Webinar 47 Pengenalan Pajak Karbon sebagai Pengendalian Perubahan Iklim
TY15srlcZNc • 2023-11-02
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
pemodelan kualitas air sungai pemodelan
dispersi udara pemodelan air tanah life
cycle assessment perhitungan emisi gas
rumah kaca pengelolaan banjir dan
sedimentasi Sungai perancangan dan
pemilihan insenerator sampah dan limbah
B3 pemantauan kualitas udara dan air
menggunakan sensor pelatihan sistem
informasi geografis dan pelatihan remote
sensing alumni pelatihan kami sudah
lebih dari 2500 orang yang berasal dari
seluruh
pelayanan kami terbuka untuk perusahaan
pemerintahan perorangan ataupun
pemerhati lingkungan ekoedu selalu
berusaha menyajikan pelatihan yang
berkualitas dengan menghadirkan pengajar
yang
[Musik]
berpengalaman memberikan pengalaman
langsung dengan
praktikum dan e-learning yang dapat
diakses di
manapun
jadi awalnya saya mengikuti pelatihan ek
ini memang dari grup-grup di alumni ya
Mak ya pernah ikut pelatihan ini cerita
mereka itu sungguh bisa dianggap menarik
ya karena mereka pengetahu mereka
tentang yang pengin mereka ketahui itu
gitu ya kemudian skill-skill yang
dihasilkan dari hasil pelatihan itu
jugaup bisa dilihat begitu ya terasa
manfaatnya di kami terut untuk yang Man
tenang-ang sehingga saya memilih
dan sempat mengikuti pelatihan jug
[Musik]
ituagram
[Musik]
ituaac
[Musik]
yang sering lihat di Instagram gitu
Bagaimana ekidu menyampaikan
informasinya
ekedu itu bagus karena ptianptinya itu
selalu tergini terus mengikuti zaman dan
juga pelatihnya atau mentornya itu bagus
dan terbaiklah di
[Musik]
bidangnya I eh yang pertama memang Tentu
saja Ini meningkatkan dan memaksimalkan
skill-skill yang saya harapkan gitu ya
tertama dalam
penyimpinan kinerja saya jadi bisa lebih
produktif lebih efektif juga ee punya
update Gitu ya update-update
persoalan-persoalan dalam penyan terkini
dari ahlinya langsung di lapangan begitu
yang pengalamannya tidak dilakukan
menurut saya laatihan yang disediakan
ini sangat bermanfaat sekali dan mudah
untuk aksesnya jadi ada teknologi baru
yang saya dapat yaitu di eLearning ya
itu luar biasa pembelajaran juga mudah
sekali dipahami Alhamdulillah bisa
mengikuti dan juga menambah ilmu
pengetahuan yang banyak
[Musik]
banget eh eLearning ini memang di memang
sangat diperlukan sekali ya terutama
untuk kita yang keterbatasan pengetahuan
kemudian juga waktu mungkin eh itu
memberikan kita kesempatan untuk kembali
mengingat kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas kemudian juga kita bisa
mengulanging Mungin yang kita inginkan
kita juga
bisa kembali sehingga belajar kita bisa
lebih efektif dan
efisien membantu sekali ketika pada saat
penyampaian materi ada yang
ketinggalan saya bisa lihat materi itu
di sangat membantu
Mak ambil materi terus lihat video
yangisakses kapan aja dan
a 4 juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari kata sepadan
sebenarnya jadi apa namanya ya Kalau
saya bilang terlalu murah itu searnya
jadi seadanlah ini menurut saya spadan
bu karena memang e pelatihannya ini pun
sangat membantu ya dalam menyelesaikan
satu pekerjaan yang ada
Dian saya sendiri gitu E saya kira cepat
dan sesuailah dengan apa yang didapatkan
[Musik]
KPP efektif tepat dan profesional hemat
hat dan Hebat Keren profesional dan juga
[Tepuk tangan]
[Musik]
kesinian
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Selamat pagi Bapak Ibu semua
selamat datang di webinar yang
diselenggarakan oleh ekoedu Indonesia
sebelumnya Perkenalkan nama saya saya
yang akan menemani bapak ibu semua
hingga pukul 12 siang nanti pada hari
ini kita akan mah mengai pengenan pajak
karbon sebagaiengendan klim bersama
pemateri kita Bapak Asni Ibrahim yang
merupakan cfounder jejak ekologi
nusantara sebelum itu Mari kita buka
dengan membaca doa menurut agama dan
kepercayaannya masing-masing berdoa
dimulai ya berdoa dicukupkan kita juga
akan membuka dengan menyanyikan lagu
Indonesia Raya bersama-sama
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Ya baik terima kasih bapak ibu semua
yang sudah bergabung di ruangan Zoom
meeting ini ee mungkin sebelumnya bapak
ibu semua boleh untuk menyalakan
kameranya terlebih dahulu ee di sini
sudah bergabung sekitar 20
295 orang yang sudah berada di ruangan
Zoom meeting eh saya ingin berkenalan
dulu dengan bapak ibu semua yang sudah
hadir eh mungkin di sini sudah ada Bu
Widi Handayani Halo selamat pagi
Ibu Selamat pagi Bu Sil Bagaimana Bu
kabarnya
sangat baik Terima kasih atas kesempatan
untuk mengikuti webinar pajak karbon
pada pagi hari ini Oke boleh mungkin Bu
perkenalan sedikit eh dari mana
instansinya dan juga kota mana Ini Bu
Baik terima kasih eh nama saya Widi Saya
baru saja bergabung dengan grup ekoedu
dan eh saya dari Sugio Pranoto
university di Semarang dan dari fakultas
ilmu teknologi lingkungan Prodi rekayasa
infrastruktur dan
lingkunganah Oke Baik Terima kasih Bu
Semoga sehat selalu I terima kasih
kembali Oke mungkin selanjutnya kita
beralih ke
pakarma Halo selamat pagi
Pak perkenalkan
n Halo Pak suaranya belum terdengar ini
pak
Halo Bu selamat pagi Halo Halo Bu
selamat pagi apakah sudah bisa didengar
Halo Pak suaranya masih belum terdengar
Pak Oh gitu
ya oke mungkin agak terkendala di
audionya ya Pak Iya mungkin Bu
i i Bu Bagaimana Bu sudah di
Oke belum terdengar
Pak Oke mungkin tidak apa-apapa terima
kasih banyak sudah menyempatkan hadir di
webinar yang diselenggarakan oleh Eko
edu Semoga sehat selalu ya
Pak Oke baik mungkin kita eh beralih ke
Bu
Yeni dari dlh dlhpmsel Halo
asalamualaikum Ibu Asalamualaikum
Waalaikumsalam Mbak Bagaimana Ibu
kabarnya pagi hari ini Alhamdulillah
sehat walaupun agak berasap-asap Oh agak
berasap Oke Baik bu ee sehat ya Bu
cuacanya di S meskipun berasap tapi
Semoga selalu sehat dan semangat ya Bu
alhamdulillah
alhamdulillah Oke terima kasih Ibu sudah
menyempatkan untuk hadir ya Bu kasih
oke mungkin ee sebelum kita lanjut ke
pematerian ee semoga bapak ibu semua di
sini sehat selalu di mana pun berada dan
semoga ee semangat untuk bisa
mendengarkan materi dari pemateri kita
Oke mungkin Sebelumnya saya akan kembali
sedikit memperkenalkan mengenai ekoedu
barangkali bapak dan ibu semua di sini
ada yang baru pertama kali untuk eh join
ke kegiatan-kegiatan yang
diselenggarakan oleh ekoedu
oke di sini PT ekoido Indonesia
merupakan pusat pelatihan bersertifikat
yang berfokus pada pelatihan lingkungan
hidup pelatihan kami ini diselenggarakan
untuk meningkatkan kinerja dan kualitas
sumber daya manusia baik secara individu
maupun instansi pelatihan kami ini
terbuka untuk perusahaan pemerintah
perorangan pemerhati lingkungan dan
pihak manapun yang ingin meningkatkan
kompetensinya di bidang lingkungan
pelatihan kami diselenggarakan secara
online maupun
offline nah ini untuk pelatihan kami
berbasis SPL yang pertama yaitu silabus
yang komprehensif lalu yang kedua
pengajar yang berkualitas dan yang
ketiga yaitu mengutamakan untuk latihan
praktis melalui studi kasus dan juga
e-learning Nah di sini ada beberapa
pengajar yang ada di ekoedu yang
mayoritas merupakan dosen-dosen dari ITB
dari berbagai keilmuan tentunya
Nah di sini ada pelatihan-pelatihan yang
kami selenggarakan mulai dari penyusunan
dokumen klhs rpph dasar AMDAL life cycle
assessment lalu juga ada persetujuan
teknis ada limbah B3 emisi udara lalu
juga ada air limbah lalu pemodelan ada
pemodelan dispersi udara kualitas air
sungai lalu air tanah lalu juga ada
perhitungan emisi gas rumah kaca
pengelolaan banjir dan sedimentasi
sungai pemantauan kualitas udara dan air
menggunakan teknologi sensor lalu juga
ada
sigig Nah di sini eh kami informasikan
untuk beberapa pelatihan terdekat yang
akan kami selenggarakan ee di minggu
depan yang terdekat 6 sampai dengan 10
November
2023 ada pelatihan pemodelan kualitas
air sungai menggunakan kual 2uk dan wasp
lalu nanti di bulan November di
tanggal 13 sampai dengan 21 November
2023 ada pelatihan dasar AMDAL lalu di
tanggal 20 sampai dengan 24 November ada
pelatihan life cycle assesment Nah untuk
pelatihan lca ini masih ada diskon jadi
hemat 10% jadi 3,6 juta saja jadi bagi
bapak ibu semua yang berminat untuk e
mengikuti pelatihan-pelatihan yang kami
selenggarakan silakan untuk segera
daftar di pendaftaran.ekoedu.id
Oke jika bapak ibu semua berminat atau
ingin lebih lanjut mengetahui tentang
pelatihan yang kami selenggarakan
silakan untuk mengunjungi berbagai
sosial media kami atau langsung saja
menghubungi via WhatsApp di admin RIS
dan
adminisa ya Selain itu kami juga
menyelenggarakan inhouse training yang
mana untuk materi nya kami menyesuaikan
dengan kebutuhan dari perusahaan bapak
ibu semua jika
ee berminat untuk mengikuti atau
mengadakan pelatihan di instansinya
bapak ibu semua silakan untuk
ee hubungi kami
ekoedu nanti kami akan ee rancangkan
untuk pelatihannya dan kami tunggu bapak
ibu semua di pelatihan
Oke kita kembali lagi ke topik kita pada
pada pagi hari ini ya pagi menjelang
siang mengenai pengenalan pajak karbon
sebagai pengendalian perubahan iklim
bersama dengan Pak Asni Ibrahim yang
merupakan cfounder jejak ekologi
Nusantara nah pemateri kita sudah berada
di tengah-tengah kita Halo selamat pagi
Pak
Asni Halo selamat pagi eh Bapak Ibu
semuanya apa kabar suara saya terdengar
jelas terdengar Pak Oke Bagaimana Pak
kabarnya pagi hari ini baik
alhamdulillah baik bu Alhamdulillah baik
ya Pak Oke mungkin untuk mempersingkat
waktu saya persilakan untuk memulai
penyampaian materinya Pak
Oke
Eh saya izin untuk share screen e
kemudian
eh izin juga bapak ibu semua untuk eh
stop video karena terkadang eh suka ada
transisi eh PowerPoint yang eh agak
plging Ketika saya Nyalakan video
mungkin bwi-nya terlalu besar jadi
ketika nanti share screen saya izin
untuk mematikan video ya mohon maaf
supaya ee transisinya berjalan lebih
lancar
sebentar Apa sudah
terlihat sudah Pak sudah
terlihat baik eh saya langsung mulai
saja eh baik Bismillahirrahmanirrahim
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Eh selamat siang eh Tentunya
saya ucapkan pertama-tama kepada bapak
ee ibu kemudian juga rekan-rekan
sekalian lalu juga tentunya kepada tim
ekedu lalu moderator yang EE sudah
memberikan kesempatan bagi kami untuk
sedikit berbagi terkait dengan topik ee
pajak karbon ya ya Ee sebagai upaya ee
pengendalian perubahan iklim mungkin
nanti di dalamnya
Ee tidak terlalu
ee mendetail karena memang ini sifatnya
lebih ke pengenalan saja dari mulai
latar belakang kemudian konsep lalu
contoh implementasi eh manfaat hingga
mungkin eh apa yang sudah terjadi di
Indonesia sampai eh dengan sekarang ini
dan eh tentunya ini juga yang biasa kami
sampaikan E ketika ee melakukan para
materi karena memang sifat dari eh
regulasi terutama untuk eh nilai ekonomi
karbon atau carbon pricing di Indonesia
ini cukup dinamis Bapak Ibu sekalian
jadi eh Barangkali memang ada materi
atau ada hal yang ternyata kurang update
dari kami atau misalkan sudah ada
regulasi baru atau ketentuan atau eh
kebijakan baru eh saya pikir bisa saling
share juga nanti di sini karena eh
sifatnya ini kan lebih ke webinar ya
untuk apa untuk ee saling pengenalan itu
karena tadi ee baik itu pajak karbon
ataupun misalkan eh ee secara umumnya
terkait dengan nilai ekonomi karbon
terutama di kita itu masih sangat
dinamis dalam artian ya banyak perubahan
baru banyak regulasi baru ataupun eh
pergerakan-pergerakan dari eh pemerintah
yang tentunya untuk eh apa eh
mempersiapkan si konsep nilai ekonomi
karbon ini menjadi lebih rigid lagi dan
tentunya juga Semoga apa yang eh saya
sampaikan yang kali ini ee bisa
memberikan manfaat kepada bapak ibu dan
juga rekan-rekan semuanya
ee tentunya untuk ee kegiatan
ee ya Bapak Ibu semuanya lah ya dalam
beraktivitas dalam bekerja ataupun
misalkan dalam e studinya
masing-masing baik eh sebelum mulai eh
tentunya Izinkan saya juga untuk
memperkenalkan diri terlebih dahulu tadi
juga sudah Disinggung oleh oleh eh
moderator eh izin memperkenalkan diri
Nama saya Asni Ibrahim Jadi sekarang ini
saya bekerja di sebuah eh konsultan
berbasis jasa yang memang fokus utamanya
itu ada di bidang eh perhitungan karbon
kemudian perhitungan karbon tersimpan
lalu eh mekanisme karbon kredit dan lain
sebagainya kemudian eh saya juga
sekarang sedang menempuh pendidikan
doktoral di bidang e environmental
science dan biasanya ee pasca ee agenda
webinar atau pelatihan ee itu biasanya
ada beberapa ee peserta yang masih ee
ingin berdiskusi atau bertanya lebih ee
lanjut atau lebih spesifik pertanyaan di
luar dari materi yang EE telah kami
sampaikan itu ee silakan untuk ditujukan
ke alamat email kami ee tentunya akan Ee
Kita respon dengan senang hati karena ya
Eh itu tadi sebetulnya kita di sini
lebih eh share eh informasi yang mungkin
lebih dulu kami ketahui atau bahkan
mungkin lebih dulu bapak ibu ketahui
nantinya Jadi silakan dicatat Jika perlu
e emailnya kemudian eh diajukan saja
beberapa hal yang ingin didiskusikan
atau misalkan ingin
ditanyakan dan eh satu lagi mungkin eh
karena tadi juga sudah Disinggung
terkait dengan eh Jejak ekologi
Nusantara jadi eh Izinkan saya juga
untuk e per kenalkan Apa itu jejak
ekologi Nusantara atau jentara jadi ee
jentara Ini adalah ee sebuah e
perusahaan konsultasi berbasis jasa yang
tadi sudah disebutkan di awal kita
memiliki beberapa fokus yang memang
spesifik di bidang ee tepatnya ke aspek
mitigasi perubahan di iklim itu jadi
kita membantu
eh perusahaan atau Ataupun mungkin
kelompok dan juga individu untuk
melakukan perhitungan atau inventory
emisi gas rumah kaca milik mereka itu
sesuai dengan standar yang memang ee
ditetapkan baik itu di level
internasional ataupun di level ee lokal
Kemudian yang kedua juga kita membantu
ee Para perusahaan ee khususnya mereka
yang memang berkaitan dengan
aktivitasnya di bidang industri ee
ekstraktif atau sumber daya alam ee
seperti sektor kehutanan terkait dengan
ee perhitungan potensi karbon tersimpan
yang ada di dalam sistem tata guna lahan
mereka contohnya adalah sistem kehutanan
kemudian ee yang ketiga ini berkaitan
dengan karbon kredit jadi eh kita juga
berupaya untuk membantu dan juga
mendampingi
eh berbagai sektor dalam upaya mereka
untuk ee melakukan switching bisnis
biasanya gitu dari yang asalnya industri
konvensional kemudian beralih ke
aktivitas industri yang ee lebih ee
berkelanjutan salah satunya adalah
dengan konsep perdagangan karbon yang
memang spesifiknya itu berada pada
sistem tata guna lahan seperti kehutanan
nah kemudian juga Ee Kita membantu para
pelaku usaha yang tadi Mungkin spesifik
e berkaitan dengan industri ekstraktif
yang pada dasarnya mereka memerlukan
bantuan dari lembaga donor dunia
misalkan salah satunya adalah World Bank
itu di mana Eh sekarang ini sudah
diharuskan untuk menyusun sebuah rencana
manajemen keanekaagaman hayati kemudian
juga asesmen terhadap dampak lingkungan
dan sosial E khususnya untuk proek-proek
kredit karbon atau perdagangan karbon
dan yang terakhir adalah untuk kegiatan
eh training dan juga konsultasi gitu
Jadi kita berkolaborasi seperti yang
dilakukan sekarang dengan ekoedu ataupun
dengan para pelaku usaha industri
lainnya untuk melakukan eh aktivitas
training konsultasi pelatihan dan lain
sebagainya
Oke saya lanjut
kan Nah ee mungkin ini ada beberapa
pendahuluan Ya saya pikir eh bapak ibu
rekan-rekan semua sudah cukup
familiarlah dengan Apa itu eh perubahan
iklim pemanasan global dan lain
sebagainya hanya eh
karena ini mungkin harus disampaikan eh
secara eh runut dari awal jadi ini eh
kita coba masukkan Nah mungkin istilah
perubahan iklim di masa sekarang ini ya
cukup banyak byak lah terlengar di ee
apa di telinga kita jadi secara definisi
ee perubahan iklim ini meruju pada
perubahan jangka panjang eh dalam pola
cuaca rata-rata eh yang ada di seluruh
planet bumi contoh dari perubahan iklim
ini beragam bukan hanya perubahan suhu
saja tapi juga terkait dengan perubahan
ee pola curah hujan kemudian pola angin
ataupun misalkan faktor-faktor atau pola
lain yang dia pada dasarnya mempengaruhi
iklim global Nah ee pembicaraan terkait
dengan perubahan iklim ini adalah bukan
perubahan iklim yang terjadi secara
alami dalam siklus e geologis baik itu
di siklus eh biologi kemudian geologi
ataupun kimiawi tetapi eh pembicaraan
terkait dengan perubahan iklim yang
sekarang Eh mulai ramai diperbincangkan
dan menjadi perhatian utama itu lebih ke
ala perubahan iklim yang memang
disebabkan oleh eh faktor antropogenik
gitu seperti aktivitas manusia yang pada
dasar nya akan
ee melepaskan gas rumah kaca seperti CO2
ch4 no2 sf6 eh CFC kemudian hfc ke
atmosfer secara
bebas dan Eh kalau kita lihat dalam
kesehariannya memang pada dasarnya itu
kita bisa menjumpai beberapa aktivitas
yang memang secara nyata itu punya peran
dalam ee peningkatan gas rumah kaca di
atmosfer mulai dari penggunaan bahan
bakar fosil seperti e batuara kemudian
minyak bumi ataupun gas oleh e aktivitas
transportasi baik itu di darat di laut
ataupun di udara yang pada dasarnya ini
akan e mengemisikan gas seperti CO2
kemudian juga ada aktivitas lain seperti
e pertanian lalu e peternakan atau
misalkan pembusukan limbah organik di eh
tempat pembuangan sampah yang masih
dilakukan secara Open dumping atau
landilling ini juga akan men eh
menyumbangkan metana kemudian juga
nitrogen dioksida ke atmosfer bumi
terutama dalam beberapa dekade terakhir
Lalu ada juga eh penggunaan seperti
refriger yaitu freon dari golongan r22
ini juga sebetulnya akan
melepaskanlorlorokarbon ke atmosf yang
secara spesifik akan eh menyebabkan e
fenomena diisa lapisan
ozon gas-gas yang tadi sudah Disinggung
e di awal seperti CO2 kemudian ch4 no2 e
sf6 Kemudian dari golongan eh
kloroflorokarbon atau
hidrorokarbon sebetulnya ini merupakan
gas yang memang eh terdapat di lapisan
atmosfer bumi secara alami
berfungsi untuk menangkap panas matahari
guu makanya e dikenal juga istilah gas
rumah kaca gitu karena diasumsikan
seperti e Kita sedang berada di rumah
kaca secara proses memang gas rumah kaca
ini merupakan gas yang tadi muncul
secara alami itu fungsinya Adah e dengan
menangkap energi panas maka permukaan
bumi ini suhunya akan e tetap hangatu
sehingga memang perbedaan suhu antara
siang dan malam itu tidak terlalu
berbeda tidak terlalu signifikan bedanya
hanya yang menjadi permasalahannya eh
seiring dengan perkembangan proses
industri eh Terutama ketika awal
revolusi industri terjadi eh khususnya
di abad
ke-18 ini menyebabkan konsentrasi gas
rumah kaca di atmosfer itu lambat laun
kian meningkat gu nah permasalahannya
ketika konsentrasi gas rumah kaca di
atmosfer ini meningkat maka secara
otomatis eh panas dari energi matahari
yang tadi ee masuk ke dalam lapisan
permukaan bumi itu akan semakin banyak
terikat oleh gas tersebut yang pada
akhirnya akan berdampak pada
meningkatnya suhu di permukaan bumi atau
yang biasa kita kenal dengan istilah
pemanasan global Nah data dari ipcc
menyatakan bahwa eh diperkirakan suhu
bumi ini itu sudah meningkat sebesar eh
0,74 plus minus 0,18 derajat Celcius
dalam kurun waktu 100 tahun terakhir
yang diperkirakan ee peningkatannya itu
bisa mencapai hingga 6,4 derajat Celcius
di tahun 2 100
nanti nah kemudian selain pemanasan
global ada juga Fenomena lain seperti ee
penipisan lapisan ozon gitu ini ee tadi
sudah Disinggung di awal ee didasarkan
dari penggunaan dan pengemisian gas-gas
yang EE punya stabilitas tinggi seperti
e CFC atau kloroflarbon yang sumbernya
beragam juga bisa dari refrigerator atau
refrigeran kemudian aerosol ataupun dari
gas lain seperti metana Nah si CFC ini
dia baru akan e bereaksi e Di lapisan
stratosfer atau sekitar 12 eh sampai 19
dan 50 km di atas permukaan tanah gitu
jadi CFC ketika masuk keisan stratosf
maka dia akan memecah Ozon kembali
menjadi oksigen gitu karena Ozon ini
adalah eh gas yang eh lapisan yang
timbul eh hasil dari interaksi antara
oksigen dengan sinaruv gitu Di lapisan e
stratosfer maka ketika CFC ini masuk ke
lapisan stratosfer ozonnya akan dipecah
lagi menjadi oksigen sehingga pada
akhirnya akan terjadi penipisan lapisan
ozon nah selain lapisan ozon yang
menipis terbentuk juga eh apa radikal
bebas yang kuat gitu seperti e klorin
Brom dan lain sebagainya tentunya efek
sampingnya ketika ee lapisan ozon ini
menipis atau terjadi lubang Ozon di sana
maka radiasi sinar UV dan juga
inframerah itu akan masuk langsung ke
dalam permukaan bumi itu yang berdampak
tentunya kepada eh berbagai macam dampak
negatif Ya seperti e mungkin mutasi
genetik eh penyakit kanker lalu
memusnahkan
mikroorganisme dan tentunya meningkatkan
suhu di permukaan bumi
dan ini secara sepintas
eh infografis Yang eh kami dapatkan dari
klhk jadi ini merupakan gambaran dari
pelepasan ee emisi gas rumah kaca di
Indonesia itu sepanjang tahun 2000
sampai
2015 karena kalau kita lihat secara
spesifik ee sebagai sebuah negara yang
dia punya luasangkutannya terbesar
ketiga ee setelah Brazil dan EE kongo
Kalau saya tidak salah memang tidak
jarang eh aktivitas pelepasan emisi itu
eh banyaknya memang dari sektor tata
guna lahan gitu seperti kehutanan
seperti eh kebakaran lahan gambut
kemudian deforestasi ataupun misalkan
konversi lahan dari lahan hutan ke
bentuk tata guna lahan lainnya yang pada
akhirnya akan memberikan sumbangsi yang
paling besar gitu bagi pelepasan emisi
ke ke atmosf belum lagi dari
sektor-sektor lain seperti energi di
sini mungkin sektor-sektor yang e
berhubungan dengan energi seperti sektor
pembangkit yang mereka masih
memanfaatkan bahan bakar fosil eh dalam
aktivitas operasionalnya yang pada
akhirnya pun kegiatan ini turut
menyumbang kepasan emisi ke atmosfer e
dari negara kita lalu juga sumber emisi
lain yang berasal dari sektor pertanian
mungkin ini lebih dari eh aspek
penggunaan pupukan organik seper
nitrogen lalu dari sektor limbah yang EE
tentunya masih melakukan pengololan
sampah khususnya organik secara
landfilling ataupun Open duming tanpa
adanya eh segregasi terlebih dahulu eh
hingga eh sektor industri pada umumnya
itu ippu yang tentunya juga masih
bergantung dan memanfaatkan bahan bakar
fosil dalam eh aktivitas
produksinya jadi eh dalam dokumen eh NC
milik kita ee eh dinyatakan bahwa pada
dasarnya jika memang eh peristiwa atau
kegiatan-kegiatan bisnis as usual
seperti ini masih terlanjut di e masih
berlanjut di Indonesia memang Eh bisa
dipastikan bahwa laju pertambahan emisi
di kita pada tahun 2030 itu akan
meningkat e signifikan gitu sehingga
hampir menyantuh E kurang lebih angka di
2800 sekianan lah hampir menyetuh angka
3000 ton CO2 ekivalen
nah tentunya ee ketika gas rumah kaca
ini meningkat konsentrasinya di atmosfer
itu ee akan lebih
banyak maka akan memberikan dampak pada
perubahan sistem yang memang sudah ada
gitu jadi sistem seperti
ee laut lalu kepada aktivitas ee tegakan
tanaman ee pengasaman atau asidifikasi
kemudian juga fenomena e pencairan es di
petup selatan ataupun misalkan daratan
yang semakin memanas lalu fenomena
banjir dan lain sebagainya itu merupakan
dampak e samping dari perubahan sistem
yang e terjadi karena e adanya
peningkatan gas rumah kaca di atmosf nah
tentunya juga perubahan-perubahan dalam
sistem tersebut pada akhirnya akan
berdampak kepada munculnya jenis Riko
bencana guu mulai dari eh hit stress
kemudian juga musim tanam yang berubah
adanya penurunan keanekaragaman hayati
di sektor terestrial ataupun di sektor
perikana dan kelautan kemudian juga
kerusakan ekosistem pesisir dan lautan e
Banjir juga tidak lupa lalu dari sektor
atau aspek sosial seperti potensi
konflik karena mungkin akan terjadi
migrasi eh di beberapa wilayah yang pada
akhirnya eh wilayah tersb tebut misalkan
akan terendam oleh air kemudian juga
pasokan ee air bersih yang EE akan
semakin ee krisis ketahanan pangan
hingga kerusakan infrastruktur gitu
kemudian juga ee dari segi kesehatan ini
juga akan berdampak pada perkembangan
habitat eh bagi para hama penyakit atau
Pes yang tentunya akan eh berbahaya
tidak hanya bagi manusia tapi juga
mungkin bagi komoditas e pangan ataupun
pertanian lainnya nah tentunya jika hal
ini eh terus terjadi
eh kita pikir dalam kurun waktu eh
beberapa ratus tahun ke depan atau
mungkin hanya dalam beberapa puluh tahun
ke depan eh kondisi bumi ini secara
global itu akan melewati yang disebuting
capacitynya gitu atau daya tampungnya
sehingga memang sudah tidak lagi e mampu
untuk menopang kehidupan makhluk hidup
yang e tinggal di atasnya gitu sehingga
memang eh ya pada akhirnya krisis
bencana itu akan menjadi hal yang eh eh
cukup Global terjadi di seluruh penjur
dunia
dan eh ketika perubahan iklim ini
terjadi maka impak yang eh tadi
sebelumnya kita bahas itu pada dasarnya
kan akan tersebar merataal gitu
istilahnya ke seluruh eh eh regional eh
yang ada di dunia gitu dan ini salah
satu gambaran dari
eh tingkat kerentanan dan juga dampak
perubahan iklim di e wilayah geografis
dunia di sini Indonesia juga memang
tidak luput dari bahaya perubahan iklim
yang ada karena eh berdasarkan data dari
BMKG itu dari tahun eh 1981 sampai 2018
eh di sini Indonesia sudah mengalam tren
kenaikan suhu sekitar 0,03 derajat celus
per tahunnya kemudian juga sepanjang
tahun 2010 sampai
2018 emisi Gasum H di level nasional itu
juga mengalami tren kenaikan di angka
4,3% per tahunnya nah eh sebetulnya
memang fenomena atau dampak yang
dirasakan oleh negara kita itu sudah
mulai dikenali atau
direknisiu DII berdasarkana dari bahwa
sebetulnya Indonesia juga sudah
mengalami kenaikan permukaan air laut
itu mencapai hingga 1,2 cm per tahunnya
sementara ada sekitar 65% penduduk
Indonesia itu tinggal di wilayah pesisir
karena ee Indonesia sendiri adalah
negara kepulauan yang kita memiliki
pulau eh di atas e 17.000 gitu dan ini
akan sangat terentan terhadap risiko
perubahan iklim seperti kenaikan
permukaan air laut contohnya dan
tentunya eh Riko ini atau dampak yang
akan kita rasakan ini eh ketika
perubahan iklim tidak bisa ditanggulangi
itu jelas akan sangat mempengaruhi
kehidupan manusia guu jadi
kejadian-kejadian seperti kelangkaan air
eh dalam hal ini mungkin Riko banjir
yang meningkat tinggi kekiringan yang
makin parah itu juga akan e sangat
berdampak pada kelangkaan air lalu
kemudian ada ekosistem eh lahan terutama
terestrial yang meng kerusakan gu karena
secara ilmiah ee resiko dari kebakaran
hutan itu akan semakin tinggi gitu dan
ini tentunya akan menyebabkan hilangnya
ekosistem kemudian juga keen kagamayati
e di sektor terestrial dan tentunya akan
mempengaruhi pada simpanan karbon yang
ada di E Sektor
kehutanan Kemudian dari kerusakan
ekosistem lautan ini juga kenaikan eh
temperatur permukaan eh laut tentunya
akan menyebabkan perubahan yang
signifikan bagi ekosistem di dalamnya
seperti terumbung Karang kemudian rumput
laut atau misalkan tegakan mangrove yang
tentunya akan berdampak pada eh
keekaraganahati dan ekosistem di laut
itu
sendiri kemudian dari penurunan kualitas
ini eh jelas ya Eh Beberapa fenomena
seperti banjir ini dapat menjadi vaktor
bagi penyebaran penyakit kemudian juga
risiko kematian akibat tenggelam itu
juga bisa
meningkat itu kemudian eh kelangkaan
pangan ini juga jadi salah satu eh
Resiko yang harus kita hadapi karena
akan ada perubahan dari eh aktivitas
produksi mulai dari eh musim tanam eh
musim hujan dan lain sebagainya dan eh
sejauh ini eh dari dokumen roadmap
handisi milik Indonesia eh mengatakan
bahwa 80% bencana yang ada dan telah
terjadi di Indonesia itu sebetulnya
merupakan bencana hidrometeorologi yang
pada dasarnya diakibatkan karena memang
adanya fenomena perubahan iklim gu yang
ini juga sebetulnya berdampak langsung
kepada kerugian ekonomi gitu untuk
negara kita sendiri karena ee ada
potensi penurunan sebesar
3,45% gitu dari PDB di tahun 2030 nanti
jika memang kondisi ini masih terus
berjalan ini kita ambil dari roadmap e
edisi di tahun
[Musik]
nah kemudian
eh untuk mengatasi beragam dampak
negatif yang ditimbulkan dari eh
peristiwa perubahan iklim tadi yang
sudah kita bahas memang sebetulnya
masyarakat global itu sudah memberikan
respon atau memberikan upayalah untuk
bisa meminimalisir risiko eh dari
perubahan iklim yang terjadi dan tetap
mencegah agar suhu ee di permukaan bumi
ini tidak terus meningkat atau tidak
terus ee bertambah nah protokol Kyoto
itu adalah salah satu respon dunia untuk
ee mitigasi perubahan iklim yang Ee kita
tahu diselenggarakan pada tahun 97 di
Kyoto eh Jepang oleh eh unfccc jadi eh
di dalam Protokol Kyoto ini memang eh
masih mensyaratkan bagi negara maju saja
ya mereka wajib atau mandatori secara
hukum untuk menurunkan laju emisi mereka
eh sebesar kurang lebih 5% gitu dari
baseline di tahun
nah sedangkan negara
berkembang maaf atau yang dulu dikenal
dengan eh kelompok namas itu sifatnya
masih sukarela untuk melakukan penurunan
emisi eh under Kyoto Protocol ini dan
Kyoto protokol ini dia juga punya dua
periode eh saya pikir juga bapak ibu dan
rekan-rekan sekalian eh jauh lebih
memahami ini jadi eh Kyoto protokol fase
pertama itu dia berjalan di tahun tahun
2008 sampai
2012 kemudian juga dilanjutkan oleh
Kyoto protokol kedua ya melalui Doha
amandemen di tahun 2013 sampai 2020 dan
eh kurang lebih ada sekitar
192 kepala negara yang Eh menandatangani
Kyoto protokol ini kemudian eh
meratifikasinya ee menjadi sebuah
regulasi nasional di negara mereka
masing-masing Indonesia juga ee sudah
turut untuk meratifikasi Protokol Kyoto
ini ee yaitu melalui undang-undang ee 17
tahun 2004 kalau saya tidak salah dan eh
beberapa program dari Kyoto protokol ini
itu adalah program-program yang eh
Memang eh melatar belakangi atau menjadi
titik awal munculnya aktivitas
perdagangan karbon atau eh carbon
pricing atau nilai ekonomi karbon gitu
di sini contohnya ada eh emission
trading system eh yang pertama kali
berjalan eh di Eropa sana melalui Europe
emission trading systemnya kemudian ada
clean develop mechanism Lalu ada joint
implementation eh dan lain
sebagainya nah eh kemudian pas Ca Kyoto
protokol eh selesai yang fase atau
periode dua itu selesai di tahun
2020 memang sebetulnya eh agenda dunia
terkait dengan mitigasi dan adaptasi
perubahan iklim itu sudah mulai
bertransisi ke perjanjian Paris gitu
jadi perjanjian Paris ini eh
dilaksanakan pada cop ke-21 di eh
Perancis pada tahun 2 eh 15 Kalau saya
tidak salah jadi perjanjian Paris ini eh
muncul karena memang ada e desakan atau
kebutuhan gitu agar ee terbentuk sebuah
Konvensi yang e pada dasarnya
mengharuskan semua pemerintah dunia
termasuk pihak-pihak yang sebelumnya
tidak join atau tidak ikut
meratifikasi protokol Koto terutama
mereka yang menjadiengemisi gas rumah
kaca yang signifikan atau yang tertinggi
itu didorong untuk berkomitmen
mengurangi emisias rumah kaca mereka nah
berbeda
dengan jadi par Agre
iniuar yang ratifikasi perjanjian e e
Paris baik itu yang kategori negara maju
ataupun negara berkembang itu mereka
wajib hukumnya untuk turut serta dalam
eh Upaya mitigasi dan juga adaptasi
perubahan iklim Nah di sini eh ada
kurang lebih sekitar 197 negara eh yang
ikut meratifikasi perjanjian Paris ini
kemudian juga secara hukum itu dia
terikat untuk menurunkan laju emisi
mereka nah kemudian Indonesia juga
merupakan salah satu partisipannya ee
yang ikut meratifikasi melalui
undang-undang nomor 16 ee tahun 2016
Kalau saya tidak salah jadi eh berbeda
dengan Kyoto protokol tadi untuk Paris
agreement ini eh kita juga sama-sama
tahu bahwa targetnya adalah untuk
membatasi ee suhu bumi itu tetap di
bawah 2 derajat gitu dan kenaikannya itu
hingga 1,5 derajat
jadi targetnya diset e secara global
untuk parisen ini dan kemudian akan
didistribusikan atau dilaksanakan sesuai
dengan kemampuan dari tiap-tiap
negaraatifikasi jadi kita kenal dengan
istilah
prinipnya
jadi kita akan
mendeskripsikan aktivitas penurunan
emisi yang seperti apa itu akan
sesuaikan dengan kemampuan dari negara
masing-masing nah Indonesia eh
mendeskripsikan eh target dari parisren
ini Tentunya tadi sesuai dengan yang
dituangkan dalam ratifikasi eh
pernyajian Paris itu undang-undang 16
tahun 2016 ee lebih lanjut jadi Upaya
mitigasi dan adaptasi penurunan iklim ee
di Indonesia sekarang ini ee dalam
rangka sinergisasinya dengan par
agreement itu eh tertuang dalam dokumen
eh NDC gitu atau nationally determined
contribution yang sekarang Eh berubah
menjadi indc atau enhance nationally
determin contribution gitu mungkin di
sini banyak Eh Bapak Ibu dari eh
instansi yang eh lebih familiarlah
dengan dokumen NC atau indc ini jadi
dalam dokumen tersebut ada dua eh
kegiatan utama yaitu ada t E dan juga
mitigasi nah adaptasi ini E ini lebih ke
perkuatan ketahanan iklim ya gitu ada
tig komponen yang
eh
diperkuat strategi adaptasi ini yaitu di
sektor ekonomi kemudian sosial dan mata
pencarian dan terkait dengan ketahanan
ekosistem dan
jugaunan dari adapti ini ada Jadi Baim
respon ketika temperatur global itu
ternyata naik hingga 2 derajat Celcius
gitu kemudian juga curah hujan yang
lebih ee rendah di musim kering dan
ternyata cura hujan yang lebih basah di
musim hujan lalu Bagaimana kita merespon
jika temperatur eh rata-rata permukaan
laut itu meningkat sebesar 0,2 derajat
Celcius per dekadenya kemudian kenaikan
muka air laut hingga 1,2 cent per
tahunnya ee salinitas yang bertambah
kemudian dan juga gelombang yang
eh bertambah tingginya mencapai 1,5 me
Nah kemudian
eh dari adaptasi
eh kita lanjut ke mitigasi gitu kalau
adaptasi Bagaimana kita merespon dan eh
eh berstrategi dalam menghadapi ee
dampak dari perubahan iklim Nah untuk
mitigasi ini lebih ke arah upaya yang
dilakukan untuk menurunkan emisi gas
rumah kaca sehingga dampak dari
perubahan iklim tadi itu dapat dikurangi
gu di sini eh ini juga eh Bapak Ibu eh
akan sangat familiar ada dua target
untuk mitigasi perubahan iklim milik
Indonesia yaitu di counter 1 dan
counterm 2 jadi counterm 1 ini adalah
penurunan emisi melalui
mekanismection atau tanpaanya bantuan
internasional dibandingkan dengan eh
bisnis as usual di tahun
2030 kemudian ada strategi yang kedua
ini kantor measure kedua yaitu penurunan
emisi melalui mekanisme eh International
assistance atau dengan bantuan eh asing
gitu dibandingkan dengan mekanisme
bisnisual Nah di sini dalam dokumen eh
NDC awalnya penurunan emisi milik eh
negara Indonesia eh yang disubmit di
tahun
2021 lalu itu sebesar 29% gitu kemudian
meningkat menjadi
32% lalu yang countermer kedua itu
awalnya 41 e kemudian meningkat Jadi
kurang lebih hingga eh
43%an dan eh tentunya ada l sektor yang
diandarkan untuk mitigasi perubahan
iklim ini mulai dari sektor kehutanan
kemudian energi eh persampahan pertanian
dan industrial process and production
atau eh
ippu
nah ini eh detail teknisnya untuk eh eh
apa eh indc Indonesia yang sudah
direvisi pada Tahun 2022 lalu jadi eh
proposal NDC Indonesia yang disubmit
pada tahun
2021 yang tadi penurunan emisinya dari
29% sampai 40 eh 1% itu kemudian
direvisi di Tahun 2022 dengan nama indc
atau enhance nationally determ
contribution tadi sudah dipaparkan ada
peningkatan eh persentasi laju penurunan
emisi itu dari yang 29 eh Peren menjadi
31,89% di comounter measure 1 dan eh 41%
eh menjadi
43,2% di counter measure kedu atau
dengan bantuan
asing jadi secara nasional memang eh
target penurunan emisi di tahun 2030 Eh
kalau kita lihat berdasarkan dengan eh
tabel indc ini yaitu sekitar 915 juta
ton CO2 ekivalen gitu di target
kountermer 1 dan sekitar
12239,5 juta ton CO2 ekivalen pada
target eh countermure
ked2 dibandingkan dengan bisnis as usual
atau baseline di tahun 2036 nanti yang
EE tadi sebelumnya sudah kita bahas di
ee apa infografis terkait dengan laju
emisi Indonesia yang jika tidak di ee
jika kita biarkan maka laju emisinya itu
bisa mencapai hingga hampir menyentuh
3000 ton eh CO2 ekivalen G di tahun 2030
atau lebih tepatnya itu di angka
2.868,26 ton co2al
ee kalau kita lihat juga di sini sektor
ee tata guna lahan ee dan Kehutanan atau
volu ee dia punya peran penting dalam
pencapaian target indc karena memang
persentasenya paling besar di sini yaitu
antara 17,4 sampai
25,4% laju penurunannya kemudian ada
sektor energi dari 12,5 sampai
15,5% diikuti oleh eh sektor eh
persampahan kemudian ee pertanian lalu
eh
ppu-nya nah
eh dalam menjabarkan indc-nya Eh pada
akhirnya Indonesia itu menetapkan e
sebuah regulasi gitu jadi di tahun 2021
Perpres 98 eh terkait dengan carbon
pricing atau nilai ekonomi kbon ini
turun jadi secara definisi glboning atau
nilai ekonomi kbon ini adalah pemberian
harga atau valuasi atas emisi gas rumah
kaca atau karbon yang dihasilkan gitu
kemudian juga ada yang menyebutnya bahwa
eh carbon pricing ini adalah
internalisasi biaya dari eksternalitas
negatif gu eksternalitas negatif ini
adalah emisi gas rumah kaca yang
dihasilkan jadi historalnya eh bapak
Presiden Joko Widodo itu dia mengesahkan
Peraturan Presiden terkait dengan ee
nilai ekonomi karbon ini di tahun
2021 sebelum ee berangkat ke Konferensi
Tingkat Tinggi perubahan iklim di
Glasgow eh Skotlandia atau eh di event
cop
ke-26 jadi peraturan ini pada dasarnya
mengatur mekanisme perdagangan karbon eh
melalui instrumen perdagangan kemudian
juga ada instrumen non perdagangan yaitu
salah satu contohnya adalah pajak atas
karbon jadi harapannya memang
ehpr ini merupakan salah satu upaya
pemerintah Indonesia untuk mencapai
target penurunan emisi gas rumah kaca
sesuai Bik lagi tadi komitmen Indonesia
perjanjian Paris teknisnya ada di dalam
dokumenc
atau J nilai ekonomi
berdasarkan8 ini ada yang pertama
instrumen peragangan dan yang kedua
adalah instrumen non perdagangan gu
instrumen perdagangan ini terbagi lagi
menjadi dua ada perdagangan izin emisi
Lalu ada offset emisi secara definisi eh
perdagangan izin emisi ini adalah
mekanisme transaksi sertifikat izin
emisi antar dua entitas yang pertama
adalah entitas yang dia memerlukan
tambahan izin emisi entitas yang kedua
adalah mereka yang memiliki kelebihan
izin emisi itu biasanya perdagangan izin
emisi ini kita kenal juga dengan istilah
Cap and
trade jadi e batasi kemudian dagangan
nah eh biasanya ada beberapa hal yang
masih keliru terkait dengan izin emisi
ini jadi izin emisi ini adalah bukan
izin emisi yang biasanya kita dapatkan
eh seperti izin layak operasional eh
boilerupun lainnya gitu izin emisi ini
adalah lebih ke arah izin untuk kita eh
membatasi emisi yang dihasilkan dari
Seluruh aktivitas operasional kita yang
pada dasarnya aktivitas tersebut akan
menghasilkan gas rumah k gitu Jadi nanti
adanya
adaownya dan lain
sebagainyau jadi berbeda dengan izin
emisi darierobong misalkan atau genset
atau alat-alat lain yang pada
dasarnyaang akanghasilkan emisii hanya
darebemud instrumen perdagangan yang
kedua itu adalah offset emisi jadi
offset ini definisinya adalah bentuk
kompensasi dari suatu entitas di mana
entitas tersebut sudah menghasilkan
emisi gas rumah kerja gitu kompensasinya
Seperti apa jadi entitas tersebut akan
melakukan aksi mitigasi yang berfungsi
untuk menurunkan emisi di tempat lain
itu jadi singkatnya kalau offset ini Eh
dibuat Ketika suatu aktivitas bisnis
atau perusahaan maka eh mereka akan
memutuskan untuk berinvestasi gitu dalam
suatu proek yang tujuannya adalah
mengurangi emisi gas rumah kaca tapi
proek tersebut itu tidak termasuk dalam
aktivitas operasional atau di dalam
lingkup wilayah mereka setiap harinyau
nah tindakan untuk menghilangkan emisi
di tempat lain dengan
akitaserseb itu yang
disbutetb n ya ada di e bagian
selanjutnya nah kemudian eh dalam nilai
ekonomi karbon yang selanjutnya
instrumen kedua yaitu adalah instrumen e
non
perdaganganu instrumen non perdagangan
ini Eh sama sekali tidak ada hubungannya
dengan aktivitas eh penjualan e izin
emisi atau penurunan
emisi jadi ada dua eh bagian atau dua
jenis untuk instrumen sesuai dengan
perpr ini yaitu ada pembayaran berbasis
hasil atau eh istilah lainnya ad Res bas
pay dan yang kedua adalah pungutan atas
karbon nah
pembayaranayaran pada dasarnya akan
diberikan atas keberhasilan suatu proek
untuk menurunkan emisi yang sebelumnya
sudah disepakati gitu antara
pelaksana tentunya ini harus ada proses
validasi dan juga verifikasi oleh tim
teknis yang EE
ditunjuk nah kemudian instrumen
nonperdagangan yang kedua itu adalah
pungutan atas karbon secara definisi
pungutan atas karbon ini adalah pungutan
negara baik yang ada di pusat atau
daerah yang nantinya akan dikenakan
terhadap barang atau jasa atau usaha
ataupun kegiatan yang pada dasarnya dia
punya potensi untuk mengemisikan karbon
itu yang pada akhirnya akan menimbulkan
dampak negatif bagi lingkungan hidup
atau mengganggu kinerja aksi mitigasi
Indonesia dalam
eh menurunkan emisinya
eh sesuai
dengan
dibuat nah ini sepintas saja mungkin eh
terkait dengan eh carbon pricing yang
ada di eh Kita konsep nya Seperti apa
Jadi yang pertama adalah perdagangan
izin emisi atau eh biasa kita kenal tadi
dengan istilah cap andade atau batasi
kemudian dagangkan jadi andade ini
Tentunya ini merupakan mekanisme atau
instrumen e berbasis pasar atau
perdagangan di mana ada dua entitas di
sini eh konsepnya adalahtitas yang
mengemisi lebih banyak itu dia harus
Meli Iin emisi darititas yang misikan
emisi lebih sedikit gu nah eh dalam
perdagangan izin emisi ini pesertanya
mungkin bervariasi ya bisa dari
organisasi mungkin atau perusahaan atau
misalkan bahkan juga antar neara gu yang
pada dasarnya eh mereka punya kewajiban
untuk melakukan cap atau pembatasan
emisi atas karbon yang dihasilkan nah
ini biasanya ad
eHow atau kuota itu biasa disebutnyaot
emisi itu bagi para peserta pasar tadi
yang EE biasanya akan diberikan di awal
periode perhitungan gitu Dan nanti di
akhir periode si para peserta pasar ini
dia harus melaporkan eh
emisi mereka Apakah sesuai dengan kuota
yang diberikan atau tidak itu ke pihak
ketiga untuk selanjutnya dialidasi dan
verifikasi jadi misalkan ilustrasinya
seperti ini ada dua industri di sini
industri a dan B eh kedua industri ini
sama-sama dia
eh ditentukan cap-nya oleh regulator
biasanya pemerintah Katakanlah cap-nya
lnya l nah kemudian eh aktivitasnya
berjalan gitu hingga pada akhirnya e di
akhir tahun eh terlihat bahwa eh
industri a itu dia menghasilkan 7 emisi
sedangkan industri B Itu dia
menghasilkan l eh misalkan gitu nah tig
ini eh tujuh inilah yang ada kelebihan
dua kan gitu karena cap-nya lima dua
Inilah yang harus diperoleh oleh
industri a dengan cara membeli izin
emisi dari industri yang EE izin
emisinya tidak terpakai dalam hal ini
industri B Katakanlah seperti itu
sehingga dua emisi dua izin emisi ini
akan dibeli oleh industri a melalui
mekanisme perdagangan karbon singkatnya
seperti
itu kemudian ee yang kedua dari
instrumen perdagangan atau pasar itu
adalah offset emisi jadi tadi sudah
dibahas bahwa offset emisi ini adalah
Eh sama mekanisme berbasis pasar di mana
entitas eh suatu entitas dia akan
melakukan aktivitas penurunan emisi di
tempat lain gitu dan eh Aktivitas ini
pada akhirnya bisa menjadi suatu kredit
yang bisa dipergunakan oleh eh entitas
tersebut untuk mengklaim penurunan emisi
milik mereka atau mungkin untuk dijual
di
ee aktivitas perdagangan karbon gitu
melalui pasar karbon ee analogi atau
ilustrasinya seperti ini jadi misalkan
ada satu industri a eh mereka sudah
melakukan inventory emisi misalkan dan
ternyata emisi yang dihasilkan atas
dasar Keinginan mereka itu ingin
diturunkan maka mereka melakukan
investasi gitu di di suatu wilayah ke ee
untuk beberapa aktivitas proek bisa dari
projek e kehutanan melalui reforestasi
atauestasi kemudian juga projek-projek
seperti energi terbarukan dan lainnya
projek-projek tersebut pada dasarnya
akan menghasilkan eh sertifikat
penurunan emisi di mana sertifikat
penurutan emisi ini e berupa kredit yang
sebetulnya bisa dipergunakan kembali
oleh industri tersebut untuk eh
mengklaim penurunan emisi mereka atau
untuk tadi dijual ee melalui mekanisme
perdagangan karbon di pasar
kbon nah kemudian
ee tadi mekanisme ee berbasis pasar atau
eh eh market base yang sekarang untuk eh
nilai ekonomi karbon yang kedua adalah
ee mekanisme non pasar atau non
perdagangan itu ada dua tadi sudah
dibahas ada yang pertama pembayaran
berbasis hasil atau resolve bas payment
jadi pembayaran berbasis hasil ini
adalah sistem pembayaran yang eh akan
didasarkan pada eh kinerja G jadi
pembayaran kepada pihak pelaksana proek
itu baru akan dilakukan jika memang eh
projek penurunan emisinya atau
kinerjanya eh yang sebelumnya sudah
disepakati penurunan emisinya itu telah
tercapai itu contoh projeknya mungkin
yang Pak
P plus gitu untuk mekanisme pembayaran
berbasis ee
hasil nah kemudian eh mekanisme non
perdagangan yang terakhir atau yang
kedua ialah pungutan atas
karbon jadi secara definisi tadi juga
sudah dipaparkan bahwa pungutan atas
karbon ini adalah pungutan negara baik
itu di pusat ataupun daerah Nah nanti
pungutan ini akan dikenakan bisa
terhadap barang Maaf eh jasa ataupun
misalkan usaha atau kegiatan yang pada
dasarnya dia punya potensi untuk
melepaskan karbon sehingga akan
menimbulkan Dapak negatif eh bagi
lingkungan hidup dan mengganggu kinerja
aksi mitigasi guu contoh dari pungutan
atas karbon ini adalah e pajak karbon
tentunya
dan ini sedikit e mungkin rangkuman ya
untuk apa saya pikir untuk
mempermudahlah karena kalau kita bicara
terkait dengan nilai ekonomion atau nek
atau carbon pricing memang sebetulnya
pasau protokol ditetapkan itu sudah
banyak sekali program atau projek-projek
eh perdagangan karbon yang memang sudah
eh terjadi baik itu di kita sendiri
ataupun secara global jadi untuk lebih
mempermudah saja dalam pemahaman nilai
ekonomi karkun jadi kita klasifikasikan
berdasarkan instrumen kemudian jenis
contoh kegiatan dan juga sifatnya gitu
dari instrumennya ini tadi sudah dibahas
bahwa ada dua instrumen yaitu ada
instrumen perdagangan dan juga instrumen
non perdagangan Jadi kalau instrumen
perdagangan dia akan berkaitan dengan
aktivitas jual beli ee hak atas
penurunan emisi atau at izin emisi
sedangkan instrumen non perdagangan ini
tidak ada kaitannya sama sekali dengan
aktivitas jual beli jadi prinsipnya
adalah siapa yang mencemari maka mereka
yang harus
membayar nah kemudian dari jenisnya
jenisnya ada EMP itu masing-masing dua
untuk instrumen adaade dan offset ini
untuk instrumen perdagangan kemudian ada
pungutan atas karbon dan juga eh
pembayaran berbasis hasil atau resolve B
payment untuk instrumen non
perdagangan nah kemudian dari beberapa
contohnya juga ini sudah banyak
sebetulnya yang berjalan di kita eh
emission trading system kemudian join
implementation Lalu ada can develop
mechanism ini adalah contoh-contoh dari
Cap and trade yang memang sudah eh
berjalan gitu clean develop mechanism
dan join implementation ini juga eh
sudah terlebih dulu jalan di Indonesia
hanya memang untuk can develop mechanism
eh pasca ratifikasi Kyoto protokol kedua
itu memang sudah tidak banyak proek Eh
ya tidak ada proek baruah karena eh
ketetapannya adalah kredit dari cdm ini
hanya akan dibeli dari negara miskin
gitu oleh negara maju jadi Indonesia
tidak masuk eh dalam eh aktivitas
tradeinnya praktis memang eh
project-proek baru sudah tidak ada lagi
Lalu ada offset offset emisi ini juga
banyak contohnya
kebanyakan memang dari voluntary carbon
market itu seperti plan Vivo eh kemudian
ada go standar Vera dan kita juga
memiliki srn untuk mekanisme eh offset
emisi kemudian pungutan atas eh karbon
ini adalah pajak karbon dan eh yang
terakhir pembayaran berbasis hasil
contohnya adalah project-proek eh ridd
plus nah secara sifatnya juga kebanyakan
memang ini mandatory atau diwajibkan
secara hukum
karena memang ee Ini sudah Ee untuk
beberapa instrumen memang pada dasarnya
ditetapkan oleh regulator dalam hari ini
Pemerintah mungkin ketetapannya dan
mungkin ke depannya eh pembahasan eh
sesuai dengan topik webinar kali ini eh
akan lebih banyak Eh mengenalkan atau
sedikit mungkin membahas terkait dengan
eh pungutan atas karbon e yaitu dari
pajak karbon
sendiri
nah ini secara definisi mungkin ya jadi
eh pajak karbon ini Tentunya ini
merupakan instrumen Eh non pasar atau
non perdagangan yang eh pada dasarnya
digunakan oleh pemerintah untuk
mengurangi emisi gas rumah kaca gitu
kebanyakan mungkin untuk CO2 ya karena
CO2 ini sampai sekarang merupakan gas
yang EE paling banyak ee dihasilkan dari
aktivitas antropogenik gitu Yang juga
menyebabkan ee perubahan iklim biasanya
satuan yang dipergunakan untuk pajak
karbon juga sama yaitu e ton co2ivalen
dengan mekanisme perdagangan
lainnya jadi eh tujuan dari pajak karbon
ini Tentunya adalah untuk mengurangi e
emisi gas rumah kaca secara langsung
dengan cara mengenakan pajak atas emisi
yang dikeluarkan baik itu oleh instalasi
misalkan oleh industri ataupun misalkan
oleh pabrik e gedung atau misalkan
sumber emisi lain yang besaran pajaknya
itu akan dikembalikan atau ditentukan
oleh e regulator si penyusun kebijakan
dalam har ini berarti e pemerintah Nah
karena ini mekanismenya non perdagangan
atau non pasar jadi pajak karbon ini
tadi tidak ada hubungannya dengan
perdagangan emisi karena prinsipnya
adalah siapa yang eh mengemisikan maka
dia yang harus
membayar kemudian juga secara skema
eh tentunya karena ditetapkan oleh e
regulator maka pajak karbon ini pada
dasarnya bersifat mandator atau E wajibu
dan skemanya hasil dari pajak karbon ini
itu kemudian akan dikembalikan ke
masyarakat itu dalam bentuk implementasi
adaptasi ataupun mitigasi perubahan
iklim bahkan di beberapa negara di
beberapa kasus si pajak karbon ini akan
dijadikan modal awal untuk pembangunan
dari eh aksi mitigasi perubahan iklim
seperti eh emission trading system GU
dan eh pajak karbon ini Tentunya dengan
e satuan tadi 1 ton CO2 ekivalen
sebetulnya akan memiliki harga yang
berbeda-beda di tiap negara negara
karena akan disesuaikan dengan kebijakan
perpajakan yang ada di masing-masing
negara tersebut Tapi pada dasarnya
karena
eh harganya ini akan ditentukan oleh
suatu
kebijakan pada akhirnya ini akan
mendorong eh Industri atau para pelaku
usaha atau tadi aktivitas yang pada
dasarnya mengeluarkan emisi tinggi itu
mau tidak mau mereka akan menurunkan
tingkat emisinya karena ya semakin
tinggi emisinya ee besar kemungkinan
pajak yang harus dibayarkan pun ini akan
semakin
besar nah kemudian eh dari segi
manfaatnya tentunya eh implementasi dari
pajak karbon ini memang diharapkan eh
mampu untuk mengurangi emisi CO2 ataupun
gas rumah kaca lainnya sehingga tadi
dapat membantu untuk mengurangi eh
pemanasan GL glal dan perubahan iklim
sesuai dengan e ratifikasi Paris
agreement yang tertuang dalam dokumen
edisi tiap-tiap negara kemudian juga
manfaat lainnya adalah untuk
meningkatkan efisiensi penggunaan energi
sehi
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:09:32 UTC
Categories
Manage