Transcript
NzSKDoCERqg • Webinar Ecoedu.id Statistik Multivariabel untuk Analisis Data Kualitas Air
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0051_NzSKDoCERqg.txt
Kind: captions Language: id jadi pegawai negeri. Jadi mudah memahami dan kita menerapkan langsung di apiknya di lapangan. materinya [musik] banyak saya butuhin sih. Jadi saat ini saya dikonsultan terutama saya di bagian emisi di bagian udara dan saya lihat di Eco Edo tercover ya semua ya mulai dari perpek ada pemodelan udara ada terus kemudian saya kemarin juga ikut ya RK akhirnya menghit Eko itu karena ee jadwal pelatihannya untuk tahun 2023 ini sudah dimulai di awal Januari. materi yang diberikan memang sebenarnya sudah mantap, tapi memang untuk kendala waktu karena berhubung ini kalau kita di PNS kan kadang-kadang ada panggilan tugas jadi sehingga ada beberapa kali ee apa terputus banyak hal yang saya dapatin banyak sekali gitu. Jadi alhamdulillah membuka terutama yang pertama saya ikut itu kan yang waktu perteknya bulan Juli ya. Itu sih awalnya yang wah oke nih gitu. Terus makanya saya lanjut ke GRK. Saya akhirnya bisa ee mulai upgrade lagi ya. Karena kebetulan [musik] saya background-nya sebenarnya teknikan ee pekerjaannya sudah sekitar 8 tahun tidak berhubungan dengan bidang ini. Sehingga ee dengan mengikuti [musik] training yang kemarin saya akhirnya bisa upgrade ee ilmu lagi terutama untuk ee peraturan-peraturan yang saat ini berlaku. cukup membantu bagi saya PNS ee sama-sama e-landing karena sudah direcord dengar lagi karena e jadi apa ee kesibukan di waktu ini sangat-sangat membantu ee ketika pas pelatihannya itu kan ee ada kesibukan gitu kan maksudnya di sambi gitu ya mohon maaf nyambi terus itu terus setelah itu apalagi yang pemodelan pemodelan ini kan kita enggak bisa sekali ya gitu ya jadi ee ini sekarang saya lagi ngulang yang mumpung saya juga masih belum terlalu banyak kegiatan. Saya lagi ngulang sekarang. Ee itu sangat membantu sekali. Jadi ee ketika saya sedang ee bekerja dan ingin meemind [musik] lagi, mengingat kembali ee untuk materi-materi yang kemarin saya bisa mengakses ee di website EQ. Mantap, bagus, dan berkembang. Pertama, kekinian. Kedua, mantap. Ketiga, sukses. Sangat luar biasa. Ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya ucapkan selamat datang kepada Bapak Ibu semua di webinar yang diselenggarakan oleh EKU Edu mengenai statistik multivariabel untuk analisis data kualitas air Kamis, 9 Februari tahun 2023 yang akan ee berlangsung pada pukul 10.00 hingga pukul 12.00 siang nanti. Sebelumnya perkenalkan nama saya Silvi. Saya yang akan menemani Bapak Ibu semua di ee webinar kali ini. Oke, untuk ee membuka acara kita untuk menambah keberkahan mari kita buka dengan membaca doa bersama-sama menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa. Dipersilakan. Ya, berdoa dicukupkan. Ee kita buka juga seperti biasa dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. [musik] Ee baik ee sebelumnya mungkin saya ingin ee menyapa Bapak Ibu semua yang telah hadir di sini sudah hadir 557 orang. beserta juga dengan ee yang hadir di live streaming YouTube. Oke, mungkin sebelumnya ini ada Ibu ee Julia Fitriani. Selamat pagi, Bu. Halo, Bu. Selamat pagi. Oke, mungkin ee kesulitan untuk membuka mic-nya. Oh, ya. Halo, Ibu. Oke, mungkin kita next dulu. Ini ada Pak Rian. Halo, Pak Rian. Halo. Selamat pagi. Selamat pagi, Pak. Bagaimana, Pak, kabarnya? Alhamdulillah baik. Baik, ya, Pak. Sudah pernah mengikuti webinar, Pak, sebelumnya? Sudah dua kali, Mbak. Oh, sudah dua kali. Oke, sudah join juga, Pak, untuk ke WA grup provinsinya. Ya, sudah kemarin. Oke, sudah. Semoga sehat selalu ya, Pak. Iya. Baik. Ee di sini juga ada ee Pak Abi Laksono. Selamat pagi, Pak. Pak Abi Laksono, Mbak. Selamat pagi. Selamat pagi, Pak. Kalau boleh tahu dari mana, Pak asalnya, Pak? Ee dari Lampung. Oh, dari Lampung. Baik. Sudah pernah ikut sebelumnya, Pak, webinar Eko Edo ini? Ee kalau untuk sekarang baru pertama kali, Mbak. Oke, baru pertama kali ya, Pak. Sudah join ke WA grup provinsinya, Pak? Ee sudah, Pak. Oke, sudah. Oke. Semoga ee sehat selalu ya, Pak. Amin. Makasih, Mbak. Baik. Di sini juga ada Ibu Jelita. Selamat pagi, Bu. Selamat pagi. Bagaimana Bu kabarnya? Alhamdulillah sehat. Baik. Semangat ya. Semangat ya, Bu. Oke. Ibu dari mana, Bu? Ee saya dari Taiwan. Oh dari Taiwan. Waduh jauh sekali ya, Bu. [tertawa] Iya. Sebelumnya sudah pernah ikut, Bu? Belum pernah. Oh, belum pernah. Ini pertama kalinya, ya, Bu? H. Oke, mungkin ee sudah join untuk di WA grupnya ya, Bu? WA grup provinsi belum? Oh, belum. Iya, betul. Nanti mungkin ee bisa join ya, Bu ee WA grup provinsinya karena ee ke depannya mungkin kami akan membahas ee topik-topik berdasarkan provinsinya masing-masing seperti itu. Salam, Prof. Iya, terima kasih. Bagaimana, Bu? Ee salam saya Prof. Dasapta Erwin. Oh, iya. Oh iya. Baik, Ibu [tertawa] I terima kasih Ibu sudah ee bergabung di webinar kali ini. Oke, mungkin ee karena baru ada yang baru pertama kali mengikuti webinar di Ekoed Edu ini, mungkin saya akan ee memperkenalkan sedikit mengenai Ekoed Edu. Oke, Ekoido ini merupakan bagian dari proyek pelatihan di PTGIS yang merupakan platform pelatihan bersertifikat yang berfokus pada pelatihan di bidang lingkungan hidup. Pelatihan ini juga diselenggarakan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia baik ee secara individu maupun instansi. Lalu jasa pelayanan di Ekoedu juga terbuka untuk perusahaan, pemerintah, perorangan, pemerhati lingkungan, dan pihak lain yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang lingkungan. Pelatihan kami juga diselenggarakan secara online maupun offline. Ee berikut ada empat kategori di pelatihan kami. Yang pertama yaitu ee penyusunan dokumen berupa dokumen KLHS dan dokumen RPPLH. Lalu selanjutnya ada pelatihan mengenai AMDAL yaitu ada dasar-dasar AMDAL. Lalu ada ee persetujuan teknis air limbah, emisi udara dan limbah B3. Selanjutnya ada sistem informasi geografis yaitu terbagi dua menjadi SIG dasar dan SIG lanjutan dengan remote sensing. Lalu selanjutnya ada pemodelan, ada sistem dinamik, perhitungan emisi gas rumah kaca, lalu pemodelan kualitas air sungai dengan WASP dan call 2K. Ada pemodelan dispersi udara dengan air mode, kline line dan high split. Ee berikut ee ini merupakan jadwal pelatihan kami hingga bulan Juni nanti. Bagi Bapak Ibu yang berminat untuk mengikuti pelatihan kami, silakan untuk kunjungi www.coedu. Ya, ini juga ada pelatihan terdekat yang akan kami selenggarakan di bulan Februari ini. Yang pertama ada pelatihan pemodelan dispersi udara menggunakan air mode, kelit. Lalu selanjutnya ada persetujuan teknis untuk air limbah. Ya, berikut juga ada jadwal pelatihan offline kami. Bagi Bapak Ibu yang berminat untuk ee mengikuti pelatihan offline, silakan untuk segera mendaftar karena di bulan Maret ini ada tiga pelatihan. Lalu ee ke depannya setiap bulan akan ada satu pelatihan offline. Nah, segera daftarkan ee diri Bapak, Bapak dan Ibu untuk ee mengikuti pelatihan online di http/pendaftaran. Oke, ya itu saja perkenalan singkat mengenai Ekoedu. Ee selebihnya Bapak Ibu dapat berinteraksi dengan kami melalui sosial media yang ada. Nah, untuk mempersingkat waktu ee mengenai kita akan mulai pembahasan mengenai statistik mulvariabel untuk analisis data kualitas air. Nah, pemateri sudah ada di tengah-tengah kita ada Pak Erwin. Selamat pagi, Pak Erwin. Pagi. Pagi, Pak. Pagi. Bagaimana, Pak, kabarnya? Sehat, Pak. Sehatsehat. cuman cuman ada satu kondisi yang nanti saya ceritakan di akhir aja. Oke. Baik, Pak. Ya, mungkin untuk mempersingkat waktu silakan Pak untuk ee memulai pemateriannya, ya. Baik, terima kasih ee buat panitia. Jadi, selamat pagi Ibu dan Bapak, rekan-rekan sekalian. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee terima kasih sudah difasilitasi begitu karena ee ini menurut saya jadi eksperimen juga ya karena kalau dosen itu kan tentunya banyak yang dosen di sini itu setiap semester kan dituntut untuk ee apa ya mengisi ini apa form kinerja ya. Nah, salah satu yang diminta kan kegiatan pengmas pengadian masyarakat. Nah, ya inilah salah satu bentuknya begitu ya. Hanya saja yang aneh adalah ini saya ceritakan kehidupan saya ketika ee ada sesuatu acara yang diiniasi inisiasi sendiri gitu ya oleh saya dalam hal ini atau dosen secara umum itu tetap saja pembuktiannya itu harus pakai surat keterangan dari orang lain gitu. Jadi aneh begitu padahal ee rekamannya ada dan seterusnya begitu. Oleh karena itu saya membuat materinya ni juga khusus. Jadi saya bukan ee tidak seperti yang lain hanya memberikan PowerPoint begitu ya. Jadi link yang ada di chat itu adalah materi yang sudah saya buat sedemikian rupa agar tidak ada lagi orang yang membantah bahwa itu bukti dari kegiatan hari ini. Kalau masih ada yang membantah dan perlu surat lagi dari orang lain sudah enggak tahu lagi saya harus bagaimana lagi nih. Gitu kurang lebih ee ee latar belakang dari kegiatan ini. Jadi terima kasih sudah ee untuk Eko Edu sudah memfasilitasi ini ya. Dan saya tidak menyangka ada 717 orang hari ini. Saya pikir tadi 17 orang aja yang datang begitu. 717 orang dan ini belum akan berhenti. Terima kasih. Alhamdulillah. Nah, saya akan mulai saja ya, Ibu dan Bapak share screen. Jadi saya share screen saja. Nah, ini adalah materi yang sudah saya buat gitu ya. Nah, di sini ya ini website sebenarnya ya, website bisa dibuka, bisa dibaca begitu. Nah, komponennya di sini seperti biasa ada tujuan begitu ya. Nah, ini yang unik. Ini unik. Jadi data untuk diuji coba. Jadi, Ibu dan Bapak pulang ee bukan pulang ya ee keluar dari ruangan Zoom ini diharapkan sudah bisa nyoba-nyoba sendiri gitu ya dengan data yang berikan. Nah, ini bisa di-download Ibu dan Bapak bisa diunduh ya. Ini bisa diunduh file-nya bebas dipakai enggak usah izin, gitu ya. Kemudian ada dua file yang apa namanya? Extension-nya unik. OWS ya. OWS. OWS itu orange worksheet S-nya lupa saya gitu. Nah, ini adalah file yang dibuat oleh program ORe ya yang akan kita pakai hari ini. Nah, perintah-perintah untuk menganalisis itu ada di situ, ada di file itu, gitu ya. Jadi, Ibu dan Bapak sebenarnya asal sudah instal programnya, maka sebenarnya dengan mengunduh ee apa namanya prosedur-prosedur ini langsung Ibu sudah bisa pakai sebenarnya. Jadi, Ibu dan Bapak bisa langsung lift ruang aja sebenarnya gitu ya. Nah, tapi saya akan jelaskan lebih ke background-nya begitu. Nah, ini adalah komponen yang lain. Jadi, di sini saya pernah membuat video pengenalan saja ya itu setahun yang lalu sudah ada di YouTube. Jadi, Orange ini program yang saya kenal tuh mungkin sejak 2015 atau 13 ya, 2013 rasanya 2013 ini program lama Ibu dan Bapak yang terus dikembangkan oleh sebuah universitas di Eropa Timur dan programnya ee gratis sekaligus juga open source. Jadi, Ibu dan Bapak bisa mengajukan diri untuk menjadi sukarelawan ya ke pengang utamanya untuk ya ikut berkontribusi ke sini kalau memang yang Bapak ee menginginkan itu. Kemudian di bagian yang ini nih salindia ya. Ini slide ini bisa di-download juga Ibu dan Bapak. Bisa di bisa dijalankan langsung di sini atau di-download dulu bisa di-unload. Nah, di sini ada perangkat yang dibutuhkan. Nah, saya itu inginnya Ibu dan Bapak itu sebenarnya sudah mengunduh programnya kalau bisa ya mudah-mudahan sebagian dari Ibu dan Bapak sudah mengunduh. Kemudian ee di sini ada sekilas ya ee narasi sedikit begitu. Nah, ini ini adalah kalau dibuka itu isi ini, Ibu dan Bapak, coretan-coretan yang mungkin akan saya pakai juga ini ee menjelaskan kegiatan ini gitu ya. Jadi, ini bisa bisa nanti di dibuka juga gitu. Ini akan terbuka terus rasanya itu. Kemudian ini ada video-video rujukan. Jadi, orange itu karena sudah lama tutorialnya sudah lengkap sebenarnya. Jadi kalau Ibu dan Bapak lupa dengan materi yang saya sampaikan misalnya, itu bisa langsung membuka ini YouTube channelnya Orange ya. Ini lengkap sekali analisisanalisis yang yang bisa dilakukan dengan orange pasti ada di situ gitu ya. Kemudian di sini berbagai perangkat lunak yang bisa kita pakai untuk keperluan yang sama ya, tidak harus orange. Ibu dan Bapak pakai Excel pun bisa sebenarnya. Kemudian pakai kalau zaman dulu pakai SPSS, kemudian ada versi gratisnya yaitu PSPP gitu ya. Kemudian ada statistika R Python ya. Kemudian ini saya harus menggaris bawahi yang ini. Jadi ini ada program bikinan ee rekan saya ini dari Indonesia dan teman-temannya ya. Perana Ugi dari USU. Nah, ini startup. Jadi ee saya belajar juga ini dengan berteman dengan peranak UG ini. Jadi saya sangat menopang Ibu dan Bapak untuk mampir juga ke website dan software-nya. Ini software dibuat oleh dia. Kurang lebih seperti itu, Ibu dan Bapak ya. Nah, setelah ini selesai saya tidak akan menjelaskan ini dulu tapi saya langsung ke programnya gitu ya. Jadi program OR di sini unik ya. program Orange ini ee di mana keunikannya itu dia punya dua panel. Panel yang sebelah kiri yang ada di sini. Bentar saya pakai unnoted dulu. Nah, nah panel yang ada di sini, panel yang ada di sini itu adalah ee kumpulan dari widget widget atau prosedur atau program kecil yang berisi prosedur. Jadi, kode-kode program yang sudah apa namanya? Yang sudah dibuat programmer orange itu dikemas dalam bentuk icon itu ada di sebelah kiri ini ya. Jadi ini tuh berkaitan dengan data. Jadi di sini ada untuk membuka file untuk menonton atau mengetahui isinya begitu ya dan lain-lain ya. Di sini ada tentunya tidak bisa saya jelaskan semua. Kemudian ini ada menu untuk ee kelompok transformasi data ya. Transform data untuk transpose. Ibu dan Bapak mungkin ingat dari baris jadi kolom jadi baris begitu ya. Nah itu ada. Nah, kemudian di sini juga ada input. Inputation itu kan kalau kita punya data yang kosong ya, data kosong ingin kita isi begitu. Nah, itu data input itu ada juga di sini. Kian untuk visualisasi ini ada grafik Ibu dan Bapak. Macam-macam grafiknya ya. Ini bisa di dicoba-coba saja dan seterusnya. ini bahkan orange itu bisa juga untuk analisis data-data media sosial ya, Twitter itu bisa Ibu dan Bapak. Kemudian membuat word cloud, kemudian menganalisis sentimen analisis begitu. Itu bisa jadi lengkap juga untuk yang spasial ini yang orang-orang spasial seperti saya begitu ya. itu bisa untuk ng-plot di atas peta juga. Tapi saya tidak akan menjelaskan ini hari ini. Baik. Nah, sekarang bagian berikutnya. Bagian yang sebelah kanan kanvas, Ibu dan Bapak ya. Kanvas seperti melukis begitu. dan ee sebagaimana kan maka dia bisa untuk menempelkan beberapa kompon di sini nih saya bisa membuat konten dari presentasi saya itu langsung di sini begitu ya dengan beberapa perbatasan tentunya. Jadi di sini saya bisa ketik ini teks ya. Saya ketik teks teks bisa. Nah, ini tinggal ee ada ini nih ada bagian ini yang di bagian bawah ini ya. Ini bagian bawah ini bagian bawah dari layar panel yang kiri ini ada T ini teks. Kemudian ada untuk bikin panah ya. Ini kita bisa bikin panah gitu ya. Nah, jadi ee apa namanya? Orange juga menyediakan hal ini. Nah, bentar ini saya hapus dulu. Jadi seperti PowerPoint aja sebenarnya begitu ya. Hanya kelemahannya satu, dia tidak bisa menerima gambar dari luar. Itu itu saja kelemahannya. Nah, jadi kita akan coba lihat satu persatu ya persentasi ini ya. Jadi ee selamat datang di Orange ya. Jadi Orang basis Python Ibu dan Bapak. Jadi Python itu pakai coding awalnya yang saya sendiri juga belajar enggak hafal-hafal kodenya ya. Tapi beruntung kita banyak sekali orang sudah membat tinggal googling aja begitu. Nah, tapi di sini kita tidak perlu kode. Kenapa? Karena kode-kode sudah disimpan dalam bentuk widget yang ini, Ibu dan Bapak ya. Sebentar. Jadi yang widget ini itu adalah yang ini yang sebelah sebelah panel sebelah kiri ini gitu ya. Nah, kemudian ee kenapa pakai orange ya? Kenapa pakai orange? Kenapa enggak pakai software yang lain ya? Ben biar gaya aja gitu. Biar gaya dalam arti unik gitu ya. Beda gitu. Orang lain pakai Excel, Ibu dan Bapak tampil sendiri dengan aneh. I. Baik, mungkin ee pemateri kita sedang ada gangguan. Mohon ditunggu ya, Bapak Ibu semua. Ya, mungkin saya mengingatkan kembali untuk Bapak Ibu yang ingin bertanya silakan untuk menuliskan pertanyaannya di link slido yang sudah panitia berikan. Dan ee saya juga ingin ee mengundang Bapak Ibu semua untuk join ke WA grup Provinsi karena ke depannya kami akan membahas webinar ee pembahasannya mengenai topik dari ee provinsinya masing-masing seperti itu. Namun untuk alumni ee silakan tetap berada di grup alumninya masing-masing. [musik] Ya, maaf Ibu dan Bapak. Aduh, kacau ini sudah masalah teknis. Bentar ya. Nah, jadi saya akan menjelaskan lagi ee yang tadi sempat terlewat. Mohon maaf sekali lagi ya. Jadi, Ibu dan Bapak ee pengguna itu bisa membuka data, kemudian prosedurnya itu bisa di-copy gitu ya untuk kemudian dijalankan. Nah, itu yang yang terjadi sekarang ini. Nah, kalau Ibu dan Bapak pakai software seperti Excel atau SBSS, maka kemungkinan ee Ibu dan Bapak itu ketika akan ngajarin orang lain harus men-screen capture gitu kan ya. Kalau pakai ini Ibu dan Bapak tinggal copy prosedurnya, kasih datanya, maka orang itu akan bisa mengulang gitu ya. Nah, tadi sudah dijelaskan antar muka orange ya. Antar muka orange sebentar ya. Nah, antar muka orange itu ini tadi sudah saya jelaskan di sebelah kiri panel sebelah kanan kanvas. Nah, kemudian ini adalah widget-nya. Jadi widget-nya tuh seperti ikon biasa gitu lingkaran-lingkaran dengan simbol yang berbeda, Ibu dan Bapak. Nah, ee apa namanya? Masing-masing punya dua sisi, sisi kiri dan sisi kanan. Sisi kiri itu untuk input. sisi kanan untuk output ya. Jadi seperti ini kurang lebih ee apa namanya posisinya begitu. Jadi setiap widget tuh akan punya dua sisi, kiri dan kanan. Nah, sisi kiri untuk input, sisi kanan untuk output, sekaligus bisa menjadi input untuk ee prosedur yang setelahnya gitu ya. Nah, jadi ini garis yang menghubungkan dua widget yang garis yang menghubungkan ini adalah garis yang menghubungkan dua widget. Jadi, ini bisa menunjukkan proses ya, Ibu dan Bapak. ini menunjukkan proses. Nah, kemudian di sini Ibu dan Bapak bisa mulai pelatihan sebenarnya dengan file ini itu bisa di-download ada di langsung membuka. Jadi misalnya begini ini saya buka ya. Kalau icon ini didouel klik sebentar ini. Nah, maka akan muncul layar seperti ini gitu ya. Nah, layar ini itu ee data. Jadi ini datanya kebetulan yang ini ya. J Ibu dan Bapak bisa memilih data dari manapun ya. Jadi ini folder itu bisa dipilih saja. Kemudian ini file-nya. Nah, kemudian ketika dibuka orange akan membaca datanya. Jadi datanya itu ini, ini adalah kolomnya. Kemudian ini tipenya. Jadi tipe data itu dia baca. Jadi kalau misalnya ada kolom namanya tipe, maka dia melihat kalau isinya teks, maka kemungkinan dia ee bisa teks, bisa kategorikal itu jenisnya. Nah, kalau Ibu dan Bapak set di categorical nanti manfaatnya tuh kalau kita lagi plot maka Ibu dan Bapak bisa memberi warna sesuai dengan kategori yang ada di dalam kolom itu, gitu ya. Itu kurang lebih. Nah, kemudian yang numerik. Numerik itu numerik. Jadi harus angka. Kemudian eh ya role meta. Jadi kalau kalau sini ini kita bisa set juga sebenarnya tapi ini tidak tidak apa ya bisa diabaikan saja begitu. Nah, tapi kalau Ibu dan Bapak memberikan pilihan meta maka kode yang ada di sini nama kolom itu bisa jadi label untuk data ya. Jadi misalnya saya ini ya, saya buka ya. Ini kebetulan data betulan ya. Jadi ini tuh bisa langsung kita lihat isinya. Jadi ini saya ulang ya, Ibu dan Bapak. Jadi ini semudah seperti ini. Jadi di drag begitu ya. Kemudian ini di drag kemudian dibikin garis dari sini dibikin garis tek. Jadi itu menghubungkan dua dua widget yang berbeda gitu ya. Nah ini saya hapus. Jadi semudah itu caranya. Nah sekarang ini adalah untuk widget untuk melihat isi file. Isi file itu apa? Isi file yang dibuka di sini apa? Kita buka dengan ini. Nah, ini adalah tabelnya. Ini adalah tabelnya. Nah, orange bisa membaca tabel Excel. Excel bisa, teks bisa. Seperti C S itu bisa dibuat dibuka oleh orange, ya. Nah, jadi ini isi tabelnya, Ibu dan Bapak. Nah, kemudian ee contoh misalnya kita ingin feature statistik ya. Jadi ini tuh widget yang ini kita drag begini ya. Nah, andaikan kita mau lihat ini maka kita bisa lihat. Nah, ini adalah eh semacam descriptif statistik gitu ya. Jadi kalau data to digit dari air itu histogramnya bagaimana distribusinya ini masalah warnanya, colornya. Ini elekonductivity ini TS-nya, ini pH-nya ya. ini kalsiumnya, magnesiumnya, dan seterusnya gitu ya. Nah, kita bisa lihat distribusinya. Nah, kurang lebih seperti ini gunanya. Nah, misalnya Ibu dan Bapak ee ingin membuat grafik gitu. Nah, ini juga sama. Jadi, kita buka file-nya. File-nya masih sama tentunya. Kemudian kita bisa lihat isi datanya seperti tadi. Nah, kita juga bisa membuat hubungan garis itu lebih dari satu. Jadi, satu titik ke lebih dari satu titik gitu, ya. Jadi, dari kiri ke kanan itu bisa 1 2 3 bisa. Nah, ini contoh untuk membuat scatter plot misalnya. Nah, ini tinggal kita buka di sini ada. Nah, ini skatter plotnya Bapak geser ke sini. Nah, semudah itu ya saya ulang terus. Nah, sekarang kita buka. Nah, ini ini seperti SPSS menurut saya ya. Jadi, grafik itu bisa kita zoom in, zoom out ya. Grafik bisa kita zoom in, zoom out seperti ini ya. Nah, kemudian apa yang di-plot di sumbu X dan sumbu Y? Kita bisa lihat di sini bisa dipilih. Jadi ini TDS kemudian dibandingkan dengan Clisal. Nah, nanti ini kita bisa lihat ee ininya Ibu dan Bapak ya. Sebentar ini saya pindah ke atas. Nah, ini adalah 0 sampai 1000 sekian untuk TDS-nya. Ee kelornya ada di sumbu Y 0 sampai sekian. Nah, di sini kita bisa lihat bahwa ada data yang outlier ya. Ini outlayer misalnya ini data yang mencil sendiri begitu ya. Yang ini, ini. Nah, ini kita bisa juga melakukan ini, Ibu dan Bapak. Melakukan select data. Nah, seperti itu. Nah, data juga kita bisa ee select gitu, kita bisa pilih. Nah, ini bisa kita pilih begitu ya. Nah, kemudian ini adalah untuk nge-set men-set up warnanya, warna dari titiknya. Jadi ini bisa kita berdasarkan tipe misalnya. Nah, ini kita bisa tuh ya. Jadi yang warna merah itu adalah mata air, yang warna biru ee sumur, yang warna hijau itu sumur dalam gitu, Ibu dan Bapak. Nah, ini yang saya sebut dengan meta tadi eh kategorikal tadi ya. Jadi, kalau satu kolom diset menjadi kategori, maka dia bisa digunakan untuk menandai plot. Nah, shape ini bentuknya juga bisa. Misalnya kita mau pilih shape-nya itu untuk aquiver, jenis aquiver, maka kita bisa lihat di sini ee sebentar di bagian atas. Nah, di bagian atas sih kita bisa lihat bahwa yang simbolnya X itu volkanic soil, yang simbolnya lingkaran itu volkanic roh. Nah, itu bisa kita ee munculkan. Kemudian label itu kita bisa juga kasih misalnya begini. Nah, jadi ee kode sampel itu juga bisa ditempelkan. Nah, yang seperti ini kan tidak bisa dilakukan di Excel ya. Jadi kode sampel itu bisa ditempelkan juga. Nah, ini bisa kita ganti dengan macam-macam. Bisa dengan ee misalnya saya enggak tahu misalnya taste bisa diganti juga dengan temperatur misalnya. Nah, kita bisa meng-combine informasi-informasi ee ke dalam plot. Nah, ini untuk fungsi plot ya. Kemudian untuk plot yang lain misalnya distribution kita bisa bikin juga ini. Jadi tipenya ya. Kemudian misalnya ini akiver ya. Jadi ini distribusi data berdasarkan ee jenis akiver-nya ini berdasarkan tipenya ya. Kemudian misalnya kita mau kasih ee order. Kalau order enggak ada ininya ya, teksnya ya. Misalnya taste sama ini juga angka akiver dan tipe saja yang bisa. Jadi yang sifatnya kategori ya, kolom yang sifatnya kategori. Nah, kemudian ee saya jelaskan dulu praktiknya dulu ya Ibu dan Bapak. Ini latihan yang ketiga ini ya. Latihan yang ketiga itu sama. Jadi kita pakai widget file kemudian widget PCA. Ibu dan Bapak tetap bisa meletakkan ini ya. Sebentar. Nah, Ibu dan Bapak tetap bisa meletakkan ini. Nah, ini tetap bisa, gitu. Jadi, yang namanya prosedur widget bisa ee enggak karu-karuan banyaknya gitu, ya. Nah, jadi widget untuk melakukan principle component analisis itu ada di di unsupervised. Nah, ada di sini. Jadi, di sini ada cluster analisis eh ini ada PCA ya. Kemudian ada cluster analisis. Eh, cluster analisis itu displit ada hierarchical ya, hierarchical clustering ya. Ada juga distance map ya, itu nanti bisa kita coba. Nah, kurang lebih seperti ini. Jadi, ketika data masuk kemudian ee kita pakai widget PCA, maka ini adalah ee datanya ee hasil transformasinya. Nah, seperti ini ya. Jadi, kita bisa membuat grafik seperti ini. Sebentar, ini datanya berarti masih pakai data itu. Ini saya ganti datanya menjadi data punya saya ya. Nah, kemudian kita bisa okekan. Nah, di sini kita bisa lihat PCA. Nah, ini apa? Nanti saya jelaskan. Ini adalah ee jumlah variasi dari data yang bisa diakomodir oleh principonennya. Itu nanti saya akan jelaskan di luar software. Jadi, sebenarnya ini pendek saja ini urusan software-nya dulu, Ibu. Nah, ini adalah skatter plot-nya. Jadi ini scatter plot antara princiipal komponen 1 dan 2 ya. Nah, ini seperti biasa tadi kita bisa lihat ee apa namanya? Warnanya bisa kita atur-atur begitu ya. Nah, ini bisa kita kode begitu ya. Nah, seperti ini ya. Nah, seperti ini. Jadi ini adalah operasi software-nya Ibu dan Bapak. Jadi, Ibu dan Bapak bisa langsung me apa namanya? Melakukan uji coba dengan file OWS yang sudah saya berikan. Datanya yang di sini Ibu dan Bapak bisa buka data masing-masing ya. Jadi, ini data yang saya contohkan juga saya sudah kirim ke file ee apa namanya? Website ya. Jadi, misalnya kita melakukan cluster analisis. ini file saya. Nah, kemudian ini adalah operasinya ya. Jadi ee kalau kalau cluster analisis kita harus menghitung jaraknya dulu. Jaraknya itu adalah eclidian yang kita pilih ya. Kemudian kita apply. Nah, rows itu nanti saya jelaskan bahwa row itu adalah sampelnya, kolom adalah datanya, ee variabelnya. Nah, ini kalau kita apply maka nanti kita bisa membuat seperti ini, Ibu dan Bapak. Nah, kalau sudah seperti ini mungkin Ibu dan Bapak banyak yang sudah familiar sebenarnya ee kita mau bikin apa. Jadi kalau klaster analisis itu kan intinya kita mencoba mengkategorikan data yang banyak berdasarkan pengukuran observasi atau berdasarkan variabel yang kita ukur pada sampel itu yang juga banyak. Nah, kalau sudah seperti ini sepertinya Ibu dan Bapak sudah lebih tahu kita mau bikin apa begitu. Nah, ini kalau kita ganti misalnya labelnya menjadi ee kode itu bisa juga. Nah, seperti ini, Ibu dan Bapak. Kemudian tipe Akiver ini juga bisa kita lihat ya. Nah, kita bisa lihat bahwa mata air itu ternyata ee banyak yang mengelompok dengan sesama mata air. Tapi ada juga yang sumur dangkal yang karakternya sama dengan mata air. Tapi di sini welbor sumur dalam karakternya beda sekali karena dia membuat apa? Ee membuat kelompok yang sendiri begitu ya berbeda. Nah, kurang lebih seperti itu Ibu dan Bapak. Nah, sekarang saya akan jelaskan lewat ini ee apa namanya? Lewat gambar ini ya. Sampai di sini operasi software. Sekilas saja Ibu dan Bapak ada pertanyaan tidak? Sudah ada pertanyaan? Ini anak saya. Apakah ada pertanyaan, Ibu dan Bapak? Oke, rasanya belum ada pertanyaan. Saya akan share lagi sedikit lagi sebelum nanti kita ke diskusi ke gambar yang ini, Pak. Eh, gambar yang ini. Nah, jadi kenapa kita perlu statistik multivariabel ya? Kenapa kita perlu statistik multivariabel? Yang pertama adalah bahwa alam alam itu kan sangat kompleks ya. Alam itu sangat kompleks. Alam itu kan kompleks sekali. Maka kalau kita bicara lingkungan dalam hal ini air, Ibu dan Bapak ya, kita bicara air ini juga sama kompleksnya gitu ya. kompleksnya sama, kompleksitasnya sama. Air itu sendiri kan ada beberapa karakter. Karakter fisikanya punya, karakter kimianya punya, gitu ya. Nah, yang fisika kita punya apa? Misalnya temperatur, ee warna, kekeruhan. Nah, itu aspek fisik ya, Ibu dan Bapak. Ini bisa diukur. Ini kita bisa ee apa namanya? Mengukur pakai pro alat begitu ya. Ee sebentar kita bisa mengukur pakai alat si angkanya itu berapa gitu ya. Ini tuh angkanya. Kemudian kita juga bisa ukur warna, kita bisa ukur keteruhan, kita bisa ukur ada angkanya. Nah, kimia pun sama, kimia pun sama. Kimia itu ee kita bisa ukur misalnya ee TDS ya atau total dissolve solid. Ini biasanya berhubungan dengan ee asin atau tidak gu ya. Nah, sementara asin atau tidak itu nanti akan ada hubungan misalnya dengan bisa juga menjadi indikasi kontaminasi misalnya ya. Kontaminasi itu bisa ee buatan manusia bisa tanah alam ya misalnya instrusi air laut itu bisa juga dideteksi pakai ini yang lain misalnya apa pH ya. Nah, itu bisa ee asam, bisa basa gitu ya. Itu ya. Kemudian ee kalau Ibu dan Bapak punya dana lebih misalnya Ibu dan Bapak bisa mengukur kandungan kalsium, natrium ya, kemudian magnesium ya, dan seterusnya Ibu dan Bapak sampai misalnya ke isotop ya. Jadi multivariabel yang saya maksud itu ya ini begitu ya. Yang kita ukur dalam hal ini adalah air tanah atau air pada umum. Karena bidang saya air itu macam-macam. Satu lokasi kita bisa ukur mungkin 5 parameter, 3 parameter, 5, 6, 7, 10, bahkan sampai 20 lebih begitu itu bisa. Nah, ke mana data ini kita catat? kita catatnya ke tabel ini gitu ya. Kita catatnya ke tabel ini. Nah, kalau Ibu dan Bapak hanya bekerja dengan dua variabel, maka ketika membuat grafik kan gampang nih, relatif ya kan variabel 1, variabel 1, variabel du. Kemudian korelasinya bagaimana? Kalau tiba-tiba ada titik yang nyelonong di sini atau nyelonong di sini atau nyelonong di sini, maka itu adalah ee anomali. Itu bisa dilakukan dengan mudah kalau hanya dua sampai kemudian mungkin tiga variabel. Tiga variabel ini juga masih mudah karena ee plot tiga dimensi kan bisa dibuat ya gampang gitu. Nah, apa yang terjadi? Kalau misalnya tabelnya itu terdiri dari belasan kolom ke samping ya, ada belasan mungkin puluhan kolom. Nah, kolom-kolom ini kan ee adalah parameternya ya atau variabel yang kita ukur atau variabel yang kita ukur ya. Jadi di sini lokasi satu ya, lokasi satu dan ke samping kita ukur macam-macam di sini. Ada bisa temperatur TDS, ada pH, PC misalnya, ada ee turbidity atau kekeruhan ya ke samping banyak sekali. Nah, bagaimana kita bisa memahami data ini ya? Dan kalau data ini diplot pada satu plot yang sama sudah tidak bisa lagi pakai tiga sumbu atau tiga dimensi ya. Kemungkinan jadinya nanti seperti bola gitu bola begini ya nanti jadinya seperti bola. Jadi di titik kita punya titik tengah. Kemudian di sini itu akan ada saya enggak tahu ada puluhan belasan garis begitu ya. Ya, yang semuanya lewat tengah untuk bisa menggambarkan data ini. Begitu kurang lebih. Kenapa? Karena tiga dimensi sudah kelewatan gitu ya. Jadi jadinya bola gitu. Nah, kita kan perlu metode untuk bisa membaca ini. Nah, caranya apa yang kita lakukan? Ya, kita melakukan dengan cara ee PCA, Ibu dan Bapak. Salah satunya dengan cara PCA. Jadi, di sini ada princiipal komponen analisis. Nah, jadi di tabel yang banyak tadi kita ingin tahu kita ingin tahu apakah ada apakah ada set variabel atau set parameter parameter yang lebih utama dibandingkan parameter yang lain ya. Jadi di sini set variabel atau parameter satu, set variabel atau parameter 2, set variabel atau parameter 3 gitu ya. Nah, inilah yang kemudian dinamakan sebagai princial komponen. Tadi sekilas sudah ada grafik yang menunjukkan itu ya, Ibu dan Bapak. Principal komponen ya. Di sini kita singkat PC ya. PC itu misalnya ini PC 1, nanti di sini PC 2, nanti di sini PC gitu. Nah, dari sini kemudian kita bisa baca anggota dari principal komponen satu itu apa? Misalnya di sini yang punya proporsi besar membentuk principal komponen yang pertama itu misalnya temperatur nanti dia gabung dengan PDS misalnya dia gabung lagi dengan kekeruhan misalnya nanti PC itu gabungan antara parameter-parameter misalnya ee pH gitu ya pH dengan kadar misalnya HCO3 gitu dan seterusnya. ya. Misalnya di sini ada CA gu ya. Nah, di sini misalnya ee ada parameter yang berpengaruh misalnya NA misalnya MG begitu dan seterusnya. Nah, di sinilah kita kemudian bisa menganalisis variabelnya itu mana yang lebih penting dan variabel yang yang lebih kecil pengaruhnya itu bisa kita ee bisa kita nomor duakan dulu. Jadi dalam menganalisis data kualitas air bisa berjenjang begitu ya, bisa berjenjang begini. Nah, begini Ibu, dan Bapak. Jadi di sini itu mungkin kita analisis PC 1 kemudian PC 1 dengan PC2 gitu ya. Kemudian PC 1 plus PC2 plus PC3 dan seterusnya. Tentunya semakin ke sana waktu yang diperlukan makin besar. Nah, saya membatasi biasanya pakai principle componen itu dua saja ya. Biasanya PC 1 dan PC 2 biasanya. Karena dengan cara ini pun ee biasanya sudah bisa saya melakukan analisis gitu Ibu dan Bapak. Nah, kurang lebih seperti itu untuk principen analisis ya. Nah, kalau untuk ee apa namanya? kluster analisis. Nah, kluster analisis itu kan tadi sudah ada ilustrasinya kurang lebih seperti ini. Maaf kebalik. Nah, nanti ada begini ya. Kemudian di sini ya ini begini begitu ya. Nah, di sini itu adalah ee satu, lokasi dua, lokasi 3, lokasi 4, lokasi 5. Ini seperti main bola ya, Ibu dan Bapak. Nah, seperti ini ya. Jadi seperti main bola. Jadi babak penyisihan sampai babak final begitu kurang lebih. Nah ee di sini kita mengelompokkan lokasi ya. Sementara di sini kita mengelompokkan apa? Variabel. Jadi yang kita kelompokkan sini adalah variabel ya. Ini variabelnya yang kita kelompokkan. Sementara kalau di sini yang kita bikin pengelompokan adalah ee barisnya atau lokasinya. Jadi ini sebenarnya permainan antara kita mengelompokkan baris dan kolom gitu. Kalau kolom itu principle componen analisis atau PCA. Kalau mengelompokkan baris itu adalah cluster analisis. Cluster analisis. Nah, begitu. Nah, kluster analisis ini pada prinsipnya dia sama dengan PCA. Jadi, dia membaca seluruh data untuk kemudian dia ukur jaraknya, jarak antara dua titik data itu semakin dekat, maka dia diharapkan punya karakter yang lebih dekat dibandingkan dengan titik yang lebih jauh. Bisa dipahami ya, sederhananya begitu, Ibu dan Bapak. Jadi kalau ada dua titik di sini maka ini dianggap punya karakter yang mirip dibanding titik yang jaraknya lebih jauh. Begitu kurang lebih. Nah, masalahnya adalah dua sistem ini atau dua metode ini akan berusaha memasukkan sebanyak mungkin titik gitu kurang lebih yang bisa dia masukkan tapi dengan karakter yang semirip mungkin. Ya, mudah-mudahan bisa dipahami. Jadi, ee metode ini akan memasukkan sebanyak mungkin titik yang karakternya mirip gitu. Itu gunanya software. Jadi, software ini gunanya kalau Ibu dan Bapak sudah punya data yang banyak sekali. Ibu dan Bapak ke sininya banyak, ke bawahnya banyak ya, lokasinya banyak, ke sampingnya pun banyak gitu. Itu Ibu dan Bapak ya. ke bawah banyak, ke samping banyak. Nah, jadi software ini bisa membantu kita untuk secara simultan menganalisis data yang besar begitu kurang lebih itu. Nah, ee yang saya bisa sampaikan di sini adalah bahwa princiipal komponen analisis dan kluster analisis itu bermanfaat kalau datanya numerik. data. Kalau datanya numerik itu bisa dianalisis. Yang kedua, Ibu dan Bapak juga harus tahu ee harus tahu konsepnya. Jadi, misalnya begini, Ibu dan Bapak ya. Saya share screen lagi, ya. Ini ini terakhir ini dari saya untuk masalah ee ininya apa namanya? Masalah cara berpikirnya. Nah, jadi misalnya misalnya Ibu dan Bapak mengukur sampel air misalnya ini sungai kemudian ini ada sumur ya ini sumur kemudian ini laut misalnya. Nah, kita ambil sampel pada tiga lokasi ini, gitu ya. Nah, logikanya adalah logikanya enggak usah pakai software pun Ibu dan Bapak sudah tahu logikanya. Semakin ke sana kan semakin asin. Betul ya? Sebentar. Ini jbard-nya semakin ke sana kan kan semakin asin ya, Ibu dan Bapak ya. ke sini itu akan semakin asin. Betul ya? Eein ke arah daratan maka karakternya akan beda. Semakin ke arah sana karakternya akan ee makin tawar gitu ya. Logikanya kan begitu. Nah, tapi apa yang ter di area yang ini, Ibu dan Bapak? ini kan di tengah-tengah begitu ya. Maka dia akan mungkin punya pengaruh dipengaruhi dari sini dan mungkin juga dia dipengaruhi dari sini. Iya, mohon maaf ya, mungkin ee pemateri kita ee sedang ada kendala jaringan kembali. Ee mungkin saya mau menanyakan dulu ini untuk ee ada Bapak dan Ibu yang ee hidup lagi sekarang. Oh, iya, silakan ya. Silen, Pak. Aduh, ini luar biasa hari ini. Saya ulang lagi ya, Ibu dan Bapak ya. Saya ulang lagi. Jadi untuk air tanah kan punya komposisi sendiri, air laut juga punya komposisi sendiri. Air laut kan punya komposisi sendiri juga. Nah, intinya apa? Ibu dan Bapak itu harus punya bayangan komposisi air yang Ibu dan Bapak ambil itu mestinya seperti apa gitu ya. itu harus tahu dulu air sungai mestinya seperti apa, air tanah mestinya seperti apa, air laut mestinya seperti apa. Itu harus tahu dulu supaya di kepala kita punya punya mental image begitu ya, model konseptual lah kurang lebih seperti itu. Jadi ketika Ibu dan Bapak misalnya ee punya plot gitu seperti ini hasil PCA misalnya, kemudian si sampel itu ada di sini dan ada di sini. maka Ibu dan Bapak bisa menjelaskan gitu ya. Ini tuh dipengaruhi oleh apa, ini dipengaruhi oleh apa, itu kurang lebih ee apa namanya cara berpikirnya Ibu dan Bapak ya. Jadi ee PCA dan clluster analisis ini hanya membantu kita untuk mendapatkan justifikasi numerik. Begitu. Jadi kalau kita membagi bisa secara kualitatif, tapi kan kita seringnya perlu dukungan numerik ya, maka kita pakai analisis PCA dan cluster analisis ini begitu ya, supaya kita lebih yakin. Nah, tapi kita juga bisa membalik begitu. Kalau kita lihat visualisasi PCA atau cluster analisis, maka kita bisa mempertanyakan kenapa kelompok ini ada di sini. Maka kita bisa ke lapangan kita cek gitu apa betul kelompok ini memang dari sisi karakter memang seharusnya jadi satu karakter gitu. Nah, jadi sifatnya akan bolak-balik Ibu dan Bapak. Jadi bukan bukan kita punya data dimasukkan ke dalam software kemudian kita hanya percaya begitu aja apa hasilnya bukan begitu. Tapi software ini untuk membantu memutuskan begitu bahwa memang ee kualitas air di dalam sampel kita itu memang cerminan dari tiga macam ya. Cerminan dari karakter sungai, karakter sumur, dan karakter air laut misalnya. Tapi ada juga karakter yang merupakan kombinasi tiga-tiganya. mungkin sudah terjadi kontaminasi misalnya begitu. Nah, itu kesimpulan antara lain kesimpulan yang bisa kita tarik dari analisis multivariabel dengan dibantu oleh ee metode statistik itu kurang lebih dan Bapak ya. Mungkin ee di situ dulu penjelasan saya ya, Mbak. Mungkin bisa langsung ke pertanyaan. Barangkali ada yang ingin bertanya, Ibu dan Bapak. Ada yang ingin bertanya? Mungkin saya langsung aja. Ada Bu Nurjana bisa open mic saja Bu atau mengetik di chat. Ee ada beberapa yang sudah bertanya di slidu. Oh mungkin silakan. Iya. Barangkali ada pertanyaan di chat yang tadi saya kelewat karena out tadi bisa dibacakan juga. Iya, Bang. Mungkin kami share screen dulu ya, Pak, untuk ada tiga pertanyaan yang sudah ee terkumpul di slide hidup. Oke. Baik, saya share screen dulu ya, Pak. Ya. I ini, Pak. Ada tiga pertanyaan ya. Silakan, Pak. Terima kasih. Oke, terima kasih. Ini ee apakah pemodelan oleh orange dapat mengakomodasi seluruh program analisis SPSS? Oke, kemungkinan ya. kemungkinan ya, karena saya sudah lama enggak pakai SPSS Bu, Ibu atau Bapak ya. Tapi rasanya sih bisa. Rasanya bisa ya karena Orange ini kan dikembangkan terus sekarang sudah versi 3.34 kalau tidak salah. Jadi ee sangat mungkin memang analisis yang ada di SSS bisa dilakukan di orange. Namun demikian mungkin visualisasinya mungkin agak beda yang bisa di SPSS mungkin tidak bisa diorange yang bisa diorange tidak bisa di SPSS. Nah, kalau masalah kelebihan saya rasa semua punya kelebihan dan kekurangan. Hanya saja kalau orange itu ee dia punya banyak dia punya filosofi coding sebenarnya, Ibu dan Bapak ya. Tadi kan sudah saya sampaikan kalau Ibu dan Bapak ingin ngajarin orang untuk menggunakan SPSS, maka Ibu dan Bapak mungkin akan melakukan screenshot ya. Ininya diklik screenshot, ininya diklik screenshot begitu ya. Jadi prosedurnya itu tidak bisa ditampilkan dengan cara yang yang cepat prosedurnya ya. Prosedur itu kan bisa saja sih dalam bentuk teks misalnya lakukan ini, lakukan itu, begitu. Tapi kan kita pengguna orang lain ya, teman kita mungkin perlu lebih spesifik begitu. Nah, kalau pakai SPSS, Excel, Statistika atau software-software lain yang sifatnya point and click, maka saya khawatir kita perlu melakukan screenshot ya. Belum lagi kalau versi software-nya itu beda, bisa saja position menunya beda. Nah, kalau pakai eh orange maka prosedur kita itu sudah itu fix. Ibu dan Bapak bisa kirim datanya, Ibu dan Bapak bisa kirim atau misalnya kalau teman Ibu dan Bapak ingin ee minjam prosedur saja pun bisa datanya pakai data dia gitu. Bisa juga jadi prosedur yang saya share di website itu bisa juga dipang untuk data Ibu dan Bapak yang lain sebenarnya itu bisa juga itu kelebihannya mungkin orange selain karena dia open source dan gratis. Kemudian dari Bu Rika, apakah pemodelan orange untuk analisis dapat menghasilkan output yang sama seperti R? Bisa. Saya juga kebetulan pakai. Jadi bedanya antara R dengan orange itu ya hanya satu. Kalau R perluing kalau orange tidak gitu. Tapi step by stepnya itu rasanya semua step yang dibangun oleh R itu bisa dilakukan oleh juga, Ibu dan Bapak ya. Kemudian ee apakah aplikasi orange dapat digunakan untuk mengukur kualitas? Bisa. Jadi aplikasi orange itu bukan alat untuk mengukur ya, Ibu dan Bapak. Tapi kan orange itu digunakan untuk menganalisis. Jadi data apapun bisa masuk ya. Data apapun bisa masuk selama kita bisa memeriksa formatnya sudah betul atau tidak. Kemudian ee apa namanya angkanya itu format misalnya koma sama titik. Itu kan suka jadi masalah ya, Ibu dan Bapak. Apakah itu ee apa namanya? Sudah betul atau tidak. Begitu. Kemudian tadi sudah saya sampaikan juga jenis dari kolom itu apa, apakah dia numering, apakah dia kategori gitu ya. Itu juga kita harus tentukan dulu. Nah, kalau itu bisa dilakukan, maka ya semua data bisa dianalisis dengan ya. Terima kasih atas pertanyaannya. Ini Ibu dan Bapak ada lagi mungkin? Iya. Baik, mungkin ee tanya jawab secara langsung ya, Pak. Ini ada beberapa yang sudah ee mengangkat tangannya sudah rais hand. Mungkin dimulai dari Bu Nurjana. Silakan, Ibu. Ya, Bu. Silakan, Bu. Ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pak Erwin. Waalaikumsalam warikumsalam. Iya, terima kasih. Ini kesempatan yang sangat bagus dan saya ee bersyukur bisa mengikuti acara ini ya. Karena ee terus terang saya sudah melakukan ini tetapi pakai jasa orang karena saya enggak bisa melakukan sendiri itu ya. Tetapi saya memang ya puas begitu ya, Pak. Tapi dengan ini kan saya lebih tahu, saya sudah melakukan ini untuk disertasi saya sebetulnya begitu PCA dan juga analisis. Ee tapi kan memang saya waktu itu ya meraba-raba begitu ya, tapi dengan ada ini ya saya saya sangat senang begitu ya, Pak. Kemudian ee tadi kalau pertanyaan saya memang apakah PC-nya harus tertentu begitu? Karena kalau pakai jasa lumayan juga ini Pak bayarnya lumayan begitu ya. Ya. Iya. Ibu ibu mompa ban mobil sendiri sama mompa ban mobil nyuruh orang kan ya pasti bayar kalau ke orang ya. Tapi kalau mobil pakai pompa yang dibegikan ya capek juga kan begitu. Tapi betul saya iya saya memang ee penelitian tentang air tapi saya dari bidang ee budidaya perairan Pak. Jadi saya waktu itu untuk mengukur t memang bisa air tawar air pay airut begitu ya. Nah, kemudian memang ee ini kalau ee Bapak punya ininya ya tadi ada ada versi YouTube, ada blognya dan sebagainya begitu. Barangkali kalau nanti berlanjut ee pengin sebetulnya pengin pengin bisa operasional sendiri, Pak. Karena mungkin bisa lebih variatif ya. Karena kalau dari apa namanya pengolah itu kan mereka bukan dari bidang yang sama, Pak. Jadi hanya datanya numerik begitu ya, Pak. hanya tahu mengolah angka tapi enggak tahu artinya. Betul ya? Betul begitu ya. Nah, sementara Ibu tahu sementara kalau Ibu tahu arti tapi enggak bisa mengoperasikanah itu tadi ya, Mbak. Iya, betul. Jadi ini saya kan pengin bisa sendiri kalau bisa begitu ya meskipun perlu waktu barangkali tadi PC-nya apakah perlu apa tipe tertentu begitu untuk kemudian download apa juga apakah memang tadi yang seperti yang di apa di-share itu ya memang sepertinya ada di website Bu Iya ya iya i jadi begini Ibu dan Bapak ya monggmongg Pak gimana ya ee untuk data yang jadi begini Ibu dan Bapak Pak tadi ya. Jadi kita kayak kemarin saya itu ada saya ambil itu delan tambak Pak begitu ya. Ya. Ee untuk datanya memang sebetulnya saya malah ambil sampai 15 variabel. Itu kan luar biasa. Oke ya. Nah barangkali untuk data yang mencil ini kan kadang kalau masukan dari pembimbing itu ada boleh yang dibuang atau memang ada analisis tertentu karena akan mengacaukan mungkin ee tadi ya kalau sebarannya mencil sendiri kan. Iya. Betul. Enggak aneh anomali ya, Pak? Betul, betul, betul. Jadi kalau dataer itu jangan dibuang, Bu. Iya. Jadi data outlayer itu jangan dibuang. Jadi ya jadi data outlier itu yang penting harus diidentifikasi mana yang outlier gitu ya. Nah, tapi jangan dibuang. Oh, ya. Tapi jangan dibuang lagi tapi jangan dibuang. Itu ee justru data outlayer itu kalau di dalam analisis multivariabel itu manfaatnya bisa untuk me menentukan kondisi ekstrem, Bu. He. Jadi misalnya begini, orang itu kan ada yang hitam sekali, ada yang putih sekali begitu ya. Ibaratnya begitu. kulitnya hitam sekali, ada yang putih sekali. Nah, kita kita sawo matang kan begitu ya. Iya. Kalau data yang hitam sekali dengan yang putih sekali itu ibu buang, maka Ibu enggak bisa ee menjelaskan sebenarnya di Indonesia ini ada orang apa saja gitu ya. Yang Ibu lihat hanya teman sendiri yang kulitnya sama kan begitu ya. Padahal hasil pengukuran ada orang dari Afrika mungkin ya yang hitam sekali dan ada orang dari Eropa yang putih sekali gitu. Betul ya kalau itu buang kan jadi enggak bisa cerita ya. Jadi lebih baik tetap ibu ibu pakai tapi itu ibu pisah analisisnya. Oh, ya. Itu kalau di bidang saya itu menganalisis anomali itu lumayan bisa nambah halaman dua halaman itu ya. Jadi nambah cerit lah gitu. Iya, betul. Nambah cerita gitu ya. Iya. Nah, untuk pertanyaan saya sebetulnya I minimal data untuk PCA ini ada berapa, Pak? Kalau kemarin saya ada 15, tapi kemudian setelah terakhir itu hanya muncul tiga, tiga variabel yang kemudian dianggap berpengaruh begitu, Pak. Ya. Ya. Ya. Bisa kalau Ibu bicara banyak sedikitnya bisa sebanyak mungkin. Iya, gitu ya. Bisa sebanyak mungkin. Nah, kalau variabelnya hanya ya bisa sebanyak mungkin. 15 sangat bisa. Nah, kalau dari hasil 15 itu muncul princiel komponennya itu ada tiga variabel yang utama, ya bagus kan berarti sudah muncul begitu. Tinggal Ibu dan Bapak eh Ibu menjelaskan sampel mana yang dipengaruhi oleh princiipal komponen itu. I kan dan kenapa dia begitu gitu ya. Nah, tapi Ibu juga bisa menjelaskan sampel yang lain kenapa ee tidak tidak dipengaruhi oleh tiga itu tadi ya. bisa dipahami ya, Bu ya. Nah, jadi ee kalau sudah ketemu tiga variabel ya sudah Ibu sudah selesai. PR selanjutnya adalah menjelaskan kenapa begitu. Maksud saya ee untuk misalkan penelitian berikutnya sebetulnya minimal sampelnya berapa, Pak? Gitu. Variabelnya berapa ya? Ee ya kalau jadi gini loh. Kalau saya biasanya pakai software itu kalau sudah lebih dari 10 gitu, Bu. Sampelnya, Bu. Oh, oke oke oke. Iya. Jadi ee ee tapi kalau multivariabel itu kan bukan jumlah sampel ke bawahnya, tapi variabelnya. Kalau variabelnya masih tiga ya enggak perlu gitu ya. Tapi kalau sudah lebih dari 10 itu variabelnya pengukurannya itu ya perlulah untuk oke gitu. Dan Ibu bisa main-main dengan jumlah data yang sedikit dulu dengan ini program ini dan langsung bisa dipakai Bu. Jadi menghemat uang, mending uangnya dipakai buat makan [tertawa] ya. Iya. Uangnya buat ambil sampel di lapangan, Pak. [tertawa] Nah, itu persis itu. Iya. Ya, terima kasih banyak, Pak. Ee ini terima kasih atas jawaban. Sami-sami itu nomor saya ada di chat, Bu. Kalau oke perlu ini informasi lanjut, ya. Ya. Ya, terima kasih banyak, Pak. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih, Bu. Waalaikumsalam. Iya. Iya. Mungkin selanjutnya ada ee yang sudah mengangkat tangan juga di sini ada Bapak Iskandar. Silakan, Pak. Ya, silakan ya. Ee ya. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Ee Pak Erwin, perkenalkan saya Iskandar Muda Purwa Amijaya. Saya di ITB-nya lulusan S1 Geodesi ITB. Saya ITB GD85, Pak. Dan di PWK ini tahun 5 ya dulu ya. Dulu Bapak temannya sipil, kalau sekarang temannya saya, Pak. Satu fakultas sekarang. Iya. Karena saya S3-nya di PSL IPB, Pak. Di PSLB. Oh, iya. TSL ya. Iya. Ini ee pertanyaan saya begini, Pak Erwin. Saya tuh apa beberapa mahasiswa saya itu ee melakukan penelitian tugas akhir itu menggunakan multiregresi, Pak. Oh, iya multiregresi. Betul. Multiregresi. Nah, kemudian salah satu salah satu wah ramai apa itu ya? Salah satu materi yang ee saya ee pakai itu adalah kalau di geodesi itu ada yang namanya hitung perataan parameter, Pak. Hitung perataan parameter dia pakai matriks. Nah, bila ada beberapa yang apa namanya? Ternyata saya salah gitu, Pak ya. Jadi kalau kita melakukan suatu multi regresi itu kan kita bisa lihat dari apa model regresinya itu ya variabel-variabel yang paling berar. Betul. Iya ya. Ada koefisiennya masing-masing ya. Betul. Ya. Nah saya itu baca dari ee siapa Bu? Bu apa? Suharsimi Suharsimi Arikunto ya. Ya. Kebetulan itu saya kan pernah juga mengajar di ee pendidikan teknik bangunan. Nah, jadi sekarang saya di teknik sipil. Nah, ini ternyata pengaruh terbesar itu bukan hanya dilihat apa koefisien di depan variabelnya, Pak. Betul ya, Pak ya. Nah. Nah, jadi ee yang ingin saya tanyakan begini. Memang beberapa menggunakan SPSS. Menggunakan SPSS. Nah, yang ingin saya tanyakan saya tanyakan tuh sebetulnya apa yang menjadi apa faktor menunjukkan bahwa variabel tersebut itu paling berpengaruh. I terima kasih, Pak. Itu saja. Terima kasih. Baik. Nah, jadi ah itu kenapa saya menyampaikan tadi bahwa ketika menganalisis ee data pakai apapun ya, Bapak pakai multiregresi, saya pakai PCA, pakai clluster analisis itu memang kita harus punya em harus sudah tahu model konseptualnya begitu ya. Nah, jadi contoh misalnya dalam kasus saya, saya itu kalau ke lapangan itu harus sudah bisa menduga kira-kira apa penyebab air itu menjadi begitu gitu. Jadi istilahnya patway-nya ya, pathway-nya atau road map-nya itu saya harus sudah bisa memperkirakan walaupun belum tentu benar begitu ya. Jadi misalnya ada hujan masuk ee ke dalam tanah kemudian mengalir menjadi air tanah kemudian lewat pemukiman kemudian dia ee kepotong oleh sungai kemudian ketemu laut misalnya. Nah, dari situ saya mencoba mengobservasi pada titik mana saja kemungkinan kualitas air itu akan berubah gitu ya. Nah, di situ kan harus sudah mulai ini kita Pak ya ee penelaahan kita begitu kan. Nah, kemudian kita dibantu dengan analisis seperti Bapak tadi, ada multiple regression, ada logistic regression, PCA, clasan analisis dan lain-lain gitu. Nah, sekarang tinggal kita coba ee ee justifikasi, Pak. Jadi memang ujung-ujungnya adalah expert judgement sebenarnya begitu ya. Jadi kenapa parameter yang itu lebih berpengaruh dibanding parameter yang satu lagi? Sementara biasanya di tempat lain dengan metode yang sama justru parameter yang itu tuh tinggi. Yang satu lagi malah yang kecil misalnya begitu. Nah itu kalau saya karena saya dekat lebih dekat dengan alam begitu ya ini ilmunya maka saya berpikir itulah variasi mungkin variasi alam. Jadi, ada satu kondisi yang harus saya cari kenapa itu terjadi begitu. Jadi, kalau saya mungkin akan saya balik justru dari metode beberapa metode mungkin saya akan pakai lebih dari satu ya, Pak. PCA mungkin multiple regression begitu. Kemudian saya cari hasilnya, saya bandingkan ada kemiripan tidak. Kalau ada kemiripan berarti hasilnya mungkin ee lebih betul dibanding kalau hasilnya beda kan gitu ya, Pak ya. Nah, kemudian saya melihat lapangan. Lapangan itu bagaimana? Barangkali ada pengaruh alamiah atau pengaruh manusia yang menyebabkan parameter itu menjadi lebih berpengaruh dibanding parameter yang lain. Begitu, Pak. Oke. Sebentar, Pak. Sebentar. Maksud saya begini, Pak. Kan kalau lihat kita ingin tahu mana yang paling besar ee pengaruh. Kalau dulu tuh saya pakai nilai konstantanya di depan variabelnya. Iya. Koefisiennya yang paling besar kan? Ah tapi ternyata bukan gitu Pak. Nah saya ingin tanyakan maksudnya gini. Itu nilai apa Pak? Nilai apa yang apa yang harus kita lihat begini begini Pak. Betul begini. Jadi kalau kalau Bapak misalnya dalam kasus eh multiple regression itu melihat konstanta di depan variabel itu begitu ya, maka kan software itu hanya tahu angka, Pak. Ya, tahu angka. Nah, bisa jadi parameter itu menjadi tidak sesuai dengan harapan. Mungkin karena distribusi datanya jelek, Pak. Ya. Jadi ee kebetulan sampel yang Bapak kumpulkan itu distribusinya mungkin lebih condong ke arah tertentu. Begitu. Bisa dipahami ya, Pak ya? Karena software kan hanya tahu angka, Pak ya. atau misalnya ada outliers yang dia bisa menarik begitu, bisa menarik data yang lain begitu. Bisa dibayangkan ya, Pak ya. Nah, oleh karena itu mengevaluasi distribusi data juga penting, Pak. Jadi kan tadi ada distribusinya ya, Pak ya. Jadi data itu lebih cenderung ke kiri atau ke kanan atau dia di tengah atau tersebar begitu ya. Nah, itu kan menjadi salah satu amar-amar ya buat kita untuk waspada gitu. Ketika angka-angka yang kita temukan itu tidak sesuai harapan itu kenapa begitu gitu ya, Pak ya. Sebentar, Pak. Kalau dari bisa sebentar, Pak. Saya begitu, Pak ya. Jadi maksud saya begini, Pak. Kan kalau kita mau melakukan regresi itu ada syarat ya, Pak, ya? Ada syarat. Ada syarat. Nah, salah satu syaratnya itu adalah bahwa datanya harus berdistribusi normal, gitu. Betul. Betul. Nah, jadi kalau misalnya tadi kata Bapak condong ke kiri, condong ke kanan, berarti kan itu dia datanya ee apa tidak berdistribusi normal atau dia non kita gunakan statistik nonpametrik. Nonparametrik ya. Iya, betul. Nah, jadi maksud saya saya tuh masih apa ya, masih bingung tuh gini gimana saya biasa pakai hitung perataan parameter. Nah, ini kira-kira ke mana nih supaya kita bisa cepat gitu? Kita sudah dapat model multiresingnya. Kira-kira ke mana nih? Kita ingin tahu mana variabel yang paling besar pengaruhnya. Nah, kita bagaimana cara kita harus memperoleh apa gitu, Pak. Terima kasih, Pak. Ya, mungkin bisa kombinasi dari dengan pakai metode lain ya, Pak. Ya, itu tadi kenapa saya sampaikan saya ketika menganalisis maka saya akan pakai beberapa metode gitu. Nah, rasanya kalau PCA kluster analisis begitu ya itu dia tidak mengharuskan ada distribusi normal rasanya ya seingat saya gitu. Jadi, Bapak bisa coba pakai pakai metode yang lain begitu. Oh, jadi kita bisa gunakan metode lain untuk memperoleh itu. Iya. Oke. Bisa. Iya. Jadi kan intinya begini. Kalau kita kalau posisi saya karena saya orang geologi, maka saya ingin menjelaskan fenomena data itu dengan kondisi di alam kan, Pak, ya. Nah, jadi saya balik gitu. Jadi mohon maaf mungkin ee apa namanya? Nature ya secara alamiah ilmu kita agak beda gitu. Kalau saya itu lebih ke ee apa namanya? Kalau saya lebih ke bagaimana alam itu bisa mengendalikan data itu gitu. Jadi saya bukan kalau saya disuruh milih ini lebih percaya ke angka atau ke observasi di alam saya cari dulu jawabannya. Maka saya lebih condong ke yang di alam itu, Pak. Nah, jadi data itu hasilnya bagaimana? Itu hanya sebagai indikasi buat saya bahwa ini ada masalah di sini begitu ya. Gitu, Pak. Oke, satu lagi, Pak. Ini kan Bapak kan bicara mengenai apa? Ee multivariat, ya. Multivariat. Nah, ini ee kan statistik itu ada dua jenis ya, Pak. Ada yang ee deskriptif, ada yang inferensial. Nah, pertanyaan saya ini lebih banyak yang dipakai yang mana? Apakah yang deskriptif atau yang inferensial? Terima kasih, Pak. Kalau saya kok rasanya yang inferensial ya, Pak ya. Inferensial itu kan dari dari hasil analisis kita coba artikan gitu kan ya, Pak ya inferensial ya yang Iya. Jadi apa ada apa melihat hubungan, melihat pengaruh dan sebagainya gitu ya Pak ya. Iya. Rasanya itu Pak itu yang saya pakai. Hanya kembali lagi setiap hubungan itu saya harus bisa cari ininya apa namanya modelnya begitu ya secara konseptual itu bagaimana kok bisa itu terjadi begitu gitu. Kalau kalau di ilmu saya begitu nature-nya Pak. Oke. Oke. Baik terima kasih Pak. Makasih Pak Iskandar. Ada lagi Ibu dan Bapak mungkin ini yang sudah angkat tangan juga ada. Halo. Ya. Ya. Ya. Halo. Iya, Pak. Ya, Pak Masoro dari Universitas Stadulako, Mbak. Silakan langsung Pak. Silakan, Pak. Baik. Ee saya tadi kaget karena keluar masuk saya terlempar terus keluar mungkin karena saya jauh, Mbak. Ya, Pak. Saya juga sama keluar masuk tadi, Pak. Iya, Pak. Iya. Gimana? Maaf, Pak. Saya kalau selama ini ya dalam pengalaman menganalisis data-data seperti ini yang namanya multivarians atau multiragam ya itu dalam kualitas air biasanya menggunakan PCE principal component analysis. Iya iya iya terlepas kekurangan dan kelebihannya soal program A program orange itu silakan aja tujuan Tulsi itu adalah tidak lain dalam menghasilkan suatu analisis yang punya makna ilmiah itu logikanya. Betul. Betul. Betul. Nah, kemudian harus saya sampaikan pengalaman-pengalaman bahwa katakanlah kita ee melakukan suatu riset di suatu perairan, katakanlah suatu danau dan sebagainya, katakanlah kita menentukan ada 10 titis stasiun ya kan. I. Nah, setelah kita ambil datanya, parameter kimia, fisikanya sudah diambil kemudian ditabasi dan segala satunya. Oke. Memang prinsip pertama bahwa kalau kita menggunakan PCA, tujuan utamanya itu kan penyederhanaan penyajian data dan memudahkan dalam melakukan interpretasi. Itu kunci utama. sehingga kalau dia terjadi yang namanya multicolarity antara variabel independen dalam variabel itu bisa direduksi dengan penggunaan PCE itu salah satu keistime betul itu tujuannya betul Pak ya sehingga memudahkan kita bagi orang peneliti untuk memberikan penjelasan secara betul ee lugas dan secara dengan powerful dari situ. Nah, yang kadang kala memang kelemahan kita banyak yang salah menginterpretasi output dari analisis itu. [tertawa] Itu yang banyak salah, Pak. Iya. Seperti vorinya kemudian kita melihat nilai-nya nah ada kadang kala suatu analisis dengan principalis cukup dengan dua faktor sudah bisa merepresentasikan semuaul karakteristik yang ada. Di sini pemahaman filosofinya penting, Pak. Jadi memang ee apa pemahaman tentang filosofi statistik multivariatnya harus kuat. Betul. Betul. Jadi kalau kita melihat di YouTubeyube itu kan secara umum. Betul. Betul. Tapi filosungguhnya tidak sedemikian itu, sesederhana itu, Pak. Iya, betul. Nah, dengan demikian ketika kita berbicara yang selalu ditakuti oleh orang-orang yang bermain di multivariat atau regis berganda adalah soal multicolinarity. Itu yang paling ditakuti. Tetapi dengan menggunakan PCA itu sudah karena sudah direduksi secara otomatik di dalam itu. Nah, kedua ee soal masalah B. Saya waktu saya sekolah di Bogor dulu, Pak. Ya. Iya. Ee saya pernah dikasih contoh salah satu Profesor Aunudin. Salah satu dua dua regresilah dikatakan begini. Iya. I kalau dua garis regresi sama-sama memiliki nilai B sama katakanlah regresi berganda B1 B2 sama regresianda A regresi berganda B sama B1 B2-nya sama. Sekarang kalau garis regresinya sama apa koefisien regresinya sama arah regresi atau koefisien arah garisnya sama kedua garis itu mau pilih mana? Kebetulan R kuadratnya sama lagi kedua-duanya. I ya pada pilihan mau lihat Rodanya sama-sama bagus 99% mau pilih B1 dan B2-nya pada kurva regresi pertama sama-sama nilainya di dengan kurva regresi kedua B1 B2-nya i tentu terakhirnya adalah menghitung galat murni dari gala totalnya itu dikat terakhir. Oke. Oke. Nah banyakan software belum bisa mengakomodiri itu. Baik itu program AR baik itu program eh SL Start maupun yang lain-lainnya SAS dan sebagainya genst dan sebagainya. apalagi SPCS itu belum mampu dipisahkan itu. Sehingga saya ajarkan mahasiswa saya ya dengan cara memisahkan secara manual kan menghitung B1, B2, 3 kan yang dikenal cuma tiga cara Pak yang kita pernah pelajari itu pertama adalah metode kuadrat terkecil, yang kedua adalah persamaan normal, yang ketiga pendekatan matriks. Kan itu sederhananya. Jadi sebenarnya ini yang Bapak sampaikan tuh tidak ada metode yang unsupervised ya, Pak ya. Betul betul, Pak. Saya 33 tahun mengajar statistik, Pak. Bergelut dengan angka maola data itu sudah ini mestinya. Makanya saya pengin sekali hadir itu. Iya, mestinya kebalik ini Bapak yang di sisi saya sebenarnya ini. [tertawa] Iya, betul Ibu dan Bapak sekalian. Ini ee ini ee penting memang. Jadi ee kalau di judulnya memang PCA cluster itu unsupervised. Unsupervised itu artinya tidak perlu dimonitor, tidak perlu diawasi gitu ya. Tapi pada akhirnya ketika kita menganalisis hasilnya memang enggak bisa kita terima apa adanya begitu. Dan betul benar benar seus. Betul, Pak. Jadi kasus seperti punya Pak Iskandar tadi itu memaksa kita mungkin harus menggunakan metode lebih dari satu gitu. Betul. mengcoss cheek begitu ya, Pak ya. Jadi betul enggak ini penting tapi Pak Irwin Pak Irwin kita sharing Pak ya ee terkait tadi masalah dua titik yang berdekatan dan titik dengan titik lainnya ya. Nah biasanya yang kita lihat kalau di PCE itu bukan hanya posisinya tapi kita lihat sudut slopnya itu. Betul. Betul. Mana yang paling kecil sudutnya dengan panjang vektornya berbeda itu akan memiliki nilai karakteristik pengaruh yang berbeda. I ya betul. Nah, sehingga ini yang banyak sekali yang orang-orang applied salah menginterpretasi makna daripada luaran daripada analisis itu. Iya. Oh, iya. Perlu perlu ditambahkan juga. Betul, Pak. Jadi pengukuran pengukuran jarak antar titik data untuk PCE dan kluster ini memang ee sudutnya yang dihitung ya. Benar. Benar. Setuju sekali. Bagus sekali penjelasannya Pak tadi. Saya bukan garis tegak lurus ya, tapi justru ee garis yang berjudut. Ya, betul, Pak. Jadi kesimpulannya Pak RWin tab Pak ee analisis itu kan statistik itu kan hanya dua, statistik parametrik nonpametrik. Kudian dalam parametrik ada namanya deskriptif, ada namanya imperensia, menyimpulkan dan sebag itu kan kita sudah tamatlah semua itu masalah itu. Nah, yang paling penting adalah bahwa kalau kita menggunakan multivariat, syarat utama adalah data menyebar normal. Itu pertama ya. I karena ketika data tidak normal maka ANOVA yang keluar, Uji F yang keluar itu bohong-bohongan, Pak. Kita terkelabui di situ loh, Pak. Betul. Iya. Tapi kalau datanya sudah normal, dia tidak berpengaruh ya, faktor itu tidak mempengaruh terhadap respon y-nya, ya selesai. itu kondisi alamiahnya tadi gitu ya. Ya. Tetapi kalau kita tidak memenuhi syarat-syaratnya asumsi uji keditipan model uji kesamaan ragam perlakuan atau seragam faktor faktorpengaruh kemudian ujias data itu tidak seragam tidak dilakukan. Bagaimana mungkin kita yakin bahwa anopa itu benar? Saya kira itu temanya. Terima kasih banyak Pak RW. I terima kasih sekali. Ini ee catatan dari Pak Masyaoro ya. Ini penting ya Ibu dan Bapak. Jadi, jadi begini. Di setiap bidang ilmu itu pasti punya kebiasaan, ya. Nah, kebiasaan saya karena saya orang geologi itu data sering tidak tidak lengkap. Sering di tempat yang dicari justru tidak ada, di tempat yang pas tidak diharapkan justru ada data ya. Contoh misalnya sumur ya, Ibu dan Bapak ya. Itu kan seringki datanya enggak tersebar. Jadi misalnya saya punya daerah dalam bentuknya kotak gitu ya, itu sumur. Kalau kita nyari sumur pasti di tempat yang banyak rumah. Di tempat yang tidak ada rumah pasti enggak ada sumur begitu. Jadi saya lebih banyak bergantung kepada apa yang ada di lapangan gitu. Jadi saya enggak bisa saya bikin sumur sendiri kan mahal begitu ya. Nah, jadi kalau untuk bidang ilmu saya memang lebih longgar, Pak, ininya apa namanya ee ketentuan-ketentuan statistik itu lebih longgar di saya gitu ya. Jadi statistik itu lebih kepada untuk indikasi awal gitu. Jadi indikasi awal ini ada keserupaan atau kemiripan kemudian ada indikasi awal bahwa ini beda begitu. Jadi memang kami tidak sedetail itu menelaah angka-angka statistisnya gitu. Jadi itu kebiasaan di tempat kami memang dengan kekurangannya. Nah, bagi Ibu dan Bapak lain yang memang ee bidang ilmunya itu berbeda, mungkin punya kebiasaan yang berbeda. Nah, di situ mungkin ada angka-angka statistik yang perlu lebih diperhatikan. Nah, barusan penjelasan dari Pak Masya ini ee penting ya, Ibu dan Bapak. Masalah ee ini apa tadi ada galat juga yang Pak sampaikan itu penting sudah error begitu. Terima kasih sekali Pak ya. Sama-sama Pakin sukses selalu Pak. Sama-sama. Samisami. Sukses juga Pak Kasih Bapak I i ya. Saya ingin menjadi anggota EO Education ini. Ecologi Education ini, Pak. Iya, Pak. Ya. Iya. I iya. Kalau lalu saya dihubungi, saya pasti selalu ikut deh meluangkan waktu sibuk apapun dalam e habitat saya. Waduh. Terima kasih Pak sudah menyempatkan waktunya Pak. Oke. Selanjutnya mungkin ini yang sudah angkat tangan dari tadi ada ee Pak Torkis Tambunan. Silakan, Pak. Ya, silakan, Pak. Ya, terima kasih Pak Erwin atas paparannya. Eh, panitia ee mau nanya saya bukan dosen bukan tapi baru ngeraba barusan ngeraba-raba kira-kira kalau variabelnya itu tadi kita e variabel parameter-parameter sisi kimia ya, Pak ya? Ya, kalau kita tambahkan lagi variasi variabel bentuk sama variabel berat itu apakah memungkinkan enggak nanti untuk hanya mengambil? Eh, maaf, Pak. Diulang variabel apa, Pak? Berat. Berat dan bentuk berat dan bentuk dan berat gitu. Jadi di dikolaborasikan kira-kira memungkinkan. Paham. Iya, terima kasih. Jadi begini. Iya, terima kasih Pak. Jadi data itu selama dia bisa dia bentuknya angka itu bisa ya. Misalnya kalau untuk air kan ada berat jenis kan mirip dengan yang Bapak sampaikan tadi. Itu kan bentuknya angka ya. Itu bisa atau Bapak harus membuat skala angka sendiri begitu untuk ee apa namanya variabel yang masuknya itu dalam bentuk non angka awalnya. Jadi Bapak harus merubahnya menjadi angka gitu. Itu bisa, Pak. Nah, kalau data yang masuk itu tidak berbentuk angka dan tidak bisa diubah menjadi angka, maka paling mungkin itu menjadi untuk kategori, Pak. Jadi untuk membuat kategori itu bisa gitu sebagai kategori ya. Tapi kalau mau dimasukkan ke dalam analisis memang harus. Nah, yang kedua yang yang lebih penting adalah ketika Ibu dan Bapak mau memasukkan tambahan variabel, Ibu dan Bapak harus tahu kenapa itu masuk, gitu. Jadi bukan boleh enggak boleh sebenarnya, tapi harus tahu kenapa itu dimasuk ya. Ee apakah itu ada pengaruh dari prosesnya. Misalnya kalau air kan bisa dapat bisa dapat misalnya kita bicara kontaminan ya, Ibu dan Bapak. kontaminan itu kan bisa datang dari manusia, bisa datang dari alam ya, batuan itu bisa jadi sumber kontaminan alamiah. Kemudian air hujan misalnya gitu ya. Nah, kalau sistem itu bisa Ibu dan Bapak gambarkan bisa diambil dari literatur misalnya begitu asal itu ada dan Ibu bisa Ibu Bapak bisa memberikan alasan kenapa variabel itu bisa mau dimasukkan maka enggak masalah masukkan kayak gitu. Nah, yang jadi masalah kalau kita memasukkan variabel itu random aja apa saja dimasukkan. Nah, itu masih paham ya. Jadi, ee akan baik kalau semua variabel yang masuk itu punya gitu. Ibu dan Bapak bisa menggambarkan perannya dalam sistem yang ada di dalam masalah ibu dan bapak masing-masing gitu ya. Jadi itu penting kualitatifnya dulu yang harus penting yang dipentingkan baru kemudian numerik gitu. Kalau saya begitu, kalau saya demikian, Pak Torkis, ya. Makasih, Pak. Baik, terima kasih Pak Erwin. Sami-sami, Pak. Ya, mungkin apakah ada lagi bertanya? Oh, ini sudah ada Pak Wakso. Silakan, Pak. Mohon maaf, Mbak. Kamera tak off karena jaringannya, ya. Iya, apa, Pak? Izin bertanya, Pak. Ee silakan. Jadi, yang saya tangkap tadi itu berarti SP SPSS atau aplikasi OREN itu dia itu hanya tool ya, Pak, alat. Jadi dia itu sifatnya hanya untuk mempermudah kita mengolah data gitu ya, Pak. I bukan bukan alat yang bisa menentukan jadi enggak punya logika gitu, Pak. Jadi bukan kayak robot ya apa ya mungkin bukan kayak yang di Excel itu fungsi if gitu ya bisa melogikakan dari data ini ini terus diambil kesimpulan seperti ini itu enggak bisa muncul seperti itu ya Pak. Ee begini Pak kalau kalau Excel filosofinya itu kan kita step by step ya kalau Excel ya. Iya step by step. Jadi data itu satu-satu kita saring begitu ya. saya bahasa. Nah, kalau di multivariabel umumnya, umumnya ini umumnya itu analisis dilakukan secara simultan, Pak. Baik. Jadi, jadi tidak ada if gitu kurang lebih ya sepanjang yang saya tahu ya, karena saya juga bukan orang matematika yang murni begitu. Jadi, sepanjang yang saya tahu analisisnya tuh dilakukan secara simultan begitu ya. Berarti kita berarti kita yang semisal kompleks nih datanya cuman kita yang mengkerucutkan sendiri gitu ya, Pak dari beberapa variabel gitu ya, Pak. Oke. Kalau kalau mengerucutkan itu urusan mereka Pak dia mereka bisa membantu mengerucutkan gitu. Jadi misalnya kita punya kita punya 15 variabel, maka hasil dari PCA itu akan mengelompokkan variabel-variabel itu menjadi princiipal komponen satu misalnya. Oh, siap. Variabel yang lain dikompokkan menjadi princiipal komponen dua. Nah, princip itu punya pengaruh lebih besar dibanding princiipal komponen du misalnya ya. Nah, itu bisa. Tapi kembali lagi yang Bapak sampaikan tadi yang menalar tetap kita gitu Pak ya. Jadi logikanya itu ada di kita karena kita punya bekal model konseptual tadi kan. Berarti ke oralnya ada di manusianya ya, Pak. Dengan kesalahan mengambil metode maka salah pula hasilnya gitu ya, Pak. Ya, kalau kalau kesalahan metode kesalahan mengambil data enggak pakai multivariabel juga bisa salah ya, Pak ya? Iya. Iya, Pak. Ya, kita asumsikan ngambil datanya sudah betul. Kemudian variabel-variabel yang dimasukkan itu kita asumsikan memang berperan gitu ya. Nah, untuk bisa menentukan variabel berperan atau tidak kan kita harus punya ilmunya dulu kan, Pak ya. Kita punya background teori dulu. Nah, baru kemudian kita mendeteksi pola polanya itu dibantu oleh software gitu. Siap. Siap. Baik, Pak. Terima kasih, Pak. Iya, sami-sami, Pak. Makasih. Matur nuwun. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Iya. Selanjutnya ya. Bagaimana, Pak? Mbak ini ee Mbak moderator ini Mbak Tia atau Mbak siapa? Riska. Oh, iya. Saya Silvi, Pak. Oh, Mbak Selfie. Oke, Mbak Selfie ini kalau bisa kita ee karena ini situasi sedang tidak memungkinkan, ya. Kalau bisa Ibu dan Bapak yang ingin bertanya langsung itu bisa mencatat nomor saya itu ada di chat ya. Kemudian ee medsos saya juga ada di chat. Jadi saya mohon maaf ini kayaknya dalam 5 menit harus sudah mengakhiri ini ee karena ini kondisi ya tidak memungkinkan. Iya kalau berkenan kalau boleh. Iya. Baik, Pak. Tidak apa-apa, Pak. Ya, terima kasih banyak, Pak atas ee waktunya dan juga ee pemateriannya. Mungkin ee sebelum mengakhiri ee sesi webinar kali ini ada sesi foto bersama dulu ya, Pak. Boleh, boleh, boleh. Iya. Baik. Bagi Bapak Ibu semua yang bisa untuk menyalakan kameranya silakan untuk menyalakan. I jika sudah saya akan dokumentasikan terlebih dahulu. Oke. Baik. 3 2 1. Oke. Sudah. Ya, sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak e Pak Erwin yang sudah menyampaikan materinya dan untuk Bapak Ibu semua mungkin ee seperti yang sudah disampaikan jika ingin bertanya silakan untuk menghubungi ee kontak Pak Erwin ya baik itu di medsos atau via WA secara langsung ya. Terima kasih banyak Pak. Semoga Terima kasih Pak Erwin. Terima kasih Bapak-bapak, Ibu-ibu. Makasih Ibu Nurul. Terima kasih banyak ya, Pak ya. Sama-sama ditunggu. Makasih Pak RW. Pakih. Sampai di lain waktu ya Pak. Terima kasih Prof. Erwin ya. Ya. Makasih, Pak. Erwin bagi Mas Erwin terus Mas kami dari timurih kami dari suka ya pamit ya biar kami juga disapa karena kami rutin mengikuti kegiatan ini. Oke, sukses semua. Saya mohon pamit juga. Iya, Pak. Silakan, Pak. Terus. Oke. Baik. Ee saya akan mengingatkan kembali untuk presensi. Silakan Bapak, Ibu ee dapat mengaksesnya di link yang sudah kami share di kolom komentar atau kolom chat ee yang akan kami tutup hingga pukul 12. ee 15 siang nanti ee untuk Bapak Ibu sekalian juga yang belum masuk ke grup provinsi silakan untuk ee masuk ke grup provinsinya masing-masing. Ee rencananya kami nanti ke depannya akan membahas ee topik-topik webinar sesuai dengan ee topik di provinsinya masing-masing seperti itu. Bisa juga mengajukan ee saran ingin ee membahas webinar ee mengenai topik apa. Oke, mungkin itu saja yang saya sampaikan. Mohon maaf apabila ee banyak kekurangan di webinar pada hari ini. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam lestarialam warahmatullahi wabarakatuh. Pengembangan sumber daya manusia adalah bagian dari proses dan tujuan dalam pembangunan Indonesia. Upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas salah satunya dapat dilakukan melalui pelatihan. Ekoedu hadir sebagai platform pelatihan lingkungan hidup yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia. Saat ini kami memiliki 12 paket pelatihan, yaitu dasar-dasar AMDAL, persetujuan teknis air limbah, persetujuan teknis emisi udara, persetujuan teknis [musik] limbah P3, penyusunan dokumen KLHs, penyusunan dokumen RPPLH, perhitungan emisi gas rumah kaca, pemodelan kualitas air sungai, pemodelan dispersi udara, pelatihan remote sensing, pelatihan sistem informasi geografis, dan pelatihan sistem dinamik. Alumni pelatihan kami sudah lebih dari 2.500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia. Pelayanan kami terbuka untuk perusahaan, pemerintahan, perorangan, ataupun pemerhati lingkungan. Eko Edu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang berpengalaman, memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun. menyampaikan materi dari itu menjelaskan dengan detail dengan rinci ya. Jadi mudah saya pahami. Ee kami kebetulan saya bekerja di pegawai negeri jadi mudah memahami dan kita menerapkan langsung di apikasinya di lapangan. materinya banyak [musik] saya butuhin sih. Jadi saat ini saya dikonsultan terutama ke saya di [musik] bagian emisi di bagian udara dan saya melihat di ek semua ya mulai dari prospek ada, pemodelan udara ada terus kemudian saya kemarin juga ikut yang akhirnya menghit Eko karena ee jadwal pelatihannya untuk tahun 2023 ini sudah dimulai di awal materi yang diberikan memang sebenarnya sudah mantap, tapi memang untuk kendala waktu berhubung ini kalau kita di PNS kan kadang-kadang ada panggilan tugas jadi sehingga ada beberapa kali ee apa terputus banyak hal yang saya dapetin banyak sekali gitu. Jadi alhamdulillah terutama yang pertama saya ikut itu kan yang waktu perteknya bulan Juli ya. Itu sih awalnya yang wah oke nih gitu. Terus makanya saya lanjut ke R. Saya akhirnya bisa ee mulai upgrade lagi ya. Karena kebetulan [musik] saya background-nya sebenarnya teknik lingkungan ee pekerjaannya sudah sekitar 8 tahun tidak berhubungan dengan bidang ini. Sehingga [musik] ee dengan mengikuti training yang kemarin saya akhirnya bisa upgrade ee ilmu lagi terutama untuk ee peraturan-peraturan yang saat ini berlaku. Memang cukup membantu bagi saya PNS ee sama-sama karena sudah dipordengar lagi karena ee jadi apa ee kesibukan di waktu [musik] ini sangat-sangat membantu ee ketika pas pelatihannya itu kan ee ada kesibukan gitu kan maksudnya disambi gitu ya mohon maaf nyambi terus itu terus setelah itu apalagi yang pemodelan pemodelan ini kan kita enggak bisa [musik] sekali ya gitu ya jadi ee ini sekarang saya lagi ulang yang mumpung Saya juga masih [musik] belum terlalu banyak kegiatan. Saya lagi ngulang sekarang. Ee itu sangat membantu sekali. Jadi ee ketika saya sedang ee bekerja dan ingin meemind [musik] lagi, mengingat kembali ee untuk materi-materi yang kemarin saya bisa mengakses ee di website. Mantap, bagus, dan berkembang. pertama kekinian, kedua mantap, ketiga sukses. Sangat luar biasa, Mbak. Pengembangan sumber daya manusia adalah bagian dari proses dan tujuan dalam pembangunan Indonesia. Upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas salah satunya dapat dilakukan melalui pelatihan. Ekoedu hadir sebagai platform pelatihan lingkungan [musik] hidup yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia. Saat ini kami memiliki 12 paket pelatihan, yaitu dasar-dasar AMDAL, persetujuan teknis air limbah, persetujuan teknis emisi udara, persetujuan teknis limbah P3, penyusunan dokumen KLHs, penyusunan dokumen RPPLH, perhitungan emisi [musik] gas rumah kaca, pemodelan kualitas air sungai, pemodelan dispersi udara, pelatihan remote sensing, pelatihan sistem informasi geografis, dan pelatihan sistem dinamik. Alumni pelatihan kami sudah lebih dari 2.500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia. Pelayanan kami terbuka untuk perusahaan, pemerintahan, perorangan, ataupun pemerhati lingkungan. Eko Edu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang berpengalaman, memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun. menyampaikan materi dari Eko Ed itu menjelaskan dengan detail dengan rinci ya. Jadi mudah saya pahami. Ee kami kebetulan saya bekerja di pegawai negeri jadi mudah memahami dan kita menerapkan langsung di aplikasinya di lapangan. Materinya banyak [musik] saya butuhin sih. Jadi saat ini saya di konsultan terutama saya di bagian emisi di bagian udara dan saya lihat di Eco Eddo tercover ya semua ya mulai dari perpek ada pemodelan udara ada terus kemudian saya kemarin juga ikut yang akhirnya menghitung karena ee jadwal pelatihannya untuk tahun 2023 ini sudah dimulai di awal Januari. materi yang diberikan memang sebenarnya sudah mantap memang untuk kendala waktu karena berhubung ini kalau kita di PNS kan kadang-kadang ada panggilan tugas jadi sehingga ada beberapa kali ee apa terputus banyak hal yang saya dapetin banyak sekali gitu jadi alhamdulillah [musik] karena yang pertama saya ikut itu kan yang waktu perteknya bulan Juli ya itu sih awalnya yang wah oke nih gitu terus makanya saya lanjut ke R. Saya akhirnya bisa ee mulai upgrade lagi ya. Karena kebetulan saya background-nya sebenarnya teknik lingkungan. ee pekerjaannya sudah sekitar 8 tahun tidak berhubungan dengan bidang ini. Sehingga ee dengan mengikuti training yang kemarin saya akhirnya bisa upgrade ee ilmu lagi terutama untuk ee peraturan-peraturan yang saat ini berlaku. Memang cukup cukup membantu bagi saya PNS ee sama-sama karena sudah di-quord dengar lagi karena ee jadi apa ee kesibukan di waktu ini [musik] sangat-sangat membantu ee ketika pas pelatihannya itu kan ee ada kesibukan gitu kan maksudnya dicambi gitu ya mohon maaf nyambi terus itu terus setelah itu apalagi yang pemodelan pemodelan ini kan kita enggak bisa sekali ya gitu ya jadi ee ini sekarang saya lagi ngulang yang mumpung Saya juga masih belum terlalu banyak kegiatan. Saya lagi ngulang sekarang. Ee itu sangat membantu sekali. Jadi ee ketika saya sedang ee bekerja dan ingin [musik] meemind lagi, mengingat kembali ee untuk materi-materi yang kemarin saya bisa mengakses [musik] ee di website. Mantap, bagus, dan berkembang. [musik] pertama kekinian, kedua mantap, ketiga sukses. sangat luar biasa, Mbak