Webinar 47 Pengenalan Pajak Karbon sebagai Pengendalian Perubahan Iklim
TY15srlcZNc • 2023-11-02
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id pemodelan kualitas air sungai pemodelan dispersi udara pemodelan air tanah life cycle assessment perhitungan emisi gas rumah kaca pengelolaan banjir dan sedimentasi Sungai perancangan dan pemilihan insenerator sampah dan limbah B3 pemantauan kualitas udara dan air menggunakan sensor pelatihan sistem informasi geografis dan pelatihan remote sensing alumni pelatihan kami sudah lebih dari 2500 orang yang berasal dari seluruh pelayanan kami terbuka untuk perusahaan pemerintahan perorangan ataupun pemerhati lingkungan ekoedu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang [Musik] berpengalaman memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun jadi awalnya saya mengikuti pelatihan ek ini memang dari grup-grup di alumni ya Mak ya pernah ikut pelatihan ini cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya karena mereka pengetahu mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu gitu ya kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu jugaup bisa dilihat begitu ya terasa manfaatnya di kami terut untuk yang Man tenang-ang sehingga saya memilih dan sempat mengikuti pelatihan jug [Musik] ituagram [Musik] ituaac [Musik] yang sering lihat di Instagram gitu Bagaimana ekidu menyampaikan informasinya ekedu itu bagus karena ptianptinya itu selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau mentornya itu bagus dan terbaiklah di [Musik] bidangnya I eh yang pertama memang Tentu saja Ini meningkatkan dan memaksimalkan skill-skill yang saya harapkan gitu ya tertama dalam penyimpinan kinerja saya jadi bisa lebih produktif lebih efektif juga ee punya update Gitu ya update-update persoalan-persoalan dalam penyan terkini dari ahlinya langsung di lapangan begitu yang pengalamannya tidak dilakukan menurut saya laatihan yang disediakan ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya jadi ada teknologi baru yang saya dapat yaitu di eLearning ya itu luar biasa pembelajaran juga mudah sekali dipahami Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak [Musik] banget eh eLearning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya terutama untuk kita yang keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin eh itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas kemudian juga kita bisa mengulanging Mungin yang kita inginkan kita juga bisa kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan saya bisa lihat materi itu di sangat membantu Mak ambil materi terus lihat video yangisakses kapan aja dan a 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari kata sepadan sebenarnya jadi apa namanya ya Kalau saya bilang terlalu murah itu searnya jadi seadanlah ini menurut saya spadan bu karena memang e pelatihannya ini pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada Dian saya sendiri gitu E saya kira cepat dan sesuailah dengan apa yang didapatkan [Musik] KPP efektif tepat dan profesional hemat hat dan Hebat Keren profesional dan juga [Tepuk tangan] [Musik] kesinian asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat pagi Bapak Ibu semua selamat datang di webinar yang diselenggarakan oleh ekoedu Indonesia sebelumnya Perkenalkan nama saya saya yang akan menemani bapak ibu semua hingga pukul 12 siang nanti pada hari ini kita akan mah mengai pengenan pajak karbon sebagaiengendan klim bersama pemateri kita Bapak Asni Ibrahim yang merupakan cfounder jejak ekologi nusantara sebelum itu Mari kita buka dengan membaca doa menurut agama dan kepercayaannya masing-masing berdoa dimulai ya berdoa dicukupkan kita juga akan membuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Ya baik terima kasih bapak ibu semua yang sudah bergabung di ruangan Zoom meeting ini ee mungkin sebelumnya bapak ibu semua boleh untuk menyalakan kameranya terlebih dahulu ee di sini sudah bergabung sekitar 20 295 orang yang sudah berada di ruangan Zoom meeting eh saya ingin berkenalan dulu dengan bapak ibu semua yang sudah hadir eh mungkin di sini sudah ada Bu Widi Handayani Halo selamat pagi Ibu Selamat pagi Bu Sil Bagaimana Bu kabarnya sangat baik Terima kasih atas kesempatan untuk mengikuti webinar pajak karbon pada pagi hari ini Oke boleh mungkin Bu perkenalan sedikit eh dari mana instansinya dan juga kota mana Ini Bu Baik terima kasih eh nama saya Widi Saya baru saja bergabung dengan grup ekoedu dan eh saya dari Sugio Pranoto university di Semarang dan dari fakultas ilmu teknologi lingkungan Prodi rekayasa infrastruktur dan lingkunganah Oke Baik Terima kasih Bu Semoga sehat selalu I terima kasih kembali Oke mungkin selanjutnya kita beralih ke pakarma Halo selamat pagi Pak perkenalkan n Halo Pak suaranya belum terdengar ini pak Halo Bu selamat pagi Halo Halo Bu selamat pagi apakah sudah bisa didengar Halo Pak suaranya masih belum terdengar Pak Oh gitu ya oke mungkin agak terkendala di audionya ya Pak Iya mungkin Bu i i Bu Bagaimana Bu sudah di Oke belum terdengar Pak Oke mungkin tidak apa-apapa terima kasih banyak sudah menyempatkan hadir di webinar yang diselenggarakan oleh Eko edu Semoga sehat selalu ya Pak Oke baik mungkin kita eh beralih ke Bu Yeni dari dlh dlhpmsel Halo asalamualaikum Ibu Asalamualaikum Waalaikumsalam Mbak Bagaimana Ibu kabarnya pagi hari ini Alhamdulillah sehat walaupun agak berasap-asap Oh agak berasap Oke Baik bu ee sehat ya Bu cuacanya di S meskipun berasap tapi Semoga selalu sehat dan semangat ya Bu alhamdulillah alhamdulillah Oke terima kasih Ibu sudah menyempatkan untuk hadir ya Bu kasih oke mungkin ee sebelum kita lanjut ke pematerian ee semoga bapak ibu semua di sini sehat selalu di mana pun berada dan semoga ee semangat untuk bisa mendengarkan materi dari pemateri kita Oke mungkin Sebelumnya saya akan kembali sedikit memperkenalkan mengenai ekoedu barangkali bapak dan ibu semua di sini ada yang baru pertama kali untuk eh join ke kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh ekoedu oke di sini PT ekoido Indonesia merupakan pusat pelatihan bersertifikat yang berfokus pada pelatihan lingkungan hidup pelatihan kami ini diselenggarakan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia baik secara individu maupun instansi pelatihan kami ini terbuka untuk perusahaan pemerintah perorangan pemerhati lingkungan dan pihak manapun yang ingin meningkatkan kompetensinya di bidang lingkungan pelatihan kami diselenggarakan secara online maupun offline nah ini untuk pelatihan kami berbasis SPL yang pertama yaitu silabus yang komprehensif lalu yang kedua pengajar yang berkualitas dan yang ketiga yaitu mengutamakan untuk latihan praktis melalui studi kasus dan juga e-learning Nah di sini ada beberapa pengajar yang ada di ekoedu yang mayoritas merupakan dosen-dosen dari ITB dari berbagai keilmuan tentunya Nah di sini ada pelatihan-pelatihan yang kami selenggarakan mulai dari penyusunan dokumen klhs rpph dasar AMDAL life cycle assessment lalu juga ada persetujuan teknis ada limbah B3 emisi udara lalu juga ada air limbah lalu pemodelan ada pemodelan dispersi udara kualitas air sungai lalu air tanah lalu juga ada perhitungan emisi gas rumah kaca pengelolaan banjir dan sedimentasi sungai pemantauan kualitas udara dan air menggunakan teknologi sensor lalu juga ada sigig Nah di sini eh kami informasikan untuk beberapa pelatihan terdekat yang akan kami selenggarakan ee di minggu depan yang terdekat 6 sampai dengan 10 November 2023 ada pelatihan pemodelan kualitas air sungai menggunakan kual 2uk dan wasp lalu nanti di bulan November di tanggal 13 sampai dengan 21 November 2023 ada pelatihan dasar AMDAL lalu di tanggal 20 sampai dengan 24 November ada pelatihan life cycle assesment Nah untuk pelatihan lca ini masih ada diskon jadi hemat 10% jadi 3,6 juta saja jadi bagi bapak ibu semua yang berminat untuk e mengikuti pelatihan-pelatihan yang kami selenggarakan silakan untuk segera daftar di pendaftaran.ekoedu.id Oke jika bapak ibu semua berminat atau ingin lebih lanjut mengetahui tentang pelatihan yang kami selenggarakan silakan untuk mengunjungi berbagai sosial media kami atau langsung saja menghubungi via WhatsApp di admin RIS dan adminisa ya Selain itu kami juga menyelenggarakan inhouse training yang mana untuk materi nya kami menyesuaikan dengan kebutuhan dari perusahaan bapak ibu semua jika ee berminat untuk mengikuti atau mengadakan pelatihan di instansinya bapak ibu semua silakan untuk ee hubungi kami ekoedu nanti kami akan ee rancangkan untuk pelatihannya dan kami tunggu bapak ibu semua di pelatihan Oke kita kembali lagi ke topik kita pada pada pagi hari ini ya pagi menjelang siang mengenai pengenalan pajak karbon sebagai pengendalian perubahan iklim bersama dengan Pak Asni Ibrahim yang merupakan cfounder jejak ekologi Nusantara nah pemateri kita sudah berada di tengah-tengah kita Halo selamat pagi Pak Asni Halo selamat pagi eh Bapak Ibu semuanya apa kabar suara saya terdengar jelas terdengar Pak Oke Bagaimana Pak kabarnya pagi hari ini baik alhamdulillah baik bu Alhamdulillah baik ya Pak Oke mungkin untuk mempersingkat waktu saya persilakan untuk memulai penyampaian materinya Pak Oke Eh saya izin untuk share screen e kemudian eh izin juga bapak ibu semua untuk eh stop video karena terkadang eh suka ada transisi eh PowerPoint yang eh agak plging Ketika saya Nyalakan video mungkin bwi-nya terlalu besar jadi ketika nanti share screen saya izin untuk mematikan video ya mohon maaf supaya ee transisinya berjalan lebih lancar sebentar Apa sudah terlihat sudah Pak sudah terlihat baik eh saya langsung mulai saja eh baik Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Eh selamat siang eh Tentunya saya ucapkan pertama-tama kepada bapak ee ibu kemudian juga rekan-rekan sekalian lalu juga tentunya kepada tim ekedu lalu moderator yang EE sudah memberikan kesempatan bagi kami untuk sedikit berbagi terkait dengan topik ee pajak karbon ya ya Ee sebagai upaya ee pengendalian perubahan iklim mungkin nanti di dalamnya Ee tidak terlalu ee mendetail karena memang ini sifatnya lebih ke pengenalan saja dari mulai latar belakang kemudian konsep lalu contoh implementasi eh manfaat hingga mungkin eh apa yang sudah terjadi di Indonesia sampai eh dengan sekarang ini dan eh tentunya ini juga yang biasa kami sampaikan E ketika ee melakukan para materi karena memang sifat dari eh regulasi terutama untuk eh nilai ekonomi karbon atau carbon pricing di Indonesia ini cukup dinamis Bapak Ibu sekalian jadi eh Barangkali memang ada materi atau ada hal yang ternyata kurang update dari kami atau misalkan sudah ada regulasi baru atau ketentuan atau eh kebijakan baru eh saya pikir bisa saling share juga nanti di sini karena eh sifatnya ini kan lebih ke webinar ya untuk apa untuk ee saling pengenalan itu karena tadi ee baik itu pajak karbon ataupun misalkan eh ee secara umumnya terkait dengan nilai ekonomi karbon terutama di kita itu masih sangat dinamis dalam artian ya banyak perubahan baru banyak regulasi baru ataupun eh pergerakan-pergerakan dari eh pemerintah yang tentunya untuk eh apa eh mempersiapkan si konsep nilai ekonomi karbon ini menjadi lebih rigid lagi dan tentunya juga Semoga apa yang eh saya sampaikan yang kali ini ee bisa memberikan manfaat kepada bapak ibu dan juga rekan-rekan semuanya ee tentunya untuk ee kegiatan ee ya Bapak Ibu semuanya lah ya dalam beraktivitas dalam bekerja ataupun misalkan dalam e studinya masing-masing baik eh sebelum mulai eh tentunya Izinkan saya juga untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu tadi juga sudah Disinggung oleh oleh eh moderator eh izin memperkenalkan diri Nama saya Asni Ibrahim Jadi sekarang ini saya bekerja di sebuah eh konsultan berbasis jasa yang memang fokus utamanya itu ada di bidang eh perhitungan karbon kemudian perhitungan karbon tersimpan lalu eh mekanisme karbon kredit dan lain sebagainya kemudian eh saya juga sekarang sedang menempuh pendidikan doktoral di bidang e environmental science dan biasanya ee pasca ee agenda webinar atau pelatihan ee itu biasanya ada beberapa ee peserta yang masih ee ingin berdiskusi atau bertanya lebih ee lanjut atau lebih spesifik pertanyaan di luar dari materi yang EE telah kami sampaikan itu ee silakan untuk ditujukan ke alamat email kami ee tentunya akan Ee Kita respon dengan senang hati karena ya Eh itu tadi sebetulnya kita di sini lebih eh share eh informasi yang mungkin lebih dulu kami ketahui atau bahkan mungkin lebih dulu bapak ibu ketahui nantinya Jadi silakan dicatat Jika perlu e emailnya kemudian eh diajukan saja beberapa hal yang ingin didiskusikan atau misalkan ingin ditanyakan dan eh satu lagi mungkin eh karena tadi juga sudah Disinggung terkait dengan eh Jejak ekologi Nusantara jadi eh Izinkan saya juga untuk e per kenalkan Apa itu jejak ekologi Nusantara atau jentara jadi ee jentara Ini adalah ee sebuah e perusahaan konsultasi berbasis jasa yang tadi sudah disebutkan di awal kita memiliki beberapa fokus yang memang spesifik di bidang ee tepatnya ke aspek mitigasi perubahan di iklim itu jadi kita membantu eh perusahaan atau Ataupun mungkin kelompok dan juga individu untuk melakukan perhitungan atau inventory emisi gas rumah kaca milik mereka itu sesuai dengan standar yang memang ee ditetapkan baik itu di level internasional ataupun di level ee lokal Kemudian yang kedua juga kita membantu ee Para perusahaan ee khususnya mereka yang memang berkaitan dengan aktivitasnya di bidang industri ee ekstraktif atau sumber daya alam ee seperti sektor kehutanan terkait dengan ee perhitungan potensi karbon tersimpan yang ada di dalam sistem tata guna lahan mereka contohnya adalah sistem kehutanan kemudian ee yang ketiga ini berkaitan dengan karbon kredit jadi eh kita juga berupaya untuk membantu dan juga mendampingi eh berbagai sektor dalam upaya mereka untuk ee melakukan switching bisnis biasanya gitu dari yang asalnya industri konvensional kemudian beralih ke aktivitas industri yang ee lebih ee berkelanjutan salah satunya adalah dengan konsep perdagangan karbon yang memang spesifiknya itu berada pada sistem tata guna lahan seperti kehutanan nah kemudian juga Ee Kita membantu para pelaku usaha yang tadi Mungkin spesifik e berkaitan dengan industri ekstraktif yang pada dasarnya mereka memerlukan bantuan dari lembaga donor dunia misalkan salah satunya adalah World Bank itu di mana Eh sekarang ini sudah diharuskan untuk menyusun sebuah rencana manajemen keanekaagaman hayati kemudian juga asesmen terhadap dampak lingkungan dan sosial E khususnya untuk proek-proek kredit karbon atau perdagangan karbon dan yang terakhir adalah untuk kegiatan eh training dan juga konsultasi gitu Jadi kita berkolaborasi seperti yang dilakukan sekarang dengan ekoedu ataupun dengan para pelaku usaha industri lainnya untuk melakukan eh aktivitas training konsultasi pelatihan dan lain sebagainya Oke saya lanjut kan Nah ee mungkin ini ada beberapa pendahuluan Ya saya pikir eh bapak ibu rekan-rekan semua sudah cukup familiarlah dengan Apa itu eh perubahan iklim pemanasan global dan lain sebagainya hanya eh karena ini mungkin harus disampaikan eh secara eh runut dari awal jadi ini eh kita coba masukkan Nah mungkin istilah perubahan iklim di masa sekarang ini ya cukup banyak byak lah terlengar di ee apa di telinga kita jadi secara definisi ee perubahan iklim ini meruju pada perubahan jangka panjang eh dalam pola cuaca rata-rata eh yang ada di seluruh planet bumi contoh dari perubahan iklim ini beragam bukan hanya perubahan suhu saja tapi juga terkait dengan perubahan ee pola curah hujan kemudian pola angin ataupun misalkan faktor-faktor atau pola lain yang dia pada dasarnya mempengaruhi iklim global Nah ee pembicaraan terkait dengan perubahan iklim ini adalah bukan perubahan iklim yang terjadi secara alami dalam siklus e geologis baik itu di siklus eh biologi kemudian geologi ataupun kimiawi tetapi eh pembicaraan terkait dengan perubahan iklim yang sekarang Eh mulai ramai diperbincangkan dan menjadi perhatian utama itu lebih ke ala perubahan iklim yang memang disebabkan oleh eh faktor antropogenik gitu seperti aktivitas manusia yang pada dasar nya akan ee melepaskan gas rumah kaca seperti CO2 ch4 no2 sf6 eh CFC kemudian hfc ke atmosfer secara bebas dan Eh kalau kita lihat dalam kesehariannya memang pada dasarnya itu kita bisa menjumpai beberapa aktivitas yang memang secara nyata itu punya peran dalam ee peningkatan gas rumah kaca di atmosfer mulai dari penggunaan bahan bakar fosil seperti e batuara kemudian minyak bumi ataupun gas oleh e aktivitas transportasi baik itu di darat di laut ataupun di udara yang pada dasarnya ini akan e mengemisikan gas seperti CO2 kemudian juga ada aktivitas lain seperti e pertanian lalu e peternakan atau misalkan pembusukan limbah organik di eh tempat pembuangan sampah yang masih dilakukan secara Open dumping atau landilling ini juga akan men eh menyumbangkan metana kemudian juga nitrogen dioksida ke atmosfer bumi terutama dalam beberapa dekade terakhir Lalu ada juga eh penggunaan seperti refriger yaitu freon dari golongan r22 ini juga sebetulnya akan melepaskanlorlorokarbon ke atmosf yang secara spesifik akan eh menyebabkan e fenomena diisa lapisan ozon gas-gas yang tadi sudah Disinggung e di awal seperti CO2 kemudian ch4 no2 e sf6 Kemudian dari golongan eh kloroflorokarbon atau hidrorokarbon sebetulnya ini merupakan gas yang memang eh terdapat di lapisan atmosfer bumi secara alami berfungsi untuk menangkap panas matahari guu makanya e dikenal juga istilah gas rumah kaca gitu karena diasumsikan seperti e Kita sedang berada di rumah kaca secara proses memang gas rumah kaca ini merupakan gas yang tadi muncul secara alami itu fungsinya Adah e dengan menangkap energi panas maka permukaan bumi ini suhunya akan e tetap hangatu sehingga memang perbedaan suhu antara siang dan malam itu tidak terlalu berbeda tidak terlalu signifikan bedanya hanya yang menjadi permasalahannya eh seiring dengan perkembangan proses industri eh Terutama ketika awal revolusi industri terjadi eh khususnya di abad ke-18 ini menyebabkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer itu lambat laun kian meningkat gu nah permasalahannya ketika konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer ini meningkat maka secara otomatis eh panas dari energi matahari yang tadi ee masuk ke dalam lapisan permukaan bumi itu akan semakin banyak terikat oleh gas tersebut yang pada akhirnya akan berdampak pada meningkatnya suhu di permukaan bumi atau yang biasa kita kenal dengan istilah pemanasan global Nah data dari ipcc menyatakan bahwa eh diperkirakan suhu bumi ini itu sudah meningkat sebesar eh 0,74 plus minus 0,18 derajat Celcius dalam kurun waktu 100 tahun terakhir yang diperkirakan ee peningkatannya itu bisa mencapai hingga 6,4 derajat Celcius di tahun 2 100 nanti nah kemudian selain pemanasan global ada juga Fenomena lain seperti ee penipisan lapisan ozon gitu ini ee tadi sudah Disinggung di awal ee didasarkan dari penggunaan dan pengemisian gas-gas yang EE punya stabilitas tinggi seperti e CFC atau kloroflarbon yang sumbernya beragam juga bisa dari refrigerator atau refrigeran kemudian aerosol ataupun dari gas lain seperti metana Nah si CFC ini dia baru akan e bereaksi e Di lapisan stratosfer atau sekitar 12 eh sampai 19 dan 50 km di atas permukaan tanah gitu jadi CFC ketika masuk keisan stratosf maka dia akan memecah Ozon kembali menjadi oksigen gitu karena Ozon ini adalah eh gas yang eh lapisan yang timbul eh hasil dari interaksi antara oksigen dengan sinaruv gitu Di lapisan e stratosfer maka ketika CFC ini masuk ke lapisan stratosfer ozonnya akan dipecah lagi menjadi oksigen sehingga pada akhirnya akan terjadi penipisan lapisan ozon nah selain lapisan ozon yang menipis terbentuk juga eh apa radikal bebas yang kuat gitu seperti e klorin Brom dan lain sebagainya tentunya efek sampingnya ketika ee lapisan ozon ini menipis atau terjadi lubang Ozon di sana maka radiasi sinar UV dan juga inframerah itu akan masuk langsung ke dalam permukaan bumi itu yang berdampak tentunya kepada eh berbagai macam dampak negatif Ya seperti e mungkin mutasi genetik eh penyakit kanker lalu memusnahkan mikroorganisme dan tentunya meningkatkan suhu di permukaan bumi dan ini secara sepintas eh infografis Yang eh kami dapatkan dari klhk jadi ini merupakan gambaran dari pelepasan ee emisi gas rumah kaca di Indonesia itu sepanjang tahun 2000 sampai 2015 karena kalau kita lihat secara spesifik ee sebagai sebuah negara yang dia punya luasangkutannya terbesar ketiga ee setelah Brazil dan EE kongo Kalau saya tidak salah memang tidak jarang eh aktivitas pelepasan emisi itu eh banyaknya memang dari sektor tata guna lahan gitu seperti kehutanan seperti eh kebakaran lahan gambut kemudian deforestasi ataupun misalkan konversi lahan dari lahan hutan ke bentuk tata guna lahan lainnya yang pada akhirnya akan memberikan sumbangsi yang paling besar gitu bagi pelepasan emisi ke ke atmosf belum lagi dari sektor-sektor lain seperti energi di sini mungkin sektor-sektor yang e berhubungan dengan energi seperti sektor pembangkit yang mereka masih memanfaatkan bahan bakar fosil eh dalam aktivitas operasionalnya yang pada akhirnya pun kegiatan ini turut menyumbang kepasan emisi ke atmosfer e dari negara kita lalu juga sumber emisi lain yang berasal dari sektor pertanian mungkin ini lebih dari eh aspek penggunaan pupukan organik seper nitrogen lalu dari sektor limbah yang EE tentunya masih melakukan pengololan sampah khususnya organik secara landfilling ataupun Open duming tanpa adanya eh segregasi terlebih dahulu eh hingga eh sektor industri pada umumnya itu ippu yang tentunya juga masih bergantung dan memanfaatkan bahan bakar fosil dalam eh aktivitas produksinya jadi eh dalam dokumen eh NC milik kita ee eh dinyatakan bahwa pada dasarnya jika memang eh peristiwa atau kegiatan-kegiatan bisnis as usual seperti ini masih terlanjut di e masih berlanjut di Indonesia memang Eh bisa dipastikan bahwa laju pertambahan emisi di kita pada tahun 2030 itu akan meningkat e signifikan gitu sehingga hampir menyantuh E kurang lebih angka di 2800 sekianan lah hampir menyetuh angka 3000 ton CO2 ekivalen nah tentunya ee ketika gas rumah kaca ini meningkat konsentrasinya di atmosfer itu ee akan lebih banyak maka akan memberikan dampak pada perubahan sistem yang memang sudah ada gitu jadi sistem seperti ee laut lalu kepada aktivitas ee tegakan tanaman ee pengasaman atau asidifikasi kemudian juga fenomena e pencairan es di petup selatan ataupun misalkan daratan yang semakin memanas lalu fenomena banjir dan lain sebagainya itu merupakan dampak e samping dari perubahan sistem yang e terjadi karena e adanya peningkatan gas rumah kaca di atmosf nah tentunya juga perubahan-perubahan dalam sistem tersebut pada akhirnya akan berdampak kepada munculnya jenis Riko bencana guu mulai dari eh hit stress kemudian juga musim tanam yang berubah adanya penurunan keanekaragaman hayati di sektor terestrial ataupun di sektor perikana dan kelautan kemudian juga kerusakan ekosistem pesisir dan lautan e Banjir juga tidak lupa lalu dari sektor atau aspek sosial seperti potensi konflik karena mungkin akan terjadi migrasi eh di beberapa wilayah yang pada akhirnya eh wilayah tersb tebut misalkan akan terendam oleh air kemudian juga pasokan ee air bersih yang EE akan semakin ee krisis ketahanan pangan hingga kerusakan infrastruktur gitu kemudian juga ee dari segi kesehatan ini juga akan berdampak pada perkembangan habitat eh bagi para hama penyakit atau Pes yang tentunya akan eh berbahaya tidak hanya bagi manusia tapi juga mungkin bagi komoditas e pangan ataupun pertanian lainnya nah tentunya jika hal ini eh terus terjadi eh kita pikir dalam kurun waktu eh beberapa ratus tahun ke depan atau mungkin hanya dalam beberapa puluh tahun ke depan eh kondisi bumi ini secara global itu akan melewati yang disebuting capacitynya gitu atau daya tampungnya sehingga memang sudah tidak lagi e mampu untuk menopang kehidupan makhluk hidup yang e tinggal di atasnya gitu sehingga memang eh ya pada akhirnya krisis bencana itu akan menjadi hal yang eh eh cukup Global terjadi di seluruh penjur dunia dan eh ketika perubahan iklim ini terjadi maka impak yang eh tadi sebelumnya kita bahas itu pada dasarnya kan akan tersebar merataal gitu istilahnya ke seluruh eh eh regional eh yang ada di dunia gitu dan ini salah satu gambaran dari eh tingkat kerentanan dan juga dampak perubahan iklim di e wilayah geografis dunia di sini Indonesia juga memang tidak luput dari bahaya perubahan iklim yang ada karena eh berdasarkan data dari BMKG itu dari tahun eh 1981 sampai 2018 eh di sini Indonesia sudah mengalam tren kenaikan suhu sekitar 0,03 derajat celus per tahunnya kemudian juga sepanjang tahun 2010 sampai 2018 emisi Gasum H di level nasional itu juga mengalami tren kenaikan di angka 4,3% per tahunnya nah eh sebetulnya memang fenomena atau dampak yang dirasakan oleh negara kita itu sudah mulai dikenali atau direknisiu DII berdasarkana dari bahwa sebetulnya Indonesia juga sudah mengalami kenaikan permukaan air laut itu mencapai hingga 1,2 cm per tahunnya sementara ada sekitar 65% penduduk Indonesia itu tinggal di wilayah pesisir karena ee Indonesia sendiri adalah negara kepulauan yang kita memiliki pulau eh di atas e 17.000 gitu dan ini akan sangat terentan terhadap risiko perubahan iklim seperti kenaikan permukaan air laut contohnya dan tentunya eh Riko ini atau dampak yang akan kita rasakan ini eh ketika perubahan iklim tidak bisa ditanggulangi itu jelas akan sangat mempengaruhi kehidupan manusia guu jadi kejadian-kejadian seperti kelangkaan air eh dalam hal ini mungkin Riko banjir yang meningkat tinggi kekiringan yang makin parah itu juga akan e sangat berdampak pada kelangkaan air lalu kemudian ada ekosistem eh lahan terutama terestrial yang meng kerusakan gu karena secara ilmiah ee resiko dari kebakaran hutan itu akan semakin tinggi gitu dan ini tentunya akan menyebabkan hilangnya ekosistem kemudian juga keen kagamayati e di sektor terestrial dan tentunya akan mempengaruhi pada simpanan karbon yang ada di E Sektor kehutanan Kemudian dari kerusakan ekosistem lautan ini juga kenaikan eh temperatur permukaan eh laut tentunya akan menyebabkan perubahan yang signifikan bagi ekosistem di dalamnya seperti terumbung Karang kemudian rumput laut atau misalkan tegakan mangrove yang tentunya akan berdampak pada eh keekaraganahati dan ekosistem di laut itu sendiri kemudian dari penurunan kualitas ini eh jelas ya Eh Beberapa fenomena seperti banjir ini dapat menjadi vaktor bagi penyebaran penyakit kemudian juga risiko kematian akibat tenggelam itu juga bisa meningkat itu kemudian eh kelangkaan pangan ini juga jadi salah satu eh Resiko yang harus kita hadapi karena akan ada perubahan dari eh aktivitas produksi mulai dari eh musim tanam eh musim hujan dan lain sebagainya dan eh sejauh ini eh dari dokumen roadmap handisi milik Indonesia eh mengatakan bahwa 80% bencana yang ada dan telah terjadi di Indonesia itu sebetulnya merupakan bencana hidrometeorologi yang pada dasarnya diakibatkan karena memang adanya fenomena perubahan iklim gu yang ini juga sebetulnya berdampak langsung kepada kerugian ekonomi gitu untuk negara kita sendiri karena ee ada potensi penurunan sebesar 3,45% gitu dari PDB di tahun 2030 nanti jika memang kondisi ini masih terus berjalan ini kita ambil dari roadmap e edisi di tahun [Musik] nah kemudian eh untuk mengatasi beragam dampak negatif yang ditimbulkan dari eh peristiwa perubahan iklim tadi yang sudah kita bahas memang sebetulnya masyarakat global itu sudah memberikan respon atau memberikan upayalah untuk bisa meminimalisir risiko eh dari perubahan iklim yang terjadi dan tetap mencegah agar suhu ee di permukaan bumi ini tidak terus meningkat atau tidak terus ee bertambah nah protokol Kyoto itu adalah salah satu respon dunia untuk ee mitigasi perubahan iklim yang Ee kita tahu diselenggarakan pada tahun 97 di Kyoto eh Jepang oleh eh unfccc jadi eh di dalam Protokol Kyoto ini memang eh masih mensyaratkan bagi negara maju saja ya mereka wajib atau mandatori secara hukum untuk menurunkan laju emisi mereka eh sebesar kurang lebih 5% gitu dari baseline di tahun nah sedangkan negara berkembang maaf atau yang dulu dikenal dengan eh kelompok namas itu sifatnya masih sukarela untuk melakukan penurunan emisi eh under Kyoto Protocol ini dan Kyoto protokol ini dia juga punya dua periode eh saya pikir juga bapak ibu dan rekan-rekan sekalian eh jauh lebih memahami ini jadi eh Kyoto protokol fase pertama itu dia berjalan di tahun tahun 2008 sampai 2012 kemudian juga dilanjutkan oleh Kyoto protokol kedua ya melalui Doha amandemen di tahun 2013 sampai 2020 dan eh kurang lebih ada sekitar 192 kepala negara yang Eh menandatangani Kyoto protokol ini kemudian eh meratifikasinya ee menjadi sebuah regulasi nasional di negara mereka masing-masing Indonesia juga ee sudah turut untuk meratifikasi Protokol Kyoto ini ee yaitu melalui undang-undang ee 17 tahun 2004 kalau saya tidak salah dan eh beberapa program dari Kyoto protokol ini itu adalah program-program yang eh Memang eh melatar belakangi atau menjadi titik awal munculnya aktivitas perdagangan karbon atau eh carbon pricing atau nilai ekonomi karbon gitu di sini contohnya ada eh emission trading system eh yang pertama kali berjalan eh di Eropa sana melalui Europe emission trading systemnya kemudian ada clean develop mechanism Lalu ada joint implementation eh dan lain sebagainya nah eh kemudian pas Ca Kyoto protokol eh selesai yang fase atau periode dua itu selesai di tahun 2020 memang sebetulnya eh agenda dunia terkait dengan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim itu sudah mulai bertransisi ke perjanjian Paris gitu jadi perjanjian Paris ini eh dilaksanakan pada cop ke-21 di eh Perancis pada tahun 2 eh 15 Kalau saya tidak salah jadi perjanjian Paris ini eh muncul karena memang ada e desakan atau kebutuhan gitu agar ee terbentuk sebuah Konvensi yang e pada dasarnya mengharuskan semua pemerintah dunia termasuk pihak-pihak yang sebelumnya tidak join atau tidak ikut meratifikasi protokol Koto terutama mereka yang menjadiengemisi gas rumah kaca yang signifikan atau yang tertinggi itu didorong untuk berkomitmen mengurangi emisias rumah kaca mereka nah berbeda dengan jadi par Agre iniuar yang ratifikasi perjanjian e e Paris baik itu yang kategori negara maju ataupun negara berkembang itu mereka wajib hukumnya untuk turut serta dalam eh Upaya mitigasi dan juga adaptasi perubahan iklim Nah di sini eh ada kurang lebih sekitar 197 negara eh yang ikut meratifikasi perjanjian Paris ini kemudian juga secara hukum itu dia terikat untuk menurunkan laju emisi mereka nah kemudian Indonesia juga merupakan salah satu partisipannya ee yang ikut meratifikasi melalui undang-undang nomor 16 ee tahun 2016 Kalau saya tidak salah jadi eh berbeda dengan Kyoto protokol tadi untuk Paris agreement ini eh kita juga sama-sama tahu bahwa targetnya adalah untuk membatasi ee suhu bumi itu tetap di bawah 2 derajat gitu dan kenaikannya itu hingga 1,5 derajat jadi targetnya diset e secara global untuk parisen ini dan kemudian akan didistribusikan atau dilaksanakan sesuai dengan kemampuan dari tiap-tiap negaraatifikasi jadi kita kenal dengan istilah prinipnya jadi kita akan mendeskripsikan aktivitas penurunan emisi yang seperti apa itu akan sesuaikan dengan kemampuan dari negara masing-masing nah Indonesia eh mendeskripsikan eh target dari parisren ini Tentunya tadi sesuai dengan yang dituangkan dalam ratifikasi eh pernyajian Paris itu undang-undang 16 tahun 2016 ee lebih lanjut jadi Upaya mitigasi dan adaptasi penurunan iklim ee di Indonesia sekarang ini ee dalam rangka sinergisasinya dengan par agreement itu eh tertuang dalam dokumen eh NDC gitu atau nationally determined contribution yang sekarang Eh berubah menjadi indc atau enhance nationally determin contribution gitu mungkin di sini banyak Eh Bapak Ibu dari eh instansi yang eh lebih familiarlah dengan dokumen NC atau indc ini jadi dalam dokumen tersebut ada dua eh kegiatan utama yaitu ada t E dan juga mitigasi nah adaptasi ini E ini lebih ke perkuatan ketahanan iklim ya gitu ada tig komponen yang eh diperkuat strategi adaptasi ini yaitu di sektor ekonomi kemudian sosial dan mata pencarian dan terkait dengan ketahanan ekosistem dan jugaunan dari adapti ini ada Jadi Baim respon ketika temperatur global itu ternyata naik hingga 2 derajat Celcius gitu kemudian juga curah hujan yang lebih ee rendah di musim kering dan ternyata cura hujan yang lebih basah di musim hujan lalu Bagaimana kita merespon jika temperatur eh rata-rata permukaan laut itu meningkat sebesar 0,2 derajat Celcius per dekadenya kemudian kenaikan muka air laut hingga 1,2 cent per tahunnya ee salinitas yang bertambah kemudian dan juga gelombang yang eh bertambah tingginya mencapai 1,5 me Nah kemudian eh dari adaptasi eh kita lanjut ke mitigasi gitu kalau adaptasi Bagaimana kita merespon dan eh eh berstrategi dalam menghadapi ee dampak dari perubahan iklim Nah untuk mitigasi ini lebih ke arah upaya yang dilakukan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sehingga dampak dari perubahan iklim tadi itu dapat dikurangi gu di sini eh ini juga eh Bapak Ibu eh akan sangat familiar ada dua target untuk mitigasi perubahan iklim milik Indonesia yaitu di counter 1 dan counterm 2 jadi counterm 1 ini adalah penurunan emisi melalui mekanismection atau tanpaanya bantuan internasional dibandingkan dengan eh bisnis as usual di tahun 2030 kemudian ada strategi yang kedua ini kantor measure kedua yaitu penurunan emisi melalui mekanisme eh International assistance atau dengan bantuan eh asing gitu dibandingkan dengan mekanisme bisnisual Nah di sini dalam dokumen eh NDC awalnya penurunan emisi milik eh negara Indonesia eh yang disubmit di tahun 2021 lalu itu sebesar 29% gitu kemudian meningkat menjadi 32% lalu yang countermer kedua itu awalnya 41 e kemudian meningkat Jadi kurang lebih hingga eh 43%an dan eh tentunya ada l sektor yang diandarkan untuk mitigasi perubahan iklim ini mulai dari sektor kehutanan kemudian energi eh persampahan pertanian dan industrial process and production atau eh ippu nah ini eh detail teknisnya untuk eh eh apa eh indc Indonesia yang sudah direvisi pada Tahun 2022 lalu jadi eh proposal NDC Indonesia yang disubmit pada tahun 2021 yang tadi penurunan emisinya dari 29% sampai 40 eh 1% itu kemudian direvisi di Tahun 2022 dengan nama indc atau enhance nationally determ contribution tadi sudah dipaparkan ada peningkatan eh persentasi laju penurunan emisi itu dari yang 29 eh Peren menjadi 31,89% di comounter measure 1 dan eh 41% eh menjadi 43,2% di counter measure kedu atau dengan bantuan asing jadi secara nasional memang eh target penurunan emisi di tahun 2030 Eh kalau kita lihat berdasarkan dengan eh tabel indc ini yaitu sekitar 915 juta ton CO2 ekivalen gitu di target kountermer 1 dan sekitar 12239,5 juta ton CO2 ekivalen pada target eh countermure ked2 dibandingkan dengan bisnis as usual atau baseline di tahun 2036 nanti yang EE tadi sebelumnya sudah kita bahas di ee apa infografis terkait dengan laju emisi Indonesia yang jika tidak di ee jika kita biarkan maka laju emisinya itu bisa mencapai hingga hampir menyentuh 3000 ton eh CO2 ekivalen G di tahun 2030 atau lebih tepatnya itu di angka 2.868,26 ton co2al ee kalau kita lihat juga di sini sektor ee tata guna lahan ee dan Kehutanan atau volu ee dia punya peran penting dalam pencapaian target indc karena memang persentasenya paling besar di sini yaitu antara 17,4 sampai 25,4% laju penurunannya kemudian ada sektor energi dari 12,5 sampai 15,5% diikuti oleh eh sektor eh persampahan kemudian ee pertanian lalu eh ppu-nya nah eh dalam menjabarkan indc-nya Eh pada akhirnya Indonesia itu menetapkan e sebuah regulasi gitu jadi di tahun 2021 Perpres 98 eh terkait dengan carbon pricing atau nilai ekonomi kbon ini turun jadi secara definisi glboning atau nilai ekonomi kbon ini adalah pemberian harga atau valuasi atas emisi gas rumah kaca atau karbon yang dihasilkan gitu kemudian juga ada yang menyebutnya bahwa eh carbon pricing ini adalah internalisasi biaya dari eksternalitas negatif gu eksternalitas negatif ini adalah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan jadi historalnya eh bapak Presiden Joko Widodo itu dia mengesahkan Peraturan Presiden terkait dengan ee nilai ekonomi karbon ini di tahun 2021 sebelum ee berangkat ke Konferensi Tingkat Tinggi perubahan iklim di Glasgow eh Skotlandia atau eh di event cop ke-26 jadi peraturan ini pada dasarnya mengatur mekanisme perdagangan karbon eh melalui instrumen perdagangan kemudian juga ada instrumen non perdagangan yaitu salah satu contohnya adalah pajak atas karbon jadi harapannya memang ehpr ini merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca sesuai Bik lagi tadi komitmen Indonesia perjanjian Paris teknisnya ada di dalam dokumenc atau J nilai ekonomi berdasarkan8 ini ada yang pertama instrumen peragangan dan yang kedua adalah instrumen non perdagangan gu instrumen perdagangan ini terbagi lagi menjadi dua ada perdagangan izin emisi Lalu ada offset emisi secara definisi eh perdagangan izin emisi ini adalah mekanisme transaksi sertifikat izin emisi antar dua entitas yang pertama adalah entitas yang dia memerlukan tambahan izin emisi entitas yang kedua adalah mereka yang memiliki kelebihan izin emisi itu biasanya perdagangan izin emisi ini kita kenal juga dengan istilah Cap and trade jadi e batasi kemudian dagangan nah eh biasanya ada beberapa hal yang masih keliru terkait dengan izin emisi ini jadi izin emisi ini adalah bukan izin emisi yang biasanya kita dapatkan eh seperti izin layak operasional eh boilerupun lainnya gitu izin emisi ini adalah lebih ke arah izin untuk kita eh membatasi emisi yang dihasilkan dari Seluruh aktivitas operasional kita yang pada dasarnya aktivitas tersebut akan menghasilkan gas rumah k gitu Jadi nanti adanya adaownya dan lain sebagainyau jadi berbeda dengan izin emisi darierobong misalkan atau genset atau alat-alat lain yang pada dasarnyaang akanghasilkan emisii hanya darebemud instrumen perdagangan yang kedua itu adalah offset emisi jadi offset ini definisinya adalah bentuk kompensasi dari suatu entitas di mana entitas tersebut sudah menghasilkan emisi gas rumah kerja gitu kompensasinya Seperti apa jadi entitas tersebut akan melakukan aksi mitigasi yang berfungsi untuk menurunkan emisi di tempat lain itu jadi singkatnya kalau offset ini Eh dibuat Ketika suatu aktivitas bisnis atau perusahaan maka eh mereka akan memutuskan untuk berinvestasi gitu dalam suatu proek yang tujuannya adalah mengurangi emisi gas rumah kaca tapi proek tersebut itu tidak termasuk dalam aktivitas operasional atau di dalam lingkup wilayah mereka setiap harinyau nah tindakan untuk menghilangkan emisi di tempat lain dengan akitaserseb itu yang disbutetb n ya ada di e bagian selanjutnya nah kemudian eh dalam nilai ekonomi karbon yang selanjutnya instrumen kedua yaitu adalah instrumen e non perdaganganu instrumen non perdagangan ini Eh sama sekali tidak ada hubungannya dengan aktivitas eh penjualan e izin emisi atau penurunan emisi jadi ada dua eh bagian atau dua jenis untuk instrumen sesuai dengan perpr ini yaitu ada pembayaran berbasis hasil atau eh istilah lainnya ad Res bas pay dan yang kedua adalah pungutan atas karbon nah pembayaranayaran pada dasarnya akan diberikan atas keberhasilan suatu proek untuk menurunkan emisi yang sebelumnya sudah disepakati gitu antara pelaksana tentunya ini harus ada proses validasi dan juga verifikasi oleh tim teknis yang EE ditunjuk nah kemudian instrumen nonperdagangan yang kedua itu adalah pungutan atas karbon secara definisi pungutan atas karbon ini adalah pungutan negara baik yang ada di pusat atau daerah yang nantinya akan dikenakan terhadap barang atau jasa atau usaha ataupun kegiatan yang pada dasarnya dia punya potensi untuk mengemisikan karbon itu yang pada akhirnya akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan hidup atau mengganggu kinerja aksi mitigasi Indonesia dalam eh menurunkan emisinya eh sesuai dengan dibuat nah ini sepintas saja mungkin eh terkait dengan eh carbon pricing yang ada di eh Kita konsep nya Seperti apa Jadi yang pertama adalah perdagangan izin emisi atau eh biasa kita kenal tadi dengan istilah cap andade atau batasi kemudian dagangkan jadi andade ini Tentunya ini merupakan mekanisme atau instrumen e berbasis pasar atau perdagangan di mana ada dua entitas di sini eh konsepnya adalahtitas yang mengemisi lebih banyak itu dia harus Meli Iin emisi darititas yang misikan emisi lebih sedikit gu nah eh dalam perdagangan izin emisi ini pesertanya mungkin bervariasi ya bisa dari organisasi mungkin atau perusahaan atau misalkan bahkan juga antar neara gu yang pada dasarnya eh mereka punya kewajiban untuk melakukan cap atau pembatasan emisi atas karbon yang dihasilkan nah ini biasanya ad eHow atau kuota itu biasa disebutnyaot emisi itu bagi para peserta pasar tadi yang EE biasanya akan diberikan di awal periode perhitungan gitu Dan nanti di akhir periode si para peserta pasar ini dia harus melaporkan eh emisi mereka Apakah sesuai dengan kuota yang diberikan atau tidak itu ke pihak ketiga untuk selanjutnya dialidasi dan verifikasi jadi misalkan ilustrasinya seperti ini ada dua industri di sini industri a dan B eh kedua industri ini sama-sama dia eh ditentukan cap-nya oleh regulator biasanya pemerintah Katakanlah cap-nya lnya l nah kemudian eh aktivitasnya berjalan gitu hingga pada akhirnya e di akhir tahun eh terlihat bahwa eh industri a itu dia menghasilkan 7 emisi sedangkan industri B Itu dia menghasilkan l eh misalkan gitu nah tig ini eh tujuh inilah yang ada kelebihan dua kan gitu karena cap-nya lima dua Inilah yang harus diperoleh oleh industri a dengan cara membeli izin emisi dari industri yang EE izin emisinya tidak terpakai dalam hal ini industri B Katakanlah seperti itu sehingga dua emisi dua izin emisi ini akan dibeli oleh industri a melalui mekanisme perdagangan karbon singkatnya seperti itu kemudian ee yang kedua dari instrumen perdagangan atau pasar itu adalah offset emisi jadi tadi sudah dibahas bahwa offset emisi ini adalah Eh sama mekanisme berbasis pasar di mana entitas eh suatu entitas dia akan melakukan aktivitas penurunan emisi di tempat lain gitu dan eh Aktivitas ini pada akhirnya bisa menjadi suatu kredit yang bisa dipergunakan oleh eh entitas tersebut untuk mengklaim penurunan emisi milik mereka atau mungkin untuk dijual di ee aktivitas perdagangan karbon gitu melalui pasar karbon ee analogi atau ilustrasinya seperti ini jadi misalkan ada satu industri a eh mereka sudah melakukan inventory emisi misalkan dan ternyata emisi yang dihasilkan atas dasar Keinginan mereka itu ingin diturunkan maka mereka melakukan investasi gitu di di suatu wilayah ke ee untuk beberapa aktivitas proek bisa dari projek e kehutanan melalui reforestasi atauestasi kemudian juga projek-projek seperti energi terbarukan dan lainnya projek-projek tersebut pada dasarnya akan menghasilkan eh sertifikat penurunan emisi di mana sertifikat penurutan emisi ini e berupa kredit yang sebetulnya bisa dipergunakan kembali oleh industri tersebut untuk eh mengklaim penurunan emisi mereka atau untuk tadi dijual ee melalui mekanisme perdagangan karbon di pasar kbon nah kemudian ee tadi mekanisme ee berbasis pasar atau eh eh market base yang sekarang untuk eh nilai ekonomi karbon yang kedua adalah ee mekanisme non pasar atau non perdagangan itu ada dua tadi sudah dibahas ada yang pertama pembayaran berbasis hasil atau resolve bas payment jadi pembayaran berbasis hasil ini adalah sistem pembayaran yang eh akan didasarkan pada eh kinerja G jadi pembayaran kepada pihak pelaksana proek itu baru akan dilakukan jika memang eh projek penurunan emisinya atau kinerjanya eh yang sebelumnya sudah disepakati penurunan emisinya itu telah tercapai itu contoh projeknya mungkin yang Pak P plus gitu untuk mekanisme pembayaran berbasis ee hasil nah kemudian eh mekanisme non perdagangan yang terakhir atau yang kedua ialah pungutan atas karbon jadi secara definisi tadi juga sudah dipaparkan bahwa pungutan atas karbon ini adalah pungutan negara baik itu di pusat ataupun daerah Nah nanti pungutan ini akan dikenakan bisa terhadap barang Maaf eh jasa ataupun misalkan usaha atau kegiatan yang pada dasarnya dia punya potensi untuk melepaskan karbon sehingga akan menimbulkan Dapak negatif eh bagi lingkungan hidup dan mengganggu kinerja aksi mitigasi guu contoh dari pungutan atas karbon ini adalah e pajak karbon tentunya dan ini sedikit e mungkin rangkuman ya untuk apa saya pikir untuk mempermudahlah karena kalau kita bicara terkait dengan nilai ekonomion atau nek atau carbon pricing memang sebetulnya pasau protokol ditetapkan itu sudah banyak sekali program atau projek-projek eh perdagangan karbon yang memang sudah eh terjadi baik itu di kita sendiri ataupun secara global jadi untuk lebih mempermudah saja dalam pemahaman nilai ekonomi karkun jadi kita klasifikasikan berdasarkan instrumen kemudian jenis contoh kegiatan dan juga sifatnya gitu dari instrumennya ini tadi sudah dibahas bahwa ada dua instrumen yaitu ada instrumen perdagangan dan juga instrumen non perdagangan Jadi kalau instrumen perdagangan dia akan berkaitan dengan aktivitas jual beli ee hak atas penurunan emisi atau at izin emisi sedangkan instrumen non perdagangan ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan aktivitas jual beli jadi prinsipnya adalah siapa yang mencemari maka mereka yang harus membayar nah kemudian dari jenisnya jenisnya ada EMP itu masing-masing dua untuk instrumen adaade dan offset ini untuk instrumen perdagangan kemudian ada pungutan atas karbon dan juga eh pembayaran berbasis hasil atau resolve B payment untuk instrumen non perdagangan nah kemudian dari beberapa contohnya juga ini sudah banyak sebetulnya yang berjalan di kita eh emission trading system kemudian join implementation Lalu ada can develop mechanism ini adalah contoh-contoh dari Cap and trade yang memang sudah eh berjalan gitu clean develop mechanism dan join implementation ini juga eh sudah terlebih dulu jalan di Indonesia hanya memang untuk can develop mechanism eh pasca ratifikasi Kyoto protokol kedua itu memang sudah tidak banyak proek Eh ya tidak ada proek baruah karena eh ketetapannya adalah kredit dari cdm ini hanya akan dibeli dari negara miskin gitu oleh negara maju jadi Indonesia tidak masuk eh dalam eh aktivitas tradeinnya praktis memang eh project-proek baru sudah tidak ada lagi Lalu ada offset offset emisi ini juga banyak contohnya kebanyakan memang dari voluntary carbon market itu seperti plan Vivo eh kemudian ada go standar Vera dan kita juga memiliki srn untuk mekanisme eh offset emisi kemudian pungutan atas eh karbon ini adalah pajak karbon dan eh yang terakhir pembayaran berbasis hasil contohnya adalah project-proek eh ridd plus nah secara sifatnya juga kebanyakan memang ini mandatory atau diwajibkan secara hukum karena memang ee Ini sudah Ee untuk beberapa instrumen memang pada dasarnya ditetapkan oleh regulator dalam hari ini Pemerintah mungkin ketetapannya dan mungkin ke depannya eh pembahasan eh sesuai dengan topik webinar kali ini eh akan lebih banyak Eh mengenalkan atau sedikit mungkin membahas terkait dengan eh pungutan atas karbon e yaitu dari pajak karbon sendiri nah ini secara definisi mungkin ya jadi eh pajak karbon ini Tentunya ini merupakan instrumen Eh non pasar atau non perdagangan yang eh pada dasarnya digunakan oleh pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca gitu kebanyakan mungkin untuk CO2 ya karena CO2 ini sampai sekarang merupakan gas yang EE paling banyak ee dihasilkan dari aktivitas antropogenik gitu Yang juga menyebabkan ee perubahan iklim biasanya satuan yang dipergunakan untuk pajak karbon juga sama yaitu e ton co2ivalen dengan mekanisme perdagangan lainnya jadi eh tujuan dari pajak karbon ini Tentunya adalah untuk mengurangi e emisi gas rumah kaca secara langsung dengan cara mengenakan pajak atas emisi yang dikeluarkan baik itu oleh instalasi misalkan oleh industri ataupun misalkan oleh pabrik e gedung atau misalkan sumber emisi lain yang besaran pajaknya itu akan dikembalikan atau ditentukan oleh e regulator si penyusun kebijakan dalam har ini berarti e pemerintah Nah karena ini mekanismenya non perdagangan atau non pasar jadi pajak karbon ini tadi tidak ada hubungannya dengan perdagangan emisi karena prinsipnya adalah siapa yang eh mengemisikan maka dia yang harus membayar kemudian juga secara skema eh tentunya karena ditetapkan oleh e regulator maka pajak karbon ini pada dasarnya bersifat mandator atau E wajibu dan skemanya hasil dari pajak karbon ini itu kemudian akan dikembalikan ke masyarakat itu dalam bentuk implementasi adaptasi ataupun mitigasi perubahan iklim bahkan di beberapa negara di beberapa kasus si pajak karbon ini akan dijadikan modal awal untuk pembangunan dari eh aksi mitigasi perubahan iklim seperti eh emission trading system GU dan eh pajak karbon ini Tentunya dengan e satuan tadi 1 ton CO2 ekivalen sebetulnya akan memiliki harga yang berbeda-beda di tiap negara negara karena akan disesuaikan dengan kebijakan perpajakan yang ada di masing-masing negara tersebut Tapi pada dasarnya karena eh harganya ini akan ditentukan oleh suatu kebijakan pada akhirnya ini akan mendorong eh Industri atau para pelaku usaha atau tadi aktivitas yang pada dasarnya mengeluarkan emisi tinggi itu mau tidak mau mereka akan menurunkan tingkat emisinya karena ya semakin tinggi emisinya ee besar kemungkinan pajak yang harus dibayarkan pun ini akan semakin besar nah kemudian eh dari segi manfaatnya tentunya eh implementasi dari pajak karbon ini memang diharapkan eh mampu untuk mengurangi emisi CO2 ataupun gas rumah kaca lainnya sehingga tadi dapat membantu untuk mengurangi eh pemanasan GL glal dan perubahan iklim sesuai dengan e ratifikasi Paris agreement yang tertuang dalam dokumen edisi tiap-tiap negara kemudian juga manfaat lainnya adalah untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi sehi
Resume
Categories