Transcript
RopNQsiVnGA • Webinar 33 Life Cycle Sustainability Assessment untuk Mengukur Dampak Lingkungan, Sosial dan Ekonomi
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0066_RopNQsiVnGA.txt
Kind: captions Language: id Pengembangan sumber daya manusia adalah bagian dari proses dan tujuan dalam pembangunan Indonesia. [musik] Upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas salah satunya dapat dilakukan melalui pelatihan. Ekoedu hadir sebagai platform pelatihan lingkungan hidup yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia. Saat ini kami memiliki 15 paket pelatihan, [musik] yaitu persetujuan teknis AI limbah, persetujuan teknis emisi udara, persetujuan [musik] teknis limbah B3, penyusunan dokumen KLHS, penyusunan [musik] dokumen RPPLH, pemodelan kualitas air sungai, pemodelan dispersi udara, pemodelan air tanah, life cycle assessment, perhitungan emisi gas rumah kaca, pengelolaan banjir dan sedimentasi [musik] sungai, perancangan dan pemilihan insator sampah dan limbah B3, pemantauan kualitas udara dan air menggunakan sensor, pelatihan sistem informasi geografis, dan pelatihan remote sensing. Alumni pelatihan kami sudah lebih dari 2.500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia. Layanan [musik] kami terbuka untuk perusahaan, pemerintahan, perorangan, ataupun pemerhatuan. Ekoed Eduedu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas [musik] dengan menghadirkan pengajar yang berpengalaman. memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manaun. Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya karena mereka pengetahuan mereka tentang yang mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya, terasa gitu manfaatnya di kami, terutama untuk e para konsultan yang tenaga-tenaga ahli. Saya memilih Eco Edu mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Eco Edu ya yang akan menyenggarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya banyak baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang diselu. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik di latihan gitu. Jadi saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Ibu menyampaikan informasinya. Eko Edu karena pelatihan-pelatihnya itu selalu terdini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau itu bagus dan terbaiklah keannya. Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang harapkan begitu ya. bertemu dalam penyimpinan AMD saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam jasan AMDA terkini dari ahlinya langsing di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya. Jadi ada teknologi terbaru yang didapat itu di e-learning ya, yaitu luar biasa juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. Eh, e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. Kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. Arning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di 7 sangat membantu Mbak. Jadi saya e ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana aja. Juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari kas padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya? Kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah. Jadi menurut saya sepadan Bu karena memang e pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan pekerjaan yang ada di sekitar lingkungan saya sendiri gitu. Saya kira sepat sesuailah dengan apa yang didapatkan. E-KTP efektif, tepat dan profesional. Hebat, cermat, dan hebat. Keren, profesional dan juga kezinian. Pengembangan sumber daya manusia adalah bagian dari proses dan tujuan dalam pembangunan Indonesia. Upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas salah satunya dapat dilakukan melalui pelatihan. Ekoedu hadir sebagai platform pelatihan lingkungan hidup yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia. Saat ini kami memiliki 15 paket pelatihan, yaitu persetujuan teknis AI limbah, persetujuan teknis emisi udara, persetujuan [musik] teknis limbah B3, penyusunan dokumen KLHS, penyusunan dokumen RPPLH, pemodelan kualitas air sungai, pemodelan dispersi udara, pemodelan air tanah, life cycle assessment, perhitungan emisi gas rumah kaca, pengelolaan banjir dan sedimentasi sungai, perancangan dan pemilihan insinerator sampah dan limbah B3, pemantauan kualitas udara dan air menggunakan sensor, pelatihan sistem informasi geografis, [musik] dan pelatihan remote sensing. Alumni pelatihan kami sudah lebih dari 2.500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia. Layanan kami terbuka untuk perusahaan, pemerintahan, perorangan, ataupun pemerhati lingkungan. [musik] Ekoed Eduedu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang berpengalaman. memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun. Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya karena mereka perah mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya, terasa gitu manfaatnya di kami terutama untuk e para konsult hutan yang menemukan tenaga-tenaga ahli gitu. Sehingga saya memilih Edu dan sempat mengikuti pelatihnya juga dan itu terbukti benar gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada ya yang akan menyarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya baca baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang disatkan oleh. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikutan gitu. Jadi saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Edu menyampaikan informasinya. Eko edu itu bagus karena pelatihan-patihnya itu selalu terbini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya itu bagus-bagus dan terbaiklahnya. Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya. ter dalam penyusunan dokumen tapi saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam kegiatan AMDA terkini dari ahlinya langsing di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi baru yang saya dapat itu di e-learning ya itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan [musik] yang banyak banget. Eh e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. Kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat itu di sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana aja. 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari kas padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadan. Jadi menurut sepadan Bu karena memang pelatihannya pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di e sekitar lingkungan saya sendiri gitu. Nah, saya kira sepat sesuailah dengan apa yang kita dapatkan. EKTP efektif, tepat, dan profesional. Hemat, cermat, dan hebat. Keren, profesional, dan juga ke sini. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang Bapak Ibu semua yang sudah hadir di Zoom ee kita kali ini. Ee selamat datang di webinar ke-33 yang diselenggarakan oleh Ekoed Eedo Indonesia. Hari ini tanggal 6 Juli 2023 kita akan eh membahas webinar mengenai Life Cycle Sustainability Assessment untuk mengukur dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi. Perkenalkan nama saya Silvi. Saya yang akan menjadi moderator di eh webinar pada hari ini mulai pukul 10.00 hingga jam 12.00 siang nanti ee untuk membuka webinar kita ee mari kita ee membaca doa menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Berdoa dimulai ya. Berdoa dicukupkan. Kita juga akan buka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. [musik] Oke. Baik. untuk pembahasan ee kita pada pagi hari ini sampai dengan siang nanti mengenai LCA atau life cycle eh assesment. Nah, eh sebelumnya kita di Eko juga sempat menyelenggarakan webinar mengenai pembahasan ini sudah dua kali. Nah, tapi karena antusiasme Bapak dan Ibu semua mengenai pembahasan ini, jadi kita mengangkat kembali ee pembahasan LCA ini. Mungkin sebelumnya saya akan sapa-sapa terlebih dahulu. Ini Bapak, Ibu yang sudah bergabung ada 310 orang. Saya ingin tahu nih, apakah Bapak Ibu semua yang ee sekarang bergabung apakah sudah ee menonton ee video webinar yang sebelumnya atau belum? Atau ee saya juga pengin tahu nih ee alasan Bapak Ibu semua mengikuti webinar. ee mengenai topik ini apakah memang ee sedang ada yang dikerjakan yang ee berhubungan dengan pembahasan kita di pagi hari ini. In saya akan sapa dulu ini ada Pak Irfan Akbar. Selamat pagi, Pak. Boleh di-unmute, Pak. Mungkin bisa di-unmute terlebih dahulu. Oke, sudah. Selamat pagi, Pak. Bagaimana kabarnya pagi hari ini? Baik. Suaranya kecil nih, Pak, di saya. Alhamdulillah baik. Alhamdulillah baik ya, Pak. Nah, sebelumnya apa sudah pernah menonton, Pak, untuk ee webinar kita sebelumnya? Pernah. Pernah ya. Oh, sudah pernah juga ya mengikuti. Oke. Ee mungkin boleh diceritakan nih, Pak ee alasannya kenapa ee mengikuti webinar e mengenai LC ini. Kalau dari menurut saya pribadi suka gitu mempelajari ilmu-ilmu baru khususnya tentang mengenai dampak-dampak lingkungan ataupun tentang live assessment sustainability ini dan juga saya tertarik untuk mendengarnya dan apalagi pematerinya, pemateri hebat semua di sini. Oke, baik ya. Terima kasih banyak, Pak. Terima kasih sudah menyempatkan untuk hadir di webinar ini. Semoga sehat selalu. Oke, mungkin saya juga ini akan ee menyapa Bu Ria Yusufin. Halo, selamat pagi Bu. Selamat pagi menjelang siang, Mbak. Bagaimana, Ibu? Sehat? Alhamdulillah. Alhamdulillah sehat. Oke, Bu. Ee mungkin saya pengin tahu ini Bu alasan ee kenapa mengikuti webinar di hari ini. Ee iya ee alasan yang pertama ee memang kami juga ee sama dengan tadi Pak Akbar ya ingin menambah wawasan tentunya dan pengetahuan. Terus yang kedua memang ini ee berkaitan dengan tugas kami selaku ee koordinator ataupun ee ee apa evaluator di tim Proper ee Sulawesi Barat. Nah, ini berhubungan dengan ee apa ee aspek-aspek penilaian untuk di ee proper seperti itu, Mbak. Oh, gitu. Oke. Berarti berhubungan dengan apa yang sedang dikerjakan, ya, Bu? Betul, Bu. Betul, Mbak. Iya. Oke. Baik, terima kasih, Bu. Mungkin nanti bisa ditanyakan apa yang ingin ditanyakan ke pemateri kita pada hari ini ya, Bu. Siap. Siap. Siap. Oke, siap. Terima kasih, Ibu. Semoga sehat selalu. Oke, mungkin selanjutnya di sini juga ada Pak Gunawan. Halo, selamat pagi, Pak. Itu saja bisa di-unmute terlebih dahulu. Iya. Bagaimana, Pak, kabarnya pagi hari ini? Halo, Pak. Ee Gunawan. Oke, mungkin sedang beraktivitas yang lain ya. Ee kita beralih ke Pak ee Pitriono. Halo, selamat pagi, Pak. Boleh di-unmute dulu mungkin, Pak. Belum di-unmute, Pak. Jadi belum terdengar suaranya. Oke, mungkin terkendala sulit untuk unmute ya, Pak. Belum terdengar ini soalnya di saya mungkin saya beralih ke Pak Anton Sujarwo. Oh, sudah bisa. Halo, Pak. Selamat pagi. Selamat pagi. Iya. Bagaimana, Pak kabarnya pagi hari ini? Ya, sehat ya. Alfiat ya. Oke. Ee iya mungkin boleh Pak disebutkan nih kenapa e mau mengikuti webinar kita hari ini. Untuk menkan otak-otak kita jadi orang yang gitu. Aduh suaranya kurang jelas ini di saya. Iya. Ya, ya, ya, iya. Tapi ee oke, terima kasih ya, Pak, sudah menyempatkan untuk hadir di webinar. Mungkin nanti ee apa yang ingin ditanyakan pemateri boleh sekali untuk ee ditanyakan. Terima kasih banyak ya, Pak. Oke. Nah, ee sebelumnya mungkin ada Bapak, Ibu di sini yang baru mengenal ee Eko Edu, yang baru pertama kali mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Ekoedu. Nah, sebelum ee materi saya akan memperkenalkan sedikit mengenai sebetulnya EKOED itu apa sih? Nah, ee Ekoedu atau PT Ekoedu Indonesia ini merupakan pusat pelatihan bersertifikat yang berfokus pada pelatihan lingkungan hidup. Pelatihan kami diselenggarakan ee bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia baik secara individu maupun instansi. Pelayanan kami juga terbuka untuk perusahaan, pemerintah, perorangan, pemerhati lingkungan, dan pihak lain yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang lingkungan. Untuk pelatihan kami juga ini diselenggarakan secara online dan offline. Nah, pelatihan di kami ini berbasis SPL ee yang pertama itu silabus yang komprehensif, lalu ee pengajar yang berkualitas dan juga kami mengedepankan ee latihan praktis ee pembelajaran kami dengan ee praktik secara langsung melalui studi kasus dan juga kami memfasilitasi ee seluruh peserta kami dengan e-learning ee yang dapat nantinya mengakses materi di manapun dan juga dapat mengulang materi yang sudah didapatkan. melalui rekamannya. Nah, di sini ee saya perkenalkan beberapa pengajar yang ada di Ikoedu ee yang sebagian besar merupakan dosen ee ITB dari berbagai keilmuan. Ada dari teknik lingkungan, teknik kimia, matematika, lalu rekayasa kehutanan, dan ee teknik geodesi dan geomatika. Nah, sebetulnya masih banyak pengajar-pengajar yang ee ada di Eko ee namun di sini saya hanya ee memperkenalkan sebagiannya saja. Nah, ini juga ee pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh Ekoedu. Salah satunya ada ee yang mengenai pembahasan kita hari ini ada pelatihan life cycle assessment, lalu juga ada penyusunan dokumen ada dokumen KLHS, LWPLH, lalu ada juga AMDAL ee lalu ada mengenai persetujuan teknis ada limbah B3, emisi udara, air limbah, pengelolaan banjir, lalu pemodelan Sig, perhitungan emisi gas rumah kaca dan lain-lain. Nah, ini juga saya informasikan ee beberapa pelatihan terdekat yang akan kami selenggarakan. Di minggu depan itu ada pelatihan perhitungan emisi Gas Rumah Kaca. Lalu di minggu selanjutnya ini ada pelatihan life cycle asesment di tanggal 17 sampai dengan 21 Juli 2023. Nah, untuk pelatihan ini masih ada diskon Bapak Ibu semua. Jadi ee bagi Bapak Ibu yang setelah mengikuti webinar ini ingin ee mempelajari lebih lanjut mengenai LCA boleh segera untuk mendaftar karena diskonnya ini terbatas hanya sampai ee hari Senin depan atau 10 ee 10 Juli 2023. Lalu di ee minggu selanjutnya ada ee pelatihan pemodelan dispersi udara menggunakan AirMode, Calpff, dan high sprit. Ini juga masih ada diskon ya, Bapak, Ibu. Lalu juga kami menyelenggarakan pelatihan perancangan dan pemilihan insinerator dalam pengelolaan sampah dan limah B3 di tanggal 24 sampai 28 Juli 2023. Ee lalu ada pelatihan pemantauan kualitas udara dan air menggunakan teknologi sensor dan analyer. Nah, untuk pelatihan ini juga masih ee diskon. Jadi, bagi Bapak Ibu semua yang ingin mengikuti pelatihan-pelatihan tersebut silakan untuk segera mendaftar. Nah, jika Bapak, Ibu semua masih ingin ee mencari tahu mengenai pelatihan yang kami selenggarakan, boleh silakan langsung hubungi ke admin kami. Di sini ada admin RI dan admin ataupun mengunjungi sosial media kami, ada Instagram, YouTube, Facebook, Twitter, maupun ke website-nya langsung. Namun jika Bapak, Ibu sudah menentukan pilihan, ingin mengikuti pelatihan apa, silakan untuk segera mendaftar di pendaftaran.ecoedu.id. Nah, mungkin itu sedikit perkenalan ee mengenai Ekoedu. Jadi, bagi Bapak Ibu semua yang tertarik untuk mengikuti pelatihannya, kami tunggu di pelatihan ya, Bapak Ibu semua. Nah, kita ee kembali lagi ini membahas mengenai topik webinar kita pada hari ini. Ee sebelumnya ee kita sudah membahas ee mengenai perhitungan ee LCA lalu juga pengenalan LCA. Nah, sekarang eh kita lanjut ini pembahasan mengenai life cycle sustainability assessment untuk mengukur dampak lingkungan, sosial, dan juga ekonomi. Jadi lebih menyeluruh ya sosial dan ekonominya juga. Nah, bersama dengan Ibu Dwika Wulandari yang merupakan eh praktisi LCA yang sekarang sedang menempuh eh studi S3-nya di University of Manchester. Nah, karena beliau sudah berada di tengah-tengah kita, e saya akan sapa terlebih dahulu. Selamat pagi, Bu Dwika. I selamat pagi, Mbak Silvi. I, bagaimana Ibu kabarnya hari ini? Alhamdulillah baik, Mbak Si. Apa kabar? Alhamdulillah. Baik juga, Bu. Di sana ee sekarang jam berapa, Bu? Di sini sekarang jam 0.16, tapi sudah subuh di sini karena lagi summer ya. Oh, gitu. Jadi lebih cepat subuhnya. Lebih cepat, ya, Bu. Waduh, jam .00 ini Bu Diika sudah bersemangat nih untuk membagikan ilmunya kepada kita. Nah, semoga kita juga sama-sama semangat untuk mendengarkan ee materi dari Bu Dukika ini ya. Jadi bagi Bapak Ibu semua yang banyak mungkin pertanyaan mengenai ee pembahasan kita boleh nanti ee di sampaikan di slidu ya Bu. Oke, mungkin untuk mempersingkat waktu saya persilakan Bu untuk memulai menyampaikan materinya ya. Baik. Ee Mbak Silvi, ada yang mau membacakan CV dulu? Oh, nanti saja. Oke. Baik. Iya, ya. Baik. Ee sebentar Bapak Ibu, saya coba share screen dulu ini karena saya pakai dua device yang satunya sambil menunggu kayaknya masih banyak yang baru masuk ya, jadi agak tangting-tangting. Iya, betul. Nanti pasti akan terus bertambah. Iya. Apakah sudah terlihat ya untuk ini saya di Bapak Ibu sekalian? Belum, Bu. Belum ya. Oke, sebentar. Sudah terlihat Bapak, Ibu? Sudah. Sudah terlihat Bu ya. Baik. Ee bismillahirrahmanirrahim. Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee selamat pagi Bapak Ibu peserta webinar dari Eko Edu. Perkenalkan mungkin saya perkenalan diri dulu ya. Eh ya jadi nama saya Dulandari. Eh jadi bukan Duika Mbak Silvi. Maaf. Jadi tapi emang biasanya saya suka salah antara Duwica dan Duika. Eh ya tapi saya biasanya dipanggil Dwica. Kemudian mungkin sedikit ee background dari pendidikan. Jadi saya saya aslinya dari Jambi. Bapak Ibu mungkin ada Bapak Ibu yang dari Jambi. Ee jadi saya dari kecil sampai SMA di Jambi. Kemudian saya melanjutkan pendidikan S1 eh dan S2 Festrack di Teknik Lingkungan di Universitas Indonesia. Kemudian ee ya saat di UI itu saya fokusnya di air limbah. Jadi air limbah, kemudian juga ee biogas dan kemudian saya melanjutkan S2 di bukan melanjutkan ya, jadi saya mengambil S2 lagi di industrial ecology di eh Charmers University of Technology di Swedia karena saat itu saya mau fokus mengambil eh ke bidang teknikan tapi yang modeling gitu ya. Karena di S1, S2 saya yang sebelumnya itu saya fokus ke laboratorium. Kemudian eh di Swedia saya mengambil life cycle assessment. Jadi memang jurusan itu spesifik untuk eh permodelan, banyak permodelan. Eh salah satu mata kuliahnya yang diajarkan ada life cycle assessment dan kemudian saya mengambil tesis di bidang life cycle assessment. Saat itu eh sistem tesisnya internship ya. Jadi 6 bulan mengerjakan project di salah satu perusahaan di Swedia. Nah, ee kemudian saya kembali ke Indonesia ee mencari pekerjaan ya di bidang LCA saat itu 2000 189 itu LCA masih baru baru sekali dan saat itu ada kebutuhan untuk konsultan LCA karena LCA belum ada di peraturan di ee saat ini. Kalau saat ini sudah di proper ya. Kalau waktu itu baru baru akan jadi belum menjadi kewajiban sebagai salah satu persyaratan proper. Nah, saat itu saya mengerjakan LCA di PT Pertamina di MOR di MOR eh Semarang. Jadi ada 10 TBBM di Pertamina yang saya buatkan saya bantu untuk membuatkan LCA-nya. Kemudian saya mm balik ke Universitas Indonesia ee sebagai dosen tidak tetap. Jadi saya mengajar dari 2019 sampai 2022 sampai saya sebelum berangkat ke Inggris untuk S3 itu di UI di teknik lingkungan lagi. Di situ saya juga ee mengajar LCA di S2-nya. Kemudian ee ya mengerjakan eh projek-projek terkait dengan LCA dan juga riset-riset terkait LCA. Dan saat ini saya eh sedang melanjutkan S3 di University of Manchester di bawah Tindal Center for Climate Change. Jadi ada tim riset yang memang khusus ke eh perubahan iklim dan topik saya saat ini adalah terkait dengan bioenergy modeling juga dan masih ada eh life cycle assessment-nya. Kemudian ee yang menarik mungkin di tim riset saya karena ee apa? Sangat beragam ya, sangat internasional berbagai ee orang dari negara ee berbagai negara. Jadi fokusnya hanya bukan hanya lingkungan Bapak Ibu. Jadi ketika kemarin saya diajakin oleh ee tim Eko Edu untuk menyampaikan webinar eh saya ingin share bukan hanya tentang life cycle assessment tapi juga tentang life cycle sustainability assessment karena eh lingkungan memang menjadi fokus utama namun saat ini juga ada pengembangan yang lebih ke arah ee dampak sosial dan dampak ekonomi dan itu merupakan satu kesatuan ya dalam sustainability assessment. Jadi eh saya coba untuk sharing sebenarnya dengan Bapak, Ibu dan peserta eh lainnya di sini eh apa itu life cycle sustainability assessment dan mengapa ya kita tidak hanya penting untuk melihat dampak lingkungan, tapi juga ee dampak sosial dan dampak ekonomi. Itu sedikit background Bapak Ibu ee background pendidikan dan ketertarikan riset saya. Mungkin juga ada ee peserta yang ingin melanjutkan ee study atau misalnya mau melakukan riset atau tadi saya ee dengar beberapa Bapak Ibu dari DLH ya yang memang apa punya kewajiban untuk melakukan pemantauan lingkungan. Baik. Nah, ini untuk ee beberapa hal yang akan saya sampaikan. Mungkin pertama terkait dengan sustainability. Apa itu sustainability sendiri? Ee mungkin ada yang sudah tidak asing dengan istilah sustainability atau berkelanjutan, tapi nanti kita coba bahas. Kemudian ada saya mau bahas juga terkait dengan life cycle perspective, kemudian ada life cycle sustainability assessment. Jadi eh setelah memahami life cycle perspektif, kita akan lihat eh apa itu life cycle sustainability assessment dan apa saja tools-tools yang ada di bawahnya. Jadi ada life cycle assessment, kemudian ada life cycle cost, dan juga ada social life cycle assessment. Jadi ini eh singkatan-singkatannya ya Bapak, Ibu ya. Jadi ada LCA, LCC, NS S LCA. Baik, itu ee isi presentasi saya kurang lebih hari ini dan mungkin nanti kalau misalnya ada pertanyaan karena ee saya kasih perspektif atau gambaran dengan ee konten ini, tapi mungkin ada beberapa hal yang tidak detail kayak misalnya ee software dan lain-lain itu mungkin nanti akan dibahasnya lebih di training LCA-nya ya kalau untuk perhitungan dan software detailnya. Baik, mungkin pertama ee terkait dengan sustainability. Nah, eh kalau Bapak Ibu lihat di sini saya ee ada gambar ya, gambar pohon ini sebenarnya adalah salah satu pohon di University of Manchester. Jadi saya biasanya tiap pagi ke office ee di kampus dan saya biasanya melewati pohon ini, Bapak, Ibu. Jadi ini mulai dari yang di sini nih yang paling ujung nih saya ingat ini waktu winter kemudian sudah mulai winter itu kemarin pas saya datang masih Oktober ya jadi e Oktober November kemudian ee gambar selanjutnya itu adalah mungkin di bulan seingat saya di Februari kemudian ee ini sekitar April dan ini yang terakhir saya ambil ee sekitar bulan Juni ee ee kemarin ya. Nah, ee jadi ketika apa melihat pohon ini, jadi setiap hari ya saya melewati pohon ini dan saya ee memikirkan gitu terkait dengan sustainability. Kenapa? Karena ee sebenarnya definisinya ini saya punya definisi dari United Nations. Jadi kalau United Nations eh bilangnya bahwa sustainability adalah bagaimana kita ee memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri gitu ya. Jadi berkelanjutan. Dan di sini perlu digaris bawahi bahwa adalah ee kita perlu me pertimbangkan ya kebutuhan dari generasi yang akan datang. Jadi jangan menghabiskan resource-nya untuk sekarang. Nah, sebenarnya balik lagi ke pohon tadi bahwa ee ya itu tadi ada berkelanjutan, ada regenerasi ya dalam setiap musimnya dan pohonnya tetap ada di situ. Maksudnya ee dia punya fungsi tapi misalnya tidak ditebang kemudian tidak di ee ya tidak dirusak dan sehingga tetap bisa memberikan manfaat gitu ya untuk generasi-generasi yang akan datang misalnya untuk mahasiswa-mahasiswa yang di semester-semester selanjutnya yang akan datang ke University of Manchester. Nah, itu sebenarnya konsepnya eh kurang lebih sama dengan sustainability. Jadi, bagaimana kita menggunakan resources yang sekarang eh dengan bijak sehingga generasi kita, anak cucu kita tetap bisa menggunakannya. Nah, itulah eh mengapa sustainability ini erat kaitannya dan punya tiga pilar, Bapak, Ibu. Jadi, eh ada tiga pilar utama dalam sustainability. Yang pertama itu tentu lingkungan. Ee kemudian ee pilar yang kedua ada ekonomi. Kemudian pilar yang ketiga ada sosial. Nah, saya akan coba bahas ee sedikit satu persatu terkait dengan tiga pilar ini, Bapak, Ibu. Jadi kalau misalnya yang pertama untuk ee lingkungan adalah karena konsep keberlanjutan atau sustainable itu didasarkan pada ee tiga pilar keberlanjutan ya. Jadi misalnya yang pertama lingkungan dan ini lingkungan adalah yang paling sering dikaitkan dengan keberlanjutan. Jadi makanya banyak istilah misalnya ee sustainability untuk perlindungan dan pengelolaan lingkungan gitu ya. Kemudian untuk pelestarian sumber daya alam. Kemudian bagaimana ee mempertahankan keanek keragaman hayati dan yang dalam ee apa dalam beberapa tahun terakhir maka mungkin dalam 10 tahun terakhir yang lebih baru adalah bagaimana mempromosikan energi terbarukan ya salah satu dari ee kaitannya dengan pilar lingkungan ini karena memang tujuan dari dari pilar lingkungan ini sendiri adalah untuk ee melindungi ekosistem alam yang mendukung dan ee memast bahwa sumber daya alamnya terus digunakan untuk masa depan. Kemudian ada pilar yang kedua ee ekonomi yang mungkin ee kalau dalam riset atau misalnya dalam ee studi gitu ya. Ini sebenarnya pengalaman saya sendiri di misalnya di studi atau di riset di Indonesia kadang kita terlalu fokus sama ee lingkungan misalnya kemudian ada ee dampak-dampak ekonomi atau dampak sosial yang tidak ikut diperhitungkan dalam ee menganalisa ee project atau dalam riset kita sendiri. Karena pilar ekonomi, pilar ekonomi ini sendiri sebenarnya ee salah satu tujuannya adalah untuk menciptakan sistem ekonomi yang kuat gitu ya, yang inklusif. Artinya bisa untuk semua orang. Kemudian juga yang paling penting adalah bagaimana ee menggunakan sumber dayanya secara efisien. Nah, pilar ini mencakup ee aspek-aspek seperti pertumbuhan ekonomi yang seimbang, kemudian ada yang isasi ee dalam teknologi dan juga ee inovasi berkelanjutan. Dan mungkin yang paling penting untuk masyarakat sendiri adalah bagaimana bisa menciptakan lapangan kerja yang layak ya. Karena nanti akan saya bahas ada sektor-sektor yang memang ee memberikan dampak ekonomi yang selain dampak lingkungan yang ee selain harus dilakukan pengelolaannya karena dia memberikan dampak ekonomi yang ee cukup signifikan kepada masyarakat ya. Ee misalnya kalau Bapak Ibu familiar dengan mungkin ada Bapak Ibu yang familiar dengan misalnya ee sawit gitu ya. Kalau misalnya lihat dampak lingkungannya ada ee perubahan tata lahan. Kemudian, tapi kalau dilihat dalam dari sisi ekonominya bahwa sejak ee 2006 ketika peraturan terkait dengan biofiel dan biodiesel diberlakukan ee sektor kelapa saat itu sudah memberikan 3 juta ee peluang pekerjaan ya untuk masyarakat Indonesia. Mulai dari upstream ee mulai dari apa? dari perkebunannya sampai dengan proses produksi untuk BEL dan biodiesel-nya ya. Jadi ini salah satu ee pilar atau sektor yang memang ee perlu diperhatikan. Kemudian yang terakhir itu adalah pilar sosial. Nah, pilar sosial ini ee fokusnya adalah kesejahteraan masyarakat. Jadi, bagaimana sustainability itu juga tujuannya untuk ee untuk kesejahteraan masyarakat ya. Dan ini melibatkan upaya-upaya seperti kesetaraan, kemudian akses yang adil terhadap akses air bersih misalnya terhadap sanitasi, kemudian misalnya terhadap energi yang bersih dan juga bagaimana ee masyarakat dapat berpartisipasi untuk menyokong eh sustainability atau berkelanjutan ini. Dan tujuan dari pilar sosial ini sebenarnya adalah memastikan bahwa semua anggota masyarakat itu memiliki akses yang setara terhadap ee kesempatan ya dan manfaat yang dihasilkan dari pembangunan berkelanjutan. Itu terkait dengan sustainability Bapak, Ibu. Ee dan mungkin Bapak Ibu pernah dengar pasti pernah dengar terkait dengan sustainability development goals SDGs karena mungkin ada di akses sanitasi, ada di energi gitu ya atau ada di bidang-bidang lainnya. Mungkin saya tanya dulu, adakah Bapak Ibu ada yang tahu berapa SDG atau sustainable development goal yang dari United Nation? Bisa diketik di chat-nya. Kalau Bapak, Ibu eh tahu ada berapa eh sustainable development goals, silakan diketik chat. Ada yang jawab 17 ini Bu. Saya jawab 17 ya. Iya. Cepat nih. Ee saya enggak tahu Mas atau Mbak Putu ya. Terima kasih Mbak Pu. Iya. Jadi ada 17 SDG ya Bapak Ibu ya. Nah ee kenapa saya membahas SDG? Karena sebenarnya SDJ ini sendiri adalah konsep berkelanjutan yang dijadikan framework oleh UN, oleh United Nation dan dia menjadi semacam standar ya, bagaimana negara-negara di dunia perlu mencapai SDG ee dalam rangka untuk memastikan kesejahteraan dari masyarakatnya. Dan bisa dilihat Bapak, Ibu ada 17 ee SDGIS. Jadi dari mulai kemiskinan gitu ya, tidak ada yang kelaparan. zero hangar, kemudian ee apa? sistem kesehatan, kemudian ada ee kualitas pendidikan, kemudian ada gender equality, kemudian ada air bersih dan sanitasi, ee dan ada juga apa energi energi bersih dan yang itu ya yang dapat diakan oleh masyarakat dan ada berbagai macam ee SDG lainnya misalnya ee terkait dengan pekerjaan, kemudian inovasi, kemudian bagaimana mengur mengurangi ketidaksetaraan ya. Jadi ini adalah 17 sustainable development goals yang ditetapkan oleh UN yang kemudian juga diadop oleh juga diadopsi oleh eh negara-negara dan termasuk Indonesia ya untuk mencapai ee SDG ini. Jadi ini sebagai tujuan untuk membuat program-program, strategi-strategi bagaimana mencapai ee eh apa gol-gol yang dalam SDG misalnya seperti clean energy kemudian clean water and sanitation ya. air bersih dan sanitasi. Mungkin yang paling ee saya yang paling sering saya dengar karena saya juga ee kemarin terlibat dalam ee projek air bersih dan sanitasinya UNICEF dan ini merupakan salah satu program yang paling gencar di dilaksanakan di UNICEF Indonesia juga karena untuk mencapai ee apa? Zero BABS ya. Jadi tidak ada yang BABS lagi ya atau buang air besar sembarangan contohnya. Nah, ini ee SDG-nya Bapak, Ibu. Kemudian saya mau lanjut ya. Jadi tadi itu adalah basic dari sustainability-nya. Kemudian eh apa hubungannya dengan life cycle perspective? Nah, eh atau pendekatan siklus hidup. Ya, istilah ini mungkin memang sudah tidak asing lagi di Indonesia karena sudah ada dalam peraturan proper dalam berbagai ee apa kajian juga karena dulu masih menggunakan life cycle mungkin kalau sekarang sudah ee perspektif siklus hidup gitu ya kalau dalam bahasa Indonesia. Nah, apa itu sebenarnya ee perspektif siklus hidup atau life cycle perspektif Bapak Ibu? Jadi ee di dalam life cycle sustainability assessment itu dia menggunakan perspektif siklus hidup yang mempertimbangkan eh proses produk atau sistem itu mulai dari ekstraksi bahan mentah. Jadi bagaimana ee bahan dari produk yang akan dibuat itu didapatkan. Kemudian nanti bahan mentah itu akan dibawa gitu ya, kemudian diolah di tempat proses produksi. Kemudian dari proses produksi ketika dia sudah jadi produk, ketika dia sudah jadi ee ketika dia sudah jadi produk itu dia akan dibawa lagi. Jadi ada transportasi ee di dalam siklus hidupnya. Kemudian dari transportasi itu misalnya dia akan dikirim ke penggunanya ya. Jadi misalnya ee saya kasih contoh misalnya ada pabrik sepatu di Bandung gitu ya. Jadi misalnya dari B mentah misalnya dia ee kulit gitu ya, sepatu kulit kemudian dia mengambil dari peternakan misalnya kulit asli gitu ya Bapak Ibu ya. Kemudian nanti dikirim ke pabrik ke tempat produksinya. Kemudian nanti ketika dia sudah jadi produk, sudah jadi sepatu, sori sudah jadi sepatu dia akan dikirimkan pengguna. Nah, ini ee ada namanya ee ada pakai transportasi. Kemudian nanti dia sampai di pengguna ee dalam fase ini mungkin transportasinya ke ini dulu ya, misalnya ke tokonya, ke retail-nya gitu ya. Kemudian nanti baru dian dipakai oleh Bapak Ibu. Kemudian setelah ee habis masa pakai misalnya saya enggak tahu kalau sepatu biasa 3 tahun 4 tahun dengan kualitas yang bagus gitu ya. tentunya itu ee sudah habis masa pakainya tentu dia akan di buang gitu ya. Jadi ada manajemen limbah. Nah, ini salah satu basic dari ee perspektif siklus hidup. Jadi ketika mau menghitung dampak dari satu produk itu perspektif ini. Jadi perspektif siklus hidup dan harus mempertimbangkan tiap proses ee untuk menghasilkan produk tersebut. Jadi ee ya ini yang perlu diingat-ingat ya Bapak Ibu ada namanya perspektif hidup ee dari mulai ekstraksi bahan mentah, produksi, transportasi, penggunaan, dan ee kenapa saya ee tekankan di sini? Kenapa perlu diingat perspektif? Karena inilah yang akan terus digunakan ketika menggunakan eh life cycle sustainability assessment, life cycle assessment. kemudian life cycle cost dan juga social life cycle karena perlu mempertimbangkan tiap tahapan dalam ee proses siklus hidup produknya sendiri. Jadi harap diingat ya Bapak Ibu ya terkait dengan life cycle perspektif karena ini akan terus kita sebutkan gitu di eh selanjut-selanjutnya. Nah eh saya beralih ke life cycle sustainabilment. Jadi, life cycle sustainability ini tadi karena kita sudah bahas kemudian kita juga sudah bahas life cycle perspektif ya Bapak, Ibu ya. Jadi apa itu sebenarnya life cycle sustainability assessment? Jadi tadi seperti yang sayaang ada eh faktor ekonomi, ada lingkungan, dan juga ada faktor sosial. Nah, sustainability assessment ini adalah metode yang digunakan valuasi tiga dampak ini. Jadi, ada lingkungan, ekonomi, dan sosial. Dan dari suatu produk atau layanan ya dari suatu sistem dan harus mempertimbangkan balik lagi ke seluruh siklus hidupnya. Karena tadi kita sudah bahas life cycle perspektif. Jadi ketika mempertimbangkan dampaknya, kita juga harus mempertimbangkan dampak semua dari ee siklus hidupnya. Dan eh life cycle sustainability assessment ini dia tadi mulai dari proses juga manufaktur, kemudian distribusinya juga ee penggunaan dan pembuangan akhirnya dan eh dengan melakukan susability SSM ini juga membantu dalam keputusan yang lebih berkelanjutan. Jadi tidak hanya ee misalnya berdasarkan ekonomi saja atau misalnya tidak berdasarkan lingkungan saja, juga berdasarkan ketiga aspek ini. Dan biasanya tadi seperti yang saya sampaikan, di LAR sustainability yang sering eh dilupakan kadangnya adalah misalnya dampak sosial dan misalnya ee dan yang paling sering diutamakan misalnya dampak lingkungan karena ee terkait dengan apa kepatuhan terhadap peraturan gitu ya. Jadi fokusnya hanya ke lingkungan padahal sebenarnya ada dampak lain yang juga harusnya diperhatikan gitu ya. Baik, itu terkait dengan life cycle sustainability assessment. Nah, bagaimana eh ya menghitung dampak dari lingkungannya. Jadi tadi saya sebutkan di awal konten saya ada namanya life cost ini. Jadi ini eh ekonomi. Kemudian ada namanya life cycle assessment paling eh familiar atau paling sering digunakan juga saat ini di Indonesia karena terkait dengan peraturan. Kemudian ada social life cycle assessment. Jadi ee tiga tools inilah yang digunakan untuk menghitung ya atau mengetahui dampak ee dari ee satu project, satu sistem, satu produk dan untuk mengetahui tingkat sustainabilnya sendiri. Jadi perlu diingat-ingat Bapak Ibu ini ya ee tiga tools ini nanti saya akan bahas lebih detail untuk setiap tools-nya. Nah, ee mungkin yang paling sering kita gunakan itu adalah life cycle assessment ya. Yang paling sering didengar sebenarnya ada ini adalah ini ya bagaimana tingkat eh dari life cycle assessment eh life cycle cost dan social life cycle assessment. Jadi ee sebenarnya untuk yang paling tua gitu ya, yang paling pertama digunakan itu adalah life cycle cost ekonomi ee dan untuk ee di sini ada maturity artinya seberapa berapa berkembang gitu ya. Si tools-nya sendiri paling berkembang adalah life cycle assessment. Yang kedua baru eh life cycle cost. Kemudian baru eh social pyes sampaikan bahwa dia eh untuk social life cycle assessment adalah yang paling sering tidak dipertimbangkan gitu ya dalam mel eh assesment sustainability. Kemudian ketersediaan data juga bahwa ee biasanya yang paling tersedia datanya website assesment karena pertama dia sudah mempunyai database. Jadi nanti ketika menghitung dampak lingkungan itu menggunakan software dan sebenarnya sudah ada database ya. Misalnya kita mau mengetahui ee dampak lingkungan dari produksi ee satu KWH listrik di Indonesia atau misalnya satu KWH listrik di negara lain. Nah, itu kita bisa melihat dampaknya sudah ada di dalam database-nya. Jadi, sudah tinggal bisa digunakan ya untuk membangun model life cycle assessment-nya. Sedangkan untuk life cycle cost dan eh social life cycle assessment ini datanya sendiri masih sangat eh nanti saya perlihatkan ada standar-standar dan website di mana Bapak Ibu bisa melihat data-data ee ada data yang data yang berbayar ya licens biasanya kalau untuk ee ada salah satu organisasi ee UNEP dia menyediakan ee eh bacaan terkait dengan eh life cycle sustainability assessment ini dan ada beberapa misalnya data-data contoh-contoh ya kasus yang sudah dilakukan ee untuk melihat ee dampak ketiga dampak ini ya. Jadi sosial ee ekonomi dan lingkungan. Nah, tadi perlu diingat lagi tadi, jadi ada life cycle cost, life cycle dan satu lagi adalah social life cycle assessment ya, Bapak, Ibu ya. Ee ya jadi ee jadi kalau untuk eh LCC tadi ada atau life cycle cost ya. Jadi dia untuk ee mengevaluasi dampak ekonomi suatu produk. Jadi melibatkan perhitungan biaya lagi tadi harus ada cycle-nya siklus. Ketika memperhitungkan biayanya kita perlu tahu terkait dengan produksinya, kemudian penggunaannya, kemud ee pembuangan produknya ya. Kemudian termasuk biaya operasional perawatan dan ee sampai dengan produk itu diolah di ee landfill misalnya atau dibuangnya di mana gitu ya. Kemudian kalau di social life cycle assessment ini dia mengevaluasi dampaknya dan melibatkan misalnya iden penilaian dampak sosial seperti ada kondisi kerjanya seperti apa, kemudian bagaimana kesehatan pekerjanya, kemudian misalnya apakah ada pekerja anak di ee sistem tersebut gitu ya di saat ee di keka menghasilkan produk tersebut. Kemudian yang terakhir eh life cycle assessment itu eh dia analisis menyeluruh terhadap misalnya ada emisi kemudian adaan yang digunakan sepanjang siklus hidup produknya. Nah eh kita lebih detail ke life cycle assessment pertama Bapak. Jadi dalam ee melaksanakan atau eeun life cycle assessment sebagai tool ada empat tahapan ee yang digunakan. Yang pertama itu ada namanya tujuan dan ruang lingkup, kemudian ada analisa inventory, kemudian dampak, dan yang terakhir ada interpretasi hasil. Jadi yang pertama ee terkait dengan definisi tujuan dan ruang lingkup. Jadi ini adalah tahap awal sekali ketika Bapak, Ibu mau ee menggunakan life cycle assessment ya untuk dampak lingkungan dari produk atau sistemnya. Jadi yang pertama perlu dilakukan adalah mendefinisikan mendefinisikan apa tujuan dari LCA-nya sendiri. Nah, tujuannya itu biasanya yang paling umum ya. Jadi dia mengidentifikasi lingkungan tertentu yang ingin dievaluasi. Kemudian dia bisa ee membandingkan antara produk satu dengan produk lain. Sori. Jadi ee yang pertama dia memahami dampak lingkungan suatu proses atau produk. Kemudian bisa juga untuk membandingkan opsi ya. Jadi ee misalnya Bapak Ibu punya dua pilihan produk misalnya antara sepatu kulit dengan sepatu ee daur ulang dari plas ya. Nah, membandingkan dampak lingkungannya mana yang lebih baik gitu dan ee biasanya ini digunakan oleh perusahaan hasilnya ya digunakan oleh perusahaan untuk menginformasikan kepada konsumernya bahwa oh produk kami lebih baik dari produk sebelah gitu ya. Salah satunya ini juga bisa jadi informasi bagi ee stakeholder, bagi pemangku kepentingan, bagi pemerintah misalnya. Ini mungkin yang paling ee banyak Indonesia karena sekarang ada proper ya. Jadi LCA digunakan sebagai salah satu alat untuk melaporkan bagaimana d ee dari sistem atau ee perusahaan atau produk pemerintah dan dijadikan satu kewajiban. dan juga itu juga membantu pemerintah dalam ee memiliki database kegiatan yang ada di bagaimana dampak lingkungannya dan database ini sangat penting Bapak Ibu karena di negara-negara lain sendiri informasi dari LCA yang ee ada ee ini menjadi satu database ya. Jadi banyak negara yang sudah punya database sendiri. Jadi kalau misalnya di software-nya kita bisa lihat ada kode-kode negara ee di mana produk atau layanan sistem itu berlokasi. Jadi itu yang digunakan, informasi itu yang digunakan untuk membangun database-nya sendiri. Kemudian tujuan dan ruang lingkup ya peningkatan kinerja lingkungannya ya. Jadi untuk manajemen ee bagaimana mengidentifikasi peluang-peluang perbaikin di di produknya. Jadi kalau misalnya ee kita punya produk tadi saya balik lagi ke produk ada ee tahapan-tahapan proses dengan LCA itu kita bisa mengidentifikasi di mana ee peluang untuk memperbaiki proses untuk ee produksi sepatunya sendiri. Misalnya mentah di ekstasi bahan mentahnya, apakah di transportasinya gitu ya. Kemudian juga LCA di sini juga berfungsi untuk ee strategi pengurangan. Kita sudah tahu bahwa ada salah satu proses nih di ee ee produk kita yang dampaknya tinggi gitu ya. Misalnya ditransportasi contohnya ya. Karena misalnya saya ke Surabaya gitu ya. Nah, ternyata ee tentu misalnya pakai ee jarak kemudian pakai gitu ya. Dan ketika sudah dihitung dampak lingkungannya, ternyata transportasinya menyumbangkan ee apa? Dampak lingkungan CO2, karbon karbon dioksida yang tinggi strateginya untuk mengurangi dampak ini. Kemudian juga yang paling umum adalah ee mengukur ya bagaimana kinerja lingkungan dari suatu produk atau proses dari waktu ke waktu. Jadi ee membandingkan dari 10 tahun yang lalu dengan saat ini gitu ya, bagaimana ee proses kita itu berkembang waktu dan misalnya apakah harusnya ada perbaikan saat ini jika dibandingkan dengan itu terkait dengan tu. Saya ingatin lagi Bapak Ibu tadi terkait dengan ee dengan tahapan dalam LCA. Jadi tadi tujuan dan ruang lingk nanti kita ada analisa inventory. Ibu mohon maaf tadi suaranya putus-putus ini ya. Iya. He iya ya. Ya. Nanti tolong diingatkan ya Mbak kalau suaranya putus-put ya. ee suaranya putus-putus atau misalnya terlalu cepat ya mungkin karena ini ya apa ee masih banyak yang masuk juga ya jadi oke nanti tolong di kalau suaranya masih putus-putus atau terlalu cepat silakan disampaikan saya bisa post atau kita lihat lagi koneksi isi internetnya sudah sepertinya Bu ya. Oke, terima kasih Mbak. Nah, kemudian ee tadi tujuan kemudian ada lingkup. Jadi ee perlu diketahui juga terkait dengan sistem produknya. Jadi mau sejauh mana ee life cycle assessment-nya dilakukan gitu ya. Jadi kita perlu tahu tadi seperti yang saya bilang life cycle perspektif. Jadi ee akan memasukkan semua siklus hidupnya. Karena di ee salah satu laporan LC itu yang paling penting adalah transparansi ya, Bapak, Ibu. kita mau ee memberikan data apakah semua dari data-data pada setiap siklus hidupnya di perlu dikaji dan ruang ruang lingkupnya ini harus jelas untuk produk atau prosesnya. Ee dan nanti ini melibatkan namanya unit fungsional. Nanti akan saya jelaskan apa itu unit fungsional yang akan menjadi dasar perhitungan untuk eh life cycle assessment. Eh kemudian yang kedua itu adalah batasan siklus hidupnya. Jadi ruang lingkupnya juga ee mulai dari ekstrasi bahan baku, produksi, distribusi, penggunaan, kemudian hingga ruangan akhirnya itu perlu ditetapkan batasannya ya. dan ini tergantung pada ee konteks kemudian juga kebutuhan analisa Bapak Ibu sendiri. Ee kemudian juga ee ruang lingkup itu termasuk data dan asumsi. Jadi ee mencakup identifikasi dan bagaimana menggunakan yang relevan untuk masing-masing tahapan siklus tahapan siklus hidup dari prosesnya. dan ee data mungkin merupakan salah satu ya Bapak Ibu ya pengumpulan data karena ee mungkin salah satu masalah kita di Indonesia itu adalah historical data gitu ya dari ee 10 tahun yang lalu misalnya ee sampai dengan saat ini. Karena ee contohnya dulu mengambil data di Swedia. Jadi perusahaannya itu masih punya data misalnya produksi produk mereka. Kebutu yang saya kaji itu produk kimia dan salah satu perusahaan besar di dunia ya. Tapi dia punya ee satu dia masih punya data dalam 30 tahun. Jadi masih punya data apa yang digunakan di 30 tahun terakhir untuk me ee hasilkan produk ini bahan chemikalnya apa, berapa energinya gitu ya. Jadi semuanya tercatat. Mungkin itu juga salah satu ee mungkin kelemahan ya di kita ya terkait dengan data. Karena kadang-kadang ee misalnya saya ee punya pengalaman mengkaji LCD Indonesia gitu ya, misalnya minta data ee energi. Kalau minta data 10 tahun terakhir itu sudah enggak ada atau misalnya dalam 5 tahun susah karena misalnya alasannya sebenarnya ini apa agak misalnya komputernya udah enggak bisa dihidupkan gitu ya atau misalnya flash disk-nya di ee digunakan oleh orang lain ee unit lain. Nah, hal-hal seperti itu ya yang mungkin penting untuk jadi perhatian data ini. bagaimana menghitor data, histori data. Ee kita tetap bisa punya data yang panjang karena ee ini penting dalam kemudian ya tadi ada asumsi juga. Jadi kalau ketika kita tidak punya asumsi tapi tentu saja eh scientific assumption gitu ya, asumsi yang berdasar eh pengetahuan. Jadi ee sumber-sumber yang bisa kita jadikan sebagai asumsi gitu ya. Enggak segini gitu ya, tapi ada perbandingan, ada ee sumber-sumber yang memang terpercaya untuk bisa ee dijadikan dasar asumsi kita ketika kita tidak punya D. Kemudian ruang lingkup yang terakhir itu terkait dengan dampak lingkungan yang akan dinilai. Jadi ee kita perlu menentukan dulu juga di awal kira-kira kita mau menentukan dampak lingkungan apa. Karena dampak lingkungannya di LCA sendiri sangat banyak tapi mungkin yang paling ingin dihitung ya. Jadi kayak ee kemudian atau yang ya itu yang paling umum ya perubahan iklim. tapi juga ada terkait dengan ee bahan-bahan atau produk-produk itu kan toksisitas ya. Nah, itu terkait dengan ruang lingkup LCA Bapak Ibu. Selanjutnya tadi saya ee di bagian tuuh itu ada yang namanya unit fungsional atau functionional. Jadi dia ee mendefinisikan output atau fungsi yang akan dikuantifikasi dalam LCA yang dapat menjadi dasar yang berbeda. Contohnya ee mungkin yang paling ee gampang ya. Misalnya saya mau me cari ee produk susu gitu ya. Mungkin saya kasih pertanyaan dulu ke Bapak Ibu. Kalau misalnya saya member dari produk ya produk unit fungsionalnya apa, Bapak, Ibu? Kalau misalnya kita harus ee memberikan fungsional unit yang mendefinisikan kuantifikasi dalam LCA gitu ya, Bapak, Ibu bisa tulis di chat kira-kira kalau misalnya untuk misalnya ada di ini ya, kalau di ee mungkin saya bolehlah sebut mereknya Indomie, produk-produk Greenville gitu. kuantifikasi dan kira-kira apa unit fungsional yang ee bisa digunakan. Silakan Bapak Ibu bisa ketik di ya di chat-nya silakan. Apa masih putus-putus ya mungkin Mbak Silvi. Iya Bu, betul. ee tadi sempat putus-putus lagi saat pertanyaan. Saat pertanyaan. Oke, saya ulangin lagi. Ee kira-kira kalau misalnya lihat ee untuk dampak lingkungan produk susu gitu ya, kira-kira apa yang apa fungsional unit yang bisa digunakan? Baik, ini sudah ada Bapak Ibu yang menjawab ya. Jadi ee untuk functional ini sendiri ini sudah ada yang jawab produk 1 liter susu gitu ya. Ini mungkin yang menjawab ini sudah ini ya apa pelatihan life cycle assesment ya Bapak Ibu ya. Jadi ya misalnya 1 liter susu. Nah ee ya functional unit itu ee macam-macam. Jadi bisa satu unit produk misalnya ee kita satu unit mesin cuci atau misalnya satu mobil gitu ya atau misalnya satu buah ee gelas kaca. Jadi dia meng representasikan fungsi dari produknya sendiri gitu ya. Kemudian ee kita juga bisa menggunakan satuan berat. Jadi dia bisa ee berupa berat produknya. Jadi misalnya 1 kil atau misalnya 1 ton kertas atau misalnya 1 gram emas gitu ya. Kemudian juga bisa ee apa menggunakan satuan jarak atau satuan volume tadi 1 liter tusu kemudian atau 1 liter biodisel 1 kubik beton ya. juga bisa menggunakan periode waktu. Jadi ya bisa berhubungan dengan periode waktu tertentu. Misalnya ada saya dulu pernah ee t-shirt gitu ya eh LCA baju kaos t-shirt. Nah, itu dia bisa kita batasi functional unitnya bahwa oh ini adalah LCA t-shirt SAT untuk 1 tahun penggunaan misalnya atau misalnya ee untuk produk ee 10 tahun pemakaian atau misalnya selama masa hidup produknya gitu ya. ee dalam LCA yang memberi periode waktu dia akan dievaluasi dalam selama periode waktu tertentu saja. Dan ini terkait dengan data ya. Jadi misalnya mau pakai 2 tahun pemakaian artinya kita perlu data untuk 2 tahun. Terima kasih Bapak Ibu yang sudah contoh dari functional unit atau unit penting Bapak Ibu. website assesment untuk dicatat dan diketahui dasar pengetahuan ya. Karena ini yang akan terus digunakan nantinya ketika dit eh produknya apa, kemudianak lingkungannya apa, maka fungsional unit ini yang akan mempresentasikannya ya. Misalnya saya punya satu unit mesin cuci, berarti nanti dampak lingkungannya misalnya ya, Bapak, Ibu. Misalnya dalam prosedur mesin itu adalah dihasilkan ee CO2 gitu ya. 25 kg CO2 itu per apa? Itu per functional unitnya yaitu satu di ee perbanding unit. Jadi ketika mau nanti membandingkan produk kita dengan produk lain atau sistem kita dengan sistem lain itu lebih mudah gitu untuk membandingkannya. Itu terkait dengan functional unit. Jadi perlu di perhatikan Bapak Ibu eh dalam kajian life cycle assessment. Nah, kemudian tahapan yang kedua setelah tujuan dan ruang lingkup adalah Nah, eh analisa inventory ini juga eh atau inventory analisis eh salah salah satu tahap penting dalam cical assessment karena dia adalah tahapan di mana kita melakukan pengumpulan data eh input jadi dan ee output ya dari unit proses. Kenapa di sini unit proses? Karena ini rangkaian siklus hidup atau life cycle. J di tiap proses dalam life cycle itu kita perlu mengetahui apa saja input dan output-nya. Jadi ini unit proses misalnya saya kasih ini di ee unit produksi gitu ya contohnya. Nah, di unit produksi ini ketika di tahapan analisis inventory kita perlu tahu misalnya berapa energi yang digunakan dan apa jenisnya gitu ya. Karena jenisnya bisa beda-beda misalnya dari listrik, dari dan karena ini akan mempengaruhi lingkungannya. Kemudian misalnya apakah dia menggunakan contohnya, inputnya dan yang paling penting adalah bahan bak apa saja bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan produknya gitu ya. Jadi ketika unit proses mendapatkan produknya nanti dia akan tentunya mengeluarkan emisi ya. Jadi selain keluarannya adalah produknya sendiri, tapi ada juga ee emisi-emisi yang dihasilkan ketika ee proses si produknya ini. Jadi bisa ada emisi ke air, kemudian juga ada emisi ke tanah, kemudian juga ada limbah padat dan satu lagi mungkin ada namanya coproduk. Jadi produk sampingan gitu ya dari unit prosesnya sendiri. Jadi ini tahapan ee analisa inventory Bapak Ibu. ee analisa invent. Oh, putus-putus ya, Mas ya? Padahal suara saya ee internetnya bagus nih, Bapak, Ibu. Iya, Bu. Tapi kadang-kadang putus-putus. Iya. Internet di Inggris sudah mulai kalah dengan internet Indonesia, Bu. enggak putus-putus lagi. Baik, jadi ee balik lagi ke analisa inventory. Jadi analisa inventory ini atau ee inventory analisis adalah tahap paling memakan waktu yang lama, Bapak, Ibu. Jadi ee biasanya untuk mengumpulkan data ya mungkin Bapak Ibu di sini sudah pengalaman bahwa kita harus misalnya ada data yang harus dikumpulkan dari lapangan, kemudian misalnya ada data yang perlu mengontak organisasi atau misalnya meng ee ee apa perusahaan gitu ya atau misalnya ya ee dan itu butuh waktu gitu ya. Enggak mungkin berdasarkan pengalaman saya email hari ini, oh kami membutuhkan data ini langsung dibalas gitu ya. Biasanya harus dicari dulu datanya, harus dikonfirmasi dan pun ketika sudah datanya kita juga perlu mengkonfirmasi ya apakah datanya sudah benar kemudian ee apakah datanya nanti sesuai dengan dibalik lagi ke unit fungsional kita. Jadi kita perlu lihat ee misalnya kita ingin tahu berapa data kebutnya ya gitu ya untuk produk kita, tapi kita punya datanya data kita punya datanya data tagihan listrik malah Bapak Ibu. Tapi dari situ kita pemakaian KWH-nya misalnya dalam per hari dikonversi lagi hanya untuk unit proses itu berapa, Ibu? Ee iya, mohon maaf mungkin ee boleh dicoba untuk mematikan videonya mungkin ee bisa lebih melancarkan koneksinya barangkali. Iya. Oke, kita coba lagi ya, Bapak, Ibu ya. Mudah-mudahan enggak putus-putus. Saya juga baru pertama kali nih ada yang putus-putus mungkin. Ee kenapa ya? Ya, anyway Bapak Ibu, jadi lanjut lagi ke analisa invent. Jadi tadi ee apa tahapan yang paling ee memakan waktu yang banyak gitu ya, memakan waktu yang lama karena tadi mengumpulkan data, mengkonfirmasi karena ketika sudah mendapatkan data-data ini ee akan lebih cepat dan lebih mudah ya untuk nanti melakukan perhitungan dampak lingkungan ini. Saya ada contoh untuk inventory data. M dia meja belajar ya, Bapak, Ibu. Ini nanti ee dokumennya Bapak Ibu bisa lihat di life cycle initiative namanya web-nya. Itu salah satu yang membuat standar-standar untuk LCA juga. Jadi misalnya untuk input gitu ya dan output. Jadi ada proses bagaimana mendapatkan kayunya salm gitu ya. terus ee apa penguat ee apa meja sekolahnya sendiri. Jadi ada di ee produksi balik lagi jadi ada siklusnya ada produksi kemudian dia diasikan nanti ketika sudah digunakan kemudian untuk ke ee apa final untuk manajemen limbahnya. Kemudian kalau Bapak Ibu lihat di output misalnya produknya ya produknya apa? ada by produknya, kemudian ada emisi ke air dan ke udara ya sama dan juga jadi semuanya dicatat dan ini satu lagi misalnya ee apa ya jadi dalam eh life cycle assessment inventory data ini juga yang paling penting karena di sinilah kita bisa ee mendapatkan nantinya untuk perhitungan dampak lingkungan dan kalau Bapak Ibu lihat di sini ada data source ya jadi dia dapat data dari Ecoinvent. Ecoinvent itu salah salah satu eh database. Kemudian juga ee dari data langsung gitu ya yang didapatkan langsung tapi mostly dari Ecoinvent. Nah, kemudian untuk ini contoh dampak lingkungan yang di ee kan ya Bapak Ibu ya yang paling umum aja saya ee yaitu ee perubahan iklim ya. Jadi kalau di life cycle assessment banyak sekali dampak yang bisa di kita hitung di sini. dia misalnya untuk menghasilkan satu meja sekolah itu dia ee mengemisikan 14 kilo 14 kilo ee CO2 ya. Meja sekolah dengan berat 13,7 kg ini mengemisikan 14,3 eh CO2. Ini contoh lainnya Bapak Ibu. Jadi ini ee saya gedein ini contoh dampak lingkungan ee 1 kg emas ya. Jadi ada balik lagi ke life cycle perspektifnya. Jadi mulai dari ee raw materialnya gitu ya, apa saja, kemudian ada resources-nya, ada emisinya, kemudian ada ee emisi ke tanahnya ya. Dan di sini ee berbagai macam cara untuk mem presentasikan hasilnya. Tapi mungkin saya enggak bahas detail di sini karena ini ee sudah ee apa detail ke life cycle assesment-nya ya. Jadi ada untuk Bapak Ibu bisa lihat ada transportasi gitu ya. Kemudian yang paling banyak dampak lingkungannya itu bagian ee apa penambangannya ya. Jadi ini yang kuning-kuning di sini tambangan gitu ya. Kemudian juga dampak lainnya ada di penggunaan listrik. Jadi ada elektricity. Ini contohnya untuk ee dampak lingkungan 1 kg emas. Dan untuk dampak lingkungannya sendiri ada banyak. Yang pertama yang paling umum ya Bapak, Ibu ya. Kemudian ada juga asidifikasi yaitu ee tingkat keasaman ya. Kemudian selain itu ada bentar penggunaan air. Jadi Bapak Ibu juga bisa menghitung ee apa penggunaan air selama siklus hidup dari produknya. Kemudian penipisan sumber daya alam. Jadi biasanya ada bahan baku yang digunakan dan itu bisa dihitung ya. dan juga misalnya penipisan lapisan ozon karena dampak perubahan iklim. Kemudian ada toksisitas yang lebih ke manusia, dampak bahan misalnya dari bahan kimia berbahaya gitu ya yang memiliki efek toks manusia. Kemudian juga ada etrofikasi kemudian ada yang paling umum sekarang adalah penggunaan energi juga ya. Terus toksisitas sudah. Kemudian pembentuk ee ee partikulat meter ya atau emisi partikel padat yang ada. Nah, selanjutnya saya move ke cost Bapak Ibu. Jadi eh sistemnya sama, tahapannya sama ada empat tahapan. Bedanya cuman di biaya agregat gitu. Ee tadi ada tujuan dan ruang lingkup, inventory biaya, biaya agregat, dan interpretasi hasil. Dan ini tahapannya sama kalau di life cycle assessment. Dan ee untuk tujuannya sendiri di life cycle cost itu dia ee ya fokusnya ke dampak ekonomi dan dia merujuk kepada ee ini ya apa ee biaya total biaya misalnya gunakan untuk memproduksi produknya. Kemudian biayanya juga mencakup dari biaya awal, kemudian biaya operasional, biaya pemeliharaan, dan ada namanya juga biaya lingkungan dan biaya. Kemudian ee ya kemudian itu yang digunakan tadi ya untuk ee mengambil keputusan untuknya. Kemudian juga dia juga mengidentifikasi komponen biaya yang signifikan. Jadi kira-kira dalam satu siklus hidup itu komponen biaya mana yang paling signifikan gitu ya. Dan ini akan membantu dalam mengidentifikasi area-area di mana diperlukan penghematan biaya gitu ya. Kemudian yang ketiga adalah untuk sor evaluasi efisiensi ekonomi. Jadi membantu bagaimana ee mengevaluasi efisien biaya suatu produk ya dengan mempertimbangkan semua biaya ee sepanjang siklus hidupnya. Ini juga dapat membantu dalam membandingkan opsi Bapak Ibu. Jadi kalau misalnya kita ee pilih bahan apa? Bahan mentahnya A atau B gitu ya, kita juga ekonominya atau misalnya kita punya pilihan dalam transportasi gitu ya, mana yang paling ee ekonomis dalam a ee dari pilihan A dan juga dia ee perlu untukan anggaran yang lebih baik. Karena dengan melihat life cycle cost, jadi cost sepanjang siklus hidup itu membantu bagaimana merencanakan ee ee anggaran yang lebih baik dan menghindari biaya-biaya yang tidak terduga gitu ya, yang mungkin timbul di masa depan. Misalnya tadi kayak biaya lingkungan, kemudian biaya sosial yang ee perlu dipertimbangkan. Kemudian yang terakhir adalah evaluasi berkelanjutan. Jadi, life cycle cost juga dapat digunakan untuk ee bagaimana mempertimbangkan keberlanjutan suatu produk ya, karena kita mempertimbangkan biaya sosial, biaya lingkungan, dan biaya Nah, ee atau ee bagian dari indikator dapat dihitung itu bisa mulai dari biaya awal. Jadi ada biaya awal, biaya apa saja yang mencakup untuk pembelian atau awal produknya. Jadi misalnya ada biaya membeli peralatan, bahan baku atau misalnya ten dan biaya-biaya lain yang terkait dengan pengadaan awal biaya operasional. Jadi ini dia ee biaya yang terjadi ee yang di apa yang dipakai selama operasional produk ya. Jadi misalnya ada biaya energi, kemudian ada biaya pemeliharaan rutin, kemudian ada biaya perawatan. Nah, itu dimasukkan dalam biaya operasional. Kemudian juga ada ee ya bi tadi kemudian ada biaya penggantian. Jadi misalnya ada komponen atau peralatan atau sistem mencapai umur pakai atau ee sudah rusak gitu ya, itu juga akan dipertimbangkan dalam ee dampak atau indikator ekonominya. Kemudian ada biaya pengolahan akhir ini khususnya untuk ee apa manajemen limbahnya ya. Bagaimana nanti ketika sudah habis masa pakai produk atau daur ulang produk ini dia bisa ee dihitung e biaya daur ulangnya atau biaya penangan penanganan limbahnya atau biaya lain yang terkait dengan pembuangan akhir. Kemudian juga ada biaya lingkungan yang kadang-kadang suka lupa di ya. Padahal misalnya dia ee memberikan biaya yang cukup besar. Misalnya ada biaya pencemaran air ketika kita lupa perhitungkan ee dampak lingkungan di pencemaran air dan sebenarnya ada biaya gitu ya untuk balik lagi bagaimana mengembalikan ee apa sumber air yang sudah tercemar gitu ya ke semula. Nah, itu e biaya-biaya itu dipertimbangkan dalam life cycle cost juga ada biaya sosial. Jadi, bagaimana ee dampak sosialnya ke masyarakat itu ada biayanya misalnya seperti keamanan kerja, kemudian kalau produknya ternyata ee mempengaruhi kesehatan masyarakat di sekitar ee perusahaan kita gitu ya atau di sekitar pabriknya, itu perlu dipertimbangkan. Ini eh contoh dari life cycle cost untuk mesin cuci. dari membandingkan satu mesin cuci yang tidak pakai sirkulasi satu dengan sirkulasi gitu ya Bapak Ibu ya. Jadi ee tadi balik lagi ke life cycle perspektif. Jadi mulai dari planning research-nya gitu ya saat mau merencanakan ee produknya kemudian ee ketika produk itu dibuat kemudian bagaimana produk itu kemudian ditransportasikan ke ee tempat penjualan gitu ya. Dan ketika di ada apa biaya-biaya lain terkait dengan selama ee ada listrik, penggunaan air, kemudian air limbahnya, kemudian deterjennya gitu ya, semuanya dipertimbangkan dan ada juga ee biaya sosial gitu ya. Ini contohnya tadi perbandingan dua ee mesin cuci. Jadi ternyata yang dengan sirkulasi ya biayanya akan lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak ada sirkulasinya. Nah, ini kita lanjut ke social life cycle assessment. Jadi kita sudah ada LCA, sudah ada life cycle cost, dan yang terakhir social life cycle. Masih perlu diingat lagi framework-nya tetap sama dari tujuan dan ruang lingkup dari inventory. Kemudian ada impact ee apa dampak lingkungannya dan yang terakhir adalah interpretasi hasil. Dan tahapan-tahapan inilah yang akan selalu digunakan ya Bapak Ibu ketika ee menggunakan untuk eh life cycle assessment atau eh life cycle costal life cycle. Nah, ini ee sori contoh dari ee life cycle sosial ya, Bapak, Ibu ya. Jadi, kalau misalnya dalam social life cycle karena tadi ee ininya sama ya Bapak, Ibu eh tujuannya tadi ya, dia pasti melihat dampak lingkungan mulai dari siklus hidupnya dan ee ini misalnya dia ada subkategoris ya untuk dampaknya. Jadi melihat kerja, kemudian bahkan melihat ada ee apa tingkat korupsi misalnya ya, kemudian apakah ada diskriminasi, kemudian apakah ada di sistem tersebut. Nah, ini mungkin yang kurang menjadi fokus ya kalau ee di ee negara-negara berkembang kita masih mengejar misalnya untuk lingkungan atau misalnya mengejar untuk ekonomi, tapi kadang dampak dari sosialnya ee kurang diperhatikan. Ini juga untuk ee contoh social life cycle misalnya untuk produk komputer Bapak. Jadi ee dia balik lagi ke mulai dari ekstraksi bahan mentahnya. Jadi kalau Bapak Ibu lihat ini ada berbagai macam ekstraksi bahan mentah dan di berbagai negara di R itu adalah Kongo ya contohnya. Kemudian ada ekstraksi ee emas di Cina gitu. ini juga ada ekstraksi di Indonesia dan socializ cycle assessment itu dia menggunakan ee pertimbangan para ahli gitu ya untuk melihat bagaimana dampak sosialnya. Jadi misalnya di sini Bapak Ibu lihat ada apa ee urutan warnanya ya. Jadi, apakah dia punya dampak positif atau misalnya ee negatif gitu ya atau misalnya sedikit negatif dia misalnya ya atau sangat-sangat negatif. Jadi kalau dilihat bahwa dampak-dampak sosial di ee ekstraksi bahan mentah misalnya di Kongo kemudian punya dampak negatif gitu ya secara sosial. contohnya. Kemudian untuk ee metode pengambilan datanya sendiri untuk eh social life cycle assessment dia menggunakan survei dan wawancara dan biasanya ee apa datanya sangat banyak gitu ya, ekstensif. Saya ee minggu 2 minggu lalu saya ada ketemu dengan salah satu peneliti terkait dengan solar panel. Jadi dia meneliti dampak solar panel atau atap surya ya. Di Indonesia sekarang juga sudah banyak tapi dia meneliti ee atap surya di Madagaskar dan salah satu yang paling penting adalah ee dampak sosial Bapak Ibu karena melihat apakah ee masyarakat itu mau menggunakan atap suryanya atau enggak ya gitu ya. Karena sebelum memberikan teknologinya, mereka mau melakukan survei dulu apakah ee ini dapat diterima dengan baik. Jadi, salah satu metodenya adalah survei dan wawancara dan mengambil data kira-kira 1000 rumah gitu ya diagaskar untuk ee data tersebut. itu juga mungkin yang banyak di Indonesia tapi mungkin oleholog gitu ya yang biasanya melakukan survei dan wawancara untuk dampak sosial. Kemudian juga bisa dengan data sekundar Bapak Ibu. Jadi data-data yang ee sudah ada dari ee yangya data statistik, kemudian ada laporan publik atau misalnya dari ilmiah atau misalnya data industri yang relevan ya. Biasanya kalau di perusahaan punya ee data-data terkait dengan masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan seperti itu. Ups. Kemudian ee metode pengambilan data selanjutnya ee data publik tadi dan laporan berkelanjutan. kemudian ee framework indikator sosial. Jadi ada global reporting initiative. Nah, itu juga ee bisa menjadi pedoman atau indikator untuk mengukur dampak sosial. Juga yang paling penting adalah ee konsultasi Bapak, Ibu dengan pemangku kepentingan ya. Jadi biasanya wawancara perintah atau misalnya melalui diskusi pertemuan atau misalnya FGD ya, forum konsultasi. Nah, itu tadi sudah ada eh social life cycle assessment, life cycle cost, dan social life cycle assessment ya, Bapak, Ibu ya. Dalam life cycle sustainability assessment kita mempertimbangkan tiga eh proses ee dalam ee apa dalam produk-produk yang akan kita lihat ya. Jadi ada dampak dampak sosial, dampak lingkungannya. ini harusnya dampak ekonomi. Jadi kita mempertimbangkan unit-unit proses yang relev dampak ini. Dan mungkin nanti misalnya ada satu proses yang tidak masuk gitu ya Bapak, Ibu ya. Karena dia e misalnya cuma terkait dengan dampak sosial. Jadi yang perlu di unit-unit proses. Jadi kalau Bapak Ibu lihat di ee sini ini ada misalnya unit-unit proses ya ee produk kita. Jadi semuanya perlu masuk dalam ketiga ee dampak lingkungan atau dampak sosial dan dampak ekonomi itu. Dan saya berlanjut ke standar. Jadi ee ini adalah standar yang digunakan untuk acuan ya Bapak life cycle assessment. Kemudian social life cycle assessment. Kemudian life cycle costing. Nanti Bapak Ibu mungkin bisa capture screen capture dan bisa lihat sendiri ya untuk ee standar-standarnya. Di Indonesia sebenarnya sudah ada ya kalau untuk life cycle assessment itu dari ee Kemen NHK ya. Ee untuk acuan penulisan laporan ya. Mungkin nanti dari ee ketika Bapak, Ibu nanti ada yang ikut ee training LCA itu nanti akan dibahas dan dikaji lebih lanjut bagaimana menyusun laporan life cycle assessment sesuai dengan aturan eh dari proper. Kemudian ada social assessment, ini ada standarnya juga dari UNEP tadi seperti yang saya bilang. Kemudian eh ya apa acuannya juga sustainable development goals. Kemudian eh life cycle costing juga ada standarnya Bapak Ibu lihat eh ISO-nya. Kemudian juga review artinya studi-studi kasus yang sudah eh life cycle cost ya. Ini juga nanti bisa di ini ada namanya life cycle initiative. Kalau Bapak Ibu lihat bisa googling nanti langsung masuk ke website-nya dan mereka di situ memberikan ee banyak contoh untuk ee studi-studi kasus life cycle sustainability assessment ya untuk life cycle sustainability assessment. Ops, maaf balik lagi. Nah, eh ini kalau di life cycle apa? Sustainability assessment dia unit prosesnya ya. tadi di Lcle Assesment cuman punya ee bahan baku misalnya air, energi, kemudian produknya. Ketika kita melakukan sustainability assessment, kita perlu mempertimbangkan yang namanya data-data life cycle cost assessment dan juga social life cycle ya, Bapak, Ibu ya. Jadi unit prosesnya enggak cuma yang eh input output untuk lingkungan, tapi ada cost. Kemudian berapa revenueya, ee dampak sosialnya perlu diilihat juga bagaimana manajemen sistemnyaasi misalnya. Kemudian kita mau lihat dampak ee jumlah jam gitu ya, jumlah jam pekerjanya sehingga baru bisa dikatakan bahwa kita sudah melakukan life cycle sustainability assessment yang komprehensif. Jadi memasukkan semua eh input dan output di ketiga eh tadi lingkungan, ekonomi, dan sosial. Nah, ini salah satu contohnya ee bioenergi ya, Bapak, Ibu. mungkin ada yang tertarik di energi. Kalau di energi sendiri ee itu indikatornya juga ada ekonomi ee lingkungan, kemudian ada sosial. Jadi misalnya dan di setiap studi kasus energi juga berbeda-beda jadi misalnya tetap tetap ada di lingkungannya ada tetap kualitas air gitu ya, kemudian ee tapi misalnya dia di bagian ekonominya dia akan melihat apakah ee biomasnya tersedia kemudian harganya berapa gitu ya. Kemudian bagaimana ee apa perdagangan atau ee ya penjualan biomasnya kemudian bagaimana gitu ya. Kalau di sosialnya ada kondisi apakah ee ada penghasilan yang cukup ya untuk si pekerjanya, kemudian bagaimana pengembangan ee daerahnya sendiri gitu ya karena adanya projek bioenergi ini kemudian akses ke apa akses apa resources gitu ya oleh apakah sudah terpenuhi itu untuk ee contohnya bioenergi Bapak Ibu. Kemudian ini saya cuman punya ada satu contoh untuk ee life cy life cycle sustainability assessment ya. Misalnya dalam lingkungan ada konsumsi energi kemudian penggunaan air kemudian kita juga melihat CO2 NOX dan SO2-nya. Kemudian di life cycle cost-nya kita lihat biaya energinya misalnya, kemudian berapa biaya untuk ee pengolahan airnya, kemudian berapa biaya listriknya, jadi ee berapa biaya pekerjanya itu indikator yang dilihat gitu ya di LCC-nya. Sedangkan dalam social life cycle assesment-nya kita lihat berapa jumlah pekerjanya. misalnya berapa ee apakah gajinya sudah sesuai dengan standar misalnya ataukah ee kemudian apakah ada selama ee produksinya gitu ya, apakah ada pekerja anak dan lain-lain. Jadi ini contoh indikator lengkap dari lingkungan ee ekonomi dan sosial misalnya untuk produksi 1 m³ batu marmer. Dan sebenarnya ini mungkin bisa digunakan juga untuk produk-produk lain ya Bapak, Ibu ya. Jadi enggak terbatas di sini. Jadi bisa dilihat misalnya working hours juga digunakan oleh pekerja di produk lain gitu ya. Eh ya contoh untuk life cyclle. Nah, kemudian yang terakhir mungkin ini yang terakhir dari slide saya. Eh, mungkin saya tutup dengan ini. You cannot improve what you then measure gitu ya. Jadi kita tidak bisa eh mengembangkan atau meningkatkan apa yang tidak kita ukur untuk melakukan life cycle assessment, life cycle sustainability assessment. Karena dengan melakukan perhitungan dampak lingkungan sosial dan ekonomi baru kita bisa meningkatkan gitu ya, kita bisa melakukan perbaikan di ee berbagai macam ee proses atau siklus dari si produknya sendiri. Mungkin itu dari saya, Mbak Silvi. Saya kembalikan dulu ke Mbak Silvi untuk sesi pertanyaan. Oke. Baik. Iya, terima kasih Bu atas ee materi yang telah disampaikannya. Mungkin ee sebelum ee ke sesi tanya jawab yang sudah ee peserta kirimkan di Slaidu ee saya akan memperkenalkan dulu ini pelatihan ee mengenai LCA yang ada di Ekoedu yang akan disampaikan oleh eh koordinator pelatihan LCA dari Ekoeduk. Ada Mbak Candra di sini. Halo, selamat siang Mbak Chandra. Iya. Halo, selamat siang Mbak Silvie. Ya, bagaimana Mbak ee apakah baik? Alhamdulillah baik. Oke, mungkin ee boleh Mbak nih sebelum ke sesi tanya jawab dijelaskan nih Mbak mengenai ee apa saja sih ee materi pelatihan LCA yang ada di Ekoedu maupun pengajar-pengajarnya siapa saja. Silakan Mbak. Baik, terima kasih Mbak Silvi. Mungkin sebelumnya saya izin untuk share screen terlebih dahulu. Mm. Baik, sebelumnya perkenalkan ee saya Candra yang pada kesempatan ini saya sebagai koordinator pelatihan LCA di Ekoedu ingin menjelaskan sedikit mengenai pelatihan LCA. atau life cycle assessment. Eh, di Ekoedu sendiri di dalam pelatihannya yang akan dilakukan selama 5 hari, kita akan membahas beberapa materi tentunya ini akan dibahas secara sangat detail. Yang pertama kita akan membahas konsep dasar LCA. Kemudian kita akan membahas penentuan tujuan dan ruang lingkup LCA. Kemudian kita akan membahas inventory data dan analisis inventory. Kemudian ada penilaian dampak daur hidup interpretasi LCA. Kemudian kita juga akan praktikum secara langsung mulai dari instalasi sampai dengan studi kasus untuk dua software atau tools yang digunakan dalam LCA yakni ada Open LCA dan Simapro. Kemudian untuk pengajarnya sendiri kita ada dua pengajar utama dan tentunya akan dibantu juga oleh asisten selama praktikum. Untuk pengajar utama ada Bapak Dr. Asep Sofyan yang merupakan dosen kelingkungan ITB. Kemudian yang kedua tentunya pemateri kita pada hari ini yakni Ibu Dwi Ca Wulandari yang juga sebagai praktisi LCA juga akan mengisi selama pelatihan. Untuk pelatihan sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 17 sampai dengan 21 Juli. Ini adalah jadwal yang terdekat. Kemudian ee Bapak dan Ibu bisa mendapatkan potongan harga untuk pembayaran sampai dengan 10 Juli 2023. Untuk ee selanjutnya keuntungan Bapak dan Ibu untuk mengikuti pelatihan di Ekoedu. Bapak dan Ibu nanti bisa bertanya langsung kepada para narasumber. Kemudian nanti Bapak dan Ibu akan diberi fasilitas e-learning di mana e-learning ini nanti akan ada materi-materi yang di-upload pada e-learning. Kemudian Bapak dan Ibu juga bisa untuk melihat dokumentasi atau rekaman pelatihan. Kemudian nanti juga Bapak dan Ibu ee akan mendapat ee relasi yakni kita akan bergabung di e WhatsApp grup untuk seluruh alumni LCA. Kemudian Bapak dan Ibu juga akan mendapat pengalaman langsung untuk menghitung LCA, yakni menggunakan software Open LCA dan Simapro. Baik, eh bagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk mengikuti pelatihan LCA di Ekoedu, silakan nanti untuk menghubungi admin atau bisa mengunjungi website kami. Mungkin cukup untuk ee gambaran sedikit pelatihan. Saya kembalikan kepada moderator. Oke. Baik ya. Terima kasih Mbak Candra ee atas tadi penyampaian mengenai pelatihannya. Nah ee sekarang kita akan melakukan sesi tanya jawab ya. Ee Bapak dan Ibu juga boleh ini untuk menanyakan materi yang sudah disampaikan ataupun ee bertanya mengenai ee pelatihan yang ada di IED ini khususnya di LCA nanti akan dijawab oleh Mbak Candra. Oke, mungkin saya akan tampilkan terlebih dahulu untuk pertanyaan yang sudah terkumpul di ee Slidu. Mungkin silakan Ibu Dwica untuk ee membahasnya satu persatu. Ee baik, terima kasih Mbak Silvi ya untuk pertanyaan. Jadi saya langsung baca aja ya mungkin dari yang pertama aplikasi atau software apa yang paling direkomendasikan untuk menghitung LCA sesuai dengan kondisi di Indonesia. Ee ya mungkin saya ini banyak pertimbangan Bapak Ibu kalau software. Jadi misalnya terkait biaya karena ada software yang perlu lisensi. Jadi ee apakah misalnya tersedia biaya untuk membeli lisensi untuk software tersebut, kemudian ee misalnya untuk database ya. Jadi mempertimbangkan apa misalnya di software tersebut sudah ada database-nya tapi biasanya sudah kalau misalnya berlisensi ada gitu ya. Nah, ee ada beberapa software yang gratis, Bapak, Ibu bisa lihat Open LCA namanya. Eh, itu bisa di-download gratis dan ada beberapa database yang gratis tapi tidak semua. Jadi, tidak bisa menghitung semua ee dampak lingkungan dari semua produk gitu ya. Sangat terbatas misalnya, tapi juga bisa ee nanti membeli lisensi dari database-nya. Jadi, ada namanya database Ecoinvent. Jadi ada open LCA, kemudian ada namanya Gebi. Saya dulu untuk ownership saya di Swedia pakainya Gebi. Jadi tapi itu dari perusahaan ya Bapak, Ibu ya karena harganya ee cukup ee apa cukup mahal. Kemudian juga ada Sima Pro eh untuk eh software-nya. Kalau Ecoidu pakainya SIMAF Pro ya Mbak Candra ya. Open LCA dan SIMAPro Bu. Tapi kalau untuk ee Simapro memang kita akan gunakan versi trial. Oh iya. Kalau SIMAPRO pakainya versi trial ya. Jadi nanti Bapak Ibu bisa lihat. Jadi kalau direkomendasikan itu tergantung pertama tergantung budget dan nanti tergantung kebutuhan perhitungannya sendiri ya Bapak Ibu ya. Kemudian ee ya unit fungsional itu dapat dibuat sendiri atau harus berdasarkan ee PCR apa ya Mbak Selfia ya? Saya enggak tahu nih PCR apa. Saya tahunya tes PCR buat COVID. Maaf Bapak Ibu ya. Pokoknya kalau un fungsional mungkin saya coba jawab. Biasanya pertama karena ee LCA juga ketika mau memberikan asumsi itu harus sacientific. Jadi kita bisa refer ke ee apa ke literatur yang sudah ada. Pertama ee selalu saya ee balik lagi ke literatur apa yang biasanya digunakan. Kemudian tergantung tujuan dan ruang lingkupnya. Jadi misalnya Bapak Ibu ee mau melihat ee dampak lingkungan apa gitu ya, produk apa itu bisa ee tergantung dengan tujuannya. Misalnya harus membandingkan dua produk, berarti membandingkannya harus Apple to Apple. Jadi jangan satu unit fungsionalnya pakai eh 100 lit, satu misalnya pakai ee 10 kg. Jadi dia enggak apple to apple untuk membandingkan. Jadi balik lagi ee dan ee saya selalu eh back to literatur gitu ya. Ee lihat lagi misalnya apa yang yang sudah ada di literatur seperti apa, kemudian kita sesuaikan dengan tujuan dan ruang lingkup kita. Oh ya. Baik. Kemudian jika ekonomi dan sosial juga diperhitungan di LCA, apakah dalam penyelenggaraan SU DLCA pengalaman Ibu di Pertamina juga ada ahli atau lulusan bidang tersebut? ya. Nah, ini sebenarnya menarik Bapak, Ibu karena ee apa untuk ekonomi dan sosial seperti yang saya bilang itu apa sangat jarang dipertimbangkan gitu ya untuk ee dimasukkan dalam studi-studi yang terkait dengan lingkungan padahal dia sangat penting. Tapi kalau dalam ee pengalaman saya bukan dari LCA tapi ya dari project lain, dari projek sosial ee teman-teman dari antropolog itu sangat berpengalaman untuk studi sosial ya. Apalagi dalam metode kualitatif. Jadi, bagaimana mengumpulkan data, interview, survei itu mereka sangat berpengalaman ya untuk ee mengumpulkan data-data ini gitu ya. Dan ini saya juga sebenarnya ee membahas ini karena juga saya masih dalam tahap belajar dan belum mengaplikasian ee ekonomi dan sosial. Walaupun saya punya pengalaman untuk dampak sosial tapi tidak dalam lingkup LCA. Ee karena itu saya juga apa mengajak Bapak Ibu gitu ya yang mau melakukan studi life cycle assessment mulai bisa mempertimbangkan bagaimana ee dampak ekonomi dan dampak sosialnya gitu ya. Dan ya tadi kolaborasi misalnya kalau misalnya dalam satu riset bisa kolaborasi dengan ee peneliti-peneliti sosial. Jadi ee dan kita maksudnya kita juga misalnya kita dalam ahli lingkungan tapi tentu kita perlu ini ya belajar juga dari ee teman-teman lain dari riset-riset ekonomi, riset sosial untuk ee bagaimana mereka mendapatkan datanya misalnya kemudian bagaimana mereka turun ke lapangan untuk ee survei melakukan interview itu ee yang apa yang bisa dilakukan gitu ya ee Eh ya sekarang sedang gencar promosi produk-produk darur ulang pasti dalam perspektif eh life cycle sustainability assessment bagaimana ya? Mm baik ini menarik nih ee pertanyaannya ee terkait dengan produk-produk dar ulang plastik. Mungkin kalau dalam sisi lingkungan gitu ya, dalam sisi ekonomi ini ee punya dampak yang relatively baik gitu ya Bapak Ibu. karena misalnya dia tidak menggunakan virgin material, jadi material bahan baku yang dari awal. Kemudian dia juga memberikan nilai ekonomi lagi terhadap sampah gitu ya, terhadap ee apa bahan-bahan plastik yang seharusnya masuk ke pengolahan limbah tapi sekarang punya nilai ekonomi lagi gitu ya. Tapi kalau untuk dampak sosialnya mungkin saya tidak punya pengetahuan lebih jauh Bapak Ibu terkait dampak sosialnya karena ya ee perlu kajian misalnya bagaimana dampak sosial terhadap orang-orang di sekitar TPA, kemudian misalnya apakah ada dampak ekonomi, kemudian ee ya dampak-dampak sosial mungkin yang masih ee abu-abu gitu ya. Dan tadi kalau misalnya Bapak, Ibu yang ada risetnya terkait dengan darulang plastik, saya ee sangat mengencorage gitu ya, sangat ee mulai mempertimbangkan bagaimana dampak ekonomi, dampak sosial dan menjadikannya satu apa riset yang komprehensif gitu ya untuk yang mempertimbangkan semua dampak dalam sustainability atau ya dalam sustainability assessment. Eh, ya. Kemudian ini yang terakhir ya. Eh, masih ada ya Bapak Ibu. Jadi apakah ada standar nasional dan globalnya untuk LCA tersebut? Tadi sudah ada ya Bapak Ibu ya. Ada di slide saya untuk LCA. Kalau untuk di Indonesia tadi ada standar dari Kemenlk, kemudian ada apa ee ee acuan bagaimana me apa melaporkannya ya. Jadi ada acuan untuk pembuatan laporan LCA dari Kemenlk untuk ee proses di propernya sendiri. Ada lagi ee pertanyaannya Mbak Silvi. Iya. Untuk yang dari Slido ee sudah Bu mungkin akan dibuka sesi tanya jawab secara langsung ya Bu. Apakah boleh? Ya boleh. Silakan Bapak Ibu kalau misalnya ada yang mau bertanya atau mau sharing. Saya juga sangat senang sekali kalau misalnya Bapak Ibu sharing ada yang risetnya di LCA. Oke, ini ada yang sudah angkat tangan ini ada Pak Harmin mungkin saya persilakan Pak untuk menyampaikan pertanyaannya. I selamat siang Bapak Ibu. Selamat siang Bu Dika. Ya, perkenalkan saya Harmen. Saya akademisi di Universitas Lampung. Ya, ini LCA dulu memang pernah saya cukup kenal di awal-awal 2000-an gitu ya. Ya, saya lihat LCA ya. Kebetulan saya di bidang energi gitu. Jadi energi dan lingkungan ini kan sudah pasangan yang harmonis gitu Bu ya. [tertawa] Ya, ini tentang ini saya pernah coba untuk kajian tentang mungkin di awal itu kan di audit energy lah mungkin di ininya cikal bakalnya gitu untuk KCA terutama sekali ya mungkin bukan hanya Indonesia waktu itu masih ASEAN gitu kan kita sangat sulit sekali itu data gitu loh karena si ini kan basis data itu sangat ee kuat sekali gitu kan tingkat kepercayaan data yang kita dapat gimana gitu kan nah energi ini seperti yang gampang aja misalkan energi listrik di industri gitu itu tidak semua industri itu mau memberikan data energi listriknya ke kita gitu kan apalagi energi-energi yang lain. Nah, di sini saya lihat kalau misalnya tidak adanya suatu regulasi yang memberikan ee apa namanya ya semacam tanda kutip pemaksaan lah gitu ke industri ini akan sulit kita untuk melakukan ee semacam eh life cycle assessment ini gitu kan. Karena bagi kalangan industri mereka ya cuman kalau misalnya sudah profitnya sudah bagus mereka sudah enggak peduli lagi. Padahal AC ini adalah global sifatnya atau kita Indonesia atau ya global lah gitu. Nah, mungkin bagaimana ee Ibu untuk mengatasi ee data ini karena saya dulu cukup ee kalangkabut juga untuk data ini. Enggak dapat data yang cukup baguslah gitu kan. Nah, kemudian juga untuk LCA ini kan kita lihat misalkan ee kita menilai itu titik nolnya itu gitu Bu. Misalkan dalam proses industri apakah titik nolnya ini kita dibahan baku sampai produk jadi? Karena LCA ini kan suatu siklus gitu kan. Misalkan bahan baku itu juga kita harus perlu lihat dari mana dia berasal, berapa kontribusinya terhadap misalnya sosial, lingkungan juga ekonominya gitu kan. sehingga nanti produk itu kembali lagi ke awal lagi gitu. Nah, mungkin ini dulu ya, Pak. Terima kasih, Bu, ya. Baik, terima kasih. Mungkin saya jawab dulu boleh ya, Mbak Silvi ya, biar saya enggak lupa. Baik, Pak. Tadi Pak Aduh, saya lupa Pak siapa tadi? Pak Armen. Iya, Pak Armen. Pak Armen. Terima kasih Pak Armen dari UNILA Lampung ya, Pak Armen ya. Ya. Ee ya, terima kasih pertanyaan Pak Aren. Saya juga ya e terkait dengan data ya. Saya juga kemarin di di UI melakukan berbagai riset terkait LCA. Kemudian juga misalnya ee apa terkait dengan industri gitu ya. Kemarin saya salah satunya adalah LCA ban dan ini sangat unik Pak Armen. Jadi mereka membuat LCA ban ee tapi ternyata perusahaannya perusahaan dari luar dan perusahaan di Indonesia enggak punya data gitu ya. Jadi kita agak bingung. Jadi kita harus mengukur dampak lingkungannya, mengambil datanya dari mana gitu ya. Ee nah tapi ya itu tadi maksudnya ketika tidak ada data maka tentu saja tidak bisa dihitung. Nah, tadi setuju dengan Pak Armen bahwa pemerintah sudah menetapkan proper sebagai salah satu kewajiban ya di mana LCA dimasukkan dan itu menurut saya adalah salah satu usaha pemerintah untuk punya database untuk berbagai macam industri di Indonesia. ee dan salah satu juga sumber datanya mungkin bisa dari asosiasi industrinya. Ee saya pernah terlibat dalam salah satu untuk ee asosiasi terkait tambangnya batuara. Jadi ada asosiasinya di situ ee secara kolektif gitu ya asosiasinya yang mengumpulkan data dari berbagai perusahaan batuara. Jadi, penggunaan energi, penggunaan air dan lain-lain dalam life cycle assessment laporannya itu yang dimasukkan sebagai database ya. Nah, eh jadi salah satu sumbernya bisa dari database organisasi dan kalau misalnya memang tidak ada misalnya untuk mesin ya, permesinan ee salah satunya adalah dengan melihat ke sistem yang ada di tempat lain gitu. misalnya dia punya mesin yang sama, kemudian misalnya ee kita lihat masa pakainya berapa lama dalam sehari kemudian ya seperti itu. Jadi ada tadi asumsi-asumsi bahwa oh ternyata mesinnya sama dengan yang ada di tempat lain kemudian kita bisa menggunakan asumsi ini. tapi balik lagi tetap berbasis gitu ya, berbasis ee saentifik gitu Pak Armen ee dan ya saya setuju bahwa masalah data sangat ee krusial dan ya balik lagi kalau misalnya Bapak Ibu ee apa memegang data di kantornya, di apa di perusahaannya mungkin saya mengencourage untuk mulai meng-keip datanya secara bagus, menyimpan dengan bagus secara online historical data. Jadi ketika kita membutuhkan datanya itu akan mudah digunakan gitu ya. Kemudian tadi yang kedua terkait dengan titik nolnya. Mulainya dari mana ya, Pak ya? Jadi siklus hidupnya jadi ee ada namanya ruang lingkup LCA yang namanya cradle to grave, cradle to gate atau gate to gate gitu ya. Jadi kalau cradle to grave dari mulai bahan baku mentah sampai ke grave-nya. Grave itu pengolahan limbahnya gitu ya. atau misalnya ee gate to gate misalnya dari ketika produknya keluar dari pabrik sampai dengan dia mau masuk ke pengolahan limbah. Jadi ada berbagai macam ee lingkupnya ya, Pak ya. Dan saya karena saya juga kemarin di akademisi, maksudnya di bagian riset ketika mahasiswa mau ee riset terkait dengan LCA balik lagi terkait dengan ketersediaan data, Pak. Jadi ketika kita sudah ambisius banget nih mau wah saya mau dari titik ini dari bahan baku mentah sampai dengan pengh limbah ternyata datanya enggak ada jadi agak sulit gitu ya. Nah, makanya di tahapan LCA itu panahnya ee selalu ee bolak-balik gitu ya. Jadi dari interpretasi hasil kita balik lagi ke tujuan dan ruang lingkup sebenarnya karena kita lihat lagi atau misalnya dari analisa inventory kita balik lagi ke tujuan ruang lingkup karena ketika kita sudah sampai di proses analisa inventori oh ternyata saya enggak punya data nih di bagian awal gitu ya mungkin saya lingkupnya mau saya kecilin aja gitu dari mulai misalnya dari produksi aja karena jadi saya ada mahasiswa yang meneliti LCA ee sampai singkong dan tapi saya awalnya agak pesimis gitu ya masa dia bisa dapat data dari pertanian ternyata emang dapat gitu. Padahal saya mau memperkecil lingkupnya ternyata dapat gitu ya. Nah, jadi bisa memperkecil lingkup berdasarkan tadi balik lagi ke analisa inventory-nya gitu ya Pak. Jadi oh saya enggak punya data di sini jadi saya bisa memperkecil lingkumnya dan ketika melaporkan balik lagi karena LC tentang transparansi tentang bagaimana memperlihatkan laporan ee detail LCA-nya. Jadi kita bisa sampaikan di situ bahwa datanya terbatas di proses ini. Jadi prosesnya cuman sampai dari CD E G apa get to get to gate misalnya. Seperti itu, Pak dari saya pendapat saya. Terima kasih ya. Ya. Apakah sudah terjawab mungkin, Pak? Oke, jika sudah mungkin ee ke penanya selanjutnya ada Pak Syahru ya. Silakan, Pak. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Eh, izinya Kak Duica nih. Saya juga kebetulan juniornya Kak Duica di Spensa dulu nih. Ee jadi yang ingin saya tanyakan adalah ee apa sih pendekatan yang terbaik ketika kita ingin membandingkan dari hasil penilaian siklus hidup yang menggunakan unit fungsional yang berbeda, Kak? Apakah ada nih trik-triknya nih? Karena kan ee mengingat kami yang orang baru dalam LCA itu ketika ada suatu kasus kita ingin memandingkan nih antara siklus hidup yang berbeda di dalam ee ronal lingkungannya dengan unit fungsional yang berbeda. Apakah bisa seperti ituah? Apakah ada pendekatannya? Itu yang pertama. Yang kedua, ada enggak sih cara penentuan faktor konversi emisi dan energi untuk material yang berbeda dalam LCA, Kak? mungkin study case-nya seperti ee pembangunan menggunakan industri beton atau juga terkait dengan industri batubara, Kak. Yang mengingat kalau dari prinsip berkelanjutan kan bertolak belakang tuh, Kak, antara sosial dan lingkungan. Nah, kira-kira ada enggak sih ibaratnya cara penentuan faktor konversinya, Kak? Mungkin itu aja sih dari saya. Terima kasih. Iya, baik, terima kasih. Langsung saya jawab ya, Mbak Silvia ya. Ya. Heeh. Iya. Ini jadi saya ketemu adik kelas saya di SMP ya, sekarang malah sudah jadi doktor gitu ya. Halo ya, Mas Sahru ya. Ee mungkin pertama terkait tadi dengan perbandingan ee functional unit ya. Ketika membandingkan ee dua produk tadi saya juga sudah sempat sampaikan bahwa dia harusnya apple to apple. Jadi jangan apple to orange misalnya 10 kg dengan 10 lit. Jadi masih agak sulit gitu ya untuk ee apa membandingkannya dan misalnya sistemnya berbeda balik lagi perbedaannya ada di mana kemudian nanti bisa di apa sampaikan di laporannya gitu ya. Dan mungkin kita enggak bisa langsung bilang misalnya saya membandingkan piring sama gelas gitu ya satu buah piring dan satu buah gelas atau misalnya produk yang lebih ekstrem lagi. Ee atau misalnya Mas Saru bisa kasih saya contoh ee produk yang dibandingkan apa gitu. Sori masih mute. Iya. Oke. Ee misalnya nih, Kak produknya kalau kita berbicara terkait di dalam ee lingkungan nih misalnya antara ee satu batuan nih misalnya batuannya satu andesit yang satu dia batu kapur Kak misalnya dalam industri ini penggaliannya. Oh ya ya. Heeh. Nah, itu kan sama tuh jenisnya. Cuman dia dari segi spesifik batunya kan dia berbeda nih, Kak. Heeh. Heeh. Nah, itu bisa enggak dia life cycle-nya ee kan ketika kita mau melakukan penggalian itu kan ada ibaratnya rencana untuk ee tahap pasca tambangnya istilahnya tuh, Kak. Nah, di dalam pasca tambang tuh kan pasti ada dia life cycle-nya bagaimana. Nah, kira-kira bisa enggak seperti itu, Kak, antara batu kuarsa ataupun batu andesit. Eh, oh ya. Baikbaik. Oh, tapi kan ini produknya masih sama ya. Jadi maksudnya produknya batu. Jadi misalnya ya 1 ton misalnya e batu andesit kemudian 1 ton batu satu lagi gitu ya. Iya. Tapi jenisnya beda. Heeh. Jadi kalau misalnya mau memilih dua produk walaupun sistemnya berbeda ya kita bisa membandingkan aja gitu ya karena dia masih ee ya itu masih apple to apple gitu ya. Produknya sama batu berarti bisa pakai functional unit 1 ton misalnya ya. Walaupun sistemnya berbeda karena kan kita melihat dampak lingkungan per produknya kan untuk memilih produknya. Jadi menurut saya masih bisa dibandingkan walaupun misalnya nanti ee prosesnya berbeda gitu kan misalnya dia menggunakan alat yang berbeda. Tapi kan ee pada dasarnya itu adalah ee jenis ee apa produknya dengan sistem yang beda tapi keluarannya tetap oh satu satu 1 ton misalnya seperti itu. Jadi menurut saya tetap bisa dibandingkan ya. Oke oke oke. Iya. kecuali dia sangat beda banget ee misalnya mau bandingkan batu dengan apa gitu ya. Kalau misalnya masih di area tambang misalnya satu sektor, satu industri menurut saya masih bisa apple to Apple gitu ya. Kemudian yang terkait yang kedua mungkin ini agak kompleks ya mungkin harus ikut trainingnya dulu ya Mbak Silvia karena ini terkait dengan faktor emisi karena ee dalam di software-ya sendiri kita misalnya sudah ada faktor emisi yang digunakan untuk menghitung dampak lingkungan. Ee kalau saya dulu di ee studi master saya, saya belajarnya menghitungnya dampaknya itu dengan Excel dulu. Jadi kita memahami bagaimana software-nya bekerja dan ada ee penjelasan bagaimana menghitung faktor emisinya. Jadi ada dokumennya kalau misalnya cari terkait dengan life cycle impact methods itu dia atau eh itu dia punya penjelasan bagaimana menghitung faktor emisi dari misalnya dari ee ya macam-macam gitu ya. Jadi ada ada cara perhitungannya mempertimbangkan apa saja gitu ya dan apa dia juga memperhitungkan dampak dari ee ke air, ke udara, ke lingkungan sehingga dia bisa jadi satu faktor emisi gitu. Jadi itu agak agak lebih detail sebenarnya ke faktor emisi ee tapi bisa dilihat ee dokumennya kalau ingin membaca lebih jauh ya. Siap, Kak. Oke, makasih. Sama ya. Oke, mungkin ee karena kita juga pada hari ini terbatas oleh waktu ya, Bapak Ibu semua, mungkin ee masih banyak pertanyaan dari Bapak Ibu, namun ee karena keterbatasan waktu jadi ee Bapak dan Ibu semua mungkin ee bisa nanti mengikuti pelatihannya karena di pelatihan itu ee waktunya 5 hari. Jadi, Bapak dan Ibu semuanya bisa lebih leluasa ya untuk ee bertanya dan berdiskusi mengenai LCA ini. Oke, ee sebelum saya mengakhiri mungkin saya akan melakukan sesi dokumentasi terlebih dahulu. Jadi, bagi Bapak Ibu semua yang bisa untuk menyalakan kamera, silakan untuk menyalakan kameranya. Oke, saya akan dokumentasikan. 3 2 1. Ya, sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Bu Dwica yang sudah ee menyampaikan materinya dan juga Bapak Ibu semua yang sudah hadir ee hingga sesi akhir. Tadi ada 800 peserta yang hadir di ee Zoom ataupun yang mengikuti streaming di YouTube. Dan terima kasih juga kepada Mbak Chandra yang sudah ee tadi menyampaikan untuk ee pelatihan di Ekoedu. Saya ucapkan terima kasih dan saya undur diri. Ee sampai bertemu di webinar minggu depan. Bapak warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. [musik]