Transcript
RopNQsiVnGA • Webinar 33 Life Cycle Sustainability Assessment untuk Mengukur Dampak Lingkungan, Sosial dan Ekonomi
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0066_RopNQsiVnGA.txt
Kind: captions
Language: id
Pengembangan sumber daya manusia adalah
bagian dari proses dan tujuan dalam
pembangunan Indonesia. [musik]
Upaya membangun sumber daya manusia yang
berkualitas salah satunya dapat
dilakukan melalui pelatihan.
Ekoedu hadir sebagai platform pelatihan
lingkungan hidup yang bertujuan untuk
meningkatkan kinerja dan kualitas sumber
daya manusia.
Saat ini kami memiliki 15 paket
pelatihan, [musik]
yaitu persetujuan teknis AI limbah,
persetujuan teknis emisi udara,
persetujuan [musik] teknis limbah B3,
penyusunan dokumen KLHS, penyusunan
[musik] dokumen RPPLH, pemodelan
kualitas air sungai, pemodelan dispersi
udara, pemodelan air tanah, life cycle
assessment, perhitungan emisi gas rumah
kaca, pengelolaan banjir dan sedimentasi
[musik] sungai, perancangan dan
pemilihan insator sampah dan limbah B3,
pemantauan kualitas udara dan air
menggunakan sensor, pelatihan sistem
informasi geografis, dan pelatihan
remote sensing.
Alumni pelatihan kami sudah lebih dari
2.500 orang yang berasal dari seluruh
Indonesia. Layanan [musik] kami terbuka
untuk perusahaan, pemerintahan,
perorangan, ataupun pemerhatuan. Ekoed
Eduedu selalu berusaha menyajikan
pelatihan yang berkualitas [musik]
dengan menghadirkan pengajar yang
berpengalaman.
memberikan pengalaman langsung dengan
praktikum
dan e-learning yang dapat diakses di
manaun.
Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan
Eco Edio ini memang dari grup-grup di
alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut
pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh
bisa dianggap menarik ya karena mereka
pengetahuan mereka tentang yang mereka
ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian
skill-skill yang dihasilkan dari hasil
pelatihan itu juga cukup bisa dilihat
begitu ya, terasa gitu manfaatnya di
kami, terutama untuk e para konsultan
yang tenaga-tenaga ahli.
Saya memilih Eco Edu
mengikuti pelatihannya juga dan itu
terbukti benar gitu.
Nah, saya lihat Instagram itu ada Eco
Edu ya yang akan menyenggarakan
pelatihan. Nah, di sini juga saya banyak
baca terlebih dahulu ya terkait tentang
informasi yang diselu.
Nah, menurut saya itu menjadi hal yang
membuat tertarik di latihan gitu. Jadi
saya sering lihat di Instagram gitu
bagaimana Ibu menyampaikan informasinya.
Eko Edu
karena pelatihan-pelatihnya itu selalu
terdini terus mengikuti zaman dan juga
pelatihnya atau itu bagus dan terbaiklah
keannya.
Iya. Ee yang pertama memang tentu saja
ini meningkatkan dan maksimalkan
skill-skill yang harapkan begitu ya.
bertemu dalam penyimpinan AMD saya jadi
bisa lebih produktif, lebih efektif juga
ee punya update gitu ya, update-update
persoalan-persoalan dalam jasan AMDA
terkini dari ahlinya langsing di
lapangan begitu yang pengalamannya tidak
diragukan. Menurut saya pelatihan yang
disediakan ini sangat bermanfaat sekali
dan mudah untuk aksesnya. Jadi ada
teknologi terbaru yang didapat itu di
e-learning ya, yaitu luar biasa
juga mudah sekali untuk dipahami.
Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga
menambah ilmu pengetahuan yang banyak
banget.
Eh, e-learning ini memang di memang
sangat diperlukan sekali ya, terutama
untuk kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan kemudian juga waktu mungkin
ee itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat, kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang
sesering mungkin yang kita inginkan.
Kita juga bisa review kembali sehingga
belajar kita bisa lebih efektif dan
efisien.
Arning itu membantu sekali ketika pada
saat penyampaian materi ada yang
ketinggalan ya. Jadi ee saya bisa lihat
materi itu di 7
sangat membantu Mbak. Jadi saya e ambil
materi terus lihat video yang bisa
diakses kapan aja dan di mana aja.
Juta dengan informasi yang kami peroleh
itu jauh dari kas padan sebenarnya. Jadi
apa namanya ya? Kalau saya bilang
terlalu murah itu jadi sepadanlah.
Jadi menurut saya sepadan Bu karena
memang e pelatihannya itu pun sangat
membantu ya dalam menyelesaikan
pekerjaan yang ada di sekitar lingkungan
saya sendiri gitu.
Saya kira sepat sesuailah dengan apa
yang didapatkan.
E-KTP
efektif, tepat dan profesional.
Hebat, cermat, dan hebat.
Keren, profesional dan juga kezinian.
Pengembangan sumber daya manusia adalah
bagian dari proses dan tujuan dalam
pembangunan Indonesia.
Upaya membangun sumber daya manusia yang
berkualitas salah satunya dapat
dilakukan melalui pelatihan.
Ekoedu hadir sebagai platform pelatihan
lingkungan hidup yang bertujuan untuk
meningkatkan kinerja dan kualitas sumber
daya manusia.
Saat ini kami memiliki 15 paket
pelatihan, yaitu persetujuan teknis AI
limbah, persetujuan teknis emisi udara,
persetujuan [musik] teknis limbah B3,
penyusunan dokumen KLHS, penyusunan
dokumen RPPLH, pemodelan kualitas air
sungai, pemodelan dispersi udara,
pemodelan air tanah, life cycle
assessment, perhitungan emisi gas rumah
kaca, pengelolaan banjir dan sedimentasi
sungai, perancangan dan pemilihan
insinerator sampah dan limbah B3,
pemantauan kualitas udara dan air
menggunakan sensor, pelatihan sistem
informasi geografis, [musik] dan
pelatihan remote sensing.
Alumni pelatihan kami sudah lebih dari
2.500 orang yang berasal dari seluruh
Indonesia. Layanan kami terbuka untuk
perusahaan, pemerintahan, perorangan,
ataupun pemerhati lingkungan. [musik]
Ekoed Eduedu selalu berusaha menyajikan
pelatihan yang berkualitas dengan
menghadirkan pengajar yang
berpengalaman.
memberikan pengalaman langsung dengan
praktikum
dan e-learning yang dapat diakses di
manapun.
Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan
Eco Edio ini memang dari grup-grup di
alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut
pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh
bisa dianggap menarik ya karena mereka
perah mereka tentang yang pengin mereka
ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian
skill-skill yang dihasilkan dari hasil
pelatihan itu juga cukup bisa dilihat
begitu ya, terasa gitu manfaatnya di
kami terutama untuk e para konsult hutan
yang menemukan tenaga-tenaga ahli gitu.
Sehingga saya memilih Edu
dan sempat mengikuti pelatihnya juga dan
itu terbukti benar gitu. Nah, saya lihat
Instagram itu ada ya yang akan
menyarakan pelatihan. Nah, di sini juga
saya baca baca terlebih dahulu ya
terkait tentang informasi yang disatkan
oleh. Nah, menurut saya itu menjadi hal
yang membuat tertarik untuk ikutan gitu.
Jadi saya sering lihat di Instagram gitu
bagaimana Edu menyampaikan informasinya.
Eko edu itu bagus karena
pelatihan-patihnya itu selalu terbini
terus mengikuti zaman dan juga
pelatihnya itu bagus-bagus dan
terbaiklahnya.
Iya. Ee yang pertama memang tentu saja
ini meningkatkan dan maksimalkan
skill-skill yang saya harapkan begitu
ya. ter dalam penyusunan dokumen tapi
saya jadi bisa lebih produktif, lebih
efektif juga ee punya update gitu ya,
update-update persoalan-persoalan dalam
kegiatan AMDA terkini dari ahlinya
langsing di lapangan begitu yang
pengalamannya tidak diragukan. Menurut
saya pelatihan yang disediakan ini
sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk
aksesnya gitu. Jadi ada teknologi baru
yang saya dapat itu di e-learning ya itu
luar biasa ee pembelajarannya juga mudah
sekali untuk dipahami.
Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga
menambah ilmu pengetahuan [musik] yang
banyak banget.
Eh e-learning ini memang di memang
sangat diperlukan sekali ya, terutama
untuk kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan kemudian juga waktu mungkin
ee itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat, kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang
sesering mungkin yang kita inginkan.
Kita juga bisa review kembali sehingga
belajar kita bisa lebih efektif dan
efisien.
itu membantu sekali ketika pada saat
penyampaian materi ada yang ketinggalan
gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat itu di
sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil
materi terus lihat video yang bisa
diakses kapan aja dan di mana aja.
4 juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari kas padan
sebenarnya. Jadi apa namanya ya kalau
saya bilang terlalu murah itu jadi
sepadan.
Jadi menurut sepadan Bu karena memang
pelatihannya pun sangat membantu ya
dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang
ada di e sekitar lingkungan saya sendiri
gitu. Nah, saya kira sepat sesuailah
dengan apa yang kita dapatkan.
EKTP
efektif, tepat, dan profesional.
Hemat, cermat, dan hebat.
Keren, profesional, dan juga ke sini.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat datang Bapak Ibu
semua yang sudah hadir di Zoom ee kita
kali ini. Ee selamat datang di webinar
ke-33 yang diselenggarakan oleh Ekoed
Eedo Indonesia. Hari ini tanggal 6 Juli
2023 kita akan eh membahas webinar
mengenai Life Cycle Sustainability
Assessment untuk mengukur dampak
lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Perkenalkan nama saya Silvi. Saya yang
akan menjadi moderator di eh webinar
pada hari ini mulai pukul 10.00 hingga
jam 12.00 siang nanti
ee untuk membuka webinar kita ee mari
kita ee membaca doa menurut agama dan
kepercayaannya masing-masing. Berdoa
dimulai
ya. Berdoa dicukupkan. Kita juga akan
buka dengan menyanyikan lagu Indonesia
Raya bersama-sama.
[musik]
Oke. Baik.
untuk pembahasan ee kita pada pagi hari
ini sampai dengan siang nanti mengenai
LCA atau life cycle eh assesment. Nah,
eh sebelumnya kita di Eko juga sempat
menyelenggarakan webinar mengenai
pembahasan ini sudah dua kali. Nah, tapi
karena antusiasme Bapak dan Ibu semua
mengenai pembahasan ini, jadi kita
mengangkat kembali ee pembahasan LCA
ini. Mungkin sebelumnya saya akan
sapa-sapa terlebih dahulu. Ini Bapak,
Ibu yang sudah bergabung ada 310 orang.
Saya ingin tahu nih, apakah Bapak Ibu
semua yang ee sekarang bergabung apakah
sudah ee menonton ee video webinar yang
sebelumnya atau belum? Atau ee saya juga
pengin tahu nih ee alasan Bapak Ibu
semua mengikuti webinar. ee mengenai
topik ini apakah memang ee sedang ada
yang dikerjakan yang ee berhubungan
dengan pembahasan kita di pagi hari ini.
In saya akan sapa dulu ini ada Pak Irfan
Akbar.
Selamat pagi, Pak.
Boleh di-unmute, Pak.
Mungkin bisa di-unmute terlebih dahulu.
Oke, sudah.
Selamat pagi, Pak. Bagaimana kabarnya
pagi hari ini?
Baik.
Suaranya kecil nih, Pak, di saya.
Alhamdulillah baik.
Alhamdulillah baik ya, Pak. Nah,
sebelumnya apa sudah pernah menonton,
Pak, untuk ee webinar kita sebelumnya?
Pernah. Pernah ya. Oh, sudah pernah juga
ya mengikuti. Oke. Ee mungkin boleh
diceritakan nih, Pak ee alasannya kenapa
ee mengikuti webinar e mengenai LC ini.
Kalau dari menurut saya pribadi suka
gitu mempelajari ilmu-ilmu baru
khususnya tentang mengenai dampak-dampak
lingkungan ataupun tentang live
assessment sustainability ini dan juga
saya tertarik untuk mendengarnya dan
apalagi pematerinya, pemateri hebat
semua di sini.
Oke, baik ya. Terima kasih banyak, Pak.
Terima kasih sudah menyempatkan untuk
hadir di webinar ini.
Semoga sehat selalu. Oke, mungkin saya
juga ini akan ee menyapa Bu Ria Yusufin.
Halo, selamat pagi Bu.
Selamat pagi menjelang siang, Mbak.
Bagaimana, Ibu? Sehat?
Alhamdulillah.
Alhamdulillah sehat. Oke, Bu. Ee mungkin
saya pengin tahu ini Bu alasan ee kenapa
mengikuti webinar di hari ini.
Ee iya ee alasan yang pertama ee memang
kami juga ee sama dengan tadi Pak Akbar
ya ingin menambah wawasan tentunya dan
pengetahuan. Terus yang kedua memang ini
ee berkaitan dengan tugas kami selaku ee
koordinator ataupun ee ee apa evaluator
di tim Proper ee Sulawesi Barat. Nah,
ini berhubungan dengan ee apa ee
aspek-aspek penilaian untuk di ee proper
seperti itu, Mbak.
Oh, gitu. Oke. Berarti berhubungan
dengan apa yang sedang dikerjakan, ya,
Bu?
Betul, Bu. Betul, Mbak. Iya.
Oke. Baik, terima kasih, Bu. Mungkin
nanti bisa ditanyakan apa yang ingin
ditanyakan ke pemateri kita pada hari
ini ya, Bu.
Siap. Siap. Siap.
Oke, siap. Terima kasih, Ibu. Semoga
sehat
selalu.
Oke, mungkin selanjutnya di sini juga
ada Pak Gunawan.
Halo, selamat pagi, Pak.
Itu saja
bisa di-unmute terlebih dahulu. Iya.
Bagaimana, Pak, kabarnya pagi hari ini?
Halo, Pak.
Ee Gunawan.
Oke, mungkin sedang beraktivitas yang
lain ya. Ee kita beralih ke Pak ee
Pitriono.
Halo, selamat pagi, Pak.
Boleh di-unmute dulu mungkin, Pak.
Belum di-unmute, Pak. Jadi belum
terdengar suaranya.
Oke, mungkin terkendala sulit untuk
unmute ya, Pak. Belum terdengar ini
soalnya di saya
mungkin saya beralih ke Pak Anton
Sujarwo.
Oh, sudah bisa. Halo, Pak. Selamat pagi.
Selamat pagi.
Iya. Bagaimana, Pak kabarnya pagi hari
ini?
Ya, sehat ya. Alfiat ya. Oke. Ee iya
mungkin boleh Pak disebutkan nih kenapa
e mau mengikuti webinar kita hari ini.
Untuk menkan otak-otak kita jadi orang
yang gitu.
Aduh suaranya
kurang jelas ini di saya. Iya. Ya, ya,
ya,
iya. Tapi ee oke, terima kasih ya, Pak,
sudah menyempatkan untuk hadir di
webinar. Mungkin nanti ee apa yang ingin
ditanyakan pemateri boleh sekali untuk
ee ditanyakan. Terima kasih banyak ya,
Pak. Oke.
Nah, ee sebelumnya mungkin ada Bapak,
Ibu di sini yang baru mengenal ee Eko
Edu, yang baru pertama kali mengikuti
webinar yang diselenggarakan oleh
Ekoedu. Nah, sebelum ee materi saya akan
memperkenalkan sedikit mengenai
sebetulnya EKOED itu apa sih?
Nah, ee Ekoedu atau PT Ekoedu Indonesia
ini merupakan pusat pelatihan
bersertifikat yang berfokus pada
pelatihan lingkungan hidup. Pelatihan
kami diselenggarakan ee bertujuan untuk
meningkatkan kinerja dan kualitas sumber
daya manusia baik secara individu maupun
instansi. Pelayanan kami juga terbuka
untuk perusahaan, pemerintah,
perorangan, pemerhati lingkungan, dan
pihak lain yang ingin meningkatkan
kompetensi di bidang lingkungan. Untuk
pelatihan kami juga ini diselenggarakan
secara online dan offline.
Nah, pelatihan di kami ini berbasis SPL
ee yang pertama itu silabus yang
komprehensif, lalu ee pengajar yang
berkualitas dan juga kami mengedepankan
ee latihan praktis ee pembelajaran kami
dengan ee praktik secara langsung
melalui studi kasus dan juga kami
memfasilitasi ee seluruh
peserta kami dengan e-learning ee yang
dapat nantinya mengakses materi di
manapun dan juga dapat mengulang materi
yang sudah didapatkan. melalui
rekamannya.
Nah, di sini ee saya perkenalkan
beberapa pengajar yang ada di Ikoedu ee
yang sebagian besar merupakan dosen ee
ITB dari berbagai keilmuan. Ada dari
teknik lingkungan, teknik kimia,
matematika, lalu rekayasa kehutanan, dan
ee teknik geodesi dan geomatika. Nah,
sebetulnya masih banyak
pengajar-pengajar yang ee ada di Eko ee
namun di sini saya hanya ee
memperkenalkan sebagiannya saja.
Nah, ini juga ee pelatihan-pelatihan
yang diselenggarakan oleh Ekoedu. Salah
satunya ada ee yang mengenai pembahasan
kita hari ini ada pelatihan life cycle
assessment, lalu juga ada penyusunan
dokumen ada dokumen KLHS, LWPLH, lalu
ada juga AMDAL ee lalu ada mengenai
persetujuan teknis ada limbah B3, emisi
udara, air limbah, pengelolaan banjir,
lalu pemodelan Sig, perhitungan emisi
gas rumah kaca dan lain-lain.
Nah, ini juga saya informasikan ee
beberapa pelatihan terdekat yang akan
kami selenggarakan. Di minggu depan itu
ada pelatihan perhitungan emisi Gas
Rumah Kaca. Lalu di minggu selanjutnya
ini ada pelatihan life cycle asesment di
tanggal 17 sampai dengan 21 Juli 2023.
Nah, untuk pelatihan ini masih ada
diskon Bapak Ibu semua. Jadi ee bagi
Bapak Ibu yang setelah mengikuti webinar
ini ingin ee mempelajari lebih lanjut
mengenai LCA boleh segera untuk
mendaftar karena diskonnya ini terbatas
hanya sampai ee hari Senin depan atau 10
ee 10 Juli 2023. Lalu di ee minggu
selanjutnya ada ee pelatihan pemodelan
dispersi udara menggunakan AirMode,
Calpff, dan high sprit. Ini juga masih
ada diskon ya, Bapak, Ibu.
Lalu juga kami menyelenggarakan
pelatihan perancangan dan pemilihan
insinerator dalam pengelolaan sampah dan
limah B3 di tanggal 24 sampai 28 Juli
2023. Ee lalu ada pelatihan pemantauan
kualitas udara dan air menggunakan
teknologi sensor dan analyer. Nah, untuk
pelatihan ini juga masih ee diskon.
Jadi, bagi Bapak Ibu semua yang ingin
mengikuti pelatihan-pelatihan tersebut
silakan untuk segera mendaftar.
Nah, jika Bapak, Ibu semua masih ingin
ee mencari tahu mengenai pelatihan yang
kami selenggarakan, boleh silakan
langsung hubungi ke admin kami. Di sini
ada admin RI dan admin ataupun
mengunjungi sosial media kami, ada
Instagram, YouTube, Facebook, Twitter,
maupun ke website-nya langsung. Namun
jika Bapak, Ibu sudah menentukan
pilihan, ingin mengikuti pelatihan apa,
silakan untuk segera mendaftar di
pendaftaran.ecoedu.id.
Nah, mungkin itu sedikit perkenalan ee
mengenai Ekoedu. Jadi, bagi Bapak Ibu
semua yang tertarik untuk mengikuti
pelatihannya, kami tunggu di pelatihan
ya, Bapak Ibu semua. Nah, kita ee
kembali lagi ini membahas mengenai topik
webinar kita pada hari ini. Ee
sebelumnya ee kita sudah membahas ee
mengenai perhitungan ee LCA lalu juga
pengenalan LCA. Nah, sekarang eh kita
lanjut ini pembahasan mengenai life
cycle sustainability assessment untuk
mengukur dampak lingkungan, sosial, dan
juga ekonomi. Jadi lebih menyeluruh ya
sosial dan ekonominya juga. Nah, bersama
dengan Ibu Dwika Wulandari yang
merupakan eh praktisi LCA yang sekarang
sedang menempuh eh studi S3-nya di
University of Manchester. Nah, karena
beliau sudah berada di tengah-tengah
kita, e saya akan sapa terlebih dahulu.
Selamat pagi, Bu Dwika.
I selamat pagi, Mbak Silvi.
I, bagaimana Ibu kabarnya hari ini?
Alhamdulillah baik, Mbak Si. Apa kabar?
Alhamdulillah. Baik juga, Bu. Di sana ee
sekarang jam berapa, Bu?
Di sini sekarang jam 0.16, tapi sudah
subuh di sini karena lagi summer ya.
Oh, gitu.
Jadi lebih cepat subuhnya.
Lebih cepat, ya, Bu. Waduh, jam .00 ini
Bu Diika sudah bersemangat nih untuk
membagikan ilmunya kepada kita. Nah,
semoga kita juga sama-sama semangat
untuk mendengarkan ee materi dari Bu
Dukika ini ya. Jadi bagi Bapak Ibu semua
yang banyak mungkin pertanyaan mengenai
ee pembahasan kita boleh nanti ee di
sampaikan di slidu ya Bu. Oke, mungkin
untuk mempersingkat waktu saya
persilakan Bu untuk memulai menyampaikan
materinya
ya. Baik. Ee Mbak Silvi, ada yang mau
membacakan CV dulu?
Oh, nanti saja.
Oke. Baik.
Iya,
ya. Baik. Ee sebentar Bapak Ibu, saya
coba share screen dulu ini karena saya
pakai dua device yang satunya
sambil menunggu kayaknya masih banyak
yang baru masuk ya, jadi agak
tangting-tangting.
Iya, betul.
Nanti pasti akan terus bertambah.
Iya.
Apakah sudah terlihat ya untuk ini saya
di Bapak Ibu sekalian?
Belum, Bu.
Belum ya. Oke, sebentar.
Sudah terlihat Bapak, Ibu?
Sudah. Sudah terlihat Bu
ya. Baik. Ee bismillahirrahmanirrahim.
Ee asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Ee selamat pagi Bapak Ibu peserta
webinar dari Eko Edu.
Perkenalkan mungkin saya perkenalan diri
dulu ya. Eh ya jadi nama saya Dulandari.
Eh jadi bukan Duika Mbak Silvi. Maaf.
Jadi tapi emang biasanya saya suka salah
antara Duwica dan Duika. Eh ya tapi saya
biasanya dipanggil Dwica. Kemudian
mungkin sedikit ee background dari
pendidikan.
Jadi saya
saya aslinya dari Jambi. Bapak Ibu
mungkin ada Bapak Ibu yang dari Jambi.
Ee jadi saya dari kecil sampai SMA di
Jambi. Kemudian saya melanjutkan
pendidikan S1 eh dan S2 Festrack di
Teknik Lingkungan di Universitas
Indonesia.
Kemudian ee ya saat di UI itu saya
fokusnya di air limbah. Jadi air limbah,
kemudian juga ee biogas
dan kemudian saya melanjutkan S2 di
bukan melanjutkan ya, jadi saya
mengambil S2 lagi di industrial ecology
di eh Charmers University of Technology
di Swedia karena saat itu saya mau fokus
mengambil eh ke bidang teknikan tapi
yang modeling gitu ya. Karena di S1, S2
saya yang sebelumnya itu saya fokus ke
laboratorium.
Kemudian eh di Swedia saya mengambil
life cycle assessment. Jadi memang
jurusan itu spesifik untuk eh
permodelan, banyak permodelan. Eh salah
satu mata kuliahnya yang diajarkan ada
life cycle assessment dan kemudian saya
mengambil tesis di bidang life cycle
assessment. Saat itu eh sistem tesisnya
internship ya. Jadi 6 bulan mengerjakan
project di salah satu perusahaan di
Swedia.
Nah, ee kemudian saya kembali ke
Indonesia ee
mencari pekerjaan ya di bidang LCA saat
itu 2000
189 itu LCA masih baru baru sekali dan
saat itu ada kebutuhan untuk konsultan
LCA karena LCA belum ada di peraturan di
ee saat ini. Kalau saat ini sudah di
proper ya. Kalau waktu itu baru baru
akan jadi belum menjadi kewajiban
sebagai salah satu persyaratan proper.
Nah, saat itu saya mengerjakan LCA di PT
Pertamina di MOR di MOR eh Semarang.
Jadi ada 10 TBBM di Pertamina yang saya
buatkan saya bantu untuk membuatkan
LCA-nya.
Kemudian saya mm
balik ke Universitas Indonesia ee
sebagai dosen tidak tetap. Jadi saya
mengajar dari 2019 sampai 2022 sampai
saya sebelum berangkat ke Inggris untuk
S3 itu di UI di teknik lingkungan lagi.
Di situ saya juga ee mengajar LCA di
S2-nya. Kemudian ee ya mengerjakan eh
projek-projek terkait dengan LCA dan
juga riset-riset terkait LCA.
Dan saat ini saya eh sedang melanjutkan
S3 di University of Manchester
di bawah Tindal Center for Climate
Change. Jadi ada tim riset yang memang
khusus ke eh perubahan iklim dan topik
saya saat ini adalah terkait dengan
bioenergy modeling juga dan masih ada eh
life cycle assessment-nya.
Kemudian ee
yang menarik mungkin di tim riset saya
karena
ee apa?
Sangat beragam ya, sangat internasional
berbagai ee orang dari negara ee
berbagai negara. Jadi fokusnya hanya
bukan hanya lingkungan Bapak Ibu. Jadi
ketika kemarin saya diajakin oleh ee tim
Eko Edu untuk menyampaikan webinar
eh saya ingin share bukan hanya tentang
life cycle assessment tapi juga tentang
life cycle sustainability assessment
karena eh lingkungan memang menjadi
fokus utama namun saat ini juga ada
pengembangan yang lebih ke arah ee
dampak sosial dan dampak ekonomi dan itu
merupakan satu kesatuan ya dalam
sustainability assessment. Jadi eh saya
coba untuk sharing sebenarnya dengan
Bapak, Ibu dan peserta eh lainnya di
sini eh apa itu life cycle
sustainability assessment dan mengapa ya
kita tidak hanya penting untuk melihat
dampak lingkungan, tapi juga ee dampak
sosial dan dampak ekonomi.
Itu sedikit background Bapak Ibu ee
background pendidikan dan ketertarikan
riset saya. Mungkin juga ada ee peserta
yang ingin melanjutkan ee study atau
misalnya mau melakukan riset
atau tadi saya ee dengar beberapa Bapak
Ibu dari DLH ya yang memang apa punya
kewajiban untuk melakukan pemantauan
lingkungan.
Baik.
Nah, ini untuk ee beberapa hal yang akan
saya sampaikan. Mungkin pertama terkait
dengan sustainability. Apa itu
sustainability sendiri?
Ee mungkin ada yang sudah tidak asing
dengan istilah sustainability atau
berkelanjutan, tapi nanti kita coba
bahas. Kemudian ada saya mau bahas juga
terkait dengan life cycle perspective,
kemudian ada life cycle sustainability
assessment. Jadi eh setelah memahami
life cycle perspektif, kita akan lihat
eh apa itu life cycle sustainability
assessment dan apa saja tools-tools yang
ada di bawahnya. Jadi ada life cycle
assessment, kemudian ada life cycle
cost, dan juga ada social life cycle
assessment. Jadi ini eh
singkatan-singkatannya ya Bapak, Ibu ya.
Jadi ada LCA, LCC, NS S LCA.
Baik, itu ee isi presentasi saya kurang
lebih hari ini
dan mungkin nanti kalau misalnya ada
pertanyaan karena ee saya kasih
perspektif atau gambaran dengan ee
konten ini, tapi mungkin ada beberapa
hal yang tidak detail kayak misalnya ee
software dan lain-lain itu mungkin nanti
akan dibahasnya lebih di training
LCA-nya ya kalau untuk perhitungan dan
software detailnya.
Baik, mungkin pertama
ee terkait dengan sustainability.
Nah, eh kalau Bapak Ibu lihat di sini
saya ee ada gambar ya, gambar pohon ini
sebenarnya adalah salah satu pohon di
University of Manchester. Jadi saya
biasanya tiap pagi ke office ee di
kampus dan saya biasanya melewati pohon
ini, Bapak, Ibu. Jadi ini mulai dari
yang di sini nih yang paling ujung nih
saya ingat ini waktu winter kemudian
sudah mulai winter itu kemarin pas saya
datang masih Oktober ya jadi e Oktober
November kemudian ee gambar selanjutnya
itu adalah mungkin di bulan seingat saya
di
Februari kemudian ee ini sekitar April
dan ini yang terakhir saya ambil ee
sekitar bulan Juni ee ee kemarin ya.
Nah, ee jadi ketika apa melihat pohon
ini, jadi setiap hari ya saya melewati
pohon ini dan saya ee memikirkan gitu
terkait dengan sustainability. Kenapa?
Karena ee sebenarnya definisinya ini
saya punya definisi dari United Nations.
Jadi kalau United Nations eh bilangnya
bahwa sustainability adalah bagaimana
kita ee memenuhi kebutuhan generasi saat
ini tanpa mengorbankan kemampuan
generasi yang akan datang untuk memenuhi
kebutuhannya sendiri gitu ya. Jadi
berkelanjutan.
Dan di sini perlu digaris bawahi bahwa
adalah ee kita perlu me pertimbangkan ya
kebutuhan dari generasi yang akan
datang. Jadi jangan menghabiskan
resource-nya untuk sekarang. Nah,
sebenarnya balik lagi ke pohon tadi
bahwa ee ya itu tadi ada berkelanjutan,
ada regenerasi ya dalam setiap musimnya
dan pohonnya tetap ada di situ.
Maksudnya ee dia punya fungsi tapi
misalnya tidak ditebang kemudian tidak
di ee ya tidak dirusak dan sehingga
tetap bisa memberikan manfaat gitu ya
untuk generasi-generasi yang akan datang
misalnya untuk mahasiswa-mahasiswa yang
di semester-semester selanjutnya yang
akan datang ke University of Manchester.
Nah, itu sebenarnya konsepnya eh kurang
lebih sama dengan sustainability. Jadi,
bagaimana kita menggunakan resources
yang sekarang eh dengan bijak sehingga
generasi kita, anak cucu kita tetap bisa
menggunakannya. Nah, itulah eh mengapa
sustainability ini erat kaitannya dan
punya tiga pilar, Bapak, Ibu. Jadi, eh
ada tiga pilar utama dalam
sustainability.
Yang pertama itu tentu lingkungan. Ee
kemudian ee pilar yang kedua ada
ekonomi. Kemudian pilar yang ketiga ada
sosial. Nah, saya akan coba bahas ee
sedikit satu persatu terkait dengan tiga
pilar ini, Bapak, Ibu.
Jadi kalau misalnya yang pertama untuk
ee lingkungan adalah karena konsep
keberlanjutan atau sustainable itu
didasarkan pada ee tiga pilar
keberlanjutan ya. Jadi misalnya yang
pertama lingkungan dan ini lingkungan
adalah yang paling sering dikaitkan
dengan keberlanjutan. Jadi makanya
banyak istilah misalnya ee
sustainability untuk perlindungan dan
pengelolaan lingkungan gitu ya. Kemudian
untuk pelestarian sumber daya alam.
Kemudian bagaimana ee mempertahankan
keanek keragaman hayati dan yang dalam
ee apa dalam beberapa tahun terakhir
maka mungkin dalam 10 tahun terakhir
yang lebih baru adalah bagaimana
mempromosikan energi terbarukan ya salah
satu dari ee kaitannya dengan pilar
lingkungan ini karena memang tujuan dari
dari pilar lingkungan ini sendiri adalah
untuk ee melindungi ekosistem alam yang
mendukung dan ee memast
bahwa sumber daya alamnya terus
digunakan untuk masa depan.
Kemudian ada pilar yang kedua ee ekonomi
yang mungkin ee kalau dalam riset atau
misalnya dalam ee studi gitu ya.
Ini sebenarnya pengalaman saya sendiri
di misalnya di studi atau di riset di
Indonesia kadang kita terlalu fokus sama
ee lingkungan misalnya kemudian ada ee
dampak-dampak ekonomi atau dampak sosial
yang tidak ikut diperhitungkan dalam ee
menganalisa
ee project atau dalam riset kita
sendiri. Karena pilar ekonomi, pilar
ekonomi ini sendiri sebenarnya ee salah
satu tujuannya adalah untuk menciptakan
sistem ekonomi yang kuat gitu ya, yang
inklusif. Artinya bisa untuk semua
orang. Kemudian juga yang paling penting
adalah bagaimana ee menggunakan sumber
dayanya secara efisien.
Nah, pilar ini mencakup ee
aspek-aspek seperti pertumbuhan ekonomi
yang seimbang, kemudian ada yang isasi
ee dalam teknologi dan juga ee inovasi
berkelanjutan. Dan mungkin yang paling
penting untuk masyarakat sendiri adalah
bagaimana bisa menciptakan lapangan
kerja yang layak ya. Karena nanti akan
saya bahas ada sektor-sektor yang memang
ee memberikan dampak ekonomi yang selain
dampak lingkungan yang ee selain harus
dilakukan pengelolaannya karena dia
memberikan dampak ekonomi yang ee cukup
signifikan kepada masyarakat ya. Ee
misalnya kalau Bapak Ibu familiar dengan
mungkin ada Bapak Ibu yang familiar
dengan misalnya ee sawit gitu ya. Kalau
misalnya lihat dampak lingkungannya ada
ee perubahan tata lahan. Kemudian, tapi
kalau dilihat dalam dari sisi ekonominya
bahwa sejak ee
2006 ketika peraturan terkait dengan
biofiel dan biodiesel diberlakukan
ee
sektor kelapa saat itu sudah memberikan
3 juta ee peluang pekerjaan ya untuk
masyarakat Indonesia. Mulai dari
upstream ee mulai dari apa? dari
perkebunannya sampai dengan proses
produksi untuk BEL dan biodiesel-nya ya.
Jadi ini salah satu ee pilar atau sektor
yang memang ee perlu diperhatikan.
Kemudian yang terakhir itu adalah pilar
sosial. Nah, pilar sosial ini ee
fokusnya adalah kesejahteraan
masyarakat. Jadi, bagaimana
sustainability itu juga tujuannya untuk
ee
untuk kesejahteraan masyarakat ya. Dan
ini melibatkan upaya-upaya seperti
kesetaraan, kemudian akses yang adil
terhadap akses air bersih misalnya
terhadap sanitasi, kemudian misalnya
terhadap energi yang bersih dan juga
bagaimana ee masyarakat dapat
berpartisipasi untuk menyokong eh
sustainability atau berkelanjutan ini.
Dan tujuan dari pilar sosial ini
sebenarnya adalah memastikan bahwa semua
anggota masyarakat itu memiliki akses
yang setara terhadap ee kesempatan ya
dan manfaat yang dihasilkan dari
pembangunan berkelanjutan.
Itu terkait dengan sustainability Bapak,
Ibu. Ee dan
mungkin
Bapak Ibu pernah dengar pasti pernah
dengar terkait dengan sustainability
development goals SDGs karena mungkin
ada di akses sanitasi,
ada di energi gitu ya atau ada di
bidang-bidang lainnya.
Mungkin saya tanya dulu, adakah Bapak
Ibu ada yang tahu berapa SDG atau
sustainable development goal yang dari
United Nation? Bisa diketik di chat-nya.
Kalau Bapak, Ibu eh tahu ada berapa eh
sustainable development goals,
silakan diketik chat.
Ada yang jawab 17 ini Bu. Saya jawab 17
ya. Iya. Cepat nih. Ee saya enggak tahu
Mas atau Mbak Putu ya. Terima kasih Mbak
Pu. Iya. Jadi ada 17 SDG ya Bapak Ibu
ya. Nah ee kenapa saya membahas SDG?
Karena sebenarnya SDJ ini sendiri adalah
konsep berkelanjutan yang dijadikan
framework oleh UN, oleh United Nation
dan dia menjadi semacam standar ya,
bagaimana negara-negara di dunia perlu
mencapai SDG ee dalam rangka untuk
memastikan kesejahteraan dari
masyarakatnya. Dan bisa dilihat Bapak,
Ibu ada 17 ee SDGIS. Jadi dari mulai
kemiskinan gitu ya, tidak ada yang
kelaparan. zero hangar, kemudian ee apa?
sistem kesehatan, kemudian ada ee
kualitas pendidikan, kemudian ada gender
equality, kemudian ada air bersih dan
sanitasi,
ee dan ada juga
apa energi energi bersih dan yang itu ya
yang dapat diakan
oleh masyarakat dan ada berbagai macam
ee SDG lainnya misalnya ee terkait
dengan pekerjaan, kemudian inovasi,
kemudian bagaimana mengur mengurangi
ketidaksetaraan
ya. Jadi ini adalah 17 sustainable
development goals yang ditetapkan oleh
UN yang kemudian juga diadop oleh juga
diadopsi oleh eh negara-negara dan
termasuk Indonesia ya untuk mencapai ee
SDG ini. Jadi ini sebagai tujuan untuk
membuat program-program,
strategi-strategi bagaimana mencapai ee
eh apa gol-gol yang dalam SDG misalnya
seperti clean energy kemudian clean
water and sanitation ya. air bersih dan
sanitasi. Mungkin yang paling ee saya
yang paling sering saya dengar karena
saya juga ee kemarin terlibat dalam ee
projek air bersih dan sanitasinya UNICEF
dan ini merupakan salah satu program
yang paling gencar di dilaksanakan di
UNICEF Indonesia juga karena untuk
mencapai ee
apa?
Zero BABS ya. Jadi tidak ada yang BABS
lagi ya atau buang air besar sembarangan
contohnya.
Nah, ini ee SDG-nya Bapak, Ibu.
Kemudian saya mau lanjut ya. Jadi tadi
itu adalah basic dari
sustainability-nya. Kemudian eh apa
hubungannya dengan life cycle
perspective? Nah, eh atau pendekatan
siklus hidup.
Ya, istilah ini mungkin memang sudah
tidak asing lagi di Indonesia karena
sudah ada dalam peraturan proper dalam
berbagai ee apa kajian juga karena dulu
masih menggunakan life cycle mungkin
kalau sekarang sudah ee perspektif
siklus hidup gitu ya kalau dalam bahasa
Indonesia. Nah, apa itu sebenarnya ee
perspektif siklus hidup atau life cycle
perspektif Bapak Ibu?
Jadi ee di
dalam life cycle sustainability
assessment itu dia menggunakan
perspektif siklus hidup yang
mempertimbangkan
eh proses produk atau sistem itu mulai
dari ekstraksi bahan mentah. Jadi
bagaimana
ee bahan dari produk yang akan dibuat
itu didapatkan.
Kemudian nanti bahan mentah itu akan
dibawa gitu ya, kemudian diolah di
tempat proses produksi.
Kemudian dari proses produksi ketika dia
sudah jadi produk, ketika dia sudah jadi
ee
ketika dia sudah jadi produk itu dia
akan dibawa lagi. Jadi ada transportasi
ee di dalam siklus hidupnya. Kemudian
dari transportasi itu misalnya dia akan
dikirim ke penggunanya ya. Jadi misalnya
ee saya kasih contoh misalnya ada pabrik
sepatu di Bandung gitu ya. Jadi misalnya
dari B mentah misalnya dia ee kulit gitu
ya, sepatu kulit kemudian dia mengambil
dari peternakan misalnya kulit asli gitu
ya Bapak Ibu ya. Kemudian nanti dikirim
ke pabrik ke tempat produksinya.
Kemudian nanti ketika dia sudah jadi
produk, sudah jadi sepatu, sori sudah
jadi sepatu dia akan dikirimkan
pengguna. Nah, ini ee ada namanya ee ada
pakai transportasi.
Kemudian nanti dia sampai di pengguna
ee dalam fase ini mungkin
transportasinya ke ini dulu ya, misalnya
ke tokonya, ke retail-nya gitu ya.
Kemudian nanti baru dian dipakai oleh
Bapak Ibu. Kemudian setelah ee habis
masa pakai misalnya saya enggak tahu
kalau sepatu biasa 3 tahun 4 tahun
dengan kualitas yang bagus gitu ya.
tentunya itu ee sudah habis masa
pakainya tentu dia akan di buang gitu
ya. Jadi ada manajemen limbah. Nah, ini
salah satu basic dari ee perspektif
siklus hidup. Jadi ketika mau menghitung
dampak dari satu produk itu
perspektif ini. Jadi perspektif siklus
hidup dan harus mempertimbangkan tiap
proses ee untuk menghasilkan produk
tersebut.
Jadi ee ya ini yang perlu diingat-ingat
ya Bapak Ibu ada namanya perspektif
hidup ee dari mulai ekstraksi bahan
mentah, produksi, transportasi,
penggunaan, dan
ee kenapa saya ee tekankan di sini?
Kenapa perlu diingat perspektif?
Karena inilah yang akan terus digunakan
ketika menggunakan eh life cycle
sustainability assessment, life cycle
assessment. kemudian life cycle cost dan
juga social life cycle karena perlu
mempertimbangkan tiap tahapan dalam ee
proses siklus hidup produknya sendiri.
Jadi harap diingat ya Bapak Ibu ya
terkait dengan life cycle perspektif
karena ini akan terus kita sebutkan gitu
di eh selanjut-selanjutnya.
Nah eh saya beralih ke life cycle
sustainabilment.
Jadi, life cycle sustainability ini tadi
karena kita sudah bahas kemudian kita
juga sudah bahas life cycle perspektif
ya Bapak, Ibu ya. Jadi apa itu
sebenarnya life cycle sustainability
assessment?
Jadi tadi seperti yang sayaang ada eh
faktor ekonomi, ada lingkungan, dan juga
ada faktor sosial. Nah, sustainability
assessment ini adalah metode yang
digunakan valuasi tiga dampak ini. Jadi,
ada lingkungan, ekonomi, dan sosial. Dan
dari suatu produk atau layanan ya dari
suatu sistem dan harus mempertimbangkan
balik lagi ke seluruh siklus hidupnya.
Karena tadi kita sudah bahas life cycle
perspektif. Jadi ketika mempertimbangkan
dampaknya, kita juga harus
mempertimbangkan dampak semua dari ee
siklus hidupnya.
Dan eh life cycle sustainability
assessment ini dia tadi mulai dari
proses juga manufaktur, kemudian
distribusinya juga ee penggunaan dan
pembuangan akhirnya dan eh dengan
melakukan susability SSM ini juga
membantu dalam keputusan yang lebih
berkelanjutan. Jadi tidak hanya ee
misalnya berdasarkan ekonomi saja atau
misalnya tidak berdasarkan lingkungan
saja, juga berdasarkan ketiga aspek ini.
Dan biasanya tadi seperti yang saya
sampaikan, di LAR sustainability
yang sering eh dilupakan kadangnya
adalah misalnya dampak sosial dan
misalnya ee dan yang paling sering
diutamakan misalnya dampak lingkungan
karena ee terkait dengan
apa kepatuhan terhadap peraturan gitu
ya. Jadi fokusnya hanya ke lingkungan
padahal sebenarnya ada dampak lain yang
juga harusnya diperhatikan gitu ya.
Baik, itu terkait dengan life cycle
sustainability assessment.
Nah, bagaimana eh ya menghitung dampak
dari lingkungannya. Jadi tadi saya
sebutkan di awal konten saya ada namanya
life cost ini. Jadi ini eh ekonomi.
Kemudian ada namanya life cycle
assessment paling eh familiar atau
paling sering digunakan juga saat ini di
Indonesia karena terkait dengan
peraturan. Kemudian ada social life
cycle assessment. Jadi ee tiga tools
inilah yang digunakan untuk
menghitung ya atau mengetahui dampak ee
dari ee satu project, satu sistem, satu
produk dan untuk mengetahui tingkat
sustainabilnya sendiri.
Jadi perlu diingat-ingat Bapak Ibu ini
ya ee tiga tools ini nanti saya akan
bahas lebih detail untuk setiap
tools-nya.
Nah, ee mungkin yang paling sering kita
gunakan itu adalah life cycle assessment
ya. Yang paling sering didengar
sebenarnya ada ini adalah ini ya
bagaimana
tingkat eh dari life cycle assessment eh
life cycle cost dan social life cycle
assessment.
Jadi ee sebenarnya untuk yang paling tua
gitu ya, yang paling pertama digunakan
itu adalah life cycle cost ekonomi
ee dan untuk ee di sini ada maturity
artinya seberapa
berapa berkembang gitu ya. Si tools-nya
sendiri paling berkembang adalah life
cycle assessment. Yang kedua baru eh
life cycle cost. Kemudian baru eh social
pyes sampaikan bahwa dia eh untuk social
life cycle assessment adalah yang paling
sering tidak dipertimbangkan gitu ya
dalam mel eh assesment sustainability.
Kemudian
ketersediaan data juga bahwa ee biasanya
yang paling tersedia datanya website
assesment karena pertama dia sudah
mempunyai database. Jadi nanti ketika
menghitung dampak lingkungan itu
menggunakan software dan sebenarnya
sudah ada database ya. Misalnya kita mau
mengetahui ee dampak lingkungan dari
produksi ee satu KWH listrik di
Indonesia atau misalnya satu KWH listrik
di negara lain. Nah, itu kita bisa
melihat dampaknya sudah ada di dalam
database-nya. Jadi, sudah
tinggal bisa digunakan ya untuk
membangun model life cycle
assessment-nya.
Sedangkan untuk life cycle cost dan eh
social life cycle assessment ini datanya
sendiri masih sangat
eh
nanti saya perlihatkan ada
standar-standar dan website di mana
Bapak Ibu bisa melihat data-data ee ada
data yang data yang berbayar ya licens
biasanya kalau untuk ee
ada salah satu organisasi ee UNEP dia
menyediakan ee eh
bacaan terkait dengan
eh life cycle sustainability assessment
ini dan ada beberapa misalnya data-data
contoh-contoh ya kasus yang sudah
dilakukan ee untuk melihat ee dampak
ketiga dampak ini ya. Jadi sosial ee
ekonomi dan lingkungan.
Nah, tadi perlu diingat lagi tadi, jadi
ada life cycle cost, life cycle dan satu
lagi adalah social life cycle assessment
ya, Bapak, Ibu ya.
Ee ya
jadi ee jadi kalau untuk eh LCC tadi ada
atau life cycle cost ya. Jadi dia untuk
ee mengevaluasi dampak ekonomi suatu
produk. Jadi melibatkan perhitungan
biaya lagi tadi harus ada cycle-nya
siklus.
Ketika memperhitungkan biayanya kita
perlu tahu terkait dengan produksinya,
kemudian penggunaannya, kemud ee
pembuangan produknya ya. Kemudian
termasuk biaya operasional perawatan dan
ee sampai dengan produk itu diolah di ee
landfill misalnya atau dibuangnya
di mana gitu ya.
Kemudian kalau di social life cycle
assessment ini dia mengevaluasi
dampaknya dan melibatkan misalnya iden
penilaian dampak sosial seperti ada
kondisi kerjanya seperti apa, kemudian
bagaimana kesehatan pekerjanya,
kemudian misalnya apakah ada pekerja
anak di ee sistem tersebut gitu ya di
saat ee di keka menghasilkan produk
tersebut.
Kemudian yang terakhir eh life cycle
assessment itu eh dia analisis
menyeluruh terhadap misalnya ada emisi
kemudian adaan yang digunakan sepanjang
siklus hidup produknya.
Nah eh kita lebih detail ke life cycle
assessment pertama Bapak. Jadi dalam
ee melaksanakan atau eeun life cycle
assessment sebagai tool ada empat
tahapan ee yang digunakan. Yang pertama
itu ada namanya tujuan dan ruang
lingkup, kemudian ada analisa inventory,
kemudian dampak, dan yang terakhir ada
interpretasi hasil.
Jadi yang pertama ee terkait dengan
definisi tujuan dan ruang lingkup. Jadi
ini adalah tahap awal sekali ketika
Bapak, Ibu mau ee
menggunakan life cycle assessment ya
untuk dampak lingkungan dari produk atau
sistemnya. Jadi
yang pertama perlu dilakukan adalah
mendefinisikan mendefinisikan apa tujuan
dari LCA-nya sendiri. Nah, tujuannya itu
biasanya yang paling umum ya. Jadi dia
mengidentifikasi
lingkungan tertentu yang ingin
dievaluasi. Kemudian dia bisa ee
membandingkan antara produk satu dengan
produk lain.
Sori.
Jadi ee yang pertama dia memahami dampak
lingkungan suatu proses atau produk.
Kemudian bisa juga untuk membandingkan
opsi ya. Jadi ee misalnya Bapak Ibu
punya dua pilihan produk misalnya antara
sepatu kulit dengan sepatu ee daur ulang
dari plas ya. Nah, membandingkan dampak
lingkungannya mana yang lebih baik gitu
dan ee biasanya ini digunakan oleh
perusahaan hasilnya ya digunakan oleh
perusahaan untuk menginformasikan kepada
konsumernya bahwa oh produk kami lebih
baik dari produk sebelah gitu ya. Salah
satunya
ini juga bisa jadi informasi bagi ee
stakeholder, bagi pemangku kepentingan,
bagi pemerintah misalnya. Ini mungkin
yang paling ee banyak Indonesia karena
sekarang ada proper ya. Jadi LCA
digunakan sebagai salah satu alat untuk
melaporkan bagaimana d ee dari sistem
atau ee perusahaan atau produk
pemerintah dan dijadikan satu kewajiban.
dan juga itu juga membantu pemerintah
dalam ee memiliki database
kegiatan yang ada di
bagaimana dampak lingkungannya dan
database ini sangat penting Bapak Ibu
karena di negara-negara lain sendiri
informasi dari LCA yang ee ada ee
ini menjadi satu database ya. Jadi
banyak negara yang sudah punya database
sendiri. Jadi kalau misalnya di
software-nya
kita bisa lihat ada kode-kode negara ee
di mana produk atau layanan sistem itu
berlokasi. Jadi itu yang digunakan,
informasi itu yang digunakan untuk
membangun database-nya sendiri.
Kemudian tujuan dan ruang lingkup ya
peningkatan kinerja lingkungannya ya.
Jadi untuk manajemen ee bagaimana
mengidentifikasi peluang-peluang
perbaikin di di
produknya. Jadi kalau misalnya ee kita
punya produk tadi saya balik lagi ke
produk
ada ee tahapan-tahapan proses
dengan LCA itu kita bisa
mengidentifikasi
di mana ee peluang untuk memperbaiki
proses untuk ee produksi sepatunya
sendiri. Misalnya mentah di ekstasi
bahan mentahnya, apakah di
transportasinya gitu ya.
Kemudian juga LCA di sini juga berfungsi
untuk
ee strategi pengurangan.
Kita sudah tahu bahwa ada salah satu
proses nih di ee
ee produk kita yang dampaknya tinggi
gitu ya. Misalnya ditransportasi
contohnya ya. Karena misalnya saya
ke Surabaya gitu ya.
Nah, ternyata ee tentu misalnya pakai ee
jarak kemudian pakai
gitu ya. Dan ketika sudah dihitung
dampak lingkungannya, ternyata
transportasinya
menyumbangkan
ee apa? Dampak lingkungan CO2, karbon
karbon dioksida yang tinggi
strateginya untuk mengurangi dampak ini.
Kemudian juga yang paling umum adalah ee
mengukur ya bagaimana kinerja lingkungan
dari suatu produk atau proses dari waktu
ke waktu. Jadi
ee
membandingkan dari 10 tahun yang lalu
dengan saat ini gitu ya, bagaimana ee
proses kita itu berkembang
waktu dan misalnya apakah harusnya ada
perbaikan saat ini jika dibandingkan
dengan
itu terkait dengan tu.
Saya ingatin lagi Bapak Ibu tadi terkait
dengan ee
dengan
tahapan dalam LCA. Jadi tadi tujuan dan
ruang lingk
nanti kita ada analisa inventory.
Ibu mohon maaf tadi suaranya putus-putus
ini
ya.
Iya. He
iya ya. Ya. Nanti tolong diingatkan ya
Mbak kalau suaranya putus-put
ya. ee suaranya putus-putus atau
misalnya terlalu cepat
ya mungkin karena ini ya apa ee masih
banyak yang masuk juga ya jadi
oke
nanti tolong di
kalau suaranya masih putus-putus atau
terlalu cepat silakan disampaikan
saya bisa
post atau kita lihat lagi koneksi isi
internetnya
sudah sepertinya Bu
ya. Oke, terima kasih Mbak. Nah,
kemudian ee tadi tujuan kemudian ada
lingkup. Jadi ee perlu diketahui juga
terkait dengan sistem produknya. Jadi
mau sejauh mana ee life cycle
assessment-nya dilakukan gitu ya. Jadi
kita perlu tahu
tadi seperti yang saya bilang life cycle
perspektif. Jadi ee akan memasukkan
semua siklus hidupnya. Karena di ee
salah satu laporan LC itu yang paling
penting adalah transparansi ya, Bapak,
Ibu.
kita mau ee memberikan data apakah semua
dari data-data pada setiap siklus
hidupnya di perlu dikaji dan ruang ruang
lingkupnya ini harus jelas untuk produk
atau prosesnya. Ee dan nanti ini
melibatkan namanya unit fungsional.
Nanti akan saya jelaskan apa itu unit
fungsional yang akan menjadi dasar
perhitungan untuk eh life cycle
assessment.
Eh kemudian yang kedua itu adalah
batasan siklus hidupnya. Jadi ruang
lingkupnya juga ee mulai dari ekstrasi
bahan baku, produksi, distribusi,
penggunaan, kemudian hingga ruangan
akhirnya itu perlu ditetapkan batasannya
ya. dan ini tergantung pada ee konteks
kemudian juga kebutuhan analisa Bapak
Ibu sendiri.
Ee kemudian juga ee ruang lingkup itu
termasuk data dan asumsi. Jadi ee
mencakup identifikasi dan bagaimana
menggunakan yang relevan untuk
masing-masing
tahapan siklus tahapan siklus hidup dari
prosesnya.
dan ee
data mungkin merupakan salah satu
ya Bapak Ibu ya pengumpulan data karena
ee mungkin salah satu masalah kita di
Indonesia itu adalah
historical data gitu ya dari ee 10 tahun
yang lalu misalnya
ee sampai dengan saat ini. Karena ee
contohnya dulu mengambil data di Swedia.
Jadi perusahaannya itu masih punya data
misalnya produksi produk mereka. Kebutu
yang saya kaji itu produk kimia dan
salah satu perusahaan besar di dunia ya.
Tapi dia punya ee
satu
dia masih punya data dalam 30 tahun.
Jadi masih punya data apa yang digunakan
di 30 tahun terakhir untuk me ee
hasilkan produk ini bahan chemikalnya
apa, berapa energinya gitu ya. Jadi
semuanya tercatat.
Mungkin itu juga salah satu ee mungkin
kelemahan ya di kita ya terkait dengan
data. Karena kadang-kadang ee misalnya
saya ee punya pengalaman mengkaji LCD
Indonesia gitu ya, misalnya minta data
ee energi.
Kalau minta data 10 tahun terakhir itu
sudah enggak ada atau misalnya dalam 5
tahun susah karena misalnya alasannya
sebenarnya ini apa agak misalnya
komputernya udah enggak bisa dihidupkan
gitu ya atau misalnya flash disk-nya di
ee digunakan oleh orang lain ee unit
lain. Nah, hal-hal seperti itu ya yang
mungkin penting untuk jadi perhatian
data ini. bagaimana menghitor data,
histori data.
Ee kita tetap bisa punya data yang
panjang karena ee ini penting dalam
kemudian ya tadi ada asumsi juga. Jadi
kalau ketika kita tidak punya
asumsi tapi tentu saja eh
scientific assumption gitu ya, asumsi
yang berdasar
eh pengetahuan. Jadi
ee sumber-sumber yang bisa kita jadikan
sebagai asumsi gitu ya. Enggak
segini gitu ya, tapi ada perbandingan,
ada ee sumber-sumber yang memang
terpercaya untuk bisa ee dijadikan dasar
asumsi kita ketika kita tidak punya D.
Kemudian ruang lingkup yang terakhir itu
terkait dengan dampak lingkungan yang
akan dinilai. Jadi ee kita perlu
menentukan dulu juga di awal kira-kira
kita mau menentukan dampak lingkungan
apa. Karena dampak lingkungannya di LCA
sendiri sangat banyak tapi mungkin yang
paling
ingin dihitung
ya. Jadi kayak ee
kemudian atau yang ya itu yang paling
umum ya perubahan iklim. tapi juga ada
terkait dengan ee bahan-bahan atau
produk-produk
itu kan toksisitas ya.
Nah, itu terkait dengan ruang lingkup
LCA Bapak Ibu.
Selanjutnya tadi saya ee di bagian tuuh
itu ada yang namanya unit fungsional
atau functionional.
Jadi dia ee mendefinisikan output atau
fungsi yang akan dikuantifikasi dalam
LCA yang dapat menjadi dasar
yang berbeda.
Contohnya ee mungkin yang paling ee
gampang ya. Misalnya saya mau me
cari ee produk susu gitu ya.
Mungkin saya kasih pertanyaan dulu ke
Bapak Ibu. Kalau misalnya saya
member
dari produk ya produk
unit fungsionalnya apa, Bapak, Ibu?
Kalau misalnya kita harus ee memberikan
fungsional unit yang mendefinisikan
kuantifikasi dalam LCA gitu ya, Bapak,
Ibu bisa tulis di chat kira-kira kalau
misalnya untuk
misalnya ada di ini ya, kalau di ee
mungkin saya bolehlah sebut mereknya
Indomie,
produk-produk Greenville gitu.
kuantifikasi dan
kira-kira apa unit fungsional yang ee
bisa digunakan. Silakan Bapak Ibu bisa
ketik di
ya di chat-nya
silakan. Apa masih putus-putus ya
mungkin Mbak Silvi.
Iya Bu, betul. ee tadi sempat
putus-putus lagi
saat pertanyaan.
Saat pertanyaan. Oke, saya ulangin lagi.
Ee kira-kira kalau misalnya lihat ee
untuk dampak lingkungan produk susu gitu
ya, kira-kira apa yang apa fungsional
unit yang bisa digunakan?
Baik, ini sudah ada Bapak Ibu yang
menjawab ya. Jadi ee untuk functional
ini sendiri ini sudah ada yang jawab
produk 1 liter susu gitu ya. Ini mungkin
yang menjawab ini sudah ini ya apa
pelatihan life cycle assesment ya Bapak
Ibu ya. Jadi ya misalnya 1 liter susu.
Nah ee ya functional unit itu ee
macam-macam. Jadi bisa satu unit produk
misalnya ee kita
satu unit mesin cuci atau misalnya satu
mobil gitu ya atau misalnya satu buah ee
gelas kaca. Jadi dia meng
representasikan fungsi dari produknya
sendiri gitu ya.
Kemudian ee kita juga bisa menggunakan
satuan berat. Jadi dia bisa ee berupa
berat produknya. Jadi misalnya 1 kil
atau misalnya 1 ton kertas atau misalnya
1 gram emas gitu ya. Kemudian juga bisa
ee apa menggunakan satuan jarak atau
satuan volume tadi 1 liter tusu kemudian
atau 1 liter biodisel 1 kubik beton ya.
juga bisa menggunakan periode waktu.
Jadi
ya bisa berhubungan dengan periode waktu
tertentu. Misalnya ada saya dulu pernah
ee t-shirt gitu ya eh LCA baju kaos
t-shirt. Nah, itu dia bisa kita batasi
functional unitnya bahwa oh ini adalah
LCA t-shirt SAT untuk 1 tahun penggunaan
misalnya atau misalnya ee untuk produk
ee 10 tahun pemakaian atau misalnya
selama masa hidup produknya gitu ya.
ee dalam LCA yang memberi
periode waktu dia akan dievaluasi dalam
selama periode waktu tertentu saja. Dan
ini terkait dengan data ya. Jadi
misalnya mau pakai 2 tahun pemakaian
artinya kita perlu data untuk 2 tahun.
Terima kasih Bapak Ibu yang sudah contoh
dari functional unit atau unit
penting Bapak Ibu.
website assesment untuk dicatat dan
diketahui
dasar pengetahuan ya. Karena ini yang
akan terus digunakan nantinya ketika dit
eh produknya apa, kemudianak
lingkungannya apa, maka fungsional unit
ini yang akan mempresentasikannya ya.
Misalnya saya punya satu unit mesin
cuci, berarti nanti dampak lingkungannya
misalnya ya, Bapak, Ibu. Misalnya dalam
prosedur mesin itu adalah dihasilkan ee
CO2 gitu ya. 25 kg CO2 itu per apa? Itu
per functional unitnya yaitu satu
di ee perbanding
unit. Jadi ketika mau nanti
membandingkan produk kita dengan produk
lain atau sistem kita dengan sistem lain
itu lebih mudah gitu untuk
membandingkannya.
Itu terkait dengan functional unit. Jadi
perlu di perhatikan Bapak Ibu
eh dalam kajian life cycle assessment.
Nah, kemudian tahapan yang kedua setelah
tujuan dan ruang lingkup adalah
Nah, eh
analisa inventory ini juga eh atau
inventory analisis
eh salah salah satu tahap penting dalam
cical assessment karena dia adalah
tahapan di mana kita melakukan
pengumpulan data
eh input jadi dan ee output ya dari unit
proses. Kenapa di sini unit proses?
Karena ini
rangkaian siklus hidup atau life cycle.
J di tiap proses dalam life cycle itu
kita perlu mengetahui apa saja input dan
output-nya. Jadi ini unit proses
misalnya saya kasih ini di ee unit
produksi gitu ya contohnya.
Nah, di unit produksi ini ketika di
tahapan analisis inventory kita perlu
tahu misalnya berapa energi yang
digunakan dan apa jenisnya gitu ya.
Karena jenisnya bisa beda-beda misalnya
dari listrik, dari
dan karena ini akan mempengaruhi
lingkungannya. Kemudian misalnya apakah
dia menggunakan
contohnya, inputnya dan yang paling
penting adalah bahan bak apa saja bahan
baku yang digunakan untuk menghasilkan
produknya gitu ya. Jadi ketika
unit proses
mendapatkan produknya nanti dia akan
tentunya mengeluarkan emisi ya. Jadi
selain keluarannya adalah produknya
sendiri, tapi ada juga ee emisi-emisi
yang dihasilkan ketika ee proses si
produknya ini. Jadi bisa ada emisi ke
air, kemudian juga ada emisi ke tanah,
kemudian juga ada limbah padat dan satu
lagi mungkin ada namanya coproduk. Jadi
produk sampingan gitu ya dari unit
prosesnya sendiri.
Jadi ini tahapan ee analisa inventory
Bapak Ibu.
ee analisa invent. Oh,
putus-putus ya, Mas ya? Padahal suara
saya ee internetnya bagus nih, Bapak,
Ibu.
Iya, Bu. Tapi kadang-kadang
putus-putus. Iya.
Internet di Inggris sudah mulai kalah
dengan internet Indonesia, Bu.
enggak putus-putus lagi. Baik, jadi ee
balik lagi ke analisa inventory. Jadi
analisa inventory ini atau ee inventory
analisis adalah tahap paling memakan
waktu yang lama, Bapak, Ibu. Jadi ee
biasanya
untuk mengumpulkan data ya mungkin Bapak
Ibu di sini sudah pengalaman bahwa kita
harus misalnya ada data yang harus
dikumpulkan dari lapangan, kemudian
misalnya ada data yang perlu mengontak
organisasi atau misalnya meng ee ee apa
perusahaan gitu ya atau misalnya ya ee
dan itu butuh waktu gitu ya. Enggak
mungkin berdasarkan pengalaman saya
email hari ini, oh kami membutuhkan data
ini langsung dibalas gitu ya. Biasanya
harus dicari dulu datanya, harus
dikonfirmasi dan pun ketika sudah
datanya kita juga perlu mengkonfirmasi
ya apakah datanya sudah benar kemudian
ee apakah datanya nanti sesuai dengan
dibalik lagi ke unit fungsional kita.
Jadi kita perlu lihat ee misalnya kita
ingin tahu berapa data kebutnya ya gitu
ya untuk produk kita, tapi kita punya
datanya data
kita punya datanya data tagihan listrik
malah Bapak Ibu. Tapi dari situ kita
pemakaian KWH-nya misalnya dalam per
hari dikonversi lagi hanya untuk unit
proses itu berapa,
Ibu? Ee iya, mohon maaf mungkin ee boleh
dicoba untuk mematikan videonya mungkin
ee bisa lebih melancarkan koneksinya
barangkali. Iya.
Oke, kita coba lagi ya, Bapak, Ibu ya.
Mudah-mudahan enggak putus-putus.
Saya juga baru pertama kali nih ada yang
putus-putus mungkin. Ee kenapa ya?
Ya, anyway Bapak Ibu, jadi lanjut lagi
ke analisa invent.
Jadi tadi ee apa tahapan yang paling ee
memakan waktu yang banyak gitu ya,
memakan waktu yang lama karena tadi
mengumpulkan data, mengkonfirmasi
karena ketika sudah mendapatkan
data-data ini ee akan lebih cepat dan
lebih mudah ya untuk nanti melakukan
perhitungan dampak lingkungan
ini. Saya ada contoh untuk
inventory data. M dia meja belajar ya,
Bapak, Ibu. Ini nanti ee dokumennya
Bapak Ibu bisa lihat di life cycle
initiative namanya web-nya. Itu salah
satu yang membuat standar-standar untuk
LCA juga. Jadi misalnya untuk input gitu
ya dan output.
Jadi ada proses bagaimana mendapatkan
kayunya salm gitu ya. terus ee apa
penguat
ee
apa meja sekolahnya sendiri. Jadi ada di
ee produksi balik lagi jadi ada
siklusnya ada produksi kemudian dia
diasikan nanti ketika sudah digunakan
kemudian untuk ke ee apa final untuk
manajemen limbahnya.
Kemudian kalau Bapak Ibu lihat di output
misalnya produknya ya produknya apa? ada
by produknya, kemudian ada emisi ke air
dan ke udara
ya sama dan juga jadi semuanya dicatat
dan ini satu lagi misalnya ee apa ya
jadi dalam eh life cycle assessment
inventory data ini juga yang paling
penting karena di sinilah kita bisa ee
mendapatkan nantinya untuk perhitungan
dampak lingkungan dan kalau Bapak Ibu
lihat di sini ada data source ya jadi
dia dapat data dari Ecoinvent. Ecoinvent
itu salah salah satu eh database.
Kemudian juga ee dari data langsung gitu
ya
yang didapatkan langsung tapi mostly
dari Ecoinvent.
Nah, kemudian untuk ini contoh dampak
lingkungan yang di ee kan ya Bapak Ibu
ya yang paling umum aja saya ee yaitu ee
perubahan iklim ya. Jadi kalau di life
cycle assessment banyak sekali dampak
yang bisa di kita hitung di sini. dia
misalnya untuk menghasilkan satu meja
sekolah itu dia
ee mengemisikan 14 kilo 14 kilo ee CO2
ya. Meja sekolah dengan berat 13,7 kg
ini
mengemisikan 14,3 eh CO2.
Ini contoh lainnya Bapak Ibu. Jadi ini
ee saya gedein
ini contoh dampak lingkungan ee 1 kg
emas ya. Jadi ada balik lagi ke life
cycle perspektifnya. Jadi mulai dari ee
raw materialnya gitu ya, apa saja,
kemudian ada resources-nya, ada
emisinya, kemudian ada ee emisi ke
tanahnya ya. Dan di sini ee berbagai
macam
cara untuk mem presentasikan hasilnya.
Tapi mungkin saya enggak bahas detail di
sini karena ini ee sudah ee apa detail
ke life cycle assesment-nya ya. Jadi ada
untuk Bapak Ibu bisa lihat ada
transportasi gitu ya. Kemudian yang
paling banyak dampak lingkungannya itu
bagian ee apa penambangannya ya. Jadi
ini yang kuning-kuning di sini tambangan
gitu ya. Kemudian juga dampak lainnya
ada di penggunaan listrik. Jadi ada
elektricity.
Ini contohnya untuk ee dampak lingkungan
1 kg emas. Dan untuk dampak
lingkungannya sendiri ada banyak. Yang
pertama yang paling umum ya Bapak, Ibu
ya. Kemudian ada juga
asidifikasi yaitu ee tingkat keasaman
ya.
Kemudian
selain itu ada
bentar
penggunaan air. Jadi Bapak Ibu juga bisa
menghitung ee apa penggunaan air selama
siklus hidup dari produknya.
Kemudian penipisan sumber daya alam.
Jadi biasanya ada bahan baku yang
digunakan dan itu bisa dihitung ya. dan
juga misalnya penipisan lapisan ozon
karena dampak perubahan iklim. Kemudian
ada toksisitas yang lebih ke manusia,
dampak
bahan misalnya dari bahan kimia
berbahaya gitu ya yang memiliki efek
toks manusia.
Kemudian juga ada etrofikasi
kemudian ada yang paling umum sekarang
adalah penggunaan energi juga ya.
Terus toksisitas sudah. Kemudian
pembentuk ee ee partikulat meter ya atau
emisi partikel padat yang ada.
Nah, selanjutnya saya move ke cost Bapak
Ibu. Jadi eh sistemnya sama, tahapannya
sama ada empat tahapan. Bedanya cuman di
biaya agregat gitu. Ee tadi ada tujuan
dan ruang lingkup, inventory biaya,
biaya agregat, dan interpretasi hasil.
Dan ini tahapannya sama kalau di life
cycle assessment.
Dan ee untuk tujuannya sendiri di life
cycle cost itu dia ee ya fokusnya ke
dampak ekonomi dan dia merujuk kepada ee
ini ya
apa ee biaya total biaya misalnya
gunakan untuk memproduksi produknya.
Kemudian biayanya juga mencakup dari
biaya awal, kemudian biaya operasional,
biaya pemeliharaan, dan ada namanya juga
biaya lingkungan dan biaya.
Kemudian ee
ya kemudian itu yang digunakan tadi ya
untuk ee mengambil keputusan untuknya.
Kemudian juga dia juga mengidentifikasi
komponen biaya yang signifikan. Jadi
kira-kira dalam satu siklus hidup itu
komponen biaya mana yang paling
signifikan gitu ya. Dan ini akan
membantu dalam mengidentifikasi
area-area di mana diperlukan penghematan
biaya gitu ya.
Kemudian yang ketiga adalah untuk sor
evaluasi efisiensi ekonomi. Jadi
membantu bagaimana ee mengevaluasi
efisien
biaya suatu produk ya dengan
mempertimbangkan semua biaya ee
sepanjang siklus hidupnya. Ini juga
dapat membantu dalam membandingkan opsi
Bapak Ibu. Jadi kalau misalnya kita ee
pilih bahan apa? Bahan mentahnya A atau
B gitu ya, kita juga ekonominya atau
misalnya kita punya pilihan dalam
transportasi gitu ya, mana yang paling
ee ekonomis dalam a ee dari pilihan A
dan juga dia ee perlu untukan anggaran
yang lebih baik. Karena dengan melihat
life cycle cost, jadi cost sepanjang
siklus hidup itu membantu
bagaimana merencanakan ee ee anggaran
yang lebih baik dan menghindari
biaya-biaya yang tidak terduga gitu ya,
yang mungkin timbul di masa depan.
Misalnya tadi kayak biaya lingkungan,
kemudian biaya sosial yang ee perlu
dipertimbangkan.
Kemudian yang terakhir adalah evaluasi
berkelanjutan. Jadi, life cycle cost
juga dapat digunakan untuk ee bagaimana
mempertimbangkan keberlanjutan suatu
produk ya, karena kita mempertimbangkan
biaya sosial, biaya lingkungan, dan
biaya
Nah, ee
atau ee bagian dari indikator dapat
dihitung itu bisa mulai dari biaya awal.
Jadi ada biaya awal, biaya apa saja yang
mencakup untuk pembelian atau awal
produknya. Jadi misalnya ada biaya
membeli peralatan, bahan baku atau
misalnya ten dan biaya-biaya lain yang
terkait dengan pengadaan awal biaya
operasional. Jadi ini dia ee biaya yang
terjadi ee yang di apa yang dipakai
selama operasional produk ya. Jadi
misalnya ada biaya energi, kemudian ada
biaya pemeliharaan rutin, kemudian ada
biaya perawatan. Nah, itu dimasukkan
dalam biaya operasional.
Kemudian juga ada ee ya bi tadi kemudian
ada biaya penggantian. Jadi misalnya ada
komponen atau peralatan atau sistem
mencapai umur pakai atau ee sudah rusak
gitu ya, itu juga akan dipertimbangkan
dalam ee dampak atau indikator
ekonominya. Kemudian ada biaya
pengolahan akhir ini khususnya untuk ee
apa manajemen limbahnya ya. Bagaimana
nanti ketika sudah habis masa pakai
produk atau daur ulang produk ini dia
bisa ee dihitung e biaya daur ulangnya
atau biaya penangan penanganan limbahnya
atau biaya lain yang terkait dengan
pembuangan akhir. Kemudian juga ada
biaya lingkungan yang kadang-kadang suka
lupa di
ya. Padahal misalnya dia ee memberikan
biaya yang cukup besar. Misalnya ada
biaya pencemaran air ketika kita lupa
perhitungkan ee dampak lingkungan di
pencemaran air dan sebenarnya ada biaya
gitu ya untuk balik lagi bagaimana
mengembalikan ee apa sumber air yang
sudah tercemar gitu ya ke semula. Nah,
itu e biaya-biaya itu dipertimbangkan
dalam life cycle cost
juga ada biaya sosial. Jadi, bagaimana
ee dampak sosialnya ke masyarakat itu
ada biayanya misalnya seperti keamanan
kerja, kemudian kalau produknya ternyata
ee mempengaruhi kesehatan masyarakat di
sekitar ee perusahaan kita gitu ya atau
di sekitar pabriknya,
itu perlu dipertimbangkan.
Ini eh contoh dari life cycle cost untuk
mesin cuci. dari membandingkan satu
mesin cuci yang tidak pakai sirkulasi
satu dengan sirkulasi gitu ya Bapak Ibu
ya. Jadi ee tadi balik lagi ke life
cycle perspektif. Jadi mulai dari
planning research-nya gitu ya saat mau
merencanakan ee produknya kemudian ee
ketika produk itu dibuat kemudian
bagaimana produk itu kemudian
ditransportasikan ke ee tempat penjualan
gitu ya. Dan ketika di ada apa
biaya-biaya lain terkait dengan selama
ee ada listrik, penggunaan air, kemudian
air limbahnya, kemudian deterjennya gitu
ya, semuanya dipertimbangkan
dan ada juga ee biaya sosial gitu ya.
Ini contohnya tadi perbandingan dua ee
mesin cuci.
Jadi ternyata yang dengan sirkulasi ya
biayanya akan lebih rendah dibandingkan
dengan yang tidak ada sirkulasinya.
Nah, ini kita lanjut ke social life
cycle assessment. Jadi kita sudah ada
LCA, sudah ada life cycle cost, dan yang
terakhir social life cycle.
Masih perlu diingat lagi framework-nya
tetap sama dari tujuan dan ruang lingkup
dari inventory. Kemudian ada impact
ee apa dampak lingkungannya dan yang
terakhir adalah interpretasi hasil. Dan
tahapan-tahapan inilah yang akan selalu
digunakan ya Bapak Ibu ketika ee
menggunakan
untuk eh life cycle assessment atau eh
life cycle costal life cycle.
Nah, ini ee sori contoh dari ee
life cycle
sosial ya, Bapak, Ibu ya. Jadi, kalau
misalnya dalam social life cycle karena
tadi ee ininya sama ya Bapak, Ibu eh
tujuannya tadi ya, dia pasti melihat
dampak lingkungan mulai dari siklus
hidupnya dan ee ini misalnya dia ada
subkategoris ya untuk dampaknya. Jadi
melihat
kerja, kemudian bahkan melihat ada ee
apa tingkat korupsi misalnya ya,
kemudian apakah ada diskriminasi,
kemudian apakah ada
di sistem tersebut. Nah, ini mungkin
yang
kurang menjadi fokus ya kalau ee di
ee negara-negara berkembang
kita masih mengejar misalnya untuk
lingkungan atau misalnya mengejar untuk
ekonomi, tapi kadang dampak dari
sosialnya ee kurang diperhatikan.
Ini juga untuk ee contoh social life
cycle misalnya untuk produk komputer
Bapak.
Jadi ee dia balik lagi ke
mulai dari ekstraksi bahan mentahnya.
Jadi kalau Bapak Ibu lihat ini ada
berbagai macam ekstraksi bahan mentah
dan di berbagai negara di R itu adalah
Kongo ya contohnya. Kemudian ada
ekstraksi
ee emas di Cina gitu.
ini juga ada ekstraksi di Indonesia dan
socializ cycle assessment itu dia
menggunakan ee pertimbangan para ahli
gitu ya untuk melihat bagaimana dampak
sosialnya. Jadi misalnya
di sini Bapak Ibu lihat ada
apa ee
urutan warnanya ya. Jadi, apakah dia
punya dampak positif atau misalnya ee
negatif gitu ya atau misalnya sedikit
negatif dia misalnya ya atau
sangat-sangat negatif. Jadi kalau
dilihat bahwa dampak-dampak sosial di ee
ekstraksi bahan mentah misalnya di Kongo
kemudian
punya dampak negatif gitu ya secara
sosial.
contohnya.
Kemudian untuk ee metode pengambilan
datanya sendiri untuk eh social life
cycle assessment
dia menggunakan survei dan wawancara dan
biasanya
ee apa datanya sangat banyak gitu ya,
ekstensif. Saya ee
minggu 2 minggu lalu saya ada ketemu
dengan salah satu peneliti terkait
dengan solar panel. Jadi dia meneliti
dampak solar panel atau atap surya ya.
Di Indonesia sekarang juga sudah banyak
tapi dia meneliti ee atap surya di
Madagaskar dan salah satu yang paling
penting adalah ee dampak sosial Bapak
Ibu karena melihat apakah ee masyarakat
itu mau menggunakan atap suryanya atau
enggak ya gitu ya. Karena sebelum
memberikan teknologinya, mereka mau
melakukan survei dulu apakah ee ini
dapat diterima dengan baik.
Jadi, salah satu metodenya adalah survei
dan wawancara dan mengambil data
kira-kira 1000 rumah gitu ya diagaskar
untuk ee data tersebut.
itu juga mungkin yang banyak di
Indonesia tapi mungkin oleholog
gitu ya yang biasanya melakukan survei
dan wawancara untuk dampak sosial.
Kemudian juga bisa dengan data sekundar
Bapak Ibu.
Jadi data-data yang ee sudah ada dari
ee yangya
data statistik, kemudian ada laporan
publik atau misalnya dari
ilmiah atau misalnya data industri yang
relevan ya. Biasanya kalau di perusahaan
punya ee data-data terkait dengan
masyarakat yang tinggal di sekitar
perusahaan seperti itu.
Ups.
Kemudian
ee metode pengambilan data selanjutnya
ee data publik tadi dan laporan
berkelanjutan. kemudian ee framework
indikator sosial. Jadi ada global
reporting initiative. Nah, itu juga ee
bisa menjadi pedoman atau indikator
untuk mengukur dampak sosial.
Juga yang paling penting adalah ee
konsultasi Bapak, Ibu dengan pemangku
kepentingan ya. Jadi biasanya wawancara
perintah atau misalnya melalui diskusi
pertemuan atau misalnya FGD ya, forum
konsultasi.
Nah, itu tadi sudah ada eh social life
cycle assessment, life cycle cost, dan
social life cycle assessment ya, Bapak,
Ibu ya. Dalam life cycle sustainability
assessment kita mempertimbangkan tiga eh
proses
ee dalam ee apa dalam produk-produk yang
akan kita lihat ya. Jadi ada dampak
dampak sosial, dampak lingkungannya.
ini harusnya dampak ekonomi. Jadi kita
mempertimbangkan unit-unit proses yang
relev dampak ini. Dan mungkin nanti
misalnya ada satu proses yang tidak
masuk gitu ya Bapak, Ibu ya. Karena dia
e misalnya cuma terkait dengan dampak
sosial. Jadi yang perlu di
unit-unit proses. Jadi kalau Bapak Ibu
lihat di
ee sini ini ada misalnya unit-unit
proses ya
ee produk kita. Jadi semuanya perlu
masuk dalam
ketiga ee
dampak lingkungan atau dampak sosial dan
dampak ekonomi itu.
Dan saya berlanjut ke standar. Jadi ee
ini adalah standar yang digunakan untuk
acuan ya Bapak life cycle assessment.
Kemudian social life cycle assessment.
Kemudian life cycle costing. Nanti Bapak
Ibu mungkin bisa capture screen capture
dan bisa lihat sendiri ya untuk ee
standar-standarnya. Di Indonesia
sebenarnya sudah ada ya kalau untuk life
cycle assessment itu dari ee Kemen NHK
ya.
Ee untuk acuan penulisan laporan ya.
Mungkin nanti dari ee ketika Bapak, Ibu
nanti ada yang ikut ee training LCA itu
nanti akan dibahas dan dikaji lebih
lanjut bagaimana menyusun laporan life
cycle assessment sesuai dengan aturan eh
dari
proper.
Kemudian ada social assessment, ini ada
standarnya juga dari UNEP tadi seperti
yang saya bilang. Kemudian eh ya apa
acuannya juga sustainable development
goals. Kemudian eh life cycle costing
juga ada standarnya Bapak Ibu lihat eh
ISO-nya. Kemudian juga
review artinya studi-studi kasus yang
sudah
eh life cycle cost ya. Ini juga nanti
bisa di ini ada namanya life cycle
initiative. Kalau Bapak Ibu lihat bisa
googling nanti langsung masuk ke
website-nya dan mereka di situ
memberikan ee banyak contoh untuk ee
studi-studi kasus life cycle
sustainability assessment ya untuk life
cycle sustainability assessment.
Ops, maaf balik lagi. Nah, eh ini kalau
di life cycle apa? Sustainability
assessment dia unit prosesnya ya. tadi
di Lcle Assesment cuman punya ee bahan
baku misalnya air, energi, kemudian
produknya. Ketika kita
melakukan sustainability assessment,
kita perlu mempertimbangkan yang namanya
data-data life cycle cost assessment dan
juga social life cycle ya, Bapak, Ibu
ya. Jadi unit prosesnya enggak cuma yang
eh input output untuk lingkungan, tapi
ada cost. Kemudian berapa revenueya,
ee dampak sosialnya perlu diilihat juga
bagaimana manajemen sistemnyaasi
misalnya. Kemudian kita mau lihat dampak
ee jumlah jam gitu ya, jumlah jam
pekerjanya
sehingga baru bisa dikatakan bahwa kita
sudah melakukan life cycle
sustainability assessment yang
komprehensif. Jadi memasukkan semua eh
input dan output di ketiga eh tadi
lingkungan, ekonomi, dan sosial.
Nah, ini salah satu contohnya ee
bioenergi ya, Bapak, Ibu. mungkin ada
yang tertarik di energi. Kalau di energi
sendiri ee itu indikatornya juga ada
ekonomi ee lingkungan, kemudian ada
sosial. Jadi misalnya dan di setiap
studi kasus energi juga berbeda-beda
jadi misalnya tetap tetap ada di
lingkungannya ada tetap kualitas air
gitu ya, kemudian
ee tapi misalnya dia di bagian
ekonominya dia akan melihat apakah ee
biomasnya tersedia kemudian harganya
berapa gitu ya. Kemudian bagaimana ee
apa perdagangan atau ee ya penjualan
biomasnya kemudian bagaimana
gitu ya.
Kalau di sosialnya ada kondisi
apakah ee ada penghasilan yang cukup ya
untuk si pekerjanya, kemudian bagaimana
pengembangan ee daerahnya sendiri gitu
ya karena adanya
projek bioenergi ini kemudian akses ke
apa akses
apa resources gitu ya oleh apakah sudah
terpenuhi
itu untuk ee contohnya bioenergi Bapak
Ibu.
Kemudian ini saya cuman punya ada satu
contoh untuk ee life cy life cycle
sustainability assessment ya.
Misalnya dalam lingkungan ada konsumsi
energi kemudian
penggunaan air kemudian kita juga
melihat CO2 NOX dan SO2-nya. Kemudian di
life cycle cost-nya kita lihat biaya
energinya misalnya, kemudian berapa
biaya untuk ee pengolahan airnya,
kemudian berapa biaya listriknya, jadi
ee berapa biaya pekerjanya itu indikator
yang dilihat gitu ya di LCC-nya.
Sedangkan dalam social life cycle
assesment-nya kita lihat berapa jumlah
pekerjanya. misalnya berapa ee apakah
gajinya sudah sesuai dengan standar
misalnya ataukah ee kemudian apakah ada
selama ee
produksinya gitu ya, apakah ada pekerja
anak dan lain-lain. Jadi ini contoh
indikator
lengkap dari lingkungan ee ekonomi dan
sosial misalnya untuk produksi 1 m³ batu
marmer. Dan sebenarnya ini mungkin bisa
digunakan juga untuk produk-produk lain
ya Bapak, Ibu ya. Jadi enggak terbatas
di sini. Jadi bisa dilihat misalnya
working hours juga digunakan oleh
pekerja di produk lain gitu ya.
Eh ya contoh untuk life cyclle.
Nah,
kemudian
yang terakhir mungkin ini yang terakhir
dari slide saya. Eh, mungkin saya tutup
dengan ini. You cannot improve what you
then measure gitu ya. Jadi kita tidak
bisa
eh mengembangkan atau meningkatkan apa
yang tidak kita ukur
untuk melakukan life cycle assessment,
life cycle sustainability assessment.
Karena dengan melakukan perhitungan
dampak lingkungan sosial dan ekonomi
baru kita bisa meningkatkan gitu ya,
kita bisa melakukan perbaikan di ee
berbagai macam ee proses atau siklus
dari si produknya sendiri.
Mungkin itu dari saya, Mbak Silvi. Saya
kembalikan dulu ke Mbak Silvi untuk sesi
pertanyaan.
Oke. Baik. Iya, terima kasih Bu atas ee
materi yang telah disampaikannya.
Mungkin ee sebelum ee ke sesi tanya
jawab yang sudah ee peserta kirimkan di
Slaidu ee saya akan memperkenalkan dulu
ini pelatihan ee mengenai LCA yang ada
di Ekoedu yang akan disampaikan oleh eh
koordinator pelatihan LCA dari Ekoeduk.
Ada Mbak Candra di sini. Halo, selamat
siang Mbak Chandra.
Iya. Halo, selamat siang Mbak Silvie.
Ya, bagaimana Mbak ee apakah baik?
Alhamdulillah baik.
Oke, mungkin ee boleh Mbak nih sebelum
ke sesi tanya jawab dijelaskan nih Mbak
mengenai ee apa saja sih ee materi
pelatihan LCA yang ada di Ekoedu maupun
pengajar-pengajarnya siapa saja. Silakan
Mbak.
Baik, terima kasih Mbak Silvi. Mungkin
sebelumnya saya izin untuk share screen
terlebih dahulu.
Mm. Baik, sebelumnya perkenalkan ee saya
Candra yang pada kesempatan ini saya
sebagai koordinator pelatihan LCA di
Ekoedu ingin menjelaskan sedikit
mengenai pelatihan LCA. atau life cycle
assessment.
Eh, di Ekoedu sendiri di dalam
pelatihannya yang akan dilakukan selama
5 hari, kita akan membahas beberapa
materi tentunya ini akan dibahas secara
sangat detail. Yang pertama kita akan
membahas konsep dasar LCA. Kemudian kita
akan membahas penentuan tujuan dan ruang
lingkup LCA. Kemudian kita akan membahas
inventory data dan analisis inventory.
Kemudian ada penilaian dampak daur hidup
interpretasi LCA. Kemudian kita juga
akan praktikum secara langsung mulai
dari instalasi sampai dengan studi kasus
untuk dua software atau tools yang
digunakan dalam LCA yakni ada Open LCA
dan Simapro.
Kemudian untuk pengajarnya sendiri kita
ada dua pengajar utama dan tentunya akan
dibantu juga oleh asisten selama
praktikum. Untuk pengajar utama ada
Bapak Dr. Asep Sofyan yang merupakan
dosen kelingkungan ITB. Kemudian yang
kedua tentunya pemateri kita pada hari
ini yakni Ibu Dwi Ca Wulandari yang juga
sebagai praktisi LCA juga akan mengisi
selama pelatihan.
Untuk pelatihan sendiri akan
dilaksanakan pada tanggal 17 sampai
dengan 21 Juli. Ini adalah jadwal yang
terdekat. Kemudian ee Bapak dan Ibu bisa
mendapatkan potongan harga untuk
pembayaran sampai dengan 10 Juli 2023.
Untuk ee selanjutnya keuntungan Bapak
dan Ibu untuk mengikuti pelatihan di
Ekoedu. Bapak dan Ibu nanti bisa
bertanya langsung kepada para
narasumber. Kemudian nanti Bapak dan Ibu
akan diberi fasilitas e-learning di mana
e-learning ini nanti akan ada
materi-materi yang di-upload pada
e-learning. Kemudian Bapak dan Ibu juga
bisa untuk melihat dokumentasi atau
rekaman pelatihan. Kemudian nanti juga
Bapak dan Ibu ee akan mendapat ee relasi
yakni kita akan bergabung di e WhatsApp
grup untuk seluruh alumni LCA. Kemudian
Bapak dan Ibu juga akan mendapat
pengalaman langsung untuk menghitung
LCA, yakni menggunakan software Open LCA
dan Simapro.
Baik, eh bagi Bapak dan Ibu yang
tertarik untuk mengikuti pelatihan LCA
di Ekoedu, silakan nanti untuk
menghubungi admin atau bisa mengunjungi
website kami.
Mungkin cukup untuk ee gambaran sedikit
pelatihan. Saya kembalikan kepada
moderator.
Oke. Baik ya. Terima kasih Mbak Candra
ee atas tadi penyampaian mengenai
pelatihannya. Nah ee sekarang kita akan
melakukan sesi tanya jawab ya. Ee Bapak
dan Ibu juga boleh ini untuk menanyakan
materi yang sudah disampaikan ataupun ee
bertanya mengenai ee pelatihan yang ada
di IED ini khususnya di LCA nanti akan
dijawab oleh Mbak Candra. Oke, mungkin
saya akan tampilkan terlebih dahulu
untuk pertanyaan yang sudah terkumpul di
ee
Slidu. Mungkin silakan Ibu Dwica untuk
ee membahasnya satu persatu.
Ee baik, terima kasih Mbak Silvi ya
untuk pertanyaan. Jadi saya langsung
baca aja ya mungkin dari yang pertama
aplikasi atau software apa yang paling
direkomendasikan untuk menghitung LCA
sesuai dengan kondisi di Indonesia. Ee
ya mungkin saya ini banyak pertimbangan
Bapak Ibu kalau software. Jadi misalnya
terkait biaya karena ada software yang
perlu lisensi. Jadi ee apakah misalnya
tersedia biaya untuk membeli lisensi
untuk software tersebut, kemudian ee
misalnya untuk database ya. Jadi
mempertimbangkan apa misalnya di
software tersebut sudah ada database-nya
tapi biasanya sudah kalau misalnya
berlisensi ada gitu ya. Nah, ee ada
beberapa software yang gratis, Bapak,
Ibu bisa lihat Open LCA namanya. Eh, itu
bisa di-download gratis dan ada beberapa
database yang gratis tapi tidak semua.
Jadi, tidak bisa menghitung semua ee
dampak lingkungan dari semua produk gitu
ya. Sangat terbatas misalnya, tapi juga
bisa ee nanti membeli lisensi dari
database-nya. Jadi, ada namanya database
Ecoinvent. Jadi ada open LCA, kemudian
ada namanya Gebi. Saya dulu untuk
ownership saya di Swedia pakainya Gebi.
Jadi tapi itu dari perusahaan ya Bapak,
Ibu ya karena harganya ee cukup ee apa
cukup mahal. Kemudian juga ada Sima Pro
eh untuk eh software-nya. Kalau Ecoidu
pakainya SIMAF Pro ya Mbak Candra ya.
Open LCA dan SIMAPro Bu. Tapi kalau
untuk ee Simapro memang kita akan
gunakan versi trial.
Oh iya. Kalau SIMAPRO pakainya versi
trial ya. Jadi nanti Bapak Ibu bisa
lihat. Jadi kalau direkomendasikan itu
tergantung pertama tergantung budget dan
nanti tergantung kebutuhan
perhitungannya sendiri ya Bapak Ibu ya.
Kemudian ee ya unit fungsional itu dapat
dibuat sendiri atau harus berdasarkan ee
PCR apa ya Mbak Selfia ya? Saya enggak
tahu nih PCR apa.
Saya tahunya tes PCR buat COVID.
Maaf Bapak Ibu ya. Pokoknya kalau un
fungsional mungkin saya coba jawab.
Biasanya pertama karena ee LCA juga
ketika mau memberikan asumsi itu harus
sacientific. Jadi kita bisa refer ke ee
apa ke literatur yang sudah ada. Pertama
ee selalu saya ee balik lagi ke
literatur apa yang biasanya digunakan.
Kemudian tergantung tujuan dan ruang
lingkupnya. Jadi misalnya Bapak Ibu ee
mau melihat ee dampak lingkungan apa
gitu ya, produk apa itu bisa ee
tergantung dengan tujuannya. Misalnya
harus membandingkan dua produk, berarti
membandingkannya harus Apple to Apple.
Jadi jangan satu unit fungsionalnya
pakai eh 100 lit, satu misalnya pakai ee
10 kg. Jadi dia enggak apple to apple
untuk membandingkan. Jadi balik lagi ee
dan ee saya selalu eh back to literatur
gitu ya. Ee lihat lagi misalnya apa yang
yang sudah ada di literatur seperti apa,
kemudian kita sesuaikan dengan tujuan
dan ruang lingkup kita.
Oh ya. Baik. Kemudian jika ekonomi dan
sosial juga diperhitungan di LCA, apakah
dalam penyelenggaraan SU DLCA pengalaman
Ibu di Pertamina juga ada ahli atau
lulusan bidang tersebut?
ya. Nah, ini sebenarnya menarik Bapak,
Ibu karena ee
apa untuk ekonomi dan sosial seperti
yang saya bilang itu
apa sangat jarang dipertimbangkan gitu
ya untuk ee dimasukkan dalam studi-studi
yang terkait dengan lingkungan padahal
dia sangat penting. Tapi kalau dalam ee
pengalaman saya bukan dari LCA tapi ya
dari project lain, dari projek sosial ee
teman-teman dari antropolog itu sangat
berpengalaman untuk studi sosial ya.
Apalagi dalam metode kualitatif. Jadi,
bagaimana mengumpulkan data, interview,
survei itu mereka sangat berpengalaman
ya untuk ee mengumpulkan data-data ini
gitu ya. Dan ini saya juga sebenarnya ee
membahas ini karena juga saya masih
dalam tahap belajar dan belum
mengaplikasian ee ekonomi dan sosial.
Walaupun saya punya pengalaman untuk
dampak sosial tapi tidak dalam lingkup
LCA. Ee karena itu saya juga apa
mengajak Bapak Ibu gitu ya yang mau
melakukan studi life cycle assessment
mulai bisa mempertimbangkan bagaimana ee
dampak ekonomi dan dampak sosialnya gitu
ya. Dan ya tadi kolaborasi misalnya
kalau misalnya dalam satu riset bisa
kolaborasi dengan ee peneliti-peneliti
sosial.
Jadi ee dan kita maksudnya kita juga
misalnya kita dalam ahli lingkungan tapi
tentu kita perlu ini ya belajar juga
dari ee teman-teman lain dari
riset-riset ekonomi, riset sosial untuk
ee bagaimana mereka mendapatkan datanya
misalnya kemudian bagaimana mereka turun
ke lapangan untuk ee
survei melakukan interview itu ee yang
apa yang bisa dilakukan gitu ya
ee Eh ya sekarang sedang gencar promosi
produk-produk darur ulang pasti dalam
perspektif eh life cycle sustainability
assessment bagaimana ya? Mm baik ini
menarik nih ee pertanyaannya ee terkait
dengan produk-produk dar ulang plastik.
Mungkin kalau dalam sisi lingkungan gitu
ya, dalam sisi ekonomi ini ee punya
dampak yang relatively baik gitu ya
Bapak Ibu. karena misalnya dia tidak
menggunakan virgin material, jadi
material bahan baku yang dari awal.
Kemudian dia juga memberikan nilai
ekonomi lagi terhadap sampah gitu ya,
terhadap ee apa bahan-bahan plastik yang
seharusnya masuk ke pengolahan limbah
tapi sekarang punya nilai ekonomi lagi
gitu ya. Tapi kalau untuk dampak
sosialnya mungkin saya
tidak punya pengetahuan lebih jauh Bapak
Ibu terkait dampak sosialnya karena ya
ee perlu kajian misalnya bagaimana
dampak sosial terhadap orang-orang di
sekitar TPA, kemudian misalnya apakah
ada dampak ekonomi, kemudian ee ya
dampak-dampak sosial mungkin yang masih
ee abu-abu gitu ya. Dan tadi kalau
misalnya Bapak, Ibu yang ada risetnya
terkait dengan darulang plastik, saya ee
sangat mengencorage gitu ya, sangat ee
mulai mempertimbangkan bagaimana dampak
ekonomi, dampak sosial dan menjadikannya
satu apa riset yang komprehensif gitu ya
untuk yang mempertimbangkan semua dampak
dalam sustainability atau ya dalam
sustainability assessment.
Eh, ya. Kemudian ini yang terakhir ya.
Eh, masih ada ya Bapak Ibu. Jadi apakah
ada standar nasional dan globalnya untuk
LCA tersebut? Tadi sudah ada ya Bapak
Ibu ya. Ada di slide saya untuk LCA.
Kalau untuk di Indonesia tadi ada
standar dari Kemenlk, kemudian ada apa
ee
ee acuan bagaimana me
apa melaporkannya ya. Jadi ada acuan
untuk pembuatan laporan LCA dari Kemenlk
untuk ee proses di propernya sendiri.
Ada lagi ee pertanyaannya Mbak Silvi.
Iya. Untuk yang dari Slido ee sudah Bu
mungkin akan dibuka sesi tanya jawab
secara langsung ya Bu. Apakah
boleh?
Ya boleh. Silakan Bapak Ibu kalau
misalnya ada yang mau bertanya atau mau
sharing. Saya juga sangat senang sekali
kalau misalnya Bapak Ibu sharing ada
yang risetnya di LCA.
Oke, ini ada yang sudah angkat tangan
ini ada Pak Harmin mungkin saya
persilakan Pak untuk menyampaikan
pertanyaannya.
I selamat siang Bapak Ibu. Selamat siang
Bu Dika.
Ya, perkenalkan saya Harmen. Saya
akademisi di Universitas Lampung. Ya,
ini LCA dulu memang pernah saya cukup
kenal di awal-awal 2000-an gitu ya. Ya,
saya lihat LCA ya. Kebetulan saya di
bidang energi gitu.
Jadi energi dan lingkungan ini kan sudah
pasangan yang harmonis gitu Bu ya.
[tertawa]
Ya, ini tentang ini saya pernah coba
untuk kajian tentang mungkin di awal itu
kan di audit energy lah mungkin di
ininya cikal bakalnya gitu untuk KCA
terutama sekali ya mungkin bukan hanya
Indonesia waktu itu masih ASEAN gitu kan
kita sangat sulit sekali itu data gitu
loh karena si ini kan basis data itu
sangat ee kuat sekali gitu kan tingkat
kepercayaan data yang kita dapat gimana
gitu kan nah energi ini seperti yang
gampang aja misalkan energi listrik di
industri gitu itu tidak semua industri
itu mau memberikan data energi
listriknya ke kita gitu kan apalagi
energi-energi yang lain. Nah, di sini
saya lihat kalau misalnya tidak adanya
suatu regulasi yang memberikan ee apa
namanya ya semacam tanda kutip pemaksaan
lah gitu ke industri ini akan sulit kita
untuk melakukan ee semacam eh life cycle
assessment ini gitu kan. Karena bagi
kalangan industri mereka ya cuman kalau
misalnya sudah profitnya sudah bagus
mereka sudah enggak peduli lagi. Padahal
AC ini adalah global sifatnya atau kita
Indonesia atau ya global lah gitu. Nah,
mungkin bagaimana
ee Ibu untuk mengatasi ee data ini
karena saya dulu cukup ee kalangkabut
juga untuk data ini. Enggak dapat data
yang cukup baguslah gitu kan. Nah,
kemudian juga untuk LCA ini kan kita
lihat misalkan ee kita menilai itu titik
nolnya itu gitu Bu. Misalkan dalam
proses industri apakah titik nolnya ini
kita dibahan baku sampai produk jadi?
Karena LCA ini kan suatu siklus gitu
kan. Misalkan bahan baku itu juga kita
harus perlu lihat dari mana dia berasal,
berapa kontribusinya terhadap misalnya
sosial, lingkungan juga ekonominya gitu
kan. sehingga nanti produk itu kembali
lagi ke awal lagi gitu. Nah, mungkin ini
dulu ya, Pak. Terima kasih, Bu,
ya. Baik, terima kasih. Mungkin saya
jawab dulu boleh ya, Mbak Silvi ya, biar
saya enggak lupa. Baik, Pak. Tadi Pak
Aduh, saya lupa Pak siapa tadi?
Pak Armen. Iya, Pak Armen. Pak Armen.
Terima kasih Pak Armen dari UNILA
Lampung ya, Pak Armen ya. Ya. Ee ya,
terima kasih pertanyaan Pak Aren. Saya
juga ya e terkait dengan data ya.
Saya juga kemarin di di UI melakukan
berbagai riset terkait LCA. Kemudian
juga misalnya ee
apa terkait dengan industri gitu ya.
Kemarin saya salah satunya adalah LCA
ban dan ini sangat unik Pak Armen. Jadi
mereka membuat LCA ban ee tapi ternyata
perusahaannya perusahaan dari luar dan
perusahaan di Indonesia enggak punya
data gitu ya. Jadi kita agak bingung.
Jadi kita harus mengukur dampak
lingkungannya, mengambil datanya dari
mana gitu ya. Ee nah tapi ya itu tadi
maksudnya ketika tidak ada data maka
tentu saja tidak bisa dihitung. Nah,
tadi setuju dengan Pak Armen bahwa
pemerintah sudah menetapkan proper
sebagai salah satu kewajiban ya di mana
LCA dimasukkan dan itu menurut saya
adalah salah satu usaha pemerintah untuk
punya database untuk berbagai macam
industri di Indonesia. ee dan salah satu
juga sumber datanya mungkin bisa dari
asosiasi industrinya. Ee saya pernah
terlibat dalam salah satu untuk ee
asosiasi terkait tambangnya batuara.
Jadi ada asosiasinya di situ ee secara
kolektif gitu ya asosiasinya yang
mengumpulkan data dari berbagai
perusahaan batuara. Jadi, penggunaan
energi, penggunaan air dan lain-lain
dalam life cycle assessment laporannya
itu yang dimasukkan sebagai database ya.
Nah, eh jadi salah satu sumbernya bisa
dari database organisasi dan kalau
misalnya memang tidak ada misalnya untuk
mesin ya, permesinan ee salah satunya
adalah dengan melihat ke sistem yang ada
di tempat lain gitu. misalnya dia punya
mesin yang sama, kemudian misalnya ee
kita lihat masa pakainya berapa lama
dalam sehari kemudian ya seperti itu.
Jadi ada tadi asumsi-asumsi bahwa oh
ternyata mesinnya sama dengan yang ada
di tempat lain kemudian kita bisa
menggunakan asumsi ini. tapi balik lagi
tetap berbasis
gitu ya, berbasis ee saentifik gitu Pak
Armen ee dan ya saya setuju bahwa
masalah data sangat ee krusial dan ya
balik lagi kalau misalnya Bapak Ibu ee
apa memegang data di kantornya, di apa
di perusahaannya mungkin saya
mengencourage untuk mulai meng-keip
datanya secara bagus, menyimpan dengan
bagus secara online historical data.
Jadi ketika kita membutuhkan datanya itu
akan mudah digunakan gitu ya.
Kemudian tadi yang kedua terkait dengan
titik nolnya. Mulainya dari mana ya, Pak
ya? Jadi siklus hidupnya jadi ee ada
namanya ruang lingkup LCA yang namanya
cradle to grave, cradle to gate atau
gate to gate gitu ya. Jadi kalau cradle
to grave dari mulai bahan baku mentah
sampai ke grave-nya. Grave itu
pengolahan limbahnya gitu ya. atau
misalnya ee gate to gate misalnya dari
ketika produknya keluar dari pabrik
sampai dengan dia mau masuk ke
pengolahan limbah. Jadi ada berbagai
macam ee lingkupnya ya, Pak ya. Dan saya
karena saya juga kemarin di akademisi,
maksudnya di bagian riset ketika
mahasiswa mau ee riset terkait dengan
LCA balik lagi terkait dengan
ketersediaan data, Pak. Jadi ketika kita
sudah ambisius banget nih mau wah saya
mau dari titik ini dari bahan baku
mentah sampai dengan pengh limbah
ternyata datanya enggak ada jadi agak
sulit gitu ya. Nah, makanya di tahapan
LCA itu panahnya ee selalu ee
bolak-balik gitu ya. Jadi dari
interpretasi hasil kita balik lagi ke
tujuan dan ruang lingkup sebenarnya
karena kita lihat lagi atau misalnya
dari analisa inventory kita balik lagi
ke tujuan ruang lingkup karena ketika
kita sudah sampai di proses analisa
inventori oh ternyata saya enggak punya
data nih di bagian awal gitu ya mungkin
saya lingkupnya mau saya kecilin aja
gitu dari mulai misalnya dari produksi
aja karena jadi saya ada mahasiswa yang
meneliti LCA ee sampai singkong dan tapi
saya awalnya agak pesimis gitu ya masa
dia bisa dapat data dari pertanian
ternyata emang dapat gitu. Padahal saya
mau memperkecil lingkupnya ternyata
dapat gitu ya. Nah, jadi bisa
memperkecil lingkup berdasarkan tadi
balik lagi ke analisa inventory-nya gitu
ya Pak. Jadi oh saya enggak punya data
di sini jadi saya bisa memperkecil
lingkumnya dan ketika melaporkan balik
lagi karena LC tentang transparansi
tentang bagaimana memperlihatkan laporan
ee detail LCA-nya. Jadi kita bisa
sampaikan di situ bahwa datanya terbatas
di proses ini. Jadi prosesnya cuman
sampai dari CD E G apa get to get to
gate misalnya. Seperti itu, Pak dari
saya pendapat saya.
Terima kasih
ya.
Ya. Apakah sudah terjawab mungkin, Pak?
Oke, jika sudah mungkin ee ke penanya
selanjutnya ada Pak Syahru
ya. Silakan, Pak.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Eh, izinya Kak Duica nih. Saya juga
kebetulan juniornya Kak Duica di Spensa
dulu nih.
Ee jadi yang ingin saya tanyakan adalah
ee apa sih pendekatan yang terbaik
ketika kita ingin membandingkan
dari hasil penilaian siklus hidup yang
menggunakan unit fungsional yang
berbeda, Kak? Apakah ada nih
trik-triknya nih? Karena kan ee
mengingat kami yang orang baru dalam LCA
itu ketika ada suatu kasus kita ingin
memandingkan nih antara siklus hidup
yang berbeda di dalam ee ronal
lingkungannya dengan unit fungsional
yang berbeda. Apakah bisa seperti ituah?
Apakah ada pendekatannya? Itu yang
pertama. Yang kedua, ada enggak sih cara
penentuan faktor konversi emisi dan
energi untuk material yang berbeda dalam
LCA, Kak?
mungkin study case-nya seperti ee
pembangunan menggunakan industri beton
atau juga terkait dengan industri
batubara, Kak. Yang mengingat kalau dari
prinsip berkelanjutan kan bertolak
belakang tuh, Kak, antara sosial dan
lingkungan. Nah, kira-kira ada enggak
sih ibaratnya cara penentuan faktor
konversinya, Kak? Mungkin itu aja sih
dari saya. Terima kasih.
Iya, baik, terima kasih. Langsung saya
jawab ya, Mbak Silvia ya. Ya. Heeh. Iya.
Ini jadi saya ketemu adik kelas saya di
SMP ya, sekarang malah sudah jadi doktor
gitu ya. Halo ya, Mas Sahru ya. Ee
mungkin pertama terkait tadi dengan
perbandingan ee functional unit ya.
Ketika membandingkan ee dua produk tadi
saya juga sudah sempat sampaikan bahwa
dia harusnya apple to apple. Jadi jangan
apple to orange misalnya 10 kg dengan 10
lit. Jadi masih agak sulit gitu ya untuk
ee apa membandingkannya dan misalnya
sistemnya berbeda balik lagi
perbedaannya ada di mana kemudian nanti
bisa di apa sampaikan di laporannya gitu
ya. Dan mungkin kita enggak bisa
langsung bilang misalnya saya
membandingkan piring sama gelas gitu ya
satu buah piring dan satu buah gelas
atau misalnya produk yang lebih ekstrem
lagi. Ee atau misalnya Mas Saru bisa
kasih saya contoh ee produk yang
dibandingkan apa gitu.
Sori masih mute. Iya.
Oke. Ee misalnya nih, Kak produknya
kalau kita berbicara terkait di dalam ee
lingkungan nih misalnya antara ee satu
batuan nih misalnya batuannya satu
andesit yang satu dia batu kapur Kak
misalnya dalam industri ini
penggaliannya.
Oh ya ya.
Heeh. Nah, itu kan sama tuh jenisnya.
Cuman dia dari segi spesifik batunya kan
dia berbeda nih, Kak. Heeh.
Heeh. Nah, itu bisa enggak dia life
cycle-nya ee kan ketika kita mau
melakukan penggalian itu kan ada
ibaratnya rencana untuk ee tahap pasca
tambangnya istilahnya tuh, Kak. Nah, di
dalam pasca tambang tuh kan pasti ada
dia life cycle-nya bagaimana. Nah,
kira-kira bisa enggak seperti itu, Kak,
antara batu kuarsa ataupun batu andesit.
Eh, oh ya. Baikbaik. Oh, tapi kan ini
produknya masih sama ya. Jadi maksudnya
produknya batu. Jadi misalnya ya 1 ton
misalnya e batu andesit kemudian 1 ton
batu satu lagi gitu ya.
Iya. Tapi jenisnya beda.
Heeh. Jadi kalau misalnya mau memilih
dua produk walaupun sistemnya berbeda ya
kita bisa membandingkan aja gitu ya
karena dia masih ee ya itu masih apple
to apple gitu ya. Produknya sama batu
berarti bisa pakai functional unit 1 ton
misalnya ya. Walaupun sistemnya berbeda
karena kan kita melihat dampak
lingkungan per produknya kan untuk
memilih produknya.
Jadi menurut saya masih bisa
dibandingkan walaupun misalnya nanti ee
prosesnya berbeda gitu kan misalnya dia
menggunakan alat yang berbeda. Tapi kan
ee pada dasarnya itu adalah ee jenis ee
apa produknya dengan sistem yang beda
tapi keluarannya tetap oh satu satu 1
ton misalnya seperti itu. Jadi menurut
saya tetap bisa dibandingkan ya.
Oke oke oke.
Iya. kecuali dia sangat beda banget ee
misalnya mau bandingkan batu dengan apa
gitu ya. Kalau misalnya masih di area
tambang misalnya satu sektor, satu
industri menurut saya masih bisa apple
to Apple gitu ya. Kemudian yang
terkait yang kedua mungkin ini agak
kompleks ya mungkin harus ikut
trainingnya dulu ya Mbak Silvia karena
ini terkait dengan faktor emisi
karena ee dalam di software-ya sendiri
kita misalnya sudah ada faktor emisi
yang digunakan untuk menghitung dampak
lingkungan.
Ee kalau saya dulu di ee studi master
saya, saya belajarnya menghitungnya
dampaknya itu dengan Excel dulu. Jadi
kita memahami bagaimana software-nya
bekerja dan ada ee penjelasan bagaimana
menghitung faktor emisinya. Jadi ada
dokumennya kalau misalnya cari terkait
dengan life cycle impact methods itu dia
atau eh itu dia punya penjelasan
bagaimana menghitung faktor emisi dari
misalnya dari ee ya macam-macam gitu ya.
Jadi ada ada cara perhitungannya
mempertimbangkan apa saja gitu ya dan
apa dia juga memperhitungkan dampak dari
ee ke air, ke udara, ke lingkungan
sehingga dia bisa jadi satu faktor emisi
gitu. Jadi itu agak agak lebih detail
sebenarnya ke faktor emisi ee tapi bisa
dilihat ee dokumennya kalau ingin
membaca lebih jauh ya.
Siap, Kak. Oke, makasih.
Sama ya.
Oke, mungkin ee karena kita juga pada
hari ini terbatas oleh waktu ya, Bapak
Ibu semua, mungkin ee masih banyak
pertanyaan dari Bapak Ibu, namun ee
karena keterbatasan waktu jadi ee Bapak
dan Ibu semua mungkin ee bisa nanti
mengikuti pelatihannya karena di
pelatihan itu ee waktunya 5 hari. Jadi,
Bapak dan Ibu semuanya bisa lebih
leluasa ya untuk ee bertanya dan
berdiskusi mengenai LCA ini.
Oke, ee sebelum saya mengakhiri mungkin
saya akan melakukan sesi dokumentasi
terlebih dahulu. Jadi, bagi Bapak Ibu
semua yang bisa untuk menyalakan kamera,
silakan untuk menyalakan kameranya.
Oke, saya akan dokumentasikan. 3 2 1.
Ya, sekali lagi saya ucapkan terima
kasih kepada Bu Dwica yang sudah ee
menyampaikan materinya dan juga Bapak
Ibu semua yang sudah hadir ee hingga
sesi akhir. Tadi ada 800 peserta yang
hadir di ee Zoom ataupun yang mengikuti
streaming di YouTube. Dan terima kasih
juga kepada Mbak Chandra yang sudah ee
tadi menyampaikan untuk ee pelatihan di
Ekoedu. Saya ucapkan terima kasih dan
saya undur diri. Ee sampai bertemu di
webinar minggu
depan.
Bapak warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
[musik]