya beberapa puluh
hektar itu sudah mencukupi ya untuk
PLTN. Tetapi tadi tergantung jenis PLTN.
Kalau PLTN-nya dari generasi yang sangat
canggih itu eksklusif zone yang harus
disiapkan itu lebih sedikit. Tapi kalau
eh reaktornya masih konvensional seperti
yang PWR konvensional ah itu memerlukan
zone yang agak sedikit besar.
Itu untuk pertanyaan yang pertama ya.
Kemudian untuk yang kedua, seandainya
pada
suatu ada proposal pembangunan PLTN di
Jepara dan disetujui oleh DPR RI sejak
tanggal persetujuan itu butuh waktu
berapa lama? Nah, ini ini PLTn ini
problemnya ini standarnya itu sangat
ketat ya. Jadi
untuk untuk tapak saja, tapak itu bisa
memerlukan 2
tahun karena hampir 20 aspek itu harus
dikaji semua dari mulai kemungkinan
gempa, kemungkinan banjir, kemungkinan
tsunami, kemungkinan gunung api,
kemungkinan ada misalnya pesawat terbang
nyasar ke situ gitu ya. Kemungkinan ee
masyarakat unres dan sebagainya banyak
sekali. Nah, jadi itu yang kadang-kadang
kalau untuk kondisi sekarang kondisi
yang termasuk cukup bagus itu adalah
yang ada di UEA itu sekitar 8 tahun.
Jadi, UEA itu sekitar 8 tahun itu sudah
termasuk ngurus tapaknya, izinnya.
Kemudian izin setelah tapak diurus
membangun itu harus ngurus izin. Izin
dulu izin pembangunan. Setelah izin
pembangunan selesai mengoperasikan izin
operasi dulu gitu ya. izin startup,
comissioning, habis itu izin operasi.
Nah, ya tentu semua perizinan yang ketat
ini tujuannya untuk keamanan
pengoperasian PLTN. Tapi ee intinya
kalau yang reaktor besar itu bisa
sekitar 8 tahun. Nah, kalau reaktor
kecil itu bisa lebih cepat mungkin bisa
sampai 6 tahun lah. 5 sampai 6 tahun itu
bisa selesai sampai beroperasi begitu.
Makanya ini tantangannya adalah ketika
orang bilang
2032 operasi PLTN. Nah, itu kita
kadang-kadang tertawa juga itu. Itu
tidak mudah. Itu pengalaman tuh kalau
mau aman 8 tahun gitu ya. Jadi kalau
sekarang 2025 kalau yang konservatif
kalau mau reaktornya agak besar dan
sebagainya kalau 8 tahun dari sekarang
ya berarti 2033 itu yang makes sense
untuk ee beroperasi. Tapi kalau
reaktornya kecil itu bisa lebih cepat
sih
gentu. Kemudian
ee kalau untuk elektrifikasi daerah
terpencil ya ini bisa jadi reaktor darah
terpencil ini idealnya reaktornya kecil
tapi dia umurnya 20 tahun 30 tahun gitu.
Jadi reaktor itu sekali di dibangun di
pabrik diuji coba sampai beroperasi
kemudian dibawalah pakai kapal atau
pakai disambung pakai rel atau apa gitu
ya. Taruh di lokasi 30 tahun beroperasi
enggak perlu ganti bahan bakar. Nah
setelah 30 tahun baru nanti di modulnya
diganti gitu ya. Nah, ini cocok untuk
daerah-daerah terpencil dan bisa tadi
seperti saya katakan nanti dikombinasi
dengan surya atau dengan angin atau
dengan hidro apalah yang ada di sana
gitu. Itu bisa dan untuk daerah
terpencil disarankan reaktornya itu
fungsinya tidak hanya satu. Jadi dia
reaktornya itu misalnya minimal dua,
listrik sama air bersih. Jadi maksudnya
apa? Misalnya kalau hanya nuklir saja
misalnya siang. Siang itu kebetulan
orang jarang pakai di daerah terpencil.
Mungkin orang banyak pakai untuk ee apa
namanya? Penerangan. Siang. Enggak
banyak dipakai. Pada saat tidak banyak
dipakai bisa dipakai memproduksi air
bersih sisanya dayanya. Nanti malam
orang banyak pakai listrik. Nah, itu
prioritas misalnya dipakai untuk ee
penerangan air bersihnya diop dulu
misalnya gitu ya atau dikurangi gitu.
Nah, itu idealnya seperti itu supaya
maksimal
penggunaannya dan tentu ini sangat ideal
karena nuklir bebas gas rumah kaca ya.
Dan ini yang sebetulnya salah satu yang
mendorong ee pemerintah juga mendorong
ke nuklir itu salah satunya mengamankan
industri kita. Mengapa mengamankan
industri kita? Karena tampaknya untuk
persaingan antar bangsa ini tidak
sederhana. Jadi Eropa misalnya itu sudah
ancang-ancang 2000 berapa? 29 sampai
2030 dia katakan industri yang masih
pakai batu bara produknya enggak akan
diterima. Nah, kita bisa bayangkan kalau
listrik di kita kan dicampur tuh
batubara dari mana kita masih pakai gitu
ya. Nanti misalnya industri mobil di
Indonesia mau ekspor ke Eropa enggak
bisa. ekspor ke beberapa negara yang
membatasi seperti itu enggak akan bisa
gitu. Itulah sebabnya beberapa pejabat
di kita inginnya 202 nuklir beroperasi.
Waduh. Ya itu sih enggak bisa. Kalau mau
maksakan bisa. Kita beli reaktor
terapung tapi kita siapin doc yang
standar nuklir. Jadi reaktornya ditarik
ke tempat doc itu kemudian dikunci baru
kemudian dioperasikan.
Nah, seperti itu. Itu yang paling cepat
ya. Kalau itu sih mungkin 2 tahun, 3
tahun juga bisa ya. Tapi memang reaktor
yang tersedia terbatasi. Ada beberapa
tipe reaktor yang ee bisa ditarik ya
floating
gitu. Kemudian seberapa besar kontribusi
PLTN dalam target net zero? Ya, intinya
begini, PLTN itu praktis enggak
menghasilkan gas rumah kaca pada saat
operasi. ya tentu pada saat bangun ya
ada ya kan di situ ada bulldoer apa itu
adalah gas rumah kaca tapi setelah
beroperasi dia praktis tidak
menghasilkan gas rumah kaca. Nah
prinsipnya ya berapa jauh diperlukan kan
intinya awalnya tadinya maunya ee energi
terbarukan semua tapi kan sangat sulit
karena kehandalannya dan sebagainya.
Jadi memang perlu energi mix yang lebih
beragam. Nah, nuklir tentu tadi
dikatakan mungkin ordenya ee sekitar
4060 ya barangkali mungkin ordenya
paling 10% ya mungkin ya idealnya itu
mungkin 10 atau maksimum 20% gitu ya.
Nanti yang lain energinya tipe yang
lain. Jadi sebaiknya memang kita punya
banyak tipe energi. Karena apa? Mix
energi ini menjadi penting supaya kalau
ada problem di satu jenis energi itu
tidak membuat kita colab. Ada satu
contoh yang cukup menarik misalnya
adalah Eropa. Eropa ini sejauh ini itu
dia memilih transisi energinya adalah
gas. Memang gas itu di antara ee bahan
bakar ee fosil itu yang paling bersih
dan waktu itu gas itu harganya juga
sangat murah dibanding bahan bakar fosil
yang lain. Nah, tetapi siapa sangka
ketika kasus seperti sekarang ee terjadi
konflik ee Rusia-Ukrainia terutama ya W
itu harga gasnya luar biasa mahal. Jadi
yang tadinya 1,6 di puncak kenaikan
harga itu sampai 9. Jadi kalau orang
Eropa itu mengatakan kalian minyak naik
sampai
1250 dolar masih enak. Kami itu gasnya
naik seolah-olah minyaknya itu naik 300
400 dolar gitu. Itu beban masyarakat
Eropa ketika ee di puncak daripada
krisis energi akibat perang yang ada di
sana gitu ya. Nah, jadi memang di sini
ee PLTN ini cocok sebagai energy mix,
tapi memang tidak bisa terlalu besar
juga karena energi itu harus beragam
supaya kita aman. Kalau terlalu besar
itu juga nanti berbahaya. Nanti pas
reaktornya itu mengalami kendala, ada
regulasi atau apa yang meminta untuk
diinspeksi, itu akan bisa mengganggu
ketersediaan energi secara keseluruhan.
Kemudian menurut Bapak, apakah
pemerintah Indonesia sangat serius dalam
menggarap PLTN ini atau hanya bagian
untuk mengakomodir isu global? Ya,
sebetulnya Indonesia ini sudah
menyiapkan agak lama ya. Jadi Indonesia
ini sudah mengirim pakar untuk belajar
nuklir sejak tahun-an di era Pak Habibi.
Dan kalau kita lihat di Asia Tenggara,
kita ini paling siap itu kalau untuk ee
tenaga ahli ya. Jadi ee mungkin Bapak
Ibu enggak
menyangka saya itu di lab nuklir ITB ini
sudah menghasilkan lulusan doktor yang
keahliannya merancang atau mendesain
PLTn generasi lanjut. doktornya itu di
Sumatera saja itu sudah lebih dari 12
orang tersebar di perguruan tinggi di
Sumatera. Ya, kalau total wah banyak
sekali di sini. Belum lagi teman-teman
di UGM juga mereka menghasilkan
lulusan-lulusan. Jadi di sebetulnya
kalau dari sisi kesiapan di Asia
Tenggara kita itu relatif paling siap ya
untuk itu. Tapi ya tentu ketika kita
sudah go nuklir masih ada sejumlah step
yang harus kita ee percepat prosesnya
begitu. Tapi bagaimanapun pemerintah
sekarang ini sudah lebih serius ya ee
terutama ya dengan regulasi. Kemudian
sekarang ee energi mix nuklir sudah
mulai dimasukkan. Kemudian, nah ini yang
sedang kita tunggu adalah ee badan yang
badan terpadu yang nantinya akan
mengendalikan ee apa namanya ee nuklir
ini. Apakah nantinya ada di ISDM ataukah
badan independen. Nah, ini ee mungkin
sering dikenal NEPO gitu ya. Bagaimana
manajemen risiko dan di mana lokasi
potensi yang aman untuk pembangunan
PLTN. Nah, tentu mengingat kita banyak
gempa PLTIS baiknya dibangun di daerah
yang gempanya sangat minim. Idealnya itu
di Kalimantan dan Bangka itu nyaris
ancaman gempanya bisa diabaikan. Nah,
tetapi bisa juga di daerah lain ada
syaratnya. Jadi kalau daerah Bangka
Kalimantan itu mungkin kita bisa sebut
daerah hijau. Nah, selatan Jawa kemudian
terus sampai ke timur Nusa
Tenggara. Kemudian sebelah barat
Sumatera itu daerah merah. Jadi itu
tidak boleh bangun PLTN di situ. Yang
masih agak mungkin itu utara Jawa,
kemudian sebelah timur Sumatera itu
daerah kuning. Jadi kalau kita mau itu
bisa dibangun dengan ee persyaratan
teknologi isolasi gempa yang ee secara
khusus ada syaratnya.
Begitu. Apakah roadmap pengembangan PLTN
disertai roadmap sosialisasi terhadap
masyarakat?
Dan pada lokasi yang bagaimana PLT ini
bisa
dibangun.
Ah ee sebetulnya roadmap ini ada
sosialisasinya dulu. Sosialisasi itu
yang leading itu
batan. Cuman sayangnya ketika batan ini
kemudian ee apa namanya? digabung dengan
brin, kelihatannya fungsi sosialisasi
itu sudah hilang gitu ya. Nah, sekarang
ini mungkin kayak Dewan Energi Nasional
dan
sebagainya itu sedikit banyak mengambil
alih peran itu. Kemudian ESDM mestinya
ini ee punya peran penting untuk
melakukan sosialisasi itu. Nah, kita
juga di perguruan tinggi juga ikut
sedikit banyak ikut membantu
sosialisasi. Tapi mestinya ee leader
untuk sosialisasi itu nantinya ya ada
di ESDM atau kalau mau ya seperti Brin
unit nuklirnya itu bisa diberi lagi ee
amanah untuk ee leading di dalam
sosialisasi
begitu. Pada lokasi mana yang bisa
dibangun? Ada beberapa tadi yang ideal
yang sudah banyak diteliti juga itu di
ee Bangka. Kemudian di Kalimantan itu
ideal karena gempanya sangat minim. Agak
lumayan itu bisa di utara Jawa misalnya
Jepara itu banyak. Tapi memang yang
aspek lain yang harus diperitamkan
adalah Jepara itu masalah penerimaan
masyarakatnya. Ini yang mungkin harus
dipertimbangkan karena kalau sambil
bangun ada demo-demo dan sebagainya ini
pada akhirnya akan membuat pembangunan
bisa terlambat dan membuat cost-nya naik
gitu ya.
Kemudian bagaimana mengantisipasi
penolakan NGO dan meyakinkan semua pihak
terkait urgensi pembangunan. Ya, intinya
memang harus didiskusikan
sosialisasi. NGO perlu tahu ee petanya
seperti apa, maunya seperti apa. Karena
pengalaman NGO itu menolaknya semua.
Geothermal juga ditolak gitu ya.
Membangun PLTO ditolak, mauembangun PLTA
pun ditolak gitu ya. Nah, tentunya harus
didiskusikan kita mau seperti apa,
enggak mau pakai energi ya enggak
bisalah. Jadi yang acceptable itu
seperti apa. Nah, tapi NGO ini bisa juga
menjadi partner yang baik dalam
pengertian dia untuk mengkritisi, dia
untuk melihat barangkali ada kekurang
cermatan dan apa, dia bisa menjadi watch
dog untuk ee menjamin bahwa pembangunan
PLTN dan sistem-sistem energi yang lain
itu memperhatikan misalnya dari aspek
lingkungan dan sebagainya dan memenuhi
semua regulasi yang ada gitu. Tapi
intinya ya tadi perlu sosialisasi dan
dialog ya. Kemudian bagaimana tren
global dalam pengembangan dan penerapan
PLTN generasi selanjutnya. Nah, ini dia.
Kalau di dunia ini sekarang leadernya
Cina. Kita bisa lihat ya, Cina itu di
tahun 2010-an cuma punya 6 16 PLTn.
Kecil sekali dan kontribusinya mungkin
enggak bisa dihitung di di listrik Cina.
Sekarang Cina itu sudah mempunyai
sekitar 50-an, masih
4%. Tapi Cina ini bangunnya itu luar
biasa. Sekarang itu dia sedang bangun 20
per tahun dia membangun bisa sampai 10.
Dan Cina merencanakan di tahun 2050-an
atau 2060-an dia akan punya sekitar ee
1000an. 1000 PLTN. 900.000 PLTN. itu
kira-kira dua kali PLTn yang ada di
dunia saat ini. Nah, Cina memang selain
dia memang ambisi untuk ee menghasilkan
energi dari PLTN, secara teknologi juga
dia leading. Misalnya tadi saya sudah
katakan untuk gasult reaktor itu
leadernya Cina sekarang. Dulu awalnya
dikembangkan di Jerman, kemudian Asia
Afrika Selatan, Amerika juga
mengembangkan, Jepang mengemkan. Tapi
Cina itu cepat sekali dia
mengembangkannya. Dia pernah membangun
PLTN prototype 10 mega. Kita mau bangun
aja itu maju mundur, maju mundur. Cina
bangun berapa triliun begitu. Jadi dia
cuma ambil parameter uji coba safety
skala penuh. Habis itu dia tinggalkan
dia loncat ke membangun yang komersial.
Tapi memang hasilnya kita lihat sekarang
dia sudah mengoperasikan tipe high
temperature gasp reactor ini secara
komersial. sudah listriknya sudah di
sambung ke grid ya di sini kalau kita
lihat. Nah, tipe lain juga sama. Dia
mengembangkan hampir semua tipe reaktor.
Bahkan untuk tipe modular air dulu kita
melihat dengan ee ah teknologi Cina
ketawa aja kita ya tahun 2010. Tapi
sekarang dia kualitasnya itu sudah
hampir setara dengan teknologi
negara-negara terbaik penghasil PLTN.
Nah, ini ini yang paling leader sin.
Tapi negara-negara lain itu juga maju.
Bahkan sekelas Jepang yang baru kena
Fukusima saja sekarang dia kerja sangat
ekstra untuk mengaktifkan semaksimal
mungkin PLTN yang tersisa tentu dengan
standar yang ketat ya. Selain itu dia
sekarang sedang berlari kencang untuk
membangun PLTN generasi baru. Nah, tentu
Eropa segala macam juga semua lari
semua. Nah, bahkan negara seperti Uni
Emirat Arab,Arab Saudi yang minyaknya
itu sangat banyak pun sekarang mereka
juga sangat intensif untuk
mengembangkan. Bahkan negara-negara
Afrika pun sekarang sudah berlari untuk
membangun PLTN gitu ya. Nah, jadi ini
memang masalahnya bukan gengsi atau
bukan karena apa gitu ya, tapi ini
memang pressure untuk mengejar net zero
ini berat sekali dan daya tarik nuklir
itu adalah dia tidak menghasilkan gas
rumah kaca. Itulah ee faktor utama. Kita
bisa bayangkan setelah fukusima itu
nuklir itu ada di titik nadir. Tetapi
sekarang 10 tahun kemudian nuklir itu
punya bergining yang kuat ya. Kenapa?
Karena itu masalah tuntutan untuk net
zero
tadi. Saya rasa semua sudah saya jawab
ya. Kalau yang di chat ini sudah ya.
Iya betul, Pak. Sudah semuanya dijawab.
Oke. Barangkali mungkin kalau ada yang
oke mau bertanya langsung ya mungkin.
Iya. Iya. Baik, Pak. Untuk sesi
selanjutnya adalah pertanyaan langsung
dari peserta Zoom. Kebetulan di sini
sudah ada Pak
Sugeng yang sudah melakukan raise
hand ya. Dipersilakan PU untuk
mengajukan pertanyaannya. I terima kasih
Pak.
Ee Pak kepengin mendapat gambaran ini,
Pak. Jadi dari beberapa ee generasi PLTn
yang apa ee generasi keempat tadi
kira-kira untuk Indonesia itu yang
paling efisien dan efektif itu yang tipe
yang mana, Pak? Mungkin di ini
disesuaikan dengan kondisi ee alamnya di
Indonesia. Demikian juga ee fiskal yang
ee kita punyai dari ee negeri Indonesia
itu sendiri. Kemudian yang kedua dari
ee sudut pandang ekonomi kira-kira dari
ee energi baru terbarukan itu antara
PLTN
kemudian kemudian PLTA kemudian juga
tenaga angin kemudian panas bumi.
kira-kira rasio ekonominya itu dari segi
pembangunan, kemudian dari perawatan,
pemeliharaan, kemudian monitoring, itu
kira-kira segi positif atau dan segi
negatifnya atau kelebihan dan
kekurangannya itu rasionya seperti apa,
Pak? Terima kasih, Pak.
Iya. Baik, terima kasih, Pak. Ada dua
pertanyaan, ya. Mungkin saya jawab
pertanyaan pertama dulu. ini terkait
jenis PLTN yang mana yang cocok dari
generasi 4 gitu ya. Iya. Nah, sebetulnya
memang kalau idealnya kita masuk ke
generasi 4, Pak. Jadi generasi 4 tuh
dari sisi keselamatan tuh levelnya lebih
tinggi dalam pengertian dia bahkan bisa
bertahan terhadap misalnya disapotase
dan sebagainya gitu ya. Itu ee bisa
bertahan dengan sistem keselamatan pasif
dan intern tadi gitu ya. Nah, cuma
memang generasi 4 ini yang sudah siap
komersial itu yang gas, Pak. Gas. Gas.
Sebetulnya ada yang sodium itu e
teknologinya sudah sangat lama. Cuma
memang kalau saya tidak merekomendasikan
sodium, Pak. Itu sangat kompleks dan apa
ya? Sodium itu kalau misalnya ee
katakanlah ada sabotase gitu ya,
kemudian sodiumnya keluar terbakar dan
sebagainya sangat kompleks, Pak. Dan
saya tidak merekomendasikan seperti
sodium gitu ya. Kemudian ee sebetulnya
saya dulu banyak meneliti tentang yang
berpendingin PB atau PBBI, Pak. secara
prinsip itu ready, Pak, teknologinya
karena itu
dari Rusia itu sudah mengoperasikan
sejak tahun 60-an untuk kapal selam
kelas Alfa dia. Jadi ee sudah sangat
lama ketika ee apa di tahun 90-an kita
mulai publish paper tentang PLTN ini
untuk generasi 4 itu Jepang ee orang
Rusia itu hanya bilang kita punya
teknologinya apa teknologinya ya sudah
serahkan ke kita. Jadi dia enggak mau
buka itu ya. Tapi kemudian beberapa
negara seperti Jepang, Amerika, Eropa
gitu dia membuat loop eksperimen untuk
BBBI dan pada akhirnya kemudian ketahuan
bahwa intinya adalah mengontrol oksigen
dan itu sudah operasional, Pak. Jadi
kalau oksigen dikontrol pada kondisi
optimal, kurus itu sangat minimal gitu
ya. Jadi itu sudah beroperasi di
kapal-kapal Rusia gitu ya. Nah, cuman
memang waktu itu sempat ditanya gimana
kalau di Indonesia? Nah,
problemnya mengoperasikan PLTN itu harus
siap. Siapnya itu dalam pengertian kita
sudah sangat terbiasa gitu ya. Jadi yang
teknologi sangat canggih seperti itu
menurut saya kita mesti belajar dari
sisi maintenance dan sebagainya mungkin
paling enggak 10 15 tahun dulu Pak.
Mungkin nanti di tahun 2040-an 2045 kita
siap masuk ke sana gitu ya. Nah, apa sih
sebetulnya kelebihan kalau yang tipe
seperti ini? Ini reaktornya cepat, Pak.
Reaktor cepat. Ee apalagi yang kalau
ditandem sama yang kayak candle kayak
yang punya Billgate itu. Itu bahan
bakarnya itu kita akan kalau sekarang
bahan bakar harus beli di luar, Pak.
Karena bahan bakarnya itu harus
diperkaya dulu gitu ya. Nah, kalau kita
pakai kayak yang dibangun Billgate
candle atau kalau desain dari kami itu
modified candle gitu, itu setelah
reaktornya jalan, bahan bakar
tambahannya itu cuman uranium alam, Pak.
Kita bisa proses sendiri tanpa harus
bergantung pada teknologi dari luar.
Jadi uranium kita kita proses kita kita
punya juga kemampuan membuat ee bahan
bakar pin gitu ya. Sudah masukkan itu
bisa. Jadi kita istilahnya kalau
misalnya di embargo kita itu masih bisa
bertahan gitu ya. Tapi kalau pakai
teknologi yang konvensional ya memang
kita masih harus beli bahan bakar yang
diperkaya dan sebagainya. Cuma memang
kita enggak perlu terlalu khawatir juga
karena kita ini dari sisi IA kita ini
termasuk negara yang sangat patuh Pak.
Mungkin termasuk di antara negara-negara
yang paling patuh dan IA menjamin kalau
negara itu patuh terhadap regulasi IA.
yaitu punya bank ee bank dari fuel yang
kita akan dijamin selalu dapat gitu ya.
Jadi karena itu memang kalau kita
membangun yang tahun 2030-an gitu ya,
itu kemungkinan besar tipe yang paling
available untuk 10 tahun pertama ini itu
pendinginnya air, Pak. Nah, pendinginnya
air tapi memang kita harus memakai
minimal generasi 3 atau 3 plus, Pak.
Jadi kalau generasi dua saya rasa foget
lah. Kita abaikan itu PLTN teknologi
existing yang sekarang beroperasi. Tapi
kita minimal harus generasi 3. Karena
apa? Generasi inilah yang memberi
jaminan kemungkinan kecelakaan Cherobil
atau Fukusima itu tidak terjadi. Jadi
kalau misalnya ada gempa, gempanya
kemudian biasanya pemadaman itu
otomatis, Pak. Enggak ada selama ini
termasuk fukushima yang gagal
memadamkan. Tetapi yang menjadi masalah
membuang sisa panas itu. Nah, generasi
tiga ini buang panasnya pakai hukum alam
aja, Pak. Jadi, dia enggak perlu pakai
listrik, pakai ini enggak perlu lagi.
Jadi, kalaupun misalnya ada gempa,
jaringan kita hancur, kemudian gensetnya
enggak jalan, baterainya rusak, itu
enggak masalah. Itu dia akan selamat
dengan sendirinya. Jadi memang yang
paling mungkin untuk 10 tahun pertama
ini PLTN disarankan modular ya. Kalau
yang safety-nya lebih tinggi. Kalau mau
yang besar kita menyarankannya di
Kalimantan atau di bangkat, daerah di
mana gempanya itu relatif mendekati nol
gitu ya. Sehingga risikonya itu menjadi
sangat kecil. Kalau mau bangun di utara
Jawa gitu ya
sebaiknya reaktor modular, reaktor yang
kecil. Mau daya besar gimana? Bisa.
Reaktor kecil kalau 100 mangaan 15 sudah
1500 me sama dengan reaktor besar. Tapi
aspek safety-nya lebih tinggi dan juga
kalau reaktor kecil itu ada 15,
maintenance-nya bisa diatur, Pak,
satu-satu gitu. Jadi enggak enggak
ganggu apa namanya ee daya yang
beroperasi. Jadi satu persatu gantian
gitu ya. Itu PLN-nya enak itu enggak
enggak perlu kelabakan ketika ada 1500
me di maintenance gitu misalnya gitu.
Oke, itu untuk ee apa namanya dari sisi
ee kesiapan tadi ya. Nah, untuk yang
kedua tadi dari sisi Oh, maaf yang kedua
tadi gimana, Pak? Dari sisi ekonomi,
Pak. Ekonomi kelihatan tadi ya. Iya.
Sebetulnya gini, Pak.
PLTN ini kalau yang itulah misalnya yang
di Parakah UEA,
Pak, itu kira-kira 8 sen dolar, Pak.
Iya. Jadi biasanya mainnya
antara mungkin en mungkin terlalu
optimis ya, mungkin antara 7 del Pak.
biasanya sen jadi kan sekitar ya mungkin
1100 1200 ya memang sih kalau nanti
revolusi modular itu sudah ideal kita
berharap lari ke 4 sen, Pak. Karena
Korea itu pernah menghasilkan listrik
Rp350 per KWH, Pak. Itu di tahun di awal
tahun 2000. Itu yang menyebabkan
industri baja dia merah jadi dunia, Pak.
Industri baja kan perlu listrik, Pak.
Iya. Dengan listrik yang murah gimana
orang mau bersaing dengan industri baja
Korea dengan listrik yang Rp350
pergawhan. Nah, jadi memang ee
problemnya kenapa barokah sekitar
dolar ini kalau Korea sendiri bangun
lebih rendah dari itu, Pak. Mungkin 5
sen atau 6 sen. Tapi ada regulasi, Pak.
Jadi enggak tahu gimana Amerika itu
punya kewenangan ketika Korea ekspor
sepertiganya itu kalau enggak salah
harus beli dari
Amerika. Nah, pajaklah gitu kira-kira,
Pak. Nah, itu yang membuat harganya agak
agak naik gitulah. Nah, tentunya kalau
kita nanti bangun sendiri ya bisalah 5
sen
gitu. Tapi tadi kalau kita mau 5 sen
atau turun ya kita harus bangun, Pak.
bangun sendiri. Jadi agak mandirilah
mungkin kayak Cina itu bisa, Pak dia
untuk itu. Jadi kira-kira itu untuk
mendapatkan dibandingkan kalau
dibanding kalau ini, Pak geothermal
masih agak berat, Pak. Ya. Iya.
Geothermal itu tergantung tempat dan dia
bangun di demo, bangun di demo kemudian
mulur kemudian tempatnya jauh gitu ya.
Jadi itu kan mahal, Pak jadinya mungkin
kalau sudah dioptimasi ya lumayanlah
harusnya ya. Kalau yang mungkin agak
kompetitif sama solar, Pak. Tapi solar
kalau pakai baterai ya kalah sama
nuklir, Pak. I
hidro ya kira-kira setara mungkin, Pak,
ya. Hidro kan sama modal awalnya juga
tinggi, Pak.
Jadi kira-kira kalau kalau dalam
perencanaan kira-kira 20 tahun ke depan
gitu, Pak, ya. Jadi ee mestinya ee
sekarang di batan itu di bawah brint ya.
kira-kira peluang ke depan itu rasio
PLTN itu akan menjadi lebih besar ya
mestinya ya Pak biasanya gitu Pak ya
dibandingkan dengan energi baru
terbarukan yang lain misalnya panas bumi
kemudian air kemudian angin itu walaupun
itu tetap diversifikasi tetap ada tetapi
mungkin rasionya paling gede ya adalah
PLTN ya kalau mau listrik itu murah ya
Pak ya.
Iya, mungkin memang agak kompleks juga
ya di di kita
ini ee sebetulnya kalau EBT secara
keseluruhan itu mestinya besar, Pak. Itu
itu yang akan dominan gitu ya. Tetapi ee
nuklir itu kalau dengan individual
misalnya nuklir
sama ya hampir pasti nuklir lebih besar
Pak ya berat Pak NTT gitu itu adalah
besar ya kalau subtropis anginnya
kencang Pak kalau di kita di Jawa
anginnya angin-anginan Pak A kurang
kurang maksimal untuk dimanfaatkan gitu
kalau menurut pandangan Bapak kita
sebetulnya punya nama
Menurut pandangan Bapak, sebaiknya kayak
negara kepulauan Indonesia itu lebih
baik yang PLTN-nya itu skala kecil atau
skala medium ee atau mungkin skala besar
tadi, Pak? Seperti hanya dua tempat
misalnya Kalimantan dan Bangka tadi,
Pak.
Oh, kalau Bangka sama Kalimantan ya.
Saya dengar dari beberapa orang Den itu
mereka sempat punya ide Kalimantan itu
dibangun 30 PLTN, Pak. Oh, 30 sampai 40
PLTN kan besar itu mungkin bisa sampai
50 GW. Nah, kemudian ditarik kabel Pak
ke Jawa lewat bawah laut gitu. Nah, itu
ideal karena gempanya minimal gitu ya.
Kemudian ee ee dia dia jadi lumbung
energi Pak, gitu. Nah, tapi PLTN itu
bisa kecil sekali, Pak. Sekarang itu ada
yang namanya mikroreaktor, Pak. Ordennya
itu bisa 1 MW, Pak. Dan umurnya berapa?
bisa 50 tahun. Jadi sekali dia ditanam
sudah enggak usah ganti bahan bakar
sampai akhir hidup PLTN
itu gitu ya. Nah, itu cocok. Nah,
sementara ini pernah ada ide, Pak.
Maluku itu lumbunglumbung ikan, Pak.
Tetapi Maluku itu ikannya itu ya orang
kadang di daerah-daerah
terpencil orang ngambil ikan sebatas
yang dia konsumsi, Pak. Kalau dia
ngambil banyak mubazir juga. dia enggak
punya cukup listrik untuk mengawetkan
untuk atau untuk atau untuk atau untuk
atau untuk dibuat kaleng gitu ya. Enggak
punya, Pak. Nah, nuklir itu bisa
berperan di situ. Misalnya reaktor
kecilah misalnya yang 50 MW gitu atau
100 MW itu bisa Pak ditaruh di situ
sudah industri bisa di sekitarnya dia
bisa menjadi sentra ee produk ikan
keluar dari sana kaleng-kaleng gitu,
Pak. apa ikan kaleng dan sebagainya gitu
ya. Nah, itu contohnya Pak di termasuk
kemarin tuh ada pemikiran untuk ini Pak
tol laut itu kan agak gampang-gampang
susah. Kita sempat dikasih tahu
masalahnya Pak To laut itu kan idealnya
dari Irian ke pulau terpencil di Maluku
gitu ya. Nah pertanya itu jalannya kan
jauh ngisi bahan bakarnya di mana gitu
ya. Itu kan repot sekali ngisi bahan
bakar di daerah terpencil kan enggak
mungkin gitu ya. Nah, jadi memang
idealnya tol laut itu kalau mau maksimal
pakai nuklir, Pak. Kalau pakai nuklir
misi bahan bakarnya 20 tahun sekali gitu
ya. Jadi itu ee muter-muter 20 tahun
baru isi bahan bakar. Itu salah satu ide
mengapa ada pemikiran kita mau bikin
kapal tenaga nuklir tapi bukan untuk
keperluan militer, tapi itu hanya untuk
supaya dia bisa ke daerah-daarah pelosok
tanpa terikat kendala bahan bakar gitu,
Pak. Kira-kira seperti itu.
Makasih, Pak. Menarik. Ya, sama-sama,
Pak.
Bagaimana dengan Pak Sug? Mungkin ada
pertanyaan lain. Iya, bagaimana dengan
Pak Sugeng? Apakah sudah cukup? I saya
kira bagus, Mbak. Terima kasih, Mbak,
atas jawaban. Iya. Iya. Baik. Ee mungkin
saya beri lagi satu kesempatan
untuk Bapak dan Ibu. barangkali ada yang
masih ingin didiskusikan ataupun ee
ingin
ditanyakan. Dipersilakan kepada Bapak
dan Ibu semuanya yang masih ingin
berdiskusi terkait dengan ee PLTN.
Baik, Prof. Zaki. Sepertinya sudah tidak
ada lagi yang ingin bertanya.
I
baik ya. Mungkin kalau nanti ada yang
mau menyusul tanya boleh tanya lewat
WhatsApp saya.
Iya. Baik, Prof.
Zaki. Ee untuk itu sesi tanya jawab kita
cukupkan. Terima kasih kepada Bapak dan
Ibu yang sudah berpartisipasi.
untuk menutup acara webinar ini. Mungkin
dari Prof. Zaki ada closing
statement-nya, Prof.
Iya. Baik, terima kasih. Jadi, PLTN ini
salah satu di antara sekian banyak
sumber energi yang potensial digunakan,
terutama kelebihannya karena dia tidak
menghasilkan gas rumah kaca dan yang
kedua dia punya density energi yang
sangat tinggi. Nah, memang nuklir juga
punya risiko. Karena itu memang kalau
kita membangun PLTN di Indonesia,
pertama jangan membangun yang generasi
dua yang sekarang banyak beroperasi tapi
minimal kita harus dari generasi 3 atau
generasi 4 untuk memastikan bahwa
kecelakaan seperti Chernobil, Fukushima
itu tidak terjadi begitu ya. Dan yang
kedua PLTn itu barang yang sangat mahal
sama sebetulnya Surya juga itu kan kalau
kita cuman impor sekian banyak ya habis
divisa kita. Jadi kita memang perlu
mengupayakan supaya lokal kontennya itu
ada. Jadi itu yang pemerintah harus
bekerja keras. Gimana caranya lokal
konten itu bisa 6070% ada yang yang beli
itu yang kritikal. Mungkin di awal
enggak bisa, tapi pada saat 2040 gitu
minimal kita bisa bikin PLTN yang 6070%
itu lokal konten sehingga nantinya kita
bisa ekspor ke Afrika, ke mana-mana gitu
ya. Jadi harga PLTN yang besar itu
sampai mendekati 100 triliun. Yang kecil
mungkin 10%nya 10 triliun gitu. Itu
kalau kita bisa jualan 100 saja itu
divisanya kan luar biasa
ya. Mengembangkan teknologinya. Kita
hanya jadi konsumen ya divisi kita habis
untuk beli belanja sumber-sumber energi.
N ini juga berlaku untuk energi yang
lain ya. Karena ya seperti Surya pun
kalau kalau kita hanya beli aja sel
SORnya ya habis juga defisit kita gitu
ya. Barangkali itu aja. Dan nuklir ini
memang ee standarnya sangat ketat. Jadi
mohon regulator itu diberi kewenangan
penuh. Jepang itu pengalaman pahit
ketika regulator itu tidak diberi
kewenangan penuh. itu yang harusnya
enggak perlu menjadi kecelakaan terjadi
karena regulatornya enggak cukup berdaya
untuk mengendorse ee hukum-hukum yang
memang sangat ketat di nuklir itu. Tapi
hukum yang sangat ketat ini sangat
penting karena dia mungkin antisipasi
kejadian yang mungkin kejadiannya sekali
dalam 1000 tahun. Mungkin selama
mengoperasikan seperti Jepang enggak
pernah terjadi. Tapi ya namanya
hukumhukum statistika seperti itu ketika
terjadi terjadilah gitu ya. Jadi memang
regulasi nuklir itu bagaimanapun harus
diimplementasikan secara penuh. Saya
pernah bilang ke teman di Papeten,
"Bagaimana caranya baterai itu bisa
langsung termonitor. Enggak pasang
baterai PLT-nya enggak bisa beroperasi."
Nah, itu sampai level seperti itu usul
saya untuk memastikan bahwa kita bisa
comply sepenuhnya dengan teknologi
terbaru yang ada. Terima kasih.
Baik, terima kasih kepada Prof. Zaki. Ee
mohon maaf sebelumnya Prof. Jangan dulu
meninggalkan ruangan Zoom karena
sekarang kita akan melakukan dokumentasi
terlebih
dahulu. Baik, kepada Bapak dan Ibu
semuanya yang bisa melakukan aktif
kamera. Di sini saya akan memulai untuk
melakukan
dokumentasi. Saya akan melakukan
perhitungan mundur dimulai dari angka
5. Baik, kita mulai untuk
dokumentasinya.
5 4 3 2 1 sekali
lagi 5
4321 ya. Baik terima kasih Bapak Ibu dan
terima kasih juga kepada Prof. Zaki atas
penyampaian materi yang sangat
bermanfaat ya. Semoga Bapak Ibu di sini
juga dapat mengambil
insight-insight-nya ya. Saya ucapkan
lagi terima kasih kepada Prof. Zaki.
Semoga kita bertemu lagi di lain
kesempatan.
Sama-sama.
Iya, kepada Prof. Zaki apabila izin
meninggalkan ruangan Zoom sudah
dipersilakan, Prof. Ya, terima kasih.
Iya, terima kasih, Prof.
Baik Bapak Ibu semuanya, berakhir sudah
acara webinar di hari ini. Bagi Bapak
Ibu yang ingin mendapatkan e-sertifikat,
Bapak Ibu dapat mengisi link presensi
kehadiran yang tertera di layar ini.
Ketika Bapak, Ibu mengisi presensi,
pastikan nama dan email sudah diketik
dengan benar karena hal ini akan
mempengaruhi pengiriman
e-sertifikatnya. Baik, saya akhiri
kegiatan webinar hari ini. Mohon maaf
apabila saya ada salah sikap dan ucap.
Wabillahi taufik wal hidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang dan selamat
melanjutkan aktivitas lainnya.