File TXT tidak ditemukan.
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang berpengalaman memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun [Musik] menyampaikan materi dari menjelaskan dengan detail dengan mudah saya pahami kami Kebetulan saya bekerja di pegawai negeri jadi mudah memahami dan kita menerapkan langsung dikasihnya di lapangan terutama saya di bagian emisi di bagian udara dan Suhunya mulai dari perfect ada pemodelan udara ada terus kemudian saya kemarin [Musik] jadwal pelatihannya untuk tahun 2023 ini sudah dimulai di awal setiap hari [Musik] materi yang diberikan memang sebenarnya sudah mantap tapi memang untuk kendala waktu sangat di PNS kan kadang-kadang ada panggilan juga sih sehingga ada beberapa kali apa putus banyak hal yang saya dapetin banyak sekali jadi Alhamdulillah lupa terutama yang pertama saya ikutin bulan Juli Ya itu sih Awalnya yang Oke nih gitu makanya saya lanjut ke GR saya akhirnya bisa mulai upgrade lagi ya karena Kebetulan saya backgroundnya sebenarnya sekitar 8 tahun tidak berhubungan dengan bidan ini sehingga dengan mengikuti yang kemarin saya akhirnya di saat upgrade ilmu lagi terutama untuk peraturan-peraturan yang saat ini berlaku [Musik] membantu bagi saya PNS bersama-sama dengan anda di record dengar lagi karena jadi Apa kesibukan di waktu ini ketika pas pelatihannya itu kan ada kesibukan gitu kan maksudnya di Sambi gitu ya mohon maaf ya terus itu terus setelah itu apalagi pemodelan pemodelan ini kan kita nggak bisa sekali ya oke ya Ini sekarang saya lagi ngulang yang mumpung saya juga masih belum terlalu banyak kegiatan dia lagi Ngilang sekarang itu sangat membantu sekali jadi ketika saya sedang bekerja dan ingin mari main lagi mengingat kembali untuk materi-materi yang kemarin mengakses di website Mantap bagus dan berkembang [Musik] sangat luar biasa pengembangan sumber daya manusia adalah bagian dari proses dan tujuan dalam pembangunan indonesia upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas salah satunya dapat dilakukan melalui pelatihan Eco edu hadir sebagai platform pelatihan lingkungan hidup yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia saat ini kami memiliki 12 paket pelatihan yaitu dasar-dasar AMDAL persetujuan teknis air limbah persetujuan teknis emisi udara persetujuan teknis limbah B3 penyusunan dokumen klhs penyusunan dokumen rpplh perhitungan emisi gas rumah kaca pemodelan kualitas air sungai pemodelan dispersi udara pelatihan remote sensing pelatihan sistem informasi geografis dan pelatihan sistem dinamik alumni pelatihan kami sudah lebih dari 2500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia pelayanan kami terbuka untuk perusahaan pemerintahan perorangan atau pemerhati lingkungan selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang berpengalaman memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun menyampaikan materi berikut menjelaskan dengan detail dengan rinci jadi mudah saya pahami Kebetulan saya bekerja di pegawai negeri ini mudah memahami dan kita menerapkan langsung di kasihnya di lapangan saya di bagian emisi di bagian udara dan saya melihat di Eco Edo semua ya Mulai dari perfect ada pemodelan udara ada terus kemudian saya kemarin [Musik] jadwal pelatihannya untuk tahun 2023 ini sudah dimulai di awal Januari [Musik] materi yang diberikan memang sebenarnya enggak mantap tapi memang untuk kendala waktu sangat berhubung ini kalau kita lihat ada panggilan juga sendiri sehingga ada beberapa kali apa terputus banyak hal yang saya dapetin banyak sekali jadi Alhamdulillah buka terutama yang pertama saya ikut itu kan lewat bulan Juli Ya itu sih Awalnya yang Oke nih gitu makanya saya lanjut saya akhir saya bisa mulai upgrade lagi ya karena Kebetulan saya backgroundnya sebenarnya pekerjaannya sudah sedikit 8 tahun tidak berhubungan dengan bidan ini sehingga dengan mengikuti trading yang kemarin saya akhirnya disaat ilmu lagi terutama untuk peraturan-peraturan yang saat ini berlaku [Musik] membantu bagi saya PNS bersama-sama ketika pas pelatihannya itu kan ada kesibukan gitu kan mohon maaf ya itu terus setelah itu apalagi yang pemodelan pemodelan ini kan kita nggak bisa sekali ya itu ya sekarang saya lagi ngulang yang mumpung saya juga masih belum terlalu banyak kegiatan saya lagi itu sangat membantu sekali jadi kita saja sedang bekerja dan ingin mari main lagi mengingat kembali untuk materi-materi yang kemarin saya bisa mengakses di website [Musik] Mantap bagus dan berkembang [Musik] sangat luar biasa [Musik] ya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya ucapkan selamat datang kepada Bapak Ibu semua yang sudah hadir di zoom meeting kali ini sudah ada 449 orang terima kasih atas kehadirannya di webinar ke-23 yang diselenggarakan oleh Eko Edo Indonesia untuk webinar kali ini kami akan membahas mengenai perhitungan gas rumah kaca yang akan dilaksanakan pada Kamis 2023 pukul 10 hingga pukul 12 siang nanti sebelumnya Perkenalkan nama saya Silvi saya yang akan menemani bapak ibu semua di webinar kali ini untuk menambah keberkahan acara kita kali ini Mari kita buka dengan membaca doa menurut agama dan kepercayaannya masing-masing berdoa dimulai Iya berdoa dicukupkan dan kita juga akan membuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Oke baik ya mungkin Sebelumnya saya ingin menyapa dulu di sini sudah ada 541 orang yang sudah hadir di zoom meeting kita dan juga di live streaming YouTube ya mungkin ada yang tahu sekarang bertepatan dengan hari apa bapak ibu semua mungkin kalau yang tahu boleh menggunakan fitur resepnya di 16 Maret ini ada yang tahu untuk bertepatan dengan hari apa selain bertepatan dengan hari Kamis ya tentunya ada yang tahu Oh di sini ada ada yang tahu nih mungkin saya akan tanya-tanya dulu Halo Pak Selamat pagi Pak Iya selamat pagi Boleh disebutkan Bu hari ini bertepatan dengan hari apa Bu hari air sedunia bukan sih yang di Indonesia ini Halo Pak Halo selamat pagi [Musik] dulu ya ke ada ini Pak Nurul Huda ya Ibu Mbak oh ibu mohon maaf Ibu ya mungkin boleh disebutkan Bu kalau HK itu bertepatan dengan hari Bakti rimbawan hari ini 16 Maret Iya betul sekali Nah itu dia bapak ibu semua sudah dijawab ya tadi oleh ibu Nurul hudayah ya mungkin untuk hari ini kita bertepatan dengan hari Bakti rimbawan nah tadi ada banyak sekali yang mungkin yang belum tahu apa itu hari Bakti rimbawan mungkin kebetulan di sini ada Bu Nurul Huda yang dari yang langsung dari sumbernya mungkin ya boleh kita tanya-tanya sebentar boleh diambil lagi Bu Halo Bu Selamat pagi Bu atau kita Sudarso tim kita Halo Pak selamat pagi selamat pagi Iya mungkin boleh dijawab lagi PAK menurut Bapak Hari ini hari apa selain hari Bakti rimbawan yang ke-40 betul Pak mungkin boleh diceritakan pak yang Bapak tahu mengenai hari bakteri 16 Maret tahun 1983 ini merupakan hari lahirnya dari Kementerian kehutanan yang sekarang mungkin sudah berubah menjadi klhk ya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang pada selanjutnya itu diperingati sebagai hari Bakti rimbawan Nah untuk bapak ibu semua Mungkin kita di sini sama-sama berusaha untuk selalu menjaga lingkungan kita terutama hutan kita agar selalu bisa hijau dan bermanfaat juga dan seperti Thailandnya untuk di tahun ini yaitu hijaukan langit Nah saya juga ingin tanya-tanya ini untuk bapak ibu semua ada yang baru pertama kali mendengar tentang hari bakteri ada yang baru dengar yang pertama kalinya Oke ada yang baru pertama kalinya mendengar Oke jadi tim kita hari ini sama-sama belajar mengenai hari bakteri menambah kosakata baru di tanggal 16 Maret ini Oke saya juga mau bertanya nih Siapa di sini yang baru pertama kali mengikuti webinar dari Eko ada yang baru pertama kali mengikuti webinar pertama kali Oke mungkin di sini ada varian Saya ingin tanya-tanya terlebih dahulu Halo selamat pagi selamat pagi Ibu dan juga Bapak Ibu sekalian Oke Bagaimana kabarnya Pak Alhamdulillah sehat mengikuti webinar dari kami baru pertama kali mbak terus saya dapat informasi kemarin di ada coba saya daftar ternyata gabung grup ya baru sekarang baru yang hari ini saya Oke berarti baru hari ini mengikuti dan sudah masuk grup ya Pak selamat datang dan salam juga dari kami dari eko semoga ternyata beberapa ada yang baru ya mengikuti webinar kita Saya ucapkan selamat datang dan salam kenal dari ekoedo untuk bapak ibu semua yang baru pertama kali dan untuk bapak ibu yang berkali-kali ikut sudah ikut webinar kita juga saya ucapkan terima kasih sudah menyempatkan waktunya untuk hadir di webi yang akan diselenggarakan setiap hari Kamis ini mungkin untuk yang baru mengenal Eko Edo saya akan sedikit memperkenalkan tentang apa sih oke ya Eko itu Indonesia atau PT X2 ini merupakan pusat pelatihan bersertifikat yang berfokus pada pelatihan lingkungan hidup pelatihan kami diselenggarakan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia baik secara individu maupun instansi pelayanan kami juga terbuka untuk perusahaan pemerintah perorangan pemerhati lingkungan dan pihak lain yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang lingkungan lalu pelatihan kami juga diselenggarakan secara online maupun offline Nah untuk pelatihan kami ini pelatihan yang berbasis SPL yang pertama itu yaitu silabus yang komprehensif Kami selalu berusaha menyajikan silabus dengan materi yang menyeluruh mudah dipahami dan menyajikan materi pelatihan dengan regulasi yang terupdate lalu kami juga menghadirkan pengajar yang ahli dan berpengalaman dari berbagai instansi dan perguruan tinggi yang terkemuka lalu Selanjutnya kami juga mengutamakan di pelatihan kami yaitu adalah latihan praktik dan praktis juga mengutamakan pembelajaran dengan praktik melalui studi kasus lalu kami juga memberikan peserta akses e-learning yang dapat diakses di manapun untuk mengulang materi nah ini Berikut merupakan beberapa pengajar kami dari dosen yaitu ada dari dosen-dosen ITB dari berbagai keilmuan ada dari teknik lingkungan teknik geodesi dan geomatika Teknik Kimia Matematika rekayasa Kehutanan dan lain sebagainya ini hanya cuplikan beberapa pengajar kami bagi Bapak Ibu yang penasaran siapa saja sih pengajar di Eco boleh mengunjungi nah ini untuk beberapa pelatihan yang kami selenggarakan ada pelatihan penyusunan dokumen plhs dokumen rpplh Lalu ada juga mengenai live cycle assessment dasar-dasar AMDAL dan berbagai persetujuan teknis yaitu ada persetujuan teknis emisi udara limbah B3 persetujuan teknis air limbah lalu juga kami ada S3 dasar Lalu ada Sig lanjutan dengan remote Lalu ada pemodelan kualitas air sungai perhitungan emisi gas rumah kaca dan ada pemodelan dispersi udara dengan berikut juga kami informasikan mengenai tiga pelatihan terdekat yang akan kami selenggarakan ini di tanggal yang sama di tanggal 20 sampai dengan 24 Maret itu ada dua pelatihan yaitu pelatihan life cycle assessment dan pelatihan penyusunan dokumen kajian lingkungan hidup strategis atau klhs lalu di minggu selanjutnya ada pelatihan perhitungan emisi gas rumah kaca nah di bulan ini sedang ada diskon menjadi bagi bapak ibu semua yang ingin untuk mengikuti pelatihan kami segera untuk kunjungi.id atau Segera hubungi admin Nah untuk bapak ibu yang ingin paket lebih hemat di dua pelatihan lca dan grk dengan bebas memilih jadwal pelatihan di air tanya akan hemat 800.000 yaitu jadi 7.200.000 selanjutnya ini bagi Bapak Ibu yang ingin lebih lanjut mengetahui tentang pelatihan yang kami selenggarakan bisa hubungi di WhatsApp kami atau di berbagai sosial media kami tapi jika Bapak Ibu sudah menentukan ingin mengikuti pelatihan apa Silahkan langsung isi pendaftaran di pendaftaran dot ekoidut.id Nah itu dia mungkin perkenalan singkat mengenai Eco edu Kami tunggu di pelatihan karena pembahasan mengenai perhitungan emisi gas rumah kaca ini juga ada di pelatihan kami jadi bagi Bapak Ibu yang setelah mengikuti webinar ini ingin tahu lebih lanjut untuk pembahasan itu maka silahkan untuk mendaftar di pelatihan kami karena pelatihan yang akan diselenggarakan 5 hari dan Bapak Ibu bisa lebih leluasa untuk bertanya lalu juga materi yang didapat juga tentunya lebih banyak lagi oke Ya mungkin itu saja perkenalan mengenai Nah sekarang kita kembali lagi mengenai webinar kita yaitu perhitungan gas rumah kaca di sini sudah ada pemateri kita yaitu bapak Asep Sofyan yang merupakan dosen teknik lingkungan ITB Mungkin saya akan sampai terlebih dahulu Selamat pagi Pak Selamat pagi Mbak Silvi gimana cara saya terdengar terdengar Pak Bagaimana Pak kabarnya hari ini Alhamdulillah sehat 769 orang ini mempersingkat waktu saya persilahkan untuk ke materinya baik Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Salam sehat untuk semuanya Bapak Ibu yang saya hormati Terima kasih atas kehadiran Bapak Ibu di webinar kita kali ini mudah-mudahan apa yang Bapak Ibu ingin diskusikan bisa kita penuhi di pertemuan kita kali ini untuk pertanyaan nanti bisa disampaikan di Ridho juga terima kasih kepada Eko Edo yang mengundang saya untuk menyampaikan materi tentang gas rumah kaca mohon izin Bapak Ibu saya untuk menyampaikan paparan isi paparan ada tiga bagian yang pertama adalah kondisi gas rumah kaca saat ini Kemudian yang kedua sumber dan perhitungan gas rumah kaca yang ketiga mitigasi gas rumah kaca mungkin kita mulai dari yang pertama Ya ini merupakan definisi dari gas rumah kaca yang pertama kita perlu sadari bahwa perubahan iklim yang saat ini terjadi di kita ini disebabkan oleh adanya pemanasan global dan pemanasan global ini disebabkan oleh kenaikan gas rumah kaca gas rumah kaca ini dihasilkan oleh aktivitas kita khususnya sejak revolusi industri abad ke-19 sehingga di sini terlihat asalnya gas rumah kaca itu cukup stabil ya cukup stabil tapi kemudian di setelah abad 19 ya tahun 1800 sekian ini sampai sekarang naik dengan sangat tajam Apa itu gas rumah kaca jadi gas rumah kaca itu mengambil dari fenomena pertanian jadi di pertanian itu ada green house ya diterjemahkan kepada bahasa Indonesia jadi rumah kaca jadi green house ini dipakai khususnya di musim dingin untuk meningkatkan temperatur di dalam ruangan Nah jadi sinar matahari yang masuk ke dalam Greenhouse dalam bentuk infra merah itu setelah masuk green house memantul berubah menjadi gelombang panjang ya atau asalnya UltraViolet Masuk gelombang pendek keluar inframerah atau gelombang panjang nah perubahan dari UltraViolet ke apa inframerah ini akan melepaskan panas dan Panasnya ini akan tertahan di rumah kaca itu sehingga fenomena ini ternyata sama dengan yang dirasakan oleh bumi bumi juga sama ada UltraViolet yang masuk ke muka bumi tapi kemudian dipantulkan dalam bentuk inframerah ya gelombang panjang nah tapi bukan oleh kaca ya kalau di muka bumi tapi oleh gas-gas yang berperilaku seperti kaca artinya dia bisa memantulkan mengabsor dari panas yang dipantulkan oleh permukaan bumi jadi tidak semua gas yang punya karakteristik seperti itu hanya gas-gas seperti CO2 ch4 n2o uap air ya Ini dia punya karakter bisa mengupsot infra merah nah akibat inframerah ini ada yang dipantulkan ada yang diserap oleh gas-gas ini di atmosfer maka permukaan bumi kita akan naik temperaturnya sebetulnya gas rumah kaca ini bermanfaat untuk bumi Kalau tidak ada gas rumah kaca ini maka bumi kita rata-rata minus 18 derajat Celcius jadi kita akan kembali ke zaman es ya kalau tidak ada gas rumah kaca jadi gas rumah kaca membuat suhu kita hangat ya sehingga bisa dihuni oleh kita saat ini suhu bumi rata-rata adalah 15 derajat Celcius ya 15 derajat Celcius [Musik] kalau karena ada gas rumah kaca ini ya Nah kalau tidak ada minus 18 derajat Celcius Jadi sebetulnya gas rumah kaca ini sangat kita butuhkan kalau jumlahnya pas sehingga membuat kita 15 derajat Celcius ya rata-rata tapi dengan adanya gas rumah kaca yang terlalu tinggi maka kita akan mengalami kenaikan nah kemudian pembahasan pertama adalah bagaimana kondisi gas rumah kaca saat ini Nah kalau kita lihat dari laporan ipcc ya Tahun 2022 gas rumah kaca kita ini terus naik ya terus naik trennya sangat mengkhawatirkan dengan proporsi yang utama hampir 64% ini dari bahan bakar fosil ya kemudian inilah yang menyebabkan kenaikan muka bumi ya yang signifikan dan terus naik begitu kondisi kita sekarang ada di kenaikan 1,1 derajat Celcius ya artinya dari sejak tahun 1800 sampai sekarang kita sudah ada kenaikan 1,1 derajat Celcius dan ini telah dirasakan di muka bumi sudah ada kenaikan temperatur kekeringan kemudian curah hujan yang tidak artinya kalau curah hujan naik tapi merata itu bagus Ya nah tapi sayangnya seringkali curah hujan itu naik tapi tidak bisa dikendalikan Nah kita sering melihat ada yang dulu tidak pernah banjir tiba-tiba banjir bahkan banjir bandang ya nah jadi kita tidak bisa mengendalikan di mana Jatuhnya uap air itu ya karena ada perubahan pola curah hujan yang terjadi baik di Indonesia maupun di seluruh muka bumi juga naik Tropical Cyclone kita sedang mencegah ya jangan sampai kedua derajat Celcius jadi di tahun 2060 itu kita ingin bertahan di 1,5 Tapi kelihatannya kita perlu pesimis ya karena ya tidak ada upaya yang signifikan dari seluruh dunia untuk menurunkan gas rumah kaca sehingga banyak ahli yang memperkirakan di tahun 2060 mungkin ya kita mencapai 2 derajat Celcius tentunya di sini dampaknya jauh lebih besar daripada yang kita rasakan sekarang kemudian termasuk juga kenaikan muka air laut sangat mengerikan kalau kita lihat angka-angka prediksi baik di tahun 2060 maupun 2100 ini adalah model-model yang selama ini dikembangkan saat ini sudah di plot sampai tahun 2300 ya Apa yang akan terjadi di tahun 2300 itu sudah diprediksi oleh para ahli di ipcc yang jelas kesimpulan dari para ahli adalah perubahan iklim yang terjadi sekarang ini lebih cepat dibandingkan dengan prediksi para ahli 10 tahun yang lalu jadi 10 tahun yang lalu diprediksi kejadian-kejadian yang kita alami ini di tahun 2030 atau 2040 sekarang di tahun 2020 2023 kita sudah terjadi ya sudah merasakan nah ini adalah kekhawatiran para ahli tentang bagaimana nasib bumi tempat kita tinggal jadi skenario skenario ini ya sangat tergantung ya kepada komitmen seluruh negara di dalam menurunkan gas rumah kaca dan kita bisa menghitung melihat dampaknya dari setiap perubahan angka-angka ini selalu diupdate ya oleh para ahli perubahan iklim yang sebetulnya angka-angkanya sangat mengkhawatirkan untuk prediksi tiap Regent juga untuk Indonesia Kita juga bisa akses tapi karena topik kita ini tentang perhitungan gas rumah kaca Jadi mungkin saya hanya cerita sekilas ya bahwa di Indonesia akan ada kenaikan temperatur kemudian juga akan ada perubahan pola curah hujan ya yang tentunya akan memicu bencana hidrometeorologi juga untuk Asia kita akan mengalami tren kalau kita lihat di gambar ini ya ini adalah perubahan curah hujan makin tinggi ini 4 derajat ya maka kita Indonesia makin warnanya coklat warna coklat artinya makin kekeringan ini Tentunya tidak menguntungkan ya buat Indonesia sebagai negara agraris jika kalau curah hujan kita turun dibandingkan sekarang Nah kita akan masuk ke perhitungan emisi gas rumah kaca sesuai dengan topik kita hari ini kalau tadi intinya pengingat ya pengingat kita hanya punya satu bumi ya itu planet bumi ini dan kondisinya sudah sangat memprihatinkan dari sisi perubahan iklim maka Sudah Selayaknya kita lebih peduli kepada penurunan gas rumah kaca gas rumah kaca sendiri sudah menjadi perhatian dunia khususnya unfcc dan ipcc metodologinya juga sudah dikeluarkan ya tahun 2006 kita bisa pakai metode perhitungan gas rumah kaca namun perkembangannya tadi ya di dalam penurunan gas rumah kaca ini kelihatannya belum sesuai dengan harapan nah tentunya bapak ibu dengan peran masing-masing di pemda menurunkan gas rumah kaca level Pemda di perusahaan menurunkan gas rumah kaca di perusahaannya atau juga di tempat kerjanya kampus sekolah Nah kita bisa memulai di dalam mitigasi gas rumah kaca yang pertama adalah menurunkan gas rumah kaca dengan cara menghitung ya menghitung kondisi sekarang menghitung kondisi yang akan datang juga menghitung kondisi sebelumnya atau masa yang sebelumnya nah di dalam perhitungan emisi gas rumah kaca kita bagi menjadi 4 sektor yang pertama adalah sektor energi kedua sektor industri ketiga sektor avolume ya di sini ada pertanian Kehutanan dan perubahan Land use yang keempat adalah sektor limbah yang terdiri dari limbah padat dan limbah cair nah diantara sektor-sektor ini sakit saling terkait ya jadi misalnya dari industri industri ini grk dari bahan bakar ini masuk ke sektor energi gitu ya Kemudian dari grk dari transmisi ini masuk kepada industri yang [Musik] terkait dengan limbah ini masuk ke sektor limbah jadi ada irisan-irisan antar sektor ya kemudian kalau kita bagi ya sektor-sektor Tadi ada emisi sumber tidak bergerak emisi fujitive kehutanan ada proses ada sumber Tak Bergerak limbah padat dan pengolahan limbah cair kemudian rumah kaca itu sendiri ya ada nah uap air sendiri Memang karakteristiknya menimbulkan efek tadi ya memantulkan infrared sehingga bumi menjadi lebih hangat tapi karena uap air ini merupakan unsur yang sangat penting untuk siklus air maka uap air ini kita Biarkan saja ya tidak kita kendalikan tetapi yang lainnya ini ada CO2 ch4 n2o CFC ini yang kita kendalikan kemudian di dalam perhitungan gas rumah kaca ya kita mengenal ada ruang lingkup atau Scope ada Scope 1 Scope 2 dan Scope 3 nah Scope 1 ini adalah yang langsung dikeluarkan oleh sumber emisi misalnya sebuah perusahaan memiliki pabrik ya pabriknya ini mengeluarkan emisi itu masuk dalam pabrik ini juga punya kendaraan sendiri khusus operasional itu juga dikategorikan Scope 2 ini kalau kita membeli gas rumah kaca dari pihak lain misalnya kita membeli listrik dari PLN ya jadi listrik PLN itu masuknya Scope 2 mungkin pertanyaannya Mengapa grk ini kita buat Scope 1 2 dan 3 contoh listrik listrik ini kan kita pakai Artinya kita berkontribusi mengeluarkan gas rumah kaca tapi kalau dihitung di tiap rumah tangga tentu ini jadi repot ya perhitungannya maka khusus untuk listrik itu dihitungnya di pembangkit jadi di PLN kita sebagai konsumen tidak perlu menghitung sendiri ya kalau mau dihitung silahkan tapi nanti di dalam pelaporannya itu harus dimasukkan ke dalam Scope 2 supaya tidak terjadi double counting Artinya kita hitung juga oleh PLN dihitung juga jadi nanti emisinya double Nah itu dihindari ya di dalam perhitungan gas rumah kaca kita hanya menghitung yang Scope 1 yang kita keluarkan sedangkan yang kita beli contoh misalnya tadi PLN itu kita masukkan ke dalam Scope 2 berbagai jenis Scope 2 ya Misalnya kita naik angkutan umum ya kita misalnya meminjam ya ya tinggal di hotel misalnya gitu ya kemudian meminjam menyewa gedung menyewa itu sebetulnya kita yang pakai kan gitu ya tetapi di dalam perhitungan gas rumah kaca itu menjadi kewajiban bagi pemilik silahkan pemiliknya yang menghitung supaya tidak terjadi double mounting atau perhitungan ganda nah yang wajib kita hitung hanya yang stop 1 yang Scope 2 boleh dihitung tapi kita tulis sebagai Spot 2 demikian juga untuk Scope 3 nah 3 ini misalnya kita menggunakan suatu produk ya nah saya menggunakan suatu produk kita tahu produk itu pasti memiliki gas rumah kaca tapi kita tidak perlu menghitungnya karena dia masuk ke dalam skor 3 biarlah nanti produsennya yang menghitung jadi kita tidak perlu menghitung produk-produk karena dia masuk dalam skor 3 kalau mau dilaporkan silahkan ya kita misalnya penggunaan bola lampu lampu asalnya misalnya pijar diganti LED kita mengurangi jumlah pemakaian itu boleh kita laporkan sebagai kegiatan mitigasi gas rumah kaca untuk Scope 3 gitu ya jadi di sini ada kesepakatan Setiap kegiatan agar menghitung hanya Scope 1 saja kalau Scope 2 dan 3 boleh dilaporkan Tapi itu tidak jadi kontribusi dari kita ya karena nanti khawatir ada double counting kita hitung juga oleh pihak lain juga dihitung kemudian kita coba di sektor energi ya sektor energi ini Memang agak sulit di dalam penurunan gas rumah kaca dari sektor energi ini karena ya sektor energi adalah kebutuhan kita semua ya Jadi kalau kita lihat di sini penggunaan energi perkapita Indonesia ini terus meningkat dari tahun ke tahun ya dan apalagi negara-negara seperti Amerika Serikat gitu ya ini yang 4 musim menggunakan energi lebih besar daripada kita karena ya memerlukan untuk pemanas ya apalagi sekarang Maret Ya sudah lewat musim dingin Desember Januari kemarin puncaknya musim dingin sekarang di negara 4 musim sudah mulai hangat tapi tetap saja ya kalau Maret itu masih masih perlu pemanas sebagian sudah dimatikan tapi sebagian masih menyala nah kebutuhan mereka jauh lebih besar daripada negara-negara tropis ya kalau kita lihat ini tadi kita lihat gas rumah kaca naik terus dan di sini kita mencari terus ya alternatif energi yang gas rumah kacanya sedikit sehingga lebih bersih lebih aman yaitu energi terbarukan namun dari sisi jumlah belum bisa memenuhi Oke kalau kita lihat negara-negara 4 musim ya contoh di sini Amerika Serikat mereka menggunakan energi yang besar sekali kalau Indonesia ini masih di bawah ya karena kita bukan negara 4 musim bukan negara tropis ya sama dengan India Brazil ini tidak terlalu tinggi pemakaian energinya beda dengan negara-negara Eropa atau Amerika nah artinya ini pemenuhan energi ini kan menjadi satu kebutuhan primer bagi seluruh masyarakat dunia dan ini menjadi problem ya di dalam penurunan gas rumah kaca jadi pembangkitan energi ini dari tahun ke tahun bukannya turun ya terus naik gitu terus naik semua negara terus naik ada yang pertumbuhannya cepat ada yang pertumbuhannya lambat contoh Disini yang pertumbuhannya sangat cepat ya Ada Cina kemudian Eropa dan Amerika ini memang sudah di udah di rate yang tinggi ya dibandingkan kita misalnya Indonesia Brazil dia ini masih di level sedang kemudian ketika kita menghitung gas rumah kaca dari energi sini ada khususnya CO2 ch4 n2o yang sf6 ya yang dihasilkan dari sektor energi tidak lepas dari pemakaian bahan bakar jadi di dalam perhitungan gas rumah kaca sektor energi di dalam IPC 2006 sudah diklasifikasikan sehingga nanti kalau bapak ibu mau menghitung emisi gas rumah kaca baik di pemerintah daerah maupun di industri kita perlu melihat nomenklatur atau pengklasifikasian yang sudah ditetapkan oleh ipcc sudah mengklasifikasikan seperti itu kemudian [Musik] secara umum menghitung gas rumah kaca ini sederhana ya yaitu data aktivitas di kali faktor emisi yang paling sulit adalah menghitung data Aktivitas ini karena data Aktivitas ini tidak ada datanya ya ini kesulitan paling umum dalam menghitung gas rumah kaca tapi kalau Datanya ada sebetulnya mudah ya menghitung gas rumah kaca contoh misal di sini untuk faktor emisi sudah menyediakan ya termasuk juga contoh kalau di Indonesia ada migas di bawah SDM itu juga sudah mengeluarkan berapa KG CO2 ini adalah satuan energi jadi liter bensin kilogram batubara ya ataupun satuan-satuan lain di dalam energi ini kita konversi dulu ke terrazole jadi yang kita hitung adalah dari contoh misalnya kita ingin menghitung di sektor ketenaga listrik kan selain klhk yang bertanggung jawab terhadap perhitungan gas rumah kaca seluruh sektor di Indonesia untuk setiap subsektor itu sudah diserahkan kepada kementerian masing-masing contoh misalnya untuk energi ini Kementerian SDM itu juga di bawah ESDM SDM sudah mengeluarkan pedoman perhitungan dan pelaporan inventarisasi grk bidang energi tahun jadi kita bisa pakai ini sebagai contoh ya bahwa setiap Kementerian ini sudah mengeluarkan pedoman untuk sektornya masing-masing dan di sini sektor energi tadi kita sudah pelajari ya sport 1 2 dan 3 itu juga sama ketika kita menghitung grk di pembangkit kita harus bedakan antara stop 1 Scope 2 dan skor 3 kemudian metode perhitungan gas rumah kaca tadi sudah kita Jelaskan rumusnya sederhana yaitu e = da * Fe da ini adalah data aktivitas F ini adalah faktor emisi di dalam memperoleh faktor emisi itu kita bisa pakai 3 cara ada tier 1 R1 ini adalah faktor emisi yang disediakan secara internasional kita perlu peroleh dari buku ipcc 2006 adalah faktor emisi yang ditentukan oleh negara tertentu ya mungkin saya mundur lagi ke atas sini nah ini contoh ada pir 1 ini yang ditetapkan secara internasional ini adalah tier 2 ya adalah data lokal data lokal Indonesia jadi di dalam menghitung gas rumah kaca kita bisa pakai tier 1 dari ipcc bisa juga kita pakai pir 2 nah tentu tier 2 ini lebih akurat daripada tier satu karena kalau tier 1 kan rata-rata dunia ya dipakai di seluruh dunia kalau tier 2 itu dipakai di Indonesia jadi kita perlu mencari data-data tier 2 kemudian Apa itu tier 3 nah data nasional tapi berbasis teknologi tertentu ya Kalau ini kan secara umum ya jenis bahan bakar untuk jenis teknologi apapun nanti di dalam pemakaian misalnya kendaraan kendaraan dengan teknologi tertentu dikeluarkan faktor emisi gas rumah kacanya nah ketika sudah melibatkan Litbang penelitian dan pengembangan untuk teknologi tertentu maka kita bisa katakan Dia Tir 3 ya kalau tier 2 itu untuk semua teknologi sama tapi negaranya khusus Indonesia teknologi di Indonesia kita sebut sebagai dear 3 Nah kalau tidak ada tier 2 apalagi tier 3 ya kita pakai tier satu saja bagaimana lagi gitu ya karena kita harus menghitung grk kita balik lagi ke sini Jadi ada tier 1 tentu semakin setirnya tinggi ya ketiga itu data pendukungnya tentu makin detail dan makin banyak dan juga Hasilnya makin akurat kita akan lihat lanjutan ya dari tier 12 dan 3 Nah jadi tadi kita sudah katakan kalau Tir satu ini default ipcc 2006 Nah untuk tier 2 ini menggunakan data-data nasional ya Ini menggunakan spesifik teknologi tertentu jadi oleh SDM 2 ini dibagi lagi ya menjadi dua metode 1 dan metode 2 metode 1 faktor emisi nasional metode 2 faktor emisi spesifik di Unit pembangkit listrik tapi bukan teknologi di sini ya di sini masih levelnya faktor emisi nasional hanya spesifik di pembangkit tertentu kalau tier 3 karena dia pakai teknologi ini selain metode 2 ada juga metode 3 ya metode 3 ini ada ada aspek ini ya teknologi dan ada metode 4 di sini artinya ini kan pengembangan ya pengembangan metode yang dilakukan oleh SDM boleh-boleh saja ipcc membolehkan kita ya Bahkan menyarankan untuk mendetailkan metode perhitungan kalau default disisikan hanya tier 12 dan 3 oleh Indonesia dikembangkan menjadi ada 4 metode yang keempatnya adalah menggunakan CMS continuous emission monitoring system jadi kita menggunakan pemantauan yang terus-menerus Jadi kalau pakai Chance tadi ya pakai change kita akan pakai metode 4 ini adalah metode yang dikembangkan oleh kita di Indonesia ya SDM ada metode 4 Jadi tiap sektor nanti bisa ditanyakan kementeriannya masing-masing di kementerian perindustrian Apakah ada metode-metode spek spesifik itu ya yang kita bahas di sini kebetulan dari SDM ada pengembangan metode standar yang sudah disampaikan oleh IBC 2006 jadi ada metode 1 2 3 dan ditambah 1 metode-metode 4 kemudian ini adalah deskripsi dari setiap metode silahkan nanti bapak ibu akan mendapatkan powerpointnya bisa dibaca tetapi secara umum saya sampaikan bahwa metode 1 itu selevel dengan tier 1 ya data ipcc metode 2 dan 3 itu adalah selevel dengan tier 2 metode 3 dan 4 itu tier 3 yaitu memperhitungkan teknologi misalnya kita coba untuk menghitung yang metode 1 atau tier 1 jadi rumus umumnya adalah data aktivitas di kali faktor emisi Nah mungkin lebih mudah kalau kita pakai contoh ya ini contoh soal jadi lebih lebih kebayang diketahui pembangkit listrik berbahan bakar batubara kualitas sedang dengan konsumsi batubara 1 juta ton per tahun ini contoh saja ya angka hitunglah emisi CO2 dari pembangkit tersebut dengan menggunakan metode 1 Nah di sini ada yang disebut dengan net color value dan di dalam PCC 2006 maupun di dalam buku pedoman SDM itu sudah ada angka-angkanya ya Jadi kalau review itu berapa Mungkin saya akan scrolling dulu nilai kalori ada di tabel nah ini ya jadi tabelnya sudah disediakan bapak ibu tinggal pakai saja di sini ada nilai net kalori ya jadi setiap bahan bakar misalnya tadi batubara kualitas sedang ini 18,9 ya [Musik] kemudian Sekarang kita coba hitung Yang tadi kita balik lagi ke soal kita tadi kita sudah dapat angkanya ncv untuk batubara kualitas sedang itu 18,9 terrazole per 3 gram kemudian faktor emisi juga kita bisa lihat di tabel yang tadi 96.100 kg CO2 per therazole atau 96,1 ton CO2 per terrazon ini juga kita lihat dari tabel-tabel yang sudah disediakan Ya baik oleh ipcc atau yang sudah diupdate oleh tiap Kementerian itu bisa kita lihat di dalam tabel jadi kita sudah dapat kita ingin menghitung data aktivitas ya data Aktivitas ini ada satu juta ton batubara per tahun yang memiliki value 18,9 tadi ya kita ambil dari sini 18,9 kemudian juga faktor emisinya Oke ini konversi konversi dulu sehingga satu juta ton per tahun itu setara dengan 1800 terrazole per tahun faktor emisinya kita lihat 96,1 ton CO2 per Tera Joule Kita kan sudah dapat terrazole ya kita salin ke sini terrazol dikali dengan faktor emisi 96,1 kita hitung dapat angka satu juta 800 sekian ton CO2 per tahun jadi ini adalah data Aktivitas ini adalah faktor emisi jadi kalau kita lihat selama data Aktivitas ini datanya ada ya data Berapa jumlah batubara yang dibakar Berapa nilai ncv Berapa nilai faktor emisi itu sebetulnya mudah menghitung gas rumah kaca persoalan biasanya muncul kalau nilai nctnya tidak tahu misalnya ya atau faktor emisinya tidak tahu nah ini jadi agak lama kita harus cari-cari dulu data-data pendukung contoh kedua misalnya kita ingin dari pembangkit listrik tenaga diesel karena ini kan dari bahan bakar minyak diesel ya Nah dari tabel yang tadi sudah saya Tunjukkan dapat MCB nya 42.12 dan di sini karena faktor emisinya adalah ton ya Jadi kalau kita lihat di sini satuan dari faktor emisi adalah tone faktor emisi adalah ton per therazole jadi kalau kita lihat tergantung kepada satuannya kalau satuannya Kalau minyak diesel kan dia belum dalam bentuk tone makanya kita perlu konversi dulu dari liter keton yaitu dengan menggunakan nilai rho ya densitas artinya rumus dasarnya memang sederhana data aktivitas dikali faktor emisi nah tapi dalam data Aktivitas ini pertama kita lihat dulu faktor emisi ya faktor emisinya kan kita cari dan dapat dalam satuan tone berteraja Joule nah data aktivitas data-data yang kita miliki itu harus kita konversi satuannya harus sama dengan faktor emisi contoh disini Data bahan bakarnya masih dalam bentuk liter Padahal kita ingin faktor emisinya dalam bentuk berat ya Bagaimana cara mengkonversinya kita cari tahu berat jenis mungkin di dalam kasus lain ada faktor konversi lain Jadi di dalam perhitungan gas rumah kaca kita memang harus familiar ya dengan konversi konversi agar nanti bisa dikalikan dengan faktor emisi nah dalam kasus ini karena dia bentuknya liter berarti 1000 liter kita kalikan dengan ro ya atau berat jenis 910 kg per meter kubik kemudian meter kubik adalah setara dengan kilometer kemudian di sini ada nilai value 42.12 ya kita tarik 42.12 di sini sehingga dapat hasil 38 tirojol per tahun nanti sudah dapat 38 dikali dengan 73,9 73,9 ini adalah faktor yang kita peroleh dari Konversi antara energi ya dengan berat sebagai faktor emisi hasil akhir emisi adalah 2.832,5 ton CO2 per tahun jadi nilai faktor emisi ini dalam satuan tonjol kita semua kejar ya [Musik] supaya dia satuannya data emisi itu adalah therazol per tahun sehingga kalau dikalikan jadi ton CO2 per tahun contoh ketiga hampir sama cuman di sini bahan bakar gas alam yang satuannya di dunia ini ada dua sistem besar ya pertama adalah internasional ya Ada cm liter kilo liter meter kubik itu adalah sistem internasional tapi ada juga sistem British yang digunakan oleh Inggris Nah karena Amerika juga dulunya adalah orang-orang Eropa orang Inggris yang pindah ke Amerika maka sistem Inggris ini juga ya dipakai di Amerika satuan ya sebagai tenaga ahli gas rumah kaca ini paling sering adalah harus mengkonversi ada antara kedua sistem itu karena yang kita pakai di dalam perhitungan gas rumah kaca adalah si sistem internasional maka yang satuan-satuannya masih kritis misalnya pohon ya kemudian juga inchi tuh kita coba atau fit kita konversi dalam SI salah satunya adalah mmbtu ini kita lihat saja terrazole berapa kemudian nanti dikali dengan faktor emisi kemudian kita cari metode lain ya nah di dalam metode 2 metode 2 itu menggunakan data lokal atau data nasional kalau metode 1 itu tadi yang paling mudah hanya data aktivitas sekali faktor emisi nah data 2 ini artinya setiap sektor memiliki metode yang berbeda-beda ya Tapi karena kita sedang membicarakan sektor energi khususnya pembangkit metode 2 mendefinisikan bahwa emisi adalah konsumsi batubara dikali dengan kandungan karbon dikali dengan faktor oksidasi dikali dengan CO2 per C ya Nah berat molekul CO2 adalah 44 berat molekul C adalah 12 Mengapa metode 2 ini disebut lebih akurat karena kalau tadi kan batubara itu kita cuman klasifikasikan yang kualitas tinggi sedang rendah padahal kan batubara itu jenisnya banyak ya jadi setiap batubara memiliki persentase karbon sendiri-sendiri sebenarnya dari satu tambang yang sama bisa jadi ya memiliki nilai karbon yang berbeda walaupun rentangnya itu sudah diketahui dari berapa persen sampai berapa persen tapi kalau kita ingin Lebih Detail ya menghitung gas rumah kaca karena gas rumah kaca ini adalah CO2 nah CO2 ini kan dari C sumbernya dari C Nah makanya c nya ini berapa persen kita harus hitung ya kemudian faktor oksidasi ya perubahan dari C menjadi CO2 itu berapa angkanya karena kita tahunya adalah data C sedangkan yang kita inginkan adalah CO2 maka di sini kita kalikan sebuah faktor CO2 per C kemudian di sini juga ada C kandungan karbon ini ada rumusnya lagi ya cad kandungan karbon yang dry dengan proporsi kandungan airnya yaitu 100 dikurangi PMR atau kandungan air total dan Mad kadar air bawaan karena kita tahu yang akan terbakar adalah yang kering yang basah dia akan terkonversi ya terkonversi menjadi bukan CO2 yang CO2 nya berapa persen kita bisa hitung ya bisa hitung menggunakan proporsi kadar air jadi di dalam reaksi pembakaran kita bisa asumsikan pembakaran berbasis basah ya web basis atau dry basis di dalam perhitungan stokiometri pembakaran aturannya seperti itu tapi kita Sederhanakan di dalam rumus tadi ya car = cad PMR permad kalau kita lihat metode 2 ini akurasinya pasti lebih tinggi ya karena kandungan karbonnya juga spesifik berapa persen begitu tapi kalau datanya tidak ada bagaimana Apakah kita bisa menghitung metode 2 jadi sangat tergantung pada ketersediaan data ya kalau datanya lengkap kita bisa tingkatkan akurasi perhitungan gas rumah kaca kemudian di sini ada cara yang sama artinya metode 2 tapi untuk berbagai bahan bakar tadi kita sudah bahas bahan bakar batubara kalau LNG ini juga sama ya kandungan karbonnya kemudian di sini ya untuk menghitung fraksi dari karbon dalam bentuk gas kemudian metode 3 tentu metode 3 ini lebih akurat lagi ya di sini kita memasukkan kandungan abu kandungan abu ini kita masukkan kemudian karbon di dalam Abu ya Ini juga kita masukkan Jadi selain car ini ada juga a Ar dan c u b kemudian metode 4 tadi menggunakan camp menggunakan perhitungan jam Bagaimana dengan ch4 dan n2o dari pembangkit ini juga ada metode 1 metode 2 metode satunya sama tadi ya data aktivitas dikali faktor ini nanti data aktivitasnya kita harus hitung kalori value dari bahan bakar itu terhadap ch4 dan n2o caranya hampir sama hanya faktor emisinya beda Kemudian untuk LNG nanti ada faktor konversi ya di sini nilai k tapi prinsipnya sama hanya yang berbeda nilai faktor emisinya jadi ada yang ton CO2 per tahun ada yang tone ch4 per tahun nanti ch4 n2o ini kita kalikan faktor konversi untuk menghitung CO2 ekuivalen ya karena kalau satuannya beda tidak bisa dijumlah karena kita ingin menjumlah maka ch4 ini harus kita konversi dengan nilai gwp ya nilai gwp itu ada tabelnya di dalam perhitungan gas rumah kaca Apakah kita mau ambil misalnya untuk metan gwpnya 21 atau 24 ya tergantung kesepakatan ya kita mau pakai versi air di sisi Tahun berapa Kalau 2006 itu menggunakan angka nanti n2o juga kita tergantung kesepakatan kita mau pakai nilai yang mana yang paling penting jangan sampai tahun lalu kita pakai gwp21 misalnya untuk metan kemudian tahun ini kita hitung pakai yang 24 nilainya nanti ada selisih disangkanya ada mitigasi yang berhasil padahal kita mengubah faktor pengali nah ini tidak boleh jadi harus konsisten kalau tahun lalu pakai gwp 21 ya terus saja supaya tidak ada selisih jumlah karbon yang terjadi akibat penggantian nilai satuan ya nilai gwp kemudian untuk ya ini ada tambahan ya karena di dalam batubara itu ada data value ada juga kita inginnya yang net kalau review jadi yang masih datanya gross kalau review kita perlu konversi metode-metode konversinya sudah disediakan Ya tinggal kita pakai tabel konversinya juga ada nilai faktor oksidasi juga ada ya nilai ncv juga sudah disediakan jadi kita tinggal pakai menggunakan pedoman dari SDM nah sebenarnya DM juga kebanyakan ambil dari ipcc 2006 jadi kita bisa ambil dua alternatif Apakah kita mau pakai yang sudah disediakan atau kita croscek juga ke IPC 2006 seringnya kita harus Project ya supaya tidak terjadi salah ketik salah entry kita crochet nilainya betul nggak kemudian ini juga nilai mcp kemudian ada densitas bahan bakar minyak dan juga ncv batubara Nah kita sudah bicara di sektor pembangkit ya sekarang di sektor transportasi sebetulnya sektor transportasi itu sama ya dengan energi yaitu data aktivitas dikali faktor emisi contoh misalnya kita langsung saja contoh ya untuk bahan bakar ini ada ipcc 2006 tapi di slide Sebelumnya udah ada yang tear 2 dari SDM ya kalau ini dia dari IPC 2006 misalnya transportasi jalan raya ini ada tier 1 dan tier 2 jadi walaupun namanya tier 1 atau namanya sama tapi tiap sektor itu beda penafsirannya ya jadi contoh tadi tier 2 sektor pembangkit mendefinisikan adanya nilai C ya nilai karbon di dalam batubara R2 di dalam pengukuran transportasi bisa jadi berbeda pendefinisiannya walaupun namanya sama-sama kedua tapi pendefinisiannya bisa jadi berbeda makanya kita perlu ini ya perlu perhatikan baik itu metode internasional avisi 2006 maupun metode yang sudah diturunkan oleh pemerintah kita ya di Indonesia nah ini kita akan lihat perhitungan bahan bakar di transportasi kalau rumusnya hampir sama ya jadi data aktivitas berupa konsumsi bahan bakar dikali faktor emisi kita lihat Oh ya ini saya tidak sediakan contohnya ya karena mungkin waktunya nanti jadi terlalu panjang tetapi yang jelas kita bisa pelajari ya banyak contoh tadi kita baru bahas yang energi saja yang ada contohnya yang transportasi ini hanya rumusnya tapi kita bisa simpulkan ada beberapa metode ya di dalam perhitungan transportasi menggunakan tier 1 tier 2 maupun tier 3 kemudian demikian juga untuk ch4 dan n2o itu contoh misalnya di sini untuk R1 hanya jenis bahan bakar titik dua jenis bahan bakar dan juga subkategori kendaraan Tir 3 ini jarak yang ditempuh artinya pendefinisian tier 12 dan 3 di tiap sektor itu beda-beda secara umum tier 1 IPC 2006 teknologi itu secara umumnya tapi di tiap sektor bisa jadi ada perbedaan ya Jadi kita cek aja satu-satu untuk tiap sektor di sini karena waktunya terbatas jadi kita tidak bisa praktikum satu-satu ya contoh tapi kalau bapak ibu berkesempatan mengikuti pelatihan grk di Eco edu itu setiap sektornya ada praktikumnya ya jadi mulai dari sektor energi kemudian sektor ippu ya ipput untuk proses industri dan juga yang ketiga sektor alvolume ada Pertanian dan Kehutanan perubahan tata guna lahan dan juga limbah padat dan limbah cair ada contoh perhitungan dan juga praktikum untuk dibahas yang paling banyak yang ippu yang industri Karena tiap industri beda-beda cara ngitungnya ya di industri semen beda pupuk beda ya industri memiliki perhitungan gas rumah kaca yang berbeda kalau energi Ya selama bahan bakarnya sama cara ngitungnya sama demikian juga transportasi yang akan kita bahas di sini selama bahan bakarnya sama jenis kendaraannya sama ini cara ngitungnya sama ya baik mungkin tidak terlalu jelas ya ke dalam kesempatan yang pendek ini tetapi saya ingin menyampaikan konsep di dalam perhitungan transportasi itu dibedakan berdasarkan modal moda transportasi kalau kendaraan misalnya di sini kita masuk ke dalam transportasi jalan raya ya jadi dibagi berdasarkan modal transportasi jalan raya yang pertama adalah konsumsi bahan bakarnya berapa ya nanti dikali dengan jarak tempuh dari kendaraan itu jadi bisa dalam bentuk jarak tempuh bisa juga dalam bentuk konsumsi bahan bakar jadi kalau di sini kilogram gas perteerajone jadi sama dengan sektor energi tadi kita dari Bandung ke Jakarta habis berapa liter tidak peduli jarak tempuhnya ya Misalnya kita dari satu tempat ke tempat lain habis 100 liter bahan bakar ya sudah per liternya Berapa terrazole 100 berarti Berapa 100 derajat ton CO2 per terajul kira-kira begitu itu untuk transportasi air satu Kalau misalnya kita mau pakai tier 2 ya ini dipengaruhi oleh teknologi dan sistem pengendalian pada kendaraan juga dibagi berdasarkan kategori kendaraan ya bisa juga pakai jarak yang ditempuh jadi nanti di dalam perhitungannya kita menggunakan PKT ya vehicle KM Travel nah perbedaan-perbedaan metode ini tergantung kepada data yang kita miliki jadi data yang kita miliki ini Apakah jumlah bahan bakarnya atau jarak tempuhnya begitu kalau jarak tempuh kan kita lebih mudah ya di dalam transportasi Jakarta Bandung 180 KM Jakarta Surabaya berapa km itu lebih mudah Datanya ada tinggal nanti dikonversi efisiensi dari kendaraan itu berapa kan ada yang satu liter 10 km 1 liter 8 km jadi nanti tinggal konversi ke dalam jumlah bahan bakar kemudian ini juga sama untuk ch4 dan n2o perbedaannya hanya faktor emisinya ya Nah kalau tier 3 ini kita masuk sampai ke kondisi operasi ya kualitas jalannya bagaimana karena semakin jalannya berbatu-batu semakin banyak bahan bakar yang dikeluarkan per km jarak tempuh ya dibandingkan dengan jalan aspal yang mulus karena nanti ada kurva ini adalah kecepatan ini adalah emisi jadi dia nanti bentuknya kira-kira gini di kecepatan rendah ini emisinya tinggi ya kecepatan rendah kemudian ada kecepatan optimum sekitar 60 km per jam nanti begitu kita 120 km/jam ini emisinya naik lagi jadi di sini ada kualitas jalan kemudian tipe kendaraan dan juga ya idol idol emision emisi pada saat pemanasan kendaraan jadi dalam satu kali pemakaian kendaraan itu dipecah-pecah kondisi Idol kondisi kecepatan rendah kecepatan sedang kecepatan tinggi karena emisinya beda-beda itu yang disebut dengan tier 3 ya untuk kereta api prinsipnya sama Berapa jumlah bahan bakar yang dikonsumsi kemudian kalau tier 1 cukup Berapa jumlah bahan bakarnya kalau tier 3 berdasarkan jenis lokomotif jenis lokomotif mungkin kita lihat otomatisnya tipe apa kemudian ada faktor beban kereta api dan juga jenis perjalanan ikutan barang antar kota regional ini dibedakan ya sehingga nanti emisinya lebih akurat untuk transportasi melalui air pada dasarnya adalah Jumlah bahan bakar yang dipakai ya hampir sama dengan kereta api yang beda adalah kalau mau pakai tier 3 ya Ada jenis kapal atau mesin itu kita masukkan kemudian penerbangan sipil nah ini agak beda ya penerbangan sipil ini karena emisi terbesar itu pas lto Nah ini lto ini adalah landing and take off yang kedua Cruise ini ya ketika sudah di ketinggian tertentu dia lebih mengandalkan aerodinamis di fluida udara di atas ya jadi istilahnya kalau kita sering nyetir mobil di turunan gitu kan kadang-kadang mesin dimatikan gitu ya tapi tetep aja sih mobil itu bisa bisa maju ya mirip-mirip begitu di ketinggian tertentu 10.000 kaki atau 15000 kaki ya itu pesawat itu tidak terlalu mengandalkan bahan bakar jadi dia pakai bahan bakar tapi dia juga mengandalkan angin yang tinggi yaitu Kecepatan angin itu sehingga pemakaian bahan bakarnya lebih hemat kalau ketika Crush kalau landing dan take off Tidak bisa kalau mesinnya mati tidak bisa naik atau dia juga tidak bisa turun karena harus mengendalikan turbulensi dan segalanya ya jadi landing and take off ini emisinya paling tinggi di sini ada data pada umumnya sekitar 10% emisi penerbangan pada saat lto memang jumlahnya kecil 10% tapi kan dari sisi jarak landing dan take off itu paling berapa ratus meter gitu ya dibandingkan dengan penerbangan yang 1000 km ya tapi dia proporsi per kilometernya termasuk tinggi dan take off apalagi untuk hidrokarbon dan co 30% terjadi pada saat landing dan take off 70% bisa penerbangan artinya ada sedikit perbedaan pola ya dibandingkan dan laut ada tiga metode ada tiga Tir satu menggunakan data konsumsi bahan bakar R1 murni berdasarkan konsumsi bahan bakar sedangkan tier 2 berdasarkan konsumsi bahan bakar dan frekuensi dari lto kemudian Tir 3 estimasi emisi memperhitungkan data pergerakan dari masing-masing pesawat terbang jadi rutenya ke mana beloknya ke mana ketinggian berapa itu dicatat ya di dalam tier karena emisinya berbeda nah ini kira-kira ya 3B Kemudian untuk perhitungan ch4 n2o juga sama hanya berbeda faktor emisinya Jadi kalau menghitung Tir 2 itu tidak hanya bahan bakar tapi juga tadi ya Aktivitas lto ini dihitung jadi kalau kita lihat tadi tear satu ini cukup berapa bahan bakar ya kita melihat berapa persen lto berapa persen terus tapi kalau Tir 2 itu dihitung untuk tier 2 data lto dan terus ini harus kita ketahui Kemudian untuk ya tier 2 kita pakai data lto3 ini lebih kompleks lagi ya karena kita harus menghitung asal dan tujuan ketinggian kemudian kecepatan rata-rata di ketinggian tersebut ya rute tier 3 tentunya lebih akurat hasilnya ya kemudian faktor emisi faktor emisi tadi kalau di tier 2 itu biasanya dia satu angka saja ya tapi kalau di persatu karena dia rata-rata dari sekian ratus negara ini ada data minimal dari suatu negara tertentu data upper ya maksud data paling tinggi dan data rata-rata kalau kita lihat lower ini kan artinya emisi yang rendah ya ini biasanya diperoleh dari data-data negara maju dan yang upper ini biasanya dari negara-negara berkembang karena emisinya biasanya masih lebih tinggi mesin yang digunakan rata-rata mesin yang tua begitu ya kemudian juga teknologinya masih menggunakan teknologi
Resume
Categories