Webinar 50 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
ZdR04GVoJWk • 2023-11-23
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
oke di sini Alhamdulillah sudah hadir
sekitar sekitar
236 Perta ya dan Insyaallah akan semakin
bertambah biasanya hingga siang nanti
Oke Bapak Ibu eh seperti biasa mungkin
saya ingin menyapa terlebih dahulu Bapak
Ibu di sini terutama yang sudah on ya
Bapak Ibu sebelum kita beranjak ke
Agenda selanjutnya mungk di sini saya
akan sapa siapa ya bentar
ya di sini ada Ibu ernianti Mungkin saya
akan saampai Ibu Erni Selamat pagi iu
er
eh Ibu masih
diunmute oke selamat pagi Bu selamat
pagi Asalamualaikum Waalaikumsalam
warahmatullah Apa kabarnya Ibu pagi hari
ini Alhamdulillah
seh Baik Ibu pernah ikut webinar
sebelumnya belum Eh ada beberapa kali
tapi memang enggak habis acaranya kita
ikuti Oh oke kalau boleh tahu Ibu dari
instansi mana dan provinsi Daerah mana
dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan
Gampung kota Langsa Provinsi Aceh Wah
Masyaallah dari Aceh ya bagian barat
Indonesia luar biasa Oke jadi ini udah
beberapa kali ya Ibu udah ikut webinar
berarti ibuudah tahu l juga apa gitu ya
berartiudah gak asing gitu
samaanganob-ob
Kara kadang-kadang kita ikut webinar ini
ada rapat kadang kita ngut rapat Oke
baik Jadi mungkin ya ilmunya mungkin
lebih hebat dari yang lain lagi kawan
peserta
lain baik bu baik Terima kasih Bu untuk
e sapaannya pagi hari
[Musik]
iniudah dari Indonesia bagian Indonesia
ee sebelah barat ya dari Aceh Mungkin
saya akan Sapa yang lain
Iya siapa
ya di
sini saya mau nyapa Pak remiong Selamat
pagi Pak Remi ya Selamat pagi Mbak
Oh apa kabarnya Pak puji tuhan baik mbak
Oke dari instansi dan daerah mana pak
Kalau boleh tahu saya dari PAUD
restorasi dari maum Mere Kabupaten Sika
NTT Wah tadi dari barat sekarang dari
Indonesia bagian Timur ya Luar biasa
sekali berarti di sana Iya di sana udah
jam 11.00 ya Pak kalau enggak salah iya
1909 Oke Wita Oke Pak eh sebelumnya B
pernah ikut
webinar iya iya pak sebelumnya pernah
ikut webinar juga belum
pak e belum Belum baru baru kali ini
jadi ini baru pertama kali konsen
lingkungan hidup jadi saya kita dipaut
konsennya ke anak-anak kita ajarkan
untuk e budidaya tanaman herbal Oh oke
oke luar biasa sekali Pak boleh tahu
dapat informasi webinar dari mana Pak eh
dari dari grup e koalisi kopi Oh jadi
ada yang share informasi gu ya Pak Iya
karena kisi kopi konsen lingkungan hidup
he Oke Berarti Bapak e sudahah kenal
ekedo belum
Pak belum belum ya Oke nanti kita Oke
oke terima kasih kalau gitu ya Pak Remi
semoga
e sehat selalu Oke I Makasih Mbak I eh
terima kasih kembali Pak Oke Mungkin
saya akan sapa satu orang lagi ya tadi
udah dari barat Indonesia dari Aceh
sekarang dari timur Indonesia dari NTT
eh mungkin saya akana siapa ya
CH terakhir nih mungkin ya orang
terakhir ada Ibu Sri mungkin Selamat
pagi Ibu
Sri Ibu Sri Oh ini sudah selamat pagi bu
engg pagi Mbak apa kabarnya Bu baik
ee Saya dari dinas lingkungan hidup Kota
Surabaya Jawa Timur
Oh luar biasa sekali ibu sudah ikut
webinar sebelumnya sudah beberapa kali
sudah tergabung dalam grup juga Oh oke
oke jadi ini sudah alumni webinar ya
berarti informasinya sudah dari grup ya
Ibu
iyaup Oke kenapa ikut webinar lagi bu
sudah beberapa kali ikut webinar k boleh
tahu alasannya Sudah beberapa kali saya
ya memang
e meningkatkan kapasitas kami dalam
menjalankan tugas tugas ya terkait
lingkungan Kebetulan juga di dinasi
lingkungan hidup mungkin kalau
sehari-hari memang saya nangani
terkait Pemantauan dan pengendalaan
kualitas lingkungan terkait udara air
limbah atau ini kan juga salah satu
Temanya juga pembangunan berkelanjutan
seperti itu
oke luar biasa sekali Semoga ee webinar
sebelum-sebelumnya dan saat ini dan
mungkin yang akan datang ee semakin apa
semakin bisa membantu ya Bapak Ibu jadi
menambah seperti itu Oke terima kasih
ibu untuk saannya Baik bapak ibu kita
akan beral ke Agenda Selanjutnya ya
Bapak Ibu tadi ada beberapa juga yang
masih baru ikutan nih gitu webinar ekedu
Jadi saya izin untuk eh menjelaskan
terkait dari ekoedu itu sendiri siapa
sih kami gitu ya Bapak Ibu nah izinkan
kami memperkenalkani ya jika orang
bilang nama kata sayang ya berarti kita
harus kenalan seperti itu ya bapak ibu
okei Saya ingin ee menyampaikan sedikit
terkait ekoedu yaitu kami dari PT ekidu
Indonesia yang merupakan pusat pelatihan
lingkungan bersertifikat yang berfokus
ya pada pelatihan lingkungan hidup yang
mana pelatihan ini diselenggarakan untuk
meningkatkan kinerja dan kualitas sumber
daya manusia baik secara individu maupun
instansi nah pelayanan kami ini terbuka
untuk perusahaan pemerintah perorangan
pemerhati lingkungan dan EE pihak la
yang ingin meningkatkan kompetensi
lingkungan adapun ptihan yang kami
selenggarakan ini ada yang secara
offline maupun secara online
oke eh dan di sini merupakan pelatihan
kami ya Bapak Ibu pelatihan kami ini
berbasis SPL gitu Apa itu SPL gitu Bapak
Ibu SPL merupakan singkatan dari silabus
komprehensif pengajar yang berkualitas
dan latihan praktis gitu ya jadi silabus
silabus komprehensif di sini eh silabus
yang kami hadirkan eh menyeluruh mudah
dipahami serta ee dilengkapi dengan
regulasi-regulasi terupdate Adapun untuk
pengajar yang berkualitasnya di sini
kami menghadirkan pengajar yang sudah
ahli dan dan berpengalaman ya di
bidangnya dari berbagai instansi maupun
perguruan tinggi yang terkemuka Dan Yang
Terakhir latihan praktis ee di sini kami
tidak hanya menyampaikan secara teori
bapak ibu tapi kami juga mengutamakan
pembelajaran eh berbasis praktik ya
melalui studi kasus dan juga kami
ee meningkatkan apa ya memberikan
fasilitas lebih juga berupa e-learning
yang mana e-learning ini praktis mudah
diakses kapanpun dan di Manap pun
seperti itu
oke di sini ada beberapa pengajar kami
ya di antaranya ada dari dosen teknik
lingkungan ITB Pak Asep ya yang akan
mengisi eh webinar kita pada hari ini
ada juga dari dosen matematika ITB dosen
rekisutanan ITB dosen Teknik Kimia ITB
serta dosen teknik georisi dan geomatika
ITP baik di sini ada beberapa pelatihan
yang kami hadirkan bapak ibu kami
menghadirkan ada kategori pelatihan
penyusunan dokumen seperti penyusunan
dokumen klhs dokumen rph latihan
penyusunan dokumen persetujuan teknis
emisi udara dan dan jugak air limbah
maupun penyusunan dokumen daripada AMDAL
ya tapi di sini dimulai dari dasar AMDAL
terlebih dahulu lalu kami juga ada
pelatihan ee terkait pemodelan ya atau
penggunaan software di antaranya kami
ada pelatihan pemodelan dispersi udara
dengan menggunakan berbagai software ada
airm kalp high Spit kine lalu kita juga
ada pemodelan kualitas air sungai dengan
menggunakan kuatu KW W lalu kita juga
ada pelatihan lainnya seperti
pengelolaan banjir dengan menggunakan
hackrus Lalu ada pelatihan eh sistem
informasi geografis ya atau sigig dan
dan pelatihan pemodelan air tanah dengan
menggunakan mlow selain itu kita ada
pelatihan lainnya juga di antaranya ada
pelatihan life cycle assessment atau lca
perhitungan emisi gas rumah kaca Eh
insinerator sampah dan limbah btig serta
pemantauan kualitas udara dan air
menggunakan sensor seperti
itu baik ini merupakan jadwal pelatihan
terdekat kami Bapak Ibu eh untuk 3
minggu ke depan jadi untuk minggu depan
ya 27 November hingga 1 Desember kita
akan mengadakan pelatihan ee persetujuan
teknis untuk emisi
udara lalu untuk 2 minggu ke depan kita
akan mengadakan pelatihan pemodelan
dispersi udara airm dan kpal serta high
speed Jadi mungkin Bapak Ibu nanti yang
sudah ikut emisi udara untuk memperdalam
ilmunya lagi nih gitu ya terkait
pemodelan dispersi udaranya gitu ya lalu
kita juga mengadakan di 3 minggu ke
depan ada pelatihan pertek ya pertek air
limbah atau persetujuan teknis untuk air
limbah seperti itu adapun untuk ee
pelatihan pmodelan dispersi udara dan
pelatihan persetujuan teknis untuk air
limbah ini masih ada diskon yang bisa
diklaim Bapak Ibu sebesar 10% jadi
diskon ini untuk harga ear Liber eh
berlaku Hamin 7 pelatihan untuk
informasi lebih lanjut ya nanti bisa
menghubungi admin seperti itu
Oke ini dia kontak kami admin ada dua ya
Bapak Ibu ada adminis maupun adminisa
silakan untuk menghubungi kami eh
silakan i kami Insyaallah akan kami
respon dengan cepat selain itu juga bisa
mencari tahu lebih dalam lagi nih
tentang ekedu di mana gitu ya Bapak Ibu
bisa Langsung cek di Instagramnya di
@ekedu.id atau di youtube-nya ekedu id
atau facebook-nya ekedu gitu ya atau
Twitter juga kita ada punya ya di
@ekedulu_id dan untuk informasi lebih eh
dalam lagi gitu ya ada di eh di website
kami yaitu ada di
ww.ekedu.id Nah untuk melakukan
pendaftaran mana nih pelatihan-pelatihan
ya Bapak Ibu barangkali bapak ibu ada
yang tertarik nih untut pelatihan bisa
langsung mendaftar Bapak Ibu ke alamat
berikut yaitu ke
pendaftaran.fedu.id Baik bapak ibu kami
tunggu kehadirannya gitu Ya kami tunggu
semoga ee webinar Ini bukan satu-satunya
menjadi pertemuan kami Semoga kita bisa
bertemu di ee agenda Selanjutnya ya
yaitu di pelatihan-pelatihan yang
diselenggarkan oleh
Fed Baik bapak
ibu kita semua menyadari ya bahwa
tantangan Global yang semakin Kompleks
termasuk kemiskinan
ketidaksetaraan perubahan iklim dan
ketidtian
ekonomi tujuan pembangunan berkelanjutan
atau S atau tpb hadir sebagai tanggapan
terhadap hal-hal tebut tpb mencermink
kesadaran akanetgar
berbagaiekembangunanik ekomi Sal Maun
hungan melalui tpb komitmen Global
ditegaskan dalam mencapai tujuan
pembangunan yang seimbang memperhatikan
kebutuhan semua lapisan masyarakat dan
merawat Planet kita untuk berkelanjutan
jangka jangka panjang baik Bapak Ibu
tanpa berlama lagi kita akan masuk ke
Sesi pemaparan materi kebetulan eh
pemateri kita juga sudah hadir di
ruangan Zoom meeting Mungkin saya akan
sapa terlebih dahulu selamat pagi bapak
Dr Asep San
STMT Selamat pagi
Apakah suara saya terdengar Iya
terdengar dengan jelas Pak
Oke Bagaimana kabarnya kabar ee pada
pagi hari ini Pak alhamdulillah kabar
baik alhamdulillah Oke pak ee kita ee
sudah masuk ke Agenda pembaparan materi
apakah sudah siap pak iya sudah siap
baik karena pemateri kita sudah Ee siap
bapak ibu semoga Bapak Ibu juga sudah
siap ya kepada Bapak Asep dipersilakan
dan kepada bapak ibu selamat mengikuti
webinar Bismillahirrahmanirrahim
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Bapak Ibu yang saya
hormati bertemu kembali dengan webinar
ekoedu
ee mohon izin saya untuk menyampaikan
ee
paparan
Eh bagaimana apakah sudah terlihat full
screen sudah Pak Baik
Ee kita tahu tentang sdgs ya atau tujuan
pembangunan berkelanjutan ada 17 tujuan
yang disepakati oleh negara-negara di
dunia untuk mencapai ee bumi yang Lebih
baik jadi
sejak tahun 0-an
ee masyarakat dunia semakin menyadari
bahwa kalau tidak
diatur
maka masalah-masalah sosial lingkungan
ekonomi ini akan
terjadi karena jumlah penduduk makin
meningkat tetapi bumi tidak bertambah ya
jadi luas bumi tetap bumi tetap bahkan
memburuk dengan adanya
pencemaran sehingga eh negara-negara di
dunia menyepakati sebuah
eh kerja sama internasional yang disebut
dengan
sdg sustainabil Development
Goals secara sejarah sdg
ini berawal Dar ya Millennium
Development Goals ada delan indikator
mdgis dan
ternyata eh sukses ya pada saat itu
membawa eh
bumi mengurangi
kemiskinan hampir 50% ya jadi 50%
kemiskinan hilang karena program mdgis
ini kemudian program mdgis tahun
dilanjutkan menjadi sdgis dalam bahasa
Indonesianya tpb tujuan pembangunan
berkelanjutan tahun 2015 diproyeksikan
dalam 15 tahun ke depan artinya pada
tahun
2030 kita sudah bisa menyelesaikan
banyak
masalah yang dihadapi di tahun
2015 apa saja sdgis ya Ada 17 mulai dari
nomor sat tanpa
kemiskinan nomor dua tanpa
kelaparan nomor tiga kehidupan sehat dan
sejahtera nomor 4 pendidikan
berkualitas nomor L kesetaraan gender
nomor 6 air bersih dan sanitasi layak
nomor 7 energi bersih dan terjangkau
nomor
pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi
nomor 9 industri Inovasi dan
infrastruktur nomor 10 berkurangnya
kesenjangan nomor 11 kota dan pemukiman
yang berkelanjutan Nomor 12 konsumsi dan
produksi yang bertanggung jawab nomor 13
penanganan perubahan iklim Nomor 14
ekosistem laut atau ekosistem air nomor
15 ekosistem daratan Nomor 16 perdamaian
keadilan dan kelembagaan yang tangguh
dan 17 kemitraan untuk mencapai
tujuan bagi Bapak Ibu yang tertarik
untuk menguasai sdjs ini atau
tpb minimal Bapak Ibu
bisa mengingat ya atau menghafal tpb
nomor 1 sampai nomor
17 Sekarang kita akan lihat Bagaimana
pelaksanaan dari sdgis ini sampai tahun
2002 2022 ya sampai tahun
kemarin tadi kita sudah bahas bahwa di
tahun
2015 negara-negara di dunia
bersepakat untuk mengatasi
berbagai permasalahan di tahun
2030 jadi di tahun
2015 kita menyepakati target
2030 mulai dari tpb nomor 1 tadi sudah
kita bahas ya tanpa kemiskinan
tanpa kelaparan dan
seterusnya dan kita berada sebetulnya
di tengah jalan ya
setengah jadi 2022 ini berada di
tengah dan hasil penilaian dari PBB
persatuan
bangsa-bangsa
bahwa perkembangannya tidak
menggembirakan ya jadi sdgis ini memang
sangat aktif sekali
digaungkan di seluruh
dunia tetapi pencapaiannya artinya
kalau kita punya target di 2030
itu sampai titik ini Setidaknya di 2022
ini harusnya kita mencapai sampai ke
sini
ya Atau kalau bisa lebih begitu ya jadi
kita
optimis dalam 7 tahun terakhir menuju
23 kita akan mencapai
target tapi Sebagaimana terlihat di
sini di
2022 itu hampir seluruhnya di bawah
target ya di bawah target artinya lebih
kecil dari garis
ini
yang paling kelihatan maju ini
ya
tpb tuuh tentang
energi kemudian tpb tentang perkotaan
industri
ya tpb Nomor 9 ini kelihatannya paling
maju yang
paling
mundur tentang perubahan iklim
jadi pada tahun
2015 negara-negara sudah
menyepakati tentang perubahan
iklim seharusnya kita sudah ada di
posisi sini ya ini malah negatif artinya
kondisinya
memburuk dari tahun
kemudian
yang lainnya juga banyak yang sangat
mengkhawatirkan ya Misalnya ini
kondisi
laut kita hanya ada kemajuan
sedikit juga bapak ibu bisa
lihat ya secara
global di area area apa Asia
Pasifik
kemajuannya sangat
kecil jadi dari
indikator-indikator itu ya tadi sudah
kita e
bahas hanya 15%
saja
yang ya kungkinan akan tercapai
Ya
Sisanya di luar
harapan nah bagaimana dengan Indonesia
ya jadi di Indonesia kalau kita
lihat masih banyak ya
indikator-indikator
yang belum tercapai ini yang merah dan
kuning
ya artinya apa yang Indonesia Capai
kira-kira sama dengan pencapaian dunia
ya
yaitu kita masih harus bekerja keras
untuk mencapai di
2030 seluruh tpb itu bisa
tercapai
kalau kita lihat kemajuan ini di
Indonesia
ya pada Tahun
ya memang ada yang cukup
menggembirakan misalnya indeks kualitas
udara ya
tingkat pengangguran
terbuka partisipasi pembelajaran
terorganisir
tapi ada juga yang masih
jauh
dari target misalnya di sini yang masih
jauh stunting ya di
balita ini baru tercapai 20% padahal
sekarang sudahudah pertengahan ya Jadi
tinggal 7 tahun
lagi kita
mencapai
2030 tapi sekarang pencapaian baru 20%
kita harus mengejar
80% target dalam waktu 7
tahun demikian juga akses air minum yang
layak Ini juga baru sekitar 20%
ya
kemudian tenaga kerja di manufaktur ini
juga ada di Kisaran 25%
ya
Nah jadi di sini kita lihat potret
dari nasional maupun
internasional masih sangat
jauh dari target yang sudah kita
rencanakan di tahun
2015 salah satu kendala
ee
tpb di Indonesia karena masih banyak
data yang belum
tersedia jadi kalau kita lihat di
sini data yang warna abu-abu ini datanya
belum ada ya Nah datanya belum ada
artinya kalau data belum ada ini ada dua
kemungkinan mungkin saja indikator
itu sudah tercapai tapi karena ada tidak
tidak ada
datanya atau bisa juga dia belum
tercapai tapi kita tidak bisa mengetahui
nah sedangkan yang tadi kita lihat di
sini ya ada yang pencapaiannya
20% ada yang pencapaiannya 30% ini tentu
berdasarkan data yang
ada nah dengan banyaknya data yang tidak
ada atau belum
ada tentunya ini bisa membuat ya angka
ini lebih baik atau lebih
buruk ya jadi berdasarkan data yang ada
kita
peroleh evaluasi pencapaian Indonesia di
2022 seperti
ini bagaimana
kalau data-data itu ada semua nah ini
Tentunya Bisa bergeser angkanya
ya angka yang apa data-data yang tidak
ada ini Tentunya menjadi PR kita
bersama kewajiban pengumpulan data tpb
ada di tingkat nasional dan di tingkat
provinsi tetapi juga bukan mandatori ya
itu diharapkan dikumpulkan di tingkat
kabupaten dan kot Karena
sekarang kita ada
integrasi tpb ke dalam
rpjmd dan rpjpd di kabupaten kota
diharapkan pengumpulan data sdis juga
dilakukan di level kabupaten
kota Nah masalah data ini menjadi
masalah yang sangat
serius
diharapkan kita bisa
memprioritaskan di setiap daerah
masing-masing baik itu di level
kabupaten kota maupun di level
provinsi
tingkat ketersediaan data mendekati
100%
ya Secara dasar hukum kita sudah
memiliki Perpres 59
2017 kemudian dimutahirkan di Perpres
111 Tahun
2022 kemudian Bapenas juga sudah membuat
dashboard ya
sdis
Indonesia kita bisa mengakses ke website
benas untuk memantau perkembangan sdgis
dari tahun ke
tahun per 2022 ini merupakan langkah
Indonesia untuk mempercepat
ee pencapaian tpb yang tadi sudah kita
lihat masih di bawah 50% ya artinya
kalau 2022 ini kan sebetulnya sudah 10
tahun lebih dari 2015 Ya sudah 13 tahun
Harusnya kan pencapaian kita normalnya
ada di angka 60 sampai 70%
tapi kenyataannya tadi sudah kita lihat
kita ada yang di angka 20%
30% tidak ada yang mencapai
50% di tingkat nasional nah Apa yang
harus kita
lakukan bersama dengan Perpres 111
2022 sudah ada langkah-langkah yang
harus dilakukan
ee nanti Bapak Ibu bisa pelajari ya
Perpres 111
2022 tadi saya dengarkan Bapak Ibu hadir
dari berbagai kalangan ada kalangan
pemerintah Pemerintah
Daerah tentunya penting sekali ya untuk
menjadikan Perpres 111 ini sebagai
pedoman ada yang dari kalangan
masyarakat pemangku kepentingan tentunya
ini juga bisa di baca untuk bagaimana
kita berperan serta ya di dalam
pencapaian
tpb Apa yang harus kita lakukan ke
depan
jadi walaupun pencapaian kita masih
sangat rendah tapi setiap negara tidak
putus asa ya untuk terus berupaya
mencapai ee pencapaian ee tpb ini di
antaranya
adalah mengusulkan
12 program ya 12
program dari
PBB yang pertama
adalah
membuat
infrastruktur publik ini
digital memang saat ini kita sudah
sangat dibantu ya
dengan ketika kita mau akses
kereta akses jalan anggutan umum kita
bisa menggunakan aplikasi tentu ini
memudahkan ini akan
meningkatkan percepatan kita di
dalam memperoleh sdgis atau mencapai tpb
ya kemudian juga di sektor energi di
sektor makanan
ee fasilitas publik dalam
pekerjaan dalam kerja sama kemudian juga
di dalam ee alam lingkungan hidup ya di
dalam data kemudian
perdamaian
keuangan persepsi masyarakat dan juga
pendidikan nah ini
12 program ini yang akan dikejar oleh
dunia dan juga masuk
Indonesia untuk mencapai atau mengejar
ya pencapaian tpb baik di level Global
maupun di level
nasional kalau kita lihat tadi untuk
perubahan iklim kita sepertinya
ee negatif ya mungkin masih ingat saya
akan balik lagi ke sini
nah masalah lingkungan ini menjadi jadi
masalah yang sangat
memprihatinkan karena nilainya bukan
hanya rendah ya yang lain ini rendah
misalnya bukan hanya rendah ini malah
negatif ya Nah tentu ini menjadi masalah
yang
serius Apa saja masalah
itu tentu ya di sini baapenas sudah
[Musik]
mengidentifikasi masalah perubahan iklim
ini menjadi masalah yang sangat penting
saat
ini karena ketika perubahan iklim tidak
bisa kita
kendalikan maka seluruh Kemajuan
pembangunan ini akan
hilang terkena oleh
bencana terkena oleh misalnya gagal
panen gagal tanam
kekeringan maka kita akan mengalami
perlambatan ekonomi bah mungkin
kehancuran
ekonomi akibat perubahan iklim yang
tidak terkendali jadi perubahan iklim
ini menjadi isu yang sangat penting saat
ini bukan hanya urusan orang-orang
lingkungan tapi menjadi urusan semua
orang juga
pencemaran hilangnya keanekaragaman
hayati ini menjadi ancaman yang kita
sebut sebagai planetary Crisis perubahan
iklim polusi dan hilangnya keekaragaman
hayati sehingga diharapkan Kita sebagai
orang yang bergerak di bidang lingkungan
menjadikan tiga hal ini menjadi
prioritas dan juga kita mengajak
teman-teman yang lain untuk peduli
kepada tiga hal
ini dan data-data sudah menunjukkan
bahwa
kita Rentan ya Indonesia rentan
mengalami
kekeringan mengalami bencana terkait
iklim ya mengalami dampak-dampak iklim
yang sangat
banyak kalau kita tidak memperhatikan
iklim sini Bapenas sudah menghitung ya
Bah bahwa ya kita sekarang ada di
pertumbuhan ya sekitar angka 4 sampai
5% kemarin kita mengalami pertumbuhan
negatif ya ketika
covid tapi kemudian sekarang kondisinya
kita ada di angka 4 sampai
5% dan kita memproyeksikan pertumbuhan
kita naik terus sampai
2060 ya di garis yang hijau ini ini
adalah harapan kita
tetapi ketika tiga hal tadi perubahan
iklim polusi dan kehilangan
keanekaragaman hayati tidak kita
perhatikan
maka pertumbuhan ekonomi ini akan
tertekan ya pertumbuhan ekonomi kita
akan turun sampai sekitar 2 sampai
3% nah tentunya ketika pertumbuhan
ekonomi kita hanya sekitar 3%
kita tidak bisa
mencapai target Indonesia emas
20045 kita tahu bahwa di tahun
ya kita berencana untuk
menjadi negara dengan berpenghasilan per
kapita seperti negara
maju itu target
kita tetapi ada
syaratnya masalah perubahan iklim
masalah pencemaran masalah Kanek regaman
hayati itu harus kita selesaikan dulu ya
kalau
tidak itu tidak akan tercapai karena
kita
akan tertekan ya pertumbuhan ekonomi
kita akan
tertekan karena
uang yang kita peroleh dari pembangunan
akan habis untuk
membayar kehilangan akibat
bencana kehilangan akibat kegagalan
panen kegagalan
tanam kehilangan akibat
kekeringan dan berbagai kehilangan
lainnya jadi pendapatan negara kita
berkurang untuk mengatasi dampak dari
perubahan iklim pencemaran dan hilangnya
keekaraga zaman
hayati
sehingga mencegah tentunya lebih baik
daripada nanti mengatasi dampak nah Oleh
karena
itu perhatian kita kalau bapak ibu
sebagai ee
akademisi Bapak Ibu
bisa memfokuskan penelitian bagaimana
kita mempertahankan pertumbuhan
ekonomi dengan
menyelamatkan
lingkungan kalau bapak ibu sebagai
pemerintah pusat pemerintah daerah
Bagaimana mengoptimalkan regulasi dan
juga penerapannya di lapangan Kalau
bapak ibu sebagai masyarakat bagaimana
kita berperan ya dalam pekerjaan kita
masing-masing apakah sebagai industri
sebagai jasa atau sebagai
ee LSM
bagaimana kita
mengoptimalkan ya sumber daya yang ada
di kita daya dukung daya tampung yang
ada di kita untuk bisa
menahan menahan turunnya pertumbuhan
ekonomi ini akibat masalah lingkungan
yang sudah semakin
Kompleks kemudian
juga kita sudah tahu tpb tujuan
pembangunan berkelanjutan atau sdis di
sana ada interaksi antara ekonomi
lingkungan dan sosial Maka kita
optimalkan ya menjadi hubungan sebab
akibat dari berbagai hal yang ada di
kita bagaimana kita merencanakan dengan
memperhatikan daya dukung daya tampung
kalau tanpa itu pertumbuhan ekonomi di
kita akan turun ya Tidak sesuai
harapan
di dalam
rpjpn
2025245 di sana sudah di
sampaikan ya
berbagai kebijakan-kebijakan yang harus
dilakukan oleh
Indonesia untuk tadi ya supaya
pertumbuhan ekonomi ini
bisa sesuai dengan yang kita harapkan
ada di Kisaran 7% atau kalau bisa
8% ya
Indonesia
2045 hanya bisa
terwujud kalau tadi ya
permasalahan-permasalahan lingkungan ini
bisa kita
atasi berbagai studi sudah dilakukan
baik oleh bppenas
Kementerian kampus-kampus LSM dan
berbagai kalangan masyarakat
tinggal kita bagaimana menerapkan
hasil kajian-kajian itu ee dalam rencana
pembangunan
kita analisis risiko untuk setiap
masalah misalnya dampak kekeringan
dampak gagal panen dampak gagal tanam
dampak
peningkatan muka air laut itu sudah
banyak silakan setiap daerah ya untuk
mengumpulkan informasi informasi itu
kemudian menjadikannya sebagai dasar
pertimbangan di dalam merencanakan
pembangunan Nah kalau kita melihat Lebih
detail ke dalam
kondisi setiap tujuan tadi kita sudah
tahu sdgis ini ada 17
tujuan
ya
ada 17
tujuan
maka kita melihat misalnya untuk tujuan
nomor satu mengakhiri kemiskinan dalam
bentuk apapun dan di
manapun kita masih menyisakan PR di sini
ya bahwa tingkat kemiskinan ekstrem di
Indonesia itu masih menyisakan
3,5% dari populasi di tahun
2021 dan juga di 2022 masih ada
2,5% kemudian
juga populasi atau proporsi rumah tangga
miskin dan rentan dengan akses terhadap
pelayanan
dasar
ya contoh misalnya untuk air minum ini
masih di di Kisaran
50% sanitasi dasar di
73% kesehatan dasar
74%. karena di dalam sdgis
itu targetnya
100% ya artinya untuk strategi tujuan
satu mengakhiri kemiskinan artinya ini
angkanya
nol tidak
ada Angka kemiskinan di Indonesia
itu targetnya Nah jadi di
sini banyak sekali strategi yang bisa
kita lakukan ya di antaranya memperkuat
sistem perlindungan
sosial pemberdayaan ekonomi khususnya
untuk
UMKM investasi infrastruktur pedesaan
perkotaan
kebijakan yang mendukung
transgender kemudian juga untuk
mengurangi kemiskinan keluarga serta
kerja sama
internasional banyak dari kita telah
mengetahui bagaimana cara menyelesaikan
permasalahan tetapi
kelemahan yang kita
alami karena kita menggunakannya tanpa
data jadi
kalau kita lihat ya
analisis-analisis tentang mengatasi
kemiskinan kita hanya fokus kepada
data-data yang
general misalnya Angka kemiskinan di
sebuah
perkotaan Angka kemiskinan di sebuah
Kabupaten tetapi kita jarang sekali
melihat ya Ada sebuah analisis yang
mendalam
misalnya Angka kemiskinan di kota
tersebut ada di wilayah
mana Kenapa wilayah-wilayah itu memiliki
Angka kemiskinan
tertinggi Apa hubungan
antara kantong-kantong kemiskinan itu
dengan kesempatan pekerjaan di daerah
itu
jadi di dalam
penyelesaian tpb nomor 1 memang saat ini
tidak bisa lagi hanya menggunakan
pendekatan
umum kita harus masuk ke
dalam kondisi
detail
ya kita sering dengar di media massa
bahwa
pendataan untuk
masyarakat yang prasejahtera ataupun ya
yang belum Sejahtera ini seringki masih
bermasalah nah artinya banyak sekali PR
yang bentuknya
itu analisis ilmiah yang detail masuk
langsung ke dalam titik-titik atau
sebaran-sebaran dan kita
lihat permasalahan satu persatu di tiap
kawasan kemud kan untuk
Oke ini ada data ya dari bppenas yang
mengatakan
bahwa tren kemiskinan ekstrem memang
telah turun ya telah turun dari tahun ke
tahun Namun kita pahami ya kalaupun
misalnya di sini ada angka
ee 9% mendekati
10% itu
10%
dari
270 juta
ya jadi sekitar 20
juta 27 Juta
penduduk jadi kalau kita bilang lihat
persennya mungkin kelihatannya kecil
tapi begitu kita
konversi ke jumlah
penduduknya berarti kan sekitar 27
Juta ya 20 juta 27 Juta
itu mungkin satu penduduk sebuah
provinsi di pulau Jawa
ya kalau kita lihat penduduk Kalimantan
saja sekitar 5
juta satu provinsi Kalimantan ya memang
kalau Jawa
Barat satu provinsi itu sekitar 40
juta
banyak mungkin 27 Juta ini sekitar
setengahnya dari provinsi Jawa Barat
tapi kalau kita lihat secara
nasional 27 Juta itu angka yang besar
nah
artinya di sini kita bisa lihat ya bahwa
untuk menyelesaikan Angka kemiskinan ini
memang
kita tidak bisa melihatnya sebagai
persentase ada kemajuan persentase
menurun tetapi kita melihat
jumlah dan di sinilah
Kita memandang Angka kemiskinan bukan
hanya sebagai
statistik kita melihat sebagai suatu
kemanusiaan artinya di lingkungan kita
hanya ada satu keluarga yang bawa Angka
kemiskinan itu sudah menjadi
masalah kita pikirkan bagaimana keluarga
itu tidak bisa memenuhi kebutuhan
sehari-hari baik untuk makanan pakaian
pendidikan dan itu dilakukan
bertahun-tahun
nah artinya dari
sini Kita harus mencari
inovasi-inovasi
ya saat ini banyak kesempatan kerja yang
muncul akibat
adanya inovasi digitalisasi ekonomi itu
terbantu tapi tentunya masih banyak
pr-pr yang lain ya yang bisa kita
lakukan Bagaimana dengan tujuan nomor
dua
jadi sejalan dengan kemiskinan tadi ya
kita juga masih memiliki
PR
10,21% penduduk mengkonsumsi
pangan lebih rendah dari standar
kecukupan
energi
artinya sekitar 27 Juta tadi itu
mengkonsumsi makanan yang sangat
rendah dibandingkan
standar
dan sekitar setengah nya ini
mengalami kerawanan
pangan artinya kalau kita
melihat
Indonesia ya ini sebetulnya Indonesia
sedang mengalami masalah yang
serius dan juga negara-negara lain juga
menghadapi masalah yang
sama kita lihat ada 20 7
juta penduduk
Indonesia yang kekurangan
pangan bahkan 5 jutanya
mengalami kerawanan pangan yang sangat
berat
mereka kalau kita lihat dari angka
pendapatan ya karena ini berkorelasi
antara kemiskinan dengan kekurangan
pangan
kemiskinan ekstrem
didefinisikan
2,15
do kalau 1 dolar r.000 Berarti sekitar
Rp50.000 jadi untuk
memenuhi keluarganya dia dapat uang
Rp50.000 tentu Rp50.000 untuk mengatasi
ee
ya untuk memenuhi kebutuhan
sehari-harinya akan berat dan angkanya
besar ada sekitar 5 juta tadi ya Atau
kalau kita lihat angkanya
2,5 du ee ya sekitar 8 juta penduduk
yang
masih mengalami kemiskinan
ekstrem tapi di sisi lain kita lihat
bagaimana kelompok ekonomi yang
lain bisa mengeluarkan uang jutaan untuk
mengikuti konser
misalnya nah ini kan suatu ketimpangan
yang luar
biasa
Jadi PR kita di
sini mari kita bersama-sama untuk
mengoptimalkan sumber daya yang ada di
kita
untuk mengatasi masalah
ini karena kalau kita lihat angka-angka
statistik mungkin menggembirakan ya ada
penurunan dari 10% turun ke 9% tapi
kalau kita kalikan dengan jumlah
penduduk Indonesia kita akan melihat
jumlah yang sangat
banyak termasuk
juga dari sisi kerawanan pangan
ya kita beralih
ke tujuan
yang ketiga ya Nah ini ada juga
target-target di
tpb kedua yang cukup
memprihatinkan yaitu stunting pada
balita yang angkanya ternyata sangat
tinggi ya
ya ya Tentunya semua data ini
relevan di angka-angka atau di
kantong-kantong kemiskinan
itu yang ada di sekitar 10% populasi
kita itu pasti akan ada kerawanan pangan
termasuk juga
stunting Jadi sebetulnya kita sudah bisa
memetakkan ya
angka-angka
atau kantong-kantong kemiskinan itu ada
di mana Mengapa
terjadi yang kita sebut sebagai
ee
kemiskinan yang
terstruktur karena keluarga atau ayahnya
miskin dia tidak bisa bersekolah
akhirnya dia tidak mendapatkan pekerjaan
yang layak dan dia juga menjadi keluarga
miskin juga
dan ini berlangsung turun
tememurun ya Nah tentu ini menjadi PR ya
buat kita bagaimana
ee apa kemiskinan terstruktur itu bisa
kita
atasi dari sisi kemajuan teknologi saat
ini telah banyak berkembang di
Indonesia ya kita patut berbangga untuk
hal
ini tetapi di dalam tpb yang dikejar
bukan kemajuan tapi
pemerataan ya Sesuai
dengan jargon dari tpb yaitu no Left
Behind tidak boleh ada yang
tertinggal tentunya
berbagai kemajuan teknologi yang saat
ini sedang berkembang di
Indonesia harus diprioritaskan kepada
pada pemerataan
tadi kita bisa mengakses data-data ya
eh di website baapenas atau di dalam
laporan-laporan yang dikeluarkan oleh
bnas baik untuk
ee konsumsi kekurangan konsumsi pangan
kejadian stunting
balita untuk yang
ketiga ya saat ini ini
ee kita mengalami kenaikan
ee peserta jaminan kesehatan nasional
ini Tentunya hal yang menggembirakan ya
bahwa di Tahun 2022
91,77% populasi telah ikut dalam jaminan
kesehatan
nasional Namun demikian ya kita masih
memiliki daerah-daerah yang memiliki
penyakit malaria
filariasis ya dan juga persentasi
perokok yang masih
tinggi jadi kalau kita lihat angkanya di
2021 itu ada di angka
28,96% di
2022 itu cenderung sama ya ada di angka
28 hanya turun sedikit
28,26%.
artinya jumlah perokok ini
banyak tentu perokok
ini bisa mengurangi kesehatan yang
merokok juga orang-orang di sekitarnya
nah ini masalah budaya ya
bagaimana kita
bisa menggantikan ya kebutuhan rokok
dengan kebutuhan lain misalnya
berolahraga ataupun berinteraksi sosial
yang
lain karena ini bukan
masalah kebutuhan fisik tapi
masalah
persepsi persepsi bahwa kita memerlukan
rokok tapi dengan persepsi kita
berubah maka kita tidak membutuhkan
rokok lagi ya khususnya bagi
para
perokok kemudian
juga untuk
pendidikan Nah untuk pendidikan
ini kita
mengalami penilaian yang buruk ya dari
dunia
internasional karena jika dibandingkan
dengan dunia internasional kemampuan
anak SD SMP SMA kita
ini di bawah
rata-rata dari negara-negara
lain kemudian Kemen diikbud melakukan
survei
ya untuk mengetahui apakah
benar yang disampaikan dalam
laporan-laporan
internasional bahwa kemampuan sumber
daya manusia Indonesia ini
buruk dan
dilakukanlah studi ya oleh
Kemendikbud terhadap anak kelas 5 anak
kelas 8 dan anak kelas
11 ya SD dan SMP dan hasilnya ternyata
sangat
mengkhawatirkan di sini kita
lihat kemampuan membaca
ya ini angkanya ada di Kisaran 50%
bahkan ada yang lebih
rendah
ya kemampuan matematika ini lebih buruk
lagi ini ada di Kisaran
40%
artinya kalau di Kisaran membaca
50 sampai 60% Anggaplah maksimum 60%
40% itu tidak bisa
membaca sesuai dengan
usianya Apa maksud membaca sesuai dengan
usianya kalau dia usia 5 tahun 6 tahun
tentu maksud membaca di sini
adalah membaca
huruf-huruf misalnya Ini Budi ini Ayah
Budi Dia belajar
membaca tetapi untuk SMP ya Misalnya di
sini SMP membaca di sini maksudnya bukan
bisa membaca seperti anak kelas 1
SD membaca di sini maksudnya mengartikan
informasi Jadi kalau misalnya di sebuah
surat kabar ada informasi dia bisa paham
atau tidak isi informasi
tersebut dan ini angkanya ada di angka
sekitar
50% artinya 50% bisa memahami informasi
tersebut
50% tidak
bisa artinya apa yang tidak bisa
ini artinya dia tidak tahu
apa-apa dan kita tahu sekarang kemajuan
informasi itu demikian
cepat kita kebanjiran
informasi tapi sangat
Percuma kalau informasi banyak tapi kita
tidak paham apa isi dan makna dari
informasi
tersebut Nah di sinilah tantangan kita
ya khususnya Bapak Ibu yang sebagai
pendidik dan Bapak Ibu juga yang sebagai
orang
tua tidak boleh menyerahkan
100% pendidikan kita kepada sekolah
saja kita harus tanya anak-anak
kita misalnya ketika sarapan
pagi tentu tergantung kepada
usianya kalau dia SD Kelas
kita
tanya Hari ini hari apa Oh hari ini hari
Kamis atau jangan-jangan anak kita yang
kelas 3 SD tidak tahu Hari ini hari apa
Nah ini kan dia tidak bisa membaca
informasi kalau dia tahu hari ini hari
Kamis hari Kamis hari kerja atau hari
libur
Anggaplah dia tahu ini hari
kerja jadi hari kerja Ada berapa hari
dia bisa menjawab 5 hari dan libur 2
hari total 7 hari Nah itu tentu bagus ya
untuk anak kelas 3
SD kalau misalnya dia kelas 6 SD tentu
kita punya ekspektasi yang lebih tinggi
ya untuk anak kelas 6
SD hari ini Hari apa hari Rabu Ya tentu
dia harus tahu tentang total hari ada
tujuh dan hari Rabu ini apa hari Kamis
ya hari Kamis ini adalah hari kerja
kemudian kita
tanya kamu kalau ke sekolah merhatikan
enggak Kalau hari kerja dengan hari
libur lebih macet
mana Nah
dia tidak tahu
ahah enggak tahu ah nah ini berarti dia
tidak bisa membaca
informasi tidak bisa membaca
keadaan baik yang tertulis maupun yang
dia hadapi sehari-hari ini sudah
warning ya jangan-jangan anak kita masuk
ke dalam
50% yang tidak bisa
membaca
kalau anak kita
SMP ya tentunya harusnya tingkat logika
SMP harusnya lebih tinggi lagi dari anak
SD kita tanya hari ini Hari apa hari
Kamis hari
Kamis cuacanya
bagaimana cuacanya
mendum bulan ini bulan
apaan November seharusnya kita musim
apa dia tidak tahu ini musim apa
pengghujan atau musim kemarau wah ini
sudah
warning kalau ternyata dia tahu bahwa
ini adalah musim
penghujan kita tanya
lagi Mengapa hujannya sekarang atau
tanya
dulu dibandingkan tahun lalu sama engak
hujannya Mungkin dia tidak Mer pertikan
nah ini yang disebut
ketidakkemampuan
membaca
jadi pendidikan di kita memang tidak
dibiasakan untuk mampu membaca
keadaan ya ini adalah tugas kita sebagai
pendidik di sekolah bagaimana
agar kemampuan anak didik kita ini bukan
hanya nya membaca huruf tapi juga
membaca
keadaan kalau kita sebagai orang tua
kita silakan tes anak kita masing-masing
sesuai dengan
umurnya kalau dia sudah SMA terus tidak
bisa menceritakan
bahwa musim hujan itu bulan apa saja itu
menurut
saya sudah kelewatan ya kalau SMA tapi
silakan dites anak kita
masing-masing
tentu curah hujan di Pulau Jawa beda
dengan di Kalimantan dengan di Papua ya
pulau Jawa dia
monsun demikian juga dengan Kalimantan
bagian selatan apa Sumatera bagian
selatan Sumatera bagian utara sebagian
Kalimantan dan juga Sulawesi itu
ekuatorial ya kemudian Papua itu lokal
Sulawesi juga lokal tentunya Kita
sebagai orang tua juga harus tahu
ee ketika kita memberikan
pertanyaan-pertanyaan
kepada anak kita pertanyaan tidak harus
rumit ya
Misalnya ketika dia
makan kamu tahu tahu enggak bahwa nasi
itu lebih banyak karbohidrat atau lebih
banyak
protein
Nah jadi problem di
kita apa yang dipelajari di sekolah itu
hanya
dihafalkan tanpa mengetahui
konteksnya mungkin ketika menjawab ujian
dia tahu apa itu karbohidrat apa itu
protein Apa itu vitamin dia hafal
tapi begitu dia melihat nasi yang dia
Makan tiap hari dia tidak tahu bahwa
nasi itu
karbohidrat nah ini adalah masalah yang
kita
hadapi
Bagaimana anak didik kita anak kita
tidak mampu
membaca tidak mampu membaca keadaan Nah
kalau kita peduli kepada anak-anak kita
silakan kita tanya kita lihat kita ukur
Kemendikbud menyimpulkan
50% bisa membaca 50%
tidak Silakan kita lihat kita ukur kita
tanya anak kita termasuk 50% yang bisa
atau 50% yang tidak
bisa karena kita sebagai orang tua juga
bisa mengarahkan anak kita jangan sampai
termasuk 50% yang tidak bisa membaca
keadaan Bagaimana dengan matematika yang
di sini rata-ratanya ada di angka 40% ya
ini juga
sama matematika untuk
apa ya Misalnya kalau SD dia bisa
berhitung tapi apakah dia tahu bahwa
kemampuan berhitung dia
itu bisa
untuk
menentukan Berapa jumlah
belanja yang dilakukan oleh keluarganya
setiap
hari karena kita tidak pernah
mengajarkan itu kepada anak
kita kalau dia SD Kelas 6 Harusnya kan
sudah
besar kita ajak dia untuk
menghitung n hari ini belanja kita
berapa
Oh kita beli tempe harganya sekian dia
tulis sayur sekian ikan sekian dijumlah
Jumlahnya
sekian besoknya kita suruh
lagi sampai akhirnya 1 minggu kemudian
kita suruh dia membuat
rata-rata jadi rata-rata kita belanja
tiap hari berapa dia ingat di sekolahnya
Dia tahu rata-rata
itu jumlah komponen dibagi jumlah
data jumlah nilai dibagi jumlah data dia
akan
praktikkan ya dia akan
praktikkan apa yang sudah diajarkan
sekolah di dalam kehidupan
sehari-hari
nah problem
kita baik itu di sekolah maupun di rumah
apa yang dipelajari di sekolah itu tidak
pernah
dipraktikkan sehingga kita
membuang-buang waktu begitu
banyak teori yang diajarkan di sekolah
itu tidak
dipahami oleh anak didik
kita sehingga kita harus
mengajarkan kepada anak didik kita
dengan kehidupan sehari-hari misalnya ya
kita tinggal berpikir saja kamu di
sekolah belajar apa saja oh belajar
rata-rata
median
kemudian belajar juga simpangan baku
misalnya
ya nah coba kita cari tahu bagaimana
supaya dia memahami konsep-konsep itu di
dalam keseharian nanti anak juga akan
belajar
sendiri Karena dia sudah
disuruh menghitung uang
belanja selama seminggu dan dia bisa
menghitung
rata-ratanya maka dia akan semakin bisa
memanfaatkan keilmuan matematika di
kehidupan
sehari-hari memang bagusnya dari kelas 1
SD
ya kelas 1 kelas 2 ya memang kita tidak
boleh
bosan kalau bapak ibu sebagai pendidik
ya tentunya kita harus
merancang cara penguasaan matematika
yang lebih aplikatif di dalam kehidupan
sehari-hari Bagaimana kalau dia SMA
pasti sudah belajar
logaritma
log pernah enggak kita tanya kepada
mereka kamu gunanya Apa itu belajar
logaritma dia pasti bilang tidak
tahu jadi memang itu kelemahan di kita
ya kita belajar tanpa kita tahu gunanya
untuk
apa kita tahu bahwa logaritma
itu untuk menyajikan data dengan rentang
yang sangat berbeda misalnya datanya itu
ada yang
0,001 ada yang datanya s ada yang
datanya 1000 ada yang datanya 100.000
ada yang 1 juta sekarang 1 juta dengan
0,001 mau digabung dalam satu grafik
Bagaimana mungkin maka dipergunakan
logaritma log 1 juta adalah
6 log
0,013 ya tentu3 6 dalam sat grafik bisa
kita buat nah logaritma tujuannya untuk
itu tapi banyak yang tidak tahu anak
SMA Kenapa ada
logaritma Kenapa ada limit Kenapa ada
kalkulus Kenapa ada
trigonometri akhirnya apa
angka survei
membuktikan kemampuan matematika hanya
di Kisaran
40%. terus
Sisanya hanya membuang-buang waktu di
sekolah tidak bisa menerapkan Matematika
itu dalam kehidupan sehari-hari nah
tentu ini dalam konteks
tpb ini menjadi sangat
bermasalah di satu sisi kita
mengalami pendidikan yang tidak merata
tapi di sisi lain untuk yang sudah
mengalami pendidikan
pun survei
membuktikan kemampuan anak didik kita
ini masih sangat rendah mungkin kalau di
Kisaran 70% 80% kita boleh tenang Ya
tapi ini kan kisarannya untuk membaca di
angka
50% matematika diangka
40% ini kan di bawah rata-rata
ya untuk topik ini saya bicara agak
panjang karena
memang ini hal sederhana yang bisa kita
lakukan di rumah kepada anak-anak kita
anak didik kita mengubah cara kita
mengajar mengubah cara orang tua
berkomunikasi dengan
anak-anaknya sehingga nanti mereka bisa
belajar sendiri Kita hanya memberikan
contoh
kebiasaan ya nanti mereka pun akan
mengembangkan
sendiri
kemudian kita akan Lanjutkan ke ya Ini
tadi ya angkanya masih di bawah
rata-rata
50% Jadi sebetulnya ini sangat
mengkhawatirkan untuk tujuan kelima ya
masalah
gender gender ini memang harus kita
prioritaskan untuk berbagai
ee hal baik itu di
pekerjaan kesempatan pendidikan ya untuk
meningkatkan kompetensi
kita di dunia
internasional tentang air ini sebetulnya
ya tpb Nomor
6 ini sebetulnya masalah sehari-hari
tapi kenapa
nilainya kecil sekali kita
lihat layanan air air minum
aman ini rata-rata di bawah
20% pulau Jawa
13,1% Sumatera
8,5%
nah artinya yang mendapatkan air minum
aman ini kecil sekali persentasenya
ini tentu
masalah
ya
Artinya saya yakin bapak ibu yang hadir
di sini juga
menyadari tentang masalah air minum
sanitasi
ya kita bisa berdiskusi tentang hal
ini tapi kalau lihat dari angka-angka
itu masih sangat rendah
demikian juga
untuk nomor tuuh tentang energi energi
ini menjadi sangat
serius karena kita sedang menghadapi
perubahan
iklim ketika kita menggunakan energi
fosil sama saja dengan memperburuk
perubahan iklim maka kita Berencana
untuk alih Ya beralih dari energi fosil
menuju energi baru
terbarukan ini merupakan program
prioritas
nasional di dalam pencapaian tpb nomor
7 transisi energi menuju net Zero
emission
2060 ini menjadi prioritas
ya Dan kalau kita lihat potensinya
banyak
sekali di Indonesia itu Tinggal
bagaimana kita menuju ke sana
ya kemudian
juga kemajuan sampai saat ini ada di
angka
12% Padahal kita ingin Ya seperti
negara-negara lain misalnya Finlandia
itu sudah 90% ebt Swedia juga 90% ebt ya
Brazil itu juga ada di Kisaran 70% ebt
nah artinya kalau negara lain mampu
sanggup
eh dominan energi baru terbarukan
Mengapa Indonesia tidak bisa Saat ini
Indonesia masih di Kisaran 12%
ebt ebt ini juga penting ya untuk
diterapkan di semua sektor misalnya di
sektor pertanian ke sektor ekonomi yang
lain
bagaimana untuk biogas misalnya ya Dar
di peternakan Jadi sebetulnya kita
dengan
ee
mengintegrasikan sektor pertanian dengan
sektor
energi itu sebetulnya bisa misalnya di
sini PLTS tenaga surya dengan pertanian
ya Jadi bagaimana tadi kita tpb nomor 2
tentang
pertanian kita gabungkan dengan tpb
nomor 7 tentang
energi jadi seperti itu kalau kita ingin
mencapai tpb yang lebih baik ya daripada
pencapaian
sekarang kemudian juga untuk tpb nomor 8
ya ini karena
Ee kita kita dibatasi waktu mungkin
saya tidak akan membahas semua tpb tapi
di sini saya akan sebutkan ya bahwa
hampir semua tpb ini kita masih harus
bekerja keras tpb Nomor 8 Nomor 9 ya
tentang industri tentang ee tpb Nomor 10
kesenjangan Intra dan
antarnegara kemudian juga TPP nomor 11
tentang
pemukiman ya dan di
sini
angka persentase rumah tangga yang
memiliki Perumahan layak itu di Kisaran
60,66% artinya Masih sekitar 40% yang
belum memiliki rumah yang layak dan 40%
itu jumlah yang besar ya
Ee ada
di Kisaran 100 juta lebih ya penduduk
yang belum memiliki rumah
layak kemudian
ee slide ini nanti akan dibagikan oleh
panitia Jadi Bapak Ibu bisa melihat
Lebih Detail ya data-data yang
disampaikan di sini untuk
tpb1 produksi
konsumsi 13 perubahan iklim tadi sudah
kita banyak bahas 14 tentang laut 15
tentang
hutan 16 tentang
perdamaian 17 kemitraan
nah Artinya kita sudah membahas walaupun
cepat ya tpb nomor 1 sampai
17 Bagaimana yang harus apa bagaimana
kita harus lakukan
di daerah kita masing-masing tentu kita
harus strukturkan tpb ini ada satu
usulan dari organisasi internasional
yang mengatakan agar setiap daerah
memposisikan tpb seperti gambar di depan
ini jadi yang paling bawah itu adalah
tpb biosfir tpb lingkungan ada tpb nomor
15 tentang hutan 14 tentang laut 6
tentang air 13 tentang perubahan iklim
ini harus jadi
prioritas nanti kalau pondasinya ini
kuat dia akan mendukung tpb di level
kedua yaitu Kesejahteraan
Sosial mulai dari tpb nomor 1 11 16 7 3
4 5 2 contoh misalnya untuk tpb nomor 2
untuk pangan
tentu pangan perlu air pangan perlu
lahan Nah kalau airnya terganggu
lahannya terganggu pasti pangan juga
terganggu jadi pondasi
nomor 15 14 6 dan 13 ini harus jadi
prioritas harus
bagus nanti dia bisa menunjang tpb
Kesejahteraan Sosial kalau Kesejahteraan
Sosial sudah tercapai maka pertumbuhan
ekonomi ini
akan akan dicapai pertumbuhan ekonomi
ada di tpb nomor 8 9 10 dan 12 akhirnya
kita mencapai tpb nomor 17 kerja sama
dengan negara lain atau daerah lain
nah pemahaman tentang segitiga atau
piramida tpb ini masih belum banyak
diketahui oleh masyarakat kita kita
masih menggunakan paradigma lama yaitu
pertumbuhan
ekonomi tidak peduli terhadap lingkungan
tidak peduli terhadap sosial yang jelas
pertumbuhan ekonomi dan kita sudah
melihat bahwa kebijakan seperti itu
adalah
salah Buktinya apa buktinya tpb belum
tercapai sampai
sekarang yang terjadi
hanyalah kesenjangan yang semakin tinggi
antara pendapatan ekonomi tinggi dengan
pendapatan ekonomi rendah Apakah itu
yang dicita-citakan oleh pendiri negara
kita pada tahun
1945 tentunya
bukan pendiri negara kita
menginginkan keadilan ya untuk seluruh
rakyat
Indonesia
artinya pendiri
Indonesia menginginkan kondisi seperti
tpb yang ada di depan kita
semua
Bagaimana pertumbuhan ekonomi ini
tidak mengalahkan Kesejahteraan Sosial
Kesejahteraan Sosial ini menjadi
prioritas dibandingkan pertumbuhan
ekonomi nah itu adalah yang diinginkan
oleh tpb
Jadi bagi para perencana pembangunan
segeralah
untuk melihat kembali rencana-rencana
pembangunan yang kita lakukan
jangan-jangan hanya mengejar pertumbuhan
dan mengejar pertumbuhan itu sudah
terbukti
salah Sudah saatnya kita mulai dengan
pondasi pondasi berupa tpb nomor 15 14 6
dan
13 dan di sana kita optimalkan tpb
biosfir atau tpb lingkungan ini untuk
kesejahteraan sosial Apakah
kesejahteraan sosial ini sudah tercapai
misalnya tpb nomor 1 ini menjadi
prioritas kita untuk
diselesaikan jika tpb Kesejahteraan
Sosial ini
sudah bagus otomatis pertumbuhan ekonomi
pun akan
bagus dan untuk mencapai itu
diperlukan kerja
sama ya untuk menyelesaikan tpb nomor 6
itu harus dilihat semua
aspek di sini ada tpb nomor 2 nomor
3 dan
seterusnya
dan semuanya harus duduk
bersama dan ini yang jarang kita
lakukan kita biasanya sibuk dengan
urusan
masing-masing tidak pernah duduk bersama
untuk menc mencapai kesepakatan tentang
pencapaian
tpb koordinasi begitu sering
diucapkan begitu sering dijadikan bahan
pidato begitu sering dijadikan bahan
laporan tapi dalam kenyataannya menjadi
hal yang sangat jarang
dilakukan dalam
implementasinya seringki di lapangan
tidak ada
koordinasi Nah sudah
saatnya kita beralih ya
menjadi pelaksana
pembangunan yang duduk bersama untuk
menyelesaikan setiap permasalahan
dan melihatnya
dalam kaca pandang yang lebih
luas untuk melihat tpb nomor 6 kita
lihat misalnya kita bahas masalah air
kita lihat keterkaitannya dengan semua
indikator nah hal lain yang penting
dalam tpb tidak semua indikator tpb ini
Sinergi
yang warna orang ini artinya dia tidak
Sinergi ya artinya kalau kita melakukan
industri pertumbuhan ekonomi ini ada
potensi dia trade off ya trade off itu
artinya ada yang
dikorbankan mungkin lingkungannya
menjadi
terkorbankan Kesejahteraan Sosial
pemerataan sosial keadilan sosial itu
menjadi terkorbankan dengan adanya
industri maupun pertumbuhan ekonomi Nah
sebagai ahli tpb kita harus sadari
kondisi ini
ya bahwa tpb itu ada yang Sinergi ya
yang warna hijau ini ada juga yang tidak
Sinergi jadi kalau kita lihat misal
misalnya di sini untuk tpb nomor 1
dengan tpb nomor 6 misalnya ya ini
cenderung
Sinergi tapi tpb 1 dengan tpb nomor 12
misalnya
ya
ini banyak yang tidak
Sinergi tpb5 misalnya dengan tpb
12 kita tarik garis ini 5 12 banyak yang
tidak Sinergi jadi begitu cara baca
tabelnya
nah ini Tentunya menjadi perhatian
kita secara ilmiah sudah diidentifikasi
oleh para ahli memang ada
kondisi-kondisi yang tidak Sinergi dan
di sini sangat diperlukan Ini tadi
Bagaimana menemukan formula yang tepat
sehingga permasalahan itu bukan makin
membesar tapi makin
Sinergi
dan setiap indikator itu ada hubungan
korelasi
Ya misalnya kalau kita ingin mencapai
efisiensi penggunaan
air kita bisa
melihat sisi-sisi
lain ya Misalnya di sini
ada tpb nomor 9 peningkatan kualitas
infrastruktur ini bisa
meningkatkan jadi panah yang menuju itu
artinya mendukung
meningkatkan tapi tpb nomor 6.4 ini juga
bisa
meningkatkan indikator yang
lain sebagai ahli tpb Bapak Ibu harus
mempelajari keterkaitan antar tpb
ini
setiap indikator itu saling
terhubung ya Ada tpb nomor 6
7 11 12
15 dan ini nanti Bapak Ibu bisa pelajari
ya di slide yang akan dibagikan oleh
panitia saat ini dunia riset
berlomba-lomba
bagaimana
pencapaian sdgis atau tpb ini salah
satunya dengan artificial intelligence
atau
ai Bagaimana Ai bisa mempercepat
pencapaian
sdgis dari sisi
ee analisis
energi analisis
pertanian analisis
kebencanaan
ya sehingga kita bisa mengurangi dampak
dari dari perubahan
iklim Bagaimana kalau kita tidak
memiliki teknologi
Ai Apa yang harus kita
lakukan yang kita lakukan
adalah kita menggunakan cara-cara manual
cara-cara diskusi
komunikasi
misalnya ada sebuah pantai kalau kita
pergi ke pantai di situ hanya ada tempat
berkumpul tempat
evakuasi tapi bagaimana dengan
bangunan bangunan ini apakah sudah
diberi warna
ya diberi tanda rating misalnya bangunan
ini kalau terjadi tsunami dia akan
terendam
seluruhnya dia akan terendam setengahnya
dia tidak akan
terendam kalau terjadi gempa Pak rumah
ini akan runtuh
100% rumah ini akan runtuh
50% rumah ini hanya akan
retak-retak rumah ini akan aman Nah itu
belum pernah kita lakukan secara detail
Tiap
rumah padahal itu adalah informasi yang
berharga bagi setiap penghuni
rumah untuk menentukan mitigasi bagi
diri nya sendiri-sendiri Nah artin
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:09:01 UTC
Categories
Manage