Webinar 50 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
ZdR04GVoJWk • 2023-11-23
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id oke di sini Alhamdulillah sudah hadir sekitar sekitar 236 Perta ya dan Insyaallah akan semakin bertambah biasanya hingga siang nanti Oke Bapak Ibu eh seperti biasa mungkin saya ingin menyapa terlebih dahulu Bapak Ibu di sini terutama yang sudah on ya Bapak Ibu sebelum kita beranjak ke Agenda selanjutnya mungk di sini saya akan sapa siapa ya bentar ya di sini ada Ibu ernianti Mungkin saya akan saampai Ibu Erni Selamat pagi iu er eh Ibu masih diunmute oke selamat pagi Bu selamat pagi Asalamualaikum Waalaikumsalam warahmatullah Apa kabarnya Ibu pagi hari ini Alhamdulillah seh Baik Ibu pernah ikut webinar sebelumnya belum Eh ada beberapa kali tapi memang enggak habis acaranya kita ikuti Oh oke kalau boleh tahu Ibu dari instansi mana dan provinsi Daerah mana dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampung kota Langsa Provinsi Aceh Wah Masyaallah dari Aceh ya bagian barat Indonesia luar biasa Oke jadi ini udah beberapa kali ya Ibu udah ikut webinar berarti ibuudah tahu l juga apa gitu ya berartiudah gak asing gitu samaanganob-ob Kara kadang-kadang kita ikut webinar ini ada rapat kadang kita ngut rapat Oke baik Jadi mungkin ya ilmunya mungkin lebih hebat dari yang lain lagi kawan peserta lain baik bu baik Terima kasih Bu untuk e sapaannya pagi hari [Musik] iniudah dari Indonesia bagian Indonesia ee sebelah barat ya dari Aceh Mungkin saya akan Sapa yang lain Iya siapa ya di sini saya mau nyapa Pak remiong Selamat pagi Pak Remi ya Selamat pagi Mbak Oh apa kabarnya Pak puji tuhan baik mbak Oke dari instansi dan daerah mana pak Kalau boleh tahu saya dari PAUD restorasi dari maum Mere Kabupaten Sika NTT Wah tadi dari barat sekarang dari Indonesia bagian Timur ya Luar biasa sekali berarti di sana Iya di sana udah jam 11.00 ya Pak kalau enggak salah iya 1909 Oke Wita Oke Pak eh sebelumnya B pernah ikut webinar iya iya pak sebelumnya pernah ikut webinar juga belum pak e belum Belum baru baru kali ini jadi ini baru pertama kali konsen lingkungan hidup jadi saya kita dipaut konsennya ke anak-anak kita ajarkan untuk e budidaya tanaman herbal Oh oke oke luar biasa sekali Pak boleh tahu dapat informasi webinar dari mana Pak eh dari dari grup e koalisi kopi Oh jadi ada yang share informasi gu ya Pak Iya karena kisi kopi konsen lingkungan hidup he Oke Berarti Bapak e sudahah kenal ekedo belum Pak belum belum ya Oke nanti kita Oke oke terima kasih kalau gitu ya Pak Remi semoga e sehat selalu Oke I Makasih Mbak I eh terima kasih kembali Pak Oke Mungkin saya akan sapa satu orang lagi ya tadi udah dari barat Indonesia dari Aceh sekarang dari timur Indonesia dari NTT eh mungkin saya akana siapa ya CH terakhir nih mungkin ya orang terakhir ada Ibu Sri mungkin Selamat pagi Ibu Sri Ibu Sri Oh ini sudah selamat pagi bu engg pagi Mbak apa kabarnya Bu baik ee Saya dari dinas lingkungan hidup Kota Surabaya Jawa Timur Oh luar biasa sekali ibu sudah ikut webinar sebelumnya sudah beberapa kali sudah tergabung dalam grup juga Oh oke oke jadi ini sudah alumni webinar ya berarti informasinya sudah dari grup ya Ibu iyaup Oke kenapa ikut webinar lagi bu sudah beberapa kali ikut webinar k boleh tahu alasannya Sudah beberapa kali saya ya memang e meningkatkan kapasitas kami dalam menjalankan tugas tugas ya terkait lingkungan Kebetulan juga di dinasi lingkungan hidup mungkin kalau sehari-hari memang saya nangani terkait Pemantauan dan pengendalaan kualitas lingkungan terkait udara air limbah atau ini kan juga salah satu Temanya juga pembangunan berkelanjutan seperti itu oke luar biasa sekali Semoga ee webinar sebelum-sebelumnya dan saat ini dan mungkin yang akan datang ee semakin apa semakin bisa membantu ya Bapak Ibu jadi menambah seperti itu Oke terima kasih ibu untuk saannya Baik bapak ibu kita akan beral ke Agenda Selanjutnya ya Bapak Ibu tadi ada beberapa juga yang masih baru ikutan nih gitu webinar ekedu Jadi saya izin untuk eh menjelaskan terkait dari ekoedu itu sendiri siapa sih kami gitu ya Bapak Ibu nah izinkan kami memperkenalkani ya jika orang bilang nama kata sayang ya berarti kita harus kenalan seperti itu ya bapak ibu okei Saya ingin ee menyampaikan sedikit terkait ekoedu yaitu kami dari PT ekidu Indonesia yang merupakan pusat pelatihan lingkungan bersertifikat yang berfokus ya pada pelatihan lingkungan hidup yang mana pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia baik secara individu maupun instansi nah pelayanan kami ini terbuka untuk perusahaan pemerintah perorangan pemerhati lingkungan dan EE pihak la yang ingin meningkatkan kompetensi lingkungan adapun ptihan yang kami selenggarakan ini ada yang secara offline maupun secara online oke eh dan di sini merupakan pelatihan kami ya Bapak Ibu pelatihan kami ini berbasis SPL gitu Apa itu SPL gitu Bapak Ibu SPL merupakan singkatan dari silabus komprehensif pengajar yang berkualitas dan latihan praktis gitu ya jadi silabus silabus komprehensif di sini eh silabus yang kami hadirkan eh menyeluruh mudah dipahami serta ee dilengkapi dengan regulasi-regulasi terupdate Adapun untuk pengajar yang berkualitasnya di sini kami menghadirkan pengajar yang sudah ahli dan dan berpengalaman ya di bidangnya dari berbagai instansi maupun perguruan tinggi yang terkemuka Dan Yang Terakhir latihan praktis ee di sini kami tidak hanya menyampaikan secara teori bapak ibu tapi kami juga mengutamakan pembelajaran eh berbasis praktik ya melalui studi kasus dan juga kami ee meningkatkan apa ya memberikan fasilitas lebih juga berupa e-learning yang mana e-learning ini praktis mudah diakses kapanpun dan di Manap pun seperti itu oke di sini ada beberapa pengajar kami ya di antaranya ada dari dosen teknik lingkungan ITB Pak Asep ya yang akan mengisi eh webinar kita pada hari ini ada juga dari dosen matematika ITB dosen rekisutanan ITB dosen Teknik Kimia ITB serta dosen teknik georisi dan geomatika ITP baik di sini ada beberapa pelatihan yang kami hadirkan bapak ibu kami menghadirkan ada kategori pelatihan penyusunan dokumen seperti penyusunan dokumen klhs dokumen rph latihan penyusunan dokumen persetujuan teknis emisi udara dan dan jugak air limbah maupun penyusunan dokumen daripada AMDAL ya tapi di sini dimulai dari dasar AMDAL terlebih dahulu lalu kami juga ada pelatihan ee terkait pemodelan ya atau penggunaan software di antaranya kami ada pelatihan pemodelan dispersi udara dengan menggunakan berbagai software ada airm kalp high Spit kine lalu kita juga ada pemodelan kualitas air sungai dengan menggunakan kuatu KW W lalu kita juga ada pelatihan lainnya seperti pengelolaan banjir dengan menggunakan hackrus Lalu ada pelatihan eh sistem informasi geografis ya atau sigig dan dan pelatihan pemodelan air tanah dengan menggunakan mlow selain itu kita ada pelatihan lainnya juga di antaranya ada pelatihan life cycle assessment atau lca perhitungan emisi gas rumah kaca Eh insinerator sampah dan limbah btig serta pemantauan kualitas udara dan air menggunakan sensor seperti itu baik ini merupakan jadwal pelatihan terdekat kami Bapak Ibu eh untuk 3 minggu ke depan jadi untuk minggu depan ya 27 November hingga 1 Desember kita akan mengadakan pelatihan ee persetujuan teknis untuk emisi udara lalu untuk 2 minggu ke depan kita akan mengadakan pelatihan pemodelan dispersi udara airm dan kpal serta high speed Jadi mungkin Bapak Ibu nanti yang sudah ikut emisi udara untuk memperdalam ilmunya lagi nih gitu ya terkait pemodelan dispersi udaranya gitu ya lalu kita juga mengadakan di 3 minggu ke depan ada pelatihan pertek ya pertek air limbah atau persetujuan teknis untuk air limbah seperti itu adapun untuk ee pelatihan pmodelan dispersi udara dan pelatihan persetujuan teknis untuk air limbah ini masih ada diskon yang bisa diklaim Bapak Ibu sebesar 10% jadi diskon ini untuk harga ear Liber eh berlaku Hamin 7 pelatihan untuk informasi lebih lanjut ya nanti bisa menghubungi admin seperti itu Oke ini dia kontak kami admin ada dua ya Bapak Ibu ada adminis maupun adminisa silakan untuk menghubungi kami eh silakan i kami Insyaallah akan kami respon dengan cepat selain itu juga bisa mencari tahu lebih dalam lagi nih tentang ekedu di mana gitu ya Bapak Ibu bisa Langsung cek di Instagramnya di @ekedu.id atau di youtube-nya ekedu id atau facebook-nya ekedu gitu ya atau Twitter juga kita ada punya ya di @ekedulu_id dan untuk informasi lebih eh dalam lagi gitu ya ada di eh di website kami yaitu ada di ww.ekedu.id Nah untuk melakukan pendaftaran mana nih pelatihan-pelatihan ya Bapak Ibu barangkali bapak ibu ada yang tertarik nih untut pelatihan bisa langsung mendaftar Bapak Ibu ke alamat berikut yaitu ke pendaftaran.fedu.id Baik bapak ibu kami tunggu kehadirannya gitu Ya kami tunggu semoga ee webinar Ini bukan satu-satunya menjadi pertemuan kami Semoga kita bisa bertemu di ee agenda Selanjutnya ya yaitu di pelatihan-pelatihan yang diselenggarkan oleh Fed Baik bapak ibu kita semua menyadari ya bahwa tantangan Global yang semakin Kompleks termasuk kemiskinan ketidaksetaraan perubahan iklim dan ketidtian ekonomi tujuan pembangunan berkelanjutan atau S atau tpb hadir sebagai tanggapan terhadap hal-hal tebut tpb mencermink kesadaran akanetgar berbagaiekembangunanik ekomi Sal Maun hungan melalui tpb komitmen Global ditegaskan dalam mencapai tujuan pembangunan yang seimbang memperhatikan kebutuhan semua lapisan masyarakat dan merawat Planet kita untuk berkelanjutan jangka jangka panjang baik Bapak Ibu tanpa berlama lagi kita akan masuk ke Sesi pemaparan materi kebetulan eh pemateri kita juga sudah hadir di ruangan Zoom meeting Mungkin saya akan sapa terlebih dahulu selamat pagi bapak Dr Asep San STMT Selamat pagi Apakah suara saya terdengar Iya terdengar dengan jelas Pak Oke Bagaimana kabarnya kabar ee pada pagi hari ini Pak alhamdulillah kabar baik alhamdulillah Oke pak ee kita ee sudah masuk ke Agenda pembaparan materi apakah sudah siap pak iya sudah siap baik karena pemateri kita sudah Ee siap bapak ibu semoga Bapak Ibu juga sudah siap ya kepada Bapak Asep dipersilakan dan kepada bapak ibu selamat mengikuti webinar Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bapak Ibu yang saya hormati bertemu kembali dengan webinar ekoedu ee mohon izin saya untuk menyampaikan ee paparan Eh bagaimana apakah sudah terlihat full screen sudah Pak Baik Ee kita tahu tentang sdgs ya atau tujuan pembangunan berkelanjutan ada 17 tujuan yang disepakati oleh negara-negara di dunia untuk mencapai ee bumi yang Lebih baik jadi sejak tahun 0-an ee masyarakat dunia semakin menyadari bahwa kalau tidak diatur maka masalah-masalah sosial lingkungan ekonomi ini akan terjadi karena jumlah penduduk makin meningkat tetapi bumi tidak bertambah ya jadi luas bumi tetap bumi tetap bahkan memburuk dengan adanya pencemaran sehingga eh negara-negara di dunia menyepakati sebuah eh kerja sama internasional yang disebut dengan sdg sustainabil Development Goals secara sejarah sdg ini berawal Dar ya Millennium Development Goals ada delan indikator mdgis dan ternyata eh sukses ya pada saat itu membawa eh bumi mengurangi kemiskinan hampir 50% ya jadi 50% kemiskinan hilang karena program mdgis ini kemudian program mdgis tahun dilanjutkan menjadi sdgis dalam bahasa Indonesianya tpb tujuan pembangunan berkelanjutan tahun 2015 diproyeksikan dalam 15 tahun ke depan artinya pada tahun 2030 kita sudah bisa menyelesaikan banyak masalah yang dihadapi di tahun 2015 apa saja sdgis ya Ada 17 mulai dari nomor sat tanpa kemiskinan nomor dua tanpa kelaparan nomor tiga kehidupan sehat dan sejahtera nomor 4 pendidikan berkualitas nomor L kesetaraan gender nomor 6 air bersih dan sanitasi layak nomor 7 energi bersih dan terjangkau nomor pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi nomor 9 industri Inovasi dan infrastruktur nomor 10 berkurangnya kesenjangan nomor 11 kota dan pemukiman yang berkelanjutan Nomor 12 konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab nomor 13 penanganan perubahan iklim Nomor 14 ekosistem laut atau ekosistem air nomor 15 ekosistem daratan Nomor 16 perdamaian keadilan dan kelembagaan yang tangguh dan 17 kemitraan untuk mencapai tujuan bagi Bapak Ibu yang tertarik untuk menguasai sdjs ini atau tpb minimal Bapak Ibu bisa mengingat ya atau menghafal tpb nomor 1 sampai nomor 17 Sekarang kita akan lihat Bagaimana pelaksanaan dari sdgis ini sampai tahun 2002 2022 ya sampai tahun kemarin tadi kita sudah bahas bahwa di tahun 2015 negara-negara di dunia bersepakat untuk mengatasi berbagai permasalahan di tahun 2030 jadi di tahun 2015 kita menyepakati target 2030 mulai dari tpb nomor 1 tadi sudah kita bahas ya tanpa kemiskinan tanpa kelaparan dan seterusnya dan kita berada sebetulnya di tengah jalan ya setengah jadi 2022 ini berada di tengah dan hasil penilaian dari PBB persatuan bangsa-bangsa bahwa perkembangannya tidak menggembirakan ya jadi sdgis ini memang sangat aktif sekali digaungkan di seluruh dunia tetapi pencapaiannya artinya kalau kita punya target di 2030 itu sampai titik ini Setidaknya di 2022 ini harusnya kita mencapai sampai ke sini ya Atau kalau bisa lebih begitu ya jadi kita optimis dalam 7 tahun terakhir menuju 23 kita akan mencapai target tapi Sebagaimana terlihat di sini di 2022 itu hampir seluruhnya di bawah target ya di bawah target artinya lebih kecil dari garis ini yang paling kelihatan maju ini ya tpb tuuh tentang energi kemudian tpb tentang perkotaan industri ya tpb Nomor 9 ini kelihatannya paling maju yang paling mundur tentang perubahan iklim jadi pada tahun 2015 negara-negara sudah menyepakati tentang perubahan iklim seharusnya kita sudah ada di posisi sini ya ini malah negatif artinya kondisinya memburuk dari tahun kemudian yang lainnya juga banyak yang sangat mengkhawatirkan ya Misalnya ini kondisi laut kita hanya ada kemajuan sedikit juga bapak ibu bisa lihat ya secara global di area area apa Asia Pasifik kemajuannya sangat kecil jadi dari indikator-indikator itu ya tadi sudah kita e bahas hanya 15% saja yang ya kungkinan akan tercapai Ya Sisanya di luar harapan nah bagaimana dengan Indonesia ya jadi di Indonesia kalau kita lihat masih banyak ya indikator-indikator yang belum tercapai ini yang merah dan kuning ya artinya apa yang Indonesia Capai kira-kira sama dengan pencapaian dunia ya yaitu kita masih harus bekerja keras untuk mencapai di 2030 seluruh tpb itu bisa tercapai kalau kita lihat kemajuan ini di Indonesia ya pada Tahun ya memang ada yang cukup menggembirakan misalnya indeks kualitas udara ya tingkat pengangguran terbuka partisipasi pembelajaran terorganisir tapi ada juga yang masih jauh dari target misalnya di sini yang masih jauh stunting ya di balita ini baru tercapai 20% padahal sekarang sudahudah pertengahan ya Jadi tinggal 7 tahun lagi kita mencapai 2030 tapi sekarang pencapaian baru 20% kita harus mengejar 80% target dalam waktu 7 tahun demikian juga akses air minum yang layak Ini juga baru sekitar 20% ya kemudian tenaga kerja di manufaktur ini juga ada di Kisaran 25% ya Nah jadi di sini kita lihat potret dari nasional maupun internasional masih sangat jauh dari target yang sudah kita rencanakan di tahun 2015 salah satu kendala ee tpb di Indonesia karena masih banyak data yang belum tersedia jadi kalau kita lihat di sini data yang warna abu-abu ini datanya belum ada ya Nah datanya belum ada artinya kalau data belum ada ini ada dua kemungkinan mungkin saja indikator itu sudah tercapai tapi karena ada tidak tidak ada datanya atau bisa juga dia belum tercapai tapi kita tidak bisa mengetahui nah sedangkan yang tadi kita lihat di sini ya ada yang pencapaiannya 20% ada yang pencapaiannya 30% ini tentu berdasarkan data yang ada nah dengan banyaknya data yang tidak ada atau belum ada tentunya ini bisa membuat ya angka ini lebih baik atau lebih buruk ya jadi berdasarkan data yang ada kita peroleh evaluasi pencapaian Indonesia di 2022 seperti ini bagaimana kalau data-data itu ada semua nah ini Tentunya Bisa bergeser angkanya ya angka yang apa data-data yang tidak ada ini Tentunya menjadi PR kita bersama kewajiban pengumpulan data tpb ada di tingkat nasional dan di tingkat provinsi tetapi juga bukan mandatori ya itu diharapkan dikumpulkan di tingkat kabupaten dan kot Karena sekarang kita ada integrasi tpb ke dalam rpjmd dan rpjpd di kabupaten kota diharapkan pengumpulan data sdis juga dilakukan di level kabupaten kota Nah masalah data ini menjadi masalah yang sangat serius diharapkan kita bisa memprioritaskan di setiap daerah masing-masing baik itu di level kabupaten kota maupun di level provinsi tingkat ketersediaan data mendekati 100% ya Secara dasar hukum kita sudah memiliki Perpres 59 2017 kemudian dimutahirkan di Perpres 111 Tahun 2022 kemudian Bapenas juga sudah membuat dashboard ya sdis Indonesia kita bisa mengakses ke website benas untuk memantau perkembangan sdgis dari tahun ke tahun per 2022 ini merupakan langkah Indonesia untuk mempercepat ee pencapaian tpb yang tadi sudah kita lihat masih di bawah 50% ya artinya kalau 2022 ini kan sebetulnya sudah 10 tahun lebih dari 2015 Ya sudah 13 tahun Harusnya kan pencapaian kita normalnya ada di angka 60 sampai 70% tapi kenyataannya tadi sudah kita lihat kita ada yang di angka 20% 30% tidak ada yang mencapai 50% di tingkat nasional nah Apa yang harus kita lakukan bersama dengan Perpres 111 2022 sudah ada langkah-langkah yang harus dilakukan ee nanti Bapak Ibu bisa pelajari ya Perpres 111 2022 tadi saya dengarkan Bapak Ibu hadir dari berbagai kalangan ada kalangan pemerintah Pemerintah Daerah tentunya penting sekali ya untuk menjadikan Perpres 111 ini sebagai pedoman ada yang dari kalangan masyarakat pemangku kepentingan tentunya ini juga bisa di baca untuk bagaimana kita berperan serta ya di dalam pencapaian tpb Apa yang harus kita lakukan ke depan jadi walaupun pencapaian kita masih sangat rendah tapi setiap negara tidak putus asa ya untuk terus berupaya mencapai ee pencapaian ee tpb ini di antaranya adalah mengusulkan 12 program ya 12 program dari PBB yang pertama adalah membuat infrastruktur publik ini digital memang saat ini kita sudah sangat dibantu ya dengan ketika kita mau akses kereta akses jalan anggutan umum kita bisa menggunakan aplikasi tentu ini memudahkan ini akan meningkatkan percepatan kita di dalam memperoleh sdgis atau mencapai tpb ya kemudian juga di sektor energi di sektor makanan ee fasilitas publik dalam pekerjaan dalam kerja sama kemudian juga di dalam ee alam lingkungan hidup ya di dalam data kemudian perdamaian keuangan persepsi masyarakat dan juga pendidikan nah ini 12 program ini yang akan dikejar oleh dunia dan juga masuk Indonesia untuk mencapai atau mengejar ya pencapaian tpb baik di level Global maupun di level nasional kalau kita lihat tadi untuk perubahan iklim kita sepertinya ee negatif ya mungkin masih ingat saya akan balik lagi ke sini nah masalah lingkungan ini menjadi jadi masalah yang sangat memprihatinkan karena nilainya bukan hanya rendah ya yang lain ini rendah misalnya bukan hanya rendah ini malah negatif ya Nah tentu ini menjadi masalah yang serius Apa saja masalah itu tentu ya di sini baapenas sudah [Musik] mengidentifikasi masalah perubahan iklim ini menjadi masalah yang sangat penting saat ini karena ketika perubahan iklim tidak bisa kita kendalikan maka seluruh Kemajuan pembangunan ini akan hilang terkena oleh bencana terkena oleh misalnya gagal panen gagal tanam kekeringan maka kita akan mengalami perlambatan ekonomi bah mungkin kehancuran ekonomi akibat perubahan iklim yang tidak terkendali jadi perubahan iklim ini menjadi isu yang sangat penting saat ini bukan hanya urusan orang-orang lingkungan tapi menjadi urusan semua orang juga pencemaran hilangnya keanekaragaman hayati ini menjadi ancaman yang kita sebut sebagai planetary Crisis perubahan iklim polusi dan hilangnya keekaragaman hayati sehingga diharapkan Kita sebagai orang yang bergerak di bidang lingkungan menjadikan tiga hal ini menjadi prioritas dan juga kita mengajak teman-teman yang lain untuk peduli kepada tiga hal ini dan data-data sudah menunjukkan bahwa kita Rentan ya Indonesia rentan mengalami kekeringan mengalami bencana terkait iklim ya mengalami dampak-dampak iklim yang sangat banyak kalau kita tidak memperhatikan iklim sini Bapenas sudah menghitung ya Bah bahwa ya kita sekarang ada di pertumbuhan ya sekitar angka 4 sampai 5% kemarin kita mengalami pertumbuhan negatif ya ketika covid tapi kemudian sekarang kondisinya kita ada di angka 4 sampai 5% dan kita memproyeksikan pertumbuhan kita naik terus sampai 2060 ya di garis yang hijau ini ini adalah harapan kita tetapi ketika tiga hal tadi perubahan iklim polusi dan kehilangan keanekaragaman hayati tidak kita perhatikan maka pertumbuhan ekonomi ini akan tertekan ya pertumbuhan ekonomi kita akan turun sampai sekitar 2 sampai 3% nah tentunya ketika pertumbuhan ekonomi kita hanya sekitar 3% kita tidak bisa mencapai target Indonesia emas 20045 kita tahu bahwa di tahun ya kita berencana untuk menjadi negara dengan berpenghasilan per kapita seperti negara maju itu target kita tetapi ada syaratnya masalah perubahan iklim masalah pencemaran masalah Kanek regaman hayati itu harus kita selesaikan dulu ya kalau tidak itu tidak akan tercapai karena kita akan tertekan ya pertumbuhan ekonomi kita akan tertekan karena uang yang kita peroleh dari pembangunan akan habis untuk membayar kehilangan akibat bencana kehilangan akibat kegagalan panen kegagalan tanam kehilangan akibat kekeringan dan berbagai kehilangan lainnya jadi pendapatan negara kita berkurang untuk mengatasi dampak dari perubahan iklim pencemaran dan hilangnya keekaraga zaman hayati sehingga mencegah tentunya lebih baik daripada nanti mengatasi dampak nah Oleh karena itu perhatian kita kalau bapak ibu sebagai ee akademisi Bapak Ibu bisa memfokuskan penelitian bagaimana kita mempertahankan pertumbuhan ekonomi dengan menyelamatkan lingkungan kalau bapak ibu sebagai pemerintah pusat pemerintah daerah Bagaimana mengoptimalkan regulasi dan juga penerapannya di lapangan Kalau bapak ibu sebagai masyarakat bagaimana kita berperan ya dalam pekerjaan kita masing-masing apakah sebagai industri sebagai jasa atau sebagai ee LSM bagaimana kita mengoptimalkan ya sumber daya yang ada di kita daya dukung daya tampung yang ada di kita untuk bisa menahan menahan turunnya pertumbuhan ekonomi ini akibat masalah lingkungan yang sudah semakin Kompleks kemudian juga kita sudah tahu tpb tujuan pembangunan berkelanjutan atau sdis di sana ada interaksi antara ekonomi lingkungan dan sosial Maka kita optimalkan ya menjadi hubungan sebab akibat dari berbagai hal yang ada di kita bagaimana kita merencanakan dengan memperhatikan daya dukung daya tampung kalau tanpa itu pertumbuhan ekonomi di kita akan turun ya Tidak sesuai harapan di dalam rpjpn 2025245 di sana sudah di sampaikan ya berbagai kebijakan-kebijakan yang harus dilakukan oleh Indonesia untuk tadi ya supaya pertumbuhan ekonomi ini bisa sesuai dengan yang kita harapkan ada di Kisaran 7% atau kalau bisa 8% ya Indonesia 2045 hanya bisa terwujud kalau tadi ya permasalahan-permasalahan lingkungan ini bisa kita atasi berbagai studi sudah dilakukan baik oleh bppenas Kementerian kampus-kampus LSM dan berbagai kalangan masyarakat tinggal kita bagaimana menerapkan hasil kajian-kajian itu ee dalam rencana pembangunan kita analisis risiko untuk setiap masalah misalnya dampak kekeringan dampak gagal panen dampak gagal tanam dampak peningkatan muka air laut itu sudah banyak silakan setiap daerah ya untuk mengumpulkan informasi informasi itu kemudian menjadikannya sebagai dasar pertimbangan di dalam merencanakan pembangunan Nah kalau kita melihat Lebih detail ke dalam kondisi setiap tujuan tadi kita sudah tahu sdgis ini ada 17 tujuan ya ada 17 tujuan maka kita melihat misalnya untuk tujuan nomor satu mengakhiri kemiskinan dalam bentuk apapun dan di manapun kita masih menyisakan PR di sini ya bahwa tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia itu masih menyisakan 3,5% dari populasi di tahun 2021 dan juga di 2022 masih ada 2,5% kemudian juga populasi atau proporsi rumah tangga miskin dan rentan dengan akses terhadap pelayanan dasar ya contoh misalnya untuk air minum ini masih di di Kisaran 50% sanitasi dasar di 73% kesehatan dasar 74%. karena di dalam sdgis itu targetnya 100% ya artinya untuk strategi tujuan satu mengakhiri kemiskinan artinya ini angkanya nol tidak ada Angka kemiskinan di Indonesia itu targetnya Nah jadi di sini banyak sekali strategi yang bisa kita lakukan ya di antaranya memperkuat sistem perlindungan sosial pemberdayaan ekonomi khususnya untuk UMKM investasi infrastruktur pedesaan perkotaan kebijakan yang mendukung transgender kemudian juga untuk mengurangi kemiskinan keluarga serta kerja sama internasional banyak dari kita telah mengetahui bagaimana cara menyelesaikan permasalahan tetapi kelemahan yang kita alami karena kita menggunakannya tanpa data jadi kalau kita lihat ya analisis-analisis tentang mengatasi kemiskinan kita hanya fokus kepada data-data yang general misalnya Angka kemiskinan di sebuah perkotaan Angka kemiskinan di sebuah Kabupaten tetapi kita jarang sekali melihat ya Ada sebuah analisis yang mendalam misalnya Angka kemiskinan di kota tersebut ada di wilayah mana Kenapa wilayah-wilayah itu memiliki Angka kemiskinan tertinggi Apa hubungan antara kantong-kantong kemiskinan itu dengan kesempatan pekerjaan di daerah itu jadi di dalam penyelesaian tpb nomor 1 memang saat ini tidak bisa lagi hanya menggunakan pendekatan umum kita harus masuk ke dalam kondisi detail ya kita sering dengar di media massa bahwa pendataan untuk masyarakat yang prasejahtera ataupun ya yang belum Sejahtera ini seringki masih bermasalah nah artinya banyak sekali PR yang bentuknya itu analisis ilmiah yang detail masuk langsung ke dalam titik-titik atau sebaran-sebaran dan kita lihat permasalahan satu persatu di tiap kawasan kemud kan untuk Oke ini ada data ya dari bppenas yang mengatakan bahwa tren kemiskinan ekstrem memang telah turun ya telah turun dari tahun ke tahun Namun kita pahami ya kalaupun misalnya di sini ada angka ee 9% mendekati 10% itu 10% dari 270 juta ya jadi sekitar 20 juta 27 Juta penduduk jadi kalau kita bilang lihat persennya mungkin kelihatannya kecil tapi begitu kita konversi ke jumlah penduduknya berarti kan sekitar 27 Juta ya 20 juta 27 Juta itu mungkin satu penduduk sebuah provinsi di pulau Jawa ya kalau kita lihat penduduk Kalimantan saja sekitar 5 juta satu provinsi Kalimantan ya memang kalau Jawa Barat satu provinsi itu sekitar 40 juta banyak mungkin 27 Juta ini sekitar setengahnya dari provinsi Jawa Barat tapi kalau kita lihat secara nasional 27 Juta itu angka yang besar nah artinya di sini kita bisa lihat ya bahwa untuk menyelesaikan Angka kemiskinan ini memang kita tidak bisa melihatnya sebagai persentase ada kemajuan persentase menurun tetapi kita melihat jumlah dan di sinilah Kita memandang Angka kemiskinan bukan hanya sebagai statistik kita melihat sebagai suatu kemanusiaan artinya di lingkungan kita hanya ada satu keluarga yang bawa Angka kemiskinan itu sudah menjadi masalah kita pikirkan bagaimana keluarga itu tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari baik untuk makanan pakaian pendidikan dan itu dilakukan bertahun-tahun nah artinya dari sini Kita harus mencari inovasi-inovasi ya saat ini banyak kesempatan kerja yang muncul akibat adanya inovasi digitalisasi ekonomi itu terbantu tapi tentunya masih banyak pr-pr yang lain ya yang bisa kita lakukan Bagaimana dengan tujuan nomor dua jadi sejalan dengan kemiskinan tadi ya kita juga masih memiliki PR 10,21% penduduk mengkonsumsi pangan lebih rendah dari standar kecukupan energi artinya sekitar 27 Juta tadi itu mengkonsumsi makanan yang sangat rendah dibandingkan standar dan sekitar setengah nya ini mengalami kerawanan pangan artinya kalau kita melihat Indonesia ya ini sebetulnya Indonesia sedang mengalami masalah yang serius dan juga negara-negara lain juga menghadapi masalah yang sama kita lihat ada 20 7 juta penduduk Indonesia yang kekurangan pangan bahkan 5 jutanya mengalami kerawanan pangan yang sangat berat mereka kalau kita lihat dari angka pendapatan ya karena ini berkorelasi antara kemiskinan dengan kekurangan pangan kemiskinan ekstrem didefinisikan 2,15 do kalau 1 dolar r.000 Berarti sekitar Rp50.000 jadi untuk memenuhi keluarganya dia dapat uang Rp50.000 tentu Rp50.000 untuk mengatasi ee ya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya akan berat dan angkanya besar ada sekitar 5 juta tadi ya Atau kalau kita lihat angkanya 2,5 du ee ya sekitar 8 juta penduduk yang masih mengalami kemiskinan ekstrem tapi di sisi lain kita lihat bagaimana kelompok ekonomi yang lain bisa mengeluarkan uang jutaan untuk mengikuti konser misalnya nah ini kan suatu ketimpangan yang luar biasa Jadi PR kita di sini mari kita bersama-sama untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada di kita untuk mengatasi masalah ini karena kalau kita lihat angka-angka statistik mungkin menggembirakan ya ada penurunan dari 10% turun ke 9% tapi kalau kita kalikan dengan jumlah penduduk Indonesia kita akan melihat jumlah yang sangat banyak termasuk juga dari sisi kerawanan pangan ya kita beralih ke tujuan yang ketiga ya Nah ini ada juga target-target di tpb kedua yang cukup memprihatinkan yaitu stunting pada balita yang angkanya ternyata sangat tinggi ya ya ya Tentunya semua data ini relevan di angka-angka atau di kantong-kantong kemiskinan itu yang ada di sekitar 10% populasi kita itu pasti akan ada kerawanan pangan termasuk juga stunting Jadi sebetulnya kita sudah bisa memetakkan ya angka-angka atau kantong-kantong kemiskinan itu ada di mana Mengapa terjadi yang kita sebut sebagai ee kemiskinan yang terstruktur karena keluarga atau ayahnya miskin dia tidak bisa bersekolah akhirnya dia tidak mendapatkan pekerjaan yang layak dan dia juga menjadi keluarga miskin juga dan ini berlangsung turun tememurun ya Nah tentu ini menjadi PR ya buat kita bagaimana ee apa kemiskinan terstruktur itu bisa kita atasi dari sisi kemajuan teknologi saat ini telah banyak berkembang di Indonesia ya kita patut berbangga untuk hal ini tetapi di dalam tpb yang dikejar bukan kemajuan tapi pemerataan ya Sesuai dengan jargon dari tpb yaitu no Left Behind tidak boleh ada yang tertinggal tentunya berbagai kemajuan teknologi yang saat ini sedang berkembang di Indonesia harus diprioritaskan kepada pada pemerataan tadi kita bisa mengakses data-data ya eh di website baapenas atau di dalam laporan-laporan yang dikeluarkan oleh bnas baik untuk ee konsumsi kekurangan konsumsi pangan kejadian stunting balita untuk yang ketiga ya saat ini ini ee kita mengalami kenaikan ee peserta jaminan kesehatan nasional ini Tentunya hal yang menggembirakan ya bahwa di Tahun 2022 91,77% populasi telah ikut dalam jaminan kesehatan nasional Namun demikian ya kita masih memiliki daerah-daerah yang memiliki penyakit malaria filariasis ya dan juga persentasi perokok yang masih tinggi jadi kalau kita lihat angkanya di 2021 itu ada di angka 28,96% di 2022 itu cenderung sama ya ada di angka 28 hanya turun sedikit 28,26%. artinya jumlah perokok ini banyak tentu perokok ini bisa mengurangi kesehatan yang merokok juga orang-orang di sekitarnya nah ini masalah budaya ya bagaimana kita bisa menggantikan ya kebutuhan rokok dengan kebutuhan lain misalnya berolahraga ataupun berinteraksi sosial yang lain karena ini bukan masalah kebutuhan fisik tapi masalah persepsi persepsi bahwa kita memerlukan rokok tapi dengan persepsi kita berubah maka kita tidak membutuhkan rokok lagi ya khususnya bagi para perokok kemudian juga untuk pendidikan Nah untuk pendidikan ini kita mengalami penilaian yang buruk ya dari dunia internasional karena jika dibandingkan dengan dunia internasional kemampuan anak SD SMP SMA kita ini di bawah rata-rata dari negara-negara lain kemudian Kemen diikbud melakukan survei ya untuk mengetahui apakah benar yang disampaikan dalam laporan-laporan internasional bahwa kemampuan sumber daya manusia Indonesia ini buruk dan dilakukanlah studi ya oleh Kemendikbud terhadap anak kelas 5 anak kelas 8 dan anak kelas 11 ya SD dan SMP dan hasilnya ternyata sangat mengkhawatirkan di sini kita lihat kemampuan membaca ya ini angkanya ada di Kisaran 50% bahkan ada yang lebih rendah ya kemampuan matematika ini lebih buruk lagi ini ada di Kisaran 40% artinya kalau di Kisaran membaca 50 sampai 60% Anggaplah maksimum 60% 40% itu tidak bisa membaca sesuai dengan usianya Apa maksud membaca sesuai dengan usianya kalau dia usia 5 tahun 6 tahun tentu maksud membaca di sini adalah membaca huruf-huruf misalnya Ini Budi ini Ayah Budi Dia belajar membaca tetapi untuk SMP ya Misalnya di sini SMP membaca di sini maksudnya bukan bisa membaca seperti anak kelas 1 SD membaca di sini maksudnya mengartikan informasi Jadi kalau misalnya di sebuah surat kabar ada informasi dia bisa paham atau tidak isi informasi tersebut dan ini angkanya ada di angka sekitar 50% artinya 50% bisa memahami informasi tersebut 50% tidak bisa artinya apa yang tidak bisa ini artinya dia tidak tahu apa-apa dan kita tahu sekarang kemajuan informasi itu demikian cepat kita kebanjiran informasi tapi sangat Percuma kalau informasi banyak tapi kita tidak paham apa isi dan makna dari informasi tersebut Nah di sinilah tantangan kita ya khususnya Bapak Ibu yang sebagai pendidik dan Bapak Ibu juga yang sebagai orang tua tidak boleh menyerahkan 100% pendidikan kita kepada sekolah saja kita harus tanya anak-anak kita misalnya ketika sarapan pagi tentu tergantung kepada usianya kalau dia SD Kelas kita tanya Hari ini hari apa Oh hari ini hari Kamis atau jangan-jangan anak kita yang kelas 3 SD tidak tahu Hari ini hari apa Nah ini kan dia tidak bisa membaca informasi kalau dia tahu hari ini hari Kamis hari Kamis hari kerja atau hari libur Anggaplah dia tahu ini hari kerja jadi hari kerja Ada berapa hari dia bisa menjawab 5 hari dan libur 2 hari total 7 hari Nah itu tentu bagus ya untuk anak kelas 3 SD kalau misalnya dia kelas 6 SD tentu kita punya ekspektasi yang lebih tinggi ya untuk anak kelas 6 SD hari ini Hari apa hari Rabu Ya tentu dia harus tahu tentang total hari ada tujuh dan hari Rabu ini apa hari Kamis ya hari Kamis ini adalah hari kerja kemudian kita tanya kamu kalau ke sekolah merhatikan enggak Kalau hari kerja dengan hari libur lebih macet mana Nah dia tidak tahu ahah enggak tahu ah nah ini berarti dia tidak bisa membaca informasi tidak bisa membaca keadaan baik yang tertulis maupun yang dia hadapi sehari-hari ini sudah warning ya jangan-jangan anak kita masuk ke dalam 50% yang tidak bisa membaca kalau anak kita SMP ya tentunya harusnya tingkat logika SMP harusnya lebih tinggi lagi dari anak SD kita tanya hari ini Hari apa hari Kamis hari Kamis cuacanya bagaimana cuacanya mendum bulan ini bulan apaan November seharusnya kita musim apa dia tidak tahu ini musim apa pengghujan atau musim kemarau wah ini sudah warning kalau ternyata dia tahu bahwa ini adalah musim penghujan kita tanya lagi Mengapa hujannya sekarang atau tanya dulu dibandingkan tahun lalu sama engak hujannya Mungkin dia tidak Mer pertikan nah ini yang disebut ketidakkemampuan membaca jadi pendidikan di kita memang tidak dibiasakan untuk mampu membaca keadaan ya ini adalah tugas kita sebagai pendidik di sekolah bagaimana agar kemampuan anak didik kita ini bukan hanya nya membaca huruf tapi juga membaca keadaan kalau kita sebagai orang tua kita silakan tes anak kita masing-masing sesuai dengan umurnya kalau dia sudah SMA terus tidak bisa menceritakan bahwa musim hujan itu bulan apa saja itu menurut saya sudah kelewatan ya kalau SMA tapi silakan dites anak kita masing-masing tentu curah hujan di Pulau Jawa beda dengan di Kalimantan dengan di Papua ya pulau Jawa dia monsun demikian juga dengan Kalimantan bagian selatan apa Sumatera bagian selatan Sumatera bagian utara sebagian Kalimantan dan juga Sulawesi itu ekuatorial ya kemudian Papua itu lokal Sulawesi juga lokal tentunya Kita sebagai orang tua juga harus tahu ee ketika kita memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada anak kita pertanyaan tidak harus rumit ya Misalnya ketika dia makan kamu tahu tahu enggak bahwa nasi itu lebih banyak karbohidrat atau lebih banyak protein Nah jadi problem di kita apa yang dipelajari di sekolah itu hanya dihafalkan tanpa mengetahui konteksnya mungkin ketika menjawab ujian dia tahu apa itu karbohidrat apa itu protein Apa itu vitamin dia hafal tapi begitu dia melihat nasi yang dia Makan tiap hari dia tidak tahu bahwa nasi itu karbohidrat nah ini adalah masalah yang kita hadapi Bagaimana anak didik kita anak kita tidak mampu membaca tidak mampu membaca keadaan Nah kalau kita peduli kepada anak-anak kita silakan kita tanya kita lihat kita ukur Kemendikbud menyimpulkan 50% bisa membaca 50% tidak Silakan kita lihat kita ukur kita tanya anak kita termasuk 50% yang bisa atau 50% yang tidak bisa karena kita sebagai orang tua juga bisa mengarahkan anak kita jangan sampai termasuk 50% yang tidak bisa membaca keadaan Bagaimana dengan matematika yang di sini rata-ratanya ada di angka 40% ya ini juga sama matematika untuk apa ya Misalnya kalau SD dia bisa berhitung tapi apakah dia tahu bahwa kemampuan berhitung dia itu bisa untuk menentukan Berapa jumlah belanja yang dilakukan oleh keluarganya setiap hari karena kita tidak pernah mengajarkan itu kepada anak kita kalau dia SD Kelas 6 Harusnya kan sudah besar kita ajak dia untuk menghitung n hari ini belanja kita berapa Oh kita beli tempe harganya sekian dia tulis sayur sekian ikan sekian dijumlah Jumlahnya sekian besoknya kita suruh lagi sampai akhirnya 1 minggu kemudian kita suruh dia membuat rata-rata jadi rata-rata kita belanja tiap hari berapa dia ingat di sekolahnya Dia tahu rata-rata itu jumlah komponen dibagi jumlah data jumlah nilai dibagi jumlah data dia akan praktikkan ya dia akan praktikkan apa yang sudah diajarkan sekolah di dalam kehidupan sehari-hari nah problem kita baik itu di sekolah maupun di rumah apa yang dipelajari di sekolah itu tidak pernah dipraktikkan sehingga kita membuang-buang waktu begitu banyak teori yang diajarkan di sekolah itu tidak dipahami oleh anak didik kita sehingga kita harus mengajarkan kepada anak didik kita dengan kehidupan sehari-hari misalnya ya kita tinggal berpikir saja kamu di sekolah belajar apa saja oh belajar rata-rata median kemudian belajar juga simpangan baku misalnya ya nah coba kita cari tahu bagaimana supaya dia memahami konsep-konsep itu di dalam keseharian nanti anak juga akan belajar sendiri Karena dia sudah disuruh menghitung uang belanja selama seminggu dan dia bisa menghitung rata-ratanya maka dia akan semakin bisa memanfaatkan keilmuan matematika di kehidupan sehari-hari memang bagusnya dari kelas 1 SD ya kelas 1 kelas 2 ya memang kita tidak boleh bosan kalau bapak ibu sebagai pendidik ya tentunya kita harus merancang cara penguasaan matematika yang lebih aplikatif di dalam kehidupan sehari-hari Bagaimana kalau dia SMA pasti sudah belajar logaritma log pernah enggak kita tanya kepada mereka kamu gunanya Apa itu belajar logaritma dia pasti bilang tidak tahu jadi memang itu kelemahan di kita ya kita belajar tanpa kita tahu gunanya untuk apa kita tahu bahwa logaritma itu untuk menyajikan data dengan rentang yang sangat berbeda misalnya datanya itu ada yang 0,001 ada yang datanya s ada yang datanya 1000 ada yang datanya 100.000 ada yang 1 juta sekarang 1 juta dengan 0,001 mau digabung dalam satu grafik Bagaimana mungkin maka dipergunakan logaritma log 1 juta adalah 6 log 0,013 ya tentu3 6 dalam sat grafik bisa kita buat nah logaritma tujuannya untuk itu tapi banyak yang tidak tahu anak SMA Kenapa ada logaritma Kenapa ada limit Kenapa ada kalkulus Kenapa ada trigonometri akhirnya apa angka survei membuktikan kemampuan matematika hanya di Kisaran 40%. terus Sisanya hanya membuang-buang waktu di sekolah tidak bisa menerapkan Matematika itu dalam kehidupan sehari-hari nah tentu ini dalam konteks tpb ini menjadi sangat bermasalah di satu sisi kita mengalami pendidikan yang tidak merata tapi di sisi lain untuk yang sudah mengalami pendidikan pun survei membuktikan kemampuan anak didik kita ini masih sangat rendah mungkin kalau di Kisaran 70% 80% kita boleh tenang Ya tapi ini kan kisarannya untuk membaca di angka 50% matematika diangka 40% ini kan di bawah rata-rata ya untuk topik ini saya bicara agak panjang karena memang ini hal sederhana yang bisa kita lakukan di rumah kepada anak-anak kita anak didik kita mengubah cara kita mengajar mengubah cara orang tua berkomunikasi dengan anak-anaknya sehingga nanti mereka bisa belajar sendiri Kita hanya memberikan contoh kebiasaan ya nanti mereka pun akan mengembangkan sendiri kemudian kita akan Lanjutkan ke ya Ini tadi ya angkanya masih di bawah rata-rata 50% Jadi sebetulnya ini sangat mengkhawatirkan untuk tujuan kelima ya masalah gender gender ini memang harus kita prioritaskan untuk berbagai ee hal baik itu di pekerjaan kesempatan pendidikan ya untuk meningkatkan kompetensi kita di dunia internasional tentang air ini sebetulnya ya tpb Nomor 6 ini sebetulnya masalah sehari-hari tapi kenapa nilainya kecil sekali kita lihat layanan air air minum aman ini rata-rata di bawah 20% pulau Jawa 13,1% Sumatera 8,5% nah artinya yang mendapatkan air minum aman ini kecil sekali persentasenya ini tentu masalah ya Artinya saya yakin bapak ibu yang hadir di sini juga menyadari tentang masalah air minum sanitasi ya kita bisa berdiskusi tentang hal ini tapi kalau lihat dari angka-angka itu masih sangat rendah demikian juga untuk nomor tuuh tentang energi energi ini menjadi sangat serius karena kita sedang menghadapi perubahan iklim ketika kita menggunakan energi fosil sama saja dengan memperburuk perubahan iklim maka kita Berencana untuk alih Ya beralih dari energi fosil menuju energi baru terbarukan ini merupakan program prioritas nasional di dalam pencapaian tpb nomor 7 transisi energi menuju net Zero emission 2060 ini menjadi prioritas ya Dan kalau kita lihat potensinya banyak sekali di Indonesia itu Tinggal bagaimana kita menuju ke sana ya kemudian juga kemajuan sampai saat ini ada di angka 12% Padahal kita ingin Ya seperti negara-negara lain misalnya Finlandia itu sudah 90% ebt Swedia juga 90% ebt ya Brazil itu juga ada di Kisaran 70% ebt nah artinya kalau negara lain mampu sanggup eh dominan energi baru terbarukan Mengapa Indonesia tidak bisa Saat ini Indonesia masih di Kisaran 12% ebt ebt ini juga penting ya untuk diterapkan di semua sektor misalnya di sektor pertanian ke sektor ekonomi yang lain bagaimana untuk biogas misalnya ya Dar di peternakan Jadi sebetulnya kita dengan ee mengintegrasikan sektor pertanian dengan sektor energi itu sebetulnya bisa misalnya di sini PLTS tenaga surya dengan pertanian ya Jadi bagaimana tadi kita tpb nomor 2 tentang pertanian kita gabungkan dengan tpb nomor 7 tentang energi jadi seperti itu kalau kita ingin mencapai tpb yang lebih baik ya daripada pencapaian sekarang kemudian juga untuk tpb nomor 8 ya ini karena Ee kita kita dibatasi waktu mungkin saya tidak akan membahas semua tpb tapi di sini saya akan sebutkan ya bahwa hampir semua tpb ini kita masih harus bekerja keras tpb Nomor 8 Nomor 9 ya tentang industri tentang ee tpb Nomor 10 kesenjangan Intra dan antarnegara kemudian juga TPP nomor 11 tentang pemukiman ya dan di sini angka persentase rumah tangga yang memiliki Perumahan layak itu di Kisaran 60,66% artinya Masih sekitar 40% yang belum memiliki rumah yang layak dan 40% itu jumlah yang besar ya Ee ada di Kisaran 100 juta lebih ya penduduk yang belum memiliki rumah layak kemudian ee slide ini nanti akan dibagikan oleh panitia Jadi Bapak Ibu bisa melihat Lebih Detail ya data-data yang disampaikan di sini untuk tpb1 produksi konsumsi 13 perubahan iklim tadi sudah kita banyak bahas 14 tentang laut 15 tentang hutan 16 tentang perdamaian 17 kemitraan nah Artinya kita sudah membahas walaupun cepat ya tpb nomor 1 sampai 17 Bagaimana yang harus apa bagaimana kita harus lakukan di daerah kita masing-masing tentu kita harus strukturkan tpb ini ada satu usulan dari organisasi internasional yang mengatakan agar setiap daerah memposisikan tpb seperti gambar di depan ini jadi yang paling bawah itu adalah tpb biosfir tpb lingkungan ada tpb nomor 15 tentang hutan 14 tentang laut 6 tentang air 13 tentang perubahan iklim ini harus jadi prioritas nanti kalau pondasinya ini kuat dia akan mendukung tpb di level kedua yaitu Kesejahteraan Sosial mulai dari tpb nomor 1 11 16 7 3 4 5 2 contoh misalnya untuk tpb nomor 2 untuk pangan tentu pangan perlu air pangan perlu lahan Nah kalau airnya terganggu lahannya terganggu pasti pangan juga terganggu jadi pondasi nomor 15 14 6 dan 13 ini harus jadi prioritas harus bagus nanti dia bisa menunjang tpb Kesejahteraan Sosial kalau Kesejahteraan Sosial sudah tercapai maka pertumbuhan ekonomi ini akan akan dicapai pertumbuhan ekonomi ada di tpb nomor 8 9 10 dan 12 akhirnya kita mencapai tpb nomor 17 kerja sama dengan negara lain atau daerah lain nah pemahaman tentang segitiga atau piramida tpb ini masih belum banyak diketahui oleh masyarakat kita kita masih menggunakan paradigma lama yaitu pertumbuhan ekonomi tidak peduli terhadap lingkungan tidak peduli terhadap sosial yang jelas pertumbuhan ekonomi dan kita sudah melihat bahwa kebijakan seperti itu adalah salah Buktinya apa buktinya tpb belum tercapai sampai sekarang yang terjadi hanyalah kesenjangan yang semakin tinggi antara pendapatan ekonomi tinggi dengan pendapatan ekonomi rendah Apakah itu yang dicita-citakan oleh pendiri negara kita pada tahun 1945 tentunya bukan pendiri negara kita menginginkan keadilan ya untuk seluruh rakyat Indonesia artinya pendiri Indonesia menginginkan kondisi seperti tpb yang ada di depan kita semua Bagaimana pertumbuhan ekonomi ini tidak mengalahkan Kesejahteraan Sosial Kesejahteraan Sosial ini menjadi prioritas dibandingkan pertumbuhan ekonomi nah itu adalah yang diinginkan oleh tpb Jadi bagi para perencana pembangunan segeralah untuk melihat kembali rencana-rencana pembangunan yang kita lakukan jangan-jangan hanya mengejar pertumbuhan dan mengejar pertumbuhan itu sudah terbukti salah Sudah saatnya kita mulai dengan pondasi pondasi berupa tpb nomor 15 14 6 dan 13 dan di sana kita optimalkan tpb biosfir atau tpb lingkungan ini untuk kesejahteraan sosial Apakah kesejahteraan sosial ini sudah tercapai misalnya tpb nomor 1 ini menjadi prioritas kita untuk diselesaikan jika tpb Kesejahteraan Sosial ini sudah bagus otomatis pertumbuhan ekonomi pun akan bagus dan untuk mencapai itu diperlukan kerja sama ya untuk menyelesaikan tpb nomor 6 itu harus dilihat semua aspek di sini ada tpb nomor 2 nomor 3 dan seterusnya dan semuanya harus duduk bersama dan ini yang jarang kita lakukan kita biasanya sibuk dengan urusan masing-masing tidak pernah duduk bersama untuk menc mencapai kesepakatan tentang pencapaian tpb koordinasi begitu sering diucapkan begitu sering dijadikan bahan pidato begitu sering dijadikan bahan laporan tapi dalam kenyataannya menjadi hal yang sangat jarang dilakukan dalam implementasinya seringki di lapangan tidak ada koordinasi Nah sudah saatnya kita beralih ya menjadi pelaksana pembangunan yang duduk bersama untuk menyelesaikan setiap permasalahan dan melihatnya dalam kaca pandang yang lebih luas untuk melihat tpb nomor 6 kita lihat misalnya kita bahas masalah air kita lihat keterkaitannya dengan semua indikator nah hal lain yang penting dalam tpb tidak semua indikator tpb ini Sinergi yang warna orang ini artinya dia tidak Sinergi ya artinya kalau kita melakukan industri pertumbuhan ekonomi ini ada potensi dia trade off ya trade off itu artinya ada yang dikorbankan mungkin lingkungannya menjadi terkorbankan Kesejahteraan Sosial pemerataan sosial keadilan sosial itu menjadi terkorbankan dengan adanya industri maupun pertumbuhan ekonomi Nah sebagai ahli tpb kita harus sadari kondisi ini ya bahwa tpb itu ada yang Sinergi ya yang warna hijau ini ada juga yang tidak Sinergi jadi kalau kita lihat misal misalnya di sini untuk tpb nomor 1 dengan tpb nomor 6 misalnya ya ini cenderung Sinergi tapi tpb 1 dengan tpb nomor 12 misalnya ya ini banyak yang tidak Sinergi tpb5 misalnya dengan tpb 12 kita tarik garis ini 5 12 banyak yang tidak Sinergi jadi begitu cara baca tabelnya nah ini Tentunya menjadi perhatian kita secara ilmiah sudah diidentifikasi oleh para ahli memang ada kondisi-kondisi yang tidak Sinergi dan di sini sangat diperlukan Ini tadi Bagaimana menemukan formula yang tepat sehingga permasalahan itu bukan makin membesar tapi makin Sinergi dan setiap indikator itu ada hubungan korelasi Ya misalnya kalau kita ingin mencapai efisiensi penggunaan air kita bisa melihat sisi-sisi lain ya Misalnya di sini ada tpb nomor 9 peningkatan kualitas infrastruktur ini bisa meningkatkan jadi panah yang menuju itu artinya mendukung meningkatkan tapi tpb nomor 6.4 ini juga bisa meningkatkan indikator yang lain sebagai ahli tpb Bapak Ibu harus mempelajari keterkaitan antar tpb ini setiap indikator itu saling terhubung ya Ada tpb nomor 6 7 11 12 15 dan ini nanti Bapak Ibu bisa pelajari ya di slide yang akan dibagikan oleh panitia saat ini dunia riset berlomba-lomba bagaimana pencapaian sdgis atau tpb ini salah satunya dengan artificial intelligence atau ai Bagaimana Ai bisa mempercepat pencapaian sdgis dari sisi ee analisis energi analisis pertanian analisis kebencanaan ya sehingga kita bisa mengurangi dampak dari dari perubahan iklim Bagaimana kalau kita tidak memiliki teknologi Ai Apa yang harus kita lakukan yang kita lakukan adalah kita menggunakan cara-cara manual cara-cara diskusi komunikasi misalnya ada sebuah pantai kalau kita pergi ke pantai di situ hanya ada tempat berkumpul tempat evakuasi tapi bagaimana dengan bangunan bangunan ini apakah sudah diberi warna ya diberi tanda rating misalnya bangunan ini kalau terjadi tsunami dia akan terendam seluruhnya dia akan terendam setengahnya dia tidak akan terendam kalau terjadi gempa Pak rumah ini akan runtuh 100% rumah ini akan runtuh 50% rumah ini hanya akan retak-retak rumah ini akan aman Nah itu belum pernah kita lakukan secara detail Tiap rumah padahal itu adalah informasi yang berharga bagi setiap penghuni rumah untuk menentukan mitigasi bagi diri nya sendiri-sendiri Nah artin
Resume
Categories